.

perbedaan umur dalam perkawinan

Yang santai dan rileks. Gosip juga boleh.

Postby saidie » Fri Jul 06, 2007 3:41 pm

kenalituhanmu wrote:sing waras yang ngalah...

@saidie, silahkan lanjutkan threadnya..

@msaw terserah mas aja, aku berpegang teguh dengan agama ku, kamu berpegang teguh dengan agamamu..
sampai kapanpun diantara kita tidak ada kata sepakat, kecuali Tangan Allah yang berkehendak..

bukan mau ceramah, tapi kita lanjutkan thread yang sudah dibuat..

untuk yang lain tolong ya ini obrolan santai yang bukan menjurus ke agama, hormati pembuat thread, seperti yang diajarkan oleh agama masing2 harus saling menghormati...

dengan cinta..
kenali
at last we found the winner between you and mhsw, you believe in your faith regardless, and you just gain my respect tremendously kenalituhanmu, and i'm so proud of the quality of your opinion very intelectuall and the maturity of your act !!
but i supposed mhsw will come up with very childish opinion or question towards you. but than again we will see and understand why you're the winner !!!
bravo

lots of love
saidie-
saidie
 
Posts: 26
Joined: Thu Jun 28, 2007 10:33 am
Location: right here

Postby kenalituhanmu » Fri Jul 06, 2007 3:45 pm

hidup muslim OOT..
gak ada muslim OOT bagaikan makan sayur tanpa garam..rebeca mode:on
xixixixi... ;)
User avatar
kenalituhanmu
 
Posts: 267
Joined: Wed May 16, 2007 11:08 pm
Location: yang pasti di dunia kali

Postby M-SAW » Fri Jul 06, 2007 3:46 pm

saidie..kamu juga belum jawab

gimana nya ini :P :P


saidie wrote:saya kan udah jawab
kalau kakek yg nidurin bocah itu kan molestation namanya dan saya kira hukum indonesia juga nggak ngebolehin kakek nikahin anak 9 thn

trus orang waras mana yg ngejadiin kakek bejat moral sebagai contoh[/size]


loh...kamu gak tau yah kalau NABI MUHAMMAD saat umur 53 tahun MENIDURIN AISYAH yg UMUR 9 TAHUN??
:oops: :lol: :roll: :oops: :lol: :oops: :roll:
baca deh BUKU2 ISLAMI dan situs islam ini :)

AISYAH umur 9 TAHUN (Dari buku islam yang ada di INDONESIA)
http://www.indonesia.faithfreedom.org/f ... highlight=

sumber :
Image

Judul Asli:
'Atsyah Qudwatun Nisaa'ul Mu'minin wa Habiibatu Rasuulu Rabbul 'Aalamiin
Penulis:
Khalld Abu Shaleh >| Edisi Indonesia:

UMMUL MU'MININ '
Penerjemah: Wafi' Zaanuddin Lc,
Editor; Team At-Tibyan
Desain Sampul: Team At-Tibyan Layoiil Team At-Tibyar;
Penerbil
At-Tibyan - Sola Jl. KyaJ Mojo 5B, Solo, 57117
telp./Fax (0271| 652540
email: [email protected]
http://www.at-tibyan.com


Pernikahan dengan nabi

halaman : 13
Rasulullah menikahi Aisyah saat dia berusia 6 atau 7 tahun. Beliau mengumpuli , nya saat usianya 9 tahun. Dan Rsulullah wafat saat 'Aisyah berusia I5 tahun. (HR. Riwayat Muslim).

Image


"Aisyah berkata. " Rasulullah menikahiku saat aku berumur 6 (enam)tahun dan mengumpuliku saat aku berusia 9(sembilan) tahun."Dia berkata." Kami dan datang ke Madinah,dan kau sakit panas.1. selama satu bulan,kemudian rambutku telah tumbuh kembali hingga kedua telingaku..Ummu Ruman mendatangiku di saat aku berada di ayunan bersama teman-temanku. Dia berteriak memanggilku, aku pun datang, tak tahu apa yangt diinginkan dariku. Maka dia menghentikanku di depan pintu. maka aku berkata, " hah hah, hingga nafaskn habis." Kemudian dia memasukkanku ke dalam sebuah rumah yang ternyata, di dalamnya banyak kaitm wanita dari anshar. Mereka berkata, "Semoga senantsasa dalam kebaikan penuh barakah dan dikaruniai nasib yang baik." Maka aku diserahkan kepada mereka, kemudian mereka memandikan kcpalaku dan menghiasiku, tidak pernah aku dikejutkan atas kedatangan seseorang dengan tiba-tiba kecuali saat kedatsngan Rasulullah diwaktu dhuha, kemudian mereka menyerahkanku kepada-nya." (Mutafaqun 'alaihi).

[tambahan saya]
Hadits diatas tersebur KOMPATIBLE dgn hadits :
Sahih Bukhari Volume 7, Buku 62, Nomer 64
Dikisahkan oleh 'Aisha:
Bahwa sang Nabi menikahinya ketika ia berusia enam tahun dan sang Nabi menyetubuhinya ketika dia berusia sembilan tahun, dan dia terus bersama sang Nabi selama sembilan tahun (sampai Nabi mati).

Sahih Muslim Buku 008, Nomer 3310:
'A'isha (Allah berkenan padanya) melaporkan: Rasulullah (saw) menikahiku ketika aku berusia enam tahun, dan aku diterima di rumahnya pada waktu aku berusia sembilan tahun.

Sahih Bukhari Volume 7, Buku 62, Nomer 88
Dikisahkan oleh 'Ursa:
Sang Nabi menulis (kontrak kawin) dengan ‘Aisha ketika dia berusia enam tahun dan menyetubuhinya ketiak dia berusia sembilan tahun dan dia tinggal bersama sang Nabi selama sembilan tahun (sampai Nabi mati).

Sahih Bukhari 5.234
Dikisahkan oleh Aisha:
Sang Nabi bertunangan denganku ketika aku masih seorang gadis kecil berusia enam (tahun). Kami pergi ke Medina dan tinggal di rumah Bani-al-Harith bin Khazraj. Lalu aku sakit dan rambutku rontok. Tak lama kemudian rambutku tumbuh (lagi) dan ibuku, Um Ruman, datang padaku ketika aku bermain ayunan bersama beberapa dari kawan perempuanku. Ibu memanggilku, aku pergi menghadapnya, tidak tahu apa yang dia inginkan dariku. Ibu memegang tanganku dan membawaku berdiri di depan pintu rumah. Aku tak bisa bernafas, dan ketika aku bisa bernafas lagi, dia (Ibu) mengambil air dan membilas wajah dan kepalaku. Lalu dia membawaku masuk ke dalam rumah. Di dalam rumah kulihat wanita2 Ansari yang berkata, “Salam sejahtera dan Berkat Allah dan semoga selamat.” Lalu dia (Ibu) menyerahkanku kepada mereka dan mereka mempersiapkanku (untuk perkawinan). Secara tak terduga, Rasul Allah datang padaku di pagi hari dan ibuku menyerahkanku kepadanya, dan pada saat itu aku adalah seorang gadis berusia sembilan tahun.

Sahih Bukhari Volume 7, Book 62, Number 90
Dinyatakan Aisha:
Ketika sang Nabi menikahiku, ibu datang padaku dan membawaku ke dalam rumah (sang Nabi) dan TIDAK ADA YANG LEBIH MENGAGETKANKU SELAIN KEDATANGAN SANG NABI ALLAH PADAKU DI PAGI HARI.
[end of tambahan]


lanjutttt....

Beberapa Faedah Dari Hadits Di Atas. 4(Syarh AN-Nawawi'Ala Sahih Muslim 9/210.211)

-, Diperbolehkan seorang bapak menikahkan anak wanitanya yang masih kccilr meskipun tanpa seizinnya, sebab dia tidak memiliki (kuasa) izin. Kaum muslimin ber-IJMA' tentang diper-bolehkan seorang bapak menikahkan anak wanitanya yang masih kecil dan perawan, ber-dasarkan hadits ini.
- Mayoritas riwayat menjelaskanbahwa usia 'Aisyah adalah enam tahun,dan dalam sebuah riwayat lain disebutkan tujuh tahun.Dengan menggabungkan antara riwayat-riwayat yang ada kita bisa katakan bahwa usia beliau adalah enam tahun lebih(masuk ke tujuh),karena dalam sebuah riwayat dinyatakan jumlah tahunnya saja,sedangkan riwayat lain menyebutkan hitungan tahun yang sudah dimasukinya;

- Kata kata perawai (Sedangkan dia masih bersama mainannya) : maksudnya adalah mainan anak-anak wanita yang layaknya dimainkan oleh anak-anak wanita yang masih kecil.Jadi,riwayat ini menunjukkan usianya yang masih kecil.

{tambahan saya}
Saya bingung dgn komentar diatas tsb yang saya HIJAU kan,karna tidak ada haditsnya,tapi saya yakin hadits yang dimaksud pastilah :

Sahih Bukhari Volume 8, Book 73, Number 151
Dinyatakan oleh 'Aisha:
Aku biasa bermain dengan boneka2 di depan sang Nabi, dan kawan2 perempuanku juga biasa bermain bersamaku. Kalau Rasul Allah biasanya masuk ke dalam (tempat tinggalku) mereka lalu bersembunyi, tapi sang Nabi lalu memanggil mereka untuk bergabung dan bermain bersamaku. (Bermain dengan boneka2 atau bentuk2 yang serupa itu dilarang, tapi dalam kasus ini diizinkan sebab Aisha saat itu masih anak kecil, belum mencapai usia pubertas) (Fateh-al-Bari halaman 143, Vol.13)

hayooo..siapa muslim yang masih MEMBANTAH aisyah BUKAN anak kecil yang masih main boneka ??? :P
jadi ingat f4/montir kepala yang NGOTOT aisyah bukan anak kecil..dan berkata "orang dewasa pun masih main BONEKA"
tapi syukurlah sang PERAWI dan penulis buku tsb JUJUR dan berkata :
"
Kata kata perawai (Sedangkan dia masih bersama mainannya) : maksudnya adalah mainan anak-anak wanita yang layaknya dimainkan oleh anak-anak wanita yang masih kecil.Jadi,riwayat ini menunjukkan usianya yang masih kecil.



lanjutan utk MEMBUNGKAM muslim KERAS KEPALA yang menganggap asiayh sudah DEWAS walaupun masih main boneka,silahkan simak kata2 JUJUR dari muslim ini :)

Al-Qadhi menyatakan ," ini menunjukkan diperbolehkannya mainan,dan diperbolehkann anak kecil memakaianya untuk bermain.Dalam hadits lain disebutkan bahwa NABI melihat hal tersebut,dan beliau tidak mengingkarinya.mereka mengatakan,sebabnya adlaha sebagai latihan buat mereka untuk mendidik anak-anak(kelak) dan memberikan yang terbaik untuk kemaslahatan rumah tangga.



dari sirah nabi tertua,biasanya disebut juga sirah nabi IBNU ISHAQ

SIRAH NABAWIYAH IBNU HISYAM JILID 2
Penulis: Abu Muhammad Abdul Malik bin Hisyam Al-Muafiri,
Penerjemah: Fadhli Bahri, Lc.;
Cetakan V, Darul Falah Jakarta, 2006
704 him; 15,5x24 cm.
Judul Asli: As-Sirah An-Nabawiyah li Ibni Hisyam
Penerbit: Darul Fikr, Beirut 1415 H/l994 M
ISBN 979-3036-17-6

Image


632 —Sirah Nabawiyah Ibnu Hisyam-Il

Aisyah binti Abu Bakar Radhiyallahu Anhuma

Rasulullah Shallallahu Alaihi wa SaJ/am menikahi Aisyah binti Abu Bakar Ash-Shiddiq di Makkah ketika Aisyah berumur tujuh tahun dan [size=18]menggaulinya[/size] di Madinah ketika ia berusia sembilan atau sepuluh tahun. Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sal/am tidak menikahi wanita gadis selain Aisyah binti Abu Bakar. Beliau dinikahkan dengan Aisyah oleh Abu Bakar dengan mahar empat ratus dirham.
[/quote]
M-SAW
 
Posts: 5244
Joined: Wed Aug 23, 2006 3:59 pm
Location: :)

Postby M-SAW » Fri Jul 06, 2007 3:50 pm

MUHAMMAD SAW wrote:heheheh
beginilah muslim kalau dah susah ngejawab ,pasti oot,yg ke rebecca lah...dikiranya aku mau ngeladenin kali
hahaha

ayoo jawab kalau sangup :)
kalau gak setuju,jawab aja,,apa susahnya yah ????????
:lol: :lol:

kekekekekek

==========
kok USIA sang NABI gak disebutin??? :),trus kok umur asisah jadi 18?? mana hadits yg mengatakan seperti itu??

:oops: :lol: :oops:
kenalituhanmu wrote:masalah Nabi Muhammad nikahin Siti Aisyah umur 6, 9, 18, aku setuju bahwa dia menjadi suri tauladan bagi umat manusia
-saya SANGAT SETUJU APAUN TINDAKAN NABI MUHAMMAD utk dijadikan tauladan karena dia mempunyai sifat2 yang baik, dan itu diakui oleh 1/3 penduduk dunia"
.


masih belum nyambung,komentar anda masih NGAMBANG . kata2 'APAPUN TNDAKAN" bisa saaj ditafsirkan lain :)


mending kamu kutipkan aja kata2 dibawah ini
:)

"saya SANGAT SETUJU Nabi Muhammad yg berumur 53 thn nikahin anak kceil 9 tahun utk dijadikan tauladan karena dia mempunyai sifat2 yang baik, dan itu diakui oleh 1/3 penduduk dunia"

jgn hilangkan kata2 "yg berumur 53 thn nikahin anak kceil 9 tahun" ,karna itu yg sangat penting :)

berani anda memposting seperti itu ?
M-SAW
 
Posts: 5244
Joined: Wed Aug 23, 2006 3:59 pm
Location: :)

Postby saidie » Fri Jul 06, 2007 3:51 pm

MUHAMMAD SAW wrote:saidie..kamu juga belum jawab

gimana nya ini :P :P


saidie wrote:saya kan udah jawab
kalau kakek yg nidurin bocah itu kan molestation namanya dan saya kira hukum indonesia juga nggak ngebolehin kakek nikahin anak 9 thn

trus orang waras mana yg ngejadiin kakek bejat moral sebagai contoh[/size]


loh...kamu gak tau yah kalau NABI MUHAMMAD saat umur 53 tahun MENIDURIN AISYAH yg UMUR 9 TAHUN??
:oops: :lol: :roll: :oops: :lol: :oops: :roll:
baca deh BUKU2 ISLAMI dan situs islam ini :)

AISYAH umur 9 TAHUN (Dari buku islam yang ada di INDONESIA)
http://www.indonesia.faithfreedom.org/f ... highlight=

sumber :
Image

Judul Asli:
'Atsyah Qudwatun Nisaa'ul Mu'minin wa Habiibatu Rasuulu Rabbul 'Aalamiin
Penulis:
Khalld Abu Shaleh >| Edisi Indonesia:

UMMUL MU'MININ '
Penerjemah: Wafi' Zaanuddin Lc,
Editor; Team At-Tibyan
Desain Sampul: Team At-Tibyan Layoiil Team At-Tibyar;
Penerbil
At-Tibyan - Sola Jl. KyaJ Mojo 5B, Solo, 57117
telp./Fax (0271| 652540
email: [email protected]
http://www.at-tibyan.com


Pernikahan dengan nabi

halaman : 13
Rasulullah menikahi Aisyah saat dia berusia 6 atau 7 tahun. Beliau mengumpuli , nya saat usianya 9 tahun. Dan Rsulullah wafat saat 'Aisyah berusia I5 tahun. (HR. Riwayat Muslim).

Image


"Aisyah berkata. " Rasulullah menikahiku saat aku berumur 6 (enam)tahun dan mengumpuliku saat aku berusia 9(sembilan) tahun."Dia berkata." Kami dan datang ke Madinah,dan kau sakit panas.1. selama satu bulan,kemudian rambutku telah tumbuh kembali hingga kedua telingaku..Ummu Ruman mendatangiku di saat aku berada di ayunan bersama teman-temanku. Dia berteriak memanggilku, aku pun datang, tak tahu apa yangt diinginkan dariku. Maka dia menghentikanku di depan pintu. maka aku berkata, " hah hah, hingga nafaskn habis." Kemudian dia memasukkanku ke dalam sebuah rumah yang ternyata, di dalamnya banyak kaitm wanita dari anshar. Mereka berkata, "Semoga senantsasa dalam kebaikan penuh barakah dan dikaruniai nasib yang baik." Maka aku diserahkan kepada mereka, kemudian mereka memandikan kcpalaku dan menghiasiku, tidak pernah aku dikejutkan atas kedatangan seseorang dengan tiba-tiba kecuali saat kedatsngan Rasulullah diwaktu dhuha, kemudian mereka menyerahkanku kepada-nya." (Mutafaqun 'alaihi).

[tambahan saya]
Hadits diatas tersebur KOMPATIBLE dgn hadits :
Sahih Bukhari Volume 7, Buku 62, Nomer 64
Dikisahkan oleh 'Aisha:
Bahwa sang Nabi menikahinya ketika ia berusia enam tahun dan sang Nabi menyetubuhinya ketika dia berusia sembilan tahun, dan dia terus bersama sang Nabi selama sembilan tahun (sampai Nabi mati).

Sahih Muslim Buku 008, Nomer 3310:
'A'isha (Allah berkenan padanya) melaporkan: Rasulullah (saw) menikahiku ketika aku berusia enam tahun, dan aku diterima di rumahnya pada waktu aku berusia sembilan tahun.

Sahih Bukhari Volume 7, Buku 62, Nomer 88
Dikisahkan oleh 'Ursa:
Sang Nabi menulis (kontrak kawin) dengan ‘Aisha ketika dia berusia enam tahun dan menyetubuhinya ketiak dia berusia sembilan tahun dan dia tinggal bersama sang Nabi selama sembilan tahun (sampai Nabi mati).

Sahih Bukhari 5.234
Dikisahkan oleh Aisha:
Sang Nabi bertunangan denganku ketika aku masih seorang gadis kecil berusia enam (tahun). Kami pergi ke Medina dan tinggal di rumah Bani-al-Harith bin Khazraj. Lalu aku sakit dan rambutku rontok. Tak lama kemudian rambutku tumbuh (lagi) dan ibuku, Um Ruman, datang padaku ketika aku bermain ayunan bersama beberapa dari kawan perempuanku. Ibu memanggilku, aku pergi menghadapnya, tidak tahu apa yang dia inginkan dariku. Ibu memegang tanganku dan membawaku berdiri di depan pintu rumah. Aku tak bisa bernafas, dan ketika aku bisa bernafas lagi, dia (Ibu) mengambil air dan membilas wajah dan kepalaku. Lalu dia membawaku masuk ke dalam rumah. Di dalam rumah kulihat wanita2 Ansari yang berkata, “Salam sejahtera dan Berkat Allah dan semoga selamat.” Lalu dia (Ibu) menyerahkanku kepada mereka dan mereka mempersiapkanku (untuk perkawinan). Secara tak terduga, Rasul Allah datang padaku di pagi hari dan ibuku menyerahkanku kepadanya, dan pada saat itu aku adalah seorang gadis berusia sembilan tahun.

Sahih Bukhari Volume 7, Book 62, Number 90
Dinyatakan Aisha:
Ketika sang Nabi menikahiku, ibu datang padaku dan membawaku ke dalam rumah (sang Nabi) dan TIDAK ADA YANG LEBIH MENGAGETKANKU SELAIN KEDATANGAN SANG NABI ALLAH PADAKU DI PAGI HARI.
[end of tambahan]


lanjutttt....

Beberapa Faedah Dari Hadits Di Atas. 4(Syarh AN-Nawawi'Ala Sahih Muslim 9/210.211)

-, Diperbolehkan seorang bapak menikahkan anak wanitanya yang masih kccilr meskipun tanpa seizinnya, sebab dia tidak memiliki (kuasa) izin. Kaum muslimin ber-IJMA' tentang diper-bolehkan seorang bapak menikahkan anak wanitanya yang masih kecil dan perawan, ber-dasarkan hadits ini.
- Mayoritas riwayat menjelaskanbahwa usia 'Aisyah adalah enam tahun,dan dalam sebuah riwayat lain disebutkan tujuh tahun.Dengan menggabungkan antara riwayat-riwayat yang ada kita bisa katakan bahwa usia beliau adalah enam tahun lebih(masuk ke tujuh),karena dalam sebuah riwayat dinyatakan jumlah tahunnya saja,sedangkan riwayat lain menyebutkan hitungan tahun yang sudah dimasukinya;

- Kata kata perawai (Sedangkan dia masih bersama mainannya) : maksudnya adalah mainan anak-anak wanita yang layaknya dimainkan oleh anak-anak wanita yang masih kecil.Jadi,riwayat ini menunjukkan usianya yang masih kecil.

{tambahan saya}
Saya bingung dgn komentar diatas tsb yang saya HIJAU kan,karna tidak ada haditsnya,tapi saya yakin hadits yang dimaksud pastilah :

Sahih Bukhari Volume 8, Book 73, Number 151
Dinyatakan oleh 'Aisha:
Aku biasa bermain dengan boneka2 di depan sang Nabi, dan kawan2 perempuanku juga biasa bermain bersamaku. Kalau Rasul Allah biasanya masuk ke dalam (tempat tinggalku) mereka lalu bersembunyi, tapi sang Nabi lalu memanggil mereka untuk bergabung dan bermain bersamaku. (Bermain dengan boneka2 atau bentuk2 yang serupa itu dilarang, tapi dalam kasus ini diizinkan sebab Aisha saat itu masih anak kecil, belum mencapai usia pubertas) (Fateh-al-Bari halaman 143, Vol.13)

hayooo..siapa muslim yang masih MEMBANTAH aisyah BUKAN anak kecil yang masih main boneka ??? :P
jadi ingat f4/montir kepala yang NGOTOT aisyah bukan anak kecil..dan berkata "orang dewasa pun masih main BONEKA"
tapi syukurlah sang PERAWI dan penulis buku tsb JUJUR dan berkata :
"
Kata kata perawai (Sedangkan dia masih bersama mainannya) : maksudnya adalah mainan anak-anak wanita yang layaknya dimainkan oleh anak-anak wanita yang masih kecil.Jadi,riwayat ini menunjukkan usianya yang masih kecil.



lanjutan utk MEMBUNGKAM muslim KERAS KEPALA yang menganggap asiayh sudah DEWAS walaupun masih main boneka,silahkan simak kata2 JUJUR dari muslim ini :)

Al-Qadhi menyatakan ," ini menunjukkan diperbolehkannya mainan,dan diperbolehkann anak kecil memakaianya untuk bermain.Dalam hadits lain disebutkan bahwa NABI melihat hal tersebut,dan beliau tidak mengingkarinya.mereka mengatakan,sebabnya adlaha sebagai latihan buat mereka untuk mendidik anak-anak(kelak) dan memberikan yang terbaik untuk kemaslahatan rumah tangga.



dari sirah nabi tertua,biasanya disebut juga sirah nabi IBNU ISHAQ

SIRAH NABAWIYAH IBNU HISYAM JILID 2
Penulis: Abu Muhammad Abdul Malik bin Hisyam Al-Muafiri,
Penerjemah: Fadhli Bahri, Lc.;
Cetakan V, Darul Falah Jakarta, 2006
704 him; 15,5x24 cm.
Judul Asli: As-Sirah An-Nabawiyah li Ibni Hisyam
Penerbit: Darul Fikr, Beirut 1415 H/l994 M
ISBN 979-3036-17-6

Image


632 —Sirah Nabawiyah Ibnu Hisyam-Il

Aisyah binti Abu Bakar Radhiyallahu Anhuma

Rasulullah Shallallahu Alaihi wa SaJ/am menikahi Aisyah binti Abu Bakar Ash-Shiddiq di Makkah ketika Aisyah berumur tujuh tahun dan [size=18]menggaulinya[/size] di Madinah ketika ia berusia sembilan atau sepuluh tahun. Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sal/am tidak menikahi wanita gadis selain Aisyah binti Abu Bakar. Beliau dinikahkan dengan Aisyah oleh Abu Bakar dengan mahar empat ratus dirham.
[/QUOTE]lho saya yg nanya kok malah di suruh njawab piye to mas mas lakk mbulet dadine, lek aku emoh njawab terus pye...?
kenkeng bli muhamad buduh paling tiang ajak bli...
nyanan dijawab salah sing di jawab salah ane sing ngidang beropini oyongan ibane jumah !!!!!

saidie-
saidie
 
Posts: 26
Joined: Thu Jun 28, 2007 10:33 am
Location: right here

Postby M-SAW » Fri Jul 06, 2007 3:53 pm

kalau kamu tidak jawab..paling saya nagih2 doang kok :)

saidie wrote:saya kan udah jawab
kalau kakek yg nidurin bocah itu kan molestation namanya dan saya kira hukum indonesia juga nggak ngebolehin kakek nikahin anak 9 thn

trus orang waras mana yg ngejadiin kakek bejat moral sebagai contoh[/size]


loh...kamu gak tau yah kalau NABI MUHAMMAD saat umur 53 tahun MENIDURIN AISYAH yg UMUR 9 TAHUN??
:oops: :lol: :roll: :oops: :lol: :oops: :roll:
baca deh BUKU2 ISLAMI dan situs islam ini :)

AISYAH umur 9 TAHUN (Dari buku islam yang ada di INDONESIA)
http://www.indonesia.faithfreedom.org/f ... highlight=

sumber :
Image

Judul Asli:
'Atsyah Qudwatun Nisaa'ul Mu'minin wa Habiibatu Rasuulu Rabbul 'Aalamiin
Penulis:
Khalld Abu Shaleh >| Edisi Indonesia:

UMMUL MU'MININ '
Penerjemah: Wafi' Zaanuddin Lc,
Editor; Team At-Tibyan
Desain Sampul: Team At-Tibyan Layoiil Team At-Tibyar;
Penerbil
At-Tibyan - Sola Jl. KyaJ Mojo 5B, Solo, 57117
telp./Fax (0271| 652540
email: [email protected]
http://www.at-tibyan.com


Pernikahan dengan nabi

halaman : 13
Rasulullah menikahi Aisyah saat dia berusia 6 atau 7 tahun. Beliau mengumpuli , nya saat usianya 9 tahun. Dan Rsulullah wafat saat 'Aisyah berusia I5 tahun. (HR. Riwayat Muslim).

Image


"Aisyah berkata. " Rasulullah menikahiku saat aku berumur 6 (enam)tahun dan mengumpuliku saat aku berusia 9(sembilan) tahun."Dia berkata." Kami dan datang ke Madinah,dan kau sakit panas.1. selama satu bulan,kemudian rambutku telah tumbuh kembali hingga kedua telingaku..Ummu Ruman mendatangiku di saat aku berada di ayunan bersama teman-temanku. Dia berteriak memanggilku, aku pun datang, tak tahu apa yangt diinginkan dariku. Maka dia menghentikanku di depan pintu. maka aku berkata, " hah hah, hingga nafaskn habis." Kemudian dia memasukkanku ke dalam sebuah rumah yang ternyata, di dalamnya banyak kaitm wanita dari anshar. Mereka berkata, "Semoga senantsasa dalam kebaikan penuh barakah dan dikaruniai nasib yang baik." Maka aku diserahkan kepada mereka, kemudian mereka memandikan kcpalaku dan menghiasiku, tidak pernah aku dikejutkan atas kedatangan seseorang dengan tiba-tiba kecuali saat kedatsngan Rasulullah diwaktu dhuha, kemudian mereka menyerahkanku kepada-nya." (Mutafaqun 'alaihi).

[tambahan saya]
Hadits diatas tersebur KOMPATIBLE dgn hadits :
Sahih Bukhari Volume 7, Buku 62, Nomer 64
Dikisahkan oleh 'Aisha:
Bahwa sang Nabi menikahinya ketika ia berusia enam tahun dan sang Nabi menyetubuhinya ketika dia berusia sembilan tahun, dan dia terus bersama sang Nabi selama sembilan tahun (sampai Nabi mati).

Sahih Muslim Buku 008, Nomer 3310:
'A'isha (Allah berkenan padanya) melaporkan: Rasulullah (saw) menikahiku ketika aku berusia enam tahun, dan aku diterima di rumahnya pada waktu aku berusia sembilan tahun.

Sahih Bukhari Volume 7, Buku 62, Nomer 88
Dikisahkan oleh 'Ursa:
Sang Nabi menulis (kontrak kawin) dengan ‘Aisha ketika dia berusia enam tahun dan menyetubuhinya ketiak dia berusia sembilan tahun dan dia tinggal bersama sang Nabi selama sembilan tahun (sampai Nabi mati).

Sahih Bukhari 5.234
Dikisahkan oleh Aisha:
Sang Nabi bertunangan denganku ketika aku masih seorang gadis kecil berusia enam (tahun). Kami pergi ke Medina dan tinggal di rumah Bani-al-Harith bin Khazraj. Lalu aku sakit dan rambutku rontok. Tak lama kemudian rambutku tumbuh (lagi) dan ibuku, Um Ruman, datang padaku ketika aku bermain ayunan bersama beberapa dari kawan perempuanku. Ibu memanggilku, aku pergi menghadapnya, tidak tahu apa yang dia inginkan dariku. Ibu memegang tanganku dan membawaku berdiri di depan pintu rumah. Aku tak bisa bernafas, dan ketika aku bisa bernafas lagi, dia (Ibu) mengambil air dan membilas wajah dan kepalaku. Lalu dia membawaku masuk ke dalam rumah. Di dalam rumah kulihat wanita2 Ansari yang berkata, “Salam sejahtera dan Berkat Allah dan semoga selamat.” Lalu dia (Ibu) menyerahkanku kepada mereka dan mereka mempersiapkanku (untuk perkawinan). Secara tak terduga, Rasul Allah datang padaku di pagi hari dan ibuku menyerahkanku kepadanya, dan pada saat itu aku adalah seorang gadis berusia sembilan tahun.

Sahih Bukhari Volume 7, Book 62, Number 90
Dinyatakan Aisha:
Ketika sang Nabi menikahiku, ibu datang padaku dan membawaku ke dalam rumah (sang Nabi) dan TIDAK ADA YANG LEBIH MENGAGETKANKU SELAIN KEDATANGAN SANG NABI ALLAH PADAKU DI PAGI HARI.
[end of tambahan]


lanjutttt....

Beberapa Faedah Dari Hadits Di Atas. 4(Syarh AN-Nawawi'Ala Sahih Muslim 9/210.211)

-, Diperbolehkan seorang bapak menikahkan anak wanitanya yang masih kccilr meskipun tanpa seizinnya, sebab dia tidak memiliki (kuasa) izin. Kaum muslimin ber-IJMA' tentang diper-bolehkan seorang bapak menikahkan anak wanitanya yang masih kecil dan perawan, ber-dasarkan hadits ini.
- Mayoritas riwayat menjelaskanbahwa usia 'Aisyah adalah enam tahun,dan dalam sebuah riwayat lain disebutkan tujuh tahun.Dengan menggabungkan antara riwayat-riwayat yang ada kita bisa katakan bahwa usia beliau adalah enam tahun lebih(masuk ke tujuh),karena dalam sebuah riwayat dinyatakan jumlah tahunnya saja,sedangkan riwayat lain menyebutkan hitungan tahun yang sudah dimasukinya;

- Kata kata perawai (Sedangkan dia masih bersama mainannya) : maksudnya adalah mainan anak-anak wanita yang layaknya dimainkan oleh anak-anak wanita yang masih kecil.Jadi,riwayat ini menunjukkan usianya yang masih kecil.

{tambahan saya}
Saya bingung dgn komentar diatas tsb yang saya HIJAU kan,karna tidak ada haditsnya,tapi saya yakin hadits yang dimaksud pastilah :

Sahih Bukhari Volume 8, Book 73, Number 151
Dinyatakan oleh 'Aisha:
Aku biasa bermain dengan boneka2 di depan sang Nabi, dan kawan2 perempuanku juga biasa bermain bersamaku. Kalau Rasul Allah biasanya masuk ke dalam (tempat tinggalku) mereka lalu bersembunyi, tapi sang Nabi lalu memanggil mereka untuk bergabung dan bermain bersamaku. (Bermain dengan boneka2 atau bentuk2 yang serupa itu dilarang, tapi dalam kasus ini diizinkan sebab Aisha saat itu masih anak kecil, belum mencapai usia pubertas) (Fateh-al-Bari halaman 143, Vol.13)

hayooo..siapa muslim yang masih MEMBANTAH aisyah BUKAN anak kecil yang masih main boneka ??? :P
jadi ingat f4/montir kepala yang NGOTOT aisyah bukan anak kecil..dan berkata "orang dewasa pun masih main BONEKA"
tapi syukurlah sang PERAWI dan penulis buku tsb JUJUR dan berkata :
"
Kata kata perawai (Sedangkan dia masih bersama mainannya) : maksudnya adalah mainan anak-anak wanita yang layaknya dimainkan oleh anak-anak wanita yang masih kecil.Jadi,riwayat ini menunjukkan usianya yang masih kecil.



lanjutan utk MEMBUNGKAM muslim KERAS KEPALA yang menganggap asiayh sudah DEWAS walaupun masih main boneka,silahkan simak kata2 JUJUR dari muslim ini :)

Al-Qadhi menyatakan ," ini menunjukkan diperbolehkannya mainan,dan diperbolehkann anak kecil memakaianya untuk bermain.Dalam hadits lain disebutkan bahwa NABI melihat hal tersebut,dan beliau tidak mengingkarinya.mereka mengatakan,sebabnya adlaha sebagai latihan buat mereka untuk mendidik anak-anak(kelak) dan memberikan yang terbaik untuk kemaslahatan rumah tangga.



dari sirah nabi tertua,biasanya disebut juga sirah nabi IBNU ISHAQ

SIRAH NABAWIYAH IBNU HISYAM JILID 2
Penulis: Abu Muhammad Abdul Malik bin Hisyam Al-Muafiri,
Penerjemah: Fadhli Bahri, Lc.;
Cetakan V, Darul Falah Jakarta, 2006
704 him; 15,5x24 cm.
Judul Asli: As-Sirah An-Nabawiyah li Ibni Hisyam
Penerbit: Darul Fikr, Beirut 1415 H/l994 M
ISBN 979-3036-17-6

Image


632 —Sirah Nabawiyah Ibnu Hisyam-Il

Aisyah binti Abu Bakar Radhiyallahu Anhuma

Rasulullah Shallallahu Alaihi wa SaJ/am menikahi Aisyah binti Abu Bakar Ash-Shiddiq di Makkah ketika Aisyah berumur tujuh tahun dan [size=18]menggaulinya[/size] di Madinah ketika ia berusia sembilan atau sepuluh tahun. Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sal/am tidak menikahi wanita gadis selain Aisyah binti Abu Bakar. Beliau dinikahkan dengan Aisyah oleh Abu Bakar dengan mahar empat ratus dirham.
M-SAW
 
Posts: 5244
Joined: Wed Aug 23, 2006 3:59 pm
Location: :)

Postby infidel&kufir » Fri Jul 06, 2007 4:20 pm

Mak comblangnya mahomit wrote:
MUHAMMAD SAW wrote:
kenalituhanmu wrote:terus yang anak 9 tahun itu komplain gak? terus masyarakat sekitarnya komplain juga gak?
kalau udah dinikahin dan anak 9 tahun itu asik2 aja, yo gpp kali..


pertanyaanya
APAKAH si pELAKU(si kakek 53 thn) PANTAS DIJADIKAN CONTOH MORAL TERBAIK??


jawab dulu..baru ngasih pertanyaan ke saya :)


loh itu kan sudah dijawab dengan pertanyaan saya mas..

kalau pelaku nya gak di komplain oleh si anak 9 tahun dan masyarakat sekitar ya gpp, lagipula, mungkin aja si pelaku mau nolongin itu anak, gimana sih mas ini, jangan sesempit itu ah pikirannya..


Pfft, logika apaan tuh! Kalo si anak ngga komplain berarti ngga apa-apa???
Anak yang seusia itu mana bisa berpikir jauh. Kalo ada orang tua bangkot melamar lo ketika lu berumur 5 ato 6 ato 7 ato 8 ato 9 tahun, terus karena lo ngga ngerti apa-apa, lo ngga komplain, berarti orang tua bangkotan itu ngga apa-apa ngawinin lo? lo setuju dikawinin kayak gitu?

Gue jadi inget sama peribahasanya mahomit the vomit : Silence is consent.
User avatar
infidel&kufir
 
Posts: 258
Joined: Thu Sep 28, 2006 3:22 pm
Location: Kantor SBY

Postby kenalituhanmu » Fri Jul 06, 2007 5:43 pm

infidel&kufir wrote:
Mak comblangnya mahomit wrote:
MUHAMMAD SAW wrote:
kenalituhanmu wrote:terus yang anak 9 tahun itu komplain gak? terus masyarakat sekitarnya komplain juga gak?
kalau udah dinikahin dan anak 9 tahun itu asik2 aja, yo gpp kali..


pertanyaanya
APAKAH si pELAKU(si kakek 53 thn) PANTAS DIJADIKAN CONTOH MORAL TERBAIK??


jawab dulu..baru ngasih pertanyaan ke saya :)


loh itu kan sudah dijawab dengan pertanyaan saya mas..

kalau pelaku nya gak di komplain oleh si anak 9 tahun dan masyarakat sekitar ya gpp, lagipula, mungkin aja si pelaku mau nolongin itu anak, gimana sih mas ini, jangan sesempit itu ah pikirannya..


Pfft, logika apaan tuh! Kalo si anak ngga komplain berarti ngga apa-apa???
Anak yang seusia itu mana bisa berpikir jauh. Kalo ada orang tua bangkot melamar lo ketika lu berumur 5 ato 6 ato 7 ato 8 ato 9 tahun, terus karena lo ngga ngerti apa-apa, lo ngga komplain, berarti orang tua bangkotan itu ngga apa-apa ngawinin lo? lo setuju dikawinin kayak gitu?

Gue jadi inget sama peribahasanya mahomit the vomit : Silence is consent.


baca yang jelas toh mas, masyarakat disana juga gak komplain..

cuma ente2 sekalian aja yang komplain, cape deh..

terus umat muslim lainnya juga gak komplain..

lagipula Siti Aisyah juga bahagia kok..

capek kalau nanggapin kalian semua, obrolan santai aja masih di tanggapi aneh2..

thread nya bukan masalah Nabi Muhammad ngawinin Siti Aisyah
kok ya netter kafir udah pada mulai OOT kaya netter muslim :wink: :wink:

back 2 laptop, tukul mode:on
User avatar
kenalituhanmu
 
Posts: 267
Joined: Wed May 16, 2007 11:08 pm
Location: yang pasti di dunia kali

Postby infidel&kufir » Fri Jul 06, 2007 6:37 pm

Namanya juga obrolan santai, OOT mah gak apa-apa..

netter yang lainnya gak komplain..

terus netter moslem lainnya juga ngga komplain..

cuma lo aja yang komplain, cape deh..

lagipula gue juga bahagia kok.. :wink: :wink:
User avatar
infidel&kufir
 
Posts: 258
Joined: Thu Sep 28, 2006 3:22 pm
Location: Kantor SBY

Postby SavioR » Fri Jul 06, 2007 6:42 pm

kalo mnrt gw,perbedaan umur yg pas adalah beda 2 taon.
Contohnya :
si a lebih tua dua tahun dr pada pasangannya si b
User avatar
SavioR
 
Posts: 1460
Joined: Wed Oct 04, 2006 10:57 am
Location: - AnTarTiCa -

Postby infidel&kufir » Fri Jul 06, 2007 7:45 pm

Kalo menurut gue, perbedaan umur yang pas adalah selisih antara ekspektasi hidup cowo dengan ekspektasi hidup cewe. Karena kalo yang satu mati akibat usia tua, maka berarti yang lain ngga lama lagi akan menyusul sehingga yang masih hidup itu ngga sempat cari pasangan yang baru lagi.
User avatar
infidel&kufir
 
Posts: 258
Joined: Thu Sep 28, 2006 3:22 pm
Location: Kantor SBY

Postby saidie » Sat Jul 07, 2007 11:50 am

denger denger nich menurut research woman life expectancy is greater than man, jadinya cowoknya harus mudaan dongk asik :P
makanya aku milih suami tuaan kalau dia mati duluan kan aku jadinya punya suami kedua nggak perlu poliandri lagi heheheh
trus karena aku di tinggalin harta suami aku kan aku bisa nyari yg muda yang cakep dan yang banyak :D :partyman:
saidie
 
Posts: 26
Joined: Thu Jun 28, 2007 10:33 am
Location: right here

Postby infidel&kufir » Sat Jul 07, 2007 1:04 pm

saidie wrote:denger denger nich menurut research woman life expectancy is greater than man, jadinya cowoknya harus mudaan dongk asik :P
makanya aku milih suami tuaan kalau dia mati duluan kan aku jadinya punya suami kedua nggak perlu poliandri lagi heheheh
trus karena aku di tinggalin harta suami aku kan aku bisa nyari yg muda yang cakep dan yang banyak :D :partyman:


Maksud lo kan life expectancy secara umum, sedangkan maksud gue itu life expectancy masing-masing pasangan. Kalo cewenya suka merokok, makan ngga sehat, dan ngga pernah olahraga sedangkan cowonya rajin olah raga dan jaga kesehatan maka kemungkinan besar cowonya akan hidup lebih lama dari si cewe, meskipun cowonya lima tahun lebih tua.
User avatar
infidel&kufir
 
Posts: 258
Joined: Thu Sep 28, 2006 3:22 pm
Location: Kantor SBY

Postby saidie » Sat Jul 07, 2007 1:29 pm

infidel&kufir wrote:
saidie wrote:denger denger nich menurut research woman life expectancy is greater than man, jadinya cowoknya harus mudaan dongk asik :P
makanya aku milih suami tuaan kalau dia mati duluan kan aku jadinya punya suami kedua nggak perlu poliandri lagi heheheh
trus karena aku di tinggalin harta suami aku kan aku bisa nyari yg muda yang cakep dan yang banyak :D :partyman:


Maksud lo kan life expectancy secara umum, sedangkan maksud gue itu life expectancy masing-masing pasangan. Kalo cewenya suka merokok, makan ngga sehat, dan ngga pernah olahraga sedangkan cowonya rajin olah raga dan jaga kesehatan maka kemungkinan besar cowonya akan hidup lebih lama dari si cewe, meskipun cowonya lima tahun lebih tua.
you're right !!!
ok kalau cowoknya lebih tua 17 tahun dari cewe apakah itu i dot want to call it taboo lets say nggak lumrah, trus menururt kamu gimana Infidel&Kufir..?
saidie
 
Posts: 26
Joined: Thu Jun 28, 2007 10:33 am
Location: right here

Postby infidel&kufir » Sat Jul 07, 2007 3:02 pm

saidie wrote:
infidel&kufir wrote:
saidie wrote:denger denger nich menurut research woman life expectancy is greater than man, jadinya cowoknya harus mudaan dongk asik :P
makanya aku milih suami tuaan kalau dia mati duluan kan aku jadinya punya suami kedua nggak perlu poliandri lagi heheheh
trus karena aku di tinggalin harta suami aku kan aku bisa nyari yg muda yang cakep dan yang banyak :D :partyman:


Maksud lo kan life expectancy secara umum, sedangkan maksud gue itu life expectancy masing-masing pasangan. Kalo cewenya suka merokok, makan ngga sehat, dan ngga pernah olahraga sedangkan cowonya rajin olah raga dan jaga kesehatan maka kemungkinan besar cowonya akan hidup lebih lama dari si cewe, meskipun cowonya lima tahun lebih tua.
you're right !!!
ok kalau cowoknya lebih tua 17 tahun dari cewe apakah itu i dot want to call it taboo lets say nggak lumrah, trus menururt kamu gimana Infidel&Kufir..?


Tiap kebudayaan punya pandangan yang berbeda-beda. Ada kebudayaan yang menganggap kawin dengan anak kecil sebagai sesuatu yang tabu, tapi ada juga kebudayaan yang menganggapnya tidak tabu. Ada juga aspek yang dijadikan bagian dari hukum, seperti kalo kawin dengan anak dibawah 17 tahun melanggar hukum sehingga harus dipenjara.

Tapi dari pengamatan gue, sesuatu hal yang tabu dapat berubah seiring dengan bertambahnya waktu, tingkat pendidikan, dan kesejahteraan masyarakatnya. Misalkan sex di luar nikah ato ngomongin hal yang berbau sex dulu tabu, tapi sekarang ngga terlalu tabu.

Kalo masalah perbedaan 17 tahun, dari gue pribadi, gue ngga terlalu perduli, asalkan cewenya udah berumur di atas 17 tahun. Gue juga ngga bisa pastiin apakah hal tersebut tabu ato tidak di Indonesia. Tapi asumsikanlah kalo hal tersebut memang tabu. Sehingga itu merupakan bagian dari norma masyarakat dan tidak ada sanksi hukumnya. Tapi pelanggaran terhadap norma masyarakat pasti ada sanksinya, yaitu bisa dikucilkan, dicaci maki, atopun dimarahi. Kalo lo punya cowo(gue asumsiin lo cewe) yang bedanya 17 tahun maka kemungkinan lo akan mengalami hal-hal tersebut. Jadi, kalo lo melakukan hal-hal yang masih dianggap tabu, maka lo harus menanggung resiko dari masyarakat di sekitarnya. Yang menjadi pertanyaan adalah : apakah melanggar suatu norma is worth the gains from breaking it? Kalo lo mau dikucilkan demi menikahi cowo yang lu sayangi yang beda usianya 17 tahun, maka it is worth it. Tapi kalo lo rela dipenggal (misalkan di masyarakat yang masih barbar) demi cowo lo yang beda usianya 17 tahun, maka hal itu ngga worth it.
User avatar
infidel&kufir
 
Posts: 258
Joined: Thu Sep 28, 2006 3:22 pm
Location: Kantor SBY

Postby electabuzz » Sun Jul 08, 2007 9:30 pm

pertama cek dulu mengapa rosulullah ingin menikahi aisyah;

Perkawinan dengan Aisyah binti Abu Bakar. Pinangan Rasulullah atas Aisyah telah menyelamatkan Abu Bakar dari dilema antara menikahkan putrinya dengan seorang kafir atau mengingkari janjinya kepada Muth'im bin Ady orang tua dari pemuda kafir tersebut yang telah dijanjikan untuk menikahi putrinya. Sungguh beruntung bahwa yang terjadi justru istri Muth'im bin `Ady tidak menghendaki anaknya menikahi Aisyah karena tidak menginginkan anaknya masuk agama baru yang dibawa Nabi, maka pinangan Rasulullah pun diterima.Hal itu terjadi pada tahun yang sama -sepuluh kenabian-, namun baru berkumpul pada saat di Madinah -tiga tahun kemudian-. Kebanyakan hadits menyebutkan bahwa pertemuan Aisyah dengan Rasulullah di Madinah saat usia Aisyah 9 th, walaupun ada yang mengatakan berusia 11 th, Zainal Arifin Abbas -penulis "Peri hidup Muhammad Rasulullah Saw"- menyebut usia Aisyah waktu itu antara 12-14 th. Perhitungan usia yang ditulis oleh H. Zainal Arifin Abbas, berdasarkan analisa atas hadits tentang penawaran Khaulah binti Hakim, bahwa penawaran itu terjadl pada th. 10 kenabian, dan Abu Bakar tidak bisa langsung menerima pinangan karena telah menunangkan putrinya dengan putra Muthim bin Ady. Logikanya saat itu usia Aisyah adalah minimal 10 th, karena tidak mungkin Abu Bakar menunangkan putrinya dengan Djubeir bin Muth'im yang berada di front terdepan dari para penentang Rasul sementara beliau menjadi tangan kanan Rasulullah, maka kemungkinan pertunangan tersebut terjadi sebelum Islam (sebelum kenabian), sebab adat seperti itu sudah ada. Hal ini dikuatkan dengan pandangan Arab saat itu yang memandang usia gadis yang pantas untuk menikah adalah antara 11-12 th.49 Menurut perhitungan ini, maka saat pertemuan di Madinah, usia Aisyah antara 14-15 th. Tentang umur Aisyah banyak penulis yang berbeda pendapat, dari usia 9 hingga 15 th.

Sensitifitas modern kadang merasa risih dengan hal ini, tapi hal ini terjadi pada satu komunitas yang memandang usia 9-15 th, adalah usia terendah bagi seorang anak perempuan untuk dikawini, itupun 14 abad yang lalu. Hingga akhir-akhir inipun beberapa komunitas masih memberlakukan adat pernikahan dini. Namun demikian pernikahan anak usia dini adalah lebih baik ketimbang merebaknya pergaulan bebas yang membuat anak usia tersebut sudah tidak ada yang perawan, walaupun secara resmi mereka menikah pada usia 28 ke atas. Toh kenyataannya usia 28 sebagai patokan perkawinan di beberapa negara maju hanya berdasarkan faktor psikologis dan masalah karir serta emansipasi, namun diluar formalitas itu kebejatan seksual merebak dimana-mana pada tingkat yang paling fulgar. Perbandingannya jika ada komunitas (manapun) yang mengawinkan putrinya pada usia dini di Amerika anak usia yang sama sudah tidak perawan lagi. Perbedaan dalam agama, yang satu formal, yang satu lagi zina. Perzinaan sejak dini akan dibawa hingga masa perkawinan, maka akibatnya penyelewengan suami atau istri adalah hal biasa.

lebih baik menikah ketimbang berzina.
User avatar
electabuzz
 
Posts: 263
Joined: Wed Jun 13, 2007 10:54 pm

Postby infidel&kufir » Sun Jul 08, 2007 10:19 pm

Pedofile randy wrote:pertama cek dulu mengapa rosulullah ingin menikahi aisyah;

Perkawinan dengan Aisyah binti Abu Bakar. Pinangan Rasulullah atas Aisyah telah menyelamatkan Abu Bakar dari dilema antara menikahkan putrinya dengan seorang kafir atau mengingkari janjinya kepada Muth'im bin Ady orang tua dari pemuda kafir tersebut yang telah dijanjikan untuk menikahi putrinya. Sungguh beruntung bahwa yang terjadi justru istri Muth'im bin `Ady tidak menghendaki anaknya menikahi Aisyah karena tidak menginginkan anaknya masuk agama baru yang dibawa Nabi, maka pinangan Rasulullah pun diterima.Hal itu terjadi pada tahun yang sama -sepuluh kenabian-, namun baru berkumpul pada saat di Madinah -tiga tahun kemudian-. Kebanyakan hadits menyebutkan bahwa pertemuan Aisyah dengan Rasulullah di Madinah saat usia Aisyah 9 th, walaupun ada yang mengatakan berusia 11 th, Zainal Arifin Abbas -penulis "Peri hidup Muhammad Rasulullah Saw"- menyebut usia Aisyah waktu itu antara 12-14 th. Perhitungan usia yang ditulis oleh H. Zainal Arifin Abbas, berdasarkan analisa atas hadits tentang penawaran Khaulah binti Hakim, bahwa penawaran itu terjadl pada th. 10 kenabian, dan Abu Bakar tidak bisa langsung menerima pinangan karena telah menunangkan putrinya dengan putra Muthim bin Ady. Logikanya saat itu usia Aisyah adalah minimal 10 th, karena tidak mungkin Abu Bakar menunangkan putrinya dengan Djubeir bin Muth'im yang berada di front terdepan dari para penentang Rasul sementara beliau menjadi tangan kanan Rasulullah, maka kemungkinan pertunangan tersebut terjadi sebelum Islam (sebelum kenabian), sebab adat seperti itu sudah ada. Hal ini dikuatkan dengan pandangan Arab saat itu yang memandang usia gadis yang pantas untuk menikah adalah antara 11-12 th.49 Menurut perhitungan ini, maka saat pertemuan di Madinah, usia Aisyah antara 14-15 th. Tentang umur Aisyah banyak penulis yang berbeda pendapat, dari usia 9 hingga 15 th.

Sensitifitas modern kadang merasa risih dengan hal ini, tapi hal ini terjadi pada satu komunitas yang memandang usia 9-15 th, adalah usia terendah bagi seorang anak perempuan untuk dikawini, itupun 14 abad yang lalu. Hingga akhir-akhir inipun beberapa komunitas masih memberlakukan adat pernikahan dini. Namun demikian pernikahan anak usia dini adalah lebih baik ketimbang merebaknya pergaulan bebas yang membuat anak usia tersebut sudah tidak ada yang perawan, walaupun secara resmi mereka menikah pada usia 28 ke atas. Toh kenyataannya usia 28 sebagai patokan perkawinan di beberapa negara maju hanya berdasarkan faktor psikologis dan masalah karir serta emansipasi, namun diluar formalitas itu kebejatan seksual merebak dimana-mana pada tingkat yang paling fulgar. Perbandingannya jika ada komunitas (manapun) yang mengawinkan putrinya pada usia dini di Amerika anak usia yang sama sudah tidak perawan lagi. Perbedaan dalam agama, yang satu formal, yang satu lagi zina. Perzinaan sejak dini akan dibawa hingga masa perkawinan, maka akibatnya penyelewengan suami atau istri adalah hal biasa.

lebih baik menikah ketimbang berzina.


Berarti lo sependapat ama si monassjazz dong. Baca signatur gue! Dengan pendapat lo yang menyatakan bahwa lebih baik menikah ketimbang berzina(meskipun usianya dini sekali) melegitimasi aksi pedofilia.

Perkawinan bukan hanya berdasarkan faktor psikologis, tapi juga faktor fisiologis. Dengan semakin beradabnya suatu bangsa, maka ilmu pengetahuan pun semakin maju. Kebudayaan ato kebiasaan barbar masa lalu juga akan ditinggalkan. Kalo secara medis terbukti bahwa kawin{serta consumation yang menyertainya} dengan anak-anak tidak baik, maka buat apa dianjurkan? kan lebih baik ngga ngawinin anak kecil.
User avatar
infidel&kufir
 
Posts: 258
Joined: Thu Sep 28, 2006 3:22 pm
Location: Kantor SBY

Postby electabuzz » Sun Jul 08, 2007 11:00 pm

infidel&kufir wrote:
randy(yang udah difitnah wrote:
Berarti lo sependapat ama si monassjazz dong. Baca signatur gue! Dengan pendapat lo yang menyatakan bahwa lebih baik menikah ketimbang berzina(meskipun usianya dini sekali) melegitimasi aksi pedofilia.

kan memang lebih baik menikah.
atau kamu lebih senang berzina???

Perkawinan bukan hanya berdasarkan faktor psikologis, tapi juga faktor fisiologis. Dengan semakin beradabnya suatu bangsa, maka ilmu pengetahuan pun semakin maju. Kebudayaan ato kebiasaan barbar masa lalu juga akan ditinggalkan. Kalo secara medis terbukti bahwa kawin{serta consumation yang menyertainya} dengan anak-anak tidak baik, maka buat apa dianjurkan? kan lebih baik ngga ngawinin anak kecil.


baca dulu kisah mengapa rosul menikah dengan aisyah umur .....trus komentar...........dan apakah kamu tahu tentang aisyah??/
User avatar
electabuzz
 
Posts: 263
Joined: Wed Jun 13, 2007 10:54 pm

Postby infidel&kufir » Sun Jul 08, 2007 11:33 pm

randy the pedophile wrote:
Berarti lo sependapat ama si monassjazz dong. Baca signatur gue! Dengan pendapat lo yang menyatakan bahwa lebih baik menikah ketimbang berzina(meskipun usianya dini sekali) melegitimasi aksi pedofilia.

kan memang lebih baik menikah.
atau kamu lebih senang berzina???

Perkawinan bukan hanya berdasarkan faktor psikologis, tapi juga faktor fisiologis. Dengan semakin beradabnya suatu bangsa, maka ilmu pengetahuan pun semakin maju. Kebudayaan ato kebiasaan barbar masa lalu juga akan ditinggalkan. Kalo secara medis terbukti bahwa kawin{serta consumation yang menyertainya} dengan anak-anak tidak baik, maka buat apa dianjurkan? kan lebih baik ngga ngawinin anak kecil.


baca dulu kisah mengapa rosul menikah dengan aisyah umur .....trus komentar...........dan apakah kamu tahu tentang aisyah??/


Perempuan dewasa memang lebih baik menikah, bukan berzina. Tapi anak kecil harus dilindungi dari para predator seksual. Berzina dengan seorang gadis cilik merupakan aksi pedofilia. Menikahkan seorang predator seksual dengan seorang gadis cilik juga merupakan aksi pedofilia.

Aisha masih gadis cilik. Umurnya baru 9 tahun ketika mahomit merenggut keperawanannya. Sumbernya bisa di lihat di postingannya MUHAMMAD SAW di atas. Oleh karena itu, kita dapat menyimpulkan bahwa mahomit the vomit adalah seorang pedofil.
User avatar
infidel&kufir
 
Posts: 258
Joined: Thu Sep 28, 2006 3:22 pm
Location: Kantor SBY

Postby electabuzz » Mon Jul 09, 2007 3:57 pm

makanya fidel kalau mau komentar baca dulu
islam mengenal namanaya prioritas
dari kisah yang telah saya ajukan adalah,bahwa siti aisyah sudah dijodohkan sama seorang kafir.

ini memperlihatkan kalau pada zaman itu adalah tidak tabu jikalau anak berusia udah baligh menikah.
baik dengan siap saja.

alhamdulillah abu bakar tidak jadi menikahkan anaknya dengan orang kafir.

malah aisyah mendaptkan seseorang yang baik.
User avatar
electabuzz
 
Posts: 263
Joined: Wed Jun 13, 2007 10:54 pm

PreviousNext

Return to Obrolan Santai



Who is online

Users browsing this forum: Google [Bot]