.

Penjaga toko lingerie wanita di arab semua pria

Yang bikin tertawa terbahak-bahak sampai sakit perut.

Penjaga toko lingerie wanita di arab semua pria

Postby penebas_bulan » Sat Jun 02, 2012 7:03 pm

http://www.pts-pts.com/_g.php?_g=_lhti_forum&Bid=887

Wanita Arab Boikot Toko Pekaian Dalam Perempuan (Lingerie)


Dominasi pria membuat kaum perempuan di Arab Saudi sering kesulitan melakukan kegiatan sehari-hari. Salah satunya saat membeli pakaian dalam. Bahkan ada di antara mereka yang bertekad memboikot toko "pakaian dalam perempuan" (lingerie).

Mestinya, ini aktivitas normal. Tapi, tak demikian halnya dengan Huda Batterjee, seorang perempuan Arab yang baru saja menikah. Dia teringat saat akan menikah tahun lalu. Dia terpaksa membeli pakaian dalam di luar negeri. Sebab, bagaimana mungkin dia mendiskusikan hal tersebut dengan pramuniaga yang hampir semuanya pria.

Pilihan Huda memang tak bisa disalahkan. Hampir tak ada pramuniaga perempuan di negaranya. Tak hanya itu, perempuan Arab lainnya pun sudah mulai mengeluhkan masalah ini. Mereka merasa risih harus membahas jenis bra kepada pramuniaga pria, apalagi jika mereka ingin tahu berbagai jenis thongs.

Sekelompok perempuan ini berencana memboikot toko-toko lingerie mulai pekan ini hingga mereka mempekerjakan pramuniaga perempuan. Kenyataan ini sangat ironis di negara yang begitu ketat memisahkan antara perempuan dan laki-laki karena berusaha menerapkan hukum agama, namun dengan pengertian penerapan yang salah.

Hanya pria yang dipekerjakan sebagai pramuniaga, demi mencegah pekerja perempuan berhadapan dengan pelanggan pria atau dekat dengan sesama pekerja pria. Hal ini tadinya tak pernah menjadi masalah. Namun kebijakan itu membuat pemandangan aneh terjadi di toko pakaian dalam wanita.

Pramuniaga pria, mau tak mau, harus melihat tubuh pembeli mereka baik-baik untuk menentukan ukuran pakaian dalam. Mereka juga harus menahan malu demi mencari informasi apa yang disukai calon pembeli. Pria-pria itu bahkan harus meraba-raba pakaian dalam yang dijual untuk mempromosikan bahannya.

Bukannya menjual dengan sukses, yang terjadi malah momen canggung dan kaku antara pembeli, penjual, dan mereka yang menemani pembeli. "Ketika saya membeli pakaian dalam dan pelayan pria mengatakan itu bukan ukuran yang tepat, saya cenderung merasa dia hendak mengambil untung. Maksud saya, mengapa dia memandang saya sedemikian rupa?" kata Huda.

Perempuan berusia 26 tahun itu akhirnya memilih Dubai, Uni Emirat Arab, hanya untuk membeli pakaian dalam. Kini, ia tinggal di Virginia, AS dengan suaminya. Protes Huda itu juga diamini oleh Heba Al Akki, seorang wanita pengusaha Arab.

"Setiap membeli pakaian dalam, saya serasa melakukan sesuatu yang ilegal. Saya datang ke toko, langsung memilih, bayar, dan pergi secepat mungkin," tuturnya. Ini jelas tidak sesuai dengan Al-Quran, karena jual beli khan harus jelas dan sama-sama ikhlas. Bagaimana bisa ikhlas dengan model begini.

Hal ini ternyata juga tak mudah bagi para pramuniaga pria di berbagai toko pakaian di Riyadh. Saat ditanya mengenai pekerjaan mereka, pramuniaga itu tersipu malu dan menyatakan dukungannnya untuk mempekerjakan pegawai perempuan untuk urusan yang satu itu.

"Bahkan di negara yang cukup terbuka seperti AS dan Eropa, pria tidak meladeni penjualan pakaian dalam wanita. Saya bahkan tak mengizinkan anggota keluarga saya yang perempuan untuk membeli pakaian dalam dari pria. Ini sangat memalukan," ujar sang manajer toko, Husam Al Mutayim asal Mesir.

Hukum Arab Saudi yang merupakan interpretasi mereka terhadap hukum Islam mewajibkan perempuan menutup bagian tubuh yang dianggap sebagai aurat. Di depan umum, mereka harus menutup ujung kepala hingga ujung kaki dengan jubah. Namun di rumah, khususnya di kamar tidur, pakaian apapun tak masalah. Pada momen ini, kebanyakan mereka memilih mengenakan pakaian dalam.

Intepretasi ini terhadap masalah ini, seringkali salah, karena dominasi laki-laki di negara itu.
Masalah hanya terletak pada waktu mereka membelinya. Sebab, kamar pas dilarang di negara kerajaan itu. Membuat perempuan melepas pakaiannya di publik, kendati di ruangan tertutup, tak pernah terpikirkan. Jadi, perempuan tak tahu apakah ukuran pakaian dalam yang mereka beli sudah cocok, hingga tiba di rumah dan mencobanya. Ini menyalahi aturan muamalah di Islam.

"Saya memiliki bra mulai dari ukuran 32 sampai 38 karena tak bisa mencobanya," kata Modie, saudari Huda yang juga salah satu panitia boikot.

Boikot itu telah dimulai sejak Selasa (24/3). Tujuan boikot yang ia gelar itu untuk memaksakan implementasi undang-undang yang telah ada sejak 2006, bahwa hanya boleh pegawai perempuan yang dipekerjakan di toko yang menjual perlengkapan perempuan. UU itu tak pernah diberlakukan, sebab terlalu banyak pejabat yang menentangnya. Terutama di tempat di mana perempuan dan laki-laki membaur, seperti pusat perbelanjaan.

Sayangnya, boikot yang sebenarnya bertujuan untuk mendukung hak-hak perempuan ini dipersulit dengan status pekerja pria. Mengingat 10% pria di negara tersebut adalah pengangguran. Dan jumlah pria mulai semakin lebih banyak dibandingkan jumlah wanita, rupanya Allah mulai menyadarkan kaum pria.


Oalah slim kapanpun dimanapun kabarmu sungguh menyedihkan :green:
User avatar
penebas_bulan
 
Posts: 608
Joined: Fri May 04, 2012 10:06 am
Location: Depan CPU liat kedunguan moslem

Re: Penjaga toko lingerie wanita di arab semua pria

Postby 1234567890 » Sat Jun 02, 2012 8:09 pm

kesempatan untuk para muslimin yang beroyak cabul supaya bisa melihat body dari perempuan tanpa harus kelabakan cari alasan gombal
:rolling:

sekalian aja gyneacologist juga pria
1234567890
 
Posts: 3860
Joined: Sun Aug 09, 2009 2:31 am

Re: Penjaga toko lingerie wanita di arab semua pria

Postby a_man » Sun Jun 03, 2012 1:31 pm

dasar muslimah2 d0ngok !! bra itu HARAM !!

ente2 itu ditakdirkan gak pake pakaian dalam.
gak cukupkah selembar burqa bagimu ? nikmat alohswt mana lagi yg mau ente dustakan ?
User avatar
a_man
 
Posts: 4320
Joined: Mon Sep 01, 2008 5:12 pm
Location: http://code.google.com/p/a-manffi/downloads/list

Re: Penjaga toko lingerie wanita di arab semua pria

Postby MaNuSiA_bLeGuG » Sun Jun 03, 2012 2:07 pm

Hanya pria yang dipekerjakan sebagai pramuniaga, demi mencegah pekerja perempuan berhadapan dengan pelanggan pria atau dekat dengan sesama pekerja pria. Hal ini tadinya tak pernah menjadi masalah. Namun kebijakan itu membuat pemandangan aneh terjadi di toko pakaian dalam wanita.

sori..gw ga bisa nahan ketawa baca ini. lah..emg yg blanja itu cuman laki2 ya ? emg ga ada pelanggan perempuan ? :shock:

apa beda nya pramuniaga wanita ketemu pelanggan pria dan begitu sebaliknya ? sama2 bukan muhrim hahaha... :lol:

terlihat bhw di dunia syariah, wanita itu tidak ada harganya. :-"
User avatar
MaNuSiA_bLeGuG
 
Posts: 4425
Images: 13
Joined: Wed Mar 05, 2008 2:08 am
Location: Enies Lobby

Re: Penjaga toko lingerie wanita di arab semua pria

Postby Mohmed Bin Atang » Sun Jun 03, 2012 4:14 pm

Di dunia syariah, peran wanita hanya ada di dapur dan kasur :green:
User avatar
Mohmed Bin Atang
 
Posts: 2336
Joined: Sun Feb 19, 2012 5:45 pm
Location: Surga Islam, bermain rudal bersama 72 bidadari


Return to Humor



Who is online

Users browsing this forum: No registered users

cron