Page 3 of 5

Re: MATI KETAWA ALA ISLAM

PostPosted: Mon Mar 07, 2011 12:31 am
by Momad Narsis
dari pak haji..sampailah ditengah genangan air tanpa sadar pak pen berjuar.."EH PAK HAJI PERNAH GAK LIAT PAK PENDETA NAIK HAJI" sambil cengengesan..pak hajipun yg mendengar, mebalas pak pen dgn berujar "EH PAK PENDETA PERNAH GAK DENGAR PAK HAJI MEMBAPTIS PENDETA" tanpa tendeng aling2 pak pen pun diceburkan ketengah genangan air..akhirnya pak pen basah kuyup namun karena mrk sahabat lama mrk hanya tertawa ria ditengah genangan air..
tak berapa lama tiba2 terdengar suara petir menggelegar,DUAAARRR!

Re: MATI KETAWA ALA ISLAM

PostPosted: Mon Mar 07, 2011 12:39 am
by Momad Narsis
tak pelak pak penpun terkejut dan langsung berucap "HALELUYAAA..",pak haji yg ada didekatnyapun spontan berkata "SALAH PAK PEN ITU HALILINTAR" pak pen pun hanya tersenyum dan melanjutkan perjalanan..kemudian tibalah mereka di sebuah halte..ketika tiba hendak naik kedalam bis..pak hajipun berucap "BISMILAH" kemudian pak penpun menegur pak haji "SALAH PAK HAJI INI MAH BIS KOTA" akhir dari cerita, mereka berdua hanya tersenyum satu dgn yg lainnya ketika menyadari tingkah polah mrk yg saling brcanda..he

Re: MATI KETAWA ALA ISLAM

PostPosted: Tue Apr 12, 2011 11:24 am
by raja_klenik
Dikisahkan Wan Abud seorang saudagar kaya pemilik jaringan Swalayan Syariah Barokah sedang gundah
gulana karena serbuan hypermarket Carrefour yg semakin lama semakin menggerus laju pendapatan
bisnisnya.

Jaringan bisnisnya yg selama ini telah tumbuh menggurita di Nusantara sebenarnya juga telah
berkembang dengan baik mengingat manajemen yg dikembangkan secara konvensial di mana dia seperti
halnya nabinya Muhammad juga mengawini perempuan-perempuan lokal dan menerapkan manajemen
tertutup di mana setiap cabangnya yg berdiri di seluruh kota-kota di Indonesia dikelola oleh para
istri-istrinya sendiri.

Namun karena pemasukan dari jaringan bisnisnya yg semakin lama semakin menciut, akhirnya membawa
dia untuk berkonsultasi dengan kyai setempat untuk bagaimana caranya mendongkrak laba usaha
supaya kembali meningkat seperti dulu.

"Kyai... mungkin ada masukan untuk saya bagaimana mengembangkan usaha sesuai dengan ajaran
Islam?" tanya Wan Abud pada Kyai Ababil yg terkenal dengan visinya yg revolusioner.

"Wan Abud anakku.. ketahuilah Nak, sistem manajemen yg engkau kembangkan di mana setiap cabang yg
dikelola oleh para istrimu itu sesungguhnya rawan dengan penyelewengan dana," nasihat Sang Kyai.

"Baik Pak Kyai, itu akan saya evaluasi. Ada lagi Pak Kyai?" tanya Wan Abud lagi.

"Nah... ini yg paling penting Nak, sistem offline yg tak terintegrasi sesungguhnya amat
menyulitkan untuk memantau perkembangan usahamu. Ada baiknya kamu menggunakan internet supaya
semuanya berjalan online dan efisien," papar Kyai Ababil dengan gaya sok intelek.

Dan demikian lah bisnis Wan Abud menggeliat berbenah diri dan mulai memperlihatkan hasilnya
sebulan-dua bulan kemudian. Namun sayang di bulan ketiga dan seterusnya mulai lunglai lagi karena
pendapatannya mulai menyusut kembali.

Selidik punya selidik dengar-dengar masukan dari para karyawannya ternyata para customer Wan
Abud yg notabene para muslim dan muslimah yg soleh dan solehah, kecewa setelah mengetahui
ternyata manajemen Wan Abud menggunakan teknologi kafir yg bernama internet.

Setelah mendengar keluhan ini Wan Abud pun kembali bertanya pada Kyai Ababil untuk menyiasati hal ini.

"Bagaimana ini Kyai... ternyata para pelanggan saya banyak yg kecewa," keluh Wan Abud di hadapan
Sang Kyai.

"Hmmm...," gumam Kyai Ababil berwibawa, "Tidak ada yg perlu dirisaukan.. ketahuilah Nak apa yg
mereka yakini sebagai teknologi kafir itu sebenarnya salah kaprah."

"Salah kaprah bagaimana Kyai.. bukannya memang sudah jelas bahwa internet itu memang teknologi
kafir?" sahut Wan Abud kebingungan.

"Kuasa Awloh sesungguhnya telah menunjukkan kebesaranNya bahwa muslim lah sesungguhnya pencipta
internet. Hanya hal ini memang sengaja dikodekan supaya para kafir itu tidak malu hati ketika
menggunakan internet," jelas Kyai Ababil.

"Maksudnya bagaimana Kyai?" tanya Wan Abud semakin kebingungan.

"Jelaskan pada para pelangganmu bahwa internet sesungguhnya adalah teknologi islam yg maha besar
yg telah dikodekan atas kebesaran islam melalui tiga huruf "W" (Awloh) atau "WWW" yg merupakan
singkatan dari "WASSALAMMUAILIKUM WARAMATULLAHI WABARAKATUH...." :lol:

Re: MATI KETAWA ALA ISLAM

PostPosted: Tue Apr 12, 2011 11:35 am
by Bagol5
:lol: :lol: kocak tuh WWW...

Re: MATI KETAWA ALA ISLAM

PostPosted: Thu May 26, 2011 8:46 am
by raja_klenik
Berita kematian Osama Bin Laden tak pelak memang membuat Qomar lemas tak berdaya.. bagaimana tidak, karena sebagai simpatisan yang selama ini tugasnya menggalang dana bagi para teroris sebagian besar dibebankan pada pundaknya. Qomar yg berada dibawah komando Hamid, sang komandan mantiqi, jelas-jelas amat bergantung pada duit Osama baik untuk membiayai kegiatan kelompok terorisme mau pun untuk kelangsungan hidup keluarganya sendiri yang dibebani oleh anak-anaknya yg berjumlah 8 orang.

Disambut oleh anak ke-7 Qomar yg membukakan pintu sambil tangannya sesekali mengusap-usap umbel yang naik-turun di hidungnya, kedatangan Hamid - sang komandan mantiqi - ke rumah Qomar adalah untuk menjelaskan betapa prihatinnya dia dengan kondisi ekonomi kelompok mereka selepas aliran duit yg macet karena kematian Osama Bin Laden.

"Mar... untuk menghemat pengeluaran mungkin ada baiknya kita mulai sekarang hidup irit, apalagi saat ini biaya pendidikan juga tidak murah, begitu pula biaya bersalin dan memelihara anak." jelas Hamid membuka percakapan.

"Maksudmu bagaimana Mid?" tanya Qomar sedikit bingung menebak-nebak ke mana arah pembicaraaan Hamid.

"Gini Mar, ada baiknya dalam situasi sulit seperti saat ini uang sisa pemberian Osama mulai kita irit-irit supaya hidup kita tidak makin susah nantinya," suara Hamid sedikit tercekat karena merasa pembicaraan mulai mengarah ke hal-hal yg sensitif.

"Aku makin nggak ngerti maksudmu, Mid...." timpal Qomar semakin bingung terbengong-bengong.

"Ehhmm... gini Mar, mungkin mulai saat ini ada baiknya kita mulai menggunakan kondom." papar Hamid sedikit jengah sambil memegang karet kontrasespsi tersebut melambai-lambai di ujung hidung Qomar.

"Baunya enak juga ya, Mid...." sahut Qomar sedikit terperanjat.

"Ya begitulah Mar, walau pun ini sebenarnya teknologi dan penemuan kafir tapi nggak ada salahnya kita bertaqqiya untuk kelangsungan hidup kita sendiri juga."

Dan begitulah hari demi hari bulan demi bulan berganti sampai tibalah pada bulan kesembilan setelah kedua muslim taat tersebut terakhir bertemu, Hamid mendengar kabar kalau istri Qomar ternyata melahirkan lagi anak mereka yg kesembilan. Antara panik dan geram karena mengira Qomar menganggap sepi himbauannya tempo hari, Hamid bergegas mendatangi kembali rumah anak-buahnya itu.

"Mar! Ada apa ini... apa kamu nggak paham juga dengan omonganku tempo hari?" tanya Hamid jelas-jelas kesal.

"Apa maksudmu, Mid?" tanya Qomar kebingungan.

"Itu... kamu punya anak lagi.. apa bebanmu.. beban kita.. nggak semakin berat sekarang?"

"Ya itulah Mid, aku sendiri juga bingung.. padahal aku juga sudah berusaha semaksimal mungkin supaya istriku nggak hamil lagi," sahut Qomar berusaha menenangkan atasannya.

Di tengah-tengah kegalauan Hamid, masuklah istri Qomar membawakan 2 gelas minuman dingin yg nikmat menggugah selera di siang bolong yg panas terik itu.

"Mari Mas... diminum dulu biar santai obrolannya," sapa istri Qomar mempersilahkan dari balik jilbab yg menutupi seluruh mukanya.

Sluuurrrrppp..... tanpa ditawari dua kali Hamid langsung menyambar gelas dan menghirupnya sampai tandas.

"Segar dan enak sekali minuman yang kau hidangkan ini, Teh..." sahut Hamid sejenak lupa dengan kejengkelannya pada Qomar.

"Subhanallah..." sahut istri Qomar sumringah, "Berkat anjuran Mas Hamid tempo hari sekarang kami bisa hidup irit, nggak perlu lagi beli syrup.. karena setiap kali ada tamu, kami tinggal mencelup-celupkan kondom rasa vanilla ke dalam gelas." :green:

Re: MATI KETAWA ALA ISLAM

PostPosted: Mon May 30, 2011 9:11 am
by kalangkilang
salut buat TS untuk humornya... =D>
ijin nandain deh...

KK

Re: MATI KETAWA ALA ISLAM

PostPosted: Tue Jun 07, 2011 9:05 am
by raja_klenik
kalangkilang wrote:salut buat TS untuk humornya... =D>
ijin nandain deh...

KK


thx bro... insyallah kalau ngetikkan "MATI KETAWA ALA ISLAM" di mbah google thread ini keluar nomor satu, semoga semakin banyak orang yg tercerahkan akan "lucu" dan sintingnya eslam :rolling:

Re: MATI KETAWA ALA ISLAM

PostPosted: Tue Jun 07, 2011 10:04 am
by kalangkilang
kalangkilang wrote:salut buat TS untuk humornya... =D>
ijin nandain deh...

KK

raja_klenik wrote:thx bro... insyallah kalau ngetikkan "MATI KETAWA ALA ISLAM" di mbah google thread ini keluar nomor satu, semoga semakin banyak orang yg tercerahkan akan "lucu" dan sintingnya eslam :rolling:


wah..topik anda mengundang banyak orang masuk ke FFI nih... :partyman:
salam kenal...
kk

Re: MATI KETAWA ALA ISLAM

PostPosted: Thu Jun 09, 2011 8:02 am
by raja_klenik
Komisi penganugerahan penghargaan Pulitzer memutuskan bahwa quran yg merupakan kitab yg mampu
menginspirasi 1,4 milyar umat muslim adalah sebuah prestasi yg luar biasa bagi Rosul Mamad. Namun
alih-alih merasa bangga, sang rosul malah uring-uringan dan menganggap penganugerahan tersebut
sebagai akal-akalan dunia kafir untuk menjebak dirinya.

Mendengar kekhawatiran itu, komisi tersebut langsung mengutus kurir untuk menemui bang rosul.

"Katakan padaku wahai kurir kafir bod0h.. sesungguhnya aku tahu bahwa penghargaan itu hanyalah
konspirasi kalian untuk mengekstradisi diriku," bentak rosul mamad pada si kurir.

"bang rosul kan bukan penjahat perang.. kenapa takut diekstradisi?" tanya si kurir heran.

"jangan kalian pikir saya rosul mamad ini adalah nabi yg bod0h," sahut bang mamad, "saya tahu
kalian sengaja mengiming-imingi saya dengan Pulitzer supaya bisa membawa saya ke dunia kafir dan
menghakimi saya."

"memangnya kesalahan bang rosul apa?" tanya kurir jujur.

"saya tahu kalian pasti telah menyelidiki daftar kejahatan saya mulai dari merampok pedagang
mekkah sampai ke masalah genjot-menggenjot istri anak sendiri, Zainab."

"masyauwloh bang rosul.... tak pernah terpikirkan oleh kami akan melakukan tindakan serendah
itu," jawab si kurir kaget, "lagipula rosul mamad, kalau anda menolak untuk hadir, berarti anda
akan kehilangan kesempatan untuk menyaksikan imigran-imigran muslimah di dunia kafir yg berjilbab
tapi semok-semok mengenakan jins ketat ..."

Mendengar iming-iming yg sontak mendidihkan syahwat arabnya ke ubun-ubun kepala, kontan rosul
mamad langsung manggut-manggut menyanggupi datang ke undangan tersebut.

Sesampai di dunia kafir terbukti memang bahwa kaum kafir tidak berbohong dengan memperlakukan
rosul mamad selayaknya tamu negara yg terhormat. Bahkan begitu ramahnya sampai bang mamad terharu
dan diam-diam merasa bersalah karena telah berburuk sangka.

Di malam penganugerahan, di belakang panggung bang mamad masih keheranan sendiri dengan
penghargaan tersebut dan sebelum namanya dipanggil naik ke panggung dia menepuk pundak sang kurir
dan bertanya.

"Fir, saya sebetulnya agak nggak enak juga mau menerima penghargaan ini. Saya ini kan sebetulnya cuma orang yg buta
huruf.. tapi apa kalian kaum kafir terlalu bod0h untuk mengetahui bahwa terlalu banyak kesalahan
fakta sejarah dan sains di dalam kitab ini?"

"Seperti apa contohnya, rosul?" tanya kurir mengangkat alis.

"Yah kira-kira seperti ketika saya salah mengutip antara Miriam ibu Yesus dengan Miriam
saudaranya Musa.. atau kencing onta yg bisa menyembuhkan penyakit orang."

"Ehhmm... sebelumnya terima kasih atas kejujuran rosul. Kami semua di sini selalu bekerja
berdasarkan observasi yg mendalam dan tetap berkesimpulan bahwa kitab rosul memang sudah
selayaknya menerima Pulitzer."

"Untuk kategori apa, Fir?"

"Mengarang Indah..." :yawinkle:

Re: MATI KETAWA ALA ISLAM

PostPosted: Thu Jun 09, 2011 3:02 pm
by saia
wakakaka , lucune poll :rolling: :lol: :rolling: :lol:

Re: MATI KETAWA ALA ISLAM

PostPosted: Thu Jun 09, 2011 7:50 pm
by h3nd1
raja_klenik wrote:.........
"Untuk kategori apa, Fir?"

"Mengarang Indah..." :yawinkle:


wkwkwkwk.... :rolling: :rolling: :rolling:

Re: MATI KETAWA ALA ISLAM

PostPosted: Sat Jun 11, 2011 4:23 pm
by MaNuSiA_bLeGuG
raja_klenik wrote:selayaknya menerima Pulitzer."

"Untuk kategori apa, Fir?"

"Mengarang Indah..." :yawinkle:


asli bikin ngakak.... :rolling:

Re: MATI KETAWA ALA ISLAM

PostPosted: Mon Jun 13, 2011 1:28 pm
by Mufassiri
Courtesy of telatbangun van apakabar


Mullah meta naik kereta malam ke bandung, ia dapat tempat duduk di samping seorang tante-tante. Belum lama kereta bergerak si tante tertidur, tapi toketnya nyembul sedikit dari balik blazernya

"astagafirullah ..." ucap si mullah

Kereta terus melaju

Sebentar-sebentar si mullah melirik ***** tante itu, sekarang ***** itu malah sudah nyembul separuh

"astagafirullah ..." ucap si mullah lagi

Kereta terus melaju

Ketika si mullah melirik lagi, ***** itu sudah nyembul seluruhnya keluar

mullah pun ereksi

Dia memberanikan diri mengulurkan tangan, menyentuh ***** tante itu. Tapi tiba-tiba si tante membuka matanya, memandang tajam si mullah dan berkata, "Hush ... pak haji, ingat Surah 26 ayat 15"

Si mullah bagai disambar petir, sedang si tante dengan tenang tertidur lagi.

Saking menyesalnya, si mullah rasanya tidak sanggup lagi melihat wajah si tante. Ia pun pindah ke restorasi
meringkuk di pojokan hingga sampai di bandung

Seminggu setelah urusan bisnisnya selesai di bandung si mullah pun pulang ke jakarta. Di jakarta, kembali dia mengalami rasa penyesalan yang sangat dalam, manakala ia membuka kitabnya memeriksa apa isi ayat yang diucapkan si tante di malam itu. Dalam terjemahan bahasa indonesia tertulis disana, "Peganglah ia dan jangan takut, ..."

Re: MATI KETAWA ALA ISLAM

PostPosted: Mon Jun 13, 2011 1:34 pm
by Mufassiri
Courtesy of ApaKabar

Postby habe proletar


Semua anggota AK kecuali Habe (Hasan Basri) masuk neraka termasuk Mullah Meta yang terakhir sering bikin humor jorok.
Lantaran Meta masih masuk katagori beriman karena pernah menolak ML dengan seorang cewek bule di kamar 007,
tuhan memberikan pilihan buat sang mullah untuk memilih sendiri hukuman yang dia bakal jalani

kamar pertama Meta melihat si tebe sedang dipantek dengan bara api, meta jelas menolak lantaran ngeri

kamar kedua, dia liat si patkay sedang ditombak dan dikeroyok para banci, ini juga ngga kalah seremnya atut ah

kamar ketiga, dia dilhat si wiro sedang telanjang diikat ke dinding, dibawahnya jongkok Ayu Azhari, artis cantik yang
sedang asik menyepong ( blow job ) wiro dengan rajinnya

melihat chance dan potensi bagus, mullah meta menghentikan langkahnya dan ngomong sama malaikat penjaga neraka
di sebelah dengan gagahnya

" sir, gue mau yang ini aja deh " kata dia sambil senyum senyum happy

malaikat menganggukan kepala tanda setuju lalu ngomong

" jeng Ayu, please cuti 100 tahun, sekarang sampeyan ada penggantinya "

Re: MATI KETAWA ALA ISLAM

PostPosted: Mon Jun 13, 2011 1:38 pm
by Mufassiri
Adadeh liburan ke bali

"Kesempatan nih, jauh dari rumah, gw bisa dong coba-coba barang haram disini," katanya dalam hati.

Sejak pagi Adadeh pun sudah duduk di salah satu kafe di pojokan candi dasa. Disana dia puaskan diri menenggak bergelas-gelas minuman beralkohol.

Ketika keluar dari kafe itu, sohib sudah linglung saking mabuknya. Dia memandang ke atas dan melihat benda bundar bercahaya di angkasa.

Kepada seseorang yang kebetulan lewat di depannya sohib bertanya,

"He, kamu ... hik ... hik, ... itu yang di atas apa bulan apa matahari ..hik?"

Orang itu ternyata Feodor.

Si Feodor menjawab,

"Saya kurang tahu Oom, saya juga ... hik ... orang baru disini ... hik!"

Re: MATI KETAWA ALA ISLAM

PostPosted: Tue Jun 14, 2011 1:16 pm
by raja_klenik
Dunia sedang geger.. ketegangan sedang memuncak di timur tengah karena gelar "nabi" yg tersandang
di pundak rosul mamad disinyalir memiliki cacat silsilah. Hasil uji tes DNA menyatakan
bahwa dia ternyata bukanlah keturunan Ismael anak dari bapa Israel, Abraham, sehingga predikat
tersebut terancam untuk dicabut.

Mendengar hasil investigasi yg menyangsikan garis silsilahnya tak ayal membuat rosul mamad murka
dan mengancam akan menebar teror ke seluruh penjuru dunia.Tetapi untuk meredakan ketegangan, kaum
kafir masih berusaha kompromi agar dunia tetap aman dan tenteram dengan mengupayakan dialog agar
tetap terjalin tali silaturahmi.

"Ya sudahlah mad... nggak punya gelar nabi kan juga nggak papa, toh kamu kan sudah berprestasi
membuat 1,4 milyar muslim menyembah-nyembah batu porno hajar aswad," bujuk salah satu tim
investigasi, "coba tanyakan sekali lagi sama Ismael bener nggak dia punya keturunan seperti
kamu?"

"Aaaahhh...... dasar kafir! kerjaannya cuma tukang fitnah! Saya sendiri juga sudah menanyakan
pada Ismael tapi dia ngotot katanya dia nggak pernah pindah ke mekkah dan beranak pinak di sana!"
bentak rosul mamad semakin murka.

"lha ya mau gimana lagi, mad... orang secara fisiologis aja udah beda.. bani Israel kulitnya putih dan
cakep-cakep, sedangkan kamu item dan berbulu.. gimana orang mau percaya?" keluh tim kafir tidak
habis pikir.

"Pokoknya kalau kalian tidak mengakui saya sebagai keturunan bani israel... akan kugorok dan
kubakar kalian hidup-hidup!" ancam rosul mamad tidak main-main.

Tak pelak suasana sidang langsung memanas.. dan tiba-tiba di tengah-tengah ketegangan menghambur
masuklah Nabi Nuh dengan napas tersengal-sengal, "mohon ampun saudara-saudara... sehakikatnya
memang rosul mamad adalah keturunan bani israel," ucap nabi nuh bersungguh-sungguh.

Selanjutnya Nabi Nuh menambahkan, "Ini bukan kesalahan Ismael tapi murni kesalahan saya pribadi.. karena dulu sewaktu terjadi banjir bandang
saya lupa lapor catatan sipil kalau saya sempat mengadopsi seekor baboon arab, moyangnya mamad."

Re: MATI KETAWA ALA ISLAM

PostPosted: Thu Jun 16, 2011 5:47 pm
by jeajack
hahahahhahahahahag aduh sakit peruutt haha
:rolling: :rolling: ](*,) ](*,) ](*,)

Re: MATI KETAWA ALA ISLAM

PostPosted: Thu Jun 23, 2011 9:27 pm
by salamander
salam !!

ha.....ha.....ha.....lucu kali ini.... seeeemuanya luculucu. bisa mati ketawa aku.
:rolling: :rolling: :lol: :lol:

salam.

Re: MATI KETAWA ALA ISLAM

PostPosted: Thu Jun 30, 2011 1:35 pm
by raja_klenik
Burhan, wartawan harian ibukota mendapat tugas dari bosnya untuk meliput profil dokter Hamid,
seorang dokter muslim yg sukses dan terkenal lulusan dari Medical School of Cambridge.

Setelah mendapat konfirmasi, Burhan langsung meluncur ke klinik untuk melakukan liputan kegiatan
sehari-hari sang Dokter.

"Bagaimana nih cerita awal sukses Anda, Dok?" tanya Burhan.

"Ya.. itu kejadiannya sekitar tahun 2005 setelah saya lulus dari England," papar si dokter
menjelaskan, "Saat itu saya prihatin sekali karena banyak pasien muslim dengan jejak rekam medis
penyakit yg berat-berat ternyata malah merujuk berobat ke rumah sakit-rumah sakit kafir,
sementara orang merujuk ke rumah sakit muslim kalau mereka hanya mengidap penyakit sepele seperti
panu dan kurap."

"Terobosan apa yg dokter upayakan saat itu?"

"Well.. saya perkenalkan pada pasien-pasien muslim metode pengobatan yg islamiah."

"Pengobatan yg bagaimana itu, dok?"

"Setelah sesi diagnosis dan penulisan resep selesai, saya selalu pastikan pada para pasien untuk
mengkonsumsi segelas kencing onta untuk mempercepat proses penyembuhan," sahut sang dokter lebih
lanjut menjelaskan, " Nah, dari sana lah kepercayaan pasien muslim mulai terbangun hingga saya
sukses seperti sekarang ini."

"Ada kendala berarti nggak dok selama anda mengawali karier di tanah air?" tanya si wartawan
lagi.

"Kalau kendala berarti sepertinya nggak ada.. cuma dulu ada seorang pasien kafir yg nekat datang
berobat ke klinik saya."

"kenapa itu jadi kendala dok?"

"Well.. pasien-pasien muslim biasanya nggak ada yg protes kalau saya suruh minum kencing onta..
tapi kafir haram j4d4h itu minta saya mendemonstrasikan langsung bagaimana cara mengkonsumsinya."

"Enak nggak Dok?"

"Nauzubillah minzalik... sampe muntah nungging-nungging saya gara-gara kafir kep4r4t itu!"

"Berarti sekarang kapok dong, Dok?"

"Syukur alhamdulilah.. sesuai sunnah rosul, sekarang saya malah ketagihan nyesep langsung dari
'anunya' onta." :green:

Re: MATI KETAWA ALA ISLAM

PostPosted: Tue Jul 05, 2011 6:34 pm
by salamander
Salam

Ampun dj.........lucu tenan.........Kencing onta kok jadi obat?
:rolling: :rolling: :rolling:

Salam