Page 1 of 1

Quick count pemilu 2014, ini peringkatnya

PostPosted: Thu Apr 10, 2014 2:29 am
by fayhem_1
Quick count RRI sudah 90 persen, ini peringkatnya

Rabu, 9 April 2014 22:42 WIB | Dilihat 9072 Kali
Try Reza Essra

Image
Penghitungan Suara di TPS Petugas KPPS melakukan penghitungan surat suara di TPS 03 Desa Godong, Gudo, Jombang, Jawa Timur, Rabu (9/4). Tahapan proses penghitungan suara di tingkat PPS mulai tanggal 10 sampai 15 April, tingkat PPK tanggal 16 sampai 19 April sedangkan tingkat KPU penghitungan suara dimulai tanggal 20 sampai 23 April 2014. (ANTARA FOTO/Syaiful Arif/ed/ama/14) ()


Jakarta (ANTARA News) - Hasil hitung cepat (quick count) Rekapitulasi Suara Nasional dari Radio Republik Indonesia (RRI) sudah mencapai 90,5 persen dari data TPS amatan yang masuk.

Porsentase perolehan suara 12 partai tidak mengalami perubahan signifikan dibandingkan data hasil hitung cepat sebelumnya di angka 80 persen.

Urutan tiga teratas masih dikuasai PDIP (18,58 persen), Golkar (14,73 persen) dan Gerindra (11,50 persen).

Untuk data pemilih, 75,22 persen pemilih hadir dan 24,78 persen pemilih tidak memilih, sedangkan untuk data suara, terdapat 66.86 persen suara sah dan 8.36 persen suara tidak sah.

Penghitungan cepat ini bukan hasil resmi dari KPU sebagai penyelenggara Pemilu. Untuk mengetahui perolehan suara resmi maka menunggu hasil penghitungan yang dilakukan KPU.

Berikut perolehan suara sementara hasil hitung cepat RRI dari data TPS Amatan 90,5 persen.

1. Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP): 18,58 persen
2. Partai Golongan Karya (Golkar): 14,73 persen
3. Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra): 11,50 persen
4. Partai Demokrat: 10,29 persen
5. Partai Kebangkitan Bangsa (PKB): 9,56 persen
6. Partai Amanat Nasional (PAN): 7,56 persen
7. Partai Nasional Demokrat (NasDem): 6,71 persen
8. Partai Keadilan Sejahtera (PKS): 6,67 persen
9. Partai Persatuan Pembangunan (PPP): 6,44 persen
10. Partai Hanura: 5,47 persen
11. Parta Bulan Bintang (PBB): 1,60 persen
12. Partai Keadilan dan Persatuan Indonesia (PKPI): 0,95 persen

Editor: Tasrief Tarmizi

Quick count pemilu 2014 sudah 90 persen, ini peringkatnya
Mirror 1: Quick count pemilu 2014 sudah 90 persen, ini peringkatnya
Follow Twitter: @ZwaraKafir
Faithfreedompedia

Re: Quick count pemilu 2014, ini peringkatnya

PostPosted: Thu Apr 10, 2014 12:29 pm
by prisca
Untuk data pemilih, 75,22 persen pemilih hadir dan 24,78 persen pemilih tidak memilih,

Sangat disayangkan sekali

Re: Quick count pemilu 2014, ini peringkatnya

PostPosted: Thu Apr 10, 2014 1:52 pm
by Qorma 2 biji
Untuk data pemilih, 75,22 persen pemilih hadir dan 24,78 persen pemilih tidak memilih,

prisca wrote:Sangat disayangkan sekali

iya, benar. dari keluarga dan lingkungan sekitar saya pun banyak yang tidak bisa ikut memilih dikarenakan KTP terdaftar di kota berbeda dengan lokasi domisili saat ini sedang bekerja. memang sangat disayangkan.

Banyak Kejutan di Hitung Cepat, Ada Apa dengan Survei?

PostPosted: Thu Apr 10, 2014 2:39 pm
by fayhem_1
http://nasional.kompas.com/read/2014/04/10/0731243/Banyak.Kejutan.di.Hitung.Cepat.Ada.Apa.dengan.Survei.

Image

Hasil hitung cepat Kompas per Kamis (10/4/2014) pukul 05.45 WIB.

JAKARTA, KOMPAS.com — Hitung cepat sudah langsung dimulai berselang hitungan jam sejak tempat pemungutan suara dibuka, Rabu (9/4/2014). Hasil mengejutkan pun muncul, terutama dari "klasemen" papan tengah.

Partai-partai politik berbasis massa Islam, selain Partai Bulan Bintang yang diperkirakan bakal tersungkur pada Pemilu 2014, justru berkibar. Partai Hanura dan Partai Nasdem yang sempat digadang-gadang bakal melejit ternyata justru mendapatkan suara lebih rendah dibandingkan partai-partai berbasis massa Islam.

Ada apa dengan lembaga-lembaga dan data-data survei ini? "Saya kira, alat baca dalam survei sudah tidak memadai untuk mendalami perubahan sosial di masyarakat," kata Presiden Partai Keadilan Sejahtera Anis Matta, saat dihubungi Rabu malam.

Perolehan suara PKS yang diperkirakan berbagai lembaga survei bahkan tak cukup untuk mengirimkan wakil ke Senayan justru masih "baik-baik saja" di kisaran 7 persen seperti capaian pada Pemilu 2009.

Sepanjang 2014 sampai dengan hari pemungutan suara, tak bisa dimungkiri partai ini dihajar habis-habisan dengan kasus dugaan korupsi kuota impor sapi dan segala "kembang-kembangnya".

"Saya kira, ada pula perubahan orientasi lembaga survei," imbuh Anis. Menurut dia, lembaga survei yang bertebaran pada hari ini bukan lagi alat untuk membaca realita, melainkan telah menjadi alat kampanye.

Karena itu, kata Anis, hasil survei yang bertebaran selama ini pun menjadi sangat bias. Dia mengatakan, hasil hitung cepat yang sudah masuk ke basis data partainya hingga Rabu menjelang tengah malam sudah sesuai dengan perkiraan internal mereka.

Kecaman lebih lantang terhadap lembaga survei dilontarkan Wakil Ketua Umum Partai Amanat Nasional, Dradjad Hari Wibowo. "Beberapa lembaga survei telah melacurkan integritas dan obyektivitas ilmiah," ujar dia saat dihubungi, Rabu malam.

Perolehan suara hitung cepat untuk partai-partai politik berbasis massa Islam, ujar Dradjad, merupakan bukti tegas tak validnya beragam hasil survei yang selama ini bertebaran.

"Partai-partai (berbasis massa) Islam yang katanya akan hilang, faktanya justru memperlihatkan kenaikan untuk PAN, PPP, dan PKB," papar Dradjad. "Yang turun justru Demokrat dan Golkar," kata dia. Dradjad pun menyisipkan catatan pada tak terbuktinya "Jokowi Effect" untuk dukungan suara PDI-P.

"(Karenanya) mereka bukan lembaga survei, melainkan (lembaga) propaganda," tuding Dradjad, terutama untuk beberapa lembaga survei yang menurut dia menyajikan data jauh dari kata akurat.

"Mereka lebih jelek daripada pejabat yang korupsi karena yang mereka selewengkan adalah keilmuan, yang itu hanya untuk kepentingan politik dan finansial sesaat," imbuh Dradjad. "Kalau di pasar keuangan (sebagai analogi), para lembaga survei itu pasti sudah hangus sekarang."

Banyak Kejutan di Hitung Cepat, Ada Apa dengan Survei? #PKS
Mirror 1: Banyak Kejutan di Hitung Cepat, Ada Apa dengan Survei? #PKS
Twitter Logo Follow Twitter: @ZwaraKafir
Faithfreedompedia static

Partai Politik Berbasis Massa Islam Menjungkirbalikkan Surve

PostPosted: Thu Apr 10, 2014 2:41 pm
by fayhem_1
http://nasional.kompas.com/read/2014/04/10/0622304/Partai.Politik.Berbasis.Massa.Islam.Menjungkirbalikkan.Survei

Kamis, 10 April 2014 | 06:22 WIB

KOMPAS.com — Sepanjang 2013 hingga saat terakhir menjelang Pemilu Legislatif 2014, beragam survei dan pengamat memperkirakan partai-partai politik berbasis massa Islam tak akan lagi mendapatkan suara signifikan. Namun, beragam hasil hitung cepat, baik quick count maupun exit poll, Rabu (9/4/2014), menjungkalkan semua perkiraan itu.

Dari lima partai politik berbasis massa Islam yang menjadi peserta Pemilu 2014, hanya Partai Bulan Bintang (PBB) yang terbukti terpuruk perolehan suaranya berdasarkan perhitungan sementara hasil pemilu legislatif. Selebihnya? Melejit di atas kisaran 6 persen, termasuk partai-partai yang dihajar pemberitaan negatif seperti Partai Persatuan Pembangunan (PPP) dan Partai Keadilan Sejahtera (PKS).

Lima partai berbasis massa Islam yang menjadi peserta Pemilu 2014 adalah Partai Kebangkitan Bangsa/PKB (nomor urut 2), PKS (3), Partai Amanat Nasional/PAN (8), PPP (9), dan PBB (14). Pemilu 2014 mengikutsertakan 12 partai politik di tingkat nasional dan 3 partai politik Aceh, dengan dua partai politik nasional memiliki nomor urut setelah partai lokal Aceh.

Hitung cepat Kompas per Kamis (10/4/2014) pukul 05.45 WIB dengan 93 persen sampel mendapatkan perolehan suara partai-partai tersebut berkisar antara 6,7 persen hingga 9,13 persen, kecuali untuk PBB yang hanya mendapatkan 1,5 persen suara. Rinciannya, PKB mendapatkan 9,13 persen suara, PKS 6,99 persen, PAN 7,49 persen, dan PPP 6,7 persen.

Image

Bandingkan dengan perkiraan berdasarkan serial survei Kompas yang terakhir dilansir pada 9 Januari 2014. Menurut survei ini, PKB diperkirakan hanya akan mendapatkan kisaran suara antara 4,1 persen hingga 5,1 persen. Adapun PKS bahkan terpantau melorot dari 3,3 persen pada survei pertama pada pertengahan 2013 menjadi 2,3 persen pada survei terakhir.

Survei "meramalkan" PAN hanya mendapatkan dukungan di kisaran 1,7 persen berdasarkan survei pertama hingga 3,2 persen merujuk survei seri terakhir. Sementara perolehan suara PPP digambarkan naik-turun di rentang terendah 3,6 persen pada survei pertama untuk turun menjadi 2,4 persen pada survei terakhir meski sempat naik ke 4,8 persen pada survei kedua.

Lingkaran Survei Indonesia (LSI) bahkan pada survei terakhir sebelum pemilu legislatif yang dirilis pada Minggu (2/2/2014) menyebutkan PKS merupakan satu dari empat partai yang tak akan ke Senayan (Baca: Survei LSI: 4 Parpol Terancam Tak Lolos ke Parlemen). Mereka memperkirakan PKS hanya akan mendapatkan suara 2,2 persen. Partai lain berbasis massa Islam yang menurut LSI tidak lolos adalah PBB, dengan perkiraan perolehan suara 0,7 persen.

Peneliti LSI, Adjie Alfarab, saat merilis survei itu mengatakan, dengan rentang kesalahan 2,9 persen dan 30,1 persen dari 1.200 persen responden belum menentukan pilihan, nasib PKS tak akan tertolong. Menurut dia, kalaupun pemilih yang belum menentukan pilihan saat survei digelar pada 6 hingga 16 Januari 2014 itu dibagi rata, suara PKS diperkirakan tak akan lebih dari 3,15 persen.

Sementara itu, beberapa pengamat dalam analisisnya menyebutkan beberapa alasan yang menguatkan dugaan partai politik berbasis massa Islam akan turun perolehan suaranya. (Baca: Mengapa Suara Parpol Berbasis Massa Islam Melorot?)

Pengamat politik dari UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, Gun Gun Haryanto, mengatakan, partai Islam tidak mengoptimalkan nilai pembeda di tengah pasar pemilih. "Kedua, partai Islam gagal mengelola harapan publik," ujar dia.

Gun Gun mengatakan, partai politik berbasis massa Islam pun gagal memfungsikan diri di tengah konstituen. Selain itu, imbuh dia, basis ideologi dalam perjuangan partai-partai tersebut sudah memudar.

Selain itu, Gun Gun pun mengkritik ego sektoral partai politik berbasis massa Islam sehingga enggan memulai komunikasi politik di antara mereka. Padahal, komunikasi tersebut diperlukan untuk membangun kekuatan riil. "Kenyataannya partai-partai Islam hanya menjadi pelengkap penderita dari partai-partai besar," ucapnya.

Kepala Laboratorium Ilmu Politik dan Rekayasa Kebijakan FISIP Universitas Brawijaya Malang, Faza Dhora Nailufar, berpendapat persoalan-persoalan yang dijabarkan Gun Gun itu adalah pekerjaan rumah bagi partai politik berbasis massa Islam. "Dalam berbagai survei yang kami lakukan, ketertarikan para pemilih, terutama pemilih muda, terhadap partai-partai Islam itu sangat rendah," ujar dia.

Partai Politik Berbasis Massa Islam Menjungkirbalikkan Survei #PKS
Mirror 1: Partai Politik Berbasis Massa Islam Menjungkirbalikkan Survei #PKS
Twitter Logo Follow Twitter: @ZwaraKafir
Faithfreedompedia static

Re: Quick count pemilu 2014, ini peringkatnya

PostPosted: Fri May 02, 2014 6:24 pm
by swatantre
Mau tanya, di koran2 udah muncul BPP, jumlah kursi, dan caleg2 yg lolos di beberapa propinsi. Itu dapet datanya dari mana ya soalnya udah ane ubek2 situs KPU kok gak dapet2 yang ane cari :stun: Makasih all...

Re: Quick count pemilu 2014, ini peringkatnya

PostPosted: Fri May 02, 2014 8:29 pm
by angky
swatantre wrote:Mau tanya, di koran2 udah muncul BPP, jumlah kursi, dan caleg2 yg lolos di beberapa propinsi. Itu dapet datanya dari mana ya soalnya udah ane ubek2 situs KPU kok gak dapet2 yang ane cari :stun: Makasih all...


Itu baru perkiraan tapi memang sebagian sudah confirm bro.
Cara menghitungnya gini bro, ane pakai misal saja ya, soale ga hafal.
Dapil Jakarta 1 : Jatah kursi nya 10 (misal lho).
Jumlah suara sah : 1,000,0000 (misal lagi lho : cara hitungnya, suara sah dikurangi suara yg tidak lolos PT).
Jadi BPP nya adalah : 1juta/10 = 100 Ribu atau 10%.
langkah pertama :
Jika PDIP mendapat suara 230 ribu : maka mendapat 2 jatah kursi sisa 30 ribu.
Nasdem : 110 ribu, maka mendapat jatah 1 kursi
jika partai partai lain tidak ada yg mencapai 100 ribu atau 10%, maka di hitung langkah kedua.
Misal Demokrat mendapat 90 ribu dia mendapat 1 kursi....demikian seterusnya sesuai jumlah suara pada dapil tersebut sampai jatah 10 kursi habis terbagi. Nah jika seorang caleg yang populer bisa mendapatkan suara melebihi BPP, kelebihan suaranya bisa dialihkan ke caleg no 2 jika memang mencukupi. Tapi ini harus menunggu pengumuman KPU dan diputuskan oleh parpol masing masing. Priyo tahun 2009, diloloskan dengan cara ini, seharusnya dia tidak duduk di DPR. Alhamduladi tahun ini dia kembali tidak lolos dan tidak mungkin ditolong karena suara golkar tidak cukup di dapil nya. :lol:

Nah, bagaimana dengan caleg : juga harus dihitung siapa yang paling banyak suara nya atau mencapai BPP, jika tidak ada yg mencapai BPP, suara terbanyak lah yang lolos ke dpr berdasarkan hitungan ke dua.

Yang sangat tricky di pemilu sistem ini adalah : ada daerah yang MAHAL, biasanya dijawa, dan ada yang murah (diindonesia timur) dimana BPP nya kecil. Jadi ada kemungkinan, peringkat KURSI DI DPR akan berubah, bisa naik atau turun. Nilai 20% untuk mencalonkan capres adalah berdasarkan KURSI di DPR. Begitu bro semoga mengurangi kepusingan. :finga:

Quick count pemilu 2014, ini peringkatnya
Mirror 1: Quick count pemilu 2014, ini peringkatnya
Twitter Logo Follow Twitter: @ZwaraKafir
Faithfreedompedia static

Re: Quick count pemilu 2014, ini peringkatnya

PostPosted: Sat May 03, 2014 2:37 am
by swatantre
Makasih Bro Angky,
1. Soal BPP sedikit banyak emang udah paham...maksud ane dari mane dapat data rekap hasil pemilu di beberapa propinsi yg sudah diumumin KPU, berikut perolehan kursinya. Sedangkan ane ubek2 di situs KPUnya malah ga ada ... Payah KPUnya...
2. OOT, ada apa dengan Priyo.. ada sentimen khusus?? :lol:
3. Pileg kemaren ane bela2in pulang kampung demi ga golput. Sayang pilpres depan kayanya ga bisa pulang lg. Emang boleh ya coblos di TPS yg ga sesuai KTP? Kan kalo udah pilpres wilayahnya udah nasional ga kaya pemilihan buat DPR/DPD kemaren kan? Kalo boleh dan ada syaratnya, Bro Angky tau? Sayang lho kalo ga kepake... jokowi nih.... :supz: