.

Masalah Gay

Masalah Gay

Postby Utbahbinabuwaqqash » Thu Oct 03, 2013 8:25 am

nggakikutikut wrote:. Satu contoh: orang-orang yang gay, mereka tidak punya tempat di sebagian besar agama. Beberapa agama memastikan orang gay masuk neraka, dan bahkan disiksa di dunia. Agama ini tidak tahu bahwa makhluk hidup lahir di dunia ini membawa gen-gen biologis yang berbeda. Ada yang lahir dengan gen gay. Ada yang lahir dengan gen hermaphrodite. Nggak masuk akal sama sekali jikalau Tuhan itu melahirkan manusia dengan gen gay... terus dimasukkan ke neraka. Surga, Neraka, itu semua hanyalah khayalan. Ada yang berpendapat bahwa orang gay itu menjadi gay karena pengaruh lingkungan. Ini nggak benar 100%. Banyak makhluk hidup di dunia fauna yang juga lahir dengan gen gay, jadi bukan hanya manusia aja yang bisa gay. Semua ini hukum alam, that's just how nature works and we can not change it. Mustahil untuk mengubah manusia yang punya gen gay untuk menjadi heteroseksual. Nggak logis sama sekali kalau Tuhan melahirkan seseorang dengan gay gene terus dimasukkan ke neraka. Orang ini nggak meminta dilahirkan sebagai gay. Tidak ada pedoman bagaimana menjalani hidup sebagai orang gay di agama manapun.

Kalo perkiraanku, salah satu faktor kamu murtad itu krn kamu berpikir kamu gay, dan kamu berpikir agama memusuhi gay

aku setuju sama bro JK, ga ada itu gen gay
Nurutku, semua itu dari pikiran kita
Kalo kita berpikir kita laki2, maka kita akan jadi laki2
Kalo kita berpikir kita perempuan, maka kita akan jd perempuan
Kalo kita berpikir kita gay, maka kitapun akan jd gay
Dan yg punya kontribusi thd cara berpikir kita itu ya omongan/perlakuan lingkungan kita mulai kita lahir

Kalo nurutku semua laki2 punya gen perempuan
Dan semua perempuan punya gen laki2
Jadi semua manusia mau dibawa kemana aja sih bisa aja,
Soale kan memang manusia itu awalnya cuma 1 jenis, segampar dan serupa penciptane (nurut kepercayaanku seh...)
masuk akal aja kalo ada laki2 yg kemayu dan perempuan yg tomboy,
tapi yg laki2 tetap laki2, dan perempuan tetep perempuan
Tinggal bgmn mereka berpikir ttg dirinya sendiri/meng-identitas-kan dirinya sendiri / GAMBAR DIRInya

nurutku, salah satu tipuan iblis adalh melalui pikiran yg mengatakan ''ada gen gay'', ''sdh gay dari lahir'', ''terperangkap dlm tubuh yg salah'' dll, kayak konsep TAKDIR islam yg konyol itulah...
dgn adanya pikiran semacam itu, org tsb lemah, tertutup pintu ''perubahan'', akhirnya org tsb merasa ga bisa menjadi laki2 ato perempuan ''beneran'' , akhirnya jadi gay beneran akibat pikirannya sendiri hi...hi..
Intinya, iblis itu berusaha merusak gambar diri si manusia
gambar diri bisa rusak jg akibat lingkungan tanpa kasih sayang, perkataan buruk orang2 thd kita yg cenderung menghakimi spt: kamu malas, boudoh, bandel, bencong dll
Lha org yg rusak gambar dirinya akhirnya ya jd minder, sombong, anarkis, egois, brutal, dendam, ga ada kasih, gila hormat, narsis, megalomania kayak kanjeng nabi cabul haji muhammad saw itu hi...hi...
Tapi apapun itu, kalo sesuai Golden Rule, thd orang2 yg berpikir dirinya gay, ya tetap hrs dikasihi / jgn dibenci ato disingkirkan
Krn kita sendiri kan ga mau dibenci, disingkirkan
Pengennya kan dikasihi hi..hi...hi..
Utbahbinabuwaqqash
 
Posts: 1155
Joined: Thu May 27, 2010 10:24 am

Re: Saya murtad karena saya sudah murtad sebelum lahir.

Postby scheherazade » Thu Oct 03, 2013 12:20 pm

Gay gen sih saya nggak ngerti... tapi saya pernah baca berita tentang seorang gay yang kromosomnya XXY (wanita XX, pria XY)
Tubuhnya juga agak seperti perempuan, dadanya terlalu besar untuk ukuran laki-laki, tapi tetap ada penisnya.
Bingung saja, kalau orangnya seperti itu (salah kromosom) lalu bagaimana?
scheherazade
 
Posts: 508
Joined: Sat Feb 02, 2013 1:19 am

Re: Saya murtad karena saya sudah murtad sebelum lahir.

Postby Utbahbinabuwaqqash » Thu Oct 03, 2013 8:08 pm

scheherazade wrote:Gay gen sih saya nggak ngerti... tapi saya pernah baca berita tentang seorang gay yang kromosomnya XXY (wanita XX, pria XY)
Tubuhnya juga agak seperti perempuan, dadanya terlalu besar untuk ukuran laki-laki, tapi tetap ada penisnya.
Bingung saja, kalau orangnya seperti itu (salah kromosom) lalu bagaimana?

Nurutku,
Mau kromosomnya model apapun, kalo kelaminnya penis ya berarti laki2,
Kalo vagina, berarti perempuan
laki2 ato perempuan ya ditentukan dari bentuk fisik kelaminnya (TUBUH)
Kalo Jiwa dan Rohnya ya sama aja..
Buanyak laki2 yg sensitif, pake perasaan, ga logis
Gitu jg buanyak perempuan yg logis, tegar
buanyak kita temui laki2 yg kemayu/lembeng tp tetap laki2 beneran, kayak dr.boyke, jokowi
Tergantung bgmn mrk meng-identitas-kan dirinya aja
Itu seh menurutku bos.. Hi..hi..
Utbahbinabuwaqqash
 
Posts: 1155
Joined: Thu May 27, 2010 10:24 am

Re: Saya murtad karena saya sudah murtad sebelum lahir.

Postby buncis hitam » Thu Oct 03, 2013 9:59 pm

scheherazade wrote:Gay gen sih saya nggak ngerti... tapi saya pernah baca berita tentang seorang gay yang kromosomnya XXY (wanita XX, pria XY)
Tubuhnya juga agak seperti perempuan, dadanya terlalu besar untuk ukuran laki-laki, tapi tetap ada penisnya.
Bingung saja, kalau orangnya seperti itu (salah kromosom) lalu bagaimana?

Itu gak semua manusia. Kalo yang laki2 normal sepertinya tetep XY, dan wanita normal XX. Dan yang gay jika tubuhnya normal saja ya tetep XY untuk laki, XX untuk wanita. Seharusnya begitu.......Jadi kalo berbicara mengenai dirinya perempuan padahal laki (banci) atau laki padahal perempuan (tomboy) dan laki suka ama laki dan wanta suka ama wanita itu bukan karena gen justru itu karena keinginan diri sendiri. Namunnnn...............Satu resiko yang mereka dapat dari keinginan mereka sendiri yaitu mereka melihat kenyataan yang mungkin bagi mereka pahit ialah keinginan mereka dengan tubuh mereka dan kehidupan manusia yang sebenernya berbeda. Kecuali jika tubuh berpenis mereka sebut sebagai wanita dan tubuh bervagina mereka sebut pria dan kehidupan homoseksual adalah kehidupan yang sebenernya (who knows...). Sebenernya itulah psikologi orang2 yang merasa dirinya seperti itu. Makanya gak heran ada yang menilai ada yang namanya gen gay. Ini seperti misalkan muhammad dengan kejahatannya berkata bahwa dia diciptakan dengan gen jahat jadi gak seharusnya Tuhan yang menciptakan gen jahat memasukkan orang2 dengan gen jahat ke neraka. Namun kan yang terjadi ialah muhammad mengklaim kejahatan yang dilakukannya adalah kebaikan dan sepertinya yang dianggap memiliki gen jahat ialah iblis. Padahal iblis ialah ciptaan Tuhan (entah itu malaikat atau bukan) yang memberontak kepada Tuhan. Jadi bisa dibilang alasan gen gay seperti halnya alasan gen jahat, yaitu karena berlawanan dengan kehidupan yang sebenernya dan mungkin terus-menerus disalahkan akhirnya keluarlah alasan seperti itu. Jika alasannya ialah adanya gen jahat itu jelas tidak bisa ditolerir karena sudah pasti merugikan orang laen. Tapi kalo alasannya ada gen gay itu bukan tidak bisa ditolerir namun itu sebenernya gak perlu karena selain alasan tsb gak logis orang lain gak berhak menghakimi siapapun termasuk orang gay. Ya jika bagi orang lain adalah salah ya sudah tidak usah dilakukan, kan begitu. Hanya Tuhan yang berhak menghakimi, bagi saya.

Bagi saya Tuhan menciptakan manusia dengan segala hal yang dimiliki oleh manusia baik dari segi fisik maupun psikis bukan karena kehendak manusianya tetapi karena kehendak Tuhan. Dan bagi saya Tuhan menciptakan pria dan wanita dengan gennya masing2. Kalo pria ya gen pria, kalo wanita ya gen wanita. Kecuali kalo yang dapet kromosom XXY, gak tau deh itu gen apaan. Tapi sepertinya yang saya baca itu dialami oleh pria jadi gennya ialah pria deh. Tapi yang jelas kalo tubuh pria asli atau tubuh wanita asli gak ada yang namanya gen gay. Jadi jelas gen gay bukanlah alasan. Saya tidak tau apakah Tuhan akan memasukkan orang2 gay ke dalam neraka atau gak karena saya juga gak mau menilai hal tsb. Namun satu hal yang jelas ialah intinya semua yang diciptakan oleh Tuhan itu baik dan sesuai "spesifikasi" namun selanjutnya tinggal kita sendiri yang memilih akan mau jadi apa kita nanti. Dan semua yang kita lakukan atas pilihan dan kehendak kita sendiri pasti akan dihakimi dan dinilai oleh Tuhan.

Di sini saya sih gak mau membujuk siapapun untuk masuk agama tertentu, namun masalahnya adalah kalo kita salah ya kita akui kita salah. Memang kita gak selalu berkewajiban untuk mengakui kesalahan diri kita di depan banyak orang namun jangan terus2an kita membela diri kita sendiri dengan hal2 yang jelas2 gak bener sama sekali. Mungkin kalo terus menerus melakukan hal tsb bisa saja orang yang menganggap bahwa ada yang namanya gen gay menganggap juga ada yang namanya gen jahat. Bisa dibayangkan kan kalo itu terjadi????

Selamat untuk netter nggak-ikut2 yang sudah murtad dari eslamnya. Semoga anda bahagia dengan pilihan anda. Salam.
User avatar
buncis hitam
 
Posts: 948
Joined: Sun May 13, 2012 9:35 pm
Location: Yang jelas di tempat yang aman jauh dari para jihadis

Re: Saya murtad karena saya sudah murtad sebelum lahir.

Postby Mikail_Aja » Fri Oct 04, 2013 12:08 am

Selamat yah bro,
Golden rule aja cukup, agama yah untung2an aja.

Bro semua kayaknya ga setuju yah ada org yg banci ato gay? ada yg punya kasusnya ga pada dirinya sendiri kalo kamu banci bisa merubah diri kamu sendiri?

saya percaya ada namanya kelainan dalam hardwade (tubuh) yg mempengaruhi software. Tetangga saya idiot, ada juga yg gila tidak bisa seenaknya sendiri jadi normal kaya motivator ngomong. Adik anda diajari pelajaran tidak lulus seleksi perguruan tinggi negeri sedangkan anda sangat mudah dimana2 diterima, janganlah sok.bijak kamu pasti bisa cuma kamu yg males aja, padahal anda lebih males belajar dari adek anda.
Saya tidak ada kasus yg saya kenal sendiri org jadi banci ato gay, tp kalo ad yg sok bijak bilang ala motivator bisa merubahnya, silahkan sembuhkanlah dia dengan metode anda, bantu sekarang juga saudara ato rekan yg anda kenal.

soal ada psikopat seperti nabi muhammad, sebenarnya pun adalah orang sakit, apakah psikologis merusak.hardware atau sebaliknya, saya pikir resiprokal atau bolak balik bisa, dua2nya bisa, karena otak yg merasakan empati hilang jd psikopat ato karena pengalaman hidupnya yang tak mengenal empati otaknya jadi rusak. Ada penelitian yg tes pelaku kejahatan lalu diberikan video org kesakitan dan diamati bagian saraf yg diyakini berhub dengan empati, kira2 penelitianya seperti itu. Psikopatpun harus dibantu, muslimpun harus dibantu untuk lepas dr pengagungan kepada psikopat. Gen yg dimakaud ts mungkin bukan sama seperti pemahaman ttg gen di dna, tetapi gen yg sudah dibaca saat pembentukan janin menjadi fisiologi tubuh yg mungkin membuat software psikologis pasien merasa tertarik.hanya dengan sesama jenis.

Jangan sok bijak dan coba teliti dulu penyebabnya, apakah murni psikologi atau memang ada yg tidak wajar atau normal pada fungsi di tubuh.

Saya murtad karena saya sudah murtad sebelum lahir.
Mirror
Faithfreedom forum static
User avatar
Mikail_Aja
 
Posts: 48
Joined: Mon Jun 17, 2013 3:03 pm
Location: Earth

Re: Saya murtad karena saya sudah murtad sebelum lahir.

Postby Mikail_Aja » Fri Oct 04, 2013 1:10 am

Kadang orang, sayapun demikian, jika ada anak lahir cacat, ato apapun penyakit baik tampak seperti anggoya badan tidak lengkap, ato yg psikologis, memudahkan dengan menyebut penyebabnya gen, ada yg sudah diakui, yaitu hemofilia. Kalo menurut saya, pembacaan gen dan pemetaanya adalah ilmu baru yg terus berkembang, bahkan ada yg bisa meramalkan penyakit2 apa saja yg rentan di usia tertentu dari pembacaan peta dna. Pencampuran dna ayah dan dna ibu yg kemudian dibentuk dna baru bagi janin bisa saja ada bug di sana. Dipercaya juga hubungan incest dalam pengertian dna keduanya yg relatif byk kesamaan akan mengakibatkan kemungkinan anak cacat anggota badan.

Nah dalam hal apakah dna baru sianak yg dibaca untuk pembentukan fisik menghasilkan anak yg berbeda IQ, cenderung gila (suer temen saya kuliah kemaren gila, katanya satu kampungnya byk yg gila, dan ada di rantai orang tuanya gila, biasanya satu kampung kan masih ada hub saudara, mungkin itu sebabnya banyak), diabetes, dll.

Kombinasi dna ayah ibu, dan hasil.fisiologi anak byk faktor, mungkin ini yg saya, mungkin jg ts, menyederhanakan sbg faktor gen. Masih panjang saudara semua perjalanan bidang ilmu mikrobiologi ini.

Ada yg pernah liat film yg guru teladan punya penyakit suka menyalak seperti anjing? tiba2 muncul di umur 7 tahun awalnya byk yg bilang bahwa dia tidak sopan, dan dia tidak punya tekad yg kuat utk berubah menghormati orang lain, untungnya ibunya tidak putus asa dan ikut menyalahkan, ibunya rajin ke perpustakaan utk belajar dan akhirnya menemukan referensi ada kasus zerupa dan merupakN penyakit. blom diketahui penyebab dan obatnya.

berbicara penyakit psikologis tentu tidak asing dengan klepto yg secara tidak sadar membawa baranh bukan hak milik. Ada juga autis atau yg lain.

Banci dan gay? menyimpulkan akibat hanya dari orgnya ga sungguh mau berubah? terlalu menyederhanakan.

Ohya jadi inget, dulu keluarga punya salon, tukang potongnya melambai dan sering kepergok "adu mulut" dengan pria yg tidak melambai. Diceritakan awalnya merasa pengen dandan dan sudah biasa dipukulin bapaknya agar bertobat. Setau saya, mereka liat cowk ganteng merasa deg2 ser, sedangkan kita yg normal liat cewe cantik baru merasa begitu, menurut saya bukan kuasa mereka untuk biaa deg2 ser dengN pria. Apakah ada kaitanga dengan proses janin entah apa itu faktornya? bisa jadi

Saya murtad karena saya sudah murtad sebelum lahir.
Mirror
Faithfreedom forum static
User avatar
Mikail_Aja
 
Posts: 48
Joined: Mon Jun 17, 2013 3:03 pm
Location: Earth

Re: Saya murtad karena saya sudah murtad sebelum lahir.

Postby Utbahbinabuwaqqash » Fri Oct 04, 2013 7:23 am

Mikail_Aja wrote:Ohya jadi inget, dulu keluarga punya salon, tukang potongnya melambai dan sering kepergok "adu mulut" dengan pria yg tidak melambai. Diceritakan awalnya merasa pengen dandan dan sudah biasa dipukulin bapaknya agar bertobat. Setau saya, mereka liat cowk ganteng merasa deg2 ser, sedangkan kita yg normal liat cewe cantik baru merasa begitu, menurut saya bukan kuasa mereka untuk biaa deg2 ser dengN pria. Apakah ada kaitanga dengan proses janin entah apa itu faktornya? bisa jadi

Kalo cerita nyata yg pernah aku denger,
Ada anak laki2,
waktu kecil jalannya seneng kayak perempuan, kadang pake baju perempuan, dandan (mgkn pengaruh 5 saudara2 nya yg semuanya perempuan)
Krn bapaknya melihat ada yg ''kurang beres'', doi lgsg ''dirubah'' sama bapaknya, tapi tidak dgn cara kekerasan/dipukul, doi diberitahu bhw dirinya/identitasnya adlh laki2, kemudian diikutkan karate dan diperlakukan sbg laki2 sesuai identitas diri yg sdh ditanamkan dalam pikirannya oleh bapaknya..
Skrg doi ya tetep jd laki2 sesuai kelaminnya, punya istri, anak n jd pendeta..
Nurutku, pengaruh lingkungan dalam memberikan identitas/gambar diri kpd seseorang sangat2 besar pengaruhnya..
Menurutku, kekerasan/pukulan tdk bisa memperbaiki keadaan, justru yg timbul adlh pemberontakan
Lha memang ga ada yg bisa berubah sendiri, semua orang perlu orang lain..
Tapi ga ada yg bisa merubah seseorang kecuali dirinya sendiri yg punya kemauan utk berubah
Tapi kalo sdh ada pemikiran ''Takdir'', ''sdh dari sononya'', ''gen gay'' dll, ya gimana ada kemauan utk merubah diri hi..hi..
Tapi sy ngerti, bagi org2 yg sdh nyaman dgn kondisi gay-nya, kata2 ''berubah'', ''mengubah diri'' pun bisa menyakiti hati mereka, seolah2 menghakimi bhw kondisi yg ada skrg adlh buruk! Lha wong mrk nyaman bin fine2 aja kog dgn gay
Nurutku semua itu pilihan kita.. Mau jd apa kita

aku percaya, kalo misalnya aku yg laki2 hetero ini, memutuskan utk menjadi gay, aku pasti bisa menjalin hubungan dgn laki2, aku pasti bisa mencari yg cocok, aku pasti bisa menyayangi laki2 tsb, dan aku pasti bisa nglakuin seks sesama jenis, dan akhirnya aku pasti bisa jadi gay dan mendapatkan kenikmatan dan kepuasan menjadi gay... Hi...hi...hi..

Jd kalo menurutku, utk org yg berpikiran dirinya gay, pertanyaannya adlh:
mau jadi apa/siapa?
-Mau jadi laki2? pasti bisa dan pasti akan menemukan kenikmatan dan kepuasan sbg laki2
-Mau jadi perempuan? pasti bisa dan pasti akan menemukan kenikmatan dan kepuaasan sbg perempuan
-Mau jadi gay? pasti bisa dan pasti akan menemukan kenikmatan dan kepuasan sbg gay

Mau jadi apapun bisa aja, dan pasti akan ada kenikmatan dan kepuasannya sendiri hi...hi...hi..hi..
Utbahbinabuwaqqash
 
Posts: 1155
Joined: Thu May 27, 2010 10:24 am

Re: Saya murtad karena saya sudah murtad sebelum lahir.

Postby nggakikutikut » Sat Oct 05, 2013 9:21 pm

Jarum_Kudus wrote:Gak ada yang namanya gay gen itu. Gay itu karena pengaruh lingkungan dan keluarga.

Saya akui saya salah dengan mengatakan 'gay gene'. Memang, tak ada gay gene, akan tetapi orang yang orientasi seksualnya homoseksual 100%, orientasi seksualnya itu terbentuk sejak di dalam kandungan ibu, yang mana bisa juga dipengaruhi oleh genetik keturunan (hereditary) dan kondisi di dalam rahim. Ternyata struktur otak manusia juga bisa menentukan orientasi seksual. Jadi, struktur otak kita, yang mana terbentuk sejak di dalam kandungan ibu, bisa juga menentukan orientasi seksual kita. Berikut ini beberapa penelitian dari ilmuwan2 :

(sumber: https://en.wikipedia.org/wiki/Biology_a ... l._2006-20 )

(1). Teori Epigenetika
Sebuah studi menunjukkan hubungan antara struktur genetik seorang ibu dengan homoseksualitas dari putranya. Wanita memiliki dua kromosom X, yang mana salah satunya adalah "dimatikan". Matinya kromosom X terjadi secara tidak beratur di seluruh embrio, menyebabkan sel-sel yang mosaik sehubungan dengan kromosom yang aktif. Meskipun demikian,dalam beberapa kasus, tampaknya bahwa matinya kromosom X ini dapat terjadi secara beraturan. Bocklandt et al. (2006) melaporkan bahwa, pada ibu dari pria homoseksual, jumlah wanita dengan kecenderungan kuat matinya kromosom X secara signifikan lebih tinggi dibandingkan dengan ibu tanpa anak gay. Tiga belas persen ibu dengan satu anak gay, dan 23% dari ibu dengan dua anak gay menunjukkan kecenderungan yang kuat akan matinya kromosom X, dibandingkan dengan 4% persen ibu tanpa anak gay.

(2). Studi hubungan Kromosom
Studi hubungan kromosom orientasi seksual telah menunjukkan adanya beberapa faktor genetik yang berperan di seluruh genome . Pada tahun 1993 , Dean Hamer dan koleganya menerbitkan temuan dari analisis keterkaitan sampel 76 bersaudara gay dan keluarga mereka. Mereka menemukan bahwa laki-laki gay memiliki lebih banyak paman dan sepupu laki-laki gay di sisi ibu keluarga daripada di sisi ayah . Kakak dan adik gay yang punya banyak paman & sepupu gay dari sisi ibunya, kemudian diuji untuk studi hubungan kromosom X. menggunakan 22 penanda pada kromosom X untuk diuji untuk allele serupa. Dalam temuan lain , 33 dari 40 pasangan kakak beradik yang diuji, telah ditemukan memiliki allele serupa di wilayah distal Xq28, yang mana secara signifikan lebih tinggi dibandingkan tingkat yang diharapkan sebesar 50% untuk kakak adik sekandung . Ini populer dijuluki sebagai "gen gay" di media , menyebabkan kontroversi yang signifikan. Sanders et al pada tahun 1998 melaporkan pada penelitian yang serupa, di mana mereka menemukan bahwa 13% dari paman-paman kakak-adik gay dari sisi ibu adalah berorientasi seksual homoseksual , dibandingkan dengan 6% dari sisi ayah.

Pada bulan Juli 2010 sekelompok ahli genetika di Korea Advanced Institute of Science and Technology mengubah preferensi seksual tikus betina dengan menghapus sebuah gen tunggal yang terkait dengan perilaku reproduksi . Tanpa gen tersebut, tikus itu memperlihatkan perilaku seksual jantan dan ketertarikan terhadap air kencing tikus betina lainnya. Sedangkan tikus-tikus yang masih memiliki gen fucose mutarotase (FucM) tertarik pada tikus jantan.


(3). Studi tentang urutan kelahiran kakak-beradik laki-laki sekandung (Fraternal birth order).
Blanchard dan Klassen (1997) melaporkan bahwa setiap adanya satu kakak laki2 yang dipunyai oleh adik laki2 akan meningkatkan kemungkinan adik laki2 ini menjadi gay sebesar 33%. Ini adalah "salah satu variabel epidemiologi yang paling dapat diandalkan yang pernah diidentifikasi dalam studi orientasi seksual." Untuk menjelaskan temuan ini , telah diusulkan bahwa janin bayi laki-laki dapat memicu reaksi kekebalan ibu yang bisa menjadi lebih kuat setiap ibu ini mengandung anak laki-laki lagi. Hipotesis kekebalan ibu ini (MIH) dimulai ketika sel-sel dari janin laki-laki memasuki sirkulasi ibu selama kehamilan atau saat melahirkan. Janin laki2 memproduksi antigen HY yang "hampir pasti terlibat dalam diferensiasi seksual vertebrata." Protein yang terhubung dengan Y ini tidak akan dikenal dalam sistem kekebalan tubuh ibu karena dia perempuan , menyebabkan dia untuk mengembangkan antibodi yang akan melakukan perjalanan melalui penghalang plasenta ke dalam kompartemen janin. Dari sini, badan anti-laki-laki kemudian akan melintasi penghalang darah / otak (BBB) dari otak janin yang masih tumbuh, mengubah struktur otak seks dimorfik relatif terhadap orientasi seksual , meningkatkan kemungkinan bahwa janin anak yang terkena badan anti-laki2 akan lebih tertarik pada pria daripada perempuan. Antigen inilah yang seharusnya direaksi dan diingat oleh antibodi HY ibu. Janin-janin laki-laki yang berturut-turut kemudian diserang oleh antibodi HY yang entah bagaimana mengurangi kemampuan antigen HY untuk menjalankan fungsi mereka untuk menjantankan otak.

---Studi nomor 3 ini sesuai dengan keadaan saya, karena saya punya beberapa kakak laki-laki berturut-turut dan juga saya sejak kecil sudah tertarik dengan sesama jenis. Saya masih ingat ketika masih balita, lebih memilih diasuh oleh kerabat yang laki-laki, daripada diasuh oleh kerabat yang perempuan. Kalau diasuh oleh bibi-bibi atau sepupu perempuan, saya rewel/nangis, karena nggak suka. Kalau diasuh paman-paman atau sepupu laki2, saya lebih merasa senang dan tidak nangis. Saya juga ingat waktu masih di SD, ketika nonton pertunjukan kethoprak, saya sangat suka melihat aktor pemain laki2 daripada melihat aktor yang perempuan. Saya juga ingat sewaktu umur sekitar 5 tahun saya tertarik ketika melihat dadanya pak Heru (nama samaran) ketika dia sedang bekerja membangun rumah tetangga. Jadi saya sangat yakin bahwa saya sudah tertarik dengan sesama jenis sejak lahir. Sama sekali tidak ada pengaruh lingkungan. Saya main sepakbola dengan anak2 laki2 lain, saya main belanja-belanjaan dengan anak2 perempuan lain, saya suka pencak silat, taekwondo, dan olah raga lain. Sepupu perempuan saya tinggal di rumah saya, sepupu laki2 juga tinggal di rumah saya, penampilan saya tidak lah feminin, saya penampakannya normal laki2 yang hanya orientasi seksualnya suka dengan sejenis kelamin.

(4). Studi tentang Kesuburan Wanita
Pada tahun 2004, peneliti Italia melakukan studi dari sekitar 4600 orang yang merupakan kerabat dari 98 homoseksual dan 100 laki-laki heteroseksual. Saudara perempuan dari pria homoseksual cenderung memiliki keturunan lebih banyak dibandingkan dengan laki-laki heteroseksual. Saudara perempuan dari laki-laki homoseksual dari sisi ibu mereka cenderung memiliki keturunan lebih banyak daripada dari sisi ayah. Para peneliti menyimpulkan bahwa ada materi genetik yang diturunkan pada kromosom X yang keduanya mempromosikan kesuburan pada ibu dan homoseksualitas pada keturunan laki-lakinya. Hubungan ini menjelaskan sekitar 20% dari kasus yang diteliti, menunjukkan bahwa ini adalah sangat signifikan, namun bukan faktor genetik tunggal yang menentukan orientasi seksual. [26]

(5). Studi tentang Struktur Otak
Sejumlah bagian-bagian dalam otak telah dilaporkan dimorfik seksual, yaitu, mereka bervariasi antara pria dan wanita. Ada juga laporan tentang adanya hubungan antara variasi dalam struktur otak dengan orientasi seksual. Pada tahun 1990, D*** Swaab dan Hofman melaporkan perbedaan dalam ukuran suprachiasmatic nucleus antara pria homoseksual dan heteroseksual. Pada tahun 1992, Allen dan Gorski melaporkan perbedaan yang berkaitan dengan orientasi seksual dalam ukuran komisura anterior.

----percayalah, mengubah orientasi seksual orang gay yang tulen itu mustahil. Saya sudah sering melihat perempuan2 telanjang, dan saya tidak pernah terangsang sama sekali.


(6) Studi tentang Pheromone
Penelitian yang dilakukan di Swedia telah menunjukkan bahwa pria homoseks dan heteroseks bereaksi berbeda terhadap dua bau yang diyakini terlibat dalam gairah seksual. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ketika perempuan heteroseksual dan pria homoseks dikenai turunan testosteron dalam keringat pria, sebuah daerah di hypothalamus teraktifkan. Laki-laki heteroseksual, di sisi lain, memiliki reaksi yang mirip dengan komponen seperti estrogen yang ditemukan dalam air kencing perempuan. Kesimpulannya adalah bahwa daya tarik seksual, baik sesama jenis maupun dengan lawan jenis berorientasi, beroperasi serupa dalam level biologis. Para peneliti telah menyarankan bahwa kemungkinan ini bisa dieksplorasi lebih jauh dengan mempelajari orang muda untuk melihat apakah tanggapan serupa di hypothalamus yang ditemukan dan kemudian menghubungkan data ini dengan orientasi seksual orang dewasa.


Jarum_Kudus wrote:Mengapa gw bukan ateis? Sebab buanyaaak ateis yang jadi mass murderer: Pol Pot yang membantai 3 juta warga Kamboja, Stalin membantai 20 juta warga Rusia, Mao Tse Tung membantai 20 juta warga China, Hitler membantai 6 juta Yahudi, Kim Il Sung 1,6 juta, Brezhnev 9 ratus ribu. Semuanya atheis komunis tuh.


Anda berbicara tentang diktator/pemerintah komunis /fascist, yang mana negara yang komunis pasti punya diktator. Dimana-mana diktator itu bengis dan membunuh atau memenjara atau menyiksa siapa saja yang melawannya, siapa saja yang dibencinya. Soeharto dan kawan-kawan dulu membantai semua anggota Partai Komunis Indonesia. Ratusan ribu orang dibunuh, mayatnya dibuang disungai, dikubur massal. Kristen Ortodox Serbia membantai orang muslim Bosnia. Tidak peduli theist atau atheist, manusia secara alamiah punya rasa benci dengan manusia lain.

Jarum_Kudus wrote:Itu baru satu ajah, dan masih buanyaak pedofil yang atheis, gak peduli sama nasib anak2. Can I say: so much hypocrisy going around in atheist ideology.


Ok, pedofil ada di mana-mana, nggak peduli atheist atau theist. Mengenai hypocrisy/kemunafikan, tidak bisa diterapkan ke atheist, karena atheist tidak punya nabi, tidak punya kitab suci, tidak punya pemimpin atau tuhan yang memerintah dan ditaati. Sedangkan orang Islam dan pastur2 katolik mempunyai Tuhan dan kitab, jadi jika mereka tidak mengindahkan perintah Tuhannya, mereka bisa disebut hypocrite / munafik. Menurut saya, atheist itu bukan ideology. Atheist itu hanya sebutan untuk mereka yang tidak percaya adanya Tuhan. Orang yang atheist bisa punya ideologi berbeda2, seperti komunis, socialist, fascist, demokratis, dll.

Sedangkan saya, atheist, saya mempunyai kepercayaan untuk menjaga dan melindungi bumi / lingkungan hidup. Saya naturalist. Saya percaya hukum alam. Kalau anda tebang pohon seenaknya, nikmatilah banjir bandang. Anda bikin polusi udara, nikmatilah penyakit paru-paru. Anda bunuh hewan2 liar, saksikan rusaknya ekosistem lingkungan anda. Saya memilih Partai Hijau dan mendukung Greenpeace. Saya punya kepercayaan untuk membela keselamatan bumi tercinta kita ini. Saya bukan komunis. Saya hidup di negara maju yang berlandaskan sekuler demokratis. Semua negara maju terdepan di dunia ini mempunyai hukum buatan manusia... mereka tidak memakai alquran atau injil untuk menjalankan negaranya. Kitab suci tidak mampu menjalankan negara yang maju, hukum-hukum baru buatan manusia sangat diperlukan untuk mengatur hidup jaman sekarang. Untuk melindungi alam sekitar dan lingkungan hidup saja, dibutuhkan aturan2 buatan manusia, bukannya kitab suci.

Saya juga percaya dengan menjaga kesehatan dan keselamatan diri sendiri, disamping menjaga kesehatan lingkungan sekitar. Saya olahraga teratur, makan dan minum yang sehat dan alami, saya selalu dekat dengan alam.


Jarum_Kudus wrote:Halaah... smua ideologi atheis juga mempunyai kekurangan dan ketidakmampuan dalam mengamankan dan menjalankan bumi kita ini serta memecahkan segala masalah di dunia ini...

Saya hanya ingin mengatakan bahwa agama, yang mengklaim sebagai penyelamat, ternyata tidak bisa menyelamatkan kita dari peperangan berkelanjutan, bencana alam, dan lain-lain. Kalau Tuhan itu maha penyelamat dan kitab suci yang diamalkan itu menyelamatkan kita, terus mengapa perang Yahudi vs. Palestina nggak selesai2? AlQaeda merajalela membabi buta, dll. Ini bukti bahwa manusia harus menyelamatkan dirinya sendiri. Inilah mengapa kita membuat peraturan2 baru (buatan manusia-bukan tuhan) untuk mengatur dunia ini.


Saya tidak ingin menistakan agama. Saya tidak bilang bahwa agama itu jelek. Saya hanya mengungkapkan alasan mengapa saya tidak percaya agama / Tuhan. Semoga bisa dimengerti dan dimaklumi. Kalau ada yang tersinggung, mohon maaf sebesar-besarnya, katanya Tuhan itu maha pemaaf yah? :-)
User avatar
nggakikutikut
 
Posts: 57
Joined: Wed Oct 02, 2013 11:16 am

Masalah Gay 3

Postby nggakikutikut » Mon Oct 07, 2013 10:08 am

rahimii wrote:Homosexual jelas bukan perilaku alamiah.

Saya tidak setuju dengan pendapat anda bahwa homosexuality bukan perilaku alamiah. Saya sudah jelaskan di jawaban sebelumnya tentang penelitian-penelitian oleh ilmuwan bahwa kromosom, keturunan genetik, struktur otak, rahim ibu adalah penentu faktor orientasi seksual manusia.

Bahkan, menurut beberapa penelitian, secara alamiah, di dunia fauna / hewan, homosexuality adalah hal lazim. Bukankah manusia itu anggota kerajaan hewan ? (Animalia>Chordata>Mammalia>Primates>Haplorrhini>Simiiformes>Catarrhini>Hominoidea>Hominidae).

Baca artikel berikut ini tentang homosexualitas di dunia hewan:
http://en.wikipedia.org/wiki/Homosexual ... in_animals

rahimii wrote:Bisa dibayangkan guncangan yang terjadi pada keseimbangan alam bila prilaku homosex menjadi lifestyle yang dianggap normal.


Guncangan pada keseimbangan alam? Saya tidak setuju. Semua makhluk hidup dilahirkan ke dunia dengan kondisi yang beraneka ragam. Mustahil kalau semua makhluk hidup lahir heteroseks, atau semuanya lahir homoseks, atau semuanya lahir hermaphrodites, dll. Pastilah ada yang heteroseks, ada yang homoseks, dan sebagainya. Begitulah kerjanya alam kita ini. Ada yang besar, ada yang kecil, ada yang cantik, ada yang nggak cantik, ada yang tinggi, ada yang pendek, dan sebagainya.

Guncangan pada keseimbangan alam tidak disebabkan oleh homosexuality. Overfishing (penangkapan ikan besar-besaran), pembunuhan hewan-hewan liar secara illegal, itu semua dilakukan oleh manusia, bukan spesifik oleh homoseks. Manusialah yang mengganggu keseimbangan alam. Penebangan pohon, polusi udara, polusi air, semua disebabkan oleh manusia, bukan oleh homoseks. Faktor utamanya adalah perkembangan jumlah populasi manusia yang meledak di dunia ini. Jumlah manusia di dunia ini sekarang sangat banyak sekali sehingga manusia mengeksploitasi hutan dan laut untuk keperluan pangan mereka. Manusia beranak pinak dengan kecepatan yang luar biasa seperti kelinci, sehingga kepadatan penduduk di dunia melesat tinggi. Di Jakarta, di Mumbai, di Beijing, kepadatan manusia minta ampun tingginya sehingga polusi udara sangat tinggi dan merusak paru-paru. Di penjuru dunia manusia kekurangan bahan pangan dan mati kelaparan. Ini karena jumlah penduduk manusia yang meledak besar-besaran yang mana tidak seimbang dengan jumlah sumber pangan dan energi di bumi ini.

Nah, keseimbangan alam akan semakin terganggu secara parah kalau jumlah manusia di dunia ini semakin tinggi! Bahkan manusia sudah berpikir-pikir untuk mengirim manusia ke bulan, atau ke Mars, hanya untuk mencari sumber air atau sumber energi.. bahkan sudah ada reality show di TV yang mana akan mengirimkan manusia-manusia ke planet Mars di masa mendatang.

Keseimbangan alam terguncang karena homosexuality? Non sense. Kalau tidak ada homoseks, manusia sedunia semuanya akan berkembang biak seperti kelinci dan memenuhi planet bumi ini sampai tidak ada ruang tersisa. Rusaklah dunia ini, rusaklah alam ini.

Global warming disebabkan oleh manusia, oleh jumlah populasi manusia yang tak terkendali, oleh jumlah mobil-mobil yang semakin meledak, jumlah pabrik-pabrik yang semakin merajalela.

Justru dengan proses alamiah, dengan adanya Animalia yang homoseks, jumlah makhluk di dunia ini menjadi seimbang, menjadi terkontrol.

Biarkanlah alam ini bekerja dengan semestinya. Mustahil manusia berusaha menghapus homoseksuality, lha wong semuanya terjadi secara alamiah. Mustahil juga manusia berusaha menghapus heterosexuality, lha wong semuanya terjadi secara alamiah. Nggak mungkin anda mengubah orang cebol menjadi jangkung kayak Michael Jordan supaya bisa jagoan basketball.


rahimii wrote:Menurut penelitian, orientasi sexual tidak terbentuk dalam kandungan.

Bolehkah saya mengetahui sumber pendapat anda ini?
Saya sudah mencantumkan sumber pendapat saya di jawaban saya yang lain sebelum ini di atas, bahwa kandungan di rahim ibu adalah salah satu faktor penentu orientasi seksual.
User avatar
nggakikutikut
 
Posts: 57
Joined: Wed Oct 02, 2013 11:16 am

Re: Saya murtad karena saya sudah murtad sebelum lahir.

Postby simplyguest » Wed Oct 09, 2013 4:11 am

nggakikutikut wrote:Bahkan, menurut beberapa penelitian, secara alamiah, di dunia fauna / hewan, homosexuality adalah hal lazim. Bukankah manusia itu anggota kerajaan hewan ? (Animalia>Chordata>Mammalia>Primates>Haplorrhini>Simiiformes>Catarrhini>Hominoidea>Hominidae).

Baca artikel berikut ini tentang homosexualitas di dunia hewan:
http://en.wikipedia.org/wiki/Homosexual ... in_animals

OMG... #-o
Jadi karena sesuatu hal yang lazim di dalam dunia hewan, otomatis berarti boleh juga dilakukan oleh manusia?
Jadi karena dalam dunia hewan lazim & alamiah untuk membunuh anak sendiri, membunuh pasangan setelah melakukan sex, melakukan perkosaan, bahkan kanibalisme, maka itu berarti manusia boleh melakukan hal2 itu karena mereka termasuk "anggota kerajaan hewan"? :shock:

nggakikutikut wrote:Keseimbangan alam terguncang karena homosexuality? Non sense. Kalau tidak ada homoseks, manusia sedunia semuanya akan berkembang biak seperti kelinci dan memenuhi planet bumi ini sampai tidak ada ruang tersisa. Rusaklah dunia ini, rusaklah alam ini.

Memangnya anda pikir manusia tidak bisa mengendalikan dirinya sendiri dengan aturan2 moral, sehingga tanpa homoseks mereka lalu akan berkembiang biak seperti kelinci?
Kalau begitu, kenapa tidak sekalian saja diberlakukan hukum rimba (saling bunuh, perkosa, kanibalisme, dsb) dalam dunia manusia? Toh menurut logika anda, hal itu juga alamiah dilakukan dalam dunia hewan dan berguna untuk menjaga keseimbangan alam.
Betul?


nggakikutikut wrote:Biarkanlah alam ini bekerja dengan semestinya. Mustahil manusia berusaha menghapus homoseksuality, lha wong semuanya terjadi secara alamiah. Mustahil juga manusia berusaha menghapus heterosexuality, lha wong semuanya terjadi secara alamiah. Nggak mungkin anda mengubah orang cebol menjadi jangkung kayak Michael Jordan supaya bisa jagoan basketball.

Ya ya ya, biarkanlah alam ini bekerja dengan semestinya. Jadi gak usahlah manusia berusaha menghapus kanibalisme, perkosaan, pembunuhan, lha wong semuanya terjadi secara alamiah kok.
Justru dengan melakukan itu, malah akan mengganggu keseimbangan alam, lha wong manusia itu termasuk dalam keluarga hewan kok.

Betul kan seperti itu logika anda, sdr nggakikutikut?
User avatar
simplyguest
 
Posts: 1908
Joined: Mon Apr 02, 2012 1:40 pm

Re: Saya murtad karena saya sudah murtad sebelum lahir.

Postby nggakikutikut » Wed Oct 09, 2013 11:01 am

simplyguest wrote:OMG... #-o
Jadi karena sesuatu hal yang lazim di dalam dunia hewan, otomatis berarti boleh juga dilakukan oleh manusia?
Jadi karena dalam dunia hewan lazim & alamiah untuk membunuh anak sendiri, membunuh pasangan setelah melakukan sex, melakukan perkosaan, bahkan kanibalisme, maka itu berarti manusia boleh melakukan hal2 itu karena mereka termasuk "anggota kerajaan hewan"? :shock:


Saya hanya membuktikan bahwa homoseksualitas itu kejadian alam secara biologis. Homoseksualitas itu bukan tindakan kriminal. Manusia itu hewan. Di dunia hewan ada hewan yang albino. Tentu saja manusia ada juga yang albino. Lucu kalau kita mengatakan "karena hewan ada yang albino", maka "manusia BOLEH juga jadi albino"! Ini bukan masalah BOLEH atau TIDAK BOLEH. Ini masalah kejadian alam yang tidak bisa diubah.

Kamu pikir dengan adanya agama maka akan tidak ada perkosaan, tidak ada kanibalisme, tidak ada ayah yang membunuh anaknya, tidak ada pencuri, tidak ada pedophile? Perkosaan, kanibalisme, pembunuhan anak kandung, pembunuhan istri, pembunuhan suami, itu semua terjadi sejak jutaan tahun yang lalu sampai sekarang. Manusia itu hewan. Manusia pasti membunuh. Kasus kanibal ada di mana-mana. Kalau ada yang kanibal, membunuh, memperkosa, itu bukan salahnya orang homoseks, itu salahnya manusia yang melakukannya.

Homoseksualitas itu bukan ancaman terhadap peradaban manusia. Homoseksualitas sudah ada dari jaman dulu hingga sekarang. Banyak negara-negara maju sudah mengakui hak asasi manusia homoseksual untuk menjalin hubungan hidup sebagai pasangan resmi. Jangan pikir bahwa ini menyebabkan semua orang jadi homo, terus nggak ada bayi-bayi yang lahir. LIhat, homoseksualitas suda ada sejak jaman dulu dan manusia masih bertahan berkembang biak seperti biasanya.

Sekali lagi, orientasi homoseksual itu bukan tindakan kriminal. Di negaraku, orang homoseks aktif membantu membangun negara. Mereka menjadi menteri, senator, atlet peraih medali emas, ilmuwan penemu teknologi baru, penolong orang miskin / dermawan, dan sebagainya.

Jangan kamu samakan "perilaku homoseks" dengan perbuatan kriminal "membunuh anak, kanibal, memperkosa". Tentu anda tidak mau kalau "perilaku heteroseks" disamakan dengan "membunuh anak, memperkosa, kanibal".

Sekali lagi, ini bukan masalah boleh atu tidak boleh. Bukan masalah hewan boleh terus manusia boleh. Saya hanya berpendapat bahwa homoseksualitas itu natural, fenomena alam, terjadi secara alami. Kalau anda punya pendapat bahwa homoseksualitas itu bukan kejadian alam, silahkan tunjukkan sumber informasi anda. Saya sudah menjelaskannya di halaman pertama diskusi ini.

Manusia sudah berusaha dengan senjata agamanya untuk melarang pembunuhan, perzinaan, pemerkosaan, dan lain lainya. TOH, pastur-pastur masih aja memperkosa anak2 gereja. TOH, ustadz-ustadz masih aja berzina, masih aja pedophile.. TOH, manusia masih ada yang lahir sebagai homoseks, heteroseks, bisexual dan hermaphrodites. Manusia tidak bisa menolak kenyataan ini. Manusia itu hewan. Bahkan lebih buas daripada hewan. Hewan mengambil secukupnya yang ada di alam ini. Manusia mengambil sebanyak-banyaknya yang ada di alam ini termasuk hewan-hewan sampai banyak spesies hewan yang punah gara-gara manusia.


simplyguest wrote:Memangnya anda pikir manusia tidak bisa mengendalikan dirinya sendiri dengan aturan2 moral, sehingga tanpa homoseks mereka lalu akan berkembiang biak seperti kelinci?
Kalau begitu, kenapa tidak sekalian saja diberlakukan hukum rimba (saling bunuh, perkosa, kanibalisme, dsb) dalam dunia manusia? Toh menurut logika anda, hal itu juga alamiah dilakukan dalam dunia hewan dan berguna untuk menjaga keseimbangan alam.
Betul?


Siapa yang bilang manusia tidak bisa mengendalikan dirinya sendiri? Tentu saja bisa.
Ngapain harus mengumumkan berlakukannya hukum rimba? Lha wong tanpa hukum rimba saja manusia sudah membunuh, memerkosa, jadi kanibal dan lain-lain. Manusia punya kemampuan untuk mengatur hidupnya.
Saya tidak bilang heteroseks tidak bisa mengandalkan diri. Saya bilang bahwa gangguan keseimbangan alam tidak disebabkan oleh homoseks. Gangguan keseimbangan alam disebabkan oleh manusia yang tak bertanggung jawab merusak alam ini, mengeksploitasi sumber daya alam ini, karena jumlah penduduk bumi yang meledak. Kita tidak bisa menolak fakta ini. Polusi udara, air dan tanah semua karena manusia.

Jumlah manusia di bumi ini di tahun 1800 an adalah sekitar 1 miliar. Sedangkan sekarang, jumlah manusia di bumi menjadi sekitar 7 miliar lebih. Lihat grafik perkembangan jumlah penduduk di bumi di sini: https://en.wikipedia.org/wiki/World_population

Image

Dengan melihat fakta di atas, betapa pesatnya perkembangan jumlah manusia di bumi ini! Manusia lah penyebab guncangnya keseimbangan alam.


simplyguest wrote:Ya ya ya, biarkanlah alam ini bekerja dengan semestinya. Jadi gak usahlah manusia berusaha menghapus kanibalisme, perkosaan, pembunuhan, lha wong semuanya terjadi secara alamiah kok.
Justru dengan melakukan itu, malah akan mengganggu keseimbangan alam, lha wong manusia itu termasuk dalam keluarga hewan kok.

Betul kan seperti itu logika anda, sdr nggakikutikut?


Saya mengatakan "biarlah alam bekerja dengan semestinya" adalah berhubungan dengan homoseksualitas. Kita tidak bisa menghapus homoseksualitas. Kita tidak bisa menghapus manusia albino. Kita tidak bisa menghapus hermaphrodites. Kita tidak bisa menghapus heteroseks. Biarkan proses alami ini berjalan semestinya. Kesalahfahaman anda terhadap pendapat saya di sini adalah anda menyamakan homoseksualitas dengan tindakan kriminal pembunuhan, kanibalisme, dan pemerkosaan, yang mana tidak ada bedanya dengan menyamakan heteroseksualitas dengan pembunuhan, kanibalisme, dan pemerkosaan. Mudah2an anda faham. Saya menjawab pendapat yang menyatakan bahwa homoseksualitas menyebabkan guncangan keseimbangan alam, yang mana sangat absurd.
User avatar
nggakikutikut
 
Posts: 57
Joined: Wed Oct 02, 2013 11:16 am

Masalah Gay 2

Postby simplyguest » Wed Oct 09, 2013 10:54 pm

swatantre wrote:3. Apakah teman2 (muslim atau kafir) kecewa demi mendapati murtadin yg homo? Bila masih belum puas saya saran supaya lebih baik membuka thread baru. Walau saya tidak yakin ini relevan dg misi FFI. Tidak layak menyerang seseorang karena, dalam hal ini, orientasi seksualnya. FFI adalah wadah menelanjangi islam. Bukan kepribadian seseorang.

Tolong jangan salah sangka.
Saya pribadi sama sekali tidak merasa kecewa mendapati ada murtadin yang homo, lesbi atau apapun orientasi seksualnya, karena itu memang hak & pilihannya dia.
Saya juga sama sekali tidak berusaha menyerang kepribadian TS (jika memang dia adalah seorang homoseksual).

Yang saya gugat di sini adalah argumen dari TS bahwa "jika hewan secara alamiah & lazim melakukan sesuatu, maka manusiapun selayaknya harus dipandang alamiah & lazim melakukan hal yang sama, karena manusia termasuk anggota kerajaan hewan.".
Saya anggap argumen ini SALAH BESAR.
Dan ini sudah saya tunjukkan lewat contoh tentang kanibalisme, perkosaan dan pembunuhan yang alamiah & lazim di dunia hewan. Tapi apakah hal ini membuat hal2 tsb harus kita pandang lazim dalam dunia manusia, karena seperti yang TS bilang, bahwa kita "termasuk anggota kerajaan hewan"? #-o
Bukankah wajar jika ada argumen yang kita pandang salah, lalu kita coba kritisi dengan menunjukkan dimana salahnya?

Tapi saya akui memang ini sudah melenceng dari topik tentang islam yang menjadi misi utama FFI.
Jadi saya juga tidak terlalu menyarankan untuk melanjutkan masalah ini apalagi membuka thread baru mengenai pro kontra homo.
Buat sdr. TS, silakan diteruskan kesaksiannya...
User avatar
simplyguest
 
Posts: 1908
Joined: Mon Apr 02, 2012 1:40 pm

Re: Saya murtad karena saya sudah murtad sebelum lahir.

Postby simplyguest » Thu Oct 10, 2013 1:21 am

buncis hitam wrote:Untuk bung SG sori kalo saya terlalu sok tau. Itu hanya perkiraan saya aja. Kalo salah gak usah dipikirkan.

Yang anda bilang sebelumnya itu memang benar.
Karena pola mental TS yang pasrah berpikir "saya dilahirkan sebagai homo, maka tidak mungkin saya berubah", ini mirip sekali dengan doktrin "takdir" dari islam. Bahkan lebih parah, karena menurut kepercayaan islam, takdir pun sebenarnya masih bisa diubah.
Mental fatalis seperti ini menurut saya sangat berbahaya.
Bisa saja nanti seorang pembunuh psikopat berdalih jika dia tidak bersalah karena dilahirkan dengan "gen psychopath", jadi dia menganggap mustahil dia bisa berubah.
Dia juga bisa berdalih :
"membunuh itu natural, fenomena alam, terjadi secara alami. Hewan pun melakukannya, nih saya kasih linknya....
Jadi biarkan saja terjadi secara alami. Manusia itu hewan. Justru kalau tidak ada pembunuhan, manusia sedunia semuanya akan memenuhi planet bumi ini sampai tidak ada ruang tersisa. Rusaklah dunia ini, rusaklah alam ini."
User avatar
simplyguest
 
Posts: 1908
Joined: Mon Apr 02, 2012 1:40 pm

Re: Masalah Gay

Postby kdonk » Thu Oct 10, 2013 4:53 am

ikutan nimbrung dong...

klo menurut gw, gay gene itu ga ad. well, karena research masih berlangsung da belum ada hasil, gw bilang belum tentu ada. tapi menurut gw yang lebi penting itu, lingkungan. cara ny d gedein, pergaulan, media, dll gw pikir itu yang lebih berpengaruh. hal2 psikologis ini yg gw rasa lebih berpengaruh k seseorang, termasuk seksualitas. tapi (lagi) semuanya terjadi bawah sadar. jadi orang2 ga akan sadar klo dy tuh lagi di 'bentuk' jadi apa? termasuk gay ato ga.

sekali lagi, ini menurut gw...
User avatar
kdonk
 
Posts: 128
Joined: Thu Dec 22, 2011 7:09 am

Re: Saya murtad karena saya sudah murtad sebelum lahir.

Postby simplyguest » Thu Oct 10, 2013 9:12 am

nggakikutikut wrote:Saya hanya membuktikan bahwa homoseksualitas itu kejadian alam secara biologis. Homoseksualitas itu bukan tindakan kriminal. Manusia itu hewan. Di dunia hewan ada hewan yang albino. Tentu saja manusia ada juga yang albino. Lucu kalau kita mengatakan "karena hewan ada yang albino", maka "manusia BOLEH juga jadi albino"! Ini bukan masalah BOLEH atau TIDAK BOLEH. Ini masalah kejadian alam yang tidak bisa diubah.

Homoseksualitas adalah faktor psikologis, sama sekali berbeda dengan "albino" ](*,)
Kalau begitu, seorang psychopath juga bisa beralasan sama dengan anda dong?
Karena toh berdasarkan penelitian juga, sifat psycho itu bisa ditentukan oleh gen yang dibawanya sejak lahir.
Jadi seorang psychopath bisa membela diri seperti anda : "Ini bukan masalah BOLEH atau TIDAK BOLEH. Ini masalah kejadian alam yang tidak bisa diubah!" (dan kasus seperti ini pernah terjadi).

nggakikutikut wrote:Kamu pikir dengan adanya agama maka akan tidak ada perkosaan, tidak ada kanibalisme, tidak ada ayah yang membunuh anaknya, tidak ada pencuri, tidak ada pedophile? Perkosaan, kanibalisme, pembunuhan anak kandung, pembunuhan istri, pembunuhan suami, itu semua terjadi sejak jutaan tahun yang lalu sampai sekarang. Manusia itu hewan. Manusia pasti membunuh. Kasus kanibal ada di mana-mana. Kalau ada yang kanibal, membunuh, memperkosa, itu bukan salahnya orang homoseks, itu salahnya manusia yang melakukannya.

Homoseksualitas itu bukan ancaman terhadap peradaban manusia. Homoseksualitas sudah ada dari jaman dulu hingga sekarang. Banyak negara-negara maju sudah mengakui hak asasi manusia homoseksual untuk menjalin hubungan hidup sebagai pasangan resmi. Jangan pikir bahwa ini menyebabkan semua orang jadi homo, terus nggak ada bayi-bayi yang lahir. LIhat, homoseksualitas suda ada sejak jaman dulu dan manusia masih bertahan berkembang biak seperti biasanya.

Ya ya ya, jadi biarkan saja semuanya terjadi secara alami natural.
Gak perlu ada pelarangan2 atau aturan2, karena hal itu percuma, malah justru akan merusak keseimbangan alam.
Lihat, pembunuhan sudah ada sejak jaman dulu dan manusia masih bertahan berkembang biak seperti biasanya.
Begitu kan logika anda?

nggakikutikut wrote:Sekali lagi, orientasi homoseksual itu bukan tindakan kriminal. Di negaraku, orang homoseks aktif membantu membangun negara. Mereka menjadi menteri, senator, atlet peraih medali emas, ilmuwan penemu teknologi baru, penolong orang miskin / dermawan, dan sebagainya.

Jangan kamu samakan "perilaku homoseks" dengan perbuatan kriminal "membunuh anak, kanibal, memperkosa". Tentu anda tidak mau kalau "perilaku heteroseks" disamakan dengan "membunuh anak, memperkosa, kanibal".

Loh, saya kan cuma menggunakan logika berpikir anda berdasarkan dasar alasan yang anda ajukan sendiri.
Anda menganggap jika seseorang dilahirkan dengan gen/sifat tertentu, maka percuma saja untuk dicegah, karena justru akan mengganggu proses alamiah yang ujung2nya akan membawa kepada kerusakan bumi.
Betul kan ini logika anda?

Anda menganggap bahwa karena seseorang dilahirkan dengan sifat homoseksual, maka dia MUSTAHIL bisa berubah.
Begitu juga seorang psycopath yang dilahirkan dengan gen yang bersifat agresif/violent, dia juga MUSTAHIL bisa berubah.
Anda menganggap bahwa percuma menghapus homoseksualitas, karena manusia adalah hewan dan hal itu justru akan mengganggu proses alamiah.
Seorang psychopath juga bisa menggunakan alasan yang sama di pengadilan : "manusia adalah hewan, bahkan lebih buas. Jadi percuma kalian berusaha menghapus pembunuhan, hal itu justru akan mengganggu proses alamiah!"

Cocok kan?

nggakikutikut wrote:Siapa yang bilang manusia tidak bisa mengendalikan dirinya sendiri? Tentu saja bisa.

Saya tidak bilang heteroseks tidak bisa mengandalkan diri.

Loh, anda kan bilang sebelumnya bahwa tanpa homoseksual, manusia akan berkembang biak seperti kelinci dan dunia ini akan rusak?
Ini saya quote lagi tulisan anda :
Kalau tidak ada homoseks, manusia sedunia semuanya akan berkembang biak seperti kelinci dan memenuhi planet bumi ini sampai tidak ada ruang tersisa. Rusaklah dunia ini, rusaklah alam ini.
User avatar
simplyguest
 
Posts: 1908
Joined: Mon Apr 02, 2012 1:40 pm

Re: Masalah Gay

Postby Kibou » Thu Oct 10, 2013 10:08 am

Bagaimana dengan argumen logika di bawah ini:

1. Apa yang berlaku di dunia hewan berlaku juga di dunia manusia.
2. Apa yang tidak berlaku di dunia hewan tidak berlaku juga di dunia manusia.
3. Di dunia hewan berlaku hukum rimba.
4. Di dunia hewan tidak berlaku hukum moral dan etika. (boro-boro mau golden rule segala)

Maka

5. Di dunia manusia berlaku hukum rimba. (dari 1 dan 3)
6. Di dunia manusia tidak berlaku hukum moral dan etika. (dari 2 dan 4)

Argumen ini sudah valid belum, Bro simplyguest?
User avatar
Kibou
 
Posts: 1359
Joined: Mon Nov 03, 2008 11:30 am
Location: Land of the free

Re: Masalah Gay

Postby simplyguest » Thu Oct 10, 2013 10:25 am

Kibou wrote:Bagaimana dengan argumen logika di bawah ini:

1. Apa yang berlaku di dunia hewan berlaku juga di dunia manusia.
2. Apa yang tidak berlaku di dunia hewan tidak berlaku juga di dunia manusia.
3. Di dunia hewan berlaku hukum rimba.
4. Di dunia hewan tidak berlaku hukum moral dan etika. (boro-boro mau golden rule segala)

Maka

5. Di dunia manusia berlaku hukum rimba. (dari 1 dan 3)
6. Di dunia manusia tidak berlaku hukum moral dan etika. (dari 2 dan 4)

Argumen ini sudah valid belum, Bro simplyguest?

Justru poin2 inilah yang ingin saya konfirmasikan dari sdr. nggakikutikut.
Alasan "manusia adalah hewan dan karena hewan secara alamiah melakukan suatu hal, maka manusia pun tidak bisa dicegah untuk melakukan hal yang sama, karena ini justru merusak alamiah" ini adalah alasan dari sdr. nggakikutikut, bukan alasan saya.
User avatar
simplyguest
 
Posts: 1908
Joined: Mon Apr 02, 2012 1:40 pm

Re: Masalah Gay

Postby Kibou » Thu Oct 10, 2013 10:30 am

Kibou wrote:Bagaimana dengan argumen logika di bawah ini:

1. Apa yang berlaku di dunia hewan berlaku juga di dunia manusia.
2. Apa yang tidak berlaku di dunia hewan tidak berlaku juga di dunia manusia.
3. Di dunia hewan berlaku hukum rimba.
4. Di dunia hewan tidak berlaku hukum moral dan etika. (boro-boro mau golden rule segala)

Maka

5. Di dunia manusia berlaku hukum rimba. (dari 1 dan 3)
6. Di dunia manusia tidak berlaku hukum moral dan etika. (dari 2 dan 4)

Argumen ini sudah valid belum, Bro simplyguest?


simplyguest wrote:Justru poin2 inilah yang ingin saya konfirmasikan dari sdr. nggakikutikut.
Alasan "manusia adalah hewan dan karena hewan secara alamiah melakukan suatu hal, maka manusia pun tidak bisa dicegah untuk melakukan hal yang sama, karena ini justru merusak alamiah" ini adalah alasan dari sdr. nggakikutikut, bukan alasan saya.


Iya Bro. Kan kesimpulannya absurd tuh. Jadi ada "something wrong" dengan premis-premisnya. Itulah absurdnya menyamaratakan hewan dengan manusia.
User avatar
Kibou
 
Posts: 1359
Joined: Mon Nov 03, 2008 11:30 am
Location: Land of the free

Re: Masalah Gay

Postby simplyguest » Thu Oct 10, 2013 10:59 am

Kibou wrote:Iya Bro. Kan kesimpulannya absurd tuh. Jadi ada "something wrong" dengan premis-premisnya. Itulah absurdnya menyamaratakan hewan dengan manusia.

Betul, dan inilah yang saya gugat. Argumennya, bukan pribadinya.
User avatar
simplyguest
 
Posts: 1908
Joined: Mon Apr 02, 2012 1:40 pm

Re: Saya murtad karena saya sudah murtad sebelum lahir.

Postby nggakikutikut » Thu Oct 10, 2013 5:46 pm

rahimii wrote:Menurut penelitian, orientasi sexual tidak terbentuk dalam kandungan.


Saya masih menunggu sumber informasi valid dari pendapat anda ini. Saya sudah cantumkan sumber informasi yang menyatakan bahwa orientasi sexual homosexual terbentuk dalam kandungan.

simplyguest wrote:Yang saya gugat di sini adalah argumen dari TS bahwa "jika hewan secara alamiah & lazim melakukan sesuatu, maka manusiapun selayaknya harus dipandang alamiah & lazim melakukan hal yang sama, karena manusia termasuk anggota kerajaan hewan.".


Anda terbukti salah memahami pendapat saya. Anda salah faham. Anda bilang "jika hewan secara alamiah melakukan sesuatu". Hewan tidak bisa melakukan homoseksual. Homoseksual itu bukan perbuatan. Homoseksual itu bukan perbuatan kriminal. Saya homoseksual, bukannya Saya melakukan homoseksual.

Saya sudah bilang sebelumnya bahwa anda salah faham tentang pendapat saya tentang "alamiah". Alamiah di sini saya maksudkan berhubungan dengan homoseksualitas, bukan dengan pembunuhan, kanibal, pemerkosaan. Alamiah menjadi homoseksual karena alamiah terbentuk sebagai homoseksual sejak di dalam kandungan ibu. Alamiah karena terlahir secara alami sebagai homoseksual. Inilah pendapat saya. Faham?

Sebelum anda menolak pendapat saya bahwa homoseksual terbentuk di dalam kandungan ibu, tolong beri sumber infonya dulu.

Kalau menurut anda homoseksualitas itu tidak lazim di dunia manusia, apa yang akan kamu lakukan? Menghapuskannyakah? Silahkan beritahu saya kalau homoseksualitas sudah berhasil dihapus di bumi ini. Kalau anda ingin mencegah adanya homoseksualitas di bumi ini, anda harus mencegah setiap bayi untuk bisa lahir ke dunia ini... karena setiap bayi yang lahir punya kemungkinan lahir sebagai homoseksual.

Saya tidak bilang bahwa jika hewan melakukan tindakan A, terus manusia selayaknya harus melakukan tindakan A juga. Terserah manusianya. Mereka tahu kalau membunuh orang di negara B, maka dia akan dihukum sesuai hukum yang berlaku di negara B.

Saya bilang bahwa homoseksualitas terbentuk di dalam kandungan ibu. Sekali lagi, saya sudah cantumkan sumber informasinya. Belum ada satupun penjawab thread ini yang mencantumkan sumber informasi bahwa homoseksualitas terbentuk oleh lingkungan. Juga, silahkan buktikan bahwa sumber informasi saya di atas, di awal thread ini, adalah salah atau tidak. Baru anda bisa mengatakan bahwa homoseksualitas tidak terbentuk dalam kandungan. Kalau anda malas membaca sumber2 informasi yang sudah saya cantumkan, ya salah anda sendiri malas membaca.

Sekali lagi, homoseksualitas berbeda dengan pembunuhan, pemerkosaan, kanibal. Homoseksualitas bukanlah tindakan kriminal. Buktinya, negara2 maju sedunia ini sudah banyak yang mengakui homoseksualitas dan melegalkan pernikahan homoseksual.Negara2 yang terbelakang dan sok religious lah yang masih homophobia dan menolak kenyataan hidup bahwa homoseksualitas itu ada dan harus dihormati dan diakui hak hak hidupnya.

simplyguest wrote:"membunuh itu natural, fenomena alam, terjadi secara alami. Hewan pun melakukannya, nih saya kasih linknya....
Jadi biarkan saja terjadi secara alami. Manusia itu hewan. Justru kalau tidak ada pembunuhan, manusia sedunia semuanya akan memenuhi planet bumi ini sampai tidak ada ruang tersisa. Rusaklah dunia ini, rusaklah alam ini."


Anda terbukti memodifikasi pernyataan saya. Saya tidak mengatakan hal itu. Ini pernyataan saya yang sebenarnya: Keseimbangan alam terguncang karena homosexuality? Non sense. Kalau tidak ada homoseks, manusia sedunia semuanya akan berkembang biak seperti kelinci dan memenuhi planet bumi ini sampai tidak ada ruang tersisa. Rusaklah dunia ini, rusaklah alam ini.

Saya sama sekali tidak menyebutkan kata2 pembunuhan, kanibalisme, pemerkosaan dalam memberi alasan bahwa homoseksualitas itu alami terjadi sejak dalam kandungan. Saudara SimplyGuest lah yang memulai mengatakan kata2 pembunuhan, kanibalisme, pemerkosaan.

Sekali lagi: homoseksualitas itu sama saja dengan heteroseksualitas. Mereka alami terjadi sejak dalam kandungan. Heteroseksualitas & Homoseksualitas berbeda dengan Pembunuhan, Kanibalisme, Pemerkosaan.

Sekali lagi: homoseksualitas itu sama saja dengan heteroseksualitas. Mereka alami terjadi sejak dalam kandungan. Heteroseksualitas & Homoseksualitas berbeda dengan Pembunuhan, Kanibalisme, Pemerkosaan. Orang heteroseksual, orang homoseksual bukan berarti orang kriminal. Pembunuh, Kanibalist, Pemerkosa, berarti orang kriminal.

Sekali lagi, kalau anda berpendapat homoseksualitas bukan alami sejak dalam kandungan, silahkan cantumkan sumber informasi penelitiannya dan buktikan kalau sumber informasi penelitian yang saya cantumkan di atas adalah salah. Saya sudah buktikan bahwa penelitian nomor 3. sangat cocok dengan keadaan saya dan kakak-kakak saya. Baca lagi tulisan saya yang lebih awal.
User avatar
nggakikutikut
 
Posts: 57
Joined: Wed Oct 02, 2013 11:16 am

Next

Return to Lain-Lain



Who is online

Users browsing this forum: No registered users