.

Khalid Bin Walid, Panglima Perang Tak Terkalahkan

Khalid Bin Walid, Panglima Perang Tak Terkalahkan

Postby Khalid Syaifullah » Wed Dec 22, 2010 10:30 am

Khalid ibn Al-Walid adalah salah satu jenderal Arab yang sangat dikenal di awal penaklukan Islam Abad ke-7, tercatat akan kemampuan militernya dalam memimpin pasukan-pasukan Muhammad dan dua Khulafaur Rasyidin pertama, Abu Bakr dan Umar ibn Al-Khattab. Karena ia tidak terkalahkan dalam lebih dari seratus pertempurannya melawan Imperium Romawi Timur dan Imperium Persia, ia dihormati sebagai salah satu panglima militer terbaik sepanjang masa.

Ia lahir sekitar tahun 592 M di Makkah. Khalid terlahir sebagai anggota Bani Makhzum, salah satu klan yang berpengaruh di Makkah dan berperan sebagai andalan di bidang militer. Ketika Islam pertama kali tumbuh di Makkah, ia termasuk golongan mayoritas yang sangat memusuhi Muhammad dan para pengikutnya. Ketika umat Islam Makkah berhijrah ke Madinah, beberapa pertempuran besar berlangsung antara pasukan Makkah dan pasukan Madinah. Ia terlibat dalam Pertempuran Uhud dan Pertempuran Khandaq ‘Parit’.

Untuk pertama kalinya ia mempertunjukkan keahliannya dalam bertempur pada Pertempuran Uhud. Ia menjadi panglima pasukan kavaleri kuda Makkah. Dalam kondisi pasukan Makkah yang terdesak, Khalid mampu mengubah keadaan menjadi kemenangan Makkah.

Tahun 628 M, Perjanjian Hudaybiyah disepakati. Perjanjian ini adalah perjanjian gencatan senjata antara Makkah dan Madinah. Setelah perjanjian ini, Khalid masuk Islam. Tiga tahun sejak ia masuk Islam, untuk pertama kalinya ia bergabung dalam pasukan Islam dalam pertempuran yang cukup penting, Pertempuran Mu’tah.

Dalam pertempuran ini, ia menjadi prajurit biasa bersama 3.000 pasukan Madinah lainnya menghadapi sekitar 100.000-200.000 pasukan Romawi Timur. Di tengah pertempuran yang berlangsung selama tujuh hari ini, ia ditunjuk untuk menjadi panglima karena tewasnya tiga panglima: Zayd bin Haritsah, Ja’far bin Abu Thalib, dan Abdullah bin Rawahah. Dengan perannya ini, pasukan Madinah bisa bertahan selama tujuh hari.

Ia mengubah posisi pasukan sayap kanan ke sayap kiri dan begitu juga sebaliknya. Ia lalu membariskan seluruh pasukannya dalam barisan yang amat panjang untuk memberikan kesan jumlah pasukannya lebih banyak. Ia juga memerintahkan pasukannya untuk membuat debu dan pasir beterbangan lebih dari yang seharusnya. Strateginya berjalan cukup sukses dengan timbulnya kewas-wasan dalam hati pasukan Romawi karena mengira pasukan Madinah menerima bantuan. Efek ini muncul karena mereka harus berhadapan dengan wajah baru setiap harinya. Khalid lalu dengan lebih mudah agak mengorientasikan pasukannya untuk selalu mundur sedikit demi sedikit. Pasukan Romawi mengira hal ini adalah jebakan untuk membuat mereka masuk ke gurun pasir Arab yang “kejam”. Hari ketujuh, perang berakhir dengan mundurnya kedua belah pihak. Dalam pertempuran ini, Khalid mematahkan sembilan pedangnya yang menunjukkan betapa intensifnya pertempuran antar kedua belah pihak. Karena kepemimpinannya dalam pertempuran ini juga, ia dijuluki SayfUllah ‘Pedang Allah’.

Di masa Khalifah Abu Bakr, Khalid diutus memimpin 18.000 dalam Perang Islam-Persia. Perang ini diawali oleh Khalid dengan pengiriman surat kepada Hormuz, Gubernur Persia untuk Mesopotamia. Isi suratnya sangat terkenal seperti yang dicantumkan di bawah ini.
“Masuklah dalam Islam dan kalian akan selamat. Atau bayarlah jizyah, dan Kamu serta rakyatmu akan kami lindungi, jika tidak, Kamu akan menjadi bersalah atas konsekuensinya, karena saya akan datang kepada kalian dengan orang-orang yang mencintai kematian sebagaimana kalian mencintai kehidupan.”
Pertempuran pun harus dilakukan karena Persia tidak mau takluk begitu saja. Empat pertempuran pertama dimenangkan pasukan Kekhalifahan Islam: Pertempuran Rantai, Pertempuran Sungai, Pertempuran Walaja, dan Pertempuran Ullais. Khalid benar-benar memanfaatkan kelemahan pasukan Persia yang sangat lambat karena beratnya persenjataan dan baju perang mereka. Dalam Pertempuran Rantai, ia “mengerjai” pasukan Hormuz dengan membuat mereka bolak-balik antara Kota Uballa dan Kota Kazima beberapa kali. Akibatnya pasukan Persia kelelahan dan Khalid pun memenangkan pertempuran pertamanya melawan Hormuz. Satu bulan kemudian, Hirah, ibukota Mesopotamia, berhasil direbut dan dalam beberapa bulan berikutnya, seluruh Mesopotamia dikuasai oleh Kekhalifahan Islam.

Setelah tugasnya usai dalam tahap pertama penaklukan Persia, ia diutus untuk memimpin pasukan khalifah di front peperangan di barat, Perang Islam-Romawi Timur. Agustus-November 634 M, Umar ibn Al-Khattab menggantikan Abu Bakr sebagai khalifah dan mengeluarkan keputusan yang mengejutkan dengan menurunkan jabatan sepupunya, Khalid, sebagai panglima tertinggi dalam penaklukan Syams. Tidak ada reaksi negatif dari dirinya. Ia terus bertempur.
Bulan Oktober 636 M, Abu Ubaydah menyerahkan kepemimpinan pasukan untuk sementara kepada Khalid sebagai panglima keseluruhan pasukan yang jumlahnya berkisar 30.000-40.000. Pasukan Romawi Timur yang datang ternyata benar-benar sesuai dengan kabar dari tawanan perang pada pertempuran sebelumnya, 150.000-240.000.

Pertempuran Yarmuk pun terjadi dan terjadilah kemenangan yang sangat menentukan dan bersejarah. Dengan membariskan pasukannya sepanjang 18 km, Khalid mengawali perang dengan strategi bertahan dan melakukan serangan balik ketika pertengahan hari. Kondisi ini terus berlangsung selama 4 hari. Pada hari kelima, pasukan Romawi mencoba membuat gencatan senjata, tetapi gagal. Pada hari keenam, Khalid mengubah strateginya menjadi penyerangan efektif. Pasukan Romawi kalah pada hari itu juga. Pertempuran Yarmuk merupakan salah satu dari contoh pertunjukan strategi militer brilian yang sangat langka di mana sejumlah pasukan dengan jumlah jauh lebih kecil mampu bertahan, bahkan menang melawan pasukan yang sangat besar jumlahnya.

Umar sekali lagi mengeluarkan kebijakan yang mengejutkan dengan memberhentikan Khalid secara total dari pasukan. Khalid dianggap terlalu berlebihan dengan memberikan ganjaran 10.000 Dirham untuk seorang penyair yang memuji dirinya. Ini dianggap sebuah pemborosan. Tahun 638 M, Khalid pun kembali ke Madinah dan secara normal agak memprotes pemberhentianny. Namun pada akhirnya, Khalid ibn Al-Walid tetap setia pada pemimpin dan agamanya. Ia menerima keputusan pemberhentiannya.

Khalid menjalani sisa kehidupannya di Kota Emesa, Syams. Ia wafat pada tahun 642 M dalam usia 50 tahun. Salah satu kalimat terakhirnya adalah sebagai berikut.
“… Dan di sini aku mati di atas tempat tidurku seperti domba yang mati. Mudah-mudahan mata orang-orang pengecut tidak akan pernah tidur!”
Pernyataannya ini menunjukkan kekecewaannya karena tidak bisa mencapai kematian di medan pertempuran yang merupakan dambaannya. Kuburannya sekarang menjadi bagian dari Masjid Khalid ibn Al-Walid.

Dalam sebuah narasi, dia memiliki bekas-bekas luka dari sejumlah sabetan pedang, tombak, dan panah hampir di semua bagian tubuhnya selain wajah. Orang-orang yang melihat luka-lukanya akan sulit menerka bagaimana ia bisa selamat dari luka-lukanya itu. Kemahirannya dalam bermain pedang dipertunjukkan dalam beberapa duel dalam pertempurannya. Dalam Pertempuran Rantai di Mesopotamia, ia membunuh Panglima Hormuz dalam duel seru yang disaksikan oleh dua belah pihak. Ia juga sangat mampu memanfaatkan pasukan berkudanya jauh lebih efektif dari musuh-musuhnya.

Rekor tidak terkalahkannya dalam pertempuran membuatnya memperoleh tempat yang hampir sejajar dengan Alexander The Great dan Subutai–salah satu panglima perang Jenghis Khan–. Ia sering sekali menggunakan beberapa taktik perang yang sangat cerdas seperti yang pernah ditulis dalam buku The Art of War karya Tsun Zu. Meskipun wilayah taklukannya tidak seluas taklukan Alexander The Great, ia tetap merupakan panglima perang terbaik di zamannya di samping Eulji Mundeok, panglima Korea yang hidup semasa dengannya.

Satu hal yang mungkin tidak bisa dimiliki oleh panglima perang lainnya adalah sifatnya yang jauh dari keangkuhan dan penuh kemurnian tujuan. Hal ini ditunjukkannya ketika menerima dengan penuh kelapangan dada kebijakan khalifahnya yang menurunkan jabatannya dan bahkan memberhentikannya dari pasukan. Sungguh sangat mungkin baginya memberontak pada khalifah karena pasukannya yang sangat mencintai diri jenderalnya. Ia hanya berkata, “Saya tidak berperang untuk Umar.”
Bahkan yang menjadi kekesalannya ketika diberhentikan bukanlah kekesalannya yang harus kehilangan jabatan, tetapi kekesalan karena tidak bisa lagi berperang membela agamanya dan mencapai cita-citanya untuk mati di medan perang.
Khalid Syaifullah
 
Posts: 7
Joined: Wed Dec 22, 2010 10:11 am

Re: Khalid Bin Walid, Panglima Perang Tak Terkalahkan

Postby Khalid Syaifullah » Wed Dec 22, 2010 10:36 am

Mana ada Panglima kapir yg bisa begini [-X [-X [-X
Khalid Syaifullah
 
Posts: 7
Joined: Wed Dec 22, 2010 10:11 am

Re: Khalid Bin Walid, Panglima Perang Tak Terkalahkan

Postby ICU » Sat Dec 25, 2010 4:21 am

Khalid Syaifullah wrote:Mana ada Panglima kapir yg bisa begini [-X [-X [-X

Memang gak ada panglima kafir yang bisa sebedjad si Khalid.

http://syiahali.wordpress.com/2010/09/2 ... h-ijtihad/
Khalid bin Walid (Dialah pembunuh Malik bin Nuwairah bin Hamzah At-Tamimi pada peristiwa “Al-Bithah”, dan langsung memperkosa bekas istrinya, Ummu Tamim binti Al-Minhal, yang tergolong wanita tercantik di antara kaum wanita masa itu. Kemudian Khalid pulang kembali ke Madinah seraya menancapkan beberapa anak panah di surbannya. Melihat itu, Umar bin Khaththab r.a. segera mencabut dan mematahkannya, lalu berkata kepadanya (sebagaimana tercantum dalam Tarikh Ibn Atsir dan lainnya): “Engkau telah membunuh seorang Muslim, lalu engkau memperkosa istrinya! Demi Allah, akan kurajam engkau!”

Kemudian ia memberitahukan tentang masalah itu kepada Khalifah Abu Bakar (seperti yang tertera pada buku biografi Watsimah bin Musa, dalam kitab Wafay Al-A’yn karya Ibn Khalikan): “Khalid telah berzina, rajamlah ia!” Namun Abu Bakar menjawab: “Aku tidak akan merajamnya. Ia telah ‘bertakwil’ dan keliru dalam takwilnya itu.” Umar berkata lagi: “Dan ia juga telah membunuh seorang Muslim. Bunuhlah ia sebagai hukuman atas perbuatannya itu!”

Jawab Abu Bakar: “Tidak, aku tidak akan membunuhnya karena itu. Ia telah bertakwil dan keliru dalam takwilnya itu.”

Tetapi, Umar tetap mendesaknya sehingga ia (Abu Bakar) akhirnya berkata: “Bagaimana pun juga, aku tidak mau menyarungkan ‘pedang’ yang telah dihunus oleh Allah SWT.” Kemudian Abu Bakar membayar diyat (uang tebusan) untuk keluarga Malik dari Bayt Al-Mal dan Melepas kan semua tawanan dari keluarganya. Peristiwa ini tidak disangsikan lagi kebenarannya. Dan tidak pula disangsikan bahwa Khalid lah yang melakukannya

Peristiwa ini telah disebutkan oleh Muhammad bin Jarir Ath-Thabari dalam Tarikh-nya serta Ibn Atsir dalam Al-Kamil. Juga oleh Watsimah bin Musa bin Al-Furat serta Al-Waqidi dalam kedua kitab mereka, Saif bin Umar dalam kitab Ar-Riddah wa Al-Futuh, Zubair bin Bakkar dalam Al-Muwaffaqiyyat, Tsabit bin Qasim dalam Ad-Dalail, Ibn Hajar Al-’Asqallani (pada pasal tentang riwayat hidup Malik) dalam Al-Ishabah, Ibn Syahmah dalam kitab Raudhah Al- Manadzir, Abu Al-Fida’ dalam Al-Mukhtasar, dan masih banyak lagi dari penulis-penulis yang dahulu dan sekarang. Semuanya menyebutkan tentang sikap memaafkan dari Abu Bakar terhadap Khalid atas dasar bahwa ia telah “bertakwil dan keliru dalam penakwilannya.”

Ada peristiwa tentang Khalid yang terjadi pada masa hidup RasuluUah SAWW. Yaitu tatkala beliau SAWW mengutus Khalid kepada suku Judzaimah untuk berdakwah, bukan untuk memerangi mereka. Sebelum itu –di zaman jahiliyah– suku Judzaimah tersebut pernah membunuh paman Khalid bernama Al-Fakih bin Mughirah. Maka segera setelah Khalid tiba di perkampungan mereka, ia memerintahkan: “Letakkan senjata kalian, sebab semua orang telah memeluk agama Idam.” Mereka pun segera meletakkan senjata mereka. Akan tetapi Khalid memerintahkan penangkapan atas mereka lalu membunuh sejumlah besar dari mereka. Ketika berita itu sampai kepada Nabi SAWW, beliau mengangkat tangan dan berdoa: “Ya Allah, aku berlepas tangan dari perbuatan Khalid! (Beliau mengulangi ucapannya ini, dua kali, sebagaimana tercantum dalam Shahih Al-Bukhari, jilid III, halaman 47, pada bab “Al-Maghazi: Pengutusan Khalid bin Walid ke suku Judzaimah)”
ICU
 
Posts: 865
Joined: Thu Jan 22, 2009 8:33 am

Re: Khalid Bin Walid, Panglima Perang Tak Terkalahkan

Postby Khalid Syaifullah » Sat Dec 25, 2010 8:03 am

Khalid Syaifullah wrote:Mana ada Panglima kapir yg bisa begini [-X [-X [-X

ICU wrote:Memang gak ada panglima kafir yang bisa sebedjad si Khalid.

http://syiahali.wordpress.com/2010/09/2 ... h-ijtihad/
Khalid bin Walid (Dialah pembunuh Malik bin Nuwairah bin Hamzah At-Tamimi pada peristiwa “Al-Bithah”, dan langsung memperkosa bekas istrinya, Ummu Tamim binti Al-Minhal, yang tergolong wanita tercantik di antara kaum wanita masa itu. Kemudian Khalid pulang kembali ke Madinah seraya menancapkan beberapa anak panah di surbannya. Melihat itu, Umar bin Khaththab r.a. segera mencabut dan mematahkannya, lalu berkata kepadanya (sebagaimana tercantum dalam Tarikh Ibn Atsir dan lainnya): “Engkau telah membunuh seorang Muslim, lalu engkau memperkosa istrinya! Demi Allah, akan kurajam engkau!”

Kemudian ia memberitahukan tentang masalah itu kepada Khalifah Abu Bakar (seperti yang tertera pada buku biografi Watsimah bin Musa, dalam kitab Wafay Al-A’yn karya Ibn Khalikan): “Khalid telah berzina, rajamlah ia!” Namun Abu Bakar menjawab: “Aku tidak akan merajamnya. Ia telah ‘bertakwil’ dan keliru dalam takwilnya itu.” Umar berkata lagi: “Dan ia juga telah membunuh seorang Muslim. Bunuhlah ia sebagai hukuman atas perbuatannya itu!”

Jawab Abu Bakar: “Tidak, aku tidak akan membunuhnya karena itu. Ia telah bertakwil dan keliru dalam takwilnya itu.”

Tetapi, Umar tetap mendesaknya sehingga ia (Abu Bakar) akhirnya berkata: “Bagaimana pun juga, aku tidak mau menyarungkan ‘pedang’ yang telah dihunus oleh Allah SWT.” Kemudian Abu Bakar membayar diyat (uang tebusan) untuk keluarga Malik dari Bayt Al-Mal dan Melepas kan semua tawanan dari keluarganya. Peristiwa ini tidak disangsikan lagi kebenarannya. Dan tidak pula disangsikan bahwa Khalid lah yang melakukannya

Peristiwa ini telah disebutkan oleh Muhammad bin Jarir Ath-Thabari dalam Tarikh-nya serta Ibn Atsir dalam Al-Kamil. Juga oleh Watsimah bin Musa bin Al-Furat serta Al-Waqidi dalam kedua kitab mereka, Saif bin Umar dalam kitab Ar-Riddah wa Al-Futuh, Zubair bin Bakkar dalam Al-Muwaffaqiyyat, Tsabit bin Qasim dalam Ad-Dalail, Ibn Hajar Al-’Asqallani (pada pasal tentang riwayat hidup Malik) dalam Al-Ishabah, Ibn Syahmah dalam kitab Raudhah Al- Manadzir, Abu Al-Fida’ dalam Al-Mukhtasar, dan masih banyak lagi dari penulis-penulis yang dahulu dan sekarang. Semuanya menyebutkan tentang sikap memaafkan dari Abu Bakar terhadap Khalid atas dasar bahwa ia telah “bertakwil dan keliru dalam penakwilannya.”


Memang benar...Khalid sedang berta'wil dgn keliru dalam ta'wilnya. Dalam buku Jalaluddin Rahmat, Ijtihad dalam sorotan. Bandung: Mizan, 1988, halm 173-174. Lihat Pula A. Syarifuddin Al-Musawi, Isu-Isu Penting Ihktilaf Sunnah Syi’ah. Bandung: Mizan, 1991. hal 69-70, Abu Bakar menilai pembunuhan Malik bin Nuwairah juga merupakan upaya ta’wil yang dilakukan oleh Khalid bin Walid. Ia beranggapan bahwa orang-orang yang menolak untuk membayar zakat kepada Abu Bakar adalah kafir, sementara Malik ternyata membagikan zakatnya kepada orang-orang di sekitarnya. Begitu jg halnya dalam hubungannya dgn Umm Tamim. Kata memperkosa itu terlalu tajam karena kesalahan Khalid adalah menikahi Umm Tamimm dalam masa Iddahnya dengan mengira bahwa ta'wil Alquran mengenai itu tdk berlaku dmasa perang. Dalam buku M. Husain Haikal , Abu Bakar As sidiq : litera Internusa disebutkan bahwa...isu ini sengaja dibuat dengan banyak versi untuk mencemarkan nama Khalid.

Ada peristiwa tentang Khalid yang terjadi pada masa hidup RasuluUah SAWW. Yaitu tatkala beliau SAWW mengutus Khalid kepada suku Judzaimah untuk berdakwah, bukan untuk memerangi mereka. Sebelum itu –di zaman jahiliyah– suku Judzaimah tersebut pernah membunuh paman Khalid bernama Al-Fakih bin Mughirah. Maka segera setelah Khalid tiba di perkampungan mereka, ia memerintahkan: “Letakkan senjata kalian, sebab semua orang telah memeluk agama Idam.” Mereka pun segera meletakkan senjata mereka. Akan tetapi Khalid memerintahkan penangkapan atas mereka lalu membunuh sejumlah besar dari mereka. Ketika berita itu sampai kepada Nabi SAWW, beliau mengangkat tangan dan berdoa: “Ya Allah, aku berlepas tangan dari perbuatan Khalid! (Beliau mengulangi ucapannya ini, dua kali, sebagaimana tercantum dalam Shahih Al-Bukhari, jilid III, halaman 47, pada bab “Al-Maghazi: Pengutusan Khalid bin Walid ke suku Judzaimah)”


Benar...apa yang dilakukan Khalid adalah kesalahan besar. Namun jk dilihat dari sisi yang berbeda..bahwa kemarahan Rasullulah menandakan beliau tidak suka membunuh orang yang telah meletakkan senjata sperti yg selalu kalian tuduhkan.
Khalid Syaifullah
 
Posts: 7
Joined: Wed Dec 22, 2010 10:11 am

Re: Khalid Bin Walid, Panglima Perang Tak Terkalahkan

Postby angky » Sat Dec 25, 2010 9:04 am

Khalid Syaifullah wrote:Satu hal yang mungkin tidak bisa dimiliki oleh panglima perang lainnya adalah sifatnya yang jauh dari keangkuhan dan penuh kemurnian tujuan


ICU wrote:Khalid bin Walid (Dialah pembunuh Malik bin Nuwairah bin Hamzah At-Tamimi pada peristiwa “Al-Bithah”, dan langsung memperkosa bekas istrinya, Ummu Tamim binti Al-Minhal, yang tergolong wanita tercantik di antara kaum wanita masa itu


Khalid Syaifullah wrote:Mana ada Panglima kapir yg bisa begini [-X [-X [-X


Khalid Syaifullah wrote:Benar...apa yang dilakukan Khalid adalah kesalahan besar


Baru dua babak kehebatan si khalid bin walid sudah turun, kalau dilanjutkan terus kenaifan khalid bin syaifullah bangkalan terbongkar juga.

Bung, Kenapa ya Umar selalu curiga ama si khalid bin walid sang panglima perang yang tidak angkuh dan MURNI TUJUAN PERANGnya??
angky
 
Posts: 3354
Joined: Wed Aug 18, 2010 11:11 am

Re: Khalid Bin Walid, Panglima Perang Tak Terkalahkan

Postby vhee » Sat Dec 25, 2010 2:05 pm

Wewww....ada Khalid rufanya ...Owhhhh So sweeetttt Image

Koleksi ane belum lengkap ttg Khalid nee....netter Khalid ada koleksi afa?
User avatar
vhee
 
Posts: 1885
Joined: Thu May 20, 2010 2:52 pm

Re: Khalid Bin Walid, Panglima Perang Tak Terkalahkan

Postby vhee » Sat Dec 25, 2010 2:13 pm

angky wrote:Baru dua babak kehebatan si khalid bin walid sudah turun, kalau dilanjutkan terus kenaifan khalid bin syaifullah bangkalan terbongkar juga.

Bung, Kenapa ya Umar selalu curiga ama si khalid bin walid sang panglima perang yang tidak angkuh dan MURNI TUJUAN PERANGnya??


Khalid itu berwatak kasar karena sejak kecil beliau sdh belajar seni berperang dan adu gulat. Khalid itu memiliki hubungan saudara sepupu dgn Umar sehingga Umar mengetahui betul watak Khalid, begitu jg sebaliknya. Mereka berdua mmg selalu bersebrangan, namun itu semua karena mereka memiliki persepsi yg berbeda dalam memandang segala hal tp bukan karena curiga atas kemurnian tujuan masing2 dalam menegakkan panji2 Islam.

Kemurnian dah kerendahan hati beliau terlihat ketika diturunkannya jabatan beliau sbg jendral oleh Umar sepeninggal Khalifah Abu Bakar... beliau tdk merasa ragu untuk terus berperang meskipun dia dijadikan prajurit yg diperintah oleh mantan bawahannya. Tdk ada orang sehebat beliau yang mau diperlakukan seperti itu setelah kegemilangan dan kemenangan terus menerus bergulir dibawah kepemimpinannya dimedan laga. Satu kata yang mencerminkan keikhlasan dan kemurnian tujuannya adalah :

" Aku berperang untuk Allah, bukan untuk Umar "
User avatar
vhee
 
Posts: 1885
Joined: Thu May 20, 2010 2:52 pm

Re: Khalid Bin Walid, Panglima Perang Tak Terkalahkan

Postby a_man » Sat Dec 25, 2010 3:24 pm

vhee wrote:Khalid itu berwatak kasar karena sejak kecil beliau sdh belajar seni berperang dan adu gulat.

Satu kata yang mencerminkan keikhlasan dan kemurnian tujuannya adalah :

" Aku berperang untuk Allah, bukan untuk Umar "

gimana khalid gak kasar, lha alohswt yg merintahin muslim :
Khalid diutus memimpin 18.000 dalam Perang Islam-Persia. Perang ini diawali oleh Khalid dengan pengiriman surat kepada Hormuz, Gubernur Persia untuk Mesopotamia.
Isi suratnya sangat terkenal seperti yang dicantumkan di bawah ini.

“Masuklah dalam Islam dan kalian akan selamat. Atau bayarlah jizyah, dan Kamu serta rakyatmu akan kami lindungi, jika tidak, Kamu akan menjadi bersalah atas konsekuensinya, karena saya akan datang kepada kalian dengan orang-orang yang mencintai kematian sebagaimana kalian mencintai kehidupan.”

persis hamas sekarang, ya tho ??
User avatar
a_man
 
Posts: 4320
Joined: Mon Sep 01, 2008 5:12 pm
Location: http://code.google.com/p/a-manffi/downloads/list

Re: Khalid Bin Walid, Panglima Perang Tak Terkalahkan

Postby vhee » Sat Dec 25, 2010 3:35 pm

vhee wrote:Khalid itu berwatak kasar karena sejak kecil beliau sdh belajar seni berperang dan adu gulat.

Satu kata yang mencerminkan keikhlasan dan kemurnian tujuannya adalah :

" Aku berperang untuk Allah, bukan untuk Umar "

a_man wrote:gimana khalid gak kasar, lha alohswt yg merintahin muslim :
Khalid diutus memimpin 18.000 dalam Perang Islam-Persia. Perang ini diawali oleh Khalid dengan pengiriman surat kepada Hormuz, Gubernur Persia untuk Mesopotamia.
Isi suratnya sangat terkenal seperti yang dicantumkan di bawah ini.

“Masuklah dalam Islam dan kalian akan selamat. Atau bayarlah jizyah, dan Kamu serta rakyatmu akan kami lindungi, jika tidak, Kamu akan menjadi bersalah atas konsekuensinya, karena saya akan datang kepada kalian dengan orang-orang yang mencintai kematian sebagaimana kalian mencintai kehidupan.”

persis hamas sekarang, ya tho ??


Ini afa hubunganya...??? Beliau itu bertabiat kasar, jauuhh sebelum beliau masuk Islam.

Kata kata yg bagus dan berisi :

saya akan datang kepada kalian dengan orang-orang yang mencintai kematian sebagaimana kalian mencintai kehidupan.”

Begitu hebat keberanian muslim. Cinta kematian...demi menegakkan agama , tdk seperti caviers yg melakukan segala cara demi menyelamatkan diri sendiri. Melakukan penaklukan demi kekuasaan dan foya foya, dan memenuhi hati rakyat dengan penindasan. Tdk pernah tercatat dalam sejarah, ada raja caviers yg tdk memeras rakyat dengan pajak tinggi demi kepentingan sendiri...DEMI KEPENTINGAN SENDIRI. So, jgn sok2 an ngemeng jizyah segala sbg penindasa...lah wong caviers lebih menindas kog kl berkuasa Image
User avatar
vhee
 
Posts: 1885
Joined: Thu May 20, 2010 2:52 pm

Re: Khalid Bin Walid, Panglima Perang Tak Terkalahkan

Postby abbadul » Sat Dec 25, 2010 4:06 pm

vhee wrote:...
Kata kata yg bagus dan berisi :

saya akan datang kepada kalian dengan orang-orang yang mencintai kematian sebagaimana kalian mencintai kehidupan.”
.....

Iyaa .... seperti grombolan perampok yg datang ... orangnya bringas2 ... takut akan kehidupan ... berani akan kematian ...
Ngeladeni makhluk bar2/primitip kayak gini sihhh .... sama juga orang waras ngeladeni orang mabok !

Yg kayak begini koq mbak vhee bilang hebat ...
Mbak vhee demen cowo klas bromocora yaa ...
User avatar
abbadul
 
Posts: 1097
Joined: Thu Jul 29, 2010 12:12 pm

Re: Khalid Bin Walid, Panglima Perang Tak Terkalahkan

Postby vhee » Sat Dec 25, 2010 4:17 pm

vhee wrote:...
Kata kata yg bagus dan berisi :

saya akan datang kepada kalian dengan orang-orang yang mencintai kematian sebagaimana kalian mencintai kehidupan.”
.....

abbadul wrote:Iyaa .... seperti grombolan perampok yg datang ... orangnya bringas2 ... takut akan kehidupan ... berani akan kematian ...
Ngeladeni makhluk bar2/primitip kayak gini sihhh .... sama juga orang waras ngeladeni orang mabok !

Yg kayak begini koq mbak vhee bilang hebat ...
Mbak vhee demen cowo klas bromocora yaa ...


Bukan begitu adikku chayank, coba difikir...manusia mana yg mencintai kematian ?
Kl hidup sdh sperti surga, tdk ada manusia yg mau mati. Islam sedang berada dalam masa kejayaannya saat itu. Tdk hanya rampasan perang tp jg kekuasaan dan kelezatan dunia "terhidang" didepan mata. Tapi tetap saja, muslim mencintai kematian. Ada apakah dibalik kematian itu sehingga nikmat dunia begitu remeh dimata mereka ? Cinta macam apa yg tertanam dihati mereka untuk Tuhannya sehingga rela mengorbankan nyawa? Tdk ada yg lebih murni daripada perjuangan muslim...dan bagi ane, satu dua kesalahan Khalid...tdk akan mampu mencemarkan kegemilangannya sbg Pedang Allah. Pedang yg terhunus...dan tak pernah terkalahkan oleh satu appn. Apakah msh ragu bahwa Pedang Allah itu sangat tajam dan apakah itu tak bisa membuktikan kemahakuasaan Allah ?
User avatar
vhee
 
Posts: 1885
Joined: Thu May 20, 2010 2:52 pm

Re: Khalid Bin Walid, Panglima Perang Tak Terkalahkan

Postby abbadul » Sat Dec 25, 2010 4:32 pm

vhee wrote:
Bukan begitu adikku chayank, coba difikir...manusia mana yg mencintai kematian ?
Kl hidup sdh sperti surga, tdk ada manusia yg mau mati. Islam sedang berada dalam masa kejayaannya saat itu. Tdk hanya rampasan perang tp jg kekuasaan dan kelezatan dunia "terhidang" didepan mata. Tapi tetap saja, muslim mencintai kematian. Ada apakah dibalik kematian itu sehingga nikmat dunia begitu remeh dimata mereka ? Cinta macam apa yg tertanam dihati mereka untuk Tuhannya sehingga rela mengorbankan nyawa? Tdk ada yg lebih murni daripada perjuangan muslim...dan bagi ane, satu dua kesalahan Khalid...tdk akan mampu mencemarkan kegemilangannya sbg Pedang Allah. Pedang yg terhunus...dan tak pernah terkalahkan oleh satu appn. Apakah msh ragu bahwa Pedang Allah itu sangat tajam dan apakah itu tak bisa membuktikan kemahakuasaan Allah ?

Hihihi ...
Nomor satu : "Jangan pake chayank2an ... entar sudah kena gw "KISSOUT" nyaho sia', kelepar-kleper kayak cacing kena garam !".
Nomor dua : "kalau yg kayak gitu sihh ... sama juga dengan FPI sekarang ... hanya sebagian kecil golongan (jelma' kalijodoh) yg berani menentangnya !".

Itu semua bukannya baik mbak vhee ...., tapi sama juga orang baik2 ngadepin grombolan perampok !
User avatar
abbadul
 
Posts: 1097
Joined: Thu Jul 29, 2010 12:12 pm

Re: Khalid Bin Walid, Panglima Perang Tak Terkalahkan

Postby vhee » Sat Dec 25, 2010 4:44 pm

abbadul wrote:Hihihi ...
Nomor satu : "Jangan pake chayank2an ... entar sudah kena gw "KISSOUT" nyaho sia', kelepar-kleper kayak cacing kena garam !".
Nomor dua : "kalau yg kayak gitu sihh ... sama juga dengan FPI sekarang ... hanya sebagian kecil golongan (jelma' kalijodoh) yg berani menentangnya !".

Itu semua bukannya baik mbak vhee ...., tapi sama juga orang baik2 ngadepin grombolan perampok !


hhihihih,....kamu memang lugu yah ( Luntung Gunung ) Image

Manknya ada y, tentara yg klemer klemer kl lg perang ? Bisa mati semua tuh......

Khalid itu berhasil membuat namanya ditakuti oleh musuh2nya. Musuh sdh gemetar hanya dgn mendengar namanya disebut blm lagi menghadapinya dlm peperangan. Menciptakan rasa takut dihati musuh adalah salah satu strategi perang. So, jgn asal bacot kl hemeng...Image
User avatar
vhee
 
Posts: 1885
Joined: Thu May 20, 2010 2:52 pm

Re: Khalid Bin Walid, Panglima Perang Tak Terkalahkan

Postby a_man » Sat Dec 25, 2010 5:02 pm

jadi kesimpulannya mnrt vhee :

1. ajaran islam (perintah alohswt) memang menindas kapir, sama kayak raja lalim

2. kemahakuasaan alohswt dibuktikan lewat pedang muslim (pertumpahan darah)

GW SE7 BGT !!
User avatar
a_man
 
Posts: 4320
Joined: Mon Sep 01, 2008 5:12 pm
Location: http://code.google.com/p/a-manffi/downloads/list

Re: Khalid Bin Walid, Panglima Perang Tak Terkalahkan

Postby abbadul » Sat Dec 25, 2010 5:08 pm

vhee wrote:hhihihih,....kamu memang lugu yah ( Luntung Gunung ) Image

Manknya ada y, tentara yg klemer klemer kl lg perang ? Bisa mati semua tuh......

Khalid itu berhasil membuat namanya ditakuti oleh musuh2nya. Musuh sdh gemetar hanya dgn mendengar namanya disebut blm lagi menghadapinya dlm peperangan. Menciptakan rasa takut dihati musuh adalah salah satu strategi perang. So, jgn asal bacot kl hemeng...Image

Seperti ini ya mbak vhee :
Dikisahkan oleh Abu Huraira:
Rasul Allâh SAW berkata, "Aku telah dikirim dengan pesan² pendek yang mengandung arti² terbanyak, dan aku telah dimenangkan melalui teror/rasa takut (yang dimasukkan ke dalam hati para musuh), ...
User avatar
abbadul
 
Posts: 1097
Joined: Thu Jul 29, 2010 12:12 pm

Re: Khalid Bin Walid, Panglima Perang Tak Terkalahkan

Postby vhee » Sat Dec 25, 2010 5:57 pm

abbadul wrote:Seperti ini ya mbak vhee :
Dikisahkan oleh Abu Huraira:
Rasul Allâh SAW berkata, "Aku telah dikirim dengan pesan² pendek yang mengandung arti² terbanyak, dan aku telah dimenangkan melalui teror/rasa takut (yang dimasukkan ke dalam hati para musuh), ...


Gak perlu pake garis miring, teror tuh gak sama dgn rasa takut. Tp maaf, kl mslh ayat2 Alquran dan Rasullullah ane gak mau lg berdebat.... Image
User avatar
vhee
 
Posts: 1885
Joined: Thu May 20, 2010 2:52 pm

Re: Khalid Bin Walid, Panglima Perang Tak Terkalahkan

Postby abbadul » Sat Dec 25, 2010 7:18 pm

vhee wrote:Gak perlu pake garis miring, teror tuh gak sama dgn rasa takut. Tp maaf, kl mslh ayat2 Alquran dan Rasullullah ane gak mau lg berdebat.... Image

Itu gw copas dari salah satu tritnya bung adadeh, lengkap dengan garis miringnya
Ya udehdeh ... gw ga pake ayat lagi !
Biar mbak vhee ga kikuk.

e .... ngomong2 kenapa sihh ga mau ngelayani kalau gw pake ayat ? :-k
User avatar
abbadul
 
Posts: 1097
Joined: Thu Jul 29, 2010 12:12 pm

Re: Khalid Bin Walid, Panglima Perang Tak Terkalahkan

Postby Pan Kobar » Sat Dec 25, 2010 9:01 pm

Sdikitpun sy gk prcya dgn crita ini........
Jgn jauh2 lah, di nusantara ini Majapahit hancur bukan kehebatan sikap ksatrianya, tetapi krna kelicikannya, keculasannya. Mmbuat barisan perang dg n alasan mrykan Idul Fitri, tanpa penguman perang, nyerbunya tengah mlm lg, Prabu Brawijaya mngatakan tatanan/aturan perang yg dipakai oleh muslim adalah tatanan binatang.
:vom: :vom: :vom:
User avatar
Pan Kobar
 
Posts: 370
Joined: Fri Aug 06, 2010 1:16 pm
Location: Negri Mimpi

Re: Khalid Bin Walid, Panglima Perang Tak Terkalahkan

Postby lapo_tuak » Sun Dec 26, 2010 12:15 am

vhee wrote:Islam sedang berada dalam masa
kejayaannya saat itu. Tdk hanya rampasan
perang tp jg kekuasaan dan kelezatan dunia
"terhidang" didepan mata. Tapi tetap saja,
muslim mencintai kematian. Ada apakah
dibalik kematian itu sehingga nikmat dunia
begitu remeh dimata mereka ?
Karena pengen ngesex ama bidadari di surga..
lapo_tuak
 
Posts: 6
Joined: Wed Dec 22, 2010 12:40 pm

Re: Khalid Bin Walid, Panglima Perang Tak Terkalahkan

Postby Brawijaya V » Mon May 02, 2011 9:16 pm

Pan Kobar wrote:Sdikitpun sy gk prcya dgn crita ini........
Jgn jauh2 lah, di nusantara ini Majapahit hancur bukan kehebatan sikap ksatrianya, tetapi krna kelicikannya, keculasannya. Mmbuat barisan perang dg n alasan mrykan Idul Fitri, tanpa penguman perang, nyerbunya tengah mlm lg, Prabu Brawijaya mngatakan tatanan/aturan perang yg dipakai oleh muslim adalah tatanan binatang.
:vom: :vom: :vom:



Soalnya mereka adalah para serdadu yang mencintai kematian... Serdadu muslim merepresentasikan orang-orang yang mencintai kematian....
Brawijaya V
 
Posts: 302
Joined: Tue Sep 28, 2010 3:23 am

Next

Return to Lain-Lain



Who is online

Users browsing this forum: No registered users