.

Redenominasi rupiah, setujukah ?

Setujukah anda dengan redenominasi rupiah ?

Setuju, biar ga memalukan. Digit rupiah terlalu banyak
1
33%
Setuju, untuk penghematan. Misalnya menyingkat waktu penulisan
0
No votes
Setuju, tapi alasanku ga ada di poll ini
0
No votes
Tidak setuju, lebih banyak digit lebih baik. Seperti pepatah banyak anak banyak rejeki
1
33%
Tidak setuju, karena bikin pusing
1
33%
Tidak setuju, aku punya alasan sendiri
0
No votes
 
Total votes : 3

Redenominasi rupiah, setujukah ?

Postby fayhem_1 » Mon Aug 18, 2014 5:52 am

http://sinarharapan.co/index.php/news/read/30529/redenominasi-rupiah-2014-mungkinkah.html

Redenominasi Rupiah 2014, Mungkinkah?
06 Januari 2014 11:45 Hesty Dewi Maria S* OPINI dibaca: 6372

Image
Ilustrasi.

Pemerintah menilai saat ini merupakan momentum yang tepat untuk menyederhanakan digit mata uang atau yang dikenal dengan kebijakan redenominasi. Kebijakan ini memang pas diterapkan kala inflasi rendah. Jadi, tidak memicu gejolak
yang berlebihan. Perubahan nominal rupiah dalam kebijakan redenominasi akan menciptakan situasi yang sangat berbeda dibandingkan sekarang.

Berdasarkan naskah akademik RUU Perubahan Harga Rupiah, berikut adalah penjelasan nilai rupiah yang rencananya berlaku mulai 1 Januari 2014. Seperti dikutip Sinar Harapan, Kamis (27/12/2012), nilai mata uang Rp 1.000 berubah menjadi Rp 1 setelah redenominasi atau Rp 1 tersebut memiliki nilai yang setara Rp 1.000 tanpa mengurangi harga. Namun, benarkah redenominasi rupiah bisa terealisasi?

Istilah redenominasi berbeda dengan pemotongan mata uang/sanering. Kata “redenominasi” berasal dari bahasa Inggris yaitu redenomination.

Denominasi mata uang berarti penyebutan satuan harga untuk mata uang suatu negara, baik dalam satuan kertas maupun koin. Redenominasi berarti penyederhanaan nilai mata uang atau dengan kata lain pengurangan nilai mata uang, tetapi tidak mengurangi nilai tukar.

Redenominasi di Indonesia sebetulnya bukanlah hal yang baru. Pada 1959, Menteri Keuangan Kabinet Hatta II, Sjarifuddin Prawiranegara, menerapkan redenominasi mata uang dengan mengurangi satu digit nol (0). Pada 1965, Wakil Perdana Menteri III Chairul Saleh mencoba menyelesaikan masalah ekonomi lainnya dengan memberlakukan redenominasi.

Akan tetapi, kebijakan tersebut tidak dilaksanakan secara komprehensif karena pengaruh gejala politik dalam negeri serta tidak didukung perangkat ekonomi lainnya. Oleh karena itu, tahun 1966 inflasi naik drastis sampai titik 650 persen.

Tahapan Redenominasi

Awalnya, jika berjalan mulus, rencana redenominasi akan diberlakukan dalam tiga tahapan. Pertama, tahap persiapan yang berlangsung selama 2013. Dalam tahapan ini, pemerintah menyiapkan payung hukum pelaksanaan redenominasi, yaitu undang-undang tentang redenominasi rupiah. Pemerintah dan BI akan menggelar pengadaan bahan pembuatan, pencetakan, dan pendistribusian uang.

Kedua, tahap transisi yang berjalan mulai 2014-2016. Rupiah baru akan diberlakukan dalam berbagai transaksi perekonomian. Pada akhir masa transisi, yaitu 2016, pemerintah dan BI akan menarik rupiah lama dari peredaran.

Ketiga, tahap kelar (phasing out) antara tahun 2017-2020. Pada 2017-2018, rupiah baru menjadi satu-satunya legal tender dan transaksi yang berlaku di Indonesia. Pada awal 2019, BI akan menerbitkan rupiah dengan desain baru. BI kemudian melakukan pemberlakuan redenominasi pada 2020.

Direktur Utama Bursa Efek Indonesia (BEI) Ito Warsito dalam Sinar Harapan, Senin (10/12/2012), menuturkan rencana pemerintah menyederhanakan satuan nilai rupiah tersebut akan banyak manfaat bagi pasar modal Indonesia.

Menurutnya, penyederhanaan pecahan mata uang khususnya penyederhanaan digit angka dapat mempercepat penyelesaian transaksi (settlement) perdagangan saham yang melantai di BEI. Nantinya, data transaksi setiap investor bisa menjadi lebih sederhana.

Selain itu, manfaat redenominasi dari sisi teknologi informasi akan membuat kerja sistem menjadi lebih efisien dan cepat. "Dengan adanya redenominasi, otomatis digit angkanya akan lebih sedikit dan akan membuat pekerjaan komputer atau IT lebih cepat," tuturnya.

Akan tetapi, tidak semua redenominasi menuai keberhasilan, seperti halnya yang terjadi di Argentina, Zimbabwe, Korea Utara, dan Brasil. Hal yang memengaruhi kegagalan ini ialah karena negara-negara tersebut tidak memenuhi syarat mendasar, seperti tingkat inflasi dan kondisi perekonomian.

Penyebab lainnya, di Brasil misalnya, sebelum berhasil pada 1994, rendahnya kepercayaan terhadap pemerintah memicu konflik dan pemburukan kepastian berusaha.

Di sinilah letak pekerjaan berat pemerintah, sosialisasi yang mendalam. Selain aspek psikologi pasar dan masyarakat, aspek ketepatan waktu menjadi pertimbangan penting untuk mengeksekusi kebijakan tersebut.

Syarat Pelaksanaan

Beberapa studi mensyaratkan pentingnya faktor fundamental ekonomi yang kuat untuk menjalankan redenominasi. Bukan hanya dari faktor makro, melainkan juga mikro, yaitu pertama, distribusi penduduk. Permasalahan akses ke daerah pedalaman semakin rumit karena faktor infrastruktur dan cuaca.

Kedua, tingkat pendidikan, mayoritas penduduk Indonesia masih berpendidikan sekolah dasar ke bawah.

Ketiga, struktur tenaga kerja. Keempat, tantangan geografis dan topografis. Sampai sekarang, konektivitas nasional masih
sangat buruk, terutama di wilayah-wilayah di luar Jawa, seperti Sulawesi, sebagian Sumatera, Papua, Nusa Tenggara, dan Kalimantan. Dibutuhkan pembedaan alokasi dana untuk provinsi yang memiliki daerah-daerah pelosok.

Selanjutnya terdapat tiga hal yang dipandang BI sebagai syarat utama pelaksanaan redenominasi.

Pertama, inflasi stabil di bawah 5 persen selama empat tahun berturut-turut. Sesuai tugasnya seperti diatur dalam Pasal 7, UU Bank Indonesia No 3/2004, Bank Sentral mempunyai kewajiban mengatasi jumlah uang yang beredar. Ini untuk mencegah jangan sampai uang yang beredar melebihi kebutuhan perekonomian.

Kedua, stabilitas perekonomian terjaga dan jaminan stabilitas harga. Diperlukan jaminan stabilitas harga dari pemerintah sebelum redenominasi itu dilakukan. Ini agar stabilitas perekonomian tetap terjaga karena dengan nominal yang kecil, bukan tidak mungkin masyarakat merasa barang yang dijualnya lebih murah, kemudian menaikkan harga.

Ketiga, kesiapan masyarakat sebelum redenominasi yaitu pemahaman tentang istilah redenominasi. Terlebih untuk masyarakat yang pernah mengalami masa dilakukannya sanering pada 1950-an.

Sampai sekarang, Indonesia sudah punya ketiga syarat di atas. Oleh karena itu, tunggu apalagi?

*Penulis adalah Mahasiswi Statistika IPB.

Contoh gambar perubahan rupiah :

Image
Mirror: Redenominasi rupiah, setujukah ?
Twitter Logo Follow Twitter: @ZwaraKafir
User avatar
fayhem_1
 
Posts: 1402
Joined: Tue Sep 08, 2009 6:55 pm

Re: Redenominasi rupiah, setujukah ?

Postby fayhem_1 » Mon Aug 18, 2014 5:52 am

Setuju !
User avatar
fayhem_1
 
Posts: 1402
Joined: Tue Sep 08, 2009 6:55 pm

Re: Redenominasi rupiah, setujukah ?

Postby fayhem_1 » Mon Aug 18, 2014 5:53 am

http://elsaoktaviana.wordpress.com/2013/06/07/kebijakan-redenominasi-rupiah-menurut-pandangan-seorang-akuntan/

Kebijakan Redenominasi Rupiah Menurut Pandangan Seorang Akuntan
Posted on June 7, 2013 by mynameiselsa

Setelah sebelumnya saya membahas mengenai redenominasi rupiah, kali ini saya akan kembali membahas mengenai redenominasi rupiah kembali tetapi saya akan membahas redenominasi rupiah dari sisi pandangan seorang akuntan.

Rencana pemerintah untuk meredenominasi rupiah merupakan sebuah berita yang membuat beberapa masyarakat khawatir. Mungkin untuk sebagian orang hal ini menguntungkan tetapi tidak untuk para milyader. Kebijakan pemerintah untuk meredenominasi rupiah membuat perdebatan yang pro dan kontra di kalangan masyarakat. Lalu bagaimana seorang akuntan menanggapi kebijakan pemerintah yang akan dilaksanakan ini?

Redenominasi ini dipandang sangat menguntungkan bagi ekonomi Indonesia, bukan sebatas kebanggaan nilai tukar rupiah semata. Menurut Bapak Ito Warsito, akuntan yang menjabat Direktur Utama Bursa Efek Indonesia (BEI) dalam majalah IAI edisi Januari – Maret 2013, beliau mengatakan bahwa redenominasi ini bukan hanya soal kebanggaan nilai tukar, tapi juga adanya efisiensi nasional.

Mengapa redenominasi menyebabkan efisiensi nasional? Coba anda bayangkan bagaimana setiap harinya setiap orang terutama akuntan di semua industry mengiput sebuah data keuangan dalam rupiah dengan digit yang sangat banyak. Pertama dengan digit banyak tersebut dapat membuat ukuran file semakin besar dan membuat penyimpanan file juga semakin besar. Tetapi dengan redenominasi hal tersebut dapat di kurangi. Hal tersebut seperti apa yang telah dituturkan oleh Bapak Ito Warsito juga dalam majalah IAI.

Program ini pasti akan memudahkan dan menyigapkan kinerja akuntan dalam menghitung dan menyusun laporan keuangan. Redenominasi akan memudahkan kerja akuntan sebab jumlah digit yang dihitung yang harus diketik dan ditullis di komputer,akan berkurang. Menurut anggota Dewan Pengurus Nasional (DPN) Ikatan Akuntan Indonesia (IAI) mengatakan bahwa dengan jumlah digit yang berkurang akan terjadi penghematan dari segi jam kerja. Juga adanya efisiensi jam kerja akuntan, auditor maupun bagian keuangan di perusahaan.

Bapak Ito menjelaskan bahwa dengan adanya redenominasi tidak akan merugikan investor (dengan adanya redenominasi). Soalnya nilai sahamnya itu tidak menyusut. Substansinya tidak berubah, tidak ada kenaikan atau penurunan nilai.

Dengan adanya kebijakan redenominasi berdasarkan pandangan akuntan jelas akan mempermudah seorang akuntan dan meningkatkan kinerja seorang akuntan. Sebab saat ini belanja Negara yang disusun dalam laporan keuangan pemerintah telah mencapai triliunan rupiah. Sehingga dengan penyederhanaan digit ini telah meringankan penyusunannya.

Lalu apakah redenominasi akan menimbulkan masalah? Menurut Sekretaris Komite Standar Akuntansi Pemerintahan (KSAP), kemungkinan masalah mengemuka saat masa transisi. Karena secara akuntansi, harus disepakati terlebih dahulu dalam penyajian laporan keuangan itu, mau pakai yang sudah diredenominasi atau belum.

Tetapi selama ini jika kita perhatikan bahwa laporan keuangan yang dibuat sebenarnya sudah menggunakan sistem redenominasi rupiah. Hanya saja di ujung tabel ada penjelasan spperti “dalam ribuan”. Seperti yang dijelaskan sebelumnya bahwa jika dilihat dalam akuntansi redenominasi tidak masalah. Tetapi yang menjadi masalah yaitu pada saat terjadi masa transisi. Namun hal ini juga tergantung bagaimana kesepakatan di awal mau menggunakan kebijakan yang mana.

Sekian tulisan dari saya. Sebagian yang saya paparkan terdapat dalam majalah IAI. Semoga bermanfaat ^^. Terima kasih …
Mirror 1: Kebijakan Redenominasi Rupiah Menurut Pandangan Seorang Akuntan
Twitter Logo Follow Twitter: @ZwaraKafir
User avatar
fayhem_1
 
Posts: 1402
Joined: Tue Sep 08, 2009 6:55 pm

Re: Redenominasi rupiah, setujukah ?

Postby fayhem_1 » Mon Aug 18, 2014 5:55 am

http://bisniskeuangan.kompas.com/read/2014/08/15/061700826/Sah.Inilah.Uang.NKRI.yang.Diterbitkan.pada.17.Agustus

Sah, Inilah Uang NKRI yang Diterbitkan pada 17 Agustus
Jumat, 15 Agustus 2014 | 06:17 WIB

Image

JAKARTA, KOMPAS.com — Bank Indonesia (BI) bersama pemerintah mengumumkan, uang rupiah kertas pecahan Rp 100.000 tahun emisi 2014 mulai diberlakukan, dikeluarkan, dan diedarkan di Indonesia pada tanggal 17 Agustus 2014.

Secara umum, desain uang rupiah kertas pecahan Rp 100.000 tahun emisi 2014 tidak mengalami perubahan yang signifikan dibandingkan dengan uang rupiah kertas pecahan Rp 100.000 tahun emisi 2004 yang beredar saat ini.

"Perbedaan utama antara lain dikenali dari frasa 'Negara Kesatuan Republik Indonesia' pada bagian muka dan belakang uang dan penandatangan uang dari yang sebelumnya anggota Dewan Gubernur Bank Indonesia menjadi Gubernur Bank Indonesia dan Menteri Keuangan," kata Direktur Eksekutif Departemen Komunikasi BI Tirta Segara dalam pernyataan resminya, Kamis (14/8/2014).

Tirta menjelaskan, penggunaan frasa "Negara Kesatuan Republik Indonesia" serta tanda tangan Gubernur Bank Indonesia dan Menteri Keuangan mewakili pemerintah dalam uang NKRI menegaskan makna filosofis rupiah sebagai simbol kedaulatan negara yang harus dihormati dan dibanggakan semua warga negara Indonesia.

"Penghargaan warga negara Indonesia pada mata uangnya sendiri akan mendorong berdaulatnya rupiah di negeri sendiri, dan pada gilirannya, rupiah diharapkan akan sejajar dengan mata uang utama dunia lainnya," ujar Tirta.

Setelah penerbitan uang rupiah kertas pecahan Rp 100.000 tahun emisi 2014, pengeluaran uang untuk pecahan lainnya dengan ciri-ciri umum sebagaimana diatur dalam UU Mata Uang akan dilakukan secara bertahap.

"Dengan berlakunya uang rupiah kertas pecahan Rp 100.000 tahun emisi 2014 ini, uang rupiah kertas pecahan Rp 100.000 tahun emisi 2004 masih tetap berlaku sepanjang belum dicabut dan ditarik dari peredaran," papar Tirta.
Mirror 1: Sah, Inilah Uang NKRI yang Diterbitkan pada 17 Agustus
Twitter Logo Follow Twitter: @ZwaraKafir
User avatar
fayhem_1
 
Posts: 1402
Joined: Tue Sep 08, 2009 6:55 pm

Re: Redenominasi rupiah, setujukah ?

Postby fayhem_1 » Mon Aug 18, 2014 5:56 am

http://bisniskeuangan.kompas.com/read/2014/08/15/104300126/Ada.Tanda.Tangan.Menkeu.di.Uang.NKRI.Ini.Alasannya

Ada Tanda Tangan Menkeu di Uang NKRI, Ini Alasannya
Jumat, 15 Agustus 2014 | 10:43 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - Pada tanggal 17 Agustus 2014 mendatang, Bank Indonesia (BI) bersama Kementerian Keuangan (Kemenkeu) akan meluncurkan uang Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Uang kertas pecahan Rp 100.000 ini akan ditandatangani Gubernur BI dan Menteri Keuangan (Menkeu).

Menkeu M Chatib Basri mengatakan, penerbitan uang NKRI pada dasarnya dimaksudkan agar masyarakat lebih paham tentang arti uang demi kesatuan Indonesia. Ini terlihat dari tanda tangan Menkeu dalam uang tersebut. Dalam uang yang beredar saat ini, selain Gubernur BI, terdapat tanda tangan Deputi Gubernur BI.

"Kalau yang ini uang kita karena BI independen. Dia diterbitkan oleh BI, tapi bukan negara. Sekarang ini negara, makanya kita sebut uang NKRI. Pemerintah diwakili oleh Menkeu, BI oleh Gubernur BI. Ini walaupun kesannya seperti simbol tapi ini adalah uang negara dengan begitu maka kita itu kita punya kedaulatan," jelas Chatib di Gedung BI, Kamis (15/8/2014).

Sebelumnya, Deputi Gubernur BI Ronald Waas menyatakan bank sentral telah mengirimkan uang NKRI ke seluruh Kantor Perwakilan Wilayah Dalam Negeri BI (KPWDn BI). Setelah itu, uang NKRI akan disebarkan ke seluruh wilayah Tanah Air.

Meski demikian, Ronald enggan menjelaskan berapa jumlah uang NKRI yang dicetak. "Kesiapannya ya sudah siap. Uangnya sudah kita deliver ke seluruh kantor cabang Bank Indonesia di seluruh Indonesia," kata Ronald.
Mirror 1: Ada Tanda Tangan Menkeu di Uang NKRI, Ini Alasannya
Twitter Logo Follow Twitter: @ZwaraKafir
User avatar
fayhem_1
 
Posts: 1402
Joined: Tue Sep 08, 2009 6:55 pm

Re: Redenominasi rupiah, setujukah ?

Postby fayhem_1 » Mon Aug 18, 2014 5:57 am

http://www.tempo.co/read/news/2014/06/23/090587465/Desain-Uang-NKRI-Redenominasi-Beredar-Ini-Kata-BI

SENIN, 23 JUNI 2014 | 20:14 WIB
Desain Uang NKRI Redenominasi Beredar, Ini Kata BI

TEMPO.CO, Jakarta - Departemen Komunikasi Bank Indonesia (BI) memastikan desain uang NKRI dengan redenominasi rupiah yang beredar tidak benar.

"Gambar tersebut bukan merupakan gambar uang rupiah yang akan diterbitkan," tulis Departemen Komunikasi BI dalam rilis yang diterima Tempo pada Senin, 23 Juni 2014. (Baca: Uang Baru NKRI, Analis Valas: Hanya Berubah Desain)

Belakangan beredar gambar di media sosial yang menampilkan desain baru uang NKRI yang telah diredenominasi. Desain tersebut menghilangkan tiga angka nol di setiap satuan nilai rupiah. Ada tiga gambar desain masing-masing untuk pecahan Rp 20, Rp 50, dan Rp 100.

Gambar pertama memperlihatkan desain uang saat ini. Selanjutnya desain uang masa transisi yang masih sama dengan desain lama namun tiga nol di belakang telah dihilangkan. Kolom terakhir adalah uang NKRI dengan redenominasi yang desainnya terlihat berbeda jauh dengan uang yang beredar saat ini.

Namun, BI memastikan desain tersebut palsu. Dalam rilis BI disebutkan ciri-ciri uang NKRI yang akan terbit pada 17 Agustus mendatang antara lain memiliki gambar Garuda Pancasila, ada frasa "Negara Kesatuan Republik Indonesia", terdapat tahun emisi dan tahun cetak, nomor seri pecahan, serta tulisan "Dengan Rahmat Tuhan Yang Maha Esa, Negara Kesatuan Republik Indonesia Mengeluarkan Rupiah Sebagai Alat Pembayaran yang Sah dengan Nilai...".

Selanjutnya, di samping tanda tangan Gubernur BI sebagaimana dalam uang yang beredar saat ini, juga akan ada tanda tangan dari Menteri Keuangan RI.

BI hanya akan menerbitkan uang NKRI baru dalam pecahan Rp 100 ribu pada 17 Agustus mendatang. Uang tersebut juga belum diredenominasi karena Rancangan Undang-Undang Redenominasi masih dibahas oleh Dewan Perwakilan Rakyat.

"Kebijakan redenominasi rupiah belum akan diimplementasikan dalam waktu dekat," demikian rilis resmi BI. (Baca: BI Terbitkan Uang NKRI Baru di 17 Agustus 2014)
Mirror 1: Desain Uang NKRI Redenominasi Beredar, Ini Kata BI
Twitter Logo Follow Twitter: @ZwaraKafir
User avatar
fayhem_1
 
Posts: 1402
Joined: Tue Sep 08, 2009 6:55 pm

Re: Redenominasi rupiah, setujukah ?

Postby 12345678901 » Mon Aug 18, 2014 1:41 pm

secara pribadi aku sih kurang setuju ... apalagi kalau alesannya gara gara nolnya kebanyakan ....
kalo di lihat, won korea dan yen jepang pun nolnya banyak ... tapi engga ada masalah tuh

apalagi dengan track record pemerintah indonesia yang doyan korupsi .... redenominasi rupiah jadi terkesan hanya supaya orang orang di pemerintahan punya proyekan baru .. mencetak uang baru .. desain baru dll

lagian kalau emang tujuannya ingin mengurangi kurs tukar .... biar engga keliatan murah ... kenapa engga ngurus ekonomi yang bener .. supaya rupiah engga terus terusan melemah ?
dari 1 usd sekitar rp 1800 rupiah 30 tahun yang lalu, sekarang jadi 1 usd rp 12000 .. kan fantastis
kalau dilihat dari kurs negara lain kayanya jarang yang seheboh itu aud ... selalu berada di kisaran usd0.7-1.2

pemerintah seharusnya lebih konsentrasi ngurus negara dan basmi korupsi daripada ngebanyol dan berusaha membanggakan negara sendiri

sby pidato dan bilang GDP (PPP) indonesia hampir 2 kali lipat australia ...... terdengar fantastis ... tapi kalau dilihat dari GDP real .. indonesia hanya setengah dari australia
koq yang dipake malahan gdp ppp ? itu kan engga mencerminkan gdp sesungguhnya karena purchasing power di indonesia lebih rendah

sama kaya muslim bilang muhammad punya 30 onta power ... tapi ontanya onta betina semua ... jadi yah muhammad cuman bisa jadi edi tansil
Mirror 1: Redenominasi rupiah, setujukah ?
Twitter Logo Follow Twitter: @ZwaraKafir
12345678901
 
Posts: 986
Joined: Thu Oct 31, 2013 12:06 am

Re: Redenominasi rupiah, setujukah ?

Postby swatantre » Mon Aug 18, 2014 7:32 pm

Secara prinsip, redenominasi ane setuju.. Apalagi jika satu/dua daerah waktu nasional jadi diberlakukan. Ini memang bukan modal mendasar efisiensi perekonomian, tp paling tidak jd bekal yg berdampak. Tp ga tau juga tuh pemerintah seirus apa enggak soalnya wacana penyederhanaan daerah waktu menguap begitu saja dan denger2 jg redenominasi ini ditunda yah (karena alasan double defisit apa gimana gitu....)

12345678901 wrote:sby pidato dan bilang GDP (PPP) indonesia hampir 2 kali lipat australia ...... terdengar fantastis ... tapi kalau dilihat dari GDP real .. indonesia hanya setengah dari australia
koq yang dipake malahan gdp ppp ? itu kan engga mencerminkan gdp sesungguhnya karena purchasing power di indonesia lebih rendah

PPP itu justru mencerminkan kekuatan daya beli yg lebih riil (tp bukan berarti sama dengan daya beli riil lho ya), maksudnya sesuai dg konteks perekonomian negara ybs. Yg aku heran kalo GDP nominal Ind 0.5x nya Aussie sedang GDP PPP Ind 2x nya Aussie. Itu berarti GDP PPP Ind 4x GDP nominalnya dong??? Padahal, rata2 negara berkembang itu cuman 1-2x nya doang. (pernah baca2 tabel WB, IMF). Itu SBY bener omong begitu? Apa SBY dapet datanya dari sample lembaga survey kepunyaan PKS??? :lol:
Mirror 1: Redenominasi rupiah, setujukah ? #PKS
Follow Twitter: @ZwaraKafir
swatantre
 
Posts: 4193
Joined: Thu Jul 20, 2006 7:40 pm
Location: Tanah Suci, dalem Ka'bah

Re: Redenominasi rupiah, setujukah ?

Postby 12345678901 » Mon Aug 18, 2014 10:48 pm

kalo dari wiki,
gdp ppp nya indo itu : 1,292.9
dan australia : 999.6

sementara realnya :
millions usd
aus : 1,564,419
indo : 878,043
12345678901
 
Posts: 986
Joined: Thu Oct 31, 2013 12:06 am

Re: Redenominasi rupiah, setujukah ?

Postby fayhem_1 » Mon Aug 18, 2014 11:24 pm

Kalo urusan ekonomi gdp2an , ga ngerti deh ,

1 Yen = 114.37 Indonesian Rupiah
Kayaknya digit kita paling banyak sedunia

sekarang kayaknya nilai 25 rupiah ga ada ya, koin 50 rupiah pun jarang aq temui
Kalopun akan dilakukan redenominasi rupiah, maka baiknya 1 rupiah = 100 rupiah bukan 1 rupiah = 1000 rupiah
Mirror 1: Redenominasi rupiah, setujukah ?
Twitter Logo Follow Twitter: @ZwaraKafir
User avatar
fayhem_1
 
Posts: 1402
Joined: Tue Sep 08, 2009 6:55 pm

Re: Redenominasi rupiah, setujukah ?

Postby fayhem_1 » Mon Aug 18, 2014 11:29 pm

fayhem_1 wrote:Kayaknya digit kita paling banyak sedunia



Eh salah, ternyata Dong Vietnam lebih banyak

1 Dong vietnam = 0.55 rupiah
User avatar
fayhem_1
 
Posts: 1402
Joined: Tue Sep 08, 2009 6:55 pm

Re: Redenominasi rupiah, setujukah ?

Postby fayhem_1 » Mon Aug 18, 2014 11:34 pm

ok, ini daftar digit mata uang terbanyak

http://azonerskaryamedia.blogspot.com/2011/06/10-mata-uang-sampah-di-dunia-karena.html
Daftar 10 Mata Uang Sampah Di Dunia ! Karena Banyak Nol nya

TEMPO Interaktif, Jakarta - Mata uang rupiah termasuk 10 alat tukar di dunia yang tak berharga. Saat ini, nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat mencapai Rp 9.000 an. Seperti tidak bernilai bila dibandingkan dengan mata uang kawasan seperti ringgit sebesar 3,16 per dolar, Bath Thailand 32,205 per dolar, peso Philipina 45,115 per dolar, serta dolar Singapura hanya 1,351 per dolar AS.

Pengamat pasar uang Farial Anwar mengatakan nilai tukar rupiah yang mencapai 9.000 per dolar Amerika ini sama seperti nilai tukar negara miskin di benua Afrika. “Sehingga mata uang rupiah ini masuk dalam 10 uang sampah (garbage money) karena sudah sangat tidak bernilai,” paparnya kepada Tempo.

Dengan adanya redenominasi dari Rp 1.000 menjadi Rp 1, maka nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika nantinya akan setara dengan Rp 8,9 dibandingkan dengan sekarang Rp 8.900. Transaksi pun, kata dia, akan menjadi lebih efisien.

Banyangkan menghitung Anggaran Belanja Negara yang mencapai Rp 910. 000.000.000.000 (15 dijit) pakai kalkulator, para anggota Dewan Perwakilan Rakyat di Senayan tidak bisa menghitung pakai kalkulator karena digit angka di kalkulator cuma sampai 12, kadang cuma 9.

Untuk membeli mobilpun nantinya juga hanya butuh beberapa lembar tidak seperti sekarang bertumpuk-tumpuk uang. Biaya operasional moneter juga akan lebih murah karena nantinya untuk mencetak uang tidak akan sebanyak sekarang. Uang yang beredar juga tidak akan sebanyak sekarang “Jadi intinya akan lebih efisien,” ujarnya.

Inilah daftar mata uang tak laku itu dibanding dolar Amerika Serikat:

1 Vietnam Dong 19.095 per dolar
2 Sao Tome and Príncipe Dobra 18.655 per dolar
3 Turkmenistan * Manat 14.250 per dolar
4 Iran Rial 10.000 per dolar
5 Indonesia Rupiah 8.957 per dolar
6 Laos Kip 8.243 per dolar
7 Guinea Franc 5.150 per dolar
8 Paraguay Guarani 4.770 per dolar
9 Zambia Kwacha 4.870 per dolar
10 Cambodia Riel 4.233 per dolar

Sumber : kompas.com
Mirror 1: Daftar 10 Mata Uang Sampah Di Dunia ! Karena Banyak Nol nya
Twitter Logo Follow Twitter: @ZwaraKafir
User avatar
fayhem_1
 
Posts: 1402
Joined: Tue Sep 08, 2009 6:55 pm

Re: Redenominasi rupiah, setujukah ?

Postby fayhem_1 » Mon Aug 18, 2014 11:37 pm

http://herdarupurnomo.blogdetik.com/2012/12/12/rupiah-redenominasi/
December 12

Kisah Ketika Rupiah Jadi Bahan Ejekan Orang Malaysia!
Posted on December 12th, 2012 at 11:18 AM by herdarupurnomo

Indonesia menjadi salah satu negara yang cukup disegani di dunia. Ketika perekonomian global dilanda badai krisis ternyata Indonesia mampu mencatatkan pertumbuhan ekonomi yang baik. Tak hanya itu, tingkat inflasi di Indonesia sangat terkendali yang tercatat stabil di bawah 5%.

Terlepas dari itu semua, pemerintah nampaknya belum ‘pede’ dengan sebuah alat perekonomian yang disebut nilai tukar. Mengapa?

Baru-baru ini pemerintah dan Bank Indonesia (BI) telah membentuk sebuah tim yang berada di bawah Sekretariat Wakil Presiden (Setwapres) untuk menindaklanjuti proses penyederhanaan angka nol dalam rupiah alias redenominasi.

Isu mengenai redenominasi telah dijadikan studi khusus di bank sentral sejak lama. Hal ini mengacu setelah hasil riset World Bank yang menyebutkan, Indonesia termasuk negara pemilik pecahan mata uang terbesar kedua di dunia setelah Vietnam. Uang pecahan terbesar di Indonesia Rp 100.000, hanya kalah oleh dong Vietnam (VND) 500.000.

Sebelumnya, detikFinance akan menceritakan pengalaman menarik yang baru-baru terjadi ketika bertandang ke Singapura menghadiri acara Tahunan Kedirgantaraan yakni Singapore Air Show 2012.

Dalam perjalanannya di Singapura, dikenalkan oleh Maya Siti, warga keturunan Malaysia yang menetap di Singapura. Maya bekerja sebagai pemandu wisata atau gaet. Ia menceritakan bagaimana indahnya Singapura dan menjadi salah satu tempat yang menarik untuk berbelanja.

Ada hal yang cukup menarik yang dikatakan Maya kepada para turis yang sebagian besar memang orang Indonesia.
“Di Singapura kita bisa berbelanja dimanapun. Karena sebagian besar di Singapura adalah mall dan tempat belanja. Anda juga bisa makan di restoran mana saja, karena banyak restoran halal di sini,” ungkap Maya.

“Untuk makan, rata-rata hanya 10 sampai 15 dolar Singapura. Tak mahal lah, jika dibandingkan dengan di Indonesia. Di Indonesia katanya sekali makan sampai 15.000 yah? banyak sekali kan. Di Singapura, 15.000 bisa beli mobil,” tuturnya sambil disambut tawa oleh para peserta.

Dengan candaan tersebut, terbesit bahwa rupiah cukup ‘terkenal’ dengan besarannya jumlah angka nol yang banyak.

Kembali ke wacana redenominasi. Salah satu alasan bank sentral menginisiasi redenominasi memang pada dasarnya untuk mengangkat ‘derajat’ rupiah. Selain untuk membuat ’simple’ perhitungan akuntansi.

“Kalau tidak dimulai dari sekarang, kita akan menghadapi begitu banyak persoalan dari digit angka alat-alat perhitungan kita, akuntansi kita, kemudian alat hitung berderet-deret. Kan nggak bisa dihilangkan angka di belakang koma misalnya sampai 18 digit di belakang koma, coba? Membacanya saja bingung,” tegas Gubernur BI Darmin Nasution beberapa waktu lalu yang dikutip kembali, Senin (10/12/2012).

“Kita cinta sama rupiah kita, tapi ya kalau setiap menukar ke mata uang asing hati kita merasa tidak enak. Bagaimana mau cinta, kita perlu membuat dia menjadi kebanggaan orang dan bangsa kita,” kata Darmin dalam petikan wawancaranya kepada detikFinance.

Kementerian Keuangan (Kemenkeu) sendiri menjelaskan beberapa alasan perlunya menyederhanakan angka nol dalam rupiah alias redenominasi mata uang. Alasan utamanya adalah penyederhanaan dalam pencatatan keuangan atau sistem akuntansi.

“Yang utama untuk menyederhanakan. Karena kalau dengan denominasi yang besar menimbulkan inefisiensi dalam jual beli. Oleh karena itu, perlu disederhanakan,” kata Dirjen Perbendaharaan Kementerian Keuangan Agus Suprijanto.

“Redenominasi perlu dilakukan saat ini juga. Jangan lagi ditunda. Nanti berganti pemerintahan ya berganti lagi arah kebijakannya,” kata pengamat pasar uang Farial Anwar kepada detikFinance.

Menurut Farial, mata uang rupiah saat ini seperti sampah. Bayangkan saja, menurutnya US$ 1 sama dengan Rp 9.000.

“Rupiah seperti sampah. Memalukan sekali saat ini dan masuk terburuk di dunia. Karena US$ 1 sama dengan Rp 9.000 kan itu memalukan sekali di pasar,” terangnya.

Mantan Menteri Perekonomian dan Industri yang juga guru besar UI, Dorodjatun Kuntjoro Jakti mengatakan rencana redenominasi perlu direalisasikan. Karena Indonesia salah satu negara yang memiliki mata uang dengan angka nol terbanyak sehingga pantas dikurangi.

“Saya kira mungkin ini harus dibicarakan lebih jauh yah. Kan sekarang paling besar itu pecahan Rp 100.000. Nol-nya banyak harus redenominasi,” kata Dorodjatun.

Dorodjatun mencontohkan ketika menjadi duta besar di AS, Ia sempat ke Istanbul Turki yang memang memiliki mata uang cukup banyak nol-nya. Alhasil Dorodjatun mengaku kaget ketika harus membayar hotel yang jumlahnya bisa miliaran.

Pengertian redenominasi sendiri adalah mengurangi digit (angka nol) tanpa mengurangi nilai mata uang tersebut. Misal Rp 1.000 menjadi Rp 1 untuk menyederhanakan denominasi (pecahan) mata uang menjadi pecahan lebih kecil. Dengan penyederhanaan itu maka hal yang sama secara bersamaan dilakukan juga pada harga-harga barang dan proses ini tidak mengubah daya beli masyarakat.

Redenominasi rupiah pada dasarnya merupakan hal yang baik. Langkah pemerintah yang diinisiasikan oleh Bank Indonesia untuk mengangkat ‘derajat’ rupiah merupakan hal yang membanggakan. Sukseskah redenominasi nantinya?

-dru-
Mirror 1: Kisah Ketika Rupiah Jadi Bahan Ejekan Orang Malaysia!
Twitter Logo Follow Twitter: @ZwaraKafir
User avatar
fayhem_1
 
Posts: 1402
Joined: Tue Sep 08, 2009 6:55 pm

Re: Redenominasi rupiah, setujukah ?

Postby swatantre » Tue Aug 19, 2014 2:04 pm

fayhem_1 wrote:Kayaknya digit kita paling banyak sedunia



fayhem_1 wrote:Eh salah, ternyata Dong Vietnam lebih banyak

1 Dong vietnam = 0.55 rupiah

Zimbabwe kayanya adalah mata uang 'terkaya' di dunia. Sebungkal roti aja 1/2 trilyun hahaha... Tapi itu jaman kapan. Gak tahu kalo ekonomi mereka sudah membaik dan dilakukan redenominasi, belum jelas soalnya belum jalan2 soal topik ini di internet. Selain zimbabwe kayanya juga ada banyak negara dg digit mata uang yg banyak, umumnya memang negara gagal dan kacau sih.... Vietnam, Indonesia dll itu masih termasuk 'normal' karena di tempat2 itu ekonomi masih sedang bertumbuh dg baik...

PS: Kalo etos kerja dan sistem birokrasi orang Indonesia gak direformasi, ane sungguh2 khawatir bahwa kita dapat dg mudah disalip oleh Vietnam yg meniru China (walau dalam banyak hal, dia jg bentrok dg China tp, soal pembangunan ekonomi, Vietnam ini meniru abangnya yg komunis itu....). Vietnam bisa masuk jajaran top5 elit ASEAN dan Indonesia bisa terjungkal di jajaran bottom 5... :(
Mirror 1: Redenominasi rupiah, setujukah ?
Twitter Logo Follow Twitter: @ZwaraKafir
swatantre
 
Posts: 4193
Joined: Thu Jul 20, 2006 7:40 pm
Location: Tanah Suci, dalem Ka'bah

Re: Redenominasi rupiah, setujukah ?

Postby swatantre » Tue Aug 19, 2014 2:10 pm

12345678901 wrote:kalo dari wiki,
gdp ppp nya indo itu : 1,292.9
dan australia : 999.6

sementara realnya :
millions usd
aus : 1,564,419
indo : 878,043

Bung 1-0, bener kan GDP PPP nya Indonesia cuman sekitar 1,5x GDP nominalnya. Sedangkan GDP nominalnya Aussie lebih rendah daripada GDP nominalnya karena standar harga di sana tinggi, tp bukan karena inflasi. Inflasi itu hubungannya ke daya beli riil dan GDP riil, bukan ke PPP. Mungkin yg menguasai makroekonomi bisa berbaik hati membagikan pandangannya soal ini.
Itu SBY bisa ngomong spt di postingan bung sebelumnya dia dapet datanya dari PKS kali yak... :green:
Mirror 1: Redenominasi rupiah, setujukah ? #PKS
Twitter Logo Follow Twitter: @ZwaraKafir
swatantre
 
Posts: 4193
Joined: Thu Jul 20, 2006 7:40 pm
Location: Tanah Suci, dalem Ka'bah

Re: Redenominasi rupiah, setujukah ?

Postby 12345678901 » Tue Aug 19, 2014 3:05 pm

datanya dari fekaes fuyengan .. makanya datanya bikin fuyeng :green:
Mirror 1: Redenominasi rupiah, setujukah ?
Twitter Logo Follow Twitter: @ZwaraKafir
12345678901
 
Posts: 986
Joined: Thu Oct 31, 2013 12:06 am


Return to Bisnis & Ekonomi



Who is online

Users browsing this forum: No registered users

cron