Page 3 of 4

PostPosted: Fri Oct 12, 2007 10:00 am
by Agnostic_Is_Better
ganteng_maut wrote:hmmmm berarti karena chinese di Indonesia itu orang perantauan makanya mereka jadi gigih dong.. Di Cina sendiri masih banyak juga kan orang yang miskin (terutama di desa-desa terbelakang).

btw aku ngeliat kok chinese di Indonesia terkesan "eksklusif" ya? Aku kan sekolah di Bandung, dari SD sampe SMA sedikit sekali ngeliat orang cina sekolah di sekolah umum. Biasanya masuk sekolah kristen swasta (macem Penabur, St Angela, atau Aloysius). Pas kuliah, kebanyakan masuk Unpar atau Maranatha.. Kenapa atuh ga gabung sama yang laen aja?


Wawasan kamu mungkin hanya sebatas sekolah-sekolah "tawuran" dan Pondok Pesantren.
Coba kamu masuk ITB, UI, ITS, disana banyak orang chinese yang jadi mahasiswa/i maupun dosen. Intinya mereka memilih berdasarkan mutu.

PostPosted: Fri Oct 12, 2007 10:05 am
by Agnostic_Is_Better
Hand15 wrote:Soalnya sekolah swasta untuk jenjang SD, SMP, dan SMA lebih bagus dari sekolah negeri. Di dukung lagi faktor keuangan orang chinese yang rata rata makmur itu, biasalah kalo banyak duit pasti disekolahkan ke swasta.
Tapi kalo soal perguruan tinggi dan Universitas, saya kira banyak tuh yang masuk ITB dan Universitas top lainnya. Yang ikut ujian UMPTN pun banyak. Tentunya lebih banyak lagi yang kuliah di luar negeri.

Aku punya teman chinese orang BALI dan lulusan ITB. Dia bilang sekolah negeri untuk SD hingga SMU di BALI lebih berbobot dibandingkan di Jakarta. Makanya di BALI, sekolah negeri jadi favorit.

PostPosted: Wed Oct 17, 2007 2:26 am
by Eneng Kusnadi
Atheist_Is_Better wrote:Wawasan kamu mungkin hanya sebatas sekolah-sekolah "tawuran" dan Pondok Pesantren.
Coba kamu masuk ITB, UI, ITS, disana banyak orang chinese yang jadi mahasiswa/i maupun dosen. Intinya mereka memilih berdasarkan mutu.


Apalagi kalau di Riau Kepulauan, banyak banget orang China yang miskin miskin, sekolah boro-boro ekslusif bisa sekolah aja untung kok.
Kalau lihat yang di kota besar saja sih memang nampaknya demikian, tapi kalau kita lihat lebih jauh misalnya KalBar, Chinanya miskin kere banget, Bikin KTP saja gak punya duit, Gw pernah marahin China ***** di Singkawang, karena nyuruh istrinya melayani hidung belang demi duit Rp.100.000 (thn 1994)
Di Bagan Siapi api dan Dumai juga banyak tuh China melarat.Boro boro sekolah sekolah aja jarang banget.

PostPosted: Thu Oct 18, 2007 2:07 am
by mohamedbincamel
BPS korupsi data penduduk miskin ?
Menurut PBB penduduk miskin Indonesia sekitar 70 juta, menurut BPS 37,17 juta.

http://suarapembaruan.com/News/2007/10/ ... a/ut02.htm

Re: Kenapa chinese relatif lebih kaya dr pribumi

PostPosted: Wed Jan 14, 2009 2:49 pm
by JIMMY05
@thread,,,

wajar aja orang china lebih kaya dari member gangster mamat,,,
orang cina kerjanya rajin,, disiplin tinggi,,, senang berhemat,,,

lah kalo member gangster mamat,,,
waktu jeda sehari wajib lima kali ,,, nyetor muka ke arab,,, nuraninya ada di arab ,,,, bukan ada pada dirinya sendiri,,,

lu bayangin aja,, orang sakit aja sehari makan obat hanya tiga kali,,, sementara member gangster mamat,,, mesti report lima kali mukanya ke arab,,, apa gak lebih parah dari orang sakit tuh !!!, gimana mau maju ,,,

Re: Kenapa chinese relatif lebih kaya dr pribumi

PostPosted: Wed Jan 14, 2009 9:08 pm
by F-22x
mohamedbincamel wrote:Kalau diperhatiken, chinese kerja keras, pribumi juga kerja keras (kecuali pejabat kaya dr korup) chinese pinter,pribumi juga banyak yg kuliahnya lulusan luarnegeri.

Kalo narik becak (mbecak) itu termasuk kerja keras nggak? :prayer:

Re: Kenapa chinese relatif lebih kaya dr pribumi

PostPosted: Wed Jan 14, 2009 11:25 pm
by Arnold Swasanaseger
Mungkin karena
-Chinesse memang otak dagang
-Chinesse lebih menjaga kualitas pelayanan/mutu dagangannya [ini yg dicontoh bokap gw :green: ]
-Pribumi khususnya yg muslim harus konsultasi sama ustad dulu soal haram atau halal (liat aje di swaramuslim, eramuslim)
Makanya rejeki keburu diserobot orang lain duluan, time is money

Re: Kenapa chinese relatif lebih kaya dr pribumi

PostPosted: Thu Jan 15, 2009 10:20 am
by Ki Jamprong Sejati
karena orang cina itu tamak

Re: Kenapa chinese relatif lebih kaya dr pribumi

PostPosted: Thu Jan 15, 2009 11:24 am
by MegadethX
dan selalu berusaha

Re: Kenapa chinese relatif lebih kaya dr pribumi

PostPosted: Thu Jan 15, 2009 10:33 pm
by Luv_Pink
Aku kurang setuju nih, agak memancing ke rasis... [-X
Tapi menurutku sih ada hubungannya dgn "sebagian besar Chinese tuh kapir"

Re: Kenapa chinese relatif lebih kaya dr pribumi

PostPosted: Thu Jan 15, 2009 10:39 pm
by Netralikum
Iya..... benar kata Luv_pink, sebagian chinese belum sadar untuk memeluk Agama Islam, apabila sadar maka akan lebih kaya lagi daripada pribumi

Re: Kenapa chinese relatif lebih kaya dr pribumi

PostPosted: Thu Jan 15, 2009 11:32 pm
by Netralikum
chinese kafir tidak tertarik dengan produk tanpa keunggulan.

udah bosan tanya ini: Apa keunggulan Islam dibandingkan agama lain?



Oh ya?..... Andaikan....

Re: Kenapa chinese relatif lebih kaya dr pribumi

PostPosted: Fri Jan 16, 2009 8:05 pm
by JIMMY05
Arnold Swasanaseger wrote:Mungkin karena
-Chinesse memang otak dagang
-Chinesse lebih menjaga kualitas pelayanan/mutu dagangannya [ini yg dicontoh bokap gw :green: ]
-Pribumi khususnya yg muslim harus konsultasi sama ustad dulu soal haram atau halal (liat aje di swaramuslim, eramuslim)
Makanya rejeki keburu diserobot orang lain duluan, time is money

setau ana,,, kalo slim muslim,,, apalagi yg udah bergelar s5,,, kalo udah banyak duit biasanya mereka nambah satu "lobang" lagi ,,, buat gantiin/cadangan lobang lama

Re: Kenapa chinese relatif lebih kaya dr pribumi

PostPosted: Wed Mar 18, 2009 7:03 am
by sorangan
iya! bahkan tukang beca deket rumah gue juga waktu dapet rejeki yang pertama dia pikirin adalah KAWIN LAGI!!!!

Re: Kenapa chinese relatif lebih kaya dr pribumi

PostPosted: Thu Mar 19, 2009 11:35 am
by Foxhound
Netralikum wrote:Iya..... benar kata Luv_pink, sebagian chinese belum sadar untuk memeluk Agama Islam, apabila sadar maka akan lebih kaya lagi daripada pribumi


Mana bisa? Kalau mereka memeluk agama Islam, yang diotak mereka pertama kali muncul adalah poligami....

Re: Kenapa chinese relatif lebih kaya dr pribumi

PostPosted: Thu Mar 19, 2009 12:02 pm
by Netralikum
Foxhound apakah benar demikian? data statistiknya kamu ambil dari sumber di gereja mana?

Re: Kenapa chinese relatif lebih kaya dr pribumi

PostPosted: Thu Mar 19, 2009 2:02 pm
by Foxhound
Netralikum wrote:Foxhound apakah benar demikian? data statistiknya kamu ambil dari sumber di gereja mana?


Koq dari gereja? Itu kan bilangnya Chinese, bukan kristen?

Saya punya relasi bisnis ada 3 orang chinese muslim... semuanya akhirnya berpoligami. Dan awalnya sama, mualaf karena mau menikahi gadis muslim. Dua sudah nggak makan babi, yang satu masih. Salah satunya, anaknya hampir seumuran adik saya dulu sering main ke rumah. Sekarang ndak tau rimbanya dimana setelah terlibat narkoba, istrinya yang lama sudah kayak gila.... Kalau nggak ingat santun dan hubungannya dulu dengan orang tua saya, sayapun sudah tidak berniat membantu dia.

Tetapi satu yang saya tau... Islam itu kutukan terbesar yang pernah ada di dunia ini.

Re: Kenapa chinese relatif lebih kaya dr pribumi

PostPosted: Sun Apr 12, 2009 11:18 pm
by seven_senses
Netralikum wrote:Iya..... benar kata Luv_pink, sebagian chinese belum sadar untuk memeluk Agama Islam, apabila sadar maka akan lebih kaya lagi daripada pribumi



HAHAHAHHAAHAHHAHAAAA LUCUUUUUU BANGETTTT

Re: Kenapa chinese relatif lebih kaya dr pribumi

PostPosted: Sun Apr 19, 2009 12:14 pm
by mohamedbincamel
Ki Jamprong Sejati wrote: karena orang cina itu tamak


Ini tipikal jawaban muslim yg iri dengan Chinese, tamak bukan monopoli org Chinese, coba anda simak dan pikir mendalam :
koruptor di Indonesia paling banyak di dunia, apa agama mayoritas mereka ?
muslim yg paling bodohpun tau jawabannya : ISLAM

Re: Kenapa chinese relatif lebih kaya dr pribumi

PostPosted: Sat Aug 08, 2009 10:27 am
by paitpedas
Lepas dari masalah agamanya apa, ada yang pernah liat sejarah Indonesia sendiri?

Pertama....
Sejak kapan pribumi tertarik berdagang? Bahkan jauh sebelum islam masuk Indonesia, yang dikejar pribumi cuma satu lowongan: abdi-dalem. Sekarang, liat saja giliran ada pendaftaran CPNS, wuaduh, kalah dah antrian beras gratis atawa zakat.

Waktu China masuk kemari, kerjaan apa yang ada? Ya cuma dagang. Sejalan dengan bergesernya waktu, berdagang (atau sekarang istilah kerennya "bisnis") ternyata lebih menguntungkan daripada menjadi abdi-dalem (alias pejabat). Lha, karena kalah dulu beberapa generasi, memang mau secepat apa pribumi menyusul? Dan dengan cara apa? Menyuruh para China Indonesia mengalah dan berhenti berdagang? Trus mau makan apa?

Kedua...
Sikap permusuhan pribumi pada China. Apa benar semata-mata karena China Indonesia lebih kaya dari pribumi? Padahal sikap itu sudah ada sejak jaman Belanda masih bercokol di sini. Lalu kenapa pribumi Indonesia malah lebih membenci China daripada Belanda, yang notabene pernah menginjak-injaknya selama 350 tahun? Atau Jepanglah, yang biar cuma 3,5 tahun tapi lumayan berkesan (sadis). Satu-satunya yang bisa meredam sikap ini cuma uang---sesuatu yang diinginkan banyak orang tapi tidak banyak yang tahu cara mendapatkannya dalam jumlah melimpah. China tahu gimana caranya, pribumi tidak.

Dengan kata lain, China Indonesia memang harus menguasai perekonomian Indonesia kalau mau selamat. Sedang kaya raya saja masih dimusuhi apalagi kalau ngga punya apa2 buat disetor ke pribumi?

Banyak pribumi yang mengatakan sikap permusuhan ini tidak ada. Kenyataannya, SBKRI tidak berlaku untuk pribumi, ongkos buat KTP untuk China lebih mahal daripada pribumi. Belum lagi lainnya. Mengatakan tidak ada sementara kenyataan berbicara lain justru menyebabkan China2 semakin semangat mencari apa yang diinginkan pribumi, yang tidak mereka ketahui cara mendapatkannya.

Ketiga...
Berkat doa pribumi se-Indonesia. Bayangkan saja, kalau 50% pribumi di sini percaya orang China itu kaya, sudah berapa banyak orang yang tanpa sadar mendoakan orang China Indonesia kaya. Apalagi kalau yang percaya lebih dari 50% (kalau bisa malah 100% hehehehe). Ya ngga heran kalau keyakinan para pribumi itu menjadi kenyataan, toh?