.

Kenapa chinese relatif lebih kaya dr pribumi

Postby mohamedbincamel » Sun May 20, 2007 7:44 pm

MadinaSyarif wrote:inget sesuatu... apa ya..entah semboyan entah pepataH...entah dimana (sori OOT dikit)

KALO POHON TERAKHIR SUDAH DITEBANG, KALO AIR TERAKHIR SUDAH TERCEMAR, KALAU BINATANG TERAKHIR SUDAH DIMAKAN, MANUSIA BARU AKAN SADAR BAHWA DIA TIDAK BISA MAKAN UANG


well said, gw sedih juga kalo baca ini, karena gw dulu cinta uang dan pernah jadi budaknya, yg jadi korban anak gw karena gw gak ada waktu buat keluarga dan Pencipta gw.
gw udah sadar bahwa uang hanya kertas yg dicetak, uang akan mejadi sangat powerful bagi manusia dunia yg penuh hawa nafsu.
gw liat manusia juga banyak yg jadi budak uang, dan bersedia melakukan APA SAJA demi uang (dewa mamon)

" AKAR SEGALA KEJAHATAN ADALAH CINTA UANG."
mohamedbincamel
 
Posts: 804
Joined: Sat Jan 20, 2007 9:34 am
Location: The land of milk and honey

Postby infidel&kufir » Mon May 21, 2007 1:12 pm

Menurut gue, sebenarnya potensi orang untuk menjadi kaya gak bergantung kepada rasnya tapi lebih kepada pola berpikirnya. Kalo lo punya pola pikir seorang muslim maka kemungkinan lu jadi kaya lebih kecil dibanding kalo lo bukan seorang muslim. Karena org cina lebih banyak yang tidak berpola pikir kaya seorang muslim maka mereka lebih kaya dari pribumi yang relatif lebih banyak islamnya. Kalo kebanyakan orang cina jadi islam dan kalo kebanyakan pribumi jadi non islam maka kemungkinan besar, trendnya akan berbalik. Orang pribumi akan lebih kaya dari orang cina. Lo liat aja diantara orang-orang pribumi sendiri, pribumi non islam lebih kaya dari pribumi islam. Hal ini juga berlaku pada tingkat pendidikan. Yang non islam lebih berpendidikan dan berprestasi secara akademis dibandingkan yang berislam. Para kafirun juga lebih maju dari para muslimin meskipun para kafirun lebih terdiskriminasi.
User avatar
infidel&kufir
 
Posts: 258
Joined: Thu Sep 28, 2006 3:22 pm
Location: Kantor SBY

Postby somad » Mon May 21, 2007 1:27 pm

Saya kira anda terlalu megeneralisir, justru tahukah anda bahwa ada Tionghoa yang ber pura-pura jadi Islam agar di KTP nya kolom agama terisi Islam? Ketika saya tanyakan soal ini mereka bilang, muslim maunya ditipu, dengan ini maka kita bisa dapatkan fasilitas istimewa yang tidak bisa kita dapatkan kalau beragama bukan Islam????????

Jadi kelihatannya makin ditekan si Tionghoa menjadi lebih jeli melihat peluang.
User avatar
somad
 
Posts: 1026
Joined: Tue Sep 20, 2005 11:25 pm
Location: Indo

Postby infidel&kufir » Mon May 21, 2007 3:20 pm

Gue tahu kalo ada orang-orang Cina yang menjadi muslim KTP, tapi bukan berarti bahwa mereka akan berpikir dan berperilaku sama seperti muslim sungguhan. Sebenarnya, gue gak ngerti maksud kamu dengan "maka kita bisa dapatkan fasilitas istimewa yang tidak bisa kita dapatkan kalau beragama bukan Islam". Fasilitas apa? Menurut gue, mereka tidak ingin didiskriminasi hanya karena hal pribadi seperti agama.
User avatar
infidel&kufir
 
Posts: 258
Joined: Thu Sep 28, 2006 3:22 pm
Location: Kantor SBY

Postby swatantre » Mon May 21, 2007 4:05 pm

Gini lho bang IAK,
Maksud Mbah Somad tuch dengan orang tionghoa membikin ktpnya jadi beragama islam, itu makjsudnya biar kaga kena diskriminasi... yang ternyata tetep juga didiskriminiasi sama muslim2 di negeri begok karena dikuasai muslim2 dongok ini...

Gitu kan Mbah Som..?
swatantre
 
Posts: 4193
Joined: Thu Jul 20, 2006 7:40 pm
Location: Tanah Suci, dalem Ka'bah

Postby somad » Mon May 21, 2007 5:33 pm

infidel&kufir wrote:Gue tahu kalo ada orang-orang Cina yang menjadi muslim KTP, tapi bukan berarti bahwa mereka akan berpikir dan berperilaku sama seperti muslim sungguhan. Sebenarnya, gue gak ngerti maksud kamu dengan "maka kita bisa dapatkan fasilitas istimewa yang tidak bisa kita dapatkan kalau beragama bukan Islam". Fasilitas apa? Menurut gue, mereka tidak ingin didiskriminasi hanya karena hal pribadi seperti agama.

Kita tau bahwa Muslim sangat discrimitatip kalau bukan islam
maka bukan saudara, kita tau juga bahwa diskriminasi agama diterapkan di
instansi instansi pemerintahan tanpa adanya ketentuan tertulis, dan rupanya inilah
yang menjadi beban tambahan disamping dikriminasi ras.
Seperti kawan saya itu, sewaktu mengurus pasport cukup membawa KTP akta kelahiran
dan surat kewarganegaraan orang tuanya, tetapi adiknya karena bukan islam ktp harus
melampirkan KTP akta kelahiran surat bebas G30S disamping surat
kewarganegaraan orang tua dan surat kewarnegaraan yang terpisah, katanya berbentuk buku.
Karena belum punya maka adiknya terpaksa membuat dulu dipengadilan negeri yang prosedurnya
juga berbelit belit.
Bayangkan tambahan biaya yang harus dikeluarkan adiknya. Sedangkan kakaknya karena
Islam KTP mendapat kemudahan.
Ini hanyalah salah satu kemudahan yang dia sebut dan tentu masih adalagi perlakuan
diskrinatip agama di instansi instansi lain. Karena dia terpaksa berusaha dagang dan
sering harus berurusan dengan Instansi pemerintah.
Seingat saya waktu saya buat/memperbarui paspor cukup dengan KTP tanpa ada surat
surat lainnya. Baru kemudian karena banyaknya paspor aspal ditambah dengan surat
kelahiran atau akta kenal lahir kalau tidak punya ya Ijasah sd cukup. Bandingkan dengan
mereka yang ternyata cukup puas bila salah satu persyaratan bisa ditiadakan.
User avatar
somad
 
Posts: 1026
Joined: Tue Sep 20, 2005 11:25 pm
Location: Indo

Postby mohamedbincamel » Mon May 21, 2007 10:21 pm

banyak chinese yg orientasinya ke duit dan duit, jd utk dapet duit mereka hrs berinteraksi dgn pribumi, karena awalnya pribumi yg cetak duit dan yg punya rupiah.
spy dpat lbh mudah diterima yaa mereka beli aja KTP islam , paling gak lebih aman gak dijarah oleh islamer, juga sebagai pendatang, bisa lebih mudah urus ijin, surat2 kalo ngaku islam.

karena didikan feodal, pribumi seneng cari pangkat tinggi, uda gitu korupsi biar dapet duit banyak.
ini yg menjelaskan kenapa pejabat tinggi biasanya kaya2 padahal gajinya kecil.

chinese, karena pendatang, yaa fokusnya ke duit, sampe mati juga cari duit terus, gak peduli masih miskin ato udah kaya.
makin banyak duitnya biasanya makin haus duit dan makin pelit .
mohamedbincamel
 
Posts: 804
Joined: Sat Jan 20, 2007 9:34 am
Location: The land of milk and honey

Postby mohamedbincamel » Tue May 22, 2007 12:27 am

yg gw tau yusuf kalla gajinya sekitar 55 jt, sby 65 jt
dan keduanya BUKAN islam pesantren yg radikal, maka itu mereka mendukung resolusi PBB utk menghukum iran.
Yusuf Kalla seorang trilioner, salah satu org terkaya di sulawesi, karena dia punya banyak usaha.
aburizal bakri, owner bakri group juga menko di bawah kalla bahkan jauh lebih kaya dari atasannya sendiri, tercatat harta dan duitnya diatas 10 triliun dan merupakan 10 besar org paling kaya di indonesia.

bisa dibuktikan kalo dekat dgn pusat kekuasaaan , duitnya gede.
mohamedbincamel
 
Posts: 804
Joined: Sat Jan 20, 2007 9:34 am
Location: The land of milk and honey

Postby mohamedbincamel » Tue May 22, 2007 12:34 am

Orang-orang Terkaya Indonesia

Oleh :


Majalah terkemuka, Forbes Asia, baru saja merilis daftar orang kaya Indonesia. Dari 40 daftar orang kaya tersebut, total kekayaannya mencapai 22,27 miliar dolar atau sekitar Rp 200 triliun lebih, hampir separuh dari anggaran belanja negara.

Menjadi pertanyaan kemudian, siapa mereka itu. Di urutan pertama adalah Sukanto Tanoto dengan kekayaan Rp 25 triliun, kemudian disusul Putera Sampoerna Rp 1,9 triliun, dan ketiga Eka Tjipta (Rp 18,2 triliun). Liem Sioe Liong yang biasanya di posisi puncak kini ada di posisi ke-11 dengan kekayaan Rp 7,28 triliun.

Selain itu, ada dua pejabat negara yan masuk dalam daftar orang terkaya, yakni Menko Kesra Aburizal Bakrie di urutan keenam dengan kekayaan Rp 10,9 triliun. Pejabat kedua adalah Wakil Presiden Jusuf Kalla di urutan ke-36 dengan kekayaan sejumlah Rp 1 triliun.

Tentu kita bangga jika banyak orang Indonesia yang menjadi kaya raya. Karena memang sudah sepantasnya, negeri yang kaya akan sumber alam dan bertanah subur ini menelorkan orang-orang kaya, bukannya justru menjadi tempat persemaian bagi tragedi kemiskinan.
mohamedbincamel
 
Posts: 804
Joined: Sat Jan 20, 2007 9:34 am
Location: The land of milk and honey

Postby mohamedbincamel » Thu Jul 26, 2007 1:02 am

Disadur dr internet:

Saya seorang pribumi yg dulunya benci setengah mampus sama WNI Keturunan Cina. Tetapi setelah hidup di Amerika selama 10 tahun dan sekarang bekerja di salah satu bank terbesar di dunia berpusat di New York City, pandangan saya berubah dan mengerti mengapa Cina itu berbeda dengan orang pribumi.
Dan sebenarnya banyak sekali hal-hal yg kita tidak mengerti tentang cina, dan hal-hal ini sebenarnya harus kita ketahui dan kita pikirkan lagi, karena hal-hal ini adalah sesuatu yg bisa kita pakai untuk kepentingan bangsa sendiri dan utk memajukan bangsa sendiri. Bukan saya bilang bahwa kita harus berubah jadi Cina, cuma kalau memang bagus mengapa tidak ? Dan memang ada juga hal-hal buruknya, tetapi semua bangsa juga punya.

Marilah saya mulai pendapat saya tentang perbandingan antara WNI asli dan keturunan cina :

1. Perbedaan2 nyata Setelah bekerja tiga tahun lebih dan punya teman dekat orang bule dan orang Cina dari Shanghai di tempat kerja saya, saya melihat banyak sekali perbedaan-bedaan, diantaranya :

A. DUIT

a) Si bule, kalo gajian langsung ke bar, minum-minum sampe mabuk, beli baju baru, beli hadiah macam-macam untuk istrinya. Dan sisanya 10% di simpan di bank. Langsung makan-makan di restoran mahal, apalagi baru gajian.

b) Si Cina, kalau gajian langsung disimpan di bank, kadang-kadang diinvest lagi di bank, beli Saham, atau dibungain. Bajunya itu2 saja sampe butut. Saya pernah tanya sama dia, duitnya yg disimpen ke bank bisa sampe 75%-80% dari gaji.

c) Saya sendiri. kalo gajian biasanya boleh deh makan-makan sedikit, apalagi baru gajian, beli baju kalo ada yg on-sale (lagi di discount), beli barang-barang kebutuhan istri, sisanya kira2 tinggal 15-20% terus disimpen di bank.

*** Kebanyakan di Amerika, orang Cina yang kerja kantoran (sebenarnya Korea dan Jepang juga) muda-muda sudah bisa naik mobil bagus dan bisa mulai beli rumah mewah. walaupun orang tuanya bukan konglomerat dan bukan mafia di Cinatown. Malah mereka beli barang senangnya cash, bukan kredit. Soalnya mereka simpan duitnya benar-benar tidak bisa dikalahkan oleh bangsa lain. kalau bule atau orang hitam musti ngutang sampe tau baru bisa lunas beli rumah.

B. KERJAAN

a) si bule, abis kerja (biasanya jam kerja jam 8 pagi - 6 sore) hari Senen sampai hari Jumat (Sabtu dan minggu tidak kerja)) ke bar ato makan-makan ngabisin gaji. Kalau disuruh lembur tiba-tiba, biasanya kesel-kesel sendiri di kantor. Biasanya kalo hari Senen, si bule tampangnya kusut, soalnya masih lama sampe hari Sabtu, pikirannya weekend melulu. Kalo hari Kamis, si bule males kerja, pikirannya hari Jumat melulu. Terus jalan-jalan gosip kiri kanan.

b) si Cina, abis kerja langsung pulang ke rumah, masak sendiri, nggak pernah makan diluar (saya sering ngajak dia makan, cuma tidak pernah mau, mahal katanya, musti simpan duit, kecuali kalo ada hari-hari khusus). Kalau disuruh lembur tidak pernah menolak, malah sering menawarkan diri untuk kerja lembur. Kalau disuruh kerja hari sabtu atau hari minggu juga pasti mau. Kadang-kadang dia malah kerja part-time (bukan sebagai pegawai penuh) di
perusahaan lain untuk menambah uangnya.

c) saya sendiri, kalau disuruh lembur, agak malas juga kadang-kadang karena sudah punya rencana keluar pergi makan sama teman-teman kantor. Kadang-kadang ingin sekali pulang ke rumah karena di kantor melulu, cuma mau nggak mau mesti kerja (jadi kesannya terpaksa, nggak seperti si cina yg rela). Weekend paling malas kalau musti kerja.

*** Bos-bos juga biasanya suka sama orang Cina kalau soal kerjaan. Mereka soalnya pekerja yg giat dan tidak pernah bilang "NO" sama boss. Dapat kerja juga gampang kalau mukanya cina, karena dipandang sebagai "Good Worker". Atau pekerja giat. Jarang sekali, kecuali penting sekali dia tidak bersedia kerja lembur. Dan kalaupun tidak bersedia lembur, biasanya dia akan datang sabtu atau minggu, atau kerja lembur besoknya.

C. RUMAH

a) Apartment si bule, wah bagus sekali. gayanya kontemporari. Penuh dengan barang-barang perabotan dan furniture mahal. Pokoknya gajinya pasti abis ngurusin apartment dia.

b) Apartment si cina, wah... kacau. Cuma ranjang satu, dilantai saja. Meja butut, dan dua kursi butut. TV nya kecil sekali, TV kabel saja tidak punya. Pokoknya sederhana sekali. Waktu saya tanya, dia bilang "bersakit-sakit dahulu, bersenang-senang kemudian." daerahnya pun bukan didaerah mahal, tempatnya di daerah kumuh dan kurang ada yg mau tinggal.

c) Apartment saya sendiri, yah lumayan, cuma istri saya suka juga merias rumah. Jadi apartment saya lumayan lah tidak seperti punya si Cina. Saya benar-benar salut dia bisa hidup begitu. Padahal duitnya di bank banyak. >Gaji dia saja lebih tinggi dari saya karena lebih lama di perusahaan tersebut.

*** Setelah 10 taun, biasanya si bule, orang item, masih tinggal di apartment atau baru ngutang beli rumah, si cina sudah bisa beli rumah sendiri. Karena nabung dengan giatnya, dan cuma beli yg penting-penting saja. Jadi uangnya ditabungkan sendiri.

*** Disini saja saya bisa lihat perbedaan-bedaan nyata, saya pertama-tama pikir, wah si Cina ini pelit amat. Masa duit banyak kayak begitu disimpan saja di bank. Dan kalau kita banding-bandingkan dengan sejarah orang-orang cina, kita akan tahu kenapa mereka (Cina) itu dalam long-range nya (jangka panjang nya) lebih maju dari pribumi di Indonesia, karena saya sempat bertukar pikiran dengan beberapa teman lagi orang Cina lainnya, orang India, orang Arab, orang Jerman, orang Amerika, dan orang Cina ini sendiri. Kita musti tau sejarahnya orang Cina ini.

2. Perbandingan antara sejarah kebudayaan cina dan Indonesia JAMAN DULU Bangsa cina adalah bangsa yg bangga dengan bangsanya, karena kebudayaan cina adalah salah satu kebudayaan yg tertua di dunia, hampir setahaf dengan Mesopotamia dan Mesir. Karena itu kebudayaan cina itu benar-benar menempel di sanubari nya. Susah sekali untuk melepaskan kebudayaan tersebut karena memang betul kebudayaan mereka itu hebat, terus terang, kalau kita bandingankan dengan kebudayaan kita (pribumi Indonesia) kita tidak bisa mengalahkan kebudayaan orang cina. Dan memang kebudayaan mereka sudah diakui dunia.Menurut salah satu Journal of Archeology terkemuka di dunia, orang Melayu itu unsurnya lebih banyak mengarah ke bangsa Mongol atau Cina. Jadi bangsa Indonesia itu sebenarnya Cina, walaupun secara biologis dan evolusis, ada unsur-unsur dari India dan Arab di darah orang pribumi. Tetapi orang Indonesia (Melayu) itu sebenarnya genetik nya lebih dekat ke orang Cina.

orang cina itu sudah dari dulu 4000 tahun hidupnya diawang kesusahan terus (maksudnya rakyat kecilnya). Negara cina dari jaman dulu, katanya, sudah perang terus, rakyat kecil disiksa olah pemerintahnya sendiri,dan pemerintahnya berganti-ganti terus. Orang cina bisa dibilang salah satu bangsa yang tahan banting. Sudah biasa menderita, dan makin menderita, biasanya orang kan makin nekad dan makin berani, jadi semua jalan ditempuh, namanya saja mau hidup, bagaimana. Ini
juga terjadi di Indonesia.Karena negaranya sendiri, Cina, banyak masalah, mereka imigrasi kemana-mana. Mereka ada dimana-mana, teman saya orang item dari Nigeria dan Ethiopia (afrika) bilang disana pun ada banyak orang cina. Dan herannya. Cina-cina di Afrika pun sukses dan bisa dibilang tidak miskin.

DI INDONESIA Di Indonesia sendiri, waktu saya masih tinggal diJakarta, saya bisa melihat perbedaan-perbedaannya, cuma waktu itu pikiran saya belum terbuka. Saya pernah buka punya teman orang cina di Senen buka toko kain. Di sebelahnya persis ada pak Haji yg juga buka toko kain. Setelah dua tahun, bisnis si cina makin maju, dan si pak Haji sebelah akhirnya bangkrut. Ternyata bukan karena si Cina main curang atau guna-guna si pak haji. Ternyata itu karena si cina, walaupun sudah untung, uangnya di simpan dan ditabung saja, untuk mengembangkan bisnisnya lagi. Dan dia dan istrinya makan telor ceplok saja Sedangkan si pak haji baru untung sedikit sudah makan besar di restoran karena gengsi sama keluarga nya. Nah bukannya si pak haji ini salah ? Bukannya kita bisa lihat sendiri bahwa cina ini pikirannya lebih maju lebih melihat kedepan dan lebih tahan banting ? Saya kira ini adalah suatu hal yang bisa kita contoh dari si Cina ini. Mungkin kita tidak usah terlalu pelit seperti dia, tapi juga tidak usah gengsi-gengsian.

Saya sudah bertemu dengan banyak orang dari negara yg berbeda-beda dan satu hal yg benar-benar nyata adalah orang yg TIDAK MEMBUAT KEPUTUSAN BERDASARKAN GENGSI biasanya NEGARANYA MAJU. Coba saja lihat orang Hong Kong, orang Jepang, orang Inggris, orang Amerika, orang Jerman dan orang Singapore, mereka sudah MAJU sekali pemikirannya. Tidak seperti orang Indonesia. Kalau YA yah sudah bilang YA, kalau TIDAK yah bilang TIDAK. Jadi tidak tidak ada yg tidak enak hati. Kalau sudah lama tidak enak hati akhirnya berantem. Orang Indonesia sayangnya gengsinya tinggi sekali, tidak mau mengaku kalau memang salah atau harus merubah sesuatu yg jelek. Inilah kelemahannya. Di mata Internasional bangsa Indonesia sudah terkenal sebagai NAZI Jerman versi Asia Tenggara. Waktu perang dunia ke II bangsa Jerman sedang miskin karena mereka kalah perang dunia ke I, supaya rakyat tidak marah, si Hitler yg cerdik sengaja menyalahkan orang Yahudi yg memang kaya dan menguasai ekonomi Jerman. Dan orang Yahudi akibatnya dibantai dan tidak diperlakukan sebagai warga negara sendiri. Padahal mereka juga sudah lama tinggal di Jerman dan sudah merasa sebagai bangsa sendiri, walaupun mereka masih memegang kebudayaan mereka yg tinggi, sama seperti cina di Indonesia. Di Indonesia anehnya, pribumi benci dengan cina tetapi bukan dengan orang Belanda atau orang Jepang. Kalau dipikir-pikir, cina itu tidak salah apa-apa. Saya sebagai pribumi baru sadar akan hal itu. Belanda menyiksa bangsa Indonesia dan menguras harta bumi kekayaan Indonesia selama 350 tahun dan setelah pergi meninggalkan penyakit yg paling bahaya dan mendarah daging, yaitu korupsi, yg sampai sekarang juga menimbulkan krisis ekonomi setelah 53 tahun merdeka rupanya penyakit ini bukannya makin terobati, tetapi makan menusuk dan menular ke seluruh badan dan mental bangsa Indonesia.

Bangsa Jepang, cuma menguasai 3.5 tahun, tapi menyiksa bangsa Indonesia lebih kejam dari bangsa lain. Karena kalah perang, bangsa jepang, yah mau tidak mau sekarang musti menguasai dunia secara ekonomi tidak bisa lagi main angkat senjata.

Anehnya kita sebagai pribumi malah benci dengan cina bukannya dengan Belanda atau jepang. Lucu sih. Semua bangsa lain (Korea, Cina, Burma, Vietnam, dan Afrika) benci dengan bekas penjajahnya bukan penduduk sesama yg telah hidup bertahun-tahun bersama-sama yaitu cina kalau di Indonesia. Salah apa si cina-cina ini, tidak salah apa-apa. Kenapa mereka kelihatannya buas dalam bisnis, tamak, dan rakus ? kenapa ? Karena > mereka selama tinggal di Indonesia selalu diperlakukan sebagai orang luar dan di anak-tirikan. Coba bayangkan kalau anda-anda jadi cina, pasti anda-anda juga mau melindungi diri sendiri, siapa yg mau nggak makan besok ? atau
mati ? Yah, kalau begitu, mereka jadi cerdik, agak licik, mengambil kesempatan dalam kesempitan, jadinya berhasil memegang ekonomi indonesia. Tapi mereka juga bekerja keras, JAUH.....SANGAT JAUH LEBIH KERAS DARI KITA YG PRIBUMI. Bukan cuma di Indonesia saja. orang cina sepertinya ditaruh dimana saja pasti sukses dan bekerja keras. Mereka (cina) tidak menyerah pada nasib, dan selalu INGIN MENJADI DUA KALI LIPATKAN TARAF HIDUPNYA, kita yg pribumi, biasanya puas dengan keberhasilan kita dan malas malasan karena merasa sudah diatas angin. Bagi cina2 ini tidak berlaku, mau setinggi apa juga, pasti bisa lebih tinggi lagi.

Kita saja yg ****, mau dengar omongan pemerintah yg brengsek dan mengkambing hitamkan cina. Karena mereka sendiri juga busuk tetapi takut ketahuan. Jadi mereka menggunakan cina sebagai tameng dan kambing hitamnya.

Gimana mau hidup sebagai negara yg maju coba ? Kalau tidak bersatu. Negara yg maju harus bisa hidup dengan tentram satu sama lain tidak perduli dengan warna kulit, agama, dan keturunan. Semuanya musti diakui sebagai satu bangsa. Contohnya Amerika, mau cari orang dari mana saja ada. Cuma mereka bersatu, dan mereka sadar tiap orang punya kejelekan masing-masing. Cuma tidak digembar-gemborkan, tapi dibicarakan dan dirubah. Yg bagusnya diambil, dan dipakai bersama-sama untuk memajukannegara. Tidak segan-segan, atau gengsi, kalau gengsi-gengsi maka tidak akan maju. Harus open (terbuka) dan mau menerima kesalahan dan musti mau berubah.

Life Is A Role Playing Game !!


NB: Ada beberapa hal yg perlu diluruskan, tidak semua orang Cina di seluruh dunia adalah orang sukses, masih byk juga diantara mereka yg hidup dibawah garis kemiskinan. Sebagai contoh bisa Anda lihat di daerah Tangerang, Banten. Disana masih banyak warga keturunan Cina yg sudah tinggal disana selama generasi (sehingga kulit merekapun sudah berbeda dgn keturunan Cina yang bermigrasi pada abad 20an), yang masih kesulitan untuk makan.

Diharapkan koreksi ini dapat menghilangkan stereotipe di Indonesia, bahwa semua orang keturunan Cina adalah orang kaya yang sukses.
mohamedbincamel
 
Posts: 804
Joined: Sat Jan 20, 2007 9:34 am
Location: The land of milk and honey

Postby coup_d_etat » Thu Jul 26, 2007 1:54 am

Aku sendiri chinese....dan yang aku bisa lihat dari papaku sendiri adalah

Papaku orang yang mau mengambil resiko....walaupun keluargaku pernah bangkrut abis....pinjam sana sini....rumah hampir dilelang.....tapi papaku selalu yakin akan insting bisnisnya...dan pada akhirnya emank selalu benar...buktinya saya bisa online dan mosting di sini...
Mengambil resiko di sini bukan berarti tanpa perhitungan...tetapi mengambil resiko di sini berarti dengan penuh perhitungan dan tidak takut untuk maju, meskipun ada resiko yang cukup menakutkan mengancam

Papaku bilang...kita tidak boleh punya pikiran kalau hidup kita bakal enak, uang akan terus mengalir sambil kita duduk santai. Papaku selalu menanamkan bahwa hidup adalah kerja keras....jangan pernah merasa puas dengan perolehanmu..

Papaku selalu bilang juga...selalu persiapkan simpanan dan dana cadangan....karena kita tidak tahu kapan malang akan datang......jangan terbuai dengan kesenangan yang kita peroleh sekarang

Sekian tips dari papaku :P
User avatar
coup_d_etat
 
Posts: 539
Joined: Sun Jun 17, 2007 10:21 am

Postby mohamedbincamel » Sat Jul 28, 2007 9:10 pm

sebenernya yg kaya2 ntu para pribumi, yg punya kapal terbang , tambang minyak, tambang batubara, tambang emas, yg cetak uang...yaa semua itu pribumi bukan chinese.
tapi berhubung pribumi mayoritas agamanya islam
maka senang kawin melulu (ajaran Mohamad SAW yg punya istri 11, tapi kalo umatnya cukup max 4 aja) kalo ada duit, kalo gak ada yaaa korupsi.
Maka itu negara ini rusak karena para pejabatnya tukang korupsi dan tukang kawin.
Sebenernya para pejabat uda dilarang kawin lebih dari satu istri...(ini asalnya dari Ibu Tien Soeharto yg agama Kristen Katolik) tapi sekarang trendnya istri satu, cem2an banyaaak ato mlacur...yaa sami mawon.
Ini pengaruh ajaran islam yg paling mendasar dalam merusak negara ini....buka panti pijet ok, tapi buka gereja dilarang&dibakar.
mohamedbincamel
 
Posts: 804
Joined: Sat Jan 20, 2007 9:34 am
Location: The land of milk and honey

Postby mohamedbincamel » Sun Jul 29, 2007 5:26 am

umumnya negara islam diberkati dgn minyak bumi yg melimpah (ngkali rajin sembahyang 5 X sehari ???) tapi mayoritas penduduknya miskin, yg kaya cuma para pejabat dan para konconya.
islam radikal sudah masuk ke dalam DPR seperti karat yg menggerogoti negara ini...kasihan rakyatnya jadi pada melarat.
mohamedbincamel
 
Posts: 804
Joined: Sat Jan 20, 2007 9:34 am
Location: The land of milk and honey

Postby mohamedbincamel » Tue Jul 31, 2007 6:03 am

Selasa, 31 Juli 2007,
Bos Rokok Terkaya Seluruh Indonesia

JAKARTA - Kenaikan berkali-kali cukai rokok tak membuat kantong para pengusahanya menipis. Dalam daftar 150 orang terkaya Indonesia yang dirilis majalah Globe Asia edisi Agustus 2007, dua raja tembakau, Budi Hartono, bos Djarum, dan Rachman Halim, bos Gudang Garam, menempati posisi pertama dan kedua.

Dalam daftar yang dirilis kemarin, Budi Hartono, 66, meraih gelar orang terkaya di Indonesia karena memiliki kekayaan USD 4,2 miliar (Rp 37,8triliun). Selain menambang uang dari berjualan rokok, kantong pengusaha yang merintis usaha dari Kudus, Jawa Tengah, itu, semakin tebal dengan setoran keuntungan dari BCA, bank ritel terbesar, dan berbagai aset properti.

Bos Gudang Garam Rachman Halim, 60, yang tak pernah absen dalam setiap daftar tentang orang terkaya di Indonesia dan dunia berada di posisi kedua dengan kekayaan USD 3,5 miliar (Rp 31,5 triliun).

Satu lagi pengusaha yang dibesarkan oleh bisnis rokok, Putera Sampoerna, berada di urutan kelima dengan kekayaan USD 2,2 miliar (sekitar Rp 19,8 triliun). Selain dari penjualan saham HMSP ke PT Philip Morris Indonesia yang mencapai Rp 18,5 triliun, pundi-pundi Putera makin menggunung dengan kesuksesannya merambah bisnis properti di Rusia dan kasino di London.

Executive Chairman of Globe Asia, Rizal Ramli menyatakan, jika digabungkan, kekayaan tiga raja tembakau tersebut mencapai USD 10 miliar (Rp 90 triliun). Jumlah itu hampir 25 persen dari total kekayaan yang dimiliki 150 orang terkaya Indonesia yang masuk daftar dengan nilai USD 46,6 miliar (Rp 419,4 triliun).

Walaupun perusahaan tembakau mendominasi, ada bukti-bukti bahwa elite bisnis di Indonesia kini mulai berkembang pesat, baik secara domestik maupun global. "Setelah krisis, para pemain baru mulai tampil dengan strategi yang dapat mengisi peluang bisnis di Indonesia maupun di tingkat global," kata Rizal.

Beberapa pengusaha kawakan yang masih bertahan adalah Soedono Salim, 92. Pengusaha yang namanya senantiasa dikaitkan dengan taipan terkaya pada era Orde Baru itu menempati peringkat keempat dengan kekayaan USD 2,8 miliar (Rp 25,2 triliun). Kekayaan Om Liem masih lebih kecil dibanding harta Eka Tjipta, bos Grup Sinar Mas, yang nilainya USD 3,1 miliar (Rp 27,9 triliun) dan berada di posisi ketiga.

Posisi keenam terkaya se-Indonesia ditempati Sukanto Tanoto dari Raja Garuda Mas yang bergerak di bidang industri pulp dan keras serta kelapa sawit dengan kekayaan USD 1,3 miliar (Rp 11,7 triliun). Disusul bos Wings Group, Eddy William Katuari yang memiliki kekayaan USD 1,1 miliar dari bisnis consumer goods dan propertinya.

Meski salah satu perusahaan yang dikelola keluarganya, Lapindo Brantas Inc, sedang dibelit masalah lumpur, Menteri Koordinator Kesejahteraan Rakyat (Menko Kesra) Aburizal Bakrie menempati urutan kedelapan orang terkaya se-Indonesia.

Kekayaan bos Grup Bakrie yang bergerak di bidang energi, properti, dan telekomunikasi itu mencapai USD 1 miliar (Rp 9 triliun). Disusul bos Medco Energy, Arifin Panigoro, yang menempati posisi kesembilan dengan kekayaan USD 900 juta. Sementara, bos holding media Grup MNC Harry Tanoesoedibyo menempati posisi kesepuluh dengan kekayaan USD 900 juta.

Tokoh lain yang masuk dalam daftar orang terkaya adalah Chaerul Tanjung, bos Para Group yang bergerak di sektor perbankan dan media, Dia menempati posisi kelima belas dengan kekayaan USD 565 juta. Raja Jogjakarta Sri Sultan Hamengku Buwono X menempati urutan ke-77 dengan kekayaan USD USD 140 juta.

Wakil Presiden Jusuf Kalla yang juga dikenal sebagai pengusaha tercatat memiliki kekayaan USD 125 juta dan menempati posisi 84, disusul Pontjo Sutowo dengan kekayaan USD 125 juta.

Rizal yang pernah menjabat menteri keuangan dan mantan menteri koordinator perekonomian itu menjelaskan, pemeringkatan yang dilakukan Globe Asia didasarkan kepemilikan saham oleh masing-masing individu, baik di perusahaan publik (yang tercatat di bursa saham) maupun yang tidak (nonpublik).

Pemeringkatan itu merupakan salah satu program yang bisa mendorong tumbuhnya transparansi dan good governance dalam berbisnis. Di sisi lain, Rizal menilai bahwa angka-angka kekayaan para pengusaha itu merupakan sebagian kecil dari cermin perekonomian nasional. "Dari daftar ini kita juga bisa tahu sektor rokok dan komoditas sumber daya alam masih sangat berpotensi dalam bisnis di Indonesia," jelasnya. (wir)
mohamedbincamel
 
Posts: 804
Joined: Sat Jan 20, 2007 9:34 am
Location: The land of milk and honey

Postby SITI_AISYAH » Tue Jul 31, 2007 9:29 am

@atas: Terkaya karena rokok=kaya diatas penderitaan orang lain/ngeracunin orang lain :lol: :lol:
User avatar
SITI_AISYAH
 
Posts: 501
Joined: Fri Dec 29, 2006 9:25 am
Location: tempat bermaen anak-anak.

Postby Alibaba » Tue Jul 31, 2007 10:20 am

Kebanyakan sih yang gua liat, kenapa orang Chinese relatif lebih kaya dari pribumi adalah karena mayoritas pribumi yang kebanyakan muslim, kalo dapet rejeki sedikit aja, yang dipikirin cuma kawin lagi..

Banyak anak bini, akhirnya pengeluaran jadi tambah banyak juga...
Saat bini pertama hamil, kalo rejeki lagi seret akhirnya ngutang sana sini...
Belum lunas hutangnya, bini ke 2 hamil lagi, akhirnya ngutang lagi.. sampe akhirnya hutang seleher, tepu sana-sini deh..

Gua bilang kebanyakan lho.. bukan semuanya..
User avatar
Alibaba
 
Posts: 380
Joined: Mon May 21, 2007 11:22 pm
Location: di selatan

Postby mohamedbincamel » Wed Aug 01, 2007 12:51 am

SITI_AISYAH wrote:@atas: Terkaya karena rokok=kaya diatas penderitaan orang lain/ngeracunin orang lain :lol: :lol:


tepatnya bukan gitu, mereka kaya krn banyak org tolol (sadar maupun gak sadar) yg dgn SUKARELA beli rokok (setiap bungkus ada peringatan bahaya merokok ) dan jadi pencandunya.
Pemerintah juga ijinkan penjualan rokok, side efeknya...para dokter dan persh farmasi jg ikutan pada kaya.
Sedihnya....jadi orang tolol nan bebal memang harus bayar mahal.
Yg jelas di Kristen umatnya dilarang ngerokok, gak tau umat Islam dilarang gak ya ama ajarannya ?
mohamedbincamel
 
Posts: 804
Joined: Sat Jan 20, 2007 9:34 am
Location: The land of milk and honey

Postby jinggana » Mon Aug 27, 2007 8:27 am

Alibaba wrote:Kebanyakan sih yang gua liat, kenapa orang Chinese relatif lebih kaya dari pribumi adalah karena mayoritas pribumi yang kebanyakan muslim, kalo dapet rejeki sedikit aja, yang dipikirin cuma kawin lagi..

Banyak anak bini, akhirnya pengeluaran jadi tambah banyak juga...
Saat bini pertama hamil, kalo rejeki lagi seret akhirnya ngutang sana sini...
Belum lunas hutangnya, bini ke 2 hamil lagi, akhirnya ngutang lagi.. sampe akhirnya hutang seleher, tepu sana-sini deh..

Gua bilang kebanyakan lho.. bukan semuanya..


kebanyakan itu artinya apa ya? :roll:
User avatar
jinggana
 
Posts: 30
Joined: Mon Aug 27, 2007 7:35 am

Postby jinggana » Mon Aug 27, 2007 8:29 am

mohamedbincamel wrote:tepatnya bukan gitu, mereka kaya krn banyak org tolol (sadar maupun gak sadar) yg dgn SUKARELA beli rokok (setiap bungkus ada peringatan bahaya merokok ) dan jadi pencandunya.
Pemerintah juga ijinkan penjualan rokok, side efeknya...para dokter dan persh farmasi jg ikutan pada kaya.
Sedihnya....jadi orang tolol nan bebal memang harus bayar mahal.
Yg jelas di Kristen umatnya dilarang ngerokok, gak tau umat Islam dilarang gak ya ama ajarannya ?



orang tolol artinya pa ya.... :roll:
User avatar
jinggana
 
Posts: 30
Joined: Mon Aug 27, 2007 7:35 am

Postby mohamedbincamel » Fri Oct 12, 2007 3:58 am

Banyakan Chinese apa Pribumi dari list di bawah ini ?

yg gw tau ranking 1-7 , Chinese.

150 orang terkaya indonesia 2007 versi Asia Globe




--------------------------------------------------------------------------------
150 orang terkaya indonesia 2007 versi Asia Globe

A. Dari ranking $ 4,2 Miliar sampai dengan $ 1,05 Miliar:
1. Budi Hartono
2. Rachman Halim
3. Eka Tjipta Widjaja
4. Sudono Salim
5. Putera Sampoerna
6. Sukanto Tanoto
7. Eddy William Katuari
8. Aburizal Bakrie

B. Dari ranking $ 900 Juta sampai dengan $ 505 Juta:
9. Arifin Panigoro
10. Hary Tanoesoedibjo
11. Boenjamin Setiawan
12. Martua Sitorus
13. Hashim Djojohadikusumo
14. Mochtar Riady
15. Chairul Tanjung
16. Husain Djojonegoro
17. Prajogo Pangestu
18. Edwin Soeryadjaya
19. Peter Sondakh
20. Trihatma Haliman

C. Dari ranking $ 445 Juta sampai dengan $ 255 Juta:
21. Sjamsul Nursalim
22. Kartini Mulyadi
23. Osbert Lyman
24. Paulus Tumewu
25. Obahorok Siong 9benua
26. Dasuki Angkosubroto
27. Murdaya Po
28. Sri Prakash Lohia
29. Jan Darmadi
30. Ciputra
31. George Tahija & Sjakon Tahija
32. Teddy P. Rachmat
33. Eddy Sariaatmadja
34. Gunawan Jusuf
35. Sofjan Wanandi
36. Yus Sutomo
37. Eka Tjandranegara
38. Sugianto Kusuma
39. Alexander Tedja
40. Subianto Tjandra
41. The Nin King
42. Burhan Uray
43. Hadi Surya
44. Benjamin Jiaravanon

D. Dari ranking $ 250 Juta sampai dengan $ 102 Juta:
45. Adyansyah Masrin
46. Sutanto Djohar
47. Tatang Hermawan
48. Obahorok Kian
49. Handojo Santosa
50. Henry Onggo
51. Bachtiar Karim
52. Didi Darwis
53. Hutomo Mandala Putra
54. Soetjipto Nagaria
55. Mu’min Ali Gunawan
56. Jakob Oetama
57. Kiki Barki
58. Tomy Winata
59. Kris Wiluan
60. Dahlan Iskan
61. Ginawan Tjondro
62. Rudy Suliawan
63. Jogi Hendra Atmadja
64. Johannes Kotjo
65. Bambang Trihatmodjo
66. Muljadi Budiman
67. Rusdi Kirana
68. Luntungan Honoris
69. Rudy Unjoto
70. Soedjono
71. Soegiharto Sosrodjoyo
72. Eddy Obahorok
73. Sugianto
74. A Tong
75. Aksa Mahmud
76. Mardjoeki Atmadiredja
77. Sri Sultan Hamengkubuwono
78. Sudhamek
79. Budi Purnomo Hadisurjo
80. Cahyadi Kumala
81. Basuki Wiwoho
82. G. Lukman Pudjiadi
83. Jusuf Kalla
84. Sandy Bingei
85. Pontjo Sutowo
86. Sigit Harjojudanto
87. Honggo Wendratno
88. Soegiarto Adikoesoemo
89. Iskandar Widyadi
90. Obahorok Tjai 9benua
91. Susanto Lim
92. Sukamdani Gitosardjono
93. Sudwikatmono
94. Atang Latief
95. GS Margono
96. Mintardjo Halim
97. Henry Pribadi
98. Surya Djuhadi
99. Soedarpo Sastrosatomo

E. Dari ranking $ 100 Juta sampai dengan $ 50 Juta:
100. Alim Markus
101. Widarto
102. Ishak Charlie
103. A Siang Rusli
104. Pramukti Surjaudaja
105. Raam Punjabi
106. Siti Hardijanti Rukmana
107. Benny Suherman
108. Putra Masagung
109. Marimutu Maniwanen
110. Ibrahim Risjad
111. Hendro Gondokusumo
112. D*** Gelael
113. Joseph Chuang
114. Mulyadi
115. Joe Kamdani
116. Usman Admajaya
117. kaharudin Ongko
118. Benjamin Soeryadjaya
119. Suryadharma Paloh
120. Djoko Susanto
121. Husein Sutjiadi
122. Sandiaga Uno
123. Steven Kusuma
124. Fajar Suhendra
125. Purnomo Chandra
126. Husen Lumanta
127. Setiawan Djody
128. Boedi Mranata
129. Rachmat Gobel
130. SD Darmono
131. Bambang Setijo
132. Teddy Tohir
133. MS Hidayat
134. Johannes Siegfried
135. Ilham & Tareq Habibie
136. Awong Hidjaya
137. Sugiono Wiyono
138. Hendro Setiawan
139. Bambang Wiyogo
140. Probosutejo
141. Jahja Santoso
142. Lesmana Basuki
143. Frans Siswanto
144. Harry Harmain Diah
145. Sudjono Karim
146. Oei Hong Djien
147.Suzie Darmawan
148. Rachmat Mulya Suryahusada
149. Lisa Tirto Utomo
150. Ipung Kurnia

Sumber: Asia Globe
mohamedbincamel
 
Posts: 804
Joined: Sat Jan 20, 2007 9:34 am
Location: The land of milk and honey

PreviousNext

Return to Bisnis & Ekonomi



Who is online

Users browsing this forum: No registered users

cron