.

Kenapa chinese relatif lebih kaya dr pribumi

Kenapa chinese relatif lebih kaya dr pribumi

Postby mohamedbincamel » Mon May 14, 2007 9:14 pm

Chinese di indonesia jumlahnya 5% tapi menguasai bisnis sampai 60%.
Pengamatan sy pribadi, diantara 10 chinese , 4 kaya, 5 menengah, 1 miskin
dibanding pribumi yg 1 kaya, 4 menengah , 6 miskin.

Yg disebut kaya, penghasilannya setahun diatas USD 10,000 per tahun hartanya diatas 1 milyar, yg disebut miskin penghasilannya dibawah USD 2 perhari.

Kalau diperhatiken, chinese kerja keras, pribumi juga kerja keras (kecuali pejabat kaya dr korup) chinese pinter,pribumi juga banyak yg kuliahnya lulusan luarnegeri.

Pribumi kaya terutama para pejabatnya, chinese kaya umumnya para pedagang.
jadi pribumi akar rumput tetap miskin (perkiraaan sekitar 40% penduduk)
Jadi faktor apa yg membuat suatu golongan dapat lebih makmur dari golongan lain ?
Untuk bahan pertimbangan, kaum chinese jarang yg jadi Islam, itupun kalau faktor agama mempengaruhi kekayaan seseorang.

Apabila kesenjangan ekonomi dan sosial terus berlanjut, karena desakan perut dan ketidak adilan menimpa mereka, dikhawatirkan tingkat kriminal semakin meningkat , TIDAK tergantung agamanya apa.

Jadi desakan perut pengaruhnya lebih besar dari ajaran Alkur'an.

Mohon tanggapan dan pendapatnya, terutama para muslimer.
Terima kasih.
mohamedbincamel
 
Posts: 804
Joined: Sat Jan 20, 2007 9:34 am
Location: The land of milk and honey

Postby mohamedbincamel » Thu May 17, 2007 12:40 am

Sekitar 97 Persen Pekerja Bergaji di Bawah Rp2 Juta

Sekitar 97 persen pekerja di Indonesia berpenghasilan di bawah Rp2 juta dan sebagian besar masih berstatus pekerja kontrak.

Menakertrans Erman Suparno seusai membuka pertemuan menteri senior tenaga kerja ASEAN di Jakarta, Selasa, mengatakan dirinya juga sempat kaget mendengar informasi banyaknya wartawan berstatus tenaga kontrak di berbagai media cetak dan elektronik.

Dia berharap agar status wartawan itu naik menjadi karyawan tetap setelah bekerja dua tahun. "Kalau sudah 2 tahun kan bisa diperpanjang satu tahun. Tapi memang karena tidak ada sanksi, perusahaan bisa seenaknya mengangkat yang baru. Ini yang patut dipelajari bersama," ujarnya.

Erman juga mengungkapkan hingga saat ini sekitar 60.000 kasus pemutusan hubungan kerja (PHK) belum tuntas dengan total pesangon Rp500 miliar.

"Karena itulah dibutuhkan PP Pesangon, agar ada kejelasan bagi karyawan dalam pembayaran pesangonnya dari perusahaan," kata Menteri.

"Saat ini Rancangan Peraturan Pemerintah (RPP) itu akan segera diserahkan ke Sekretaris Negara setelah dibahas oleh Lembaga Tripartit Nasional," katanya.

Hasil RPP itu juga akan dikonsultasikan secara informal dengan Komisi IX DPR.

Saat ini badan pekerja tripartit nasional sedang membahas berapa angka yang realistis, agar tidak memberatkan pengusaha dan merugikan pekerja.

"Selama ini kan pengusaha membayar iuran ke PT Jamsostek rata-rata sekitar 11,7 persen untuk jaminan kecelakaan, kematian, hari tua dan kesehatan. Untuk jaminan pesangon yang reasonable kita hitung antara 4-5 persen dari gaji. Tapi itu baru hitungan kita," katanya.

Nantinya pesangon tersebut akan dibayarkan melalui lembaga asuransi independen atau bisa juga PT Jamsostek yang akan menggalang iuran dari perusahaan. Sementara pekerja yang di-PHK tidak perlu lagi berhadapan dengan perusahaan, tapi tinggal mengurus haknya ke lembaga asuransi yang telah ditunjuk.

"Hal ini juga untuk mengantisipasi perusahaan yang tidak disiplin. Ini kenyataannya," kata Menteri.

Sementara itu Sekjen Depnakertrans Harry Heriawan Saleh yang bertindak sebagai pimpinan Sidang SLOM mengungkapkan salah satu isu penting yang akan dibahas adalah tentang tenaga kerja migran sebagai tindak lanjut deklarasi CEBU untuk disahkan menjadi forum Asean bagi penerima dan pengirim tenaga kerja migran. (Ant)
mohamedbincamel
 
Posts: 804
Joined: Sat Jan 20, 2007 9:34 am
Location: The land of milk and honey

Re: Kenapa chinese relatif lebih kaya dr pribumi

Postby Hand15 » Thu May 17, 2007 6:59 pm

Soalnya orang chinese kan semua terkonsentrasi di kota gara gara kebijakan Soeharto.

Nah, kalo dikota kan kesempatan kerja kan lebih besar, trus pendapatan di kota itu kan besar, trus pendidikan di kota kan lebih bagus, makanya orang chinese itu bisa kaya atau paling nggak menengah.

Saya kira bukan hanya orang chinese saja, tetapi juga orang pribumi yg memang lahirnya dari kota itu(bukan pendatang), mereka juga ada yang kaya trus paling nggak menengah. Lihat deh di Jakarta, yg kerja jadi pembantu dan tukang sapu(yang gajinya kecil kecil) kan kebanyakan itu warga pendatang. KAlo warga yang asli dari sono kebanyakan jadi manager dan karyawan kantoran.

Nggak heran kalo banyak warga chinese banyak yang kaya, wong mereka semuanya(90%) hidup di kota kok. Perbandingan pribumi yang hidup di kota dan di desa itu kan beda jauh (lebih banyak yang hidup di desa)
Hand15
 
Posts: 382
Joined: Wed Oct 05, 2005 2:40 am

Re: Kenapa chinese relatif lebih kaya dr pribumi

Postby somad » Thu May 17, 2007 9:27 pm

mohamedbincamel wrote:Chinese di indonesia jumlahnya 5% tapi menguasai bisnis sampai 60%.
Pengamatan sy pribadi, diantara 10 chinese , 4 kaya, 5 menengah, 1 miskin
dibanding pribumi yg 1 kaya, 4 menengah , 6 miskin.

Maaf sdr Mo,
Menurut saya pengamatan anda kurang cermat, coba anda tengok di tanggerang,
Bangka belitung dan pontianak/Singkawang banyak sekali orang tionghoa yang
teramat miskin.


Yg disebut kaya, penghasilannya setahun diatas USD 10,000 per tahun hartanya diatas 1 milyar, yg disebut miskin penghasilannya dibawah USD 2 perhari.

Kalau diperhatiken, chinese kerja keras, pribumi juga kerja keras (kecuali pejabat kaya dr korup) chinese pinter,pribumi juga banyak yg kuliahnya lulusan luarnegeri.

Ini benar tetapi lihat juga mereka juga dibantu oleh para ambtenar yang korup!
Dan biasanya kalau diadili karena ada indikasi korup maka yang dihukum adalah yang
Tionghoa dan si ambtenar bisa lolos menikmati harta hasil korupsinya. atau
paling paling dihukum ringan lihat kasus BLBI bank Bali, siapa yang dihukum
dan bagaimana nasib yang merekayasa? Bebas sampai meninggalnya.
Padahal si ambtenar ini yang merekayasa terjadinya korupsi.


Pribumi kaya terutama para pejabatnya, chinese kaya umumnya para pedagang.
jadi pribumi akar rumput tetap miskin (perkiraaan sekitar 40% penduduk)
Jadi faktor apa yg membuat suatu golongan dapat lebih makmur dari golongan lain ?
Untuk bahan pertimbangan, kaum chinese jarang yg jadi Islam, itupun kalau faktor agama mempengaruhi kekayaan seseorang.

Ya dari paparan anda bisa kita nilai ternyata tionghoa pedagang yang bekerja keras
Dan ambtenar atau pejabat tidak perlu cape cape kerja, yang mereka pikirkan hanyalah
bagaimana menjadikan pedagang tionghoa sebagai lahan empuk untuk secara mudah
mendapatkan harta.


Apabila kesenjangan ekonomi dan sosial terus berlanjut, karena desakan perut dan ketidak adilan menimpa mereka, dikhawatirkan tingkat kriminal semakin meningkat , TIDAK tergantung agamanya apa.

Jadi desakan perut pengaruhnya lebih besar dari ajaran Alkur'an.

Mohon tanggapan dan pendapatnya, terutama para muslimer.
Terima kasih.

Saya kira kesenjangan sosial hanyalah sebuah alasan klise para rasialis yang tidak
bisa melihat kenyataan sebenarnya
Lihat tukang becak Tionghoa dan tukang becak pribumi yang sama statusnya
Mengapa si tionghoa bisa surfive jadi tukang beca dan pribumi tidak?

Lihat saja isiu yang dilontarkan "pemurtadan dengan sebungkus mie instan
Yang notabene tidak masuk akal dan merupakan isiu cengeng berteriak miskin
Dan benar benar jadi miskin karenanya, karena hanya ingin jalan singkat menuju kaya.

wassalam
User avatar
somad
 
Posts: 1026
Joined: Tue Sep 20, 2005 11:25 pm
Location: Indo

Re: Kenapa chinese relatif lebih kaya dr pribumi

Postby mohamedbincamel » Thu May 17, 2007 10:15 pm

Hand15 wrote:Soalnya orang chinese kan semua terkonsentrasi di kota gara gara kebijakan Soeharto.

Nah, kalo dikota kan kesempatan kerja kan lebih besar, trus pendapatan di kota itu kan besar, trus pendidikan di kota kan lebih bagus, makanya orang chinese itu bisa kaya atau paling nggak menengah.

Saya kira bukan hanya orang chinese saja, tetapi juga orang pribumi yg memang lahirnya dari kota itu(bukan pendatang), mereka juga ada yang kaya trus paling nggak menengah. Lihat deh di Jakarta, yg kerja jadi pembantu dan tukang sapu(yang gajinya kecil kecil) kan kebanyakan itu warga pendatang. KAlo warga yang asli dari sono kebanyakan jadi manager dan karyawan kantoran.

Nggak heran kalo banyak warga chinese banyak yang kaya, wong mereka semuanya(90%) hidup di kota kok. Perbandingan pribumi yang hidup di kota dan di desa itu kan beda jauh (lebih banyak yang hidup di desa)


Sy setuju dng anda walau tidak mutlak, di sumatra banyak chinese kaya tinggal di perkebunan ato tinggal di kota punya perkebunan di kampung.
Memang mayoritas chinese dan pribumi kaya tinggal diperkotaan.
Menurut hemat sy pribumi lebih mudah dapet uang ato kekayaan dibanding chinese,mereka juga mudah spend money like water.
org indonesia (terutama kaum pejabat dan keluarganya) sudah terkenal big spender di singapore, hongkong dan california.
Chinese bisa kaya karena kerja keras, hemat, pelit, nabung buat anak cucunya.
pengalaman sy, umumnya chinese bisa nabung antara 30-60% dr penghasilanya,kalo ini konsisten dilakukan 3 generasi gak aneh banyak keluarga chinese yg kaya.
70% chinese kaya, asalnya dr keluarga turun menurun, 30% yg memupuk kekayaan dari generasinya sendiri.
Ini persis sifat kaum yahudi dalam memupuk kekayaan.
mohamedbincamel
 
Posts: 804
Joined: Sat Jan 20, 2007 9:34 am
Location: The land of milk and honey

Postby mohamedbincamel » Thu May 17, 2007 10:38 pm

Bang Somad,
Asumsi sy, 1 dr 10 chinese org miskin (10% nya)
jadi kalo chinese ada 15 juta, yg miskin 1,5 juta orang, itu cukup banyak utk cover chinese miskin bangka belitung, singkawang, tangerang dll.

kekayaan/uang di indonesia terakumulasi ke golongan /keluarga tertentu, yg pasti para pejabatnya karena yg cetak uang adalah negara.

kalo seorang konglomerat chinese yg kabur bawa duit triliunan ke LN ,contoh Benny Sutrisno, padahal dia cuma konco kecilnya Sudwikatmono,
bisa dibayangkan berapa gede "kekuatan bandar"
pribuminya.

Adalah tdk mungkin pengemplang BLBI chinese bisa dapat triliunan tanpa kongkalikong dgn para pejabat di belakangnya, mereka cuma jadi kambing hitam.

Disimpulkan juga,para org kaya diindonesia tidak terlepas dari dark story behind them, dirty money, sogok menyogok, KKN .

kecil kemungkinannya, kalo bisa dikatakan impossible utk kaya di indonesia dgn cara jujur dan lurus .
mohamedbincamel
 
Posts: 804
Joined: Sat Jan 20, 2007 9:34 am
Location: The land of milk and honey

Postby JMI » Fri May 18, 2007 8:27 pm

Bukan Say,

Rata2 Orang China tuh kagak Males..

Contoh,

Biasanya Orang kite tuh kalo Dagang Sate Terus Satenya tuh laku biasanya kita malah semakin Males bikin sate karena Banyak pelanggan dan meminimaliskan Bahan sehingga Untung lebih besar.

Kalo Orang China tuh lebih Rajin.... Githu mas..

Ni Se Houce!
User avatar
JMI
 
Posts: 60
Joined: Mon May 14, 2007 5:26 pm

Postby mohamedbincamel » Fri May 18, 2007 8:45 pm

JMI wrote:Bukan Say,

Rata2 Orang China tuh kagak Males..

Contoh,

Biasanya Orang kite tuh kalo Dagang Sate Terus Satenya tuh laku biasanya kita malah semakin Males bikin sate karena Banyak pelanggan dan meminimaliskan Bahan sehingga Untung lebih besar.

Kalo Orang China tuh lebih Rajin.... Githu mas..

Ni Se Houce!


gak nyambung boss, baca dulu yg diatasnya.
mohamedbincamel
 
Posts: 804
Joined: Sat Jan 20, 2007 9:34 am
Location: The land of milk and honey

Postby ganteng_maut » Sat May 19, 2007 1:59 am

mohamedbincamel wrote:kecil kemungkinannya, kalo bisa dikatakan impossible utk kaya di indonesia dgn cara jujur dan lurus .


Nggak juga kok, banyak juga orang kaya yang jujur dan lurus (walaupun emang ga sekaya yang ngemplang duit BLBI si)

Kalo kata ibu aku, duit yang gampang dateng gampang juga keluar, kalo duit yang susah masuk susah juga keluarnya..
User avatar
ganteng_maut
 
Posts: 1197
Joined: Sun Jun 11, 2006 3:48 am
Location: Somewhere in the World

Postby mohamedbincamel » Sat May 19, 2007 4:18 am

ganteng_maut wrote:
mohamedbincamel wrote:kecil kemungkinannya, kalo bisa dikatakan impossible utk kaya di indonesia dgn cara jujur dan lurus .


Nggak juga kok, banyak juga orang kaya yang jujur dan lurus (walaupun emang ga sekaya yang ngemplang duit BLBI si)

Kalo kata ibu aku, duit yang gampang dateng gampang juga keluar, kalo duit yang susah masuk susah juga keluarnya..


setuju , kalo cuma 100 juta level kekayaannya ya banyak yg bisa dapat dgn jujur , tapi 100 milyar ya ndak mungkin, kalo 1 milyar mungkin ada ribuan , tapi 10 milyar?.....nah ini yg ane gak tau jawabannya, ada gak diantara netter yg punya duit 10 milyar ????
di amerika yg disebut kaya punya cash USD 1 juta, di indonesia jutawan aja udah disebut kaya.
mohamedbincamel
 
Posts: 804
Joined: Sat Jan 20, 2007 9:34 am
Location: The land of milk and honey

Postby SITI_AISYAH » Sat May 19, 2007 5:01 am

Kalo menurut aku, karena rata2 semua orang Cina otaknya 'otak dagang' sedangkan orang pribumi gak suka dagang. Terus orang Cina pandai memanfaatkan kesempatan mengambil untung dari kebodohan orang pribumi. Terus persekutuan masyarakat Cina itu sangat kuat. Sedangkan orang pribumi, kalo ada yang naik dikit yang laen siriknya minta ampun dan berusaha menjatuhkannya dengan berbagai cara.

Demikian terimakasih.
User avatar
SITI_AISYAH
 
Posts: 501
Joined: Fri Dec 29, 2006 9:25 am
Location: tempat bermaen anak-anak.

Postby somad » Sat May 19, 2007 7:11 am

mohamedbincamel wrote:Disimpulkan juga,para org kaya diindonesia tidak terlepas dari dark story behind them, dirty money, sogok menyogok, KKN .

kecil kemungkinannya, kalo bisa dikatakan impossible utk kaya di indonesia dgn cara jujur dan lurus

Nampak nya benar pepatah yang menyatakan
"In every success there is a crime"

Dan saya pernah dengar seorang konco yang tionghoa mengatakan
"selama para pejabat itu doyan uang maka kita bisa kerja,
kalau sudah tidak doyan
maka matilah kita"
User avatar
somad
 
Posts: 1026
Joined: Tue Sep 20, 2005 11:25 pm
Location: Indo

Postby mohamedbincamel » Sat May 19, 2007 8:14 am

BEDEBAH wrote:Kalo menurut aku, karena rata2 semua orang Cina otaknya 'otak dagang' sedangkan orang pribumi gak suka dagang. Terus orang Cina pandai memanfaatkan kesempatan mengambil untung dari kebodohan orang pribumi. Terus persekutuan masyarakat Cina itu sangat kuat. Sedangkan orang pribumi, kalo ada yang naik dikit yang laen siriknya minta ampun dan berusaha menjatuhkannya dengan berbagai cara.

Demikian terimakasih.


jangan lupa ama org padang, pedagang pribumi nomor wahid, juga persekutuannya kuat sesama padang.
chinese, karena turunan perantau maka lebih berani dalam mengambil resiko.
mohamedbincamel
 
Posts: 804
Joined: Sat Jan 20, 2007 9:34 am
Location: The land of milk and honey

Postby ganteng_maut » Sat May 19, 2007 3:43 pm

mohamedbincamel wrote:
BEDEBAH wrote:Kalo menurut aku, karena rata2 semua orang Cina otaknya 'otak dagang' sedangkan orang pribumi gak suka dagang. Terus orang Cina pandai memanfaatkan kesempatan mengambil untung dari kebodohan orang pribumi. Terus persekutuan masyarakat Cina itu sangat kuat. Sedangkan orang pribumi, kalo ada yang naik dikit yang laen siriknya minta ampun dan berusaha menjatuhkannya dengan berbagai cara.

Demikian terimakasih.


jangan lupa ama org padang, pedagang pribumi nomor wahid, juga persekutuannya kuat sesama padang.
chinese, karena turunan perantau maka lebih berani dalam mengambil resiko.


hmmmm berarti karena chinese di Indonesia itu orang perantauan makanya mereka jadi gigih dong.. Di Cina sendiri masih banyak juga kan orang yang miskin (terutama di desa-desa terbelakang).

btw aku ngeliat kok chinese di Indonesia terkesan "eksklusif" ya? Aku kan sekolah di Bandung, dari SD sampe SMA sedikit sekali ngeliat orang cina sekolah di sekolah umum. Biasanya masuk sekolah kristen swasta (macem Penabur, St Angela, atau Aloysius). Pas kuliah, kebanyakan masuk Unpar atau Maranatha.. Kenapa atuh ga gabung sama yang laen aja?
User avatar
ganteng_maut
 
Posts: 1197
Joined: Sun Jun 11, 2006 3:48 am
Location: Somewhere in the World

Postby mohamedbincamel » Sat May 19, 2007 7:39 pm

[quote="ganteng_maut[/quote]

hmmmm berarti karena chinese di Indonesia itu orang perantauan makanya mereka jadi gigih dong.. Di Cina sendiri masih banyak juga kan orang yang miskin (terutama di desa-desa terbelakang).

btw aku ngeliat kok chinese di Indonesia terkesan "eksklusif" ya? Aku kan sekolah di Bandung, dari SD sampe SMA sedikit sekali ngeliat orang cina sekolah di sekolah umum. Biasanya masuk sekolah kristen swasta (macem Penabur, St Angela, atau Aloysius). Pas kuliah, kebanyakan masuk Unpar atau Maranatha.. Kenapa atuh ga gabung sama yang laen aja?[/quote]

betul ,di china daerah kampungnya banyak yg miskin, tapi sekarang cadangan devisanya nomor satu didunia (diatas 1000 milyar dollar), Jepang , USA kalah, bandingkan dgn indonesia yg cadangan devisanya sekitar 45 milyar dollar.
kalo si akang pernah ke shanghai, jakarta mah putus, kalah jauh.

pendapat gw, chinese jd ekslusif karena takut dan trauma ama pribumi maka itu pribumi dipanggil tiko (artinya setan kecil)
anak mereka sekolahnya di kristen swasta karena biasanya sekolah kristen lebih berbobot dr sekola negri, gw juga sekola sd-ama di sekola katolik, tapi banyak anak pejabat pribumi yg muslim.

kalo kuliah, nyang paling bobot ya i.t.b, tapi chinese susah masuknye, gw aja kuliah di perguruan tinggi islam.
Jadi yg ekslusif gak semua chinese, temen pribumi gw banyak ,islam lagi.
pacar gw jg dulu muslimah pake jilbab, cakep banget :wink:
mohamedbincamel
 
Posts: 804
Joined: Sat Jan 20, 2007 9:34 am
Location: The land of milk and honey

Postby Hand15 » Sat May 19, 2007 7:48 pm

btw aku ngeliat kok chinese di Indonesia terkesan "eksklusif" ya? Aku kan sekolah di Bandung, dari SD sampe SMA sedikit sekali ngeliat orang cina sekolah di sekolah umum. Biasanya masuk sekolah kristen swasta (macem Penabur, St Angela, atau Aloysius). Pas kuliah, kebanyakan masuk Unpar atau Maranatha.. Kenapa atuh ga gabung sama yang laen aja?


Soalnya sekolah swasta untuk jenjang SD, SMP, dan SMA lebih bagus dari sekolah negeri. Di dukung lagi faktor keuangan orang chinese yang rata rata makmur itu, biasalah kalo banyak duit pasti disekolahkan ke swasta.
Tapi kalo soal perguruan tinggi dan Universitas, saya kira banyak tuh yang masuk ITB dan Universitas top lainnya. Yang ikut ujian UMPTN pun banyak. Tentunya lebih banyak lagi yang kuliah di luar negeri.
Hand15
 
Posts: 382
Joined: Wed Oct 05, 2005 2:40 am

Postby SITI_AISYAH » Sat May 19, 2007 8:02 pm

Hand15 wrote: Tentunya lebih banyak lagi yang kuliah di luar negeri.


Huuu bejibun... di LSE (London School of Economy) aja banyak temen2 gw Chinese semua, rata2 anak2 orang sgt Kokay.....semua... Tapi patut diacungin jempol. Nasionalisme mereka bagus loh..... Bulan Maret lalu mereka pada bikin pagelaran kesenian Indonesia dan Ramayana.... dan dananya disumbangin buat anak2 yang putus sekolah di Indonesia...mantap...ching.... =D> =D>
User avatar
SITI_AISYAH
 
Posts: 501
Joined: Fri Dec 29, 2006 9:25 am
Location: tempat bermaen anak-anak.

Postby mohamedbincamel » Sat May 19, 2007 8:17 pm

BEDEBAH wrote:
Hand15 wrote: Tentunya lebih banyak lagi yang kuliah di luar negeri.


Huuu bejibun... di LSE (London School of Economy) aja banyak temen2 gw Chinese semua, rata2 anak2 orang sgt Kokay.....semua... Tapi patut diacungin jempol. Nasionalisme mereka bagus loh..... Bulan Maret lalu mereka pada bikin pagelaran kesenian Indonesia dan Ramayana.... dan dananya disumbangin buat anak2 yang putus sekolah di Indonesia...mantap...ching.... =D> =D>


kabar bagus...gw kira cuma gw ama kwik kian gie aja yg cinta indonesia, ternyata banyak chinese lain juga toh ?
harusnya chinese dan pribumi saling bahu membahu membangun negri ini (malaysia contohnya) , bukan ngembatin duit negara sama2.
mohamedbincamel
 
Posts: 804
Joined: Sat Jan 20, 2007 9:34 am
Location: The land of milk and honey

Postby mohamedbincamel » Sat May 19, 2007 9:36 pm

INI YG BUAT INDONESIA MISKIN TERUS, PEJABATNYA DARI YG ATAS SAMPE YG BAWAH TUKANG KORUPSI:

KORUPSI MENGGILA
Secara terpisah, anggota Komisi III DPR Agun Gunanjar Sudarsa mengatakan, terlepas dari apa yang terjadi, yang terpenting adalah ada tidaknya upaya pemberantasan korupsi di negara ini. Dengan pengakuan Amien Rais itu semakin membuka mata bangsa ini bahwa korupsi itu memang sudah menggila dan terjadi di semua tingkatan.

“Saya kira pengakuan Pak Amien itu luar biasa kalau memang benar, semoga saja bisa menjadi pintu masuk untuk melakukan pemberantasan korupsi di negara ini,” tambahnya. “Persoalannya ada tidak keberanian untuk memulainya, jangan-jangan hanya didiamkan saja.”

Dikatakan, sekarang ini berbagai upaya pemberantasan korupsi memang masih pada tingkat permukaan saja. Levelnya masih terbatas pada tingakatan tertentu sehingga ketika mulai masuk pada tingkat kekuasaan berhenti.

“Kalau kondisinya masih seperti itu tak ada bedanya dengan yang dulu-dulu,” tegasnya. “Karenanya pengakuan Pak Amien harus menjadi momemtum menguji kesungguhan penguasa dalam memberantas korupsi.”

( untung)
mohamedbincamel
 
Posts: 804
Joined: Sat Jan 20, 2007 9:34 am
Location: The land of milk and honey

Postby MadinaSyarif » Sun May 20, 2007 5:26 pm

somad wrote:
mohamedbincamel wrote:Disimpulkan juga,para org kaya diindonesia tidak terlepas dari dark story behind them, dirty money, sogok menyogok, KKN .

kecil kemungkinannya, kalo bisa dikatakan impossible utk kaya di indonesia dgn cara jujur dan lurus


Dan saya pernah dengar seorang konco yang tionghoa mengatakan
"selama para pejabat itu doyan uang maka kita bisa kerja,
kalau sudah tidak doyan
maka matilah kita"


inget sesuatu... apa ya..entah semboyan entah pepataH...entah dimana (sori OOT dikit)

KALO POHON TERAKHIR SUDAH DITEBANG, KALO AIR TERAKHIR SUDAH TERCEMAR, KALAU BINATANG TERAKHIR SUDAH DIMAKAN, MANUSIA BARU AKAN SADAR BAHWA DIA TIDAK BISA MAKAN UANG
MadinaSyarif
 
Posts: 146
Joined: Thu Feb 08, 2007 8:14 pm

Next

Return to Bisnis & Ekonomi



Who is online

Users browsing this forum: No registered users