Page 1 of 2

Depok : geger Kristenisasi

PostPosted: Thu Jan 04, 2007 3:28 pm
by Laurent
Geger “Kristenisasi” di Depok
Oleh : Fakta 03 Jan, 07 - 6:00 pm

Idul Adha yang seharunya semarak dengan suka cita ternyata mendadak geger. Beberapa orang Nashr ani, di Depok dikabarkan ‘membaptis” 72 anak-anak Muslim

Menjelang Idul Adha 1427, kampung Lio-Depok geger. Pasalnya seorang laki-laki, bernama Sugito, yang selama ini dipercaya warga setempat, membawa 72 anak-anak Muslim ke Gereja Bethel, Depok.

Rabu tanggal 26 Desember 2006, sekitar pukul 3 sore, anak-anak SD dan SMP kumpul di Rumah Singgah “Bina Tulus Hati”, RT3/RW19, Kampung Lio Depok. Menurut rencana, mereka akan diajak jalan-jalan oleh Pak Sugito dan teman-temannya. Tak jelas, kemana mereka akan dibawa.

Anak-anak yang jumlahnya 72 orang itu, berangkat dengan Metro Mini. Setelah berputar-putar, sekitar jam 16.30 mereka sampai di sebuah gereja Depok. “Namanya gereja Bethel,”ujar Iis kelas 2 SMP, yang ikut dalam rombongan itu.

Sesampai di gereja itu puluhan anak-anak itu disuruh duduk di dalam gereja. Di ruangan gereja itu, sudah ada puluhan anak-anak lain, entah dari mana. Selain itu, di depan anak-anak berdiri laki-laki dan perempuan dewasa yang jumlahnya sekitar 10 orang.

“Kita disuruh menyanyi puji Yesus,”ujar gadis kecil Muslimah itu di depan aktivis ormas-ormas Islam Depok, di Masjid Baiturahman, Kampung Lio, Depok, Ahad lalu (31/12/2006). Bagaimana nyanyiannya? “Diantaranya : Dia lahir untuk kami, dia raja di atas raja, “ujarnya.

Melihat acara di dalam gereja seperti itu, beberapa anak Muslim melarikan diri terbirit-birit ke luar ruangan gereja. Anak-anak Muslim yang lain, mungkin takut, tetap duduk mengikuti acara yang dipimpin seorang ibu itu. Mereka kemudian disuruh berdoa dan seorang ibu kemudian mendatangi masing-masing anak itu dan memegang kepalanya. “Bunyinya kira-kira: Semoga Tuhan memberkati dan roh Kudus membimbingmu. Tuhan Kami nggak ingin kamu kalah..kalau kamu ikut Tuhan Kamu kamu kalah, kalau kamu ikut Tuhan Kami kamu menang,”ungkap anak-anak belia itu.

Setelah acara-acara itu, mereka pulang. Sebelum balik ke rumah naik bis yang sama, mereka diberi bingkisan. “Kita semua diberi bingkisan yang isinya pakaian,”ungkap Sita, 12 tahun, siswi kelas 6 Madrasah Ibtidaiyah yang juga ikut dalam rombongan itu. Penjelasan Sita ini diamini oleh Indah (13 th) dan Lusi (12 tahun). Acara di gereja yang berlangsung dari sore sampai malam itu, memaksa anak-anak Muslim tidak dapat melaksanakan shalat maghrib.

Melihat kejadian di gereja yang tidak wajar itu, anak-anak laki-laki dan perempuan itu mengadu ke orangtuanya. Dan menjadi ramailah kampung itu. Setelah berembuk secara cepat akhirnya warga membentuk tim untuk mengusut tuntas kasus “kristenisasi” ini. Mereka kemudian melaporkan Sugito ke kepolisian Pancoran Mas, Depok. Sugito ditahan. Tapi ketika warga Muslim setempat memproses pengaduan untuk Sugito ini, tiba-tiba Sugito sudah bebas dan kabarnya, terbang ke Yogya. Entah siapa yang membebaskan.

Kampung Lio, memang bukan kampung berkecukupan. Banyak masyarakat dhuafa di situ. Di wilayah itu terdapat puluhan keluarga pemulung, anak jalanan dan lain-lain. Di situlah sekitar tahun 2004, Sugito dan kawan-kawannya bergerak membuat Rumah Singgah Bina Tulus Hati. Sekitar 119 anak-anak laki dan perempuan, kelas setingkat SD-SMP dibina di situ. Mereka diajari baca Al Qur’an (Iqra’) dan pelajaran-pelajaran umum. Sebagian pengajarnya ada mahasiswa-mahasiswa Nashrani dari Universitas Indonesia. “Yang non Muslim itu ngajar pelajaran-pelajaran umum,”jelas Iis.

Karena merasa dikhianati oleh Sugito, marahlah warga Muslim. Kini Rumah Singgah itu ditutup. Dan warga mengambil alternatif melanjutkan kegiatan anak-anak itu, di Masjid Baiturrahman, Kampung Lio, yang kini masih dalam tahap pembangunan.

Dalam silaturahmi Dewan Dakwah Islamiyah (DDI) Depok dengan Tim Independen kasus itu, FPI Depok dan pengurus masjid Baiturrahman disepakati untuk melanjutkan bantuan beasiswa ke anak-anak dhuafa itu.

“Puluhan anak-anak itu perlu diberi bantuan agar mereka tetap dapat melanjutkan sekolahnya,”ujar Insan Mokoginta, Ketua Umum DDI Depok yang baru. [nuim/cha/Hidayatullah.com]

http://swaramuslim.net/FAKTA/more.php?id=5444_0_16_0_M

PostPosted: Thu Jan 04, 2007 3:43 pm
by ali5196
Anak2 disuruh nyanyi 'Puji Yesus' kok dianggap 'membaptis' ???? So what kalau cuma sekali aja nggak bisa solat ???? Sewot amat sih ???? Ginian aja dianggap 'tidak wajar.'

Pres Pakistan, Yaser Arafat (dulu) & Presiden Palestina (sopo jenenge) ikut perayaan natal di gereja disuruh nyanyi2 'Puji Yesus,' nggak sewot tuh !! Gua aja masuk pura di Bali, disuruh duduk, disuruh sembah sujud, gua nggak menganggap diri 'dibaptis' jadi Hindu tuh !!

Biasa deh ... beritanya dari swaramuslim yg selalu bungkam ttg Islamisasi. Lagipula, bukannya Islam mengaku Yesus ? Gitu khan kata para penjilat Muslim selagi nyari muka sama kafir di Barat ???

Makanya gua bilang, biar aja Muslim miskin ! Biar aja mereka sengsara. Dibantu ... malah dituduh Kristenisasi, nggak dibantu juga dituduh Kristenisasi. Yah, mending nggak usah dibantu dah !! Save money buat mereka2 yg benar2 menghargainya.

PostPosted: Fri Jan 05, 2007 10:45 pm
by Hand15
Btw media indonesia selalu menampilakan masalah kristenisasi sebagai sesuatu yg buruk yah. Tapi sepertinya kalo ada islamisasi, biasanya ditampilkan sebagai sesuatu yg baik. Nggak netral sih....

PostPosted: Sat Jan 06, 2007 1:17 am
by BING GO
Pak Sugito......ini otak-na dimana seh....kalo ngajak piknik tuh ke Museum, Kebon Binatang Rangunan, Taman Mini dll Tempat rekreasi spt dunia fantasi.dll......atau nyanyi naik2 ke puncak gunung kok ke gereja..........

Na....namanya juga anak yah mereka polos2 aja...bikin ulah aja......

sekarang dibalikin aja deh kalau yang ngajak itu kiayi...anak2 kresten ke mesjid.......apakah gak aneh

PostPosted: Sat Jan 06, 2007 12:37 pm
by Hand15
Ini mah kristenisasi ala kristen, kalo islamisasi ala islam beda.. tau sendiri lah.

PostPosted: Sat Jan 06, 2007 2:56 pm
by openyourmind
Untung gw kaga dibunuh (kalo ketauan) waktu ikut sholat tarawih di mesjid Sunda kelapa thn 2000 :) yang namanya ajakan beribadah yah gw sih ikut aja, temen gw suruh ikutin dia aja, kalo nungging yah ikut, kalo nengok kiri/kanan yah ikut juga...tapi kan bukan berarti gw jadi muslim kan?

PostPosted: Sat Jan 06, 2007 3:10 pm
by BRONTOK
hihihi, kasihan gue ama elu...kisah keanehan elu n temen lu koq bisa2 nya dimasukin kesini...hihihi

PostPosted: Sat Jan 06, 2007 5:18 pm
by lia arti
Kalo basicnya udah kuat, mau di suruh ngimani apa aja juga gak kenaaa .....

Weeeetttsss ....!! Melesettt .... !!

PostPosted: Sun Jan 07, 2007 1:03 pm
by Lulldapull
Dasar missionaris kampungan! Kenapa sekalian saja tidak mengkristenkan orang Papua yang masih memakai Papua dan mengomporinya untuk keluar dari negara ini...:lol:

PostPosted: Sun Jan 07, 2007 7:33 pm
by up1234go
Lulldapull wrote:Dasar missionaris kampungan! Kenapa sekalian saja tidak mengkristenkan orang Papua yang masih memakai Papua dan mengomporinya untuk keluar dari negara ini...:lol:


Islam itu damai khan mas...!!

http://www.suaramerdeka.com/harian/0611/23/ked19.htm
Bupati Magelang Ir H Singgih Sanyoto meminta pendapat bahwa Candi Borobudur tidak termasuk salah satu dari tujuh keajaiban dunia, dijadikan sebagai catatan perbaikan ke depan...

http://www.westernresistance.com/blog/archives/002227.html
Tragedi : Islamic Authorities Destroy More Hindu Temples

Image

http://www.indonesia.faithfreedom.org/forum/viewtopic.php?t=2304
Islam masuk dengan damai ternyata punya maksud licik :
Islam arrived in Malaysia in the 15th century, but Hinduism has existed in Malaysia for far longer than Islam. But now, Hindus are feeling under threat

PostPosted: Mon Jan 08, 2007 1:52 am
by BING GO
lia arti wrote:Kalo basicnya udah kuat, mau di suruh ngimani apa aja juga gak kenaaa .....

Weeeetttsss ....!! Melesettt .... !!



Iya tuh mbak kasih tahu Pak Sugitio supaya dia laen kali ngajakin anggota FPI untuk nyanyi bersama / make rebana kek ke Gereja... :lol: :lol:

PostPosted: Mon Jan 08, 2007 8:20 pm
by kagakmurtad2
bukan cuman di depok, kristenisasi juga marak di pulau madura !

PostPosted: Wed Jan 10, 2007 8:45 am
by yusuf_bin_sanusi
kagakmurtad2 wrote:bukan cuman di depok, kristenisasi juga marak di pulau madura !

AlhamduYesus..

PostPosted: Sun Jan 14, 2007 12:49 am
by kagakmurtad2
yusuf_bin_sanusi wrote:
kagakmurtad2 wrote:bukan cuman di depok, kristenisasi juga marak di pulau madura !

AlhamduYesus..


audzubillahiminayesusirojiim.....

PostPosted: Sun Jan 14, 2007 1:51 pm
by yuki chamberlain
protes aja yah ada kristenisasi, ktkutan kekurangan pengikut kah??
toh udah bagus dari kecil anak2 itu dimurtadkan, daripada udah gede udah pada kpala batu ma percaya buta kayak muslim2 dsni..

PostPosted: Thu Jan 18, 2007 5:36 pm
by El islaam
Ssssttttt....... Gue kasih tau rahasia ke elo2 semua ya.
Coba lo perhatiin pesantren kilat, ini salah satu sarana para kafir utk memurtadkan agama lain spy menjadi kafir.
Sodara gue pernah ikut pesantren kilat waktu SMU, dia ini sekolah di SMU Negeri! dia bilang semua murid tanpa kecuali DIHARUSKAN ikut pesantren kilat.

Ssssttttt....... ini rahasia, lo tau lah nanti kafir2 dan ikhwan2 lainnya marah2.[/b]

PostPosted: Tue Feb 06, 2007 1:03 pm
by Laurent
Ormas-Ormas Islam Desak Polisi Usut Pemurtadan Anak Muslim Depok
Oleh : Fakta 01 Feb, 07 - 4:00 pm

Kasus Kristenisasi 72 anak-anak Muslim Depok, kini memasuki babak baru. Akibat ulah beberapa warga Kristen di Depok yang membaptis anak-anak SD-SMP di Gereja Bethel Depok, kini para ulama Depok bersatu melawan aksi-aksi pemurtadan. (baca : Geger “Kristenisasi” di Depok

Menurut Ketua Humas Dewan Dakwah Islam Indonesia (DDII), N. Hidayat, para ulama dan ormas-ormas Islam Depok telah beberapa kali mendatangi Polres Depok, meminta agar pelaku-pelaku utama pembaptisan diajukan ke pengadilan.

"Sabtu lalu, 27 Januari 2007, puluhan ulama, habib, wakil ormas-ormas Islam Depok, mereka melakukan unjuk rasa ke Polres Depok. Mereka meminta aparat kepolisian segera meminta keterangan kepada Sugito dan para pelaku pembaptisan, " ujarnya.

Ormas-ormas Islam itu antara lain terdiri TIAP (Tim Independen Anti Pemurtadan), FPI Depok, DDII Depok, HTI Depok, Forum Muzakarah Syariat Islam Depok dan lain-lain.




Sementara itu, Ustadz Agus Susila, anggota TIAP Depok, mendesak aparat kepolisian mengusut para pelaku pemurtadan. "Jangan hanya memanggil anak-anak Muslim yang menjadi korban pembaptisan untuk dimintai keterangan. Tapi juga memanggil Sugito (penanggungjawab “Rumah Singgah Tulus Hati”) dan para pembaptis ke kepolisian, " katanya.

Oleh karena itu, pihaknya menyesalkan mengapa hanya anak-anak Muslim saja yang beberapa kali dimintai keterangan polisi, sementara Sugito dan para pembaptis belum satupun yang dimintai keterangan.

“Padahal sudah jelas fakta dan masalahnya bahwa mereka melanggar peraturan tentang kerukunan hidup beragama, ” sambung dia.

Selain itu, ia juga menyayangkan adanya pihak-pihak yang memperkeruh suasana ketenangan kaum Muslimin di Depok. “Saya menyesalkan Forum Masyarakat Peduli Ketentraman Depok (FMPKD), yang menuduh ada provokator dan menyatakan tidak ada pembaptisan pada anak-anak Muslim Depok, ” paparnya.

Ia juga menegaskan tidak mungkin puluhan anak-anak kecil itu dalam jumlah yang banyak berbohong. “Padahal sudah jelas fakta dan kesaksian-kesaksian anak-anak Muslim usia SD-SMP itu. ”

Sementara itu, Ustadz Abdul Hakim, SH, salah satu Ketua DDI Depok, di tempat terpisah menyesalkan munculnya organisasi baru Forum Masyarakat Peduli Ketentraman Depok (FMPKD) yang bersikap menantang umat Islam Depok.

“Forum Masyarakat Peduli Ketentraman Depok itu, dari namanya saja kan seolah-olah ulama dan ormas-ormas Islam Depok, yang membuat tidak tenteram masyarakat Depok. Padahal justru oknum-oknum Kristen yang membaptis anak-anak Muslim di Gereja Bethel Depok itulah yang membuat warga Depok resah, ” tutur dia.

Ia meminta FMPKD jangan menjadi provokator baru membela Sugito dan para pembaptis di Gereja Bethel. “Seharusnya FMPKD malah membantu umat Islam Depok menangkap Sugito dan para pembaptis yang telah mencemarkan nama warga Kristen Depok khususnya dan Indonesia umumnya, ” tambahnya.

Seperti diketahui, FMPKD ini beberapa waktu lalu mendatangi Harian Monitor Depok. Anggota-anggota FMPKD itu antara lain, Carlo L (juru bicara), Sylvanus Panjaitan, Ritandiyono dan Marwin V. Mereka menyatakan tidak ada pembabtisan kepada anak-anak itu.

Sylvanus Panjaitan menyatakan bahwa pada 26 Desember 2006 lalu, salah satu gereja di Sukmajaya (Depok) menggelar acara sosial bertema Natal antara lain dengan mengundang anak dari Kampung Lio. “Namun dalam acara tersebut tidak ada praktek pembaptisan dan pemurtadan. Ini murni kegiatan sosial anak-anak muda tersebut, ” tutur Sylvanus. (dina/eramuslim)

http://swaramuslim.net/FAKTA/more.php?id=5478_0_16_0_M

PostPosted: Tue Feb 06, 2007 5:39 pm
by Borland
El islaam wrote:Ssssttttt....... Gue kasih tau rahasia ke elo2 semua ya.
Coba lo perhatiin pesantren kilat, ini salah satu sarana para kafir utk memurtadkan agama lain spy menjadi kafir.
Sodara gue pernah ikut pesantren kilat waktu SMU, dia ini sekolah di SMU Negeri! dia bilang semua murid tanpa kecuali DIHARUSKAN ikut pesantren kilat.

Ssssttttt....... ini rahasia, lo tau lah nanti kafir2 dan ikhwan2 lainnya marah2.[/b]


coba maksain siswa ikutan Pesantren Kilat di Menado?

PostPosted: Wed Feb 07, 2007 3:54 pm
by tehhijau
El islaam wrote:Ssssttttt....... Gue kasih tau rahasia ke elo2 semua ya.
Coba lo perhatiin pesantren kilat, ini salah satu sarana para kafir utk memurtadkan agama lain spy menjadi kafir.
Sodara gue pernah ikut pesantren kilat waktu SMU, dia ini sekolah di SMU Negeri! dia bilang semua murid tanpa kecuali DIHARUSKAN ikut pesantren kilat.

Ssssttttt....... ini rahasia, lo tau lah nanti kafir2 dan ikhwan2 lainnya marah2.[/b]


El, cuma siswa yang beragama islam yang wajib ikut pesantran kilat.
Lo itu udah ***, tukang fitnah pula. :cry:
Jangan OOT kemana-mana dulu.ini kan lagi ngebahas kelakuan para marketing warung remang-remang membagikan indomie :wink:

Re: Depok : geger Kristenisasi

PostPosted: Fri Aug 03, 2007 11:35 pm
by Lea
[i][quote="Laurent"]Geger “Kristenisasi” di Depok
Oleh : Fakta 03 Jan, 07 - 6:00 pm

Idul Adha yang seharunya semarak dengan suka cita ternyata mendadak geger. Beberapa orang Nashr ani, di Depok dikabarkan ‘membaptis” 72 anak-anak Muslim[/i]


Wah... ini koq ngga ada di berita nasional yah? Jangan jangan cuman berita satu pihak....