.

Sejarah (diinjak2nya) Indonesia (rakusnya nonIslam pd dunia)

Sejarah (diinjak2nya) Indonesia (rakusnya nonIslam pd dunia)

Postby straightfaith » Mon May 30, 2011 9:17 am

Sejarah Indonesia meliputi suatu rentang waktu yang sangat panjang yang dimulai sejak zaman prasejarah berdasarkan penemuan "Manusia Jawa" yang berusia 1,7 juta tahun yang lalu. Periode sejarah Indonesia dapat dibagi menjadi lima era: Era Prakolonial, munculnya kerajaan-kerajaan Hindu-Buddha serta Islam di Jawa dan Sumatera yang terutama mengandalkan perdagangan; Era Kolonial, masuknya orang-orang Eropa (terutama Belanda) yang menginginkan rempah-rempah mengakibatkan penjajahan oleh Belanda selama sekitar 3,5 abad antara awal abad ke-17 hingga pertengahan abad ke-20; Era Kemerdekaan Awal, pasca-Proklamasi Kemerdekaan Indonesia (1945) sampai jatuhnya Soekarno (1966); Era Orde Baru, 32 tahun masa pemerintahan Soeharto (1966–1998); serta Era Reformasi yang berlangsung sampai sekarang.

Secara geologi, wilayah Indonesia modern (untuk kemudahan, selanjutnya disebut Nusantara) merupakan pertemuan antara tiga lempeng benua utama: Lempeng Eurasia, Lempeng Indo-Australia, dan Lempeng Pasifik (lihat artikel Geologi Indonesia). Kepulauan Indonesia seperti yang ada saat ini terbentuk pada saat melelehnya es setelah berakhirnya Zaman Es, hanya 10.000 tahun yang lalu.Pada masa Pleistosen, ketika masih terhubung dengan Asia Daratan, masuklah pemukim pertama. Bukti pertama yang menunjukkan penghuni pertama adalah fosil-fosil Homo erectus manusia Jawa dari masa 2 juta hingga 500.000 tahun lalu. Penemuan sisa-sisa "manusia Flores" (Homo floresiensis)[1] di Liang Bua, Flores, membuka kemungkinan masih bertahannya H. erectus hingga masa Zaman Es terakhir.[2]

Homo sapiens pertama diperkirakan masuk ke Nusantara sejak 100.000 tahun yang lalu melewati jalur pantai Asia dari Asia Barat, dan pada sekitar 50.000 tahun yang lalu telah mencapai Pulau Papua dan Australia.[3] Mereka, yang berciri rasial berkulit gelap dan berambut ikal rapat (Negroid), menjadi nenek moyang penduduk asli Melanesia (termasuk Papua) sekarang dan membawa kultur kapak lonjong (Paleolitikum). Gelombang pendatang berbahasa Austronesia dengan kultur Neolitikum datang secara bergelombang sejak 3000 SM dari Cina Selatan melalui Formosa dan Filipina membawa kultur beliung persegi (kebudayaan Dongson). Proses migrasi ini merupakan bagian dari pendudukan Pasifik. Kedatangan gelombang penduduk berciri Mongoloid ini cenderung ke arah barat, mendesak penduduk awal ke arah timur atau berkawin campur dengan penduduk setempat dan menjadi ciri fisik penduduk Maluku serta Nusa Tenggara. Pendatang ini membawa serta teknik-teknik pertanian, termasuk bercocok tanam padi di sawah (bukti paling lambat sejak abad ke-8 SM), beternak kerbau, pengolahan perunggu dan besi, teknik tenun ikat, praktik-praktik megalitikum, serta pemujaan roh-roh (animisme) serta benda-benda keramat (dinamisme). Pada abad pertama SM sudah terbentuk pemukiman-pemukiman serta kerajaan-kerajaan kecil, dan sangat mungkin sudah masuk pengaruh kepercayaan dari India akibat hubungan perniagaan.

Era pra kolonial

Para cendekiawan India telah menulis tentang Dwipantara atau kerajaan Hindu Jawa Dwipa di pulau Jawa dan Sumatra sekitar 200 SM. Bukti fisik awal yang menyebutkan tanggal adalah dari abad ke-5 mengenai dua kerajaan bercorak Hinduisme: Kerajaan Tarumanagara menguasai Jawa Barat dan Kerajaan Kutai di pesisir Sungai Mahakam, Kalimantan. Pada tahun 425 agama Buddha telah mencapai wilayah tersebut.

Di saat Eropa memasuki masa Renaisans, Nusantara telah mempunyai warisan peradaban berusia ribuan tahun dengan dua kerajaan besar yaitu Sriwijaya di Sumatra dan Majapahit di Jawa, ditambah dengan puluhan kerajaan kecil yang sering kali menjadi vazal tetangganya yang lebih kuat atau saling terhubung dalam semacam ikatan perdagangan (seperti di Maluku).

Kerajaan Hindu-Buddha

Pada abad ke-4 hingga abad ke-7 di wilayah Jawa Barat terdapat kerajaan bercorak Hindu-Budha yaitu kerajaan Tarumanagara yang dilanjutkan dengan Kerajaan Sunda sampai abad ke-16. Pada masa abad ke-7 hingga abad ke-14, kerajaan Buddha Sriwijaya berkembang pesat di Sumatra. Penjelajah Tiongkok I Ching mengunjungi ibukotanya Palembang sekitar tahun 670. Pada puncak kejayaannya, Sriwijaya menguasai daerah sejauh Jawa Barat dan Semenanjung Melayu. Abad ke-14 juga menjadi saksi bangkitnya sebuah kerajaan Hindu di Jawa Timur, Majapahit. Patih Majapahit antara tahun 1331 hingga 1364, Gajah Mada berhasil memperoleh kekuasaan atas wilayah yang kini sebagian besarnya adalah Indonesia beserta hampir seluruh Semenanjung Melayu. Warisan dari masa Gajah Mada termasuk kodifikasi hukum dan dalam kebudayaan Jawa, seperti yang terlihat dalam wiracarita Ramayana.

Kerajaan Islam
Islam sebagai sebuah pemerintahan hadir di Indonesia sekitar abad ke-12, namun sebenarnya Islam sudah sudah masuk ke Indonesia pada abad 7 Masehi. Saat itu sudah ada jalur pelayaran yang ramai dan bersifat internasional melalui Selat Malaka yang menghubungkan Dinasti Tang di Cina, Sriwijaya di Asia Tenggara dan Bani Umayyah di Asia Barat sejak abad 7.[4]

Menurut sumber-sumber Cina menjelang akhir perempatan ketiga abad 7, seorang pedagang Arab menjadi pemimpin pemukiman Arab muslim di pesisir pantai Sumatera. Islam pun memberikan pengaruh kepada institusi politik yang ada. Hal ini nampak pada Tahun 100 H (718 M) Raja Sriwijaya Jambi yang bernama Srindravarman mengirim surat kepada Khalifah Umar bin Abdul Aziz dari Kekhalifahan Bani Umayyah meminta dikirimkan da'i yang bisa menjelaskan Islam kepadanya. Surat itu berbunyi: “Dari Raja di Raja yang adalah keturunan seribu raja, yang isterinya juga cucu seribu raja, yang di dalam kandang binatangnya terdapat seribu gajah, yang di wilayahnya terdapat dua sungai yang mengairi pohon gaharu, bumbu-bumbu wewangian, pala dan kapur barus yang semerbak wanginya hingga menjangkau jarak 12 mil, kepada Raja Arab yang tidak menyekutukan tuhan-tuhan lain dengan Allah. Saya telah mengirimkan kepada anda hadiah, yang sebenarnya merupakan hadiah yang tak begitu banyak, tetapi sekedar tanda persahabatan. Saya ingin Anda mengirimkan kepada saya seseorang yang dapat mengajarkan Islam kepada saya dan menjelaskan kepada saya tentang hukum-hukumnya.” Dua tahun kemudian, yakni tahun 720 M, Raja Srindravarman, yang semula Hindu, masuk Islam. Sriwijaya Jambi pun dikenal dengan nama 'Sribuza Islam'. Sayang, pada tahun 730 M Sriwijaya Jambi ditawan oleh Sriwijaya Palembang yang masih menganut Budha.[5]

Islam terus mengokoh menjadi institusi politik yang mengemban Islam. Misalnya, sebuah kesultanan Islam bernama Kesultanan Peureulak didirikan pada 1 Muharram 225 H atau 12 November 839 M. Contoh lain adalah Kerajaan Ternate. Islam masuk ke kerajaan di kepulauan Maluku ini tahun 1440. Rajanya seorang Muslim bernama Bayanullah.

Kesultanan Islam kemudian semikin menyebarkan ajaran-ajarannya ke penduduk dan melalui pembauran, menggantikan Hindu sebagai kepercayaan utama pada akhir abad ke-16 di Jawa dan Sumatera. Hanya Bali yang tetap mempertahankan mayoritas Hindu. Di kepulauan-kepulauan di timur, rohaniawan-rohaniawan Kristen dan Islam diketahui sudah aktif pada abad ke-16 dan 17, dan saat ini ada mayoritas yang besar dari kedua agama di kepulauan-kepulauan tersebut.

Penyebaran Islam dilakukan melalui hubungan perdagangan di luar Nusantara; hal ini, karena para penyebar dakwah atau mubaligh merupakan utusan dari pemerintahan Islam yang datang dari luar Indonesia, maka untuk menghidupi diri dan keluarga mereka, para mubaligh ini bekerja melalui cara berdagang, para mubaligh inipun menyebarkan Islam kepada para pedagang dari penduduk asli, hingga para pedagang ini memeluk Islam dan meyebarkan pula ke penduduk lainnya, karena umumnya pedagang dan ahli kerajaan lah yang pertama mengadopsi agama baru tersebut. Kerajaan Islam penting termasuk di antaranya: Kerajaan Samudera Pasai, Kesultanan Banten yang menjalin hubungan diplomatik dengan negara-negara Eropa, Kerajaan Mataram, dan Kesultanan Ternate dan Kesultanan Tidore di Maluku.
User avatar
straightfaith
 
Posts: 177
Joined: Thu May 12, 2011 3:28 pm

Re: Sejarah (diinjak2nya) Indonesia (rakusnya nonIslam pd dunia)

Postby straightfaith » Mon May 30, 2011 9:19 am

Era kolonial

Kolonisasi Portugis dan Spanyol

Afonso (kadang juga ditulis Alfonso) de Albuquerque. Karena tokoh inilah, yang membuat kawasan Nusantara waktu itu dikenal oleh orang Eropa dan dimulainya Kolonisasi berabad-abad oleh Portugis bersama bangsa Eropa lain, terutama Inggris dan Belanda.

Dari Sungai Tagus yang bermuara ke Samudra Atlantik itulah armada Portugis mengarungi Samudra Atlantik, mungkin makan waktu sebulan hingga tiga bulan, melewati Tanjung Harapan Afrika, menuju Selat Malaka. Dari sini penjelajahan dilanjutkan ke Kepulauan Maluku untuk mencari rempah-rempah, komoditas yang setara emas kala itu.

”Pada abad 16 saat petualangan itu dimulai biasanya para pelaut negeri Katolik itu diberkati oleh pastor dan raja sebelum berlayar melalui Sungai Tagus,” kata Teresa. Biara St Jeronimus atau Biara Dos Jeronimos dalam bahasa Portugis itu didirikan oleh Raja Manuel pada tahun 1502 di tempat saat Vasco da Gama memulai petualangan ke timur.

Museum Maritim atau orang Portugis menyebut Museu de Marinha itu didirikan oleh Raja Luis pada 22 Juli 1863 untuk menghormati sejarah maritim Portugis.

Selain patung di taman, lukisan Afonso de Albuquerque juga menjadi koleksi museum itu. Di bawah lukisan itu tertulis, ”Gubernur India 1509-1515. Peletak dasar Kerajaan Portugis di India yang berbasis di Ormuz, Goa, dan Malaka. Pionir kebijakan kekuatan laut sebagai kekuatan sentral kerajaan”. Berbagai barang perdagangan Portugis juga dipamerkan di museum itu, bahkan gundukan lada atau merica.

Ada sejumlah motivasi mengapa Kerajaan Portugis memulai petualangan ke timur. Ahli sejarah dan arkeologi Islam Uka Tjandrasasmita dalam buku Indonesia-Portugal: Five Hundred Years of Historical Relationship (Cepesa, 2002), mengutip sejumlah ahli sejarah, menyebutkan tidak hanya ada satu motivasi Kerajaan Portugis datang ke Asia. Ekspansi itu mungkin dapat diringkas dalam tiga kata bahasa Portugis, yakni feitoria, fortaleza, dan igreja. Arti harfiahnya adalah emas, kejayaan, dan gereja atau perdagangan, dominasi militer, dan penyebaran agama Katolik.

Menurut Uka, Albuquerque, Gubernur Portugis Kedua dari Estado da India, Kerajaan Portugis di Asia, merupakan arsitek utama ekspansi Portugis ke Asia. Dari Goa, ia memimpin langsung ekspedisi ke Malaka dan tiba di sana awal Juli 1511 membawa 15 kapal besar dan kecil serta 600 tentara. Ia dan pasukannya mengalahkan Malaka 10 Agustus 1511. Sejak itu Portugis menguasai perdagangan rempah-rempah dari Asia ke Eropa. Setelah menguasai Malaka, ekspedisi Portugis yang dipimpin Antonio de Abreu mencapai Maluku, pusat rempah-rempah.
[sunting] Periode Kejayaan Portugis di Nusantara

Periode 1511-1526, selama 15 tahun, Nusantara menjadi pelabuhan maritim penting bagi Kerajaan Portugis, yang secara reguler menjadi rute maritim untuk menuju Pulau Sumatera, Jawa, Banda, dan Maluku.

Pada tahun 1511 Portugis mengalahkan Kerajaan Malaka.

Pada tahun 1512 Portugis menjalin komunikasi dengan Kerajaan Sunda untuk menandatangani perjanjian dagang, terutama lada. Perjanjian dagang tersebut kemudian diwujudkan pada tanggal 21 Agustus 1522 dalam bentuk dokumen kontrak yang dibuat rangkap dua, satu salinan untuk raja Sunda dan satu lagi untuk raja Portugal. Pada hari yang sama dibangun sebuah prasasti yang disebut Prasasti Perjanjian Sunda-Portugal di suatu tempat yang saat ini menjadi sudut Jalan Cengkeh dan Jalan Kali Besar Timur I, Jakarta Barat. Dengan perjanjian ini maka Portugis dibolehkan membangun gudang atau benteng di Sunda Kelapa.

Pada tahun 1512 juga Afonso de Albuquerque mengirim Antonio Albreu dan Franscisco Serrao untuk memimpin armadanya mencari jalan ke tempat asal rempah-rempah di Maluku. Sepanjang perjalanan, mereka singgah di Madura, Bali, dan Lombok. Dengan menggunakan nakhoda-nakhoda Jawa, armada itu tiba di Kepulauan Banda, terus menuju Maluku Utara hingga tiba di Ternate.

Kehadiran Portugis di perairan dan kepulauan Indonesia itu telah meninggalkan jejak-jejak sejarah yang sampai hari ini masih dipertahankan oleh komunitas lokal di Nusantara, khususnya flores, Solor dan Maluku, di Jakarta Kampong Tugu yang terletak di bagian Utara Jakarta, antara Kali Cakung, pantai Cilincing dan tanah Marunda.

Bangsa Eropa pertama yang menemukan Maluku adalah Portugis, pada tahun 1512. Pada waktu itu 2 armada Portugis, masing-masing dibawah pimpinan Anthony d'Abreu dan Fransisco Serau, mendarat di Kepulauan Banda dan Kepulauan Penyu. Setelah mereka menjalin persahabatan dengan penduduk dan raja-raja setempat - seperti dengan Kerajaan Ternate di pulau Ternate, Portugis diberi izin untuk mendirikan benteng di Pikaoli, begitupula Negeri Hitu lama, dan Mamala di Pulau Ambon.Namun hubungan dagang rempah-rempah ini tidak berlangsung lama, karena Portugis menerapkan sistem monopoli sekaligus melakukan penyebaran agama Kristen. Salah seorang misionaris terkenal adalah Francis Xavier. Tiba di Ambon 14 Pebruari 1546, kemudian melanjutkan perjalanan ke Ternate, tiba pada tahun 1547, dan tanpa kenal lelah melakukan kunjungan ke pulau-pulau di Kepulauan Maluku untuk melakukan penyebaran agama. Persahabatan Portugis dan Ternate berakhir pada tahun 1570. Peperangan dengan Sultan Babullah selama 5 tahun (1570-1575), membuat Portugis harus angkat kaki dari Ternate dan terusir ke Tidore dan Ambon.

Perlawanan rakyat Maluku terhadap Portugis, dimanfaatkan Belanda untuk menjejakkan kakinya di Maluku. Pada tahun 1605, Belanda berhasil memaksa Portugis untuk menyerahkan pertahanannya di Ambon kepada Steven van der Hagen dan di Tidore kepada Cornelisz Sebastiansz. Demikian pula benteng Inggris di Kambelo, Pulau Seram, dihancurkan oleh Belanda. Sejak saat itu Belanda berhasil menguasai sebagian besar wilayah Maluku. Kedudukan Belanda di Maluku semakin kuat dengan berdirinya VOC pada tahun 1602, dan sejak saat itu Belanda menjadi penguasa tunggal di Maluku. Di bawah kepemimpinan Jan Pieterszoon Coen, Kepala Operasional VOC, perdagangan cengkih di Maluku sepunuh di bawah kendali VOC selama hampir 350 tahun. Untuk keperluan ini VOC tidak segan-segan mengusir pesaingnya; Portugis, Spanyol, dan Inggris. Bahkan puluhan ribu orang Maluku menjadi korban kebrutalan VOC.

kemudian mereka membangun benteng di Ternate tahun 1511, kemudian tahun 1512 membangun Benteng di Amurang Sulawesi Utara. Portugis kalah perang dengan Spanyol maka daerah Sulawesi utara diserahkan dalam kekuasaan Spanyol (1560 hingga 1660). Kerajaan Portugis kemudian dipersatukan dengan Kerajaan Spanyol. (Baca buku :Sejarah Kolonial Portugis di Indonesia, oleh David DS Lumoindong). Abad 17 datang armada dagang VOC (Belanda) yang kemudian berhasil mengusir portugis dari ternate, sehingga kemudian Portugis mundur dan menguasai Timor timur (sejak 1515).

Kolonialisme dan Imperialisme mulai merebak di Indonesia sekitar abad ke-15, yaitu diawali dengan pendaratan bangsa Portugis di Malaka dan bangsa Belanda yang dipimpin Cornelis de Houtmen pada tahun 1596, untuk mencari sumber rempah-rempah dan berdagang.
[sunting] Perlawanan Rakyat terhadap Portugis

Kedatangan bangsa Portugis ke Semenanjung Malaka dan ke Kepulauan Maluku merupakan perintah dari negaranya untuk berdagang.
[sunting] Perlawanan Rakyat Malaka terhadap Portugis

Pada tahun 1511, armada Portugis yang dipimpin oleh Albuquerque menyerang Kerajaan Malaka. Untuk menyerang colonial Portugis di Malaka yang terjadi pada tahun 1513 mengalami kegagalan karena kekuatan dan persenjataan Portugis lebih kuat. Pada tahun 1527, armada Demak di bawah pimpinan Falatehan dapat menguasai Banten,Suda Kelapa, dan Cirebon. Armada Portugis dapat dihancurkan oleh Falatehan dan ia kemudian mengganti nama Sunda Kelapa menjadi Jayakarta (Jakarta)
[sunting] Perlawanan rakyat Aceh terhadap Portugis

Mulai tahun 1554 hingga tahun 1555, upaya Portugis tersebut gagal karena Portugis mendapat perlawanan keras dari rakyat Aceh. Pada saat Sultan Iskandar Muda berkuasa, Kerajaan Aceh pernah menyerang Portugis di Malaka pada tahun 1615 dan 1629.
[sunting] Perlawanan Rakyat Maluku terhadap Portugis

Bangsa Portugis pertama kali mendarat di Maluku pada tahun 1511. Kedatangan Portugis berikutnya pada tahun 1513. Akan tetapi, Tertnate merasa dirugikan oleh Portugis karena keserakahannya dalam memperoleh keuntungan melalui usaha monopoli perdagangan rempah-rempah.

Pada tahun 1533, Sultan Ternate menyerukan kepada seluruh rakyat Maluku untuk mengusir Portugis di Maluku. Pada tahun 1570, rakyat Ternate yang dipimpin oleh Sultan Hairun dapat kembali melakukan perlawanan terhadap bangsa Portugis, namun dapat diperdaya oleh Portugis hingga akhirnya tewas terbunuh di dalam Benteng Duurstede. Selanjutnya dipimpin oleh Sultan Baabullah pada tahun 1574. Portugis diusir yang kemudian bermukim di Pulau Timor.
[sunting] Kolonisasi Spanyol
!Artikel utama untuk bagian ini adalah: Sejarah Nusantara Zaman_Spanyol

Fernando Magelhans (kadang juga ditulis Ferdinan) Magelan. Karena tokoh inilah, yang memimpin armada yang pertama kali mengelilingi dunia dan membuktikan bahwa bumi bulat, saat itu itu dikenal oleh orang Eropa bumi datar. Dimulainya Kolonisasi berabad-abad oleh Spanyol bersama bangsa Eropa lain, terutama Portugis,Inggris dan Belanda.

Dari Spanyol ke Samudra Pasifik itulah armada Portugis mengarungi Samudra Pasifik, melewati Tanjung Harapan Afrika, menuju Selat Malaka. Dari sini penjelajahan dilanjutkan ke Kepulauan Maluku untuk mencari rempah-rempah, komoditas yang setara emas kala itu.

”Pada abad 16 saat petualangan itu dimulai biasanya para pelaut negeri Katolik itu diberkati oleh pastor dan raja sebelum berlayar melalui samudera.

Pada tanggal 20 September 1519, San Antonio, Concepción, Victoria, dan Santiago—yang terbesar hingga yang terkecil—mengikuti kapal induk Magelhaens, Trinidad, kapal terbesar kedua, seraya mereka berlayar menuju Amerika Selatan. Pada tanggal 13 Desember, mereka mencapai Brasil, dan sambil menatap Pāo de Açúcar, atau Pegunungan Sugarloaf, yang mengesankan, mereka memasuki teluk Rio de Janeiro yang indah untuk perbaikan dan mengisi perbekalan. Kemudian mereka melanjutkan ke selatan ke tempat yang sekarang adalah Argentina, senantiasa mencari-cari el paso, jalur yang sulit ditemukan yang menuju ke samudera lain. Sementara itu, udara semakin dingin dan gunung es mulai tampak. Akhirnya, pada tanggal 31 Maret 1520, Magelhaens memutuskan untuk melewatkan musim salju di pelabuhan San Julián yang dingin.

Pelayaran tersebut kini telah memakan waktu enam kali lebih lama daripada pelayaran Columbus mengarungi Samudra Atlantik yang pertama kali—dan belum terlihat satu selat pun! Semangat juang mereka mulai sedingin cuaca di San Julián, dan pria-pria, termasuk beberapa kapten serta perwira, merasa putus asa dan ingin pulang saja. Tidaklah mengherankan bila terjadi pemberontakan. Namun, berkat tindakan yang cepat dan tegas di pihak Magelhaens, hal itu digagalkan dan dua pemimpin pemberontak tersebut tewas.

Kehadiran kapal asing di pelabuhan pastilah menarik perhatian penduduk lokal yang kuat—dan berbadan besar. Merasa seperti orang kerdil dibandingkan dengan raksasa-raksasa ini, para pengunjung tersebut menyebut daratan itu Patagonia—dari kata Spanyol yang berarti "kaki besar"—hingga hari ini. Mereka juga mengamati 'serigala laut sebesar anak lembu, serta angsa berwarna hitam dan putih yang berenang di bawah air, makan ikan, dan memiliki paruh seperti gagak'. Tentu saja tidak lain tidak bukan adalah anjing laut dan pinguin!

Daerah lintang kutub cenderung mengalami badai yang ganas secara tiba-tiba, dan sebelum musim dingin berakhir, armada itu mengalami korban pertamnya—Santiago yang kecil. Namun, untunglah para awaknya dapat diselamatkan dari kapal yang karam itu. Setelah itu, keempat kapal yang masih bertahan, bagaikan ngengat kecil bersayap yang terpukul di tengah arus laut yang membeku dan tak kunjung reda, berjuang sekuat tenaga menuju ke selatan ke perairan yang semakin dingin—hingga tanggal 21 Oktober. Berlayar di bawah guyuran air hujan yang membeku, semua mata terpaku pada sebuah celah di sebelah barat. El paso? Ya! Akhirnya, mereka berbalik dan memasuki selat yang belakangan dikenal sebagai Selat Magelhaens! Namun, bahkan momen kemenangan ini ternoda. San Antonio dengan sengaja menghilang di tengah jaringan rumit selat itu dan kembali ke Spanyol.

Ketiga kapal yang masih bertahan, diimpit oleh teluk yang sempit di antara tebing-tebing berselimut salju, dengan gigih berlayar melewati selat yang berkelok-kelok itu. Merek mengamati begitu banyaknya api di sebelah selatan, kemungkinan dari perkemahan orang Indian, jadi mereka menyebut daratan itu Tierra del Fuego, “Tanah Api”.

Tiba di Pilipina Magelhaens mengajak banyak penduduk lokal dan penguasa mereka pada agama Katolik. Tetapi semangatnya juga menjadi kebinasaannya. Ia menjadi terlibat dalam pertikaian antarsuku dan, dengan hanya 60 pria, menyerang sekitar 1.500 penduduk pribumi, dengan keyakinan bahwa senapan busur, senapan kuno, dan Allah akan menjamin kemenangannya. Sebaliknya, ia dan sejumlah bawahannya tewas. Magelhaens berusia sekitar 41 tahun. Pigafetta yang setia meratap, 'Mereka membunuh cerminan, penerang, penghibur, dan penuntun sejati kita'. Beberapa hari kemudian, sekitar 27 perwira yang hanya menyaksikan dari kapal mereka, dibunuh oleh para kepala suku yang sebelumnya bersahabat.


Karena sekarang jumlah awak pelayaran itu tinggal sedikit, tidak mungkin untuk berlayar dengan tiga kapal, jadi mereka menenggelamkan Concepción dan berlayar dengan dua kapal yang masih tinggal ke tujuan terakhir mereka, Kepulauan Rempah. Kemudian, setelah mengisi muatan dengan rempah-rempah, kedua kapal itu berpisah. Akan tetapi, awak kapal Trinidad ditangkap oleh Portugal dan dipenjarakan.

Namun, Victoria, di bawah komando mantan pemberontak Juan Sebastián de Elcano, luput. Sambil menghindari semua pelabuhan kecuali satu, mereka mengambil risiko melewati rute Portugal mengelilingi Tanjung Harapan. Namun, tanpa berhenti untuk mengisi perbekalan merupakan strategi yang mahal. Sewaktu mereka akhirnya mencapai Spanyol pada tanggal 6 September 1522—tiga tahun sejak keberangkatan mereka—hanya 18 pria yang sakit dan tidak berdaya yang bertahan hidup. Meskipun demikian, tidak dapat dibantah bahwa merekalah orang pertama yang berlayar mengelilingi bumi. Juan Sebastián de Elcano pun menjadi pahlawan. Sungguh suatu hal yang menakjubkan, muatan rempah Victoria seberat 26 ton menutup ongkos seluruh ekspedisi!

Ketika satu kapal yang selamat, Victoria, kembali ke pelabuhan setelah menyelesaikan perjalanan mengelilingi dunia yang pertama kali, hanya 18 orang laki-laki dari 237 laki-laki yang berada di kapal pada awal keberangkatan. Di antara yang selamat, terdapat dua orang Itali, Antonio Pigafetta dan Martino de Judicibus. Martino de Judicibus (bahasa Spanyol: Martín de Judicibus) adalan orang dari Genoa[1] yang bertindak sebagai Kepala Pelayan. Ia bekerja dengan Ferdinand Magellan pada perjalanan historisnya untuk menemukan rute barat ke Kepulauan Rempah-rempah Indonesia. [2] Sejarah perjalanannya diabadikan dalam pendaftaran nominatif pada Archivo General de Indias di Seville, Spanyol. Nama keluarga ini disebut dengan patronimik Latin yang tepat, yakni: "de Judicibus". Pada awalnya ia ditugaskan pada Caravel Concepción, satu dari lima armada Spanyol milik Magellan. Martino de Judicibus memulai ekspedisi ini dengan gelar kapten. (baca selengkapnya dalam buku "Sejarah Kolonial Spanyol di Indonesia" oleh David DS Lumoindong.


Sebelum menguasai kepulauan Filipina pada 1543, Spanyol menjadikan pulau Manado Tua sebagai tempat persinggahan untuk memperoleh air tawar. Dari pulau tersebut kapal-kapal Spanyol memasuki daratan Sulawesi-Utara melalui sungai Tondano. Hubungan musafir Spanyol dengan penduduk pedalaman terjalin melalui barter ekonomi bermula di Uwuran (sekarang kota Amurang) ditepi sungai Rano I Apo. Perdagangan barter berupa beras, damar, madu dan hasil hutan lainnya dengan ikan dan garam.

Gudang Kopi Manado dan Minahasa menjadi penting bagi Spanyol, karena kesuburan tanahnya dan digunakan Spanyol untuk penanaman kofi yang berasal dari Amerika-Selatan untuk dipasarkan ke daratan Cina. Untuk itu di- bangun Manado sebagai menjadi pusat niaga bagi pedagang Cina yang memasarkan kofi kedaratan Cina. Nama Manado dicantumkan dalam peta dunia oleh ahli peta dunia, Nicolas_Desliens‚ pada 1541. Manado juga menjadi daya tarik masyarakat Cina oleh kofi sebagai komoditi ekspor masyarakat pedalaman Manado dan Minahasa. Para pedagang Cina merintis pengembangan gudang kofi (kini seputar Pasar 45) yang kemudian menjadi daerah pecinan dan pemukiman. Para pendatang dari daratan Cina berbaur dan berasimilasi dengan masyarakat pedalaman hingga terbentuk masyarakat pluralistik di Manado dan Minahasa bersama turunan Spanyol, Portugis dan Belanda.

Kemunculan nama Manado di Sulawesi Utara dengan berbagai kegiatan niaga yang dilakukan Spanyol menjadi daya tarik Portugis sejak memapankan posisinya di Ternate . Untuk itu Portugis melakukan pendekatan mengirim misi Katholik ke tanah Manado dan Minahasa pada 1563 dan mengembangkan agama dan pendidikan Katholik. Lomba Adu Pengaruh di Laut Sulawesi

Antara Minahasa dengan Ternate ada dua pulau kecil bernama Mayu dan Tafure. Kemudian kedua pulau tadi dijadikan pelabuhan transit oleh pelaut Minahasa. Waktu itu terjadi persaingan Portugis dan Spanyol dimana Spanyol merebut kedua pulau tersebut. Pandey asal Tombulu yang menjadi raja di pulau itu lari dengan armada perahunya kembali ke Minahasa, tapi karena musim angin barat lalu terdampar di Gorontalo. Anak lelaki Pandey bernama Potangka melanjutkan perjalanan dan tiba di Ratahan. Di Ratahan, dia diangkat menjadi panglima perang karena dia ahli menembak meriam dan senapan Portugis untuk melawan penyerang dari Mongondouw di wilayah itu. Tahun 1563 diwilayah Ratahan dikenal orang Ternate dengan nama “Watasina” karena ketika diserang armada Kora-kora Ternate untuk menhalau Spanyol dari wilayah itu (buku “De Katholieken en hare Missie” tulisan A.J. Van Aernsbergen). Tahun 1570 Portugis dan Spanyol bersekongkol membunuh raja Ternate sehinga membuat keributan besar di Ternate. Ketika itu banyak pedagang Islam Ternate dan Tidore lari ke Ratahan. Serangan bajak laut meningkat di Ratahan melalui Bentenan, bajak laut menggunakan budak-budak sebagai pendayung. Para budak tawanan bajak laut lari ke Ratahan ketika malam hari armada perahu bajak laut dirusak prajurit Ratahan – Pasan. Kesimpulan sementara yang dapat kita ambil dari kumpulan cerita ini adalah Penduduk asli wilayah ini adalah Touwuntu di wilayah dataran rendah sampai tepi pantai Toulumawak di pegunungan, mereka adalah keturunan Opok Soputan abad ke-tujuh. Nama Opo' Soputan ini muncul lagi sebagai kepala walak wilayah itu abad 16 dengan kepala walak kakak beradik Raliu dan Potangkuman. Penduduk wilayah ini abad 16 berasal dari penduduk asli dan para pendatang dari Tombulu, Tompakewa (Tontemboan), Tonsea, Ternate dan tawanan bajak laut mungkin dari Sangihe.
[sunting] Perjuangan Minahasa Melawan Spanyol

Ratu Oki berkisar di tahun 1644 sampai 1683. Waktu itu, terjadi perang yang hebat antara anak suku Tombatu (juga biasa disebut Toundanow atau Tonsawang) dengan para orang-orang Spanyol. Perang itu dipicu oleh ketidaksenangan anak suku Tombatu terhadap orang-orang Spanyol yang ingin menguasai perdagangan terutama terhadap komoditi beras, yang kala itu merupakan hasil bumi andalan warga Kali. Di samping itu kemarahan juga diakibatkan oleh kejahatan orang-orang Spanyol terhadap warga setempat, terutama kepada para perempuannya. Perang itu telah mengakibatkan tewasnya 40 tentara Spanyol di Kali dan Batu (lokasi Batu Lesung sekarang – red). Naasnya, di pihak anak suku Tombatu, telah mengakibatkan tewasnya Panglima Monde bersama 9 orang tentaranya. Panglima Monde tidak lain adalah suaminya Ratu Oki. Menurut yang dikisahkan dalam makalah itu, Panglima Monde tewas setelah mati-matian membela istrinya, Ratu Oki.Menurut P.A. Gosal, dkk., dalam masa kekuasaan Ratu Oki, anak suku Toundanow (sebutan lain untuk anak suku Tombatu atau Tonsawang) yang mendiami sekitar danau Bulilin hidup sejahtera, aman dan tenteram. “Atas kebijaksanaan dan kearifannya memimpin anak suku Toudanow maka Ratu Oki disahkan juga sebagai Tonaas atau Balian. Selama kepemimpinnan Ratu Oki, Spanyol dan Belanda tidak pernah menguasai atau menjajah anak Toundanow,”

Perang Minahasa lawan Spanyol

Para pelaut awak kapal Spanyol berdiam di Minahasa dan bahkan membaur dengan masyarakat. Mereka menikah dengan wanita-wanita Minahasa, sehingga keturunan mereka menjadi bersaudara dengan warga pribumi.

Tahun 1643 pecah perang Minaesa Serikat melawan kerajaan Spanyol. dalam suatu peperangan di Tompaso, pasukan spanyol dibantu pasukan Raja Loloda Mokoagouw II dipukul kalah, mundur oleh gabungan pasukan serikat Minaesa, dikejar hingga dipantai tapi

Tahun 1694 dalam suatu peperangan di Tompaso, pasukan Raja Loloda Mokoagouw II dipukul kalah, mundur oleh gabungan pasukan serikat Minahasa, dikejar hingga ke pantai tapi dicegah dan ditengahi oleh Residen V.O.C. Herman Jansz Steynkuler. Pada tahun 1694 bulan September tanggal 21, diadakanlah kesepakatan damai, dan ditetapkan perbatasan Minahasa adalah sungai Poigar. Pasukan Serikat Minaesa yang berasal dari Tompaso menduduki Tompaso Baru, Rumoong menetap di Rumoong Bawah, Kawangkoan mendiami Kawangkoan bawah, dan lain sebagainya.


Pada pasa pemerintahan kolonial Belanda maka daerah ini semula masih otonom tetapi lama kelamaan kelamaan kekuasaan para raja dikurangi dengan diangkatnya raja menjadi pejabat pemerintahan Belanda, sehingga raja tinggal menjadi pejabat wilayah setingkat 'camat'.
[sunting] Tahun 1521 Spanyol Mulai Masuk perairan Indonesia

Awak kapal Trinidad yang ditangkap oleh Portugal dan dipenjarakan kemudian dengan bantuan pelaut Minahasa dan Babontewu dari kerajaan Manado mereka dapat meloloskan diri. Ke 12 pelaut ini kemudian berdiam dipedalaman Minahasa, ke Amurang terus ke Pontak, kemudian setelah beberapa tahun mereka dapat melakukan kontak kembali dengan armada Spanyol yang telah kembali ke Pilipina. 1522 Spanyol memulai kolonisasi di Sulawesi Utara 1560 Spanyol mendirikan pos di Manado

Minahasa memegang peranan sebagai lumbung beras bagi Spanyol ketika melakukan usaha penguasaan total terhadap Filipina.

Pada tahun 1550 Spanyol telah mendirikan benteng di Wenang dengan cara menipu Kepala Walak Lolong Lasut menggunakan kulit sapi dari Benggala India yang dibawa Portugis ke Minahasa. Tanah seluas kulit sapi yang dimaksud spanyol adalah tanah seluas tali yang dibuat dari kulit sapi itu. Spanyol kemudian menggunakan orang Mongodouw untuk menduduki benteng Portugis di Amurang pada tahun 1550-an sehingga akhirnya Spanyol dapat menduduki Minahasa. Dan Dotu Kepala Walak (Kepala Negara) Lolong Lasut punya anak buah Tonaas Wuri' Muda.

Nama Kema dikaitkan dengan pembangunan pangkalan militer Spanyol ketika

Bartholomeo de Soisa mendarat pada 1651 dan mendirikan pelabuhan di daerah yang disebutnya ‘La Quimas.’ Penduduk setempat mengenal daerah ini dengan nama ‘Maadon’ atau juga ‘Kawuudan.’ Letak benteng Spanyol berada di muara sungai Kema, yang disebut oleh Belanda, "Spanyaardsgat, " atau Liang Spanyol.

Dr. J.G.F. Riedel menyebutkan bahwa armada Spanyol sudah mendarat di Kema tepat 100 tahun sebelumnya.Kema berkembang sebagai ibu negeri Pakasaan Tonsea sejak era pemerintahan Xaverius Dotulong, setelah taranak-taranak Tonsea mulai meninggalkan negeri tua, yakni Tonsea Ure dan mendirikan perkampungan- perkampungan baru. Surat Xaverius Dotulong pada 3 Februrari 1770 kepada Gubernur VOC di Ternate mengungkapkan bahwa ayahnya, I. Runtukahu Lumanauw tinggal di Kema dan merintis pembangunan kota ini. Hal ini diperkuat oleh para Ukung di Manado yang mengklaim sebagai turunan dotu Bogi, putera sulung dari beberapa dotu bersaudara seperti juga dikemukakan Gubernur Ternate dalam surat balasannya kepada Xaverius Dotulong pada 1 November 1772.

Asal nama Kema

Misionaris Belanda, Domine Jacobus Montanus dalam surat laporan perjalanannya pada 17 November 1675, menyebutkan bahwa nama Kema, yang mengacu pada istilah Spanyol, adalah nama pegunungan yang membentang dari Utara ke Selatan. Ia menulis bahwa kata ‘Kima’ berasal dari bahasa Minahasa yang artinya Keong. Sedangkan pengertian ‘Kema’ yang berasal dari kata Spanyol, ‘Quema’ yaitu, nyala, atau juga menyalakan. Pengertian itu dikaitkan dengan perbuatan pelaut Spanyol sering membuat onar membakar daerah itu. Gubernur Robertus Padtbrugge dalam memori serah terima pada 31 Agustus 1682 menyebutkan tempat ini dengan sebutan "Kemas of grote Oesterbergen, " artinya adalah gunung-gunung besar

menyerupai Kerang besar. Sedangkan dalam kata Tonsea disebut ‘Tonseka,’ karena berada di wilayah Pakasaan Tonsea.

Hendrik Berton dalam memori 3 Agustus 1767, melukiskan Kema selain sebagai pelabuhan untuk musim angin Barat, juga menjadi ibu negeri Tonsea. Hal ini terjadi akibat pertentangan antara Manado dengan Kema oleh sengketa sarang burung di pulau Lembeh. Pihak ukung-ukung di Manado menuntut hak sama dalam bagi hasil dengan ukung-ukung Kema. Waktu itu Ukung Tua Kema adalah Xaverius Dotulong.

Portugis dan Spanyol merupakan tumpuan kekuatan gereja Katholik Roma memperluas wilayah yang dilakukan kesultanan Ottoman di Mediterania pada abad ke-XV. Selain itu Portugis dan Spanyol juga tempat pengungsian pengusaha dan tenaga-tenaga terampil asal Konstantinopel ketika dikuasai kesultanan Ottoman dari Turki pada 1453. Pemukiman tersebut menyertakan alih pengetahuan ekonomi dan maritim di Eropa Selatan. Sejak itupun Portugis dan Spanyol menjadi adikuasa di Eropa. Alih pengetahuan diperoleh dari pendatang asal Konstantinopel yang memungkinkan bagi kedua negeri Hispanik itu melakukan perluasan wilayah-wilayah baru diluar daratan Eropa dan Mediterania. Sasaran utama adalah Asia-Timur dan Asia-Tenggara. Mulanya perluasan wilayah antara kedua negeri terbagi dalam perjanjian Tordisalles, tahun 1492. Portugis kearah Timur sedangkan Spanyol ke Barat. Masa itu belum ada gambaran bahwa bumi itu bulat. Baru disadari ketika kapal-kapal layar kedua belah pihak bertemu di perairan Laut Sulawesi. Kenyataan ini juga menjadi penyebab terjadi proses reformasi gereja, karena tidak semua yang menjadi "fatwa" gereja adalah Undang-Undang, hingga citra kekuasaan Paus sebagai penguasa dan wakil Tuhan di bumi dan sistem pemerintahan absolut theokratis ambruk. Keruntuhan ini terjadi dengan munculnya gereja Protestan rintisan Martin Luther dan Calvin di Eropa yang kemudian menyebar pula ke berbagai koloni Eropa di Asia, Afrika dan Amerika.

Dari kesepakatan Tordisalles itu, Portugis menelusuri dari pesisir pantai Afrika dan samudera Hindia. Sedangkan Spanyol menelusuri Samudera Atlantik, benua Amerika Selatan dan melayari samudera Pasifik. Pertemuan terjadi ketika kapal-kapal Spanyol pimpinan Ferdinand Maggelan menelusuri Pasifik dan tiba di pulau Kawio, gugusan kepulauan Sangir dan Talaud di Laut Sulawesi pada 1521. Untuk mencegah persaingan di perairan Laut Sulawesi dan Maluku Utara, kedua belah pihak memperbarui jalur lintas melalui perjanjian Saragosa pada tahun 1529. Perjanjian tersebut membagi wilayah dengan melakukan batas garis tujuhbelas derajat lintang timur di perairan Maluku Utara. Namun dalam perjanjian tersebut,

Spanyol merasa dirugikan karena tidak meraih lintas niaga dengan gugusan kepulauan penghasil rempah-rempah. Untuk itu mengirimkan ekspedisi menuju Pasifik Barat pada 1542. Pada bulan Februari tahun itu lima kapal Spanyol dengan 370 awak kapal pimpinan Ruy Lopez de Villalobos menuju gugusan Pasifik Barat dari Mexico . Tujuannya untuk melakukan perluasan wilayah dan sekaligus memperoleh konsesi perdagangan rempah-rempah di Maluku Utara.

Dari pelayaran ini Villalobos mendarat digugusan kepulauan Utara disebut Filipina, di ambil dari nama putera Raja Carlos V, yakni Pangeran Philip, ahli waris kerajaan Spanyol. Sekalipun Filipina tidak menghasilkan rempah-rempah, tetapi kedatangan Spanyol digugusan kepulauan tersebut menimbulkan protes keras dari Portugis. Alasannya karena gugusan kepulauan itu berada di bagian Barat, di lingkungan wilayahnya. Walau mengkonsentrasikan perhatiannya di Amerika-Tengah, Spanyol tetap menghendaki konsesi niaga rempah-rempah Maluku-Utara yang juga ingin didominasi Portugis. Tetapi Spanyol terdesak oleh Portugis hingga harus mundur ke Filipina. Akibatnya Spanyol kehilangan pengaruh di Sulawesi Utara yang sebelumnya menjadi kantong ekonomi dan menjalin hubungan dengan masyarakat Minahasa.

Pengenalan kuliler asal Spanyol di Minahasa

Peperangan di Filipina Selatan turut memengaruhi perekonomian Spanyol. Penyebab utama kekalahan Spanyol juga akibat aksi pemberontakan pendayung yang melayani kapal-kapal Spanyol. Sistem perkapalan Spanyol bertumpu pada pendayung yang umumnya terdiri dari budak-budak Spanyol. Biasanya kapal Spanyol dilayani sekitar 500 - 600 pendayung yang umumnya diambil dari penduduk wilayah yang dikuasai Spanyol. Umumnya pemberontakan para pendayung terjadi bila ransum makanan menipis dan terlalu dibatasi dalam pelayaran panjang, untuk mengatasinya Spanyol menyebarkan penanaman palawija termasuk aneka ragam cabai (rica), jahe (goraka), kunyit dll.

Kesemuanya di tanam pada setiap wilayah yang dikuasai untuk persediaan logistik makanan awak kapal dan ratusan pendayung.

Sejak itu budaya makan "pidis" yang di ramu dengan berbagai bumbu masak yang diperkenalkan pelaut Spanyol menyebar pesat dan menjadi kegemaran masyarakat Minahasa.

Ada pula yang menarik dari peninggalan kuliler Spanyol, yakni budaya Panada. Kue ini juga asal dari penduduk Amerika-Latin yang di bawa oleh Spanyol melalui lintasan Pasifik. Bedanya, adonan panada, di isi dengan daging sapi ataupun domba, sedangkan panada khas Minahasa di isi dengan ikan.

Kota Kema merupakan pemukiman orang Spanyol, dimulai dari kalangan "pendayung" yang menetap dan tidak ingin kembali ke negeri leluhur mereka. Mereka menikahi perempuan-perempuan penduduk setempat dan hidup turun-temurun. Kema kemudian juga dikenal para musafir Jerman, Belanda dan Inggris. Mereka ini pun berbaur dan berasimilasi dengan penduduk setempat, sehingga di Kema terbentuk masyarakat pluralistik dan memperkaya Minahasa dengan budaya majemuk dan hidup berdampingan harmonis. Itulah sebabnya hingga masyarakat Minahasa tidak canggung dan mudah bergaul menghadapi orang-orang Barat.

Pergerakan Mengusir Penjajahan lawan Spanyol

Minahasa juga pernah berperang dengan Spanyol yang dimulai tahun 1617 dan berakhir tahun 1645. Perang ini dipicu oleh ketidakadilan Spanyol terhadap orang-orang Minahasa, terutama dalam hal perdagangan beras, sebagai komoditi utama waktu itu. Perang terbuka terjadi nanti pada tahun 1644-1646. Akhir dari perang itu adalah kekalahan total Spanyol, sehingga berhasil diusir oleh para waranei (ksatria-ksatria Minahasa).
[sunting] Dampak Spanyol Bagi Ekonomi Indonesia Utara

Diplomasi para pemimpin pemerintahan Walak mendekati Belanda berhasil mengusir Spanyol dari Minahasa. Namun konsekwensi yang harus dialami adalah rintisan jalur niaga laut di Pasifik hasil rintisan Spanyol sejak abad ke-17 terhenti dan memengaruhi perekonomian Sulawesi Utara. Sebab jalur niaga ini sangat bermanfaat bagi penyebaran komoditi eskpor ke Pasifik. Sejak itupun pelabuhan Manado menjadi sepi dan tidak berkembang yang turut memengaruhi pengembangan kawasan Indonesia bagian Timur hingga Pasifik Barat Daya. Dilain pihak, pelabuhan Manado hanya menjadi persinggahan jalur niaga dari Selatan (berpusat di Surabaya, Tanjung Priok yang dibangun oleh Belanda sejak abad ke-XVIII) ke Asia-Timur melalui lintasan Selat Makassar. Itupun hanya digunakan musiman saat laut Cina Selatan tidak di landa gelombang ganas bagi kapal-kapal. Sedangkan semua jalur niaga Asia-Timur dipusatkan melalui Laut Cina Selatan, Selat Malaka, Samudera Hindia, Tanjung Harapan Atlantik-Utara yang merupakan pusat perdagangan dunia.

Sebagai akibatnya kegiatan hubungan ekonomi diseputar Laut Sulawesi secara langsung dengan dunia luar praktis terlantar. Karena penyaluran semua komoditi diseluruh gugusan nusantara melulu diatur oleh Batavia yang mengendalikan semua jaringan tata-niaga dibawah kebijakan satu pintu. Penekanan ini membawa derita berkepanjangan bagi kegiatan usaha penduduk pedalaman Minahasa.
User avatar
straightfaith
 
Posts: 177
Joined: Thu May 12, 2011 3:28 pm

Re: Sejarah (diinjak2nya) Indonesia (rakusnya nonIslam pd dunia)

Postby straightfaith » Mon May 30, 2011 9:22 am

Garis waktu kolonialisasi

Kolonialisasi Spanyol

* 1521 Spanyol memulai petualangannya di Sulawesi Utara
o 1560 Spanyol mendirikan pos di Manado.
o 1617 Gerakan perlawanan rakyat Minahasa di Sulawesi Utara untuk mengusir kolonial Spanyol.
o 1646 Spanyol di usir dari Minahasa dan Sulawesi Utara. Tahun selanjutnya Spanyol masih mencoba memengaruhi kerajaan sekitar untuk merebut kembali minahasa tapi gagal, terakhir dengan mendukung Bolaang Mongondow yang berakhir tahun 1692.

[sunting] Kolonialisasi Portugis

* 1509 Portugis tiba pertama kali di Melaka.
* 1511 April, Admiral Portugis Alfonso de Albuquerque memutuskan berlayar dari Goa ke Melaka.
o 10 Agustus, Pasukan Albuquerque menguasai Melaka.
o Sultan Melaka melarikan diri ke Riau.
o Portugis di Melaka menghancurkan armada Jawa. Kapal mereka karam dengan seluruh hartanya dalam perjalanan kembali ke Goa.
o Patih Unus menaklukkan Jepara
o Desember, Albuquerque mengirim tiga kapal di bawah Antonio de Abreu dari Melaka untuk menjelajah ke arah Timur.

* 1512 Perjalanan ekspedisi De Abreu dari Melaka menuju Madura, Bali, Lombok, Aru dan Banda.
o Dua kapal rusak di Banda. Da Breu kembali ke Melaka; Francisco Serrão memperbaiki kapal dan melanjutkan menuju ke Ambon, Ternate, dan Tidore. Serrão menawarkan dukungan bagi Ternate dalam perselisihannya dengan Tidore, pasukannya mendirikan sebuah pos Portugis di Ternate.
* 1513 Pasukan dari Jepara dan Palembang menyerang Portugis di Melaka, tetapi berhasil dipukul mundur. Maret, Portugis mengirim seorang duta menemui Raja Sunda di Pajajaran. Portugis diizinkan untuk membangun sebuah benteng di Sunda Kelapa (sekarang Jakarta).
o Portugis menghubungi Raja Udara, anak dari Girindrawardhana dan penguasa bekas kerajaan Majapahit
o Portugis membangun pabrik-pabrik di Ternate dan Bacan.
o Udara menyerang Demak dengan bantuan dari Raja Klungkung dari Bali. Pasukan Majapahit dipukul mundur, tapi Sunan Ngudung tewas dalam pertempuran. Banyak pendukung Majapahit melarikan diri ke Bali.

* 1514
o Ali Mughayat Syah mendirikan Kesultanan Aceh, dan menjadi Sultan Aceh pertama.

* 1515
o Portugis pertama kali tiba di Timor.

* 1518
o Sultan Mahmud dari Melaka mengambil alih kekuasaan di Johore.
o Raden Patah meninggal dunia; Patih Unus menjadi Sultan Demak.

* 1520
o Aceh mulai menguasai pantai timur laut Sumatra.
o Rakyat Bali menyerang Lombok.
o Para pedagang Portugis mulai mengunjungi Flores dan Solor.
o Banjar di Kalimantan menjadi Islam.

1521 – 1530

* 1521
o Unus memimpin armada dari Demak dan Cirebon melawan orang-orang Portugis di Melaka. Unus terbunuh dalam pertempuran. Trenggono menjadi Sultan Demak.
o Portugis merebut Pasai di Sumatra;
o Gunungjati (dari Cirebon) meninggalkan Pasai berangkat ke Mekkah.
o Kapal terakhir dari ekspedisi Magelhaenz mengeliling dunia berlayar antarapulau Lembata dan Pantar di Nusa Tenggara.

* 1522
o Februari ekspedisi Portugis di bawah De Brito tiba di Banda.
o Mei, ekspedisi De Brito tiba di Ternate, membangung sebuah benteng Portugis.
o Kerajaan Sunda, yang masih beragama Hindu, meminta bantuan Portugis untuk menghadapi kemungkinan serangan Demak yang Muslim. Kontrak kerjasama ditandatangani dan sebuah padrao didirikan di Sunda Kalapa
o Sisa-sisa ekspedisi Magelhaenz berkeliling dunia mengunjungi Timor.
o Portugis membangun benteng di Hitu, Ambon.

* 1523
o Gunungjati kembali dari Mekkah, kembali ke Cirebon, dan menetap di Demak, menikahi saudara perempuan Sultan Trenggono.

* 1524
o Gunungjati dari Cirebon dan anaknya Hasanuddin (di Banten) melakukan dakwah secara terbuka dan rahasia di Jawa Barat untuk memperlemah Kerajaan Sunda yang beribukota di Pajajaran dan persekutuannya dengan Portugis. Pemerintah lokal di Banten, yang tadinya tergantung pada Pajajaran, masuk Islam dan bergabung dengan pihak Cirebon dan Demak.
o Aceh merebut Pasai dan Pedir di Sumatra utara.

* 1525
o Hasanuddin (dari Banten}, anak dari Gunungjati (dari Cirebon), melakukan dakwah di Lampung.

* 1526
o Portugis membangun benteng pertama di Timor.

* 1527
o Demak menaklukkan Kediri, sisa-sisa Hindu dari kerajaan Majapahit; Sultan-sultan Demak mengklaim sebagai pengganti Majapahit; Sunan Kudus ikut serta.
o Demark merebut Tuban.
o Cirebon, dibantu Demak, menduduki Sunda Kelapa, pelabuhan Kerajaan Sunda. Fatahilah mengganti namanya menjadi Jayakarta. (Sukses ini dikatakan berkat pimpinan "Fatahillah"—atau, sesuai dengan kekeliruan ucapan Portugis, "Falatehan"—namun mungkin ini adalah nama yang diberikan kepada Sunan Gunungjati dari Cirebon.) Para penjaga keamanan pelabuhan Kerajaan Sunda didorong mundur meninggalkan daerah pesisir. Dengan demikian pembangunan gudang atau benteng sesuai perjanjian dagang antara Portugis dengan Kerajaan Sunda batal terwujud.
o Kerajaan Palakaran di Madura, yang berbasis di Arosbaya (kini Bangkalan), menjadi Islam di bawah Kyai Pratanu.
o Ekspedisi dari Spanyol dan Meksiko berusaha mengusir Portugis dari Maluku.

* 1529
o Demak menaklukkan Madiun.
o Raja-raja Spanyol dan Portugal sepakat bahwa Maluku harus menjadi milik Portugal, dan Filipina menjadi milik Spanyol.

* 1530
o Salahuddin menjadi Sultan Aceh.
o Surabaya dan Pasuruan takluk kepada Demak. Demak merebut Balambangan, kerajaan Hindu terakhir di ujung timur Jawa.
o Gowa mulai meluas dari dari Makassar.
o Banten memperluas pengaruhnya atas Lampung.

1531 – 1540

* 1536
o Serangan besar Portugis terhadap Johore.
o Antonio da Galvão menjadi gubernur di pos Portugis di Ternate; mendirikan pos Portugis di Ambon.
o Portugis membawa Sultan Tabariji dari Ternate ke Goa karena mencurigainya melakukan kegiatan-kegiatan anti Portugis activity, menggantikannya dengan saudara-saudaranya.
* 1537
o Serangan Aceh atas Melaka gagal. Salahuddin dari Aceh digantikan oleh Alaudin Riayat Syah I.

* 1539
o Aceh menyerang suku Batak di selatan mereka.

* 1540
o Portugis berhubungan dengan Gowa.
o Kesultanan Butung didirikan.

1541 – 1550

* 1545
o Demak menaklukkan Malang.Gowa membangun benteng di Ujung Pandang.

* 1546
o Demak menyerang Balambangan namun gagal.
o Trenggono dari Demak meninggal dan digantikan oleh Prawata. Menantunya, Joko Tingkir memperluas pengaruhnya dari Pajang (dekat Sukoharjo sekarang).
o St. Fransiskus Xaverius pergi ke Morotai, Ambon, dan Ternate.

* 1547
o Aceh menyerang Melaka.

* 1550
o Portugis mulai membangun benteng-benteng di Flores.

1551 – 1560

* 1551
o Johore menyerang Portugis Melaka dengan bantuan dari Jepara.
o Pasukan-pasukan dari Ternate menguasai Kesultanan Jailolo di Halmahera dengan bantuan Portugis.

* 1552
o Hasanuddin memisahkan diri dari Demak dan mendirikan Kesultanan Banten, lalu merebut Lampung untuk Kesultanan yang baru.
o Aceh mengirim duta ke Sultan Ottoman di Istanbul.

* 1558
o Leiliato memimpin suatu pasukan dari Ternate untuk menyerang Portugis di Hitu.
o Portugis membangun benteng di Bacan.
o Ki Ageng Pemanahan menerima distrik Mataram dari Joko Tinggir, memerintah di Pajang.
o Wabah cacar di Ternate.

* 1559
o Para misionaris Portugis mendarat di Timor. Khairun menjadi Sultan Ternate.

* 1560
o Portugis mendirikan pos misi dan perdagangan di Panarukan, di ujung timur Jawa.
o Spanyol mendirikan pos di Manado.

1561 – 1570

* 1561
o Sultan Prawata dari Demak meninggal dunia.
o Misi Dominikan Portugis didirikan di Solor.

* 1564
o Wabah cacar di Ambon.

* 1565
o Aceh menyerang Johore.
o Kutai di Kalimantan menjadi Islam.

* 1566
o Misi Dominikan Portugis di Solor membangun sebuah benteng batu.

* 1568
o Serangan yang gagal oleh Aceh di Melaka Portugis.

* 1569
o Portugis membangun benteng kayu di pulau Ambon.

* 1570
o Aceh menyerang Johore lagi, namun gagal.
o Sultan Khairun dari Ternate menandatangani sebuah perjanjian damai dengan Portugis, tetapi esok harinya ternyata ia diracuni. Agen-agen Portugis dicurigai melakukannya. Babullah menjadi Sultan (hingga * 1583), dan bersumpah untuk mengusir Portugis keluar dari benteng-benteng mereka.
o Maulana Yusup menjadi Sultan Banten.

1571 – 1580

* 1571
o Alaudin Riayet Shah meninggal, kekacauan di Aceh hingga 1607.

* 1574
o Jepara memimpin serangan yang gagal di Melaka.

* 1575
o Sultan Babullah mengusir Portugis dari Ternate. Karena itu Portugis membangun sebuah benteng di Tidore.

* 1576
o Portugis membangun benteng di kota Ambon sekarang.

* 1577
o Ki Ageng Pemanahan mendirikan Kota Gede (dekat Yogyakarta sekarang).

* 1579
o Banten menyerang dan meluluhlantakkan Pajajaran merebut sisa-sisa Kerajaan Sunda, dan menjadikannya Islam. Raja Sunda terakhir yang enggan memeluk Islam, yaitu Prabu Ragamulya atau Prabu Suryakancana, meninggalkan ibukota Kerajaan Sunda tersebut dan meninggal dalam pelarian di daerah Banten.
o November, Sir Francis Drake dari Britania, setelah menyerang kapal dan pelabuhan Spanyol di Amerika, tiba di Ternate. Sultan Babullah, yang juga membenci orang-orang Spanyol, mengadakan perjanjian persahabatan dengan Britania.

* 1580
o Maulana Muhammad menjadi Sultan Banten.
o Portugal jatuh ke tangan kerajaan Spanyol; usaha-usaha kolonial Portugis tidak dipedulikan.
o Drake mengunjungi Sulawesi dan Jawa, dalam perjalanan pulang ke Britania.
o Ternate menguasai Butung.

* 1581
o Sekitar saat ini, Kyai Ageng Pemanahan mengambil alih distrik Mataram (yang telah dijanjikan kepadanya oleh Joko Tingkir, yang menundanya hingga Sunan Kalijaga dari Wali Songo mendesaknya), mengubah namanya menjadi Kyai Gedhe Mataram.

* 1584
o Sutawijaya menggantikan ayahnya Kyai Gedhe Mataram sebagai pemerintah lokal dari Mataram, memerintah dari Kota Gede.

* 1585
o Sultan Aceh mengirim surat kepada Elizabeth I dari Britania.
o Kapal Portugis yang dikirim untuk membangun sebuah benteng dan misi di Bali karam tepat di lepas pantai.

* 1587
o Sutawijaya mengalahkan Pajang dan Joko Tingkir meninggal; garis keturunan beralih kepada Sutawijaya. Gunung Merapi meletus.
o Portugis di Melaka menyerang Johore.
o Portugis menandatangani perjanjian perdamaian dengan Sultan Aceh.
o Sir Thomas Cavendish dari Britania mengunjungi Jawa.

* 1588
o Sutawijaya mengganti namanya menjadi Senopati; merebut Pajang dan Demak.

* 1590
o Desa asli Medan didirikan.

1591 – 1659

* 1591
o Senopati merebut Madiun, lalu Kediri.
o Sir James Lancaster dari Britania tiba di Aceh dan Penang, tetapi misinya gagal.
o Ternate menyerang Portugis di Ambon.

* 1593
o Ternate mengepung Portugis di Ambon kembali.

* 1595
o 2 April, ekspedisi Belanda di bawah De Houtman berangkat ke Hindia Belanda.
o Suriansyah menjadikan Banjar di Kalimantan sebuah Kesultanan (belakangan Banjarmasin).
o Portugis membangun benteng di Ende, Flores.

Kolonisasi VOC

Mulai tahun 1602 Belanda secara perlahan-lahan menjadi penguasa wilayah yang kini adalah Indonesia, dengan memanfaatkan perpecahan di antara kerajaan-kerajaan kecil yang telah menggantikan Majapahit. Satu-satunya yang tidak terpengaruh adalah Timor Portugis, yang tetap dikuasai Portugal hingga 1975 ketika berintegrasi menjadi provinsi Indonesia bernama Timor Timur. Belanda menguasai Indonesia selama hampir 350 tahun, kecuali untuk suatu masa pendek di mana sebagian kecil dari Indonesia dikuasai Britania setelah Perang Jawa Britania-Belanda dan masa penjajahan Jepang pada masa Perang Dunia II. Sewaktu menjajah Indonesia, Belanda mengembangkan Hindia-Belanda menjadi salah satu kekuasaan kolonial terkaya di dunia. 350 tahun penjajahan Belanda bagi sebagian orang adalah mitos belaka karena wilayah Aceh baru ditaklukkan kemudian setelah Belanda mendekati kebangkrutannya.


Pada abad ke-17 dan 18 Hindia-Belanda tidak dikuasai secara langsung oleh pemerintah Belanda namun oleh perusahaan dagang bernama Perusahaan Hindia Timur Belanda (bahasa Belanda: Verenigde Oostindische Compagnie atau VOC). VOC telah diberikan hak monopoli terhadap perdagangan dan aktivitas kolonial di wilayah tersebut oleh Parlemen Belanda pada tahun 1602. Markasnya berada di Batavia, yang kini bernama Jakarta.

Tujuan utama VOC adalah mempertahankan monopolinya terhadap perdagangan rempah-rempah di Nusantara. Hal ini dilakukan melalui penggunaan dan ancaman kekerasan terhadap penduduk di kepulauan-kepulauan penghasil rempah-rempah, dan terhadap orang-orang non-Belanda yang mencoba berdagang dengan para penduduk tersebut. Contohnya, ketika penduduk Kepulauan Banda terus menjual biji pala kepada pedagang Inggris, pasukan Belanda membunuh atau mendeportasi hampir seluruh populasi dan kemudian mempopulasikan pulau-pulau tersebut dengan pembantu-pembantu atau budak-budak yang bekerja di perkebunan pala.

VOC menjadi terlibat dalam politik internal Jawa pada masa ini, dan bertempur dalam beberapa peperangan yang melibatkan pemimpin Mataram dan Banten.
[sunting] Kolonisasi pemerintah Belanda
!Artikel utama untuk bagian ini adalah: Indonesia: Era Belanda

Setelah VOC jatuh bangkrut pada akhir abad ke-18 dan setelah kekuasaan Britania yang pendek di bawah Thomas Stamford Raffles, pemerintah Belanda mengambil alih kepemilikan VOC pada tahun 1816. Sebuah pemberontakan di Jawa berhasil ditumpas dalam Perang Diponegoro pada tahun 1825-1830. Setelah tahun 1830 sistem tanam paksa yang dikenal sebagai cultuurstelsel dalam bahasa Belanda mulai diterapkan. Dalam sistem ini, para penduduk dipaksa menanam hasil-hasil perkebunan yang menjadi permintaan pasar dunia pada saat itu, seperti teh, kopi dll. Hasil tanaman itu kemudian diekspor ke mancanegara. Sistem ini membawa kekayaan yang besar kepada para pelaksananya - baik yang Belanda maupun yang Indonesia. Sistem tanam paksa ini adalah monopoli pemerintah dan dihapuskan pada masa yang lebih bebas setelah 1870.

Pada 1901 pihak Belanda mengadopsi apa yang mereka sebut Politik Etis (bahasa Belanda: Ethische Politiek), yang termasuk investasi yang lebih besar dalam pendidikan bagi orang-orang pribumi, dan sedikit perubahan politik. Di bawah gubernur-jendral J.B. van Heutsz pemerintah Hindia-Belanda memperpanjang kekuasaan kolonial secara langsung di sepanjang Hindia-Belanda, dan dengan itu mendirikan fondasi bagi negara Indonesia saat ini.
[sunting] Gerakan nasionalisme

Pada 1905 gerakan nasionalis yang pertama, Serikat Dagang Islam dibentuk dan kemudian diikuti pada tahun 1908 oleh gerakan nasionalis berikutnya, Budi Utomo. Belanda merespon hal tersebut setelah Perang Dunia I dengan langkah-langkah penindasan. Para pemimpin nasionalis berasal dari kelompok kecil yang terdiri dari profesional muda dan pelajar, yang beberapa di antaranya telah dididik di Belanda. Banyak dari mereka yang dipenjara karena kegiatan politis, termasuk Presiden Indonesia yang pertama, Soekarno.
[sunting] Perang Dunia II

Pada Mei 1940, awal Perang Dunia II, Belanda diduduki oleh Nazi Jerman. Hindia-Belanda mengumumkan keadaan siaga dan di Juli mengalihkan ekspor untuk Jepang ke Amerika Serikat dan Britania. Negosiasi dengan Jepang yang bertujuan untuk mengamankan persediaan bahan bakar pesawat gagal di Juni 1941, dan Jepang memulai penaklukan Asia Tenggara di bulan Desember tahun itu. Di bulan yang sama, faksi dari Sumatra menerima bantuan Jepang untuk mengadakan revolusi terhadap pemerintahan Belanda. Pasukan Belanda yang terakhir dikalahkan Jepang pada Maret 1942.

Pendudukan Jepang

Pada Juli 1942, Soekarno menerima tawaran Jepang untuk mengadakan kampanye publik dan membentuk pemerintahan yang juga dapat memberikan jawaban terhadap kebutuhan militer Jepang. Soekarno, Mohammad Hatta, dan para Kyai memperoleh penghormatan dari Kaisar Jepang pada tahun 1943. Tetapi, pengalaman dari penguasaan Jepang di Indonesia sangat bervariasi, tergantung di mana seseorang hidup dan status sosial orang tersebut. Bagi yang tinggal di daerah yang dianggap penting dalam peperangan, mereka mengalami siksaan, terlibat perbudakan seks, penahanan sembarang dan hukuman mati, dan kejahatan perang lainnya. Orang Belanda dan campuran Indonesia-Belanda merupakan target sasaran dalam penguasaan Jepang.

Pada Maret 1945 Jepang membentuk Badan Penyelidik Usaha Persiapan Kemerdekaan Indonesia (BPUPKI). Pada pertemuan pertamanya di bulan Mei, Soepomo membicarakan integrasi nasional dan melawan individualisme perorangan; sementara itu Muhammad Yamin mengusulkan bahwa negara baru tersebut juga sekaligus mengklaim Sarawak, Sabah, Malaya, Portugis Timur, dan seluruh wilayah Hindia-Belanda sebelum perang.

Pada 9 Agustus 1945 Soekarno, Hatta dan Radjiman Widjodiningrat diterbangkan ke Vietnam untuk bertemu Marsekal Terauchi. Mereka dikabarkan bahwa pasukan Jepang sedang menuju kehancuran tetapi Jepang menginginkan kemerdekaan Indonesia pada 24 Agustus.
User avatar
straightfaith
 
Posts: 177
Joined: Thu May 12, 2011 3:28 pm

Re: Sejarah (diinjak2nya) Indonesia (rakusnya nonIslam pd dunia)

Postby otakcabul » Thu Jun 23, 2011 11:13 am

mana nih jagoan Indon TKI nya di buntingin , di gebukin , di pancung ga ada yang berani maju , maju tapi gentar :rofl:
sejarah Indon hanya bunga tidur buat anak balita , realitanya tetap aja ayam sayur jago kandang :turban:
otakcabul
 
Posts: 22
Joined: Sun Jun 19, 2011 9:31 am

Re: Sejarah (diinjak2nya) Indonesia (rakusnya nonIslam pd dunia)

Postby kimi07 » Fri Jun 24, 2011 11:29 am

straightfaith wrote:
Di saat Eropa memasuki masa Renaisans, Nusantara telah mempunyai warisan peradaban berusia ribuan tahun dengan dua kerajaan besar yaitu Sriwijaya di Sumatra dan Majapahit di Jawa, ditambah dengan puluhan kerajaan kecil yang sering kali menjadi vazal tetangganya yang lebih kuat atau saling terhubung dalam semacam ikatan perdagangan (seperti di Maluku).


stelah ISlam masuk,
kerajaan itu Runtuh, dan jadi sasaran empuk Eropa,
saya yakin 100%, jika kerajaan itu masih Hindu Budha, pasti kuat bertahan melawan Eropa.

so terbuktilah, Islam penyebab di injak injaknya Indonesia
User avatar
kimi07
 
Posts: 2287
Joined: Fri Dec 07, 2007 7:59 pm
Location: in the Father's Heart

Re: Sejarah (diinjak2nya) Indonesia (rakusnya nonIslam pd dunia)

Postby bluelotusfriend » Thu Oct 13, 2011 6:09 pm

kimi07 wrote:stelah ISlam masuk,
kerajaan itu Runtuh, dan jadi sasaran empuk Eropa,
saya yakin 100%, jika kerajaan itu masih Hindu Budha, pasti kuat bertahan melawan Eropa.

so terbuktilah, Islam penyebab di injak injaknya Indonesia



setujuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuu ... buktinya mana sih ada peninggalan islam yang hebat di indonesia ??
hindu buddha aja ada prambanan, borobudur (yang diklaim sama muslim jugak), muslim nyumbang apa ?? kuburan keramat ??

inget keraton jawa itu kejawen, bukan murni islam, praktek2nya banyak yang dianggap musyrik loh ... :D
bluelotusfriend
 
Posts: 956
Joined: Fri Oct 07, 2011 4:32 pm

Re: Sejarah (diinjak2nya) Indonesia (rakusnya nonIslam pd dunia)

Postby walet » Thu Oct 13, 2011 10:56 pm

http://indonesia.faithfreedom.org/wiki/Rangkuman

ABAD 6
570 - Muhamad lahir di Mekah dari suku Quraish
577 - Ibu Muhamad mati
580 - Kakek Muhamad bernama Abdul Muttalib mati
583 - Perjalanan pertama ke Syria/Suriah bersama kafilah pedagang
595 - Muhamad menikahi Khadijah janda kaya yang jauh lebih tua darinya
595 - Perjalanan kedua ke Syria
598 - Anak lakinya Qasim lahir
600 - Anak perempuan, Zainab, lahir
ABAD 7
603 - Anak perempuan, Um-e-Kalthum, lahir
604 - Anak perempuan, Ruqayya, lahir
605 - Penempatan Batu Hitam di Ka'abah.
605 - Anak perempuan, Fatimah, lahir
610 - Muhamad, di gua Hira, mendengar dari malaikat Jibril bahwa Awloh adalah satu2nya Tuhan
613 - Muhamad pertama kali khotbah tentang Islam di Goa Hira. Beberapa orang percaya.
615 - Muslim2 ditindas kaum Quraish.
619 - Menikahi Sauda dan Aisha (6 tahun & disetubuhi di usia 9 tahun)
620 - Penentuan sembahyang 5 waktu
622 - Muhamad hijrah dari Mekah ke Medinah, yang dulu disebut Yathrib, dapat lebih banyak pengikut.
623 - Pertempuran di Nakhla
624 - Pertempuran Badr I. Pengusiran Yahudi Bani Qainuqa dari Medinah.
625 - Pertempuran Uhud. Pembantaian 70 Muslim di Bir Mauna. Pengusiran Yahudi Banu Nadir dari Medinah. Perang Badr II.
626 - Perang vs Banu Mustaliq.
627 - Pertempuran Parit. Pengusiran Yahudi Banu Quraiza.
628 - Perjanjian gencatan senjata Hudaibiya. Perang Khaybar. Muhamad mengirim surat kpd berbagai kepala negara agar tunduk pada Islam atau diserang.
629 - Muhamad melakukan umroh ke Mekah. Ekspedisi ke Muta (wilayah Romawi).
630 - Penaklukan Mekah. Pertempuran2 Hunsin, Auras & Taif.
631 - Perang di Tabuk. Year of Deputations.
632 - Umroh terakhir ke Mekah.
632 - Muhamad mati karena racun seorang wanita Yahudi. Hazrat Abu Bakr jadi Kalif I. Usamah memimpin pasukan ke Suriah. Pertempuran Zu Qissa & Abraq. Perang2 Buzakha, Zafar & Naqra. Kampanye melawan Bani Tamim & Musailimah, si Pembohong.
633: Kampanye2 perang di Bahrain, Oman, Mahrah Yemen, and Hadramaut. Penyerangan di Iraq. Pertempuran Kazima, Mazar, Walaja, Ulleis, Hirah, Anbar, Ein at tamr, Daumatul Jandal & Firaz.
634: Pertempuran di Basra, Damaskus & Ajnadin. Wafat Hazrat Abu Bakr. Hazrat Umar Faruq jadi Kalif II. Perang2 Namaraq & Saqatia.
635: Perang Jembatan. Perang Buwaib. Penaklukan Damaskus. Perang Fahl.
636: Perang Yarmuk. Perang Qadsiyia. Penaklukan Madain.
637: Penaklukan Syria. Penaklukan Yerusalem. Perang Jalula.
638: Penaklukan Jazirah.
639: Penaklukan Khuizistan. Penyerangan terhdp Mesir.
640: Penaklukan benteng Caesaria di Syria. Penaklukan Shustar & Jande Sabur di Persia. Perang Babylon di Mesir.
641: Perang Nihawand. Penaklukan Alexandria, Mesir.
642: Perang Rayy di Persia. Penaklukan Mesir. Pembentukan Fustat (?).
643: Penaklukan Azarbaijan & Tabaristan (Russia).
644: Penaklukan Fars, Kerman, Sistan, Mekran & Kharan. Hazrat Umar tewas dibunuh Muslim. Hazrat Usman jadi Kalif III.
645: Kampanye2 bersenjata di Fats.
646: kampanye di Khurasan, Armeain (?) & Asia Minor.
647: Kampanye di Afrika Utara. Penaklukan pulau Cyprus/Siprus.
648: Kampanye vs Byzantin.
651: Perang di laut (battle of the Masts) melawan Byzantin.
652: Pemberontakan melawan kekuasaan Hazrat Usman.
656: Hazrat Usman tewas ditangan Muslim. Hazrat Ali jadi Kalif IV. Pertempuran Onta (Aisha vs Ali).
657: Hazrat Ali memindahkan ibukota dari Medinah ke Kufa. Perang Siffin. Arbitrasi diDaumaut ul Jandal.
658: Perang Nahrawan.
659: Penaklukan Mesir oleh Mu'awiyah.
660: Hazrat Ali merebut kembali Hijaz dan Yaman dari Mu'awiyah. Mu'awiyah menyatakan diri Kalif V di Damascus.
661: Hazrat Ali dibunuh Muslim. Puteranya, Hazrat Hasan menyerahkan kekuasaan. Mu'awiyah jadi kalif tunggal.
662: Pemberontakan Khawarij.
666: Serangan terhdp pulau Italia, Sicilia.
670: Serangan terhdp Afrika Utara. Uqba b Nafe mendirikan kota Qairowan di Tunisia. Penaklukan Kabul.
672: Penaklukan pulau Rhodes. Serangan2 di Khurasan.
674: Pasukan Muslims menyeberangi Oxus. Bukhara menjadi negara boneka.
677: Penjajahan Samarkand dan Tirmiz. PENGEPUNGAN KONSTANTINOPEL.
680: Kematian Muawiyah. Naiknya Yazid sbg kalif. Tragedi Karbala dan pembunuhan Hazrat Hussain (yg menjadi pemimpin kaum Islam Shi'ah).
682: Di Afrika Utara, Uqba b Nafe maju ke Samudra Atlantik, disergap dan dibunuh di Biskra. Muslim evakuasi dari Qairowan dan mundur ke Barqa.
683: Kematian Yazid. Aksesi Mu'awiyah II.
684: Abdullah b Zubair menyatakan diri Kalif di Mekah. Marwan I menjadi Kalif di Damaskus. Pertempuran Marj Rahat.
685: Wafatnya Marwan I. Abdul Malik jad Kalif di Damaskus. Perang Ain ul Wada.
686: Mukhtar menyatakan diri Kalif di Kufa.
687: Perang Kufa antara pasukan Mukhtar & Abdullah b Zubair. Mukhtar tewas.
691: Perang Deir ul Jaliq. Kufa jatuh ketangan Abdul Malik.
692: Penaklukan Mekah. Wafatnya Abdullah b Zubair. Abdul Malik jadi kalif tunggal.
695: Khawarij berontak di Jazira & Ahwaz. Perang Karun. Kampanye melawan Ratu Kahina di Afrika Utara. Muslim sekali lagi mundur ke Barqa. Muslim maju ke Transoxiana dan menjajah Kish.
ABAD 8 (700-799M)
700: Campaigns against the Berbers in North Africa.
702: Ashath's rebellion in Iraq, battle of Deir ul Jamira.
705: Death of Abdul Malik. Accession of Walid I as Caliph.
711: Conquest of Spain, Sind and Transoxiana.
712: The Muslims advance in Spain, Sind and Transoxiana.
713: Conquest of Multan.
715: Death of Walid I. Accession of Sulaiman.
716: Invasion of Constantinople.
717: Death of Sulaiman. Accession of Umar b Abdul Aziz.
720: Death of Umar b Abdul Aziz. Accession of Yazid II.
724: Death of Yazid II. Accession of Hisham.
725: The Muslims occupy Nimes in France.
732: The battle of Tours in France.
737: The Muslims meet reverse at Avignon in France.
740: Shia revolt under Zaid b Ali. Berber revolt in North Africa. Battle of the Nobles.
741: Battle of Bagdoura in North Africa.
742: The Muslim rule restored in Qiarowan.
743: Death of Hisham. Accession of Walid II. Shia revolt in Khurasan under Yahya b Zaid.
744: Deposition of Walid I1. Accession of Yazid II1 and his death. Accession of Ibrahim and his overthrow. Battle of Ain al Jurr. Accession of Marwan II.
745: Kufa and Mosul occupied by the Khawarjites.
746: Battle of Rupar Thutha, Kufa and Mosul occupied by Marwan II.
747: Revolt of Abu Muslim in Khurasan.
748: Battle of Rayy.
749: Battles of lsfahan and Nihawand. Capture of Kufa by the Abbasids. As Saffah becomes the Abbasid Caliph at Kufa.
750: Battle of Zab. Fall of Damascus. End of the Umayyads.
751: Conquest of Wasit by the Abbasid. Murder of the Minister Abu Salama.
754: Death of As Saffah. Accession of Mansur as the Caliph.
755: Revolt of Abdullah b Ali. Murder of Abu Muslim. Sunbadh revolt in Khurasan.
756: Abdul Rahman founds the Umayyad state in Spain.
762: Shia revolt under Muhammad (Nafs uz Zakia) and Ibrahim.
763: Foundation of Baghdad. Defeat of the Abbasids in Spain.
767: Khariji state set up by Ibn Madrar at Sijilmasa. Ustad Sees revolt in Khurasan.
772: Battle of Janbi in North Africa. Rustamid. state set up in Morocco.
775: Death or the Abbasid Caliph Mansur, Accession of Mahdi,
777: Battle of Saragossa in Spain.
785: Death of the Caliph Mahdi. Accession of Hadi.
786: Death of Hadi. Accession of Harun ur Rashid.
788: Idrisid state set up in the Maghrib. Death of Abdul Rahman of Spain, and accession of Hisham.
792: Invasion of South France.
796: Death of Hisham in Spain; accession of al Hakam.
799: Suppression of the revolt of the Khazars..
ABAD 9(800-899M)
800: The Aghlabid rule is established in North Africa.
803: Downfall of the Barmakids. Execution of Jafar Barmki.
805: Campaigns against the Byzantines. Capture of the islands of Rhodes and Cypress.
809: Death of Harun ur Rashid. Accession of Amin.
814: Civil war between Amin and Mamun. Amin killed and Mamun becomes the Caliph.
815: Shia revolt under Ibn Tuba Tabs.
816: Shia revolt in Makkah; Harsama quells the revolt. In Spain the Umayyads capture the island of Corsica.
817: Harsama killed.
818: The Umayyads of Spain capture the islands of Izira, Majorica, and Sardinia.
819: Mamun comes to Baghdad.
820: Tahir establishes the rule of the Tahirids in Khurasan.
822: Death of AI Hakam in Spain; accession of Abdul Rahman. II.
823: Death of Tahir in Khurasan. Accession of Talha and his deposition. Accession of Abdullah bin Tahir.
827: Mamun declares the Mutazila creed as the state religion.
833: Death of Mamun. Accession of Mutasim.
836: Mutasim shifts the capital to Samarra. 837 Revolt of the Jats.
838: Revolt of Babek in Azarbaijan suppressed.
839: Revolt of Maziar in Tabaristan. The Muslims occupy South Italy. Capture of the city of Messina in Sicily.
842: Death of Mutasim, accession of Wasiq.
843: Revolts of the Arabs.
847: Death of Wasiq, accession of Mutawakkil.
850: Mutawakkil restores orthodoxy.
849: Death of the Tahirid ruler Abdullah b Tahir; accession of Tahir II.
852: Death of Abdur Rahman II of Spain;. accession of Muhammad I.
856: Umar b Abdul Aziz founds the Habbarid rule in Sind.
858: Mutawakkil founds the town of Jafariya.
860: Ahmad founds the Samanid rule in Transoxiana.
861: Murder of the Abbasid Caliph Mutawakkil; accession of Muntasir.
862: Muntasir poisoned to death; accession of Mutasin.
864: Zaidi state established in Tabaristan by Hasan b Zaid.
866: Mutasim flies from Samarra, his depostion and accession of Mutaaz.
867: Yaqub b Layth founds the Saffarid rule in Sistan.
868: Ahmad b Tulun founds the Tulunid rule in Egypt.
869: The Abbasid Caliph Mutaaz forced to abdicate, his death and accession of Muhtadi.
870: Turks revolt against Muhtadi, his death and accession of Mutamid.
873: Tahirid rule extinguished.
874: Zanj revolt in South Iraq. Death of the Samanid ruler Ahmad, accession of Nasr.
877: Death of Yaqubb Layth in Sistan, accession of Amr b Layth.
885: Death of Ahmad b Tulun in Egypt, accession of Khamar- wiyiah.
866: Death of Muhammad I the Umayyad ruler of Spain, accession of Munzir. Death of Abdullah b Umar the Habbari ruler of Sind.
888: Death of Munzir the Umayyad ruler of Spain, accession of Abbullah.
891: The Qarmatian state established at Bahrain.
892: Death of the Samanid ruler Nasr, accession of Ismail.
894: The Rustamids become the vassals of Spain.
896: Death of the Tulunid ruler Khamarwiyiah; accession of Abul Asakir Jaish.
897: Assassination of Abul Asakir Jaish; accession of Abu Musa Harun.
898: Qarmatians sack Basra
walet
 
Posts: 5973
Images: 16
Joined: Wed Feb 11, 2009 4:52 am

Re: Sejarah (diinjak2nya) Indonesia (rakusnya nonIslam pd dunia)

Postby walet » Thu Oct 13, 2011 10:57 pm

ABAD 10 (900-999M)
902: Death of the Abbasid Caliph Muktafi; death of the Saffarid ruler Amr.
903: Assassination of the Qarmatian ruler Abu Said; accession of Abu Tahir.
905: Abdullah b Hamdan founds the Hamdanid rule in Mosul and Jazira. End of the Tulunid rule in Egypt.
907: Death of the Abbasid Caliph Muktafi; accession of Muqtadir,
908: End of the Saffarid rule, annexation of their territories by the Samanids.
909: Ubaidullah overthrows the Aghlablds and founds the Fatimid rule in North Africa.
912: Death of the Umayyad Amir Abdullah in Spain, accession of Abdur Rahman III.
913: Assassination of the Samanid ruler Ahmad II, accession of Nasr II.
928: Mardawij b Ziyar founds the Ziyarid rule in Tabaristan.
929: Qarmatians sack Makkah and carry away the Black Stone from the Holy Kaaba. In Spain, Abdur Rahman III declares himself as the Caliph.
931: Deposition and restoration of the Abbasid Caliph Muqtadir. Death of the Qarmatian ruler Abu Tahir; accession of Abu Mansur.
932: Death of the Abbasid Caliph Muqtadir; accession of Al Qahir.
934: Deposition of the Abbasid Caliph AI Qahir; accession of Ar Radi. Death of the Fatimid Caliph Ubaidullah ; accession of Al Qaim.
935: Assassination of the Ziyarid ruler Mardawij; accession of Washimgir. Death of Hamdanid ruler Abdullah b Hamdan accession of Nasir ud Daula.
936: By coup Ibn Raiq becomes the Amir ul Umara.
938: By another coup power at Baghdad is captured by Bajkam.
940: Death of the Abbasid Caliph Ar Radi, accession of Muttaqi.
941: Assassination of Bajkam, capture of power by Kurtakin.
942: Ibn Raiq recaptures power.
943: Al Baeidi captures power. The Abbasid Caliph Muttaqi is forced to seek refuge with the Hamdanids. Sail ud Daula captures power at Baghdad and the Caliph returns to' Baghdad. Power is captured by Tuzun and Sail ud Daula retires' to Mosul. Death of the Samanid ruler Nasr II, accession of Nuh.
944: Muttaqi is blinded and deposed, accession of Mustakafi.
945: Death of Tuzun. Shirzad becomes Amir ul Umra. The Buwayhids capture power. Deposition of the Abbasid Caliph Mustakafi.
946: The Qarnaatiana restore the Black Stone to the Holy Kaaba.
954: Death of the Sasanid ruler Nuh, accession of Abdul Malik.
961: Death of the Samanid ruler Abdul Malik, accession of Manauf. Alptgin founds the rule of the Ghazanavids. Death of the mayyad Caliph Abdul Rahman III in Spain; accession of Hakam. Death of the Ikhshid ruler Ungur accession of Abul Hasan Ali.
965: Death of the Qarmatian ruler Abu Mansur; accession of Hasan Azam. Assassination of the Ikhshid ruler Abul Hasan Ali; power captured by Malik Kafur.
967: Death of the Buwayhid Sultan Muiz ud Daula, accession of Bakhtiar. Death of the Hamdanid ruler Sail ud Daula.
968: Byzantines occupy Aleppo. Death of the Ikhshid ruler Malik Kafur; accession of Abul Fawaris.
969: The Fatimids conquer Egypt.
972: Buluggin b Ziri founds the rule of the Zirids Algeria.
973: Shia Sunni disturbances in Baghdad; power captured in Baghdad by the Turkish General Subuktgin.
974: Abdication of the Abbasid Caliph AI Muttih; accession of At Taii.
975: Death of the Turk General Subuktgin. Death of the Fatimid Caliph Al Muizz.
976: The Buwayhid Sultan Izz ud Daula recaptures power with the help of his cousin Azud ud Daula. Death of the Samanid ruler Mansur, accession of Nuh II. In Spain death of the Umayyad Caliph Hakam, accession of Hisham II.
978: Death of the Buwayhid Sultan Izz ud Daula, power captured by Azud ud Daula. The Hamdanids overthrown by the Buwayhids.
979: Subkutgin becomes the Amir of Ghazni.
981: End of the Qarmatian rule at Bahrain.
982: Death of the- Buwayhid Sultan Azud ud Daula; accession of Samsara ud Daula.
984: Death of the Zirid ruler Buluggin, accession of Mansur.
986: The Buwyhid Sultan Samsara ud Daula overthrown by Sharaf ud Daula.
989: Death of the Buwayhid Sultan Sharaf ud Daula, accession of Baha ud Daula.
991: Deposition of the Abbasid Caliph At Taii, accession of AI Qadir.
996: Death of the Zirid ruler Mansur, accession of Nasir ud Daula Badis.
997: Death of the Samanid ruler Nuh II, accession of Mansur II.
998: Death of the Samanid ruler Mansur II, accession of Abdul Malik II. Mahmud becomes the Amir of Ghazni. 999 End of the Samanids.
ABAD 11(1000-1099M)
1001: Mahmud Ghazanavi defeats the Hindu Shahis.
1004: Mahmud captures Bhatiya.
1005: Mahmud captures Multan and Ghur.
1008: Mahmud defeats the Rajput confederacy.
1010: Abdication of Hisham II in Spain. accession of Muhammad.
1011: In Spain Muhammad is overthrown by Sulaiman.
1012: In Spain power is captured by Bani Hamud. Death of the Buwayhid Baha ud Daula, accession of Sultan ud Daula.
1016: Death of the Zirrid ruler Nasir ud Daula Badis; accession of AI Muizz.
1018: In Spain power is captured by Abdul Rahman IV.
1019: Conquest of the Punjab by Mahmud Ghazanavi.
1020: The Buwayhid Sultan ud Daula is Overthrown by Musharaf ud Daula, Death of the Fatimid Caliph AI Hakim, accession of Al Zahir.
1024: In Spain assassination of Abdul Rahman IV, accession of Mustafi.
1025: Death of the Buwayhid Mushgraf ud Daula, accession of Jalal ud Daula.
1029: In Spain death of Mustaft, accession of Hisham III.
1030: Death of Mahmud Ghazanavi.
1031: In Spain deposition of Hisharn III, and end of the Umayyad rule. Death of the Abbasid Caliph Al Qadir, accession of Al Qaim.
1036: Death of the Fatimid Caliph AI Zahir, accession of Mustansir. Tughril Beg is crowned as the king of the Seljuks.
1040: Battle of Dandanqan, the Seljuks defeat the Ghazanavids. Deposition of Masud the Ghazanavid Sultan, accession of Muhammad. AI Moravids come to power in North Africa.
1041: The Ghazanavid Sultan Muhammad is overthrown by Maudud.
1044: Death of the Buwayhid Jalal ud Daula, accession of Abu Kalijar.
1046: Basasiri captures power in Baghdad.
1047: The Zirids in North Africa repudiate allegiance to the Fatimid and transfer allegiance to-the Abbasids.
1048: Death of the Buwayhid Abu Kalijar, accession of Malik ur Rahim.
1050: Yusuf b Tashfin comes to power .in the Maghrib.
1055: Tughril Beg overthrows the Buwayhids.
1057: Basasiri recaptures power in Baghdad, deposes Al Qaim and offers allegiance to the Fatimid Caliph.
1059: Tughril Beg recaptures power in Baghdad, al Qaim is restored as the Caliph.
1060: Ibrahim becomes the Sultan of Ghazni. Yusuf b Tashfin founds the city of Marrakesh. The Zirids abandon their capital Ashir and establish their capital at Bougie.
1062: Death of the Zirid ruler AI Muizz, accession of Tamin.
1063: Death of the Seljuk Sultan Tughril Beg; accession of Alp Arsalan.
1071: Battle of Manzikert, the Byzantine emperor taken captive by the Seljuks.
1073: Death of Alp Arsalan, accession of Malik Shah.
1077: Death of the Abbasid Caliph AI Qaim, accession of AI Muqtadi.
1082: The A1 Moravids conquer Algeria.
1086: Battle of Zallakha. The AI Moravids defeat the Christians in Spain. Death of the Rum Sejuk Sultan Sulaiman, accession of Kilij Arsalan.
1091: The Normans conquer the island of Sicily; end of the Muslim rule.
1092: Death of the Seljuk Sultan Malik Shah, accession of Mahmud.
1094: Death of Mahmud; accession of Barkiaruk. Death of the Abbasid Caliph AI Muqtadi, accession of Mustahzir.
1095: The first crusade.
1099: The crusaders capture Jerusalem.
ABAD 12(1100-1199M)
1101: Death or the Fatimid Caliph Al Mustaali, accession of Al Aamir.
1105: Death of the Seljuk Sultan Barkiaruk, accession Of Muhammad.
1106: Death of the AI Motavid Yusuf b Tashfin.
1107: Death of the Rum Seljuk Sultan Kilij Arsalan, succession of Malik Shah.
1108: Death of the Zirid ruler Tamin, accession of Yahya.
1116: Death of the Rum Seljuk Sultan Malik Shah. accession of Rukn ud Din Masud.
1118: Death of the Seljuk Sultan Muhammad; accession of Mahmud II. Death of the Abbasid Caliph Mustahzir, accession of Mustarshid. In Spain the Christians capture Saragossa.
1121: Death of the Fatimid Caliph AI Aamir, accession of AI Hafiz.
1127: Imad ud Din Zangi establishes the Zangi rule In Mosul.
1128: Death of the Khawarzam Shah Qutb ud Din Muhammad; accession of Atsiz.
1130: Death of the Seljuk Sultan Mahmud II; accession of Tughril Beg II.
1134: Assassination of the Abbasid Caliph Mustarshid; accession of Al Rashid. Death of the Seljuk Sultan Tughril Beg II, accession of Masud.
1135: Deposition of the Abbasid Caliph AI Rashid, accession of AI Muktafi.
1144: Imad ud Din Zangi captures Edessa from the Christians, second crusade.
1146: Death of Imad ud Din Zangi, accession of Nur ud Din Zangi.
1147: In the Maghrib AI Moravids overthrown by the Al Mohads under Abul Mumin.
1148: End of the Zirid rule' in North Africa.
1149: Death of the Fatimid Caliph AI Hafiz, accession of AI Zafar.
1152: Death of the Seljuk Sultan Masud, accession of Malik Shah II. Hamadid rule extinguished in North Africa.
1153: Death of the Seljuk Sultan Malik Shah I1, accession of Muhammad II.
1154: Death of the Fatimid Caliph AI Zafar, accession of AI Faiz.
1156: Death of the Rum Seljuk Sultan Rukn ud Din Masid, accession of Arsalan II.
1159: Death of the Seljuk Sultan Muhammad II, accession of Gulaiman.
1160: Death of the Abbasid Caliph AI Mukta, accession of Al Mustanjid. Death of the Fatimid Caliph Al Faiz, accession of Al Azzid.
1161: Death of the Seljuk Sulaiman, accession of Arsalan Shah.
1163: Death of the AI Mohad ruler Abul Mumin, accession of Abu Yaqub Yusuf.
1170: Death of the Abbasid Caliph Mustanjid, accession of Al Mustazii.
1171: Death of the Fatimid Caliph AI Azzid. End of the Fatimids. Salah ud Din founds the Ayyubid dynasty in Egypt.
1172: Death of the Khawarzam Shah Arsalan, accession of Sultan Shah.
1173: The Khawarzam Shah Sultan Shah is overthrown by Tukush Shah.
1174: Salah ud Din annexes Syria.
1175: The Ghurids defeat the Guzz Turks and occupy Ghazni.
1176: Death of the Seljuk Sultan Arsalan Shah, accession of Tughril Beg III.
1179: Death of the Abbasid Caliph AI Mustazaii, accession of AI Nasir. Shahab ud Din Ghuri captures Peshawar.
1185: Death of the AI Mohad ruler Abu Yaqub Yusuf, accession of Abu Yusuf Yaqub.
1186: The Ghurids overthrow the Ghaznvaids in the Punjab.
1187: Salah ud Din wrests Jerusalem from the Christians, third crusade.
1191: Battle of Tarain between the Rajputs and the Ghurids.
1193: Death of Salah ud Din; accession of Al Aziz. Second battleof Tarain.
1194: Occupation of Delhi by the Muslims. End of the Seljuk rule.
1199: Death of the Khawarzam Shah Tukush Shah; accession of Ala ud Din. Death of the AI Mohad ruler Abu Yusuf Yaqub; accession of Muhammad Nasir. Conquest of Northern India and Bengal by the Ghurids.
walet
 
Posts: 5973
Images: 16
Joined: Wed Feb 11, 2009 4:52 am

Re: Sejarah (diinjak2nya) Indonesia (rakusnya nonIslam pd dunia)

Postby walet » Thu Oct 13, 2011 10:57 pm

ABAD 13 (1200-1299M)
1202: Death of the Ghurid Sultan Ghias ud Din; accession of Mahmud.
1204: Shahab ud Din Ghuri defeated by the Ghuzz Turks.
1206: Death of Shahab ud Din Ghuri. Qutb ud Din Aibik crowned king in Lahore.
1210: Assassination of the Ghurid Sultan MahmUd, accession of Sam. Death of Qutb ud Din Aibak, accession of Aram Shah in India.
1211: End of the Ghurid rule, their territories annexed by the Khawarzam Shahs. In India Aram Shah overthrown by Iltutmish.
1212: Battle of AI Uqab in Spain, end of the AI Mohad rule in Spain. The AI Mohads suffer defeat by the Christians in Spain at the Al-Uqba. The AI Mohad Sultan An Nasir escapes to Morocco where he dies soon after. Accession of his son Yusuf who takes over title of AI Mustansir.
1214: In North Africa death of the AI Mohad ruler Al Nasir, accession of Al Mustansir. The Banu Marin under their leader Abdul Haq occupy the north eastern part of Morocco.
1216: The Banu Marin under their leader Abdul Haq occupy north eastern part of Morocco. The AI Mohads suffer defeat by the Marinids at the battle of Nakur. The Banu Marin defeat the AI Mobads at the battle of Nakur.
1217: The Marinids suffer defeat in the battle fought on the banks of the Sibu river. Abdul Haq is killed and the Marinids evacuate Morocco. In the battle of Sibu the Marinids suffer defeat; their leader Abdul Haq is killed and they evacuate Morocco.
1218: Death of the Ayyubid ruler AI Adil, accession of AI Kamil. The Marinids return to Morocco under their leader Othman and occupy Fez.
1220: Death of the Khawarzam Shah Ala ud Din, accession of Jalal ud Din Mangbarni.
1222: Death of the Zangi ruler Nasir ud Din Mahmud, power captured by Badr ud Din Lulu.
1223: Death of the Al Mohad ruler Muntasir, accession of Abdul Wahid. Death of Yusuf AI Mustansir, accession of Abdul Wahid in Morocco.. In Spain a brother of Yusuf declares his independence and assumes the title of AI Adil. In Spain Abu Muhammad overthrows AI Adil. AI Adil escapes to Morocco and overthrows Abdul Wahid.
1224: Death of the AI Mohad ruler Abdul Wahid, accession of Abdullah Adil.
1225: Death of the Abbasid Caliph AI Nasir, accession of AI Mustansir.
1227: Death of the AI Mohad ruler Abdullah Adil, accession of Mustasim. Assassination of Al Adil, accession of his son Yahya who assumes the throne under the name of Al Mustasim.
1229: Death of the AI Mohad ruler Mustasim, accession of Idris. The Ayyubid AI Kamil restores Jerusalem to the Christians. Abu Muhammad dies in Spain and is succeeded by Al Mamun. AI Mamun invades Morocco with Christian help. Yahya is defeated and power is captured by Al Mamun. He denies the Mahdiship of Ibn Tumarat.
1230: End of the Khawarzam Shah rule.
1232: Death of the AI Mohad ruler Idris, accession, of Abdul Wahid II. Assassination of Al Mamun; accession of his son Ar-Rashid.
1234: Death of the Ayyubid ruler AI Kamil, accession of AI Adil.
1236: Death of Delhi Sultan Iltutmish. Accession of Rukn ud Din Feroz Shah.
1237: Accession of Razia Sultana as Delhi Sultan.
1240: Death of Ar-Rashid; accession of his son Abu Said.
1241: Death of Razia Sultana, accession of Bahram Shah.
1242: Death of Bahram Shah, accession of Ala ud Din Masud Shah as Delhi Sultan. Death of the AI Mohad rules Abdul Wahid, accession of Abu Hasan. Death of the Abbasid Caliph Mustansir, accession of Mustasim.
1243: Death of the AI Mohad ruler Abdul Walid II, accession of
1244: The Al Mohads defeat the Marinids at the battle of Abu Bayash. The Marinids evacuate Morocco.
1245: The Muslims reconquer Jerusalem.
1246: Death of the Delhi Sultan Ala ud Din Masud Shah, accession of Nasir ud Din Mahmud Shah.
1248: Death of the AI Mohad ruler Abul Hasan, accession of Omar Murtaza. Abu Said attacks Tlemsen, but is ambushed and killed; accession of his son Murtada.
1250: The Marinids return to Morocco, and occupy a greatar part thereof.
1258: The Mongols sack Baghdad. Death of the Abbasid Caliph Mustasim. End of the Abbasid rule. Fall of Baghdad, end of the Abbasid caliphate. The Mongol II-Khans under Halaku establish their rule in Iran and Iraq with the capital at Maragah. Berek Khan the Muslim chief of the Golden Horde protests against the treatment meted out to the Abbasid Caliph and withdraw his Contingent from Baghdad.
1259: Abu Abdullah the Hafsid ruler declares himself as the Caliph and assumes the name of AI Mustamir.
1260: Battle of Ayn Jalut in Syria. The Mongols are defeated by the Mamluks of Egypt, and the spell of the invincibility of the Mongols is broken. Baybars becomes the Mamluk Sultan.
1262: Death of Bahauddin Zikriya in Multan who is credited with the introduction of the Suhrawardi Sufi order in the IndoPakistan sub-continent.
1265: Death of Halaku. Death of Fariduddin Ganj Shakkar the Chishti saint of the Indo-Pakistan sub-continent.
1266: Death of Berek Khan the first ruler of the Golden Horde to be converted to Islam. The eighth crusade. The crusaders invade Tunisia. Failure of the crusade.
1267: Malik ul Salih establishes the first Muslim state of Samudra Pasai in Indonesia. Murtada seeks the help of the Christians, and the Spaniards invade Morocco. The Marinids drive away the Spaniards from Morocco. Assassination of Murtada; accession of Abu Dabbas.
1269: Abu Dabbas is overthrown by the Marinida, End of the Al Mohads. End of the rule of the AI Mohads in Morocco, the Marinids come to power in Morocco under Abu Yaqub.
1270: Death of Mansa Wali the founder of the Muslim rule in M ali.
1272: Death of Muhammad I the founder of the state of Granada. Yaghmurason invades Morocco but meets a reverse at the battle
1273: Death of Jalaluddin Rumi.
1274: Death of Nasiruddin Tusi. The Marinids wrest Sijilmasa from the Zayenids. Ninth crusade under Edward I of England. The crusade ends in fiasco and Edward returns to England.
1277: Death of Baybars.
1280: Battle of Hims.
1283: Death of Yaghmurasan. Accession of his son Othman.
1285: Tunisis splits in Tunis and Bougie.
1286: Death of Ghiasuddin Balban. Death of Abu Yusuf Yaqub. Bughra Khan declares his independence in Bengal under the name of Nasiruddin.
1290: End of the slave dynasty Jalaluddin Khilji comes into power. Othman embarks on a career of conquest and by 1290 C.E. most of the Central Maghreb is conquered by the Zayanids.
1291: Saadi.
1296: Alauddin Ghazan converted to Islam.
1299: Mongols invade Syria. The Marinids besiege Tlemsen the capital of the Zayanids.
ABAD 14 (1300-1399M)
1301: In Bengal, Death of Ruknuddin the king of Bengal, succeeded by brother Shamsuddin Firuz.
1302: In Granada, Death of Muhammad II; succession of Muhammad III.
1304: In the Mongols II Khans empire, Death of Ghazan, succession of his brother Khudabanda Ul Jaytu. In Algeria, Death of Othman, succession of his son Abu Zayan Muhammad.
1305: In the Khiljis empire, Alauddin Khilji conquers Rajputana.
1306: In the Chughills empire, Death of Dava, succession of his son Kunjuk.
1307: In the Marinids empire, Assassination of the Marinid Sultan Abu Yaqub Yusuf; accession of Abu Thabit
1308: In the Chughills empire, Deposition of Kunjuk, power captured by Taliku. In Algeria, Death of Abu Zayan Muhammad, succession of his brother Abu Hamuw Musa. In the Marinids empire, Abu Thabit overthrown by Abu Rabeah Sulaiman.
1309: In the Chughills empire, Assassination of Taliku, accession of Kubak. In Granada, Muhammad III overthrown by his uncle Abul Juyush Nasr.
1310: In the Chughills empire, Kubak overthrown by his brother Isan Buga. In the Marinids empire, Abu Rabeah Sulaiman overthrown by Abu Said Othman. In the Khiljis empire, Alauddin conquers Deccan.
1312: In Tunisia, In Tunis Abul Baqa is overthrown by Al Lihiani.
1313: In the Mongols II Khans empire, Invasion of Syria, the Mongols repulsed. In the Golden Horde empire, Death of Toktu, accession of his nephew Uzbeg.
1314: In Kashmir, Rainchan an adventurer from Baltistan overthrows Sinha Deva the Raja of Kashmir. Rainchan is converted to Islam and adopts the name of Sadrud Din. In Granada, Abul Juyush overthrown by his nephew Abul Wahid Ismail.
1315: In Tunisia, War between Bougie and Tunis, Lihani defeated and killed. Abu Bakr becomes the ruler of Bougie and Tunis.
1316: In the Mongols II Khans empire, Death of Khudabanda Ul Jaytu, succession of Abu Said. In the Khiljis empire, Death of Alauddin, accession of Shahabuddin Umar, usurpation of power by Malik Kafur, a Hindu convert.
1318: In the Khiljis empire, Assassination of Malik Kafur, deposition of Shahabuddin Umar, accession of Qutbuddin Mubarak. In the Chughills empire, Isan Buga overthrown by Kubak.
1320: In the Khiljis empire, Assassination of Qutbuddin Mubarak, usurpation of power by Khusro Khan a Hindu convert. Khusro Khan overthrown by Ghazi Malik. End of the rule of Khiljis. In Tunisia, Abu Bakr expelled from Tunis by Abu Imran. In the Tughluqs empire, Ghazi Malik founds the rule of the Tughluq dynasty.
1321: In the Chughills empire, Death of Kubak, succession of Hebbishsi who is overthrown by Dava Temur.
1322: In the Chughills empire, Dava Temur overthrown by Tarmashirin, who is converted to Islam. In Bengal, Death of Shamsuddin Firuz. The kingdom divided into two parts. Ghiasuddin Bahadur became the ruler of East Bengal with the capital at Sonargaon, Shahabuddin became the ruler of West Bengal with the capital at Lakhnauti.
1324: In Bengal, Shahabuddin dies and is succeeded by his brother Nasiruddin.
1325: In the Tughluqs empire, Death of Ghazi Malik (Ghiasuddin Tughluq); accession of his son Muhammad Tughluq. In Granada, Assassination of Abul Wahid Ismail, succession of his son Muhammad IV. Assassination of Muhammad IV. Accession of his brother Abul Hallaj Yusuf. In the Samudra Pasai empire, Death of Malik al Tahir I, accession of Malik al Tahir II. In Bengal, With the help of Ghiasuddin Tughluq, Nasiruddin over-throws. Ghiasuddin Bahadur and himself become's the ruler of United Bengal.
1326: In the Ottoman Turks empire, Death of Othman, succession of Orkhan. Orkhan conquers Bursa and makes it his capital.
1327: In the Ottoman Turks empire, The Turks capture the city of Nicaea.
1329: In the Tughluqs empire, Muhammad Tughluq shifts the capital from Delhi to Daulatabad in Deccan.
1330: In the Chughills empire, Death of Tramashirin, succession of Changshahi. Amir Hussain establishes the rule of the Jalayar dynasty at Baghdad. In Tunisia, Abu Bakr overthrows Abu Imran and the state is again united, under him. In Bengal, Muhammad b Tughluq reverses the policy of his father and restores Ghiasuddin Bahadur to the throne of Sonargeon.
1331: In the Marinids empire, Death of Abu Said Othman, sucession of Abul Hasan. In Bengal, Annexation of Bengal by the Tughluqs.
1335: In the Mongols II Khans empire, Death of Abu Said, power captured by Arpa Koun. In the Chughills empire, Assassination of Changshahi, accession of Burun.
1336: In the Mongols II Khans empire, Arpa defeated and killed, succeeded by Musa. Birth of Amir Temur. In the Jalayar empire, Death of Amir Hussain, succession of Hasan Buzurg. In the Ottoman Turks empire, The Turks annex the state of Karasi. In Bengal, The Tughluq Governor at Sonargeon assassinated by armour bearer who captured power and declared his independence assuming the name of Fakhruddin Mubarak Shah.
1337: In the Mongols II Khans empire, The rule of Musa overthrown, Muhammad becomes the Sultan. In the Sarbadaran empire, On the disintegration of the II-Khan rule, Abdur Razaq a military adventurer establishes an independent principality in Khurasan with the capital at Sabzwar. In the Muzaffarids empire, On the disintegration of the II Khan rule Mubarazud Din Muhammad established the rule of the Muzaffarid dynasty. In the Ottoman Turks empire, The Turks capture the city of Nicomedia. In Algeria, Algeria is occupied by Marinids.
1338: In the Mongols II Khans empire, Muhammad overthrown, succession of Sati Beg. Sati Beg marries Sulaiman who becomes the co-ruler.
1339: In Kashmir, Death of Sadrud Din, throne captured by a Hindu Udyana Deva. In the Chughills

empire, Deposition of Burun, accession of Isun Temur. In Bengal, The Tughluq Governor at Lakhnauti-Qadr Khan assassinated and power is captured by the army commander-in-chief who declares his independence and assumes the title of Alauddin Ali Shah.
1340: In the Muzaffarids empire, The Muzaffarids conquer Kirman. In the Chughills empire, Deposition of Isun Temur, accession of Muhammad.
1341: In the Golden Horde empire, Death of Uzbeg, succession of his son Tini Beg.
1342: In the Golden Horde empire, Tini Beg overthrown by his brother Jani Beg.
1343: In the Chughills empire, Muhammad overthrown, power captured by Kazan. In Bengal, Ilyas an officer of Alauddin murders his patron and captures the throne of West Bengal.
1344: In the Mongols II Khans empire, Deposition of Sulaiman, succession of Anusherwan.
1345: In the Samudra Pasai empire, Death of Malik al Tahir II, accession of Tahir III. His rule lasted throughout the fourteenth century. In Bengal, llyas captures East Bengal and under him Bengal is again united. He establishes his capital at Gaur.
1346: In the Chughills empire, Deposition of Kazan, accession of Hayan Kuli. In Tunisia, Death of Abu Bakr, succession of his son Fadal. In Kashmir, Death of Udyana Deva, throne captured by Shah Mirza who assumed the name of Shah Mir, and rounded the rule of Shah Mir dynasty.
1347: The Marinids capture Tunisia. In the Bahmanids empire, Hasan Gangu declares his independence and establishes a state in Deccan with the capital at Gulbarga.
1349: In Kashmir, Death of Shah Mir, accession of his son Jamsbed. In Algeria, The Zayanids under Abu Said Othman recapture Algeria.
1350: In the Sarbadaran empire, Revolt against Abdur Razaq. Power captured by Amir Masud. In Tunisia, Deposition of Fadal, succession of his brother Abu Ishaq. In Kashmir, Jamshed overthrown by his step brother Alauddin Ali Sher.
1351: In the Marinids empire, Death of Abul Hasan, succession of Abu Inan. In the Tughluqs empire, Death of Muhammad Tughluq accession of Firuz Shah Tughluq.
1352: In Algeria, The Marinids again capture Algeria. Abu Said Othman is taken captive and killed.
1353: End of the Mongol II Khan rule. In the Ottoman Turks empire, The Turks acquire the fortress of Tympa on the European side of the Hollespoint. In the Muzaffarids empire, The Muzaffarids conquer Shiraz and establish their capital there.
1354: In the Muzaffarids empire, The Muzaffarids annex Isfahan. In Granada, Assassination of Abu Hallaj Yusuf, succession of his son Muhammad V.
1356: In the Jalayar empire, Death of Hasan Buzurg, succession of his son Owaia.
1357: In the Golden Horde empire, Death of Jani Beg, succession of Kulpa.
1358: In the Bahmanids empire, Death of Hasan Gangu, accession of his son Muhammad Shah. In the Muzaffarids empire, Death of Mubarazuddin Muhammad; accession of Shah Shuja. In the Marinids empire, Assassination of Abu Inan, succession of Abu Bakr Said. In Bengal, Death of Ilyas, succession of his son Sikandar Shah.
1359: In the Ottoman Turks empire, Death of Orkhan, succession of Murad. In the Muzaffarids empire, Shah Shuja deposed by his brother Shah Mahmud. In Tunisia, Abul Abbas a nephew of Abu Ishaq revolts and establishes his rule in Bougie. In Algeria, The Zayanids under Abu Hamuw II recapture Algeria. In the Marinids empire, Abu Bakr Said overthrown by Abu Salim Ibrahim. In Granada, Muhammad V loses the throne in palace revolution, succeeded by Ismail.
1360: In the Muzaffarids empire, Death of Shah Mahmud. Shah Shuja recaptures power. In the Chughills empire, Power captured by Tughluq Temur. In Granada, Ismail overthrown by his brother-in-law Abu Said.
1361: In the Ottoman Turks empire, Murad conquers a part of Thrace and establishes his capital at Demolika in Thrace. In the Golden Horde empire, Kulpa overthrown by his brother Nauroz. In the Marinids empire, Abu Salim Ibrahim overthrown by Abu Umar. Abu Umar overthrown by Abu Zayyan.
1362: In the Golden Horde empire, State of anarchy. During 20 years as many as 14 rulers came to the throne and made their exit. In Granada, Abu Said overthrown by Muhammad V who comes to rule for the second time. In Kashmir, Death of Alauddin Ali Sher, succeeded by his brother Shahabuddin.
1365: In the Ottoman Turks empire, The Turks defeat the Christians at the battle of Matiza, the Byzantine ruler becomes a vassal of the Turks.
1366: In the Marinids empire, Assassination of Abu Zayyan, succession of Abu Faris Abdul Aziz.
1369: Power captured by Amir Temur. End of the rule of the Chughills. Amir Temur captures power in Transoxiana. In Tunisia, Death of Abu Ishaq. Succession of his son Abu Baqa Khalid.
1370: In Tunisia, Abu Baqa overthrown by Abul Abbas under whom the state is reunited. In the Sarbadaran empire, Death of Amir Masud, succession of Muhammad Temur.
1371: In the Ottoman Turks empire, Invasion of Bulgaria, Bulgarian territory upto the Balkans annexed by the Turks.
1372: In the Marinids empire, Death of Abu Faris, succession of Abu Muhammad.
1374: In the Marinids empire, Abu Muhammad overthrown by Abul Abbas.
1375: In the Sarbadaran empire, Deposition of Muhammad Temur, power captured by Shamsuddin. In the Jalayar empire, Death of Owais, succession by his son Hussain.
1376: In Kashmir, Death of Shahabuddin, succeeded by his brother Qutbuddin.
1377: In the Bahmanids empire, Death of Muhammad Shah, succeeded by his son Mujahid.
1378: In the Bahmanids empire, Mujahid assassinated, throne captured by his uncle Daud.
1379: Turkomans of the Black Sheep empire, Bairam Khawaja found the independent principality of the Turkomans of the Black Sheep and established his capital at Van in Armenia. In the Bahmanids empire, Assassination of Daud; accession of Muhammad Khan.
1380: In the Golden Horde empire, Power is captured by Toktamish, a prince of the White Horde of Siberia. In Amir Temur's empire, Amir Temur crosses the Oxus and conquers Khurasan and Herat. Amir Temur invades Persia and subjugates the Muzaffarids and Mazandaran.
1381: In Amir Temur's empire, Annexation of Seestan, capture of Qandhar.
1384: In Amir Temur's empire, Conquest of Astrabad, Mazandaran, Rayy and Sultaniyah. In the Muzaffarids empire, Death of Shah Shuja, accession of his son Zainul Abdin. In the Marinids empire, Abul Abbas overthrown by Mustansir. Turkomans of the Black Sheep empire, Death of Bairam Khawaja, succession of Qara Muhammad.
1386: In Amir Temur's empire, Annexation of Azarbaijan, Georgea overrun. Subjugation of Gilan and Shirvan. Turkomans of the Black Sheep defeated. In the Marinids empire, Death of Mustansir, succession of Muhammad.
1387: In the Marinids empire, Muhammad overthrown by Abul Abbas who comes to power for the second time.
1388: In Algeria, Death of Abu Hamuw II, succession of Abu Tashfin. In the Tughluqs empire, Death of Firuz Shah Tughluq, succeeded by his grandson Ghiasuddin Tughluq II.
1389: of Abu Bakr Tughluq Shah. Turkomans of the Black Sheep empire, Death of Qara Muhammad. succession of Qara Yusuf.
1390: In the Tughluqs empire, Abu Bakr overthrow by Nasiruddin Tughluq. In Bengal, Death of Sikandar Shah, accession of his son Ghiasud. In the Burji Mamluks empire, The rule of the Burji Mamluks rounded by Saifuddin Barquq.
1391: In Amir Temur's empire, Annexation of Fars. In the Muzaffarids empire, Annexation of the Muzaffarids by Amir Temur. In Granada, Death of Muhammad V, succession of his son Abu Hallaj Yusuf II.
1392: In the Jalayar empire, Death of Hussain, succession of his son Ahmad. In Granada, Death of Abu Hallaj ; succession of Muhammad VI.
1393: Amir Temur defeats Tiktomish, the ruler of the Golden Horde. Capture of the Jalayar dominions by Amir Temur. In the Marinids empire, Death of Abul Abbas; succession of Abu Faris II.
1394: Amir Temur defeats the Duke of Moscow. In the Tughluqs empire, Death of Nasiruddin Tugluq, accession of Alauddin Sikandar Shah. In Kashmir, Death of Qutbuddin. Turkomans of the White Sheep empire, Qara Othman established the rule of the White Sheep Turkomans in Diyarbekr.
1395: In the Golden Horde empire, Amir Temur defeated Toktamish and razes Serai to the ground. End of the rule of the Golden Horde. Annexation of Iraq by Amir Temur. In the Tughluqs empire, Death of Sikandar Shah. Accession of Muhammad Shah.
1396: In the Amir Temur's empire, Destruction of Sarai, and of the rule of the Golden Horde. In the Sarbadaran empire, Principality annexed by Amir Temur.
1397: In the Bahmanids empire, Death of Muhammad Khan.
1398: In the Amir Temur's empire, Campaign in India. In the Marinids empire, Death of Abu Faris II. In the Tughluqs empire, Invasion of Amir Timur, Mahmud Shah escapes from the capital. In Morocco, Death of the Marinid Sultan Abu Faris II; succession of his son Abu Said Othman.
1399: In the Amir Temur's empire, Campaign in Iraq and Syria. In the Burji Mamluks empire, Death of Saifuddin Barquq, succession of his son Nasiruddin in Faraj.
walet
 
Posts: 5973
Images: 16
Joined: Wed Feb 11, 2009 4:52 am

Re: Sejarah (diinjak2nya) Indonesia (rakusnya nonIslam pd dunia)

Postby walet » Thu Oct 13, 2011 10:58 pm

ABAD 15 (1400-1499M)
1400: In the Burji Mamluks empire, The Mamluks lost Syria which was occupied by Amir Timur.
1401: In the Golden Horde empire, Death of Timur Qutluq, the ruler, installed by Amir Timur. accession of Shadi Beg.
1402: In the Ottoman Turks empire, Defeat of Bayazid at the battle of Ankara, taken captive Amir Timur.
1403: In the Ottoman Turks empire, Muhammad I, the son of Bayazid ascended the throne.
1405: In the Timurids empire, Death of Amir Timur, succession of his son Shah Rukh.
1407: In the Golden Horde empire, Deposition of Shadi Beg, installation of Faulad Khan by the king maker Edigu.
1410: In the Golden Horde empire, Deposition of Faulad Khan, installation of Timur.
1412: In the Golden Horde empire, Deposition of Timur, installation of Jalaluddin. In the Burji Mamluks empire, Death of Nasiruddin Faraj, succession of Al Muayyad.
1413: In the Golden Horde empire, Deposition of Jalaluddin, installation of Karim Bardo.
1414: In the Golden Horde empire, Deposition of Karim Bardo, installation of Kubak Khan.
1416: In the Golden Horde empire, Deposition of Kubak Khan, installation of Jahar Balrawi. Deposition of Jahar Balrawi, installation of Chaighray.
1419: In the Golden Horde empire, Death of Edigu, overthrow of Chaighray, power captured by Ulugh Muhammad.
1420: Turkomans of the Black Sheep empire, Death of Qara Yusuf; succession of his son Qara Iskandar. In Morocco, Assassination of Abu Said Othman; succession of his infant son Abdul Haq.
1421: In the Ottoman Turks empire, Death of Muhammad I; accession of his son Murad II. In the Burji Mamluks empire, Death of Al Muayyad, succession of Muzaffar Ahmad. Muzaffar Ahmad overthrown by Amir Saifuddin Tata, Death of Saifuddin Tata, succession of his son Muhammad. Muhammad overthrown by Amir Barsbay.
1424: In the Golden Horde empire, Death of Daulat Bairawi, succession of Berk. In Algeria, The Halsida of Tunisia occupy Algeria. This state of affairs continued throughout the fifteenth century.
1425: In the Uzbegs empire, Abul Khayr, a prince of the house of Uzbeg declare his independence in the western part of Siberia,
1427: In the Golden Horde empire, Berk overthrown by Ulugh Muhammad who captured power for the second time.
1430: In the Uzbegs empire, Abul Khayr occupies Khawarazm.
1434: Turkomans of the Black Sheep empire, Deposition of Qara Iskandar; installation of his brother Jahan Shah. Turkomans of the White Sheep empire, Death of Qara Othman, succession of his son Ali Beg. In Tunisia, Death of Abul Faris after a rule of forty years, succession of his son Abu Abdullah Muhammad.
1435: In Tunisia, Deposition of Abu Abdullah Muhammad, power captured by Abu Umar Othman.
1438: In the Burji Mamluks empire, Death of Barsbay, accession of his minor son Jamaluddin Yusuf; Yusuf overthrown and power captured by the Chief Minister Saifuddin Gakmuk. Turkomans of the White Sheep empire, Ali Beg overthrown by his brother Hamza.
1439: In the Golden Horde empire, Ulugh Muhammad withdrew from Sarai and found the principality of Qazan. Said Ahmad came to power in Sarai.
1440: Turkomans of the White Sheep empire, Hamza overthrown by Jahangir a son of Ali Beg.
1441: In the Golden Horde empire, Crimea seceded from Sarai.
1446: In the Timurids empire, Death of Shah Rukh, succession of Ulugh Beg. In the Ottoman Turks empire, Second battle of Kossova resulting in the victory of the Turks. Serbia annexed to Turkey and Bosnia became its vassal.
1447: In the Golden Horde empire, Astra Khan seceded from Sarai.
1449: In the Uzbegs empire, Abul Khayr captures Farghana. In the Timurids empire, Death of Ulugh Beg, succession of Abdul Latif.
1450: In the Timurids empire, Assassination of Abdul Latif, accession of Abu Said.
1451: In the Ottoman Turks empire, Death of Murad II; accession of his son Muhammad II.
1453: In the Ottoman Turks empire, Capture of Constantinople by the Turks. Turkomans of the White Sheep empire, Death of Jahangir; accession of his son Uzun Hasan. In the Burji Mamluks empire, Death of Gakmuk. succession of his son Fakhruddin Othman. Othman overthrown by the Mamluk General Saifuddin Inal.
1454: In the Ottoman Turks empire, Attack against Wallachia, Wallachia became a vassal state of Turkey.
1456: In the Ottoman Turks empire, Annexation of Serbia.
1461: In the Ottoman Turks empire, Annexation of Bosnia and Herzogovina. In the Burji Mamluks empire, Death of Saifuddin Inal, succession of his son Shahabuddin Ahmad. Shahabuddin Ahmad overthrown by the Mamluk General Saifuddin Khushqadam.
1462: In the Ottoman Turks empire, Annexation of Albania.
1465: In the Golden Horde empire, Death of Said Ahmad, succession of his son Khan Ahmad. In Morocco, Assassination of Abdul Haq. End of the Marinid rule. Power snatched by Sharif Muhammad al Jati.
1467: Turkomans of the Black Sheep empire, Death of Jahan Shah, end of the rule of the Black Sheep Turkoman rule. Turkomans of the White Sheep empire, Jahan Shah of the Black Sheep attacked the White Sheep. Jahan Shah was defeated and the Black Sheep territories annexed by the White Sheep. In the Burji Mamluks empire, Death of Khushqadam, accession of his son Saifuddin Yel Bey. Deposition of Yel Bey, power captured by the Mamluk General Temur Bugha.
1468: In the Uzbegs empire, Death of Abul Khayr, succession of his son Haidar Sultan. Turkomans of the White Sheep empire, Uzun Hasan defeated the Timurids at the battle of Qarabagh whereby the White Sheep became the masters of Persia and Khurasan. In the Burji Mamluks empire, Deposition of Femur Bugha, power captured by the Mamluk General Qait Bay.
1469: In the Timurids empire, Death of Abu Said, disintegration of the Timurid state. In Khurasan Hussain Baygara came to power and he ruled during the remaining years of the fifteenth century.
1472: In Morocco, Sharif Muhammad al Jati overthrown by the Wattisid chief Muhammad al Shaikh who establishes the rule of the Wattisid dynasty.
1473: In the Ottoman Turks empire, War against Persia; Persians defeated.
1475: In the Ottoman Turks empire, Annexation of Crimea. War against Venice. Tukey became the master of the Aegean Sea.
1478: Turkomans of the White Sheep empire, Death of Uzun Hasan, succession of his son Khalil.
1479: Turkomans of the White Sheep empire, Khalil overthrown by his uncle Yaqub.
1480: In the Golden Horde empire, Assassination of Khan Ahmad, succession of his son Said Ahmad II.
1481: In the Golden Horde empire, Said Ahmad I1 overthrown by his brother Murtada. In the Ottoman Turks empire, Death of Muhammad II, accession of Bayazid II.
1488: In the Uzbegs empire, Death of Haider Sultan, succession of his nephew Shaybani Khan. In Tunisia, Death of Abu Umar Othman after a rule of 52 years, succession of Abu Zikriya Yahya.
1489: In Tunisia, Abu Zikriya Yahya overthrown by Abul Mumin.
1490: In Tunisia, Abul Mumin overthrown, power recaptured by Abu Yahya.
1493: Turkomans of the White Sheep empire, Death of Yaqub. accession of his son Bayangir.
1495: Turkomans of the White Sheep empire, Bayangir overthown by his cousin Rustam.
1496: In the Burji Mamluks empire, Abdication of Qait Bay, succession of his son Nasir Muhammad.
1497: Turkomans of the White Sheep empire, Rustam overthrown by Ahmad. Anarchy and fragmentation.
1498: In the Burji Mamluks empire, Deposition of Nasir Muhammad, power captured by Zahir Kanauh.
1499: In the Uzbegs empire, Shayhani Khan conquered Transoxiana. In the Golden Horde empire, Death of Murtada, succession of Said Ahmad III." In the Ottoman Turks empire, The Turks defeated the Venetian fleet in the battle of Lepanto.
ABAD 16 (1500-1599M)
1500: In the Burji Mamluks empire, Zahir Kanauh overthrown by Ashraf Gan Balat.
1501: Isamil I establishes the Safavid dynasty in Persia, and the Twelve-Imam Shi'ism becomes the state religion.
1507: The Portuguese under d'Albuquerque establish strongholds in the Persian Gulf.
1508: Turkomans of the White Sheep empire, End of the White Sheep dynasty and the annexation of their territories by the Safawids.
1511: D'Albuquerque conquers Malacca from the Muslims.
1517: The Ottoman Sultan Selim Yavuz ("the Grim") defeats the Mamluks and conquers Egypt.
1520: The reign of Sulayman the Magnificent begins.
1526: Louis of Hungary dies at the Battle of Mohacs.
1526: The Battle of Panipat in India, and the Moghul conquest; Babur makes his capital at Delhi and Agra.
1528: The Ottomans take Buda in Hungary.
1529: Unsuccessful Ottoman siege of Vienna.
1550: The architect Sinan builds the Suleymaniye mosque in Istanbul.
1550: The rise of the Muslim kingdom of Atjeh in Sumatra.
1550: Islam spreads to Java, the Moluccas, and Borneo.
1556: The death of Sulayman the Magnificent.
1568: Alpujarra uprising of the Moriscos (Muslims forcibly converted to Catholicism) in Spain.
1571: The Ottomans are defeated at the naval Battle of Lepanto, and their dominance in the Mediterranean is brought to a close.
1578: The Battle of the Three Kings at Qasr al-Kabir in Morocco. King Sebastian of Portugal is killed.
1588: Reign of Safavid Sultan Shah Abbas I begins.
1591: Mustaili Ismailis split into Sulaymanis and Daudis.
Abad 17th Century Islamic War Machinery (1600-1699) M
1600: Sind annexed by the Mughals. End of the Arghun rule in Sind.
1601: Khandesh annexed by the Mughals.
1603: Battle of Urmiyah. Turks suffer defeat. Persia occupies Tabriz, Mesopotamia. Mosul and Diyarbekr. Death of Muhammad III, Sultan of Turkey, accession of Ahmad I. In Morocco al Shaikh died.
1604: In Indonesia death of Alauddin Rayat Shah, Sultan of Aceh, accession of Ali Rayat Shah III.
1605: Death of the Mughal emperor Akbar; accession of Jahangir.
1607: Annexation of Ahmadnagar by the Mughals.
1609: Annexation of Bidar by the Mughals
1611: Kuch Behar subjugated by the Mughals.
1612: Kamrup annexed by the Mughals.
1617: Death of Ahmad I, Sultan of Turkey, accession of Mustafa; Deposition of Mustafa: accession of Othman II.
1618: Tipperah annexed by the Mughals.:
1620: In Turkey deposition of Mustafa, accession of Othman II.
1623: In Turkey Mustafa recaptured power.
1625: In Turkey deposition of Mustafa, accession of Murad IV.
1627: Death of the Mughal emperor Jahangir, accession of Shah Jahan.
1628: Reign of Safavid Sultan Shah Abbas I comes to an end.
1629: In Persia death of Shah Abbas; accession of grandson Safi.
1631: Death of Mumtaz Mahal, wife of Mughal Emperor Shah Jahan and the lady of Taj Mahal, Agra.
1637: Death of Iskandar Muda in Indonesia; accession of Iskandar II.
1640: Death of Otthman Sultan Murad IV. accession of his brother Ibrahim.
1641: Turks capture Azov. In Indonesia death of Iskandar II; accession of the Queen Tajul Alam.
1642: In Persia death of Shah Safi, accession of Shah Abbas II.
1648: In Turkey Ibrahim deposed; accession of Muhammad IV.
1656: Muhammad Kuiprilli becomes the Grand Minister in Turkey.
1658: Deposition of the Mughal emperor Shah Jahan, accession of Aurangzeb.
1661: Death of Muhammad Kuiprilli, accession of his son Ahmad Kuiprilli.
1667: Death of Shah Abbas II; accession of Shah Sulaiman.
1675: Execution of the Sikh Guru Tegh Bahadur. In Indonesia death of the queen Tajul Alam, accession of the queen Nur ul Alam.
1676: Death of the Grand Wazir of Turkey Ahmad Kuiprilli, succession by Kara Mustafa.
1678: In Indonesia death of the queen Nur ul Alam, accession of the queen Inayat Zakia.
1680: Death of Marhatta chieftain Shivaji.
1682: Assam annexed by the Mughals. Aurangzeb shifts the capital to Aurangabad in the Deccan.
1683: The Turks lift the siege of Vienna and retreat. Kara Mustafa the Grand Wazir executed for the failure of the expedition.
1686: Annexation of Bijapur by the Mughals.
1687: Golkunda annexed by the Mughals. Second battle of Mohads. Defeat of the Turks by Austria. Deposition of Muhammad IV. Accession of Sulaiman II.
1688: In Indonesia death of queen Inayat Zakia, accession of the queen Kamalah.
1690: Death of the Ottoman Sultan Sulaiman II, accession of Ahmad II.
1692: Death of the Turk Sultan Ahmad II, accession of Mustafa II.
1694: In Persia death of Shah Safi, accession of Shah Hussain.
1699: In Indonesia death of Queen Kamalah.
walet
 
Posts: 5973
Images: 16
Joined: Wed Feb 11, 2009 4:52 am

Re: Sejarah (diinjak2nya) Indonesia (rakusnya nonIslam pd du

Postby hayamwuruk » Sun Sep 29, 2013 8:58 am

[quote="bluelotusfriend"][quote="kimi07"]
stelah ISlam masuk,
kerajaan itu Runtuh, dan jadi sasaran empuk Eropa,
saya yakin 100%, jika kerajaan itu masih Hindu Budha, pasti kuat bertahan melawan penjajahan eropa



dalam dunia spiritual tingkat tertinggi ada dalam ajaran Buddha dan Tao.....(percaya atau tidak ? hanya bagi anda yang berkecimpung didunia spiritual yg tahu )

perbedaannya tao....hanya untuk masyarakat tertentu dan kebanyakan diwariskan secara rahasia, hanya ajaran buddha yang terbuka untuk umum....walau sebagian ada pula yang diwariskan hanya untuk yang berjodoh....

pada intinya kedua ajaran tersebut sangat menghormati leluhur.......sedangkan agama samawi banyak yang melecehkan/kurang menghormati adat/cara menghormati leluhur....sehingga seringkali hubungan spiritual dengn leluhur terputus karena pindah agama......tahukah anda darimana semua kepandaian dan kepintaran yang anda miliki sekarang ? semua ilmu pengetahuan/penemuan adalah hasil dari petunjuk para leluhur yang kadang masih turun kedunia....jika hubungan anda terputus dari leluhur nenek moyang bangsa.... maka perlindungan dan kedamaian sukar tercapai hingga datanglah penindasan dari bangsa lain.......di Indonesia sudah mulai banyak yang menyadarinya dan mulai mencari-cari tradisi leluhur lagi dan mencoba menyambung link yang terputus.....seperti munculnya aliran siwabuddha agama lelhur dijaman kejayaan majapahit. jangan terpengaruh provokasi berhala.......pelajarilah....bertindaklah, keunggulan manusia dibanding mahluk lain adalah anda bisa memilih mau jadi setan atau malaikat semua tergantung perbuatanmu.....pikiran dari hati nurani masing-masing. sebelum bertindak apakah ini sesuai dgn hati nurani yang berlaku untuk manusia universal....karena anda tidak sendirian di alam semesta perlu menjaga keseimbangan.....dalam suatu daerah (lokal) jika sering terjadi ketidak adilan dan hanya satu warna maka akan ada hukuman dari langit untuk menetralisirkan daerah tersebut dgn bencana alam....tujuan terjadinya bencana alam untuk menetralisirkan keseimbangan alam yang terganggu.
hayamwuruk
 
Posts: 45
Joined: Sat Sep 14, 2013 1:38 pm

Re: Sejarah (diinjak2nya) Indonesia (rakusnya nonIslam pd du

Postby NEMO » Mon Oct 28, 2013 8:22 am

alasan utama portugis ke indonesia karena jalur perdagangan diputus oleh kesultanan islam di turki..mereka juga tidak mau berdagang dg non-muslim..caranya ya cari sendiri ke tempat asalnya..

alasan indonesia runtuh karena invasi anak durhaka bernama patah ke bapaknya sendiri yang bernama brawijaya V..setelah kalah armada laut tidak kuat..sedang portugis datang daru laut..habislah tuh demak kesultanan..

fakta bahwa tidak adanya bangunan perkasa buatan muslim adalah bukti bahwa islam tidak pernah jaya di nusantara..mereka hanya perampok..

setuju sama bro hayamwuruk..kita memang hilang link dg leluhur..slimmers lebih suka memuja leluhurnya bangsa arab drpd bangsa sendiri..makanya orang pribumi terutama jawa lebih banyak diperbudak oleh bangsa asing..
NEMO
 
Posts: 47
Joined: Sat Feb 06, 2010 9:28 am

Re: Sejarah (diinjak2nya) Indonesia (rakusnya nonIslam pd du

Postby hayamwuruk » Mon Dec 30, 2013 4:31 am

ditambah kutukan dari sabdo palon-noyogengong, buat orang jawa dan keturunnnya yng tidak menghargai leluhurnya akan terkena penderitaan dan tidak dihargai terbukti sampai sekarang ?
hayamwuruk
 
Posts: 45
Joined: Sat Sep 14, 2013 1:38 pm


Return to Politik Agama



Who is online

Users browsing this forum: No registered users