Page 1 of 2

Usul Hapus Kolom Agama di KTP

PostPosted: Fri Mar 02, 2007 1:34 pm
by Laurent
Usul Hapus Kolom Agama di KTP
Jumat, 02 Maret 2007

Sejumlah tokoh masyarakat dan aktivis liberal mengusulkan penghapusan kolom ‘agama’ di KTP. Tapi ormas Islam menilai pencantuman tetap hal penting

Hidayatullah.com--Sejumlah tokoh masyarakat dan anggota LSM Gerakan Integrasi Nasional menyerukan penghapusan kolom agama dari kartu tanda penduduk (KTP), yang mereka nilai dapat menimbulkan praktik diskriminasi dan berpotensi menimbulkan perpecahan.

“Kolom agama dalam KTP adalah senjata bagi orang-orang tidak bertanggung jawab, bahkan bisa membuat orang saling bunuh,” kata spiritualis lintas agama Anand Krishna, di Jakarta, Kamis (1/3) kemarin.

Anand mengungkapkan banyak perselisihan dan pertikaian terjadi di Indonesia (di antaranya kerusuhan Poso) salah satunya karena masalah agama yang dilihat dari KTP seseorang, bahkan agama seseorang yang tertera pada KTP membuat seseorang terdiskriminasi dalam hal pekerjaan.

Dawam Rahardjo, menambahkan penghapusan kolom agama dari KTP tidak akan menghapus identitas seseorang, sebab dalam KTP tetap tercantum nama, alamat, tempat dan tanggal lahir seseorang.

“Apa gunanya mencantumkan kolom agama dalam KTP, itu hanya untuk kebutuhan statistik saja,” ujar tokoh yang dikenal membela Ahmadiyah ini.

Dawam mengungkapkan diskriminasi di bidang pekerjaan itu memang telah terjadi sejak lama. Menurut dia, ada beberapa perusahaan lebih memilih karyawan yang seagama dibandingkan yang berbeda agama.

Sementara itu tokoh PDIP yang juga anggota DPR di Komisi I, Permadi, mengatakan pencantuman kolom agama akan berpengaruh kepada banyak hal dan berpeluang dimanfaatkan oleh pihak tertentu.

Acara yang dikemas dalam dialog Sebuah Seruan Demi Keselamatan Anak Bangsa itu di gelar oleh LSM Gerakan Integrasi Nasional. Ketua Gerakan Integrasi Nasional, Maya Safira Muchtar mengatakan penghapusan kolom agama dalam KTP adalah hal penting yang harus dilakukan pemerintah untuk mencegah terjadinya bencana sosial akibat konflik antaragama.

Usulan Lama

Usulan penghapusan kolom agama sebenarnya bukan barang baru. Berkali-kali aktivis liberal mengusulkan itu. Tahun 2006, Sekjen Depdagri Progo Nurdjaman. Pernah mengusulkan hal serupa.

"Penghapusan itu dikarenakan jika kita di satu daerah yang mengalami konflik agama atau suatu hari nanti terjadi sweeping agama, maka masyarakat tidak perlu khawatir dengan hal ini," kata dia kala itu.

Namun Muhammadiyah justru sebaliknya. Ia justru menolak penghapusan kolom agama pada Kartu Tanda Penduduk (KTP). "Jangan menghapus kolom agama. Janganlah ada ide yang baru dan aneh-aneh," kata Ketua Umum Pengurus Pusat Muhammadiyah Din Syamsuddin tahun 2006.

Menurut Din, kolom agama di KTP harus dipertahankan karena memiliki kebaikan. "Orang Indonesia senang mengidentifikasikan dirinya dengan agamanya," ujar Din.

"Dalam konteks negara sekuler, kolom itu memang dihapus. Kita tidak perlu ikut-ikutan negara sekuler," tambahnya.

Mengenai konflik SARA, menurut Din, bukan karena ada kolom agama di KTP. Konflik SARA di Indonesia lebih karena adanya kesenjangan sosial ekonomi. Ini yang perlu diatasi.

"Malah mungkin akan muncul konflik baru karena tidak ada kejelasan agama," katanya. [cha, berbagai sumber]

http://hidayatullah.com/index.php?optio ... 7&Itemid=1

PostPosted: Fri Mar 02, 2007 1:41 pm
by Nurlela
Yang setuju cuma islam, karena kolom agama tidak bisa di-isi dengan kepercayaan. Jadi banyak yang mestinya agamanya bukan islam, dengan sangat terpaksa mengisi kolom agama dengan islam.
Maklum mayoritas.

PostPosted: Fri Mar 09, 2007 10:14 am
by Laurent
Jumat, 09 Maret 2007 8:42:00
Penghapusan Status Agama di KTP Tidak Selesaikan Masalah


Yogyakarta--RoL-- Penghapusan status agama di Kartu Tanda Penduduk (KTP) tidak akan menyelesaikan akar permasalahan yang dimungkinkan timbul dari pencantuman agama terhadap pemilik KTP.

Sosiolog dari Universitas Gadjah Mada (UGM) Ari Sudjito di Yogyakarta, Jumat, mengatakan wacana ini terlalu berlebihan, dan tidak signifikan untuk dipersoalkan karena pencantuman status agama di dalam KTP hanyalah simbol atau identitas.

Sebelumnya sejumlah tokoh masyarakat dan anggota LSM yang tergabung dalam Gerakan Integrasi Nasional di Jakarta menyerukan penghapusan kolom agama dari karena dinilai diskriminatif dan berpotensi menimbulkan perpecahan. "Persoalan penting sekarang adalah pemerintah harus mampu mewujudkan masyarakat yang demokratis dan pluralis termasuk kesejahterananya agar perbedaan agama tidak akan menjadi suatu masalah," katanya.

Membenahi masyarakat dimulai dari pemimpinnya, karena itu pemerintah harus mengajak pemimpin agama untuk memberi pengertian pada umatnya tentang pentingnya sikap toleransi. "Kalau identitas dihilangkan tetapi para pemuka masyarakat dan tokoh agama masih saling bertentangan, tidak akan menyelesaikan masalah," katanya.

Komunikasi antarpemuka agama dengan membentuk komunitas tertentu hendaknya bukan sekedar simbol. Istilahnya, kata dia, yang mesti dihilangkan adalah reproduksi stigma sektarianisme dalam institusi agama dari pada sekedar menutupi identitas."Karena selain tidak menyelesaikan masalah, jika status agama dihilangkan, maka akan memicu hal-hal serupa yang menuntut untuk dihilangkan, seperti etnis dan simbol identitas lainnya," kata Ari.

Pemerintah seharusnya membumikan agama, memberi pengertian bahwa agama bukan hanya urusan ritualistik, surga dan neraka, tetapi juga menyentuh isu sosial. Ia menilai selama ini yang menjadi permasalahan agama bukan nilai-nilai yang terkandung dalam ajaran agama tetapi justru terletak pada penafsiran para penguasa atas agama itu sendiri.
Hal yang sangat penting juga, kata Ari, adalah pembenahan struktur birokrasi agar dalam menjalankan tugasnya tidak diskriminatif, sehingga masyarakat tidak merasa terganggu dengan identitas yang dimilikinya. Antara/yto

http://www.republika.co.id/online_detai ... &kat_id=23

PostPosted: Mon Mar 12, 2007 10:36 am
by Laurent
Thoha Abdurahman: "Kolom Agama di KTP Jangan Dihilangkan"
Senin, 12 Maret 2007
Tokoh Muslim di Jogjakarta meminta kolom status agama yang ada pada Kartu Tanda Penduduk (KTP) tetap dicantumkan alias tidak dihapus

Hidayatullah.com--Tokoh Muslim di Jogjakarta, Thoha Abdurrahman, berpendapat sebaiknya kolom status agama yang ada pada Kartu Tanda Penduduk (KTP) tidak dihapus, dan membiarkan format identitas diri seperti yang sudah ada selama ini.

"Saya tidak setuju dengan wacana penghapusan kolom agama pada KTP itu, lebih baik justru status agama seseorang diperjelas dengan tetap mencatumkannya dalam KTP," kata Ketua Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Provinsi Daerah Istimewa Jogjakarta (DIJ), Ahad (11/3).

Sebelumnya sejumlah tokoh masyarakat dan anggota LSM yang tergabung dalam Gerakan Integrasi Nasional di Jakarta menyerukan penghapusan kolom agama dari KTP karena dinilai diskriminatif dan berpotensi menimbulkan perpecahan.

Menurut dia, penghapusan kolom agama, tidak menjamin akan terbebas dari diskriminasi atau potensi menimbulkan perpecahan maupun konflik horizontal.

"Justru dengan tanpa pencatuman status agama seseorang dalam KTP, akan dimanfaatkan oleh seseorang untuk membuat onar terutama di daerah konflik, karena dapat bebas bolak-balik tanpa dicurigai," ujarnya.

Menurut dia, penghapusan diskriminasi maupun konflik horizontal tidak mesti harus mengorbankan diri dengan menghilangkan status agama pada KTP. Namun yang penting adalah penyadaran agar tidak ada perlakuan diskriminatif yang berpotensi menimbulkan konflik.

"Sebenarnya konflik yang terjadi di sejumlah daerah di Indonesia disebabkan oleh ulah dan campur tangan pihak asing yang menginginkan bangsa ini terpecah belah. Mestinya seluruh bangsa harus mewaspadai semua itu," katanya.

Ia mengatakan, jika semua umat menjalankan ajaran agama dengan baik diyakini tidak akan terjadi konflik. Umat Islam menjalankan syariat Islam dengan benar dan baik maka mereka akan menghindari konflik dan sikap diskriminatif.

Dengan demikian mereka yang menjadi golongan minoritas tetap akan terlindungi karena syariat Islam memang tidak mengajarkan pertikaian maupun konflik antarumat, kata Thoha Abdurrahman.

Sebelum ini, beberapa kelompok LSM mendesak agar kolom agama di KTP dihilangkan, mereka juga menuduh, jika konflik antar agama yang terjadi di Indonesia diakibatkan karena adanya pencantuman tersebut. Namun sejumlah pemimpin organiasi massa Islam menampiknya. [ant]

http://hidayatullah.com/index.php?optio ... 1&Itemid=1

PostPosted: Mon Mar 12, 2007 10:56 am
by Laurent
Minggu, 11 Maret 2007 15:40 WIB
HUMANIORA » Keagamaan
'Kolom Agama di KTP Jangan Dihilangkan'



YOGYAKARTA--MIOL: Tokoh muslim di Yogyakarta, Thoha Abdurrahman, berpendapat sebaiknya kolom status agama yang ada pada Kartu Tanda Penduduk (KTP) tidak dihapus, dan membiarkan format identitas diri seperti yang sudah ada selama ini.

"Saya tidak setuju dengan wacana penghapusan kolom agama pada KTP itu, lebih baik justru status agama seseorang diperjelas dengan tetap mencatumkannya dalam KTP," kata Ketua Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), Minggu (11/3).

Sebelumnya sejumlah tokoh masyarakat dan anggota LSM yang tergabung dalam Gerakan Integrasi Nasional di Jakarta menyerukan penghapusan kolom agama dari KTP karena dinilai diskriminatif dan berpotensi menimbulkan perpecahan.

Menurut dia, penghapusan kolom agama, tidak menjamin akan terbebas dari diskriminasi atau potensi menimbulkan perpecahan maupun konflik horizontal.

"Justru dengan tanpa pencatuman status agama seseorang dalam KTP, akan dimanfaatkan oleh seseorang untuk membuat onar terutama di daerah konflik, karena dapat bebas bolak-balik tanpa dicurigai," ujarnya.

Menurut dia, penghapusan diskriminasi maupun konflik horizontal tidak mesti harus mengorbankan diri dengan menghilangkan status agama pada KTP. Namun yang penting adalah penyadaran agar tidak ada perlakuan diskriminatif yang berpotensi menimbulkan konflik.

"Sebenarnya konflik yang terjadi di sejumlah daerah di Indonesia disebabkan oleh ulah dan campur tangan pihak asing yang menginginkan bangsa ini terpecah belah. Mestinya seluruh bangsa harus mewaspadai semua itu," katanya.

Ia mengatakan, jika semua umat menjalankan ajaran agama dengan baik diyakini tidak akan terjadi konflik. Umat Islam menjalankan syariat Islam dengan benar dan baik maka mereka akan menghindari konflik dan sikap diskriminatif.

Dengan demikian mereka yang menjadi golongan minoritas tetap akan terlindungi karena syariat Islam memang tidak mengajarkan pertikaian maupun konflik antarumat, kata Thoha Abdurrahman. (Ant/OL-03)

www.mediaindo.co.id

PostPosted: Mon Mar 19, 2007 11:19 am
by Lulldapull
Tiap orang perlu fanatik dengan agamanya. Hanya kaum sekuler-liberal atau atheis-radikal yang menginginkan hal itu. Yang tak pantas adalah pemaksaan agama terhadap golongan lain.

Esensi pemikiran dari liberal sinting ini adalah pemikiran Freemasonry, khususnya mengenai penyatuan semua agama dengan menghapus semua agama. Tidak elok ini...

PostPosted: Tue Mar 20, 2007 11:00 pm
by kagakmurtad2
penyatuan semua agama dengan menghapus semua agama....paradoks yang absurd dan lucu....hehehehe

PostPosted: Tue Jun 26, 2007 11:16 am
by Laurent
Nurlela wrote:Yang setuju cuma islam, karena kolom agama tidak bisa di-isi dengan kepercayaan. Jadi banyak yang mestinya agamanya bukan islam, dengan sangat terpaksa mengisi kolom agama dengan islam.
Maklum mayoritas.


siapa bilang , Islam itu Mayoritas, mungkin anda perlu membaca artikel di bwh ini, pasti anda kaget deh

Pemerintah mengharuskan semua warga negara usia dewasa untuk membawa Kartu Tanda Penduduk (KTP) yang di antaranya mengidentifikasikan agama pemegang kartu. Pemeluk kepercayaan yang tidak diakui oleh Pemerintah pada umumnya tidak bisa mendapatkan KTP kecuali mereka secara tidak jujur mengaku sebagai penganut agama yang diakui. Sepanjang periode yang dicakup dalam laporan ini, beberapa petugas Kantor Catatan Sipil menolak permohonan yang diajukan oleh penganut kepercayaan yang tidak diakui, sementara yang lain menerima permohonan tetapi mengeluarkan KTP yang mencantumkan agama pemohon yang tidak benar. Beberapa penganut animisme akhirnya menerima KTP yang menuliskan bahwa agama mereka adalah Islam. Beberapa orang penganut Konghucu dalam KTPnya ditulis sebagai penganut Budha. Bahkan beberapa orang Kristen Protestan dan Katholik menerima KTP yang menyatakan mereka sebagai Muslim. Tampaknya staf Kantor Catatan Sipil menggunakan Islam sebagai kategori "otomatis" bagi para penganut kepercayaan yang tidak diakui. Sebagian warga Negara tanpa KTP mengalami kesulitan dalam mencari pekerjaan. Beberapa lembaga swadaya masyarakat (LSM) dan kelompok advokasi keagamaan mendesak Pemerintah untuk menghapus kategori agama dari KTP.

http://www.usembassyjakarta.org/bhs/...%202005-1.html

PostPosted: Sun Aug 12, 2007 6:03 pm
by ishaputra
Keimanan itu bersifat pribadi dan tidak bisa diveifikasi...

Biar kata KTPnya"agama tertentu", lha siapa yang bisa memverifikasinya????

Buat saya, yang adil adalah membebaskan masyarakat untuk mencantumkan atau tidak mencantumkan kolom agamanya di KTP!!!

PostPosted: Mon Oct 01, 2007 8:12 pm
by Basman
Masalahnya ganti identitas agama gak semudah pindah alamat, refoot banget pake identitas agama.

Re: Usul Hapus Kolom Agama di KTP

PostPosted: Thu Jan 15, 2009 4:54 am
by up1234go
Sudah saatnya kolom agama di ktp dihapus karena akan memudahkan muslim dan non muslim pindah keyakinan secara sukarela tanpa paksaan.

untukMU agamaKU... UntukKU agamaMU.

Re: Usul Hapus Kolom Agama di KTP

PostPosted: Sun Jan 25, 2009 9:25 am
by mozaik
Kalo gw ada perusahaan ...
untuk penerimaan karyawan perlu juga melihat indentitas seseorang ...
Kalo dia islam ... langsung GW ENGGA' TERIMA !

Re: Usul Hapus Kolom Agama di KTP

PostPosted: Mon Jan 26, 2009 12:37 am
by a_man
Sesuatu yg gak perlu itu memang harus dibuang jauh2.

klo gak perlu kolom AGAMA, yo tinggal dikerik, gitu aja koq repot.


Atau

diganti sama

kolom

DOYAN BABI. :lol: :lol:

Re: Usul Hapus Kolom Agama di KTP

PostPosted: Mon Jan 26, 2009 1:01 am
by moh_mad007
a_man wrote:Sesuatu yg gak perlu itu memang harus dibuang jauh2.

klo gak perlu kolom AGAMA, yo tinggal dikerik, gitu aja koq repot.


Atau

diganti sama

kolom

DOYAN BABI. :lol: :lol:


He man , itu nama nick name gue di *FFI , lo kok bawa2 kesini!!!!! Tanpa ijin lagi!!!!
masalah kolom agama menurut gue lebih baek di cantumkan dalam KTP.
alasannya banyak salah satu nya ya....kalo seandainya yg punya KTP itu islam kita bisa tau kan dalam ajaran islam banyak sekali aturan2 nya jadi kita bisa bertoleransi gak sampe menyinggung mereka. Kan mereka itu orang2 yg aneh kalo sampe tersungging langsung maen tebasss aja!!!!

Re: Usul Hapus Kolom Agama di KTP

PostPosted: Mon Jan 26, 2009 8:43 am
by a_man
a_man wrote:Atau diganti sama kolom DOYAN BABI. :lol: :lol:
moh_mad007 wrote:He man , itu nama nick name gue di *FFI , lo kok bawa2 kesini!!!!! Tanpa ijin lagi!!!!

:supz: :supz: Hebat, bukannya bakal tambah beken tuh klo bisa nampang di KTP banyak orang ?? :rofl:

Re: Usul Hapus Kolom Agama di KTP

PostPosted: Mon Jan 26, 2009 9:42 am
by Mangga Manis
Kolom agama di KTP emang seharusnya dihapuskan. Ini bukan berarti orang gak boleh beragama/punya paham tertentu. Pernyataan agama kita dalam KTP juga bisa berarti hidup/mati kita karena dalam keadaan perang seperti di Palu & Ambon (yg sarat dengan nuansa perang agama), orang dapat melakukan 'sweeping' dengan melihat kolom agama di KTP kita.

Re: Usul Hapus Kolom Agama di KTP

PostPosted: Mon Jan 26, 2009 7:40 pm
by God-Father
Mangga Manis wrote:Kolom agama di KTP emang seharusnya dihapuskan. Ini bukan berarti orang gak boleh beragama/punya paham tertentu. Pernyataan agama kita dalam KTP juga bisa berarti hidup/mati kita karena dalam keadaan perang seperti di Palu & Ambon (yg sarat dengan nuansa perang agama), orang dapat melakukan 'sweeping' dengan melihat kolom agama di KTP kita.


AGREE !!!

Laskar FPI suka maen sweeping !

Tuhan ko ajarin kebencian...

Muslim muslim.., ga tau apa ya ? Kalo anda telah salah jalan...?

Re: Usul Hapus Kolom Agama di KTP

PostPosted: Mon Jan 26, 2009 8:41 pm
by akuanaksehat
Lebih parah lagi yang sok-sokan tau jalan, ya kan bro...


\:D/

PostPosted: Wed Jan 28, 2009 2:10 pm
by up1234go
Keberadaan kolom agama di ktp menunjukkan parahnya ajaran islam.

PostPosted: Wed Jan 28, 2009 2:25 pm
by up1234go
Sudahnya saatnya Atheis, Agnostik, Perenial, Kristen, Hindu, Buddha, Konghucu, Tao, Ba'hai dan aliran kepercayaan lain... untuk sama2 menilai bahwa "kolom agama" adalah produk gila.