.

Ratu Adil Satria Pinandhita

Ratu Adil Satria Pinandhita

Postby Satria_Pinandhita » Sat Jul 09, 2011 3:16 pm

Berikut ini saya tuturkan ramalan Serat Yasadipura:
“Perang, bencana, lan sapanunggalane
Kabeh tedak ing negeri iki
Iki kang kinaran Pendhawa Boyong
Tukule Pari Kesit
Tan busana narendra utawa ksatrian prajurit”
Saat jaman goro-goro terjadi, 5 kekuatan pandawa masuk ke tubuh satu orang yang mampu menampung semuanya, yaitu parikesit.
1. “bukan pendeta tapi disebut pendeta (yudhistira)”
2. “berjalan kebarat berguru pada dewaruci (bima)”
3. “putra indra (arjuna) yang paling sulung”.
4. “menguasai apasaja ilmu (nakula-sadewa).”
5. “naiknya parikesit” yang naik jadi ratu adil adalah parikshit.

Kemunculan satria pininandhita sinisihan wahyu tak lepas dari sejarah nusantara ini. berabad-abad yang lalu telah terjadi suatu perjanjian dimana selama 500 tahun akan menjadi tahun kebangkitan islam namun setelah itu bangsa ini akan dikembalikan lagi pada ajaran lama.
Namun sayangnya kedatangan ajaran ini dan sekaligus proses pendalamannya akan banyak memakan korban jiwa, oleh karena memang sudah disebutkan dalam perjanjian bahwa jika ajaran ini tidak diterima maka akan dibinasakanlah bagi yang tidak mau menerima ajaran tersebut.
Maka tidak mengherankan bahwasanya banyak paranormal yang menyebutkan nantinya penduduk indonesia tinggal sekitar setengahnya saja. sungguh sangat memilukan dimana dalam proses kebangkitan bangsa ini diwarnai dengan banyak tragedi kemanusiaan.
Nah pada akhirnya sang penyelamat inilah yang nantinya akan hadir di saat bangsa ini memang benar-benar memerlukan pertolongan. namun kita juga harus bisa mempersiapkan diri jangan hanya berpangku tangan pada satu orang saja. Alangkah baiknya bila nanti yang ditunggu–tunggu sudah datang, kita bisa membantu dari belakang.

Leluhur negeri lain sebelum Indonesia memang pernah meramalkan bila di Indonesia kelak akan terjadi perang besar yang membawa Indonesia menuju kiamat. Terkait dengan Indonesia, maka kiamat dapat diartikan sebagai berakhirnya kehidupan di Indonesia karena mengalami kehancuran. Saat ini negara Indonesia bisa tegak berdiri karena ditopang oleh sisitem yang bekerja dengan baik di negri ini baik itu sistem dalam pemerintahannya maupun sisitem dalam masyarakatnya dan sistem-sistem lainnya bekerja.
Apabila sistem-sistem yang menopang negri ini rusak bahkan macet total, maka yang pasti akan terjadi yaitu adanya kekacauan dimana-mana sehingga memicu amarah rakyat Indonesia. Apabila amarah rakyat tidak segera diatasi maka dapat meluas hingga ke seluruh wilayah Indonesia. Hasilnya kekacauan pada semua sistem di setiap wilayah akan terjadi dan Indonesia perlahan-lahan akan menemui kehancuran yang nyata.

Berikut ini saya tuturkan jangka jayabaya sabda gaib babon asli kagungan dalem bandara Pangeran Harya Suryanegara Ing Ngayugyakarta:
1. sasampune hardi merapi ,gung kobar saking dahara sigar tengahira kadi lepen mili toya lahar, ngidul ngetan njog pasisir Myang amblese glacapgunung
2. sarta ing madura nagari meh ghatuk lan Surabaya
3. sabibaripun tumuli, wiwit dahuru lonlona saya lami saya ndadi Temah peperangan agung
4. rurusuh mratah sabumi
5. montang manting rebut urip
6. Papati atumpuk undung
7. desa desa morat marit
8. kutha kutha karusakan
Terjemahnya kurang lebih:
1. Gunung Merapi mengeluarkan lahar ke selatan dan timur
2. Madura dan Surabaya hampir menyatu (Jembatan Suramadu)
3. Setelah itu terjadilah perang besar
4. Kerusuhan merata di seluruh wilayah Indonesia
5. Susah payah menyelamatkan diri
6. Kematian bertumpuk-tumpuk
7. Desa-desa hancur-hancuran
8. Kota-kota terjadi kerusakan
Untuk nomor 1 dan 2 telah terjadi. Karena ada yang telah terjadi maka tinggal menunggu waktu untuk peristiwa selanjutnya yaitu akan terjadi perang agung merata di seluruh wilayah Nusantara.

Berikut ini saya tuturkan ramalan Ronggowarsito:
- “Nuli sinalinan mulyaning panjenengan Nata ing kono harjaning tanah Jawa ; wus ilang memalaning bumi, amarga sinapih tekaning Ratu Ginaib, wijiling utama den arani Ratu Amisan, karana luwih dama miskin.” (Kemudian diganti (zaman) kemuliaan Sri Raja dan kesejahteraan tanah Jawa ; sudah hilang penyakitnya dunia, karena datangnya Raja yang digaibkan, keturunan golongan mulia, diberi julukan “Raja semua golongan”, karena bermurah hati kepada (golongan) miskin.)
- “Adege tanpa sarat sedawir, ngadam makdum Panjenengan Nata.” (Menjadi pemimpin tanpa perlu lewat pemilu, sebagai Pemimpin Kerohanianlah kedudukan Beliau sebagai Raja.)
- “Kedatone Sonya ruri, tegese sepi tanpa sarana apa-apa ora ana kara-kara.” (Ada satu masa dimana beliau hidup dalam keadaan kurang.)
- “Duk masih kineker dening Pangeran kesampar kesandung akeh wong ketambuhan.” (Saat masih dipingit oleh Buddha, keadaannya masih seperti orang biasa, banyak orang tidak bisa menduga akan menjadi apa.)
- “Karsaning Suksma kinarya buwana balik.” (Kehendak Yang Maha Gaib semuanya dibalikkan. Lemah jadi kuat, biasa jadi sakti, yang orang tak mengira.)
- “Jumeneng Ratu Pinandita, adil paramarta, lumuh mring arta, kasbut “Sultan Herucakra”.” (Menjadi ‘Raja Kerohanian’, adil ramah tamah, tidak mementingkan harta benda, dijuluki “Sultan Herucakra”)
- “Ing nalika ketemu parangmuka teka tanpa sangkan tanna ngadu bala manungsa, prajurite mung sirullah, tetunggule dikir.” (Bila bertemu musuh datang darimana pun tidak mengajukan bala manusia, tentaranya hanya yang dikehendaki Allah, yang terpenting zikir)
- “Parandene mungsuhe pada rereb sirep kabeh.” (Meskipun begitu musuhnya semuanya agak takut; terhenti semua.)
- “Kang nedya mungsuh kabarubuh.” (Yang hendak memusuhi jatuh.)
- “Tekane sing prau kintir, anake mbok randa kasihan, melas asih mung priyangga.” (Datangnya dengan kapal yang ikut arus (laut), anak janda kasihan pantas dibelaskasihani, hanya sendirian. Ada juga yang menafsirkan arti anak janda kasihan ikut arus adalah si kembar nakula-sadewa, tapi bait-bait yang mendukung mereka kurang banyak dan terlalu kabur, karena itu tetap saja Parikshit yang naik jadi raja.)

Berikut ini saya tuturkan ramalan Jayabaya:
159. “selambat-lambatnya kelak menjelang tutup tahun (sinungkalan dewa wolu, ngasta manggalaning ratu) akan ada dewa tampil berbadan manusia berparas seperti Batara Kresna berwatak seperti Baladewa bersenjata trisula wedha tanda datangnya perubahan zaman, orang pinjam mengembalikan, orang berhutang membayar hutang nyawa bayar nyawa hutang malu dibayar malu”.
- “Dan ingatlah keharuman air wangi nanti akan bertahan selama 500 tahun dan 4 jaman,” kata Sabdo Palon dulu. Lawang Sapto Ngesthi Aji menunjuk 1978. 4 jaman = 4 x 8 tahun = 32 tahun, jika ditambah 1978 menjadi tahun 2010. “Dan ingatlah kebenaran kata-kata hamba saat Merapi meletus laharnya mengalir ke Yogya“, kata Sabdo Palon dulu. 2010 lalu Merapi meletus dan laharnya ke Yogya, tak ke Magelang sepertibiasanya, karena di Yogyalah berdiam SPnya.
- Muka SP sawomatang, seperti anak-anak, dan mudah menghukum orang. Bertenaga mutiara Trishula Veda di tangan kanannya (sebelum dikeluarkan berwujud senjata). Kemunculannya sebelum tutup 2011 ini.
- Dibantu dua raja lainnya,
Raja Parikshit bertugas menentukan benarsalah, membuat undang-undang, mensweeping masyarakat.
Raja Ashoka bertugas terus memberi tuntunan pada masyarakat dan mengkonsepkan tatadunia baru.
Raja Alexander bertugas menyatukan keberagaman tapi juga meragamkan lagi jika perlu.
- “Perang, bencana, lan sapanunggalane. Kabeh tedak ing negeri iki. Iki kang kinaran Pendhawa Boyong. Tukule Parikesit. Tan busana narendra utawa ksatrian prajurit.” Pandawa Lima (Yudhistira tentang ramalan sp, Bhima tentang agama buddha, Karna tentang tatadunia, Arjuna tentang perang, Nakula Sadewa tentang senjata) sebelumnya sudah banyak bicara disana-sini juga mengasah pikiran, sekarang saat keluarnya Parikshit. Perlu diketahui bahwa kali ini bukan Kaurava yang menjadi lawan tapi kesalahan, pembodohan, dan kemunafikan itulah musuh Negara Katumaya.
- Di jaman saya, segalanya berubah, misalnya jika dijaman Anda yang banyak orang islam kalo dijaman saya yang banyak orang buddhist, indonesia saat ini meminjam tanah majapahit ini harus dikembalikan, kesalahan-kesalahan orang harus dibayar.

161. “Asalnya dari kaki Gunung Lawu sebelah Timur sebelah timurnya bengawan berumah seperti Raden Gatotkaca berupa rumah merpati susun tiga, seperti manusia yang menggoda.”
Bait ini menggambarkan dunungane, keberadaan orang yang jadi sp itu besok munculnya ternyata dia berasal dari sebelah timur gunung lawu. Ditimurnya lagi ada sungai. Jadi orang yang jadi sp itu berasal antara gunung lawu dan sungai brantas.
Seperti manusia yang sangat ganteng, karena kelima Ratu Adil juga tinggal disitu.

161. “Banyak orang digigit nyamuk mati, banyak orang digigit semut mati, banyak suara aneh tanpa rupa, pasukan makhluk halus sama-sama berbaris, berebut garis yang benar tak kelihatan, tak berbentuk yang memimpin adalah putra Batara Indra, bersenjatakan trisula wedha, para asuhannya menjadi perwira perang, jika berperang tanpa pasukan sakti mandraguna tanpa azimat.”
Banyak orang langsung lemas mendengar nama SP disebut, tak mau salah berbuat. Orang sakithati dikritik SP. Pandawa dan Parikshit membuat blog, berbicara dengan memanfaatkan internet. Jin-jin di belakang orang-orang lalu kompak mendukung SP. Kebijakannya benar, bijak, cinta. Yang diasuh bukannya berdamai tapi memang khusus untuk perang. Tiap orang seperti SP, perang tanpa mengajak teman dan tanpa jimat.

163. “bergelar pangeran perang, kelihatan berpakaian kurang pantas, namun dapat mengatasi keruwetan orang banyak, yang menyembah arca terlentang cina ingat suhu-suhunya dan mendapat perintah, lalu melompat ketakutan”.
Karena setiap ada masalah selalu terpecahkan, SP lalu dipanggil Pangeran Perang. Pakaiannya biasa saja, tapi bisa mengatasi masalah orang. Umat buddhist lalu pergi ke Cina karena takut menjadi korban penyebaran Agama Buddhi oleh SP.

164. “putra kesayangan almarhum yang bermukim di Gunung Lawu yaitu Kyai Batara Mukti, ya Krisna, ya Herumukti menguasai seluruh ajaran (ngelmu) memotong tanah Jawa kedua kali mengerahkan jin dan setan seluruh makhluk halus berada dibawah perintahnya bersatu padu membantu manusia Jawa berpedoman pada trisula weda tajamnya tritunggal nan suci benar, lurus, jujur didampingi Sabdopalon dan Noyogenggong.”
SP masih ada keturunan dari Sunan Lawu. Jika dulu pulau jawa dibabat jadi Islam, sekarang dibabat jadi Buddhi. Dengan bantuan wahyu yang turun padanya, ia (Sabdo Palon) mendirikan Katumaya di pulau Jawa. Didampingi istri-istrinya (Naya Genggong).

165. “tiap bulan Sura sambutlah kumara yang sudah tampak menebus dosa, dihadapkan ke sang Maha Kuasa, masih muda sudah dipanggil orang tua, warisannya Aji Gatotkaca Sejuta”.
Pertamakali dilantik jadi SP adalah pada suro 2010, tepat setelah Merapi meletus. Ia lalu membersihkan diri sehingga ia tak bisa menjadi Buddha, tapi menjadi Jedi, sehingga ia bisa menjadi raja yang baik tanpa harus kehilangan kemampuan seksualnya. Biksu tak bisa jadi raja karena cenderung mengalah, sedang raja yang bukan jedi masih bisa untuk jahat dan semena-mena.
Meski wajahnya seperti anak-anak tapi ia juga dipanggil “orangtua”. Sifatnya murahhati karena suka berbagi ilmu.
Sejak itu, setiap suro ia selalu kemasukan energy Force yang besar sehingga setiap suro ia selalu diberi upeti wanita oleh rakyat Katumaya. Dihadapkan dan ditunjukkan tubuhnya seperti apa.

166. “ludahnya ludah api sabdanya sakti (terbukti) yang membantah pasti mati baik orang tua muda termasuk bayi, orang yang tidak berdaya, minta apa saja pasti terpenuhi, penjadian sabdanya cepat, beruntunglah bagi yang yakin dan percaya serta menaati sabdanya, tidak mau dihormati orang setanah Jawa tetapi hanya memilih beberapa saja.”
Ucapan SP jika dipercaya yang mempercayainya akan untung sekali, sedang yang meragukannya habis, kadang-kadang sampai satu keluarga. Anakbuahnya cuma sebagian orang jawa saja, lebihbanyak orang dari luar.

168. “oleh sebab itu carilah satria itu yatim piatu, tak berpaman dan bibi, sudah lulus weda Jawa, hanya berpedoman trisula, ujung trisulanya sangat tajam membawa maut atau utang nyawa, yang tengah pantang berbuat merugikan orang lain, yang di kiri dan kanan menolak pencurian dan kejahatan”.
SP punya kebijakan trisula veda dengan memanfaatkan info yang terdapat pada senjata trishula veda. Dalam keadaan damai yang keluar kebijakannnya, dalam keadaan perang yang keluar senjatanya. Dan itu tanda bahwa dia putera batara indera, bahwa dia pemimpin tunggal/raja dunia dan mahluk halus. Siluman seluruh mahluk halus sangat takut dengan pusaka tsb, seandainya sedikit saja tersentuh ujungnya trisula Weda yang paling tengah maka mereka akan musnah. Disetiap ujung trisula weda itu masing-masing merupakan penjelmaan dari dewa.

169. “pantang bila diberi, hati mati dapat terkena kutukan, senang menggoda dan minta secara nista.”
Solusinya segala pemberian harus berupa upeti. Minta secara nista ini bukan pura-pura, karena itulah saya tak tulis bait lengkapnya agar hal ini diperhatikan.

171. “Jangan heran, jangan bingung itulah putranya Batara Indra yang sulung dan masih kuasa mengusir setan, ada manusia yang bisa bertemu tapi ada manusia yang belum saatnya, jangan iri dan kecewa itu bukan waktu anda.”
Prabu Parikshit disebut putra dewa Indra yang paling sulung, karena anak yang paling lama dilatih dari kelahiran demi kelahirannya.

________________________________________________________________

Cepat lambatnya Satria Pinandhita muncul ditengah-tengah masyarakat tergantung cepat-lambatnya terjemahan jangka-jangka pujangga tanah jawa diketahui masyarakat. Semakin cepat jangka diketahui semakin cepat pula Satria Pinandhita muncul.
Satria Pinandhita terdapat dalam jangka, nanti bekerja juga pakai jangka. Sistem ramalan dan bekerjanya juga pakai jangka untuk menata kegiatan-kegiatan di Indonesia dan didunia.
Satrio Pinandhita dan Ratu Adil cuma orang biasa saja, cuma saja selama ini orang-orang tak mengerti jika mereka akan jadi Ratu Adil Satria Pinandhita.
Satrio Pinandhita mengakui dirinya Satria Pinandhita cuma saat memakai topeng. Kejadian seperti ini berlangsung selama beberapa tahun, kemungkinan kurang lebih tiga tahun. Kejadian ini diterangkan dalam jangka pewayangan lampahan “samba sebit”.
Satria Pinandhita disaat memakai topeng hanya membahas jangka tanah jawa. Dalam jangka diceritakan Raden Samba disaat tidak memakai topeng membahas yang sesuai dengan pemikiran masyarakat. Dalam jangka diceritakan ratu yang berbendera klaras (kang selaras). Dalam pewayangan diceritakan Udrayana. Menyampaikan pidato dengan cara kadang bertopeng kadang tidak bertopeng, dengan cara beda penampilan, dalam jangka diceritakan ratu sakembaran. Jadi ratu sakembaran itu adalah satu orang dengan dua penampilan.

Berikut ini saya tuturkan ramalan Serat Centhini:
Prabu Parikshit Satria Pinandhita sejak lahir sudah membawa talenta dan kemampuan luar biasa dalam hal ilmu agama, kesaktian, joyokawijayan, olah kanuragan (beladiri), kawaskitan lahir batin yg sangat tinggi, arif bijaksana, luhur budi pekertinya (sebagai warisan dari ibunya). Satria Pinandhita memiliki keahlian dlm bidang tatanegara, politik, hingga kesenian misalnya beksa atau menari, seni tembang jawa, dan pandai pula dalam tataboga.
Sejak masih di dlm kandungan rahim ibu, badan halus/ruhnya, sudah digembleng oleh para leluhur eyang-eyangnya sendiri dari kalangan priyayi dan bangsawan (garis keturunan dari sang ibu) yang dahulu menjadi Natapraja Ratu Gung Binatara. Dengan materi pelajaran meliputi ilmu kesaktian, kedigjayaan, tatanegara, hukum, politik, ekonomi, kesenian (menari dan tembang), memasak. Materi pelajarannya termasuk di antaranya serat Wulang Reh, Wulang Sunu, sejarah, berbagai macam suluk, kitab Wedhatama, Babad Centini, Pangreh Praja dan masih sekian banyak lagi kitab-kitab Jawa masa lampau hingga lulus semuanya karena terlalu sederhana. Keluhuran budipekerti Satria Pinandhita diperoleh dari kakeknya Drona yang telah banyak sekali mengajarkan tentang keluhuran budi pekerti dan kebersihan hati sejak masih di dalam kandungan.
Juga dikatakan satria pinandhita itu punya 2 saudara satu pria satu wanita. saya punya dua saudara, kelahirankembali walangsungsang dan rara santang.
Kedua saudara saya tidak tertarik mengurusi kepemerintahan secara mendalam, keduanya ada pekerjaan masing-masing sebagai bisnisman dan kepala keperawatan. sesuai bait dalam serat centhini “yang satu jenius” yang satu lagi “berbakat dalam bidang medis”.

Berikut ini saya tuturkan ramalan Prabu Siliwangi:
“Kalian harus terus hidup kedepan nanti, agar besok lusa, kalian bisa mendirikan Pajajaran baru. Bukan Pajajaran saat ini tapi Pajajaran yang baru yang berdiri oleh perjalanan waktu.”
Prabu Siliwangi menyuruh pengikutnya agar mendirikan Negara Katumaya.

“Kalian yang di sebelah barat! Carilah oleh kalian Ki Santang! Sebab nanti, keturunan kalian yang akan mengingatkan saudara kalian dan orang lain.”
Prajurit dan resi-resi Pajajaran sekarang berkumpul dengan saya.

“Suatu saat nanti, apabila tengah malam, dari gunung Halimun terdengar suara tetabuhan, nah itu adalah tandanya. Semua keturunan kalian dipanggil oleh yang mau menikah di Lebak Cawéné.”
Itu adalah awalmulanya saya menunjukkan jatidiri saya, tapi kejadian itu masih lama.

“Semenjak hari ini, Pajajaran hilang dari alam nyata. Hilang kotanya, hilang negaranya. Pajajaran tidak akan meninggalkan jejak, selain nama untuk mereka yang berusaha menelusuri. Sebab bukti yang ada akan banyak yang menolak! Tapi suatu saat akan ada yang mencoba, supaya yang hilang bisa ditemukan kembali.”
Jika dikatakan Prabu Siliwangi kafir akan banyak yang menolak, begitupula jika dikatakan Jawabarat sekarang bukan Pajajaran. Cuma anak gembala dari Jawabarat yang akan terus menelusurinya.

“Tapi yang menelusurinya banyak yang sok pintar dan sombong. dan bahkan berlebihan kalau bicara.”
Hal ini menyebabkan ia tak menjadi anak gembala meski keinginannya begitu, sebaliknya ia justru menjadi ‘gagak yang berkoar pada dahan yang mati (Indonesia).’

“Anak Gembala, rumahnya di belakang sungai, pintunya setinggi batu, tertutupi pohon handeuleum dan hanjuang. Apa yang dia gembalakan? Materi dan tulisan anti islam.”
Penyebab runtuhnya Pajajaran adalah Islam, bukan saya. Rumah ini ada dua, satu di jawabarat dan satu di jawatimur. Anak gembala punya forum internet dimana ia menyimpan semua tulisan anti islam. Jadi, anak gembala ini bukanlah penulis meski bisa menulis. Ia lebih sering menggembalakan tulisan orang kafir, karena kesibukannya.

“Dia terus mencari, mengumpulkan semua yang dia temui. Tapi akan menemui banyak sejarah/kejadian, selesai jaman yang satu datang lagi satu jaman yang jadi sejarah/kejadian baru, setiap jaman membuat sejarah. setiap waktu akan berulang itu dan itu lagi.”
Untuk memenuhi forumnya ia harus sering mencari materi. Dan ini bukan berarti ia hidup dari jaman ke jaman, melainkan tulisannya saja yang terjadi di berbagai jaman. Dan kelakuan muslim ia lihat itu-itu saja.

“Mencari sambil melawan, melawan sambil tertawa.”
Browsing sambil membuat status facebook diantara teman-teman muslim, status-statusnya terus menekan.

“Di bekas negara kita, berdiri lagi sebuah negara. Negara di dalam negara dan pemimpinnya bukan keturunan Pajajaran.”
Maksudnya itu Indonesia. ‘Negara di dalam negara’ karena ini kan tanah Pajajaran. Sedang di Jawa Timur tanah Majapahit. Tak dianggap negara yang sah oleh Prabu Siliwangi, dan pemimpinnya pun bukan putra beliau.

“Lalu akan ada penguasa penguasa yang mendirikan benteng yang tidak boleh dibuka, yang mendirikan pintu yang tidak boleh ditutup, membuat pancuran ditengah jalan, memelihara elang dipohon beringin. Pada saat itu datang pemuda berjanggut, datangnya memakai baju serba hitam sambil menyandang tas tua.”
Di jaman Suharto lalu muncul saya, yang sering berjanggut tipis. Memakai pakaian serba hitam, menyandang ransel tua.

“Membangunkan semua yang salah arah, mengingatkan pada yang lupa, tapi tidak dianggap. Karena pintar kebelinger, maunya menang sendiri. Mereka tidak sadar, langit sudah memerah, asap mengepul dari perapian. Alih-alih dianggap, pemuda berjanggut ditangkap dimasukan kepenjara.”
Setelah saya memberi peringatan mereka tak menggubrisnya. Mereka tidak sadar saya sudah lama berlatih. Dan sering damati oleh dewa-dewi.

“Nanti, saat munculnya anak gembala! Di situ akan banyak huru-hara yang bermula di satu daerah semakin lama semakin besar meluas di seluruh negara. yang tidak tahu menjadi gila dan ikut-ikutan menyerobot dan bertengkar.”
Saat anak gembala membuka forum untuk pertamakalinya, Indonesia lalu mulai ribut, yang bermula di satu daerah, lalu meluas ke seluruh Indonesia.

“Yang bertengkar lalu terdiam dan sadar ternyata mereka memperebutkan pepesan kosong, sebab tanah sudah habis oleh mereka yang punya uang. Para penguasa lalu menyusup, yang bertengkar ketakutan, ketakutan kehilangan negara, lalu mereka mencari anak gembala.”
Orang indonesia akhirnya capek, lalu mereka beralih berpikir bagaimana membangun negeri. Untuk itu mereka mencari anak gembala untuk menjadi pasangan presiden mereka.

“Semua mencari tumbal, tapi anak gembala sudah tidak ada, sudah pergi bersama pemuda berjanggut, pergi membuka lahan baru di Lebak Cawéné! Yang ditemui hanya gagak yang berkoar di dahan mati.”
Semua ingin wahyu keprabon, tapi anak gembala sudah memilih pemuda berjanggut. Mereka akhirnya lenyap disedot UFO. Sedang orang Indonesia mendapat orang biasa.

“Dengarkan! jaman akan berganti lagi, tapi nanti, Setelah Gunung Gede meletus, disusul oleh tujuh gunung. Ribut lagi seluruh bumi. Orang sunda dipanggil-panggil, orang sunda memaafkan. Baik lagi semuanya.”
Setelah selesai goro-goro, Satria Pinandhita dan Ratu Adil diturunkan disatu tempat di Jawa, dan membangun negeri. Tri Budi Dharma dipanggil-panggil, Tri Budi Dharma memaafkan. Baik lagi semuanya.

“Negara-negara bersatu kembali. Pajajaran-Majapahit jaya lagi, sebab berdiri ratu adil, ratu adil yang sejati. Tapi ratu siapa? Darimana asalnya sang ratu? Nanti juga kalian akan tahu. Sekarang, cari oleh kalian anak gembala.”
Satria Pinandhita mengambil lagi seluruh tanah negara, lalu berdirilah ratu adil yang terdiri dari Tri Budi Dharma, Panji Trisula, 5 anak gembala, Prabu Siliwangi III, Prabu Brawijaya V, dan Sabdo Palon serta Naya Genggong. Tapi sebelumnya resi-resi Pajajaran memilihkan 5 orang yang disebut anak gembala. Mengumpulkannya itu repot, karena harus menunggu mereka sama-sama mudanya di jaman ini (karena yang dipilih orang top semua), karena itulah lama sekali baru dimulai revolusi ini.
Last edited by Satria_Pinandhita on Fri Jul 29, 2011 3:19 pm, edited 2 times in total.
User avatar
Satria_Pinandhita
 
Posts: 12
Joined: Sat Jul 09, 2011 3:04 pm

Re: Ratu Adil Satria Pinandhita

Postby Satria_Pinandhita » Mon Jul 11, 2011 2:47 pm

21 syarat seseorang dianggap umum sebagai SP:
1. Punya dua saudara, satu pria dan satu wanita. (sumber serat kalatida dan serat centini).
2. Kelahirankembali Parikshit (sumber serat yasadipura).
3. Pantang jika diberi (sumber “pantang jika diberi”. Solusinya pemberian itu harus sebagai upeti).
4. Pembunuh berdarah dingin (sumber “yang membangkang musnah satu keluarga”)
5. Berasal dari luar jawa (sumber “tekane sing prahu kenthir” – serat centhini, dan “menyambut sabdo palon dari tanah sebrang membawa asuhannya” – serat sabdo palon).
6. Yatim piatu (sumber “yatim piatu”)
7. Kafir (sumber “itulah asuhannya sabdo palon”)
8. Rumah di sebuah kota kecil di jatim di kaki gunung lawu (“rumahnya dekat …”)
9. Reinkarnasi Shiva (sumber “ada dewa ngejawantah”)
10. Tanah kelahiran adalah mekkah (sumber “Bumi Mekah dennya lair”)
11. Keturunan wali (sumber “prabu tusing waliyullah”)
12. Misi mengganti agama (sumber “Ngrasuka agama Islam, kulo gantos kang agami. Gama Buda kulo sebar tanah jawi. Sinten tan purun nganggeya, Yekti kula rusak sami, Sun sajeken putu kula, Berkasakan rupi-rupi”)
13. Suka mengganggu (sumber “senenge anggodha anjejaluk cara nistha”)
14. Tiap dibantah, yang membantah dimusnahkan (sumber “sing mbregendhul mesti mati ora tuwo enom padha dene bayi”)
15. Saat muncul langsung ribut hingga meluas satu nusantara (sumber “Engké, mun geus témbong budak angon! Ti dinya loba nu ribut, ti dapur laju salembur, ti lembur jadi sanagara. Temah peperangan agung, rurusuh mratah sabumi mungsuhe datan karuwan, polahe jalma keha sami, kadi gabah den interan, montang-manting rebut urip. Papati atumpuk undhung,desa-desa morat marit, kutha-kutha karusakan”).
16. Berwajah sawomatang dan seperti anak-anak (sumber “berwajah krishna”).
17. Berwatak mudah marah (sumber “berwatak baladewa”).
18. Supersakti (sumber “aja gumun, aja ngungun”).
19. Keturunan Ali (sumber hadist)
20. Berasal dari kalangan miskin (sumber “bergelar ratu amisan” – musarar jayabaya).
21. Bersenjata Trishula Vedha (sumber “bersenjata trisula veda, itulah senjata pemberian dewa”).

3 faktor yang menjadikan seseorang sebagai SP:
1. Ia kelahirankembali Kian Santang (“cari kian santang, ia mengingatkan benarsalah”, “muncul pemuda berjanggut mengingatkan benarsalah”, “pemuda berjanggut pergi dengan pemudi gembala membangun negara baru di Lebak Cawene”).
2. Ia kelahirankembali Jesus (“saya mencari anak bermata satu” – sabdo palon. jesus kelahiran horus bermata satu dan masih bermata satu).
3. Ia kelahirankembali Parikshit (“tukule parikesit tan busana narendra. ing akhir zaman madeg raja parikesit”).

Asal SP:
Suku Bani Tamim (Arab yang sudah bercampur Sunda dan Aceh). (semua putra jawa bukan SP). Suku Tamim dan Suku Bani Tamim itu beda.

Istana SP:
Alas Ketonggo.

Istana ke-2 SP:
Mekkah.

Rumah SP dan Ratu Adil:
Jawa Barat.

Kota SP:
Yogyakarta.

3 faktor yang sudah mengkafirkan SP:
- “Gak suka agama islam, saya ganti agama itu nanti” – Sabdo Palon.
- “Permisi dulu Sang Prabu, saya mau cari anak bermata satu” – Sabdo Palon.
- “Itulah asuhannya Sabdo Palon” – Jayabaya.

Kesaktian SP, Aji Gatotkaca Sejuta:
1. Anima: To become small as an atom.
2. Mahima: To be immensely large.
3. Laghima: To have no weight.
4. Garima: To be very heavy.
5. Prapti: To be transported anywhere.
6. Prakamya: To see one’s wishes fulfilled.
7. Vashitvam: To control all creatures and elements.
8. Ishitvam: Lordship.

Istri SP ada 5‎:
1. Ratu Sheba (anak gembala): Menghimpun siluman (wahyu keprabon).
2. Ratu Citrawati: Membuat jadi Satria Pinandhita.
3. Ratu Maria Magdalena (Parvati): Membuat berkuasa.
4. Ratu Pugerwangi: Membuat terang wajah.
5. Ratu Dara Pethak dan Dara Jingga: Membuat pikiran terang dan kuat.

Selir SP ada 800:
Datang satu-persatu selama 1000 tahun pemerintahannya.

7 Nama SP:
1. Pemuda Berjanggut.
2. Pemuda Tamim.
3. Jesus.
4. Satria Piningit.
5. Man from The East.
6. Ratu Adil.
7. Imam Mahdi.

Sirullah:
1. Dewi Anggraini
2. Nyi Blorong
3. Syaikh Siti Jenar, Sunan Kalijaga, Sunan Bonang
4. Ajisaka
5. Rishi Drona
6. Rishi Vyasa
7. Mahavatar Babaji Nagaraj
8. Ratu Laut Selatan
9. Yang Mulia Gotamabuddha
10. Shiva, Brahma, Vishnu, 8 Dewa-Dewi, Sabdo Palon dan Naya Genggong


Note: Jesus, Parikshit, Kian Santang bukan terbagi menjadi tiga orang. Tapi adalah satu orang, yaitu Tri Budi Dharma. Saya sudah banyak saksi, bukti, dan pengalaman pribadi bahwa saya adalah ketiganya.
Last edited by Satria_Pinandhita on Fri Jul 29, 2011 3:21 pm, edited 3 times in total.
User avatar
Satria_Pinandhita
 
Posts: 12
Joined: Sat Jul 09, 2011 3:04 pm

Re: Ratu Adil Satria Pinandhita

Postby walet » Mon Jul 11, 2011 11:52 pm

Muhammad gak ada tapi kok Mekah ada?
walet
 
Posts: 5973
Images: 16
Joined: Wed Feb 11, 2009 4:52 am

Re: Ratu Adil Satria Pinandhita

Postby Satria_Pinandhita » Tue Jul 12, 2011 4:05 pm

walet wrote:Muhammad gak ada tapi kok Mekah ada?

Muhammad akan muncul lagi di Arab. Tapi bukan untuk memperbarui islam, karena gak mungkin dalam saat bersamaan turun dua wahyu untuk dua agama kecuali yang satu adalah setan. Melainkan cuma sebagai pemimpin politik saja. Muhammad akan menggabungkan negara-negara (sumber buku "dialog dengan jin muslim" karya muhammad isa dawud), begitupula Jesus. Sehingga bumi cuma punya 2 negara, lalu akhinya satu saja.
Setelah Jesus mengalahkan dajjal, Muhammad lalu mati (kemunculan cuma 6 tahun menurut ramalannya sendiri di hadis), disaat itulah Ratu Adil Satria Pinandhita punya 2 istana. Satu di alas ketonggo, satu lagi di mekkah.
“Al-Hasyimi akan menyerahkan kekhalifahan (selepas kematian Imam Mahdi) kepada Isa bin Maryam AS.” - hadist.
http://manojavah.wordpress.com/2011/05/ ... mam-mahdi/

So it is real possibility my friends that October 28, 2011 is going to herald two things:
1. The return of the Feathered Serpent (Annunaki)
2. A massive world cataclysm like:
- A staged alien invasion will occur, forcing all nations, religions, and cultures to give up separate identities and unite under the United Nations/Illuminati/Global Government.
- A New World Religion will be introduced and enforced upon all people. This religion will have the God/Goddess, hence the Second Coming of Christ.
- Christ will be sent to Earth, proclaiming the New World Order and his New Holy Empire.
- All money and assets will belong to the New Earth Empire.
- The Dome of the Rock Mosque will be destroyed and the Temple of Solomon will be rebuilt there. The Ark of the Covenant will be relocated there.
- Atlantean technology will be revealed and exploited.
- Earth will become the center of a tyrannical Empire that will fan out amongst the stars and universes, continuing the conquer and assimilate agenda.
http://prabuparikshit.wordpress.com/201 ... tzalcoatl/
User avatar
Satria_Pinandhita
 
Posts: 12
Joined: Sat Jul 09, 2011 3:04 pm

Re: Ratu Adil Satria Pinandhita

Postby saia » Tue Jul 19, 2011 2:51 am

:stun:
:lol: :rolling: :lol: :rolling: :lol:
saia
 
Posts: 1355
Joined: Mon Oct 05, 2009 2:50 am
Location: Di seberang ka'bah mengamati kerumunan manusia dungu

Re: Ratu Adil Satria Pinandhita

Postby wisnuwisnu » Wed Jul 27, 2011 2:02 pm

@Satria, Anda menulis:

Satria_Pinandhita wrote:Note: Jesus, Parikshit, Kian Santang bukan terbagi menjadi tiga orang. Tapi adalah satu orang, yaitu Tri Budi Dharma. Saya sudah banyak saksi, bukti, dan pengalaman pribadi bahwa saya adalah ketiganya.


Bisa dijelaskan bukti dan saksinya? terima kasih sebelumnya.
User avatar
wisnuwisnu
 
Posts: 182
Joined: Fri Apr 29, 2011 8:58 am

Re: Ratu Adil Satria Pinandhita

Postby Satria_Pinandhita » Fri Jul 29, 2011 3:27 pm

wisnuwisnu wrote:@Satria, Anda menulis:
Bisa dijelaskan bukti dan saksinya? terima kasih sebelumnya.


Itu cuma untuk orang yang bertemumuka langsung dengan saya.
User avatar
Satria_Pinandhita
 
Posts: 12
Joined: Sat Jul 09, 2011 3:04 pm

Re: Ratu Adil Satria Pinandhita

Postby saia » Fri Jul 29, 2011 8:19 pm

wisnuwisnu wrote:
@Satria, Anda menulis:
Bisa dijelaskan bukti dan saksinya? terima kasih sebelumnya.


Satria_Pinandhita wrote:
Itu cuma untuk orang yang bertemumuka langsung dengan saya.

:stun:
:rolling: :lol: :rolling: :lol:
saia
 
Posts: 1355
Joined: Mon Oct 05, 2009 2:50 am
Location: Di seberang ka'bah mengamati kerumunan manusia dungu


Return to Budaya & Sospol



Who is online

Users browsing this forum: No registered users