Page 2 of 2

Re: Asal usul manusia pertama di muka bumi

PostPosted: Mon Dec 30, 2013 2:52 am
by hayamwuruk
dari blog yng lain lagi,

Bramahjala sutta

demikianlah pada suatu waktu yang lampau, ketika berakhirnya suatu massa yang lama sekali, bumi ini mulai berevolusi dalam pembentukan, ketika hal ini terjadi alam brahma kelihatan dan masih kosong. ada makhluk dari alam dewa Abhassara yang masih hidup atau pahala karmanya baik untuk hidup dialam itu telah habis. ia meninggal dari alam abhassara itu dan terlahir dialam brahma. disini, ia hidup ditunjang oleh pula kekuatan pikiranya diliputi kegiuran, dengan tubuh yang bercahaya dan melayang-layang diangkasa, hidup diliputi kemegahan, ia hidup demikian dengan masa yang lama sekali.
karena terlalu lama hidup sendirian di situ, maka dalam dirinya munculah ketidak puasan, juga muncul suatu keinginan," oh, semoga ada makhluk lain yang datang dan hidup bersama saya di sini."
pada saat itu ada makhluk lain yang disebabkan oleh massa usianya atau pahala karmanya telah habis, mereka meninggalkan alam abhassara dan terlahir kembali dialam brahma sebagai pengikutnya. tetapi banyak hal yang sama dengan dia. Para bhikku, berdasarkan itu, maka makhluk pertama yang terlahir di alam brahma berpendapat," saya brahma, maha brahma, maha agung, maha kuasa, maha tahu, penguasa, tuan dari semua, pembuat, pencipta, maha tinggi, penentu tempat bagi semua makhluk, asal mula kehidupan, Bapa dari ada yang telah ada dan yang akan ada. semua makhluk adalah ciptaanku." mengapa demikian, baru saja saya berpikir, semoga mereka datang dan berdasarkan pada keinginanku itu maka makhluk2 itu muncul.
makhluk2 itu pun berpikir," dia brahma, maha brahma, maha agung, maha kuasa, maha tahu, penguasa, tuan dari semua pembuat, pencipta, maha tinggi, penentu tempat bagi semua mahkluk, asal mula kehidupan, bapa yang ada dan yang akan ada, kita semua adalah ciptaanya. mengapa ? setahu kita, dialah yang dulu berada disini sedangkan kita muncul sesudahnya."

para bhikkhu, dalam hal ini makhluk yang pertama yang di situ memiliki usia yang lebih panjang, lebih mulia, lebih berkuasa dari makhluk2 yang datang sesudahnya. para bhikkhu, selanjutnya ada beberapa mahkluk yang meninggal di alam tersebut dan lahir ke alam bumi. setelah berada dibumi ia meninggalkan kehidupan berumah tangga dan menjadi pertapa. maka dengan semangat, tekad, waspada dan kesungguhan meditasi, pikiranya terpusat, batinya menjadi tenang, dan memiliki kemampuan untuk mengingat kembali 1 kehidupan yang lampau, tetapi tak lebih dari itu.

mereka berkata," dia brahma, maha brahma, maha agung, maha kuasa, pengiuasa, tuan dari semua, pembuat, pencipta, maha tinggi, penentu tempat bagi semua mahkluk, asal mula kehidupan, Bapa dari yang ada dan yang telah ada, dialah yang menciptakan kami, ia akan tetap kekal selamanya.
tetapi kamu yang diciptakan akan datang kesini dan tidak kekal, berubah dan memiliki usia yang terbatas."

*******************************************************

"jadi, karena ciptaan seorg Tuhan yang maha tinggi, maka manusia akan menjadi pembunuh, pencuri, penjahat, pembohong, pemfitnah, pembual, pencemburu, pendendam dan orang keras kepala. oleh sebab itu, bagi mereka yang berpandangan bahwa segala sesuatu adalah ciptaan seorg Tuhan, maka mereka tidak akan lagi mempunyai keinginan, ikhtiar ataupun keperluan untuk melakukan suatu perubahan, ataupun untuk menghindari dari perbuatan lain ( majjhima nikaya ii, sutta no. 101 )

*******************************************************

dalam devadata sutta, Sang Buddha mengatakan. oh para bhkkhu, bila semua makhluk mengalami susah dan senang semata mata atas kehendak seorg TUHAN pencipta, maka bisa dikatakan para petapa yang tidak berpakaian ini telah pula diciptakan oelh seorg Tuhan yg keji/kejam ( papakena issarena ), karena mereka mengalami penderitaan yang luar biasa.

dalam kevaddha sutta, digambarkan percakapan seorg bhikkhu dgn maha brahma atau sang pencipta tersebut. alasan sang bhikku pergi menemui maha brahma karena ingin menanyakan sesuatu kepadanya. ketika ditanya, kemanakah ke-4 elemen dasar ( tanah, air, api dan udara ) itu akan berakhir musnah ? sang brahma yg tidak mengetahui, jawabnya berusaha mengelak dgn terus menerus mengelaknya," akulah brahma, maha brahma, tuhan tertinggi, yang tak terkalahkan, yang utama, yang menang, Sang Penguasa, Ayah dari semua mahkluk yg telah ada atau yang ada,"

namun setelah didesak sebanyak 3 kali berturut-turut untuk memberikan jawaban yang relavan, maha brahma akhirnya berterus terang bahwa ia tidak mengetahui sama sekali. nasehat kepada sang bhkkhu adalah," berbaliklah, oh saudaraku, setelah kau menghampiri Sang Buddha, tanyakanlah pertanyaan itu kepadaNya, dan setelah Sang Buddha memberikan penjelasan, percayalah KepadaNya.

****************************************************

dalam bhuridatta jataka ( no. 543 ) Sang Bodhisatva dalam 1 kisah kehidupan lampau Sidharta Goutama tersebut mempertanyakan, apakah ada rasa keadailan yang dapat diberikan oleh Tuhan Pencipta tersebut diatas. katanya, bila Sang Pencipta seluruh dunia dan semua makhluk hidup didalamnya, yg dipanggil dgn sebutan Tuhan, benar2 adalah TUHAN, mengapa ia mendatangkan penderitaan bukan kedamaian? bila Sang Pencipta seluruh dunia dan semua makhluk hidup didalamnya ini
yang dipanggil sebutan Tuhan, benar2 adalah Tuhan, mengapa terjadi penipuan, kebohongan dan kebodohan? dan mengapa ia menciptakan ketidak adilan ?
bila Sang Pencipta seluruh dunia dan semua makhluk hidup didalamnya ini, yang dipanggil dgn sebutan Tuhan, benar2 adalah Tuhan, maka ia adalah RAJA KEJAHATAN, karena walaupun ia tahu apa yang benar ia membiarkan yang salah terjadi

***************************************************

terakhir, dalam mahabodhi jataka ( no.528 ) setelah menolak teori ttg Tuhan Pencipta, Sang Bodhisatva dalam kisah mengatakan, bila ada Sang Kuasa yg dapat mendatangkan bagi setiap makhluk Ciptaan-Nya kebahagia ataupun penderitaan, perbuatan baik maupun jahat, maka yang Maha Kuasa itu diliputi dosa, sedangkan manusia hanya menjalankan perintah-Nya saja.

dari blog yng lain lagi,
Mirror
Faithfreedom forum static

Re: Asal usul manusia pertama di muka bumi

PostPosted: Mon Dec 30, 2013 3:04 am
by hayamwuruk
masih ada beberapa kisah lain yg juga menjelaskan beberapa pandangan salah brahma.

meskipun beberapa brahma(tuhan) berpandangan salah yg menganggap diri mereka maha pencipta, namun juga ada beberapa brahma yg yg sudah tercerahkan, diantaranya brahma sahampati.

Brahma Sahampati, salah satu dari sekian banyak brahma yg dikenal sebagai Penguasa dunia, segera turun dari Brahmaloka sesaat setelah Buddha sedang merenung "dhamma begitu halus dan dalam, akan sulit bagi manusia biasa memahaminya".
Setelah memberi hormat kepada Buddha, Brahma Sahampati berkata kepada Sang Buddha :
“Semoga Sang Tathagata, demi belas kasihan kepada para manusia, berkenan mengajarkan Dhamma. Dalam dunia ini terdapat juga orang-orang yang sedikit dihinggapi kekotoran batin dan mudah dapat mengerti Dhamma yang akan diajarkan.”

inilah salah satu brahma yg memiliki welas asih kepada mahluk2. jadi tidak semua tuhan (brahma) itu berpandangan salah.

di beberapa literatur disebutkan brahma sahampati adalah mahluk suci anagami (yg tak terlahirkan lagi)

di indonesia para brahma tidak dikenal sebagai tuhan sehingga itu sebabnya tidak banyak yg mengetahui kalau tuhan di india disebut brahma. namun ada satu hal yg mungkin tidak banyak diketahui orang indonesia khususnya umat buddha di indonesia adalah, kita sering menyebut alam baka, dan baka ini di dalam kitab tipitaka adalah salah satu nama brahma yg disebut brahma baka.
HUT nya tuhan tanggal 9 November, hanya turun setahun sekali, pada tanggal tersebut....

Asal usul manusia pertama di muka bumi
Mirror
Faithfreedom forum static

Re: Asal usul manusia pertama di muka bumi

PostPosted: Mon Dec 30, 2013 3:10 am
by hayamwuruk
dari blog luar negeri

In Buddha's days there were many many different teachings, one popular one was Brahmanism. In fact the Brahma was still worshipped nowadays. Brahma was known to be "The Supreme One, the All-mighty, the All-seeing, the Ruler, the Lord of all, the Maker, the Creator, the Chief of All".

In Buddhism, the Mahabrahma resides in the 1st Jhana plane, the first plane among the 8 jhanic planes. There were higher realms above where he lives that he was unaware of, and above it all, beyond the 8 Jhanic planes and all Samsaric planes, is Nirvana. Nevertheless all the devas below the 1st Jhana planes considered him as the Creator God. Buddha did not suscribed to the belief of such a notion that the Universe and its Inhabitants were the Creation of the Mahabrahma. He met with the Brahma, asked him questions which he could not answer. Eventually he has took refuge in the Buddha, Dharma, Sangha.

The Buddha was also known to have said this,

If the creator of the world entire
They call God, of every being be the Lord
Why does he order such misfortune
If the creator of the world entire
They call God, of every being be the Lord
Why prevail deceit, lies and ignorance
And he such inequity and injustice create?
If the creator of the world entire
They call God, of every being be the Lord
Then an evil master is he, (O Aritta)
Knowing what's right did let wrong prevail!

When the previous universe was destroyed and this universe was formed, the Mahabrahma was first to be reborned. Other subsequent brahmas/devas were to be reborned.

'On this, brethren, the one who was first reborn thinks thus to himself: " I am Brahmà, the Great Brahmà, the Supreme One, the Mighty, the All-seeing, the Ruler, the Lord of all, the Maker, the Creator, the Chief of all, appointing to each his place, the Ancient of days the Father of all that are and are to be. 'These other beings are of my creation. And why is that so ? A while ago I thought, 'Would that they might come!' And on my mental aspiration, behold the beings came." DN 1 2:5

In reality, the universe works by the law of Karma and he has no control over the system of karma.

The Venerable Ledi Sayadaw, a highly renowned Myanmar scholar-monk of the first part of this century, gave a careful analysis of the powers of Maha Brahma in his Niyama Dipani (MB pp. 138-39). He states that although Maha Brahma can perform all sorts of transformations, he cannot actually create independent creatures, change the kammic law of cause and effect, or keep anyone from growing old or dying. Brahma can use his special powers to transport a man to the brahma plane for a short visit, but he cannot ensure that someone will be reborn there.

from http://www.jenchen.org.sg/vol5no3f.htm:

When he came to know about Sakyamuni Buddha in the human world who speaks of the universal truth, he was curious and arrived at the human world with the intention to debate with the Buddha. The Buddha, with his ability to know another's mind, knew his intention and asked, "You claim to be the creator of the human race and all things in the universe, is this a fact?"

The king replied, "Yes, it is."

Buddha continued to question him, "Since you created life, why did you also create death? Is death created by you too?"

The king paused for while, and thinking that everyone loves life and nobody welcomes death, he replied, "I did not create death."

Buddha asked him again, "All human beings experience sickness, did you create sickness also?" The king knew that nobody likes to be ill, and he replied, "I did not create illness."

Buddha asked many questions in succession, but the king denied that he created them. Eventually, he admitted that he did not create the universe and all things in it, and certainly not the human race. The king of heavens was full of regrets and he felt ashamed. Finally, he accepted Buddha as his teacher and invited Him to spread the Dharma in the heavens.

Asal usul manusia pertama di muka bumi
Mirror
Faithfreedom forum static