.

SAATNYA MANUSIA MERDEKA SELAMANYA

SAATNYA MANUSIA MERDEKA SELAMANYA

Postby 93_Aeon » Wed Feb 16, 2011 10:50 pm

Do What Thou Wilt Shall be The Whole of The Law,

Saya sudah lama mencari-cari tentang kebenaran dalam pencarian spiritual saya.

Menurut saya, manusia sudah sepantasnya mendapatkan kebebasan, asal dia berbuat secara bertanggung jawab.

Saya menemukan sebuah teks yang dapat merangkum maksud dari yang akan saya bicarakan:

LIBER OZ SUB FIGURA LXXVII

The law of the strong: this is our law and the joy of the world.

Do what thou wilt shall be the whole of the Law.

Thou hast no right but to do thy will. Do that, and no other shall say nay.

Every man and every woman is a star.

There is no god but man.

Man has the right to live by his own law—
to live in the way that he wills to do:
to work as he will:
to play as he will:
to rest as he will:
to die when and how he will.

Man has the right to eat what he will:
to drink what he will:
to dwell where he will:
to move as he will on the face of the earth.

Man has the right to think what he will:
to speak what he will:
to write what he will:
to draw, paint, carve, etch, mould, build as he will:
to dress as he will.

Man has the right to love as he will—

Man has the right to kill those who would thwart these rights.

The slaves shall serve.

Love is the law, love under will.


Akan saya coba jelaskan pada anda poin per poinnya.

The law of the strong: this is our law and the joy of the world.

Kita semua punya kekuatan asal kita memiliki keinginan (Will) untuk melakukannya. Pertanyaannya sekarang adalah, sadarkah Anda bahwa Anda mampu? Sadarkah Anda akan kekuatan Anda? Bila tidak, Anda masih punya mental pengikut, dan Anda tidak perlu baca thread ini. Kebenaran masih jauh dari Anda karena anda belum mampu menyadari kemampuan dan kekuatan Anda untuk berkehendak bebas.

Do what thou wilt shall be the whole of the Law.

Saya yakin setiap orang punya kebebasan bertindak bagi tiap orang untuk melakukan tujuan hidupnya sebebas-bebasnya dan seluas-luasnya, tergantung juga dengan situasi dan kondisi lingkungan manusianya orang tersebut. Namun, asal tanpa aral melintang, seseorang pasti bisa melaksanakan tujuan hidupnya, apapun itu.

"Thou hast no right but to do thy will. Do that, and no other shall say nay."

Setiap orang sebaiknya diizinkan untuk melakukan apapun yang mereka inginkan selama mereka tidak menyakiti orang lain, dan ini merupakan prinsip yang sangat umum. Jika prinsip ini diadopsi sebagai dasar konstitusional bagi hukum pidana, penindasan negara akan berakhir hanya dalam semalam (sangat mungkin terjadi).

Orang-orang yang mengatakan sebaliknya biasanya adalah mereka yang bekerja atau ingin bekerja sebagai parasit "penegak hukum" profesi yang mendapat manfaat dari upaya pemerintah untuk me-micromanage setiap orang.

Every man and every woman is a star.

Masing-masing bintang punya orbit sendiri-sendiri, memiliki jalan masing-masing yang unik. Masing-masing orang berhak untuk mengikuti jalannya tanpa gangguan selama mereka tidak mencoba untuk mengganggu orang/pihak lain.

There is no god but man.

Alam semesta bukanlah suatu kediktatoran. Mematuhi atau tidak mematuhi perintah otoritas yang berkuasa atas manusia (contoh: agama, negara) tidak akan berpengaruh atas apa yang terjadi ketika Anda mati, terlepas dari cap yang mereka tempelkan pada Anda nantinya. Tesis sentral dari pemujaan monoteistik adalahbahwa alam semesta adalah suatu kediktatoran, bahwa semua kuat Ilahi berdiri dengan sepasukan malaikat untuk menegakkan suatu perintah dan larangan yang mutlak dan menciptakan banyak pertikaian saja. Inilah sebabnya mengapa lembaga agama monoteistik, meskipun selalu memberitakan kebebasan, perdamaian dan cinta, tidak menghasilkan apa-apa kecuali perang dan penindasan setiap kali diberikan kontrol atas suatu negara.

Saya mencoba menggunakan analogi tentang siklus reinkarnatif kelahiran dan kematian. Sebuah "keadilan akhirat" adalah sangat mungkin dan lebih sederhana untuk diterima. Kita saat ini tinggal di api penyucian, sebuah dunia di mana mayoritas miskin mensubsidi gaya hidup minoritas kaya. Anda akan diperlakukan seperti Anda memperlakukan orang lain.

Anda akan dilahirkan kembali ke dunia yang Anda buat. Jika mayoritas tidak bekerja untuk membuat dunia yang lebih baik, Anda tidak akan dilahirkan ke dunia yang lebih baik. Jika aturan lama tidak berhenti, kita semua akan terlahir kembali di neraka.

Tapi kita juga bisa memiliki surga, jika kita bekerja sama untuk seluruh planet dengan saling menguntungkan. Berbeda dengan surga-surga agama-agama lain, surga yang ini bisa jadi kenyataan.

Man has the right to live by his own law—
to live in the way that he wills to do:
to work as he will:
to play as he will:
to rest as he will:
to die when and how he will.


Tiap orang bebas menentukan peraturan hidupnya sendiri, hidup mengikuti kebaikannya sendiri, menentukan segala sesuatunya sendiri. Sudah bukan saatnya manusia diperlakukan bagai anak kecil imbesil idiot yang harus selalu tunduk patuh pada perintah dan larangan. Sudah saatnya manusia menentukan dan memilih kesenangan dan kebahagiaan bagi dirinya sendiri.

Man has the right to eat what he will:
to drink what he will:
to dwell where he will:
to move as he will on the face of the earth.


Kebebasan untuk makan/minum. Yah, bebas makan dan minum apapun], asal seseorang tahu apa manfaat dan apa kerugiannya. Prinsipnya, "Neither excess nor abstinence", tidak berlebihan tapi juga tidak menolak (konsumsi).

Man has the right to think what he will:
to speak what he will:
to write what he will:
to draw, paint, carve, etch, mould, build as he will:
to dress as he will.


Saya rasa tidak perlu ada sensor sama sekali. Sensor dan pemberangusan hanya akan menyalahi kebebasan pribadi tiap orang untuk menjalankan kehendaknya saja.

Apakah melukis suatu lukisan dapat menghilangkan nyawa manusia?

Apakah memainkan satu piece dari karya Mozart sungguh-sungguh dapat menghilangkan nyawa manusia?

Saya yakin tidak akan begitu jadinya.

Apapun itu, selama tidak mengganggu orang lain, BOLEH dilakukan.

Dilarang melarang. Titik.

Man has the right to love as he will—

Cukup jelas, apapun boleh disenangi dan dicintai oleh seseorang. Tidak ada batasan apa yang sebaiknya dia cintai.

Man has the right to kill those who would thwart these rights.

Hak-hak Anda hanya akan berlaku jika Anda menghormati dan membela hak-hak tersebut selagi juga memperhatikan hak-hak orang lain.

The slaves shall serve.

Banyak yang salah menafsirkan ini sebagai mempromosikan elitisme, Anton LaVey adalah salah satu terburuk untuk hal ini. Budak-budak melayani karena mereka memang melakukannya, bukan karena mereka benar-benar harus. Mereka memilih untuk menjadi budak dengan tidak memilih untuk bebas. Mereka BERKEHENDAK (will) untuk melayani. Mereka bisa menjadi kuat jika mereka ingin. Jika budak berhenti melayani, tidak akan ada budak, jadi berhentilah melayani.

Love is the law, love under will.

Perhatikan setiap orang lain dan ingat bahwa mereka sama seperti Anda. Perlakukan mereka seperti Anda ingin diperlakukan sampai mereka melakukan sesuatu yang buruk kepada Anda atau orang lain. Setiap orang layak diperlakukan dengan baik kecuali mereka tidak menunjukkan kebaikan yang sama kepada orang lain.

---

Having said this, I admit that I am a Thelemite. I do accept the word of Liber AL vel Legis.

Welcome to the Aeon of Horus, my fellow men and women!

:goodman:

There is no other God to worship but YOU! YOU are your own master! You're free, as free as a good man, that is. :yawinkle:

It's time to dispose the old, unusable lightbulb of old religion and get it on with the Law of Thelema.

My mission is to bring everyone to the realization and enjoyment of his own sovereignty, and my apparent interference with you is nothing but a suggestion to live life freely and not suffering any interference."

As Crowley said, "Above us today hangs a danger never yet paralleled in history. We suppress the individual in more and more ways. We think in terms of the herd. War no longer kills soldiers; it kills all indiscriminately. Every new measure of the most democratic and autocratic governments is Communistic in essence. It is always restriction." "We are all treated as imbecile children. Dora, the Shops Act, the Motoring Laws, Sunday Suffocation, the Censorship-they won't trust us to cross the streets at will."
-Aleister Crowley, Book Of The Law, 1904
(It still rings true a hundred years later, only we're hemmed in even more.)

---

Love is The Law, Love under Will
User avatar
93_Aeon
 
Posts: 19
Joined: Sat Jan 29, 2011 10:15 pm

Re: SAATNYA MANUSIA MERDEKA SELAMANYA

Postby cendol » Tue Feb 22, 2011 12:27 pm

nice
User avatar
cendol
 
Posts: 1009
Joined: Tue Aug 03, 2010 10:04 pm
Location: Bermain Rudal Bersama 72 Bidadari


Return to Spiritualisme - Filsafat - Keyakinan Lain



Who is online

Users browsing this forum: No registered users