Page 3 of 4

Re: Filsafat Tentang Tuhan

PostPosted: Fri Oct 04, 2013 12:48 pm
by Kibou
The Satanic God wrote:Aslinya:

“Is God willing to prevent evil, but not able? Then he is not omnipotent.
Is he able, but not willing? Then he is malevolent.
Is he both able and willing? Then whence cometh evil?
Is he neither able nor willing? Then why call him God?”
-Epicurus


Is he both able and willing? Then whence cometh evil?

Simple answer: the free will of created creatures.

Re: Filsafat Tentang Tuhan

PostPosted: Sun Oct 27, 2013 2:46 am
by SegeN
The Satanic God wrote:Apakah Tuhan mau menghentikan kejahatan tetapi tidak mampu? Berarti Dia tidak maha kuasa
Apakah Tuhan mampu menghentikan kejahatan tetapi tidak mau? Berarti Dia pendengki
Apakah Tuhan mampu dan mau menghentikan kejahatan? Lantas darimana datangnya kejahatan?
Apakah Tuhan tidak mampu dan tidak mau menghentikan kejahatan? Maka mengapa memanggil-Nya Tuhan?


Saya coba menjawab sesuai keterbatasan pemikiran saya.
Saya jadi ingat salah satu kalimat yang diucapkan Knight Templar Balian dalam film Kingdom of Heaven (saat seorang uskup memprotes kebijakannya soal pembakaran jenazah tentara-tentara yang tewas dalam mempertahankan Tembok Yerusalem dari serangan Saladin); dikatakannya,

"... Tuhan pasti mengerti. Kalau Ia tidak mengerti, berarti Ia bukan Tuhan, dan kita tidak perlu khawatir..."

Apakah Tuhan mau menghentikan kejahatan tetapi tidak mampu?
Tuhan sangat mampu, dan ketika Ia benar-benar menginginkannya, Anda dan saya serta kita semua sudah binasa. Jangan pernah lupakan peristiwa Air Bah; atau menurut kita Air Bah hanya sebuah mitos? Bagaimana dengan Sodom dan Gomorah?
Apakah Tuhan mampu menghentikan kejahatan tetapi Ia tidak mau?
Yang tidak mau menghentikan kejahatan bukannya Tuhan, tapi Manusia. Misalkan: coba suruh para teroris dan para pasukan jihad menghentikan perbuatan teror mereka terhadap orang-orang tak berdosa. [-X Ini hanya salah satu contoh, lho. Yang lain bisa saudara-saudara cari sendiri.
Apakah Tuhan mampu dan mau menghentikan kejahatan? Lantas dari mana datangnya kejahatan?
Dari mata turun ke hati. Hehe... bercanda. :-"
Seorang anak kecil tidak diajari cara berbohong, kan? Lantas mengapa ia bisa berbohong? Tidak jujur adalah suatu kejahatan yang tidak perlu diajarkan. Ia tumbuh dengan sendirinya dalam diri kita. Ini contoh kecil saja, dimana jika ada yang bertanya dari mana datangnya kejahatan, jawabannya tidak dari mana-mana. Ia sudah ada dengan sendirinya bak bibit di dalam diri Manusia sejak jatuh ke dalam dosa. Siapa yang menanamnya? Saya percaya bukan Tuhan, tetapi Iblis yang menanamnya.
Apakah Tuhan tidak mampu dan tidak mau menghentikan kejahatan? Maka mengapa memanggil-Nya Tuhan?
Ini sudah saya jawab berdasarkan pertanyaan pertama dan kedua.

Lanjut...

Lantas apa hubungannya dengan kata-kata Balian di atas? Hubungannya, menurut saya, kata-kata Balian tersebut sudah mewakili semua yang dituliskan The Satanic God di atas.

Re: Filsafat Tentang Tuhan

PostPosted: Sun Oct 27, 2013 11:29 am
by gema
The Satanic God wrote:Terjemahan:

Apakah Tuhan mau menghentikan kejahatan tetapi tidak mampu? Berarti Dia tidak maha kuasa
Apakah Tuhan mampu menghentikan kejahatan tetapi tidak mau? Berarti Dia pendengki
Apakah Tuhan mampu dan mau menghentikan kejahatan? Lantas darimana datangnya kejahatan?
Apakah Tuhan tidak mampu dan tidak mau menghentikan kejahatan? Maka mengapa memanggil-Nya Tuhan?


Gini nih orang kalau sudah pakai konsep logikanya yang bermain dilingkunganya iman,
Kapolsek yang tidak mampu mengamankan kampung ente malah presidentnya lu suruh mundur. :green:

Re: Filsafat Tentang Tuhan

PostPosted: Tue Oct 29, 2013 12:02 pm
by rahimii
Banyak dari mereka yang disebut pemilik kebijaksanaan, menghabiskan banyak waktunya berkutat dengan pertanyaan ini. Meski terlihat canggih, apa yang disampaikan Epicurus sebenarnya memiliki lubang menganga dari sisi filosofis sehingga pertanyaan tersebut sebenarnya salah sasaran bila ditujukan kepada tuhan yang konsisten dan tidak berkontradiksi dalam atribut-atributnya.

Apakah evil atau kejahatan itu? Apakah ianya mempunyai maksud atau tujuan? Yang sering disalahartikan bahwa, kejahatan ini adalah sesuatu yang memiliki esensi secara material. Kejahatan tidak memiliki status secara ontologis karena ketiadaan entitas, komponen atau sifat yang dapat membuatnya eksis secara mandiri dalam realita. Supaya lebih jelas, mari kita lihat beberapa ilustrasi. Kita mengetahui benda bisa menjadi hangat atau dingin. Tapi dingin itu sendiri tidaklah eksis secara mandiri. Dingin adalah akibat ketiadaan panas. Ketika kita memindahkan energy panas dari sebuah system, kita mendapati ia akan berubah semakin dingin. Jadi dingin bukanlah materi. Dingin tidak bisa diciptakan. Dingin adalah sebuah situasi dimana panas menghilang. Panas adalah energy yang dapat diukur, sehingga ketika kita memindahkan panas, temperature bergerak turun. Kita menyebut kondisi ini sebagai “dingin” tetapi tidak benda “dingin” yang menyebabkan dingin itu sendiri.

Ilustrasi lain, lihatlah bayangan. Bayangan tidak eksis sebagai materi yang mandiri, karena bayangan hanya dapat tercipta bila ada cahaya yang dihambat (di block). Pun, demikian halnya dengan evil (kejahatan). Kejahatan bukanlah suatu gelembung besar yang menggantung di alam semesta yang sewaktu-waktu mengendap kedalam tubuh manusia dan menyebabkan kita berbuat jahat. Kejahatan adalah kondisi akibat ketiadaan kebaikan, bukan sebuah benda materi yang eksis secara mandiri. Kejahatan adalah pilihan-pilihan yang salah. Darimana asalnya kejahatan itu?

Dalam perspektif keyakinan ketuhanan saya, tidak seperti apa yang dipikirkan Epicurus dan islam katakan, kejahatan bukanlah penemuan atau ciptaan tuhan, meski tuhan mengetahui kejahatan itu akan datang. Pertama, kejahatan adalah bagian keniscayaan akibat adanya free will (kebebasan memilih) pada manusia. Manusia berdosa karena kita ingin melakukan dosa yang adalah kecenderungan dasar kita. Terjadinya kejahatan adalah resiko yang melekat akibat diberikannya free will pada manusia. Tuhan bisa saja menciptakan kita tanpa free will seperti mesin, tapi hal itu akan membuat kita berhenti jadi manusia. Ciptaan sepeti itu tidak bisa disebut “manusia”. Kita menggunakan kebebasan memilih tersebut dalam kerangka sifat dasar kita yang kemudian disebut sebagai “kejatuhan manusia kedalam dosa.” Inilah akar dari segala kejahatan dan penderitaan di dunia. Kitalah yang bertanggung jawab melahirkan kejahatan, bukan tuhan. Sehingga pertanyaan “Is he able, but not willing? Then he is malevolent” tidaklah relevan. Tuhan tentu sanggup menghancurkan kejahatan, tetapi dengan melakukan itu, akan membinasakan manusia yang adalah sumber kejahatan itu sendiri. Tuhan yang “maha” dalam segala atribut dan sifatnya, tidak bekerja membabi buta seperti itu (kecuali tuhan islam)

Kedua, berdasarkan logika masalah kejahatan oleh Epicurus diatas, mengasumsikan adalah mustahil tuhan dan kejahatan ada bersama-sama. Menurut logika tersebut jika tuhan ada, kejahatan seharusnya tidak ada. Jika kejahatan ada, maka tuhan tidak ada. Karena kejahatan ada, maka itu berarti tuhan tidak ada. Mengatakan kejahatan ada adalah pendapat moral dan pendapat moral akan tidak masuk akal bila keluar dari konteks dari sebuah standard moral. Kejahatan sebagai sebuah nilai pendapat, memiliki titik awal dari standard moral tersebut. Jika tidak ada standard moral, tidak ada titik awal. Standard moral atau titik awal ini adalah yang disebut Descartes sebagai sang sempurna, supreme being atau Tuhan. Jadi, alih-alih meniadakan tuhan, kejahatan justru membuktikan adanya Tuhan sang standard moral kebaikan, yang membuat kejahatan itu dapat dikatakan sebagai kejahatan.

Pertanyaan Epicurus diatas adalah pertanyaan apostolik yang sangat mengena terhadap konsep tuhan dalam islam.

Filsafat Tentang Tuhan
Mirror
Faithfreedom forum static

Re: Filsafat Tentang Tuhan

PostPosted: Tue Oct 29, 2013 2:26 pm
by Kibou
Sebagai argumen logika, formulasi Epicurus tersebut masih belum mencukupi.

Perhatikan premis-premisnya:

1. God is good and omnipotent.
2. There is evil in the world.

Sepertinya yang masih diperlukan oleh Epicurus adalah tambahan premis seperti:

3. Necessarily, if God is good and omnipotent, then there is no evil in the world.

Kebenaran premis no 3 tentu saja harus dibuktikan dulu oleh Epicurus, bukan hanya dengan beriman saja bahwa premis no 3 tersebut benar.

Re: Filsafat Tentang Tuhan

PostPosted: Tue Oct 29, 2013 3:32 pm
by rahimii
Kibou wrote:1. God is good and omnipotent.
2. There is evil in the world.
3. Necessarily, if God is good and omnipotent, then there is no evil in the world.


Kalau kita telaah lebih jauh, argumen diatas adalah pola silogisme yang mengurutkan logika dari premis diatasnya. Sama seperti bentuk ini :

1) God is the creator of everything that exists.
2) Evil exists.
3) Therefore, God is the creator of evil.

Masalahnya adalah, apakah silogisme tersebut lantas membuktikan tuhan adalah pencipta kejahatan? Masalah dari kedua contoh argumen diatas sama-sama ada pada premis kedua, bahwa kejahatan adalah "sesuatu" atau "thing" padahal kejahatan bukanlah "sesuatu" atau "thing" yang memiliki materi atau entitas yang mandiri. Kejahatan tidak memiliki eksistensi akan dirinya sendiri, ianya hanya eksis sebagai "parasit" dalam kebaikan. Kita bisa menjadi baik tanpa adanya kejahatan, tapi kita tidak bisa dikatakan jahat bila tidak ada kebaikan.

Re: Filsafat Tentang Tuhan

PostPosted: Tue Oct 29, 2013 3:43 pm
by Kibou
Kibou wrote:1. God is good and omnipotent.
2. There is evil in the world.
3. Necessarily, if God is good and omnipotent, then there is no evil in the world.


rahimii wrote:Kalau kita telaah lebih jauh, argumen diatas adalah pola silogisme yang mengurutkan logika dari premis diatasnya. Sama seperti bentuk ini :

1) God is the creator of everything that exists.
2) Evil exists.
3) Therefore, God is the creator of evil.

Masalahnya adalah, apakah silogisme tersebut lantas membuktikan tuhan adalah pencipta kejahatan? Masalah dari kedua contoh argumen diatas sama-sama ada pada premis kedua, bahwa kejahatan adalah "sesuatu" atau "thing" padahal kejahatan bukanlah "sesuatu" atau "thing" yang memiliki materi atau entitas yang mandiri. Kejahatan tidak memiliki eksistensi akan dirinya sendiri, ianya hanya eksis sebagai "parasit" dalam kebaikan. Kita bisa menjadi baik tanpa adanya kejahatan, tapi kita tidak bisa dikatakan jahat bila tidak ada kebaikan.


Premis nomor 1 juga sepertinya keliru Bro:

1) God is the creator of everything that exists.
2') God exists.
3') Therefore, God created Himself.

Tapi saya bisa menangkap maksud Bro rahimii mengenai sifat parasit dari "evil". Good discussion.

Re: Filsafat Tentang Tuhan

PostPosted: Tue Oct 29, 2013 5:06 pm
by rahimii
Kibou wrote:Premis nomor 1 juga sepertinya keliru Bro:

1) God is the creator of everything that exists.
2') God exists.
3') Therefore, God created Himself.


Benar bro..kita disini memang mendedahkan contoh argumen-argumen keliru dari theism opponents dalam upayanya menggugat eksistensi tuhan. Termasuk mengangkat isu eksistensi kejahatan sebagai pembuktian bahwa tuhan tidak ada.

Re: Filsafat Tentang Tuhan

PostPosted: Wed Feb 19, 2014 9:46 pm
by shara
The Satanic God wrote:Apakah Tuhan mau menghentikan kejahatan tetapi tidak mampu? Berarti Dia tidak maha kuasa
Apakah Tuhan mampu menghentikan kejahatan tetapi tidak mau? Berarti Dia pendengki
Apakah Tuhan mampu dan mau menghentikan kejahatan? Lantas darimana datangnya kejahatan?
Apakah Tuhan tidak mampu dan tidak mau menghentikan kejahatan? Maka mengapa memanggil-Nya Tuhan?


Mungkin Saya akan mencoba menjawab, Kepada Moderator, kiranya tulisan saya kurang berkenan atau tidak sesuai dengan aturan dalam Forum mohon dihapus. Mohon Bimbingan Moderator...Terima Kasih

Menurutku :

Mengapa ada Kejahatan ?
kejahatan merupakan salah satu sikap moral yang buruk yang dimiliki individu yang memiliki intelektual untuk melakukan tindakan yang sifatnya merugikan dirinya sendiri ataupun sekitarnya.

Mengapa Kejahatan dipisahkan dari manusia ?
Manusia serta semua makhluk hidup lainnya mampu/bisa melakukan tindakan yang sifatnya merugikan dirinya sendiri maupun lingkungan sekitarnya. Sisi lain, Manusia mempunyai intelektual yang cukup, hingga sadar akan resiko yang akan ia dapati. Manusia menggunakan kesadaran akan dampak buruk dari sikap tersebut sebagai tolak ukur untuk memisahkan sikap moral yang buruk dari manusia guna menghindari kerugian/kerusakan yang merugikan kehidupan.
Artinya (KEJAHATAN) bahwa manusia memilih tidak melakukan sesuatu hal yang sifatnya menimbulkan kerugian...

Jika Tuhan ada mengapa dia diam saja ?
MenurutKu bukan Tuhan sebagai PENANGGUNG JAWAB akan adanya kejahatan karena tidak ada kerugian yang akan dia tanggung atas tindakan yang telah dilakukannya, karena kejahatan cenderung berakibat kerugian bagi sipembuat kejahatan.

Kejahatan timbul karena ulah Tuhan?
Jika kejahatan ditimbul dari ulah Tuhan, lalu kerugian/konsekuensi apa yang akan dia tanggung ?
Justru karena ulah manusia hingga manusia harus menanggung resiko yang sangat berat mengakibatkan banyak kerugian bagi manusia itu sendiri. Kejahatan mempunyai sifat menghancurkan, jika Tuhan menciptakan kehidupan lalu mengapa dia menghancurkan kehidupan ? itu artinya sia-sia.

Apakah Tuhan mampu dan mau menghentikan kejahatan ?
Tuhan mampu menghentikan Kejahatan, salah satu hal yang dilakukan tuhan terhadap manusia dengan tidak melenyapkan manusia.

Lantas darimana datangnya Kejahatan ?
Kejahatan timbul karena adanya sikap moral manusia yang buruk hingga mengakibatkan kerugian yang mesti ditanggung manusia. Dijelaskan dalam ajaran Yahudi bahwa manusia lebih memilih hidup diluar kehendak allah yaitu dengan memakan buah pengetahuan(baik & buruk) dengan tujuan menjadi seperti Allah. Dengan demikian manusia harus menanggung derita karena kesalahan yang telah ia perbuat dengan hidup banyak resiko, salah satunya Maut.

Apakah Tuhan tidak mampu dan tidak mau menghentikan kejahatan? Maka mengapa memanggil-Nya Tuhan?
Jika Tuhan tidak mampu menghentikan kejahatan, mengapa Tuhan menciptakan manusia? Jika tuhan menghentikan artinya manusia akan turut lenyap maka sia-sia tuhan menciptakan manusia. Yang dikehendaki tuhan bagi manusia adalah agar manusia sadar akan dampak buruk yang ditimbulkan dari kejahatan, bukan dengan menjalani hukuman saja membuat manusia lepas dari kejahatan namun dengan membawa damai bagi manusia.

Re: Filsafat Tentang Tuhan

PostPosted: Wed Feb 19, 2014 11:57 pm
by fayhem_1
Kalo dalam islam,
Kejahatan berasal dari alohswt, karena alohswt sumber segala sesuatu
Aloh swt juga bersekutu dengan setan/iblis, dia merestui iblis untuk mengajak / menjerumuskan manusia berbuat jahat

Tapi selain menggunakan setan/iblis, aloh swt jg menggunakan tangannya sendiri. Karena kelahiran dan kematian manusia telah ditetapkan oleh alohswt.
Contohnya alohswt menetapkan bahwa si A mati dibunuh oleh si B, jadi otomatis alohswt menjadikan si B berbuat jahat, yakni membunuh si A.

Jadi point yg tepat bagi alohswt adalah :

Apakah Tuhan mampu menghentikan kejahatan tetapi tidak mau? Berarti Dia pendengki

Re: Filsafat Tentang Tuhan

PostPosted: Sat Mar 15, 2014 5:56 pm
by shara
fayhem_1 wrote:Kalo dalam islam,
Kejahatan berasal dari alohswt, karena alohswt sumber segala sesuatu
Aloh swt juga bersekutu dengan setan/iblis, dia merestui iblis untuk mengajak / menjerumuskan manusia berbuat jahat


Jika iblis direstui berbuat jahat oleh awloh WTS maka itu artinya iblis tidak mempunyai sifat jahat.
bahkan jika iblis tidak direstui menggoda manusia oleh awloh WTS maka iblis tidak akan pernah akan pernah disebut si jahat, sedangkan awloh WTS memiliki sifat jahat dalam dirinya sendiri dan itu digunakan pada manusia, lalu mengapa awloh WTS tidak mengunakan sifat jahatnya pada iblis...? itu artinya AWLOH WTS merupakan KARANGAN MANUSIA bermental PENIPU.

fayhem_1 wrote:Tapi selain menggunakan setan/iblis, aloh swt jg menggunakan tangannya sendiri. Karena kelahiran dan kematian manusia telah ditetapkan oleh alohswt.
Contohnya alohswt menetapkan bahwa si A mati dibunuh oleh si B, jadi otomatis alohswt menjadikan si B berbuat jahat, yakni membunuh si A.


Jika memang telah ditetapkan lalu mengapa memberi ujian pada manusia...???itu artinya AWLOH WTS merupakan KARANGAN MANUSIA bermental PENIPU.

fayhem_1 wrote:Jadi point yg tepat bagi alohswt adalah :

Apakah Tuhan mampu menghentikan kejahatan tetapi tidak mau? Berarti Dia pendengki


Sebuah ajaran yang jelas bertentangan dengan akal budi manusia. Sebuah ajaran yang dengan mudahnya menggunakan manusia sebagai objek sasaran dari kepuasan akan hal yang sia-sia. Sosok awloh WTS bukan sosok yang pantas & layak disebut sebagai sosok ilahi.

Re: Filsafat Tentang Tuhan

PostPosted: Mon Apr 14, 2014 6:51 pm
by Aksara
The Satanic God wrote:Terjemahan:

Apakah Tuhan mau menghentikan kejahatan tetapi tidak mampu? Berarti Dia tidak maha kuasa
Apakah Tuhan mampu menghentikan kejahatan tetapi tidak mau? Berarti Dia pendengki
Apakah Tuhan mampu dan mau menghentikan kejahatan? Lantas darimana datangnya kejahatan?
Apakah Tuhan tidak mampu dan tidak mau menghentikan kejahatan? Maka mengapa memanggil-Nya Tuhan?


Aslinya:

“Is God willing to prevent evil, but not able? Then he is not omnipotent.
Is he able, but not willing? Then he is malevolent.
Is he both able and willing? Then whence cometh evil?
Is he neither able nor willing? Then why call him God?”
-Epicurus


Filsafat, itu cara orang untuk menolong dirinya dengan cara sendiri, tidak mau tergantung pada siapapun termasuk Tuhan atau malaikat dll,
Sebagai contoh; Seekor monyet yang terjebak dalam rawa, dan terhisab makin dalam, dan mau mengangkat dirinya keatas dengan cara (filsafat mohnyet) menarik kumisnya dengan sepenuh tenaga keatas. Apa yang terjadi? paling kumisnya yang jebol kalau dirinya ya makin tenggelam. Ia (si mohnyet) akan selamat kalau ada "manusia" yang menolongnya dengan cara mengulurkan batang kayu untuk diraih si mohnyet itu. [-X

Kalau yang di ungkapkan Epicurus, itu mah cuman teriakan putus asa seseurang yang mau "medikte" Tuhan :-k dan anda mau percaya itu. Kecian dheh!! =;

Re: Filsafat Tentang Tuhan

PostPosted: Mon Apr 14, 2014 7:13 pm
by Aksara
Akukomkamu wrote:Roh itu cuman ada 2 , roh kebenaran dan roh kesalahan dan difinisinya sbb:
Roh Kebenaran : segala yg diperbuat selalu benar melulu...kalopun pernah salah itu cuman khilaf.
demikain juga ,
Roh Kesalahan : segala yg diperbuat selalu salah melulu...kalopun pernah benar itu cuman khilaf .



Peace... :lol:


Debat kusir, macem ILK :rolleyes:

Re: Filsafat Tentang Tuhan

PostPosted: Mon Apr 14, 2014 7:29 pm
by Aksara
anakiblis wrote:Menurut saya Tuhan itu memang ada, sebab kalo tidak ada Tuhan siapa yang menciptakan bumi?

Tapi saya menentang "sifat2" Tuhan. Itu hanya karangan manusia belaka. Sebab bagi saya sifat2 Tuhan yang diajarkan pada semua agama bullshittt! Mereka menciptakan sendiri sifat2 Tuhan demi kepentingannya! Dan mungkin lebih kasar lagi bagi saya Tuhan yang diciptakan semua agama TUHAN YANG MAHA CACAT!

Sebab pendapat saya, Tuhan itu tugasnya cuman menyeimbangkan jagat raya ini. Soal Salah/benar. Dosa / sesat itu karangan manusia belaka. Contonya yang simple kalo tidak ada buruk rupa maka tidak ada cantik rupa. Kalo tidak ada bau maka tidak ada yang wangi. Kalo tidak ada yang tinggi maka tidak ada yang pendek. Begitu pula kalo tidak penjahat maka tidak akan ada polisi.

Mohon pencerahannya..... Tq


Anda sudah ada pada jalan yang benar, tapi belum mau jalan, menurut anda siapa yang menciptakan anda? Semoga anda juga tau. Menurut saya Tuhan menciptakan jagad/alam semesta beserta seluruh isinya, dan memeliharanya dan semuanya (termasuk manusia, bahkan iblis, ada dalam kuasa dan kehendak Nya). Manusiapun diberi Nya akal budi. Tapi sepandai pandainya manusia tetap tidak akan pernah bisa mengerti, kecuali mengenal kehendakNya saja.

Re: Filsafat Tentang Tuhan

PostPosted: Mon Sep 08, 2014 1:34 am
by Teposeliro
good discussion.
Saya sepaham dengan pemikiran bahwa kejahatan itu sebagai akibat dari ketiadaan kebaikan. karena kita ga bias ngukur namanya dingin tapi kita mengukur panas.
Jadi adanya freewill yang mengakibatkan hal itu.
soal ungkapan kenapa tidak ada campur tangan dari sang creator, saya kira banyak diantara kita yang sering mendapatkan sesuatu atau keadaan yang tidak dapat dijelaskan, orang lain mungkin menyebut miracle atau apapun namanya.
Sama seperti kita membuat computer supaya makin berfikir dengan mencontoh otak kita sendiri, ketika kita menciptakan computer, mungkin sang computer pun tak tahu apa yang sudah dilakukan sang penciptanya, tapi kita berusaha untuk membiarkan mereka melakukan pekerjaan sendiri, nah kelak apa bila kita sanggup membuat robot the AI yang baik mungkin kitapun akan diam menyaksikan apa yang akan dilakukan computer ketika mempunyai freewill.
Nah dari pada memusingkan hal itu bukankah lebih baik kita jalani hidup ini?
Mirror 1: Filsafat Tentang Tuhan
Twitter Logo Follow Twitter: @ZwaraKafir

Re: Filsafat Tentang Tuhan

PostPosted: Mon Sep 08, 2014 12:20 pm
by Captain Pancasila
jadi keinget thread gw yang ini : maunya-perokok-t49964/page20.html ! :rolling:

Re: Filsafat Tentang Tuhan

PostPosted: Mon Sep 08, 2014 2:13 pm
by fayhem_1
Captain Pancasila wrote:jadi keinget thread gw yang ini : maunya-perokok-t49964/page20.html ! :rolling:

masih utang jawaban tuh disana
Mirror 1: Filsafat Tentang Tuhan
Twitter Logo Follow Twitter: @ZwaraKafir

Re: Filsafat Tentang Tuhan

PostPosted: Mon Sep 08, 2014 2:40 pm
by Captain Pancasila
Aksara wrote:Filsafat, itu cara orang untuk menolong dirinya dengan cara sendiri, tidak mau tergantung pada siapapun termasuk Tuhan atau malaikat dll,
Sebagai contoh; Seekor monyet yang terjebak dalam rawa, dan terhisab makin dalam, dan mau mengangkat dirinya keatas dengan cara (filsafat mohnyet) menarik kumisnya dengan sepenuh tenaga keatas. Apa yang terjadi? paling kumisnya yang jebol kalau dirinya ya makin tenggelam. Ia (si mohnyet) akan selamat kalau ada "manusia" yang menolongnya dengan cara mengulurkan batang kayu untuk diraih si mohnyet itu. [-X

Kalau yang di ungkapkan Epicurus, itu mah cuman teriakan putus asa seseurang yang mau "medikte" Tuhan :-k dan anda mau percaya itu. Kecian dheh!! =;

kek Tuhan nggak ngajarin orang berfilsafat aja :

10:25. Pada suatu kali berdirilah seorang ahli Taurat untuk mencobai Yesus, katanya: "Guru, apa yang harus kuperbuat untuk memperoleh hidup yang kekal?"
10:26. Jawab Yesus kepadanya: "Apa yang tertulis dalam hukum Taurat? Apa yang kaubaca di sana?"
10:27. Jawab orang itu: "Kasihilah Tuhan, Allahmu, dengan segenap hatimu dan dengan segenap jiwamu dan dengan segenap kekuatanmu dan dengan segenap akal budimu, dan kasihilah sesamamu manusia seperti dirimu sendiri."
10:28. Kata Yesus kepadanya: "Jawabmu itu benar; perbuatlah demikian, maka engkau akan hidup."
10:29. Tetapi untuk membenarkan dirinya orang itu berkata kepada Yesus: "Dan siapakah sesamaku manusia?"
10:30. Jawab Yesus: "Adalah seorang yang turun dari Yerusalem ke Yerikho; ia jatuh ke tangan penyamun-penyamun yang bukan saja merampoknya habis-habisan, tetapi yang juga memukulnya dan yang sesudah itu pergi meninggalkannya setengah mati.
10:31. Kebetulan ada seorang imam turun melalui jalan itu; ia melihat orang itu, tetapi ia melewatinya dari seberang jalan.
10:32. Demikian juga seorang Lewi datang ke tempat itu; ketika ia melihat orang itu, ia melewatinya dari seberang jalan.
10:33. Lalu datang seorang Samaria, yang sedang dalam perjalanan, ke tempat itu; dan ketika ia melihat orang itu, tergeraklah hatinya oleh belas kasihan.
10:34. Ia pergi kepadanya lalu membalut luka-lukanya, sesudah ia menyiraminya dengan minyak dan anggur. Kemudian ia menaikkan orang itu ke atas keledai tunggangannya sendiri lalu membawanya ke tempat penginapan dan merawatnya.
10:35. Keesokan harinya ia menyerahkan dua dinar kepada pemilik penginapan itu, katanya: Rawatlah dia dan jika kaubelanjakan lebih dari ini, aku akan menggantinya, waktu aku kembali.
10:36. Siapakah di antara ketiga orang ini, menurut pendapatmu, adalah sesama manusia dari orang yang jatuh ke tangan penyamun itu?"
10:37. Jawab orang itu: "Orang yang telah menunjukkan belas kasihan kepadanya." Kata Yesus kepadanya: "Pergilah, dan perbuatlah demikian!"

22:17. Katakanlah kepada kami pendapat-Mu: Apakah diperbolehkan membayar pajak kepada Kaisar atau tidak?"
22:18. Tetapi Yesus mengetahui kejahatan hati mereka itu lalu berkata: "Mengapa kamu mencobai Aku, hai orang-orang munafik?
22:19. Tunjukkanlah kepada-Ku mata uang untuk pajak itu." Mereka membawa suatu dinar kepada-Nya.
22:20. Maka Ia bertanya kepada mereka: "Gambar dan tulisan siapakah ini?"
22:21. Jawab mereka: "Gambar dan tulisan Kaisar." Lalu kata Yesus kepada mereka: "Berikanlah kepada Kaisar apa yang wajib kamu berikan kepada Kaisar dan kepada Allah apa yang wajib kamu berikan kepada Allah."


8-[

Re: Filsafat Tentang Tuhan

PostPosted: Mon Sep 08, 2014 3:07 pm
by CrimsonJack
^
Oleh karena ayat-ayat itu, kapir memisahkan agama dengan politik, karena kalau dicampur, bahaya.
Seperti Islam, kepala langsung melayang di Suriah dan sekitarnya.