.

suseno vs orang Malaysia: Homosex dalam Islam

Diskusi tentang Hukum Sex dalam Agama Islam

suseno vs orang Malaysia: Homosex dalam Islam

Postby suseno » Sat Oct 29, 2011 5:30 pm

Sebenarnya ini dimulai ketika saya berdebat dalam sebuah page Anti-Islam di Facebook. Link sengaja tidak saya berikan demi privasi saya.

Awalnya dimulai dari diskusi yang mempertanyakan kenapa Tuhan di Kristen ada tiga:

Bukan saya yang memulai topik, saya hanya menjawab yang pertama menanyakan.

suseno wrote:Ya dibuktikan donk kalo setan itu banyak & Tuhan cuma satu.

Bulan itu cuma satu kalo bintang banyak. Buktinya ada, bisa dilihat sendiri di langit kalo malam.

Abu wrote:@Aditya, kamu punya otak (brain) apa ngak? pasti kamu punya kerana boleh dilihat jika di operate atau di scan...kamu punya akal apa ngak? kalau ada, di mana ya? ngak bisa dilihat (see), ngak bisa didengar (listen), ngak bisa dihidu (smell), ngak bisa di sentuh (touch) dan ngak bisa di rasa (taste)...wduh! ada akal apa ngak nih?


Orang Malaysia wrote:Abu Al-Abid: saya setuju dengan kamu
Aditya Suseno: ada pertanyaan untuk kamu ni, jangan tidak jawab ya :).
kamu sudah kira tuhan ada berapa? kamu kira seperti kira bintang dan bulan jugakah?

atau kamu rasa tuhan itu ada berapa? atau kamu mahu berapa tuhan yang bagus? :)


suseno wrote:Kalo udah tahu ga bisa dilihat, ga bisa didengar & ga bisa dirasa koq bisa-bisanya kamu ngitung jumlahnya? Tahu dari mana kamu kalo Tuhan itu satu? Dari buku kuno karangan orang buta huruf?

Kita tidak bisa mengatakan suatu agama itu salah hanya karena kita tidak setuju dengan dogma yang diajarkannya. Apakah Tuhannya satu, tiga atau ribuan. Apakah dia nyembah manusia, hewan, pohon atau sandal jepit. Tetapi kita dapat mengatakan suatu agama itu salah karena AJARAN MORAL yang diajarkannya BEJAT & JAHAT.

pak Abu, saya tahu saya punya akal budi meskipun tidak bisa dilihat, didengar dan dirasa.

Saya tahu merampok itu jahat. Saya tahu kakek-kakek yang mencabuli bocah sembilan tahun itu perbuatan pedofilia.

Sayangnya sebagian orang disini (mudah-mudahan Anda tidak termasuk) tidak punya akal budi. Mereka sama seperti binatang. Tidak bisa membedakan mana yang terpuji dan mana yang tercela.

Kalo Anda punya akal budi, bisa membedakan mana yang terpuji & tercela. Anda semestinya tahu mana nabi yang layak dijadikan panutan & mana ajaran agama yang baik untuk dipeluk dan pantas disebut "agama"


Orang Malaysia wrote:Aditya Suseno: kamu tidak menjawab pertanyaan saya tentang berapa tuhan kamu? dan bagaiman kamu mengira atau mengetahuinya? saya ingin memberitahu kepada kamu bagaimana saya tahu Tuhan itu Masa Esa melalui pertanyaan yang sama yang kamu ajukan kepada Danny. Apa yang saya perkatakan dan rakan saya yang lain banyak berkaitan tentang pertanyaan kamu dari sana kamu juga boleh berfikir. Melalui pertanyaan inilah kamu berfikir menggunakan akal. Seorang yang tidak waras akalnya sudah pasti tidak dapat berfikir dan memberikan tumpuan atau perhatian terhadap sesuatu. Dari mana datangnya sesuatu kitab atau penyampainya itu bukanlah pokok pangkal yang paling utama tentang berapa tuhan kerana yang paling utama ialah "akal fikiran". seorang tanpa mata, tanpa telinga atau tanpa rasa tetap saja masih boleh hidup kerana akalfikirannya tahu siapa yang membantunya tetapi tanpa akalfikirannya walau lengkap sifat tubuh badannya tetap saja tidak tahu atau lupa malah melawan siapa yang membantunya. Itu cukup jelas orang tentang orang yang berakalfikiran dengan tidak. Tetapi yang sangat menghairankan ialah orang-orang yang mengatakan seperti "Saya tahu merampok itu jahat. Saya tahu kakek-kakek yang mencabuli kanak2 dikenakan hukuman"tahu mana nabi yang layak dijadikan panutan & mana ajaran agama yang baik untuk dipeluk dan pantas disebut "agama" tetapi masih tidak kisahkan tentang ketuhanan. Mengenali Tuhan itu adalah asas kepada kehidupan yang sempurna termasuklah keagamaan. Macam mana seseorang itu mengenal antara yang terpuji dengan tercela, salah dan benar tanpa mengenal Tuhannya. Subhannallah! Kalau masih tidak tahu, orang yang tahu atau percaya Tuhan itu Maha Esa itu benar dan terpuji orangnya dan orang yang tahu atau percaya tuhan lebih dari satu atau langsung tidak percaya itu adalah orangnya salah, tercelah, rugi lagi merugikan, rosak lagi merosakkan binasa lagi membinasakan maka bagaimana dia boleh membezakan hal-hal yang lainnya, pelik tapi benar. Aduh Aditya, kalau ada satu golongan itu agamanya menyembah binatang dan menghukum bunuh kepada yang memakannya apakah itu MORAL JAHAT? dan jika ada agama menyembah tumbuh2an dan menghukum siapa yang makan tumbuh2an itu dihukum bunuh, APAKAH MORALNYA JAHAT? dan agama lain agama segala kehidupan dilaut, lain agama di darat, lainnya dalam tanah, atau agama api, atau agama air yang mana jika di makan atau diminum akan dihukum bunuh, APAKAH MORALNYA JAHAT? maka apa akan jadi kepada dunia ini??? tidakkah mereka akan saling berbunuhan? adakah perkara sebegini masih kamu tidak pentingkan dan fikirkan??? Maha Suci Allah, Tuhan Yang Maha Esa dari apa yang mereka sifatkan.

Aditya, Islam tidak mengatakan Injil itu salah tetapi tidak pula mengatakan Injil itu benar. Maksudnya sebahagiannya betul dan sebahagiaannya salah. Tetapi Islam mengatakan yang benar itu adalah Islam dan dengan sentiasa berpegang teguh kepada Al-Quran(Allah s.w.t) dan Hadis (Nabi Muhammad s.a.w) maka tidak akan sesat buat selama-lamanya.

Gunakan akalfikiran kita Aditya, gunakan. Ambillah masa pergilah berjalan-jalan kemana saja kamu suka samada siang atau malam, pagi atau petang, hujan atau panas, di daratan atau di lautan. pergilah Aditya, pergilah ambil masa itu sebagai percutian tetapi jangan lupa gunakan akal fikiranmu itu jika tidak bukan saja kamu sesat di dunia tapi kamu sesat di akhirat sesat selama-lamanya. Tuhan tidak ciptakan sesuatu itu dengan sia-sia. Pergilah.....


suseno wrote:Jika ada agama menyembah tumbuh-tumbuhan dan menghukum siapa yang makan tumbuh-tumbuhan itu dihukum bunuh, apakah moralnya jahat?

YA, JELAS! mas Nayung Xiao punya akal budi, tahu kan membunuh sesama manusia itu perbuatan tercela?? Orang ateis yang tidak mengenal Tuhan pun tahu membunuh itu jahat! Kalau sampai orang yang mengaku percaya Tuhan tidak bisa membedakan mana yang terpuji & tercela, seharusnya mereka malu sama orang ateis yang tidak percaya Tuhan.

Apa pentingnya menanyakan jumlah Tuhan saya berapa? Lalu apa gunanya Anda bawa-bawa Injil kemari? Apa kamu pikir saya Kristen?


Si orang Malaysia mulai menanyakan kepercayaan saya... Gak penting banget sih?

Orang Malaysia wrote:apakah kepercayaan kamu aditya? bagaimana kamu tahu membunuh itu moral jahat? kamu makan tumbuh2an atau buah2an? atau makanan makanan laut atau apa jenis hidupan di darat atau di udara seperti burung? penganut penyembah itu marah kerana kamu makan Tuhannya. Adakah moral mereka jahat kerana mempertahankan agama mereka dan menghukum kamu kerana penghinaan kamu dan menurut perintah tuhan mereka (contoh "bunuhlah mereka yang makan tuhan kamu" ) atau moral kamu yang jahat kerana makan tuhan mereka??

jika kamu katakan mereka bermoral jahat kerana membunuh sebab mempertahankan agama atau kepercayaan maka kamu juga tidak ubah seperti mereka kerana mengganggu agama atau kepercayaan orang lain juga moralnya jahat malahan hina tidak begitu aditya?


Udah gitu minta bukti lagi kalo membunuh sesama manusia itu jahat =.=
Emang bener-bener dah kalo udah kerasukan jin arab

Orang Malaysia wrote:membunuh itu moral jahat, apakah buktinya??? sebelum kelahiran Nabi Muhammad, puak2 di sana suka membunuh bayi perempuan sedangkan itu adalah perkara biasa bagi mereka dan mereka tidak dianggap moral mereka jahat. seorang perompak membunuh kerana lapar untuk mendapatkan makanan dan yang dirompak terpaksa membunuh kerana mempertahankan harta dan nyawanya apakah moral mereka?

post kamu sebelum ini
1. "Kamu tahu dari mana kalo Tuhan itu satu? Udah pernah ngitung?"
:kamu tanya orang, kamu boleh jawab? kamu tidak jawab. pelik.

2. "Ya dibuktikan donk kalo setan itu banyak & Tuhan cuma satu. Bulan itu cuma satu kalo bintang banyak. Buktinya ada, bisa dilihat sendiri di langit kalo malam."

:kamu tanya orang soalan di atas tapi dapatkah buktikan tuhan itu ada berapa? atau kamu tidak pandai mengira? tapi kamu tidak jawab, apa yang kamu buat ini:-

->Apakah Tuhannya satu, tiga atau ribuan
->Apa pentingnya menanyakan jumlah Tuhan saya berapa?

kamu mahu ada bukti bagaimana mengira kan? kamu dapat buktikan tidak yang membunuh itu bermoral jahat?


suseno wrote:Jadi menurut kamu membunuh bayi-bayi perempuan itu perbuatan terpuji?
Merampok & membunuh karena lapar itu perbuatan bermoral?
Mencabuli anak umur sembilan tahun itu normal-normal saja?
Wah-wah... jangan-jangan kamu sudah kehilangan akal budimu & sama seperti binatang.

Lucu sekali kamu meminta bukti kalau membunuh itu tidak bermoral jahat. Apa yang kamu tidak ingin orang lain lakukan ke kamu, jangan kamu lakukan ke orang lain. Kalau kamu tidak ingin dibohongi, jangan membohongi. Kalau kamu tidak ingin dibunuh, jangan membunuh.
Kalau masih tidak percaya silahkan kamu coba membunuh orang lain. Saya pengen lihat apa kamu bisa kena pasal pidana.

Seorang tidak perlu harus mengenal Tuhan atau beragama hanya untuk sekadar tahu mana perbuatan yang patut dilakukan & mana yang tidak!

Saya sendiri belum pernah ketemu Tuhan & setan secara langsung, jadi saya sendiri ga tahu jumlah pastinya ada berapa.


Orang Malaysia wrote:jangan buat lucu aditya. tidak aditya, yang itu saya bertanya bagaimana kamu tahu membunuh itu bermoral jahat. saya cuma ingin dengar jawaban daripada kamu saja dulu sebab saya juga tahu membunuh dilarang kecuali ada sebab yang kukuh seperti kamu katakan juga :
"Kalau kamu tidak ingin dibunuh, jangan membunuh.
Kalau masih tidak percaya silakan kamu coba membunuh orang lain"

dan saya suka ayat kamu ini nampak pengakuan yang jujur:

"Saya sendiri belum pernah ketemu Tuhan & setan secara langsung, jadi saya sendiri ga tahu jumlah pastinya ada berapa."

Manusia yang ingin menemuhi Tuhan adalah manusia yang baik.
Tetapi sebelum ada rasa keinginan itu kita perlu berusaha mencari
Dan sebelum kita mencari kita perlu berusaha mengenal Tuhan
Dan sebelum kita mengenal Tuhan kita harus mengenal diri sendiri.


suseno wrote:Jawaban saya sudah jelas, apa yang kamu tidak ingin orang lain lakukan ke kamu. Jangan kamu lakukan.

Jadi kamu sudah tahu kalo membunuh, merampok, berbohong, meniduri bocah cilik itu dilarang. Kamu adalah manusia yang punya akal budi.

Bagaimana kalau sekarang ada agama yang mengajarkan membunuh, merampok, meniduri bocah cilik? Apa itu pantas disebut agama?

Orang Malaysia wrote:kalau itu mereka percaya mengapa tidak? begitu juga dengan atheis, seperti yang kamu katakan atheis lagi ada akal walau tidak percaya tuhan tahu baik atau jahat kenapa melarang orang ada agama percaya membunuh itu baik? emmm
nah jadi itulah agama mereka aditya, agama yang percaya membunuh itu baik. Tapi tidak bagi kita bukan.


suseno wrote:Jika ada agama yang mengajarkan membunuh sesama itu baik jelas agama seperti itu harus dilarang & dimusnahkan dari muka bumi!

Mau jadi apa pengikutnya dengan ajaran seperti itu? Mau dibawa kemana peradaban manusia jika semua manusia memeluk agama yang seperti itu?


Dan akhirnya dia sependapat dengan saya :green:

Orang Malaysia wrote:ya betul katamu itu aditya, aku sangat setuju.



Tapi belum cukup sampai disitu... Dia masih melanjutkan:

Orang Malaysia wrote:jika betul ada maka itulah kepercayaan mereka yang sukar kita halang kerana kita juga akan dituduh bermoral jahat kerana menggangu agama atau kepercayaan mereka. yang akhirnya akan berlaku, yang membunuh akan dibunuh.

Begitu juga kepercayaan agama2 lain termasuk kepercayaan atheis. mereka dengan kepercayaan mereka, kamu dengan kepercayaan kamu dan kami dengan kepercayaan kami.

Hanya kepercayaan kepada Tuhan Yang Esa sahaja yang menyatukan semua manusia menuju keamanan


Berhubung dia pakai Bahasa Melayu, jadi saya agak susah memahami...

suseno wrote:Maksudnya?


Orang Malaysia wrote:jika hanya pendapat atau akalfikiran manusia (atheis) ianya tidak kekal kerana berbeza pendapat
jika tuhan lebih dari satu, dunia dan segala isinya musnah akibat keangkuhan tuhan
Hanya Tuhan Yang Maha Esa sahaja yang memberi kebaikan.


suseno wrote:Tidak penting suatu agama punya Tuhan berapa. Yang punya Tuhan satu patut dihargai, yang punya Tuhan lebih dari satu tidak boleh dicela.

Yang perlu dilarang adalah agama yang mengajarkan merampok, membunuh, cabul, membenci ras tertentu, membenci agama lain, merendahkan wanita, dsb. Silahkan inspeksi agama masing-masing apakah agama kalian mengajarkan seperti itu. Jika iya, baiknya kalian tinggalkan saja agama seperti itu.


Orang Malaysia wrote:aditya kamu ada mengatakan :
"Seorang tidak perlu harus mengenal Tuhan atau beragama hanya untuk sekadar tahu mana perbuatan yang patut dilakukan & mana yang tidak!"

kemudian kamu ada mengatakan :
"Yang perlu dilarang adalah agama yang mengajarkan merampok, membunuh, cabul, membenci ras tertentu, membenci agama lain, merendahkan wanita, dsb."

Yaaaaaa aditya itu kata kamu aditya, memang kamu boleh cakap apa saja, ini boleh dan itu tidak boleh. beberapa buah negara mereka meluluskan lelaki boleh kahwin lelaki, sex bebas yang membawa banyak penyakit, minum arak yang merosakkan organ dalaman badan kemudian menyebabkan kematian nah itu juga akalfikiran siapa? manusia seperti mereka dan kamu aditya seperti atheis. Bagaimana mana mereka dan kamu boleh mengatakan yang ini perlu dilarang dan yang itu tidak perlu dilarang(boleh), yang ini boleh yang itu tidak boleh? tidakkah suatu hari nanti kemungkinan akan ada yang meluluskan manusia makan manusia kerana khasiatnya? mana perginya masa hadapan dunia ini, dapatkah mereka melahirkan anak???

aditya, kamu masih melarikan diri dari soalan saya ternyata kamu tidak mampu malah sesat dalam mencari jawaban itu aditya.

saya ulangi lagi soalan saya aditya:

1. dapatkah kamu buktikan tuhan itu ada berapa? atau kamu tidak pandai mengira?
2. Jika kamu tidak pandai mengira atau tidak dapat buktikan tuhan itu ada berapa, atau kamu jawab tuhan tidak wujud (atheis) maka silalah buktikan bahawa memang tidak ada tuhan?
3. Bagaimana kamu tahu sesuatu perkara itu baik atau jahat, boleh atau tidak boleh? berdasarkan apa, dari orang yang buta huruf atau orang pekak, orang buta, orang tiada deria rasa?

Jawab soalan itu aditya jangan hanya pandai bertanya. :)


suseno wrote:• Saya tak pandai mengira. Silahkan tanya mereka disini bagaimana mereka bisa tahu kalau Tuhan hanya ada satu? Mereka juga tak sanggup membuktikan, mereka hanya tahu dari buku kuno karangan seorang buta huruf.
• Saya percaya Tuhan itu ada. Saya tak dapat buktikan bahwa Tuhan itu ada. Saya hanya percaya bahwa Tuhan ada. Sama seperti mereka percaya Tuhan itu ada dan jumlahnya hanya satu. Perkara kepercayaan yang sama-sama tidak bisa dibuktikan tak seharusnya diperdebatkan.
• Pertama berdasar hati nurani & akal budi. Kedua berdasar prinsip bahwa apa yang saya tidak ingin orang lain lakukan ke saya, saya juga tak boleh melakukannya ke orang lain. Ketiga berdasar hukum negara. Perkara apapun asal lulus tiga kriteria ini maka itu baik dilakukan.

Sebelum kamu mengkoreksi negara yang membolehkan perkawinan sesama laki-laki & sex bebas. Ada baiknya kamu melihat agama kamu sendiri. Apakah agama kamu membolehkan kawin dengan bocah kecil?


Orang Malaysia wrote:adakah "bocah kecil" = budak kecil?
Agama kami tidak melarang mengahwini budak kecil tetapi dengan memenuhi syarat walaupun tidak digalakkan. walau bagaimanapun perkahwinan sebegini telahpun dipraktikan oleh bangsa lain di seluruh dunia sejak zaman berzaman sama ada sama agama dengan saya mahupun tidak.

Terima kasih aditya kamu sudi memberikan jawaban.


suseno wrote:Bocah kecil yang saya maksud disini adalah anak-anak (Child). Mari kita lihat apakah kawin dengan anak-anak itu baik atau tidak?

• Apakah kawin dengan anak-anak itu sesuai dengan hati nurani & akal budi?
Saya tidak pernah suka dengan anak-anak dan itu bukan sesuatu yang normal.

• Apakah sesuai dengan kaidah: apa yang saya tidak ingin orang lain lakukan ke saya, saya juga tak boleh melakukannya ke orang lain.
Jika saya punya anak perempuan, saya juga tak sudi mengawinkannya apalagi dengan seorang kakek.

• Apakah hukum negara membolehkan?
Di Indonesia tempat saya tinggal, berbuat cabul dengan anak-anak bisa dihukum penjara. Di negara-negara lain ada batasan umur untuk menikah.

Jadi bisa kita ambil kesimpulan bahwa kawin dengan anak-anak (child) tidak baik. Jangan kamu beralasan bahwa itu juga dipraktikan bangsa lain sejak zaman berzaman. Kamu membandingkannya dengan bangsa yang belum mengenal peradaban! Barangkali mereka belum berevolusi sempurna menjadi Homo sapiens.

Kamu juga tahu bahwa budak (Slave) itu dilarang karena melanggar Human Rights.


Orang Malaysia wrote::) tidak aditya, tidak sama sekali. saya tidak menjadikan alasan kerana bangsa lain mempraktikannya. tetapi ianya memang ternyata terjadi sejak zaman dahulu kala sehingga zaman sekarang dan bagi Muslim mesti memenuhi syarat2nya dan ianya tidaklah digalakkan.

:) aditya, bagaimana kamu boleh katakan mereka tiada peradaban?? pelik rasanya. tidak apa mari cuba yang ini ok.

Beribu-ribu tahun dahulu, telah ada orang yang menggemarkan homoseks di mana pada masa yang sama mengahwini budak perempuan (akil baligh biasanya 12 ke atas) yang telah memenuhi syarat.

Tidakkah kamu melihat perkara itu masih berlaku di sana sini di seluruh dunia ini sehingga ke hari ini?

Jadi apakah beza peradaban orang dahulu dengan orang sekarang, belum berevolusi? :)


Lalu dia mulai membawa contoh tentang homoseks

Orang Malaysia wrote:Mari kita lihat ini aditya kesan pemikiran manusia.

Mereka membuat undang2 atau peraturan ikut pemikiran mereka, mereka kata mereka tahu yang mana baik yang mana tidak, mana yang boleh mana yang tidak boleh dengan tidak mereka ketahui dari mana dan bagaimana mereka menegaskan perkara itu tanpa bersumbarkan atau bersandarkan kepada Yang Maha Bijaksana, Tuhan Yang Maha Esa.

Mereka kata mereka berdasarkan kajian atau bukti tetapi dalam masa yang sama tidak pula setuju dengan pemikiran orang lain walaupun pemikiran orang itu dibuktikan dengan kesan dan akibat serta mengikut kajian atau bukt dari sainstis.

Inilah yang di namakan Manusia dan Peraturan Mereka(Bukan Tuhan).
Manusia2 ini mengatakan mereka ini hebat kerana bukti(sains) dan berevolusi.
Banyak contoh yang baik malah sangat baik untuk menyedarkan manusia sebegini tetapi mendengar atau mengetahui sahaja " oh agama itu" jangankan cuba memikirkannya mendengarpun tidak mahu.

Baiklah saya beri contoh bersifat universal yang tidak menyebelahi mana2 kepercayaan samada Islam, christian, yahudi, buddha, hindu, atheis atau apa saja:-

Homoseks:

Ada agama atau tidak beragama melarang, mengharam malah menghukum orang yang melakukan homoseks yang dianggap tidak bermoral malah ke tahap hina tetapi ada pula yang tidak melarang ada yang membenarkan malah membuat undang-undang dengan membenarkan perkahwinan sesama mereka. Berdasarkan apa mereka membuat keputusan itu?

Mereka yang larang berdasarkan atau berpandukan agama, budaya dan/ sains kemudian membentuk undang2 secara mejoriti atau tidak seperti sistem beraja.

Mereka yang tidak melarang, membenarkan atau mahu melakukannya malah mewujudkan undang2/peraturan yang membolehkan mereka berkahwin sesama mereka. Berdasarkan atau bersumber dari apa saya tidak ketahui, adakah patut bersumberkan sains atau hanya pemikiran mereka? Sudah pasti tidak bersumberkan dari agama manapun.

Melalui agama atau budaya atau mana2 kepercayaan termasuk Doktor(saintis) telah memberitahu dan melarang kerana pelbagai sebab termasuk tiada zuriat dan boleh mendatangkan pelbagai penyakit seperti masalah mental, hepatitis, hiv dan aids yang boleh membawa maut. Apa yang berlaku? masih ada orang2 yang mengatakan itu yang adalah kaedah saya, itu adalah kaedah kami, kami tahu mana yang baik mana yang tidak baik, kami tidak membunuh, tidak mencuri kami tidak mengganggu orang lain, tidak mencabul kanak2, kami kenal peradaban malah kami berevolusi dan berpendidikan tinggi termasuk mencapai PhD dan membantu orang miskin.

Wah!!!! tetapi mengapa mereka masih memilih homoseks walaupun Doktor (saintis) memberi penerangan yang jelas malah cukup bukti? adakah disebabkan alasan ini?
"berdasar hati nurani & akal budi. Kedua berdasar prinsip bahwa apa yang saya tidak ingin orang lain lakukan ke saya, saya juga tak boleh melakukannya ke orang lain. Ketiga berdasar hukum negara. Perkara apapun asal lulus tiga kriteria ini maka itu baik dilakukan.

:) aku tersenyum.

untuk tidak mahu membabitkan negara Aditya izinkan saya mengambil contoh meletakkan Aditya di satu NEGARA BEREVOLUSI Tinggi, yang SANGAT BERADABAN TINGGI, tahu yang mana satu terpuji & tercela yang mengamalkan kepercayaan kepada sains dan bukti depan mata dan "prinsip berdasar hati nurani & akal budi. Kedua berdasar prinsip bahwa apa yang saya tidak ingin orang lain lakukan ke saya, saya juga tak boleh melakukannya ke orang lain. Ketiga berdasar hukum negara. Perkara apapun asal lulus tiga kriteria ini maka itu baik dilakukan.

Baik, seluruh penduduk negara kamu itu memilih homoseks dan berkahwin sesama jenis walaupun kamu tidak (hanya lelaki dengan perempuan sahaja dibenarkan berkahwin).

Kamu dan anak bini kamu akan hilang ditelan zaman bersama-sama mereka tanpa anak kerana mereka tidak memilih kamu dan kamu tidak memilih mereka. Mungkin mereka akan berkata "tidak mustahil adik kahwin kakak, atau kakak kahwin abang atau bapa kahwin anak perempuan dan mama kahwin anak lelaki untuk meneruskan kesinambungan manusia". Adakah kamu memarahi mereka atau berkata kamu moral jahat sedangkan mereka memegang segulung PhD dan kenal mana baik dan mana jahat dan merekalah yang mencipta undang2 dengan dipersetujui oleh semua masyarakat kecuali kamu dan keluarga kamu ini.

Lari ke negara lain? bagaimana jika seluruh dunia ini membuat keputusan yang sama seperti negara kamu?

kasihan


suseno wrote:Membuat peraturan dan undang-undang memang tidak perlu bersandarkan Tuhan Yang Maha Esa. Saya sudah sebutkan bahwa orang ateis pun tahu mana perbuatan terpuji & mana yang tercela.

Kamu seharusnya malu kalau kamu punya undang-undang di agama kamu yang katanya dibuat oleh Tuhan tapi ternyata tidak lebih baik dari undang-undang bikinan manusia. Perlu dipertanyakan apakah undang-undang agama itu berasal dari Tuhan atau hanya bikinan manusia?

Sains membuktikan bahwa homoseks adalah kelainan congenital pada manusia (silahkan kamu baca literatur medis & psikologis). Sama seperti manusia yang lahir buta, lahir tak punya kaki, lahir dengan IQ rendah. Mereka punya hak untuk hidup dan bersosialisasi seperti manusia lainnya! Adakah kamu paksa orang yang tak punya kaki untuk berjalan? Atau kamu paksa manusia yang buta untuk bisa membaca?

Negara-negara maju tahu persoalan ini, mereka membuat undang-undang yang memberikan hak kepada para homoseks untuk memilih pasangan mereka. Tetapi agama kamu memaksa seorang homoseks untuk hidup normal seperti manusia pada umumnya bahkan menghukum mereka dengan kejam. Menghukum homoseks sama seperti menghukum seorang yang tidak bisa berjalan karena tidak punya kaki. Sungguh kejam agama kamu!

Beribu-ribu tahun yang lalu orang belum tahu bahwa homoseks adalah kelainan sejak lahir. Ilmu kedokteran belum maju & ilmu psikologi sifat manusia belum ada. Mereka menghukum homoseks dengan kejam dan menjauhinya. Tapi sekarang sains membuktikan bahwa homoseks membutuhkan perhatian khusus, bukan diberi hukuman.

Persoalan yang sama berlaku dengan perbudakan (slavery) dan kawin dengan anak kecil (sex with child). Apakah saya musti menerangkan kenapa dua hal ini dilarang?

Itulah peradaban manusia. Makin tahun makin maju, makin sempurna. Tapi kamu lebih suka peradaban manusia tidak berkembang. Kamu lebih suka berpegang pada apa yang sudah dilakukan manusia selama beribu-ribu tahun.


Orang Malaysia wrote:aditya,
aduh!!! aditya. adalah berbeza antara orang cacat fizikal dengan masalah aklafikiran dan mereka yang homoseks itu bukan berpunca dari masalah fizikal tetapi dari akalfikiran. itu yang perlu kamu faham dan ianya bukanlah berlaku secara congenital.

kamu mengatakan "Tapi sekarang sains membuktikan bahwa homoseks membutuhkan perhatian khusus, bukan diberi hukuman". adakah dengan Meluluskan atau membenarkan homoseks itu? atau perlu makan ubat seperti pesakit mental? :) lucu kamu.

kamu kata Islam itu kejam kerana melarang homoseks sedangkan itulah kebenaran dan kebaiakan kepada dunia ini dan segala isinya dengan membetulkan akalfikiran manusia yang berpandukan dari Tuhan Yang Maha Esa.

jika kamu katakan homoseks adalah congenital, apakah beza homoseks dengan akalfikiran membunuh, kedua-duannya juga adalah congenital. tapi kamu melarang orang membunuh membenarkan homoseks, tidakkah itu pelik?

Apakah beza nafsu homoseks dengan nafsu seks keatas kanak2 (sama ada kanak2 dengan kanak2 atau kanak2 dengan orang dewasa)? kedua-dua itu juga naluri. Mengapa kamu tidak dapat menerima kenyataan ini?

Mengapa dari sejak kecil dan kanak2 tidak ada keinginan homoseks?
Mengapa memukul itu satu kesalahan sedang itu juga congenital? sejak kanak2 pun memang sudah pandai memukul.

Oh kasihan kamu aditya, itulah makanya fikiran manusia ini sangat lemah. Orang dahulu di zaman firaun sudah pandai ilmu kaji bintang sedang saintis sekarang baru mengkaji. itukah ilmu mereka yang telah maju itu? sungguh bukan maju malah mundur kebelakang kebanyakannya.

sejak ribuhan tahun sehingga sekarang walaupun tahu homoseks itu memudaratkan tetapi tetap menerima dan membenarkan majukah itu?

kamu katakan kepada saya "Kamu lebih suka berpegang pada apa yang sudah dilakukan manusia selama beribu-ribu tahun".

aditya yang bijaksana, apakah manusia sekarang ini tidak melakukan apa yang orang dahulu lakukan? buka hati kamu aditya, bukan fikiran kamu yang pandai itu.

orang dahulu makan, minum, mandi, berkeluarga, bermasyarakat, berak, berjalan duduk melompat. adakah kamu tidak melakukan apa yang orang dahulu lakukan?? hanya orang yang tidak punya akal sahaja yang mengatakan sedemikian saya tidak melakukan apa yang orang dahulu lakukan.

cuba bagitahu saya aditya, tidak perlu saya tanya apakah kamu pandai terbang? tidak saya hanya bertanya adakah cara kamu makan ada berbeza dengan orang ribuan tahun dahulu?huahahahahahaha

Mahu lebih hebat?
adakah kamu masih berfikir dengan menggunakan otak? atau kamu dan saintis kamu telah maju berfikir menggunakan lutut?? hahahahahahahha

geli hati aku hahahahahahahah


suseno wrote:Saya sudah bilang ke kamu homoseks adalah kelainan congenital. Saya sudah baca literatur yang membuktikan itu. Daripada kamu banyak cakap tak guna, lebih baik kamu beri saya literatur sains yang menerangkan bahwa homoseks bukanlah kelainan congenital. Sampai saat ini belum ditemukan obat untuk menyembuhkan homoseks. Jadi buat apa mengobati mereka? Homoseks memang tidak tampak saat masih anak-anak. Ia baru terlihat setelah masa remaja. Tak semua kelainan congenital harus tampak sejak lahir. Ohh teman... kamu tahu membunuh itu merugikan orang lain! Sedangkan homoseks tidak pernah merugikan orang lain.

Saya heran kamu tetap tidak percaya, kamu sama seperti orang yang selama beribu-ribu tahun percaya bumi itu seperti piringan dan kamu tidak mau menerima kenyataan jika bumi itu seperti bola.

Tidak ada yang salah dengan cara orang makan, minum, berak, berjalan dari dahulu sampai sekarang.
User avatar
suseno
 
Posts: 675
Joined: Tue May 03, 2011 2:19 am
Location: Mossad

Re: suseno vs orang Malaysia: Homosex dalam Islam

Postby suseno » Sat Oct 29, 2011 10:47 pm

Orang Malaysia wrote::) aditya. cuba baca balik apa yang kamu tulis, sekejap kamu kata itu sekejap ini. berubah-ubah pendirian kamu malah pandai pusing balik alasanya.

saya sudah katakan kamu ini jenis hanya percaya kepada sains tetapi apabila sains memberitahu yang nyata tapi kamu pula tidak setuju.

kamu katakan yang saya suka mengikut orang zaman ribuhan tahun dahulu. semacam kamu itu tidak. apabila aku katakan kamu sendiri masih mengikut cara orang ribuhan tahun itu apa yang kamu katakan tidak salah. peliknya!!!

Sains tidak mempercayai kewujudan Tuhan kerana mereka tidak menemui bukti hasil daripada kajian mereka. Tetapi saintis juga belum mengetahui apakah punca homoseks itu sehingga hari ini. Aduh!! kena lagi ni. tidak dapat buktikan kewujudan Tuhan jadi tidak percaya. tidak dapat mencari sebab orang menjadi homoseks tetapi percaya. Aduh!! haha geli ni :) Oh saintis yang bijak sana, apakah yang kamu sedang lakukan sekarang ini? :)

sungguh malang kamu ini aditya. kamu katakan "Sedangkan homoseks tidak pernah merugikan orang lain". Nah, kamu bercakap dari sudut sains atau apa? kamu guna otak atau tidak? atau otak itu dari mana saya tidak tahu. :)
apakah kata2 kamu ini tidak bertentangan dengan saintis ini??:

"Saat ini Amerika Serikat melarang laki-laki yang berhubungan seks dengan laki-laki (LSL) untuk menjadi donor darah "karena mereka, sebagai kelompok memiliki tingkat risiko HIV lebih tinggi untuk hepatitis B dan infeksi tertentu lainnya yang dapat ditularkan melalui transfusi."[110] Britania Raya[111] dan banyak negara Eropa menerapkan larangan yang sama.[110]
-http://id.wikipedia.org/wiki/Homoseksualitas#Kesehatan_masyarakat.

Nah!! itu dia aditya, homoseks itu sangat merugikan, merugikan ramai orang. Itulah larangan dari Tuhan Yang Maha Esa lagi bijaksana yang disebarkan oleh orang ribuhan tahun yang buta huruf. Sainits lambat banget fikirannya, orang ramai sempat mati oleh penyakit. Saya tidak tahu fikiran kamu ni. Fikirin dong!!!.

maaf ya gaya bahasanya kelihatan sedikit kurang sopan :)


suseno wrote:Dimana saya berubah-ubah, sebentar bilang ini & sebentar bilang itu?

Tentu saja cara manusia makan, minum, berjalan saya lakukan seperti banyak manusia lainnya karena memang tidak salah selama beribu-ribu tahun.

Meskipun sains tidak pernah membuktikan kalau Tuhan itu ada. Kepercayaan saya pada Tuhan tidak mengganggu orang lain. Saya tak pernah paksa orang yang tidak percaya Tuhan untuk percaya. Apalagi sampai bawa golok untuk bunuh orang yang tidak percaya. Ajaran di agama saya pun tidak ada yang merugikan orang lain bahkan menciptakan kehidupan masyarakat yang lebih harmonis. Saya sedih di dunia ini ada agama yang mengajarkan membunuh & memusuhi orang yang tidak percaya (kamu tahu agama apa itu?)

Kamu banyak cakap tak guna, saya minta kamu memberi saya literatur sains yang menyatakan homoseks bukanlah kelainan congenital. Kamu tak sanggup?

Penyakit-penyakit seperti itu disebabkan oleh bakteri dan virus. Bukan oleh homoseks. Yang harus diberantas adalah bakteri & virus, bukan kaum homoseks yang diberantas.

Karena tidak adanya undang-undang yang membolehkan perkawinan sesama jenis kelamin, biasanya kaum homoseks melakukan seks bebas dengan sesama jenis. Mereka rawan sekali menularkan penyakit. Dengan dibuatnya undang-undang yang melegalkan perkawinan sesama jenis diharapkan mereka menjadi setia & tidak berganti-ganti pasangan sehingga penularan penyakit bisa lebih terkendali.

Di negara lain selain Amerika, mereka boleh melakukan tranfusi darah bahkan sperma. Sepanjang mereka sehat & tidak ada kuman penyakit.

Seandainya sekarang ditemukan obat untuk menyembuhkan homoseks pasti kaum homoseks banyak yang disembuhkan. Pada tahun 1900an pun sudah banyak dicoba cara untuk menyembuhkan mereka: mulai dari obat, terapi di asylum, lobotomy surgery dan tidak satupun berhasil.

Sekali lagi saya jelaskan kesimpulan saya. Saya ingin semua manusia lahir normal. Saya juga berharap di dunia ini tak ada homoseks. Tak ada laki-laki suka dengan laki-laki, tak ada orang lahir tak punya kaki, tak ada orang lahir dengan IQ rendah. Tapi kenyataan mereka ada. Kita tak boleh menghukum mereka, malah kita harus menolong mereka.

Daripada kamu mencaci homoseks lebih baik kamu meneliti obat untuk menyembuhkan mereka. Jauh lebih bermanfaat.
User avatar
suseno
 
Posts: 675
Joined: Tue May 03, 2011 2:19 am
Location: Mossad

Re: suseno vs orang Malaysia: Homosex dalam Islam

Postby Momad Narsis » Sun Oct 30, 2011 1:22 am

@Suseno
tambahan :
dari pada membunuh mereka..!!
mengapa anda (org malaysia) malah mencintai pembunuhan dari pada berpikir mengatasi masalah..? adakah agama anda mengajarkan anda untuk MALAS BERPIKIR mengatasi masalah dunia ini..? Pantas saja banyak yg hidup dibawah garis kemiskinan dan pembodohan karena suka mengatasi masalah hanya dgn cara meleyapkan nyawa org lain tanpa mau belajar untuk menjadi manusia, OH HUKUM AOLLOH SWT yg sungguh brilian.
Salam Damai
User avatar
Momad Narsis
 
Posts: 3460
Joined: Sun Jan 02, 2011 4:35 pm

Re: suseno vs orang Malaysia: Homosex dalam Islam

Postby iamthewarlord » Mon Oct 31, 2011 8:30 am

Orang Malaysia wrote:membunuh itu moral jahat, apakah buktinya??? sebelum kelahiran Nabi Muhammad, puak2 di sana suka membunuh bayi perempuan sedangkan itu adalah perkara biasa bagi mereka dan mereka tidak dianggap moral mereka jahat. seorang perompak membunuh kerana lapar untuk mendapatkan makanan dan yang dirompak terpaksa membunuh kerana mempertahankan harta dan nyawanya apakah moral mereka?



dongeng ini yg sering dipakai oleh muslim untuk membenarkan ajaran Muhammad/Islam, tapi dongeng ini dari mana ya asalnya?
Adaakah hadist shahih yg menerangkan soal ini?

Pdhal kita tau persis, perempuan sebelum Islam lebih bebas dan mempunyai kesetaraan gender yg sama, ini dibuktikan oleh Khadija, istri pertama Muhammad, yg sukses menjadi pedagang dan bos dari banyak lelaki, termasuk Muhammad.
User avatar
iamthewarlord
 
Posts: 4494
Images: 6
Joined: Sun Feb 08, 2009 11:07 pm
Location: “Ibadah lelaki akan diputus dengan lewatnya keledai, wanita dan anjing hitam.” Muhammad.

Re: suseno vs orang Malaysia: Homosex dalam Islam

Postby suseno » Wed Nov 02, 2011 3:47 am

Momad Narsis wrote:@Suseno
tambahan :
dari pada membunuh mereka..!!
mengapa anda (org malaysia) malah mencintai pembunuhan dari pada berpikir mengatasi masalah..? adakah agama anda mengajarkan anda untuk MALAS BERPIKIR mengatasi masalah dunia ini..? Pantas saja banyak yg hidup dibawah garis kemiskinan dan pembodohan karena suka mengatasi masalah hanya dgn cara meleyapkan nyawa org lain tanpa mau belajar untuk menjadi manusia, OH HUKUM AOLLOH SWT yg sungguh brilian.
Salam Damai


Ha... ha... ha...

Begitulah hukum aoloh wts yang "sempurna", kalo ada orang yang bermasalah lenyapkan saja orang itu. Masalah terselesaikan \:D/


Orang Malaysia wrote:membunuh itu moral jahat, apakah buktinya??? sebelum kelahiran Nabi Muhammad, puak2 di sana suka membunuh bayi perempuan sedangkan itu adalah perkara biasa bagi mereka dan mereka tidak dianggap moral mereka jahat. seorang perompak membunuh kerana lapar untuk mendapatkan makanan dan yang dirompak terpaksa membunuh kerana mempertahankan harta dan nyawanya apakah moral mereka?

iamthewarlord wrote:dongeng ini yg sering dipakai oleh muslim untuk membenarkan ajaran Muhammad/Islam, tapi dongeng ini dari mana ya asalnya?
Adaakah hadist shahih yg menerangkan soal ini?

Pdhal kita tau persis, perempuan sebelum Islam lebih bebas dan mempunyai kesetaraan gender yg sama, ini dibuktikan oleh Khadija, istri pertama Muhammad, yg sukses menjadi pedagang dan bos dari banyak lelaki, termasuk Muhammad.


Yang saya nggak habis pikir, dia minta bukti/penjelasan kalau membunuh bayi-bayi perempuan itu perbuatan jahat. Keknya kalo udah kerasukan jin arab udah ga bisa bedain mana yang baik & jahat.
User avatar
suseno
 
Posts: 675
Joined: Tue May 03, 2011 2:19 am
Location: Mossad

Re: suseno vs orang Malaysia: Homosex dalam Islam

Postby omega phoenix » Fri Dec 02, 2011 7:07 pm

mereka ini memang akal pikirannya sudah dibutakan ajaran si momed, tapi saya ga heran sih.

Gimana mereka bisa berpikiran maju dan berkembang, lah panutan dan tauladan sempurna mereka saja ga bisa make nalarnya dengan baik dan sempurna.

Rasulullah SAW bersabda: "Seandainya tidak ada Hawa, niscaya selamanya wanita tidak akan berkhianat pada suaminya."

otak dan nalarnya dimana coba sampai bersabda seperti itu . Kalau Hawa tidak ada , ga bakal ada manusia dimuka bumi


Makanya bro, ga heran deh klo pikiran mereka ga bakalan maju sampai kapanpun deh kalau masih mengidolakan si nabi tanpa otak dan nalar tersebut.
User avatar
omega phoenix
 
Posts: 1689
Joined: Sun Aug 21, 2011 6:39 pm

Re: suseno vs orang Malaysia: Homosex dalam Islam

Postby omega phoenix » Fri Dec 02, 2011 7:11 pm

Jin arab memang sakti bro (cuman buat slimerz),
User avatar
omega phoenix
 
Posts: 1689
Joined: Sun Aug 21, 2011 6:39 pm


Return to Sex dalam Islam



Who is online

Users browsing this forum: No registered users