Page 1 of 1

Menjawab Harun Yahya - The Deception of Allah

PostPosted: Mon Mar 05, 2012 3:57 pm
by Adadeh
The Deception of Allah (Tipu Muslihat Allah)

Hal. 217
Menjawab Harun Yahya
http://www.harunyahya.com

Pak Harun mengarang berbagai klaim/pernyataan tentang Qur’an. Aku akan membuktikan semua karangannya salah dan Pak Harun memang sengaja menciptakan klaim² palsu dengan tujuan menipu.

Berikut adalah sebagian dari klaim di websitenya. Aku akan tunjukkan makna sebenarnya ayat² Qur’an yang dikutipnya, yang digunakan Pak Harun untuk menipu pembaca.

Sebagaimana yang diklaim Muslim, hal berikut adalah tentang bagaimana tuhan mereka mengetahui. Jika Allah itu bukan Tuhan, maka bagaimana mungkin dia bisa mengetahui hal berikut:

• Kita Hidup di Alam Raya yang Berkembang
• Titik Keberangkatan Perjalanan Kita
• Kita Diciptakan dari Ketiadaan
• Alamraya Berbentuk Gas
• Orbit yang Sempurna
• Partikel Atom dan SubAtom
• Lubang Hitam: Sumpah nan Dahsyat
• Pulsar²
• Tarikan dan Gerak
• Semuanya Mengambang dalam Orbit
• Penciptaan Pasangan²
• Relativitas Waktu Dinyatakan 1400 Tahun yang Lalu
• Matahari Juga Bergerak
• Perbedaan antara Matahari dan Bulan
• Orbit Bulan
• Perjalanan ke Bulan
• Lapisan² Surga, Lapisan² Bumi
• Atap yang Terlindung dengan Baik
• Dikembalikan oleh Langit
• Surga² Tak Ditunjang oleh Pilar²
• Bentuk Geoidal Dunia
• Malam Bergulir Menutup Siang
• Diameter Bumi dan Angkasa
• Bumi Berputar Meskipun Kita Tak Merasakannya
• Angin yang Subur
• Awan dan Proses Hujan
• Ukuran dalam Hujan
• Air Bawah Tanah dan Siklus Air
• Batas Laut dan Gelombang dalam Laut
• Gunung² sebagai Pasak²
• Kesalahan pada Permukaan Bumi
• Makna Gempa dan Beban Berat
• Pembentukan Minyak Bumi
• Pernafasan dan Fotosintesa
• Sukarnya Naik ke Langit
• Manusia dan Polusi
• Sex pada Tanaman
• Tanah yang Berdenyut dan Berkembang ketika Mulai Hidup
• Lebah Madu Betina, Pembangun Sarang Sendiri
• Perut Lebah Madu dan Manfaat Obat dari Madu
• Pembentukan Susu
• Komunikasi antar Burung
• Semut Betina dan Komunikasi antar Binatang
• Manusia Diciptakan dari Debu dan Air
• Sperma Merupakan Persenyawaan
• Penciptaan dari Saripati dan Jenis Kelamin Anak
• Bergantung pada Dinding Rahim
• Mengunyah Segumpal Daging
• Pembentukan Tulang dan Pembungkusan Tulang dengan Daging
• Penciptaan dalam Tiga Kegelapan
• Identitas pada Sidik Jari
• Bahasa dan Manusia
• Sandi dalam Diri Kita
• Hubungan Sebab dan Akibat
• Kesalahan pada Konsep Sejarah Progresif Unilinear (Kemajuan yang Berkembang secara Bertahap dari Jaman Primitif sampai Modern)
• Muzizat berdasarkan Arkeologi dan Masyarakat Saba
• Masyarakat Aad dan Kota Eram
• Misteri di Belakang Nama Haamaan
• Mesir Kuno dan Tubuh Firaun
• Tanda² dalam Alkitab Perjanjian Lama
• Tanda² dalam Alkitab Perjanjian Baru
• Kemenangan Romawi dan Titik Terendah Bumi
• Titik Terendah Bumi
• Bola Lampu Listrik, Materi Penghantar Tenaga dan Makna Baru Komunikasi
• Mereka yang Tak Percaya di Akhir Jagad Raya, Kematian Bintang² dan Matahari dari Big Bang sampai Big Crunch (Krisis Besar)
• Seperti Belalang

Nah, begitulah sebagian besar daftar klaim yang dibuat Muslim. Agar lebih mudah, penjelasan bisa ditulis melalui satu dari dua kemungkinan ini:

1. Menjawab klaim satu persatu, atau
2. Menunjukkan kesalahan Qur’an

Kupikir cara yang paling tepat adalah menunjukkan kesalahan Qur’an, karena Muslim menganggap Qur’an adalah buku Tuhan, jadi tentunya Qur’an harus sempurna dunk. Di lain pihak, menunjukkan kesalahan Qur’an juga mengungkapkan dusta yang dibuat Muslim. Mari kita mulai membahas Qur’an dari awal sampai akhir.


bersambung ... ntar kalo udah selesai bakal gw bikin pdf-nya, lengkap dengan bookmarks agar gampang cari bahan bacaan tertentu.

Re: Menjawab Harun Yahya - The Deception of Allah

PostPosted: Mon Mar 05, 2012 4:06 pm
by keeamad
Komen dikit aja.
Semua sumber daya berupa :
Waktu, tenaga, uang dan pikiran beliau (dan muslim lain pada umumnya) hanya "Habis" untuk mencocok - cocokkan antara "Penemuan" Kafir yang sudah ada dengan ISYARAT (MIMPI) AL QUTANG ....
Hasilnya ? Muslim gak pernah menghasilkan PENEMUAN KONGKRIT APAPUN, KECUALI terus SIBUK untuk MENCOCOK - COCOKKAN mimpi AL QUTANG DENGAN segala PENEMUAN KAFIR BERIKUTNYA .....

Salam
GBU

Re: Menjawab Harun Yahya - The Deception of Allah

PostPosted: Mon Mar 05, 2012 4:35 pm
by dhiky
Ditunggu nih pdf nya....keliatannya bakal seru... :)

Re: Menjawab Harun Yahya - The Deception of Allah

PostPosted: Mon Mar 05, 2012 4:48 pm
by I Want You
wah , ikutan nunggu ahh ... =D> =D> =D>

PostPosted: Mon Mar 05, 2012 10:17 pm
by ali5196

Re: Menjawab Harun Yahya - The Deception of Allah

PostPosted: Tue Mar 06, 2012 12:07 pm
by Captain Pancasila
Ada Kitab Suci lain selain Al-Qur'an, yang bisa "diHarunYahyakan" apa nggak (seolah-olah si ali ini beranggapan kalau semua Kitab bisa diilmiahkan sebegitu mudahnya #-o ) ? :green:

Re: Menjawab Harun Yahya - The Deception of Allah

PostPosted: Tue Mar 06, 2012 2:25 pm
by CrimsonJack
Contoh,
http://en.wikipedia.org/wiki/Nezha_%28deity%29
Sepatu ber-roda api.
Terbang dengan spatu berapi sebelum ironman :rofl:

mau cocok2mology dengan science mah banyak atuh.

Re: Menjawab Harun Yahya - The Deception of Allah

PostPosted: Tue Mar 06, 2012 10:44 pm
by kufirandproud
nandain yah :)

Re: Menjawab Harun Yahya - The Deception of Allah

PostPosted: Wed Mar 07, 2012 2:04 am
by walet
Captain Pancasila wrote:Ada Kitab Suci lain selain Al-Qur'an, yang bisa "diHarunYahyakan" apa nggak (seolah-olah si ali ini beranggapan kalau semua Kitab bisa diilmiahkan sebegitu mudahnya #-o ) ? :green:


Gak ada, gak ada kitab suci yang bisa dijadikan ketawaan kaya Quran.

Re: Menjawab Harun Yahya - The Deception of Allah

PostPosted: Wed Mar 07, 2012 3:12 am
by Adadeh
Halaman 221-229

Kesalahan² Qur’an

A. Qur’an dan Keterangan Sainsnya yang Ngawur

Sains Bumi dan Ruang Angkasa
Image Astronomi
Image Astrofisika
Image Geografi
Image Geologi
Image Biologi
Image Matematika
Image Medisin (Obat²an)

B. Qur’an dan Keterangan Sejarahnya yang Ngawur
C. Qur’an dan Dongeng²nya


Aku akan jelaskan dengan sederhana karena aku tahu banyak pembaca yang baru pertama kali membaca tentang topik ini dan tidak begitu paham akan Islam.

Qur’an dan Astronomi, Astrofisika, Geografi
Menjawab Harun Yahya
Klaim Muslim Pertama: Langit yang Penuh Tenunan Berbagai Orbit

Berikut adalah klaim dari Muslim (Harun Yahya):

Qur’an, Sura adh-Dhariyat (51), ayat 7: Demi langit yang mempunyai jalan-jalan,
Kata Arab “alhubuki,” diterjemahkan sebagai “mempunyai jalan²” di ayat 7 Sura adh-Dhariyat (# 51), berasal dari kata “hubeke,” yang berarti “menenun dengan rapat, menenun, mengikat jadi satu.” Penggunaan kata di ayat ini sangat tepat dan mewakili pengetahuan sains modern dalam dua aspek.

Aspek pertama: Orbit dan jalan² di jagad raya sangatlah rapat dan berjalinan sehingga bersimpangan, sama seperti benang² dalam sebuah kain. Sistem Tata Surya di mana kita hidup terdiri atas Matahari, planet² dan satelit²nya dan obyek² langit yang senantiasa bergerak, seperti meteor dan komet. Sistem Tata Surya bergerak melalui galaksi yang dikenal sebagai galaksi Milky Way (Bima Sakti) , yang terdiri dari 400 milyar bintang. Diperkirakan terdapat milyaran galaksi. Benda² dan sistem luar angkasa berputar dengan kecepatan ribuan kilometer per jam, bergerak melalui ruang tanpa berbenturan satu sama lain. Ilmu sains Astronomi dikembangkan dengan tujuan untuk memetakan letak dan jalur bintang², sedangkan ilmu Astromekanik dikembangkan untuk menentukan pergerakan benda² langit yang rumit. Ahli Astronomi dulu mengira orbit² berbentuk lingkaran sempurna. Tapi sebenarnya jalur orbitnya mengikuti bentuk² matematika seperti lingkaran bola, eliptikal, parabola atau hiperbola. Dr. Carlo Rovelli dari University of Pittsburgh berkata, “Ruang di mana kita hidup ini merupakan jaringan perputaran yang sangat luarbiasarumitnya.”


Aspek kedua: penjabaran dalam Qur’an tentang langit dengan menggunakan kata yang berarti “menenun” mungkin bersangkutan dengan Teori Benang dalam ilmu fisika. (wallahualam) Menurut teori ini, unsur² dasar yang membentuk alam semesta bukanlah partikel² berbentuk seperti titik bundar, tapi merupakan benang² yang mirip senar biola mini. Benang² kecil, berbentuk sama, dan terdiri dari 1 dimensi yang beralun seperti kawat pijar (filamen), yang bentuknya seperti melingkar. Diperkirakan bahwa asal-usul semua perbedaan di jagad raya ini berasal dari bagaimana benang² ini bergetar di vibrasi yang berbeda, sama seperti senar² biola menghasilkan suara² yang berbeda karena vibrasi yang berbeda pula.

Cara Allah menjabarkan alam raya seperti tenunan jalan² dan orbit² di Sura adh-Dhariyat, ayat 7 menunjukkan bahwa Qur’an sangatlah sesuai dengan sains. Seperti terdapat dalam bukti² lain, informasi yang diungkapkan Qur’an 1400 tahun yang lalu ternyata dibenarkan oleh data sains modern dan ini merupakan hal yang sangat mengagumkan. Harmoni yang sempurna antara Qur’an dan perkembangan sains dengan jelas menunjukkan bahwa Qur’an itu memang perkataan Tuhan, sang Pencipta Segala. Allah berkata di Qur’an, Sura An-Nisa (4), ayat 82:

Maka apakah mereka tidak memperhatikan Al Quran? Kalau kiranya Al Quran itu bukan dari sisi Allah, tentulah mereka mendapat pertentangan yang banyak di dalamnya.


Jawabanku atas Klaim Harun Yahya Di Atas

1. Klaim pak Harun ternyata hanya berdasar pada makna “mungkin” saja. Ini kukutip pernyataannya:
“penjabaran dalam Qur’an tentang langit dengan menggunakan kata yang berarti “menenun” mungkin bersangkutan dengan Teori Benang dalam ilmu fisika.”
Sejak kapan sains itu adalah tentang ke”mungkin”an?

2. Dari bacaan di atas, tampak bahwa Pak Harun mengarang cerita dari kata jalan! Kata jalan ini diubah jadi sains dan dengan penemuan tentang orbit planet, tahu² Muhammad jadi ahli astronomi! Semua ini berdasar pada satu kata “jalan.”

3. Fakta menunjukkan bahwa Muhammad menggunakan kata jalan karena dia mengira ada jalanan ke surga yang terbuat dari paasir. Ini tampak di kamus Islam Arab:

Buku Lisan Al Arab, oleh Abu-AlFadel, cetakan tahun 2003, hal. 19 dan 20:

Image

Kata “alhubuki” (kata majemuk dari hubiekah) berarti “jalanan ke bintang².” (Al Fara’) berkata, “langit yang memiliki alhubuki adalah hubk, yang maknanya sama dengan pasir yang terpencar (jadi lembut karena dilampaui/ditapaki banyak orang), jika angin meniupnya, maka pasir pun terbang bersama angin.

4. Sudah sangat jelas bahwa Muhammad berbicara tentang jalanan pasir yang akan membawamu ke surganya Allah.

5. Kita baca di Hadis Al-Bukhari, Buku 58, Hadis 227 (buku aslinya berbahasa Arab dari Al-Mana’qeb, Hadis 3467, hal. 1410-1412)

Image

terjemahan:
Muhammad Naik Bagal Terbang untuk Menemui Allah
Shahih Bukhari 3598 (atau Sahih Al Bukhari, Buku 58, Hadis # 227)
Telah menceritakan kepada kami Hudbah bin Khalid telah menceritakan kepada kami Hammam bin Yahya telah menceritakan kepada kami Qatadah dari Anas bin Malik dari Malik bin Sha'sha'ah radliallahu 'anhuma, bahwa Nabi shallallahu 'alaihi wasallam bercerita kepada mereka tentang malam perjalanan Isra': "Ketika aku berada di al Hathim" -atau beliau menyebutkan di al Hijir- dalam keadaan berbaring, tiba-tiba seseorang datang lalu membelah". Qatadah berkata; Dan aku juga mendengar dia berkata: "lalu dia membelah apa yang ada diantara ini dan ini". Aku bertanya kepada Al Jarud yang saat itu ada di sampingku; "Apa maksudnya?". Dia berkata; "dari lubang leher dada hingga bawah perut" dan aku mendengar dia berkata; "dari atas dadanya sampai tempat tumbuhnya rambut kemaluan." lalu laki-laki itu mengeluarkan kalbuku (hati), kemudian dibawakan kepadaku sebuah baskom terbuat dari emas yang dipenuhi dengan iman, lalu dia mencuci hatiku kemudian diisinya dengan iman dan diulanginya. Kemudian aku didatangkan seekor hewan tunggangan berwarna putih yang lebih kecil dari pada baghal namun lebih besar dibanding keledai." Al Jarud berkata kepadanya; "Apakah itu yang dinamakan al Buraq, wahai Abu HAmzah?". Anas menjawab; "Ya. Al Buraq itu meletakan langkah kakinya pada pandangan mata yang terjauh"." Lalu aku menungganginya kemudian aku berangkat bersama Jibril 'alaihis salam hingga sampai di langit dunia. (terjemahan penulis: Lalu aku menungganginya, dan Jibril juga ikut menungganginya, dan kami berangkat sampai kami mencapai langit terendah. ) Lalu Jibril meminta dibukakan pintu langit kemudian dia ditanya; "Siapakah ini". Jibril menjawab; "Jibril". Ditanyakan lagi; "Siapa orang yang bersamamu?". Jibril menjawab; "Muhammad". Ditanyakan lagi; "Apakah dia telah diutus?". Jibril menjawab; "Ya". Maka dikatakan; "Selamat datang baginya dan ini sebaik-baik kedatangan orang yang datang". Maka pintu dibuka dan setelah melewatinya aku berjumpa Adam 'alaihis salam. Jibril AS berkata: "Ini adalah bapakmu, Adas. Berilah salam kepadanya". Maka aku memberi salam kepadanya dan Adam 'alaihis salam membalas salamku lalu dia berkata: "Selamat datang anak yang shalih dan nabi yang shalih". Kemudian aku dibawa naik ke langit kedua, lalu Jibril meminta dibukakan pintu langit kemudian dia ditanya; "Siapakah ini". Jibril menjawab; "Jibril". Ditanyakan lagi; "Siapa orang yang bersamamu?". Jibril menjawab; "Muhammad". Ditanyakan lagi; "Apakah dia telah diutus?". Jibril menjawab; "Ya". Maka dikatakan; "Selamat datang baginya dan ini sebaik-baik kedatangan orang yang datang". Maka pintu dibuka dan setelah aku melewatinya, aku berjumpa dengan Yahya dan 'Isa 'alaihimas salam, keduanya adalah anak dari satu bibi. Jibril berkata; "Ini adalah Yahya dan 'Isa, berilah salam kepada keduanya." Maka aku memberi salam kepada keduanya dan keduanya membalas salamku lalu keduanya berkata; "Selamat datang saudara yang shalih dan nabi yang shalih". Kemudian aku dibawa naik ke langit ketiga lalu Jibril meminta dibukakan pintu langit kemudian dia ditanya; "Siapakah ini". Jibril menjawab; "Jibril". Ditanyakan lagi; "Siapa orang yang bersamamu?". Jibril menjawab; "Muhammad". Ditanyakan lagi; "Apakah dia telah diutus?". Jibril menjawab; "Ya". Maka dikatakan; "Selamat datang baginya dan ini sebaik-baik kedatangan orang yang datang". Maka pintu dibuka dan setelah aku melewatinya, aku berjumpa dengan Yusuf 'alaihis salam. Jibril berkata; "Ini adalah Yusuf. Berilah salam kepadanya". Maka aku memberi salam kepadanya dan Yusuf membalas salamku lalu berkata; "Selamat datang saudara yang shalih dan nabi yang shalih". Kemudian aku dibawa naik ke langit keempat lalu Jibril meminta dibukakan pintu langit kemudian dia ditanya; "Siapakah ini". Jibril menjawab; "Jibril". Ditanyakan lagi; "Siapa orang yang bersamamu?". Jibril menjawab; "Muhammad". Ditanyakan lagi; "Apakah dia telah diutus?". Jibril menjawab; "Ya". Maka dikatakan; "Selamat datang baginya dan ini sebaik-baik kedatangan orang yang datang". Maka pintu dibuka dan setelah aku melewatinya, aku berjumpa dengan Idris 'alaihis salam. Jibril berkata; "Ini adalah Idris, berilah salam kepadanya". Maka aku memberi salam kepadanya dan Idris membalas salamku lalu berkata; "Selamat datang saudar yang shalih dan nabi yang shalih". Kemudian aku dibawa naik ke langit kelima lalu Jibril meminta dibukakan pintu langit kemudian dia ditanya; "Siapakah ini". Jibril menjawab; "Jibril". Ditanyakan lagi; "Siapa orang yang bersamamu?". Jibril menjawab; "Muhammad". Ditanyakan lagi; "Apakah dia telah diutus?". Jibril menjawab; "Ya". Maka dikatakan; "Selamat datang baginya dan ini sebaik-baik kedatangan orang yang datang". Maka pintu dibuka dan setelah aku melewatinya, aku bertemu dengan Harun 'alaihis salam. Jibril berkata; "Ini adalah Harun. Berilah salam kepadanya". Maka aku memberi salam kepadanya dan Harun membalas salamku lalu berkata; "Selamat datang saudara yang shalih dan nabi yang shalih". Kemudian aku dibawa naik ke langit keempat lalu Jibril meminta dibukakan pintu langit kemudian dia ditanya; "Siapakah ini". Jibril menjawab; "Jibril". Ditanyakan lagi; "Siapa orang yang bersamamu?". Jibril menjawab; "Muhammad". Ditanyakan lagi; "Apakah dia telah diutus?". Jibril menjawab; "Ya". Maka dikatakan; "Selamat datang baginya dan ini sebaik-baik kedatangan orang yang datang". Maka pintu dibuka dan setelah aku melewatinya, aku mendapatkan Musa 'alaihis salam. Jibril berkata; "Ini adalah Musa. Berilah salam kepadanya". Maka aku memberi salam kepadanya dan Musa membalas salamku lalu berkata; "Selamat datang saudara yang shalih dan nabi yang shalih". Ketika aku sudah selesai, tiba-tiba dia menangis. Lalu ditanyakan; "Mengapa kamu menangis?". Musa menjawab; "Aku menangis karena anak ini diutus setelah aku namun orang yang masuk surga dari ummatnya lebih banyak dari orang yang masuk surga dari ummatku". Kemudian aku dibawa naik ke langit ketujuh lalu Jibril meminta dibukakan pintu langit kemudian dia ditanya; "Siapakah ini". Jibril menjawab; "Jibril". Ditanyakan lagi; "Siapa orang yang bersamamu?". Jibril menjawab; "Muhammad". Ditanyakan lagi; "Apakah dia telah diutus?". Jibril menjawab; "Ya". Maka dikatakan; "Selamat datang baginya dan ini sebaik-baik kedatangan orang yang datang". Maka pintu dibuka dan setelah aku melewatinya, aku mendapatkan Ibrahim 'alaihis salam. Jibril berkata; "Ini adalah bapakmu. Berilah salam kepadanya". Maka aku memberi salam kepadanya dan Ibrahim membalas salamku lalu berkata; "Selamat datang anak yang shalih dan nabi yang shalih". Kemudian Sidratul Muntaha diangkat/dinampakkan kepadaku yang ternyata buahnya seperti tempayan daerah Hajar dengan daunnya laksana telinga-telinga gajah. Jibril 'alaihis salam berkata; "Ini adalah Sidratul Munahaa." Ternyata di dasarnya ada empat sungai, dua sungai Bathin dan dua sungai Zhahir". Aku bertanya: "Apakah ini wahai Jibril?". Jibril menjawab; "adapun dua sungai Bathian adalah dua sungai yang berada di surga, sedangkan dua sungai Zhahir adalah an Nail dan Eufrat". Kemudian aku diangkat ke Baitul Ma'mur, lalu aku diberi satu gelas berisi khamer, satu gelas berisi susu dan satu gelas lagi berisi madu. Aku mengambil gelas yang berisi susu. Maka Jibril berkata; "Ini merupakan fithrah yang kamu dan ummatmu berada di atasnya". Kemudian diwajibkan bagiku shalat lima puluh kali dalam setiap hari. Aku pun kembali dan lewat di hadapan Musa 'alaihis salam. Musa bertanya; "Apa yang telah diperintahkan kepadamu?". aku menjawab: "Aku diperintahkan shalat lima puluh kali setiap hari". Musa berkata; "Sesungguhnya ummatmu tidak akan sanggup melaksanakan lima puluh kali shalat dalam sehari, dan aku, demi Allah, telah mencoba menerapkannya kepada manusia sebelum kamu, dan aku juga telah berusaha keras membenahi Bani Isra'il dengan sungguh-sungguh. Maka kembalilah kepada Rabbmu dan mintalah keringanan untuk umatmu". Maka aku kembali dan Allah memberiku keringanan dengan mengurangi sepuluh shalat, lalu aku kembali menemui Musa. Maka Musa berkata sebagaimana yang dikatakan sebelumnya, lalu aku kembali dan Allah memberiku keringanan dengan mengurangi sepuluh shalat, lalu aku kembali menemui Musa. Maka Musa berkata sebagaimana yang dikatakan sebelumnya, lalu aku kembali dan Allah memberiku keringanan dengan mengurangi sepuluh shalat, lalu aku kembali menemui Musa. Maka Musa berkata sebagaimana yang dikatakan sebelunya. Aku pun kembali, dan aku di perintah dengan sepuluh kali shalat setiap hari. Lalu aku kembali dan Musa kembali berkata seperti sebelumnya. Aku pun kembali, dan akhirnya aku diperintahkan dengan lima kali shalat dalam sehari. Aku kembali kepada Musa dan dia berkata; "Apa yang diperintahkan kepadamu?". Aku jawab: "Aku diperintahkan dengan lima kali shalat dalam sehari". Musa berkata; "Sesungguhnya ummatmu tidak akan sanggup melaksanakan lima kali shalat dalam sehari, dan sesungguhnya aku, telah mencoba menerapkannya kepada manusia sebelum kamu, dan aku juga telah berusaha keras membenahi Bani Isra'il dengan sungguh-sungguh. Maka kembalilah kepada Rabbmu dan mintalah keringanan untuk umatmu". Beliau berkata: "Aku telah banyak memohon (keringanan) kepada Rabbku hingga aku malu. Tetapi aku telah ridla dan menerimanya". Ketika aku telah selesai, terdengar suara orang yang berseru: "Sungguh Aku telah memberikan keputusan kewajiban-Ku dan Aku telah ringankan untuk hamba-hamba-Ku".

6. Berdasarkan keterangan dongeng di atas, Muhammad terbang ke surga dengan mengendarai binatang yang mirip keledai atau bagal. Binatang ini bisa terbang ke surga sedemikian cepatnya, karena dapat melangkah sedemikian jauh. ("Al Buraq itu meletakan langkah kakinya pada pandangan mata yang terjauh.")

7. Bahkan malaikat juga naik bagal/keledai untuk berjumpa dengan Allah.
“Lalu aku menungganginya, dan Jibril juga ikut menungganginya, dan kami berangkat sampai kami mencapai langit terendah.”

8. Berdasarkan keterangan Islam, kita bisa terbang ke langit dengan mengendarai keledai/bagal, atau mungkin ini merupakan penemuan sains yang belum terungkap? Ingatlah bahwa ini bukanlah cerita metafora /kiasa/perumpamaan , tapi cerita yang bermakna harafiah / literal.

9. Surga yang dikatakan Muhammad bukanlah ruang angkasa, tapi surga secara fisik. Surga ini bahkan berhubungan secara fisik dengan bumi, karena Muhammad menyebut dua sungai bumi yakni Nil dan Eufrat.
“Jibril menjawab; "adapun dua sungai Bathian adalah dua sungai yang berada di surga, sedangkan dua sungai Zhahir adalah an Nail dan Eufrat".”

Dapatkah Muslim menjawab mengapa sungai Nil dan Eufrat bisa berada di surga Allah dan di bumi pada saat yang bersamaan?
Jawabnya adalah terdapat jalan² yang menghubungkan sungai² ini.

10. Ini berarti jalan tersebut merupakan jalanan biasa yang bisa ditapaki.

11. Cerita di atas juga menyebut tentang 50 kali sholat dan bagaimana Muhammad, dengan bantuan Musa, mampu merubah jumlah sholat dari 50 jadi tinggal 5 saja. Yang teraneh dari kisah ini adalah: mengapa Allah tidak langsung saja menyuruh 5 kali sholat sejak awal? Mengapa dia awalnya memilih 50, lalu 40, lalu 10, lalu 5? Apakah Allah tidak tahu bahwa Musa menunggu di luar di jalanan untuk memberi nasehat pada Muhammad?

12. Bahkan Musa ingin Muhammad kembali untuk minta 0 (nol) kali sholat!

13. Juga simak keterangan lucu lain di dongeng tersebut:
"lalu dia membelah apa yang ada diantara ini dan ini". Aku bertanya kepada Al Jarud yang saat itu ada di sampingku; "Apa maksudnya?". Dia berkata; "dari lubang leher dada hingga bawah perut" dan aku mendengar dia berkata; "dari atas dadanya sampai tempat tumbuhnya rambut kemaluan." lalu laki-laki itu mengeluarkan kalbuku (hati), kemudian dibawakan kepadaku sebuah baskom terbuat dari emas yang dipenuhi dengan iman, lalu dia mencuci hatiku kemudian diisinya dengan iman dan diulanginya.”

14. Jika baskom itu memang berisi iman, maka kenapa musti memotong jauh² sampai ke daerah kemaluan?

Image

Re: Menjawab Harun Yahya - The Deception of Allah

PostPosted: Wed Mar 07, 2012 3:39 pm
by keeamad
@ adadeh,
Memasukkan kata JIBRIL dalam sunnah hadits yang baru dibuat ratusan tahun kemudian adalah JELAS2X PENYESATAN ISLAM ...
Saat ISRA MIRAJ, nabi masih di makah, dan semua 4126 ayat makiyah dari 90-an sura, gak ada satupun yg mencantumkan jibril nor muhammad (dalam tulisan arab quran), bahkan dalam surat al isra sekalipun ....
Salam

Re: Menjawab Harun Yahya - The Deception of Allah

PostPosted: Wed Mar 07, 2012 9:42 pm
by rahimii
@keeamad,
Bukan hal yang baru kalau ada banyak klaim2 yang umum berkembang dalam islam, namun tidak memiliki legitimasi quran. Contoh, mereka mengklaim Yerusalem sebagai tempat paling suci yang ke 3, padahal di quran tidak pernah disebutkan sekalipun mengenai Yerusalem. Bahkan aturan sholat 5 waktu hanya dapat dipelajari lewat hadits, tidak tercantum dalam quran. Sebenarnya, agama ini merasa begitu inferior dan rendah diri, karena tidak mampu memberikan sumbangsih apa-apa bagi dunia. Segala musclaim itu hanyalah upaya menutupi rasa inferioritas sekaligus alat pembungkus agar islam tetap laku dijual saja.

Re: Menjawab Harun Yahya - The Deception of Allah

PostPosted: Sat Jun 09, 2012 11:31 am
by snipey
Captain Pancasila wrote:Adakah Kitab Suci lain selain Al-Qur'an, yang bisa "diHarunYahyakan"? (seolah-olah si ali ini beranggapan kalau semua Kitab bisa diilmiahkan sebegitu mudahnya)


Ada. Banyak.
Semua kitab suci bisa "diHarun-Yahyakan" --tp apakah umatnya diam saja, apakah membiarkan kalo memang
pemaksaan "sains di dalam kitab suci" hanya akan bikin kasus tertawaan (spt perbuatan Harun Yahya)
No way !


Kitab suci adalah pegangan umat, BUKAN sebuah buku sains. Itu pasti.

Yang kedua, kalaupun dalam kitab tsb ada kisah mengenai alam semesta, mengenai ciptaanNya yg cocok dgn sains--maka
bersiaplah utk menerima counter / ketidaksetujuan dr para peneliti lain.
Krn sains itu berkembang, smntr tulisan di kitab = tetap.

Bersediakah Al-Quran menerima counter kritis dr para ilmuwan thd "sains di dalam Al-Quran" ala Harun Yahya.
Yg ribut-ribut kan justru bukan ilmuwan tp umat islam yg merasa tersinggung.

Ketiga, pemaksaan "masuk sains" thd suatu kisah yg sebenarnya gak cocok dgn sains modern akan menghasilkan
tertawaan dan rasa malu. Spt yg terjadi pd Al-Quran.


Note:
"sesungguhnya Alloh SWT membenci orang-orang yg melampaui batas"