.

ZWEMER: Pengaruh Animisme dalam Islam

Re: ZWEMER: Pengaruh Animisme dalam Islam

Postby anne » Fri Jun 08, 2012 10:05 pm

BAB IX
ILMU GAIB DAN SIHIR


Tidak ada dalam agama monoteistik apapun selain Islam dimana ilmu gaib dan sihir begitu tertanam dengan kuat, karena dalam Islam hal ini didasarkan pada ajaran dalam Quran serta tindakan/perilaku sang Nabi.

Dalam salah satu ayat yang terkenal 1 kita baca:

Q2:102 “Dan mereka mengikuti apa yang dibaca oleh syaitan-syaitan pada masa kerajaan Sulaiman (dan mereka mengatakan bahwa Sulaiman itu mengerjakan sihir), padahal Sulaiman tidak kafir (tidak mengerjakan sihir), hanya syaitan-syaitan lah yang kafir (mengerjakan sihir). Mereka mengajarkan sihir kepada manusia dan apa yang diturunkan kepada dua orang malaikat di negeri Babil yaitu Harut dan Marut, sedang keduanya tidak mengajarkan (sesuatu) kepada seorangpun sebelum mengatakan: "Sesungguhnya kami hanya cobaan (bagimu), sebab itu janganlah kamu kafir". Maka mereka mempelajari dari kedua malaikat itu apa yang dengan sihir itu, mereka dapat menceraikan antara seorang (suami) dengan isterinya. Dan mereka itu (ahli sihir) tidak memberi mudharat dengan sihirnya kepada seorangpun, kecuali dengan izin Allah. Dan mereka mempelajari sesuatu yang tidak memberi mudharat kepadanya dan tidak memberi manfaat. Demi, sesungguhnya mereka telah meyakini bahwa barangsiapa yang menukarnya (kitab Allah) dengan sihir itu, tiadalah baginya keuntungan di akhirat, dan amat jahatlah perbuatan mereka menjual dirinya dengan sihir, kalau mereka mengetahui

Image Image
(kiri) Malaikat Harut dan Marut sedang menjalani hukuman. Manuskrip bergambar koleksi Walters Art Museum ; (kanan) Qur’an, Sura 2, 102: Kisah Harut Marut di Babel, perkamen dengan huruf Kufi, dari abad 8-9. © Berlin State Library, Oriental Department, Ms. Wetzstein II 1913. Kisah ini memiliki kesejajaran dengan kisah Shamhazai dan Azael dalam Talmud, namun nama Harut Marut sendiri diambil dari nama dewa kuno dalam mitologi Armenia, Horot dan Morot


Dalam tafsir, ada kisah panjang bagaimana kedua malaikat ini, Harut dan Marut, memiliki rasa iba akan kerapuhan manusia dan kemudian diturunkan ke bumi untuk dicoba. Mereka berdua jatuh dalam dosa, dan sewaktu diizinkan untuk memilih hendak dihukum sekarang atau setelah kiamat, mereka memilih yang pertama, dan saat ini masih menjalani hukuman kedua kaki digantung dengan kepala di bawah di sebuah lubang batu di Babel, dimana mereka menjadi guru besar ilmu sihir.2

Ada pasal lain di Qur’an yang berhubungan dengan ilmu gaib, dan pada kenyataannya, sebagaimana yang telah kita lihat, buku itu sendiri memiliki kekuatan gaib. Tahyul-tahyul Arab dari masa sebelum Islam telah diabadikan di dalamnya.

Adadeh: ‘Rafat Amari: Islam Ditinjau Dari Pengamatan Sejarah’

Dalam bahasa Arab di masa Muhammad, jin juga dikenal sebagai setan. Al-Jahith, penulis Arab kuno, menerangkan tentang kepercayaan bangsa Arabia di jaman Muhammad. Dia berkata bahwa mereka menyebut para setan sebagai “jin-setan,” “setan” atau “jin” saja. [12] Penyair Arab terkenal yakni Jarir mengatakan dalam salah satu syairnya bahwa dia memiliki setan yang sanggup membuat jampi² dan setan ini adalah sejenis jin. [13] Al-Tabari juga menyampaikan keterangan yang sama bahwa sang Iblis adalah seorang jin dan ketua para jin. [14]
[12] Al-Jaheth, al- Haiwan, 6: 190; dikutip oleh Jawad Ali, al-Mufassal, vi, hal. 709
[13] Al- Shebli, Ahkam al- Jinn, hal. 114
[14] Tarikh al-Tabari I, hal. 56 and 61

Para pengikut Muhammad yang pertama berasal dari kelompok yang bernama Saalik. Mereka merasa iri dengan masyarakat Mekah yang jadi kayaraya karena berdagang dengan orang² Syria, Palestina, Iraq, dan Yaman. Orang² Saalik ini pemalas, tak mau bekerja, tapi mau enak²an menikmati kekayaan orang lain. Mereka terkenal suka merampok barang orang lain. Diantara para pemimpin mereka adalah Urwah Bin Zayd al-Uzedi yang juga adalah seorang Arraf عراف , yakni dukun atau perantara bagi Jin dan setan. [5] Kelompok Saalik yang dipimpin dukun Jin menunjukkan bahwa mereka merupakan bagian dari kepercayaan okult/mistik. Inilah sebabnya mereka bersedia ikut Muhammad, karena Muhamma sendiri mengaku sebagai nabi bagi manusia, jin dan setan, [6] dan dia malah menganggap para jin Muslim sebagai saudaranya. Dia berkata bahwa dia menyebut jin Muslim, “Saudara²mu, para jin.” [7]
[5] Al-Masudi, II, hal. 182; Al-Asbahani, Al Aghani, 3, hal. 73
[6] Halabieh 2; hal. 130
[7] Halabieh 2, hal. 65

ali5196: ‘Kahin, Dukun Arab yang mempengaruhi Muhammad’(BAB 157 dari Buku “Ibtihal and Muslims’ Liberation Movement” oleh Dr Thomas A Ahmed, murtadin dari Sudan)

Kaum Kahin dan penyair puisi jaman Mamad dulu membantunya mengkomposisi ayat2nya --- mereka bukannya tidak sadar dengan apa yang mereka lakukan. Mereka malah meminta bantuan jin utk menyusun stanza2 mereka. Oleh karena itulah Qur’an memiliki kekuatan spiritual yang melangkahi kekuatan spiritual manapun, kecuali Injil.

Qur’an dan Injil adalah buku2 spiritual yang memiliki sumber berlaiinan. Injil dan Qur’an saling mengkontradiksi dalam claim mereka bahwa mereka adalah wahyu ilahi. Kalau Injil benar, maka Qur’an palsu dan vice versa. Qur’an dikomposisi untuk dua tujuan semata, untuk menghancurkan pesan Injil dan menghancurkan manusia.

Qur’an adalah sebuah buku puisi yang berirama. Pelafalan Qur’an tidak lebih dari memanggil roh2 jahat yang menguasai setiap huruf dan kata. Oleh karena itulah, QUR'AN TIDAK DIIJINKAN UNTUK DITERJEMAHKAN DALAM BAHASA LAIN. Hanya Qur'an saja yang menolak utk diterjemahkan. Tidak ada kitab suci lain yang menolak terjemahan. Qur’an akan kehilangan kekuatannya kalau dilafalkan dalam bahasa lain. Kekuatan spiritual itu hanya diasosiasikan dengan bahasa Arab, bahasa asli Qur'an, bahasa asli para Kahin. Malah Qur’an mempengaruhi seluruh bahasa Arab. Muslim yang tidak mengenal bahasa Arab tidak diijinkan solat kecuali dengan menyebut ayat2 Arab dalam Qur’an. Dengan kata lain, seorang Muslim non-Arab harus membacakan ayat2 Qur’an lima kali sehari guna berdoa kepada Allah. Menurut pada cendekiawan Muslim, terjemahan Qur’an hanya penafsiran dan bukan arti sebenarnya. 99% Muslim menghafal ayat2 Qur’an tanpa megnenal artinya. Muslim dilarang keras untuk menafsirkan sendiri atau mencoba mengerti sendiri kata2 Qur’an tanpa bantuan seorang imam/ustadz. Siapapun yang berani menafsirkan sebuah ayat Qur’an dijanjikan sebuah tempat di neraka. Wong, Qur’an sendiri bilang bahwa tidak ada satu orangpun yang boleh tahu artinya kecuali mereka yang diberikan PENGETAHUAN KHUSUS. Malah Qur’an hanya dimaksudkan untuk dilafalkan dan bukan dibaca. Pelafalan Qur’an adalah macam nyanyian spiritual untuk memanggil jin.


Tak satupun Muslim ortodoks meragukan bahwa manusia mampu membangkitkan kekuatan setan dan jin dengan ilmu gaib (sihir). Dimana-mana ada ahli sihir dan dukun professional.

Islam Magic.jpg

Bangladesh. Seorang Mullah sedang menulis tawezz. Banyak klien Mullah semacam ini yang berasal dari kalangan berpendidikan.
Gambia. Membuat jimat ‘Juju’ untuk menangkal roh, penyakit, atau bahkan bisa kebal tusukan pisau. Umumnya dibuat dari tulang hewan dengan ayat-ayat Qur’an.
Indonesia. (kiri) Surah al-Ikhlas (al-Tawhid) dibaca untuk perantara magis; (kanan) Surah al-An-am ayat 113, dioleskan (maaf) ke darah menstruasi untuk kegunaan santet ; (tengah) ayat di daun sirih untuk pengobatan.


Black Magic Islam melekat kuat dengan penggunaan ayat-ayat Qur’an. Di Afrika, Bangladesh, Pakistan, Malaysia, Indonesia, dan negara-negara Islam lainnya praktek semacam ini lazim dilakukan. Pembahasan lebih lanjut mengenai penggunaan ayat-ayat Qur’an untuk magis selengkapnya ada di Harahap: Ilmu Plintir Merica, Doanya dan Ilmu-ilmu lain Di Pakistan, para Ulama Deobandi/Bahrelvi yang sering sangat sensitif terhadap masalah penghujatan dan menentang keras pendidikan Barat justru yang paling tekun menggunakan Quran untuk kegunaan magis, dan membiarkannya diajarkan di madrasah-madrasah.

Keyakinan populer di kalangan mereka saat ini di tanah Arab dideskripsikan dengan baik oleh Doughty (vol. II, hal.106):

Wellah, Sheikh Khalil,” katanya, “salah satu diantara mereka (penyihir) yang duduk di semacam tongkat, bisa saja pergi di malam hari Medinah dan kembali lagi dengan segera tanpa diketahui seorangpun; karena mereka sudah ada di rumahnya sewaktu orang-orang terbangun.”

“Bagaimana seorang penyihir yang memiliki suami berkeluyuran di malam hari tanpa diketahui?”

“Bila ia mengambil sedikit abu perapian dengan jari-jarinya, dan menaburkannya di dahi suaminya, maka suaminya akan tidur lelap hingga pagi hari. Tetapi, walaupun seseorang tahu istrinya seorang penyihir, ia pura-pura tidak tahu/tidak berani memperlihatkannya apalagi menceraikannya karena istrinya mungkin bisa menyebabkan ia tewas menggenaskan! Namun salah satu penyihir yang paling dikenal, tambahnya dengan muram, adalah salah seorang tetangga kita. Ketika tiba saatnya untuk tidur, mereka menjelajahi jalan-jalan desa; dan aku peringatkan padamu Sheikh Julali! sesuatu yang tidak dikehendaki mungkin saja terjadi dalam sekejab! Berhati-hatilah saat pulang ke rumah di malam hari.”

“Aku akan mengawasi mereka.”

Eigh! jangan ucapkan perkataan b0doh dengan berani kecuali bila kau tahu mantera ampuh untuk melawannya. Aku telah mendengar bahwa Dakhilallah (seorang menhel atau abdi Allah), yang pernah bertemu dengan para penyihir menyerukan pada mereka firman yang telah Allah tempatkan di hatinya dari Qur’an, dan mereka melarikan diri darinya sambil menjerit-jerit bahwa sepasang neraka menimpa mereka.”

“Para penyihir tersebut,” kata si Imam yang melankolis, “dari berbagai usia: mereka memiliki seorang sheik manusia yang sudah dikenal.”

“Dan mengapa mereka tidak dihukum?”

Wellah, itu karena takut mereka dendam. Para perempuan sihir jahat berkumpul tengah malam, dan sambil duduk di tempat kotoran mereka melepas baju dan melakukan upacara melumuri tubuh mereka dengan susu sapi (yang di Arab merupakan obat berharga), dan kemudian para penyihir menjerit, ‘Kami dikeluarkan dari agama Islam.

“Selanjutnya mereka berkeliaran di jalan remang-remang, dan celakalah pria manapun yang pulang larut malam jika bertemu dengan mereka! Karena ia akan dipaksa tidur dengan mereka; dan jika ia menolak, mereka akan mengubahnya menjadi sosok hewan tertentu—lembu, kuda atau keledai: setelahnya ia akan kehilangan akalnya dan akhirnya tewas menggenaskan. Tapi bila ia setuju mereka memakan, wellah, jantungnya (dan ia dalam keadaan sadar), serta menghisap darah dari tubuhnya; dan setelahnya ia akan menjadi seorang pria idiot dan linglung seumur hidupnya.”

Penyihir yang ingin mempraktekkan ilmu sihirnya, memulai dengan mengorbankan seekor ayam jantan hitam, berbaring kemudian membaca mantra, mengikat simpul-simpul (tali sihir)nya, atau melempar bacaan sihirnya ke dalam sumur. Semua yang dilakukan saat ini dilakukan dengan cara yang sama sebelum masa Muhammad. Untuk praktek-praktek semacam ini, digunakanlah dua surah terakhir Quran. Yang jauh lebih penting dan lebih dipraktekkan secara luas dibanding ilmu gaib yang mendatangkan pengaruh jahat, adalah ilmu gaib untuk melawan pengaruh jahat tersebut – yang bisa disebut sebagai ‘anti-sihir.’

anne: Ada banyak buku-buku yang membahas ilmu okultisme Islam, (diperhalus menjadi ilmu Hikmah diantaranya dapat dilihat disini). Yang populer (termasuk di Indonesia) adalah:

Image Image

(atas) Judul: :: شمس المعارف ولطائف العوارف / Shams al-Ma'arif al-Kubra wa Lataifu al-Avarif(‘The Book of the Sun of Gnosis and the Subtleties of Elevated Things’) Buku mengenai sihir dan manual untuk mencapai spiritualitas esoteris. Ditulis oleh Muhyi ed-din Abu a-Abbas Ahmed ibn Ali al-Buni / البوني, yang meninggal sekitar 1225 CE (622 AH). Buku yang paling berpengaruh dalam jenis ini. Membahas antara lain mengenai magic square, kombinasi huruf dan angka yang mempunyai efek magis, dan bagaimana berkomunikasi dengan jin, malaikat dan roh. (bawah) Judul lain dari pegarang yang sama Manba' Usool al-Hikmah (‘The Source of the Essentials of Wisdom’), yang dianggap sebagai text pendampingnya.

Image Image Image

Walaupun populer, buku ini juga memegang reputasi sebagai buku yang terlarang dan sering dibredel sepanjang sejarah Islam. Namun dihargai dan digunakan sebagai ikhtisar untuk okultisme di kalangan Sufi, terutama mazhab Naqsbandi-Haqqani.

Image
Sheikh Nazim Al-Haqqani, pimpinan Naqshbandi
Last edited by anne on Fri Jun 08, 2012 11:33 pm, edited 1 time in total.
anne
 
Posts: 502
Joined: Wed Sep 21, 2011 9:52 pm

Re: ZWEMER: Pengaruh Animisme dalam Islam

Postby anne » Fri Jun 08, 2012 10:34 pm

Penyakit, khususnya pada anak-anak, disebabkan oleh Jin. Sebab itu salah satu obatnya adalah ilmu gaib/sihir. Termasuk di dalamnya menepuk atau menggosok, mengikat simpul atau meludah dan meniup. Saya pernah melihat seorang kadi terpelajar di Arab dengan khidmat mengulang-ulang surah Quran dan kemudian meniup-niup tubuh putranya yang sekarat untuk memulihkan lagi kekuatannya.

Pdt. Edwin F. Calverley menceritakan kisah berikut:

“Dapatkah kau menebak apa yang baru saja kusaksikan?” seru seorang Yahudi yang keheranan pada seorang Kristen di sebuah kota di Arab.

“Apa itu? Dimana kau melihatnya?”

“Ada segerombolan perempuan Arab sedang berdiri di depan pintu besar mesjid dan mereka semua membawa cangkir/mangkok gelas di tangannya.”

“Oh, mereka pengemis, dan mereka sedang menunggu orang-orang lewat sambil mengucapkan doa-doa.”

“Tidak, mereka bukan pengemis karena aku melihat para pengemis di pintu yang lain, dan disamping itu, aku melihat para pria keluar dari mesjid, dan, sulit dipercaya, mereka meludah tepat ke dalam cangkir-cangkir, gelas dan mangkok yang diulurkan oleh para perempuan, anak-anak, bahkan laki-laki pada mereka. Beberapa Muslim meludah di beberapa mangkok, --setiap mangkok yang berada di dekat mereka. Aku belum pernah menyaksikan hal seperti itu seumur hidupku!”

“Itu memang hal paling aneh dan menjijikkan! Untuk apa mereka melakukannya? Aku jelas tidak tahu. Mengapa tidak kau tanyakan pada beberapa Muslim?

Dan segera setelahnya ia kembali, benar-benar jijik, “Kau sudah tahu maksudnya?”

“Ya, dan itu adalah hal yang paling menjijikkan! Aku tidak akan percaya jika saja salah seorang dari ulama mereka tidak mengatakan padaku. Orang-orang yang memegang mangkok dan mangkuk tersebut memiliki teman atau saudara yang sedang sakit, dan mereka mengumpulkan ludah orang-orang yang baru selesai sholat untuk diberikan pada orang yang sakit di rumah mereka.

Teman Muslim saya tidak bisa memberikan dasar otoritas agama/hadist yang mendukung kebiasaan tidak higienis/jorok mereka, namun bagaimanapun hadist semacam itu ada:

Al-Bukhari (Sahih VII, hal, 150) memberikan dua tradisi yang melaporkan tindakan Muhammad mengenai perilaku tersebut. Setelah mencatat jalur/rangkaian periwayat seperti biasa, Al Bukhari mengatakan, “Aisha (semoga Allah merahmatinya) berkata bahwa Nabi (Allah merahmati dan memberinya damai) berkata pada seorang yang sakit, ‘Dalam nama Allah bumi dan negeri kita, air liur sebagian dari kita menyembuhkan orang kita yang sakit dengan izin Allah.

Meludah digunakan untuk mengatasi semua masalah yang sulit, ibarat membuka gembok yang tidak bisa dibuka kunci (lihat Doughty, vol.I, hal.527 dan vol.11, hal 164). Dengan cara ini mereka menyembuhkan unta yang sakit. Doughty berkata (vol.II, hal.164): “Suatu ketika saya melihat Salih sibuk menyembuhkan seekor thelul (unta untuk perang/pacuan) kudisan. Ia duduk di depan hewan itu dengan semangkok air, bergumam dan meludah ke dalamnya, bergumam lagi dengan khidmat dan meludah berkali-kali; setelah melakukannya selama setengah jam, air tersebut dibawa untuk diminumkan ke hewan yang sakit itu.”

Meludah (perilaku tidak sopan) seperti kita lihat menjadi suatu hal penting dalam pengobatan mereka. Apakah dengan meludah mereka melawan jin jahat? Para orangtua memerintahkan anak-anak mereka meludahi mereka (jin-jin); dan seorang ayah Arab akan sering berkata lembut pada anak laki-laki di gendongannya, “Meludah ke babu! meludahlah sayangku.’”

Ia menceritakan suatu kasus lain (vol. I, hal.527):

“Seorang ibu muda yang masih terlihat seperti gadis kecil, membawa bayinya dan memintaku meludahi mata si anak yang sakit; pemikiran dan kebiasaan Semitik kuno ini selanjutnya kutemui dimanapun di Arabia. Meteyr, nomaden di el-Kasim membawa kehadapanku beberapa roti dan garam yang harus kuludahi untuk teman mereka yang sakit. Mereka menyampaikan kisah-kisah untuk mendukung permintaannya, dan ketika aku menyalahkan kisah-kisah tahyul itu, mereka hanya menjawab bahwa hal tersebut sudah menjadi adat istiadat disini dari sejak masa lampau.’”

Berkaitan dengan meniup dan meludah sebagai metode penyembuhan atau pemberian berkat, penting dicatat perbedaan antara kata Arab nafakha dan nafatha. Yang terakhir bermakna meniup dengan ludah. Seorang koresponden Muslim di Yaman menunjukkan perbedaan ini dan mengatakan bahwa tidak ada kekuatan melukai atau menyembuhkan yang sebenarnya dalam nafas kering. Perangkat pembawa jiwa atau ludah-lah yang mentransfer kesembuhan/kebaikan atau penyakit.

Di kalangan suku-suku primitif Afrika Barat, meludah adalah salah satu cara pemberian berkat. Hal yang sama berlaku pula diantara suku Barotse, Afrika Selatan. Mn Nassau menulis: “Kata Benga yang sama, ‘tuwaka,’ meludah, adalah salah satu dari dua kata yang juga mengandung arti ‘memberkati.’ Saat mengucapkan berkat, ada penghembusan nafas yang kasar, tangan atau kepala orang yang diberkati dibawa sedekat mungkin ke wajah orang yang memberkati sehingga kadangkala cipratan ludah benar-benar mengenainya.” 3

Mengenai Afrika Selatan, ia mengutip kesaksian Wilson:

“Para kerabat yang akan berpisah mengadakan upacara yang rumit. Mereka saling meludahi wajah dan kepala, atau tepatnya berpura-pura melakukannya karena mereka tidak benar-benar mengeluarkan air liur. Mereka juga mengambil helaian rumput panjang, meludahinya dan menyertakannya bersama keluarga yang meninggal. Mereka juga meludahi tangan; semua ini dilakukan untuk mengusir roh jahat. Ludah juga berfungsi sebagai semacam tabu. Jika mereka tidak ingin suatu benda 'tersentuh,' mereka meludah di jerami dan menempelkannya pada benda tersebut.”

“Kami diberitahu, di India banyak wanita membawa anak-anak mereka pergi ke mesjid di jam-jam sholat dan berdiri di depan pintu. Selesai sholat, orang-orang yang keluar dari mesjid seraya masih mengucapkan wazifas, mereka meniupkan nafasnya ke anak-anak ini. Seringkali, dalam kasus dimana ada yang sakit dalam keluarga, seseorang dipanggil (misalnya seorang Imam) yang akan mengucapkan beberapa surah atau ayat Qur’an dan kemudian meniup langsung orang yang sakit atau bisa juga meniup pada air yang kemudian diminumkan pada si pasien. Kadangkala ia (Imam) menyentuh lidahnya dengan jari telunjuk yang kemudian disentuhkan ke lidah orang yang sakit, dan dengan cara inilah air liur dipakai untuk menyembuhkan.”

Image Image

Image
Tahniq, ludah orang dewasa bercampur makanan manis dimasukkan ke mulut bayi baru lahir di upacara aqiqah, sesuai sunnah nabi (Bab 5)

“Di Yaman,” tulis seorang koresponden Muslim, “merupakan hal yang lazim meniup nafas ke orang yang sakit atau menggunakan air liur untuk kesembuhan. Namun, yang penting orang yang meniup atau menggunakan ludah haruslah seorang yang saleh/ulama, dan sebelum melakukannya ia mengucapkan Fatiha. Praktek ini sesuai dengan contoh yang diberikan Nabi sewaktu ia melakukan mukjizat dengan cara ini, demikian pula yang dilakukan para Sahabat.”

Di Tabriz, Persia, seorang suci seringkali diminta untuk mendoakan orang sakit dan meniup mereka.

“Beberapa orang,” ujar Mr. Gerdener dari Afrika Selatan, “yang sudah pernah pergi ke Mekah dianggap memiliki kekuatan untuk meniup nafas di wajah orang sakit dan menyembuhkannya. Mengusap tangan di depan wajah juga serupa, khususnya bagi anak-anak.”

Di Bahrein, Arabia, air liur dicampur dengan minyak digunakan sebagai salep yang juga bisa diminum. Ini dikumpulkan dalam sebuah mangkok dari berbagai donatur! :shock:

Abul Kasem: Just to ensure that Islamic saliva, Islamic ash, and Islamic dust are indeed Allah’s medicine to cure many diseases, here is a short list of citations on Muhammad's healing power of his saliva:

- Muhammad spat on dust, a dying man drank it and that healed the man…(Ash Shifa, p.178)
- Muhammad spat in the eye of a blind man; the blind man regained his sight… (Ash Shifa, p.178)
- Muhammad spat in Ali’s eye, the affected eye healed…(Ash Shifa, p.178)
- During the battle of Khaybar Muhammad spat on the thigh wound of Salam ibn al Akwa’; this healed Salam ibn Akwa…(Ash Shifa, p.178)
- Muhammad spat on the broken thigh of Ali ibn al Hakam; his thigh healed immediately…(Ash Shifa, p.178)
- Muhammad spat on the severed hand of Mu’awwidh ibn Afra, the hand joined…(Ash Shifa, p.178)
- Muhammad’s mouth wash healed a child…(Ash Shifa, p.178)
- Wash water from Muhammad’s black shirt cures disease…(Ash Shifa, p.183)
- Muhammad spat in a well of Medina; the water became the sweetest among all wells in Medina…(Ash Shifa, p.183)


Tiupan nafas Mullah dianggap manjur. Ia menerima pembayaran untuk pengobatan jenis ini. Miss Kellien menulis, “Mrs. D mengunjungi para wanita istri Sheiks J….., sementara si Sheiks sedang berada di ruangan menyembuhkan seorang anak laki-laki yang sakit. Ia duduk disamping anak tersebut, menggumamkan kata-kata saleh yang diperkirakan dari Qur’an, dan memberi penekanan pada beberapa kata sambil meludahi wajah si anak, dan kemudian melihat pada Mrs. D. untuk melihat tanggapannya. Ia berkata bahwa para istri sheikh berguncang menahan tawa yang dengan hati-hati mereka sembunyikan melihatnya yang tampak meragukan pengobatan semacam itu.”

Di Aljazair, untuk menyembuhkan sakit kepala, taleb (dukun) akan memegang kepala pasien dengan telunjuk, dan ibu jari di alis, kemudian meniup perlahan wajah pasien hingga rasa sakit menghilang. Taleb akan meludah di mulut pasien yang dianggap dirasuki jin, menepuk kuat diantara tulang bahu, dan roh jahat akan pergi meninggalkannya.

Di Tunisia, jika ada yang sakit sakit, seseorang yang dipanggil akan meludahi tangannya kemudian mengusapkannya pada wajah dan tangan si orang yang sakit.

Bagi umat Islam dimana-mana, bersin memiliki makna jahat dan bisa menyebabkan sesuatu yang buruk. Untuk menangkal ini, mereka yang berada di sekitarnya mengucapkan kata-kata saleh. Ini adalah kebiasaan sebelum Islam dan berlangsung hingga sekarang. Menganga (membuka mulut dengan lebar) berasal dari setan (Bukhari 2:180), sebab itu harus diikuti dengan mengucapkan, “Aku berlindung pada Allah (dari Iblis).”

Namun, bahaya utama yang selalu tertanam di pikiran Semitik adalah bahwa ‘mata jahat’ bukan hanya berasal dari mereka yang iri, namun juga berasal dari mereka yang mengagumi. Juga sekilas ditakutkan penyebabnya dari Jin dan Afrit. Muhammad adalah orang yang percaya akan pengaruh merusak dari mata jahat. “Asma bin ‘Umais menceritakan bahwa ia berkata, ’Wahai Nabi, keluarga Ja’far terkena pengaruh merusak dari mata jahat; bolehkan aku menggunakan mantra untuk mereka?’ Nabi berkata, ‘Ya, karena jika ada seseuatu di dunia yang bisa mengatasi nasib, itu adalah mata jahat.’” 4

Kita baca juga, 5 “Anas berkata, ‘Nabi mengizinkan mantra (ruqyah) digunakan untuk melawan akibat buruk dari mata jahat; dan pada mereka yang digigit ular atau kalajengking.” (Sahih Muslim, hal.233).

“Um Salmah menceritakan bahwa Nabi mengizinkan mantra digunakan untuk menghilangkan kekuningan pada mata, yang ia katakan menular dari mata ganas.” (Sahih Al-Bokhari, hal.854).

“Auf ibn Malik berkata, ‘Nabi berkata tidak ada yang salah dalam penggunaan mantra, asalkan penggunaannya tidak mengasosiasikan apapun dengan Allah.” (Mishkat, Buku XXI, bab I).


Kegaiban yang terkandung dalam simpul-simpul/buhul-buhul juga tercantum dalam Qur’an. Dalam surah ‘Waktu Subuh’ (113) 6 kita baca:

“Katakanlah: “Aku berlindung kepada Tuhan Yang Menguasai subuh, dari kejahatan makhluk-Nya, dan dari kejahatan malam apabila telah gelap gulita, dan dari kejahatan wanita-wanita tukang sihir yang menghembus pada buhul-buhul,

Bahwa kebiasaan-kebiasaan tersebut adalah animistic, jelas dari deskripsi yang diberikan Frazer dalam tulisannya mengenai Taboo 7:

“Di saat ada proses persalinan yang sukar, orang Batak di Sumatra mencari-cari diantara barang-barang milik si suami dan istri, dan melepas simpul semua benda-benda yang terikat dalam simpul. Di beberapa daerah di Jawa, ketika seorang wanita sedang menderita kesakitan, segala sesuatu yang tertutup di rumah kemudian dibuka lebar, agar proses persalinan tidak terhambat; bukan hanya pintu-pintu rumah, lemari, peti, tempat beras dan air yang dibuka, bahkan juga pedang/pisau dan tombak dikeluarkan dari sarungnya. Kebiasaan-kebiasaan serupa dipraktekkan dengan maksud yang sama di berbagai wilayah di Hindia Timur.”

Ia melanjutkan,

“Kami menemui tahyul dan kebiasaan serupa dewasa ini di Syria. Orang yang membantu mempelai pria mengenakan pakaian pengantinnya, sangat berhati-hati agar tiada simpul yang terikat atau terkancing di pakaiannya, karena mereka percaya simpul yang terkancing atau terikat akan membuatnya berada dalam kekuasaan musuhnya yang akan mengganggu perkawinannya dengan cara magis.”

Di kalangan Yahudi, simpul juga memainkan peranan penting dalam sihir, ‘Bahkan dewasa ini diantara anak-anak di Kiev, salah satu cara untuk menentukan siapa yang akan menjadi ‘it’ adalah dengan mengikat simpul di saputangan; anak-anak memilih sudut, dan yang memilih sudut dengan tersimpul itulah yang menjadi ‘it.’ Di Kovno, saat sebuah kutil/daging tumbuh disingkirkan, simpul diikatkan di sekelilingnya dengan benang, dan simpul ini diletakkan di bawah ambang pintu. 8

Tafsir Qur’an menjelaskan alasan pewahyuan surah yang dikutip di atas adalah bahwa seorang Yahudi yang bernama Lobeid, dibantu putri-putrinya, telah menyihir Muhammad dengan mengikatkan sebelas simpul di tali yang mereka sembunyikan di sebuah sumur. Akibatnya nabi jatuh sakit, surah ini dan surah berikutnya diwahyukan; dan malaikat Jibril memberitahu cara penggunaannya serta memberitahu dimana simpul tali tersebut disembunyikan. Khalif Ali mengambil simpul tali tersebut dan sang nabi mengucapkan dua surah ini; di tiap ayat sebuah simpul dibuka hingga saat menyelesaikan kata terakhir, ia bebas sepenuhnya dari sihir tersebut. 9

Image
Muhammad sendiri rentan terhadap sihir (terkena sihir Labid), sehingga banyak hadist yang menyatakan Muhammad mengecam sihir, jimat, jampi dan sebagainya. Sama dengan pemerintah Saudi Arabia yang warganya rentan terhadap sihir, dan dengan keras melarang buku-buku terkait sihir (bahkan termasuk fiksi ‘Harry Potter’), serta secara serius membentuk satuan khusus anti sihir.

Namun, di sisi lain Islam juga membuka jalan ke hal semacam itu:


Abu Kasem: Islamic Voodoo:
- Incantation is allowed in every type of poison…(Sahih Bukhari, 26.5442, 5443)
- Muhammad identified the black scar face of a girl as the influence of an evil eye and recommended to cure her by incantation…(Sahih Muslim, 26.5450)
- Bitten by a snake or stung by a scorpion, recite Sura Fateha (Sura 1) and spit on the bitten part; cure the lunacy of a lunatic by reciting Sura Fateha in the morning and in the evening, and spitting on the lunatic for three days; Muhammad said Islamic charm is the only genuine charm…(Sunaan Abu Dawud, 2.23.3413)
- Umm-ul-Qur’an (Sura Fateha) incantation is a cure for all diseases… (Sahih Muslim, 26.5459)
- To ward off the effect of evil eyes of jinns or humans, do incantation of the last two Suras of the Qur’an…(Sunaan ibn Majah, 5.3511)
- Muhammad believed in magic and thought that he was under the spell of a magic cast by Labid bin al-A'sam…(Sahih Bukhari, 7.71.658, 660, 661)
- Labid put magic spell on Muhammad. Muhammad claimed that the magic spell consisted of 11 knots…(Lings, p.168)
- Muhammad was under a spell of magic; he was bewitched, thinking that he had sex with his wives, when he did not…(Sahih Bukhari, 8.73.89)
- There is no harm in casting spell so long as it does not involve polytheism… (Sunaan Abu Dawud, 3.28.3877)
- Due to spell, Muhammad’s memory started failing. Sura 113 and 114 refer to this charm…(Lings, p.261)
- Islamic geomancy is allowed…(Sunaan Abu Dawud, 3.29.3900)
- For some severe pain wash the affected part seven times with your right hand and say Muhammad’s prayer of casting spell…(Sunaan Abu Dawud, 3.28.3882)
- Muhammad used to heal his wives by placing his right hand over the place of ailment and chanting litany...(Sahih Bukhari, .71.639, 646)
- On the potency of Islamic Black Magic of this Sura ibn Ishaq (p.222) mentions that when Abu Jahl’s people went to Muhammad’s house to kill him, Muhammad recited 36:1–8 and sprinkled dust on the faces of Abu Jahl’s men, and they failed to see Muhammad.

The Shias believe that Hasan, Caliph Ali’s eldest son, and a grandson of Muhammad wore a talisman containing the Suras 113 and 114.
anne
 
Posts: 502
Joined: Wed Sep 21, 2011 9:52 pm

Re: ZWEMER: Pengaruh Animisme dalam Islam

Postby anne » Fri Jun 08, 2012 11:20 pm

Dalam buku ‘Malay Magic’ praktek kekafiran begitu bercampur sepenuhnya dengan doa-doa Islam, sehingga mustahil mengurai benang tahyul tersebut. Skeat memberitahu kita, untuk melukai musuh metodenya adalah sebagai berikut:

“Ambil serpihan/potongan kuku, rambut, alis, air liur, dsbnya, dari calon korban (cukup untuk mewakili setiap bagian tubuhnya), dan dengan bahan-bahan ini buatlah replika korban menggunakan lilin lebah. Bakarlah perwujudan tersebut perlahan-lahan, dengan cara memegangnya di atas api, setiap malam selama tujuh malam sambil berkata: ‘Bukan lilin ini yang aku bakar. Hati, jantung dan limpa dari …(nama korban)…yang aku bakar.’ Setelah tujuh malam pembakaran, maka korban akan meninggal.” 10

Doa berikut digunakan sewaktu menguburkan replika lilin dari musuh, setelah sebelumnya ditusuk-tusuk dulu dengan duri pohon korma:

“Damai untukmu! Wahai Nabi ‘Permisi, pada siapapun yang bertanggungjawab atas bumi. Aku menguburkan mayat seseorang. Aku diperintahkan (untuk melakukannya) oleh Nabi Muhammad, karena ia (mayat) memberontak pada Allah. Apakah kau membantu dalam membunuhnya atau membuatnya sakit; Jika kau tidak membuatnya sakit, jika kau tidak membunuhnya. Kau akan menjadi pemberontak terhadap Allah, pemberontak terhadap Muhammad. Bukan aku yang menguburkannya, Jibril yang menguburkannya. Apakah kau menerima doa dan permohonanku yang muncul hari ini juga. Kabulkan dengan kemurahan permohonanku dalam syahadat La ilaha..” 11

Dengan cara ini, orang yang melakukan sihir membebaskan dirinya dari tuduhan bersalah atas darah korban dengan mengalihkannya kepada Malaikat Jibril.

Ajaran Qur’an yang harus dipersalahkan sebagai bentuk lain dari sihir; apakah Quran bukan kata-kata yang diilhami dari Tuhan? Di kalangan umat Islam, Sulaiman adalah figur besar dalam sejarah. Ia masih dianggap sebagai penguasa dunia hewan; Para penjerat/pemburu hewan di hutan memburu hewan mereka dalam nama ‘Nabi Allah, Sulaiman.’ Petualangannya dengan Ratu Sheba merupakan kisah roman; segelnya (pentagram) digambar para ahli sihir pada jimat-jimat dan mencantumkan namanya pada kelima ujung bintang laut; dan kekayaannya, seperti harta karun Korah, banyak dicari oleh para penyihir lokal.

Miss Holiday berkata bahwa salah satu bentuk sihir paling umum di Persia adalah mengisi sebuah mangkok logam dengan air, memegang uang atau semacam benda logam diantara ibu jari dan telunjuk, kemudian mengaduk air dengan benda tersebut; mereka meramal dengan melihat ke dalam air itu. Kadangkala secarik kain ditempatkan di dalam mangkok tersebut dan suara kicauan, seperti suara burung pipit terdengar. Saya pernah mendengar seorang wanita di Urumia yang roh pendampingnya (qarin) kadangkala terlihat dan memberikan jawaban atas pertanyaan-pertanyaan berupa suara bergumam atau berkicau.

“Kadangkala, sebuah piring/pelat logam digunakan dengan huruf-huruf di sekelilingnya darimana jawaban disimpulkan.”

“Keluarga juru masak saya,” tulis Miss Holliday, “memiliki keistimewaan yang aneh. Rumah mereka menjadi apa yang dikenal sebagai sebuah ‘ojock,’ yang secara harfiah berarti sebuah tungku atau perapian. Ini sesuatu yang langka. Para wanita membawa bayi-bayi mereka kepadanya, dan ia membuat simpul dari saputangan di sekeliling senjatanya, melewatkan bayi tersebut tiga kali melaluinya, yang dimaksudkan untuk melindungi si bayi dari mata jahat. Semua anak laki-laki di keluarga ini memiliki kekuatan memberi berkat dan perlindungan yang tidak dimiliki Muslim lain. Mereka memiliki kebiasaan aneh; salah satunya adalah, setelah kelahiran seorang anak di rumah itu, semua penghuni rumah harus puasa makan semua makanan yang berasal dari daging hewan selama satu minggu, hingga saatnya sang ibu pergi mandi. Sebagian besar keluarga monogamy dan perceraian jarang terjadi di kalangan mereka.

“Juru masak saya beranggapan hanya ada satu klan/keluarga lain di kota ini yag memiliki kekuatan untuk menjadi ‘ojock.’ Kaum wanita disini yang ingin menghidarkan anaknya dari mata jahat akan membawa anaknya ke juru masak saya, dan memberikan anak tersebut kepadanya sebagai anaknya sendiri, kemudian memberinya uang yang akan digunakannya untuk menyewa si ibu sebagai perawat sang bayi, kemudian si ibu membawa bayi tersebut pulang ke rumah.”

Miss Holiday melanjutkan:

“Dua atau tiga bawang dibentuk tajam dengan ludah, karena perempuan berkata roh-roh jahat tidak menyukai bau atau bentuk yang tajam. Tiga butir telur diletakkan di dalam mangkuk di bantal dan dibiarkan disana sampai sang ibu dibawa pergi mandi. Ketika mereka meninggalkan rumah, satu telur dipecahkan dan dilempar keluar untuk menarik perhatian makhluk-makhluk tersebut, telur lain dilempar di pertengahan jalan ke tempat mandi, dan telur terakhir ketika mereka kembali mencapai pintu rumah, sehingga mereka bisa masuk selagi makhluk tersebut tertahan rasa ingin tahunya. Salinan ayat Quran biasanya diikat dalam saputangan dan diletakkan di bantal.

“Seseorang tidak boleh ‘berada di atas bayi tersebut’ sampai empat puluh hari berlalu. Maka mereka akan membawa sang bayi ke pintu dan saya memasuki rumah dengan lewat di bawahnya. Ini hanya berlaku bagi mereka yang tidak hadir saat persalinan.”

Mr Gerdner melaporkan:

"Salah satu bentuk sihir yang sangat umum di Cape Town adalah dengan melempar dadu, tulang manusia, dan kerikil berbagai warna. Kenyataannya, di seluruh negri, bahkan ada orang Eropa yang percaya pada sihir Islam dan memanggil ‘tabib Melayu,’ serta membayar sejumlah besar uang untuk kekonyolan ini. Istilah ‘Melayu’ di koran-koran lokal identik dengan ‘Islam.’ Manik-manik amber, kurma kering, bunga, air zam-zam, dan pasir atau tanah dari kuburan Muhammad, semuanya dipakai untuk nasib baik; kurma dan bunga untuk menyembuhkan penyakit, bunga ditaruh dalam air dan bayi yang baru lahir dimandikan di dalamnya. Bunga ini kemudian diambil, dikeringkan dan disimpan diantara pakaian si anak sampai kelahiran berikutnya. Pasir atau tanah dibungkus kain perca, dan dikalungkan untuk menangkal penyakit atau mengusir roh-roh jahat yang dalam dunia Islam tampaknya merupakan sekawanan/segerombolan roh. Kain perca semacam ini juga dipakai oleh para penjahat untuk meloloskan diri dari polisi.”

Mekkeya, seorang murtadin di Bahrein, Arabia, berkata bahwa orang-orang yang terlibat dalam ilmu gaib/sihir seringkali mengambil kepala domba, menguburkannya di pemakaman, dan setiap malam selama tujuh malam, mereka pergi ke tempat tersebut dimana mereka pertama-tama mengutuk ayah dan ibu sebanyak 40 kali, dan kemudian membuka kuburan kepala domba tersebut. Jika kepala itu memberi salam/jawaban padanya setiap malam selama ketujuh malam tersebut, ia akan menggali dan membawanya pulang ke rumah, dimana selanjutnya kepala tersebut berada serta siap memberi jawaban terkait semua tujuan sihir si pemilik. Apabila kepala tersebut gagal menjawab satu saja dari ketujuh malam itu, maka ia tidak dapat digunakan.

Untuk tujuan sihir, potongan kain penutup Ka’aba (Kiswa), air zam-zam, tanah bercampur air yang digunakan sebagai obat, biji korma dari Mekah, dsbnya, disimpan dalam sebuah peti di rumah karena kebaikan yang dianggap terkandung di dalamnya.

Berikut adalah salah satu bentuk sihir yang lazim terdapat di Aljazair. Hidangan semoule (semolina, makanan dari gandum durum) diletakkan di depan tubuh mayat yang digali dari kuburannya dan ditempatkan dalam posisi berdiri, sementara seseorang memegang tangan mayat tersebut dan menekannya ke semoule. Semoule tersebut kemudian dibentuk menjadi figur-figur kecil dari berbagai kisah dan dijual sebagai jimat.

Kadangkala, ayat-ayat ditulis di sehelai kertas yang kemudian ditumbuk halus dan dicampur ke dalam kopi atau makanan seseorang. Tulisan semacam itu juga diletakkan dalam mulut seekor kodok. Mulut kodok tersebut kemudian dijahit. Kaki-kakinya diikat dan kemudian dimasukkan dalam lubang di tanah :( Seiring penderitaan dan kematian kodok, orang yang menjadi sasaran sihir juga mengalami penderitaan dan kematian.

Terkadang ketuba (mantra) diikat di leher seekor kura-kura dan kura-kura tersebut diletakkan di depan pintu orang yang dibenci disertai namanya, sehingga orang tersebut kemudian menderita dan meninggal.

Kadangkala kepala seekor ular berbisa dipotong, dijemur, ditumbuk dan dicampur dengan makanan atau minuman korban, yang kemudian meninggal. Semua ini adalah pekerjaan talebs (dukun). Tak terhitung bentuk-bentuk sihir serupa yang menyebabkan sakit atau kematian pada seseorang, atau berfungsi sebagai jimat cinta.

Banyak kebiasaan animistik menjadi trend di kalangan umat Islam terkait upacara pernikahan mereka. Pembaca bisa membaca uraian lengkap mengenai subjek ini dalam tulisan Edward Westermarck, ‘Marriage Ceremonies in Morocco,’ London: Macmillan, 1914. Kita kutip salah satu contoh di dalamnya:

“Sebagai perlindungan terhadap sihir, uang/hadiah diambil dari gandum yang disediakan untuk acara pernikahan. Gandum tersebut kemudian dilempar ke dalam sungai, kali/arus air atau mata air, atau dikubur di dalam tanah; pengantin pria melangkahi bundelan pakaian tua yang berisi cukuran rambutnya sebanyak tiga kali; pengantin perempuan dikawal dengan hati-hati oleh para wanita dalam perjalanan ke rumah pengantin pria, terutama karena takut jangan-jangan beberapa orang jahat menggunakan ilmu gaib untuk menghilangkan keperawanannya; pengantin perempuan mengguncang keluar bubuk henna dari alas kakinya dan membuangnya ke air; dan setelah menikah, saat si istri muda mengadakan kunjungan pertama ke rumah orangtuanya, ia pergi dan kembali di malam hari, karena masih sangat rentan terhadap mata jahat.”

Orang hanya perlu membandingkan praktek-praktek ini dengan kebiasaan perkawinan di kalangan suku-suku pagan, untuk melihat betapa banyaknya unsur animism yang terkandung di dalamnya. Seluruh pertanyaan terkait pencemaran seksual dalam Islam dapat dijelaskan dengan cara terbaik berdasarkan kepercayaan animistik.

Merefer sekali lagi pada Westermarek:

“Orang Moor (Islam) berkata bahwa seorang ahli kitab takut pada roh jahat hanya bila ia tercemar secara seksual, karena pengucapannya akan ayat-ayat Qur’an yang merupakan senjata paling ampuh melawan roh-roh semacam itu akan sia-sia. Kebersihan seksual merupakan syarat bagi siapapun yang berhubungan dengan sesuatu yang berdosa, 12 karena bila tidak orang tersebut akan mencemarkan kesuciannya, dan juga,dalam berbagai kasus, mencederai diri mereka sendiri.” Di bagian lain Westermarek memperlihatkan bagaimana pengantin perempuan membawa berkat bagi orang lain sebagaimana yang terdapat diantara kaum pagan Malaysia. Ketika susu ditawarkan pada sang pengantin dalam perjalanannya ke rumah pengantin pria, ia mencelupkan jari-jarinya atau minum beberapa tetes dan meniup sisanya, sebagai tanda memberikan sebagian kecil kesuciannya, dan kemudian susu tersebut dicampur dengan susu lain untuk digunakan sebagai jimat terhadap sihir, atau dituang ke dalam tempat adukan mentega agar persediaan mentega berlimpah; atau, saat ia tiba di rumah pengantin pria, mertuanya akan menyambutnya dengan susu yang akan diminumnya dan memercikkan beberapa pada orang-orang. Selanjutnya ia melemparkan domba yang diberikan padanya ke tenda pengantin pria, agar domba-domba akan berbiak banyak di desa tersebut.”

Astrology yang meyakini bahwa matahari, bulan dan planet-planet menguasai tujuh hari dalam seminggu serta mempengaruhi nasib baik atau buruk, umumnya lazim terdapat di golongan tidak berpendidikan. Buku-buku mengenai astrology termasuk daftar buku laris, bahkan di toko-toko dekat Al-Azhar, Cairo. Doa-doa berikut, yang diambil dari ‘Book of Treasures,’ karya seorang dokter dan filsuf terkenal Ibn Sina (meninggal 1035 A.D.), masih digunakan dan diterbitkan secara luas (sulit/tidak mungkin mengatakan pelantun doa ini seorang monoteis):

Doa kepada Venus. Wahai Putri yang diberkati, subur, hangat, halus, harum, bahagia dan cantik, yang menguasai seni perhiasan, ornament, emas, perak, hiburan dan perkumpulan sosial; Wahai Putri segala lelucon dan olah jasmani yang menaklukkan, memikat, menolak, menguatkan, menginspirasi cinta, menjodohkan! Wahai Putri kesenangan, Aku berdoa padamu agar mengabulkan permohonanku dengan izin Allah yang maha tinggi!

Doa kepada Merkurius. Wahai Pangeran yang jujur, paling baik, adil, pandai, yang menyenangkan untuk dipandang, penulis, ahli ilmu hitung, master dalam kecurangan dan penipuan, serta penolong dalam semua tipu daya! Wahai sosok yang jujur, mulia dan mencerahkan, yang sifat dan keanggunannya tak terpahami, karena tak terbatas, karena engkau meramalkan kebaikan dengan tanda-tanda baik dan meramalkan kejahatan dengan tanda-tanda jahat; laki-laki dengan laki-laki, perempuan dengan perempuan, siang dengan siang, malam yang membosankan dengan malam hari, menyesuaikan dirimu dengan kodrat mereka, menyesuaikan dirimu dengan bentuk mereka. Semuanya milikmu. Aku memohon padamu untuk melakukan keinginanku, dengan izin Allah. 13

Image
ImageImage
left: Sample of Abu Ma'shar's manuscript on astrology, 850 AD. right: Islamic zodiac contains astrological lion and sun symbol, Pergamon Museum in Berlin, Germany

Dalam astrology, umumnya dipercaya bahwa Saturnus menguasai hari Sabtu, dan warnanya adalah hitam; Matahari menguasai hari Minggu dan warnanya adalah kuning; Bulan menguasai hari Senin dan warnanya adalah hijau; Mars menguasai hari Selasa dan warnanya adalah merah; Mercurius menguasai hari Rabu dan warnanya adalah biru; Jupiter menguasai hari Kamis dan warnanya adalah krem; Venus menguasai hari Jumat dan warnanya adalah putih. Juga ada Tujuh malaikat, satu untuk setiap hari dalam seminggu, dan parfum khusus dibakar sehubungan dengan mantra-mantra ini.

Modus operandi dalam buku-buku yang membahas mengenai hal ini adalah dengan mengambil huruf-huruf pertama nama depan orang yang terlibat dan mencocokkannya dengan tabel astrologi. Kemudian diambil huruf pertama nama planet yang berhubungan dengan orang atau benda yang ditanyakan, ditulis, dan kemudian tanda kasus akusatif ditaruh pada sebuah huruf panas, tanda kasus nominative pada huruf yang kering, dan tanda kasus genitive pada huruf yang basah, dan sesuatu dilakukan. Misalnya, jika kita ingin menyatukan huruf-huruf Mahmud dan Fatimah dengan huruf nama planet yang mewakili sesuatu yang ditanyakan, katakanlah Venus (Zuhrah), kita ambil huruf pertama nama Mahmud, huruf pertama nama Fatima, dan huruf pertama nama Venus. Kemudian kita melakukan sesuatu pada huruf-huruf tersebut seraya menyemprotnya dengan parfum yang sesuai; namun sebelum melakukannya engkau harus memotong kukumu, mengenakan pakaian terbaik, dan sendirian; dan keinginanmu akan dikabulkan dengan izin Allah.

Masih menjadi adat kebiasaan untuk mengetahui horoskop/tanda perbintangan anak yang baru lahir dari ahli astrologi. Kita juga bisa mempelajari masa depan melalui Geomancy, yang dalam bahasa Arab disebutr Lim ar raml (pasir), dinamakan demikian karena dulunya figur-figur dan titik-titik dibaca melalui materi pasir, bukan kertas seperti saat ini.; orang yang melakukannya disebut Rammal, dan ia biasanya menggunakan astrologi untuk membantunya meramal masa depan.

Buku-buku mengenai Geomancy sangat banyak jumlahnya, namun modus operandi sesungguhnya harus dipelajari dari seorang praktisi.

Dari sekian banyak praktek sihir yang trend di kalangan umat Islam dewasa ini, kita tidak akan menuliskannya panjang lebar. Saya hanya bisa menyebutkan penggunaan cangkir atau mangkok sihir, yang terpulang ke masa kuno. Berbicara secara umum, mangkok ada dua jenis. Pertama disebut Taset at Khadda dari akar kata Arab khadda yang berarti ‘mengguncang cangkirmu.’ 14 Jenis lainnya disebut Taset al Turba. Keduanya digunakan untuk penyembuhan dan untuk mengusir penyakit dari tubuh. Spesimen mangkok semacam ini, yang disimpan dengan hati-hati oleh keluarga-keluarga kuno yang memilikinya, dapat dilihat di Museum Arab, dibuat oleh seorang pengrajin bernama Ibrahim tahun 1581 A.D.

Menurut seorang penulis Koptik, pemilik mangkok semacam itu seringkali meminjamkannya pada mereka yang membutuhkannya. Cara yang benar untuk menggunakannya adalah: mengisinya dengan air di pagi hari, memasukkan kunci-kunci biasa ke dalamnya, kemudian dibiarkan hingga esok hari, dan diminumkan ke pasien. Ini diulang terus selama tiga, tujuh, atau empat puluh malam berturut-turut hingga pasien terlepas dari pengaruh jahat dari rasa takutnya. Tidak aneh jika oksida besi bereaksi pada pasien.

Mangkok Islam umumnya mengandung inskripsi ayat-ayat Quran, dan kunci yang dimaksud ditahan oleh kawat yang berasal dari dasar cangkir, bagian tengah Taseh. Kawat ini dipasang dengan sekrup yang memungkinkan dasar mangkok berputar sehingga kunci-kunci bisa menjangkau semua posisi di cangkir/piala. Dua mangkok magis yang saya beli--yang lebih kecil di Alexandria dan yang lebih besar di Cairo—keduanya terbuat dari kuningan. Mangkok yang lebih besar berdiameter delapan inch dan tinggi dua inch; mangkok yang lebih kecil berdiameter lima seperempat inch dan tinggi satu setengah inch. Bagian dasar keduanya berdiameter 2 inch. Kunci-kunci di dalam mangkok besar bejumlah tiga puluh, dan di mangkok kecil dua puluh.

Kita mulai dengan mangkok yang lebih besar: di lingkaran bagian dalam mangkok terdapat tanda-tanda angka tertentu setara dengan angka 1711—yang memiliki arti magis—namun angka-angka tersebut tidak berbeda jelas tidak pula seragam. Selanjutnya diikuti inskripsi ayat-ayat Quran dari surah ‘Ya Sin’ (surah 36):

“Dengan nama Allah yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang. Ya Sin. Demi Al Quran yang penuh hikmah, Sesungguhnya kamu salah seorang dari rasul-rasul, (yang berada) diatas jalan yang lurus, (sebagai wahyu) yang diturunkan oleh Yang Maha Perkasa lagi Maha Penyayang, Agar kamu memberi peringatan kepada kaum yang bapak-bapak mereka belum pernah diberi peringatan, karena itu mereka lalai. Sesungguhnya telah pasti berlaku perkataan (ketentuan Allah) terhadap kebanyakan mereka, kerena mereka tidak beriman. Sesungguhnya Kami telah memasang belenggu dileher mereka, lalu tangan mereka (diangkat) ke dagu, maka karena itu mereka tertengadah. Dan Kami adakan di hadapan mereka dinding dan di belakang mereka dinding (pula), dan Kami tutup (mata) mereka sehingga mereka tidak dapat melihat. Sama saja bagi mereka apakah kamu memberi peringatan kepada mereka ataukah kamu tidak memberi peringatan kepada mereka, mereka tidak akan beriman. Sesungguhnya kamu hanya memberi peringatan kepada orang-orang yang mau mengikuti peringatan dan yang takut kepada Tuhan Yang Maha Pemurah walaupun dia tidak melihatnya. Maka berilah mereka kabar gembira dengan ampunan dan pahala yang mulia”.


Sisa ayat dari surah ini berada di bagian luar cangkir: “Sesungguhnya Kami menghidupkan orang-orang mati dan Kami menuliskan apa yang telah mereka kerjakan dan bekas-bekas yang mereka tinggalkan. Dan segala sesuatu Kami kumpulkan dalam Kitab Induk yang nyata (Lauh Mahfuzh).”

“Dan buatlah bagi mereka suatu perumpamaan, yaitu penduduk suatu negeri ketika utusan-utusan datang kepada mereka. (yaitu) ketika Kami mengutus kepada mereka dua orang utusan, lalu mereka mendustakan keduanya.” Bagian luar mangkok juga ditulisi lima nama Allah dengan huruf tebal, “Wahai Penyembuh, Wahai Yang Berkecukupan, Wahai Engkau Yang Peduli, Wahai Engkau Yang Mengaruniakan Kesehatan, Wahai Engkau Yang Menghakimi.” Disertai juga sejumlah symbol mistis, angka-angka Arab, dsbnya.

Di mangkok yang lebih kecil juga bagian dalamnya bertuliskan bagian pertama surah Ya Sin, dan ditambah ayat dari surah 24, ayat 35 Quran: “Allah (Pemberi) cahaya (kepada) langit dan bumi. Perumpamaan cahaya Allah, adalah seperti sebuah lubang yang tak tembus, yang di dalamnya ada pelita besar. Pelita itu di dalam kaca (dan) kaca itu seakan-akan bintang (yang bercahaya) seperti mutiara,” dan ayat dari surah 17 ayat 82: “Dan Kami turunkan dari Al Quran suatu yang menjadi penawar dan rahmat bagi orang-orang yang beriman.” Tidak ada inskripsi di bagian sisi luar mangkok yang lebih kecil. Di setiap kunci terdapat inskripsi, “Bismillahi ar Rahmman ar Rahim." 15

Image Image
Mangkok magis bertuliskan huruf Arab dengan serangkaian kunci/logam logam

ImageImage
Image
(atas) Mangkok magis Babilonia, Mesopotamia bertuliskan huruf Aramaic
(bawah) Mangkok magis dari masa dinasti Safavid, Persia, bertuliskan huruf Arab.


Mangkok jenis lain digunakan untuk maksud jahat. Mangkok jenis ini dibuat di Medinah dan ada inskrispsi dalam bahasa Arab, “Al Medina yang illuminatif. Tahun 1305 H.” Mangkok ini terbuat dari kayu aromatik dengan semburat kuning dan rasa pahit. Dibalik dengan tangan, tidak terdapat ayat-ayat Quran. Mangkok jenis ini disebut Al Kubaiya al Kimiya, atau ‘Mangkok Al Kimia.’ Kegunaannya yang aneh adalah untuk memisahkan/menceraikan suami istri, atau melukai seorang wanita dengan sihir, atau membawanya menjalin cinta terlarang. Dua ayat Quran ditulis dari kanan ke kiri dengan semen humanis (sperma manusia?) di bagian dalam cangkir, kemudian diisi air dan sang wanita dibuat meminumnya secara diam-diam. Ayat-ayat tersebut adalah, “Laki-laki yang berzina tidak mengawini melainkan perempuan yang berzina, atau perempuan yang musyrik; dan perempuan yang berzina tidak dikawini melainkan oleh laki-laki yang berzina atau laki-laki musyrik, dan yang demikian itu diharamkan atas oran-orang yang mukmin. (Q24:3)” Dan juga ayat dari surah 65, “Hai Nabi, apabila kamu menceraikan isteri-isterimu maka hendaklah kamu ceraikan mereka pada waktu mereka dapat (menghadapi) iddahnya (yang wajar) dan hitunglah waktu iddah itu serta bertakwalah kepada Allah Tuhanmu. Janganlah kamu keluarkan mereka dari rumah mereka dan janganlah mereka (diizinkan) ke luar kecuali mereka mengerjakan perbuatan keji yang terang.”

Mangkok semacam ini sudah lazim digunakan. Orang yang memberikan mangkok ini pada saya berkata bahwa ayahnya di Ramleh (dekat Alexandria) sering meminjamkannya dan mendapat satu pound dalam satu malam untuk penggunaannya. Tampaknya mangkok semacam ini diproduksi dalam jumlah besar di Medinah oleh umat Islam, dan nilainya kekuatan yang dikandungnya selain dari ayat-ayat Quran juga dari bahan pembuat dan tempat produksi mangkok tersebut.

Ahmed Zaki Pasha, sarjana bahasa Arab sekaligus sekretaris Dewan Mentri di Kairo, baru-baru ini membawakan makalah di Institut Mesir berkenaan dengan salah satu mangkok penyembuh yang sekarang disimpan di sebuah Gereja Koptik tua sebagai sebuah relic 16. Dari makalah tersebut kita mempelajari beberapa hal berikut:

Mangkok Sihir terbagi dalam dua kategori:

- Mangkok yang menyembuhkan penderitaan yang disebabkan oleh emosi yang keras dan tiba-tiba/sakit mental, yang dalam bahasa Arab disebut ‘Mangkok Teror,’ dan
- Mangkok yang berfungsi untuk menyembuhkan penyakit biasa, fisik maupun moral, bahkan masalah-masalah rumah tangga


‘Mangkok Terror’ yang disimpan dengan penuh kewaspadaan oleh mereka yang memilikinya, digunakan secara luas saat ini di Mesir. Pemiliknya bersedia meminjamkannya pada sesama mereka yang menderita, tapi dengan satu syarat yang mengikat pada pinjaman semacam itu dan bila dilanggar akan menyebabkan mangkok tersebut akan kehilangan kekuatan magis selamanya. Peminjam harus memberikan uang deposit. Zaki Pasha menceritakan kasus salah satu mangkok yang ia perlihatkan, dimana ia harus membayar sejumlah œ75 untuk ibu dari kepala keluarga yang memiliki mangkok tersebut.

Berikut prosedur yang harus diikuti untuk membuat ‘Mangkok Teror’ bekerja: Mangkok harus diisi air disaat yang sama ketika umat Islam pergi ke mesjid untuk melakukan ibadah sholat shubuh. Serangkaian kunci dan pernak-pernik logam lain, yang semuanya berkarat, dicelupkan ke dalamnya, dibiarkan di udara terbuka, dan esok paginya diminumkan ke orang yang akan diobati. Cara ini, yang diulang sebanyak tiga, tujuh atau empat puluh malam berturut-turut--tergantung kasusnya--selalu menyembuhkan orang-orang yang menderita karena efek emosi yang kuat tersebut.

Kategori lain, yang jauh lebih menarik dari sudut pandang historis maupun tahyul, terbagi atas dua golongan:

- Mangkok yang anonim, yaitu tidak bertanggal, dan
- Mangkok yang menyandang nama orang yang terkemuka dan juga tanggal yang jelas.

Kategori kedua yang menjadi subjek bahasan di makalah Zeki Pasha. Ia menyebutnya Mangkok Saladin, karena inskripsi kehormatan yang ada di mangkok tersebut. Di bagian dalam mangkok yang terbuat dari kuningan putih, terdapat inskripsi melingkar yang terdiri dari huruf-huruf mistis dan kabalistic, yang walaupun diantaranya dapat dibedakan antara huruf Arab dan sandi rahasia namun karena begitu campur baur, sulit untuk membacanya. Di atas inskripsi ini terdapat enam belas medallion, bentuknya identik namun memiliki inskripsi mistis dan Quran yang berbeda-beda. Medallion Quran berisi mantra: “Dengan nama Allah Yang Maha Pengasih dan Pengampun.” Bagian dasar mangkok yang asli sudah tidak ada, diganti sepotong tembaga yang menarik perhatian,--di atasnya tidak ada inskripsi. Di bagian sisi luar mangkok yang terbuat dari tembaga merah, terdapat mantra peringatan yang patut diperhatikan. Bunyinya:

“Kehormatan bagi Tuan kita, Raja Sultan, pembela jalan Allah yang didukung (oleh-Nya), sang pemenang Abu-l-Mouzaffar, Yusef pengikut Amirul Mukminin! (Mangkok ini) telah terbukti berdasarkan pengalaman (sebagai obat bagi) gigitan ular berbisa dan kalajengking, demam, mengembalikan suami dari wanita yang dicerai dan diabaikan, menyembuhkan (gigitan) anjing gila, sakit usus, sakit perut (bayi), sakit kepala…menghancurkan pengaruh sihir, (menghentikan) pendarahan, mengusir mata jahat, menghapus kesedihan dan kecemasan, dan segala penyakit dan kelemahan, kecuali kematian….mencegah kejengkelan yang disebabkan permasalahan anak-anak. (Ini harus) ditempatkan di bagian kepala (pasien) dan digunakan untuk mandi oleh perawan tua (untuk menolongnya mendapatkan suami).”

Di bawah inskripsi ini terdapat sepuluh medallion, berbentuk bulat dan trapesium selang seling. Semuanya ditutupi tanda-tanda mistis yang tidak sepenuhnya kita pahami saat ini. Di bagian bawah medallion terdapat inskripsi melingkar dalam huruf Arab, yang beberapa diantaranya telah terhapus, namun dengan bantuan mangkok kontemporer yang terdapat di Museum Arab, dapat direkonstruksi teks berikut:

“Dibuat setelah pengamatan astrologi, direproduksi dan diukir selama titik puncak bintang dan sesuai dengan horoskop yang berasal dari table-tabel astral. Ini telah disetujui dan dipakai oleh pemimpin utama agama Kalif Rashidite, untuk melindungi komunitas umat Islam. Dilaksanakan di Mekah tahun….untuk segala penyakit dan kelemahan.”

CATATAN KAKI BAB IX

1 "The Qur'an," E. H. Palmer, Part 1, Sura 11:96 ff.
2 Hughes' Dictionary of Islam, p. 168. In a beautifully illustrated Persian book of Traditions found in the Sultaniah Museum Cairo, there is a picture of these culprits.
3 "Fetichism in West Africa," p.213.
4 Mishkat, XXI, C. I., Part 2.
5 Hughes' Dictionary, p.303.
6 Surah 113.
7 Vol.11, pp.298-7 and 300.
8 The Jewish Encyclopedia, article Knot.
9 See " Al Razi," Vol. VIII, pp.559-564. here we also learn that an afrit used to tease Mohammed, so Gabriel taught him to repeat this chapter at bed-time. It was also given him as a charm against the evil eye.
10 "Malay Magic," p.570.
11 "Malay Magic," p.571.
12 Cf. Frazer, The Corn Spirit, in his "The Golden Bough."
13 From the article on Magic by E. Rehatsek, M.C.E., in the Journal of the Asiatic Society, Vol. XIV, No.37.
14 See Lane's Dictionary.
15 In the name of God the merciful, the compassionate.
16 A full account of another cup of this character was given by E. Rehatsek, M.C.E., in the Journal of the Royal Asiatic Soc., Vol. XIV, No. 37. Our illustration is taken from this article.
anne
 
Posts: 502
Joined: Wed Sep 21, 2011 9:52 pm

Re: ZWEMER: Pengaruh Animisme dalam Islam

Postby ali5196 » Mon Jun 11, 2012 6:17 am

seru bener nih, dik anne .. tunggu yah, om ali periksa dulu ... :prayer: :prayer:
ali5196
 
Posts: 17309
Images: 135
Joined: Wed Sep 14, 2005 5:15 pm

Re: ZWEMER: Pengaruh Animisme dalam Islam

Postby anne » Tue Jun 12, 2012 10:28 pm

Terimakasih om Ali.
Minggu ini saya tidak lanjutkan dulu terjemahannya. Mau ambil jarak sejenak sama yang berbau magis.
anne
 
Posts: 502
Joined: Wed Sep 21, 2011 9:52 pm

Postby ali5196 » Sat Jun 23, 2012 6:06 am

SElingan pesan sponsor:
http://www.scribd.com/deleted/58068115#fullscreen:on

BUKU2 tentang:
Dialog Dgn Jin Muslim Tentang Misteri2 Yang Ada Di Dunia Ini
Dengan perantara tubuh manusia beliau telah berhasil melakukan percakapan dengan dengan Jin yang beragama islam, dan mengabadikan dalam sebuah buku.

Percakapan Antara Jin Muslim Dg Manusia Kudus

Percakapan antara Jin Muslim & Manusia by Muhammad Isa Dawud

Jin_mslm

Dialog Dengan Jin Muslim
ali5196
 
Posts: 17309
Images: 135
Joined: Wed Sep 14, 2005 5:15 pm

Re: ZWEMER: Pengaruh Animisme dalam Islam

Postby betdaniel99 » Sun Jun 24, 2012 10:41 am

Numpang nandain trid, ya gαи..

Shukran.
User avatar
betdaniel99
 
Posts: 2374
Joined: Thu May 22, 2008 9:55 pm

Re: ZWEMER: Pengaruh Animisme dalam Islam

Postby anne » Wed Jun 27, 2012 12:41 am

BAB X
JIMAT DAN MANTRA


Kepercayaan adanya pengaruh sihir dari benda-benda mati terhadap suatu peristiwa tampaknya berasal dari intelektualitas yang begitu rendah sehingga tidak mampu menalar proses sebab akibat secara jelas. Namun ini adalah bentuk awal kepercayaan atau tahyul yang tetap survive seiring meningkatkanya pengetahuan dan penalaran diantara sebagian besar masyarakat. Manusia dengan penalaran terendah-–orang Tasmania—sangat meyakini keampuhan jimat-jimat, suku Shilluks dari Sudan mengenakan sejumlah besar jimat, orang-orang Arab selalu memiliki keyakinan besar pada mantra-mantra, dan di Itali Selatan—di masa kita sekarang sebagaimana di era Pliny—berlimpah dengan bermacam jimat. Di Mesir kuno bahkan lebih umum dibanding sekarang.

Image ImageImage
Image Image Image
kiri atas: jimat/mantra di saputangan untuk melindungi dari sihir, jin, mencari jodoh, dsbnya; kanan: berbagai jenis jimat termasuk jimat Hamsa/Fatima Hand; bawah kiri: mantra dan magic square 99 nama Allah; tengah: jimat thp mata jahat; kanan berbagai macam mantra dari ayat-ayat Qur’an.
Umat Islam yang mendukung penggunaan jimat bersandar pada perkataan Allah di surah Al-Isra (Q 17:82), “We send down in Qur'an that which is [url]a healing and a mercy[/url]to the believers” (Dan Kami turunkan dari Al Quran suatu yang menjadi penawar dan rahmat bagi orang-orang yang beriman.)


“Pemeriksaan terhadap dua ratus tujuh puluh jimat berbeda yang ada di Mesir,” ungkap Dr. Flinders Petrie, “memperlihatkan hanya ada sekitar selusin jimat yang tidak dapat diklasifikasikan karena tidak diketahui maknanya. Selebihnya, berbagai jimat lain yang memiliki makna, dapat dikelompokkan dalam 5 golongan:

1. Jimat Sejenis, yakni jimat yang mempengaruhi bagian-bagian atau fungsi tubuh sejenis dari si pemakai atau memiliki pengaruh terhadap kejadian-kejadian yang dialaminya.

2. Jimat Kekuatan, yakni jimat untuk memindahkan kekuasaan dan kemampuan, terutama bagi orang yang meninggal.

3. Jimat Harta Benda, yakni jimat yang seluruhnya berasal dari persembahan pemakaman, khas Mesir.

4. Jimat Perlindungan, seperti mantra/jampi-jampi dan jimat untuk kesembuhan.

5. Figur dewa dewi, terkait penyembahan dewa dewi serta fungsi mereka. 1

Semua golongan jimat-jimat ini, kecuali yang terakhir, tersebar di kalangan umat Islam dewasa ini dan dalam banyak hal memiliki bentuk dan materi yang serupa dengan masa Firaun. Lempeng besi, bentuk-bentuk hewan, dsbnya, yang digunakan di masa dewi Isis masih digunakan orang Mesir sekarang sebagaimana yang diperlihatkan Mr. Budge. Orang-orang Mesir kuno menggunakan boneka magis terbuat dari lilin sama seperti orang Mesir sekarang. Nama dewa dewa ditulis dengan cara magis, dan upacara-upacara pemurnian, pengorbanan serta tanda perbintangan/horoskop anehnya mirip dengan apa yang kita temui dalam buku-buku Islam modern.

Proof of Wearing the ta'wiz

Hafiz Ibn Kathir and Qadi Shawkani write:
"Amr ibn Shu'aib (may Allah be pleased with him) said that 'Rasulu'llah(may Allah bless him and grant him peace) taught my father and grandfather a du'a which we would read before going to sleep, to protect us from fear and anguish.We told our elder children to recite this du'a before going to sleep as well.But for those children who were not yet literate, we would write it and then put it around their necks"
[Musnad Ahmad ibn Hanbal vol.2; Abu Dawud, in 'Chapter of Medicine'; Tafsir Ibn Kathir, under Sura al-Mu'minun, verse 97; and Qadi Shawkani, Fath al-Qadir, under the same verse]
It is Permissible to Read Du'a and Blow Upon the Sick

Imam al-Bukhari and Imam Muslim write:
"When a person who was sick or in some distress they would go to the Prophet (may Allah bless him and grant him peace) who would then place his hand on the area of pain and recite a du'a' and then blow onto him"
[Bukhari; Muslim, Chapter of Tibb]

Imam Muslim writes:
"When the Prophet (may Allah bless him and grant him peace) was ill for the last time, Angel Jibril (peace be upon him) came and recited du'a' and blew on to the Prophet (may Allah bless him and grant him peace)"
[Muslim, Chapter of Tibb]

Imam Muslim writes:
" 'A'isha (may Allah be pleased with her) relates that when the Prophet (may Allah bless him and grant him peace) was ill for the last time, she recited Sura al-Falaq and Sura an-Nas and then blew on to the Prophet's (may Allah bless him and grant him peace) hands. The Prophet then blew this onto his own face and body because his hands had more blessing then 'A'isha's (may Allah be pleased with her)"
[Muslim, Chapter of Tibb]

From the above narrations, it proves that to blow after reciting du'a's onto the sick is Sunna and the more pious the person is, the more healing power he has because he is blessed more than the less pious.

Hafiz Ibn Taymiyya writes:
"It is permissible to [to recite du'a's and then] blow upon the sick in Islam, but the words must be from the Qur'an or ahadith. If the words are not, then it is not permissible"
[Ibn Taymiyya, At-Tawassul, Chapter on Blowing onto the Sick]


Tidak hanya di Mesir, namun di semua negara Islam dan kemanapun Islam membawa keyakinan monoteis kuatnya, penggunaan jimat dan mantra-mantra animistik hadir, dimodifikasi atau dalam banyak kasus diperkenalkan oleh ajaran-ajaran Islam. Jimat Islam terbuat dari segala sesuatu yang memiliki kekuatan magis. Segala sesuatu yang menarik perhatian (bahkan tanda tattoo atau tahi lalat di wajah) berguna untuk tujuan ini. Jimat-jimat dikenakan pada kuda-kuda, unta, dan keledai sebagaimana pada kaum pria, wanita dan anak-anak.

Bunyi gemerincing jimat-jimat dari logam mengusir setan-setan. Jimat dikenakan sebagai kalung di leher, cincin, gelang, gelang kaki, dsbnya. Jimat kalung sangat dikenal di masa pra-Islam dan disebut tamima. Ketika anak laki-laki menginjak masa akil baliq, tamima dilepas. Berikut nama-nama jimat dalam bahasa Arab:

audha : bermakna melindungi – perlindungan
hijab : bermakna pelindung layaknya tirai
hirj : bermakna menjaga dari kejahatan
nafra : bermakna membebaskan diri kejahatan, mengusir setan
wadh : bermakna membuat perbedaan
tamima : bermakna disempurnakan (nama tertua yang diberikan)

Apakah kata tamima ini memiliki kaitan dengan kata Urim dan Thummim di Perjanjian Lama? Tak disangsikan ilmu gaib/magis Islam sangat berhutang pada sumber-sumber Yahudi. Karakter, bahkan bentuk jimat dipinjam dari Yudaisme, contohnya, dalam Islam ada sesuatu yang amat mirip dengan “ABRACADBRA.” Kata atau mantra magis untuk jampi-jampi, terutama terhadap demam atau radang kambuhan, dimana pasien mengenakan jimat di lehernya bertuliskan:

Image Image

Ide yang mendasarinya adalah memaksa kekuatan roh penyakit secara bertahap melepaskan cengkeramannya terhadap pasien. 2

Kalangan para pembuat jimat senantiasa melakukan pencarian akan ‘Nama Tuhan’ yang tertinggi, nama yang dikatakan dipakai oleh Salomo, namun tidak pernah berhasil. Kaum Gnostic, dalam sihir mereka, biasa menggunakan kata ABRAXAS untuk menamai keberadaan tertinggi tersebut; nilai huruf-huruf dalam nama kelas rendahan itu setara dengan angka 365, yakni jumlah hari dalam satu tahun. Berbagai kata turunan diberikan pada kata tersebut, dan menjadi istilah sihir yang lazim digunakan dalam Yudaisme.

Permohonan pada roh-roh ataupun pengusiran setan-setan dalam Islam menggunakan mantra-mantra doa tertentu. Mantra atau jampi-jampi ini ‘memaksa Allah’ untuk melakukan apa yang diminta dan ini juga menunjukkan pemujaan mutlak terhadap kata-kata itu sendiri. Terutama pemujaan terhadap nama-nama/atribut Allah dan nama utama: ‘Allah’ yang memberikan hasil yang diinginkan.

Angka 99 untuk menyatakan nama-nama dari satu Tuhan adalah sesuatu yang hiperbol. Orang Arab biasa mengatakan 33, 44, 99, 333, dsbnya. untuk menyatakan sesuatu dalam jumlah besar, dan makna perkataan “Allah memiliki 99 nama,” hanya memperlihatkan bahwa ada berbagai jenis nama (sejumlah besar tuhan). Angka 99 tidak diberikan baik oleh Bukhari maupun Muslim. Menurut Goldziher, ini pertama kali diberikan oleh Tirmidhi dan Ibn Maja, dan Ibn Maja bahkan menyatakan bahwa tidak ada otoritas yang baik untuk hadist ini.

Ada berbagai daftar yang berbeda untuk nama-nama tersebut. Kastallani menunjukkan tidak kurang dari 23 variasi daftar nama Allah. Di kemudian hari, di bawah pengaruh kaum Sufi, jumlah nama-nama Allah bertambah menjadi 1001 nama. Salah satu buku doa populer yang ditulis ‘Abdallah Mohammed Gazali’ (meninggal 870 A.H.), menggambarkan penggunaan magis nama-nama Allah dan seringkali menggunakan kalimat seperti “Aku meminta padaMu dengan NamaMu yang tersembunyi dan paling Suci yang tak satu makhluk-pun memahaminya, dsb. dsb.”

Ada banyak buku mengenai penggunaan nama Allah untuk magis, satu yang menonjol berjudul Da’wa al juljuliyeh (yi., Jalla jallahu).

Nama-nama Allah ini bukan hanya digunakan dalam doa-doa resmi namun juga untuk mendapatkan kekuatan dan kekuasaan untuk melakukan tindakan yang tercela. Ini memperlihatkan bahwa nama-nama ini lebih memiliki karakter magis daripada suci. Dalam sebuah buku yang terkenal karena ketidakpantasannya (isinya cabul): Ruju’ al-shaykh ila sibah fi’l-quwwa ala al-bah, yang ditulis oleh seorang Muslim ‘saleh,’ nama-nama Allah ini digunakan untuk tujuan-tujuan tak bermoral. 3

Image Image
kiri: Ruju’ al-shaykh ila sibah fi’l-quwwa ala al-bah, oleh Sheiks besar Islam Kemal Pasha-zade, ulama terkemuka di masa Selim I, Ottoman. Buku ini yang paling terkenal diantara banyak buku lain sejenis (mengenai sexualitas Islam) ; kanan: buku The Perfumed Garden of Sensual Delight (Arabic: الروض العاطر في نزهة الخاطر‎ al-rawd al-'âtir fî nuzhat al-khâtir) oleh Muhammad ibn Muhammad al-Nafzawi. Manual yang dibanggakan sebagian umat Islam sebagai karya klasik tuntunan sex Islami, tanpa menyadari manuskrip aslinya sangatlah mesum dan juga membahas mengenai ‘keindahan’ homoseksualitas, sodomi dan seks antar hewan. Juga dibahas mengenai interpretasi mimpi.
anne
 
Posts: 502
Joined: Wed Sep 21, 2011 9:52 pm

Re: ZWEMER: Pengaruh Animisme dalam Islam

Postby anne » Wed Jun 27, 2012 1:13 am

Image


“Aku meminta dengan seluruh nama yang Engkau miliki yang Engkau sebut Dirimu dengannya, yang Engkau ajarkan kepada salah satu mahlukmu, yang engkau turunkan dalam kitabMu, yang Engkau simpan dalam ilmu sebagai hal yang ghoib di sisi.[ HR. Ahmad no. 3784, hadits ini dishohihkan oleh Al Albani dalam Shohihut Targhib wat Tarhib no. 1822, Maktabah Syamilah.]

Menurut ulama, berdasarkan hadist dari Abu Huraira, membaca, menghafal, memahami, menyakini dan mengimami serta mengamalkan asmaul husna menjamin seseorang ‘masuk surga.’

Buku-buku Indonesia yang membahas penggunaan nama-nama Allah untuk maksud gaib, diantaranya:

Image Image Image
Deskripsi salah satu buku:
Judul: Rahasia Keajaiban Asmaul Husna; Pengarang : Syafi'ie el-Bantanie; Penerbit : Wahyu Media; Tahun Terbit : 2009; Jumlah halaman : 216 BW ISBN : 979-795-250-9: Buku ini mengulas secara tuntas tentang rahasia keajaiban Asmaul Husna; pengertian; dan manfaatnya untuk diamalkan. Manfaat-manfaat yang didapat dengan menzikirkan Asmaul Husna antara lain: * Terhindar dari sifat pelupa * Memperoleh berkah * Terhindar dari penyakit * Disenangi dan dicintai orang lain * Terbebas dari penyakit jasmani dan rohani * Dianugerahi kewibawaan dan kemuliaan * Terhindar dari bentuk Kekejaman dan Kekerasan * Dikaruniakan kemampuan untuk menundukkan musuh * Dikaruniai anak oleh Allah * Diampuni dosa dan kesalahan oleh Allah SWT * Dilapangkan rezeki dan memperoleh kesuksesan dalam usaha * Mampu menghilangkan kebiasaan buruk * Mampu mengendalikan amarah * Dan lain-lain”


Contoh penggunaan:

Image Image
kiri atas: selendang yang ‘diisi’ (jin?) dan berfungsi sebagai jimat, selain mengandung ayat-ayat Quran, juga mencantumkan nama-nama Allah; kanan atas: wifiq/rajah (tulisan yang mengandung unsur magis), disekelilingnya dituliskan 4 bait nama Allah jenis Asmaul Qomar (terj. di bawah) yang diambil dari kitab ‘Manba’u Usulil Hikmat’ (anne: lihat Bab.9) juga berfungsi sebagai jimat yg antara lain digunakan muslim/ah agar lawan jenis menyukainya.
Image
Sami'un sariul ijabati sayyidi Bihaqqi Layakhiimin bihidz dzulmatun jalat
Bi jaahi Layalaghwin jalabat maqasidii Bihaqqi Layafuurin 'alal fauri 'ajjalat
Bi ismi Layarutsin bisatwati qahrihi Bi 'izzi Layarughin umuurii tayassarat
Bi nuuri Layaruusyin bisyiddati batsyihi Laya syalasyin bil ismi sa'diyyin aqbalat


Istilah-istilah yang digunakan dalam magis adalah:

Da’wah;
‘azima atau mantra-mantra;
Kahana – ramalan; Ruqua – mengucapkan suatu mantra/kutukan; dan
Sihr—sihir

Dua yang pertama diperbolehkan, sementara dua yang terakhir dilarang oleh banyak otoritas.4

Berdasarkan salah satu pernyataan sang Nabi, apa yang dikatakan seorang peramal kadangkala benar, karena jika salah satu jin mencuri dengar kebenaran/rahasia langit tersebut ia membawanya ke telinga penyihir: Malaikat turun ke lapis langit terendah yang dekat dengan bumi serta menyebutkan kata-kata yang sudah ditakdirkan di surga; para setan atau jin-jin jahat mendengar perintah surgawi yang sudah ditakdirkan tersebut dan memberitahukannya ke para peramal. Di saat-saat seperti itulah batu meteor dilempar pada para setan/jin (boleh dong diambil satu untuk souvenir di Ka’abah :green: ).

Dikatakan pula bahwa para peramal tersebut mendapatkan layanan dari setan/jin melalui sihir, dengan mengucapkan mantra nama-nama, membakar wewangian, dan berbagai hal lain sehingga ia diberitahu hal-hal yang rahasia. Sebelum misi Rasul Allah, para setan biasanya naik ke langit dan mencuri dengar. Bahwa jin-jin jahat dipercaya masih naik mendekat ke surga terendah untuk mencuri dengar percakapan para malaikat, dsbnya untuk membantu para penyihir, tercantum di banyak hadist dan ditegaskan semua umat Islam.

Untuk semua istilah Arab yang disebutkan di atas, kata Inggrisnya adalah Amulet, kata yang asal-usulnya banyak diperselihkan. Awalnya, kata Amulet diperkirakan berasal dari kata Arab Hamala, namun kata Amulet tersebut ternyata berasal dari kata Latin kuno yang etimologinya tidak diketahui. Jimat-jimat Islam dapat digolongkan ada yang berasal dari Pagan, Yahudi dan Kristen. Di Mesir contohnya, jimat yang biasa dikenakan anak-anak berupa ikan kecil dari timah, serupa dengan ikon yang ditemukan di dalam katakombe yang mewakili inisial kata Yunani untuk Yesus Kristus, Sang Putra, Juruselamat.

Penggunaan jimat sangat umum di kalangan Yahudi dalam periode para Rabi, dan kita bisa menelusuri jejak jimat-jimat yang dikenakan umat Islam saat ini ke penggunaannya di kalangan Yahudi. Jimat itu sendiri tampaknya bisa berupa tulisan nama-nama Allah dengan sebuah ayat dari kitab suci atau semacamnya, atau dari akar beberapa jenis tanaman. Biji-biji gandum yang dibungkus kulit kadangkala berfungsi sebagai jimat. Namun, bentuk jimat yang paling umum adalah berupa sebuah mutiara kecil yang dibungkus kulit.

Untuk melindungi seekor kuda dari pengaruh jahat, sehelai bulu ekor rubah atau bulu unggas merah tua dipasang diantara kedua matanya. Anak-anak, karena memiliki daya tahan yang rapuh, sangat rentan terhadap bahaya pesona sihir, sebab itu mereka dlindungi dengan simpul-simpul, perkamen bertulisan, dsbnya, yang dikalungkan di leher mereka. Harta benda berupa perabotan rumah tangga dilindungi dengan menuliskan nama-nama Allah di bagian kaki dan gagangnya. Biasanya, setidaknya di kaum pria, jimat dikenakan di lengan; namun tak jarang dibawa di tangan. Wanita dan anak-anak memakainya di dalam rangkaian kalung, cincin atau dalam perhiasan lainnya.

Adakalanya jimat ditempatkan di tongkat berongga, dan akan lebih berkhasiat karena tidak ada yang menduga keberadaannya; sejenis senjata tersembunyi.

Secara kiasan, Taurat dikatakan sebagai semacam jimat bagi bangsa Israel. Berkat dari para Imam (Bil. 6:24-26) melindungi Israel dari mata jahat….Di sebuah jimat yang katanya ampuh untuk menyembuhkan gigitan anjing gila, tertulis, “Yah, Yah, Tuhan Semesta Alam.” Ilmu Pengobatan tidak meremehkan penggunaan jimat. Menurut mereka Abraham mengenakan sebuah permata di lehernya yang bisa menyembuhkan setiap orang yang dikehendakinya.

“Batu Pemelihara,” dikatakan bisa melindungi kaum wanita dari keguguran. 5 Batu pemelihara ini masih merupakan keyakinan tahyul yang lazim di kalangan umat Islam Mesir; dalam bahasa Arab disebut sebagai Hajr an Naqdha dan dipinjamkan diantara berbagai keluarga untuk ditempelkan di bagian tubuh pasien yang dalam proses kesembuhan, melindungi anak-anak dari penyakit menular, dll.

Pengetahuan mengenai jimat dan pemakaiannya secara keseluruhan terlihat merupakan pinjaman dari Yudaisme. Umat Islam menyerapnya melalui Kafilah. Kita baca bahwa umat Kristen di Abad Pertengahan mempekerjakan orang Yahudi untuk membuat jimat bagi mereka. Saat ini, di Kairo, Baghdad dan Damascus, para pandai besi Yahudi melakukan perdagangan jimat Islam dalam jumlah besar.

Image

Penjualan jimat berbagai jenis dilakukan tak jauh dari Universitas Al Azhar. Beberapa professor dan mahasiswa malah mempromosikannya. ‘Jimat Tujuh Segel Salomo’ merupakan jimat favorit yang dibuat dalam jumlah ribuan, dan dikirim dari Kairo ke seluruh kawasan Afrika Timur dan Timur Dekat. Jimat ini dicetak di sehelai kertas dengan panjang 79 inch dan lebar 4 inch, dan sebagian diberi warna merah, kuning, hijau atau emas. Kertas tersebut digulung, diikat dan dimasukkan ke dalam sarung dari kulit dan perak, lantas dipakai oleh kaum pria, wanita dan anak-anak. Contoh yang diterjemahkan disini dibeli dari Mohammed el Maliji, penjual buku di dekat Al-Azhar yang terkenal karena puisi-puisi anti Kristen dan tulisan-tulisannya yang kontroversial.

Jimat mantra Salomo versi Arab dan diterjemahkan kata demi kata ini, cukup menarik perhatian:
Image

Mikael, damai besertanya;
Israfil, damai besertanya;
Azrail, damai besertanya;

Sebuah jimat untuk kaum jin dan pembayaran hutang, dan menjaga dari segala penyakit rahasia, dan untuk perjalanan di darat dan di laut, dan untuk bertemu gubernur, dan mendapatkan cinta, dan untuk berdagang, dan untuk perjalanan siang dan malam: sesungguhnya kekayaanku melalui Allah dan Muhammad. Hanya kepadaNya aku percaya dan kepada Dia aku bertobat.

Tujuh Segel melawan segala kejahatan dan melindungi manusia dan membawa berkah.

Talha, Zobeir, Abd-al-Rahman, El Haj.

Berguna untuk sengatan kalajengking, ular, dan semua serangga. Orang yang membawa (jimat) ini mendapat berkah segala keinginannya.

(Disini ada gambar kalajengking dan ular). Sesungguhnya setiap orang mendapatkan apa yang ia niatkan. Ini adalah jimat kekuasaan, kekuatan dan ketahanan yang ampuh.

“DENGAN NAMA ALLAH YANG MAHA PENGASIH LAGI MAHA PENYAYANG
Puji syukur kepada Allah, tuhan semesta alam, serta doa dan salam atas rasul paling mulia, tuhan kita Muhammad, dan atas keluarga dan para Sahabatnya. Dikisahkan tentang nabi Allah Sulaiman, anak Daud, (damai atas keduanya), dimana ia melihat seorang wanita tua dengan rambut beruban, mata biru, alis bersambung, tubuh kurus, rambut berantakan, dan mulut menganga yang mengeluarkan api. Dia menggerus udara dengan cakarnya dan membelah pohon dengan suara kerasnya. Nabi Sulaiman berkata padanya, ‘Engkau jin ataukah manusia? Aku tidak pernah menyaksikan yang lebih buruk daripadamu.’ Dia menjawab, ‘Wahai nabi Allah, aku adalah ibu anak-anak (Um-es-Subyan). Aku memiliki kekuasaan atas anak laki-laki Adam dan anak perempuan Hawa, dan apa yang mereka miliki.

Aku masuk ke dalam rumah dan berkokok seperti ayam, menyalak seperti anjing, dan melenguh seperti sapi, bersuara seperti unta, meringkik seperti kuda dan keledai, mendesis seperti ular, dan menyerupai segala sesuatu. Aku membuat rahim kering dan membinasakan anak-anak. Aku mendatangi perempuan, menutup rahim dan meninggalkan mereka, mereka tidak bisa hamil dan orang-orang kemudian mengatakan ia mandul.

Aku mendatangi perempuan hamil dan membinasakan keturunannya. Inilah aku, wahai nabi Allah, sosok yang mendatangi perempuan menikah dan mengikat ujung gaun mereka, dan mengumumkan kesengsaraan dan bencana. Inilah aku, wahai nabi Allah, sosok yang mendatangi para pria dan membuat mereka impoten (kata asli dalam bahasa Arab sangat tidak pantas untuk diterjemahkan).

Inilah aku, wahai nabi Allah, sosok yang mendatangi manusia dan menggagalkan usaha mereka. Jika mereka berdagang, mereka tidak mendapat keuntungan, dan jika mereka membajak mereka tidak akan menuai. Inilah aku, wahai nabi Allah, sosok yang menyebabkan semua ini.’ Kemudian Sulaiman (damai atasnya), menangkapnya dengan marah dan berkata padanya, ‘Wahai engkau yang terkutuk, engkau tidak boleh pergi sebelum membuat janji untuk anak laki-laki Adam dan anak perempuan Hawa, serta untuk rahim dan anak-anak mereka, atau aku akan membunuhmu dengan pedang ini.”

Kemudian ia memberikan janji ini:

“Perjanjian Pertama”


“Demi Allah, tidak ada Tuhan melainkan Dia, Pemberi berkah, Yang Berbahaya, Pemilik dunia sekarang dan berikutnya, Pemberi kehidupan, Penuntun orang tersesat, Yang Mahakuasa, Yang Dominan, Yang Mencengkeram sehingga tak seorangpun bisa lolos, dan Yang tak bisa diatasi atau dikalahkan siapapun. Aku tidak akan mendekati orang yang mengenakan jimat ini, dalam perjalana ataupun saat tidur, saat berjalan atau dalam kesendirian, dan Allah menjadi saksi apa yang kuucapkan. Inilah segelnya.

“Perjanjian Kedua”


“Dalam nama Allah, Maha Pengasih, Maha Penyayang. Demi Allah, tidak ada Tuhan melainkan Dia, Yang Mengetahui rahasia-rahasia, Yang Maha Besar…. Aku tidak akan menyentuh orang yang membawa ini, dalam kesenangannya, tulangnya, daging, darah, kulit atau rambutnya; tidak disentuh kejahatan apapun selama ada bumi dan langit, dan Allah menjadi saksi apa yang kuucapkan, dan inilah segelnya.

“Perjanjian Ketiga”


“Dalam nama Allah, Maha Pengasih, Maha Penyayang. Demi Allah, tidak ada Tuhan selain Dia, Yang Hidup, Yang Tidak Bergantung pada siapapun. Aku tidak akan menyentuh orang yang membawa ini, kekayaannya, anak-anaknya…. (dsbnya, seperti sebelumnya).

“Perjanjian Keempat”


“Dengan nama Allah, dsbnya. (atribut lain Allah). Aku tidak akan menyentuh orang yang membawa ini, saat ia berjalan atau duduk, (dsbnya).

“Perjanjian Kelima”


“Dalam nama Allah, dsbnya. Aku tidak akan menyentuh orang yang membawa ini, harta bendanya, usahanya, dsb.dsb.

“Perjanjian Keenam”


“Dalam nama Allah, dsbnya. Aku tidak akan menyentuh……secara rahasia atau terang-terangan, dsb. dsb.”
Selanjutnya diikuti ayat-ayat Qur’an yang disebut Al Munajiyat.

“Informasi dan Manfaat Khusus untuk Menjaga Cinta dan Persahabatan”


“Wahai Engkau yang menyatukan hati anak laki-laki Adam dan anak perempuan Hawa dengan cinta, kami meminta agar engkau membuat si pemakai jimat diterima dan dicintai semua orang, serta memberi cahaya dan kenikmatan. Allah adalah cahaya surga.

“Ayat Cahaya”


“Allah adalah cahaya langit dan bumi. Perumpamaan cahaya Allah, adalah seperti sebuah ceruk di dinding, dimana sebuah pelita diletakkan, dan pelita itu di dalam kaca. Kaca itu seakan bintang yang bercahaya. Cahaya kaca dari minyak pohon berkah, dan minyak zaitun yang bukan berasal dari timur maupun barat. Cahaya kaca hanya memerlukan minyak dan kemudian memberi cahaya walau tiada api menyentuhnya.

“Ayat Kursi”


Allah! tidak ada Tuhan melainkan Dia, Yang Hidup, Yang Kekal. Ia tidak mengantuk dan juga tidak tidur. MilikNya-lah apa yang ada di langit dan di bumi. Siapa yang dapat bertindak atas namaNya tanpa izinNya? Ia tahu yang mereka lakukan dan di belakang mereka; dan mereka tidak dapat mengetahui apa-apa dari pengetauanNya kecuali Ia menghendakinya. TahtaNya meliputi langit dan bumi. Ia tidak merasa lelah memelihara keduanya. Ia Maha Tinggi, Maha Besar.

Last edited by anne on Fri Jul 06, 2012 11:51 pm, edited 1 time in total.
anne
 
Posts: 502
Joined: Wed Sep 21, 2011 9:52 pm

Re: ZWEMER: Pengaruh Animisme dalam Islam

Postby anne » Wed Jun 27, 2012 1:27 am

Mungkin jimat yang paling terkenal di dunia Islam adalah yang disebut Al Buduh, magic square (persegi ajaib) yang diperkirakan diperkenalkan pada Al Ghazali dan sekarang dikenal dengan namanya. Magic square merupakan awal mula semua pengetahuan mengenai simbol-simbol talismanic. Beberapa otoritas Islam mengatakan bahwa Adam-lah yang menciptakan persegi tersebut. Namanya berasal dari empat huruf Arab yang merupakan kunci kombinasinya. Dalam pemikiran populer, kata Buduh ini menjadi semacam malaikat pelindung yang membawa nasib baik dan buruk. Magic square ini digunakan untuk melindungi dari rasa sakit di perut, membuat seseorang tidak terlihat, melindungi dari mata jahat, dan untuk membuka kunci-kunci, namun penggunaan paling lazim adalah untuk memastikan keamanan datangnya surat-surat dan paket.

Image Image
kiri: Lo-Shu China; kanan: perhitungan astronomi Buddha Tibet dengan magic square di tengah
Magic square pertama berasal dari perhitungan kombinasi matematis China: Lo-Shu (650 BCE), yang selanjutnya dikenal pula di India dan Persia. Islam belajar mengenai matematika dan astronomi India sewaktu menaklukkan sub-kontinent India (abad ke-7), termasuk aspek kombinasi matematika Lo-Shu. Belakangan magic square digabungkan dengan huruf-huruf mistis dalam Shams al-Ma'arif or Shams al-Ma'arif wa Lata'if al-'Awarif untuk kegunaan mistis Islam.


Image Image
Jimat magic square di batu dan lempengan.

Deskripsi mengenai jimat Islam dari perak, dipaparkan Prof. D.B. Macdonald dalam ‘Festchrift of Ignaz Goldziher’ (kumpulan artikel Ignaz Goldziher) yang diedit oleh Carl Bezold (Strassburg, 1911. hal.267):

Jimat yang dibeli di Damascus ini panjangnya sekitar dua inch, berbentuk buah pir yang terbuat dari perak. Di satu sisi bertuliskan Ya Hafiz, dan selanjutnya nama-nama tokoh dari legenda ‘The Seven Sleepers’ serta anjing mereka Qitmir, ditulis melingkar membentuk hexagon atau segel Solomo. Di sisi lain, terdapat magic square dengan nama-nama empat malaikat utama di setiap sisi persegi. Semua elemen mantra tersebut memiliki khasiat talismanic yang ampuh. Menurut Lane, nama-nama malaikat ini, tujuh penidur, serta anjing mereka kadangkala diukir di bagian dasar cangkir minum, dan lebih sering lagi diukir di nampan bulat yang terbuat dari kaleng tembaga, dan diletakkan di stool yang berfungsi sebagai meja untuk jamuan, makan malam, dsb.

Mantra lain yang dianggap memiliki khasiat serupa, terdiri dari nama-nama benda-benda/relik peninggalan sang Nabi saat ia meninggal. Relik tersebut berupa dua buah tasbih, mushaf (atau tulisan) dalam bentuk fragment tak beraturan, mukhulah (atau bejana tempat Nabi menyimpan bubuk hitam yang ia gunakan untuk sudut-sudut matanya), dua seggadehs (atau sajadah/alas sholat), sebuah gilingan tangan, sebuah tongkat, tusuk gigi, satu stel pakaian, guci yang ia gunakan untuk wudhu, sepasang sandal, sehelai burdeh (selimut wool), tiga tikar, sebuah baju zirah, sebuah mantel wol panjang, keledai putihnya: ed-duldul, dan unta betinanya: el’adba. 6

Kita tidak perlu terkejut melihat para pemuja relic di masa modern ini, karena menurut hadist, bahkan para Sahabat-pun membawa-bawa rambut Nabi di penutup kepala mereka saat pertempuran; dan Hasan Hussein, cucu-cucu Nabi, mengenakan jimat-jimat kecil yang berisi bulu-bulu halus sayap malaikat Jibril. 7

Selain jimat-jimat yang telah disebutkan di atas, berikut terjemahan sebuah jimat dari Mesir Atas yang ditulis di atas kertas biasa dengan tinta hitam. Di bagian akhir ada beberapa tanda dan simbol, termasuk Segel Salomo:

“Wahai! Berkat dari ‘Dalam nama Allah Maha Pengasih, Maha Penyayang.’ Salawat dan salam dari Allah atas Tuan kita Muhammad, keluarga dan para sahabat. Tuhanmu dan tuhan kami adalah satu. Tak ada tuhan kecuali Dia, Maha Pengasih Maha Penyayang. Tuhan, tak ada tuhan kecuali Dia, Yang Hidup Yang Kekal. Ia tidak mengantuk dan juga tidak tidur. MilikNya-lah apa yang ada di langit dan di bumi. Siapa yang dapat bertindak atas namaNya tanpa izinNya? Ia tahu yang mereka lakukan dan di belakang mereka; dan mereka tidak dapat mengetahui apa-apa dari pengetauanNya kecuali Ia menghendakinya. TahtaNya meliputi langit dan bumi. Ia tidak merasa lelah memelihara keduanya. Ia Maha Tinggi, Maha Besar.

“Rasul percaya pada apa yang telah diturunkan dari Tuhannya, sebagaimana juga umat beriman. Semuanya percaya pada Allah dan Para Malaikat dan Kitab SuciNya dan rasul-rasulNya; kami tidak membeda-bedakan antara Para RasulNya, dan mereka berkata kami mendengar dan kami taat. RahmatMu Allah kepadaMu kami kembali! Allah tidak membebani jiwa manapun melebih kemampuannya. Ia akan menikmati kebaikan yang ia telah hasilkan, dan harus menanggung kejahatan yang dihasilkan perbuatannya.”
“Ya Tuhan kami, janganlah menghukum kami bila kami lupa atau jatuh dalam dosa: Ya Tuhan kami, jangan bebankan pada kami beban yang sama seperti yang engkau bebankan pada orang-orang sebelum kami, Ya Tuhan kami; jangan bebankan pada kami apa yang kami tak sanggupi: namun hapuskanlah dosa kami dan ampuni kami, dan kasihanilah kami. Engkaulah pelindung kami, maka tolonglah kami terhadap orang kafir. Sesungguhnya telah datang seorang rasul padamu dari antara kalian sendiri: kesalahanmu menekannya dengan berat. Ia memperhatikanmu, serta setia, penuh kasih dan ampunan. Dan jika mereka berpaling, maka katakanlah: Tuhan mencukupkan kami; tidak ada tuhan selain Dia. PadaNya aku percaya. Dan Ia adalah Tuhan Tahta Agung.”

“H.S. Sh. M. Dalam nama Yang Hidup, Yang Abadi, yang tak pernah mati, aku menjagamu dari segala kejahatan. Tidak ada daya dan kekuatan kecuali dalam Yang Satu Mulia. Dalam namaNya tidak ada yang dapat menyakitimu di bumi dan di surga. Ia Maha Mendengar, Maha Mengetahui. Aku berlindung di Muka Allah Yang Pemurah, dan di Firman Allah yang sempurna, yang tak seorangpun, orang beriman atau tidak beriman dapat memahami, dari setiap kejahatan di surga dan yang terjadi di dalamnya, dan apa yang di bumi atau yang daripadanya, atau peristiwa siang atau malam. Biarlah semua peristiwa menjadi baik. Dalam nama Allah sang Pencipta, yang paling Mulia. Jimat ini adalah perlindungan terhadap apa yang kutakuti.” (Nama beberapa Jin -–tak terbaca.) Dialah Maha Mendengar, Maha Mengetahui.”

“Andaikan Qur’an ini kami turunkan di Gunung, pastilah engkau melihatnya merendahkan diri dan terbelah karena takut akan Allah. Seperti itulah perumpamaan-perumpamaan yang kami berikan pada manusia agar dapat mereka renungkan. Dia-lah Tuhan yang selain Dia tak ada Tuhan lain. Ia adalah Raja, Yang Kudus, Damai, Setia, Pelindung, Maha Kuasa, Perkasa, Maha Agung. Jauhlah kemuliaan Tuhan dari apa yang mereka persekutukan denganNya. Dia-lah Tuhan Yang Menghasilkan, Yang Mencipta, Yang Membentuk Rupa, pada siapa nama-nama hebat (asmaul husna? ) dimiliki. Segala yang di langit dan di bumi meyembah Dia; dan ia yang Maha Kuasa, Bijaksana. Dalam nama Allah yang Maha Pengasih Maha Penyayang. Katakanlah dialah satu Tuhan, Tuhan yang kekal. Ia tidak beranak dan tidak diperanakkan, dan tak ada yang menyerupainya. Dalam nama Allah, dsbnya….Aku berlindung pada Tuhan yang menguasai fajar dari kejahatan makhlukNya, dan dari kejahatan kegelapan pertama ketika gelap melingkupi dan dari kejahatan perempuan-perempuan sihir manapun, dan dari kejahatan orang yang dengki ketika ia iri hati. Dalam nama Allah, dsb….Katakanlah, aku berlindung pada Tuhan manusia, Raja manusia, Allah manusia dari kejahatan pembisik rahasia, yang berbisik di dada manusia terhadap Jin dan manusia. “Dalam nama Allah yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang. Aku menyihir engkau (memantrai engkau) terhadap segala kejahatan, setiap jiwa yang iri. Segala puji bagi Allah, Tuhan manusia, Raja manusia, Allah manusia dari kejahatan pembisik rahasia, yang berbisik di dada manusia terhadap Jin dan manusia. Doa Allah dan damainya atas junjungan kita Muhammad.”


Di Arab Timur, tahyul dan mantra-mantra hampir sama lazimnya dengan di Mesir, meskipun para reformis Wahabi memprotes keras. “Di Bahrein,” ungkap Mrs. Dykstra, “ceret hitam yang dibalik dan diletakkan di ujung tiang galah akan menjaga pemilik rumah atau memperkuatnya terhadap kejahatan. Membicarakan mengenai wabah atau penyakit menular adalah sama dengan mengundangnya datang, karena hal itu berarti menyalahkan Tuhan dan akibatnya Ia akan marah, maka terjadilah epidemi sebagai hukumanNya pada mereka.

Seorang ibu tidak boleh menangisi kematian anak yang berusia kurang dari delapan tahun, karena air matanya akan menjadi bahan bakar api yang akan memperpanjang rasa sakit anaknya di dunia lain. Wajah kotor dan pakaian berwarna hitam adalah perlindungan bagi anak terhadap jin-jin. Bayi yang baru lahir harus diludahi untuk melindungi dan menjaga kesehatannya. Jimat dan mantra-mantra dipakai semua orang untuk melindungi dari kejahatan dan penyakit.”

Di Persia, manik-manik biru dan batu pirus digunakan sebagai jimat bersama tangan kecil terbuat dari logam dan disebut dengan ‘tangan Ah. Sementara tangan Ah besar yang diikat di tiang galah, disembah di sebuah bukit desa dekat Tabriz; legenda mengatakan bahwa tangan ini dibawa ke kota, namun karena tidak menyukainya, ia balik sendiri ke desa. Tangan ini dibawa dalam ibadah haji tahunan ke Mekah.

Mr. Gerdener dari Cape Town mengatakan bahwa jimat yang paling umum di kalangan umat Islam disana adalah potongan kain yang berisikan herbal atau obat tertentu. Namun lebih sering jimat-jimat ini berisikan secarik kertas bertulisan Arab, ayat-ayat Qur’an dan persegi-persegi yang tampak misterius dengan huruf-huruf dan gambar di sudut-sudutnya. Jimat-jimat ini mereka sebut sebagai ‘kekuatan’ mereka

Di Tunisia, jimat paling umum adalah kantong kulit kecil dengan mantra-mantra tertulis yang dijahit di dalamnya, sedikit dupa, biji jintan putih, juga cangkang siput. Jimat tangan Fatima sering digantung di leher sapi atau keledai untuk menjaga mereka dari penyakit. Juga sering terlihat ekor ikan di pintu-pintu rumah, serta tengkorak dan tanduk sapi.

Tidak berlebihan bila umat Islam di Mesir, Persia dan Maroko dinyatakan Nassau sebagai kaum Pagan di Afrika Barat; satu-satunya perbedaan antara jimat kaum Pagan dan umat Islam adalah bahwa kaum Pagan tersebut menghubungkan magis mereka dengan dewa-dewa belukar, sementara umat Islam dengan Allah dan Qur’an.

Image
Afrika Barat: Mengenakan jimat berisikan ayat-ayat Qur’an.

“Untuk memenuhi setiap hasrat atau keinginan manusia yang merupakan bagian dari sifat alaminya, untuk memenuhi ribuan harapan atau kebutuhan, jimat-pun dibuat dan proses pembuatannya diarahkan untuk mencapai tujuan khusus, dan kekuatannya hanya terlampaui oleh kemungkinan adanya eksistensi beberapa roh lawan yang lebih kuat. Jimat-jimat ini, digantung di pagar kebun atau di cabang-cabang dahan tanaman di taman untuk mencegah pencurian atau untuk membuat sakit pencuri; digantung di pintu-pintu masuk rumah untuk mencegah masuknya setan; digantung di haluan perahu untuk menjamin kelancaran perjalanan; dipakai dilengan saat berburu untuk memastikan keakuratan bidikan; dipakai di berbagai bagian tubuh seseorang agar sukses dalam mencintai, membenci, menanam, memancing, membeli, dsbnya, meliputi semua kepentingan dan rutinitas harian.” 8
anne
 
Posts: 502
Joined: Wed Sep 21, 2011 9:52 pm

Re: ZWEMER: Pengaruh Animisme dalam Islam

Postby anne » Wed Jun 27, 2012 1:48 am

Image Image Image ImageImage Image

Hillya, seni kaligrafi halus. Dibuat sebagai deskripsi segala hal baik dari fisik dan karakter Muhammad berdasarkan ‘al-Shama'il al-Muhamadiyyah wa al-Khasa'il al-Mustafawiyyah’ oleh Imam Tirmidzhi, dikemudian hari mencakup juga deskripsi keempat Khalifah, para Sahabat serta cucu Muhammad, Hasan-Husein. Selain sebagai hiasan, Hilye juga berfungsi sebagai jimat yang bisa melindungi pemiliknya dari segala masalah di dunia ini dan nanti. Contoh:

Image
Hilye di atas (1712) dimaksudkan untuk dilipat dan dibawa sebagai jimat. Dua bulan sabit di bagian tengah atas dan bawah berisikan deskripsi mengenai Muhammad. Lingkaran di tengah mendeskripsikan kekuatan perlindungan magis yang dimiliki hilye ini. Tangan Fatima juga digambarkan di bulan sabit bagian bawah, sebagai tanda penolak kejahatan. Di seputarnya dipagari dengan ayat-ayat Qur’an.

Menurut hadist, Muhammad mengizinkan penggunaan mantra dan magis sepanjang nama-nama yang dipakai adalah nama-nama Allah atau malaikat-malaikat yang baik. 9 Karenanya, diperbolehkan mengenakan mantra dan jimat dari karakter ini. Sistem pemantraan yang dipakai disebut Al Da’wa; ilmu mantra ini digunakan untuk menjalin persahabatan, menyembuhkan penyakit, mencapai keinginan, dan meraih kemenangan dalam pertempuran. Beberapa hal terkait ilmu okultisme ini: 10

(1) Kualifikasi yang diperlukan bagi orang yang mempraktekkan okultisme:

Saat seseorang mempelajari ilmu ini , ia harus mulai dengan memberi perhatian maksimal terhadap masalah ‘kesucian.’ Anjing, kucing, atau orang asing manapun tidak diizinkan memasuki tempat kediamannya, dan ia harus mensucikan rumahnya dengan membakar kayu gaharu, pastiles, serta berbagai parfum beraroma lain. Ia harus sangat menjaga tubuhnya dari kecemaran, dan ia harus mandi dan berwudhu secara teratur. Persiapan paling penting adalah puasa selama empat puluh hari (chilla), dan bilamana ia harus tidur di atas tikar di lantai, ia tidur sesedikit mungkin, dan tidak terlibat dalam percakapan umum.

Para dukun sihir seringkali mengasingkan diri ke gua-gua atau tempat-tempat terpencil untuk menjalani pantangan secara lengkap (ada juga yang doyan ke Gua Hira :-$ ). Diet makanan mereka ditentukan oleh jenis asma atau nama-nama Allah yang diniatkan untuk disebut. Jika nama-nama itu termasuk asma ul-jalaliyah atau ‘atribut mengerikan,’ maka ia harus menahan diri dari memakan daging, ikan, telur, madu dan memakai aroma musk. Jika termasuk asma ul-jamaliya atau ‘atribut ramah,’ ia harus berpantang makan mentega, dadih, cuka, garam dan memakai aroma ambergris. Jika ia berniat mencakup kedua jenis nama, maka ia harus menjauhkan diri dari bawang putih, bawang, dan assafoetida (anne: sejenis rempah dari tanaman Ferula berbau tajam seperti bawang putih).

(2) Penggunaan table-tabel yang diperlukan si dukun sihir. Tabel ini berisikan susunan alphabet.

Untuk menggunakan table, seseorang mengambil huruf pertama, katakanlah Ahmad (A) dan Daniel (D) dan mencantumkannya di kolom ganda. Masa depan bisa diketahui dengan melihat kesesuaian atau ketidaksesuaian planet-planet, elemen-elemen, parfum, dsbnya. Parfum yang dimaksud dibakar selama pemantraan.


Image

Ilmu okultisme ini hampir secara universal dipraktekkan di berbagai negara Islam, dan ada ratusan buku yang membahas subjek ini. Yang paling terkenal adalah ‘Shems al Ma’arif al Kubra’ karya Ahmed ibn Ali al Buni yang meninggal 622 A.H. Beberapa subjek yang dibahas, antara lain: cara mengusir setan-setan, memperkuat ingatan, meningkatkan kekayaan, mendapatkan cinta, menyembuhkan radang, mendengarkan percakapan para jin, meningkatkan hasil panen. Dicantumkan pula nama-nama Segel Salomo, nama-nama tongkat Musa, kata-kata yang diucap Yesus sewaktu melakukan mukjizat, dsb. dsb. dsb.. Tak ada desa Islam dari Tangier hingga ke Teheran dimana para Sheiks tidak mempraktekkan isi ensiklopedia sihir ini dalam kehidupan sehari-hari.

Diantara berbagai jimat paling umum dipakai di India, terdapat magic square yang dibuat berdasarkan magic square Al-Ghazali. 12 Magic square ini ditulis di piring porselen putih atau di sehelai kertas, kemudian tulisan tersebut dibasuh dengan air yang kemudian diminum; atau tulisan di kertas tsb. bisa juga dipakai sebagai jimat; bisa juga dijadikan rokok yang asapnya dihirup atau dibiarkan memenuhi udara; atau dijadikan mantra-mantra terbungkus kapas, dicelupkan di minyak pengharum dan dibakar di sebuah lampu; atau diukir di cincin yang dipakai. “Beberapa orang menulis taweez atau ism di bhoojputur atau pada lempengan perak, emas, dsbnya, lantas digulung atau dilipat dibentuk sebagai taweez atau puleeta, dilapisi lilin dan dimasukkan dalam jahitan beberapa jenis kain atau brokat terbaik; bisa juga dimasukkan dalam kotak kubus atau tabung berongga yang terbuat dari emas atau perak dan ditutup rapat, selanjutnya dikalungkan di leher atau diikatkan ke lengan atau pinggang, disematkan di turban, atau diikat di ujung sapu tangan untuk dibawa anggota keluarga mereka.

Sangat lazim bagi orang-orang untuk memiliki tempat taweez kosong dan mengalungkannya di leher anak-anak mereka, bersama dengan iladulec 13 di tengah-tengahnya serta beberapa baghnuk (ekor harimau) yang dipasang dalam perak, dsbnya, dan bila suatu saat mereka mendapatkan taweez dari seorang mushaeks atau mullah terkemuka, ataupun bisa memperoleh secuil dari relic suci yang ditawarkan di tempat-tempat suci, seperti bunga, sundul, dsbnya, maka benda-benda ini dapat dimasukkan ke dalamnya.”

Dengan pengetahuan magis seperti itu juga orang-orang menentukan jam dan hari terbaik dalam satu bulan untuk mengadakan perjalanan, mengenakan baju baru, bercukur, mandi, berbagi, dsbnya. Karakter tahyul-tahyul ini dinilai dari contoh yang diberikan Herklots:

“Jika seseorang memiliki musuh yang pada siapa dia belum memiliki kekuatan untuk membalas dendam, meskipun ia selalu tertekan dan dilecehkan, orang seperti inilah yang memiliki kebiasaan melakukan hal-hal magis semacam ini, baik untuk diri mereka sendiri ataupun untuk orang lain dengan imbalan. Namun, tidak semua orang berhasil melakukan ini; dan para praktisi hanya melakukannya bagi mereka yang benar-benar membutuhkan bantuan; dan Yang Maha Kuasa juga, pada akhirnya, hanya akan mendengar permohonan orang-orang yang benar-benar tertekan. Orang ini harus membaca tubut-maqoos atau chayhul qaf setiap pagi dan malam hari, selama dua puluh satu hari, sebanyak empat puluh satu kali di setiap periode.”

“Atau, dengan tanah yang diambil dari kuburan, atau tanah dari musan Hindu, ia harus membuat boneka kurang lebih sejengkal; dan mengucapkan soora-e-ullum-turkyf –serta nama setan yang menyertainya, atau tubut-maqoos atau chayhul qaf di dua puluh satu pasak kayu kecil tipis, dan diucapkan sebanyak tiga kali untuk setiap pasak. Pasak-pasak tersebut kemudian ditusukkan ke berbagai bagian tubuh boneka, misalnya satu di atas kepala, satu di kening, dua di mata, dua di kedua lengan atas, dua di ketiak, dua di telapak tangan, dua di putting dada, dua di kedua sisi tubuh, satu di pusar, dua dip aha, dua di lutut, dan dua di telapak kaki. Boneka tersebut kemudian dikafani/dibungkus seperti mayat manusia, dibawa ke pemakaman dan dikuburkan dalam nama musuh (yang dipercaya) segera meninggal setelahnya.”

Image

Di semua jimat dan praktek-praktek ini, kita bisa menyaksikan bagaimana Animisme dan Islam berbaur secara aneh, teisme dan paganism bergandengan. Doa-doa yang dipanjatkan untuk Yang Maha Kuasa, surah-surah yang dibaca dari Qur’an (misalnya surah ke-9 ‘Al-Tawba’ harus dibaca secara terbalik, dan surah Qaf harus dibaca empat puluh kali), jelas keseluruhan karakter ritual ini adalah Pagan. Kekuatan spiritual atau roh itu sendiri, dan nilai berkahnya terhubung langsung dengan mantra-mantra Qur’an tersebut. Sekali lagi, terkait dengan Islam, kita menggunakan ungkapan Nassau mengenai mantra-mantra kaum Pagan di Afrika Barat (hal.76):

“Diantara sekian banyak benda yang digunakan untuk membatasi roh-roh, yang paling umum dan menjadi favorit adalah kulit dan terutama ekor kucing semak, tanduk antelop, kulit kacang, cangkang siput, berbagai tulang hewan, terutama tulang manusia; dan yang paling istimewa adalah tulang tengkorak manusia serta gigi dan cakar leopard. Namun, secara harfiah apapun bisa dipakai: tongkat, batu, kain perca. Tampaknya, karena secara harfiah tidak ada batasan jumlah dan jenis roh, maka secara harfiah tidak ada batasan pula jumlah dan jenis benda untuk mengurung/membatasi roh-roh tersebut.”

Di desa-desa di Delta, dimana sembilan puluh sembilan persen adalah umat Islam, dan di lorong-lorong jalanan di Kairo, kota intelektual Islam, saya telah mengumpulkan berbagai jimat yang terbuat dari tulang, cangkang, kulit, tanduk hewan, gigi, cakar, lumpur makam, dsb. dsb. Islam dan Animisme hidup berdampingan dengan serasi, di jalan yang sama dan dalam pemikiran yang sama.


CATATAN KAKI BAB X

1 "Amulets of Ancient Egypt," p. 6.
2 Has this any relation to Abraka and dabra, i.e. "Most blessed word"? or "I will bless the Word"?
3 A vast literature on the use of God's names and the magic of numbers has grown up called Kutub al Ruhaniyaton Geomancy, Orithomancy and dreams.
4 Hughes' Dictionary, p.304.
5 The Jewish Encyclopedia, Vol. I, art. Amulet.
6 "Manners and Customs of the Modern Egyptians," Lane, p.255.
7 Wackidi 429, Aghani 14:163; Buchari 4:33.
8 "Fetishism in West Africa."
9 Mishkat, 21:1.
10 See Hughes' Dictionary of Islam, art. "Da'wa."
11
12 "Qanoon-e-Islam," by Herkiots, London.
13 I.e., an amulet with the name of Ali.
anne
 
Posts: 502
Joined: Wed Sep 21, 2011 9:52 pm

Re: ZWEMER: Pengaruh Animisme dalam Islam

Postby silverboi » Fri Jun 29, 2012 12:06 pm

Pro: @Ali & Anne

Thanx sdh nerjemahin buku bagus ini.
Mohon info, apakah terjemahan ini sdh selesai atau msh ada sambungannya lagi?

Matur nuwun mbah Ali & mbak Anne
silverboi
 
Posts: 15
Joined: Thu Sep 03, 2009 5:14 pm

Re: ZWEMER: Pengaruh Animisme dalam Islam

Postby anne » Sat Jun 30, 2012 12:51 am

Thanx sdh nerjemahin buku bagus ini.
Mohon info, apakah terjemahan ini sdh selesai atau msh ada sambungannya lagi?


Trimakasih kembali,
Masih ada dua bab lagi, dilanjutkan minggu depan O:)
anne
 
Posts: 502
Joined: Wed Sep 21, 2011 9:52 pm

Re: ZWEMER: Pengaruh Animisme dalam Islam

Postby anne » Sat Jul 07, 2012 12:16 am

BAB XI
PEMUJAAN POHON, BATU DAN ULAR


Pemujaan primitif di seluruh bagian dunia dikaitkan dengan pohon-pohon dan batu-batu keramat. Surga memiliki pohon pengetahuan dan kehidupan. Para leluhur di PL memasang tenda di bawah tanaman-tanaman tertentu dan menyembah Yahweh tanpa tercela. Mereka melihat Tuhan di alam, namun tidak mendewakan alam dan senantiasa diperintahkan untuk tidak mengikuti kehinaan orang-orang yang melakukan pemujaan di bawah rumpun setiap pohon. Ashera, atau pohon suci dikaitkan dengan penyembahan berhala dan kegiatan orgy dalam penyembahan Baalim. Para ahli Mesir kuno menyebutkan Osiris sebagai dewi pohon dengan disertai tiga setan pohon, dan di silinder Babilonia kita temukan gambar-gambar pohon suci/keramat.

ImageImageImage
Asherah/Athirat/Al-Uzza adalah nama ibu para dewa atau dewi kemakmuran dalam tradisi spiritual kuno Assyria-Babilonia (kiri). Asherah juga bermakna ‘Pohon Kehidupan/Tree of Life’ objek penyembahan yang merupakan simbol kehidupan universal (tengah). Dewi ini diasosiasikan dengan keberadaan pohon, semak-semak dalam penyembahan dewa Baal/Baalim/Hubal, putranya. (kanan). Dalam perkembangan selanjutnya , tradisi spiritual ini menyebar ke berbagai bagian dunia, dan dikaitkan dengan keberadaan dewa, roh, atau orang suci pada pohon-pohon tertentu yang dianggap keramat.

Pohon elm, atau sejenis pohon oak yang tampak megah menjulang, begitu indahnya dalam pandangan penyair Joyce Kilmer yang menghabiskan hidupnya di Perancis sehingga Ia menulis:

“Kukira aku takkan pernah melihat sebuah puisi seindah sebuah pohon.
Pohon yang mulut laparnya menekan payudara bumi yang mengalir manis.
Pohon yang menatap Tuhan sepanjang hari dan mengangkat lengan daunnya untuk berdoa.
Puisi-puisi disusun orang-orang b0doh sepertiku, namun hanya Tuhan yang dapat menciptakan pohon.”


Kisah dalam Kitab Kejadian mengenai Pohon Kehidupan bersama dengan pohon-pohon dari Sungai Kehidupan di Buku Wahyu menemukan parodinya dalam ajaran Islam mengenai ‘Lote Tree’ (Surah An-Najm)

Q 53:14-17 At the Lote Tree of the Utmost Boundary -Near it is the Garden of Refuge -When there covered the Lote Tree that which covered [it]. The sight [of the Prophet] did not swerve, nor did it transgress [its limit]. (anne: Sahih Int., Pickthal, Yusuf Ali, semua menyebutkan ‘Lote tree’ sementara dalam terj. Indonesia: ‘Sidratil Muntaha’). http://quran.com/53

Lote Tree

In a common hadîth recorded by both al-Bukhârî and Muslim:

According to Abû Huraira, the Prophet said: “In Paradise there is a tree in whose shade a horseman would be able to ride for a hundred years.”


Al-Bukhârî and Ibn Hanbal both add to the basic hadîth (i.e. Paradise Tree—horseman—a hundred years):

Recite (iqrar) then, if you want: “and of a spreading shade”. (Qur’ân LVI: 30). Verily, half a bow length in Paradise exceeds all this upon which the sun rises and sets.

In a hadîth traced to Mâlik ibn Anas and recorded both in Ibn Hanbal’s Musnad and theMishkât al-Masâbih:

Then I entered the Seventh Region, and behold, I saw Abraham…. After that I was taken up to Sidrat al-Muntahâ (Lote Tree of the Uttermost Boundary), and behold, its fruits were like waterpots and its leaves like elephants’ ears. And Gabriel said, “This is Sidrat al-Muntahâ.” And I saw four rivers there; two concealed (bâtinîya) and two revealed (zâhirîya). I said to Gabriel, “What are these?” He said, “These two concealed rivers are in Paradise, and the two revealed are the Nile and the Euphrates”


Dikatakan bahwa pohon tersebut berada di bagian puncak atau tempat tertinggi di Surga, dan diyakini umat Islam memiliki daun sebanyak jumlah manusia yang hidup di bumi; dan daun-daun tersebut bertuliskan nama-nama semua orang yang hidup; setiap helai daun bertuliskan nama satu orang, beserta nama ayah dan ibunya.
Pohon ini, dipercaya oleh umat Islam, diguncang pada malam Lailat al Qadr (malam Takdir) sedikit setelah matahari terbenam; dan jika seseorang ditakdirkan untuk meninggal di tahun berikutnya, daun yang bertuliskan namanya akan jatuh karena guncangan tersebut; jika ia akan meninggal dalam waktu dekat, daunnya hampir seluruhnya kering; jika ia meninggal menjelang akhir tahun, sebagian besar daun masih berwarna hijau, proporsi hijau daun sesuai jangka waktu hidupnya. Tentu saja ini malam yang sangat mengerikan bagi umat yang berpikiran serius, yang mengamati malam ini dengan doa penuh khidmat dan kesungguhan.

Keseluruhan dunia mistis dan tradisi terkait pohon Surgawi beserta gambar-gambarnya, dijual sebagai jimat di Kairo. Juga lazim ditemui silsilah Nabi Muhammad yang bisa ditelusur hingga ke Adam dan dilanjutkan ke para orang suci Islam, yang digambarkan dalam bentuk pohon keramat. Saya telah melihat gambar-gambar semacam itu digantung untuk nasib baik dan juga untuk pengajaran di mesjid-mesjid di Saigon, Indo-China, Honan dan Singapura. Namun ini diluar pembahasan kita.

Image
Pohon silsilah Nabi Muhammad


Bagaimanapun, penghormatan khusus pada pohon ada di semua negara Islam, dan sangat memiliki kemiripan dengan penyembahan pohon kaum Pagan. Dalam kepercayaan Pagan, dimana menurut teori kehidupan universal mereka semua objek yang tampak aneh dan tidak lazim adalah keramat (dan memiliki kualitas jiwa khusus), maka pohon-pohon yang memiliki ukuran tidak lazim, bebatuan berbentuk aneh, hewan yang memiliki kelainan, semua itu dianggap sakral. Umat Islam tidak berani melukainya, karena hal tersebut akan mendatangkan kemurkaan dari kekuatan tak terlihat.

Tentu saja tidak akan diharapkan bahwa seorang petani Melayu sepenuhnya menyadari karakter animistik dalam kepercayaannya. Ia bertindak sebagaimana para leluhurnya; tanpa perlu bertanya penyebabnya. Ia puas dengan fakta bahwa pohon memiliki roh tanpa perlu menanyakan apakah roh tersebut adalah jiwa dari pohon itu sendiri ataukah hantu yang memilih berdiam di pohon tersebut; dia hanya meyakini bahwa ada kekuatan tak terlihat yang terhubung dengan pohon tersebut.” 1

Di Afrika Barat, penyembahan pohon sudah umum di kalangan Pagan dan pohon-pohon semacam itu terkenal dihantui oleh roh-roh. Pohon-pohon terkenal yang besar dihuni oleh roh-roh. “Banyak pohon di hutan khatulistiwa Afrika Barat,” ujar Nassau, “patah batangnya di ketinggian sepuluh hingga enam belas kaki dari tanah, sementara akar penyangga yang bersambung dengan batang itu sendiri hanya memiliki ketebalan beberapa inci, namun melebar di bagian pangkal pohon dari empat hingga enam kaki. Akar-akar penyangga ini diproyeksikan ke beberapa arah yang berlawanan dengan kompas, seakan-akan untuk menahan kekuatan badai yang tiba-tiba. Pohon-pohon semacam ini adalah fitur menonjol di hutan dan biasanya terlihat pada pohon kapas sutra. Relung diantara akar-akar penyangga benar-benar digunakan sebagai sarang oleh hewan-hewan liar kecil. Tampaknya juga merupakan rumah favorit bagi roh-roh.”

Dalam Islam terdapat praktek dan kepercayaan serupa yang terpulang ke Paganisme Arab ataupun yang diadopsi umat Islam dari lingkungan lokal dan nasional, kemudian di-Islamisasikan. Pembahasan mengenai ini dipaparkan Goldziher dalam sebuah tulisan ringkas yang diterjemahkan untuk ‘the Moslem World,’ edisi Juli 1911, hal. 302. Berbagai fakta lain telah disampaikan pada kami dan kesaksian para pengelana di Timur Dekat memperlihatkan meratanya tahyul ini. Pemujaan khusus terhadap pohon keramat dilakukan di Syria, Palestina dan semua wilayah Afrika Utara. Suku Badui yang mendiami sepanjang wilayah yang dilintasi Doughty menganggap pohon-pohon dan semak-semak tertentu sebagai manhals, atau tempat tinggal malaikat dan setan. Melukai pepohonan atau semak semacam itu, atau memangkas cabang-cabangnya, akan mendatangkan bahaya. Nasib buruk akan menghampiri orang yang nekad melakukan perbuatan seperti itu, dan seperti yang dapat dibanyangkan, orang Arab memiliki banyak dongeng menarik yang bisa mempengaruhi mereka yang skeptic. Pohon keramat digantung dalam berbagai variasi bendera dan hiasan.

Penyakit dan kecelakaan gurun dibawa ke pohon keramat ini, dengan mempersembahkan korban domba atau kambing, yang darahnya dipercikkan ke pohon. Daging hewan korban kemudian dimasak dan dibagikan diantara yang hadir, disisakan satu porsi yang digantung di cabang pohon keramat; pasien-pun kembali tenang dalam keyakinan bahwa malaikat akan muncul dalam mimpinya dan memberi instruksi untuk kesembuhannya. Hanya pasien yang diperkenankan berbaring di bawah bayang pohon keramat; sementara bagi orang sehat hal serupa akan mendatangkan bencana.
Last edited by anne on Fri Jul 20, 2012 11:50 pm, edited 1 time in total.
anne
 
Posts: 502
Joined: Wed Sep 21, 2011 9:52 pm

Re: ZWEMER: Pengaruh Animisme dalam Islam

Postby anne » Sat Jul 07, 2012 12:48 am

Perhatian Professor Sachu terpaku ke pemandangan di tanah berbatu Jabal-ul-Amiri, selatan Aleppo, ke sebuah pohon kerdil berduri kering setinggi manusia dewasa, dimana di semua bagiannya tergantung beraneka rupa kain.

Image
Barren women and hopeful parents tie ribbons to special tree, tradition remaining from pagan, shamanic practice. North Iraq


“Bau-batu ditumpuk di sekitar batang pohon; dan berbagai jenis bebatuan, besar dan kecil, ditempatkan di cabang-cabang. Pohon semacam itu, yang disebut zarur, adalah altar padang pasir. Saat seorang perempuan merindukan kehadiran seorang anak, petani mengharapkan hujan, atau disaat ia mengharapkan pemulihan kesehatan bagi kuda atau untanya, ia akan mengambil sebuah batu dan menyimpannya di bagian kaki zarur atau diselipkan di suatu tempat diantara dua cabang.”

Dari sisi manapun, pemujaan relijius terhadap pohon keramat di Yordania, yang telah mendominasi semenjak dahulu kala, dan diperingatkan dengan keras dalam Alkitab, masih terus berlangsung dalam bentuk tak berubah. “Tidak ada di negara manapun” ujar Pdt. M. Mills, “manusia begitu memuja pohon selain di Palestina. Disana kita temui sejumlah besar pohon keramat yang digantungi sobekan kain dan pakaian para peziarah yang datang kesana untuk memberikan penghormatan pada pohon. Kami melihat juga kain-kain lain di pohon yang ditujukan untuk mantra-mantra gaib. Banyak pohon yang merupakan kediaman roh-roh jahat, tapi yang paling aneh, ada suatu tempat yang dipenuhi pohon oaks lembut, yang didedikasikan kepada sejenis spesies makhluk yang disebut ‘Anak-anak Perempuan Yakub.’

Berges Abbe mengisahkan tentang pohon teratai di taman seorang Arab di Jaffa, dimana persembahan khusus diberikan. Di cabang-cabang pohon tersebut tergantung lampu-lampu dan potongan kain beraneka warna. Sang pemilik menjelaskan mengenai pemujaan aneh tersebut, katanya benih pohon itu berasal dari surga. Itulah sebabnya mengapa pohon itu didedikasikan pada Nabi Muhammad yang dari waktu ke waktu senantiasa mengunjungi pohon itu dalam bayang malam. Semua umat Islam yang baik menunjukkan rasa hormat mendalam yang sama terhadap pohon keramat. Pemujaan semacam ini dapat dilihat di negara-negara lain juga, dimana ibadah populer menemukan ekspresi dalam penghormatan yang diberikan kepada perwakilan tunggal dari kerajaan tumbuhan.

Schumacher yang mencatat pengalamannya di Jolan, menggambarkan bagaimana pohon butmi yang kadangkala berdiri sendiri di tengah-tengah padang menjadi tempat peristirahatan terakhir orang suci Islam. Pohon tsb mendapat sebutan khas “fakiri,” fakir miskin, sangat aman dari gangguan orang dan dibiarkan bertumbuh maksimal. Umat Islam takut mematahkan cabang-cabangnya, bahkan memindahkan ranting kering-pun, karena menurut legenda, tidak ada manusia yang pernah menekuk dahannya bisa menghindarkan diri dari keadilan pembalasan ilahi.

Goldziher selanjutnya mengatakan:

“Kita bisa melihat sekilas beberapa lagi dari beragam aspek dimana pengkultusan pohon bekerja dalam Islam. Berdampingan dengan bentuk-bentuk penyembahan berhala, kita tiba-tiba dihadapkan pemujaan semacam itu sebagai hasil dari pengaruh moderat Islam. Sebuah pohon rindang di Wadi ul-sirar, tidak jauh dari Mekah, yang biasa disembah di masa pra-Islam, dipuja sebagai salah satu pohon dimana terdapat tali pusar tujuh puluh nabi.” (Al-Muwatta II, hal. 284; Yakut III, hal.75).

“Abbaside Abd-ul-Samad-ibn-Ali, gubernur Mekah, membangun sebuah mesjid di tempat ini. Sebuah pohon keramat yang dihubungkan dengan ingatan akan Muhammad ataupun bayangannya, menutupi dinding kuburan. Di padang pasir, pohon suci dipuja dalam semua aspek pagannya, sementara di kota pemujaan tersebut dialihkan ke orang suci yang dikenal. Tanpa properti semacam itu tentu saja kultus berhala telah tercerabut dari akarnya. Di mesjid Rabia, Kazwin, ada sebuah pohon yang dianggap keramat karena tampak vulgar. Kalif ul-Mutawakil memerintahkan penghancurannya sehingga orang-orang tak lagi jatuh dalam godaannya.” (Beladhuri, hal.322)

Sangat penting di lingkungan umat Islam yang keras untuk mencari tahu mengenai orang suci yang meninggal agar penghormatan sesungguhnya kepada orang tersebut dapat dialihkan ke pohon, yakni bila makamnya berada di tempat yang jauh, pohon menerima penghormatan sebagai wali orang suci tersebut.

Di ujung jalan di Damascus ada sebuah pohon zaitun yang menjadi tujuan ziarah, terutama oleh para wanita, yang menganggap pohon tersebut sebagai Lady Zaitun yang Suci (Siti Zaitun). Seorang darwis bertugas mengumpulkan hadiah persembahan dari para umat yang saleh, atas nama siapa sang darwis memanjatkan doa. Pohon zaitun itu dianggap sebagai individu dengan nama personal. Sudah tentu pohon zaitun tumbuh menjadi pohon zaitun juga :-)

Maroko benar-benar membanggakan sebuah ‘Notre Dame d’Olive’ versi Maroko berupa sebuah pohon raksasa yang menjadi pusat ziarah yang padat. Sementara bentuk maskulin Lady Zaitun kita jumpai di Sheikh Abu Zeytun, yang makamnya terletak di Palestina. Melalui proses serupa umat Islam juga mempersonifikasikan sebuah tiang batu yang mereka puja sebagai Sheikh-ul-Amud, atau Pilar Mulia.

Benda-benda yang sebelumnya dianggap keramat, berlanjut hingga ke masa Islam. Hanya saja sekarang dihubungkan dengan orang-orang suci yang kehilangan sosoknya sempat membuat bingung para pemujanya, sebelum mengalihkannya ke pohon. Sejauh ini, penelitian Professor Goldziher terhadap tradisi berikut di kalangan umat Islam di Yaman menjelaskan bagaimana kebiasaan tersebut bertumbuh. Saya belum dapat menelusuri jejak ke sumbernya, namun mereka mengatakan bahwa kaum Quraysh yang polytheist biasa memberikan penghormatan tinggi pada pohon-pohon keramat, serta menerima pengaruh baik dan buruk dari pohon-pohon tersebut.

Image
Folk Islam is a movement flourishing in many Muslim countries. It may be characterized by the veneration of saints, tomb worship and animism. You will see elements of this throughout the country. For example, the picture above is a tree in Mazar, Afghanistan, with nails tied to it to ward off evil.


Mereka biasa menancapkan paku ke pohon serta menggantung potongan-potongan pakaian mereka, namun ketika Islam datang praktek ini dilarang. Dikisahkan suatu hari Omar-ibn-el-Khatab melihat orang-orang pergi ke pohon tertentu yang disebut dalam Qur’an sebagai tempat dimana sumpah setia pada Nabi diambil oleh para Sahabat. Omar, yang sangat khawatir orang-orang tersebut akan kembali ke pemujaan berhala, mengutus orang untuk menebang pohon itu. Ini jelas memperlihatkan bahwa apapun bentuk pemujaan pohon yang ada di tanah Arab, terpulang ke praktek di masa pra-Islam, dan diakui bertentangan dengan konsep mereka sendiri akan tuntutan teisme murni.

Namun, kendati ada hadist ini serta penyataan tegas di mesjid-mesjid bahwa hanya Allah-lah tuhan satu-satunya dan politeisme berasal dari iblis, kita menemukan pemujaan pohon ini bersifat universal. Pohon-pohon keramat sangat lazim di Maroko. Sekitar dua puluh mil dari Mogador, terdapat sebuah pohon argan besar. Setiap tahun, sejumlah besar orang Islam mengunjungi tempat tersebut. Mereka menggantungkan potongan kain, pecahan keramik atau kuku di pohon itu, dengan keyakinan bahwa setiap benda yang digantung itu memiliki kekuatan untuk melepas kebaikan tersembunyi yang tersimpan di dalamnya, dan kebaikan tersebut akan mengalir ke si donatur yang mendatangkan keberuntungan hingga kunjungan berikutnya. Dikala menggantungkan benda-benda ini di pohon, mereka menyampaikan keinginan yang tersimpan di dalam hatinya.

Umat Islam di India menghormati pohon yang disebut Brimje. Pohon ini tidak menghasilkan buah dan daun-daunnya mirip daun pohon poplar tapi sedikit lebih gelap. Sering ditanam di makam-makam dan halaman mesjid; para peziarah mengikatkan potongan kain di dahan sambil bersumpah untuk membukanya kala permintaan mereka dikabulkan saat mempersembahkan korban.

Di Aljazair, pohon dikatakan suci dan disembah bila beberapa orang suci pernah duduk di bawahnya atau bermimpi tentangnya, dsbnya. Para penyembah memperoleh bagian dari kekudusan orang suci tersebut serta kebaikan/kemampuan khusus yang dimilikinya seperti kemampuan menyembuhkan penyakit anak-anak, melancarkan proses persalinan, dsbnya. Potongan benda-benda yang digantung adalah persembahan bagi orang suci tersebut. Potongan-potongan ini dianggap mendapatkan berkah dan seringkali dicuri atau dirobek oleh peziarah lain yang menaruh robekan tersebut di sabuk pinggang mereka atau lipatan tutup kepala.

“Anatolia,” tulis Dr. George E. White, “dipenuhi dengan pohon-pohon dan rumpun tanaman keramat yang masing-masing biasanya berhutang kesuciannya pada makam suci, dan sering berada di dekat mata air dan batu suci. Saat melakukan perjalanan melintasi negara ini, orang seringkali menyaksikan sekumpulan pepohonan, besar atau kecil, di puncak bukit atau beberapa sudut lembah, yang bahkan sebelum bertanya sudah dapat dipastikan bahwa pepohonan tersebut dianggap keramat. Orang-orang takut memotong kayunya kecuali untuk pembangunan mesjid atau pembuatan keranda.

Image
Gobekli Tepe, Turkey, is still a holy site, and Muslim women still visit this sacred mulberry tree and tie sections of cloth on to its branches and make wishes. The blowing of the fabric in the wind is said to make the wish come true.


Mereka percaya jika seseorang menebang pohon atau memangkas dahan, dia akan membuat marah roh yang menempatinya dan akibatnya ia akan mendapat ‘serangan.’ Mereka seringkali mengatakan bahwa jika seseorang menebangnya maka bagian pohon yang ditebang itu akan terbang kembali ke hutan sebelum pagi menjelang. Mereka bahkan lebih yakin lagi kalau rumah si penebang akan terbakar, atau akan terjadi kecelakaan pada satu atau lebih penghuni rumahnya. Di Ipejik, seorang pengunjung berkata pada penduduk disana bahwa iblis tidak akan menangkap mereka jika mereka menebang pepohonan itu. Di dekat Arabkir ada sebuah gua di samping sebatang pohon keramat, dimana ayam-ayan jantan diikat mulutnya sebagai persembahan nazar hingga mati kelaparan, dan diharapkan menyenangkan hati roh-roh di tempat tersebut. Pohon willow dianggap keramat dan dapat menyembuhkan pada hari Minggu Palem.
anne
 
Posts: 502
Joined: Wed Sep 21, 2011 9:52 pm

Re: ZWEMER: Pengaruh Animisme dalam Islam

Postby anne » Sat Jul 07, 2012 12:58 am

Image ImageImage
Left: Tree of Life (Asyerah) symbol
Right : ‘Palm Jumeirah,’ surrounding by crescent island and ‘Palm Jebel-Ali,’ Dubai UEA ;


Dekat Van the Seer, batu dan pohon menyembuhkan demam sebagai balasan mengikat potongan kain; dekat Harpout terdapat semak berduri yang hampir terkubur diantara bebatuan dan dapat menyembuhkan demam; selanjutnya ada pohon bercabang empat di sebuah puncak bukit di dekat Goganz, dan diziarahi orang Armenia yang mengadakan festival musim semi disana.

Pohon Striker ditakuti baik oleh orang Turki maupun Armenia. Mereka selalu berdoa apabila melintasinya, kalau tidak dikhawatirkan nasib buruk akan menghampiri mereka.
Di St. Sapanz ada sebuah pohon yang tak seorangpun berani memanjatnya. Orang Kurdi dan Armenia melakukan pemujaan disana setiap hari Minggu. Luar biasa, suku Kurdi sampai memperhatian hari Sabat Kristen dengan cara ini, menunjukkan bahwa mereka kadangkala mengubah kulit luarnya dari Islam ke Kristen, sementara isinya Pagan sepenuhnya.

Di Argunjik, seorang Kurdi menembak seekor burung di sebuah pohon keramat, dan meninggal dalam waktu delapan hari (seminggu setelahnya). Rushdonienz memiliki sebuah pohon walnut terkenal dimana orang-orang yang sakit dibaringkan di bawahnya, dan mereka tetap berada disana walau cuaca berganti-ganti untuk memberi persembahan. Dipercaya bahwa dalam waktu-waktu tertentu atau dalam tingkat cuaca tertentu, sebentuk halo (tanda lingkaran) aneh mengelilingi pohon tersebut dan orang-orang yang sakit akan sembuh secara ajaib.

Di Moreuik, sebuah pohon ‘Sun Pole’ dibakar tahun 1907, dan ribuan paku ditemukan di antara abunya, sisa-sisa penyembahan bertahun-tahun. Pohon ini disebut ‘the Censor, dan bisa menyembuhkan semua penyakit yang diderita orang Turki dan Armenia. Mereka akan memukul akarnya dengan batu-batu, menyalakan lilin di depannya, melempar telur ke kolam di dekatnya, atau memaku batang pohon sambil berseru, ‘ dariku untukmu, darimu untuk yang lain dengan harapan mengusir penyakit.’

Di Kerbela, ada pepohonan yang dianggap milik Ali dan orang-orang suci Syiah lainnya. Ada dua pohon palem dekat Kerbela, yang dipercaya di bawahnya Maria duduk berbaring ketika Yesus lahir. Para wanita mengunjungi pohon-pohon ini, makan buah dan minum campuran tanah dan air. Para peziarah membawa sejumlah rambut, dan mengikatkannya pada pohon di Kerbala dengan keyakinan bahwa di hari kebangkitan mereka akan memiliki rambut sepanjang pohon itu. Kuku-kuku jari juga diikatkan dalam secarik kain ke pohon ini; gigi-gigi dicuci, dibungkus kain putih, dan digantung di pohon disertai sedikit garam yang dipercaya akan menjaganya tetap bersih dan utuh hingga pemiliknya datang mengklaim di hari kebangkitan.

“Di Persia,” tulis Miss Holiday, “seorang juru masak saya menemukan dua pohon muda di dekat desa, yang tumbuh dari akar sebuah pohon tua; karena tampak bagus untuk dijadikan tongkat, ia memotongnya, namun malam harinya ia ditegur pemilik rumah, “Jika penduduk desa tahu mereka akan marah. Tidakkah kau tahu (pohon) ini adalah orang?”
Insiden lain terjadi saat sebuah pohon di pemakaman yang di dahannya banyak diikatkan kain, tumbang. Untuk berkomunikasi dengan roh penghuni pohon tersebut, lilin-lilin dinyalakan dan persembahan diberikan dan bahkan dibuat pembatas/dipagari untuk perlindungan.

Metode komuni, rasa segan dan takut akan akibat mengerikan bagi orang yang melukai pohon, serta detail pemujaan secara praktek hampir serupa dimana-mana.Bagaimana pohon pohon-pohon dihormati dan dipuja di Saudi Arabia, dituturkan oleh Doughty (vol.I, p.365).

“Mengingat kembali ke suatu hari, saat aku pergi keluar untuk memotong dahan untuk pasak tenda dari sebuah pohon akasia besar yang berada dekat Kella; disini kambing-kambing dan domba-domba milik garnisun berbaring setelah diberi minum. Tetes-tetes getah bening keluar dari dahan kecil tersebut; sementara getah yang menetes dari batang lama berwarna hitam pekat, berasa pahit dan mereka katakan obat. Dengan getah inilah perahu-perahu di pantai Arab yang dibangun di Wejh, didempul.

Aku melihat Doolan mondar-mandir mengatur ternak gembalaannya, dan aku menunggu untuk menagih pinjamannya atau lainnya agar ia bersedia memotongkan dahan untukku. Ia menjawab: “Wellah, wahai putra pamanku, mintalah hal lain padaku, namun yang ini merupakan kesalahan bagi kita berdua. Tidak! Aku memohon padamu, Khalil, jangan patahkan atau potong satu rantingpun dari dahan-dahan ini, engkau tidak berasal dari negara ini, engkau tidak paham: Lihat! engkau lihat kan cabikan kain dan tanduk kambing yang bergantungan di dahan-dahan ini, mereka berasal dari Beduw, namun banyak yang jatuh terbawa angin akhir-akhir ini. Dan engkau lihat kan paku-paku ini! orang-orang tertentu dari kaum Haj memakukannya ke batang selagi mereka sembahyang!”

Sewaktu aku meletakkan tangan di sebuah dahan baru yang bagus dan mengambil pisauku, Doolan memelukku, “Jangan, Khalil, orang yang memotong pohon ini, pasti akan mati,” pintanya.

“Betapa konyolnya! Apa kau takut pada pohon-pohon?”

“Ah, ya! pohon ini milik jin; jangan bertindak gegabah. Wellah, kukatakan yang sebenarnya, seorang Beduwy mematahkan hanya satu dahan, dan ia meninggal tak lama kemudian dan semua ternaknya tewas. Khalil, malam lalu seorang gadis kecil yang tinggal di pojok baru saja memungut ranting-ranting yang jatuh disini untuk api tungku masak ibunya, dan saat ranting-ranting itu dinyalakan, demi hidupmu! lengan anak itu menjadi kaku; mereka segera membawanya ke Kella, dimana Haj Nejm mengalungkan beberapa jimat padanya, dan atas kemurahan Allah anak itu pulih.”

Dan berikut adalah sebuah gambaran yang sama menyedihkan, bagaimana seorang ibu dengan bayinya di Turki mencari pertolongan di sebuah pohon keramat. Penulis, Victoria de Bunsen, telah menelisik jauh ke dalam jiwa seorang Turki:

“Saat mataku mengembara diantara cabang-cabang hijau, aku melihat cabang-cabang di bagian bawah pohon tampak compang-camping dan gersang, semua kehilangan daunnya. Gantinya, cabang-cabang kering itu digantungi benda-benda yang sudah akrab terlihat di sekian banyak perjalananku, benda-benda yang terhubung dengan semua tempat misterius yang keramat di Timur. Potongan-potongan kain kotor, gumpalan-gumpalan rambut, untaian manic kecil atau jimat –semua benda-benda tak berharga yang amat sangat berarti bagi orang yang memasangnya untuk tujuan tertentu, sementara bagi orang lain hanyalah sampah belaka…

Aku melihat seorang wanita melintas di bawahnya, masuk dalam keteduhan pohon. Ia tidak melihatku, dan memang tidak perlu karena aku berada dekat makam, yang bukan merupakan tujuan kunjungan. Beberapa rumput liar dan semak-semak tinggi menyembunyikanku dari pandangannya, sementara aku masih dapat mengawasinya. Wanita yang kulihat bertubuh semampai dan masih muda. Ia mengenakan gaun biru panjang yang biasa dikenakan perempuan Libanon, dan selendang putih kasar untuk kerudung. Di lengannya ia membawa bayi.

Ia mendekat dengan cepat dan gerakannya tegas. Tampak masalah dan kebingungan yang sangat membayang di wajahnya, namun tak diragukan lagi alasannya datang ke pohon tersebut. Sambil berlutut di tanah ia membuka gendongan bayinya dan membaringkannya di tanah di sampingnya. Aku tak bisa melihat wajahnya, namun pastilah sangat sedih dan rapuh, karena aku bisa mendengar ratap tangisnya yang lemah dan tersedu-sedu. Ketika membuka kain lampin bayi, ratapannya terhenti sejenak dan aku melihat kaki kecil menendang lemah ke udara….

Sementara si bayi terbaring disana di atas tanah, dan merentang anggota tubuhnya yang terbuka dengan lemah, aku mengawasi dengan cemas, usaha terakhir untuk menyelamatkan jiwa ini sangatlah berarti. Di balik kain lampin, bayi masih mengenakan baju katun kecil yang kumal. Kemudian, sambil mengangkat bayi, wanita itu melihat penuh perhatian ke cabang-cabang kering tanpa daun di sekitarnya. Ia memegang sesuatu yang warnanya sudah tercemar—sesuatu yang suci—potongan kain kecil di tangannya. Semua demam, rasa sakit dan kelemahan bayinya terkumpul dan diikat dalam kain itu.

Baginya, merupakan kewajiban membawa kumpulan hal-hal jahat tersebut—potongan kain yang sarat isi itu—agar kontak dengan pohon keramat pemberi kehidupan. Kain itu harus diikatkan ke cabang pohon. Setelah memilih tempat, dengan jari-jarinya wanita itu mengikat erat kain ke cabang pohon, tenang dan pasti, dan kemudian duduk kembali di samping bayinya sambil merenung ke arah kain yang menjuntai dari sebuah ranting. Siapa yang bisa mengungkap harapan, penderitaan ketegangan yang memenuhi pikirannya yang kacau?” 2
anne
 
Posts: 502
Joined: Wed Sep 21, 2011 9:52 pm

Re: ZWEMER: Pengaruh Animisme dalam Islam

Postby anne » Sat Jul 07, 2012 1:09 am

Penyembahan terhadap batu, sama halnya dengan pohon, juga ada dalam Islam. Muhammad sendiri mendukung hal itu saat ia menghancurkan semua berhala Ka’aba, dan menyisakan Batu Hitam di tempat kehormatan sebagai objek pemujaan.

Penduduk Mekah sebelum Islam, sewaktu melakukan perjalanan jauh sudah biasa membawa serta bersama mereka potongan batu dari Ka’aba, serta memberi penghormatan pada batu itu karena berasal dari Haram atau Kuil Suci. Herodotus menyebutkan penggunaan tujuh batu oleh orang-orang Arab saat mereka mengambil sumpah dengan khidmat.

Tree of Life.jpg


Image Image
Left: A bronze coin of Caesarea in Cappadocia showing a pyramidical baetyl.
Right: Hexastyle temple containing the sacred stone of Emesa on altar (Emesa, Syria, 196-217 AD). Thought to be a meteor, the sacred stone was worshipped as Sol, the sun god.


Penghormatan, hampir setara dengan penyembahan, yang diberikan kepada batu meteor Hajuru’l Aswad atau Batu Hitam, adalah salah satu kebiasaan Islami yang berasal dari orang-orang Arab yang hidup jauh sebelum masa Muhammad. Ciuman yang diberikan oleh para peziarah yang saleh terhadap batu itu merupakan kelangsungan praktek pagan kuno, bentuk penyembahan yang ada di Arab seperti di banyak negara lain.

Berbagai dewa-dewi Arab kuno diwakili oleh patung atau batu-batu. Sangat menarik untuk diketahui bahwa beberapa diantaranya masih dipertahankan sebagai saksi kemenangan Muhammad atas penyembahan berhala. Doughty berkata, “Keesokan harinya, saya pergi melihat tiga berhala batu yang diperlihatkan di Tayif-El’Uzza, yang pernah kusaksikan di pasar (daging) kecil. Batu El-Uzza ini sekitar duapuluh satu kaki panjangnya; dekat bagian ujung atas ada kekosongan yang mereka sebut makam er-ras, tempat kepala; dan ini mereka sebut sebagai mulut oracle.

Batu lain yang lebih kecil, terletak di atas gundukan tanah di depan pintu kepala pasukan, yang mereka sebut el-Hubal. Berhala ini juga terbuat dari batu granit kasar dengan panjang lima atau enam kaki dan ada belahan di tengah-tengahnya akibat ‘terkena serangan pedang tuan Ali.’ Berjalan sedikit tanpa penghubung kami sampai ke batu baetyl ketiga yang terkenal. Batu ini mereka namai el-Lata (yang menurut Herodotus bermakna dewi Venus-nya orang Arab); yakni berupa batu tak berbentuk dengan panjang hampir sama dengan El-Uzza, tapi sedikit lebih pendek, dan dari batu granit abu-abu yang sama.” (Vol.II:515). 3

Bahkan hingga saat ini di kalangan kaum Syiah di Bahrain, Arab, terdapat batu-batu kuno yang merupakan objek penyembahan, karena diperkirakan di dalamnya berisikan jin yang memiliki kekuatan untuk hidup kembali. Persembahan makanan diberikan padanya di hari Selasa malam, dan kadang-kadang di hari Kamis. Orang yang menyampaikan persembahan selalu mengucapkan salam kepada jin batu tersebut, dan setelah mengucapkan harapan semoga jin ‘makan dengan sehat,’ makanan diletakkan di abut itu. Esok paginya, piring-piring akan ditemukan dalam keadaan kosong. Para wanita seringkali mengambil potongan kain sutra untuk gaun sebagai pembayaran sumpahnya, dan meninggalkannya di batu tersebut. Seperti yang dikatakan kaum wanita, setiap batu tampaknya memiliki “seyyida”nya masing-masing yang bertanggung jawab untuk memindahkan kain sutra.

Di Tabriz, Persia, terdapat sebuah makam batu marmer besar yang di depannya lilin-lilin dinyalakan. Ketika anak-anak menderita batuk rejan, para ibu Muslim maupun Kristen mengikis sedikit debu marmer dan memberikannya pada anak-anak sebagai obat.

Bentuk lain pemujaan batu yang sangat lazim di dunia Muslim adalah mengangkat batu-batu kerikil di tempat-tempat suci.

“Di Syria merupakan praktek umum diantara para Muslim saleh, ketika mereka pertama kali datang melihat tempat yang teramat suci, seperti Hebron atau makam Musa, untuk membuat gundukan kecil batu-batu kerikil atau menambahkan batu kerikil ke gundukan yang sudah ada. Sebab itulah dimana-mana sepanjang perjalanan para wisatawan melihat serangkaian tunpukan batu kerikil.

Di Afrika Utara, prakteknya juga serupa. Tumpukan-tumpukan batu lazim dibuat di tempat-tempat dimana para peziarah saleh pertama kali melihat kuil orang-orang suci dari kejauhan; sebab itulah tumpukan tersebut biasanya terdapat di bagian puncak jalan. Contohnya di Maroko, di puncak jalan dari Casablanca ke Azemmour, dimana kau bisa melihat untuk pertama kalinya kota putih orang suci bersinar di kejauhan, ada sebuah tumpukan batu yang amat besar berbentuk seperti pyramid yang tingginya mencapai beberapa ratus meter, dan di sekitarnya, pada kedua sisi jalan ada semacam runtuhan batu-batu, baik itu berdiri sendiri atau tersusun dalam piramida-piramida kecil. Setiap umat Islam yang saleh yang matanya disenangkan oleh pemandangan penuh berkah dari kota-kota suci, akan menambahkan batunya ke salah satu tumpukan atau membangun sebuah tumpukan kecil untuk dirinya sendiri.” 4

Kebiasaan para pelintas meletakkan batu di sebuah tumpukan merupakan sebentuk ibadah pada benda-benda mati. Hal ini menjadi jelas dari apa yang kit abaca terkait praktek ini di Afrika Barat. Nassau menulis:

“Sepanjang hari kami selalu melintasi pohon-pohon atau batu-batu yang di atasnya diletakkan batu kerikil kecil atau potongan-potongan kayu. Di saat melintasinya, salah seorang pekerja saya menambahkan sebuah batu atau potongan kayu baru, atau bahkan setumpuk rumput. Ini adalah penghormatan pada roh-roh, tindakan pencegahan umum untuk menjamin keselamatan dalam perjalanan pulang. Orang-orang ini memiliki semacam Sosok Maha Agung yang samar-samar, yang disebut ‘Lesa’ serta memiliki hasrat baik dan jahat. Namun disini (Dataran Tinggi Danau Tanganyika), sebagaimana di tempat lain, ‘Musimo’ atau roh para leluhur adalah figur utama dalam keyakinan mereka. Mereka mengambil hati roh para leluhur ini dengan membuat tumpukan-tumpukan batu kecil mewakili hantu favorit mereka.” 5

Pelemparan “Tiga Iblis” (Jumrah) dalam ibadah haji kemungkinan juga merupakan bentuk pemujaan terhadap leluhur, kalau bukan untuk memperingati berhala-berhala kuno.
anne
 
Posts: 502
Joined: Wed Sep 21, 2011 9:52 pm

Re: ZWEMER: Pengaruh Animisme dalam Islam

Postby anne » Sat Jul 07, 2012 1:29 am

Akhirnya kita beranjak ke pemujaan Ular di dalam Islam. Disini kita juga terkejut menemukan betapa banyaknya animisme yang berada di berbagai negara, kehidupan, dan literatur Islam, dan semuanya tentu saja ditutupi jubah manis keyakinan mereka. Kamus bahasa Arab memberikan dua ratus nama ular. As-Suhaili berkata bahwa ketika Allah menyebabkan ular turun ke bumi, Dia menurunkannya di Sijistan, yang merupakan bagian dari bumi Allah yang dipenuhi ular. Kalau bukan karena ‘Irbadd – (ular berbisa jantan) memakan dan menghabisi banyak ular-ular itu, maka Sijistan sekarang kosong, tidak ada penduduk, karena sejumlah besar ular di dalamnya.

Image Image
The Tree of Life, Asherah, and Her Snakes

ImageImage
Left: A bronze coin of Pergamon showing a serpent winding around the Omphalos of Delphi.
Right: A bronze coin of Elagabalus from Tyre showing a baetyl with a snake winding around it.


Image Image
Left: The stone wrapped with the serpent Python who guarded the omphalos at Pytho the name before the site was called Delphi. Omphalos meant "center of the Earth "and "navel" to the Greeks. The leaves ringing the bottom may be a reference to the Tree of Life
Right: an Egyptian illustration of the stone with two birds and two serpents.


Ka’bal-Ahber menyatakan bahwa “Allah menyebabkan ular turun di Ispahan, Iblis di Jeddah, Hawa di Bukit Arafah,dan Adam di gunung Sarandip (Ceylon/Sri Lanka) yang merupakan tanah Cina di Samudra Hindia.” Mereka yang penasaran bisa menemukan banyak pengetahuan mengenai ular dalam Damiri (Vol.1, hal.631). Kepercayaan yang paling umum yaitu bahwa ular-ular tersebut seringkali adalah manusia yang mengambil bentuk ular.

Ular juga memiliki tempat dalam kisah Penciptaan berikut:

“Al-Kurtubi mengatakan dalam tafsir Surah 40 Qur’an, atas otoritas Thawr b. Yazid, yang mengetahuinya dari Khalid b. Ma’dan, mengenai Ka’b al-Ahbar yang berkata, ‘Ketika Allah menciptakan Tahta, ia berkata, ‘Allah tidak menciptakan apapun yang lebih besar dari diriku,’ dan dipenuhi dengan kesombongan. Karena itu Allah membuatnya dikelilingi ular yang memiliki 70.000 sayap; tiap sayap memiliki 70.000 bulu, tiap bulu memiliki 70.000 wajah, tiap wajah memiliki 70.000 mulut, dan tiap mulut memiliki 70.000 lidah. Dengan mulutnya, yang setiap hari memuji Allah, keluarlah sejumlah tetes air hujan, sejumlah dedaunan pohon-pohon, sejumlah batu dan tanah, sejumlah hari di dunia, dan sejumlah malaikat, semuanya berkali-kali. Ular tersebut kemudian melingkarkan diri di sekeliling Tahta, yang hanya perlu sebagian tubuh ular saja untuk melingkarinya. Tahta-pun selanjutnya menjadi rendah hati.” 6

Kisah berikut diceritakan atas otoritas salah satu Sahabat Muhammad: “Kami pergi untuk naik haji, dan ketika kami sampai di al-Ari, kami melihat seekor ular bergetar, dan tak lama kemudian mati. Salah seorang pria mengambil sehelai kain yan ia gunakan untuk membungkusnya, dan kemudian menggali lubang di tanah untuk menguburkan ular itu. Kami meneruskan perjalanan ke Mekah dan pergi ke mesjid suci, dimana seorang pria menghampiri kami dan berkata, ‘Siapa diantara kalian yang berbuat baik pada Amer b. Jabir?’ yang kami jawab, ‘Kami tidak mengenalnya.’ Ia kemudian bertanya, ‘Siapa diantara kalian yang berbuat baik pada Jann?’ dan mereka menjawab, ‘Ini orangnya,’ kepada siapa pria tersebut berkata. ‘Semoga Allah membalas kebaikanmu atas tanggungan kami! Karena ia (ular yang dikuburkan) adalah yang terakhir dari Sembilan jin yang telah mendengar Qur’an dari bibir Nabi.”
Adadeh: ‘Rafat Amari: Islam Ditinjau dari Pengamatan Sejarah’

Penyembahan Ular di Ka’bah

Salah satu bukti hubungan antara Ka’bah dengan agama Jin tampak pada pemujaan ular di Ka’bah. Tabari, sejarawan Islam terkenal, menulis tentang jaman pra-Islam, dan dia memberitahu tentang adanya ular yang hidup di sumur di tengah bangunan Ka’bah. Masyarakat Mekah terbiasa melemparkan persembahan² mereka ke dalam sumur itu. [141] Tampaknya persembahan² diberikan pada sang ular. Sejarawan Arab yang menulis tentang Mekah jaman pra-Islam menerangkan bahwa istilah “Allaha,” dari mana nama Allah berasal, juga berarti “ular besar.” [142] Orang² Arab menyembah ular, menganggap binatang itu sebagai jin/setan ular. Salah satu gelar setan di Mekah adalah “Azab,” yang dianggap berbentuk ular. [143] Sejarawan mengatakan bahwa Jin adalah ular putih, [144] yang mereka yakini bisa mendengar dan membedakan berbagai macam bahasa. Para penyair seperti al-Nabighah, Umayya bin Abi al-Salt, Adi bin Zayd dan lainnya yang dikenal sering berhubungan dengan para Jin, mendukung kepercayaan ini. [145]
[141] Tarikh al-Tabari, I, hal. 525
[142] Taj Al Aruss, 9, hal. 410
[143] Taj Al Aruss, I, hal. 147, 284
[144] Taj Al Aruss, 9, hal. 165
[145] Al-Jaheth, Al Haiwan, 4, 203; dikutip oleh Jawad Ali,vi, 726


Karena ular dalam sumur disembah dan diberi persembahan, maka ini merupakan bukti bahwa Ka’bah merupakan pusat penting bagi ibadah agama Jin. Mereka menyembah Jin melalui ular dalam sumur Ka’bah, dan nama ular itu adalah “Allah.”


Hubal, Baal and Allah

Ras Shamra texts tell us that Ba’al was a god who had three daughters, just like Allah.47 It is not at all improbable that Ba’al with his three daughters passed, with some modifications and evolution due to the passage of time, to being Hubal with three daughters - Hubal (the lord) known also by the name Allah (the god, al-ilah). It then becomes explicable why the Qur’an would condemn the worship of the daughters of Allah as shirk (association of other deities with Allah), while remaining strangely silent about the worship of Hubal. The worship of Hubal was the worship of Allah - the error of the particular idolatry in question lay solely in associating daughters with Hubal/Allah. Allah, as a title,48 was applied to Hubal, the god’s name, so the writers of the Qur’an did not see a need to raise a row about Hubal. It is likely that only later, when the absolute monotheism of Islam became more crystallized and reference to the names of pre-Islamic deities in conjunction with Allah became discouraged, do we see the traditions arising in which Hubal is opposed to and ultimately defeated by Allah.

(47) - See A.S. Kapelrud, Baal in the Ras Shamra Texts, pp. 80-82
(48) - The Arabic sources relied upon by Wellhausen to say that Allah was always used as a proper name are, as seen above, necessarily suspect, and probably are the result of later redaction by Muslim theologians of a later day.


Di tanah Jawa, umat Islam membicarakan mengenai ular keramat yang ditemukan di sawah dan tidak boleh dibunuh. Mereka menghubungkannya dengan legenda yang tak diragukan lagi berasal dari masa pra-Islam. Ketika petani menemukan ular keramat semacam itu di sawahnya, ia akan membawanya pulang serta merawatnya agar sawahnya mendapat berkah.
Kaum Syiah di Bahrain percaya bahwa ular adalah jin dalam bentuk manusia dan tidak boleh dibunuh. Tetapi, ular-ular kecil boleh dibunuh, dijemur di bawah matahari dengan dibubuhi sedikit garam, dan saat dagingnya telah benar-benar kering, kemudian dipotong-potong, ditempatkan dalam tas, dan dipakai sebagai jimat untuk melawan mata jahat. Orang-orang kaya memiliki jimat yang dibungkus emas, sementara orang miskin cukup puas dengan tas kulit.

Ular, kadal dan kodok yang sering terlihat di makam-makam Marabout (orang suci) di Aljazair, dianggap dihuni oleh setan-setan yang telah ditaklukkan Marabout yang telah meninggal, dan dilarang untuk membunuh hewan-hewan ini bila tidak ingin menderita kematian atau nasib buruk. Ular-ular akan keluar dari sarang mereka mendengar suara pukulan tom-toms, sewaktu penyihir-penyihir tertentu di Maroko mengucapkan kata-kata tertentu yang memiliki kekuatan memanggil mereka.

Pada saat terjadi epidemic pada domba-domba di dekat Reliyane, para penggembala membuang tongkat mereka ke bawah pohon Marabout tertentu, dan membiarkan tongkat-tongkat itu disana selama dua atau tiga hari, kemudian mereka membawa kawanan ternak mereka melintasi pohon tersebut. Setelah melakukannya sebanyak dua atau tiga kali, hewan-hewan itupun sembuh.

Berlawanan dengan fakta bahwa Mesir adalah pusat intelektual Islam, berbagai bentuk pemujaan ular dari masa Mesir kuno masih banyak dijumpai, dan dalam salah satu kasus hal itu dipraktekkan dengan dukungan iman Islam mereka.

Gagasan tahyul bahwa setiap rumah memiliki seekor ular penjaga cukup umum di negara ini, dan banyak keluarga masih menyediakan semangkuk susu untuk ular pelindung mereka, dengan keyakinan bahwa musibah akan menimpa mereka bila ular tersebut diabaikan. Tak diragukan ini adalah kelanjutan kepercayaan kuno bahwa ular adalah anak bumi: penghuni tertua daratan, dan penjaga tanah.

Ular sangat sering digunakan oleh para penyihir dalam mantra-mantra mereka, dan juga saat mempersiapkan obat-obatan dan ramuan magis yang digunakan untuk kesembuhan penyakit fisik dan gangguan emosional yang diderita pasien mereka.

Persetujuan agama yang diberikan pada pemujaan ular terjadi dalam kasus Sheikh Heridi, yang makam atau kuilnya, bersama ‘istri’nya, dapat dilihat di perbukitan pasir yang berada di Mesir Atas, tak berapa jauh dari kota Akhmim. Sheikh Heridi, yang memang benar-benar ular, dikatakan menempati salah satu kuburan disana. Perayaan hari kelahiran orang suci ular itu dilaksanakan di bulan setelah Ramadhan, dan berlangsung selama delapan hari. Perayaan ini dihadiri sejumlah besar umat, termasuk para pelaut yang berkemah di sekitar kuil selama perayaan.

Di lain waktu, ziarah atas nama mereka yang menderita penyakit tertentu diadakan di makam ini. Professor Sayce, dalam sebuah artikel tentang ini, yang diterbitkan di Contemporary Review, October 1893, mengutip panjang lebar dari berbagai petualang yang pernah menuliskan mengenai ular suci Islam ini.

Professor Sayce mendeskripsikan secara detail lingkungan sekitar kuil berkubah dua tersebut, yang salah satunya adalah milik “istri” sang ular. Di dekat kuil ada celah bebatuan yang mungkin merupakan “gua” yang dihuni sang “ular suci” sebelum kuil dibangun.

Sheikh Heridi menempati kedudukan terhormat dalam pandangan penduduk asli saat ini, sebagaimana yang ia peroleh di era Paul Lucas dan Norden. Perayaan ulang tahunnya dihadiri sejumlah besar umat yang percaya. Banyak kisah yang masih beredar mengenai kekuatan ajaib ular suci yang dikatakan memiliki diameter setebal paha pria dewasa. Jika diperlakukan dengan tidak hormat atau tidak diacuhkan, ia akan menyemburkan api ke wajah si pelaku, yang segera meninggal. Ia sangat sensitif terhadap nama baik istrinya; mereka yang tidak memperlihatkan rasa hormat pada istrinya juga akan dimatikan oleh si ular suci. Ada kepercayaan bahwa jika ular tersebut dicincang, maka setiap potongan akan menyatu dan hidup kembali; dan dinyatakan bahwa siapapun yang cukup pintar mengamati tempat tersebut dimana darah mengalir, akan menjadi kaya, karena ia akan menemukan emas disana.

Professor Sayce menunjukkan bahwa Sheikh Heridi bisa dianggap sebagai penerus Agathodaemon, dewa ular kuno untuk penyembuhan. Kepercayaan akan kekuatan ajaib si ular di masa sekarang, sama kuatnya dengan di masa kuno, masa Ramses atau Ptolemy. Di pintu masuk tambang terbuka yang harus dilintasi para peziarah untuk sampai ke kuil, Professor Sayce menemukan di batu ukiran huruf-huruf Yunani: Image

Menurutnya hal ini menunjukkan bahwa selama periode Yunani tempat ini telah dianggap suci, dan sebentuk ke-ilahi-an pasti telah disembah disini. Dapat diasumsikan bahwa bentuk keilahian yang sekarang bernama Sheikh Heridi, dulunya menggunakan nama lain.

Adadeh:
Muhammad berkata bahwa ULAR = ISLAM

Hadis Sahih Bukhari, Volume 3, Buku 30, Nomer 100:
Dikisahkan oleh Abu Huraira:
Rasul Allah berkata,”Sebenarnya, agama Islam kembali dan pergi menuju Medinah seperti seekor ular kembali dan pergi ke lubangnya (di saat bahaya).”


Hadis Sahih Muslim, Buku 001, Nomer 0271:
Dikisahkan oleh Ibn ‘Umar (‘Abdullah b. ‘Umar) bahwa
Rasul Allah (semoga damai menyertainya) mengamati: Sesungguhnya Islam dimulai sebagai suatu (agama) yang aneh dan Islam akan menyusut lagi (kembali ke posisi awal) sebagai (agama) yang aneh sama seperti waktu awal, dan Islam akan terpusat diantara dua mesjid sama seperti ular merayap kembali ke lubangnya.


Hadis Sahih Muslim, Buku 001, Nomer 0272:
Dikisahkan oleh Abu Huraira bahwa
Rasul Allah (semoga damai menyertainya) berkata: Sesungguhnya iman akan menyusut ke Medina sama seperti ular merayap kembali ke lubangnya.


CATATAN KAKI BAB XI

1 "Malay Beliefs, pp. 20-21.
2 "The Soul of a Turk, Victoria do Bunsen, p.242.
3 Our chief authority for the ancient Arabian idolatry is the celebrated Kitab al-Asnam by Ibn al Kalbi. The book itself is lost, but is widely quoted by Jaqut. The best summary on the subject is found in Wellhausen's "Reste Arabisehen Heidentums," and it is fully treated in W. Robertson Smith's ' The Religion of the Semites," New York, 1889.
4 Frazer's "The Scapegoat," pp.21, 22.
5 Nassau's "African Fetichism," p. 91.
6 P. 638, Damiri (English translation by Jayakar).
anne
 
Posts: 502
Joined: Wed Sep 21, 2011 9:52 pm

Re: ZWEMER: Pengaruh Animisme dalam Islam

Postby anne » Fri Jul 20, 2012 12:30 am

BAB XII
ZAR: PENGUSIRAN SETAN


“Hanya dalam waktu yang relatif singkat,” ujar Professor Macdonald, “katakanlah dalam waktu tiga puluh tahun, -- kita menjadi tahu bahwa di hampir semua negara Islam tersebar semacam praktek yang persis sama dengan apa yang oleh Kristen disebut sebagai Ibadah Setan.

Itu adalah sesuatu yang berbau satanisme, kebalikan dari Ibadah Suci. Diantara para penjelajah lama tidak akan ditemukan referensi mengenai ini. Lane tampaknya tidak mengetahui, bahkan Burton yang memiliki pengetahuan mengenai sisi paling menyimpang dan kelam Islam, juga tidak tahu. Apa yang diparodikan zikr Darwish (ritual doa berulang-ulang di kalangan Sufi) … Sekarang, praktis di seluruh dunia Islam ada semacam itu, dimana melalui ritual ini ada makhluk yang kerjasamanya justru diperlukan. Makhluk yang kita sebut setan.

ImageImage
Zar berakar dari tradisi pagan Sudan, Afrika, untuk penyembuhan dan pengusiran roh-roh jahat, dan menyebar ke banyak negara Islam. Praktek cult Zar didominasi kaum wanita, kontras dengan ritual Zikr yang didominasi pria. Walau secara resmi di Sudan sendiri Zar dilarang sejak 1992, dan Muslim menolak keyakinan ini, namun kenyataannya jumlah wanita yang terlibat ritual Zar justru semakin meningkat.

Hai orang-orang yang beriman, berzdikirlah (dengan menyebut nama) Allah, zikir yang sebanyak-banyaknya. (Q.s. Al Ahzab: 41).




Zikir dalam hati

Namun, disaat kita berbicara mengenai setan Islam, kita harus selalu ingat sosok karakter tak jelas ini senantiasa mereka campuradukkan keberadaannya dengan jin, sehingga tidak ada garis batas jelas antara peri, brownies (kurcaci baik), kobold (kurcaci jahat), dsb. dengan teologi setan yang sesungguhnya. Sebab itu, pemujaan terhadap Iblis dalam Islam dan Kristen adalah dua hal yang berbeda. Dalam Islam, tidak ada perasaan pasti mengenai penolakan akan Allah dan penghujatan namanya.

Malah, hal ini sama dengan kebiasaan yang dilakukan orang Arab kuno, yang dikatakan “meminta perlindungan kepada beberapa laki-laki di antara jin (Q72:6), benar hal ini dikecam Muhammad sebagai kemusyrikan kecil, namun justru kompatibel dengan penerimaan dan pemujaan terhadap Allah. Mungkin hal ini dapat dideskripsikan sebagai sejenis penyimpangan ibadah terhadap sosok suci/keramat (anne: dilihat dari nama-nama mashayikh yang disebut dalam upacara Zar). Namun, bentuknya tetap saja merupakan parodi zikr, dengan disertai tambahan persembahan darah korban, karena asal muasal Voodo Afrikanya. 1

Pengusiran setan adalah hasrat universal dimana keyakinan akan kekuatan dan keganasan mereka begitu kuat tertanam, sebagaimana yang kita saksikan di negara-negara Islam. Namun bentuk khusus keyakinan ini, yang disebut Zar, merupakan cara pengusiran yang unik, yang berbeda dengan apa yang diperlihatkan Dr. MacDomald. Semakin lama semakin bertambah bukti-bukti yang menunjukkan bahwa disini kita berurusan dengan suatu bentuk permujaan animistik, yang walaupun sudah begitu lama berlangsung dan tersembunyi dari pengamatan Barat (luput dari penelitian kaum yg disebut kafir), nyatanya ditemukan di Maroko, Aljazair, Tunisia, Tripoli, Mesir, Sudan, Arab Timur dan Barat, Persia, Malaysia dan India. Tiada saksi langsung akan keberadaan kepercayaan tahyul ini di kalangan Islam China, dari para peneliti atau missionaries, namun saya tak terkejut tatkala menemukan ini juga ada di propinsi Yunan dan Kansu.

"Tiga macam keberuntungan di ambang pintu: pernikahan, pemakaman dan Zar"

Demikianlah alunan nyanyian pendek Mesir dari bibir kaum wanita yang dilanda derita, dan menghubungkan ketiganya sebagai trinitas kejahatan.

Asal-usul kata Zar masih diperdebatkan. Dr. Snouck Hurgronje berkata itu bukan kata Arab, dan tidak ada bentuk pluralnya. 2 Namun di bagian Timur Arab, khususnya di propinsi Oman, kata tersebut memiliki bentuk plural yang sering digunakan: Zeeran. Selain itu, saya diberitahu bahwa itu kata Arab yang bermakna “Seorang tamu (jahat/seram)” (zara yezuru) yang menjadikan seseorang sebagai tempat tinggalnya, atau merasuki korban. “Semua umat Islam dari berbagai bangsa di Mekah,” ujarnya, “mempraktekan Zar. Bahkan bila mereka memiliki nama berbeda di negara asalnya, dengan segera mereka mengadopsi kata Zar, walaupun pemberian nama lain yang berbeda juga terus berlanjut.

Gambaran terbaik mengenai asal dan karakter Zar disampaikan oleh Paul Kahle, walau sebenarnya ia lebih banyak berurusan dengan Mesir.3 Dalam bab ini, saya berhutang atas keterangan yang ia sampaikan, serta pada pengalaman yang dikisahkan oleh wanita misionaris di Mesir dan Arab. Salah satu kisah pengalaman terbaik mengenai upacara ini disampaikan oleh Miss Anna Y. Thompson dari Misi Amerika di Mesir. 4 Ia menulis:

“Ada tempat-tempat dimana para wanita pergi untuk meredakan roh-roh Zar ini, tetapi umumnya wanita yang mampu membiayai peristiwa ini akan mengadakan upacara di rumahnya sendiri. Mulanya, saya pikir hanya wanita histeris yang dirasuki, namun ternyata para pria juga bisa dirasuki setan, bahkan anak-anak. Di beberapa bagian kota Kairo, anak-anak perempuan kecil menampilkan ini dalam pertunjukan jalanan mereka.”

“Ada berbagai jenis setan, dan menjadi bisnis para sheikha untuk menentukan setan jenis apa yang ada di pasien mereka. Menguap dan kelesuan dianggap tanda-tanda dirasuki setan, juga jantung berdebar, sensasi tersengat, dan kadangkala rematik dan mual. Bukannya pergi ke dokter untuk diobati, pasien malah pergi ke seorang sheikha, yang akan mengambil saputangan milik orang yang sakit dan menaruhnya di bawah bantalnya di malam hari. Sheik (setan) atau mashayikh (setan-setan) yang tampak oleh Sheikha di malam hari, adalah sosok yang membuat masalah. Hari ditentukan, kesepakatan dibuat mengenai jenis dan biaya upacara, dan semua teman yang juga menderita akibat setan-setan khusus ini, diundang untuk berpatisipasi dalam upacara.”

Salah seorang wanita pembaca firman (Alkitab) kami diijinkan menghadiri upacara Zar di salah satu rumah dimana ia biasa membacakan firman, maka pergilah beberapa misionaris bersamanya ke tempat itu, yakni sebuah bangunan dekat kawasan Bab-el-Shaa’rieh. Kaum wanita duduk melingkar di sebuah tikar di ruangan. Bagian pertama upacara adalah Nass-el-Kursy, atau mempersiapkan sebuah meja tinggi bundar dengan sebuah nampan tembaga besar di atasnya. Berbagai jenis kacang dibawa dan disebar di sisi luar, dan dari setiap jenis beberapa diberikan pada kami. Selanjutnya diikuti dengan kacang polong kering, biji wijen, peterseli, dan kopi dalam bungkusan kertas, dua lollypop, dua mangkok susu asam, dua potong sabun, sepiring jeruk, sepotong kue pesta, sejenis kue Turki, permen dan kacang manis, ketimun-ketimun serta apel-apel, semuanya ditutupi dengan sehelai kain tarlatan merah. Tiga lilin kecil (jumlah ganjil) dibawa, dua yang besar diletakkan di tempat timah di lantai. Semuanya dinyalakan, dan pasien wanita (setelah mandi) mulai mengenakan pakaian khusus untuk upacara pengusiran roh-roh ala Sudan.”

“Si pasien wanita itu mengenakan pakaian putih, ia dan wanita lainnya dihiasi dengan jimat-jimat Sudan berwarna biru dan putih, rantai perak, gelang kaki, gelang tangan, dsbnya. disertai rencengan uang atau kerang yang bergemerincing. Salah seorang perempuan berkata padaku, ‘Semua ini adalah tebusan bagi kita.’ Kemudian sheikha dan para krunya mulai mempersiapkan alat musik mereka, dengan cara mengasapinya di atas batubara menyala dalam anglo gerabah kecil. Mereka memiliki dua darabukka atau gendang kecil (tabla), dua tambourine (rebana) dan satu gendang besar.”

“Setan yang ada di dalam salah seorang anggota keluarga adalah setan Kristen, dan wanita yang dirasuki mengenakan tanda silang perak dan salib untuk menyenangkan si setan.5 Jika benda-benda ini diambil pasien akan menderita. Pasien juga mengenakan medali perak dengan lonceng, serta cincin perak di setiap jari, salah satunya bertanda salib. Anaknya menari dengan iringan gendang. Mengherankan, wanita ini menghabiskan beberapa bulan di sekolah misionaris tahun lalu, dan ia berjanji mengirim putrinya untuk dididik kami di bangunan yang sama.”

“Upacara dimulai saat pasien didudukkan di lantai, sementara sheikha memukul gendang dengan penuh semangat sambil melantunkan nyanyian mantra quran di atas kepalanya. Salah seorang anggota keluarga berumur yang sedang berdiri mulai bergoyang maju mudur, diikuti si pasien wanita dan yang lainnya. Setelah beristirahat sejenak, dimana beberapa diantaranya merokok, pasien wanita tersebut disuruh berdiri, dan sheikha memegang kepalanya, kemudian masing-masing tangan, ujung gaun, dan kaki, diliputi asap dupa yang dibakar di depan sesajen makanan di nampan. Sepuluh atau lima belas orang wanita lain juga mendapat treatment dupa yang sama. Ini dilakukan setelah sheikha memanggil semua mashayik, atau setan-setan, dan mengulang surah Fatiha sebanyak lima kali. Kesemuanya diiringi suara gendang dan nyanyian mantra; dengan ditandai bunyi tertentu dari gendang, setiap orang menutupi wajahnya dengan ‘sehelai cadar putih. Pasien bangkit, kemudian mengelilingi meja diikuti yang lain. Bila seorang peserta menjadi terlalu bersemangat, seorang penonton akan mengambil segenggam garam dan menghamburkannya di kepala peserta tersebut. Sambil berkeliling, beberapa wanita berteriak gembira. Selanjutnya, dua ekor ayam betina putih dan seekor jantan—yang akan dikorbankan keesokan hari—dibawa masuk, berkeliaran di sekitar ruangan. Pasien akhirnya merebahkan diri dengan suara terengah, kemudian sheikha menaruh seteguk besar air mawar di mulutnya, dan menyemburkannya dengan kuat ke setiap peserta.
Last edited by anne on Fri Jul 20, 2012 11:48 pm, edited 1 time in total.
anne
 
Posts: 502
Joined: Wed Sep 21, 2011 9:52 pm

Re: ZWEMER: Pengaruh Animisme dalam Islam

Postby anne » Fri Jul 20, 2012 12:30 am

......
Last edited by anne on Fri Jul 20, 2012 11:43 pm, edited 3 times in total.
anne
 
Posts: 502
Joined: Wed Sep 21, 2011 9:52 pm

PreviousNext

Return to Buku2 bhs Inggris yg Diterjemahkan kedlm bhs Indonesia



Who is online

Users browsing this forum: No registered users