.

Rafat Amari: Islam, Ditinjau dr Pengamatan Sejarah (SELESAI)

Rafat Amari: Islam, Ditinjau dr Pengamatan Sejarah (SELESAI)

Postby Adadeh » Sat Dec 11, 2010 7:27 am

Buku Islam: Ditinjau dari Pengamatan Sejarah dalam format pdf sudah bisa didownload melalui scribd. Silakan register dan login terlebih dahulu.
Sudah kucantumkan semua bookmarks penting agar mudah dibaca. Selamat menikmati.



Bisa juga download langsung dari 4shared.com.
http://www.4shared.com/document/dVz63iZe/56699814-Islam-Ditinjau-Dari-P.html

Islam: Ditinjau dari Pengamatan Sejarah
Oleh Dr. Rafat Amari

Image

Daftar Isi
Kata Pengantar
Keterangan Awal
Peta


Bagian I – Qur’an yang Tak Dapat Dipertanggungjawabkan dan Para Penulis Hadis Menurut Sejarah
1. Analisa Qur’an Berdasarkan Catatan Sejarah
2. Para Muslim yang Menulis Ulang Sejarah
  1. Ibn Ishak
  2. Al-Shaabi
  3. Al-Sudi’
  4. Wahab Bin Munabbih
  5. Hisham Bin Mohammed
  6. Ibn Abbas

Bagian II – Sejarah Mekah yang Sebenarnya
1. Apakah Hagar Melarikan Diri ke Mekah?
2. Penyelidikan Catatan Sejarah Menunjukkan Mekah Tidak Mungkin Dibangun Sebelum Abad 4M
3. Sejarah dan Arkeologi Arabia Menunjukkan bahwa Mekah Tidak Ada Sebelum Jaman Kristen
4. Arkeologi dari Kota² dan Kerajaan² Kuno Arabia
5. Tiadanya Keterangan tentang Mekah dalam Catatan Sejarah Negara² yang Menguasai Daerah itu
6. Prasasti Assiria Menyinggung tentang Mekah Kuno
7. Naskah² Kaldea Tidak Mengandung Catatan tentang Mekah di Abad 6 dan 7 SM
8. Tiadanya Perdagangan di Mekah
9. Alkitab dan Pengakuan Muslim tentang Mekah Kuno
10. Sejarah Sebenarnya Pembangunan Ka’bah di Mekah

Bagian III – Ka’bah dan Allah sebagai Ungkapan Ibadah Bintang Arabia
1. Ka’bah adalah Bangunan Ibadah Bintang Arabia
2. Siapakah Allah yang Disembah di Arabia?

Bagian IV – Perihal Keturunan Ismael dan Islam
1. Keturunan Ismael dan Keberadaannya Sepanjang Sejarah
2. Pendapat yang Mengakui Orang Arab adalah Keturunan Ismael dan Ismael adalah Dasar Agama Monotheisme
3. Membantah Pernyataan Islam tentang Muhammad sebagai Keturunan Ismael
4. Sejarah Quraish Tidak Menyertakan Hubungan Darah dengan Ismael

Bagian V – Haji, Okultisme Umrah, dan Ramadan
1. Ibadah Haji dalam Islam
2. Umrah dan Okultisme di Mekah
3. Ramadan dan Asal-Usulnya

Bagian VI – Kebangkitan Islam
1. Pengikut Pertama Muhammad di Mekah dan Jin Islam
2. Tawaran yang Menjijikan
3. Aturan Moral Muhammad
4. Islam sebagai Agama Jin yang Baru dari Arab
Last edited by Adadeh on Tue May 31, 2011 3:52 pm, edited 1 time in total.
User avatar
Adadeh
 
Posts: 8461
Images: 414
Joined: Thu Oct 13, 2005 1:59 am

Re: Islam: Ditinjau dari Pengamatan Sejarah

Postby Adadeh » Sat Dec 11, 2010 7:28 am

KATA PENGANTAR

Dua puluh tahun yang lalu, aku mulai mempelajari Islam dan segala sumbernya. Awalnya, kupikir penyelidikan ini hanya akan memakan waktu dua tahun saja. Selain itu, aku pun memiliki tugas lain sehingga aku membatasi waktuku bagi penyelidikan akan Islam agar tak mengganggu kegiatanku yang lain. Tetapi penyelidikan ternyata berlangsung selama dua puluh tahun, dengan waktu 8 -9 jam per hari, kecuali hari Minggu. Tiada waktu untuk istirahat. Aku menyelidiki berbagai buku tentang kehidupan Muhammad dan perkataannya dalam Hadis. Aku membaca berulangkali Qur’an dan tafsirnya. Aku mempelajari berbagai catatan sejarah Islam dan non-Islam yang menjelaskan keadaan Arabia sebelum Islam dan mithologi Arabia. Lalu aku merasa bahwa aku pun harus mempelajari tulisan² kuno para penulis Yunani dan Romawi yang telah mengunjungi Arabia dan mencatat tentang keadaan geografinya. Aku ingin tahu apakah mereka menyebut keterangan tentang Mekah.

Sejak tinggal di USA, aku punya akses ke berbagai perpustakaan besar dan ini menjadi sarana yang sangat penting untuk bisa menyelidiki catatan² sejarah utama. Sayangnya, catatan sejarah yang berkualitas sangatlah sedikit. Contohnya, kuperkirakan bahwa hal Zoroastria di Qur’an tidaklah lebih dari 20 halaman. Ketika kukira penyelidikanku telah usai, dan aku merasa siap menerbitkan bukuku, aku menyadari bahwa aku perlu meneliti kembali buku² tentang Zoroastria, seperti Zenda Avest dan Pahlavi, dan tidak hanya bergantung pada apa yang telah kupelajari saja. Ini berarti aku harus meneliti kembali bertahun-tahun. Penyelidikan akan Islam lalu membawaku kepada penyelidikan kitab² suci berbagai agama di jaman Muhammad.

Aku terkejut ketika mendapatkan banyaknya persamaan antara Qur’an dan berbagai kitab suci agama non-Islam di jaman Muhammad, termasuk Zoroastria, Mandaenisme, Harranisme, Manikhisme, dan Gnotisisme. (Muhammad punya hubungan dengan semua agama² dan kepercayaan² ini, terutama dari masyarakat “Hanif” yang dikenalnya sejak dia masih muda.

Aku bertanya pada diri sendiri: “Materi agama lain apakah yang dipakai dalam Qur’an?” Aku tahu bahwa banyak riset menunjukkan hubungan antara Qur’an dengan Yudaisme dan Kristen, tapi hampir tak ada yang menghubungkan Qur’an dengan Mandaenisme dan Harranisme. Catatan yang ada pun sangat kurang dan lengkap untuk menunjukkan Manicheisme dan Zoroastria sebagai sumber utama Qur’an. Penyelidikanku membuktikan bahwa agama² pagan Arab ini ternyata memiliki pengaruh utama dalam Qur’an, jauh lebih banyak daripada Yudaisme, Kristen, dan Kristen bid’ah di jaman Muhammad. Sulaiman al Farsi adalah pendeta Zoroastria yang lalu memeluk Islam dan jadi penasehat Muhammad. Hubungan dekatnya dengan Muhammad membuat agama Zoroastria menjadi sumber utama Qur’an. Karena bahasa Arab adalah bahasa asliku, maka aku menulis sebanyak 800 halaman tentang Zoroastria sebagai sumber utama Qur’an.

Penyelidikan agama Mandaenisme dari kitab² sucinya langsung membantuku melihat akar² kepercayaan Mandaenisme dalam Qur’an, dan aku bisa mengajukan berbagai referensi tentang penyelidikan ini. Aku juga melakukan hal yang sama dengan kepercayaan² Manikhisme, Harranisme, dan Gnostisisme sebagai akar² ajaran dalam Qur’an.

Aku terus melanjutkan penyelidikan tentang agama okultisme Arab yang dikenal sebagai agama Jin atau agama Kahin. Kahin adalah para dukun bagi Jin dan setan. Hubungan keluarga Muhammad dengan agama ini, dan tercantumnya banyak aturan kepercayaan ini dalam Qur’an menunjukkan bahwa agama Kahin merupakan akar penting Islam.

Tidak hanya kepercayaan² itu saja. Ada lagi agama lokal Arab yang jelas merupakan akar Qur’an. Agama itu adalah agama Bintang Arabia, yang diketuai oleh Allah; Ellat sang matahari adalah istrinya; dan al-‘Uzza dan Manat, yang mewakili dua planet, adalah putri²nya. Buku ini akan membantu Muslim dalam menelaah dengan cerdas dan menghindari segala jebakan data yang salah yang telah diwariskan kepada mereka dalam Islam.

Dr. Rafat Amari, 2004
User avatar
Adadeh
 
Posts: 8461
Images: 414
Joined: Thu Oct 13, 2005 1:59 am

Re: Islam: Ditinjau dari Pengamatan Sejarah

Postby Adadeh » Sat Dec 11, 2010 7:33 am

Keterangan Awal

Lebih dari 1.5 milyar Muslim bersholat menghadap Mekah. Mereka yakin bahwa kota ini dulu dikunjungi Abraham dan putranya Ishmael, sesuai dengan pengakuan Muhammad di Qur’an, dan lalu membangun Ka’bah. Menurut Muhammad, Mekah adalah kota makmur di Arabia barat sejak abad ke 21 SM, di saat Abraham masih hidup, meskipun tak ada satu pun catatan sejarah yang mendukung keterangan ini.

Pengakuan Muhammad ini didukung oleh empat orang Hanif. Kita baca dalam riwayat hidup Nabi oleh Ibn Hisham yang ditulis di abad 8 M,, bahwa Hanifa atau Ahnaf adalah kelompok masyarakat kecil yang “dibentuk oeh empat orang Mekah yang setuju akan beberapa hal. Keempat orang itu adalah Zayd bin Amru bin Nafil, Waraqa bin Naufal, Ubaydullah bin Jahsh, dan Uthman bin al-Huwayrith. Mereka semua mati sebagai kaum Sabi.” [1]
[1] Ibn Hisham, Dar al-Khair,( Beirut, 1992) 1, hal. 242

Keempat pendiri agama Hanif ini adalah saudara² Muhammad, keturunan dari Loayy, salah satu kakek moyang Muhammad. Terlebih lagi, Waraqa bin Naufal dan Uthman bin al-Huwayrith adalah saudara sepupu Khadijah, istri pertama Muhammad. Ubaydullah bin Jahsh adalah saudara dekat Muhammad; ibunya yakni Umayya, adalah putri dari Abdul Mutalib, kakek Muhammad. Dengan kata lain, Ubaydullah adalah saudara sepupu Muhammad. Saudara perempuan Ubaydullah adalah Zainab binti Jahsh, salah seorang istri Muhammad, yang dulu nikah sama Zayd bin Haritha, anak angkat Muhammad. [2]
[2] Ibn Kathir, Al Bidayah Wal Nihayah, II, Dar Al Hadith, Cairo, 1992, hal. 242

Ketika Ibn Hisham berkata bahwa keempat orang itu mati sebagai orang Sabi, hal ini karena keempatnya sering mengunjungi daerah Sabi, terutama Zayd bin Amru bin Nafil, yang terkenal suka berkelana jauh ke Musil di daerah Irak utara, dan ke Jazirah di daerah timur laut Syria dekat perbatasan dengan Asia Minor (yang sekarang adalah Turki); dan ke Iraq, untuk mempelajari agama. [3] Kadangkala Zayd ditemani oleh Waraqa bin Naufal dalam melakukan perjalanan ini. Nafil bin Hashim, cucu Zayd bin Amru bin Nafil, menyebut tentang perjalanan² yang dilakukan kakeknya ke kota Musil dan daerah Jazirah, ditemani oleh Waraqa bin Naufal. Perjalanan ini dilakukan untuk mencari agama. [4]
[3] Ibn Kathir, Al Bidayah Wal Nihayah, II, hal. 243-244
[4] Ibn Kathir, Al Bidayah Wal Nihayah, II, hal. 244


Daerah Muslim dikenal sejak abad ke 2 M sebagai tempat tinggal bangsa Sabi Mandaea, yang merupakan pengikut aliran Gnostik pagan yang menyembah banyak dewa Persia di bawah pengaruh agama politheisme dari Mesopotamia. Daerah Harran terletak di , yang merupakan tempat tinggal Sabi Haran pemuja dewa Sin, bulan, bintang, planet dan Jin, terletak di wilayah Jazirah.

Hubungan dekat antara kaum Hanif dan kaum Sabi Mandaea dan Sabi Haran, mengungkapkan bagaimana Muhammad menggabungkan banyak dongeng dan ibadah agama aliran² kepercayaan itu ke dalam Qur’an. Contohnya, ibadah Ramadan juga dikenal sebagai ibadah Harran. (Lihat Bab V, bagian 3, tentang Ramadan.) Tata ibadah sholat Islam, gerakan² dan cara wudhu sebelum sholat semuanya berasal dari ritual ibadah Mandaea. Aku akan membahas tentang dongeng, ajaran, ritual ibadah dari sumber² Mandaea dan Harran dalam Qur’an di buku lain, karena buku ini terfokus pada sejarah Mekah dan Ishmael dan kebangkitan Islam.

Fakta bahwa kaum Hanif dianggap sebagai kaum Sabi oleh masyarakat Mekah menunjukkan bahwa kepercayaan dan ibadah kaum Sabi lebih jelas dan kuat cirinya, sehingga tatkala orang² Hanif menerapkan tata cara ibadah yang sama, masyarakat Mekah langsung menggolongkan mereka sebagai kaum Sabi.

Muhammad menjadi pengikut Hanif sejak usia muda. Dia sering menghabiskan waktu bersama kaum Hanif dengan bertapa di gua² di gunung Hirra’. Zayd bin Haritha (putra angkat Muhammad) juga membenarkan hubungan antara Muhammad dan Zayd bin Amru bin Nafil. [5] Ibn Darid, ahli sejarah Islam, menulis pertemuan antara Muhammad dan Zayd. [6] Hal ini membenarkan bahwa Muhammad diajar sejak kecil oleh Zayd.
[5] Ibn Kathir, Al Bidayah Wal Nihayah, II, hal. 244
[6] Ibn Darid, Al-Ishtiqaq, 84; Qastallani Ahmad ibn Muhammed, Irshad al-Sari, 6:171; cited Jawad Ali, Al Mufassel Fi Tarikh Al Arab Khabel Al Islam, Dar Al Ilem Lialmalain, (Beirut, 1978), Volume vi, hal. 473


Waraqa, sepupu Khadijah, adalah tokoh utama Hanif yang lain. Dia sering melakukan Tahnif, yakni mengasingkan diri untuk bertapa di gua Hira, jauh dari masyarakat selama berbulan-bulan. (Ibadah seperti ini dikenal sebagai bid’ah menurut Kristen. [7]) Khadijah lalu jadi istri pertama Muhammad, dan Muhammad pun juga sering melakukan Tahnif di gua Hira.
[7] Hyppolytus, The Refutation of All Heresies, Buku VIII , Bab XIII

Waraqa lalu memeluk kepercayaan bagian dari aliran Kristen yang bernama Ebionisme. Zayd tidak mau memeluk agama apapun yang berhubungan dengan Kristen atau Yudaisme, dan dia memilih kepercayaan berdasarkan ajaran² Sabi Mandaea dan Sabi Harran. Sebagian umat Kahin, yang adalah para dukun agama Jin Arabia, bergabung pula dengan kaum Sabi. Ada bukti bahwa kaum Hanif melakukan okultisme, seperti misalnya: hubungan mereka dengan para jin yang sebenarnya tak lain adalah setan; ibadah tapa di gua Hira dekat Mekah; dan pengakuan mereka bahwa para Jin merupakan perantara bagi para nabi, menggantikan malaikat. Semua hal ini tercantum dalam Qur’an dan kehidupan Muhammad

Kaum Hanif mengatakan bahwa Abraham adalah pendiri kepercayaan mereka di saat Muhammad masih muda dan hal ini mempengaruhinya. Dalam salah satu hadisnya, Muhammad berkata, “Zayd akan dipertimbangkan sebagai ketua utama negara diantara Yesus dan aku.” [8] Perkataan ini menunjukkan bahwa Muhammad percaya dengan Zayd, dan dia dianggap sebagai salah satu pendiri Hanif, sama seperti Musa dianggap sebagai ketua Yudaisme, dan Yesus sebagai ketua Kristen. Ini membuktikan bahwa sebelum Zayd, tiada yang mengatakan adanya “agama Abraham”. Istilah “agama Abraham” hanya muncul di jaman Muhammad, melalui pengakuan/klaim Zayd.
[8] Ibn Kathir, Al Bidayah Wal Nihayah, II, Dar Al Hadith, Cairo, 1992, hal. 245

Data sejarah menunjukkan Mekah tidak ada sebelum jaman 4 M. Salah satu tujuan buku ini adalah menunjukkan catatan² sejarah kuno yang ditulis sejarawan Yunani dan Roma yang mengunjungi daerah Arab barat di mana Mekah berada. Kita akan melihat nanti bahwa tak ada satu pun tulisan mereka yang menyinggung tentang Mekah. Dengan mudah bisa dilihat bahwa daerah di mana Mekah kelak dibangun merupakan daerah kosong tak berpenghuni sebelum jaman Kristen.

Buku ini juga membahas perihal arkelogi Arabia dan referensi arkelogi dari negara² yang dulu pernah menjajah Arabia tengah dan barat. Para arkeologis menunjukkan bukti penting bahwa Mekah bukanlah kota purba, sebelum yang disebut dalam hadis dan Qur’an. Kota², suku², dan negara² dalam jalur² jalan Arab untuk mencapai pasar² besar di Asia Barat (Fertile Crescent, yakni daerah Mesopotamia, Syria, Levant, Anatolia) dengan jelas dicatat dalam Naskah² Assyria dan Kaldea, dan tak menyebut sedikit pun tentang Mekah, yang dibangun di jalur utama antara Yemen dan Arabia Utara.

Kita juga akan menelaah Alkitab, yang merupakan sumber penting untuk menyelidiki sejarah kuno. Alkitab menyebut rute² perdagangan melalui Arabia dan menyebut berbagai kota² yang terletak di berbagai jalur perdagangan melalui Arabia barat ke Palestina dan Phoenisia di pantai Mediterania Lebanon.

Buku ini juga membahas siapakah yang membangun Ka’bah dan tanggal pembuatannya. Keterangan ini membantah pernyataan Islam tentang tiadanya Batu Hitam (Hajar Aswad) di Mekah sebelum abad 5 M.

Islam juga dibangun dengan dasar pengertian bahwa Muhammad adalah keturunan Ishmael, bahwa Ishmael hidup di Mekah, dan bahwa keturunannya, Ishmaelit, juga hidup di Mekah dan mendirikan agama monotheisme di Arabia. Di Bab IV buku ini, kita akan telusuri sejarah kaum Ismaelit dari sejak jaman Yakub, dan akan menunjukkan di mana tempat hidup mereka sebenarnya. Lalu akan dijabarkan kepergian suku Ismaelit dari Sinai setelah abad ke 10 dan 11 SM. Hal ini dengan jelas tertulis dalam naskah² Assyiria yang menjelaskan suku² Ismaelit tidak pernah mencapai daerah di mana Mekah akhirnya didirikan.

Buku ini membahas asal-usul keluarga Muhammad. Dia berasal dari keluarga Sabi yang hidup di Yemen dan tiada hubungan darah apapun dengan Ismaelit. Data Islam yang mengakui Muhammad sebagai keturunan Ismaelit akan dibahas, dibantah, dan ditunjukkan kesalahannya.

Di Bab V buku ini, kami akan menunjukkan akar² pagan dalam ibadah Haji. Ibadah ini diselenggarakan untuk minta hujan pada dewa² matahari, bulan, dan Manat, salah satu dewi putri Allah. Meskipun ibadah naik haji tak ada hubungannya dengan kota Mekah, tapi kota itu memiliki sarana untuk ibadah haji kecil yang dikenal dengan sebutan “Umrah.” Akan dibahas pula asal-usul sebenarnya ibadah Haji yang berhubungan dengan ibadah okultisme di Mekah dan Medinah. Ramadan adalah ibadah Sabi Haran, dan ini juga dibahas di Bab V, bagian 3.

Hal lain yang juga dibahas adalah Ka’bah sebagai wujud ibadah agama Bintang Arabia. Kita akan lihat hubungan antara bangunan ibadah Mekah ini dengan agama Bintamg Arabia, asal-usul Allah di Thamud (naskah² Arab kuno) dan catatan² sejarah tentang suku² Arab. Konsep tuhan Muhammad berakar dari monotheisme Bintang Arab yang memuja dewi Athtar dalam bentuk planet Venus, sama seperti pemujaan Allah dalam bentuk bulan.

Hal terakhir yang dibahas adalah: bagaimana Islam bangkit; kekuatan sebenarnya yang memungkinkan Muhammad mendominasi Arabia; peranan agama Jin Arabia dalam melahirkan Islam milik Muhammad; jenis orang yang menjadi Muslim awal di Mekah; dan bagaimana Muhammad, setelah gagal merekrut banyak pengikut, mengganti strateginya dan mengajak suku² Arab berperang bersamanya untuk mendominasi suku² Arab. Mereka lalu memerangi dan membunuhi kaum pria yang melawan, memperbudak para wanita dan anak, dan menyerahkan sebagian tawanan wanita dan kekayaan hasil rampasan pada orang² dari berbagai suku yang mendukungnya.

Dua suku Medina, Aws dan Khazraj, menerima tawarannya dan memulai kekerasan yang menjadi ciri khas Islam, yang terus dilakukan oleh para militan Islam sampai jaman sekarang. Teror Islam di jaman modern merupakan bentuk imitasi dari apa yang diajarkan dan dilakukan Muhammad selama masa hidupnya.

Sebelum membahas berbagai hal, buku ini akan mengungkapkan terlebih dahulu mengapa Muhammad dan Qur’an tidak bisa dipercaya. Aku akan buktikan bahwa para pengikutnya menulis ulang sejarah Muslim dan menciptakan kronologi baru. Bagaimana mungkin Qur’an dapat dipercaya jikalau isinya menjelaskan bahwa Abraham membangun Ka’bah sedangkan hal itu bertentangan dengan catatan dan kronologi sejarah. Muhammad mencampur berbagai kejadian yang berlangsung selama ribuan tahun dengan hal yang terjadi selama satu generasi saja. Dia menyisipkan tokoh² Alkitab dan sejarah dari berbagai negara dan jaman. Dia mengganti kerajaan² yang tercatat dalam sejarah, dan memasukkan berbagai dongeng Zoroastria, cerita Alkitab, dan tokoh² sejarah. Bagaimana mungkin buku yang sarat kekacauan sejarah dan menunjukkan kebodohan penulisnya dapat dijadikan sumber yang keterangan tentang Abraham yang hidup di abad 21 SM? Buku yang kebenarannya tidak ditunjang catatan² sejarah sebelumnya tidaklah layak untuk dijadikan panutan.

Mengapa orang² seperti Ibn Ishaq menulis ulang sejarah bagi umat Muslim? Jawabannya sederhana. Mereka ingin mendukung dusta Muhammad di Qur’an.
Di bagian I buku ini akan kutunjukkan bagaimana mereka menciptakan silsilah keturunan untuk mendukung pengakuan Muhammad; bahwa tulisan mereka tak memiliki nilai ilmiah sejarah apapun, isinya hanya dongeng² dan pernyataan² murahan tanpa fakta sejarah. Sedihnya adalah para Muslim jaman sekarang masih saja mempercayai tulisan mereka. Percaya pada ahli sejarah yang ngawur mengakibatkan Muslim terpisah dari catatan sejarah yang terpercaya, dan memenjarakan pikiran mereka pada literatur primitif ngawur yang lahir di Medina di abad ke 7 dan 8 M.

Aku mengerti tidaklah mudah bagi seseorang untuk meninggalkan agama yang telah diwarisinya sejak kecil dari orangtua, meskipun dia tahu isi keterangan agamanya bahwa sukar diterima sebagai fakta oleh anak SD di jaman sekarang sekalipun. Banyak hal yang menyebabkan orang tetap beriman pada suatu agama, tapi pada umumnya hal ini karena kurangnya pengetahuan. Seringkali umat tidak menguji ulang fakta sejarah yang diungkapkan kitab suci agamanya. Nabi Yesaya berkata bahwa Tuhan menyalahkan mereka yang tidak mencari kebenaran. Tuhan memberi kita kecerdasan untuk menyelidiki keinginanNya dan mendapatkan kebenaranNya. Kita tidak bisa menerima semua hal yang kita dengar tanpa memeriksa kebenarannya. Andaikata orangtua kita mempercayai suatu agama, maka itu pun tidak bisa dijadikan alasan mengapa kita harus mempercayainya pula tanpa melakukan pemeriksaan.

Alasan lain mengapa orang percaya buta akan doktrin agama orangtuanya adalah karena mereka tidak bersikap jujur pada diri sendiri. Mereka jungkir balik membela kesalahan yang sudah jelas sangat bertentangan dengan realistas dan fakta sejarah, dan malahan berusaha membenarkan kesalahan itu. Abu Bakr, asisten Muhammad yang menjadi Kalifah pertama, membela Muhammad mati²an saat Muhammad mengaku terbang ke Kuil Solomon di Yerusalem mengendarai unta bersayap. Lebih jauh lagi, Abu Bakr bahkan mengaku telah mengunjungi Kuil tersebut dan dia menanyakan Muhammad untuk menggambarkan Kuil itu. Ketika Muhammad menjabarkan bentuk pintu kuil dan bangunan itu, Abu Bakr mengaku Muhammad menjelaskan dengan benar dan dia sendiri telah melihat Kuil yang sama. [9] Abu Bakr senantiasa membela Muhammad, bahkan jikalau dia harus berbohong sekalipun.
[9] Ibn Hisham 2, hal. 31

Di jaman sekarang, aku melihat banyak Muslim di internet yang bersikap sama seperti Abu Bakr. Bukannya mencari kebenaran, mereka malahan mengarang sejarah yang salah dan bertentangan dengan fakta demi membela Muhammad, dan lalu mereka pun mati²an membela dustanya. Buku ini kutulis untuk memperingatkan mereka bahwa mereka menipu diri sendiri dan harus bertanggung jawab kelak di Hari Penghakiman karena telah menipu orang lain.

Akhirnya, buku ini disusun untuk menolong mereka yang benar² mencari kebenaran. Aku mengundang siapapun untuk memeriksa kembali keterangan yang kujabarkan dengan memeriksa sumber referensi yang kucantumkan. Aku undang Muslim yang mampu berpikir untuk benar² berdoa pada Tuhan agar Dia mencerahkan pikiran mereka dalam mencari kebenaran dan agar diselamatkan. Orang yang benar² mencari kebenaran sejati dan minta tolong pada Tuhan akan mendapat pencerahan. Tuhan berjanji di Yeremia 29:13, “Kau akan mencari Aku dan menemukanKu ketika kau mencari Aku dengan segenap hatimu.”
User avatar
Adadeh
 
Posts: 8461
Images: 414
Joined: Thu Oct 13, 2005 1:59 am

Re: Islam: Ditinjau dari Pengamatan Sejarah

Postby Adadeh » Sat Dec 11, 2010 7:45 am

Peta

Image
Peta nomer 1
Daerah Sinai di jaman Musa.

Image
Peta nomer 2
Arabia di jaman kuno. Kota Mekah belum dibangun, tapi kota² lain sudah.

Image
Peta nomer 3
Peta Arabia tengah dan barat di tahun 1945. Peta ini diambil dari "Western Arabia and the Red Sea" oleh Divisi Laut, Angkatan Laut Inggris.

Image
Peta nomer 4
Kota² Arab yang dikuasai oleh Raja Babilon Nabonidus selama 10 tahun di bagian tengah dan barat Arabia. Kota Mekah tak disebut sama sekali di catatan sejarah Raja Nabonidus.
Last edited by Adadeh on Sat Dec 11, 2010 8:00 am, edited 1 time in total.
User avatar
Adadeh
 
Posts: 8461
Images: 414
Joined: Thu Oct 13, 2005 1:59 am

Qur’an yang Tak Dapat Dipertanggungjawabkan

Postby Adadeh » Sat Dec 11, 2010 7:54 am

Bagian I
Qur’an yang Tak Dapat Dipertanggungjawabkan dan Para Penulis Islam Menurut Sejarah


1. Analisa Qur’an Berdasarkan Catatan Sejarah

Apakah Makna Catatan Sejarah?

Pertama-tama, aku akan menerangkan makna “Apakah Catatan Sejarah?” itu. Sejarah itu berdasarkan narasi tercatat, di mana keterangan ditulis oleh para ahli sejarah dalam buku² mereka di jaman mereka masih hidup.

Contoh narasi tercatat adalah tulisan² sejarawan Yunani, Herodotus, yang lahir di Asia Minor dan hidup di abad ke 5 SM. Cicero berpendapat bahwa Herodotus adalah Bapak Sejarah. Herodotus menulis sejarah dunia, terutama tentang Perang² Persia. Bukunya yang berjudul Histories (Sejarah) mencakup masa dari pertengahan abad 6 SM sampai awal abad 5 SM. Sejarawan² kuno seperti Herodotus tidak hanya bisa jadi sumber meyakinkan saja, tapi keterangannya sangatlah penting bagi kita untuk memahami kejadian di masa lampau. Sejarawan² Yunani dan Romawi lain setelah Herodotus juga menulis catatan sejarah penting yang bisa dianggap sebagai sumber yang terpercaya akan sejarah dunia.

Sumber lain tentang sejarah dunia juga terdapat dalam catatan² sejarah riwayat raja² dan negara². Riwayat² penguasa Assyria, Kaldea, dan Persia juga sangat berguna. Tawarikh yang paling kuno berasal dari Assyria dan ditulis di abad ke 7 dan 8 SM. Kami pun memiliki sumber² sejarah lainnya, seperti catatan tahunan yang dipahat di batu² dan penemuan² arkeologi lainnya.


Alkitab sebagai Sumber Sejarah Kuno yang Terpercaya

Meskipun kami memiliki berbagai sumber sejarah kuno yang terpercaya, sumber utama yang paling penting adalah Alkitab. Buku ini ditulis oleh berbagai nabi yang hidup di berbagai jaman yang berbeda. Mereka menulis keterangan secara akurat. Kebanyakan penulis Perjanjian Lama hidup dan menulis lama sebelum ada sejarawan dunia yang melakukannya.

Penulis Alkitab pertama adalah Musa yang hidup di abad 15 SM. Musa menulis riwayat² berbagai negara yang terbentuk melalui keturunan putra² Nuh setelah terjadi bencana air bah. Tulisan Musa tercantum dalam kitab Kejadian, buku pertama Alkitab. Meskipun dahulu para ahli sejarah meragunkan kebenaran tulisan sejarah Alkitab, tapi sekarang ditemukan berbagai bukti arkeologi yang membenarkan ketepatan catatan sejarah Alkitab. Meskipun Alkitab mencakup periode di mana tiada sejarawan dunia, bukti² arkeologi yang didapat dari berbagai penggalian di seluruh Timur Tengah telah menambah pengetahuan kita akan masa tersebut. Karena penemuan arkeologi ini tak pernah bertentangan dengan narasi Alkitab, maka Alkitab adalah sumber keterangan terpercaya, terutama tentang sejarah kuno.


Keterangan Sejarah dan Kronologi yang Salah dalam Qur’an

Di lain pihak, Islam tidak memiki keterangan dokumen apapun untuk mendukung isinya. Muhammad menulis di abad ke 7 M, lama sekali setelah berbagai catatan sejarah ditulis. Dia tidak pernah mengungkapkan kronologi sejarah seperti yang kita temukan dalam Alkitab karena dia tidak memiliki satu pun. Yang dia miliki hanyalah berbagai kisah yang dia campur dengan tokoh² yang dipinjamnya dari Alkitab. Di kasus lain, Muhammad menyelipkan kisah tokoh² ini di waktu sejarah yang salah, kadang² perbedaannya seratus tahun, kadangkala ribuan tahun.


Qur’an Mengisahkan Haman dan Menara Mesopotamia di Mesir di Jaman Musa

Contohnya nih, Muhammad mengatakan bahwa Haman, perdana menteri Raja Persia Ahasuerus dan menara Mesopotamia di Mesir, berada di jaman yang sama dengan jaman Musa. Ahasuerus itu dikenal oleh berbagai ahli sejarah sebagai Xerxes, yang jadi Raja di tahun 486 SM, dan bukan di jaman Musa yang hidup di abad ke 15 SM. Muhammad mengatakan Firaun meminta Haman membakar batu bata dan membangun menara sehingga dia bisa naik surga dan melihat tuhannya Musa. Ini keterangan Muhamad di Qur’an, Sura al-Qasas (28), ayat 38:

Dan berkata Firaun: "Hai pembesar kaumku, aku tidak mengetahui tuhan bagimu selain aku. Maka bakarlah hai Haman untukku tanah liat, kemudian buatkanlah untukku bangunan yang tinggi supaya aku dapat naik melihat Tuhan Musa, dan sesungguhnya aku benar-benar yakin bahwa dia termasuk orang-orang pendusta".

Muhammad mencontek kisah ini dari Kejadian 11:3,4. Setelah bencana air bah:

Mereka berkata seorang kepada yang lain: "Marilah kita membuat batu bata dan membakarnya baik-baik." Lalu bata itulah dipakai mereka sebagai batu dan ter gala-gala sebagai tanah liat.
Juga kata mereka: "Marilah kita dirikan bagi kita sebuah kota dengan sebuah menara yang puncaknya sampai ke langit, dan marilah kita cari nama, supaya kita jangan terserak ke seluruh bumi."


Kita tahu bahwa para Firaun tidak pernah membangun menara apapun yang serupa dengan menara Mesopotamia. Masyarakat Mesir kuno tidak pernah membakar batu batu sampai di jaman Romawi menjajah Mesir. Sebelum jaman Romawi, orang² Mesir menggunakan batu untuk membangun piramida dan bangunan² ibadahnya. Untuk membangun rumah, mereka menggunakan batu bata yang dibuat dikeringkan oleh sinar matahari.


Muhammad Menyebut “Orang² Samiri” di jaman Musa, Meskipun Orang² Samiri (Samaria) Baru Muncul di Abad 6 SM

Contoh lain kesalahan judul terdapat di cerita Muhammad tentang anak sapi emas. Di kitab Keluaran tertulis bahwa Harun membuat patung ini di gurun. Kejadian ini berlangsung saat Musa naik ke gunung untuk menerima Sepuluh Perintah Tuhan. Karena tekanan bani Israel yang tidak sabar lagi setelah menunggu Musa selama 40 hari, Harun tunduk pada permintaan bani Israel dan membuat patung anak lembu emas untuk disembah mereka. Muhammad melaporkan kejadian ini di Qur’an, Sura Ta Ha (20), ayat 85-97 sebagai berikut:

85. Allah berfirman: "Maka sesungguhnya kami telah menguji kaummu sesudah kamu tinggalkan, dan mereka telah disesatkan oleh Samiri.
86. Kemudian Musa kembali kepada kaumnya dengan marah dan bersedih hati. Berkata Musa: "Hai kaumku, bukankah Tuhanmu telah menjanjikan kepadamu suatu janji yang baik? Maka apakah terasa lama masa yang berlalu itu bagimu atau kamu menghendaki agar kemurkaan dari Tuhanmu menimpamu, lalu kamu melanggar perjanjianmu dengan aku?"
87. Mereka berkata: "Kami sekali-kali tidak melanggar perjanjianmu dengan kemauan kami sendiri, tetapi kami disuruh membawa beban-beban dari perhiasan kaum itu, maka kami telah melemparkannya, dan demikian pula Samiri melemparkannya",
88. kemudian Samiri mengeluarkan untuk mereka (dari lubang itu) anak lembu yang bertubuh dan bersuara, maka mereka berkata: "Inilah Tuhanmu dan Tuhan Musa, tetapi Musa telah lupa".
89. Maka apakah mereka tidak memperhatikan bahwa patung anak lembu itu tidak dapat memberi jawaban kepada mereka, dan tidak dapat memberi kemudaratan kepada mereka dan tidak (pula) kemanfaatan?
90. Dan sesungguhnya Harun telah berkata kepada mereka sebelumnya: "Hai kaumku, sesungguhnya kamu hanya diberi cobaan dengan anak lembu itu dan sesungguhnya Tuhanmu ialah (Tuhan) Yang Maha Pemurah, maka ikutilah aku dan taatilah perintahku".
91. Mereka menjawab: "Kami akan tetap menyembah patung anak lembu ini, hingga Musa kembali kepada kami.
92. Berkata Musa: "Hai Harun, apa yang menghalangi kamu ketika kamu melihat mereka telah sesat,
93. (sehingga kamu tidak mengikuti aku? Maka apakah kamu telah (sengaja) mendurhakai perintahku?" 94. Harun menjawab: "Hai putra ibuku janganlah kamu pegang janggutku dan jangan (pula) kepalaku; sesungguhnya aku khawatir bahwa kamu akan berkata (kepadaku): "Kamu telah memecah antara Bani Israel dan kamu tidak memelihara amanahku".
95. Berkata Musa: "Apakah yang mendorongmu (berbuat demikian) hai Samiri?"
96. Samiri menjawab: "Aku mengetahui sesuatu yang mereka tidak mengetahuinya, maka aku ambil segenggam dari jejak rasul lalu aku melemparkannya, dan demikianlah nafsuku membujukku".
97. Berkata Musa: "Pergilah kamu, maka sesungguhnya bagimu di dalam kehidupan di dunia ini (hanya dapat) mengatakan: "Janganlah menyentuh (aku)". Dan sesungguhnya bagimu hukuman (di akhirat) yang kamu sekali-kali tidak dapat menghindarinya, dan lihatlah tuhanmu itu yang kamu tetap menyembahnya. Sesungguhnya kami akan membakarnya, kemudian kami sungguh-sungguh akan menghamburkannya ke dalam laut (berupa abu yang berserakan).


Ketika Muhammad menyebut nama “orang² Samir”, dia berpikir tentang Simon, tukang tenung Samiri (Samaria) yang disebut di kitab Kisah Para Rasul (KPR). Simon meniup orang² di kota Samaria dengan sihirnya dan dicela oleh Rasul Petrus. Persamaan akan celaan Musa pada orang² Samiri di Qur’an dan celaan Petrus pada orang² Samiri di KPR menunjukkan bahwa Muhammad menempatkan orang² Samaria (di KPR) di jaman Musa, padahal dua kejadian ini terpisah sebanyak 1500 tahun.


Kota Samiri dibangun oleh Omri, Raja Israel, di sekitar tahun 880 SM, tapi nama “orang² Samaria” baru tercatat di uang logam setelah abad ke SM, saat masyarakat Assyria dibawa ke Samaria setelah Sargon II menguasai kota itu di tahun 721 SM. Muhammad tidak tahu sejarah masyarakat Samaria, sehingga dia melakukan kesalahan sejarah yang fatal.


Muhammad di Qur’an Tak Bisa Membedakan antara Maria Ibu Yesus dengan Miriam Saudara Harun dan Musa

Contoh lain kebingungan Muhammad akan fakta sejarah kronologi Alkitab tentang Maria. Tampaknya dia dikelabui oleh orang² Mandaea sehingga dia menganggap Maria ibu Yesus adalah sama dengan Miriam saudara perempuan Harun dan Musa yang disebut di Alkitab. Maria ibu Yesus dalam bahasa Arab disebut dengan nama Miriam, dan ini menjadi sama dengan nama Miriam saudara perempuan Harun dan Musa (kitab Bilangan 26:59). Di Qur’an, Sura Maryam (19), ayat 28, tercantum:

Hai saudara perempuan Harun, ayahmu sekali-kali bukanlah seorang yang jahat dan ibumu sekali-kali bukanlah seorang pezina",

Melalui Qur’an-nya, Muhammad ingin menyatakan bahwa Maria ibu Yesus adalah tokoh yang sama dengan Miriam saudara perempuan Harun dan Musa. Hal ini diulang kembali di Sura lain di mana Muhammad beranggapan bahwa Yokhebed, istri Amram (ayah Harun dan Musa), mengamanatkan Maria ibu Yesus ketika baru lahir. Beginilah isi Qur’an, Sura al-Imran (3), ayat 35, 36:

(Ingatlah), ketika istri Imran berkata: "Ya Tuhanku, sesungguhnya aku menazarkan kepada Engkau anak yang dalam kandunganku menjadi hamba yang saleh dan berkhidmat (di Baitulmakdis). Karena itu terimalah (nazar) itu dari padaku. Sesungguhnya Engkaulah Yang Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui".
Maka tatkala istri Imran melahirkan anaknya, dia pun berkata: "Ya Tuhanku, sesungguhnya aku melahirkannya seorang anak perempuan; dan Allah lebih mengetahui apa yang dilahirkannya itu; dan anak laki-laki tidaklah seperti anak perempuan. Sesungguhnya aku telah menamai dia Maryam dan aku mohon perlindungan untuknya serta anak-anak keturunannya kepada (pemeliharaan) Engkau daripada setan yang terkutuk."


Muhammad menyatakan ayat Qur'an di atas, padahal Miriam saudara Harun dan putri Amram lahir di akhir abad ke 16 SM, sedangkan Maria ibu Yesus lahir sekitar tahun 26-20 SM.

Kebingungan Muhammad akan sejarah adalah karena keterangan dari yang ngawur dari orang² Mandaea, yang datang pertama kali di Mesopotamia pada abad 2 SM. Orang² Mandaea dikenal di Arab sebagai orang² Sabi. Muhammad mengenal ajaran² mereka, dan kadangkala dia pun disebut sebagai orang Sabi oleh masyarakatnya karena dia mempraktekkan tatacara ibadah Sabi, seperti sholat lima waktu, wudhu sebelum sholat seperti yang dilakukan Mandaea Sabi, melakukan gerakan sholat yang sama seperti orang Sabi. Orang² Mandaea mengira bahwa Maria ibu Yesus adalah saudara Musa dan Harun. Di buku mereka yang berjudul Haran Gawaita, yang ditulis di abad 3 SM, kita baca di buku itu bahwa Yesus:

ditempatkan di dalam rahim Maria, putri Musa. Dia disembunyikan dalam kandungannya selama sembilan bulan. Ketika sembilan bulan telah berlalu, Maria bersalin dan melahirkan sang Messiah. [1]
[1] Haran Gawaita , Citta del Vaticano, Biblioteca Apostolica, hal. 3

Muhammad disebut sebagai orang Sabi oleh orang² Mekah. Contohnya, setelah dia kembali dari salah satu dakwahnya, dia merasa haus. Teman²nya bertanya pada seorang wanita yang membawa kantung air untuk memberi air pada Muhammad. Wanita itu bertanya, “Di mana?” Mereka menjawab, “Pada Nabi Allah.” Wanita itu lalu menjawab, “Pada orang yang disebut orang Sabi itu?” Mereka menjawab, “Tepat, kepada orang yang kau sebut orang Sabi itu.” Wanita itu kembali ke Mekah dan berkata, “Dua pria yang bertemu denganku membawaku menemui orang Sabi.” [2] Kita lihat bahwa Muhammad dikenal masyarakat Mekah sebagai orang Sabi, dan mereka menyebut pengikut Muhammad sebagai Sabi Muhammad pula. [3] Hal ini menunjukkan pada kita bahwa orang² Arab di jaman Muhammad mengetahui dengan baik orang² Sabi, dan juga tata cara ibadah dan ajaran agamanya. Mereka tahu dekatnya hubungan Muhammad dengan sekte Sabi di Mekah, sehingga Muhammad ketika Muhammad menyatakan agama barunya, masyarakat Mekah mengira agama itu muncul dari kaum Sabi yang hidup diantara mereka.
[2] Al-Bukhari, (Dar al-Kutub al-Ilmiyeh, Beirut-Libenon), 1:89
[3] Ibn al-Athir, al-Kamel Fi al-Tarikh, 2: hal. 86; Tarikh al-Tabari 1, hal. 126 ; Al-Asbahani, Al Aghani 17, hal. 15-17


Ketika Hasin, ayah dari seorang Muslim bernama Umran, jadi Muslim, suku Quraish menyebutnya sebagai “Saba,” [4] yang berarti dia beralih agama dan memeluk agama Sabi. Ketika Hamzah, paman Muhammad, masuk mesjid untuk mendukung Muhammad, orang² Mekah berkata padanya, “Kami lihat kau sudah menjadi orang Sabi.” [5] Abu Lahab, paman Muhammad yang menentangnya, menyebut Hamzah sebagai “Orang Sabi yang bod0h.” [6] Semua fakta sejarah ini menunjukkan bahwa suku Quraish menggolongkan Muslim sebagai umat sekte Sabi.
[4] Halabieh, (Dar al-Maarifah, Beirut-Lebanon), 1, hal. 456
[5] Halabieh 1, hal. 477
[6] Halabieh 1, hal. 508


Tidak hanya masyarakat Quraysh saja yang menyatakan begitu, tapi suku² Arab lainnya juga. Pria bernama Labid pergi mengunjungi Muhammad dan dia menjadi Muslim. Dia kembali ke sukunya yakni Bani Amir, dan melakukan wudhu. Wudhu merupakan tatacara ibadah umat Sabi. Dia pun mengucapkan slogan² Sabi seperti “Allahu Akbar.” Labid mulai nungging dan bersujud seperti orang Sabi, sholat seperti cara Sabi, dan mengucapkan Fatihah seperti Sabi. Semua aturan sholat yang dikenal orang² Arab sebagai tatacara ibadah Sabi masuk ke dalam Islam. Sirafa bin Auf bin al-Ahwas, penyair suku Bani Amir, melihat Labib bersholat gaya Sabi dan mengejeknya melalui puisinya dengan mengatakan Labid sebagai “orang yang datang pada mereka dengan agama Sabi.” [7]
[7] Ibn al-Athir, al-Kamel Fi al-Tarikh, 2, hal. 86
Last edited by Adadeh on Mon Jan 31, 2011 3:20 pm, edited 1 time in total.
User avatar
Adadeh
 
Posts: 8461
Images: 414
Joined: Thu Oct 13, 2005 1:59 am

Re: Islam: Ditinjau dari Pengamatan Sejarah

Postby I Want You » Sat Dec 11, 2010 11:54 am

Horeeeee ada buku baru dari Senior Adadeh .... Numpang nandain ya , Senior Adadeh ! :prayer: :prayer: :prayer:
User avatar
I Want You
 
Posts: 2394
Joined: Thu May 07, 2009 2:20 pm
Location: Serambi Yerusalem

Re: Rafat Amari: Islam, Ditinjau dari Pengamatan Sejarah

Postby ali5196 » Sun Dec 12, 2010 6:50 am

Last edited by ali5196 on Sun Dec 12, 2010 9:43 pm, edited 1 time in total.
ali5196
 
Posts: 17309
Images: 135
Joined: Wed Sep 14, 2005 5:15 pm

Re: Rafat Amari: Islam, Ditinjau dari Pengamatan Sejarah

Postby I Want You » Sun Dec 12, 2010 12:24 pm

Loh , orang Sabi masih ada , sampai sekarang ya ? :stun:

gua kira udah punah semua , gara2 di babat sama si mamad saw ??? :-k :-k
User avatar
I Want You
 
Posts: 2394
Joined: Thu May 07, 2009 2:20 pm
Location: Serambi Yerusalem

Re: Rafat Amari: Islam, Ditinjau dari Pengamatan Sejarah

Postby Adadeh » Tue Dec 14, 2010 2:07 am

Muhammad Tak Tahu Jaman Suku² Ad dan Thamud

Contoh lain yang menunjukkan kebodohan Muhammad akan kronologi sejarah ketika dia menyatakan tentang suku² Ad dan Thamud. Ad adalah suku Arab kecil yang tinggal di Arab utara di abad 2 M. Klaudius Ptolemi dari Alexandria, Mesir, lahir di tahun 90 M dan wafat di tahun 168 M. Dia menulis buku geografi terkenal di awal abad ke 2 M. Salah satu suku yang disebutnya dalam petanya adalah suku Oaditae, yang seringkali dikenal sebagai suku Ad. Ptolemi menjelaskan suku Oaditae di daerah timur Teluk Aqaba. Tiada ahli geografi manapun yang sebelumnya mengatakan tentang suku ini, meskipun penulis² klasik terkenal seperti Pliny (yang menulis sekitar tahun 69-70 M) telah menyebut semua suku² di daearah itu, tapi tak menyebut tentang suku Ad. Sebelum dia, Strabo menulis tentang daerah yang sama tanpa menyebut suku Ad. Penulis² kuno Yunani lainnya, seperti Agatharchides dari Alexandria yang menulis sekitar tahun 145-132 SM, menulis tentang daerah itu tanpa menyebut tentang suku Ad. Semua ini menunjukkan bahwa suku Ad adalah suku kecil yang muncul di abad 2 M. Tidak diketahui berapa lama suku ini ada; besar kemungkinan ditelan suku² lain di daerah itu yang lebih besar, seperti suku Thamud.

Muhammad mengatakan bahwa masyarakat suku² ini menghuni bumi di generasi manusia kedua setelah nabi Nuh. Kita baca keterangan ini di Qur’an, Sura al-A’raf (7), ayat 69:

Apakah kamu (tidak percaya) dan heran bahwa datang kepadamu peringatan dari Tuhanmu yang dibawa oleh seorang laki-laki di antaramu untuk memberi peringatan kepadamu? Dan ingatlah oleh kamu sekalian di waktu Allah menjadikan kamu sebagai pengganti-pengganti (yang berkuasa) sesudah lenyapnya kaum Nuh, dan Tuhan telah melebihkan kekuatan tubuh dan perawakanmu (daripada Kaum Nuh itu). Maka ingatlah nikmat-nikmat Allah supaya kamu mendapat keberuntungan.

Juga di Qur’an, Sura al-Mu’minuun (23), ayat 23:
Dan sesungguhnya Kami telah mengutus Nuh kepada kaumnya, lalu ia berkata: "Hai kaumku, sembahlah oleh kamu Allah, (karena) sekali-kali tidak ada Tuhan bagimu selain Dia. Maka mengapa kamu tidak bertakwa (kepada-Nya)?"

Muhammad mengatakan bahwa suku Ad dihancurkan oleh awan atau angin yang dikirim oleh Allah bagi mereka. (http://tafsir.com/default.asp?sid=7&tid=18114
The Story of Hud, Peace be upon Him, and the Lineage of the People of `Ad
Allah says, just as We sent Nuh to his people, similarly, to the `Ad people, We sent Hud one of their own brethren. Muhammad bin Ishaq said that the tribe of `Ad were the descendants of `Ad, son of Iram, son of `Aws, son of Sam, son of Nuh. I say, these are indeed the ancient people of `Ad whom Allah mentioned, the children of `Ad, son of Iram who were living in the deserts with lofty pillars or statues.)


Kalimat “melebihkan kekuatan tubuh dan perawakanmu” di QS 7:69 menunjukkan bahwa Muhammad dipengaruhi oleh literatur Manikhea yang menjelaskan bahwa orang² yang hidup di bumi saat bencana air bah terjadi adalah raksasa² yang sangat tinggi tubuhnya. Mani, pendiri aliran kepercayaan Manikhisme, menulis buku yang berjudul Para Raksasa (The Giants). Kisah ini juga tercantum dalam literatur Gnostik lainnya yang diimani oleh umat Manikhea di abad 4 M. Di buku I Enoch tertulis bahwa para malaikat menikah dengan para wanita (manusia biasa) dan para wanita itu lalu hamil dan melahirkan raksasa² besar, yang tingginya mencapai 3000 kubit [8] (atau 1.371,6 meter) Keterangan dari Qur’an bahwa dua malaikat Harut dan Marut turun ke Babel dan mengajarkan sihir pada manusia diambil dari buku Giant of Mani (Raksasa dari Mani) [9] Adanya hubungan antara Muhammad dan umat Manikhea ditunjukkan melalui fakta bahwa banyak masyarakat dari suku Quraysh, suku asal Muhammad, yang juga memeluk kepercayaan Manikhisme. Umat Manikhea ini disebut sebagai umat Zandik di Mekah. [10]
[8] I Enoch, 7:2.
[9] John Reeves, Jewish Lore in Manichaean Cosmogony, Hebrew Union College Press, Cincinnati, 1992, hal. 88.
[10] al-Ya'akubi 1, hal. 226.


Muhammad membuat pusing umat Muslim dengan menyebut suku² Arab Ad dan Thamud di jaman Nuh, yang adalah sekitar 5000-6000 SM. Karenanya mereka pun mengarang cerita untuk mengatasi kesalahan sejarah ini. Muslim pertama yang mengajukan pemecahan masalah adalah Ibn Ishaq yang wafat sekitar tahun 774 M (152 tahun setelah Muhammad hijrah ke Medina). [11] Ibn Ishaq merubah silsilah keturunan di kitab Kejadian agar cocok dengan kesalahan sejarah di Qur’an. Dia menambahkan nama² dalam silsilah keturunan Shem, putra Nuh, dengan nama² Arab yang aneh yang tak dikenal di masa generasinya, bahkan empat sampai lima abad setelah dia mati. Dia menambah nama Ad sebagai putra Uz yang disebut di Kejadian 10:21-24, sebagai “putra Aram, putra Shem, putra Nuh.” Dia lalu mengubah silsilah nama keturunan Nuh agar terdengar lebih Arab. [12]
[11] Ibn Hisham, volume 1.
[12] Ibn Hisham, volume 1, hal. 8.


Oleh kaum terpelajar jamannya, Ibn Ishaq dikenal sebagai orang “yang mengarang silsilah keturunan yang ngawur” dan juga sebagai “pendusta, tukang tipu.” Karena tidak seorang pun sebelumnya pernah menulis silsilah keturunan seperti ciptaannya, maka ahli Islam lainnya di jaman itu menganggap dia sebagai sejarawan palsu. Tapi di generasi² berikutnya, tulisan Ibn Ishaq malahan jadi acuan sejarah yang menunjang Qur’an. Berdasarkan silsilah keturunan karangan Ibn Ishaq, Ibn Khaldun (1332-1406 M) mengatakan bahwa suku Ad tinggal di sebelah selatan Arabia dan bagian barat Afrika. [13] Dia mengarang saja keterangan ini tanpa fakta sejarah apapun yang mendukung keterangannya. Kami tak menemukan keterangan apapun yang membenarkan karangan sejarahnya, baik di penemuan arkeologi maupun tulisan² sejarah kuno. Umat Muslim menemukan sebuah kuburan tua di Hadramaut diantara kuburan² di selatan Arabia, dan dengan mudah menamai kuburan itu sebagai kuburan Hud tanpa bukti apapun dari jaman sebelum Islam.
[13] Ibn Khaldun, edisi Kay, dikutip oleh Wilfred Schoff dalam komentarnya di The Periplus of the Erythraean Sea, Munshiram Manoharial Publishers Pvt Ltd, 1995, hal. 142.

Di Qur’an, Surah 46, ayat 21 di mana tertulis:

Dan ingatlah (Hud) saudara kaum Ad yaitu ketika dia memberi peringatan kepada kaumnya di Al Ahqaaf dan sesungguhnya telah terdahulu beberapa orang pemberi peringatan sebelumnya dan sesudahnya (dengan mengatakan): "Janganlah kamu menyembah selain Allah, sesungguhnya aku khawatir kamu akan ditimpa azab hari yang besar".

Kata Arab “Ahqaaf” berarti “jalur² pasir yang melingkar”. Umat Muslim berkata bahwa suku Ad pertama hidup di Al Ahqaaf, yang katanya terletak di Arabia selatan di gurun pasir Rub al-Khali di perbatasan Hadramaut. Tapi Qur’an mengatakan tentang Nabi Hud yang menurut Qur’an adalah nabi untuk suku Ad, yang memperingatkan suku Ad akan kehancuran melalui jalur pasir yang berputar. Inilah yang dimaksud dalam QS 46:21. Di ayat 24 dinyatakan datangnya angin kepada suku Ad, yang menurut Qur’an, menghancurkan segalanya.

Para penulis Islam awal mengerti makna kata Ahqaaf bukanlah berarti suatu tempat, tapi adalah angin berpasir. Diantara para penulis ini, aku sebut al-Feiruzabadi. [14]
[14] al-Feiruzabadi, al-Khamus al-Muheet, (Kairo, 1913), bab 3, hal. 129.

Qur’an menyatakan suku Ad tinggal di Arabia utara dan bukan selatan. Maksud makna ayat itu dalam Qur’an adalah bahwa suku Ad kuno ini tinggal di tempat yang sama di mana suku Thamud bertempat, tak lama setelah suku Ad dihancurkan dengan serangan angin. Qur’an menjelaskan dengan tegas tempat tinggal suku Ad dan Thamud dengan menjabarkan tempat di mana rumah² dipahat dalam bebatuan pada pegunungan, dan kita tahu tempat seperti ini hanya ada di bagian tertentu Arab utara dekat kota Hijra. Pada kenyataannya, itu adalah kota Nabasia di mana orang² Thamud hidup di Arab barat laut. Di Sura Al-A’raf (7), ayat 69 kita lihat bahwa Muhammad mengatakan suku Ad muncul satu generasi setelah Nuh, dan dia menjelaskan kehancuran suku itu. Lalu tiba² di ayat 73 dan 74, dia mulai bicara tentang suku Thamud sebagai generasi berikutnya setelah suku Ad dan suku Thamud menempati daerah itu.

Image
Image
Rumah² dipahat di bebatuan, di kota kuno Hijra, Arab utara.

Qur’an, Sura Al-A’raf (7), ayat 69
Apakah kamu (tidak percaya) dan heran bahwa datang kepadamu peringatan dari Tuhanmu yang dibawa oleh seorang laki-laki di antaramu untuk memberi peringatan kepadamu? Dan ingatlah oleh kamu sekalian di waktu Allah menjadikan kamu sebagai pengganti-pengganti (yang berkuasa) sesudah lenyapnya kaum Nuh, dan Tuhan telah melebihkan kekuatan tubuh dan perawakanmu (daripada Kaum Nuh itu). Maka ingatlah nikmat-nikmat Allah supaya kamu mendapat keberuntungan.

Qur’an, Sura Al-A’raf (7), ayat 73,74
Dan (Kami telah mengutus) kepada kaum Tsamud saudara mereka, Saleh. Ia berkata. "Hai kaumku, sembahlah Allah, sekali-kali tidak ada Tuhan bagimu selain-Nya. Sesungguhnya telah datang bukti yang nyata kepadamu dari Tuhanmu. Unta betina Allah ini menjadi tanda bagimu, maka biarkanlah dia makan di bumi Allah, dan janganlah kamu mengganggunya, dengan gangguan apa pun, (yang karenanya) kamu akan ditimpa siksaan yang pedih."
Dan ingatlah olehmu di waktu Tuhan menjadikan kamu pengganti-pengganti (yang berkuasa) sesudah kaum `Aad dan memberikan tempat bagimu di bumi. Kamu dirikan istana-istana di tanah-tanahnya yang datar dan kamu pahat gunung-gunungnya untuk dijadikan rumah; maka ingatlah nikmat-nikmat Allah dan janganlah kamu merajalela di muka bumi membuat kerusakan.


Sudahlah jelas bahwa Muhammad menempatkan suku Ad kuno (yang katanya muncul setelah Nabi Nuh) di tempat di mana rumah² dipahat di bebatuan, dan di Sura al-Hijr (15), ayat 80, 82 dia mengatakan bahwa daerah itu adalah kota Hijra (atau Hijr):

Dan sesungguhnya penduduk-penduduk kota Al Hijr telah mendustakan rasul-rasul,
dan Kami telah mendatangkan kepada mereka tanda-tanda (kekuasaan) Kami, tetapi mereka selalu berpaling daripadanya,
dan mereka memahat rumah-rumah dari gunung-gunung batu (yang didiami) dengan aman.


Kita tahu bahwa Hijra terletak di baratlaut Arabia, dan dibangun oleh orang² Nabasia, yang terkenal sebagai orang² yang memahat rumah² mereka di bebatuan. Jadi tampak jelas bahwa yang dimaksud Muhammad sebagai “suku Ad kuno” adalah suku yang hidup sebelum suku Thamud di daerah Hijra di sebelah baratlaut Arabia, dan bukanlah suku yang hidup di selatan Arabia. Dia menempatkan suku Ad sebagai generasi manusia setelah Nabi Nuh, meskipun faktanya kita ketahui bahwa suku Thamud baru muncul di abad 8 SM (ini akan kubahas di paragraf² berikut). Suku Ad muncul di daerah yang sama dengan suku Thamud di abad 2 M.

Para penulis Muslim mengatakan bahwa “suku Ad kuno” hidup di Arabia selatan dan menghilang dua atau tiga abad sebelum jaman Kristen. Tapi tak ada suku atau negara apapun yang hidup di Arabia selatan yang tanpa memiliki dokumentasi arkeologi sejarah. Tiada naskah apapun dari Arabia selatan yang menyebut tentang suku Ad, meskipun prasasti² sejarah dari Arabia selatan merupakan yang paling lengkap di seluruh dunia. Bahkan negara yang terkecil sekalipun ditulis dengan panjang lebar dalam ratusan prasasti.


Kesalahan Sejarah Fatal Muhammad tentang Suku Thamud

Hal ini membawa kita kepada pembahasan suku Thamud. Muhammad mengatakan bahwa penduduk kota Hijra, kota yang dibangun di abad ke 1 SM di mana rumah² dipahat dalam bebatuan oleh masyarakat Nabasia, adalah masyarakat Thamud. Muhammad menyebut mereka sebagai manusia generasi ketiga dalam sejarah setelah bencana air bah, langsung setelah suku Ad dan Nuh. Dia juga mengatakan bahwa mereka akan dilenyapkan dari sejarah manusia seperti yang dikatakannya di:

Qur’an, Sura Al-A’raf (7), ayat 73,74
Dan (Kami telah mengutus) kepada kaum Tsamud saudara mereka, Saleh. … Dan ingatlah olehmu di waktu Tuhan menjadikan kamu pengganti-pengganti (yang berkuasa) sesudah kaum `Aad dan memberikan tempat bagimu di bumi. Kamu dirikan istana-istana di tanah-tanahnya yang datar dan kamu pahat gunung-gunungnya untuk dijadikan rumah ...

Berdasarkan fakta sejarah, suku Thamud adalah suku Arab dan baru muncul di abad 8 SM. Di akhir abad tersebut, mereka bersama suku Arab lainnya menyerang perbatasan Assyria, dan dikalahkan oleh Sargon II, yang lalu membawa sebagian masyarakat Thamud ke Samaria. [15]
[15] Prasasti Sargon, (Ta-mu-di, Lie, The Inscriptions of Sargon II, King of Assyria, 20:120; Lyon 4:20; Iraq 16 {1954}, 199:18); dikutip oleh The Ancient Arabs, I. Eph'al, E.J. Brill, Leiden, 1982, hal. 230.

Muhammad di Qur’an, Sura al-Hijr (15), ayat 80 menempatkan suku Thamud sebagai penduduk kota Arab bernama Hijr:

Dan sesungguhnya penduduk-penduduk kota Al Hijr telah mendustakan rasul-rasul,
dan Kami telah mendatangkan kepada mereka tanda-tanda (kekuasaan) Kami, tetapi mereka selalu berpaling daripadanya,
dan mereka memahat rumah-rumah dari gunung-gunung batu (yang didiami) dengan aman.


Di jaman Muhammad, kota Hijra dikenal sebagai Hijr. Di jaman sekarang, nama Hijr masih tetap digunakan untuk menyebut daerah reruntuhan Hijra. Hijra terletak sekitar 24 km dari kota tua Didan [16] Kota Hijra dipahat di bebatuan keras oleh masyarakat Nabasia di abad 1 SM. [17] Orang² Nabasia adalah satu²nya masyarakat yang membangun rumah dengan cara ini. Tempat yang dihuni orang² Nabasia asalnya adalah kampung kecil Lihyanit. Masyarakat Lihyanit muncul di abad 6 SM. Meskipun kota itu dibangun oleh orang² Nabasia di abad 1 SM, Muhammad menulis kota itu muncul di generasi ketiga setelah air bah Nuh.
[16] F.V. Winnet dan W.L.Reed, Ancient Records from North Arabia, University of Toronto Press, 1970, hal. 130.
[17] F.V. Winnet dan W.L.Reed, Ancient Records from North Arabia, University of Toronto Press, 1970, hal. 130.


Muhammad menyebut kota ini dan ciri khasnya dengan suku Thamud, meskipun orang² Thamud tidak pernah memahat rumah mereka dalam bebatuan seperti orang² Nabasia, meskpun sebagian orang Thamud hidup di tenda² di kota di mana suku itu berkembang setelah dimulainya jaman Kristen. Apa yang terjadi dengan suku Thamud? Muhammad mengatakan bahwa mereka dihakimi melalui tangisan, dan dilenyapkan dari sejarah, seperti yang tertulis di Qur’an, Sura Hud (11), ayat 67, 68:

Dan satu suara keras yang mengguntur menimpa orang-orang yang lalim itu, lalu mereka mati bergelimpangan di rumahnya.
Seolah-olah mereka belum pernah berdiam di tempat itu. Ingatlah, sesungguhnya kaum Tsamud mengingkari Tuhan mereka. Ingatlah, kebinasaanlah bagi kaum Tsamud.


Padahal faktanya masyarakat Thamud tetap hidup sebagai suku yang berkembang teratur sampai abad 5 M.


PERIHAL MASYARAKAT MIDIAN

Muhammad mengatakan bahwa masyarakat Midian hidup di jaman Sodom dan Gomorah, dan lenyap sama sekali dari sejarah manusia.


Masyarakat Thalmud bukanlah satu²nya masyarakat yang disebut Muhammad lenyap sama sekali. Muhammad mengatakan masyarakat Midian hidup di jaman Sodom dan Gomorah, dan akhirnya lenyap dari sejarah manusia. Di Qur’an, Sura Hud (11), ayat 89, Muhammad menciptakan tokoh Nabi Syuaib yang katanya berbicara dengan masyarakat Midian. Syuaib berkata pada mereka:

Hai kaumku, janganlah hendaknya pertentangan antara aku (dengan kamu) menyebabkan kamu menjadi jahat hingga kamu ditimpa azab seperti yang menimpa kaum Nuh atau kaum Hud atau kaum Saleh, sedang kaum Lut tidak (pula) jauh (tempatnya) dari kamu.

Huda dan Saleh merupakan nama² Nabi yang dikatakan Muhammad mengunjungi suku² Ad dan Thamud. Dia memberi tanggal waktu bagi orang² Midian yang sangat dekat dengan waktu terjadinya hukuman Tuhan pada Lut, hanya satu atau dua generasi dari kehancuran kota Sodom dan Gomorah yang terjadi di tahun 2070 SM. Menurut kronologi Muhammad, masyarakat Midian hidup sekitar 2040-2010 SM.

Alkitab mengatakan kisah yang lain. Kaum Midian berasal dari Keturah, di mana Abraham menikah setelah Sarah wafat, seperti yang dilaporkan di Kejadian 25:1-6

Abraham mengambil pula seorang isteri, namanya Ketura.
Perempuan itu melahirkan baginya Zimran, Yoksan, Medan, Midian, Isybak dan Suah.
Yoksan memperanakkan Syeba dan Dedan. Keturunan Dedan ialah orang Asyur, orang Letush dan orang Leum.
Anak-anak Midian ialah Efa, Efer, Henokh, Abida dan Eldaa. Itulah semuanya keturunan Ketura.
Abraham memberikan segala harta miliknya kepada Ishak,
tetapi kepada anak-anaknya yang diperolehnya dari gundik-gundiknya ia memberikan pemberian; kemudian ia menyuruh mereka--masih pada waktu ia hidup--meninggalkan Ishak, anaknya, dan pergi ke sebelah timur, ke Tanah Timur.


Hanya setelah abad ke 18 SM saja keturunan Midian membentuk sebuah negara.

Inilah keterangan Muhammad dari Qur’an, Sura Hud (11), ayat 94,95, yang menyebut kaum Midian dilenyapkan seluruhnya:

Dan tatkala datang azab Kami, Kami selamatkan Syuaib dan orang-orang yang beriman bersama-sama dengan dia dengan rahmat dari Kami, dan orang-orang yang lalim dibinasakan oleh satu suara yang mengguntur, lalu jadilah mereka mati bergelimpangan di rumahnya.
Seolah-olah mereka belum pernah berdiam di tempat itu. Ingatlah, kebinasaanlah bagi penduduk Mad-yan sebagaimana kaum Tsamud telah binasa.


Melenyapkan kaum Midian dari sejarah peradaban manusia di masa yang sama dengan masa Lut masih hidup menunjukkan bahwa Muhammad sama sekali tak mengenal sejarah kaum tersebut. Tidak hanya dia tak mengetahui kronologi masyarakat dalam sejarah, tapi dia pun menghilangkan negara² dari sejarah peradaban manusia di masa yang dekat dengan masa hidupnya. Dia mengatakan bahwa mereka telah lenyap di jaman kuno.

Di lain pihak, Alkitab banyak menjelaskan mengenai kaum Midian. Musa hidup bersama mereka selama 40 tahun ketika dia berada di Sinai selatan. Dia menikahi seorang wanita Midian. Mertua Musa yakni Jethro adalah pendeta kaum Midian, dan Musa tidak pernah mengatakan kaum Midian hancur lenyap seperti yang dikatakan Qur’an. Musa juga tidak pernah menyebut Syuaib, nabi yang dikatakan Muhammad mengunjungi kaum Midian. Sejarah menunjukkan bahwa kaum Midian terus hidup di Sinai dan Arabia utara sejak jaman Perjanjian Lama, dan sampai masa Kristen pula.


Dalam Qur’an, Muhammad mengatakan Suatu Teriakan Gaib Menghancurkan Kota Antiokhia di Abad 1 M

Muhammad mengatakan dalam Qur’an-nya bahwa suatu teriakan gaib menghancurkan masyarakat kota Antiokhia di abad 1 M. Inilah keterangannya di Qur’an, Sura Ya Sin (36), ayat 13:

Dan buatlah bagi mereka suatu perumpamaan, yaitu penduduk suatu negeri ketika utusan-utusan datang kepada mereka;
(yaitu) ketika Kami mengutus kepada mereka dua orang utusan, lalu mereka mendustakan keduanya; kemudian Kami kuatkan dengan (utusan) yang ketiga, maka ketiga utusan itu berkata: "Sesungguhnya kami adalah orang-orang yang diutus kepadamu".
Mereka menjawab: "Kamu tidak lain hanyalah manusia seperti kami dan Allah Yang Maha Pemurah tidak menurunkan sesuatu pun, kamu tidak lain hanyalah pendusta belaka".
Mereka menjawab: "Sesungguhnya kami bernasib malang karena kamu, sesungguhnya jika kamu tidak berhenti (menyeru kami), niscaya kami akan merajam kamu dan kamu pasti akan mendapat siksa yang pedih dari kami".


Para pencerita Hadis dan Sira membenarkan bahwa kota yang disebut dalam QS 36:13 ini adalah Antiokhia di Asia Minor. Al-Khurtubi dalam tafsir Qur’an-nya membenarkan bahwa Antiokhia adalah kota yang dimaksud dalam ayat tersebut. [18]
[18] Al-Khurtubi, Al Jama' al-Ahkam al-Quran, 15, hal. 14; Abu Hayyan Al-Andalusi, Tafsir al-Baher al-Muhit, 7, hal. 327.

Sudah jelas bahwa yang dimaksud Muhammad sebagai utusan² di ayat itu adalah Barnabas dan Paulus, dua rasul yang mengajar dan berkhotbah di Antiokhia. Lalu kesaksian mereka di kota itu dikuatkan dengan kehadiran Silas, yang dikatakan Qur’an dengan jelas sebagai “Kami kuatkan dengan (utusan) yang ketiga.”

Image
Letak kota Antiokhia di Syria dan kota Antiokhia, Pisidia. Kota² ini dikunjungi Rasul Paulus. Muhammad tak tahu bahwa ada dua kota Antiokhia, dan dia menggabungkan saja keduanya jadi satu.

Ancaman rajam bagi para rasul tidak terjadi di Antiokhia (di Syria, sekarang adalah Antakya, Turki) seperti yang dikatakan Qur’an, tapi di Antiokhia lain di Pisidia (dekat propinsi Galatia). Rupanya Muhammad tidak mengetahui missi pertama ke Antionkhia Syria, dan perjalanan misionari seterusnya, seperti yang dilaporkan di kitab Kisah Para Rasul. Kita baca di kitab tersebut bahwa Roh Kudus mengirim Paulus dan Barnabas untuk melakukan misi perjalanan dan Markus kemudian ikut bergabung. Di Antiokhia Pisidia, orang² melempari mereka dengan batu. Rupanya Muhammad mengira Antiokhia Pisidia adalah sama dengan kota besar Antiokhia di Syria, sehingga dia menggabung begitu saja dua kejadian misi tersebut dalam satu paragraf di Qur’an. Memang dia itu punya kebiasaan melaporkan bab² penting Alkitab dalam kalimat² dan paragraf² yang pendek dan ngawur.

Lalu kita baca pula dalam Sura 36 ayat 29 bahwa ada teriakan gaib yang menghakimi dan menghancurkan penduduk Antiokhia sehingga “satu teriakan suara saja; maka tiba-tiba mereka semuanya mati.” Para pelapor hadis membenarkan bahwa kota Antiokhia dihancurkan, bersama raja dan penduduknya karena teriakan itu. Salah satu pelapor hadis adalah Qatada, pelapor utama dari hadis² Muhammad. Pelapor utama lainnya adalah Abdullah ibn Abbas, [19] saudara sepupu Muhammad. Perkataan² Ibn Abbas bahkan dianggap Muslim nomer dua terpenting setelah Qur’an.
[19] Tabari Abi Jaafar bin Jarir, Tarikh al-Tabari, Dar al-Kutub al-Ilmiyeh, (Beirut-Lebanon, 1991), Volume pertama, hal. 379, 380.

Kota Antiokhia di jaman Kristen penuh dengan para filsuf dan ahli geografi Yunani, dan juga para ketua umat Kristen. Kita memiliki banyak peninggalan naskah dari Antiokhia bahkan tentang kejadian² yang kurang penting sekalipun. Banyak catatan dari sejarawan Romawi yang mencatat dengan tepat segala perbuatan penting yang dilakukan sang Kaisar di setiap kota. Meskipun kota Antiokhia merupakan kota ketiga terpenting Romawi setelah kota Roma dan Alexandria, tiada laporan apapun yang menyebut tentang teriakan gaib yang menghancurkan penduduknya, bahkan sebagian saja pun tidak. Muhammad tidak sadar bahwa dongengnya tentang teriakan gaib itu tidak ditunjang dengan fakta apapun di Antiokhia, Asia Minor. Hal ini menunjukkan kebodohan para sahabat Muhammad yang percaya saja keterangan salah tersebut. Mereka bahkan tidak tahu akan kebudayaan dunia beradab Antiokhia yang dikatakan Qur'an sudah lenyap itu ternyata yang masih ada di jaman mereka.

Qurr’an menunjukkan petunjuk kronologi sejarah yang salah ketika menyatakan berbagai kalimat yang tak dapat dipertanggungjawabkan, kekeliruan tokoh² Alkitab, dan pengacauan fakta sejarah. Muhammad memanfaatkan para pengikutnya di Medina yang kebanyakan tak mengerti sejarah. Muhammad menggunakan kebodohan mereka yang tak bisa membedakan antara fakta dan dongengnya. Apakah Muslim jaman sekarang masih terus membela Qur’an sedangkan fakta sejarah menunjukkan kesalahan Qur’an yang sangat jelas?
User avatar
Adadeh
 
Posts: 8461
Images: 414
Joined: Thu Oct 13, 2005 1:59 am

Re: Rafat Amari: Islam, Ditinjau dari Pengamatan Sejarah

Postby kufirandproud » Tue Dec 14, 2010 10:10 am

asik ada yg baru :turban:
kufirandproud
 
Posts: 528
Joined: Tue May 26, 2009 1:41 pm

Re: Rafat Amari: Islam, Ditinjau dari Pengamatan Sejarah

Postby I Want You » Tue Dec 14, 2010 10:20 am

numpang nandain juga ! makin di baca , makin menarik ! =D> =D> =D>

setelah selesai , mau gua jilid-jadiin salah satu buku koleksi , sebagai bahan referensi debat langsung dengan muslim2 bebal. :green:
User avatar
I Want You
 
Posts: 2394
Joined: Thu May 07, 2009 2:20 pm
Location: Serambi Yerusalem

Hud-Hud, Salomo, dan Syeba

Postby Adadeh » Tue Dec 14, 2010 3:43 pm

Burung Hupu (Hud-Hud), Salomo (Sulaiman) dan Ratu Syeba (Saba)

Perbandingan antara narasi Alkitab tentang Kedatangan Ratu Saba pada Raja Salomo dengan Narasi Dongeng Nabi Sulaiman di Qur’an

Kita akan membandingkan posisi Qur’an tentang kedatangan Ratu Sheba kepada Raja Salomo dengan Alkitab dan fakta sejarah tentang kunjungan ini.

Pertama-tama, perlu diperhatikan hubungan dagang antara Saba atau Sheba di negara² Yemen dan Mediterania seperti Israel.

Tuhan menganugerahi Salomo dengan hikmat yang sangat besar sehingga raja² lain ingin mendengar hikmatnya dan datang padanya dengan membawa berbagai hadiah, termasuk Ratu Sheba. Di kitab Raja² I, bab 10, kita baca kedatangan Ratu Sheba kepada Raja Salomo sebagai berikut:

Ketika ratu negeri Syeba mendengar kabar tentang Salomo, berhubung dengan nama TUHAN, maka datanglah ia hendak mengujinya dengan teka-teki.
Ia datang ke Yerusalem dengan pasukan pengiring yang sangat besar, dengan unta-unta yang membawa rempah-rempah, sangat banyak emas dan batu permata yang mahal-mahal. Setelah ia sampai kepada Salomo, dikatakannyalah segala yang ada dalam hatinya kepadanya.
Dan Salomo menjawab segala pertanyaan ratu itu; bagi raja tidak ada yang tersembunyi, yang tidak dapat dijawabnya untuk ratu itu.
Ketika ratu negeri Syeba melihat segala hikmat Salomo dan rumah yang telah didirikannya,
makanan di mejanya, cara duduk pegawai-pegawainya, cara pelayan-pelayannya melayani dan berpakaian, minumannya dan korban bakaran yang biasa dipersembahkannya di rumah TUHAN, maka tercenganglah ratu itu.
Dan ia berkata kepada raja: "Benar juga kabar yang kudengar di negeriku tentang engkau dan tentang hikmatmu,
tetapi aku tidak percaya perkataan-perkataan itu sampai aku datang dan melihatnya dengan mataku sendiri; sungguh setengahnyapun belum diberitahukan kepadaku; dalam hal hikmat dan kemakmuran, engkau melebihi kabar yang kudengar.
Berbahagialah para isterimu, berbahagialah para pegawaimu ini yang selalu melayani engkau dan menyaksikan hikmatmu!
Terpujilah TUHAN, Allahmu, yang telah berkenan kepadamu sedemikian, hingga Ia mendudukkan engkau di atas takhta kerajaan Israel! Karena TUHAN mengasihi orang Israel untuk selama-lamanya, maka Ia telah mengangkat engkau menjadi raja untuk melakukan keadilan dan kebenaran."
Lalu diberikannyalah kepada raja seratus dua puluh talenta emas, dan sangat banyak rempah-rempah dan batu permata yang mahal-mahal; tidak pernah datang lagi begitu banyak rempah-rempah seperti yang diberikan ratu negeri Syeba kepada raja Salomo itu.



Kapan sih Ratu Syeba Berkunjung Menemui Raja Salomo?

Kitab 1 Raja² menjelaskan bahwa Raja Salomo telah menyelesaikan tugas²nya yang terpenting sebelum kedatangan Ratu Syeba. Tugas² tersebut antara lain adalah pembangunan Bait Allah di Yerusalem, pembangunan istananya, dan pembentukan armada angkatan lautnya dengan bantuan Hiram, Raja Tirus. (Kemudia Salomo menikah dengan putri Hiram.)

Image
Istana Raja Salomo.

Image
Bait Allah yang dibangun Salomo.

Salomo naik takhta di tahun 971 SM. Lima tahun kemudian, dia mulai membangun Bait Allah, dan selesai 7 tahun kemudian, yakni sekitar 959 SM. Lalu dia mulai membangun istananya. Menurut 1 Raja² 7:1, “Salomo membangun juga istana untuk dirinya. Pembangunan istana itu makan waktu tiga belas tahun. “ Ini berarti istana selesai dibangun sekitar tahun 945 SM. Lalu dia ingin berdagang emas dengan negeri Ofir di teluk Persia, maka dia membangun angkatan laut di Ezion-Geber dekat Elath di Laut Merah. Kita baca keterangan tersebut di 1 Raja² 9:26-28 sebagai berikut:

Untuk armadanya, Raja Salomo membuat kapal-kapal di Ezion-Geber, dekat Elot di pantai Teluk Akaba, wilayah Edom.
Raja Hiram mengirim awak-awak kapalnya yang berpengalaman untuk berlayar bersama awak-awak kapal Salomo.
Pernah mereka berlayar ke negeri Ofir untuk mengambil 14.000 kilogram emas dan membawanya kepada Salomo.


Menurut Alkitab, semua prestasi ini dilakukan sebelum Ratu Syeba tiba di Yerusalem. Jika dihitung waktunya, maka kedatangan Ratu Syeba adalah antara tahun 940 sampai 935 SM.


Bagaimana Ratu Syeba (Saba) Mengetahui Hikmat Besar Salomo?

Kita mungkin bertanya bagaimana Ratu Syeba bisa mengetahui besarnya hikmat Salomo? Ada kemungkinan bahwa para pedagang Sabi telah melakukan perjalanan dagang dari Arabia Utara di abad ke 10 SM. Jika hal ini benar, maka kota² ber-oasis seperti Thema, Didan, dan Qedar, hanyalah desa² kecil saja, yang menyediakan fasilitas dagang sepanjang jalan dari Yemen ke Israel. Kemungkinan inilah alasan mengapa sang Ratu bertekad untuk melakukan perjalanan ke Yerusalem dan bukannya berlayar melalui laut. Di abad sebelumnya, tidaklah mungkin untuk melakukan perjalanan melalui daratan.

Aku yakin bahwa nama Salomo telah terkenal di Saba bertahun-tahun sebelum Ratu Syeba datang berkunjung karena armada lautnya yang besar. Kapal² Salomo berlayar di sepanjang Laut Merah ke Ofir di Teluk Persia dan banyak melakukan persinggahan di berbagai pelabuhan, dan sebagian adalah pelabuhan² Saba (Syeba) yang merupakan persinggahan terpenting di Laut Merah. Pelabuhan² Saba merupakan tempat di mana kapal² dagang mengambil perbekalan air dan makanan. Hal ini membuat Raja Israel itu terkenal diantara para pelaut karena hikmatnya, Bait Allah-nya yang megah, dan dianggap sebagai keajaiban dunia kuno, sejajar dengan kebesaran Tembok Besar China dan piramid² Mesir. Masyarakat Israel dan raja² lain kagum akan kebijakan Salomo, dan hal inilah yang disampaikan para pelaut Israel kepada orang² ketika sedang berlabuh di pelabuhan² Saba.

Bertahun-tahun sebelum armada angkatan laut Salomo terbentuk, Raja Hiram dari Tunisia mulai menyebarkan armadanya dari Laut Merah sampai Teluk Persia. Hiram berlayar ke Ofir, melalui pelabuhan² Saba. Seperti yang telah kita ketahui, Hiram berdagang di Mediterania dan menyediakan bagi Salomo, menantunya, emas, kayu² istimewa, dan batu² berharga. Negara² Mediterania dihubungkan oleh Teluk ke negara² besar lain seperti Dilmun (sekarang Bahrain) dan Magan (sekarang Oman). Di sana juga terdapat pelabuhan² yang kaya raya seperti Jerra, yang merupakan tempat dagang dengan India dan menyediakan barang² Asia jauh bagi orang² Tunisia. Dengan adanya hubungan ini, kabar tentang para raja, termasuk Salomo, tersebar luas ke berbagai kerajaan di seluruh jalur perdagangan laut internasional. Ini memungkinkan para penguasa mengetahui kebijakan Salomo dan akhirnya mereka mencoba berhubungan dekat dengannya. Kita lihat keterangan ini di Alkitab, 1 Raja² 4:31,34 sebagai berikut:

Ia lebih bijaksana dari pada semua orang, ...
Maka datanglah orang dari segala bangsa mendengarkan hikmat Salomo, dan ia menerima upeti dari semua raja-raja di bumi, yang telah mendengar tentang hikmatnya itu.


Semua lalulintas laut dari India ke Teluk Persia melampaui pelabuhan² Saba, dan membawa pula semua berita dari daerah Mediterania, terutama berita tentang Raja Salomo yang terkenal akan hikmatnya dari Tuhan. Dia jadi terkenal di pelabuhan² Saba. Dengan demikian bagaimana mungkin Ratu Saba (Syeba) tak pernah mendengar tentang Raja bijak dari Yerusalem seperti yang dikatakan Qur’an? Apakah mungkin Ratu Syeba merupakan satu²nya penguasa di Timur Tengah yang tak pernah mendengar tentang Raja Salomo? Koneksi maritim antara Salomo dan Ofir di daerah Teluk melampaui Saba membuat kita yakin bahwa Ratu Syeba adalah penguasa pertama yang mendengar tentang kerajaan Salomo. Dengan demikian, ada kemungkinan pula bahwa Raja Salomo bersahabat dengan kerajaan Saba dan Ratunya.


Dongeng Qur’an tentang Kunjungan Ratu Syeba kepada Raja Salomo, Dicontek dari II Targum Esther

Sungguh sukar dipercaya bahwasanya Qur’an mengatakan bahwa Raja Salomo (Sulaiman) tidak pernah mendengar Kerajaan Saba atau Ratunya yang terkenal sampai seekor burung hupu mengatakan padanya tentang sang Ratu. Qur’an, Sura al-Naml (Semut²) (27), mengisahkan dongeng kunjungan Ratu Saba kepada Sulaiman. Sulaiman mengumpulkan tentaranya yang terdiri dari para Jin (setan dedemit), orang², dan burung² untuk memerangi semut². Setelah itu Sulaiman tidak melihat kehadiran burung hupu (hud-hud) dan mengancam akan menyembelihnya. Burung hupu datang membawa kabar tentang negara Saba dan Ratunya. Lalu Sulaiman mengirim pesan melalui burung hupu bahwa dia akan menyerang jika Ratu tidak tunduk padanya. Ratu pun lalu tunduk tapi sebelum dia datang, Jin Iprit, di bawah perintah Sulaiman, membawa singgasana Ratu ke Yerusalem dalam waktu sedetik.

Image
Burung hupu atau hud-hud.

Dongeng Qur’an ini dicontek Muhammad dengan sedikit perubahan dari buku dongeng Yahudi yang berjudul II Targum Esther. Burung dalam dongeng Targum adalah ayam jantan liar, sedangkan di Qur’an adalah burung hupu. Targum mengisahkan elang² membawa singgasana Ratu, sedangkan Qur’an menggunakan Jin Iprit. Selain itu, dongeng Qur’an sama persis seperti dongeng Targum.

Buku II Targum Eshter ditulis sebelum jaman Yesus dan tersebar luas diantara suku² Arab yang memeluk agama Yudaisme. Dongeng ini pun tercantum dalam syair² Arab yang ditulis sebelum jaman Muhammad, dan syair² orang² yang mengaku sebagai Nabi di Arabia sebelum jaman Muhammad. Salah satu dari mereka adalah Umayya bin Abi al-Salt, sepupu Muhammad dari pihak ibu. [20] Sebelum Umayya, Tubb’a, pemimpin Yemen yang menguasai kota Mekah di sekitart tahun 425 M, berbicara tentang burung hupu, Salomo dan Ratu Syeba . [21] Hal ini karena ketika Tubb’a menguasai Yathrib (nama asli Medina), membawa dua rabi dari masyarakat Yahudi dan membawa mereka ke Yemen. Merekalah yang menyampaikan berbagai dongeng Yahudi kepada Tubb’a, dan Tubb’a lalu memasukkan dongeng² tersebut ke dalam puisi²nya. [22] Diantara dongeng² itu adalah dongeng tentang burung hupu yang menemukan kerajaan Syeba dan lalu memberitahu Raja Salomo. Hal ini membuktikan bahwa buku II Targum Eshter di jaman Tubb’a (paruh awal abad 5 M) telah tersebar luas diantara masyarakat Yahudi di Arabia.
[20] Diwan Umayya Bin Abi al-Salet, hal. 26; dikutip oleh Jawad Ali, al-Mufassel Fi Tarikh al-Arab Khabel al-Islam, Dar al-Ilem Lialmalain, (Beirut, 1978), Volume vi, hal. 490
[21] Tarikh al-Tabari, Abi Jaafar Bin Jarir al-Tabari, Dar al-Kutub al-Ilmiyeh, (Beirut-Lebanon, 1991), I, hal. 426- 429
[22] Tarikh al-Tabari, I, hal. 426-428; al-Ya'akubi I, 226


Seperti yang telah kukatakan sebelumnya, Qur’an mencontek dongeng dari II Targum Esther dengan sedikit perubahan. Targum menyatakan bahwa Ratu Syeba datang di istana Salomo, yang sedang duduk di atas air dan Ratu pun mengangkat gaunnya. Qur’an mencontek kejadian ini dari narasi Targum. Inilah paragraf dari Targum:

Sekarang ketika Raja Salomo mendengar bahwa Ratu sedang datang menujunya, Raja bangkit dan duduk di dalam kolam pemandiannya. Ketika Ratu melihat Raja sedang duduk dalam sebuah kolam pemandian, dia berpikir, “Sang Raja tentunya sedang duduk dalam air.” Maka dia mengangkat gaunnya dan berjalan masuk air. Ketika melihat bulu² kakinya, maka Raja Salomo berkata, “Kecantikanmu adalah kecantikan wanita, tapi buku kakimu seperti bulu kaki pria.” Bulu kaki tampak bagus pada pria, tapi memalukan jika pada wanita.

Muhammad mencontek kisah Targum ini dalam Qur’an, Sura al-Naml (27), ayat 44:
Dikatakan kepadanya: "Masuklah ke dalam istana". Maka tatkala dia melihat lantai istana itu, dikiranya kolam air yang besar, dan disingkapkannya kedua betisnya.
User avatar
Adadeh
 
Posts: 8461
Images: 414
Joined: Thu Oct 13, 2005 1:59 am

Re: Rafat Amari: Islam, Ditinjau dari Pengamatan Sejarah

Postby harahap » Tue Dec 14, 2010 4:22 pm

terimakasih ADADEH .. mau kasi terjemahan .. gak bakalan bisa baca buku kaya gini kalo gak di iff
bab IV menarik bangetttt ...
Last edited by harahap on Sat Dec 18, 2010 8:39 pm, edited 1 time in total.
User avatar
harahap
 
Posts: 2129
Joined: Mon Sep 27, 2010 12:09 pm

Re: Rafat Amari: Islam, Ditinjau dari Pengamatan Sejarah

Postby APEL EMAS » Tue Dec 14, 2010 4:36 pm

wah trhead yang bagus ...!!! perlu ditandaiin nih...!!! bravo..bravo....!!! =D> =D>
User avatar
APEL EMAS
 
Posts: 903
Joined: Wed Aug 25, 2010 11:42 am
Location: PIKIRAN JERNIH DAN AKAL SEHAT

Re: Rafat Amari: Islam, Ditinjau dari Pengamatan Sejarah

Postby Akukomkamu » Tue Dec 14, 2010 4:44 pm

Hmmm... :-k Topik ini sungguh2 pelengkap buat disertasi saya "Islam n Quran bukanlah suatu agama tp doktrin kebudayaan arab jahilliya yg dilanggengkan oleh bangsa arab". Thx . Bro Adadeh.

Hehehe... :finga: siiip...gw pasti lulus dengan nilai suma cumlaude .hehehe... :lol:


Piss... :heart:
Akukomkamu
 
Posts: 5565
Joined: Sat Jul 11, 2009 11:34 am
Location: "Mengajak onta2 arab unt bisa BERMARTABAT" IFF adalah TEMPAT nya.

Re: Rafat Amari: Islam, Ditinjau dari Pengamatan Sejarah

Postby saksang » Wed Dec 15, 2010 9:23 am

mau lihat muslim membantah tulisan ini, dgn argumen yg kuat .. bukan hasil logika jungkir balik... silahkan bagi yg masih percaya sama nabi arab sakit jiwa...silahkan bantah!!
saksang
 
Posts: 780
Joined: Tue Mar 17, 2009 10:25 pm

Re: Rafat Amari: Islam, Ditinjau dari Pengamatan Sejarah

Postby iluvboy.blogspot » Wed Dec 15, 2010 12:59 pm

:heart:
iluvboy.blogspot
 
Posts: 951
Joined: Wed Oct 21, 2009 6:18 pm

Nimrod (Namrud) dalam Qur’an

Postby Adadeh » Wed Dec 15, 2010 3:08 pm

Nimrod (Namrud) dalam Qur’an

Menurut kitab Kejadian 10:8-11, Nimrod merupakan pembangun pertama kota² tua Mesopotamia. Dia adalah putra Kush, putra Ham, putra Nuh. Diperkirakan dia hidup diantara tahun 5000 – 4500 SM. Silsilah keturunan versi Islam menyatakan dengan benar bahwa Nimrod adalah putra Kush, tapi salah saat mengatakan dia hidup di sekitar jaman Abraham. [23]
[23] Tarikh al-Tabari, I, hal. 128

Kejadian 10:8-11
Kush memperanakkan Nimrod; dialah yang mula-mula sekali orang yang berkuasa di bumi;
ia seorang pemburu yang gagah perkasa di hadapan TUHAN, sebab itu dikatakan orang: "Seperti Nimrod, seorang pemburu yang gagah perkasa di hadapan TUHAN."
Mula-mula kerajaannya terdiri dari Babel, Erekh, dan Akad, semuanya di tanah Sinear.
Dari negeri itu ia pergi ke Asyur, lalu mendirikan Niniwe, Rehobot-Ir, Kalah
dan Resen di antara Niniwe dan Kalah; itulah kota besar itu.


Kesalahan tentang masa hidup Nimrod ini sengaja dibuat agar sesuai dengan kesalahan Qur’an, yang mengatakan bahwa Nimrod berkuasa di jaman Abraham. Qur’an mengatakan Nimrod menangkap Abraham dan memasukkannya ke dalam api, tapi api tak bisa membakarnya. Silakan baca kisah ini di Qur’an, Sura al-Anbiya’ (21), ayat 51-70 dan Sura al-Safat (37), ayat 95.


Buku Dongeng Yahudi Midrash Rabbah Merupakan Sumber Dongeng Qur’an tentang Nimrod dan Abraham

Image
Buku Yahudi sumber contekan Mamad: Midrash Rabbah.

Banyak buku Yahudi yang tersebar luas diantara suku² Arabia yang memeluk Yudaisme. Di jaman Muhammad, dongeng Qur’an tentang Abraham dan Nimrod diambil dari buku Yahudi bernama Midrash Rabbah. Kisah tersebut dalam Qur’an sama persis dengan bab 17 dari buku Yahudi tersebut. Penulis Yahudi mengetahui dari Alkitab bahwa Nimrod membangun kota² tertua Mesopotamia, tapi sang penulis rupanya salah menerapkan kisah dari buku Daniel ke kisah di jaman Abraham. Di buku Daniel tertulis bahwa terdapat tiga pemuda Yahudi yang menolak menyembah patung Nebukadnezar, Raja Babilon, dan karenanya mereka dibuang ke dalam api tapi api tak dapat membakar mereka. Selain itu, penulis Midrash Rabbah juga tak memperhatikan fakta perbedaan waktu 3000 tahun yang memisahkan Abraham dan Nimrod.


Muhammad Tidak Tahu Sejarah Alexander Agung, Nimrod, dan Salomo.

Dalam Hadis, Muhammad mengatakan bahwa Nimrod berkuasa atas seluruh dunia dan bahwa Salomo, Nebukadnezar dan Zulkarnaen juga berkuasa atas seluruh dunia. Zulkarnaen berarti “Orang yang bertanduk dua,” dan ini merupakan gelar dari Alexander Agung, seperti yang tertulis dalam literatur Aramaik. Muhammad mengatakan bahwa Salomo dan Alexander Agung adalah Muslim, sedangkan Nimrod dan Nebukadnezar adalah kafir. [24]
[24] Tarikh al-Tabari, I, hal. 142 dan 143

Pernyataan ini jelas salah karena tiadak seorang pun dari keempat pemimpin itu yang berkuasa atas seluruh dunia. Alexander Agung menguasai sebagian kecil Eropa, dan menaklukkan Timur Tengah dan sebagian daratan Asia. Salomo meluaskan kekuasaannya dari Israel sampai sebagian Syria dan Trans Yordan. Nebukadnezar menguasai daerah Mesopotamia dan Mesir. Kekuasaan Nimrod terbatas hanya di Mesopotamia saja. Tiada seorang pun dari mereka yang menguasai seluruh dunia.

Hadis Muhammad juga salah saat mengatakan siapa dari keempat orang itu yang Muslim dan siapa yang kafir. Alexander Agung sudah jelas merupakan raja pagan yang suka akan berhala² milik kota² yang ditaklukkannya. Meskipun demikian, Muhammad dengan gampangnya mengatakan bahwa Alexander adalah seorang pemimpin Muslim yang melakukan Jihad, perang suci, untuk menyebarkan Islam ke seluruh dunia. (Aku akan membahas hal ini lebih lanjut di bagian berikut.) Dongeng Qur’an tentang Alexander Agung dan Salomo diambil dari berbagai sumber Arab, terutama syair² yang diucapkan berbagai orang selama perubahan jaman, dan banyak dari mereka yang mengaku sebagai nabi.


Alexander Agung dan Dongeng² Persia

Alexander Agung terkenal sebagai pagan sejati dan penyembah berhala. Tapi Muhammad mengatakan bahwa Alexander adalah budak Allah yang melakukan Jihad untuk menyebarkan Islam ke seluruh dunia.

Selain buta akan kronologi sejarah, Muhammad juga menambahkan hukuman² ilahi pada negara² dan menghilangkan mereka dari sejarah, padahal negara² itu masih eksis sampai hampir ke masa hidupnya. Sama seperti nabi² agama Jin Arab, Muhammad juga memasukkan tokoh² sejarah penting ke dalam agama Islam.

Dalam Qur’an-nya, Muhammad menyebut Alexander Agung sebagai Zulkarnaen, atau “orang yang bertanduk dua.” Gelar ini tercantum dalam buku The Romance of Alexander, yang berbahasa Aramaik dan tersebar diantara umat Kristen Nasrani sebelum jaman Islam. Versi² tua buku ini bahkan berjudul Zulkarnaen.

Image
Buku sumber Qur'an: "The Romance of Alexander" atau "Zulkarnaen".

Alexander Agung digambarkan di berbagai uang logam kerajaan dengan dua tanduk di kepala untuk melambangkan bahwa dia menaklukkan dunia Barat dan Timur. Alexander terkenal sebagai tokoh pagan yang meminta nasehat berbagai pendeta² dewa-dewi Yunani sebelum melakukan penyerangan militer, dan dia juga menyembah berhala² di berbagai kota yang ditaklukkannya. Dia juga mengakui bahwa dia adalah dewa, putra dewa utama Yunani yakni Zeus. Ketika Alexander mendengar bahwa Philotas, pemimpin pasukan berkuda, mengejeknya karena mengaku sebagai putra Zeus, Alexander menjadi sangat marah dan menangkap Philotas, menghakiminya, dan menjatuhkan hukuman mati. Pengakuan Alexander bahwa dirinya adalah dewa tertulis di berbagai tulisan klasik kuno. Sejarawan Agatharchides menulis:

Alexander, yang tak terkalahkan di medan perang, tidak bernasib baik dalam hubungan pribadinya. Dia terjerat dengan pujian², dan tatkala dia mengatakan dirinya adalah putra Zeus, dia tak menganggap dirinya diejek, tapi dikagumi karena minatnya akan hal yang mustahil dan sikapnya yang melupakan wujud alaminya. [25]
[25] Agatharchides dari Cnidus, on the Erythraean Sea, buku I, 17, diterjemahkan dan diedit oleh Stanley Burstein, The Hakluyt Society London, 1989, hal. 52.

Aristobulus, saksi yang bekerja sebagai insinyur bagi Alexander, menerangkan alasan mengapa Alexander berencana menaklukkan Arabia. Aristobulus berkata:

Ketika Alexander mengetahui bahwa orang² Arab menyembah dua dewa utama, dia mengira bahwa mereka akan menyembahnya pula sebagai dewa ketiga jika dia berhasil menaklukkan mereka dan memperbolehkan mereka mempertahankan adat kakek moyang mereka. [26]
[26] The Geography of Strabo, Buku XVI .I. 11, The Geography of Strabo, Volume VII, Harvard University Press, 1966, hal. 211.

Meskipun fakta² literatur sudah jelas, tapi Muhammad tetap saja mengatakan Alexander Agung sebagai Muslim yang menyembah Allah. Muhammad mengatakan perang² Alexander sebagai perang Jihad untuk membenarkan tindakannya menyebarkan peperangan terhadap suku² Arab dan Yahudi yang tak melakukan kesalahan apapun padanya.


Muhammad mencontek dongeng Zoroastria dan menerapkannya pada kisah Gog (Ya'juj) dan Magog (Makjuj), dua tokoh Alkitab. Dia mengganti tokoh dongeng Zoroasteria dengan Alexander Agung.

Muhammad mencontek berbagai dongeng terkenal dari berbagai agama di jamannya dan memasukkannya ke dalam Qur’an, dengan mengganti nama tokoh² penting dengan tokoh² Alkitab atau sejarah. Contohnya, dia mencontek dongeng Zoroastria tentang Azi Dahak, sosok jahat yang dirantai di gunung timur oleh Fredun, tokoh pahlawan dongeng itu. Umat Zoroastria percaya bahwa Azi Dahak tetap dirantai di situ sepanjang jaman. Di akhir jaman, dia akan dibebaskan untuk menyerang dunia.

Image
Azi Dahak yang dirantai di gunung sampai akhir jaman.

Menurut Dinkard, buku 7 dan bab 13, di dongeng Zoroastria berikutnya, Azi Dahak bertanggungjawab atas penduduk jahat yang dikenal sebagai orang² Mazendara. [27] Orang² Khvanira hidup berdekatan dengan orang² Mazendara. Mereka mengeluh pada Fredun tentang orang² Mazendara yang dianggap berbahaya. [28] Dengan gerakan gaib pada hidungnya, Fredun membelah tanah orang² Mazendara dengan menerapkan pembatas alamiah bagi kedua bangsa itu. Mereka tetap terpisah sampai akhir jaman, [28] lalu mereka akan menyerang dunia. Dongeng Zoroastria terus berkembang di jaman Kristen. Setan² Mazendara akhirnya disebut sebagai setan² Mazonik. Kai-Us, tokoh dongeng lainnya, membangun struktur metal untuk mengurung mereka sampai akhir jaman, karena mereka berbahaya bagi seluruh dunia. [29]
[27] Dinkard-Book VIII, Bab XIII, 9, Pahlavi Texts, Part IV, diterjemahkan oleh E.W. West, The Sacred Books of the East, Volume 37, diterbitkan oleh Motilal Banarsidass, Delhi, 1969, hal. 28
[28] Dinkard-Book IX, Bab XXI, 17- 19, Pahlavi Texts, Part IV, diterjemahkan oleh E.W. West, The Sacred Books of the East, Volume 37, diterbitkan oleh Motilal Banarsidass, Delhi, 1969, hal. 216
[29] Dinkard-Book IX, Bab XXI, 22-23, Pahlavi Texts, Part IV, diterjemahkan oleh E.W. West, The Sacred Books of the East, Volume 37, diterbitkan oleh Motilal Banarsidass, Delhi, 1969, hal. 218


Dongeng² Persia di abad ke 5 dan 6 M mengisahkan para raja yang memenjarakan orang² dengan cara membangun bendungan atau tembok diantara dua gunung. Contohnya adalah dongeng tentang Kesrah, Raja Persia, yang membangun tembok diantara dua gunung untuk memenjarakan masyarakatnya. [30] Hal ini dicontek Muhammad dalam Qur’an di mana Alexander Agung memenjarakan Gog dan Magog dalam bendungan metal yang dibangunnya diantara dua tembok.
[30]Dinkard-Book IX, Bab XXII, 4-9, Pahlavi Texts, Part IV, diterjemahkan oleh E.W. West, The Sacred Books of the East, Volume 37, diterbitkan oleh Motilal Banarsidass, Delhi, 1969, hal. 220-222

Muhammad juga mencontek seluruh dongeng Persia tentang bagaimana Azi Dahak dan masyarakat Mazendara dipenjara. Menurut Muhammad, ketika Alexander sedang berada di Asia, dia bertemu masyarakat yang disebut Qur’an “tidak mengetahui perkataan apapun.” Masyarakat ini mengeluh pada Alexander tentang Gog dan Magog, yang dianggap berbahaya dan mengancam dunia. Alexander lalu membangun bendungan metal diantara dua gunung dan membungkus bendungan dengan tembaga cair. Di bendungan inilah dia memenjarakan Gog dan Magog, dan bendungan akan dihancurkan di hari kiamat. Gog dan Magog akan dibebaskan untuk menyerang dunia. Hal ini tercantum dalam Qur’an, Sura al-Kahf (18), ayat 98.

Zulkarnain berkata: "Ini (dinding) adalah rahmat dari Tuhanku, maka apabila sudah datang janji Tuhanku Dia akan menjadikannya hancur luluh; dan janji Tuhanku itu adalah benar".

Muhammad mencontek dongeng Zoroastria yang sama, tapi dia mengubah nama Azi Dahak dan masyarakat jahatnya dengan Gog dan Magog, dan mengubah Fredun menjadi Alexander Agung.

Dari manakah Muhammad mendapat nama Gog dan Magog? Dia dengan gampangnya mengambil kedua nama itu dari Alkitab Perjanjian Lama, kitab Yehezkiel di mana Nabi Yehezkiel berbicara tentang Gog dan Magog yang belum ada di jamannya, dan tak ada pula di seluruh sejarah umat manusia, sama seperti umat Zoroastria menggambarkan masyarakat jahat Mazendara. Yehezkiel mengatakan Gog dan Magog sebagai “orang² dari utara,” dan banyak penafsir Alkitab yang mengira ini tentunya negara Rusia di jaman modern, negara Eropa, atau negara dari Uni Sovyet dahulu. Menurut Alkitab, negara dari utara ini akan menyerang Israel setelah masyarakat Israel yang tersebar ke seluruh penjuru dunia kembali ke Palestina. Menurut Yehezkiel, negara yang menyerang ini akan bersekutu dengan negara² lain dengan nama² yang kita kenal sebagai Iran, Libya, dan Kush yang di jaman sekarang adalah Sudan dan sebagian Ethiopia. Nubuat ini kemungkinan menunjuk Sudan sebagai negara penyerang utama. Serangan masa depan terhadap Israel akan dilakukan oleh negara² Islam.

Image

Muhammad tak mengerti akan nubuat Nabi Yehezkiel, sehingga dia menampilkan dongeng Zoroastria sebagai gantinya. Umat Zoroastria yakin bahwa Azi Dahak dan masyarakatnya dirantai di gunung sampai akhir jaman. Muhammad juga percaya akan hal ini. Gog dipenjarakan di dalam bendungan antara dua gunung, seperti yang dikatakan di Qur’an, Sura 18:96, tapi Muhammad mempertaruhkan nubuatnya tatkala dia menggabungkannya dengan ajaran Zoroastria. Dia mengatakan bendungan itu terletak di dekat tempat matahari terbit, yang merupakan tempat yang dikunjungi Alexander Agung. Sudah jelas Muhammad tidak mengira orang akan hidup sangat lama dan berkelana sangat jauh sehingga bisa mencapai tempat matahari terbit. Orang² di jaman Muhammad mengira matahari terbit setiap hari dari kolam, dan konsep ini dipakai orang Persia untuk menjelaskan perbedaan panjang hari. [31] Muhammad pun memakai konsep pemikiran yang sama. [32]
[31] Dinkard-Book IX, Bab XXI, 22-23, Pahlavi Texts, Part IV, diterjemahkan oleh E.W. West, The Sacred Books of the East, Volume 37, diterbitkan oleh Motilal Banarsidass, Delhi, 1969, hal. 220-222
[32] Tarikh al-Tabari, I, hal. 424
User avatar
Adadeh
 
Posts: 8461
Images: 414
Joined: Thu Oct 13, 2005 1:59 am

Re: Rafat Amari: Islam, Ditinjau dari Pengamatan Sejarah

Postby Adadeh » Wed Dec 15, 2010 3:18 pm

Terima kasih atas tanggapannya, temans.

Tahukah kalian bahwa di Qur'an, Sura al-Imron ternyata nama Imron adalah nama Arab bagi Amram, babehnya Musa, Harun, dan Miriam? Muhammad mengira Amram dan Yokhebet itu adalah orangtua Maria ibu Yesus.
Qur’an, Sura al-Imran (3), ayat 35, 36 mengisahkan bahwa istri Imron/Amram yakni Yokhebet melahirkan bayi, yakni Maria yang nantinya jadi ibu Yesus! Ini bukan hanya satu atau dua ayat lagi yang salah besoar kronologi sejarahnya, tapi bahkan seluruh Sura al-Imron!! Nabinya b0doh, maka ajarannya pun bod0h pula. Mana ada orang cerdas cebok pake batu?
User avatar
Adadeh
 
Posts: 8461
Images: 414
Joined: Thu Oct 13, 2005 1:59 am

Next

Return to Buku2 bhs Inggris yg Diterjemahkan kedlm bhs Indonesia



Who is online

Users browsing this forum: No registered users