.

MOON-o-Theism oleh Yoel Natan

MOON-o-Theism oleh Yoel Natan

Postby ali5196 » Sun Jul 18, 2010 6:32 pm

INI VOLUME I dari DUA VOLUME. Judul buku adalah Moonotheism (kepercayaan kepada dewa2 bulan) yang bertentangan dengan Monotheism (kepercayaan kepada satu tuhan)

http://www.amazon.co.uk/Moon-O-Theism-R ... 499&sr=8-1

Image
Last edited by ali5196 on Fri Aug 03, 2012 6:26 pm, edited 2 times in total.
ali5196
 
Posts: 17309
Images: 135
Joined: Wed Sep 14, 2005 5:15 pm

Re: MOON-Theism****

Postby I Want You » Thu Jul 22, 2010 5:32 pm

Wah , buku baru lagi , dari covernya kayaknya kereennnnn !! :green:
User avatar
I Want You
 
Posts: 2394
Joined: Thu May 07, 2009 2:20 pm
Location: Serambi Yerusalem

Postby ali5196 » Thu May 17, 2012 8:00 pm

Pusat2 penyembahan bulan di TImur Tengah:

Image

Image
ali5196
 
Posts: 17309
Images: 135
Joined: Wed Sep 14, 2005 5:15 pm

Re: MOON-o-Theism oleh Yoel Natan

Postby kufirandproud » Thu May 17, 2012 11:07 pm

asik akan ada bacaan baru.nandain dulu ahhh
kufirandproud
 
Posts: 528
Joined: Tue May 26, 2009 1:41 pm

Postby ali5196 » Tue Jul 31, 2012 3:17 am

Image
Kesimpulan: pandangan konsensus dari Noeldeke, Yusuf Ali dan Maududi adalah bahwa ke 24 surat Madinah adalah 002-005, 008-009, 022, 024, 033, 047-049, 057-066, 098, 110. Ke 90 surat lainnya adalah Makiyyah/Mekah.

AH: Anno/Pasca Hijrah (surat Madinah)
BH: Before/Pra Hijrah (surat Makiyyah)
HIjrah dimulai 622M atau 1AH

AH/BH yg di bold dalam kolom diatas berarti: tidak ada konsensus.
ali5196
 
Posts: 17309
Images: 135
Joined: Wed Sep 14, 2005 5:15 pm

Postby ali5196 » Tue Jul 31, 2012 3:34 am

URUTAN PENULISAN SURAT menurut Noeldeke: surat pertama adalah Surat 96, surat kedua adalah Surat 74 dst

Image
ali5196
 
Posts: 17309
Images: 135
Joined: Wed Sep 14, 2005 5:15 pm

Postby ali5196 » Tue Jul 31, 2012 3:45 am

Jangan bingung. Yang dibawah ini menunjukkan urutan penulisan Surat. Jadi Surat 1 (Al Fatihah) adalah yg ditulis di urutan ke 48 dst

Image
ali5196
 
Posts: 17309
Images: 135
Joined: Wed Sep 14, 2005 5:15 pm

Postby ali5196 » Tue Jul 31, 2012 3:50 am

DAFTAR KRONOLOGI SURAT dengan catatan Jihad

Image

Image
ali5196
 
Posts: 17309
Images: 135
Joined: Wed Sep 14, 2005 5:15 pm

Postby anne » Wed Aug 01, 2012 10:44 pm

Ringkasan Tiap Bab

Bab 1: Agama Dewa Perang Moon-o-theistik

Bab ini membahas pertanyaan “Lantas Kenapa?” sehubungan dengan mengapa kaum non-Muslim harus mempelajari apakah Islam memuja dewa pagan perang. Babi ini juga membahas apakah memang benar Islam adalah agama damai seperti yang sering dikatakan para apologis.

Bab ini mengandung beberapa tabel ttg bagaimana Islam masih merupakan agama dewa perang, tabel yang cukup panjang adalah Khidr-Second Lamech Logic Table.

Ringkasan Bab 2 : Moon-o-theistik Timur Tengah

Gagasan bahwa Allah adalah dewa bulan bisa saja terdengar tidak masuk akal, sebelum anda belajar agama-agama pra-Islam di Timur Tengah. Bab ini mencakup deskripsi ringkas mengenai pusat-pusat pemujaan dewa bulan di Timur Tengah. Pusat-pusat pemujaan ini dapat dilihat di lampiran peta dan di Indeks:

*) Dewa-dewa bulan: Allah, ‘Amm, Ilumquh, Mahram, Osiris (atau Osiris-Aah), Sin/Syn, Wadd, Yerah.
*) Pusat-pusat pemujaan Bulan: Aksum, Beth Yerah, Haran, Hazor, Huraydah, Jericho, Marib, Makka, Nayrab, Qarnaw, Shabwa, Gurun Sinai, Tema, Timna, Ur dan Gurun Zin.


Image

Image


Sosok tuhan ganas, kejam yang digambarkan dalam Quran konsisten, bukan dengan Tuhan Alkitab, namun dengan dewa perang dan dewa bulan Arab Selatan.

Hans Krauss menulis:
…dewa utama, dewa perang bangsa tersebut…ini ada diseluruh Arab Selatan, ya, hampir di semua monumen Semitik, teridentifikasi jelas tanda dewa bulan.24 [Nielsen, 1912, hal.593-594, sesuai terjemahan Krause, “Haram-Harimat.”]

Bab ini diakhiri dengan kajian dan akhirnya menolak pandangan minoritas yang bertentangan dengan bukti-bukti arkeologis mengenai Yaman di abad lalu.

Ringkasan Bab 3: Menarik pengikut Moon-o-theistik

Para apologis Islam memaksakan dan seringkali menyingkirkan kebenaran demi majunya dakwah. Islamisasi berdampak pada bentuk2 pemaksaan diseluruh dunia yang seringkali dilakukan dengan cara kekerasan dan teror Jihadi untuk “mengejutkan dan menanamkan ketakutan” agar orang percaya pada Allah dan nabinya. Bab ini diakhiri dengan sebuah analisis tentang apa dalam Islam yang menarik bagi orang-orang tertentu.

Ringkasan Bab 4: Kitab Suci Moon-o-theistik

Muhammad tidak mampu memulai Islam yang bersih dari elemen-elemen agama yang memuja benda-benda langit (dewa-dewi keluarga bintang). Muhammad keliru, mengira bahwa Allah, si dewa bulan, sama dengan Yahweh dalam Alkitab. Pada akhirnya, Muhammad mencampur beberapa konsep Yudaistik kedalam agama dewa bulan, dimana ia dibesarkan dan ia kenal dengan baik.

Muhammad berusia 40 tahun sebelum menyatakan dirinya nabi Allah. Dengan demikian, hampir dua pertiga masa hidupnya, Muhammad adalah pemuja dewa-dewi keluarga bintang. Muhammad tetaplah pemuja dewa bulan dalam hatinya, dan hal ini mempengaruhi serta mendefinisikan perkembangan Islam.

Ringkasan Bab 5: Hubungan Moon-o-theistik dengan Haran

Haran adalah pusat pemujaan utama dewa bulan. Haran juga memiliki bisnis ziarah agama Ibrahim yang tumbuh subur. Muhammad dengan kafilah pedagang mungkin pernah mengunjugi Haran di beberapa tempat. Mungkin juga ia mendengar mengenai Haran secara tidak langsung dari para peziarah ‘Agama Ibrahim’ yang berkunjung ke Haran.

Para Hanif inilah yang menyampaikan klaim penduduk Haran bahwa Ibrahim seorang politeis penyembah dewa bulan. Tentu saja klaim Ibrahim seorang politeis ditolak para Hanif, tapi mereka menerima klaim Ibrahim seorang monoteis yang menyembah [url]dewa bulan[/url].

Ringkasan Bab 6: Hubungan Moon-o-theistik dengan Kristen

Muhammad salah, mengira bahwa sistem kepercayaan Yahudi dan Kristen meniru agama-agama pagan kuno yang politeis. Katanya: “Mereka meniru perkataan orang-orang kafir yang terdahulu” (Q9:30). Bab ini akan membahas bagaimana Muhammad:

1) Sampai berpikir bahwa Trinitas Kristen terdiri dari Allah dewa bulan, Maria pasangan dan istri Allah (Q 72:3), dan Yesus dewa matahari (Q 5:116). Muhammad mengira Yahudi menyembah Allah sang dewa bulan, bersama Ezra sang dewa matahari (Q 9:30).

2) Dengan mengatakan Yesus dan Ezra sebagai dewa matahari, ini menimbulkan perselisihan antara umat Islam sebagai pihak yang pro bulan (lunar) dan anti matahari (solar), yakni Yahudi dan Kristen, atau pihak monoteis yang anti politeistik. Ini merupakan trik Muhammad karena para imam dan pengikut dewa-dewa yang berbeda seringkali bentrok di Timur Tengah, dan meruntuhkan sedikitnya satu kerajaan.

Bagaimana Muhammad sampai percaya bahwa Yahudi dan Kristen politeis, ini disebabkan karya seni Yahudi dan Kristen yang diantaranya berupa simbol-simbol matahari dan bulan. Yahudi membuat mosaic lingkaran zodiac dengan gambar matahari dan bulan di sinagog-sinagog mereka hingga ke masa Byzantium. Gambar benda-benda langit dapat ditemukan di koin-koin Yahudi dan di kuil hingga 70 M.

Muhammad tahu bahwa Yahudi terus mempraktekkan astrologi dan bahkan sihir hingga ke masanya. Sementara Kristen mendaur ulang patung dewi Isis dan Horus, dan bahkan menggunakan symbol dewa Mesir Ankh sebagai salib.

Selain karya seni dengan simbol bulan dan matahari tersebut, Yahudi menggunakan kalender solilunar dan Kristen menggunakan kalender solar. Ini membuat Muhammad percaya bahwa Kristen dan Yahudi menyembah dewa matahari, selain dewa bulan, Allah.

Yahudi dan Kristen menambahkan hari dan bulan untuk menyesuaikan dengan gerakan matahari dan musim, praktek yang dilarang Muhammad (Q 9:36-37). Muhammad mengira Yahudi menyembah Ezra sebagai dewa matahari dan Muhammad percaya bahwa Kristen menyembah Yesus sebagai dewa matahari.

Interkalasi yang dilakukan kaum pagan Mekah menyesuaikan kalender solilunar, dilakukan untuk menghormati dewa bulan dan matahari, dan bahkan dewa-dewi Empat Musim, semuanya dengan mengabaikan Allah, sang dewa bulan. Maka, berdasarkan penggunaan kalender solar Kristen dan solilunar Yahudi, serta karya-karya seni lain, secara otomatis Muhammad menganggap Yahudi dan Kristen telah memberikan penghormatan yang tidak sepantasnya pada matahari dan Keempat Musim, dan semuanya dilakukan dengan mengabaikan Allah, sang dewa bulan.

Ringkasan Bab 7: Hubungan Moon-o-theistik dengan Yahudi

Selain membahas hubungan antara lingkaran zodiac di sinagog Yahudi dengan doktrin dan ibadah Islam, bab ini juga membahas bagaimana keluarga Muhammad menikah dengan golongan Yahudi Medinah.

Ringkasan Bab 8: Sepuluh Perintah dalam Moon-o-theistik

Bab ini mengungkap bagaimana lingkaran zodiac berfungsi, katakanlah sebagai Sepuluh Perintah Muhammad, yang mempengaruhi doktrin dan praktek Islam.

Ringkasan Bab 9: Ka’bah-nya Moon-o-theistik

Bab ini menguraikan hubungan Ka’bah dan pengaruh bulan terhadap ritual pagan pra-Islam, juga doktrin dan praktek Islam di kemudian hari.

Ringkasan Bab 10: Altar Venus Moon-o-theistik

Mihrab Mesjid adalah altar Venus. Batu Hitam Ka’bah adalah Mihrab altar Venus.

Ringkasan Bab 11: Mesjid Moon-o-theistik

Mihrab altar Venus digabung ke dalam Mesjid. Mesjid adalah tempat pemujaan benda-benda langit.

Ringkasan Bab 12: Kuil Moon-o-theistik

Selain banyak mesjid-mesjid moon-o-theistik, terdapat sedikitnya tiga kuil moon-o-theistik: Ka’bah, Dome of the Rock dan kuil dewa bulan yang dibangun di Haran. Kuil Haran berdiri dari abad ke-7 hingga abad ke-12. Islam menaklukkan Haran, dan kuil bulan Haran di kemudian hari diruntuhkan Saladin.

Ringkasan Bab 13: Ibadah Haji Moon-o-theistik

Banyak tata cara ibadah Islam merupakan kelanjutan dari ritual Haji pagan. Bab ini membahas ritual ibadah Haji pro-lunar, anti-solar, yang jelas menunjukkan bahwa Islam adalah agama campuran Yudaisme-pagan.

Ringkasan Bab 14: Nabi Moon-o-theistik

Quran menyatakan bahwa wahyu awal Muhammad dan ‘mukjizat’ pertamanya, berkaitan dengan penglihatan bulan dan berbagai ilusi Bulan.

Ringkasan Bab 15: Obat-obatan Moon-o-theistik

Kuil-kuil pagan seringkali merangkap sebagai tempat pengobatan, karena orang-orang datang memuja dewa-dewa untuk kesembuhan dan ‘pengalaman spiritual.’ Pengobatan semacam itu, saat ini bisa dianggap sebagai penyembuhan holistic atau perdukunan, tergantung bagaimana ramuannya bekerja. Spiritualitas yang dipengaruhi obat semacam itu, saat ini dikenal sebagai pengalaman psychedelic (ketenangan rohani yg dipengaruhi obat bius), yang sudah tentu merusak daripada menyembuhkan.

Para imam penyingkap wahyu juga bergantung pada obat. Sebuah bacaan mengenai tradisi Islam mengungkapkan bahwa di masa-masa awal Islam, Muhammad dan penganut Islam bergantung pada obat-obatan, namun dilarang bila itu berkaitan dengan penggunaan alkohol.

Ringkasan Bab 16: Agama dan Budaya Moon-o-theistik

Beberapa mengatakan bahwa Allah bisa saja dewa bulan di masa pra-Islam, tapi Muhammad merombak toal sistem tersebut sehingga hanya bekas agama bulan yang tertinggal. Namun, buku ini memperlihatkan bahwa Islam adalah agama dewa bulan di intinya, dan tetap demikian hingga saat ini, bagaimanapun bantahan sebagian umat Islam. Doktrin dan praktek yang diimpor Islam dari Yudaisme dan sumber-sumber lain, hanyalah kosmetik, dan bukan bagian integral doktrin dan praktek Islam.

Ringkasan Lampiran: Pembuatan uang logam Moon-o-theistik

Banyak koin-koin logam Islam yang berasal dari masa awal Islam, memperlihatkan bulan sabit. Ini menambah bukti bahwa penganut Islam masa awal tahu bahwa Allah adalah dewa bulan.

****
anne
 
Posts: 502
Joined: Wed Sep 21, 2011 9:52 pm

Postby ali5196 » Fri Aug 03, 2012 6:18 pm

Anne ... =D> =D> =D> :prayer: :prayer: :prayer:
ali5196
 
Posts: 17309
Images: 135
Joined: Wed Sep 14, 2005 5:15 pm

Re: MOON-o-Theism oleh Yoel Natan

Postby BebasMungkin » Sat Aug 04, 2012 8:52 am

anne wrote:Ringkasan Tiap Bab

Ringkasan Bab 6: Hubungan Moon-o-theistik dengan Kristen
...............................................................
Bagaimana Muhammad sampai percaya bahwa Yahudi dan Kristen politeis, ini disebabkan karya seni Yahudi dan Kristen yang diantaranya berupa simbol-simbol matahari dan bulan. Yahudi membuat mosaic lingkaran zodiac dengan gambar matahari dan bulan di sinagog-sinagog mereka hingga ke masa Byzantium. Gambar benda-benda langit dapat ditemukan di koin-koin Yahudi dan di kuil hingga 70 M.

Ringkasan Bab 7: Hubungan Moon-o-theistik dengan Yahudi

Selain membahas hubungan antara lingkaran zodiac di sinagog Yahudi dengan doktrin dan ibadah Islam, bab ini juga membahas bagaimana keluarga Muhammad menikah dengan golongan Yahudi Medinah.

Maaf, sedikit berpendapat :

Apakah Hubungan Bulan (Bulan Sabit dalam hal ini) dengan Yahudi ??
dalam Kitab Taurat Bilangan 10 : 10, disebutkan bahwa Orang Israel/Bangsa Yahudi diperintahkan Yahwe untuk Bersuka Ria pada Bulan Baru (New Moon),
Bulan Baru dalam hal ini (saat Zaman Musa) adalah saat Terlihatnya Bulan Sabit.....

Jadi Praktek yg dilakukan Musa saat itu, adalah sama dgn yg dilakukan Muslim saat sekarang saat menentukan awal Bulan, ada saksi yg Melihat Bulan Sabit (New Moon) dan Bersuka Ria saat Bulan Baru tsb.....

Sebenarnya Praktek Melihat Bulan Sabit sebagai Awal Bulan adalah Praktek yg dilakukan Musa, mungkin saja Ditiru oleh Nabi Muhammad......

Tapi sdh sejak lama Praktek melihat Bulan Sabit itu ditinggalkan oleh Bangsa Yahudi.......

Memulai hari saat Matahari Terbenam pun adalah Tata Cara Yahudi......


anne wrote:Ringkasan Tiap Bab

Ringkasan Bab 13: Ibadah Haji Moon-o-theistik

Banyak tata cara ibadah Islam merupakan kelanjutan dari ritual Haji pagan. Bab ini membahas ritual ibadah Haji pro-lunar, anti-solar, yang jelas menunjukkan bahwa Islam adalah agama campuran Yudaisme-pagan.

Tepat sekali Islam memang Terlihat campuran Yudaisme-pagan, tapi sebenarnya mereka Tidak anti-solar (hanya bersikap obyektif) karna sebenarnya Ritual Sholat 5 waktu Muslim adalah Murni dari Pergerakan Matahari.....

yg Jelas Pergerakan benda langit sangat Penting bagi Muslim...
User avatar
BebasMungkin
 
Posts: 536
Joined: Thu Jun 23, 2011 1:50 pm

Re: MOON-o-Theism oleh Yoel Natan

Postby anne » Sat Aug 04, 2012 11:00 pm

sebenarnya mereka Tidak anti-solar (hanya bersikap obyektif) karna sebenarnya Ritual Sholat 5 waktu Muslim adalah Murni dari Pergerakan Matahari.....


Waktu pelaksanaan ritual sholat justru menunjukkan anti-solar: O:)

Zwemmer, Pengaruh Animisme dalam Islam, Bab 3: Unsur-unsur Animisme dalam Sholat Islam

Sholat siang/tengah hari (zuhur) tidak pernah dilaksanakan tepat tengah hari, namun sesaat setelah matahari mencapai meridian. Wensinck menunjukkan bahwa hal ini disebabkan kepercayaan bahwa dewa matahari sesungguhnya setan dan seharusnya tidak disembah oleh kaum monoteis. Menurut al-Bukhari Nabi menunda sholat zuhur setelah lewat tengah hari karena ‘panas menyengat di siang hari berasal dari panas neraka.’ Juga tidak diijinkan sholat sesaat setelah matahari terbit karena ‘matahari terbit diantara tanduk iblis.’ Menurut Abu Huraira Abdallah ibn ‘Omar, Nabi Allah berkata, ‘Ketika panas terlalu tinggi tunggulah hingga mendingin untuk mengerjakan sholatmu, karena panas menyengat berasal dari neraka.’


Bukan hanya sholat, dalam ritual haji juga ada aspek anti-solar. Di masa pra-Islam, pada awalnya, ibadah haji dilakukan oleh dua kelompok; yang satu menyembah matahari, dan yang lain menyembah bulan (Rafat Amari: Islam dalam Tinjauan Sejarah). Kemudian, kedua upacara agama itu digabung dalam satu ibadah haji. Muhammad menggabungkannya dengan menghilangkan aspek pemujaan thp matahari.

Ibn Warraq, Why I Am Not A Muslim:

Ritual Islam berlari antara Arafat dan Muzdalifah, dan antara Muzdalifah dan Mina, harus diselesaikan setelah matahari terbenam dan sebelum matahari terbit. Ini adalah perubahan yang dibuat Muhammad untuk meniadakan kaitannya dengan ritual solar.

Zwemmer, Pengaruh Animisme dalam Islam, Bab 8: Praktek Pagan dalam Ibadah Haji:

Segera setelah matahari terbit, barulah ifada ke Mina dimulai di masa pra-Islam. Muhammad memerintahkan ritual ini harus dilakukan sebelum matahari terbit; disini kita lihat lagi upaya menyingkirkan ritual matahari. Di masa kuno, disebutkan harus bernyanyi selama ifada, ‘ashrik thabir kaima nughir.’ Kata-kata ini tidak begitu jelas maknanya, kadangkala diterjemahkan: ‘Masuk ke dalam cahaya pagi Thabir, agar kita dapat bersegera.’

Fase bulan tidak diperhitungkan dalam kalender solar, bulan baru tidak ditandai fase bulan sabit, dan fase bulan penuh bisa saja muncul dua kali dalam satu bulan, sementara bagi para penyembah dewa bulan, fase ini sangat dihargai.

Para pagan Mekah yang menyembah berbagai dewa, termasuk bulan (dewa Allah) dan matahari (dewi Allat), menggunakan kalender solilunar, dengan interkalasi setiap tiga tahun (Berasal dari kalender Babilonia, dimana dari setiap 11 tahun, ada 7 tahun terdiri dari 12 bulan, dan 4 tahun terdiri dari 13 bulan). Nama-nama bulan saja mencerminkan interkalasi: Ramadhan, bermakna hari yang amat panas, mengacu ke musim panas Arab, dan Rabi’a yang bermakna musim semi.

Monoteisme Muhammad adalah menyembah hanya pada satu tuhan, yaitu Allah, sang dewa bulan (Moon-o-theisme), dan ia menganggap para pengguna kalender solilunar kaum musyrikin (politeis), dan menyuruh memerangi mereka, serta melarang interkalasi.

Q 9:36-37
Sesungguhnya bilangan bulan pada sisi Allah adalah dua belas bulan, dalam ketetapan Allah di waktu Dia menciptakan langit dan bumi, di antaranya empat bulan haram. Itulah (ketetapan) agama yang lurus, maka janganlah kamu menganiaya diri kamu dalam bulan yang empat itu, dan
perangilah kaum musyrikin itu semuanya sebagaimana merekapun memerangi kamu semuanya, dan ketahuilah bahwasanya Allah beserta orang-orang yang bertakwa. Sesungguhnya mengundur-undurkan bulan haram itu adalah menambah kekafiran. Disesatkan orang-orang yang kafir dengan mengundur-undurkan itu, mereka menghalalkannya pada suatu tahun dan mengharamkannya pada tahun yang lain, agar mereka dapat mempersesuaikan dengan bilangan yang Allah mengharamkannya, maka mereka menghalalkan apa yang diharamkan Allah. (Syaitan) menjadikan mereka memandang perbuatan mereka yang buruk itu. Dan Allah tidak memberi petunjuk kepada orang-orang yang kafir.

dalam Kitab Taurat Bilangan 10 : 10, disebutkan bahwa Orang Israel/Bangsa Yahudi diperintahkan Yahwe untuk Bersuka Ria pada Bulan Baru (New Moon),
Bulan Baru dalam hal ini (saat Zaman Musa) adalah saat Terlihatnya Bulan Sabit.....

Jadi Praktek yg dilakukan Musa saat itu, adalah sama dgn yg dilakukan Muslim saat sekarang saat menentukan awal Bulan, ada saksi yg Melihat Bulan Sabit (New Moon) dan Bersuka Ria saat Bulan Baru tsb.....


Bagi orang Israel matahari dan bulan hanya sekedar penentu waktu, khususnya untuk musim tanam (Maz. 104:19; Ul.33:14).Otomatis, agar sesuai dengan musim Yahudi memerlukan interkalasi untuk kalender lunar mereka, sementara Islam, murni lunar, untuk kepentingan ritual ibadah pemujaan terhadap dewa bulan.

Muhammad lahir, besar dan menghabiskan 2/3 masa hidupnya sebagai seorang pagan dengan segala ritualnya, sebelum bertransformasi jadi Islam. Dan di intinya, sepanjang hidupnya, Muhammad tetaplah seorang penyembah dewa bulan. Arab Selatan adalah wilayah yang dipenuhi para pemuja bulan (peta atas). Kerabat Muhammad, Bani Hasyim, adalah penyembah dewa bulan. Mereka biasa melakukan ritual penyembahan bulan di Muzdalifa (Rafat Amari: Islam dalam tinjauan Sejarah). Allah, sang dewa bulan, adalah nama dewa yang dikenal akrab. Dalam perjanjian, nama ini biasa disebutkan. Misalnya, saat membuat perjanjian dengan Quraysh, Suhail bin Amru berkata, “Aku tidak mengenal siapa itu ‘Rahman’, sebaliknya, tulislah dengan cara ini: ‘Dalam nama Allah adalah mereka,’ sebagaimana engkau biasanya menulis.”

Muhammad membuat Ibadah haji juga disesuaikan dengan fase bulan. Fase bulan sabit sesuai dengan waktu tawaf mengelilingi Ka’bah, yang sejatinya mengelilingi Hatim yang berbentuk bulan sabit. Kiswa (kain penutup Ka’bah) melambangkan langit malam, dan ayat-ayat Qur’an yang disulam di Kiswa mewakili bintang-bintang

Image
anne
 
Posts: 502
Joined: Wed Sep 21, 2011 9:52 pm

Re: MOON-o-Theism oleh Yoel Natan

Postby anne » Sat Aug 04, 2012 11:03 pm

Anne ... =D> =D> =D> :prayer: :prayer: :prayer:


Terjemahan menyusul, Anne lagi baca-baca dulu O:)
anne
 
Posts: 502
Joined: Wed Sep 21, 2011 9:52 pm

Re: MOON-o-Theism oleh Yoel Natan

Postby xeNium » Mon Aug 06, 2012 11:50 pm

Ini bahasa Indonesia? Jikalau bahsa Indonesia saya beli deh buat kasih ke pembantu saya soalnya dia gak percaya sama yang saya katakan, semoga aja dengan buku ini nantinya bakaln buka matanya.
xeNium
 
Posts: 74
Joined: Sat Jul 14, 2012 8:38 pm

Re: MOON-o-Theism oleh Yoel Natan

Postby BebasMungkin » Tue Aug 07, 2012 11:45 am

anne wrote:Waktu pelaksanaan ritual sholat justru menunjukkan anti-solar: O:)

Zwemmer, Pengaruh Animisme dalam Islam, Bab 3: Unsur-unsur Animisme dalam Sholat Islam

Sholat siang/tengah hari (zuhur) tidak pernah dilaksanakan tepat tengah hari, namun sesaat setelah matahari mencapai meridian. Wensinck menunjukkan bahwa hal ini disebabkan kepercayaan bahwa dewa matahari sesungguhnya setan dan seharusnya tidak disembah oleh kaum monoteis. Menurut al-Bukhari Nabi menunda sholat zuhur setelah lewat tengah hari karena ‘panas menyengat di siang hari berasal dari panas neraka.’ Juga tidak diijinkan sholat sesaat setelah matahari terbit karena ‘matahari terbit diantara tanduk iblis.’ Menurut Abu Huraira Abdallah ibn ‘Omar, Nabi Allah berkata, ‘Ketika panas terlalu tinggi tunggulah hingga mendingin untuk mengerjakan sholatmu, karena panas menyengat berasal dari neraka.’

oh Trims, Kalau yg dimaksud Anti Solar seperti yg anda Tulis diatas, saya jd mengerti Makna 'Terselubung" mengenai Waktu2 Sholat,
kelihatan memang Makna "Terselubung" waktu Sholat adalah Anti Pati dari Matahari

Ada Waktu2 Haram untuk Sholat Wajib, ini memang Terlihat seperti Anti Solar:
1. Shalat Subuh adalah Fajar sebelum Matahari Terbit dan Haram Sholat setelah Sholat Subuh hingga Terbit Matahari

2. Shalat Zuhur adalah setelah Tergelincirnya Matahari berada Dipuncaknya (Tengah Hari) dan Haram saat Shalat saat Puncak Tengah Hari

3. setelah Shalat Ashar adalah Haram shalat sampai Matahari Terbenam

4. Shalat Mahgrib adalah dimulai saat Matahari Terbenam

5. Shalat Isya adalah Saat Gelap setelah Berakhirnya Mega Merah (astronomical twilight) di langit barat

<=== Terlihat memang Makna "Terselubung" Anti Matahari
User avatar
BebasMungkin
 
Posts: 536
Joined: Thu Jun 23, 2011 1:50 pm

Postby anne » Fri Aug 10, 2012 11:22 pm

Pengantar

Tujuan Buku Moon-o-theism ini

Beberapa orang mungkin tidak menyukai buku yang menantang ini, karena mereka percaya bahwa sebaiknya kita subjek2 sensitif seperti agama dan politik tidak diperdaebatkan. Orang yang mengajukan gagasan seperti ini kebanyakan terbagi dalam dua jenis:

• Type agresif. Mereka sangat yakin akan universalisme, oikumene, atau relativisme kultural sehingga mereka tidak berkeberatan mengkhianati konsep Pencerahan/Enlightenment dan memberlakukan kembali Inkuisisi terhadap orang-orang yang berani mempertanyakan keyakinan lain. Orang-orang ini yang akan melahirkan Muslim2 tulen, karena mereka setuju dengan perkataan Muhammad, ‘sesuatu yang patut dihormati (dikeramatkan), menuntut pembalasan (hukum qishaash)’ (Q 2:194)

• Type pasif. Mereka tidak menghendaki siapapun bersikap tidak sopan atau melukai perasaan orang lain. Inilah jenis orang-orang yang disukai para diktator totaliter karena orang-orang ini tidak mendatangkan banyak kesulitan. Tipe pasif akan melahirkan Muslim2 yang tidak akan pernah mengajukan pertanyaan-pertanyaan sukar karena itu hanya dipercaya sbg aktivitas yang dikatakan Muhammad 'membawa malapetaka' (Q5:101-102).

Mereka yang pasif terhdp Islam harus menjawab pertanyaan ini: Apakah ada alternatif lain selain mengkritik Islam? Jihad/teror sudah berlangsung selama 1400 thn. dan tidak akan berhenti sekarang. Sampai kapan mereka mau pasif?

Sekarang kritik sangat diperlukan karena dengan berlalunya hari demi hari, kebebasan mengkritik Islam memudar. Selain itu, ketiadaan kritik yang tegas-lah yang terutama memungkinkan sistem totaliter membesarkan monster ini. Hanya kritik yang bisa menjatuhkannya.

Penelitian-penelitian didalam buku ini bersandarkan pada kepercayaan penganut Islam berdasarkan Quran dan Hadist. Memang sudah fakta tidak terbantahkan bahwa tidak ada ajaran yang moderat dalam pemikiran Islam. Muslim sendiri menunjukkan bahwa mereka tidak terlalu pusing dengan terorisme Islam sambil menuntut penerapan hukum syariah.

Beberapa orang mungkin menuduh buku ini “terlalu negatif” bahkan mungkin ada yang menuduhnya sebagai buku kebencian. Buku ini bukanlah menyulam kata-kata kebencian, tetapi berbicara mengenai kata-kata kebencian yang terkandung dalam Quran, Hadist dan Sirat, juga literatur turunannya yang “memperlihatkan ancaman kematian bagi non-Muslim dan komunitas Muslim itu sendiri.” 25 Pipes, Daniel. “Saudi Venom in U.S. Mosques,” DP, 1Feb 2005.

Bila seseorang ingin membebaskan penganut Islam dari agama dewa bulan dan hobi perangnya ini, ia harus menyelidiki propaganda penuh kebencian itu “sebagaimana adanya,” bukan hanya sisi indah yang dibuat-buat dan digembar-gemborkan para pendakwah, sebuah sisi Islam yang bagaimanapun akan merugikan non-Muslim.

Pendekatan terhadap Islam ini, sama dengan bagaimana seseorang harus menyembuhkan penderita ketergantungan narkoba, dan bukan hanya membicarakan efek indah dan menyenangkan dari obat tersebut.

[....]

Dalam suatu ringkasan: ‘Islam adalah campuran berbahaya dari muntahan paganisme dan plintiran kisah-kisah Alkitab. Muhammad membuat agamanya semata-mata untuk memuaskan hasratnya akan kekuasaan, seks dan uang. Ia seorang teroris. Cukup tangguh, tentunya, namun juga bagian dari warisan polemik Kristen yang terpulang ke asal-usul Islam. 26 Pipes, Daniel. “Weblog: Censure Anti-Islamic Books?” DP, 22 Nov 2004


[....]

Saya percaya bahwa buku ini adalah jenis pendekatan yang diserukan Daniel Pipes. Ia menulis:

Untuk mengakhiri terorisme, dibutuhkan lebih dari sekedar mentargetkan para teroris, pemimpin-pemimpin mereka atau organisasi-organisasi mereka. Perlu untuk memahami dan mengalahkan gagasan jahat yang dikenal sebagai Islam militan atau Islamisme. Perang tak dapat dimenangkan sampai para politikus berfokus pada ideologi ini daripada terorisme, yang hanyalah manifestasi ideologi tersebut.27 Pipes, Daniel. “Capturing Osama,” jewishworldreview.com, 9 Mar 2004


Daniel Pipes, mengutip dari laporan komisi 9/11, terbit tanggal 22 Juli 2004, menulis bahwa komite memutuskan….
….terorisme Islamis merupakan bencana besar terhadap Amerika….oleh sebab itu, Amerika harus mengatasi ideologi yang melatarbelakangi terorisme Islamist. Dengan kata lain, Amerika harus menyingkirkan ideologi, bukan hanya sekelompok Islamist…..yang memiliki kebencian/permusuhan abadi terhadap nilai-nilai yang kita anut, 28 Pipes, Daniel. “The 9/11 Report’s Straight Shooting on Islamist Terror,” FPM, 27 July 2004.


Akar permasalahan adalah Quran, karena bacaan aslinya mempromosikan kekerasan. Nyatanya, diperlukan akrobat mental dan plintiran verbal untuk membuat 164 ayat perang Quran bisa diartikan lain selain hasutan membunuh.

Quran menjadi manual penting untuk perekrutan teroris, karena lebih dari satu milyar Muslim diajarkan bahwa Tuhan-lah yang menginspirasi Quran. Para Imam dapat dengan mudah menggunakan Quran untuk memperlihatkan bahwa kekejaman Islami yang mereka lakukan adalah bentuk murni dan asli Islam yang sesungguhnya, karena, sebagaimana diperlihatkan sejarah, Islam yang kejam ADALAH Islam yang asli dan otentik. Mengenai ini Robert Spencer menulis:

BBC mempunyai kisah mengenai bagaimana para pemuda Muslim di Inggris berubah haluan…kpd apa yang dideskripsikan sebagai ‘Islam murni’ : yakni, Islam yang fanatik dan kejam. Ini persis terjadi karena para Imam seperti Abu Hamza, yang saya buat profilnya dlm Onward Muslim Soldiers, dapat dengan sukses membuktikan Islam yang mereka anut adalah ‘Islam Sejati,’ sehingga mereka mampu merekrut. Dan mereka akan terus melakukannya….29 Spencer, “Why young Muslims turn radical, JW, 7 Mar 2004.


Tujuan buku Moon-o-theism ini adalah untuk menerangkan dan selanjutnya memperkecil daya hasut perang dan penganiyaan dari Quran.

Buku Moon-o-theism ini adalah buku pertama yang membahas panjang lebar tentang Allah, sang dewa perang dan dewa bulan. Beberapa otoritas Kristen mungkin berkeberatan dengan buku ini, dengan alasan buku Moon-o-theism bukanlah buku apologetik, juga bukan manual penuh cinta kasih yang tak terlampaui. Penulis tidak meminta maaf atas kajian kritis dan polemik terhadap Islam. Polemik memiliki kisah sejarah yang panjang dalam Kekristenan, ditelusuri hingga ke Bapa-bapa Gereja. Lagipula, tidak ada yang memaksa orang-orang tipis telinga untuk membeli buku ini.

Orang Kristen berhak melindungi diri sendiri dan orang lain. Mungkin tidak pada awalnya, namun dalam jangka panjang, analisa kritis terhadap Islam akan meningkatkan keselamatan secara menyeluruh “diantaranya: kaum Yahudi, kaum perempuan, anak-anak, kaum liberal, Hindu, Kristen, atheis dan Muslim sendiri…”30 Pipes, Daniel. “A French lesson for Tom Harkin,” WND, DP, 5 Jan 2004.

Buku-buku evangelis yang mengayuh lembut Kabar Baik memiliki waktu dan tujuan mereka sendiri, namun pukulan keras dan perlakuan kritis terhadap Islam adalah yang diperlukan saat ini. Inilah pendapat senada dari Ali Dashti, mengenai kajian kritisnya terhadap Islam:

Andaikan Shah Iran [dinasti penguasa Iran] mengijinkan buku-buku seperti ini diterbitkan dan dibaca masyarakat, kita tak akan pernah mengalami Revolusi Islam. 31 Warraq. Why, p.5


Shah Iran adalah orang yang tidak mau mengambil resiko dan menghindari terjadinya kerusuhan, bila hal tersebut terkait kajian ilmiah kritis (dalam gaya Arab disebut ‘penghujatan’). Penyensoran tidak membawa kedamaian, kemakmuran ataupun penghargaan pada rejim Shah Iran, malah justru memperkuat kekuasaan para pemikir anti kritik yang kemudian menyebabkan revolusi Islam tahun 1979.

Sekarang para revolusionaris Iran yang sama mengancam membinasakan Israel dengan nuklir. Karena mereka tidak pernah membaca kritik terhadap Quran seperti Moon-o-theism, sedikitnya satu orang Mullah hendak mengorbankan 100 juta Muslim agar dapat menghapus negara Israel dari peta Timur Tengah. 32 Amir, Taheri. “Recipe for Disaster: Asking the right Iran questions.” NRO, 14 Nov 2003.

Dengan Islam, seharusnya sedikit informasi bisa mencegah banyak pertumpahan darah, menangani setitik masalah bisa mencegah memburuknya situasi (an ounce of information is worth a pound of retaliation, a stitch in time saves nine). Sayangnya, baik ‘sedikit’ maupun ‘setitik’ tidak pernah hadir, so, sekarang pertumpahan darah dan memburuknya situasi, sedang berlangsung. Intervensi militer tak terelakkan, karena buku-buku yang mengkritik Islam sangat jarang, bahkan tidak diizinkan di negara Islam manapun. Misalnya, putra mahkota Saudi Arabia mengumumkan di televisi nasional Saudi:

Negara ini tidak akan pernah menerima seorangpun, siapapun dia, untuk melukai agama Islam atas nama kebebasan berpendapat atau apapun juga.33 Ghafour, P.K. Abdul. “Freedom of Expression Not at Cost of Islam: Abdullah,” arabnews.com, 15 Jan 2004.


Image Image


Bahkan yang lebih mengkhawatirkan adalah fakta bahwa semakin hari semakin sulit, bahkan bagi orang Barat untuk mengritik Islam. Muslim punya banyak jajaran ‘useful idiots’ dan rekan seperjalanan, simpatisan Dhimmi yang hidup di Barat, yang menuduh segala bentuk kritik terhadap Islam sebagai rasis dan fanatik.

Kebanyakan para Dhimmi Barat tidak pernah membaca atau bahkan mendengar tentang banyaknya perintah membunuh dalam Quran dan buku-buku Islam. Mereka sama sekali tidak menyadari bahwa Muslim bertujuan menerapkan hukum syariah di Barat, jika tidak dalam generasi ini, maka di generasi berikut.

Kaum Dhimmi di Barat menyangkal fakta bahwa Islamis sedang berusaha mencapai tujuannya. Dhimmi Barat akan hidup (atau mati) sbg warga negara kelas dua, hak perempuan akan diinjak-injak, dan siapapun yang dicurigai bertindak kurang Islami akan menderita hukuman yang sangat kejam.

Sekali Barat ditaklukkan Islam, kaum non-Islam di Barat akan mengalami nasib jauh lebih buruk daripada kaum Dhimmi di Timur Tengah sekarang, karena tak ada seorangpun yang akan memperjuangkan nasib Dhimmi dibawah pemerintahan Islam.

Seperti saat ini, penerbit dan penulis harus mengabaikan ancaman kematian dari para Islamist dan tantangan hukum yang diajukan Dhimmi Barat dan Islamist. Malah, seorang pastor Katolik Prancis berusia 80 tahun bahkan tidak diizinkan mengirim laporan berkala yang mengandung kritik terhadap Islam ke Dewan Pastoral Paroki, tanpa di denda. Sebagaimana yang dilaporkan Al-Jazeera, pastor Philip Sulmont …

….di denda 800 Euro….dan dinyatakan bersalah karena ‘memprovokasi diskriminasi, kebencian atau kekerasan’ melalui komentar yang ia buat dalam sebuah surat kepada Dewan Pastoral Paroki di bagian utara kota Domqueur, akhir tahun 2002. ‘Orang2 Asia tersebut berkembangbiak dan menginvasi negara kita, seraya membawa ideologi yang mengancam seluruh dunia,’ tulisnya. ‘Sebenarnya saya ingin menambahkan, tidak ada yang namanya Islam ‘moderat.’ Seluruh populasi yang terinfeksi oleh agama Islam, diindoktrinasi oleh Quran -–sebuah buku suci yang merupakan manual untuk perluasan kerajaan iblis dengan taruhan kerajaan Kristus,’ katanya. Pastor tersebut juga diperintahkan untuk memberikan ganti rugi simbolis satu Euro atas kepada Liga HAM yang mengajukan kasus tersebut, serta mempublikasikan keputusan di dua koran lokal.34 “French priest fined for anti-Muslim comments, “Aljazeera.net. 19 Jan 2004 (DW, 19 Jan 2004). http://www.aljazeera.com/archive/2004/0 ... 12748.html

Maka Pastor tersebut tidak dapat memperingatkan jemaatnya terhadap orang-orang yang hendak menjadikan hukum syariah sebagai ‘Hukum Negara,’ bahkan lewat kata-kata yang tidak berbahaya dibandingkan 164 ayat etnosida dan genosida yang ada dalam Quran.

:supz:
anne
 
Posts: 502
Joined: Wed Sep 21, 2011 9:52 pm

Postby anne » Fri Aug 10, 2012 11:43 pm

Dua Pertanyaan Dasar yang dijawab Buku Moon-o-theism

Buku ini menjawab dua pertanyaan dasar:

1. Apakah Allah tuhan yang sama dengan Tuhan Alkitab, ataukah apakah Allah dewa bulan dan perang Arab pra-Islam? dan

2. Jika Allah adalah dewa perang dan bulan pra-Islam, haruskah Islam masih tetap dianggap agama dewa bulan, walau Muhammad mengaku menyempurnakan Alkitab?

Sehubungan dengan Apakah Allah dewa bulan, buku ini menganalisa bukti-bukti yang ada. Bukti-bukti terakhir terdiri atas kategori-kategori berikut:
a). Geografi : Wilayah sekitar Mekah dipenuhi dengan pemujaan pada dewa bulan.

b). Argumen umat Islam terhadap Allah sebagai dewa bulan

c). Tradisi: bukti dari Hadist tentang adanya pemujaan, ritual, cara pikir dan doktrin dewa bulan.

d). Kitab suci:

Quran pada dasarnya adalah kitab dewa bulan dengan tambahan isi berupa sisipan kisah Alkitab yang diulang-ulang. Pembacaan secara teliti menelanjangi tafsir Quran yang tampak saleh dan alkitabiah, dan mengungkap asal-usul agama dewa bulan yang anti solar ini. Quran dilengkapi dengan ibadah Haji, ritual dewa bulan anti solar, yang menjadi populer karena tekanan panas matahari yang tinggi di Arab. Berikut beberapa contoh:

- Dalam Quran, Zulqarnain dianggap seorang Muslim yang baik. Zulqarnain/Dhul-Qarnayn [dalam bahasa Arab] secara literal berarti “yang bertanduk dua” yang mengacu kpd bulan sabit di atas mahkota yang ia kenakan. Mahkota bulan sabit menunjukkan kesetiaan pada dewa bulan. Mahkota tersebut, bersama peristiwa Zulqarnain menyaksikan matahari terbenam di air berlumpur hitam (Q 18:86, 90) … memperlihatkan perumpamaan pesan pro-lunar dan anti solar dalam Quran. Gibb dan Kramer berkata mengenai Zulqarnain: “Dua tanduk terpulang ke sebuah gagasan mitologi kuno. Naram-Sin, misalnya, direpresentasikan sebagai Adad dengan dua tanduk (dalam ‘The Stele of Susa; lihat juga Fouilles a Suse, I, pl. x).37

- Allah memberi petunjuk kepada Muhammad dari dewa bulan (Lihat pembuka Surat 53/An Najm/Bintang: Demi bintang ketika terbenam). Lihat Q 53:2, 4-5, 7, 13 He was taught by one Mighty in Power… While he was in the highest part of the horizon… And he revealed to His Servant what he revealed.; ...

(Q 81:22-23) dan Allah memperlihatkan umatnya ‘isyarat kami dari horizon’ ...
(Q41:53) Kami akan memperlihatkan kepada mereka tanda-tanda (kekuasaan) Kami di segala wilayah bumi dan pada diri mereka sendiri, hingga jelas bagi mereka bahwa Al Quran itu adalah benar. Tiadakah cukup bahwa sesungguhnya Tuhanmu menjadi saksi atas segala sesuatu? ...
Dan dalam kesempatan lain Allah memberi petunjuk dengan memanipulasi arah sinar matahari bagi mereka yang berlindung di gua (Q 18:17).

- Ibrahim tidak menyukai Venus , yang menunjukkan preferensinya pada bintang di langit kutub utara yang tidak tenggelam melainkan beredar berlawanan arah jarum jam [seperti arah kaum pagan memutari kuil mereka] di langit kutub utara.
Tentang Ibrahim dlm Q 6:77 (Kemudian tatkala dia melihat bulan terbit dia berkata: "Inilah Tuhanku". Tetapi setelah bulan itu terbenam, dia berkata: "Sesungguhnya jika Tuhanku tidak memberi petunjuk kepadaku, pastilah aku termasuk orang yang sesat.")

Ibrahim kemudian melihat bulan, menyebut bulan ‘tuhanku’ dan berkata ‘tuhannya’ telah memberi petunjuk. Akhirnya, Ibrahim melihat matahari, terpesona sejenak pada matahari, namun kemudian menolak kesan pertamanya bahwa matahari lebih hebat dari Allah, sang dewa bulan, dan menuduh orang-orangnya [astrologer] telah menjadikan Venus dan matahari sebagai tuhan bersama dewa bulan, Allah.

- Setelah menyebut bulan ‘tuhanku’ (Q 6:77), Ibrahim berkata bahwa tuhan/dewa bulan menciptakan langit dan bumi (Q 6:79) "79. Sesungguhnya aku menghadapkan diriku kepada Rabb yang menciptakan langit dan bumi, dengan cenderung kepada agama yang benar, dan aku bukanlah termasuk orang-orang yang mempersekutukan Tuhan."

(lihat juga Q 7:54) Y54. Sesungguhnya Tuhan kamu ialah Allah yang telah menciptakan langit dan bumi dalam enam masa, lalu Dia bersemayam di atas 'Arsy[548]. Dia menutupkan malam kepada siang yang mengikutinya dengan cepat, dan (diciptakan-Nya pula) matahari, bulan dan bintang-bintang (masing-masing) tunduk kepada perintah-Nya. Ingatlah, menciptakan dan memerintah hanyalah hak Allah. Maha Suci Allah, Tuhan semesta alam. Ini sama dengan mitologi penciptaan benda-benda langit di Timur Tengah dan Mediterania, yang mengatakan bahwa dewa tertinggi menciptakan bintang-bintang dan planet-planet, kemudian menugaskan masing-masing dewa-dewi untuk memilih benda langit mana yang menjadi tempat dan simbol mereka. Dalam mitologi penciptaan benda-benda langit, tidak ada benda langit yang abadi, juga tidak ada benda langit yang merupakan perwujudan dewa-dewi itu sendiri, melainkan sebagai tahta dan simbol dewa-dewi tersebut.

e. Ritual:
Khususnya ritual Haji, serta ritual-ritual dewa bulan lainnya, menunjukkan pemujaan terhadap dewa bulan. Quran dan Haji anti-solar, bukan semata-mata menegakkan monoteisme, namun karena panas matahari begitu menekan di Arab. Karen Armstrong menulis:

Haji itu sendiri asal mulanya adalah ritual musim gugur yang tampaknya mengakhiri musim panas, untuk membawa hujan musim dingin.38 Armstrong, Biography, p.62


f. Arsitektur:
Dinding Hatim di samping Ka’bah, Dome of the Rock, Mesjid-mesjid kuno dan modern, serta bangunan-bangunan lain menunjukkan pemujaan bulan.

g. Interior Perlengkapan Pemujaan:
Altar Mihrab Venus, serta aspek-aspek arsitektural lainnya di Mesjid menunjukkan asal-usul benda langit dalam Islam.

h. Agama dan Budaya:
Bentuk huruf Arab, penggunaan kata, karya seni, symbol di koin dan semacamnya, semua menunjukkan bahwa Islam tetaplah merupakan modifikasi dari agama dewa bulan kuno.

i. Berbagai peristiwa kejahatan yang mengikutinya:
Kejahatan-kejahatan tertentu merupakan karakteristik keyakinan agama tertentu. Nuansa-nuansa dalam doktrin bisa memiliki efek dramatis terhadap masyarakat dan sejarah. Kejahatan-kejahatan Islam merupakan karakteristik agama dewa bulan dan perang.

Terkait pertanyaan: Apakah Allah seharusnya masih dianggap sebagai dewa bulan, dengan melimpahnya bukti menunjukkan bahwa Islam adalah agama dewa bulan yang secara tidak meyakinkan menyamar sebagai bentuk tidak murni Yudaisme dan Kristen.

Umat Islam sendiri akan setuju bahwa Allah bukanlah Tuhan dalam Alkitab yang sekarang, hanya dalam Alkitab yang kata mereka 'tidak dipalsukan.' Umat Islam sendiri juga setuju bahwa Allah bukanlah Trinitas Kristen. Dalam analisa akhir, dapat disimpulkan bahwa ornamen bulan sabit yang ada di atas Mesjid-mesjid adalah indikator akurat sifat alamiah agama yang dipraktekkan di dalamnya.

anne: baca juga http://www.yoel.info/moonotheism.htm
anne
 
Posts: 502
Joined: Wed Sep 21, 2011 9:52 pm

Re: MOON-o-Theism oleh Yoel Natan

Postby anne » Wed Aug 15, 2012 11:40 pm

Bab 2
Moon-o-theistik Timur Tengah


Pengantar

Bahwa Allah adalah dewa bulan mungkin terdengar dibuat-buat, sampai orang mempelajari konteks agama-agama di Timur Tengah. Bab ini mencakup deskripsi ringkas mengenai pusat-pusat pemujaan dewa bulan di Timur Tengah. Pusat-pusat pemujaan ini dapat dilihat di lampiran peta di awal buku dan di Indeks:

Aksum, Beth Yerah, Haran, Hazor, Huraydah, Jericho, Marib, Makka, Qarnaw, Shabwa, Gurun Sinai, Tema, Timna, Ur dan Gurun Zin.

Di peta ttg letak kuil berhala Bulan (lihat peta), kuil-kuil ternama hanya terlihat beberapa dan berjauhan jaraknya. Peta itu hanya menyebutkan nama kuil-kuil besar di ibukota berbagai negara. Tapi dapat dipastikan bahwa ‘di atas setiap bukit yang tinggi dan di bawah setiap pohon yang rimbun,’ terdapat sejenis tugu/tiang berhala pagan (I Raj 14:23; 2Raj 17:10; Yes 30:25; Yer 2:20, 3:6; Yeh 6:13, 34:6). Banyak rumah-rumah di Timur Tengah juga memiliki tugu berhala dewa bulan di masa kuno, dan setiap tenda suku Badui sedikitnya mempunyai satu berhala rumah dengan ukiran bulan sabit. Juga, perhiasan untuk unta-unta (Hak 8:21, 26) dan manusia (Yes 3:18) sering berbentuk bulan sabit untuk menghormati dewa bulan.

Image
Anting-anting bulan sabit emas, 2500–2400 SM. Pemakaman Kerajaan Ur, Mesopotamia.

ImageImage
Kiri: Perhiasan koleksi Museum Nasional Addis Ababa, Ethiopia. Kanan: Perhiasan dari situs arkeologis Tell el-‘Ajjul (Gaza kuno), Palestina Selatan, 1400-1200 SM

Walaupun jarak antara Arab dan daerah Bulan Sabit Subur tampak jauh, masih terdapat kontak diantaranya. Bagaimanapun tanah Arab adalah semenanjung yang sebagian besarnya dikelilingi laut, sehingga semua jalur daratnya mengarah ke utara.

Ras, budaya, agama dan bahasa di tanah Arab berakar dari kaum Semit di daerah Bulan Sabit Subur, sehingga memudahkan kontak diantara keduanya. Ini menjelaskan mengapa Muhammad percaya bahwa semua sihir Timur Tengah bersumber pada dua malaikat bernama Harut & Marut (Q 2:102). Muhammad berkata, Harut dan Marut berdiam di sebuah sumur di dekat Babylon (Irak sekarang), dimana mereka berdua digantung terbalik seperti kelelawar. 1778 Jeffery, Islam, pp. 25-26, fn.4.

Jika orang Arab sendiri paham bahwa ilmu sihir mereka memiliki akar di Babylon, maka demikian pula dengan agama pagan mereka. Tisdall menulis:

Inskripsi-inskripsi awal Arab membuktikan hal ini, karena didalamnya tercantum nama-nama dewa seperti Sin (dewa bulan) dan Aththar (Ashtoreth, Ishtar [Venus]), yang pertama kali disembah oleh bangsa Sumeria dan setelah itu oleh kaum Semit di Babylonia, Assyria, Syria, serta beberapa bagian tanah Arab. Walaupun tak diragukan ada unsur Hamitik [Mesir] dalam populasi tersebut, sejumlah besar masyarakat di masa-masa terawal, asal usulnya adalah Semitik, juga dalam hal bahasa, karakter dan agama.1779 St. Clair.Tisdall. Sources, p.30.


Sebagian besar tanah Arab adalah gurun gersang, dan pada peta diberi label ‘Empty Quarter,’ (atau Rub’ al Khali), gurun pasir luas yang dibatasi oleh Mekah, pantai Teluk Persia dan Yaman.

Image

Kehidupan di oasis seringkali hanya berkisar ttg bagaimana bertahan untuk hidup, sehingga bahkan wilayah-wilayah yang ditandai dgn adanya pemukiman-pemukiman bisa jadi adalah daerah yang miskin budaya. Orang-orang yang hidup di area dengan populasi jarang ini mengacu ke tempat lain untuk budaya dan peradaban mereka.

Dengan kondisi seperti ini, tidak mengejutkan, walaupun Yerusalem berjarak 765 mil (1.231km) dari Mekah, sebuah Surah Mekah menyebut Palestina ‘negeri yang terdekat’ (Q30:3). Ayat khusus ini menyinggung bagaimana bangsa Sassanid Persia mengalahkan Kekaisaran Byzantium dan merampas Yerusalem di tahun 614 M.


Image


Orang mungkin bertanya, “Mengapa Quran tidak menyebut Yaman ‘negeri yang terdekat?’” Alasan Palestina dianggap ‘negeri yang dekat’ karena Mekah berada di pertengahan ke arah bawah Semenanjung Arab, di sisi barat. Dengan demikian Marib di Yaman tidak lebih dekat (560 mil/901km) ke Mekah daripada Mekah-Yerusalem (765 mil/1231km).

Wilayah utara Mekah dan Medinah dianggap ‘negeri yang terdekat’ karena kondisi perjalanan, seperti daerah perlintasan dan iklim yang datar, sehingga memudahkan perjalanan. Wilayah-wilayah di selatan Mekah lebih dekat dengan garis khatulistiwa bumi yang panas, dan lebih bergunung-gunung.

Kondisi alam yang panas dan berat berarti bahwa perjalanan ibadah ke Mekah dari Sana, Yaman, memerlukan waktu 43 hari. Perjalanan yang lebih sejuk sepanjang dataran pantai timur Laut Merah membuat Mekah berjarak 40 hari perjalanan unta dari Palestina. 1780 Lings. Sources, p.2 Karena daerah lintasan perjalanan yang datar juga, perjalanan ziarah dari Kufa, Iraq ke Mekah hanya membutuhkan waktu 27 hari. 1781.Peters. Hajj, p.xxv (also found in Peters, Makka. p. xxv), “The Pilgrim Routes of Arabia” map.

Kondisi alam membuat perjalanan dari Kufa, Iraq, ke Mekah, menjadi 16 hari lebih cepat dibanding dari Sana, Yaman ke Mekah, walaupun Sana, Yaman, berjarak 271 mil (436km) lebih dekat ke Mekah daripada Kufa, Iraq. Sama halnya dengan perjalanan ziarah dari Damaskus ke Medinah, hanya memerlukan waktu 30 hari. 1782 Peters. Hajj. p xxv (the same map is found in Peters. Makka. p.xxv)….Idem

Dengan kondisi seperti ini, serta populasi yang relatif jarang di tanah Arab, bagi penduduk Mekah, ‘kedekatan jarak’ dgn pusat-pusat pemujaan dewa bulan, bermakna sama dengan Palestina ‘negeri terdekat’ ke Mekah.

Mekah tak diragukan lagi, adalah salah satu pusat pemujaan dewa bulan, krn Mekah menjadi salah satu tempat tujuan bagi ritual kaum pagan, sebagaimana dinyatakan dalam tradisi-tradisi Islam awal.

Timur Tengah

Keping-keping cuneiform Sumeria memperlihatkan bahwa di millennium pertama dan kedua SM, ada mitos mengenai lahirnya dewa-dewi bintang. Dalam mitologi kosmologi, dewa-dewa terpenting langit, bumi dan air yang menciptakan dewa-dewi bintang.

Kedudukan dewa-dewa utama langit yang lebih tinggi ini serta mitologi mereka, jelas sudah terlupakan jauh sebelum masa Muhammad. Bahkan dewa –dewa utama ini mungkin tidak disembah sama sekali, namun kita telaah untuk menjelaskan asal-usul agama pemuja dewa-dewi bintang yang populer. Sebagian besar informasi mitologi alam semesta ini diperoleh dari keping-keping cuneiform yang terkubur selama ribuan tahun.

Hampir sejak bermulanya sejarah tertulis di Timur Tengah, dewa tertinggi adalah dewa bulan. Tamara Green menulis:

….dalam kosmologi Mesopotamia, matahari jelas merupakan bawahan bulan: di dalam Enuma Ellis, bulan diciptakan mendahului matahari, sementara di tritunggal dewa-dewi bintang, Venus/Ishtar dan Utu/Shamash, sang dewa matahari, keduanya adalah anak-anak Nanna/Sin, sang bulan. 1783 Green. Moon. p.24.


Image Image
Keping cuneiform ‘Enuma Ellis,’ atau Mitologi Penciptaan (Epic of Creation) Babylonia, dari akhir millennium kedua SM.

Beberapa warga kota-kota di Mesopotamia, dan ibukota kerajaan memang ada yang menyembah dewa matahari atau dewa Jupiter sebagai dewa tertinggi. Hal ini merupakan anomali dan pengecualian yang berlangsung singkat, karena memang terdapat ahli nujum kerajaan yang memandang hormat pada matahari dan Jupiter. Namun, masyarakat Timur Tengah umumnya melihat dewa bulan sebagai dewa terbesar. Kekuasaan imam-imam hanya berlangsung sebentar saja, demikian pula pemujaan dewa matahari dan Jupiter mereka, sementara masyarakat senantiasa menaruh keyakinan penuh terhadap dewa bulan.
anne
 
Posts: 502
Joined: Wed Sep 21, 2011 9:52 pm

Re: MOON-o-Theism oleh Yoel Natan

Postby anne » Thu Aug 16, 2012 12:07 am

Salah satu kota semacam itu adalah kota Babylon. Imam-imam di kota Babylon menganggap Marduk, dewa Jupiter, sebagai dewa utama. Dalam beberapa tahun terakhir kekaisaran Babilonia, kaisar Nabonidus lebih menyukai dewa bulan—hal yang membuat kecewa imam Marduk Babilonia. Perselisihan ini mempunyai andil atas kejatuhan Babilonia tahun 539 SM hingga ke Cyrus (d.529 SM), --subjek yang dibahas di tempat lain di buku ini. Encyclopedia Britannica menyatakan:

Raja terakhir Babilonia, Nabonidus (memerintah ~556-539 SM), menaikkan Sin, dewa bulan, ke posisi tertinggi dalam kuil dewa-dewa. 1784 EB. Sin entry, accessed 16 Aug. 2004.


Image
Prasasti Nabonidus di Museum Sanliurfa, Turki, dekat Harran.

Nubuatan Yeremia mengenai Babylon akhirnya terpenuhi. Babylon menjadi timbunan puing, tempat persembunyian serigala-serigala, tempat kengerian dan suitan, tanpa penduduk (Yer. 51:37). Selanjutnya, karena hanya sedikit yang menyembah dewa Jupiter, Marduk, Babylon kembali ke penyembahan dewa bulan.

Dominasi kultus dewa bulan di Timur Tengah diperlihatkan fakta bahwa pusat penyembahan dewa bulan di Ur berlangsung hingga abad ke-3 SM, dan pusat penyembahan dewa bulan di Haran berlangsung hingga saat invasi Mongol di abad ke-11 M. Di Ur mungkin akan berlangsung lebih lama andai arah Sungai Eufrat tidak berubah.

Aksum, Abyssinia (14:7:60 LU; 38:43:0 BT)

Aksum adalah kota di bagian utara Etiopia. Dari abad pertama hingga ke delapan Masehi, Aksum menjadi ibukota kekaisaran Abyssinia. Kekaisaran ini membentang dari Etiopia Utara, Eritrea dan Yaman. Muhammad pernah mengirim beberapa pengikutnya meminta perlindungan Negus, Raja Abyssinia (bhs. Arab: Habash).1785 Ishaq. Sirat, pp 146-153.

Di abad ke-4 M, banyak warga Abyssinia memeluk agama Kristen. Sebelumnya, dewa bulan adalah dewa yang tinggi. Tembikar dan uang logam Abyssinia pra-Kristen sering memakai simbol bulan sabit dan bulatan dan…

…simbol ini muncul pada koin-koin uang hingga masa pemerintahan Ezana (abad ke-4 M), ketika simbol salib menggantikannya. Namun, tanda bulatan cakram dan bulan sabit agaknya melepaskan diri dari karakter sakralnya, dan tampaknya terus digunakan di Ethiopia sebagai tanda koin uang logam hingga berakhirnya penggunaan koin uang logam tersebut (Munro-Hay 1984: lihat Gersem, Armah).1786 Munro-Hay, Dr. Stuart. Aksum: An African Civilization of Late Antiquity, 1991, Ch.8: “The Economy,” online edition.

Image
Koin Raja Endybis, 227–35 AD. British Museum. Kiri: dalam bahasa Yunani "AΧWMITW BACIΛEYC", "King of Aksum"; Kanan: ΕΝΔΥΒΙC ΒΑCΙΛΕΥC, "King Endybis".

Monumen-monumen Abyssinia menunjukkan status dewa bulan yang tinggi. Cresswell menulis:

Mereka [pilar-pilar monolith di Aksum] penampangnya tidak benar-benar persegi, dan dipahat menyerupai susunan rumah-rumah, dan tehniknya tergambar pada tiruan di batu tersebut. Monumen terbesar, yang telah jatuh dan pecah, tingginya 33.3 meter (109 kaki), meruncing ke atas dan ujungnya berbentuk bulan sabit, yang merupakan simbol Mahram, dewa perang Abyssinia. 1787 Cresswell, Architecture, pp. 2-3


Karena Mahram dewa perang dan berjenis kelamin laki-laki, kataloger Yunani di era tersebut mensejajarkan Mahram dengan Ares, yang simbol astralnya adalah Mars. Bagi masyarakat Indo-Eropa, bulan cenderung merupakan simbol astral perempuan, seperti Selene, Luna dan Artemis, yang merupakan dewi-dewi kebijakan, perburuan dsbnya.

Diantara kaum Semit, bulan adalah simbol dewa, laki-laki, dan merupakan dewa astral tertinggi. Biasanya dewa bulan memiliki satu atau lebih pasangan perempuan. Di Arab Selatan dan Abyssinia, dewa bulan adalah juga dewa perang. Informasi ini, dan juga sosok suka berperang dalam Quran dan tradisi menyiratkan bahwa Allah adalah dewa perang sekaligus dewa bulan.

Para penetap dan pedagang Arab membawa agama pagan dari bagian selatan Arab ke Abyssinia di masa-masa awal. Dikatakan Krauss:

Ia [Mahram], disebut di semua inskripsi pagan Aksumite sebagai dewa utama, dewa perang nasional, dan dewa pelindung khusus istana kerajaan. Ini, di semua Arab Selatan, ya, hampir di semua monument Semitik, yang merupakan identifikasi khas dewa bulan. Sebagai dewa perang nasional, ia [Mahram] dalam teks Yunani disejajarkan dengan dewa perang Ares (Mars). Dan sebagai dewa tertinggi, ia [Mahram] dalam ‘Monumentum Adulitanum’ disebut ‘dewa tertinggi.’ 1788 Nielsen, 1912, pp.593-594, sebagaimana diterjemahkan dalam ‘Haram-Harimat’ Krauss


Hans Krauss memberikan bukti yang memperlihatkan sosok dewa bulan Semitik dari Arab Selatan menyebar ke pantai timur laut Afrika:

Lalu lintas perdagangan teramat kuno antara Arab Selatan dan pantai Afrika telah menyebabkan orang-orang Arab Selatan, di masa-masa awal, datang ke Afrika. Di paruh awal millennium pertama SM, kita dapati adanya pemukiman-pemukiman Sabean di Timur Laut Afrika. Di Yeha, di dekat Adua sekarang, telah ditemukan sebuah kuil yang diagungkan. Berdasarkan deskripsinya, kuil ini jelas bersaudara dengan kuil bulan terkenal di dekat Marib. Kuil ini merupakan Haram Bilkis ([dengan] jendela-jendela terbuka dan tanpa atap) Afrika. Beberapa inskripsi yang ditemukan, juga membuktikan orang-orang Sabean pernah tinggal disini. Bentuk huruf-huruf dan boustrophedon (dimana pergantian baris tulisan dari kanan ke kiri dan kemudian kiri ke kanan] jenis tulisan yang membawa kita ke masa diantara abad ke-5 dan ke-8 SM. Kita dapat berasumsi bahwa tulisan ini identik dengan jenis tulisan Sirwah dan Marib. Mereka juga memuliakan bintang Venus, bulan dan matahari, sama dengan kerabatnya di Arab. 1789 Nielsen, 1912, pp.589-590, sebagaimana diterjemahkan dalam ‘Haram-Harimat’ Krauss

Image Image
Kiri: Objek ini mirip dengan yang ditemukan di Iqa-bet, Yeha, Ethiopia. dan yang sekarang berada di Museum Nasional Addis Ababa, Ethiopia . Yang ada di Museum, dideskripsikan sebagai ‘tempat pembakar dupa.’, berasal dari abad 6 – 5 SM. Ada inskripsi “…didedikasikan pada Almaqah.” 6 Di Museum juga terdapat Altar pualam dengan simbol bulan sabit serupa, berasal dari akhir millennium pertama SM.
Kanan: Blok dengan inskripsi Sabean, Yeha, Ethiopia


‘Eritrean News Wire’ melaporkan:

Apapun arah, tanggal dan rincian migrasi tersebut, tak dapat disangkal bahwa bagian utara Ethiopia dan Yaman, di pertengahan millennium atau sebelum era Kristen, memiliki hubungan peradaban. Ini dibuktikan dari setidaknya pemakaian terbatas bahasa dan tulisan Sabean di Ethiopia, sebagaimana yang ditemukan di inskripsi-inskripsi dan koin-koin Aksumite kuno, dan agama yang tampaknya identik. Di kemudian hari, Aksumite memusatkan pemujaan pada matahari, bulan, dan dewa lokal Almaqah. Logo matahari dan bulan, yang saat itu digunakan di Yaman, muncul di obelisk Aksumite kuno di Matara, juga di hampir semua koin Aksum pra-Kristen, dimulai dari abad abad pertama Masehi. Referensi ke Almaqah juga terdapat di banyak inskripsi Sabean di kedua sisi Laut Merah. 1790 Pankhurst, Richard, “Let’s Look Across the Red Sea: Ethiopia’s Historic Ties with Yemen,” Eritrean News Wire, Addis Tribune (Addis Ababa), eri24.com, 17 Jan 2003.

Dari data ini dapat disimpulkan bahwa dewa bulan dan perang Abyssinia Mahrem, adalah sosok yang sama dengan dewa bulan dan perang Sabean Alumqah (bab ini membahas bagaimana baik Alumqah maupun Allah adalah dewa bulan dan perang Arab Selatan).

Beth Yerah, Palestina (sekitar 32.7 LU, 35.5833 BT)

Bet(h) Yerah berarti ‘Kediaman Yerah.’ Yerah adalah dewa bulan. ‘Beth Yerah dihuni di Awal Zaman Perunggu (~3100-2300 SM).’ 1791 EB, “Beth Yerah” entry, accessed 11 Sept 2003. Beth Yerah berlokasi di ujung selatan Danau Galilea, sisi Sungai Yordan.

Mesir

Mesir adalah ‘Negeri Bulan.’ Jules Cashford menulis bahwa Set(h) sang dewa matahari….

…membunuhnya [Osiris] lagi, kali ini memotong tubuhnya menjadi 14 bagian—jumlah fase bulan. Kemudian menebar potongan-potongan tersebut ke seluruh Mesir, masing-masing di tempat yang berbeda. Demikianlah, Mesir menjadi ‘Negeri Bulan’….setiap bulan Osiris lahir kembali melalui putranya Horus sebagai bulan baru, bentuk baru dirinya yang setiap bulan berperang, seturut fasenya, dengan Seth. Hidup, mati dan kebangkitan kembali Osiris mengikuti pola lunar…simbol ritual Osiris berbentuk bulan sabit baru….Isis dan Osiris, dewi dan dewa bulan terwujud dalam siklus alam yang senantiasa diperbaharui, baik melalui meningkatnya pertumbuhan: bulan, pasang sungai Nil, tumbuhan, hewan dan manusia—serta menurun hingga hilangnya kehidupan: ketika bulan berangsur hilang, sungai menyurut, tumbuhan tua dan layu, serta hewan dan manusia menua dan meninggal.1792 Cashford, Moon, p.24

Haran, Turki (36.88LU; 39.00BT)

Haran (bhs. Arab: Harran ; Yunani/Latin: Charan, Charran, Carrhae). “adalah tempat penting dalam jalur rute perdagangan dari Niniveh ke Carchemish dan merupakan tempat kedudukan dewa bulan Assyria.”1793 CEE, Haran entry. Haran adalah pusat pemujaan dewa bulan Sin sejak masa kuno sampai invasi Mongol membuat kota ini tak berpenghuni di abad ke-12.

Haran terletak di tenggara Turki Asia, 24 mil (39km) sebelah tenggara Urfa atau Sanliurfa (37.13 LU; 38.77 BT). Sanliurfa berarti ‘Urfa yang Megah.’ Warga Sanliurfa sebagian besar Kristen di masa Byzantium,dan disebut Edessa. Edessa adalah rival kekuatan pagan di Haran.

Ada lima pusat penyembahan dewa bulan Sin yang terkenal di jalur perlintasan caravan: Ur, Harran di tenggara Turki, Nayrab di Syria, Tema di Saudi Arabia, dan Shabwa di Yaman. Lima pusat penyembahan dewa bulan ini berbeda dari ribuan tempat penyembahan lain dimana Sin juga disembah dengan nama berbeda, atau pemujaan terhadap Sin tidak begitu terkenal.

Nayrab (36.17 LU-37.22 BT) berada di bagian utara Syria, tidak begitu jauh dari Laut Mediterania, dan sekitar 109 mil (175km) di tenggara Harran.

Encyclopedia Britannica:
Jalur perlintasan kuno ditandai dengan adanya bangunan-bangunan suci, layak diperhatikan bahwa Nayrab, dekat Aleppo [Syria] sama dengan Harran dan Ur—yakni pusat pemujaan Sin. 1794 EB, accessed 16 Aug. 2004, Abraham entry.

Encyclopedia Britannica
menyatakan bahwa di abad ke-18 SM, keping tablet Mari menunjukkan bahwa kaum Ibrani (Hebrew/Hapiru) dan Benjamin (Banu Yamina) terlibat dalam penyembahan dewa bulan. Mari berada di bagian utara Syria.

Image

Yamina berarti “Putra dari Selatan,” namun, secara literal, Yamina berarti “Putra sang [Tangan] Kanan,” merefer ke bagaimana selatan berada di sisi kanan saat seseorang menghadapkan dirinya ke arah matahari terbit. Teks-teks Mari menunjukkan bahwa kaum Benjamin….

….selalu mengacu ke penduduk di utara Mari dan di Harran, di kuil Sin….ada kaum Benjamin di sisi kanan sungai, di tanah Yamhad (Aleppo), Qatanum (Qatna) dan Amurru…Karena jalur perlintasan kuno ditandai dengan adanya bangunan-bangunan suci, layak diperhatikan bahwa Nayrab, dekat Aleppo [Syria] sama dengan Harran dan Ur—pusat pemujaan Sin, dan di selatan Aleppo, di jalan ke Hamah, masih terdapat suatu desa yang menyandang nama Benjamin.1795 EB, accessed 16 Aug 2004, Abraham entry.
anne
 
Posts: 502
Joined: Wed Sep 21, 2011 9:52 pm

Re: MOON-o-Theism oleh Yoel Natan

Postby anne » Thu Aug 16, 2012 12:44 am

Hazor, Palestina (33.1LU, 35.35 BT)

Hazor terletak 5 mil (8km) barat daya Danau Huleh di bagian atas Sungai Yordan. Hazor berada di 10 mil (16km) utara Danau Galilea (Kineret), yang terletak diantara bagian atas dan bawah Sungai Yordan. Hazor dihancurkan oleh serangan Israel setelah eksodus dari Mesir. Encyclopedia Britannica menyatakan:

Hazor, di lembah Yordan, utara Danau Galilea, telah melakukan pemujaan terhadap patung dewa berkepala sapi jantan dari abad ke-13 SM. Di kuil lain, satu set berhala-berhala yang juga dari abad ke-13, ditemukan di belakang pelat batu: figur patung pria yang sedang duduk dan sekelompok patung yang berdiri, salah satu yang menjadi pusatnya memiliki tangan yang diulurkan tegak lurus ke arah sebuah cakram dan bulan sabit. 1796 EB, “Syrian and Palestinian religion” entry, accessed 13 Sep. 2003

Huraydah (atau Hureidha), Arab Selatan (15.36LU 48.12BT)

Brian Doe menulis:

Situs terdiri dari sebuah kuil dan bangunan-bangunan domestik serta kuburan lereng selatan yang dipenuhi reruntuhan puing batu. Di Wadi ‘Amd, beberapa mil barat laut kota Huraydah. Di bawah pengarahan Dr. G. Caton Thompson, tahun 1937.[1797 Thompson. Moon/color] Situs tersebut adalah penggalian arkeologis terawasi pertama yang dilakukan di Arab Selatan….Dari inskripsi-inskripsi yang ditemukan di situs tersebut, kuil didedikasikan kepada dewa bulan Sin, dan nama kuno situs ini adalah Madhabum.[color=#BF0000]1798 Doe. Arabia. pp. 237-238

Yerikho, Palestina (31.51LU; 35.27BT)

Yerikho secara literal berarti ‘BulanNya.’ ‘Nya,’ disini mengacu ke dewa bulan Yerah. Yerikho terletak 18 mil sebelah timur Yerusalem, ujung utara Laut Mati, sisi barat Sungai Yordan.

Beth Haran (atau Bait Haram, Baitharan, Baitharra) berada di dekat Yerikho (Bil 32:36). Reruntuhannya, ‘Tell er-Rameh di Wadi Chesban, sekitar 6 mil Timur Yordan.’1799 ISBE. Beth-Haran entry. Beth Haran di timur Sungai Yordan, tidak jauh di timur lautnya bermuara ke Laut Mati.’1800 CEE. Beth-Haran entry

Nama Beth-Haran tampaknya menunjukkan bahwa Yerikho terpengaruh oleh Haran, ‘Kota Bulan,’ di utara Syria.

Pengaruh Mesopotamia lebih jauh dibuktikan dengan fakta bahwa tidak jauh dari Beth Haran terletak Gurun Nebo. Nama ‘Nebo’ diambil dari dewa kebijaksanaan Babylonia. Nebo adalah bawahan dewa bulan Sin.

Gn. Nebo terletak di Moab, timur Sungai Yordan, sekarang termasuk wilayah Kerajaan Yordan. Tingginya lebih dari 4000 kaki (1200m) dari permukaan Laut Mati. Dari puncak Nebo dapat dilihat ladang di barat Sungai Yordan.

Israel mengelilingi tembok Yerikho tiga belas kali selama tujuh hari (Yos 6:3-4). Ini dilakukan untuk mengejek agama pagan astral yang melakukan ritual mengelilingi sebanyak tujuh kali atau kelipatan tujuh.

Sisa reruntuhan Yerikho membuktikan kejatuhannya oleh Israel—Jika ada yang berpendapat exodus dilakukan lebih dini, dan curiga ada penyimpangan penetapan tanggal arkeologis. Encyclopedia Britannica menulis:

Ini [lapisan arkeologis tembok Yerikho] mungkin hancur di paruh kedua abad ke-14 SM, namun untuk persisnya, hanya ada sedikit bukti. 1801 EB. Jericho entry, accessed 13 Sep.2003


Ma’in (di Utara Kerajaan Saba)


Ma’in adalah kerajaan yang terletak di sebelah utara kerajaan Saba yang berdiri dari abad ke-4 SM hingga abad ke-2 M.1802 EB. Ma’in entry, accessed 14 Sep.2003 Ibukotanya adalah Qarnaw, dan penduduknya disebut Minaean. Dewa mereka adalah dewa bulan dan perang Wadd, yang berarti ‘Cinta.’ Wadd disebut sebagai berhala yang sangat kuno dalam Quran (Q 71:23-25). Hafiz Sarwar menulis mengenai berhala ini: “Wadd berbentuk seperti seorang pria.”1803 Sarwar. Prophet. pp.18-19. Zwemer says the same in Zwemer, ch.1 Merriam-Webster’s Encyclopedia of World Religions (2000) menyatakan:

Di Ma’in, dewa nasional Wadd (‘Cinta’) berasal dari Arab Utara, dan kemungkinan adalah sosok dewa bulan; mantra gaib ‘Wd’b : Wadd adalah bapak (ku?)’ yang tertulis di jimat-jimat dan bangunan-bangunan, seringkali disertai symbol bulan sabit dengan bulatan kecil Venus (p.70).

Fakta bahwa Wadd dihubungkan dengan bulan sabit dan merupakan seorang bapak, menunjukkan bahwa sosok ini adalah dewa bulan laki-laki.

Mekah, Saudi Arabia (21.45 LU; 39.82 BT)

Allah, sang Dewa Bulan

Ada banyak indikasi bahwa Muhammad adalah seorang nabi dewa bulan. Satu-satunya mukjizat Muhammad yang tercantum dalam Quran melibatkan pembelahan bulan (Q 54:1) Telah dekat datangnya saat itu dan telah terbelah bulan. Bahwa Quran adalah literatur dewa bulan ditunjukkan fakta bahwa Muhammad berkata jika Allah menurunkan Quran di sebuah gunung, maka Quran akan terbelah (Q59:21) Kalau sekiranya Kami turunkan Al-Quran ini kepada sebuah gunung, pasti kamu akan melihatnya tunduk terpecah belah disebabkan ketakutannya kepada Allah. Ini mengingatkan pada mukjizat pembelahan bulan, dimana setiap bagiannya terletak di balik gunung berbeda di dekat Mekah. [????]

Demikian juga, ada banyak indikasi bahwa Kabah adalah kuil dewa bulan—yang akan dibahas kemudian di buku ini. Salah satu bukti yang sangat jelas berada di sisi Kabah, yakni Dinding Hatim yang berbentuk bulan sabit, berfungsi sebagai altar dewa bulan.

Satu-satunya dewa yang melengkapi keberadaan Allah sang dewa bulan, di tempat tertinggi kuil berbagai dewa tersebut, adalah Hubal. Hubal adalah dewa Jupiter—akan kami bahas kemudian.

Pocock dan Dozy yakin bahwa Hubal sama dengan ‘Baal’ (HaBaal), yang berarti ‘the lord’ 1804 Gibb & Kramers. Encyclopedia. p. 140. Hubal entry. Hubal hanyalah sebuah gelar, namun tradisi agaknya mempertahankan nama personal Hubal: Ghanm.1805 Guillamume wrote: “[Hubal] is the reading of Al-Kalbi [Book of Idols], but all [Sirat Rasul Allah] manuscripts have Ghanm, a deity unknown. Cf. Yaq.iii 665.8” (Ishaq. Sirat. p.100 & fn).

Ada banyak gelar Allah, diantaranya Rabb (lord) dan Rahman (Merciful). Nama pribadi Allah tampaknya adalah Sin, dilihat dari bagaimana Allah disebut sebagai Ya Sin, yang berarti ‘Wahai Sin’ (Q 36). Oleh karena itu ada Surat YaSin dlm Qur'an! :finga: Hal ini akan dibahas kemudian di buku ini.

Nama pribadi Allah, Sin, sama dengan nama dewa bulan Sin, yang telah dikenal di seluruh Timur Tengah sejak masa kuno. Sin merupakan nama dewa bulan dan perang nasional kerajaan Yemeni Hadramis di dekatnya, yang ada sejak abad ke-5 SM sampai abad ke-4 M.

Egerton Sykes menulis bahwa Allahnya Muhammad ‘tampaknya didahului oleh Ilmaqah [yang juga dilafalkan Alumquh dan Almaqah], sang dewa bulan.’ 1806 Sykes. Mythology, p.7. Allah entry. Dugaan Sykes menjadi masuk akal semenjak:

( Ryckmans menulis bahwa inkripsi Sabean menyebut “Anak-anak perempuan Il,” Al-Ilat (atau Allat) dan Al-Uzza.1807 Ryckmans, Jacques. EB. “Arabian religions,” 2004 Ryckmans menulis “….yang disebut ‘Anak-anak perempuan Il’….berkaitan dengan ‘Anak-anak perempuan Allah’ di Mekah pra-Islam: dewi al-Lat, al-Uzza dan Manat juga disinggung dalam Quran (Q 53:19-22 Maka apakah patut kamu (hai orang-orang musyrik) menganggap al Lata dan al Uzza, dan Manah yang ketiga, yang paling terkemudian (sebagai anak perempuan Allah)? Apakah (patut) untuk kamu (anak) laki-laki dan untuk Allah (anak) perempuan?) dan Ayat-ayat Iblis). Dua yang pertama juga muncul di jimat-jimat Arab Selatan.’” 1808 Ryckmans. Anchor. v.6. p.173

( Il bermakna ‘god’, bentuk singkat Ilah, Al-Ilah (‘The god’) dan Allah (singkatan Al-Ilah). Karena ‘Il’ kaum Sabean tampaknya merefer ke Almaqah, tidak heran bila Alfred Guillaume menulis: “Beberapa ilmuwan menelusuri nama tersebut [Allah] ke Ilah Arab Selatan, sebuah gelar untuk dewa bulan…”1809 Guillaume. Islam. p.7

( Muhammad percaya bahwa Allah adalah tuhannya Ratu Sheba, juga tuhannya Raja Salomon/Sulaiman (Q 27:44) …Berkatalah Balqis: "Ya Tuhanku, sesungguhnya aku telah berbuat zalim terhadap diriku dan aku berserah diri bersama Sulaiman kepada Allah, Tuhan semesta alam".

( Muhammad percaya bahwa raja dan pengelana Zulqarnain, adalah seorang umat Islam yang baik (Q 18:83). Penulis biografi Muhammad, Ibn Ishaq, tampaknya percaya bahwa Ratu Sheba, Zulqarnain, dan Raja Tubba dari Yaman, semuanya adalah umat Islam yang baik dalam satu jalur dinasti. 1810 Ishaq. Sirat. p.12 Menurut “interpretasi orang-orang Arab Selatan….Raja Tubba Al-Akran atau Dhu ‘l-Karnain” adalah Zulqarnain di dalam Quran. 1811 Gibb & Kramers. Encyclopedia. p.76. Dhu’l-Karnain entry

( Zulqarnain berarti “yang bertanduk dua” dan mengacu ke mahkota dengan bulan sabit. Ini menunjukkan bahwa tuhan yang disembah Zulqarnain adalah dewa bulan. Semua dewa utama dan dewa nasional di Arab Selatan adalah dewa bulan dan dewa perang.

Bible tidak pernah mengatakan Ratu Sheba seorang yang percaya pada Yahweh. Ia datang ke Yerusalem untuk jamuan makan relasi bisnisnya, Salomon. Ia berkata pada Salomon bahwa Yahweh adalah ‘Tuhanmu’ (IRaj. 10:9)

Yesus berkata secara retoris bahwa Ratu Sheba akan bangkit dan mengadili mereka yang tidak percaya Yesus (Mat 12:42; Luk. 11:31). Yesus secara retoris juga berkata bahwa orang-orang Sodom lebih benar daripada mereka yang tidak percaya padanya (Mat. 11:23-24) walau mereka terus berbuat dosa terhadap Yahweh (Kej. 13:13).

Bukti arkeologis memperlihatkan bahwa Ratu Sheba menyembah dewa bulan nasional Kerajaan Sheba, yang disebut ‘Ilumquh. 1812 Doe. Arabia. p.25 Mengingat bahwa Zulqarnain berarti ‘yang bertanduk dua,’ yang mengacu ke dewa bulan. Jika Zulqarnain satu jalur dinasti dengan Ratu Sheba, hal ini juga menunjukkan bahwa keduanya menyembah dewa bulan.

Muhammad agaknya mengira bahwa ‘Ilumquh hanyalah versi lokal dewa bulan Sin, sebagaimana yang dibuktikan dalam surah ‘Ta Sin’ yang kemungkinan bermakna ‘Wahai [dewa bulan] Sin,’ (Q 27:1 ‘Thaa Siin (Surat) ini adalah ayat-ayat Al Quran, dan (ayat-ayat) Kitab yang menjelaskan’. Ta Sin memiliki makna yang sama dengan Ya Sin, ‘Wahai [dewa bulan] Sin, di surah Q 36. Lihat ToC (Daftar isi) untuk pembahasan mengenai Huruf-huruf Misterius di bagian awal beberapa Surah.


Ada indikasi lain bahwa Islam berasal dari penyembahan dewa bulan ‘Ilumquh. Jacques Ryckman menulis:
Istisqa’, serangkaian doa bersama untuk hujan dengan ritual magis saat terjadi kemarau, disebut dalam hadist Muslim dan di dalam dua teks Sabean. Ritual ini masih menjadi bagian ritual Islam.1813 Ryckmans, Jacques. EB. “Arabian religions,” 2004.

Upacara Haji berjalan ke lembah dan bukit di sekitar Mekah, dan perayaan Idul Adha mengingatkan pada ibadah ziarah dan perburuan Ibex (kambing liar) yang dilakukan di Arab Selatan untuk memanggil hujan. Inskripsi-inskripsi memperlihatkan bahwa perburuan Ibex ini, bisa menyembelih 10, 20, 50, 60, 150, 200, 460, 1000 dan 4000 kepala sekali waktu. Di reruntuhan kuil terdapat ruang perjamuan dengan meja-meja batu dan bangku-bangku dimana korban perburuan disantap.1814 Breton. Felix. p.132 Jacques Ryckmans menulis bahwa ritual hujan perburuan Ibex saat ini masih dilakukan di Hadramawt, Arab Selatan.1815 Ryckmans, Jacques. EB. “Arabian religions,” 2004.

Muhammad berkata:

Tuhanku [Allah, sang dewa bulan] telah memerintahkan aku menumbuhkan janggut dan memotong kumis. 1816 Lings. Sources. p.260.

Image
Jenggot bulan sabit (subur?)

Mengapa Allah memerintahkan hal ini? Faktanya, salah satu tokoh heroik Muhammad, Zulqarnain, ‘yang bertanduk dua’ menegaskan bagaimana mereka yang memerintah dan juga nabi-nabi dewa bulan seperti Muhammad dituntut untuk berpenampilan seperti dewa bulan mereka.

Para Islamis mengikuti contoh Muhammad dalam berbusana dan mereka memelihara jenggot.1817 Sturke, James.”Branson firm ‘sacked Muslim in row over beard,’” The Independent, 11 Aug. 2004. Home News. p.17, headscarf.net. Umat Islam tidak mencukur janggut kambing jantan atau penampilan Ibex mereka, bersamaan dengan jubah luar longgar berlengan panjang (Galabiyya, Dishdash), krn ini melambangkan penampilan dewa bulan kuno Timur Tengah, seperti Sin.

Werner Daum menulis:
Figur sosok Ibex tradisional yang sepenuhnya tidak realistis, dengan wajah seorang pria tua, adalah mode di Hadramawt….Siapa yang mereka wakili?...Hanya ada satu penjelasan….Ibex…dewa kerajaan Sabean ‘Almaqah—yang symbol hewannya adalah Ibex.1818 Daum. Ursemitische. pp.64-66


Penampilan Ibex Sabean berupa pria berjenggot, sebagai simbol dewa bulan mereka, serupa dengan bagaimana, bermula di Sumeria kuno, orang bisa melihat gambaran Bulan Sabit Subur dari kambing dan sapi jantan yang dipenuhi jenggot. Seringkali janggut tersebut dibentuk menggunakan batu-batu berwarna kebiru-biruan atau batu lapis lazuli.
1819 The New International Dictionary of the Bible pp.678-679, memiliki sebuah artikel dan foto-foto lukisan dinding harpa, kecapi, suling, dan lyra. Juga memperlihatkan lyra yang ditemukan di Ur, sekitar 2500 SM, berkepala sapi jantan berjanggut dengan tanduk muncul di belakang kayu lyra ;
1820 Lyra berkepala sapi jantan (telah direstorasi) dari pemakaman Kerajaan (makam 789), Ur (sekarang Tell Muqayyar) Iraq, sekitar 2600 SM. Daun emas dan lapis lazuli melapisi kayu, tingginya kira-kira 5’5”. Museum Universitas Pennsylvania, Philadelphia.

Kambing dan sapi jantan adalah hewan-hewan dewa bulan, maka mereka berpenampilan seperti Sin, sang dewa bulan.
1821 Larousse. Sin entry.p56
1822 NationMaster.com, diakses 28 Mar 2004, di bawah entry “Sin (god)”


Image Image

Kiri: Lyra berkepala sapi jantan dengan janggut lapis lazuli, symbol dewa bulan Sin (ca 2550 SM, Ur); Kanan: Kambing jantan dengan tanduk lapis lazuli (ca 2550 SM, Ur)
anne
 
Posts: 502
Joined: Wed Sep 21, 2011 9:52 pm

Next

Return to Buku2 bhs Inggris yg Diterjemahkan kedlm bhs Indonesia



Who is online

Users browsing this forum: No registered users

cron