.

'Prophet of Doom' by Craig Winn (BELUM SELESAI)

Surat 53: Surah Najm

Postby anne » Fri Feb 17, 2012 10:41 pm

Baru diperiksa 1/2

[...]

Ayat-ayat Setan terus berlanjut, Qur’an 53:10, “Lalu dia menyampaikan kepada hamba-Nya (Muhammad) apa yang telah Allah wahyukan. Hatinya tidak mendustakan apa yang telah dilihatnya. Maka apakah kaum (musyrik Mekah) hendak membantahnya tentang apa yang telah dilihatnya? Dan sesungguhnya Muhammad telah melihat Jibril itu (dalam rupanya yang asli) pada waktu yang lain, (yaitu) di Sidratil Muntaha.[Sahih International: And he certainly saw him in another descent; Yusuf Ali: For indeed he saw him at a second descent; Shakir: And certainly he saw him in another descent --> a ‘descent’ berarti perjalanan menurun] Di dekatnya ada surga tempat tinggal, [perjalanan ke surganya Muhammad, menurun bukan naik] Muhammad melihat Jibril) ketika Sidratil Muntaha diliputi oleh sesuatu yang meliputinya [apaan sih?]. Penglihatannya (muhammad) tidak berpaling dari yang dilihatnya itu dan tidak (pula) melampauinya. [Setidaknya aku merasa sudah melihat dia. Kok kamu ga percaya sama aku?]. Sesungguhnya dia telah melihat sebahagian tanda-tanda (kekuasaan) Tuhannya yang paling besar.” Kukira—tidak, tepatnya kuyakin—jangan protes terlalu banyak, apalagi kita sedang memasuki gerbang alam Ayat-ayat Setan dan dewi-dewi pagan.


Qur’an 53:19
, “Have you then seen or thought upon Al-Lat and Al-Uzza (two idols of the pagan Arabs), and considered another, the third (goddess), Manat (of the pagan deities)?" (terj. Ind.: Maka apakah patut kamu (hai orang-orang musyrik) menganggap al Lata dan al Uzza, dan Manah yang ketiga, yang paling terkemudian?). Manat ditambahkan kemudian karena ia bukan bagian dari Kesepakatan Quraysh.

Sekarang, tambahan hasil copas oleh Allah, “Apakah (patut) untuk kamu (anak) laki-laki dan untuk Allah (anak) perempuan? Yang demikian itu tentulah suatu pembagian yang tidak adil.” Muhammad baru saja melompat dari perjalanan di dunia Iblis ke neraka diskriminasi dan perbedaan jender. Ia berkata bahwa Al-Lat, Al-Uzza, dan Manat tidak mungkin bisa menjadi anak-anak Allah ataupun dewi-dewi karena mereka perempuan. :rolleyes: Jelasnya, ‘suatu pembagian yang tidak adil bila manusia punya anak laki-laki sementara tuhan punya anak perempuan, karena perempuan tidak berharga.’

Qur’an 53:23, “Itu tidak lain hanyalah nama-nama yang kamu dan bapak-bapak kamu mengadakannya; Allah tidak menurunkan suatu keteranganpun untuk (menyembah)nya.” Ya, mereka hanya sekedar nama-nama yang diberikan para leluhur Muhammad—sama dengan nama Allah.

Memproyeksikan kelemahan seseorang kpd lawannya adalah ulah standar politik, “Mereka tidak lain hanyalah mengikuti sangkaan-sangkaan, dan apa yang diingini oleh hawa nafsu mereka dan sesungguhnya telah datang petunjuk kepada mereka dari Tuhan mereka! Atau apakah manusia akan mendapat segala yang dicita-citakannya?” Yup, kelihatannya ayat ini berhasil untuk Muhammad. Karirnya berpindah dari nabi menjadi pengeruk keuntungan yang memuaskan semua hasratnya. Contoh, sewaktu Muhammad menginginkan lebih banyak perempuan, Allah berkata: Qur’an 33:50-51, “Kau boleh memiliki siapapun yang kau inginkan; tak ada dosa bagimu.”

Untunglah kita telah mendepaknya. Surah berikut begitu transparan dan memberatkan. Qur’an 53:26, “Dan berapa banyaknya malaikat di langit, syafa'at mereka sedikitpun tidak berguna, kecuali sesudah Allah mengijinkan bagi orang yang dikehendaki dan diridhai (Nya). Sesungguhnya orang-orang yang tiada beriman kepada kehidupan akhirat, mereka benar-benar menamakan malaikat itu dengan nama perempuan.Inilah keplin-plan-an Qur’an. Muhammad mencoba menyenangkan kedua pihak, Quraysh dan Muslim. Ia berkata bahwa dewi-dewi bisa saja malaikat, dan Allah mungkin pada akhirnya mempertimbangkan mereka sebagai perantara.

Delapan ayat berikutnya, dapat diringkas, “Penduduk Mekah tidak tahu apa-apa dan menginginkan segalanya, dan Muhammad tahu semuanya dan tidak menginginkan apa-apa.” Kemudian, Qur’an 53:36, “Ataukah belum diberitakan kepadanya apa yang ada dalam lembaran-lembaran Musa? dan lembaran-lembaran Ibrahim yang selalu menyempurnakan janji?” Muhammad mengakui kalau Taurat adalah sumber inspirasinya, namun Muhammad tidak tahu banyak tentang isinya, sehingga selusin ayat setelah itu melantur kemana-mana, seperti baris ayat, Q 53:43, “dan bahwasanya Dialah yang menjadikan orang tertawa dan menangis,” (yang melantur begini isi lembaran Musa?) sebelum akhirnya mengarah ke astrologi kaum pagan dan tokoh-tokoh mitologi: Qur’an 53:49, “dan bahwasanya Dialah yang Tuhan bintang syi'ra [Bintang Perkasa, yang pernah dipuja kaum pagan Arab], dan bahwasanya Dia telah membinasakan kaum 'Aad yang pertama [yang tak pernah eksis], dan kaum Tsamud. Maka tidak seorangpun yang ditinggalkan-Nya (hidup). Dan kaum Nuh sebelum itu. Sesungguhnya mereka adalah orang-orang yang paling zalim dan paling durhaka, dan negeri-negeri kaum Luth [Allah ga’ tahu nama kotanya, penerjemah membantu memberi tahu Allah] yang telah dihancurkan Allah. lalu Allah menimpakan atas negeri itu azab besar yang menimpanya. “He is the Lord of Sirius. It is He Who destroyed the (powerful) ancient Ad (people) [who never existed], and (the tribe of) Thamud He spared not; And before them, the folk of Noah, for that they were (all) most unjust and rebellious; and He destroyed the Overthrown Cities (of Sodom and Gomorrah). So there covered them that that which did cover (making them ruins unknown)." Kualitas penulisannya semiskin isi pesannya.

Alkitab berkata bahwa reruntuhan Sodom dan Gomora akan menjadi bukti visual penghakiman dan keselamatan Yahweh. Qur’an berkata bahwa reruntuhannya tidak diketahui. Para arkeologis telah menemukan bekas reruntuhan kota Sodom dan Gomora, bebatuan belerangnya menjadi saksi nyata bahwa Allah adalah pendusta. Dan tolong jangan keberatan dengan cercaan ini, karena sekarang kita tahu bahwa Allah adalah Iblis, ini sebuah pujian.

Qur'an 53:56, “Ini (Muhammad) adalah seorang pemberi peringatan di antara pemberi-pemberi peringatan yang terdahulu. Telah dekat terjadinya hari kiamat. Tidak ada yang akan menyatakan terjadinya hari itu selain Allah. Maka apakah kamu merasa heran terhadap pemberitaan ini? Dan kamu mentertawakan dan tidak menangis? Sedang kamu melengahkan(nya)? Maka bersujudlah kepada Allah dan sembahlah (Dia).” Karena baik surah ke-53 maupun ke-22 tidak ada yang memberikan penjelasan layak, maka tinggal Rencana Nabi yang Menguntungkan menjadi satu-satunya penjelasan yang masuk akal. Tabari VI:110, “Ketika Muhammad membawa wahyu dari Allah, membatalkan apa yang telah ditempatkan Iblis di lidah NabiNya, kaum Quraysh berkata, ‘Muhammad telah menyesal [sebenarnya mengingkari] apa yang ia katakan mengenai posisi dewa-dewa kita dengan Allah. Ia telah mengubah [perjanjian] dan membawa sesuatu yang lain.’ Dua frase yang ditempatkan Iblis di lidah Muhammad, berada di mulut setiap politeis. Mereka bahkan menjadi lebih tak bersahabat dan kasar dalam menganiaya orang-orang diantara mereka yang menerima Islam dan mengikuti Rasul.” Kaum pagan telah membuat sang nabi melakukan hal yang buruk, dan mereka paham situasinya. Muhammad bukan hanya berbohong dan melanggar janji untuk keuntungan pribadi, ia juga telah menghancurkan kredibilitasnya serta mengabaikan pilar utama ‘doktrin’nya—keesaan roh kegelapan yang hanya bicara dengan dia.

“Umat Islam yang telah meninggalkan Abyssinia
[Ethiopia] setelah mendengar bahwa kaum Quraysh telah bersujud bersama Nabi, sekarang datang. Saat mereka mendekati Mekah, mereka mengetahui bahwa isu penduduk Mekah masuk Islam adalah salah. Mereka kembali ke keluarga mereka dan berkata, ‘Kalian lebih berharga bagi kami [dari Islam, implikasinya].’ Orang-orang membalik keputusan mereka….” Mengingat jarak tempuh, serta kecepatan berita dan perjalanan orang-orang, mungkin sudah satu tahun berlalu sebelum Muhammad menyingkirkan Kesepakatan Quraysh dan anak-anak perempuan Allah (mungkin hasil kesepakatan tidak memuaskan, Muhammad yg ketahuan motif utamanya jadi berubah pikiran). Indulgensi tersebut dibayar dengan banyak pengikut murtad.

Pengakuan kegagalan ini diikuti varian kedua Ayat-ayat Iblis, yang berakhir dengan pengakuan berikut: “Rasullullah berkata, ‘Aku telah membuat hal-hal yang melawan Allah, dan telah menghubungkan ke Dia kata-kata yang tidak Ia ucapkan.’”

Kesepakatan Quraysh dan Ayat-ayat Iblis merupakan kesimpulan kasus-ku terhadap Islam. Sebagaimana janjiku untuk memperlihatkannya, doktrin tersebut telah sepenuhnya menghancurkan dirinya sendiri. Sisa kisah, menghibur sekaligus memberi pertanda. Sementara pengakuan dari Muhammad dan Allah ini memungkinkan kita menutup buku mengenai penipuan berkedok agama/religious scam, dengan menerima pengakuan bersalah mereka, sebuah penipuan baru-pun mulai terkuak. Penipuan satu ini bersifat politik dan punya pengaruh kuat.

Ψ † с ბ


Kematian (atau pembunuhan) Khadija diikuti dengan meninggalnya pelindung sang nabi, paman Abu Talib. Dengan kepergian mereka, Muhammad menjadi tak terkendali. Ia menjadi lebih paranoid, delusional dan gila.

Dengan Ka’abanya yang sekarang tak diragukan lagi kuil pagan, sang nabi sangat membutuhkan suatu kiblat baru. Lantas, ia membayangkan dirinya sendiri terbang naik Buraq ke Yerusalem. Dengan kepergian partner seksnya yang sudah tua, ia membutuhkan cinta belia. Lantas, nabi berusia 50 tahun tersebut menikahi anak perempuan 6 tahun. Dengan kepergian pelindungnya, ia membutuhkan kekuatan perlindungan baru. Lantas, ia janjikan surga kepada beberapa pagan sebagai balasan atas perlindungan dari Perjanjian Aqabah. Dengan audiens yang sudah tercemar (penduduk Mekah sudah banyak tahu motif perilaku Muhammad), ia membutuhkan audiens baru calon korban potensial untuk penipuannya. Lantas, ia berkemas dan pergi secepat mungkin ke Yathrib. Karena sang nabi tidak mengikutsertakan para pelindungnya yang kuat: Umar, Hamza, dan Abu Bakr dalam Kesepakatan Quraysh, mereka akhirnya membujuk Muhammad mengingkari perjanjian. Lantas, iapun membuang para dewi dan menjadi perompak. Tahun terakhir Muhammad di Mekah adalah tahun kekacauan dan kegilaan.

Tabari VI:115, “Kematian Abu Talib dan Khadija adalah penderitaan besar bagi Rasul. Setelah kematian Abu Talib, Quraysh lebih leluasa menganiaya dia dibanding saat Talib masih hidup. Salah seorang bahkan menuangkan debu di atas kepalanya. Nabi berkata, ‘Quraysh tidak pernah melakukan hal yang tidak menyenangkan padaku sampai kematian Abu Talib.”

Nabi Islam membutuhkan seseorang untuk melindunginya dari semua pelecehan verbal. Ishaq:192, “Ketika Abu Talib meninggal, Rasul pergi ke Ta’if untuk mencari dukungan dan perlindungan terhadap kaumnya sendiri.” Thaqif adalah pemimpin dan bangsawan dari suku terkemuka di Ta’if. “Muhammad bicara pada mereka mengenai permintaannya, yakni, bahwa mereka harus membantunya membela Islam dan berada di pihaknya melawan orang-orang dari kaumnya sendiri yang menentang dia.” Jika Allah benar-benar Tuhan, apa Muhammad perlu meminta bantuan kaum pagan dari kota lain untuk membelanya? Tapi, bagaimana bila Islam benar-benar doktrin politik yang memang dirancang untuk menekan dan memperkaya? Akankah si pengeruk untung yang gagal meminta bantuan penduduk kota saingan Mekah bergabung dengan geng-nya? Yup, setidaknya upaya itulah yang paling masuk akal dalam situasi tersebut.
Namun, kaum Thaqif sama seperti kaum Quraysh, tidak terkesan dengan Muhammad. Tabari VI:116/Ishaq:192, “Salah seorang dari mereka berkata, ‘Kalau Allah yang mengutusmu, aku akan merobek selubung Ka’aba.’ Lainnya berkata, ‘Tak bisakah Tuhan menemukan orang yang lebih baik darimu sebagai utusan.’ Yang ketiga menambahkan, ‘Aku tak akan bicara padamu, karena jika engkau utusan Allah seperti yang kau katakan, kau terlalu penting untuk bagiku untuk dijawab, dan jika kau berbohong, kau terlalu hina untuk diajak bicara.” Motivasi Muhammad begitu transparan, kaum Thaqif serta merta yakin ia seorang penipu. Kombinasi Kesepakatan Quraysh dan Ayat-ayat Iblis menghancurkan Allahnya si Muhammad dan kredibilitas Islam.

“Muhammad meninggalkan mereka, dalam keputusasaan mendapat kebaikan dari kaum Thaqif.” Fakta bahwa sebagai nabi ia tidak me-mualaf-kan dan menyelamatkan jiwa mereka, tidak penting – ia putus asa karena ia tidak mendapatkan apapun dari mereka. “Aku telah diberitahu bahwa ia berkata pada mereka, ‘Jika itu keputusan kalian, rahasiakanlah dan jangan beritahu siapapun mengenainya.’ Karena ia tidak ingin kaumnya mendengar hal ini dan lebih berani melawannya.” Seorang nabi memohon perlindungan dari kafir pagan hampir sama memalukannya dengan sosok nabi yang memberi dukungan dewi-dewi pagan demi seks, kekuasaan dan uang. Tak heran, si pengeruk untung kita yang putus asa, merasa takut hal ini tersebar.

“Namun, mereka tidak memenuhi permintaannya, dan menghasut seorang gembel dungu dari kaum mereka, yang mencercanya, berteriak padanya, dan melempar batu-batu, sampai kerumunan orang berkumpul dan memaksanya berlindung di sebuah taman, jauh dari kota.”

Berada di taman, Muhammad mengklaim seorang Kristen datang membantunya, memberikan beberapa anggur. Saat sang nabi yang gemetaran mengambilnya, katanya, “’Dalam nama Allah.’ dan kemudian makan. Addas melihat wajahnya dan berkata, ‘Demi Allah, kata-kata ini tidak digunakan orang-orang di negeri ini.’” Kebohongan ini tidak lebih kredibel dari kebohongan lain mengenai dukungan umat Kristiani thp Islam. Illah adalah kata Arab untuk Tuhan. Dan takkan ada yang keliru antara nama serta karakter Yahweh dengan nama dan sifat Allah. Bahkan para kafir pagan Ta’if tahu tentang Allah. Terlebih lagi, beberapa halaman sebelumnya, ada hadist lain yang mencabik gagasan ini, dimana kaum pagan Mekah dikatakan mengadakan perjanjian di Ka’aba yang dimulai dengan kata, “Dalam namamu, ya Allah.”

“Muhammad berkata, ‘Dari negeri mana kau datang, Addas, dan apa agamamu.’ Ia menjawab, ‘Aku seorang Kristen, dari Niniwe.’” Niniwe, setelah diberi penangguhan oleh Yunus selama seratus tahun, kembali jatuh dalam dosa dan telah dimusnahkan seribu tahun sebelumnya. Namun, kesalahan tersebut bukan tanpa maksud, karena menjelaskan alasan dibalik kisah fiktif ini. Perjalanan Muhammad ke Ta’if disusun ulang sebagai kisah heroik dan ilahiah—persis seperti misi Yunus ke kota Niniwe. “Rasullullah berkata, ‘Dari kota orang benar Yunus anak Matta?’” Yunus berasal dari wilayah Nazareth, Israel. Kota di Assiria sama sekali bukan kota asal Yunus. Dia membenci kota itu. Terlebih, nama ayah Yunus adalah Amittai, bukan Matta.

“’Bagaimana engkau tahu mengenai Yunus anak Matta?’ ia bertanya. Rasullullah menjawab, ‘Ia saudaraku. Ia seorang nabi dan aku seorang nabi.’ [Yang benar Muhammad mendengar tentang Yunus dari Zayd.] Addas membungkuk di hadapan Rasullullah [sujud pada nabi bukanlah perilaku umat Kristen] dan ia mencium kepalanya, tangan serta kakinya.” Kisah berlanjut dengan perkataan Addas, “Muhammad telah mengatakan padaku sesuatu yang hanya diketahui seorang nabi.” Kalau ini benar, bagaimana Addas bisa tahu? Dengan menyajikan ‘konfirmasi’ semacam ini pada kita, umat Islam sebenarnya mengkonfirmasikan hilangnya kemampuan bernalar mereka.

Sekarang, kita punya dukungan seorang ‘Kristen’, lantas bagaimana dengan dukungan jin, jenis lain keluarga besar Iblis? Tabari VI:116/Ishaq: 193, “Ketika Rasullullah putus asa dalam mendapatkan tanggapan positif dari Thaqif, ia meninggalkan Ta’if untuk kembali ke Mekah. Saat ia berada di Nakhlah, ia bangun di tengah malam untuk sembahyang, dan, sebagaimana Allah telah katakan [dalam Qur’an], sejumlah jin melintas. Ishaq berkata bahwa ia diberitahu ada 7 jin dari Nasibin, Yaman.”
Ishaq melanjutkan: “Mereka mendengarkan dia, dan ketika ia telah menyelesaikan sembahyangnya, mereka kembali ke kaumnya untuk memperingatkan mereka, setelah mereka percaya dan menanggapi apa yang mereka telah dengar.” Menurut Qur’an, jin bukan manusia. Mereka adalah roh tak terlihat yang menyesatkan manusia, bagian dari kaum Iblis; mereka terbuat dari api seperti yang ada di neraka. “Allah menyebutkan kisah mereka ketika ia berkata:” Qur’an 46:29, “Dan (ingatlah) ketika Kami hadapkan serombongan jin kepadamu yang mendengarkan Al Quran, maka tatkala mereka menghadiri pembacaan(nya) lalu mereka berkata: "Diamlah kamu (untuk mendengarkannya)". Ketika pembacaan telah selesai mereka kembali kepada kaumnya (untuk) memberi peringatan.” Berlanjut ke bagian ketiga dari serangkaian dukungan satanis: Qur’an 46:30, “Mereka berkata: "Hai kaum kami, sesungguhnya kami telah mendengarkan kitab (Al Quran) yang telah diturunkan sesudah Musa yang membenarkan kitab-kitab yang sebelumnya lagi memimpin kepada kebenaran dan kepada jalan yang lurus. Hai kaum kami, terimalah (seruan) orang yang menyeru kepada Allah dan berimanlah kepada-Nya, [terj. Ind. menyatakan beriman kepada ‘Nya’ yang mengacu pada Allah, sedangkan terj. Inggris ‘nya’ mengacu pada Muhammad. Ini menaikkan levelnya dari utusan menjadi Mesias, yang dikonfirmasi di baris selanjutnya yang mengatakan Muhammad akan mengampuni dosa] niscaya Allah akan mengampuni dosa-dosa kamu dan melepaskan kamu dari azab yang pedih. Dan orang yang tidak menerima (seruan) orang yang menyeru kepada Allah maka dia tidak akan melepaskan diri dari azab Allah di muka bumi dan tidak ada baginya pelindung selain Allah. Mereka itu dalam kesesatan yang nyata". "We have heard a Book revealed after Moses, confirming what came before it: it guides to the Truth and to a Straight Path.' 'O our people, hearken to the one who invites (you) to Allah, and believe in him. He will forgive you your sins [The uncapitalized "him" in the clause "believe in him" is in reference to Muhammad, therefore elevating him from messenger to Messiah. This is confirmed in the next line, which says that he, as in Muhammad, will forgive sins.], and deliver you from a Penalty Grievous.' 'If any does not hearken to the one who invites (us) to Allah, he cannot frustrate (Allah’s Plan) on earth, and no protectors can he have besides Allah: such men (wander) in manifest error.'"

Sahih International
O our people, respond to the Messenger of Allah and believe in him; Allah will forgive for you your sins and protect you from a painful punishment.

Muhsin Khan
O our people! Respond (with obedience) to Allah's Caller (i.e. Allah's Messenger Muhammad SAW), and believe in him (i.e. believe in that which Muhammad SAW has brought from Allah and follow him). He (Allah) will forgive you of your sins, and will save you from a painful torment (i.e. Hell-fire).

Yusuf Ali
"O our people, hearken to the one who invites (you) to Allah, and believe in him: He will forgive you your faults, and deliver you from a Penalty Grievous.


Tabari VI: 118 "Rasulullah kembali ke Mekah dan menemukan bahwa orang-orang lebih bertekad menentangnya dan meninggalkan agamanya, kecuali beberapa orang lemah yang percaya padanya.” Persis saat kau pikir hadist Islam telah memukul paku terakhir ke peti mati kenabian Muhammad, ternyata masih ada hal lain. Menyusul Kesepakatan Quraysh, Indulgensi Iblis, Kegagalan Perlindungan Pagan, dan Dukungan Jin, kita diberi tahu hadist bahwa umat Islam menolak Muhammad. Bayangkan. Mereka “meninggalkan agamanya, kecuali beberapa orang lemah.” Sepuluh tahun dalam misi kenabian Muhammad, scorenya: Islam:10, Kafir 4.990.

Ψ † с ბ
anne
 
Posts: 502
Joined: Wed Sep 21, 2011 9:52 pm

Re: 'Prophet of Doom' by Craig Winn (BELUM SELESAI)

Postby anne » Mon Feb 20, 2012 10:09 pm

Menyusul Ayat-ayat Iblis, Allah diabadikan sebagai tuhannya Islam. Surah ke-40, diberi nama sang “Pengampun” (Ghafir/Forgiver atau al Mu’min/Orang Beriman), merupakan tipikal surah yang diturunkan di periode akhir Mekah: Qur’an 40:1, “Haa Miim (Huruf-huruf ini salah satu keajaiban Qur’an dan tak seorangpun tahu maknanya kecuali Allah) Diturunkan Kitab ini (Al Qur'an) dari Allah Yang Maha Perkasa lagi Maha Mengetahui, Yang Mengampuni dosa dan Menerima taubat lagi keras hukuman-Nya.”

Sekarang, setelah diperkenalkan, saatnya masuk ke masalah bisnisnya Allah. Qur’an 40:4, “Tidak ada yang memperdebatkan tentang ayat-ayat Allah, kecuali orang-orang yang kafir." Negara-negara Islam menjadikannya tindak pidana bagi siapapun yang memperdebatkan atau mempermasalahkan apapun yang berkaitan dengan Muhammad, Allah, Qur’an atau Islam. Hukuman bagi yang mengekspresikan pendapat seperti itu adalah mati. Cukup dinyatakan: Islam adalah dogma paling tidak terbuka dan tidak toleran.

“Karena itu janganlah pulang balik mereka dengan bebas dari suatu kota ke kota yang lain memperdayakan kamu. (karena tujuan akhir mereka adalah Api Neraka)!” Ini pastilah ayat yang dikutip para panglima perang Islam untuk menumpas lawan mereka dewasa ini. “Sudah tentu demokrasi Barat makmur sementara kita hidup dalam kemelaratan Islam. Tapi jangan biarkan keberuntungan mereka menipumu sehingga percaya bahwa kesuksesan mereka dan kegagalan kita adalah akibat kemiskinan moral agama kita. Nggak, ‘ngak pernah. Ngak mungkin deh. Allah nggak akan pernah menyakitimu.”

Kebebasan dihapuskan, political correctness diterapkan, waktunya mengkorup kisah Alkitab untuk membuat penolakan penduduk Mekah terhadap Muhammad terlihat nabiah, Quran 40:5, “Sebelum mereka, kaum Nuh dan golongan-golongan yang bersekutu sesudah mereka telah mendustakan (rasul) dan tiap-tiap umat telah merencanakan makar terhadap rasul mereka untuk menawannya.” "Before them, folk denied, the People of Noah, and the Confederates (of Evil) after them; and every nation has plotted against their prophet, to seize and destroy him." Tidak ada dalam sejarah, seorang nabi Islam datang ke bangsa manapun, apalagi ke setiap bangsa (Saudi Arabia sendiri belum jadi bangsa berdaulat hingga 1932 saat Inggris menaikkan status seorang panglima perang menjadi raja). “dan mereka membantah dengan (alasan) yang batil untuk melenyapkan kebenaran dengan yang batil itu; karena itu Aku [orang pertama tunggal] azab mereka. Maka betapa (pedihnya) azab-Ku? Dan demikianlah telah pasti berlaku ketetapan azab Tuhanmu [Pembicara kembali ke orang bentuk orang ketiga] terhadap orang-orang kafir, karena sesungguhnya mereka adalah penghuni neraka.” Perubahan sosok pembicara di dalam Qur’an penting. Pesan membingungkan karena sumbernya juga membingungkan. Muhammad tidak yakin apakah ia harus mengambil contekan dari Qusayy, Zayd atau Musa—atau hanya mengklaim bersumber dari dia sendiri.

Qur’an 40:7, “Malaikat-malaikat) yang memikul 'Arsy dan malaikat yang berada di sekelilingnya bertasbih memuji Tuhannya dan mereka beriman kepada-Nya serta memintakan ampun bagi orang-orang yang beriman (seraya mengucapkan): "Ya Tuhan kami, rahmat dan ilmu Engkau meliputi segala sesuatu, maka berilah ampunan kepada orang-orang yang bertaubat dan mengikuti jalan Engkau dan peliharalah mereka dari siksaan neraka yang menyala-nyala, ya Tuhan kami, dan masukkanlah mereka ke dalam surga 'Adn yang telah Engkau janjikan kepada mereka dan orang-orang yang saleh di antara bapak-bapak mereka, dan isteri-isteri mereka, dan keturunan mereka semua. Sesungguhnya Engkaulah Yang Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana,” Qur’an tidak menjelaskan dasar dari pengampunan. Dalam agama-agama dimana Islam berbasis (Yahudi, Kristen), tebusan pertobatan diperlukan. Sama halnya dengan semua masyarakat rasional. Lakukan suatu tindak kejahatan, maka hakim akan memintamu mengorbankan uang, kebebasan, atau hidupmu, tergantung pada beratnya pelanggaran. Satu-satunya pengorbanan dalam Islam adalah bujukan/rayuan—seakan Tuhan bisa disuap, kehendaknya bisa dibeli. So, dalam Islam, dosa tidak ada konsekuensi, dan akibatnya adalah kekacauan. Ketika pengampunan berubah-ubah, anarki-lah yang berkuasa. Kekeliruan inilah salah satu dari sekian banyak penyebab kemiskinan Islam. Ini menjelaskan mengapa negara-negara Islam memerlukan penindasan tirani untuk menjaga keteraturan.

Dengan adanya predestinasi, tidak ada pilihan; dan tanpa pilihan, yang berikut menjadi tidak masuk akal: Qur’an 40:9, “dan peliharalah mereka dari (balasan) kejahatan. Dan orang-orang yang Engkau pelihara dari (pembalasan) kejahatan pada hari itu maka sesungguhnya telah Engkau anugerahkan rahmat kepadanya dan itulah kemenangan yang besar.” Ditakdirkan ke neraka: Qur’an 40:10, “Sesungguhnya orang-orang yang kafir diserukan kepada mereka (pada hari kiamat): "Sesungguhnya kebencian Allah (kepadamu) lebih besar daripada kebencianmu kepada dirimu sendiri" Allah membenci manusia. Terjemahan lain: “Kebencian Allah padamu mengerikan, karena kamu diseru kepada Iman [kepatuhan] lalu kamu menolak.” Ini petunjuk lain bahwa Allah bukan Yahweh. Tuhan Alkitab membenci kebohongan, kejahatan, tuhan-tuhan palsu, dan agama-agama palsu, namun Dia mengasihi manusia, bahkan manusia yang terjebak dalam doktrin-doktrin yang palsu, jahat dan menipu. So, kita berurusan dengan Iblis disini.

Para penghuni neraka Allah yang dibenci: Qur’an 40:11, “menjawab: "Ya Tuhan kami [Allah selalu ada di neraka, Ia Majikan Neraka] Engkau telah mematikan kami dua kali dan telah menghidupkan kami dua kali (pula), lalu kami mengakui dosa-dosa kami. Maka adakah sesuatu jalan (bagi kami) untuk keluar (dari neraka)?" Yang demikian itu adalah karena kamu kafir apabila Allah saja disembah. Dan kamu percaya apabila Allah dipersekutukan.” Ini berarti: Ketika Muhammad menerima Allah dan menyingkirkan Ar-Rahman, dan saat ia mempromosikan putri-putri Allah menjadi dewi –dewi perantara, musuh-musuhnya percaya. Tapi, karena indulgensi non-monoteistik Iblis ini tidak berhasil, si nabi munafik Muhammad berkata, barangsiapapun mengikuti contohnya, mereka akan dibakar di neraka.

Qur’an 40:13
, “Dialah yang memperlihatkan kepadamu tanda-tanda (kekuasaan)-Nya." Menurut Qur’an, tidak pernah ada mukjizat. Namun hadist berkontradiksi dengan buku Allah: Bukhari: V4B56N830-1, “Penduduk Mekah meminta Rasullullah memperlihatkan suatu mukjizat pada mereka, dan demikianlah semasa kehidupan Nabi [mereka tidak punya petunjuk kapan] bulan terbelah menjadi dua. Mengenai itu Nabi berkata, ‘Jadilah saksi [untuk tuhanku].’” Karena tidak ada bukti untuk menguatkan kisah fantastis ini, aku merasa surprise umat Islam tidak mengklaim bulan kembali menutup seolah tidak pernah terbelah, sebagai mukjizat juga.

Sekarang roh Islam bernama Allah, saatnya meningkatkan statusnya. Qur’an 40:14, “Maka sembahlah Allah dengan memurnikan ibadat kepada-Nya, meskipun orang-orang kafir tidak menyukai(nya). (Dialah) Yang Maha Tinggi derajat-Nya, Yang mempunyai 'Arsy, Yang mengutus Jibril dengan (membawa) perintah-Nya kepada siapa yang dikehendaki-Nya di antara hamba-hamba-Nya, supaya dia memperingatkan (manusia) tentang hari pertemuan (hari kiamat).” “"So call you (O Muhammad) upon Allah, making (your) worship pure for Him (in obedience), even though the disbelievers may detest it. (He is the) Owner of High Ranks, Owner of the Throne. By His Command does He send the (inspiration) to any of His slaves he pleases, that it may warn (men) of the Day of Mutual Meeting." Jika ini kitab suci, kata-kata tuhan yang sempurna, yang tertulis di lauhul mahfudz abadi, mengapa begitu banyak kata-kata yang ditambahkan dalam kurung, agar dapat dimengerti?

Qur’an 40:16, “(Yaitu) hari (ketika) mereka keluar (dari kubur); tiada suatupun dari keadaan mereka yang tersembunyi bagi Allah. (Lalu Allah berfirman): "Kepunyaan siapakah kerajaan pada hari ini?" Kepunyaan Allah Yang Maha Esa lagi Maha Mengalahkan. Tuhan tidak akan mengajukan pertanyaan seperti itu atau menjawabnya dengan begitu absurd. Sosok roh yang digambarkan dalam ayat ini sama sekali tidak meyakinkan. Tambahan di terjemahan lain: “(Allah sendiri yang akan menjawan pertanyaanNya)” Namun, yang ketiga, berakhir dengan lebih sesuai dengan sifat Allah: “Allah, sang Penakluk (semua).”

Qur’an 40:17, “Pada hari ini tiap-tiap jiwa diberi balasan dengan apa yang diusahakannya. Tidak ada yang dirugikan pada hari ini. Sesungguhnya Allah amat cepat hisabnya.” Dengan segala hal yang biasa melekat di sebuah agama palsu, waktunya untuk bersikap kasar: “Berilah mereka peringatan dengan hari yang dekat (hari kiamat yaitu) ketika hati (menyesak) sampai di kerongkongan dengan menahan kesedihan. Orang-orang yang zalim tidak mempunyai teman setia seorangpun dan tidak (pula) mempunyai seorang pemberi syafa'at yang diterima syafa'atnya. Dia mengetahui (pandangan) mata yang khianat dan apa yang disembunyikan oleh hati.” “Warn them of the Day of (Doom) that is drawing near, when hearts will jump up and choke their throats, filling them with anguish. And they can neither return their hearts to their chests nor throw them out. No friend nor intercessor will the disbelievers have. (Allah) knows of (the tricks) that deceive with treachery, and all that the bosoms conceal.” Allah terus menjadi sang master penipu.

Qur’an 40:21
, “Dan apakah mereka tidak mengadakan perjalanan di muka bumi, lalu memperhatikan betapa kesudahan orang-orang yang sebelum mereka. Mereka itu adalah lebih hebat kekuatannya daripada mereka dan (lebih banyak) bekas-bekas mereka di muka bumi, maka Allah mengazab mereka disebabkan dosa-dosa mereka. Dan mereka tidak mempunyai seorang pelindung dari azab Allah. Yang demiklan itu adalah karena telah datang kepada mereka rasul-rasul mereka dengan membawa bukti-bukti yang nyata lalu mereka kafir; maka Allah mengazab mereka. Sesungguhnya Dia Maha Kuat lagi Maha Keras hukuman-Nya.” “Do they not travel through the earth and see the end of those before them? They were superior to them in strength, and in the traces (they have left) in the land, yet Allah seized and destroyed them, and they had no one to defend them against Allah. That was because their Messengers kept bringing them Clear (Signs and Proofs) (of Allah’s Sovereignty), but they rejected them: So Allah seized and destroyed them: for He is Strong, Severe in Punishment and Retribution." Allah adalah tuhan yang menangkap paksa, menghancurkan, menghukum dan membalas—bukan mengasihi. Sudah tentu bernuansa iblis.

Baik, cukuplah dengan rasa sakit dan penghukuman. Waktunya menikmati hobi lain Allah: plagiarism dan delusi personal. Qur’an 40:23, “Dan sesungguhnya telah Kami utus Musa dengan membawa ayat-ayat Kami dan keterangan yang nyata, kepada Fir'aun, Haman dan Qarun; maka mereka berkata: "(Ia) adalah seorang ahli sihir yang pendusta".Maka tatkala Musa datang kepada mereka membawa kebenaran dari sisi Kami mereka berkata: "Bunuhlah anak-anak orang-orang yang beriman bersama dengan dia dan biarkanlah hidup wanita-wanita mereka". Dan tipu daya orang-orang kafir itu tak lain hanyalah sia-sia (belaka).” “We sent Musa (Moses) with Our Signs and Proofs and an authority manifest, a clear warrant to Firon [Pharaoh], but he called (him) 'a sorcerer telling lies!' ... Now, when he brought them the Truth from Our presence, he said, 'Slay the sons of those who believe with him, and keep alive their females,' but the plots of unbelievers (end) in nothing but errors (and delusions) in the state of perdition!” (Yusuf Ali: To Pharaoh, Haman, and Qarun; but they called (him)" a sorcerer telling lies!"…Now, when he came to them in Truth, from Us, they said, "Slay the sons of those who believe with him, and keep alive their females," but the plots of Unbelievers (end) in nothing but errors (and delusions)!...). Elipsis (….) di terjemahan Inggris digunakan untuk membiarkan pembaca mengerti bahwa sesuatu telah dihilangkan dari text. Elipsis di ayat ini, menunjukkan Allah memungkiri kelengkapan dan kesempurnaan wahyunya (walau sudah mencontek dan memlintir masih saja kurang). Aku punya sebuah teori. Tuhan Islam tidak dapat membaca atau menulis lebih baik dari nabinya, sehingga ia tidak dapat menceritakan ulang kisah ini secara kredibel.

Pembebasan kaum Yahudi dari Mesir dengan setia dicatat dalam kitab Keluaran. Terbukti akurat berdasarkan penemuan arkeologis, kisah ini telah bertahan tak berubah sejak 275 BC, ketika para cendekiawan di Alexandria, Mesir, menterjemahkan Alkitab ke dalam bahasa Yunani, bahasa pengantar/lingua franca di masa itu. Hanya ada gaung samar-samar peristiwa kemenangan iman besar ini di dalam kitab palsu Muhammad. Daripada mengoreksi kekonyolan Allah, kusajikan saja versi tuhan Muhammad ini apa adanya. Bila kau tertarik akan kebenaran, bacalah kitab Kejadian dan Keluaran. Namun, saat kau merenungkan penyimpangan Islam, pikirkanlah motif Muhammad. Ia telah menyemburkan ramuan tajam ayat-ayat siksaan dan hasratnya selama satu dekade, dan tidak memiliki apapun yang dapat dibanggakan. Ketiadaan kredibilitas, nubuatan, mukjizat dan orisinalitas, membuatnya mencuri hal-hal tersebut dari Musa—pria yang memiliki semua itu.

Setiap patah kata di ayat berikut, parallel dengan situasi Muhammad di Mekah saat perang kata dengan kaum Quraysh, Qur’an 40:26, “Dan berkata Fir'aun (kepada pembesar-pembesarnya): "Biarkanlah aku membunuh Musa dan hendaklah ia memohon kepada Tuhannya, karena sesungguhnya aku khawatir dia akan menukar agamamu atau menimbulkan kerusakan di muka bumi".Dan Musa berkata: "Sesungguhnya aku berlindung kepada Tuhanku dan Tuhanmu dari setiap orang yang menyombongkan diri yang tidak beriman kepada hari berhisab.” “Said Pharaoh: 'Leave me to kill Moses; and let him cry to his Lord! What I fear is he will change your religion, and cause mischief to appear in the land.' Moses said: 'I have called upon my Lord and your Lord (for protection) from every arrogant one who believes not in the Day of Doom!'” Tuhan Firaun adalah Amun-Ra. Kuil-kuil Megah dibangun di Mesir untuknya. Sebaliknya, dewa bulan Mekah, tidak sama. Kuil kecil dari tumpukan bebatuan serta Batu Hitam cebol Allah, tidak masuk dalam jajaran kelompok Amun-Ra (dan kuil-kuil megah Yunani, Persia, India).

Ini membawa kita ke surah ke Qur’an 40:28, “Dan seorang laki-laki yang beriman [Islam pastinya] di antara pengikut-pengikut Fir'aun [sudah pasti bukan Islam] yang menyembunyikan imannya [pada Islam, yang baru ada 2000 tahun kemudian] berkata: "Apakah kamu akan membunuh seorang laki-laki karena dia menyatakan: "Tuhanku ialah Allah padahal dia telah datang kepadamu dengan membawa keterangan-keterangan dari Tuhanmu. Dan jika ia seorang pendusta maka dialah yang menanggung (dosa) dustanya itu; dan jika ia seorang yang benar niscaya sebagian (bencana) yang diancamkannya kepadamu akan menimpamu". Sesungguhnya Allah tidak menunjuki orang-orang yang melampaui batas lagi pendusta. (Musa berkata): "Hai kaumku, untukmulah kerajaan pada hari ini dengan berkuasa di muka bumi. Siapakah yang akan menolong kita dari azab Allah jika azab itu menimpa kita!” Apa maksud pidato “Hai kaumku?” Musa dan saudaranya Harun, hanya berdua menghadap Firaun. Sudah tentu ada kaum Yahudi yang diperbudak di Mesir, namun mereka berada bermil jauhnya sedang membuat bata. Yang berada dalam batas pendengaran Firaun adalah orang-orang Mesir, anggota staf dan keluarga Firaun.

Qur’an 40:29, “Fir'aun berkata: "Aku tidak mengemukakan kepadamu, melainkan apa yang aku pandang baik; dan aku tiada menunjukkan kepadamu selain jalan yang benar". Dan orang yang beriman itu berkata: "Hai kaumku, sesungguhnya aku khawatir kamu akan ditimpa (bencana) seperti peristiwa kehancuran golongan yang bersekutu. (Yakni) seperti keadaan kaum Nuh, 'Aad, Tsamud dan orang-orang yang datang sesudah mereka. Dan Allah tidak menghendaki berbuat kezaliman terhadap hamba-hamba-Nya.” Tidak ada jejak kaum Ad. Dan kalaupun masyarakat imajiner ini pernah ada, mereka tidak akan muncul di tanah Arab hingga berabad kemudian setelah percakapan ini berlangsung. Dengan demikian, perkataan ini tak pernah terucap, Allah berdusta.

Roh kegelapan tersebut berdusta karena memang begitulah sifatnya: Qur’an 40:32, “Hai kaumku, sesungguhnya aku khawatir terhadapmu akan siksaan hari panggil-memanggil. (yaitu) hari (ketika) kamu (lari) berpaling ke belakang, tidak ada bagimu seorangpun yang menyelamatkan kamu dari (azab) Allah, dan siapa yang disesatkan Allah, niscaya tidak ada baginya seorangpun yang akan memberi petunjuk." Muslim tak dikenal di istana Firaun, kelihatannya sosok yang sama kacaunya dengan Muhammad di Mekah. Jika mereka bukan orang yang sama, pastilah mereka punya penulis pidato yang sama (kok bisa mirip ya kata-katanya?). Qur’an 40:35, “(Yaitu) orang-orang yang memperdebatkan ayat-ayat Allah tanpa alasan yang sampai kepada mereka. Amat besar kemurkaan (bagi mereka) di sisi Allah dan di sisi orang-orang yang beriman.” "Those who dispute the Signs and Verses of Allah without any authority, grievous and odious, hateful and disgusting, is it in the sight of Allah and the Believers.” Jika kitab suci penuh kebencian dan kenajisan seperti ini, pasti demikian pula ajarannya.

Qur’an 40:36
, “Dan berkatalah Fir'aun: "Hai Haman, buatkanlah bagiku sebuah bangunan yang tinggi supaya aku sampai ke pintu-pintu, (yaitu) pintu-pintu langit, supaya aku dapat melihat Tuhan Musa dan sesungguhnya aku memandangnya seorang pendusta". Demikianlah dijadikan Fir'aun memandang baik perbuatan yang buruk itu, dan dia dihalangi dari jalan (yang benar); dan tipu daya Fir'aun itu tidak lain hanyalah membawa kerugian.” “Pharaoh said: 'O Haman, build me a lofty tower that I may attain a way (to reach) the heavens, that I may mount up and look upon the Ilah (God) of Moses. But as far as I am concerned, I think (Moses) is a liar.' Thus was made alluring, in Pharaoh's eyes, the evil of his deeds; and the plot of Pharaoh led to nothing but perdition.” Allah ingin kita percaya bahwa raja orang Mesir memerintahkan untuk membangun Menara Babel untuk mencapai tuhan. Terlebih lagi, ‘Haman’ yang dimaksud disini adalah tokoh dari kitab Esther dari Babilonia, bukan Mesir. Namun, setidaknya Firaun paham bahwa dalam 1.900 tahun, bahasa Arab untuk tuhan adalah ‘Ilah’ bukan ‘Allah.’

Qur’an 40:38
, “Orang yang [tak bernama] beriman itu [sosok tersamar Muhammad] berkata: "Hai kaumku, ikutilah aku, aku akan menunjukkan kepadamu jalan yang benar. Hai kaumku, sesungguhnya kehidupan dunia ini hanyalah kesenangan (sementara) dan sesungguhnya akhirat itulah negeri yang kekal. Barangsiapa mengerjakan perbuatan jahat, maka dia tidak akan dibalasi melainkan sebanding dengan kejahatan itu. Dan barangsiapa mengerjakan amal yang saleh baik laki-laki maupun perempuan sedang ia dalam keadaan beriman, maka mereka akan masuk surga, mereka diberi rezeki di dalamnya tanpa hisab. Hai kaumku, bagaimanakah kamu, aku menyeru kamu kepada keselamatan, tetapi kamu menyeru aku ke neraka?” "The man who believed said: 'O my People! Follow me: I will lead you to the Right Path (Islam). This life is nothing but enjoyment. It is the Hereafter that is the abode to settle. Whether man or woman, a Believer is such as will enter the Garden of Bliss. Therein will they have abundance. And O my People! How (strange) it is for me to call you to deliverance while you call me to the Hell Fire!" Muhammad meninggalkan jejak lagi. ‘Jalan yang Benar/Right Path,’ ‘Surga/Garden of Bliss,’ dan Api Neraka/Hell Fire’ adalah tema-temanya yang paling terkenal—signature Muhammad.

Qur’an 40:42, “(Kenapa) kamu menyeruku supaya kafir kepada Allah dan mempersekutukan-Nya dengan apa yang tidak kuketahui “ “You call me to blaspheme against Allah, and to associate partners with Him whom I have no knowledge." Argumen kemitraan tak dikenal ini adalah omong kosong yang dimainkan di Mesir. Dewa-dewi Mesir sangat terkenal dan tanpa basa-basi, berjumlah banyak. “Sudah pasti bahwa apa yang kamu seru supaya aku (beriman) kepadanya tidak dapat memperkenankan seruan apapun baik di dunia maupun di akhirat. Dan sesungguhnya kita kembali kepada Allah dan sesungguhnya orang-orang yang melampaui batas, mereka itulah penghuni neraka.” "Without doubt you do call me to one who is not fit to be called to. The Transgressors will be inmates of the Hell Fire!"

Sang penyamar tak bernama itu belum selesai mengekspos identitas atau tujuan sebenarnya: Qur’an 40:44, “Kelak kamu akan ingat kepada apa yang kukatakan kepada kamu. Dan aku menyerahkan urusanku kepada Allah. Sesungguhnya Allah Maha Melihat akan hamba-hamba-Nya. Maka Allah memeliharanya dari kejahatan tipu daya mereka, dan Fir'aun beserta kaumnya dikepung oleh azab yang amat buruk.” Sepanjang pidato panjang bertele-tele ini, umat Islam tak bernama tersebut tak pernah mengucapkan kata-kata yang menjadi alasan utama Musa dikirim: “Let my people go.” (Biarkan kaumku pergi). Dan itu dikarenakan kisah heroik Musa dan Firaun ciptaan Muhammad memang dirancang untuk membebaskan sang nabi Allah dari kritik kaum Quraysh, bukan membebaskan orang Israel dari perbudakan.

Dengan tiap patah kata terdengar seperti Muhammad di Mekah, penyimpangan kisah Musa di Mesir berlanjut, dan kali ini disertai ringkasan subjek favorit Allah: Qur’an 40:46, “Kepada mereka dinampakkan neraka pada pagi dan petang, dan pada hari terjadinya Kiamat. (Dikatakan kepada malaikat): "Masukkanlah Fir'aun dan kaumnya ke dalam azab yang sangat keras". Dan (ingatlah), ketika mereka berbantah-bantah dalam neraka, maka orang-orang yang lemah berkata kepada orang-orang yang menyombongkan diri: "Sesungguhnya kami adalah pengikut-pengikutmu, maka dapatkah kamu menghindarkan dari kami sebahagian azab api neraka?" Orang-orang yang menyombongkan diri menjawab: "Sesungguhnya kita semua sama-sama dalam neraka karena sesungguhnya Allah telah menetapkan keputusan antara hamba-hamba-(Nya).” Bahkan dengan perubahan latar adegan (dari Mekah ke Mesir), budaya dominan saat itu, sosok Allah tetap terpaku, terperosok di neraka Gurun Arab.

Kepura-puraan Qur’an yang absurd, berbicara atas nama suatu agama yang tak dipahami selama hampir dua puluh abad. Qur’an 40:49, “Dan orang-orang yang berada dalam neraka berkata kepada penjaga-penjaga neraka Jahannam: "Mohonkanlah kepada Tuhanmu supaya Dia meringankan azab dari kami barang sehari". Penjaga Jahannam berkata: "Dan apakah belum datang kepada kamu rasul-rasulmu dengan membawa keterangan-keterangan?" Mereka menjawab: "Benar, sudah datang". Penjaga-penjaga Jahannam berkata: "Berdoalah kamu". Dan doa orang-orang kafir itu hanyalah sia-sia belaka. Sesungguhnya Kami menolong rasul-rasul Kami dan orang-orang yang beriman dalam kehidupan dunia dan pada hari berdirinya saksi-saksi (hari kiamat), (yaitu) hari yang tidak berguna bagi orang-orang zalim permintaan maafnya dan bagi merekalah laknat dan bagi merekalah tempat tinggal yang buruk.” Semburan kata-kata kemarahan tersebut diakhiri dengan mengungkap sumber darimana bahan mentah tersebut dicuri: Qur’an 40:53, “Dan sesungguhnya telah Kami berikan petunjuk kepada Musa; dan Kami wariskan Taurat kepada Bani Israil,” “We showed Moses the guidance, and caused the children of Israel to inherit the Scripture Book (the Torah).”

Surah ke-40 ini terlalu panjang untuk dicakup dari awal sampai akhir. Namun, sebelum kita mengucapkan selamat tinggal kepada sang “Pengampun” (Ghafir/Forgiver atau al Mu’min/Orang Beriman), pertimbangkan yang ini: “(Yaitu) orang-orang yang mendustakan Al Kitab (Al Quran) dan wahyu yang dibawa oleh rasul-rasul Kami yang telah Kami utus. Kelak mereka akan mengetahui, ketika belenggu dan rantai dipasang di leher mereka, seraya mereka diseret, ke dalam air yang sangat panas, kemudian mereka dibakar dalam api,” Tuhan telah kita ubah, namun itu bukan perbaikan.

Ψ † с ბ


Bayangkan sejenak, bila kau Ibn Ishaq. Kau berada di Baghdad, 130 tahun atau sekitar lima generasi setelah Muhammad membawa bencana ini pada dirinya sendiri. Seorang Kalif melangkah masuk dan memerintahkanmu untuk menulis kitab Islam—“The Life of the Prophet Muhammad” (Biografi Nabi Muhammad). Namun, bahan yang tersedia hanyalah laporan-laporan lisan yang disebut hadist—disampaikan turun temurun dari ayah ke anak melewati jurang waktu sekian lama.

Kau meletakkan pena di atas kertas, namun lenganmu bergetar. Di tiap kata, engkau menyerang, mengutuk tepatnya, orang yang bertanggung jawab atas dogma politik dimana engkau bekerja keras. Kitab sucinya seberantakan dan sekelam kehidupannya. Lantas, apa yang kau lakukan?

Untuk kehormatannya, kupikir Ishaq telah menuliskan apa yang telah dikatakan padanya. Bila sebuah hadist menjelaskan sebaliknya ttg ayat Qur’an yang tak dimengerti, jika hadist menjelaskan sebaliknya ttg ritual yang tak dibenarkan, jika hadist menjelaskan perubahan sifat orang Arab yang membawa mereka ke penaklukkan berdarah, dibuatnya mengacu ke Sira. Demikianlah, sang penulis tunggal ini mendirikan Islam—secara literal. Ishaq bertanggung jawab untuk hampir semua yang diketahui umat Islam mengenai Muhammad, tuhannya, buku sucinya, dan agamanya. Dan itu tidak baik.

Bersambung: Bab XII. DELUSION OF GRANDEUR
anne
 
Posts: 502
Joined: Wed Sep 21, 2011 9:52 pm

Re: 'Prophet of Doom' by Craig Winn (BELUM SELESAI)

Postby anne » Mon Nov 12, 2012 6:36 pm

Bab XII. Delusi Kemegahan
http://prophetofdoom.net/Prophet_of_Doo ... deur.Islam

"Apakah kau akan menyerah pada sihirnya dengan mata terbuka?
Ini hanyalah serangkaian mimpi kacau! "


Rumah Allah telah ternoda dengan sisa-sisa dampak Ayat-ayat Iblis, sehingga Muhammad memerlukan suatu kiblat baru—arah baru untuk dituju dan sasaran baru untuk dieksploitasi. Ia perlu mengganti Kabah dengan kuil yang lebih bergengsi. Lantas, sang nabi ngebet menciptakan salah satu kebohongan paling gila-gilaan yang pernah terucap dalam nama agama. Ia berkata bahwa ia telah diterbangkan dengan semacam kuda bersayap ke Kuil di Yerusalem. Disana, ia disambut dengan penuh kemenangan oleh semua tokoh besar Alkitab. Mereka menantinya, berkumpul dalam sebuah pertemuan khusus solidaritas para nabi yang penuh kekhidmatan.

Imajinasinya bergerak liar, Muhammad melompat dari Bait Suci ke langit, naik dari satu lapisan langit ke lapisan lainnya, dan menemukan dirinya berada di hadapan Allah, yang langsung mengusirnya, menuntut umat Islam memujanya 50 kali sehari. Halusinasi berakhir, Muhammad bangun keesokan pagi di rumah almarhum paman Talib. Saat visi tersebut masih menari di pelupuk matanya, ia berseru pada sepupunya, “Omm Hani, sepanjang malam aku sembahyang di Kuil Yerusalem.” Omm Hani memohon agar ia tidak mengekspose kesembronoan tersebut pada Quraysh, namun Muhammad bersikeras.

Ishaq:184,“Umm, anak perempuan Abu Talib, berkata: ‘Rasul tidak melakukan perjalanan apapun kecuali saat ia berada di rumahku. Ia tidur di rumahku malam itu setelah sholat malam. Sesaat sebelum fajar ia membangunkanku sambil berkata,’O Umm, aku pergi ke Yerusalem.’ Ia bangun hendak pergi dan aku mencengkram jubahnya sehingga perutnya telanjang. Aku memohon, ‘O Muhammad, jangan katakan pada orang-orang mengenai ini, karena mereka akan tahu kau berbohong dan akan mengejekmu.’ Ia berkata, ‘Demi Allah, aku akan katakan pada mereka.’ Aku berkata pada budak kulit hitamku. ‘Ikuti dia dan dengarkan.’”

Saat cerita menyebar, sekelompok pengikut awal Muhammad meninggalkan dia. Kekecewaan tersebut dikonfirmasi oleh Katib al Wakidi, “Setelah mendengar ini, banyak yang murtad, mereka yang telah sholat dan masuk Islam.” Sira berkata: Ishaq:183, “Banyak Muslim meninggalkan imannya. Beberapa pergi ke Abu Bakar dan berkata, ‘Bagaimana anggapanmu terhadap temanmu sekarang? Ia mengatakan kalau ia pergi ke Yerusalem tadi malam, sholat disana dan kembali ke Mekah. Abu Bakar berkata mereka berbohong mengenai Rasullullah. Mereka balas mengatakan kalau saat ini Muhammad sedang ada di mesjid bercerita pada kaum Quraysh mengenai hal tersebut. Abu Bakar berkata, ‘Jika ia berkata demikian maka itu pasti benar. Aku percaya padanya. Dan itu lebih menakjubkan daripada kisahnya yang kalian ragukan.’ Kemudian Allah menurunkan surah berkaitan dengan mereka yang meninggalkan Islam karena alasan ini: Dan Kami tidak menjadikan mimpi yang telah Kami perlihatkan kepadamu, melainkan sebagai ujian bagi manusia ... Dan Kami menakut-nakuti mereka, tetapi yang demikian itu hanyalah menambah besar kedurhakaan mereka. [Qur'an 17:60]. Sekali lagi, Muhammad bertindak tak masuk akal, dan itu salah semua orang kecuali dia.

Yang mengejutkan adalah, surah ‘Guruh’ justru mengecam klaim Muhammad ttg perjalanan ajaibnya. Setelah mengatakan, Q 13:75-6, “Orang-orang itulah yang kafir kepada Tuhannya; dan orang-orang itulah (yang dilekatkan) belenggu di lehernya; mereka itulah penghuni neraka, mereka kekal di dalamnya….dan sesungguhnya Tuhanmu benar-benar sangat keras siksanya.” kita diberitahu bahwa Muhammad tidak mampu mengadakan mukjizat, Q 13:7, “Orang-orang yang kafir berkata: "Mengapa tidak diturunkan kepadanya (Muhammad) suatu tanda (kebesaran) dari Tuhannya?" Sesungguhnya kamu hanyalah seorang pemberi peringatan; dan bagi tiap-tiap kaum ada orang yang memberi petunjuk” Pengakuan tersebut diulang: Q 13:27, “Orang-orang kafir berkata: "Mengapa tidak diturunkan kepadanya (Muhammad) tanda (mukjizat) dari Tuhannya?" Katakanlah: "Sesungguhnya Allah menyesatkan siapa yang Dia kehendaki...” Ada dusta namun tidak ada mukjizat.

Tuhan Islam bukan hanya tak berdaya, ia juga skizofrenia. Q 13:30, “mereka kafir kepada Tuhan Yang Maha Pemurah [mereka tidak percaya pada Ar-Rahman] Katakanlah: "Dialah Tuhanku tidak ada Tuhan selain Dia; hanya kepada-Nya aku bertawakkal dan hanya kepada-Nya aku bertaubat.” Sang tuhan kegelapan berkata pada orang-orang yang mengejek nabinya: Q 13:32, “Dan sesungguhnya telah diperolok-olokkan beberapa rasul sebelum kamu, maka Aku beri tangguh kepada orang-orang kafir itu kemudian Aku binasakan mereka. Alangkah hebatnya siksaan-Ku itu!... Bagi mereka azab dalam kehidupan dunia dan sesungguhnya azab akhirat adalah lebih keras dan tak ada bagi mereka seorang pelindungpun dari (azab) Allah." Kemudian sang roh Qur’an sesumbar, “Ia melepaskan halilintar, lalu menimpakannya kepada siapa yang Dia kehendaki.” Bayangkan, menyembah sosok tuhan yang sejahat ini.

Untuk menunjukkan bahwa ia tidak selalu impoten, si Ar-Rahman menyombongkan diri: Q 13:38, “Dan tidak ada hak bagi seorang Rasul mendatangkan sesuatu ayat (mukjizat) melainkan dengan izin Allah.” Namun, sayangnya ia senantiasa berubah-ubah dan pelupa, “Bagi tiap-tiap masa ada Kitab (yang tertentu). Allah menghapuskan apa yang Dia kehendaki dan menetapkan (apa yang Dia kehendaki)," Dan sebaiknya kita waspada: Q13:41, “Dan apakah mereka tidak melihat bahwa sesungguhnya Kami mendatangi daerah-daerah (orang-orang kafir), lalu Kami kurangi daerah-daerah itu (sedikit demi sedikit) dari tepi-tepinya? Dan Allah menetapkan hukum (menurut kehendak-Nya), tidak ada yang dapat menolak ketetapan-Nya; dan Dialah Yang Maha cepat hisab-Nya. Dan sungguh orang-orang kafir yang sebelum mereka (kafir Mekah) telah mengadakan tipu daya, tetapi semua tipu daya itu adalah dalam kekuasaan Allah.” Tapi tidak banyak yang terkecoh tipuannya, Qur'an 13:43 "Berkatalah orang-orang kafir: "Kamu bukan seorang yang dijadikan Rasul". Katakanlah: "Cukuplah Allah menjadi saksi antaraku dan kamu, dan antara orang yang mempunyai ilmu Al Kitab.'"

Sekarang kita tahu bahwa tidak ada mukjizat, dan kata-kata bermasalah ini adalah satu-satunya saksi yang memvalidasi klaim Muhammad, mari kita coba memahami perjalanan fiktif tersebut. Sebagaimana biasa, sulit memisahkan antara imaginasi sang nabi dengan kata-kata yang seharusnya keluar dari seorang tokoh bijak Islam. Misalnya, ketika ditanya kaum Quraysh, rasul tanpa mukjizat dan malaikat ini meyakinkan teman rohnya untuk membangun model Yerusalem di tengah-tengah mereka. Sebagai bukti lebih lanjut adanya perjalanan malam tersebut, Muhammad berkata bahwa sewaktu mendesing lewat di atas kafilah, suara yang ditimbulkan kuda terbangnya membuat ketakutan seekor unta. Sepulangnya ke Mekah, seseorang mengkonfirmasi seekor unta memang terlihat cemas ketakutan. Itulah buktinya!

Satu-satunya pencantuman lain dalam Quran yang menyebutkan penerbangan khayal tersebut, terdapat di surah ke-17, yang dibuka dengan, “Maha Suci Allah, yang telah memperjalankan hamba-Nya pada suatu malam dari Al Masjidil Haram ke Al Masjidil Aqsha yang telah Kami berkahi sekelilingnya agar Kami perlihatkan kepadanya sebagian dari tanda-tanda (kebesaran) Kami. Sesungguhnya Dia adalah Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui.."

Bocah 6 tahun Aisha, yang dinikahi nabi berusia 60 tahun setelah kematian Khadija, berkata, Ishaq:183, “Tubuh Nabi tetap di tempatnya. Allah mengangkat rohnya di malam hari.” Selain itu, tidak ada cara lain pergi ke Yerusalem di malam hari di abad ke-7, kegelapan malam pastilah sesuai dengan roh gelap Islam. Aisha selanjutnya mendakwa kisah suaminya dengan: Bukhari:V4B53N400 "Suatu ketika Nabi disihir sehingga ia mulai berimajinasi telah melakukan sesuatu padahal ia tidak ia lakukan. Dengan manis ia menutupnya Bukhari:V4B54N457 "Barangsiapa menyatakan bahwa Muhammad melihat Tuhannya, melakukan kesalahan besar, karena ia hanya melihat Jibril.”

Pernyataan Aisha saja sudah cukup memberatkan, ditambah lagi satu masalah besar. Tidak ada Bait Suci di Yerusalem. Enam abad sebelum al-Buraq terbang, Romawi telah menghancurkannya. Di tahun 70 A.D. sehingga tidak satu batupun dibiarkan terletak di atas batu yang lain. Tuhan Islam beserta nabinya adalah pendusta.

Bukhari: V4B55N585 "Wahai Rasullullah! Mesjid manakah yang dibangun pertama kali di atas bumi.’ Ia menjawab, ‘Mesjid Haram di Mekah.’ ‘Mesjid apa berikutnya.’ Ia menjawab, ‘Mesjid Al-Aqsa di Yerusalem.’ Berapa jangka waktu pembangunan keduanya.’ Ia berkata, ‘Empat puluh tahun.’” Tidak perduli bagaimanapun orang menginterpretasi fakta dan fantasi ini, Muhammad jelas berbohong. Jika Kabah dibangun Allah, usianya beberapa milyar tahun. Jika dibangun Adam, pastilah di 4000 B.C. JIka dibangun Abraham, maka di 2000 B.C. Jika bukti-bukti historis kita jadikan petunjuk, patilah sekitar 500 A.D. Bait Salomo dibangun 967 B.C. (tepatnya 1000 tahun sebelum penyaliban dan kebangkitan Tuhan Yesus di 33 A.D.). Dome of the Rock didirikan di atas pondasi Kuil Jupiter Romawi di 691 A.D. Sementara mesjid Al-Aqsa dibangun di atas sebuah basilica Romawi, di ujung selatan Bukit Bait Suci beberapa abad kemudian. Muhammad salah mengurut dan salah jarak waktu yang memisahkan mereka.

Walau aku bukan psikiater, kisah berikut terdengar delusional Bukhari: V4B54N429/ V5B58N227, “Nabi berkata, ‘Saat aku berada di bangunan tersebut atau di tempat berdiri dalam keadaan setengah sadar, seorang malaikat mendapatiku sebagai seorang pria yang berbaring diantara dua pria [terdengar provokatif]. Sebuah nampan emas dipenuhi kebijakan dan iman dibawa kepadaku dan tubuhku dibelah mulai dari tenggorokan hingga ke bagian bawah perut.’ Nabi berkata, ‘Dadaku dicuci dengan air Zamzam untuk mengeluarkan keraguan atau kemusyrikan atau kepercayaan pra-Islam atau kesalahan.Kemudian ia mengambil jantungku dan mengisinya dengan iman dan kebijakan sebelum mengembalikan ke tempatnya. Kemudian Al-Buraq, seekor hewan putih lebih kecil dari bagal dan lebih besar dari keledai, dibawa padaku dan aku berangkat dengan Jibril.’ Nabi berkata, ‘Langkah hewan itu begitu lebar hingga mencapai titik terjauh dalam jangkauan pandangan hewan tsb.”

Dari Sira: Ishaq:182, “Waktu aku berada di Hijr, Jibril datang dan menggerakkanku dengan kakinya. Ia membawaku ke pintu mesjid dan disana ada seekor hewan putih, setengah bagal, setengah keledai, dengan dua sayap namun meluncur dengan kakinya. Ia menaikkanku ke atasnya. Ketika aku naik, ia menghindar. Jibril meletakkan tangan di surainya dan berkata, ‘Kau harusnya malu berlaku seperti ini. Demi Allah, kau takkan mendapatkan penunggang yang lebih terhormat daripada Muhammad.’ Hewan itu begitu malunya hingga berkeringat dingin.”

Dalam sebuah hadist koleksi Muslim, Muhammad tanpa pembedahan, melakukan sholat dua rakaat di Kuil tersebut dan diberi minuman segar. Muslim:C75B1N309, “Rasullullah berkata, ‘Aku dibawa di atas al-Buraq, seekor hewan putih panjang. Aku menaikinya pergi ke Bait Yerusalem. Aku menambatkannya kelingkaran yang digunakan para nabi dan masuk mesjid, sholat dua rakaat di dalammnya. Kemudian aku keluar [dari bangunan yang tidak ada] dan Jibril membawakanku satu bejana anggur dan satu lagi susu. Aku memilih susu, dan ia berkata: ‘Kau telah memilih yang alami,’ dan membawaku ke surga.”

Ishaq:182, “Ketika kami tiba di Bait Yerusalem, kami bertemu Ibrahim, Musa, dan Isa, bersama sekumpulan nabi-nabi. Aku menjadi imam mereka sholat.” Andai kau penasaran: “Musa adalah seorang pria berwajah kemerahan, kurus, berambut ikal dengan hidung bengkok. Yesus seorang pria kemerahan dengan rambut lurus basah dan wajah berbintik-bintik.” Ishaq:184, “Setelah menyelesaikan urusanku di Yerusalem, sebuah tangga yang lebih halus daripada yang pernah kulihat, dibawakan padaku. [Hanya mengingatkan, karena tidak ada kayu di Mekah, ia mungkin belum pernah melihat tangga]. Seorang malaikat bertanggungjawab atas tangga tersebut, dan ia memerintah atas 12.000 malaikat yang masing-masing memerintah atas 12.000 malaikat pula.” Bayangkan, 144.000.000 malaikat memegang sebuah tangga. “Dan tak ada yang lebih mengetahui tentang pasukan Allah selain dia.”

Kenal kan bagaimana Muhammad ini, menurutmu apa yang ingin dilihatnya pertama kali? ‘Neraka!’ tepat sekali jawabanmu. Ishaq:185, “Muhammad berkata, ‘Perintahkan Malik untuk memperlihatkan neraka padaku.’ ‘Sudah tentu!’ Wahai Malik, perlihatkan Muhammad neraka.’ Maka ia-pun membuka penutup neraka dan api berkobar tinggi di udara sampai kupikir akan membakar segalanya.” Dalam Islam, salah adalah benar, bawah adalah atas, neraka adalah tempat tinggal Allah.

Bukhari: V4B54N429 dan Muslim: C75B1N309 sepakat dalam hal ini, dan kita belajar bahwa neraka adalah langit terdekat: “Ketika aku tiba di langit terdekat, Jibril berkata pada penjaga gerbang langit, ‘Bukalah gerbang.’ Penjaga bertanya, ‘Siapa itu?’ Katanya, ‘Jibril.’ Penjaga gerbang bertanya, ‘Siapa yang bersamamu?’ Jibril menjawab, ‘Muhammad.’ Penjaga membalas, ‘Apakah ia telah dipanggil?’ Jibril berkata, ‘Ya.’ Kemudian dikatakan, ‘Ia dipersilahkan. Betapa indah kunjungannya!’ Kemudian aku bertemu Adam dan memberinya salam, dan ia berkata, ‘Selamat datang, wahai Nabi dan anakku,’ Jibril berkata, ‘Kumpulan yang berada di kanan dan kirinya adalah jiwa keturunanya. Yang berada di sebelah kanannya adalah para penghuni surga, dan yang berada di sebelah kirinya dalah para penghuni neraka. Maka, ketika Adam melihat ke sebelah sisi kanan, ia tertawa, dan ketika melihat ke sisi kiri, ia menangis.”

Ishaq mendapatkan sedikit gambaran mengenai ini, Ishaq:185: “Adam memeriksa roh-roh keturunannya. Kaum kafir membuatnya jijik. Kemudian aku melihat pria-pria dengan bibir seperti bibir unta. Di tangan mereka terdapat potongan bara api seperti batu-batu, yang mereka masukkan ke mulut mereka. Kemudian keluar dari bokong mereka,” Sebelum kuberitahu siapa yang pantas menerima nasib seperti ini, pikirkan mengenai orang-orang yang paling membuat gusar Muhammad. Orang-orang yang tidak mau berbagi apa yang ia dambakan, yang mengabaikannya, membuatnya teraniaya? “Aku diberitahu mereka orang-orang berdosa yang melahap kekayaan anak yatim.” Lainnya lagi memiliki, “perut seperti unta-unta.” Ada yang, “gila karena kehausan.” “Kemudian aku melihat perempuan-perempuan yang digantung dengan payudaranya. Mereka telah melahirkan anak-anak haram.”

Namun tidak semuanya berbau jahat. Bicara mengenai anak laki-laki yang istrinya ia curi karena hasratnya, sang Nabi berkata, Ishaq:186, “Ia membawaku ke Surga, dan disana aku melihat seorang gadis dengan bibir berwarna merah tua. Aku bertanya padanya, siapa yang memilikinya, karena ia begitu menarik hatiku saat kupandang. Ia menjawab, Zayd [anak adopsi Muhammad]. Rasul memberitahu kabar baik ini kepada Zayd.” Kurasa gadis itu adalah hadiah hiburan untuk Zayd.

Kembali ke Muslim dan Bukhari: “Kemudian kami naik ke langit kedua. Penjaga di gerbang bertanya, ‘Siapa itu?’ Jibril menjawab, ‘JIbril.’ Penjaga gerbang berkata, ‘Siapa yang bersamamu?’ Ia menjawab, ‘Muhammad’ ‘Apakah ia telah diutus?’ Ia menjawab, ‘Ya.’ Penjaga berkata, ‘Ia dipersilahkan. Betapa indah kunjungannya!’ dan gerbang dibuka. Kemudian aku bertemu Yesus dan Yahya (Yohanes) yang berkata, ‘Selamat datang, wahai saudaraku dan Nabi yang saleh.”

Seraya naik meninggalkan Yesus: “Kami naik ke langit ke-tiga. Penjaga gerbang berkata, ‘Siapa itu?’ ‘Jibril.’ Penjaga gerbang bertanya, ‘Siapa yang bersamamu?’ ‘Muhammad.’ ‘Apakah ia telah diutus?’ ‘Ya.’ ‘Ia dipersilahkan. Betapa indah kunjungannya!’ Ia membuka pintu gerbang.’ Nabi berkata, ‘Disana aku bertemu Yusuf dan memberi salam padanya. Ia menjawab, ‘Selamat datang, wahai Nabi dan saudaraku!’ Kami naik ke langit ke-empat dan terjadi lagi pertanyaan dan jawaban yang sama dengan penjaga gerbang. Disana aku bertemu Idris [Enoch]. Ia berkata, ‘Selamat datang Nabi.’ Kami naik ke langit ke-lima dan lagi-lagi pertanyaan dan jawaban yang sama dengan penjaga gerbang. Disana aku memberi salam pada Harun.” Surganya Islam penuh dengan orang Yahudi, dan ada lebih banyak gerbang dan penjaga dibanding kebanyakan penjara. Aku ingin tahu apakah itu kebetulan?
anne
 
Posts: 502
Joined: Wed Sep 21, 2011 9:52 pm

Re: 'Prophet of Doom' by Craig Winn (BELUM SELESAI)

Postby anne » Mon Nov 12, 2012 6:52 pm

Apapun alasannya, semuanya terbuka lebar untuk sang Nabi besar Arab: “Kemudian kami naik ke langit ke-enam, dan lagi-lagi pertanyaan dan jawaban serupa terjadi. Disana aku bertemu dan memberi salam pada Musa. Ketika aku hendak pergi, ia mulai menangis, dan ketika ditanya mengapa, ia berkata, “Pengikut nabi muda yang diutus setelah aku ini, lebih banyak jumlahnya yang masuk ke Surga, dibandingkan pengikutku.” Ayat ini menjelaskan sekilas, jahatnya hati Muhammad. Dalam usaha meninggikan dirinya sendiri, ia berani mengklaim Musa iri padanya.

Melesat meninggalkan para nabi Yahudi, duo dinamis kita bergegas pergi lebih tinggi: “Kami naik ke langit ke-tujuh dan sekali lagi pertanyaan dan jawaban yang sama terjadi dengan penjaga gerbang. Disana aku memberi salam Abraham. Ia naik bersamaku sampai aku dibawa ke ketinggian tertentu, aku mendengar suara gesekan pena. Aku diperlihatkan Al-Bait-al-Ma’mur (Rumah Allah). Aku bertanya pada Jibril tentangnya, dan ia berkata, ‘Ini adalah tempat dimana 70.000 malaikat melaksanakan sholat setiap hari, dan ketika mereka pergi meninggalkannya mereka tidak pernah kembali lagi (rombongan baru datang setiap hari). ‘Aku diperlihatkan Sidrat-ul-Muntaha (sebuah pohon) dan aku melihat buah-buah Nabk yang serupa kendi tanah liat. Daunnya seperti telinga gajah. Empat sungai bermuara di akarnya; dan aku betanya pada Jibril mengenainya. ‘Dua sungai tersembunyi ada di Surga, dan yang terlihat adalah sungai Eufrat dan sungai Nil.” Setidaknya ia memiliki bagian yang benar. Ia berada dalam keadaan penyangkalan.

“Lima puluh kali sholat diperintahkan padaku” [oleh Allah]. Namun Musa tidak senang: “Aku turun hingga mencapai Musa, yang bertanya, ‘Apa yang telah kau lakukan?’ Aku katakan, ‘Aku telah diperintahkan untuk melaksanakan sholat 50 kali sehari.’ Katanya, “Pengikutmu takkan sanggup sholat lima puluh kali. Aku menguji orang-orang sebelum kamu dan mencoba yang terbaik untuk membawa suku Israel agar patuh [Islam]. Pengikutmu takkan sanggup dengan kewajiban seperti itu. Maka, kembalilah pada Tuhanmu dan mintalah pengurangan beban.’ Aku kembali dan meminta Allah (mengurangi) dan Ia menjadikannya empat puluh. Aku membicarakannya dengan Musa. Kemudian aku kembali pada Allah untuk pengurangan, dan Ia menjadikannya tiga puluh, kemudian dua puluh, kemudian sepuluh. Selanjutnya aku datang pada Musa yang mengulang saran yang sama. Akhirnya Allah menguranginya hingga lima. Ketika aku menemui Musa terakhir kali, ia berkata, ‘Apa yang telah kau lakukan?’ Aku berkata, ‘Allah telah menjadikannya hanya lima.’ Ia mengulang nasehat serupa, tapi kukatakan aku telah meminta berkali-kali, aku merasa malu dan dan pasrah (pada perintah terakhir Allah). Ketika aku pergi, kudengar sebuah suara berkata, ‘Aku telah memberikan perintahKu dan mengurangi beban PenyembahKu.’”

Engkau dibawa menghadap pencipta semesta, dan yang kau diskusikan hanyalah berapa kali ia ingin dipuja dengan ritual sholat pembuat keram otak yang ‘memberatkan dan wajib.’? Kurasa tidak. Namun, sekali lagi, berpikir-lah yang membuatku bukan seorang Muslim. So, selagi kita membahas ini, coba pikirkan: mengapa satu-satunya nabi Islam meninggalkan Kabah di Mekah dan terbang ke Bait Yahweh di Yerusalem untuk pergi ke langit? Dari keseluruhan kisah penerbangan ‘wah’ Muhammad, ada beberapa pertanyaan mengganggu selain yang satu ini.

Umat Islamnya si Muhammad ingin tahu, meskipun hal-hal kecil. Mereka ingin tahu seperti apa para penghuni langit. Bukhari: V4B55N607 "Rasul Allah berkata, ‘Di malam kenaikanku ke Langit, aku melihat Musa, seorang yang kurus, tampak seperti salah seorang pria dari suku Shanua; dan aku melihat Yesus dengan wajah merah seakan-akan baru keluar dari kamar mandi [Sumpah, aku tidak mengada-ada]. Dan aku mirip Abraham, lebih dari keturunannya yang lain.” Oke-oke saja kalau mau memeriksa kisah-kisah di Bible karena: Bukhari: V4B56N667, “Rasul berkata, ‘Sampaikan (ajaranku) kepada orang-orang walau hanya sebaris kalimat, dan sampaikan pada lainnya kisah-kisah Israel (yang telah diajarkan padamu), karena tidak ada dosa melakukannya. Dan barangsiapa dengan sengaja berbohong padaku, sudah pasti memiliki tempat di Neraka.”

Layak dikatakan bahwa Isra Mi’raj tersebut lebih dari sekedar kisah teologi tak jelas bagi Muslim. Aku secara pribadi bertemu dengan anggota Hamas, al-Qaeda, Islamic Jihad, dan Al-Aqsa Martyr Brigade, di Betlehem, Desember 2001. Mereka katakan padaku dengan serius bahwa Isra Mi’raj merupakan dasar klaim Islam terhadap Yerusalem. Bahkan, mereka rela membunuh dan mati untuk merebutnya atas nama Nabi mereka.

Kembali ke Mekah, dan memang sesuai karakternya, si nabi pendendam melakukan persis apa yang dilakukan orang-orang yang merasa tak aman. Ia memproyeksikan delusi diri yang abnormal tsb kepada para pengkritiknya. Seperti halnya ayat-ayat Iblis, ia punya tuhan suruhan yang mengatakan perjalanan malam isra mi’raj tersebut adalah cobaan. Bukhari: V8B77N610, “Kami berikan visi kenaikan ke langit, Mi’raj, yang Kami perlihatkan padamu sebagai saksi mata sesungguhnya, namun sebagai cobaan bagi orang-orang.’ [Qur’an 17:60] Rasullullah sesungguhnya melihat dengan matanya sendiri visi segala sesuatu yang kami perlihatkan padanya saat Isra Mi’raj ke Yerusalem. Itu bukanlah sebuah mimpi.”

Surah ke-17, bernama "Perjalanan Malam," berbunyi: Qur'an 17:60 "Sesungguhnya (ilmu) Tuhanmu meliputi segala manusia". Dan Kami tidak menjadikan mimpi yang telah Kami perlihatkan kepadamu, melainkan sebagai ujian bagi manusia dan (begitu pula) pohon kayu yang terkutuk dalam Al Quran [Zaqqom, pohon siksaan di Neraka]. Dan Kami menakut-nakuti mereka, tetapi yang demikian itu hanyalah menambah besar kedurhakaan mereka.." Surah tersebut mengklaim: "Dan Sesungguhnya Kami telah berikan kepada Musa Al-Kitab (Taurat),... dan Kami berikan Zabur kepada Daud." Mengenai Yahudi, ia berkata: Qur'an 17:7 "We shall rouse Our (Muslim) slaves to shame and ravage you (Jews), disfiguring your faces. They will enter the Temple as before and destroy, laying to waste all that they conquer." (Kami datangkan orang-orang lain) untuk menyuramkan muka-muka kamu dan mereka masuk ke dalam mesjid, sebagaimana musuh-musuhmu memasukinya pada kali pertama dan untuk membinasakan sehabis-habisnya apa saja yang mereka kuasai." Karena malu, Muhammad mendorong umat Islam untuk menyerang Yahudi. Namun, pasukannya tidak dapat masuk ataupun menghancurkan apa yang sudah ditiadakan Romawi 600 tahun sebelumnya. Allah melakukan kesalahan lagi. Namun, berbohong dengan cara ini, justru membuat kita lebih mengenalnya.

Bagian yang paling menggelikan dalam surah ke-17, sesudah kata-kata kasar seperti biasanya, “..sesungguhnya azab Tuhanmu adalah suatu yang (harus) ditakuti. Tak ada suatu negeripun (yang durhaka penduduknya), melainkan Kami membinasakannya sebelum hari kiamat atau Kami azab (penduduknya) dengan azab yang sangat keras. Yang demikian itu telah tertulis di dalam kitab (Lauh Mahfuzh)." Qur'an 17:59 "Dan sekali-kali tidak ada yang menghalangi Kami untuk mengirimkan (kepadamu) tanda-tanda (kekuasan Kami), melainkan karena tanda-tanda itu telah didustakan oleh orang-orang dahulu. Dan telah Kami berikan kepada Tsamud unta betina itu (sebagai mukjizat) yang dapat dilihat, tetapi mereka menganiaya unta betina itu. Dan Kami tidak memberi tanda-tanda itu melainkan untuk menakuti." Sulit membayangkan ada orang yang percaya pada kitab suci semacam ini. Tuhannya Islam baru saja bilang: “Kami tidak melakukan mukjizat lagi karena kaum Thamud menyakiti unta kami.”

Setelah mengatakan bahwa Qur’an ditulis dengan begitu baiknya sehingga jin maupun manusia tidak bisa berkomplot untuk menyusun yang serupa dengannya, kita temukan bahwa Muhammad tidak masuk kriteria dan Qur’an tidak ada. Qur'an 17:90 "Dan mereka berkata: "Kami sekali-kali tidak percaya kepadamu hingga kamu memancarkan mata air dan bumi untuk kami [seperti Musa]. atau kamu mempunyai sebuah kebun korma dan anggur, lalu kamu alirkan sungai-sungai di celah kebun yang deras alirannya [seperti klaimmu Allah yang melakukan]. atau kamu jatuhkan langit berkeping-keping atas kami, sebagaimana kamu katakan [seperti Yahweh lakukan pada Sodom dan Gomorrah]. atau kamu datangkan malaikat-malaikat berhadapan muka dengan kami. [seperti Abraham]. Atau kamu mempunyai sebuah rumah dari emas [seperti Daud atau Salomo], atau kamu naik ke langit [seperti Yahshua (Jesus)]. Dan kami sekali-kali tidak akan mempercayai kenaikanmu itu hingga kamu turunkan atas kami sebuah kitab yang kami baca" [seperti Bible].'" Secara kronologis, ini surah ke-70, namun penduduk Mekah menyatakan Muhammad tidak punya apapun untuk dibaca. Tidak ada Qur’an. Tidak ada mukjizat.

Image
anne
 
Posts: 502
Joined: Wed Sep 21, 2011 9:52 pm

Re: 'Prophet of Doom' by Craig Winn (BELUM SELESAI)

Postby anne » Mon Nov 12, 2012 8:45 pm

Setelah Perjalanan Malam itu, sang nabi memiliki kiblat baru untuk menggantikan yang kiblat yang telah ia cemari, so yang ia butuhkan sekarang adalah beberapa pengikut. Namun, karena telah mempermalukan dirinya sendiri di Mekah dengan ayat-ayat Iblis, Dilempari batu di Taif, dan Perjalanan gila-gilaan dengan Buraq, tentu ia perlu audiens di tempat baru. Kesempatan muncul dari tempat yang tak diduga. Perayaan haji yang dipromosikan Qusayy masih berjalan lancar. Tabari VI: 120, “Rasullullah biasanya muncul di masa-masa haji di hadapan suku-suku Arab, seraya menyerukan mereka kepada Allah, seraya memberitahu bahwa ia adalah nabi yang dikirim Allah, dan meyuruh mereka untuk mempercayai kata-katanya serta membelanya. ‘Akulah utusan Allah pada kalian, yang memerintahkan kalian untuk menyembah Allah dan tidak mengasosiasikan apapun dengan dia [seperti yang baru saja kulakukan], untuk membuang berhala apapun yang kamu sembah selain dia, untuk percaya padaku dan kebenaran ajaranku, serta untuk membelaku, agar aku dapt mewujudkan pesan Allah yang mengutusku untuk menyampaikannya.” Segalanya mengenai: ‘Untukku, diriku dan aku.’ Orang yang merasa tak aman seperti Muhammad, memiliki hasrat tak terpuaskan untuk pujian. Mereka hidup untuk menguasai, dan tak akan pernah berhenti untuk mewujudkan rencananya, sambil terus mencoba merasionalisasikan segala perilaku mereka.

“Setelah sang nabi menyelesaikan pidato dan aksi panggungnya, Abd Al-Uzza Lahab akan berkata, 'Bani ini dan itu, orang ini menyuruh kalian menyingkirkan Al-Lat dan Al-Uzza....serta menerima ajaran sesatnya. Jangan turuti dia; jangan dengarkan dia.” Para ulama Islam merasa berkepentingan untuk merendahkan paman Abu Lahab dengan menjulukinya Budak Al-Uzza (Abd Al-Uzza). Namun ini seperti pedang bermata dua. Karena jika Al-Uzza dan Al-Lat dewa-dewi pagan yang namanya digunakan, maka demikian juga Allah, berhala pra-Islam yang namanya juga digunakan. Dalam hadist berikutnya dari, sekian orang, Abd Ar-Rahman, dikatakan: “Muhammad berbicara pada klan Banu Abdallah, ‘Allah telah memberikan pada leluhur kalian sebuah nama yang sangat bagus.”

Sebagai seorang nabi, Muhammad merupakan produk gagal luarbiasa. Ishaq:194 “Rasullullah menawarkan diri pada suku-suku Arab saat perayaan-perayaan bilamana ada kesempatan. Ia biasa meminta agar mereka mempercayai dan melindunginya.” Ishaq:195, “Rasullullah berhenti di perkemahan Arab dan berkata pada mereka bahwa ia adalah nabi Allah, yang memerintahkan mereka untuk menyembahnya, percaya pada utusannya, dan melindunginya sampai Allah menjelaskan tujuannya.” “Ia pergi ke tenda-tenda kaumnya dan menawarkan dirinya pada mereka, namun mereka menolak. Ia pergi ke kaln Abdallah dengan pesan yang sama, tapi mereka tidak menolaknya. Rasullullah pergi ke Hanifa, yang sambutannya paling buruk dari semuanya. Ia mencoba pemimpinnya, namun salah satu dari mereka berkata padanya, ‘Kukira kau menginginkan kami melindungimu dari orang-orang Arab dengan jiwa kami dan selanjutnya jika kau berhasil, orang lain yang akan menuai keuntungan. Tidak, Trimakasih aja deh!”

Terdorong oleh dambaan akan kekuasaan dan uang: Tabari VI: 122/Ishaq: 195 "Setiap kali Muhammad mendengar ada orang penting diantara para peziarah yang datang ke perayaan, maka ia akan memberikan perhatian khusus. Beberapa sheikh dari klan Awf Yathrib, datang ke Mekah untuk umrah. Ketika Muhammad mendengar mengenai kedatangan Suwayd [seorang penyair yang dijuluki ‘Yang Sempurna’], ia mendengarkannya penuh perhatian. Suwayd berkata, “Mungkin yang kau sampaikan sama seperti yang ku katakan.’ Rasul bertanya, ‘Apa yang kau baca.’ ‘Buku Luqman,’ jawabnya [Luqman adalah sosok dalam mitologi Arab. Ia muncul di surah ke-31] Sang rasul berkata, ‘Berikan padaku [agar dapat kujiplak sebagaimana puisi Hanif dan kitab suci Yahudi.]’ Suwayd memberikan dan menjelaskan padanya. Muhammad berkata, ‘Pidato ini bagus, tapi aku punya lebih bagus. Pidatoku adalah qur’an yang Allah wahyukan padaku.’ Nabi membacakan beberapa pada Suwayd. Ia berkata, ‘Perkataan yang bagus.’ Lantas pergi, bergabung kembali dengan kaumnya.’

Dasar ndableq, sang nabi terus mengoceh di antara orang banyak, sok penting sambil mengemis minta dituruti. Namun waktu hampir habis. Upacara-upacara ritual hampir berakhir. Ishaq:197 “Rasul mendengar tentang Abdul. Ia bertanya apakah mereka menginginkan sesuatu yang lebih menguntungkan daripada yang yang mereka miliki saat ini.” Karena mereka sedang dalam ziarah relijius, tentulah Muhammad menawarkan agama barang jarahan. Tapi pemimpin mereka “mengambil segenggam tanah dan melemparkannya ke wajah Muhammad.”

Sekarang, dengan putus asa si pesuruh Allah mengekor para pemuja berhala di prosesi terakhir mereka ke Arafat dan kemudian kembali ke Mina. Di lembah sempit itulah terbuka kesempatan. Muhammad merecoki sekelompok peziarah dari Yathrib. “Dari suku manakah kalian?” “Suku Khazraj,” salah seorang menjawab. “Ah!” si nabi berkata penuh semangat. “Suku kalian adalah sekutu Yahudi, bukan?” “Ya, memang.” “Lantas, mengapa kita tidak duduk-duduk mengobrol?” Sebuah hadist melaporkan: Tabari VI: 124 "Ketika Allah ingin membuat agamanya menang [dengan pedang], membesarkan nabinya [dengan kekuasaan politik], dan memenuhi janjinya [untuk membuat Muhammad kaya], Rasul pergi keluar selama ziarah tsb. dan bertemu sekelompok Ansar di Aqabah, pihak Khazraj.” Kaum Ansar, atau "Penolong," adalah Muslim dari Yathrib. Pada saat itu belum ada.

Ishaq: 197 "Allah telah mempersiapkan mereka untuk Islam karena mereka tinggal di dekat orang-orang Yahudi, yang adalah para ahli kitab dan pengetahuan. Sementara kaum Khazraj politeis dan penyembah berhala, mereka mendapat kekuasaan dengan menyerang tiba-tiba dan mencuri dari kaum Yahudi. Bilamana ada perselisihan kaum Yahudi akan berkata, ‘Seorang nabi akan segera datang. Waktunya sudah dekat. Kami akan mengikuti dia dan dengan dia sebagai pemimpin kami, kami akan membunuh kalian.” Hadist ini mengkonfirmasi beberapa hal yang akan membentuk Islam. Pertama, ada Yahudi di Yathrib—cukup banyak. Mereka cerdas, terdidik dan Alkitabiah. Orang Arab adalah kaum pagan, namun mendominasi Yahudi, sesuatu yang akan dimanfaaatkan oleh Muhammad. Ketika orang-orang Yahudi frustasi, mereka melakukan apa yang biasa mereka lakukan. Mereka berkata, “Kami mungkin kalah sekarang, namun tunggu saja. Suatu hari Mesias kami akan datang dan segalanya akan berubah.”

Penantian akan seorang Mesias terjalin di sepanjang kehidupan masyarakat Yahudi. Demikian, hal tsb disampaikan kepada orang-orang Arab. Dan tak diragukan, para penduduk Yathrib yang buta huruf dan penyembah berhala tsb iri pada kekayaan adat istiadat dan warisan Yahudi. Ini adalah lingkungan yang tepat bagi sang nabi gagal dari Mekah. Arab di Yathrib, yang nantinya Medinah, bersiap-siap untuk panen. Masih kecanduan akan tahyul berhala-berhala, mereka memiliki pengetahuan seadanya mengenai Yudaisme sehingga menelan mentah-mentah segala bualan Muhammad. Mereka adalah kawanan sempurna bagi sang penipu yang putus asa ini. Sudah siap mengantisipasi kedatangan seorang Mesias, merekapun siap menerima si pembaharu tatacara penyembahan Kabahnya Qusayy sebagai nabi mereka. Mereka mengundang si serigala berbulu domba di tengah-tengah mereka, keputusan yang kelak akan mereka sesali. Namun dengan cara ironis. Satu-satunya alasan Arab-arab ini menerima Muhammad adalah karena orang Yahudi telah menolak Mesias yang sesungguhnya, dan masih terus menanti-nanti. Jika tidak, orang-orang Yathrib pastilah menolak Muhammad sebagaimana orang Arab lainnya.

Ishaq: 198/Tabari VI: 125 "Setelah Rasul berbicara kepada kelompok dari Yatsrib mereka berkata, ‘Perhatikan, inilah nabi yang digunakan Yahudi untuk mengancam kita. Jangan sampai mereka menemukannya sebelum kita menerimanya.’ Karena inilah, mereka menjawab panggilannya dan menjadi Muslim.” Menyadari ia berada di situasi dan waktu yang tepat, Muhammad menipu orang-orang Aran tsb. sehingga mengira ia adalah Mesias yang dinanti Yahudi. Delusi kemegahan sekali lagi meliputi dirinya.

Status Muhammad di Mekah begitu tercela, tak ada sepatah katapun mengenai apa yang terjadi dua belas bulan berikutnya, baik dari Tabari maupun Ishaq. Nol! Mereka berdua juga melompati tahun berikutnya. Tak dapat disangkal, agama Islam mutlak mati akibat dari dekadensi moral kesepakatan Quraysh, kebobrokan rohani ayat-ayat Iblis, dan kegilaan halusinasi Isra Mi’raj. Secara sederhana: kerasukan, tak bermoral dan kegilaan tidak menghasilkan sosok pantas seorang nabi.

Ishaq: 198/Tabari VI: 125 “Tahun berikutnya, dua belas Ansar datang berziarah dan bertemu Rasulullah, ini adalah Aqabah pertama Mereka bersumpah setia kepadanya menurut ketentuan ‘Ikrar Perempuan’ Ini terjadi sebelum berperang diwajibkan atas mereka.” Sebuah catatan kaki berbunyi: “Disebut ‘Ikrar Perempuan’ karena qur'an 60:12 menyuruh Muhammad untuk meminta ini dari wanita yang ingin menjadi Muslim.” Hanya satu masalah kecil: surah ke-60 baru ada/diwahyukan sebelas tahun kemudian-- setelah Mekkah ditaklukkan.

Hadis berikutnya menjelaskan: Ishaq: 199/Tabari VI: 127 “Ada dua belas dari kami dan kami mengikrarkan diri pada Nabi dengan cara perempuan, yang ditetapkan sebelum perang diperintahkan. Ikrarnya, kami tidak boleh mengasosiasikan apapun dengan Allah, kami tidak boleh mencuri, melakukan percabulan atau perzinahan, tidak boleh membunuh anak-anak kami, tidak boleh memfitnah sesama kami, dan tidak boleh mengingkari Muhammad dalam hal yang baik. Jika kami menjalankan semua ini, kami akan masuk surga, dan jika kami gagal Allah akan menghukum kami di neraka.” [Quran 60:12] Kita kesampingkan dulu soal urutan turunnya ayat Quran ini. Dalam dua kalimat ini, kita temui substansi yang lebih relijius dibanding apa yang telah disajikan ‘kitab suci’ Islam sejauh ini. Celakanya, ini bagai bumi dan langit bila dibandingkan dengan kelakuan Muhammad. Dengan segera ia melanggar aturan-aturannya sendiri.
anne
 
Posts: 502
Joined: Wed Sep 21, 2011 9:52 pm

Re: 'Prophet of Doom' by Craig Winn (BELUM SELESAI)

Postby anne » Mon Nov 12, 2012 8:56 pm

Pertemuan berakhir, kita kembali ke keheningan berita dari Mekah. Dalam delapan ribu halaman buku yang merinci setiap detail munculnya Islam, Tabari tidak punya sedikitpun berita dari Kampung Kabah. Muhammad sedang memimpikan tempat lain yang lebih menjanjikan. Bukhari: V4B56N818, “Nabi berkata, ‘Dalam sebuah mimpi aku melihat diriku sendiri pindah dari Mekah ke suatu tempat yang memiliki banyak pohon kurma. Kukira itu Yaman atau Hajar, namun ternyata Yathrib.” Bagian kedua mimpinya seakan nubuatan, meskipun adanya setelah kejadian. “Aku melihat diriku memegang pedang dan bilahnya patah. Itu melambangkan kekalahan yang diderita umat Islam di Uhud. Kuayunkan pedang itu lagi, dan pedang itu kembali utuh, itu adalah simbol kemenangan yang Allah berkan pada umat Islam. Aku melihat sapi-sapi dalam mimpiku, dan itu adalah berkat; mereka melambangkan kaum beriman. Dan berkat itu adalah pahala dari Allah setelah Badr.” Perang Badr memang membawa iman bagi agama yang sedang sekarat tsb. Dan sapi-sapi **** yang digemukkan untuk pembantaian adalah perlambang pandangan Muhammad mengenai sesama Muslim.

Terjebak diantara dua dunia dan dua kiblat, sang nabi tidak tahu mau berpaling kemana. Si pemimpin geng Aqabah berkata: Tabari VI: 131, “Aku tak akan berpaling dari Kabah dan akan sholat menghadapnya.” Umat Islam Mekah berdusta, “Demi Allah, kami tak pernah mendengar Nabi kami sholat menghadap ke arah lain selain Yerusalem, dan kami tak ingin berbeda dari dia.”

Segera setelahnya geng dua belas itu menakuti kepala suku mereka agar bergabung, “Jika kau tetap dalam keadaanmu yang sekarang, kau akan menjadi bahan bakar api neraka.” Saat berikutnya mereka bertemu, si kepala suku bilang pada Muhammad, Ishaq: 203, “Pilihlah apa yang kau inginkan untuk dirimu dan tuhanmu. Rasul mengutip [kisah mengerikan para perawan] dari quran dan membuat kami berhasrat pada Islam. Kemudian ia berkata, ‘Aku akan membuat kontrak kesetiaan dengan kalian, asalkan kalian melindungiku seperti kalian melindungi kaum perempuan dan anak-anak kalian.” Kontrak adalah untuk urusan bisnis. Untuk menghasilkan uang. Sumpah setia untuk para politisi. Untuk melicinkan jalan mereka. Perlindungan adalah untuk para perompak, yang melindungi mereka dari pembalasan/dampak terror yang mereka lakukan pada orang lain. Di setiap patah kata, Islam mulai memperlihatkan tipuan politisnya.

Penghancuran Islam berlanjut: Tabari VI: 133 "Kami bersumpah setia padamu dam kami akan melindungimu sebagaimana terhadap kaum perempuan kami. Tetapkanlah sumpah setia itu pada kami wahai Rasullullah, karena kami adalah manusia perang yang memiliki senjata dan baju zirah.”

Termotivasi (janji perawan) nabi, gerombolan yang baru ditahbiskan sudah tak sabar untuk bertempur. “Wahai rasul, ada ikatan antara kami dengan Yahudi yang akan kami putuskan. Jika kami melakukan ini dan Allah memberimu kemenangan, kau mungkin akan kembali ke kaummu dan meninggalkan kami. Muhammad tersenyum dan berkata, ‘Tidak, darah adalah darah, dan pertumpahan darah tanpa pembalasan adalah hutang darah. Kalian bagian dari diriku dan aku bagian dari kalian. Aku akan memerangi siapapun yang kalian perangi.” Sebagaimana yang kelak terjadi, ia melakukan apa yang mereka khawatirkan.

Sandiwara agama berakhir sudah. Saat sang nabi mengikat perjanjian dengan para pria yang menghunus senjata, saat itulah ia menjadi perompak perngejar kekayaan. Jika tadinya Kesepakatan Quraysh merupakan godaan pertamanya, maka Perjanjian Aqabah adalah yang kedua. Ia gagal di keduanya.

Tidak ada yang ragu. Mereka tahu persis apa yang sedang mereka lakukan. Ishaq: 204 / Tabari VI: 134, “Kaum Khazraj, apakah kalian tahu kalian mengikatkan diri dengan bersumpah setia pada orang ini.’ ‘Ya’ jawab mereka, ‘Dengan bersumpah setia padanya kami berjanji untuk mengobarkan perang terhadap kemanusiaan,” Dengan ini, paku terakhir ditanamkan ke peti mati ‘agama’ Islam. Mereka telah menyatakan perang.

Ishaq: 205 “Jika kalian setia pada pekerjaan ini, maka akan membawa keuntungan bagi kalian di dunia ini dan nanti.’ Mereka berkata, ‘Kami akan menerimamu sebagai seorang Nabi dengan perjanjian ini, tapi kami ingin tahu secara pasti apa yang akan kami peroleh sebagai balasan kesetiaan kami.’ Muhammad menjawab, ‘Aku menjanjikan kalian Surga.” Kemajuan politik Islam bergantung pada konsep sederhana: “Turuti aku sekarang, dan aku berjanji membalasnya nanti – lama kemudian.

Tabari melaporkan seperti ini: "Apakah yang akan kami dapatkan untuk kesetiaan kami.’ Ia menjawab, ‘Surga. Maka ulurkanlah tangan kalian.’ Mereka mengulurkan tangan mereka dan bersumpah setia padanya.” Heil Muhammad! Persis sama dengan Heil Hitlernya Nazi. Demikian juga hasilnya.

Ishaq: 205/Tabari VI: 133. “Ketika kami semua telah bersumpah setia pada Rasul, Iblis berseru dari puncak Aqabah dengan suara paling tajam dan menusuk yang pernah kudengar, ‘Orang-orang [pagan] dari tempat ibadah [berhala haji] Mina, apakah kalian ingin mengikuti bajingan yang layak dikutuk.’ Rasul berkata, ‘Apa yang dikatakan musuh Tuhan.’ ‘Akulah Iblis, dan aku akan berurusan denganmu!” Tidak heran ia berteriak dari puncak gunung. Iblis telah meraih kemenangan besar.

Muhammad sang pemimpin geng segera mengurus bisnis politik. “Tunjuklah dua belas perwakilan naqub dari antara kalian untukku, yang akan mengurusi permasalahan. Mereka menunjuk dua belas perwakilan, sembilan dari kaum Khazraj dan tiga dari kaum Aws.” Sebagaimana semua diktator politik, perwakilan naqub hanyalah kamuflase – tak lebih dari pajangan. Tak ada catatan mereka pernah rapat.

Ishaq:. 205 “Keesokan paginya, para pemimpin Quraysh datang ke perkemahan kami, mengatakan telah mendengar bahwa kami telah mengundang Muhammad meninggalkan mereka, dan bahwa kami telah bersumpah setia mendukungnya melawan mereka. Kemudian anggota-anggota suku kami bersumpah hal semacam itu tidak pernah terjadi, dan kami tak tahu apapun mengenai itu.” Berdusta adalah hal pertama yang dilakukan umat Islam ini setelah berjanji untuk mengobarkan perang terhadap umat manusia. Ada sebuah pelajaran penting disini (yang dilewatkan para politisi dan media kita).

Tabari VI: 136, “Ketika Quraysh mengetahui apa yang sesungguhnya terjadi, mereka meminta satu sama lain untuk menyiksa kaum Muslim dan memperlakukan mereka dengan kasar.” Bagaimanapun, Muhammad baru saja menaikkan taruhan, dari perang kata-kata ke benturan pedang. “Muslim menderita kesulitan besar.” Dan itu karena, Tabari VI: 138 “Mereka yang hadir di Aqabah telah bersumpah setia kepada Muhammad. Itu adalah janji perang terhadap semua manusia. Allah mengijinkan perang.” Jihad lahir!

Pendulum waktu telah berayun. ‘Agama cinta damai’ yang lahir di Mekah diabrogasi. Tabari VI: 139, “Setelah Allah memberi izin Rasulnya untuk berperang dengan menurunkan ayat ‘Dan perangilah mereka, supaya jangan ada fitnah dan supaya agama itu semata-mata untuk Allah’ [quran 8:39] rasul Allah memerintahkan [bukan membujuk atau memohon] mereka yang ada di Mekah untuk bermigrasi ke Yathrib dan bergabung dengan saudara-saudara mereka, kaun Ansar.” Dan untuk diketahui, Muhammad bahkan tidak bisa melakukannya dengan benar. Surah ke-8 yang dinamai, ‘Harta Rampasan Perang,’ diturunkan setelah Perang Badr, beberapa tahun kemudian. Tuhannya Muhammad berupaya melakukan yang terbaik untuk mengakomodasi ambisi nabinya. Pilihan waktunya telat, itu saja.
anne
 
Posts: 502
Joined: Wed Sep 21, 2011 9:52 pm

Re: 'Prophet of Doom' by Craig Winn (BELUM SELESAI)

Postby anne » Fri Nov 16, 2012 10:36 pm

Ishaq: 208, “Ketika Allah memberikan izin pada rasulnya untuk bertempur, perjanjian Aqabah kedua berisikan kondisi-kondisi yang melibatkan perang yang mana tidak ada di perjanjian pertama. Sekarang kita mengikatkan diri pada perang terhadap semua umat manusia demi Allah dan rasulnya. Ia menjanjikan kita pahala di surga atas kesetiaan. Kita berjanji untuk berperang dalam kepatuhan penuh pada Muhammad, bagaimanapun jahatnya.” Dan memang benar ‘jahat’

Ishaq mendaftar para peserta Deklarasi Kepatuhan: “Uhud memimpin para pemanah rasul. Ia terbunuh di pertempuran Yaman [saat War of Compulsion] sebagai martir. Abu ada di semua perang rasul dan meninggal di wilayah Byzantium sebagai martir. Mu’adh ada di setiap serangan. Ia terbunuh di Badr sebagai martir. Mu’awwidh, saudaranya, berbagi kemuliaan serupa. Umara berada di setiap pertempuran dan mati sebagai martir di Yaman. As’ad meninggal sebelum perang Badr ketika mesjid nabi sedang dibangun. Rasul menempatkan Amr memimpin barisan belakang. Ia meninggal di Uhud sebagai martir. Abdallah memimpin banyak serangan dan terbunuh sebagai martir di Muta. Ia salah satu komandan Muhammad. Khallad bertempur di Badr, Uhud dan Khandaq. Ia jadi martir melawan [Yahudi] Qurayza. Rasul berkata ia akan mendapat pahala dua martir.” Daftar berlanjut, namun gambaran didapat: Islam membunuh!

Para Rasul Yesus meninggal sebagai martir saat mencoba menyelamatkan manusia. Mereka menggunakan kata-kata, bukan pedang. Pengorbanan mereka adalah bukti hidup akan iman mereka. Sahabat-sahabat muhammad mati dengan pedang terhunus, mengorbankan hidup orang lain untuk memuaskan hasrat mereka sendiri. Yesus dan muhammad, Kristen dan islam, Bible dan quran, Yahweh dan allah, semuanya bertentangan.

Ishaq: 212, “Rasul tidak diizinkan bertempur atau menumpahkan darah sebelum Aqabah kedua. Ia hanya diperintahkan menyerukan orang pada Allah, menahan penderitaan dan mengampuni orang yang tidak tahu.” Omong kosong. Sang rasul tidak punya apa-apa untuk bertempur sebelum janji kesetiaan. Segera setelah ia punya pengaruh terhadap orang-orang yang biasa bertempur, ia mengobarkan perang terhadap orang-orang yang telah menghinanya. “Aku akan membawakanmu pembantaian,itulah tepatnya bagaimana manusia terkutuk ini mendefinisikan ‘pengampunan.’

Ishaq: 212, “Quraysh menganiaya pengikutnya, membujuk beberapa dari agama mereka dan mengasingkan lainnya. Mereka menjadi kurang ajar terhadap tuhannya Muhammad dan menolak maksud baiknya. Mereka menuduh nabinya berdusta. Maka ia memberi izin rasulnya untuk memerangi mereka yang berbuat salah padanya. Ia berkata dalam qurannya: “Dan perangilah mereka itu, sehingga tidak ada fitnah lagi [tidak ada lagi yang mengekspose kesesatan Islam] dan (sehingga) ketaatan itu hanya semata-mata untuk Allah. Perangilah orang-orang yang tidak beriman kepada Allah ...dan tidak beragama dengan agama yang benar (agama Allah)” [Q2:193, Q9:29 ]. Cukup jelas: menyembah Allah atau umat Islam akan membunuhmu!

Akibatnya, semua umat Islam Mekah kecuali Abu Bakar dan Ali, bergegas pergi Yathrib. Tabari VI:140, “Quraysh sekarang cemas akan kepergian Muhammad kesana, karena tahu ia telah memutuskan bergabung untuk berperang melawan mereka.” Persis seperti kita sekarang, penduduk Mekah bisa melihat jelas bagaimana kelakuan Muhammad,

Sayangnya, untuk milyaran jiwa yang musnah karena tipuan keji ini, mereka bertindak seperti kita saat ini kala berhadapan dengan agresi dan teror Islam: Tabari VI: 140/Ishaq: 221, “Mereka berunding mengenai apa yang harus dilakukan ttg Muhamamad, karena mereka mulai khawatir akan dia. Salah seorang berkata, ‘Belenggu dia, kunci dia, dan biar kematian menjemputnya sebagaimana penyair semacam dia.” Seorang sheik tampan, yang Muslim katakan benar-benar Iblis, protes, “Jika kalian mengurungnya, pengikutnya akan menyerang dan membawanya pergi. Lalu jumlah mereka akan semakin banyak, mereka akan menghancurkan otoritas Quraysh.” Sorry sheik, tapi itu konyol. Selama 12 tahun berdakwah, Muhammad hanya berhasil merayu kurang dari seratus jiwa. Dan sebagian besar dari mereka keluar dari Islam setelah peristiwa Kesepakatan Quraysh, Ayat-ayat Iblis, dan Isra Mi’raj. Dirinya sendirilah musuh terburuknya.

Yang lain mengusulkan, “Mari kita usir dia dari kalangan kita dan dari negeri kita. Kerugian yang ia buat akan hilang dan kita terbebas dari dia. Kita akan bisa menata urusan kita lagi dan memulihkan keharmonisan sosial.” Mengerikan, seperti baca berita basi.

Penduduk Mekah salah karena hanya terpaku pada satu sosok saja, sama seperti kita sekarang. Teror Islam terus berlanjut setelah kematian Muhammad, karena jenis “agama” ini menghasilkan Muhammad-muhammad lain: Abu Bakar, Ali, Umar, Ustman, Osama bin Laden, dan Saddam Husseins. Kegagalan memahami motivasi di balik Islam, dan dengan memfokuskan pada gejala, bukan penyakitnya, menyebabkan penduduk Mekah kehilangan anak-anak, harta benda, perekonomian, dan kebebasan mereka. Akankah kita...

Kaum Quraish terhenti oleh perangkap agama Islam. Andai mereka kembali dari masa lalu, aku yakin para penduduk Mekah yang sudah tersadar tersebut akan menelanjangi para Muslims ‘pencinta damai’ tsb di CNN, ABC dan CBS untuk mengungkap karakter ‘asli’ doktrin yang baru saja menyatakan perang terhadap mereka. Para muslims tersebut akan memprotes, ‘Beri kesempatan agama damai’ sementara para pembunuh perusak menjadi semakin kuat –merusak semakin banyak jiwa. Akibat langsung dari kelalaian mereka: keseimbangan kekuasaan bergeser. Ekonomi mereka dijarah oleh ‘agama damai.’ Orang-orang mereka diculik, dimintai tebusan, dirampok, diperbudak, diperkosa, dibunuh, dan diteror. Penduduk Mekah akhirnya terbangun dan menyatakan perang. Namun sudah terlambat!

Iblis, yang menyamar sebagai seorang sheik Arab, bicara atas nama rasulnya: Tabari VI: 141/Ishaq: 222, “Demi Allah, ini tidak bijaksana [adil]. Tidakkah kalian melihat keindahan ceramahnya, manisnya bicaranya, dan bagaimana ia menguasai hati manusia dengan daya tarik ajaran yang ia bawa? Demi Allah, jika kalian mengusirnya, kupikir ia akan pergi ke suku Arab lain, dan memenangkan mereka dengan ayat-ayatnya sehingga mereka akan mengikut dia dan menjalankan rencananya. Ia akan memimpin mereka melawan kalian. Mereka akan menyerang, menghancurkan kalian, merebut kekuasaan kalian, merampok kalian dan melakukan apapun yang ia inginkan.” Si iblis benar. Ia melakukan semuanya.

Tabari VI: 142/Ishaq: 222, “Kemudian Abu Jahal berkata, ‘Kukira kita harus mengambil seorang muda, kuat dari keluarga baik-baik dari masing-masing suku dan memberi mereka sebilah pedang tajam. Mereka akan menyerangnya dengan pedang mereka sebagai seorang pria dan membunuhnya.” Ini terdengar menggema, seperti Amerika yang sedang memohon para sekutunya dan PBB untuk membentuk sebuah koalisi multinasional untuk menaklukkan warisan Muhammad—teror Islam. Tak heran, hasilnya sama mengecewakan seperti sekarang. Saat semua aliansi terbentuk dan semua faksi cukup disuap, si pemimpin teroris telah menyelinap pergi.

Selagi bergentayangan, si Iblis yang menyamar sebagai sheiks, pergi menjumpai Muhammad dalam bentuk aslinya—dalam rupa malaikat: “Jibril datang pada rasul dan berkata, ‘Malam ini jangan tidur di tempat dimana kau biasa tidur.’ Ketika malam mulai larut, para pria muda berkumpul di pintu rumahnya menunggu ia tidur agar dapat menyerangnya. Ketika Muhammad melihat apa yang hendak mereka lakukan, ia berkata pada Ali [anak adopsinya], ‘Berbaringlah di tempat tidurku dan pakailah jubah hijauku, yang biasa kupakai saat tidur. Tak akan terjadi yang tidak menyenangkan padamu akan terjadi padamu dari mereka.” Benar-benar licik. Dengan segerombolan orang menghunus pedang di pintu rumah, ia menyuruh anak angkatnya memakai baju tidurnya dan berbaring di tempat tidurnya. Aku tak yakin ada kata yang tepat untuk menggambarkan kelakuan nabi pengecut dan keji tersebut.

Tabari VI: 142, “Muhammad berkata pada Ali, ‘Jika Abu Bakar datang padamu, katakan padanya aku sudah pergi ke Tawr dan suruh ia bergabung denganku. Kirimkan aku makanan, sewa seorang pemandu untukku yang dapat menunjukkan jalan ke Yathrib, dan belikan aku seeekor unta tunggangan.’ Kemudian sang rasul pergi, dan Allah membutakan penglihatan mereka yang sedang mengintainya agar ia dapat pergi tanpa terlihat oleh mereka.” Dengan kata lain, ia menyelinap lewat pintu belakang. Bagaimanapun, jika Allah mampu membutakan mata koalisi multinasional, tidak perlu Ali memakai jubah si nabi pengecut.

Tabari VI: 143/Ishaq:. 222, “Diantara orang-orang yang berkumpul melawan dia, ada Abu Jahal. Sambil menunggu di pintu ia berkata, ‘Muhammad berkata jika kita mengikuti dia, kita akanmenjadi raja atas suku-suku Arab dan Persia. Selanjutnya, setelah kita meninggal berperang untuknya, kita akan dihidupkan kembali dan hidup di taman-taman seperti di Yordan. Dia juga bilang jika kita tidak tunduk padanya, kita akan dihabisi. Dan setelah para pengikutnya membunuh kita, kita akan dihidupkan kembali dan dilempar ke dalam api neraka dimana kita akan terbakar.” Abu Jahal telah meringkas seluruh isi qur’an dan Islam. Begitu gamblang. Bagaimana hal sesederhana ini lolos dari pemahaman banyak orang saat ini?

Muhammad bahkan mengakui kejahatan tsb. “Rasul Allah keluar dan mengambil segenggam debu sambil berkata, ‘Benar, aku mengatakan itu; dan kau adalah salah satu dari mereka.’ Allah mengambil penglihatan mereka sehingga mereka tidak dapat melihatnya [sama seperti kita dibutakan sekarang]. Dan Muhammad mulai menaburkan debu [ketidakacuhan dan puas diri] di kepala mereka sambil mengutip ayat berikut: ‘Ya Sin [wahai dewa bulan Sin]. Demi Quran yang penuh hikmah, Sesungguhnya kamu salah seorang dari rasul-rasul, (yang berada) diatas jalan yang lurus,... Sesungguhnya telah pasti berlaku perkataan (ketentuan Allah) terhadap kebanyakan mereka, kerena mereka tidak beriman. Sesungguhnya Kami telah memasang belenggu dileher mereka, lalu tangan mereka (diangkat) ke dagu, maka karena itu mereka tertengadah. Dan Kami adakan di hadapan mereka dinding dan di belakang mereka dinding (pula), dan Kami tutup (mata) mereka sehingga mereka tidak dapat melihat. [Q36:1- ] Sekali lagi, sang tuhan Islam salah waktu., namun isi hatinya jelas tertera. Q36 adalah surah ke-60, diturunkan tiga tahun sebelum pelarian besar tsb.

“Disaat ia selesai mengucapkan ayat-ayat tsb, ia telah menaburkan ke kepala setiap orang,” dan ia pasti menyelamatkan anaknya. Iya, kan? Gak lah....”setelahnya ia pergi kemana ia ingin.”


Image
anne
 
Posts: 502
Joined: Wed Sep 21, 2011 9:52 pm

Re: 'Prophet of Doom' by Craig Winn (BELUM SELESAI)

Postby anne » Fri Nov 16, 2012 10:58 pm

Sebelum buru-buru menghindar dari pertengkaran yang melanda lembah Mekah yang tandus, aku hendak memeriksa beberapa surah terakhir yang turun sebelum perang kata-kata. Mengingat suasana hati, kita mulai dengan surah ‘Ta-Ha’ aja. Q20:1, Ta, Ha. Kami tidak menurunkan Al Quran ini kepadamu agar kamu menjadi susah; tetapi sebagai peringatan bagi orang yang takut”

Melompat ke ayat ke-8. “Dialah Allah, tidak ada Tuhan (yang berhak disembah) melainkan Dia. Namanya adalah yang paling indah” Mengingat permasalah penggantian Ar-Rahman dengan Allah, maka terjemahan lain berbunyi. “Dia mempunyai al asmaaul husna (nama-nama yang baik).”

Quran 20:9, “Apakah telah sampai kepadamu kisah Musa? [pertanyaan yang luarbiasa dungunya, karena sudah diulang sebanyak sepuluh kali. Roh jahat yang menginspirasi ini agaknya kena Alzheimer] "Ketika ia melihat api, lalu berkatalah ia kepada keluarganya: "Tinggallah kamu (di sini), sesungguhnya aku melihat api, mudah-mudahan aku dapat membawa sedikit daripadanya kepadamu atau aku akan mendapat petunjuk di tempat api itu".

Setelah kata pembuka yang dungu ini, si Allah merusak kisah pertemuan Yahweh dengan Musa di dekat semak-semak yang terbakar. Q 20:14, “Sesungguhnya Aku ini adalah Allah, tidak ada Tuhan (yang hak) selain Aku, maka sembahlah Aku dan dirikanlah shalat untuk mengingat Aku. Segungguhnya hari kiamat itu akan datang Aku merahasiakan (waktunya) agar supaya tiap-tiap diri itu dibalas dengan apa yang ia usahakan.” Orang Yahudi yang shalat, tuhan Ibrani yang bernama Allah, kejutan saleh...semuanya hanya ada dalam pikiran sesat Muhammad.

Seperti biasa, Allah si tuhan yang bingung dan dungu bertanya pada Musa yang sedang main-main dengan tongkatnya sebelum menghadap Firaun: Q20:17, “Apakah itu yang di tangan kananmu, hai Musa? Berkata Musa: "Ini adalah tongkatku, aku bertelekan padanya, dan aku pukul (daun) dengannya untuk kambingku, dan bagiku ada lagi keperluan yang lain padanya". Allah berfirman: "Lemparkanlah ia, hai Musa!" Lalu dilemparkannyalah tongkat itu, maka tiba-tiba ia menjadi seekor ular yang merayap dengan cepat.” Allah mencintai ular.

Namun, Yahweh punya rencana lain. TujuanNya adalah membebaskan umat pilihannya dari perbudakan. Namun pembebasan Yahudi tidak sesuai dengan skema Muhammad. Masalah yang ia hadapi adalah membebaskan dirinya sendiri dari para penduduk Mekah, pengganggu sialan. Q20:24, “Pergilah kepada Fir'aun; sesungguhnya ia telah melampaui batas. Berkata Musa: "Ya Tuhanku, lapangkanlah untukku dadaku, dan mudahkanlah untukku urusanku, dan lepaskanlah kekakuan dari lidahku,” bukan Musa, tapi Muhammadlah yang menginginkan hal-hal ini.

Selanjutnya, kita temukan sang Nabi Bencana meletakkan kata-katanya ke mulut Musa, Q20:48, “Sesungguhnya telah diwahyukan kepada kami bahwa siksa itu (ditimpakan) atas orang-orang yang mendustakan dan berpaling.” Firaun, yang lebih berakting seperti orang Mekah daripada Mesir, menantang kredibilitas penyiksanya dengan meminta beberapa bukti. Namun si pemeran pengganti Muhammad gak punya satupun. Q20:51, “Berkata Fir'aun: "Maka bagaimanakah keadaan umat-umat yang dahulu?" Ia (Musa) menjawab: "Pengetahuan tentang itu ada di sisi Tuhanku, di dalam sebuah kitab, Tuhan kami tidak akan salah dan tidak (pula) lupa; Dan sesungguhnya Kami telah perlihatkan kepadanya (Fir'aun) tanda-tanda kekuasaan Kami semuanya maka ia mendustakan dan enggan.” Buku apa? Mengapa tuhan Islam perlu sebuah buku jika ia tidak pelupa?

Selanjutnya, Firaunnya Allah sama sekali kehilangan fokus, Q20:57, “Berkata Fir'aun: "Adakah kamu datang kepada kami untuk mengusir kami dari negeri kami (ini) dengan sihirmu, hai Musa? Q20:51, “Maka Fir'aun meninggalkan (tempat itu), lalu mengatur tipu dayanya, kemudian dia datang. Berkata Musa kepada mereka: "Celakalah kamu, janganlah kamu mengada-adakan kedustaan terhadap Allah, maka Dia membinasakan kamu dengan siksa!”

Dialog berantakan quran mengingatkan akan percekcokan Muhammad dengan penduduk Mekah: Q20:62, “Maka mereka berbantah-bantahan tentang urusan mereka di antara mereka dan mereka merahasiakan percakapan (mereka). Mereka berkata: "Sesungguhnya dua orang ini adalah benar-benar ahli sihir yang hendak mengusir kamu dari negeri kamu dengan sihirnya dan hendak melenyapkan kedudukan kamu yang utama. Q20:70, “Lalu tukang-tukang sihir itu tersungkur dengan bersujud, seraya berkata: "Kami telah percaya kepada Tuhan Harun dan Musa. Berkata Fir'aun: "Apakah kamu telah beriman kepadanya (Musa) sebelum aku memberi izin kepadamu sekalian. Sesungguhnya ia adalah pemimpinmu yang mengajarkan sihir kepadamu sekalian. Maka sesungguhnya aku akan memotong tangan dan kaki kamu sekalian dengan bersilang secara bertimbal balik, dan sesungguhnya aku akan menyalib kamu sekalian pada pangkal pohon kurma dan sesungguhnya kamu akan mengetahui siapa di antara kita yang lebih pedih dan lebih kekal siksanya"

Setiap surah membuktikan fakta quran bukanlah wahyu Tuhan Sejati. Beberapa ayat lebih mencolok sesatnya dibanding lainnya. Contohnya di atas. Penyaliban ditemukan oleh orang Asyur sekitar 500 SM. Musa datang ke Firaun tahun 1200SM, suatu hal yang membuat dialog quran ini mustahil, sangat tidak konsisten dengan sebuah buku yang mengklaim sempurna.

Tapi tuhannya Islam lebih dari sekedar menyalibkan dirinya di pohon kebodohan. Tuhan yang bermoral tidak akan bersaing untuk mendapatkan hadiah sebagai ‘penghukum terkeji.’ Dalam pidato akhir Allah di quran, ia mengucapkan kata-kata mengerikan berikut: Q5:33, “Sesungguhnya pembalasan terhadap orang-orang yang memerangi Allah dan Rasul-Nya dan membuat kerusakan di muka bumi, hanyalah mereka dibunuh atau disalib, atau dipotong tangan dan kaki mereka dengan bertimbal balik,”

Aspek paling penting dari pembebasan kaum Yahudi dari perbudakan Mesir, yakni Paskah, terlewat oleh Muhammad dan Allah, si pembantunya. Karena pengampunan dalam Islam semaunya saja dan berubah-ubah, bukan hasil dari pengorbanan, mereka tidak memahami arti penting darah Anak Domba. Sebagai seorang ‘nabi’ dan ‘tuhan’ seharusnya mereka mengetahui itu adalah simbol misi Yesus. Darah Anak Domba dioles di balok horizontal, balok yang benjadi ambang keselamatan. Ya, ada salib dalam kisah Musa. Namun kau harus lebih saleh dari Muhammad agar bisa melihatnya.

Dua puluh ayat berikutnya, Allah lupa namanya sendiri dan Harun tiba-tiba jadi Muhammad. Q20:90, “Dan sesungguhnya Harun telah berkata kepada mereka sebelumnya: "Hai kaumku, sesungguhnya kamu hanya diberi cobaan dengan anak lembu. itu dan sesungguhnya Tuhanmu ialah (Tuhan) Ar-Rahman, maka ikutilah aku dan taatilah perintahku".

Maju beberapa ayat, dan sosok Allah masih berkelakuan sama: mencontek Bible dan mempermalukan diri sendiri. Q20:96, “Samiri [?] menjawab: "Aku mengetahui sesuatu yang mereka tidak mengetahuinya, maka aku ambil segenggam dari jejak rasul lalu aku melemparkannya, dan demikianlah nafsuku membujukku. Ia (Musa): berkata "Pergilah kamu, maka sesungguhnya bagimu di dalam kehidupan di dunia ini (hanya dapat) mengatakan: "Janganlah menyentuh (aku)". Dan sesungguhnya bagimu hukuman (di akhirat) yang kamu sekali-kali tidak dapat menghindarinya, dan lihatlah ilah (tuhan)mu itu yang kamu tetap menyembahnya. Sesungguhnya kami akan membakarnya, kemudian kami sungguh-sungguh akan menghamburkannya ke dalam laut (berupa abu yang berserakan). Sesungguhnya ilahmu adalah Allah, yang tidak ada ilah selain Dia. Pengetahuan-Nya meliputi segala sesuatu. Demikianlah kami kisahkan kepadamu (Muhammad) sebagian kisah umat yang telah lalu, dan sesungguhnya telah Kami berikan kepadamu dari sisi Kami suatu peringatan.”

Kadang sosok si Ar-Rahman/Allah di tengah ayat tiba-tiba mengalami krisis identitas: Q20:100, “Barangsiapa berpaling dari pada Al qur'an maka sesungguhnya ia akan memikul dosa yang besar di hari kiamat, mereka kekal di dalam keadaan itu. Dan amat buruklah dosa itu sebagai beban bagi mereka di hari kiamat, (yaitu) di hari (yang di waktu itu) ditiup sangkakala dan Kami akan mengumpulkan pada hari itu orang-orang yang berdosa dengan muka yang biru muram....Tuhanku akan menghancurkannya (di hari kiamat) sehancur-hancurnya.” Q20:108, “Pada hari itu manusia mengikuti (menuju kepada suara) penyeru dengan tidak berbelok-belok; dan merendahlah semua suara kepada Ar-Rahman, maka kamu tidak mendengar kecuali bisikan saja. Pada hari itu tidak berguna syafa'at, kecuali (syafa'at) orang yang Ar-Rahman telah memberi izin kepadanya, dan Dia telah meridhai perkataannya. Q20:113, “Dan demikianlah Kami menurunkan Al Quran dalam bahasa Arab, dan Kami telah menerangkan dengan berulang kali, di dalamnya sebahagian dari ancaman, agar mereka bertakwa atau (agar) Al Quran itu menimbulkan pengajaran bagi mereka.” Inilah ayat lain yang memposisikan tuhan Islam sebagai pelaku bully—intimidator berkuasa. Dan qurannya bukanlah dialog antara Tuhan dan manusia, melainkan kuliah satu arah.

Q 20:114, “Maka Maha Tinggi Allah Raja Yang sebenar-benarnya [yang menjadikan Muhammad Raja, karena ialah satu-satunya bukti eksistensi Allah.], dan janganlah kamu tergesa-gesa membaca Al qur'an sebelum disempurnakan mewahyukannya kepadamu [Muhammad].” Konyol, sudah jelas ia mengarang ayat sambil lalu sesuai kebutuhannya.

Karena ia tidak mampu menahan diri sesuai kata-kata berikut ini, maka ia harus mengarang ‘kitab suci’ untuk membenarkan perilaku tak bermoral dan tamaknya: Q20:131, “Dan janganlah kamu tujukan kedua matamu [menginginkan] kepada apa yang telah Kami berikan kepada golongan-golongan dari mereka, sebagai bunga kehidupan dunia untuk Kami cobai mereka dengannya. Dan karunia Tuhan kamu adalah lebih baik dan lebih kekal.” Roh gelap Islam sedang berupaya melegalkan perampokan, dan dengan demikian memenuhi janjinya untuk memperkaya si nabi perampok. ‘Kitab suci’ Islam juga dengan segera melayani untuk memuaskan hasrat seks Muhammad.

Kita tutup surah Ta-Ha dengan penolakan roh gelap Muhammad ini: Q20:133, “Dan mereka berkata: "Mengapa ia tidak membawa bukti kepada kami dari Tuhannya?" Dan apakah belum datang kepada mereka bukti yang nyata dari apa yang tersebut di dalam kitab-kitab yang dahulu?” Iblis yang baru saja berkata: ‘Jika kamu benar-benar menghendaki Tuhan Sejati dan mukjizat, kau harus membaca Kitab suci Yahweh: Bible Membuat tertegun sejenak, namun kita temukan sepotong kebenaran dalam quran.

Surah ke-21 yang berjudul ‘Nabi-nabi’ diturunkan di saat hari-hari Muhammad semakin kelam di Mekah. Di bab-bab sebelumnya telah kita bahas inti surah ini. Sekarang sambil lau kita hanya melihat beberapa hal tersisa unttuk digarisbawahi. Dibuka dengan perseteruan tanpa akhir. Q21:2, “Tidak datang kepada mereka suatu ayat Al Quran pun yang baru (di-turunkan) dari Tuhan mereka, melainkan mereka mendengarnya, sedang mereka bermain-main, (lagi) hati mereka dalam keadaan lalai. Dan mereka yang zalim itu merahasiakan pembicaraan mereka: "Orang ini tidak lain hanyalah seorang manusia (jua) seperti kamu, maka apakah kamu menerima sihir itu, padahal kamu menyaksikannya?" Bahkan mereka berkata (pula): "(Al Quran itu adalah) mimpi-mimpi yang kalut, malah diada-adakannya, bahkan dia sendiri seorang penyair, maka hendaknya ia mendatangkan kepada kita suatu mukjizat, sebagai-mana rasul-rasul yang telah lalu di-utus.” Paket komplit, Orang-orang yang sejaman dengan Muhammad mengejek ayat-ayat qurannya. Mereka katakan ia penipu, penyihir, pemimpi kebingungan, dan penyair doang. Mereka berkata ia tak punya bukti atas klaim tak masuk akalnya ttg inspirasi dan pengangkatannya sebagai nabi. Jelas, mereka jauh lebih mengenal Muhammad dibanding kita sekarang.

Qur'an 21:06, “Tidak ada (penduduk) suatu negeripun yang beriman yang Kami telah membinasakannya sebeIum mereka; maka apakah mereka akan beriman? Kami tiada mengutus rasul rasul sebelum kamu (Muhammad), melainkan beberapa orang-laki-laki yang Kami beri wahyu kepada mereka, maka tanyakanlah olehmu kepada orang-orang yang berilmu [para ahli kitab Taurat dan Injil], jika kamu tiada mengetahui. Dan tidaklah Kami jadikan mereka tubuh-tubuh yang tiada memakan makanan, dan tidak (pula) mereka itu orang-orang yang kekal. Kemudian Kami tepati janji (yang telah Kami janjikan) kepada mereka. Maka Kami selamatkan mereka dan orang-orang yang Kami kehendaki dan Kami binasakan orang-orang yang melampaui batas.” tuhan Islam baru aja minta umat Islam bertanya pada orang Yahudi kalau mau mencari jawaban.
anne
 
Posts: 502
Joined: Wed Sep 21, 2011 9:52 pm

Re: 'Prophet of Doom' by Craig Winn (BELUM SELESAI)

Postby anne » Fri Nov 16, 2012 11:25 pm

Sosok ilahiah telmi ini menggunakan seorang tolol untuk berdebat dengan sekampung orang buta huruf. Q21:10, “Sesungguhnya telah Kami turunkan kepada kamu sebuah kitab yang di dalamnya terdapat sebab-sebab kemuliaan bagimu. Maka apakah kamu tiada memahaminya?” Kemudian kembali lagi ke tema favoritnya, “Dan berapa banyaknya (penduduk) negeri yang zalim yang teIah Kami binasakan, dan Kami adakan sesudah mereka itu kaum yang lain (sebagai penggantinya). Maka tatkala mereka merasakan azab Kami, tiba-tiba mereka melarikan diri dari negerinya. Janganlah kamu lari tergesa-gesa; kembalilah kamu kepada nikmat yang telah kamu rasakan dan kepada tempat-tempat kediamanmu (yang baik), supaya kamu ditanya (return to that which emasculated you so that you may be interrogated). Mereka berkata: "Aduhai, celaka kami, sesungguhnya kami adalah orang-orang yang zaIim. Maka tetaplah demikian keluhan mereka, sehingga Kami jadikan mereka sebagai tanaman yang telah dituai, yang tidak dapat hidup lagi. (till We mowed them down as ashes silent and quenched) ” Dewa/tuhan Islam (Iblis) besar mulut ttg orang-orang yang peradabannya ia hancurkan. Mendemonstrasikan pola pikir sipir kamp konsentrasi, ia berkata mengebiri manusia, menginterogasi mereka, membuat mereka menangis. Kemudian ia membunuh habis mereka dan mengubah mereka menjadi debu. Gak heran Mein Kampf Hitler berbasiskan Islam.

Bagian selanjutnya membawa kita dari kegilaan ke delusional. Q21:16, “Dan tidaklah Kami ciptakan Iangit dan bumi dan segala yang ada di antara keduanya dengan bermain-main. Sekiranya Kami hendak membuat sesuatu permainan, (isteri dan anak), tentulah Kami membuatnya dari sisi Kami. Jika Kami menghendaki berbuat demikian.” Walau aneh, baris terakhir menyatakan Yahweh tidak terbatas; allah terbatas, tidak mampu apa-apa, hanya omong besar.

Qur'an 21:18. “Sebenarya Kami melontarkan yang hak kepada yang batil lalu yang hak itu menghancurkannya (it knocks out its brain) [Ada benarnya. Cukup berikan tulisan ini pada umat Islam, maka mereka akan ngamuk atau hilang kewarasannya], maka dengan serta merta yang batil itu lenyap. Dan kecelakaanlah bagimu disebabkan kamu mensifati (Allah dengan sifat-sifat yang tidak layak bagi-Nya). Dan kepunyaan-Nya-lah segala yang di langit dan di bumi. Dan malaikat-malaikat yang di sisi-Nya, mereka tiada mempunyai rasa angkuh untuk menyembah-Nya dan tiada (pula) merasa letih.

Sambil bergerak maju, kita kembali ke argumen yang tak berkesudahan, Q21:24, “Unjukkanlah hujjahmu! (Al Quran) ini adalah peringatan bagi orang-orang yang bersamaku, dan peringatan bagi orang-orang yang sebelumku. (Bring your proof: this is the Reminder Book for those before me but most do not know and are adverse) Sebenarnya kebanyakan mereka tiada mengetahui yang hak, karena itu mereka berpaling.” Karena buta huruf, gak tuhannya gak nabinya, dua-duanya gak tahu kalau penghafalan ayat bukanlah sebuah buku, dan kuliah gratis mereka bertolak belakang dengan “Buku” yang mereka refer. Akibatnya, mereka bersikeras tuhan dan buku mereka sama. Q21:25, “Dan Kami tidak mengutus seorang rasulpun sebelum kamu melainkan Kami wahyukan kepadanya: "Bahwasanya tidak ada Tuhan (yang hak) melainkan Aku (We revealed to him: La ilaha illa Ana), maka sembahlah olehmu sekalian akan Aku.” Maksa banget pengen jadi tuhan.

Hebatnya, pernyataan keilahian tunggal ini diikuti ayat quran 21:26, “Dan mereka berkata: "Tuhan Yang Maha Pemurah (Ar-Rahman) telah mengambil (mempunyai) anak (The Beneficent hath taken unto Himself a son), Maha Suci Allah.” Kebanyakan terjemahan berusaha menyembunyikan tuhan mereka yang bermuka dua dengan menerjemahkan: ‘Tuhan yang maha pemurah’ atau menambahkan kata ‘(Allah), tuhan yang pemurah.’ Tidak menuliskan nama Ar-Rahman. Jika umat Islam ternyata harus menipu kita agar tuhan mereka terlihat satu, maka kondisi tuhan mereka tak lebih baik dari potongan-potongan batu yang mereka sebut rumahnya.

Ayat ini adalah ayat pertama yang dibuat untuk merendahkan Mesias. Yesus menyatakan Ia adalah Tuhan. Q21:29, “Dan barangsiapa di antara mereka, mengatakan: "Sesungguhnya Aku adalah tuhan selain daripada Allah", maka orang itu Kami beri balasan dengan Jahannam, demikian Kami memberikan pembalasan kepada orang-orang zalim.” Jika si Allah benar, maka Mesias terbakar di neraka –tempat dimana si roh kegelapan akan senang menjumpainya. Namun sekali lagi, karena neraka adalah terpisah dari Tuhan, maka itu bukan neraka lagi.

Sudah waktunya bagi si tuhan Islam , apapun mungkin namanya, untuk membuktikan keilahiannya. Q21:30, “Dan apakah orang-orang yang kafir tidak mengetahui bahwasanya langit dan bumi itu keduanya dahulu adalah suatu yang padu, kemudian Kami pisahkan antara keduanya. Dan dari air Kami jadikan segala sesuatu yang hidup. Maka mengapakah mereka tiada juga beriman? Dan telah Kami jadikan di bumi ini gunung-gunung yang kokoh supaya bumi itu (tidak) goncang bersama mereka dan telah Kami jadikan (pula) di bumi itu jalan-jalan yang luas, agar mereka mendapat petunjuk. Dan Kami menjadikan langit itu sebagai atap yang terpelihara, sedang mereka berpaling dari segala tanda-tanda (kekuasaan Allah) yang terdapat padanya. Dan Dialah yang telah menciptakan malam dan siang, matahari dan bulan. Masing-masing dari keduanya itu beredar di dalam garis edarnya. (Sahih International: all [heavenly bodies] in an orbit are swimming; Muhsin Khan: each in an orbit floating; Pickthall: They float, each in an orbit; Yusuf Ali: all (the celestial bodies) swim along). Benda-benda langit berenang, dan gunung mencegah gempa bumi...

Tak heran orang-orang kafir tidak tahan untuk mengejek. Q21:36, “Dan apabila orang-orang kafir itu melihat kamu, mereka hanya membuat kamu menjadi olok-olok. (Mereka mengatakan): "Apakah ini orang yang mencela tuhan-tuhan-mu?", padahal mereka adaIah orang-orang yang ingkar mengingat Allah Yang Maha Pemurah (would deny all mention of Ar-Rahman).” Jika Ar-Rahman sama dengan Allah, mustahil ada dialog/ayat ini, karena Allah adalah dewa orang Mekah. Mereka percaya padanya, pada Kabahnya, serta batu hitamnya. Sosok allah adalah tiket makan mereka. Namun, karena Ar-Rahman, dewanya kaum Hanif Yaman, adalah berhala saingan Allah, kebingungan ini bisa dimengerti. Yang jelas, hal ini menghancurkan klaim inti yang menjadi alasan keberadaan Islam: ‘Tidak ada ilah kecuali Allah.’

Ayat selanjutnya kembali ke siksaan dan hukuman, karena ada sosok ilah dan ia bukan Allah. Q21:37, “Manusia telah dijadikan (bertabiat) tergesa-gesa. Kelak akan Aku perIihatkan kepadamu tanda-tanda azab-Ku. Maka janganlah kamu minta kepada-Ku mendatangkannya dengan segera. Mereka berkata: "Kapankah janji itu akan datang, jika kamu sekaIian adalah orang-orang yang benar? Andaikata orang-orang kafir itu mengetahui, waktu (di mana) mereka itu tidak mampu mengelakkan api neraka dari muka mereka dan (tidak pula) dari punggung mereka, sedang mereka (tidak pula) mendapat pertolongan. Sebenarnya (azab) itu akan datang kepada mereka dengan sekonyong-konyong lalu membuat mereka menjadi panik, maka mereka tidak sanggup menolaknya dan tidak (pula) mereka diberi tangguh.”

Hukuman berakhir, Ar-Rahman menjelaskan semua nabi-nabinya sama buruknya dengan Muhammad.Q21:41, “Dan sungguh telah diperolok-olokkan beberapa orang rasul sebelum kamu maka turunlah kepada orang yang mencemoohkan rasul-rasul itu azab yang selalu mereka perolok-olokkan. Katakanlah: "Siapakah yang dapat memelihara kamu di waktu malam dan siang hari dari (azab) Ar-Rahman?" Sebenarnya mereka adalah orang-orang yang berpaling dari mengingati (menyebut) Tuhan mereka. Atau adakah mereka mempunyai tuhan-tuhan yang dapat memelihara mereka dari (azab) Kami. Tuhan-tuhan itu tidak sanggup menolong diri mereka sendiri dan tidak (pula) mereka dilindungi dari (azab) Kami itu?” Penduduk Mekah sudah tentu tak akan berpaling mengingat/menyebut nama Allah, dewa mereka. Namun segalanya harus sesuai keinginan roh gelap ini, kalau tidak mereka akan menjadi mangsanya.

Qur'an 21:44, “Sebenarnya Kami telah memberi mereka dan bapak-bapak mereka kenikmatan (hidup di dunia) hingga panjanglah umur mereka. Maka apakah mereka tidak melihat bahwasanya Kami mendatangi negeri (orang kafir), lalu Kami kurangi luasnya dari segala penjurunya. Maka apakah mereka yang menang?” Agaknya Ar-Rahman sedang mempromosikan penjarahan tanah secara Islami.

Di tiga puluh ayat berikutnya, Muhammad menciptakan lagi sosok Abraham sesuai imajinasinya. Selanjutnya ia beralih ke Ishak, Lot, Nuh, Daud, Salomo, Ayub, Ismael, Yunus, Zakaria, dan Yohanes. Kita belajar bahwa Maria adalah seorang perawan yang kesuciannya dijaga Allah, agar ia dapat menghembuskan rohnya kedalamnya, dan menghasilkan tanda bagi manusia.

Yang membawa kita ke Q21:98, “Sesungguhnya kamu dan apa yang kamu sembah selain Allah, adalah umpan Jahannam, kamu pasti masuk ke dalamnya.... Mereka merintih di dalam api dan mereka di dalamnya tidak bisa mendengar.”

Ayat terakhir di surah ini memberi tahu kita bahwa ‘pahala baik bagi mereka yang sudah kami tetapkan sebelumnya’ berupa ‘aman terhindar dari teror besar.’ Si Iblis berkata, “Kami gulung langit sebagai menggulung lembaran-lembaran kertas. Sebagaimana Kami telah memulai panciptaan pertama” Dan “sungguh telah Kami tulis didalam Zabur.”

Surah terakhir Mekah adalah surah ke-47. Mari saksikan bagaimana tim Islam mengucapkan selamat tinggal pada teman-teman mereka. Q46:1, “Haa Miim (Cuma allah yang tahu artinya). Diturunkan Kitab ini dari Allah Yang Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana.” Setelah pembuka dibuat, saatnya untuk cara penyampaian ke sekian kali: “Katakanlah: "Terangkanlah kepadaku tentang apa yang kamu sembah selain Allah? Perlihatkan kepada-Ku apakah yang telah mereka ciptakan dari bumi ini atau adakah mereka berserikat (dengan Allah) dalam (penciptaan) langit? Bawalah kepada-Ku Kitab yang sebelum (Al Quran) ini atau peninggalan dari pengetahuan (orang-orang dahulu), jika kamu adalah orang-orang yang benar” Sebagaimana diketahui, Muhammad saat itu tidak memiliki ‘kitab.’ Berdasarkan skenario yang paling menguntungkan, diperlukan waktu duapuluh tahun dan dua puluh empat surah sebelum quran pertama dituliskan. Sudah telat, tidak memiliki ‘jejak pengetahuan’ apapun!’

Selanjutnya, lagi-lagi kita diminta menanggung ‘Hari Bencana/Kiamat.’ Q46:6, “Dan apabila manusia dikumpulkan (pada hari kiamat) niscaya sembahan-sembahan itu menjadi musuh mereka dan mengingkari pemujaan-pemujaan mereka.” Diikuti pernyataan keseratus kali ‘ayat-ayat kami yang jelas.’ “Dan apabila dibacakan kepada mereka ayat-ayat Kami yang menjelaskan, berkatalah orang-orang yang mengingkari kebenaran ketika kebenaran itu datang kepada mereka: "Ini adalah sihir yang nyata".

Surah-surah Mekah dapat dikurangi hingga menjadi satu halaman esai saja jika kita memotong hal-hal yang bukan menjadi miliknya: puisi-puisi jiplakan Hanif, kisah-kisah Bible yang dirusak, penipuan pagan Qusay, argumen yang diulang-ulang, ancaman hukuman dan siksaan, pengulangan yang bikin kram otak, serta omong kosong memuji diri. Ambil contoh: Q46:8, “Bahkan mereka mengatakan: "Dia (Muhammad) telah mengada-adakannya (Al Quran)". Katakanlah: "Jika aku mengada-adakannya, maka kamu tiada mempunyai kuasa sedikitpun mempertahankan aku dari (azab) Allah itu. Dia lebih mengetahui apa-apa yang kamu percakapkan tentang Al Quran itu. Cukuplah Dia menjadi saksi antaraku dan antaramu dan Dialah Yang Maha Pengampun lagi Maha Penyayang". Cukup diterjemahkan: “Tukang sihir buta huruf tampak t0l0l saat memalsukan kitab suci.”

Tapi kadang-kadang kita menemukan sepotong kebenaran: Quran 46:9, Say: "I am no bringer of new-fangled doctrine among the messengers,” Selain memberi gambaran menyesatkan tentang surga dan neraka, Muhammad adalah mesin fotokopi, bukan pencetus. Baris berikutnya juga benar: “dan aku tidak mengetahui apa yang akan diperbuat terhadapku dan tidak (pula) terhadapmu.” Juga baris selanjutnya, namun tidak seperti yang dimaksud Muhammad: “Aku tidak lain hanyalah mengikuti apa yang diwahyukan kepadaku (I do but follow that which is inspired in me) dan aku tidak lain hanyalah seorang pemberi peringatan yang menjelaskan,” Tak ada yang meragukan Muhammad telah terinspirasi, namun demikian juga setiap tiran. Kalimat ‘diinspirasikan padaku’ merupakan sebuah pengakuan. Melewati waktu, si penipu terbesar meninggalkan jejak. Ini bagian dari permainan.

Qur'an 46:10, “Terangkanlah kepadaku, bagaimanakah pendapatmu jika Al Quran itu datang dari sisi Allah, padahal kamu mengingkarinya dan seorang saksi dari Bani Israil mengakui (kebenaran) yang serupa dengan (yang tersebut dalam) Al Quran lalu dia beriman, sedang kamu menyombongkan diri. Sesungguhnya Allah tiada memberi petunjuk kepada orang-orang yang zalim". Dengan mengakui bahwa quran ‘serupa’ dengan kitab suci Yahudi, si Allah mengkonfirmasi keb0dohannya. Sungguh lucu, sosok tuhan Islam yang bermulut besar perlu mencari pengakuan seorang Yahudi untuk mendukung umpatan nerakanya. Putus asa dan menyedihkan, Jika sirah akurat, Muhammad menemukan satu diantara 30.000 Yahudi Medinah yang mau ia suap. Nabi Islam memberi Abdallah bin Slam (nama yang tak lazim untuk seorang Yahudi) sebuah rumah yang dicurinya dari orang lain.
anne
 
Posts: 502
Joined: Wed Sep 21, 2011 9:52 pm

Re: 'Prophet of Doom' by Craig Winn (BELUM SELESAI)

Postby anne » Wed Nov 28, 2012 11:03 pm

Argumen abadi berlanjut: Q46:11, “Dan orang-orang kafir berkata kepada orang-orang yang beriman: "Kalau sekiranya di (Al Quran) adalah suatu yang baik, tentulah mereka tiada mendahului kami (beriman) kepadanya. Dan karena mereka tidak mendapat petunjuk dengannya maka mereka akan berkata: "Ini adalah dusta yang lama". Penduduk Mekah pantas mengucapkan demikian. Jika ajaran Muhammad memang sesuatu baik, sudah tentu bukan orang jahat seperti Muhammad dan geng-nya saja yang tertarik. Jika ajarannya berharga, muslim tentu tidak munafik, mengabaikan apa yang mereka dakwahkan. Jika agama tersebut memiliki substansi, mengapa Muhammad menyerah pada Kesepakatan Quraysh? Mengapa ia menuruti hasratnya dalam Ayat-ayat Iblis? Mengapa ia berhalusinasi di Perjalanan Malam (isra mi’raj).

Qur'an 46:12, “Dan sebelum Al Quran itu telah ada kitab Musa sebagai petunjuk dan rahmat. Dan ini (Al Quran) adalah kitab yang membenarkannya dalam bahasa Arab untuk memberi peringatan kepada orang-orang yang zalim dan memberi kabar gembira kepada orang-orang yang berbuat baik.” Ini adalah salah satu baris ayat bunuh diri Muhammad. Pertentangan antara Taurat dan quran begitu besar, dan perbedaan antara Yahweh dan sosok Allah amat ekstrim, keduanya tak mungkin sama. Inti ajaran Taurat adalah Sepuluh Perintah, namun Muhammad menghancurkan setiap perintah. Sebab itu, secara logika: jika Taurat diinspirasikan Tuhan, maka quran tidak, karena karena bertentangan dengan Taurat. Jika Taurat tidak diinspirasikan Tuhan, maka quran juga tidak, karena demikianlah klaimnya. Ini permainan Russian roulette versi Islam: semua diisi peluru. Tidak ada celah lolos.

Qur'an 46:13, “Sesungguhnya orang-orang yang mengatakan: "Tuhan kami ialah Allah", kemudian mereka tetap istiqamah maka tidak ada kekhawatiran (shall be no fear) terhadap mereka dan mereka tiada (pula) berduka cita. Mereka itulah penghuni-penghuni surga, mereka kekal di dalamnya; sebagai balasan atas apa yang telah mereka kerjakan.” Di surah sebelumnya dikatakan bahwa tuhan Islam, yang bernama Ar-Rahman, menuntut ketakutan. Namun, sekarang dikatakan ‘tidak ada ketakutan,’ dan kata kuncinya ialah ‘tuhan kami ialah Allah.’ Jadi, tuhannya yang mana?

Waktunya untuk sebuah perayaan. Perlu waktu sejenak menemukan satu ayat, namun yang berikutnya cukup positif:, Q46:15, “Kami perintahkan kepada manusia supaya berbuat baik kepada dua orang ibu bapaknya, ibunya mengandungnya dengan susah payah, dan melahirkannya dengan susah payah (pula). Mengandungnya sampai menyapihnya adalah tiga puluh bulan, sehingga apabila dia telah dewasa dan umurnya sampai empat puluh tahun ia berdoa: "Ya Tuhanku, tunjukilah aku untuk mensyukuri nikmat Engkau yang telah Engkau berikan kepadaku dan kepada ibu bapakku dan supaya aku dapat berbuat amal yang saleh yang Engkau ridhai; berilah kebaikan kepadaku dengan (memberi kebaikan) kepada anak cucuku. Sesungguhnya aku bertaubat kepada Engkau dan sesungguhnya aku termasuk orang-orang yang berserah diri". Setelah kita meninjau sepuluh tahun terakhir masa hidup Muhammad, kalian nilai sendiri apakah ia mempraktekkan yang ia khotbahkan.

Selanjutnya kita diberitahu, “Ini tidak lain hanyalah dongengan orang-orang dahulu belaka". Mereka yang telah pasti ketetapan (azab) atas mereka adalah orang-orang yang merugi/pecundang bersama umat-umat yang telah berlalu sebelum mereka dari jin dan manusia. Dan: “bagi masing-masing mereka derajat menurut apa yang telah mereka kerjakan” yang membawa kita ke Q46:20, “Dan (ingatlah) hari (ketika) orang-orang kafir dihadapkan ke neraka (kepada mereka dikatakan): "Kamu telah menghabiskan rezekimu yang baik dalam kehidupan duniawimu (saja) dan kamu telah bersenang-senang dengannya; maka pada hari ini kamu dibalasi dengan azab yang menghinakan.

Untuk membuktikan Allah berada di peringkat nomor satu dalam hal menghajar manusia, ia mengingatkan kita ttg bagaimana ia berurusan dengan kaum Ad yang cuma mitos, Q46:1, “Dan ingatlah (Hud) saudara kaum 'Aad yaitu ketika dia memberi peringatan kepada kaumnya di Al Ahqaaf dan sesungguhnya telah terdahulu beberapa orang pemberi peringatan sebelumnya dan sesudahnya (dengan mengatakan): "Janganlah kamu menyembah selain Allah, sesungguhnya aku khawatir kamu akan ditimpa azab hari yang besar".

Bertransisi dari penghukuman ke argumen, Q46:22, “Mereka [penduduk Mekah] menjawab: "Apakah kamu datang kepada kami untuk memalingkan kami dari (menyembah) tuhan-tuhan kami? Maka datangkanlah kepada kami azab yang telah kamu ancamkan kepada kami jika kamu termasuk orang-orang yang benar".Ia [Muhammad] berkata: "Sesungguhnya pengetahuan (tentang itu) hanya pada sisi Allah dan aku (hanya) menyampaikan kepadamu apa yang aku diutus dengan membawanya tetapi aku lihat kamu adalah kaum yang ****". Orang pertama yang bicara di ‘wahyu ilahi’ ini adalah Muhammad, bukan Allah. Ayat tsb lupa menambahkan kata perangkap: ‘Katakanlah’ seperti biasanya untuk membuat kata-kata Muhammad seolah datang dari tuhannya. Kali ini ia terpeleset.

Pastilah sangat sulit mewakili sosok ilahiah yang impoten, sehingga yang bisa dilakukan Muhammad hanyalah mengancam, Q46:24, “Maka tatkala mereka melihat azab itu berupa awan yang menuju ke lembah-lembah mereka, berkatalah mereka: "Inilah awan yang akan menurunkan hujan kepada kami". (Bukan!) bahkan itulah azab yang kamu minta supaya datang dengan segera (yaitu) angin yang mengandung azab yang pedih, yang menghancurkan segala sesuatu dengan perintah Tuhannya, maka jadilah mereka tidak ada yang kelihatan lagi kecuali (bekas-bekas) tempat tinggal mereka. Demikianlah Kami memberi balasan kepada kaum yang berdosa.” Kata-katanya memang membingungkan, namun pesannya jelas: sosok Allah adalah teroris.

Kemudian si Allah mencampur perbantahan tak berkesudahannya dengan Quraysh tsb dengan rasa sakit dan penghukuman, Q46:26, “Dan sesungguhnya Kami telah meneguhkan kedudukan mereka dalam hal-hal yang Kami belum pernah meneguhkan kedudukanmu dalam hal itu dan Kami telah memberikan kepada mereka pendengaran, penglihatan dan hati; tetapi pendengaran, penglihatan dan hati mereka itu tidak berguna sedikit juapun bagi mereka, karena mereka selalu mengingkari ayat-ayat Allah” Ia baru bilang bahwa ia menjadikan orang Quraysh tuli, buta, dan bod0h. Muhammad, kebetulan juga orang Quraysh. “dan mereka telah diliputi oleh siksa yang dahulu selalu mereka memperolok-olokkannya. Dan sesungguhnya Kami telah membinasakan negeri-negeri di sekitarmu dan Kami telah mendatangkan tanda-tanda kebesaran Kami berulang-ulang supaya mereka kembali (bertaubat).”

Setelah itu, sampailah kita pada pengesahan ‘kebenaran’ quran oleh makhluk-makhluk halus Ta’if yang telah kita bahas sebelumnya (anne: mungkin nanti perlu ditambah mahluk Mars, Uranus, dll. biar sah beneran dan meyakinkan Quraysh. Kasihan, cape bener Muhammad cari bukti untuk qurannya) Q46:29, “Dan (ingatlah) ketika Kami hadapkan serombongan jin kepadamu yang mendengarkan Al Quran, maka tatkala mereka menghadiri pembacaan(nya) lalu mereka berkata: "Diamlah kamu (untuk mendengarkannya)". Ketika pembacaan telah selesai mereka kembali kepada kaumnya (untuk) memberi peringatan. Mereka berkata: "Hai kaum kami, sesungguhnya kami telah mendengarkan kitab (Al Quran) [yang tidak ada] yang telah diturunkan sesudah Musa yang membenarkan [sebenarnya sih merusak] kitab-kitab yang sebelumnya lagi memimpin kepada kebenaran dan kepada jalan yang lurus [ke neraka].

Qur'an 46:31, “Hai kaum kami [sesama makhluk halus/setan-setan], terimalah (seruan) orang yang menyeru kepada Allah dan berimanlah kepada-Nya, niscaya Allah akan mengampuni dosa-dosa kamu dan melepaskan kamu dari azab yang pedih.” Muhammand bisa saja pecundang yang tidak punya mukjizat, nubuat, atau wahyu, namun hal tersebut tak menghentikan klaim para setan bahwa ia seperti Yesus. ‘Percayalah padanya dan ia akan menyelamatkanmu.’ seru para setan.

Qur'an 46:32, “Dan orang yang tidak menerima (seruan) orang yang menyeru kepada Allah maka dia tidak akan melepaskan diri dari azab Allah di muka bumi dan tidak ada baginya pelindung selain Allah. Mereka itu dalam kesesatan yang nyata". Dan apakah mereka tidak memperhatikan bahwa sesungguhnya Allah yang menciptakan langit dan bumi dan Dia tidak merasa payah [never wearied with their creation] karena menciptakannya, kuasa menghidupkan orang-orang mati? Ya (bahkan) sesungguhnya Dia Maha Kuasa atas segala sesuatu. Muhammad bilang, ‘tuhanku lebih baik dari tuhanmu karena tuhanku tak perlu istirahat di hari ketujuh. Lantas, bagaimana bisa Allah lebih baik dari Yahweh bila mereka seharusnya sama?

Dan (ingatlah) hari (ketika) orang-orang kafir dihadapkan kepada neraka, (dikatakan kepada mereka): "Bukankah (azab) ini benar?" Mereka menjawab: "Ya benar, demi Tuhan kami". Allah berfirman "Maka rasakanlah azab ini disebabkan kamu selalu ingkar". Bisa ditebak, salam perpisahan surah diakhiri dengan berfokus pada siksaan/azab, Q46:35 “Maka bersabarlah kamu seperti orang-orang yang mempunyai keteguhan hati dari rasul-rasul telah bersabar dan janganlah kamu meminta disegerakan (azab) bagi mereka. Pada hari mereka melihat azab yang diancamkan kepada mereka (merasa) seolah-olah tidak tinggal (di dunia) melainkan sesaat pada siang hari. (Inilah) suatu pelajaran yang cukup, maka tidak dibinasakan melainkan kaum yang fasik.”

Image
anne
 
Posts: 502
Joined: Wed Sep 21, 2011 9:52 pm

Re: 'Prophet of Doom' by Craig Winn (BELUM SELESAI)

Postby anne » Wed Nov 28, 2012 11:22 pm

Ini adalah tempat yang tepat untuk mereview Qur'an. Aku telah mengutip ayat-ayat di sembilan puluh surah dari 114 surah qur’an. Sebagian diantaranya telah diulas secara keseluruhan, termasuk surah-surah yang disampaikan selama lima tahun pertama. Kisah-kisah dalam surah Mekah dapat diringkas sbb: Kisah Adam, Nuh, Abraham, Lot, Musa, Firaun, Yesus, dan Maria versi Muhammad, secara kolektif diceritakan kembali hampir seratus kali. Kisah Yunus, Yosua, Yakub, Yusuf, dan Ayub ditambahkan dalam surah yang dinamai untuk menghormati Yunus. Surah lain diperuntukkan seluruhnya untuk Yusuf. Raja Yahudi, Saul, Daud dan Salomo yang terlibat dengan setan-setan/jin Islam dalam kisah yang tanpa rasa malu dijiplak dari Talmud – cerita rakyat dan mitologi Yahudi. Penokohan ulang secara kasar yang disesuaikan dengan agenda Muhammad. Begitu gampangan dan sembrono. Namun semua kisah ini tak berarti dibandingkan dengan sekian banyak perbantahan tak berkesudahan dan kisah-kisah ttg rasa sakit dan hukuman yang mengerikan. Sangat jarang terdapat pemikiran relijius selain yang dicuri dari Musa, Qusayy dan Zayd.

Sekarang, saat kita tutup ayat-ayat Mekah, menurutmu bagaimana si nabi saleh ini berperilaku setelah kematian istri dan pamannya, sumber keuangan dan pelindungnya? Sebelum mayat istrinya yang berusia 70 tahun itu mendingin, si nabi yang berumur 50 tahun itu menikahi Aisha, anak perempuan kecil berumur 6 tahun. Pedofil tak tertahankan, disusul poligami dengan Sawda, imigran dari Abyssinia, sebelum ia meninggalkan kota tsb.

Perilakunya terhadap Abu Talib tak kalah kalah memuakkan, Ishaq: 191, “Abu Jahl dan tokoh-tokoh terkemuka lainnya pergi menemui Abu Talib dan berkata, ‘Kami mengakui posisimu dengan kami, namun sekarang, saat engkau menjelang kematian kami sangat prihatin. Engkau tahu masalah diantara kami dan keponakanmu, maka panggillah ia dan biar kami membuat kesepakatan, ia tidak akan mengganggu kami dan kami tidak akan mengganggunya.’ Rasullullah datang dan Abu berkata, ‘Ponakan, orang-orang terhormat ini datang untuk memberi sesuatu padamu dan mendapat sesuatu sebagai gantinya.’ Muhammad berkata, ‘Dapatkah kalian mengucapkan janji yang membuat kalian dapat menguasai Arab dan menaklukkan Persia.’ ‘Bagaimana dengan sepuluh kata.’ kata Abu Jahl [yang membaca situasi]. Muhammad menjawab, ‘Kalian harus berkata, ‘Tidak ada ilah kecuali Allah dan Muhammad adalah rasulnya.’ Mereka bertepuk tangan dan berkata. ‘Kau ingin menggabungkan semua ilah menjadi satu ilah, Muhammad? Itu akan menjadi hal yang luarbiasa.”

Islamnya Muhammad adalah mengenai uang dan kekuasaan, itu pasti. Namun bagaimana nasib mereka yang membantu Muhammad meraihnya? Ishaq 192, “Jika kau mengucapkan kata-kata itu paman Abu, maka aku akan menjadi perantara bagimu di Hari Kebangkitan.” Abu Talib tidak melakukannya dan meninggal. Saudaranya, Abbas, mengklaim bahwa menjelang kematiannya ia menggerakkan bibirnya. Lantas Abbas bergegas menemui Muhammad dan berkata, “Ponakan, saudaraku telah mengucapkan kata-kata yang kau minta ucapkan.’ Rasullullah menjawab, ‘Aku tidak mendengarnya.’ Bukhari: V5B58N222, ‘Seorang muslim berkata pada Nabi, ‘Kau tidak menolong pamanmu Abu Talib walaupun ia selalu melindungimu.’ Nabi menjawab, ‘Ia berada di neraka yang ringan, dan jika bukan karena aku, pastilah ia berada di dasar Neraka.”

Berbeda dengan akhlak buruk sang nabi Islam, salah seorang pagan terkemuka melakukan sesuatu yang layak dihormati. Ingat paman Lahab? Saat mendengar mengenai kematian Khadija dan Talib, ia pergi ke Ka’aba dan mengumumkan, “Muhammad sangat berdukacita. Jangan serang dia lagi.”

Tak berpengaruh bagi Muhammad. Ia siap melanjutkan misinya. Terakhir kita lihat, ia menyuruh anak angkatnya mengenakan bajunya dan menabur debu magis ke kepala musuh-musuhnya. Tabari VI: 144, “Beberapa orang menyatakan Abu Bakr datang menemui Ali dan bertanya mengenai sang nabi. Ia berkata padanya bahwa Muhammad telah pergi ke gua Thawr...dalam kegelapan malam. Nabi mendengar kedatangan Abu Bakr dan mengira ia salah satu daroi para pagan. ia mempercepat langkahnya dan tali sendalnya putus. Ibu jari kakinya terkena batu. Mengeluarkan banyak darah. Bakr khawatir ia membuat takut Muhammad, maka ia berbicara padanya sebelum mereka tiba di gua saat fajar dan masuk ke dalamnya.”

Sementara itu, di Mekah, penduduk “memarahi Ali dan memukulnya,” membuktikan bahwa Allah tak berdaya dan Muhammad bukanlah nabi. “Mereka membawanya ke mesjid dan menahannya untuk sementara. Mengenai ini Allah berkata, ‘Dan ketika orang-orang kafir berkomplot untuk membunuh atau mengusirmu, mereka mebuat tipu daya, tapi Allah juga membuat tipu daya, dan Allah adalah sebaik-baiknya pembuat tipu daya.” Kata Arab untuk ‘plotter’ dapat dengan mudah diterjemahkan ‘pembuat tipu daya.’ Nabi penipu menemukan tuhan yang tepat.

Hadist berikutnya mengatakan bahwa Abu Bakr dan Muhammad berangkat bersama-sama tidak terpisah. Walau hal tsb tentu berkontradiksi, itu bukanlah bagian hadist yang paling mengganggu. Kita pelajari bahwa anak laki-laki Abu Bakar, yang sama halnya dengan saudara perempuannya Aisha, lahir bertahun-tahun kemudian, setelah Allah menunjuk rasulnya, ia dinamai Abd al-Rahman!

Aisha ingat bagaimana paranoianya sang nabi: Ishaq: 223 "Muhammad tidak pernah lupa datang ke rumah kami di dua penghujung hari….Suatu hari, ia datang saat tengah hari, sehingga kami tahu pastilah ada sesuatu yang khusus. Ketika ia datang, Abu bangkit dari tempat tidurnya, dan rasul duduk.

Muhammad berkata, ‘Suruh keluar mereka yang ada bersamamu.’ Ayahku berkata, ‘Nabi, ini anak-anak perempuanku [salah satunya istrimu]; mereka tidak membahayakanmu, semoga ayah dan ibuku menjadi tebusanmu.”


Tabari VI:. 147, “Menurut apa yang dikatakan padaku, sang rasul dikatakan memberitahu Ali bahwa ia akan pergi, dan memerintahkannya untuk tetap tinggal, mengembalikan barang-barang yang orang-orang telah percayakan padanya. Setiap orang di Mekah yang memiliki barang akan mempercayakannya pada Muhammad karena mereka tahu kejujurannya.” Sungguh sangat serasi dengan tema tukang sihir penipu dan kerasukan setan yang dikeluhkan tanpa henti oleh penduduk Mekah dalam Quran.

Ishaq: 223, “Ketika rasul memutuskan untuk berangkat, ia pergi menemui Bakr dan mereka berdua pergi lewat jendela belakang rumah Abu Bakr, ke gua di Thawr, bukit di bawah Mekah.” Kali ini tidak ada tipu daya, tidak ada koalisi multinasional para pria berpedang yang mengintai di luar rumah Muhammad, tidak ada peringatan Jibril, tidak ada baju Muhammad yang dipakai Ali, tidak ada debu magis peri, tidak ada orang dibutakan, kaki tersandung, dan tidak ada ayat suci diturunkan memperingati pelarian besar tsb. Dengan demikian, tampaknya Islam merupakan satu-satunya agama yang tak satupun, baik tuhan maupun nabinya, dapat mengatakan peristiwa sesungguhnya. Dan itu karena tuhan sang nabi merupakan ambisi pribadinya. Surga merefleksikan fantasinya. Neraka adalah perwujudan balas dendam yang ia dambakan—bayaran atas siksaan yang dialami di masa kecilnya. Semua hanyalah tipuan menjijikkan.

Di suatu tempat, dalam gundukan kotoran ini, dalam plagiarisme yang begitu transparan, pengulangan kata-kata kosong, rancangan menjijikkan, argument menjengkelkan, dan ancaman-ancaman gila, aku berharap menemukan secercah inspirasi murni agar ada keseimbangan, Namun tidak ada. Islam adalah agama yang musnah di bawah terik panas matahari serta hembusan pasir Mekah, hanya untuk bangkit dari abu kematiannya sebagai sebuah doktrin di Yathrib. Jebakan-jebakan ritual yang selamat dari padang pasir hanyalah untuk memanipulasi korban-korban di masa depan.

Hanya 250 mil, namun hampir semua berubah. Ar-Rahman menjadi salah satu atribut dan Allah menjadi tuhan. Dan tuhan seperti apa dia? Tuhan yang selalu siap sedia mengakomodasi apapun sesuai agenda pribadi nabinya: pertempuran, pembunuhan, genosida, perkosaan, inses, poligami, berdusta, rasisme dan perampokan. Perang kata-kata berubah menjadi kekerasan. Penduduk Mekah dirampok dan dijarah. Namun itu tak berarti dibanding nasib kaum Yahudi. Mereka beralih dari sekutu menjadi musuh. Lebih cepat dari kau mengatakan, “Bantai mereka.”

Walaupun skor yang diperoleh setelah 12 tahun masa perselisihan di Mekah: Islam 50 dan Pagan 4.950, tidak masalah, krn permainan belum berakhir. Malah pertempuran baru saja dimulai. Tabari VI: 157 di bawah judul, “Dimulainya Era Islam” kita baca, “Dikatakan bahwa , ketika Rasullullah tiba di Medinah [September 622M], ia memerintahkan dimulainya sebuah era baru. Mereka memperhitungkan waktu sesuai jumlah bulan-bulan setelah kedatangan Muhammad.”

Pernyataan yang dikaitkan dengan Muhammad tersebut tidak benar, namun hal tsb menunjukkan suatu pola pikir yang penting. Adalah Umar, sang kalif kedua yang memerintahkan dimulainya kalender Islam. Ia menetapkan tahun hijrah, atau migrasi Muhammad ke Medinah sebagai tahun pertama Islam. Dari perspektif muslim, 622M atau 622 tahun setelah kelahiran Yesus, diganti menjadi tahun 1H. Mereka memperingati tahun kelahiran Islam.

Mereka mengetahui apa yang kalian ketahui sekarang: Islam sebagai agama mati di Mekah. Doktrin politik tirani dan kekerasan mengambil alih. Surah pertama Medinah membatalkan hampir semua yang telah dicanangkan selama masa periode memudarnya ‘agama’ Islam. Ini adalah masa baru, Masa Kebangkitan, dimulainya politik Islam: doktrin penundukkan.

Namun, sesuatu tidak berubah. Karakter Muhammad tetap sama, demikian pula sandiwara menggunakan pernyataan-pernyataan saleh untuk mendukung klaimnya. Kelakuannya tak berubah, juga perintah-perintahnya. Situasi memungkinkan sang nabi gagal bertindak lebih menantang. Selagi penduduk Mekah masih menjadi musuh utama, kaum Hanif juga dimasukkan dalam daftar yang dikutuk— dan segera menyusul para pengikut agama saingan, Kristen dan Yahudi.

Sebagian besar retorika agama dan ritual pagan yang dipinjam Muhammad dari Qusayy selama di Mekah, terus berlanjut di Medinah, walau nama tuhannya berubah, dan roh pemberi wahyu, Sammael, dipanggil Jibril. Muhammad terus mengandalkan Bible sebagai sumber inspirasi. Namun, bukannya menggunakan ‘ayat-ayat suci’nya untuk menegur tindak kekejian, Muhammad malah menjadikannya alat untuk membenarkan tindak kekejian yang ia lakukan. Quran menjadi alat favoritnya. Muhammad hendak membuktikan, di bawah tekanan tidak ada yang lebih ampuh daripada campuran relijius, uang dan senjata, Peristiwa-peristiwa yang terkuak di Padang Pasir Arab pada akhirnya memakan korban kemanusian lebih dari yang bisa dibayangkan.

Tabari VII: 1, “Waktu shalat Jumat menyita perhatian Muhammad saat ia berada di wadi [sungai kering]. Tempat ini digunakan sebagai mesjid. Itu adalah shalat Jumat pertama yang dilaksanakan rasul dalam Islam.” Fakta-fakta telah diubah agar sesuai agenda. Saat tiba di Medinah, sang nabi mencoba menipu orang-orang Yahudi agar bergabung dengan gerombolannya, dengan mengklaim ia menjalankan Sabat mereka, berdoa menghadap Bait mereka, dan salah satu dari nabi-nabi mereka. Penetapan ritual shalat Jumat dalam Islam merupakan akibat ejekan Yahudi terhadap tuduhan-tuduhan palsu Muhammad. Walau secara faktual tidak akurat, hadist tetaplah gambaran mendalam tentang pola pikir Islam. Islamnya Muhammad, Islam terror, dipraktekkan pertama kali di Medinah.

Isnad, atau jalur periwayatan tradisi lisan ini, tidak memasukkan Abu Bakr, satu-satunya orang yang bersama Muhammad saat itu, maka patut dicurigai. Tabari VII:2, “Dakwah yang rasul sampaikan di shalat Jumat pertama di wadi luar Medinah, dimulai dengan, ‘Segala puji bagi Allah. Aku memujinya, dan meminta pertolongan, pengampunan dan petunjuknya. Aku percaya padanya, tidak mengingkarinya, dan aku adalah musuh siapapun yang mengingkari dia. Ini menetapkan sifat dan tujuan Islam. Siapapun yang tidak menyerah akan menjadi musuh. Dan bagi umat Islam, yang mengklaim Muhammad sempurna -–seakan Kristus— ini tidak cocok dengan pengampunan.

“Aku bersaksi bahwa tidak ada tuhan selain allah, tiada sekutu, dan Muhammad adalah rasulnya, yang telah ia kirim dengan petunjuk setelah berselang munculnya utusan-utusan, pada masa pengetahuan langka, manusia disesatkan, waktu dipersingkat, Hari Akhir sudah dekat, Kiamat sudah dekat.” Menakjubkan, Muhammad mengklaim Allah tidak memiliki partner, sementara tema utama surah-surah Medinah adalah penetapan kemitraan antara Allah dan nabinya. Mereka tidak hanya berbagi segalanya, termasuk harta jarahan, namun pada akhirnya juga menjadi setara, berkomplot menjadi yang dipercayai, dipatuhi dan ditakuti.

Kau mungkin ingat Muhammad meramalkan Hari Akhir, Kiamat Dunia, Hari Bencana yang ditakuti, akan terjadi setelah permulaan penyatuannya dengan Allah selama lima ratus tahun—1110M. Saat Bukhari mengumpulkan hadist ini di 850M, dan saat Tabari memasukkannya dalam buku sejarahnya di 900M, ramalan ini masih membayang di cakrawala, belum waktunya, dan karenanya sah saja.

Namun, ada beberapa kebenaran dalam bait dakwah Muhammad. Pengetahuan langka—khususnya yang berkaitan dengan ramalan dan wahyu. Di masa kekosongan ini, kebodohannya dianggap wahyu ilahi. “Barangsiapa mematuhi Allah dan rasulnya, mendapat petunjuk.” Dua kata yang mengungkap segalanya: ‘patuh’ dan ‘dan.’ Kemitraan terbentuk antara Allah dan Muhammad, dan kita telah diperingatkan bahwa tujuannya adalah patuh pada mereka berdua. Dan karena Allah tidak pernah mengungkapkan dirinya selain pada Muhammad, maka kata ‘dan’ menjadi berlebihan, “Barangsiapa tidak mematuhi mereka berarti telah bersalah, lalai, dan jauh tersesat. Aku menasehatkanmu untuk takut pada Allah, karena hal terbaik yang bisa diperingatkan seorang muslim pada muslim lain adalah bahwa ia harusnya…diperintahkan untuk takut pada Allah.” Sang nabi telah menyatakan implementasi kepatuhan: takut. Ingat, quran berkata Q87:10, “orang yang takut (kepada Allah) akan mendapat pelajaran,” Dalam sepuluh kalimat Muhammad menyodorkan ‘takut’ sepuluh kali. Dari Muhammad ke Hitler, dari Stalin ke Saddam, menciptakan rasa takut adalah cara tiran memerintah.

Tabari VII: 3. “Waspadalah dengan apa yang Allah telah peringatkan padamu ttg dirinya. Takut pada Allah, karena siapapun yang bertindak sesuai itu dalam kekhawatiran dan takut tuhannya adalah penolong terpercaya bagi apapun yang kau inginkan.” Jelas apa sebabnya muslim harus takut pada tuhan. Boss, tuhan mereka, adalah pembuat tipu daya ulung, mengintai di neraka, menyeret manusia yang terjerat tipu dayanya ke neraka, dan menyiksa mereka dalam kobaran api.

Allah berkata, “Keputusan di sisi-Ku tidak dapat diubah dan Aku sekali-kali tidak menganiaya hamba-hamba-Ku [budak-budakku/slaves, bukan pengikutku Q50:29]. Takut pada Allah akan menangkal kebencian, pembalasan dan murka Allah.” Di Islam, orang-orang kafir telah ditakdirkan bersalah. Hukuman neraka sudah menanti, dan tidak ada pengajuan banding. Tidak dapat diubah.

Pemikiran jahat ini diikuti oleh: “Allah telah menyebabkan engkau mengenal Bukunya dan membuka jalannya bagimu, agar ia dapat mengetahui siapa yang berkata benar dan siapa yang berbohong.” Jika pembalikan makna merupakan omong kosong, maka kita telah menemukannya. Yahweh memberi kita Bible agar kita dapat mengenal kebenaran dan mendeteksi kebohongan. Allah memberi (janji dan ancaman dalam quran) agar ia bisa tahu siapa diantara budak-budaknya mana yang berkata jujur mana yang berbohong.

Muhammad, sambil berdiri di atas pasir wadi, mengingatkan satu-satunya anggota jemaahnya, Abu Bakr: “Jadilah musuh dari musuh-musuh Allah dan berjuang sesuai Kehendak Allah [Jihad] di jalan yang ia ridhoi. Ia telah memilihmu dan menamai engkau Muslim [orang yang tunduk/patuh]” Gagasan Allah memiliki musuh tetap merupakan hal penting bagi pertumbuhan Islam. Namun baris kata yang tidak berbahaya, ‘Ia telah memilihmu dan menamai engkau Muslim’ justru mengungkapkan lebih jauh. Dalam Yudeo-Kristen, laki-laki dan perempuan memiliki kesempatan untuk memilih mengikut Tuhan. Dalam Islam, roh kegelapanlah yang memilih.

“Tidak ada kekuatan kecuali bersama Allah. Alah yang menetapkan penghakiman terhadap manusia, dan karena Allah yang berkuasa atas manusia, mereka tidak tidak berkuasa atasnya.” Pedang yang diayunkan umat Islam pastilah merupakan cerminan Allah sendiri yang menggunakannya. Baris terakhir khotbah Muhammad memperlihatkan kemustahilan Allah itu tuhan. Justru sangat masuk akal Muhammad sendirilah Allah, dan ia ingin berkuasa seperti tuhan.

Tabari VII: 4, “Rasul menunggang unta betinanya dan membiarkan tali kendalinya menggantung. Para penghuni di setiap pemukiman Ansar (muslim Medinah, yang disebut ‘Para Penolong’) yang dilalui unta, mengundangnya untuk tinggal bersama mereka sambil berkata, ‘Marilah rasul ke tempat yang memiliki banyak pembela, yang dipersiapkan dengan baik dan tak dapat dikalahkan.” Walau dalam skala berbeda, kaum Ansar, seperti juga Quraysh, sedang mencoba sang nabi.

Ishaq: 228, “Ia akan berkata pada mereka, ‘Biarkan kendalinya, karena ia telah diperintahkan.’ Akhirnya ia tiba di lokasi mesjidnya sekarang, dan untanya berlutut di tempat dimana pintu mesjid berada. Saat itu, tempat tersebut adalah tempat pengeringan korma dan milik dua anak yatim.” Ia baru lima menit ada di kota dan sudah menipu sebidang tanah milik dua anak yatim. Kemunafikan ini begitu kentara, tidak tahu malu. Dan perhatikan, mesjid pertama tsb milik Muhammad bukan Allah (Sebenarnya, ini lebih berupa tempat kediaman, bordil, sekaligus politbiro Muhammad daripada mesjid).

“Rasul memerintahkan sebuah mesjid harus dibangun disana....” Dikatakan bahwa Muhammad membeli tanah untuk mesjidnya dan mendirikan bangunan di atasnya, tapi versi yang benar dalam opini kami adalah: “Tanah tempat mesjid nabi milik dua anak yatim yang berada dalam asuhan Najjar. Berisikan pohon palem, lahan yang dibudidayakan dan kuburan-kuburan pra-islam. Rasul berkata, ‘Mintalah harganya padaku.’ tapi mereka berkata, ‘Balasan untuk kami hanya dari Allah.’ Muhammad kemudian memberi perintah terkait tanah tsb; pohon-pohon palem ditebang, tanah garapan diratakan, dan kuburan-kuburan digali.”

Persiapan berdirinya mesjid pertama Islam bukannya tidak kaya simbolisme. Islam tetap tidak produktif, doktrin paling miskin di dunia. Dengan ceroboh menghancurkan aset-aset produktif. Secara munafik menipu orang miskin dari kesempatan mereka meraih kehidupan yang lebih baik. Dan demikianlah Islam, seterusnya dibangun di atas tulang punggung kafir yang meninggal.

Muhammad meninggalkan Mekah tanpa uang sepeserpun. Dia tak mampu membeli tanah, apalagi membiayai konstruksi. Bahkan untanya pun pemberian orang. Tapi inilah Muhammad yang baru. Ia paham apa yang harus diketahui para penipu berkedok agama. Janjikan orang-orang surga, dan mereka akan memberikan dunia.

Image
anne
 
Posts: 502
Joined: Wed Sep 21, 2011 9:52 pm

Re: 'Prophet of Doom' by Craig Winn (BELUM SELESAI)

Postby anne » Wed Nov 28, 2012 11:40 pm

XIII. Perompak Pedofil
http://prophetofdoom.net/Prophet_of_Doo ... rate.Islam

"Ketika Nabi menikahi Aisha dia masih sangat muda dan belum siap untuk berhubungan suami istri."

Sang ketua, Muhammad, tinggal di proyek perumahan dari dana publik, dan dengan segera mulai bertindak b0doh sebagaimana biasanya. Ishaq: 235, “Di tahun kedatangan nabi, Abu Umamah meninggal karena radang tenggorokan. Rasul berkata, ‘Kematiannya merupakan suatu hal yang jahat bagi Yahudi dan Arab Munafik, karena mereka dengan yakin mengatakan, ‘Jika Muhammad benar-benar nabi, sahabatnya tidak akan mati.’ Tapi sesungguhnya aku tak punya kuasa dengan Allah, baik untuk diriku sendiri atau para sahabatku,’” Tepat sekali.

Muhammad juga tak bermoral. Tabari VII: 7, “Nabi menikahi Aisha di Mekah tiga tahun sebelum hijrah, setelah kematian Khadija. Saat itu ia berusia 6 tahun.” Ishaq:281, “Ketika rasul datang ke Medinah ia berusia 53 tahun.” Tabari VII: 6, “Bulan Mei, 623M/1H, Rasullullah berhubungan suami istri dengan Aisha.” Dia akan mati dalam sepuluh tahun; ia tak tahan menunggunya lebih lama. Pedofil! dan terulang lagi: child abuse. Si anak yang dilecehkan sekarang menjadi pihak yang melecehkan.

Menuduh seorang yang dianggap nabi sebagai pedofil terdengar keterlaluan. Namun bukti-bukti tak terbantahkan: Tabari IX: 128, “Ketika nabi menikahi Aisha, dia masih sangat muda dan belum siap untuk berhubungan suami istri.” Beginilah kejadianya, Tabari IX:131, “Ibuku datang padaku ketika aku sedang berayun di ayunan diantara dua dahan, dan menurunkanku. Pengasuhku mengambil alih dan menyeka wajahku dengan air dan mulai menuntunku. Saat aku berada di pintu ia berhenti, agar aku dapat mengatur nafas. Aku dibawa ke dalam sementara Muhammad sedang duduk di tempat tidur di rumah kami. Ibuku mendudukkan aku di pangkuannya. Para pria dan wanita lain berdiri dan keluar. Nabi melakukan hubungan suami istri denganku, di rumahku, saat aku berusia sembilan tahun.” Jika diberi pilihan, aku yakin kebanyakan orang akan memilih mendapatkan inspirasi spiritual mereka dari seseorang yang bukan predator seksual.

Muhammad berjuang untuk membenarkan perilakunya. Bukhari: V9B86N98,”Nabi berkata, ‘Seorang perawan tidak boleh menikah sampai ia diminta persetujuannya.’ ‘Wahai rasul! Bagaimana perawan tersebut mengungkapkan persetujuannya.’ Ia berkata, ‘Dengan tetap diam.’” Bukhari: V9B87N139-40 “Rasullulah berkata pada Aisha, ‘Kau diperlihatkan padaku dua kali dalam mimpiku [aka. fantasi seksualku]. Aku melihat seorang pria atau malaikat sedang membawamu dalam kain sutra. Ia berkata padaku, ‘Ia milikmu, bukalah penutupnya.’ Dan terlihat, itu engkau. Aku kemudian berkata pada diriku, ‘Jika ini dari Allah, maka terjadilah.” Sosok Allah bukan hanya menyetujui pedofil, ia juga mengesahkannya. Ini membuat tuhan Islam sama sesatnya dengan nabinya.

Karena pedofil berusia 53 tahun bukan ciri kenabian, aku ingin memberi setiap celah yang ada pada Islam untuk menjelaskan. Hadist berikutnya dari Aisha, Tabari VII: 7, “Ada keistimewaan-keistimewaan khusus di diriku yang tidak ada di setiap perempuan kecuali yang Allah berikan pada Maryam bt. Imran [ia merefer ke Maria, ibu Yesus, walau ia tidak tahu namanya atau nama ayahnya, dan tak satupun ‘keistimewaan’ tersebut cocok]. Aku tidak mengatakan ini untuk meninggikan diriku atas sesamaku.’ ‘Apa itu’ seseorang bertanya. Aisha menjawab, ‘Malaikat membawakan rupaku [dia masih bayi]; rasullullah menikahiku saat aku berusia tujuh tahun, pernikahanku disempurnakan saat aku berusia sembilan tahun [ia diabuse]; ia menikahiku saat aku perawan, tidak ada laki-laki lain selain dia [ia masih kecil]; wahyu turun padanya saat ia dan aku berada dalam satu selimut [dia ‘menginspirasi’ Muhammad]; aku salah seorang yang paling disayanginya; sebuah ayat quran diturunkan berkenaan denganku ketika masyarakat hampir hancur [ia menginspirasi Allah]; dan aku melihat Jibril sementara tak satupun istri-istri lain melihatnya [dia berbohong].’” Pikirkan implikasi dari apa yang ia ucapkan. Muhammad “terinspirasi”—surah Quran diwahyukan saat sang nabi melakukan hubungan seks dengan seorang gadis cilik. Allah tidak terganggu sedikitpun dengan perilaku pedofil.

Yang berikut ini menegaskan bagaimana muslimah-muslimah pertama, para istri nabi, yang dipenuhi keserakahan, nabi yang diinspirasi tubuh seorang anak kecil, dan situasi di sekitar turunnya ayat-ayat Quran yang sama sesatnya dengan kitab itu sendiri. Bukhari: V5B57N119, “Orang-orang biasa mengirim hadiah pada nabi saat giliran hari Aisha [untuk berhubungan seks dengannya]. Aisha berkata, ‘Istri-istrinya yang lain berkumpul di kediaman Um Salama [istri nomor dua] dan berkata, ‘Um, orang-orang mengirim hadiah saat giliran hari Aisha, dan kami juga, suka hadiah-hadiah sama seperti dia. Kau harus mengatakan pada rasullullah agar menyuruh orang-orang mengirim hadiah mereka padanya di giliran hari siapapun.’ Um mengatakannya pada nabi dan ia berpaling darinya. Ketika nabi kembali ke Um, ia mengulang permintaan itu lagi. Nabi berpaling lagi. Setelah ketiga kalinya, nabi berkata, ‘Um, jangan menggangguku dengan menyakiti Aisha, karena demi Allah, Inspirasi Ilahi [surah Quran] tidak pernah datang padaku saat aku berada di bawah selimut dengan satupun diantara kalian kecuali dia.’” Jika sejauh ini masih ada yang meragukan, tak mau mengakui kalau quran dibuat untuk memuaskan hasrat Muhammad, dan bukan untuk menyelamatkan jiwa manusia, kuucapkan selamat datang ke realitas akal.

Di atas, aku menuduh si korban pedofil berbohong. Akan kujelaskan mengapa. Keistimewaan ilahiahnya yang kedelapan berkontradiksi, selama turunnya wahyu kamar tidur. Bukhari: V4B54N440, “Nabi berkata. ‘Aisha, ini Jibril. Ia mengirim salam dan hormat.’ Aisha berkata, ‘Hormat dan salam untuknya, dan berkah Allah.’ Kepada nabi dia berkata, ‘Kau melihat apa yang tidak kulihat.’”

Hadist berikut ini mengungkapkan bagaimana sesatnya pemikiran Muhammad, kontras dengan orang Arab lain yang masih waras: Bukhari: V4B52N211, “Aku ikut serta dalam sebuah Ghazwa [aksi penjarahan] bersama nabi. Aku berkata, ‘Rasul, aku seorang pengantin.’ Ia bertanya padaku apakah aku menikahi perawan atau janda. Aku menjawab, ‘janda.’ Ia berkata, ‘Mengapa bukan perawan yang akan bermain denganmu? Dan kau bisa bermain dengannya.’ ‘Rasul! Ayahku martir dan aku memiliki beberapa adik perempuan, aku merasa tidak pantas menikah dengan anak perempuan seusia mereka.’” Jelas sudah, siapa yang rusak moralnya.

Perilaku Muhammad akan dianggap kriminal di setiap negara beradab di bumi. Tidak ada masyarakat bermoral yang merestui orang tua berhubungan seks dengan anak-anak. Jika tertangkap, akan dipenjara, disisihkan dari masyarakat beradab. Pedofil begitu keji, bahkan para penjahat lain menyiksa pelaku pedofil, tidak mentolerir perilakunya.

Perilaku menjijikkan seperti itu mendiskualifikasi Muhammad dari panggilan kenabian yang diakunya. Terlebih lagi, kerusakan moral pribadinya menjadi warisan abadi. Muslim mencontoh perilakunya. Walau sebagian besar peristiwa di dunia Islam lolos dari perhatian kita --karena Islam sangat memusuhi segala jenis kebebasan, termasuk kebebasan pers dan penyelidikan—kita mendapat sekilas berita dari Afghanistan dan Iraq. Disana, anak-anak perempuan sering diperkosa para pria muslim. Dan, sebagaimana yang diduga dalam budaya yang dipengaruhi Muhammad, korban yang dipermalukan dan dihukum, bukan pelaku.

Tidak heran bila orang-orang di masa Muhammad menyebutnya “gila.” “edan,” dan “dirasuki setan.” Tidak heran juga bila para ulama Islam berusaha keras menyembunyikan hal ini dari dunia. Inilah sebabnya mengapa Muhammad menghabisi sejumlah penyair, para penyampai berita di masanya, yang memiliki keberania mengekspose kelakuannya. Inilah sebabnya para penguasa Islam saat ini mengeluarkan berbagai fatwa.

Egomaniak yang merosot moralnya seperti Muhammad jiwanya sangat terganggu dan tersiksa. Rasa tidak aman mereka mendorong timbulnya hasrat tak terkendali akan kekuasaan, seks dan uang. Perasaan rendah diri membuat mereka jadi pemalu, namun dikompensasi perilaku di luar batas kewajaran, yang membuat mereka begitu kejam dan penuh tipuan. Mereka perlu orang lain menunduk takluk, dan mereka menuntut kepatuhan total. Muhammad adalah kasus di buku pelajaran (seperti Adolf Hitler, kembarnya di masa modern). Bukhari: V4B56N762, “Nabi lebih pemalu daripada gadis perawan di biliknya.” Bukhari: V9B89N251, “Rasullullah berkata, ‘Barangsiapa patuh padaku, ia patuh pada Allah, dan barangsiapa tidak patuh padaku, tidak patuh pada Allah, dan barangsiapa patuh pada penguasa yang kutunjuk, ia patuh padaku, dan barangsiapa tidak patuh padanya, tidak patuh padaku.’” Pedofil, inses, dan perkosaan, semuanya adalah manifestasi menyimpang dari rasa haus akan kekuasaan dan kontrol. Rasa tidak aman adalah penyebabnya.

Aku mohon maaf membawamu melintasi kotoran ini. Aku menyadari bahwa materi yang baru kita bahas ilegal, bahkan di film porno. Dan kita belum selesai. Kita belum sampai ke kerusakan moral sang nabi yang lain: inses dan pemerkosaan. Namun, setidaknya kau paham mengapa surga si pengontrol gila ini berupa rumah bordil para perawan muda yang selalu menarik, siap ditaklukkan.

Muhammad, seperti agamanya, terpaku pada daging. Menurut quran, tubuh dipulihkan lagi agar dapat dibakar di neraka dan dipuaskan di surga. Roh manusia tidak penting. Aku percaya ini disebabkan agama ini dibuat dalam pikiran si nabi. Refleksi dari karakter dan hasratnya.

Untuk mengapresiasi penghargaan Islam terhadap tubuh di atas roh, kita harus menilik sumber inspirasinya. Muhammad benar sewaktu mendeskripsikan malaikat yang mengunjunginya sebagai hamba/budak. Bukhari: V4B54N455, “Maka (Allah) menyampaikan inspirasi tsb pada budaknya (Jibril) dan selanjutnya ia (Jibril) menyampaikan(nya pada Muhammad).” Malaikat-malaikat, yang jatuh maupun yang di surga, yang jahat maupun yang saleh, tidak punya pilihan. Meminjam baris lain dari Islam, “Mereka harus tunduk dan patuh.” Roh kegelapan Islam paham segala hal mengenai kepatuhan malaikat, karena ia dulu salah satu dari mereka. Q7:11, “Sesungguhnya Kami telah menciptakan kamu (Adam), lalu Kami bentuk tubuhmu, kemudian Kami katakan kepada para malaikat: "Bersujudlah kamu kepada Adam", maka merekapun bersujud kecuali iblis. Dia tidak termasuk mereka yang bersujud.”

Surah yang sama berlanjut untuk membenarkan keterlibatan Iblis dan menyatakan para malaikat abadi. Q7:20, “Maka ....syaitan berkata: "Tuhan kamu tidak melarangmu dan mendekati pohon ini, melainkan supaya kamu berdua tidak menjadi malaikat atau tidak menjadi orang-orang yang kekal (dalam surga)".

Iblis, sebagaimana semua malaikat, adalah makhluk empat dimensi. Artinya, ia bisa bermanuver ke dalam waktu – dimensi keempat. Meskipun hal ini mungkin terdengar rumit, kita tahu semenjak Einstein bahwa ruang memiliki axis ke-empat, aspek tak terbatas yang belum dapat kita jelajahi. Dalam hal ini, malaikat lebih unggul daripada manusia, karena kita terperangkap dalam tubuh tiga dimensi, terjebak waktu. Yahweh tidak, itulah mengapa namaNya berarti “Aku adalah AKU,” atau “Aku ADA.” Ia kekal dan abadi; KetidakterbatasanNya meliputi dimensi keempat. Ini menjelaskan bagaimana Yahweh mengetahui masa depan. Bukan karena Ia telah menetapkannya, melainkan karena Ia ADA disana dan menyaksikan puncak dari pilihan-pilihan yang kita buat.

Sekarang, tempatkan dirimu di posisi Sammael sejenak. Ia tahu bahwa rohnya inferior dibanding roh kita karena dua alasan. Kita dibuat secara spiritual seturut gambar TUHAN. Dan kita memiliki pilihan. Dengan adanya pilihan, kita punya kapasitas menjadi kreatif dan mengasihi. Inilah sebabnya Tuhan menciptakan kita. Atribut-atribut ini senantiasa menjadi kualitasNya dan kita yang paling powerful. Maka Sammael tidak ingin berkompetisi dengan kita secara spiritual. Ia takkan bisa menang.

Namun, bila berkompetisi secara badaniah/kedagingan, ia tak terkalahkan. Kita tiga dimensi – ia empat. Perbedaannya tak berhingga, seperti antara dunia dua axis dan tiga axis. Seperti sebuah gambar kartun Mickey Mouse dan Walt Disney, atau lebih tepatnya sekretaris Walt. Inilah sebabnya Islam berfokus pada tubuh/daging. Inilah sebabnya Muhammad yang rakus adalah nabi Iblis yang sempurna.

Image


-------------------

Ket.

Muhammad pindah ke Medinah. Di usia 53 tahun, sang ‘nabi suci’ mengadakan hubungan seksual dengan anak kecil berusia 9 tahun. Allah, tuhan Islam mengesahkan perilaku pedofil nabinya. Surah Quran diwahyukan saat sang nabi melakukan hubungan seks dengan anak tersebut, dan kerusakan moral Muhammad ini menjadi warisan abadi, contoh bagi umat Islam.
Last edited by anne on Sat Jun 08, 2013 12:03 am, edited 1 time in total.
anne
 
Posts: 502
Joined: Wed Sep 21, 2011 9:52 pm

Re: 'Prophet of Doom' by Craig Winn (BELUM SELESAI)

Postby anne » Wed Jan 23, 2013 3:45 pm

Kelahiran anak pertama bagi umat Islam setelah hijrah, dirayakan: Tabari VII:9, “Sahabat-sahabat rasul berseru, ‘Allahu Akba.’ [implikasinya Allah lebih besar dari Yahweh] saat ia lahir. Ini disebabkan ada cerita yang beredar di kalangan umat Islam bahwa orang Yahudi mengatakan telah menyihir mereka sehingga tidak ada anak yang akan lahir. Umat Islam memuji Allah karena telah membuat salah klaim Yahudi.” Mereka sedang mengatakan mantra sihir ‘tuhan’ mereka lebih ampuh dari Tuhan Yahudi. Kalaupun mereka benar, itu menjadikan Islam salah.

Tujuh bagian berikutnya dalam ‘The Foundation of the Community’-nya Tabari, dibuka dengan ‘Expedition.’ Kata Arabnya, ‘Maghazi,’ yang dalam Sira diterjemahkan menjadi ‘Penyerangan’. Arti sebenarnya adalah ‘invasi.’ Identik dengan ‘Jihad,’ yang oleh Bukhari dedefinisikan sebagai ‘Perang Suci di jalan Allah.’ Penjelasan yang lebih lengkap terdapat dalam ‘Book of Jihad’ hal. 580, diterbitkan Maktba Dar-Us-Salam, yang juga menerbitkan Sahih Al-Bukhari: “Jihad adalah perang suci di jalan Allah dengan kekuatan persenjataan penuh. Ini menduduki posisi paling penting dalam Islam, dan merupakan salah satu pilarnya. Melalui jihad Islam didirikan dan Allah dibuat superior. Ia dijadikan satu- satunya tuhan yang boleh disembah. Dengan jihad Islam disebarluaskan dan dijadikan superior. Menolak jihad (semoga Allah melindungi kita dari hal ini) membuat Islam hancur dan umat Islam jatuh ke posisi inferior. Kehormatan mereka hilang, tanah mereka dicuri, dan penguasa serta otoritas Islam lenyap. Jihad adalah keharusan dalam Islam bagi semua muslim. Yang mencoba melarikan diri dari kewajiban ini, mati sebagai seorang munafik.”

Ingatlah paragraf ini. Beritahukan pada semua yang mau mendengar. Setiap patah kata berasal dari quran. Tiap kata dipraktekkan Muhammad. Secara akurat mewakili pondasi Islam, sedemikian, hingga ke-150 hadist yang mengikuti definisi jihad ini, bicara mengenai pertempuran fisik; tak satupun menyatakan perjuangan rohani. Diantaranya, Muhammad berkata bahwa ibadah yang paling penting adalah Jihad, bertempur di jalan Allah. (Bukhari: V4B52N44) dan quran sejalan, menyatakan muslim damai adalah munafik, ditakdirkan masuk neraka. Mereka adalah ‘yang terburuk dari makhluk.’ ‘yang paling keji dari hewan. (Q3 dan 33).

“Jika kamu tidak berangkat untuk berperang, niscaya Allah menyiksa kamu dengan siksa yang pedih dan digantinya (kamu) dengan kaum yang lain, dan kamu tidak akan dapat memberi kemudharatan kepada-Nya sedikitpun. Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu. ” [At-Taubah: 39]

"Wahai segenap manusia, janganlah kamu mengharap-harap bertemu dengan musuh. Mohonlah kepada Allah akan keselamatan. Bila bertemu dengan mereka maka bersabarlah (yakni sabar menderita, gigih, ulet dan tabah dalam melawan mereka). Ketahuilah, surga terletak di bawah bayang-bayang pedang. (HR. Bukhari)

“Sesungguhnya, kedudukan kalian di dalam jihad di jalan Allah, lebih baik daripada sholat 60 tahun lamanya.” [HR. Imam Ahmad].
“Berjaga-jaga pada saat berperang di jalan Allah lebih baik daripada dunia dan seisinya”. [HR. Imam Bukhari] Hadits ini juga diriwayatkan oleh Imam Muslim, Turmudziy, dan lain-lain.

“Dan tidaklah patut bagi laki-laki maupun perempuan mu’min, apabila Allah dan Rasul-Nya menetapkan suatu ketetapan dalam urusan mereka, mereka memilih pilihan lain. Barangsiapa mendurhakai Allah dan Rasul-Nya, sungguh, dia telah nyata-nyata sesat.” (Q.S. Al Ahzab: 36)


[center]
“Jihad adalah Jalan kita, mati demi Allah adalah cita-cita TERTINGGI kita. Syariah konstitusi kita”


Para imam menjelaskan mengenai Jihad[/center]

Klik Alternatif Diskusi Kalau FFI Terblokir
Mirror
Mirror Rss Feed
anne
 
Posts: 502
Joined: Wed Sep 21, 2011 9:52 pm

Re: 'Prophet of Doom' by Craig Winn (BELUM SELESAI)

Postby anne » Wed Jan 23, 2013 4:07 pm

Tidak ada keraguan ttg kelayakan menggunakan Bukhari sebagai sumber. Inilah yang dikatakan para ulama Islam di kata pengantar, “Hadist Al-Bukhari adalah kitab yang paling otentik dan benar mengenai Nabi.” Penerjemah mengatakan, “Saya sangat yakin bahwa terjemahannya, dengan pertolongan Allah dan dengan segala upaya besar yang terlibat dalam produksinya, mendekati kesempurnaan.” Para imam yang berasal dari tempat kelahiran Islam, Islamic University of Medina, Saudi Arabia, berkata, “Disepakati secara bulat karya Imam Bukhari adalah yang paling otentik dari semua sember-sumber dalam literatur hadist lain yang digabungkan. Kedudukannya kedua setelah Qur’an.”

Hal ini membuat kau dan aku berada di persimpangan takdir, Bila kita tidak mau berurusan dengan persoalan jihad Islami yang mengerikan ini, masa depan kita akan musnah di depan mata. Jika kita ingin menghindari jurang kelam perang dunia, maka kita harus mengekspose doktrin yang berkomitmen pada penaklukkan dunia ini. Kita harus membebaskan muslim dari Islam.

“Ekspedisi dipimpin oleh Hamzah” adalah Maghazi pertama. Hamza, si pemburu di Mekah, sekarang seorang ‘Mujahid’ (jamak: Mujahidun), ‘Pejuang jihad Islam.’ Tabari VII:10, “Di bulan Ramadhan, tujuh bulan setelah hijrah, Muhammad mempercayakan bendera perang putih pada Hamza dengan komando atas tiga puluh emigran. Tujuan mereka adalah mencegat kafilah-kafilah Quraysh.” Tujuh bulan setelah melarikan diri dari Mekah dengan membawa rasa malu, sang nabi pedofil menjelma menjadi perampok dan teroris.

Agar tak ada kesalahpahaman, mari definisikan karakter yang memalukan ini. Perampok: orang yg mengambil dengan paksa dan kekerasan barang milik orang. Teroris: orang yg menggunakan kekerasan untuk menimbulkan rasa takut, biasanya untuk tujuan politik.

Bendera yang diserahkan Muhammad pada Hamzah adalah spanduk perang. Salah satu simbol yang diwarisi Muhammad dari leluhurnya, Qusayy. Hamzah jadi jihadis. Ia memimpin pasukan tiga puluh orang. Tujuan mereka adalah mencegat kafilah, usaha dagang milik rakyat sipil. Muhammad telah menjanjikan pembantaian pada mereka karena telah memperoloknya. Walau kita diberitahu bahwa, “mereka berpisah tanpa terjadi pertempuran,” maksud utamanya jelas: hendak merampok dan meneror. Kegagalan tidak mengubah fakta telah menjadi manusia seperti apa mereka—apa yang telah Islam lakukan pada mereka.

Di titik karirnya sebagai seorang pengeruk keuntungan ini, masih cukup terdapat orang yang punya nurani (kaum Ansar) dibanding yang tidak (muslim Mekah), dan ia belum trampil sebagai perampok setrampil jadi nabi palsu.

Kembali ke penulis biografi Muhammad, kita belajar banyak mengenai pola pikir muslim pertama. Ishaq:283, “Ekspedisi Hamza ke pantai terdiri dari 30 pengendara, semuanya imigran dari Mekah. Ia bertemu Abu Jahl yang memiliki 300 pengendara. Amr, yang dalam posisi damai dengan kedua belah pihak, menjadi penengah. Hazma [penunggang Muhammad] berkata, demikian mereka katakan ‘Mengingat akal sehat dan kebodohan, ketiadaan nasihat dan saran. Orang-orang dan harta benda mereka belum dilanggar karena kami belum menyerang. Kami menyeru mereka ke Islam [menyerah] tapi mereka menganggapnya suatu lelucon. Mereka tertawa sampai aku mengancam mereka. Atas perintah rasul, aku yang pertama berbaris di bawah benderanya, spanduk kemenangan dari Allah. Bahkan saat mereka menodai kemudian membakarnya dengan marah, Allah menggagalkan rencana mereka.”

Abu Jahl, seorang pengusaha pagan, berkata pada para muslim militan tersebut, Ishaq:284, “Aku takjub akan penyebab kemarahan dan kebodohan, serta pada mereka yang membangkitkan perselisihan dengan mengadu domba. Mereka mengabaikan cara-cara yang ditempuh leluhur kita. Mereka berdusta untuk memperalat pikiran kita. Namun kebohongan mereka tidak dapat mengacaukan yang bijaksana. Jika kalian menghentikan serangan kalian, kami akan menerima kalian kembali, karena kalian adalah sepupu kami, kerabat kami.’ Namun mereka memilih untuk mempercayai Muhammad dan berdebat dengan keras kepala. Semua perbuatan mereka menjadi jahat.” Sebagaimana biasa, penduduk Mekah memahami Islam.

Ibn Ishaq percaya: Ishaq:281, “Serangan di Waddan adalah Maghazi pertama.” Ia berkata, “Ekspedisi Ubayda Harith adalah yang kedua, Rasul mengirim Ubayda pergi menyerang dengan 60 atau 80 pengendara dari kaum imigran, tak ada satupun kaum Ansar diantara mereka. Mereka berhadapan dengan sejumlah besar Quraysh di Hijaz. Abu Bakr menyusun puisi mengenai serangan tsb.” Beberapa baris paling dikenal diantaranya: “Ketika kami menyerukan mereka pada kebenaran, mereka berpaling dan berseru seperti hewan. Hukuman Allah pada mereka akan tiba. Aku bersumpah demi Tuhan Unta-unta [Allah?] bahwa aku tidak bersumpah palsu. Gerombolan pemberani akan menyerang kaum Quraysh, menyebabkan para perempuan menjadi janda. Menyebabkan kematian para laki-laki, dengan burung nasar terbang berputar. Tidak memberi ampun pada kafir.” Yang kemudian dijawab pagan bernama Abdullah (budak Allah), Ishaq:282, “Apakah matamu tiada henti mengucurkan airmata di atas reruntuhan kediaman [Rumah Allah] sehingga pasir bergerak tak jelas? Apakah pasukan dan pernyataan perang kalian cukup kuat sehingga kami harus menolak sosok yang kami muliakan di Mekah, yang diwariskan oleh leluhur terhormat [Qusayy]? Apakah tunggangan kalian terengah di tengah keributan, apakah pedang kalian diasah, berada di tangan para prajurit, berbahaya seperti singa, ataukah kalian berlaku congkak? Apakah kalian disini untuk memuaskan dahaga kalian akan balas dendam? Sesungguhnya, mereka mundur dalam ketakutan besar dan kekaguman.”

Mengenai serangan tsb, sejarawan melaporkan, Tabari VII:10, “Delapan bulan setelah hijrah , rasul Allah mempercayakan bendera perang putih pada Ubaydah dan memerintahkannya untuk berbaris ke Batn Rabigh. Ia tiba di lintasan Marah, dekat Juhfah, memimpin 60 imigran tanpa satupun dari kaum Ansar (muslim Medinah) diantaranya. Mereka bertemu kaum kafir di sumber air yang disebut Ahya. Mereka melepaskan anak panah satu sama lain tapi tidak bertempur berhadapan langsung.”

Sang nabi sekarang menjadi penjahat kambuhan. Delapan bulan memasuki era Islam, ia telah memerintahkan berbagai serangan. Apologis Islam menyatakan bahwa Muhammad terpaksa membela Islamm dan bahwa ia bukanlah agresor, perampok atau teroris. Namun pernyataan itu tak bisa dipertahankan. Tidak ada catatan sejarah mengenai Muhammad—dari jalur catatan sejarah independen. Semua yang diketahui mengenai dia berasal dari hadist. Jika hadist mengatakan ia menyerang kafilah-kafilah dagang penduduk sipil dan selanjutnya memerintah orang-orangnya pergi menyerang kota lain, memang itulah yang terjadi. Ia adalah seorang agresor. Tradisi-tradisi tidak memperlihatkan Muhammad membela diri, juga tidak berusaha menyingkirkan motif sang nabi sesungguhnya: mengejar uang dan harta jarahan, bukan menyebarkan ajaran baik.

Kau mungkin bertanya-tanya mengapa tak satupun kaum Ansar bergabung dengan imigran Islam dari Mekah di semua penyerangan ini. Aku yakin jawabannya karena mereka belum cukup lama menjadi pengikut Islam, dan masih bisa membedakan antara benar dan salah. Islam telah merusak muslim Mekah ke titik dimana mereka beranggapan merampok dan meneror dapat dibenarkan, bahkan dihargai. Mengingatkan kita pada para teroris Islam modern.

Ishaq: 285, “Selanjutnya rasul pergi melakukan penjarahan di bulan Rabi u’l-Awwal terhadap Quraysh. Ia kembali ke Medinah tanpa pertempuran. Kemudian ia menyerang Quraysh dijalan menuju Dinar.” Tabari VII:11. “Di tahun ini, rasul mempercayakan pada Sa’d bendera peerang putih untuk expedisi Kharrar. Sa’d berkata, ‘Aku pergi berjalan kaki memimpin dua puluh orang. Kami biasa bersembunyi saat siang hari dan bergerak di malam hari, sampai kami mencapai Kharrar di pagi hari kelima. Kafilah-kafilah telah tiba di kota sehari sebelumnya. Ada 60 orang di dalamnya. Mereka yang bersama Sa’d semuanya imigran.” Muhammad sekarang menjadi penjahat kambuhan yang melakukan perampokan dan teror, walau perampok gagal.

Tabari VII: 11, “Rasul Allah pergi melakukan serangan penjarahan sejauh Waddan, mencari orang Quraysh. Di saat itulah, Bani Damrah membuat perjanjian damai dengannya. Kemudian Muhammad kembali ke Medinah tanpa pertempuran dan tetap disana sepanjang sisa bulan.” Kali ini Muhammad sendiri yang memegang komando, mengungkap keinginan jelasnya untuk menemukan Quraysh dan merampok mereka. Walau dengan melakukan perjanjian ia tampak terhormat, tetap ini merupakan sesuatu yang salah untuk dilakukan seorang nabi. Perjanjian bersifat politik, bukan relijius. Muhammad sekarang dianggap sebgai ‘Kepala geng sahabat’ yang mengomandani sekelompok orang bersenjata—sama sekali tidak tampak sebagai nabi. Lagipula qur’an berkata bahwa perjanjian dengan orang kafir tidak mengikat orang Islam. Aliansi ini dengan orang-orang kafir.

Tabari VII: 12, “Selama ini ia mengirim Ubaydah mengepalai 60 penungggang berkuda dari para imigran tanpa satupun kaum Ansar diantara mereka. Ia sampai hingga tempat mata air Hijaz [Arab Tengah], di bawah lintasan ke Marah. Disana mereka berjumpa sekelompok besar Quraysh, tapi tidak terjadi pertempuran kecuali Sa’d melepas sebuah anak panah. Kemudia kedua kelompok berpisah satu sama lain, kelompok Islam membuat barisan penjagaan belakang.” Perampok Islam Islam pergi dengan maksud menjarah dan membunuh. Satu-satunya hal yang mencegah mereka meraih keinginan mereka adalah melihat kekuatan lawan yang lebih superior. Hal ini harus kita ingat dikala kita mempertahankan diri saat ini.

Tabari VII: 13, “Muhammad memimpin ekspedisi di [bulan] Rabi al-Akhir, mencari Quraysh. Ia pergi sejauh Buwat, di wilayah Radwa dan kembali tanpa pertempuran apapun. Kemudian ia memimpin ekspedisi lain yang mencari penduduk Mekah. Ia mengambil jalur perbukitan dan menyeberang padang pasir, berhenti di bawah sebuah pohon di Batha. Ia berdoa [Apa sih yang dia doakan?: "Ya Allah, tolonglah aku merampok dan membunuh orang. Terima kasih. Amin."] Setelah beberapa hari Nabi pergi mengejar kaum Kutz."

Era Islam baru berlangsung satu tahun, namun umat Islam telah berkomitmen penuh, mengabdikan hidup di jalan perampokan dan teror. Lupakan sejenak kalau ini seharusnya suatu agama. Tidak terdapat sesuatu yang bersifat mulia, bermoral, atau keselamatan dari dosa terkait gerombolan perampok yang berniat menjarah kafilah penduduk, ataupun ekspedisi untuk menteror para penghuni warga perkampungan yang dicurigai. Sama seperti tidak adanya surah terkait penebusan dari dosa di Mekah, di Medinah juga tidak terdapat perilaku kebaikan.

Image


-------------------------
Ket.

Tujuh bulan setelah hijrah, sang nabi pedofil menjelma menjadi pimpinan rampok dan teroris yang mengincar kafilah-kafilah milik Quraysh. Berjihad (menyerang untuk merampok) di jalan Allah adalah keharusan bagi umat Islam. Hadist2 menunjukkan Muhammad tidak membela diri melainkan menyerang dengan agresif. Tujuh serangan jihad di tahun pertama gagal. Tidak ada diantara kaum Anshar yg ikut. Tergambar jelas motif sang nabi sesungguhnya: mengejar harta jarahan, bukan menyebarkan ajaran baik.

Klik Alternatif Diskusi Kalau FFI Terblokir
Mirror
Mirror Rss Feed
Last edited by anne on Sat Jun 08, 2013 12:07 am, edited 1 time in total.
anne
 
Posts: 502
Joined: Wed Sep 21, 2011 9:52 pm

Re: 'Prophet of Doom' by Craig Winn (BELUM SELESAI)

Postby anne » Fri May 31, 2013 11:38 pm

Tahun kedua Era Islam dimulai setelah tahun pertama berakhir. Judul pembuka di Tabari VII:15, “Ekspedisi Dipimpin oleh Rasullullah,” diikuti dengan, “Di tahun ini, menurut semua penulis Sira, rasullullah sendiri yang memimpin Ghazwa terhadap Alwa [Ghazwa, jihad Islam di jalan Allah, berupa unit pasukan besar yang dipimpin sendiri oleh sang nabi]. Ia menyuruh Sa’d bertanggung jawab di Medinah. Dalam operasi penjarahan ini, bendera perang dibawa oleh Hamzah. Ia ikut serta selama lima belas hari dan kemudian kembali ke Medinah.” Ini adalah serangan teroris ke-8 yang gagal, sama seperti bulan-bulan sebelumnya.

Ada dua hal cerdik licik terselip disini. Pertama, Sa’d, jihadis Muhammad yang paling kasar dan ganas, ditinggal ‘mengomandani’ Medinah karena ‘sang nabi’ menjadi panglima perang. Dan mengingat sifat dunia Islam saat ini, penempatan sosok seperti Sa’d menjadi panutan. Kedua, ‘agama’ Islam sesungguhnya menciptakan definisi baru seorang nabi yang memimpin sendiri serangan perampokan bersenjata. Ada sesuatu yang sangat keji disini.

"Menurut Waqidi, rasul pergi melakukan Ghazwa mengepalai dua ratus pengikutnya, bulan Oktober 623, dan mencapai Buwat. Ia bermaksud mencegat kafilah Quraysh yang terdiri dari seratus orang pria dan dua ribu lima ratus unta.” Ekspedisi ini bukanlah operasi militer juga bukan defensif. Dan jelas tidak relijius sama sekali. Ini adalah tindakan terorisme terhadap kegiatan ekonomi penduduk sipil. Perampok mengincar harta jarahan.

Hadis melaporkan: “Di tahun ini, Muhammad mengirim para imigran untuk mencegat kafilah Quraysh dalam rute menuju Syria. Bendera dibawa oleh Hamzah.” Gagal lagi. Skornya, muslim militan 0, kafir 10. Kegagalan demi kegagalan membuat umat Islam semakin mahir dalam masalah rampok-merampok dibanding masalah keagamaan.

Ishaq: 286/Tabari VII: “Ali dan aku bersama dengan rasul dalam Ghazwa Ushayrah. Kami berhenti di suatu kesempatan, dan melihat beberapa pria dari Bani Mudlij sedang bekerja di salah satu kebun mereka. Aku berkata, ‘Mengapa kita tidak pergi melihat.’ Kemudian kami pergi dan melihat mereka sejenak; selanjutnya kami merasa mengantuk dan tertidur di tanah berdebu di bawah pepohohan. Muhammad yang membangunkan kami, datang saat kami tertutup debu. Ia menendang Ali dengan kakinya dan berkata, ‘Bangun, wahai orang berdebu! Haruskah kukatakan padamu siapa orang yang paling celaka? Ahmar dari Thamud, karena ia menyembelih unta betina dan akan menyerang kalian disini.’ Muhammad meletakkan tangannya di sisi kepala Ali sampai berkeringat, kemudian meraih janggutnya.” Qur’an mengatakan bangsa Thamud dihancurkan Allah karena seseorang telah menyembelih unta. Walau rada aneh ia lebih mencintai unta daripada manusia, ada penyimpangan yang lebih besar lagi dalam kisah yang mengandung ambisi jahat ini: umat Islam begitu asing dengan pekerjaan yang bersih dan jujur sehingga mereka pergi menonton orang bekerja di kebun. Dan karena pemalas, mereka jatuh tertidur selagi menonton.

Pada akhirnya, itulah yang menyebabkan profesi perampok menjadi pilihan utama. Ketika gerombolan imigran Islam ini bermigrasi ke utara, mereka menggantungkan diri pada pemberian orang lain. Secara fisik mereka memiliki kemampuan untuk bekerja, karena mereka bisa pergi menyerang mencari sasaran jarahan. Kota oasis Yathrib adalah pusat pertanian dan perdagangan yang sibuk, dengan demikian cukup banyak lapangan kerja terbuka untuk mereka lakukan. Semua hal ini mengarah ke suatu kesimpulan: sesuatu dalam Islam membuat muslim malas bekerja. Dan hal itu mempengaruhi mereka hingga saat ini. Negara-negara Islam memiliki produktivitas per kapita terendah di dunia. Islam, secara politik dan ekonomi sesuatu yang sama cacadnya sebagai agama palsu. Gagal dan selalu gagal.

Ishaq: 286, “Sementara itu, rasul mengirim Sa’d untuk menyerang Abu Waqqas. Nabi hanya tinggal beberapa malam di Medinah sebelum pergi menjarah Ushayra dan kemudian Kurz.”

Mari kita ulas Buku Maghazi Bukhari untuk lebih mendapatkan nuansa ‘rasa’ mengenai apa yang terjadi. Bukhari: V5B57N1, “Rasullullah berkata, ‘Akan tiba waktunya ketika sekelompok umat Islam mengobarkan Perang Suci, dan akan dikatakan, ‘Adakah orang yang menyertai rasullullah?’ Mereka akan berkata, ‘Ya.’ Dan kemenangan akan dilimpahkan pada mereka.’” Bukhari: V5B57N51 "Rasul berkata," Besok aku akan memberikan bendera kepada seorang pria yang kepemimpinannya akan digunakan Allah untuk memberikan kemenangan Muslim.” Bukhari: V5B59N569 "Aku berjuang di tujuh pertempuran Ghazwa bersama dengan nabi dan berjuang di sembilan serangan Maghazi dalam pasukan yang dikirim nabi.”

Tidak ada yang "spiritual" terkait dasar pendirian Islam: Bukhari: V5B57N74 "Aku mendengar Sa'ad berkata, 'Aku adalah orang Arab pertama yang melepas anak panah di jalan Allah.'" Bukhari: V5B59N288 "Aku menyaksikan adegan yang lebih kusukai dari apapun yang pernah kulihat. Aswad datang kepada nabi ketika Muhammad sedang memerintahkan umat Islam berperang menyerang kafir. Ia berkata, ‘Kami akan berperang di sebelah kananmu, di sebelah kirimu, di depan dan di belakangmu.’ Aku melihat wajah nabi menjadi menjadi cerah bahagia, karena perkataan tersebut menyenangkannya.” Bukhari: V5B59N290, “Orang-orang beriman yang tidak turut serta dalam Ghazwa dan mereka yang berjuang tidak mendapat pahala yang sama.” Bukhari: V5B59N320, “Ketika musuhmu mendekat, panah mereka, tapi gunakan panahmu dengan hemat (agar tidak sia-sia). Bukhari: V5B59N401, “Murka Allah amat hebat pada siapapun yang dibunuh nabi di jalan Allah.”

Serangan teroris sama sekali bukan hal yang relijius, namun simbol relijius dan pahala digunakan untuk membujuk dan menginspirasi para jihadis pemula. Bukhari V5B59N456, “Muhammad memimpin Doa Kekhawatiran bersama sejumlah orang di pasukannya sementara sejumlah orang di pasukan lain menghadapi musuh.” Bukhari: V5B59N330, “Nabi berkata, ‘Ini Jibril sedang memegang kepala kudanya, dilengkapi senjata untuk pertempuran.” Bukhari: V5B59N440, “Rasullulah sering berkata, ‘Tidak ada yang patut disembah kecuali Allah, karena ia menghargai para Laskar/Jihadisnya dan membuat rasulnya menang. Ia (sendiri) mengalahkan kaum Kafir; hingga tidak ada yang tersisa. Bukhari: V5B59N377, “Seorang pria datang pada nabi dan berkata, ‘Dapatkah kau beritahu padaku kemana aku pergi jika menjadi martir.’ Nabi menjawab, ‘Ke surga.’ Pria tersebut bertempur sampai menjadi martir.”

Di dalam Injil tidak terdapat tawar menawar seperti itu. Membunuh bukanlah tiket ke surga. Yesus tidak pernah meminta umatNya untuk ‘membunuh’ siapapun. Yesus hanya sekali menyebutkan pembunuhan. Ia mengatakan perumpamaan mengenai seorang penguasa di hari-hari terakhir Kesengsaraan, untuk mendorong umat Kristen agar produktif tidak destruktif.

Dalam Taurat, Yahweh juga memerintahkan umat Israel untuk membunuh hanya sekali. Ia memerintahkan Musa dan Yosua untuk menyingkirkan mereka yang telah teracuni agama penduduk Kanaan di tanah itu. Penduduk yang sama seperti Muslimnya Muhammad: tak bermoral, menteror, merampok, memperbudak dan membunuh. Agama mereka sama sesatnya dengan Islam—sama-sama bersifat Iblis. Yahweh mengetahui, lebih baik memusnahkan sejumlah penduduk Kanaan daripada membiarkan mereka merayu jutaan lainnya. Dia memerintahkan yang tepat, namun kaum Yahudi gagal melaksanakan perintahNya.

Mari kita pertimbangkan pembenaran moral Yahweh untuk bertempur. Bayangkan engkau adalah Tuhan dan mengetahui seribu orang yang paling bertanggungjawab atas pemboman 11 Sept. Kau tahu bahwa mereka telah diracuni untuk percaya bahwa pembunuhan massal adalah jasa yang mereka persembahkan untukmu. Terlebih mereka akan merusak dan membunuh ribuan jiwa. Akankah kau membunuh mereka sebelum mereka melaksanakan tindak kejahatan ini, atau kau akan membiarkannya?

Sekarang kembali ke awal abad ke-20. Seperti biasa, dunia penuh dengan orang-orang dan ide-ide jahat, namun ada dua doktrin utama yang fatal: Komunisme dan Nazisme. Karena kau telah membaca manifesto mereka dan bermanuver dalam waktu, engkau mengetahui apa yang akan terjadi. Dalam tiga dekade pertama mereka, dogma-dogma dictator, tidak toleran dan kekerasan ini akan mengarah langsung ke pembasmian lebih dari 50 juta jiwa dan indoktrinasi thp satu milyar jiwa lebih. Bila diberi kesempatan, akankah engkau memusnahkan beberapa ribu Komunis dan Nazi yg ambisius untuk menyelamatkan 50 juta jiwa yang akan dibantai rezim mereka? Akankah kau melakukannya untuk mnyelamatkan satu milyar jiwa yang sedang dipaksa tunduk patuh—dipaksa untuk hidup dalam kemiskinan sipil, agama, intelektual dan ekonomi? Akankah kau melakukannya untuk mencegah mereka bertumbuh kuat untuk membunuhmu, tetangga serta anak-anakmu? Apa pilihan yang paling adil, berbelas kasih, dan bermoral?

Mungkin sekarang engkau paham mengapa Yahweh memerintahkan umatNya untuk membunuh para praktisi doktrin yang identik dengan Islam. Namun JANGAN TERBAWA. Perintah terakhirNya untuk membunuh terjadi 3.200 tahun lalu. PerintahNya itu tidak untuk selamanya. Perintah tsb ditujukan untuk kelompok tertentu, dalam waktu tertentu dan tempat tertentu. Terlepas dari pembelaan diri, itulah akhir cerita.

So, jika engkau mendengar Muslim membela doktrin kekerasan mereka dengan mengatakan Bible juga mengajarkan berperang, engkau tahu kebenarannya. Yahweh hanya meminta sekali. Dia mengidentifikasi alasan dan orang-orang tsb. Perintah itu juga tidak untuk selamanya. Dan, jika demikian, tidak ada lagi orang Kanaan yg akan dibasmi. Terlebih lagi, kaum Yahudi dilarang mengambil barang jarahan. Ketika tembok Yerikho runtuh, gudang-gudang penyimpanannya tetap berisi. Anak-anak tidak dikirim ke perbudakan; perempuan tidak diperkosa seakan barang rampasan. Buku-buku Judeo-Kristen harus dikorupsi untuk menginspirasi tindakan mengerikan tsb.

Allah, kebalikannya, memberi muslim ratusan perintah untuk membunuh. Perintahnya abadi—berlaku sepanjang masa. Dan sasaran korbannya banyak: mereka yang menyembah satu Tuhan Sejati, banyak tuhan atau tidak menyembah tuhan sama sekali. Allah terutama membenci umat Kristen dan Yahudi, memerintahkan muslim untuk memerangi mereka sampai mereka “terhapus dari muka bumi.” Inilah Islam yang fundamental, inti ajaran Muhammad.

Dikatakan, ada satu ayat Bible yang tampaknya abadi dan mendorong kekerasan. Seperti Mazmur 149 yg menjadi seruan bagi Perang Salib. Pada kenyataannya, ini adalah nubuatan yg bicara mengenai ‘Masa Kesengsaraan,’ serta kedatangan Mesias. Dalam gaya puisi Ibrani, Mazmur menyajikan rangkaian Sembilan bait—pasangan frase yang menyampaikan hal yang sama dalam kata-kata yang berbeda.

Mari kita tinjau bait-bait tsb. Pasangan bait pertama berbicara mengenai nubuatan millennium baru, dari gereja dan orang-orang kudus: “Praise Yahweh. Sing unto Yahweh a fresh song, and sing his praise in the congregation of saints” Yang kedua merayakan akhir Masa Kesengsaraan dan kembalinya Mesias. “Let Israel rejoice in Yahweh who made them, let the Children of Israel be joyful in their King.” Kemudian, “Let them praise Yahweh's character in dance, let them sing praises unto Yahweh with the tambourine and harp.” Bicara mengenai karunia keselamatan Mesias, bait berikutnya menyatakan, “For Yahweh is pleased with his people; He will glorify the meek with salvation.” Pasangan bait kelima menyatakan, “Let the saints be joyful in this glorious honor; let them shout from their resting place.” Saat kedatangan Kristus, jiwa orang-orang kudus akan dibangkitkan dari kubur-kubur mereka.

Seorang Paus menafsirkan ayat ke-enam untuk agenda pribadinya, “Let the exaltation of the Almighty be in their mouths, and a two-edged sword be in their open hand.” Pedang bermata dua adalah ungkapan Bible untuk penghakiman ilahi atau vonis iman. Itulah sebabnya yang berada ‘di tangan mereka’ bukanlah instrumen kekerasan. Kalimat pasangannya dalam bait tersebut yg menyatakan pujian keagungan terhadap Yang Maha Kuasa dalam mulut mereka menunjukkan vonis lisan, bukan ayunan senjata (anne: lihat Ibrani 4:12: Sebab firman Allah hidup dan kuat dan lebih tajam dari pada pedang bermata dua manapun; ia menusuk amat dalam sampai memisahkan jiwa dan roh, sendi-sendi dan sumsum; ia sanggup membedakan pertimbangan dan pikiran hati kita). Bait ke tujuh menyatakan, “To advance vengeance upon the nations and punishment upon the people” Ini bicara mengenai penghakiman akhir Yahweh atas mereka yang menyerang Israel selama PD III, pertengahan Masa Kesengsaraan. Menarik, dalam prediksi perang Magog terhadap Israel tsb, serangan dilakukan sepenuhnya oleh negara-negara Islam.

Ini diikuti dengan: “To yoke kings together, bringing them forth, and those who are severe will be tied with iron twine.” Dengan kata lain, sesuai keputusan Tuhan pengusung doktrin-doktrin palsu, mereka yang keji akan ditangkap. Bait akhir mengungkapkan “To advance the verdict upon them, prescribed by the splendor of his saints. Praise Yahweh” Keseluruhan Mazmur adalah nubuat, bicara mengenai penghakiman akhir thp bangsa-bangsa menyusul kembalinya Mesias dalam kuasa dan kemuliaan. Tidak ada perintah untuk memerangi atau untuk membunuh siapapun.

[….]



Image


-----------------

Ket.

Serangan jihad ke-8, 9, 10 dan 11 di tahun kedua gagal. Islam menciptakan definisi baru seorang nabi yang memimpin sendiri upaya serangan perampokan bersenjata . Ia tidak menganjurkan pengikutnya bertani atau bekerja secara jujur. Kota oasis Yathrib adalah pusat pertanian dan perdagangan yang sibuk, dengan demikian cukup banyak lapangan kerja terbuka untuk mereka lakukan, namun Muhammad memilih jalan instan mencari nafkah: berjihad/menyerang untuk merampok.
Last edited by anne on Sat Jun 08, 2013 12:09 am, edited 3 times in total.
anne
 
Posts: 502
Joined: Wed Sep 21, 2011 9:52 pm

Re: 'Prophet of Doom' by Craig Winn (BELUM SELESAI)

Postby ali5196 » Sat Jun 01, 2013 12:23 am

PS ANne, jangan lupa kasih dikit konklusi pada akhir post, biar mudah diresapi. makasih ya bu ... :finga:
ali5196
 
Posts: 17309
Images: 135
Joined: Wed Sep 14, 2005 5:15 pm

Re: 'Prophet of Doom' by Craig Winn (BELUM SELESAI)

Postby anne » Sat Jun 08, 2013 12:31 am

Kembali ke abad ke-7 di Medinah, Muhammad siap menyerang lagi: Tabari VII: 18/Ishaq:. 287 “Rasulullah mengirim Abd Allah dengan satu detasemen yg terdiri dari delapan orang dari kaum Muhajirin tanpa orang Ansari atau Anshar di antaranya. Ia menulis surat, tetapi memerintahkannya untuk tidak membaca sampai telah melakukan perjalanan selama dua hari. Abd Allah melakukan apa yg diperintahkan. Ketika ia membuka surat, tertulis: ‘Bergeraklah sampai kau mencapai Nakhla, antara Mekah dan Ta’if. Intailah Quraysh disana, dan cari tahu apa yang mereka lakukan." Perintah tsb menunjukkan adanya pengkhianatan. Satu atau lebih Muslim telah membocorkan rencana pada Quraysh sebelum para jihadis tsb merampok mereka.

“Setelah membaca surat tsb, Abd Allah berkata, ‘mendengar berarti taat.’ Ia berkata pada teman-temannya: ‘Nabi telah memerintahkanku untuk pergi ke Nakhla dan mengintai Quraysh.’” Mengintai adalah perintah membunuh. Perintah Allah: “Apabila sudah habis bulan-bulan Haram itu, maka bunuhlah orang-orang musyrikin itu dimana saja kamu jumpai mereka, dan tangkaplah mereka. Kepunglah mereka dan intailah ditempat pengintaian. Jika mereka bertaubat dan mendirikan sholat dan menunaikan zakat, maka berilah kebebasan kepada mereka untuk berjalan. Sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi maha Penyayang. (Quran 9:5).”

Abd Allah berkata pada sesama jihadis, “Nabi melarangku memaksa kalian, maka barangsiapa ingin menjadi martir ikutlah denganku. Jika tidak, mundurlah. Aku akan melaksanakan perintah Nabi.” Martir (mati syahid), kata yang menghasilkan teroris lebih cepat daripada yang berhasil disingkirkan, diucapkan pertama kali. Tidak ada kata lain yg mengakibatkan konsekuensi begitu mengerikan bagi korban maupun pelaku.

Konsep kemartiran telah diplintir Islam. Muhammad menjadikan konsep yang baik menjadi buruk. Sebelum Islam, seorang martir rela mengorbankan jiwanya untuk menyelamatkan jiwa orang lain, bukan membunuh mereka. Sorang martir Kristen tidak mencari apa-apa. Hidup mereka menjadi saksi hidup agar orang lain dapat mengetahui nilai dari iman mereka. Mereka meninggal dengan Kitab Suci di tangannya bukan pedang. Kata Yunani ‘martus’ asal kata martir, bermakna ‘saksi.’Namun dalam pengertian Muhammad bermakna ‘pembunuh.’ Umat Islam menjadi martir/mati syahid dengan menteror orang lain, menghabisi jutaan jiwa. Martir Islam adalah tentara bayaran, jihadis yang menggenggam pedang mengejar harta jarahan.

Saya percaya sekali lagi ini adalah tanda Sammael. Ia adalah Bapak Pendusta dunia. Konsep kemartiran baik, namun tidak sebagai Perampok. Menghasilkan uang baik, namun tidak dari hasil penjarahan. Seks baik agar manusia berkembang biak, namun tidak bagi perilaku pedofil. Nabi-nabi baik, namun bukan yang termotivasi keuntungan diri. Kitab Suci baik, namun bukan yang sesat. Menyembah baik, namun tidak ketika seseorang bersujud pada Iblis.

Ishaq: 287, “Teman-temannya pergi dengannya; tak seorangpun tinggal.” Hadist kedua berbunyi, “Barangsiapa menghendaki kematian, biarkan ia pergi dan mewujudkannya; Aku memutuskan kehendakku dan bertindak atas perintah Rasullullah.” Tabari VII:18, “Mereka melakukan perjalanan melalui Hijaz sampai Sa’d dan Utbah kehilangan unta yang mereka kendarai bergantian. Mereka tinggal untuk mencarinya. Sisanya melanjutkan sampai mereka mencapai Nakhlah. Sebuah kafilah Mekah melintasi mereka membawa kismis, kulit, dan barang dagangan lain yang diperdagangkan Quraysh. Ketika mereka melihat orang-orang Muslim, mereka menjadi takut. Kemudian Ukkashah [salah satu Muslim] mendekat, mereka melihat ia telah mencukur kepalanya, dan mereka merasa lebih aman. Orang-orang Quraysh itu berkata, “Mereka sedang dalam perjalanan untuk umrah (haji kecil); tak ada yang perlu ditakutkan.” Umrah kaum pagan menjadi bagian Islam. Namun, mencukur kepala dilakukan untuk menghormati Al-Latta, bukan Allah. So, orang-orang Quraysh sama bingungnya denganku. Untuk apa seorang jihadis muslim menghormati berhala Pagan seraya mengejar harta jarahan atas nama Allah?

Ishaq: 287, “Para jihadist muslim bicara satu sama lain mengenai mereka, ini adalah hari terakhir Rajab.” Bulan Rajab, seperti halnya Ramadhan, adalah bulan suci dalam kalender Pagan. Bertempur, menjarah, dan perbuatan penganiayaan lain dilarang. Mengherankan, ketaatan pada ritual pagan justru menjadi faktor pembatas, sementara berjihad di jalan Allah mendesak nafsu merampok dan membunuh. Ini mengungkap banyak hal ttg sifat alamiah Islam. “Salah seorang muslim berkata, ‘Demi Allah, jika kita biarkan orang-orang ini malam nanti mereka akan mencapai Haram (wilayah suci Mekah) dan mereka akan selamat dari jangkauan kita. Jika kita bunuh mereka, berarti kita membunuh di bulan suci.” Pergumulan antara ajaran Pagan dan hasrat kriminal. Islam hanya alat untuk misi Muhammad.

Tabari VII: 19 "Mereka ragu-ragu dan takut untuk maju, tapi kemudian mereka mengumpulkan keberanian dan setuju untuk membunuh sebanyak yang mereka bisa dan mengambil semua barang." Sangat jelas, muslim-muslim pertama—para pengikut Muhammad-- hendak melakukan serangan teroris dengan menjarah dan membunuh.

"Waqid ibn Abd Allah melepas anak panah membidik Amr dan membunuhnya. Utsman ibn Abd Allah dan al-Hakam menyerah,. Tapi Nawfal ibn Abd Allah berhasil melarikan diri. Kemudian Abd Allah dan teman-temannya membawa kafilah dan para tawanan kembali ke rasullullah di Madinah." Islam telah menumpahkan darah pertama. Skor sekarang: Islam 1, kafir 11. Hadis mengatakan: "Ini adalah rampasan pertama para sahabat Muhammad."

Membaca bagian ini dengan hati-hati, kita menemukan ada empat Budak-Allah dalam serangan itu: dua Muslim dan dua orang Pagan. Ini adalah satu lagi tetesan di samudera bukti bahwa Allah adalah dewa pagan, batu berhala biasa.

Abd Allah berkata tentang petualangannya: Ishaq:289, “Tombak kami minum darah Amr dan menyalakan api perang.” Tabari VII: 20/Ishaq: 287 "Abd Allah berkata pada teman-temannya, ‘Seperlima jarahan kita adalah milik rasul” Ini terjadi sebelum Allah menetapkan kewajiban menyerahkan seperlima jarahan. Quran 8:41, ayat yang didedikasikan untuk harta jarahan menyatakan Muhammad berhak atas seperlima harta apapun yang dijarah/dirampok muslim. Ayat ke-69 menyatakan, “Makan makanlah dari sebagian rampasan perang yang telah kamu ambil itu, sebagai makanan yang halal lagi baik,” Fakta bahwa Abd Allah mengumumkan jenis pembagian harta jarahan tsb mendahului turunnya ayat Quran menunjukkan ayat itu adalah gagasan Muhammad. Ia membuat sebuah ayat untuk mengesahkan klaimnya. Uang adalah motivator yang sangat kuat.


“Ia menyisihkan seperlima harta jarahan untuk rasullullah dan membagi sisanya diantara teman-temannya.” Jika ada keraguan mengapa para jihadis muslim awal ini pergi melakukan dua belas serangan jihad menjarah dalam dua belas bulan, hal itu akan terhapus dengan adanya fakta ini. Misi mereka tidak ada kaitannya dengan agama. Selalu tentang harta. Agama hanyalah alat, topeng, pengalih—sarana untuk melegitimasi pembunuhan dan tindak brutal muslim. Para jihadis Muhammad bukan orang fanatik agama; tentara bayaran adalah sebutan terhalus jika bukan perampok. Dan jangan sampai lupa: sekarang mereka juga pembunuh, penculik dan pencuri.

Ketika para jihadis rampok kembali ke Yathrib, mereka terkejut oleh merebaknya kontroversi. Baik kaum Muhajirin maupun Anshar merasa ngeri – mereka merasa terganggu dengan adanya pelanggaran perlindungan di bulan suci. Bahkan bandit yang paling hina sekalipun menahan diri dari mencuri di bulan Rajab. Dan agaknya mereka terganggu oleh fakta telah membunuh, merampok dan menculik kerabat mereka sendiri.

Keterhinaan oleh masyarakat ini menempatkan sang nabi ngebet dalam kesulitan. Muhammad tak punya uang, dan para diktator miskin tak akan bertahan lama. Tapi jika ia menerima jatah jarahan ia akan menjadikan sampah mandat kenabiannya yg memang sudah goyah. Ia berdiri di ujung tanduk dan tertatih akibat Kesepakatan Quraysh, Ayat-ayat Iblis, Perjalanan Malam Isra Miraj, dan Migrasi dengan muka tercoreng arang. Nabi ngebet yang terpuruk menjadi seorang bajingan, perampok pembunuh dan teroris yang sangat butuh uang sehingga mencuri di bulan Rajab adalah pukulan bertubi-tubi. Apa daya?

Taktik pertama adalah mengkhianati para jihadisya, sesuatu yang lain kali harus diingat para calon pembom bunuh diri muslim saat mereka meretas jalan masuk ke surga. Tabari VII:20 “Ketika mereka sampai pada nabi, ia berkata, ‘Aku tidak memerintahkan kalian bertempur di bulan suci.’ Ia menyita kafilah dan dua tawanan serta menolak mengambil apapun dari mereka.” Prospek ‘mati sebagai martir/syahid’ dan perintah ‘mengintai’ menegaskan bahwa Muhammad sengaja mengirim para jihadisnya untuk bertempur, juga keharusan mereka untuk memutuskan keikutsertaannya. Kesepakatan ‘pembagian harta jarahan’ menunjukkan ia telah memberikan otorisasinya bagi mereka untuk mencuri. Si nabi pembohong berjudi dengan waktu, itulah sebabnya ia tidak mengirim balik harta jarahan. Ia sedang mencoba mencari jalan agar bisa tetap mengambil jarahan sambil mempertahankan prestigenya yang mulai ambruk.

"Ketika Rasulullah mengatakan ini mereka terperanjat dan berpikir bahwa mereka dihukum. Orang-orang muslim mengecam keras apa yang sudah mereka lakukan. Mereka berkata, ‘Kalian melakukan apa yang tidak diperintahkan dan bertempur di bulan suci.’” Untuk menyelamatkan reputasinya, sekaligus mempertahankan posisi kekuasaannya, Muhammad mengkambinghitamkan pengikutnya. Suratnya mengkonfirmasi keterlibatannya. Ia telah mengirim mereka di bulan Rajab, bulan suci kaum Pagan, tindakan yang menunjukkan persekongkolannya untuk membunuh dan mencuri. Penyangkalan menunjukkan Muhammad pendusta, sesuatu yang sangat fatal bagi seorang yang berpura-pura menjadi nabi.

Tabari VII: 20/Ishaq: 288 "Quraish mengatakan, 'Muhammad dan para sahabatnya telah melanggar bulan suci, menumpahkan darah, mencuri barang dan mengambil tawanan.’ Kaum musyrik menyebar fitnah tentangnya dengan mengatakan, ‘Muhammad mengatakan ia taat pada Allah, tapi ialah yang pertama melanggar bulan suci dan membunuh teman-teman kita di bulan Rajab.’” Kaum Pagan tahu bahwa melanggar perjanjian, membunuh, menculik dan menjarah adalah perbuatan salah. Sangat memalukan satu-satunya nabi Islam melakukan hal itu.

Saya merasakan pernyataan di atas semakin mengungkap fakta sesungguhnya. Penduduk Mekah yang mengatakan kebenaran peristiwa yang baru terjadi, justru disebut ‘pemfitnah.’ Hal ini memiliki implikasi buruk bagi keseluruhan Quran. Tema kedua yang selalu diulang-ulang dalam quran adalah perseteruan yg tak ada habisnya antara Quraysh dan Muhammad serta pengikutnya. Penduduk Mekah menegaskan Muhammad seorang pembohong yang dirasuki setan/jin bukan nabi. Mereka katakan ia membuat quran untuk mewujudkan ambisi pribadi. Mereka agaknya benar namun roh gelap Islam justru menuduh mereka ‘tukang fitnah.’ Dalam peristiwa di atas jelas penduduk Mekah di pihak yang benar, namun Muhammad berusaha menerapkan strategi yang sama. Setidaknya, hal ini menunjukkan bahwa hadist dan quran memiliki pengonsep yang sama, agenda yang sama, dan kecerobohan serupa yang merendahkan Kebenaran. Hal ini juga mengungkapkan pada kita bahwa orang-orang yang jauh lebih mengenal ‘nabi’ ini dibandingkan kita sekarang melihat sosok Muhammad sebagai teroris perampok, penjahat tak bermoral dan pendusta.

Tabari VII: 21 "Kaum Muslim yang masih berada di Mekkah membantah hal ini." Karena peristiwa ini begitu memalukan. Ini berarti mereka telah menempatkan kepercayaan mereka pada manusia yang tidak pantas menerimanya. Ishaq 288, “Orang-orang Yahudi yang melihatnya sebagai pertanda yang tidak baik bagi Muhammad, berkata, ‘Orang-orang muslim membunuh orang Mekah, ini artinya menyulut perang.’ Ada banyak pembicaraan ttg ini. Tapi Allah, mengubahnya menjadi kerugian bagi mereka. Ketika orang-orang muslim mengulang perkataan orang Yahudi, Allah menurunkan ayat Quran pada rasulnya, “Mereka bertanya kepadamu tentang berperang pada bulan Haram. Katakanlah: "Berperang dalam bulan itu adalah dosa besar; tetapi menghalangi (manusia) dari jalan Allah, kafir kepada Allah, (menghalangi masuk) Masjidilharam dan mengusir penduduknya dari sekitarnya, lebih besar (dosanya) di sisi Allah. Dan berbuat fitnah lebih besar (dosanya) daripada membunuh [Qur'an Q 2:217] Muslim sekarang tahu bahwa fitnah lebih buruk daripada pembunuhan" Melihat fakta, ini jelas alasan konyol yg dibuat Muhammad untuk membenarkan pelanggaran perjanjian, penculikan, pencurian dan pembunuhan. Para pedagang Mekah mengurus bisnis mereka sendiri. Mereka tidak memfitnah siapapun. Sekali lagi, si nabi yang berperilaku buruk namun kaum Pagan yang salah.

Ishaq: 288 "Ketika Qur'an terkait hal ini diturunkan, dan Allah melegakan muslim dari rasa takut dan kecemasan mereka, Muhammad mengambil kepemilikan kafilah dan tawanan. Quraish mengiriminya uang tebusan, tapi Nabi berkata," Kami tidak akan melepaskan mereka ke kalian dengan uang tebusan, sampai teman-teman kami (Sa’d dan Uthbah) kembali, karena kami khawatir kalian menyakiti mereka. Jika kalian membunuh mereka, kami akan membunuh teman-teman kalian’” Mereka kembali dan nabi melepaskan tawanan dengan uang tebusan. Ketika perintah Quran turun pada Muhammad, Abd Allah dan teman-temannya merasa lega dan mereka menginginkan hadiah tambahan. Mereka berkata. ‘Apakah serangan ini akan dihitung sebagai sebagai bagian dari pahala yang dijanjikan bagi para pejuang muslim?’ Maka Allah menurunkan ayat Quran ini: ‘orang-orang yang berhijrah dan berjihad di jalan Allah, mereka itu mengharapkan rahmat Allah, dan Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.’ Allah membuat harta jarahan halal. Ia membagi hasil jarahan tsb, dengan memberikan empat perlima bagi mereka yang ia perbolehkan mengamblnya. Ia memberi seperlima pada rasulnya.”

Rahmat bagi para pembunuh. pahala bagi para penjarah. Harta jarahan bagi si pengeruk untung. “Jalan Allah” didefinisikan untuk pertama kali, terkait langsung dengan ‘Serangan Teroris” dimana Jihadis Muslim menyerang penduduk sipil. Mereka melakukan pembunuhan, penculikan dan perampokan bersenjata. Tidak ada dakwah Islam! Malahan Islam digunakan untuk memotivasi para bandit dan melegalkan harta jarahan untuk sang ‘nabi’. “Agama” yang mendorong perilaku barbar ketimbang mencegahnya.

Insiden ini saja menghancurkan reputasi Islam, otoritas Muhammad, dan kredibilitas Allah. Sosok tuhan yang membenarkan tindakan kriminal brutal untuk memuaskan hasrat finansial seorang nabi, sungguh tak terduga. Jika Muhammad/Allah menyetujui pembunuhan, terror, pencurian dan penculikan demi uang tebusan, lupakan sejenak kalau roh gelap ini gila. Ini jelas tak bermoral. Sosok tuhan yang tidak bermoral tidak dapat dipercaya. Ia tidak layak bagi suatu agama, disembah, diberi pengorbanan atau kemartiran.

Hal yang sama berlaku untuk nabi tak bermoral. Muhammad telah mengirim pasukan jihadis untuk mengintai Quraysh dengan maksud menteror dan merampok kafilah m ereka. Ketika para jihadisnya berhasil, ia menghianati mereka untuk menyelamatkan diri sendiri, tapi tetap mengambil harta jarahan bagiannya. Ia mengancam untuk membunuh kerabatnya dan mengambil uang tebusan atas mereka. Kemudian, kejahatan terbesar dari semuanya: --> ia mengklaim tuhannya menyetujui perilaku memuakkan ini

Satu hal yang lebih menghancurkan daripada sekedar seorang pria yang mengucapkan ayat suci situasional untuk melegitimasi terror, pembunuhan dan penculikan demi harta, adalah: ia telah menjebak milyaran jiwa dalam kutukan dengan menyatakan kata-katanya adalah wahyu Tuhan.

Muhammad kembali menegaskan bahwa Islam tak lebih dari Rancangan Nabi Pengeruk Untung. Menurut Sirah, Muhammad seorang manusia penipu.

Ada jutaan pembunuh, jutaan penculik, jutaan teroris, jutaan predator seksual. Tak terhitung jumlah pencuri, dan sejumlah orang yang melakukan hal-hal semacam ini seraya mengklaim telah diurapi Tuhan. Namun, hanya satu yang menciptakan “agama” dan “kitab suci” palsu untuk memuaskan hasrat Iblisnya. Inilah sebabnya Muhammad, satu-satunya nabi Islam memenuhi syarat sebagai Manusia Terbejad yang pernah hidup.

Image


-----------------

Ket.

Serangan ke-12, jihadis muslim berhasil membawa harta jarahan kafilah penduduk sipil Quraysh. Mereka membunuh, merampok dan menawan penduduk sipil di bulan suci Rajab. Malu karena kecaman pelanggaran bulan suci Rajab, Muhammad berdusta mengkhianati jihadisnya (yg sudah mengatur pembagian jarahan: 1/5 untuk nabi, mendahului turunnya ayat quran terkait pembagian jarahan). Untuk membenarkan perbuatannya dan agar tetap dapat memperoleh bagian jarahan, maka diturunkan Qur'an Q 2:217. Tuhan Islam dan nabinya adalah sosok tak bermoral. Islam digunakan untuk memotivasi para bandit dan melegalkan harta jarahan untuk sang ‘nabi’


next: Bab XIV "The Anti-Semite"

'Prophet of Doom' by Craig Winn (BELUM SELESAI)
Mirror
Faithfreedom forum static
anne
 
Posts: 502
Joined: Wed Sep 21, 2011 9:52 pm

Re: 'Prophet of Doom' by Craig Winn (BELUM SELESAI)

Postby zipho » Sun Jul 14, 2013 7:06 pm

BAB 4 dari Prophet of Doom kok gak ada ya?.. kelewatan atau sudah di delete ya?..

Kalo ada yg punya BAB 4 tolong di share dong..

Terima Kasih
zipho
 
Posts: 2
Joined: Wed Mar 23, 2011 11:40 pm

Re: 'Prophet of Doom' by Craig Winn (BELUM SELESAI)

Postby alexander... » Mon Jul 15, 2013 11:22 am

sundul ah :drinkers:

menunggu bab 4 ....
User avatar
alexander...
 
Posts: 41
Joined: Tue Jan 12, 2010 1:25 am
Location: Di warung Kopi tiap hari...

Previous

Return to Buku2 bhs Inggris yg Diterjemahkan kedlm bhs Indonesia



Who is online

Users browsing this forum: No registered users