.

'Prophet of Doom' by Craig Winn (BELUM SELESAI)

Postby anne » Sat Oct 01, 2011 10:02 pm

http://prophetofdoom.net/Prophet_of_Doo ... Scam.Islam
diperiksa dan diedit ali5196

Pengantin baru ini kemudian memiliki empat anak, dua diantaranya diberi nama dewa batu setempat. “Hubba melahirkan baginya Abd al-Dar, Abd Manaf, Abd al-Uzza dan Abd. Keturunannya bertambah, kekayaannya meningkat dan ia jadi sangat dihormati.”

Kalau Qusayy bukan ASLI penyembah berhala, ia akan menamakan anak2nya Helena, Astari, Lennon dan Otong. TAPIIII ia memberi nama-nama berhala BATU pada anak-anaknya. (Kasih nama batu kpd anak2 boleh saja, asal bagus. Kayak ini misalnya: Jade, Rubina, Safira atau Ovalia . Tapi kok nama batu2 arab jelek amat??? ... ali5196)

Qusayy memang lihai, penuh perhitungan. Dia tahu dimana ada angpao, disitulah ia pergi! Oleh karena itu ia beribadah haji ke Mekah di bulan suci,
tinggal bersama raja yang juga juru kunci Ka’abah dan ... menikahi putrinya. =D> Mereka menamakan anak pertama mereka ‘Pelayan Rumah Ibadah [Abd al-Dar]’—benda terpenting dan sumber kekuasaan dan kekayaan dlm hidup mereka. Lalu mereka memberikan penghormatan pada dewa-dewa mereka dengan memberikan nama dewa tsb ke dua anak mereka berikutnya. Dan amatlah menarik bahwa Allah bahkan belum/tidak dianggap sbg sebutan terhormat. Mengapa? Karena ternyata Allah cuma salah satu dari sekian banyak dewa. SO, pemujaan atas ‘rumah’ para berhala ini membuktikan bahwa ini sama sekali tidak ada kaitannya dengan agama monoteis manapun.

Sebuah hadis memberitahukan sekilas ttg apa yang terjadi: Ishaq:49 “Qusayy beranggapan ia lebih berhak atas Ka’abah dan berkuasa atas Mekah daripada suku Khuza’a karena Quraysh adalah keturunan Ismael yg paling murni dan bermartabat.” Muhammad juga beranggapan ia lebih berhak atas Ka’abah dan berkuasa atas Mekah dibanding anggota keluarga lainnya.

Para penulis tradisi ini di Bagdad selusin generasi setelah kematian Qusayy pastilah mengira bahwa pembaca mereka adalah orang **** selalu! Pertama, Qusayy yang berasal dari masyarakat yg buta huruf, bagaimana ia tahu ia adalah keturunan langsung Ismael? Ismael
sudah tiada selama 2500 tahun. Tanpa adanya bukti prasasti atau bukti apapun, mustahil menetapkan alur silsilah sampai 60 generasi yang lalu. Bahasa Arab tertulis saja belum diciptakan. Ngarang mulu nih yeee! CAPE DE!

Kedua, bagaimana mereka bisa mengetahui apa yang dipikirkan Qusayy? Tak ada catatan tertulis yang menghubungkan dia serta pemikirannya, dengan saat dimana Hadis-hadis tsb ditulis—empat abad kemudian. Karena skenario ini mustahil, satu-satunya alasan mengapa para sarjana Islam terpaksa melegitimasi ‘hak atas Ka’abah dan kekuasaan atas Mekah’ pada diri Qusayy, yi. hanyalah untuk menjustifikasi klaim yang dibuat cucu cicitnya, Muhammad.

Tabari VI:20 “Ia menyerukan pada sukunya, Quraysh, untuk mengusir suku Khuza’a dan merebut Mekah untuk diri mereka sendiri. Mereka menerima usulannya serta bersumpah setia kepadanya.”

LUAR BIASA MEMANG! Disatu pihak kita tercengang dunia sampai sekarang belum juga berhasil mengekspose tipuan Islamiyah ini, dilain pihak kita bersyukur bahwa kitab Islam sendiri yang membongkar tipuan ini. :partyman:

Tabari, bersandar pada Tradisi yang dikumpulkan Ishaq, melaporkan: “Orang Arab, menyadari kewajiban agama mereka, dan bergabung dengan Qusayy. Sambil berbaris menuju Ka’abah mereka berkata, ‘Kami lebih berhak atas Ka’abah dibanding kamu.’ Mereka berhadapan satu sama lain dan mulai berkelahi. Pertempuran sengit pecah, dan hasilnya….Qusayy merebut hak-hak dari tangan mereka dan mengusir mereka.”

Dan tradisi Islam yang selalu 'merasa paling berhak atas harta benda orang lain' (dan kalau tuntutan mereka tidak dipenuhi mereka akan teriak2 merasa dizolimi) inilah yang menghantui kita hingga sekarang.

DAN YANG LEBIH HEBAT LAGI ... ini nih!!!

Tabari VI:21 “Qusayy memperoleh hak sbg juru kunci Ka’abah lewat sekerat anggur dan sebuah kecapi.”
Okay, paling tidak Qusayy tidak mendapatkan kunci Kaabah lewat kekerasan, TAPIIIII mendapatkan kunci Ka'abah Islamiyah dengan bayaran musik dan minuman keras----betapa ironisnya! :rolling:

Ishaq paling tidak menawarkan alternatif yang lebih Islamiyah. Alternatif yang dipakai sebagai pembenaran para teroris Islam saat ini untuk menggunakan senjata biologis, “Saya telah mendengar, dan Allah Maha Tahu, bahwa kaum Khuza’a telah dikutuk menderita wabah isul yang hampir memusnahkan mereka. Mereka meninggalkan Mekah.”

Selanjutnya, untuk menutupi semua celah, Ishaq juga memberikan alternatif keempat. Ini untuk memuaskan para pecinta damai, yang menggunakan ‘cara damai’ untuk mencuri apa yang mereka inginkan. Ishaq:52 “Kedua belah pihak menyerukan perdamaian dan menunjuk salah seorang Arab sebagai penengah mereka.” Ini jelas model Jimmy Carter yg sedang mengejar hadiah Nobel Perdamaian. Semua rampasan jadi milik umat Islam. Orang-orang kafir memberikan tanah dan uang mereka dan tak mendapat ganti apapun. “Keputusannya, Qusayy [baca ‘Arab atau Islam’] lebih berhak atas Ka’abah [baca ‘Bait Suci’] dan memerintah Mekah [baca ‘Yerusalem’] dibanding Khuza’a [baca ‘Yahudi’]. Semua korban darah yang ditumpahkan Qusayy [baca ‘pelaku bom bunuh diri’ atau ‘tentara Arab’] di pihak Khuza’a [baca ‘orang Yahudi’] dihapus dan diabaikan [baca ‘dilupakan, dimaafkan, atau dibenarkan’], sementara semua korban yang disebabkan Khuza’a [‘Yahudi’] di pihak Quraysh [baca ‘Islam atau Arab’] harus dikompensasi oleh uang darah [baca ‘Carter meminta Amerika membayar Arab yang kalah dalam Perang Enam Hari $2 milyar setahun, untuk seterusnya’]. Ia menambahkan bahwa Qusayy diberi kebebasan untuk mengontrol Ka’aba dan Mekah.”

:axe:

NAH, anda bisa lihat sendiri! Tak ada yang berubah. Diplomasi dengan tiran-tiran Islam tetap tak berimbang dan sia-sia saja.

Tak jadi soal, apakah Qusayy menang dengan kekerasan, suap, perdamaian, atau wabah penyakit, yang jelas ia memperoleh hak mengontrol perkampungan tenda dan kuil batu yang telah didiami nenek moyangnya, Luhayy. Ibn Ishaq mencatat rentetan kejadian penting itu dengan gaya khas Islam: Ishaq:52 “Qusayy mendapatkan otoritas atas Ka’abah dan kekuasaan atas penduduk Mekah. Ia berperilaku seperti seorang raja atas sukunya, sehingga mereka mengangkatnya sebagai raja.” Qusayy, telah membangun contoh bagi Muhammad, bagaimana menjalankan bisnis keluarga. Mari simak bagaimana kejadiannya: Ishaq:53 “Qusayy memiliki kontrol dan kekuasaan. Ia dipatuhi. Ia memegang kunci kuil, menjadi juru kunci Ka’abah. Ia memegang hak atas air sumur Zamzam bagi para peziarah juga atas makanan mereka. Ia memimpin majelis dan memegang hak untuk menyebarkan umbul-umbul perang. Ditangannya terletak semua martabat Mekah, semua diambil untuk dirinya sendiri.”

Inilah esensi Islam. Muhammad akan menyuarakan hal serupa saat ia menaklukkan Mekah.

Selanjutnya Qusayy menjadi model yang ditiru Muhammad di Yathrib (Medinah) saat ia mengusir orang Yahudi dari kediaman mereka dengan kekerasan, dan menghadiahi para pengikutnya dengan membagikan rampasan harta milik Yahudi. “Ia juga membagikan rampasan harta di Mekah pada para pengikutnya, menetapkan tempat kediaman bagi masing-masing klan Quraysh. Tak ada masalah publik atau pernyataan perang yang diputuskan tanpa izin Qusayy.”

Puluhan tahun kemudian, Muhammad juga menggunakan kekuatan untuk mendapatkan kontrol atas Medinah, Mekah, Ka’abah, dewanya, sumurnya, tempat tinggal, peziarah, majelis, dan bahkan hak menyatakan perang. Ia berlaku selayaknya raja, memaksakan kehendak pada sukunya, membunuh siapapun yg menghalangi jalannya. Meskipun hadis-hadis ini membuktikan Muhammad kurang kreatif, ia harus dipuji karena kemampuannya mengendus mana rencana yang akan berhasil, serta kemampuannya melaksanakan rencana tsb. Si pagan Qusayy adalah seorang penipu yang berhasil memberi nilai tambah atas semua
aspek penting dalam Islam, jauh sebelum Muhammad lahir. Dan mirip dng cicitnya, Muhammad, ia juga melakukannya karena hasratnya akan seks, kekuasaan dan uang.

Tradisi tsb diakhiri dengan kata-kata semacam ramalan yang menakutkan. Tabari VI:24/Ishaq:53 “Otoritas Qusayy atas kaum Quraysh sepanjang hidupnya dan setelah kematiannya bak sebuah agama yang wajib diikuti dan tak boleh dilanggar pengikutnya; mereka bertindak sesuai aturan-aturannya. Mereka menganggapnya seakan penuh dengan pertanda baik dan mengakui superioritasnya dan kebangsawanannya.….Ia mengambil rumah pertemuan dekat mesjid (tempat solat) Ka’abah.”

Muhammad melakukan hal yg sama di Medinah. Ia menempati rumah pertemuan dekat mesjid, tempat segala sesuatu berkaitan dengan Islam diputuskan. Dan seperti Qusayy, Muhammad sendiri yang menyebarkan umbul-umbul perang sebelum melancarkan ke-75 serangan teroris yang direncanakannya sendiri. “Disaat mereka hendak menyerang suku lain, umbul-umbul diikat dirumahnya [Qusayy] saja dan salah seorang putranya kemudian membagi2kan umbul2 tsb.”

Ishaq paham akan konsekuensi yang ia ungkapkan. Jika ini benar, berarti seorang penyembah berhala-lah yang mendirikan penipuan berkedok agama yang dibentuk Muhammad jadi Islam. Ia juga tahu bahwa ketergantungan Muhammad pada karakter-karakter Alkitab untuk melegitimasi ritual-ritual dan pilar-pilar Islam sangat lemah karena tak masuk akal. Keturunan murni Ismael yang ditulisnya adalah kemustahilan genealogis yg begitu jelas. Dengan runtuhnya teori hubungan genealogis dgn Yahudi tsb, portret tidak sedap ttg Qusayy ---kesemuanya melenyapkan kredibilitas Arab dan Mekah. Lantas Ishaq mencari pendukung untuk menguatkan ceritanya dan pilihannya jatuh pada Kalif kedua. Ishaq:53 “Umar menegaskan kisah Qusayy, bagaimana Qusayy mendapatkan kekuasaan atas Ka’abah dan segala urusan Mekah.”

Hadis ini justru memberatkan dan membongkar seluk beluk Islam. Lebih dari 100 tahun sebelum wahyu pertama Qur’an keluar dari mulut Muhammad, rukun2
Islam SUDAH ditetapkan seorang pengusaha pagan. Ka’abah adalah pusat agama berhala yang baru; penipuan yg dirancang untuk memperkaya satu-satunya raja yg absolut—pria yg menggunakan ‘agama’ untuk tujuan politik dan kepentingan pribadi. Menggunakan metode yg persis sama dengan Muhammad, Qusayy mengambil alih kendali melalui jihad dan perjanjian politik. Ia mengaku punya darah bangsawan dan superioritas sewaktu mendirikan doktrin religiusnya; ia adalah ‘utusan’ yang harus ‘dipatuhi’.

Ritual-ritual solat sudah ditetapkan, juga tempat ibadahnya—mesjid. Tata ibadah haji hingga pada perinciannya telah diabadikan. Bahkan ada bulan suci. Yang perlu sekarang adalah penerapan pajak agama dan mempromosikan Allah diantara berhala-berhala batu lain agar rukun Islam menjadi lengkap. [...] Islam bukanlah agama Abraham atau doktrin nabi Muhammad. Islam adalah agamanya Qusayy.

Ψ † с ბ


[...] Setelah merampas apa yang bukan haknya, pendiri Islam---Qusayy--sekarang berbisnis, satu-satunya bisnis yang punya prospek di cikal bakal kota Mekah. Ia prototipe seorang politikus. Bangunan terbesar di kota, tempat pertemuan, dijadikannya sbg tempat tinggal dan ia mulailah berkuasa seperti juga Muhammad. Qusayy menghubungkan rumahnya dengan Ka’abah, sumber keuangannya. Ia-lah yang menetapkan waktu-waktu solat di mesjid dan sebagian besar ritual keagamaan, seperti ritual yang masih dipraktekkan di abad 21 ini: ritual pemujaan dewa bulan.

Tabari, seperti juga Ishaq, ingin agar pembaca melihat bahwa ia tidak bertanggung jawab atas kisah2 yang begitu memojokkan Islam. Di tengah komentarnya, ia sisipkan sebuah Hadis serupa dengan Ishaq. Hadis ini didedikasikan kepada “Khabbab, penulis al Maqsurah.” Katanya, “Saya mendengar seseorang berkata kepada Umar bin al-Khatab, sewaktu ia menjadi Kalif, kisah ini mengenai Qusayy, dan bagaimana ia mengumpulkan kaum sesukunya, mengusir suku-suku lain dari Mekah, dan memperoleh hak mengontrol Ka’abah. Umar tidak menolak ataupun mengingkarinya.”

Hadis tsb menjelaskan bagaimana ritual Islam sesungguhnya dibuat 5 generasi sebelum Qur’an dan Muhammad: Ishaq:49 “Para peziarah berkumpul di Mekah, pergi ke mawqif, menyelesaikan ibadah haji kemudian pergi ke Mina….Diantara ritual tsb, yang masih dijalankan adalah upacara penyebaran di Mina.” Mawqif adalah dataran tinggi di Arafat, sekitar 10 mil di timur Mekah. Berdiri disana, di antara tengah hari dan matahari terbenam, adalah bagian penting ritual haji. Diikuti ifadah, atau penyebaran.

“Di hari penyebaran/Ifadah, mereka pergi melempar jimar dan seseorang dari Sufah biasanya melempar kerikil bagi para peziarah. Tak seorangpun melempar sebelum ia melempar.” Ritual pemujaan berhala ini juga memiliki nuansa Islam. Muhammad, yang meminjamnya dari kaum pagan di masa lalu, menginstruksikan umat Islam untuk melakukan jimar juga. Kerikil-kerikil tsb dilempar ke arah tiga tumpukan batu yang melambangkan setan.

Segera kita temukan penemuan lain Qusayy yang ditiru Muhammad. Tabari VI:31 “Qusayy melembagakan penyalaan api di al-Muzdalifah saat wuquf berlangsung agar orang-orang yang jauh dari Arafat dapat melihatnya. Penyalaan api ini masih terus dilakukan dari jaman Jahilliyah. Api ini juga menyala di masa Rasul, Abu Bakar, Umar dan Usman.” Al-Muzdalifah terletak antara Arafat dan Mina. Berdiri disana adalah bagian dari ritual haji, juga apinya. Abu Bakar, Umar, dan Usman adalah tiga kalif pertama setelah Muhammad.

Kemampuan Qusayy mempengaruhi penduduk Mekah melaksanakan ritual-ritual semacam inilah yang kelak mendukung kebesaran Muhammad. Di masa sang nabi, hal ini sudah mendarah-daging di kalangan Quraysh, sehingga tanpa disadari mereka menganggap Qur’an hanya meneruskan tata cara pagan yang sudah ada. Mereka menjadi bagian dari dogma Islam akibat Hadis-hadis semacam ini.

Tradisi berikut, menunjukkan betapa Muhammad bergantung pada Qusayy untuk mengembangkan ‘doktrin religius Allah’ Tabari VI:25 “Kaum sesuku Qusayy sangat menghormati dan menghargainya. Tak seorangpun menentang kekuasaannya dengan cara apapun. Perintah-perintahnya tak pernah diabaikan dan tak ada yang menentang tindakannya. Berkaitan dengan haji, ia menegaskan hak orang Arab untuk meneruskan tata cara sebelumnya. Hal ini disebabkan ia menganggapnya sbg kewajiban religius yang tak perlu diubah.” Qusayy mendirikan landasan hukum Islam: “tunduk dan taat.” Kata-kata ini diulang-ulang dalam Qur’an secara terus menerus. Pengabdian adalah tugas, solat adalah kewajiban dan ritual adalah mutlak. Dalam Islam tak ada pilihan.

Selanjutnya Hadis juga melaporkan: “Qusayy membangun sebuah rumah pertemuan di Mekah, tempat Qusayy memutuskan segala perkara.” Di hari-hari kedatangan Muhammad di Medinah, ia juga memerintahkan untuk membangun rumah dan area pertemuannya. Selanjutnya ia mengukir ‘kesepakatan’ yang menjadikan dirinya sbg satu-satunya pengambil keputusan atas segala hal. Semua ini membuktikan bahwa Islam bukanlah wahyu dari Allah pada Muhammad, tapi implementasi harfiah agama Qusayy.

Dari diktator ia beranjak ke kapitalis! Dan tokoh oportunis ini segera memanfaatkan kesempatan dgn cara menyelenggarakan pasar2 di bulan-bulan suci. Sebagai sang godfather, ia mengambil keuntungan dari setiap transaksi. Ishaq:55 “Rifada adalah pajak yang dibayarkan orang Quraish kepada Qusayy di setiap festival.” Pajak ini, seperti juga konsesi Ka’abah, adalah waralaba eksklusif, semacam kartel. Muhammad menamai pajak tersebut zakat. Tapi tak ada bedanya. Itulah rukun Islam keempat.

Qusayy memastikan bahwa hanya keturunan langsung dia yang layak menjalankan bisnis keluarga. Bahkan selanjutnya, keluarganya dilarang terlibat sebelum berusia 40 tahun. Diperkirakan, itulah sebabnya Muhammad, sebagai keturunannya mengklaim Ka’aba saat berusia 40 tahun.

[...]Dengan kondisi geografis dan cuaca yang buruk di Mekah, menjadi penguasa tentu pilihan yang lebih baik daripada bekerja, suatu hal yang dimengerti betul oleh Qusayy, dan mengapa Muhammad juga mendambakannya. Kekayaan diperoleh dengan menyediakan fasilitas bagi peziarah dan memungut berbagai bentuk ongkos dan pajak. Keluarganya mengutip pajak dari barang-barang yang dijual selama festival ‘gencatan senjata para dewa’ di bulan Ramadhan. Dan mereka mengutip biaya dari peziarah untuk memberi persembahan dan membersihkan debu para dewa/berhala di Ka’abah. Bisnis Ka'abah ini memang TOP MARKOTOP dan dengan uang berlimpah, Qusayy dapat membayar preman untuk mengusir siapa saja yang berani mengacau, khususnya para pemilik lama yang mencoba menuntut komisi dari Ka'abah mereka.

Qusayy memberikan warisan yang tidak sama diantara putra-putranya. Ishaq:55 “Abd al-Dar, dengan nama Allah, kubuat kau sama dengan yang lain, meskipun demikian mereka harus memberikan kehormatan atasmu. Tak seorangpun diantara mereka boleh masuk Ka’abah kecuali engkau yg membukanya, tak ada umbul-umbul/pernyataan perang bagi kaum Quraysh kecuali olehmu, tak ada yang boleh minum air di Mekah [dari sumur Zamzam] kecuali yang telah kau siapkan, tak seorangpun yang boleh menyantap makanan selama musim haji kecuali makanan darimu, dan Quraysh tak boleh memutuskan apapun kecuali di rumahmu.” Dengan kata lain Qusayy memberi anaknya warisan bisnis keluarga—Islam. Dan ia bersumpah atas nama dewa utama Islam. Nah, disinlah Allah muncul dan lengkaplah 5 rukun Islam. Di kemudian hari, Muhammad menyebut dirinya Utusan Allah dan merampas otoritas u/ menyelesaikan pertikaian keluarga yg serupa. Awalnya, hak-hak dan keistimewaan diberikan pada pewaris lain. Terdorong rasa iri, Muhammad menyatakan bahwa Allah telah berkata padanya, bahwa ialah pewaris sebenarnya.

Hadis yang memberatkan ini terus mengekspose akar pagan Islam. Setiap detail terkecil adalah bagian dari Islam. Tabari VI:25 “Kemudian Ia [Qusayy] memberi Abd al-Dar rumah dimana kaum Quraysh selalu membuat keputusan, dan memberinya jabatan juru kunci Ka’abah, hak menyatakan perang, memimpin majelis, dan mengumpulkan rifadah, pajak yang dipungut dari kaum Quraysh sesuai kekayaan mereka disetiap musim haji dan diserahkan pada Qusayy. Pajak ini diberlakukan pada kaum Quraysh oleh Qusayy, yang sewaktu memerintahkan hal tsb, berkata ‘Wahai Quraysh, kalian adalah tetangga Allah, umat Ka’abah dan umat tempat suci Masjidil Haram. Para peziarah adalah tamu Allah dan pengunjung RumahNya.’ Demikianlah, setiap tahun mereka mengumpulkan pajak harta mereka dan memberikannya pada Qusayy, yang akan menggunakannya untuk peziarah selama hari-hari Mina. Aturan ini menjadi urusan dalam kaum Quraysh selama masa Jahiliyah hingga Allah membawa Islam, dan menjadi bagian dari Islam, terus sampai saat ini.” Ishaq:57 “Utusan Allah berkata, ‘Kesepakatan apapun di masa Jahiliyah, Islam memperkuatnya.'”

[...]. Penipuan berkedok agama telah dirinci hingga detail terkecil. Muhammad jadi tinggal COPAS DOANG dari Qussay!

:supz:
anne
 
Posts: 502
Joined: Wed Sep 21, 2011 9:52 pm

Re: 'Prophet of Doom' by Craig Winn (BELUM SELESAI)

Postby anne » Sat Oct 01, 2011 10:26 pm

Qusayy adalah model nabi tunggal. Dewanya, Allah. Persis rukun pertama Islam. Solat sujud adalah kewajiban yang dilakukan dengan menghadap Ka’aba — rukun kedua. Pajak agama, atau zakat, ditetapkan dan dikumpulkan atas nama Allah —
rukun ketiga. Ibadah haji ditata dan dijalankan secara detil di semua aspek ritualnya – rukun kelima. Dan dalam perjalanan menuju Mekah, Qusayy menerapkan bulan suci Ramadhan serta puasa Tahannuth (menahan hawa nafsu) –
rukun keempat.

--------------Syahadat--solat--zakat--puasa--haji-------------------

Tapi, seperti yang terlihat, semua rukun Islam tsb, hanya sebatas ganti pajangan etalase. Pondasi doktrin yg mendasarinya adalah ‘tunduk' – kepatuhan total. Tabari VI:25 “Kaum sesuku Qusayy sangat menghormati dan menghargainya. Tak seorangpun menentang kekuasaannya dengan cara apapun.” “Perintah-perintahnya tak pernah diabaikan dan tak ada yang menentang tindakannya.”

Ishaq:56 “Qusayy tak pernah dibantah, juga tidak pernah ada tindakan yg hendak menggulingkannya.” Agama adalah tamengnya. Tabari VI:24 “Otoritasnya di kalangan Quraysh di sepanjang hidupnya dan setelah kematiannya seperti sebuah agama yang diikuti umatnya; mereka selalu bertindak sesuai ajarannya.”


Image
Makna kepatuhan adalah PEDANG. Itulah yang mendirikan Islam. Muhammad akan menggunakan umbul-umbul perang Qusayy untuk memprakarsai sejumlah besar serangan teroris. Barang-barang jarahan u/ membiayai ‘agama’nya dan ‘menginspirasi’ para pengikut awalnya. Sementara bagi Qusayy, motif sebenarnya adalah uang. Yang mereka miliki bukan berasal dari kejujuran. Kekayaan mereka bukan dari hasil kerja keras, tapi dari jarahan, barang rampasan kepunyaan orang lain. Nyatanya, pembagian harta jarahan termasuk inspirasi pertama rukun Islam. Bukhari: V1B2N50 “Rasul, memerintahkan kami melaksanakan perintah agama agar dapat masuk surga. ‘Nabi bertanya pada mereka, ‘Tahukah kalian apa artinya percaya kepada Allah semata?’ Mereka menjawab, “Allah dan Rasulnya lebih mengetahuinya.’ Nabi berkata, ‘Artinya: 1. Bersaksi bahwa tak ada yang layak disembah kecuali Allah, dan Muhammad adalah Rasul Allah. 2. Melaksanakan sembahyang dengan sempurna. 3. Membayar kewajiban Zakat. 4. Melaksanakan Puasa Ramadhan. 5. Dan memberikan 1/5 dari harta jarahan untuk Allah.’”

Syahadat---solat---zakat---puasa---BARANG JARAHAN!

Patuh pada Allah atau Islam, sesuai ajaran Qusayy, didefinisikan sbb: mengakui Muhammad sebagai otoritas tunggal, menyembah, membayar pajak, melaksanakan ritual pagan dan membagi harta jarahan, hasil dari serangan teroris.

Di bawah pengawasan bapak kaum Islam ini, Mekah berubah dari semacam lubang pasir yg hina dan tercela menjadi suatu penipuan berkedok agama yang luarbiasa. The Ka’aba Inc menjadi bisnis keluarga yg menunggu sentuhan akhir sang promotor paling besar sepanjang masa – cucu cicit Qusayy, yi Muhammad. Dalam jangka waktu seratus tahun saja, sekumpulan pondok lumpur, tumpukan batu bobrok, tumbuh menjadi suatu tour de force (usaha yg mengagumkan). Dan dalam waktu dua ratus tahun, dengan sedikit kelicikan dan plagiarisme, pengikut 'agama' ini menaklukkan dunia beradab.


Ψ † с ბ



TAPIIII kekayaan Qusayy justru mengakibatkan pertengkaran keluarga. Abd al-Dar gagal mengemban tugas yang dibebankan padanya. Abd al-Uzza dan Abd merebut kunci kekuasaan. Mereka menjadi pewaris pajak keagamaan. Tak seorangpun, seperti yang kita ketahui, boleh makan, minum, berkelahi, beribadah, atau memutuskan perkara tanpa izin tertulis mereka… Maaf, maksudnya izin verbal. Maklum, mereka buta huruf. \:D/

Tiap putra Qusayy menganggap dirinya lebih layak dari yang lain. Maka terjadilah pertikaian keluarga antara Yang Terpilih (Abd al-Dar) dan Pihak Sekutu (Abd al-Uzza dan Abd). Dengan suatu langkah keputusan yang akan membuat bangga Neville Chamberlain, perdamaian diraih dengan membagi dua warisan. Air untuk peziarah dan pungutan pajak dikontrol klan Abd Manaf. Akses ke Ka’abah dan hak menyatakan perang jatuh pada keluarga Abd al-Dar. Pembagian ini terus berlanjut di Mekah hingga seorang anak yatim dari garis keturunan yg sama merampas semuanya (Muhammad).

Artefak sejarah yang paling menarik dari Arab abad ke-6, menuntun kita langsung pada si anak yatim. Kejadiannya di Tahun Gajah, yang menurut sarjana Islam jatuh di 570 M. Mereka menjadikannya cerita sensasional yang dimasukkan ke dalam catatan sejarah Islam. Tapi, maaf saja, cerita tsb, sama sekali tidak benar. Riset arkeolog membuktikan kejadian sebenarnya terjadi di tahun 552 A.D.

Menurut Islam, peristiwa penting tsb, dibuka dengan cerita yang menghebohkan. Ishaq:4 “Rabi’a dari Yemen mendapat suatu mimpi yang menakutkan. Jadi ia memanggil para peramal, ahli sihir, pelihat dan ahli perbintangan ke kerajaannya.” Para pengikut okultisme ini berkata, mimpi tsb meramalkan ada invasi Iblis dari Afrika, yg akan digagalkan dengan kedatangan seorang ‘nabi sesungguhnya’ (coba tebak siapa?): “Atas nama Naga dari dataran lava, Aku bersumpah, orang-orang Ethiopia akan menyerang….Seorang nabi sesungguhnya yang kepadanya wahyu disingkapkan akan mengakhiri segalanya.” Para penyembah Iblis tsb mengaku, “Seorang Rasul akan datang membawa kebenaran dan keadilan bagi pengikutnya dan juga kebaikan” Kamu takkan mengira kalau Iblislah yang mengungkapkan berita kedatangan sang Rasul.

Para peramal meneruskan ramalannya: Ishaq:5 “Sudah niatnya [nabi] untuk menghancurkan kaum Yahudi di sekitarnya. Dalam ayat puitis mereka memperingatkan: ‘Dalam kemarahan thp dua suku Yahudi yang tinggal di Yathrib yang sangat pantas mendapat penghukuman di hari yang menentukan itu.”

Sekumpulan pemuja Iblis yg meramalkan kaum Yahudi akan dibinasakan sang nabi. Dikatakan, mereka memperoleh kutipan ini dari beberapa rabbi: “Akan datang pasukan yang mencoba menghancurkan kuil di Mekah, karena kita tahu tak ada kuil lain di tanah yang telah dipilih Allah untuk dirinya.. Para rabbi berkata pada Rabi’a untuk melakukan apa yang dilakukan penduduk Mekah: ‘Mengelilingi Ka’aba, meyembah dan dan menghormatinya, mencukur kepala, serta bersujud di tempat sucinya.’ Menyadari kebenaran nasihat ini, raja kemudian memotong tangan dan kaki mereka lalu melanjutkan pergi menuju Mekah.”

Para rabbi itu dikatakan pula telah menarasikankan sebuah puisi cukup panjang dari “buku-buku suci mereka, yang mengutip Taurat.” Beberapa baris diantaranya membenarkan keberadaan Ka’aba dan apa yang akhirnya dilakukan Muhammad atasnya: Ishaq:12 “Sebuah rumah, harta kuno di Mekah. Harta karun yang hendak kurebut.” Kemudian, dikatakan mereka telah menulis ayat ini -- salah satu ayat paling memalukan di Qur’an: “Dhu’l-Qamain [Alexander Agung] sebelum saya adalah orang Islam…dengan pengetahuan yang benar. Ia menyaksikan tempat dimana matahari terbenam di kolam lumpur berbau busuk.”

Selain ada bukti cukup bahwa Islam adalah agama Iblis karena punya sejumlah “peramal, tukang sihir, pelihat dan ahli perbintangan” yang meramalkan kedatangan “seorang nabi sesungguhya yang kepadanya wahyu diberikan,” yang lebih mencolok lagi, kitab mereka bahkan menyatakan para penyembah Iblis tsb benar, Inilah yang dikatakan Ibn Ishaq: “Setelah membangun gereja, Abraha, seorang raja muda dari Abyssinia, memimpin pasukannya ke utara.” Pasukan Abraha dari Afrika memang menyerang dan menundukkan Yemen. (Sbg tindakan menyingkirkan Dhu Nuwas dari Yemen yg menindas dan membunuh kaum Kristiani – anne)

Catatan sejarah non-Islam tak pernah menyebut tempat yg begitu sepele/tak berarti seperti Mekah (juga inskripsi abraha – anne), sebaliknya tetua Islam yang maha bijak menuduh Abraha ingin menaklukkan kota metropolitan mereka yg sedang berkembang pesat dengan niat menghancurkan Ka’abah. Mereka berkata bahwa sang raja muda bertekad memikat orang Arab pra-Islam meninggalkan penyembahan berhala mereka dan beralih ke katedral Kristen yang baru. Pastilah ide yang mengejutkan ini telah membuat batu-batu Ka’abah gemetaran.

Abraha, diceritakan tiba di pinggiran kota dengan sepasukan besar tentara. Tapi yang membuatnya tampak hebat adalah tunggangannya. Sang raja muda menjulang di atas gajah yang maha besar. Sejauh ini, walau terbukti salah waktu dan tempat kejadian, kisah tsb kelihatannya oke saja. Abyssinia, saat ini disebut Ethiopia, jadi boleh-boleh saja raja mudanya menunggangi mamalia terbesar di daratan. Yang membuatnya tak masuk akal, yi, tak ada cukup makanan atau minuman agar gajah bisa bertahan di gurun pasir Arab, setidaknya bagi makhluk yang lebih ditekankan sebagai asset daripada fungsinya.

Singkirkan detail, kisahnya tiba di bagian yg aduhai. Ishaq:26[/i] “Mahmud [si gajah] membungkuk kapan saja ia diminta untuk menghadap Mekah. Kemudian Allah mengerahkan sekawanan burung, yang membawa batu sebesar kacang di paruh dan cakarnya masing-masing. Setiap orang yang terkena batu, tewas.” Tubuh mereka hancur, dagingnya luruh dari tulang. “Jemari Abrahah jatuh satu demi satu.”

Sudah tentu Allah bangga dengan prestasinya, dan dengan bantuan sobatnya, Muhammad, diceritakanlah kemenangan yg menggetarkan tsb dalam Qur’an. [i]Q105:1-5
“Apakah kamu tidak memperhatikan bagaimana Tuhanmu telah bertindak terhadap tentara bergajah? Bukankah Dia telah menjadikan tipu daya mereka (untuk menghancurkan Ka'bah) itu sia-sia?, dan Dia mengirimkan kapada mereka burung yang berbondong-bondong, yang melempari mereka dengan batu (berasal) dari tanah yang terbakar, lalu Dia menjadikan mereka seperti daun-daun yang dimakan (ulat).”

Sebuah Hadist menjelaskan sifat wabah ini: “Siapapun yang terkena kerikil akan mulai menggaruk tubuhnya, merobek dagingnya.”

Sejarah menunjukkan bahwa sebenarnya pasukan Abyssinia menderita karena wabah cacar (di Arab dan sekitarnya.) Bahkan kitab Islam sepakat -- dengan akibat dewa mereka dianggap seorang pembohong yg besar mulut. Ishaq:27 “Utba mengatakan padaku bahwa ia diberitahu kalau tahun ini adalah untuk pertama kalinya campak dan cacar air terlihat di tanah Arab.” Tradisi Islam sendiri menegaskan kenyataan yg mengejutkan, bahwa hal tsb sama sekali bukan mukjizat.

60 tahun sebelum orang Islam pertama menapakkan kaki di planet ini, Allah adalah dewa kaum pagan, dan Ka’aba, pusat ibadah umat Islam, adalah kuil pagan, kenyataan sejarah yang secuilpun tak dapat dibanggakan. Dalam keputusasaan u/ membuktikan Allah sosok yang nyata, umat Islam menghubungkan kisah-kisah aneh bin ajaib ke sosok ilahi mereka yang tak berdaya. Usaha yg baik tentunya, karena kisah aneh ini, terbukti merupakan satu-satunya mukjizat Allah.

Ketika Abdul Muthalib, kakek Muhammad, raja Mekah dan jurukunci Ka’aba, mendengar kedatangan pasukan ini, ia berdoa pada Allah dan dewanya bahwa mereka (para berhala) harus berjuang sendirian. [i]Ishaq:24 [/i] “Allah, engkau tahu kami tak ingin berperang karena kami tak punya kemampuan….Seorang pria melindungi rumahnya, jadi Kau lindungilah RumahMu. Jangan biarkan patung mereka menggantikan patungMu nanti…Kalahkan kaum barbar hitam itu.” Tabari menambahkan, “Tapi jika Kau hendak membiarkan dan mengubah kiblat [arah sembahyang pemuja berhala Mekah 75 tahun sebelum Muhammad bersikeras itu keharusan dalam Islam], lakukanlah kehendakMu.”

Sebenarnya yang hendak dikemukakan Muttalib, “Bagiku pribadi, aku lepas tangan deh. Aku paham kok bisnis keluarga ini cuma tipuan. Menyenangkan sih, tapi setiap saat kita bisa membangun tumpukan batu baru lagi kalau musuh sudah pergi.”

Berlawanan dengan para revisionis Islam, orang Arab masa pra-Islam adalah para pecinta (suka puisi, kedamaian), bukan pejuang. Muttalib diduga telah memberitahu kaum Quraysh, “Jika kita tidak memberikan perlawanan, takkan ada pertumpahan darah.” Mengerti akan keadaan mereka sebagai para pedagang yang lemah, bukan militer, penduduk Mekah menanggapi saran Muttalib, pergi ke luar kota menuju perbukitan. Mereka membiarkan dewa-dewa berjuang sendiri. Sampai disini, kita harusnya berhenti sejenak, karena ini berarti Islamlah yang telah mengubah para pecinta kedamaian ini menjadi para jihadist.

Para penganut Islam mula-mula, dalam usahanya memperingati prestasi Allah yang luarbiasa, mengatakan bahwa Muhammad lahir di Tahun Gajah. Hal ini membuktikan kalau ia adalah seorang nabi. Tapi, itulah masalahnya. Jika Muhammad lahir tahun 552 A.D., tahun dimana bukti sejarah menunjukkan bahwa Abrahah bergerak ke arah utara, pastilah Muhammad telah berusia 70 tahun saat menikahi istri favoritnya, gadis cilik berusia 6 tahun, Aisha. Dan jika umat Islam merasa perlu memalsukan suatu peristiwa agar Muhammad tampak sebagai nabi, apa yang hendak mereka katakan ttg kebenaran agama mereka?

Namun, ada secercah harapan di Mekah. Empat orang Arab menyatakan bahwa sudah waktunya mereka berhenti menyembah batu-batu. Dunia luar sudah lama menganut paham monoteis, terimakasih pada kaum Yahudi dan umat Kristen. Para pemimpin religius ini, disebut kaum Hanif, yg pada dasarnya monoteis. Ishaq:99 “Waraqa Naufal, Ubaydullah Jahsh, Uthman Huwayrith, dan Zayd Amr beranggapan bahwa kaum mereka telah mengkorupsi ajaran Abraham, dan batu-batu yang mereka kelilingi tak ada manfaatnya. ‘Tak dapat mendengar, tak bisa melihat, tak bisa terluka, dan tak bisa menolong.’ Mereka katakan pada kaumnya, “Peluklah suatu agama, yang demi Tuhan, belum kalian miliki.”

Walau hal ini sangat menggembirakan, sebaris kalimat benar-benar menghancurkan kredibilitas Muhammad dan membunuh Allah. Kaum Hanif ini bukan saja menginspirasi surah pertama Qur’an, mereka juga menginspirasi suatu gagasan pada Muhammad bahwa Islam adalah agamanya Abraham. Namun orang-orang ini berkata, “Batu-batu yang mereka kelilingi tak ada manfaatnya. Tak dapat mendengar, tak bisa melihat, tak bisa terluka, dan tak bisa menolong.” Heii…Batu itu adalah Allah. Satu generasi sebelum Rasul Allah mencuri Islam dari pewaris Qusayy, orang-orang Arab di kota mereka telah mengetahuinya. Dewa bulan mereka tak lebih baik dari minuman keras – sumber penghasilan dan harapan palsu, tak lebih.

Menurut Ishaq, Waraqa menjadi umat Kristiani. Kredibilitasnya segera melampaui agenda Muhammad. Ubaydullah memeluk Islam, dan tahun berikutnya menolak ajaran Islam, dan menjadi umat Kristiani. Ustman juga menjadi umat Kristiani, dan menjabat kedudukan tinggi di kekaisaran Byzantium. Tapii….”Zaid tetap tak berubah; ia tidak memeluk Yudaisme atau Kristen. Ia juga membuang agama kaumnya.” Sebagaimana yang akan kita lihat, Zaid membacakan puisi-puisi yang menjadi dasar surah-surah awal Qur’an. Ishaq:99 “Abu Bakr berkata bahwa ia melihat Zayd, sbg seorang pria tua yang bersandar pada Ka’aba, seraya berkata, ‘O Quraysh, atas nama Dia yang tanganNya menggenggam jiwa Zayd, tak seorangpun dari kalian yang mengikuti agama Abraham, kecuali aku. Oh, Tuhan, jika saja aku tahu bagaimana Engkau ingin disembah, aku akan menyembahMu, tapi aku tak tahu.’ Lantas ia menangkupkan muka dengan kedua telapak tangannya.” Hadist ini sangat menghancurkan Islam – khususnya bila kita lihat kesamaan dan keutamaan puisi-puisi Zayd yang terkandung dalam Qur’an. Walaupun puisi-puisi Hanif ini lebih tua dari Qur’an, kau akan lebih menghargainya saat puisi-puisi ini dicantumkan dalam konteks ‘wahyu-wahyu awal Muhammad.’

Orang berkata bahwa materi yang dicuri dari berbagai sumber mengakhiri plagiarisme dan menjadi riset. Jika ini benar, Islam adalah proyek riset Muhammad sewaktu ia mencurinya dari Qusayy, Zayd, dan kaum Yahudi.

bersambung...BAB 6. HEART OF DARKNESS
anne
 
Posts: 502
Joined: Wed Sep 21, 2011 9:52 pm

Postby anne » Mon Oct 03, 2011 9:47 pm

Bab 6 JANTUNG KEGELAPAN
http://prophetofdoom.net/Prophet_of_Doom_06_Heart_of_Darkness.Islam


“Saya khawatir, Iblis telah merasukinya.”


Umat Islam dgn yakin akulyakin berkata bahwa Islam, tidak seperti Yahudi-Kristen, memiliki catatan sejarah yang jelas. JELAS dari HONGKONG! Bukti justru menunjukkan sebaliknya. Para nabi dan patriarki Injil bisa membaca dan menulis, dan orang-orang yang sejaman dengan mereka juga melek huruf. Gulungan-gulungan tulisan mereka dibaca oleh masyarakat terdidik yang berjarak hanya satu generasi sejak tercatatnya kejadian. Sebaliknya, kitab-kitab Islam, semuanya bersandarkan tradisi lisan yang amat panjang. Tak ada satupun salinan Qur’an yang berusia kurang dari 100 tahun sebelum kematian sang nabi. Manuskrip hadis tertua saja berjarak 200 tahun dari kejadian yang ditulisnya.

Tradisi Islam menyatakan bahwa Qur’an pertama kali terkumpul menjadi sebuah buku dibawah arahan Abu Bakr, mertua Muhammad, selama ‘War of Compulsion’ (perang Ridda, saat Abu Bakr memerangi Muslim yg meninggalkan Islam dan berhenti membayar zakat begitu Muhammad wafat.)

Kalif pertama itu khawatir wahyu-wahyu ilahi Muhammad akan hilang karena sebagian besar penghafal terbaik menjadi jihadi. Menurut sebuah hadis tunggal,
Umar, kalif kedua, mendesak Abu Bakr untuk mengambil suatu tindakan. Ingatan para jihadi adalah satu-satunya wadah rekaman ayat-ayat Qur’an, dan mereka sebagian besar sudah tewas di pertempuran. Hilangnya wahyu-wahyu Muhammad sudah diambang mata. Legenda mengatakan bahwa Zaid, penduduk asli Medinah dan salah satu pendukung Muhammad, diberi tugas mengumpulkan ayat-ayat Qur’an. Ia “mengumpulkan semua bagian-bagian Qur’an dari setiap sumber, dari helai daun, tulang, batu dan dari dada manusia.”

Menurut J.M Rodwell, salah seorang penerjemah awal Qur’an, “Zaid dan para pembantunya tidak menyusun semua bahan yang diberikan pada mereka dengan sistem tertentu, tapi hanya dengan menempatkan surah-surah yang panjang dan lebih dikenali terlebih dahulu. Penyusunan berdasarkan urutan kronologis sama sekali diabaikan. Surah-surat terakhir Medina sering diletakkan di depan surah-surah awal Mekah; surah-surah pendek di bagian akhir Qur’an adalah bagian-bagian awalnya; sementara surah-surah Mekal disisipkan di antara surah-surah Medinah, surah-surah Medinah tersebar diantara surah-surah Mekah.” :rolleyes: :rolleyes:

Para ulama Islam tidak menyanggah pernyataan Rodwell, dan hal ini mengkhawatirkan, karena itu berarti tak seorangpun (di masa Zaid) mampu melihat dengan cermat apakah sebuah surah itu wahyu atau bukan. Bahkan tak ada yg tahu kandungan sebuah surah. Semuanya campur aduk, benar-benar tak beraturan. Dan jika saja orang-orang yg sejaman dengam Muhammad segini bingungnya, mana mungkin mereka benar-benar bisa mengigat detail apa yg Muhammad klaim sebagai wahyu yang mahakuasa. :rolling:

Rodwell melanjutkan analisisnya dengan mengatakan, “Tampaknya Zaid menyusun bahan-bahan sesuai urutan yang diterimanya, seringkali mengabaikan kesinambungan subjek dan kesamaan gaya tulis. Jadinya, teks-teks tsb membentuk sebuah karya tambal sulam yg paling tak terbaca dan aneh, dan tidak menyampaikan gagasan apapun ttg perkembangan dan pertumbuhan setiap rencana yang tersimpan di benak para pendiri Islam, ataupun situasi yg mengitari dan mempengaruhi mereka.”

Setelah ‘memuji’ Zaid karena tidak ‘campur tangan sehingga merusak,’ Rodwell menambahkan, “sangat disesalkan karena orang-orang di masa itu tidak menghasilkan referensi sejarah, menyisihkan pasal-pasal yang berkontradiksi, atau mengecualikan pernyataan-pernyataan yg tidak akurat.”

So .. anda bisa melihat sendiri bahwa kompilasi pertama Qur’an adalah sesuatu yang kacau. Karya yang tak beraturan, campur aduk, saling berkontradiksi, dan tidak akurat. Lagipula, pernyataan Zaid yg mengumpulkan Quran dari daun2 dsbnya PUN tidak dapat dipercaya. Tidak ada fragmen (potongan2 benda) atau prasasti yang menjadi bukti kuat bahwa itu adalah ‘wahyu’ dan bahwa 'wahyu' itu disusun menjadi buku di bawah arahan Abu Bakr, Umar atau Zaid. Yang ada hanyalah tradisi lisan yang lemah yang menyatakan bahwa ini loh skenario terbaik yang terjadi. Bahkan, tak ada sepucuk surat-pun atau sebuah referensi sejarah dari negara-negara beradab yang ditaklukkan jihadi Islam, yg menyatakan Qur’an itu memang eksis.

Sebaliknya, ada 25.000 perkamen, gulungan, fragmen, dan surat2 Injiil kuno yang membuktikan ketepatan dan akurasi kitab suci Yahudi-Kristen. Bukti arkeologis yang selamat dari Qur’an abad pertama hanyalah sebuah 1) KOIN dan 2) inskripsi yang tertulis di Dome of the Rock di The Temple Mount, Yerusalem. Kedua fragmen inipun berbeda satu sama lain, juga berbeda dengan Qur’an saat ini. :rolleyes:

Empat buku Islam lainnya yang terdiri atas Sunnah: Sirah, Ta’rikh (Sejarah) dan Hadis malah sama sekali tidak didukung dengan bukti perkamen atau gulungan dalam rentang waktu 100 hingga 300 tahun setelah kejadian yg tercantum terjadi. Rodwell mengatakan,

“Biografi pertama Muhammad yang menjadi sumber informasi kita, ditulis Zohri yang meninggal 124 A.H. (736M) ; tapi karya aslinya sendiri, yang dikutip penulis-penulis sesudahnya, sudah tidak ada lagi.” Dengan kata lain, biografi karya Zohri ini MUNGKIN ditulis 100 tahun setelah kejadian, tapi tak seorangpun pernah menemukan salinannya. “Ibn Ishaq, yg wafat 151 A.H. (763M) menyusun sebuah biografi untuk kepentingan sang Kalif. Walau tak ada juga salinan aslinya, sebagian besar isinya disalin kembali oleh Hisham, seorang editor yang dikenal bias/menyimpang. Ia wafat 213 A.H.” Buku ‘Life of Muhammad’ karya Hisham, dimulai dengan suatu pengakuan mengejutkan. Ia berkata bahwa ia telah membuang bagian-bagian yang mendiskreditkan Muhammad dari manuskrip asli Ibn Ishaq. [-X [-X

Tabari tidak mengedit Sirat Ishaq untuk membuat Muhammad tampak lebih baik, tapi ia hanya merujuk ke tulisan yang lebih awal bila terdapat kontradiksi dengan kesaksian lisan miliknya sendiri, atau Hadis-nya. Tabari menyelesaikan ‘History of Prophets and Kings’ tahun 310 A.H. – TIGA RATUS TAHUN setelah kematian sang nabi. ‘Concise Encyclopedia of Islam’ menyatakan, “Karya Tabari menjadi sumber yang definitif (definitive resource ).” Tulisan-tulisan sejarahnya mengenai Islam nenjadi sumber tertua perkataan dan tindakan Muhammad yang tidak diedit dan konteks penurunan pewahyuan Qur’an. Ini juga berarti bahwa ada vakum 300 tahun yang hanya terisi oleh penyampaian lisan bagi satu-satunya koleksi Hadis asli yang sesuai kronologi atau konteks.

Rodwell, dalam kata pengantar terjemahan Qur’an pertamanya, berkata, “Dapat dipastikan bahwa Tradisi [lisan] ttg Muhammad tidak dituliskan setidaknya selama satu abad. Tradisi ini secara keseluruhan diambil dari ingatan orang-orang yg menjadi penutur ulang, yang sudah tentu diwarnai prasangka atau keyakinan mereka masing-masing dan kecenderungan menciptakan mitos dan rekayasa sesuai kepentingan masing2 golongan … Bagi para pembaca Tradisi Islam ini akan jelaslah bahwa baik mukjizat maupun peristiwa sejarah itu diciptakan untuk menjelaskan ayat-ayat [Qur’an] yang gelap dan membingungkan; dan bahwa Tradisi-tradisi yang lebih dini sebagian besar diwarnai unsur mitos.”

Ia melanjutkan, “Para penulis kuno [Ishaq dan Tabari] adalah satu-satunya sumber utama informasi yang (oleh Muslim) dianggap otentik mengenai kehidupan Muhammad. Dan untuk amannya dapat disimpulkan bahwa setelah sekian banyaknya penelitian yg dilakukan dengan tekun oleh para pengumpul Tradisi sahih di abad kedua hijriah, sedikit sekali atau bahkan tak ada lagi yang bisa ditambahkan pada gudang informasi yang terkait dgn detail kehidupan Muhammad ini, dan tidak ada lagi fakta-fakta yang dapat menjelaskan lebih jauh ttg teks Qur’an. Tak ada lagi catatan yang bertanggal lebih dini yang bisa dicakupkan (kedalam tradisi lisan ataupun tertulis ini)."

Para ulama Islam setuju dengan penilaian Rodwell karena masyarakat Arab Tengah di abad ke-6 hingga ke-8 memang buta huruf. Maka, Hadis disampaikan lewat ucapan dari mulut ke mulut selama beberapa generasi, dari ayah ke anak melalui serangkaian penyampaian yg disebut isnad.

Mari lihat masalah ini dari perspektif yg lebih kontemporer. Bayangkan kalau sekarang kita perlu merekonstruksi ulang sejarah Revolusi Amerika semata-mata berdasarkan tradisi lisan selama 9 generasi. Tanpa buku, surat, lukisan, atau gambar, kita tidak mungkin menyusun ulang ucapan-ucapan Cornwallis dan Washington atau menghidupkan kembali peristiwa seperti yang sesungguhnya. Bayangkan kalau sekarang, sejarah revolusi Amerika tsb ditulis di London, ribuan mil dari tempat kejadian sebenarnya—di Inggris, musuh Amerika dulu dan pihak yang kalah dalam perang Kemerdekaan Amerika (200 abad lalu, Inggris mencoba menjajah Amerika) .

Nahhh ... bayangkan saja! Hadis pertama dan terbaik, Sunnah dan Sirat disusun di Bagdad, BUKAN Mekah atau Medinah, 2 hingga 3 abad dari peristiwanya. Dan, seperti menyusun kembali detil Revolusi Amerika di Inggris, tiap ulama Persia menulis dalam suasana politik yg kental dengan agenda pribadinya sendiri. Kalau orang Persia menulis sejarah Islam, maka sejarah Islam itu akan berbau Persia dan bukan Arab, karena tempat kelahiran [tulisan] itu adalah Bagdad (yg dijajah Muslim), bukan Mekah.

Okey okey ... kalaupun semua ini tidak membuktikan salah atau tidaknya kitab2 Islam, kita tetap harus memikirkan ini: Jika Muhammad benar-benar seorang
nabi, jika Allah benar-benar tuhan, dan jika Hadis dan Qur’an benar-benar diwahyukan dan didiktekan Tuhan, ke-akurat-an buku2 ini LUAR BIASA PENTINGYA. Nasib manusia tergantung pada setiap kata-katanya. Tapi, kalau yang digambarkan tulisan2 suci ini secara 'akurat' saja sudah menunjukkan Muhammad dan tuhannya sebagai mahluk2 yang lemah pikiran dan terganggu secara emosional, untuk apa lagi diperlukan saksi yang akurat dan terpercaya atas peristiwa tsb?

Tulisan2 sucinya saja menyebut nabinya gelo, terus--untuk apa lagi kita perlu bukti lain?? [...]

[Oleh karena itulah timbul kebingungan diantara sesama Muslim. Hadis mana yang sahih dan mana yang lemah? Jelas baik kaum Muslim moderat maupun Muslim fundamentalis, menganggap hal yang mereka suka sebagai hadis kuat dan hal yang mereka tidak suka sebagai hadis lemah (dha'if). TAPI lucunya kedua2nya menganggap diri paling Islamiyah, sementara badan dunia yang mengatur ke-Islaman, spt Universitas Al Azhar di Kairo- saja juga bingung! Belum lagi antara Kairo dan Riyadh sering tidak akur ke-Islamannya. Pusiank deh Muslim. Kafir saja yang tidak pusing karena kafir tahu benar ayat2 mana dan hadis mana yang sudah diterapkan pada mereka (kafir).--ali5196] (*,) ](*,)


Ψ † с ბ


Kembali ke Hadis, kita temukan artefak penting terkait penduduk awal Mekah dan Ka’abah mereka. Ia juga tokoh dari Tahun Gajah. Abdul Muttalib, adalah sosok terkemuka di Mekah, penyembah berhala kaya yg lahir dua generasi sebelum Muhammad. Mewarisi garis keturunan Qusayy, ia menjadi juru kunci Ka’abah. Tabari VI:15 “Setelah kematian pamannya, al-Muttalib, Abdul Muttalib mengambil alih hak pembagian air dan konsumsi para peziarah, hak yang sebelumnya berada di tangan putra Abdul Manaf. Ia (Muttalib) sangat dihormati dan orang yang sangat berpengaruh, tak ada yang menyamainya.” Ishaq:62 “Saat tidur di makam Hagar dan Ishmael, suatu penglihatan memerintahkan agar ia menggali sumur Zamzam. ‘Allahu Akbar’ serunya. ‘Ini adalah sumur leluhur kita Ismael.” Tabari VI:15 “Ia mengeluarkan apa yang terkubur disana, yakni, dua rusa emas, pedang-pedang dan baju zirah. Ia meletakkan pedang2 tsb di pintu Ka’abah.” Sangat menarik, bahwa harta karun Ka’abah terdiri atas benda-benda yang akan digunakan Muhammad u/ merampok dunia: pedang dan baju zirah. Pintu ke rumah Allah dan jejak Islam, sama-sama menggunakan pedang.

Kepemilikan atas harta benda tsb ditentukan dengan cara pertaruhan. Panah dilempar ke kaki Hubal, “berhala terbesar.” Ishaq:64 “Muttalib berdoa pada Allah dan para pendeta melemparkan panah2. Pihak Ka’abah yg mendapatkan rusa emas tsb.”
Abdul Muttalib adalah, “orang pertama yang melembagakan kafilah dua tahunan.” Ia menjadi “orang pertama yang memberikan jaminan keselamatan pada Quraysh, yang memungkinkan mereka mengadakan perjalanan jauh dari wilayah/area suci Mekah,” – jaminan yang kelak dilanggar Muhammad.

Alkisah, suatu hari, sengat matahari yang terik menyiksa kota tak berpohon itu, disaat Muttalib berlelah membersihkan sumur Zamzam, Ishaq:66/Tabari VI:2 “Dikatakan, dan Allah Maha Tahu, Abdul Muttalib menghadapi kesulitan saat menggali Zamzam. Ia bersumpah, kalau ia diberi sepuluh anak laki-laki, untuk meringankan pekerjaannya dan untuk melindunginya, ia akan mengorbankan salah satu diantara mereka kepada Allah di Ka’abah.” Tindakan yg gegabah, karena pada akhirnya ia memang mendapatkan 10 anak lelaki. Jadi, sebegitu bodohnya percaya pada batu, ia melemparkan panah ke kaki Hubal untuk memutuskan anak mana yang akan dikorbankan. Ishaq:67 “Mereka terbiasa mengambil keputusan sesuai jatuhnya anak panah.” Anak paling bungsu terpilih. Namanya Abd-Allah, atau Budak Allah.

Mengapa menamai anaknya “Budak Allah” satu generasi sebelum nabi Islam mengklaim Allah sebagai satu2nya tuhan pencipta alam semesta? Jawabannya sama memalukannya dengan catatan sejarah agamanya. Karena yang dilakukan Muhammad sebenarnya adalah mempromosikan berhala Mekah, yi dewa bulan Allah, mengalahkan Hubal, Al-Lat, Manat, Al-Uzza, dan ratusan lainnya. [...]

Ilmuwan Islam, Montgomery Watt, salah satu penterjemah Tabari dalam bahasa Inggris, menambahkan sebuah catatan kaki menarik. Katanya, “Nama [bukan kata] Allah secara menyeluruh telah [salah] diterjemahkan sebagai ‘Tuhan.’ Akan tetapi, perlu diperhatikan, bahwa di masa pra-Islam nama tsb tidak bermakna ‘Tuhan’ dalam arti monoteis. Hal ini diketahui melalui Qur’an (29:61 dan 39:38) bahwa orang Arab dimasa pra-Islam percaya kepada Allah sebagai salah seorang dewa yang lebih unggul diantara dewa-dewa lain yg juga mengakuinya.”

Allah adalah sebuah nama, seperti halnya “Yahweh” bagi Yahudi-Kristen. Tapi umat Islam sangat menginginkan dunia melihat sebaliknya. Karena jika Allah adalah nama diri – bukan kata – agama mereka adalah penipuan. Pencipta alam semesta tidak mungkin memiliki nama dewa.

BEGINI YAHHH ... (Pelarajan bahasa)...

Bahasa Arab, seperti halnya bahasa Ibrani, termasuk bahasa Semitik. Dalam bahasa Ibrani, kata ‘el’ berarti tuhan – huruf ‘t’ kecil – seperti untuk nama
berhala/dewa. Elohiym (ELohiym) berarti Tuhan, dengan huruf ‘T’ besar.

Dalam bahasa Arab, ‘el’ menjadi ‘il.’ dan dalam perkembangan waktu il menjadi ‘illah.’ Dan ‘al’ adalah kata Arab untuk ‘the.’ Umat Islam ingin kita percaya bahwa ‘Allah’ adalah gabungan dari ‘al’ dan ‘illah’ yang artinya: Tuhan dgn huruf 'T' besar, spt Elohiym.
TAPI, rukun pertama Islam (syahadah) bertentangan dengan ini!

Syahadat berbunyi: “La illaha illAllah” atau: Tiada ilah selain Allah yg sebenarnya berarti: Tiada dewa selain Allah.

Jika ‘Allah’ memang berarti Tuhan/Elohiym, maka seharusnya syahadat akan berbunyi, “La allaha illAllah'' atau: Tidak ada allah kecuali Allah” yang berarti: Tiada tuhan selain Allah.

Terlebih lagi, Qur’an sendiri menggunakan ‘Illah’ waktu Allah mengklaim sebagai “Tuhan [nya] Abraham/illahul Ibrahim” (Q2:132).

JADIIII satu-satunya cara umat Islam dapat mengklaim Allah, bukan Illah/dewa sbg 'Tuhan/Elohiym’ adalah dengan cara menyatakan Qur’an telah menyimpang atau menyatakan penulisnya (Allah atau Muhammad) sbg **** atau penipu. Lebih jauh lagi, ada ratusan bahkan ribuan hadis yang menegaskan
bahwa Allah adalah nama dewa pagan terkenal (setidaknya di Mekah). Kitab-kitab mereka sendiri mengakui bahwa Allah punya peran sebagai salah satu berhala batu, ratusan tahun sebelum akhirnya berubah peran dari tuhan [god] menjadi Tuhan [God], dari ilah menjadi Allah. Semua ini menghancurkan mitos paling mendasar Islam, “Kita semua menyembah Tuhan yang sama.” :rock:

Okay ... anda belum bingung? :finga:

Kembali ke Mekah: Ishaq:67 “Ketika ke-sepuluh putra Abdul Muttalib tumbuh dewasa dan ia tahu bahwa mereka akan melindunginya, ia mengatakan pada mereka ttg sumpahnya, serta meminta agar mereka tetap percaya teguh pada Allah dalam hal ini. Mereka menunjukkan kepatuhanmya, dan bertanya apa yang harus mereka lakukan. Ia menjawab, “Baiklah masing-masing kalian mengambil sebuah anak panah, tulis nama kalian disitu, dan bawalah padaku.’ Mereka melaksanakannya, dan ia [Muttalib] pergi menghadap Hubal dalam Ka’aba. Hubal adalah berhala terbesar kaum Quraysh di Mekah.” Ibn Ishaq, pengumpul awal Tradisi Islam, mengatakan pada kita bahwa dewa tertinggi Ka’abah adalah Hubal – bukan Allah. Bukankah ini membuat Allah (yang juga tuhan kedua dlm Qur’an setelah Ar-Rahman) menjadi sosok ilahi di peringkat kedua?

Papa Muttalib mulai memikirkan ide lain. Lantas ia keluar dan berkonsultasi dengan seorang peramal, berharap mendapat petunjuk yang ‘benar.’ Tabari VI:2 “Demi Allah! Tidak seharusnya kau mengorbankan dia [Abd-Allah], tapi untuk itu kau harus punya alasan.” Ini terdengar cukup polos, sampai kau sadari bahwa orang yang bersumpah atas nama Allah itu adalah seorang penyembah IBLIS. “Ada seorang dukun sihir [perempuan] yang memiliki roh pembantu; bertanyalah padanya, dan kau akan tahu apa yang harus dilakukan. Jika dia memerintahkanmu untuk mengorbankannya [Abd-Allah], kau akan mengorbankannya, dan jika ia memerintahkanmu melakukan suatu keringanan untukmu dan anakmu, kau boleh menerimanya.” Dukun sihir adalah medium/perantara okultisme. Roh-roh yg membantu pekerjaan mereka adalah roh setan/jin.

Jerat di sekeliling leher Islam bertambah ketat. Ada banyak dewa/tuhan di Ka’abah dan seorang penyihir memutuskan nasib ayah Muhammad, “Kemudian mereka pergi ke Medinah, tapi dukun sihir yg mereka cari sudah pindah ke Khaybar. Mereka menempuh perjalanan untuk menemuinya. Dukun sihir perempuan ini berkata, “Menjauhlan dariku sampai roh yg membantuku datang dan saya dapat menanyakan padanya. Abdul Muttalib berdiri dan berdoa pada Allah.” Inilah gambarannya: seorang pemuja berhala berdoa kepada Allah dengan cara Islam di hadapan seorang pemuja Iblis. Jadi, menurutmu apa yg akan harus dikatakan si wakil Iblis? Akankah ia mengampuni papanya Muhammad dan dengan demikian mengizinkan lahirnya Islam?

Iblis pastilah menyukai Islam karena… ,“Di hari berikutnya saat mereka menghadap. Si dukun sihir berkata, ‘Ya! Telah diberitakan padaku. Berapa banyak uang darah yg kau punyai?’ Mereka menjawab, ’10 ekor unta.’ Ia berkata, ‘Bawalah si anak muda dan kesepuluh unta tsb, dan lemparkan panah. Jika panah2 tsb jatuh mengarah si anak, tambahkan jumlah unta sampai tuhanmu [mungkinkah itu Iblis, Hubal atau Allah?] ,puas.”

Kita lanjutkan cerita Ishaq: Tabari VI:5 “Saat kesepakatan tercapai, merekapun kembali ke Mekah. Abdul Muttalib berdiri dan berdoa pada Allah di dalam Ka’abah di samping Hubal. Panah-panah jatuh lagi menghadap Abdullah, jadi mereka tambahkan jumlah unta, menjadi 20. Sembari Muttalib berdiri dan berdoa pada Allah, mereka ulangi cara ini sebanyak 10 kali. Setiap kali anak-anak panah jatuh mengarah pada Abdullah.”

Tabari menjelaskan saat yg paling mengerikan: “Abdul Muttalib
berdiri di sisi Hubal di dalam Ka’abah, berseru kepada Allah. Si penjaga anak panah mengambil dan melemparnya dan jatuh lagi mengarah pada Abdullah. Kemudian Muttalib meraih tangan Abdullah. Menjangkau sebuah pisau besar. Lantas pergi ke depan patung Isaf dan Nailah [dua patung berzina] yang digunakan kaum Quraysh sbg tempat menyembelih kurban, untuk mempersembahkan Abdullah.”


Namun, bukannya memotong leher putranya, Muttalib malah mengambil kesempatan sekali lagi untuk melempar panah2 takdir. Panah2 itu akhirnya mendukung posisi Abdullah. Jadi, Abdullah, batu, berhala, peramal, dan dukun sihir akhirnya mencapai kesepakatan. Abdullah selamat. “Akhirnya tuhanmu puas. Unta-unta disembelih dan ditinggal disana. Tak ada manusia atau hewan yg tak mengindahkannya.”

“Abdul Muttalib menggandeng Abdullah dan melintas di depan Umm Qattal bt. Abd al-Uzza [pelayan dewi al-Uzza], saudara perempuan Waraqa [yang Hanif], yang berada di Ka’abah. Saat melihat wajah Abdullah, ia berkata, ‘Kau hendak kemana Abdullah? Kulihat banyak unta dikorbankan untukmu, tidurlah denganku.’”
WOHOOOWWW ... enak banget nih papa-nya Muhammad. Setelah selamat ga jadi korban, ia dapat bonus ditawarkan tidur pula dgn pelayan dewi al-Uzza! :partyman:

Sang opa yg kini raja Mekah, juru kunci Ka’abah dan pemilik bisnis The Ka'aba inc, kini membawa putranya ke orang terkaya dan terkuat dari klan Bani Zurah dan mengatur pernikahan antara Abdullah dan putri kepala klan, Aminah. Nenek Aminah adalah Abd al-Uzza, sehingga menurut Ishaq, sempurna secara ‘garis keturunan dan status.’ (Selain juga, Abdullah dan Aminah saudara sepupu dari garis keturunan ayah!---ali5196)

Amat mengherankan memang mengapa Bukhari, Tabari dan Ishaq mencatat kisah2 mesum ini. Muhammad dan pendahulunya memuliakan batu. Namun, ia memilih untuk mengabaikan masa lalunya yg memalukan ini dengan mengalihkan perhatian pada merevisi sejarah Yahudi agar pengorbanan di belakang kuil Ka’abah terlihat monoteistik. Ia bilang, bapak kaum Ibrani, Abraham sendiri hampir mengorbankan Ishmael di rumah Allah. Jadi kita (Muslim dan Yahudi)
sama kok! Gile! Muhammad lupa bahwa Yahudi sendiri tidak menganggap Abraham dan keturunannya sbg insanul karim dan rahmatul alamin yang setiap kelakuannya harus di-copas dari jaman ke jaman.

OKAY kita lanjut! :prayer:

Tarik nafas panjang dulu. Hadis berikut dimulai dengan kalimat panjang. Tabari VI:6 “Dikatakan bahwa ia (Abdullah) bermalam sbg suami istri dengan Aminah segera setelah menikah, dan Aminah mengandung Muhammad; lantas Abdullah pergi dari hadapan Aminah dan mendatangi perempuan yg telah menawarkan diri padanya, dan berkata, ‘Mengapa kau tidak memberikan penawaran hari ini sebagaimana kemarin?” Dan ia menjawab, “Cahaya yg ada padamu kemarin telah hilang, dan aku tak memerlukanmu hari ini.”

WOOOWWW .. ayahnya Muhammad tertarik berzinah!

Ingat, Hadis ini ditulis di Bagdad berabad2 setelah kematian Muhammad. Di saat itu, para ulama Islam yang menuliskannya punya agenda yg telah dirancang dengan baik. Secara khusus, mereka harus membuat tokoh mereka sebagus tokoh umat Kristiani (atau tokoh umat penganut kepercayaan Zoroastrian, penduduk asli Persia) atau mereka akan tersingkir. Injil menyatakan bahwa Kristus adalah Terang Dunia, jadi umat Islam membuat Hadis ini agar nabi mereka terlihat sama-sama membawa terang. Dengarlah baris dari Tabari berikut ini, “Ia (Umm Qattal--adiknya Waraqa yg menawarkan diri tidur dengan Abdullah, papanya Muhammad) telah mendengar hal ini dari saudara laki-lakinya, Waraqa bin Nawfal, orang Kristen (tadinya Hanif) yg telah mempelajari kitab suci; Ia (Waraqa) menemukan bahwa seorang nabi dari keturunan Ismael dikirim ke masyarakat ini; ini adalah salah satu hasil kajian Waraqa.”

Omong kosong. Kitab Ibrani tak mengatakan apapun ttg keturunan Ismael, kecuali bahwa mereka berlaku seperti keledai liar, yang tangannya akan menentang semua saudara-saudaranya dan bahwa mereka akan hidup dalam permusuhan dengan seluruh dunia. Nubuatan memang, tapi sama sekali bukan ttg seorang nabi.

Mengapa ulama Islam memilih untuk menipu kita? Karena mereka HARUS melakukannya. Tentu saja, dalam komunitas sesama umat Islam tipuan mereka bisa berhasil. Kebohongan yg dibuat nabi mereka agak mirip, tapi lemah/cacat. Dan orang-orang Arab terlalu ****. Mereka buta huruf, dan bahkan segelintir orang yg bisa membaca, tak dapat membaca Perjanjian Lama. Tak ada jejak sejarah adanya Perjanjian Lama dalam bahasa Arab sebelum Saadias Gaon, tahun 900M, satu dekade setelah khayalan ini dibuat. Perjanjian Baru dalam bahasa Arab diterbitkan oleh Erpenius tahun 1616 dari sebuah transkripsi gulungan Koptik, th. 1171.

Diwilayah2 yg dikuasai para panglima perang Islam, dari abad ke-7 hingga ke-10, kebenaran Quran tidak relevan. Islam tumbuh dengan pedang melalui
penaklukan, bukan lewat kata-kata atau otak/akal. Siapapun yg mengambil keuntungan dari tipu muslihat ini tahu bahwa saat kebohongan mereka akan di-ekspose; kemenangan telah diraih Muslim dan mereka bisa melanjutkan tipu daya mereka.

Pertimbangkan hal ini: Tabari VI:7 “Ketika Abdul Muttalib hendak membawa Abdullah u/ menikahi Aminah, mereka melewati seorang peramal perempuan bernama Fatimah, seorang pemeluk Yudaisme dari kaum Tabalah, yg telah membaca kitab suci dan melihat cahaya di wajah Abdullah. ‘Anak muda,’ katanya, ‘maukah kau tidur denganku sekarang, dan aku akan memberimu seratus ekor unta?” :tonqe: :tonqe: :rolleyes: =D> [-X

Abdullah, dapat penawaran tidur, setelah dengan Umm Qattal (pemuja berhala) lalu dgn Fatimah (Yahudi yg monoteis)? :prayer:

Pengabsahan nabi Islam dari seorang Kristen gadungan (Waraqa) tidak cukup. Sekarang, seorang peramal Yahudi diminta memverifikasi cahaya tsb. Tapi mengapa seorang Yahudi bereaksi demikian? Kitab suci Yahudi-Kristen tak mengatakan apapun – NOL, nihil, bohong besar – ttg ayah seorang nabi yang punya cahaya di wajahnya. Terlebih, Yudaisme dan peramal sangat berbeda jauh. Penganut agama Yahudi berbakti pada Yahweh; peramal berbakti pada Iblis.

Pengakuan jenis ketiga berikut memperlihatkan keputusasaan memperbaiki kredibilitas Abdullah yang rendah. “Ayahnya membawanya u/ menikahi Aminah dan mereka tinggal bersama selama tiga hari. Kemudian ia (Abdullah) meninggalkannya (Aminah) dan sewaktu berpapasan dengan seorang perempuan Kahth’am, ia merasakan keinginan u/ menerima tawaran yang pernah diajukan perempuan tsb. Ia berkata, ‘Maukah kau memperoleh apa yg kau inginkan?’ ‘Anak muda,’ katanya, ‘Demi Tuhan aku bukanlah perempuan bermoral rendah. Aku melihat cahaya di wajahmu dan menginginkannya dalam diriku. Tapi Allah berkehendak menempatkannya di tempat lain.” Pemuja Iblis menginginkan anak Iblis. :prayer: :snakeman:

Kemudian si peramal, hamba Allah/Iblis ini, “mengutip ayat berikut: ‘Aku melihat suatu tanda yg bersinar di awan hitam. Aku memahami tanda itu sbg cahaya yang bersinar seperti bulan purnama. Aku berharap memilikinya sebagai sumber kebanggaan yg kan kubawa bersamaku....Demi Allah, tak ada perempuan lain yg telah merampas milikmu seperti Aminah…Tidak semua keberuntungan yg diwarisi pemuda datang dari ketetapan hati, juga tidak semua yang lepas dari dirinya dikarenakan kelalaian. Jadi, jika kau menginginkan sesuatu, kendalikanlah diri karena dua kakek disatukan untuk memastikan itu untukmu. Dengan tangan terkepal atau terulur ini akan dijamin untukmu. Ketika Aminah mengandung benih darinya, ia mengandung suatu kemuliaan yg tak tertandingi’”

Pasal ini dibuat berbelit-belit dengan kata-kata isyarat tipuan Muhammad, sampai pastilah sang pencatat tertawa terbahak2 saat pena-nya menyentuh kertas perkamen. Ia jelas semakin bingung hingga kronologinya dicampur aduk.
Sebuah cerita sederhana yg sekali lagi memperlihatkan kebohongan Islam.

Abdullah tak sampai menyaksikan kelahiran anaknya. Ayah sang nabi meninggal dalam perjalanan dagang ke Yathrib. 52 tahun kemudian, puteranya melakukan
perjalanan dagang yg sama dan menjadi seorang pengeruk untung.

Ψ † с ბ


--bersambung--
Last edited by anne on Tue Oct 11, 2011 6:54 am, edited 1 time in total.
anne
 
Posts: 502
Joined: Wed Sep 21, 2011 9:52 pm

Postby ali5196 » Tue Oct 04, 2011 2:42 am

Terims neng anne ... mau ngebut yah terjemahannya? Tolong dicek juga yah neng, isi artikelnya jangan sampai berisi pengulangan hal2 yg sudah dibahas di FFI. Kalau udah sering dibahas, spt Ismael, masa pra islam yg pagan, tinggalin ajah.

tnx banget loh!! :prayer:
ali5196
 
Posts: 17309
Images: 135
Joined: Wed Sep 14, 2005 5:15 pm

Re: 'Prophet of Doom' by Craig Winn (BELUM SELESAI)

Postby anne » Tue Oct 04, 2011 6:50 am

Baik, Om Ali.
Trims kembali. Tegur saja kalau ada yg salah/kurang, biar saya belajar.
anne
 
Posts: 502
Joined: Wed Sep 21, 2011 9:52 pm

Re: 'Prophet of Doom' by Craig Winn (BELUM SELESAI)

Postby kalangkilang » Tue Oct 04, 2011 6:16 pm

thanks anne atas terjemahan anda..
tetap semangat yah,,
jangan lupa minum dulu....... :drinkers:
sekalian ijin kutip untuk disebarluaskan...
User avatar
kalangkilang
 
Posts: 2696
Joined: Sun Sep 26, 2010 12:52 am
Location: lagi menulis dibuku

Re: 'Prophet of Doom' by Craig Winn (BELUM SELESAI)

Postby anne » Tue Oct 04, 2011 9:14 pm

thanks anne atas terjemahan anda..
tetap semangat yah,,


sama2 bro kk. Tapi terjemahannya mo brenti sebentar, soalnya saya mau menikmati buku terjemahan baru yg menarik, Mark Gabriel.

jangan lupa minum dulu....... :drinkers:
sekalian ijin kutip untuk disebarluaskan...


Silahkan, setelah di-edit Om Ali, lho. Saya sendiri lebih jelas bacanya setelah di-edit.
anne
 
Posts: 502
Joined: Wed Sep 21, 2011 9:52 pm

Re: 'Prophet of Doom' by Craig Winn (BELUM SELESAI)

Postby wongjowo » Wed Oct 05, 2011 11:48 am

numpang beken :finga:
User avatar
wongjowo
 
Posts: 1480
Joined: Sun Sep 06, 2009 7:43 am
Location: Apa Liat-Liat ?!?

Re: 'Prophet of Doom' by Craig Winn (BELUM SELESAI)

Postby kimi07 » Thu Oct 06, 2011 12:41 pm

mantab Anne
2 Jempol deh,
member baru, langsung tancep gas

keep the fire


regards
User avatar
kimi07
 
Posts: 2287
Joined: Fri Dec 07, 2007 7:59 pm
Location: in the Father's Heart

Re: 'Prophet of Doom' by Craig Winn (BELUM SELESAI)

Postby anne » Sat Oct 08, 2011 10:34 pm

sambungan:

Dalam usaha menjadikan Muhammad tampak seperti ‘Messiah,’ sang penyelamat, gambaran kelahirannya dibuat spektakuler. Ada kembang api (batu api), pengunjung agung (Abrahah), malaikat dan berbagai peristiwa ajaib. Semuanya dijiplaq dari Injil. Ishaq:69 “Dikatakan dalam kisah-kisah populer (dan Allah Maha Tahu) bahwa Aminah--ibu Rasulullah---saat hamil berkata, ‘Sebuah suara berkata padaku, “Kau mengandung Bapak Bangsa dari orang-orang ini. Bila ia lahir katakanlah, 'Aku menyerahkannya ke dalam asuhan Yang Tunggal dari kejahatan orang-orang yang iri; dan berilah ia nama Muhammad.' Ia melihat sebuah cahaya keluar dari dirinya dan ia bisa melihat istana-istana di Syria.”

TAPI faktanya sebenarnya tidak sehebat ini. Para ulama Islam hanya tahu sedikit ttg kelahiran Muhammad, terlebih masa kecilnya. Hanya untuk mencocokkan Muhammad dengan profil Qusayy--nenek moyangnya--yg merebut Ka’abah di usia 40, maka sejarawan Islam mengklaim Muhammad lahir tahun 570 A.D. – tepat 40 tahun sebelum ‘wahyu’ pertama.’ Anehnya, mereka juga mengklaim ia lahir di 'tahun gajah,' yang baru2 ini orang tahu ternyata adalah tahun 552 A.D. Hilangnya masa 18 tahun ini membuat semua kesaksian lisan Islam patut dipertanyakan.

TAPI ini benar: lahir tanpa ayah, ibu Muhammad-pun menelantarkannya, menyerahkannya untuk disusui seorang perempuan Badui. Tapi karena tak punya ayah dan ibunya begitu miskin, tak ada ibu susu yang menginginkannya karena bayarannya tak memadai. Membesarkan anak orang lain di gurun yg tak bersahabat, dilakukan demi uang semata, bukan karena cinta. Diceritakan, salah seorang ibu susu yg paling tak berkualifikasi, setelah gagal memperoleh anak asuh dari keluarga berada, dengan enggan mengambil satu-satunya yg tersisa, sang nabi masa depan dan membawanya ke gurun. Ishaq:70 “Halimah berangkat dengan bayinya, bersama para perempuan lain yang mencari anak susu untuk diasuh. Ia sangat miskin dan tak dapat tidur karena tangisan anaknya yg lapar. Ia tidak punya susu untuk diberikan.” Dari pernyataan ini saja nampak bahwa sebenarnya Halimah tak layak untuk menyusui bayi lain lagi.

Ishaq:71 “Ketika Halimah mencapai Mekah, ia mulai mencari anak asuh: Rasulullah ditawarkan pada kami semua, dan semua menolaknya saat dikatakan bahwa ia yatim, karena kami berharap mendapat bayaran dari ayah sang bayi. Kami berkata, ‘Anak yatim!’ Dan kami menolaknya. Semua perempuan yang datang bersamaku telah mendapat anak u/disusui kecuali aku. Dan saat kami hendak pulang, aku berkata, ‘Aku tidak nyaman pulang bersama teman-temanku tanpa anak susu. Aku putuskan mengambil anak yatim itu.’ Aku mengambilnya semata-mata karena tidak ada pilihan lain.”

Aneh betul! Kalau memang benar wanita2 Mekah tidak sabar menawarkan diri pada ayah Muhammad karena begitu menginginkan anak darinya, mengapa tidak seorangpun ingin mengasuh anak yg membawa 'cahaya' itu? Benar-benar tak masuk akal.

Apa yang terjadi pada si bayi yang dibawa bersama tiupan pasir dan panas gurun, menjadi tanda tanya. Yang kita ketahui hanyalah bahwa sang bayi ditelantarkan ibunya dan diberikan pada perempuan yang tak cukup sehat untuk merawatnya. Satu-satunya kesaksian yang tercantum di Qur’an –- sebuah tema yg sudah sering diulang-ulang yg menyiratkan bahwa ia kemungkinan telah mengalami kekerasan fisik. Wahyu Allah jelas menyebut tentang seorang anak yg memiliki kerabat kaya yang ditelantarkan, diperlakukan buruk dan tersingkir dari bisnis keluarga – The Ka’aba Inc. Tema yg sudah terserap dalam buku Allah ini, memaksa kaum cendekia Islam memberi bumbu kenabian.

Ibn Ishaq menceritakan bahwa di usia dua tahun, Halima membawa Muhammad kembali ke ibunya, Aminah. Ishaq:72 “Tetapi ia (Aminah) mengirimnya balik. Beberapa bulan sepulangnya ke gurun pasir, dua pria berjubah putih menangkap anak itu, memaksanya berbaring dan membuka perutnya dan mengocoknya.” Dikatakan, wajah Muhammad 'pucat pasi.' “Halimah berkata, ‘Aku khawatir anak ini mengalami serangan jantung, jadi aku ingin mengembalikannya sebelum terjadi sesuatu.’ Ia membawanya kembali pada Aminah dan berkata, ‘Aku takut ia jatuh sakit, jadi kupulangkan kembali padamu.’ Ia (Aminah) bertanya apa yang terjadi. Aku berkata, ‘ Aku khawatir Iblis telah merasukinya.’” Dia benar.

Muhammad memastikan kejadian ‘spiritual’ tsb. Ishaq:72 “Mereka menangkapku dan membuka perutku, mengambil dan membuka jantungku. Mereka mengeluarkan dan membuang darah kotor dari dalamnya. Mereka mencuci jantung dan perutku dengan salju hingga bersih.”
Muslim: B1N311 “Jibril datang pada Muhammad sewaktu ia sedang bermain dengan teman-temannya. Ia membaringkannya di tanah, membuka dadanya serta mengambil jantungnya. Lalu ia mengeluarkan gumpalan darah seraya berkata: ‘Itu adalah bagian Iblis yang ada di dirimu.’ Kemudian ia mencucinya dengan air Zamzan dalam baskom emas, menyatukan dan mengembalikannya ke tempat semula. Anak-anak berlarian ke ibunya dan berseru: ‘Muhammad dibunuh.’ Mereka bergegas ke arahnya. Aku sendiri menyaksikan bekas tanda jarum di dadanya.”
Jika ini terjadi, pastilah perbuatan Iblis, bukan Jibril, yang meletakkan rohnya dalam diri Muhammad.

Pengambilan dan pencucian organ tubuh merupakan bagian ritual okultisme thp Iblis, ritual yang menjadi tradisi ayah dan kakek Muhammad. Dan ironisnya, kalau mukjizat ini memang terjadi, ini akan bertentangan dengan Qur’an yg menyatakan bahwa 'satu-satunya mukjizat yg berhubungan dengan Muhammad adalah Qur’an itu sendiri.' Qur’an 21:5 adalah bantahan Muhammad thp kritik bahwa ia bukan nabi seperti nabi2 dalam agama Yahudi-Kristen yg jago melakukan mukjizat. Kenapa ia tidak membungkam pengritiknya dengan memberitahukan mereka akan 'mukjizat' di masa kecilnya itu atau meminta pada tuhannya untuk melakukan sesuatu?

Kesampingkan dulu masalah pembedahan abad ke-6, kaum cendekia Islam berkata bahwa sebelum tahun itu berlalu, Aminah meninggal dunia. Kemudian seorang gadis budak mengasuh Muhammad kecil ini sejenak sebelum kakeknya akhirnya menaruh perhatian. Walau berpotensi menimbulkan salah pengertian, kitab Islam menggambarkan kasih sayang Abdul Muttalib: Ishaq:73 “Ia akan mendudukkannya disampingnya di tempat tidur dan membelainya dengan tangannya. Ia sangat menyukainya dan terbiasa menimangnya.” “He would make him sit beside him on his bed and would stroke him with his hand. He was extremely fond of him and used to constantly pet him.”

Ini pernyataan langsung dari Iblis, Ishaq:79 “Ada seorang tukang ramal yang datang ke Mekah untuk melihat Muhammad. Ia (perempuan) berkata, ‘Bawalah padaku anak itu, karena demi Allah, kulihat ia memiliki masa depan hebat.’” Selanjutnya, terjadi bencana lagi: Tabari VI:44 “Abdul Muttalib meninggal delapan tahun setelah Tahun Gajah. Ia percayakan pengasuhan Utusan masa depan kepada Abu Talib, pamannya, karena Abu Talib dan Abdullah saudara se-ibu.” Muhammad memiliki masa kecil yang sulit. Bisa dimengerti mengapa ia merasa sangat tidak aman atau mengapa ia berubah menjadi jahat.

Segala sesuatu yang berkaitan dengan Muhammad tidak menunjukkan ia seorang nabi. Kelahirannya tidak dinubuatkan. Situasi lingkungan dimana ia dibesarkan buruk. Ia tak dapat melakukan mukjizat. Tak pernah bernubuat yang kemudian terbukti. Kitab sucinya tak kepalang tanggung – tak ada konteks dan kronologi. Hanya berfokus pada kebencian, kekerasan dan penghukuman. Agama ‘baru’nya hanyalah paganisme yang dikemas ulang, dicampur sejumlah besar plagiarisme dan cerita Alkitab yang diputarbalikkan. Memang kreatifitas sih, tapi tragis. PERANG dianggap sebagai kewajiban agama yang terpenting. Penjarahan, pernikahan dengan anak-anak, pencurian, berbohong, pembunuhan, genosida, dan perkosaan adalah beberapa diantara inovasi Islam. Surga menjadi tempat pesta birahi. Penggambaran neraka lebih menunjukkan kita mengenai diri Muhammad sendiri, daripada mengenai suatu tempat. Kehidupannya lebih merupakan contoh apa yang seharusnya tidak dilakukan, daripada contoh bagaimana harus berkelakuan. Belum lagi tuhannya yang bersosok penipu, pemarah dan sakit jiwa.

Menurut Qur’an, penduduk Mekah tahu bahwa sang nabi penuh dgn hal-hal spt itu. Mereka seringkali memperolokkannya -- ada banyak celaan orang dan jawaban sang nabi yg dikutip dlm kitab suci Islam. Tetapi, penduduk Mekah akhirnya ditaklukkan dan mengkritik sang nabi jadi permainan yang mematikan. Di kemudian hari, umat Islam juga dihadapkan pada kenyataan bahwa nabi mereka tidak memenuhi syarat saat mereka mengusungnya ke dunia beradab. Kaum terdidik tak dapat menemukan sifat kenabiannya, berdasarkan alasan2 yg telah kita kemukakan.

Hal-hal tsb menempatkan para panglima perang Islam di posisi yg sulit. Mereka telah menyerang semua pihak, dari India hingga ke Spanyol. Sekarang mereka perlu mengontrol wilayah taklukannya. Dan mereka mengakui, tak ada cara yang lebih baik untuk menundukkan suatu kelompok masyarakat selain dengan pemaksaan agama. Lantas, sekitar 150 tahun setelah kematian sang nabi, orang-orang Persia (yg dijajah Islam) meluncurkan versi pertama ‘agama’ Islam. Kenyataan yg dihadapi sesuram kegagalan di Mekah. Kesimpulan mereka, “Orang ini bukan nabi dan benda ini bukan kitab suci.” Contohnya, Al Kindi, seorang polemicist (ahli debat tertulis) Kristiani, yg dipekerjakan pada mahkamah Kalif, 830 A.D. menulis:

“Akibat yg timbul dalam proses penyusunan Qur’an, yi, menjadi sangat jelas bagi mereka yg membaca tulisan-tulisan suci tsb, bahwa sejarah Islam campur baur dan tumpang tindih. Terbukti bahwa banyak tangan yg terlibat di dalamnya dan menyebabkan ketidaksesuaian, semaunya menambah atau memotong apa yg disukai atau tidak disukai. Sepertinya, lebih baik kalau wahyu baru diturunkan langsung dari langit.”


Lantas, kaum cendekia Islam menarik diri kembali ke meja kerja mereka, kali ini di negara jajahan berikutnya, di Irak/Baghdad. Selama seratus tahun tahun berikutnya, mereka memoles jagoan mereka dan bukunya, meluncurkan Islam baru yg sudah diperbaiki. Kali ini mereka menambahkan beberapa mukjizat dan tokoh Kristen dan Yahudi yg siap bersaksi atas nama sang nabi.

Mari dengarkan, tapi dengan telinga yg bijak, untuk melihat seberapa baik kaum cendekia memoles sang nabi Islam. Di bawah judul, “Rasulullah Diakui oleh Rahib Bahira.” Tabari mengusung Hadis sejenis dengan Ishaq. Tabari VI:44/Ishaq:79

“Suatu ketika Abu Talib hendak mengadakan perjalanan dagang ke Syria bersama sekelompok orang Quraysh, tapi ketika mereka telah membuat persiapan dan hendak berangkat, sang Rasul, demikian menurut mereka, tak tahan bila berpisah dengan pamannya.”

“Talib jatuh kasihan padanya, ‘Demi Allah, dia akan kubawa serta dan kami takkan terpisahkan ...’ Kafilah berhenti di Busra [Bostra?] di Syria, dimana berdiam seorang rahib Kristen bernama Bahira di sebuah ruang sempit (biara?). Selalu ada seorang rahib di ruang sempit itu dan pengetahuan mereka diteruskan, diperkirakan, lewat sebuah buku yang disampaikan dari generasi ke generasi.”
Tak ada catatan sejarah mengenai rahib ini; ruang sempitnya, atau bukunya, selain yg dinyatakan Hadis ini. Tapi ini masalah kecil dibanding yg terjadi selanjutnya.

Tabari VI:44/Ishaq:79 “Bahira menyiapkan makanan untuk mereka karena sewaktu ia berada di ruangnya ia menyaksikan sang Rasul diteduhi oleh awan yg menandai dia diantara orang lain. Ketika mereka berhenti di bawah naungan pohon, ia melihat awan berada di atas pohon yg dahannya merunduk di atas Muhammad shg ia diteduhi. Bahira keluar dari ruangnya dan mengirim pesan pada kafilah, mengundang mereka semua. Ketika melihat sang Rasul, ia mengamatinya dengan cermat, mencatat ciri-ciri orang yg gambarannya ada dalam kitab Kristen.”

:stun:

LUAR BIASA! Nabi-nabi Yahudi-Kristen tidak pernah dijelaskan secara fisik dalam ‘buku’ apapun. Tapi untuk mendapatkan suatu pengesahan dari seorang rahib terpelajar, pihak Islam telah menciptakan seorang tokoh rahib, kisahnya, dan bukunya.

“Setelah orang2 selesai makan dan berpencar, ia (Bahira) bertanya pada sang Rasul ttg hal-hal tertentu yang terjadi padanya baik dalam keadaan sadar maupun tidur. Muhammad mengatakan hal-hal tsb padanya, dan ia (Bahira) menemukan bahwa hal-hal ini sesuai dengan penjelasan yg ada di bukunya. Akhirnya ia (Bahira) melihat punggungnya (Muhammad), dan melihat segel kenabian diantara bahunya, di tempat persis yg dikatakan dalam bukunya.”

Duhhh – amit amit! Pertama, Injil sudah jelas. Tidak ada nabi besar yg dinubuatkan setelah sang Mesiah. Kedua, tidak ada serangkaian kriteria saat ‘sadar dan tidur’ bagi datangnya panggilan ilahi, mungkin ini sebabnya Hadis tidak mau repot-repot membuat daftarnya (karena memang tidak ada!). Ketiga, tidak ada ‘segel kenabian’ dalam Alkitab. 'Segel nabi' itu berasal dari mitologi pagan Arab yang merupakan tanda pengenal para pelaku okultisme yg berbicara pada setan-setan. Lagipula, ‘tanda’ yang dimaksud sebenarnya tidak lebih dari sebuah tahi lalat besar berbulu. (Tabari IX:159) :rolleyes:

Selanjutnya, si rahib ‘Kristen’ bersumpah atas nama berhala Mekah. Tabari VI:45/Ishaq:80 “’Demi Al-Lat dan Al-Uzza,’ kata Bahira. ‘Bawa kembali ia ke negerimu dan waspadalah thp kaum Yahudi, sebab, demi Allah, jika mereka melihatnya dan mengetahui apa yg kuketahui, mereka akan berusaha menyakitinya.’”

Aneh! Kaum Yahudi menghabiskan waktu tahunan, bukan hanya satu-dua jam, dengan sang ‘nabi.’ Pihak Yahudi membiarkan Muhammad pindah ke kota mereka dan menceritakannya kisah-kisah Talmud mereka padanya. Tak satupun ujung kuku 'nabi' disakiti mereka, walaupun akhirnya Muhammad membantai habis klan2 mereka.

Bagian tersulit bila berbohong adalah mengingat apa yang telah kau katakan sebelumnya. Sebagaimana khasnya Islam, ternyata ada versi kedua tentang cerita tompel nabi ini. Ini dia! “Abu Talib berangkat ke Syria disertai sang Rasul dan sejumlah syeikh. Ketika tiba di tempat dimana si rahib berada, mereka turun dan membongkar muatan unta-unta. Si rahib berjalan diantara mereka, mendatangi dan mengambil tangan sang Rasul. Katanya, ‘Inilah Pemimpin Dunia, sang rasul. Orang ini telah dikirim oleh Allah sebagai rahmatul alamin.’”

Ini benar-benar cerita asli Harry Potter! (‘Holy Hogwash, Version Two’). Pertama, 'pemimpin' adalah terminologi politis, bukan relijius. Kedua, kali ini tompelnya nabi ketinggalan! Hanya sebuah pengesahan berlebihan tanpa dasar tompel! Ketiga, bagaimana mungkin Muhammad menjadi ‘rahmat’ seluruh alam/dunia kalau tugas utamanya dan tugas umat Islam adalah pemusnahan beberapa penghuni dunia lainnya, spt Yahudi dan Kristen, hingga tak bersisa lagi?

“Para syeikh Quraysh berkata padanya, ‘Apa yang kau ketahui?’ Ia menjawab, ‘Saat kau muncul di ujung jalan, tak ada satupun pohon atau batu yang tidak bersujud menyembah; dan mereka hanya bersujud pada seorang nabi.’”

Ini dongeng yang pantas diberikan kepada penggemar Harry Potter! Tapi setiap orang dewasa yang berotak tahu bahwa tidak satupun orang Kristen, batu ataupun pepohonan yg bersujud pada calon nabi manapun. Lagipula, bukan nabi yang harus disembah, melainkan Tuhan.

Benda mati yg bersujud pada Muhammad ternyata bukan sekali saja kejadiannya. Tabari VI:63 “Sebelum Jibril muncul di hadapan Muhammad dan menganugerahkan misi sbg Rasulullah, dikatakan bahwa ia sering melihat tanda-tanda dan bukti yang menunjukkan bahwa Allah hendak memuliakan dirinya. Dua malaikat mendatanginya, membuka dadanya, dan membuang kebencian dan kenajisan di dalamnya. Dikatakan, bahwa kapan saja ia melintas sebuah pohon atau batu, mereka akan memberi salam padanya.”

Tak mau kalah, dalam sebuah Hadis dari serangkaian perawi – atau isnad – termasuk di dalamnya tiga Muhammad, dua Ali, dua Abdullah dan seorang Abd Ar-Rahman, kita baca: “Kapan saja Muhammad keluar menunaikan urusannya [menjawab panggilan alam] ia akan pergi ke tempat yg jauh, jauh dari rumah-rumah, ke jurang dan dasar wadi (sungai kering). Dan setiap batu dan pohon yang dilintasinya akan berkata 'salalahu alaihi wassalam, wahai rasulullah.’”

Bahkan saat ini, orang Islam tidak lebih pintar dari batu-batu tsb, perlu menambahkan kata-kata ‘saw' dibelakang nama Muhammad, yang menurut Muslim diartikan sbg 'semoga rahmat Allah besertamu.' Padahal arti sebenarnya adalah: Allah bershalawat bagimu, muhammad (Allah berdoa bagimu, muhammad!). Allah berdoa? Kepada siapa Allah berdoa? Gile juga! (ali5196) allah-bershawallat-shalawat-t38759/

Kembali ke cerita rahib: Tabari VI:46 “Aku juga mengenalinya lewat segel kenabian yang berada di bawah tulang rawan bahunya dan seperti buah apel.” Hmm….lezatnya. Apel adalah simbol godaan. Pas, sempurna untuk Islam.

Belum puas menjelekkan kaum Yahudi, si rahib dalam cerita ini juga dikatakan mencemarkan nama Kristen Byzantium: “Bahira berdiri diantara mereka, memohon agar tidak membawa sang Rasul ke wilayah Byzantium, karena jika mereka melihatnya, mereka akan mengenali tanda-tanda yg ada padanya dan akan membunuhnya.”

Muhammad melarang orang Islam menggambar fisiknya. Jika memang fisiknya merupakan bukti/identitas kenabiannya, mengapa tompelnya tidak boleh ditunjukkan kepada dunia?

Patricia Crone, ilmuwan dan arkeolog ttg Islam berkata;
Ada 15 cerita berbeda-beda tentang Muhammad yang diberkati oleh rahib non-Islam yg mengenalinya sbg nabi masa depan. Ada yg bercerita ttg masa bayinya, ada yg tentang saat ia berusia 9 tahun; ada yg tentang ia berusia 25 tahun. Satu tradisi menyatakan ia dikenali oleh pemeluk Kristen Ethiopia, beberapa bilang oleh rahib Syria, beberapa lagi mengklaim oleh Yahudi Yathrib, satu bilang oleh seorang Hanif lokal, sementara lainnya bilang oleh seorang dukun sihir. Bahkan beberapa bilang pengakuan tsb berasal dari perut seekor hewan mati. Jadi, yg kita miliki tak lebih dari 15 versi fiksi serupa dari suatu peristiwa yg tak pernah terjadi.”


Para cerdik cendekia Islam yg sama sekalli tak dapat mengingat apa yg dikatakan nabi mereka pada mereka di Mekah, herannya dapat menyusun suatu percakapan antara pihak-pihak yg beroposisi di Syria. Mari dengarkan, dan cobalah renungkan mengapa Hadist berikut berisi sebuah dialog: “Sang rahib berbalik dan tiba-tiba melihat 7 orang datang dari wilayah Byzantium. Ia menyambut mereka dan berkata, ‘Apa yang membawa kalian kemari?’ Mereka menjawab, ‘Kami datang karena nabi ini muncul di bulan ini. Orang-orang telah dikirim kemana-mana, dan kami adalah orang-orang yg terpilih dan dikirim ke tempatmu.’”

Tak pernah ada nubuatan dlm buku Kristen manapun ttg seorang nabi Arab. Tapi, kita dituntut agar percaya seolah-olah umat Kristen tidak hanya tahu persis kapan, tapi tepatnya dimana mereka akan menemukan orang yg tidak pernah dinubuatkan spt itu. Ini suatu usaha mati-matian yang menyedihkan. Kalau Islam merasa perlu merancang kebohongan yg tak masuk akal spt itu agar Muhammad kelihatan spt nabi, sudah tentu ia bukan nabi!

Namun mereka terus bersandar pada dasar yg rapuh ini: Tabari VI:64. “Zayd bin Amr [penyair Hanif yang kata-katanya dipinjam Muhammad bagi surah-surah awal Qur’an) berkata, ‘Aku mengharapkan seorang nabi dari keturunan Ismael, khususnya dari keturunan Abd al-Muttalib.”

Pada kenyataannya, dokumen tertulis pertama tentang prediksi ini ditanggali sbg 300 tahun setelah kelahiran Muhammad. Sebagai perbandingan, nubuatan terakhir mengenai kedatangan sang Mesiah, yg berusaha disaingi Islam, dituliskan 400 tahun sebelum kelahiran Kristus. Dan tidak seperti Islam, umat Kristiani memiliki jejak sejarah tertulis. Septuaginta, terjemahan Yunani dari Alkitab Ibrani yg disusun di Alexandria 275SM masih ada hingga kini.

Image
http://en.wikipedia.org/wiki/Septuagint

Kita lanjutkan Hadis tentang Zayd, orang yg menolak Islam dan Muhammad: “Aku akan memberitahumu gambaran ttg dia (Muhammad) sehingga ia dapat kau kenali. Ia tidak pendek ataupun tinggi, rambutnya tidak lebat ataupun jarang, matanya selalu merah dan ia memiliki segel kenabian diantara kedua bahunya. Namanya Ahmad [variasi dari Muhammad], dan kota ini [Mekah] adalah tempat kelahirannya dimana ia akan memulai misinya. Kemudian kaumnya akan mengusirnya dan membenci pesan-pesan yg ia bawa, dan ia akan pindah ke Yathrib dan meraih kemenangan.”

Para cendekiawan Islam yg menempatkan kata-kata tsb di mulut Zayd, 300 tahun setelah kematiannya, melanjutkan hadis fiktif mereka: “Aku (Zayd) telah berkelana mencari agama Abraham. [Satu-satunya sumber yg menyebutkan Abraham pra-Islam adalah Injil. Terlepas dari Taurat, tak ada yg tahu ttg dia – bahkan namanya. Dan Taurat sudah jelas: Abraham tidak memiliki agama; ia memiliki suatu hubungan.] [color=#800080]Setiap orang yang kutanya, baik itu Yahudi, Kristen atau Magian, mengatakan, ‘Agama ini berada di tempat asalmu,’ dan mereka menggambarkan dia sebagaimana telah kugambarkan padamu. Mereka berkata tak ada nabi lain lagi selain dia. Amir berkata, ‘Ketika aku memeluk Islam, kukatakan pada Rasulullah apa yang Zaid katakan, dan aku menyampaikan salamnya. Ia (Muhammad) berkata, ‘Aku melihatnya di surga mengenakan jubah yg indah.’”

Walau karya Zayd mengisi sebagian besar surah-surah awal Qur’an, ia menolak Muhammad, dengan demikian juga menolak Islam. Berdasar pengakuannya sendiri, ia tak mungkin berada di surga Islam.

Berbagai usaha ‘pengesahan’ ini sangat tak masuk akal sehingga memunculkan pertanyaan: apa yang dipikirkan penganut Islam berpendidikan sewaktu mereka membaca omong kosong spt itu?

Ishaq:90 “Rabbi2 Yahudi, rahib2 Kristen, dan peramal2 Arab telah berbicara ttg Utusan Allah sebelum misinya, saat waktunya sudah dekat. Para rabbi dan rahib menemukan gambaran mengenainya di kitab2 mereka. Para okultis Arab telah dikunjungi oleh setan-setan dari para jin yg melaporkan bahwa mereka secara diam-diam sempat mendengar sebelum diusir dengan dilempari bintang-bintang.” Ishaq:91 “Sang Nabi menjelaskan ttg bintang jatuh. ‘Allah mengusir setan-setan dengan melempari mereka dengan bintang-bintang ini. Setan-setan mencoba mencuri informasi, menguping, mencampur apa yg mereka dengar dengan dugaan dan intelijen palsu. Mereka menyampaikannya pada para peramal.” Setiap kata dalam hadis ini adalah tuduhan palsu!

Ishaq:92 “Umar bin al-Khattab [calon kalif] sedang duduk dengan yang lain di mesjid Rasul ketika seorang Badui datang mencarinya. Umar berkata, ‘Orang ini adalah peramal dari masa Jahilliyah.’” Penyembah Iblis yang beralih profesi jadi pengacara Allah, berkata, “Selama masa Jahilliyah, kami biasa melakukan hal-hal yg lebih buruk dari kalian. Kami menyembah berhala dan memuja patung2 berukir sampai Allah mengaruniakan Islam pada kami.”

Kalau sampai seorang penganut okultis menyatakan kehebatan Islam, kita tahu bahwa kita sdg berurusan dengan suatu agama yg busuk. “Kami biasa melakukan hal-hal yang lebih buruk dari kalian.” Mengisyaratkan bahwa kelakuan Muhammad di Yathrib – pedofil, incest, perkosaan, perampokan, teror, genosida, dan perdagangan budak – lebih baik dari mengabdi setan.

“’Wahai manusia,’ kata si peramal, ‘Allah telah memberikan kehormatan dan memilih Muhammad, menyucikan jantung dan isi perutnya.’” Kemudian Umar, dihadapan Muhammad, bertanya kepada si peramal ini apa yang telah ia pelajari dari roh-roh jahat: Ishaq:93 “’Katakan padaku,’ kata Umar, ‘perkataan apa yang paling hebat yang roh pembantumu [jin atau setan] sampaikan padamu?’ ‘Ia datang padaku sebulan sebelum Islam dan berkata: “Sudahkah kau mempertimbangkan kaum Jin dan ketiadaan harapan serta kesia-siaan dalam agama mereka [okultisme—sihir, kartu tarot, ilmu hitam, astrologi, séances (perkumpulan spiritual yg berbicara dgn orang yg sdh mati), dsb.]?’” Sang Kalif Islam tertarik pada apa yg dikatakan Iblis? Hmm … kelihatan mereka datang dari roh yang sama, tampaknya.

Tabari VI:66 “Selanjutnya Umar berkata, ‘Demi Allah, aku salah satu penyembah berhala di masa Jahiliyah. Seorang Arab mengorbankan anak sapi dan kami menunggunya dipotong agar mendapat bagian. Aku mendengar suara dari perut anak sapi itu yg terdengar jelas dari suara apapun – ini terjadi setahun sebelum Islam. Perut sapi mati itu berkata, ‘Tidak ada tuhan selain Allah.’”
:finga:

Hadis berikut berikut berasal dari isnad empat Muhammad dan seorang kalif masa depan (Umar). “Kami sedang duduk-duduk di samping patung berhala setelah menyembelih unta-unta, sebulan sebelum Rasul memulai misinya. Tiba-tiba kami mendengar suara dari perut salah satu unta: ‘Dengarlah kabar ajaib ini; ... Kami melempar bintang jatuh bagi seorang nabi di Mekah; Namanya Ahmad. Tempat hijrahnya di Yathrib.’ Kami tertegun kagum; selanjutnya Rasul memulai misinya.”

Inti kisah ini: lain kali, kalau ada Kristen atau Yahudi sialan yang berkata bahwa Muhammad bukan nabi karena tak ada nubuatan ttg dia, bilang saja 'Biarin. Yang penting seekor unta dan sapi mati sudah bersaksi kalau ia pilihan Allah!'

[...]

Ψ † с ბ


Ayo kita lanjutkan! Hadis juga ada yang berjudul “Rasullullah Dilindungi Allah dari Praktek Pagan.” Pernyataan pertama dlm hadis ini datang dari Ali, anak angkat dan menantu Muhammad, bapak kaum Syi'ah, salah satu Kalif yg dibunuh. Ia berkata, “Kudengar Rasullullah berkata, ‘Aku hanya tergoda untuk ambil bagian dalam praktek pagan sebanyak dua kali, dan pada dua kesempatan itu Allah mencegahku. Setelah itu aku tak pernah tergoda akan kebatilan, sampai saat Allah mengangkatku menjadi RasulNya.” Sekali lagi sang nabi berbohong, karena setiap rukun Islam adalah contekan agama pagan/penyembah berhala.

Ayo kita beranjak dari tema 'godaan' kepada dosa paling lazim saat ini: seks di tempat kerja. Muhammad menikahi atasannya. Ishaq:82 “Khadijah adalah seorang pedagang kaya dan dihormati. Seorang pengambil keputusan dan cerdas, memiliki banyak harta. Wanita keturunan terbaik dari kaum Quraysh dan juga terkaya.” Tabari VI:48 “Ia sering mempekerjakan pria-pria dalam bisnisnya dan memberi mereka bagian dari keuntungan, karena kaum Quraysh adalah pedagang. Sewaktu ia mendengar ttg karakter Muhammad yang jujur dan luhur, ia mempekerjakannya dan mengusulkan agar ia pergi ke Syria dan terlibat dalam bisnisnya. Dia akan memberinya pembagian keuntungan yg lebih besar dari yg dia berikan pada pria lain yg berbisnis untuknya….”

Hadis itu kemudian bertele-tele mengisahkan si ibu direktur yg mengirim seorang budak untuk mengawasi kejujuran Muhammad.

“Waktu mereka mencapai Syria ia beristirahat di bawah bayangan sebuah pohon dekat ruang sempit seorang rahib. Sang rahib menghampiri Maysarah [budak Khadijah], dan berkata, ‘Siapa pria yg beristirahat di bawah pohon?’ Maysarah menjawab, ‘Ia orang Quraysh, salah seorang dari wilayah suci Haram.’ ‘Tak seorangpun pernah beristirahat di bawah pohon ini kecuali seorang nabi,’ kata si rahib.’"

Weleeehhh ... Seorang rahib abad ke-6 mana mungkin pernah melihat seorang nabi? Lagipula, tak ada bukti nabi Kristen atau Yahudi pernah menginjakkan kaki di Syria.

Baris berikutnya membuat kita berpikir siapa yang berbohong. Jika hadis ini benar maka pernyataan Qur’an bahwa tak ada keajaiban yg berhubungan dengan Muhammad salah. “Mereka menyatakan bahwa Maysarah melihat dua malaikat melindungi dia dari panas matahari saat ia mengendarai untanya.”

“Setibanya di Mekah, ia menyerahkan dagangan Khadijah, yg dijual Khadijah dua kali lipat….Ia meminta Rasul datang dan, dilaporkan, berkata padanya, ‘Sepupu, hubungan kekerabatanmu denganku, statusmu diantara kaummu….menjadikanmu pasangan yang sesuai bagiku.’ Dia menawarkan diri untuk menikahinya.”

Inilah salah satu ironi terbesar dalam sejarah; Khadijah, wanita paling independen, sukses, dan bebas dijamannya, memainkan peranan penting dalam memastikan bahwa satu milyar perempuan setelah dirinya akan kehilangan hak-hak ini.

Muhammad menikahi uang – seorang wanita yang cukup tua untuk menjadi ibunya. Terlebih lagi, bakal nabi menikahi atasannya. Walau tidak etis, hal ini
tidak dilarang. Juga yang terjadi berikutnya. Tabari VI:49 “Khadijah mengirim pesan pada Muhammad mengundang dia untuk menerimanya …. Khadijah mengundang ayahnya ke rumahnya, menghujaninya dengan anggur hingga mabuk, menyembelih seekor sapi, memberinya minyak wangi dan mengenakan jubah mandi padanya; lalu Khadijah meminta Muhammad dan pamannya datang. Ketika mereka datang, ayah Khadijah menikahkan mereka. Sewaktu ayahnya sadar dari mabuk, ia berkata, ‘Apa arti daging, parfum dan pakaian ini?’ Khadijah menjawab, ‘Kau telah menikahkan aku dengan Muhammad bin Abdullah.’ ‘Aku tidak melakukannya,’ katanya. ‘Mengapa kulakukan itu, padahal pria-pria hebat di Mekah yang meminangmu saja belum kusetujui?’”

Ironis! Pernikahan seorang nabi disahkan orang mabuk. Belum lagi baris terakhir
membuat kita semakin tertegun. Umat Islam telah membuat sejumlah hadist pra-Islam untuk mengangkat derajat Muhammad diantara kaumnya. Namun, menurut ayah Khadijah, ia bukanlah siapa-siapa. Terlebih lagi, ia sama sekali bukan specimen yg layak: Tabari IX:157 “Rasulullah tidak tinggi ataupun pendek. Ia memiliki kepala besar dan cambang dengan mata hitam besar. Telapak tangan dan kakinya kapalan; dia memiliki sendi-sendi yang besar, wajahnya putih dengan semburat kemerahan, bulu dadanya panjang dan saat ia berjalan, ia membungkuk ke depan seolah menuruni lereng.”

Setelah hadis ini, 10 tahun berlalu tanpa sepatah katapun dari Tabari. Walaupun umat Islam mengklaim tahu persis apa yg dikatakan seorang rahib di Syria, sedikitpun tak ada tanda bahwa mereka tahu apa yang terjadi di Mekah. Ishaq punya penjelasan, tapi cuma sebaris: Ishaq:83 “Khadijah adalah ibu dari semua anak-anak Rasul kecuali Ibrahim [yang dilahirkan budak seks Muhammad], yaitu al-Qasim, al-Tayyib dan al-Tahir. Mereka semua meninggal dalam kekafiran.” WADAAWWWW, semua anak laki-laki nabi masuk neraka. :shock:

Bersambung ----
anne
 
Posts: 502
Joined: Wed Sep 21, 2011 9:52 pm

Postby anne » Wed Oct 12, 2011 9:33 pm

SUDAH DIPERIKSA ALI5196------
sambungan
masih dari http://prophetofdoom.net/Prophet_of_Doo ... ness.Islam

Kisah penipuan terbesar segala abad berlanjut: Tabari VI:50“Kami telah menyebutkan laporan yg bertentangan ttg pernikahan Nabi dengan Khadijah. 10 tahun kemudian, kaum Quraysh meruntuhkan Ka’abah dan membangunnya lagi. Menurut Ibn Ishaq, Rasullullah berusia 35 tahun. Alasannya diruntuhkan, karena material bangunan Ka’abah berupa susunan batu-batu lepas kira-kira setinggi pria dewasa dan mereka ingin meninggikan serta memberi atap di atasnya, sebab beberapa orang telah mencuri harta yg berada didalamnya.

Kalau hadis ini benar, Ka’abah ternyata cuma berupa tumpukan batu. Hadis ini menegaskan kondisi ‘Rumah’ Allah yg tak berkualitas/menyedihkan (sehingga Abrahah perlu pasukan gajah u/ menghancurkannya—anne). Hal ini penting. Tak mungkin tumpukan batu-batu lepas tak beratap setinggi enam kaki, mampu bertahan thp derasnya arus banjir bandang selama dua ribu tahun dan badai gurun yg membakar. Bukan hanya tak ada bukti tertulis yg menghubungkan Muhammad, Mekah dan Ka’abah dengan Abraham, bukti fisiknya saja tidak ada. Pusat agama Islam, Rumah Allah, arah sujud seluruh umat Islam sedunia, adalah tumpukan bebatuan untuk dewa-dewa B A T U !

Tabari, yg pernah menulis Hadis bahwa Allah memelihara Ka’abah thp banjir, sekarang berkata: “Ka’abah telah hancur ketika umat Nuh tenggelam dan Allah memerintahkan Abraham dan Ismael agar membangun kembali bangunan aslinya. Mereka melakukannya sebagaimana dinyatakan dlm Q2:127. ‘Saat Abraham dan Ismael membangun kembali Rumah tsb [mereka berkata], ‘Tuhan! Terimalah [ini] dari kami.’”

Dialog Qur’an tsb tak masuk akal. Umat Islam tak punya konsep waktu. Rentang 2600 tahun dan jarak ribuan mil yg memisahkan Abraham dari Ka’abah patut membuat ayat ini cukup meragukan.

Tabari VI:52 “Ka’abah tidak punya juru kunci sejak hancur pada jaman Nuh. Kemudian Allah memerintahkan Abraham untuk menempatkan putranya di Ka’abah dengan harapan menjadi tanda kemuliaan bagi seseorang yg dikemudian hari akan memuliakannya yi, nabi Muhammad.” Allah memuliakan Ismael yg hidup di abad 20 SEBELUM MASEHI dengan pertolongan Muhammad yg hidup di abad 7 SESUDAH MASEHI. “Abraham dan anaknya Ismael adalah juru kunci Ka’abah setelah jaman Nuh. Saat itu Mekah tak berpenghuni….” Hadis Islam tidak menjelaskan bagaimana Abraham bisa pindah dari Kanaan ke Mekah, bagaimana bisa ia jadi juru kunci? Dan jika tempat itu tak berpenghuni sejak 2000 SM hingga 500 Masehi, untuk apa dan siapa Abraham cs menumpuk batu di Mekah? DAN bagaimana bisa Mekah jadi pusat ibadah jika kosong penduduk? Apa maksudnya?

Tabari mengatakan bahwa klan Jurhum menjadi juru kunci Ka'abah. Dengan enteng ia melompati selang waktu 2500 tahun antara saat 'Kabah didirikan Abraham' dengan keberadaan klan Jurhum. Kalau kau ingat kembali, klan Jurhum diusir suku Khuza dari perkemahan mereka di sekitar Mekah sekitar 500 M. Menurut Tradisi mereka bersikap buruk, “menyalahgunakan persembahan di Ka’abah dan menindas orang-orang yg datang ke Mekah. Perilaku mereka menjadi tak terkendali sehingga bila seseorang diantara mereka tidak menemukan tempat berzinah, ia akan pergi ke Ka’abah dan melakukannya disana. Dikatakan bahwa Isaf berzinah dengan Na’ilah di dalam Ka’abah dan mereka diubah menjadi dua patung batu. Selama masa Jahilliyah, setiap orang yg berbuat salah atau bersikap tiran di Mekah, dibunuh saat itu juga.” Lingkungan pagan yg fantastis ini membentuk dasar-dasar Islam.

“Allah mengirim pendarahan hidung dan wabah semut pada kaum Jurhum dan memusnahkan mereka, Khuza mengusir mereka yg selamat …. Pemimpin klan merasa akan dikalahkan, lantas ia membawa keluar dua rusa Ka’abah dan Batu Hitam suci.”

Campuran semaunya sejarah Yahudi dan mitologi Arab berlanjut: Tabari VI:55 “Ka’abah diambil alih klan Khuza’a kecuali tiga fungsi yg berada di tangan klan Mudar. Pertama, ijazah, yi, izin bagi para peziarah untuk meninggalkan Arafat…. Kedua, ifadah, yi, izin bagi para peziarah untuk menyebar ke Mina pagi-pagi di hari kurban.” Dua lagi ritual Islam terkait dengan ibadah haji punya hubungan dengan ritual pagan masa lampau.

Ishaq:88 “Keadaan ini berlangsung hingga Allah mengirim Muhammad, mewahyukan padanya dan memberinya hukum-hukum agama dan tata cara ibadah haji.” Setelah seratus Hadis berusaha keras menghubungkan berbagai ritual Islam dengan leluhur Yahudi, dan seratus lagi menyatakan bahwa ritual-ritual tsb berasal dari praktek pagan Qusayy, ternyata ada satu kalimat yang mengkontradiksi mereka semuanya.

Tapi ada juga kebiasaan pagan pra-Islam yang disingkirkan Muhammad, padahal justru itu yg seharusnya ia pertahankan. “Fungsi ketiga adalah nasi, yi, penundaan atau pembatalan bulan suci karena ada interkalasi.** Ketika Islam datang, bulan-bulan suci kembali ke waktu biasa, dan Allah menyatakannya dengan tegas serta menghapus nasi.” Tidak seperti masyarakat beradab di sekitarnya, masyarakat Arab pra-Islam masih belum beralih dari kalender lunar. Interkalasi diperlukan agar waktu pergantian musim tetap utuh. Muhammad sebaliknya menghilangkan interkalasi, memberi umat Islam hanya 354 hari dalam setahun, sehingga bulan-bulan suci pagan tidak lagi bisa dikembalikan ke waktu lazimnya, Muhammadpun memastikan bahwa bulan-bulan tsb mengambang di sekitar kalender solar. Tindak konyol tsb mengukuhkan warisan dewa bulannya. :rolleyes:

interkalasi** = penambahan hari/bulan dalam satu tahun untuk menyesuaikan kalender dengan musim atau kegiatan solar/matahari
Islam forbids ‘intercalationhttp://irdial.com/blogdial/?p=854

Salah satu legenda Islam yg paling dihormati berasal dari periode ini. Serangkaian Hadis berfokus pada “Pembangunan kembali Ka’abah” dimulai dengan Tabari VI:56 “Kerabat Abd Mahaf [Budak Dewa Matahari] telah mencuri harta Ka’abah. Mereka membawanya ke seorang peramal perempuan Arab yg berkecimpung dalam okultisme, mengucapkan dalam prosa berirama bahwa ia (si pencuri) tidak boleh masuk Mekah selama 10 tahun karena nelanggaran kesucian Ka’abah.” Tradisi Islam ini semakin menguatkan bahwa si peramal adalah pengabdi Iblis; perantara okultisme. Terlebih, ia berkata-kata dalam prosa berirama, sama seperti Qur’an. Dan yang lebih memberatkan, penyembah Iblis dipakai untuk menyatakan kesucian Ka’abah.

Pembangunan kembali Rumah Allah diperlukan karena dindingnya begitu rendah dan terbuka atasnya shg pencuri bisa dengan mudah mencuri dewa-dewa. Lantas, sewaktu penduduk Mekah menemukan: Ishaq:84 “Sebuah kapal milik pedagang Yunani terdampar oleh gelombang keras di Jeddah dan pecah, mereka mengambil kayu-kayu kapal dan mempersiapkannya untuk jadi atap Ka’abah. Ada seorang Kristen Koptik di Mekah, seorang tukang kayu, dan dengan demikian mereka punya baik bahan maupun pengrajin.”
Hal ini mengkonfirmasikan betapa primitifnya Ka’abah dan Mekah itu sendiri. Tak punya sumber kayu, dan tanpa kayu tentu tak ada tukang-tukang. Tanpa kayu dan tukang, bangunan apapun akan ditimpa cuaca yg keras. Mekah di jaman Muhammad adalah kumpulan bermacam-macam pondok lumpur terbuka. Ini penting, karena Islam yg dikatakan 'bangkit' disebabkan penduduk Mekah (musuh Muhammad) 'memamerkan kekayaan mereka,' benar-benar tak masuk akal.

Transisi selanjutnya, melompat-lompat, sama seperti Qur’an. :rolleyes:

“Ada seekor ular yang biasa keluar dari sumur di Ka’abah, tempat dimana barang-barang persembahan u/ nazar dilemparkan. Ular tsb akan berbaring di atas dinding Ka’abah setiap hari u/ berjemur. Hal tsb menakutkan.”
Ada begitu banyak simbol Iblis yg dikaitkan dengan Muhammad dan Allah. Abraham dibawa dari Israel ke Mekah oleh kehadiran tuhan dalam rupa ular. Ular yg sama melingkarkan diri, menunjukkan pada Abraham dimana harus membangun Ka’abah. Sekarang seekor ular tinggal di dalam Rumah Allah. Ular dan tanda spt buah apel di punggung Muhammad, adalah simbol Iblis yg paling abadi.

Ishaq:84 “Orang-orang takut ular karena setiap ada orang mendekat, ular itu akan tegak, mengeluarkan suara gemerisik dan membuka mulutnya. Suatu hari, saat ular tsb berbaring di atas Ka’abah seperti biasa, Allah mengirim seekor burung yang mencengkeram dan membawanya pergi. [Siapa bilang Allah enggak bisa melakukan mukjizat]. Melihat ini, kaum Quraysh berkata, ‘Kita berharap Allah menyukai niat kita. Kita punya tukang dan juga kayu, sementara Allah berurusan dengan ular.”

Tabari VI:56 “Sudah 15 tahun sejak Perang melawan Bid'ah (Sacrilegious War). Muhammad berumur 35 tahun. Ketika mereka memutuskan u/ meruntuhkan dan membangun kembali Ka’abah, Abu mengambil sebuah batu dari Ka’abah, yg melompat dari tangannya dan kembali ke tempat semula.”

Hadis ini, dalam konteks keterlibatan Muhammad secara dekat dalam konstruksi Ka’abah dan Batu Hitamnya, secara kuat menyiratkan bahwa penduduk Mekah beranggapan Batu Hitam tsb adalah Allah yang benar-benar berdiam di dalam Ka’abah. Ishaq:85 “Orang-orang takut meruntuhkan kuil tsb dan mundur ketakutan. Al-Walid berkata, ‘Aku akan memulai pembongkaran. ‘Ia mengambil beliungnya dan berjalan ke arah kuil itu seraya berkata, ‘Wahai Ka’abah, jangan takut. Ya Allah, kami bermaksud baik.’ Kemudian ia meruntuhkan bagian dekat dua sudut.” Salah seorang yang hidup sejaman dengan Muhammad berkata pada tumpukan batu supaya jangan takut. Sambil mendekati Allah dengan beliung, ia berkata bahwa ia tak bermaksud menyakitinya. Bagaimana bisa sebuah beliung mengancam Tuhan? Dan jika ia Tuhan, saat kau mendekati ‘Rumah’Nya dengan sebuah beliung, seorang tukang dan sejumlah kayu, apa mungkin Ia (Tuhan) tak mengerti maksudnya?

Dalam tradisi akhir yg mendahului wahyu pertama Qur’an ini, diperlihatkan Muhammad secara pribadi berpartisipasi dalam tahyul pemujaan thp batu di lingkungan masy. Mekah. Tabari VI:58 “Seorang pria Quraysh yang turut dalam pembongkaran, mendorong linggis diantara dua batu untuk membongkar salah satunya. Ketika batu tsb bergerak, seluruh Mekah berguncang. Mereka tahu telah mencapai pondasi. Semua klan kemudian mengumpulkan batu-batu untuk membangun kembali Ka’abah. Tiap klan mengumpulkan dan membangun secara terpisah. Ketika mereka sampai di tempat dimana Batu Hitam harus diletakkan, mereka mulai berselisih, setiap klan ingin merekalah yang meletakkan Batu Hitam ke tempatnya.”

Sekali lagi kita dihadapkan dengan kenyataan pahit. Rumah Allah, pusat agama Islam, adalah setumpuk batu yang dibangun sesuai kebiasaan. Batu-batu tsb tidak dipahat, dipotong atau dihaluskan. Tak ada rencana. Semua batu cuma dikumpul dan ditumpuk. Dan sekali lagi kita dipaksa menyaksikan apa sebenarnya Batu Hitam Suci itu—Allah.

Keterangan menarik berikut ini sangat memberatkan. Ishaq:85 “Kaum Quraysh menemukan di sudut sebuah tulisan dalam bahasa Syria. Mereka tidak mengerti sampai seorang Yahudi membacakannya untuk mereka. Tertulis: ‘Aku Allah, Tuhan Mekah. Aku menciptakannya di hari kuciptakan langit dan bumi dan membentuk matahari dan bulan.’” Tuhan menulis dalam bahasa Syria/Aram, bukan Arab, bertentangan dengan klaim Qur’an bahwa bahasa Arab adalah bahasa Qur’an. Lebih jauh lagi, karena bahasa Arab berkembang dari bahasa Syria yg bermigrasi ke Mekah, jelas bahwa bahasa tertulis Qur’an (sekarang ini--bhs Arab) tidak dikenal penduduk Mekah di masa Muhammad mengklaim surah-surah telah diwahyukan padanya. Oops!

“Kaum Quraysh tetap dalam keadaan spt ini selama 5 hari dan kemudian mereka berkumpul di mesjid u/ berembuk dan mencapai kesepakatan.” Kita diingatkan bahwa mesjid mendahului Islam dan gerakan sembahyang Islam, bersujud, adalah bagian pemujaan berhala. Kelihatannya relatif sedikit ajaran Islam yg bermula dari Muhammad.

Pertimbangkan Hadis berikut. Tabari VI:59 “Orang-orang Quraysh berkata, ‘Biarlah orang pertama yg muncul di pintu mesjid ini menjadi penengah perselisihan kita, biar ia yang memutuskan.’ Orang itu adalah Muhammad dan ketika mereka melihatnya, mereka berkat, ‘Inilah orang yg terpercaya itu yg akan memuaskan semua pihak. Inilah Muhammad.’ Ia menghampiri mereka, dan mereka menjelaskan masalahnya, dan ia berkata, ‘Bawakan aku sebuah jubah.’ Mereka membawa sebuah, dan Ia mengambil Batu Hitam serta meletakkannya di atasnya dengan tangannya sendiri. Kemudian ia berkata, ‘ Biarlah setiap klan memegang satu sisi jubah, dan mengangkatnya bersama-sama. ‘Merekapun melaksanakannya, dan saat mereka telah membawa batu tsb ke tempatnya, Ia (Muhammad) meletakkan batu tsb dengan tangannya sendiri.”

Aku tak tahu apakah Muhammad benar-benar mengemukakan solusi ini. Tapi yang pasti, seorang pria yang menghormati sebuah batu tak lebih bijak dari batu yang ia hormati. :supz:
anne
 
Posts: 502
Joined: Wed Sep 21, 2011 9:52 pm

Re: 'Prophet of Doom' by Craig Winn (BELUM SELESAI)

Postby anne » Wed Oct 12, 2011 10:08 pm

Bab 7 Dengan siapa saya bicara?
SUDAH diperiksa Ali5196
http://prophetofdoom.net/Prophet_of_Doom_07_With_Whom_Am_I_Speaking.Islam

"Aku khawatir sesuatu yang buruk telah terjadi padaku."


Asal mula turunnya wahyu Qur’an sama kacaunya dengan masa kecil Muhammad sendiri. Turunnya wahyu pertama nabi adalah peristiwa yg memalukan. Tapi janganlah kita berprasangka buruk dulu, biar buku-buku Islam sendiri yang menunjukkannya.

Kita mulai dengan pernyataan pembuka Allah di awal pengukuhan turunnya wahyu Qur’an. Sayangnya, ayat berharga ini tidak ditempatkan di surah pertama. Bahkan tidak termasuk 50 surah awal, tapi terkubur dekat bagian akhir buku, yi. Qur’an 96:1 “Bacalah dengan (menyebut) nama Tuhanmu Yang menciptakan, Dia telah menciptakan manusia dari segumpal darah beku. Bacalah, dan Tuhanmu Yang Maha Pemurah, Yang mengajar (manusia) dengan perantaran kalam, Dia mengajar kepada manusia apa yang tidak diketahuinya.” . Itulah peristiwa dari segala peristiwa: kelahiran Islam. Roh tak bernama yg mewakili entitas tak dikenal, menyatakan diri pada Muhammad.

Mengapa Tuhan yg maha tahu meminta seorang yg mengaku buta huruf untuk membaca? Mengapa roh tsb mengatakan bahwa manusia diciptakan dari gumpalan darah padahal itu tidak benar? Kalau roh ini ‘mengajar dengan perantaraan kalam/pena apa yg tidak diketahui manusia,’ apa dan dimana ajarannya? Dan mengapa menurunkan wahyu secara hafalan bila kesaksian tertulis lebih unggul? Mengapa menyombongkan diri sbg Maha Pemurah – dengan cara apa dan kepada siapa? Tapi, pertanyaan sesungguhnya adalah: Jika roh ini ‘mengajar dengan perantaraan kalam/pena apa yg tidak diketahui manusia,’ dimanakah ajarannya?

Bukan awal yang baik bagi agama yang mampu menjerat milyaran jiwa. Qur’an tidak memberikan penjelasan yang meyakinkan.

Ada sejumlah kesaksian ‘sahih’ ttg kejadian malam itu. Mari kita lihat Bukhari. Dalam ‘Book of Revelation’ kita temukan sebuah Hadis yg dikisahkan
Aisya, istri Muhammad yg dibawah umur itu. Aisya adalah putri Abu Bakar, pria yg kemudian menjadi Kalif pertama. Aisya sendiri bahkan belum ada dalam kandungan saat peristiwa ini terjadi. Bukhari: V1B1N3-V6B60N478 [color=#0000BF]“Permulaan inspirasi ilahi kpd Rasulullah adalah dalam bentuk mimpi yg nyata seperti sebuah cahaya terang. Nabi senang mengasingkan diri di sebuah gua di Hira. Seorang malaikat datang padanya dan memerintahkannya untuk membaca. Nabi menjawab, ‘Aku tidak tahu bagaimana membaca.’ Nabi menambahkan, ‘Lalu malaikat tsb memegangku dengan paksa dan menindihku begitu keras sampai aku tak tahan lagi. Ia melepaskanku dan menyuruhku membaca. Kujawab, ‘Aku tak tahu bagaimana membaca.’ Lalu ia menangkapku lagi dan menekanku sampai aku tak tahan lagi. Ia menyuruhku membaca tapi kujawab, ‘Aku tak tahu bagaimana membaca atau apa yang harus kubaca?’ Ia menangkapku untuk ketiga kalinya dan menekanku, ‘Bacalah dalam nama Tuhanmu yang telah menciptakan manusia dari segumpal darah. Baca! Tuhanmu yang paling pemurah.’ Kemudian Rasul tersadar dari kejadian itu; otot-otot antara leher dan bahunya gemetaran, dan jantungnya berdebar-debar. Ia pergi ke Khadijah sambil berseru, ‘Selimuti aku! Selimuti aku.’ Khadijah menyelimutinya sampai rasa takutnya reda. Ia berkata, ‘Ada apa denganku? Aku khawatir sesuatu yg buruk telah terjadi padaku.’ Khadijah menjawab, ‘Tidak! Demi Allah, Allah tidak akan mempermalukanmu….’”


Anehnya, nama Allah tidak disebutkan di surah pertama Qur’an. Yang jelas, tuhannya Muhammad tetap disebut sbg ‘Tuhan’ [i](‘Lord’) [/i]yang tak bernama di sepanjang 17 wahyu pertama Qur’an. Ketika si Tuhan (Lord) akhirnya teridentifikasi, namanya adalah Ar-Rahman. Mengapa Hadis Islam yg amat penting ini bertentangan dengan Qur’an dan menyebut nama tuhan ‘Allah’. Dan mengapa istri Muhammad, Khadijah, yg kafir, bersumpah atas nama Allah sementara saat kejadian, yang menyandang nama itu adalah salah satu diantara sekian berhala batu? Jawabannya simpel, yakni, Aisya, sumber hadis ini, mengungkapkannya setelah kematian sang nabi – jauh setelah nama Ar-Rahman digabung ke dalam karakter Allah. Sementara bagi Khadijah, nama Allah merupakan kunci pada sesuatu yg ia dan suaminya dambakan.

Kesaksian apa yang terjadi malam itu tidak konsisten. Lihat saja versi2 dibawah ini ...

Versi kedua terdapat dalam Tabari dan Muslim: Tabari VI:67 “Aisya melaporkan: ‘Kesendirian menjadi kesukaan Muhammad dan ia biasa mengasingkan diri di gua Hira dimana ia melakukan ibadah Tahannuth [ritual agama pagan yg dilaksanakan di bulan Ramadhan termasuk di dalamnya berpuasa] selama beberapa malam, sebelum kembali lagi ke Khadijah dan mengambil perbekalan untuk periode berikutnya, sampai kebenaran datang padanya selagi ia berada di gua. Bentuk wahyu pertama berupa sebuah mimpi dalam tidur. Ia tidak melihat mimpi apapun tapi mimpi itu datang seperti fajar menyingsing.” Muslim C74B1N301, “Kebenaran itu datang tiba-tiba dan berkata ‘Bacalah,’ yang kujawab: ‘Aku buta huruf.’ Rasul berkata, ‘Ia memegangku, dan menekanku, sampai nafasku sesak. Ia melepasku dan berkata: ‘Bacalah.’ Aku berkata, ‘Aku buta huruf.’” Hal itu berlangsung seperti sebelumnya, sampai hadis Tabari menyatakan mimpi buruk tsb dalam satu baris berikut: Tabari VI:67 “Muhammad, kau adalah Rasul.” Pernyataan selanjutnya berbelit, tak beraturan dan bertentangan. “Sang nabi berkata, ‘Aku sedang berdiri, lalu jatuh berlutut; dan merangkak pergi, bahuku gemetaran. Aku pergi ke Khadijah dan berkata, ‘Selimuti aku! Ketika rasa takut telah sirna, Jibril datang padaku dan berkata, ‘Muhammad, kau adalah Rasul Allah.’ ” (--> masuk versi 3 -- anne ) Muhammad berkata, ‘Saat aku sedang berpikir untuk terjun dari tebing gunung, ia muncul dan berkata, ‘Akulah Jibril dan kau adalah Rasul.’ Lalu ia berkata, Bacalah.’ Aku berkata ‘Apa yg harus kubaca.’ Ia memegangku dan menekanku tiga kali. ‘Aku sangat ketakutan.’ ” (--> masuk ke versi 2 -- anne) Khadija berkata, Bersukacitalah, karena Allah tidak akan mempermalukanmu.”

Di versi pertama, malaikat tak bernama hampir menekan/mengambil hidup Muhammad. Versi kedua, Jibril mencegah Muhammad bunuh diri dengan melompat dari tebing. Di versi ketiga, Jibril disebut lagi, tapi tidak muncul sampai Muhammad merasa nyaman di tempat tidur Khadijah. Padahal Qur’an tidak mengatakan apapun ttg Jibril sepanjang 12 tahun Muhammad menjalani kerasulannya. Jibril tidak diperkenalkan sampai saat munculnya surah pertama di Yathrib/Medinah, yang secara kronologis berada di urutan ke-91. Karena Muhammad menyatakan bahwa Jibril adalah sumber penyampai wahyu tuhannya, ketidakkonsistenan ini menghancurkan kredibilitasnya.

Berikut adalah versi turunnya wahyu awal Islam yg paling ‘terhormat.’ Dari biografi yg dikompilasi Ishaq, 100 tahun sebelum muncul sumber-sumber lain. Ishaq:105 “Aisya berkata bahwa Allah hendak memuliakan Muhammad, tanda pertama kenabian adalah suatu mimpi yg seterang siang hari, yg diperlihatkan dalam tidurnya. [dengan kata lain ia sedang bermimpi]. Tak ada yg lebih disukainya selain menyendiri. Ketika ia meninggalkan Mekah dan rumah-rumah tak terlihat lagi dalam jangkauan mata, setiap batu dan pohon yg ia lewati berkata ‘salallah alaihi wassalam'(yang menurut versi Muslim berarti 'Semoga keselamatan menyertaimu,' sementara menurut FFi berarti 'semoga Allah berdoa bagimu.' ali5196) Muhammad berbalik, tak melihat apapun kecuali pepohonan dan bebatuan. Ia berdiam melihat dan mendengar segala sesuatu selama itu menyenangkan Allah. Kemudian Jibril datang padanya dengan karunia kasih Allah sewaktu ia berada di Hira di bulan Ramadhan. Rasul akan berdoa dalam pengasingan di Hira selama sebulan setiap tahun, menjalankan Tahannuth, salah satu adat kebiasaan kaum Quraysh di masa-masa kekafiran [dengan kata lain, Muhammad seorang kafir, dan rukun Islam yg mensyaratkan puasa Ramadhan adalah ibadah pagan.] Tahannuth adalah ibadah agama [pada berhala pagan]. Setelah berdoa di pengasingan, ia akan mengelilingi Ka’abah sebanyak tujuh kali [Inti ibadah Haji ternyata juga kebiasaan pagan.]”

Ishaq:106 “Nabi berangkat ke Hira bersama keluarganya. Ketika malam tiba, Jibril membawakannya perintah Allah. ‘Dia datang padaku,’ Nabi berkata, ‘ketika aku sedang tidur, berselimut kain brokat ada yg menulis diatasnya, dan berkata, ‘Baca.’ Aku berkata, ‘Apa yg harus kubaca.’ Ia menekanku begitu kuat sehingga aku hampir mati. Kemudian ia melepasku dan berkata, ‘Baca!’ Hal ini berlangsung lebih dari dua kali, sampai….’Ketika kupikir aku sudah hampir mati, aku berkata, ‘Apa yang harus kubaca?’; hanya untuk melepaskan diri darinya, takut kalau ia melakukan hal sama lagi padaku. Ia berkata, ‘Bacalah dalam nama Tuhanmu yang menciptakan manusia dari segumpal darah. Baca! Tuhanmu yang pemurah mengajar dengan kalam/pena.” Lantas, orang yg buta huruf ini berkata, “Lalu saya membacanya dan ia pergi dariku. Saya terbangun dari tidur. Kata-kata ini tertulis di hatiku.”

Ishaq meriwayatkan perkataan Muhammad, “Tak ada satupun ciptaan Allah yang lebih kubenci daripada seorang penyair atau orang yg kerasukan. Aku pikir, ‘Celakalah aku, aku seorang penyair yg kerasukan.” Hal terburuk yg dapat menimpa seorang pria atau wanita adalah kerasukan setan. Ia akan mengabaikan semua nilai kesopanan. Bagusnya, Muhammad menyadari apa yang telah dialaminya. Jeleknya, ia menyeret 1 milyar jiwa bersamanya.

Ishaq:106 “Aku akan pergi ke puncak gunung dan terjun ke bawah agar aku dapat bunuh diri dan mendapat ketenangan.” Tak ada keraguan di benaknya. Sepanjang pertemuan yg berisi kekerasan dengan roh di kegelapan gua tsb, Muhammad telah dirasuki Iblis. Ia ingin bunuh diri – sesuatu yang takkan diizinkan Iblis. Iblis punya rencana besar thp nabinya itu. Ishaq:106 “Lalu aku memanjat gunung untuk bunuh diri dan kudengar suatu suara berkata, ‘Muhammad, kau adalah Rasulullah.’ Kutegakkan kepala untuk melihat siapa yang berbicara dan sesungguhnya, Aku melihat Jibril dalam bentuk seorang pria dengan kaki terbuka di langit.” Bagaimana penyair kita yg ketakutan dan kerasukan bisa membedakan antara Gabriel (Islam:Jibril) dengan Iblis? Wahyu pertama saja diturunkan dengan ancaman, itulah masalahnya.
Bukhari:V9B87N113 “Nabi berkata, ‘Mimpi baik berasal dari Allah, dan mimpi buruk dari Iblis.” Dan sesuai pernyataannya sendiri, wahyu pertama adalah mimpi B U R U K baginya.

Ishaq:106 “Aku berdiri menatapnya, mengalihkan perhatianku dari bunuh diri. Aku tak bisa bergerak. Khadijah mengirim utusan untuk mencariku dan menemukanku di ketinggian bukit di atas Mekah. Demikianlah aku datang pada Khadija dan duduk di pahanya. Ia berkata, ‘Ya Abu’l-Qasim, (Bapaknya al-Qasim, nama putra mereka –anne) dari mana saja kau.’ Aku berkata, ‘Celakalah aku. Aku kerasukan.’ Dia berkata, ‘Aku berlindung pada Allah dari hal itu, Abu’l-Qasim. Allah takkan memperlakukanmu seperti itu. Tak bisa, sayangku. Mungkin kau telah melihat sesuatu,” kata Khadijah. Otak bisnisnya mulai bekerja. “’Ya, benar’ kataku,” menghibur diri. “Kukatakan padanya apa yang telah kulihat [saat aku tidur]. Dia berkata, ‘Bersukacitalah, anak pamanku, dan gembiralah. Sesungguhnya, oleh Dia yang menggenggam jiwa Khadijah, Aku berharap kau menjadi nabi atas orang-orang ini.’” Demikianlah, ‘Rencana Nabi yang Menguntungkan’ pun lahir. “Khadijah mengemas pakaiannya dan pergi ke tempat sepupunya Waraqa bin Naufal [seorang Hanif] yang menjadi Kristen. Ia membaca kitab-kitab dan belajar dari para pengikut Taurat dan Injil.”

Tabari memberi informasi tambahan, Tabari VI:70, “Muhammad pergi ke Khadijah dan berkata, ‘Kupikir aku telah gila.’ ‘Tidak, demi Allah.’ kata Khadijah. ‘Tuhanmu takkan melakukannya padamu. Kau tak pernah berbuat jahat. Khadijah pergi ke Waraqa dan menceritakan apa yg terjadi. Waraqa berkata, ‘Jika yg kau katakan itu benar, suamimu adalah seorang nabi….Setelah itu Jibril tak datang padanya untuk sementara waktu dan Khadijah berkata, ‘Kupikir Tuhanmu pasti membencimu.’” Riwayat ini diikuti satu versi tambahan lagi: Tabari VI:70 “Di masa awal misi kenabian Rasul, ia sering menghabiskan waktu satu bulan setiap tahun untuk bermeditasi di gua Hira. Ini adalah bagian dari Tahannuth yang dijalani kaum Quraysh selama masa Jahilliyah. Tahannuth bermakna pembenaran/menahan diri.’” Menarik. Muhammad mempraktekkan ritual keagamaan Jahilliyah, bagian dari penyembahan berhala kaum pra-Islam. Terlebih, definisi mendalam Tahannuth –pembenaran diri – menjadi identik dengan agenda pribadi sang nabi.

Aneh bahwa Muhammad atas instruksi Allahnya sering melarang orang melakukan tindakan pagan padahal Islam sendiri bermula di tengah-tengah ritual pagan.

Semakin dalam kita menggali asal mula Islam, semakin buruk isinya. Kita tahu bahwa Muhammad seorang pertapa – wannabe prophet yang suka menyendiri. Fakta bahwa ia menghabiskan banyak waktu sendirian di gua-gua daripada di rumah sebagai orang tua dan ayah, ataupun produktif di tempat kerja, sangat aneh! Benar, ia sedang dalam proses menjadi relijius, tapi hal ini juga bermasalah. Ia menjalani proses sebagai penyembah berhala dengan mempraktekkan ritual kafir Tahannuth – puasa, pembenaran/menahan diri, dan meditasi – sepanjang bulan suci Ramadhan. Ia menghilang di gua-gua untuk pencarian rohani, berseru pada sebuah Batu Hitam bernama Allah. Dan memang akhirnya ia dirasuki roh kegelapan.

Sementara itu, debat mengenai “membaca” vs “menghafal” sangat interesan. Muslim, dalam usaha mereka menjelaskan mengapa roh yang maha tahu meminta seorang buta huruf untuk membaca, berkata bahwa makna sebenarnya kata itu adalah menghafal. Tapi akibatnya semakin memburuk. Mengapa Muhammad mengatakan 'ia tidak bisa' ? Dan mengapa roh Islam menyuruh menghafal jika ia sendiri berkata bahwa ia 'mengajar dengan kalam/pena?' Bahkan kata “menghafal-membaca” (iqra) sendiri cukup ruwet. Kata aslinya adalah ‘qara’ darimana kata ‘Qur’an’ berasal. Dipakai pertama kali oleh umat Kristen Syria u/ menyatakan ‘mengajarkan/khotbah’ bukan 'membaca.' Bahkan dalam bahasa Arab, ‘Mâ ana biqârî’ dapat berarti ‘Saya tidak bisa membaca,’ atau ‘Apa yang harus saya baca.’ Tapi ini juga masih menjadi masalah karena Muhammad tidak diberi gulungan untuk dibaca. Hadis diatas saja memberi berbagai versi: Muhammad tanya 'Apa yang harus saya baca,' lalu Jibril menulis pada kain brokat dan ternyata ini semua terjadi dalam mimpi atau kesemuanya???? :rolleyes:


SOSOK NABI yang HEROIK. Betulkah?
Menurut berbagai riwayat, ia seorang penakut. Bayangkan saja, menghabiskan bulan Ramadhan dengan bergentayangan di gua-gua dengan tujuan berkomunikasi dengan dunia roh dan begitu didatangi satu saja sampai membuatnya jumpalitan takut setengah mati. Di versi-versi lebih awal dikatakan bahwa Muhammad begitu putus asa sehingga ingin bunuh diri. Keseluruhan pertemuan bukan hanya bernuansa roh kegelapan/Iblis, tapi sang wannabe prophet malah bilang sendiri kalau ia telah dirasuki.

Begitu wahyu selesai, si rasul baru ini bergegas menuruni lereng barat Mekah yg tandus, bergegas melintasi gundukan pasir sejauh dua mil, dan masuk ke kota di lembah yg sempit, dimana ia langsung meringkuk di pelukan istrinya. Panik dan tersiksa, Muhammad yg berusia 40 tahun berseru pada istrinya yg berusia 60 tahun, “Selimuti aku,” dan meringkuk seperti bayi di pangkuan Khadija. Muhammad pikir ia telah dianiaya oleh jin, dirasuki roh setan, di kegelapan malam. Ia berkata, “Aku tak tahu apa yang telah terjadi padaku. Aku takut pada diriku sendiri.” “Ia mencurahkan kebingungan jiwanya,” dan menurut Ibn Ishaq, ia berkata, “Aku takut menjadi gila dan dirasuki roh setan.” Satu lagi petunjuk bahwa Islam adalah Iblis.

Apa yang Khadijah lakukan selanjutnya adalah meletakkan dasar bagi kekuatan yang pada akhirnya mengutuk seperempat penduduk dunia, mencelakakan
wanitanya dan mencemplungkan dunia kedalam teror. Ia mendirikan Islam. Yah, Khadijah adalah pendiri Islam. Muhammad adalah pengikut pertamanya. Dan ironisnya, wanita yang paling mandiri dan kaya dalam literatur Islam membangun kerangkeng jebakan sadis bagi muslimah sedunia sejak detik itu.

Sambil menenangkan suami sekaligus karyawannya, ia berkata, “Bersukacitalah, sepupu, dan bergembiralah. Kau akan menjadi Nabi. Allah takkan mempermalukanmu….” Muhammad pikir ia sedang jadi bulan-bulanan dalam pertandingan gulat dengan setan dan Khadijah berkata tidak. “Tidak mungkin. Gembiralah. Aku bersumpah demi Allah bahwa Ia tak akan mempermalukanmu. “Kuharap kau menjadi nabi bagi masyarakat ini.”

Allah hanya salah satu dari 360 batu berdebu di Ka’abah. Bersama-sama dengan Hubal, Manaf and the gang, mereka seperti sos mustard pada sepotong hotdog Mekah. Tak ada Ka’aba tak ada haji. Tak ada haji tak ada perayaan. Tak ada perayaan tak ada uang. Jangan lupa! Khadija adalah businesswoman – yang
menjual barang-barang ke para peziarah yang datang ke Mekah setiap tahun mengunjungi dewa-dewa mereka. Dia takkan membiarkan apapun mengacaukan bisnisnya. Dia tidak hanya mengatakan pada suami/karyawannya bahwa ia salah, dan itu bukan setan, dia bahkan berkata bahwa itu adalah tuhan/dewanya, dewa bulan pagan, batu terhitam di Ka’abah yg takkan membiarkan ia dianiaya roh yg marah – nggak akan! Lantas, mengantisipasi kejadian selanjutnya, Khadijah menjalankan fungsi public relations-nya. Ia berusaha meyakinkan suaminya bahwa ia orang yang hebat.

Cerdas dan sukses, Khadijah mengemban misi. Dia merencanakan seorang nabi yang menguntungkan. Dia sudah menjadi kaya di ranah kaum pria, tapi tidak punya kekuatan nyata. Malah sebenarnya ia malu, karena selain sudah bercerai dua kali, ia juga yang mengusulkan pernikahan dengan Muhammad, pegawai yg berusia setengah darinya. Ini sebuah skandal.

Untuk mendapatkan izin menikah saja ia harus membuat mabuk ayahnya di pesta pertunangan. Saat ayahnya sedang mabuk berat, Khadijah berhasil memaksakan persetujuan yg ia kehendaki. Pasangan aneh ini menikah, tapi tak semua berjalan mulus. Putra mereka meninggal saat masih bayi. Ini seperti sebuah noda buruk dalam budaya saat itu, sama seperti Islam, mengaitkan ketidakberuntungan dengan tindakan yg dianggap tidak saleh. Suami Khadijah adalah orang-tua yg absen melulu! Ia sering tidak di tempat bagi putri-putri mereka yg masih hidup dan ia juga lebih suka menghindari bisnis keluarga. Ia seorang pertapa buta huruf dengan kecenderungan untuk berjaga-jaga sendirian di gua-gua yg suram, tandus dan berdebu. Hal yang menjadi bahan gossip di kota kecil yg dihuni sekitar 5000 jiwa. Muhammad sama sekali tidak membuat Khadijah tampak baik. Khadijah menyadari para perempuan bergosip di belakangnya.

Jadi, untuk membalik posisi mereka, Khadijah berkata pada suaminya bahwa ia adalah nabi kaumnya – jagoannya Allah. Sebagai ‘Rasul Tuhan,’ ia punya posisi penting, demikian pula Khadijah. Khadijah mengisyaratkan bahwa posisi juru kunci Ka’abah yg menguntungkan, bahkan urusan administratif haji yg lebih menguntungkan dan pajak relijius, adalah hak waris Muhammad, tapi takdir telah menyingkirkannya dengan kejam. Sekarang, Khadijah tahu, kesempatan mengetuk di pintu. Ia dan Muhammad dapat memiliki semuanya, semua yang mereka dambakan – prestise, uang, kekuasaan. Yang harus mereka lakukan hanyalah meyakinkan penduduk Mekah bahwa Muhammad adalah utusan Allah. Karena Allah hanya berupa batu, takkan ada yang akan mempermasalahkan klaim mereka. Apa yang akan Allah lakukan? Berguling, remuk atau mencoba bicara? Nggak laahh! “Tidak mungkin. Gembiralah. Aku bersumpah demi Allah bahwa Ia tak akan mempermalukanmu.” Khadija bahkan memberitahu suami tersayang bahwa ia sempurna untuk pekerjaan itu: jujur, murah hati (dengan uang Khadijah), dan untuk seorang penyendiri, dia perhatian dan menghibur. Tapi itu pasti tidak cukup. Sang Nabi hanya berbaring disana, gemetaran.


Ψ † с ბ


bersambung
anne
 
Posts: 502
Joined: Wed Sep 21, 2011 9:52 pm

Re: 'Prophet of Doom' by Craig Winn (BELUM SELESAI)

Postby anne » Tue Oct 25, 2011 11:20 pm

SUDAH DIPERIKSA!
http://prophetofdoom.net/Prophet_of_Doo ... king.Islam

Dari analisa diatas saja sangatlah mustahil bila Qur’an turun karena wahyu ilahi. Ini semua bermula dari skema licik Khadijah ltd co.. Khadijah mencoba menggunakan Muhammad bagi sebuah ‘Profitable Prophet Plan/Rencana Bisnis Nabi yang Menguntungkan.’ Untuk itu terlebih dahulu tentunya ia harus mengangkat seorang nabi. Mari kita kembali ke Hadis. Bukhari: V1B1N3 “Khadijah kemudian membawa Muhammad ke Waraqa bin Naufal. Ia adalah putra paman Khadijah [saudara laki-laki dari Umm Qattal bt. Abd al-Uzza/budak dewi al-Uzza alias dukun okultisme]. Ia (Waraqa) satu-satunya orang di kota yang telah memeluk agama Kristen pada masa Jahiliyah pra-Islam. Ia biasa menulis dengan huruf Ibrani. Ia menerjemahkan Injil kedalam bhs Ibrani sebanyak yg Allah kehendaki ia tulis. Ia sangat tua dan telah kehilangan penglihatannya.

“Khadijah berkata pada Waraqa, ‘Dengarkan kisah keponakanmu, sepupuku.’ Waraqa bertanya, ‘Ponakan, apa yang telah kau lihat?’ Muhammad menjelaskan apa saja yang telah dilihatnya. Waraqa berkata, ‘Ini adalah orang yg sama yg menyimpan rahasia yg Allah telah kirim kepada Musa. Aku berharap seandainya aku masih muda dan dapat hidup saat kaummu akan mengusirmu.’ Muhammad bertanya, “Akankah mereka mengusirku?’ Waraqa menjawab, ‘Ya, siapapun yang datang dengan sesuatu yg mirip dengan apa yg kamu bawa telah diperlakukan dengan rasa permusuhan.’ Beberapa hari kemudian Waraqa meninggal dunia dan inspirasi ilahi berhenti untuk waktu yg lama.”

Ishaq berkata bahwa Khadijah pergi sendiri ke Waraqa. Ishaq:107 “Waktu Khadijah menyampaikan padanya apa yg Muhammad telah lihat dan dengar, Waraqa berteriak, ‘Kudus! Kudus! Jika kau berkata dengan benar, Khadijah, telah datang padanya Namus, roh yang dahulu kala muncul pada Musa. Katakan pada Muhammad bergembiralah, karena ia adalah Nabi bagi kaumnya. Lantas Khadijah kembali ke suaminya dan mengatakan padanya apa yg telah dikatakan Waraqa. Dengan demikian rasa takutnya agak reda.”

Tabari meriwayatkan dengan kata-kata Muhammad sendiri: Tabari VI:68 “Lalu dia (Khadijah) membawaku ke Waraqa dan berkata, ‘Dengarkan putra saudara laki-lakimu.’ Ia (Waraqa) menanyaiku dan kukatakan padanya apa yg terjadi. Ia berkata ‘Ini adalah Namus [dari kata Yunani ‘hukum’] yang pernah dikirim ke Musa, anak Abraham….” Dialog berlanjut seperti yang terdapat dalam Bukhari sampai baris berikut –diucapkan Muhammad: Bagian pertama Qur’an yang diwahyukan padaku setelah Iqra adalah “Dengan kalam/pena yang mereka tulis. Engkau bukan orang gila. Pahala yang besar yang tidak putus-putusnya. Kau adalah keagungan. Kau akan melihat dan mereka akan melihat.” Kutipan Muhammad ini adalah versi tak lengkap Surah 68. Tapi para ulama Islam yang telah menyusun ulang kronologi Qur’an percaya bahwa surah ke-68 sebenarnya wahyu ke-40, bukan ke-2. Montgomery Watt, penerjemah volume ini setuju, katanya “Surah ke-68 tidak mungkin turun lebih awal, karena menyatakan Muhammad dituduh orang gila yang dirasuki jin.” Kesalahan yang dibuat Muhammad di permulaan karir Qur’annya ini sangat menghebohkan. Karena itu berarti bahwa ia bahkan tidak ingat kapan ‘wahyu’ diberikan padanya. (Sorry, om ali bingung baca bagian ini... Nggak nyambung dehh!)
:rolleyes: :rolleyes: :rolleyes:

Kesampingkan dulu masalah itu, ada yg harus diluruskan dengan Waraqa. Musa bertemu langsung dengan Yahweh, bukan sejenis roh jahat pencinta gua bernama Namus. Musa bertanya, “Siapakah, yg harus kukatakan pada umat Israel, yang mengutus aku?” Alkitab berkata bahwa Tuhan langsung menjawab, “Yahweh,” yang berarti “AKU.” Alkitab tidak pernah menyebut Allah, sebuah kata yg dalam bahasa Ibrani berarti “pohon jati.” \:D/ :rolling:

Dan nama YAHWEH diulang 6.868 kali, sesuatu yang sulit diabaikan jika si tua Waraqa benar-benar memahami bahasa Ibrani. Tapi apa yg Waraqa tahu ttg ini? Sungguh irasional untuk berasumsi bahwa seseorang menerjemahkan Injil (yang tertulis dalam bahasa Yunani) ke dalam bahasa Ibrani (lihat beberapa alinea di atas, berwarna merah: ‘menerjemahkan Injil dalam bhs Ibrani’—anne), sebuah bahasa yg sudah mati saat itu. Kedalam bahasa Aramaik, mungkin. Atau bahasa Arab, kalaupun ada bentuk tertulisnya di Mekah saat itu, tapi bukan Ibrani. Lagipula Musa diceritakan di Taurat bukan Injil – jadi Waraqa salah buku. :prayer:

Dan Waraqa adalah orang yg salah bila dikatakan menterjemahkan kata tertulis; dia buta. Tapi buta atau tidak, orangtua yang hanya berjarak 72 jam dari kematiannya, cuma berfungsi melayani tujuan Khadijah. Khadijah menggunakannya untuk meyakinkan penduduk Mekah bahwa Allah punya utusan. Semacam Musa kedua, nabi bagi umatnya. Jadi, bagaimana sebuah agama baru bisa bertunas dan hidup di atas dasar goyah seperti itu? Jika fakta-fakta yang ada jelas keliru, bagaimana mungkin wahyu bisa dipercaya?

Image
Waraqa: buta tapi bisa 'menerjemahkan Injil'? Ke bhs Ibrani (spt bhs Latin jaman ini) yg sudah mati saat itu? 'Jago Injil' tapi salah kutip info dari Injil?
Sedang sekarat tapi masih mampu mengenali Muhammad sbg nabi dan 'kebetulan sekali' dia mati tiga hari setelah ia meyakinkan Muhammad bahwa ia nabi?

:supz:

Saya percaya bahwa yang terjadi sebenarnya adalah; MUHAMMADLAH YG MEMBUNUH WARAQA. Ia seorang Hanif suci yang paling dihormati di Mekah. Setelah Khadijah memanfaatkannya, ia menjadi beban --- ia nanti bisa membocorkan bahwa klaim Muhammad tidak benar. Saat kau selesai membaca buku saya ini, Prophet of Doom, dan menemukan betapa banyak orang yg dibunuh Muhammad dengan alasan yang sama, pasti kau akan sependapat dgn saya.

Berikut kita pelajari bahwa, bahkan Khadijah sendiri terganggu dengan pengalaman gelap Muhammad dalam dunia roh. Tabari VI:73/Ishaq:107 “Sepupuku, dapatkah kau katakan padaku bila pengunjung ini datang padamu?’ Muhammad menjawab, ‘Ya.’ Khadijah berkata, ‘Kalau begitu katakanlah, bila ia datang.’ Jibril datang padanya seperti sebelumnya dan Muhammad berkata, ‘Ini Jibril baru datang padaku.’ Khadijah berkata, ‘Ya? Ayo, sepupu, duduklah di paha kiriku.’ Muhammad duduk dan Khadijah berkata, ‘Dapatkah kau melihatnya?’ ‘Ya.’ ‘Pindahlah duduk di paha kananku.’ Muhammad melakukannya dan Khadijah berkata, ‘Dapatkah kau melihatnya?’ ‘Ya.’ Khadijah berkata, ‘Duduk di pangkuanku.’ Muhammad melakukannya juga dan Khadijah berkata, ‘Dapatkah kau melihatnya?’ Muhammad menjawab, ‘Ya.’ Khadijah bersedih hati, melempar bajunya dan tanpa sehelai busanapun meminta Muhammad duduk di pangkuannya.” Salah satu versi mengatakan bahwa “Khadijah menempatkan Rasul dalam baju longgarnya (baju Khadijah) disamping tubuhnya.” Versi lain mengatakan, “Aku mendengar bahwa ia (Khadijah) menyuruh Rasul masuk dalam gaun longgarnya.” Kedua versi diakhiri dengan, “Lalu ia berkata, ‘Dapatkah kau melihatnya?’ ‘Tidak.’ Mendengar itu Khadijah berkata, ‘Bersukacitalah sepupu. Demi Allah, roh ini adalah malaikat dan bukan Iblis.’”

Implikasinya, roh misterius tsb adalah malaikat bukan iblis, karena roh itu terlalu sopan untuk memandang tubuh seorang wanita tua. Tapi malaikat tidak memiliki hasrat dan perempuan pra-Islam tidak mengenakan burka. Tapi, untuk adilnya, Khadijah adalah penghuni padang pasir yang berusia 60 tahun (tegar dan kuat—anne). Mengintip ke bagian dalam bajunya mungkin sangat menakutkan bagi si iblis.

Khadijah bukan satu-satunya orang yang tidak dapat melihat roh pemalu yg mengganggu Muhammad. Bukhari: V4B54N440, “Nabi berkata, ‘Aisya, ini Jibril. Ia memberi salam dan hormat padamu.’ Aisya menjawab, ‘Hormat dan salam untuknya.’ Lalu pada Nabi ia berkata, ‘Kau melihat apa yang tidak aku lihat.’” Dan ia sulit melewatkannya. Bukhari:V4B54N455 “Nabi memberitahu kami bahwa ia telah melihat Jibril dan ia punya 600 sayap.” :rolling:

Kita kesampingkan identitas roh kegelapan Muhammad dulu, ada masalah lain yg mengganggu – masa bisu. Selama hampir 3 tahun berikutnya, tak ada visi, mimpi, pertemuan dengan setan, atau pertandingan gulat – tidak ada apapun. Makhluk gua pengancam itu tak ditemui dimanapun. Setiap hari Muhammad pergi mengunjungi roh tsb di Ka’abah, tetapi Allah yang perkasa bahkan tak bisa mengerahkan tenaga untuk mengucap salam ‘apa kabar,’ atau ‘bacalah!’ atau apa saja yg cenderung dikatakan batu-batu saat sahabat karib mereka datang berkunjung. Ini memalukan. Ia jadi Rasul/Utusan tanpa pesan (messenger without a message.) Karena sedih dan malu, Muhammad berniat bunuh diri untuk kedua kalinya. Jadi apa yang terjadi selanjutnya? Yupp, benar: Turunlah Visi Kenabian.

Muslim: C74B1N304/Bukhari: V4B54N461 “Selagi berbicara ttg masa kekosongan pewahyuan, Nabi berkata, ‘Ketika aku sedang berjalan, tiba-tiba aku mendengar suara. Aku melihat dan menyaksikan malaikat yang mengunjungiku di gua, sedang duduk di sebuah kursi di langit. Aku menjadi takut padanya dan berlari pulang ke rumah seraya berkata, ‘Bungkusi aku dengan selimut, Khadijah. Dan kemudian Allah mewahyukan ayat-ayat Qur’an padaku. ‘Wahai, Muhammad yang berselubung, terbungkus jubah, bangun dan peringatkan orang-orang thp azab Tuhan, dan tinggalkan berhala.’ [Wahyu no.2 ini adalah kutipan dari Q74:1.] Setelah peristiwa ini, wahyu mulai turun secara rutin dan teratur.”

Tapi, ternyata alasan yg menyatakan secara khusus ttg kekosongan pewahyuan selama beberapa tahun diletakkan di surah ke-93, bukan ke-74.. (93:3 Tuhanmu tiada meninggalkan kamu dan tiada (pula) benci kepadamu.) Bagaimana kita bisa percaya apapun yang diucapkan nabi Islam bila ia sendiri tidak dapat tegas dengan ceritanya? Terlebih ada dua (Surah 73&74)--dan bukan satu surah--ttg 'bungkus dgn selimut/selubung' dan keduanya tidak konsisten dengan ingatan Muhammad. Selain itu, jika Jibril duduk di kursi yg melayang di udara, mengapa Muhammad lari pulang ke rumah? Padahal dikatakan bahwa ia ingin bunuh diri karena Jibril tidak ditemukan dimanapun juga. Tapi mengapa begitu Jibril muncul, ia malah lari? Tidak masuk akal. Dan jika itu benar-benar Jibril, mengapa Muhammad menunggu sampai ia meninggalkan Mekah dan menunggu diturunkannya 90 surah lainnya dulu sebelum baru mencakupkan surah yg menjelaskan ttg sumber wahyu tsb? Legitimasi Qur’an tergantung sepenuhnya pada sumbernya.

Yang lebih buruk lagi. Kita diminta percaya bahwa Allah, yang terlalu sibuk mengurusi sesembahan di Ka’abah sehingga tidak sempat berbincang dengan nabinya, akhirnya mendeteksi kepanikannya. Ia berkata pada pria dewasa yg sembunyi ketakutan dibawah selimut ini agar ia keluar dan memberi peringatan pada orang-orang. Heeehhh??? Mengapa tiba-tiba Allah begitu marah? Mengapa ia merasa perlu menghukum makhluk-makhluk kecil yg diciptakannya dari gumpalan darah? Allah dan nabinya berkenalan saja belum kok langsung ngobrol dan kasih instruksi? Kalau memang benar Tuhan yang bicara, mengapa Muhammad tidak tahu namanya? Ingat, semua surah-surah awal menggunakan panggilan ‘Lord’ (Tuhan). Dan setelah sekian lama, baru roh tsb memperkenalkan dirinya dengan nama ‘Ar-Rahman.’

Mungkin kita memperoleh cerita yang salah. Mari kita periksa hadis lain untuk memastikan jalannya peristiwa. B1N307/Tabari VI: 74 “Aku bertanya pada Abu Salama apa yang pertamakali diwahyukan di Qur’an. Ia berkata: “Orang yang berselubung, terbungkus jubah.’ Tapi aku lebih tahu dan berkata: ‘Bukannya 'Bacalah'? (Iqra –anne)’ Jabir berkata: ‘Kukatakan padamu apa yang Rasul katakan padaku. Katanya: ‘Aku tinggal di gua selama satu bulan dan setelah waktunya habis, aku turun menuju lembah. Seseorang berseru padaku. Aku berpaling tapi tak melihat seorangpun. Dipanggil lagi, tapi tak ada siapapun. Kutengadahkan wajah, dan disana di Arsy (singgasana) di udara ia duduk. Aku mulai gemetar karena takut padanya.’ Ini adalah kata-kata dari [Kalif] Ustman, tapi versi yang benar adalah, ‘Aku dilanda teror oleh kehadirannya. Lalu aku pergi ke Khadijah dan mereka menyiram air padaku dan Allah menurunkan ini ‘Engkau yang berselubung, terbungkus jubah, bangun sampaikan peringatan, Tuhanmu agungkanlah, jubahmu bersihkanlah,’”(Surah 74) Sampai disini yang kita tahu pasti adalah bahwa Muhammad adalah seorang pembohong patologis, punya ingatan yg buruk, depresi dan ingin bunuh diri, serta mengaku dirasuki setan.

Maududi, salah seorang komentator Qur’an terkemuka, menjelaskan: “Setelah wahyu pertama ini, tidak ada wahyu yang turun pada nabi selama beberapa waktu. Masa penantian yang panjang itu menjadi periode kesusahan dan kesedihan mendalam baginya, sehingga ia mulai pergi ke puncak-puncak gunung untuk bunuh diri. Tapi setiap kali ia berdiri di pinggir puncak gunung, malaikat Jibril akan muncul dan berkata padanya bahwa ia adalah nabi Allah. Ini menghibur dan memberi kedamaian di pikirannya.” Komentar Maududi ini dipilih agar terlihat jelas dari sudat pandang pemikiran Islam ordotoks.

Hadis ttg pengakuan yang memalukan ini, membuktikan bahwa nabi Islam punya kecenderungan bunuh diri. Tabari VI:76 “Inspirasi berhenti datang pada Nabi untuk sementara waktu dan ia sangat sedih. Ia mulai pergi ke puncak-puncak tebing gunung, hendak bunuh diri; tapi setiap kali ia mencapai puncak gunung, Jibril menampakkan diri padanya dan berkata, ‘Engkau adalah Nabi Allah.’ Kecemasannya akan mereda dan ia kembali menjadi dirinya sendiri.” Muhammad mengatakan: “Suatu hari aku sedang berjalan ketika aku melihat malaikat yang biasa datang padaku di gua Hira. Aku dilanda teror oleh kehadirannya.” Jika ia merasa terhibur oleh Jibril setiap kali ia hendak bunuh diri, mengapa makhluk ini menakutkannya? Mengapa roh tsb tidak memberikan pesan jika ia bertemu dengan rasulnya di kesempatan ini? Dan mengapa tak satupun pertemuan ini disebut di Qur’an?

Mari buka Qur’an Surah 73 dan lihat apa yang dikatakan roh Islam Q73:1 ”Hai orang yang berselimut (Muhammad), bangunlah (untuk sembahyang) di malam hari, kecuali sedikit (daripadanya), (yaitu) seperduanya atau kurangilah dari seperdua itu sedikit. atau lebih dari seperdua itu. Dan bacalah Al Quran itu dengan perlahan-lahan ('Yang mengatakan selimutilah aku. Saya takut pada malaikat' dan bagian 'dengan nada ritmis/berirama’ tidak diterjemahkan versi Ind. – anne). Sesungguhnya Kami akan menurunkan kapadamu perkataan yang berat. Sesungguhnya bangun di waktu malam adalah lebih tepat (untuk khusyu') dan bacaan di waktu itu lebih berkesan. Sesungguhnya kamu pada siang hari mempunyai urusan yang panjang (banyak).” “O you who have been wrapped in your garments! Who said, 'Cover me, cover me. I'm afraid of the angel.' Keep watch all night except a little. And recite the Qur'an as it ought to be recited, in slow, measured rhythmic tones. Surely We will soon entrust you with Our weighty Word. Surely the night is the most devout way when the soul is most receptive and the words most telling. During the day you already have a busy schedule, an occupation with ordinary business duties.". (--> Inggris: 80 kata –anne). Roh teman Muhammad ini ingin agar ia menghabiskan malam dengan menghafal Qur’an. Sejauh ini sudah ada 80 kata yang diwahyukan, jadi paling tidak satu jam 8 kata. Tapi hal tsb tak seberapa dibanding bangun di waktu malam untuk beribadah. Qur’an diwahyukan dalam kegelapan, dan bangun di malam hari adalah saat yg tepat untuk merenungkan maknanya. Iblis adalah Pangeran Kegelapan dan ia menyukai malam. Nah, kita dapatkan lagi petunjuk berikutnya.

Qur’an 73:8 “Sebutlah nama Tuhanmu, dan beribadatlah kepada-Nya dengan penuh ketekunan.” “But keep in remembrance the name of your Lord and devote yourself to Him whole-heartedly.” Bagaimana seseorang bisa menyebut/mengingat nama sosok Tuhan yang belum bernama? “(Dialah) Tuhan masyrik dan maghrib, tiada Tuhan (yang berhak disembah) melainkan Dia, maka ambillah Dia sebagai pelindung. Dan bersabarlah terhadap apa yang mereka ucapkan dan jauhilah mereka dengan cara yang baik.” “Lord of the East and West: there is no ilah but He: take Him therefore for (your) Disposer of Affairs. And bear patiently what they say and avoid them with a becoming avoidance.” Ayat ini membuat Muhammad mejadi satu-satunya utusan yg disuruh menghindar dari pemirsanya. Sebuah hadis berkata: Ishaq:115 “Sekarang Muhammad tidak ingin rahasianya dibocorkan sebelum ia mempersiapkan diri mempublikasikan pesannya.” Dengan kata lain, ia perlu cukup waktu untuk menyusun irama ayat-ayatnya agar klaimnya dapat dipercaya.

Qur’an 73:11 “Dan biarkanlah Aku (saja) bertindak terhadap orang-orang yang mendustakan itu, orang-orang yang mempunyai kemewahan dan beri tangguhlah mereka barang sebentar. Karena sesungguhnya pada sisi Kami ada belenggu-belenggu yang berat dan neraka yang menyala-nyala. Dan makanan yang menyumbat di kerongkongan dan azab yang pedih.” “Leave Me (alone to deal with) the rejecters, the possessors of ease and plenty. I respite them a little. We have heavy fetters with Us (to bind them), and a roaring furnace (to burn them), and food that chokes, sticking in the throat and a painful torment.” Disini sekali lagi kita belum diperkenalkan dgn siapa yg bicara tapi kini roh si Muhammad kelihatannya sudah tak asing lagi. Injil bicara ttg Tuan dari Api, roh yg mematahkan kehidupan manusia, mengikatnya dalam dosa. Tuhannya Muhammad adalah pencitraan Iblis.

Sebelum kita lanjutkan, perhatikan bahwa tidak ada satupun yang bersifat relijius yg telah diwahyukan hingga sejauh ini. Qur’an hanyalah sebuah paragraf panjang dan nabinya telah dilarang mendiskusikannya. Ditambah lagi, Muhammadlah yang ditolak, bukan pesannya. Baru wahyu pertama saja, si 'Tuhan' yang tidak jelas namanya, marah-marah dan mencak-mencak kepingin membunuh 'orang-orang yg mempunyai kemewahan'!? MENGAPA?? Satu-satunya alasan adalah karena si wannabe prophet ini tersiksa oleh kemiskinannya. Tamak akan apa yang dimiliki orang lain, penderitaan batinnya berubah menjadi kesadisan. Belenggu-belengu berat, perapian yang menyala-nyala dan siksaan dengan mencekik adalah cara-cara pembalasan dari orang yang iri hati. Di titik awal ini, tidak ada penjelasan lain yg masuk akal. Baik itu mengenai Muhammad yg sangat terganggu jiwanya, keinginan untuk menyiksa orang tanpa alasan yg benar, atau keberadaan sosok ilahinya yang tidak adil dan jahat. Semua yang secara terbuka ditampilkan ayat-ayat Qur’an tsb membongkar otoritas moral Islam.

Sebagian surah ke-93 secara kronologis merupakan wahyu kedua. Ishaq:155 “Wahyu terhenti selama beberapa waktu sehingga Rasul merasa tertekan dan sedih. Kemudian Jibril datang membawakannya (surah) ‘Pagi’ [color=#0000BF]dimana Ia bersumpah tidak akan meninggalkannya dan tidak membencinya.” Penjelasan lebih lanjut dari Maududi: “Tema surah tsb adalah untuk menghibur Nabi dan menghapus kecemasannya yang disebabkan penundaan wahyu. Dengan bersumpah atas nama pagi dan malam hari, ia diyakinkan. Kemudian ia diberikan kabar baik bahwa kesulitan-kesulitan yang dialaminya di tahap awal misinya akan segera berakhir. Allah akan memberinya berkah melimpah sehingga ia akan senang.” Ini OMONG KOSONG! Muhammad belum menderita apapun, karena sejauh ini ia belum punya misi. Yang terjadi justru pertarungan dengan roh pemarah di gua, wahyu yg tak masuk akal, kepanikan, skema rancangan Khadijah, berkat dari orang buta, dan sedikit penyombongan diri sbg nabi disekitar kota. Tapi umat Islam yang perlu alasan untuk perilaku nabinya yang pemurung dan punya kecenderungan ingin bunuh diri itu, bersedia mengkontradiksi wahyu Allah agar jagoan mereka punya alibi.

Mari kaji surah yang dimaksud agar bisa mengerti. Q93:1 “Aku bersumpah demi Demi waktu matahari sepenggalahan naik, dan demi malam apabila telah sunyi (gelap), Tuhanmu tiada meninggalkan kamu dan tiada (pula) benci kepadamu.” “I swear by the early hours of the day, and the night when it covers with darkness. Your Lord hath not forsaken thee, nor doth He despisith thee.” Wahh, cukup! Mengapa menggunakan Inggris versi Alkitab King James abad 17? Apa dikira penggunaan kata-kata halus spt “thy, hath, forsaken, thee,” dan “doth despisith” dalam terjemahan Inggris menjadikan Qur’an lebih bersifat ilahi sebagaimana Injil? Tapi sudahlah, untuk kemudahan pembaca, kata “Lord’s” (Tuhan) akan digunakan agar lebih dimengerti.

Kita lanjutkan. Sekarang kita paham, bahwa Tuhan Muhammad bersumpah untuk tidak mengabaikannya. Walaupun sesungguhnya misterius mengapa Ia
katakan tidak menolaknya sambil 'mencintai kegelapan.' Tapi ini ada petunjuk: Iblis adalah Bintang Fajar (Morning Star), Pangeran Kegelapan.

Qur'an 93:4 “Dan sesungguhnya hari kemudian itu lebih baik bagimu daripada yang sekarang (permulaan). Dan kelak Tuhanmu pasti memberikan karunia-Nya kepadamu, lalu (hati) kamu menjadi puas. Bukankah Dia mendapatimu sebagai seorang yatim, lalu Dia melindungimu? Dan Dia mendapatimu sebagai seorang yang bingung, lalu Dia memberikan petunjuk. Dan Dia mendapatimu sebagai seorang yang kekurangan, lalu Dia memberikan kecukupan.” ”Surely what comes after is better for you than the present or that which has gone before. Soon will your Lord give you so much you shall be well pleased. Did He not find you an orphan and protect you? And find you lost and perplexed and show you the way? Did He not find you poor and made you rich?” Belum apa-apa, tuhannya Muhammad sudah menjanjikannya kekayaan. Uang suapkah? Dan jika tuhannya sudah memberikan kekayaan pada Muhammad, mengapa situasi Muhammad masih suram ? Atau pertanyaan yg lebih baik lagi: Karena masa kecilnya seperti di neraka, dimana letak 'perlindungan' yg telah diberikan tuhannya? Apa tuhannya lupa? Atau…apa mungkin roh kegelapan Muhammad menjanjikannya rejeki setelah ada ‘Bisnis Nabi Menguntungkan'-nya Khadijah ltd co. ? “Dan Dia mendapatimu sebagai seorang yang kekurangan, lalu Dia memberikan kecukupan.” “Did He not find you poor and made you rich?” Terjemahan bahasa Indonesia adalah 'kecukupan,' padahal bhs inggrisnya 'rich' = KAYA, tidak sekedar 'kecukupan'!

------------------------------------------------------------------------------------------------ :finga: :finga: :finga: :finga: :finga: :finga: :finga: :finga:
SUPAYA ANDA TIDAK BINGUNG, ini inti artikel diatas:

Wahyu pertama dan kedua:
Muhammad berkata bahwa wahyu kedua yang diturunkan kepadanya adalah Al-Qalam (surah 68), padahal menurut para ulama Islam dan Montgomery Watt (penerjemah Tabari VI) isi surah 68 yang merupakan pembelaan atas tuduhan gila kepada Muhammad tidak mungkin berada di urutan ke-2. Memang setelah wahyu pertama Muhammad merasa dirinya gila/kerasukan, tapi diyakinkan Khadijah ia tidak gila. Tuduhan gila dari orang-orang di surah 68 terjadi di kemudian hari setelah Muhammad menyampaikan isi Qur’an. Mereka berpendapat surah 68 lebih layak di urutan ke-40, bukan ke-2.

Setelah wahyu pertama, ada masa kekosongan pewahyuan selama 3 tahun, Muhammad stress, merasa tuhannya membencinya dan meninggalkannya. Ia kemudian hendak bunuh diri kedua kalinya (usaha bunuh diri yang pertama sehabis bertemu roh di gua Hira, tiga tahun sebelumnya). Kemudian turun wahyu yang menjelaskan ttg masa kekosongan tsb.

Sesuai penjelasan di Muslim: C74B1N304/Bukhari: V4B54N461,“Selagi berbicara ttg masa kekosongan pewahyuan, Nabi berkata, ‘Ketika aku sedang berjalan, tiba-tiba aku mendengar suara. Aku melihat dan menyaksikan malaikat yang mengunjungiku di gua, sedang duduk di sebuah kursi di langit. Aku menjadi takut padanya dan berlari pulang ke rumah seraya berkata, ‘Bungkusi aku dengan selimut, Khadijah. Dan kemudian Allah mewahyukan ayat-ayat Qur’an padaku. ‘Wahai, Muhammad, yang berselubung, terbungkus jubah, bangun dan peringatkan orang-orang thp azab Tuhan, dan tinggalkan berhala.’

Surah 74:1-2 mengandung kutipan serupa, “Hai orang yang berkemul (berselimut), bangunlah, lalu berilah peringatan!”sehingga layak menjadi kandidat wahyu ke-2.

Akan tetapi, ternyata surah 93 juga menjelaskan secara khusus bahwa tuhan Muhammad tidak membenci dan meninggalkannya selepas 3 tahun masa kekosongan wahyu, “Demi waktu matahari sepenggalahan naik, dan demi malam apabila telah sunyi (gelap), Tuhanmu tiada meninggalkan kamu dan tiada (pula) benci kepadamu.”

Betul tidak, kesimpulanku ini? :finga: :finga: :finga: :finga: :finga: :finga:
Last edited by anne on Thu Nov 17, 2011 9:52 pm, edited 3 times in total.
anne
 
Posts: 502
Joined: Wed Sep 21, 2011 9:52 pm

Re: 'Prophet of Doom' by Craig Winn (BELUM SELESAI)

Postby anne » Tue Oct 25, 2011 11:52 pm

SUDAH DIPERIKSA ali5196
http://prophetofdoom.net/Prophet_of_Doo ... king.Islam

Sekarang saatnya mencoba menginterpretasi ayat-ayat suci dari sudut pandang Khadijah: ‘Tetap bersamakulah, nak, akan kubuat bisnis nabi ini menghasilkan keuntungan.’ Pandangan ini yang lebih masuk akal daripada pangkat kenabian yg datang dari Tuhan.

Setelah menikahi orang berduit sebanyak dua kali dan menaiki tangga sosial di Mekah, Khadijah mengalami kesulitan. Kekayaannya mulai menciut, sementara suami/karyawannya sering tidak ada, merajuk di gua-gua. Setelah menghasilkan sedikit keuntungan dengan menjual pernak-pernik pada jemaah haji di festival kafir sekitar Ka’abah, Khadijah sudah paham seluk beluk penipuan berkedok agama, The Ka’aba Inc. Jadi, ia punya motif, sarana, dan kesempatan. Terlebih, perilaku dan cara berpikirnya (lihat hadis ttg pertunangannya – anne) – sangat konsisten dengan teori ini.

Berdasarkan kesaksian Aisya di dalam Hadist dan Ishaq dalam Sirat Rasulullah, Khadijah adalah pendiri Islam yg sesungguhnya. Muhammad yakin kalau ia telah dirasuki setan. Ia ketakutan setengah mati. Khadijahlah yang memasukkan ide Islam, dengan memanfaatkan kredibilitas sepupunya yg hampir mati (Waraqa). Ingat apa yg ia katakan “Tidak, tidak pernah. Tidak mungkin. Gembiralah. Aku bersumpah demi Allah bahwa Ia tak akan pernah mempermalukanmu. Sesungguhnya, kuharap engkau menjadi Nabi orang-orang ini. Allah takkan mempermalukanmu”

Mari kita tinjau fakta-fakta. Kemakmuran kafilah bisnis milik Khadijah berhutang pada keberadaan kuil batu pagan Allah yg baru saja direnovasi. Letaknya tidak lebih dari seratus meter dari tempat berlangsungnya percakapan Khadijah dan Muhammad. Mekah menyediakan satu dari sedikit sumur di padang pasir bagi para kafilah yang membawa barang-barang dari pelabuhan Yaman ke Syria. Kedengarannya bagus, tapi nyatanya tak seorangpun menjadi kaya dengan menyediakan fasilitas bagi orang-orang yang singgah sejenak di kota. Jadi Ka’abah-lah yang menjadi tiket makan penduduk Mekah. Moyangnya Muhammad, Qusayy, telah memegang kontrol atas kuil berhala dan mengatur ibadah tahunan ke kuil tsb. Ia memungut pajak dari setiap pengunjung Arab. Selain pajak keagamaan sbg suatu ide yg menguntungkan sehingga diadopsi Islam, serangkaian festival yang diselenggarakan Qusayy di sekitar musim haji terbukti menjadi usahanya yang paling menguntungkan.

Image
http://images.nationalgeographic.com/wp ... 00x450.jpg
Muhammad malas berdagang, keluyuran mulu di goa sampai keuangan keluarga turun drastis shg Khadijah membuat rencana bagi bisnis yg lebih profitable. Malu khan derajadnya turun dari businesswoman ke pedagang asongan! Bisa anda bayangkan jika orang spt ibu Dewi Motik kehilangan bisnisnya gara2 suaminya keluyuran di gunung Merapi pingin jadi nabi. Apa lalu yg harus dilakukan bu Dewi? Jadi pedagang asongan di Kebayoran? Nggaklahhhh...

Opa Muttalib, kakek Muhammad, orang yg mengorbankan unta-unta pada berhala di Ka’abah atas perintah dukun sihir, akhirnya mendapatkan kontrol atas konsesi pemberian makan dan air pada para peziarah. Selain itu, yg membuatnya lebih kaya lagi ia menjadi penerima pajak keagamaan. Sebagai juru kunci Ka’abah, ia mengantongi sejumlah besar uang sewa yang dikenakan pada para pemimpin klan Arab yg merumahkan batu-batu suci mereka di Ka’abah. Ia juga mengenakan pajak kunjungan dan terlebih lagi biaya pemeliharaan dewa-dewa mereka: jasa sesajen, menyirami air dan membersihkan debu. Kombinasi yang membuat kaya pedagang Mekah – sesuai standar kekayaan suku Badui tentunya.

Khadijah jeli melihat kesempatan. Jadi dikatakannya pada Muhammad, “Yang lebih baik lagi daripada seorang juru kunci Ka’abah; Kau adalah Nabi Allah. Itu lebih bergengsi dan menguntungkan daripada jadi pertapa, sayang.” Ada sebuah hadisht yg diberi judul “Khadijah, Muslim(ah) Pertama,” berisi baris-baris yg memberatkan: “Muhammad mengatakan pada mereka ttg kemurahan Tuhannya bagi dirinya sendiri: ‘Kemurahan Tuhanmu biarlah kau katakan.’” Diikuti dengan “Kemudian Rasul mulai memberitakan kemurahan Tuhan bagi dirinya.”


Image
http://academic.aucegypt.edu/caravan/st ... -medina-3d
INI DIA! Monopoli The Kaaba Inc yg didamba-dambakan Khadijah!'

Sirat Ishaq melaporkan: Ishaq:155 “Khadijah adalah yang pertama percaya pada Allah dan Rasulnya. Oleh dia (Khadijah) Allah meringankan beban NabiNya. Ia pernah menghadapi pertentangan dan tuduhan kepalsuan tapi ia dihibur olehnya saat pulang ke rumah. Dia (Khadijah) memperkuatnya dan mengutuk oposisi.” Khadijah percaya pada Allah sebelum Muhammad karena Allah adalah tiket makannya. Sementara ia mematangkan ide kenabian, ia harus menanggung banyak beban hanya agar rencana ‘rasul tuhan’ tetap berjalan. Berbagai ‘kontradiksi’ di diri Muhammad sudah tentu menimbulkan ‘tuduhan-tuduhan kepalsuan,’ Hal ini menggema di seluruh hadis. Maka Khadijah ‘mengutuk oposisi.’ Yang menjadi inspirasi bagi kecenderungan besar Qur'an untuk mengutuk lawan Muhammad adalah mengancam mereka dengan azab.

Bukti pendukung adanya Bisnis Nabi yang Menguntungkan ini dapat ditemukan di sepanjang Sejarah Tabari. Tabari VI:82 “Di masa Jahilliyah aku datang ke Mekah dan tinggal bersama Abbas bin Muttalib. Matahari terbit saat saya sedang melihat Ka’abah. Seorang pria [Muhammad] datang dan menatap langit. Ia berbalik menatap Ka’abah. Sesaat kemudian, seorang perempuan [Khadijah] dan seorang pemuda [Ali] datang dan berdiri di belakangnya. Pria tsb membungkuk dan perempuan dan pemuda itu membungkuk; kemudian pria tsb berdiri tegak, diikuti si perempuan dan si pemuda. Pria tsb bersujud dan mereka juga melakukannya. Abbas bertanya, ‘Kau tahu apa itu?’ ‘Tidak.’ Jawabku. ‘Itu Khadijah, istri keponakanku. Dia (Muhammad) telah mengatakan padaku bahwa Tuhannya memerintahkan mereka u/ melakukan apa yg kau lihat. Demi Allah. Aku tak tahu seorangpun di dunia ini yg mengikut agama tsb selain mereka bertiga.’ Aku bertanya pada Abbas, ‘Apa sebenarnya agama ini.’ Ia menjawab, ‘Orang itu, Muhammad bin Abdallah, yg menyatakan bahwa Allah telah mengutusnya sebagai rasulNya dengan agama ini, dan bahwa harta Chusroes dan Caesar akan diberikan kepadanya oleh penaklukan.’” Sebuah pengakuan yang memberatkan. Ini adalah pengakuan bersalah – suatu bukti bahwa Islam diciptakan oleh perampok.

Aku terpana membaca pengakuan secara terbuka kitab Islam ttg Bisnis Nabi yang Menguntungkan. Ini adalah penjelasan pertama mengenai motivasi di belakang ‘agama’ Muhammad. Dinyatakan ttg maksudnya merampas kekayaan melalui penaklukan.
Hal ini memang dikonfirmasikan berulangkali di Medinah, TAPIIIII saat ini masih di Mekah – baru ada tiga bagian surah dalam Qur’an. Dan hadis Tabari tidak sendiri. Ishaq mengungkap pernyataan serupa; hanya saja lebih langsung. Ishaq:113 “Ketika aku menjadi seorang pedagang, aku datang ke Mekah selama musim haji. Selagi aku disana, seorang pria datang berdoa menghadap Ka’abah. Lalu menyusul seorang perempuan dan anak laki-laki dan berdiri berdoa bersamanya. Aku bertanya, ‘Apa agama mereka? Ini sesuatu yang baru bagiku.’ Abbas berkata, ‘Itu Muhammad, yang katanya dikirim Allah dengan agamanya, sehingga harta Chusroes dan Caesar akan menjadi miliknya. Perempuan itu istrinya, Khadijah, yang percaya penuh padanya.’” Nah, anda lihat sendiri bukan? Motivasi utama Islam adalah KESERAKAHAN. Ini telah dikonfirmasi Hadis, Sira dan Qur’an. Sang nabi palsu menyusun kitab suci sesuai kebutuhannya akan U A N G.

Tapi, penipuan tsb mulai menghadapi kesulitan. Kredibilitas Muhammad diragukan. Roma telah lama dijarah. Caesar terakhir telah lama dijatuhkan. Dan mengapa Muhammad menginginkan Chusroe? Yang dimaksud adalah Khosru Parvez, raja Persia yang sejaman dengan Muhammad. Kalau mata u ang di thn 626M disesuaikan dgn dollar saat ini, ia menyimpan kekayaan lebih dari US$2 milyar dalam bentuk emas dan perak. Penghasilan tahunannya lebih dari US$700 juta. Ia adalah orang terkaya di jamannya.

Image
Ayo .. mari kita berjihad bin jarahhhh!


Dalam Bukhari, kita temukan pengakuan bersalah lainnya: Bukhari: V4B52N267 “Nabi berkata, ‘Khosrau akan hancur dan tak ada lagi Khosrau lain setelahnya dan Caesar sudah pasti hancur dan tak ada lagi Caesar lain setelah dia, dan kalian akan memperoleh harta mereka dengan kehendak Allah [Jihad].’” Dan Bukhari: V4B56N793 “Nabi berkata, Jika kau hidup cukup lama, harta Khosrau akan dibuka dan dibawa sebagai jarahan. Tanganmu akan penuh emas dan perak.” Kemudian, Bukhari: V4B56N795 “Aku telah diberi kunci-kunci harta dunia oleh Allah.” UANG adalah motivasi di balik Islam.

Selanjutnya, mari periksa sisa wahyu kedua Bisnis Nabi yang Menguntungkan Inc. Qur’an 93:9 “Sebab itu, terhadap anak yatim janganlah kamu berlaku sewenang-wenang. Dan terhadap orang yang minta-minta, janganlah kamu menghardiknya. Dan terhadap nikmat Tuhanmu, maka hendaklah kamu siarkan. “ “Therefore, treat not the orphan with harshness, or oppress him. Nor repulse the beggar. As for him who asks, do not chide him. But as for the favor your Lord has now bestowed upon you, Muhammad, announce it!” Ini juga terdengar mencurigakan. Dua janji relijius pertama Islam, dikhususkan bagi Muhammad. Ia seorang anak yatim, diperlakukan dengan kekerasan. Ditindas, mungkin dilecehkan, dan harus mengemis. Sebagaimana yg akan kita baca di bab selanjutnya (Bab 8), ia dicerca sebagai anak dan pria dewasa. Hal tsb terus menghantuinya. Itulah sebabnya ia memiliki tuhan yang memberitahu orang yg memperlakukannya dengan buruk bahwa itu tidak baik. Bahkan ia akan menjadikannya impas, karena roh kegelapan akan menjadikannya kaya dan mereka miskin. Lantas, dalam kata-kata menyimpang yg disebut ‘wahyu’ tsb, Tuhannya Muhammad malahan berkata pada nabinya u/ memberitakan hubungan bisnisnya terlebih dahulu, bukannya memperkenalkan diri dan memberitakan sesuatu terkait keberadaannya atau tujuannya. Ia bahkan berkontradiksi dengan dirinya sendiri, karena surah ke-73 justru memerintahkan Muhammad untuk menghindari pemberitaan semacam itu.

Saya tidak bermaksud sinis, TAPIIII kenyataannya 20 surah berikut ini memperkuat pernyataan saya. Salah satunya malah penuh dengan pengakuan.

Sebelum beranjak ke hadiah Tuhan yang ke-empat (surah ke-4), mari perhatikan apa kata Muhammad ttg pewahyuan ini. Sekali lagi, Aisya, istri kecil nabi 50
tahunan ini, menjadi sumber pencerahan kita. Dia berkata, Bukhari: V1B1N2 “Rasullullah! Bagaimana inspirasi ilahi diwahyukan padamu.’ Jawabnya, ‘Kadangkala seperti bunyi sebuah bel. Inspirasi dalam bentuk ini adalah yang terkuat dari wahyu-wahyu lain, kemudian keadaan ini berlalu setelah aku mengerti yang diwahyukan. Kadang-kadang malaikat datang dalam rupa manusia dan berkata-kata padaku dan aku mengerti apapun yang dikatakannya.’ Aisya menambahkan, “Aku melihat Nabi sedang menerima wahyu dan (memperhatikan) tetes keringat jatuh dari pelipisnya di hari yg sangat dingin setelah inspirasi selesai.’”

Karena Hadis menyatakan bahwa Muhammad hanya melihat Jibril pada dua kesempatan, bagaimana ia menyampaikan ke-112 surah sisanya? Bukhari: V6B60N378 “Siapapun yang memberitahumu bahwa Muhammad melihat Tuhannya, adalah pembohong ….dan Nabi hanya melihat Jibril dua kali.”

Saat awal mula Islam kita diberitahu bahwa Allah sudah menyerah berkomunikasi secara lisan dan ingin segalanya dalam bentuk tertulis (dengan kalam) disaksikan malaikat. Sekarang ia beralih kepada seorang pria buta huruf dan berkomunikasi dengan perantaraan bel. Tuhan milyaran manusia pastilah lebih mampu dari sekedar dentangan lonceng, gumpalan darah atau menyuap seorang utusan yang remuk hati. Yahh, itulah yang kita peroleh sejauh ini. Mungkin segalanya akan berubah lewat serangkaian wahyu berikut.

Sayangnya, tak seorangpun kelihatannya paham mengenai urutan kejadian sebenarnya. Umat Islam bahkan tidak tahu bagaimana potongan ayat Qur’an disatukan. Wahyu awal dan akhir campur aduk sembarangan. Jadi yang terbaik yg bisa kita lakukan adalah melengkapi koleksi Qur’an sesuai periode perkembangan. Surah ke-96 adalah sebuah contoh bagus. Tiga ayat pertama mewakili ayat-ayat pertama yg diwahyukan, tapi sisanya ‘diterima’ bertahun2 kemudian saat sang nabi mulai bersujud sembahyang menghadap Ka’abah.” Dilaporkan bahwa Abu Jahl, saingan dan musuh utama Muhammad, mengejeknya. Maududi melaporkan: “Setelah janji kenabiannya, dan sebelum ia mulai mengajarkan Islam, Muhammad mulai bersujud solat menghadap Rumah Allah dengan cara yang Allah telah ajarkan padanya.” Herannya, gerakan sembahyang tsb tidak pernah dijelaskan dalam Qur’an. :supz: Ketiadaan ini membingungkan. Allah punya waktu memberi ayat yg mengizinkan Muhammad ambil bagian dalam incest, pedofil, penjarahan, main perempuan, perdagangan budak dan pembunuhan massal, tapi tidak mau repot2 menjelaskan ttg tata cara ibadah. “Melihat gerakan solatnya, kaum Quraysh berpendapat bahwa Muhammad mengadopsi suatu agama baru. Orang-orang lain memperhatikannya dengan rasa ingin tahu, tapi Abu Jahl dalam kesombongan dan keangkuhannya mengancam Nabi dan melarangnya sembahyang dengan cara itu di Ka’abah.”

Maududi berusaha menjelaskan surah ke-96, “Apakah Muhammad menyentuhkan wajahnya ke tanah di depanmu?” Ketika mereka mengiyakan, ia berkata, “Demi Lat dan Uzza, jika aku melihatnya seperti itu, akan kuletakkan kakiku di lehernya dan menggosokkan wajahnya ke debu.” Ka’abah disebut juga mesjid – atau ‘tempat bersujud dalam bahasa Arab’ – sama seperti di masa Qusayy, bukan Muhammad yang menciptakan cara bersujud mencium tanah. “Ketika ia melihat Rasul dalam posisi sujud, ia mencoba meletakkan kakinya di lehernya. Tapi tiba-tiba ia berbalik ketakutan. Waktu ditanya ada apa, ia berkata, ‘Ada parit api dan bayangan mengerikan antara aku dan Muhammad.’ Mendengar ini, sang Nabi berkata: ‘Kalau ia mendekatiku, malaikat [setan] akan memukul dan mencabik-cabiknya.”

Wahyu ini dimaksudkan sebagai salah satu bukti kenabian Muhammad. Tetapi cacat. Gagasan bahwa musuh terbesar Muhammad, setelah secara terang-terangan mengancam sang nabi, lantas mengaku melihat tanda ilahi sedang melindunginya, sangatlah menggelikan. Kalau hal tersebut benar, yang terjadi ia kemungkinan lari, atau minta maaf, atau memeluk Islam. Tapi Abu Jahl tidak akan pernah mengaku digagalkan dewa sang nabi dan kemudian tetap menjadi musuh. Kecuali, ia melihat api sebagai simbol pengaruh Iblis dalam pernyataan sang nabi.

Tulisan lain dari Bukhari dan Muslim meriwayatkan, “Nabi sedang bersembahyang di Ka’abah. Abu Jahl melintas dan berkata, ‘Muhammad, bukankah aku melarang kau melakukan ini?’ Dan ia mulai mengancamnya. Membalas, Nabi memarahinya dengan kasar. Menanggapinya Jahl berkata, ‘Oleh kuasa siapa kau berani memarahiku.’ ‘Oleh Allah. Pengikutku di lembah ini melampaui jumlah pengikutmu.’” Kali ini adegan diulang tanpa menyertakan referensi parit api yang memalukan. Tapi tetap tidak menyelamatkan muka para revisionis (penulis ulang Islam). Ini terjadi beberapa waktu sebelum Muhammad mengungkapkan nama tuhannya. Dengan pengakuan mereka sendiri, saat itu hanya ada TIGA orang Islam di kota yg dihuni 5000 jiwa itu. (lalu pengikut yg banyak dilembah? – anne)

Dengan adanya Hadis yang menyediakan bahan sesuai konteks, mari lihat apa yang dikatakan roh kegelapan sobat Muhammad, Qur’an 96:15 “Ketahuilah, sungguh jika dia tidak berhenti (berbuat demikian) niscaya Kami tarik ubun-ubunnya, (yaitu) ubun-ubun orang yang mendustakan lagi durhaka. Maka biarlah dia memanggil golongannya (untuk menolongnya), kelak Kami akan memanggil malaikat Zabaniyah, sekali-kali jangan, janganlah kamu patuh kepadanya; dan sujudlah dan dekatkanlah (dirimu kepada Tuhan).” “Let him beware! If he [Abu Jahl] does not desist, We will seize him, smite his forehead, and drag him by the forelock, a lying, sinful forelock! Then, let him call upon his henchmen for help and summon his council of comrades. We will call on the angels of punishment to deal with him! (or) We will call the guards of hell. (or) We too would summon the braves of Our army." (--> dalam beberapa terj. Inggris digunakan 3 panggilan berbeda, -–anne)

‘Kitab suci’ ini begitu aneh. Ada 3 panggilan berbeda dari malaikat pembunuh ini. ‘Tuhan’ menyebutnya ‘malaikat penghukum,’ ‘penjaga neraka,’ dan ‘pasukan pemberani’. Ini semua kedengarannya seperti dari kuasa kegelapan. Terlebih, roh tsb digambarkan menangkap, memukul (bukan menarik—anne) ubun-ubun dan menyeret manusia (dengan menarik rambut di kepalanya). Ini semua konsisten dengan tindak tanduk Iblis. Dan tak dibutuhkan waktu lama bagi Islam untuk menampakkan sisi jahatnya atau bagi Muhammad untuk mengungkap sumber inspirasinya.

Surah tsb berakhir dengan: Qur’an 96:19 “sekali-kali jangan, janganlah kamu patuh kepadanya; dan sujudlah dan dekatkanlah (dirimu kepada Tuhan).” “Nay, beware! Do not obey him. Pay him no heed: but bow down in adoration, and draw near.” So, dalam surah pertama yg diwahyukan ini--- setara dengan “Pada mulanya Tuhan menciptakan langit dan bumi,” --- Tuhan tak bernama Muhammad berkata pada satu-satunya nabinya agar tidak mematuhi seorang anak laki-laki yang tak disebutkan namanya! Sungguh DALAM maknanya. Ia memberi ancaman hukuman dan memanggil pasukan malaikat neraka u/ menyeret korbannya sehingga ia secara pribadi dapat mengawasi penyiksaannya. Lalu ia menyuruh rasulnya untuk mendekat ke kuil batu pagan dan sujud menyembah. Sungguh tuhan yang hebat. Buku yang hebat. Permulaan yang mengesankan.

Surah ke-74 mirip dengan dua wahyu terakhir. Mari kita bahas. Qur’an 74:1 “Hai orang yang berkemul (berselimut), bangunlah, lalu berilah peringatan! dan Tuhanmu agungkanlah! dan pakaianmu bersihkanlah, dan perbuatan dosa tinggalkanlah, dan janganlah kamu memberi (dengan maksud) memperoleh (balasan) yang lebih banyak. Dan untuk (memenuhi perintah) Tuhanmu, bersabarlah. “ “O you who are covered up in your cloak, arise and deliver your warning! And your Lord do magnify, while keeping your garments free from stain! And uncleanness do shun, nor expect in giving, any worldly gain. And for the sake of your Lord, be patient.” Sekali lagi jagoan kita bersembunyi di bawah selimut. Namun kali ini Tuhannya yang suka menangkap, memukul dan menyeret, ingin agar ia memberi peringatan. Itulah gambarannya. Tapi untuk membungkus supaya terlihat baik, ‘Tuhan’ yang biasanya terpesona dengan detail2 tak berarti, menyuruh Muhammad berpakaian bersih agar sukses – tampak bersih dari kejahatan. Dan Muhammad mematuhinya, menurut Will Durant. Dalam bukunya ‘Story of Civilization,’ ia berkata bahwa Muhammad seorang ‘pesolek’. Ia menyisihkan cukup banyak waktu untuk penampilan pribadi – menggunakan parfum di sekujur tubuh, memberi garis mata, mengecat rambut serta memakai cincin bertuliskan ‘Muhammad Rasulullah.’ Hadis-hadis selanjutnya akan membuktikan tuduhan Durant.

Image

Kita kesampingkan soal penampilan dulu. Bgm dgn bank accountnya? Ayat “tidak mengharap keuntungan duniawi” ”don’t expect any worldly gain” sungguh lucu, mengingat ayat itu diikuti janji Allah untuk membuat Muhammad KAYA! TIdak sekedar berkecukupan (spt terjemahan Quran dlm bahasa INdonesia, tapi KAYA RAYA). Kita baru membahasa beberapa ratus kata saja dalam Qur’an dan kita sudah temukan kontradiksi. Sementara klaim Muhammad ttg inspirasi ilahi yg diperolehnya diragukan, kekayaannya tidak diragukan. Islam memang menghasilkan keuntungan finansial.

Ayat berikutnya melanjutkan tren yg mungkin paling gila yang pernah ada dalam genre agama. Ditafsirkan dalam satu kalimat ‘Tuhan membenci kita dan tak sabar membawa kita ke neraka yang telah dia sediakan untuk kenyamanan kita.’ Surga dan neraka adalah konsep yang dipinjam dari Yahudi-Kristen, tapi Muhammad menjadikannya lebih dari konsep ‘Inferno’nya Dante. Qur’an 74:8 “Apabila ditiup sangkakala, maka waktu itu adalah waktu (datangnya) hari yang sulit, bagi orang-orang kafir lagi tidak mudah. Biarkanlah Aku bertindak terhadap orang yang Aku telah menciptakannya sendirian.” “The trumpet shall sound a day of anguish for disbelievers. Leave Me alone to deal with the creature whom I created bare and alone! Leave Me to deal with those I granted wealth and sons.” Terdengar sangat kejam. Inilah Islam yang sebenarnya. Dikatakan bahwa siapapun yang tidak percaya pada Muhammad, sudah ditakdirkan untuk dihukum tuhannya – langsung oleh si tuhan sendiri. Keterlibatan langsung tangan tuhan Islam dengan penyiksaan merupakan anti-thesis ajaran Yahudi Kristen dimana neraka bermakna ‘terpisah dari Tuhan’. Dalam Islam, roh kegelapan ingin terjun/terlibat langsung dengan penyiksaan. Bila nanti ada yang menyatakan bahwa Tuhan dalam Alkitab sama dengan Qur’an, tolong ingatkan akan ayat-ayat ini.

Ada seribu perbuatan yang dapat disebut di awal surah ini, seperti cinta kasih, tidak membunuh, mengatakan kebenaran, setia dalam pernikahan, tidak mengingini milik orang lain, tapi yang kita dapat adalah kenyataan bahwa sungguh jahat bakal nabi ini. Qur’an 74:15 “kemudian dia ingin sekali supaya Aku menambahnya. Sekali-kali tidak (akan Aku tambah), karena sesungguhnya dia menentang ayat-ayat Kami (Al Quran).” “These men are greedy and desire that I should give them even more. By no means! For they have offered stubborn opposition to Our Signs and Our revelations." Padahal belum ada tanda-tanda bahwa Muhammad telah menyampaikan satu wahyupun. Ia masih bersembunyi di bawah selimut. Jadi apa yang kita dapatkan di sini adalah mengintip ke dalam jiwa sang nabi yg mempunyai kecenderungan iri/tamak dan tersiksa. Dia begitu tidak aman, begitu paranoid, dia yakin dia akan ditolak.

Dari delusi kita beranjak ke kesadisan. “Aku akan membebaninya dengan segunung bencana, menimpakan malapetaka yang mengerikan dan hukuman yang menyusahkan.” “Soon I will visit them with a mountain of calamities, imposing a fearful doom and a distressing punishment.” Q 74:19 “Sesungguhnya dia telah memikirkan dan menetapkan (apa yang ditetapkannya), maka celakalah dia! Bagaimana dia menetapkan?, kemudian celakalah dia!” “For these men thought and plotted; so woe to them! They shall be cursed for their plots." Ini adalah pasal pertama dalam urutan pewahyuan. Sebab itu terasa sangat mengganggu karena roh Muhammad ini begitu bersemangat untuk mengutuk manusia; mengajar saja belum, tapi sudah mengancam. Mungkin inilah alasan Qur’an disusun tak beraturan. Karena jika disusun secara kronologis, kredibilitasnya akan menguap.

:stun:
Last edited by anne on Wed Nov 02, 2011 2:40 pm, edited 1 time in total.
anne
 
Posts: 502
Joined: Wed Sep 21, 2011 9:52 pm

Postby kokokbeluk » Wed Oct 26, 2011 12:13 am

Sis anne, luar biasa, salute, Tuhan Memberkati Sis anne & family.......... :finga:
Salam Hormat..........
Image
User avatar
kokokbeluk
 
Posts: 2540
Joined: Tue Apr 26, 2011 12:43 am
Location: Bukan TUHAN yang ngomong ame muhammad saw di gua hira! TAPI hantu!

Re: 'Prophet of Doom' by Craig Winn (BELUM SELESAI)

Postby anne » Wed Oct 26, 2011 6:38 am

Trims bro kokokbeluk,
Tuhan memberkati bro dan keluarga juga. O:)
anne
 
Posts: 502
Joined: Wed Sep 21, 2011 9:52 pm

Re: 'Prophet of Doom' by Craig Winn (BELUM SELESAI)

Postby anne » Wed Oct 26, 2011 7:02 am

SUDAH DIPERIKSA! Saya hapus pencakupan ayat2 Quran dalam bahasa Inggris, kalau tidak diperlukan. ali5196---
http://prophetofdoom.net/Prophet_of_Doo ... king.Islam

Qur’an 74:21 “kemudian dia memikirkan, sesudah itu dia bermasam muka dan merengut, kemudian dia berpaling (dari kebenaran) dan menyombongkan diri, lalu dia berkata: "(Al Quran) ini tidak lain hanyalah sihir yang dipelajari (dari orang-orang dahulu), ini tidak lain hanyalah perkataan manusia!” Dalam pasal ini, Qur’an mulai dengan tema-nya yg selalu diulang-ulang: Muhammad dan wahyunya akan diserang karena berbagai alasan termasuk tidak adanya kredibilitas ilahi, nuansa kegelapan dan kegilaan dan unsur plagiarisme yang begitu jelas (mencuri kutipan dari sumber-sumber sebelumnya). Orang-orang pada masa Muhammad yang tentu saja melihat jelas semuanya ini, dikutuk dalam ayat-ayatnya, dan ditakdirkan dipanggang di neraka oleh tuhan Islam.

Surah berlanjut dengan kata-kata kasar yg hiperbol Qur’an74:26 “Aku akan memasukkannya ke dalam (neraka) Saqar. Tahukah kamu apakah (neraka) Saqar itu? Saqar itu tidak meninggalkan dan tidak membiarkan. (Neraka Saqar) adalah pembakar kulit manusia. OMGGGGG! Rohnya Muhammad mencak-mencak lagi??? Si Iblis ini punya hobbi memerinci metode siksaannya. 'Dan mengenai orang-orang yg keras kepala yang menentang ‘tanda-tanda dan wahyu kami’ ---- maksudnya opo sihhh? Menentang apa? Gumpalan darah, membaca, menghafal, berbuat baik ke anak yatim? Dan tanda-tanda apa? Belum juga ada tanda apapun (baru juga diakui rasul, belum ngapa-ngapain ---anne). Tak ada mukjizat, nubuatan, bahkan belum ada wahyu baru lain, tapi sing mencak mencak kabeh???
:finga:

Image
Muhammad, jin atau aulloh yang mencak-mencak kabeh???

Surah ini melompat-lompat, sebagaimana umumnya surah-surah lain dalam Qur’an. Dari orang pertama tunggal ke jamak, sepertinya gejala penyakit skizofrenia atau mengindap salah satu phobia (ketakutan tidak beralasan). ‘Aku’ dan ‘Kami’ secara rutin digunakan mengacu pada roh iblis Muhammad. Tindakan bermuka dua ini cukup mengganggu dan pasti ada alasan di baliknya. Islam masih pada tahap permulaan; Muhammad baru saja diangkat jadi nabi, belum berdakwah... belum ngapa-ngapain! Tuhannya masih belum bernama. Jadi, apa alasannya mengancam umat manusia dengan segunung bencana, malapetaka yang mengerikan, menjebloskan manusia dalam api neraka yang menghitamkan, menghanguskan dan mengerutkan kulit? Ada apa dengan tuhan yang merasa terganggu dengan orang-orang yang menggosip/berkomplot melawan dia?

Ledakan kekejaman Qur’an sangat tidak masuk akal dalam konteks seorang nabi relijius. Akan tetapi, bila Khadijah yang menjadi inspirasi di belakang Muhammad, ini masuk akal --- kisah seorang pengeruk untung yg berencana ‘mengutuk kompetisi.’ Para pedagang Mekah tentunya merasa kesal thp tuduhan-tuduhan tak masuk akal dari orang yang mengangkat dirinya sendiri menjadi nabi, karena merekalah yang mengontrol monopoli urusan bisnis Kabah di Mekah dan tidak menyukai klaim Muhammad thp mata pencaharian mereka.

Bagi yang punya selera bicara ttg neraka, bersenanghati-lah. Tuhan menyediakan ayat Qur'an 74:30-31 “Dan di atasnya ada sembilan belas (malaikat penjaga). Dan tiada Kami jadikan penjaga neraka itu melainkan dari malaikat: dan tidaklah Kami menjadikan bilangan mereka itu melainkan untuk jadi cobaan bagi orang-orang kafir, supaya orang-orang yang diberi Al-Kitab menjadi yakin dan supaya orang yang beriman bertambah imannya dan supaya orang-orang yang diberi Al Kitab dan orang-orang mukmin itu tidak ragu-ragu dan supaya orang-orang yang di dalam hatinya ada penyakit.” Menurut roh kegelapan Islam, malaikat adalah sipir neraka. Dan ia menggunakan mereka sebagai dinding penghalang yang menggagalkan usaha kemanusiaan. Ini saja terasa absurd, tapi tak seberapa bila dibandingkan pernyataan bahwa orang-orang yang diberi Kitab (kaum 'ahlul Kitab,' alias Kristen dan Yahudi—yg tak percaya pada Islam dikatakan sbg ' berhati penyakit' dan sudah dipastikan masuk ke dalam neraka. Maklum! Beginilah kalau Allah sedang dilanda Yahudi dan Kristen-phobia!

Ayat 31 dari surah ke-74 berlanjut dengan baris ini: “….dan supaya orang-orang yang diberi Al Kitab dan orang-orang mukmin itu tidak ragu-ragu dan supaya orang-orang yang di dalam hatinya ada penyakit dan orang-orang kafir (mengatakan): "Apakah yang dikehendaki Allah dengan bilangan ini sebagai suatu perumpamaan?" Demikianlah Allah membiarkan sesat orang-orang yang dikehendaki-Nya dan memberi petunjuk kepada siapa yang dikehendaki-Nya. Dan tidak ada yang mengetahui tentara Tuhanmu melainkan Dia sendiri. Dan Saqar itu tiada lain hanyalah peringatan bagi manusia.” Ini membingungkan. APA sih yg tidak perlu diragukan penganut Alkitab dan mukminin? Bgm kalau mukminin tidak ragu-ragu tapi akhirnya disesatkan Allah juga ?? Disatu pihak Kristen tidak boleh ragu-ragu tapi dilain pihak dikatakan bahwa Kristen emang dari sononya 'berhati penyakit' jadi sudah pasti masuk neraka. Astagfirullah alaziiimm!! :rolleyes:

Anda juga bingung? Ingat bahwa pada saat ini, Qur’an belum jadi buku! Baru cuma beberapa ayat doang. Sementara alkitab Ibrani telah menjadi buku selama selama dua ribu tahun. Apa yang tuhan inginkan dengan semua ini?

Kurangnya kejelasan mungkin disengaja. Sosok ilahi Muhammad mengakui bahwa ia cuma bermain dengan manusia. Tuhan bermain dengan jiwa manusia, sangat memalukan. Menciptakan penghalang dan menyesatkan manusia adalah pekerjaan Iblis. Bersumpah atas nama Bulan (‘Moon’ dengan M besar) semakin memberatkan. Ini mengungkapkan sosok sebenarnya Ar-Rahman dan Allah. Qur’an 74:32 “Sekali-kali tidak, demi bulan, dan malam ketika telah berlalu,” “No, truly: I swear by the Moon as a witness, and by the darkness of night as it wanes.” Mencintai ‘kegelapan malam’ menjelaskan bahwa roh Islam adalah Iblis itu sendiri. Ia disebut ‘Bintang Fajar’ dan tempat tinggalnya adalah neraka. Q74:34 “..dan subuh/fajar apabila mulai terang. Sesungguhnya Saqar itu adalah salah satu bencana yang amat besar, sebagai ancaman bagi manusia.” Bencana terbesar – neraka – sangat jelas diciptakan untuk Iblis, tanda terbesarnya. Dengan adanya roh penipu dan jahat sebagai jurumudi agama yang paling berkembang pesat di dunia ini, tidak heran kita berada dalam kekacauan dewasa ini.

Surah berlanjut dengan:Q74:37 “(Yaitu) bagi siapa di antaramu yang berkehendak akan maju atau mundur. Tiap-tiap diri bertanggung jawab atas apa yang telah diperbuatnya, kecuali golongan kanan, berada di dalam surga,” To any of you that chooses to press forward or lag behind, know that every soul will be held in pledge for its deeds except the Companions of the Right Hand. They will be in Gardens of Delight." Bagian pertama surah ini merupakan aturan standar setiap agama, setidaknya agama non-Kristiani: manusia dihakimi sesuai perbuatannya. Bagian kedua yang tidak masuk akal, putus asa dan bahkan berkontradiksi. Disatu pihak Islam mengajarkan bahwa manusia akan dihakimi atas dasar perbandingan berat timbangan antara perbuatan baik dan jahat sepanjang hidup mereka TAPIIII dilain pihak perbuatan 'para sahabat Tangan Kanan tidak termasuk.' SIAPA 'para sahabat Tangan Kanan' dan mengapa mereka tidak termasuk? Kontradiksi ini benar-benar tragis karena konsekwensinya adalah keselamatan jiwa manusia di akhirat.

Quran 74:40 “mereka tanya menanya, tentang (keadaan) orang-orang yang berdosa, "Apakah yang memasukkan kamu ke dalam Saqar (neraka)? Mereka menjawab: "Kami dahulu tidak termasuk orang-orang yang mengerjakan shalat, dan kami tidak (pula) memberi makan orang miskin, dan adalah kami membicarakan yang bathil, bersama dengan orang-orang yang membicarakannya, dan adalah kami mendustakan hari pembalasan, hingga datang kepada kami kematian.” Ini adalah percakapan antara mereka yang berada dalam ‘Surga yang penuh kenikmatan’ dengan para narapidana yang sedang mendapat ‘siksaan Api Neraka.’ Tapi tidaklah anda melihat keanehan? Islam mengutuk manusia karena tidak melakukan sesuatu yang saat itu bahkan belum digariskan/diatur secara khusus (aturan mengenai sholat belum ada –anne)[/b].

Surah berpuncak pada ayat-ayat aneh ini: Qur’an 74:48 “Maka tidak berguna lagi bagi mereka syafa'at dari orang-orang yang memberikan syafa'at.” “No intercession of any intercessors will avail them.” Siapapun yang mengumpulkan ayat ini ingin memberitahu kita bahwa tidak ada juruselamat. Yesus, Mesias yang dijanjikan hanya bercanda soal keselamatan di kayu salib. Akan tetapi, dengan menyatakan ayat ini, mereka justru merusak kredibilitas nabi mereka sendiri, karena ia pernah mengklaim sebagai pemberi syafa’at.

Qur’an 74:49 “Maka mengapa mereka (orang-orang kafir) berpaling dari peringatan (Allah)?, seakan-akan mereka itu keledai liar yang lari terkejut.” Keledai memang! 26 abad sebelumnya, Yahweh berkata bahwa keturunan Ismael--bapak bangsa Islam--- ‘berlaku seperti keledai liar’

Qur’an 74:52 “Bahkan tiap-tiap orang dari mereka berkehendak supaya diberikan kepadanya lembaran-lembaran yang terbuka. Sekali-kali tidak. Sebenarnya mereka tidak takut kepada negeri akhirat. Sekali-kali tidak demikian halnya. Sesungguhnya Al Quran itu adalah peringatan. Maka barangsiapa menghendaki, niscaya dia mengambil pelajaran daripadanya (Al Quran). Dan mereka tidak akan mengambil pelajaran daripadanya kecuali (jika) Allah menghendakinya. Dia (Allah) adalah Tuhan Yang patut (kita) bertakwa kepada-Nya dan berhak memberi ampun.” Sungguh menakjubkan. Dalam 5 kali pewahyuan saja, Tuhan Islam sudah berkontradiksi dengan dirinya sendiri sebanyak 3 kali. Bukankah tuhannya Islam mengajar dengan 'menggunakan pena
agar ia dapat mengajar manusia apa yang tidak mereka ketahui'? Bukankah ia memberi wahyu yang kemudian ditulis manusia dalam gulungan mengenai Adam, Abraham dan Yesus? Sekarang, saat manusia memohon wahyu tertulis, dia bilang, ‘Sekali-kali tidak! Tak ada wahyu tertulis untukmu.’ Mecca, we have a problem!

[...]

Berpindah ke surah ke-94, surah berikutnya secara kronologis, Maududi menjelaskan: “Tak lama setelah Muhammad mulai menyebarkan Islam, masyarakat yang tadinya memandang dia, berbalik memusuhi. Keluarga dan teman-teman, orang se-klan dan tetangga, yang tadinya menghormatinya, mulai menghujaninya dengan hinaan. Tak seorangpun di Mekah mau mendengarnya; dia diejek dan diolok-olok di jalanan, sehingga tahap awal sangatlah mengecewakan. Itulah sebabnya surah ke-94 diturunkan untuk menghiburnya.”

Sebelum masuk ke surah tsb, ada sebuah Hadis dari Ibn Ishaq yang menunjukkan betapa enggannya Muhammad membicarakan bentuk hubungan dia dengan roh iblisnya. Ishaq:117 “Tiga tahun berlalu dari saat Muhammad menerima pengakuan sbg nabi, sampai Allah memerintahkannya mengumumkan agamanya, menurut informasi yang disampaikan padaku (Ishaq). ‘Maka sampaikanlah olehmu secara terang-terangan segala apa yang diperintahkan (kepadamu) dan berpalinglah dari orang-orang yang musyrik.’ [Q15:94] ‘ Dan berilah peringatan kepada kerabat-kerabatmu yang terdekat.’ [Q26:214] Ketika kata-kata ini turun ke Rasul, dia berkata, ‘Allah telah memerintahkan saya untuk memperingatkan keluargaku dan tugas itu melebihi kekuatanku. Saat aku menyampaikan pesan pada mereka, aku akan menemui ketidaknyamanan yang sangat, jadi aku tetap diam. Tapi Jibril telah mengatakan padaku jika aku tidak melaksanakan perintah, Tuhan akan menghukumku.” Hadis ini berbahaya bagi Islam. Surah 15 dan 26 yg disebutkan diatas itu TIDAK termasuk dalam ke-50 surah pertama yang diwahyukan, jadi penempatan waktunya tidak tepat. Lagipula apa yg dimaksudkan dengan ‘peringatan kepada kerabat terdekat' yang 'melebihi kekuatanku’? Khadijah dikatakan sebagai pemeluk Islam pertama dan Ali ketiga. Mereka keluarga terdekat dan mereka tidak menolak Islam. Anggota keluarga Muhammad yang lain adalah anak-anak perempuannya, yang dalam Islam tidak masuk hitungan. Jadi ‘ketidaknyamanan yang sangat’ apa yang perlu ia takuti? Sebegitu lemahnya wahyu ini, sehingga nabi perlu diancam agar menyampaikannya.

Qur'an 94:1 “Bukankah Kami telah melapangkan untukmu dadamu? Dan Kami telah menghilangkan daripadamu bebanmu, yang memberatkan punggungmu?” Muhammad mengklaim bahwa Sadr Syarh terjadi pada tiga kesempatan. Menurut teori Islam, dadanya dipotong terbuka oleh malaikat; jantungnya dikeluarkan, dicuci dan kemudian dimasukkan kembali. Tabari VI: 75 ‘Rasul, bagaimana kau yakin mutlak untuk pertama kalinya bahwa engkau seorang nabi.’ Ia menjawab, ‘Dua malaikat datang padaku ketika aku di suatu tempat di Mekah….Seorang malaikat berkata, ‘Bukalah dadanya dan keluarkan jantungnya.’ Ia membuka dada dan jantungku, mengangkat kekotoran setan dan segumpal darah, kemudian membuangnya. Lalu salah satu malaikat berkata, ‘Cucilah dadanya sebagai sebuah wadah.’ Ia memerintahkan Sakinah [Ibrani:Shekhinah, atau kehadiran Tuhan], yang terlihat seperti wajah seekor kucing putih, dan menempatkannya di jantungku. Lantas, salah seorang berkata, ‘Jahit dadanya.’ Kemudian mereka menjahit dadaku dan menempatkan segel diantara bahuku.’” Meskipun kejadian ini tidak terjadi, operasi thp ajaran Islam sendiri meninggalkan cedera: Jika Tuhan ingin membersihkan dosa manusia, Ia tak akan perlu melakukan operasi jantung terbuka! Pakai kasih cap stempel TOMPEL pula! :rolling:

Qur'an 94:4 “Dan Kami tinggikan bagimu sebutan (nama)mu,” Ayat ini seharusnya perlu dipertanyakan umat Islam. Kenapa? Karena setiap ayat yang diwahyukan dalam periode ini berkata bahwa Muhammad diejek, dicemooh dan dihina tetangganya. Jelas Muslim tidak menyadari ini karena surah-surah awal ditempatkan di bagian akhir Qur’an. Baru di akhir hidupnya sebagai kepala mafia milyuner, Muhammad ditinggikan namanya!

Surah 'Operasi Jantung Terbuka' diatas itu diakhiri dengan: Qur’an 94:5 “Karena sesungguhnya sesudah kesulitan itu ada kemudahan, Maka apabila kamu telah selesai (dari sesuatu urusan), kerjakanlah dengan sungguh-sungguh (urusan) yang lain, dan hanya kepada Tuhanmulah hendaknya kamu berharap.” Dalam konteksnya, ayat ini absurd. Muhammad tidak melakukan apa-apa. Kenyataannya, ia telah membuat karir dengan membolos dari tanggungjawabnya sebagai kepala keluarga. Segera setelah dewasa, ia menikahi uang, punya anak dan menelantarkan mereka karena lebih suka berkeliaran di gua-gua.

Nabi yang mengangkat dirinya sendiri itu dengan enggan mulai menyampaikan sedikit demi sedikit Qur’annya kepada khalayak. Tapi, walau puisinya cukup puitis, isi pesannya sendiri tidak layak. Secara kolektif, hampir semua orang Mekah gusar. Menurut Qur’an, teman-teman Muhammad mengatainya sebagai ‘pembohong’ dan ‘tukang sulap.’ Mereka menuduhnya telah ‘dirasuki setan.’ Kerabatnya menyebutnya ‘penyair penjiplak gila.’ Ia digolongkan sbg ‘dukun sihir, gila, pemalsu yg tak dapat dipercaya, **** dan penipu munafik.’

Bukan saya yang pertama melihat Muhammad sebagai sosok mata duitan, meninggikan diri dan penipu yang menjiplak. Klannya sendiri, kerabatnya, orang-orang yang sejaman dengan dia, melihat hal serupa lewat tindakannya. “Orang-orang kafir berkata: ‘Ia adalah seorang dukun sihir penipu, mengubah banyak dewa menjadi satu tuhan.’” “Pasti ada motif di balik Qur’an. Sudah tentu sebuah laporan yang dibuat-buat.” “Mereka menertawakan Qur’an dan berkata, ‘Haruskah kami mengabaikan dewa-dewa kami demi penyair gila ini?’” “Allah tidak menurunkan apa-apa. Kau hanya berkata bohong.” “Saat wahyu Kami yang jelas dibacakan kepada mereka, mereka berkata, ‘Ini tak berarti, hanya kebohongan yang dibuat-buat. Ini tidak lain hanya sihir murni.’ "Nabi macam apa ini? Mengapa tak ada malaikat dikirim kepadanya??"

Kemudian, dari surah 21:5 “Bahkan mereka berkata (pula): "(Al Qur'an itu adalah) mimpi-mimpi yang kalut, malah diada-adakannya, bahkan dia sendiri seorang penyair, maka hendaknya ia mendatangkan kepada kita suatu mu'jizat, sebagai-mana rasul-rasul yang telah lalu di-utus.” Muhammad dikatakan penipu lebih dari 100 kali dalam Qur’an. Dan sedikitnya 20 kali, klan-nya menuduh ia satu-satunya nabi yang tak dapat melakukan mukjizat.

Dalam surah 11:13 “Bahkan mereka mengatakan: ‘Muhammad telah membuat-buat Qur’an itu.’” Dari surah ke-10 “Sesungguhnya orang ini (Muhammad) benar-benar adalah tukang sihir yang nyata.” Kemudian dari surah ke-9:61, “Di antara mereka (orang-orang munafik) ada yang menyakiti Nabi dan mengatakan: "Nabi mempercayai semua apa yang didengarnya". Katakanlah: "Ia mempercayai semua yang baik bagi kamu, ia beriman kepada Allah, mempercayai orang-orang mukmin, dan menjadi rahmat bagi orang-orang yang beriman di antara kamu". Dan orang-orang yang menyakiti Rasulullah itu, bagi mereka azab yang pedih.”

Sebelum menutup halaman ttg awal mula turunnya wahyu Qur’an Muhammad, aku hendak berbagi perspektif ttg permulaan Islam. Aku percaya akan Qur’an dan Hadis. Percaya kepada apa yang diungkapkannya, bahwa Muhammad lari dari tanggung jawabnya sebagai orangtua. Kesendirian menjadi kesukaannya. Ia mencari Tuhan di tempat-tempat yang salah. Akibatnya, ia bertemu setan. Tentu hal ini membuatnya takut, sama halnya bila itu terjadi pada kau dan aku. Roh kegelapan tsb lalu merasukinya. Panik dan takut, ia lari pulang dan mengaku. Tapi, istrinya yg selalu ingin menaikkan status sosial tentu tak menerima hal seperti itu. Khadijah meyakinkannya bahwa roh kegelapan itu adalah Allah. Ironisnya, mungkin ia benar.

Khadijah mendirikan Islam dengan mewariskan bisnis keluarga, the Ka’aba Inc., penipuan berkedok agama yg didirikan Qusayy, kepada karyawan sekaligus suami pertapanya. ‘Tuhan’ menjadi ambisi Muhammad. Qur’an menjadi alat yg digunakannya untuk mengklaim hadiahnya. Sosok Tuhan hanya imaginasi Muhammad. Dia pria dewasa yang tersiksa, buta huruf, iri dan tamak, delusional, serta terganggu pikirannya.

BERSAMBUNG BAB 8. 'THE ABUSED ABUSER' http://prophetofdoom.net/Prophet_of_Doo ... user.Islam
anne
 
Posts: 502
Joined: Wed Sep 21, 2011 9:52 pm

Re: 'Prophet of Doom' by Craig Winn (BELUM SELESAI)

Postby anne » Wed Nov 02, 2011 11:10 pm

Bab 8 Penganiaya yang teraniaya
ABU LAHAB, PAMAN YANG MENYIKSA MUHAMMAD SELAGI MASIH KECIL, MENJADI ALASAN TERBENTUKNYA ISLAM. Islam dimulai dgn deklarasi kemarahan Muhammad terhadap pamannya yang serakah dan melenantarkannya (dan juga menyiksanya)!
SUDAH diperiksa om ali5196

http://prophetofdoom.net/Prophet_of_Doom_08_The_Abused_Abuser.Islam
“Tangkap dia, belenggu, rantai dan lemparkan ke api neraka yang menyala-nyala.”

Situasi di Mekah pastilah sedang panas. Emosi gampang naik. Menjelang musim haji, Muhammad menjadi ancaman. Para pedagang tahu jika ia mulai mengoceh pada para peziarah, ini akan punya dampak yang sangat mengganggu terhadap arus pemasukan Ka’abah Inc dan dompet uang mereka. Lantas, di sebuah pertemuan, Muhammad dipanggil untuk menyampaikan klaimnya. Abu Lahab, paman sang nabi, berkata: Ishaq:118 “’Muhammad sedang berusaha menyihirmu.’ Lalu kaum Quraysh bangkit dan pergi sebelum sang Rasul mengucap sepatah kata. Hari berikutnya mereka berkumpul lagi. Kali ini Rasul berkata, ‘Saudaraku, aku tahu tidak ada orang Arab yang telah datang pada kaumnya dengan pesan yang lebih mulai daripadaku. Aku telah membawakanmu yang terbaik di dunia ini dan di akhirat.”

Seperti yang dia akui sebelumnya, tujuan agamanya adalah untuk merampas harta karun Persia dan Roma. Pesan Islam, katanya, terbaik di dunia dan akhirat. Jika selamat, kau mendapat harta jarahan; jika tidak, kau mendapat perawan surga. Bukhari V4B52N46 Aku mendengar Rasul berkata, ‘Allah menjamin Ia akan menerima pejuang muslim masuk dalam surga jika ia terbunuh, dan jika tidak, Ia akan memulangkannya ke rumah dengan selamat dengan hadiah dan harta jarahan.’''

Ishaq:118 “Jadi, siapa diantara kalian yang akan bekerjasama denganku dalam hal ini, saudaraku, pelaksanaku dan penerusku ada diantaramu.’ Orang-orang tetap diam. Aku [Ali], meskipun paling muda, mata paling berair, paling bertubuh tambun dan berkaki paling kurus, berkata, ‘Aku akan menjadi penolongmu.’ Muhammad meletakkan tangan di punggungku dan berkata, ‘Ia penerusku. Dengarkan dan patuhi dia.’ Penduduk Mekah tertawa. Mereka berkata pada Abu Talib, ‘Ia menyuruhmu untuk mendengar dan mematuhi anakmu yang berusia 10 tahun.’” Oke. Pertemuan tidak berjalan lancar.

Ishaq:118 “Ketika para sahabat Rasul sembahyang, mereka pergi ke lembah agar tidak dilihat orang. Tapi suatu hari mereka diganggu dengan kasar. Protes berubah jadi pemukulan. Mereka memukul seorang penyembah berhala dengan tulang rahang unta dan melukainya. Darah pertama yang tertumpah bagi Islam.” Camkan ini! Hadis Islam sendiri yang menyalahkan tumpahnya ‘darah pertama’ pada muslim, bukan kafir.

Abu Jahl dan para pemimpin Mekah lainnya menemui Abu Talib. Ishaq:119 “ Keponakanmu telah mengutuk dewa-dewa kami [lucunya, disaat itu ia (Muhammad) mengutuk semua berhala termasuk Allah sendiri], menghina agama kami [lebih tepatnya, menghina kami dengan mencoba mencuri agama kami], mengejek cara hidup kami dan menuduh leluhur kami melakukan kesalahan.” Itulah sesungguhnya keluhan utama mereka. Muhammad berkata bahwa ayah dan kakek mereka terbakar di neraka. “’Kau yang akan menghentikannya atau kami yang melakukannya. Kau, sama seperti kami, di posisi yang berlawanan dengannya.’ Abu Talib memberikan jawaban damai pada mereka. Kedua kali, mereka datang dan berkata, ‘Kami telah memintamu menghentikan perbuatan ponakanmu tapi kau tidak melakukannya. Demi Allah, kami tidak tahan lagi nenek moyang kami dicerca dan adat istiadat kami diejek.’” Ishaq:119 “Muhammad mengira pamannya hendak meninggalkan dan menghianatinya, sehingga ia akan kehilangan dukungan.” Walaupun penduduk Mekah muak dengan Muhammad dan pesannya, mereka sangat menghormati Abu Talib. Tanpa dukungan paman Abu Talib, sang nabi akan diusir dari kota. ”Rasul menangis.”

Ishaq memberitahu kita, “Situasi memburuk; pertengkaran kian memanas dan penduduk Mekah terpecah.” Ishaq:120 “Tiap suku [sebenarnya klan] menyalahkan umat Islam, membujuk keluar dari agama mereka. Tapi Allah melindungi Rasulnya lewat pamannya.”

Musim haji semakin mendekat, pimpinan Quraysh mengadakan konfrensi dan meluncurkan apa yang disebut umat Islam 'kampanye propaganda menyerang Muhammad'. Ishaq:121 “Jika kita mengatakan hal yang saling bertentangan ttg Muhammad, kita mungkin akan kehilangan kredibilitas [sekaligus keuntungan financial sbg pewaris penipuan agama Qusayy]. Sebab itu, mari kita ajukan satu kritik yang disepakati bersama. Ada yang bilang kita harusnya menyebut Muhammad peramal gila. Tapi apa perkataannya menunjukkan kata2 orang gila? [Ya] Ada yang bilang ia dirasuki. Tapi tidak ada kejang-kejang, bergerak tak beraturan, atau bisik-bisik.’ [Sebenarnya, inilah yg dialami Muhammad tatkala menerima wahyu.] Yang lain berkata, ‘Kita bilang saja dia seorang penyair.’ Tidak, yg dia ucapkan bukan syair. Kita paham bentuk-bentuk syair.’ [Puisi dalam Qur’an Muhammad jiplakan puisi Zayd, seorang Hanif]. Lalu mereka berkata, ‘Dia seorang penyihir.’ ‘Tidak, kami pernah melihat penyihir dengan sihir mereka. Dia tidak meludah atau meniup. [Padahal ada lusinan hadis menggambarkan Muhammad meludah dan meniup untuk mengusir penyakit dan mantra jahat.] ‘Lantas apa yg harus kita katakan karena, demi Allah, bicaranya manis, akarnya dalam dan cabangnya berbuah.” Tidak ada sejarah pendukung ttg ini. Justru kritik utama thp Muhammad adalah yg sebaliknya.

Kerabat dan tetangga Muhammad, pria maupun wanita yg jauh lebih mengenal Muhammad ketimbang orang Islam jaman sekarang, berkata: “’Yang paling mendekati kebenaran, ia adalah seorang penyihir yang ajarannya merengut seorang pria dari ayah, saudara, istri, anak-anak dan keluarganya.’ Mereka sepakat. Kemudian, sesuai rencana, kaum Quraysh meniupkan kabar ‘ini hanyalah sebuah sihir kuno,’ diantara para peziarah di musim haji. Mereka memperingatkan setiap orang yg mereka jumpai kalau Muhammad seorang penyihir kerasukan, yang memecah belah keluarga.”

Kaum Quraysh memang benar. Muhammad ingin menghancurkan keutuhan keluarga. Ia, sama seperti kaum Komunis, bertujuan menggantikan ikatan sosial/kekeluargaan dengan kepatuhan total pada pemimpin dan doktrin agama. Dan seperti yg akan kita lihat, ia berhasil – membuat saudara melawan saudara dan anak melawan ayah.

Dalam komentar Qur’annya yg pro-Islam, Maududi berkata, “Orang akan tahu bahwa Qur’an tidak diwahyukan untuk mendakwahkan toleransi beragama sebagaimana yg dikira banyak orang, tapi Qur’an diwahyukan untuk memisahkan orang Islam dari agama kafir, ritual ibadah mereka, tuhan-tuhan mereka dan untuk mengekspresikan kebencian total.” Aminnn…

Sebuah puisi yg diduga berasal dari Abu Talib mendominasi 5 halaman berikutnya Sirat Ishaq. Ia seorang kafir pagan yg berbicara dengan hormat ttg ritual-ritual Islam. Ishaq:123 “Demi Batu Hitam, saat mereka menyentuhnya, mengelilinginya siang dan malam. Demi tempat berdiri Ibrahim, yg jejak kakinya masih segar. Demi perjalanan antara Safa dan Marwa. Setiap peziarah menuju rumah Allah.” “Demi pemberhentian Mina.” “Demi tumpukan batu agung hingga bagian atas yg berkerikil….” Puisi terus berlanjut membicarakan ttg pertempuran dan para pengecam Muhammad berakhir dalam genangan darah mereka sendiri. “Karena kalau kita laki-laki kita akan membalas dendam. Dan kalian akan menderita akibat perang.”

Umat Islam seharusnya bertanya mengapa ternyata seorang penyembah berhala yg menyokong ritual2 mereka. Ia bahkan lebih berbicara selayaknya seorang nabi daripada nabi mereka sendiri. Namun itu masih belum seberapa dibanding apa yg dikatakannnya selanjutnya. Ishaq:126 “Katakan pada Qusayy, ajaran kita akan menerobos keluar negri. Berikan kabar baik pada Qusayy, musuh-musuh akan jatuh dihadapan kita.” Ia benar memberikan sanjungan pada Qusayy sebagai pendiri ajaran yang akan menerobos keluar Arab dengan pedang: Islam.

Hadis Ishaq selanjutnya memberikan peralihan yg sangat bagus kembali ke Qur’an. Ishaq:130 “Saat kaum Quraysh tertekan oleh masalah yg ditimbulkan Rasul, mereka menjulukinya pembohong, menghinanya, dan menuduhnya penyair, penyihir, peramal dan orang yg kerasukan. Tapi Rasul terus menyampaikan apa yg sudah diperintahkan Allah. Ia membuat mereka gusar dengan mengutuk agama mereka, mengecam berhala mereka dan mengatakan mereka kafir.”

Dalam surah berjudul ‘Kaum yg tak Percaya/Al Kafirun,’ roh si Muhammad berkata padanya Qur’an 109:1 “Katakanlah,’Hai orang-orang kafir, Aku tidak akan menyembah apa yang kamu sembah. Dan kamu bukan penyembah Tuhan yang aku sembah. Dan aku tidak pernah menjadi penyembah apa yang kamu sembah, dan kamu tidak pernah (pula) menjadi penyembah Tuhan yang aku sembah. Untukmu agamamu, dan untukkulah, agamaku". Sebuah pengakuan jujur. Itulah Islam. Agamamu memang agamamu, tapi hartamu adalah jarahan buatkua, perempuan-perempuanmu adalah barang perkosaan buatku, kekuasaanmu sah direbutku, singkatnya SEMUA yang hak milik kafir adalah sah milik Islam. Jadi kafir jangan cerewet kalau merasa dianiaya. Anggaplah takdir dari Tuhan. Tapi jangan coba membalik keadaan: jangan coba rebut kembali harta/tanah yang diduduki Islam, karena Muslim akan teriak2 'dizolimi'!

Di Mekah, Abu Lahab dapat dianggap raja. Sebagai pemimpin klan Hashim (ingat! Raja Hussein dari Yordania dianggap sbg keturunan A Lahab dkk), ia mewarisi penipuan berkedok agama, The Ka’aba Inc. Ia juga tetangga sekaligus paman Muhammad. Pondok lumpur mereka berbatas dinding yg sama. “Kadangkala, ketika Muhammad sedang melakukan sembahyang, Abu Lahab menempatkan isi perut kambing di atasnya. Kadang-kadang, waktu masakan sedang dimasak di halaman, ia dan istrinya melemparkan kotoran ke panci masakan. Nabi berkata: ‘Tetangga macam apa ini.’ Istri Lahab juga menaruh duri-duri di pintu masuk rumahnya di malam hari sehingga waktu Muhammad keluar, duri-duri tsb akan menusuk kakinya.”

Paman Muhammad sendiri tidak suka padanya! MENGAPA?

Surah 110, berjudul ‘Pertolongan/An-Nasr,’ adalah satu-satunya surah di Qur’an yg menyebutkan nama salah satu musuh nabi yg dikutuk (Lahab). Maududi menjelaskan, “Paman Muhammad, Abu Lahab, memiliki sifat karakter yg menjadi dasar kutukan ini. Untuk memahaminya, perlu dipahami masyarakat Arab pada saat itu.” Guru Islam kita ini terus mengklaim, “Di masa lampau, kekacauan dan kebingungan adahal hal lazim; pertumpahan darah dan penjarahan terjadi di seluruh tanah Arab.” TAPIIII justru sebaliknya yg terjadi. Kekacauan, pertumpahan darah dan penjarahan terjadi dimana-mana sejak munculnya Islam, bukan sebelumnya.

Terjebak karena bermuka dua, Maududi meng-kontradiksi pernyataannya sendiri: “Anggota klan melindungi harta benda bersama. Ini disebut silah rehmi: berbuat baik thp sesama keluarga. Ini nilai moral tertinggi masy Arab. Barangsiapa melanggarnya dianggap dosa besar.” Jika ini benar, maka Muhammad berdosa besar karena doktrin dan serangan terorisnya ini melanggar silah rehmi dan mengadu Arab lawan Arab dengan merebut harta dan bisnis Abu Lahab.

“Dalam permusuhannya thp Islam, Abu Lahab, melanggar perdamaian.” Bagaimana ejekan semata2 Lahab dibalas dengan kutukan dalam kebencian yg menyala-nyala dari Muhammad memang sebuah teka-teki.

Sebenarnya, motivasi Muhammad menyerang Lahab, pamannya sendiri, adalah karena Lahab memiliki harta yg didambakan Muhammad. Keduanya keturunan Abdul Muttalib, warisan Muttalib melangkahi Muhammad dan diberikan pada Lahab. Makin parah lagi, yakni saat ayah Muhammad meninggal, sang nabi yatim ini benci kenyataan ia tidak diadopsi atau didukung pamannya, Abu Lahab yang kaya. Maududi berkata, “Paman Lahab diharapkan menjaga keponakan seperti anaknya sendiri. Tapi dalam permusuhannya thp Islam dan kecintaannya pada kekafiran, ia menginjak-injak semua tradisi Arab.” Ahhh masak sih? Maududi .. anda telah melakukan kesalahan. Dengan mengatakan itu, anda telah mengaburkan seluruh tujuan Islam.

Mari saya terangkan. Benarkah Abu Lahab menginjak-injak tradisi Arab spt yg dipropagandakan Muhammad dkk? Bisa saja. Waktu sang anak yatim perlu pertolongan, Islam belum ada. Lagipula, Muhammad telah menikahi uang 25 tahun sebelum perselisihan ini. Walau uangnya tidak sebanyak yang didapatkan pihak Ka'bah Inc-nya Abu Lahab, aneh kalau sang wannabe prophet masih ingin diadopsi atau didukung pamannya. Tapi ini kuncinya: saat Muhammad masih yatim, tak seorangpun menginginkannya – ‘tak seorangpun’ termasuk orang yg mewarisi segalanya, pamannya. Karena Lahab telah menolak dan mengabaikannya, Muhammad dibawa ke padang gurun. Jeritannya menggema hingga ke kita sekarang, berteriak pada kita bahwa ia telah dianiaya pamannya. Api dan air mendidih adalah instrumen siksaan, bersama dengan kelaparan yg memaksanya mengais-ngais sampah mencari makanan. Qur’an adalah saksi kita akan masa-masa mengerikan tsb. Islam adalah akibatnya.

Ketika anak yatim ini kembali ke Mekah di usia 6 tahun, ibunya meninggal – ibu yg tak pernah melihat atau berusaha mencarinya, ibu yg gagal melindunginya, ibu yang mengabaikannya. Tak mengherankan Muhammad mendambakan perhatian perempuan; tak mengherankan ia menikahi perempuan seusia ibunya, perempuan yg dapat mengurusinya. Dan tak mengherankan Muhammad memperlakukan perempuan dgn biadab. Nasib muslimah saat ini adalah gaung siksaannya di masa lalu yang masih menghantui sampai kini.

Kemarahan terpendam dapat menjadi kekuatan luarbiasa dengan akibat yg kronis. Demikianlah yang terjadi. Ketika Muhammad berusia 50-an, ia menikahi anak perempuan sahabatnya yg berusia 6 tahun. Dikemudian hari ia katakan pada anak itu, ““Yang paling kusukai adalah bau-bau yg harum dan wanita-wanita cantik.” Ia juga melanggar segala kesusilaan dengan mengambil istri anak-angkatnya (dengan persetujuan Allah tentunya). Qur’an menyatakan bahwa istri-istrinya bukanlah sesuatu yg penting ---Allah akan memberi ganti perawan-perawan baru jika mereka tidak patuh. Ketika Muhammad memarahi istri kanak-kanaknya yg memprotes bahwa jumlah selir yang terus bertambah, turunlah ayat lain yang sesuai, sehingga Aisya berkata, “Tuhanmu kelihatannya segera memenuhi keinginanmu.”

Setelah ibu Muhammad meninggal, Abu Lahab lagi-lagi menolak anak yang peka ini. Muhammad yg berusia 6 tahun terpaksa diasuh seorang budak. Dapatkah kau bayangkan rasa sakit, rasa cemburu dan rasa marahnya? Saudara ayahnya mewarisi penipuan agama, haji, perayaan Ramadhan dan pajaknya. Ia kaya raya sbg juru kunci Ka’abah, rumah Allah, sementara Muhammad tak memiliki apa-apa. Hatinya berteriak pada pamannya, mengemis bagi perlindungannya, asuhannya dan makanan. Tapi ini tidak kunjung tiba.

Dua tahun kesengsaraan berlalu sebelum akhirnya kakek Muhammad, Abdul Muttalib, mengakui anak miskin dan terluka tsb. Tapi walau demikian, hal ini sangat mengganggu, mengingat yang dikatakan Ishaq bahwa Abdul Muttalib “akan mendudukkannya di sampingnya di tempat tidur dan membelainya dengan tangannya. Ia sangat menyukainya dan biasa menimang/mengelusnya.”

Si kakek meninggal beberapa tahun kemudian dan sang bakal nabi beralih diasuh Abu Talib, paman yg lain. Sama dengan Abu Lahab, ia adalah saudara ayah Muhammad. Muhammad belum menginjak 10 tahun tapi yang jelas ia telah diabaikan dan ditolak: dua kali oleh ibunya, ayahnya, Halimah si perempuan Badui, seorang budak, dua kali oleh Abu Lahab dan terakhir oleh kakek Muttalib. Baru kecurigaan saja bahwa paman Abu Talib akan menolaknya saja bisa membuat Muhammad saat berusia 45 tahun menangis. Muhammad mengalami masa kecil yang mengerikan dan tersiksa. Tak sulit melihat mengapa dia merasa tidak aman, penuh dengan kemarahan, mengapa Qur’annya merefleksikan rasa permusuhan dan mengapa paman Abu Lahab menjadi fokus kemarahannya – satu-satunya orang yg namanya tercantum dari sekian banyak yg dikutuk. Memang penipuan agama dipromosikan Khadijah, TAPI yang paling bersalah atas kelahiran Islam adalah karena si om Abu Lahab. :shock:

Dalam Tabari, ttg saat Muhammad di Mekah, kutemukan sebuah hadis yg kupasangkan dengan hadist serupa dari Ibn Ishaq:Tabari VI:89 “Suatu hari Rasulullah menunggang al-Safa [unta perempuan favoritnya] dan berseru, ‘Jika kukatakan pada kalian bahwa di balik bukit ada sejumlah besar musuh yg hendak menyerang malam ini, apa kalian akan percaya.’ ‘Tentu saja,’ jawab penduduk Mekah. Ia berkata, ‘Aku seorang yg memberi peringatan thp azab yg mengerikan.’ Abu Lahab menjawab, ‘Jika aku menerima agamamu, apa yg kudapatkan?’ Nabi berkata, ‘Kau akan mendapatkan apa yg didapat orang lain [yg patuh padaku].’ Abu Lahab berkata, ‘Apa tidak ada keistimewaan bagiku?’ Nabi menjawab, ‘Apa yang kau inginkan.’ Lahab berkata, ‘Semoga agama ini musnah, bila aku dan orang-orang lain harus setara.’ Nabi berkata, ‘Kuperingatkan padamu, kau sedang menuju siksaan.’ Kemudian Allah mewahyukan, ‘Kekuasaan Abu Lahab akan musnah’ mengutip akhir ayat.” Tidak ada tempat bagi raja kedua dalam Islam. Muhammad tak akan berhenti sampai ia memerintah sendirian.

Sebelum pernyataan kenabian Muhammad, ia menikahkan dua dari tiga putrinya dengan dua putra Abu Lahab, Utbah dan Utaibah. Aneh, seorang nabi begitu berpikiran sempit menikahkan darah dagingnya sendiri dengan anak pria yg menjijikkan baginya. Tapi Muhammad lebih memikirkan keuntungan daripada kenabiani. Ada satu alasan mengapa ia memberikan anak2 perempuannya kepada orang yg ia benci. Abu Lahab, seperti Khadijah, memiliki uang, kekuasaan, dan prestise. Hal-hal yg bisa diperoleh melalui ikatan perkawinan.

Setelah Muhammad mulai ‘mengundang’ penduduk Mekah untuk menerimanya sebagai Nabi Allah, pewaris sah ritual hajj, perayaan Ramadhan, pajak agama, dan juru kunci Ka’abah, Abu Lahab berkata pada kedua puteranya,“ ‘Aku bersumpah tak akan melihat dan menemui kalian sampai kalian menceraikan anak-anak Muhammad.” Muhammad dianggap mulai lancang dengan bisnis sang ayah, lantas diceraikanlah kedua istri mereka.

Tabari VI:89 “Utaibah menjadi begitu jahat, ia mendatangi Nabi dan berkata, ‘Aku menolak Islam.’ Lalu ia meludahinya, tapi tidak kena. Nabi berdoa: ‘Ya, Allah jadikan dia korban seekor anjing dari anjing-anjingMu.’” Jika Tuhan benar-benar maha pemaaf seperti yg diklaim Muhammad, ia tidak akan mengutuk sepupu nabinya dimakan anjing karena cipratan ludah yg tidak kena. Tapi jika ia Allah yg disimbolkan Batu Hitam Ka’abah (alias Iblis), maka tindakannya ini mengkhawatirkan. Hadis ini adalah bagian dari tindakannya tsb.

Menurut Abdul Barr: “Setelah kejadian itu, Utaibah ikut dengan ayahnya (Abu Lahab) dalam perjalanan ke Syria. Dalam perjalanan, kafilah mereka berhenti di sebuah tempat, yg menurut penduduk setempat, didatangi hewan buas di malam hari. Lahab berkata pada para sahabatnya, orang-orang Quraysh, ‘Aturlah dengan sebaik-baiknya perlindungan bagi putraku, karena aku khawatir akan kutukan Muhammad padanya.’ Orang-orang mengatur unta-unta mereka duduk mengelilingi Utaibah, kemudian pergi tidur. Malam itu datang seekor harimau, menerobos lingkaran unta, melahap Utaibah dan mencabik-cabiknya.” Inilah bukti bahwa Muslim akan mengatakan apapun untuk membuat Allah mereka tampak benar-benar Tuhan.

Maududi dalam komentar Qur’annya menerangkan, “Kejahatan Abu Lahab dapat dinilai oleh fakta setelah kematian putra pertama Nabi, Hadrat Qasim, dan putra kedua, Hadrat Abdullah, paman Abu Lahab bukannya menghibur ponakannya yg sedang berduka, malah bergegas menemui pimpinan kaum Quraysh, dan dengan girang memberi kabar Muhammad sudah tak punya putra lagi.” Yang tak disadarinya adalah karakter Muhammad. Lebih dari satu dekade setelah kematian putra-putranya, ia mengatur perkawinan putri-putrinya dengan putra-putra pria jahat ini. Mengapa, kalau tidak ada sesuatu milik Abu Lahab yg diinginkan Muhammad?

“Kemanapun Muhammad pergi berdakwah ttg Islam. Abu Lahab mengikutinya dan melarang orang-orang mendengar. ‘Aku masih kecil saat menemani ayahku ke hadapan Dhul-Majaz (berhala -– anne). Kulihat Rasulullah berkata, ‘Wahai umat, katakanlah: tidak ada tuhan melainkan Allah (katakan demikian dan) kalian akan mencapai sukses. “Ikut dibelakangnya kulihat seorang pria yg berkata pada orang-orang “Orang ini pendusta. Ia telah sesat dari iman para leluhurnya.’”

Hadrat Rabiah berkata, “Nabi berkunjung ke tempat berkumpul masing-masing suku dan berkata ‘Wahai anak-anak ini dan itu, Aku telah ditunjuk sebagai Utusan Allah untukmu. Aku memperingatkan kalian untuk menyembah Allah semata. Berimanlah padaku dan bergabunglah denganku agar aku dapat menunaikan misiku.’ Ikut dibelakangnya, seorang pria yg berkata, ‘Wahai anak-anak ini dan itu, ia hendak menyesatkanmu dari Lat dan Uzza serta mengajakmu ke agama yg salah, agama ciptaannya. Jangan dengarkan yg dia katakan dan jangan mengikutinya.’ Abu Lahab melempari batu hingga tumitnya berdarah. Ia berkata, ‘Jangan dengarkan dia, dia pembohong.’” Muhammad memang ‘memimpin [umat Islam] pada kesesatan …..mengundang [mereka] ke agama yg salah.’ Namun, referensi hadis ini pada kata Allah menunjukkan tradisi oral ini berasal dari Yathrib/Medinah bukan Mekah. Kata ‘Allah’ masih harus menunggu beberapa tahun sebelum mulai dipakai dalam Qur’an.

Orang-orang yg dekat dengan Muhammad, tetangga dan pamannya, misalnya, tidak cukup yakin akan pernyataan nabi: “Aku telah ditunjuk sebagai Rasulullah bagimu. Aku memperingatkanmu hanya menyembah Allah. Berimanlah padaku dan bergabunglah denganku agar aku dapat menunaikan misiku.” Sebagai sebuah pernyataan religius ini tidak meyakinkan. Namun bila dilihat dari kacamata seorang anak teraniaya yg sedang mencari pembalasan dan mendambakan kekuasaan, ini semua jadi masuk akal. Memakai agama sebagai alat penipuan hanyalah sebab-akibat.

Akhirnya klan-klan Quraysh memboikot kelompok kecil Muhammad yg terdiri dari sekelompok orang yg rendah secara sosial dan ekonomi. “Abu Lahab,” menurut Ibn Hisham, “satu-satunya orang yg memihak klan-klan kafir Quraysh, menentang klannya sendiri. Boikot ini berlangsung selama tiga tahun. Para pengikut Muhammad yg paling miskin mulai kelaparan. Tapi Abu Lahab tidak tergerak hatinya.” Ishaq:161, “Lahab dan istrinya Umm mengejek dan mentertawakannya hingga turun wahyu Qur’an ttg kejahatan mereka. Umm menaruh duri-duri di jalan Rasul.” Menurut Maududi: “Saat pamannya dikutuk dengan menyebutkan namanya, orang-orang sadar bahwa Rasul dapat memperlakukan kerabatnya dengan keras dalam hal agama. Saat pamannya sendiri diadili di depan umum, orang-orang paham tidak ada tempat bagi ikatan darah dalam agama ini.” Dengan kata lain Muhammad bersalah telah merusak unit keluarga.

Wahyu “Gejolak Api (Al Lahab)” menunjukkan jati-diri Muhammad, seperti jendela ke dalam jiwanya. Kusiapkan 5 terjemahan:

Qur’an 111:1
Yusuf Ali : “Binasalah tangan Ayah dari Api! Binasalah ia!”
Noble : “Binasalah kedua tangan Abu Lahab (paman Nabi), dan binasalah ia!”
Pickthal : “Kekuasaan Abu Lahab akan binasa, dan ia akan binasa.”
Syakir : “Kebinasaan atas kedua tangan Abu Lahab, dan ia akan binasa.”
Ahmed Ali : “Akan dihancurkan tangan Abu Lahab, dan ia sendiri akan binasa.”

Qur’an 111:2
Yusuf Ali : “Tak ada guna baginya semua kekayaannya dan semua keuntungannya!”
Noble : “Kekayaan dan anak-anaknya tak akan berguna baginya!”
Pickthall : “Kekayaan dan keuntungannya tidak akan membebaskan dia.”
Syakir : “Kekayaan dan apa yang ia hasilkan tidak akan berguna baginya.”
Ahmed Ali : “Tidak ada guna kekayaannya, juga apa yang telah diperolehnya.”

Qur’an 111:3
Yusuf Ali : “Akan terbakar segera Ia dalam Api Neraka yg Menyala-nyala!”
Noble : “Ia akan dibakar dalam Api Neraka yg Menyala-nyala!”
Pickthall : “Ia akan diceburkan dalam Api yg menyala-nyala,”
Shakir : “Ia akan segera terbakar dalam api yang menyala,”
Ahmed Ali : “Ia akan dipanggang dalam api,”

Qur’an 111:4
Yusuf Ali : “Istrinya akan membawa kayu (api) – Sebagai bahan bakar!”
Noble : “Dan istrinya juga, yg membawa kayu (dr duri2 yg diletakkannya di jalan Nabi).
Pickthall : “Dan istrinya, pembawa kayu,”
Shakir : “Dan istrinya, pembawa bahan bakar,”
Ahmed Ali : “Dan istrinya, penjaga pintu kayu api,”

Qur’an 111:5
Yusuf Ali : “Sebuah jalinan temali dari ijuk melingkari lehernya (sendiri)!”
Noble : “Di lehernya sebuah jalinan temali dari Masad (Ijuk).”
Pickthall : “Akan terpasang di lehernya tali kekang dari ijuk.”
Shakir : “Di lehernya tali kekang dari jalinan temali yg kuat.”
Ahmed Ali : “Akan terpasang tali pengikat dari sabut di sekeliling lehernya.”

Abu Lahab berbicara keras dan melempar batu, lantas Muhammad menyuruh tuhannya menyerang pamannya dan mengutuk sepupunya. Dan lewat pengakuannya, nabi memberitahu kita bahwa kekayaan warisan maupun keuntungan yg pamannya peroleh tidak akan membebaskannya dari siksaan. Muhammad tahu benar apa yang diwarisi dan apa yg diterima Abu Lahab sbg keuntungan. Wong ini kok yang dicari Muhamad!
Keuntungan bisnis Lahab – yi penipuan berkedok agama Qusayy. Nabi ingin agar kita tahu bahwa jabatan juru kunci Ka’abah tak akan menyelamatkan Lahab karena ia telah meyerahkan haknya. The Ka’abah Inc. kini milik Muhammad. Allah yg menyatakannya.

Kadangkala rincian terkecil bisa menunjukkan kuncinya! Coba pikir, tuhan berkontradiksi dengan dirinya sendiri dengan memberitahu kita bahwa istri Abu Lahab akan membawa kayu api neraka sementara di ayat lain dikatakan tubuh-tubuh manusia-lah yang dijadikan bahan bakar neraka. Ini petunjuknya: Kebakaran di Arab seringkali dipicu oleh semak belukar kering seperti yg durinya disebar istri Abu Lahab di pintu Muhammad. Ya, pikiran Muhammad berbelit-belit seperti halnya tali yg melingkari leher Umm. Bukhari:V6N356 “Melingkar di lehernya, belitan ijuk, jalinan serupa dalam Api Neraka.”

Sampai sekian saja sudah terlihat buruknya, padahal ini baru permulaan. Satu kebohongan keluarga memicu kebohongan lain. Maududi menjelaskan “Di masa-masa awal kenabian, Muhammad melalui kondisi yg paling sulit. Seluruh kaum berubah memusuhi; ada perlawanan di segala arah. Nabi dan para Sahabat tidak melihat sedikitpun celah keberhasilan. Lalu Allah, untuk menghiburnya, menurunkan beberapa ayat. Allah berkata [alasan utama terciptanya Islam]: ‘Segera Tuhanmu akan memberimu begitu banyak sehingga kau akan senang.’ Dan Allah berkata [alasan kedua terciptanya Islam]: ‘Kami akan memasyhurkanmu. Walau musuh berusaha mencemarkan nama baikmu di seluruh negri, Kami, sebaliknya, meninggikan nama dan ketenaranmu,”

Mencemarkan nama baik di seluruh negeri? Negeri mana nih?? Muhammad tidak punya musuh diluar kampung kecil Mekah –- terlihat betapa kerdilnya wawasan dunia Allah. Dan bahkan istilah ‘musuh’ terlalu dibesar-besarkan. Sukunya Muhammad hanya mengejek wahyunya, mereka mencacinya, dan mentertawakan biaya yg dia keluarkan. Tapi mereka tidak menyerangnya, memenjarakannya atau menghancurkan rumahnya -– hal-hal yg justru dilakukan Muhammad di Medinah dan juga dilakukan oleh pengikutnya dewasa ini.

Maududi berkata, “Demikianlah kondisi menyesakkan saat surah ke-108 [berjudul Ni’mat Yang Banyak/Al-Kautsar] diturunkan. Kaum Quraysh marah pada Nabi. Para Sahabat tak berdaya, orang-orang malang yg dianiaya dan dizalimi.”
Tidak jelas kenapa dan bagaimana sahabat2nya nabi dianiaya dan dizalimi. Ditertawakan dan dibenci mungkin. Tapi dianiaya dan dizalimi? Yang benar ahhh!!

“Terlebih lagi,” lanjut Maududi, “ia berduka dengan kematian kedua putranya yg saling susul, sesudah itu kerabat terdekat, klan, dan tetangga bergembira dan mengucapkan kata-kata yg mengecewakan dan mengganggu bagi seorang mulia yg bahkan memperlakukan musuhnya dengan sangat baik.” Memperlakukan musuh sangat baik? Tak pernah dalam seluruh sejarah umat manusia
ada 'nabi' yg memperlakukan klannya sendiri, kerabat2nya dan musuh2nya dengan kebencian yang begitu meluap. Roh pembimbing Muhammad mencerca penduduk Mekah di Qur’an dan mengutuk mereka masuk neraka. Dan ia memang membawakan neraka pada penduduk Mekah, clannya Muhammad sendiri, dengan menjarah harta benda dan menaklukkan kota mereka. Sirat-nya Ishaq mendata ada 3 putra, bukan dua yg meninggal saat bayi 20 tahun sebelumnya.

Di baris penutup, Maududi menegaskan sifat Iblis di Islam, “Tentang ini Allah dalam satu kalimat di surah pendek ini memberi kabar baik pada Muhammad, lebih baik dari kabar apapun yg pernah diberikan pada manusia, yakni, lawannya akan dihabisi/diputus dari akarnya, bukan dia.” Kabar baiknya, keluarga dan tetangga nabi akan ‘dihabisi.’ ‘Kabar Baik’ ala Islam memang bukan ttg keselamatan, melainkan ttg pembantaian!

Dalam ayat ini, Muhammad mengklaim hadiahnya -– sumber kekayaan abadi – Kausar. Sayangnya, kekayaan ini mengalir dari sumber penipuan – Ka’abah-nya Allah. Qur’an 108:1 “Sesungguhnya Kami telah memberikan kepadamu ni'mat yang banyak. Maka dirikanlah shalat karena Tuhanmu; dan berkorbanlah.” “To you have We granted[i] Kausar, the fountain of abundance. Therefore to your Lord turn in Prayer and Sacrifice.”[/i] Sebelum kita tinggalkan ‘Bank of Kautsar,’ perhatikanlah kata ‘Maka.’ Sebuah tawar menawar disepakati. Doa dan pengorbanan adalah jasa/layanan thp hadiah yg telah diberi Allah. Muhammad memberi tahu sesuatu yg seharusnya sudah kita pahami: '‘Saya beri Allah doa dan qurban, Allah beri saya UANG.”

Tradisi berikutnya tidak lain dari pengakuan dari pencatut agama paling terkenal di dunia: Tabari VI:95 “Abu Talib berkata pada Muhammad, ‘Ponakan, bagaimana ini, sukumu mengeluh ttgmu dan mengatakan bahwa kau menghina dewa-dewa mereka dan berbicara macam-macam.’ Rasulullah berkata, ‘Paman, aku ingin mereka mengucapkan satu kalimat [Tidak ada Tuhan selain Allah dan Muhammad adalah Nabinya.] Jika mereka mengatakan itu, orang-orang Arab akan tunduk pada mereka (Allah dan Muhammad) dan orang-orang bukan Arab akan membayar pajak jizyah.’” Jizyah adalah pajak yg sangat tinggi, dikenakan pada umat Kristiani dan Yahudi hingga masa sekarang. Pajak ini juga disebut 'pajak perlindungan,' persis seperti uang setor pada mafia agar harta benda dan nyawa pembayar tidak diancam. Jika bayar, kau selamat, jika tidak kau tewas.

Setelah berkata pada umat Islam bahwa ‘Allah akan memberi kekayaan kepadamu dari karuniaNya,’ Qur’an 9:29 berkata: “Perangilah orang-orang yang tidak beriman kepada Allah dan tidak (pula) kepada hari kemudian, dan mereka tidak mengharamkan apa yang diharamkan oleh Allah dan RasulNya dan tidak beragama dengan agama yang benar (agama Allah), (yaitu orang-orang) yang diberikan Al-Kitab kepada mereka, sampai mereka membayar jizyah dengan patuh sedang mereka dalam keadaan tunduk." "Fight against those People of the Book [Christians and Jews] who do not follow what Allah and His Messenger (Muhammad) acknowledge as the true religion (Islam), nor accept Our law, until they pay the Jizyah tribute tax in submission, and feel themselves subdued, being brought low." Terjemahan lain bilang: “bayar pajak di bawah kekuasaan kita dan dalam keadaan tunduk.” Islam memang sebuah skema uang mafiosi. Muslim ditarik iuran bagi Ka'bah Inc dan non-Muslim ditarik pajak jizyah! Mau cepat kaya? Masuk Islam saja!

Qur’an 108:3 “Sesungguhnya orang-orang yang menghina kamu dialah yang terputus.” “For he who insults you (Muhammad) will be cut off.” Bandingkan dengan Yesus yang diperlakukan secara tidak adil dan menerima siksaan fisik, bukan hanya diejek secara verbal, Yesus justru berdoa, “Ampunilah mereka, karena mereka tidak tahu apa yang mereka perbuat.” Tetapi roh kegelapan Islam, ‘menghabisi’ para pengejek ---mengirim mereka terbakar di neraka. :snakeman:

(tanpa bermaksud mempromosikan Kristen loh!)

---bersambung---
anne
 
Posts: 502
Joined: Wed Sep 21, 2011 9:52 pm

Re: 'Prophet of Doom' by Craig Winn (BELUM SELESAI)

Postby little_david » Thu Nov 03, 2011 3:49 pm

Sialannnn......Semua ini gara2 Si mamad nabi cabul dari arab.
Coba gak ada si mamad dan islam,gak bakalan ada buku setebel ini.

Sampe' vertigo ane baca terjemahan bang ali.....(gimana yg nerjemahinnya ya...???) :rolling: :rolling:

Bener2 ente pejuang FFI sejati bang....
Buat rekan2 kapir yg bantuin nerjemahin,ane juga ucapin mban-mban kamsia.... =D> =D>
little_david
 
Posts: 498
Joined: Fri Oct 16, 2009 8:12 am

Re: 'Prophet of Doom' by Craig Winn (BELUM SELESAI)

Postby bagonk » Thu Nov 03, 2011 7:50 pm

ijin tandain gan
User avatar
bagonk
 
Posts: 214
Joined: Sun Jul 31, 2011 10:44 am

PreviousNext

Return to Buku2 bhs Inggris yg Diterjemahkan kedlm bhs Indonesia



Who is online

Users browsing this forum: No registered users