.

'Prophet of Doom' by Craig Winn (BELUM SELESAI)

Re: 'Prophet of Doom' by Craig Winn

Postby borjuis » Thu May 21, 2009 12:47 am

:rofl:
borjuis
 
Posts: 2204
Joined: Mon Aug 25, 2008 5:45 pm

Re: 'Prophet of Doom' by Craig Winn

Postby DHS » Thu May 21, 2009 3:08 am

Adadeh wrote:Ada gak ya yang murtad gara² komik hot gue Muhammad & Hafsa dan Muhammad & Zainab? Kekekeke...

Deh, komik loe udah menggoncangkan Indonesia dan membuat IFF populer bahkan kejadian 19 Nopember tahun lalu sempat menyentil forum Internasional.
Buatlah sebanyak mungkin lalu disatukan. Jangan kuatir pasti ada kok yang murtad. Ngomong2 Youtubenya kok skarang dah ngilang? Gw seneng banget dengan dubbing suaranya ... Engrab bangeth ha..ha.ha... apa itu suara loe sendiri? asli? Masih terngiang-ngiang di kepalaku intonasi nada kalimat pertama: "Mu ham mad and Haf sah".
:green:
User avatar
DHS
 
Posts: 4378
Images: 4
Joined: Sat Jan 05, 2008 7:56 pm

Re: 'Prophet of Doom' by Craig Winn

Postby Adadeh » Thu May 21, 2009 3:21 am

DHS wrote:Buatlah sebanyak mungkin lalu disatukan. Jangan kuatir pasti ada kok yang murtad. Ngomong2 Youtubenya kok skarang dah ngilang?

Masih ada kok:
http://www.youtube.com/watch?v=-Jm_0FccRoU
http://www.youtube.com/watch?v=cfg1UQb1JWs

Juga di LiveLeak:
http://www.liveleak.com/view?i=510_1224512381
http://www.liveleak.com/view?i=88b_1228347880

Juga go to google, and type Muhammad and Hafsa, then you will see a lot of people posted my films in various site.
User avatar
Adadeh
 
Posts: 8461
Images: 414
Joined: Thu Oct 13, 2005 1:59 am

Re: 'Prophet of Doom' by Craig Winn

Postby DHS » Thu May 21, 2009 3:11 pm

Adadeh wrote:Masih ada kok:
http://www.youtube.com/watch?v=-Jm_0FccRoU
http://www.youtube.com/watch?v=cfg1UQb1JWs

Juga di LiveLeak:
http://www.liveleak.com/view?i=510_1224512381
http://www.liveleak.com/view?i=88b_1228347880

Juga go to google, and type Muhammad and Hafsa, then you will see a lot of people posted my films in various site.


Image
User avatar
DHS
 
Posts: 4378
Images: 4
Joined: Sat Jan 05, 2008 7:56 pm

Re: 'Prophet of Doom' by Craig Winn

Postby Moderator 3 » Fri May 22, 2009 5:03 am

Kesaksian kapal_kertas dipindah ke sini:
viewtopic.php?f=79&t=33037
Moderator 3
 
Posts: 572
Images: 1
Joined: Tue Sep 13, 2005 8:53 pm

Re: 'Prophet of Doom' by Craig Winn

Postby walet » Fri Jun 26, 2009 1:14 am

Ini buku selengkapnya, silakan download dan terjemahkan:
http://www.scribd.com/doc/221388/Prophet-Of-Doom-Craig-Winn
walet
 
Posts: 5973
Images: 16
Joined: Wed Feb 11, 2009 4:52 am

Re: 'Prophet of Doom' by Craig Winn

Postby kalangkilang » Mon Mar 07, 2011 3:58 am

wah, masih sampe bagian 3 yah,,berarti masih ada 22 bab lagi,,kerja raksasa beneran ini..he.he..
hmmm,,adakah ide yang lebih baik supaya buku ini bisa diterjemahkan?? he..he..
User avatar
kalangkilang
 
Posts: 2696
Joined: Sun Sep 26, 2010 12:52 am
Location: lagi menulis dibuku

Re: 'Prophet of Doom' by Craig Winn

Postby 12goal88 » Sat Mar 12, 2011 11:54 am

Belum tamat2 juga buku ini, sungguh celaka :rolling:
12goal88
 
Posts: 5
Joined: Sat Mar 12, 2011 11:43 am

Re: 'Prophet of Doom' by Craig Winn

Postby ari jambronk » Tue Apr 05, 2011 4:20 pm

DHS wrote:Deh, komik loe udah menggoncangkan Indonesia dan membuat IFF populer bahkan kejadian 19 Nopember tahun lalu sempat menyentil forum Internasional.
Buatlah sebanyak mungkin lalu disatukan. Jangan kuatir pasti ada kok yang murtad. Ngomong2 Youtubenya kok skarang dah ngilang? Gw seneng banget dengan dubbing suaranya ... Engrab bangeth ha..ha.ha... apa itu suara loe sendiri? asli? Masih terngiang-ngiang di kepalaku intonasi nada kalimat pertama: "Mu ham mad and Haf sah".


Bangga banget sih... memfitnah dan menghakimi orang...

saya kritik komik anda ya...!

dalam komik ditulis : Agar bisa berduaan saja dengan Maria, maka sang Nabi mengarang alasan dan mengatakan pada Hafsa bahwa ayahnya, yakni Umar, ingin bertemu dengannya.
Padahal Umar tidak memanggil Hafsa dan saat itu dia sedang melakukan sunnah nabi.

setelah dicari di hadis tidak ditemukan hadits yang menceritakan bahwa : Nabi mengarang alasan ?

dalam komik ditulis : Muhammad mengasingkan diri dari istri2nya selama sebulan dan hanya tidur bersama Maria saja untuk menghina mereka dan membuat mereka cemburu.

Bukhari: Volume 3, Buku 43, Nomer 648:
Sang Nabi tidak mengunjungi istri2nya karena Hafsa membocorkan rahasia kepada ‘Aisha, dan sang Nabi berkata bahwa dia tidak akan mengunjungi para istrinya selama sebulan karena dia marah pada mereka ketika Allah membatalkan sumpahnya untuk tidak menyentuh Maria lagi.”

Saya sudah baca Bukhari: Volume 3, Buku 43, Nomer 648: , akan tetapi saya belum menemukan keterangan bahwa : SATU BULAN JEDA, HANYA BERSAMA MARIA SAJA.

banyak yang aneh komiknya bung adadeh. :toimonster:
ari jambronk
 
Posts: 152
Joined: Fri Mar 25, 2011 10:11 am

Re: 'Prophet of Doom' by Craig Winn

Postby Adadeh » Wed Apr 06, 2011 4:05 am

ari jambronk wrote:dalam komik ditulis : Agar bisa berduaan saja dengan Maria, maka sang Nabi mengarang alasan dan mengatakan pada Hafsa bahwa ayahnya, yakni Umar, ingin bertemu dengannya.
Padahal Umar tidak memanggil Hafsa dan saat itu dia sedang melakukan sunnah nabi.

setelah dicari di hadis tidak ditemukan hadits yang menceritakan bahwa : Nabi mengarang alasan ?

Silakan periksa sendiri:
http://www.faithfreedom.org/Articles/sina/mariyah.htm
Qur'an
Published by Entesharat-e Elmiyyeh Eslami, Tehran 1377 lunar H. Tafseer and translation into Farsi by Mohammad Kazem Mo’refi

Also it is reported that the Prophet had divided his days among his wives. And when it was the turn of Hafsa, he sent her for an errand to the house of her father Omar Khattab. When she took this order and went, the prophet called his slave girl Mariyah the Copt who bore his son Ibrahim, and who was a gift from the king Najashi and had sexual intercourse with her. When Hafsa returned, she found the door locked. So she sat there behind that locked door until the prophet finished the business and came out of the house while pleasure[?] was dripping from his face. When Hafsa found him in that condition she rebuked him saying you did not respect my honor; you sent me out of my house with an excuse so you could sleep with the slave girl. And in the day that was my turn you had intercourse with someone else. Then the Prophet said, be quiet for although she is my slave and halal to me, for your contentment I at this moment make her haram to myself. But Hafsa did not do this and when the Prophet went out of her house she knocked at the wall that separated her room from that of Aisha and told her everything. She also gave the glad tiding about what the Prophet had promised about making Mariyah haram to himself.

[Published by Entesharat-e Elmiyyeh Eslami Tehran 1377 lunar H. Tafseer and translation into Farsi by Mohammad Kazem Mo’refi]

terjemahan yang digarisbawahi:
Muhammad mengirim Hafsa untuk melakukan sesuatu di rumah bapaknya Omar Khattab.

dalam komik ditulis : Muhammad mengasingkan diri dari istri2nya selama sebulan dan hanya tidur bersama Maria saja untuk menghina mereka dan membuat mereka cemburu.

Bukhari: Volume 3, Buku 43, Nomer 648:
Sang Nabi tidak mengunjungi istri2nya karena Hafsa membocorkan rahasia kepada ‘Aisha, dan sang Nabi berkata bahwa dia tidak akan mengunjungi para istrinya selama sebulan karena dia marah pada mereka ketika Allah membatalkan sumpahnya untuk tidak menyentuh Maria lagi.”

Saya sudah baca Bukhari: Volume 3, Buku 43, Nomer 648: , akan tetapi saya belum menemukan keterangan bahwa : SATU BULAN JEDA, HANYA BERSAMA MARIA SAJA.

Tentu saja sudah jelas begitu: Muhammad membatalkan sumpahnya untuk tidak ngesex lagi dengan Mariah Kuptiah. Dia pisah dengan istri2nya selama sebulan. Dengan begitu, sudah jelas selama sebulan itu Muhammad terus berhubungan dengan Maria.

Semua kafir waras yang tak pernah dicuci otak Islam akan segera tahu makna kalimat penuh tipu di hadis atas:

Allah membatalkan sumpahnya untuk tidak menyentuh Maria lagi.

Tentu saja Muhammad sendiri yang membatalkan sumpahnya untuk bisa ngesex lagi dengan Maria, dan bukan Allah atau tuhan ciptaannya. Membatalkan sumpah atau melanggar perjanjian adalah perbuatan jelek/memalukan. Agar dirinya tak tampak jelek karena melanggar sumpah, maka dia gunakan tuhannya sebagai jadi kambing hitam. Di tangan Muhammad, Allah adalah alat yang sangat berguna untuk menutupi nistanya dan melampiaskan nafsu sexnya.
User avatar
Adadeh
 
Posts: 8461
Images: 414
Joined: Thu Oct 13, 2005 1:59 am

Re: 'Prophet of Doom' by Craig Winn

Postby ari jambronk » Wed Apr 06, 2011 10:15 am

Ini hadits lengkapnya :

Bukhari: Volume 3, Buku 43, Nomer 648 wrote:Narrated 'Abdullah bin 'Abbas:
I had been eager to ask 'Umar about the two ladies from among the wives of the Prophet regarding whom Allah said (in the Qur'an saying): If you two (wives of the Prophet namely Aisha and Hafsa) turn in repentance to Allah your hearts are indeed so inclined (to oppose what the Prophet likes) (66.4), till performed the Hajj along with 'Umar (and on our way back from Hajj) he went aside (to answer the call of nature) and I also went aside along with him carrying a tumbler of water. When he had answered the call of nature and returned. I poured water on his hands from the tumbler and he performed ablution. I said, "O Chief of the believers! ' Who were the two ladies from among the wives of the Prophet to whom Allah said:
'If you two return in repentance (66.4)? He said, "I am astonished at your question, O Ibn 'Abbas. They were Aisha and Hafsa."
Then 'Umar went on relating the narration and said. "I and an Ansari neighbor of mine from Bani Umaiya bin Zaid who used to live in 'Awali Al-Medina, used to visit the Prophet in turns. He used to go one day, and I another day. When I went I would bring him the news of what had happened that day regarding the instructions and orders and when he went, he used to do the same for me. We, the people of Quraish, used to have authority over women, but when we came to live with the Ansar, we noticed that the Ansari women had the upper hand over their men, so our women started acquiring the habits of the Ansari women. Once I shouted at my wife and she paid me back in my coin and I disliked that she should answer me back. She said, 'Why do you take it ill that I retort upon you? By Allah, the wives of the Prophet retort upon him, and some of them may not speak with him for the whole day till night.' What she said scared me and I said to her, 'Whoever amongst them does so, will be a great loser.' Then I dressed myself and went to Hafsa and asked her, 'Does any of you keep Allah's Apostle angry all the day long till night?' She replied in the affirmative. I said, 'She is a ruined losing person (and will never have success)! Doesn't she fear that Allah may get angry for the anger of Allah's Apostle and thus she will be ruined? Don't ask Allah's Apostle too many things, and don't retort upon him in any case, and don't desert him. Demand from me whatever you like, and don't be tempted to imitate your neighbor (i.e. 'Aisha) in her behavior towards the Prophet), for she (i.e. Aisha) is more beautiful than you, and more beloved to Allah's Apostle.
In those days it was rumored that Ghassan, (a tribe living in Sham) was getting prepared their horses to invade us. My companion went (to the Prophet on the day of his turn, went and returned to us at night and knocked at my door violently, asking whether I was sleeping. I was scared (by the hard knocking) and came out to him. He said that a great thing had happened. I asked him: What is it? Have Ghassan come? He replied that it was worse and more serious than that, and added that Allah's Apostle had divorced all his wives. I said, Hafsa is a ruined loser! I expected that would happen some day.' So I dressed myself and offered the Fajr prayer with the Prophet. Then the Prophet entered an upper room and stayed there alone. I went to Hafsa and found her weeping. I asked her, 'Why are you weeping? Didn't I warn you? Have Allah's Apostle divorced you all?' She replied, 'I don't know. He is there in the upper room.' I then went out and came to the pulpit and found a group of people around it and some of them were weeping. Then I sat with them for some time, but could not endure the situation. So I went to the upper room where the Prophet was and requested to a black slave of his: "Will you get the permission of (Allah's Apostle) for Umar (to enter)? The slave went in, talked to the Prophet about it and came out saying, 'I mentioned you to him but he did not reply.' So, I went and sat with the people who were sitting by the pulpit, but I could not bear the situation, so I went to the slave again and said: "Will you get he permission for Umar? He went in and brought the same reply as before. When I was leaving, behold, the slave called me saying, "Allah's Apostle has granted you permission." So, I entered upon the Prophet and saw him lying on a mat without wedding on it, and the mat had left its mark on the body of the Prophet, and he was leaning on a leather pillow stuffed with palm fires. I greeted him and while still standing, I said: "Have you divorced your wives?' He raised his eyes to me and replied in the negative. And then while still standing, I said chatting: "Will you heed what I say, 'O Allah's Apostle! We, the people of Quraish used to have the upper hand over our women (wives), and when we came to the people whose women had the upper hand over them..."
'Umar told the whole story (about his wife). "On that the Prophet smiled." 'Umar further said, "I then said, 'I went to Hafsa and said to her: Do not be tempted to imitate your companion ('Aisha) for she is more beautiful than you and more beloved to the Prophet.' The Prophet smiled again. When I saw him smiling, I sat down and cast a glance at the room, and by Allah, I couldn't see anything of importance but three hides. I said (to Allah's Apostle) "Invoke Allah to make your followers prosperous for the Persians and the Byzantines have been made prosperous and given worldly luxuries, though they do not worship Allah?' The Prophet was leaning then (and on hearing my speech he sat straight) and said, 'O Ibn Al-Khatttab! Do you have any doubt (that the Hereafter is better than this world)? These people have been given rewards of their good deeds in this world only.' I asked the Prophet . 'Please ask Allah's forgiveness for me. The Prophet did not go to his wives because of the secret which Hafsa had disclosed to 'Aisha, and he said that he would not go to his wives for one month as he was angry with them when Allah admonished him (for his oath that he would not approach Maria). When twenty-nine days had passed, the Prophet went to Aisha first of all. She said to him, 'You took an oath that you would not come to us for one month, and today only twenty-nine days have passed, as I have been counting them day by day.' The Prophet said, 'The month is also of twenty-nine days.' That month consisted of twenty-nine days. 'Aisha said, 'When the Divine revelation of Choice was revealed, the Prophet started with me, saying to me, 'I am telling you something, but you needn't hurry to give the reply till you can consult your parents." 'Aisha knew that her parents would not advise her to part with the Prophet . The Prophet said that Allah had said:--
'O Prophet! Say To your wives; If you desire The life of this world And its glitter, ... then come! I will make a provision for you and set you free In a handsome manner. But if you seek Allah And His Apostle, and The Home of the Hereafter, then Verily, Allah has prepared For the good-doers amongst you A great reward.' (33.28) 'Aisha said, 'Am I to consult my parents about this? I indeed prefer Allah, His Apostle, and the Home of the Hereafter.' After that the Prophet gave the choice to his other wives and they also gave the same reply as 'Aisha did."


saya tidak menemukan tyang adadeh tulis atau...
Adadeh memang bukan " Tukang pelintir Murni" , cuma sekedar menerjemahkan artikel yang dari sononya memang sudah penuh dengan pelintiran.

:-s
ari jambronk
 
Posts: 152
Joined: Fri Mar 25, 2011 10:11 am

Re: 'Prophet of Doom' by Craig Winn

Postby Adadeh » Wed Apr 06, 2011 10:31 am

ari jambronk wrote:' I asked the Prophet . 'Please ask Allah's forgiveness for me. The Prophet did not go to his wives because of the secret which Hafsa had disclosed to 'Aisha, and he said that he would not go to his wives for one month as he was angry with them when Allah admonished him (for his oath that he would not approach Maria). When twenty-nine days had passed, the Prophet went to Aisha first of all.

Pertanyaanmu itu sudah dijawab oleh hadis yang kamu cantumkan di atas. Terjemahkan kalimat di atas tentang Maria. Kenapa Muhammad marah² sama istrinya? Apa yang dikatakan Muhammad tentang Maria?
Kalo mengutip tulisan Inggris, ketahuilah artinya.

Adadeh memang bukan " Tukang pelintir Murni" , cuma sekedar menerjemahkan artikel yang dari sononya memang sudah penuh dengan pelintiran.

EGP sama fitnah Muslim. Sewot ya lo Nabi lo ternyata suka ngesex sama pembantunya di ranjang istrinya. SUNNAH NABI TUH!! Ketahuan lagi sama istrinya. Sungguh memalukan. Coba bayangin jika Yesus yang melalukan ini. Wadoooowwww... Muslim akan senang sekali mengutipnya. Hahahaha...
User avatar
Adadeh
 
Posts: 8461
Images: 414
Joined: Thu Oct 13, 2005 1:59 am

Re: 'Prophet of Doom' by Craig Winn

Postby SUKA HUMOR » Sun May 01, 2011 3:55 pm

Terus semangat bro... :supz: :supz: :supz: .. Dijaman 'google' kaya gini, 'argumen ****' slimer udah ga ada artinya... [-X [-X [-X .. Gw juga mau jadi sponsornya nih...
Kasihan kalo ngeliat mereka... :heart: :heart: :heart: ...
User avatar
SUKA HUMOR
 
Posts: 3
Joined: Sun May 01, 2011 2:24 pm
Location: JAKARTA

Re: 'Prophet of Doom' by Craig Winn

Postby hendro212 » Sun May 22, 2011 7:10 am

Di forum banyak orang yang maniak dan penuh kebencian..!
Semoga segera mohon ampun dan Taubat pada sang pencipta..!
Ini penghinaan yang telah mengatasnamakan KEBENARAN yang dibuat2 menurut VERSINYA SENDIRI..!
hendro212
 
Posts: 29
Joined: Fri May 20, 2011 12:53 pm

Re: 'Prophet of Doom' by Craig Winn

Postby alphaomega » Sun May 22, 2011 9:21 am

hi...cuma pengen komentar dikit..
saya heran sama org muslim....kenapa sukanya muter2...uda jelas qurannya hijau...tapi kalo kafir bilang quran itu hijau maka dengan segala cara muslim akan mengelak dengan bilang ...."oo quran itu ga hijau?..quran itu biru dicampur kuning...." atau" quran itu green..." atau " quran itu ga hijau....tapi warna daun"....apapun yg penting ga mengakui quran itu "HIJAU"....hehe...malah keliatan bodonya...

:rolling:
alphaomega
 
Posts: 4
Joined: Sun Aug 08, 2010 10:24 pm

Re: 'Prophet of Doom' by Craig Winn

Postby kuta bali » Mon May 23, 2011 6:36 am

hendro212 wrote:Di forum banyak orang yang maniak dan penuh kebencian..!
Semoga segera mohon ampun dan Taubat pada sang pencipta..!
Ini penghinaan yang telah mengatasnamakan KEBENARAN yang dibuat2 menurut VERSINYA SENDIRI..!


Belum pernah baca Quran ya? Disini misalnya ada kebencian gak ada yang suruh bunuh, gak kaya di Quran.
kuta bali
 
Posts: 2187
Joined: Tue Mar 02, 2010 3:55 am

Re: 'Prophet of Doom' by Craig Winn

Postby abbadul » Wed May 25, 2011 2:01 pm

hendro212 wrote:Di forum banyak orang yang maniak dan penuh kebencian..!
Semoga segera mohon ampun dan Taubat pada sang pencipta..!
Ini penghinaan yang telah mengatasnamakan KEBENARAN yang dibuat2 menurut VERSINYA SENDIRI..!

Sadarlah hai muslim !!!
Islam sendiri yg mengeluarkan ajaran membenci suatu galongan ! Walaupun seorang muslim sendiri ga pernah bertemu dengan rumpun yg Quran referensikan untuk dibenci (Yahudy) !
User avatar
abbadul
 
Posts: 1097
Joined: Thu Jul 29, 2010 12:12 pm

Re: Buku: 'Prophet of Doom' Craig Winn

Postby mamadkafirun » Sun Jun 12, 2011 2:42 pm

kimi07 wrote:ini klo ada yg bisa total nerjemahin gw angkat 4 jempol, soalnya 900an halaman boo hehe

Wadoohhh 900 kali dibagi 9 orang aja 1 orang harus mentertemahkan 100 an halaman :shock:
User avatar
mamadkafirun
 
Posts: 1810
Joined: Thu Apr 14, 2011 3:15 pm
Location: in God's heart.

Re: 'Prophet of Doom' by Craig Winn (BELUM SELESAI)

Postby anne » Wed Sep 21, 2011 10:58 pm

Bab 5 DAPATKAH QUSAYY MENIPU?
diperiksa dan diedit oleh Om Ali5196
http://prophetofdoom.net/Prophet_of_Doo ... Scam.Islam

“Qusayy memperoleh hak sbg juru kunci Ka’abah lewat sekerat anggur dan sebuah kecapi.”

Terisolir adalah kata yang tepat untuk mendeskripsikan tanah Arab jauh sebelum kelahiran sang nabi. Walaupun peradaban Mesopotamia (Irak sekarang) dibagian timur dan peradaban Yahudi dibagian barat Arab tumbuh dengan suburnya, selama 35 abad peradaban2 itu gagal berakar di padang gurun Arab.

Image
http://upload.wikimedia.org/wikipedia/c ... rnamap.png

Di kota-kota Mesopotamia yang legendarislah ditemukan penemuan terbesar manusia, yakni bahasa tertulis. Saat tibanya abad 7M, bangsa Sumeria, Babilonia dan Assiria sudah selama 5000 tahun menggunakan huruf paku untuk memproklamirkan berbagai penemuan mereka di bidang sains, matematika, astronomi, hukum, kedokteran, pertanian, arsitektur, seni dan religi.

Image
http://knp.prs.heacademy.ac.uk/essentia ... ormscript/

TAPIII dikala itu, tanah Arab tetap terisolasi dan mandek – wadah budaya yang cocok untuk penyebaran Islam. Dekatnya daerah miskin dengan budaya-budaya besar ternyata menciptakan masyarakat yang gampang menipu dan ditipu.

Walau peradaban kita saat ini dibangun oleh budaya Babilonia, Assiria dan Sumeria, kita sampai saat ini masih dihantui oleh agama-agama mereka. Dua doktrin religius bernada politis berkembang dari warisan budaya ini – agama Katolik Abad Pertengahan dan Islam fundamentalis. Selama 1000 tahun kekuatan yang paling berpengaruh bukanlah negara tetapi agama. Ritual kedua doktrin tersebut dipraktekkan pertama kali di kuil-kuil Babilonia. Banyak simbol-simbol, festival serta doktrin Katolik berakar pada kebiasaan masyarakat ini. Natal, Paskah, perayaan jelang Paskah, kependetaan, pengakuan iman, dan pemujaan Bunda Maria adalah contoh-contoh tata cara saat ini yang dipinjam dari kaum pagan di masa lampau. Demikian pula dalam Islam. Allah adalah Sin, dewa bulan dari Ur. Juga surga dan neraka Qur’an diimpor dari sumber yang sama.

Kenyataan ini tertera pada goresan huruf paku (cuneiform) di keping tanah liat yang kemudian menjadi hieroglyph di sepanjang sungai Nil dan alfabet di pantai timur Mediterania. Melalui tulisan di kuil Karnak diketahui bahwa dewa-dewa pagan seperti Bulan Sabit Subur yang berkembang di Mesir, di kemudian hari muncul lagi di Yunani, lalu Romawi. Adapun Kanaan mempunyai kisah berbeda. Tuhan mereka tidak seperti tuhan lain. Dipandang dari sisi kebendaan, Ia adalah Roh. Dilihat dari sisi jumlah, Ia satu. Dibanding kepercayaan dewa-dewi masa lampau yang menggunakan simbol astronomi, Ia bersifat personal, dekat, dikenal. Namanya Yahweh. Umatnya adalah Israel. Bersama-sama mereka mendokumentasikan kisah-kisah sejarah dan hubungan mereka. Dalam hal penyampaian kisah-kisah yang banyak beredar ini, masyarakat Yahudi yang berdiam di gerbang barat tanah Arab memainkan peranan penting.

Percabangan jalur kisah dimulai ketika seorang pemuda bernama Abram meninggalkan pemujaan pada dewa Sin. Dalam perjalanan yang penuh bahaya, ia, istrinya yang cantik Sarai, ayahnya Terah, serta keponakannya Lot, meninggalkan tanah Ur-Kasdim menuju baratlaut. Melintas semenanjung Arab, menelusur sungai Efrat hingga tiba di kota Haran. Disana, saat ayah Abram meninggal, dewa sesembahan ayahnya, Sin, dewa bulan dari Ur, masih dipuja. Tetapi selanjutnya, lewat perintah oleh suatu Sumber yang bahkan lebih tinggi dari bulan dan dewanya, Abram, Sarai dan Lot meninggalkan kenyamanan hidup di sungai besar itu menunju tanah Kanaan – Tanah Perjanjian.

Dalam kisah termashur yang pernah diceritakan, Abram menjadi Abraham, bapak segala bangsa. Pada usia 90, ia menjadi ayah Ismael lewat budak istrinya yang berasal dari Mesir dan dengan demikian Abraham melahirkan benih Islam. Sepuluh tahun kemudian pada usia 100 tahun ia menyaksikan kelahiran ajaib Ishak yang dijanjikan pada Sarai, namanya berubah menjadi Sarah. Ishak menjadi anak perjanjian yang melalui keturunannya akan lahir para nabi dan pemimpin: Yakub, Yosua, Musa, Salomo, Esau, Daniel, Yeremia, dan 2000 tahun kemudian, Yahshua, yang dikenal sebagai Yesus dari Nazareth. Kisah Bible ini ditakdirkan berperan penting dalam percaturan sejarah, di tanah paling diperebutkan di muka bumi, tepat di titik persimpangan benua.

Kisah drama besar yang menggambarkan bangkitnya peradaban dan kepercayaan ini tentunya mengusik masyarakat Arab. Jejak budaya, sains, bahasa, religi, hukum dan seni bagi mereka terbawa angin gurun. Sejarah orang Kasdim, Assiria, Babilonia, Persia, Mesir, Yunani dan Romawi semuanya terjalin dengan keturunan Abraham melalui Ishak, bukan Ismail. Seakan masyarakat Arab berada di sebuah pulau terpencil, terdampar waktu. Begitulah keadaan Islam, sebuah agama yang begitu steril (hampa) yang hanya bisa berkembang pada pikiran dan tempat yang sama steril-nya.

Masyarakat Arab buta huruf selama ribuan tahun, itulah sebabnya sedikit yang kita ketahui tentang mereka. Itulah juga sebabnya begitu sedikit yang mereka ketahui tentang dunia sekitar mereka. Bahasa mereka berasal dari bahasa Aramaik, bahasa dominan di paruh awal milenium sejarah. Arab tidak menggunakan alat tulis atau pena selama seratus generasi. Hingga era Muhammad, kurang dari satu diantara seratus orang Arab dapat menulis. Bahasa Arab klasik yang kelak digunakan Qur’an pada saat itu baru berkembang di Syria/Siria/Suriah.

Kaum Badui di padang rumput Siria hidup sbg nomad (berpindah2) karena tanah mereka terlalu miskin untuk membangun kota. Arab (berasal dari kata arid/kering) terdiri atas suku-suku yang tak memiliki peradaban dominan. Banyak upaya penaklukan semenanjung Arab gagal karena lingkungan yang keras, kondisi yang justru meningkatkan keingin-tahuan pihak luar akan masyarakat ini. Selama 3000 tahun mereka tidak ditaklukkan, tidak pula menjadi penakluk, karena menundukkan kaum Badui macam ini sama dengan menjinakkan kucing. Kaum Babilonia, Assiria, Mesir, Persia, Yunani dan Romawi semua gagal. Bukan karena Arab biadab tetapi karena mereka mendambakan kebebasan dan menghargai kedamaian. Selama 3000 tahun catatan awal sejarah, masyarakat Arab termasuk masyarakat yang paling damai dan mandiri. Hanya di 1400 tahun terakhir ini mereka menjadi teroris. Garis pemisahnya adalah Islam. Muhammad telah merusak mereka. :snakeman:

Ilmuwan Islam menggambarkan periode pra-Islam, yang disebut Jaman Jahilliah/Jahiliyyah atau Periode Kegelapan/Kebodohan dengan sangat buruk. Mereka menjelekkan masyarakat2 Arab sebelum Islam, untuk membuat masyarakat Islam yang lahir berikutnya-–yang tak diragukan paling **** dan brutal dalam sejarah-–tampak baik. Tapi bukti yang ada mengenai cara hidup dan budaya masyarakat sebelum Islam ini, menunjukkan bahwa mereka sama sekali tidak ****. Dan malah masyarakat Arab (pra-Islam) sendiri di abad 7, tidak seperti keturunan mereka di abad 21 ini, adalah orang-orang yang bebas, cinta damai yang menghargai nilai-nilai kekeluargaan dan keterikatan antar suku.

Bergantung pada mata air, sebagian besar suku Badui hidup dengan menanam pohon korma, menggembalakan ternak, menyamak kulit atau berdagang dng karavan/kafilah. Tanah kering mereka dikenal dengan unta-unta dan ruang terbuka yang luas. Terhalangnya awan hujan oleh pegunungan di Syria, Israel, Yordan dan bagian barat Arab, seakan mengolok tanah kelahiran Muhammad.

Kondisi alam inilah yang membuatnya sulit ditembus. Jalan-jalan yang memungkinkan tentara Babel, Asyur, Persia, Mesir, Yunani, dan Romawi menaklukkan dan mengendalikan sebagian besar wilayah dunia sulit untuk dibangun dan mustahil untuk dipertahankan. Tak ada gunanya. Secara kasat mata, tanah tandus ini tak bernilai. Hanya berfungsi sbg laut kering yang beguna untuk melintasi barang-barang dari produsen ke konsumen. Tapi karena Semenanjung Arab dikelilingi laut, mengitarinya jauh lebih mudah daripada melintasi gurun. Tanah dambaan Muhammad adalah gurun tandus, tempat yang dilupakan waktu.

Sedikit demi sedikit masyarakat Arab tahu ttg kejadian dunia sekitar mereka. Dari waktu ke waktu mereka mendengar tentang dewa-dewa Nimrod dan Babilonia. Dewa-dewa serupa berkembang di Mesir, Yunani dan kawasan2 Romawi. Mereka mencampur rupa manusia dan hewan, menjelmakannya menjadi objek pemujaan yang menaikkan derajat penguasa menjadi dewa. Mereka yang dianggap rasul2 Tuhan merangkai skema2 yang didesain
agar rakyat tunduk, membayar (pajak) dan patuh.

Di abad ke-7, masyarakat Arab juga mendengar tentang dua agama monoteis besar. Kisah2 kaum Yahudi, bapak mereka Abraham, dan Tuhan mereka Yahweh, lazim terdengar. Musa dikenal sebagai pembebas terbesar, Daud dan Salomo sebagai raja. Setelah pengasingan mereka ke Babilonia, banyak kaum Yahudi menetap di tanah Arab, khususnya di kota oasis, Yathrib. Mereka bilang kepada kaum Badui bahwa mereka berasal dari keluarga yang sama. Taurat mengakui Arab dan Yahudi sebagai keturunan Abraham. Arab ditelusuri garis keturunannya lewat Ismael. Pengakuan lugu akan kenyataan bahwa pewaris sah dari anak perjanjian Yahweh adalah Ishak, putra Sarah, dan BUKAN Ismael---anak haram seorang gadis budak----kelak terbukti jadi ancaman besar.

Kaum nomad Arab juga tahu tentang agama Kristen, yang walau bersifat damai tapi merupakan kekuatan paling berpengaruh di dunia beradab di abad ke-6. Sementara ajaran Kristen memenangkan banyak pengikut di Mesir, Romawi, Yunani dan Persia, justru di Arab orang Kristen mengalami penganiayaan luarbiasa – bukan oleh Arab, tapi justru oleh Yahudi bernama Dhu Nuwas yang memegang tampuk kekuasaan di Yaman. Akibat dibayangi ketakutan, agama Kristen hanya tinggal menjadi bisik-bisik samar dibanding ajaran Yahudi. Terlebih lagi ajaran “tampar pipi kanan, kasih pipi kiri” tidak cocok untuk masyarakat yang mengutamakan balas dendam demi ketertiban. Demikianlah masyarakat Arab terjebak antara monoteisme Yahudi/Kristen di barat dan berbagai kepercayaan dewa-dewi Mesopotamia di timur.

Keterikatan pada suku dan keluarga membuat kaum nomaden ini tetap membumi. Karena terlalu sedikit yang diatur, maka tidak diperlukan penegak hukum dan undang-undang. Pertikaian antar suku kerap terjadi, namun terselesaikan dengan cara qisas – kambing ganti kambing. Mereka benci pengkhianatan dan kebohongan. Dalam pertempuran, kehormatan lebih penting dari kemenangan. Tak terpikir untuk menaklukkan suku lain. Mereka tidak pasif tapi juga tidak agresif. Untuk bertahan hidup di gurun pasir sudah merupakan sebuah pertempuran tersendiri.

Hukum Hammurabi yang ditulis 2500 sebelumnya, dipraktekkan secara mentah/literal. Pembunuhan dibalas dgn pembunuhan, pencurian dengan pencurian, hinaan dengan hinaan. Untuk mendukung perdagangan dibentuklah aliansi antar suku oleh tokoh pedagang besar yang punya kapasitas politis. Mereka lebih militan dari para kepala suku. Kadangkala mereka mengobarkan pertempuran demi mendapat harta jarahan dan kekuasaan. Persis nabi Islam, mereka mendapatkan pengaruh lewat ujung pedang.Sir John Glubb, yang mempelajari Islam dan menghabiskan hidupnya di tanah Arab berkata, “Sifat-sifat macam ini penting bagi karir Muhammad. Sang nabi menjadi orang yang punya otoritas militer dan politik, sehingga suku Badui tak begitu melihatnya sebagai utusan allah tapi lebih sebagai kepala pedagang besar.'' Para kepala suku terpikat menggabungkan klan mereka dengan gerakan Muhammad karena di-imingi harta gemulai aduhai yang melimpah.

Orang Arab cenderung menyukai tahyul dewa-dewi dan kecanduan akan puisi – faktor yang penting dalam pembentukan Islam. Puisi yang dikembangkan kaum Hanif menjadi bahan utama agama Muhammad. Kaum Hanif yang monoteis percaya bahwa mereka mewarisi ajaran Abraham. Awalnya, Muhammad mengikut mereka, menyebut agamanya Hanifisme. TAPIii begitu ia ingin merebut kekuasaan, Muhammad mengganti nama agamanya menjadi “tauhid” dan mengobarkan perang kata, lalu perang pedang untuk menyerang orang-orang yang telah menginspirasinya.

Menarik bahwa semua nilai-nilai positif yang nampak pada tuhan Ar-Rahman di ke-40 surat awal al Qur’an merupakan bagian dari nilai-nilai Badui dan kepercayaan Hanif yang mempromosikan perlindungan pada pihak yang lemah, amal, serta perbuatan baik. Sayangnya, kebanyakan ayat damai ini kemudian dibatalkan, sesuai keinginan Muhammad. Allahnya menjadi pendendam, paranoid, penipu, sangat mesum dan kasar. Allah menjadi alter ego Muhammad – menyatu dan tak terpisahkan.

Sewaktu bangsa Arab masih menyembah banyak dewa, tidak terjadi penganiayaan atas nama agama, dan monoteisme menyebar dengan cepat diantara para pemuja polytheisme. Sejumlah besar Yahudi, bagian keturunan dari masa pembuangan Babel 20 abad sebelumnya, tinggal dengan aman di kota yang telah mereka bantu pembangunannya, masyarakat pertanian subur Yathrib, yang sekarang disebut Medinah. Jumlahnya mereka sekitar 30ribu-an – jumlah yang cukup besar mengingat keringnya tanah yang mereka tempati.

200 mil selatan Yathrib, terletak Mekah, di lembah berbatu yang sempit dan kering dengan lebar 1/4 mil dan panjang 1 1/2 mil. Gunung di kedua sisinya berbatu kasar dan kering kerontang. Tak seperti Yathrib, Mekah tandus. Tidak ada cukup air untuk memulai pertanian. Tak ada pohon dan
rumput untuk peternakan sangat minim. Perkampungan terdiri dari pondok-pondok yang dibangun dari tanah lumpur. Tak ada batu cetak atau batu bata, bahkan bata buatan tangan yang sering ditemukan di berbagai belahan dunia tak ada disini. Dalam hal ini Mekah tertinggal selama 3000 tahun.

Atap rumah tak ada karena tak ada kayu. Karena tak ada kayu, maka tidak ada tukang kayu. Kaya atau miskin semua merasakan tiupan pasir dan angin panas yang menyengat. Tiap pondok merasakan udara gurun yang panas menyengat disiang hari dan dingin menusuk di malam hari. Ekspose pada panas dingin ini beanr2 menusuk badan dan memang tidak ada tempat yang lebih buruk daripada tempat ini. Bila Yerusalem dan Israel diumpamakan jantung dan pembuluh aorta dunia, Mekah dan Arab adalah debu diantara jari kakinya. Bukan bermaksud meremehkan tetapi ini memang gambaran kekontrasan antar kedua tempat tersebut.

Bangunan paling menonjol di Mekah adalah Ka’abah, sejenis kuil dimana Allah, si dewa bulan, berbagi tempat dengan berhala seperti Hubal. “Rumah” mereka berupa kubus dengan empat dinding kasar, terbuka tanpa atap di abad ke-6, yang hampir saja roboh akibat gravitasi dan banjir. Bahan bangunannya dan berhala-berhala yang tersimpan didalamnya sama bentuknya, keduanya berupa batu kasar dan tidak di-olah. Dewa Hubal hanyalah sebentuk batu. Sulit membedakan mana yang dewa dan mana yang batu bangunan.

Glubb berkata, “Menarik bahwa sebagian besar berhala Arab tidak mengambil bentuk manusia sebagaimana dewa-dewi Yunani dan Romawi…. Para penyembah berhala dari abad manapun akan menyangkal bahwa mereka menyembah patung, melainkan kata mereka, mereka berdoa pada roh yang berdiam didalamnya. Bahasa Arab memiliki suatu kata untuk batu yang diyakini sebagai tempat tinggal dewa. Banyak orang Arab percaya bahwa mencium dan mengusap batu seperti itu akan membawa berkat.” Dan seperti kita semua ketahui, mencium dan mengusap Batu Hitam Allah (hajar aswad), adalah sebuah ritual yang dilakukan Muhammad secara teratur dan dengan penuh hormat.

Terlepas dari Ka’abah, Mekah bukanlah apa-apa. Terisolir, kota kecil yang dihuni sekita 5000 jiwa yang tak menghasilkan atau menumbuhkan apapun. Jarak tempuh ke daerah Mediterania yang beradab sangat jauh dan keras. Kapal-kapal melintas ke barat, karavan-karavan ke timur. Mekah dikuasai suatu klan suku yang licik, Quraysh, klannya Muhammad. Yang kita ketahui ttg mereka semata-mata berdasar Tradisi lisan Islam, pelaporan dari mulut ke mulut.

Sejarah Quraysh yang paling dipercayai diperoleh dari kitab suci Islam adalah sbb: suku Khuza’a dari selatan mengusir klan Jurhum dari tenda-tenda perkemahan yang disebut Mekah sekitar 400AD. Tabari mencantumkan: “Kaum Jurhum berlaku buruk, mencuri persembahan yang disajikan di Ka’aba.” Mereka bertindak ‘sewenang-wenang.” Ishaq sepakat: “Kaum Jurhum sering bertindak dgn kekerasan, melanggar tabu, bertindak seolah Ka’aba milik mereka. Pertempuranpun terjadi dan suku Khuza mengusir klan Jurhum dari Mekah.” Warisan Jurhum adalah: “dua rusa Ka’aba dan sebuah batu pondasi yang mereka kubur di sumur Zamzam. Mereka mundur ke Yemen dengan rasa pahit karena kehilangan kontrol atas Ka’aba.

Mengapa kehilangan kontrol atas sebuah kuil bobrok yang didedikasikan untuk dewa-dewa berbentuk batu tsb sampai begitu mendukakan mereka? Jawabannya memiliki dampak jangka panjang, yang bahkan dirasakan di sisi lain dunia, 14 abad kemudian dengan runtuhnya dua menara besar di New York (911).

Dari sisi keuntungan, Ka’aba, Mekah dan Quraysh berada di jejeran tempat yang paling tidak penting di muka bumi, disebuah dunia yang penuh dengan pemuja berhala buta huruf, pondok lumpur dan kuil batu. Tetapi, berkat kecerdikan Qusayy dan keberanian Muhammad, Mekah, Ka’aba dan Batu Hitamnya menjadi raison d’etre (justifikasi keberadaan) Islam, yang pada akhirnya menjadi musuh paling bengis dunia beradab.

Kalaupun kitab suci Islam sebagian akurat, Allah dan Ka’aba mendahului Muhammad sebanyak lima generasi. Bukan Muhammad yang menciptakan mereka. Juga bukan dia yang membuat ritual pagan, perayaan, bulan suci, puasa, sholat, zakat dan ibadah haji yang menguntungkan secara finansial. Di bab sebelumnya, kita membaca bagaimana Bible dirubah (Muhammad) untuk membungkus Allah, Ka’aba, Mekah dan ritual-ritual pagan Islam jadi suatu agama. Tetapi jauh lebih penting adalah ‘mengapa’. Untuk memahami apa itu Islam, pertama-tama kita harus memahami motivasi Muhammad membuat suatu doktrin monoteistik baru dari sekumpulan ajaran pemuja berhala kuno. Kita harus mengetahui mengapa ia memasukkan ritual-ritual kasar tsb dalam agama barunya. Karena wahyu yang diklaimnya hanyalah idenya sendiri, pastilah ada sesuatu yang menginspirasinya untuk memulai bisnis promosi batu.

Ya, Muhammad dan para penduduk Mekah menyembah batu. Tak ada pengrajin, seniman dan peralatan, sehingga mereka tidak mampu membuat patung-patung elegan seperti berhala-berhala lain. Batu-batu yang dianggap paling menarik dijadikan dewa-dewa. Batu yang paling besar menjadi dewa Ka’aba, yakni Allah. Berbentuk oval, berwarna coklat-kemerahan gelap. Tetapi Allah adalah dewa yang retak. Se-iring berlalunya waktu serta perlakuan yang kurang baik, Allah terpecah menjadi tujuh keping yang dirangkai bersama. Pecahan-pecahan yang mendapat pemujaan luar biasa tersebut hanyalah berupa potongan-potongan kecil yang bila digabungkan hanya berukuran 11 x 15 inci. Saat ini, pecahan-pecahan tsb diletakkan di sudut tenggara Ka’aba, empat kaki dari permukaan tanah. Tapi Allah bukanlah kumpulan mineral biasa. Sama halnya dgn dewa Islam lain, yi. Ar-Rahman, Allah memiliki masa lalu pra-Islam. [….]

Kultus thp batu bukan sesuatu yang tak lazim dan tak berbudaya. Bahkan orang Yunani punya kebiasaan memuja batu. Apollo pernah diyakini sbg meteorit di Delphi. Tempat pemujaannya dianggap pusat bumi. Robert Charroux , dalam buku ‘Masters of the World’ menjelaskan, “Helenius, putra Priam dan seorang peramal kenamaan Yunani, bisa meramalkan masa depan menggunakan batu yang diberikan padanya oleh Apollo. Untuk mengetahui putusan para dewa, ia menggerak-gerakkan batu di atas kepalanya sembari membaca mantra-mantra. Batu tsb lantas berbicara dengan suara samar yang aneh memberitahukan ttg masa depan...,” Dan 1000 tahun kemudian, Muhammad juga mengindahkan panggilan batu serupa.

Tapi Batu Hitam ini dan Rumahnya sama sekali tidak istimewa. Ada banyak kuil pemujaan semacam itu yg disebut tawaghits yang tersebar di seluruh tanah Arab. Pengikut mempersembahkan korban dsb kpd batu pilihan mereka sambil bersujud, berdoa dan berthawaf mengelilingi kuil2. Hal lazim dilakukan saat haji dan umrah pada bulan suci. Bagi yang mencari berkat dari Batu tsb biasanya mengusap diri mereka pada batu tsb dan menciumnya dengan takzim.

Kitab Islam membenarkannya: Ishaq:38 “Setiap rumah memiliki patung yang mereka sembah. Mereka akan mengusap batu tsb untuk keberuntungan. Ketika Allah mengutus Muhammad dengan ajaran monoteisme. Kaum Quraysh berkata: ‘Apakah ia menggabungkan banyak dewa menjadi satu dewa? Ini aneh.” Sayangnya bagi Islam, gabungan banyak dewa palsu tidak menjadi jaminan satu tuhan yang sejati.

Ishaq:38 “Bersamaan dengan Ka’aba, orang Arab mengadopsi Tawaghits, yi kuil-kuil yang dipuja seperti Ka’aba. Juga ada juru kuncinya masing-masing. Mereka biasa thawaf mengelilingi kuil-kuil tsb.” Menurut kitab Islam, Allah adalah salah satu dari sekian banyak batu berhala, Ka’aba adalah salah satu dari sekian kuil batu pagan. Thawaf adalah salah satu dari sekian upacara pagan. Ishaq:38 “Al-Lat berada di kuil Tawaghit di Fa’if yang dipuja seperti halnya Ka’aba.” Ishaq:38 “Luhayy meletakkan Al-Uzza di Tawaghit Nakhla. Setelah mereka menyelesaikan Ka’aba untuk Haji, lalu mereka mengelilingi Al-Uzza. Kaum Quraysh menyembahnya. Manat disembah oleh kaum Aus dan Khazraj di Yathrib.” Orang-orang yang berdoa pada Al-Uzza dan Manat, Ishaq:39 “mencukur kepalanya dan menyelesaikan semua ritual terkait ibadah haji.” Mereka adalah kaum pagan. Bagaimana ritual ini menjadi bagian dari Islam dan mengapa?

Umat Islam menjalankan ritual yang sama. Batu Hitam, Rumahnya, bersujud, mencium, thawaf, bercukur, ibadah haji, umrah, dan bulan-bulan suci entah bagaimana bermigrasi dari kepercayaan berhala ke Islam ortodoks dengan cara mengkorupsi kitab Yahudi. Kisah yang paling sering diceritakan yi. Muhammad dan Allah mengklaim bahwa Abraham menghancurkan semua berhala yang lebih rendah sehingga kaumnya akan beralih ke SATU berhala yg paling besar.

Sebuah berhala dari batu kwarsa disembah di Tabhalah, kota oasis yang berjarak tujuh hari perjalanan dari Mekah. Sad adalah dewa batu di wilayah Juddah sepanjang Laut Merah, barat Mekah. Ishaq:39 “Banyak orang Arab menyembah berhala bernama Dhu’l-Khalasa. Kaum Himyar memiliki kuil yg disebut Ri’am. Ruda adalah kuil Banu Rabi’a. Dhu’l-Ka’abat milik Banu Bakr. Bahira adalah anak kuda (sesembahan) kaum Sa’iba. Hami adalah nama kuda jantannya. Wasila adalah domba betina. Muhammad berkata, ‘Allah tidak membuat Bahira, Wasila atau Hami. Dan mereka yang tidak setuju, kemudian menciptakan kebohongan.”

Kita diberitahu bahwa kaum Azds dan Nabatean bersujud pada “Dhu'l-al-Shara dalam kuil suci di Petra.” Ia adalah dewa gagah diatas sebuah batu persegi besar, serasi dengan kuilnya yang elegan. Sama seperti Allah, Dhu’l-al-Shara adalah sebuah batu coklat kemerahan. Pemujaan sejenis dewa bulan dapat ditemukan di Marib, Hureidha, dan Tayma. Il Umquh adalah dewa bulan kaum Sabean di Marib. Di Hureidha, dewanya adalah Sin, dinamai sesuai nama dewa bulan kaum Chaldean di Ur. Raja Babilonia terakhir, Nabonidus, membangun sebuah tawaghit di Tayma untuk dewa bulannya selama pengasingan. Dewa bulan Mekah, Allah, bisa dikatakan, berada di jantung negeri para pemuja dewa bulan.

Bukhari: V6B60N374 “Kami berada dalam rombongan Nabi di pertengahan bulan purnama. Dia memandang bulan dan berkata, “Kalian akan melihat Tuhanmu sebagaimana kamu melihat bulan ini.’” Penghormatan pada bulan ini tidak mengada-ada sama sekali. Di Pasal 8 Hakim-hakim (dalam Injil), tercantum referensi berumur 3000 tahun: “Kaum Ishmael menggantungkan ornamen bulan sabit pada leher unta-unta mereka.” Jadi, kalau sekarang kau melihat bulan sabit mendekorasi mesjid dan bendera, kau mengetahui bahwa kecintaan Arab pada bulan telah berlangsung selama tiga puluh abad.

Namun Islam memiliki saingan. Dewa matahari Manaf disembah kaum Quraysh, juga Hubal, berhala tampan yg dibentuk menyerupai pria. Anak2 perempuan Allah, Al-Uzza, Al-Lat, dan Manat sangat mirip orangtuanya, berupa batu-batu. Manat disimbolkan dengan bulan yang menggelap, yang benar2 mengingatkan kita akan keadaan Islam saat ini. Ia adalah dewi takdir yang memerintahkan umatnya untuk mencukur kepala mereka bila mendekatinya. Sebagai penyembah berhala yang soleh, saat Muhammad menunaikan ibadah umrahnya di Mekah, ia mencukur kepalanya sesaat menghadap Manat. Praktek kaum pagan ini diberi selera 'monotheis' saat Muhammad bersikeras bahwa Abraham telah melakukan hal serupa. Di kemudian hari, Muhammad menyatakan hormatnya pada dewi pagan Manat dengan memasukkan ajaran takdir dalam Islam dan juga menggunakan lambang bulan menggelap (sabit) sebagai logo agama baru-nya.

--bersambung--
anne
 
Posts: 502
Joined: Wed Sep 21, 2011 9:52 pm

Postby anne » Sat Oct 01, 2011 9:41 pm

Masih dari link ini: http://prophetofdoom.net/Prophet_of_Doo ... Scam.Islam

Tak mau kalah, Al-Lat juga memiliki kuilnya sendiri di Ta’if, dekat Mekah. Al-Lat berbentuk batu kubus yang diletakkan diatas bubur gandum. Kuilnya terletak dikiri bawah menara mesjid saat masa awal Islam di Ta’if. Adiknya, dewi Al-Uzza, jauh lebih muda darinya dan hidup di lembah Hurad. Sebagai berhala favorit Quraysh, ia menerima hadiah dan persembahan yang paling mewah. Muhammad melihatnya sebagai wanita berkulit hitam tanpa busana. Di saat posisinya lemah, Muhammad mengakui ketiga dewi itu sebagai perantara kepada Allah. Tapi kecenderungan monoteistik agamanya kemudian menolak pemujaan berhala (kalau memuja satu berhala sih tidak apa, yang penting SATU---MONO!) dan mau tidak mau sang nabi kemudian mengaku bahwa ia mendapat inspirasi Iblis.

Ψ † с ბ


BERAPA TUHANNYA ISLAM DAN SIAPA NAMANYA?? Ar Rahim, Ar Rahman atau Allah atau ketiga-tiganya?? :finga:

Muhammad dipuji karena memperkenalkan monoteisme pada bangsa Arab, padahal sebenarnya Qur’an sendiri memuja TIGA tuhan yang jelas berbeda. Di periode awal Mekah, tuhannya tak bernama. Ia hanya dipanggil dengan kata ‘Lord’ (Tuhan). Tuhan ini menjiplak tuhannya Zayd (Siapa Zayd? Lihat dibawah nanti), hal yang tidak mengherankan karena puisi-puisi kaum Hanif di Mekahlah yang menjadi dasar ayat-ayat pertama Muhammad. Kaum Hanif sendiri menggunakan kata ‘Lord’ dan mendasarkan agama mereka pada agama kaum Yahudi—kaum yang memanggil Tuhan mereka dengan panggilan ‘Lord’ karena takut mengucapkan NamaNya. Jika mereka memanggil nama Yahweh secara tidak benar, mereka akan dituduh menghujat, dengan resiko dirajam. Meskipun kitab suci mereka mengandung 7000 pengulangan NamaNya, para Rabbi selalu membaca dan memanggilnya ‘Lord’. Nah, karena mereka buta huruf, penduduk Mekah tidak mengetahui perbedaan antara gelar (Lord) dan nama sebenarnya Tuhan yg dipuja Yahudi (Yahweh).

Tapi gelar saja tidak cukup. Pencipta semesta perlu nama. Semua tuhan punya nama sendiri-sendiri. Lantas, di periode kedua Mekah, Muhammad memberi nama tuhannya “Ar-Rahman.” Inskripsi-inskripsi abad ke-5 mengungkapkan bahwa Ar-Rahman disembah di Yemen/Yaman oleh kelompok Hanif lain. Kita tahu hal ini karena Dhu Nuwas, raja Yaman berdarah Yahudi, adalah seorang Hanif. Tindakan yang dia lakukan tercantum di catatan sejarah Yunani, Syria dan Aramaik. Ketika ia menyerang umat Kristen Abyssinia di Arab Selatan awal abad ke-6, ia bersumpah atas nama Ar-Rahman, ‘Maha Pengasih/Pemurah,’ dan Ar-Rahim, ‘Maha Penyayang.’ Nama2 ini selanjutnya dipakai mendahului semua ayat Qur’an, kecuali di surah ke-9.

Transisi penggunaan kata ‘Lord’/Tuhan menjadi Ar-Rahman oleh Muhammad terlihat pada surah 56, 68, 78, 89 dan setengah bagian akhir surah 93. Tak satupun menggunakan kata Allah, hanya Ar-Rahman dan Tuhan yang digunakan bergantian dan berdampingan.

Baca http://quranterjemah.com/index.php?mod= ... aya_056001

Nama-nama Ar-Rahman dan Ar-Rahim digunakan 51 kali di periode Mekah dan dua kali di surah awal Medinah. Kemudian mereka menghilang, diganti kata
Allah
. Hal ini penting, karena ia berada diantara lautan pemuja berhala sehingga yang sebenarnya dilakukan Muhammad hanya mengurangi (berhala) dari
segi jumlah. Lihat saja Q 21:36 (Dan apabila orang-orang kafir itu melihat kamu, mereka hanya membuat kamu menjadi olok-olok. Mereka mengatakan: ‘Apakah ini orang yang menyebut (nama-nama) tuhan-tuhan-mu?’, mereka menolak semua penyebutan Ar-Rahman ---atau terjemahan Quran lain menyebut 'Allah Yang Maha Pemurah')

Ini adalah persoalan JUMLAH. Qur’an berkata bahwa Muhammad diejek karena ia ‘menyebut-nyebut nama tuhan-tuhan orang Mekah.’ Mengapa? Allah adalah dewa orang Mekah. Dan jika Islam mengaku monoteis, mengapa ‘tuhan’nya jamak? Terlebih lagi, dgn menyebut orang-orang Mekah telah ‘menolak penyebutan Ar-Rahman,’ dua hal menjadi jelas: tuhannya Muhammad adalah Ar-Rahman, sementara bagi orang Mekah bukan.

Menarik bahwa tuhannya Islam kelihatannya tidak mengetahui namanya sendiri atau apakah ia berjumlah satu (Aku
di surah 37) atau jamak
(Kami di surah 35), ia sosok yang sama, yang rajin memberi tanda-tanda azab dan ancaman api neraka.

Q21:37 “Manusia telah dijadikan (bertabiat) tergesa-gesa. Kelak akan Aku [Ar-Rahman] perIihatkan kepadamu tanda-tanda azab-Ku; maka janganlah kamu minta kepada-Ku mendatangkannya dengan segera! Andaikata orang-orang kafir itu mengetahui, waktu ketika mereka itu tidak mampu mengelakkan api neraka dari muka dan dari punggung mereka.)

Q21:35 “Tiap-tiap yang berjiwa akan merasakan mati. Kami akan menguji kamu dengan keburukan dan kebaikan sebagai cobaan (yang sebenar-benarnya). Dan hanya kepada Kamilah kamu dikembalikan.

Ar-Rahman si ‘Maha Pengasih/Pemurah’ dan Ar-Rahim si ‘Maha Penyayang.’

Permainan ‘Siapa Nama Saya’ berlanjut di Q21:41-43 Dan sungguh telah diperolok-olokkan beberapa orang rasul
sebelum kamu maka turunlah kepada orang yang mencemoohkan rasul-rasul itu azab yang selalu mereka perolok-olokkan. Katakanlah [Muhammad]: ‘Siapakah yang dapat memelihara kamu di waktu malam dan siang hari dari (azab Allah) Yang Maha Pemurah [Ar-Rahman]?’ Sebenarnya mereka adalah orang-orang yang berpaling dari mengingati Tuhan mereka. Atau adakah mereka mempunyai tuhan-tuhan yang dapat memelihara mereka dari (azab) Kami?


Yah jelas penduduk Mekah berpaling karena mereka hanya kenal Allah, bukan Ar-Rahman. :supz:

Surah 25 menjabarkan ketidakjelasan mengenai SIAPA sebenarnya tuhannya Islam. Ayat ke-59 memuat ‘Ia yang Maha Penyayang’ yang berbunyi [i](Q25:59)
: “Ia adalah Ar-Rahman.” Lalu, ayat ke-60 dimulai dengan: Dan apabila
dikatakan kepada mereka: "Sujudlah kamu sekalian kepada yang Maha Penyayang [Ar-Rahim]", mereka menjawab:"Siapakah yang Maha Penyayang [Ar-Rahim] itu? Apakah kami akan sujud kepada Tuhan Yang kamu perintahkan kami (bersujud kepada-Nya)?", dan (perintah sujud itu) menambah mereka jauh (dari iman).


Muhammad juga meminta penduduk Mekah untuk sujud pada dewa bernama Ar-Rahim, selain Ar-Rahman. Mereka, bagaimanapun memberontak dan bertanya, “Nah, siapa lagi nih si Ar-Rahim?” Mereka kenal Allah, dewa utama Ka’abah, tapi tak seorangpun tahu Ar-Rahim, karena memang tidak termasuk salah satu berhala batu Mekah. BINGUNG DEH TUH! \:D/

Karena jelas menggunakan beberapa nama dewa, Islam tidak monoteis. Dan karena tak satupun diantaranya menggunakan nama Yahweh, maka mereka bukanlah tuhan yang sama dengan Tuhan dalam Injil. Oleh sebab itu nabi-nabi dan tokoh-tokoh Bible seharusnya tidak digunakan untuk menjustifikasi upacara dan ritual umat Islam.

Q25:63 mengkonfirmasi lagi bahwa umat Islam adalah: Dan hamba-hamba Tuhan yang Maha Penyayang itu (ialah) orang-orang yang berjalan di atas bumi dengan rendah hati) .

[Penerjemah: Kedengaran ayat ini memang manis, tapi dlm bahasa inggrisnya yang langsung diterjemahkan dari bhs Arab, sebenarnya berbunyi "Slaves of Ar-Rahman who walked in submission [Islam]." Terjemahannya dlm bhs Indonesia mestinya: BUDAK BUDAK Ar Rahman yang berjalan dalam keadaan tunduk!] Terjemahan Indonesianya ternyata diperhalus![/color]

Q13:30 berkata: Kami wahyukan kepadamu, tapi mereka kafir kepada Tuhan Yang Maha Pemurah [Ar-Rahman]. Katakanlah: ‘Dia-lah Tuhanku tidak ada Tuhan selain Dia; hanya kepada-Nya aku bertawakkal.'[/color]

Tak dapat dibantah, Ar-Rahman bukan sinonim dari tuhannya Muhammad, Ar-Rahman itu sebenarnya adalah NAMA tuhannya. Sementara Allah bukanlah siapa-siapa.

Tapi kemudian terjadi perubahan. Allah tiba2 muncul di akhir Surah ke-17. Agar peristiwa besar ini tidak keluar konteks, mari kita simak dengan teliti latar belakangnya:

Ini adalah surah yang mencoba menerangkan mengapa Qur’an diturunkan sebagian-sebagian secara bertahap: Q17:106 Dan Al Qur'an itu telah Kami turunkan dengan berangsur-angsur agar kamu membacakannya perlahan-lahan kepada manusia dengan pertimbangan. Itulah sebabnya kami menurunkannya bagian demi bagian.

Sebenarnya, surah-surah khusus ‘diwahyukan’ sbg respon langsung thp berbagai kebutuhan dalam kehidupan Muhammad. Saat ia ingin merampok, turun wahyu utk menyetujui rampasan. Saat ia ingin membunuh, tuhannya memberi persetujuan pembunuhan. Saat ia mendambakan anak mungil, hasratnya terpenuhi dengan mulus. Saat ia menginginkan istri lebih dari yg diizinkan Islam, Qur’an memberikan dispensasi khusus. Dan sewaktu ia ingin menghabisi kaum Yahudi, tuhannya juga mengakomodasi. dst.

Q17:107 Katakanlah: "Berimanlah kamu kepadanya atau tidak usah beriman (sama saja bagi Allah). Sesungguhnya orang-orang yang diberi pengetahuan sebelumnya apabila Al Qur'an dibacakan kepada mereka, mereka menyungkur atas muka mereka sambil bersujud dan mereka berkata: "Maha Suci Tuhan kami, sesungguhnya janji Tuhan kami pasti dipenuhi.

Surah ini memang TUKANG TIPU! Orang-orang yang diberi pengetahuan sebelumnya mengacu pada pengikut Taurat dan Injil, yakni umat Kristiani
dan Yahudi. Mereka tidak pernah bersujud saat Qur’an dibacakan pada mereka. Lagipula, mana mungkin Qur'an dibacakan bila saat
itu belum tertulis, dan kalaupun diperdengarkan, mereka tidak akan bersujud tapi justru tertawa terbahak2 karena konyolnya, persis seperti yang saat ini kita lakukan. :rofl:

Q17:110 Katakanlah: "Serulah Allah atau serulah Ar-Rahman. Dengan nama yang mana saja kamu seru, Dia mempunyai al asmaaul husna (nama-nama yang terbaik)

Yupp… trims ya Allah atau Ar-Rahman, atau apapun juga namamu, karena telah menunjukkan dengan jelas. Baik Allah maupun Ar-Rahman bukanlah kata-kata yang berarti ‘tuhan,’ Ar Rahman dan Ar Rahim juga tidak berarti 'sifat' tuhan, melainkan NAMA-NAMA dewa-dewa. Kata Arab yang memiliki makna ‘Tuhan’ adalah ‘Ilah’ dan digunakan di seluruh Qur’an.

Kita hanya dapat berasumsi Muhammad belajar mengenai kaum Hanif dan tuhan mereka, Ar-Rahman, saat menjadi bagian dari kafilah pedagang (milik
Khadijah) yang sering mengunjungi Yaman. Maslamah dan Zayd, keduanya sejaman dengan Muhammad, membawakan doktrin Hanif. Maslamah, bisa jadi seperti nabi kembarannya Muhammad. Ia mengajarkan kode moral ketat yang melarang bermabukan dan percabulan. Ia melaksanakan puasa dan doa ritual resmi tiga kali sehari. Maslamah percaya akan hari kiamat dan menganjurkan ibadah haji. Ia berkhotbah dalam prosa berirama seperti Qur’annya Muhammad, dan bahkan menyebut dirinya ‘Utusan Tuhan,’ dan wahyunya berasal dari Ar-Rahman. Apapun kekurangan Maslamah tertutupi oleh Zayd. Baris-baris puisi Zayd tercantum secara literal dalam Qur’an.

Walau umat Islam meremehkan Maslamah dan mengatainya sebagai ‘penipu’ dan ‘nabi palsu,’ namun gaya dan substansinya tidak berbeda dengan Muhammad. Akademisi Islam Amerika terkemuka, F.E. Peters, berkata, “Sulit membayangkan Maslamah ‘meminjam’ ide Ar-Rahman dari Muhammad…. Lebih masuk akal kalau Muhammadlah yang telah mengambil ide Ar-Rahman dari tata cara pemujaan asli Yaman yang telah lama ada sebelumnya.

Akhirnya, pecah perang yang menentukan siapa yang berhak menyandang gelar nabi. Dalam ‘War of Compulsion’ atau pertempuran Aqrabah, pengikut
Muhammad dan pengikut Maslamah bentrok keras. Pasukan Ar-Rahman menang saat pertempuran pertama, tapi di serangan kedua, Islam membagi pasukannya menjadi dua untuk membuktikan siapa yang paling berani mati. 700 pengikut Muhammad mati hari itu, dan sedemikian banyak juga hilangnya surah-surah Qur’an yang tersimpan dalam ingatan para pejuang tsb. Prajurit paling beriman sekarat dan meninggal di hutan pepohonan tua kecil yg dikenal dengan nama ‘Garden of Death.’ Sementara Qur’an menderita serius dengan tewasnya para penghafal ayat, pasukan Allah meraih kemenangan dengan
membantai 7000 orang Arab. Dengan kematian lawan mereka, berakhirlah oposisi terhadap Islam di tanah Arab. Ar-Rahman-pun dilupakan untuk selamanya. :toimonster:


Ψ † с ბ


Kita kembali ke Mekah di jaman pra-Islam di akhir abad 5. Suku Khuza’a berhasil menggulingkan klan Jurhum. Selanjutnya, Luhayy (pemimpin kaum Khuza) menggariskan ritual-ritual dan hak-hak istimewa atas Ka’abah. Tapi ia jatuh sakit, demikian dikatakan dalam ‘Book of Idols’, karya ilmuwan Islam, Ibn al-Kalbi; “Luhayy pergi ke sumber mata air panas di Syria untuk berobat. Selama masa penyembuhan itu, ia memperhatikan para penduduk setempat menyembah berhala-berhala. ‘Apakah benda-benda ini?’ tanyanya. Mereka menjawab, ‘Kami berdoa memohon hujan dan kemenangan atas musuh pada mereka.’ Luhayy meminta beberapa batu sesembahan. Mereka setuju, lalu ia membawanya ke Mekah dan mendirikannya di sekitar Ka’abah.”

Semua anggota sukunya Luhayy terlibat dalam kegiatan penyembahan batu-batu, mengkultuskannya, bersujud dalam doa, serta mengelilingi batu-batu tersebut. Ibn al-Kalbi berkata, “Kaum Arab terbiasa memberikan persembahan kepada berhala-berhala batu ini. Meskipun demikian, mereka menyadari kelebihan dan keunggulan Ka’abah sebagai tempat kunjungan ibadah.”

Tapi, Muhammad tidak menaruh respek pada Luhayy, orang Arab pertama yang punya kaitan dengan Ka’abah. Katanya: Ishaq:35 “Aku melihat Luhayy menyeret ususnya di Neraka. Kutanyakan padanya ttg orang-orang yang hidup di masa antara dia dan aku, dan ia berkata bahwa mereka semua telah binasa.” Muhammad meneruskan, “Penduduk Mekah tergiring untuk menyembah batu-batu. Generasi demi generasi berlalu, mereka melupakan kepercayaan lama dan mengadopsi agama lain, menggantikan agama Abraham dan Ismael. Mereka berdoa pada berhala-berhala tsb serta melakukan kesalahan yang sama dengan pendahulunya. Namun mereka tetap memegang teguh ibadah mengelilingi Ka’abah, ibadah haji besar dan kecil, tempat mereka berdiri dan berseru ‘Kupenuhi panggilanMu, ya Allah, kupenuhi panggilanMu.” ... Labaik allahumma labaik ...

Nah, sampailah kita pada pokok masalah. Umat Islam yang mengucapkan pernyataan ini mengatakan bahwa ritual-ritual tsb merupakan gambaran inti ajaran
Islam. Namun, Muhammad, si pendiri Islam, tak mengerti sedikitpun ttg ritual-ritual keagamaan ini. Setiap doktrin dan ritual Islam sudah ada sebelum Qur’an, Muhammad, ataupun orang Islam pertama manapun. Seperti yang dijelaskan secara tepat oleh Ibn Ishaq, ritual-ritual Islam telah dipraktekkan sebelum sang nabi lahir. JADI para pelaku ritual tsb semuanya kaum pagan dan semua ritual tsb terkait dengan penipuan berkedok agama—skema untuk menghasilkan keuntungan finansial. A Scam! A Qussay Scam! Itulah sebabnya, menurut Muhammad, mereka semua dikutuk menyeret usus mereka di neraka.

Di halaman-halaman selanjutnya akan kau temukan bagaimana moyangnya Muhammad, Qusayy, mengambil keuntungan dari pekerjaan Luhayy, waktu ia membawa semua ‘berhala dan batu’ ke kuil di Mekah. Qusayy, seorang penyembah berhala yang oportunis dan sangat kreatif melihat celah untuk mendapatkan kekuasaan dan keuntungan materi dari setiap ritual dan doktrin penting agama Arab. Qusayy-lah yang memulai penipuan berkedok agama yang digunakan kembali oleh Muhammad dan menyebutnya Islam.

BISNIS KABAH!

Semua pengetahuan ttg Qusayy dan penduduk awal Mekah datang dari Hadis. Qur’an dan Hadis menyatakan dengan jelas bahwa setiap ritual Islam telah
dipraktekkan kaum pagan di masa hidup Muhammad. [...] Dan bagi Muhammad untuk diakui sebagai nabi yang ada hubungannya dengan Alkitab, ia harus mencari hubungan ke nabi Ibrahim/Abraham. Dan akhirnya, seluruh penciptaan Islam akhirnya ditujukan bagi satu hal saja: bisnis Ka’abah!

Ishaq:38 “Kaum Quraysh memiliki sebuah sumur di Ka’abah dan sebuah berhala yang disebut Hubal. Mereka mengadopsi kisah Asaf dan Naila di Zamzam, dan memberikan pengorbanan disampingnya. Meraka adalah pria dan wanita dari suku Jurhum—Asaf ibn Baghy dan Na’ila bint Dik—yang berdosa karena melakukan hubungan seks di Ka’abah, sehingga Allah mengubah mereka menjadi dua patung batu. Aisha berkata, ‘Kami selalu mendengar ttg Asaf dan Naila yang berhubungan intim di Ka’abah sehingga dikutuk Allah menjadi batu.”

Image
rafat-amari-islam-ditinjau-dr-pengamatan-sejarah-selesai-t42161/page80.html

Ishaq berkata bahwa kaum Khuza-nya Luhayy akhirnya mengizinkan kaum Quraysh-nya Kinana kembali ke Ka’abah. Suku Quraysh, sebagaimana yg umat Islam ingin kita percayai, adalah keturunan Abraham lewat Ismael. F.E. Peters dalam bukunya, ‘Muhammad and the Origins of Islam,’ menerangkan, “Sebutan kesukuan/marga Kinana mewakili 15 generasi dalam garis keturunan setelah Ismael, dan Qusayy, si aktor utama kejadian berikutnya, adalah generasi ke-8 setelah Kinana. Jadi, menurut perhitungan Islam, keturunan Ismael kembali ke kota asal mereka sekitar 7 abad setelah Ishmael dan Abraham membangun Ka’abah di Mekah. Dimasa antaranya, kaum Ishmael, yang sekarang disebut Quraysh hidup terpencar-pencar.”

Ismael--------15 generasi-----------Kinana----------8 generasi---------Qusayy!

FE Peters orang yang cerdas dan penelitianya tak bercela, tapi pernyataan diatasnya ini omong kosong. Itulah kalau orang cerdas mempercayai telak sumber-sumber Islam. Sumber2 Islam sendiri mengaku bahwa Ismael adalah bapak bangsa mereka, padahal mereka tak bisa jelaskan siapa itu suku Quraysh atau darimana datangnya. Tapi dalam hasrat buta untuk mendapatkan legitimasi, mereka cenderung mengada-ada. Ibraham hidup sekitar 2000 SM. Rentang 700 tahun akan membawa kita ke abad 14SM, bukan ke abad 5M. Jejak kaum Ismael dapat ditelusur ke gurun Sinai, bukan tanah Arab. Islam perlu justifikasi dalam mempromosikan Allah dan Ka’abah-nya, dengan mengatakan Ibraham, bapak bangsa Yahudi yang membangunnya, dan Muhammad adalah keturunan
Ishmael. Tak satupun benar. Berdasar tradisi Islam sendiri, dikatakan bahwa Ka’abah diresmikan untuk pertama kalinya dengan batu2 yang dibawa Luhayy dari sumber mata air panas di Syria. Keinginan berobat dgn cara berendam di sumur air panas Syria (spa ala Syria) akhirnya berujung pada lahirnya sebuah agama.

Sirah Ibn Ishaq dibuka dengan suatu bagian berjudul: “Muhammad keturunan murni Adam.” Ishaq:3 “Inilah buku Biografi Rasul Allah. Muhammad adalah anak Abdullah, bin Abdul Muttalib, bin Hashim, bin Abd Manaf, bin Qusayy,” dst, total ada 13 generasi hingga Kinana. Ishaq juga mendaftar 15 generasi lain hingga ke Abraham dan Ismael. Penghitungan dari Abraham hingga Nuh dan akhirnya Adam, tercatat di Kitab Kejadian, dan sedikit banyak kita semua adalah keturunan Adam dan Nuh.

Akan tetapi, saya ingin menerapkan matematika sederhana pada silsilah terakhir untuk menunjukkan betapa lugunya umat Islam awal. Qusayy (pendiri kebohongan yang kemudian jadi agama Islam) mendahului Muhammad sekitar 80 tahun. Dan Luhayy (pendiri Ka’abah) mendahului Qusayy dengan jarak yang sama. Juga Kinana, tak mungkin melebihi seratus tahun jaraknya dari Luhayy, sehingga kita sampai ke awal abad ke-4M.

Luhayy---------80 tahun-----------------Qusayy (abad 5M)-----80 thn----------Muhammad (lahir thn 570M, abad 6M)
Luhayy--------100 tahun-----------------Kinana (abad 4M)

Untuk menjadikan garis keturunan Muhammad ‘murni,’ 15 generasi harus direntangkan sepanjang 2300 tahun. Katakanlah misalnya, kaum Yahudi, yang memiliki catatan rinci di Bait mereka untuk mengantisipasi kedatangan sang Mesiah, mendaftarkan ada 41 generasi dari Ibraham hingga Kristus. Perlu 15 generasi lagi untuk sampai ke masa Kinana, dengan total 56 generasi -– hampir 4 kali jumlah yang disodorkan umat Islam.

Ibrahim (lahir 2000SM)------41 generasi-----Kristus (lahir 1M)-----15 generasi ------Kinana.

Image
rafat-amari-islam-ditinjau-dr-pengamatan-sejarah-selesai-t42161/page60.html

Keberadaan Islam tergantung sepenuhnya pada hubungan antara Abraham dengan ritual kaum pagan di sekitar Ka’abah. Bukti bahwa kronologi mereka salah 400%, bukanlah pertanda baik untuk teori2 mereka lainnya.

Catatan mengenai Mekah paling dini, walau hanya mengandung sedikit kebenaran, adalah tentang kaum Jurhum. Mereka diduga berkemah secara periodik di lembah yang dikemudian hari menjadi Mekah. Tabari, sejarawan Islam paling awal, meyakinkan bahwa kaum Jurhum mempraktekkan ritual pagan yang identik dengan ritual Islam masa kini, di abad 5 dan 6M. Bila ini menjadi bukti ‘sejarah’ pertama yg mengindikasikan adanya Mekah, penduduknya serta kuilnya, maka umat Islam memiliki vakum sejarah selama 2500 tahun (dari Ibrahim/Ismael ke kaum Jurhum). Ismael lahir sekitar 2000 SM. Dan tidak ada bukti nyata
yang menghubungkan titik-titik diantara karakter Alkitab dengan Mekah, terlebih lagi dengan Muhammad, Allah dan Ka’abah. 25 abad kebisuan sejarah adalah waktu yang amat panjang—khususnya bagi masyarakat buta huruf.

Ditengah2 ketidakjelasan kacau balau inilah Qusayy merumuskan bisnis keluarga serta menjadikan dirinya mentor Muhammad. Qusayy, bapak bangsa tak
resmi Islam ini lahir di akhir abad ke-5M. Tabari VI:20 “Qusayy bertanya pada ibunya dari suku mana ia berasal. Ibunya
menjawab, ‘Kau anak Kilab ibn Murra ibn Ka’b ibn Luhayy ibn Ghalib ibn Fihr ibn Malik ibn al-Nadr ibn Kinana al-Qurashi. Sukumu tinggal di Mekah dekat Ka’abah…. Pernyataan ini membangunkan hasrat kuat dalam diri Qusayy untuk kembali ke Mekah dan bergabung dengan kaumnya, Quraysh.”


Saat itu Mekah sama sekali bukan tempat yg menyenangkan. Tak ada rumah permanen, hanya tenda-tenda. Banjir musiman selalu jadi ancaman dan panas di
musim kering sungguh tak tertahankan, terlebih dengan tidak adanya pelindung. Orang-orang hanya melintas, tak ada yang berdiam di Mekah.

Sang ibu berkata pada anaknya: “Tunggu hingga bulan suci tiba dan berangkatlah dengan para peziarah.’ Qusayy-pun menunggu hingga tiba bulan suci dan ibadah haji dimulai. Setibanya di Mekah dan setelah menyelesaikan ibadah hajinya, Qusayy tetap tinggal disana.”

Salah satu dari lima pilar/rukun Islam adalah menjalankan ibadah haji ke Mekah di bulan suci. Hadis ini membuktikan bahwa ritual penyembahan berhala tsb sudah ada 5 generasi sebelum Muhammad datang menamainya ibadah Islam. Bahkan penamaan ibadah ‘haji dan umrah,’ diambil dari para pagan di masa lalu.

Si penyembah berhala, Qusayy, tiba di perkampungan tenda-tenda, yang dikemudian hari jadi contoh yang wajib diikuti umat Islam. Tapi bukan hanya itu yg dilakukannya untuk menginspirasi nabi masa depan Islam. Tabari mengutip: Ishaq:48 “Pada saat itu, Hulayl bertanggung jawab atas Ka’abah dan berkuasa di Mekah. Qusayy kemudian melamar putri Hulayl, Hubba.” Ia adalah wanita terkaya dan berpengaruh saat itu. Dan sebagaimana tradisi keluarga mereka, lima generasi kemudian, Muhammad yang miskin dan terabaikan juga menikahi Khadijah, wanita terkaya di Mekah.

:supz:
anne
 
Posts: 502
Joined: Wed Sep 21, 2011 9:52 pm

PreviousNext

Return to Buku2 bhs Inggris yg Diterjemahkan kedlm bhs Indonesia



Who is online

Users browsing this forum: No registered users