.

Buku Ali Sina: MENGENAL MUHAMMAD

Postby Adadeh » Tue Jun 19, 2007 1:23 am

Taqiyyah: Tipuan Suci
Diterjemahkan oleh: curious

Di atas kita lihat bagaimana Muhammad memberi izin kepada para pengikutnya untuk berbohong, dan bahkan untuk mengatakan hal-hal yang buruk mengenai dirinya, untuk mendapatkan kepercayaan para korban mereka supaya dapat membunuh mereka. Masih banyak cerita lainnya mengenai bagaimana kaum Muslim berpura-pura bersahabat dengan orang kafir hanya untuk kemudian membunuh mereka, begitu mereka dipercayai.

Di Hudaibiyyah, Muhammad menandatangai perjanjian damai dengan orang-orang Mekah, dan berjanji akan mengembalikan para pemuda dan budak yang melarikan diri mengikutinya. Ibn Ishaq mengisahkan cerita tentang Abu Basir, seorang dari Mekah, yang pergi kepada Muhammad setelah perjanjian ditandatangani. Muhammad merasa diwajibkan oleh perjanjian itu dan memberitahu Abu Basir, “Pergilah, karena Allah akan memberi kelegaan dan jalan pelarian bagi mu dan orang-orang tak berdaya denganmu.”

Abu Basir mengerti. Dia kembali dengan para utusan. Mereka telah pergi sekitar enam mil dari Madinah ketika mereka berhenti untuk beristirahan. Abu Basir berkata, “Tajamkah pedangmu, wahai saudaraku?” Ketika orang itu mengiyakan, dia berkata bahwa dia hendak melihatnya. “Lihatlah jika engkau mau,” jawab orang itu. Abu Basir mengeluarkan pedang itu dari sarungnya dan menghunuskannya pada orang itu dan membunuhnya. Lalu dia menghadap Muhammad dan berkata, “Kewajibanmu telah dipenuhi dan Allah telah melenyapkannya dairmu. Engkau telah menyerahkan aku kepada orang-orang itu, dan aku telah melindungi diriku dalam agamaku dari godaan.” Muhammad tidak menghukumnya atas pembunuhan itu, malahan memerintahkannya untuk pergi ke al-Is, sebuah daerah dekat pantai dalam perjalanan yang biasanya ditempuh orang-orang Quraish menuju ke Suriah, dan merampok karavan-karavan Quraish. Muhammad telah menandatangani perjanjian damai untuk tidak menyerang karavan Quraish, maka dia mencari jalan lainnya. Ibn Ishaq berkata, “Muslim-muslim yang terkurung di Mekah mendengar bahwa apa yang dikatakan nabi pada Abu Basir, maka mereka pun bergabung dengannya di al-Is. Sekitar tujuh puluh orang bergabung dengannya dan mereka menyerang kaum Quraish, membunuh siapa saja yang mereka bisa dan menghancurkan tiap karavan yang lewat sehingga orang-orang Quraish menulis surat kepada nabi memohonnya untuk mengambil orang-orang itu atas dasar persahabatan, karena mereka tidak berguna lagi bagi orang-orang Quraish di Mekah. Maka Muhammad pun menjemput mereka dan mereka datang bersamanya ke Madinah.”
[77]
[77] Kisah ini juga disampaikan Tabari, Vol 3, hal. 1126

Sejarah Islam dipenuhi pengkhianatan dan penipuan. Orang-orang ini adalah Muslim, dan karena itu mereka adalah tanggung jawab Muhammad. Tapi dia malahan mencuci tangan dengan mengirim mereka ke tempat lain untuk merampok orang Mekah. Dia membiarkan, dan bahkan mengizinkan perampokan itu. Walaupun begitu, Muslim-muslim mengklaim bahwa orang-orang Mekah lah yang melanggar perjanjian damai. Berikut ini adalah salah satu contoh:
Ketika orang-orang Mekah, bersama dengan suku-suku Arab lainnya, telah muak dengan penyerbuan dan pembunuhan Muhammad, mereka bersatu untuk menghukumnya. Namun, tidak seperti dia yang tidak pernah mengumumkan rencananya dan menyergap musuhnya tanpa peringatan, orang-orang non-Muslim ini memberi banyak peringatan kepada musuh mereka untuk mempersiapkan diri menghadapi perang. Ini member Muhammad cukup waktu untuk mengali parit di sekitar kota Madinah. Tentara persatuan Arab ini belum pernah melihat hal seperti itu sebelumnya. Mereka berkemah di luar kota sambil berpikir bagaimana caranya menyeberangi parit-parit itu. Mereka meminta bantuan Banu Quraiza. Muhammad sangat waspada pada persekutuan seperti itu. Maka diapun bersiasat memecah belah mereka dan meciptakan rasa saling tidak percaya antara Banu Quraiza dan tentara persekutuan Arab. Seorang lelaki bernama Nu’aym baru saja mualaf, tetapi dia tidak mengumumkan kepindahan agamanya. Muhammad menyuruhnya menghadap dan berkata, “Kamu hanyalah salah seorang di antara kita, maka pergilah dan bangkitkan rasa saling tidak percaya di antara para musuh untuk menghalau mereka pergi dari kita jika engkau bias, karena perang adalah tipu daya.” Berikut ini adalah kelanjutan cerita ini seperti yang dilaporkan oleh Ibn Ishaq. Ceritanya panjang tetapi penting untuk dibaca.

Nu’aym melakukan apa yang diperintahkan Muhamamd kepadanya. Dia pergi kepada Banu Quraiza dengan siapa dia dulunya berteman dekat, dan mengingatkan mereka akan persahabatan mereka dan ikatan istimewa di antara mereka. Ketika mereka mengaku tidak mencurigai dia, dia pun berkata, “Quraysh dan Ghatafan tidak seperti kalian. Tanah ini milik kalian, harta kalian, anak dan istri kalian ada di sini. Kalian tidak boleh meninggalkannya dan pergi ke tempat lain. Sekarang orang-orang Quraysh dan Ghatafan telah datang bertempur melawan Muhammad dan pengikut-pengikutnya, dan kalian telah membantu mereka melawannya. Tetapi tanah mereka, harta mereka, dan istri mereka tidak ada di sini. Jadi mereka tidak seperti kalian. Jikamereka melihat kesempatan, mereka akan memanfaatkannya. Tetapi jika situasi memburuk, mereka akan kembali ke tempat mereka dan meninggalkan kalian menghadapi Muhammad di Negara kalian sendiri, dan kalian tidak akan mampu melakukannya sendirian. Jadi janganlah berperang dengan orang-orang itu sebelum kalian menyandera kepala suku mereka yang harus tetap berada di tangan kalian sebagai jaminan keselamatan supaya mereka akan berperang melawan Muhammad bersama kalian, hingga kalian bisa menghabiskannya.” Orang-orang Yahudi itu berkata bahwa itu adalah nasihat yang bagus sekali.

Lalu dia pergi kepada orang-orang Quraish dan berkata kepada Abu Sufyan b. Harb dan pengikutnya, “Kalian tahu rasa sayangku pada kalian, dan bahwa aku telah meninggalkan Muhammad. Aku telah mendengar sesuatu yang aku rasa adalah tugasku untuk memberitahu kalian sebagai peringatan, tetapi rahasiakan itu.” Ketika mereka setuju untuk merahasiakannya, dia pun melanjutkan, “Dengarlah. Orang-orang Yahudi menyesal telah melawan Muhammad dan telah mengutus orang untuk menyampaikan pesan berikut kepadanya, “Sukakah engkau jika kami menangkap kepala suku kedua suku Quraysh dan Ghatafan dan menyerahkan mereka kepadamu supaya bisa kau penggal kepala mereka? Lalu kami akan bergabung denganmu memusnahkan mereka.” Muhammad telah membalas dan menerima tawaran mereka itu. Maka jika orang-orang Yahudi meminta sandera, jangan kirim seorangpun.”

Lalu dia pergi kepada suku Ghatafan dan berkata, “Kalian sedarah daging denganku dan adalah keluargaku, orang-orang yang paling kukasihi, dan aku rasa kalian tidak akan mencurigai aku.” Mereka setuju bahwa dia tidak pantas dicurigai, dan dia pun lalu menceritakan hal yang sama seperti yang diceritakannya kepada suku Quraysh."
[78]
[78] Ibn Ishaq, Sirat, Perang Parit

Siasat ini berhasil. Ketika tentara persekutuan Arab meminta Banu Quraiza untuk bergabung dengan mereka untuk menyerang, mereka mencari alas an dan malah sebaliknya meminta suku Quraish meninggalkan beberapa orang sebagai sandera, yang mengkonfirmasikan apa yang telah Nu’aym katakana. Tentara persekutan Arab menjadi kecil hati dan pergi tanpa sepatah katapun.

Tipu daya ini menyelamatkan Muslim dari kekalahan yang sudah pasti. INi menjadi pelajaran bagi kaum Muslim, yang sejak saat itu memasukkan pengkhianatan dan penipuan sebagai strategi mereka dalam berjihad. Dalam satu hadist kita baca:

Hajaj Ibn ‘Aalat berkata: Wahai Rasul Allah. Aku punya harta berlebihan di Mekah dan beberapa sanak keluarga, dan aku ingin mengambil balik semua itu. Apakah aku diizinkan untuk berburuk kata tentang engkau (untuk menipu orang-orang non-Muslim)?” Nabi mengizinkan dia dan berkata, “Katakan apa saja sesukamu." [79]
[79] Sirah al-Halabiyyah, v3, hal. 61.

Muslim-muslim datang ke Negara barat dan perpura-pura menjadi Muslim moderat. Mereka mengatakan apa saja yang hendak kamu dengar, tetapi secara rahasia berkomplotan menghancurkanmu. Mereka tersenyum dan menjabat tangan; mereka bersahabat dan ramah, bahkan berpura-pura mencintai negaramu dan bertingkah seakan-akan mereka patriotic. Namun, tujuan mereka hanyalah untuk membuat Islam dominan. Mereka hanya membual saja, tapi tidak akan melakukan yang mereka katakan.

Berbohong adalah satu strategi untuk memajukan Islam yang disebut taqiyyah atau “penipuan suci”. Dalam taqiyyah, seorang Muslim diizinkan berbohon atau mengatakan sesuatu untuk menipu orang non Muslim dan memperdayakan mereka.

Salah satu tujuan utama, dan taktik yang terus menerus dipakai oleh mereka yang ahli bertaqiyyah, adalah meremehkan ancaman Islam. Tujuannya adalah untuk menipu calon korban bahwa jihad tidak ditujukan pada mereka. Dalam bukunya, “Tiada tuhan selain Allah” Reza Aslan menggunakan seni tipu daya Islam, ketika dia berkata, “Yang terjadi sekarang di Negara Islam adalah konflik internal antara para Muslim, bukan perang eksternal antara Islam dan Negara Barat.” Lebih lanjut dia menulis, “Negara barat hanyalah pengamat belaka, yang tidak waspada tetapi menjadi korban tak sengaja dari permusuhan yang bergejolak dalam Islam tentang siapakah yang akan menulis bab berikutnya dalam kisahnya.” Maaf, tampaknya kita telah membangun New York, Pentagon, London, Madrid dan Beslan di tengah medan perang para Muslim. Mr. Aslan menggunakan siasat tipu daya Islam terhebat, namun dia diminta pendapatnya oleh reporter CNN Anderson Cooper tentang kunjungan Paus ke Turkey, seakan-akan dia itu seorang pengamat yang netral.

Satu taqiyaah lucu yang sering digunakan lelaki Muslim untuk menggoda wanita barat adalah bahwa “Dalam Islam wanita diperlakukan seperti ratu.” Aku masih belum pernah melihat di negara mana ratunya dikatai sebagai kurang dalam kecerdasan, dipukuli, dirajam dan bahkan dibunuh demi kehormatan keluarga.

Jika seorang muslim tersenyum padamu, dan memberitahu kamu betapa dia sangat mencintai negaramu dan betapa inginnya dia menjadi temanmu, ingatlah hadist berikut ini:
(Sesungguhnya) kami tersenyum pada beberapa orang, sementara hati kami mengutuk orang-orang (yang sama) itu. [80]
[80] Sahih al-Bukhari, v7, hal. 102
User avatar
Adadeh
 
Posts: 8461
Images: 414
Joined: Thu Oct 13, 2005 1:59 am

Postby Adadeh » Tue Jun 19, 2007 1:25 am

Profil Pribadi Muhammad
diterjemahkan oleh: pod-rock

Terdapat puluhan ribu kisah2/riwayat2 pendek tentang Muhammad. Kebanyakan adalah karangan/dibuat-buat, sebagian lainnya lemah dan diragukan kesahihannya, tapi sisanya dipercaya sebagai Hadits (tradisi/kisah/riwayat dari mulut kemulut) yang Sahih (otentik, benar). Dengan membaca Hadits Sahih ini, sebuah gambaran konsisten yang jelas dari Muhammad muncul dan dimungkinkan utk membuat evaluasi yang kurang lebih tepat mengenai karakternya dan keadaan psikologinya.
Gambar yang muncul adalah gambaran seorang Narsisis. Dalam bab ini saya akan mengutip sumber2 berwenang dalam hal narsisisme dan kemudian akan mencoba menunjukkan bagaimana Muhammad cocok sekali dengan profil tersebut.

Para akademisi dan ilmuwan yang melakukan riset dalam hal ini telah dibatasi karena para muslim tidak mau dan tidak akan mengijinkan penyelidikan objektif kedalam Quran atau kehidupan Muhammad. Tapi, apa yang ditulis mengenai dia tidak hanya konsisten dengan definisi narsisisme, tapi juga bisa dilihat dalam banyak tindakan2 aneh yang mirip, yang dilakukan oleh para muslim itu sendiri seluruh dunia. Dg demikian, penyakit kepribadian/jiwa dari satu orang telah ditularkan seperti sebuah warisan kepada para pengikutnya, dimana sakit kejiwaan dari satu orang, yang luarbiasa dalam hal keasyikan-terhadap-dirinya-sendiri, telah menyebar dan menulari jutaan para pengikutnya, membuat mereka bertindak sama berbahaya, irasional dan asyik-sendiri.
Adalah melalui pengertian dari psikologi Muhammad, kekejamannya dan etika situasionalnya yang begitu penting bagi karakternya inilah, kita mulai utk mengerti kenapa para muslim begitu tidak toleran, begitu suka kekerasan dan begitu paranoid. Kenapa mereka melihat diri sendiri sebagai korban2 ketika mereka sendirilah yang menjadi penyerang dan penyebab adanya korban!
User avatar
Adadeh
 
Posts: 8461
Images: 414
Joined: Thu Oct 13, 2005 1:59 am

Postby Adadeh » Tue Jun 19, 2007 1:33 am

Apakah Narsisisme?
diterjemahkan oleh: pod-rock

The Diagnostic and Statistical Manual of Mental Disorders (DSM/Buku petunjuk Statistik dan Diagnosa dari Penyakit Jiwa) memberi definisi dari narcissistic personality disorder (NPD/Penyakit kepribadian Narsisistik) sebagai “sebuah pola penyebaran perasaan hebat (dalam khayalan atau tingkah laku), kebutuhan utk dikagumi atau dipuja-puja dan kurangnya empati, biasanya dimulai dari awal masa dewasa dan ada dalam konteks bermacam2.” (reference 80, p. 61)

Terjemahan bebasnya, seorang narsisistik adalah ciri khas seseorang yang secara obsesif mencari-cari kepuasan, dominasi dan ambisi diri secara berlebihan. Mereka cenderung melebih-lebihkan kemampuan, bakat dan prestasi2 mereka.

Seorang narsisis adalah seorang pembohong yang alami dan patologis. Mereka akan memandangmu tajam2, bersumpah dalam nama tuhan dan tetap mengucapkan kebohongan terbesar yang pernah kau dengar. Mereka akan bersumpah bahwa mereka tidak pernah berbohong, padahal mereka memang sudah merencanakan hal yang, kata mereka, tidak akan pernah mereka lakukan itu.

Edisi ketiga dan keempat dari Diagnostic and Statistic Manual (DSM) tahun 1980 dan 1994 dan European ICD-10 menjelaskan NPD dalam bahasa yang identik:

'Sebuah pola penyebaran perasaan hebat (dalam khayalan atau tingkah laku), kebutuhan utk dikagumi atau dipuja-puja dan kurangnya empati, biasanya dimulai dari awal masa dewasa dan ada dalam konteks bermacam2. Lima (atau lebih) kriteria berikut harus ada:

1. Merasa hebat dan penting (misal, membesar-besarkan prestasi dan bakat hingga terdengar mustahil/bohong, menuntut dikenali sebagai seorang yang superior/lebih tinggi meski tanpa prestasi yang pantas).
2. Terobsesi oleh fantasi2 sukses yang tidak ada batasnya, ketenaran, kekuatan menakutkan atau maha, kepintaran yang tak ada tandingannya (narsisis cerebral), keindahan tubuh atau kemampuan seks (narsisis somatic) atau cinta/birahi yang menuntuk taklukan, kekal dan ideal.
3. Benar2 merasa yakin bahwa dia itu unik dan spesial, hanya dapat dimengerti oleh, hanya mesti diperlakukan dengan, atau dihubung-hubungkan dengan, orang (atau institusi) lain yang juga special, unik atau punya status tinggi.
4. Membutuhkan utk dikagumi dengan berlebihan, dipuja-puja, diperhatikan dan diiyakan, jika tidak, ia berharap utk ditakuti dan dikenal karena kejahatannya (narsisis supply).
5. Merasa berhak. Mengharap utk diprioritaskan dalam hal perlakuan baik dan spesial atau tidak masuk akal. Menuntut dipenuhi secara otomatis dan benar-benar sesuai dengan harapannya.
6. Sangat memanfaatkan hubungan antar manusia, yakni, memperalat orang lain utk mencapai tujuan2nya.
7. Tidak punya empati. Tak mampu atau tak rela utk mengenali atau mengakui perasaan2 dan kebutuhan2 orang lain.
8. Terus menerus cemburu terhadap orang lain atau percaya bahwa orang lain mempunyai perasaan cemburu yang sama terhadapnya.
9. Sangat arogan, kelakuan atau sikap sombongnya digabung dengan kemurkaan jika merasa frustasi, ditentang atau dilawan' [1]
[1] Bahasa dalam kriteria diatas didasarkan atau dirangkum dari: American Psychiatric Association. (1994). Diagnostic and statistical manual of mental disorders, fourth edition (DSM IV). Washington, DC: American Psychiatric Association.
Sam Vaknin. (1999). Malignant Self Love - Narcissism Revisited, first edition. Prague and Skopje: Narcissus Publication. ("Malignant Self Love - Narcissism Revisited" http://www.geocities.com/vaksam/faq1.html )


Semua ciri ini ada dalam diri Muhammad. Selain menganggap diri sbg utusan Tuhan dan Nabi terakhir, (Q.33:40) Muhammad menganggap dirinya sebagai Khayru-l-Khalq “Ciptaan paling baik,” “Suri Tauladan,” (Q.33:21) dan secara tegas dan mutlak mengisyaratkan sebagai “lebih tinggi beberapa derajat dibanding nabi2 lain.” (Q.2:253) Dia mengklaim sebagai “nabi yang paling disukai,” (Q.17:55) dikirim sebagai “rahmat bagi semesta alam,” (Q.21:107) diangkat “ketempat yang terpuji,” (Q.17:79).

Sebuah posisi yang menurutnya, tak seorangpun kecuali dia yang mendapatkannya dan itu adalah menjadi perantara/intersesi disebelah kanan Tuhan yang Maha Kuasa disebelah singgasanaNya. Dengan kata lain, dia akan menjadi orang yang memberi nasihat pada Tuhan siapa yang harus dikirim ke Neraka dan siapa yang dimasukkan ke Surga. Ini baru sedikit saja dari klaim2 yang dinyatakan Muhammad, sang megalomaniak, tentang posisi tingginya, seperti yang dilaporkan dalam Quran.

Berikut ini adalah dua ayat yang mengungkapkan dengan jelas rasa ‘penting’ dan ‘kebesaran’ Muhammad.

“Sesungguhnya Allah dan malaikat-malaikat-Nya bershalawat untuk Nabi. Hai orang-orang yang beriman, bersalawatlah kamu untuk Nabi dan ucapkanlah salam penghormatan kepadanya.” (Q.33.56).

“Supaya kamu sekalian beriman kepada Allah dan Rasul-Nya, menguatkanNya, membesarkan-Nya. Dan bertasbih kepada-Nya di waktu pagi dan petang.” (Q 48.9)

Ia begitu terkesan dengan dirinya sendiri, hingga dia taruh kalimat berikut ini kedalam mulut Allah, mahluk bonekanya:

“Dan sesungguhnya kamu benar-benar berbudi pekerti yang agung” (Q 68.4) dan “untuk jadi cahaya yang menerangi.” (Q 33.46).

Ibn Sa’d melaporkan Muhammad berkata:
“Diantara semua bangsa didunia Tuhan memilih bangsa Arab. Dari antara bangsa Arab Dia memilih Kinana. Dari Kinana dia memilih Suku Quraish (sukunya Muhammad). Dari suku Quraish Dia memilih Bani Hashim (klannya). Dan dari Bani Hashim Dia memilih Aku.” [2]
[2] Tabaqat V. 1 p. 2

Yang berikut adalah beberapa klaim dari Muhammad yang dia katakan sendiri dalam Hadits.

• Hal pertama yang dibuat Allah Maha Kuasa adalah jiwaku.
• Pertama dari segala hal, Allah menciptakan jiwaku.
• Aku dari Allah, dan orang2 percaya adalah dariku. [3]
• Seperti Allah menciptakanku agung, dia juga memberiku karakter Agung.
• Kalau bukan karena kau, [Ya Muhammad] Aku tidak akan menciptakan jagat raya. [4]
[3] http://www.muhammadanreality.com/creati ... eality.htm
[4] Tabaqat V. 1, p. 364

Bandingkan itu dengan perkataan Yesus, yang ketika seseorang memanggilnya “guru yang baik,” dia keberatan dan berkata, “Kenapa kau panggil aku baik? Tak ada seorangpun yang baik – kecuali Tuhan saja.” [5] Hanya seorang narsisis patologis yang bisa begitu terpisah dari kenyataan hingga mengaku jagat raya diciptakan bagi dia seorang saja. Bagi orang biasa, seorang narsisis mungkin kelihatan begitu percaya diri dan terampil. Kenyataannya dia menderita inferiority complex/rasa kurang percaya diri yang sangat besar dan butuh suplai pujian, pujaan dan haus utk dimuliakan orang lain.
[5] Mark 10:18

Dr. Sam Vaknin adalah penulis Malignant Self-Love (Cinta Diri Sendiri yang membahayakan). Dia sendiri mengaku sebagai seorang narsisis dan oleh karena itu dapat dianggap sbg tokoh yg memiliki kredibiltas atas subjeknya. Vaknin menjelaskan:

Setiap orang adalah seorang narsisis, sampai tahap tertentu. Narsisisme adalah sebuah fenomena sehat. Hal itu membantu perjuangan hidup. Perbedaan antara narsisisme patologis dan narsisime sehat adalah, tentu saja, dalam kadarnya. Narsisisme Patologis… dicirikan dengan sangat kurangnya rasa empati. Orang narsisis menganggap dan memperlakukan orang lain sebagai objek utk dieksploitasi. Dia gunakan mereka utk mendapatkan suplai narsisistiknya. Dia percaya bahwa dia berhak utk diperlakukan dengan spesial karena dia memiliki banyak khayalan agung tentang dirinya. Orang narsisis TIDAK sadar diri. Kesadaran/pengertiannya dan emosinya menyimpang … Orang narsisis membohongi diri sendiri dan orang lain, memproyeksikan 'ketidak tersentuhan' (untouchability), kekebalan emosional dan perasaan tak terkalahkan … Bagi seorang narsisis segala hal lebih besar daripada kehidupan itu sendiri. Jika dia bersikap sopan, maka dia melebih2kannya. Janji-janjinya sangat aneh, kritikannya mengandung kekerasan dan tak menyenangkan, kemurahan hati sama sekali tidak ada… Orang narsisis adalah ahli menyamar/menyembunyikan sesuatu. Dia seorang yang memikat hati, aktor berbakat, pesulap dan seorang sutradara baik bagi dirinya maupun bagi lingkungannya. Sangat sulit sekali utk membuka kedoknya pada pertemuan pertama.
User avatar
Adadeh
 
Posts: 8461
Images: 414
Joined: Thu Oct 13, 2005 1:59 am

Postby Adadeh » Tue Jun 19, 2007 1:41 am

Aliran pemujaan dari Seorang Narsisis
diterjemahkan oleh pod-rock

Seorang narsisis membutuhkan pengagum. Dia menarik lingkaran khayal disekeliling dirinya, dimana dia menjadi pusatnya. Dia kumpulkan para fans dan pengikutnya kedalam lingkaran tersebut, menghadiahi mereka dan mendorong mereka utk menjadi seorang penjilat terhadap dirinya. Mereka yang jatuh keluar lingkaran, dia anggap sebagai musuhnya. Vaknin menjelaskan:
Seorang Narsisis adalah guru/pemimpin spiritual pada pusat sebuah pemujaan (cult). Seperti guru2 lainnya, dia menuntut kepatuhan total dari jemaahnya: istrinya, anaknya, anggota keluarga lainnya, teman2 dan kolega2. Dia merasa berhak utk dipuja dan diperlakukan spesial oleh para pengikutnya. Dia menghukum orang yang tidak patuh dan domba2 yang tersesat. Dia paksakan disiplin, ketaatan pada ajaran2nya dan tujuan2nya. Semakin kurang prestasi yang dia capai dalam kenyataan – semakin keras penguasaannya dan semakin meresap pencucian otaknya.

Kontrol dari orang2 narsisis didasarkan pada kemenduaan, pendirian yang tidak dapat ditebak, ketidakjelasan dan penyalah gunaan situasi. [7] Tingkahnya yang berubah-ubah secara eksklusif mendefinisikan benar lawan salah, yang diinginkan dan yang tidak diinginkan, apa yang harus dicapai dan apa yang harus dihindarkan. Dia sendiri menetapkan apa yang benar dan kewajiban2 dari para pengikutnya dan mengubah-ubah mereka semau dia.
[7] Penyalah gunaan situasi itu tersamarkan, tidak kentara, perlakuan tidak wajar yang kadang tidak terperhatikan oleh korbannya sendiri, hingga keadaan sudah terlambat. Penyalahgunaan situasi menembus dan meresap kedalam segala hal – tapi sulit utk dikenali dan ditunjuk. Perlakuan ini berlaku mendua, mempengaruhi kondisi dan tersebar. Karenanya ia punya efek yang busuk dan merusak. Sejauh ini, perlakuan ini adalah yang paling berbahaya dalam hal penganiayaan yang ada. Ini adalah akibat dari ketakutan – takut kekerasan, takut akan hal yg tidak diketahui, takut akan hal2 yang tidak bisa diperkirakan, yang tak terduga dan sewenang-wenang. Ini dilakukan dengan melakukan petunjuk2 samar, dengan menyesatkan, dengan bohong yang terus menerus – dan tidak perlu, dengan meragukan dan penghinaan yang gigih, dan dengan mengilhami suasana yang penuh kesuraman dan malapetaka ("gaslighting").

Orang narsisis adalah seorang manajer mikro. Dia memaksa utk mengatur semua rincian yang detil dan segala tindak-tanduk. Dia menghukum dengan kejam dan menganiaya mereka yang menahan informasi dan mereka yang gagal utk memenuhi harapan dan tujuannya.

Orang narsisis tidak menghormati batas2 dan privasi dari para pengikutnya yang terpaksa. Dia mengabaikan harapan2 mereka dan memperlakukan mereka sebagai objek atau alat utk kepuasan diri. Dia berusaha utk mengontrol baik situasi maupun orang2nya secara paksa.

Dia dengan keras tidak menyetujui otonomi dan kemandirian orang lain. Bahkan aktivitas yang tidak berbahaya, seperti bertemu teman atau mengunjungi keluarga perlu mendapat ijinnya dulu. Pelahan, dia mengisolasi mereka yang dekat dengannya sampai mereka sepenuhnya tergantung pada dia secara emosional, seksual, finansial dan sosial.

“Dia berlaku dalam sebuah cara seakan menjadi pelindung dan sekaligus merendahkan dan sering mengkritik. Dia berpindah-pindah dari menekankan kesalahan2 detil (merendahkan) dan melebih-lebihkan bakat2, perlakuan2 dan kemampuan2 dari anggota cultnya. Dia tidak realistis dalam pengharapan2nya, lalu mengabsahkan penganiayaan setelahnya. [8]
[8] http://samvak.tripod.com/journal79.html

Muhammad menciptakan sebuah kebohongan besar yang oleh para pengikutnya dipercaya sebagai kebenaran yang mutlak. Bahayanya adalah bahwa mereka, seperti juga orang2 yang percaya pada kebohongan Hitler, adalah para pengikut yg ikut secara sukarela.
Dalam bab sebelumnya, dimana kita baca pengenalan pada Muhammad, kita lihat bagaimana diapisahkan para pengikutnya dari keluarga2 mereka dan tahap kontrol yang dia paksakan pada kehidupan pribadi mereka. Situasi ini tidak berubah banyak setelah 1400 tahun juga. Saya telah menerima banyak kisah2 menyedihkan dari orang tua yang bilang anak mereka masuk islam dan sekarang dikelilingi oleh muslim yang membujuk mereka agar jangan mengunjungi orang tua mereka.
User avatar
Adadeh
 
Posts: 8461
Images: 414
Joined: Thu Oct 13, 2005 1:59 am

Postby Adadeh » Tue Jun 19, 2007 1:54 am

Pesan/Alasan sang Narsisis
diterjemahkan oleh: pod-rock

Orang narsisis tahu bahwa mengiklankan dirinya secara langsung akan terlihat sebagai hal yang menjijikan dan akan ditolak. Makanya, dia menyajikan diri sebagai orang sederhana, sebagai orang yang tidak mau menonjolkan diri, orang yang melayani Tuhan, kemanusiaan dsb. Dibelakang semua kedok ini tersimpan sebuah tipu daya yang jelas. Orang narsisis ‘memberkati’ para pengikutnya dgn sebuah ALASAN/PESAN, yang begitu besarnya, begitu agung hingga tanpa itu mereka tidak berarti apa-apa. Melalui muslihat dan manipulasi, pesan ini menjadi lebih penting daripada nyawa orang2 yang percaya. Begitu mereka kena cuci otak, mereka rela mati dan tentu saja, rela membunuh utk itu. Orang narsisis mendorong pengorbanan – semakin banyak, semakin baik. Lalu dia munculkan dirinya sebagai poros dari pesan itu. Pesan2 ini berputar2 disekeliling dia. Hanya dialah yang bisa memungkinkan segala2nya dan yang akan memimpin para pengikutnya ke Tanah Perjanjian. Pesan kolosal ini tidak dapat hidup tanpa si narsisis. Dia, dg demikian menjadi orang yang paling penting sedunia.

Begitulah cara seorang pemimpin cult (aliran kepercayaan sesat) yang narsisis memanipulasi para pengikutnya. Pesan itu hanya sebuah alat utk tujuan akhir mereka. Bisa apa saja. Bagi Jim Jones, orang yang mengajak 911 orang melakukan bunuh diri masal di Guyana, ‘keadilan sosial’ adalah pesannya, dan dia adalah sang messiah pesan itu.

Hitler memilih sosialisme-nasional sebagai pesannya. Dia tidak secara terbuka memuji-muji diri sendiri, tapi malah memakai pesan Arianisme dan superioritas bangsa Jerman. Dia, tentu saja, adalah seorang pengilham yang tidak tergantikan dan fuehrer bagi pesan itu.
Bagi Stalin pesannya adalah komunisme. Siapapun yang tidak setuju dengannya sama dengan menentang proletariatisme dan harus dibunuh. Muhammad tidak meminta para pengikutnya utk memuja dia. Malah dia mengklaim sbg ‘hanya utusan saja.” Sebagai gantinya dia menuntut kepatuhan & dengan tangkasnya meminta para pengikutnya utk taat pada “Allah dan UtusanNya.” Dalam sebuah ayat Quran, dia taruh perkataan berikut dalam mulut Allahnya:
“Mereka menanyakan kepadamu tentang (pembagian) harta rampasan perang. Katakanlah: "Harta rampasan perang itu kepunyaan Allah dan Rasul, sebab itu bertakwalah kepada Allah dan perbaikilah perhubungan di antara sesamamu, dan taatlah kepada Allah dan Rasul-Nya jika kamu adalah orang-orang yang beriman" (Q 8.1)

Karena Allah tidak perlu barang2 curian dari sekelompok orang Arab, semua harta rampasan perang itu secara otomatis harus masuk kepada wakilnya, sang utusan. Karena tidak ada seorangpun yang bisa melihat atau mendengar Allah, semua kepatuhan adalah kepada Muhammad. Dialah yang harus ditakuti karena hanya dia satu-satunya perantara dari Tuhan yang paling ditakuti ini yang berkali2 diperingatkannya pada orang2nya. Allah sangat perlu bagi Muhammad utk mendominasi. Tanpa percaya pada Allah, maukah para pengikutnya yg dungu mengorbankan nyawa mereka, membunuh orang, termasuk keluarga mereka sendiri, menjarah orang, dan memberikan semuanya pada dia? Allah khayalannya ini adalah alat dominasi bagi Muhammad. Allah adalah pribadi lain dari Muhammad sendiri, sebuah alat yang nyaman.

Ironisnya, Muhammad berkhotbah tentang larangan mempersekutukan Allah, padahal kenyataannya, dia bersekutu dengan Allah dalam cara yang membuat mereka secara logika dan praktek tidak bisa dipisahkan.
Orang narsisis perlu sebuah alasan utk mengekang pengikut2 mereka. Orang Jerman tidak berperang bagi Hitler. Mereka melakukannya karena alasan yang dijejali Hitler pada mereka.

Dr. Sam Vaknin menulis: “Orang narsisis memakai apa saja yang bisa mereka ambil dalam usaha mendapatkan suplai narsisistik mereka. Jika Tuhan, kepercayaan, gereja, iman, dan agama yang resmi dapat memberi mereka suplai narsisis ini, mereka akan menjadi taat. Mereka akan meninggalkan agama jika hal itu tidak memberi mereka suplai ini.” [9]
[9] healthyplace.com/Communities/Personality_Disorders/Site/Transcripts/narcissism.htm

Islam adalah sebuah alat utk mendominasi. Setelah Muhammad, orang2 lain memakai cult (aliran kepercayaan sesat)-nya utk tujuan yang persis sama. Para muslim menjadi boneka ditangan para pemimpin mereka yang menyebut2 nama islam.

Mirza Malkam Khan, (1831-1908) pria Armenia yang masuk islam dan bersama dengan Jamaleddin Afghani meluncurkan ide sebuah “Islamic Renaissance” (An-Nahda/Kebangunan kembali islam), punya sebuah slogan sinis yang tak ada tandingannya: “Katakan pada para muslim apa saja yang berasal dari Quran, dan mereka akan bersedia mati bagimu.”
User avatar
Adadeh
 
Posts: 8461
Images: 414
Joined: Thu Oct 13, 2005 1:59 am

Postby Adadeh » Tue Jun 19, 2007 1:58 am

Orang Narsisis Ingin Meninggalkan Warisan
diterjemahkan oleh: pod-rock

Menjelang matinya, Muhammad meminta para pengikutnya agar jangan diam saja, dan memaksa mereka terus mendesak dan meneruskan jihad utk menaklukan. Genghis Khan memberikan perintah yang sama pada anaknya ketika menjelang kematian. Dia bilang dia ingin menaklukan dunia, tapi karena dia tidak bisa melakukannya lagi, merekalah yang harus memenuhi mimpinya. Orang mongol saat itu, seperti para muslim, adalah para penteror. Bagi orang narsisis, yang penting adalah menang. Mereka tidak punya hati nurani. Bagi mereka, nyawa manusia itu murah.

Ditahun 1940, Hitler diumur 51 th, menyadari adanya tremor ditangan kirinya. Dia biasa menyembunyikannya dengan memasukan tangan kiri kesaku bajunya, dengan memegang benda, atau dengan mengepalkan tangan kiri ketangan kanannya. Ketika penyakit itu bertambah parah, dia menjauh dari khalayak ramai. Dia sadar kematiannya sudah dekat. Dia menjadi makin tegas, melancarkan serangan2nya dengan pengertian baru yang seakan diburu waktu, tahu bahwa dia berpacu dengan waktu. Orang narsisis selalu ingin meninggalkan warisan.

Salah sekali jika berpikir islam sebagai sebuah agama. Aspek spiritual atau religius dari Islam diciptakan belakangan oleh filsuf2 muslim dan mistik2 yang memberi tafsir esoterik pada perkataan2 yg dangkal dari Muhammad. Para pengikutnya membentuk agama sesuai dengan keinginan mereka, dan seiring berlalunya waktu, tafsir2 itu mewarisi segel antik dan dg demikian juga kredibilitas.

Jika islam adalah sebuah agama, maka begitu juga dengan nazisme, komunisme, satanisme, Heaven’s Gate, People’s Temple, Branch Davidian, dll. Jika kita memikirkan agama sebagai sebuah filosofi kehidupan utk mengajarkan, utk mengeluarkan potensi manusia, utk mengangkat jiwa, utk merangsang secara spiritual, utk menyatukan hati dan mencerahkan umat manusia, maka islam pastinya gagal uji2 tsb sepenuhnya, dan dengan demikian Islam adalah, memakai ukuran ini, tidak seharusnya, tidak bisa dianggap sebagai sebuah agama.
User avatar
Adadeh
 
Posts: 8461
Images: 414
Joined: Thu Oct 13, 2005 1:59 am

Postby Adadeh » Tue Jun 19, 2007 2:08 am

Orang Narsisis ingin jadi Tuhan
diterjemahkan oleh: pod-rock

Bagi orang narsisis, yang paling penting adalah kekuasaan. Dia ingin dihormati, dikenal, dan tidak diabaikan. Orang narsisis adalah orang yang kesepian, tidak merasa aman dan merasa malu. Hasrat terbesar mereka adalah utk memuaskan kebutuhan mereka akan rasa hormat dan perhatian yang mereka terima sebagai penyampai dari pesan2 yang mulia. Pesannya itu sendiri tidaklah penting. Pesan itu hanya alasan saja. Orang narsisis menciptakan tuhan2 khayalan dan pesan2 palsu yang menempatkan diri mereka sendiri sebagai wakil resmi dari pesan2 tsb. Semakin mereka mengagungkan tuhan palsu mereka, semakin besar kekuasaan yang mereka dapatkan bagi mereka.

Allah bagi Muhammad adalah sebuah alat yang nyaman utk memanipulasi orang. Melalui dia, dia bisa mendapat wewenang tak terbatas terhadap para pengikutnya. Dia menjadi tuan atas nyawa mereka. Hanya ada satu tuhan, maha kuasa, ditakuti, juga murah hati dan pengampun, dan dia, Muhammad, adalah satu-satunya yang menjadi penghubung antara Dia dan manusia. Ini membuat Muhammad menjadi wakil Allah. Meski kepatuhan seharusnya untuk Allah turun kepada dia, dalam kenyataannya, selalu Muhammad dan setiap tingkahnyalah yang berharap utk dipuaskan oleh para pengikutnya. Dr. Vaknin menjelaskan:

Menjadi Tuhan adalah yang paling diinginkan oleh seorang Narsisis: maha kuasa, maha tahu, ada dimana-mana, dipuja, dibicarakan, dan membangkitkan rasa hormat. Menjadi Tuhan adalah mimpi basahnya orang narsisis, khayalan terhebatnya. Tapi Tuhan berguna dalam banyak hal juga.

Narsisis berubah2, mengidealkan dan meremehkan figur otoritas.

Dalam fase idealisasi, dia berusaha menyamai mereka, dia mengagumi mereka, meniru mereka (sering secara menggelikan), dan membela mereka. Mereka tidak bisa salah atau boleh salah. Orang narsisis menganggap mereka lebih besar dari hidup itu sendiri, sempurna, lengkap dan brilian. Tapi ketika harapan2 sang narsisis yang tidak realistis dan kempes menghadapi kegagalan, dia mulai meremehkan bekas idolanya itu.

Sekarang mereka menjadi “manusia” (bagi sang narsisis ini adalah sebuah hal yang hina). Mereka makhluk kecil, rapuh, mudah salah, penakut, kejam, **** dan biasa-biasa saja. Sang narsisis menjalani siklus yang sama dalam hubungannya dengan Tuhan, figur otoritas tauladannya.

Tapi seirng, bahkan ketika kekecewaan dan keputus asaan tentang penyembahan muncul, - sang narsisis terus berpura-pura cinta pada Tuhan dan masih mentaatiNya. Sang narsisis mempertahankan penipuan ini karena posisinya sebagai wakil tuhan membuat dia punya wewenang. Para pendeta, pemimpin jemaah, pengkhotbah, penginjil, aliran pemuja, politisi, kaum intelektual, semua memperoleh wewenang dari yang katanya ‘hubungan khusus mereka dengan Tuhan’.

Otoritas religius membuat sang narsisis menuruti keinginan sadisnya dan utk menjalankan misogyny (kebenciannya terhadap wanita) secara terbuka dan bebas… Sang Narsisis, yang sumber berwenangnya adalah religius, mencari para budak yang patuh dan tidak banyak tanya yg mana kemudian dia jalankan keahlian tipu dan keinginannya itu pada mereka. Sang narsisis bahkan bisa mengubah sentimen religius murni dan tidak berbahaya menjadi sebuah ritual pemujaan dan hirarki yang berbahaya. Dia memangsa orang2 yang mudah dibujuk. Para pengikutnya sekaligus jadi sanderanya.

Otoritas religius juga mengamankan ‘Suplai narsisistik’ sang narsisis. Para pengikutnya, anggota jemaahnya, para pemilihnya, para pendengarnya – semua diubah menjadi Sumber Suplai Narsisistik yang setia dan stabil. Mereka mematuhi perintah2nya, memperhatikan tegurannya, mengikuti syahadatnya, mengagumi pribadinya, memuji sifat2nya, memuaskan kebutuhannya (kadang bahkan kebutuhan seksualnya), memuja dan mengidolakannya.

Selain itu, menjadi bagian dari “Hal yang Lebih Besar” sangat memberi kepuasan secara narsisistikal. Menjadi partikel tuhan, menjadi satu dengan keagungannnya, mengalami sendiri kekuasaan dan berkatnya langsung, hidup bersama dia – semuanya adalah Sumber Suplai Narsisistik yang tak ada habisnya. Sang narsisis menjadi Tuhan dengan memperhatikan perintah2Nya, mengikuti Instruksi2Nya, mencintaiNya, mematuhiNya, mengalah padaNya, menyatu denganNya, berkomunikasi padaNya – atau bahkaan dengan menantangNya (semakin besar musuh sang narsisis – semakin merasa lebih pentinglah sang narsisis).

Seperti juga hal lain dalam kehidupan sang narsisis, dia mengubah tuhan menjadi semacam kebalikan dari si narsisis. Tuhan menjadi sumber suplainya yang dominan. Dia bentuk hubungan pribadi dengan entitas lebih kuasa dan lebih melimpah ini – utk melimpahi dan menguasai yang lain. Dia menjadi tuhan itu sendiri, dengan menjadi wakilNya. Dia mengidealkan tuhan lalu meremahkan Dia, kemudian menganiayaNya. Ini adalah sebuah pola narsisistik yg klasik dan bahkan tuhan sendiri tidak akan bisa lolos dari hal ini.
[10]
[10] http://samvak.tripod.com/journal45.html

Orang narsisis tidak secara langsung mempromosikan diri mereka sendiri. Mereka bersembunyi dibelakang lapisan kesederhanaan, sementara mereka mengangkat tuhan mereka, ideologi, pesan atau agama, yang dalam kenyataannya adalah alter ego dia sendiri. Mereka mungkin menyebut mereka sendiri sebagai ‘Cuma utusan’, sederhana, rendah hari, tanpa penonjolan diri, dari tuhan yang maha kuasa, atau pesan yang sangat berpengaruh, tapi mereka bikin sangat jelas bahwa mereka sajalah yang tahu pesan2nya dan sangat tidak toleran dan tanpa maaf bagi orang yang ingkar dan melawan.

Orang narsisis sangat kejam, tapi tidak ****. Mereka sangat sadar akan rasa sakit yang mereka sebabkan. Mereka menikmasi sensasi kuasa yang mereka dapatkan dengan menyakiti orang lain. Mereka menikmati jadi tuhan – menentukan siapa yang diberi hadiah dan siapa yang dihukum – siapa yang hidup siapa yang mati. Narsisisme Patologis menjelaskan segala hal yang ada dalam diri Muhammad – kekejamannya, pengakuan maha hebatnya, kelakuan murah hatinya yang dilakukan utk membuat terkesan mereka yang takluk padanya dan dengan demikian membangun superioritas dia, keyakinan dirinya, juga pribadi karismatik dan keranjingannya.
User avatar
Adadeh
 
Posts: 8461
Images: 414
Joined: Thu Oct 13, 2005 1:59 am

Postby Adadeh » Tue Jun 19, 2007 2:16 am

Apa Penyebab Narsisisme?
diterjemahkan: pod-rock

Pertanda dari seorang narsisis adalah berkembangnya penyakit superioritas sebagai respon akan perasaan rendah diri. Hal ini melibatkan pembesar-besaran prestasi seseorang dan merendahkan orang lain yang dianggap ancaman bagi sang narsisis.

Kesalahan asuh orang tua menjadi penyebab terbesar adanya penyakit narsisistik ini dalam seorang anak. Contohnya, orang tua yang serba membolehkan yang memberi pujian berlebih-lebihan pada sang anak, terlalu menurutkan dan memanjakan sang anak, gagal menerapkan disiplin, dan mengidealisasi si anak menjadi faktor2nya. Hasilnya, sang narsisis secara umum merasa tidak siap utk masa dewasa, setelah dibesarkan dalam pandangan hidup yang tidak realistik. Sebaliknya, seorang anak yang tidak menerima dukungan dan dorongan yang cukup bisa juga mengidap penyakit narsisistik.

Kita tahu bahwa Muhammad ketika bayi diberikan dan dibesarkan oleh orang lain. Apakah ibunya tidak tertarik padanya? Kenapa dia tidak pernah berdoa dikubur ibunya sampai dia sudah berumur 60 tahun lebih juga? Apakah dia masih benci pada ibunya?

Halima tidak mau mengurus bayi Muhammad karena dia adalah anak yatim dari seorang janda miskin dan penghasilan dia kecil. Apa ini mempengaruhi cara dia atau keluarga memperlakukan Muhammad? Anak2 bisa sangat kejam. Menjadi anak yatim dijaman itu adalah sebuah aib, seperti juga sekarang masih menjadi aib dinegara2 islam. Kondisi masa kecil Muhammad tidak kondusif utk membentuk rasa menghargai diri sendiri yang sehat.

Jon Mardi Horowitz, penulis dari Stress Response Syndromes,menjelaskan: “Ketika kepuasan narsisistik yg jadi kebiasaan karena seringnya dipuji, diberikan perlakuan khusus dan mengagumi diri sendiri terancam, hasilnya mungkin adalah depresi, sedih tanpa alasan, gelisah, malu, merusak diri sendiri atau kemarahan yang diarahkan pada orang yang bisa jadi sasaran kesalahan atas situasi tsb. Anak2 bisa belajar utk menghindari kondisi emosi menyakitkan ini dengan belajar memproses informasi narsisistik ini.” [11]
[11] Jon Mardi Horowitz – “Stress Response Syndromes: PTSD, Grief, and Adjustment Disorders”, Third Edition

Muhammad, tentunya, punya masa kecil yang sulit. Dalam surat 93 atau 3-8, (dikutip pada awal bab satu buku ini) dia dengan halus mengingat masa yatimnya yang penuh kesepian dan meyakinkan dirinya bahwa Allah akan baik padanya dan tidak akan meninggalkan dia. Ini menunjukkan betapa ingatan akan masa kecil yang banyak itu menyakitkannya. Fakta bahwa Muhammad menciptakan dunia khayalan utk lepas dari kenyataan, begitu hidup khayalan itu hingga menakuti orang tua angkatnya, adalah petunjuk lain bahwa masa kecilnya tidaklah menyenangkan sama sekali. Muhammad mungkin tidak ingat rincian apa yang terjadi pada tahun pertama kehidupannya, tapi jelas dia mendapat luka psikologis sepanjang hidupnya. Bagi dia, dunia khayalan yang dia ciptakan itu nyata. Menjadi pengungsian yang aman baginya, sebuah tempat menyenangkan utk mengundurkan diri dan lepas dari kenyataan. Dalam dunia khayalannya, dia bisa dicintai, dihormati, dikagumi, berkuasa, penting dan bahkan ditakuti. Dia bisa menjadi apapun yang dia inginkan dan mengimbangi kekurang perhatian yang dia dapatkan dari dunia diluarnya.

Menurut Vaknin, “penyebab yang sebenarnya dari Narsisisme tidak sepenuhnya dimengerti tapi jelas dimulai dari awal masa kecil (sebelum umur 5 tahun). Hal itu dipercaya disebabkan oleh kegagalan yang berulang-ulang dan serius pada pihak Objek Primer sang anak (orang tua atau pengasuh). Orang Narsisis dewasa sering berasal dari rumah tangga dimana salah seorang atau kedua orang tuanya mengabaikan dia atau menganiaya sang anak… SEMUA anak (sehat atau tidak) ketika mereka tidak diijinkan utk melakukan sesuatu oleh orang tuanya kadang akan memasuki kondisi narsisistik dimana mereka melihat diri mereka sendiri dan bertindak seakan mereka begitu berkuasa/sangat kuat. Ini alamiah dan sehat karena hal ini membuat kepercayaan diri pada sang anak utk berkaca dari penolakan orang tua." [12]
[12] www.faqfarm.com/Q/Can_you_be_responsibl ... narcissism

Anak2 yang diabaikan menyerap sebuah perasaan kekurangan. Mereka jadi percaya bahwa mereka itu tidak pantas diperhatikan dan dicintai. Sebagai reaksi terhadap hal itu, mereka cenderung membela ego mereka dengan membanggakan diri secara berlebihan. Mereka melihat kelemahan diri mereka dan merasa bahwa jika orang lain melihat hal itu, mereka tidak akan dicintai, dikagumi dan dihormati. Jadi mereka berbohong dan menciptakan kisah2 fantastik, menyombongkan diri mereka sendiri, betapa penting diri mereka. Kekuatan khayal mereka sering berasal dari sumber diluar diri mereka. Bisa ayah mereka atau teman yang kuat. Narsisisme jenis ini pada anak2 adalah dormal, tapi jika mereka mempertahankan pemikiran ini hingga mereka dewasa, hal itu akan berkembang menjadi penyakit narsisistic personality. Pada Muhammad, sumber kekuatan luarnya tidak lain adalah Allah, yang paling kuat, paling ditakuti dan maha kuasa. Dengan menghubungkan dirinya dengan Allah dan menyajikan dirinya sebagai perantara tunggal, dia mendapatkan kuasa Allah itu sendiri.

Setelah kematian ibunya, ketika Muhammad berumur enam tahun, dia ada dibawah didikan dari kakeknya yang sudah tua, yang memanjakan dia. Dalam beberapa hadits ditunjukkan, Abdul Muttalib terlalu penurut dan selalu membolehkan cucu yatimnya itu. Muhammad kecil akan duduk pada tikar sebelah sang kakek sementara paman2nya mengelilingi mereka.

Pengakuannya bahwa Abdul Muttalib bilang pada pamannya Abu Talib, “Biarkan dia karena dia punya nasib yang besar, dan akan menjadi pewaris sebuah kerajaan,” atau bilang pada perawatnya, “Berhati-hatilah jangan sampai dia jatuh ketangan orang yahudi atau kristen, karena mereka mencari-cari dia dan bermaksud melukainya!”, jelas-jelas hanya isapan jempolnya belaka. Itu semua adalah kebohongan yang dia karang dan mungkin juga jadi dipercayainya. Ini adalah ciri khas khayalan seorang narsisis, yang berpikir bahwa diri mereka begitu pentingnya hingga mereka percaya orang lain memburu utk melukainya karena cemburu. Meskipun demikian, jelas bahwa Abdul Muttalib membuat Muhammad merasa spesial. Dia manjakan dan cintai cucu yatimnya itu. Sang kakek memanjakannya karena kasihan. Tapi, Muhammad menafsirkan perhatian ekstra ini sebagai konfirmasi dari angan-angan maha hebatnya. Bayangan yang dia ciptakan mengenai dirinya sendiri dalam sebuah dunia fantasi dimasa kecil dengan demikian diperparah oleh pemanjaan berlebihan dari kakeknya. Dia seakan lebih dipastikan lagi sebagai orang spesial, unik dan luar biasa.

Setelah kematian Abdul Muttalib, pamannya yang baik hati yakni Abu Talib, juga memperlakukannya berbeda dari yang lain. Statusnya sebagai yatim, tanpa orang tua atau saudara, mengundang rasa simpati. Baik kakek maupun pamannya terlalu memanjakan dan menurut pada dia. Mereka gagal menerapkan disiplin yang cukup padanya. Semua keluar biasaan ini menyumbang pada perkembangan pribadi narsisistiknya. Pakar psikologi J. D. Levine dan Rona H. Weiss menulis:

Seperti kita ketahui, dari sudut pandang fisiologi, bahwa seorang anak perlu diberi makanan secukupnya, yang dia perlukan utk melindungi dari temperatur yg ekstreme, dan bahwa atmosfir yang dia hirup harus berisi oksigen yang cukup, jika tubuhnya mau menjadi kuat dan ulet, jadi kita juga tahu, dari sudut pandang psikologi yang lebih dalam, bahwa dia memerlukan suasana yang empatik, khususnya, sebuah suasana yg menjawab (a) kebutuhan agar keberadaannya diakui dalam semangat kesenangan orang tuanya dan (b) kebutuhan utk bersatu kedalam ketenangan yang meyakinkan dari orang dewasa yg lebih kuat, jika dia dirinya mau menjadi teguh dan ulet. [13]
[13] J. D. Levine and Rona H. Weiss. The Dynamics and Treatment of Alcoholism. Jason Aronson, 1994

Muhammad mendapat pengalaman diabaikan dan disia-siakan pada enam tahun pertama kehidupannya, dan pemanjaan yang berlebihan setelah itu. Keadaan dia ini dg demikian membuatnya matang dan kondusif utk menjadi seorang narsisis.

Muhammad tidak pernah membicarakan ibunya. Jika dia pernah membicarakannya, pastilah ada tercatat dalam hadits. Dia kunjungi makam ibunya setelah menaklukan Mekah, tapi dia menolak utk berdoa baginya. Apa tujuan dari kunjungannya itu? Mungkin ini adalah usaha utk memulihkan nama baiknya, sebuah cara utk membuktikan pada ibunya bahwa meski dia disia-siakan, dia telah berhasil. Dilain pihak dia ingat kakeknya, yang menghujaninya dengan cinta dan memberinya kelimpahan pujian bagi jiwa narsisisnya, dengan penuh sayang.

Para psikologis mengatakan pada kita bahwa lima tahun pertama kehidupan seorang anaklah yang membentuknya atau merusaknya. Kebutuhan emosional Muhammad dimasa lima tahun pertama kehidupannya tidak dipenuhi. Dia membawa kenangan menyakitkan akan tahun2 kesepian karena diabaikan dan disia-siakan kedalam masa dewasa dan masa tua. Dia tumbuh dengan kegelisahan dan punya rasa pengertian terhadap dirinya sendiri yang berfluktuasi, sebuah kelemahan yang dia coba sembunyikan dengan melebih2kan kesombongan lewat pertumbuhan rasa punya hak, keagungan, kekurangan empati dan ilusi superioritas.

Muhammad memilih tuhan sebagai pasangannya. Sekutu khayalannya ini maha kuasa dan maha kuat. Ini membuat dirinya kuat tanpa batas. Dia satu-satunya yg punya akses langsung ke Allah dan dialah satu-satunya penguasa dibumi. Agar yakin tak seorangpun merampas posisinya, dia juga mengklaim sebagai nabi terakhir. Kekuasaannya, dg demikian, menjadi mutlak dan kekal.
User avatar
Adadeh
 
Posts: 8461
Images: 414
Joined: Thu Oct 13, 2005 1:59 am

Postby Adadeh » Tue Jun 19, 2007 2:41 am

Pengaruh Khadijah terhadap Muhammad
diterjemahkan oleh: pod-rock

Peran Khadijah dalam islam belum sepenuhnya dihargai. Pengaruhnya pada Muhammad tidak dapat ditekankan secara berlebihan. Khadijah harusnya dianggap sebagai partnernya Muhammad dalam kelahiran Islam. Tanpa dia, mungkin, Islam tidak akan pernah ada.

Kita tahu bahwa Khadijah memuja suami mudanya. Tidak ada laporan bahwa Muhammad pernah bekerja setelah menikahi Khadijah. Setelah pernikahan, bisnis Khadijah kelihatannya menurun tajam. Ketika dia meninggal, keluarganya menjadi melarat.

Muhammad tidak mengurus anak-anaknya juga. Ditolak oleh dunia nyata, dia habiskan waktunya sendiri dalam gua2, mengundurkan diri kedunia khayalan dan renungan. Kadang dia membawa makanan utk berhari-hari, kembali hanya ketika makanan sudah habis. Lalu dia akan menuju kekota, mengambil bekal lagi dan kembali.

Khadijah tinggal dirumah mengurus kesepuluh anak dia sendirian. Tapi dia tidak mengeluh. Dia tidak saja mengurus anak2nya dan rumah tapi juga suami mudanya, yang bertingkah laku seperti anak kecil yang tidak bertanggung jawab. Tapi Khadijah senang berkorban. Kenapa?

Ini adalah pertanyaan yang penting. Jawabannya adalah bahwa Khadijah sendiri punya kelainan pribadi. Dia punya penyakit yang jaman kita sekarang disebut co-dependent (ketergantungan). Pengetahuan ini akan menolong kita utk mengerti kenapa dia berdiri disamping suaminya dan mendorong dia melanjutkan karir kenabiannya.

The National Mental Health Association (NMHA) mendefinisikan co-dependency sebagai: “Kelakuan yang dipelajari yang bisa diturunkan dari satu generasi ke generasi lain. Hal ini adalah sebuah kondisi perangai dan emosi yang mempengaruhi kemampuan seorang individu utk mendapat hubungan yang memuaskan kedua belah pihak dan sehat. Juga dikenal sebagai “relationship addiction” (ketagihan hubungan) karena orang dengan co-dependency sering membentuk atau mempertahankan hubungan yang satu pihak saja, yang secara emosional merusak dan/atau menghina. Penyakit ini pertama diidentifikasi sekitar 10 tahun lalu dari hasil bertahun2 mempelajari hubungan2 antar manusia dalam keluarga alkoholik. Kelakuan Co-dependent dipelajari dengan mengamati dan meniru anggota keluarga lain yang menunjukkan kelakuan tipe ini.” [14]
[14] http://www.nmha.org/infoctr/factsheets/43.cfm

Khadijah adalah seorang wanita yang menarik. Dia anak perempuan favorit dari ayahnya Khuwaylid. Malah Khuwaylid bergantung padanya, melebihi ketergantungan terhadap anak laki-lakinya. Khadijah adalah “anak sang ayah.” Dia telah menolak tawaran orang2 kuat di Mekah. Tapi ketika dia melihat anak muda ini yang tak dimiliki siapapun, Muhammad yang butuh uang, dia jatuh cinta padanya dan mengirim pembantu utk memintanya melamar dia.

Pada permukaan kelihatannya bahwa Muhammad punya pribadi yang memikat yang membuat wanita berkuasa terpukau. Ini, betapapun, adalah sebuah pengertian yang dangkal mengenai dinamika kompleks.

Tabari menulis: “Khadijah mengirim pesan pada Muhammad, mengundangnya utk mengambil dia. Dia memanggil ayah utk datang kerumahnya, memberinya arak hingga mabuk, memberi parfum, memakaikan pakaian pesta padanya dan lalu memotong seekor sapi. Lalu dia undang Muhammad dan pamannya. Ketika mereka datang, ayahnya menikahkan Muhammad dengannya. Ketika dia sadar dari mabuknya, dia berkata “daging apa ini, parfum ini dan pakaian ini?” Dia menjawab, “kau telah menikahkanku pada Muhammad bin Abdullah”. “Aku tidak melakukan itu,” katanya. “Akankah kulakukan ini ketika orang2 terhebat di Mekah memintamu dan aku tidak setuju, kenapa aku berikan kau pada seorang gelandangan?” [15]
[15] Persian Tabari v. 3 p.832

Pihak Muhammad menjawab dengan marah bahwa persekutuan ini telah diatur oleh anak perempuannya sendiri. Orang tua itu marah dan menarik pedang dan kerabat Muhammad juga menarik pedang mereka. Darah akan mengalir jika saja Khadijah tidak menyatakan cintanya pada Muhammad agar diketahui banyak orang dan mengaku telah mengatur semua ini. Khuwaylid lalu menenangkan diri, sampai akhirnya dia menyerah telah di fait accompli dan rekonsiliasipun terjadi.

Khadijah adalah seorang wanita berhasil yang pesolek. Dia telah menolak lamaran dari banyak orang Quraish yg terkenal. Bagaimana orang menjelaskan seorang wanita yang kelihatan sukses dan berpikiran sehat mendadak jatuh cinta pada anak muda miskin yang 15 tahun lebih muda? Kelakuan aneh ini mengungkapkan adanya kelainan pribadi dalam diri Khadijah.

Bukti2 menandakan bahwa ayahnya Khadijah adalah seorang pemabuk. Khadijah mestinya tahu kelemahan ayahnya ini hingga dia merancang rencana yang begitu berani. Orang2 yang ketagihan alkohol cenderung lepas kontrol dan mabuk. Orang2 non alkohol minum dengan cukupan dan tahu kapan utk berhenti. Ketika Khuwaylid mabuk, pestanya belum lagi mulai dan para tamu belum lagi datang. Hal ini memberitahukan kita bahwa dia bukanlah peminum musiman saja tapi benar2 peminum berat. Sekarang, kenapa hal ini jadi masalah? Karena ini adalah petunjuk lain utk mendukung spekulasi bahwa Khadijah seorang yang mempunyai kecenderungan co-dependent. Anak2 seorang alkoholik sering mengembangkan co-dependency.

Ayahnya Khadijah terlalu melindungi anak perempuannya dan punya harapan2 yang tinggi baginya. Dari reaksinya akan pernikahan anaknya yang berumur 40 tahun pada seorang yang biasa2 saja dan dari perkataannya “orang2 terhebat di Mekah memintamu dan aku tidak setuju,” jelas bahwa Khadijah adalah mutiara dimatanya. Khuwaylid punya anak2 yang lain juga, termasuk beberapa anak lelaki, tapi terlihat jelas bahwa anak perempuannya inilah yang menjadi kebanggaan dan kebahagiaannya. Anak ini satu-satunya yang berhasil.

Anak2 yang dipuji dan ditempatkan ditempat tinggi oleh orang tua yang memujinya tumbuh dalam bayang2 mereka. Mereka sering mengembangkan ‘codependency personality disorder’. Mereka menjadi terobsesi oleh ayah mereka (atau ibu mereka) dan melihat fungsi mereka utk membuat orang tua mereka terlihat hebat dimata orang lain. Mereka diharapkan jadi semacam ‘wunderkind’ (orang sukses).

Dibawah tuntutan yang terus menerus meminta kemampuan lebih baik, sang anak menjadi tidak mampu mengembangkan pribadi mandirinya. Dia mencari pemenuhan utk memuaskan kebutuhannya dari orang tua narsisis dan perfeksionis. Dia tidak merasa dicintai APA ADANYA, tapi dicintai karena dilihat BAGAIMANA prestasinya. Orang tua yang alkoholik mengeluarkan semua muatan emosinya pada sang anak, khususnya yang punya potensi. Dia mengharap anak itu utk cemerlang dalam segala hal dan menggantikan kekurangan dan kegagalan dia sendiri.

Co-dependent tidak dapat menemukan kepuasan dan kebahagiaan dari hubungan emosional yang normal dan sehat yang biasa terjadi diantara orang2 sederajat. Hanya dalam kapasitas pemberi kesenangan dan menjadi penyenanglah orang codependent menemukan kebahagiaan mereka. Pasangan yang “cocok dan tepat” bagi orang co-dependent adalah seorang Narsisis yang sangat butuh pemuasan.

Khadijah menolak para pelamarnya yang lebih dewasa dan sukses, jatuh cinta pada anak muda miskin yang sangat butuh baik uang maupun emosional. Codependent keliru mengartikan rasa cinta dan rasa kasihan. Mereka punya kecenderungan utk ‘mencintai’ orang yang seharusnya mereka kasihani dan bisa mereka selamatkan.

Vaknin memakai istilah “self effacing” (tidak menonjolkan diri sendiri) atau “inverted narcissism” (narsisisme terbalik), untuk istilah co-dependency. Inilah apa yang dia katakan tentang hubungan codependent-narsisis: “Orang narsisis invert dikondisikan dan diprogram dari awal utk menjadi teman sempurna bagi sang narsisis – utk memberi makan Ego mereka, utk secara murni menjadi kepanjangan tangan mereka, utk mencari pujian dan pengelu-eluan dan jika hal itu menghasilkan pujian dan pemujaan yang lebih besar kepada sang narsisist.” [16]
[16] http://samvak.tripod.com/faq66.html

Hal diatas menjelaskan kenapa seorang wanita sukses dan cantik seperti Khadijah tertarik pada seorang narsisis dan butuh uang seperti Muhammad. Meski orang ‘narsisis invert’ cenderung sukses dalam bisnisnya, hubungan mereka sering tidak sehat. Vaknin lebih lanjut menjelaskan: “dalam sebuah hubungan, narsisis invert berusaha utk menciptakan kembali hubungan orangtua-anak. Sang narsisis invert berkembang dengan meniru/bercermin pada ‘kehebatan khayal’ sang narsisis dan ketika melakukannya sang narsisis invert itu sendiri mendapatkan suplai bagi ego narsisistiknya SENDIRI (ketergantungan sang narsisis pada sang invert akan suplai narsisistik sekundernya). Sang invert mesti punya bentuk hubungan sedemikian dengan sang narsisis demi merasa lengkap dan terpenuhi. Sang invert akan sudi bertindak sejauh yang dibutuhkan utk meyakinkan bahwa sang narsisis itu merasa bahagia, merasa disayangi, merasa dipuja dengan cukup, karena dia pikir hal itu sudah menjadi hak sang narsisis. Sang invert memuliakan sang narsisis, menempatkannya ditempat tinggi, memikul semua pengorbanan bagi sang narsisis dengan ketenangan hati dan tahan penghinaan sang narsisis." [17]
[17] http://www.toddlertime.com/sam/66.htm

Perkawinan Muhammad dan Khadijah kelihatannya cocok sekali. Muhammad adalah seorang narsisis yang haus utk dipuji terus menerus, diperhatikan dan dikagumi. Dia seorang miskin, yatim dan secara emosional membutuhkan banyak hal. Dia seorang dewasa tapi jiwanya masih seperti anak2 yang butuh perhatian. Dia membutuhkan seseorang yang merawatnya dan menafkahinya, seseorang utk diperalat dan dimanfaatkan, seperti bagaimana anak kecil memperalat dan memanfaatkan ibunya.

Kedewasaan emosional seorang narsisis berhenti pada masa anak-anak. Kebutuhan anak2nya tidak pernah terpuaskan. Dia terus menerus mencoba memuaskan kebutuhan anak2nya tsb. Semua bayi adalah narsisis dan itu diperlukan bagi tahap pertumbuhan mereka. Tapi jika kebutuhan narsisis mereka tidak dipuaskan ketika masa anak-anak, kedewasaan emosi mereka akan berhenti pada tahap ini. Mereka mencari perhatian yang mereka tidak dapatkan ketika kecil dalam hubungan dengan pasangan dan dengan yang lainnya, termasuk dengan anak2 mereka.

Hasrat Muhammad akan cinta diungkapkan olehnya dalam banyak kejadian. Ibn Sa’d mengutip perkataanya bahwa keluarga2 Quraish semuanya punya hubungan padaku dan meski jika mereka tidak mencintaiku karena pesan yang aku bawa pada mereka, mereka seharusnya mencintaiku karena kekerabatanku dengan mereka. [18] Dalam Quran Muhammad berkata: “Aku tidak meminta kepadamu sesuatu upah pun atas seruanku kecuali cinta dari keluarga terdekat.” [19] Perkataan ini jelas merupakan jeritan putus asa dari seseorang yang butuh cinta dan perhatian.
[18] “Aku tidak meminta pada kamu hadiah apapun utk itu kecuali cinta dari kerabat terdekatku” Tabaqat vol.1 page.3
[19] Qur’an Sura 42: ayat 23


Khadijah, dilain pihak, adalah seorang narsisis invert yang memerlukan objek utk diperhatikan, seseorang utk membuat khayalan2nya sendiri sebagai seorang pemberi kesenangan. Orang co-dependent bukan saja rela diperalat, malah dia menikmati hal itu.

Vaknin menulis: “Narsisis invert hidup dan menggantungkan diri dari narsisis utama dan inilah suplai narsisistiknya. Jadi dua buah tipe narsisis ini dapat, pada pokoknya, menjadi saling mendukung, sistem yang simbiosis. Namun dalam kenyataannya, baik sang narsisis maupun sang invert perlu sadar akan dinamika hubungan mereka jika ingin hubungan mereka sukses dan awet.” [20]
[20] http://samvak.tripod.com/faq66.html

Pakar psikologi Dr. Florence W. Kaslow, menjelaskan simbiosis ini bilang bahwa kedua pihak masing2 punya kelainan kepribadian (Personality Disorder/PD) – tapi keduanya berada pada kedua ujung berlawanan dari spektrum ini hingga bisa saling mengisi. “Mereka nampak memiliki ‘ketertarikan maut’ (fatal attraction) satu sama lain dimana pola kepribadian mereka saling bertentangan tapi saling mengisi – itu sebabnya, jika mereka sampai bercerai, mereka akan tertarik pada pasangan yang mirip mantan pasangan mereka.” [21]
[21] Dikutip dari Mixing oil and water karya Bridget Murray hal 52 www.apa.org/monitor/mar04/mixing.html

Hubungan simbiosis antara Sang Narsisis Muhammad dan Sang Narsisis Invert Khadijah memang bekerja sempurna. Muhammad tidak lagi harus bekerja setelah menikahi Khadijah yang kaya raya. Dia habiskan waktunya menggelandang digua-gua dan tempat sepi sambil menikmati fantasinya yg subur, dunia yang menyenangkan dan baik padanya, dimana dia menjadi seorang yang paling disayang, paling dipuja, paling dihormati dan paling ditakuti. Khadijah jadi begitu sibuk dengan sisuami yang narsisis ini dan memenuhi semua kebutuhan2nya hingga dia mengabaikan urusan dagangnya. Bisnisnya kemudian jadi menurun dan kekayaannya menyusut drastis. Dia mestinya sudah berusia sekitar 50 tahunan ketika melahirkan anaknya yg paling muda. Ia tinggal dirumah sementara sang suami kebanyakan tidak pernah dirumah, menyendiri digua-guanya, baik gua sebenarnya maupun gua mentalnya.

Menurut Vaknin, “Sang invert ini mematikan keberadaan dirinya, penuh pengorbanan, bahkan berpura-pura manis dalam hubungan2 dengan orang lain dan akan menghindari bantuan dari orang lain itu dengan segala cara. Dia hanya bisa berinteraksi dengan orang lain jika dia bisa dilihat sebagai orang yang memberi, mendukurng dan menghabiskan usaha2 yang tak biasa utk membantu.” [22]
[22] www.toddlertime.com/sam/66.htm

Dia juga menjelaskan co-dependent sebagai “orang yang menggantungkan diri pada orang lain utk memberi kepuasan emosional dan hasil dari Ego atau fungsi sehari2 lainnya.” Dia bilang “mereka butuh dukungan emosional, penuh tuntutan dan patuh. Mereka takut diacuhkan, sangat bergantung dan menunjukkan kelakuan tidak dewasa dalam usaha2nya utk mempertahankan “hubungan” dengan pasangan yang dia jadikan tempat bergantung tsb.” [23]

Melody Beattie, penulis “Codependent No More” (Tidak Lagi Codependent) menjelaskah bahwa orang codependent secara tak sadar memilih pasangan yang bermasalah dg maksud agar punya tujuan, merasa diperlukan dan merasa dipuaskan.

Orang waras manapun akan mengartikan pengalaman aneh Muhammad sebagai sakit jiwa atau “kerasukan setan,” seperti yang biasa dikatakan pada jaman itu. Bahkan Muhammad sendiri pikir dia telah menjadi seorang Kahin (penyihir) atau kerasukan setan. Seperti yang kita baca dalam Qur’an, orang2 yang memakai akal di mekah pikir Muhammad telah jadi majnoon, yang arti harafiahnya adalah kerasukan jin dan diartikan sebagai gila. Tapi pikiran demikian tidak kuat ditanggung Khadijah yang mengejar pemuasan dan kebahagiaan dengan cara memuaskan kebutuhan2 sang suami. Dia harus bergantung pada sang Narsisis miliknya apapun akibatnya. Sebagai seorang Codependent (Narsisis Inverted), Khadijah merasa harus maju menolong, memberi saran dan menyelamatkan sumber utama suplai narsisistiknya.

Sang narsisis sering menuntut pengorbanan dari orang2 disekelilingnya dan mengharapkan mereka utk menjadi ‘codependent’ bagi dia. Mereka juga hidup diatas kode2 moral yang ada. Mereka terlalu tinggi utk taat pada moralitas atau aturan apapun.

John de Ruiter adalah orang yang menyatakan diri Messiah dari Alberta, Canada. Para pengikutnya memuja dia seperti Tuhan. “Satu hari kami duduk didapur merokok,” kata Joyce, istrinya, yang sekarang cerai, selama 18 tahun, dalam sebuah wawancara. “Dia membicarakan kematian saya. Ia mengakui bahwa saya telah melalui banyak kematian, yg katanya itu bagus. Saya harus melepaskan 95% dari hidup yang harus saya lepaskan. Tapi katanya saya tidak membiarkan diri saya lepas sepenuhnya. Dia bilang bahwa ‘kemaian akhir’ saya akan terjadi jika dia mengambil dua orang istri lagi.” Joyce bilang dia pikir John becanda. Ternyata tidak. Ia mengangkat maslaah ini kedua kalinya, dan meminta Joyce apakah ia merasa tiga orang istri bisa hidup dalam satu rumah.” [24]
[24] www.rickross.com/reference/ruiter/ruiter3.html

Untungnya Joyce belum sampai pada tahap co-dependent berat sehingga ia tidak sudi menerima penghinaan ini, dan meninggalkan suami narsisisnya. Seorang codependent asli akan melakukan apapun utk menyenangkan pasangan narsisisnya. Hubungan antara codependent dan narsisisnya adalah hubungan Sadomasochisme (kecenderungan praktek psikologi/seksual yang dicirikan dengan gabungan kesadisan dan kepuasan karena siksaan).

Sialnya bagi umat manusia, Khadijah adalah seorang Co-dependent Sejati, yang sudi mengorbankan apapun bagi sang narsisis tercinta. Dialah yang mendorong Muhammad utk mengejar ambisi kenabiannya dan memacunya kearah itu. Ketika Muhammad tidak lagi mengalami ‘ayan’ dan tidak lagi melihat ‘para malaikat’, dia kecewa. Ibn Ishaq menulis: “Setelah itu, Jibril tidak datang padanya selama beberapa waktu dan Khadijah berkata, “kupikir tuhan mestinya benci padamu.” [25] Hal ini menunjukkan betapa berhasratnya dia agar sang narsisis tercinta menjadi seorang nabi.
[25] Sira Ibn Ishaq, hal. 108

Kenapa Muhammad tidak mengambil istri lain selama Khadijah masih hidup? Karena, dia hidup dari uangnya dan dirumahnya. Lagipula, mayoritas orang Mekah mengejeknya. Dia disebut orang Gila. Tak seorangpun mau menikah dengannya meski misalnya dia punya uang sendiri dan Khadijah tidak jadi masalah. Di Mekah, para pengikutnya hanya segelintir budak dengan hanya sedikit wanita diantara mereka – tak seorangpun memenuhi hasratnya utk dinikahi. Kalau saja Khadijah masih hidup dan menyaksikan peningkatan kekuasaan suaminya, kemungkinan besar dia akan menelan penghinaan dimadu oleh wanita yang jauh lebih muda dan cantik.

Setelah kematian Khadijah, Muhammad tidak pernah menemukan co-dependent lain utk mengurusi kebutuhan emosionalnya seperti yang pernah dilakukan Khadijah. Malahan, dia cari pemenuhan kepuasan tsb dengan menjadi seorang playboy seksual. Hanya sebulan setelah kematian istrinya, Muhammad meyakinkan teman dan pengikut setianya, Abu Bakr, utk mentunangkan dia dengan anak perempuannya yang berumur 6 tahun, Aisha. Abu Bakr terkejut. Dia mencoba menolaknya dengan halus, dengan berkata “tapi kita ini masih saudara.” Muhammad meyakinkan dia mereka hanya saudara dalam iman dan bahwa pernikahannya dengan anak kecil itu tidaklah haram. [26]
[26] Sahih Bukhari 7.62.18 Diceritakan 'Ursa: Nabi meminta Abu Bakr utk menikahi Aisha. Abu Bakr berkata “Tapi aku saudaramu.” Nabi berkata, “Kau saudara hanya dalam agama Allah dan Kitabnya, tapi dia (Aisha) berhak bagiku utk dinikahi.”

Dia lebih lanjut mengatakan padanya bahwa Aisha telah ditunjukkan padanya dua kali dalam mimpi; dimana dia melihat seorang malaikat membawa Aisha kecil yang dibungkus kain. “Aku bilang (pada diriku sendiri), ‘Jika ini dari Allah, maka ini harus terjadi.’” [27] Sekarang Abu Bakr tidak punya pilihan lain kecuali meninggalkan Muhammad, orang yang telah dia beri banyak pengorbanan, mencela dia, menyebut dia pembohong, kembali keorang2nya sendiri dan mengakui pada mereka bahwa dia selama ini telah ****, atau, melakukan apapun yang Muhammad minta. Ini sering jadi pilihan yang sulit bagi para pemeluk aliran pemujaan (cult). Mereka terjebak dan setelah mengorbankan begitu banyak utk mengikuti guru mereka; balik kembali jadi pilihan yang lebih menyakitkan dibanding tunduk akan keinginan dan tuntutan pemimpin mereka. Abu Bakr memohon pada Muhammad utk menunggu tiga tahun lagi sebelum melaksanakan pernikahan (yakni meniduri sibocah). Muhammad setuju, tapi sementara menunggu itu, dia menikahi Sauda dulu beberapa hari kemudian.
[27] Sahih Bukhari, Volume 9, Book 87, Number 140

Muhammad menciptakan sebuah harem yang terdiri dari banyak wanita. Dia mencoba menggantikan hilangnya ‘ibu penyenang’nya dengan setumpuk wanita muda. Dia terus menambah koleksi istri dan selirnya tapi tak satupun memenuhi kebutuhan kekanakannya seperti yang dilakukan oleh Khadijah. Dia butuh seorang ibu utk mengurus ‘jiwa kekanak2an’nya, sesuatu yang tidak bisa dilakukan oleh ‘istri2 remaja’ bagi seorang lelaki yang sebenarnya patut jadi kakek mereka.
User avatar
Adadeh
 
Posts: 8461
Images: 414
Joined: Thu Oct 13, 2005 1:59 am

Postby Adadeh » Tue Jun 19, 2007 2:51 am

Keyakinan Muhammad atas Tindakannya
diterjemahkan oleh: pod-rock

Dari awal masa mudanya, Muhammad menghadiri pasar malam yang diadakan secara berkala di Okaz, dimana orang2, dari segala tempat bertemu utk berdagang dan bersuka ria. Disana, para pengkhotbah kristen membacakan kisah2 nabi dari Bible mereka utk menangkap para hadirin. Muhammad terkagum-kagum oleh kisah2 tersebut. Menjadi orang yang dicintai dan dihargai adalah satu2nya pemikiran yang memenuhi benaknya. “Betapa hebat rasanya menjadi seorang nabi, menjadi orang yang dicintai dan ditakuti setiap orang,” itu yang dia pikirkan sambil mendengarkan kisah2 tersebut. Sekarang, istrinya meyakinkan dia bahwa dia telah menjadi seorang nabi dan bahwa fantasinya telah menjadi kenyataan. Sepertinya Tuhan pada akhirnya memperhatikan dia dengan murah hati, telah memilih dia diantara semua orang dan mengangkat dia menyampaikan pesan2nya dan mengundang orang2 untuk tunduk.

Pikiran2 yang ada dalam benak Muhammad semuanya mengenai hal yang besar2. Malah ide besar dan keyakinannya yang teguh inilah yang membangkitkan para pengikutnya utk berusaha mendapatkan perhatiannya, utk membunuh, menjarah dan membunuh, meski itu ayah mereka sendiri, demi Muhammad. Berkat ide2 besar tentang superioritas inilah, dia selalu merasa berhak utk mendapat perlakuan spesial.

Muhammad adalah orang yang selalu berhasrat utk memanipulasi dan mengeksploitasi. Dia bangun kerajaannya tanpa pernah turun sendiri melakukan pertempuran secara langsung. Dengan menjanjikan hadiah didunia lain dan sebuah surga penuh dengan pesta seks tak berkesudahan bagi mereka yang percaya padanya, dia mampu membuat mereka gigih bertempur dalam namanya, menghabiskan kekayaan mereka demi dia, mengorbankan nyawa mereka, merampok utk membuat dia kaya dan melesatkannya ke puncak kekuasaan.

Orang Narsisis adalah ahli penipuan. Mereka sendiri, sebenarnya, adalah korban pertama dari penipuan itu juga. Mereka secara tidak sadar menyangkal gambaran diri mereka yang miskin dan tidak toleran dengan menggelembungkan ego mereka tentang hal2 besar. Mereka mengubah diri mereka menjadi sebuah gambar yang berkilauan akan hal2 hebat dikelilingi oleh dinding2 penyangkalan. Tujuan dari penipuan diri ini adalah agar tidak mempan terhadap kritik luar dan lautan keraguan yang berputar2 dalam diri mereka. Orang narsisis adalah pembohong alami, mereka benar2 percaya akan kebohongan yang mereka buat sendiri dan sangat sangat tidak suka bila ditentang.

Vaknin menyatakan, “Orang narsisis selalu berada dalam usaha utk mencapai kesenangan dan drama yang dimaksudkan utk mengurangi kebosanan dan kesedihan yang meresap masuk. Tentu saja, usaha itu sendiri dan tujuannya harus memenuhi pandangan2 besar yang orang itu punya tentang dirinya sendiri (pandangan yang sebenarnya palsu). Mereka harus dibuat setaraf dengan pandangannya mengenai hak dia dan keunikannya." [28]
[28] Dr. Sam Vaknin Narcissism FAQ #57

Hal ini menjelaskan peperangan terus menerus yang dilakukan Muhammad. Drama, aliran adrenalin dan kesenangan adalah suplai2 yang dibutuhkan jiwa narsisistiknya. Betapapun, si narsisis itu sendirilah yang pertama percaya akan omong kosong yg dia ucapkan.

Dr. Vaknin menjelaskan: “Pegangan sang narsisis akan kenyataan adalah lemah (orang narsisis kadang gagal dalam test kenyataan). Tak dapat disangkal, sang narsisis sering seperti percaya pada perkataan mereka sendiri. Mereka tidak sadar akan sifat patologis dan sumber dari ‘khayalan diri’ mereka dan dg demikian secara teknis mereka delusional/menganggap khayalan sebagai kenyataan. (meski mereka jarang menderita halusinasi, kesulitan berbicara atau kelakuan yang tak menentu atau tidak normal). Dalam kalimat yang lebih tepatnya, orang narsisis kelihatan seperti orang sakit jiwa.” [29]
[29] http://samvak.tripod.com/journal91.html

Vaknin, tapi berkata bahwa orang narsisis, meski ahli dalam penipuan diri atau bahkan adalah seorang penipu yang berbahaya, mereka ‘biasanya sadar sepenuhnya akan perbedaan antara benar dan salah, kenyataan dan karangan, hal ciptaan dan yang telah ada, benar dan salah. Orang narsisis secara sadar memilih utk mengadopsi satu versi kejadian, sebuah cerita yang bisa membuat dia lebih besar, keberadaan sebuah dongeng, sebuah kehidupan ‘yang tak ada’ dari permainan pikiran ‘bagaimana-jika’ (what-if). Dia secara emosional menanam saham dalam mitos pribadinya sendiri. Orang narsisis merasa lebih baik dalam fiksi dibanding kenyataan – tapi dia tidak pernah kehilangan pemikiran akan fakta bahwa itu semua hanya fiksi saja. Orang narsisis punya kontrol penuh akan kemampuannya, sadar akan pilihannya dan orientasi tujuannya. Tingkah lakunya diniatkan dan terarah. Dia adalah seorang manipulator dan khayalannya ada utk melayani tipu muslihatnya. Karena itu ia punya kemampuan seperti bunglon utk berganti samaran, berganti tingkah laku, dan pendirian secara seketika… Orang narsisis “berusaha utk mengkondisikan orang2 terdekat dan yang mencintanya utk secara positif membangun “dirinya yang palsu’ yang dikhayalkannya.” [30] Dalam kasus Muhammad, peran itu dimainkan oleh Khadijah.
[30] Ibid.

Hal ini agak sulit utk dimengerti. Disatu pihak, Vaknin bilang orang narsisis tidak pernah kehilangan kenyataan bahwa semua itu hanyalah fiksi, dan dilain pihak dia bilang bahwa pegangan orang narsisis pada kenyataan adalah lemah dan sering mereka percaya akan omong kosong mereka sendiri. Meski ini menimbulkan dilemma logika bagi orang normal, tapi tidak demikian bagi orang narsisis yang berbohong dan lalu meyakinkan dirinya sendiri akan bohong itu seakan hal itu benar dan akan mengubah ceritanya kapan saja ia suka.

Kita cenderung percaya bahwa kalau tidak orang itu gila atau ia seorang pembohong dan bahwa keduanya sama-sama berjalan sendiri2. Ini tidak benar. Sering para kriminal berdalih gila utk lolos dari hukuman dan masyarakat, termasuk juga para profesional kejiwaan, percaya pada dalih ini. Kebodohan ini telah mencapai tingkat kemustahilan. James Pacenza, 58 tahun, yang dipecat karena menghabiskan waktunya melakukan chat porno di internet, menuntut perusahaan yang memecatnya IBM, dengan kesalahan pemecatan dengan mengaku bahwa dia ketagihan chat online tersebut dan IBM harusnya bersimpati dan merawatnya bukan memecat. Dia dihadiahi kompensasi 5 juta dollar. [31]
[31] http://news.bbc.co.uk/2/hi/americas/6682827.stm

Yang sebenarnya adalah bahwa orang narsisis sepenuhnya sadar akan tindakan2 mereka. Pembunuh berantai di New York, David Berkowitz, yang menyebut dirinya ”Son of Sam,” lolos hukuman mati karena kejahatannya begitu tak masuk akal hingga tiap orang berpikir dia tidak bertanggung jawab atas tindakannya karena gila. Sebenarnya dia sepenuhnya sadar yang dia lakukan itu salah. Itu sebabnya dia mencoba dengan keras utk mengelabui polisi bahkan mengejek mereka. Betatapun, dia adalah seorang narsisis dan butuh perhatian lebih. Jadi dia tinggalkan petunjuk2 agar ditemukan. Kegembiraan karena menjadi tenar dari pemberitaan kasus tersebut lebih menarik bagi dia dibanding kebebasannya. Dia tidak bisa utk tidak menikmati semua ketenaran itu. Apa yang Berkowitz lakukan konsisten dengan penyakit Narsisistik. Ketika dia tertangkap dan dipenjara, dia putuskan utk menjadi Kristen yang dilahirkan kembali. Kenapa tidak dia lakukan sebelumnya? Apa dia mendapat bedah jiwa dipenjara? Tidak! Dia hanya memutuskan utk mengubah taktik agar mendapat perhatian yang begitu dia dambakan lagi. Di penjara, satu-satunya jalan utk itu adalah dengan menjadi orang suci. Orang narsisis seperti bunglon. Dia dengan teliti mengawasi orang lain utk melihat hal apa yang bisa mendatangkan perhatian lebih banyak lalu bertindak sesuai dengan itu.

Orang dengan penyakit jiwa sadar akan tindakan2 mereka. Mereka tahu bedanya salah dan benar. Yang diinginkan psikopat narsisis hanyalah perhatian. Bagaimana cara mendapatkannya tidaklah penting. Jika mereka bisa mendapatkannya dengan menjadi pembunuh berantai, mereka akan menjadi itu dan jika utk itu harus menjadi orang yang religius, itulah yang akan mereka lakukan.

Secara luasnya, kita bisa bandingkan pembunuh berantai dengan seorang perokok. Keduanya tahu apa yang mereka lakukan itu salah. Tapi, dorongan utk itu lebih kuat dari kekuatan mereka dan mereka menyerah pada hasrat tersebut. Seorang perokok membunuh diri mereka sendiri dengan pelahan, satu rokok demi satu rokok, dan pembunuh berantai membunuh orang lain. Kenapa perokok tidak bisa berhenti padahal tahu tembakau itu bisa membunuhnya? Ini karena dia ketagihan nikotin. Sama juga, seorang psikopat narsisis tidak bisa berhenti karena mereka ketagihan ‘hentakan adrenalin’ dan kesenangan menjadi tuhan. Mereka tahu apa yang mereka lakukan itu salah karena mereka bersembunyi dan memainkan polisi. Mereka meninggalkan petunjuk mengenai diri mereka sampai mereka tertangkap karena dorongan utk mendapat perhatian begitu kuatnya hingga mereka rela mengambil risiko kehilangan kebebasan dan nyawanya utk itu.

Bukti lain psikopat tahu apa yang mereka lakukan itu salah adalah mereka tidak mau menjadi korban perbuatan mereka sendiri. Muhammad merampok dusun2 dan setelah membantai penduduk tak bersenjata, dia menjarah harta milik mereka. Tapi, dia siksa sampai mati mereka yang membunuh seorang gembala dan mencuri ontanya. Dia perkosa wanita tangkapan dalam perampokan2nya, meski mereka ada yang telah menikah, tapi dia tidak bisa toleran jika ada yang melirik istrinya dan memerintahkan para istrinya utk menutupi wajah mereka. Bisakah kita katakan dia tidak sadar apa yang dilakukannya itu tidak benar? Tentu saja tidak! Dia larang membunuh dan mencuri, tapi dia benarkan pembunuhan dan perampokannya sendiri. Sebagai seorang narsisis, dia percaya dirinya lebih superior dari orang lain, berhak mendapat hak khusus dan bebas utk melakukan apapun yang didiktekan olehnya. Muhammad adalah seorang gila sekaligus pembohong. Ini hanya mungkin jika dia seorang narsisis yang psikopat.
Last edited by Adadeh on Tue Jun 19, 2007 3:50 am, edited 1 time in total.
User avatar
Adadeh
 
Posts: 8461
Images: 414
Joined: Thu Oct 13, 2005 1:59 am

Postby Adadeh » Tue Jun 19, 2007 2:57 am

Jika Muhammad seorang pembohong, kenapa dia ingin dikenal sebagai 'Amin' (dipercaya)
diterjemahkan oleh: pod-rock

Amin adalah gelar bagi mereka yang menjual dan membeli barang atas nama orang lain. Seseorang disebut wali sekolah atau wali kota karena profesinya dan bukan karena dia orang jujur. Gelar “Amin” adalah label bagi semua profesi. Ini contohnya: Amin El-Makataba (Wali Perpustakaan), Amin El-Shortaa (Wali Polisi Trustee) Majlass El-Omnaa (bentuk jamak 'Amin', majelis penasehat yg terdiri dari para wali).

Malahan, Abul Aas, suaminya Zeinab dan menantunya Muhammad juga dikenal sebagai Amin karena bisnisnya. Dia tidak menerima Islam sampai dipaksa utk menerimanya, karena Muhammad memerintahkan Zeinab utk meninggalkannya jika dia tidak mau.

Muhammad bertindak sebagai wali Khadijah ketika dia membawa barang dagangannya ke Damaskus dan menjual dalam namanya (Khadijah). Klaim bahwa orang Mekah menyebut Muhammad sebagai Amin karena mereka menganggapnya jujur adalah salah. Kalau saja klaim ini benar, mereka tidak akan menolak dan mengejeknya ketika dia bilang telah menerima pesan Tuhan. Mereka yang kenal Muhammad dengan baik menyebutnya sbg 'pembohong' dan 'orang gila.'
User avatar
Adadeh
 
Posts: 8461
Images: 414
Joined: Thu Oct 13, 2005 1:59 am

Postby Adadeh » Tue Jun 19, 2007 3:10 am

Lebih jauh tentang Pecah-Belah dan Jajah
diterjemahkan oleh: pod-rock

Seperti dinyatakan dalam bab sebelumnya, Muhammad memutuskan ikatan para pengikut dia dengan keluarganya demi mengamankan dominasi mutlak atas mereka. Dia perintahkan para pengikut orang mekah, yang pindah ke Medina, agar jangan menghubungi kerabat mereka dikampung halaman. Meski diperingatkan, beberapa diantara mereka tetap melakukan hubungan dengan kerabat mereka, ini mungkin karena mereka butuh uang utk hidup. Agar ini dapat dihentikan, dia mendiktekan ayat berikut dari Allahnya. [32]
[32] Qur’an bisa sangat membosankan, dan itu sebab utama kenapa sedikit saja muslim yang membacanya. Betapapun membosankannya, dalam bab ini saya akan mengutip beberapa ayat Quran sebagai bukti dukungan atas penggambaran saya akan Muhammad.

Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu mengambil musuh-Ku dan musuhmu menjadi teman-teman yang kamu sampaikan kepada mereka (berita-berita Muhammad), karena rasa kasih sayang; padahal sesungguhnya mereka telah ingkar kepada kebenaran yang datang kepadamu, mereka mengusir Rasul dan (mengusir) kamu karena kamu beriman kepada Allah, Tuhanmu. Jika kamu benar-benar keluar untuk berjihad pada jalan-Ku dan mencari keridaan-Ku (janganlah kamu berbuat demikian). Kamu memberitahukan secara rahasia (berita-berita Muhammad) kepada mereka, karena rasa kasih sayang. Aku lebih mengetahui apa yang kamu sembunyikan dan apa yang kamu nyatakan. Dan barang siapa di antara kamu yang melakukannya, maka sesungguhnya dia telah tersesat dari jalan yang lurus. [33]
[33] Qur’an, sura 60, Verse 1

Kita lihat desakan untuk terasing dari keluarga juga ada dalam ayat berikut:

Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu jadikan bapak-bapak dan saudara-saudaramu pemimpin-pemimpinmu, jika mereka lebih mengutamakan kekafiran atas keimanan dan siapa di antara kamu yang menjadikan mereka pemimpin-pemimpinmu, maka mereka itulah orang-orang yang lalim. (Q 9.23)

Kenapa Muhammad begitu berkeras ingin mengisolasi para pengikutnya? Vaknin menjelaskan: “orang narsisis adalah guru ditengah2 lingkaran aliran pemujaan (cult). Seperti guru2 lain, dia menuntut kepatuhan total dari pengikutnya: istrinya, anaknya, anggota keluarga lain, teman2 dan sahabat. Dia merasa berhak utk dipuji dan diperlakukan secara khusus oleh para pengikutnya. Dia menghukum mereka yang menyimpang dan domba2 yang tersesat. Dia paksakan disiplin, ketaatan pada ajarannya, dan tujuan2 umumnya. Jika dalam kenyataan dia kurang berhasil – semakin keraslah penguasaannya dan semakin luaslah pencucian otaknya.” [34]
[34] http://samvak.tripod.com/journal79.html

Dalam hal ini, Muhammad tidak bisa berhasil sepanjang para pengikutnya masih tinggal di Mekah dan mereka yang mampu, ketika keadaan tambah keras, juga kembali kekeluarga mereka. Berdasarkan kebutuhan utk mengisolasi para pengikutnya, pemimpin cult sering mengurung mereka dalam sebuah kamp dimana mempermudah dia utk mencuci otak mereka dan utk memaksakan kontrol total atas mereka. Pertamanya Muhammad mengirim para pengikut yang pertama ke Abyssinia, tapi kemudian, ketika dia membuat pakta dengan orang2 Arab di Yathrib, dia memilih kota itu sebagai markasnya. Dia bahkan mengubah nama Yathrib dan memanggilnya Medina (yang merupakan kependekan dari Medinatul Nabi, Kota sang nabi).

Vaknin menyatakan: “Para anggota – sukarela – dari aliran pemujaan/cult sang narsisis menempati tempat khayal dari bangunan khayal sang narsisis. Dia paksakan pada mereka kegilaan yang serupa, penuh dengan khayalan penyiksaan, dengan “musuh”, cerita2 mitos, dan skenario kiamat jika dia dicemoohkan." [35]
[35] Ibid.

Lihat betapa akuratnya penggambaran tentang Muhammad dan para muslim yang sampai hari ini masih punya khayalan penyiksaan dan melihat musuh dimana-mana. Mereka percaya akan cerita2 mitos seeprti Malaikat Jibril membawa wahyu pada Muhammad dan kisah2 dongeng lain seperti Jin, Mi’raj (kenaikan Muhammad ke surga), Hari Kiamat, dll.

Menurut Vaknin, “Pendirian yang ditanam dalam2 oleh orang narsisis, bahwa dia telah dianiaya oleh orang2 yang lebih rendah harkatnya, orang2 pencela, atau orang jahat yang kuat dan berkuasa, berfungsi melayani dua tujuan psikodinamis. Yaitu menegakkan keagungan sang narsisis dan menolak kerukunan.” [36]
[36] www.suite101.com/article.cfm/6514/95897

Vaknin menulis: “Orang narsisis mengklaim sebagai orang yang sempurna, superior, berbakat, pandai, maha kuasa dan maha tahu. Dia sering berbohong dan mengarang-ngarang utk mendukung pengakuannya yang tak berdasar. Dalam cult ini, dia mengharapkan kekaguman, pujian, hormat dan perhatian terus menerus yang sepadan dengan kisah2 dan pengakuan2nya yang aneh. Dia menafsirkan kembali kenyataan utk disesuaikan dengan khayalannya. Pemikirannya dogmatis, kaku dan bersifat mendoktrinasi. Dia tidak menyambut pikiran2 bebas, pluralisme, atau kebebasan berbicara dan tidak membolehkan kritik dan ketidak setujuan. Dia menuntut – dan sering mendapatkannya – kepercayaan sepenuhnya dan pemindahan kekuasaan kedalam tangannya semua keputusan2. Dia paksakan kepada para pengikutnya agar memusuhi kritikan, pihak berwenang, institusi, musuh2 pribadinya atau media – jika mereka mencoba membuka kedok tindakan2nya dan menguak kebenaran. Dia memonitor dari dekat dan menyensor informasi dari luar, memberikan pada para pengikutnya hanya data dan analisa yang sudah dia pilih2.” [37]
[37] http://samvak.tripod.com/journal79.html

Dengan menguraikan karakteristik sang narsisis, Vaknin, secara tidak sengaja dan dengan akurasi yang mengherankan telah menjelaskan benak Muhammad dan cara pikir muslim. Para muslim pada umumnya juga adalah orang2 narsisis karena mereka berusaha meniru nabinya.
User avatar
Adadeh
 
Posts: 8461
Images: 414
Joined: Thu Oct 13, 2005 1:59 am

Postby Adadeh » Tue Jun 19, 2007 3:33 am

Perbandingan antara Islam dan Aliran Pemujaan dari Sang Narsisis
diterjemahkan oleh: pod-rock

Berikut ini adalah penjelasan mengenai cult (aliran pemujaan sesat) dari seorang narsisis. Pertama mari kita lihat apa yang Vaknin katakan tentang ini dan kemudian saya akan mengutip episode2 dari kehidupan Muhammad dan membiarkan para pembaca utk memutuskan apa semua itu bersesuaian atau tidak.

Cult (aliran pemujaan) Narsisis adalah berupa “da’iyah” (karakteristik dari sebuah ajaran yang diberitakan kepada orang lain) dan “imperialistis” (kebijakan utk mengembangkan kekuatan dan pengaruh satu negara melalui kolonisasi dan kekuatan militer. Dia selalu mencari2 tenaga baru – teman2 istrinya, teman2 anaknya, tetangganya, teman sepekerjaan, dll. Dia langsung berusaha ‘merubah’ mereka kedalam ‘iman’nya – utk meyakinkan mereka betapa indah dan mengagumkannya dia. Dengan kata lain, dia mencoba mengubah mereka menjadi sumber penyuplai Narsisistiknya.

Sering, kelakuannya dalam “misi perekrutan” berbeda dengan kelakuannya didalam alirannya sendiri. Dalam fase pertama pembujukan pengagum baru dan menarik masuk orang2 yang berpotensi – sang narsisis selalu penuh perhatian, sayang, empati, fleksibel, tidak menonjolkan diri dan sangat penolong. Tapi dirumah, diantara para ‘veteran’, dia menjadi tirani, penuntut, cuek, berpendirian keras, agresif dan mengeksploitir.

Sebagai pemimpin jemaahnya, sang narsisis merasa berhak atas fasilitas2 spesial dan manfaat2 dengan tidak mengikuti aturan orang. Dia mengharapkan utk selalu dinanti-nanti, bisa memakai uang siapa saja dan memakai harta siapa saja dengan bebasnya dan bebas dari aturan2 yang dia sendiri tetapkan (jika pelanggaran itu mendatangkan kenikmatan atau keuntungan).

Dalam kasus2 yang ekstrim, sang narsisis merasa ada diatas hukum, hukum apapun. Keagungan dan pendirian yang takabur ini berujung pada tindakan kriminal, hubungan incest atau poligami, dan selalu bergesekan dengan pihak berwenang.

Karena itu sang narsisis mudah panik dan kadang bereaksi keras utk ‘lari’ dari cultnya. Ada banyak hal yang ingin disembunyikan oleh sang Narsisis. Terlebih lagi, si narsisis harus menstabilkan perasaan harga dirinya yang berubah-ubah dengan mengambil suplai narsisistik dari korban2nya. Jadi pengabaian menjadi ancaman yang berbahaya bagi kepribadian narsisisnya yang tidak seimbang.

Ditambah lagi dengan rasa paranoid si narsisis dan kecenderungan schizoidnya (gila), kurangnya kesadaran-diri yang introspektif dan sense-of-humor yang tidak ada, serta risiko mendendam kepada anggota cultnya sudah jelas.

Sang narsisis melihat musuh dan persekongkolan dimana-mana. Dia sering membentuk dirinya sendiri menjadi ‘pahlawan yang jadi korban (martir)’ dari kekuatan yang gelap dan mengagumkan. Dalam setiap penyimpangan prinsipnya dia melihat kedengkian dan usaha2 subversif yang tak menyenangkan baginya. Oleh karena itu dia cenderung mengurangi kekuasaan para pengikutnya dengan segala cara. Orang2 narsisis itu berbahaya.
[38]
[38] The Cult of Narcissist http://samvak.tripod.com/journal79.html

Sekarang mari kita lihat apa ada kesamaan antara penjelasan ini dgn apa yang kita tahu tentang Muhammad dan cultnya.

Islam juga berupa ‘daiyah’ dan imperialistis. Tujuan utama dari Muhammad adalah utk menaklukan dan mendominasi. Dia coba memaksa tiap orang utk masuk kedalam cultnya, dimulai dari keluarga dan kerabatnya. Dia minta Abu Talib, paman dan pelindungnya utk masuk islam menjelang ajalnya. Ketika sang orang tua menolak, Muhammad keluar sambil bergumam, “Aku ingin berdoa baginya tapi Allah melarangku utk melakukannya.” Betapapun, dia berhasil mengubah anak2nya Abu Talib, termasuk Ali, istrinya dan beberapa teman2nya.

Pertamanya, ketika Muhammad masih lemah dan hanya punya pengikut sedikit, dia sopan, penuh perhatian, pengasih, empatik, fleksibel, penolong dan bahkan tidak menonjolkan diri. Terdapat perbedaan sangat kontras antara ayat2 Quran yang ditulis pada periode ini dan yang ditulis di Medina ketika dia menjadi berkuasa dan kuat dan tidak perlu lagi memakai kedok utk membujuk orang menjadi pengikut2nya. Setelah dia menjadi berkuasa, dia menjadi penuntut, tirani, keras kepala, agresif dan mengeksploitir. Lalu dia rampok dusun2 dan kota2 dan setelah membunuh para lelaki yang mampu bertempur dan menjarah mereka, dia tuntut orang2 yang masih hidup utk tunduk padanya atau mati.

Berikut ini adalah contoh2 jenis ayat yang Muhammad tulis di Mekah.
1. Dan bersabarlah terhadap apa yang mereka ucapkan dan jauhilah mereka dengan cara yang baik. (Q.73:10)
2. Untukmulah agamamu dan untukkulah agamaku. (Q. 109:6)
3. Maka sabarlah kamu atas apa yang mereka katakan, dan bertasbihlah dengan memuji Tuhanmu,. (Q.20:130)
4. ucapkanlah kata-kata yang baik kepada manusia. (Q.2:83)
5. Kami lebih mengetahui tentang apa yang mereka katakan, dan kamu sekali-kali bukanlah seorang pemaksa terhadap mereka. (Q.50:45)
6. Jadilah engkau pemaaf dan suruhlah orang mengerjakan yang makruf, serta berpalinglah daripada orang-orang yang ****. (Q.7:199)
7. maka maafkanlah (mereka) dengan cara yang baik. (Q.15:85)
8. Katakanlah kepada orang-orang yang beriman hendaklah mereka memaafkan orang-orang yang tiada takut akan hari-hari Allah karena Dia akan membalas sesuatu kaum terhadap apa yang telah mereka kerjakan. (Q.45:14)
9. Sesungguhnya orang-orang mukmin, orang-orang Yahudi, orang-orang Nasrani dan orang-orang Shabiin, siapa saja di antara mereka yang benar-benar beriman kepada Allah, hari kemudian dan beramal saleh, mereka akan menerima pahala dari Tuhan mereka, tidak ada kekhawatiran terhadap mereka, dan tidak (pula) mereka bersedih hati. (Q.2:62)
10. Dan janganlah kamu berdebat dengan Ahli Kitab, melainkan dengan cara yang paling baik. (Q.29:45)

Sekarang mari kita bandingkan tulisan itu dengan tulisan yang dibuat di Medina ketika Muhammad sudah menjadi berkuasa.
1. Hai orang-orang yang beriman, perangilah orang-orang kafir yang di sekitar kamu itu, dan hendaklah mereka menemui kekerasan daripadamu. (Q.9:123)
2. Kelak akan Aku jatuhkan rasa ketakutan ke dalam hati orang-orang kafir, maka penggallah kepala mereka dan pancunglah tiap-tiap ujung jari mereka. (Q.8:12)
3. Barang siapa mencari agama selain agama Islam, maka sekali-kali tidaklah akan diterima (agama itu) daripadanya, dan dia di akhirat termasuk orang-orang yang rugi. (Q.3:85)
4. bunuhlah orang-orang musyrikin itu di mana saja kamu jumpai mereka. (Q.9:5)
5. Dan bunuhlah mereka di mana saja kamu jumpai mereka, dan usirlah mereka dari tempat mereka telah mengusir kamu. (Q.2:191)
6. Dan perangilah mereka itu, sehingga tidak ada fitnah lagi dan (sehingga) ketaatan itu hanya semata-mata untuk Allah. (Q.9:193)
7. Perangilah mereka, niscaya Allah akan menyiksa mereka dengan (perantaraan) tangan-tanganmu dan Allah akan menghinakan mereka dan menolong kamu terhadap mereka, serta melegakan hati orang-orang yang beriman. (Q.9:14)
8. Tidak usah kamu minta maaf, karena kamu kafir sesudah beriman. Jika Kami memaafkan segolongan daripada kamu (lantaran mereka tobat), niscaya Kami akan mengazab golongan (yang lain) disebabkan mereka adalah orang-orang yang selalu berbuat dosa.. (Q.9:66)
9. Hai orang-orang yang beriman, sesungguhnya orang-orang yang musyrik itu najis, maka janganlah mereka mendekati Masjidilharam sesudah tahun ini. (Q.9:28 )
10. Perangilah orang-orang yang tidak beriman kepada Allah dan tidak (pula) kepada hari kemudian dan mereka tidak mengharamkan apa yang telah diharamkan oleh Allah dan Rasul-Nya dan tidak beragama dengan agama yang benar (agama Allah), (yaitu orang-orang) yang diberikan Al Kitab kepada mereka, sampai mereka membayar jizyah dengan patuh sedang mereka dalam keadaan tunduk. (Q.9:29)

Ini saja sudah cukup utk bukti bahwa Muhammad berubah secara drastis setelah dia berkuasa. Pengkhotbah yang baik, perhatian, penuh sayang dan empatik berubah menjadi seorang Lalim yang penuntut, tirani, kejam dan keras kepala.

Tepat setelah Perang Badar lah kekejaman dan sifat ingin balas dendam Muhammad kepada lawannya mulai pertama kali muncul dg sendirinya. Muir menceritakan:

Para tawanan dibawa kehadapannya. Ketika dia memeriksa satu persatu, matanya jatuh dengan nyalang pada Nadir, anak dari Harith (saudara sepupu Muhammad sendiri yang menulis puisi dan sangat kritis terhadapnya). “Ada maut dalam tatapannya,” bisik Nadir, gemetar, pada orang disampingnya. “Tidak begitu,” jawab yg lain, “itu hanya imajinasimu saja.”

Tawanan sial itu punya pikiran sebaliknya, dan memohon pada Musab (teman dia dulu yang sekarang telah masuk islam) utk menjadi perantara baginya. Musab mengingatkan dia bahwa dia telah menyangkal iman dan menganiaya orang muslim. “Ah!” kata Nadir, “kalau saja orang Quraish menangkapmu, mereka tidak akan pernah menghukum mati mu!” “Meski begitu,” Musab menjawab, “Aku tidak seperti itu; Islam telah memutuskan semua ikatan kekeluargaan.” Musad, yang menangkapnya, dan tahu bahwa tawanan ini bisa memberinya uang tebusan yang banyak, merasa rejeki akan lepas dari tangannya, berteriak, “tawanan ini milikku”! Pada saat itu, perintah utk “Potong Kepalanya!” diucapkan oleh Muhammad, yang mengawasi semua ini. “Dan Oh Tuhan!” tambahnya, “Apa kau dengan harta jarahanMu memberi mangsa yang lebih baik dari ini pada Musab?” Nadir tanpa ampun dipancung oleh Ali.

Dua hari kemudian, sekitar setengah jalan ke Medina, Oqba, tawanan lain, dikeluarkan utk dipancung. Dia meminta utk bicara dan menuntut kenapa dia diperlakukan lebih parah daripada tawanan lain. “Karena permusuhanmu pada Allah dan RasulNya,” jawab Muhammad. “Dan anak perempuanku yg masih kecil!” tangis Oqba, “siapa yang akan mengurusnya?” – “Api Neraka!” teriak sang penakluk tanpa hati itu; dan seketika itu juga sikorban dijatuhkan ketanah. “celakalah kau!” lanjut Muhammad, “dan penganiaya! Tidak percaya Allah dan rasulnya dan Kitabnya! Kupanjatkan sukur pada Allah yang telah menyiksamu dan membuat mataku nyaman dengan itu.”
[39]
[39] Sir William Muir: The Life of Mohamet, Vol. 3 Ch. XII Page 115-116

Terdapat kisah cinta yang mengharukan dalam cerita diatas itu yang bahkan lebih menunjukkan kekejaman dari Muhammad. Setelah beberapa tawanan yang tertangkap dalam Perang Badar dipancung karena mereka telah menghina Muhammad beberapa tahun sebelumnya, ketika dia masih di Mekah, sisanya ditawan utk dimintai tebusan pada keluarganya. Diantara mereka terdapat Abul Aas, suami dari anak perempuan Muhammad, Zeinab. Keluarga para tawanan mendapatkan apa yang dituntut sang bandit agar orang yang mereka cintai selamat dari kematian. Zeinab mengirim kalung emas yang dia dapatkan dari ibunya Khadijah saat menikah utk menebus suaminya. Muhammad, yang mengenali kalung tsb karena pernah dipakai istrinya Khadijah, tergerak hatinya dan setuju utk melepaskan Abul Aas tanpa tebusan yang diminta asalkan Zeinab meninggalkan dia (suaminya) dan bergabung dengannya (Muhammad) di Medina. Orang ini tidak mampu melakukan sesuatu kebaikan tanpa menuntut sesuatu sebagai balasannya. Bahkan kebaikannya didesain utk membuat mereka yang menerima kebaikan itu terkesan dan kemudian jadi pindah kepihak dia. Abul Aas tidak tahan berpisah dari istrinya dan agar bisa bersamanya dia harus masuk islam dan bergabung bersamanya di Medina, itupun Cuma sebentar karena tidak lama kemudian istrinya meninggal.

Para muslim menampilkan Islam sebagai sebuah agama damai dan toleran terhadap orang luar dan akan memasang muka tersenyum pada orang yang berpotensi utk direkrut. Mereka jadi sangat penolong, rendah hati dan sangat menarik pada orang yang ingin mereka tarik dan dihadapan media. Diantara mereka sendiri, mereka bertingkah laku sangat berbeda. Mereka jadi tiran dan penuntut. Sekali kamu masuk islam dan masa bulan madunya selesai, para muslim akan melepas muka senyum mereka dan menjadi sangat agresif dan kejam. Mereka mengharapkan pertanyaan2 yang diajukan ‘anggota baru’ itu disudahi, dan setelah masuknya mereka ke islam, semua kemungkinan keluar dari Islam akan ditiadakan. Ini konsisten dengan aturan yang diajarkan oleh Muhammad sendiri melalui perbuatan2nya, aturan yang telah dituliskan dalam hukum2 islam.

Muhammmad merasa berhak mendapat keuntungan dan perlakuan spesial yang tidak diberlakukan pada yang lain, termasuk para pengikutnya. Dia melakukan hal2 yang tidak saja bertentangan dengan prinsip2 etika universal, bahkan pada masyarakat dijamannya sendiri, tapi dia juga dia tindakannya bertentangan dengan aturan2 yang sudah ditetapkan. Dia pada dasarnya melakukan apa saja hal2 yang dia inginkan dan sukai dan ketika hal itu membuat para pengikutnya terkejut, dia keluarkan ayat dari Allah khayalannya utk membenarkan segala tindakannya itu dan membuat terdiam mereka yang mengkritik. Dengan ayat dari Allah ada dalam kantungnya, siapapun yang berani berbisik menentangnya sama saja dengan menentang Allah dan, tentu saja, nasib mereka yang mempertanyakan Allah dan Rasulnya adalah mati. Semua kata-katanya adalah faslul-khitab (akhir dari diskusi). Contohnya banyak, ini salah satunya:

Quran membatasi empat istri bagi muslim. Tapi, Muhammad pikir dia tidak terikat oleh aturan itu dan dengan demikian dia buat Allahnya menurunkan ayat2 33:49-50 yang mengatakan padanya dia adalah sebuah pengecualian dan boleh punya sebanyak mungkin wanita, sebagai istri, selir atau budak, sebanyak dia mau. Lalu dia tambahkan “ini hanya khusus bagimu, bukan untuk semua orang mukmin. ……supaya tidak menjadi kesulitan bagimu. Dan adalah Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.”

Kesulitan apa? Kesulitan mengontrol birahinya, menjadi manusia normal yang santun, setia pada satu istri! Apa kita harus percaya pada orang yang sulit mengontrol insting kebinatangannya padahal katanya dia adalah “makhluk ciptaan yang terbaik?” Bukankah tindakan berbicara jauh lebih kencang daripada perkataan? Disatu pihak, dia hidup seperti binatang buas, dan dilain pihak dia berbicara tentang dirinya sendiri dengan begitu mulia, menaruh perkataan2 pujian dimulut Allahnya utk dia. Ingat ketika masih di Mekah, hidup dari harta istrinya, Muhammad tidak berani membawa wanita lain kerumah. Semua kelakuan birahinya dimulai ketika dia berkuasa. Apa kita harus percaya bahwa ketika dia masih muda dan kuat dia tidak punya kesulitan ini dan hanya tidur dengan wanita yang lebih tua tapi kesulitannya muncul di 10 tahun terakhir kehidupannya ketika dia sudah tua dan ditimpa segala macam penyakit? Atau kita harus artikan ini sebagai pertanda lain dari orang yang beranjak tua dan bertingkah liar dengan kebebasan yang dia temukan, seperti anak kecil yang dibiarkan bebas ditoko permen, tidak mampu membatasi dirinya sendiri?

Satu hari Muhammad mengunjungi istrinya Hafsa, anak dari Omar dan ketika melihat pembantu istrinya, Mariyah, dia birahi terhadapnya. Mariyah adalah perempuan muda Coptic yang sangat cantik yang dikirim sebagai hadiah dari Pejabat di Mesir kepada Muhammad. Dia suruh Hafsa pergi dengan alasan dipanggil ayahnya. Segera setelah istrinya pergi, dia gagahi Mariyah diranjangnya Hafsa. Tahu ayahnya ternyata tidak memanggil, Hafsa kembali dan menemukan apa yang terjadi serta sadar kenapa Muhammad menipunya. Dia marah dan mulai berteriak2 (Ah, wanita akan selalu wanita!) Utk menenangkannya, Muhammad bersumpah utk melarang Mariyah dipakai olehnya. (Dari sinilah nama Surat Tahrim (Larangan) dalam Quran didapatkan). Tapi, dia masih birahi terhadap budak cantik itu. Bagaimana caranya membatalkan sumpah? Well, gampang saja kalau anda punya Allah dikantung. Pencipta Jagat Raya ini lalu menurunkan Surat Tahrim dan bilang tidak apa-apa melanggar sumpah dan melakukan seks dengan budak cantik itu karena dia adalah “harta milik tangan kanannya.” Malah Allah Maha Kuasa, yang sekarang jadi muncikari bagi nabi favoritnya ini, bahkan marah pada Muhammad dan menegur dia karena menghalangi kenikmatan jasmani bagi dirinya dan karena telah bersumpah utk berlaku santun hanya demi menyenangkan istrinya.

Hai Nabi, mengapa kamu mengharamkan apa yang Allah menghalalkannya bagimu; kamu mencari kesenangan hati istri-istrimu? Dan Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang. Sesungguhnya Allah telah mewajibkan kepada kamu sekalian membebaskan diri dari sumpahmu; dan Allah adalah Pelindungmu dan Dia Maha Mengetahui lagi Maha Bijaksana. (Q 66.1-2)

Ibn Sa’d menulis: “Abu Bakar menceritakan bahwa sang Rasul (PBUH) telah melakukan hubungan seks dengan Mariyah dirumahnya Hafsa. Ketika rasul keluar rumah, Hafsa duduk di pintu depan (dibelakang pintu yang terkunci). Dia berkata pada rasul, O Rasul Allah, kau lakukan ini dirumahku dan ketika giliranku? Rasul berkata, kontrol dirimu dan biarkan aku pergi karena aku telah mengharamkannya utkku. Hafsa berkata, aku tidak terima, kecuali kau bersumpah untuk itu bagiku. Rasul berkata, Demi Allah aku tidak akan menyentuhnya (Mariyah) lagi.” [40]
[40] Ibn Sa’d, Tabaqat Vol 8: p 195

Seperti biasa, para muslim membenarkan Muhammad akan pelanggaran sumpahnya ini. Tidak jadi masalah apapun yang dilakukan Muhammad, para muslim akan selalu membenarkan tindakan2nya. Mereka telah menyerahkan kecerdasan mereka padanya dan berhenti berpikir secara rasional. Ibn Sa’d melanjutkan: “Qasim ibn Muhammad bilang bahwa sumpah yang melarang Mariyah untuknya sendiri itu cacat – jadi tidak menjadi suatu pelanggaran (hormat).[41]
[41] Ibid.

Pertanyaannya adalah jika sumpahnya cacat, kenapa dia bersumpah, dan jika sah, kenapa dia langgar? Terdapat banyak sekali contoh2 dari pelanggaran janji dan sumpah Muhammad. Disini, dia telah bersumpah dalam nama Allahnya dan itupun tidak jadi halangan baginya. Allahnya hanya isapan jempol khayalannya dan dia tidak **** dengan membiarkan imajinasinya menghentikan dia utk mendapat seks dari wanita secantik Mariyah. Keseluruhan ide penciptaan Tuhan ini adalah untuk menyetujui apapun yang dia inginkan tanpa halangan. Seorang Tuhan yang menempatkan batasan2 padanya akan menghalangi keseluruhan tujuan dari kepura-puraannya menjadi nabi.

Qur’an milik saya berisi tafsir berikut, berdampingan dengan Surat Tahrim:
Juga dilaporkan bahwa nabi telah membagi hari2nya diantara istri2nya. Dan ketika tiba giliran Hafsa, disuruhnya Hafsa pergi kerumah ayahnya Omar Khattab, dengan alasan ayahnya memanggilnya. Ketika Hafsa pergi, nabi memanggil budak wanita Mariyah, orang Coptik yang (belakangan) melahirkan anaknya Ibrahim dan Mariyah adalah hadiah dari Najashi, lalu melakukan hubungan seks dengannya. Ketika Hafsa kembali, dia dapatkan pintu terkunci dari dalam. Dia duduk didepan pintu tsb sampai sang nabi selesai dengan ‘bisnis’nya dan kelura rumah dengan keringat bercucuran diwajahnya. Ketika Hafsa melihat dia dalam kondisi demikian dia menegurnya dan berkata kau tidak menghargai kehormatanku, kau kirim aku keluar rumah dengan alasan agar kau bisa meniduri budak wanita itu. Dan pada hari giliranku ini kau berhubungan seks dengan orang lain. Lalu nabi berkata, diamlah meski dia itu budakku dan oleh karenanya halal bagiku, utk menyenangkanmu, Aku, saat ini, membuatnya jadi haram bagiku. Tapi Hafsa tidak menerima ini dan meminta nabi bersumpah demi Allah, nabi melakukannya. Ketika nabi keluar rumah dia ketuk dinding yang memisahkan kamarnya dengan Aisha dan menceritakan semuanya. [42]
[42] Diterbitkan oleh Entesharat-e Elmiyyeh Eslami Tehran 1377 lunar H. Tafseer dan terjemahan kedalam bahasa Farsi oleh Mohammad Kazem Mo’refi

Bagi orang muslim sumpah tidak ada artinya. Mereka menjanjikan sesuatu dan melanggarnya jika mereka mau. Bukhari melaporkan sebuah hadits dimana Muhammad berkata: “Demi Allah, dan jika Allah menghendaki, jika aku mengambil sumpah dan belakangan kudapatkan sesuatu yang lebih baik dari itu, maka aku lakukan yang lebih baik itu dan kuabaikan sumpahku.” [43] Dan dia sarankan para pengikutnya utk melakukan hal sama: “Jika kau pernah mengambil sumpah utk melakukan sesuatu dan belakangan kau dapatkan sesuatu yang lebih baik, maka kau harus mengabaikan sumpahmu dan melakukan hal baik itu.” [44]
[43] Sahih Bukhari Vol.7 Book 67, No.424
[44] Sahih Bukhari Vol.9 Book 89, No.260

Orang narsisis percaya mereka berhak utk apapun yang mereka inginkan dan janji2, sumpah2 dan kewajiban2 tidaklah mengikat mereka.

Satu hari Muhammad menemui anak angkat/adopsinya Zaid dan disana dia hanya bisa menemui istrinya Zainab, Muhammad melihat tubuh Zainab lewat baju rumahnya yang tersingkap. Dia terangsang oleh keindahan dan kecantikan Zainab dan tidak mampu menahan birahinya. Ketika Zaid menyadari hal ini, dia merasa berkewajiban utk menceraikan istrinya agar Muhammad bisa memilikinya. Hal yang menarik adalah bahwa beberapa tahun sebelumnya, ketika Muhammad mengaku naik kesurga, dia bilang disana dia bertemu seorang wanita. Dia bertanya2 tentang wanita itu, kata mereka itu adalah Zainab, yang lalu jadi istrinya Zaid. Lalu dia ceritakan kisah, yang menyalahi waktu, ini pada Zaid yang lalu menikahinya karena dia pikir pernikahannya itu sudah diatur disurga dan harus dia lakukan. Tapi sekarang, ketika Muhammad melihat tubuh setengah telanjang Zainab, dia lupa semua kisah2 surganya, tentang perkawinan Zaid dan Zainab disurga. Tentu saja, tak seorangpun tahu selain dia bahwa seluruh kisah Mi’raj (kenaikan ke surga) itu hanya karangannya belaka.

Pernikahannya pada Zainab, menantunya sendiri, mengagetkan orang bahkan para pengikutnya juga. Utk mendiamkan mereka, lagi2 sang Allah keluar dari kantungnya dengan ayat yang mengatakan Muhammad bukanlah ayah siapapun tapi utusan Allah dan Nabi Penutup (Q.33:40) Dia klaim bahwa pernikahannya dengan Zainab telah diatur tuhan utk menunjukkan pada orang2 bahwa adopsi anak itu hal yang buruk dan harus ditiadakan. Seperti yang anda lihat, hanya karena dia tidak bisa mengontrol birahinya, dia membuat Allah palsunya bilang keorang2 adopsi itu salah, menghilangkan harapan tak terhitung anak2 yatim utk mendapatkan kesempatan kedua bagi hidupnya. Tidakkah ini saja mendiskualifikasinya sebagai utusan Tuhan? Bagaimana bisa Tuhan Maha Kuasa terhina oleh adopsi, yang mungkin menjadi salah satu tindakan paling manusiawi dan mulia?

Ada kisah menarik yang berhubungan dengan topik ini. Setelah Muhammad meniadakan adat kebiasaan adopsi, Abu Hudayfa dan istrinya Sahla, yang telah mengadopsi seorang anak bernama Salim, mendatangi Muhammad utk meminta nasihat. “Rasul Allah, Salim (budak yg dibebaskan oleh Abu Hudhaifa) tinggal bersama dirumah kita,” kata Sahla. “Dia telah mencapai puber sebagai seorang laki-laki dan telah tahu perihal seks seperti layaknya lelaki dewasa.” Sebagai jawabannya, Muhammad mengarang solusi yang ‘mengherankan’. “Susui dia,” katanya. “Bagaimana bisa kususui dia sedang dia sudah dewasa?” Tanya Salah terkejut. Muhammad tersenyum dan berkata: “Aku tahu dia sudah jadi lelaki muda.” Malah Salim sudah cukup umur utk ikut dalam peperangan di Badar. Dalam hadits lain, ada yang menceritakan bahwa setelah pernyataan Salah itu, Muhammad tertawa terbahak-bahak. [45]
[45] Sahih Muslim 8.3424, 3425, 3426, 3427, 3428

Menurut Muhammad, dengan menyusui telah ditetapkan hubungan satu tingkat antara anak-ibu, meskipun bila seorang wanita menyusui seorang anak yang bukan anak biologisnya. Dr. Izzat Atiya dari Universitas Al-Azhar Mesir, salah satu institusi Sunni Islam yang paling terkenal, yg terilhami oleh hadits ini, menawarkan cara lain utk mengatasi pemisahan ruangan utk yang berbeda jenis kelamin ditempat kerja. Dia mengeluarkan sebuah fatwa (aturan religius yg harus diikuti) yang mengijinkan para wanita utk menyusui teman kerjanya yang lelaki “langsung dari payudaranya” sedikitnya lima kali utk menjadikan adanya ikatan keluarga dan dengan demikian mereka diijinkan utk berdua dalam satu ruangan ditempat kerja. “Menyusui seorang dewasa bisa mengakhiri masalah pertemuan/rapat dalam tempat kerja dan tidak melarang pernikahan.” Aturnya. “Seorang wanita ditempat kerja bisa melepas kerudungnya atau memperlihatkan rambutnya didepan seseorang yang telah dia susui.”

Meski sebagian muslim tidak punya masalah dengan fatwa ini, karena mereka diberitahu bahwa ini berdasarkan Hadis yang Sahih, tetap saja fatwa ini menimbulkan kemarahan diseluruh tanah Mesir dan dunia Arab, dan Dr. Atiya dipaksa utk menarik fatwanya kembali. [46]
[46] http://news.bbc.co.uk/2/hi/middle_east/6681511.stm

Ada sebercik harapan dalam hal ini. Episode ini menunjukkan bahwa ada batas dimana Muslim rela utk dibodohi dan lebih dari itu mereka tidak mau menerima. Disanalah bergantung keyakinan saya, bahwa sekali saja kebenaran islam ditelanjangi, sejumlah besar orang muslim akan melihat sinar dan meninggalkan keyakinan mereka.

Muhammad mengenalkan kembali tradisi kaum pagan, yaitu puasa dibulan Ramadhan. Tapi, dia dapat kesulitan utk tidak mendapat makanan dan air, dari subuh sampai magrib, jadi dia makan kapan saja dia mau. Ibn Sa’d menulis: “Rasul Allah suka berkata ‘Kami para nabi perlu melakukan sarapan pagi kami lebih lambat dari orang lain dan secepatnya mengakhiri puasa disore hari.’” [47]
[47] Tabaqat, Volume 1, hal. 369

Ini baru sedikit saja contoh2 betapa Muhammad melakukan semau dia dan membuat Allahnya setuju apa yang dia lakukan. Aisha yang cerdas dan masih muda melihat hal ini dan secara sarkastik, atau lugu berkata “kurasa Allahmu cepat sekali dalam hal memenuhi keinginan2 dan hasrat2mu.” [48]
[48] Sahih al-Bukhari, Volume 6, Book 60, Number 311)

Muhammad tidak pernah mempertaruhkan nyawanya dalam semua perang yang dia lakukan. Dia seringnya berdiri dibelakang pasukan dengan memakai dua lapis baju besi [49], satu baju melapis baju lain. Baju besi dobel ini membuatnya begitu berat hingga gerakannya terbatas dan dia perlu dibantu utk berdiri atau berjalan. Dengan begini dia akan berteriak kearah depan dan dengan kerasnya menyemangati anak buahnya agar berani dan jangan takut mati, menjanjikan mereka perawan2 berdada busung dan makanan surga didunia lainnya. Kadang dia menggenggam pasir dan melemparkannya kearah musuh sambil mengutuk mereka.
[49] baju pelindung tentara dari rangkain cincin besi.

Utk mendanai ekspedisi militernya, sang nabi Allah mendesak para pengikutnya utk menyumbang dari harta mereka. Dia dorong mereka utk melayaninya dan menanti-nantinya. Dia dorong pemujaan mereka dan dengan sangarnya mengerutkan dahi pada mereka yang tidak setuju dengannya. Suku Quraish punya seorang negosiator (perunding) bernama Orwa, yang mengunjungi Muhammad di Hudaibiyyah. Dia bilang pernah melihat sang Khusraos, sang Kaisar dan sang Najashi, tapi belum pernah dia melihat, sampai saat ini, pelayanan dan perhatian yang begitu hebat, pada raja manapun. Dia bilang pada orang2 Quraish bahwa para pengikut Muhammad “berlari utk menadahi air bekas wudhunya, berlomba menangkap ludahnya, atau menangkap rambutnya agar jangan jatuh menyentuh tanah.” [50] Jangan menganggap bahwa ini cerita yang dibesar-besarkan dikemudian hari, karena sejarawan Sir William Muir percaya itu. Muhammad, sama seperti pemimpin aliran cult lain, ayng menciptakan sebuah pribadi cult disekitar dirinya. Kita bisa melihat pemujaan pribadi seperti ini dalam aliran cult modern sekarangpun. Inilah caranya sang narsisis ingin diperlakukan.
[50] Sirat Ibn Ishaq, hal. 823.

Muhammad berpikir dirinya ada diatas hukum. Dia melanggar kode2 etika dan moral kapanpun dia suka, dan dia buat Allahnya mengelurakan ayat utk mengkonfirmasi bahwa apa yang dia lakukan itu benar.

Orang2 Arab adalah orang gurun pasir yang sederhana, tapi mereka punya harga diri dan bangga akan sikap ksatria mereka. Dalam setahun ada beberapa bulan dimana mereka tidak boleh berperang. Bulan2 Ini dikenal sebagai bulan suci, dimana orang melakukan perjalanan dengan aman utk ziarah. Disalah satu bulan suci ini, Muhammad mengirim sebuah ekspedisi ke Nakhlah, sebuah tempat yang dikenal akan pohon2 palemnya, utk mengepung dan menyergap sebuah karavan yang membawa kismis, mentega, arak dan barang2 lain dari Taif ke Mekah. Bertempur dan membunuh dibulan suci adalah sebuah pelanggaran terhadap hal yang dianggap keramat. Dia mengirim delapan orang kearah Nakhlah tanpa memberitahu mereka tentang misinya. Dia memberi surat yang disegel kepada pemimpin ekspedisi dan memberi instruksi utk membukanya setelah mencapai tujuan. Ketika mereka buka surat itu, mereka sadar Muhammad meminta mereka utk merampok sebuah karavan dibulan suci. Dua orang dari mereka, kehilangan (menghilangkan) onta dan pura-pura mencarinya agar tidak ambil bagian dalam perampokan itu. Enam orang lainnya, berdiskusi dan akhirnya meyakinkan diri mereka sendiri bahwa perintah sang nabi harus dipatuhi meskipun bertentangan dengan nurani mereka dan kelihatannya tidak bermoral dan tidak etis. Utk menyiapkan sergapan, mereka mencukur gundul rambut mereka dan pura-pura bersiap utk melakukan ziarah, dan ketika orang2 penjaga karavan menurunkan penjagaan, karena mereka lihat yang datang adalah para peziarah, mereka menyergapnya, membunuh satu orang dan menawan dua orang sebagai sandera. Orang keempat lolos. Ini adalah kucuran darah pertama yang dilakukan dalam nama Islam. Pertumpahan darah pertama dalam sejarah Islam adalah darah seorang non muslim oleh muslim. Muslim yang memulai permusuhan2. Mereka yang menganiaya orang yang tidak setujuan dengan mereka, bukan sebaliknya. Pembunuhan ini menimbulkan kegemparan diseluruh suku Quraish yang sadar bahwa lawan mereka, utk mendapatkan kekuasaan, tidak akan menghormati hukum apapun.

Tak terhitung banyaknya kasus2 dimana Muhammad melanggar hukum2 daerah/tanah tsb dan mengabaikan kode etik, kesopanan dan moralitas. Mengepung karavan dagang atau merampok dusun2 dan menyita harta mereka adalah sebuah pencurian dan ini bertentangan dengan hukum dalam masyarakat mana saja. Muhammad menyergap kelompok2 tak bersenjata ketika mereka tidak menyadari akan diserang (tidak siap), membunuh sebanyak mungkin laki2 tak bersenjata, memperbudak para wanita dan anak2, dan membuat Allahnya menyetujui semua yang dia lakukan. Dia juga meng-oke-kan utk melakukan seks dengan wanita tawan perang, meski wanita itu telah/masih menikah. (Q 4.24)

Dari insest hingga poligami, dari perkosaan hingga pedofilia, dari pembunuhan sampai pembantaian masal, Nabi Allah telah/pernah melakukan semuanya dan mendorong para pengikutnya utk melakukan hal yang sama. Dia menghina pihak berwenang, dan begitu juga yang dilakukan para pengikutnya.

Kata “Islam” artinya adalah “kepatuhan”. Quran bilang: “Dan tidaklah patut bagi laki-laki yang mukmin dan tidak (pula) bagi perempuan yang mukmin, apabila Allah dan Rasul-Nya telah menetapkan suatu ketetapan.” (Q 33:36) Yang benar adalah bahkan orang2 yang tidak percaya juga tidak punya pilihan. Mereka harus tunduk/patuh atau dibunuh. Muhammad menafsirkan ketidakpercayaan sebagai penghianatan. Bagi orang narsisis, orang yang tidak percaya tidak bisa ditoleransi. Mereka jadi panik dan merasa terancam. Ingatan menyakitkan ketika diabaikan waktu kecil bangkit menggoyang pribadi tidak seimbannya. Mereka merasa sangat sakit dan mencari pembalasan dendam utk itu.

Muhammad memandang mereka yang tidak menjadi pendukung dan pengikutnya sebagai musuh. Dia sangat paranoid dan melihat persekongkolan dimana-mana. Dia bentuk dirinya sebagai ‘pahlawan yg jadi korban’ dari kekuatan musuh yang jahat. “Musuh2” ini, tentunya, tidak ada dimanapun kecuali hanya didalam khayalannya saja.
Satu faktor utama yang membuat sukses Muhammad adalah dia punya mata-mata dimana-mana yang bertindak sebagai pengumpannya dan yang membawa berita dari tempat yang akan dia serang. Begitu paranoidnya dia hingga dia mendorong para pengikutnya utk jadi mata-mata satu terhadap lainnya, diantara mereka sendiri. Orang2 muslim masih melakukan ini sampai sekarang.

Seperti nabi mereka, para muslim berpikir merekalah yang jadi korban dan dengan begitu, tindakan2 terorisme mereka sepenuhnya dibenarkan. Mereka pikir kekuatan jahat asing sedang bekerja utk menghancurkan Islam dan ada persekongkolan dunia melawan para muslim yang dipimpin oleh orang yahudi. Mereka yakin orang yahudi yang mengontrol dunia, khususnya Amerika, yang melakukan kehendak yahudi dan melakukan perang melawan para muslim demi organisasi yahudi yang misterius dan kuat.

Para muslim waspada akan perkataan dan tindakan mereka sendiri satu sama lain; tiap muslim memata-matai muslim lain utk melihat apa hukum2 islam telah dengan benar diperhatikan. Suasana teror terciptakan disemua negara2 isalm, dimana hampir tak seorangpun berani mempertanyakan hal2 remehpun akan ajaran2 dan prinsip2 islam. Ayahmu sendiri, anak atau saudaramu bisa melaporkan ketidak patuhanmu, yang tentu saja, akan menyebabkan kematian yang pasti bagimu.

Narsisis patologik benar2 percaya mereka itu spesial dan dg demikian berhak mendapat diperlakukan dengan baik oleh orang lain. Muhammad menemukan cara yang sempurna utk tidak perlu berterima kasih pada mereka yang melakukan kehendaknya. Tidak perlu mengungkapkan rasa terimakasih, cukup dengan mengatakan pada mereka bahwa mereka harus bersukur karena telah diberi keistimewaan untuk melayani Allah.

Hai orang-orang beriman, janganlah kamu menghilangkan (pahala) sedekahmu dengan menyebut-nyebutnya dan menyakiti (perasaan si penerima), seperti orang yang menafkahkan hartanya karena ria kepada manusia dan dia tidak beriman kepada Allah dan hari kemudian. (Q 2.263)

Muhammad mencoba menggantikan hasrat cintanya dengan kekuasaan. Dia rindu akan cinta karena dia tidak cukup mendapatkannya dari pemberi kesenangan utamanya. Masa kecil tanpa kasih sayang adalah akar utama dari Narsisisme, kelaliman dan kelakuan psikopat. Kakek dan pamannya yang terlalu memanjakan serta kegagalan mereka utk menetapkan batasan2, telah lebih jauh mengembangkan sifat narsisistiknya. Muhammad menangis dengan pedih dikuburan ibunya. Airmata itu bukan utk ibunya, tapi utk dirinya sendiri. Orang narsisis tidak punya perasaan bagi orang lain. Mereka hanya sadar, bahkan terlalu menyadari, perasaan mereka sendiri, kesakitan mereka sendiri dan emosi mereka sendiri.
User avatar
Adadeh
 
Posts: 8461
Images: 414
Joined: Thu Oct 13, 2005 1:59 am

Postby ali5196 » Tue Jun 19, 2007 12:37 pm

BAB III

Pengalaman Bawah Sadar Muhamad/Muhammad's Ecstatic Experiences


Teknologi baru dlm mempelajari cara kerja otak manusia semakin mempermudah pengertian akan pengalaman mistik Muhamad yg diakuinya sendiri secara gamblang. Utk menghindari orang menuduhnya membual, ia menunjuk Allah utk menggambarkan apa yg dilihatnya.

Dari ia berada diufuk yang tertinggi.
Dia datang mendekat dengan bergerak turun kebawah.
Lalu Dia menurunkan kepada hambaNya apa yang patut diturunkan.
Hati tidak mengada-ada ttg apa yang telah dilihatnya.
Adakah kamu meragukan apa yang dia telah lihat ?
Dia telah melihat disuatu turunan yang lain.
Dipenghujungan kesudahan.
Dimana lokasi Syurga yang abadi ditempatkan.
Mata mata tidak berpaling, dan tidak juga menjadi buta
.
(Q.53:6-1 http://www.submission.org/indonesia/quran/sura-53.html

Dlm ayat lain ia secara tegas menyatakan ttg pengalaman visualnya:
Dia melihatnya diufuk yang tinggi. (Q.81:23)

Sebuah hadis melaporkan sang nabi bercerita ttg pengalamannya:

“Saat saya sedang berjalan saya mendengar suara dari langit. Saya melihat ke atas dan lihatlah ! Saya melihat malaikat yg sama yg mendatangi saya di Goa Hira', duduk disebuah kursi antara langit dan bumi. Saya begitu takut olehnya sampai saya jatuh ketanah. Dan saya pergi ke isteri saya dan mengatakan, 'Selimuti saya dgn jubah ! Selimuti saya dgn jubah !' Mereka menyelimuti saya dan lalu Allâh mewahyukan:

Saat seseorang bertanya, "Bgm wahyu ilahi datang kepadamu ?"
Muhamad menjawab,

"Kadang seperti bunyi lonceng, bentuk wahyu ini yg paling sulit dari semuanya dan lalu keadaan ini lewat sampai saya mengerti apa yg diwahyukan. Kadang malaikat datang dlm bentuk lelaki dan berbicara kepada saya dan saya mengerti apapun yg dikatakannya." 'Aisha menambahkan: Sesungguhnya saya melihat Nabi sedang mendapatkan wahyu pada sebuah hari yg sangat dingin dan melihat keringat deras dari keningnya (saat wahyu selesai).


Ibn Sa'd mengatakan, “Pada saat turunnya inspirasi, kecemasan melanda Nabi, dan raut wajahnya nampak gundah gelisah.”

Ia melanjutkan, “Ketika wahyu diturunkan pada Nabi, selama beberapa jam ia biasanya menjadi mengantuk spt orang tertidur.

Bukhari mengatakan: “Wahyu ilahi kpd Rasulallah dimulai dalam bentuk mimpi2 dlm bentuk sinar terang.”

Sebuah hadis yg dicatat Muslim menulis: “A'isha, istri Rasulullah melaporkan: (Bentuk) pertama yg memulai wahyu kpd Rasulullah adalah gambaran dlm mimpi. Dan ia tidak melihat gambaran apapun kecuali wahyu yg datang spt sinar cerah fajar.”

Tabari melaporkan: “Nabi mengatakan, ‘Saya berdiri, namun jatuh pada lutut saya; dan merangkak pergi, bahu saya gemetaran.”

Bukhari juga mencatat sebuah hadis panjang yg menggambarkan seluruh episode ttg bgm Muhamad menerima wahyu2nya.

Diriwayahkan oleh 'Aisha:
Permulaan Wahyu Ilahi kpd Rasulullah adalah dlm bentuk mimpi dlm tidurnya. Ia tidak pernah bermimpi tetapi (wahyu) itu datang spt terang sinar pagi hari. Ia biasanya menyingkirkan diri ke (goa) Hira’ dimana ia memuja (Allâh saja) berulang2 selama berhari2 dan bermalam2. Dlm perjalanannya, ia biasanya membawa makanan dan lalu kembali kpd (isterinya) Khadijah utk menjemput makanan utk melanjutkan periode berikut (di goa Hira), sampai Kebenaran tiba2 turun padanya saat ia berada dlm goa Hira. Malaikat datang padanya didalam wahyu tsb dan memintanya (Muhamad yg buta huruf) utk membaca. Nabi menjawab, "Saya tidak dapat membaca. Malaikat memegang saya (dgn keras) dan menekan saya begitu keras sampai saya tidak tahan lagi. Ia kemudian melepaskan saya dan sekali lagi meminta saya agar membaca dan saya menjawab, "Saya tidak bisa membaca," dan dgn itu ia kembali memegang saya dan menekan saya utk kedua kalinya sampai saya tidak tahan lagi. Ia kemudian membebaskan saya dan kembali meminta agar saya membaca, "Saya tidak tahu bgm membaca (atau, apa yg harus saya baca ?)." Saat itu ia memegang saya utk ketiga kalinya dan menekan saya dan membebaskan saya dan mengatakan, "Bacalah: Dlm Nama Allah yg Menciptakan (semua yg ada). Ia telah menciptakan manusia dari segumpal darah. Bacalah dan Tuhanmu yg Maha Mulia ... " (Q.96:1-5)

Lalu Rasulullah kembali dgn wahyu itu, otot2 lehernya bergetar2 dgn keras sampai ia menemui Khadijah dan mengatakan, "Selimuti saya ! Selimuti saya !" Mereka menyelimutinya sampai seluruh ketakutannya padam dan lalu ia mengatakan, "O Khadijah, ada apa dgn saya ?" Lalu ia menceritakan semua yg terjadi dan mengatakan, 'Saya khawatir bahwa sesuatu akan terjadi pada saya .’ Khadijah mengatakan, 'Tidak mungkin ! Namun berbahagialah, karena Allâh tidak akan pernah mempermalukanmu karena kau membina hubungan baik dgn sanak saudaramu, berbicara kebenaran, membantu fakir miskin dan melarat, melayani tamu2mu dgn murah hati dan membantu mereka yg memerlukan, yg dilanda bencana."

Khadijah lalu membawanya kpd (saudara sepupunya) Waraqa bin Naufal bin Asad bin 'Abdul 'Uzza bin Qusai. Waraqa adalah putera paman dari garis ayah, yi, kakak ayahnya, yg selama masa Pra-Islam menjadi seorang Kristen, ahli menulis abjad Arab dan menulis Injil dlm bahasa Arab sesuai dgn kehendak Allah. Ia adalah orang tua dan kehilangan daya penglihatannya. Khadijah mengatakan kpdnya, "Ya saudaraku ! Dengarkanlah cerita keponakanmu." Waraqa mengatakan, "Ya keponakan ! Apa yg kau lihat ?" Nabi menggambarkan apa yg ia lihat.

Waraqa mengatakan, "Ini adalah Namus yg sama (yi., Jibril, malaikat yg menyimpan rahasia2) yg dikirim Allâh kpd Musa. Seandainya saya masih muda dan bisa hidup pada jaman ketika rakyatmu …. Waraqa menjawab ya dan mengatakan: "Belum pernah seseorang datang dgn sesuatu yg mirip dgn apa yg kau bawa namun disambut dgn permusuhan. Kalau saya masih hidup pada hari kau ….. maka saya akan mendukungmu sepenuhnya.”

Namun beberapa hari kemudian Waraqa wafat dan Wahyu Illahi juga berhenti selama beberapa waktu dan nabi menjadi begitu sedih dan spt kami dengar ia berkali2 ingin melemparkan dirinya dari puncak gunung dan setiap kali ia pergi ke puncak sebuah gunung utk melemparkan dirinya kebawah, Jibril nampak didepannya dan mengatakan, "Ya Muhamad! Kau memang rasulullah yg sebenarnya" dan hatinya kemudian terhening dan ia tenang kembali dan kembali pulang. Dan setiap kali periode datangnya wahyu menjadi panjang, ia akan melakukan yg sama, tetapi saat ia mencapai puncak sebuah gunung, Jibril nampak padanya dan mengatakan apa yg dikatakan sebelumnya.

(Ibn 'Abbas ttg arti: 'Ialah yg memisahkan sinar matahari (dari kegelapan)' (6.96) bahwa Al-Asbah berarti sinar matahari selama siang hari dan sinar bulan pada saat malam hari).

Cerita Waraqa, saudara sepupu Khadijah, mengakui Muhamad sbg rasulullah, yg didasarkan pada studinya atas kitab2 suci yg sudah ada, tentu omong kosong. Inilah bentuk cerita2 Muhamad yg dikarang Muhamad utk menguatkan claimnya. Tidak ada apapun dlm kitab2 suci Yahudi atau Kristen yg menunjuk pada Muhamad. Waraqa mati dan Muhamad merasa bebas utk menyusun kebohongan, seolah2 cerita2 itu datang dari Waraqa, spt juga claim bohongnya bahwa kakeknya mengatakan bahwa ia masa depannya gemilang. Tidak heran kalau Khadijah, sbg co-dependent Muhamad, menegaskan kebohongan2 itu. Seorang co-dependent sering meng-koroborasi kebohongan2 pasangannya yg narcissist (narsisis).

Ada claim yg serupa yg dibuat Muhamad ttg saat ia pergi ke Busra utk urusan dagang Khadijah. Ia mengatakan bahwa pada saat karavan2 masuk dari pinggir Busra, ia duduk berteduh dibawah sebuah pohon dan kemudian seorang biarawan Nestorian melihatnya.

“Siapa lelaki dibawah pohon itu ?” tanya biarawan kpd Maysarah, lelaki remaja, pembantu Khadijah yg menemani Muhamad dlm ekspedisi dagangnya ini. “Lelaki Quraish,” jawab Maysarah.” “Tiada lain daripada seorang nabi yg duduk dibawah pohon itu,” kata sang biarawan. Menurut cerita yg disusun Muhamad ini, sang biarawan mengetahui status Muhamad dari dua awan kecil yg memberinya keteduhan dari panas matahari. “Apakah ada … warna kemerah2an disekitar matanya yg tidak pernah hilang ?" tanya sang biarawan. Ketika remaja itu menjawab ya, ia mengatakan, “Ia pastilah nabi terakhir; selamat kpd siapapun yg percaya padanya.”

Ditempat lain ia mengaku bahwa tahi lalat diantara kedua bahunya adalah tanda kenabiannya. Saya belum pernah menemui kitab suci yg menegaskan bahwa tahu lalat diantara kedua bahu dan kemerahan disekitar mata adalah tanda2 seorang nabi. Kemerahan kronis disekitar mata adalah sebuah kondisi medis yg dinamakan blepharitis yg diakibatkan oleh radang/kebengkakan pada pelupuk mata. Satu jenis blepharitis, spt meibomian gland dysfunction (MGD) bisa mengakibatkan kelainan kulit pada pasien yg dikenal sbg rosacea dan seborrheic dermatitis. Rosacea juga ditandai dgn wajah yg kemerah2an. Ali, putera Abu Talib, menggambarkan wajah Muhamad sbg putih-kemerah2an.

Muhamad menemukan penonton yg mudah percaya apa saja dan ia merasa bebas utk mengatakan apapun pada mereka, karena ia tahu bahwa mereka akan percya, bahkan gejala2 berbagai penyakitnya dinyatakan sbg tanda2 kenabian. Tidak ada sebutan apapun ttg Maysarah diantara para pengikut paling dini. Kalau memang cerita ini benar, maka seharusnya Maysarah adalah orang yg pertama yg menjadi pengikut Muhamad.

Dlm hadis diatas kami melihat peran penting Khadijah dlm Islam. Saat Muhamad mengalami halusinasi anehnya ini, ia menyangka bahwa ia kesurupan. Khadijah-lah yg meyakinkannya bahwa ia dipilih utk menjadi nabi Tuhan dan mendukungnya utk terus menggali ketidakwarasannya itu.

Ada halusinasi Muhamad yg visual, ada yg didapat dari mimpi dan ada juga yg didapatkan lewat pendengaran.

Ibn Ishaq menulis: “bahwa nabi, pada saat Allâh menurunkan rahmatnya kdpnya sbg nabi, akan pergi membawa pengalamannya ini dlm perjalanan jauhnya, sampai ia tiba di Mekah dan bukit2 tanpa satu rumahpun atau batu ataupun pohon yg dilewatinya, namun ia mendengar ‘Damai besertamu, ya Rasulullâh.’ Dan nabi menengok kekanan dan kekiri dan melihat kebelakang, dan ia tidak melihat apapun kecuali pohon2 dan batu2.”

Muhamad juga memiliki sejumlah halusinasi lain.

Diriwayahkan Abu Huraira: “Nabi menawarkan solat dan mengatakan, “Setan datang didepan saya dan mencoba menggangu solat tetapi Allâh memberi saya kekuatan dan saya mencekiknya. Saya berpikir utk mengikatnya pada salah satu pilar mesjid sampai kau bangun dipagi hari dan melihatnya. Lalu saya mendengar pernyataan Nabi Solomon, 'Ya Tuhan ! Berikan saya kerajaan yg tidak akan dimiliki oleh siapapaun setelah saya.' Lalu Allâh mengusirnya (Setan) dgn kepala tunduk (dihina).”

Diriwayahkan Aisha:
Penyihiran terjadi pada Rasululah shg ia menyangka bahwa ia telah senggama dgn istri2nya padahal tidak (Sufyan mengatakan: Itu penyihiran paling sulit mengingat dampaknya). Lalu satu hari ia mengatakan, "Ya 'Aisha tahukah kau bahwa Allâh memerintahkan saya ttg hal yg saya tanyakan padanya ? Dua lelaki datang kpd saya dan salah seorang duduk dekat kepala saya dan satunya lagi duduk dekat kaki saya. Yg didekat kepala saya bertanya kpd rekannya. Apa yg terjadi pada orang ini ? Yg belakangan menjawab bahwa ia berada dlm pengaruh sihir. Yg pertama bertanya, Siapa yg menyihirnya ?' Yg lainnya menjawab, Labid bin Al-A'sam, lelaki dari Bani Zuraiq, sekutu Yahudi dan seorang munafik.' Ditanya kemudian, ‘Apa bahan2 yg digunakannya ?' Dijawabnya, 'Sebuah sisir dan rambutnya yg menyangkut padanya.' Yg pertama kemudian bertanya, 'Dimanakah (benda itu)?' Yg lainnya menjawab. 'Dlm kulit sari pohon kurma jantan yg disimpan dibawah sebuah batu dlm sumur Dharwan.' Jadi, nabi pergi ke sumur itu dan mengeluarkan barang2 itu dan mengatakan ‘Inilah sumur yg ditunjukkan pada saya (dlm mimpi). Airnya mirip sari daun2 Henna dan pohon2 kurmanya nampak spt kepala2 setan.’ Nabi menambahkan, ‘Kemudian benda itu dicabut'. Saya mengatakan (kpd nabi) ‘Mengapa anda tidak merawat diri anda dgn Nashra?’ Katanya, ‘Allâh sudah menyembuhkan saya; saya tidak suka membiarkan setan tersebar diantara orang2 saya.’

Dlm hadis lain ditulis : “Wahyu datang kpd rasulullah dan ia diselimuti dgn selembar kain dan Ya'la mengatakan: Bisakah saya melihat datangnya wahyu kpd rasulullah. Ia (Omar) mengatakan: Apakah kau akan senang melihat Rasulullah menerima wahyu. 'Omar mengangkat sudut jubah nabi dan saya melihat padanya dan ia (nabi) terdengar sedang mengorok. Ia (narator) mengatakan: Saya menyangka itu suara onta.”

Lagi2 hadis : “Ketika Jibril menurunkan Wahyu Ilahi kpd Rasulullah, ia menggerak2kan lidah dan bibirnya, keadaan itu sangat menyiksanya dan gerakan itu menunjukkan bahwa wahyu sedang diturunkan..”

Jadil inilah daftar dampak fisik dan psikologis turunnya wahyu terhdp jiwa dan raga Muhamad berdasarkan pada hadis.
1. halusinasi melihat malaikat, sinar terang atau mendengar suara2
2. kejang2 tubuh dan sakit perut yg sangat menyiksa
3. tiba2 dirasuki perasaan gelisah & ketakutan
4. gerakan dlm otot2 leher
5. gerakan bibir dan lidah yg tidak dapat dikontrol
6. berkeringat pada hari2 yg sangat dingin
7. wajah kemerah2an
8. raut wajah yg gundah gelisah
9. gerakan jantung yg sangat cepat
10. mengorok spt onta
11. mengantuk
12. keinginan utk bunuh diri


Semua ini adalah gejala2 penyakit temporal lobe epilepsy [TLE].

Satu lagi karakteristik TLE adalah bahwa TLE terjadi tiba2 tanpa peringatan terlebih dahulu kpd pasien. Ini sesuai dgn pengalaman mistik Muhamad.

Bukhari melaporkan: “Rasulullah bercerita ttg periode tidak datangnya wahyu … ‘Suatu hari saat saya berjalan, tiba2 saya mendengar suara dari langit. Saya melihat keatas dan saya heran melihat malaikat yg sama yg mengunjungi saya di goa Hira’…”

Image
http://www.healthline.com/images/adam/big/19244.jpg
Sekedar ilustrasi ttg letak Temporal Lobe dlm otak manusia
Last edited by ali5196 on Wed Jun 20, 2007 4:42 am, edited 3 times in total.
ali5196
 
Posts: 17309
Images: 135
Joined: Wed Sep 14, 2005 5:15 pm

Postby ali5196 » Wed Jun 20, 2007 3:34 am

BAB III page 8

Angan2 utk Bunuh Diri

Para narator mengatakan bahwa Muhamad sering mencoba bunuh diri, namun selalu dihentikan oleh Jibril. Ia tadinya menyangka bahwa ia telah menjadi seorang penyair atau seorang juru nujum:

“Saya tidak pernah membenci seseorang spt saya membenci seorang penyair atau seorang kahin. Saya tidak sudi memandang keduanya. Saya tidak akan pernah bercerita kpd suku Quraish manapun ttg wahyu2 saya. Saya akan menaiki sebuah gunung dan melemparkan diri saya dan mati. Itu akan melegakan saya. Saya pergi utk melakukannya namun ditengah jalan saya mendengar suara dari langit yg mengatakan ‘Ya Muhamad! Kau adalah rasulullah dan saya Jibril.’ Saya berhenti dan melihatnya. Ia mengalihkan perhatian saya dari apa yg ingin saya lakukan. Saya berdiri di tempat dgn tertegun. Saya mencoba memalingkan mata saya darinya, tetapi ke bagian langit manapun mata saya mengarah, saya melihatnya spt sebelumnya.”

Apa yg dilihat Muhamad berada dlm kepalanya sendiri, mengikuti kemanapun matanya bergerak. Gambar pada sampul buku saya ini menunjukkan Jibril menampakkan diri di berbagai tempat pada saat yg sama. Namun, ini bukan cara Muhamad menjelaskan apa yg dilihatnya. Apa yg dilihatnya bisa digambarkan sbg halusinasi visual. Ini terjadi pada berbagai kondisi non-psychiatric termasuk cerebral lesions, sensory deprivation, the administration of psychedelics & migraine.

Ada halusinasi yg bersifat sederhana, yi pasien melihat sinar, warna atau bentuk2 geometris. Macam halusinasi ini sering timbul dlm occipital lobe epilepsy. Delusi dan halusinasi yg complex, spt yg dialami Muhamad terjadi pada serangan temporal lobe & kelainan neurologist lain spt Parkinson’s disease & Creutzfeldt–Jakob disease. Halusinasi2 ini biasanya gambaran sangat jelas dari binatang, manusia atau sosok2 mitologis spt malaikat, jin dan mahluk luar angkasa (extraterrestrials). Mereka bisa datang lewat pendengaran, perasaan dimulut dan bahkan dlm mimpi (auditory, gustatory, olfactory and even somatosensory hallucinations).

Halusinasi2 somatosensory dan kinesthetic biasanya diasosiasikan dgn kejang2 temporal lobe. Ini menjelaskan pengalaman Muhamad di goa Hira’ saat ia merasakan bahwa Jibril menggenggamnya dgn sebegitu kuat sampai ia kesakitan dlm perut bagian bawah (abdomen) sampai ia menyangka ia akan mati.

Periset sains, Scott Atran, menjelaskan, “Sudden alterations of activity in the hippocampus and amygdala can affect auditory, vestibular, gustatory, tactile, olfactory perceptions and lead to hallucinations involving voices or music, feelings of sway or physical suspension, the tastes of elixirs, burning or caressing, the fragrance of Heaven or the stench of Hell. For example, because the middle part of the amygdala receives fibers from the olfactory tract, direct stimulation of that part of the amygdala will flood co-occurring events with strong smells. In religious rituals, incense and fragrances stimulate the amygdala so that scent can be used to focus attention and interpretation on the surrounding events. In temporal-lobe epilepsy, the sudden electrical spiking of the area infuses other aspects of the epileptic experience with an odorous aura.”

Muhamad menggambarkan Jibril sbg memiliki 600 sayap. Inipun sulit dibayangkan. Buraq, kuda yg ditumpanginya pada malam ia terbang ke Yerusalem dan kesurga, memiliki kepala manusia dan sayap burung rajawali. Kecuali orang bersedia percaya dlm absurditas ini, jelaslah bahwa Muhamad sedang halusinasi.

Image
Miniatur Persia abad 15 menggambarkan Muhamad dlm perjalanan ke surga menaiki kuda Buraq, dikelilingi malaikat. Tradisi Islam menyebutnya sbg "Miraj" atau Perjalanan Malam. Kami menyebutnya : HALUSINASI ! :lol:

Sejarawan dan akademisi Muslim dari Mesir, Haykal, menggambarkan surga2 yg didatanginya. Surga pertama terbuat dari perak murni dan bintang2 bergelantungan dari atapnya dgn rantai emas.” [Ini menunjukkan bahwa Muhamad tidak memiliki pengertian apapun ttg sifat bintang. Ia menyangka bintang2 sbg mirip lampu2 pohon natal yg bergelantungan dari atap langit. Ini memang konsisten dgn teori kosmologi Ptolemy yg dipercaya luas pada jaman itu.].

Pada setiap bintang ada malaikat yg berjaga2 utk menghindari gendruwo naik kedlm tempat2 suci dan menghindari hantu2 dari diam2 mendengarkan rahasia2 surgawi. [Absurditas in juga dinyatakan dlm Qur’an, bahwa jin berdiri diatas sesama bahu mereka utk mendengarkan diskusi “Majelis Mulia, sampai mereka ditembak jatuh oleh bintang2 yg ditembakkan pada mereka spt peluru misil. Dijaman dulu orang menyangka bahwa meteorit adalah bintang2 yg berjatuhan (shooting stars. ]

Disana, Muhamad menyalami Adam. Dan dalam keenam surga lainnua. ia berjumpa dgn Noah, Aaron, Moses, Abraham, David, Solomon, Idris (Enoch), Yahya (Yohanes Pembaptis) dan Yesus. Ia melihat malaikat kematian, Azrail, yg tubuhnya begitu besar sampai mata2nya berjarak 70.000 hari perjalanan berbaris. [Sekitar 10 kali lebih besar dari jarak antara Bulan dan Bumi] Ia memiliki 100.000 batalyon dan melewatkan waktunya dgn menulis dlm sebuah buku raksasa nama2 mereka yg mati atau dilahirkan. Ia melihat malaikat air mata yg menangis bagi dosa2 dunia; Malaikat Pembalas dgn wajah yg besar yg tertutup oleh bisul2 yg menguasai api dan duduk dlm singgasana berapi; dan satu lagi malaikat raksasa yg tubuhnya terdiri dari setengah salju dan setengah api yg dikelilingi oleh kor surga yg terus menerus menangis: `Ya Tuhan, Kau menyatukan api dan salju, menyatukan semua abdi2mu utk tunduk pada hukum2Mu. Dlm surga ketujuh dimana jiwa2 orang2 baik tinggal ada malaikat yg lebih besar dariseluruh dunia dgn 70.000 kepala; setiap kepala memiliki 70.000 mulut dan setiap muilut memiliki 70.000 lidah dan setiap lidah berbicara dlm 70.000 bahasa dan tidak habis2nya menyanyikan pujian kpd Sang Maha Kuasa.’

Image
http://parazite.pp.fi/mohammed_image_ar ... c_mo_full/
Mahluk berkepala banyak menurut uncle MO !

Muhamad memang memilki daya khayal yg luar biasa. Namun pemikirannya jelas rancu. Mahluk2 diatas itu bahkan sulit dibayangkan, apalagi eksis.

• Muhamad melihat malaikat yg ukurannya lebih besar dari bumi ini, yg sebenarnya sebuah oxymoron.
• Malaikat ini memiliki 70.000 kepala; setiap kepala memiliki 70.000 wajah. (Total wajah yg dimilikinya adalah : 4.900.000.000)
• Setiap wajah memiliki 70.000 mulut
(Total mulut : 343.000.000.000.000)
• Setiap mulut memiliki 70.000 lidah
(Total lidah : 24.010.000.000.000.000.000)
• Setiap lidah mampu bercakap dlm 70.000 bahasa (Total bahasa yg mampu digunakannya : 1,680,700,000,000,000,000,000,000)

Mengapa Allâh merasa perlu menciptakan mahluk monster spt itu hanya agar mahluk itu bisa memuja2nya tanpa akhir dlm berbagai bahasa pula ? Mahluk macam itu hanya bisa dibayangkan oleh orang yg sedang menderita halusinasi akut. Bayangkan seseorang mengisi rumahnya dgn ratusan computer dan alat perekam dan memprogram mereka agar alat2 itu memuja sang pemilik, setiap waktu dalam segala macam bahasa. Bukankah itu gila ? Allâh adalah perwujudan ego Muhamad dan segalanya yg ia inginkan. Psikologi Allâh merefleksikan psikologi Muhamad. Sbg seorang narsisis, ia memiliki kehausan besar agar dipuja, begitu pula tuhannya yg tidak lain hanyalah perwujudan dirinya.

Muhamad adalah orang yg suka menyendiri. Ia menikahi seorang wanita penting, tapi ia sendiri bukan orang penting dan bahkan diejek oleh sukunya sendiri. Halusinasinya, yg ditafsirkan oleh isterinya sbg tanda kenabian, adalah suplai narsistiknya yg paling besar. Saat halusinasinya berhenti, ia menjadi depresif.

Vaknin mengatakan: “Depresi adalah komponen besar dlm sifat emosional sang narsisis. Namun ini sebagian besar adalah karena absensinya suplai narsisistik tsb. Ini sebagian besar ada hubungannya dgn nostalgia kpd saat lebih bahagia, penuh pemujaan dan perhatian dan tepukan tangan … Depresi adalah sebuah bentuk agresi. Dlm bentuk lain, agresi ini ditujukan kpd sang penderita depresi ketimbang kpd lingkungannya. Agresi yg di-represi dan di-mutasi ini adalah karakter baik narsisisme maupun depresi. …

Namun, sang narsisis, walaupun depresi, tidak pernah melupakan narsisisme-nya: grandiositasnya, perasaan bahwa segala2nya merupakan hak miliknya, kesombongannya dan kekurangan rasa empati.”

Ini tidak hanya menjelaskan sebab-musabab depresi Muhamad dan pemikirannya utk bunuh diri namun juga mengapa ia tidak pernah menuntaskan bunuh diri tsb. Narsisis jarang bunuh diri. Betapa anehnya bahwa dlm setiap kali Muhamad mencoba utk bunuh diri, Jibril datang menyelamatkannya, dan proses itu diulanginya kembali. Narsisis biasanya tidak pernah menuntaskan bunuh diri mereka, Mereka hanya mengungkapkannya guna mencari simpati.

“Bgm mungkin seorang narsisis yg menganggap diri sbg seorang Colossus, sbg orang yg teramat penting, sbg pusat alam semesta, lalu bunuh diri ? Agatha Christie menulis dlm Dead Man's Mirror: “Ia jauh lebih mungkin akan menghancurkan orang lain – seseorang yg berani mengusiknya.... Tindakan macam itu bisa dianggap penting – malah suci ! Namun menghancurkan diri sendiri ? Penghancuran seorang Diri macam itu” ?”

Berbeda dgn pasien bipolar yg memerlukan perawatan medis utk mengobati depresi mereka, seorang narsisis hanyalah memerlukan “satu dose suplai narsistik utk mengangkat perasaannya dari depresi menjadi manic euphoria yg sangat tinggi”, kata Vaknin.
Last edited by ali5196 on Wed Jun 20, 2007 5:12 am, edited 5 times in total.
ali5196
 
Posts: 17309
Images: 135
Joined: Wed Sep 14, 2005 5:15 pm

Postby ali5196 » Wed Jun 20, 2007 4:24 am

Masih BAB III

Temporal Lobe Epilepsy

Temporal lobe epilepsy (TLE) didefinisikan thn 1985 oleh the International League Against Epilepsy (ILAE) (Liga Internasional Melawan Epilepsi) sbg sebuah kondisi yg ditandai oleh kejang2 tubuh yg tidak diprovokasi dan berulang2 yg berasal dari the medial or lateral temporal lobe.

Kejang2 tubuh yg di-asosiasikan dgn TLE terdiri dari simple partial seizures atau kejang2 sebagian tubuh tanpa kehilangan kesadaran (dgn atau tanpa aura/peringatan) dan complex partial seizures (yi. dgn kehilangan kesadaran). Sang penderita kehilangan kesadaran selama sebuah complex partial seizure karena kejang2nya melibatkan kedua temporal lobes, yg mengakibatkan gangguan ingatan. Kejang2 Muhamad mencakup kedua macam tipe diatas. Kadang ia jatuh dan kehilangan kesadaran, dan kadang tidak.

Menurut sebuah hadis, selama konstruksi Ka’bah, sebelum ia menerima pemberitahuan akan diangkat sbg nabi, Muhamad jatuh ke tanah tanpa sadar dgn kedua matanya mengarah pada langit. Pada saat itu ia kehilangan kesadaran. Ini jelas tanda kejang2 epilepsi.

Menurut situs emedicine.com, “90% pasien dgn abnormalitas temporal interictal epileptiform pada EEG mereka pernah mengalami kejang2.”

btw, keterangan ttg EEG : http://www.emedicine.com/neuro/topic108.htm
Image
EEG showing epilepsy 7-283
http://www.fotosearch.com/comp/IDX/IDX032/312302.jpg

Kami tahu bahwa sejak masa kecilnya, Muhamad mengalami kejang2. Ia melihat dua lelaki dlm jubah putih membuka dadanya dan mencuci jantungnya dgn salju putih. Neurosurgeon AS dan pionir ahli bedah otak, Harvey Cushing, melaporkan ttg seorang anak lelaki dgn sebuah cystic glioma dlm temporal lobe bagian kanan mengalami halusinasi kuat ttg seseorang dlm tiga dimensi dlm jubah putih.

Neurologis Irlandia-AS, Robert Foster Kennedy (1884-1952) adalah salah seorang yg pertama yg mengidentifikasikan halusinasi kuat yg bersifat audio-visual (bisa didengar dan dilihat) yg terjadi diluar tubuh penderita, sbg berasal dari temporal lobe.

Ttg masa mudanya, Muhamad mengatakan:
Saya berada diantara anak2 lelaki Quraish, mengangkat batu2 spt yg digunakan anak2 utk bermain. Kami semua membuka baju kami, masing2 membuka lapisan atas (selembar kain) dan dililitkan disekeliling leher sambil mengangkat batu2 ini. Saya berbolak-balik bersama mereka ketika sebuah sosok yg tidak nampak menampar saya sampai sakit sambil mengatakan, ‘Kenakan bajumu’. Jadi saya mengenakannya dan memulai mengangkat batu2 itu dileher saya, berbeda dari teman2 saya.”

Nampaknya sosok2 dlm halusinasi Muhamad se-kasar dan se-agresif Muhamad.

:wink: berlanjut ...
Last edited by ali5196 on Wed Jun 20, 2007 4:52 am, edited 2 times in total.
ali5196
 
Posts: 17309
Images: 135
Joined: Wed Sep 14, 2005 5:15 pm

Postby ali5196 » Wed Jun 20, 2007 4:37 am

Selingan - Pesan Sponsor ... :lol:


http://my.epilepsy.com/?q=node/965833

Sadeghian, Muslim asal Teheran ini mengatakan, ia mendasarkan penemuannya atas pengalamannya dlm bidang kesehatan mental dan 5 thn meriset dokumen2 bersejarah ttg kehidupan Muhamad.

Selama pekerjaan saya di rumah sakit psikiatris, saya sering menemui pasien yg mengaku diri NABI. Ini memang pemandangan lazim di RS2 Penyakit Syaraf.”


Sejak 1988 ia bekerja sbg neuropsychologist, dan mendapatkan ijazah
S-3 dari Alliant International University di San Diego, dan melakukan KKN di Massillon State Hospital.

Sadeghian mengatakan, ia percaya Muhamad tidak sakit mental, melainkan menderita "complex partial seizures,” yg gejala2nya adalah keringat berlebihan, tubuh gemetaran, olfactory, auditory and visual hallucinations, epigastric sensations (rasa tidak sedap di mulut), & “hyper-religiosity.” :wink:

“Ada Muslim yg benci dgn kesimpulan saya ini dan mengintimidasi saya dgn mengatakan ‘Ingat Salman Rushdie.’ Saya sudah mengorbankan segalanya — keluarga, warisan dan teman2 saya — agar dapat menetap dinegara ini, agar saya dapat menikmati kebebasan. Kalau saya tidak dapat melakukan ini, apa gunanya kebebasan ?”
:wink:
Last edited by ali5196 on Mon Jun 25, 2007 8:45 pm, edited 2 times in total.
ali5196
 
Posts: 17309
Images: 135
Joined: Wed Sep 14, 2005 5:15 pm

Postby ali5196 » Fri Jun 22, 2007 1:02 am

BAB III
Gejala-gejala Kejang-kejang Temporal Lobe

Kejang-kejang yang diakibatkan dari dalam temporal lobe bisa didahului oleh sebuah aura (peringatan), dalam bentuk sensasi abnormal, epigastric sensations (perasaan aneh dalam perut), halusinasi atau ilusi (entah lewat indera mata, hidung atau rasa di mulut ), sensasi déjà vu (perasaan sangat bahagia dan puas), membayangkan peristiwa atau perasaan di masa lalu atau emosi tiba2 dan intens yang tidak ada hubungannya dengan keadaan saat itu. Semua gejala2 ini hadir saat Muhamad mengalami kejang-kejang.

Pengalaman epilepsi ini bisa partial/sebagian, dimana sang penderita tidak kehilangan kesadaran, atau partial complex, yang mengakibatkan kehilangan atau kekurangan kesadaran.

Gejala2 lain termasuk gerakan kepala yang abnormal dan bola mata yang terangkat keatas (putih semua, bagian hitamnya tidak kelihatan). Kejang-kejang tipe inilah yang terjadi pada Muhamad saat dibangunnya Ka’bah.

Gerakan kontraksi otot yang repetitif dan ritmik yang mempengaruhi satu bagian tubuh, satu lengan, bagian dari wajah atau bagian terisolasi lainnya juga merupakan gejala-gejala TLE. Gejala-gejala lain termasuk sakit perut bagian bawah (abdominal pain), perasaan muak (nausea), keringat deras, wajah kemerah2an, detak jantung yang cepat dan perubahan dalam visi, ucapan, pemikiran, kesadaran dan kepribadian. Jelas, halusinasi lewat panca-indera (visual, audio, sentuhan badan dsb.) adalah gejala2 utama.

Epilepsy.dk mendefinisikan, “Simple partial seizures dengan gejala-gejala mental, yaitu si penderita bisa mengingat apa yang dialaminya tadi, dari jaman dulu dikenal sebagai ‘aura’. Kejang-kejang itu sering disusul dengan gerakan tubuh yang tehentak-hentak (convulsion). Mereka sering bagaikan mimpi … Ia berpikir ia sudah gila.”

Muhamad memang merasa bahwa ia sudah gila. Khadijah-lah yang
meyakinkannya bahwa ia tidak gila.

Situs itu juga menulis: “Sejak lama diperdebatkan apakah penderita epilepsy memiliki kepribadian khas yang berbeda dari orang lain. Disimpulkan bahwa penderita dengan temporal lobe epilepsy lebih tidak stabil secara emosional, dengan kecendrungan untuk agresif. Ada yang menjadi egois (self-centered), mereka begitu sensitif sampai mendekati paranoia, dan setiap pernyataan bisa membuatnya tersinggung. Mereka terlalu menganalisa hal2 secara mendalam (mengarah kepada perasaan dendam), dan sangat tertarik khususnya pada hal2 seperti agama, hal2 mistik, filosofis dan isu2 moralitas.”

Dijelaskan pula bahwa penderita TLE cenderung untuk depresi, berpikir untuk bunuh diri dan halusinasi. Penderita merasa bahwa ia sedang ditindas. Namun demikian, hubungan emosionalnya dengan orang2 lain lebih baik dengan penderita schizophrenia. Berbeda dengan schizophrenia, TLE sering sembuh dengan sendirinya. Ini kemungkinan terjadi pada Muhamad, karena semakin beranjak dalam umur kejang-kejangnya semakin jarang terjadi. Namun demikian, ini tidak menghentikannya untuk terus “menerima wahyu” untuk melengkapi Qur’annya sesuai dengan keperluan keadaan.

Diantara ayat-ayat Mekah yang dini dan ayat-ayat Medinah yang belakangan, ada perbedaan dalam nada, ahasa dan struktur bahasa. Surat-surat yang ditulis selama karir Muhamad yang dini bersifat poetis. Mereka berbunyi seperti sajak, pendek dan menarik perhatian. Mereka penuh dengan permohonan agar pengikut soleh, rajin berzakat, menafkahi anak yatim, membebaskan budak, sabar, berbaik hati dan penuh kasih dan cukup banyak perngatan dan janji-janji neraka bagi mereka yang tidak mengindahkan peringatannya.

Surat 91, “Al Shams/Matahari”, adalah surat khas yang menggambarkan periode ini. Surat itu membicarakan sebuah mitos yang sudah dikenal luas oleh bangsa Arab, bahwa Allâh telah mengirimkan onta betina untuk memperingatkan rakyat Tsamud, yang karena kecerobohan mereka memotong sebuah binatang yang sebenarnya seorang nabi betina.

Demi matahari dan cahayanya di pagi hari dan bulan apabila mengiringinya, dan siang apabila menampakkannya, dan malam apabila menutupinya, dan langit serta pembinaannya, dan bumi serta penghamparannya, dan jiwa serta penyempurnaannya (ciptaannya), maka Allah mengilhamkan kepada jiwa itu (jalan) kefasikan dan ketakwaannya. Sesungguhnya beruntunglah orang yang mensucikan jiwa itu, dan sesungguhnya merugilah orang yang mengotorinya. (Kaum) Tsamud telah mendustakan (rasulnya) karena mereka melampaui batas, ketika bangkit orang yang paling celaka di antara mereka, lalu Rasul Allah (Saleh) berkata kepada mereka: ("Biarkanlah) unta betina Allah dan minumannya". Lalu mereka mendustakannya dan menyembelih unta itu, maka Tuhan mereka membinasakan mereka disebabkan dosa mereka, lalu Allah menyama-ratakan mereka (dengan tanah), dan Allah tidak takut terhadap akibat tindakan-Nya itu.

Surat 113, “AL Falaq/Subuh”, adalah contoh lain tentang surat yang ditulis dalam periode Mekah ini.

Katakanlah: "Aku berlindung kepada Tuhan Yang Menguasai subuh, dari kejahatan makhluk-Nya, dan dari kejahatan malam apabila telah gelap gulita, dan dari kejahatan wanita-wanita tukang sihir yang menghembus pada buhul-buhul. Biasanya tukang-tukan sihir dalam melakukan sihirnya membikin buhul-buhul dari tali lalu membacakan jampi-jampi dengan menghembus-hembuskan nafasnya ke buhul tersebut. Dan dari kejahatan pendengki bila ia dengki".

Saat masih di Mekah, ambisi Muhamad hanya terbatas pada kota itu dan sekitarnya. Ia menulis: Demikianlah Kami wahyukan kepadamu Al Qur'an dalam bahasa Arab, supaya kamu memberi peringatan kepada ummul Qura (penduduk Mekah) dan penduduk (negeri-negeri) sekelilingnya.

Ibu segala Kota, Ummul Qura, adalah Mekah. Dalam ayat-ayat lain, ia mengatakan bahwa ia datang khusus bagi mereka yang belum menerima wahyu dari Tuhan. Menurut ayat-ayat ini, pesannya tidak ditujukan bagi Yahudi dan Kristen. Namun dengan lajunya waktu dan ambisinya, akhirnya ia menuntut agar kesemuanya tunduk padanya atau mati.

Bahasa dalam surat-surat belakangan bersifat legalistik. Sama dengan bahasa seorang tiran yang menetapkan hukum dan peraturan bagi pengiktunya dan mendorong mereka untuk merebut wilayah baru.

Seperti dikatakan A. S. Tritton, “Kalimat-kalimatnya panjang dan sulit dicerna sehingga sang pendengar harus mengendar secara hati-hati atau ia akan kehilangan iramanya; bahasanya bersifat prosa dengan kata-kata yang berirama dalam intervalnya. Topiknya adalah peraturan, komentar atas kejadian, pernyataan kebijakan, peringatan kepada mereka yang tidak se-iya sekata dengan sang nabi, khususnya Yahudi, dan rujukan kepada cekcok rumah tangga. Daya khayalnya disini mulai melemah dan anak-anak kalimat menunjukkan kemiskinan ide-ide dengan disana sini berisi letupan entusiasme dari ayat-ayat Mekah.”

Juga penting dicatat bahwa halusinasi Muhamad tidak terbatas pada malaikat Jibril. Ia juga mengaku melihat Jin dan bahkan Setan. Saat sedang solat dalam mesjid, ia mulai menggerak-gerikkan lengannya seakan bergelut dengan seseorang yang tidak kelihatan. Ia kemudian mengatakan, “Setan datang didepan saya dan mencoba mengganggu doa saya, namun Allâh memberi saya kekuatan dan saya mencekiknya. Saya berpikir untuk mengikatnya kepada tiang mesjid shg kau bisa melihatnya saat kau bangun di pagi hari. Lalu saya ingat pernyataan Nabi Solomon, 'Tuhanku ! Berikan kepada saya sebuah kerajaan yang tidak dimiliki siapapun setelah saya.' Lalu Allâh membuatnya (Setan) kembali dengan kepala tunduk (terhina).”

Dalam berbagai ahadis, Muhamad meriwayahkan pertemuan2nya dengan Jin. Ada cerita yang mengatakan ia bermalam di kota mereka dan membuat mereka masuk Islam. Ada paling sedikit 30 rujukan kepada Jin dalam Qur’an.

.. berlanjut ... :wink:
ali5196
 
Posts: 17309
Images: 135
Joined: Wed Sep 14, 2005 5:15 pm

Postby charles-mattel » Fri Jun 22, 2007 1:20 pm

kalo kata saya sih mohamet itu kena skizofren paranoid... setuju nggak?
charles-mattel
 
Posts: 850
Joined: Fri Jun 15, 2007 12:13 pm

Postby ali5196 » Fri Jun 22, 2007 10:36 pm

sabar ... sabar charles ... :wink: Ayo kita lanjutkan ...

BAB III

Gejala Lain TLE

Penderita TLE memiliki lima tendensi ini (diantara dan bukan selama kejang-kejang):

1. Hypergraphia: sebuah fenomena obsesi yang diwujudkan dalam menulis atau mencatat dalam buku harian secara ekstensif. Walau mengaku buta huruf, Muhamad menyusun Qur’an, meminta orang lain untuk menulis untuknya.

2. Hyperreligiositas: kepercayaan religius yang tidak hanya intens/mendalam, namun juga bisa diasosiasikan dengan teori-teori teologis atau kosmologis yang tidak lazim. Penderita menganggap diri mendapatkan wahyu ilahi. Muhamad jelas menyibukkan diri dengan filosofi dan hal-hal mistik, yang membawanya menciptakan sebuah agama baru.

3. Sifat Menempel: Dari cerita-cerita tentang kedekatan Muhamad pada pamannya, ketika ia masih kecil, bisa disimpulkan bahwa Muhamad secara emosional sangat memerlukan orang dekat dan sangat marah saat ditolak atau dicampakkan.

4. Niat seksual yang berubah-ubah: Obsesi Muhamad kepada wanita menunjukkan bahwa interesnya kepada sex meningkat walau, seperti yang akan kita saksikan nanti, kemampuannya itu kemungkinan berkurang atau hilang sepenuhnya.

5. Agresif: emosi intens ini sering labil, sehingga suatu saat penderita bisa menunjukkan kehangatan, dan pada saat lain, kemarahan dan iritasi berujung pada amukan dan kelakuan agresif. Muhamad kadang bersifat ramah, khususnya kepada sahabat-sahabatnya, namun sangat tidak sabar dan sering jengkel dgn mereka yang ia anggap menolak tuntutan-tuntutannya. Bukhari mengatakan: “Jika Nabi tidak suka sesuatu, tanda ketidaksukaan itu akan nampak pada wajahnya.”

Image
Wajah Nabi kalau udah mulai marah ... :evil:


Perjalanan Malam ke Surga

Ada berbagai versi ttg cerita Mi’raj Muhamad, pelancongan malam harinya ke surga. Ibn Ishaq menyusun tradisi-tradisi yang berasal dari sahabat-sahabatnya, khususnya istrinya, ‘Aisha. Menurut riwayat, Muhamad melaporkan : (terjemahan bebas !)

“Ketika saya tidur dalam hijr, Jibril datang dan membangunkan saya dengan kakinya. Saya bangun namun tidak melihat apa-apa dan merebah kembali. Untuk kedua kalinya ia datang dan membangunkan saya dengan kakinya. Saya tidak melihat apa2 dan merebah kembali. Ia datang kepada saya untuk ketiga kalinya dan membangunkan saya dgn kakinya. Saya bangun dan ia memegang tangan saya dan saya berdiri disebelahnya. Ia membawa saya keluar pintu mesjid, dan disitulah ada seekor hewan putih, setengah keledai ... (half mule, half donkey), dengan sayap2 disisinya yang mempercepat gerakan kakinya …. Ia menaikkan saya padanya. Lalu ia pergi keluar dengan saya, dan terus dekat dengan saya.

Ketika saya mencoba menaikinya, ia [hewan itu] malu-malu. Jibril meletakkan tangannya pada bulu tengkuknya dan mengatakan, Apakah kau tidak malu, wahai Buraq, untuk bertingkah seperti ini ? Demi Allâh, tidak ada yang lebih terhormat bagi Allâh daripada Muhamad menaikimu. Hewan itu begitu malu sampai ia berkeringat dan berdiri sehingga saya bisa menaikinya.”

(Siapa yg nggak malu dinaiki Muhamad ? Keledai aja MALU !!!!) :lol: :lol: :lol: :lol: :lol: (selingan dari ali5196) :lol: :lol: :lol: :lol: :lol:
Image
'Shy donkey' ... bersembunyi, malu dinaiki Muhamad.

sori ... ayo, serius ah ! :wink:

Sang periwayah kemudian mengatakan: “Nabi dan Jibril berangkat sampai mereka tiba di kuil Yerusalem. Disana ia berjumpa dengan nabi-nabi seperti Ibraham, Musa dan Yesus. Sang nabi berlaku sebagai imam utama mereka dalam memimpin doa. Lalu ia dibawakan dua ember, yang satu berisi anggur dan yang lainnya berisi susu. Sang nabi mengambil susu itu dan meminumnya, menolak anggur tersebut. Jibril mengatakan, ‘Kau telah diantarn dengan benar kepada hukum alami, agama asli yang benar dan begitu pula pengikutmu, Muhamad. Anggur diharamkan bagimu.’ Lalu sang nabi kembali ke Mekah dan dipagi hari ia mengatakan kepada Quraish apa yang terjadi. Kebanyakan dari mereka mengatakan, ‘Demi Allâh, ini jelas sebuah absurditas ! Sebuah karavan saja memerlukan waktu satu bulan untuk mencapai Syria dan satu bulan untuk kembali. Bagaimana Muhamad bisa melakukan perjalanan pulang-pergi dalam satu malam ?’”

Ibn Sa’d mengatakan; “Setelah mendengar cerita ini banyak orang yang berdoa dan bergabung dengan Islam menjadi pembelot dan meninggalkan Islam.” Dan kemudian ayat Qur’an berikutlah kabarnya diturunkan sebagai tanggapan: “Kami membuat visi yang Kami tunjukkan hanya untuk menguji manusia.”

Para periwayat Muslim sampai jungkir balik membumbui cerita ini agar nampak kredibel. Mereka menambahkan bahwa setelah orang menuntut bukti darinya, Muhamad menjawab bahwa ia dan kuda buraqnya telah melewati karavan si ini dan si itu di sebuah lembah dan bahwa sang buraq mengagetkan mereka sampai salah satu onta mereka meloncat kaget dan melarikan diri. Lalu Muhamad dikutip sebagai mengatakan;

“Dan saya menunjuk kepada mereka dimana (karavan) itu berada, saat saya dalam perjalanan ke Syria. Saya meneruskan perjalanan sampai di Dajanan, sebuah gunung didekat Tihama, sekitar 25 mil dari Mekah. Saya melewati karavan Banu ini dan itu. Saya menemukan mereka tertidur. Mereka memiliki ember air yg ditutupi dengan alas penutup. Saya melepaskan penutup itu dan meminum airnya, dan meletakkan kembali alas penutup tersebut.

Yang ingin dibuktikannya adalah bahwa karavan mereka itu pada saat ini sedang turun dari al-Baida’ di Celah al-Tan’im, yg dipimpin oleh onta berwarna ke-abu2an yg dibebani dengan dua kantong, salah satunya berwarna hitam dan satunya lagi berwarna warni.’ Baida adalah sebuah lembah didekat Mekah, disisi Medinah. Tan’im berada di tanah tinggi didekat Mekah. Orang-orang itu bergegas mencapai Celah itu dan onta pertama yang mereka temukan adalah sesuai dengan yang digambarkan (nabi). Mereka menanyakan lelaki-lelaki itu tentang ember air itu dan mereka mengatakan bahwa ember itu tadinya penuh air, dan mereka menutupinya dengan sebuah alas namun ketika mereka bangun, ember itu, walau tertutup ternyata kosong isinya. Mereka bertanya orang lain yang juga berada di Mekah dan mereka mengatakan bahwa memang benar mereka dikagetkan dan seekor onta berlari kaget. Mereka mendengar seseorang memanggil mereka, yg menunjuk pada arah larinya sang onta sehingga mereka bisa menangkapnya kembali.”

Tradisi-tradisi ini ditulis lebih dari seratus tahun setelah kematian Muhamad. Tidak ada cara membuktikan otentisitas klaim-klaim tersebut setelah lewatnya jangka waktu yang cukup panjang. Namun apa yang umumnya dilewatkan Muslim adalah bahwa pada saat Muhamad mengaku telah mengunjungi sebuah kuil di Yerusalem, kuil itu sebenarnya belum dibangun. :lol: :lol: :lol:

Enam abad sebelum penerbangan misterius al-Buraq itu, rakyat Romawi telah menghancurkannya. Pada tahun 70M tidak satupun batu yang berdiri. Menurut Injil, Kuil Solomon dibangun sekitar abad 10 SM. The Dome of the Rock dibangun diatas fondasi Kuil Yupiter Romawi pada tahun 691M. Mesjid Al-Aqsa dibangun diatas sebuah basilica Romawi di sebelah selatan the Temple Mount oleh bangsa Umayyad di tahun 710M. Ironis bahwa Muhamad bisa menggambarkan karavan suku ini dan itu dengan begitu mendetil, namun lupa bahwa kuil tempat ia solat itu, sebenarnya belum eksis.

Sebuah hadis lain mengatakan bahwa untuk menguji kebenaran pernyataan Muhamad, Abu Bakar memintanya agar Muhamad menggambarkan Yerusalem dan ketika ia melakukannya, Abu Bakar mengatakan ‘Itu benar. Saya bersaksi bahwa kau adalah rasul Allâh’. Tidak jelas apakah Abu Bakar memang pernah mengunjungi Yerusalem. Ini bukan kota penting bagi bangsa Arab untuk dikunjungi. Namun demikian, sangat mengherankan bahwa Abu Bakar-pun tidak sedikitpun menggambarkan kuil itu. Ini tidak lain hanyalah cerita-cerita yg disusun Muslim untuk memberikan kredibiltas kepada cerita yang paling aneh yg pernah dinarasikan nabi mereka.

Ada versi lain mengenai cerita ini yang kemungkinan lebih bisa dipercaya karena ini juga diratifikasi dalam Qur’an. Dalam versi ini Muhamad mengatakan: (terjemahan bebas, Suratnya lagi dicari ....) :wink:

"Setelah menuntaskan urusan saya di Yerusalem, sebuah anak tangga yang paling indah yang pernah saya lihat dibawa kepada saya. Itu tangga yg dipandangi orang menjelang dijemput maut. Rekan saya menaikinya, sampai kami tiba di salah satu gerbang surga yg disebut dgn Gerbang Para Penjaga. Malaikat bernama Isma’il bertanggung jawab atasnya dan ia membawahi 12.000 malaikat, yg masing2 membhawai 12.000 malaikat.’

Ketika Jibril membawa saya masuk, Isma’il bertanya siapa saya dan ketika ia mengatakan bahwa saya Muhamad, ia bertanya apakah saya diberikan sebuah misi, atau dipanggil, dan setelah diyakinkan, ia mengucapkan selamat jalan.

Semua malaikat yg menemui saya ketika saya memasuki suga paling bawah tersenyum dan mengucapkan selamat jalan, kecuali salah satu dari mereka yg tidak senyum atau menunjukkan ekspresi gembira spt yg lainnya.

Dan ketika saya Tanya alasannya kpd Jibril, ia mengatakan bahwa kalau ia memang pernah tersenyum kpd orang lain sebelumnya atau tetrseunyim kpd seseorang sesudahnya, ia akan tersenyum pada saya. Ia tidak tersenyum karena ia Malik, Penjaga Pintu Neraka.

… Surah 81:21 ‘Apakah kau tidak akan perintahkan dia utk menunjuk Neraka pada saya ?’ Dan ia mengatakan, ‘Tentu ! Hai Malik, tunjukkan Neraka pada Muhamad.’ Thereupon he removed its covering, and the flames blazed high into the air, until I thought that they would consume everything. So I asked Gabriel to order him to send them back to their place, which he did.

Saya hanya bisa menbandingkan dampak penarikan diri mereka spt jatuhnya bayang2 sampai, ketika api mundur ketempat asal mereka, Malik menutupi mereka.

Ketika saya memasuki surga paling bawah, saya melihat seseorang duduk disana, dgn jiwa2 orang yg melewatinya. Kpd seseorang ia berbicara dgn baik dan … mengatakan ‘Jiwa bagus dari raga yg bagus.’ Tentang orang lain ia akan mengatakan ‘Wah’ dan cemberut, mengatakan: ‘Jiwa setan dari raga setan.’

Dlm menjawab pertanyaan saya, Jibril mengatakan bahwa ini ayah kami, Adam, sedang memeriksa jiwa2 keturunannya. Jiwa orang beriman meningkatkan kegembiraannya, sementara jiwa seorang kafir meningkatkan kejijikannya. ‘Lalu saya melihat orang2 dgn bibir spt onta. Dlm tangan2 mereka terdapat kepingan2 api, spt batu, yg mereka gunakan utk dimasukkan dalam mulut mereka dan kemudian keluar dari bokong mereka. Saya diberitabu bahwa ini mereka yg berdosa karena memakan harta anak yatim piatu. Lalu saya melihat orang2 seperti keluarga Firaun, dgn perut2 yg belum pernah saya lihat, dan melewati mereka adalah onta2 yg gila karena kehausan ketika mereka dibuang ke neraka, menginjak mereka karena mereka tidak dapat mengelak. Mereka adalah para lintah darat.

Lalu saya melihat wanita2 digantung dari buah dada mereka. Mereka melahirkan anak2 haram jadah bukan dari suami2 mereka.

Lalu saya dibawa ke surga kedua, dan disitu ada dua saudara sepupu dari garis ibu, Isa, putera Mariam dan Yohanes, putera Zakariah. Lalu saya ke surga ketiga dan disitu ada seseoarng yg wajahnya spt bulan purnama. Itu saudara saya, Yusuf, putera Yakub. Lalu ke surga keempat, disana ada seorang bernama Idris. ‘Dan kami …. And we have exalted him to a lofty place.’ Surah 19:58 ????? Lalu ke surga kelima dan disana ada lelaki dgn rambut putih dan jenggot panjang, belum pernah saya melihat lelaki yg lebih rupawan darinya.

Ia adalah yg paling dikasihi rakyatnya, Aaron, putera ‘Imran. Lalu ke surga keenam, dan disana ada lelaki berwarna kulit gelap dgn hidung berbentuk kait (‘a hooked nose’), spt kaum Shanu’a. Ini saudara saya,
Musa, putera ‘Imran. Lalu ke surga ketujuh, dan disana ada seseorang duduk di singgasana pada gerbang rumah mewah immortal, Surga. Setiap hari, 70.000 malaikat masuk dan tidak kembali sebelum hari kiamat. Belum pernah saya melihat orang lebih mirip dgn saya. Ini ayah saya, Ibraham. Lalu ia membawa saya ke surga, dan disitu saya melihat gadis dgn bibir merah gelap dan bertanya siapa memilikinya, karena ia sangat membuat saya suka padanya, dan ia mengatakan ‘Zayd b. Haritha.’ Rasul memberitahu Zayd berita baik ini tentangnya (gadis itu)."


Satu tradisi mengatakan, Ketika Jibril mengantar Muhamad ke setiap tingkatan surga dan meminta ijin masuk, ia harus memberitahu para penjaga siapa yang ia bawa dan apakah tamunya itu menerima sebuah misi atau telah dipanggil, dan para penjaga gerbang akan menjawab ‘Allâh memberikannya kehidupan, kakak dan sahabat !’ dan membiarkan mereka lewat sampai mereka mencapai langit ketujuh dan disana Muhamad bertemu dengan Allâh. Disana ditetapkan kewajiban lima puluh kali solat per hari bagi pengikutnya. Saat ia kembali, ia bertemu Musa dan inilah yang terjadi:

"Pada saat saya kembali, saya berjumpa dengan Musa dan sungguh ia temanmu yang paling baik ! Ia bertanya berapa solat yang diwajibkan pada saya dan ketika saya mengatakan lima puluh, ia mengatakan, ‘Doa adalah sesuatu yang memberatkan dan pengikutmu adalah orang-orang lemah, jadi kembalilah kepada Tuhanmu dan minta padaNya untuk mengurangi jumlah solatnya bagi dirimu dan komunitasmu.’ Saya melakukannya dan Ia mewajibkan sepuluh solat. Sekali lagi saya berpapasan dengan Musa dan ia sekali lagi mengatakan hal yang sama, dan begitulah seterusnya sampai hanya ditetapkan lima solat bagi seluruh hari dan malam. Musa kembali memberikan saya nasehat yang sama. Saya menjawab bahwa saya sudah kembali kepada Tuhan saya dan bertanya padaNya untuk mengurangi jumlahnya sampai saya malu dan saya tidak akan melakukannya lagi. Barang siapa yang melakukan doa dalam iman, imannya akan dihadiahi dengan limapuluh solat."


Ada Muslim yg mengatakan bahwa peristiwa ini tidak terjadi dalam dunia fisik melainkan sebuah pengalaman spiritual. Namun, itupun tidak benar mengingat pernyataan Muhamad yg mendetil tentang karavan Banu ini-itu yang ditemuinya dalam perjalanannya dan semua detil tentang seekor onta yg meloncat kaget atau meminum air dari sebuah ember milik karavan itu.

Bukti paling besar bahwa pengalaman ini sebenarnya sebuah pengalaman fisik adalah karena ini tercatat dalam Qur’an sendiri, yg mengatakan bahwa asensi ini dimaksudkan untuk menguji iman pengikut. Muslim memang mempercayai absurditas mana saja selama absurditas itu diberi cap “spiritual”, tetapi kalau sesuatu dikatakan terjadi dalam dunia nyata, Muslim bertendensi utk lebih skeptis.

... berlanjut :wink:
Last edited by ali5196 on Mon Jun 25, 2007 9:36 pm, edited 5 times in total.
ali5196
 
Posts: 17309
Images: 135
Joined: Wed Sep 14, 2005 5:15 pm

PreviousNext

Return to Buku2 bhs Inggris yg Diterjemahkan kedlm bhs Indonesia



Who is online

Users browsing this forum: No registered users