SIRAT NABAWIYAH Ibn Ishaq/Ibn Hisyam Jilid 1 (txt lengkap)

Pembahasan tentang buku² Islam yang tersedia di berbagai toko buku di Indonesia. Isi buku² ini membenarkan penjelasan FFIndonesia tentang wajah Islam dan ajaran Muhammad yang sebenarnya.
User avatar
JANGAN GITU AH
Posts: 5366
Joined: Sun Jan 04, 2009 1:39 pm
Location: Peshawar-Pakistan

Re: SIRAT NABAWIYAH Ibn Ishaq/Ibn Hisyam Jilid 1 (txt lengkap)

Post by JANGAN GITU AH »

Halaman 348
BAB 71
ABU JAHAL DAN ORANG DARI ARASY
Ibnu Ishaq berkata bahwa Abdul Malik bin Abdullah bin Abu Sufyan Ats-Tsaqafi berkata kepadaku, seseorang dari Arasy (Ibnu Hisyam berkata bahwa orang tersebut berasal dari Arasyah) tiba di Makkah dengan membawa unta miliknya, kemudian untanya dibeli Abu Jahal, namun ia menunda pembayarannya. Kemudian orang Arasy tersebut berjalan menuju tempat pertemuan orang-orang Quraisy, sedang Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam sedang duduk di pojok masjid. Orang Arasy tersebut berkata, 'Hai orang-orang Qurasy, siapakah yang bisa membantuku menghadapi Abu Al-Hakam bin Hisyam (Abu Jahal), karena aku orang asing dan musafir. Sungguh, dia telah mengambil hakku.' Salah seorang dari hadirin di tempat pertemuan tersebut berkata, 'Apakah engkau melihat orang yang duduk itu? (Orang yang dimaksud adalah Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam. Mereka meledek beliau, karena mengetahui permusuhan antara beliau dengan Abu Jahal). Pergilah engkau kepadanya, karena ia bisa membantumu dalam menghadapi Abu Jahal.'

Kemudian orang Arasy tersebut berjalan menuju tempat Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam dan berkata kepada beliau, 'Wahai hamba Allah, sesungguhnya Abu Al-Hakam bin Hisyam (Abu Jahal) telah mengambil hakku. Aku orang asing di sini dan musafir. Aku telah bertanya kepada orang-orang tentang orang yang bisa membantuku mengambil hakku dari Abu Jahal, kemudian mereka menyuruhku datang kepadamu. Oleh karena itu, tolong ambilkan hakku daripadanya semoga Allah merahmatimu!' Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam bersabda, 'Pergilah engkau kepada Abu Jahal!' Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam berdiri bersama orang Arasy tersebut. Ketika orang-orang Quraisy melihat beliau berdiri dan berjalan bersama orang Arasy tersebut, mereka berkata kepada salah seorang dari mereka, 'Ikuti dia (Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam) dan lihat apa yang akan dia kerjakan!' Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam berjalan hingga tiba di rumah Abu Jahal, kemudian beliau mengetuk pintu rumahnya. Abu Jahal berkata, 'Siapa yang mengetuk?' Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam menjawab, 'Muhammad. Keluarlah engkau!' Abu Jahal pun keluar dengan wajah pucat pasi. Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam berkata, 'Serahkan hak orang ini!' Abu Jahal berkata, 'Ya, engkau jangan meninggal- ...
========================================================================================================
Halaman 349

...kan tempat ini hingga aku memberikan haknya.' Usai berkata seperti itu, Abu Jahal masuk ke dalam rumahnya kemudian keluar membawa hak orang Arasy tersebut dan menyerahkannya kepadanya. Setelah itu, Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam pergi sambil berkata kepada orang Arasy tersebut, 'Sekarang kerjakan urusanmu!' Orang Arasy tersebut berjalan hingga tiba di tempat pertemuan orang-orang Quraisy di masjid, kemudian ia berkata, 'Semoga Allah membalasnya dengan kebaikan. Sungguh, demi Allah, ia telah mengambilkan hakku.' Orang Quraisy yang diperintahkan membuntuti Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam dan orang Arasy datang ke tempat pertemuan orang-orang Quraisy. Orang-orang Quraisy berkata, 'Celaka engkau! Apa yang engkau lihat?' Orang Quraisy tersebut berkata, 'Sungguh luar biasa. Demi Allah, dia (Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam) hanya mengetuk pintu rumah Abu Jahal, kemudian Abu Jahal keluar menemuinya dalam keadaan tidak punya nyali. Muhammad berkata, 'Serahkan hak orang ini!' Abu Jahal menjawab, 'Ya. Engkau jangan meninggalkan tempat ini hingga aku serahkan hak orang ini.' Usai berkata seperti itu, Abu Jahal masuk ke dalam rumahnya, kemudian keluar lagi membawa hak orang Arasy tersebut dan menyerahkan kepadanya.' Tidak lama setelah itu, Abu Jahal datang ke tempat pertemuan orang-orang Quraisy. Mereka berkata, 'Celaka engkau, apa yang terjadi pada dirimu? Demi Allah, kami tidak pernah melihat seperti apa yang baru engkau kerjakan!' Abu Jahal berkata, 'Celaka kalian, demi Allah, dia (Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam) mengetuk pintu rumahku. Ketika aku mendengar suaranya, tiba-tiba diriku diselimuti ketakutan terhadapnya. Kemudian aku keluar menemuinya, sedang di kepalanya terdapat unta. Aku tidak pernah melihat unta yang memiliki kepala, pangkal ekor dan taring seperti unta tersebut. Demi Alah, jika aku menolak permintaannya, unta tersebut pasti menelanku!' "

(JGA: hihi, unta itu cuma bernyali sama Abu Jahal saja, yang lain mana? koq sang unta /leak tidak pernah nongol pada orang lain!.

Bisakah anda bayangkan sepotong kepala unta dengan taring raksasa hinggap di atas kepala muhammad? Ada cerita seseorang yang pernah saya temui di perjalanan yang mengaku pernah menjalankan ritual pesugihan. orang tersebut didatangi sepotong kepala saat klimaks ritual tersebut. Sepotong kepala yang mengerikan dengan mulut menyeringai menunjukkan taring-taringnya yang panjang.)


Rukanah Al-Mathlabi Gulat Melawan Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam

Ibnu Ishaq berkata bahwa Abu Ishaq bin Yasar berkata kepadaku bahwa Rukanah bin Abdun bin Yazid bin Hasyim bin Al-Muththalib bin Abdu Manaf adalah orang Quraisy yang paling kuat. Pada suatu hari, ia bertemu Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam di salah satu syi'b Makkah. Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam berkata kepadanya, "Hai Rukanah, kenapa engkau tidak bertakwa kepada Allah dan tidak menerima ajakanku kepadamu?" Rukanah berkata, "Jika aku mengetahui bahwa apa yang engkau katakan adalah benar, maka aku mengikutimu." Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam berkata, "Bagaimana pendapatmu jika aku berhasil mengalahkanmu, apakah dengan begitu engkau mengetahui bahwa apa yang aku katakan adalah benar?" :lol: Rukanah berkata, "Ya!" Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam berkata, "Berdirilah hingga aku gulat denganmu." Rukanah mendekat kepada Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam...
========================================================================================================
Halaman 350

...kemudian ia gulat melawan beliau. Ketika Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam menyerangnya, beliau berhasil merobohkannya tidak berkutik. Rukanah berkata, "Coba ulangi lagi wahai Muhamamd!" Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam pun mengulangi lagi dan berhasil menjatuhkan Rukanah. Rukanah berkata, "Hai Muhammad, demi Allah, ini sesuatu yang sangat luar biasa. :lol: :lol: Engkau mampu mengalahkanku." Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam berkata, "Jika engkau mau, ada lagi yang luar biasa dari peristiwa tadi, jika engkau bertakwa kepada Allah dan mengikuti agamaku." Rukanah berkata, "Apa itu?" Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam berkata, "Aku doakan pohon yang engkau lihat ini, kemudian ia datang kepadaku." Rukanah berkata, "Silahkan doakan pohon tersebut." Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam pun mendoakan, kemudian pohon tersebut datang hingga berdiri tepat di depan Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam dan beliau berkata kepadanya, "Kembalilah engkau ke tempatmu semula." Pohon tersebut pun kembali ke tempatnya semula. Setelah itu, Rukanah menemui kaumnya dan berkata kepada mereka, "Hai Bani Abdu Manaf, silahkan adu semua penyihir di dunia dengan sahabat kalian (Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam), niscaya dia mampu mengalahkan mereka semua. Demi Allah, aku belum pernah melihat penyihir sehebat dia." Kemudian Ruhakanah menceritakan apa yang ia lihat dan apa yang telah diperbuat Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam.
---ooOoo---
Last edited by JANGAN GITU AH on Wed May 19, 2010 6:19 pm, edited 1 time in total.

User avatar
JANGAN GITU AH
Posts: 5366
Joined: Sun Jan 04, 2009 1:39 pm
Location: Peshawar-Pakistan

Re: SIRAT NABAWIYAH Ibn Ishaq/Ibn Hisyam Jilid 1 (txt lengkap)

Post by JANGAN GITU AH »

Halaman 351
BAB 72
DELEGASI KRISTEN HABASYAH
Ibnu Ishaq berkata, "Setelah itu datanglah dua puluh atau hampir dua puluh orang delegasi Kristen kepada Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam ketika beliau berada di Makkah, karena mereka mendengar informasi tentang beliau dari Habasyah. Mereka mendapati Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam di masjid, kemudian mereka duduk kepadanya, berbicara dengannya dan bertanya kepada beliau, sedang beberapa orang-orang Quraisy berada di tempat pertemuan mereka di sekitar Ka'bah. Setelah delegasi Kristen Habasyah tersebut bertanya tentang apa yang mereka inginkan kepada Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam, maka beliau mengajak mereka ke jalan Allah dan membacakan Al-Qur'an kepada mereka. Ketika mereka mendengar Al-Qur'an, mata mereka mengucurkan airmata. Mereka merespon dakwah beliau, beriman kepada beliau, membenarkan beliau dan mengenali beliau persis seperti sifat yang dijelaskan dalam kitab mereka. Setelah delegasi Kristen Habasyah tersebut bertemu dengan Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam, mereka menemui Abu Jahal bin Hisyam bersama sejumlah orang-orang Quraisy. Mereka berkata kepada delegasi Kristen Habasyah yang telah masuk Islam, 'Semoga Allah menggagalkan usaha delegasi ini. Kalian dikirim orang-orang yang seagama dengan kalian agar kembali kepada mereka dengan membawa informasi tentang orang ini (Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam). Namun yang terjadi justru kalian senang duduk dengannya kemudian meninggalkan agama kalian dan membenarkan ucapannya. Kami tidak pernah mendapati delegasi yang lebih **** daripada kalian--atau seperti yang dikatakan mereka--. Delegasi Kristen Habasyah yang telah masuk Islam berkata kepada orang-orang Quraisy, 'Salam sejahtera atas kalian, kami tidak menganggap kalian ****. Kami bebas mengerjakan apa saja yang kami inginkan dan kalian bebas mengerjakan bagi diri kami.' Ada yang mengatakan, bahwa delegasi Kristen tersebut berasal dari Najran. Hanya Allah yang Mahatahu asal-usul delegasi terebut. Ada juga yang mengatakan -- wallahu a'lam-- bahwa ayat-ayat berikut turun kepada mereka,
========================================================================================================
Halaman 352
  • 'Orang-orang yang telah Kami datangkan kepada mereka Al-Kitab sebelum Al-Qur'an, mereka beriman kepada Al-Qur'an. Dan apabila dibacakan (Al-Qur'an) kepada mereka, mereka berkata, 'Kami beriman kepadanya, sesungguhnya Kami sebelumnya adalah orang-orang yang membenarkan (nya). Mereka diberi pahala dua kali disebabkan kesabaran mereka dan mereka menolak kejahatan dengan kebaikan dan sebagian dari apa yang telah Kami rezkikan kepada mereka, mereka nafkahkan. Dan apabila mereka mendengar perkataan yang tidak bermanfaat, mereka berpaling daripadanya dan mereka berkata, 'Bagi kami amal-amal kami dan bagi kalian amal-amal kalian, kesejahteraan atas diri kalian, kami tidak ingin bergaul dengan orang-orang jahil'." (Al-Qashash: 52-55).
Ibnu Ishaq berkata, "Aku pernah bertanya kepada Ibnu Syihab Az-Zuhri tentang ayat-ayat di atas diturunkan kepada siapa? Ibnu Syihab Az-Zuhri berkata kepadaku, 'Aku tidak henti-hentinya mendengar dari ulama-ulama kita bahwa ayat-ayat di atas diturunkan kepada An-Najasy dan sahabat-sahabatnya dan juga ayat-ayat yang ada di surat Al-Maidah,
  • 'Sesungguhnya kami dapati orang-orang yang paling keras permusuhannya terhadap orang-orang yang beriman ialah orang-orang Yahudi dan orang-orang musyrik dan sesungguhnya kamu dapati yang paling dekat persahabatannya dengan orang-orang yang beriman ialah...
    =======================================================================================================
    Halaman 353

    ...orang-orang yang berkata, 'Sesungguhnya kami ini orang Nasrani.' Yang demikian itu disebabkan karena di antara mereka itu terdapat pendeta-pendeta dan rahib-rahib, (juga) karena sesungguhnya mereka tidak menyombongkan drii. Dan apabila mereka mendengarkan apa yang diturunkan kepada Rasul (Muhammad), kamu melihat mata mereka mencucurkan air mata disebabkan kebenaran (Al-Quran) yang telah mereka ketahui (dari kitab-kitab mereka sendiri) seraya berkata, 'Ya Tuhan kami, kami telah beriman, maka catatlah kami bersama orang-orang yang menjadi saksi (atas kebenaran Al-Qur'an dan kenabian Muhammad Shallallahu Alaihi wa Sallam)'." (Al-Maidah: 82-83).
Tuduhan-tuduhan Baru Orang-orang Quraisy

Ibnu Ishaq berkata, "Jika Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam duduk di masjid, maka beliau diikuti sahabat-sahabat yang lemah, seperti Khabbab, Ammar, Abu Fukaihah Yasar (mantan budak Shafwan bin Umaiyyah), Shuhaib dan orang-orang seperti mereka dari kaum Muslimin. Orang-orang Quraisy mencemooh sahabat-sahabat Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam yang lemah tersebut. Sebagian orang-orang Quraisy berkata kepada sebagian yang lain, 'Sahabat-sahabat Muhammad seperti yang kalian lihat, apakah Allah memberikan petunjuk dan kebenaran kepada mereka dan tidak memberikannya kepada kita? Seandainya apa yang dibawa Muhammad itu baik, maka mereka tidak mendahului kita menuju Muhammad dan Allah tidak mengkhususkan mereka dengannya daripada kita.' Kemudian Allah menurunkan ayat tentang mereka,
  • 'Dan janganlah kamu mengusir orang-orang yang menyeru Tuhannya di pagi hari dan di petang hari, sedang mereka menghendaki keridhaan-Nya, kamu tidak memikul tanggung jawab sedikit pun terhadap per-...
========================================================================================================
Halaman 354
  • ...buatan mereka dan mereka pun tidak memikul tanggung jawab sedikit pun terhadap perbutanmu yang menyebabkan kamu (berhak) mengusir mereka, sehingga kamu termasuk orang-orang yang dzalim. Dan demikianlah telah Kami uji sebagian mereka (orang-orang yang kaya) dengan sebagian mereka (orang-orang miskin), supaya (orang-orang yang kaya itu) berkata, 'Orang-orang semacam inikah di antara kita yang diberi anugerah oleh Allah kepada mereka? (Allah berfirman), 'Tidakkah Allah lebih mengetahui tentang orang-orang yang bersyukur (kepada-Nya)?' Apabila orang-orang yang beriman kepada ayat-ayat Kami datangkan kepadamu, maka katakanlah, 'Salaamu alaikum. Tuhan kalian telah menetapkan atas diri-Nya kasih sayang, (yaitu) bahwasanya barangsiapa berbuat kejahatan di antara kalian lantaran kejahilan, kemudian ia bertaubat setelah mengerjakannya dan mengadakan perbaikan, maka sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.' (Al-An'am: 52-54)
Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam seringkali duduk di Marwa, tepatnya di tempat dagang anak muda Kristen yang bernama Jabr. Ia budak milik Ibnu Al-Hadhrami. Orang-orang Quraisy berkata, 'Demi Allah, Muhammad tidak diajari banyak hal yang ia bawa kecuali oleh Jabr, budak milik Ibnu Al-Hadhrami.' Kemudian Allah Ta'ala menurunkan ayat tentang ucapan mereka tersebut,
  • 'Dan sesungguhnya Kami mengetahui bahwa mereka berkata, 'Sesungguhnya Al-Qur'an itu diajarkan oleh seorang manusia kepadanya (Muhammad).' Padahal bahasa orang yang mereka tuduhkan (bahwa) Muhammad belajar kepadanya bahasa Ajam, sendang Al-Qur'an adalah dalam bahasa Arab yang terang'."

(JGA: hihi ayat di atas ini dari mulutnya Muhammad untuk membela diri. Kata muhammad, gak mungkinlah..wong budak itu pake bahasa Ajam ! enak aja lu ngomong mad !emangnya elu gak bisa terjemahin ke araf...! sok..panggil tuh si Naufal. Eh naufal dah game yak ! lha ente aja bisa pake bahasa Ajam kok, buktinya? ente bisa ngomong tuh ama orang Syam waktu tawar menawar harga barang dagangan...hehe !. Satu hal ternyata setelah Naufal minggat ke dunia lain, muhammad juga punya "penasihat" lain..! hihi)

Ibnu Hisyam berkata, "Firman Allah yulhiduuna ilaihi arti mereka cenderung kepadanya. Ilhad artinya berpaling dari kebenaran. Ru'bah bin Al-Ajjaj berkata,
  • JIka Adz-Dzahhak diikuti setiap orang yang berpaling dari kebenaran
Adz-Dzahhak yang dimaksud ialah Adz-Dzahhak Al-Khariji. Bait syair di atas ialah penggalan dari syair-syair Ru'bah bin Al-Ajjaj."
---ooOoo---

User avatar
Jihad Zone
Posts: 1214
Joined: Wed Sep 09, 2009 10:50 pm

Re: SIRAT NABAWIYAH Ibn Ishaq/Ibn Hisyam Jilid 1 (txt lengkap)

Post by Jihad Zone »

Banyak sekali pelintirannya kong, apa boleh ane beberkan atu-atu? [-X

User avatar
JANGAN GITU AH
Posts: 5366
Joined: Sun Jan 04, 2009 1:39 pm
Location: Peshawar-Pakistan

Re: SIRAT NABAWIYAH Ibn Ishaq/Ibn Hisyam Jilid 1 (txt lengkap)

Post by JANGAN GITU AH »

Halaman 355
BAB 73
SEBAB TURUNNYA SURAT AL-KAUTSAR
Ibnu Ishaq berkata, "--Seperti disampaikan kepadaku--, jika nama Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam disebut di hadapan al-Ash bin Wail As-Sahmi, ia berkata, 'Biarkan Muhammad, sesungguhnya dia orang yang terputus yang tidak mempunyai generasi. Jika ia telah meninggal, namanya terputus dan kalian di minta berbelas kasihan padanya.' Kemudian Allah Ta'ala menurunkan ayat tentang ucapannya tersebut,
  • 'Sesungguhnya Kami telah memberikan kepadamu nikmat yang banyak. Maka dirikanlah shalat karena Tuhanmu dan berkorbanlah. Sesungguhnya orang-orang yang membencimu dialah yang terputus.' (Al-Kautsar: 1-3).
Maksudnya, sesungguhnya kami telah memberikan kepadamu nikmat yang lebih baik bagimu daripada dunia dan seisinya. Al-Kautsar ialah sesuatu yang besar."

Makna Al-Kautsar

Ibnu Ishaq berkata bahwa Labid bin Rabi'ah Al-Kilabi berkata,
  • Kami dibuat sakit oleh orang Malhub dengan harinya
    Dan di Ar-Rada' terdapat rumah lain yang kautsar
Ibnu Hisyam berkata, "Bait syair di atas ialah penggalan dari syair-syair Labid bin Rab'ah al-Kilabi."

Ibnu Hisyam berkata, "Yang dimaksud dengan orang Malhub ialah Auf bin Al-Ahwash bin Ja'far bin Kilab. Ia meninggal di Mahlub. Maksud ucapan Labid bin Rabi'ah Al-Kilabi, 'Di Ar-Rada' terdapat rumah lain yang kautsar (besar),' ialah Syuraih bin Al-Akhwash bin Ja'far bin Kilab. Ia meninggal dunia di Ar-Rada'. Yang ia maksud dengan kata kautsar ialah sesuatu yang banyak. Kata kautsar ialah pecahan dari kata katsir yang artinya banyak."

Ibnu Hisyam berkata, "Al-Kumait bin Zaid berkata dalam syairnya memuji Hisyam bin Abdul Malik bin Marwan,
========================================================================================================
Halaman 356
  • Engkau katsir (agung), wahai anak Marwan yang baik
    Sedang ayahmu, wahai anak Al-Aqail adalah kautsar (lebih agung)
Bait syair di atas adalah penggalan dari syair-syairnya."

Ibnu Ishaq berkata bahwa Ja'far bin Amr (Ibnu Hisyam berkata, "Dia adalah Ja'far bin Amr bin Ja'far bin Amr bin Umaiyyah Adz-Dzamri) berkata dariku dari Abdullah bin Muslim, saudara Muhammad bin Muslim bin Syihab Az-Zuhri dari Anas bin Malik yang berkata bahwa saya mendengar Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam bersabda dan sebelumnya beliau ditanya,
  • "Wahai Rasulullah, apakah Al-Kautsar yang diberikan kepadamu?" Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam bersabda, Al-Kautsar ialah sungai (seluas) antara Shan'a ke Ailah. Tempat-tempat airnya sejumlah bintang-bintang di langit dan ia didatangi burung-burung yang berleher seperti leher unta." Umar bin Khaththab berkata, "Wahai Rasulullah, sesungguhnya burung tersebut pasti merasakan kenikmatan?" Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam bersabda, "Orang yang memakan burung tersebut lebih besar nikmatnya daripada kenikmatan burung tersebut."
Ibnu Ishaq berkata bahwa kami mendengar hadits di atas dan hadits-hadits lainnya bahwa Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam bersabda,
  • "Barangsiapa meminum air sungai Al-Kautsar, ia tidak akan haus selama-lamanya
( :lol: JGA: Perkataan Mr. Jes dicontek abis cuy...bandingkan dengan ini:
Yoh 4: 13 Jawab Yesus kepadanya, "Barang siapa minum air ini, ia akan haus lagi,
Yoh 4:14 tetapi barang siapa minum air yang akan Kuberikan kepadanya, ia tidak akan haus untuk selama-lamanya.

Ini mungkin yang diajarkan Jabr si budak kristen itu kepada Muhammad
:lol: )

Ucapan Orang-orang Quraisy Mengapa Malaikat Tidak Diturunkan kepada Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam

Ibnu Ishaq berkata, "Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam tetap mengajak kaumnya kepada Islam, berdialog dan menyampaikan Islam kepada mereka. Kemudian Zam'ah bin Al-Aswad, An-Nadhr bin Al-Harts, Al-Aswad bin Abdu Yaghuts, Ubai bin Khalaf dan Al-Ash bin Wail berkata kepada beliau, 'Bagaimana kalau Allah mengutus kepadamu malaikat yang berbicara...
========================================================================================================
Halaman 357

...kepada manusia tentang dirimu dan bisa melihat seperti engkau? Kemudian Allah Ta'ala menurunkan ayat tentang ucapan mereka tersebut,
  • 'Dan mereka berkata, 'Kenapa tidak diturunkan kepadanya (Muhammad) malaikat?' Dan kalau Kami turunkan (kepadanya) malaikat, tentu selesailah urusan itu, kemudian mereka tidak diberi tangguh (sedikit pun). Dan kalau Kami jadikan rasul itu (dari) malaikat, tentulah Kami jadikan dia berupa laki-laki dan (jika Kami jadikan dia berupa laki-laki), Kami pun akan jadikan mereka tetap ragu sebagaimana kini mereka ragu'." (Al-An'am: 8-9).
Turunnya Ayat, "Dan sungguh telah diperolok-olokkan beberapa orang rasul sebelum kamu."

Ibnu Ishaq berkata, "Seperti dikatakan kepadaku bahwa Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam berjalan melewati Al-Walid bin Al-Mughirah, Umaiyyah bin Khalaf dan Abu Jahal, kemudian mereka mencela dan meledek beliau, hingga beliau marah karenanya, kemudian Allah Ta'ala menurunkan ayat tentang perlakuan mereka tersebut,
  • 'Dan sungguh telah diperolok-olokkan beberapa orang rasul sebelum kamu, maka turunlah kepada orang yang mencemoohkan rasul-rasul itu adzab yang selalu mereka perolok-olokkan'." (Al-Anbiya': 41).
---ooOoo---

User avatar
JANGAN GITU AH
Posts: 5366
Joined: Sun Jan 04, 2009 1:39 pm
Location: Peshawar-Pakistan

Re: SIRAT NABAWIYAH Ibn Ishaq/Ibn Hisyam Jilid 1 (txt lengkap)

Post by JANGAN GITU AH »

Jihad Zone wrote:Banyak sekali pelintirannya kong, apa boleh ane beberkan atu-atu? [-X
Sopo sing melintir ntong? enak aja ente...kalo gak percaya...gih beli sendiri bukunya. Udah dapat buku gratis, bukannya mengucapkan terima kasih...

Emang ada ane tambahin komentar dari ane ntong...tapi itu gak mengganngu tulisan asli bukunya cuy...komentar ane khusus ane tulis nama ane untuk membedakan...! liat atuh ntong ! bisa liat nggak? kalo nggak...beli noh ke pasar kaca mata minus 100
atau +100

Kalau ente melihat banyak kejanggalan riwayat muhammad...murtad aja ente ya ntong...!

Weleh..weleh...mana berani ane memelintir. lha wong lurus-lurus aja yang ditulis, para muslim udah ngamuk-ngamuk...gimana lagi yang nyata-nyata dipelintir..wah dahsyat bro azabna ! :lol:

User avatar
JANGAN GITU AH
Posts: 5366
Joined: Sun Jan 04, 2009 1:39 pm
Location: Peshawar-Pakistan

Re: SIRAT NABAWIYAH Ibn Ishaq/Ibn Hisyam Jilid 1 (txt lengkap)

Post by JANGAN GITU AH »

Halaman 358
BAB 74
ISRA' DAN MI'RAJ
Muhammad bin Abdul Malik bin Hisyam berkata kepada kami bahwa Zayyad bin Abdullah Al-Bakkai berkata kepadanya dari Muhammad bin Ishaq Al-Mathlabi yang berkata,
"Kemudian Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam melakukan isra' dari Masjidil Haram ke Masjidil Aqsa, yaitu Baitul Maqdis di Ilia' (Al-Quds) ketika Islam telah tersebar luas di Makkah dan di seluruh kabilah-kabilah."

Ibnu Ishaq berkata, "--Seperti disampaikan kepadaku bahwa hadits tentang isra' Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam berasal dari Abdullah bin Mas'ud, Abu Sa'id al-Khudri, Aisyah istri Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam, Muawiyah bin Abu Sufyan, Al-Hasan bin Al-Hasan, Ibnu Syihab Az-Zuhri, Qatadah dan ulama-ulama lainnya, serta Ummu Hani' binti Abdul Muththalib. Mereka semua meriwayatkan dari Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam sebagian dari apa yang beliau sebutkan tentang peristiwa isra' yang beliau alami. Sungguh pada peristiwa isra' yang beliau jalani dan apa yang beliau sebutkan di dalamnya terdapat ujian, seleksi, dan salah satu bukti kekuasaan Allah. Di dalamnya juga terdapat pelajaran bagi orang-orang berakal, petunjuk, rahmat pengokohan bagi orang yang beriman kepada Allah dan membenarkannya. Sungguh peristiwa isra' adalah salah satu bukti kekuasaan Allah. Allah Ta'ala meng-isra'-kan beliau seperti yang dikehendaki-Nya untuk memperlihatkan ayat-ayat-Nya seperti yang Dia inginkan, hingga beliau bisa menyaksikan bukti-bukti kekuasaan-Nya dan kemampuan-Nya mengerjakan apa saja yang diinginkan-Nya."

Hadits Riwayat Abdullah bin Mas'ud tentang Peristiwa Isra'

Ibnu Ishaq berkata bahwa--seperti disampaikan kepadaku--bahwa Abdullah bin Mas'ud berkata bahwa Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam dinaikkan ke atas Buraq, yaitu hewan yang mengangkut para nabi sebelum beliau. Buraq memindahkan tangannya dalam setiap langkahnya ke batas akhir pandangan matanya. Beliau dinaikkan di atas Buraq, kemudian beliau berjalan dengannya untuk melihat tanda-tanda kebesaran Allah yang ada di antara langit dan bumi, hingga perjalanan beliau terhenti di Baitul Maqdis. Di sana, beliau bertemu Ibrahim, Musa dan Isa dalam kelompok para nabi yang sengaja dikumpulkan untuk bertemu beliau, kemudian beliau shalat dengan ...
========================================================================================================
Halaman 359

...mereka. Setelah itu, tiga bejana didatangkan kepada beliau; bejana berisi susu, bejana berisi khamr (minuman keras) dan bejana berisi air. Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam bersabda, "Ketika bejana-bejana tersebut didatangkan kepadaku, aku mendengar seseorang berkata, 'Jika ia mengambil air, ia tenggelam dan tenggelam pula umatnya. Jika ia mengambil susu, ia mendapatkan petunjuk dan umatnya juga mendapatkan petunjuk'." Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam bersabda, "Kemudian aku mengambil bejana yang berisi susu dan meminumnya. Jibril berkata kepadaku, 'Engkau telah mendapatkan petunjuk dan umatmu juga telah mendapatkan petunjuk, wahai Muhammad'." :lol:

(JGA: 1. Terang aja dia pilih minum susu, lha wong udah dengar duluan kok konsekuensi yang diberikan Jibril. Ada muslim mengatakan pilihan yang tepat ini petunjuk betapa Muhamamd seorang yang bijaksana dan mengetahui apa yang tersembunyi...hihi...gak taunya...udah diberitahu duluan tuh..!

2. Islam memang lebay abis..coba kita pikir secara akal..muhamamd sudah menarik setting background kisah semua nabi-nabi ke wilayah arab. Tidak ada satu muslim pun yang tidak setuju hal ini. Semua nabi di arabisasi dengan menyebut mereka semua adalah muslim. Tapi yang jadi pertanyaan dan sedikit mengherankan--jika kita asumsikan isra' ini adalah peristiwa riel--adalah mengapa jibril bersusah payah mengirim buraq membawa muhammad ke tanah palestina (Al-Aqsa)? Bukankah Nabi Ibrahim tinggal di Makkah (ingat muslim mengklaim makamnya di samping Ka'bah), bukankah Musa dan Isa yang diklaim nabi Islam (muslim merasa paling tahu riwayat mereka :lol: ) itu ada di Arab...Tetapi mengapa pula ketika Muhammad menemui ketiganya, mereka harus berada di Al-Aqsa, sebuah tempat yang mestinya tidak mereka kenal sama sekali kalo setting kisah mereka semua di arab?) :rolleyes:

Hadits Riwayat Abu-Al-Hasan tentang Perisiwa Al-Isra'

Ibnu Ishaq berkata bahwa ak diberi tahu dari Al-Hasan bahwa ia berkata bahwa Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam bersabda,
  • Keika aku sedang tidur di Hajar Aswad, tiba-tiba Malaikat Jibril datang kepadaku, kemudian menggerak-gerakkanku dengan kakinya. Aku pun duduk, namun tidak melihat apa-apa. Aku tidur lagi dan ternyata Malaikat Jibril datang kepadaku untuk kedua kalinya. Ia menggerak-gerakkanku hingga aku duduk, namun tidak melihat apa-apa. Aku kembali tidur lagi dan ternyata Malaika Jibril datang kepadaku untuk ketiga kalinya, kemudian mengerak-gerakkanku hingga aku duduk. Ia memegang pundaknya kemudian aku berdiri bersamanya. Ia pergi menuju pintu masjid dan ternyata di sana terdapat hewan putih antara bighal (peranakan kuda dengan keledai) dan keledai. Di kedua paha hewan tersebu terdapat sayap, ia mendorong kedua kakinya dengan kedua sayapnya dan memindahkan tangannya dalam setiap langkahnya di batas akhir pandangan mata. Malaika Jibril membawaku di atas hewan tersebut, kemudian ia keluar bersamaku. Ia tidak berpisah denganku dan aku tidak berpisah dengannya."
Ibnu Ishaq berkata bahwa aku diberitahu dari Qatadah yang berkata bahwa ia diberitahu bahwa Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam bersabda,
  • "Ketika aku mendekat kepada hewan tersebut untuk menaikinya, hewan tersebut menampakkan sikap tidak suka, kemudian Malaikat Jibril meletakkan tangannya di atas bulu lehernya. Malaika Jibril berkata, 'Kenapa engkau tidak malu atas apa yang engkau perbuat, wahai Buraq? Demi Allah, engkau tidak pernah dinaiki hamba Allah sebelum Muhammad yang lebih mulia di sisi Allah daripada Muhammad.' Buraq pun merasa malu hingga keringatnya bercucuran. Setelah itu, ia bersikap jinak, kemudian aku menaikinya."
Al-Hasan berkata dalam hadisnya,
========================================================================================================
Halaman 360

"Kemudian Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam berjalan bersama Malaikat Jibril hingga beliau tiba di Baitul Maqdis. Di sana, beliau bertemu Nabi Ibrahim, Nabi Musa dan Nabi Isa dalam kumpulan para nabi. Kemudian Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam mengimani mereka dan shalat dengan mereka. Usai shalat, dua bejana didatangkan kepada beliau; salah satu dari bejana tersebut berisi khamr (minuman keras), sedang bejana satunya berisi susu. Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam mengambil bejana berisi susu kemudian meminum susu dari bejana tersebut dan tidak mengambil bejana berisi khamr (minuman keras). Malaikat Jibril berkata kepada beliau, 'Engkau diberi petunjuk kepada fitrah dan umatmu juga telah diberi petunjuk, wahai Muhammad, serta khamr (minuman keras) diharamkan kepada kalian.' Setelah itu, Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam pergi ke Makkah.

Esok harinya, beliau menemui orang-orang Quraisy dan menceritakan apa yang beliau alami kepada mereka. Sebagian besar dari mereka berkata, 'Ini, demi Allah adalah sesuatu yang sangat aneh. Demi Allah, sesungguhnya rombongan musafir yang jalannya cepat saja membutuhkan waktu sebulan untuk pergi dari Makkah ke Syam, apakah Muhammad pergi ke sana dan pulang ke Makkah hanya dalam waktu semalam?'

Orang-orang yang tadinya telah masuk Islam banyak yang menjadi murtad :lol: dan orang-orang Quraisy pergi kepada Abu Bakar, kemudian berkata kepada mereka. 'Bagaimana pendapatmu tentang sahabatmu, wahai Abu Bakar? Ia mengaku pada malam hari pergi ke Baitul Maqdis dan shalat di sana, kemudian pulang lagi ke Makkah!' Abu Bakar berkata kepada mereka, 'Apakah kalian tidak mempercayai ceritanya?' Mereka menjawab, 'Ya, betul. Itulah dia berada di masjid sedang bercerita kepada manusia tentang apa yang baru ia alami.' Abu Bakar berkata, 'Demi Allah, jika itu yang ia katakan, sesungguhnya ia berkata benar. Apa yang aneh bagi kalian? Demi Allah, sesungguhnya ia berkata kepadaku bahwa ceritanya tersebut datang kepadanya dari langit ke bumi hanya dalam waktu sesaat pada waktu malam atau sesaat pada waktu siang dan aku mempercayainya. Inilah puncak keheranan kalian.' Usai berkata seperti itu, Abu Bakar berjalan hingga tiba di tempat Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam. Abu Bakar berkata kepada Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam, 'Wahai Nabi Allah, benarkah engkau telah bercerita kepada manusia, bahwa pada malam ini engkau pergi ke Baitul Maqdis?' Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam menjawab, 'Ya, betul.' Abu Bakar berkata, 'Wahai Nabi Allah, ceritakan kepadaku ciri-ciri Baitul Maqdis, karena aku pernah pergi ke sana!' "

Al-Hasan berkata, "Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam bersabda, 'Kemudian Baitul Maqdis diangkat kepadaku hingga aku bisa melihatnya.' Setelah itu Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam menjelaskan ciri-ciri Baitul Maqdis kepada Abu Bakar. Setelah mendapatkan penjelasan Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam, Abu Bakar berkata, 'Engkau berkata benar.
========================================================================================================
Halaman 361

Aku bersaksi bahwa engkau adalah utusan Allah.' Setiap kali Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam menjelaskan ciri-ciri Baitul Maqdis, Abu Bakar berkata, 'Engkau berkata benar. Aku bersaksi bahwa engkau adalah utusan Allah.' Itulah, hingga Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam selesai menjelaskan ciri-ciri Baitul Maqdis. Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam berkata kepada Abu Bakar, 'Engkau wahai Abu Bakar adalah Ash-Shiddiq (orang yang membenarkan).' Sejak saat itulah, Abu Bakar dinamakan Ash-Shiddiq."

Ibnu Ishaq berkata bahwa Al-Hasan berkata, "Allah menurunkan ayat tentang orang-orang Islam yang murtad karena peristiwa isra' :lol:
  • 'Dan Kami tidak menjadikan mimpi yang telah Kami perlihatkan kepadamu, melainkan sebagai ujian bagi manusia dan pohon kayu yang terkutuk dalam Al-Qur'an dan Kami menakut-nakuti mereka, tetapi yang demikian itu hanyalah menambah besar kedurhakaan mereka.' (Al-Isra': 60).
(JGA: hehe..saya juga pernah mimpi 'bobo' dengan Marlyn Monroe di holywood,...semudah saya ngomong ngaco gitu kan? wah..wah...wah...ternyata Islam lahir dalam mimpi muhammad !)

Itulah hadits riwayat Al-Hasan tentang peristiwa isra' Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam dan hadits tersebut telah merangkum hadits riwayat Qatadah."

Hadits Riwayat Aisyah Radhiyallahu Anha

Ibnu Ishaq berkata bahwa sebagian keluarga Abu Bakar berkata kepadaku bahwa Aisyah berkata, "Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam tidak pergi dengan badannya, namun Allah meng-isra'-kan ruhnya."
(JGA: Allah SWT sudah menyatakan dalam Al-Isra': 60 bahwa Ia memperlihatkan mimpi, lha koq masih juga dibuat analisa yang macam-macam...ckckck, muslim ternyata mengabaikan Allah-nya sendiri...)


Hadits Riwayat Muawiyah bin Abu Sufyan

Ibnu Ishaq berkata bahwa Ya'qub bin Utbah bin Al-Mughirah bin Al-Akhnaz berkata kepadaku jika Muawiyah bin Abu Sufyan ditanya tentang peristiwa isra' Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam, maka ia berkata, "Sesungguhnya mimpi-mimpi dari Allah Ta'ala adalah benar."

Ucapan Aisyah dan Muawiyah bin Abu Sufyan tidak bertentangan dengan hadits riwayat Al-Hasan, karena ayat berikut diturunkan Allah Ta'ala tentang peristiwa tersebut,
  • 'Dan Kami tidak menjadikan mimpi yang telah Kami perlihatkan kepadamu, melainkan sebagai ujian bagi manusia.' (Al-Isra': 60)
Juga berdasarkan firman Allah Ta'ala tentang informasi perihal Nabi Ibrahim bahwa ia berkata kepada anakny,
========================================================================================================
Halaman 362
  • 'Hai anakku, sesungguhnya aku melihat dalam mimpi bahwa aku menyembelihmu.' (Ash-Shaffat: 102)
Dari sini bisa diketahui, bahwa wahyu dari Allah datang kepada para nabi, sedang mereka dalam keadaan terjaga (tidak tidur) dan dalam keadaan tidur."

Ibnu Ishaq berkata, "--Seperti disampaikan kepadaku--, Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam bersabda,
  • 'Mataku tidur, namun hatiku tidak tidur.'
Wallahu a'lam dalam bentuk apa beliau datang ke Baitul Maqdis dan menyaksikan salah satu bentuk kekuasaan Allah. Namun yang jelas semuanya benar."

Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam Bercerita tentang Ciri-ciri para Nabi Yang Beliau Lihat

Ibnu Ishaq berkata bahwa Az-Zuhri berkata dari Sa'id bin Al-Musaiyyib bahwa Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam bercerita tentang ciri-ciri Nabi Ibrahim, Nabi Musa dan Nabi Isa yang beliau lihat pada malam isra'. Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam bersabda, "Adapun Nabi Ibrahim, aku tidak pernah melihat orang yang mirip dengan sahabat kalian (beliau sendiri) melainkan dia (Nabi Ibrahim) dan sahabat kalian (beliau sendiri) tidak mirip dengan siapa pun, melainkan mirip dengan dia (Ibrahim). Adapun Nabi Musa, beliau berwarna sawo matang, tinggi, ceking, rambutnya lebat, hidungnya mancung dan beliau seperti orang dari kabilah Syanu'ah. Sedang Nabi Isa, beliau berwarna merah, sedang (tidak tinggi dan tidak pendek), rambutnya lurus, di wajahnya terbentuk tahi lalat, sepertinya beliau keluar dari kamar mandi :lol: :rolling: dan engkau bayangkan kepalanya meneteskan air, padahal di kepalanya tidak ada air dan orang dari kalian yang paling mirip dengannya ialah Urwah bin Mas'ud Ats-Tsaqafi."

Ciri-ciri Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam Versi Ali bin Abu Thalib

Ibnu Hisyam berkata, "Ciri-ciri Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam seperti dikatakan Umar mantan budak Ghufrah dari Ibrahim bin Muhamamd bin Ali bin Abu Thalib yang berkata bahwa jika Ali bin Abu Thalib mengisahkan tentang ciri-ciri Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam, maka ia berkata, 'Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam tidak tinggi sekali, tidak pendek, beliau tingginya sedang, rambutnya tidak keriting sekali, rambutnya tidak lurus, rambutnya keriting seperti orang-orang Arab pada umumnya,
========================================================================================================
Halaman 363

badannya tidak gemuk, wajahnya tidak bulat, kulitnya putih, kedua matanya hitam, bulu matanya panjang, tulang persendiannya besar, pundaknya lebar, rambut di dadanya dan perutnya tipis, rambut bahunya tipis, rambut kedua tangannya tipis, rambut betisnya tipis, daging telapak tangannya keras, daging kedua telapak kakinya keras, jika beliau berjalan seakan-akan kakinya tidak menginjak tanah sepertinya beliau berjalan di jalan yang turun, jika beliau menoleh maka beliau menoleh dengan menghadapkan semua wajahnya, di antara kedua bahunya terdapat tanda kenabian dan itulah tanda semua para nabi :lol: , beliau orang yang paling dermawan tangannya, orang yang paling lapang dadanya, orang yang paling benar ucapannya, orang yang paling menepati janji, orang yang paling lembut akhlaknya, orang yang paling mulia pergaulannya, barangsiapa melihat beliau maka ia segan kepada beliau dan barangsiapa bergaul dengan beliau maka ia mencintai beliau dan orang yang menyifati ciri-ciri beliau berkata, 'Aku belum pernah melihat orang sebelum ini dan sesudahnya yang mirip dengan Muhammad Shallallahu Alaihi wa Sallam'."

Hadits Riwayat Ummu Hani' tentang Peristiwa Isra'

Ibnu Hisyam berkata bahwa seperti disampaikan kepadaku dari Ummu Hani' binti Abdul Muththalib Radhiyallahu Anha (nama aslinya Hindun) tentang isra' Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam di-isra'-kan ketika beliau sedang berada di rumahku. Pada malam itu, beliau tidur dirumahku. Beliau shala Isya' akhir, kemudian tidur dan kita juga tidur. Menjelang Shubuh, beliau membangunkan kita. Setelah beliau shalat Shubuh dan setelah kami shalat Shubuh bersamanya, beliau berkata, 'Wahai Ummu Hani', sungguh aku telah shalat Isya' akhir di lembah ini seperti yang sedang engkau lihat, kemudian aku datang ke Baitul Maqdis dan shalat di dalamnya, kemudian aku mengerjakan shalat Shubuh bersama kalian sekarang seperti yang kalian lihat.' Kemudian Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam keluar dan aku tarik ujung pakaiannya hingga perut beliau terlihat dan perut beliau seperti kain Mesir yang dilipat. Aku berkata kepada beliau, 'Wahai Nabi Allah, jangan ceritakan peristiwa ini kepada manusia, sebab nanti mereka mendustakanmu dan menyakitimu.' Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam bersabda, 'Demi Allah, aku pasti menceritakan peristiwa ini kepada mereka.' Aku berkata kepada budakku dari Habasyah, 'Celakalah engkau, buntutilah Muhammad Shallallahu Alaihi wa Sallam hingga engkau dengar apa yang beliau katakan kepada manusia dan apa yang dikatakan manusia kepada beliau.' Ketika Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam bertemu dengan manusia, beliau bercerita kepada mereka dan mereka merasa keheranan. Mereka berkata, 'Hai Muhammad, apa buktinya, sebab kami tidak pernah mendengar cerita seperti ini sebelumnya.' Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam bersabda, 'Buktinya, aku melewati...
========================================================================================================
Halaman 364

kafilah Bani Fulan di lembah ini dan di lembah itu. Mereka lari kocar-kacir karena mendengar suara hewan. Aku panggil mereka ketika aku sedang berjalan ke arah Syam. Aku terus berjalan hingga tiba di daerah Dhajanan, aku melewati kafilah Bani Fulan dan mendapati kafilah tersebut sedang tidur. Mereka mempunyai tempat berisi air dan menutupinya dengan sesuatu, kemudian aku buka tutupnya, minum air yang ada di dalamnya dan menutupinya lagi seperti semula. Bukti lain, bahwa kafilah tersebut sekarang singgah di Baidha' di Tsaniyyatun Tan'im. Mereka didahului unta berwarna abu-abu dan di unta tersebut terdapat dua karung; satu karung berwarna hitam dan karung satunya bersinar (putih).' Orang-orang segera pergi ke Tsaniyyah dan mereka mendapatkan apa yang telah dijelaskan Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam kepada mereka. Mereka bertanya kepada kafilah tersebut tentang bejana air, kemudian kafilah tersebu menjelaskan bahwa mereka mengisinya penuh dengan air dan menutupnya setelah itu tidur. Ketika mereka bangun tidur didapati bejana tersebut tertutup seperti semula, namun mereka tidak mendapatkan air di dalamnya. Mereka juga bertanya kepada orang-orang lain di Makkah, kemudian orang-orang yang ditanya tersebut menjawab, 'Demi Allah, dia berkata benar. Sungguh, kita lari kalang kabut di lembah seperti yang dia sebutkan, kemudian kami mendengar suara orang memanggil dan kami datang kepadanya."

(JGA: Cerita yang sangat penuh bualan yang menggelikan. Perhatikan kalimat yang saya beri warna merah. Sangat bertentangan satu sama lain. Jika kafilah itu sedang tidur dan Muhamamd memasuki tenda mereka lalu mengambil air mereka tanpa sepengetahuan mereka alias tanpa pamit..yang seperti ini disebut apa...hayoooo...Cerita bualan seperti inilah yang menyebabkan banyak orang quraisy yang semula masuk islam menyatakan murtad. :lol: )
---ooOoo---

User avatar
JANGAN GITU AH
Posts: 5366
Joined: Sun Jan 04, 2009 1:39 pm
Location: Peshawar-Pakistan

Re: SIRAT NABAWIYAH Ibn Ishaq/Ibn Hisyam Jilid 1 (txt lengkap)

Post by JANGAN GITU AH »

Halaman 365
BAB 75
PERISTIWA MI'RAJ
Peristiwa Mi'raj dan Tanda-tanda Kebesaran Allah Yang Disaksikan Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam

Ibnu Ishaq berkata bahwa orang yang kejujurannya tidak aku ragukan berkata kepadaku dari Abu Sa'ad al-Khudri Radhiyallahu Anhu yang berkata bahwa aku mendengar Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam bersabda.
  • 'Ketika aku elah menyelesaikan seluruh aktifitasku di Baitul Maqdis, aku melakukan mi'raj dan aku tidak pernah menyaksikan sesuatu yang lebih indah daripada peristiwa mi'raj. Mi'raj ialah sesuatu yang dilihat kedua mata salah seorang dari kalian jika ia hendak meninggal dunia. Kemudian sahabatku (Malaikat Jibril) membawaku naik ke mi'raj hingga perjalananku bersamanya tiba di salah satu pintu langit. Pintu langit tersebut bernama Al-Hafadzah. Pintu Al-Hafadzah dijaga salah satu malaikat yang bernama Ismail yang membawahi dua belas ribu malaikat dan masing-masing dari mereka juga membawahi dua belas ribu malaikat." Ketika Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam menceritakan peristiwa mi'raj, beliau membaca firman Allah Ta'ala,
    "Dan tidak ada yang mengetahui tentara Tuhanmu melainkan Dia sendiri." (Al-Mudatstsir: 31).
Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam bersabda lagi,
  • "Ketika Jibril masuk bersamaku, Malaikat Ismail bertanya, 'Siapa ini wahai Jibril?' Malaikat Jibril menjawab, 'Dia Muhammad.' Malaikat Ismail bertanya, "Apakah dia telah diutus?" Malaikat Jibril menjawab, 'Ya, sudah.' Malaikat Ismail mendoakan kebaikan untukku'."
Ibnu Ishaq berkata bahwa sebagian ulama berkata kepadaku dari orang yang berbicara dengan Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam bahwa Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam bersabda,
  • "Para malaikat menyambut kedatanganku ketika aku telah memasuki langit bumi. Tidak satu pun malaikat, melainkan ia tertawa dan memberi berita gembira. Ia berkata dengan baik dan mendoakan kebaikan hingga aku bertemu dengan salah satu dari malaikat, kemudian ia berkata seperti yang dikatakan para malaikat dan mendoakan untukku seperti doa para malaikat lainnya. Namun ia tidak tertawa dan aku...
========================================================================================================
Halaman 366
  • tidak melihat berita gembira padanya seperti yang terlihat pada malikat-malaikat yang lain. Aku bertanya kepada Malaikat Jibril, Siapakah malaikat ini yang berkata seperti malaikat-malaikat lainnya, namun ia tidak tertawa dan aku tidak melihat padanya berita gembira seperti yang aku lihat pada malaikat-malaikat lainnya?' Malaikat Jibril berkata kepadaku, 'Jika ia tertawa kepada seseorang sebelumnya atau tertawa kepada orang lain sesudahmu, maka ia juga akan tertawa kepadamu. Ia tidak akan tertawa kepadamu. Dialah malaikat penjaga neraka.' Aku bertanya kepada Jibril dan kedudukan Malaikat Jibril di sisi Allah seperti yang pernah dijelaskan Allah Ta'ala kepada kalian, 'Yang ditaati di sana (di alam malaikat) lagi dipercaya.' (At-Takwir: 21). Kenapa engkau tidak memerintahkannya memperlihatkan neraka kepadaku?' Malaikat Jibril berkata, 'Ya.' Kemudian Malaikat Jibril berkata, 'Hai Malaikat, perlihatkan neraka kepada Muhammad!' Malaikat penjaga neraka pun membuka tabir neraka. Neraka tersebut mendidih dan meninggi hingga aku menduga bahwa neraka tersebut pasti akan mengambil apa saja yang saya saksikan. Aku berkata kepada Malaikat Jibril, 'Wahai Jibril, perintahkan malaikat tersebut mengembalikan neraka ke tempatnya semula. 'Malaikat Jibril pun memerintahkan kepada malaikat penjaga neraka dengan berkata kepadanya, 'Padamkan neraka, 'Kemudian neraka kembali ke tempatnya semula. Proses pengembaliannya tidak lain seperti jatuhnya bayangan. Ketika ia telah masuk ke tempat semula, tabir dikembalikan kepadanya."
Adam dan Arwah Anak Keturunannya

Abu Sa'id Al-Khudri Radhiyallahu Anhu berkata dalam haditsnya dari Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam,
  • "Ketika aku memasuki langit dunia, di sana aku melihat seseorang sedang duduk dan arwah anak keturunan Adam diperlihatkan kepadanya dalam keadaan baik dan ia senang dengannya, orang tersebut berkata, 'Ini arwah yang baik yang keluar dari badan yang baik. ' Jika sebagian ruh ditampakkan kepadanya, orang tersebut berkata, 'Ah.' Ia berkata begitu dengan wajah masam. Ia berkata, 'Ini arwah jelek yang keluar dari badan yang jelek.' Aku berkata kepada Malaikat Jibril, 'Siapa orang ini wahai Jibril?' Jibril berkata, 'Dia adalah ayahmu, Nabi Adam. Semua arwah anak keturunannya diperlihatkan kepadanya. Jika arwah orang Mukmin dilewatkan padanya, ia sangat senang dengannya, sambil berkata, 'Ini arwah yang baik yang keluar dari badan yang baik. Jika arwah salah seorang kafir dilewatkan kepadanya, ia menggerutu kepadanya, membencinya dan merasa terganggu dengannya, sambil berkata, 'Ini arwah jelek yang keluar dari tubuh yang jelek'."
:shock: :shock: :lol:
========================================================================================================
Halaman 367

Orang-orang Yang Memakan Harta Anak Yatim Secara Dzalim
Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam bersabda,
  • "Kemudian aku melihat orang-orang yang bibirnya mirip dengan bibir unta dan tangannya memegang potongan dari neraka seperti batu-batu dan memasukkan potongan dari neraka tersebut ke dalam mulut mereka, kemudian potongan dari neraka tersebut keluar dari dubur mereka. Aku berkata, 'Siapa mereka wahai Jibril?' Malaikat Jibril berkata, 'Mereka adalah orang-orang yang memakan harta anak yatim secara dzalim'."
Orang-orang Yang Memakan Harta Riba

Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam bersabda,
  • "Kemudian aku melihat orang-orang dan aku tidak pernah melihat orang-orang yang perutnya seperti mereka. Mereka duduk di jalan yang akan dilalui keluarga Fir'aun seperti unta yang menderita penyakit haus. Ketika keluarga Fir'aun dihadapkan kepada neraka, mereka menginjak orang-orang tersebut dan mereka tidak mampu pindah dari tempat mereka. Aku berkata, 'Siapa mereka, wahai Jibril?' Jibril menjawab, 'Mereka orang-orang yang memakan harta riba'."
Laki-laki Pezina

Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam bersabda,
  • "Kemudian aku melihat orang-orang yang memegang daging gemuk yang bagus dan di sampingnya terdapat daging yang telah membusuk. Mereka memakan daging yang busuk tersebu dan tidak mau memakan daging yang gemuk lagi bagus. Aku bertanya kepada Malaikat Jibril, 'Siapa mereka, wahai Jibril?' Malaikat Jibril menjawab, 'Mereka orang-orang yang meninggalkan wanita-wanita yang telah dihalalkan Allah bagi mereka (istri-istri) dan pergi kepada wanita-wanita yang diharamkan Allah bagi mereka (berzina)'."
Wanita-wanita Pezina

Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam bersabda,
  • 'Kemudian aku melihat wanita-wanita yang menggantung pada payudara mereka. Aku bertanya, 'Siapakah mereka hai Jibril?' Jibril menjawab, 'Mereka wanita-wanita yang memasukkan orang-orang yang tidak berasal dari kalangan mereka sendiri kepada kalangan mereka (berzina)
Ibnu Ishaq berakata bahwa Ja'far bin Amr berkata kepadaku dari Al-Qasim bin Muhammad bahwa Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam bersabda,
========================================================================================================
Halaman 368
  • "Kemudian Allah Ta'ala sangat keras terhadap wanita yang memasukkan ke dalam kaumnya orang yang tidak berasal dari mereka, kemudian orang tersebut memakan harta mereka dan melihat aurat mereka'."
Kembali kepada Hadits Riwayat Abu Sa'id Al-Khudri Radhiyallahu Anhu

Ibnu Ishaq berkata bahwa Abu Sa'id Al-Khudri berkata bahwa Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam bersabda,
  • "Kemudian Malaikat Jibril membawaku naik ke langit kedua. Di sana terdapat dua anak bibi yaitu Isa bin Maryam dan Yahya bin Zakaria. Kemudian Malaikat Jibril membawaku naik ke langit ketiga. Di sana terdapat orang laki-laki yang postur tubuhnya seperti bulan pada saat purnama. Aku bertanya, 'Siapakah orang ini, wahai Jibril?' Malaikat JIbril menjawab, 'Ini saudaramu, Yusuf bin Ya'qub.' Kemudian Malaikat membawaku naik ke langit keempat. Di sana terdapat orang laki-laki. Aku bertanya, 'Siapa orang ini, wahai Jibril?' Malaikat Jibril menjawab, 'Dia Idris.' Kemudian Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam membaca ayat, 'Dan Kami mengangkatnya ke tempat yang tinggi.' Kemudian Malaikat Jibril membawaku naik ke langit kelima. Di sana terdapat orang tua yang rambut, jenggotnya memutih, lebat dan aku tidak pernah melihat orang tua setampan dia. Aku bertanya, 'Siapa dia, wahai Jibril?' Malaikat Jibril menjawab, 'Dia orang yang dicintai di kaumnya, yaitu Harun bin Imran.' Malaikat Jibril membawaku naik ke langit ketujuh. Di sana terdapat orang yang berwarna kulit sawo matang, tinggi, berhidung mancung dan ia seperti orang dari kabilah Syanu'ah. Aku bertanya, 'Siapa dia wahai Jibril?' Malaikat Jibril menjawab, 'Dia saudaramu, Musa bin Imran.' Kemudian Malaikat Jibril membawaku naik ke langit ketujuh. Di sana terdapat orang tua sedang duduk di atas kursi di pintu Baitul Makmur dan dalam setiap harinya ia didatangi tujuh puluh ribu malaikat yang tidak keluar daripadanya hingga Hari Kiamat. Aku tidak pernah melihat seseorang yang amat mirip dengan sahabat kalian (beliau sendiri) dan sahabat kalian tidak mirip dengan siapa pun kecuali mirip dengannya. Aku bertanya, 'Siapa dia wahai Jibril?' Malaikat Jibril menjawab, 'Dia ayahmu, Ibrahim.' Kemudian Malaikat Jibril membawaku masuk ke surga. Di surga, aku melihat perempuan yang berwarna hitam agak kemerahan. Aku bertanya kepadanya, 'Engkau milik siapa?' (JGA: hihi lihat cewek langsung nafsu kali ye...parahnya...lanjut aja ah, baca sendiri lah!) Aku sungguh terpesona dengannya ketika melihatnya. Wanita tersebut berkata, 'Aku milik Zaid bin Haritsah.' :lol: :lol: Kemudian Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam memberitahukan hal ini kepada Zaid bin Haritsah."
Kewajiban Shalat Lima Waktu

Ibnu Ishaq berkata, "--Seperti yang disampaikan kepadaku hadits riwayat Abdullah bin Mas'ud Radhiyallahu Anhu dari Nabi Muhammad Shallallahu Alaihi wa Sallam bahwa Malaikat Jibril telah membawa Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam naik ke salah satu langit, melainkan para malaikat berkata kepada Malaikat Jibril ketika ia meminta izin untuk memasuki langit tersebut, "Siapa ini wahai Jibril?' Malaikat Jibril menjawab, 'Dia Muhammad.' Para Malaikat berkata, 'Apakah dia telah diutus?' Malaikat Jibril menjawab, 'Ya.' Para malaikat berkata, 'Semoga Allah memberinya salam hormat dari seorang saudara dan sahabat.' Itulah yang terjadi hingga beliau tiba di langit ketujuh, kemudian beliau pergi kepada Tuhan-nya, kemudian Allah mewajibkan kepada beliau lima puluh shalat dalam sehari.

Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam bersabda, 'Kemudian aku keluar dari tempat Tuhanku dan berjalan melewati Nabi Musa. Nabi Musa adalah sahabat yang paling baik bagi kalian. Ia bertanya kepadaku, 'Berapa kali Allah mewajibkan shalat kepadamu?' Aku menjawab, 'Lima puluh kali dalam sehari.' Nabi Musa berkata, 'Sesungguhnya shalat itu berat dan umatmu itu lemah. Kembalilah kepada Tuhanmu dan mintalah Dia meringankan shalat bagimu dan bagi umatmu.' Kemudian aku kembali kepada Tuhanku dan meminta-Nya meringankan shalat bagiku dan bagi umatku, kemudian Allah menghilangkan sepuluh shalat dariku. Kemudian aku keluar dari tempat Tuhanku dan kembali berjalan melewati Nabi Musa. Nabi Musa berkata kepadaku seperti sebelumnya. Kemudian aku kembali menghadap Tuhanku dan meminta-Nya meringankan shalat bagiku dan bagi umatku, kemudian Allah mengurangi sepuluh shalat dariku. Kemudian aku pergi dan lagi-lagi berjalan melewati Nabi Musa, kemudian ia berkata seperti sebelumnya. Aku pun kembali menghadap Allah dan meminta Tuhanku meringankan shalat dariku dan dari umatku, kemudain Allah mengurangi sepuluh shalat dariku. Kemudian aku balik lagi dan kembali bertemu Nabi Musa yang selalu berkata seperti itu setiap kali aku pulang dari Allah. Kemudian aku kembali menghadap Tuhanku dan meminta-Nya meringankan shalat bagiku dan bagi umatku, hingga akhirnya Allah menetapkan shalat lima waktu bagiku dalam sehari dan semalam. Kemudian aku menemui Nabi Musa, kemudian ia berkata seperti sebelumnya. Aku berkata kepadanya, 'Aku telah kembali menghadap Tuhanku dan meminta-Nya hingga aku merasa malu kepada-Nya. Aku tidak akan mengerjakan permintaan ini.' Jika salah seorang dari kalian mengerjakan shalat lima waktu dengan mengimaninya dan mengharap ridha Allah, ia mendapatkan pahala sebanyak lima puluh shalat."
---ooOoo---

User avatar
JANGAN GITU AH
Posts: 5366
Joined: Sun Jan 04, 2009 1:39 pm
Location: Peshawar-Pakistan

Re: SIRAT NABAWIYAH Ibn Ishaq/Ibn Hisyam Jilid 1 (txt lengkap)

Post by JANGAN GITU AH »

Halaman 370
BAB 76
ORANG-ORANG YANG MENCEMOOH RASULULLAH SHALLALLAHU ALAIHI WA SALLAM DAN PERLINDUNGAN ALLAH KEPADA BELIAU
Ibnu Ishaq berkata, "Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam tetap menjalankan perintah Allah Ta'ala dengan sabar, mengharap ridha-Nya dan menyampaikan nasihat kepada kaumnya, kendati beliau mendapatkan pendustaan, gangguan dan cemooh. Tokoh-tokoh yang mencemooh Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam--seperti disampaikan kepadaku oleh Yazid bin Ruman dari Urwah bin Az-Zubair--berjumlah lima orang. Kelima orang tersebut adalah para tokoh dan pemimpin di kaumnya masing-masing.

Pencemooh dari Bani Asad bin Abdul Uzza bin Qushai bin Kilab adalah Al-Aswad bin Al-Muthathalib bin Asad Abu Zama'ah, --Seperti yang disampaikan kepadaku--, bahwa ketika Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam mendengar Al-Aswad bin Al-Muththalib mengganggu beliau dan mencemooh, maka beliau mendoakan kejelekan untuknya dengan berkata, 'Ya Allah, butakan matanya dan yatim anaknya.' :shock: :shock:
Pencemooh dari Bani Zuhrah bin Kilab adalah Al-Aswad bin Abdu Yaghuts bin Wahb bin Abdu Manaf bin Zuhrah.
Pencemooh dari Bani Makhzum bin Yaqdzah bin Murrah adalah Al Walid bin Al-Mughirah bin Abdullah bin Umar bin Makhzum.
Pencemooh dari Bani Sahm bin Amr Hushaish bin Ka'ab adalah Al-Ash bin Wail bin Hisyam (Ibnu Hisyam berkata, "Al-Ash ialah anak Wail bin Hasyim bin Su'aid bin Sahm.")
Pencemooh dari Bani Khuza'ah adalah Al-Harts bin Ath-Thulathilah bin Amr bin Al-Harts bin Abdu Amr bin Buwi bin Malkan."

Sebab Turunnya Ayat, "Sesungguhnya Kami memelihara kamu dari (kejahatan) orang-orang yang mencemooh."

Ibnu Ishaq berkata, "Ketika mereka terus-menerus mencemooh Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam, maka Allah Ta'ala menurunkan ayat berikut,
========================================================================================================
Halaman 371
  • 'Maka sampaikanlah olehmu secara langsung terang-terangan segala apa yang diperintahkan dan berpalinglah dari orang-orang yang musyrik. Sesungguhnya Kami memelihara kamu dari (kejahatan) orang-orang yang mencemooh. (Yaitu) orang-orang yang menganggap adanya tuhan yang lain disamping Allah, maka mereka kelak akan mengetahui (akibat-akibatnya)'." (Al-Hijr: 94-96).
Ibnu Ishaq berkata bahwa Yazid bin Ruman berkata kepadaku dari Urwah bin Az-Zubair atau orang selain Urwah bin Az-Zubair dari para ulama, Malaikat Jibril datang kepada Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam ketika orang-orang Quraisy melakukan thawaf di Baitullah dan Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam berdiri di samping Baitullah. Malaikat Jibril berjalan melewati Al-Aswad bin Al-Muththalib pun menjadi buta. :shock: . Malaikat Jibril berjalan melewati Al-Aswad bin Abdu Yaghuts, kemudian Malaikat Jibril memberi isyarat ke perutnya dan meminta perutnya muntah dan Al-Aswad bin Abdu Yaghuts pun meninggal dunia dalam keadaan perutnya gembung karena air tidak bisa keluar dari dalam perutnya. Malaikat Jibril berjalan melewati Al-Walid bin Al-Mughirah, kemudian memberi isyarat ke bekas luka di bawah telapak kakinya. Luka tersebut terjadi pada Al-Walid bin Al-Mughirah beberapa tahun silam pada saat ia menarik pakaiannya yang panjang. Asal usul lukanya tersebut secara lengkap adalah, bahwa ia berjalan melewati salah seorang dari Khuza'ah yang sedang meletakkan bulu di anak panahnya, kemudian anak panahnya menempel pada kain Al-Walid bin Al-Mughirah dan merobek-robek kaki Al-Walid bin Al-Mughirah hingga terluka. Luka tersebu tadinya telah sembuh, kemudian kambuh lagi dan membawa kepada kematiannya. Malaikat Jibril berjalan melewati Al-Ash bin Wail, kemudian memberi isyarat ke telapak kaki dalam Al-Aswad bin Wail, kemudian Al-Aswad bin Wail pergi kepada keledainya karena hendak pergi ke Thaif, kemudian keledainya menderum di antara pohon berduri. Di sana, salah satu duri pohon tersebut masuk ke telapak kaki dalamnya dan membuatnya tewas. Malaikat Jibril berjalan melewati Al-Harts Ath Thulatilah sambil memberi isyarat ke padanya, kemudian kepalanya mengeluarkan muntah dan mati karenanya."
---ooOoo---
JGA: Sangat mengherankan, seorang yang mengaku nabi yang diklaim berahlak mulia namun mulutnya mengeluarkan kata-kata kutukan. Tidak ada seorang nabi pun yang mulutnya seperti muhammad yang selalu mengutuki setiap orang yang dianggapnya musuh. Bagi yang muslim silakan bandingkan sendiri dengan nabi lain kalau anda tidak percaya.

Mulut yang selalu mengucapkan kata-kata kutuk tidak bisa dikatakan mulut milik orang mulia atau bijaksana. Bandingkan pula dengan mulut seorang dukun santet yang memang harus seperti itu untuk mengutuki korban-korbannya. Mantra-mantra yang berisikan kutukanlah yang diucapkan. Melalui roh jahat kata kutukan dalam mantra diwujudkan.

Jadi apakah muhamamd seperti itu, sepenuhnya diserahkan pada pertimbangan akal sehat dan hati nurani untuk menyimpulkannya. Kalau anda tanya saya, jawab saya pastilah muhamamd dukun santet..! :lol:


User avatar
JANGAN GITU AH
Posts: 5366
Joined: Sun Jan 04, 2009 1:39 pm
Location: Peshawar-Pakistan

Re: SIRAT NABAWIYAH Ibn Ishaq/Ibn Hisyam Jilid 1 (txt lengkap)

Post by JANGAN GITU AH »

Halaman 372
BAB 77
WASIAT AL-WALID BIN AL-MUGHIRAH DAN KISAH ABU UZAIHIR AD-DAUSI
Ibnu Ishaq berkata, "Ketika Al-Walid bin Al-Mughirah hendak meninggal dunia, ia memanggil ketiga anaknya: Hisyam bin Al-Walid, Al-Walid bin Al-Walid dan Khalid bin Al-Walid. Ia berkata kepada mereka bertiga, 'Anak-anakku, aku wasiatkan tiga hal kepada kalian dan jangan menyia-nyiakannya. Darah di Khuza'ah, jangan engkau biarkan begitu saja tanpa ada pembalasan terhadapnya. Demi Allah, sungguh, aku mengetahui bahwa mereka akan merasa bebas daripadanya. Aku khawatir kalian akan dicaci maki setelah hari ini. Uang ribaku di Tsaqif, jangan kalian biarkan begitu saja, namun kalian harus mengambilnya. Maharku yang ada di tangan Uzaihir Ad-Dausi jangan kalian biarkan begitu saja.' Abu Uzaihir telah menikahkan Al-Walid bin Al-Mughirah dengan putrinya, kemudian Abu Uzaihir Ad-Dausi tidak mempertemukan putrinya dengan Al-Walid bin Al-Mughirah tidak bisa menggauli istrinya (putri Abu Zuhair Ad-Dausi) hingga ia meninggal dunia. Ketika Al-Walid bin Al-Mughirah telah meninggal dunia, Bani Makhzum pergi kepada Khuza'ah untuk meminta ganti rugi kematian Al-Walid bin Al-Mughirah. Orang-orang dari Bani Khuza'ah berkata, 'Sesungguhnya Al-Walid bin Al-Mughirah meninggal dunia karena terkena anak panah milik salah seorang dari sahabat-sahabat kalian sendiri.' Bani Ka'ab mempunyai persekutuan dengan Bani Abdul Muththalib bin Hasyim. Bani Khuza'ah menolak membayar diyat (ganti rugi) atas kematian Al-Walid bin Al-Mughirah kepada Bani Makhzum, hingga mereka membuat banyak sekali syair-syair dan konflik di antara mereka menjadi genting. Anak panah yang mengenai Al-Walid bin Al-Mughirah adalah milik salah seorang dari Bani Ka'ab bin Amr dari Khuza'ah. Abdullah bin Abu Umaiyyah bin Al-Mughirah bin Abdullah bin Umar bin Makhzum berkata,
  • Aku adalah pemimpin, hendaklah dalam keadaan serigala-serigalanya menggonggong (karena tidak mendapatkan makanan)
    Kalian tinggalkan air di tengah-tengah lembah dalam keadaan keruh
    Hendaklah kalian bertanya, 'Mana Al-Aral yang terbaik itu?'
========================================================================================================
Halaman 373
  • Kami adalah orang-orang yang tidak bisa menerima penundaan darah kami
    Dan kami tidak tinggal diam terhadap orang-orang yang kami perangi
Dzahran dan Arakah adalah perkampungan Bani Ka'ab dan Khuza'ah.
Syair Abdullah bin Abu Umaiyyah di atas dijawab Al-Jaun bin Abu Al-Jaun, saudara Bani Ka'ab bin Amr Al-Khuzai. Al-Jaun bin Abu Al-Jaun berkata,
  • Demi Allah, kami tidak akan menyerahkan harta kepada Al-Walid
    Kalian akan melihat hari jatuhnya bintang-bintang
    Satu per satu orang terhormat kalian pergi dengan cepat
    Dan ruangnya dibuka secara paksa untuknya setelah kematian
    Jika kalian tidak memakan roti dan khazir (makanan dari daging yang diiris kecil-kecil)
    Maka kalian menangisi dan meratapi Al-Walid
Kedua belah pihak saling serang, namun pada akhirnya mereka sadar bahwa jika urusan ini dibiarkan seperti itu, maka akan ada caci maki terhadap salah satu kaum. Kemudian Khuza'ah memberikan sebagian ganti rugi kematian Al-Walid bin Al-Mughirah kepada Bani Makhzum dan kedua belah pihak pergi meninggalkan lawannya. Ketika kedua belah pihak telah berdamai, maka Al-Jaun bin Abu Al-Jaun berkata,
  • Seorang wanita dan laki-laki berkata dengan nada heran ketika kami berdamai
    Dan ketika kami menyerahkan sesuatu kepada Al-Walid,
    'Bukankah kalian pernah bersumpah tidak akan menyerahkan harta kepada Al-Walid?
    Dan ketika melihat kesibukan hati pada suatu hari
    Kami satukan perang dengan perdamaian, kemudian perang pun selesai
Setelah itu, Al-Jaun bin Abu Al-Jaun berbangga diri atas kematian Al-Walid dan bahwa Bani Khuza'ah yang menciderai Al-Walid, padahal itu tidak benar. Kemudian Al-Jaun bin Abu Al-Jaun pergi menyusul Al-Walid dan anaknya. Kaum Al-Jaun bin Abu Al-Jaun tidak takut atas apa yang diperbuat,
  • Ketahuilah bahwa Al-Mughirah mengira bahwa Ka'ab
    Di Makkah mempunyai nama besar di antara orang-orang Makkah
    Di Makkah terdapat nenek moyang kami dan kami lahir di sana
    Gunung Tsabir juga berdiri kokoh di sana
    Apa yang dikatakan Al-Mughirah tersebut tidak lain,
    Karena ia ingin mengetahui urusan kami atau karena memprovokasi
    Sesungguhnya darah Al-Walid ditangguhkan,
    Dan sesungguhnya kita menangguhkan darah yang telah engkau ketahui
========================================================================================================
Halaman 374
  • Seorang pemberani melemparnya dengan panah beracun
    Badannya pun penuh dengan racun dan ia pun terenggah-enggah
    Kemudian ia jatuh tersungkur di kabilah Makkah dalam keadaan terbanting
Ibnu Ishaq berkata, "Kemudian Hisyam bin Al-Walid pergi kepada Abu Uzaihir yang ketika itu sedang berada di pasar Dzi Al-Majaz dan putrinya menjadi istri Abu Sufyan bin Harb. Abu Uzaihir adalah orang terhormat di kaumnya, kemudian Hisyam bin Al-Walid membunuh Abu Uzaihir karena mahar Al-Walid bin Al-Mughirah ada padanya seperti wasiat ayahnya. Peristiwa tersebut terjadi setelah Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam hijrah ke Madinah dan usai Perang Badar yang menewaskan banyak sekali tokoh-tokoh kaum musyrik Quraisy. Ketika Abu Sufyan bin Harb keluar dari rumahnya kemudian mengumpulkan Bani Abdu Manaf. Orang-orang Quraisy pun berkata, 'Abu Sufyan ingin melindungi mertuanya dan ingin balas dendam atas kematiannya.' Ketika Abu Sufyan mendengar apa yang dikerjakan anaknya, Yazid--Abu Sufyan adalah orang yang lemah lembut dan amat mencintai kaumnya--, ia segera turun ke Makkah. Ia khawatir akan terjadi sesuatu pada orang-orang Quraisy karena kematian Abu Uzaihir. Abu Sufyan bin Harb mendatangi anaknya; Yazid yang sedang membawa pisau di tengah-tengah kaumnya, Bani Abdu Manaf dan orang-orang Al-Muthaiyyibin. Abu Sufyan bin Harb mengambil tombak dari tangan Yazid kemudian dengan tombak tersebut ia memukul kepala Yazid dengan pukulan yang membuatnya terdiam. Abu Sufyan bin Harb berkata kepada Yazid, 'Semoga Allah menjelek-jelekkan engkau! Apakah engkau ingin mengadu sebagian orang-orang Quraisy dengan sebagian lainnya hanya karena masalah seseorang dari Daus. Kita akan beri ganti rugi kepada mereka jika mereka mau menerimanya.' Utusan tersebut pun agak mereda, naumn Hassan bin Tsabit bangkit mendorong pembalasan darah Abu Uzaihir. Ia kritik sikap pengecut Abu Sufyan dengan berkata,
  • Penduduk dua tikungan di Dzi Al-Majaz berangkat,
    Sedang anak bin Harb di Al-Mughammis tidak berangkat
    Hisyam bin Al-Walid mengenakan pakaiannya kepadamu
    Kemudian wariskan pakaian yang sama kepada generasi baru
    Seandainya orang-orang tua di Badar menyaksikan hal ini,
    Darah merah pasti membasahi sandal-sandal kaum itu
    Pasti keledai liar yang banyak kentutnya tidak akan bisa melindungi keluarganya
    Dan Hindun pasti tidak bisa membela kehinaan ayahnya
Ketika Abu Sufyan bin Harb mendengar ucapan Hassan bin Tsabit, ia berkata, 'Hasan bin Tsabit ingin mengadu sebagian dari kita dengan sebagian...
========================================================================================================
Halaman 375

...yang lain dalam masalah orang dari Daus. Demi Allah, sangat jelek apa yang ia yakini.'

Ketika orang-orang Thaif telah masuk Islam, Khalid bin Al-Walid berkata kepada Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam tentang uang riba Al-Walid bin Al-Mughirah yang ada di tangan Tsaqif karena ayahnya mewasiatkannya untuk mengambilnya."

Ibnu Ishaq berkata bahwa sebagian para ulama berkata kepadaku, ayat-ayat tentang pengharaman sisa riba yang masih ada di tangan manusia ialah, "Hai orang-orang yang beriman, bertaqwalah kepada Allah dan tinggalkan sisa riba (yang belum dipungut) jika kalian orang-orang yang beriman.' (Al-Baqarah: 278). Kita tidak mengetahui adanya balas dendam atas kematian Abu Uzaihir, karena Islam telah melindungi manusia, namun dikisahkan bahwa Dzirar bin Al-Khaththab bin Mirdas Al-Fihri bersama beberapa orang-orang Quraisy pergi ke Daus. Mereka tiba di rumah salah seorang wanita bernama Ummu Ghailan, mantan budak salah seorang dari Daus. Ummu Ghailan bekerja sebagai tukang sisir rambut wanita dan mempersiapkan para pengantin. Orang-orang dari kabilah Daus ingin membunuh orang-orang Quraisy tersebut sebagai balas dendam atas kematian Abu Uzaihir. Tapi Ummu Ghailan dan wanita-wanita yang ikut bersamanya bangkit melindungi orang-orang Quraisy tersebut. Dzirar bin Al-Khaththab berkata tentang peristiwa tersebut,
  • Semoga Allah membalas Ummu Ghailan dengan kebaikan atas jasanya kepada kita
    Juga membalas teman-teman wanitanya ketika rambut mereka kusut dan tidak mengenakan perhiasan
    Mereka telah mendorong kematian ketika kematian telah mendekat
    Mereka bangkit menantang orang-orang yang ingin balas dendam yang ingin membunuh
    Seruan memanggil Daus, kemudian aliran airnya
    Semoga Allah juga memberi balasan yang baik kepada Amr
    Ia tidak lemah dan tidak pula dingin pada saat-saat genting
    Kemudian aku menelanjangi pedangku dan aku melepaskannya
    Aku akan memerangi siapa pun setelah diriku
Ibnu Hisyam berkata bahwa Abu Ubaidah berkata kepadaku, wanita yang melindungi Dzirar bin Al-Khaththab ialah Ummu Jamil. Ada lagi yang berkata bahwa wanita tersebut ialah Ummu Ghailan. Namun bisa saja Ummu Ghailan bersama Ummu Jamil melindungi Dzirar bin Al-Khaththab.

Ketika Umar bin Khaththab menjabat sebagai Khalifah, Ummu, Ummu Jamil datang kepadanya, karena Ummu Jamil berpendapat bahwa Umar bin ...
========================================================================================================
Halaman 376

...Khaththtab adalah saudara Dzirar. Ketika Ummu Jamil mengisahkan nasabnya, Umar bin Khaththab mengetahui kisah sebenarnya. Umar bin Khaththab berkata, 'Sesungguhnya aku tidak menjadi saudaranya kecuali dalam Islam. Ia sedang berperang. Aku mengetahui jasamu terhadapnya.' Kemudian Umar bin Khaththab memberinya harta kepada Ummu Jamil karena ia musafir.

Ibnu Hisyam berkata, "Pada Perang Uhud, Dzirar menyusul Umar bin Khaththab, kemudian ia memukul Umar bin Khaththab dengan ujung tombak,sambil berkata, 'Selamatkan dirimu, wahai anak Khaththab, karena aku tidak akan membunuhmu.' Umar bin Khaththab mengenalkan Ummu Jamil kepada Dzirar bin Khaththab setelah ia masuk Islam."

Orang-orang Musyrik Yang Mengganggu Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam di Rumah Beliau

Ibnu Ishaq berkata, "Orang-orang yang mengganggu Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam di rumah beliau ialah Abu Lahab, Al-Hakam bin Al-Ash bin Umaiyyah, Uqbah bin Abu Mu'aith, Adi bin Hamra' Ats-Tsaqafi dan Ibnu Al-Ashda' Al-Hudzail. Mereka semua adalah tetangga Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam dan tidak ada di antara mereka yang masuk Islam kecuali Al-Hakam bin Abu Al-Ash. Salah seorang dari mereka--seperti disampaikan kepadaku--melemparkan isi perut kambing kepada Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam ketika beliau sedang shalat. Salah seorang dari mereka melemparkan isi perut kambing tersebut ke batu yang dipasang untuk beliau hingga beliau membuat batu yang melindungi beliau dari mereka jika ingin shalat. Seperti dikatakan kepadaku oleh Umar bin Abdullah bin Urwah bin Az-Zubair dari Urwah bin Az-Zubair, bahwa jika beliau dilempari mereka, beliau keluar dengan membawa ranting pohon kemudian berdiri di pintunya sambil berkata, 'Hai Bani Abdu Manaf, hubungan tetanggaan seperti ini?' Setelah itu, beliau bertemu dengan orang yang bersangkutan di jalan."
---ooOoo---

User avatar
JANGAN GITU AH
Posts: 5366
Joined: Sun Jan 04, 2009 1:39 pm
Location: Peshawar-Pakistan

Re: SIRAT NABAWIYAH Ibn Ishaq/Ibn Hisyam Jilid 1 (txt lengkap)

Post by JANGAN GITU AH »

Halaman 78
BAB 78
KEMATIAN KHADIJAH DAN ABU THALIB, SERTA APA YANG DIALAMI RASULULLAH PASCA KEMATIAN KEDUANYA
Ibnu Ishaq berkata, "Kemudian Khadijah meninggal dunia dan pada tahun yang sama, Abu Thalib juga meninggal dunia. Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam mendapatkan banyak sekali musibah setelah kematian Khadijah, karena tadinya Khadijah ibarat menteri beliau yang jujur dalam Islam; beliau membawa seluruh persoalannya kepadanya. Beliau juga mendapatkan deraan musibah pasca kematian Abu Thalib, karena Abu Thalib adalah pelindung beliau, pemelihara dalam semua urusan beliau, backing beliau dan penolong dalam menghadapi kaum beliau. Perisiwa tersebut terjadi tiga tahun sebelum Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam hijrah ke Madinah. Ketika Abu Thalib meninggal dunia, orang-orang Quraisy dapat dengan leluasa mengganggu Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam dan mereka idak dapat melakukannya semasa hidup Abu Thalib. Suatu kali Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam dihadang salah seorang tidak waras Quraisy kemudian ia menaburkan tanah ke atas kepala beliau." :shock: (JGA: lho, trus kerjanya Allah swt ngapaian? mana perlindungannya? kok malah jin/setan berbentuk leak onta sih yang melindungi? )

Ibnu Ishaq berkata bahwa Hisyam bin Urwah berkata kepadaku dari ayahnya, Urwah bin Az-Zubair yang berkata, "Setelah orang tidak waras Quraisy tersebut menaburkan tanah ke atas kepala Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam, beliau masuk ke dalam rumah sedang tanah tersebut masih ada di kepala beliau. Salah seorang dari putri beliau berdiri unuk membersihkan tanah yang ada di kepala beliaus sambil menangis. Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam bersabda kepadanya, 'Jangan menangis anakku, karena sesungguhnya Allah senantiasa melindungi ayahmu.' Beliau juga berkata, 'Orang-orang Quraisy tidak pernah berhasil melakukan sesuatu yang tidak aku sukai kepadaku hingga Abu Thalib meninggal dunia'."

Ibnu Ishaq berkata, "Ketika Abu Thalib saki dan orang-orang Quraisy mendengar sakitnya, sebagian orang-orang Quraisy berkata kepada sebagian yang lain. 'Sesungguhnya Hamzah dan Umar telah masuk Islam dan Islam telah menyebar luas di seluruh kabilah-kabilah Quraisy. Oleh karena itu, pergilah kalian kepada Abu Thalib, kemudian hendaknya dia mengambil sesuatu untuk kita dari anak saudaranya dan ia memberikannya kepada kita.
========================================================================================================
Halaman 378

Demi Allah, kita tidak dapat hidup nyaman kalau dia menguasai persolan kita dengan keras'."

Tokoh-tokoh Quraisy Meminta Perjanjian dari Abu Thalib sebelum Kematiannya

Ibnu Ishaq berkata bahwa Al-Abbas bin Abdullah bin Muabbad berkata dari sebagian keluarganya dari Ibnu Abbas yang berkata,
"Kemudian orang-orang Quraisy datang kepada Abu Thalib dan berbicara dengannya. Mereka adalah Utbah bin Rabi'ah, Syaibah bin Rabi'ah, Abu Jahal bin Hisyam, Umaiyyah bin Khalaf dan Abu Sufyan dalam rombongan tokoh-tokoh Quraisy. Mereka berkata kepada Abu Thalib, 'Hai Abu Thalib, sesungguhnya engkau adalah bagian dari kami seperti telah engkau ketahui dan engkau akan meninggal dunia seperti yang engkau ketahui. Kami khawatir kepadamu. Sungguh engkau telah mengetahui pertentangan antara kami dengan anak saudaramu. Oleh karena itu, panggil dia, kemudian ambillah sesuatu dari kami untuknya dan ambillah sesuatu darinya untuk kita. Agar dengan cara seperti itu, ia menahan diri dari kami dan kami menahan diri dari dia, dia membiarkankan kami pada agama kami dan kami membiarkannya berada pada agamanya.' Abu Thalib mengutus seseorang pergi kepada Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam kemudian beliau datang kepada Abu Thalib. Abu Thalib berkata kepada Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam, 'Hai anak saudaraku, orang-orang ini adalah tokoh-tokoh kaummu. Mereka sepakat untuk memberikan sesuatu kepadamu dan sebagai gantinya mereka mendapatkan sesuatu darimu.' Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam bersabda, 'Pamanku, hanya ada satu kalimat. Jika mereka memberikannya, maka dengan kalimat tersebut mereka dapat menguasai Arab dan orang-orang non Arab akan tunduk kepada kalian.' Abu Jahal berkata, 'Ya, demi ayahmu, sepuluh kaliamat juga tidak apa-apa.' Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam bersabda, 'Kalian mengatakan laa ilaaha illallah (tiada tuhan yang berhak disembah kecuali Allah) dan kalian melepas apa saja yang kalian sembah selain Allah.' Tokoh-tokoh Quraisy bertepuk tangan, kemudian mereka berkata, 'Hai Muhammad, apakah engkau ingin menjadikan tuhan-tuhan itu satu saja? (JGA: ketahuan deh sekarang siapa Allah itu, hihi...) :lol: Sungguh, ini hal yang janggal.' Sebagian dari mereka berkata kepada sebagian yang lain, 'Demi Allah, orang ini (Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam) tidak memberikan sesuatu yang kalian inginkan. Pulanglah kalian dan berpegang teguhlah kalian kepada agama nenek moyang kalian, hingga Allah memutuskan perkara di antara kita.' Setelah itu, mereka keluar dari rumah Abu Thalib.'

Harapan Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam akan Keislaman Abu Thalib

Ibnu Ishaq berkata, "Kemudian Abu Thalib berkata kepada Rasulullah...
========================================================================================================
Halaman 379

... Shallallahu Alaihi wa Sallam. 'Demi Allah, wahai anak saudaraku, aku tidak melihatmu meminta sesuatu yang berat dari mereka.' Ketika Abu Thalib berkata seperti itu, Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam mengharapkannya masuk Islam. Beliau berkata kepada Abu Thalib, 'Wahai pamanku, ucapkan satu kalimat, maka dengan kalimat tersebut engkau berhak mendapatkan syafa'atku pada Hari Kiamat.' Ketika Abu Thalib melihat keseriusan Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam terhadap dirinya, ia berkata, 'Wahai anak saudaraku, demi Allah, kalaulah tidak karena khawatir mendapatkan kecaman terhadapmu, anak-anak ayahmu sepeninggalku dan kalaulah tidak khawatir orang-orang Quraisy menuduhku mengatakan karena aku takut mati, maka aku pasti mengucapkan kalimat tersebu. Aku tidak mengucapkannya melainkan untuk menyenangkanmu.' Ketika ajal Abu Thalib semakin dekat, Al-Abbas melihatnya menggerak-gerakkan kedua bibirnya, kemudian ia mendengarnya dengan telinganya. Al-Abbas berkata kepada Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam, 'Wahai anak saudaraku, demi Allah, sungguh saudaraku telah mengucapkan kalimat yang engkau perintah untuk ia ucapkan.' Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam bersabda, 'Aku tidak mendengarnya'."

Ayat Yang Turun tentang Orang-orang Musyrikin Yang Meminta Perjanjian kepada Abu Thalib

Ibnu Ishaq berkata, "Allah Ta'ala menurunkan ayat tentang orang-orang Quraisy yang bertemu dengan Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam, ucapan beliau kepada mereka dan jawaban mereka terhadap ucapan beliau,
  • 'Shaad, demi Al-Qur'an yang mempunyai keagungan. Sebenarnya orang-orang kafir itu (berada) dalam kesombongan dan permusuhan yang sengit. Betapa banyaknya umat sebelum mereka yang telah Kami binasakan, lalu mereka meminta tolong padahal (waktu itu) bukanlah saat untuk lari melepaskan diri. Dan mereka heran karena mereka...
========================================================================================================
Halaman 380
  • kedatangan seorang pemberi peringatan (rasul) dari kalangan mereka dan orang-orang kafir berkata, 'Ini adalah seorang ahli sihir yang banyak berdusta. Mengapa ia menjadikan tuhan-tuhan itu Tuhan yang satu saja? Sesungguhnya ini benar-benar hal yang sangat mengherankan. Dan pergilah pemimpin-pemimpin mereka seraya (berkata), 'Pergilah kalian dan tetaplah (menyembah) tuhan-tuhan kalian, sesungguhnya ini benar-benar suatu hal yang dikehendaki. Kami tidak pernah mendengar hal ini dalam agama yang terakhir; ini (meng-esakan Allah), tidak lain hanyalah (dusta) yang diada-adakan.' (Shaad: 1-7).
Yang dimaksud agama terakhir ialah agama Kristen, karena mereka berkata, 'Sesungguhnya Allah adalah satu di antara tiga.' Tidak lama kemudian, Abu Thalib meninggal dunia."

(JGA: hihi..dasar muslim...yang berdebat Quraisy pagan dengan Muhammad, yang kejepit pasti jahudi atau nasrani padahal mereka tidak menyakiti Muhamamd..!
---ooOoo---

User avatar
JANGAN GITU AH
Posts: 5366
Joined: Sun Jan 04, 2009 1:39 pm
Location: Peshawar-Pakistan

Re: SIRAT NABAWIYAH Ibn Ishaq/Ibn Hisyam Jilid 1 (txt lengkap)

Post by JANGAN GITU AH »

Halaman 381
BAB 79
KEPERGIAN RASULULLAH SHALLALLAHU ALAIHI WA SALLAM KE THAIF DAN SIKAP TSAQIF
Ibnu Ishaq berkata, "Ketika Abu Thalib telah meninggal dunia, orang-orang Quraisy dapat mengganggu Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam dengan bebas tidak seperti gangguan yang mereka lakukan semasa hidup Abu Thalib. Kemudian Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam pergi ke Thaif guna mencari pertolongan dan perlindungan dari Tsaqif atas gangguan kaum Quraisy, dengan harapan mereka menerima apa yang beliau bawa dari Allah. Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam pergi ke sana sendirian."

Ibnu Ishaq berkata bahwa Yazid bin Ziyad berkata kepadaku dari Muhammad bin Ka'ab Al-Quradzi yang berkata, "Tiba di Thaif, Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam pergi kepada beberapa orang Tsaqif, karena mereka ketika itu adalah pemimpin-pemimpin Tsaqif dan tokoh-tokoh mereka. Orang-orang tersebut adalah tiga bersaudara: Abdu Yalail bin Amr bin Umair, Mas'ud bin Amr bin Umair dan Habib bin Amr bin Umair bin Auf bin Aqdah bin Ghirah bin Auf bin Tsaqif. Salah seorang dari ketiga orang tersebut beristrikan wanita dari Quraisy, Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam mendatangi mereka, mengajak kepada Allah dan berdialog dengan mereka tentang tujuan kedatangan beliau kepada mereka yaitu mencari orang yang siap menolongnya dalam menegakkan Islam dan berjuang bersama beliau dalam menghadapi siapa saja di antara kaumnya yang menentang beliau. :lol: Salah seorang dari mereka bertiga berkata, 'Saya siap mencabut kain Ka'bah dan membuangnya, jika Allah mengutusmu sebagai Nabi.' Orang kedua berkata, 'Apakah Allah tidak mendapatkan orang lain yang bisa diutus selain dia?' Orang ketiga berkata, 'Demi Allah, aku tidak akan berbicara denganmu selama-lamanya. Jika engkau Rasul Allah seperti yang engkau katakan, engkau pasti sangat membahayakan jika aku menolak ucapanmu. Jika engkau berdusta atas nama Allah, aku tidak layak berbicara denganmu.' Kemudian Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam pergi dari tempat mereka dalam keadaan putus asa akan kebaikan orang-orang Tsaqif. --Seperti dikatakan kepadaku--, bahwa Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam bersabda kepada mereka, 'Jika kalian akan melakukan apa yang ingin kalian lakukan, :shock: :shock: maka rahasiakan.' Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam tidak menceritakan...
========================================================================================================
Halaman 382

apa yang beliau alami kepada kaumnya, karena khawatir mereka dendam terhadap orang-orang Tsaqif." :shock: :shock: (JGA: bukannya mengajari pengikutnya untuk tidak dendam...eh malah membiarkan dendam itu tumbuh. Nanti dendam itu juga yang akan dibalaskannya ketika muhammad sudah merasa punya kekuatan paksa saat mendapat PERTOLONGAN KAUM ANSHAR Madinah)

Mereka membatalkan rencana mereka. Sebagai gantinya, mereka mengerahkan orang-orang **** dari budak-budak mereka untuk mencaci maki Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam dan mentertawakan beliau, hingga mereka mengepung beliau dan beliau terpaksa berlindung di kebun milik Utbah bin Rabi'ah dan Syaibah bin Rabi'ah yang ketika itu sedang berada di dalamnya. (JGA: mana perlindungan Allah swt yang digemborkannya?) Orang-orang yang mengejar beliau pun pulang. Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam pergi bernaung di bawah pohon anggur dan duduk di dalamnya. Kedua anak Rabi'ah melihat beliau dan menyaksikan apa yang beliau dapatkan dari orang-orang **** penduduk Thaif.--Seperti dikatakan kepadaku--, bahwa Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam bertemu dengan seorang wanita dari Bani Jumah. Beliau berkata kepadanya, 'Apa yang kami terima dari orang-orangmu?' Setelah Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam merasa tenang, beliau berkata--seperti dikatakan kepadaku, 'Ya Allah, kepada-Mu aku adukan lemahnya kekuatanku, minimnya usahaku dan ketidakberdayaanku terhadap manusia, wahai Dzat Yang Paling Penyayang. Engkau Tuhan orang-orang yang lemah dan Engkau Tuhanku. Kepada siapakah Engkau serahkan diriku? Apakah kepada orang jauh yang bermuka masam kepadaku? Jika Engkau tidak marah kepadaku, aku tidak peduli. Namun ampunan-Mu lebih luas untukku. Aku berlindung dengan cahaya Wajah-Mu yang menyinari semua kegelapan dan urusan dunia dan akhirat menjadi baik karena cahaya-Mu. Engkau jangan menurunkan kemarahan-Mu kepadaku atau Engkau menimpakan murka-Mu kepadaku. Untuk-Mu keridhaan hingga Engkau ridha. Tidak ada daya dan kekuatan kecuali dengan-Mu.' (JGA: Stress abis dia..hihi)

Ketika kedua anak Rabi'ah melihat Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam dan menyaksikan apa yang beliau alami, maka hati nurani keduanya tergerak kepada beliau. Keduanya memanggil budak, seorang Kristen yang bernama Addas. Keduanya berkata kepada Addas, 'Ambil setandan anggur, letakkan di piring, kemudian bawalah kepada orang tersebut dan katakan kepadanya agar ia memakannya.' Addas mengerjakan perintah kedua anak Rabi'ah. Kemudian ia pergi ke tempat Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam dan meletakkan piring berisi anggur di depan beliau. Addas berkata, 'Makanlah!' Ketika Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam meletakkan tangannya di piring tersebut, beliau berkata, 'Bismillah (dengan nama Allah).' Kemudian Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam memakannya. Addas memandangi wajah Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam kemudian berkata, 'Demi Allah, sesungguhnya ucapan tadi tidak pernah diucapkan penduduk negeri ini.' Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam bertanya kepada Addas, 'Engkau berasal dari negeri mana, hai Addas? Apa agamamu?' Addas menjawab, 'Aku beragama Kristen dan berasal dari negeri Ninawa.' Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam..
========================================================================================================
Halaman 383

bertanya kepadanya, 'Dari desa orang shalih yang bernama Yunus bin Matta?' Addas berkata, 'Apa yang engkau ketahui tentang Yunus bin Matta?' Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam menjawab, 'Dia saudaraku. Ia seorang nabi dan aku juga seorang nabi.' Addas menjatuhkan diri di depan Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam, mencium kepala beliau, kedua tangan dan kedua kaki beliau. Salah seorang anak Rabi'ah berkata kepada satunya, 'Budakmu itu telah dirusak Muhammad.' Ketika Addas tiba di tempat kedua anak Rabi'ah, keduanya bertanya kepada Addas, 'Celaka engkau, wahai Addas, kenapa engkau mencium orang tersebut, kedua tangan dan kedua kakinya?' Addas menjawab, 'Tuanku, di dunia ini tidak ada sesuatu yang lebih baik daripada apa yang baru aku kerjakan tadi. Sungguh ia telah menceritakan kepadaku sesuatu yang hanya diketahui oleh seorang nabi.' Kedua anak Rabi'ah berkata kepada Addas, 'Celaka engkau, wahai Addas, engkau jangan dibuat keluar dari agamamu oleh orang tersebut, karena agamamu lebih baik daripada agamanya'."

(JGA: Muslim mencoba mengarang cerita contekan tentang apapun agar semirip mungkin dengan isa a.s yang kakinya diminyaki dan dicium oleh seorang mantan pelacur. Hihi...kisah Addas dan Muhammad ini sungguh bulshit. Mana ada orang nasrani yang langsung percaya dengan pengakuan nabi dari mulut seseorang sebelum membuktikan ucapannya benar-benar terwujud...!)

Delegasi Jin Nashibin :lol: :lol: :lol:

Ibnu Ishaq berkata, "Kemudian Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam keluar dari Thaif dan pulang ke Makkah, karena beliau sudah putus asa akan kebaikan orang-orang Tsaqif.(JGA: orang malah bahagia kalau orang lain baik padanya. Eh muhamamd ini lain lho. Gimana caranya kok bisa putus asa kalau menerima kebaikan?) Tiba di Nakhlah, beliau bangun pada suatu malam untuk shalat, kemudian beberapa jin yang disebutkan Allah berjalan melewati beliau. ---Seperti dikatakan kepadaku---, bahwa mereka terdiri dari tujuh jin dari jin penduduk Nashibin. Mereka mendengar bacaan Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam. Usai beliau shalat, jin-jin tersebut pulang kepada kaumnya dan menjadi juru pengingat bagi mereka. Mereka beriman kepada Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam dan merespon apa yang telah mereka dengar. :shock: :shock: :lol: Kemudian Allah menceritakan informasi tentang mereka kepada Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam. Allah Azza wa Jalla berfirman,
  • 'Mereka berkata, 'Hai kaum kami, sesungguhnya kami telah mendengarkan kitab (Al-Qur'an) yang telah diturunkan sesudah Musa yang membenarkan kitab-kitab yang sebelumnya lagi memimpin kepada kebenaran dan kepada jalan yang lurus. Hai kaum kami, terimalah (seruan) orang yang menyeru kepada Allah dan berimanlah kepada-Nya, niscaya Allah akan mengampuni dosa-dosa kalian dan melepaskan kalian dari azab yang pedih.' (Al-Ahqaf: 29-31).
Allah Tabaraka wa Ta'ala juga berfirman,
  • "Katakanlah (hai Muhammad), 'Telah diwahyukan kepadaku bahwasanya sekumpulan jin telah mendengarkan (Al-Qur'an), lalu mereka berkata, 'Sesungguhnya kami telah mendengarkan Al-Qur'an yang menakjubkan'." (Al-Jin: 1 dan seterusnya).
JGA: Agama aneh...koq setan bisa tobat? Hebatnya setan takjub dengan Qur'an...bukannya takut dan gemetar dan lari daripadanya !

Dari sini jelaslah bagi pembaca yang berakal tentag siapa sih Muhamamd ini? Tidak salah toh kalau orang Quraisy mengatakan dia adalah tukang sihir. Orang Quraisy pun setuju kalo penyihir berteman dengan jinn!

---ooOoo---

User avatar
JANGAN GITU AH
Posts: 5366
Joined: Sun Jan 04, 2009 1:39 pm
Location: Peshawar-Pakistan

Re: SIRAT NABAWIYAH Ibn Ishaq/Ibn Hisyam Jilid 1 (txt lengkap)

Post by JANGAN GITU AH »

Halaman 384
BAB 80
RASULULLAH SHALLALLAHU ALAIHI WA SALLAM MENAWARKAN DIRINYA KEPADA KABILAH-KABILAH
Ibnu Ishaq berkata, "Kemudian Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam pulang ke Makkah. Sedang kaum beliau, mereka semakin menentang dan meninggalkan agama beliau, kecuali sebagian kecil dari orang-orang lemah yang telah beriman kepada beliau. Jika musim-musim haji tiba, Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam menawarkan dirinya kepada kabilah-kabilah Arab. Beliau mengajak mereka kepada agama Allah, menjelaskan kepada mereka bahwa beliau adalah Nabi yang diutus meminta mereka membenarkan dan melindungi beliau, sehingga beliau bisa menjelaskan apa yang beliau bawa dari Allah."

Abu Lahab Menjauhkan Manusia dari Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam

Ibnu Ishaq berkata bahwa Husain bin Abdullah bin Ubaidillah bin Abbas berkata kepadaku, aku mendengarkan Rabi'ah bin Abbad yang pernah berbicara dengan ayahku yang berkata, "Sesungguhnya aku anak muda bersama ayahku di Mina. Ketika itu, Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam berdiri di salah satu hunian kabilah Arab. Beliau bersabda, 'Hai Bani Fulan, sesungguhnya aku utusan Allah kepada kalian. Allah memerintahkan hendaklah kalian beribadah kepada-Nya, tidak menyekutukan-Nya dengan sesuatu apa pun, kalian harus melepas tandingan-tandingan yang kalian sembah selain Allah, kalian beriman kepadaku, membenarkanku dan melindungiku :lol: hingga aku dapat menjelaskan apa yang aku bawa dari Allah.' Di belakang Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam terdapat orang yang juling matanya, wajahnya tampan, mempunyai dua jalinan rambut dan mengenakan pakaian dari Aden. Jika Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam berbicara dan mendakwahkan dakwah beliau, orang tersebut berkata, 'Hai Bani Si Fulan, sesungguhnya orang ini mengajak kalian untuk melepas Tuhan Al-Lata dan Tuhan Al-Uzza dari leher kalian dan dari sekutu-sekutu kalian dari jin Bani Malik bin Aqiqisy kepada bid'ah dan kesesatan yang dibawanya. Kalian jangan taat kepadanya dan jangan dengar ucapannya.' Aku bertanya kepada ayahku, ...
========================================================================================================
Halaman 385

..., 'Ayah, siapakah orang yang berkata sesudah orang tersebut dan membantah ucapannya tersebut?' Ayah menjawab, 'Dia adalah pamannya yang bernama Abul Uzza bin Abdul Muththalib Abu Lahab'."

Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam Menawarkan Dirinya kepada Kindah :lol: :lol: :lol:

Ibnu Ishaq berkata bahwa Ibnu Syihab berkata kepadaku bahwa Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam datang ke Kindah di pemukiman mereka. Mereka mempunyai pemimpin yang bernama Malih. Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam mengajak Malih kepada agama Allah Azza wa Jalla dan menawarkan dirinya kepada mereka, namun mereka tidak meresponi permintaan beliau.
(JGA: hihi...katanya Allahnya bisa melindungi. eh kok malah minta perlindungan kafir?)

Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam Menawarkan Dirinya kepada Bani Abdullah, Sebuah Kabilah dari Bani Kalb

Ibnu Ishaq berkata bahwa Muhammad bin Abdurrahman bin Abdullah bin Hushain berkata kepadaku, bahwa Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam datang ke kabilah Bani Kalb di pemukiman mereka, tepatnya salah satu dari kabilah mereka yang bernama kabilah Abdullah. Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam mengajak mereka kepada agama Allah dan menawarkan diri beliau kepada mereka. Beliau bersabda kepada mereka, "Hai Bani Si Fulan, sesungguhnya Allah Azza wa Jalla telah memberikan nama yang baik untuk nenek moyang kalian." Mereka tidak menerima tawaran beliau.

(JGA: gagal mendapat perlindungan dari Bani Kindah, dia coba mencari perlindungan kepada Bani Kalb...gagal lagi )

Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam Menawarkan Dirinya kepada Bani Hanifah

Ibnu Ishaq berkata bahwa sebagian sahabat kami berkata kepadaku dari Abdullah bin Ka'ab bin Malik bahwa Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam mendatangi Bani Hanifah di pemukiman mereka. Beliau mengajak mereka kepada agama Allah dan menawarkan diri beliau kepada mereka, namun tidak ada oarng Arab yang tanggapannya lebih buruk daripada tanggapan mereka.

Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam Menawarkan Dirinya kepada Bani Amir bin Sha'sha'ah

Ibnu Ishaq berkata bahwa Az-Zuhri berkata kepadaku, bahwa Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam mendatangi Bani Amir bin Sha'sha'ah. Beliau mengajak mereka kepada agama Allah Azza wa Jalla dan menawarkan dirinya kepada mereka. Salah seorang dari mereka yang bernama Biharah bin Firas (Ibnu Hisyam berkata, "Firas adalah anak Abdullah bin Salamah bin Qusyair bin Ka'ab Rabi'ah bin Amir bin Sha'sha'ah.") berkata, 'Demi Allah, seandainya aku mengambil pemuda ini dari orang-orang Quraisy, aku pasti ditelan...
========================================================================================================
Halaman 386

...orang-orang Arab.' Biharah bin Firas berkata kepada Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam, 'Bagaimana pendapatmu jika kami mengikuti agamamu, kemudian Allah memenangkanmu atas orang-orang yang menentangmu, apakah setelah itu urusan ini menjadi milik kami?' Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam bersabda, 'Semua urusan itu milik Allah. Dia menempatkannya sesuai dengan kehendak-Nya.' Biharah bin Firas berkata kepada Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam, 'Apakah engkau akan mengarahkan leher-leher kami kepada orang-orang Arab hanya karena membelamu, kemudian jika Allah memenangkanmu, maka urusan ini menjadi milik orang lain selain kami? Kami tidak butuh urusanmu.' Mereka menolak penawaran Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam.

Setelah menyelesaikan ibadah haji, para jama'ah haji pulang ke negerinya masing-masing, termasuk Bani Amir. Mereka pulang menemui orang tua mereka yang telah lanjut usia dan tidak bisa ikut haji bersama mereka. Biasanya jika mereka telah bertemu kembali dengan orang tua tersebu, mereka bercerita kepada tentang apa saja yang terjadi di musim haji. Ketika mereka tiba dari menunaikan ibadah haji pada tahun ini dan bertemu dengan dengan orang tua mereka tersebut, orang tua tersebut bertanya kepada mereka tentang apa saja yang terjadi pada musim haji tahun ini. Mereka menjawab, 'Seorang pemuda dari Quraisy, tepatnya dari Bani Abdul Muththalib datang kepada kami. Ia mengaku sebagai nabi dan mengajak kita.' Orang tua tersebut meletakkan kedua tangannya di atas kepalanya, kemudian berkata, 'Hai Bani Amir, apakah dia masih bisa dicari? Apakah kalian bisa mengambil apa yang telah hilang dari kalian? Demi Dzat yang jiwanya Si Fulan berada di Tangan-Nya, sesungguhnya anak keturunan Ismail tidak pernah sekalipun mengada-ngada dalam ucapannya. Ucapannya benar. Mana kecerdasan kalian yang tadinya kalian miliki?' "

Ibnu Ishaq berkata, "Itulah yang dilakukan Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam. Jika manusia berkumpul untuk melakukan ibadah haji, beliau mendatangi mereka. Beliau ajak kabilah-kabilah kepada agama Allah dan Islam, beliau menawarkan diri beliau kepada mereka petunjuk dan rahmat yang beliau bawa dari Allah. Jika Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam mendengar kedatangan orang-orang Arab yang terhormat ke Makkah, beliau segera menemui mereka, mengajak mereka kepada agama Allah dan menawarkan apa yang beliau miliki kepada mereka."

Suwaid bin Shamit

Ibnu Ishaq berkata bahwa Ashim bin Umar bin Qatadah Al-Anshari Adz-Dzafari berkata kepadaku dari orang-orang tua kaumnya yang berkata, "Suwaid bin Shamit, saudara Bani Amr bin Auf tiba di Makkah untuk melakukan ibadah haji atau umrah. Suwaid di kalangan kaumnya dipanggil...
========================================================================================================
Halaman 387

Al-Kamil, karena kesabarannya, kemuliaannya dan nasabnya."

Pertemuan Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam dengan Suwaid bin Shamit

Ibnu Ishaq berkata, "Ketika Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam mendengar kedatangan Suwaid bin Shamit, beliau menemuinya dan mengajaknya kepada agama Allah dan kepada Islam. Suwaid bin Shamit berkata kepada Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam, 'Barangkali apa yang engkau bawa itu sama dengan apa yang aku bawa.' Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam berkata kepada Suwaid bin Shamit, 'Apa yang engkau bawa?' Suwaid bin Shamit berkata, 'Lembaran mulia Luqman.' Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam berkata kepada Suwaid bin Shamit, 'Coba perlihatkan lembaran tersebut kepadaku!' Suwaid bin Shamit memperlihatkan lembaran mulia Luqman kepada Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam, kemudian beliau bersabda, 'Ini ucapan yang bagus, namun apa yang aku miliki jauh lebih bagus. Yang aku miliki ialah Al-Qur'an yang diturunkan Allah Ta'ala kepadaku. Al-Qur'an adalah petunjuk dan cahaya.' Kemudian Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam membacakan Al-Qur'an kepada Suwaid bin Shamit (JGA: hihi ternyata muslim **** yang mengatakan muhamamd gak bisa baca...!)dan mengajaknya kepada Islam. Suwaid bin Shamit tidak membantah Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam. Suwaid bin Shamit berkata, 'Sesungguhnya ini ucapan yang bagus.' Usai berkata begitu, Suwaid bin Shamit pergi dari Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam dan pulang ke Madinah untuk bertemu dengan kaumnya. Tidak lama setelah itu, Suwaid bin Shamit dibunuh orang-orang Al-Khazraj. Orang-orang dari kaumnya berkata, 'Sesungguhnya kami melihatnya dibunuh dalam keadaan Muslim.' Pembunuhan Suwaid bin Shamit terjadi sebelum Perang Bu'ats."
---ooOoo---

User avatar
JANGAN GITU AH
Posts: 5366
Joined: Sun Jan 04, 2009 1:39 pm
Location: Peshawar-Pakistan

Re: SIRAT NABAWIYAH Ibn Ishaq/Ibn Hisyam Jilid 1 (txt lengkap)

Post by JANGAN GITU AH »

Halaman 388
BAB 81
MASUK ISLAMNYA IYAS BIN MUADZ DAN PERIHAL TENTANG ABU AL-MAISAR
Ibnu Ishaq berkata bahwa Al-Hushain bin Abdurrahman bin Amr bin Sa'ad bin Muadz berkata kepadaku dari Mahmud bin Labid yang berkata, "Ketika Abu Al-Haisar Anas bin Rafi' tiba di Makkah dengan anak-anak muda dari Bani Abdul Asyhal, termasuk di dalamnya Iyas bin Muadz guna mencari sekutu dari orang-orang Quraisy untuk menghadapi kaumnya dari Al-Khazraj, maka Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam mendengar kaumnya kedatangan mereka. Beliau mendatangi mereka dan duduk di tempat mereka. Beliau bersabda kepada mereka, 'Apakah kalian mau menerima kebaikan yang lebih baik daripada tujuan kedatangan kalian ke sini?' Mereka bertanya, 'Kebaikan apa itu?' Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam bersabda, 'Aku utusan Allah yang diutus Allah kepada hamba-hamba-Nya. Aku ajak mereka menyembah Allah, tidak menyekutukan-Nya dengan sesuatu apapun dan Allah menurunkan Al-Kitab kepadaku.' Iyas bin Muadz, pemuda ingusan di antara mereka berkata, 'Hai kaumku, demi Allah, ini lebih baik dari tujuan kedatangan kalian.' Abu Al-Haisar Anas bin Rafi' mengambil segenggam tanah kemudian menaburkannya ke wajah Iyas bin Muadz, sambil berkata, 'Biarkan kami. Aku bersumpah bahwa kami datang ke sini tidak untuk keperluan itu.' Iyas bin Muadz terdiam. Kemudian Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam berpaling dari mereka dan mereka sendiri pulang ke Madinah. Tidak lama kemudian Iyas bin Muadz meninggal dunia.

Mahmud bin Labid berkata bahwa orang dari kaumku yang hadir pada saat kematiannya berkata kepadaku bahwa kaumnya selalu mendengarkannya mengucapkan tahlil, takbir, tahmid dan tasbih hingga ia meninggal dunia. Mereka tidak ragu bahwa Iyas bin Muadz meninggal dunia dalam keadaan Muslim. Ia merasa sudah Islam sejak pertemuan tersebut ketika mendengar apa yang didengarnya dari Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam."
---ooOoo---
Last edited by JANGAN GITU AH on Sat May 22, 2010 10:24 am, edited 1 time in total.

User avatar
JANGAN GITU AH
Posts: 5366
Joined: Sun Jan 04, 2009 1:39 pm
Location: Peshawar-Pakistan

Re: SIRAT NABAWIYAH Ibn Ishaq/Ibn Hisyam Jilid 1 (txt lengkap)

Post by JANGAN GITU AH »

Halaman 389
BAB 82
MASUK ISLAMNYA ORANG-ORANG ANSHAR
Ibnu Ishaq berkata, "Ketika Allah Azza wa Jalla hendak memenangkan agama-Nya, memuliakan Nabi-Nya dan memenuhi janji-Nya kepada Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam, maka pada musim tahun itu, Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam bertemu dengan beberapa orang Anshar. Beliau menawarkan dirinya kepada kabilah-kabilah Arab seperti yang biasa beliau lakukan pada musim-musim haji sebelumnya. Ketika beliau sedang berada di Al-Aqabah, beliau bertemu dengan beberapa orang dari Al-Khazraj, karena Allah menghendaki kebaikan untuk mereka."

Ibnu Ishaq berkata bahwa Ashim bin Umar bin Qatadah berkata kepadaku dari orang-orang tua kaumnya yang berkata, "Ketika Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam bertemu dengan mereka, beliau bertanya kepada mereka, 'Siapa kalian?' Mereka menjawab, 'Kami berasal dari Al-Khazraj.' Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam bertanya kepada mereka, 'Apakah kalian berasal dari teman-teman orang Yahudi?' Mereka menjawab, 'Ya.' Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam bersabda, 'Bagaimana kalau kalian duduk sebentar agar aku bisa berbicara dengan kalian?' Mereka menjawab, 'Ya.' Mereka pun duduk bersama Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam. Beliau ajak mereka kepada agama Allah Azza wa Jalla, menjelaskan Islam kepada mereka dan membacakan Al-Qur'an kepada mereka. Di antara hal yang diperbuat Allah kepada mereka sehingga masuk Islam ialah bahwa orang-orang Yahudi menetap bersama mereka di negeri mereka. Orang-orang Yahudi adalah orang-orang yang diberi kitab dan ilmu, sedang orang-orang Al-Khazraj adalah orang-orang musyrik dan penyembah berhala. Orang-orang Yahudi berkuasa atas orang-orang Al-Khazraj di negeri mereka. Jika terjadi persengketaan antara orang-orang Yahudi dengan orang-orang Al-Khazraj, orang-orang Yahudi berkata, 'Sesungguhnya zaman kedatangan nabi yang diutus telah dekat masanya. Kita akan mengikutinya dan dengannya kami akan bunuh kalian seperti pembunuhan terhadap orang-orang Ad dan Iram.' Ketika Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam berbicara dengan orang-orang Al-Khazraj tersebut dan mengajak mereka kepada Islam, sebagian dari mereka berkata kepada sebagian yang lain, 'Hai kaumku, ketahuilah, demi Allah, sesungguhnya inilah Nabi yang dijanjikan orang-orang Yahudi kepada kalian. Oleh karena itu, kalian jangan kalah cepat kepadanya...
========================================================================================================
Halaman 390

...dari orang-orang Yahudi.' Mereka menerima ajakan Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam kepada mereka untuk membenarkan beliau dan menerima Islam yang beliau tawarkan kepada mereka. Mereka berkata kepada Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam, 'Sesungguhnya kami meninggalkan sebuah kaum dan tidak ada kaum yang terlibat permusuhan dan kejahatan sedahsyat mereka. Mudah-mudahan Allah mendamaikan mereka denganmu. Kita akan mendatangi mereka, kemudian mengajak mereka kepada perintahmu dan kami tawarkan kepada mereka agama ini yang kami dapatkan darimu. Jika Allah menyatukan mereka dalam agama ini, maka tidak ada orang yang lebih agung darimu.' Usai berkata seperti itu, mereka mohon pamit dari Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam untuk pulang ke negeri mereka dalam keadaan beriman dan membenarkan Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam."

Nama-nama Orang-orang Anshar Yang Masuk Islam

Ibnu Ishaq berkata, "--Seperti yang dikatakan kepadaku--, bahwa orang-orang Anshar yang masuk Islam adalah enam orang dari kabilah Al-Khazraj. Salah seorang dari mereka berasal dari Bani An-Najjar yaitu Taimullah.

Dari Bani Malik bin An-Najjar bin Tsa'labah bin Amr bin Al-Khazraj bin Haritsah bin Tsa'labah bin Amr bin Amir adalah sebagai berikut:
1. As'ad bin Zurarah bin Udas bin Ubaid bin Tsa'labah bin Ghanm bin Malik bin An-Najjar.
2. Auf bin Al-Harts bin Rifa'ah bin Sawad bin Malik bin Ghanm bin Malik bin An-Najjar.

Dari Bani Zuraiq bin Amir bin Zuraiq bin Abdu Haritsah bin Malik bin Ghadzbu bin Jusyam bin Al-Khazraj hanya satu orang, yaitu Rafi' bin Malik bin Al-Azraq."

Ibnu Ishaq berkata, "Ada yang mengatakan bahwa Amir adalah anak Al-Azraq."

Ibnu Ishaq berkata, "Dari Bani Salimah bin Sa'ad bin Ali bin Asad bin Saridah bin Tazid bin Jusyam bin Khazraj, kemudian dari Bani Sawad bin Ghanm bin Ka'ab bin Salimah hanya satu orang, yaitu Quthbah bin Amir bin Hadidah bin Amir bin Ghanm bin Sawad."

Ibnu Hisyam berkata, "Amir ialah anak Sawad. Ia bukan Sawad anak Ghanm."

Ibnu Ishaq berkata, "Dari Bani Haram bin Ka'ab bin Ghanm bin Ka'ab bin Salimah ialah Uqbah bin Amir bin Nabi bin Zaid bin Haram. Dan dari Bani Ubaid bin Adi bin Ghanm bin Ka'ab bin Salimah ialah Jabir bin Abdullah bin Riab bin An-Nu'man bin Sinan bin Ubaid."
---ooOoo---

User avatar
JANGAN GITU AH
Posts: 5366
Joined: Sun Jan 04, 2009 1:39 pm
Location: Peshawar-Pakistan

Re: SIRAT NABAWIYAH Ibn Ishaq/Ibn Hisyam Jilid 1 (txt lengkap)

Post by JANGAN GITU AH »

Halaman 391
BAB 83
BAIAT AL-AQABAH PERTAMA
Ibnu Ishaq berkata, "Ketika kaum Anshar telah tiba di kaumnya, mereka bercerita tentang Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam kepada kaumnya dan mengajak mereka kepada Islam hingga Islam tersebar luas di tempat mereka dan tidak ada satu rumah pun dari rumah-rumah Anshar melainkan di dalamnya terdapat pembahasan tentang Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam. Pada tahun berikutnya, dua belas orang Anshar melaksanakan ibadah haji kemudian mereka bertemu Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam di Al-Aqabah yang dikenal dengan Al-Aqabah Pertama. Mereka membaiat Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam seperti baiat kaum wanita. Baiat tersebut terjadi sebelum perang diwajibkan kepada mereka."

Para Peserta Baiat Al-Aqabah Pertama

Ibnu Ishaq berkata, "Para peserta baiat Al-Aqabah Pertama dari Bani An-Najjar, kemudian dari Bani Malik bin An-Najjar adalah sebagai berikut:
1. As'ad bin Zurarah bin Udas bin Ubaid bin Tsa'labah bin Ghanm bin Malik bin An-Najjar. Panggilan As'ad bin Zurarah adalah Abu Umamah.
2. Auf.
3. Muadz

Auf dan Muadz adalah anak Al-Harts bin Rifa'ah bin Sawad bin Malik bin Ghanm bin Malik bin An-Najjar. Ibu mereka bernama Afra'.

Dari Bani Zuraiq bin Amir adalah sebagai berikut:
1. Rafi' bin Malik bin Al-Ajlan bin Amr bin Amir bin Zuraiq.
2. Dzakwan bin Abdu Qais bin Khaldah bin Mukhlid bin Amir bin Zuraiq (Ibnu Hisyam berkata, "Dzakwan orang muhajir sekaligus Anshar").

Dari Bani Auf bin Al-Khazraj, kemudian dari Bani Ghanm bin Auf bin Amr bin Auf bin Al-Khazraj adalah sebagai beriktu:
1. Ubadah bin Ash-Shamit bin Qais bin Ahram bin Fihr bin Tsa'labah bin Ghanm.
2. Abu Ubaidah yang tidak lain adalah Yazid bin Tsa'labah bin Khazmah bin Ashram bin Amr bin Ammar dari Bani Ghudzainah dari Baly, sekutu Bani Auf bin Al-Khazraj.
========================================================================================================
Halaman 392

Dari Bani Salim bin Auf bin Amr bin Auf bin Al-Khadzraj, kemudian dari Bani Al-Ajlan bin Zaid bin Ghanm bin Salim hanya satu orang, yaitu Al-Abbas bin Ubadah bin Nadhlah bin Malik bin Al-Ajlan.

Dari Bani Salimah bin Sa'ad bin Ali bin Asad bin Saridah bin Tazid bin Jusyam bin Al-Khazraj, kemudian dari Bani Haram bin Ka'ab bin Ghanm bin Ka'ab bin Salimah hanya satu orang, yaitu Uqbah bin Amir bin Nabi bin Zaid bin Haram.

Dari Bani Sawad bin Ghanm bin Ka'ab bin Salimah hanya satu orang, yaitu Quthbah bin Amir bin Hadidah bin Amr bin Ghanm bin Sawad.

Dari Al-Aus bin Haritsah bin Tsa'labah bin Amr bin Amir, kemudian dari Bani Abdul Asyhal bin Jusyam bin Al-Harts bin Al-Khazraj bin Amr bin Malik bin Al-Aus yang hadir di Baiat Al-Aqabah Pertama adalah Abu Al-Haitsam bin Al-Taihan. Nama Aslinya ialah Malik.

Dari Bani Amr bin Auf bin Malik bin Al-Aus ialah Uwaim bin Sa'idah.

Teks Baiat Al-Aqabah Pertama

Ibnu Ishaq berkata bahwa Yazid bin Abu Habib berkata kepadaku dari Abu Martsid bin Abdullah Al-Yazani dari Abdurrahman bin Asilah bin Ash-Shanabihi dari Ubadah bin Ash-Shamit yang berkata, "Aku termasuk orang yang hadir pada Baiat Al-Aqabah Pertama. Kami ketika itu berjumlah dua belas orang laki-laki. Kami berbaiat kepada Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam seperti baiat kaum wanita dan itu terjadi ketika perang belum diwajibkan kepada kami. Kami berbaiat kepada beliau untuk tidak menyekutukan Allah dengan sesuatu apa pun, tidak mencuri, tidak berzina, tidak membunuh anak-anak kami, tidak durhaka kepada beliau dalam kebaikan :lol: . Jika kalian menetapi baiat kalian, kalian masuk surga. Jika kalian menodai salah satu daripadanya, urusan kalian terserah kepada Allah Azza wa Jalla. JIka Dia berkehendak, Dia memberi ampunan. Jika Dia berkendak, Dia menyiksa." :shock: (JGA: Anda mau gak punya tuhan yang akan menyiksa anda? Kalau saya ditanya, saya lebih memilih tak percaya tuhan daripada punya yang seperti ini)

Ibnu Ishaq berkata bahwa Ibnu Syihab Az-Zuhri berkata kepadaku dari Aidzullah bin Abdullah Al-Khaulani Abu Idris bahwa Ubadah bin Ash-Shamit berkata kepadanya, "Kami membaiat Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam pada malam Al-Aqabah Pertama untuk tidak menyekutukan Allah dengan sesuatu apa pun, tidak mencuri, tidak berzina, tidak membunuh anak-anak kami, tidak mendatangkan kebohongan yang kami bawa di depan dan belakang kami dan tidak bermaksiat keapdanya dalam kebaikan. Jika kalian menetapi baiat kalian, kalian ditindak sesuai hukumannya di dunia dan itu sebagai penebusnya. Jika kalian dirahasiakan sampai Hari Kiamat, urusan kalian sepenuhnya terserah kepada Allah Azza wa Jalla. Jika Dia berkehendak, Dia menyiksa. :shock: Jika Dia berkehendak, Dia mengampuni."
========================================================================================================
Halaman393

Pengiriman Mush'ab bin Umair Radhiyallahu Anhu Bersama Para Utusan Anshar

Ibnu Ishaq berkata, "Ketika kaum Anshar hendak pulang ke negeri mereka, Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam mengirim Mush'ab bin Umair bin Hasyim bin Abdu Manaf bin Abduddaar bin Qushai bersama mereka. Mush'ab bin Umair dihormati di Madinah. Ia bertempat tinggal di rumah As'ad bin Zurarah bin Udas."

Ibnu Ishaq berkata bahwa Ashim bin Umar bin Qatadah berkata kepadaku bahwa Mush'ab menjadi imam shalat bagi mereka, karena Al-Aus tidak mau diimani oarng dari Al-Khazraj dan sebaliknya.
---ooOoo---

User avatar
JANGAN GITU AH
Posts: 5366
Joined: Sun Jan 04, 2009 1:39 pm
Location: Peshawar-Pakistan

Re: SIRAT NABAWIYAH Ibn Ishaq/Ibn Hisyam Jilid 1 (txt lengkap)

Post by JANGAN GITU AH »

Halaman 394
BAB 84
SHALAT JUM'AT PERTAMA DI MADINAH
Ibnu Ishaq berkata bahwa Muhammad bin Abu Umamah bin Sahl bin Hunaif berkata kepadaku dari ayahnya, Abu Umamah dari Abdurrahman bin Ka'ab bin Malik yang berkata, "Aku adalah penuntun ayahku, Ka'ab bin Malik ketika ia elah buta. Jika aku keluar bersamanya untuk shalat Jum'at, kemudian ia mendengar adzan di Madinah, ia berdoa untuk Abu Umamah As'ad bin Zurarah. Ayahku, Ka'ab bin Malik berbuat seperti itu dalam beberapa waktu; jika ia mendengar adzan untuk shalat Jum'at, ia berdoa untuk Abu Umamah As'ad bin Zurarah dan meminta ampunan untuknya. Aku bertanya pada diriku, 'Demi Allah, ayahku telah lemah, kenapa aku tidak bertanya kepadanya mengapa jika ia mendengar adzan Jum'at, ia berdoa untuk Abu Umamah As'ad bin Zurarah?' Pada suatu hari Jum'at, aku keluar bersama ayah dan ketika ayah mendengar adzan Jum'at, ia berdoa untuk Abu Umamah As'ad bin Zurarah. Aku bertanya kepadanya, 'Ayah, kenapa jika engkau mendengar adzan Jum'at, engkau berdoa untuk Abu Umamah As'ad bin Zurarah?' Ayah berkata, 'Anakku, Abu Umamah As'ad bin Zurarah adalah orang pertama kali yang mengadakan shalat Jum'at untuk kita di Madinah di Hazm An-Nabit di tanah berbatu Bani Bayadzah yang bernama Naqi' Al-Khidzamat.' Aku bertanya lagi, 'Berapa jumlah kalian ketika itu?' Ayah menjawab, 'Empat puluh orang'."

Ibnu Ishaq berkata bahwa Ubaidillah bin Al-Mughirah bin Mu'aiqib dan Abdullah bin Abu Bakr bin Muhammad bin Amr bin Hazm berkata kepadaku, As'ad bin Zurarah berjalan bersama Mush'ab bin Umair menuju rumah Bani Abdul Asyhal dan rumah Bani Dzafar. Sa'ad bin Muadz bin An-Nu'man bin Umru'ul Qais bin Zaid bin Abdul Asyhal adalah anak bibi As'ad bin Zurarah, kemudian As'ad bin Zurarah bersama Mush'ab bin Umair masuk ke salah satu kebun milik Bani Dzafar.

Masuk Islamnya Usaid bin Hudhair dan Sa'ad bin Muadz

Ibnu Ishaq berkata, "Nama Dzafar ialah Ka'ab bin Al-Harits bin Al-Khazraj bin Amr bin Malik bin Al-Aus. Kebun tersebut terletak di sumur yang bernama Sumur Maraq, kemudian As'ad bin Zurarah dan Mush'ab bin Umair duduk di dalamnya. Orang Madinah yang telah masuk Islam berkumpul kepada keduanya. Ketika itu, Sa'ad bin Muadz dan Usaid bin Hudzair adalah...
========================================================================================================
Halaman 395

...pemimpin di kaumnya di Bani Abdul Asyhal dan keduanya musyrik seperti agama kaumnya. Ketika keduanya mendengar kedatangan Mush'ab bin Umair, Sa'ad bin Muadz berkata kepada Usaid bin Hudhair, 'Semoga engkau tidak mempunyai ayah, pergilah engkau kepada dua orang yang datang ke perkampungan kita untuk menipu orang-orang lemah kita. Laranglah keduanya dan cegah keduanya dari memasuki perkampungan kita. Seandainya As'ad bin Zurarah tidak termasuk orang kita seperti yang engkau ketahui maka cukup aku saja yang menangani masalah ini. Dia anak bibiku dan aku tidak berani berhadapan dengannya.' Usaid bin Hudhair mengambil tombaknya kemudian pergi kepada As'ad bin Zurarah melihat kedatangan Usaid bin Hudhair, ia berkata kepada Mush'ab bin Umair, 'Orang ini pemimpin kaumnya datang kepadamu, maka jujurlah engkau kepada Allah dalam menghadapinya!' Mush'ab bin Umair berkata, 'Jika ia duduk, aku akan bicara dengannya.'

Usaid bin Hudhair berdiri di depan As'ad bin Zurarah dan Mush'ab bin Umair dengan marah. Ia berkata, 'Kalian berdua datang kepada kami hanya untuk menipu orang-orang lemah kami. Pergilah kalian berdua dari tempat kami, jika kalian berdua mempunyai keperluan.' Mush'ab bin Umair berkata kepada Usaid bin Hudhair, 'Kenapa engkau tidak duduk, kemudian mendengar ucapanku. Jika engkau menyukainya, engkau menerimanya. Jika engkau tidak menyukainya, maka tahanlah dari dirimu apa yang tidak engkau sukai.' Usaid bin Hudhair berkata, 'Engkau berkata benar.'

Usaid bin Hudhair menancapkan tombaknya di tanah dan duduk kepada As'ad bin Zurarah dan Mush'ab bin Umair. Kemudian Mush'ab bin Umair menjelaskan Islam kepada Usaid bin Hudhair dan membacakan Al-Qur'an kepadanya. As'ad bin Zurarah dan Mush'ab bin Umair berkata--seperti diriwayatkan darinya--, 'Demi Allah, kami melihat Islam pada wajah Usaid bin Hudhair sebelum ia berbicara. Wajahnya bersinar dan ia terlihat ramah.' Usaid bin Hudhair berkata, 'Sungguh indah dan menawan perkataan ini! Apa yang kalian kerjakan jika kalian ingin masuk ke dalam agama ini?'

Mush'ab bin Umair dan As'ad bin Zurarah berkata kepada Usaid bin Hudhair, 'Engkau mandi, bersuci, membersihkan pakaianmu, kemudian bersaksi dengan kesaksian yang benar, kemudian shalat.' Usaid bin Hudhair pun berdiri untuk mandi, membersihkan pakaiannya, bersaksi dengan kesaksian yang benar, kemudian shalat dua rakaat. Usai menjalankan itu semua, Usaid bin Hudhair berkata kepada Mush'ab bin Umair dan As'ad bin Zurarah, 'Sesungguhnya aku mempunyai pengikut yang banyak sekali. Jika aku mengikuti kalian berdua, pasti tidak ada seorang pun dari kaumku yang tidak mengikuti kalian berdua, pasti tidak ada seorang pun dari kaumku yang tidak mengikuti agama kalian berdua.' Sekarang juga aku akan kirim Sa'ad bin Muadz kepada kalian berdua.' Usai berkata begitu, Usaid bin Hudhair mengambil tombaknya, kemudian pergi kepada Sa'ad bin Muadz dan kaumnya yang ketika itu sedang duduk di balai pertemuan mereka. Melihat...
=======================================================================================================
Halaman 396

...kedatangan Usaid bin Hudhair, Sa'ad bin Muadz berkata, 'Aku bersumpah bahwa Usaid bin Hudhair datang kepada kalian dengan wajah yang berbeda dari sebelumnya.'

Ketika Usaid bin Hudhair tiba di balai pertemuan tersebut, Sa'ad bin Muadz bertanya kepadanya, 'Apa yang telah engkau kerjakan?' Usaid bin Hudhair berkata, 'Aku telah berbicara dengan kedua orang tersebut. Demi Allah, aku lihat keduanya tidak membahayakan dan aku telah melarang keduanya. Keduanya berkata, 'Kami kerjakan apa yang engkau sukai. Aku mendapat informasi bahwa Bani Haritsah pergi kepada As'ad bin Zurarah adalah anak bibimu. Oleh karena itu, mereka ingin membatalkan perjanjian denganmu.'

Sa'ad bin Muadz marah dan khawatir akan tindakan Bani Haritsah seperti diceritakan Usaid bin Hudhair. Kemudian ia mengambil tombak dari tangan Usaid bin Hudhair sambil berkata, 'Demi Allah, aku melihatmu tidak berbuat apa-apa.' Usai berkata seperti itu, Sa'ad bin Muadz pergi kepada Mush'ab bin Umair dan As'ad bin Zurarah. Ketika Sa'ad bin Muadz melihat keduanya tenang-tenang saja, ia sadar bahwa Usaid bin Hudhair menginginkan dirinya mendengar langsung ucapan Mush'ab bin Umair dan As'ad bin Zurarah. Sa'ad bin Muadz berdiri di depan keduanya dengan emosi. Sa'ad bin Muadz berkata kepada As'ad bin Zurarah, 'Hai Abu Umamah, demi Allah, jika di antara kita tidak ada hubungan kekerabatan, engkau tidak menginginkan ini dariku. Kenapa engkau membawa sesuatu yang kita benci ke perkampungan kita?' Sebelum itu, As'ad bin Zurarah telah berkata kepada Mush'ab bin Umair, 'Hai Mush'ab, demi Allah, telah datang kepadamu seorang pemimpin yang mempunyai pengikut yang banyak. Jika ia mengikutimu, mereka semua pasti mengikuti langkahnya.' Mush'ab bin Umair berkata kepada Sa'ad bin Muadz, 'Bagaimana kalau engkau duduk sebentar kemudian mendengar ucapanku? Jika menyukainya dan tertarik kepadanya, engkau menerimanya. Jika engkau tidak menyukainya, kami singkirkan darimu apa saja yang tidak engkau sukai.'

Masuk Islamnya Sa'ad bin Muadz

Sa'ad bin Muadz berkata, 'Engkau berkata benar.' Sa'ad bin Muadz menancapkan tombaknya ke tanah, lalu ia duduk. Kemudian Mush'ab bin Umair menawarkan Islam kepadanya dan membacakan Al-Qur'an kepadanya. Mush'ab bin Umair dan As'ad bin Zurarah berkata, 'Demi Allah, kami lihat Islam di wajahnya sebelum ia berbicara, karena wajahnya terlihat bersinar dan ramah.' Sa'ad bin Muadz berkata, 'Apa yang kalian perbuat jika kalian ingin masuk Islam dan masuk kepada agama ini?' Mush'ab bin Umair dan As'ad bin Zurarah berkata, 'Engkau mandi, membersihkan diri, mencuci bajumu, bersaksi dengan kesaksian yang benar dan shalat.' Kemudian Sa'ad bin Muadz berdiri, lalu mandi, membersihkan bajunya, bersaksi...
========================================================================================================
Halaman 397

...dengan kesaksian yagn benar dan shalat dua rakaat. Usai menjalankan itu semua, ia mengambil tombaknya, kemudian pergi kepada balai pertemuan kaumny dengan ditemani Usaid bin Hudhair. Ketika kaumnya melihat kedatangan Sa'ad bin Muadz, mereka berkata, "Kita bersumpah bahwa Sa'ad bin Muadz datang kepada kalian tidak dengan wajah sebelumnya.'

Masuk Islamnya Bani Abdul Asyhal

Ketika Sa'ad bin Muadz telah tiba di tempat kaumnya, ia berkata kepada mereka, 'Hai Bani Abdul Asyhal, bagaimana pendapat kalian tentang diriku?' Mereka menjawab, 'Engkau pemimpin kami, orang yang paling baik pendapatnya dan orang yang paling baik pertimbangannya.' Sa'ad bin Muadz berkata, 'Sesungguhnya perkataan orang laki-laki dan wanita kalian haram bagiku hingga kalian beriman kepada Allah dan Rasul-Nya.'

Kaumnya berkata, 'Demi Allah, pada sore itu tidak tersisa orang laki-laki dan orang perempuan, melainkan semua masuk Islam.' As'ad bin Zurarah dan Mush'ab bin Umair pun pulang ke rumah As'ad bin Zurarah. Mush'ab bin Umair menetap di rumah As'ad bin Zurarah untuk mengajak manusia kepada Islam hingga tidak tersisa satu rumah pun di Bani Abdul Asyhal melainkan di dalamnya terdapat orang laki-laki dan perempuan yang telah masuk Islam, kecuali perkampungan Bani Umaiyyah bin Zaid, Khathamah, wail dan Waqif. Kabilah-kabilah tersebut berasal dari Ausullah, sedang mereka yang masuk Islam berasal dari Al-Aus bin Haritsah. Sebab kabilah-kabilah tersebut tidak masuk Islam, karena di kalangan mereka terdapat Abu Qais bin Al-Aslat. Ia penyair dan pemimpin mereka. Mereka mendengar semua perkataan Abu Qais bin Al-Aslat dan patuh kepadanya. Bersama kabilah-kabilah tersebu, Abu Qais bin Al-Aslat menahan diri dari masuk Islam. Itulah sikapnya hingga Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam hijrah ke Madinah, terjadi Perang Badar, Perang Uhud dan Perang Khandaq. Tentang Islam yang dilihatnya dan keterlambatan manusia masuk ke dalamnya, Abu Qais bin Al-Aslat berkata dalam syairnya,
  • Wahai Tuhan manusia, banyak hal telah terjadi
    Hal-hal yang sulit disatukan dengan hal-hal yang mudah
    Wahai Tuhan manusia, jika kami tersesat,
    Maka berilah kami kemudahan kepada jalan kebaikan
    Tanpa Tuhan kami, kami menjadi orang-orang Yahudi
    Agama Yahudi itu tidak mempunyai bentuk
    Tanpa Tuhan kami, kami menjadi orang-orang Kristen
    Bersama para pendeta di Gunung Al-Jalil
    Namun ketika kami diciptakan, kami diciptakan dalam keadaan lurus
    Agama kami berasal dari semua generasi
    Kita giring hewan sembelihan berjalan dalam keadaan patuh
---ooOoo---

User avatar
JANGAN GITU AH
Posts: 5366
Joined: Sun Jan 04, 2009 1:39 pm
Location: Peshawar-Pakistan

Re: SIRAT NABAWIYAH Ibn Ishaq/Ibn Hisyam Jilid 1 (txt lengkap)

Post by JANGAN GITU AH »

Halaman 398
BAB 85
BAIAT AL-AQABAH KEDUA
Ibnu Ishaq berkata, "Setelah itu, Mush'ab bin Umair pulang ke Makkah. Pada saat yang sama, orang-orang Anshar yang telah masuk Islam pergi haji bersama kaumnya yang masih musyrik hingga mereka tiba di Makkah. Kaum Anshar berjanji bertemu dengan Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam pada pertengahan hari-hari Tasyriq, ketika Allah ingin menghendaki sesuatu pada mereka; memuliakan Nabi-Nya, menolong Nabi-Nya, meninggikan Islam dan para pemeluknya, serta merendahkan syirik dan para penganutnya." (JGA: Orang islam dan orang musyrik tidak berbeda tho??? hihi)

Al-Barra' bin Ma'rur Shalat Sendirian Menghadap Ka'bah

Ibnu Ishaq berkata bahwa Ma'bad bin Ka'ab bin Malik bin Abu Ka'ab bin Al-Qain, saudara Bani Salimah berkata kepadaku bahwa saudaranya, Abdullah bin Ka'ab, orang Anshar yang paling pandai berkata kepadanya, bahwa ayahnya, Ka'ab berkata kepadanya--Ka'ab hadir pada peristiwa baiat Al-Aqabah Kedua dan ikut berbaiat kepada Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam--, "Kami berangkat bersama para jama'ah haji kaum kami yang masih musyrik. Kami terbiasa shalat dan belajar. Iku bersama kami Al-Barra' bin Ma'rur, pemimpin dan orang tua kami. Ketika kami telah siap untuk berangkat dan keluar dari Madinah, Al-Barra' bin Ma'rur berkata, 'Hai kaumku, demi Allah, aku mempunyai pendapat. Aku tidak tahu, apakah kalian sependapat denganku dalam hal ini atau tidak?' Kami bertanya, 'Apa itu?' Al-Barra' bin Ma'rur berkata, 'Aku berpendapat bahwa aku tidak akan meninggalkan Ka'bah berada di belakang punggungku dan aku tidak berhenti dari shalat menghadap kepadanya.' Kami berkata, 'Demi Allah, kami mendapat informasi bahwa Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam shalat menghadap Syam (Baitul Maqdis) dan kami tidak ingin menentang beliau.' Al-Barra' bin Ma'rur berkata, 'Sungguh, aku akan shalat menghadap Ka'bah.' Kami berkata, 'Kami tidak akan melakukannya.' Jika waktu shalat telah tiba, kami shalat menghadap Syam (Baitul Maqdis), sedang Al-Barra' bin Ma'rur menghadap Ka'bah, hingga kami tiba di Makkah. Kami dibuat lelah oleh tindakan Al-Barra' bin Ma'rur, karena ia tidak mau shalat kecuali dengan caranya sendiri. Ketika kami telah tiba di Makkah, Al-Barra' bin Ma'rur berkata kepadaku, 'Hai anak saudaraku, pergilah kepada Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam dan bertanyalah kepadanya tentang perbuatanku selama dalam perjalanan....
========================================================================================================
Halaman 399

Karena demi Allah, aku melihat telah terjadi sesuatu pada diriku ketika aku melihat kalian menentang perintahku.' Kami pun pergi kepada Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam. Kami tidak kenal beliau dan tidak pernah melihat beliau sebelumnya. Kami bertemu dengan salah seorang dari penduduk Makkah, kemudian kami bertanya kepadanya tentang Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam. Orang tersebut berkata, 'Apakah kalian kenal dengannya?' Kami menjawab, 'Tidak.' Orang tersebut bertanya, 'Apakah kalian kenal pamannya, Al-Abbas bin Abdul Muththalib?' Kami menjawab, 'Ya, kami kenal dengannya. Kami kenal Al-Abbas, karena ia sering datang kepada kami untuk berdagang.' Orang tersebut berkata, 'Jika kalian masuk ke dalam masjid, maka orang yang sedang duduk bersama Al-Abbas itulah yang kalian cari.' Kemudian kami masuk ke dalam masjid, ternyata di dalamnya terdapat Al-Abbas bin Abdul Muththalib sedang duduk dan Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam duduk bersamanya. Kami ucapkan salam dan duduk kepadanya. Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam bertanya kepada Al-Abbas, 'Hai Abu Al-Fadhl, apakah engkau kenal dengan dua orang ini?' Al-Abbas menjawab, 'Ya. Ini Al-Barra' bin Ma'rur, tokoh di kaumnya dan ini ialah Ka'ab bin Malik.' Demi Allah, aku tidak lupa akan pertanyaan Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam, 'Apakah Ka'ab bin Malik yang penyair itu?' Al-Abbas menjawab, 'Ya betul.' Al-Barra' bin Ma'rur berkata kepada Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam, 'Wahai Nabi Allah, sesungguhnya aku berada dalam perjalanan ini dan Allah telah memberiku petunjuk kepada Islam, kemudian aku berpendapat untuk tidak menjadikan Ka'bah berada di belakang punggungku, kemudian aku shalat menghadap kepadanya. Sikapku itu tidak disetujui sahabat-sahabatku hingga terjadi sesuatu dalam diriku, maka bagaimana pendapatmu, wahai Rasulullah?' Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam bersabda, 'Engkau telah berada dalam kiblat, jika engkau bersabar terhadapnya.' Kemudian Al-Barra' kembali kepada kiblat Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam dan shalat bersama kami menghadap Syam (Baitul Maqdis). Ada yang mengatakan Al-Barra' tetap shalat menghadap ke Ka'bah hingga ia meninggal dunia. Ini tidak benar, karena kami lebih tahu tentang Al-Barra' bin Ma'rur daripada orang-orang tersebut."

Ibnu Hisyam berkata bahwa Aun bin Ayyub Al-Anshar berkata,
  • Di kalangan kami, terdapat manusia pertama yang shalat
    Menghadap Ka'bah Ar-Rahman di antara Masyair
Yang dimaksud dengan manusia pertama tersebut ialah Al-Barra' bin Ma'rur.

Janji Pertemuan antara Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam dengan Kaum Anshar

Ibnu Ishaq berkata bahwa Ma'bad bin Ka'ab berkata kepadaku bahwa saudaranya, Abullah bin Ka'ab berkata kepadanya bahwa ayahnya, Ka'ab...
========================================================================================================
Halaman 400

...bin Malik berkata kepadanya, "Kemudian kami kembali melakukan aktifitas haji dan kita berjanji bertemu Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam di Al-Aqabah di pertengahan hari-hari Tasyriq. Ketika kami usai melakukan ibadah haji dan berada pada malam yang dijanjikan Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam kepada kami, maka kami membawa Abdullah bin Amr bin Haram Abu Jabir. Ia salah seorang pemimpin kami dan orang yang terhormat di kalangan kami. Kami rahasiakan tujuan kami dari kaum kami yang masih musyrik. Kami berbicara kepada Abdullah bin Amr, 'Hai Abu Jabir, engkau salah seorang pemimpin kami dan salah seorang yang terhormat di kalangan kami. Kami tidak ingin engkau menjadi bahan bakar neraka kelak.' Kami ajak dia masuk Islam dan kami jelaskan kepadanya janji Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam kepada kami untuk bertemu di Al-Aqabah. Akhirnya, ia masuk Islam dan ikut hadir bersama kami di Al-Aqabah. Ia seorang pemimpin. Pada malam itu, kami tidur bersama kaum kami di pos kami.

Dua perempuan dalam Baiat Al-Aqabah Kedua

Ketika sepertiga malam telah berlalu, kami keluar dari pos kami untuk bertemu Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam. Kami berjalan mengendap-ngendap dan sembunyi-sembunyi seperti jalannya burung belibis hingga akhirnya kami semua tiba di syi'b di Al-Aqabah. Kami terdiri dari tujuh puluh tiga orang laki-laki dan dua orang wanita dari wanita-wanita kami, yaitu Nasibah binti Ka'ab Ummu Imarah salah seorang wanita dari Bani Mazin bin An-Najjar dan Asma' binti Amr bin Adi bin Nabi, salah seorang wanita dari Bani Salimah, Ia adalah Ummu Mani'.

Pertemuan Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam dengan Para Peserta Baiat Al-Aqabah

Kami berkumpul di syi'b menunggu kedatangan Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam hingga beliau datang ditemani Al-Abbas bin Abdul Muththalib, yang ketika itu masih memeluk agama kaumnya. Ia ingin hadir dalam urusan anak saudaranya dan mendukungnya. Ketika Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam telah duduk, maka orang yang pertama kali angkat bicara adalah Al-Abbas bin Abdul Muththalib. Ia berkata, 'Hai orang-orang Al-Khazraj--orang-orang Arab menamakan perkampungan Anshar dengan nama Al-Khazraj; baik Al-Khazraj sendiri atau Al-Aus--, sesungguhnya Muhammad adalah bagian dari kami seperti kalian ketahui. Kami telah melindunginya dari kaum kami dari orang-orang yang pendiriannya seperti saya. Ia berada dalam perlindungan dari kaumnya dan jaminan keamanan di negerinya. Jika kalian yakin bahwa kalian mampu memenuhi apa yang ia serukan kepada kalian dan kalian melindunginya dari orang-orang yang menentangnya, kalian berhak melakukannya dan menanggungnya. Jika kalian yakin...
========================================================================================================
Halaman 401

...bahwa kalian akan menyerahkannya kepada musuhnya dan menelantarkannya setelah ia bergabung kepada kalian, maka sejak sekarang biarkan dia, karena dia sudah berada dalam perlindungan dan jaminan keamanan dari kaumnya dan negerinya.'

Kami katakan kepada Al-Abbas bin Abdul Muhthalib, 'Kami telah mendengar apa yang baru engkau ucapkan. Silahkan bicara, wahai Rasulullah! Ambillah untuk dirimu dan untuk dirimu dan untuk Tuhanmu apa saja yang engkau sukai!'

Teks Baiat Yang Diambil Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam dari Kaum Anshar

Kemudian Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam berbicara. Beliau membaca Al-Qur'an, mengajak mereka kepada agama Allah dan mengharapkan keislaman mereka. Setelah itu, beliau bersabda, 'Aku membaiat kalian agar kalian melindungiku sebagaimana kalian melindungi anak-istri kalian.' Al-Barra' bin Ma'rur memegang tangan Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam kemudian ia berkata, 'Ya, demi Dzat yang mengutusmu dengan membawa kebenaran, kami pasti melindungimu sebagaimana kami melindungi anak-istri kami. Baiatlah kami wahai Rasulullah! Demi Allah, kami ahli perang dan ahli senjata. Itu kami wariskan dari satu generasi kepada generasi lainnya.' Ketika Al-Barra' bin Ma'rur sedang berkata kepada Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam, ucapannya dipotong Abu Al-Haitsam bin At-Tayyahan. Abu Al-Haitsan bin At-Tayyahan berkata, 'Wahai Rasulullah, sesungguhnya kita mempunyai hubungan dengan orang-orang (orang-orang Yahudi) dan kami akan memutusnya. Jika kami telah melakukannya, kemudian Allah memenangkanmu, maka apakah engkau akan pulang kepada kaummu dan meninggalkan kami?' Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam tersenyum, kemudian beliau bersabda, 'Tidak. Darah (kalian) ialah darah(ku), Kehormatan (kalian) adalah kehormatan(ku). Aku bagian dari kalian dan kalian bagian dari diriku. Aku memerangi siapa saja yang kalian perangi dan berdamai dengan orang-orang yang kalian berdamai dengannya.'

Setelah itu, Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam bersabda, 'Pilih untukku dua belas naqib (pemimpin) agar mereka menjadi pemimpin bagi kaumnya.' Mereka memilih dua belas naqib dari mereka; sembilan dari Al-Khazraj dan tiga dari Al-Aus."
---ooOoo---

User avatar
JANGAN GITU AH
Posts: 5366
Joined: Sun Jan 04, 2009 1:39 pm
Location: Peshawar-Pakistan

Re: SIRAT NABAWIYAH Ibn Ishaq/Ibn Hisyam Jilid 1 (txt lengkap)

Post by JANGAN GITU AH »

Halaman 402
BAB 86
NAMA-NAMA DUA BELAS NAQIB
Ibnu Hisyam berkata bahwa seperti dikatakan kepadaku oleh Ziyad bin Abdullah Al-Bakkai dari Muhammad bin Ishaq Al-Muththalib bahwa naqib dari Al-Khazraj adalah sebagai berikut:
1. Abu Umamah As'ad bin Zurarah bin Udas bin Ubaid bin Tsa'labah bin Ghanm bin Malik bin An-Najjar yang tidak lain adalah Taimullah bin Tsa'labah bin Amr bin Al-Khazraj.

2. Sa'ad bin Ar-Rabi' bin Amr bin Abu Zuhair bin Malik bin Umru'ul Qais bin Malik bin Tsa'labah bin Ka'ab bin Al-Khazraj bin Al-Harts bin Al-Khazraj.

3. Abdullah bin Rawahab bin Umru'ul Qais bin Amr bin Umru'ul Qais bin Malik bin Tsa'labah bin Ka'ab bin Al-Harts bin Al-Khazraj.

4. Rafi' bin Malik bin Al-Ajlan bin Amr bin Amir bin Zuraiq bin Amir bin Zuraiq bin Abdu Haritsah bin Malik bin Ghadzbu bin Jusyam bin Al-Khazraj.

5. Al-Barra' bin Ma'rur bin Shakir bin Khansa' bin Sinan bin Ubaid bin Adi bin Ghanm bin Ka'ab bin Salimah bin Sa'ad bin Ali bin Asad bin Saridah bin Tazid bin Jusyam bin Al-Khazraj.

6. Abdullah bin Amr bin Haram bin Tsa'labah bin Haram bin Ka'ab bin Ghanm bin Ka'ab bin Salimah bin Sa'ad bin Ali bin Asad bin Saridah bin Tazid bin Jusyam bin Al-Khazraj.

7. Ubadah bin Ash-Shamit bin Qais bin Ashram bin Fihr bin Tsa'labah bin Ghanm bin Salim bin Auf bin Amr bin Auf bin Al-Khazraj (Ibnu Hisyam berkata bahwa Ghanm adalah anak Auf, saudara Salim bin Auf bin Amr bin Auf bin Al-Khazraj).

8. Sa'ad bin Ubadah bin Dulaim bin Haritsah bin Abu Hazimah bin Tsa'labah bin Tharif bin Al-Khazraj bin Sa'idah bin Ka'ab bin Al-Khazraj.

9. Al-Mundzir bin Amr bin Khanis bin Haritsah bin Laudzan bin Abdu Wadd bin Zaid bin Tsa'labah bin Al-Khazraj bin Sa'idah bin Al-Khazraj."
========================================================================================================
Halaman 403

Naqib-naqib dari Al-Aus:

10. Usaid bin Hudhair bin Samak bin Atik bin Rafi' bin Umru'ul Qais bin Zaid bin Abdul Asyhal bin Jusyam bin Al-Harts bin Al-Khazraj bin Amr bin Malik bin Al-Aus.

11. Sa'ad bin Khaitsamah bin Al-Harts bin Malik bin Ka'ab bin An-Nahhath bin Ka'ab bin Haritsah bin Ghanm bin As-Salim bin Umru'ul Qais bin Malik bin Al-Aus.

12. Rifa'ah bin Abdul Mundzir bin Zanbar bin Zaid bin Umaiyyah bin Zaid bin Malik bin Auf bin Amr bin Auf bin Malik bin Al-Aus.

Ibnu Hisyam berkata, "Para ulama memasukkan Abu Al-Haitsam bin Attayyahan ke dalam keduabelas naqib tersebut dan tidak memasukkan Rifa'ah."

Syair Ka'ab bin Malik tentang Kedua Belas Naqib

Ka'ab bin Malik berkata tentang kedua belas naqib di atas seperti dijelaskan kepadaku oleh Abu Zaid Al-Anshari,
  • Sampaikan kepada Ubai, bahwa pendapatnya telah rusak dan tidak berlaku
    Telah tiba waktunya hari esok syi'b dan waktu itu akan terjadi
    Allah tidak meridhai apa yang diinginkan dirimu
    Allah mengintai seluruh persoalan manusia, Maha Melihat dan Maha Mendengar
    Katakanlah kepada Abu Sufyan bahwa dengan Ahmad telah nampak kepada kami
    Cahaya yang bersinar terang dari petunjuk Allah
    Engkau jangan berharap bisa mengumpulkan persoalan yang engkau kehendaki
    Kumpulkan siapa saja yang mampu engkau kumpulkan
    Namun ketahuilah bahwa pelanggaran perjanjian kami itu
    Ditentang oleh Al-Barra' dan Ibnu Amr
    Ditentang oleh As'ad dan Rafi'
    Ditentang oleh Sa'ad, A-Sa'idi dan Mundzir
    Jika engkau melakukannya, hidungmu akan terpotong
    Jika engkau mengambil perjanjian Ibnu Rabi', ia tidak akan menyerahkannya
    Oleh karena itu, engkau jangan pernah berharap itu bisa terjadi
    Hal yang sama juga tidak akan diberikan kepadamu oleh Ibnu Rawahah
    Dan perlindungannya terhadap orang lain dari terkena racun mematikan, karena pemenuhan amanat olehnya
    Dan jangkauan tanganmu tidak sampai pada Al-Qauqali anak Shamit
========================================================================================================
Halaman
  • Abu Haitsam juga menepati janji seperti yang lain
    Ia memenuhi janji yang telah ia berikan dan tunduk pada janji tersebut
    Dan Sa'ad, saudara Amr dan Auf
    Ia tolak persoalan yang engkau upayakan
    Mereka bintang-bintang yang tidak datang dengan selang-seling kepadamu
    Mereka muncul padamu di malam yang gelap-gulita
Pada syair di atas, Ka'ab bin Malik memasukkan Abu Al-Haitsam Attayyahan dan tidak memasukkan Rifa'ah.

Ibnu Ishaq berkata bahwa Abdullah bin Abu Bakar berkata kepadaku bahwa Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam bersabda kepada para naqib, "Kalian bertanggung jawab atas apa saja yang terjadi di kaum kalian seperti halnya pertanggungan jawab Hawariyyun kepada Isa bin Maryam dan aku bertanggung jawab atas kaumku (kaum Muslimin)." Mereka menjawab, "Ya."

Perkataan Al-Abbas bin Ubadah pada Malam Al-Aqabah

Ibnu Ishaq berkata bahwa Ashim bin Umar bin Qatadah berkata kepadaku bahwa ketika kaum Anshar berkumpul untuk membaiat Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam, maka Al-Abbas bin Ubadah bin Nadhlah Al-Anshari, saudara Bani Salim bin Auf berkata, "Hai orang-orang Al-Khazraj, tahukah kalian, untuk apa kalian membaiat orang ini?" Mereka menjawab, "Ya, kami tahu." Al-Abbas bin Ubadah berkata, "Sesungguhnya kalian membaiat orang ini untuk memerangi orang-orang berkulit merah dan orang-orang berkulit hitam. JIka harta kalian yang habis itu kalian anggap sebagai musibah dan meninggalnya pemimpin-pemimpin kalian itu kalian anggap sebagai pembunuhan, maka menyerahlah kalian sejak sekarang. Demi Allah, jika kalian melakukan hal yang demikian, itulah kehinaan di dunia dan akhirat. Jika kalian yakin bahwa kalian memenuhi apa yang ia serukan kepada kalian, kendati hal tersebut mengurangi harta kalian dan menewaskan orang-orang terhormat kalian, ambillah dia. Demi Allah, itu kebaikan di dunia dan akhirat." Mereka berkata, "Kami mengambilnya kendati hal ini mengurangi harta kami dan menewaskan orang-orang terhormat kami. Jika kami melakukan hal tersebut, kami mendapatkan apa wahai Rasululllah?" Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam bersabda, "Surga." Mereka berkata, "Ulurkan tanganmu!" Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam mengulurkan tangannya, kemudian mereka membaiat beliau. Ashim bin Umar bin Qatadah berkata, kemudian mereka membaiat beliau. Ashim bin Umar bin Qatadah berkata, "Demi Allah, Al-Abbas berkata seperti itu untuk menguatkan rantai Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam di leher mereka." Abdullah bin Abu Bakar berkata, "Al-Abbas berkata seperti itu agar kaum Anshar menunda pelaksanaan baiat malam itu dengan harapan baiat tersebut bisa dihadiri Abdullah bin Ubin Salul, kemudian urusan kaum Anshar menjadi lebih kuat." Wallahu a'lam pendapat mana yang lebih benar.
========================================================================================================
Halaman 405

Ibnu Hisyam berkata, "Salul adalah wanita dari Khuza'ah. Ia ibu Ubaid bin Malik bin Al-Harts bin Ubaid bin Malik bin Salim bin Ghanm bin Auf bin Al-Khazraj."

Orang Yang Pertama Kali Mengulurkan Tangannya untuk Membaiat Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam

Ibnu Ishaq berkata, "Bani An-Najjar berpendapat, bahwa Abu Umamah As'ad bin Zurarah adalah orang yang pertama kali memegang tangan Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam, sedang orang-orang Bani Abdul Asyhal berpendapat, bahwa Abu Al-Haitsam bin Attayyahan adalah orang yang pertama kali mengulurkan tangannya kepada Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam."

Ibnu Ishaq berkata bahwa Az-Zuhri berkata bahwa Ma'bad bin Ka'ab bin Malik berkata kepadaku. Dalam haditsnya, Ma'bad bin Ka'ab dari ayahnya, Ka'ab bin Malik yang berkata, "Orang yang pertama kali memegang tangan Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam adalah Al-Barra' bin Ma'rur, kemudian diikuti kaum Anshar yang lain."

Jeritan Syetan setelah Baiat Al-Aqabah Kedua

Ka'ab bin Malik berkata, "Setelah kami membaiat Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam, syetan menjerit dari atas Al-Aqabah dengan teriakan keras yang bisa aku dengar, 'Hai penduduk Al-Jabajib, ketahuilah bahwa Mudzamam (yang ia maksud dengan Mudzamam ialah Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam) dan orang-orang murtad bersamanya telah bersatu untuk memerangi kalian.' Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam bersabda, 'Ini Azab, syetan Al-Aqabah. Ini anak Azyab. Dengarkan wahai musuh Allah, demi Allah, aku pasti mematikanmu.' :shock: :shock: :shock: Setelah itu, Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam bersabda kepada kaum Anshar, 'Pulanglah kalian ke pos kalian'."

Sebagian Orang-orang Anshar Ingin Segera Perang

Al-Abbas bin Ubadah bin Nadhlah berkata kepada Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam, "Demi Allah yang mengutusmu dengan membawa kebenaran, jika engkau mau, kami akan pergi kepada orang-orang di Mina dengan pedang-pedang kami." Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam bersabda, "Kami tidak diperintahkan untuk itu. Pulanglah kalian ke pos kalian."

Pertemuan Orang-orang Quraisy dengan Kaum Anshar

Ka'ab bin Malik berkata, "Kemudian kami pulang ke tempat tidur kami dan tidur di dalamnya hingga pagi hari. Esok harinya, tokoh-tokoh Quraisy datang ke tempat kami. Mereka berkata, 'Hai orang-orang Al-Khazraj, kami mendapat informasi bahwa kalian telah datang kepada sahabat kami...
=======================================================================================================
Halaman 406

(Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam) untuk mengeluarkannya dari kami dan kalian telah berbaiat untuk memerangi kami. Demi Allah, tidak ada satu kabilah yang paling kami benci yang membuka perang antara kami dengan mereka daripada kalian.' Kontan kaum kami yang masih musyrik bersumpah, bahwa ini tidak akan pernah terjadi. Kami tidak pernah bercerita masalah baiat kepada mereka. Sungguh, mereka berkata benar, bahwa mereka tidak mengetahui masalah ini. Sebagian dari kami memandang kepada sebagian yang lain. Kemudian orang-orang berdiri termasuk Al-Harits bin Hisyam bin Al-Mughirah Al-Makhzumi yang mengenakan sandal baru. Aku berkata kepadanya dengan satu ungkapan. Dengan ungkapan tersebut aku ingin melibatkan orang-orang dari kaumku dalam menjawab pertanyaan orang-orang Quraisy. Aku berkata, 'Hai Abu Jabir, engkau salah seorang pemimpin kami, apakah engkau tidak dapat menjadi seperti dua sandal anak muda Quraisy tersebut?' Perkataanku tersebut didengar Al-Harits, kemudian ia lepas kedua sandalnya dan melemparkannya kepadaku. Ia berkata, 'Demi Allah, engkau pasti mengenakan sandal ini.' Al-Harits berkata lagi, 'Demi Allah, engkau melindungi anak muda Quraisy tersebut. Kembalikan sandalnya kepadanya!' Aku (Ka'ab bin Maliki) berkata, "Tidak, demi Allah, aku tidak akan mengembalikannya. Demi Allah, ini harapan yang baik. Jika harapan ini terbukti baik, aku pasti merebutnya'."

Ibnu Ishaq berkata bahwa Abdullah bin Abu Bakar berkata kepadaku, bahwa orang-orang Quraisy mendatangi Abdullah bin Ubai bin Salul dan mereka berkata kepadanya seperti ucapan Ka'ab. Abdullah bin Ubai bin Salul berkata kepada mereka, "Ini persoalan besar. Kaumku tidak akan meninggalkanku dalam masalah seperti ini dan aku berpendapat bahwa ini tidak akan terjadi." Kemudian mereka meninggalkan Abdullah bin Ubai bin Salul.

Orang-orang Quraisy Menahan Sa'ad bin Ubadah

Ibnu Ishaq berkata, "Ketika jama'ah haji meninggalkan Mina, orang-orang Quraisy menyelidiki dengan cermat informasi seputar pertemuan Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam dengan kaum Anshar. Mereka mendapat informasi, bahwa pertemuan tersebut memang betul-betul terjadi. Setelah itu, mereka keluar mencari kaum Anshar dan berhasil menemukan Sa'ad bin Ubadah di Adzakhir dan Al-Mundzir bin Amr, saudara Bani Sa'idah bin Ka'ab bin Al-Khazraj. Keduanya adalah naqib. Adapun Al-Mundzir, orang-orang Quraisy tidak berani menangkapnya. Sedang Sa'ad bin Ubadah, mereka menangkapnya, kemudian mereka mengikat kedua tangannya ke lehernya dengan tali pelananya. Setelah itu, mereka membawa Sa'ad bin Ubadah ke Makkah. Mereka memukulinya dan menarik rambutnya, karena ia berambut tebal.

Pembebasan Sa'ad bin Ubadah dari Penahanan Orang-orang Quraisy

Sa'ad bin Ubaidah berkata, 'Demi Allah, aku berada di tempat mereka, tiba-tiba datang kepadaku sejumlah orang-orang Quraisy dan di antara mereka terdapat orang yang tampan, putih bersih dan tinggi. Aku berkata dalam diriku, 'Jika pada salah seorang dari mereka terdapat kebaikan, maka kebaikan tersebut ada pada orang ini. Ketika orang tersebut telah berada dekat denganku, ia mengangkat tangannya kemudian menamparku dengan keras. Aku berkata dalam diriku, 'Tidak, setelah ini mereka tidak mempunyai kebaikan.' Demi Allah, aku berada di tempat mereka. Mereka menyeretku. Tiba-tiba salah seorang dari mereka merasa iba padaku. Ia berkata, 'Celaka engkau! Demi Allah, apakah engkau tidak mempunyai perlindungan dan perjanjian dengan orang-orang Quraisy?' Aku menjawab, 'Demi Allah, tidak. Tapi dulu aku pernah melindungi bisnis Jubair bin Muth'im bin Adi bin Naufal bin Abdu Manaf. Aku melindunginya dari siapa pun yang ingin mendzaliminya di negeriku. Aku juga pernah melindungi Al-Harits bin Harb bin Umaiyyah bin Abdu Syams bin Abdu Manaf.' Orang tersebut berkata, 'Celaka engkau! Berteriaklah keras-keras dengan menyebut dua nama tersebut dan jelaskan hubunganmu dengan keduanya.' Aku kerjakan saran orang tersebut, sedang orang tersebut pergi kepada Jubair bin Muth'im dan Al-Harits bin Harb dan menemukan keduanya di masjid di samping Ka'bah. Orang tersebu berkata kepada keduanya. 'Seseorang dari Al-Khazraj sekarang sedang dipukuli di padang pasir. Ia menyebut-nyebut nama kalian berdua dan berkata bahwa ia mempunyai hubungan dengan kalian berdua.' Jubair bin Adi :rolleyes: dan Al-Harits bin Harb berkata, 'Siapa dia?' Orang tersebut berkata, 'Sa'ad bin Ubadah.' Jubair bin Muth'im dan Al-Harits bin Harb berkata, 'Ia berkata benar. Demi Allah, dia pernah melindungi bisnis kami dan menjaganya dari orang-orang yang ingin mendzalimi kami di negerinya.' Kemudian Jubair bin Muth'im dan Al-Harits datang membebaskan Sa'ad bin Ubadah dari tangan orang-orang Quraisy. Sa'ad bin Ubadah pun bebas. Orang yang menampar Sa'ad bin Ubadah ialah Suhail bin Amr, saudara Bani Amir bin Luai."

Ibnu Hisyam berkata, "Orang yang merasa iba kepada Sa'ad bin Ubadah ialah Abu Al-Bakhtari bin Hisyam."

Ibnu Ishaq berkata, "Syair pertama tentang hijrah ialah dua bait. Syair tersebut diucapkan Dhirar bin Al-Khaththab bin Mirdas, saudara Bani Muharib bin Fihr,
  • Aku mencari Sa'ad dengan mati-matian dan aku berhasil mengambilnya
    Ia obat, jika aku berhasil menemukan Mundzir
    Jika aku berhasil mengambilnya, ia dibunuh tanpa ada seorang pun yang membalas dendam untuknya
    Karena ia memang layak direndahkan dan dibunuh
Syair Dhirar bin Al-Khaththab di atas dijawab Hasan bin Tsabit,
========================================================================================================
Halaman 408
  • Apakah engkau berbangga diri dengan baju dari pohon rami yang engkau kenakan
    Padahal kuda saja mengenakan mantel
    Engkau jangan menjadi seperti orang-orang mengantuk yang bermimpi
    Bahwa dia berada di perkampungan Kisra dan perkampungan Kaisar
    Engkau jangan seperti wanita yang akan meninggal dunia
    Wanita tersebut menyendiri karena kematian anaknya, jika hati nurani mau berfikir
    Engkau jangan seperti kambing yang dibunuh dengan cara membenamkan lengannya di tanah
    Dan ia tidak senang dengan kematian seperti itu
    Engkau juga jangan menjadi seperti orang penyesat yang menghadapkan dadanya
    Ia tidak takut kepada anak panah yang tersembunyi
    Sesungguhnya kami dan orang-orang yang menghadiahkan syair-syair kepada kami
    Adalah seperti orang yang mengawinkan kurma kepada penduduk Khairbar
---ooOoo---
Last edited by JANGAN GITU AH on Sun May 23, 2010 9:31 am, edited 3 times in total.

walet
Posts: 5973
Joined: Wed Feb 11, 2009 4:52 am
Contact:

Re: SIRAT NABAWIYAH Ibn Ishaq/Ibn Hisyam Jilid 1 (txt lengkap)

Post by walet »

Tolong netter disini daftarin thread ini ke digg.com biar bisa dilisting google di halaman pertama.

User avatar
JANGAN GITU AH
Posts: 5366
Joined: Sun Jan 04, 2009 1:39 pm
Location: Peshawar-Pakistan

Re: SIRAT NABAWIYAH Ibn Ishaq/Ibn Hisyam Jilid 1 (txt lengkap)

Post by JANGAN GITU AH »

Halaman 409
BAB 87
BERHALA AMR BIN AL-JAMUH
Ketika kaum Anshar tiba di Madinah, mereka menampakkan Islam di sana. Di kaum mereka masih tersisa orang-orang yang menganut agama syirik, di antaranya Amr bin Al-Jamuh bin Zaid bin Haram bin Ka'ab bin Ghanm bin Ka'ab bin Salimah. Anak Amr bin Al-Jamuh, Muadz bin Amr ikut menghadiri baiat Al-Aqabah dan membaiat Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam di dalamnya. Amr bin Al-Jamuh adalah salah seorang tokoh Bani Salimah dan salah seorang dari mereka yang terhormat. Ia membuat berhala di rumahnya yang ia beri nama Manat seperti yang diperbuat pemimpin-pemimpin yang membuat berhala yang mereka agungkan dan muliakan. Ketika dua pemuda Bani Salimah, yaitu Muadz bin Jabal dan anak Amr yaitu Muadz bin Amr telah masuk Islam bersama mereka yang telah masuk Islam dan ikut menghadiri baiat Al-Aqabah, maka pada suatu malam mereka pergi ke berhala Amr bin Al-Jamuh. Mereka mengambil berhala tersebut dan melemparkannya dalam keadaan terjungkir di got Bani Salimah yang di dalamnya terdapat kotoran manusia. Esok paginya, Amr bin Al-Jamuh berkata, 'Celaka kalian, siapa yang telah berbuat jahat terhadap tuhan kita tadi malam?' Amr bin Al-Jamuh mencari berhalanya. Ketika ia berhasil menemukannya, ia mencucinya, membersihkannya dan menghiasinya. Setelah itu, ia berkata, 'Demi Allah, jika aku mengetahui orang yang berbuat seperti ini terhadap berhalaku, aku pasti menghinanya.' Pada malam berikutnya ketika Amr bin Al-Jamuh telah tidur, pemuda-pemuda Islam pergi ke tempat berhala Amr bin Al-Jamuh kemudian berbuat seperti yang mereka perbuat pada malam kemarin. Esok paginya, Amr bin Al-Jamuh mendapati berhalanya dalam keadaan kotor. Kemudian ia mencucinya, membersihkannya dan menghiasinya. Pada malam berikutnya ketika Amr bin Al-Jamuh telah tidur, pemuda-pemuda Islam kembali melakukan hal yang sama. Sesudah mereka melakukan hal tersebut beberapa kali, Amr bin Al-Jamuh mengambil berhalanya dari got, kemudian mencucinya, membersihkannya dan menghiasinya. Setelah itu, ia pergi dengan menghunus pedang dan menggantungkan pedangnya di berhala tersebut. Ia berkata, 'Demi Allah, aku tidak tahu siapa sesungguhnya yang telah berbuat seperti ini terhadapmu. Jika engkau (berhala) mempunyai kebaikan, jagalah dirimu dengan pedang yang aku bawakan untukmu ini.' Pada malam harinya ketika Amr bin Al-Jamuh telah...
========================================================================================================
Halaman 410

...tidur, pemuda-pemuda Islam melakukan hal yang sama terhadap Amr bin Al-Jamuh. Mereka mengambil pedang dari leher berhala tersebut dan sebagai gantinya mereka mengambil bangkai anjing kemudian mengikat ke berhala tersebut dengan tali, kemudian melemparkannya di salah satu got Bani Salimah yang di dalamnya terdapat kotoran manusia. Esok paginya, Amr bin Al-Jamuh melihat berhala tidak ada di tempatnya, kemudian ia keluar dari rumahnya untuk mencarinya dan menemukannya di got dalam keadaan terjungkir dan dikaitkan dengan bangkai anjing. Ketika ia melihat hal tersebut, ia menyadari hakikat yang sebenarnya, kemudian ia diajak bicara oleh orang-orang dari kaumnya yang telah masuk Islam dan ia pun masuk Islam--semoga Allah merahmatinya-- dan keislamannya amat baik. Ketika ia telah masuk Islam, mengetahui apa yang telah ia ketahui dari Allah, ia berkata karena ingat berhalanya, hakikat yang telah ia ketahui, ia bersyukur kepada Allah yang telah menyelamatkannya dari kebutaan dan kesesatan,
  • Demi Allah, jika engkau adalah Tuhan
    Maka engkau dan bangkai anjing tidak akan berada di tengah got
    Segala puji bagi Allah Yang Mahatinggi Yang Kaya karunia
    Maha Pemberi, Pemberi rezki dan membuat manusia beragama
    Dialah yang telah menyelamatkanku
    Setelah sebelumnya aku berada dalam kegelapan kuburan yang tergadaikan
    Dengan perantaraan Ahmad; pemberi petunjuk, seorang nabi dan orang yang bisa dipercaya


Baiat untuk Perang

Ibnu Ishaq berkata, "Pada baiat untuk perang--ketika Allah mengizinkan Rasul-Nya berperang--terdapat syarat-syarat yang lain selain syarat-syarat pada baiat Al-Aqabah Pertama, karena baiat pertama adalah seperti baiat kaum wanita. (JGA: baiat banci ya? hehe) Baiat Al-Aqabah Pertama dinamakan baiat kaum wanita, karena Allah Ta'ala tidak mengizinkan Rasul-Nya berperang. Ketika Allah Ta'ala telah mengizinkan Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam berperang dan kaum Anshar membaiat Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam di Al-Aqabah Kedua untuk memerangi orang-orang berkulit sawo matang dan merah, maka Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam mengambil untuk dirinya, memberi persyaratan-persyaratan kepada kaum Anshar dan menjanjikan surga untuk mereka jika mereka memenuhi syarat-syarat baiat."

Ibnu Ishaq berkata bahwa Ubadah bin Al-Walid bin Ubadah bin Ash-Shamit berkata kepadaku dari ayahnya, Al-Walid dari kakeknya, Ubadah bin Ash-Shamit, salah seorang dari naqib yang berkata, "Kami membaiat Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam dalam bentuk baiat perang. Ubadah bin Ash Shamit termasuk dua belas orang yang membaiat Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam di Al-Aqabah Pertama dalam bentuk baiat wanita...
========================================================================================================
Halaman 411

...untuk tetap mendengar dan taat pada saat kita kesulitan, kemudahan kesenangan, kesedihan, tidak mendahulukan diri kita, tidak memperebutkan sesuatu dengan pemiliknya, berkata dengan benar di manapun kita berada dan tidak takut celaan orang di jalan Allah."
---ooOoo---

Post Reply