.

SIRAT NABAWIYAH Ibn Ishaq/Ibn Hisyam Jilid 1 (txt lengkap)

Pembahasan tentang buku² Islam yang tersedia di berbagai toko buku di Indonesia. Isi buku² ini membenarkan penjelasan FFIndonesia tentang wajah Islam dan ajaran Muhammad yang sebenarnya.

Re: SIRAT NABAWIYAH Ibn Ishaq/Ibn Hisyam Jilid 1 (txt lengkap)

Postby JANGAN GITU AH » Sun May 23, 2010 10:22 am

Halaman 412
BAB 88
NAMA ORANG-ORANG YANG MENGHADIRI BAIAT AL-AL-AQABAH KEDUA

Bab ini hanya berisi daftar nama peserta baiat kedua...jadi untuk sementara kita tunda dulu :green:
User avatar
JANGAN GITU AH
 
Posts: 5366
Joined: Sun Jan 04, 2009 1:39 pm
Location: Peshawar-Pakistan

Re: SIRAT NABAWIYAH Ibn Ishaq/Ibn Hisyam Jilid 1 (txt lengkap)

Postby JANGAN GITU AH » Sun May 23, 2010 10:45 am

Halaman 421
BAB 89
TURUNNYA PERINTAH PERANG KEPADA RASULULLAH SHALLALLAHU ALAIHI WA SALLAM


Abu Muhammad bin Abdul Malik bin Hisyam berkata bahwa Ziyad bin Abdullah Al-Bakkai berkata kepadaku dari Muhammad bin Ishaq Al-Muththalibi yang berkata,
"Sebelum terjadinya baiat Al-Aqabah, Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam tidak diizinkan berperang dan darah tidak dihalalkan bagi beliau. Beliau hanya diperintahkan berdakwah kepada jalan Allah, bersabar terhadap semua gangguan dan memaafkan orang ****. Ketika itu, orang-orang Quraisy menyiksa kaum Muhajirin yang mengikuti beliau hingga mengeluarkan mereka dari agama mereka dan mengusir mereka dari negeri mereka. Kaum Muslimin Makkah berada di antara disiksa karena agamanya dan disiksa di depan mereka atau lari ke negeri-negeri lain. Di antara mereka ada yang lari ke Habasyah, ada yang lari ke Madinah dan ada yang lari ke negeri-negeri lain.

Ketika orang-orang Quraisy semakin membangkang kepada Allah Azza wa Jalla, menolak kehendak Allah untuk memuliakan mereka, mendustakan hamba-Nya yang menyembah-Nya, mentauhidkan-Nya, membenarkan Nabi-Nya dan berpegang teguh kepada agama-Nya, maka Allah Azza wa Jalla mengizinkan Rasul-Nya Shallallahu Alaihi wa Sallam berperang, menahan, mengalahkan orang-orang yang mendzalimi kaum Muslimin dan menindas mereka. Ayat pertama yang turun kepada Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam yang mengizinkan beliau berperang, darah dihalalkan bagi beliau dan memerangi orang-orang yang menindas beliau seperti dikatakan kepadaku dari Urwah bin Az-Zubair dan ulama-ulama lain ialah firman Allah Tabaraka wa Ta'ala,
========================================================================================================
Halaman 422

    'Telah diizinkan (berperang) bagi orang-orang yang diperangi, karena sesungguhnya mereka telah dianiaya. Dan sesungguhnya Allah, benar-benar Mahakuasa menolong mereka itu. (Yaitu) orang-orang yang telah diusir dari kampung halaman mereka tanpa alasan yang benar, kecuali karena mereka berkata, 'Tuhan kami hanyalah Allah.' Dan sekiranya Allah tidak menolak sebagian manusia dengan sebagian yang lain, tentulah telah dirobohkan biara-biara Nasrani, gereja-gereja, rumah-rumah ibadah orang Yahudi dan masjid-masjid, yang di dalamnya banyak disebut nama Allah. Sesungguhnya Allah pasti menolong orang yang menolong (agama-Nya). Sesungguhnya Allah benar-benar Maha kuat lagi Mahaperkasa. (yaitu) orang-orang yang jika Kami teguhkan kedudukan mereka di muka bumi, mereka mendirikan shalat, menunaikan zakat, menyuruh berbuat yang ma'ruf dan mencegah dari perbuatan yang mungkar dan kepada Allah-lah kembali segala urusan.' (Al-Hajj: 39-41).
Maksudnya, Aku (Allah) menghalalkan perang kepada mereka, karena mereka telah mendzalimi dan mereka tidak mempunyai dosa selain karena mereka menyembah Allah. Jika mereka menang, maka mereka menegakkan shalat, membayar zakat, menyuruh kepada hal-hal yang ma'ruf dan melarang dari hal-hal yang mungkar. Mereka yang dimaksud ialah Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam dan sahabat-sahabatnya.

Setelah itu, Allah Tabaraka wa Ta'ala menurunkan ayat,
    'Dan perangilah mereka, sehingga tidak ada fitnah lagi.' (Al-Baqarah: 193).
Maksudnya, agar orang Mukmin tidak difitnah karena agamanya. Allah juga berfirman,
========================================================================================================
Halaman 423

    'Dan (sehingga) ketaatan itu hanya semata-mata untuk Allah.' (Al-Baqarah: 193).
Maksudnya, agar Allah disembah dan Dia tidak disembah bersama yang lain."

Izin kepada Kaum Muslimin Makkah untuk Hijrah ke Madinah

Ibnu Ishaq berkata, "Ketika Allah Ta'ala mengizinkan Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam berperang, kaum Anshar masuk Islam, menolong beliau dan para pengikut beliau, serta melindungi kaum Muslimin yang datang ke tempat mereka, kaum Muhajirin dari kaumnya dan kaum Muslimin yang lain di Makkah untuk hijrah ke Madinah dan bergabung dengan saudara-saudara mereka, kaum Anshar. Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam bersabda, 'Sesungguhnya Allah Azza wa Jalla telah menjadikan untuk kalian saudara-saudara dan negeri yang kalian merasa aman di dalamnya.' Kemudian kaum Muslimin Makkah hijrah ke Madinah kelompok per kelompok. Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam menetap di Makkah menunggu izin dari Tuhannya untuk berhijrah dari Makkah ke Madinah."

JGA: wahai muslim...dari dua kejadian hijrah (ke Habasyah dan ke Madinah.., tidak ada sama sekali bukti bila kaum Muslimin Makkah berhijrah karena diusir dan diperangi seperti klaim mulut-mulut busuk kalian...!)

Abu Salamah Al-Makhzumi Orang Yang Pertama Kali Hijrah

Ibnu Ishaq berkata, "Orang yang pertama kalia hijrah ke Madinah dari sahabat-sahabat Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam dari Quraisy dari Bani Makhzum adalah Abu Salamah bin Abdul Asad bin Hilal bin Abdullah bin Umar bin Makhzum. Nama aslinya ialah Abdullah. Ia hijrah ke Madinah setahun sebelum terjadinya baiat Al-Aqabah. Ia datang kepada Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam dari Habasyah. Ketika orang-orang Quraisy menindasnya dan ia mendengar masuk Islamnya kaum Anshar, ia hijrah ke Madinah."

Ibnu Ishaq berkata bahwa Abu Ishaq bin Yasar berkata kepadaku dari Salamah bin Abdullah bin Umar bin Abu Salamah dari neneknya, Ummu Salamah Radhiyallahu Anha yang berkata, "Ketika Abu salamah memutuskan untuk hijrah ke Madinah, ia menaikkanku ke atas untanya, kemudian ia membawaku di atas unta tersebut bersama anakku, Salamah bin Abu Salamah yang berada di dalam pangkuanku. Ia keluar bersamaku dengan menuntun unta yang aku berada diatasnya. Ketika orang-orang Bani Al-Mughirah bin Abdullah bin Umar bin Makhzum melihatnya, mereka pergi kepadanya dan bertanya, 'Jiwamu telah mengalahkan kami. Tidakkah engkau lihat sahabat wanita kami ini (Ummu Salamah)? Kami tidak membiarkanmu berjalan bersamanya ke negeri-negeri.' Mereka mengambil tali kendali unta dari tangan Abu Salamah dan mengambilku darinya. Mendengar kejadian tersebut, Bani Abdul Asad, sanak kerabat Abu Salamah marah. Mereka berkata, 'Demi Allah, kami tidak akan meninggalkan anak kami di sisi istrinya jika mereka...

JGA: eh orang Quraisy malah melarang mereka hijrah...hihi...patahlah bacotnya muslim, bahwa mereka diusir dan diperangi...!
========================================================================================================
Halaman 424

...telah mengambil istrinya darinya.' Mereka tarik-menarik memperebutkan anakku Salamah, hingga akhirnya Bani Abdul Asad berhasil merampas anakku dari tanganku, kemudian mereka membawa anakku ke tempat mereka. Sedang aku ditahan Bani Al-Mughirah di tempat mereka. Suamiku, Abu Salamah tetap pergi ke Madinah. Aku pun terpisah dari suamiku dan anakku. Setelah kejadian tersebut, pada setiap pagi aku keluar ke Al-Abthah (tempat di Makkah). Di tempat tersebut, aku menangis hingga sore hari. Hal ini berjalan selama setahun atau hampir setahun, hingga akhirnya pada suatu hari lewatlah salah seorang dari Bani pamanku. Ia melihat keadaan diriku, ia merasa iba kepadaku. Ia berkata kepada Bani Al-Mughirah, 'Kenapa kalian tidak kasihan terhadap wanita ini? Kalian memisahkannya dengan suaminya dan anaknya.' Bani Al-Mughirah berkata kepadaku, 'Jika engkau mau, susullah suamimu.' Setelah itu, Bani Asad mengembalikan anakku kepadanya di pangkuanku, kemudian aku pergi. Aku ambil anakku dan meletakkannya di pangkuanku, kemudian aku pergi ke Madinah menyusul suamiku. Aku tidak ditemani siapa-siapa dari makhluk Allah. Aku berkata, 'Aku akan terus berjalan dengan orang yang aku temui hingga aku tiba di tempat suamiku. Ketika aku tiba di At-Tan'im, aku bertemu dengan Utsman bin Thalhah bin Abu Thalhah, saudara Bani Abduddaar. Ia bertanya kepadaku, 'Engkau akan pergi ke mana, wahai putri Abu Umaiyyah?' Aku menjawab, 'Aku hendak menyusul suamiku di Madinah.' Utsman bin Thalhah bin Abu Thalhah bertanya, 'Apakah tidak ada orang lain yang menyertaimu?' Aku menjawab, 'Demi Allah, tidak, kecuali Allah dan anakku ini.' Utsman bin Thalhah bin Abu Thalhah berkata, 'Demi Allah, engkau tidak boleh ditinggalkan.' Utsman bin Abu Thalhah bin Abu Thalhah mengambil tali kendali unta, kemudian ia menuntun untaku dengan cepat. Demi Allah, aku tidak pernah bersahabat dengan orang Arab yang lebih mulia daripada Utsman bin Thalhah. Jika ia tiba di perkampungan, ia berhenti kemudian menjauh dariku. Jika aku telah turun dari untaku, ia ambil untaku dan mengikatnya di pohon, kemudian ia menjauh ke pohon yang lain dan tidur di bawahnya. Jika sore hari telah tiba, ia pergi kepada untaku dan menyiapkannya. Sambil menjauh dariku, ia berkata, 'Naiklah ke atas unta!' Jika aku telah naik ke atas unta, ia datang, kemudian mengambil tali kendali unta dan menuntun untaku hingga ia berhenti bersamaku. Itulah yang ia kerjakan hingga ia berhasil mengantarku ke Madinah. Ketika ia melihat desa Bani Amr bin Auf di Quba', ia berkata, 'Suamimu ada di desa ini--Abu Salamah memang tinggal di desa tersebut--, masuklah ke dalamnya dengan berkah Allah!' Usai mengantarkanku ke Madinah, Utsman bin Thalhah pulang kembali ke Makkah. Demi Allah, tidak ada rumah tangga Islam yang mendapat musibah seperti musibah yang dialami rumah tangga Abu Salamah dan aku belum pernah melihat sahabat yang lebih mulia daripada Utsman bin Thalhah'."
========================================================================================================
Halaman 425

Hijrahnya Amir bin Rabi'ah dan Istrinya

Ibnu Ishaq berkata, "Orang yang pertama kali tiba di Madinah setelah Abu Salamah adalah Amir bin Rabi'ah sekutu Bani Adi bin Ka'ab beserta istrinya, Laila binti Abu Hatsmah bin Ghanim bin Abdullah bin Auf bin Ubaid bin Uwaij bin Adi bin Ka'ab."

Hijrahnya Abdullah bin Jahsy dan Istrinya

Ibnu Ishaq berkata, "Kemudian Abdullah bin Jahsy bin Riab bin Ya'mur bin Shabirah bin Murrah bin Kabir bin Ghanm bin Dudan bin Asad bin Khuzaimah sekutu Bani Umaiyyah bin Abdu Syams. Abdullah bin Jahsy membawa hijrah istrinya dan saudaranya, Abd bin Jahsy yang lebih dikenal dengan nama Abu Ahmad. Abu Ahmad orang buta. Ia mengelilingi Makkah Atas dan Makkah Bawah tanpa penuntun. Ia juga penyair. Ia beristrikan Al-Far'ah binti Abu Sufyan bin Harb dan ibu al-Far'ah bernama Umaimah binti Abdul Muththalib bin Hasyim. Rumah Abdullah bin Jahsy tertutup karena semua penghuninya hijrah ke Madinah. Pada suatu hari, Utbah bin Rabi'ah, Al-Abbas bin Abdul Muththalib dan Abu Jahal bin Hisyam berjalan melewati rumah Abdullah bin Jahsy, ketika mereka hendak pergi ke Makkah Atas. Utbah bin Rabi'ah melihat pintu rumah tersebut digerak-gerakkan angin dan di dalamnya tidak ada penghuninya. Ketika ia melihat rumah tersebut seperti itu, ia menghela nafas panjang, kemudian ia berkata,
    Semua rumah, kendati ia ramai sekian lama
    Maka pada suatu hari ia akan ditimpa musibah dan sakit
Ibnu Hisyam berkata, "Bait di atas milik Abu Dawud Al-Iyadi dalam kumpulan syair-syairnya."

Ibnu Ishaq berkata, "Utbah bin Rabi'ah berkata, 'Rumah ini sekarang berubah menjadi sepi tak berpenghuni.' Abu Jahal berkata, 'Rumah tersebut tidak ditangisi orang yang berketurunan sedikit. Ini semua karena ulah anak saudara Si Fulan. Ia memecah belah persatuan kita, mengacaukan urusan kita dan memutuskan hubungan di antara kita.'

Abu Salamah bin Abdul Asad, Amir bin Rabi'ah, Abdullah bin Jahsy dan saudara Abdullah bin Jahsy, yaitu Abu Ahmad bin Jahsy menetap di rumah Mubasysyir bin Abdul Mundzir bin Zanbar di Quba'. di Bani Amr bin Auf.

Setelah itu, kaum Muhajirn datang ke Madinah secara berkelompok-kelompok. Mereka adalah Bani Dudan yang telah masuk Islam. Mereka semua; laki-laki dan wanita hijrah ke Madinah kepada Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam. Mereka adalah Abdullah bin Jahsy, saudara Abdullah bin Jahsy yang bernama Abu Ahmad bin Jahsy, Ukasyah bin Mihshan, Syuja' bin Wahb, Uqbah bin Wahb, Arbad bin Humayyir (Ibnu Hisyam berkata, "Ada yang mengatakan Ibnu Humair."), Munqidz bin Nubatah, Sa'id bin...
=======================================================================================================
Halaman 426

...Ruqais, Mahraj bin Nadhlah, Yazid bin Ruqaisy, Qais bin Khabir, Amr bin Mihshan, Malik bin Amr, Shafwan bin Amr, Tsaqaf bin Amr, Rabi'ah bin Aksyam, Az-Zubair bin Ubaidah, Tammam bin Ubaidah, Sakhbarah bin Ubaidah dan Muhammad bin Abdullah bin Jahsy.

Wanita-wanita mereka adalah Zainab binti Jahsy, Ummu Habib binti Jahsy, Judzamah binti Jandal, Ummu Qais binti Mihshan, Ummu Habib binti Tsumamah, Aminah binti Ruqaisy, Sakhbarah binti Tamim dan Hamnah binti Jahsy."

Abu Ahmad bin Jahsy bin Riab berkata mengingatkan hijrah kaumnya, Bani Asad bin Khuzaimah kepada Allah Ta'ala dan Rasul-Nya, serta kesiapan mereka untuk hijrah ketika mereka diserukan untuk hijrah,(JGA: mau ngeles apa lagi nih para muslim. Hei jangan lagi katakan kaum muslim diusir dari Makkah ya! Itu tuh, nabimu sendiri nanti akan menyerukan pada mereka agar berhijrah ke Madinah, tepat seperti yang dilakukannya ketika kaum Muhajirin hijrah ke Habasyah)
    Jika Ummu Ahmad bersumpah di antara Shafa dan Marwa,
    Ia memenuhi sumpahnya
    Sungguh, kami orang-orang hebat, karena kami tinggal di Makkah
    Kami selalu berada di Makkah, hingga orang gemuk Makkah berubah menjadi kurus
    Di Makkah, Ghanm bin Dudan membua kemah dan membangun rumah
    Ketika penduduk Makkah kurang berpikir
    Ghanm pergi kepada Allah; berdua-dua dan sendirian
    Agama Rasullulah yang benar adalah agamanya
Abu Ahmad bin Jahsy juga berkata,
    Ketika Ummu Ahmad melihatku hendak berangkat
    Dengan perlindungan Dzat yang aku takuti di alam gaib
    Ia berkata, 'Jika engkau tetap harus berangkat,
    Maka bawa kami negeri-negeri.'
    Aku katakan padanya, 'Yatsrib pada hari ini adalah tujuan kita,
    Dan apa saja yang dikehendaki Ar-Rahman, seorang hamba tinggal menjalaninya.'
    Tujuanku ialah kepada Allah dan Rasul
    Barangsiapa menghadapkan wajahnya kepada Allah pada suatu hari, ia tidak merugi
    Betapa banyak kawan akrab pemberi nasihat kami tinggalkan
    Betapa banyak wanita pemberi nasihat menangis dengan mengeluarkan air mata dan meratap
    Ia berpendapat bahwa kepergian kita dari negeri kami adalah karena kedzaliman manusia kepada kami
    Padahal kami berpendapat, bahwa kepergian kami adalah karena mencari kebaikan

    Aku seru Bani Ghanm untuk menahan darah mereka
    Dan aku ajak mereka kepada kebaikan, ketika jalan yang jelas telah terlihat oleh manusia
=======================================================================================================
Halaman 427

    Alhamdulillah, mereka menjawab seruan ketika mereka diajak kepada kebenaran dan keberuntungan
    Oleh seorang dai dan mereka pun paham
    Dulu kami dan sahabat-sahabat kami meninggalkan petunjuk
    Mereka membantu kami dengan senjata dan mereka terbagi ke dalam dua kubu
    Salah satu kubu mendapatkan kebenaran dan petunjuk
    Sedang kubunya tersiksa
    Mereka melewati batas dan ingin mendustakan
    Mereka dipalingkan dari kebenaran oleh iblis, kemudian mereka menjadi miskin dan merugi
    Kami kembali kepada sabda Nabi Muhammad
    Hasilnya, penguasa-penguasa kebenaran di antara kami pun menjadi baik
    Kami hubungkan kekerabatan yang dekat dengan mereka
    Tidak ada kedekatan dengan sanak kerabat, sebab sanak kerabat tersebut tidak didekatkan
    Setelah kepergian kami, adakah anak saudara wanita yang bisa
    memberi jaminan keamana kepada kalian?
    Setelah kerabatku, adakah kerabat yang bisa ditunggu?
    Engkau akan tahu, mana di antara kita yang paling benar
    Ketika mereka saling menghilangkan dan kebenaran dihilangkan dari manusia

Hijrahnya Umar bin Khaththab, Ayyasy bin Abu Rabi'ah dan Hisyam bin Al-Ash

Ibnu Ishaq berkata, "Kemudian Umar bin Khaththab dan Ayyasy bin Abu Rabi'ah Al-Makhzumi keluar dari Makkah dan tiba di Madinah."

Nafi' mantan budak Abdullah bin Umar berkata kepadaku dari Abdullah bin Umar dari ayahnya, Umar bin Khaththab yang berkata, "Ketika kami ingin hijrah ke Madinah, aku, Ayyasy bin Abu Rabi'ah dan Hisyam bin Al-Ash bin Wail As-Sahmi sepakat bertemu di Tanadhub, anak sungai di atas Sarif. Kami berkata, 'Jika salah seorang dari kita besok pagi tidak berada di tempat tersebut, berarti ia tertahan dan hendaklah dua orang lainnya berangkat ke Madinah.' Keesokan harinya, aku dan Ayyasy bin Abu Rabi'ah berada di Tanadhub. Hisyam bin Al-Ash tidak bisa datang ke tempat tersebut, karena ia disiksa.

Ketika kami tiba di Madinah, kami berhenti di Bani Amr bin Auf di Quba'. Abu Jahal bin Hisyam dan Al-Harits bin Hisyam berangkat ke Madinah untuk menemui Ayyasy bin Abu Rabi'ah. Ayyasy bin Abu Rabi'ah adalah...
=======================================================================================================
Halaman 428

...paman keduanya dan saudara seibu keduanya. Abu Jahal bin Hisyam dan Al-Harits bin Hisyam tiba di Madinah pada saat Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam masih di Makkah. Keduanya berbicara dengan Ayyasy bin Abu Rabi'ah. Keduanya berkata kepada Ayyasy bin Abu Rabi'ah, 'Sesungguhnya ibumu bernazar, bahwa sisir tidak menyentuh rambutnya hingga ia melihatmu dan ia tidak akan berteduh dari matahari hingga melihatmu.' Ayyasy bin Abu Rabi'ah terketuk hatinya mendengar cerita keduanya. Aku (Umar bin Khaththab) berkata kepada Ayyasy, 'Hai Ayyasy, demi Allah, sesungguhnya orang-orang Quraisy hanya ingin mengeluarkanmu dari agamamu, maka berhati-hatilah terhadap mereka. Demi Allah, jika ibumu terganggu oleh kutu, ia pasti menyisir rambutnya dan jika panas matahari Makkah membara, ia pasti berteduh.' Ayyasy bin Abu Rabi'ah berkata, 'Aku akan membersihkan sumpah ibuku. Di sana, aku mempunyai uang dan aku akan mengambilnya.' Aku berkata kepada Ayyasy bin Abu Rabi'ah, 'Demi Allah, engkau sudah tahu bahwa aku orang Quraisy yang paling kaya. Engkau aku beri separuh hartaku dan sebagai gantinya engkau tidak usah pergi bersama Abu Jahal bin Hisyam dan Al-Harits bin Hisyam.' Ayyasy bin Abu Rabi'ah tidak menuruti saranku dan ia lebih tertarik pulang bersama Abu Jahal bin Hisyam dan Al-Harits bin Hisyam. Ketika ia memutuskan pulang ke Makkah, aku katakan kepada Ayyasy, 'Jika engkau akan melaksanakan apa yang engkau inginkan, ambillah untaku ini, karena ia unta yang handal dan penurut dan tetaplah berada di atas punggungnya. Jika engkau melihat sesuatu yang mencurigakan pada kaum tersebut, selamatkan dirimu dengan unta ini.' Kemudian Ayyasy bin Abu Rabi'ah pulang ke Makkah bersama Abu Jahal bin Hisyam dan Al-Harits bin Hisyam.

Ketika mereka bertiga tiba di salah satu jalan, Abu Jahal bin Hisyam berkata kepada Ayyasy bin Abu Rabi'ah, 'Demi Allah, wahai saudaraku, sungguh saya keliru dalam memilih untaku ini. Ia tidak bisa membawaku, mengejar untamu.' Ayyasy bin Abu Rabi'ah berkat, 'Ya betul.' Kemudian Ayyasy bin Abu Rabi'ah menghentikan untanya. Begitu juga Abu Jahal bin Hisyam dan Al-Harits bin Hisyam dan Al-Harits bin Hisyam menangkap Ayyasy bin Abu Rabi'ah, kemudian keduanya mengikatnya, membawanya masuk Makkah dan menyiksanya."

Ibnu Ishaq berkata bahwa sebagian keluarga Ayyasy bin Abu Rabi'ah berkata kepadaku, ketika Abu Jahal bin Hisyam dan Al-Harits bin Hisyam membawa Ayyasy bin Abu Rabi'ah masuk Makkah, keduanya membawa Ayyasy masuk Makkah dalam keadaan terikat di malam hari. Keduanya berkata, "Hai orang-orang Makkah, kerjakan seperti inilah terhadap orang-orang **** kalian, seperti yang kami perbuat terhadapnya."

Ibnu Ishaq berkata bahwa Nafi' berkata kepadaku dari Abdullah bin Umar dari Umar bin Khaththab dalam haditsnya. Umar bin Khaththab ber...
========================================================================================================
Halaman 429

...kata, "Kami pernah katakan. 'Allah tidak menerima keadilan dan taubatnya orang yang berubah haluan karena siksaan, yaitu kaum yang mengenal Allah, kemudian ia kembali kepada kekafiran karena cobaan yang menderanya. Para sahabat mengucapkan ungkapan tersebut untuk diri mereka. Ketika Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam tiba di Madinah, Allah Ta'ala menurunkan ayat tentang mereka, tentang ucapan kami dan ucapan mereka terhadap diri mereka sendiri,
    'Katakanlah, 'Hai hamba-hamba-Ku yang melampaui batas terhadap diri mereka sendiri, janganlah kalian berputus asa dari rahmat Allah, sesungguhnya Allah mengampuni dosa-dosa semuanya, Sesungguhnya Dialah Yang Maha Pengampun lagi Maha Penyayang. Dan kembalilah kalian kepada Tuhan kalian dan berserah dirilah kepada-Nya sebelum datang adzab kepada kalian kemudian kalian tidak dapat ditolong. Dan ikutilah sebaik-baik apa yang telah diturunkan kepada kalian dari Tuhan kalian sebelum datang adzab kepada kalian dengan tiba-tiba, sedang kalian tidak menyadarinya'." (Az-Zumar: 53-55).

Surat Umar bin Khaththab kepada Hisyam

Umar bin Khaththab berkata, "Surat di atas aku tulis dengan kedua tanganku dalam lembaran, kemudian aku kirimkan kepada Hisyam bin Al-Ash. Hisyam bin Al-Ash berkata, 'Ketika surat tersebut sampai ke tanganku, aku membacanya di Dzi Thawa. Aku segera naik ke Dzi Thawa membawa surat tersebut. Aku baca surat tersebut, namun aku tidak bisa memahaminya, hingga aku berkata, 'Ya Allah, berilah aku pemahaman!' Kemudian Allah Ta'ala memasukkan pemahaman ke dalam hatiku, bahwa ayat tersebut diturunkan tentang kami, apa yang kami katakan untuk diri kami dan apa yang diucapkan tentang kami. Aku segera pergi kepada untaku, duduk di atasnya, kemudian pergi menyusul Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam'."
=======================================================================================================
Halaman 430

Al-Walid bin Al-Walid bin Al-Mughirah Membawa Ayyasy bin Abu Rabi'ah dan Hisyam bin Al-Ashi Pulang ke Makkah

Ibnu Hisyam berkata bahwa orang yang aku percayai berkata kepadaku bahwa Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam bersabda di Madinah, "Siapa yang bisa membebaskan Ayyasy bin Abu Rabi'ah dan Hisyam bin Al-Ashi untukku?" Al-Walid bin Al-Walid bin Al-Mughirah berkata, "Aku wahai Rasulullah." Kemudian Al-Walid bin Al-Walid bin Al-Mughirah berangkat ke Makkah dan tiba di sana dengan diam-diam. Ia bertemu seorang wanita yang membawa makanan. Ia berkata kepada wanita tersebut, "Engkau akan pergi ke mana, wahai hamba Allah?" Wanita tersebut berkata, "Aku akan pergi kepada dua orang yang sedang ditahan--sambil menyebut nama kedua orang yang ditahan tersebut." Al-Walid bin Al-Walid bin Al-Mughirah membuntuti wanita tersebut hingga ia mengetahui tempat dua orang yang ditahan tersebut. Kedua orang tersebut ditahan di rumah yang tidak ada atapnya. Pada sore harinya, Al-Walid bin Al-Walid bin Al-Mughirah memanjat rumah kedua orang yang ditahan tersebut. Ia ambil kerikil putih dan meletakkannya di bawah tali pengikat keduanya, kemudian ia tebas tali pengikat keduanya dengan pedangnya dan ia berhasil memutusnya. Oleh karena itu, pedangnya dinamakan Dzu Al-Marwah (yang mempunyai kerikil putih). Setelah itu , Al-Walid bin Al-Walid bin Al-Mughirah menaikkan Ayyasy bin Abu Rabi'ah dan Hisyam bin Al-Ashi ke atas untanya. Ia tuntun unta yang membawa keduanya hingga ia terjatuh dan jari-jarinya berdarah. Ia berkata
    Engkau tidak lain adalah jari-jari yang berdarah
    Dan engkau berdarah itu di jalan Allah
Al-Walid bin Al-Walid bin Al-Mughirah berhasil membawa keduanya tiba di Madinah di tempat Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam.

Rumah Kaum Muhajirin di Madinah

Ibnu Ishaq berkata, "Ketika tiba di Madinah, Umar bin Khaththab beserta keluarganya, kaumnya yang hijrah, saudaranya yang bernama Zaid bin Khaththab, Amr bin Suraqah bin Al-Mu'tamir, Abdullah bin Al-Mu'tamir, Khunais bin Hudzafah As-Sahmi suami putrinya bernama Hafshah binti Umar Khaththab dan sepeninggalnya Hafshah dinikahi Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam, Sa'ad bin Zaid bin Amr bin Nufail, Waqid bin Abdullah At-Taimi, sekutu mereka, Khauli bin Abu Khauli, Malik bin Khauli, sekutu mereka (Ibnu Hisyam berkata, "Abu Khauli berasal dari Bani Ijl bin Lujaim bin Sha'b bin Alibin Bakr bin Wail.") dan empat orang kaum Muhajirin, yaitu: Ayyas bin Al-Bukair, Amir bin Al-Bukair dan Khalid bin Al-Bukair, sekutu mereka dari Bani Sa'ad bin Laif tinggal di rumah Rifa'ah bin Abdul Mundzir bin Zanbar di Bani Amr bin Auf di Quba'. Ayyasy bin Rabi'ah juga tinggal di rumahnya ketika ia tiba di Madinah.
=======================================================================================================
Halaman 431

Kaum Muhajirin datang secara bergelombang. Thalhah bin Ubaidillah bin Utsman dan Shuhaib bin Sinan tinggal di rumah Khubaib bin Isaf, saudara Al-Harits bin Al-Khazraj di As-Sunh."

Ibnu Hisyam berkata, "Ada yang mengatakan Yusaf dan bukannya Isaf seperti dikatakan kepadaku dari Ibnu Ishaq. Ada yang mengatakan, Thalhah bin Ubaidillah tinggal di rumah As'ad bin Zurarah, saudara Bani An-Najjar."

Hijrahnya Shuhaib

Ibnu Hisyam berkata bahwa dikatakan kepadaku dari Abu Utsman An-Nahdi bahwa ia berkata, "Ketika Shuhaib hendak hijrah, orang-orang Quraisy berkata kepadanya, 'Engkau datang ke tempat kami dalam keadaan miskin dan hina, kemudian engkau kaya di tempat kami dan engkau menjadi terhormat. Apakah setelah itu engkau akan pergi dengan membawa kekayaanmu dan dirimu? Demi Allah, ini tidak boleh terjadi.' Shuhaib berkata kepada mereka, 'Apakah kalian tidak mengganggu perjalananku jika kekayaanku aku serahkan kepada kalian?' Mereka menjawab, 'Ya.' Shuhaib berkata, 'Sesungguhnya semua kekayaanku aku berikan kepada kalian.' Hal ini didengar Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam, kemudian beliau bersabda, 'Shuhaib telah beruntung. Shuhaib telah beruntung'."

Ibnu Ishaq berkata, "Hamzah bin Abdul Muththalib, Zaid bin Haritsah, Abu Martsad Kannaz bin Hishn (Ibnu Hisyam berkata, "Abu Martsad Kannaz adalah anak Hushain."), anak Kannaz bin Hishn yang bernama Martsad Al-Ghanawiyyan, sekutu Hamzah bin Abdul Muththalib, Anasah dan Abu Kabsyah--keduanya mantan budak Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam--menetap di rumah Kultsum bin Hidam, saudara Bani Amr bin Auf di Quba'. Ada yang mengatakan mereka berhenti di rumah Sa'ad bin Khaitsamah. Ada lagi yang mengatakan Hamzah bin Abdul Muththalib menetap di rumah As'ad bin Zurarah, saudara Bani An-Najjar. Semua pendapat tersebu ada yang mengatakannya.

Ubaid bin Al-Harits bin Al-Muththalib, Ath-Thufail bin Al-Harits, Al-Hushain bin Al-Harits (keduanya saudara Ubaid), Misthah bin Utsatsah bin Ibad bin Al-Muththalib, Suwaibith bin Sa'ad bin Harmalah saudara Bani Abduddaar, Thulaib bin Umair saudara Bani Abd bin Qushai dan Khabbab mantan budak Utbah bin Ghazwan menetap di rumah Abdullah bin Salimah saudara Bal'ajlan di Quba'.

Abdurrahman bin Auf bersama sejumlah kaum Muhajirin menetap di rumah Sa'ad bin Ar-Rabi' saudara Bani Al-Harits bin Al-Khazraj di permukiman Al-Harits bin Al-Khazraj.

Az-Zubair bin Al-Awwam dan Abu Sabrah bin Abu Ruhm bin Adul Uzza menetap di rumah Mundzir bin Muhammad bin Uqbah bin Uhaihah bin Al-Julaj di Al-Ushbah di perkampungan Bani Jahjabi.
========================================================================================================
Halaman 432

Mush'ab bin Umair, saudara Bani Abduddaar menetap di rumah Sa'ad bin Mundzir bin An-Nu'man, saudara Bani Abdul Asyhal di perkampungan Bani Abdul Asyhal.

Abu Hudzaifah bin Utbah bin Rabi'ah, Salim mantan budak Abu Hudzaifah (Ibnu Hisyam berkata, "Salim mantan budak Abu Hudzaifah adalah saibah-budak yang dimerdekakan dan perwaliannya tidak diberikan kepada pemiliknya--milik Tsubaitah binti Ya'ar bin Zaid bin Ubaid bin Malik bin Auf bin Amr bin Auf bin Malik bin Al-Aus. Tsubaitah memutus perwalian Salim kemudian Abu Hudzaifah bin Utbah bin Rabi'ah mengadopsinya. Ada yang mengatakan Salim adalah mantan budak Abu Hudzaifah. Ada lagi yang mengatakan Tsubaitah adalah istri Abu Hudzaifah bin Utbah, kemudian Tsubaitah memerdekakan Salim, maka dikatakan bahwa Salim adalah mantan budak Abu Hudzaifah.") dan Utbah bin Ghazwan bin Jabir menetap di rumah Ibad bin Bisyr bin Waqsy, saudara Bani Abdul Asyhal di perkampungan Abdul Asyhal.

Utsman bin Affan tinggal di rumah Aus bin Tsabit bin Al-Mundzir, saudara Hasan bin Tsabit di perumahan Bani An-Najjar. Oleh karena itu, Hassan bin Tsabit amat mencintai Utsman bin Affan dan menangisinya ketika ia meninggal dunia.

Ada yang mengatakan para bujangan kaum Muhajirin tinggal di rumah Sa'ad bin Khaitsamah.

---ooOoo---
Last edited by JANGAN GITU AH on Mon May 24, 2010 8:06 pm, edited 1 time in total.
User avatar
JANGAN GITU AH
 
Posts: 5366
Joined: Sun Jan 04, 2009 1:39 pm
Location: Peshawar-Pakistan

Re: SIRAT NABAWIYAH Ibn Ishaq/Ibn Hisyam Jilid 1 (txt lengkap)

Postby JANGAN GITU AH » Sun May 23, 2010 9:34 pm

Halaman 433
BAB 90
HIJRAHNYA RASULULLAH SHALLALLAHU ALAIHI WA SALLAM

Ibnu Ishaq berkata, "Setelah para sahabat hijrah ke Madinah, Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam tetap di Makkah menunggu diizinkan untuk hijrah. Semua kaum Muhajirin hijrah ke Madinah, kecuali sahabat yang ditahan atau orang yang disiksa, terkecuali Ali bin Abu Thalib dan Abu Bakar bin Abu Quhafah. Abu Bakar sudah seringkali meminta izin kepada Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam untuk hijrah ke Madinah, namun beliau bersabda kepadanya, 'Engkau jangan terburu-buru, mudah-mudahan Allah memberimu teman untuk hijrah.' Abu Bakar berharap kiranya ia bisa menemani hijrahnya Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam."

Perihal Daar An-Nadwah

Ibnu Ishaq berkata, "Ketika orang-orang Quraisy mengetahui bahwa Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam mempunyai banyak pengikut, sahabat-sahabat di negeri lain dan melihat hijrahnya sahabat-sahabat beliau dari kaum Muhajirin ke sahabat-sahabat dari kaum Anshar, mereka pun segera sadar bahwa kaum Muslimin telah mendapatkan negeri dan mendapatkan perlindungan. Oleh karena itu, mereka mewaspadai hijrahnya Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam ke Madinah. Mereka juga sadar bahwa kaum Muslimin telah bersatu padu untuk memerangi mereka. Karena itulah, mereka segera menggelar rapat di Daar An-Nadwah membahas Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam. Tadinya Daar An-Nadwah rumah milik Qushai bin Kilab. Orang-orang Quraisy tidak memutuskan satu perkara, melainkan mereka bermusyawarah di dalamnya. Di Daar An-Nadwah itu pula, mereka mengadakan rapat membahas Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam, karena mereka takut kepada beliau."

Kehadiran Iblis di Daar An-Nadwah bersama Kaum Musyrikin

Ibnu Ishaq berkata bahwa salah seorang dari sahabatku yang tidak aku ragukan kejujurannya berkata kepadaku dari Abdullah bin Abu Najih dari Mujahid bin Jabr Abu Al-Hujjaj dan dari orang lain yang tidak aku curigai kejujurannya dari Abdullah bin Abbas Radhiyallahu Anhuma yang berkata,
========================================================================================================
Halaman 434

"Ketika orang-orang Quraisy telah sepakat mengadakan rapat dan berjanji memasuki Daar An-Nadwah untuk berembug mengenai Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam, maka pada hari H-nya mereka berangkat ke Daar An-Nadwah. Hari tersebut dinamakan Hari Az-Zahmah. Pada hari tersebut, mereka berpapasan dengan iblis--semoga Allah mengutuknya--yang menjelma menjadi orang tua yang berwibawa dan mengenakan pakaian tebal, kemudian ia berdiri di pintu Daar An-Nadwah. Ketika orang-orang Quraisy melihatnya, mereka bertanya kepadanya, 'Bapak berasal dari mana?' Iblis menjawab, 'Aku warga Najed yang mendengar bahwa kalian berjanji rapat untuk membahas Muhammad. Aku ingin hadir bersama kalian dan mendengar apa yang kalian katakan. Mudah-mudahan kalian mendapatkan pendapat dan nasihat dariku.' Orang-orang Quraisy berkata, 'Baik, masuklah.' Iblis pun masuk bersama mereka."

Jumlah Tokoh-tokoh Quraisy Yang Hadir di Daar An-Nadwah

Abdullah bin Abbas berkata, "Tokoh-tokoh Quraisy dari Bani Abdu Syams yang hadir di Daar An-Nadwah adalah Utbah bin Rabi'ah, Syaibah bin Rabi'ah dan Abu Sufyan bin Harb.
Dari Bani Naufal bin Abdu Manaf adalah sebagai berikut:
1. Thu'aimah bin Adi.
2. Jubair bin Muth'im.
3. Al-Harts bin Amir bin Naufal

Dari Bani Abduddaar bin Qushai hanya satu orang, yaitu An-Nadhr bin Al-Harts bin Kaladah.
Dari Bani Asad bin Abdul Uzza adalah sebagai berikut:
1. Abu Al-Bakhtari bin Hisyam.
2. Zam'ah bin Al-Aswad bin Al-Muththalib.
3. Hakim bin Hizam.

Dari Bani Makhzum hanya satu orang, yaitu Abu Jahal bin Hisyam.
Dari Bani Sahm adalah sebagai berikut:
1. Nubaih bin Al-Hajjal.
2. Munabbih bin Al-Hajjaj.

Dari Bani Jumah ialah Umaiyyah bin Khalaf, orang-orang yang bersama mereka dan orang-orang non-Quraisy yang tidak bisa dihitung.

Sebagian dari mereka berkata kepada sebagian yang lain, 'Sesungguhnya persoalan orang ini (Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam) adalah seperti yang kalian lihat. Demi Allah, kita tidak merasa aman jika para pengikutnya yang berasal dari selain kita menyerang kita. Oleh karena itu, buatlah kesepakatan tentang dia.'

Mereka bermusyawarah. Salah seorang dari mereka berkata, 'Tahan dia di penjara dan kuncilah pintunya. Kemudian apa yang akan...
========================================================================================================
Halaman 435

...terjadi pada para penyair sebelumnya, seperti Zuhair dan An-Nabighah dan orang-orang yang mati sebelumnya hingga ia mengalami seperti apa yang mereka alami.'

Iblis dalam bentuk orang tua dari Najed berkata, 'Demi Allah, ini bukan pendapat yang paling tepat untuk kalian. Demi Allah, jika kalian memenjarakannya seperti yang kalian usulkan, perintahnya pasti keluar dari belakang pintu yang kalian tutup kepada sahabat-sahabatnya, kemudian mereka menyerang kalian dan mengambil dia dari tangan kalian, kemudian jumlah mereka semakin banyak dengannya, kemudian mereka mengalahkan kalian. Ini bukan pendapat yang tepat. Carilah pendapat lain.'

Mereka bermusyawarah lagi. Salah seorang dari mereka berkata. 'Kita usir dia dari negeri kita dan kita asingkan ke negeri lain. Demi Allah, jika dia telah diusir dari kita, maka kita tidak terlalu pusing dia akan pergi ke mana dan singgah di mana. Dengan begitu, kita tidak terganggu olehnya, kemudian kita perbaiki persoalan kita dan kita menjadi bersatu seperti sebelumnya.'

Iblis dalam bentuk orang tua dari Najed berkata, 'Demi Allah, ini juga bukan pendapat kalian yang tepat. Tidakkah kalian lihat tutur katanya yang bagus, gaya bicaranya yang manis dan daya pikatnya terhadap hati? Demi Allah, jika kalian mengerjakan usulan kalian ini, kalian tidak pernah bisa merasa aman jika dia menempati salah satu perkampungan Arab, kemudian ia mengalahkan mereka dengan ucapannya dan tutur katanya hingga mereka mengikutinya, kemudian dia bersama mereka berangkat ke tampat kalian, kemudian mereka menginjak negeri kalian dan mengambil kepemimpinan dari tangan kalian. Setelah itu, mereka berbuat apa saja terhadap kalian. Carilah pendapat yang lain!'

Abu Jahal berkata, 'Demi Allah, sesungguhnya aku mempunyai usulan yang belum kalian lontarkan.' Mereka berkata, 'Usulkan seperti apa, wahai Abu Al-Hakam.' Abu Jahal berkata, 'Aku berpendapat bagaimana kalau kita ambil dari setiap kabilah seorang pemuda yang tangguh, berasal dari keluarga bangsawan dan orang yang paling baik nasabnya di antara kita, kemudian setiap orang dari mereka kita beri pedang tajam, kemudian mereka semua pergi kepada dia, kemudian menebasnya seperti tebasan satu orang hingga dia tewas, kemudian kita merasa tenang setelah kematiannya. Jika pemuda tersebut melakukan hal ini, darah Muhammad akan tercecer di banyak kabilah dari Bani Abdu Manaf tidak mampu memerangi semua kaumnya. Jika mereka meminta uang ganti rugi (diyat), mereka kita beri uang ganti rugi.'

Iblis dalam bentuk orang tua Najed berkata, 'Usulan yang tepat adalah usulan orang ini. Inilah pendapat yang paling tepat.'

Setelah itu orang-orang Quraisy bubar dan menyepakati usulan Abu Jahal."
========================================================================================================
Halaman 436

Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam Menyuruh Ali bin Abu Thalib Radhiyallahu Anhu Tidur di Ranjang Beliau

Abdullah bin Abbas berkata, "Malaikat Jibril datang kepada Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam dan berkata kepada beliau. 'Pada malam ini engkau jangan tidur di ranjang yang biasa engkau pakai tidur.' Pada pertengahan malam, para pemuda pilihan Quraisy berkumpul di pintu rumah Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam untuk mengintip kapan beliau tidur. Jika beliau telah tidur, mereka akan menyerang beliau dengan tiba-tiba. Ketika Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam mengetahui tempat mereka, beliau berkata kepada Ali bin Abu Thalib, 'Tidurlah di ranjangku dan kenakan selimutku dari Al-Hadhrami yang berwarna hijau ini, karena sesungguhnya tindakan mereka yang engkau benci tidak akan menimpamu.' Biasanya Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam mengenakan selimut tersebut jika beliau tidur."(JGA: busyet, muhammad menjadikan tumbal sahabatnya sendiri...ckckck)

Ibnu Ishaq berkata bahwa Yazid bin Ziyad berkata kepadaku dari Muhammad bin Ka'ab Al-Quradzi yang berkata,

"Ketika para pemuda Quraisy berkumpul di depan pintu rumah Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam, mereka ditemani Abu Jahal. Abu Jahal berkata kepada mereka, 'Sesungguhnya Muhammad menduga bahwa jika kalian mengikutinya, kalian akan menjadi pemimpin bagi orang-orang Arab dan orang-orang non-Arab, kalian dibangkitkan setelah kematian kalian dan kalian diberi surga seperti taman Yordania. Jika kalian tidak mengikutinya, kalian akan disembelih, kalian dibangkitkan setelah kematian kalian, kalian diberi neraka dan dibakar olehnya'."

Keluarnya Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam

Ibnu Ishaq berkata, "Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam keluar menemui mereka. Beliau mengambil segenggam tanah, kemudian beliau bersabda, 'Betul, aku memang pernah mengatakan seperti itu dan engkau (Abu Jahal) adalah salah satu dari penghuni neraka." Allah Ta'ala mengambil mata mereka hingga mereka tidak bisa melihat beliau. Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam menabur tanah ke atas kepala mereka sambil membaca ayat-ayat,
========================================================================================================
Halaman 437

    'Yaa Siin. Demi Al-Qur'an yang penuh hikmah. Sesungguhnya kamu salah seorang dari rasul-rasul, (yang berada) di atas jalan yang lurus, (sebagai wahyu) yang diturunkan oleh Yang Maha Perkasa lagi Maha Penyayang. Agar kamu memberi peringatan kepada kaum yang bapak-bapak mereka belum pernah diberi peringatan, karena mereka lalai. Sesungguhnya telah pasti berlaku perkataan terhadap kebanyakan mereka, karena mereka tidak beriman. Sesungguhnya Kami telah memasang belenggu di leher mereka, lalu tangan mereka (diangkat) ke dagu, maka karena itu mereka tertengadah. Dan Kami adakan di hadapan mereka dinding dan di belakang mereka dinding dan Kami tutup (mata) mereka sehingga mereka tidak dapat melihat.' (Yaasiin: 1-9)

JGA: waduh...kepada siapa tuh muhammad berseru ? kenapa bukan kepada Allah ? koq kepada sin si dewa orang mesopotamia? (sin = nannar adalah dewa yang disembah diwilayah irak sekitarnya dahulu kala)


Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam menaburkan tanah ke atas kepala mereka semua, kemudian beliau pergi ke tempat beliau kehendaki. Tidak lama setelah itu, seseorang datang menemui pemuda-pemuda Quraisy yang sedang berada di pintu rumah Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam dan berkata kepada mereka, 'Apa yang sedang kalian tunggu?' Mereka menjawab, 'Kami sedang menunggu Muhammad.' Orang tersebut berkata, 'Allah telah menggagalkan kalian. Demi Allah, Muhammad telah keluar dari rumahnya, kemudian ia menaburkan tanah ke atas kepala kalian semua, kemudian ia pergi untuk memenuhi kebutuhannya :rolleyes: . Tidakkah kalian melihat apa yang terjadi pada kalian?' Setiap dari mereka meletakkan tangannya masing-masing ke atas kepala mereka dan mendapati tanah di atas kepala. Mereka mengintip ke dalam rumah dan mendapati Ali bin Abu Thalib berada di ranjang Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam dan mengenakan selimut beliau. Mereka berkata, 'Demi Allah, ini pasti Muhammad sedang tidur mengenakan selimutnya.' Mereka tidak meninggalkan rumah Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam hingga esok hari.

JGA: hehe...muhammad tidak sendiri di rumahnya. kemana-mana ada pengawal-pengawal. Jadi tidak hanya muhammad yang mengambil debu/tanah dan menyiramkan kepada pemuda-pemuda itu, para pengawalnya pun pasti berbuat yang sama pula. Tujuannya agar mata mereka kelilipan dan memberikan kesempatan kabur bagi muhamamd disaat pemuda itu sibuk membersihkan mata masing-masing.

Ayat-ayat Yang Turun tentang Penantian Pemuda-pemuda Quraisy terhadap Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam

Ibnu Ishaq berkata, "Di antara ayat-ayat yang diturunkan Allah Azza wa Jalla tentang peristiwa di atas dan kesepakatan pemuda-pemuda Quraisy adalah sebagai berikut:
========================================================================================================
Halaman 438

    'Dan (ingatlah), ketika orang-orang kafir memikirkan daya upaya terhadapmu untuk menangkap dan memenjarakanmu atau membunuhmu, atau mengusirmu. Mereka memikirkan tipu daya dan Allah menggagalkan tipu daya itu dan Allah sebaik-baik Pembalas tipu-daya :lol: .' (Al-Anfal: 30).

JGA: iya tuh...Allah menipu manusia dengan melemparkan debu ke pemuda tersebut agar mata mereka kelilipan :lol:

Dan firman Allah Ta'ala,
    'Bahkan mereka mengatakan, 'Dia seorang penyair yang kami tunggu-tunggu kecelakaan menimpanya.' Katakanlah, 'Tunggulah, maka sesungguhnya aku termasuk orang yang menunggu bersama kalian.' (Ath-Thuur: 30-31).
Kemudian itulah, Allah Ta'ala mengizinkan Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam berhijrah."

Abu Bakar Mendambakan Bisa Menemani Hijrahnya Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam

Ibnu Ishaq berkata, "Abu Bakar adalah orang kaya. Ketika ia meminta izin untuk berhijrah kepada Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam, beliau bersabda, 'Engkau jangan terburu-buru. Mudah-mudahan Allah memberimu teman.' Abu Bakar mendambakan kiranya orang yang dimaksud Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam dirinya. Kemudian ia membeli dua unta, menahan keduanya di rumahnya dan memberinya makan dengan cukup sebagai persiapan hijrah."

Ibnu Ishaq berkata bahwa orang yang tidak aku ragukan kejujurannya berkata kepadaku dari Urwah bin Az-Zubair dari Aisyah Ummul Mukminin yang berkata, "Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam biasa datang ke rumah Abu Bakar pada salah satu dari dua waktu; pagi dan sore. Pada hari Allah mengizinkan beliau hijrah dan keluar dari Makkah meninggalkan kami, beliau datang kepada kami pada tengah hari dan beliau tidak pernah datang kepada kami pada waktu seperti itu. Ketika Abu Bakar melihat kedatangannya, ia berkata, "Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam tidak datang pada waktu seperti itu melainkan untuk sesuatu yang amat penting.' Ketika Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam telah datang, Abu Bakar agak terlambat beranjak...
========================================================================================================
Halaman 439

...dari ranjangnya dan Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam pun duduk. Di rumah Abu Bakar ketika itu tidak ada siapa-siapa kecuali aku dan saudariku, Asma' binti Abu Bakar. Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam bersabda, 'Keluarlah engkau dari tempatmu kepadaku, wahai Abu Bakar.' Abu Bakar berkata, 'Wahai Rasulullah, di rumah ini hanya ada dua anakku, demi ayah dan ibuku menjadi tebusan untukmu.' Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam bersabda, 'Sesungguhnya Allah Ta'ala telah mengizinkanku hijrah dan keluar dari Makkah.' Abu Bakar berkata, 'Siapa temannya wahai Rasulullah?' Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam bersabda, 'Teman?' Aisyah berkata, 'Demi Allah, hingga ketika itu aku belum pernah melihat orang menangis karena kegirangan, dan saat itu aku melihatnya pada Abu Bakr. Abu Bakar berkata, 'Wahai Nabi Allah, sesungguhnya dua unta ini telah aku siapkan untuk hijrah.' Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam dan Abu Bakar mengontrak Abdullah bin Uraiqith--ia orang Bani Ad-Dail bin Bakr dan ibunya berasal dari Bani Sahm bin Amr. Abdullah bin Uraiqith adalah orang musyrik--sebagai penunjuk jalan bagi keduanya. Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam dan Abu Bakar menyerahkan kedua untanya kepada Abdullah bin Uraiqith, kemudian kedua unta tersebut berada dalam pemeliharaan Abdullah bin Uraiqith sampai hari yang telah ditentukan oleh keduanya."

Ali bin Abu Thalib Radhiyallahu Anhu Mengembalikan Barang Titipan kepada Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam

Ibnu Ishaq berkata, "--Seperti dikatakan kepadaku--tidak ada orang yang mengetahui keluarnya Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam kecuali Ali bin Abu Thalib, Abu Bakar dan keluarga Abu Bakar. Adapun Ali bin Abu Thalib, --seperti dikatakan kepadaku--bahwa Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam memberitahukan kepergian beliau kepadanya dan beliau memerintahkannya mengembalikan titipan manusia yang dititipkan kepada beliau. Sudah menjadi kebiasaan orang-orang Makkah jika mereka mengkhawatirkan keselamatan hartanya, mereka menitipkannya kepada Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam, karena mereka mengetahui kejujuran beliau dan amanah beliau."

Berada di Gua Tsur

Ibnu Ishaq berkata, "Ketika Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam memutuskan keluar dari Makkah dan hijrah ke Madinah, beliau pergi ke rumah Abu Bakar bin Abu Quhafah, kemudian keduanya keluar dari pintu rahasia rumah Abu Bakar di depan rumahnya. Setelah itu, keduanya pergi ke Gua Tsur di gunung Makkah Bawah dan masuk ke dalamnya. Abu Bakar memerintahkan anaknya, Abdullah bin Abu Bakar untuk mendengarkan apa yang dikatakan manusia tentang Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam dan Abu Bakar di siang hari, kemudian sore harinya ia menyampaikan informasi...
========================================================================================================
Halaman 440

...yang didengarnya kepada keduanya. Selain itu, Abu Bakar memerintahkan mantan budaknya, Amir bin Fuhairah menggembalakan kambingnya di siang hari di dekat Gua Tsur dan sore harinya ia membawa kambing tersebut kepada keduanya di gua. Abu Bakar memerintahkan Asma' binti Abu Bakar mengantarkan makanan yang memadai kepada keduanya."

Ibnu Hisyam berkata bahwa sebagian ulama berkata kepadaku, Al-Hasan bin Al-Hasan Al-Bashri berkata, "Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam tiba di gua di malam hari. Abu Bakar masuk ke dalamnya terlebih dahulu sebelum Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam. Abu Bakar mengamati gua untuk melihat apakah di dalamnya terdapat binatang buas atau ular? Ia melindungi Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam dengan dirinya." :lol:

Hadiah Orang-orang Quraisy bagi Siapa saja Yang Bisa Mengembalikan Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam

Ibnu Ishaq berkata, "Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam berada di gua selama tiga hari bersama Abu Bakar. Ketika orang-orang Quraisy kehilangan Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam, mereka menyediakan hadiah seratus unta bagi siapa saja yang bisa mengembalikan Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam kepada mereka."

Orang-orang Yang Melayani Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam di Gua

Ibnu Ishaq berkata, "Pada siang hari, Abdullah bin Abu Bakar berada di tengah-tengah orang Quraisy unuk mendengarkan apa yang mereka rencanakan dan ucapkan tentang Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam dan Abu Bakar. Pada sore harinya , ia pergi ke gua dan menceritakan apa yang ia dengar kepada Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam dan Abu Bakar. Sedang Amir bin Fuhairah, mantan budak Abu Bakar, ia menggembalakan kambing bersama orang-orang Makkah dan pada sore hari ia membawa kambing Abu Bakar kepada Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam dan Abu Bakar, kemudian keduanya memerahnya dan menyembelihnya. Jika Abdullah bin Abu Bakar pulang ke Makkah, Amir bin Fuhairah berjalan mengikuti jejaknya dengan kambing hingga menghapus jejak kakinya. Tiga hari kemudian dan setelah orang-orang Makkah tidak lagi membahas tentang Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam dan Abu Bakar, maka orang yang keduanya sewa datang kepada keduanya dengan membawa unta keduanya dan unta miliknya. Asma' binti Abu Bakar Radhiyallahu Anhuma juga datang kepada keduanya dengan membawa makanan bekal perjalanan. Asma' binti Bakar lupa tidak membawa tali makanan. Ketika Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam dan Abu Bakar telah berangkat, Asma' binti Abu Bakar pergi untuk mengikat makanan bekal perjalanan, namun ia tidak mendapatkan tali, kemudian ia lepas ikat pinggangnya dan menjadikannya sebagao tali...
========================================================================================================
Halaman 441

...mengikatnya,serta ia ikat makanan tersebut dengannya. Oleh karena itu, ia dinamakan Dzatu An-Nithaqaini (wanita yang mempunyai dua ikat pinggang)."

Dzatu An-Nithaqaini

Ibnu Hisyam berkata, "Aku mendengar tidak saja dari satu ulama yang berkata bahwa arti dari gelar Dzatu an-Nithaqaini ialah bahwa ketika Asma' binti Abu Bakar hendak mengikat makanan untuk Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam dan Abu Bakar, ia belah ikat pinggangnya menjadi dua; satu untuk mengikat makanan dan satunya untuk ia kenakan.

Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam Membeli Salah Satu dari Kedua Unta Abu Bakar

Ibnu Ishaq berkata, "Ketika Abu Bakar Radhiyallahu Anhu mendekatkan kedua untanya kepada Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam, ia berikan unta yang paling baik kepada beliau, sambil berkata, 'Naiklah, ayah dan ibuku menjadi tebusan untukmu.' Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam bersabda, 'Aku tidak akan menaiki unta yang bukan milikku.' Abu Bakar berkata, 'Unta tersebut untukmu wahai Rasulullah, ayah ibuku menjadi tebusan untukmu.' Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam bersabda, 'Tidak, Berapa harga unta ini jika engkau menjualnya?' Abu Bakar menjawab, 'Sekian dan sekian.' Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam bersabda, 'Aku beli unta ini dengan harga tersebut.' Abu Bakar berkata, 'Unta tersebut menjadi milikmu, wahai Raulullah.' Kemudian Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam dan Abu Bakar menaiki untanya masing-masing. Abu Bakar berjalan di belakang Amir bin Fuhairah mantan budaknya agar ia memandu jalan keduanya."

Perjalanan ke Madinah

Ibnu Ishaq berkata bahwa aku diberi tahu dari Asma' binti Abu bakar Radhiyallahu Anha yang berkata,
"Ketika Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam dan Abu Bakar telah berangkat, beberapa orang Quraisy datang ke rumah kami termasuk Abu Jahal. Mereka berdiri di pintu rumah Abu Bakar, kemudian aku keluar menemui mereka. Mereka berkata, 'Mana ayahmu, hai putri Abu Bakar?' Aku berkata, 'Demi Allah, aku tidak tahu ke mana ayahku pergi.' Abu Jahal mengangkat tangannya --ia orang jahat dan brengsek--dan menampar pipiku hingga anting-antingku terlepas dari telingku.' Setelah itu, mereka pergi dari rumahku. Selama tiga hari, kami tidak tahu ke mana Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam pergi. Pada suatu hari, datanglah seseorang dari Makkah Bawah yang bernyanyi mendendangkan bait-bait lagu Arab. Orang-orang membuntutinya, mendengarkan apa yang ia ucapkan dan apa yang mereka lihat. Ketika ia keluar dari Makkah Atas, ia berkata,
========================================================================================================
Halaman 442

    Semoga Allah, Tuhan seluruh manusia membalas dengan balasan yang baik
    Kepada dua sahabat yang tinggal di tenda Ummu Ma'bad
    Keduanya tiba dengan membawa kebaikan kemudian keduanya pergi pada sore hari
    Sungguh beruntung orang yang menemani Muhammad pada sore hari

Ibnu Hisyam berkata, "Ummu Ma'bad adalah putri Ka'ab. Ia wanita dari Bani Ka'ab dari Khuza'ah. Bait syair, 'Dua sahabat yang tinggal di tenda Ummu Ma'bad,' dan bait, 'Keduanya tiba dengan membawa kebaikan kemudian keduanya pergi pada sore hari,' berasal dari selain Ibnu Ishaq."

Ibnu Ishaq berkata bahwa Asma' binti Abu Bakar Radhiyallahu Anhuma berkata,
"Ketika kami mendengarkan ucapan orang di atas, kami pun tahu ke mana Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam pergi, dan arah tujuan beliau adalah ke Madinah. Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam pergi bersama tiga orang, yaitu Abu Bakar Radhiyallahu Anhu, Amir bin Fuhairah mantan budak Abu Bakar, dan Abdullah bin Arqath sang penunjuk jalan."

Kondisi Keluarga Abu Bakar setelah Hijrahnya

Ibnu Ishaq berkata bahwa Yahya bin Ibad bin Abdullah bin Az-Zubair berkata kepadaku bahwa ayahnya, Ibad, berkata kepadanya dari neneknya, Asma' binti Abu Bakar yang berkata,
"Ketika Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam pergi bersama Abu Bakar, Abu Bakar membawa seluruh kekayaannya yang berjumlah lima ribu dirham atau enam ribu dirham. Suatu ketika, kakekku, Abu Quhafah -- ia sudah buta -- datang kepadaku dan berkata, 'Demi Allah, aku berpendapat bahwa Abu Bakar berniat melaparkan kalian, karena ia membawa semua kekayaannya.' Aku berkata, 'Tidak, sesungguhnya ayah meninggalkan kekayaan yang banyak untuk kita.' Kemudian aku mengambil batu, meletakkannya di karung karena ayah biasa menaruh kekayaannya di dalamnya dan aku menutupinya dengan kain. Setelah itu, aku pegang tangan kakek dan aku katakan padanya, 'Kakek, letakkan tanganmu di kekayaan ini.' Kakek pun meletakkan tangannya di karung tersebut. Ia berkata, 'Tidak apa-apa. Jika ia meninggalkan kekayaan sebanyak ini, ia telah berbuat baik.' Di sini terdapat pelajaran yang berharga bagi kalian. Demi Allah, ayah tidak meninggalkan apa-apa untuk kita. Aku bebuat yang demikian terhadap kakek karena aku ingin menenangkannya."
(JGA: menenangkan kok dengan membohongi? ckckckc. Islam telah membuat abu bakar tega menelantarkan ayah dan anaknya sendiri demi nabi palsu ini
:-k )

Perihal Suraqah bin Malik

Ibnu Ishaq berkata bahwa Az-Zuhri berkata kepadaku bahwa Abdurrahman bin Malik bin Ja'syum berkata kepadanya dari ayahnya dan...
========================================================================================================
Halaman 443

...pamannya, Suraqah bin Malik yang berkata,
"Ketika Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam telah keluar dari Makkah untuk hijrah ke Madinah, orang-orang Quraisy menyediakan hadiah sebesar seratus unta bagi siapa saja yang berhasil mengembalikan beliau kepada mereka. Ketika aku sedang duduk di balai pertemuan kaumku, tiba-tiba salah seorang dari kaumku datang kepada kami hingga ia berdiri di tengah-tengah kami. Ia berkata, 'Demi Allah, tadi aku melihat tiga orang berjalan melewati kami. Aku pastikan bahwa ketiganya adalah Muhammad dan dua orang sahabatnya.' Aku memberi isyarat dengan mataku kepada orang tersebut agar ia diam. Aku berkata, 'Tidak, mereka orang-orang dari Bani Si Fulan yang sedang mencari barang mereka yang hilang.' Orang tersebut berkata, 'Ya, bisa jadi begitu!' Setelah itu, orang tersebut diam. Aku diam sebentar, kemudian aku berdiri dan pulang ke rumah. Aku suruh keluargaku menyiapkan kudaku, kemudian kudaku diikat di lembah. Aku juga menyuruh keluargaku menyiapkan senjata untukku. Keluargaku mengeluarkan senjata untukku dari belakang kamarku. Aku ambil dadu undianku yang biasa aku pakai mengundi. Kemudian aku keluar dengan mengenakan baju besiku, sambil mengeluarkan daduku dan aku mengadakan undian dengannya. Ternyata yang keluar adalah dadu yang aku benci yaitu tulisan, 'Tidak membahayakannya'. Aku berharap bisa mengembalikan Muhamamd kepada kaumnya dan dengan demikian aku mendapatkan hadiah sebanyak seratus unta. Setelah itu, aku berjalan menelusuri jejak Muhammad. Ketika kudaku berlari kencang membawaku, tiba-tiba kudaku tersandung dan aku terpelanting darinya. Aku berkata, 'Apa arti ini semua?' Aku keluarkan dadu undianku dan aku mengadakan undian dengannya. Ternyata dadu yang keluar adalah dadu yang aku benci yang bertuliskan, 'Tidak membahayakannya' . Kendati begitu, aku tetap ingin mengejar Muhamamd dan menelusuri jejak Muhamamd. Ketika kudaku :rolleyes: berlari kencang membawaku, tiba-tiba ia tergelincir dan aku terpelanting darinya. Aku berkata, 'Apa arti ini semua?' Kemudian aku keluarkan dadu undianku dan mengadakan undian dengannya. Ternyata yang keluar ialah dadu yang aku benci yang bertuliskan, ' Tidak membahayakannya.' Aku tetap ingin mengejar Muhamamd dan menyusuri jejaknya. Ketika orang-orang tersebut (Muhamamd dan Abu Bakar) telah terlihat olehku, tiba-tiba untaku :rolleyes: terperosok hingga kedua kakinya masuk ke dalam tanah dan aku terjatuh darinya. Untaku :rolleyes: mencabut kedua kakinya dari dalam tanah dengan diiringi asap seperti badai. Ketika aku melihat kejadian tersebut, aku sadar bahwa Muhammad dilindungi dari diriku dan bahwa dia akan menang. Aku berseru kepada orang-orang tersebut (Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam dan Abu Bakar) dan aku katakan kepada mereka, 'Aku Suraqah bin Ju'syum. Tunggulah aku, aku ingin bicara dengan kalian. Demi Allah, aku tidak mencurigai kalian dan sesuatu yang kalian benci dariku tidak akan datang kepada kalian.' Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam...
========================================================================================================
Halaman 444

...bersabda kepada Abu Bakar, 'Katakanlah kepadanya apa yang ia minta dari kami.' Abu Bakar menyampaikan pesan Muhammad kepadaku. Aku berkata kepada, 'Tulislah untukku tulisan yang menjadi bukti antara aku denganmu.' Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam bersabda, 'Tulislah tulisan untuknya, wahai Abu Bakar!' Abu Bakar menulis untukku tulisan di tulang atau di secarik kertas atau di tembikar kemudian ia melemparkannya kepadaku. Aku segera mengambilnya dan menaruhnya di busur panahku. Setelah itu, aku pulang, diam dan tidak bercerita sedikit pun tentang apa yang baru terjadi, hingga ketika Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam berhasil menaklukkan Makkah, usai Perang Hunain dan Perang Thaif, aku keluar membawa tulisan yang pernah diberikan kepadaku untuk aku berikan kepada beliau. Aku bertemu dengan Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam di Al-Ji'ranah dan aku masuk dalam pasukan berkuda kaum Anshar. Mereka menghalang-halangiku dengan tombak dan berkata kepadaku, 'Pergi sana! Pergi sana! Apa yang engkau inginkan?' Aku mendekat kepada Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam yang ketika itu sedang berada di atas untanya. Demi Allah, aku lihat betis beliau(JGA: Apakah ada kaitannya dengan salah satu ayat Quran yang menyebutkan Allah akan menyingkapkan betisnya?) :lol: putih seperti putihnya anak pohon kurma. Aku angkat tanganku dengan memegang tulisan tersebut dan aku berkata kepada beliau, 'wahai Rasulullah, inilah tulisanmu kepadaku. Aku Suraqah bin Ju'syun.' Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam bersabda, 'Sekarang hari penetapan janji dan kebaikan. Dekatkan dia padaku!' Aku mendekat kepada Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam dan masuk Islam. Aku mengingat-ingat apa yang pernah aku tanyakan kepada beliau, tapi aku tidak ingat. Aku berkata kepada beliau, 'Wahai Rasulullah, unta telah memenuhi kolam-kolamku dan aku memenuhi kolam-kolamku untuk unta-untaku. Jika aku memberi minum kepada unta-untaku, apakah aku mendapatkan pahala?' Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam bersabda, 'Ya, di setiap yang mempunyai hati terdapat pahala.' Kemudian aku pulang kepada kaumku dan aku serahkan shadaqahku kepada Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam."

Perjalanan Hijrah

Ibnu Ishaq berkata, "Ketika penujuk jalan Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam dan Abu Bakar, Abdullah bin Arqath berangkat, Abdullah bin Arqath berjalan bersama keduanya melalui Makkah Bawah, kemudian berjalan melewati pesisir hingga bertemu dengan jalan di Usfan Bawah, kemudian berjalan bersama keduanya melewati Amaj Bawah, melintasinya hingga bertemu jalan setelah melintasi Qudaid, kemudian meneruskan perjalanan melewati Al-Kharrar, kemudian melewati Tsaniyyatul Marrah, kemudian berjalan melewati Liqf (Ibnu Hisyam berkata, "Ada yang mengatakannya Lift."), kemudian melintasi Madlaj Liqf, kemudian memasuki Madlaj Mijaj (ada yang mengatakan Majaj seperti dikatakan Ibnu Hisyam), kemudian melewati Marjih Majaj, kemudian memasuki Marjih dari Dzi Al-Ghudzwaini...
========================================================================================================
Halaman 445

(Ibnu Hisyam berkata, "Ada yang mengatakan, "Al-Adhawaini."), kemudian memasuki Dzi Kasyra, kemudian melewati Al-Jadajjid, kemudian melewati Al-Ajrad, kemudian melewati Dzi Salam dari dalam Madlaj Ta'him, kemudian melawati Al-Ababid (Ibnu Hisyam berkata, "Ada yang mengatakan Al-Ababaib dan Al-Atsyaniyah, kemudian melintasi Al-Fajah, dan ada yang mengatakan Al-Qahah seperti dikatakan Ibnu Hisyam)."

Ibnu Hisyam berkata, "Kemudian Abdullah bin Arqath bersama Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam dan Abu Bakar menuruni Al-Arju. Sungguh sebagian perbekalan memperlambat perjalanan mereka bertiga, kemudian Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam dinaikkan seseorang yang telah masuk Islam yang bernama Aus bin Hajar ke atas untanya yang bernama Ibnu Ar-Rada' menuju Madinah. Selain itu, Aus bin Hajar menyertakan budaknya yang bernama Mas'ud bin Hunaidah. Kemudian Abullah bin Arqath keluar dari Al-Arju, kemudian melewati Tsaniyyatul A'ir (ada yang mengatakan Tsaniyyatul Ghabir menurut Ibnu Hisyam) dari sebelah kanan Rakubah, kemudian menuruni Kabilah Rim, kemudian tiba di Quba' tepatnya di Bani Amr bin Auf pada tanggal 12 Rabiul Awwal, hari Senin, ketika waktu dhuha hampir habis dan ketika panas matahari sedang-sedang saja."

Kaum Muslimin Menunggu Kedatangan Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam di Ambang Madinah

Ibnu Ishaq berkata bahwa Muhammad bin Ja'far bin Az-Zubair berkata kepadaku dari Urwah bin Az-Zubair dari Abdurrahman bin Uwaim bin Sa'idah yang berkata yang berkata, bahwa beberapa sahabat Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam yang berasal dari kaumku berkata kepadaku,
"Ketika kita mendengar Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam telah keluar dari Makkah dan kedatangannya sudah dekat, maka usai shalat Shubuh, kita berjalan ke luar perkampungan untuk menunggu kedatangan beliau. Demi Allah, kita tidak beranjak hingga terik matahari menyengat kita. Jika kita tidak menemukan tempat berteduh, kita masuk ke dalam rumah. Pada hari kedatangan Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam, kita duduk seperti sebelumnya. Ketika kita tidak menemukan tempat berteduh, kita masuk ke dalam rumah kita masing-masing. Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam datang ketika kita telah masuk ke dalam rumah. Orang yang pertama kali melihat kedatangan beliau adalah salah seorang dari orang-orang Yahudi. Ia pernah melihat apa yang telah kita perbuat ketika kita menunggu kedatangan beliau kepada kami. Orang Yahudi tersebut berteriak keras, 'Hai Bani Qailah (kaum Anshar), ini dia kakek kalian telah datang kepada kalian.' Kita segera keluar dari rumah untuk menemui Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam yang ketika itu berteduh di bawah pohon kurma ditemani Abu Bakar yang seusia dengan beliau. Sebagian besar dari kita tidak pernah melihat beliau sebelum ini. Kaum Anshar pun berkerumun di sekitar Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam...
=======================================================================================================
Halaman 446

...dan mereka tidak bisa membedakan Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam dengan Abu Bakar. Ketika tempat tersebut tidak lagi bisa menaungi Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam, Abu Bakar berdiri dan menaungi Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam dengan bajunya. Ketika itulah, kita baru mengetahui Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam.

Rumah Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam di Quba'

Ibnu Ishaq berkata, "Kemudian Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam --seperti dikatakan kepadaku--singgah di rumah Kultsum bin Hidam, saudara Bani Amr bin Auf, kemudian salah satu Bani Ubaid. Ada lagi yang mengatakan Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam singgah di rumah As'ad bin Zurarah. Orang yang berkata bahwa Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam singgah di rumah Kultsum bin Hidam berkata bahwa ketika Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam keluar dari rumah Kultsum bin Hidam, beliau duduk untuk manusia :rolleyes: di rumah Sa'ad bin Khaitsamah, karena Sa'ad bin Khaitsamah bujangan. Rumah Sa'ad bin Khaitsamah adalah rumah para bujangan para sahabat Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam dari kaum Muhajirin. Dari sini bisa dikatakan bahwa Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam singgah di rumah Sa'ad bin Khaitsamah. Rumah Sa'ad bin Khaitsamah dinamakan rumah para bujangan. Allahu a'lam mana yang benar, karena kedua riwayat tersebut pernah kami dengar."

Rumah Abu Bakar Radhiyallahu Anhu di Quba'

Ibnu Ishaq berkata, "Sedang Abu Bakar Radhiyallahu Anhu singgah di rumah Khalib bin Isaf, salah seorang dari Bani Al-Harts bin Al-Khazraj di As-Sunh. Ada yang mengatakan Abu Bakar singgah di rumah Kharijah bin Zaid bin Abu Zuhair, saudara Bani Al-Harits bin Al-Khazraj."

Ali bin Abu Thalib Radhiyallahu Anhu Mengembalikan Titipan sebelum Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam Hijrah

Ibnu Ishaq berkata, "Ali bin Abu Thalib di Makkah selama tiga hari tiga malam. Ia kembalikan semua titipan yang dititipkan kepada Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam. Ketika ia selesai mengembalikan semua barang titipan, ia menyusul Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam di Madinah dan singgah bersama beliau di rumah Kultsum bin Hidam."

Ali bin Abu Thalib Radhiyallahu Anhu Mengingatkan Sahl bin Hunaif Radhiyallahu Anhu

Ibnu Ishaq berkata, "Ali bin Abu Thalib Radhiyallahu Anhu berkata bahwa ia singgah di Quba' semalam atau dua malam di rumah wanita Muslimah yang tidak bersuami. Ali bin Abu Thalib berkata, 'Aku singgah di Quba' di rumah wanita Muslimah yang tidak bersuami. :lol: Di pertengahan malam, ...
=======================================================================================================
Halaman 447

...aku lihat orang laki-laki datang pada wanita Muslimah tersebut dan mengetuk pintu rumahnya. Wanita Muslimah tersebut keluar menemui orang laki-laki itu kemudian laki-laki itu memberikan sesuatu yang dibawanya kepada wanita tersebut dan diterimanya. Aku mencurigai orang laki-laki itu, kemudian aku berkata kepada wanita tersebut, 'Hai hamba Allah, siapa orang laki-laki yang datang kepadamu di setiap malam, kemudian engkau keluar menemuinya dan ia memberikan sesuatu padamu. Aku tidak tahu apa yang diberikan kepadamu, padahal engkau wanita Muslimah yang tidak bersuami?' Wanita tersebut menjawab, 'Orang laki-laki itu adalah Sahl bin Hunaif. Ia tahu kalau aku wanita yang tidak bersuami. Di petang hari, ia datang ke berhala-berhala kaumnya, kemudian ia memecahkannya dan memberikannya kepadaku.' Ali bin Abu Thalib berkata, 'Jadikan berhala-berhala tersebut sebagai kayu bakar!'

Ibnu Ishaq berkata bahwa hadits Ali bin Abu Thalib di atas dikisahkan kepadaku oleh Hindi bin Sa'ad bin Sahl bin Hunaif Radhiyallahu Anhu.

Masjid Quba'

Ibnu Ishaq berkata, "Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam menetap di Quba' di Bani Amr bin Auf pada hari Senin, hari Selasa, hari Rabu dan hari Kamis. Beliau membangun masjid di Quba'."

Keluarnya Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam dari Quba' ke Madinah

Ibnu Ishaq berkata, "Allah mengeluarkan Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam dari kaum Anshar di Quba pada hari Jum'at. Orang-orang Bani Amr bin Auf mengklaim bahwa Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam menetap di tempat mereka agak lama. Allahu a'lam pendapat mana yang lebih benar."

Shalat Jum'at Pertama Yang Dikerjakan Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam di Madinah

Ibnu Ishaq berkata, "Ketika waktu shalat Jum'at telah tiba, Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam sedang berada di Bani Salim bin Auf, kemudian beliau mengerjakannya di masjid di tengah lembah, tepatnya di lembah Ranuna'. Shalat Jum'at tersebut merupakan shalat Jum'at pertama yang dikerjakan Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam di Madina."

Undangan Kabilah-kabilah di Madinah kepada Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam

Ibnu Ishaq berkata, "Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam didatangi Utban bin Malik dan Abbas bin Ubadah bin Nahdlah bersama orang-orang Bani Salim bin Auf. Mereka berkata, "Wahai Rasulullah, tinggallah di tempat...
=======================================================================================================
Halaman 448

...kami di tempat yang banyak penduduknya, lengkap peralatan perangnya dan terlindungi.' Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam bersabda, 'Biarkan unta ini bebas berjalan, karena ia diperintah!' Mereka membiarkan unta Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam berjalan. Ketika unta tersebut berada di dekat perkampungan Bani Bayadhah, Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam berpapasan dengan Ziyad bin Labid dan Farwah bin Amr bersama orang-orang Bani Bayadhah. Mereka berkata, 'Wahai Rasulullah, tinggallah di tempat kami yang banyak penduduknya, lengkap perlengkapan perangnya dan terlindungi.' Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam bersabda, 'Biarkan unta ini berjalan semaunya, karena ia diperintah!' Mereka melepas unta itu dan ia pun berjalan dan terus berjalan. Ketika unta itu berjalan melewati perkampungan Bani Saidah, Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam ditemui Sa'ad bin Ubadah dan Al-Mundzir bin Amr bersama orang-orang Bani Saidah. Mereka berkata,'Wahai Rasulullah, mari tinggal bersama kami di tempat yang banyak penduduknya, lengkap peralatan perangnya dan terlindungi.' Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam bersabda, 'Biarkan unta ini berjalan, karena ia diperintah! Mereka melepas unta itu dan unta itu terus berjalan. Ketika unta tiba di perkampungan Bani Al-Harits bin Al-Khazraj, Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam ditemui Sa'ad bin Ar-Rabi', Kharijah bin Zaid dan Abdullah bin Rawahah bersama orang-orang Bani Al-Harits bin Al-Khazraj. Mereka berkata, 'Wahai Rasulullah, mari tinggal bersama kami, di tempat yang banyak penduduknya, lengkap peralatan perangnya dan terlindungi.' Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam bersabda, 'Biarkan unta ini berjalan, karena ia diperintah!' Mereka melepas unta itu dan unta itu terus berjalan. Ketika unta itu melewati perkampungan Bani Adi bin An-Najjar--mereka adalah paman-paman beliau. Ibnu Abdul Muththalib yang bernama Salma binti Amr berasal dari mereka--, unta itu dihadang Salith bin Qais dan Abu Salith Asirah bin Abu Kharijah bersama orang-orang dari Bani Adi bin An-Najjar. Mereka berkata, 'Wahai Rasulullah, mari tinggal bersama paman-pamanmu yang berpenduduk banyak, lengkap peralatan perangnya dan terlindungi.' Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam bersabda, 'Biarkan unta ini berjalan, karena ia diperintah!' "

Tempat Berhentinya Unta

Ibnu Ishaq berkata, "Unta itu terus berjalan. Ketika unta itu melewati perkampungan Bani Malik bin An-Najjar, ia duduk di pintu masjid Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam. Masjid beliau ketika itu masih berupa tempat pengeringan kurma milik dua anak yatim Bani An-Najjar. Kedua anak yatim tersebut bernama Sahl dan Suhail, keduanya anak Amr dan berada dalam asuhan Muadz bin Afra' Sahl. Ketika unta itu berhenti dan Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam tidak turun daripadanya, unta itu melompat, kemudian berjalan jauh. Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam meletakkan kendali...
=======================================================================================================
Halaman 449

...unta itu dan beliau tidak membelokkannya. Kemudian unta itu menoleh ke belakang, pergi ke tempat duduk semula, duduk di dalamnya, diam tenang, berdiri di tempatnya dan meletakkan dadanya di tanah. Ketika itulah Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam turun daripadanya. Setelah itu, Abu Ayyub Khalid bin Zaid membawa bekal perjalanan Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam dan menaruhnya di rumahnya. Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam menetap di rumah Abu Ayyub bin Zaid. Beliau bertanya tentang tempat penjemuran kurma itu milik siapa? Muadz bin Afra' berkata kepada beliau, 'Wahai Rasulullah, tempat penjemuran tersebut milik Sahl dan Suhail, keduanya anak Amr. Keduanya anak yatim dan masih keluargaku dan saya akan meminta kerelaan keduanya, kemudian jadikan tempat tersebut sebagai masjid'.'

Pembangunan Masjid Nabawi Yang Mulia

Ibnu Ishaq berkata, "Kemudian Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam memerintahkan pembangunan masjid di tempat tersebut. Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam sendiri menetap di rumah Abu Ayyub hingga usai pembangunan masjid beliau dan rumah beliau. Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam ikut terlibat dalam pembangunan masjid dan rumah beliau untuk memotivasi kaum Muslimin. Kaum Muslimin dari kaum Muhajirin dan kaum Anshar ikut terlibat dalam pembangunan masjid beliau dengan bersungguh-sungguh. Salah seorang dari kaum Muslimin berkata,
    Jika kita duduk, sedang Rasulullah bekerja
    Itu adalah amal yang sesat dari kami
Kaum Muslimin bekerja sambil mendendangkan syair,
    Tidak ada kehidupan kecuali kehidupan akhirat
    Ya Allah, sayangilah kaum Anshar dan kaum Muhajirin
Ibnu Ishaq berkata, "Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam berkata, 'Tidak ada kehidupan melainkan kehidupan akhirat. Ya Allah, sayangilah orang-orang Muhajirin dan orang-orang Anshar'."

Sabda Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam kepada Ammar bin Yasir Bahwa Ia kelak Dibunuh Kelompok Pemberontak

Ibnu Ishaq berkata, "Kemudian masuklah Ammar bin Yasir. Orang orang membebani Ammar bin Yasir dengan batu bata yang memberatkannya. Ammar bin Yasir berkata, 'Wahai Rasulullah, mereka telah membunuhku dengan membebani kepadaku apa yang tidak mampu mereka pikul.' Ummu Salamah, istri Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam berkata, 'Aku lihat Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam membersihkan debu di kepala Ammar bin Yasir dengan tangannya. Rambut Ammar bin Yasir adalah keriting. Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam bersabda, 'Celaka anak Sumaiyyah. Bukan mereka yang membunuhmu, tapi yang membunuhmu adalah kelompok...
=======================================================================================================
Halaman 450

...pemberontak.' Ali bin Abu Thalib melantunkan syair,
    Tidak sama antara orang yang membangun masjid dengan serius
    dengan orang yang duduk tidak ikut membangunnya
    Dan dengan orang yang terlihat debu padanya
Ibnu Hisyam berkata, "Aku bertanya kepada banyak pakar syair tentang syair di atas, mereka menjawab, 'Kami diberitahu bahwa Ali bin Abu Thalib mengucapkan syair di atas, namun tidak diketahui apakah dia yang menyusunnya ataukan orang lain?' "

Ibnu Ishaq berkata, "Ammar bin Yasir mengambil bait syair di atas dan mendendangkannya."

Ibnu Hisyam berkata, "Ketika Ammar bin Yasir mengulang-ulang mendendangkan syair di atas, maka salah seorang sahabat Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam menduga bahwa Ammar bin Yasir ingin menyindir dengan syair tersebut, seperti dikatakan kepadaku oleh Ziyad bin Abdullah bin Al-Bakkai dari Ibnu Ishaq. Ibnu Ishaq menyebutkan nama sahabat tersebut."

Ibnu Ishaq berkata, "Sahabat tersebut berkata, 'Hai Anak Sumaiyyah, sejak hari ini, jika aku dengar apa yang engkau katakan. Demi Allah, aku sedang memegang tongkat. Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam marah karena ucapan tersebut. Beliau bersabda, 'Apa yang terjadi antara mereka dengan Ammar. Ammar mengajak mereka ke surga, sedang mereka mengajaknya ke neraka. Sesungguhnya kulit Ammar adalah di antara mataku dan hidungku. Jika ucapan di atas diucapkan orang tersebut dan ia tidak dapat diselamatkan, maka jauhilah dia!' "

Ibnu Hisyam berkata bahwa Sufyan bin Uyainah berkata dari Zakaria dari Asy-Sya'bi yang berkata, "Orang yang pertama kali membangun masjid adalah Ammar bin Yasir."

Ibnu Ishaq berkata, "Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam menginap di rumah Abu Ayyub selama pembangunan masjid dan rumah belum selesai. Ketika pembangunan masjid dan rumah beliau telah rampung, beliau pindah ke dalamnya dari rumah Abu Ayyub. Semoga Allah merahmati Abu Ayyub dan meridhainya."

Keberadaan Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam di Rumah Abu Ayyub

Ibnu Ishaq berkata bahwa Yazid bin Abu Habib berkata kepadaku dari Martsir bin Abdullah bin Al-Yazini dari Abu Rahm As-Simai yang berkata bahwa Abu Ayyub berkata,
"Ketika Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam menginap di rumahku, beliau menginap di lantai dasar, sedang aku dan istriku, Ummu Ayyub tinggal di lantai atas. Aku berkata kepada Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam, 'Wahai Nabi Allah, ayah...
=======================================================================================================
Halaman 452

...dan ibuku menjadi tebusanmu, sesungguhnya aku segan berada di atasmu dan engkau berada di bawahku. Silakan engkau berada di lantai atas dan kami turun ke lantai bawah.' Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam berkata, 'Hai Abu Ayyub, sesungguhnya sambutan yang paling baik terhadap kami dan orang yang bersama kami adalah kami berada di lantai bawah.' Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam tetap tinggal di lantai bawah, sedang kami tinggal di lantai atas. Suatu ketika guci kami yang berisi air pecah, kemudian aku dan Ummu Ayyub mengambil selimut kami satu-satunya, kemudian kami mengelap air dengannya karena kami khawatir air menetes ke bawah mengenai Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam dan itu membuat beliau terganggu."

Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam Menolak Memakan Bawang Merah dan Bawang Putih

Abu Ayyub berkata, "Kami memasak makanan malam untuk Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam kemudian kami mengantarkannya kepada beliau. Jika beliau mengembalikan sisanya kepada kami, kami mencari tempat bekas tangan beliau, kemudian kami makan dari tempat tersebut agar mendapatkan berkah dari beliau. Pada suatu malam, kami mengirimkan makanan malam kepada Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam. Kami memasak makanan tersebut dengan bawang merah atau bawang putih, namun beliau mengembalikannya kepada kami dan kami tidak melihat bekas tangannya di dalamnya. Aku segera datang kepada beliau dengan perasaan was-was. Aku berkata, 'Wahai Rasulullah, ayah dan ibuku menjadi tebusanmu, engkau mengembalikan semua makanan malamu dan aku tidak melihat bekas tanganmu di dalamnya. Biasanya jika engkau mengembalikan sisa makanan kepada kami, kami mencari bekas tempat tanganmu, kemudian kami makan daripadanya dengan harapan mendapatkan berkah di dalamnya.' Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam bersabda, 'Sesungguhnya aku mendapatkan bau pohon ini dan aku orang yang banyak keringatnya. Jika kalian mau, silahkan makan kanan tersebu!' Sejak saat itu, kami tidak memasak dengan pohon tersebut (bawang merah atau bawang putih)."

Gelombang Hijrah ke Madinah

Ibnu Ishaq berkata, "Setelah itu, kaum Muhajirin menyusul kepada Rasulullah secara bergelombang. Kaum Muslimin Makkah yang tidak bisa hijrah, pasti ia disiksa atau ditahan orang-orang Quraisy. Kaum Muhajirin dari Makkah tidak bisa membawa keluarga dan harta mereka kepada Allah Azza wa Jalla dan Rasulnya Shallallahu Alaihi wa Sallam kecuali Bani Madz'un dari Bani Jumah, Bani Jahsy bin Riab sekutu Bani Umaiyyah, Bani Al-Bukair dari Bani Sa'ad bin Laits sekutu dari Bani Adi bin Ka'ab. Rumah mereka ditutup lengang tanpa penghuni."
=======================================================================================================
Halaman 452

Abu Sufyan bin Harb Merampas Rumah Bani Jahsy dan Menjualnya

Ibnu Ishaq berkata, "Ketika Bani Jahst bin Riab keluar dari rumah-rumah mereka, Abu Sufyan bin Harb pergi ke sana kemudian menjualnya kepada Amr bin Alqamah, saudara Bani Amr bin Luai. Ketika Bani Jahsy mendengar tindakan Abu Sufyan bin Harb terhadap rumah-rumah mereka, Abdullah bin Jahsy menceritakan kepada Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam, kemudian beliau bersabda kepada Abdullah bin Jahsy, 'Wahai Abdullah, apakah engkau tidak senang, jika Allah memberimu rumah di surga yang lebih baik daripada rumahmu tersebut?' Abdullah bin Jahsy menjawab, 'Ya.' Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam bersabda, 'Rumah di surga tersebut menjadi milikmu.' Ketika Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam menaklukkan Makkah, Abu Ahmad berbicara kepada beliau tentang rumah-rumah mereka, tapi beliau tidak menanggapinya. Orang-orang berkata kepada Abu Ahmad, 'Hai Abu Ahmad, sesungguhnya Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam tidak suka kalian menarik kembali harta yang telah diambil dari kalian di jalan Allah Azza wa Jalla.' Abu Ahmad tidak meneruskan membicarakan rumah-rumahnya kepada Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam. Ia berkata kepada Abu Sufyan bin Harb,
    Ketahuilah, katakan kepada Abu Sufyan
    Tentang hasil akhir yang di dalamnya terdapat penyesalan
    Rumah anak pamanmu telah engkau jual
    Dan engkau harus menanggung hutang karenanya
    Anak saudaramu bersumpah kepada kalian dengan Allah, Tuhan manusia dan sumpah yang tidak main-main
    Pergilah dengan sumpah tersebut dan pergilah dengan sumpah tersebut
    Engkau akan dikalungi dengan rumah tersebut seperti burung dara diberi kalung

Ibnu Ishaq berkata, "Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam menetap di Madinah sejak beliau tiba di dalamnya pada bulan Rabiul Awwal hingga bulan Shafar pada tahun itu juga, hingga pembangunan masjidnya dan rumahnya rampung, serta perkampungan kaum Anshar masuk Islam. Tidak ada perkampungan kaum Anshar, melainkan penduduknya telah masuk Islam, kecuali perkampungan Khatmah, Waqif, Wail dan Umaiyyah. Perkampungan-perkampungan tersebut adalah Ausullah. Semua perkampungan tersebut bertahan dalam kesyirikan mereka."

Khutbah Pertama Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam di Madinah

Ibnu Ishaq berkata, "Khutbah pertama Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam -- seperti dikatakan kepadaku dari Abu Salamah bin Abdurrahman--ialah dan kita berlindung diri kepada Allah dari mengatakan sesuatu kepada Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam apa yang tidak beliau ucapkan. Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam berdiri di depan kaum Muslimin, kemudian memuji Allah dan menyanjung-Nya. Setelah itu, beliau berkata,
=======================================================================================================
Halaman 453

'Amma ba'du. Wahai manusia, persiapkan untuk diri kalian, niscaya kalian tahu demi Allah bahwa salah seorang dari kalian pasti meninggal dunia. Ia tinggalkan kambing-kambingnya tanpa penggembala. Rabb-nya pasti berkata kepadanya dan tidak ada penerjemah di antara keduanya untuk penghalang di antara keduanya. 'Tidakkah telah datang kepadamu Rasul-Ku, kemudian dia menyampaikan apa yang diterimanya kepadamu? Bukankah Aku telah memberimu kekayaan dan melebihkanmu, namun kenapa engkau tidak mempersembahkan sesuatu untuk dirimu?' Ia melihat ke kanan dan ke kiri, tapi ia tidak melihat apa-apa. Ia melihat depannya, tapi ia tidak melihat selain Neraka Jahannam. Barangsiapa mampu melindungi wajahnya dari neraka, kendati hanya dengan separoh biji kurma, hendaklah ia mengerjakannya. Barangsiapa tidak mendapatkannya, hendaklah ia melindungi wajahnya dari neraka dengan perkataan yang baik, karena sesungguhnya kebaikan itu dibalas dengan sepuluh kebaikan hingga tujuh ratus kali lipat lebih banyak. Akhirnya as-salamu alaikum wa rahmatullahi wa barakaatuh'."

JGA: wahai muslim, perhatikan apa yang diucapkan oleh nabimu di atas. apakah anda masih berfikir bahwa muhammad menjanjikan surga dari perkataannya tersebut? Perhatikan kata-kata kutbah muhammad yang menjelaskan unuk apa sebenarnya amalmu. Amalmu tidak lain hanyalah untuk mengurangi penderitaanmu saja dineraka !

Mungkinkah penderitaan itu bisa dikurangi ? Tanyakan lebih jelas pada muhammad ! Yang jelas anda dipastikan masuk neraka !)
:shock:

Khubah Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam Yang Lain

Ibnu Ishaq berkata, "Khubah Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam berkhutbah lagi kepada kaum Muslimin. Beliau berkata, 'Sesungguhnya segala pujian milik Allah. Aku memuji-Nya dan meminta pertolongan-Nya. Kita berlindung dari kepada Allah dari keburukan diri kita dan kesalahan amal perbuatan kita. Barangsiapa dberi petunjuk oleh Allah, maka tidak ada yang bisa menyesatkannya. Barangsiapa disesatkan Allah, maka tidak ada yang bisa memberinya petunjuk. Aku bersaksi bahwa tidak ada Tuhan yang berhak disembah kecuali Allah saja yang tidak ada sekutu bagi-Nya. Sesungguhnya perkataan yang paling baik adalah Kitab Allah Tabaraka wa Ta'ala. Sungguh beruntung orang yang hatinya dihiasi Allah dengan Kitab-Nya, memasukkannya ke dalam Islam setelah sebelumnya ia kafir dan memilih Al-Qur'an daripada perkataan-perkataan manusia. Sesungguhnya Al-Qur'an adalah perkataan yang paling baik dan paling sempurna. Cintailah apa saja yang dicintai Allah dan cintailah Allah dengan seluruh hari kalian. Kalian jangan bosan dengan firman Allah dan ingat kepadanya. Janganlah hati kalian keras terhadap Al-Qur'an, karena sesungguhnya Allah memilih dari apa yang Dia ciptakan. Sungguh, Allah telah memilih amal perbuatan yang paling baik, memilih hamba-hamba-Nya, perkataan yang baik dan dari apa yang diberikan kepada manusia; yang halal dan yang haram. Oleh karena itu, sembahlah Allah, jangan menyekutukan-Nya dengan sesuatu apa pun, bertakwalah kepada-Nya dengan takwa yang sebenar-benarnya, jujurlah kepada Allah dalam kebaikan yang kalian ucapkan dengan mulut kalian dan hendaklah kalian saling mencintai dengan ruh Allah di antara kalian, karena Allah sangat benci perjanjian-Nya dilanggar. Akhirnya, as-salamu alaikum wa rahmatullahi wa barakaatuh."

---ooOoo---
User avatar
JANGAN GITU AH
 
Posts: 5366
Joined: Sun Jan 04, 2009 1:39 pm
Location: Peshawar-Pakistan

Re: SIRAT NABAWIYAH Ibn Ishaq/Ibn Hisyam Jilid 1 (txt lengkap)

Postby JANGAN GITU AH » Tue May 25, 2010 8:37 pm

Halaman 454
BAB 91
TEKS PERJANJIAN DENGAN ORANG-ORANG YAHUDI

Ibnu Ishaq berkata, "Setelah itu, Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam membuat perjanjian antara kaum Muhajirin dengan kaum Anshar. Dalam perjanjian tersebut. Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam tidak memerangi orang-orang Yahudi, membuat perjanjian dengan mereka, mengakui agama dan harta mereka dan membuat persyaratan bagi mereka. Teks perjanjian adalah sebagai berikut:

Bismillahirrahmaanirrahim

Ini adalah tulisan dari Muhammad Shallallahu Alaihi wa Sallam untuk kaum Mukminin dan kaum Muslimin dari Quraisyah dan Yatsrib, orang-orang yang bergabung dengan mereka dan berjuang bersama mereka. Sesungguhnya mereka adalah umat yang satu dan berbeda dengan manusia yang lain. Kaum Muhajirin dari Quraisy tetap dalam tradisi mereka yang dilegalkan Islam, mereka membayar diyat (ganti rugi pembunuhan, atau pencideraan) kepada sebagian yang lain, menebus tawanan mereka dengan cara yang baik dan adil kepada kaum Mukminin. Bani Auf tetap dalam tradisi mereka yang dilegalkan Islam, mereka membayar diyat kepada sebagian yang lain seperti dulu dan setiap kelompok menebus tawanannya dengan cara yang baik dan adil kepada kaum Mukminin. Bani Saidah tetap berada pada tradisi mereka yang dilegalkan Islam, sebagian dari mereka membayar diyat seperti sebelumnya, sebagian dari mereka menebus tawanannya dengan cara yang baik dan adil kepada manusia. Bani Al-Harts tetap berada pada tradisi mereka yang dilegalkan Islam, sebagian dari mereka membayar diyat, sebagian dari mereka menebus tawanannya dengan cara yang baik dan adil kepada manusia. Bani An-Nadhr tetap berada pada tradisi mereka yang dilegalkan Islam, sebagian dari mereka membayar diyat kepada sebagian yang lain, setiap kelompok dari mereka menebus tawanan dengan cara yang baik dan adil kepada manusia. Bani Amr bin Auf tetap berada pada tradisi mereka yang dilegalkan Islam, sebagian dari mereka membayar diyat kepada sebagian yang lain seperti sebelumnya, sebagian dari mereka menebus tawanannya dengan cara yang baik, adil kepada manusia. Bani Al-Aus tetap berada pada tradisi mereka yang dilegalkan Islam, sebagian dari mereka membayar diyat kepada sebagian yang lain seperti...
=======================================================================================================
Halaman 455

...sebelumnya, setiap kelompok dari mereka menebus tawanan dengan cara yang baik dan adil kepada manusia. Kaum Mukminin tidak boleh menelantarkan mufrah (orang yang mempunyai hutang banyak dan mempunyai tanggungan keluarga yang banyak) dan mereka harus memberinya uang untuk penebusan tawanan atau pembayaran diyat dengan cara yang baik. Orang Mukmin tidak boleh bersekutu dengan mantan budak orang Mukmin tanpa melibatkan mantan pemilik budak tersebut. Sesungguhnya kaum Mukmin yang bertakwa itu bersatu dalam menghadapi orang yang berbuat aniaya terhadap mereka atau orang yang menginginkan kedzaliman besar, atau dosa, atau permusuhan, atau kerusakan terhadap kaum Mukminin. Orang Mukmin tidak boleh membunuh orang Mukmin yang membunuh orang kafir dan orang Mukmin tidak boleh membantu orang kafir dalam menghadapi orang Mukmin. Sesungguhnya tanggungan Allah itu satu. Orang yang terlemah di antara mereka diberi perlindungan dan sesungguhnya orang-orang Mukmin adalah pendukung bagi sebagian yang lain. Barangsiapa di antara orang Yahudi mengikuti kami, ia berhak mendapatkan pertolongan, kebersamaan, mereka tidak didzalimi dan mereka tidak boleh dikalahkan. Sesungguhnya perdamaian kaum Mukminin itu satu; orang Mukmin tidak boleh berdamai dengan selain orang Mukmin dalam perang di jalan Allah kecuali atas dasar persamaan dan keadilan di antara mereka. Semua pasukan yang berperang bersama kami itu datang secara bergantian. Sesungguhnya sebagian kaum Mukminin dibunuh karena mereka membunuh sebagian kaum Mukminin yang lain. Sesungguhnya kaum Mukminin yang bertakwa berada pada petunjuk yang paling baik dan paling lurus. Sesungguhnya orang musyrik tidak boleh melindungi harta orang Quraisy atau jiwa mereka dan tidak boleh pindah kepadanya untuk menghadapi orang Mukmin. Barang siapa membunuh orang Mukmin tanpa dosa dan bukti, ia dibunuh karena terkecuali jika keluarga korban memaafkannya. Sesungguhnya kaum Mukminin bersatu dalam menghadapinya dan mereka harus menegakkan hukum terhadap orang tersebut. Sesungguhnya orang Mukmin yang beriman kepada isi perjanjian ini, beriman kepada Allah dan beriman kepada Hari Akhir haram membela pelaku bid'ah dan melindunginya. Barangsiapa membela pelaku bid'ah dan melindunginya, ia mendapatkan kutukan Allah dan murka-Nya pada Hari Kiamat. Tebusan tidak boleh diambil daripadanya. Jika kalian berselisih dalam salah satu persoalan, tempat kembalinya ialah Allah Azza wa Jalla dan Muhamamd Shallallahu Alaihi wa Sallam. Sesungguhnya orang-orang Yahudi juga terkena kewajiban pendanaan jika mereka sama-sama diperangi musuh. Sesungguhnya orang-orang Yahudi Bani Auf satu umat bersama kaum Mukminin agama mereka. Budak-budak mereka dan jiwa mereka (terlindungi), kecuali orang yang berbuat dzalim dan berbuat dosa, ia tidak menghancurkan siapa-siapa selain dirinya sendiri dan keluarganya. Sesungguhnya orang-orang Yahudi Bani An-Najjar memiliki hak yang sama dengan orang-orang Yahudi Bani Auf. Sesungguhnya orang-orang Yahudi...
=======================================================================================================
Halaman 456

Bani Al-Harits mempunyai hak yang sama dengan hak orang-orang Yahudi Bani Auf. Sesungguhnya orang-orang Yahudi Bani Saidah mempunyai hak yang sama dengan hak orang-orang Yahudi Bani Auf. Sesungguhnya orang-orang Yahudi Bani Jusyam memiliki hak yang sama dengan orang-orang Yahudi Bani Auf. Sesungguhnya orang-orang Yahudi Bani Al-Aus memiliki hak yang sama dengan hak orang-orang Yahudi Auf. Sesungguhnya orang-orang Yahudi Bani Tsa'labah memiliki hak yang sama dengan hak orang-orang Yahudi Bani Auf, kecuali orang yang berbuat dzalim dan berbuat dosa, ia tidak menghancurkan siapa-siapa selain dirinya sendiri dan keluarganya. Sesungguhnya Jafnah, salah satu kabilah dari Tsa'labah sama seperti mereka. Sesungguhnya orang-orang Yahudi Bani As-Suthaibah mempunyai hak yang sama dengan hak orang-orang Yahudi Bani Auf. Sesungguhnya kebaikan itu seyogyanya menghalangi seseorang dari keburukan. Sesungguhnya budak orang-orang Tsa'labah sama seperti mereka. Seorang pun dari orang-orang Yahudi tidak boleh keluar dari Madinah kecuali atas izin Muhammad Shallallahu Alaihi wa Sallam :shock: . Barangsiapa membunuh, ia membunuh dirinya sendiri dan keluarganya, kecuali orang yang didzalimin, sesungguhnya Allah hendak menolak kedzaliman dari dirinya. Sesungguhnya orang-orang Yahudi terkena kewajiban pembiayaan (infak) dan kaum Muslimin juga terkena kewajiban pembiayaan (infak), serta mereka semua berkewajiban memberikan pembelaan terhadap siapa saja yang memerangi orang-orang yang terikat dengan perjanjian ini. Nasihat dan kebaikan harus dijalankan di tengah-tengah mereka. Seseorang tidak boleh berbuat jahat terhadap sekutunya dan pembelaan (pertolongan) harus diberikan kepada orang yang didzalimi. Sesungguhnya orang-orang Yahudi wajib berinfak bersama kaum Mukminin jika mereka diperangi musuh. Sesungguhnya tetangga itu seperti jiwa; tidak boleh diganggu dan tidak boleh disakiti. Sesungguhnya kehormatan itu tidak boleh dilanggar kecuali atas izin pemiliknya :lol: . Jika pada orang-orang yang berada dalam perjanjian ini terhadap kasus atau konflik yang dikhawatirkan menimbulkan kerusakan, maka tempat kebalinya ialah kepada Allah Azza wa Jalla dan kepada Muhammad Shallallahu Alaihi wa Sallam. :shock: (JGA: sombong sekaleee nih muhammad). Sesungguhnya Allah sangat mampu menjaga perjanjian ini(JGA: eits ternyata ntar juga perjanjian ini dilanggar dengan menyerang orang-orang Yahudi) :-k . Sesungguhnya orang-orang Quraisy tidak boleh dilindungi begitu juga orang-orang yang menolong mereka. Sesungguhnya orang-orang yang terikat dengan perjanjian ini berkewajiban memberikan pertolongan (pembebasan) melawan siapa saja yang bermaksud menyerang Yatsrib. Jika mereka diajak berdamai dan bersahabat, mereka harus berdamai dan bersahabat. Jika mereka diajak kepada hal tersebut, mereka mempunyai hak atas kaum Mukminin kecuali terhadap orang-orang yang memerangi agama. Setiap manusia mempunyai bagian terhadap mereka sendiri seperti sebelumnya. Sesungguhnya orang-orang Yahudi Al-Aus; budak-budak mereka dan jiwa mereka mempunyai hak yang sama dengan orang-orang yang berada dalam perjanjian ini, termasuk...
=======================================================================================================
Halaman 457

...berbuat baik kepada orang-orang yang berada dalam perjanjian ini. Sesungguhnya kebaikan itu berbeda dengan keburukan. Jika seseorang mengerjakan sesuatu, itu untuk dirinya sendiri. Sesungguhnya Allah membenarkan isi perjanjian ini dan meridhainya. :-k Barangsiapa keluar dari Madinah, ia aman. Barang siapa menetap di Makkah, ia aman, kecuali orang yang berbuat dzalim dan berbuat dosa. Sesungguhnya Allah melindungi orang yang berbuat baik dan orang yang bertakwa, serta Muhammad adalah Rasulullah (utusan Allah) Shallallahu Alaihi wa Sallam'."

---ooOoo---
User avatar
JANGAN GITU AH
 
Posts: 5366
Joined: Sun Jan 04, 2009 1:39 pm
Location: Peshawar-Pakistan

Re: SIRAT NABAWIYAH Ibn Ishaq/Ibn Hisyam Jilid 1 (txt lengkap)

Postby JANGAN GITU AH » Wed May 26, 2010 6:24 pm

Halaman 458
BAB 92
PERSAUDARAAN ANTARA KAUM MUHAJIRIN DENGAN KAUM ANSHAR

Ibnu Ishaq berkata, "Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam mempersaudarakan sahabat-sahabatnya dari kaum Muhajirin dengan sahabat-sahabatnya dari kaum Anshar. Beliau bersabda--seperti disampaikan kepadaku dan aku berlindung diri kepada Allah dari mengatakan sesuatu yang tidak diucapkan beliau--, 'Bersaudaralah kalian karena Allah; dua orang, dua orang.' Beliau memegang tangan Ali bin Abu Thalib, kemudian bersabda, 'Ini saudaraku.' Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam adalah pemimpin para rasul, :lol: , pemimpin orang-orang yang bertakwa dan utusan Tuhan alam semesta yang tidak ada tandingan-Nya di antara hamba-hamba-Nya dan Ali bin Abu Thalib adalah saudara beliau.
1. Hamzah bin Abdul Muththalib singa Allah, singa Rasul-Nya dan paman beliau, dipersaudarakan dengan Zaid bin Haritsah mantan budak beliau. Hamzah bin Abdul Muththalib mewasiatkan sesuatu kepada Zaid bin Haritsah pada Perang Uhud jika terjadi sesuatu pada dirinya.

2. Ja'far bin Abu Thalib pemilik dua sayap dan menjadi burung di surga, dipersaudarakan dengan Muadz bin Jabal, saudara Bani Salimah.

3. Abu Bakar Ash-Shiddiq Radhiyallahu Anhu dipersaudarakan dengan Kharijah bin Zaid bin Abu Zuhair, saudara Bani Balharits bin Al-Khazraj.

4. Umar bin Khaththab Radhiyallahu Anhu dipersaudarakan dengan Utbah bin Malim, saudara Bani Salim bin Auf bin Amr bin Auf bin Al-Khazraj.

5. Abu Ubaidah bin Abdullah bin Al-Jarrah--nama aslinya Amir bin Abdullah--dipersaudarakan dengan Sa'ad bin Muadz bin An-Nu'man, saudara Bani Abdul Asyhal.

6. Abdurrahman bin Auf dipersaudarakan dengan Sa'ad bin Ar-Rabi', saudara Bani Abdul Asyhal.

7. Az-Zubair bin Al-Awwam dipersaudarakan dengan Salamah bin Salamah bin Waqs, saudara Bani Abdul Asyhal. Ada yang mengatakan Az-Zubair bin Al-Awwam dipersaudarakan dengan Abdullah bin Mas'ud sekutu Bani Zuhrah.
========================================================================================================
Halaman 459

8. Utsman bin Affan dipersaudarakan dengan Aus bin Tsabit bin Al-Mundzir, saudara Bani An-Najjar.

9. Thalhah bin Ubaidillah dipersaudarakan dengan Ka'bah bin Malik, saudara Bani Salimah.

10. Sa'id bin Zaid bin Amir bin Naufal dipersaudarakan dengan Ubai bin Ka'ab saudara Bani An-Najjar.

11. Mush'ab bin Umair bin Hasyim dipersaudarakan dengan Abu Ayyub Khalid bin Zaid, saudara Bani An-Najjar.

12. Abu Hudzaifah bin Utbah bin Rabi'ah dipersaudarakan dengan Abbad bin Bisyr bin Waqsy, saudara Bani Abdul Asyhal.

13. Ammar bin Yasir sekutu Bani Makdzum dipersaudarakan dengan Hudzaifah bin Al-Yaman, saudara Bani Absu sekutu Bani Abdul Asyhal. Ada yang mengatakan Tsabit bin Qais bin Asy-Syammas saudara Al-Harits bin Al-Khazraj penceramah Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam dipersaudarakan dengan Ammar bin Yasir.

14. Abu Dzar yang tidak lain adalah Barir bin Jinadah Al-Ghifari dipersaudarakan dengan Al-Mundzir bin Amr, saudara Bani Saidah bin Ka'ab bin Al-Khazraj."

15. Ibnu Ishaq berkata, "Hathib bin Abu Baltah'ah sekutu Bani Asad bin Abdul Uzza dipersaudarakan dengan Uwaim bin Saidah, saudara Bani Amr bin Auf.

16. Salman Al-Farisi dipersaudarakan dengan Abu Ad-Darda' Uwaimir bin Tsa'labah, saudara Bani Balharits bin Al-Khazraj."
Ibnu Hisyam berkata, "Uwaimir adalah anak Amir. Ada yang mengatakan Uwaimir anak Zaid."

17. Ibnu Ishaq berkata, "Bilal mantan budak Abu Bakar Radhiyallahu Anhuma dan muadzin Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam dipersaudarakan dengan Abu Ruwaihah Abdullah bin Abdurrahman Al-Khats'ami.

Itulah di antara nama-nama yang dipersaudarakan Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam.

Ketika Umar bin Khaththab membuat dokumen si Syam dan Bilal berangkat ke sana dan menetap di sana sebagai seorang mujahid, Umar bin Khaththab berkata kepada Bilal, 'Hai Bilal, engkau dengan siapa ditulis dalam dokumenmu? Bilal menjawab, 'Dengan Abu Ruwaihah. Aku tidak akan berpisah dengannya selama-lamanya, karena persaudaraan yang telah ditetapkan Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam antara aku dengannya.' Umar bin Khaththab pun menggabungkan Bilal kepada Abu Ruwaihah dan menggabungkan...
========================================================================================================
Halaman 460

...dokumen orang-orang Habasyah ke dalam dokumen orang-orang Khas'am, karena kedudukan Bilal di tengah-tengah mereka."

Kematian Abu Umamah As'ad bin Zurarah

Ibnu Ishaq berkata, "Pada bulan itu juga, Abu Umamah, As'ad bin Zurarah meninggal dunia pada saat masjid tengah dibangun. Ia meninggal dunia karena menderita sakit tenggorokan atau batuk kering."

Ibnu Ishaq berkata bahwa Abdullah bin Abu Bakr bin Muhammad bin Amr bin Hazm berkata kepadaku dari Yahya bin Abdullah bin Abdurrahman bin As'ad bin Zurarah bahwa Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam bersabda, 'Sejelek-jeleknya mayit bagi orang-orang Yahudi dan bagi orang-orang munafik Arab ialah Abu Umamah. Mereka berkata, 'Jika Ia (Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam) betul seorang Nabi, sahabatnya tidak akan meninggal dunia.' Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam bersabda lebih lanjut, 'Aku tidak memiliki sesuatu dari Allah untuk diriku dan sahabatku'." (JGA: pengakuan yang jujur juga...hihi)

Ibnu Ishaq berkata bahwa Ashim bin Umar bin Qatadah Al-Anshar berkata kepadaku bahwa ketika Abu Umamah As'ad bin Zurarah meninggal dunia, orang-orang dari Bani An-Najjar menghadap Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam--Abu Umamah adalah naqib (pemimpin) mereka--. Mereka berkata kepada beliau, 'Wahai Rasulullah, sesungguhnya orang ini (Abu Umamah As'ad bin Zurarah) di kalangan kami seperti telah engkau ketahui. Oleh karena itu, pilihlah orang lain menggantikan kedudukannya. Ia mengatur urusan kita sebagaimana Abu Umamah As'ad bin Zurarah mengatur urusan kita.' Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam bersabda kepada mereka, 'Kalian adalah paman-pamanku dan aku adalah naqib bagi kalian.' Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam tidak ingin memberikan jabatan naqib kepada salah seorang dari mereka. Di antara kelebihan Bani An-Najjar yang mereka banggakan kepada kaumnya, bahwa Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam adalah naqib mereka."

---ooOoo---
User avatar
JANGAN GITU AH
 
Posts: 5366
Joined: Sun Jan 04, 2009 1:39 pm
Location: Peshawar-Pakistan

Re: SIRAT NABAWIYAH Ibn Ishaq/Ibn Hisyam Jilid 1 (txt lengkap)

Postby JANGAN GITU AH » Wed May 26, 2010 9:06 pm

Halaman 461
BAB 93
PERIHAL ADZAN

Ibnu Ishaq berkata, "Ketika Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam merasa nyaman tinggal di Madinah, saudara-saudara beliau dari kaum Mujahirin berkumpul dengan beliau dan persatuan kaum Anshar telah tercapai, Islam pun mulai menguat; shalat dijalankan, zakat dan puasa diwajibkan, hudud (hukuman) dilaksanakan, hal-hal yang halal dan hal-hal yang haram diwajibkan dan Islam mendapat tempat di tengah-tengah mereka. Perkampungan Anshar adalah orang-orang yang menyediakan tempat bagi kaum Muhajirin dan beriman. Ketika Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam tiba di Madinah, kaum Muslimin berkumpul untuk menunaikan shalat karena waktunya telah tiba tanpa seruan (adzan). Oleh karena itu, beliau ingin membuat terompet seperti orang-orang Yahudi membuat terompet untuk mengajak kaum Muslimin kepada shalat, namun beliau membatalkannya. Kemudian Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam memerintahkan pembuatan lonceng untuk memanggil kaum Muslimin kepada shalat."

Mimpi Abdullah bin Zaid

Ibnu Ishaq berkata, "Ketika kaum Muslimin berada dalam kondisi seperti di atas, tiba-tiba Abdullah bin Zaid bin Tsa'labah bin Abdu Rabbihi saudara Bani Al-Harits bin Al-Khazraj bermimpi melihat seruan shalat. Ia menghadap kepada Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam dan berkata kepada beliau, 'Wahai Rasulullah, pada malam ini aku bermimpi melihat seseorang berpakaian hijau berjalan melewatiku dengan membawa lonceng. Aku bertanya kepadanya, 'Hai hamba Allah, apakah engkau berniat menjual loncengmu?' Orang tersebut menjawab, 'Apakah yang akan engkau kerjakan dengan lonceng ini?' Aku menjawab, 'Aku gunakan untuk memanggil orang kepada shalat.' Orang tersebut berkata, 'Maukah engkau aku tunjukkan yang lebih baik daripada lonceng ini?' Aku berkata, 'Apa itu?' Orang tersebut berkata, 'Hendaknya engkau berkata, 'Allahu akbar. Allahu akbar. Allahu akbar. Allahu akbar. Asyhadu an laa ilaaha illallah. Asyhadu an laa ilaaha illallah. Asyhadu anna Muhammadar Rasulullah, Asyhadu anna Muhammadar Rasulullah. Hayya alash shalah. Hayya alash shalah. Haya alal falah. Hayya alal falah. Allahu akbar. Allahu akbar, Laa ilaaha illallah.'

JGA: Muhammad mengatakan bahwa lonceng adalah alat musik syetan. Siapa yang memiliki lonceng berarti sekutu setan..haha kesimpulan aneh ya? tapi lihatlah apa yang diutarakan ibnu ishaq di atas! orang berbaju hijau dalam mimpi Abdullah bin Zaid. Kira-kira dapatkah kita menyebutnya setan? Bisa,sesuai dengan kesimpulan muhammad. Lebih lucu lagi, setan tersebut mengajarkan adzan! wew ! :lol:
========================================================================================================
Halaman 462

Setelah Abdullah bin Zaid menceritakan mimpinya kepada Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam, beliau bersabda, "Sesungguhnya itu mimpi yang benar insya Allah. :lol: Berdirilah engkau bersama Bilal, kemudian ucapkan lafal adzan tersebut kepada Bilal. Hendaklah Bilal beradzan dengan adzan tersebut, karena suara Bilal lebih keras daripada suaramu.' Ketika Bilal sedang mengumandangkan adzan tersebut, maka Umar bin Khaththab yang sedang berada di rumahnya mendengar adzan tersebut. Ia segera pergi menghadap Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam dengan menyeret kainnya. Ia berkata, 'Wahai Nabi Allah, demi Dzat yang mengutusmu dengan membawa kebenaran, sungguh aku bermimpi melihat seperti yang dilihat Abdullah bin Zaid dalam mimpinya.' Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam bersabda, 'Segala puji bagi Allah atas hal ini'."

Ibnu Ishaq berkata bahwa hadits di atas disampaikan kepadaku oleh Muhammad bin Ibrahim bin Al-Harits dari Muhammad bin Abdullah bin Zaid bin Tsa'labah bin Abdu Rabbihi dari ayahnya.

Mimpi Umar bin Khaththab Radhiyallahu Anhu

Ibnu Hisyam berkata bahwa Ibnu Juraik menyebutkan bahwa Atha' berkata kepadaku bahwa aku mendengar Umair Al-Laitsi berkata,
"Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam bermusyawarah dengan para sahabat tentang lonceng unuk memanggil kaum Muslimin kepada shalat. Ketika Umar bin Khaththab ingin membeli dua kayu unuk membuat lonceng, tiba-tiba ia bermimpi dalam tidurnya. :rolleyes: Dalam mimpinya, Umar bin Khaththab mendapat pesan, 'Hendaklah kalian tidak menjadikan lonceng sebagai cara untuk memanggil manusia kepada shalat, namun hendaklah kalian adzan untuk shalat.' Umar bin Khaththab menghadap Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam untuk menceritakan mimpinya kepada beliau. Sebelum itu, Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam telah mendapatkan wahyu tentang adzan. Kekagetan Umar bin Khaththab belum hilang, tiba-tiba Bilal mengumandangkan adzan. Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam bersabda ketika Umar bin Khaththab menceritakan mimpinya, 'Hal ini telah didahului wahyu'." (JGA: hahaha...wahyu yang diperoleh dari Abdullah bin Zaid, ketahuan lagi campur tangan manusianya!)

Doa Bilal Radhiyallahu Anhu sebelum Shubuh

Ibnu Ishaq berkata bahwa Muhammad bin Ja'far bin Az-Zubair berkata kepadaku dari Urwah bin Az-Zubair dari seorang wanita dari Bani An-Najjar yang berkata,
"Rumahku adalah rumah yang paling panjang di sekitar masjid dan Bilal biasa mengumandangkan adzan shubuh di masjid pada setiap pagi. Pada waktu sebelum shubuh (waktu sahur), Bilal datang lalu duduk di depan rumah menunggu datangnya shubuh. Jika waktu shubuh telah tiba, ia membentangkan badannya, kemudian ia berdoa, 'Ya Allah, sesungguhnya aku...
========================================================================================================
Halaman 463

...memuji-Mu dan meminta pertolongan-Mu agar orang-orang Quraisy tidak mengalahkan agama-Mu.' Setelah itu, Bilal mengumandangkan adzan. Demi Allah, aku lihat Bilal tidak pernah meninggalkan doanya tersebut."

---ooOoo---
User avatar
JANGAN GITU AH
 
Posts: 5366
Joined: Sun Jan 04, 2009 1:39 pm
Location: Peshawar-Pakistan

Re: SIRAT NABAWIYAH Ibn Ishaq/Ibn Hisyam Jilid 1 (txt lengkap)

Postby JANGAN GITU AH » Thu May 27, 2010 3:50 pm

Halaman 464
BAB 94
PERIHAL ABU QAIS SHIRMAH BIN ABU ANAS AN-NAJJARI

Ibnu Ishaq berkata, "Ketika Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam merasa tenang tinggal di rumahnya, Allah memenangkan agamanya-Nya di Madinah, dan Allah menyenangkan beliau dengan bersatunya kaum Muhajirin dan kaum Anshar kepada beliau, maka Abu Qais Shirmah bin Abu Anas saudara Bani Adi bin A-Najjar berkata mengucapkan bait-bait syairnya.

Ibnu Hisyam berkata, "Abu Qais adalah Shirmah bin Abu Anas bin Shirmah bin Malik bin Adi bin Amir bin Ghanm bin Adi bin An-Najjar."

Ibnu Ishaq berkata, "Abu Qais memilih menjadi pendeta pada masa jahiliyah, dan mengenakan pakaian dari tenun kasar. Ia tidak menyembah berhala, mandi dari jinabat, membersihkan diri dari wanita yang haid, dan ingin masuk agama Kristen, namun mengurungkannya. Kemudian ia masuk ia masuk ke dalam rumahnya, dan menjadikan rumahnya sebagai masjid yang tidak boleh dimasuki orang yang kotor atau orang yang junub. Ia berkata, 'Aku hanya menyembah Tuhan Ibrahim ketika ia meninggalkan berhala-berhala dan membencinya.' Ketika Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam tiba di Madinah, ia masuk Islam dan keislamannya baik sekali. Ia masuk Islam ketika usianya telah lanjut. Ia selalu mengatakan yang benar, mengagungkan Allah Azza wa Jalla pada masa jahiliyahnya, dan mengucapkan syair-syair indah tentang hal tersebut.

Syair-syair Abu Qais

Abu Qais berkata,
    Abu Qais berkata dan berterika keras
    Wasiat-wasiatku yang bisa kalian kerjakan, hendaklah kalian kerjakan
    Aku wasiatkan kalian dengan Allah, kebaikan, dan ketakwaan kepada kalian
    Kehormatan kalian dan berbuat baik kepada Allah adalah sangat penting
    Jika kaum kalian berkuasa, kalian jangan sekali-kali merasa dengki kepada mereka
    JIka kalian menjadi pemimpin-pemimpin, hendaklah kalian adil
    Jika salah satu musibah menimpa kaum kalian,
========================================================================================================
Halaman 465

    Maka jagalah diri kalian dan keluarga
    Jika terjadi kerugian parah, maka lemah-lembutlah pada para pelakunya
    Dan apa saja yang mereka bebankan pada kalian di saat-saat kritis,
    pikullah!
Ibnu Ishaq berkata, "Abu Qais juga berkata seperti berikut,
    Sucikanlah Allah pada setiap pagi
    Ketika matahari-Nya terbit, dan pada saat bulan terlihat
    Dia mengetahui hal-hal yang rahasia, dan mempunyai penjelasan
    Apa yang difirmankan Tuhan kita tidaklah sesat
    Karena Dialah, burung mencari rezki
    Kemudian berlindung dri di sarangnya di tempat-tempat di gunung
    Karena Dia, binatang buas di padang pasir
    Anda melihatnya di anak bukit pasir, dan di bawah naungan lumpur
    Karena Dia, orang-orang Yahudi kembali dan menundukkan agama-agama, jika engkau ingat musibah
    Karena Dia, orang-orang Kristen menyembah matahari :lol: ,
    Dan mereka berdiri untuk Tuhan mereka pada setiap hari raya dan perayaan
    Karena Dia, pendeta yang mengkonsentrasikan dirinya untuk beribadah,
    Anda melihatnya sengsara, padahal hatinya bahagia
    Hai anak-anak sanak kerabat, janganlah kalian memutus kekerabatan
    Sambunglah hubungan kekerabatan, kendati orang-orang selain kalian tidak memperdulikannya
    Bertakwalah kepada Allah terhadap anak-anak yatim yang lemah
    Sebab barangkali ada sebagian orang yang menghalalkan harta anak yatim
    Ketahuilah, bahwa anak-anak yatim mempunyai pelindung,
    Yang mengetahui, dan memberi petunjuk tanpa diminta
    Janganlah kalian memakan harta anak-anak yatim
    Sesungguhnya harta anak-anak yatim itu dipelihara Pelindungnya
    Hai anak-anak perbatasan, janganlah kalian memotong perbatasan
    Sesungguhnya pemutusan perbatasan itu menimbulkan penyakit :-k
    Hai anak-anak hari, janganlah kalian merasa aman terhadapnya
    Berhati-hatilah terhadap tipu daya hari, dan pahitnya malam
    Arahkan persoalan kalian kepada kebaikan, ketakwaan,
    Tidak berkata jorok, dan mengembalikan yang halal saja
Abu Qais juga berkata tentang Islam di mana Allah memuliakan kaum Muslimin dengannya, dan nikmat khusus Allah Ta'ala kepada mereka, yaitu keberadaan Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam di tempat mereka.
    Dia (Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam) menetap di orang-orang
    Quraisy selama beberapa tahun
========================================================================================================
Halaman 466

    Ia mengingatkan setiap sahabat yang dia temui
    Ia tawarkan dirinya pada jama'ah haji
    Namun dia tidak mendapatkan orang-orang yang siap melindunginya, dan penyeru
    Ketika dia tiba di tempat kita, Allah memenangkan agama-Nya
    Dia pun senang dan puas
    Dia mendapatkan teman, dan dengannya hati merasa tenang
    Kita mendapatkan pertolongan dari Allah
    Dia bercerita pada kami tentang apa yang dikatakan Nuh kepada kaumnya
    Dan apa yang dikatakan Musa ketika ia menjawab seruan
    Dia menjadi tidak takut kepada orang yang dekat
    Dia juga tidak takut kepada orang yang jauh
    Untuknya, kami korbankan harta kami yang halal
    Untuknya pula, kami korbankan diri kami di perang
    Kita tahu bahwa tidak ada artinya sesuatu selain Allah
    Kita tahu bahwa Allah adalah sebaik-baik pemberi petunjuk
    Kita musuhi semua manusia yang dimusuhi Allah :shock:
    Kendati mereka adalah kekasih yang menyenangkan
    Aku berkata jika aku menyeru-Mu di tempat baiat
    Engkau Mahamulia, dan sungguh aku seringkali menyerukan nama-Mu
    Aku berkata jika aku melintasi daerah yang menakutkan
    Jangan Engkau perlihatkan musuh-musuh kepadaku
    Lintasilah gunung, sesungguhnya tempat-tempat kematian itu banyak sekali
    Sesungguhnya engkau tidak bisa menyisakan sesuatu untuk dirimu
    Demi Allah, seorang pemuda tidak tahu bagaimana ia menjaga diri
    Jika ia tidak menjadikan Allah sebagai penjaga diri
    Pohon kurma yang kehausan tidak akan peduli dengan pemiliknya
    Jika air datang padanya, dan hilang rasa hausnya
Ibnu Hisyam berkata, "Bait, 'Lintasilah gunung, sesungguhnya kematian itu banyak sekali,' dan bait, 'Demi Allah, seorang pemuda tidak tahu bagaimana ia menjaga diri, jika ia tidak menjadikan Allah sebagai penjaga diri.' adalah bait syair milik Afnun At-Taghlabi yang tidak lain adalah Shuraim bin Ma'syar dalam kumpulan syair-syairnya."

---ooOoo---
User avatar
JANGAN GITU AH
 
Posts: 5366
Joined: Sun Jan 04, 2009 1:39 pm
Location: Peshawar-Pakistan

Re: SIRAT NABAWIYAH Ibn Ishaq/Ibn Hisyam Jilid 1 (txt lengkap)

Postby JANGAN GITU AH » Thu May 27, 2010 4:45 pm

Halaman 467
BAB 95
PERMUSUHAN ORANG-ORANG YAHUDI TERHADAP RASULULLAH ALAIHI WA SALLAM DAN KAUM MUSLIMIN

Ibnu Ishaq berkata, "Ketika itulah, para rahib Yahudi melancarkan permusuhan terhadap Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam karena dengki dan dendam, sebab Allah mengistimewakan orang-orang Arab dengan memilih salah seorang dari mereka menjadi rasul. Para rahib Yahudi didukung orang-orang Al-Aus dan Al-Khazraj yang tetap beratahan pada kejahiliyahannya. Orang-orang Al-Aus dan Al-Khazraj tersebut adalah orang-orang munafik dan menganut agama nenek moyang mereka; syirik dan mendustakan Hari Kebangkitan, namun Islam mengalahkan mereka dengan kemunculannya, dan kesepakatan kaum mereka untuk masuk Islam. :rolleyes: Kemudian mereka menampakkan diri masuk Islam, dan menjadikan Islam sebagai tameng dari pembunuhan, padahal mereka munafik dalam hati mereka. :shock: (JGA: pikiran orang muslim ini aneh ! kalo ada yang masuk islam diejeknya sebagai munafik karena takut dibunuh! lha wong cara dakwahnya pun pake bantuan pedang kok ! coba gak pake acara ancam-mengancam, mana mau mereka jadi Islam !) Hati nurani mereka bersatu dengan orang-orang Yahudi karena pendustaan mereka kepada Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam. (JGA: hei Ishaq, blo on juga ente ye ! siapa yang dusta? coba kalo mereka gak merasa terpaksa, gak bakal deh mereka berpura-pura begitu ! Mereka masih sayang nyawa lho !") dan ketidakmauan mereka untuk masuk Islam. :rolleyes: (JGA: puyeng dah membaca bacotnya Ishaq ini, sebentar di bilang sudah masuk islam tapi munafik, sebentar lagi dibilang mereka tidak mau...mana yang benar sih?) Para rahib Yahudi itulah yang pernah bertanya kepada Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam, menyakiti beliau, dan datang kepada beliau membawa kerancuan karena mereka ingin mencampur aduk kebenaran dengan kebatilan. (JGA: hehe...yang nyampur siapa yang dituduh siapa? islami buangeett !!!) Kemudian Al-Qur'an turun mengisahkan tentang mereka, tentang apa yang mereka tanyakan kepada Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam, sedikit tentang hal-hal halal, dan hal-hal haram yang ditanyakan kaum Muslim.

Di antara rahib-rahib Yahudi tersebut adalah sebagai berikut:
1. Huyai bin Akhthab.
2. Saudara Huyai bin Akhthab yang bernama Abu Yasir bin Akhthab.
3. Saudara Huyai bin Akhthab yang lain, yaitu Judai bin Akhthab.
4. Salam bin Misykam.
5. Kinanah bin Ar-Rabi' bin Abu Al-Haqiq.
6. Salam bin Abu Al-Haqiq.
7. Saudara Salam bin Al-Haqiq yang bernama Salam bin Ar-Rabi'. Salam bin Ar-Rabi' adalah anak Rafi' Al-A'war yang dibunuh sahabat-sahabat Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam di Khaibar.
8. Ar-Rabi' bin Ar-Rabi' bin Abu Al-Haqiq.
========================================================================================================
Halaman 468

9. Amir bin Juhasy.
10. Ka'ab bin Al-Asyraf. Ka'ab bin Al-Asyraf berasal dari Thayyt', kemudian dari salah satu Bani Nabhan. Ibunya berasal dari Bani An-Nadhr.
11. Al-Hajjaj bin Amr sekutu Ka'ab bin Al-Asyraf.
12. Kurdum bin Qais sekutu Ka'ab bin Al-Asyraf.
Mereka semua berasal dari Bani An-Nadhir.

Para rahib dari Bani Tsa'labah bin Al-Fathiyyun adalah sebagai berikut:
1. Abdullah bin Shuri Al-A'war. Pada zamannya, di Hijaz tidak ada seorang pun yang lebih tahu tentang Kitab Taurat dari Abdullah bin Shuri.
2. Ibnu Shaluba.
3. Mukhairiq. Ia ulama rahib-rahib Yahudi, tapi kemudian ia masuk Islam.

Rahib-rahib dari Bani Qainuqa' adalah sebagai berikut:
1. Zaid bin Al-Lushait. Ada yang mengatakan Ibnu Al-Lushaib :rolleyes: seperti dikatakan Ibnu Hisyam.
2. Sa'ad bin Hanif.
3. Mahmud bin Saihan.
4. Uzair bin Abu Uzair.
5. Abdullah bin Shaif. (Ibnu Hisyam berkata, bahwa ada yang mengatakan Ibnu Dhaif).
6. Suwaid bin Al-Hars.
7. Rifa'ah bin Qais.
8. Finhash, Asyi'.
9. Nu'man bin Adza.
10. Bahri bin Amr.
11. Syas bin Adi.
12. Syas bin Qais.
13. Zaid bin Al-Harts.
14. Nu'man bin Amr.
15. Sikin bin Abu Sikin.
16. Adi bin Zaid.
17. Nu'man bin Abu Aufa Abu Anas.
18. Mahmud bin Dahiyyah.
19. Malik bin Ash-Shaif. Ada yang mengatakan Ibnu Adh-Dhaif.
20. Ka'ab bin Rasyid.
21. Azir.
22. Rafi' bin Abu Rafi'.
23. Khalid.
24. Izar bin Abu Izar. (Ibnu Hisyam berkata, "Ada yang mengatakan Azar bin Abu Azar.")
25. Radi' bin Haritsah.
========================================================================================================
Halaman 469

26. Rafi' bin Harimalah.
27. Rafi' bin Kharijah.
28. Malik bin Auf.
29. Rifa'ah bin Zaid bin At-Tabut.
30. Abdullah bin Salam bin Al-Harts. Ia ulama mereka, rahib yang paling pandai. Nama aslinya Al-Hushain. Ketika ia masuk Islam, Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam mengganti namanya dengan Abdullah :rolleyes: .

Rahib-rahib dari Bani Quraidzah adalah sebagai berikut:
1. Az-Zubair bin Batha bin Wahb.
2. Azzal bin Samuel.
3. Ka'ab bin Asad. Ia terikat perjanjian dengan Bani Quraidzah kemudian membatalkannya pada Perang Ahzab.
4. Samuel bin Zaid.
5. Jabal bin Amr bin Sakinah.
6. An-Nahham bin Zaid.
7. Fardam bin Ka'ab.
8. Wahb bin Zaid.
9. Nafi' bin Abu Nafi'.
10. Abu Nafi'.
11. Adi bin Zaid.
12. Al-Harts bin Auf.
13. Kardam bin Zaid.
14. Usamah bin Habib.
15. Rafi' bin Ramilah.
16. Jabal bin Abu Qasyir.
17. Wahb bin Yahudah.

Mereka semua berasal dari Bani Quraidzah
Yahudi dari Bani Zuraiq ialah Labid bin A'sham. Dialah orang yang menyihir Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam melalui istri-istrinya. :lol:

Yahudi dari Bani Amr bin Auf ialah Fardam bin Amr.
Yahudi dari Bani An-Najjar ialah Silsilah bin Barham.

Mereka semua rahib-rahib Yahudi, orang-orang jahat, orang-orang yang memusuhi Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam dan sahabat-sahabatnya, orang-orang yang banyak bertanya, dan memusuhi Islam karena ingin memadamkannya, kecuali Abdullah bin Salam bin Mukhairiq. :toimonster:

---ooOoo---
User avatar
JANGAN GITU AH
 
Posts: 5366
Joined: Sun Jan 04, 2009 1:39 pm
Location: Peshawar-Pakistan

Re: SIRAT NABAWIYAH Ibn Ishaq/Ibn Hisyam Jilid 1 (txt lengkap)

Postby JANGAN GITU AH » Thu May 27, 2010 5:33 pm

Halaman 470
BAB 96
MASUK ISLAMNYA ABDULLAH BIN SALAM

Ibnu Ishaq berkata, "Abdullah bin Salam adalah uskup dan ulama. Pembahasan tentang dirinya dan keislamannya ketika ia masuk Islam, maka salah seorang keluarganya berkata kepadaku dari ia (Abdullah bin Salam) yang berkata, "Ketika aku mendengar Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam, aku pun mengetahui ciri-ciri beliau, nama beliau, dan zaman kemuculan beliau yang kami tunggu-tunggu. Aku rahasiakan hal ini dan mendiamkannya hingga beliau tiba di Madinah. Ketika beliau singgah di Quba' di Bani Amr bin Auf, seseorang datang memberi tahu kedatangan beliau. Pada saat itu, aku bekerja di atas pohon kurma, dan bibiku, Khalidah binti Al-Harts duduk di bawahku. Ketika aku mendengar kedatangan beliau, aku bertakbir. Ketika bibiku mendengar takbirku, ia berkata kepadaku, 'Semoga Allah menggagalkanmu! Demi Allah, jika engkau mendengar kedatangan Musa bin Imran, engkau tidak akan menambah takbirmu.' Aku katakan kepada bibiku, 'Bibi, demi Allah, beliau (Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam) adalah saudara Musa bin Imran, seagama dengannya :lol: , dan diutus membawa seperti yang dibawa Musa bin Imran.' Bibiku berkata, 'Hai anak saudaraku, apakah dia nabi yang diberitahukan kepada kita bahwa dia akan diutus pada zaman sekarang?' Aku berkata kepada bibiku, 'Ya.' Bibiku berkata, 'Kalau begitu, dialah nabi itu.' Setelah itu, aku pergi kepada Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam dan menyatakan masuk Islam di hadapan beliau. Setelah masuk Islam, aku pulang ke rumahku, dan menyuruh keluargaku masuk Islam, dan mereka pun masuk Islam. Aku rahasiakan keislamanku dari orang-orang Yahudi. Aku menghadap kepada Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam, dan berkata kepada beliau, 'Wahai Rasulullah, sesungguhnya orang-orang Yahudi adalah kaum yang pandai membuat kebohongan. Aku ingin engkau memasukkanku ke sebagian rumahmu dan merahasiakanku dari mereka. Setelah itu, engkau tanyakan kepada mereka tentang diriku hingga mereka menjelaskan kepadamu bagaimana kedudukanku di mata mereka sebelum mereka mengetahui keislamanku. Jika mereka mengetahui keislamanku, mereka pasti mendustakanku dan mencelaku.' Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam memasukkanku ke dalam salah satu rumah beliau, dan pada saat yang sama orang-orang Yahudi masuk menemui Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam. Mereka berbicara dengan beliau dan bertanya kepada beliau. Setelah itu Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam...
========================================================================================================
Halaman 471

...bertanya kepada mereka, 'Bagaimana kedudukan orang yang bernama Al-Hushaini bin Salam di tempat kalian?' Orang-orang Yahudi menjawab, 'Ia pemimpin kami dan anak pemimpin kami. Ia uskup kami dan ulama kami.' Usai mereka berkata seperti itu, aku keluar menemui mereka, dan aku berkata kepada mereka, 'Hai orang-orang Yahudi, bertakwalah kalian kepada Allah, dan terimalah apa yang telah datang kepada kalian. Demi Allah, kalian telah mengetahui bahwa beliau utusan Allah. Kalian mendapati beliau tertulis di kitab kalian di Kitab Taurat lengkap dengan nama beliau, dan ciri-ciri beliau. Sesungguhnya aku bersaksi bahwa beliau utusan Allah, beriman kepada beliau, membenarkan beliau, dan mengenal beliau.' Mereka berkata, 'Engkau berkata bohong.' Mereka pun mencaci-makiku. Aku berkata kepada Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam, 'Wahai Rasulullah, bukankah aku telah jelaskan kepadamu bahwa mereka adalah kaum yang pandai membuat kebohongan, berkhianat, berdusta, dan jahat?' Aku tetap memperlihatkan keislamanku dan keislaman keluargaku. Bibiku, Khalidah binti Al-Harts juga masuk Islam dan keislamannya bagus."

---ooOoo---


JGA: cerita ini cerita karangan belaka untuk menaikkan pamor islam. Agar ada bahan bagi muslim untuk membela diri dan membuat tuduhan tanpa dasar bahwa kaum Yahudi pun tahu bahwa di kitab mereka Muhamamd diwahyukan. Sesuatu yang tidak pernah ada. Mengapa saya katakan cerita karangan saja? Nyata sekali kontradiksi yang diperlihatkan di sini. Bagaimana muslim terpaksa harus merendahkan kualitas kecerdasan para ulama Yahudi. Mana mungkin ada ulama Yahudi yang begitu bodohnya membuat sebuah aturan ciri-ciri fisik seorang nabi, sesuatu yang mereka tidak pernah anut sejak dahulu kala.

Hal lain yang membuat cerita ini semakin menggelikan ialah tentang bagaimana seorang Yahudi begitu percaya pada muhamamd sebagai nabi terjanji. Padahal dalam pandangan kaum Yahudi, nabi terjanji itu harus lahir dari tengah bangsa mereka sendiri dan impian mereka pun adalah untuk pemulihan tahta kerajaan keturunan Daud. Kemungkinan terbesar, Abdullah bukanlah orang Yahudi secara genetik melainkan orang-orang Arab yang menganut kepercayaan Yahudi. Untuk orang yang seperti ini, bisa jadi sikap nasionalisme arabnya lebih kuat ketimbang isme agama itu sendiri. Jadilah ia lebih berpihak kepada Muhamamd dibanding kepada nabi Yahudi sendiri. !Sementara mereka yang Yahudi secara gentik tidak rela melepas kepercayaan mereka. Terbukti mereka lebih baik menyerahkan leher mereka dipenggal daripada mesti kehilangan identitas ke-Yahudi-annya
:lol:
User avatar
JANGAN GITU AH
 
Posts: 5366
Joined: Sun Jan 04, 2009 1:39 pm
Location: Peshawar-Pakistan

Re: SIRAT NABAWIYAH Ibn Ishaq/Ibn Hisyam Jilid 1 (txt lengkap)

Postby JANGAN GITU AH » Thu May 27, 2010 10:27 pm

Halaman 472
BAB 97
PERIHAL MUKHAIRIQ

Ibnu Ishaq berkata, "Tentang Mukhairiq, ia adalah uskup dan ulama orang-orang Yahudi. Ia kaya raya dan mempunyai banyak perkebunan kurma. Ia mengetahui Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam lengkap dengan nama beliau, dan apa yang ia temukan dalam ilmunya. Namun ia terdominasi pengaruh agamanya. Ia tetap bertahan memeluk agamanya hingga Perang Uhud meledak. Perang Uhud terjadi pada hari Sabtu. Ia berkata, 'Hai orang-orang Yahudi, demi Allah, sesungguhnya kalian pasti mengetahui bahwa kemenangan Muhammad atas kalian adalah pasti benar.' Orang-orang Yahudi berkata, 'Sesungguhnya sekarang hari Sabtu.' Mukhairiq berkata, 'Tidak ada hari Sabtu bagi kalian.' :drool: Usai berkata seperti itu, Muhkahiriq mengambil senjatanya, kemudian ia keluar menemui Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam dan sahabat-sahabatnya di Uhud. Ia berwasiat kepada orang-orang yang di belakangnya, 'Jika aku terbunuh pada hari ini, seluruh kekayaanku aku serahkan kepada Muhammad Shallallahu Alaihi wa Sallam. Ia bebas mengelolanya seperti diperintahkan Allah kepadanya.' Ketika kedua belah pasukan telah bertempur, Mukhairiq bertempur dan meninggal dunia. Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam--seperti disampaikan kepadaku--bersabda, 'Mukhairiq adalah orang Yahudi yang paling baik.' :lol: Setelah itu, Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam menahan harta Mukhairiq. Semua sedekah Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam berasal dari pemberian Mukhairiq."

---ooOoo---


JGA: memuakkan memang sikap muhammad ini. Dia benci pada Yahudi, namun pada harta mereka ia doyan. Hebatnya si kafir Yahudi ini disebut orang yang PALING BAIK hanya karena ia menyerahkan semua hartanya pada Muhammad. Najis tra la la

lha terus yang diperoleh 20 % dari setiap rampasan/jarahan/fayi itu buat apa dong? ada muslim yang bilang buat sedekah, padahal Ibnu Ishaq bilang bukan karena untuk sedekah, muhammad pake harta Mukhairiq yang dikuasainya sendiri !
User avatar
JANGAN GITU AH
 
Posts: 5366
Joined: Sun Jan 04, 2009 1:39 pm
Location: Peshawar-Pakistan

Re: SIRAT NABAWIYAH Ibn Ishaq/Ibn Hisyam Jilid 1 (txt lengkap)

Postby JANGAN GITU AH » Thu May 27, 2010 11:03 pm

Halaman 473
BAB 98
PERIHAL SHAFIYYAH

Ibnu Ishaq berkata, bahwa Abdullah bin Abu Bakar bin Muhamamd bin Amr bin Hazm berkata kepadaku, ia berkata bahwa aku diberitahu dari Shafiyyah binti Huyai bin Akhthab bahwa Shafiyyah berkata,
"Aku anak yang paling disayangi ayahku, dan pamanku, Abu Yasir. JIka aku bertemu dengan keduanya, pasti keduanya membawaku bersama anak-anak keduanya. Ketika Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam tiba di Madinah, dan singgah di Quba' di Bani Amr bin Auf, maka ayahku, Huyai bin Akhthab, dan pamanku, Abu Yasir bin Akhthab datang kepada beliau pada akhir malam. Keduanya tidak pulang ke rumah hingga matahari terbenam. Setelah matahari terbenam, keduanya tiba dengan bermuram durja, bermalas-malasan, bingung, dan berjalan pelan-pelan. Aku berusaha menghibur keduanya seperti biasa aku lakukan kepada keduanya. Demi Allah, seorang pun dari keduanya tidak menoleh kepadaku, pada keduanya terlihat gelisah. Aku dengar pamanku, Abu Yasir berkata kepada ayahku, Huyai bin Akhthab, 'Apakah betul dia (Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam)?' Ayahku menjawab, 'Ya betul, demi Allah,' Pamanku, Abu Yasir bertanya kepada ayahku, 'Apakah engkau mengetahuinya dan bisa memastikannya?' Ayahku menjawab, 'Ya.' Pamanku, Abu Yasir bertanya kepada ayahku, Bagaimana perasaanmu terhadapnya?' Ayahku menjawab, 'Demi Allah, permusuhanku terhadapnya tetap berlangsung'."

---ooOoo---
User avatar
JANGAN GITU AH
 
Posts: 5366
Joined: Sun Jan 04, 2009 1:39 pm
Location: Peshawar-Pakistan

Re: SIRAT NABAWIYAH Ibn Ishaq/Ibn Hisyam Jilid 1 (txt lengkap)

Postby JANGAN GITU AH » Thu May 27, 2010 11:20 pm

Halaman 474
BAB 99
ORANG-ORANG MUNAFIK YANG BERKOMPLOT DENGAN ORANG-ORANG YAHUDI

Ibnu Ishaq berkata, "Nama orang-orang munafik dari Al-Aus dan Al-Khazraj yang bergabung kepada orang-orang Yahudi secara lengkap hanya Allah yang mengetahuinya.

Dari Al-Aus, kemudian dari Bani Amr bin Auf bin Malik bin Al-Aus, kemudian dari Bani Ladzan bin Amr bin Auf ialah Zuwai bin Al-Harts.

Dari Bani Habib bin Amr bin Auf adalah sebagai berikut:
Julas bin Suwaid bin Ash-Shamit. Julas inilah yang berkata ia tidak ikut berangkat ke Perang Tabuk bersama Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam, 'Jika orang ini (Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam) memang benar, kita pasti lebih buruk daripada unta.' Ucapannya tersebut disampaikan Umair bin Sa'ad kepada Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam. Ketika itu, Umar bin Sa'ad berada dalam asuhan Julas. Julas mengasuh Umair bin Sa'ad menggantikan ibunya setelah sebelumnya Umar bin Sa'ad diasuh ayahnya. Umair bin Sa'ad berkata kepada Julas. 'Hai Julas, demi Allah, engkau orang yang paling aku cintai, orang yang paling bagus tangannya kepadaku, dan orang yang paling tidak aku kehendaki mengalami sesuatu yang tidak disukai. Sungguh engkau telah mengucapkan perkataan; jika aku melaporkannya, engkau akan dijelek-jelekkan. Tapi jika aku mendiamkannya, maka diamku ini merusak agamaku. Salah satu dari kedua pilihan tersebut lebih mudah bagiku daripada yang lain.' Usai berkata begitu, Umair bin Sa'ad pergi menemui Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam dan melaporkan apa yang dikatakan Julas. Julas bersumpah dengan nama Allah di hadapan Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam kemudian berkata, 'Sungguh Umair berkata bohong, dan aku tidak berkata seperti dilaporkan Umair bin Sa'ad.' Kemudian Allah Azza wa Jalla menurunkan ayat tentang Julas,
========================================================================================================
Halaman 475

    'Mereka (orang-orang munafik) bersumpah dengan (nama) Allah, bahwa mereka tidak mengatakan (sesuatu yang menyakitimu). Sesungguhnya mereka telah mengucapkan perkataan kekafiran, dan telah menjadi kafir sesudah islam, dan menginginkan apa yang tidak dapat mencapainya, dan mereka tidak mencela (Allah dan Rasul-Nya telah melimpah karunia-Nya kepada mereka. Maka jika mereka bertaubat, itu lebih bagi mereka, dan jika mereka berpaling, niscaya Allah akan menyiksa mereka dengan siksa yang pendih di dunia dan di akhhirat, dan mereka sekali-kali tidak mempunyai pelindung dan tidak (pula) penolong di muka bumi'." (At-Taubah: 74).

Ibnu Hisyam berkata, "Firman Allah, 'Al-Alim artinya menyakitkan."
Ibnu Ishaq berkata, "Para ulama menyatakan, bahwa Julas bertaubat, taubatnya dan keislamannya baik. Saudara Judas, Al-Harits bin Suwaid membunuh Al-Majdzar bin Dziyad Al-Balawai dan Qais bin Zaid salah seorang Bani Dzabi'ah di Perang Uhud. Al-Harits adalah orang munafik. Ketika kaum Muslimin dan orang-orang Quraisy bertemu di medan Uhud, Al-Harits menyerang Al-Majdzar bin Dziyad dan Qais bin Zaid. Setelah membunuh keduanya, ia bergabung kepada orang-orang Quraisy."

Saudara Julas, Al-Harits bin Suwaid. (Ibnu Hisyam berkata, "Al-Majdzar bin Dziyad sebelumnya membunuh Suwaid bin Shamit dalam salah satu perang yang terjadi antara Al-Aus melawan Al-Khazraj. Pada Perang Uhud, Al-Harits bin Suwaid mencari kelengahan Al-Majdzar bin Dziyad untuk ia bunuh sebagai balas dendam atas kematian ayahnya, kemudian dibunuh Al-Majdzar bin Dziyad sendirian. Hal ini dikatakan tidak saja oleh satu ulama. Bukti bahwa Al-Harits bin Suwaid tidak membunuh Qais bin Zaid bahwa Ibnu Ishaq tidak memasukkan Qais bin Zaid dalam daftar para syuhada' Perang Uhud."). Ibnu Ishaq berkata, "Suwaid bin Shamit membunuh Muadz bin Afra' ketika ia lengah tidak dalam kondisi perang. Suwaid bin Shamit melempar Muadz bin Afra' dengan anak panah dan menewaskannya sebelum Perang Buats." Ibnu Ishaq berkata," --Menurut penuturan ulama--bahwa Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam menyuruh Umar bin Khaththab Radhiyallahu Anhu membunuh Al-Harits bin Suwaid jika bertemu dengannya, namun Umar bin Khaththab tidak bertemu dengannya. Al-Harits bin Suwaid menetap di Makkah. Ia kirim surat kepada saudaranya, Julas bin Suwaid. Dalam suratnya, Al-Harits bin Suwaid menyatakan ingin bertaubat dan kembali kepada kaumnya, kemudian Allah Tabaraka wa Ta'ala menurunkan ayat tentang Al-Harits bin Suwaid seperti dikatakan kepadaku dari Ibnu Abbas,
========================================================================================================
Halaman 476

    'Bagaimana Allah akan menunjuki suatu kaum yang kafir sesudah mereka beriman, serta mereka telah mengakui bahwa Rasul itu (Muhammad) benar-benar rasul, dan keterangan-keterangan pun telah datang kepada mereka? Allah tidak menunjuki orang-orang yang dzalim.' (Ali Imran: 41).
Dari Bani Dzabi'ah bin Zaid bin Malik bin Auf bin Amr bin Auf ialah Bajad bin Utsman bin Amir.
Dari Bani Laudzan bin Amr bin Auf ialah Nabtal bin Al-Harits. Dialah yang dikatakan Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam--seperti disampaikan kepadaku--, "Barangsiapa ingin melihat syetan, hendaklah ia melihat Nabtal bin Al-Harits.' Ia bertubuh besar, bibirnya melongsor ke bawah, rambutnya acak-acakan, kedua matanya merah, dan kedua pipinya merah kehitaman. Ia pernah datang kepada Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam, berdialog dengan beliau, mendengar ucapan beliau, kemudian ia ceritakan ucapan beliau kepada orang-orang munafik, sambil berkata kepada mereka, 'Sesungguhnya Muhammad mendengarkan sesuatu yang dikatakan orang yang berbicara dengannya, kemudian ia membenarkannya.' :lol: Allah Azza wa Jalla menurunkan ayat tentang Nabtal bin Al-Harits,
    'Di antara mereka (orang-orang munafik) ada yang menyakiti Nabi dan mengatakan, 'Nabi mempercayai semua apa yang didengarnya.' Katakanlah, 'Ia mempercayai semua yang baik bagi kalian, ia beriman kepada Allah, ia mempercayai orang-orang Mukmin, dan menjadi rahmat bagi orang-orang yang beriman di antara kalian.' Dan orang-orang yang menyakiti Rasulullah itu, bagi mereka adzab yang pedih'." (At-Taubah: 61)

Ibnu Ishaq berkata, bahwa sebagian orang-orang Al-Ajlan berkata kepadaku, Malaikat Jibril Alaihis-Salam datang kepada Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam, dan berkata kepada beliau, "Sesungguhnya telah duduk kepadamu orang yang bibirnya melongsor kebawah, rambutnya acak-acakan, kedua pipinya merah kehitaman, kedua matanya merah seperti dua periuk...
========================================================================================================
Halaman 477

...dari kuningan, hatinya lebih keras daripada hati keledai, ia menceritakan ucapannya kepada orang-orang munafik. Oleh karena itu, berhati-hatilah terhadapnya." Itulah ciri-ciri Nabtal bin Al-Harits yang mereka sebutkan.

Dari Bani Dzabi'ah adalah sebagai berikut.
1. Abu Habibah bin Al-Az'ar. Dia ikut membangun Masjid Dhirar.
2. Tsa'labah bin Hathib.
3. Muattib bin Qasyir. Tsa'labah bin Hathib, dan Muattib bin Qasyir itulah yang berjanji kepada Allah, 'Jika Allah memberi kami rezki dari karunia-Nya, kami pasti bersedekah dan kami pasti menjadi orang-orang shalih.' Muattib inilah yang berkata pada Perang Uhud, 'Seandainya kami mempunyai peran dalam hal ini, kami pasti tidak terbunuh di sini.' Allah menurunkan ayat tentang Muattib bin Qasyir,
    'Dan segolongan lagi telah dicemaskan oleh diri mereka sendiri, mereka menyangka yang tidak benar terhadap Allah seperti sangkaan jahiliyah. Mereka berkata, 'Apakah ada bagi kita barang sesuatu (hak campur tangan) dalam urusan ini?' Katakanlah, 'Sesungguhnya urusan itu seluruhnya di tangan Allah.' Mereka menyembunyikan dalam hati mereka apa yang tidak mereka terangkan kepadamu, mereka berkata, 'Sekiranya ada bagi kita barang sesuatu (hak campur tangan) dalam urusan ini, niscaya kita tidak akan dibunuh (dikalahkan) di sini.' (Ali Imran: 154).
4.Muattib ini pula yang berkata di Perang Ahzab, 'Muhammad telah berjanji kepada kita, bahwa kita akan memiliki simpanan-simpanan Kisra dan Qaishar, padahal untuk ke kamar mandi saja kita tidak merasa aman.' Allah Azza wa Jalla menurunkan ayat tentang ucapan Muattib tersebut,
    'Dan (ingatlah) ketika orang-orang Munafik dan orang-orang yang berpenyakit dalam hatinya berkata, 'Allah dan Rasulnya tidak menjanjikan kepada kami melainkan tipu daya.' (Al-Ahzab: 12).
JGA: Ciri manusia muslim yang masih cerdas dan bernalar memang harus begitu. Sayang mereka terlanjur terjerat dalam cengkraman islam. Yang mereka inginkan hanya harta rampasan dari Kisra yang dijanjikan muhammad !
========================================================================================================
Halaman 478

5. Al-Harits bin Hathib. (Ibnu Hisyam berkata, "Muatthib, Tsa'labah bin Hathib, dan Al-Harits bin Hathib berasal dari Bani Umaiyyah bin Zaid. Mereka ikut perang Badar dan tidak termasuk orang-orang munafik--seperti yang dikatakan kepadaku oleh ulama yang lebih bisa dipercaya. Ibnu Ishaq memasukkan Tsa'labah dan Al-Harits ke dalam orang-orang Bani Umaiyyah di antara para peserta Perang Badar.")
6. Ubbad bin Hunaif saudara Sahl bin Hunaif.
7. Bahzaj. Ia terlibat dalam pembangunan Masjid Dhirar.
8. Amr bin Khidzam
9. Abdullah bin Nabtal.

Dari Bani Tsa'labah bin Amr bin Auf adalah sebagai berikut:
1. Jariyah bin Amr bin Al-Aththaf.
2. Anak Jariyah, Zaid bin Jariyah.
3. Anak Jariyah yang lain, Mujammi' bin Jariyah. Mereka bertiga terlibat dalam pembangunan Masjid Dhirar. Mujammi' adalah anak muda yang hapal sebagian bear Al-Qur'an dan shalat bersama orang-orang munafik di Masjid Dhirar. Ketika Masjid Dhirar telah diruntuhkan, dan orang-orang dari Bani Amr bin Auf, maka orang-orang munafik shalat di Bani Auf bin Amr di majid mereka. Pada masa pemerintahan Umar bin Khaththab Radhiyallahu Anhu pernah diusulkan kepadanya agar Mujammi' ikut shalat bersama-sama Muslimin. Umar bin Khaththab menjawab, 'Tidak bisa, bukankah dia imam orang-orang munafik di Masjid Dhirar?' Mujammi' berkata kepada Umar bin Khaththab, 'Wahai Amirul Mukminin, demi Allah yang tidak ada Tuhan yang berhak disembah kecuali Dia, aku tidak tahu sedikit pun tentang persoalan mereka. Ketika itu, aku anak muda qari Al-Qur'an. Mereka tidak mempunyai hapalan Al-Qur'an, kemudian mereka menyuruhku mengimani yang baik yang mereka katakan kepadaku.' Ada yang mengatakan bahwa Umar bin Khaththab membiarkan Mujammi' shalat bersama kaumnya.

Dari Bani Umaiyyah bin Zaid bin Malik ialah Wadi'ah bin Tsabit. Dia ikut membangun Masjid Dhirar. Dialah orang yang berkata, 'Sesungguhnya kami hanya bergurau dan bermain-main.' Allah Tabaraka wa Ta'ala menurunkan ayat tentang dia dan orang-orang munafik seperti dirinya,
========================================================================================================
Halaman 479

    'Dan jika kami tanyakan kepada mereka (tentang apa yang mereka lakukan itu), tentulah mereka akan menjawab, 'Sesungguhnya kami hanya bersenda gurau dan bermain-main saja.' Katakanlah, 'Apakah dengan Allah, ayat-ayat-Nya dan Rasul-Nya kalian selalu berolok-olok?' (At-Taubah: 65).

JGA: Perhatikan ayat di atas, ayat yang ditujukan kepada muslim yang kecewa atas janji Muhammad untuk menikmati barang jarahan dari Kisra. Obsesi utama mereka hanya harta..harta dan sekali lagi harta. Bagaimana dengan wania? Itu juga merupakan harta juga lho! harta yang bisa memuaskan nafsu birahi kaum jihadisnya.

Tapi memang inilah yang paling menarik hati para pengikut Muhamamd. Dengan janji kekayaan dari barang rampasan perang, Muhammad membius manusia-manusia **** agar mengikutinya dan masuk Islam.


Dari Bani Ubaidah bin Zaid bin Malik ialah Khidzam bin Khalid, Masjid Dhirar dibangun di rumahnya. (Ibnu Hisyam berkata, "Dari Bani Ubaid bin Zaid bin Malik selain Khidzam bin Khalid ialah Bisyr, dan Rafi' bin Zaid.")

Dari Bani An-Nabit (Ibnu Hisyam berkata, "An-Nabit ialah Amr bin Malik bin Al-Aus."), kemudian dari Bani Haritsah bin Al-Harts bin Al-Khazraj bin Amr bin Malik bin Al-Aus ialah Mirba' bin Qaidzi. Dialah orang yang berkata kepada Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam ketika beliau berjalan melewati kebunya dalam perjalanan beliau ke medan Perang Uhud, 'Hai Muhammad, jika engkau betul seorang Nabi, aku tidak menghalalkannmu berjalan melewati kebunku ini.' Usai berkata seperti itu, Mirba' bin Qaidzi mengambil segenggam tanah, dan berkata, 'Demi Allah, jika aku tahu bahwa tanah ini tidak mengenai orang lain selain dirim, pasti aku melemparkanmu dengannya.' Kontan kaum Muslimin berebut ingin membunuhnya, :shock: namun Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam bersabda kepada mereka, 'Biarkan dia. Orang buta ini buta hatinya dan matanya.' Sa'ad bin Zaid saudara Bani Abdul Asyhal dan saudara Mirba' bin Qaidzi sendiri memukul Mirba' bin Qaidzi sendiri memukul Mirba' bin Qaidzi hingga terluka. Mirba' bin Qaidzi ialah yang berkata kepada Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam pada Perang Khandaq, 'Sesungguhnya rumah-rumah kami adalah terbuka tidak ada penjaganya. Oleh karena itu, beri kami izin untuk pulang ke rumah.' Allah Tabaraka wa Ta'ala menurunkan ayat tentang ucapan Mirba' bin Qaidzi tersebut,
    'Dan (ingatlah) ketika segolongan di antara mereka berkata, 'Hai penduduk Yatsrib (Madinah), tidak ada tempat bagi kalian, maka kembalilah kalian.' Dan sebagian dari mereka minta izin kepada Nabi (untuk kembali pulang) dengan berkata, 'Sesungguhnya rumah-rumah kami terbuka (tidak ada penjaga).' Dan rumah-rumah itu sekali-kali tidak terbuka, mereka tidak lain hanyalah hendak lari.' (Al-Ahzab: 13).
Dari Bani Dzafar--nama Dzafar ialah Ka'ab bin Al-Harts bin Al-Khazraj-- adalah sebagai berikut:

1. Hathib bin Umaiyyah bin Rafi'. Ia orang tua yang berbadan besar, dan tetap bertahan pada kejahiliyahannya. Anaknya termasuk kaum...
=========================================================================================================
Halaman 480

... Muslim pilihan bernama Yazid bin Hathib. Yazid bin Hathib ikut Perang Uhud hingga mendapat luka-luka yang banyak, kemudian ia dibawa ke perkampungan Bani Dzafar. Ibnu Ishaq berkata bahwa Ashim bin Umar bin Qatadah berkata kepadaku bahwa kaum Muslimin; laki-laki dan wanita yang berasal dari Bani Dzafar berkumpul di rumah Yazid bin Hathib ketika ia hendak meninggal dunia. Mereka berkata, 'Bergembiralah engkau hai Yazid dengan surga.' Ketika itulah terlihat terlihat jelas kemunafikan Hathib bin Umaiyyah. Hathib bin Umaiyyah berkata, 'Ya surga dari tumbuh-tumbuhan Harmal! Demi Allah, kalian telah menipu orang ini (Yazid).'

2. Busyair bin Abiriq yang tidak lain ialah Abu Tha'mah. Dialah orang yang mencuri dua baju besi dan Allah Ta'ala menurunkan ayat tentang dirinya,
    'Dan janganlah kalian berdebat (untuk membela) orang-orang yang mengkhianati dirinya, sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang selalu berkhianat lagi bergelimangan dosa.' (An-Nisa': 107).

3. Quzman, sekutu mereka. Ibnu Ishaq berkata bahwa Ashim bin Umar bin Qatadah berkata kepadaku, Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam bersabda, "Sungguh Quzman termasuk penghuni neraka." Pada Perang Uhud, Quzman bertempur dengan gigih, berhasil membunuh sejumlah orang dari kaum musyrikin, dan mendapat luka-luka. Ia dibawa ke perkampungan Bani Dzafar. Salah seorang dari kaum Muslimin berkata kepadanya, "Bergembiralah engkau wahai Quzman, sungguh pada hari ini engkau mendapatkan keuntungan besar, dan mendapatkan ujian di jalan Allah seperti yang engkau rasakan." Quzman berkata, "Dengan apa aku harus bergembira. Demi Allah, aku tidak bertempur kecuali demi membela kaumku." Ketika luka-lukanya semakin parah, dan menyakitkannya, Quzman mengambil anak panah dari busurnya, kemudian ia memotong urat nadinya dengan anak panah tersebut. Ia bunuh diri."

Ibnu Ishaq berkata, "Tidak ada orang laki-laki munafik dan wanita munafik di Bani Abdul Asyhal, namun Adh-Dhahhak bin Tsabit, salah seorang dari Bani Ka'ab satu kabilah dengan Sa'ad bin Zaid dicurigai sebagai orang munafik dan loyal kepada Yahudi.

Hasan bin Tsabit berkata,
    Siapakah yang bersedia menyampaikan kepada Adh-Dhahhak?
    Sesungguhnya urat nadinya telah lelah untuk mengagungkan Islam
=========================================================================================================
Halaman 481

    Apakah engkau lebih mencintai orang Yahudi Hijaz dan agama mereka
    Mereka yang merupakan hasil keledai dan engkau tidak mencintai agama Muhammad?
    Aku bersumpah bahwa apa yang dicontohkan salah satu keluarga di udara
    Itu tidak sesuai dengan agama kita

Ibnu Ishaq berkata, "Julas bin Suwaid bin Shamit sebelum taubatnya--seperti disampaikan kepadaku--, Muattib bin Qasyir, Rafi' bin Zaid, dan Bisyr mengklaim masuk Islam. Mereka terlibat perkara dengan sebagian kaum Muslimin, kemudian pihak dari kaum Muslimin mengajak membawa perkaranya kepada Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam, sedang mereka mengajak membawa perkara tersebut kepada paranormal (dukun), hakim orang-orang jahiliyah, Allah Azza wa Jalla menurunkan ayat tentang mereka,
    'Apakah kami tidak memperhatikan orang-orang yang mengaku dirinya telah beriman kepada apa yang diturunkan kepadamu dan kepada apa yang diturunkan sebelum kamu? Mereka hendak berhakim kepada thaghut, padahal mereka telah diperintah mengingkari thaghut itu. Dan syetan bermaksud menyesatkan mereka (dengan) penyesatan yang sejauh-jauhnya.' (An-Nisa': 60).

Dari Al-Khazraj, kemudian dari Bani An-Najjar adalah sebagai berikut:
1. Rafi bin Wadi'ah.
2. Zaid bin Amr.
3. Amr bin Qais.
4. Qais bin Amr bin Sahl.

Dari Bani Jusyam bin Al-Khazrad, kemudian dari Bani Salimah ialah Al-Jadd bin Qais. Dialah yang berkata, 'Hai Muhamamd, izinkan saya tidak pergi perang, dan engkau jangan menjerumuskanku ke dalam fitnah.' Allah Ta'ala menurunkan ayat tentang dirinya,
    'Diantara mereka ada orang yang berkata, 'Izinkan saya (tidak pergi berperang) dan janganlah kamu menjadikan saya terjerumus ke dalam...
=========================================================================================================
Halaman 482

    ...fitnah.' Ketahuilah bahwa mereka telah terjerumus ke dalam fitnah. Dan sesungguhnya Jahannam benar-benar meliputi orang-orang yang kafir.' (At-Taubah: 49).

Dari Bani Auf bin Al-Khazraj ialah Abdullah bin Ubai bin Salul. Dialah gembong orang-orang munafik dan orang-orang munafik berkerumun kepadanya. Dialah yang berkata di Perang Bani Al-Musthalaq, 'Jika kami tiba di Madinah, orang yang paling mulia dakan mengusir orang yang paling hina daripadanya.' Allah Ta'ala menurunkan ayatt Al-Munafiqun secara sekaligus tentang ucapannya tersebut, dirinya, Wadi'ah salah seorang dari Bani Auf, Malik bin Abu Qauqal, Suwaid, dan Da'is. Mereka sanak kerabat Abdullah bin Ubai bin Salul. Abdullah bin Ubai bin Salul bersama orang-orang tersebut menyusup ke Bani An-Nadhir ketika mereka dikepung Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam. Abdullah bin Ubai bin Salul, dan mereka berkata kepada orang-orang Bani An-Nadhir, 'Hendaklah kalian tetap bertahan. Demi Allah, jika kalian diusir, kami akan keluar bersama kalian. Kami tidak akan patuh kepada seorang pun untuk menyusahkan kalian. Jika kalian diperangi, kami pasti menolong kalian' Allah Ta'ala menurunkan ayat tentang Abdullah bin Salul dan teman-temannya dari kaum munafik tersebut,
    'Apakah kamu tidak memperhatikan orang-orang munafik yang berkata kepada saudara-saudara mereka yang kafir di antara ahli kitab, 'Se...
=========================================================================================================
Halaman 483

    ...sesungguhnya jika kalian diusir niscaya kami akan keluar bersama kalian, dan kami selama-lamanya tidak patuh kepada siapa pun untuk (menyusahkan) kalian, dan jika kalian diperangi pasti kami membantu kalian.' Dan Allah menyaksikan bahwa sesungguhnya mereka benar-benar pendusta. Sesungguhnya jika mereka diusir, orang-orang munafik tidak akan keluar bersama mereka, dan sesungguhnya jika mereka menolongnya niscaya mereka akan berpaling lari ke belakang, kemudian mereka tidak akan mendapat pertolongan. Sesungguhnya kamu dalam hati mereka lebih ditakuti daripada Allah, yang demikian itu karena mereka adalah kaum yang tidak mengerti. Mereka tidak akan memerangi kalian dalam keadaan bersatu padu, kecuali dalam kampung-kampung yang berbenteng atau dibalik tembok. Permusuhan antara sesama mereka adalah sangat hebat. Kamu kira mereka bersatu sedang hati mereka berpecah belah, yang demikian itu karena sesungguhnya mereka adalah kaum yang tidak mengerti. (Mereka adalah) seperti orang orang Yahudi yang belum lama sebelum mereka telah merasai akibat buruk dari perbuatan mereka dan bagi mereka adzab yang pedih. (Bujukan orang-orang munafik itu adalah) seperti (bujukan) syetan ketika dia berkata kepada manusia, 'Kafirlah kamu', maka tatkala manusia itu telah kafir ia berkata, 'Sesungguhnya aku berlepas diri dari kamu karena sesungguhnya aku takut kepada Allah Tuhan semesta alam'." (Al-Hasyr: 11-16).

---ooOoo---
User avatar
JANGAN GITU AH
 
Posts: 5366
Joined: Sun Jan 04, 2009 1:39 pm
Location: Peshawar-Pakistan

Re: SIRAT NABAWIYAH Ibn Ishaq/Ibn Hisyam Jilid 1 (txt lengkap)

Postby JANGAN GITU AH » Sat May 29, 2010 4:23 pm

Halaman 484
BAB 100
ORANG-ORANG YAHUDI MUNAFIK YANG MENGAKU MUSLIM

Abu Muhammad Abdul Malik bin Hisyam berkata bahwa Ziyad bin Abdullah Al-Bakkari berkata kepadaku, Muhamamd bin Ishaq Al-Muthalibi berkata kepadanya.

"Di antara orang-orang yang bertameng dengan Islam, masuk Islam bersama kaum Muslimin, dan menampakkan keislamannya, padahal mereka orang-orang munafik, maka dari rahib-rahib Yahudi Bani Qainuqa' adalah sebagai berikut:

1. Sa'ad bin Hunaif.

2. Zaid bin Al-Kushait. Zaid bin Al-Kushait pernah berkelahi dengan Umar bin Khaththab Radhiyallahu Anhu di pasar Bani Qainuqa'. Dialah orang yang berkata ketika Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam kehilangan unta, 'Muhammad mengklaim bahwa ia mendapatkan wahyu dari langit, kok dia tidak tahu di mana untanya berada?' Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam bersabda--setelah mendapatkan wahyu dari Allah tentang ucapan musuh Allah tersebut, tentang unta beliau dan setelah Allah menunjukkan lokasi unta beliau berada, 'Sesungguhnya orang yang mengatakan bahwa Muhammad mengklaim mendapatkan wahyu dari langit, kok tidak tahu di mana untanya berada, sesungguhnya aku tidak tahu apa-apa kecuali apa yang diajarkan Allah kepadaku, dan sungguh Allah telah menunjukkan kepadaku lokasi untaku yaitu di satu tempat di syi'b. Unta tersebut tertahan oleh pohon dengan tali kendalinya.' Beberapa orang dari kaum Muslimin datang ke lokasi yang dimaksud Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam dan mendapat unta beliau di lokasi tersebut seperti yang disabdakan dan dijelaskan Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam.

3. Nu'man bin Aufa bin Amr.

4. Utsman bin Aufa.

5. Rafi' bin Harimalah. Ketika ia meninggal dunia, Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam bersabda tentang dirinya, 'Pada hari ini, salah seorang tokoh orang-orang munafik meninggal dunia.'
=========================================================================================================
Halaman 485

6. Rifa'ah bin Zaid bin At-Tabut. Dalam perjalanan pulang dari memerangi Bani Al-Mushthalaq, angin bertiup kencang menerpa Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam hingga kaum Muslimin merasa kewalahan, kemudian Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam bersabda kepada kaum Muslimin. 'Kalian jangan takut. Sesungguhnya angin ini bertiup kencang karena kematian salah satu pemimpin orang-orang kafir Image(Rifa'ah bin Zaid At-Tabut).' Ketika Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam tiba di Madinah, beliau mendapati Rifa'ah bin Zaid bin At-Tabut meninggal dunia tepat pada hari angin bertiup kencang.

7. Silsilah bin Burham.

8. Kinanah bin Shuriya'

Semua orang-orang munafik di atas hadir di masjid Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam, mendengar seluruh pembicaraan kaum Muslimin, mencaci-maki kaum Muslimin, dan melecehkan agama kaum Muslimin.

---ooOoo---
User avatar
JANGAN GITU AH
 
Posts: 5366
Joined: Sun Jan 04, 2009 1:39 pm
Location: Peshawar-Pakistan

Re: SIRAT NABAWIYAH Ibn Ishaq/Ibn Hisyam Jilid 1 (txt lengkap)

Postby JANGAN GITU AH » Sat May 29, 2010 4:45 pm

Halaman 486
BAB 101
PENGUSIRAN ORANG-ORANG MUNAFIK DARI MASJID

Ibnu Ishaq berkata, "Pada suatu hari, sebagian orang-orang munafik hadir di masjid. Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam melihat mereka ngobrol sesama mereka dengan suara pelan-pelan dan sebagian dari mereka merapat keapda sebagian yang lain, kemudian beliau memerintahkan pengusiran mereka dengan keras dari masjid. :shock:

Abu Ayyub Khalid bin Zaid bin Kulaib bangkit dari tempat duduknya. Ia berjalan ke tempat Amr bin Qais saudara Bani Ghanm bin Malik bin An-Najjar--ia pemilik berhala-berhala mereka pada masa jahiliyah--, kemudian ia pegang kaki Amr bin Qais dan menyeretnya hingga keluar dari masjid :turban: . Amr bin Qais berkata kepada Abu Ayyub, 'Hai Abu Ayyub, layakkah engkau mengusirku dari tempat pengeringan kurma (lokasi yang dipakai masjid sebelumnya adalah tempat pengeringan kurma) Bani Tsa'labih?' Kemudian Abu Ayyub berjalan ke tempat Rafi' bin Wadi'ah, salah seorang dari Bani An-Najjar. Ia pegang dan tarik leher baju Rafi' bin Wadi'ah dengan keras, menampar wajahnya, dan mengusirnya dari masjid, sambil berkata kepada Rafi' bin Wadi'ah, 'Persetan engkau. Engkau orang munafik yang kotor. Hai munafik, keluarlah engkau dari masjid Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam!'

Imarah bin Hazm berdiri ke tempat Zaid bin Amr yang panjang jenggotnya, kemudian Imarah bin Hazm memegang jenggot Zaid bin Amr, dan menariknya dengan keras hingga ia terusir dari masjid. Setelah itu, Imarah bin Hazm mengumpulkan kedua tangannya dan menempeleng Zaid bin Amr dengan kedua tangannya, hingga Zaid bin Amr jatuh tersungkur. Zaid bin Amr berkata, 'Hai Imarah, engkau telah melukaiku!' Imarah bin Hazm berkata, 'Hai munafik, semoga Allah menjauhkanmu. Apa yang telah disiapkan Allah untukmu jauh lebih menyakitkan daripada pukulanku. Engkau jangan sekali-kali mendekati masjid Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam!'

Abu Muhamamd yang berasal dari Bani An-Najjar--nama lengkapnya Mas'ud bin Aus bin Zaid bin Ashram bin Zaid bin Tsa'labah bin Ghanm bin Malik bin An-Najjar--pergi ke tempat Qais bin Amr bin Sahl--ia masih muda dan tidak ada orang- orang munafik yang muda selain dirinya--, kemudian mendorong tengkuknya, hingga ia keluar dari masjid.
=========================================================================================================
Halaman 487

Salah seorang dari Bani Khadirah bin Al-Khazraj bernama Abdullah bin Al-Harts yang sekabilah dengan Sa'id Al-Khudri berjalan ke tempat Al-Harts bin Amr yang berambut tebal, lalu ia tarik rambut Al-Harts bin Amr, dan menyeretnya dengan keras, hingga ia keluar dari masjid. Munafik Al-Harts bin Amr berkata kepada Abdullah bin Al-Harts, 'Hai anak Al-Harts, engkau telah bertindak kasar terhadapku.' Abdullah bin Al-Harts menjawab, 'Engkau layak mendapatkan perlakuan seperti itu. Hai musuh Allah, karena Allah telah menurunkan ayat tentang dirimu, maka engkau jangan sekali-kali mendekati masjid Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam karena engkau najis.' (JGA: ternyata semasa hidup muhammad pun pengikutnya sudah saling sikut...ckckck...)

Salah seorang dari Bani Amr bin Auf pergi ke tempat saudaranya, Zuwai bin Al-Harts, kemudian ia mengusirnya dengan keras dari dalam masjid. Zuwaid bin Al-Harts, tidak terima atas perlakuan saudaranya terhadap dirinya. Ia berkata, 'Engkau telah dikuasai syetan dan perintahnya.' (JGA: lho, kenapa bukan syetannya diusir?)

Orang-orang munafik itulah yang hadir di masjid, kemudian Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam memerintahkan pengusiran terhadap mereka.

Ayat-ayat Yang Turun tentang Orang-orang Yahudi dan Penolong-penolong Mereka dari Orang-orang Munafik

Tentang rahib-rahib Yahudi dan orang-orang munafik dari Al-Aus dan Al-Khazraj, turunlah permulaan surat Al-Baqarah hingga ayat seratus--seperti dijelaskan kepadaku. Allah Subhanahu berfirman,
    'Alif Laam Miim. Kitab (Al-Qur'an) ini tidak ada keraguan di dalamnya, petunjuk bagi mereka yang bertakwa.' (Al-Baqarah: 1-2).
Orang-orang bertakwa yang dimaksud ialah orang-orang yang takut mendapatkan hukuman Allah karena meninggalkan petunjuk yang telah mereka kenal. Mereka mengharap rahmat Allah dengan membenarkan apa yang datang kepada mereka.
    'Mereka yang beriman kepada yang gaib, mendirikan shalat, dan menafkahkan sebagian rezki yang Kami anugerahkan kepada mereka.' (Al-Baqarah: 3).
Maksudnya, mereka mendirikan shalat sesuai dengan kewajibannya dan membayar zakat.
    'Dan mereka beriman kepada kitab (Al-Quran) yang telah diturunkan kepadamu dan kitab-kitab yang telah diturunkan sebelummu.' (Al-Baqarah: 4).
Maksudnya, mereka membenarkan apa yang engkau bawa dari Tuhanmu dan membenarkan apa yang dibawa para rasul sebelummu. Mereka tidak membeda-bedakan para rasul, dan tidak menentang apa yang mereka bawa dari Tuhan mereka.
    'Serta mereka yakin akan adanya akhirat.'(Al-Baqarah: 4).
Maksudnya, mereka meyakini Hari Kebangkitan, Hari Kiamat, surga,...
=========================================================================================================
Halaman 488

...neraka, Hari Perhitungan, dan timbangan amal perbuatan. Orang-orang yang meyakini apa yang dibawa para rasul sebelummu, dan meyakini apa yang engkau bawa dari Tuhanmu adalah,
    'Mereka itulah yang tetap mendapat petunjuk dari Tuhan mereka.' (Al-Baqarah: 5).
Maksudnya, mereka mendapatkan cahaya dari Tuhan mereka dan istiqamah (konsekwen) terhadap apa yang datang kepada mereka.
    'Dan merekalah orang-orang yang beruntung.' (Al-Baqarah: 5).
Yaitu orang-orang yang mendapatkan apa yang mereka cari, dan selamat dari keburukan di mana mereka lari daripadanya.
    'Sesungguhnya orang-orang kafir.' (Al-Baqarah: 6).
Yaitu orang-orang yang kafir kepada apa yang diturunkan kepadamu, kendati mereka mengatakan bahwa kami beriman kepada apa yang diturunkan kepada para rasul sebelum engkau.
    'Sama saja bagi mereka, kamu beri peringatan atau tidak kamu beri peringatan, mereka tidak akan beriman.' (Al-Baqarah: 6).
Maksudnya, mereka kafir kepada kitab yang mereka miliki yang memuat tentang engkau, dan mengkhianati perjanjian yang telah diambil dari mereka untukmu. Sungguh, mereka kafir kepada apa yang engkau bawa dan kepada apa yang diturunkan kepada orang-orang selain dirimu. Maka bagaimana mereka mau mendengarkanmu, padahal mereka telah kafir kepada kitab mereka sendiri yang di dalamnya terdapat pengetahuaan tentang dirimu?
    'Allah telah mengunci-mati hati dan pendengaran mereka, dan penglihatan mereka ditutup.' (Al-Baqarah: 7).
Maksudnya, penglihatan mereka ditutup dari kebenaran, hingga mereka tidak bisa mendapatkannya selama-lamanya.
    'Dan bagi mereka.' (Al-Baqarah: 7).
Maksudnya, karena mereka menentangmu.
    'Siksa yang amat berat.' (Al-Baqarah: 7).
Maksudnya, siksa tersebut bagi rahib-rahib Yahudi, karena mereka mendustakan kebenaran, padahal mereka telah mengetahui sebelumnya.
    'Diantara manusia yang ada berkata, 'Kami beriman kepada Allah dan Hari Kemudian, padahal mereka sesungguhnya bukan orang-orang yang beriman.' (Al-Baqarah: 8).
Yaitu orang-orang munafik dari Al-Aus dan Al-Khazraj, serta orang-orang yang sejalan dengan mereka.
    'Mereka hendak menipu Allah dan orang-orang yang beriman, pada hal mereka hanya menipu dirinya sendiri sedang mereka tidak sadar.' (Al-Baqarah: 9)
    'Di hati mereka terdapat penyakit.' (Al-Baqarah: 10).
=========================================================================================================
Halaman 489

Penyakit yang dimaksud adalah penyakit keragu-raguan.
    'Lalu ditambah Allah penyakitnya,' (Al-Baqarah: 10).
Maksudnya, lalu Allah menambah keragu-raguannya.
    'Dan bagi mereka siksa yang pedih, disebabkan mereka berdusta. Dan bila dikatakan kepada mereka, 'Janganlah kalian membuat kerusakan di muka bumi, mereka menjawab, 'Sesungguhnya kami orang-orang mengadakan perbaikan.' (Al-Baqarah: 10-11).
Maksudnya, kami ingin mendamaikan antara dua pihak, kaum Mukminin dengan Ahli Kitab. Allah Ta'ala berfirman,
    'Ingatlah, sesungguhnya mereka itulah orang-orang yang membuat kerusakan, tetapi mereka tidak sadar. Apabila dikatakan kepada mereka, "Berimanlah kalian sebagaimana orang-orang yang lain telah beriman." Mereka menjawab, 'Apakah kami harus beriman sebagaimana orang-orang **** telah beriman?' Ingatlah sesungguhnya merekalah orang-orang yang ****, tetapi mereka tidak tahu. Dan bila mereka berjumpa dengan orang-orang yang beriman, mereka mengatakan, 'Kami telah beriman.' Dan bila mereka kembali kepada syetan-syetan mereka...' (Al-Baqarah: 12-14).
Syetan-syetan yang dimaksud ialah orang-orang Yahudi yang memerintahkan mereka mendustakan kebenaran, dan menentang apa yang dibawa Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam.
    'Mereka berkata, 'Sesungguhnya kami sependirian dengan kalian...' (Al-Baqarah: 14).
Maksudnya, kami seperti kalian.
    'Kami hanya berolok-olok.' (Al-Baqarah: 14).
Maksudnya, kami hanya berolok-olok dengan mereka dan bermain-main dengan mereka. Allah Azza wa Jalla berfirman,
    'Allah akan (membalas) olok-olokan mereka dan membiarkan mereka terombang-ambing dalam kesesatan mereka. Mereka itulah orang yang membeli kesesatan dengan petunjuk...'(Al-Baqarah: 15-16).
Maksudnya mereka membeli kekafiran dengan iman.
    'Maka perniagaan mereka tidak mendapat keuntungan, dan mereka tidak mendapat petunjuk.' (Al-Baqarah: 16).
Kemudian Allah membuat perumpamaan untuk mereka. Allah Ta'ala berfirman,
'Perumpamaan mereka adalah seperti orang yang menyalakan api, maka setelah api itu menerangi sekelilingnya Allah hilangkan cahaya (yang menyinari) mereka, dan membiarkan mereka dalam kegelapan, tidak dapat melihat.' (Al-Baqarah: 17).
=========================================================================================================
Halaman 450

Maksudnya, mereka tidak bisa melihat kebenaran dan tidak bisa mengatakannya. Jika mereka keluar dengan kebenaran dari kegelapan kekafiran, mereka memadamkannya dengan kekafiran mereka terhadap kebenaran tersebut dan dengan kemunafikan mereka, kemudian Allah membiarkan mereka berada dalam kegelapan kekafiran hingga mereka tidak bisa melihat petunjuk, dan tidak bisa bertahan di dalam kebenaran.
    'Mereka tuli, bisu dan buta, maka tidaklah mereka akan kembali.' (Al-Baqarah: 18)
Maksudnya, mereka tidak bisa kembali kepada petunjuk. Mereka tuli, bisu dan buta dari kebenaran. Mereka tidak bisa kembali kepada kebaikan, dan tidak mendapatkan keselamatan selagi mereka tetap betahan dalam kondisi mereka.
'Atau seperti (orang-orang yang ditimpa) hujan lebat dari langit disertai gelap gulita, guruh dan kilat, mereka menyumbat telinganya dengan anak jarinya, karena (mendengar suara) petir, sebab takut akan mati, dan Allah meliputi orang-orang yang kafir.' (Al-Baqarah: 19).
Karena kuatnya kilat tersebut.
    'Setiap kali kilat itu menyinari mereka, mereka berjalan di bawah sinar itu dan bila gelap menimpa mereka, mereka berhenti.' (AL-Baqarah:
Maksudnya, mereka mengatahui kebenaran dan membicarakannya. Jika mereka berbalik dari kebenaran kepada kekafiran, mereka menjadi orang-orang bingung.
    'JIka Allah menghendaki, niscaya Dia melenyapkan pendengaran dan penglihatan mereka.' (Al-Baqarah: 20).
Maksudnya, mereka pasti tidak meniggalkan kebenaran setelah mengetahuinya.
    Sesungguhnya Allah berkuasa atas segala sesuatu.' (Al-Baqarah: 20).
Setelah itu, Allah Ta'ala berfirman.
    Hai manusia, sembahlah Tuhan kalian,' (Al-Baqarah: 21).
:green:(JGA: Allah SWT mengakui ada tuhan-tuhan yang lain disamping dirinya? Dody: "Hei, pakai baju kalian, nanti masuk angin." Apakah baju yang dimaksud Dody bajunya sendiri. Tidak bukan? ) :-k
Perintah di atas ditujukan kepada orang-orang kafir dan orang-orang munafik. Maksudnya, hendaklah kalian mentahuhidkan Tuhan kalian.
    'Yang telah menciptakan kalian dan orang-orang yagn sebelum kalian, agar kalian bertakwa. Dialah yang menjadikan bumi sebagai sebagai hamparan bagi kalian dan lagit sebagai atap, dan Dia menurunkan air (hujan) dari langit, lalu Dia menghasilkan dengan hujan itu segala buah-buahan sebagai rezki untuk kalian, karena itu janganlah kalian mengadakan sekutu-sekutunya bagi Allah, padahal kalian mengetahui.' (Al-Baqarah: 21- 22).
=========================================================================================================Halaman 491

Maksudnya, kalian jangan menyekutukan Allah dengan lain-lain-Nya yaitu tandingan-tandingan yang tidak bermanfaat dan tidak membahayakan. Kalian telah tahu bahwa kalian tidak mempunyai tuhan yang bisa memberi rezki kepada kalian selain Dia. Kalian juga telah tahu bahwa tahuhid yang diserukan rasul kepada kalian adalah benar dan tidak ada keragu-raguan di dalamnya.
    'Dan jika kalian (teap) dalam keraguan tentang Al-Quran yang Kami wahyukan kepada hamba Kami (Muhamamd)..' (Al-Baqarah: 23).
Maksudnya, jika kalian ragu-ragu terhadap apa yang dibawa rasul kepada kalian.
    'Buatlah satu surat (saja) yang semisal Al-Qur'an itu dan ajaklah penolong-penolong kalian selain Allah...' (Al-Baqarah: 23).
Yaitu penolong-penolong yang bisa membantu kalian.

    'Jika kalian orang-orang yang benar. Maka jika kalian tidak dapat membuat(nya) dan pasti kalian tidak akan dapat membuat (nya)...'(Al-Baqarah: 23-24).

JGA: inilah tantangan muhamamd yang dijawab oleh kafir: Surah semisal Quran atau TRUE FURQAN

Karena kebenaran telah terlihat dengan jelas bagi kalian.
    'Peliharalah diri kalian dari neraka yang bahan bakarnya manusia dan batu, yang disediakan bagi orang-orang kafir.' (Al-Baqarah: 24).
JGA: batu hajar aswad, termasuk ya? :-k
Maksudnya, neraka tersebut disiapkan bagi orang-orang kafir seperti kalian.

Setelah itu, Allah memperingatkan mereka dari melanggar perjanjian yang telah diambil dari mereka untuk Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam jika beliau telah datang kepada mereka dan menjelaskan kepada mereka tentang awal mula penciptaan mereka ketika Allah menciptakan, dan menerangkan kepada mereka tentang nenek moyang mereka, Nabi Adam, dan segala ihwalnya. Apa yang diperbuat Allah terhadapnya ketika Nabi Adam tidak taat kepada-Nya. Setelah itu, Allah Ta'ala berfirman,
    'Hai Bani Israel,' (Al-Baqarah: 40)
Pangilan di atas ditujukan kepada rahib-rahib Yahudi.
    'Ingatlah kalian akan nikmat-Ku yang telah Aku anugerahkan kepada kalian,' (Al-Baqarah: 40).
Yaitu nikmat-Ku kepada kalian, dan nikmat-Ku kepada nenek moyang kalian ketika dengan nikmat tersebut, Allah menyelamatkan mereka dari Fir'aun dan kaumnya.
    'Dan penuhilah janji kalian kepada-Ku,' (Al-Baqarah: 40).
Yaitu janji yang diletakkan ke pundak kalian untuk Nabi Ahmad (Muhammad), jika ia telah datang kepada kalian.
    'Niscaya Aku penuhi janji-Ku kepada kalian,' (Al-Baqarah: 40).
=========================================================================================================
Halaman 492

Maksudnya, niscaya Aku memenuhi apa yang Aku janjikan kepada kalian, jika kalian membenarkan Nabi tersebut, dan mengikutinya dengan menghapus belenggu di pundak kalian karena dosa-dosa kalian,
    'Dan hanya kepada-Kulah kalian harus takut.' (Al-Baqarah: 40).
Maksudnya, Aku turunkan hukuman-hukuman yang pernah Aku turunkan kepada nenek moyang kalian, dan kalian telah mengetahui hukuman-hukuman tersebut.
    'Dan berimanlah kalian kepada apa yang telah Aku turunkan (Al-Qur'an) yang membenarkan apa yang ada pada kalian (Taurat), dan janganlah kalian menjadi orang yang pertama kafir kepadanya.' (Al-Baqarah: 41)
Maksudhnya, janganlah kalian menjadi orang yang pertama kali kafir kepada Nabi tersebut, padahal kalian mempunyai pengetahuan tentangnya yang tidak dimiliki orang-orang selain kalian.
    'Dan janganlah kalian menukarkan ayat-ayat-Ku dengan harga yang rendah, dan hanya kepada Akulah kalian harus bertakwa. Dan janganlah kalian campur-adukkan yang hak dengan yang bathil dan janganlah kalian sembunyikan yang hak itu, sedang kalian mengetahui.' (Al-Baqarah: 41-42)
Maksudnya, janganlah kalian menyembunyikan pengetahuan tentang Rasul-Ku yang kalian miliki, dan apa yang dia bawa, padahal kalian mendapati dia dalam kitab-kitab kalian. :---)
    'Kenapa kalian suruh orang lain kepada kebajikan, sedang kalian melupakan diri kalian sendiri, padahal kalian membaca Al-Kitab (Taurat)? Maka tidakkah kalian berfikir?' (Al-Baqarah: 44)
Maksudnya, kenapa kalian melarang manusia kafir kepada kenabian, dan janji dengan Taurat, sedang kalian meninggalkan diri kalian sendiri. Maksudnya, kalian kafir kepada janji-Ku kepada kalian unuk membenarkan Rasul-Ku, kalian melanggar janji-Ku, dan menolak Kitab-Ku yang telah kalian ketahui.(JGA: idih, gak tau malu amat ini Allah SWT. Janjinya cuma sama Muhammad tok!, lho koq nagihnya pada Yahudi?) :-k

Setelah itu, Allah menjelaskan kepada mereka seluruh perbuatan mereka. Allah menyebutkan kisah sapi betina kepada mereka, perlakuan mereka terhadapnya, penerimaan Allah terhadap taubat mereka, pengusiran mereka dan ucapan mereka, 'Perlihatkan Allah kepada kami secara terang-terangan'."
**************************************************************************************************************************************************
(JGA: jelas saja kaum Yahudi menolak mereka dan menyebutnya sebagai pendongeng. Lha cerita dongengnya muhammad gak nyambung dengan riwayat yang mereka pahami. Sapi betina mana yang dimaksud muhammad? tidak jelas, mereka diusir? dari mana? Mesir? Bual amat sih dongengnya. Untuk apa turun 10 jenis hukuman bagi firaun kalo mereka diusir? Untuk apa firaun harus memerlukan mengengejar mereka hingga ke laut merah? Kalau mereka diusir, gak bakal ada namanya semua itu !

Yang paling nyata-nyata kebohongannya Muhammad ini ialah tentang ucapan kaum Yahudi,'Perlihatkan Allah kepada kami secara terang-terangan'. Kaum Yahudi sudah melihat sendiri Tuhan mereka dalam tiang-tiang awan yang menyertai mereka siang dan malam. Sudah pula melihat kemuliaan Tuhan mereka di Gunung Sinai. Untuk apa lagi mereka meminta untuk memperlihatkan Tuhan mereka secara terang-terangan? Emangnya orang Yahudi itu orang ****, apa? Malah sebaliknya mereka meminta agar Tuhan mereka jangan lagi menunjukkan diri-Nya secara terang-terangan. Itu sebabnya mereka meminta agar mereka diberi penghubung yang bertindak sebagai nabi atau raja. Itu pula alasan hingga Musa menjanjikan bahwa kepada mereka akan diturunkan nabi-nabi dan janji ini yang diklaim muslim sebagai petunjuk datangnya Muhammad. Lha apa hubungannya? Gak bisa itu. Mana mungkin seorang pembohong bisa jadi nabi?)

***************************************************************************************************************************************************

Ibnu Ishaq berkata, "Mereka disambar petir karena kelengahan mereka, kemudian Allah menghidupkan mereka setelah kematian mereka, menaungi mereka dengan awan, menurunkan Al-Mann dan As-Sawwa kepada mereka, dan berfirman kepada mereka,
(JGA: inilah pemutar balikan sejarah yang paling memalukan)
=========================================================================================================
Halaman 493

    'Masuklah ke pintu-pintu gerbang dalam keadaan sujud, dan katakanlah, 'Bebaskanlah kami dari dosa-dosa'.'
Maksudnya, katakanlah apa yang Kami perintahkan kepada kalian, niscaya Aku menghapus dosa-dosa dari kalian. Allah menyebutkan bahwa mereka mengubah firman di atas menjadi bahan ejekan."

Ibnu Hisyam berkata, "Al-Mann ialah sesuatu yang turun pada waktu sahur di pohon :lol: mereka, kemudian mereka memetiknya dalam keadaan manis seperti madu, meminumnya, dan memakannya. As-Salwa adalah salah satu jenis burung. Ada yang mengatakan, As-Salwa ialah burung puyuh. Madu juga dinamakan As-Salwa. Firman Allah, 'Hiththatun,' artinya hapuslah dosa-dosa kami!"

***************************************************************************************************************************************************
(JGA: lha pantas saja jadi bahan ejekan. Sebab mereka tidak kenal dengan apa yang dikatakan Muhammad. Tidak ada cara pembebasan dosa dengan masuk ke pintu-pintu gerbang dengan cara sujud! Pintu gerbang mana yang harus dimasuki, lha mereka saja masih nomanden selama 40 tahun, tanpa kota, tanpa pemukiman. Nekad amat sih muhammad mengatakan seperti ini? Mereka tidak ada mengenal acara penghapusan dosa kecuali dengan upacara korban domba sembelihan. Makanya apa yang diceritakan muhammad terdengar sangat aneh ditelinga mereka. Wajarlah jika mereka menertawakan Muhammad yang tidak mengenal sama sekali kebudayaan Yahudi. Masih untung orang Yahudi itu tidak mencap Muhammad sebagai pembohong!)
***************************************************************************************************************************************************
Ibnu Ishaq berakta, "Di antara perubahan mereka terhadap perintah Allah seperti dikatakan kepadaku oleh Shalih bin Kaisan dari Shalih, mantan At-Taumah binti Umaiyyah bin Khalaf dari Abu Hurairah dan dari orang yang tidak aku ragukan kejujurannya dari Ibnu Abbas dari Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam yang bersabda,
    'Mereka masuk dari pintu tempat mereka diperintahkan masuk daripadanya dalam keadaan sujud, namun mereka memasukinya dengan merangkak dan mengatakan, 'Hinthun fi syair (Hinthun itu ada dalam gandum)."
Ibnu Ishaq berkata, "Ayat dilanjutkan dengan permohonan air oleh Musa bagi kaumnya, perintah Allah kepada Musa agar Musa memukul laut :rolleyes: dengan tongkatnya kemudian memancarlah dua belas mata air untuk mereka; setiap kabilah mempunyai mata air tersendiri dan setiap kabilah mengetahui mata airnya masing-masing, dan ucapan mereka kepada Musa Alaihis Salam,
    'Hai Musa, kami tidak bisa tahan dengan satu macam makanan saja. Sebab itu, mohonkanlah untuk kami kepada Tuhanmu, agar Dia mengeluarkan bagi kami dari apa yang ditumbuhkan bumi, yaitu sayur-mayur, ketimunnya, bawang putihnya, kacang adasnya dan bawang merahnya.' :lol: :lol: Musa berkata, 'Maukah kalian mengambil sesuatu yang rendah sebagai pengganti yang lebih baik? Pergilah kalian ke suatu kota, pasti kalian memperoleh apa yang kalian minta'." (Al-Baqarah: 61)
=========================================================================================================
Halaman 494

Ibnu Hisyam berkata, "Firman Allah, 'Al-Fumu artinya biji gandum
Ibnu Ishaq berkata, "Mereka tidak melaksanakan perintah Musa. Ayat dilanjutkan dengan kisah pengangkatan mereka ke atas Gunung Ath-Thur di atas mereka, perubahan bentuk mereka karena Allah mengubah bentuk mereka menjadi kera karena ulah mereka, dilanjutkan dengan kisah sapi betina yang di dalamnya terdapat ibrah dalam kasus pembunuhan yang mereka perselisihkan kemudian Allah menjelaskan kasus mereka kepada mereka setelah mereka bertanya hingga beberapa kali kepada Musa tentang ciri-ciri sapi betina, kisah tentang mereka dilanjutkan dengan kisah tentang kekerasan hati mereka setelah kejadian tersebut hingga hati mereka seperti batu atau lebih keras daripada batu. Kemudian Allah Ta'ala berfiman kepada mereka,
    'Sesungguhnya di antara batu-batu itu sungguh-sungguh mengalir sungai-sungai daripadanya dan di ataranya sungguh ada yang terbelah lalu keluarlah mata air daripadanya dan di antaranya sungguh ada yang meluncur jatuh, karena takut kepada Allah.' (Al-Baqarah: 74).
Maksudnya, di antara batu ada yang lebih lembut daripada hati kalian terhadap kebenaran yang diserukan kepada kalian.
Allah Ta'ala melanjutkan firman-Nya,
    'Dan Allah sekali-kali tidak lengah dari apa yang kalian kerjakan.' (Al-Baqarah: 74).
Setelah itu, Allah mengarahkan firman-Nya kepada Muhammad Shallallahu Alaihi wa Sallam dan kaum Mukminin bersama beliau,
    'Apakah kalian masih mengharapkan mereka akan percaya kepada kalian, padahal segolongan dari mereka mendengar firman Allah, lalu mereka mengubahnya setelah mereka memahaminya, sedang mereka mengetahui?' (Al-Baqarah: 75).

Firman Allah bahwa mereka mendengar Taurat itu bukan berarti mereka semua mendengarkannya, namun sebagian ulama berpendapat, bahwa hanya kalangan tertentu saja yang mendengarkan Taurat. Bani Israel berkata kepada Musa, 'Hai Musa, sesungguhnya kita terhalang tidak bisa melihat Allah dengan terang-terangan, maka dengarkan kepada kita suara Allah agar Dia bisa berbicara dengan-Mu.' Musa memintakan hal tersebut kepada Tuhannya. Allah berfirman kepada Musa, 'Ya, perintahkan mereka membersihkan diri, mencuci pakaian mereka, dan berpuasa.' Mereka melaksanakan perintah Allah tersebut, kemudian Musa pergi membawa mereka hingga tiba di Ath-Thur. Ketika mereka ditutup kabut, Musa memerintahkan mereka bersujud. Ketika mereka bersujud, Allah berbicara dengan Musa dan mereka pun mendengarkan firman Allah Tabaraka wa Ta'ala yang memerintahkan kepada mereka dan melarang mereka hingga mereka bisa memahami apa yang baru mereka dengar. Kemudian Musa pulang membawa mereka kepada Bani Israel. Tiba...

(JGA: tuh, Musa berbicara langsung pada Tuhannya dan disaksikan oleh kaum Yahudi...muhammad bagaimana? pernahkan ia berbicara langsung dengan Allah SWT dan disaksikan orang-orang Quraisy? Muslim harus menjelaskan ini. Jika tidak maka tidak ada bukti Allah SWT itu riil.)
=========================================================================================================
Halaman 495

...di tempat Bani Israel, sebagian dari mereka mengubah apa yang baru diperintahkan Allah kepada mereka, Ketika Musa berkata kepada Bani Israel, 'Sesungguhnya Allah memerintahkan kalian ini dan itu.' Mereka yang disebutkan Allah tersebut berkata kebalikan dari apa yang difirmankan Allah kepada mereka. Mereka itu yang dijelaskan Allah kepada Rasul-Nya, Muhammad Shallallahu Alaihi wa Sallam.

Kemudian Allah Ta'ala berfirman,
    'Dan apabila mereka berjumpa dengan orang-orang yang beriman, mereka berkata, 'Kami juga telah beriman...' (Al-Baqarah: 76).
Maksudnya, sesungguhnya sahabat kalian adalah Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam, namun ia diutus hanya khusus kepada kalian.
    'Tetapi apabila mereka berada sesama mereka saja, lalu mereka berkata...' (Al-Baqarah: 76).
Maksudnya, 'Kalian jangan membicarakan hal ini kepada orang-orang Arab, karena dulu kalian pernah meminta kemenangan atas mereka dengan Muhammad, dan ternyata Muhammad sekarang ada di pihak mereka.' Allah menurunkan ayat tentang mereka,
    'Dan apabila mereka berjumpa dengan orang-orang yang beriman, mereka berkata, 'Kami juga telah beriman, 'Apabila kalian menceritakan kepada mereka (orang-orang Mukmin) apa yang telah diterangkan Allah kepada kalian, supaya dengan demikian mereka dapat mengalahkan hujjah kalian di hadapan Allah kalian; tidakkah kalian mengerti?' (Al-Baqarah: 76).
Maksudnya, apakah kalian mengakuinya sebagai Nabi, padahal kalian telah tahu bahwa kalian telah dimintai perjanjian untuk mengikutinya. Dia telah menjelaskan bahwa dia seorang Nabi yang dulu kita tunggu-tunggu, dan kita dapati namanya dalam Kitab kita. Lawanlah Nabi tersebut, dan jangan akui dia. Allah Azza wa Jalla berfirman,
    'Tidakkah mereka mengetahui bahwa Allah mengetahui segala yang mereka sembunyikan dan segala yang mereka nyatakan? Dan di antara mereka ada yang buta huruf, tidak mengetahui Al-Kitab (Taurat), kecuali dongengan bohong belaka dan mereka hanya menduga-duga.' (Al-Baqarah: 77-78).
Maksudnya, mereka tidak mengetahui Al-Kitab, tidak mengetahui isinya dan mereka tidak mengetahui kenabianmu berdasarkan dugaan saja. Allah Azza wa Jalla berfirman,
    'Dan mereka berkata, 'Kami sekali-kali tidak akan disentuh oleh api neraka, kecuali selama beberapa hari saja.' Katakanlah, 'Sudahkah kalian menerima janji dari Allah sehingga Allah tidak akan memungkiri janji-Nya ataukah kalian hanya mengatakan terhadap Allah apa yang...
=========================================================================================================
Halaman 496

    ...tidak kalian ketahui?' "(Al-Baqarah: 80).
Ibnu Ishaq berkata bahwa mantan budak Zaid bin Tsabit berkata kepadaku dari Ikrimah atau dari Sa'id bin Jubair dari Ibnu Abbas yang berkata,
"Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam tiba di Madinah, dan ketika itu orang-orang Yahudi berkata, 'Usia dunia ialah tujuh ribu tahun. Allah menyiksa manusia di neraka dalam setiap seribu tahun hari-hari dunia dengan satu hari dari hari-hari akhirat di neraka. Jadi berada di neraka itu selama tujuh hari, setelah itu siksa terhenti.' Allah Ta'ala menurunkan ayat tentang ucapan mereka tersebut,
    'Dan mereka berkata, 'Kami sekali-kali tidak akan disentuh api neraka, kecuali salam beberapa hari saja,' Katakan- lah, 'Sudahkah kalian menerima janji dari Allah sehingga Allah tidak akan memungkiri janji-Nya, ataukah kalian hanya mengatakan terhadap Allah apa yang tidak kalian ketahui?' Bukan demikian, barangsiapa berbuat dosa dan ia telah diliputi oleh dosanya, mereka itulah penghuni neraka, mereka kekal di dalamnya.' (Al-Baqarah: 80-81).
Maksudnya, barangsiapa mengerjakan perbuatan seperti perbuatan kalian, dan kafir seperti kalian, maka kekafirannya menghabiskan kebaikannya di sisi Allah.
    'Dan orang-orang beriman dan beramal shalih, mereka itu penghuni surga, mereka kekal di dalamnya.' (Al-Baqarah: 82).
Maksudnya, barangsiapa beriman kepada yang kalian ingkari, dan mengerjakan agama Allah yang kalian tinggalkan, mereka berhak mendapatkan surga dan mereka kekal di dalamnya. Allah menjelaskan kepada mereka bahwa balasan dengan kebaikan dan keburukan itu diberikan secara terus-menerus kepada orang-orang yang bersangkutan dan tidak ada putus-putusnya."

Ibnu Ishaq berkata, "Allah berfirman memarahi mereka dengan berfirman,
    'Dan (ingatlah), ketika Kami mengambil perjanjian dari Bani Israel (yaitu), jangan kalian menyembah selain Allah, dan berbuat baiklah kepada ibu bapak, kaum kerabat, anak-anak yatim, dan orang-orang miskin, serta ucapkanlah kata- kata yang baik kepada manusia, dirikanlah shalat dan tunaikanlah zakat. Kemudian kalian tidak memenuhi janji itu, kecuali sebagian kecil dari kalian, dan kalian selalu berpaling.' (Al-Baqarah: 83).
Maksudnya, kalian meninggalkan itu semua, dan tidak menetapi perjanjian tersebut.
Allah melanjutkan firman-Nya,
    'Dan (ingatlah), ketika Kami mengambil janji dari kalian (yaitu); kalian tidak akan menumpahkan darah kalian (membunuh orang), dan kalian tidak akan mengusir diri kalian (saudara kalian sebangsa) dari kampung halaman kalian, kemudian kalian berikrar (akan memenuhinya), sedang kalian mempersaksikannya.' (Al-Baqarah: 84).
=========================================================================================================
Halaman 497

Maksudnya, kalian telah bersaksi bahwa ini adalah perjanjian-Ku atas kalian.

Allah melanjutkan firman-Nya,
    'Kemudian kalian (Bani Israel) membunuh diri kalian (saudara kalian sebangsa) dan mengusir segolongan dari kalian dari kampung halaman mereka, kalian bantu membantu terhadap mereka dengan membuat dosa permusuhan...' (Al-Baqarah: 85).
Yang dimaksud dengan mereka pada ayat di atas ialah orang-orang musyrik. Kalian menumpahkan darah mereka bersama mereka, dan mengusir mereka dari negeri mereka bersama mereka.
    'Tetapi jika mereka datang kepada kalian sebagai tawanan, kalian tebus mereka, padahal mengusir mereka itu (juga) terlarang bagi kalian.' (Al-Baqarah: 85).
Maksudnya, padahal kalian telah tahu bahwa hal tersebut ditetapkan dalam agama kalian dan dalam kitab kalian diharamkan mengusir mereka.
Allah Ta'ala berfirman,
    'Apakah kalian beriman kepada sebagian Al-Kitab (Taurat) dan ingkar terhadap sebagian yang lain?' (Al-Baqarah: 85).
Maksudnya, apakah kalian menebus mereka dalam keadaan kalian beriman kepada penebusan tawanan tersebut, dan kalian mengusir mereka dalam keadaan kafir kepada pengusiran tersebut?
Allah Ta'ala berfirman,
    'Tidakkah ada balasan bagi orang yang berbua demikian dari kalian, melainkan kenistaan di kehidupan dunia, dan pada Hari Kiamat mereka dikembalikan kepada siksa yang sangat berat. Allah tidak lengah dari apa yang kalian perbuat.' (Al-Baqarah: 85-86).
Allah Azza wa Jalla mengecam mereka karena ulah mereka. Dalam Taurat, Allah mengharamkan mereka menumpahkan darah (pembunuhan orang lain), dan mewajibkan mereka menebus tawanan perang mereka.

Rahib-rahib Yahudi terbagi ke dalam dua kelompok: Pertama, Bani Qainuqa', dan orang-orang yang sejalan dengan mereka, sekutu Al-Khazrah. Kedua, An-Nadhir, Quraidzah, dan orang-orang yang sejalan dengan mereka, sekutu Al-Aus. Jika perang meletus antara Al-Khazraj melawan Al-Aus, maka Bani Qainuqa' berpihak kepada Al-Khazraj, sedang An-Nadhir dan Quraidzah berpihak kepada Al-Aus. Masing-masing pihak membantu sekutunya dalam menghadapi lawannya hingga akhirnya masing-masing dari mereka menumpahkan darah, padahal mereka mereka mampunyai Taurat, dan dari Taurat tersebut mereka mengetahui hak dan kewajiban mereka. Al-Aus dan Al-Khazraj adalah orang-orang musyrik, tidak mengetahui surga, atau neraka, atau Hari Kebangkitan, atau Hari Kiamat, atau Kitab, atau hal-hal yang halal, atau hal-hal yang haram. Jika perang telah berhenti, mereka menebus tawanan perang...
=========================================================================================================
Halaman 498

...mereka karena membenarkan apa yang tertulis dalam Taurat. Bani Qainuqa' menebus tawanan mereka di Al-Aus. An-Nadhir dan Quraidzah menebus tawanan mereka di Al-Khazraj. Selain itu, mereka menyatakan halal darah mereka yang tercecer, dan korban mereka yang terbunuh sebagai bentuk dukungan kepada orang-orang musyrik. Allah Ta'ala berfirman memarahi mereka atas tindakan mereka seperti itu,
    'Apakah kalian beriman kepada sebagian Al-Kitab (Taurat) dan ingkar terhadap sebagian yang lain?' (Al-Baqarah: 85).
Maksudnya, apakah kalian menebus tawanan perang berdasarkan hukum Taurat, dan membunuh manusia padahal pembunuhan diharamkan dalam Taurat? Apakah kalian mengusirnya dari negerinya dan kalian mendukung orang-orang yang menyekutukan Allah, dan menyembah berhala-berhala karena mengharapkan secuil kehidupan? Itulah latar belakang diturunkan kisah ini oleh Allah --seperti disampaikan kepadaku.

Kemudian Allah Ta'ala berfirman,
    'Dan sesungguhnya Kami telah mendatangkan Al-Kitab (Taurat) kepada Musa, dan Kami telah menyusulnya (berturut-turut) sesudah itu dengan rasul-rasul, dan telah Kami berikan bukti-bukti kebenaran (mukjizat) kepada Isa putera Maryam dan Kami memperkuatnya dengan Ruhul Qudus.' (Al-Baqarah: 87).
Mukjizat yang diberikan kepada Nabi Isa di antaranya ialah menghidupkan orang yang telah meninggal dunia, membuat burung dari tanah, ia meniupkannya kemudian tanah tersebut menjadi burung dengan izin Allah, menyembuhkan orang sakit, dan memberitahu apa yang mereka disimpan di rumah-rumah mereka. Allah menyebutkan kekafiran mereka terhadap itu semua,
    'Apakah setiap datang kepada kalian seorang rasul membawa sesuatu (pelajaran) yang tidak sesuai dengan keinginan kalian lalu kalian angkuh, maka beberapa orang (di antara mereka) kalian dustakan dan beberapa orang (yang lain) kalian bunuh?' (Al-Baqarah: 87).
Allah Ta'ala berfirman,
    'Dan mereka berkata, 'Hati kami tertutup.' Tetapi sebenarnya Allah telah mengutuk mereka karena keingkaran mereka; maka sedikit sekali mereka beriman. (Al-Baqarah: 88).
Allah Ta'ala berfirman,
    'Dan setelah datang kepada mereka Al-Qur'an dari Allah yang membenarkan apa yang ada pada mereka, padahal sebelumnya mereka biasa memohon (kedatangan nabi) untuk mendapat kemenangan atas orang-orang kafir, maka setelah datang kepada mereka apa yang telah mereka ketahui, mereka lalu ingkar kepadanya, maka laknat Allah atas...
=========================================================================================================
Halaman 499

    ...orang-orang yang ingkar itu'." (Al-Baqarah: 89).
Ibnu Ishaq berkata bahwa Ashim bin Umar bin Qatadah berkata kepadaku dari orang-orang tua Anshar berkata, "Ayat di atas diturunkan karena kami dan mereka (orang-orang Yahudi). Kami telah mengalahkan orang-orang Yahudi pada masa jahiliyah ketika kami dalam keadaan musyrik, sedang mereka Ahli Kitab. Dulu rahib-rahib Yahudi berkata kepada kamu, 'Sekarang masa bermunculan nabi yang akan diutus telah dekat. Jika ia telah muncul, kami akan membantai kalian seperti pembantaian terhadap Ad dan Iram.' Ketika Allah mengutus Rasul-Nya dari Quraisy, kami pun mengikutinya, dan mereka kafir kepada beliau." Allah Ta'alab berfirman,
    'Maka setelah datang kepada mereka apa yang telah mereka ketahui, mereka lalu ingkar kepadanya, maka laknat Allah atas orang-orang yang ingkar itu. Alangkah buruknya (perbuatan) mereka yang menjual dirinya sendiri dengan kekafiran kepada apa yang telah diturunkan Allah, karena dengki bahwa Allah menurunkan karunia-Nya. Karena itu mereka mendapatt murka sesudah kemurkaan; dan untuk orang-orang kafir siksa yang menghinakan.' (Al-Baqarah: 89-90).
Allah memarahi mereka karena mereka menyia-nyiakan Taurat mereka, dan karena mereka kafir kepada Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam yang diutus Allah kepada mereka.

Kemudian Allah memurkai mereka dengan mengangkat mereka ke Gunung Ath-Thur di atas mereka, dan mereka menyembah sapi betina selain Allah. Allah Ta'ala berfirman kepada Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam.
    'Katakanlah, 'Jika kalian (menganggap bahwa) negeri akhirat (surga) itu khusus untuk kalian di sisi Allah, bukan untuk orang lain, maka inginilah kematian, jika kalian memang benar.' (Al-Baqarah: 94).
Maksudnya, doakan mati pihak yang paling berdusta di sisi Allah, namun mereka menolak melakukannya. Allah Ta'ala melanjutkan firman-Nya,
    'Dan sekali-kali mereka tidak akan mengingini kematian itu selama-lamanya, karena kesalahan-kesalahan yang telah diperbuat tangan mereka, dan Allah Maha Mengetahui siapa orang-orang yang dzalim.' (Al-Baqarah: 95).
Maksudnya mereka tidak menginginkan kematian, karena mereka mempunyai pengetahuan tentang engkau (Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam), namun mereka memungkirinya. Ada yang mengatakan, 'Seandainya orang-orang Yahudi menginginkan kematian pada hari ucapan di atas dikatakan kepada mereka, maka tidak ada seorang pun ada Yahudi di atas permukaan bumi, melainkan ia mati.'

Allah menyebutkan bahwa orang-orang Yahudi menginginkan kehidupan dan usia panjang,
=========================================================================================================
Halaman 500

    'Dan sungguh kamu akan mendapati mereka, manusia yang paling loba kepada kehidupan, bahkan (lebih rakus lagi) dari orang-orang musyrik. Masing-masing mereka ingin agar diberi umur seribu tahun, padahal umur panjang itu sekali-kali tidak akan menjauhkannya dari siksa. Allah Maha Mengetahui apa yang mereka kerjakan.' (Al-Baqarah: 96).
Maksudnya, umur panjang itu tidak menyelamatkan mereka dari adzab, karena orang musyrik tidak mengharapkan adanya kebangkitan setelah kematian, ia lebih menyukai hidup lama, dan orang-orang Yahudi telah mengetahui kehinaan yang akan mereka terima di akhirat karena mereka menyia-nyiakan pengetahuannya tentang Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam.

Kemudian Allah Ta'ala berfirman,
    'Katakanlah, 'Barangsiapa menjadi musuh Jibril, maka Jibril telah menurunkannya (Al-Qur'an) ke dalam hatimu dengan seizin Allah; membenarkan kitab-kitab sebelumnya dan menjadi petunjuk serta berita gembira bagi orang-orang yang beriman'." (Al-Baqarah: 96).

Pertanyaan Orang-orang Yahudi dan Jawaban Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam

Ibnu Ishaq berkata bahwa Abdulullah bin Abdurrahman bin Abu Husain Al-Makki berkata kepadaku dari Syahr bin Hausyab Al-Asy'ari yang berkata bahwa beberapa rahib Yahudi datang kepada Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam. Mereka berkata, "Hai Muhammad, jawab pertanyaan-pertanyaan yang kami tanyakan kepadamu. Jika engkau bisa menjawabnya, maka kami mengikutimu, membenarkanmu, dan beriman kepadamu." Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam bersabda kepada mereka, "Kalian mempunyai perjanjian dengan Allah, bahwa jika aku menjawab pertanyaan-pertanyaan tersebut, kalian pasti membenarkanku?" Mereka berkata, "Ya!" Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam bersabda kepada mereka, "Bertanyalah kepadaku sesuka kalian!" Mereka berkata, "Jelaskan kepada kami bagaimana bayi itu menyerupai ibunya, padahal sperma berasal dari ayahnya!" Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam menjawab, "Aku bersumpah dengan Allah dan dengan hari- hari-Nya di Bani Israel, apakah kalian tahu bahwa air sperma laki-laki itu putih dan kental, sedang air ovum wanita itu kuning dan encer; mana di antara keduanya yang dominan, maka kemiripan akan terjadi padanya." Rahib-rahib Yahudi berkata, "Ya Allah, itu betul. Terangkanlah kepada kami, bagaimana tidurmu!" Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam menjawab, "Aku bersumpah dengan Allah dan dengan hari-hari-Nya di Bani Israel, bukankah kalian tahu bahwa tidurku seperti yang kalian duga bahwa mataku tidak tidur, sedang hatiku terjaga (tidak tidur)." Rahib-rahib Yahudi berkata, "Ya Allah, itu betul." Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam bersabda, "Begitu juga tidurku, mataku tidur, namun hatiku tidak tidur." :rolleyes: Rahib-rahib Yahudi berkata, "Jelaskan kepada kami apa...
=========================================================================================================
Halaman 501

...saja yang diharamkan Israel atas dirinya!" Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam bersabda, "Aku bersumpah dengan Allah dan dengan hari-hari-Nya di Bani Israel, apakah kalian tahu bahwa tadinya makanan dan minuman yang paling disukai Israel adalah daging unta dan susunya? Kemudian ketika beliau sakit, maka Allah menyembuhkannya, kemudian ia mengharamkan atas dirinya makanan dan minuman yang paling disukainya sebagai bentuk syukurnya kepada Allah. Beliau mengharamkan atas dirinya daging unta dan susu unta." Rahib-rahib Yahudi berkata, "Ya Allah, itu betul. Sekarang jelaskan kepada kami tentang Ruh!" Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam bersabda, "Aku bersumpah dengan Allah dan dengan hari-hari-Nya di Bani Israel, apakah kalian tahu bahwa Jibril datang kepadaku?" Rahib-rahib Yahudi berkata, "Ya Allah, itu betul. Tapi hai Muhammad, kami memusuhinya. Ia malaikat, namun ia bersikap kasar, dan menumpahkan darah. Jika ia tidak begitu, kami pasti mengikutimu." Kemudian Allah Ta'ala menurunkan ayat tentang ucapan mereka tersebut,(JGA: orang Yahudi itu mau bilang, kami gak mengenalnya, kau bohong. sayang Muhammad gak ngerti sindiran ini) :-k
    "Katakanlah, 'Barangsiapa menjadi musuh Jibril, maka Jibrli itu telah menurunkannya (Al-Qur'an) ke dalam hati dengan seizin Allah; membenarkan apa (kitab-kitab) yang sebelumnya dan menjadi petunjuk serta berita gembira bagi orang-orang yang beriman. Barangsiapa menjadi musuh Allah, malaikat-malaikat-Nya, rasul-rasul-Nya, Jibril dan Mikail, maka sesungguhnya Allah adalah musuh orang-orang kafir. Dan sesungguhnya Kami telah menurunkan kepadamu ayat-ayat yang jelas; dan tak ada yang ingkar kepadanya, melainkan orang-orang yang fasik. Patutkah (mereka ingkar kepada ayat-ayat Allah), dan setiap kali mereka mengikat janji, segolongan mereka melemparkannya? Bahkan sebagian besar dari mereka tidak beriman. Dan setelah datang kepada mereka seorang Rasul dari sisi Allah yang membenakan apa (kitab) yang ada pada mereka, sebagian dari orang-orang yang diberi Kitab (Taurat) melemparkan Kitab Allah ke belakang (punggung)nya seolah-olah mereka tidak mengetahui (bahwa itu adalah Kitab Allah). Dan mereka mengikuti apa yang dibaca oleh syetan-syetan pada masa kerajaan Sulaiman (dan mereka mengatakan bahwa Sulaiman itu mengerjakan sihir), padahal Sulaiman tidak kafir (tidak mengerjakan sihir), hanya syetan-syetan itulah yang kafir (mengerjakan sihir). Mereka mengajarkan sihir kepada manusia dan apa yang diturunkan kepada dua orang malaikat di negeri Babil yaitu Harut dan Marut, sedang keduanya tidak mengajarakan (sesuatu) kepada seorang pun sebelum mengatakan, 'Sesungguhnya kami hanya cobaan, sebab itu janganlah kalian kafir.' Maka mereka mempelajari dari kedua malaikat itu apa yang dengan sihir itu, mereka dapat menceraikan antara seorang (suami) dengan istrinya. Dan mereka itu (ahli sihir) tidak memberi madharat dengan sihirnya kepada seorang pun kecuali dengan izin Allah. Dan mereka...
(JGA: menceraikan ===> bagian dari sihir. hihi..Muhammad menceraikan Zaid dari Zaynab) =D>
=========================================================================================================
Halaman 502

    mempelajari sesuatu yang memberi madharat kepadanya dan tidak memberi manfaat. Sesungguhnya mereka telah meyakini bahwa barangsiapa yang menukarnya (kitab Allah) dengan sihir itu, tiadalah baginya keuntungan di akhirat dan amal jahatlah perbuatan mereka menjual dirinya dengan sihir, kalau mereka mengetahui.' (Al-Baqarah: 97-100).

Orang-orang Yahudi Tidak Mengakui Kenabian Nabi Sulaiman Alaihis-Salam dan Jawaban Ayat terhadap Hal tersebut

Ibnu Ishaq berkata, "Seperti dikatakan kepadaku bahwa ketika Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam menyebutkan Nabi Sulaiman bin Daud dalam jajaran para rasul, sebagian rahib Yahudi berkata, 'Tidakkah kalian heran kepada Muhamamd? Ia menganggap Sulaiman bin Daud itu seorang Nabi. Demi Allah, Sulaiman bin Daud tidak lain adalah penyihir.' Allah Ta'ala menurunkan ayat tentang mereka,
    'Padahal Sulaiman tidak kafir (tidak mengerjakan sihir), hanya syetan-syetan itulah yang kafir (mengerjakan sihir).' (Al-Baqarah: 102).
Maksudnya, syetan-syetan menjadi kafir, karena mereka mengikuti sihir, mengamalkannya, dan mengamalkan apa yang diturunkan Allah kepada dua malaikat di Babil; Harut dan Marut.

Ibnu Ishaq berkata bahwa salah seorang yang tidak aku ragukan kejujurannya berkata kepadaku dari Ikrimah dari Ibnu Abbas yang berkata, "Yang diharamkan Israel terhadap dirinya ialah seketul hati, buah pinggang, dan lemak kecuali lemak yang ada di tulang punggung, karena lemak di tulang punggung tersebut biasanya disiapkan untuk qurban (sesaji), dan dimakan api."

---ooOoo---
User avatar
JANGAN GITU AH
 
Posts: 5366
Joined: Sun Jan 04, 2009 1:39 pm
Location: Peshawar-Pakistan

Re: SIRAT NABAWIYAH Ibn Ishaq/Ibn Hisyam Jilid 1 (txt lengkap)

Postby JANGAN GITU AH » Wed Jun 02, 2010 11:43 pm

Halaman 503
BAB 102
SURAT RASULULLAH SHALLALLAHU ALAIHI WA SALLAM KEPADA ORANG-ORANG YAHUDI

Ibnu Ishaq berkata bawha seperti dikatakan kepadaku oleh mantan budak keluarga Zaid bin Tsabit dari Ikrimah atau Sa'ad bin Jubair dari Ibnu Abbas yang berkata,
"Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam menulis surat kepada orang-orang Yahudi Khaibar, 'Bismillahirrahmanirrahim. Dari Muhammad, Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam, sahabat Nabi Musa, saudara Nabi Musa, dan orang yang membenarkan apa yang dibawa Nabi Musa, sesungguhnya Allah telah berfirman kepada kalian wahai orang-orang yang diberi Taurat, dan sesungguhnya kalian mendapati hal ini dalam kita kalian,
    'Muhammad adalah utusan Allah dan orang-orang yang bersama dengannya adalah keras terhadap orang-orang kafir, tetapi berkasih sayang sesama mereka, kamu lihat mereka ruku' dan sujud mencari karunia Allah dan keridhaan-Nya, tanda tanda mereka tampak pada muka mereka dari bekas sujud. Demikianlah sifat-sifat mereka dalam Taurat dan sifat-sifat mereka dalam Injil, yaitu seperti tanaman yang mengeluarkan tunasnya maka tunas itu menjadikan tanaman itu kuat lalu menjadi besarlah dia dan tegak lurus di atas pokoknya; tanaman itu menyenangkan hati penanam-penanamnya karena Allah hendak menjengkelkan hati orang-orang kafir. Allah menjanjikan kepada orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal shalih di antara mereka ampunan dan pahala yang besar.' (Al-Fath: 29).
Aku bersumpah dengan nama Allah, aku bersumpah dengan apa yang diturunkan kepada kalian, aku bersumpah dengan Al-Manna dan As-Salwa yang dibawa orang-orang sebelum kalian, aku bersumpah dengan Allah yang mengeringkan laut untuk nenek moyang kalian kemudian Allah menyelamatkan kalian dari Fir'aun dan antek-anteknya, hendaklah kalian menjelaskan kepadaku, apakah kalian mendapati dalam Kitab yang diturunkan kepada kalian bahwa kalian harus beriman kepadaku? Jika kalian tidak mendapatinya dalam kitab kalian, maka tidak ada paksaan bagi kalian, karena Allah telah menjelaskan, :rolling: 'Sungguh petunjuk dan kesesatan dan kesesatan itu telah jelas.' (Al-Baqarah: 256). Aku ajak kalian kepada Allah dan Nabinya. Aku bersumpah dengan nama...
=========================================================================================================
Halaman 504

...Allah, aku bersumpah dengan apa yang diturunkan kepada kalian.

Ayat Al-Qur'an Yang Turun tentang Rahib Yahudi Abu Yasir bin Akhthab dan Saudaranya

Ibnu Ishaq berkata, "--Seperti disampaikan kepadaku dari Abdullah bin Abbas dan Jabir bin Abdullah bin Ri'ab--bahwa di antara rahib-rahib Yahudi dan orang-orang kafir Yahudi yang kisah dirinya disebutkan dalam Al-Qur'an, bertanya kepada Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam, dan membingungkan beliau untuk mencampuradukkan kebenaran dengan kebatilan ialah Yasir bin Akhtab dan saudaranya. Suatu kali Abu Yasir bin Akhtab berjalan melewati Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam yang sedang membaca surat Al-Baqarah, 'Alif laam miim.' Yasir bin Akhtab menemui saudaranya, Huyai bin Akhtab yang sedang berkumpul bersama orang-orang Yahudi. Abu Yasir bin Akhtab berkata, 'Demi Allah, ketahuilah bahwa aku baru saja mendengarkan Muhammad membaca apa yang diturunkan padanya.' Orang-orang Yahudi berkata, 'Apakah engkau betul-betul mendengarkannya?' Yasir bin Akhtab menjawab, 'Ya.' Huyai bin Akhtab bersama orang-orang Yahudi berangkat menemui Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam. Mereka berkata kepada beliau, 'Hai Muhammad, maukah engkau membacakan kepada kami ayat Al-Qur'an yang diturunkan kepadamu?' Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam bersabda, 'Ya.' Orang-orang Yahudi berkata, 'Apakah ayat Al-Qur'an tersebut dibawa Jibril dari Allah?' Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam bersabda, 'Ya.' Orang-orang Yahudi berkata, 'Sungguh Allah telah mengutus nabi-nabi sebelummu. Kami tidak mengetahui Allah menjelaskan kepada salah seorang dari nabi-nabi tentang usia kekuasaannya, dan usia kekuasaan nabi selain engkau.' Huyai bin Akhtab menemui orang-orang Yahudi, kemudian ia berkata kepada mereka, 'Alif adalah satu, laam adalah tiga puluh, dan miim adalah empat puluh. Jadi jumlah totalnya adalah tujuh puluh satu tahun. Apakah kalian akan memasuki agama yang usia kekuasaannya hanya tujuh puluh satu tahun.' Kemudian Huyai bin Akhtab menemui Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam, dan berkata kepada beliau, 'Hai Muhammad, apakah engkau mempunyai ayat lain selain ayat tadi?' Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam bersabda, 'Ya.' Huyai bin Akhtab berkata, 'Bagaimana bunyi ayat tersebut?' Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam bersabda, 'Alif laam miim shaad.' Huyai bin Akhtab berkata, 'Demi Allah, ayat ini lebih berat dan lebih panjang. Alif adalah satu, laam adalah tiga puluh, miim adalah empat puluh, dan shaad adalah sembilan puluh. Jadi jumlah totalnya ialah seratus enam puluh satu tahun. Apakah engkau mempunyai ayat lain selain ayat tadi, wahai Muhammad?' Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam bersabda, 'Ya.' Huyai bin Akhtab berkata, 'Bagaimana bunyi ayat tersebut?' Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam bersabda, 'Alif laam ra'.' Huyai bin Akhtab berkata, 'Demi Allah, ini lebih berat dan lebih panjang. Alif adalah satu, laam adalah tiga puluh, dan ra' adalah dua ratus. Jadi jumlah totalnya ialah dua ratus tiga pulu satu tahun.
=========================================================================================================
Halaman 505

Apakah engkau mempunyai ayat lain selain ayat tadi, wahai Muhammad?' Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam bersabda, 'Ya.' Huyai bin Akhtab berkata, 'Bagaimana bunyi ayat tersebut?' Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam bersabda, 'Alif laam mim ra'.' Huyai bin Akhtab berkata, 'Ini lebih berat dan lebih panjang. Alif adalah satu, laam adalah tiga puluh, miim adalah empat puluh, dan ra' adalah dua ratus. Jadi jumlah totalnya ialah dua ratus tujuh puluh satu tahun.' Huyai bin Akhtab berkata, 'Hai Muhammad, persoalanmu menjadi rumit bagi kami, hingga kami tidak tahu apakah engkau diberi banyak atau sedikit?' Setelah itu, orang-orang Yahudi pergi dari hadapan Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam. Abu Yasir bin Akhtab berkata kepada saudaranya, Huyai bin Akhtab dan rahib-rahib Yahudi yang ikut bersamanya, 'Tahukah kalian barangkali jumlah tadi diberikan kepada Muhammad, yaitu tujuh puluh satu,seratus enam puluh satu, dua ratus tiga puluh satu, dan dua ratus tujuh puluh satu. Jadi jumlah totalnya ialah tujuh ratus tiga puluh empat tahun.' Rahib-rahib Yahudi berkata, 'Sesungguhnya persoalan Muhammad menjadi rumit bagi kami.' Para ulama meyakini bahwa ayat berikut diturunkan karena mereka,
    'Dialah yang menurunkan Al-Kitab (Al-Qur'an) kepada kamu. Di antara (isi)nya ada ayat-ayat yang muhkamaat itulah pokok-pokok isi Al-Qur'an dan yang lain (ayat-ayat) mutasyabihat. Adapun orang-orang yang dalam hatinya condong kepada kesesatan, maka mereka mengikuti sebagian ayat-ayat mutasyabihat untuk menimbulkan fitnah dan untuk mencari-cari takwilnya, padahal tidak ada yang mengetahui takwilnya melainkan Allah. Dan orang-orang yang medalam ilmunya berkata, 'Kami beriman kepada ayat-ayat yang mutasyabihat, semuanya itu dari sisi Tuhan kami.' Dant tidak dapat mengabil pelajaran (daripadanya) melainkan orang-orang yang berakal'." (Ali Imran: 7).

Ibnu Ishaq berkata, "Aku mendengar dari ulama yang tidak aku ragukan kejujurannya yang berkata bahwa ayat di atas diturunkan terhadap warga Najran ketika mereka menemui Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam untuk bertanya kepada beliau tentang Isa bin Maryam Alaihis-Salam."

Ibnu Ishaq berkata, "Muhammad bin Abu Umamah bin Sahl bin Hunaif berkata kepadaku bahwa ia mendengar ayat di atas diturunkan terhadap orang...
=========================================================================================================
Halaman 506

...orang Yahudi tanpa menjelaskannya lebih lanjut kepadaku, wallahu a'lam."

Kekafiran Orang-orang Yahudi terhadap Islam dan Ayat Al-Qur'an Yang Diturunkan Allah dalam Hal ini

Ibnu Ishaq berkata, "Aku mendengar dari Ikrimah mantan budak Ibnu Abbas atau dari Sa'id bin Jubair dari Ibnu Abbas yang berkata, 'Orang-orang Yahudi meminta kemenangan atas orang-orang Al-Aus dan Al-Khazraj dengan perantaraan Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam sebelum beliau diutus. Ketika Allah mengutus beliau dari orang-orang Arab, mereka kafir kepada beliau dan membantah apa saja yang beliau katakan. Kemudian Muadz bin Jabal, dan Bisyr bin Al-Barra' bin Ma'rur, saudara Bani Salimah berkata kepada mereka, 'Hai orang-orang Yahudi, bertakwalah kalian kepada Allah, dan masuk Islamlah kalian, karena dulu kalian pernah meminta pertolongan atas kami dengan Muhammad, sedang kami ketika itu orang-orang musyrik, kalian pernah menjelaskan kepada kami bahwa beliau telah diutus, dan kalian telah menjelaskan sifat-sifat beliau kepada kami.' Salam bin Misykam, salah seorang dari Bani An-Nadhir berkata, 'Ia tidak membawa sesuatu apa pun yang kami kenal, dan tidak membawa sesuatu yang pernah sebutkan kepada kalian.' Allah Ta'ala menurunkan ayat tentang ucapan mereka tersebut,
    'Dan setelah datang kepada mereka Al-Qur'an dari Allah yang membenarkan apa yang ada pada mereka, padahal sebelumnya mereka biasa memohon (kedatangan Nabi) untuk mendapat kemenangan atas orang-orang kafir, maka setelah datang kepada mereka apa yang telah mereka ketahui, mereka lalu ingkar kepadanya. Maka laknat Allah-lah atas orang-orang yang ingkar itu'." (Al-Baqarah: 89).

Ayat Al-Qur'an Yang Turun tentang Malik bin Adz-Dzaif

Ibnu Ishaq berkata, "Ketika Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam telah diutus, dan beliau menyebutkan kepada mereka perjanjian yang telah diambil Allah dari mereka, Malik bin Adz-Dzaif berkata, 'Demi Allah, kita tidak pernah diberi perjanjian untuk beriman kepada Muhammad, dan kita tidak pernah diminta perjanjian tentang dia.' Allah Ta'ala menurunkan ayat Al-Qur'an tentang Malik bin Adz-Dzaif,
=========================================================================================================
Halaman 507

    'Patutkah (mereka ingkar kepada ayat-ayat Allah), dan setiap kali mereka mengikat janji, segolongan mereka melemparkannya? Bahkan sebagian besar dari mereka beriman'." (Al-Baqarah: 100).

Ucapan Ibnu Shaluba dan Ayat Al-Qur'an Yang Turun tentang Dirinya

Ibnu Ishaq berkata, "Ibnu Shalubah berkata kepada Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam, 'Hai Muhammad, engkau tidak datang kepada kami dengan membawa sesuatu yang kami kenal, dan Allah tidak menurunkan kepadamu ayat nyata yang membuat kami harus mengikutimu.' Allah Ta'ala menurunkan ayat tentang ucapan Ibnu Shaluba tersebut,
    'Dan sesungguhnya Kami telah menurunkan kepadamu ayat-ayat yang jelas; dan tak ada yang ingkar kepadanya, melainkan orang-orang yang fasik'." (Al-Baqarah: 99).

Ucapan Rafi' bin Harimalah, Wahb bin Zaid, dan Ayat Al-Qur'an Yang Turun tentang Keduanya

Ibnu Ishaq berkata, "Rafi' bin Harimalah dan Wahb bin Zaid berkata kepada Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam, 'Wahai Muhammad, datanglah kepada kami dengan membawa kitab yang engkau turunkan kepada kami dari langit sehingga kami bisa membacanya, alirkan untuk kami sungai, niscaya kami mengikutimu dan membenarkanmu.' Allah Ta'ala menurunkan ayat tentang ucapan Rafi' bin Harimalah dan Wahb bin Zaid,
    'Apakah kalian menghendaki untuk meminta kepada Rasul kalian seperti Bani Israel meminta kepada Musa pada zaman dahulu? Dan barangsiapa yang menukar iman dengan kekafiran, maka sungguh orang itu telah sesat dari jalan yang lurus'." (Al-Baqarah: 108).
=========================================================================================================
Halaman 508

Ayat Al-Qur'an Yang Turun tentang Huyai bin Akhthab dan Saudaranya

Ibnu Ishaq berkata, 'Huyai bin Akhthab dan saudaranya, Abu Yasir bin Akhthab adalah orang Yahudi yang amat dendam kepada orang-orang Arab, sebab Allah memberi mereka Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam. Keduanya berusaha keras menjauhkan manusia dari Islam sesuai dengan kemampuan yang keduanya miliki. Allah Ta'ala menurunkan ayat tentang keduanya,
    'Sebagian besar Ahli Kitab menginginkan agar mereka dapat mengembalikan kalian kepada kekafiran setelah kalian beriman, karena dengki yang (timbul) dari diri mereka sendiri, setelah nyata bagi mereka kebenaran, maka maafkanlah dan biarkanlah mereka, sampai Allah mendatangkan perintah-Nya, sesungguhnya Allah Mahakuasa atas segala sesuatu'." (Al-Baqarah: 109).

Perseteruan Orang-orang Yahudi dengan Delegasi Kristen Najran

Ibnu Ishaq berkata, "Ketika delegasi Kristen Najran tiba di tempat Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam, maka rahib-rahib Yahudi mendatangi mereka, dan terlibat konflik dengan mereka di depan Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam, Rafi' bin Harimalah kafir kepada Isa bin Maryam dan Injil. Salah seorang dari delegasi Kristen Najran berkata kepada orang-orang Yahudi, 'Kalian tidak mempunyai buku pegangan.' Salah seorang dari delegasi Kristen Najran tersebut tidak mengakui kenabian Musa dan kafir kepada Taurat, :---) . Allah Ta'ala menurunkan ayat tentang ucapan keduanya tersebut,
    'Dan orang-orang Yahudi berkata, 'Orang-orang Nasrani itu tidak mempunyai suatu pegangan,' dan orang-orang Nasrani berkata, 'Orang-orang Yahudi tidak mempunyai sesuatu pegangan,' padahal mereka (sama-sama) membaca Al-Kitab. Demikian pula orang-orang yang tidak...
=========================================================================================================
Halaman 509

    ...mengetahui, mengatakan seperti ucapan mereka itu. Maka Allah akan mengadili di antara mereka pada Hari Kiamat, tentang apa-apa yang mereka berselisih padanya.' (Al-Baqarah: 113).
Maksudnya, masing-masing dari keduanya membaca dalam kitabnya apa yang membenarkan sesuatu yang mereka ingkari. Artinya bahwa orang-orang Yahudi kafir kepada Isa bin Maryam, padahal mereka melalui mulut Musa Alaihis-Salam untuk membenarkan Isa bin Maryam. Di dalam Injil yang diturunkan kepada Isa bin Maryam terdapat ayat yang membenarkan Musa Alaihis-Salam dan Taurat yang dibawanya dari Allah. Jadi masing-masing pihak mengingkari apa yang ada di tangan lawannya."

Ucapan Rafi' bin Harimalah dan Ayat Al-Qur'an Yang Turun tentang Dirinya

Ibnu Ishaq berkata, "Rafi' bin Harimalah berkata kepada Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam, 'Hai Muhammad, jika engkau benar seorang Rasul dari Allah seperti yang engkau katakan, maka katakan kepada Allah agar Dia berbicara kepada kami hingga kami bisa mendengar firman-Nya.' Allah Ta'ala menurunkan ayat tentang ucapan Rafi' bin Harimalah tersebut,
    'Dan orang-orang yang tidak mengetahui berkata, 'Mengapa Allah tidak (langsung) berbicara dengan kami atau datang tanda-tanda kekuasaan-Nya kepada kami?' Demikianlah pula orang-orang yang sebelum mereka telah mengatakan seperti ucapan mereka itu, hati mereka serupa. Sesungguhnya Kami telah menjelaskan tanda-tanda kekuasaan Kami kepada kaum yang yakin'." (Al-Baqarah: 118).

Ucapan Abdullah bin Shuri dan Ayat Al-Qur'an Yang Turun tentang Dirinya

Ibnu Ishaq berkata, "Abdullah bin Shuri Al-A'war Al-Fithyauni berkata kepada Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam, 'Petunjuk itu tidak lain adalah petunjuk yang kami miliki. Oleh karena itu, ikuti kami, hai Muhammad, niscaya engkau mendapatkan petunjuk.' Orang Kristen juga berkata seperti itu. Kemudian Allah Ta'ala menurunkan ayat tentang ucapan Abdullah bin Shuri dan tentang ucapan orang Kristen tersebut,
=========================================================================================================
Halaman 510

    'Dan mereka berkata, 'Hendaklah kalian menjadi penganut agama Yahudi atau Nasrani, niscaya kalian mendapat petunjuk.' Katakanlah, 'Tidak, bahkan (kami mengikuti) agama Ibrahim yang lurus. Dan bukanlah dia (Ibrahim) dari golongan orang musyrik.' Katakanlah (hai orang-orang Mukmin), 'Kami beriman kepada Allah dan apa yang diturunkan kepada kami, dan apa yang diturunkan kepada Ibrahim, Ismail, Ishaq, Ya'qub dan anak cucunya, dan apa yang diberikan kepada Musa dan Isa serta apa yang diberikan kepada nabi-nabi dari Tuhannya. Kami tidak membeda-bedakan seorang pun di antara mereka dan kami hanya tunduk patuh kepada-Nya.' Maka jika mereka beriman kepada apa yang kalian telah beriman kepadanya, sungguh mereka telah mendapat petunjuk, dan jika mereka berpaling, sesungguhnya mereka berada dalam permusuhan (dengan kalian), maka Allah akan memelihara kalian dari mereka, dan Dialah Yang Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui. shibghah Allah, dan siapakah yang lebih baik shibghahnya...
=========================================================================================================
Halaman 511

    ...daripada Allah? Dan hanya kepada-Nyalah kami menyembah. Katakanlah, 'Apakah kalian memperdebatkan dengan kami tentang Allah, padahal Dia adalah Tuhan kami dan Tuhan kalian; bagi kami amalan kami, bagi kalian amalan kalian (hai orang-orang Yahudi dan Nasrani) mengatakan bahwa Ibrahim, Ismail, Ishaq, Ya'qub dan anak cucunya adalah penganut agama Yahudi atau Nasrani?' Katakanlah, 'Apakah kalian lebih mengetahui ataukah Allah, dan siapakah yang lebih dzalim daripada orang yang menyembunyikan syahadah dari Allah yang ada padanya?' Dan Allah sekali-sekali tidak lengah dari apa yang kalian kerjakan. Itu adalah umat yang tidak telah lalu, baginya apa yang diusahakannya dan bagi kalian apa yang kalian usahakan, dan kalian tidak akan diminta pertanggungan jawab tentang apa yang telah mereka kerjakan'." (Al-Baqarah: 135-141).

Ucapan Orang Yahudi tentang Pemindahan Kiblat ke Ka'bah dan Ayat Yang Turun tentang Peristiwa tersebut

Ibnu Ishaq berkata, "Ketika arah kiblat dipindahkan dari Syam ke Ka'bah, dan peristiwa tersebut terjadi pada bulan Rajab tepatnya tujuh puluh bulan setelah kedatangan Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam di Madinah, maka Rifa'ah bin Qais, Fardam bin Amr, Ka'ab bin Al-Asyraf, Rafi' bin Abu Rafi', Al-Hajjaj bin Amr sekutu Ka'ab bin Al-Asyraf, Ar-Rabi' bin Ar-Rabi' bin Abu Al-Huqaiq, dan Kinanah bin Ar-Rabi' bin Abu Al-Huqaiq datang kepada Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam, dan berkata kepada beliau, 'Hai Muhammad, kenapa engkau pindah dari kiblatmu semula, padahal engkau mengaku memeluk agama Ibrahim? Kembalilah kepada kiblatmu, niscaya kami mengikutimu dan membenarkanmu.' Mereka berkat seperti itu dengan maksud ingin mengeluarkan Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam dari agamanya. Kemudian Allah Ta'ala menurunkan ayat tentang mereka,
=========================================================================================================
Halaman 512

    'Orang-orang yang kurang akalnya di antara manusia akan berkata, 'Apakah yang memalingkan mereka (umat Islam) dari kiblatnya (Baitul Maqdis) yang dahulu mereka telah berkiblat kepadanya?' Katakanlah, 'Kepunyaan Allah-lah timur dan barat. Dia memberi petunjuk kepada siapa yang dikehendaki-Nya ke jalan lurus. Dan demikian (pula) Kami telah menjadikan kalian (umat Islam), umat yang adil dan pilihan agar kalian menjadi saksi atas manusia dan agar Rasul (Muhammad) menjadi saksi atas kalian. Dan Kami tidak menetapkan kiblat yang menjadi kiblatmu (sekarang) melainkan agar Kami mengetahui (supaya nyata) siapa yang mengikuti Rasul dan siapa yang membelot, dan sungguh (pemindahan kiblat) itu terasa amat berat, kecuali bagi orang-orang yang telah diberi petunjuk oleh Allah, dan Allah tidak akan menyia-nyiakan iman kalian. Sesungguhnya Allah Maha Pengasih lagi Maha Penyayang kepada manusia.' (Al-Baqarah: 142-143).

    'Sungguh Kami (sering) melihat mukamu menengadah ke langit, maka sungguh Kami akan memalingkan kamu ke kiblat yang kamu sukai. Palingkanlah mukamu ke arah Masjidil Haram, dan di mana saja kalian berada, palingkanlah muka kalian ke arahnya. Dan sesungguhnya orang-orang (Yahudi dan Nasrani) yang diberi Al-Kitab memang mengetahui, bahwa berpaling ke Masjidil Haram itu adalah benar dari Tuhanya, dan Allah sekali-kali tidak lengah dari apa yang mereka kerjakan. Dan sesungguhnya jika kamu mendatangkan kepada orang...
=========================================================================================================
Halaman 513

    ...orang (Yahudi dan Nasrani) yang diberi Al-Kitab semua ayat (keterangan), mereka tidak akan mengikutimu, dan kamu pun tidak akan mengikuti kiblat mereka, dan sebagian mereka pun tidak akan mengikuti keinginan mereka setelah datang ilmu kepadamu, sesungguhnya kamu kalau begitu termasuk golongan orang-orang yang dzalim. Orang-orang (Yahudi dan Nasrani) yang telah Kami beri Al-Kitab mengenal Muhammad seperti mereka mengenal anak-anaknya sendiri, dan sesungguhnya sebagian di antara mereka menyembunyikan kebenaran, padahal mereka mengetahui. Kebenaran itu adalah dari Tuhanmu, sebab itu jangan sekali-kali kamu termasuk orang-orang yang ragu'." (Al-Baqarah: 144-147).

Orang-orang Yahudi Menyembunyikan Kandungan Taurat dar Kaum Muslim

Ibnu Ishaq berkata, "Muadz bin Jabal saudara Bani Salimah, Sa'ad bin Muadz saudara Bani Abdul Asyhal, dan Kharijah bin Zaid saudara Bani Balharits bin Al-Khazraj bertanya kepada beberapa orang Yahudi tentang sebagian kandungan Taurat, namun mereka menyembunyikannya dari mereka, dan menolak menjelaskannya kepada mereka. Kemudian Allah Ta'ala menurunkan ayat tentang sikap orang-orang Yahudi tersebut,
    'Sesungguhnya orang-orang yang menyembunyikan apa yang telah Kami turunkan berupa keterangan-keterangan (yagn jelas) dan petunjuk, setelah Kami menerangkannya kepada manusia dalam Al-Kitab, mereka itu dilaknat Allah dan dilaknat (pula) oleh semua (makhluk) yang dapat melaknat.' (Al-Baqarah: 159).
:finga:
Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam mengajak orang-orang Yahudi kepada Islam, dan memperingatkan mereka dari siksa Allah dan hukuman-Nya. Rafi' bin Kharijah dan Malik bin Auf berkata kepada beliau, 'Hai Muhammad, kami hanya mengikuti apa yang kami dapatkan dari nenek moyang kami, karena mereka lebih tahu dan lebih baik daripada kami.' Kemudian Allah Ta'ala menurunkan ayat tentang ucapan keduanya tersebut,
=========================================================================================================
Halaman 514

    'Dan apabila dikatakan kepada mereka, 'Ikutilah apa yang telah diturunkan Allah,' mereka menjawab, '(Tidak), tetapi kami hanya mengikuti apa yang telah kami dapati dari nenek moyang kami.' (Apakah mereka akan mengikuti juga). walaupun nenek moyang mereka tidak mengetahui suatu apa pun, dan tidak mendapat petunjuk?' " (Al-Baqarah: 170).

Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam Mengumpulkan Orang-orang Yahudi di Pasar Bani Qainuqa'

Ibnu Ishaq berkata, "Sesungguhnya Allah menimpakan hukuman kepada orang-orang Quraisy di Perang Badar, Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam mengumpulkan orang-orang Yahudi di Pasar Bani Qainuqa' setibanya beliau di Madinah. Beliau berkata kepada mereka, 'Hai orang-orang Yahudi, masuk Islamlah kalian sebelum Allah menimpakan hukuman seperti yang telah Dia timpakan kepada orang-orang Quraisy.' Orang-orang Yahudi berkata kepada Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam, 'Hai Muhammad, engkau jangan tertipu oleh dirimu sendiri. Engkau hanya membunuh beberapa orang dari Quraisy yang buta dan tidak mengetahui seluk-beluk perang. Demi Allah, jika engkau memerangi kami, engkau akan tahu bahwa kami orang hebat, dan engkau tidak pernah melihat orang-orang seperti kami.' Kemudian Allah Ta'ala menurunkan ayat tentang ucapan mereka tersebut,
    'Katakanlah kepada orang-orang kafir, 'Kalian pasti akan dikalahkan dan akan digiring ke dalam neraka Jahannam. Dan itulah tempat yang paling buruk.' Sesungguhnya telah ada tanda bagi kalian pada dua golongan yang telah bertemu (bertempur); segolongan berperang di jalan Allah dan (segolongan) yang lain kafir yang dengan mata kepala melihat (seakan-akan) orang-orang Muslimin dua kali jumlah mereka, Allah menguatkan dengan bantuan-Nya siapa yang dikehendaki-Nya, sesungguhnya pada yang demikian itu terdapat pelajaran bagi orang-orang yang mempunyai hati'." (Ali Imran: 12-13).
=========================================================================================================
Halaman 515

Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam Memasuki Baitlu Midras (Tempat Orang-orang Yahudi Mempelajari Taurat

Ibnu Ishaq berkata, "Pada suatu hari, Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam memasuki Baitul Midras yang ketika itu dihadiri sejumlah orang-orang Yahudi untuk mengajak mereka kepada jalan Allah. An-Nu'man bin Amr dan Al-Harts bin Zaid berkata kepada beliau, 'Hai Muhammad, engkau memeluk agama Ibrahim.' An-Nu'man bin Amr dan Al-Harts bin Zaid berkata, 'Sesungguhnya Ibrahim itu orang Yahudi.' Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam bersabda, 'Kalau begitu, mari kita kembali kepada Taurat sebagai pemutus permasalahan di antara kita.' Keduanya menolak ajakan Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam, kemudian Allah menurunkan ayat Al-Qur'an tentang Nu'man bin Amr dan Al-Harts bin Zaid,
    'Tidakkah kamu memperhatikan orang-orang yang telah diberi bagian yaitu Al-Kitab, mereka diseru kepada kitab Allah supaya kitab itu menetapkan hukum di antara mereka, kemudian sebagian dari mereka berpaling, dan mereka selalu membelakangi (kebenaran). Hal itu adalah karena mereka mengaku, 'Kami tidak akan disentuh oleh api neraka kecuali beberapa hari yang dapat dihitung.' Mereka diperdayakan dalam agama mereka oleh apa yang selalu mereka ada-adakan'." (Ali Imran: 23-24).

Perseteruan Orang-orang Yahudi dengan Delegasi Kristen Najran tentang Agama Ibrahim dan Ayat Al-Qur'an Yang Turun tentang Hal tersebut

Ibnu Ishaq berkata, "Ketika rahib-rahib Yahudi dan delegasi Kristen berkumpul di tempat Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam, mereka cekcok. Rahib-rahib Yahudi berkata, 'Ibrahim adalah orang Yahudi.' Delegasi Kristen Najran berkata, 'ibrahim adalah orang Kristen.' Kemudian Allah Ta'ala menurunkan ayat tentang mereka,
=========================================================================================================
Halaman 516

    'Hai Ahli Kitab, mengapa kalian bantah-membantah tentang hal Ibrahim, padahal Taurat dan Injil tidak diturunkan melainkan sesudah Ibrahim, apakah kalian tidak berfikir? Beginilah kalian, kalian ini (sewajarnya) bantah-membantah tentang hal yang tidak kalian ketahui? Allah mengetahui sedang kalian tidak mengetahui. Ibrahim bukan seorang Yahudi dan bukan seorang Nasrani, akan tetapi dia adalah seorang yang lurus lagi berserah diri (kepada Allah) dan sekali-kali bukanlah dia termasuk golongan orang-orang musyrik. Sesungguhnya orang yang paling dekat kepada Ibrahim ialah orang-orang yang mengikutinya dan Nabi ini (Muhammad), serta orang-orang yang beriman (kepada Muhammad), dan Allah adalah Pelindung semua orang-orang yang beriman'." (Ali Imran: 65-68).

Sebagian Orang-orang Yahudi Mengajak Saudara-saudaranya untuk Beriman kepada Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam di Siang Hari dan Kafir kepadanya di Malam Hari :green:

Ibnu Ishaq berkata, "Abdullah bin Dzaif, Adi bin Zaid, dan Al-Harts bin Auf berkata kepada sebagian orang-orang Yahudi, 'Mari kita beriman kepada apa yang diturunkan kepada Muhammad dan sahabat-sahabatnya pada pagi hari, kemudian kita kafir kepadanya pada sore hari, agar kita bisa mengacaukan agama mereka. Mudah-mudahan mereka berbuat seperti kita dan mereka berpaling dari agama mereka.' Kemudian Allah Ta'ala menurunkan ayat tentang mereka,
=========================================================================================================
Halaman 517

    'Hai Ahli Kitab, mengapa kalian mencampuradukkan kebenaran dengan kebatilan, dan menyembunyikan kebenaran, padahal kalian mengetahui? Segolongan dari Ahli Kitab berkata (kepada sesamanya). 'Perlihatkanlah (seolah-olah) kalian beriman kepada apa yang diturunkan kepada orang-orang beriman (sahabat-sahabat Rasul) pada permulaan siang dan ingkarilah ia pada akhirnya, supaya mereka (orang-orang Mukmin) kemabali (kepada kekafiran), dan Janganlah kalian percaya melainkan kepada orang yang mengikuti agama kalian.' Katakanlah, 'Sesungguhnya petunjuk (yang harus diikuti) ialah petunjuk Allah, dan (janganlah kamu percaya) bahwa akan diberikan kepada seseorang seperti apa yang diberikan kepadamu, dan (jangan pula kamu percaya) bahwa mereka akan mengalahkan hujjahmu di sisi Tuhan kalian.' Katakanlah,'Sesungguhnya karunia itu di Tangan Allah, Allah memberikan karunia-Nya kepada siapa yang dikehendaki-Nya, dan Allah Mahaluas (karunia-Nya lagi Maha Mengetahui.' (Ali Imran: 71-73). mereka akan
Ketika rahib-rahib Yahudi dan delegasi Kristen Najran berkumpul di tempat Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam dan beliau mengajak mereka kepada Islam, maka Abu Nafi' Al-Quradzi berkata, 'Hai Muhammad, apakah engkau menginginkan kami menyembahmu sebagaimana orang-orang Kristen menyembah Isa bin Maryam?' Salah seorang dari delegasi Kristen Najaran yang bernama Ar-Ribbiyusu berkata, 'Hai Muhammad, apakah itu yang engkau inginkan pada kami, dan engkau mengajak kami kepadanya?' Atau seperti yang ia katakan, Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam bersabda, 'Aku berlindung kepada Allah dari menyembah selain Allah, dan menyuruh orang lain beribadah kepada selain Allah. Allah tidak mengutusku seperti itu, dan tidak memerintahkanku seperti itu--atau seperti yang disabdakan Rasulullah.' Kemudian Allah Ta'ala menurunkan ayat tentang ucapan kedua orang tersebut,
=========================================================================================================
Halaman 518

    'Tidak wajar bagi seorang manusia yang Allah berikan kepadanya Al-Kitab, hikmah dan kenabian, lalu dia berkata kepada manusia, 'Hendaklah kalian menjadi penyembah-penyembahku bukan penyembah Allah.' Akan tetapi (dia berkata), 'Hendaklah kalian menjadi orang-orang Rabbani, karena kamu selalu mengajarkan Al-Kitab dan disebabkan kalian tetap mempelajarinya.' Dan (tidak wajar pula baginya) menyuruh kalian menjadikan malaikat dan para nabi sebagai tuhan. Apakah (patut) dia menyuruh kalian berbuat kekafiran di waktu kalian sudah (menganut agama) Islam?' " (Ali Imran: 79-80).

Perjanjian Allah dengan Para Nabi untuk Mengikuti Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam

Ibnu Ishaq berkata, "Kemudian Allah Ta'ala menyebutkan tentang perjanjian yang telah Dia ambil dari mereka dan dari nabi-nabi mereka untuk membenarkan Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam, jika beliau telah datang kepada mereka,
    'Dan (ingatlah), ketika Allah mengambil perjanjian dari para nabi, 'Sungguh apa saja yang Aku berikan kepada kalian berupa kitab dan hikmah, kemudian datang kepada kalian seorang rasul yang membenarkan apa yang ada pada kalian, niscaya kalian akan sungguh-sungguh beriman kepadanya dan menolongnya.' Allah berfirman, 'Apakah kalian megnakui dan menerima perjanjian-Ku terhadap yang demikian itu?' Mereka menjawab,'Kami mengakui.' Allah berfirman, 'Kalau begitu,saksikanlah (hai para nabi) dan Aku menjadi saksi (pula) bersama kalian'." (Ali Imran: 81).

Orang-orang Yahudi Berusaha Meninbulkan Fitnah

Ibnu Ishaq berkata, "Syas bin Qais--orang tua yang sangat kafir, amat dengaki kepada kaum Muslimin, dan amat iri kepada mereka--berjalan melewai beberapa sahabat-sahabat Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam dari Al-Aus dan Al-Khazraj dalam satu mejlis yang menyatukan mereka dan mereka ngobrol di dalamnya. Syas bin Qais jengkel karena ia melihat keakraban sahabat-sahabat Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam, persatuan mereka, kebaikan hati mereka dengan Islam setelah sebelumnya bermusuhan pada masa jahiliyah. Syas bin Qais berkata, 'Tokoh-tokoh Bani Qailah telah berkumpul di negeri ini. Tidak, demi Allah, kita tidak mempunyai alasan ikut bersama mereka jika tokoh-tokoh mereka bertemu di dalamnya dengan damai.' Usai berkata begitu, Syas bin Qais menyuruh seorang pemuda Yahudi. Ia berkata kepada pemuda Yahudi tersebut, 'Pergilah ke tempat mereka, dan duduklah bersama mereka!' Setelah itu, ungkit-ungkitlah Perang Bu'ats dan perang-perang sebelumnya kepada mereka, serta lantunkan kepada mereka syair-syair yang dulu mereka ucapkan'."
=========================================================================================================
Halaman 519

Perang Bu'ats

Ibnu Ishaq berkata, "Perang Bu'ats adalah perang yang terjadi antara Al-Aus melawan Al-Khazraj. Ketika itu, Al-Aus dipimpin Hudhair bin Simak Al-Asyhali, Abu Usaid bin Hudhair, sedang pemimpin Al-Khazraj ketika itu adalah Amr bin An-Nu'man Al-Bayadhi. Pada perang tersebut keduanya terbunuh.

Perang Bu'ats amat panjang untuk disebutkan, dan saya tidak tertarik mengungkapkannya dengan utuh, karena khawatir memutus pembahasan sirah."

Ibnu Ishaq berkata, "Pemuda Yahudi tersebut melaksanakan perintah Syas bin Qais. Dalam pertemuan tersebut, kaum Muslimin berbicara hingga mereka bertengkar, dan saling membanggakan dirinya atas orang lain. Bahkan dua orang dari Al-Aus dan Al-Khazraj meloncat ke atas hewan kendaraannya. Kedua orang tersebut adalah Aus bin Qaidhi salah seorang dari Haritsah bin Al-Harts dari Al-Aus dan seorang lagi Jabbar bin Shakr salah seorang dari Bani Salimah dari Al-Khazraj. Keduanya berkata secara bergantian, kemudian salah seorang dari keduanya berkata kepada orang satunya, 'Jika kalian mau, kami kembalikan anak unta itu sekarang juga!' Kedua belah pihak naik darah. Mereka berkata, 'Ya, kami kerjakan itu dan kita bertemu lagi di siang hari. Senjata dengan senjata!' Pada hari H-nya, mereka pergi ke tempat yang telah disepakati. Hal tersebut didengar Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam, kemudian beliau berangkat menemui mereka ditemani beberapa sahabatnya dari kaum Muhajirin. Tiba di tempat mereka, Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam bersabda, 'Wahai seluruh kaum Muslimin, ingatlah kalian kepada Allah. Ingatlah kalian kepada Allah. Kenapa kalian mengikuti slogan jahiliyah, padahal aku ada di tengah-tengah kalian, dan sebelumnya Allah telah memberi petunjuk kalian kepada Islam, memuliakan kalian dengannya, memutus segala kejahiliyahan dari kalian, meyelamatkan kalian dari kekafir- an, dan menyatukan hati kalian!' Kaum Muslimin dari Al-Aus dan Al-Khazraj sadar bahwa slogan jahiliyah adalah tipuan syetan, dan salah satu dari makar musuh Allah kepada mereka. Mereka pun menangis, dan setiap orang dari Al-Aus berangkulan dengan orang dari Al-Khazraj. Setelah itu, mereka pulang bersama Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam dengan taat dan patuh kepada beliau. Sungguh Allah telah memadamkan dari mereka salah satu makar musuh Allah, Syas bin Qais, kemudian Allah menurunkan ayat tentang Syas bin Qais dan ulahnya,
=========================================================================================================
Halaman 520

    'Katakanlah, 'Hai Ahli Kitab, mengapa kalian ingkari ayat-ayat Allah, padahal Allah Maha menyaksikan apa yang kalian kerjakan?' Katakanlah, 'Hai Ahli Kitab, mengapa kalian menghalang-halangi dari jalan Allah orang-orang yang telah beriman, kalian menghendakinya menjadi bengkok, padahal kalian menyaksikan? Allah sekali-kali tidak lalai dari apa yang kalian kerjakan.' (Ali Imran: 98-99).
Tetang Aus bin Qaidhi, Jabbar bin Shakr, pengikutnya masing-masing, dan perbuatan mereka karena termakan slogan kejahiliyahan yang dimasukkan Syas bin Qais kepada mereka, Allah menurunkan ayat,
    'Hai orang-orang yang beriman, jika kalian mengikuti sebagian dari orang-orang yang diberi Al-Kitab, niscaya mereka mengembalikan kalian menjadi orang kafir sesudah kalian beriman. Bagaimanakah kalian (sampai) menjadi kafir; padahal ayat-ayat Allah dibacakan kepada kalian, dan Rasul-Nya pun berada di tengah-tengah kalian? Barangsiapa berpegang teguh kepada (agama) Allah maka sesungguhnya ia telah diberi petunjuk kepada jalan yang lurus. Hai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah dengan sebenar-benar takwa kepada-Nya, dan janganlah sekali-kali kalian mati melainkan dalam keadaan beragama Islam...
=========================================================================================================
Halaman 521

    ...Dan berpegang teguhlah kalian semuanya kepada tali (agama) Allah, dan janganlah kalian bercerai-berai, dan ingatlah akan nikmat Allah kepada kalian ketika kalian dahulu (masa jahiliyah) bermusuh-musuhan, maka Allah mempersatukan hati kalian, lalu menjadikan kalian karena nikamat Allah orang-orang yang bersaudara, dan kalian telah berada di tepi jurang neraka, lalu Allah menyelamatkan kalian daripadanya, demikianlah Allah menerangkan ayat-ayat-Nya kepada kalian, agar kalian mendapat petunjuk. Dan hendaklah ada di antara kalian segolongan umat yang menyeru kepada kebaikan, meyuruh kepada yang ma'ruf dan mencegah dari yang mungkar; merekalah orang-orang yang untung. Dan janganlah kalian menyerupai orang-orang yang bercerai berai dan berselisih sesudah datang keterangan yang jelas kepada mereka; mereka itulah orang-orang yang mendapat siksa yang berat'." (Ali Imran: 100-105).
Ibnu Ishaq berkata, "Ketika Abdullah bin Salam, Tsa'labah bin Sa'yah, Usaid bin Sa'yah, Asad bin Ubaid, dan orang-orang Yahudi lainnya masuk Islam, beriman kepadanya, membenarkannya, tertarik kepadanya, dan keislaman mereka kuat, rahib-rahib Yahudi yang kafir berkata, 'Tidak akan ikut kepada agama Muhammad kecuali orang-orang kami yang terjelek :lol: . Jika mereka orang-orang terbaik kami, pasti mereka tidak meninggalkan agama nenek moyang mereka, dan tidak pindah kepada agama lain.' Allah menurunkan ayat tentang ucapan rahib-rahib Yahudi tersebut,
    'Mereka tidak sama; di antara Ahli Kitab itu ada golongan yang berlaku lurus, mereka membaca ayat-ayat Allah pada beberapa waktu di malam hari, sedang mereka juga bersujud (shalat). Mereka beriman kepada Allah dan hari akhir; mereka menyuruh kepada yang ma'ruf, dan mencegah dari yang mungkar dan bersegera kepada (mengerjakan) pelbagai kebajikan; mereka itu termasuk orang-orang yang shalih'." (Ali Imran: 113-114).

Larangan Bagi Kaum Muslimin untuk Mencari Teman Dekat selain Kaum Muslimin

Ibnu Ishaq berkata, "Beberapa orang dari kaum Muslimin berhubungan akrab dengan beberapa orang dari orang-orang Yahudi, karena ikatan jaminan keamanan dan persekutuan pada zaman jahiliyah, kemudian Allah Ta'ala...
=========================================================================================================
Halaman 522

...menurunkan ayat tentang mereka dan melarang mereka menjadikan orang-orang Yahudi sebagai teman debat,
    'Hai orang-orang yang beriman, janganlah kalian ambil menjadi teman kepercayaan kalian orang-orang yang diluar kalangan kalian (karena) mereka tidak henti-hentinya (menimbulkan) kemadharatan bagi kalian, mereka menyukai apa yang menyusahkan kalian. Telah nyata kebencian dari mulut mereka, dan apa yang disembunyikan oleh hati mereka lebih besar lagi, sungguh telah Kami terangkan kepada kalian ayat-ayat (Kami), jika kalian memahaminya. Beginilah kalian, kalian menyukai mereka, padahal mereka tidak menyukai kalian, dan kalian beriman kepada kitab-kitab semuanya.' (Ali Imran: 118-119).
Maksudnya, kalian beriman kepada kitab mereka, dan kepada kitab kalian, serta kitab-kitab sebelumnya, sedang mereka kafir kepada kitab kalian. Jadi kalian lebih berhak marah kepada mereka daripada mereka marah kepada kalain. :drool: (JGA: masakkan pembajak hak cipta lebih berhak marah pada pencipta hak cipta sendiri?, dasar otak dogol ya?) [-X

Allah Ta'ala melanjutkan firman-Nya,
[list]'Apabila mereka menjumpai kalian, mereka berkata, 'Kami beriman,' dan apabila mereka menyendiri, mereka menggigit ujung jari lantaran marah bercampur benci terhadap kalian. Katakanlah, 'Matilah kalian karena kemarahan kalian.' Sesungguhnya Allah mengetahui segala isi hati'." (Ali Imran: 119).[/list]

Pertemuan Abu Bakar Radhiyallahu Anhu dengan Finhas di Baitul Midras

Ibnu Ishaq berkata, "Pada suatu hari, Abu Bakar memasuki Baitul Midras dan melihat banyak sekali orang-orang Yahudi di sana sedang berkumpul di salah seorang dari mereka yang bernama Finhas; ulama dan rahib mereka. Finhas ketika itu ditemani rahib Yahudi yang lain yang bernama Asya'. Abu...
=========================================================================================================
Halaman 523

...Bakar berkata kepada Finhas, 'Celakalah engkau wahai Finhas, bertakwalah engkau kepada Allah dan masuk Islamlah! Demi Allah, engkau telah mengetahui bahwa Muhammad adalah utusan Allah. Beliau datang kepada kalain dengan membawa kebenaran dari sisi Allah, dan kalian mendapati nama beliau tertulis di Taurat dan Injil.' Finhas berkata kepada Abu Bakar, 'Demi Allah, wahai Abu Bakar, kita tidak butuh kepada Allah, dan justru Allah yang butuh kepada kita. Kami tidak merendahkan diri kepada-Nya sebagaimana Dia merendahkan diri kami. Kami lebih kaya daripada Dia, dan Dia tidak lebih kaya daripada kami. Jika Allah lebih kaya daripada kami, Dia tidak pinjam kekayaan kami seperti dikatakan sahabat kalian. Allah melarang kalian dari riba, dan Dia memberi riba kepada kami. Jika Allah lebih kaya daripada kami, Dia tidak memberi kami riba.' Abu Bakar marah karena ucapan Finhas tersebut, kemudian ia memukul wajah Finhas dengan pukulan keras, sambil berkata,'Demi Dzat yang jiwaku berada di genggaman Tangan-Nya, jika tidak ada perjanjian di antara kita, aku pasti memukul kepalamu, wahai musuh Allah.' Mendapat perlakuan seperti itu dari Abu Bakar, Finhas pergi menghadap Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam kemudian berkata kepada beliau, 'Hai Muhammad, lihatlah perlakuan sahabatmu terhadap diriku!' Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam bersabda kepada Abu Bakar, 'Apa yang mendorongmu berbuat seperti itu, wahai Abu Bakar?' Abu Bakar berkata, 'Wahai Rasulullah, sesungguhnya musuh Allah ini telah mengatakan perkataan yagn sangat tidak etis. Ia berkata bahwa Allah membutuhkan mereka, dan bahwa mereka lebih kaya daripada Allah. Ketika ia berkata seperti itu, aku marah karena Allah atas ucapannya tersebut, kemudian aku memukul wajahnya.' Finhas membantah mengatakan seperti itu. Ia berkata, 'Aku tidak pernah berkata seperti itu.' Kemudian Allah Ta'ala menurunkan ayat tentang ucapan Finhas dan membenarkan laporan Abu Bakar,
    'Sesungguhnya Allah telah mendengar perkataan orang-orang yang mengatakan, 'Sesungguhnya Allah miskin dan kami kaya.' Kami akan mencatat perkataan mereka itu dan perbuatan mereka membunuh nabi-nabi tanpa alasan yang benar, dan Kami akan mengatakan (kepada mereka). 'Rasakanlah oleh kalian adzab yang membakar.' (Ali Imran: 181).
Allah Ta'ala juga menurunkan ayat tentang Abu Bakar Radhiyallahu Anhu dan kemarahannya atas ucapan Finhas,
=========================================================================================================
Halaman 524

    'Dan engakau sungguh-sungguh akan mendengar dari orang-orang yang diberi Kitab sebelum kalian dan dari orang-orang yang mempersekutukan Allah, gangguan yang banyak yang menyakitkan hati. Jika kalian bersabar dan bertakwa, maka sesungguhnya yang demikan itu termasuk urusan yang paling patut diutamakan.' (Ali Imran: 186).
Kemudian Allah Ta'ala berfirman tentang ucapan Finhas dan rahib-rahib Yahudi bersamanya,
    'Dan (ingatlah), ketika Allah mengambil janji dari orang-orang yang telah diberi Kitab (yaitu), 'Hendaklah kalian menerangkan isi kitab itu kepada manusia, dan jangan kalian menyembunyikannya.' Lalu mereka melemparkan janji itu ke belakang punggung mereka dan mereka menukarnya dengan harga yang sedikit, amatlah buruk tukaran yang mereka terima. Jangan sekali-kali kamu menyangka bahwa orang-orang yang gembira dengan apa yang telah mereka kerjakan dan mereka suka supaya dipuji terhadap perbuatan yang belum mereka kerjakan, janganlah kamu menyangka bahwa mereka terlepas dari siksa, dan bagi mereka siksa yang pedih.' (Ali Imran: 187-188).
Mereka yang dimaksud ialah Finhas, Asya', dan rahib-rahib Yahudi seperti keduanya yang senang dengan dunia yang diberikan kepada mereka, dan mereka suka dipuji dengan sesuatu yang tidak mereka kerjakan yaitu manusia menganggap mereka sebagai ulama, padahal mereka bukan ulama. Mereka tidak membawa manusia kepada petunjuk dan kebenaran. Mereka juga amat senang, kalian manusia mengatakan bahwa mereka telah mengerjakan sesuatu, padahal mereka belum mengerjakannya.

Orang-orang Yahudi Memerintahkan Manusia Bersikap Pelit

Ibnu Ishaq berkata, "Kardam bin Qais sekutu Ka'ab bin Al-Asyraf, Usama bin Habib, Nafi' bin Abu Nafi', Bahri bin Amr, Huyai bin Akhthab, dan Rafi'ah bin Zaid bin At-Tabut mendatangi beberapa orang kaum Anshar. Dulu orang-orang Yahudi tersebut berinteraksi dengan kaum Anshar. Mereka...
========================================================================================================
Halaman 525

...menasihati sahabat-sahabat Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam tersebut dengan berkata kepada mereka, 'Kalian jangan menginfakkan harta kalian, karena kami khawatir kalian menjadi miskin karena infak kalian. Kalian jangan buru- buru berinfak, karena kalian tidak mengetahui apa yang akan terjadi pada kalian.' Kemudian Allah Ta'ala menurunkan ayat tentang orang-orang Yahudi tersebut,
    '(Yaitu) orang-orang yang kikir, dan menyuruh orang lain berbuat kikir dan menyembunyikan karunia Allah yang telah diberikan-Nya kepada mereka.' (An-Nisa': 37).
Karena yang dimaksud adalah Kitab Taurat yang membenarkan apa yang dibawa Muhammad Shallallahu Alaihi wa Sallam. Allah Ta'ala melanjutkan firman-Nya,
    'Dan kami telah menyediakan untuk orang-orang kafir siksa yang menghinakan. Dan (juga) orang-orang yang menafkahkan harta-harta mereka karena riya' kepada manusia, dan orang-orang yang tidak beriman kepada Allah dan kepada hari kemudian. Barangsiapa mengambil syetan menjadi temannya, syetan adalah teman yang paling buruk. Apakah kemadharatannya, dan menafkahkan sebagai rezki yang telah diberikan Allah kepada mereka? Dan adalah Allah Maha Mengetahui keadaan mereka'." (An-Nisa': 37-39).

Orang-orang Yahudi Menolak Kebenaran

Ibnu Ishaq berkata, "Rifa'ah bin Zaid bin At-Tabut adalah salah satu tokoh penting Yahudi. JIka ia berbicara dengan Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam, ia memutar-mutar lidahnya. Ia berkata kepada Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam, 'Hai Muhammad, berikan kepada kami pendengaranmu, agar kami dapat memberikan pemahaman kepadamu.' Setelah itu, Rifa'ah....
=========================================================================================================
Halaman 526

...bin Zaid bin At-Tabut mencela Islam dan mencaci-makinya. Kemudian Allah Ta'ala menurunkan ayat tentang dirinya,
    'Apakah kami tidak melihat orang-orang yang telah diberi bagian dari Al-Kitab (Taurat)? Mereka membeli kesesatan (dengan petunjuk) dan mereka bermaksud supaya kamu tersesat dari jalan (yang benar). Dan Allah lebih mengetahui tentang musuh-musuh kalian, dan cukuplah Allah menjadi Pelindung. Yaitu orang-orang Yahudi, mereka mengubah perkataan dari tempat-tempatnya. Mereka berkata, 'Kami mendengar, tetapi kami tidak mau menurutinya.' Dan (mereka mengatakan pula), 'Dengarlah', sedang kamu sebenarnya tidak mendengar apa-apa. Dan (mereka mengatakan), 'Raa'ina,' dengan memutar-mutar lidahnya dan mencela agama. Sekiranya mereka mengatakan, 'Kami mendengar dan patuh, dan dengarlah, dan perhatikanlah kami,' tentulah itu lebih baik bagi mereka dan lebih tepat, akan tetapi Allah mengutuk mereka, karena kekafiran mereka. Mereka tidak beriman kecuali iman yang sangat tipis.' (An-Nisa': 44-46).
Pada suatu kesempatan, Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam berbicara dengan tokoh-tokoh Yahudi seperti Abdullah bin Shuri Al-A'war, dan Ka'ab bin Asad, 'Hai orang-orang Yahudi, bertakwalah kalian kepada Allah, dan masuk Islamlah kalian. Demi Allah, sesungguhnya kalian telah mengetahui bahwa apa yang aku bawa adalah benar.' Orang-orang Yahudi berkata, 'Kami tidak mengenalnya wahai Muhammad.' Mereka memungkiri apa yang telah mereka ketahui dan tetap bertahan pada kekafiran mereka. Kemudian Allah Ta'ala menurunkan ayat tentang orang-orang Yahudi tersebut,
=========================================================================================================
Halaman 267

    'Hai orang-orang yang telah diberi Al-Kitab, berimanlah kalian kepada apa yang telah Kami turunkan (Al-Qur'an) yang membenarkan Kitab yang ada pada kalian sebelum Kami mengubah muka (kalian) , lalu Kami putarkan ke belakang atau Kami kutuk mereka sebagaimana Kami telah mengutuk orang-orang (yang berbuat maksiat) pada hari Sabtu. Dan ketetapan Allah pasti berlaku'." (An-Nisa': 47).
:lol:

Rahib-rahib Yahudi Berpendapat bahwa Syirik Lebih Baik daripada Agama Yang Benar

Ibnu Ishaq berkata, "Orang-orang yang membentuk aliansi dari Qari, Ghathafan, dan Bani Quraidzah adalah Huyai bin Akhtab, Sallam bin Abu Al-Huqaiq, Abu Rafi', Ar-Rabi' bin Ar-Rabi' bin Abu Al-Huqaiq, Abu Ammar, Wahwah bin Amir, dan Haudzah bin Qais. Wahwah bin Amir, Abu Ammar, dan Haudzah berasal dari Bani Wail, sedang sisanya berasal dari Bani An-Nadhir. Ketika mereka tiba di tempat orang-orang Quraisy, orang-orang Quraisy berkata, 'Mereka rahib-rahib Yahudi, dan orang-orang yang mempunyai pengetahuan tentang kitab pertama. Tanyakan kepada mereka mana yang lebih baik antara agama kalian dengan agama Muhammad.' Orang-orang Quraisy pun bertanya kepada rahib-rahib Yahudi. Rahib-rahib Yahudi menjawab, 'Agama kalian lebih baik daripada agama Muhammad. Kalian lebih mendapatkan petunjuk daripada Muhammad dan orang-orang yang mengikutinya.' Kemudian Allah Ta'ala menurunkan ayat tentang rahib-rahib Yahudi tersebut,
    'Apakah kamu tidak memperhatikan orang-orang yang diberi bagian dari Al-Kitab? Mereka percaya kepada jibt dan thaghut.' (An-Nisa': 51).
Ibnu Hisyam berkata, "Jibt menurut orang-orang Arab ialah apa saja yang disembah selain Allah Tabaraka wa Ta'ala, dan thaghut ialah apa saja yang memalingkan dari kebenaran. Jamak dari kata jibt ialah jubut, dan jamak dari kata thaghut ialah thawaghit."

Ibnu Hisyam berkata, "Kami dengar dari Ibnu Abu Najih yang berkata, bahwa jibt ialah penyihir, sedang thaghut ialah syetan."
=========================================================================================================
Halaman 528

Ibnu Ishaq berkata, "Kemudian Allah Ta'ala berfirman,
    'Dan mengatakan kepada orang-orang kafir (musyrik Mekkah) bahwa mereka lebih benar jalannya dari orang-orang yang beriman. Mereka itulah orang yang dikutuk Allah; barangsiapa dikutuk Allah, niscaya kamu sekali-kali tidak akan memperoleh penulong baginya. Ataukah ada bagi mereka bagian dari kerajaan (kekuasaan)? Kendatipun ada, mereka tidak akan memberikan sedikit pun (kebajikan) kepada manusia. Ataukah mereka dengki kepada manusia (Muhammad) lantaran karunia yang Allah telah berikan kepadanya? Sesungguhnya Kami telah memberikan kitab dan hikmah kepada keluarga Ibrahim, dan Kami telah memberikan kepadanya kerajaan yang besar'." (An-Nisa': 51-54).

Pengikngkaran Orang-orang Yahudi terhadap Semua Kenabian setelah Kenabian Nabi Musa Alaihis Salam

Ibnu Ishaq berkata, "Sukain dan Adi bin Zaid berkata, 'Hai Muhammad, kita tidak tahu kalau Allah menurunkan sesuatu kepada manusia setelah Musa.' Kemudian Allah Ta'ala menurunkan ayat tentang ucapan keduanya,
========================================================================================================
Halaman 529

    'Sesungguhnya Kami telah memberikan wahyu kepadamu sebagaimana Kami telah memberikan wahyu kepada Nuh dan nabi-nabi yang kemudiannya, dan Kami telah memberikan wahyu kepada Ibrahim, Ismail, Ishaq, Ya'qub dan anak cucunya, Isa, Ayyub, Yunus, Harun dan Sulaiman, dan Kami berikan Zabur kepada Daud. Dan (kami telah mengutus) rasul-rasul yang sungguh telah Kami kisahkan tentang mereka kepadamu dahulu, dan rasul-rasul yang tidak Kami kisahkan tentang mereka kepadamu. Dan Allah telah berbicara kepada Musa dengan langsung. (Mereka kami utus) selaku rasul-rasul pembawa berita gembira dan pemberi peringatan agar supaya tidak ada alasan bagi manusia membantah Allah sesudah diutusnya rasul-rasul itu. Dan adalah Allah Mahaperkasa lagi Mahabijaksana.' (An-Nisa': 153-165).

Beberapa orang Yahudi menemui Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam, kemudian beliau bersabda kepada mereka, 'Demi Allah, sesungguhnya kalian telah mengetahui bahwa aku utusan Allah kepada kalian.' Orang-orang Yahudi berkata, 'Kami tidak mengetahuinya, dan tidak bersaksi terhadapnya.' Kemudian Allah Ta'ala menurunkan ayat tentang ucapan orang-orang Yahudi tersebut, (JGA: hihi bang Mamad kapanpun tetap maksa orang Yahudi untuk mengakui dirinya) :lol:

    '(Mereka tidak mau mengakui yang diturunkan kepadamu itu), tetapi Allah mengakui Al-Qur'an yang diturunkan-Nya kepadamu. Allah menurunkannya dengan ilmu-Nya; dan malaikat-malaikat pun menjadi saksi (pula). Cukuplah Allah yang mengakuinya'." (An-Nisa': 166).

Orang-orang Yahudi Berusaha Membunuh Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam dengan Menjatuhkan Batu kepada Beliau

Ibnu Ishaq berkata, "Pada suatu hari, Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam pergi ke Bani An-Nadhir guna meminta pertolongan mereka membantu beliau meminta diyat (ganti rugi karena pembunuhan atau pencideraan) dua orang Amir yang telah membunuh Amr bin Umaiyyah Adh-Dhamri. Ketika orang-orang Yahudi duduk sesama mereka, sebagian dari mereka berkata, 'Kalian tidak melihat Muhammad lebih dekat dengan kalian kecuali sekarang. Maka siapa yang mau naik ke atas rumah, kemudian menjatuhkan batu kepadanya lalu kita tidak terganggu olehnya?' Amr bin Jihasy bin Ka'ab berkata, 'Saya siap melakukannya!' Ketika Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam mengetahui rencana mereka, beliau segera pergi dari mereka. Kemudian Allah Ta'ala menurunkan ayat tentang beliau, dan rencana kaumnya terhadap beliau,
========================================================================================================
Halaman 530

    'Hai orang-orang yang beriman, ingatlah kalian akan nikmat Allah (yang diberikan-Nya) kepada kalian, di waktu suatu kaum bermaksud hendak menggerakkan tangannya kepada kalian (untuk berbuat jahat), maka Allah menahan tangan mereka dari kalian. Dan bertakwalah kepada Allah, dan hanya kepada Allah sajalah orang-orang Mukmin itu harus bertawakal'." (Al-Maidah: 11).

Orang-orang Yahudi Mengklaim Mereka Anak-anak Allah dan Kekasih-kekasih-Nya

Ibnu Ishaq berkata. "Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam menemui Mu'man bin Adha, Bahri bin Amr, dan Syas bin Qais. Mereka berbincang kepada beliau, beliau berbicara dengan mereka, mengajak mereka kepada Allah, dan memperingatkan mereka akan hukum Allah. Mereka berkata, 'Engkau tidak bisa menakut-nakuti kami, hai Muhammad, karena kami anak-anak Allah, dan kekasih-kekasih-Nya --persis seperti ucapan orang-orang Kristen--.' Kemudian Allah Ta'ala menurunkan ayat tentang mereka,
    'Orang-orang Yahudi dan Nasrani berkata, 'Kami anak-anak Allah dan kekasih-kekasih-Nya.' Katakanlah, 'Maka mengapa Allah menyiksa kalian karena dosa-dosa kalian?' (Kamu bukanlah anak-anak Allah dan kekasih-kekasih-Nya), tetapi kalian adalah manusia di antara orang-orang yang diciptakan-Nya. Dia mengampuni bagi siapa yang dikehendaki-Nya dan menyiksa siapa yang dikehendaki-Nya. Dan Kepunyaan Allah-lah kerajaan langit dan bumi serta apa yang ada di antara keduanya. Dan kepada Allah-lah kembali (segala sesuatu)'. (Al-Maidah: 18).

Orang-orang Yahudi Mengingkari Wahyu

Ibnu Ishaq berkata, "Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam mengajak orang-orang Yahudi kepada Islam, dan memperingati mereka akan...
========================================================================================================
Halaman 531

...hukuman Allah, namun mereka menolak masuk islam, dan kafir terhadap apa yang beliau bawa. Kemudian Muadz bin Jabal, Sa'ad bin Ubadah, dan Uqbah bin Wahb berkata kepada mereka, 'Hai orang-orang Yahudi, bertakwalah kalian kepada Allah. Demi Allah, kalian telah mengetahui bahwa beliau utusan Allah. Sebelum beliau diutus menjadi rasul, kalian telah menyebutkannya kepada kami, dan menjelaskan sifat-sifatnya kepada kami.' Rafi' bin Huraimalah dan Wahb bin Yahudza berkata, 'Kami tidak menurunkan kitab, tidak mengutus rasul dan pemberi peringatan.' Kemudian Allah menurunkan ayat tentang ucapan Rafi' bin Huraimalah, dan Wahb bin Yahudza,
    'Hai Ahli Kitab, sesungguhnya telah datang kepada kalian Rasul Kami, menjelaskan (syariat Kami) kepada kalian ketika terputus (pengiriman) rasul-rasul, agar kalian tidak mengatakan, 'Tidak datang kepada kami baik seorang pembawa berita gembira maupun seorang pemberi peringatan.' Sesungguhnya telah datang kepada kalian pembawa berita gembira dan pemberi peringatan. Allah Mahakuasa atas segala sesuatu.' (Al-Maidah: 19).

Setelah itu, Allah mengisahkan tentang Musa kepada mereka, apa yang beliau terima dari mereka, protes mereka kepada beliau, dan perintah Allah yang mereka tolak hingga mereka tersesat di bumi selama empat puluh tahun sebagai hukuman bagi mereka."

Orang-orang Yahudi Berusaha Merahasiakan Hukum Zina dari Taurat :lol:

Ibnu Ishaq berkata bahwa Ibnu Syihab Az-Zuhri berkata kepadaku, ia mendengar seseorang dari Muzainah dari salah seorang ulama yang berbicara dengan Sa'id bin Al-Musayyib bahwa Abu Hurairah berkata kepada mereka, bahwa rahib-rahib Yahudi berkumpul di Baitul Midras--ketika Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam tiba di Madinah-- dan sebelumnya salah seorang dari mereka telah berzinah -- setelah ia menikah-- dengan seorang wanita Yahudi yang telah menikah. Mereka berkata, 'Bawalah pria dan wanita ini kepada Muhammad, kemudian tanyakan kepadanya bagaimana hukum keduanya, dan beri dia hak untuk mengadili keduanya. Jika ia menjatuhkan hukuman cambuk kepadanya seperti kalian, dia seorang raja dan ikuti dia. Jika dia menjatuhkan hukuman rajam kepadanya, dia seorang nabi dan jagalah apa yang...
========================================================================================================
Halaman 532
Last edited by JANGAN GITU AH on Sat Jun 12, 2010 1:01 pm, edited 2 times in total.
User avatar
JANGAN GITU AH
 
Posts: 5366
Joined: Sun Jan 04, 2009 1:39 pm
Location: Peshawar-Pakistan

Re: SIRAT NABAWIYAH Ibn Ishaq/Ibn Hisyam Jilid 1 (txt lengkap)

Postby Adadeh » Fri Jun 11, 2010 11:55 pm

Bang JGA yth,
mohon dengan hormat agar tulisannya dilanjutkan lagi dunk. Aku nunggu terus tiap hari lanjutannya. Keterangan dari buku Ibn Hisyam dalam bahasa Indonesia ini sangat berguna bagi kami semua untuk mengetahui sepak terjang si Mamad. Terima kasih buanyak banget atas kerja kerasnya selama ini.
User avatar
Adadeh
 
Posts: 8461
Images: 414
Joined: Thu Oct 13, 2005 1:59 am

Re: SIRAT NABAWIYAH Ibn Ishaq/Ibn Hisyam Jilid 1 (txt lengkap)

Postby mikimos » Sat Jun 12, 2010 10:26 am

Om JGA butuh bantuan Miki nggak?
Hehehe.... :green:


miki
User avatar
mikimos
 
Posts: 3251
Joined: Tue Jul 15, 2008 7:01 pm
Location: Indonesia Faith Freedom

Re: SIRAT NABAWIYAH Ibn Ishaq/Ibn Hisyam Jilid 1 (txt lengkap)

Postby JANGAN GITU AH » Sat Jun 12, 2010 1:21 pm

lanjutan dari bab 102 halaman 532

...ada pada kalian jangan sampai dia merampasnya.' Mereka mendatangi Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam kemudian berkata, 'Hai Muhammad, orang ini telah menikah kemudian berzina dengan wanita ini yang juga telah menikah. Adililah keduanya, karena kami telah memberi hak kepadamu untuk mengadili keduanya.' Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam berjalan hingga tiba di rahib-rahib mereka di Baitul Midras. Beliau bersabda kepada mereka, 'Hai orang-orang Yahudi, keluarkan untukku ulama kalian.' Mereka mengeluarkan Abdullah bin Shuriya kepada Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam.

Ibnu Ishaq berkata bahwa sebagian orang dari Bani Quraidzah berkata kepadaku, selain mengeluarkan Abdullah bin Shuriya kepada Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam, mereka juga mengeluarkan Abu Yasir bin Akhthab dan Wahb bin Yahudza. Rahib-rahib Yahudi berkata, 'Orang-orang inilah ulama kami. Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam bertanya kepada rahib-rahib Yahudi tentang masing-masing ulama mereka tersebut hingga akhirnya mereka berkata tentang Abdullah bin Shuriya, 'Orang ini lebih pandai tentang Taurat daripada ulama-ulama kami lainnya.'

Kemudian Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam duduk berduaan dengan Abdullah bin Shuriya. Abdullah bin Shuriya adalah orang termuda di antara ulama-ulama Yahudi. Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam mencecar Abdullah bin Shuriya dengan pertanyaan-pertanyaan, dan bertanya kepada Abdullah bin Shuriya, 'Hai anak Shuriya, aku bersumpah kepadamu dengan nama Allah, dan dengan hari-hari Allah yang ada di Bani Israel, tidakkah engkau tahu bahwa Allah memutuskan hukuman rajam bagi muhshan (orang yang telah menikah) yang berzina dalam Taurat.' Abdullah bin Shuriya berkata, 'Ya, demi Allah! Demi Allah, wahai Abu Al-Qasim, sesungguhnya orang-orang Yahudi telah mengetahui bahwa engkau nabi yang diutus, namun mereka merasa iri kepadamu.'

Kemudian Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam keluar dan memerintahkan kedua orang tersebut dirajam di depan pintu masjid beliau di Bani Ghanm bin Malik bin An-Najjar. Setelah kejadian tersebut, Abdullah bin Shuriya kafir dan tidak mengikuti kenabian Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam."

Ibnu Ishaq berkata, "Kemudian Allah Ta'ala menurunkan ayat tentang orang-orang Yahudi tersebut,
========================================================================================================
Halaman 533

    'Hai Rasul, janganlah kamu disedihkan oleh orang-orang yang bersegera kepada kekafiran, yaitu di antara orang-orang yang mengatakan dengan mulut mereka, 'Kami telah beriman,' padahal hati mereka belum beriman, dan di antara orang-orang Yahudi yang amat suka mendengar (berita-berita) bohong dan amat suka mendengar perkataan-perkataan orang lain yang belum pernah datang kepadamu; mereka mengubah perkataan-perkataan (Taurat) dari tempat-tempatnya. Mereka berkata, 'Jika diberikan ini (yang sudah diubah-ubah oleh mereka) kepada kalian, maka terimalah, dan jika kalian diberi yang bukan ini, maka hati-hatilah.' Barangsiapa Allah menghendaki kesesatannya, maka sekali-kali kamu tidak akan mampu menolak sesuatu pun (yang datang) daripada Allah. Mereka orang-orang yang Allah tidak hendak mensucikan hati mereka. Mereka memperoleh kehinaan di dunia dan di akhirat mereka memperoleh siksaan yang besar.' (Al-Maidah: 41).

Ibnu Ishaq berkata bahwa Muhammad bin Thalhah bin Yazid bin Rukanah berkata kepadaku dari Ismail bin Ibrahim dari Ibnu Abbas yang berkata,

"Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam memerintahkan pelaksanaan hukuman rajam kepada kedua pelaku zina tersebut, kemudian keduanya dirajam di depan masjid beliau. Ketika laki-laki Yahudi tersebut mulai mendapatkan lemparan batu, ia berdiri menuju sahabat wanitanya, kemudian menelungkupinya guna melindungi dari lemparan batu hingga akhirnya keduanya mati. Itulah salah satu yang diperbuat Allah bagi Rasul-Nya dalam melaksanakan eksekusi zina terhadap kedua orang tersebut."

Ibnu Ishaq berkata bahwa Shalih bin Kaisan berkata kepadaku dari Nafi' mantan budak Abdullah bin Umar dari Abdullah bin Umar yang berkata,

"Ketika orang-orang Yahudi menyerahkan pengadilan kedua orang tersebut kepada Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam
, mereka mengajak mereka kepada Taurat, dan salah seorang dari rahib mereka duduk membaca Taurat dengan meletakkan tangannya di ayat tentang hukum rajam, kemudian Abdullah bin Salam memukul tangan rahib tersebut. Abdullah bin Salam berkata, 'Wahai Rasullah, inilah ayat tentang hukuman rajam. Ia menolak membacakannya kepadamu.' Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam bersabda kepada mereka, 'Celaka kalian, wahai orang-orang Yahudi, kenapa kalian meninggalkan hukum Allah, padahal hukum tersebut ada di tangan kalian?' Mereka menjawab, 'Demi Allah, tadinya hukuman rajam diterapkan pada kami, hingga pada suatu hari orang muhshan (orang yang telah menikah) dari keluarga istana dan kalangan terhormat melakukan zina. Raja melarang...
========================================================================================================
Halaman 534

...penerapan hukum rajam terhadapnya. Kemudian seseorang berzina sesudah keluarga istana tersebut, dan raja bermaksud merajamnya, namun orang-orang Yahudi berkata, 'Demi Allah, ini tidak bisa. Jika engkau ingin merajam orang ini, hendaknya engkau merajam orang dari keluarga istana yang berzina tersebut.' Usai mereka berkatas seperti itu kepada rajanya, mereka mengadakan rapat, kemudian sepakat menggantinya dengan hukuman cambuk, dan mereka mematikan hukuman rajam dan pelaksanaannya. Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam bersabda, 'Kalau begitu, aku orang yang pertama kali menghidupkan hukum Allah, Kitab-Nya, dan pelaksanaannya.' Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam
memerintahkan keduanya dihukum rajam di depan masjid beliau. Abdullah bin Umar berkata, 'Aku ikut merajam kedua orang tersebut'."

Kedzaliman Sebagian Orang-orang Yahudi terhadap Sebagian Yang Lain dalam Diyat (Ganti Rugi karena Pembunuhan atau Pencideraan)

Ibnu Ishaq berkata bahwa Daud bin Al-Hushain berkata kepadaku dari Ikrimah dari Ibnu Abbas bahwa ayat-ayat di surat Al-Maidah berikut,
    'Mereka orang-orang yang suka mendengar berita bohong, banyak memakan yang haram. Jika mereka (orang Yahudi) datang kepadamu (untuk meminta putusan), maka putuskanlah (perkara itu) di antara mereka, atau berpalinglah dari mereka; jika kamu berpaling dari mereka maka mereka tidak akan memberi madharat kepadamu sedikit pun. Dan jika kamu memutuskan perkara mereka, putuskanlah (perkara itu) di antara mereka dengan adil, sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang adil.' (Al-Maidah: 42).

Ayat ini diturunkan pada kasus diyat antara Bani An-Nadhir dengan Bani Quraidzah. Sebabnya, Bani An-Nadhir yang terhormat membayar diyat dengan utuh, sedang Bani Quraidzah hanya membayar separoh diyat. Kemudian mereka membawa masalah mereka kepada Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam, kemudian Allah Ta'ala menurunkan ayat di atas tentang mereka. Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam membawa mereka kepada kebenaran dengan menyamakan diyat kepada mereka.

Ibnu Ishaq berkata, "Wallahu a'lam mana yang benar di antara riwayat tersebut"
========================================================================================================
Halaman 535

Konspirasi Orang-orang Yahudi untuk Memfitnah Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam kemudian Allah Mengagalkan dan Melindungi Beliau

Ibnu Ishaq berkata, "Ka'ab bin Asad, Ibnu Shaluba, Abdullah bin Shuri, dan Syas bin Qais berkata sesama mereka, 'Mari kita pergi kepada Muhammad, mudah-mudahan kita bisa mengeluarkannya dri agamanya, karena ia juga manusia biasa seperti kita.' Mereka pun mendatangi Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam kemudian berkata kepada beliau, 'Hai Muhammad, engkau telah tahu bahwa kami rahib-rahib Yahudi, orang-orang terhormat mereka, dan pemimpin-pemimpin mereka. Jika kami mengikutimu, semua orang-orang Yahudi akan mengikutimu, dan mereka tidak menentang kami. Sesungguhnya kami mempunyai persengketaan, bagaiamana kalau kami membawa masalah mereka tersebut kepadamu, kemudian engkau memutuskannya untuk kami, kemudian kami beriman kepadamu dan membenarkanmu?' Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam menolak permintaan mereka, kemudian Allah Ta'ala menurunkan ayat tentang mereka,
    'Dan hendaklah kamu memutuskan perkara di antara mereka menurut apa yang diturunkan Allah, dan janganlah kamu mengikuti hawa nafsu mereka, dan berhati-hatilah kamu terhadap mereka, supaya mereka tidak memalingkan kamu dari sebagian apa yang telah diturunkan Allah kepadamu; jika mereka berpaling (dari hukum yang telah diturunkan Allah), maka ketahuilah bahwa sesungguhnya Allah menghendaki akan menimpakan musibah kepada mereka disebabkan sebagian dosa-dosa mereka, dan sesungguhnya kebanyakan manusia adalah orang-orang fasik. Apakah hukuman jahiliyah yang mereka kehendaki, dan (hukum) siapakah yang lebih baik daripada (hukum) Allah bagi orang-orang yang yakin?' (Al-Maidah: 49-50).

Orang-orang Yahudi Mengingkari Kenabian Isa bin Maryam Alaihis Salam

Ibnu Ishaq berkata, "Beberapa orang Yahudi; Abu Yasir bin Akhthab, Nafi' bin Abu Nafi, Azir bin Abu Azir, Khalid, Zaid, Izar bin Abu Izar, dan Asya' datang kepada Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam kemudian bertanya...
========================================================================================================
Halaman 536

Kepada beliau tentang rasul-rasul yang beliau imani. Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam bersabda, 'Aku beriman kepada Allah, apa yang Dia turunkan kepadaku, apa yang Dia turunkan kepada Ibrahim, Ismail, Ishaq, Ya'qub, anak keturunan Yahudi, apa yang diberikan kepada Musa, Isa, dan dan apa yang diterima para nabi dari Tuhan mereka. Aku tidak membeda-bedakan di antara mereka, dan aku berserah diri kepada-Nya.' Ketika Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam menyebut Nabi Isa bin Maryam, mereka menolak kenabiannya. Mereka berkata, 'Kami tidak beriman kepada Isa bin Maryam, dan tidak kepada orang-orang yang beriman kepadanya.' Kemudian Allah Ta'ala menurunkan ayat tentang mereka,
    'Katakanlah, 'Hai Ahli kitab, apakah kalian memandang kami salah, hanya lantaran kami beriman kepada Allah, kepada apa yang diturunkan kepada kami dan kepada apa yang diturunkan sebelumnya, sedang kebanyakan di antara kalian benar-benar orang-orang yang fasik?' " (Al-Maidah: 59).

Orang-orang Yahudi Menyekutukan Allah Azza wa Jalla

Ibnu Ishaq berkata, "Rafi' bin Haritsah, Sallam bin Misykam, Malik bin Dzaif, dan Rafi' bin Huraimalah datang kepada Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam kemudian mereka berkata, 'Hai Muhammad, bukankah engkau mengklaim bahwa engkau memeluk agama Ibrahim, beriman kepada Taurat yang kita miliki, dan bersaksi bahwa Taurat itu benar dari Allah?' Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam bersabda, 'Ya, betul. Namun kalian telah membuat bid'ah, menolak perjanjian yang telah diambil Allah dari kalian yang ada di dalamnya, dan kalian merahasiakan apa yang kalian diperintahkan untuk menjelaskannya kepada manusia. Jadi aku berlepas tangan dari bid'ah kalian.' Orang-orang Yahudi tersebut berkata, 'Kami tetap mengambil apa yang ada pada kami, karena kami berada dalam petunjuk dan kebenaran. Kami tidak beriman kepadamu dan tidak mengikutimu.' Kemudian Allah Ta'ala menurunkan ayat tentang mereka,
========================================================================================================
Halaman 537

    'Katakanlah, 'Hai Ahli kitab, kalian tidak dipandang beragama sedikit pun hingga kalian menegakkan ajaran-ajaran Taurat, Injil dan Al-Qur'an yang diturunkan kepada kalian dari Tuhan kalian.' Sesungguhnya apa yang diturunkan kepadamu (Muhammad) dari Tuhanmu akan menambah kedurhakaan dan kekafiran kepada kebanyakan dari mereka; maka janganlah kamu bersedih hati terhadap orang-orang yang kafir'." (Al-Maidah: 68).

Sebagian Orang Yahudi Bertanya tentang Keesaan Allah dengan Maksud Mengingkarinya

Ibnu Ishaq berkata, "An-Nahham bin Zaid, Fardam bin Ka'ab, dan Bahri bin Amr datang kepada Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam kemudian berkata kepada beliau, 'Hai Muhammad, tidakkah engkau tahu bahwa ada tuhan lain selain Allah?' Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam bersabda, 'Allah. Tidak ada tuhan yang berhak disembah melainkan Dia saja. Dengan ajaran seperti itu aku diutus, dan kepada-Nya aku berdakwah.' Kemudian Allah Ta'ala menurunkan ayat tentang mereka,
    'Katakanlah, 'Siapakah yang lebih kuat persaksiannya?' Katakanlah, 'Allah. Dia menjadi saksi antara aku dan kalian. Dan Al-Qur'an ini diwahyukan kepadaku supaya dengannya aku memberi peringatan kepada kalian dan kepada orang-orang yang sampai Al-Qur'an (kepadanya). Apakah sesungguhnya kalian mengakui bahwa ada tuhan-tuhan yang lain disamping Allah?' Katakanlah, 'Aku tidak mengakui.' Katakanlah, 'Sesungguhnya Dia Tuhan Yang Maha Esa dan sesungguhnya aku berlepas diri dari apa yang kalian persekutukan (dengan Allah).' Orang-orang yang telah Kami berikan kitab kepadanya, mereka mengenalnya (Muhammad) seperti mereka mengenal anak-anaknya sendiri. Orang-orang yang merugikan dirnya, mereka itu tidak beriman'." (Al-An'am: 19-20).
========================================================================================================
Halaman 538

Larangan bagi Kaum Muslimin untuk Memberikan Loyalitasnya kepada Orang-orang Yahudi

Ibnu Ishaq berkata, "Rifa'ah bin Zaki bin At-Tabut dan Suwaid bin Al-Harts menampakkan dirinya Muslim dan bersikap munafik. Karena itu, beberapa orang dari kaum Muslimin mencintainya. Kemudian Allah Ta'ala menurunkan ayat tentang Rifa'ah bin Zaid dan Suwaid bin Al-Harts,
    'Hai orang-orang yang beriman, janganlah kalian mengambil jadi pemimpin kalian, orang-orang yang membuat agama kalian jadi buah ejekan dan permainan, (yaitu) di antara orang-orang yang telah diberi Kitab sebelum kalian, dan orang-orang yang kafir (orang-orang musyrik), dan bertakwalah kepada Allah jika kalian betul-betul orang-orang yang beriman. Dan apabila kalian menyeru (mereka) untuk (mengerjakan) shalat, mereka menjadikannya buah ejekan dan permainan; yang demikian itu karena mereka benar-benar kaum yang tidak mau mempergunakan akal. Katakanlah, ''Hai Ahli kitab, apakah kalian memandang kami salah, hanya lantaran kami beriman kepada Allah, kepada apa yang diturunkan kepada kami dan kepada apa yang diturunkan sebelumnya, sedang kebanyakan di antara kalian benar-benar orang-orang yang fasik?' Katakanlah, 'Apakah akan aku beritakan kepada kalian tentang orang-orang yang lebih buruk pembalasannya dari (orang-orang fasik) itu di sisi Allah, yaitu orang-orang yang dikutuk dan dimurkai Allah, di antara mereka (ada) yang dijadikan kera dan babi dan (orang...
=======================================================================================================
Halaman 539

    ...yang) menyembah thaghut?' Mereka lebih buruk tempatnya dan lebih tersesat dari jalan yang lurus. Dan apabila orang-orang (Yahudi atau munafik) datang kepada kalian, mereka berkata, 'Kami telah beriman,' padahal mereka datang kepada kalian dengan kekafirannya dan mereka pergi dengan kekafirannya; dan Allah lebih mengetahui apa yang mereka sembunyikan'." (Al-Maidah: 57-61).

Orang-orang Yahudi Bertanya kepada Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam tentang Hari Kiamat

Ibnu Ishaq berkata, "Jabal bin Abu Qusyair dan Samuel bin Zaid berkata kepada Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam, "Hai Muhammad, jelaskan kepada kami kapan Hari Kiamat terjadi, jika engkau betul-betul seorang Nabi seperti yang engkau katakan!' Kemudian Allah Ta'ala menurunkan ayat tentang Jabal bin Abu Qusyair dan Samuel bin Zaid,
    'Mereka menanyakan kepada kepadamu tentang kiamat, 'Kapan terjadi?' Katakanlah, 'Sesungguhnya pengetahuan tentang kiamat ada pada sisi Tuhanku; tidak seorang pun yang dapat menjelaskan waktu kedatangannya selain Dia. Kiamat amat berat (huru-haranya bagi makhluk) yang di langit dan di bumi. Kiamat tidak akan datang kepada kalian melainkan dengan tiba-tiba.' Mereka bertanya kepadamu seakan-akan kamu benar-benar mengetahuinya. Katakanlah, 'Sesungguhnya pengetahuan tentang Hari Kiamat itu adalah di sisi Allah, tetapi kebanyakan manusia tidak mengetahuinya.' (Al-Araaf: 187).

Sallam bin Misykam, Na'am bin Abu Aufa Anas, Mahmud bin Dahyah, Syas bin Qais, dan Malik bin Adz-Dzaif datang kepada Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam kemudian mereka berkata kepada beliau, 'Bagaimana kami harus mengikutimu, padahal engkau telah meninggalkan kiblat kami, dan engkau tidak mengakui Uzair sebagai anak Allah.' Kemudian Allah Azza wa Jalla menurunkan ayat tentang ucapan mereka tersebut,
========================================================================================================
Halaman 540

    'Orang-orang Yahudi berkata, 'Uzair itu putera Allah,' dan orang Nasrani berkata, 'Al-Masih itu putera Allah.' Demikian itulah ucapan mereka dengan mulut mereka, mereka meniru perkataan orang-orang kafir yang terdahulu. Mereka dilaknat Allah; bagaimana mereka sampai berpaling?' " (At-Taubah: 30).

Orang-orang Yahudi Meminta Kitab dari Langit

Ibnu Ishaq berakta, "Mahmud bin Saihan, Nu'man bin Adha, Bahri bin Amr, Uzair bin Abu Uzair, dan Sallam bin Misykam datang kepada Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam kemudian mereka berkata, 'Hai Muhammad, benarkah kebenaran yang engkau bawa itu berasal dari sisi Allah? Karena kami tidak melihatnya menyatu seperti Kitab Taurat?' Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam bersabda kepada mereka, 'Demi Allah, sesungguhnya kalian telah mengetahui bahwa kebenaran yang aku bawa ini berasal dari sisi Allah dan kalian mendapatinya tertulis dalam Taurat yang ada pada kalian. Jika semua manusia dan jin berkumpul untuk membuat seperti apa yang aku bawa, mereka tidak akan mampu melakukannya.' Usai Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam bersabda seperti itu, mereka; Finhas, Abdullah bin Shuwari, Ibnu Shaluba, Kinanah bin Ar-Rabi' bin Abu Al-Huqaiq, Asya', Ka'ab bin Asad, Samuel bin Zaid, dan Jabal bin Sukainah berkata dengan kompak, 'Hai Muhammad, sesungguhnya sebagai nabi, dan Dia mampu berbuat apa saja seperti yang dikehendaki-Nya. Oleh karena itu, turunkan dari langit kitab yang bisa kami baca dan kami ketahui. Jika engkau tidak dapat melakukannya, kami datang kepadamu dengan membawa seperti yang engkau bawa.' Kemudian Allah Ta'ala menurunkan ayat tentang mereka, dan ucapan mereka,
    'Katakanlah, 'Sesungguhnya jika manusia dan jin berkumpul untuk membuat yang serupa Al-Qur'an ini, niscaya mereka tidak akan dapat membuat yang serupa dengan dia, sekalipun sebagian mereka menjadi pembantu bagi sebagian yang lain'." (Al-Isra': 88).
========================================================================================================
Halaman 541

Orang-orang Yahudi Bertanya kepada Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam tentang Dzu Al-Qarnain

Ibnu Ishaq berkata, "Huyai bin Akhthab, Ka'ab bin Asad, Abu Nafi', Asya', dan Samuel bin Zaid berkata kepada Abdullah bin Salam ketika ia telah masuk Islam, 'Kenabian tidak akan terjadi pada orang-orang Arab. Sahabatmu itu hanyalah seorang raja.' Usai berkata seperti itu kepada Abdullah bin Salam, mereka datang kepada Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam, kemudian mereka bertanya kepada beliau tentang Dzu Al-Qarnain. Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam menceritakan kisah Dzu Al-Qarnain yang diterimanya dari sisi Allah seperti yang pernah beliau ceritakan kepada orang-orang Quraisy. Merekalah yang menyuruh orang-orang Quraisy bertanya tentang Dzu Al-Qarnain kepada Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam ketika orang-orang Quraisy mengirim An-Nadhir bin Al-Harts dan Uqbah bin Mu'ath kepada mereka."

Ibnu Ishaq berkata bahwa aku diberitahu dari Sa'id bin Jubair yang berkata, "Beberapa orang Yahudi datang kepada Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam, kemudian mereka berkata, 'Hai Muhammad, inilah Allah. Dia menciptakan makhluk. Siapakah yang menciptakan Allah?' Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam marah mendengar perkataan mereka hingga beliau pucat. :lol: Beliau meloncat kepada mereka marah karena Allah, kemudian Malaikat Jibril datang kepada beliau guna menenangkan beliau. Malaikat Jibril berkata kepada Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam, 'Tenangkan dirimu hai Muhammad!' Malaikat Jibril datang dari Allah dengan membawa jawaban atas pertanyaan mereka, (JGA: Hihi, telak banget pertanyaan Yahudi itu. Saya menduga jari Yahudi itu menunjuk pada Muhammad sebagai Allah. Itu sebabnya Ia jadi kalap) :lol:
    'Katakanlah, 'Dia-lah Allah, Yang Maha Esa. Allah adalah Tuhan yang bergantung kepada-Nya segala sesuatu. Dia tidak pernah beranak dan tidak pula diperanakkan. Dan tidak ada seorang pun yang setara dengan Dia." (Al-Iklas: 1-4).
(JGA: Tuh kan ketahuan dari jawaban yang disampaikan Muhammad untuk membantah telunjuk Yahudi yang mengarah padanya. Perhatikan yang saya garis bawahi dengan kalimat "tidak ada seorang pun (maksudnya muhammad) yang setara dengan Dia) :lol:

Ketika Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam membacakan ayat-ayat tersebut kepada mereka, mereka berkata kepada beliau, 'Coba jelaskan kepada kami, hai Muhammad, bagaimana penciptaan Allah, bagaimana tangan-Nya? Bagaimana lengan-Nya?' Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam marah lebih keras daripada marah yang pertama dan meloncat ke arah mereka. Kemudian Malaikat Jibril datang kepada beliau dan berkata kepada beliau seperti yang ia ucapkan sebelumnya, serta membawa jawaban dari Allah atas pertanyaan-pertanyaan mereka. Allah Ta'ala berfirman,
========================================================================================================
Halaman 542

    'Dan mereka tidak mengagungkan Allah dengan pengagungan yang semestinya padahal bumi seluruhnya dalam genggaman-Nya. Mahasuci Tuhan dan Mahatinggi Dia dari apa yang mereka persekutukan'." (Az-Zumar: 67).

Ibnu Ishaq berkata bahwa Utbah bin Muslim mantan budak Bani Taim berkata kepadaku dari Abu Salamah bin Abdurrahman dari Abu Hurairah yang berkata bahwa aku mendengar Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam bersabda, "Manusia saling bertanya sesama mereka hingga salah seorang dari penanya mereka berkata, 'Inilah Allah telah menciptakan makhluk, dan siapakah yang menciptakan Allah?' Jika mereka berkata seperti itu, katakanlah, 'Katakanlah, 'Dia-lah Allah, Yang Maha Esa. Allah adalah Tuhan yang bergantung kepada-Nya segala sesuatu. Dia tidak beranak dan tidak pula diperanakkan. Dan tidak ada seorang pun yang setara dengan Dia.' (Al-Ikhlas: 1-4). Kemudian hendaklah seorang meludah di sebelah kirinya sebanyak tiga kali, dan hendaklah ia berlindung diri kepada Allah dari syetan yang terkutuk."

Delegasi Kristen Najran dan Ayat Yang Turun tentang Mereka

Ibnu Ishaq berkata, "Delegasi Kristen Najran datang kepada Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam. Mereka berjumlah enam puluh orang; di antara mereka terdapat empat belas orang tokoh-tokoh terhormat mereka. Dari empat belas orang tersebut terdapat tiga orang yang mengurusi semua urusan mereka: Pertama, Al-Aqib. Jabatan Al-Aqib adalah pemimpin kaum, pemegang kebijakan, ahli pertimbangan, dan segala sesuatunya tidak boleh diputuskan kecuali dengan kebijakannya. Yang menjadi Al-Aqib pada saat itu ialah Abdul Masih. Kedua, As-Sayyid. Jabatan As-Sayyid ialah ahli pertimbangan mereka, pemimpin perjalanan, dan pengumpul mereka. As-Sayyid mereka ketika itu adalah Al-Aiham. Ketiga, Abu Haritsah bin Alqamah salah seorang dari Bani Bakr bin Wail. Dia uskup mereka, rahib mereka, ulama mereka, dan pemilik Baitul Midras mereka. Abu Haritsah datang ke tempat mereka dan mempelajari kitab-kitab mereka hingga ilmunya tentang agama mereka menjadi matang. Raja-raja Romawi yang memeluk agama Kristen memuliakan Abu Haritsah, mengirimkan pembantu untuknya, karena mereka mendengarkan kapasitas ilmunya, dan ijtihadnya dalam agama mereka."
========================================================================================================
Halaman 543

Masuk Islamnya Kuz bin Alqamah

Ibnu Ishaq berkata, "Ketika mereka telah siap berangkat ke tempat Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam dari Najran, Abu Haritsah duduk di atas keledainya dengan arah Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam dan di sampingnya terdapat saudaranya yang bernama Kuz bin Alqamah.

Keledai Abu Haritsah terperosok, kemudian Kuz bin Alqamah berkata, 'Celakalah orang jauh itu--yang ia maksud dengan orang jauh tersebu ialah Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam.' Abu Haritsah berkata kepada Kuz bin Alqamah, 'Justru engkau yang celaka.' Kuz bin bin Alqamah berkata, 'Kenapa begitu, wahai saudaraku?' Abu Haritsah menjawab, 'Demi Allah, sungguh dia Nabi yang kita tunggu-tunggu.' Kuz bin Alqamah berkata kepada Abu Haritsah, 'Apa yang menghalangimu masuk Islam, padahal engkau mengetahuinya?' Abu Haritsah berkata, 'Kaum tersebut (raja-raja Romawi) telah memuliakan kami, mengangkat kami, dan menghormati kami. Mereka menginginkan kita menentang Nabi tersebut. Jika aku masuk Islam, mereka akan mencabut apa saja yang tadinya mereka berikan kepada kita.' Kuz bin Alqamah merahasiakan dirinya dari Abu Haritsah hingga setelah itu ia masuk Islam. Hadits ini berasal daripadanya seperti disampaikan kepadaku."

Penyebutan Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam di Kitab-kitab Penduduk Najran

Ibnu Hisyam berkata bahwa disampaikan kepadaku, para pemimpin Najran mewariskan kitab-kitab yang mereka miliki. JIka salah seorang dari pemimpin mereka meninggal dunia dan kepemimpinan pindah kepada orang baru, ia menyegel kitab-kitab tersebut dengan kunci sebelumnya dan tidak memecahkannya. Pada zaman kemunculan Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam, pemimpin Najran berjalan-jalan, kemudian ia terpeleset jatuh. Anak sang pemimpin berkata, 'Celakalah orang jauh--yang ia maksudkan dengan orang jauh ialah Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam.' Pemimpin tersebut berkata, 'Jangan bicara seperti itu, karena ia seorang Nabi dan namanya disebutkan dalam kitab kita.' Ketika pemimpin tersebut telah meninggal dunia, anaknya mempunyai keinginan menggebu-gebu untuk memecahkan kunci segel kitab tersebut. Kemudian ia memecahkan kunci kitab tersebut dan melihat penyebutan Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam di dalamnya, kemudian ia masuk Islam, dan keislamannya bagus. Dialah yang berkata,
    Kepadamu, ikat pinggangnya lari dengan kalut
    Janinnya di perutnya melintang
    dan agamanya berbeda dengan agama Kristen

Delegasi Kristen Najran Shalat Menghadap ke Timur

Ibnu Ishaq berkata bahwa Muhammad bin Ja'far bin Az-Zubair berkata kepadaku, "Ketika delegasi Najran tiba di tempat Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam,...
========================================================================================================
Halaman 544

...dan masuk ke masjid beliau ketika waktu shalat Ashar telah tiba. Mereka mengenakan pakaian bergaris-garis, dan berwarna-warni indah seperti yang biasa dikenakan orang-orang Bani Al-Harits bin Ka'ab. Salah seorang dari sahabat Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam yang melihat mereka ketika itu berkomentar, 'Kami belum pernah melihat delegasi seperti mereka sebelum ini. Ketika waktu shalat mereka telah tiba, mereka langsung berdiri di masjid Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam kemudian shalat. Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam bersabda, 'Biarkan mereka shalat.' Mereka shalat menghadap ke timur."

Nama-nama Delegasi Kristen Najran dan Akidah Mereka

Ibnu Ishaq berkata, "Nama-nama keempat belas tokoh-tokoh delegasi Najran adalah sebagai berikut:
1. Al-Aqib Abdul Masih.
2. As-Sayyid Al-Aiham.
3. Abu Haritsah bin Alqamah saudara Bani Bakr bin Wail.
4. Aus.
5. Al-Harits.
6. Zaid.
7. Qais.
8. Yazid.
9. Nabaih.
10. Khuwailid
11. Amr.
12. Khalid.
13. Abdullah.
14. Johannes.

Yang mereka tunjuk sebagai juru bicara kepada Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam ialah Abu Haritsah bin Alqamah, Al-Aqib Abdul Masih, dan As-Sayyid Al-Aihan. Mereka menganut agama Kristen versi raja, kendati mereka berbeda pendapat dalam beberapa hal. Mereka berkata, 'Isa adalah Allah.' Mereka juga berkata, 'isa adalah anak Allah.' Mereka juga berkata, 'Isa adalah salah satu dari tiga Tuhan.' Tentang ucapan mereka bahwa Isa adalah Allah, mereka berhujjah bahwa Isa bisa menghidupkan orang mati, menyembuhkan orang sakit, menjelaskan hal-hal gaib, dan menciptakan burung dari tanah kemudian meniupkannya hingga menjadi burung. Padahal itu semua tugas Allah Tabaraka wa Ta'ala, dan Allah menjadikannya sebagai bukti kekuasaan-Nya bagi manusia. Tentang ucapan mereka bahwa Isa adalah anak Allah, mereka berkata, 'Isa tidak mempunyai ayah yang bisa diketahui.' Ini tidak pernah dikatakan anak keturunan Adam sebelum mereka. Tentang ucapan mereka bahwa Isa adalah salah satu dari tiga tuhan, mereka berhujjah dengan firman Allah, 'Kami berbuat, Kami memerintahkan, Kami menciptakan,...
========================================================================================================
Halaman 545

..., dan Kami memutuskan.' Mereka menambahkan, bahwa jika Allah itu satu, maka Dia berfirman, 'Aku berbuat, Aku memerintahkan, dan Aku menciptakan. Namun tuhan itu adalah Dia sendiri, Isa, dan Maryam. Al-Qur'an menurunkan ayat tentang ucapan mereka tersebut. Ketika dua rahib tersebut berkata kepada Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam, beliau berkaa kepada keduanya, 'Masuk Islamlah kalian berdua.' Kedua rahib tersebut menjawab, 'Kami telah masuk Islam.' Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam bersabda, 'Kalian belum masuk Islam.' Kedua rahib tersebut berkata, 'Sungguh kami telah masuk Islam, sebelum engkau.' Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam, 'Kalian berdua berkata dusta. Kalian berdua terhalang masuk Islam karena mengatakan bahwa Allah mempunyai anak, karena kalian berdua menyembah salib, dan karena kalian berdua memakan babi.' Kedua rahib tersebut berkata, 'Kalau begitu siapa ayahnya, wahai Muhammad? Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam diam tidak menjawab pertanyaan kedua rahib tersebutt."

Ayat-ayat Al-Qur'an Yang Turun tentang Delegasi Kristen Najran

Ibnu Ishaq berkata, "Kemudian Allah Ta'ala menurunkan ayat-ayat di awal surat Ali Imran hingga ayat delapan puluh tentang ucapan mereka dan perbedaan pendapat mereka. Allah Azza wa Jalla berfirman,
    Alif laam miim. Allah, tidak ada Tuhan (yang berhak disembah) melainkan Dia Yang Hidup kekal lagi terus menerus mengurus makhluk-Nya.' (Ali Imran: 1-2).
Allah mengawali surat dengan mensucikan diri-Nya dari apa yang mereka ucapkan, dan keesaan-Nya dalam penciptaan dan perintah, serta tidak ada sekutu bagi-Nya di dalamnya, dan tandingan-tandingan bagi Allah yang mereka buat, serta bantahan yang menjelaskan kesesatan mereka. Allah Ta'ala berfirman,
    Alif laam miim. Allah, tidak ada Tuhan (yang berhak disembah) melainkan Dia Yang Hidup kekal lagi terus menerus mengurus makhluk-Nya.' (Ali Imran: 1-2).
Maksudnya Allah tidak mempunyai sekutu dalam perintah-Nya. Al-Hayyu artinya tidak mati, sedang Nabi Isa mati dan ia disalib menurut pendapat orang-orang Kristen. Al-Qayyum artinya bertahan pada posisi-Nya yaitu kekuasaan-Nya pada makhluk-Nya. Kekuasaan Allah tidak hilang, sedang kekuasaan Isa bin Maryam hilang dari dirinya menurut pendapat mereka dan berpindah tangan kepada orang lain. Allah Ta'ala berfirman,
    'Dia menurunkan Al-Kitab (Al-Qur'an) kepadamu dengan sebenarnya; membenarkan kitab yang telah turun sebelumnya.' (Ali Imran: 3).
Al-Haq maksudnya dengan benar dan membenarkan kitab yang diturunkan sebelum Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam. Allah berfirman,
=========================================================================================================
Halaman 546

    'Dan menurunkan Taura dan Injil.' (Ali Imran: 3).
Allah menurunkan Taurat kepada Musa, dan menurunkan Injil kepada Isa, serta menurunkan kitab-kitab sebelumnya. Allah berfirman,
    'Sebelum (Al-Qur'an), menjadi petunjuk bagi manusia, dan Dia menurunkan Al-Furqaan.' (Ali Imran: 4).
Al-Furqaan ialah yang memisahkan kebenaran dengan kebatilan dalam hal-hal yang diperselisihkan manusia, seperti tentang Isa, dan perkara-perkara lainnya. Allah berfirman,
    'Sesungguhnya orang-orang yang kafir terhadap ayat-ayat Allah akan memperoleh siksa yang berat, dan Allah Mahaperkasa lagi mempunyai balasan (siksa).' (Ali Imran: 4).
Maksudnya, Allah menghukum orang-orang yang kafir terhadap ayat-ayat Allah yang telah diketahuinya dan mengetahui kandungannya. Allah berfirman,
    'Sesungguhnya bagi Allah tidak ada satu pun yang tersembunyi di bumi dan tidak di langit.' (Ali Imran: 5).
Maksudnya, Allah mengetahui apa yang mereka inginkan, kejahatan yang sedang mereka rencanakan, dan ucapan mereka tentang Isa, sebab mereka menjadikan Isa sebagai Tuhan yang disembah. Allah Ta'ala berfirman,
    'Dialah yang membentuk kalian dalam rahim sebagaimana dikehendaki-Nya.' (Ali Imran: 6).
Maksudnya, sungguh Isa termasuk orang yang dibentuk Allah dalam rahim, dan mereka tidak bisa membantahnya seperti halnya anak keturunan Adam yang lain dibentuk di dalam rahim. Bagaimana Isa dijadikan tuhan, padahal posisinya seperti itu? Kemudian Allah berfirman mensucikan diri-Nya dan mentauhidkan-Nya dari tuhan-tuhan yang mereka buat,
    'Tak ada Tuhan (yang berhak disembah) melainkan Dia Yang Mahaperkasa lagi Mahabijaksana.' (Ali Imran: 6).
Maksudnya, Allah Mahaperkasa untuk menang atas orang-orang yang kafir kepada-Nya jika Dia berkehendak. Dia Maha- bijaksana.' dalam hujjah-Nya dan argumen-Nya pada hamba-hamba-Nya. Allah Ta'ala berfirman,
    'Dialah yang menurunkan Al-Kitab (Al-Qur'an) kepada kamu, di antara (isi)nya ada ayat-ayat yang muhkamaat itulah pokok-pokok isi Al-Qur'an.' (Ali Imran: 7).
Maksudnya, pada ayat-ayat muhkamaat terdapat hujjah Allah, perlindungan bagi hamba-hamba Allah, penolakan dari lawan dan kebatilan, di dalamnya tidak terdapat penyimpangan dan penyelewengan. Kemudian Allah Ta'ala berfirman,
    'Dan yang lain (ayat-ayat) mutasyabihat.' (Ali Imran: 7)
Maksudnya, ayat-ayat mutasyabihat mempunyai takwil (interpretatif). Allah menguji hamba-hamba-Nya dengan ayat-ayat mutasyabihat tersebut,...
=========================================================================================================
Halaman 547

...sebagaimana Allah menguji mereka dalam hal-hal yang halal, dan hal-hal yang haram. Ayat-ayat mutasyabihat tersebut tidak boleh diarahkan kepada kebatilan dan dipalingkan dari kebenaran. Kemudian Allah Azza wa Jalla berfirman,
    'Adapun orang-orang yang dalam hatinya condong kepada kesesatan, mereka mengikuti sebagian ayat-ayat yang mutasyabihat untuk menimbulkan fitnah dan untuk mencari-cari takwilnya, padahal tidak ada yang mengetahui takwilnya melainkan Allah. Dan orang-orang yang mendalam ilmunya berkata, 'Kami beriman kepada ayat-ayat yang mutasyabihat, semuanya itu dari sisi Tuhan kami.' Dan tidak dapat mengambil pelajaran (daripadanya) melainkan orang-orang yang berakal. (Mereka berdoa), 'Ya Tuhan kami, janganlah Engkau jadikan hati kami condong kepada kesesatan sesudah Engkau beri petunjuk kepada kami, dan karuniakanlah kepada kami rahmat dari sisi Engkau; karena sesungguhnya Engkaulah Maha Pemberi (karunia)'.' (Ali Imran: 7-8).
Kemudian Allah Ta'ala berfirman,
    'Allah menyetakan bahwasanya tidak ada Tuhan (yang berhak disembah) melainkan Dia, Yang menegakkan keadilan, para malaikat dan orang-orang yang berilmu (juga menyatakan yang demikian itu). Tak ada Tuhan yang berhak disembah melainkan Dia, Yang Mahaperkasa lagi Mahabijaksana. Sesungguhnya agama (yang diridhai) di sisi Allah hanyalah Islam, tidak berselisih orang-orang yang telah diberi Al-Kitab kecuali sesudah datang pengetahuan kepada mereka, karena kedengkian (yang ada) di antara mereka, barangsiapa kafir terhadap ayat-ayat Allah, sesungguhnya Allah sangat cepat hisab-Nya. Kemudian jika mereka mendebat kamu (tentang kebenaran Islam), maka katakanlah, 'Aku serahkan diriku kepada Allah dan (demikian pula) orang-orang yang mengikutiku.' Dan katakanlah kepada orang-orang yang telah diberi Al-Kitab dan kepada orang-orang yang ummi, 'Apakah kalian (mau) masuk Islam?' Jika mereka masuk Islam, sesungguhnya mereka telah mendapat petunjuk, dan jika mereka berpaling, maka kewajiban kamu hanyalah menyampaikan (ayat-ayat Allah), dan Allah Maha Melihat akan hamba-hamba-Nya'." (Ali Imran: 18-20).

Ayat-ayat Yang Turun Sekalipun tentang Orang-orang Yahudi dan Orang-orang Kristen

Ibnu Ishaq berkata, "Kemudian Allah Ta'ala menggabungkan kedua Ahli Kitab; orang-orang Yahudi dan orang-orang Kristen sekaligus, dan membeberkan apa yang telah mereka buat. Allah Ta'ala berfirman,
    'Sesungguhnya orang-orang yang kafir kepada ayat-ayat Allah dan membunuh para nabi yagn memang tidak dibenarkan dan membunuh orang-orang yang menyuruh manusia berbuat adil, maka gembirakanlah...
========================================================================================================
Halaman 548

    mereka bahwa mereka akan menerima siksa yang pedih. Mereka orang-orang yang lenyap (pahala) amal-amalnya di dunia dan akhirat, dan mereka sekali-kali tidak memperoleh penolong. Tidakkah kamu memperhatikan orang-orang yang telah diberi bagian yaitu Al-Kitab (Taurat), mereka diseru kepada kitab Allah supaya kitab itu menetapkan hukum di antara mereka, kemudian sebagian dari mereka berpaling, dan mereka selalu membelakangi (kebenaran). Hal itu adalah karena mereka mengaku, 'Kami tidak akan disentuh oleh api neraka kecuali beberapa hari yang dapat dihitung.' Mereka diperdayakan dalam agama mereka oleh apa yang selalu mereka ada-adakan. Bagaimanakah nanti apabila mereka Kami kumpulkan di hari (kiamat) yang tidak ada keraguan tentang adanya, dan disempurnakan kepada tiap-tiap diri balasan apa yang diusahakannya sedang mereka tidak dianiaya (dirugikan). Katakanlah, 'Wahai Tuhan Yang mempunyai kerajaan, Engkau berikan kerajaan kepada orang-orang yang Engkau kehendaki dan Engkau muliakan orang yang Engkau kehendaki dan Engkau hinakan orang yang Engkau kehendaki. Di tangan Engkaulah segala kebajikan. Sesungguhnya Engkau Mahakuasa atas segala sesuatu. Engkau masukkan malam ke dalam siang dan Engkau masukkan siang ke dalam malam. Engkau keluarkan yang hidup dari yang mati, dan Engkau keluarkan yang mati dari yang hidup. Dan Engkau beri rezki siapa yang Engkau kehendaki tanpa hisab (batas)'." (Ali Imran: 21-27).

Maksudnya, pemberian rezki tidak bisa dilakukan kecuali oleh Engkau, dan tidak ada orang yang bisa melakukannya kecuali Engkau. Maksudnya, kendati Aku menganugerahkan banyak hal kepada Isa sehingga dengan hal-hal tersebut orang-orang Kristen mengakui Isa sebagai Tuhan; seperti menghidupkan orang yang telah meninggal dunia, menyembuhkan orang yang sakit, menciptakan burung dari tanah, dan memberi tahu hal-hal yang gaib, maka sesungguhnya Aku memberikah hal-hal tersebut kepada Nabi Isa sebagai bukti-bukti untuk manusia, dan untuk membenarkan kenabian yang Aku utus dia membawanya kepada kaumnya. Sesungguhnya banyak sekali kekuasaan-Ku, dan kemampuan-Ku yang tidak Aku berikan kepada-Nya, seperti pemilikan kekuasaan, masalah kenabian, peletakan kenabian kepada siapa saja yang Aku kehendaki, memasukkan malam ke dalam siang, memasukkan siang ke dalam malam, mengeluarkan orang hidup dari orang mati, mengeluarkan orang mati dari orang hidup, dan memberi rezki tanpa batas kepada siapa saja yang Aku kehendaki baik orang jahat atau orang baik-baik. Semua ini tidak Aku berikan kepada Nabi Isa. Apakah hal ini tidak bisa menjadi ibrah dan bukti bagi mereka, bahwa jika benar Nabi Isa itu Tuhan, maka ia pasti mempunyai semua hal-hal tersebut? Padahal seperti sepengetahuan mereka, Nabi Isa itu lari dari para raja, dan pindah dari satu negeri ke negeri lainnya? :lol: (JGA: Dusta Islam yang terang benderang)
========================================================================================================
Halaman 549

Kemudian Allah Ta'ala menasihati kaum Mukminin dan memperingatkan mereka. Allah Ta'ala berfirman,
    'Katakanlah, 'Jika kalian (benar-benar) mencintai Allah, ikutilah aku, niscaya Allah mengasihi dan mengampuni dosa-dosa kalian.' Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang. Katakanlah, 'Taatilah Allah dan Rasul-Nya, jika kalian berpaling, maka sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang kafir,' (Ali Imran: 31: 32).

Kemudian allah menjelaskan kepada mereka tentang Nabi Isa, dan bagaimana Nabi Isa menjadi bukti apa yang dikehendaki Allah padanya. Allah Ta'ala berfirman,

    'Sesungguhnya Allah telah memilih Adam, Nuh, keluarga Ibrahim dan keluarga Imran melebihi segala umat (di masa mereka masing-masing). (Sebagai) satu keturunan yang sebagiannya (keturunan) dari yang lain, dan Allah Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui.' (Ali Imran: 33-34).

Kemudian Allah Ta'ala menyebutkan tentang ucapan istri Imran,
    '(ingatlah), ketika istri Imran berkata, 'Ya Tuhanku, sesungguhnya aku bernadzar kepada Engkau anak yang dalam kandunganku menjadi hamba yang salih dan berkhidmat (di Baitul Maqdis). Karena itu terimalah (nadzar) itu daripadaku. Sesungguhnya Engkaulah Yang Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui'. Maka tatkala istri Imran melahirkan anaknya, dia berkata, 'Ya Tuhanku, sesungguhnya aku melahirkannya seorang anak perempuan; dan Allah lebih mengetahui apa yang dilahirkannya itu; dan anak laki-laki tidaklah seperti anak perempuan. Sesungguhnya aku telah menamai dia Maryam dan aku mohon perlindungan untuknya serta anak-anak keturunannya kepada (pemeliharaan) Engkau daripada syetan yang terkutuk.' Maka Tuhannya menerimanya (sebagai nadzar) dengan penerimaan yang baik, dan mendidiknya dengan pendidikan yang baik dan Allah menjadikan Zakaria pemeliharanya. Setiap Zakaria masuk untuk menemui Maryam di mihrab, ia dapati makanan di sisinya. Zakaria berkata, 'Hai Maryam dari mana kamu memperoleh (makanan) ini?' Maryam menjawab, 'Makanan itu dari sisi Allah.' Sesungguhnya Allah memberi rezki kepada siapa yang dikehendaki-Nya tanpa hisab.' (Ali imran: 35-37).
Maksudnya, Maryam diasuh Zakaria setelah ayah dan ibunya.
Kemudian Allah Ta'ala mengisahkan kisah tentang Maryam, kisah tentang Nabi Zakaria, doa Nabi Zakaria, dan nikmat yang diberikan Allah kepada Nabi Zakaria berupa Nabi Yahya. Kemudian Allah Ta'ala menyebutkan tentang Maryam, dan ucapan malaikat kepadanya,
    'Dan (ingatlah) ketika Malaikat (Jibril) berkata, 'Hai Maryam, sesungguhnya Allah telah memilih kamu, mensucikan kamu dan melebihkan...
========================================================================================================
Halaman 550

    ...kamu atas segala wanita di dunia (yang semasa dengan kamu). Hai Maryam, taatlah kepada Tuhanmu, sujud dan ruku'lah bersama orang-orang yang ruku'. (Ali Imran 42-43).

Allah Azza wa Jalla berfirman,
    'Yang demikian itu adalah sebagian dari berita-berita gaib yang Kamu wahyukan kepada kamu (ya Muhammad), padahal kamu tidak hadir beserta mereka, ketika mereka melemparkan anak-anak panah mereka (untuk mengundi) diapa di antara mereka yang akan memelihara Maryam, dan kamu tidak hadir di sisi mereka ketika mereka bersengketa.' (Ali Imran: 44).

Ibnu Hisyam berkata, "Yang dimaksud dengan Aqlaam pada ayat di atas ialah anak-anak panah yang digunakan untuk mengundi, kemudian undian keluar atas nama Zakaria. Kemudian Maryam diasuh Nabi Zakaria seperti dikatakan Al-Hasan bin Abu Al-Hasan Al-Basri."

Ibnu Ishaq berkata, "Maryam diasuh rahib-rahib Juraij. Ia salah seorang dari Bani Israil Najjar. Undian keluar atas namanya, kemudian ia mengasuh Maryam, setelah sebelumnya Maryam diasuh Zakaria. Ketika Maryam diasuh Zakaria, Bani Israel mengalamai krisis hebat hingga membuat Zakaria tidak mampu mengasuh Maryam. Kemudian orang-orang Bani Israel mengadakan undian untuk menentukan siapa yang berhak mengasuh Maryam. Ternyata undian jatuh atas nama Juraij, kemudian pengasuhan Maryam diserahkan kepadanya. :lol: (JGA= ngecap abis dah...semuanya diplesetkan Islam ck.ck.ck)
Kemudian Allah Ta'ala berfirman,
    '(Ingatlah), ketika malaikat berkata, 'Hai Maryam, sesunggahnya Allah menggembirakan kamu (dengan kelahiran seorang putra yang diciptakan) dengan kalimat (yang datang) daripada-Nya, namanya Al-Masih Isa putra Maryam, seorang terkemuka di dunia dan di akhirat dan termasuk orang-orang yang didekatkan (kepada Allah). dan dia berbicara dengan manusia dalam buaian dan ketika sudah dewasa dan dia termasuk di antara orang-orang yang shalih.' (Ali Imran: 45-46).
Allah menjelaskan tentang kondisi Nabi Isa kepada mereka, bagaimana Nabi Isa bersikap seperti manusia yang lain, baik anak kecil atau orang dewasa. Hanya saja Allah mengistimewakan Nabi Isa dengan membuatnya bisa bicara ketika masih berada dalam buaian ibunya, sebagai bukti kenabiannya, dan menjelaskan kemampuannya kepada manusia. Kemudian Allah Ta'ala berfirman,
========================================================================================================Halaman 551

    'Maryam berkata, 'Ya Tuhanku, betapa mungkin aku mempunyai anak, padahal aku belum pernah disentuh oleh seorang laki-laki pun?' Allah berfirman, 'Demikianlah Allah menciptakan apa yang dikehendaki-Nya. Apabila Allah berkendak menetapkan sesuatu, maka Allah hanya cukup berkata kepadanya, 'Jadilah,' lalu jadilah dia.' (Ali Imran: 47).
Kemudian Allah Ta'ala berfirman,
    'Dan Allah akan mengajarkan kepadanya Al-Kitab, hikmah, Taurat dan Injil. Dan (sebagai) Rasul kepada Bani Israel (yang berkata kepada mereka). 'Sesungguhnya aku telah datang kepada kalian dengan membawa sesuatu tanda (mukjizat) dari Tuhan kalian, yaitu aku membuat untuk kalian dari tanah berbentuk burung; kemudian aku meniupnya, maka ia menjadi seekor burung dengan seizin Allah, dan aku menyembuhkan orang yang buta sejak lahirnya dan orang yang berpenyakit sopak, dan aku menghidupkan orang mati dengan seizin Allah, dan aku kabarkan kepada kalian apa yang kalian makan dan apa yang kalian simpan di rumah kalian, sesungguhnya pada yang demikian itu adalah suatu tanda (kebenaran kerasulanku) bagi kalian, jika kalian sungguh-sungguh beriman.' Dan (aku datang kepadamu) membenarkan Taurat yang datang sebelumku, dan untuk menghalalkan bagi kalian sebagian yang telah diharamkan untuk kalian, dan aku datang kepada kalian dengan membawa suatu tanda (mukjizat) dari Tuhan kalian. Karena itu bertakwalah kepada Allah dan taatlah kepadaku, sesungguhnya Allah, Tuhanku dan Tuhan kalian, karena itu sembahlah Dia. Inilah jalan yang lurus.' Maka tatkala Isa mengetahui keingkaran mereka (Bani Israel), ia berkata, 'Siapakah yang akan menjadi penolong-penolongku untuk (menegakkan agama) Allah?' Para hawariyyin (sahabat-sahabat setia) menjawab, 'Kamilah penolong-penolong (agama) Allah. Kami beriman kepada Allah, dan saksikanlah bahwa sesungguhnya kami adalah orang-orang yang berserah diri. Ya Tuhan kami, kami telah beriman kepada apa yang telah Engkau turunkan dan telah kami ikuti rasul, karena itu masukkan- lah kami ke dalam golongan orang-orang yang menjadi saksi (tentang keesaan Allah)'." (Ali Imran: 48-53).

Kemudian Allah Ta'ala menyebut tentang pengangkatan Nabi Isa kepada-Nya ketika mereka bersekongkol untuk membunuh beliau. Allah berfirman,
    'Orang-orang kafir itu membuat tipu daya, dan Allah membalas tipu daya mereka itu, dan Allah sebaik-baik pembalas tipu daya.' (Ali Imran: 54).
Ketika Allah Ta'ala menjelaskan kepada mereka, dan mengcounter klaim orang-orang Yahudi yang menyatakan telah menyalib Nabi Isa, bagaimana Allah mengangkat Nabi Isa, dan membersihkan beliau dari mereka. Allah Ta'ala berfirman,
========================================================================================================
Halaman 552

    '(Ingatlah), ketika Allah berfirman, 'Hai Isa, sesungguhnya Aku akan menyampaikan kamu kepada akhir ajalmu dan mengangkat kamu kepada-Ku serta membersihkan kamu dari orang-orang yang kafir, dan menjadikan orang-orang yang mengikuti kamu di atas orang-orang yang kafir hingga Hari Kiamat, kemudian hanya kepada Akulah kembalimu, lalu Aku memutuskan di antaramu tentang hal-hal yang selalu kamu berselisih padanya.' (Ali Imran: 55).
Kemudian kisah ditutup dengan firman Allah Ta'ala,
    'Demikianlah (kisah Isa), Kami bacakan kepada kamu sebagian dari bukti-bukti (kerasulannya) dan (membacakan) Al-Qur'an yang penuh hikmah.' (Ali Imran: 58).
Maksudnya, inilah kata pamungkas yang benar yang tidak ada kebatilan di dalamnya tentang kisah Nabi Isa, dan apa yang mereka perselisihkan tentang beliau. Oleh karena itu, engkau, wahai Muhammad, jangan menerima selain kabar ini. Kemudian Allah Ta'ala berfirman,
    'Sesungguhnya misal (penciptaan) Isa di sisi Allah, adalah seperti (penciptaan) Adam. Allah menciptakan Adam dari tanah, kemudian Allah berfirman kepadanya, 'Jadilah,' maka jadilah dia. (Apa yang telah Kami ceritakan itu), itulah yang benar, yang datang dari Tuhanmu, karena itu janganlah kamu termasuk orang-orang yagn ragu-ragu.' (Ali Imran: 59-60).
Yang dimaksud dengan Al-Haq (yang benar) pada ayat di atas ialah informasi tentang Nabi Isa. Jadi kebenaran dari Tuhanmu telah datang kepadamu. Oleh karena itu, engkau jangan meragukannya. Jika mereka mengatakan, 'Isa diciptakan tanpa ayah,' sesungguhnya Aku juga sebelumnya telah menciptakan Adam dari tanah tanpa ayah dan ibu. Jadi penciptaan Adam tidak jauh berbeda dengan penciptaan Nabi Isa; sama-sama mempunyai daging, darah, rambut, dan kulit. Jadi penciptaan Nabi Isa itu tidak terlalu mengherankan. Kemudian Allah Ta'ala berfirman,
    'Barangsiapa membantahmu tentang kisah Isa sesudah datang ilmu.' (Ali Imran: 61).
Maksudnya, barangsiapa membantahmu setelah Aku menceritakan kisah Nabi Isa kepadamu, maka Allah Ta'ala berfirman,
    'Maka katakanlah (kepadanya), 'Marilah kita memanggil anak-anak kami dan anak-anak kalian, istri-istri kami dan istri-istri kalian, diri kami dan diri kalian, kemudian marilah kita bermubahalah kepada Allah dan kita...
========================================================================================================
Halaman 553

    ...minta supaya laknat Allah ditimpakan kepada orang-orang yang dusta.' (Ali Imran: 61).

Kemudian Allah Ta'ala berfirman,
    'dan tak ada Tuhan (yang berhak disembah) selain Allah, dan sesungguhnya Allah, Dialah Yang Mahaperkasa lagi Mahabijaksana. Kemudian jika mereka berpaling (dari kebenaran), maka sesungguhnya Allah Maha Mengetahui orang-orang yang berbuat kerusakan. Katakanlah, 'Hai Ahli Kitab, marilah (berpegang) kepada suatu kalimat (ketetapan) yang tidak ada perselisihan antara kami dan kalian, bahwa kita tidak menyembah kecuali Allah dan kita tidak mempersekutukan Dia dengan sesuatu pun dan tidak (pula) sebagian kita menjadikan sebagian yang lain sebagai tuhan selain Allah; jika mereka berpaling maka katakanlah kepada mereka, 'Saksikanlah, bahwa kami adalah orang-orang yagn berserah diri (kepada Allah)'." (Ali Imran: 62-64).

Delegasi Kristen Najran Menolak Diadakannya Adu Laknat

Ibnu Ishaq berkata, "Setelah Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam mendapatkan wahyu dari Allah Azza wa Jalla, keputusan final antara beliau dengan orang-orang Kristen, dan beliau diperintahkan adu laknat dengan mereka jika menolak ajakan beliau, maka beliau mengajak mereka adu laknat. Orang-orang Kristen berkata kepada Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam, "Hai Abu Al-Qasim, berilah kami waktu untuk memikirkan urusan kami. Setelah itu, kami akan datang kepadamu dengan membawa jawaban atas ajakanmu kepada kami." Setelah itu, mereka keluar dari hadapan Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam dan menemui Al-Aqib, salah seorang tokoh berpengaruh mereka. Mereka berkata kepada Al-Aqib, 'Wahai Abdul Masih, bagaimana pendapatmu?' Al-Aqib menjawab, 'Hai orang-orang Kristen, sungguh kalian telah mengetahui bahwa Muhammad adalah Nabi yang diutus, dan sungguh ia telah datang kepada kalian dengan membawa jawaban final tentang Nabi kalian. Kalian telah mengetahui bahwa jika salah satu kaum mengadakan adu laknat dengan Nabi, semua orang dewasa mereka meninggal dunia, dan anak-anak mereka tidak lahir. Sesungguhnya adu laknat itu akan menghabiskan kalian, jika kalian melakukannya. Jika kalian ingin bertahan memeluk agama kalian, dan mempertahankan pendapat kalian tentang Nabi kalian, berdamailah dengan orang tersebut (Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam). Setelah itu, pulanglah kalian ke negeri kalian!' Kemudian mereka pergi menghadap Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam dan berkata kepada beliau, 'Hai Abu Al-Qasim, kami memutuskan tidak mengadakan adu laknat denganmu, membiarkanmu memeluk agamamu, dan kami tetap memeluk agama kami. Namun...

(JGA: OWW ketahuan dah...ternyata istilah "Bagimu agamamu, bagiku agamaku" itu sesungguhnya ucapan orang Kristen Najran sebagai kesimpulan dari penolakan atas ajakan mubahala yang ditawarkan Muhammad---eh malah ini dijadikan bukti toleransi Islam, busyet dah...!) :roll: :( :mo:
========================================================================================================
Halaman 554

kirimkan kepada kami salah seorang dari sahabat-sahabatmu yang engkau ridhai untuk kami agar ia memutuskan seluruh perkara kekayaan kami. Sesungguhnya kalian diterima di sisi kami'." (JGA: Eh..ternyata akhirnya pokok masalahnya adalah pemalakan terhadap harta orang Kristen Najran...dasar mohammad gila harta!)

Muhammad bin Ja'far berkata, "Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam bersabda, 'Pergilah kalian kepadaku nanti sore, aku pasti kirim orang kuat dan terpercaya bersama kalian.' Umar bin Khaththab berkata, 'Aku tidak pernah menginginkan jabatan kecuali jabatan yang dimaksud Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam ketika itu. Aku sangat berharap kiranya aku orang yang ditunjuk Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam, kemudian aku segera berangkat untuk shalat Dzuhur'."

Abu Ubaidah Mengurusi Perkara Orang-orang Kristen

Umar bin Khaththab berkata, "Ketika Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam shalat dzuhur bersama kami, beliau mengucapkan salam, dan beliau menengok ke kanan dan ke kiri. Aku tonjolkan diriku, agar aku dilihat Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam, namun beliau tetap mecari-cari seseorang, hingga beliau melihat Abu Ubaidah bin Al-Jarrah. Ketika itulah, beliau bersabda, 'Hai Abu Ubaidah, pergilah engkau bersama orang-orang Kristen, kemudian putuskan dengan benar apa saja yang mereka perselisihkan!" Umar bin Khaththab berkata, "Kemudian Abu Ubaidah bin Al-Jarrah pergi bersama delegasi Kristen Najran tersebut."

---ooOoo---
User avatar
JANGAN GITU AH
 
Posts: 5366
Joined: Sun Jan 04, 2009 1:39 pm
Location: Peshawar-Pakistan

Re: SIRAT NABAWIYAH Ibn Ishaq/Ibn Hisyam Jilid 1 (txt lengkap)

Postby JANGAN GITU AH » Mon Jun 14, 2010 8:10 pm

Halaman 555
BAB 103
PERIHAL ORANG-ORANG MUNAFIK


Ibnu Ishaq berkata, "--Seperti dikatakan kepadaku oleh Ashim bin Umar bin Qatadah--,ketika Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam tiba di Madinah, tokoh berpengaruh di Madinah ketika itu ialah Abdullah bin Ubai bin Salul al-Aufi, salah seorang dari Bani Al-Hubla. Tidak ada seorang pun dari kaumnya yang menyaingi nama besar Abdullah bin Ubai bin Salul bin Al-Aufi. Sebelum ini dan sesudahnya, orang-orang Al-Aus dan orang-orang Al-Khazraj tidak pernah mengangkat pemimpin lain selain Abdullah bin Ubai bin Salul bin Al-Aufi hingga Islam datang. Selain Abdullah bin Ubai bin Salul, di Al-Aus terdapat tokoh lain yang dimuliakan di taati kaumnya, yaitu Abu Amir Abdu Amr bin Shaifi bin An-Nu'man. Abu Amir adalah ayah sahabat Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam Handzalah Al-Gasil (orang yang dimandikan para malaikat) di Perang Uhud. Pada masa jahiliyah, Abu Amir menjadi rahib, mengenakan baju kasar, dan biasa dipanggil rahib. Namun tragis sekali, justru Abdullah bin Ubai bin Salul dan Abu Amir Abdu Amr celaka karena nama besarnya, dan nama besarnya malah merugikan keduanya."

Abdullah bin Ubai bin Salul dan Kebenciannya terhadap Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam

Ibnu Ishaq berkata, "Adapun Abdullah bin Ubai bin Salul, kaumnya menyerahkan mahkota kepemimpinan kepadanya, dan mengangkatnya sebagai pemimpin mereka. Ketika Allah Ta'ala mendatangkan Rasul-Nya kepada mereka, mereka dalam keadaan seperti itu. Maka ketika kaumnya berpaling dari Abdullah bin Ubai bin Salul dan memilih masuk Islam, ia pun dendam terhadap Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam, dan menganggap beliau telah merampas mahkota kepemimpinannya. Ketika Abdullah bin Ubai bin Salul melihat kaumnya memilih masuk Islam, ia ikut masuk Islam dalam keadaan benci, bertahan pada kemunafikannya, dan dendamnya."

Abu Amir bin Shaifi Bertahan pada Kekafirannya

Ibnu Ishaq berkata, "Adapun Abu Amir bin Shaifi, ia tetap bertahan pada kekafirannya, dan berseberangan dengan kaumnya ketika kaumnya memutuskan masuk Islam. Abu Amir memilih pergi dari kaumnya bersama belasan orang dari kaumnya ke Makkah dengan meninggalkan Islam, dan...
========================================================================================================
Halaman 556

...Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam. Rasulullah--seperti dikatakan kepadaku oleh Muhammad bin Abu Umamah dari sebagian keluarga Handzalah bin Abu Amir--bersabda, 'Jangan panggil dia (Abu Amir) rahib. Namun panggil dia si Fasik'."

Ibnu Ishaq berkata bahwa Ja'far bin Abdullah bin Abu Al-Hakam berkata kepadaku, sebelum pergi ke Makkah, Abu Amir mendatangi Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam ketika beliau tiba di Madinah. Ia berkata kepada Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam, 'Agama apa yang engkau bawa?' Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam bersabda, 'aku datang membawa agama lurus, agama Nabi Ibrahim.' Abu Amir berkata, 'Aku juga memeluk agama Ibrahim.' Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam bersabda kepada Abu Amir, 'Engkau tidak memeluk agama Nabi Ibrahim.' Abu Amir menjawab, 'Betul. Aku memeluk agama Nabi Ibrahim. Hai Muhammad, engkau telah memasukkan hal-hal baru ke dalam agama lurus, agama Nabi Ibrahim.' Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam bersabda, 'Aku tidak melakukan apa yang engkau katakan. Namun aku datang membawa agama Ibrahim dalam keadaan putih bersih.' Abu Amir berkata, 'Seorang pembohong. Semoga Allah mematikannya dalam keadaan terusir, terasing, dan sendirian.' Yang ia maksud ialah engkau Muhammad, tidak membawa agama Ibrahim dalam keadaan putih bersih. Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam bersabda, 'Betul. Barangsiapa bohong, Allah akan berbuat seperti itu'."

Abu Amir Terkena Doanya Sendiri

Ibnu Ishaq berkata, "Begitulah musuh Allah, Abu Amir. Ia pergi ke Makkah. Ketika Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam menaklukkan Makkah, Abu Amir pergi ke Thaif. Ketika orang-orang Thaif masuk Islam, ia pergi ke Syam, dan meninggal dunia di sana dalam keadaan terusir, terasing, dan sendirian.

Orang yang keluar bersama Abu Amir ialah Alqamah bin Ulatsah bin Auf bin Al-Ahwash bin Ja'far bin Kilab, dan Kinanah bin Abdu Yalail bin Amr bin Umair Ats-Tsaqafi. Ketika Abu Amir meninggal dunia, keduanya memperebutkan hartanya dan membawa masalah keduanya kepada Kaisar, raja Romawi. Kaisar berkata, 'Orang kota mewarisi orang kota, dan orang padang pasir mewarisi orang padang pasir.' Berdasarkan keputusan Kaisar, Kinanah bin Abdul Yalail mewariskai harta Abu Amir tanpa Alqamah. Ka'ab berkata kepada Abu Amir atas apa yang telah diperbuatnya,
    Kami berlindung diri kepada Allah dari perbuatan jahat
    Seperti perbuatanmu di keluargamu, hai Abu Amir
    Engkau telah menjual iman dengan kekafiran
Adapun Abdullah bin Ubai bin Salul, ia tetap terhormat di mata kaumnya hingga ia dikalahkan Islam, dan masuk Islam dalam keadaan benci kepadanya."

Pertemuan Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam dengan Abdullah bin Ubai bin Salul, dan Apa Yang Terjadi di antara Keduanya

Ibnu Ishaq berkata bahwa Muhammad bin Muslim Az-Zuhri berkata kepadaku dari Urwah bin Az-Zubair dari Usamah bin Zaid bin Haritsah,orang kecintaan Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam yang berkata,

"Pada suatu hari, Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam pergi mengendarai keledai. Di atas keledai beliau terdapat kain pelana dan di atas kain pelana terdapat selimut produk Fadak yang dijahit dengan sabut, dan aku membonceng di belakang beliau. Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam berjalan melewati Abdullah bin Ubai bin Salul yang sedang berteduh di bawah Muzahim, sebuah benteng kecil.

Ketika itu, Abdullah bin Ubai bin Salul sedang bersama beberapa orang dari kaumnya. Ketika Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam melihat Abdullah bin Ubai bin Salul, beliau merasa malu melewatinya dengan mengendarai keledai. Oleh karena itu, beliau turun dari keledai, :lol: kemudian beliau mengucapkan salam, dan duduk sebentar untuk membaca Al-Qur'an kepada Abdullah bin Ubai bin Salul, mengajaknya kepada agama Allah Azza wa Jalla, mengingatkannya tentang Allah, memperingatkannya, memberi kabar gembira kepadanya, dan mengancamnya. :shock: Abdullah bin Ubai bin Salul diam tidak bicara sedikit pun. Ketika Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam telah usai bicara, Abdullah bin Ubai bin Salul berkata, 'Hai Muhammad, sesungguhnya tidak ada orang yang lebih baik perkataannya dari perkataanmu. Jika apa yang engkau katakan adalah benar, duduklah di rumahmu. Siapa saja yang datang kepadamu, bicaralah dengannya. Sedang orang yang tidak datang kepadamu, engkau tidak usah memberatkan diri untuk datang kepadanya untuk mengatakan sesuatu yang tidak disukainya.' Abdullah bin Rawahah yang sedang bersama beberapa orang dari kaum Muslimin berkata, 'Betul sekali. Biarkan kami dengannya (Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam). Biarkan kami membawanya ke majlis-majlis kami, kampung-kampung kami, dan rumah-rumah kami. Demi Allah, inilah sesuatu yang amat kami senangi, sesuatu yang dimuliakan Allah kepada kami dengannya, dan Allah telah memberi kami petunjuk kepadanya.' Ketika Abdullah bin Ubai bin Salul melihat kaumnya menentang pendapatnya, ia berkata,
    Engkau hina, dan engkau dibanting oleh orang-orang yang engkau lawan
    Apakah burung elang harus terbang tanpa sayapnya
    Jika pada suatu hari bulunya dicabut, burung elang tersebut akan jatuh
Ibnu Ishaq berkata bahwa Az-Zuhri berkata kepadaku dari Urwah bin Az-Zubair dari Usamah bin Zaid yang berkata,

"Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam berdiri dari tempat tersebut, kemudian pergi ke rumah Sa'ad bin Ubadah, dan ucapan Abdullah bin Ubai bin Salul terlihat membekas di wajah beliau.Sa'ad bin Ubadah berkata, 'Wahai...

========================================================================================================
Halaman 558

...Rasulullah, demi Allah, aku lihat sesuatu di wajahmu. Sepertinya engkau baru saja mendengar sesuatu yang tidak engkau sukai?' Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam bersabda, 'Ya, betul.' Sa'ad bin Ubadah berkata, 'Wahai Rasulullah, bersikap lemah lembutlah kepada Abdullah bin Ubai bin Salul! Demi Allah, ketika engkau datang kepada kami, saat itu kami berikan mahkota kepemimpinan kepadanya. Sungguh, ia melihat bahwa engkau telah merampas mahkota kepemimpinannya'."


---ooO---
Last edited by JANGAN GITU AH on Mon Jun 14, 2010 8:40 pm, edited 1 time in total.
User avatar
JANGAN GITU AH
 
Posts: 5366
Joined: Sun Jan 04, 2009 1:39 pm
Location: Peshawar-Pakistan

Re: SIRAT NABAWIYAH Ibn Ishaq/Ibn Hisyam Jilid 1 (txt lengkap)

Postby JANGAN GITU AH » Mon Jun 14, 2010 8:38 pm

Halaman 559
BAB 104
SAHABAT-SAHABAT RASULULLAH SHALLALLAHU ALAIHI WA SALLAM YANG SAKIT DI MADINAH


Sakitnya Abu Bakar, Amir bin Fuhairah, dan Bilal bin Rabah Radhiyallahu Anhum

Ibnu Ishaq berkata bahwa Hisyam bin Urwah dan Amr bin Abdullah bin Urwah berkata kepadaku dari Urwah bin Az-Zubair dari Aisyah Radhiyallahu Anha yang berkata,

"Ketika Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam tiba di Madinah, ketika itu Madinah adalah bumi Allah yang paling rawan penyakit demam. Akibatnya, banyak sekali sahabat-sahabat Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam yang menderita sakit demam. Allah Ta'ala menjaga Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam, hingga beliau tidak terkena wabah penyakit demam. Abu Bakar, Amir bin Fuhairah, dan Bilal tinggal satu rumah. Mereka semua terkena wabah demam, kemudian aku membesuk mereka. Ini terjadi ketika hijab belum diwajibkan. Merka bertiga diserang demam tinggi yang hanya Allah sendiri yang mengetahuinya. Aku mendekat kepada Abu Bakar, dan berkata kepadanya, 'Bagaimana kabarmu, ayah?' Abu Bakar menjawab,
    Semua manusia terlihat berseri-seri di keluarganya
    Padahal kematian lebih dekat padanya daripada kedekatan dirinya dengan sandalnya

Aku berkata, 'Demi Allah, ayah tidak mengetahui apa yang ia katakan.' Aku mendekat kepada Amir bin Fuhairah, dan bertanya kepadanya, 'Bagaimana kabarmu, hai Amir?' Amir bin Fuhairah menjawab,
    Sungguh, aku telah mendapatkan kematian sebelum merasakannya
    Sesungguhnya orang pengecut itu kematian ada di atasnya
    Semua manusia itu berjuang dengan kekuatannya
    Sebagaimana sapi jantan melindungi kulitnya dengan tanduknya
Aku berkata, 'Demi Allah, Amir tidak mengetahui apa yang ia katakan.' Sedang Bilal, jika demamnya menyerang, ia berbaring di halaman rumah, dan mengangkat suaranya sambil berkata,
========================================================================================================
Halaman 560

    Duhai, dapatkan aku bermalam pada suatu malam
    Di Fakh (tempat di Makkah), dan di sekitarku terdapat idzkhir (nama pohon), dan Jalil (nama tumbuh-tumbuhan)?
    Dapatkah pada suatu hari aku tiba di Mata Air Majanah?
    Apakah Gunung Syamah dan Gunung Thafil bisa terlihat olehku?' "

Doa Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam kepada Allah, agar Dia Memindahkan Wabah Demam di Madinah ke Al-Juhfah

Aisyah Radhiyallahu Anha berkata, "Ucapan yang aku dengar dari mereka bertiga, aku ceritakan kepada Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam. Aku berkata kepada beliau, 'Mereka bertiga bicara ngawur, dan tidak sadar, karena demam mereka amat tinggi.' Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam bersabda, 'Ya, Allah, jadikan kami mencintai Madinah sebagaimana Engkau membuat kami mencintai Makkah, atau kuatkan kecintaan kami kepada Madinah. Berilah kami keberkahan di mud (jenis takaran) Madinah, dan sha' (jenis takaran) Madinah. Pindahkan wabah Madinah ke Muha'ah'." Muhai'ah ialah Al-Juhfah.

Ibnu Ishaq berkata bahwa Ibnu Syihab Az-Zuhri berkata dari Abdullah bin Amr bin Al-Ash yang berkata, "Ketika Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam tiba di Madinah, sahabat-sahabat beliau diserang wabah demam Madinah hingga mereka sakit keras, dan Allah menjauhkan wabah tersebut dari beliau. Itulah yang terjadi, hingga para sahabat mengerjakan shalat dengan duduk.

Pada suatu hari, Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam keluar menemui mereka yang ketika itu mengerjakan shalat dengan duduk. Beliau bersabda kepada mereka, 'Ketahuilah bahwa shalat orang yang duduk itu pahalanya separoh shalat orang yang berdiri.' Kemudian para sahabat berusaha berdiri ingin mendapatkan pahala lebih besar kendati mereka lemah dan sakit."

Ibnu Ishaq berkata, 'Setelah itu, Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam mempersiapkan diri untuk perang, bangkit memerangi musuh seperti diperintahkan Allah kepada beliau, dan memerangi orang-orang yang musyrik yang tinggal dekat dengan beliau, yaitu orang-orang musyrik Arab. Ini terjadi setelah tiga belas tahun Allah mengutus beliau sebagai Nabi."

---ooOo---
User avatar
JANGAN GITU AH
 
Posts: 5366
Joined: Sun Jan 04, 2009 1:39 pm
Location: Peshawar-Pakistan

PreviousNext

Return to Buku² Islam Indonesia oleh Penulis² Muslim



Who is online

Users browsing this forum: No registered users