Page 1 of 1

Tragedi hidup di Arab Saudi

PostPosted: Fri Sep 18, 2009 1:39 pm
by supriyanto
Kisah ini aku ambil dari review buku di FFI international :
http://www.faithfreedom.org/2009/01/14/the-tragedy-of-living-in-saudi-arabia/
Image

Berikut terjemahannya :

Di posting oleh Sami Alrabaa pada 14 Januari 2009.
Ini adalah salah satu kejadian yang dikisahkan dalam buku
KARIN IN SAUDI ARABIA

Najat, seorang wanita saudi berusia hampir dua puluh tahun, terlahir bisu dan tuli. Suatu hari dengan ditemani oleh adik laki-lakinya, Taleb, dia berkunjung ke sebuah pusat perbelanjaan di kota Riyadh. Taleb menurunkan Najat di pusat perbelanjaan itu dan kemudian meninggalkannya untuk melakukan suatu hal lain dan berencana untuk menjemput adiknya satu jam kemudian.

Najat telah selesai berbelanja kurang dari satu jam, kemudian dia pergi keluar dan berdiri di depan sebuah jendela toko dengan maksud supaya adiknya, Taleb, mudah untuk menemukannya. Untuk mengisi waktu Najat melihat-lihat display toko yang dihias dengan indah.

Sebuah mobil polisi "moral" perlahan melintas. Para muttawa (sebutan untuk polisi moral / agama) itu mengemudikan sebuah mobil model terbaru lengkap dengan pengatur suhu udara (AC), juga dilengkapi dengan kulkas tempat minuman penyegar, peralatan radio, teropong, dan borgol. Bagian dalam mobil dibagi menjadi dua kompartemen, bagian belakang dengan kaca jendela yang gelap adalah untuk mengangkut perempuan. Para muttawa biasanya berpatroli pada jalanan yang padat dan lapangan kota, mengawasi setiap gerak langkah para lelaki dan wanita. Dalam kasus ini, pandangan mereka tertumpu pada Najat. Mereka menghentikan mobil dan mengambil teropong untuk mengawasi Najat.

"Lihat itu. Ada seorang pelacur sedang menunggu pelanggannya," kata seorang dari mereka sambil menyeringai mencium bau mangsa, dan menyerahkan teropongnya kepada muttawa yang lain.

"Dia berlagak seolah tidak berdosa. Tunggu saja, pelacur kecil, kami akan menangkapmu."

Sesaat kemudian Taleb datang dan memarkirkan mobilnya. Karena Najat terlihat asyik melihat-lihat display di jendela sebuah toko dan dia bisu dan tuli, maka Taleb keluar dari mobil dan melangkah menuju Najat. Taleb menepuk pundak Najat mengisyaratkan bahwa dia telah di sana untuk membawanya pulang.

Para muttawa yakin bahwa kecurigaan mereka telah terbuktikan. Gadis itu pastilah seorang pelacur. Dengan tergesa-gesa mereka keluar dari mobil dan menyerbu ke arah Taleb dan Najat. Tanpa berkata sepatah katapun, bahkan tanpa bertanya apapun, Taleb dan Najat diringkus dan diseret ke dalam mobil. Najat tidak mampu berteriak karena bisu, dia berusaha memegang dompetnya di tangan kanan dan memukulkannya ke wajah seorang muttawa. Sang muttawa balas menendangnya. Taleb juga berusaha membela diri dan berteriak, "Apa-apain ini? Siapakah kalian? Jangan ganggu aku dan kakakku!".

Taleb dipukul dua kali diperutnya dan akhirnya pingsan. Para muttawa melemparkannya ke dalam kompartemen khusus laki-laki di dalam mobil. Najat di dorong tanpa kasihan ke dalam kompartemen perempuan dan pintu dibanting menutup. Najat memukul-mukul pintu dan menendang lantai mobil. Para muttawa menancap gas mobil dan menertawakan Najat, mengatakan dia terdengar seperti hewan liar yang terjerat perangkap.

Para muttawa membawa tangkapan mereka ke pos mereka. Taleb adalah pengidap diabetes, bila dia marah maka akan langsung pingsan. Karena dia masih pingsan sesampainya di pos polisi agama itu, mereka kemudian mengirim Taleb ke rumah sakit.

Najat kemudian diinterogasi... Namun bagaimana caranya? Dia tidak dapat mendengar ataupun berbicara. Semuanya membingungkan baginya. Seorang muttawa mencopot cadarnya dan memerintahkan Najat menyebutkan nama. Najat hanya membisu, muttawa itu meninju muka Najat. Najat balas memukul balik. Muttawa itu berkesimpulan bahwa seorang wanita yang tidak memiliki rasa hormat kepada laki-laki pastilah seorang pelacur. Dia harus dihukum rajam (dilempar batu sampai mati). Muttawa yang lain mengambil dompet Najat. Najat berusaha merebutnya kembali dan berhasil mencakar muka muttawa itu dengan kukunya. Muttawa itu meringkus Najat dan menelikung tangannya kebelakang dan melemparnya ke dalam sel yang gelap. Muttawa lain membuka dompet Najat dan menemukan sebuah kartu identitas Saudi.

Kepala polisi dengan cepat merumuskan rekomendasi hukuman untuk Najat. Di antaranya dia menulis : "Najat telah bekerja sebagai pelacur dan ditangkap ketika sedang bertemu pelanggan. Kami menyarankan supaya dia dihukum rajam..." Dua muttawa kemudian membawa dokumen itu kepada pangeran Salman, pejabat pemerintah di kepolisian agama (Morality Police Agency). Sang pangeran setuju dengan rekomendasi hukuman rajam dan menandatangani vonis tersebut. Najat kemudian dihukum rajam di depan umum pada hari Jumat berikutnya.

Selama satu minggu orang tua Najat dan Taleb kebingungan mencari keberadaan anak-anaknya sebelum akhirnya mendapatkan kabar yang mengerikan bahwa anak perempuannya telah dihukum rajam dan anak laki-lakinya di tempatkan di rumah sakit. Mereka berusaha pergi ke rumah sakit itu hanya untuk menemukan anaknya dijaga ketat oleh polisi bersenjata. Sang ayah kemudian pergi ke kantor pangeran Salman, dan meminta untuk bertemu segera.

Dengan penuh rasa marah, ayah Taleb menanyakan mengapa anak perempuannya telah di hukum rajam dan akan laki-lakinya di rumah sakit. Pangeran Salman menjawab bahwa dia harus menanyakan jawabannya pada anak-anaknya sendiri. Anak perempuannya telah melakukan prostitusi jalanan dan anak laki-lakinya membantunya. Anak-anaknya telah ditangkap berkat kesigapan para muttawa. Ayah Taleb seharusnya berterimakasih pada muttawa yang telah menangkap Najat dan Taleb sebelum menularkan perilaku mereka kepada anak-anak saudi yang lain. Ayah Taleb juga seharusnya bangga bahwa nama keluarganya telah dipulihkan dengan dihukumnya Najat.

Ayah Taleb tahu persis bahwa negara ini tidak memiliki sistem hukum atau keadilan yang murni, dia memutuskan untuk melakukan keadilannya sendiri. Dia membeli sebuah tabung yang berisi cairan mudah terbakar dan pergi menemui muttawa yang telah menulis rekomendaso hukuman rajam buat anaknya yang bisu dan tuli. Dia menyemprot orang itu dan langsung menyulutnya dengan korek api. Para muttawa lain berdatangan untuk menolong rekannya dan menangkap ayah Taleb. Muttawa yang terbakar itu selamat dengan luka bakar parah.

Ayah Taleb kemudian dihukum pancung di depan umum.

Taleb setelah keluar dari rumah sakit menerima hukuman cambuk dua ratus kali.

Salah seorang muttawa yang ikut menangkap Najat menceritakan kejadian tragis ini kepadaku. Taleb, yang merupakan bekas muridku, mengiyakan kejadian ini.

Re: Tragedi hidup di Arab Saudi

PostPosted: Mon Sep 21, 2009 4:35 am
by walet
Gila yang muslim itu tidak punya hati dan jiwa.

Re: Tragedi hidup di Arab Saudi

PostPosted: Mon Sep 21, 2009 6:34 am
by AkuAdalahAing
Wajarlah kalau orang dapat ilmunya dari alquran dan hadits :(

Re: Tragedi hidup di Arab Saudi

PostPosted: Mon Sep 21, 2009 7:13 am
by 4urfreedom
Oleh karena itulah aku sangat sangat bangga menjadi seorang kapir tulen yg tidak butuh sebuah agama. :green:

Re: Tragedi hidup di Arab Saudi

PostPosted: Tue Sep 22, 2009 4:52 am
by kapal_kertas
Kita ga bisa lari dari ini, Aceh saja sudah ke arah ini. Kalau kita tidak gigih, bisa2 keadaan ini menelan kita.

PostPosted: Tue Sep 22, 2009 5:08 pm
by ali5196

Re: Tragedi hidup di Arab Saudi

PostPosted: Tue Sep 22, 2009 7:46 pm
by Zhou Yu
Biadab!!!

Re: Tragedi hidup di Arab Saudi

PostPosted: Tue Sep 22, 2009 7:59 pm
by intanberlian
Saya tadi sudah posting di sini tapi dikeranjang sampahkan kalo saya posting seperti kalimat tadi apa masih masuk keranjang sampah , moderator?

kalo masih saya lebih baik tidak posting dr pada saya malu.Apa posting saya td OOT??

Kalo tidak OOT tolong kembalikan kesini lagi posting saya.Kalo dirasa memang OOT ya...biarlah tetap dikeranjang sampah.

Saya selalu belajar dr kesalahan.

Re: Tragedi hidup di Arab Saudi

PostPosted: Tue Sep 22, 2009 9:11 pm
by supriyanto
Mas-mas dan nona-nona, kalo ada yang sudah punya bukunya, gimana kalo diterjemahkan disini biar bisa didownload? Aku juga bisa bantu terjemahin...

Re: Tragedi hidup di Arab Saudi

PostPosted: Tue Sep 22, 2009 10:19 pm
by swatantre
PERTANYAAN SAYA BUAT MUSLIM :

Islamikah tindakan para muttawa Saudi itu?

Bila tidak, bersediakah ormas2 Islami itu mendemo atas dasar nalar kemanusiaan? MAukah PKS, HTI, atau JIL saja deh melakukannya?

ATAU

Diam saja seolah2 tidak pernah tjd, terus memuja Arab dan Islam.....

Mau jadi manusia waras atau munafik yang tercela spt muttawa?

Re: Tragedi hidup di Arab Saudi

PostPosted: Tue Sep 22, 2009 11:01 pm
by Akukomkamu
swatantre wrote:PERTANYAAN SAYA BUAT MUSLIM :

Islamikah tindakan para muttawa Saudi itu?

Bila tidak, bersediakah ormas2 Islami itu mendemo atas dasar nalar kemanusiaan? MAukah PKS, HTI, atau JIL saja deh melakukannya?

ATAU

Diam saja seolah2 tidak pernah tjd, terus memuja Arab dan Islam.....

Mau jadi manusia waras atau munafik yang tercela spt muttawa?


Kalo dilihat dr konsep kemanusian memang gak bener tapi kalo dr suatu keyakinan yg salah mungkin bener...hehehehe... dan kalo PKS , HTI ataupun JIL sekali mau melakukan hal protes akan kejadian itu ya....mana bisa lha itu adalah suatu keyakinan yg menurut mereka BENER kok!!!

Mereka2 itu kan cuman sekumpulan manusia2 yg lebih suka mengingkari NALAR nya...biarkan aja , dalam hal ini biarlah kafir yg memperjuangkan konsep kemanusian dan jangalah selalu menuntut lakukanlah perjuangan itu dengan IKHLAS dan TULUS , semua akan mendapat upahnya krn SANG ILAHI itu sangatlah ADIL adanya.

Re: Tragedi hidup di Arab Saudi

PostPosted: Tue Sep 22, 2009 11:19 pm
by swatantre
@tas,
Sebenarnya saya tengah mengajak muslim utk berpikir. KAlo kapir terus yang mikir dan berjuang, tambah pinter terus dong ente..... :) :D

Re: Tragedi hidup di Arab Saudi

PostPosted: Wed Sep 23, 2009 1:51 am
by walet
intanberlian wrote:Saya tadi sudah posting di sini tapi dikeranjang sampahkan kalo saya posting seperti kalimat tadi apa masih masuk keranjang sampah , moderator?

kalo masih saya lebih baik tidak posting dr pada saya malu.Apa posting saya td OOT??

Kalo tidak OOT tolong kembalikan kesini lagi posting saya.Kalo dirasa memang OOT ya...biarlah tetap dikeranjang sampah.

Saya selalu belajar dr kesalahan.


KUlihat postinganmu banyak promosi kristen, itu dilarang keras disini.
apapun itu gak boleh ada agama lain selain Islam.

Re: Tragedi hidup di Arab Saudi

PostPosted: Fri Sep 25, 2009 2:36 am
by swatantre
Loh, Akukomkamu itu muslim to?

Re: Tragedi hidup di Arab Saudi

PostPosted: Wed Feb 23, 2011 10:46 am
by novalino
itu mah muttawa nya aja yang bahlul.....

sama seperti kasus salah tangkap atau orang yang dipaksa mengaku melakukan kejahatan oleh polisi padahal dia tidak bersalah.. kaya di Indonesia....

kalau kaya begitu bukan hukumnya yang salah tapi aparatnya yang bahlul...