.

Seputar Hukum Puasa Ramadhan

Download Tulisan2 Penting tentang Islam; Website, referensi buku, artikel, latar belakang dll yang menyangkut Islam (Sunni) & Syariah.

Seputar Hukum Puasa Ramadhan

Postby fayhem_1 » Mon Jul 15, 2013 1:10 pm

Diambil dari buku Mirza Ghalib yang diterjemahkan oleh sdri Anne, http://indonesia.faithfreedom.org/forum/mirza-ghalib-untuk-sesamaku-muslim-t51592/page40.html
Supaya tidak kelewatan tidak dibaca, maka aq tampilkan disini hadits-hadits shahih tentang puasa ramadhan, thanks to Anne yang telah menterjemahkan O:)

Menurut hadits-hadist berikut ini, ternyata puasa ga penting-penting amat loh, aturan-aturan puasa yang muslim kenal selama ini boleh dilanggar


MUHAMMAD YANG BERCABANG LIDAH – MENGENAI PUASA!

Sama seperti Allah, ada hadist-hadist dimana Muhammad ‘Juruselamat Muslim’ memuji puasa Ramadan untuk membuat cult-nya ‘serasa agama ilahiah yang baik.’ Juga, ada hadist-hadist dimana penipu Muhammad menuntun Muslim untuk menyingkirkan beban puasa.

1) Muhammad si juruselamat– mengenai puasa:

1a. PUASA – SALAH SATU DARI LIMA PILAR

• Lima prinsip Islam: Percaya pada Allah & rasulnya. Melaksanakan kewajiban sholat berjamaah. Membayar kewajiban Zakat. Melaksanakan Haji. Puasa di bulan Ramadan. (Sahih Al-Bukhari 1:7)

• Muhammad memerintahkan untuk melakukan 4 hal pada delegasi Abdul Qais: Bersaksi tidak ada yang berhak disembah kecuali Allah dan Muhammad adalah rasulnya. Melaksanakan sholat dengan sempurna. Membayar Zakat. Melaksanakan puasa selama Ramadan. Membayar Al-Khumus (Seperlima hasil jarahan diberikan di jalan Allah). (SAHIH Al-Bukhari 1:87)


1b. PUASA 30 HARI DI BULAN RAMADAN

Diriwayatkan Talha bin 'Ubaid-Ullah: Seorang Badui dengan rambut berantakan menemui rasullullah dan berkata, ‘Wahai rasullullah!....beritahukan padaku apa yang telah Allah wajibkan bagiku mengenai puasa.’ Ia menjawab, ‘Engkau harus puasa selama satu bulan penuh Ramadan…” (Sahih Al-Bukhari 3:115)

1c. PUASA MENGHAPUS SEMUA DOSA LAMPAU

• Diriwayatkan Abu Huraira: Nabi berkata, “… barangsiapa berpuasa di bulan Ramadan karena iman tulus, dan berharap pahala dari Allah, maka semua dosanya yang lalu akan diampuni.” (Sahih Al-Bukhari 3:125)

• Diriwayatkan Abu Huraira: Nabi berkata“… barangsiapa berpuasa di bulan Ramadan karena iman tulus, dan berharap pahala dari Allah, maka semua dosanya yang lalu akan diampuni.” …." (Sahih Al-Bukhari 3:231)



2) Muhammad si penipu – mengenai puasa

2a. ISTIRAHAT SEMENTARA DARI BERPUASA

Diriwayatkan Nafi: Ibn 'Umar mengutip ayat ini:"Mereka boleh memilih berpuasa atau memberi makan orang miskin setiap hari, dan berkata bahwa perintah untuk ayat ini telah dibatalkan. (Sahih Al-Bukhari 3:170)

2b. MAU KAYA? CEPAT-CEPATLAH BUKA PUASA

Rasullullah berkata: Makanlah sesaat hampir fajar, karena ada berkah makan pada waktu itu (Sahih Muslim 6:2412)

Rasullullah berkata: Orang-orang akan terus makmur selama mereka mempercepat berbuka puasa (Sahih Muslim 6:2417)


[Muhammad jelas berusaha meminimalisir durasi puasa dan merekomendasikan pada para pengikutnya untuk makan sesaat hampir fajar dan mempercepat berbuka puasa].

2c. JIHAD YANG UTAMA; MAKA BERHENTILAH PUASA

Nabi berkata: ‘Kalian akan menghadapi musuh di pagi hari, dan dengan berhenti berpuasa akan memberi kalian kekuatan, maka berhentilah puasa. Karena ini penting, maka kami berhenti puasa.’ (Sahih Muslim 6:2486)

2d. JIHAD LEBIH MUDAH DARIPADA PUASA & SHOLAT

Rasullullah ditanya: Amal apa yang dapat menyamai Jihad di jalan Allah? Ia menjawab: Kau tak akan memiliki kekuatan untuk melakukan amal itu. Orang yang pergi berjihad adalah seperti seseorang yang terus menerus berpuasa, terus-menerus sholat, mentaati perintah Allah yang ada dalam ayat-ayat Quran, dan tidak memperlihatkan sedikitpun kelelahan dalam berpuasa dan sholat sampai para Mujahid (Jihadis) kembali dari berjihad di jalan Allah. (Sahih Muslim 20:4636)

2e. JANGAN PUASA SAAT MENGADAKAN PERJALANAN

Diriwayatkan Jabir bin 'Abdullah: Rasullullah sedang dalam perjalanan dan melihat kerumunan orang, dan seorang pria terlindung bayang-bayang (mereka). Ia bertanya, ‘Ada apa?’ Mereka berkata, ‘Ia (pria itu) sedang puasa.’ Nabi berkata, ‘Tidak dibenarkan kalian puasa dalam perjalanan.’ (Sahih Al-Bukhari 3:167)

2f. JANGAN PUASA HARI JUMAT

Jihad utama Muhammad adalah memperluas wilayah kekuasaannya dengan menyerang dan menjarah pemukiman-pemukiman di wilayah perbatasan yang dikuasainya. Ia biasa mengumumkan rencana jihad rampoknya, menyusun strategi dan mengatur para jihadis yg akan merampok, saat khotbah Jumat. Ia mewajibkan Muslim yang bertempat tinggal jauh untuk ikut sholat Jumat di mesjidnya di Medinah, untuk mendengar dan mematuhi perintah militernya. Karena ia tidak ingin para pengikutnya melewatkan acara tsb karena alasan kelemahan fisik akibat puasa, maka ia melarang berpuasa pada hari Jumat, kecuali di bulan Ramadan.

Diriwayatkan Muhammad bin 'Abbas: Aku bertanya pada Jabir "Apakah Nabi melarang puasa hari Jumat?’ Ia menjawab, "Ya." (periwayat lain menambahkan, ‘jika ia bermaksud puasa di hari itu.’) (Sahih Al-Bukhari 3:205-207)

2g. PAHALA GANDA BAGI MUSLIM YANG TIDAK PUASA DI BULAN RAMADAN

Kita diberitahu para Mullah bahwa bagaimanapun kerasnya kita berusaha, mustahil mencapai tingkat relijiusitas para Sahabat dalam beragama. Hadist-hadist berikut mengungkap ‘relijiusitas’ para Sahabat dalam hal puasa. Bandingkan diri kalian sendiri dengan mereka setelah membaca ini. Kalian akan menyadari bahwa kalian melebihi mereka, baik Muhammad maupun para Sahabat, dalam hal puasa.

Diriwayatkan Abu Ad-Darda: Kami berangkat bersama Rasullullah dalam salah satu perjalannya di suatu hari yang amat panas, begitu panasnya sehingga seseorang harus meletakkan tangannya di atas kepala karena sangat panas. Tak seorangpun berpuasa kecuali Nabi dan Ibn Rawaha. (Sahih Al-Bukhari 3:166)

Dari hadist di atas jelas bahwa hanya satu diantara para Sahabat yang mampu melaksanakan puasa di hari itu.

Diriwayatkan Anas bin Malik: Kami biasa melakukan perjalanan bersama Nabi dan tidak ada diantara mereka yang puasa mengkritik mereka yang tidak puasa, atau mereka yang tidak puasa mengkritik mereka yang puasa. (Sahih Al-Bukhari 3:168)

Hadist di atas memperjelas bahwa tidak jadi masalah bagi para Sahabat jika diantara mereka ada yang puasa dan ada yang tidak. Juga jelas bahwa banyak Sahabat yang tidak puasa, sesuatu yang diketahui dengan baik oleh Muhammad.

Diriwayatkan Anas: Kami bersama Nabi (dalam perjalanan) dan satu-satunya naungan adalah yang dibuat dari pakaian orang itu sendiri . Mereka yang puasa tidak melakukan pekerjaan apapun dan mereka yang tidak puasa mengurus unta-unta dan membawakannya air dan mengurus yang sakit dan (terluka). Maka Nabi berkata, “Hari ini, mereka yang tidak puasa mengambil (semua) pahala.” (Sahih Al-Bukhari 4:140)

Dalam hadist ini, Muhammad jelas mendorong para pengikutnya untuk tidak puasa dengan mengatakan mereka yang tidak puasa akan mendapat pahala, termasuk mengambil pahala mereka yang puasa. Sementara muslim-muslim yang puasa di hari yang sukar itu tidak mendapat pahala apapun.

2h. MUHAMMAD: JANGAN PUASA SEPANJANG TAHUN, ITU AKAN MERINTANGI MISIKU

Penetapan puasa di bulan Ramadan ternyata membuat kacau misi Muhammad untuk menundukkan pemukiman-pemukiman di sekitar wilayahnya. Maka, ia mencari setiap celah untuk merendahkan arti penting puasa dalam Islam. Selama masa itu, salah satu pengikut yang lugu menanggapi serius dan menganggap penting kata-kata sang nabi, dan berusaha keras berpuasa sepanjang tahun serta sholat setaat mungkin. Ketika mendengar mengenai hal ini, Muhammad sangat kesal dan segera mengirimkan sebuah hadist untuknya, sebagaimana digambarkan hadist berikut:

Diriwayatkan 'Abdullah bin 'Amr: Berita mengenai puasa setiap hariku dan sholat setiap malam sepanjang malam, sampai pada Nabi. Maka ia memanggilku dan aku menemuinya, dan ia berkata, ‘Aku diberitahu bahwa kau puasa setiap hari dan sholat setiap malam (sepanjang malam). Puasalah (untuk beberapa hari) dan berhenti puasa (untuk beberapa hari)….’ Maka, Nabi berkata dua kali, “Barangsiap puasa setiap hari sepanjang hidupnya sama seperti orang yang tidak puasa sama sekali.” (Sahih Al-Bukhari 3:198)

Muhammad tahu jika para pengikutnya menjalankan agamanya dengan serius, sebagaimana yang satu ini, hal tsb akan menggagalkan ambisinya; misinya akan berantakan semua. Maka ia menganjurkan untuk tidak puasa dan sholat terlalu banyak, dan mengatakan tidak ada keselamatan bagi orang yang puasa dan sholat setiap hari sepanjang hidupnya. Namun, ia menganjurkan untuk mendapat keselamatan dengan cara lain: melalui terorisme Jihad dan pertumpahan darah untuk menolong Muhammad mendirikan pemerintahan Allah di seluruh bumi. Balasan keselamatan bagi para Mujahid ini berupa tempat di surga bordil Allah.


JANJI SURGA BAGI PARA PEMBUNUH KAFIR

Siapapun yang membunuh orang kafir, jaminan surga untuknya (Abu Dawud 2.2489, p.690; lihat juga Abu Dawud vol. 2, footnote 1843, p.691

1. "…engkau harus tahu bahwa surga berada di bawah bayang pedang.” (Abu Dawud 2.2625, p.727)

2. Diriwayatkan Abu Huraira: Seorang pria menemui Rasullullah dan berkata, ‘Perintahkan padaku amal perbuatan yang setara Jihad (dalam hal pahala).’ Ia menjawab, ‘Tidak ada amal semacam itu.’ (Sahih Al-Bukhari 4:44)


Image


KESIMPULAN

Kita lihat bahwa Allah sendiri menetapkan puasa sebagai ritual utama yang penting dalam Islam dalam ‘buku suci’nya. Namun, nabi tercinta kita dengan jelas dan berulangkali merendahkan arti penting puasa. Dengan kata lain, nabi kita menunjukkan kurang hormatnya pada Allah pencipta semesta.

Tentu saja, dari pembahasan sebelumnya jelas bahwa sosok Allah tidak ada hubungannya dengan puasa Ramadan yang diciptakan Muhammad. Cuma karangannya sendiri, mencontek apa yang sudah dipraktekkan berbagai komunitas relijius di Arab. Seusai mengadopsi dan kemudian membuang jenis puasa pertama: Puasa Ashura Pagan Mekah; selanjutnya melakukan hal yang sama dengan Puasa Ashura (Yom Kippur) Yahudi; akhirnya, dalam keadaan tergesa-gesa Muhammad mengadopsi Puasa kaum Sabian: puasa Ramadan satu bulan penuh, untuk membedakan ajarannya dengan ajaran Yudaism. Tapi ia kurang berpikir sebelumnya, kalau puasa satu bulan penuh akan berdampak negatif terhadap sumber penghasilannya: menjarah dan merampok kafir, serta memperluas kekuasaannya. Maka Muhammad berusaha merendahkan ‘perintah Allah’ mengenai puasa dengan berbagai cara.

Dalam artikel selanjutnya, kita akan membahas mengenai berpuasa terus menerus tanpa henti ala Muhammad dan pengikutnya, serta desakan berbuka dalam perjalanan, dsbnya

Seputar Hukum Puasa Ramadhan


FFI Alternative
Faithfreedompedia
User avatar
fayhem_1
 
Posts: 1402
Joined: Tue Sep 08, 2009 6:55 pm

Re: Seputar Hukum Puasa Ramadhan

Postby fayhem_1 » Mon Jul 15, 2013 1:25 pm

USAHA PARA PENGIKUT YANG ‘PINTAR’ UNTUK MENCAPAI TINGKAT ‘KENABIAN’

Mengetahui mengenai perihal puasa terus menerus nabi kita, beberapa pengikut ‘pintar’ yang ingin meninggikan diri dalam politik seperti Muhammad atau mendapat perhatian khusus, juga mulai menirunya. Muhammad tidak bisa mentolerir ini. Ia tidak ingin orang lain menirunya atau Yesus, agar nantinya tidak bisa mengklaim diri sebagai nabi. So, ia melarang mereka puasa terus menerus. Ketika menanyakan alasannya, Muhammad berkata bahwa dirinya spesial dan secara khusus diberi makan Allah ‘sepanjang malam.’

Diriwayatkan 'Abdullah: Nabi puasa terus menerus selama berhari-hari, orang-orang juga melakukan hyang sama tapi sulit bagi mereka. So, nabi melarang mereka (puasa terus menerus lebih dari satu hari). Mereka berkata, ‘Tapi engkau puasa tanpa henti (tidak ada makanan yg dimakan saat petang dan pagi hari). Nabi menjawab, ‘Aku tidak sepertimu, karena aku disediakan makanan dan minuman (oleh Allah)’ (Sahih Al-Bukhari 3:145, 182-183)

'Diriwayatkan Abu Sa'id bahwa ia telah mendengar Nabi berkata, ‘Jangan puasa terus menerus (Al-Wisal), dan jika kau bermaksud memperpanjang puasamu, teruskan hanya sampai sahur (sebelum shubuh).’ Orang-orang berkata padanya, ‘Tapi kau melakukan (Al-Wisal), wahai rasullullah!’ Ia menjawab, ‘aku tidak sama denganmu, karena sepanjang tidurku ada ‘dia yang membuatku makan dan minum.’ (Sahih Al-Bukhari 3:184-188)

Dari hadist di atas, orang dapat dengan mudah menyimpulkan siapa ‘dia yang memberi makan Muhammad sepanjang malam? Sudah tentu, ‘dia’ yang dimaksud tidak lain dari Aisha.

Beberapa pengikut keras kepala yang memiliki motivasi politis, tahu rahasia si penipu Muhammad, dan mencoba meninggikan diri mereka ke levelnya. Mereka berpuasa terus menerus (dengan “cara tipuan” seperti tuannya). So, Muhammad menjadi murka mengetahui tentang hal ini, dan menyuruh mereka untuk berhenti melakukannya. Ketika mereka menolak, ia mengancam menghukum ketidakpatuhan mereka, seperti yang diriwayatkan hadist-hadist berikut:

1. Diriwayatkan Abu Huraira: Rasullullah melarang Al-Wisal dalam berpuasa. Maka, salah satu Muslim berkata padanya, ‘Tapi kau melakukan Al-Wisal wahai rasullullah!’ Nabi menjawab, "Siapa diantara kalian yang sama denganku?’ Aku diberi makan dan minum selama tidurku oleh tuhanku. Maka, saat orang-orang menolak untuk berhenti Al-Wisal (puasa terus menerus), Nabi puasa siang dan malam terus menerus bersama mereka selama sehari dan kemudian hari berikutnya dan kemudian mereka melihat bulan sabit (dari bulan Shawwal). Nabi berkata pada mereka (dengan marah), ‘jika itu (bulan sabit) tidak muncul, aku akan membuat kalian puasa lebih lama.’ Itu adalah hukuman bagi mereka saat mereka menolak untuk berhenti (melakukan Al-Wisal). (Sahih Al-Bukhari 3:186)

2. Diriwayatkan Sahl bin Sad: rasullullah berkata,, "Orang-orang akan tetap berada di jalan yang benar selama mereka mempercepat buka puasa " (Sahih Bukhari 3:178)


JANGAN PUASA SEPANJANG TAHUN

Beberapa pengikut Nabi kita memperlihatkan ketaatan mereka pada Islam sama atau bahkan melebihi Muhammad, yang membuat nabi tercinta kita marah (khawatir tersaingi kenabiannya?). So, ia segera memerintahkan mereka untuk tidak berpuasa dan sholat siang malam sepanjang tahun.

Diriwayatkan 'Abdullah bin 'Amr: Berita mengenai puasa setiap hariku dan sholat setiap malam sepanjang malam, sampai pada Nabi. Maka ia memanggilku dan aku menemuinya, dan ia berkata, ‘Aku diberitahu bahwa kau puasa setiap hari dan sholat setiap malam (sepanjang malam). Puasalah (untuk beberapa hari) dan berhenti puasa (untuk beberapa hari)….’ Maka, Nabi berkata dua kali, “Barangsiap puasa setiap hari sepanjang hidupnya sama seperti orang yang tidak puasa sama sekali.” (Sahih Al-Bukhari 3:198)

MUHAMMAD TIDAK MAMPU PUASA SAAT IA BERADA JAUH DARI RUMAHNYA

Kita telah melihat ‘kapasitas’ Muhammad meniru Yesus berpuasa terus menerus saat ia berada di rumahnya. Ia sanggup tidak makan dan minum berhari-hari karena Allah selalu memberinya makan saat ia tidur. Hadist berikut membuktikan bahwa nabi tercinta kita ternyata tidak memiliki ‘kapasitas,’ bahkan untuk puasa sehari saja, dikala ia jauh dari rumahnya, saat bersama para pengikutnya. Maka, iapun berbuka puasa sementara pengikutnya melihat matahari masih tampak tinggi di langit. Ia melanggar aturan puasa yang ia sendiri telah tetapkan.

Diriwayatkan Ibn Abi Aufa: Kami bersama rasullullah dalam suatu perjalanan. Ia berkata pada seorang pria, ‘Turun dan campurkan Sawiq (tepung gandum) dengan air untukku.’ Pria itu berkata, ‘Matahari (belum tenggelam), wahai rasullullah.’ Nabi berkata lagi padanya, ‘Turun dan campurkan Sawiq dengan air untukku.’ Pria itu berkata lagi, ‘Wahai Rasullullah! Matahari! Nabi berkata padanya (untuk ketiga kali) ‘Turun dan campurkan Sawiq dengan air untukku.’ Pria itu turun dan mencampurkan Sawiq dengan air untuknya. Nabi meminumnya dan kemudian memberi isyarat dengan tangannya (ke arah Timur) dan berkata, ‘Saat engkau melihat malam menjelang dari sisi ini, maka seorang yang sedang berpuasa harus berbuka.’ (Sahih Al-Bukhari 3:162)

Diriwayatkan 'Abdullah bin Abi Aufa ‘Kami sedang mengadakan perjalanan dengan rasullullah dan ia sedang puasa, dan ketika matahari tenggelam, ia berkata pada (seseorang), ‘Turun dan campurkan Sawiq dengan air untuk kita.’ Ia menjawab, ‘Wahai rasullullah! (Maukah kau menunggu) hingga petang?’ Nabi berkata lagi, ‘Turun dan campurkan Sawiq dengan air untuk kita.’ Ia menjawab, ‘Wahai rasullullah! Ini masih siang.’ Nabi berkata lagi, ‘Turun dan campurkan Sawiq dengan air untuk kita.’ Maka ia turun dan melaksanakan perintah itu. Nabi kemudian berkata, ‘Saat kau melihat malam menjelang dari sisi ini, orang yang sedang puasa harus berbuka,’ dan ia memberi isyarat dengan jarinya kea rah timur (Sahih Al-Bukhari 3:176-179)

Dua hadist ini cukup memberi petunjuk ‘kapasitas’ nabi kita berpuasa terus menerus berhari-hari saat ia berada di mesjidnya, di dekat dapur Aisha, istri kanak-kanaknya. Jika Allah benar-benar memberinya makan secara ajaib, sehingga Muhammad mampu puasa terus menerus, berhari-hari sebagaimana Yesus, tentunya allah juga mampu memberi makan nabi kesayangannya secara ajaib saat ia dikelilingi para pengikutnya, jauh dari rumah, Mampu membuatnya menuntaskan puasa normal sehari penuh dengan benar.

USAHA PARA PENGIKUT YANG ‘PINTAR’ UNTUK MENCAPAI TINGKAT ‘KENABIAN’
Mirror
Faithfreedom forum static
User avatar
fayhem_1
 
Posts: 1402
Joined: Tue Sep 08, 2009 6:55 pm

Re: Seputar Hukum Puasa Ramadhan

Postby scheherazade » Mon Jul 15, 2013 7:39 pm

Fayhem sudah kembali... walaupun harus pake kloningan
Semoga akun asli dan postingan-postingan beliau cepat te-revive O:)
scheherazade
 
Posts: 508
Joined: Sat Feb 02, 2013 1:19 am

Re: Seputar Hukum Puasa Ramadhan

Postby fayhem_1 » Mon Jul 15, 2013 9:32 pm

scheherazade wrote:Fayhem sudah kembali... walaupun harus pake kloningan
Semoga akun asli dan postingan-postingan beliau cepat te-revive O:)

hehe bener bro, i hope so too :)
User avatar
fayhem_1
 
Posts: 1402
Joined: Tue Sep 08, 2009 6:55 pm

Re: Seputar Hukum Puasa Ramadhan

Postby Mikail_Aja » Mon Jul 15, 2013 10:50 pm

@bung fayhem:
mantap, topiknya dari skala 10 mungkin 6 yah. Lumayan membuat pembaca netral atau yang mencari kebenaran akan memasukan wacana ini kedalam kemungkinan fakta puasa.
User avatar
Mikail_Aja
 
Posts: 48
Joined: Mon Jun 17, 2013 3:03 pm
Location: Earth


Return to Resource Center: Hal2 PENTING ttg Islam (Sunni)



Who is online

Users browsing this forum: No registered users

cron