.

Lima Hal yang Paling Ditakuti Islam

Download Tulisan2 Penting tentang Islam; Website, referensi buku, artikel, latar belakang dll yang menyangkut Islam (Sunni) & Syariah.

Lima Hal yang Paling Ditakuti Islam

Postby Adadeh » Wed Dec 26, 2012 3:15 am

Lima Hal yang Paling Ditakuti Islam
Minggu, 16 Desember 2012, jam10:34 pagi
Oleh Anand

Umat Muslim berperang melawan umat Hindu di India, melawan umat Budha di Myanmar dan China, melawan umat Kristen di Eropa, Amerika Utara, dll. Mereka juga berperang melawan bangsa Yahudi di Israel. Selain itu, mereka tak lupa saling berperang antar Muslim, terutama jika mereka adalah golongan mayoritas di negaranya. Contohnya, umat Muslim Sunni Pakistan telah menyelenggarakan pertumpahan darah untuk memerangi umat Muslim Syiah dan Ahmadiyah. Sekarang ini terjadi peperangan Muslim Baluch vs. Muslim Pashtun di Pakistan, Muslim Sunni vs Muslim Kurdi di Iraq dan Turki, dll.

Pada pokoknya, di seluruh dunia Muslim terjadi banyak pertentangan dan kekerasan. Apa sih alasannya? Kenapa kok tiada kedamaian di negara² dan masyarakat Islam?

Apakah alasan di belakang peperangan antar Muslim? Di Pakistan, Bangladesh, Afghanistan, Iraq, Libya, Syria, dll, mereka membunuhi bangsa mereka sendiri. Mengapa begitu banyak kekerasan?

Berikut adalah jawabannya. Ada lima alasan utama yang paling ditakuti Islam, yakni:
1. Nasionalisme
2. Feminisme
3. Modernisme
4. Demokrasi
5. Sekulerisme


Kekerasan diantara berbagai masyarakat Islam terjadi karena alasan² tersebut.

Unsur utama Islam menunjukkan bahwa Islam merupakan organisasi Arab yang terdiri dari 260 suku. Tradisi suku² ini bersatu di dalam Islam dan Islam merupakan agama resmi suku² tersebut. Struktur Islam ini bertentangan dengan lima alasan di atas yang paling ditakuti Islam.


Nasionalisme

Islam memiliki Nasionalisme sendiri, yakni Nasionalisme Arab. Qur’an ditulis dalam bahasa Arab, untuk masyarakat Arab. Allah memilih bahasa Arab saja untuk menyampaikan firmannya. Dia menunjuk orang Arab sebagai nabi, rumah Allah (Ka’bah) terletak di tanah Arab, dan semua Muslim harus sholat berkiblat ke Ka’bah. Ini berarti seluruh umat Muslim berlutut menyembah ke arah Arabia untuk menunjukkan penyerahan diri pada Allah, tuhannya bangsa Arab. Dengan memeluk Islam, bangsa² non-Arab secara otomatis telah menjadi budak bangsa Arab. Ini mengakibatkan perkembangan dan perluasan imperialisme Arab dalam bentuk penyebaran Nasionalisme Arab. Karena itulah umat Muslim hanya punya satu negara, satu umat. Mereka menempatkan Islam di atas negara mereka sendiri.

Nasionalisme menempatkan kedudukan negara dalam peringkat tertinggi, dan setelah itu diikuti oleh agama, ras, atau budaya. Tapi karena faktanya Nasionalisme Arab itu bersatu dalam Islam, maka umat Muslim mengalami kesulitan menempatkan Nasionalisme negaranya di atas agama Islam. Karena pengaruh dan intervensi Barat, umat Muslim di jaman sekarang terbagi menjadi banyak negara bagian. Contohnya, sekarang ada Nasionalisme Pakistan, Nasionalisme Bangladesh, Nasionalisme Afgan, dll. Tapi jika seorang Muslim yakin pada nasionalismenya sendiri, maka dia tentu menolak Nasionalisme Arab yang adalah Islam itu sendiri. Karena pertentangan ini, banyak umat Muslim yang merasa risih dengan nasionalisme lokal mereka. Mereka beranggapan bahwa nasionalisme lokal itu bertentangan dengan Islam. Nasionalis Pakistan bertanya mengapa orang² Pakistan lebih menghormati negara²/bangsa Arab dibandingkan bangsa/masyarakat mereka sendiri? Mengapa umat Muslim Pakistan lebih memilih mengikuti Jihad dalam nama Islam, yang merupakan ideologi import dari Arab? Mengapa umat Muslim tidak bisa menjadi nasionalis dan meletakkan kepentingan nasional mereka di atas perihal lain?

(Adadeh: Mengapa bangsa Muslim Indonesia merasa yakin bahwa bahasa Arab lebih tinggi derajatnya dibandingkan bahasa Indonesia? Mengapa umat Muslim Indonesia merasa masyarakat Arab lebih tinggi derajatnya dibandingkan masyarakat Indonesia?
Mengapa masyarakat Muslim Indonesia menganggap mengikuti politik Arab lebih penting daripada memenuhi kebutuhan nasional? Contohnya, (1) membenci Israel, padahal ketemu seorang Yahudi pun tidak pernah dalam hidupnya, (2) nyetor upeti duit milyaran rupiah untuk naik haji di Arab tiap tahun, padahal masyarakat kita jauh lebih membutuhkan duit tersebut.)


Ketika negara Israel diresmikan di tahun 1948 sesuai dengan UU PBB (Res. 181, 1947), seluruh negara Arab menyatakan bahwa hal itu sebagai perang terhadap Islam dan seluruh umat Muslim menyokong peperangan ini, hanya karena mereka percaya sama Nasionalisme Arab. Israel itu merupakan negara yang sangat kecil, tapi mereka berhasil menang perang melawan keroyokan negara² Arab besar seperti Mesir, Syria, Yordania, Iraq, Iran, dll. Hal ini karena seluruh masyarakat Israel merupakan nasionalis yang sangat mencintai negara mereka. Karena Muslim tidak memiliki nasionalisme lokal yang kuat, maka mereka tidak begitu mencintai negara mereka, sehingga dedikasi dan usaha membela negara juga menjadi lemah. Mereka itu hanya mencintai agama mereka, dan ini berarti mencintai Nasionalisme Arab. Mereka bersatu hanya bagi Islam, dan bukan bagi negara mereka, sehingga mereka akhirnya kalah.

Bagi orang nasionalis, tanah air mereka merupakan hal yang paling suci, dan inilah Qiblat mereka. Tapi bagi Muslim, satu²nya tanah yang suci hanyalah Arabia, dengan Mekah di Saudi Arabia sebagai Qiblat sucinya. Karena itulah umat Muslim mencintai tanah Arab lebih daripada mencintai tanah air mereka. Ideologi ini jelas bertentangan dengan Nasionalisme setiap negara. Umat Muslim malah menganggap nasionalisme lokal itu bertentangan dengan Islam, dan umat Muslim yang paling kaffah menganggap kaum nasionalis sebagai musuh Islam yang harus diperangi. Akibatnya, kita lihat sendiri bahwa tiada kedamaian di negara² Islam. Islam itu menentang nasionalisme lokal, padahal hanya nasionalisme lokal yang solid saja yang bisa menegakkan kedamaian dan menghasilkan kemakmuran bagi sebuah negara.


Feminisme

Perbudakan bagi kaum wanita sudah merupakan bagian dari Islam. Islam itu memperlakukan wanita seperti binatang piaraan saja. Memang benar begitu, sebab Nabi Muhammad juga membandingkan wanita dengan binatang piaraan seperti keledai dan anjing di berbagai hadis. Dengan demikian umat Muslim yakin bahwa kaum wanita itu tak punya perasaan. Tapi karena adanya tekanan begitu kuat dari kaum humanis di seluruh dunia, maka umat Muslim ramai² menyangkal pesan Islamiah itu. Umat Muslim melarang kaum wanita masuk Mesjid (ini tidak terjadi di Indonesia, karena Islamnya masih cair/encer, belon kental padat seperti di Timur Tengah, juga Pakistan, dan negara² Afrika Utara), karena mereka takut Islam akan kehilangan semangat perangnya, dan jadi tak murni lagi. Kaum wanita pada umumnya menolak kekerasan. Jika wanita masuk mesjid, maka imam² sangar haus darah tidak bisa lagi berkhotbah penuh kebencian untuk membangkitkan permusuhan dalam diri Muslim terhadap kafir. Jika wanita boleh masuk mesjid, maka ideologi Jihad jadi lembek, sehingga akhirnya tak ada lagi Muslim yang mau mati demi Jihad. Para wanita tak akan mengijinkan putra² mereka menjadi jihadis dan mati muda. Jihad itu merupakan pilar utama Islam, dan inilah alasan utama penyebaran teror dalam masyarakat. Teror ini merupakan fondasi Islam. Jika fondasinya hilang, maka Islam tentu hilang pula. Karena itulah umat Muslim sangat takut akan feminisme.

Dengan demikian, umat Muslim menciptakan taktik atau cara untuk mencegah wanita mendapat kedudukan penting dalam masyarakat dengan memaksa mereka mengenakan jilbab/hijab/burka sebagai kewajiban agama dan menyimpan mereka dalam rumah saja. Hijab merupakan simbol perbudakan. Hijab menghentikan perkembangan pribadi seorang wanita, sehingga mencegah wanita menjadi kuat. Ini juga berakibat pada kemampuan mereka untuk bisa mandiri secara ekonomi. Jika wanita itu kuat (cerdas, mandiri secara finansial, berpendidikan), dia tentu tak akan mendidik anak²nya untuk menjadi teroris.

Feminisme itu bertentangan dengan perbudakan wanita. Feminisme menuntut perkembangan pribadi dalam diri wanita sehingga dia setara dengan kaum pria, dan mampu untuk berdikari dalam bidang ekonomi dan sosial. Wanita yang mencapai tahap ini jelas tidak akan rela anak²nya menjadi teroris. Masyarakat Muslim baru bisa hidup damai jika mereka mampu memperlakukan para wanita mereka sejajar dengan kaum pria dalam seluruh bidang sosial dan agama.


Modernisme

Dalam dunia yang dinamis ini, setiap barang bagus akhirnya bisa jadi ketinggalan jaman dan tidak dipakai lagi. Agar suatu masyarakat bisa maju ke depan, perubahan harus dilakukan dan ini tak bisa dielakkan. Tapi Qur’an memaksakan kerangka / landasan illahi yang berlaku untuk selamanya bagi masyarakat Muslim, dan menolak perubahan apapun. Islam tidak mengijinkan persamaan kedudukan bagi wanita dalam mesjid dan dalam berbagai masalah dan fungsi sosial. Muslim kafah melihat perubahan sosial sebagai sikap menentang Qur’an. Dengan begitu, mereka menentang Modernisme. Modernisme itu menuntut perubahan, karena tidak ada bentuk final di dunia ini. Muslim kaffah menentang perubahan. Akibatnya, masyarakat Muslim tercekik dalam ghetto (kampung terbelakang) Islam. Mereka kehilangan dinamisme untuk maju berkembang. Mereka kekurangan pendidikan, belas kasihan, rancangan keluarga, dan selalu ketinggalan jaman dibandingkan masyarakat modern lainnya. Inilah yang menyebabkan masyarakat Muslim diam di tempat dan miskin terus.

Umat Muslim ingin menjalani hidup mereka sesuai dengan Sunnah Nabi. Akan tetapi mereka tidak malu untuk menggunakan pengeras suara, handphone, komputer, TV, mobil, pesawat terbang, mata uang kafir, bentuk pemerintahan kafir, dll, yang semuanya tak ada di jaman Muhammad. Di lain pihak, mereka menolak bersikap modern terhadap kaum wanita dan cara hidup, karena mereka menganggap ini bertentangan dengan Islam. Mereka takut modernisme akan membunuh Islam. Dengan demikian, modernisme dianggap sebagai musuh Islam yang harus dijauhi.


Demokrasi

Muslim kolot menuntut hukum Syariah sebagai hukum masyarakat Muslim. Hukum ini merupakan hukum Arab di jaman Muhammad dan para Kalifah Islam. Hukum Syariah itu anti-demokrasi, anti-humanis. Hukum Syariah itu tidak adil, sehingga tidak layak untuk memerintah masyarakat modern.

Contohnya, Syariah menetapkan hukuman potong tangan bagi pencuri. Siapakah sebenarnya yang jadi pencuri? Setiap orang bisa saja dituduh sebagai pencuri oleh orang lain dengan alasan kebencian pribadi atau persaingan politik. Dengan begitu, korban yang mungkin tak bersalah harus menderita hukuman yang sangat berat ini. Tak ada unsur keadilan dalam Syariah. Contonhnya, seorang Muslim boleh beristri empat. Jika seorang istri dianggap melawan, maka sang suami berhak memukkulnya. Tapi karena Syariah mengharuskannya memperlakukan seluruh istrinya sama rata, maka dia pun harus memukul tiga istrinya yang lain.

Setiap orang juga bisa dengan mudah dituduh menghina Qur’an dalam hukum Syariah. Banyak sudah kejadian di mana Muslim menuduh orang lain menghina Qur’an, terutama di Pakistan. Sudah begitu banyak contoh kejadian seperti ini.

Dalam demokrasi, hukum dan keadilan terletak di tangan Pemerintah dan Pengadilan. Tapi di negara Islam, hukum dan keadilan terletak di tangan para Imam dan kazi. Mereka itulah yang mengeluarkan fatwa. Fatwa² ini bertentangan dengan demokrasi. Hanya di bawah sistem pemerintahan demokrasi saja keadilan bida ditegakkan, dan bukan di bawah Syariah. Tapi para imam dan kazi sangat ketakutan kehilangan kekuasaan mereka, sehingga mereka menentang demokrasi. Mereka merasa diri mereka tak akan punya tempat lagi dalam sistem demokrasi. Dengan begitu mereka menganggap demokrasi sebagai ancaman pada Islam. Dengan kata lain, Islam takut akan demokrasi.


Sekularisme

Sekularisme menuntut pemisahan antara negara dan agama. Sekulralisme menentang pengaruh agama pada badan pemerintahan. Sekularisme tidak menentang agama, tapi menolak pengaruh agama dalam menjalankan pemerintah bagi masyarakat. Negara tidak boleh menjadi badan agama. (Adadeh: jika negara/pemerintah memihak suatu agama, maka pemerintah itu akan memperlakukan pemeluk agama tersebut sebagai anak emas, dan menindas masyarakat di negara itu yang tak memeluk agama pilihan negara/pemerintah. Hal inilah yang sekarang sedang terjadi di Indonesia, di mana Pemerintah/negara jelas² sangat meninggikan Islam, membela Muslim, di atas agama dan masyarakat non-Islam.)

Sekularisme menentang penerapan hukum Syariah pada masyarakat. Hal ini karena Sekularisme menentang perlakuan berat sebelah antara pria dan wanita, antara Muslim dan non-Muslim. Tapi Islam atau hukum Syariah menerapkan diskriminasi terhadap kaum wanita, memaksa mereka tunduk pada dominasi pria, menindas kaum non-Muslim dalam masyarakat, dan semua ini bertentangan dengan Sekularisme. Akibatnya, Islam dan Sekularisme tidak bisa berjalan bersama. Intinya adalah Sekularisme merupakan ancaman kematian pada Islam dan umat Muslim sangat takut akan itu.
Last edited by Adadeh on Fri Dec 28, 2012 1:54 am, edited 1 time in total.
User avatar
Adadeh
 
Posts: 8461
Images: 414
Joined: Thu Oct 13, 2005 1:59 am

Re: Lima Hal yang Paling Ditakuti Islam

Postby Adadeh » Wed Dec 26, 2012 3:20 am

Komentar² artikel ini juga menarik untuk disimak, karena banyak kafirun yang menambahkan hal² lain yang ditakuti Islam, seperti:
FREEDOM OF SPEECH (kebebasan dalam mengungkapkan pendapat),

http://www.islam-watch.org/authors/155- ... id-of.html
Fineliving56 wrote:You ask …. why is Islam afraid of free speech ?
To be able to have and want free speech … FREE mind is need it …
Muslim's minds are not free … it is tide up in chains of Islam .. the chains became part of their body and mind, they got use to them, they think harsh chains are silky pillows .
Muhammad perfected the best formula to keep Muslims in chains through his Quran .. 1) ignorance 2) fear 3) sword …
He still can have his hold on Muslims all these years and still years to come … but not all of them .. not quite … his formal might have worked in old age … but the new age has the best invention in the world ..the internet.


Islam juga sangat takut akan Vaksinasi Polio (Haram suntik anti polio, tapi tembak para wanita halal).
Pakistan Taliban Menembak Mati Lima Wanita yang Mengurus Vaksinasi Polio

Masih banyak lagi hal lain yang ditakuti Islam. Silakan tambah sendiri.
User avatar
Adadeh
 
Posts: 8461
Images: 414
Joined: Thu Oct 13, 2005 1:59 am

Postby ali5196 » Wed Dec 26, 2012 4:16 am

Bukannya 5 hal doang yg ditakuti Islam. Paling gak ada 500 hal lain yg ditakuti Islam! Johnny Walker, ham sandwich, anjing, rambut wanita, paha dsb... :supz: :supz:

LIHAT: hal2-yg-dianggap-menyinggung-islam-muslim-t12240/
ali5196
 
Posts: 17309
Images: 135
Joined: Wed Sep 14, 2005 5:15 pm

Postby ali5196 » Wed Dec 26, 2012 4:26 am

Adadeh wrote:Demokrasi

Dalam demokrasi, hukum dan keadilan terletak di tangan Pemerintah dan Pengadilan. Tapi di negara Islam, hukum dan keadilan terletak di tangan para Imam dan kazi. Mereka itulah yang mengeluarkan fatwa. Fatwa² ini bertentangan dengan demokrasi. Hanya di bawah sistem pemerintahan demokrasi saja keadilan bida ditegakkan, dan bukan di bawah Syariah. Tapi para imam dan kazi sangat ketakutan kehilangan kekuasaan mereka, sehingga mereka menentang demokrasi. Mereka merasa diri mereka tak akan punya tempat lagi dalam sistem demokrasi. Dengan begitu mereka menganggap demokrasi sebagai ancaman pada Islam. Dengan kata lain, Islam takut akan demokrasi.


Tambahan dari saya: Islam justru suka demokrasi. Demokrasi bisa dimenangkan lewat suara mayoritas rakyat. NAhhhh ... kalo mayoritasnya Muslim, yahhh, berkuasalah Muslim.

Contoh: demokrasi di Mesir yg justru membawa Ikhwanul Muslimin ke tampuk pimpinan. Sang presiden, Morsi, sekaligus menjadi boneka para imam dan kazi. Menyusul kemudian, para pelopor Arab Spring: Syria, Libya, Tunisia. Belum lagi Afghan, Irak, Iran, semuanya setelah dikasih demokrasi malah memberlakukan syariah! \:D/ ](*,) Pemerintahan Islamis di TURKIpun naik ke tampuk pimpinan karena demokrasi! Bye Bye Kemal Ataturk, Hallo Kalif Erdogan!

Image
ali5196
 
Posts: 17309
Images: 135
Joined: Wed Sep 14, 2005 5:15 pm

Re:

Postby Adadeh » Wed Dec 26, 2012 5:16 am

ali5196 wrote:Tambahan dari saya: Islam justru suka demokrasi. Demokrasi bisa dimenangkan lewat suara mayoritas rakyat.

Sistem demokrasi yang sejati tentunya tidak menghasilkan hasil yang justru anti demokrasi. Agar sistem demokrasi bisa langgeng, tentunya masyarkatnya perlu dididik terlebih dahulu agar mengerti bahwa Islam adalah sistem diktator yang anti demokrasi, anti freedom of speech, anti kemerdekaan berpikir, dan justru gak boleh dipilih sebagai hukum dan azas negara.

NAhhhh ... kalo mayoritasnya Muslim, yahhh, berkuasalah Muslim.

Belum tentu. Buktinya di Indonesia yang mayoritasnya Muslim. Masyarakat Muslim Indonesia itu jauh lebih cerdas dibandingkan masyarakat Saudi Arabia atau Pakistan atau negara² Islam lain yang memilih Syariah. Di Indonesia, masyarakat Muslim Indonesia mengentuti Syariah dan lebih memilih sistem pemerintahan Demokrasi hasil karya kafir. Ini karena (1) Islam di Indonesia tidak sekuat Islam di negara² berhukum Syariah; (2) masyarakat Muslim Indonesia tahu bahwa Syariah itu hukum yang kejam terhadap wanita, anak², kafir pada umumnya, dan terutama pada Muslim yang berbeda aliran.

Jika sedang berdebat dengan kafir, para Muslim berusaha kuat membela Syariah. Tapi jika diantara Muslim, mereka sendiri mengakui bahwa poligami itu merugikan wanita, memukul istri itu salah, apalagi memotong tangan orang yang dituduh mencuri, merajam pezinah dll. Itulah sebabnya mengapa partai² Islam di Indonesia malah semakin dijauhi, dan FPI semakin dimusuhi.

Contoh: demokrasi di Mesir yg justru membawa Ikhwanul Muslimin ke tampuk pimpinan.

Demokrasi yang terjadi di Mesir itu bagaikan ada tiga srigala dan satu domba, lalu mereka mengambil suara untuk menentukan "Makanan hari ini apa ya?" Agar bisa menghormati nasib atau pilihan sang domba, para srigalanya harus dididik dan dijinakkan terlebih dahulu. Apakah hal ini bisa terjadi dalam sistem demokrasi? Ya jelas bisa, buktinya di AS sekarang Obama yang kulit hitam, bangsa bekas budak di AS, bisa jadi Presiden. Sistem demokrasi yang benar adalah sistem yang melindungi kepentingan golongan minoritas yang lemah.
User avatar
Adadeh
 
Posts: 8461
Images: 414
Joined: Thu Oct 13, 2005 1:59 am

Re: Lima Hal yang Paling Ditakuti Islam

Postby momed_xxx3 » Wed Dec 26, 2012 7:33 am

bang menurut ane, Slimer malah paling takut ama ini nih.........

Image kalo ade bau2 babinya Eslam pasti ketakutan deh..........
User avatar
momed_xxx3
 
Posts: 608
Images: 2
Joined: Fri Aug 31, 2012 11:15 am
Location: di Surga bersama anak2 kecil perawan

Re: Lima Hal yang Paling Ditakuti Islam

Postby Mohmed Bin Atang » Wed Dec 26, 2012 12:07 pm

Adadeh wrote:Nasionalisme

Islam memiliki Nasionalisme sendiri, yakni Nasionalisme Arab. Qur’an ditulis dalam bahasa Arab, untuk masyarakat Arab. Allah memilih bahasa Arab saja untuk menyampaikan firmannya. Dia menunjuk orang Arab sebagai nabi, rumah Allah (Ka’bah) terletak di tanah Arab, dan semua Muslim harus sholat berkiblat ke Ka’bah. Ini berarti seluruh umat Muslim berlutut menyembah ke arah Arabia untuk menunjukkan penyerahan diri pada Allah, tuhannya bangsa Arab. Dengan memeluk Islam, bangsa² non-Arab secara otomatis telah menjadi budak bangsa Arab. Ini mengakibatkan perkembangan dan perluasan imperialisme Arab dalam bentuk penyebaran Nasionalisme Arab. Karena itulah umat Muslim hanya punya satu negara, satu umat. Mereka menempatkan Islam di atas negara mereka sendiri.


Itulah, pernah kubilang kalo Islam itu dari Arab oleh Arab dan untuk Arab.
Muslim Indonesia nggak akan pernah bisa jadi muslim seutuhnya karena mereka bukan orang Arab.

momed x3


Islam itu bikin orang jadi Porkyphobia..
User avatar
Mohmed Bin Atang
 
Posts: 2335
Joined: Sun Feb 19, 2012 5:45 pm
Location: Surga Islam, bermain rudal bersama 72 bidadari

Re: Lima Hal yang Paling Ditakuti Islam

Postby Mohmed Bin Atang » Wed Dec 26, 2012 12:16 pm

Koreksi dikit master Adadeh..

Hijab merupakan simbol perbudakan. Hijab menghentikan perkembangan pribadi seorang wanita, sehingga mencegah wanita menjadi lemah.


menjadi kuat mungkin maksudnya ya?
User avatar
Mohmed Bin Atang
 
Posts: 2335
Joined: Sun Feb 19, 2012 5:45 pm
Location: Surga Islam, bermain rudal bersama 72 bidadari

Re: Lima Hal yang Paling Ditakuti Islam

Postby penebas_bulan » Wed Dec 26, 2012 2:30 pm

Image

denger2 takut sama ini juga :green:

Image

ketakutan yg paling baru :rolleyes:

Image

dng yg lucu2 gini juga :lol:

Image

dng lambang kemanusiaan juga paranoid

Image

ama yg ginian juga :finga: dll..dll..dll

bener gak slam, slim, slum, slem, slom? :rolling:
User avatar
penebas_bulan
 
Posts: 608
Joined: Fri May 04, 2012 10:06 am
Location: Depan CPU liat kedunguan moslem

Re: Lima Hal yang Paling Ditakuti Islam

Postby Adadeh » Fri Dec 28, 2012 1:55 am

Hijab merupakan simbol perbudakan. Hijab menghentikan perkembangan pribadi seorang wanita, sehingga mencegah wanita menjadi lemah.

Mohmed Bin Atang wrote:Koreksi dikit master Adadeh..
menjadi kuat mungkin maksudnya ya?

Betul. Terima kasih atas koreksinya.
User avatar
Adadeh
 
Posts: 8461
Images: 414
Joined: Thu Oct 13, 2005 1:59 am

Re: Lima Hal yang Paling Ditakuti Islam

Postby Adadeh » Fri Dec 28, 2012 2:02 am

penebas_bulan wrote:Image
ama yg ginian juga :finga:


Tahu gak, temans, bahwa SALIB TERBESAR DI DUNIA terdapat di Burj al Arab di Dubai. Makanya, jangan minta kafir (Tom Wright dari perusahaan bangunan WS Atkins PLC dari Inggris) untuk bikin gedung Islamiah. Hahaha....

Image
Salib terbesar di dunia ternyata terdapat di tanah Islam!!!

Image
Tuhan kafir dipermuliakan di tanah Arab. SubhanAllahi ammaa yasifuuun!! :rofl:

Image
Tak ada salib yang lebih besar daripada salib di Dubai!! :rolling:
User avatar
Adadeh
 
Posts: 8461
Images: 414
Joined: Thu Oct 13, 2005 1:59 am


Return to Resource Center: Hal2 PENTING ttg Islam (Sunni)



Who is online

Users browsing this forum: No registered users