.

Q 105 - Allah Ternyata Tak Mampu Melindungi Ka'bah

Download Tulisan2 Penting tentang Islam; Website, referensi buku, artikel, latar belakang dll yang menyangkut Islam (Sunni) & Syariah.

Q 105 - Allah Ternyata Tak Mampu Melindungi Ka'bah

Postby Adadeh » Sun Jul 22, 2012 8:49 am

Allah Ternyata Tak Mampu Melindungi Ka'bah

Umat Muslim selalu menganggap Ka’bah sebagai bangunan maha suci yang dilindungi kelestariannya oleh Allah. Qur’an sendiri mengatakan bahwa Allah selalu menjaga keutuhan Ka’bah, seperti yang tertulis di Qur’an, Sura Al Fiil (Sura Gajah, Sura 105), ayat 1 sampai 5:

Dengan menyebut nama Allah Yang Maha Pemurah lagi Maha Penyayang
Apakah kamu tidak memperhatikan bagaimana Tuhanmu telah bertindak terhadap tentara bergajah?
(105:1)
Image

Bukankah Dia telah menjadikan tipu daya mereka (untuk menghancurkan Ka'bah) itu sia-sia?, (105:2)
Image

Image
Ka'bah saat itu adalah pusat ibadah agama pagan Quraysh. Di sekitar Ka'bah terdapat 360 buah patung berhala.

dan Dia mengirimkan kapada mereka burung yang berbondong-bondong, (105:3)
yang melempari mereka dengan batu (berasal) dari tanah yang terbakar, (105:4)
Image

lalu Dia menjadikan mereka seperti daun-daun yang dimakan (ulat). (105:5)
Image

Dalam kisah Qur’an di atas, di jaman pra-Islam, tahun 570 Masehi, Raja Ethiopia mengirim tentara bergajah Kristen yang dipimpin oleh penguasa Kristen Yaman bernama Abraha untuk menghancurkan Ka’bah. Saat itu Ka’bah adalah pusat ibadah umat pagan Mekah, dan bukan pusat ibadah Islam karena Muhammad belum lahir. Untuk melindungi Ka’bah, Allah mengirim burung² untuk menghancurkan tentara bergajah tersebut. Peristiwa ini dianggap sangat penting oleh masyarakat Arab pagan di sehingga mereka memperingati tahun peristiwa sebagai Tahun Gajah. Umat Muslim memandang peristiwa ini sebagai bukti janji Allah untuk selalu melindungi kelestarian Ka’bah.

Tapi jika kita perhatikan secara seksama, kisah di atas sangatlah tak masuk akal. Inilah alasan²nya:

1. Tiada gajah sama sekali di Jazirah Arabia, termasuk Yaman.
2. Karena itu tentunya gajah² harus diimport ke Jazirah Arabia melalui Laut Merah! Ini tentunya sangat sulit dilaksanakan karena dibutuhkan sejumlah besar kapal² besar untuk mengangkut pasukan gajah tersebut.
3. Jikalau seandainya pasukan gajah tiba di Jazirah Arabia, maka bagaimana caranya memberi makan gajah² itu di gurun pasir? Seekor gajah dewasa memakan makanan seberat 140-270 kg tanaman setiap hari, dan bisa bertambah jika kegiatan yang dilakukan juga lebih banyak. Jika pasukan gajah bergerak dari Yaman ke Mekah, maka gajah² ini harus mengarungi padang pasir yang amat panas sambil mengangkut pasukan perang dan persenjataan mereka. Di daerah itu tak ada tanaman² subur, yang ada hanyalah pasir saja. Satu²nya cara adalah mengangkut makanan untuk para gajah tersebut tapi tentunya ini juga menjadi beban yang besar karena beratnya makanan bagi seekor gajah setiap hari.
4. Selain itu juga ada masalah air minum untuk gajah. Seekor gajah membutuhkan minum 100 sampai 300 liter per hari. Bagaimana mungkin pasukan tentara bisa menyediakan air sebanyak itu tiap hari di padang pasir? Gajah juga butuh banyak air untuk mendinginkan kulithnya karena gajah tidak memiliki kelenjar keringat.
5. Mengapa pula Raja Ethiopia perlu mengirim pasukan gajah untuk menghancurkan Ka’bah? Di jaman itu Ka’bah bukanlah tembok beton yang kuat seperti jaman sekarang. Beberapa orang saja sudah cukup untuk menghancurkan bangunan kotak tersebut.

Karena alasan² di atas, kebenaran kisah Tahun Gajah itu patut diragukan. Selain itu, berdasarkan sejarah Ka’bah, timbul pula pertanyaan lain: mengapa Allah melindungi Ka’bah dari kehancuran di Tahun Gajah padahal Ka’bah setelah itu sering dihancurkan untuk dibangun kembali? Misalnya, saat Muhammad berusia 35 tahun, bangunan ka’bah rusak diterjang banjir. Masyarakat Quraish lalu meruntuhkan seluruh Ka’bah sampai tinggal fondasinya saja untuk kemudian dibangun kembali dari awal. Mengapa Allah tidak mampu menjaga kelestarian Ka’bah dari bahaya banjir sehingga seluruh bangunan harus diruntuhkan? Mana janji Allah di Q 105 di atas?


Di manakah Tentara Allah?

Mengapa oh mengapa Allah tak mengirim burung²nya lagi sewaktu Ka’bah dihancurkan, dibakar, dirusak oleh pasukan musuh dalam peristiwa² berikut.

1. Di tahun 63 Hijriah atau 682 M, Kalifah Yazid ibn Muawiyah, keturunan Abu Sufyan (musuh bebuyutan Muhammad, ketua suku Quraish di Mekah, yang terpaksa masuk Islam karena ancaman pedang), menyelenggarakan Perang Karbala untuk melawan pemberontakan Abdullah ibn Zubayr. Yazid mengirim pasukan ke Medina yang membunuhi para sahabat Muhammad, menjarah kota, memperkosa seribu perawan, mengotori mesjid Nabi dengan kotoran kuda, dan setelah itu pergi menyerang Mekah. Pasukannya mengepung Mekah dan melontarkan batu² berapi dengan ketepel raksasa ke dalam kota sehingga membakar dan membumihanguskan Ka’bah.

Image
Ketepel raksasa di jaman dahulu yang digunakan untuk menghancurkan kota saat pengepungan dilakukan tentara musuh.

2. Beberapa tahun kemudian di tahun 73 Hijriah, 692 M, Kalifah bani Umayya bernama Abdul al Malik ibn Marwan mengirim Al-Hajjaj ibn Yusuf al-Thaqafi untuk melawan Abdullah ibn Zubayr di Mekah. Al-Hajjaj mengepung Hijaz, membombardir Mekah dan Ka’bah dengan ketepel batunya. Pengepungan di Hijaz itu mengakibatkan ribuan warga penduduk mati.

3. Di tahun 317 Hijriah atau 929 M, Abu Tahir al-Qarmati menyerang Mekah, membunuhi warga dan peziarah di Ka’bah, menghancurkan dinding Ka’bah untuk mengambil pintu dan batu hitam (Hajar Aswad), lalu menghancurkan batu tersebut, dan membawanya kembali ke daerah tempat tinggalnya. Saat menghancurkan Ka’bah, Qarmati berteriak-teriak menantang Allah sambil memandang ke langit, “Akulah sang Pencipta! Kemanakah burung²mu wahai Allah? Di manakah kau ya Allah?” Qarmati menggunakan pintu Ka’bah sebagai pintu WC/jamban dan Hajar Aswad sebagai bagian lantai batu WC/jamban untuk dikencingi dan diberaki selama 22 tahun.

Image

Hajar Aswad baru kembali ke Mekah setelah Khalifah Fatimi bernama Al-Mansour Li Dein Allah Al-Fatimy menengahi dan meminta dengan sopan agar Al-Qarmaty bersedia mengembalikan batu tersebut. Al-Qarmaty mengembalikan batu setelah menerima bayaran besar. Al-Qarmati adalah pengikut Islam Syiah Ismaeli yang menganggap menyembah dan mencium batu hitam (Hajar Aswad) merupakan perbuatan syirik dan penyembahan berhala yang sangat dilarang dalam kepercayaan Islam versi mereka.

Sumber keterangan:
1. Al-Biadiah dan Nihayiah, oleh Ibn Kathir, VII, hal. 135/137
2. Muqaddimah, oleh Ibn Khaldoun, V2, hal. 84/258
3. Al-Mausu’a Al-‘Alamia Al-Misarah Fe Al-Adian, hal. 395
4. Al-‘Alam oleh Al-Zarkaly, V5, hal. 194
5. http://www.chihab.net
http://www.chihab.net/modules.php?name= ... er=&thold=

Image
Tulisan ini berasal dari buku al-Muwahhidūn al-Druze dari pendiri Islam Druze yakni Hamza ibn-'Ali ibn-Ahmad Az-Zuzny Al Fatimi. Aliran Druze merupakan kepercayaan yang bersumber dari Syiah Ismaeli.
We are the Fatimeen who took your Ka'bah door and made it as a door of our toilet, the same we did to your black stone which we step on it, and we place it as floor stone in our toilet.
artinya:
Kami adalah bani Fatimin yang mengambil pintu Ka'bah-mu dan menjadikannya pintu WC/jamban kami, sama seperti kami mengambil Hajar Aswad untuk kami injak dan kami gunakan sebagai lantai WC/jamban kami.

Image

Keterangan Hajar Aswad dipasang di dasar jamban selama 22 tahun tak terdapat di buku² sejarah Islam Sunni, dan hanya tercantum di buku Hamza ibn-'Ali yang merupakan keturunan Al-Qarmati yang bangga akan perbuatan kakek moyangnya. Pihak keluarga Al-Qarmati-lah yang tentunya tahu betul di mana mereka meletakkan Hajar Aswad dan pintu Ka'bah dan bagaimana mereka memperlakukan kedua benda yang dianggap Muslim keramat itu.

Pesan terpenting dari keterangan sejarah di atas adalah bahwa:

1. Tiada hal apapun yang suci tentang Ka’bah. Ka'bah hanyalah bangunan biasa yang berkali-kali dirombak, dihancurkan, dibangun kembali sepanjang jaman.
2. Qur’an hanyalah buku dongeng saja karena kisah Tahun Gajah tak masuk akal dan tidak pernah terjadi.
3. Muslim menyembah dan menciumi berhala Hajar Aswad yang tak berguna.
4. Allah tak mampu berbuat apapun untuk melindungi Hajar Aswad, dan tak mampu pula merebutnya kembali. Hajar Aswad baru kembali setelah pihak Muslim Sunni membayar uang sandera yang mahal pada Al-Qarmati.

Hal lain yang patut jadi renungan adalah:
Mengapa Allah melindungi Ka’bah sewaktu tentara bergajah menyerang padahal saat itu Ka’bah adalah pusat agama pagan yang dikelilingi 360 berhala dan disembah umat kafir pagan (yang menurut Qur’an 9:28 adalah umat najiz)?
Mengapa Allah justru tidak melindungi Ka’bah dari serangan musuh pada saat bangunan itu telah menjadi pusat agama Islam bagi umat Muslim (umat pilihan Allah)?
User avatar
Adadeh
 
Posts: 8461
Images: 414
Joined: Thu Oct 13, 2005 1:59 am

Re: Q 105 - Allah Ternyata Tak Mampu Melindungi Ka'bah

Postby Captain Pancasila » Sun Jul 22, 2012 10:45 am

Adadeh wrote:3. Jikalau seandainya pasukan gajah tiba di Jazirah Arabia, maka bagaimana caranya memberi makan gajah² itu di gurun pasir? Seekor gajah dewasa memakan makanan seberat 140-270 kg tanaman setiap hari, dan bisa bertambah jika kegiatan yang dilakukan juga lebih banyak. Jika pasukan gajah bergerak dari Yaman ke Mekah, maka gajah² ini harus mengarungi padang pasir yang amat panas sambil mengangkut pasukan perang dan persenjataan mereka. Di daerah itu tak ada tanaman² subur, yang ada hanyalah pasir saja. Satu²nya cara adalah mengangkut makanan untuk para gajah tersebut tapi tentunya ini juga menjadi beban yang besar karena beratnya makanan bagi seekor gajah setiap hari.
4. Selain itu juga ada masalah air minum untuk gajah. Seekor gajah membutuhkan minum 100 sampai 300 liter per hari. Bagaimana mungkin pasukan tentara bisa menyediakan air sebanyak itu tiap hari di padang pasir? Gajah juga butuh banyak air untuk mendinginkan kulithnya karena gajah tidak memiliki kelenjar keringat.

http://gambarhidup.blogspot.com/2012/03 ... frika.html
Hewan-hewan ini saat merasa lapar tidak banyak tidur, dan mereka akan menjelajah dengan jarak yang jauh saat mencari makan yang mereka butuhkan untuk mempertahankan tubuh besar mereka.
Gajah Afrika berkisar di seluruh bagian Sahara Afrika, hutan tropis tengah dan Afrika Barat. Gajah benua utara tersebut ditemukan di gurun Sahel Mali. Kawanan kecil gajah Mali sering bermigrasi di rute melingkar melalui gurun untuk mencari air.

8-[
User avatar
Captain Pancasila
 
Posts: 3505
Joined: Wed Jun 01, 2011 1:58 pm
Location: Bekas Benua Atlantis

Re: Q 105 - Allah Ternyata Tak Mampu Melindungi Ka'bah

Postby Adadeh » Sun Jul 22, 2012 11:31 am

Captain Pancasila wrote:Hewan-hewan ini saat merasa lapar tidak banyak tidur, dan mereka akan menjelajah dengan jarak yang jauh saat mencari makan yang mereka butuhkan untuk mempertahankan tubuh besar mereka.

Ya itu dia, kalo harus menjelajah ke mana² sangat jauuuuh untuk cari makan, maka mana bisa sampe tujuan? Kenapa harus menjelajah jarak yang jauuuh? Karena dikiiiit banget makanan di gurun!!! Mau perang ke Mekah atau cari makan di gurun nih?
User avatar
Adadeh
 
Posts: 8461
Images: 414
Joined: Thu Oct 13, 2005 1:59 am


Return to Resource Center: Hal2 PENTING ttg Islam (Sunni)



Who is online

Users browsing this forum: No registered users