.

Simposium: reformasi Islam, mungkinkah ?

Download Tulisan2 Penting tentang Islam; Website, referensi buku, artikel, latar belakang dll yang menyangkut Islam (Sunni) & Syariah.

Simposium: reformasi Islam, mungkinkah ?

Postby ali5196 » Thu Sep 15, 2005 6:25 pm

Dari: http://www.frontpagemag.com/Articles/Pr ... p?ID=14639

SIMPOSIUM: REFORMASI DALAM ISLAM, MUNGKINKAH ?
Oleh : Jamie Glazov, FrontPageMagazine.com, Agustus 2004


TOPIK : Dapatkah Islam direformasi ? Kalau ya, dimana benih2 reformasi dan bagaimana dapat tumbuh ? Siapa yang harus memimpin reformasi ini ? Panel diskusi hari ini terdiri dari :

PROF KHALEEL MOHAMMED, Assistant Profesor Departemen Studi Agama di Universitas Negeri, San Diego. Sbg muslim ia menimbulkan kontroversi dalam komunitas muslim dengan mengatakan bahwa Koran mengatakan Israel milik kaum Yahudi.

KAMAL NAWASH, pendiri dan presiden The Free Muslim Coalition against Terrorism, yagn mengutuk segala bentuk teror fundamentalis Islam dan menawarkan sikap no-tolerance terhadap terorisme.

Dan :
WALID SHOEBAT, mantan teroris PLO yang kemudian menjadi Zionis dan Kristen evangelis.


MODERATOR/JAMIE GLAZOV/FRONT PAGE MAGAZINE:
Pertama2, terima kasih kepada ketiga peserta, selamat datang pada Simposium FrontPage. Prof Khaleel, silahkan anda mulai. Apakah Islam perlu direformasi ? Mengapa Islam belum pernah mengalami reformasi ? Mengapa Islam tidak mengenal filsafah introspeksi (self criticism) ataupun budaya mempertanyakan diri sendiri (self questioning) ?

PROF KM T
Terima kasih.
Tidak diragukan lagi, Islam perlu reformasi ---kaum petinggi agama elite sudah ketinggalan jaman dan lebih menyibukkan diri dengan interpretasi Quran yang tidak ada hubungannya dengan segi etis Quran.

Karena itulah muslimin di Australia dan Amerika diminta mengikuti peraturan yang lebih pantas diterapkan di Bagdad, 8 abad yang lalu, tidak sadar akan perubahan yang terjadi disekitar kita. Intelektualitas kita berkembang, dunia berubah, namun kaum elite itu ingin tetap bertahan pada kekuasaan, sementara tidak mengerti apapun ttg sains dan filosofi.

Jadi, ya, Islam perlu reformasi. Mengapa belum pernah terjadi ? Itu bukan karena kurangnya self-questioning atau self-criticism. Sejarah pemikir Islam menunjukkan adanya self criticism dan self questioning. Dari Abu Hanifa sampai Al-Jahiz, al-Hallaj, sampai ke Muhamad al Ghazali dari Mesir, Taha Alalwani dan Azizah al Hibri dari Amerika, Mahmud Taha dari Sudan, Sa’ed Ibrahim di Mesir, sampai Arkun di Perancis.

Tujuan Quran sebenarnya adalah mengajarkan kita untuk bertanya.”Simak! Berikan bukti jika kamu berkata benar … Kau mengajarkan orang lain untuk takwa dan kau sendiri lupa ??” Ini semua kata2 dalam Quran. Namun sekarang, setiap orang yang berani melontarkan pertanyaan langsung diserang, dihukum, dsb. Di Amerika ini,m banyak yang ingin buka suara tetapi takut dicap terlalu ke-barat2an, mata2 CIA atau antek2 Yahudi dsb dsb.

SHOEBAT:
Saya setuju dengan Prof KM bahwa kaum petinggi agama elit ketinggalan jaman. Selebihnya saya tidak setuju.

Prof KM mengutip Gazali sebagai pemikir dan penanya. Tetapi Ghazali sendiri ketika ditanya bagaimana tata cara hidup muslim di negara non-muslim menjawab:

“Muslimin dapat tinggal dibawah pemerintah non-muslim selama mereka tidak lupa bahwa mereka adalah misionaris Allah dan, kalau perlu, prajuritNya.”

Mungkin Prof KM punya pengertian sendiri tentang kata “prajurit”.

Prof KM juga menujuk pada Khalid Abu el Fadl yang mengatakan “hanya beberapa orang saja (fringe elements) yang berpendapat bahwa jihad berarti perang”. Bahwa “Quran hanya mengartikan jihad dalam bentuk upaya2 intelektual guna mencapai kedamaian.” Abou el Fadl juga mengatakan: “Tidak ada yang namanya Islamic Terrorism, yang ada hanya Muslim Terrorists.”

Saya juga mendengar pendapat Hamza Yusuf, Tariq Ramadan, Fazlur Rahman dan Amina Wadud yang menyuarakan hal yang sama namun mereka semua menutup mata akan arti sebenarnya Jihad menurut Islam.

Cara memerangi Islamic Terrorism bukan dengan penolakan (denial) apa yang sebenarnya diatakan Islam, melainkan memerangi prinsip2, sumber2, tulisan para penulis Quran itu sendiri. Sayangnya ini mustahil. Islam dan tulisan2nya penuh dengan kekerasan.

Satu pertanyaan untuk para tokoh Islam disini – bukankah mereka ingin melihat Islam menyebar ke seluruh dunia barat ? Apakah mereka pernah mengusulkan kepada Arab Saudi dan negara2 Islam lainnya untuk membuka pintu bagi kaum misionaris non-muslim ?

Contoh lain: ahli hukum dari Bagdad th 1058 dari kalifah Abbasid, Al Mawardi, hidup di “Jaman ke-Emasan” Islam. Ini tulisannya, berdasarkan pengertian umum Quran dan Sunah, tentang para tahanan kafir (infidel) hasil kampanye Jihad :

“Inilah keputusan2 yang dapat diambil penguasa (sang emir) terhadap nasib para tahanan: pertama, tahanan dibunuh dengan cara memotong leher; kedua, mereka diperbudak dan hukum perbudakan berlaku dalam hal jual-beli/kepemilikan budak; ketiga, mereka ditukar dengan bahan materi atau tahanan muslim; keempat, mereka diampuni.”

Nah, peraturan diatas itulah ditekankan kembali oleh keempat yurisprudensi Islam klasik diseluruh dunia Muslim. Perlukah saya mengutip juga Shafi’i, Maliki, Hambali dan Hanafi ?

SELURUH DUNIA MUSLIM jatuh kedalam keempat kategori tersebut. Anda termasuk kategori yang mana ??

Jihad (selain definisi para apologist diatas) juga merupakan perang dan membunuh kaum kafir.

Fikih Hanafi: “Jihad adalah untuk memanggil kaum kafir utk memeluk Islam dan memerangi mereka jika mereka menolak.”

Reformasi dalam agama Kristen dimulai ketika orang Kristen mulai kembali mempelajari kitab suci mereka yang jelas-jelas melarang mereka utnuk membunuh. Namun, orang Islam tidak bisa melakukan hal yang sama, karena pendiri agama tersebut, mulai dari Muhamad-sang nabi, kaum Sahaba dan para khalif semua turut serta dalam jihad dengan membunuhi kaum kafir dan siapapun yang menentang Islam.

Oleh karena itu menurut saya, reformasi dalam Islam TIDAK pernah bisa terjadi dengan penginterpretasian kembali tetapi dengan pengakuan. Not by re-interpretation, but confession.


NAWASH:
Saya setuju dengan sebagian besar apa yang dikatakian WS dan Prof KM. Namun, mereka melakukan kesalahan besar yang sering dilakukan kebanyakan pemikir tentang reformasi Islam. Kedua2nya tergantung pada Quran dan naskah2 Islam lainnya. Ini bukan kunci bagi kesuksesan dan akan selalu gagal. Fakta adalah, Quran, seperti Injil dan Torah mencakup apapun yang dikatakan si pembaca.

Jadi menurut saya, Prof KM dalam interpretasinya benar dalam mengatakan Islam adalah agama yang damai dan penuh cinta. Namun WS juga tidak salah jika mengatakan Islam bukan agama damai. Quran memiliki surah2 yang membenarkan keduanya.

Oleh karena itu, mereka yang ingin mereformasi Islam harus mulai dengan keyakinan bahwa Islam juga bertanggung jawab atas kekejaman yang dilakukan oleh sesama kaum Muslim. Seperti juga kaum Kristen dan Yahudi moderat mengakui adanya pasal2 yang menunjang kekejaman dalam kitab suci mereka, Quran dengan mudah dapat digunakan untuk membenarkan kekejaman. Kaum muslim moderat tidak bisa lagi mengatakan bahwa surah2 tertentu di-eksploitasi secara politik. Muslimin harus sadar bahwa surah2 tersebut tidak dapat di-eksploitasi kalau memang tidak tertera dalam Quran.

Saya setuju perlunya reformasi dalam Islam. Jika masyarakat Islam mau maju, bebas dan demokratik, reformasi asli harus diberlakukan dalam negara2 Muslim dan Arab. Para pemerintahan Muslim harus menghapuskan teokrasi Islam. Sekularisasi, hormat kepada agama lain dan self-criticism harus diterapkan guna mencapai reformasi dan diberhentikannya kekerasan yang memang didukung Quran.

Kunci tercapainya reformasi Islam adalah dengan mempromosikan sekulerisme yang akan membawa rasionalisme (pemakaian pikiran/rasio) yang sayangnya ditolak bagi kebanyakan orang Islam. Sekulerisme dan rasionalisme adalah cara Kristen dan Yahudi mereformasi agama mereka. Contoh di Eropa, rasionalisme mengakibatkan penemuan ilmiah. Penemuan2 ini mendiskreditkan gereja sebagai satu2nya sumber kebenaran. Inilah yang diperlukan Islam sekarang. Kita harus memisahkan agama dari urusan kenegaraan dan menjadikannya urusan pribadi antara individu dengan tuhannya.

Mengapa tidak pernah ada usaha2 mereformasi Islam, self-criticism atau self-questioning ? Petinggi agama Islam akan langsung mencap mereka sebagai kafir, anti-muslim atau antek2 Mossad atau CIA. Bahkan pemerintah sekuler di Mesir, demi memuaskan petinggi dan pengikut Islam yang terbelakang, sudi menghukum keras warga yang menuntut reformasi.

MODERATOR:
Prof KM, KN menarik persamaan antara naskah2 Islam dengan naskah2 Kristen dan Yahudi, bahwa mereka semua memiliki ayat2 kekerasan. Ini absurd !
Didalam ajaran Kristen dan Yahudi tidak ada satupun perintah khusus untuk membunuh mereka yang tidak serupa dan memaksakan agama kepada orang lain, hal2 yang jelas ada dalam Islam. Juga, beda dengan naskah Yahudi dan Kristen, Quran oleh orang Islam dianggap sebagai perkataan (the literal word) Allah sendiri, kata demi kata diucapkan Allah kepada nabiNya, Muhamad. Jika anda menolak satu surahpun dalam Quran, itu berarti anda menolak kata2 Allah, menghina Allah. Apakah ini tidak perbedaan penting dengan agama Kristen dan Yahudi ? Dan bukankah ini yang menjadi halangan bagi reformasi dalam Islam ?

PROF KM:
Begini, kalau sebagai orang muslim saya bungkam saja menghadapi pernyataan2 panel, bisa2 saya melanggar dakwah untuk melawan opresi, terutama kalau datang dalam bentuk tirani intelektual.

Saya setuju dengan observasi KN. Memang Quran bisa di artikan secara salah, dan kita tidak bisa hanya bicara mengenai Islam sebatas naskah religius. Karena itu saya mengutip Fazlur Rahman, Abdulllah al-Naim, Khalid Abu el-Fadl. Rahman –saya pengikutnya—mempromosikan “dua gerakan”, yaitu mengartikan surah dalam konteks jaman asal mereka dan menyesuaikannya dalam konteks sosial dan moral modern.

Bagi orang Islam, naskah siapapun, entah Tabari, Mawardi atau siapa saja tidak sakral. Tetapi orang barat membaca teks mereka dan menganggapnya sebagai preseden dan penting dalam masyarakat Islam. Jadi apa yang dituntut para reforman adalah ini: pendekatan tekstual yang terpisah dari pengertian jaman berasalnya Quran. Ini tugas yang sulit tetapi bukan tidak mungkin.

Menanggapi WS : saya tidak tahu dari mana pengertiannya tentang Quran yang berbau Islamophobia, mungkin karena kegiatan evangelis-nya. Ia sengaja salah-kutip Ghazali. Saya sendiri setuju bahwa “Muslimin dapat tinggal dibawah pemerintah non-muslim selama mereka tidak lupa bahwa mereka adalah misionaris Allah dan, kalau perlu, prajuritNya.”

Hanya evangelis yang membesar2kan pernyataan diatas, karena bagi mereka bukankah dunia terbagi dua antara misionaris Allah dan misionaris Yesus.

Apa salahnya melawan tirani dan opresi, baik secara intelektual atau cara lain ? Bukankah ini yang dilakukan tentara US di Irak ? Mengapa tentara2 Kristen ini boleh2 saja mengangkat senjata dan orang Muslim tidak boleh memiliki filosofi yang sama ?

Khalid abu el-Fadl adalah ahli hukum Islam, dan saya setuju dengannya bahwa hanya “elemen2 ketiga” yang menganggap bahwa Jihad berarti perang. Karena itulah kata Quran untuk perang adalah HARB, dan bukan JIHAD. Bisakah WS dengan sungguh2 mengatakan, dengan kejujuran Kristennya, bahwa ayat2 itu mendukung terorisme ? Surah2 tentang perang hanya diterapkan kalau kondisi perang dipenuhi : yaitu setelah musuh menyatakan perang melawan Islam.

WS pernah mengatakan dalam satu wawancara bahwa “Perdamaian hanya bisa terjadi kalau orang dilarang mengikuti naskah religius mereka dan mengeluarkan Islam dari Jihad…” Tidak ! Perdamaian belum dimulai, dan itu bukan karena Quran. Perdamaian terhenti dengan diluncurkannya Perang Salib yang ternyata belum berakhir. Perdamaian hanya bisa datang kalau orang Muslim mengikuti naskah sucinya secara benar, tanpa unsur2 abad pertengahan dan pada saat pemerintah barat tidak memaksakan ide2 Kristen kepada rakyat. Lagipula, bukan Islam yang membunuhi orang2 pribumi jajahan Barat dan mengakibatkan perbudakan jutaan orang. Tetapi agama lain dengan kedok cinta kasih bagi sesama manusia.

Apakah WS benar2 ingin Arab Saudi membuka pintu bagi misionaris asing ? Untuk apa ? Untuk reformasi Islam ? Namun Amerika harus tanya orang Muslim apakah mereka ingin menyebarkan agama ? WS mengutip Al-Mawardi dan sengaja lupa bahwa naskahnya digunakan sebagai petunjuk bagi para penguasa, diantaranya bagaimana memberlakukan tahanan ---seperti juga petunjuk US bagaimana memberlakukan tahanan Iraki. Kita tidak perlu jauh2 membaca pemikiran orang Kristen diabad 17, 18, 19 & 20 untuk melihat bagaimana memberlakukan orang2 pribumi negara2 jajahan mereka.

Dari mana WS mendapat kesan bahwa SEMUA MUSLIM harus jatuh dalam kategori keempat yurisprudensi ? Bagaimana dengan kaum Shiah ? Kenyataannya mudah: WS tidak peduli dengan reformasi Islam, ia ingin menjelek2an Islam agar bisa membuka jalan bagi Kristen evangelis. Kaum muslim tidak perlu itu. Etika2 Kristen sudah di-copy dan ditambahkan kedalam Quran, dokumen yang datang SETELAH testament Kristen. Bagi setiap muslim yang punya otak, konsep Tuhan yang punya anak adalah paling menghina. Oleh karena itu, adalah kemunduran bagi teokrasi muslim untuk membuka pintu bagi misionaris Kristen dan meng-ekspos orang muslim kepada pemiringan konsep monotheisme Abraham.

Nah, mengenai komentar Moderator. Bagaimana anda berpendapat bahwa dalam ajaran Kristen dan Yahudi tidak ada satupun perintah untuk membunuh mereka yang tidak serupa denganmu ? Lagipula, dimana dalam ajaran Islam ada perintah untuk membunuh mereka yang tidak serupa denganmu ? Berdasarkan pengalaman saya mempelajari naskah2 ini, saya menemukan banyak perintah membunuh mencelakakan pria, wanita dan anak2, perintah yang diberikan kepada mereka yang percaya Tuhan. Dan bagaimana dengan cerita2 bagaimana berinteraksi dengan “orang lain”. Bgm dgn Buku Joshua ? Dan tulisan pemimpin2 Gereja ?

Jangan lupa: Torah mengandung lebih banyak ayat2 kekerasan daripada Quran. Kitab Talmud tidak mengandung ayat tersebut karena ditulis pada saat orang Yahudi belum berkuasa, Testamen orang Kristen juga tidak mengandung ayat2 kekerasan karena Yesus TIDAK PERNAH berhasil mencapai kekuasaan politik. Yesus menjalankan hidupnya sebagai pengungsi, sangat berhati2 utnuk tidak membuat tersinggung penjajah Romawi. Namun misinya adalah memulihkan kejayaan kerajaan David; ia harus mengusir penjajah. Karena ia tidak berhasil, maka orang Kristen harus menciptakan teologi kedatangannya … yang lalu diimpor ke ajaran Islam yang sangat berbau Judophobia. Yesus tidak berhasil. Seandainya ia berhasil, testamen Kristen akan berisi ayat2 penguasa. Namun dibawah Konstantinus, pedang menjadi alat tersembunyi Kristen, seperti diungkapkan James Carrol dalam Sword of Constantine. Muhamad, dilain pihak, sukses dalam missinya, dank arena itulah Quran mengandung perintah2 kepada penguasa.

Apakah tidak ada Yahudi yang percaya bahwa Torah adalah kata2 langsung Tuhan ? APakah orang Kristen tidak percaya bahwa Injil adalah kata2 Tuhan ? Dan mengapa orang Muslim harus mengubah kepercayaan mereka terhadap Quran ? Problemanya adalah bukan SUMBER Quran, melainkan BAGAIMANA INTERPRETASInya.

Kita akui saja : Islam dan Judaisme berlainan teologi dengan Kristen. Seperti diungkapkan KN, akar2 reformasi adalah sekularisme, karena hanya dalam negara sekuler bisa sungguh2 terjadi kebebasan beragama. Berlainan dengan WS pendapat akan agama barunya, orang Kristen tidak kembali ke naskah manapun. Tetapi karena orang Kristen tidak mengikuti agamanya, baru orang Kristen sekarang nampak sebagai agama damai. Bagi muslimin, adalah tidak diikutinya naskah Islam dan penerapan tradisi Kristen dan kondisi sosio-politis yang merusak Islam.

Masalah yang dihadapi reformasi Islam ada beberapa:
(1) kepercayaan dominan muslim dalam hadits—tanpa peduli kepada mutawatir dan ahad – sebagai dasar kepercayaan
(2) penguasa yang memaksakan kehendak mereka atas nama Islam, kepada rakyat
(3) pengaruh non-muslim yang mempersulit reformasi dalam Islam dengan menyebarkan kebohongan. Contohnya seperti yagn terjadi sekarang ini, dimana saya harus membela diri melawan kebohongan luar biasa terhadap Islam
(4) struktur lelaki dalam Islam
(5) penerapan budaya Arab sebagai dasar interpretasi Quran di jaman sekarang
(6) obsesi dunia Arab dengan Israel dan penolakan mereka terhadap hak kaum Yahudi atas negara mereka
(7) ketidakpedulian terhadap fakta bahwa Islam bukan lagi kekuatan dunia seperti di abad pertengahan dan kami sudah mencapai kedewasaan dimana kami bisa menggunakan intelek kami secara bebas.


MODERATOR:
PROF KM, saya punya beberapa pertanyaan. Mudah2an anda dapat menjawab dengan singkat.

Anda menyamakan aktivitas misionaris Muslim dan Kristen. Apakah anda tidak mengenal kata DHIMMI, yaitu panggilan bagi non-muslim yang dijadikan warga kelas dua negara Islam dan harus bayar pajak tinggi (Jizyah), kecuali ia memeluk Islam ? Dapatkah anda menemukan konsep yang sama dalam agama Kristen dan Yahudi ? Kalau dapat, apakah kelakuan tersebut didasarkan kitab suci mereka ?

Pernyataan anda bahwa “penguasa2 barat berusaha memaksakan ide2 Kristen kepada rakyat” benar2 misteri bagi saya. Coba sebutkan pemerintah “Kristen” mana yang memaksakan non-Kristen membayar pajak khusus (seperti Dhimmi), dimana non-Kristen diberlakukan secara tidak adil dan kalau menolak mereka akan dihukum keras ?

Anda menyanggah tantangan WS untuk membuka pintu mereka terhadap misionaris Kristen. Anda mengatakan bahwa orang Muslim tidak perlu itu sehingga itu tidak perlu terjadi. Anda tidak percaya bahwa orang Muslim harus bebas mempelajari pemikiran2 lain sehingga mereka bisa menentukan sendiri – tanpa adanya ancaman hukuman ? Apakah anda bermaksud bahwa orang Muslim boleh2 saja berkotbah secara bebas di Barat, namum non-muslim tidak boleh berkotbah di negara2 Islam ?

Apa menurut anda hukuman bagi mereka yang menolak Islam dan memutuskan untuk menjadi Kristen, seperti WS ? Apakah Quran tidak menentukan hukuman bagi mereka yang murtad ? Apakah ada hal yang sama dalam Injil atau Torah ?

Apa arti Sura 9:5, ayat pedang yang terkenal itu, bagi anda ? Bukankah Quran memiliki kata terakhir mengenai Jihad ?

Segera setelah Nabi Muhamad meninggal, Muslimin menaklukkan tetangga2 non-muslimnya lewat kekerasan. 10 tahun setelah kematian Muhamad, pengikutnya menyebar diluar wilayah mereka. Kerajaan Islam tumbuh cepat lewat kekerasan dan kampanye militer. Apakah ini karena orang muslim tidak mengerti Quran ? Apakah mereka bertindak berlawanan dengan contoh yang diberikan Muhamad ? Seandainya kotbah Nabi Muhamad berisi cintalah sesamamu seperti anda mencintai dirimu sendiri, damai besertamu, tolaklah kekerasan, dan hidup sesuai dengan ajarannya, apakah agresi dalam era setelah Muhamad ini masih akan terjadi ?

Tentara muslim menaklukkan Syria, Mesir, Persia dsb. Memang aneh melihat mereka yang dijajah akhirnya memeluk agama penjajah. Apakah mereka melakukannya dengan suka rela ? Kalau tidak, mengapa tidak ? Apakah ada hubungannya dengan Islam dan ajarannya ?

Saya juga bingung dengan pernyataan anda bahwa Yesus GAGAL dalam misinya. Sebagai Kristen, saya belum pernah dengar mengenai kegagalannya. Saya akan baca lagi Perjanjian Baru, tapi saya sudah baca berkali2 dan saya yakin kali ini juga tidak menemukan apa2 mengenai kegagalan Yesus.

Saya ragu apakah anda sadar bahwa orang Kristen tidak menganggapYesus suatu kegagalan. Ia tidak memimpin tentara dan menaklukkan bangsa2 non-Kristen. Orang Kristen malah percaya bahwa Yesus berhasil dalam misinya ---yaitu mati disalib agar darahnya menebuskan dosa manusia. Ya saya tahu, orang Islam tidak percaya Yesus mati disalib. Itu karena mereka Muslim dan bukan Kristen, dan Kristen bukan Muslim. Kepercayaan mereka berlainan.

Saya mempunyai banyak kenalan Muslim yang terbahak2 jika saya mengatakan kepada mereka bahwa Yesus itu Tuhan dan wafat di salib guna menebus dosa manusia. Mereka merasa lucu Tuhan membiarkan diri dihina dan dikalahkan seperti itu. Tetapi sbg Kristen, kami percaya bahwa kelemahan ini yang menyelamatkan manusia. Prof KM, kami tinggal dibagian dunia dimana orang boleh mengikuti kepercayaannya secara bebas dan bisa membahasnya secara terbuka. Kami tidak hidup di Arab Saudi.

Tolong jelaskan apa yang anda maksud dengan “misi gagal” Kristus dan apakah anda mencoba mengatakan bahwa orang Kristen harus meninggalkan kepercayaan mereka.

Paus dan grup2 Protestan telah meminta maaf atas Perang Salib. Adakah pemimpin Islam yang meminta maaf atas Violent Jihad dan keadaan DHIMMI bagi warga agama minoritas mereka ? Apakah ini ada hubungannya dengan tidak adanya dasar religius untuk mendukung Perang Salib, sementara Jihad dan Dhimmi dilakukan berdasarkan ajaran Islam ? Apakah ada dasar dalam ajaran Kristen bagaimana menjalankan negara secara Kristen ? Profesor, apakah anda lupa bahwa ajaran Kristen memisahkan Gereja dan Negara, seperti dianjurkan Yesus sendiri ?

Maaf kalau pertanyaan saya agak panjang. Sekarang saya sediakan waktu bagi WS. Silahkan.

SHOEBAT:
Prof KM menulis “Menanggapi WS: saya tidak tahu dari mana pengertiannya tentang Quran yang berbau Islamophobia, mungkin karena kegiatan evangelis-nya.”

Prof KM tiba2 menyerang semua orang yang tidak sependapat dengannya, termasuk saya, dengan pernyataan kasar. Saya mengenal sekali cara diskusi macam ini dari pengalaman dengan Muslimin. Prof ini tahu bahwa versi “Liberal Islam”nya adalah versi golongan minoritas yang kebanyakan tinggal di Amerika. Saya heran mengapa ?

Saya tantang anda : rekamlah definisi liberal anda tentang Jihad selama satu jam, saya akan bantu anda buka kios di sebuah ibukota negara Islam pilihan anda, entah di Kairo, Ramallah, Damaskus, Bagdad, Teheran, Khartoum.
Saya akan pasang microphone biar orang akan mendengar secara jelas selama satu atau dua minggu. Lalu, laporkanlah pada saya kalau anda bisa keluar dari kota itu dengan selamat. Hanya dengan cara ini kita bisa lihat mana versi Jihad yang dipercaya masyarakat Muslim pada umumnya.

Lalu NAWASH mengusulkan : Mereka yang benar2 interes mencapai reformasi dalam Islam harus mulai dengan keyakinan bahwa Islam juga harus bertanggung jawab atas kekejaman yang dilakukan orang Muslim.

Tetapi Nawash, ini sama saja seperti orang Kristen mengatakan bahwa AGAMA yang biang pembunuhan masal, bukan ORANGnya. Orang Kristen jelas2 TIDAK BISA menyalahkan agamanya, wong di INJIL TIDAK ADA PASAL2 YANG MEMERINTAHKAN PEMBANTAIAN KAUM NON-KRISTEN. Yang salah ORANGNYA !

Nah, inilah bedanya Kristen dan Islam. Untuk orang Islam menuduh pengikutnya sebagai biang pembunuhan masal sih, mudah. Tapi menuduh AGAMANYA yang bersalah, itu tidak mungkin, walau jelas2 Quran mengandung ayat2 membunuh kafir.

Argumen saya bahwa Islam tidak bisa direformasi belum anda tanggapi. Karena memang anda tidak sanggup. Satu2nya cara adalah melalui pengakuan jujur. Saya mengaku, Islam bersalah. Namun setelah saya melakukan itu, saya benar2 tidak bisa lagi memanggil diri saya muslim. Free at last, free at last, free at last.

Nah, inilah bedanya. Saya belajar kejujuran gaya barat, persetan dengan kesetiaan kpd budaya dan tradisi. Anda sebaliknya tidak sanggup mengatakannya. Saya malah ragu anda percaya Islam adalah agama damai.

Cara terbaik untuk menerapkan sekularisme adalah pemisahan mesjid dari urusan negara. Ini berarti pertempuran didalam dunia Islam untuk mendepak para petinggi agama.

Anda mengatakan “Penemuan ilmiah mendiskreditkan gereja sebagai satu2nya sumber kebenaran dan mengakibatkan agama sebagai urusan pribadi individu dengan tuhannya.” Nah, hubungan pribadi dengan Tuhan ini justeru diperintahkan Injil. Berbeda dengan Quran. Nah, ini membawa saya kembali kepada sumber argumen saya : Injil MENUNTUT sekularisme, Quran tidak ! TITIK !

Yah, memang ada orang muslim yang mencoba memisahkan agama dari urusan kenegaraan. Mereka ingin Sharia terbatas dan penginterpretasian Quran sesuai dgn jaman modern. Tapi ini BUKAN REFORMASI ! Anda boleh menyebutnya perjuangan, revolusi, baratisasi, eliminasi teokratik … tapi BUKAN reformasi.

Islam tidak pernah bisa direformasi. TITIK. Kalau kelompok yang didirikan Kamal Nawash, FREE MUSLIM COALITION, mencoba melakukannya, percuma saja. Mereka boleh pakai slogan “Pisahkan agama dari pemerintah”, tapi ini bukan lagi Islam namanya. Dalam Islam AGAMA = PEMERINTAH.

Prof KM, saya tidak bohong tentang Ghazali, saya hanya sekedar mengutipnya. Saya ulangi kutipan Ghazali itu :
“Muslimin dapat tinggal dibawah pemerintah non-muslim selama mereka tidak lupa bahwa mereka adalah misionaris Allah dan, kalau perlu, prajuritNya.”

Tunjukkan bagaimana saya sengaja salah kutip Ghazali.

Prof, bukan saya yang datang dari planet Mars –melainkan anda. Islam saya adalah Islam sebenarnya. Tidak satupun komentator Quran, tidak satupun selama 1350 tahun sejarah Islam, yang menganggap Jihad tidak menggunakan kekerasan guna menyebarkan Islam sampai diseluruh dunia. Dan ini termasuk Ghazali anda.

Lalu anda bermain kata: kata untuk perang adalah HARB, bukan JIHAD. Memang benar. Jihad berarti perjuangan, sebagaimana Hitler menggunakan kata itu didalam bukunya ‘Mein Kampf’, perjuangan melawan Yahudi.

Anda menulis: Saya melihat dua kekuatan paling destruktif didunia ini, misionaris Kristen dan Islam. Bedanya pak, misionaris Kristen mungkin mengakibatkan anda sakit kepala. Tetapi misionaris Islam di negara Islam membuat anda BUNTUNG kepala. Perbedaan besar, bukan ?

Anda mengatakan: Perdamaian terhenti saat diluncurkannya Perang Salib, yang ternyata belum juga berakhir. Belum juga berakhir ? Mana Perang Salib yang masih berlangsung ?

Anda mengatakan: Untuk apa teokrasi Muslim membuka pintunya bagi misionaris Kristen dan mengekspos rakyat kepada pemiringan konsep monotheisme Abraham.
Jadi, anda tidak rela Arab Saudi membuka pintu bagi agama lain. Tapi anda oke-oke saja menyebarkan agama Islam di negara saya ? Apa boleh buat, anda telah menujukkan tabiat alsi anda. Get out of my country, bung!

Anda mengatakan : obsesi dunia Arab dengan Israel dan penolakan mereka terhadap hak kaum Yahudi atas negara mereka.
Bukannya Nabi Muhamad sendiri yang memiliki obsesi serupa dengan Yathrib, “negara” Yahudi ? Tidak heran ia membantai sebagian besar orang Yahudi Yathrib dan selebihnya ia usir. Sekarang, adakah anda lihat adanya orang Yahudi di Saudi ? Kita sekarang tidak membicarakan kelakuan ORANG Islam, tetapi PENDIRInya.

Prof, anda mengatakan: Bisakah WS menunjukkan satu ayatpun, dengan kejujuran Kristennya, bahwa Quran mendukung terorisme ?
Gini bung, bgm kalau saya terlebih dahulu mengutip ayat2 “damai”.
“Siapapun yang membunuh satu nyawapun, telah membunuh seluruh kemanusiaan.”
Ini kalimat yang sering digunakan orang Islam agar menunjukkan kepada barat bahwa Islam itu damai, dan agar orang Islam di barat tidak dimusuhi.

Mari kita simak konteks Surah 5:32:
“… siapapun yang membunuh satu nyawa, tidak guna membalas nyawa lain atau karena melawan korupsi, ia telah membunuh seluruh kemanusiaan; dan siapapun menyelamatkan nyawa bagai menyelamatkan seluruh kemanusiaan.

Kata2 ini tidak pernah dikutip: karena melawan korupsi. Orang Islam marah kalau Quran mereka di-salah kutip, tetapi mereka tidak pernah keberatan kalau salah kutip itu digunakan untuk menyelamatkan muka mereka.

Surah tersebut berlanjut, Surah 5:34 :
“Begitulah, hukuman bagi mereka yang memerangi Allah dan Rasulnya dan mengkorupsi negara harus dibunuh, disalib, dipotong tangan dan kakinya atau diusir dari negara tersebut …“

Suku Ukl mendapat hukuman itu setelah mereka menolak Islam. Menurut Sahih Al-Bukhari Vol 8 Bk 82, no 794:

“Narasi Anas: beberapa orang dari suku UKL datang pada Rasulullah dan merangkul Islam. Udara Medina tidak cocok bagi mereka, sehingga Rasulullah memerintahkan mereka untuk pergi ke kawanan onta dan meminum susu dan kencing onta (sebagai obat). Mereka menurut, dan setelah sehat kembali mereka menolak Islam dan membunuh sang penggembala onta dan mencuri onta2nya. Rasulullah memerintahkan agar mereka ditangkap. Setelah itu Rasulullah memerintahkan agar kaki dan tangan mereka dipotong dan mata mereka dicap dengan besi panas dan luka mereka jangan dibalut, sampai mati.”

Jelas sekali disini bahwa Islam mengajarkan pengikutnya untuk menghormati nyawa sesame Muslim. Tetapi mereka yang memerangi Allah dan Rasulnya dan melakukan korupsi harus dibunuh, dipotongi atau diusir.

NAWASH:
Akhir2 ini, tidak satu haripun lewat tanpa adanya berita tentang teror yang dilakukan atas nama Islam. Terorisme Islam adalah ancaman terbesar bagi stabilitas peradaban dunia. Akar sebab Teror Islam ini adalah ideology yang dinamakan Political Islam. Ini merupakan keinginan kaum muslim ekstrimis untuk membentuk kerajaan Islam fundamentalis yagn terdiri dari setiapi negara Islam. Keinginan ini didasarkan pada ilusi bahwa modernitas adalah ancaman terhapap Islam dan bahwa masyarakat Islam telah menjauh dari Allah dan jika mereka kembali mengikutki Shariah Islam, problema yang dihadapi dunia Islam akan diatasi. Mentalitas yang berasal dari paranoia, kebodohan, ketakutan dan penolakan akan sekularisme yang menjadi inspirasi Islamist Terrorism.

Kunci reformasi dalam Islam adalah sekularisme yang akan membawa cara pemikiran rasional. Sekuralisme dan rasionalisme adalah cara orang Kristen danYahudi mereformasi agama mereka. Namun saya tidak naïf. Saya namun sadar bahwa sekularisma tidak mudah diterima dunia Muslim. Tapi bagi saya alasannya lain dengan yang diberikan Prof KM dan WS.

Sayangnya, Muslimin Timur Tengah mengasosiasikan sekulerisme dengan kegagalan. Abad 20 menyaksikan pembentukan negara2 sekuler muslim dari Marokko sampai Iran. Ternyata menurut statistik, negara2 ini tidak memberi penduduk kedamaian dan kemakmuran. Kebanyakan negara2 “modern” ini menciptakan sistim pemerintahan represif, perang dan kemiskinan.

Jadi masyarakat Timur Tengah mengatakan “Kami sudah mencoba kapitalisme, sosialisme, komunisme, ehh gagal semua. Mari sekarang coba Islam.”

Tetapi mereka yang mendukung pembentukan negara Islam ini salah kaprah. Islam adalah agama, bukan sistem pemerintahan modern. Quran tidak mencakup cukup petunjukk bagi pembentukan negara. Kebanyakan negara2 modern yang dibentuk oleh kaum Islam ekstrimis ternyata bersifat fasist, reaksioner, miskin dan tidak demokratis.

Demokrasi adalah pemerintahan oleh rakyat; suatu sistim pilihan bebas dimana pemimpin dipilih dan bertanggung jawab kepada pemilih. Ini bahayanya. Kalau sekarang diadakan pemilihan umum di negara2 Timur Tengah, maka mayoritas negara2 Arab kemungkinan akan memilih pemimpin totaliter dengan agena pro-Islamis yang tidak toleran.

Karena itulah orang Islam perlu dididik kembali tentang segi2 positif sekulerisme dan bahwa kegagalan pemerintah mereka mencapai kedamaian dan kemakmuran bukan karena mereka sekuler. Jadi demokrasi baru bisa sukses kalau teror dan ekstremis Islam dikalahkan.

(Komentar disingkat karena panjang lebar membahas pasal2 dalam Quran dan Injil/Torah yang menunjang kekerasan).

MODERATOR:
Argumen kita ini jelas berputar2. Sulit untuk mendiskusikan kemungkinan reformasi dalam Islam kalau kita tidak bisa menyetujui satu hal dasar bahwa Violent Jihad memang ada hubungannya dengan naskah suci Islam. Tragedi 9/11 misalnya dan seluruh sejarah Dhimmi tidak terjadi karena beberapa muslimin tidak membaca atau salah baca Quran.

Seterusnya baca sendiri dalam bahasa Inggris :
www.frontpagemag.com/Articles/Printable.asp?ID=14639
ali5196
 
Posts: 17309
Images: 135
Joined: Wed Sep 14, 2005 5:15 pm

Postby ali5196 » Tue Apr 24, 2007 2:09 pm

http://www.indonesia.faithfreedom.org/f ... 1733#51733

JEMBATAN ANTARA AGAMA DAN MODERNITAS
Turki membuat reformasi progresif dan berani

MUSTAFA AKYOL, THE WASHINGTON POST
ISTANBUL

"Wanita tidak sempurna dlm intelek dan agama."
"Wanita yg terbaik adalah mereka yg menyerupai domba."
"Doamu akan batal jika keledai, anjing hitam atau WANITA lewat didepanmu."


Dlm langkah berani tetapi diam2 ini, otoritas agama Turki mereformasi tradisi Islam dgn menghilangkan pernyataan2 ini dari hadis.

Hadis bukan masalah enteng. Lebih dari 90 % hukum shariah didasarkan kpd hadis ketimbang kpd Quran. Hukuman yg paling terkenal spt pembunuhan terhdp murtad, isolasi wanita, larangan terhdp karya2 seni, hokum rajam bagi pezinah, semua berasal dari hadis. Menghilangkan ini dari hadis merupakan tantangan langsung terhdp tradisi Islam.

Kaum Muslim modern dan intelektual sudah lama mengatakan bahwa hadis harus direvisi, tetapi ini pertama kalinya dlm sejarah, sebuah otoritas islam mengambil langkah2 utk mengedit mereka. Revisi yg diusulkan ini datang dari Diyanet, otoritas Islam tertinggi Negara itu yg mengontrol lebih dari 76.000 mesjid di Turki dan bagian2 lain Eropa. President, Ali Bardakoglu, teolog liberal yg ditunjuk 3 tahun lalu oleh partai konservatif yg berkuasa, Partai Keadilan dan Pembangunan, yg menyatakan bahwa koleksi hadis baru, bebas dari misogyny (kecurangan terhdp perempuan), akan siap pd thn 2008. Juga diumumkan bahwa imam2 modern akan dikirim ke daerah2 pedesaan dan konservatif di bagian tenggara Turki utk berkotbah menentang praktek2 Muslim spt ‘honor killing’.
Banyak Muslim menganggap hadis sbg benda keramat. Hadis disusun 2 abad setelah Quran yg dikanonisasi pd abad ke 7. Pada abad ke 9, orang2 menyusun cerita2 aneh dari nabi shg pakar2 spt Muhamad al-Bukhari dan Muslim ibn al-Hajjaj memutuskan utk mengevaluasi dan menyusun mereka. Dari isnad, mereka mencari hadis2 yg sahih.

Dlm menyampaikan koleksi standard hadis baru ini, Diyanet melihat logika, konsistensi dan ‘common sense’. Ini merupakan kebangkitan kemabli debat dlm yurisprudensi Islam. Dng dibangunkannya kembali perdebatan abad pertengahan ini dan revisi Hadis bisa membawa dobrakan revolusioner.

Bukan kecelakaan bahwa Turki adalah tempat dimana shariah tradisional dipikirkan kembali. Proses memodernisasi Islam, yg berasal dari jaman Ottoman semakin dipercepat sejak th 1980an, saat masy Turki mulai membuka diri. Sejak itu, muncul kelompok borjuis Muslim dan menciptakan atmosfir social baru.

Muslim2 ini bukan sekularis yg ingin membuang agama. Sebaliknya, mereka ingin menafsirkan kembali Islam karena mereka percaya ini karya Ilahi dan manusialah yg memasukkan ideologi2 aneh. (manusia spt Muhamad maksudnya ? jadi kaum borju Turki ingin menafsirkan kembali Hadis, sampai bentuknya bukan lagi Islam ?)

Dunia Islam memerlukan alternatif – jalan antara modernitas tidak bertuhan dan kepicikan anti-modernisasi. Dng revisi sumber2 tradisi islam dan meningkatnya Muslim yg memeluk demokrasi (ideology yg tidak islami itu !) dan masy terbuka (juga bukan masy Islami), Turki kemungkinan bisa membuka jalan.

Mustafa Akyol is a journalist.

http://www.charlotte.com/mld/observer/n ... 108180.htm

BIARLAH MEREKA MIMPI TERUS !!! ISLAM DIRUBAH2 SAMPAI BUKAN LAGI ISLAM NAMANYA. Ketahuan bahwa Islam memang perlu dirubah2, ditafsirkan kembali, dirombak2 agar sesuai dgn kemajuan manusia. Ketahuan ini bukan dari Tuhan !!
ali5196
 
Posts: 17309
Images: 135
Joined: Wed Sep 14, 2005 5:15 pm

Postby ali5196 » Tue Apr 24, 2007 2:24 pm

http://conprotantor.blogspot.com/2006/1 ... ultan.html
Image
Wafa Sultan, pejuang anti-Islam

JP: "Anda pesimis ttg kemampuan Islam utk mereformasi diri. Bisa anda jelaskan ?"

Sultan: "Secara pribadi saya tidak percaya Islam bisa direformasi. ... Langkah pertama adalah menaruh tekanan pada kaum Islamis utk menghormati pandangan saya utk menolak Islam ini. Begitu Muslim diberi kebebasan utk memilih agama mereka sendiri, maka segalanya akan berjalan dgn sendirinya. Solusinya adalah : transformasi, bukan reformasi."

...

"Saya bukan feminis, dan saya tidak menerima usulan bahwa agresi dlm Islam akan hilang begitu wanita menafsirkan kembali Quran. Masalahnya dgn Islam bukan masalah patriarkhinya, tetapi masalah KEKERASAN dlm ayat2nya. Bgm Muslimah mau menghilangkan lebih dari 100 ayat Jihad
dlm Quran, lusinan cerita serangan militer agresif oleh Muhamad dan sahabat2nya dlm Sunnah, hadis dan Sirat Rasulullah ? Dgn membiarkan wanita menafsirkan kembali ayat2 diatas ??? Kalau Muslimah memang benar2 ingin merubah keadaan, itu hanya dapat dicapai dgn menghancurkan Islam, bukan mencoba mereformasi, mengaduk2 ayat disana sini."


Muslimah2 yg berani menentang Islam
http://www.indonesia.faithfreedom.org/f ... hp?t=11778
Last edited by ali5196 on Tue Apr 24, 2007 2:56 pm, edited 1 time in total.
ali5196
 
Posts: 17309
Images: 135
Joined: Wed Sep 14, 2005 5:15 pm

Postby ali5196 » Tue Apr 24, 2007 2:31 pm

A SINA : Eradikasi, bukan Reformasi
http://www.indonesia.faithfreedom.org/f ... .php?t=103

http://www.prophetofdoom.net/article.aspx?g=406&i=46003
Bukhari:V9B88N174 "I heard the Prophet saying, ‘Islam cannot change!'"
(Saya mendengar Nabi mengatakan, 'Islam tidak dapat berubah!'


ALI SINA:
Alasan mengapa semua upaya reformasi dalam Ilam gagal adalah bahwa ISLAM TIDAK DAPAT DIREFORMASI. Reformasi Islam hanyalah ilusi dan hanya kan membuat frustrasi calon reforman. Ini seperti anda menginginkan mereformasi filosofi NAZI dan mencoba membuatnya nampak seperti ideologi non-rasial yang berperikemanusiaan.

Ini adalah ABSURD, walaupun kemungkinannya lebih besar daripada re-reformasi Islam. Karena buku Hitler "Mein Kampf" tidak dipercaya sebagai kata2 langsung Allah, seperti Quran. Anda tidak dapat merubah Quran. Anda tidak dapat mereformasi sebuah kebohongan (You cannot reform a lie). Anda harus meninggalkannya.
ali5196
 
Posts: 17309
Images: 135
Joined: Wed Sep 14, 2005 5:15 pm

Postby ali5196 » Tue Apr 24, 2007 2:38 pm

http://www.jihadwatch.org/dhimmiwatch/a ... 014678.php

Ada dua macam MUSLIM REFORMIS :

-Mereka yg sengaja membohong utk membingungkan dan memecah belah NON-Muslim.

- dan yg lain, yg benar2 percaya apa yg mereka katakan.
Setelah membaca buku Irshad Manji, saya tidak ragu bahwa Irshad memang jujur. Tapi tidak ada satupun dari barisan reformis ini sanggup memberikan pandangan konsisten bahwa Islam bisa direformasi.

Irshad Manji jelas lemah dlm argumennya ketika mengatakan dlm bukunya : "Islam tergantung dari Muslimnya." Ia lupa bahwa Muslim kebanyakan tidak tahu isi Quran.

More on Irshad Manji, Muslim 'reformis'
http://www.indonesia.faithfreedom.org/f ... .php?t=708
ali5196
 
Posts: 17309
Images: 135
Joined: Wed Sep 14, 2005 5:15 pm

Postby ali5196 » Tue Apr 24, 2007 2:50 pm

Mencoba Mereformasi Islam :
http://secularislam.org/blog/post/SI_Bl ... eclaration

Jalan menuju (reformasi) Islam Moderat = Jalan ke NERAKA !
http://www.indonesia.faithfreedom.org/f ... hp?t=19271
ali5196
 
Posts: 17309
Images: 135
Joined: Wed Sep 14, 2005 5:15 pm


Return to Resource Center: Hal2 PENTING ttg Islam (Sunni)



Who is online

Users browsing this forum: No registered users

cron