Page 1 of 1

Syariat/Sharia diseputar dunia

PostPosted: Wed Dec 29, 2010 7:32 pm
by ali5196

Re: Syariat/Sharia diseputar dunia

PostPosted: Fri Jun 28, 2013 8:29 pm
by ali5196
wanita-dlm-islam-menderita-kebiadaban-sebuah-ideologi-t24001/

Qanun penyebab tingginya kekerasan pada perempuan di ACEH
Selasa, 4 Juni 2013

Pemberlakuan qanun (perda) syariat Islam di Aceh ternyata justru menimbulkan tingginya kasus kekerasan terhadap perempuan. Hal ini lantaran kuatnya aspek intoleransi yang semakin mendesak kelompok perempuan.

Dalam catatan yang berhasil dikumpulkan jaringan perempuan Aceh yang tergabung dalam Jaringan Pemantau 231, dampak intoleransi bagi perempuan tergolong cukup besar, dan didominasi kasus kekerasan seksual. Parahnya, hal ini menyebabkan anak-anak perempuan selaku korban terpaksa mendapat penolakan untuk dapat mengakses pendidikan.

"Dampak itu muncul dari praktik intoleransi di Aceh, terutama bagai anak perempuan yang mengalami korban perkosaan. Akibatnya, anak perempuan yang demikian harus putus sekolah, karena sekolah tidak mau menerima anak tersebut. Ia dianggap memberi contoh yang tidak baik," ujar Koordinator Jaringan Pemantau 231, Andi Adriana, dalam Peluncuran Laporan Bersama Situasi Pemenuhan Hak-Hak Konstitusional Perempuan Aceh, di Jakarta, Selasa (4/6).

Adriana mengatakan, pemberlakuan qanun telah melenceng jauh dari tujuannya untuk menciptakan keteraturan dalam masyarakat Aceh. Bahkan, qanun itu justru mengancam keberadaan perempuan dalam menjalankan aktivitas kesehariannya.

"Ini memang tidak bisa dipungkiri. Misalnya larangan bagi anak perempuan dan laki-laki untuk duduk berduaan. Jika ketahuan, mereka akan dihukum oleh masyarakat luas, bukan oleh penegak hukum. Kadang mereka bahkan dinikahkan secara paksa atau disiram dengan air comberan," kata Adriana.

Lebih lanjut, Adriana menambahkan, pemberlakuan qanun juga bertentangan dengan sejarah perempuan Aceh yang menduduki derajat sangat terhormat (yi hukum ADAT! Islam menghancurkan hukum adat!). "Hal ini bahkan memperlihatkan penurunan dengan sejarah masa lalu, di mana perempuan Aceh tampak begitu sohor," pungkas dia. :lol:

-----
Komisi Nasional Perempuan menemukan setidaknya terdapat 1.060 kasus kekerasan terhadap perempuan sepanjang tahun 2011 hingga 2012. Data itu didapat dari survei bersama yang dilakukan Komnas Perempuan dengan jaringan perempuan Aceh yang tergabung dalam Jaringan Pemantau 231.

"Dari 561 kasus yang berhasil diverifikasi, diketahui bahwa kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) merupakan kasus yang dominan terjadi, atau sekitar 73,6 persen," ujar Koordinator Jaringan Pemantau 231, Andi Adriana, dalam Peluncuran Laporan Bersama Situasi Pemenuhan Hak-Hak Konstitusional Perempuan Aceh, di Jakarta, Selasa (4/6).

Selain KDRT, Adriana mengatakan, sebanyak 23 persen kasus kekerasan terjadi pada komunitas dan sisanya disebabkan penerapan Syariat Islam melalui penerbitan berbagai Qanun (perda Syariah) yang didominasi praktik intoleransi.

"Ada peningkatan yang cukup signifikan untuk setiap kasus kekerasan. Pada tahun 2011 ada 189 kasus KDRT, sedangkan pada tahun 2012 meningkat menjadi 224 kasus. Sementara itu, tahun 2011 hingga 2012 ada 74 kasus kekerasan di komunitas," kata Adriana.

Sementara itu, Komnas Perempuan juga menemukan telah terjadi 148 kasus kekerasan seksual di ranah publik dengan korban sebanyak 50 persen merupakan perempuan usia anak-anak dalam rentang usia dua hingga 18 tahun. Namun demikian, persoalan ini menjadi semakin parah lantaran sebanyak 82,7 persen kasus dilakukan orang yang dikenal baik oleh korban.

"Ini menunjukkan bahwa tidak ada jaminan perempuan, khususnya anak perempuan akan terlindungi dari tindakan kekerasan, meskipun bersama orang-orang terdekatnya," ucap Adriana. :supz: :supz:

Qanun penyebab tingginya kekerasan pada perempuan di ACEH
Mirror
Faithfreedom forum static