.

DEBAT-DEBAT ISLAM-NASRANI dlm LITERATUR KLASIK (al Kindy)

Download Tulisan2 Penting tentang Islam; Website, referensi buku, artikel, latar belakang dll yang menyangkut Islam (Sunni) & Syariah.

DEBAT-DEBAT ISLAM-NASRANI dlm LITERATUR KLASIK (al Kindy)

Postby MuridMurtad » Wed Jul 19, 2006 3:07 pm

Artikel dibawah ini sekali-kali tidak dimaksudkan mempromosikan Kristen, Oleh kerena itu bagian-bagian yang murni menyangkut pembelaan Kristen, tidak diterjemahkan. Nasrani silahkan menterjemahkan sendiri.

THE APOLOGY OF AL KINDY
http://www.answering-islam.org/Books/Al-Kindi/index.htm

WRITTEN AT THE COURT OF AL MÂMÛN
(Circa A.H. 215; A.D. 830)

TABLE OF CONTENTS
Title Page 1
Preface to the Present Edition 3
Preface to the First Edition 5
Essay on its Age and Authorship 13
Speech of Al Mâmûn 29
Letter of Al Hâshimy the Moslem Advocate 39
REPLY OF AL KINDY 41
The Trinity 41
Life of Mahomet 44
Assassinations 46
Warlike Expeditions 48
Wives of Mahomet 51
Evidence of Prophecy 53
Conquest of Persia 55
Miracles 57
Apostacy of the Arabs 62
The Three Dispensations 66
The Coran: Materials and Mode of Collection 69
Solecisms in Coran, Matter and Style 79
Worldly Inducements 84
Name of Mahomet on the Great Throne 88
Preëminence of the Seed of Abraham 88
Ordinances of Islam 90
Prohibition of Swine's Flesh 91
Pilgrimage 92
Saracenic Crusade 95
Contradictory Passages 96
War as a Divine Remedy 101
Martyrs, Moslem and Christian 103
Temporal Inducements 107
Intercession of Mahomet 109
The Trinity defended 110
Adoration of the Cross 111
The Fâteha 112
CHRISTIANITY described 114
Old Testament Prophecies 114
Jewish Scriptures uncorrupted 114
Life of Christ 116
Ministry of the Apostles 119
Miracles no longer needed 120
Conclusion 122

Yang perlu akan diterjemahkan bertahap (kalao sempet), tapi umumnya yang berkaitan dengan isu negatip Islam dan Muhammad sudah pernah disinggung dalam artikel-artikel FFI.


--
Last edited by MuridMurtad on Sun Jul 23, 2006 9:23 pm, edited 1 time in total.
MuridMurtad
 
Posts: 1172
Joined: Fri Sep 30, 2005 1:49 pm

Postby MuridMurtad » Wed Jul 19, 2006 3:10 pm

Essay on its Age and Authorship
[Read before the Royal Asiatic Society.]

AL BIRUNI, dalam "Vestiges of Ancient Nations," yang ditulis A.D. 1000 (A.H. 390), selagi menggambarkan kebiasaan para Sabean, mengutip otoritas Ibn Ishak al Kindy, sorang Kristen, dalam kalimat ini :
Demikian juga Abd al Masih ibn Ishak al Kindy, seorang Kristen, dalam balasannya kepada Surat Abdallah ibn Ismail the Hashimite, berkaitan dengan mereka (para Sabean) yang terkenal keji kerena pengorbanan Manusia, tetapi pada saat sekarang mereka tidak lagi bisa mempraktekannya secara terbuka.

Sebuah karya untuk merespon uraian di atas baru-baru ini diterbitkan oleh Turkish Mission Aid Society, dalam bahasa Arab, dibawah judul : "The Epistle of Abdallah ibn Ismaîl the Hâshimite to Abd al Masîh ibn Ishâc al Kindy, inviting him to embrace Islam; and the reply of Abd al Masîh, refuting the same, and inviting the Hâshimite to embrace the Christian Faith."
Buku itu, kami pelajari dari sebuah dokumentasi pada bagian akhir, yang dicetak dari dua MSS. diperoleh, satu di Mesir, dan yang lain di Istanbul. Tidak ada nama penyalin, maupun tahun penulisan. Keduanya dalam catatan itu, penuh error dan inkonsistensi. Tetapi buku itu diedit dengan hati-hati dan cermat, dan secara umum keseluruhannya boleh disebut sebagai tiruan yang benar dari aslinya. Editor (Dr. Tien) pantas diberi penghargaan atas cara yang ditempuh sehingga pekerjaan itu terlaksana.

Surat-surat itu sendiri tidak ada nama, di dahului dengan kata penghantar pendek :

Dalam Nama Allah, yang ESA, dan KEKAL.
Diceritakan bahwa dalam masa ABDALLAH AL MAMUN, hidup seorang keturunan Hashimite, dari garis keturunan Abbasside, relasi dekat KHALIFAH. Orang tsb. termasyur di mana-mana , dalam pengabdiannya kepada Islam, dan untuk ketaatannya kepada semua hukumnya. Orang ini mempunyai seorang sahabat, terpelajar dan saleh, dikaruniai dengan bakat–bakat budaya dan sains, keturunan totok dan bangsawan dari BENI KINDA, dan terkenal untuk kesetiaannya kepada iman Kristen. Keduanya mengabdi kepada Khalifah, dan dekat dengannya dalam kehormatan dan martabat. Sekarang kedua orang ini saling mengasihi, dan saling percaya satu sama lain dalam persahabatan. AL MAMUN, Pemimpin para Mukmin, lebih dari itu, dan seluruh Istananya tahu akan hal itu. Tetapi kami tidak mau menyebut nama mereka, takut kalau-kalau akan melukai/ merugikan. Sang HASHIMITE menulis kepada Kristen sebuah surat, yang ini adalah salinannya.


Kemudian segera diikuti dengan surat sang Hashimite . Dia mengingatkan sahabatnya bahwa dia, meskipun penganut Islam, dirinya tahu baik ayat-ayat dalam Al Kitab, dan dalam praktek dan doktrin berbagai sekte Kristen; dan dia kemudian melanjutkan dengan menerangkan ajaran Islam, dan mendorongnya untuk menerima. Dia meminta sahabatnya untuk menjawab tanpa takut atau terancam dan menjanjikan jaminan Khalifah bahwa tidak akan menyakitinya untuk segala kebebasan bicara dalam diskusi mengenai akidah masing-masing.

Dan sang Kristen menjawab dia :
DALAM NAMA ALLAH YANG PENGASIH DAN PENYAYANG.
O Tuhan, buat tugasku mudah : tidak sulit: dan menuntaskannya dengan berkatmu.

TO N--, anak of N--, dari M--, anak M--, hamba Messiah yang tidak berarti. Damai, Kemurahan, dan Karunia atas engau, dan atas seluruh Umat Manusia. Amen.


Dan setelah itu ia dengan segera menjawab argument sahabatnya, point demi point.

Surat Muslim menempati hanya 23 dari 165 halaman pada edisi cetakan; jawaban Al Kindy sisanya 142 halaman. Sementara Apologist kita berbicara dengan penuh hormat kepada pribadi Muhammad, dia dengan berapi-api menolak klaimnya sebagai seorang nabi, dan menyerang seluruh system Islam dengan ketegasan tanpa kompromi.

Evident of propercy (Bukti kenabian)

“Sekarang, katakan padaku,” dia melanjutkan, “apa yang Tuanmu (Muhammad) prediksi atau beritahukan, dalam kebajikan yang mana sehingga engkau menganggapnya nabi? Bila engkau berkata bahwa dia memberitahukan kepada kami sejarah nabi-nabi sebelum dia, seperti Nuh, Ibrahim, Ishak, Yakub, Musa dan Al Masih, dan yang lain,- Aku siap menjawab; yakni, bahwa dia menceritakan kepada kita APA YANG KAMI SUDAH TAHU, dan bahkan apa yang anak-anak kami baca di sekolah. Dan bila engkau ingin menunjukan cerita yang lain, seperti Ad dan Thamud , Salih dan Ontanya, Gajah, dan yang seperti itu, aku menjawab bahwa ini adalah dongeng-dongeng yang ****. Kisah-kisah tahayul, yang kita sebagai orang Arab mendengar siang dan malam. Dan bukan bukti apapun dari sebuah tugas ilahi. Maka bukti-bukti yang berkaitan dengan masa lalu gagal sama sekali. Tetapi bila engkau berkata bahwa dia memberitahukan apa yang terjadi di masa mendatang, ini berguna bagimu memberikan contoh yang sama ; sejak 200 tahun berlalu sejak jamannya, harusnya sesuatu yang dia prediksi telah terjadi sebelum ini. Tetapi engkau tahu, dan kita semua tahu, bahwa Tuanmu tidak pernah mengucapkan satu patah katapun ucapan kenabian (nubuat). Maka syarat yang lain juga gagal terpenuhi.

“ Menurut keadaan sekarang, mari kita lihat apakah ada tanda-tanda dari bukti yang kedua, yaitu, mukzijat-mukjizat. Sekarang, Muhammad sendiri berkata kepada kita dengan nyata bahwa dikatakan untuknya ( oleh Yang Maha Kuasa ), Tidak ada apapun yang mencegah Kami mengirimkan engkau Mukzijat, tetapi bahwa di masa lalu mereka mendustakan; (surah 17 : 61) dengan kata lain, ‘ Bila orang-orangmu tidak memanggil mereka (nabi) yang di masa lalu penipu, kami akan menganugerahkan engkau karunia Mukjizat.’ Sekarang, demi hidupku, apakah, sesuai nalar, adakah sebuah jawaban yang lebih meyakinkan ? Engkau mengetahui . dan semua mereka yang mendengar Pembelaanku tahu, bahwa Tuanmu (Muhammad) di sini menyangkal Mukjizat sebagai bukti dari misinya, kerena dia tidak mempunyai kemampuan untuk itu;


Conquest of Persia (Penaklukan Persia)

“Bila engkau mengklaim, sebagai bukti dari misinya, bahwa Tuanmu (Muhammad) dan para Sahabatnya, sekalipun mereka sedikit dan lemah, menginjak-injak dengan kaki kerajaan Persia yang perkasa, dengan semua sumber daya, tentara dan perlengkapan perang, maka kami menjawab engkau dengan kata-kata Tuhan kepada anak-anak Israel, ‘Bukan kerena Tuhan mencintai engkau di atas segala bangsa, dia memberikan engkau kemenangan atas kaum Amorit dan Perizzit maka dapat membunuh mereka, membinasakan tanah-tanah mereka dan merebut kota-kota mereka, tetapi kerena kejahatan bangsa-bangsa ini dan kebengisan mereka maka dia memberikan kemenangan kepadamu (lihat Deut. ix. 4. 5)

Maka Dia perlakukan bahkan Jerusalem, kota pilihaNya, tempat tinggal dari nabi-nabinya, tempat peristiwa keajaiban besar dan mukjizat, darimana pujian dan penyembahan naik siang dan malam, titik dimana doa biasanya dijawab, pusat berkat dari atas;-ketika penduduknya memberontak kepadaNya, menyembah ilah-ilah yang lain, menolak tanda-tandaNya dan melupakan kemurahannya, berpikir bahwa mereka mendapatkan itu oleh tangan mereka sendiri, -maka Tuhan memberikan Jerusalem ke pada kekuatan jahat ummat manusia. -- Nebuchadnezzar, penyembah berhala, --yang membantai penduduknya, sekalipun mereka bangsa terpilih dan membawa mereka sebagai tawanan dan anak-anak mereka, dan menghancurkan Bait yang disebut oleh namaNya, dan menyingkirkan bejana-bejana suci yang dari tempat itu kepada Babylon yang menyeramkan kerena penyembahan berhalanya. Sekarang. Akankah engkau berkata bahwa Nebuchadnezzar, dengan menyerang Kota Suci, dan mendatangkan bencana atasnya, seorang Nabi, kerena semua (kemenangan) ini ?

Sama dengan begitu kasus Tuanmu (Muhammad) dan pengikutnya dengan kerajaan besar Persia ini. Kerena semua penduduknya adalah para Magian, jahat dan menjengkelkan, sampah bangsa-bangsa dan umat manusia yang paling busuk. Mereka menyembah Matahari dan Api; mereka menjadikan istri anak-anak mereka, saudara, dan ibu-ibu mereka; mereka memberontak melawan kebenaran, dan dengan sia-sia meninggikan diri mereka secara luar biasa: dalam kekafiran mereka memgatributlan keilahian kepada siapa Tuhan tidak menjadikannya ilah-ilah; mereka menyalah gunakan karuniaNya dan merusak tanah, dan berpikir bahwa kemakmuran mereka sungguh-shungguh hasil dari kepandaian dan kekuatan mereka sendiri…………dst. Dengan cara itu Tuhanlah menghakimi orang-orang tak beriman.” [dan bukan kerena Muhammad nabi]

Miracles (mukzijat-mukzijat).

Kembali kepada pengecualian Muhammad yang tidak dikaruniai Mukjizat, dengan alasan kalau-kalau pengikutnya, seperti di masa lalu memanggil mereka (nabi nabi) penipu, Penulis kita mengulangi, --“ Demi hidupku ! sebuah alasan yang aneh yang diajukan kepada akal sehat. Memang betul bahwa Yahudi sejak awal mendustakan mukjizat nabi-nabi mereka, dan menolak mereka, lalu apa kaitannya ? Menyangkut suku-suku Arab mereka tidak pernah melakukan yang seperti itu, mengingat tidak ada nabi yang muncul di antara mereka sebelumnya maupun Rasul apapun di Arabia, apakah dengan mukjizat atau tidak…………..
Kembali ke tradisi dengan dongeng-dongeng dan kisah-kisah, kita akan menemukan dongeng-dongeng **** seperti mengenai Srigala yang berdiri melolong di depan Muhammad; lalu sesudah itu dia berbalik ke Sahabatnya, berkata bahwa serigala itu utusan untuknya dari Binatang-Binatang hutan :--‘Oleh sebab itu bila engkau mau (melanjutkan dia) mari kita mengenakan pada nya ketentuan yang tidak akan mereka langgar; atau bila engkau mau kita akan membiarkan ia bebas.’Mereka menjawab bahwa mereka tidak peduli ; kemudian Muhammad membuat tanda-tanda kepadanya dengan tiga jari, kemudian ia berbalik dan pergi. Mengagumkan! (melanjutkan dalam ketegangan ironi) bahwa Muhammad mengerti salak seekor Srigala ! Sepertinya ia berkata, Srigala ini utusan dari Yang Maha Kuasa kepadaku, akankah tiap orang menyangkalnya ? Dongeng-dongeng itu, saudaraku, hanya berarti untuk orang-orang **** , tanpa nalar dan hukum pembuktian.” ……

Dia dikelilingi dengan legenda-legenda sejenis yang tak bermutu seperti mengenai lembu jantan yang berbicara; kambing yang putting susunya kosong memengkak setelah disentuh Muhammad; dan pohon yang maju pada panggilannya, membajak tanah --sebuah tradisi yang bahkan ditolak oleh para Muslim yang terpelajar sendiri. Lebih jauh mengenai kisah mukjizat kaki daging domba bakar, yang, dikirimkan ke Nabi oleh Zeinab perempuan Yahudi, diceritakan kepadanya bahwa itu diracuni, dan dimana Bishr memakan dan mati kerenanya. “Baik janggut Muhammad sendiri dan kaki kambing itu berbicara, tapi kemudian mengapa dia merahasiakan kejadian ini, dan tidak mencegah Bishr (seorang tamu terpilih) untuk memakannya ? atau seluruh sahabat mendengar itu, maka kemudian Bishr sendiri pasti akan manahan diri. Tidak ada jalan keluar untuk dilemma ini. Atau, sungguhkah, apa yang Bishr makan, aman bersama dengan seorang nabi yang doanya selalu didengar Tuhan, dan menjawab doanya ? Mengapa, kemudian, Tuanmu tidak berdoa kepada Tuhannya, seperti nabi-nabi dimasa lalu yangmenjadi perantara dan orang mati dibangkitkan kembali ; bahkan waktu Elias membangkitkan anak seorang janda, dan muridnya Elisha anak Shunamite ?........
………………………………………………………………………………………..
Mengapa sekarang ketika Bishr makan, racun tidak dibuat tak berbahaya ? Sehingga kemudian tentunya ini akan menjadi sebuah tanda dari tugas kenabian Tuanmu: kerena nabi-nabi dan orang suci dimasa lalu dilindung oleh Tuhan dari bencana …………..
………………………………………………………………………………………….

Sekarang ini, bila engkau akan (Tuhan membimbingmu, temanku!), membuktikan misi ilahi, tidak dengan barbagai hal **** seperti yang Tuanmu katakan, dimana tidak ada kenyataannya. Mengenai mukjizat kendi yang mereka katakan dia mencucukkan tangannya, dan dengan segera air memancar darinya, maka mereka meminum darinya, mereka dan ternaknya – kisah itu datang dari Mohammed Ibn Ishac (dan) Zohri, dan otoritasnya tidak mencukupi : bahkan bagi tradisionist sendiri tidak sependapat tentang kebenarannya. Dengan demikian bukti-bukti sejarah sama sekali gagal, dan klaim harus ditinggalkan. Siapapun meragukan untuk mengakuinya seorang nabi yang dikirim Tuhan, melakukan pembunuhan, atau bertahan hanya dari pembayaran upeti, sebagai imbalan dari kekafiran.


Apostacy of Arab. (Kemurtadan para Arab)

“…….tetapi lebih buruk adalah tradisi mengenai pemakaman Tuanmu. Dia menginginkan bahwa ia harus tidak dikubur untuk tiga hari, mengharapkan bahwa tuhan akan menaikkan dia ke Surga sama seperti Dia menaikkan Juruselamat kami Kristus, kerena dia begitu terhormat untuk tinggal lebih lama di bumi. Maka sesudah dia meninggal mereka menahan diri sampai hari ke empat, ketika, didorong oleh pembusukan, mereka menguburkannya………………

“ Sesudah kematiannya, tidak ada seorang pun dari pengikut Tuanmu yang tidak murtad, dipertahankan oleh hanya sekelompok kecil dari para Sahabatnya dan kerabat, yang ambisius menggantikan pemerintahan. Di sini Abu Bekr menampilkan bakat yang luar biasa, tenaga, dan cara bicara, maka kekuasaan jatuh ke tangannya, Aly sangat marah pada saat yang sama; dan rakyat memilihnya, tidak diragukan dia akan menggantikan menjadi Khalifah; tetapi kekang direnggut dari tanggannya, dari cinta dunia dan nafsu kekuasaan. Dan demikian Abu Bekr bertahan, sampai suku-suku murtad kembali setia, beberapa dengan ancaman halus, bujukan, dan tipu daya, sebagian melalui ketakutan dan terror dari pedang, dan yang lain oleh prospek kekuasaan dan kekayaan dan nafsu dan kenikmatan hidup ini. Dan maka mereka semua dikonversi pada lahirnya saja dan bukan dari keyakinan batin.”
………………………………………………………………………………………..

The Quran: Materials and Mode of Collection

“Kita sampai sekarang kepada apa yang engkau hormati sebagai peganganmu, yaitu, Kitab yang engkau pegang. Argumentasimu bahwa kisah-kisah di dalamnya mengenai nabi-nabi dan al Masih membuktikan bahwa ia diwahyukan oleh Tuhan, kerena Tuanmu (Muhammad) tidak terpelajar, dan tidak mempunyai pengetahuan yang sejenis kecuali oleh jalan inspirasi. Kembali, engkau berkata bahwa tidak ada Manusia atau Akal yang dapat memproduksi yang seperti itu;dan, ‘Bila engakau tidak yakin mengenai yang Kami wahyukan kepada hambaku, maka bawa sebuah Sura yang begini, dan panggil para saksi selain daripada Tuhan, bila engkau menusia sejati.’ (Sura 2.23) Dan, kembali, ‘Bila Kami menurunkan Quran ini ke sebuah gunung, engkau akan melihat ia tunduk , dan terpecah berkeping-keping, kerena ketakutan akan Tuhan” (Sura 59.21); dan bagaikan curahan. Ini dalam pandanganmu bukti utama dari klaim Tuanmu, kedudukannya sama dengan mukjizat Laut Merah, Matahari yang berhenti, Kebangkitan Orang Mati, dan keajaiban yang lain yang dibuat oleh nabi-nabi masa lampau dan al Masih. Dan, demi hidupku ! argumentasi ini memperdaya banyak orang. Tetapi ini adalah sebuah dalih yang keropos dan lemah. Jawabannya dekat, dan tidak jauh, seperti aku akan perlihatkan kepadamu. Penyingkapan barangkali terasa pahit, tetapi ini akan lebih menyehatkan akhirnya.” Kisahnya secara ringkas seperti ini. *) “ Sergius (Bahira), seorang rahib Nestorian, dikucilkan kerena pelanggaran tertentu. Untuk menebus dosanya, dia berangkat dalam sebuah misi ke Arabia, dan mencapai Mekkah, yangmana dia menemukan ditinggali oleh Yahudi dan penyembah berhala. Di sana dia bertemu dengan Muhammad, dengan siapa dia berbicara akrab, dan membujuknya, sesudah itu diajarkan kepercayaan Nestorius, untuk meninggalkan kekafiran, dan menjadi muridnya. Ini, sementara ini menambah kebencian orang-orang Yahudi, juga menyebabkan sebutan yang menguntungkan bagi Nasrani dalam Quran, yaitu, bahwa ‘mereka lebih dekat bagi orang percaya dalam persahabatan;dan kerena diantara mereka ada pendeta dan rahib, dan kerena mereka tidak sombong.’ Dan sehingga menjadi makmur, dan kepercayan Nasrani paling dekat diadopsi oleh Muhammad, ketika Sergius mati. Setelah itu dua orang dokter Yahudi, Abdallah dan Kab, mengambil kesempatan, dan mengambil hati Tuanmu, menyatakan dengan curang untuk berbagi pandangan dan menjadi pengikutnya. Dengan begitu mereka menyembunyikan tujuan dan menunggu saat mereka.

Foot note :
*) Penyimpangan yang panjang tentang Quran sangat kuat diwarnai oleh tradisi Abbasside dan Alyite. Banyak darinya cuman kisah romans, tidak bertumpu pada bukti histories, Tetapi ini tidak dapat disangkal semacam kisah popular di istana Al Mamun ( dimana tiap argumentasi yang menantang keabadian Quran akan diterima baik); dan , tentu saja , Penulis kita disana sini menyiratkannya sebanyak mungkin.

Saat kematian Nabi, ketika Aly menjaga jarak dan menolak bersumpah setia kepada Abu Bekr, dua orang Yahudi menjebaknya, dan mencoba untuk membujuk dia mengambil tugas kenabian, yang mana mereka mengumumkan dia pantas, dan berjanji mengajar dia . seperti Sergius mengajar Muhammad. Aly, masih muda dan tidak berpengalaman, mendengarkan mereka, dan diajar secara rahasia. Sebelum mereka mencapai secara penuh tujuan mereka, Abu Bekr mendengar ini dan meminta Aly, yang menemukan perlawanan sia-sia, meninggalkan tuntuan yang ambisiusnya. Tetapi para Yahudi telah sukses dalam merusakkan text Quran yang Muhammad tinggalkan di tangan Aly, yakni yang didasarkan atas Injil. Kemudian kedua yahudi ini menyisipkan Quran dengan kisah-kisah Perjanjian Lama, dan bagian-bagian hukum Musa, dan memperkenalkan kutipan itu seperti ini : --“ Dan orang-orang Yahudi berkata, orang-orang Nasrani itu tidak mempunyai suatu pegangan, dan orang-orang Nasrani berkata, orang-orang Yahudi tidak mempunyai sesuatu pegangan, padahal mereka membaca Al Kitab. Demikian pula orang-orang yang tidak mengetahui, mengatakan seperti ucapan mereka itu. Maka Allah akan mengadili di antara mereka pada hari kiamat, tentang apa-apa yang mereka berselisih padanya.’ (Sura 2.113) Kerenanya juga timbul inkonsistensi dalam Quran. Kutipan-kutipan yang diambil dari satu sumber berbeda dengan sumber lainnya; seperti dalam pasal-pasal , Lebah, Semut, Laba-Laba. Sekarang ketika Aly putus asa menggantikan kedudukan Khalifah, dia pada akhirnya menampilkan dirinya di depan Abu Bekr, empat puluh hari (beberapa berkata enam bulan) sesudah kematian Nabi. saat dia bersumpah setia kepada abu Bekr sebagai Khalifah, Abu Bekr berkata kepadanya, ‘ O Abu Hasan mengapa menunda begitu lama ?’ Dia menjawab,’Aku sibuk mengumpulkan Kitab Tuhan, yang mana Nabi menyerahkankannya kepada pengawasanku. ‘ Pikirkan, Temanku, apa yang dimaksud dengan kesibukan dia dalam mengumpulkan Kitab Allah’? Engkau mengetahui bagaimana tyrani Hajjaj ‘mengumpulkan’ lembaran Quran, dan menghilangkan banyak darinya. Ah, sipenipu ! Kitab Allah tidak ‘dikumpulkan’ maupun bagian-bagiannya dapat hilang. Engkau, dan bujuk rayumu, tahu dan mengakui apapun yang aku katakan, yang seluruhnya diambil dari tradisi mu yang setiap dari engkau menyetujui. Menurut beberapa otoritas salinan pertama Quran dibiarkan dalam tangan Quraish; dan Aly, ketika dia berkuasa, memerintahkan untuk mengontrol kalau-kalau dirusakkan dengan penambahan atau pengurangan; dan ini adalah salinan yang cocok dengan Injil yang disampaikan kepada Muhammad oleh Sergius. *) Sekarang ketika Aly berbicara kepada Abu Bekr, seperti tertulis diatas, itu dalam rangka merepresentasikan potongan-potongan dan bagian-bagian Quran yang bersama mereka seperti halnya juga yang bersama dengan Aly; dan kemudian disetujui untuk megumpulkan seluruhnya dari setiap penjuru bersama-sama. Maka mereka mengumpulkan berbagai bagian dari ingatan para individu (seperti Sura Barat, yang mereka tulis pada dialek Arab tertentu dari gurun), dan bagian-bagian yang lain dari orang yang berbeda, dan dari kedutaan-kedutaan dan perwakilan yang dikunjungi Nabi; di samping yang disalin dari lempengan-lempengan batu, daun palem, dan tulang bahu, dan begitulah. Itu bukan pemgumpulan yang pertama dalam sebuah jilid, tetapi masih dalam lembaran-lembaran terpisah,--judul-judul dibuat menurut cara Yahudi – sebuah akal muslihat cerdik dari mereka.

Foot note :
*)Penulis kita mengatakan disini bahwa Sergius (rahib Bahira) dipanggil oleh para Sahabat “Jibril,” dan sewaktu-waktu “Roh Mukmin,” sebutan untuk Malaikat yang menurunkan Quran kepada Muhammad.

“Kemudian orang-orang jatuh ke perbedaan dalam bacaan mereka. Beberapa membaca versi Aly ( dan mereka mengikuti sama sampai sekarang); beberapa membaca menurut koleksi yang kita sebutkan.Yang lain membaca menurut bacaan Arab gurun, yang dalam kebodohannya membuat perubahan dan tambahan. Segolongan membaca menurut text Ibn Masud, mengikuti perkataan Tuanmu, --'Siapapun akan memlafal Quran dalam kemurniannya dan semangatnya ,biarlah dia melafal seperti Ibn Omm Mabad.’;dan dia mengulanginya kembali kepadanya (Muhammad) setiap tahun, dan pada tahun ia meninggal, dua kali. Dan, juga kembali, beberapa membaca menurut Obey ibn Kab, mengikuti kata-kata Tuanmu, ‘Pelafal terbaik di antaramu adalah Obey.’ Sekarang pelafalan Obey dan Ibn Masud mirip satu sama lain.

“Dengan begitu ketika Othman berkuasa, dan orang-orang dimana-mana berbeda dalam hal melafal, Aly mencari alasan-alasan untuk menuduhnya, melingkari kematiannya. Satu orang akan memlafal sebuah ayat dengan satu cara, dan orang lain cara yang lain, masing-masing berkata bahwa bahwa bacaannya lebih baik daripada tetangganya; dan ada perubahan dan sisipan, beberapa salinan lebih dan yang lain kurang. Ketika ini di represententasi kepada Othman, dan bahaya timbulnya perpecahan, perselisihan dan murtad, dia setelah itu memerintahkan untuk mengumpulkan bersama seluruh lembaran dan potongan-potongan yang dia bisa, bersama dengan salinan yang ditulis pertama kali. Tetapi mereka tidak mengganggu yang ada di tangan Aly, atau yang mengikuti bacaannya. Obey meninggal waktu itu. Perihal Ibn Masud, mereka menuntut salinannya, tetapi dia menolak untuk memberikannya, dan maka Abu Musa diangkat gubernur Kufa dikamarnya. Kemudian mereka memerintahkan Zeid ibn Thabit, dan dengan Abdallah ibn Abbas (yang lain bilang Mohammed, anak Abu Bekr), untuk merevisi dan mengkoreksi text, menghapuskan seluruh yang korup. Adapun kedua-duanya masih muda dan mereka diinstruksikan, ketika mereka berbeda dalam bacaan manapun, kata, atau nama, untuk mengikuti dialek Quraish. Pada banyak point mereka berbeda. Sebagai contoh, Zeid menulis Tabuh, dan Ibn Abbas Tabut. Ketika resensi selesai, empat salinan ditulis dalam text yang besar, dan satu dikirim ke Mekkah, dan yang lain ke Medinah. Ketiga dikirim ke Syria, dan sampai hari ini di Malatia (Melitene). Salinan untuk Mekkah masih di sana sampai kota diserang oleh Abu Saraya ( yaitu, terakhir kali Kaaba di bungkus, AH 200); dia tidak membawanya; tetapi barangkali terbakar pada kebakaran besar. Salinan Medina hilang dalam rejim terror, yaitu, pada hari Yezîd ibn Muâvia. Salinan ke empat di simpan di Kufa, kemudian pusat Islam dan rumah para Sahabat Nabi. Orang berkata bahwa salinan ini masih ada di sana; tetapi ini bukan kasus, kerena ini hilang pada huru hara Mukhtar.

“Sesudah apa ya kami ceritakan di atas, Othman menarik seluruh lembaran-lembaran dan salinan terdahulu dan menghancurkan mereka, mengancam siapapun yang memegang bagian manapun untuk mengembalikan, dan maka hanya beberapa serakan tertinggal, tersembunyi di sini dan di sana, selamat. Tidak ada yang tersisa untuk memperlihatkan inskonsistensi yang diketahui ada. Dikatakan sebagai contoh bahwa Sura Nur lebih panjang dari Sura Bacr, dan Sura Ahzab dirusakkan dan tidak komplit; juga pada awalnya tidak ada pembagian antara Sura Barat dan Sura Anfal, dan oleh sebab itu kita lihat judul yang tetap. Demi nama Allah yang maha Pengasih, tidak ada di yang terdahulu. Sama adalah kasus dua Sura Mantera, *) yang Ibn Masud berkata ketika mereka menempatkan di Quran : Ditambahkan bukan disitu yang bukan disini. Dan kemudian ada perkataan Omar yang berasal dari mimbar ( Mesjid Agung Medina), ‘ Biarkan tidak ada seorangpun berkata bahwa Ayat Rajam tidak dalam Kitab Allah; yang sesungguhnya aku sendiri mambaca, Laki-laki dan wanita yang melakukan perzinahan, keduanya akan dirajam sampai mati; dan bila adalah bukan orang orang itu barangkali dikatakan, “ Omar menambahkan kepada Quran yang tidak ada di dalamnya,” Aku ingin menyisipkan yang sama dengan tanganku sendiri. Seperti pada penutup perkataan yang lain :’Sesungguhnya aku tahu tidak setiap orang berkata Peraturan kawin sementara (Al Mutah) tidak ada dalam Buku Tuhan, tentu saja, aku sendiri membacanya; dan sesungguhnya banyak isi Quran yang dibuang.’ Namun lebih lanjut, Omar berkata : “ Tuhan berminat bersepakat dengan ramah kepada ummat manusia, dan sesungguhnya dia mengirim Muhammad dengan akidah yang luas dan menyeluruh.’

Foot note :
*) Dua Sura terakhir, masing-masing hanya sebaris.

“ Dan Obey ibn Kab berkata ada dua Sura yang dia lafal (sebagai bagian Quran): Al Canut dan Al Witr; yang isinya : O Tuhan, kami meminta pada engkau untuk pertolongan dan pengampunan dan bimbingan, dan kami percaya kepadamu dan taruh iman kami kepadamu,’dan begitu seterusnya sampai akhir Al Witr. Ini dia katakana menyangkut kumpulan yang pertama, yang tidak lagi eksis.

“ Kembali, mengenai peraturan pernikahan sementara (Al Mutah), yang sama, Aly menyebabkan ayat-ayat tentangnya seluruhnya dikeluarkan. Mereka berkata bahwa semasa Khalifah, ia mendengar seseorang melafal ayat ini, dan mencambuknya untuk hal yang sama, dan melarang mengulanginya lebih lanjut. Dan ini adalah salah satu dari hal-hal yang menyebabkan Ayesha mencela Aly sesudah pertempuran Unta, ketika dia beristirahat di rumah Ibn Khalaf (at Bussora); di antara semua hal yang lain, dia berkata bahwa Aly memukul orang-orang dalam masalah Quran, dan melarang kutipan-kutipan tertentu, dan merusakkan isi tulisan. Lebih jauh, Ibn Masud menyimpan salinannya dalam tangannya sendiri, dan diwariskan kepada anak cucunya, sebagaimana hari ini; dan demikian juga koleksi Aly diturunkan kepada keluarganya.

“Kemudian mengikuti sepak terjang Hajjaj ibn Yusuf, yang mengumpulkan bersama setiap salinan tunggal yang dapat ia pegang, dan menyebabkan dikeluarkannya dalam teks banyak sekali kutipan. Di antaranya, mereka berkata, adalah ayat –ayat mengenai Rumah Omeyya dengan judul-judul tertentu, dan mengenai Rumah Abbas juga dengan judul-judul. Enam salinan teks dengan demikian direvisi sebelum disebarkan ke Mesir, Syria, Median, Mekkah, Kufa, dan Bussora. Sesudah itu dia menarik kembali dan menghancurkan seluruh salinan terdahulu, bahkan waktu Othman kerjakan sebelumnya.

“ Dan sebagai akibat dari semua ini adalah jelas untukmu yang membaca Kitab Suci, dan melihat bagaimana sejarah kitabmu seluruhnya dicampur aduk bersama dan dikombinasikan; sebuah bukti bahwa banyak tangan-tangan yang bekerja, dan menyebabkan inkonsistensi, penambahan dan pengurangan.


Dilanjutkan sesudah artikel dibawah .

--
Last edited by MuridMurtad on Tue Aug 15, 2006 11:52 pm, edited 2 times in total.
MuridMurtad
 
Posts: 1172
Joined: Fri Sep 30, 2005 1:49 pm

Postby MuridMurtad » Sun Jul 23, 2006 9:21 pm

DEBAT: RAHIB & MULLAH di ISTANA SALADIN 1165 AD.

Di bawah ini terjemahan sebagian debat antara rahib Georgi dan tiga orang mullah, dihadapan pangeran Al-Khana, Al-Mushar Abul-Mulk, Gazi Al-Zaher Usef Ibn Ayub Al-Salah, Raja Muslim dari Aleppo dan Syria, dan selama rejim Leo Armenian, anak Etienne, Raja suku Armenia, pada bulan Oktober 1165 AD. Diceritakan Kepala Biara “St.Simon the Thefisherman” mengunjungi Raja Aleppo dan kepercayaannya. Sang Kepala Biara ditemani beberapa rahibnya. Raja menerima mereka, memberi pengamanan sesuai yang mereka minta, dan mengijinkan mereka untuk tinggal di tenda utamanya. Pangeran memintanya berdebat, dan mengatakan supaya jangan takut sebab ibunya dia orang Yunani beragama Kristen, lalu memasukkan cincin kebesarannya ke jari sang rahib supaya tidak takut bicara.

Kerena tidak bermaksud mempromosikan Kristen, tidak semua diterjemahkan.
Selengkapnya (English):
http://www.fordham.edu/halsall/source/c ... ebate.html

……………………………………………………………………………………….

The Monk—Aku tahu bahwa Muhammad memerintah orang Arab dan membebaskan mereka dari penyembahan berhala dan membawa pengenalan pada Allah, tetapi bukan pengenalan yang sejati, kerena dia berniat untuk memerintah mereka dalam rangka menguasai mereka, lebih banyak dari pada memberi mereka informasi tentang Pencipta. Bila engkau dapat sabar sedikit dan menenangkan dirimu, aku akan memberimu sebuah kesaksian atas namaku dan seluruh orang Kristen mengenai nabimu Muhammad, supaya engkau tahu kenapa kami tidak menghormati dia, maupun memanggil dia Nabi atau Rasul.

The Moslem—Seperti Pangeran mengizinkan engkau berbicara apa yang engkau suka dan memberimu keamanan, dan ijin untuk berbicara tentang Islam, engkau dapat berkata apapun yang engkau mau.

The Prince—Abu-Salamah, Rahib akan berbicara dengan sebenarnya dan cukup alasan.

Abu-Salamah— Beri kami apa pandanganmu tentang Muhammad.

The Monk—Engkau harus tahu, Abu-Salamah, bahwa Muhammad berasal dari suku Koreish, dan keturunan Ishmael, anak Hagar orang Mesir, budak Sarah, gundik Abraham. Dia adalah seorang Arab pengembara dan pengendara unta. Dalam perjalananannya, dia datang ke Jerusalem di mana dia diterima oleh seorang Kristen Nestorian, yang bernama Buheira. Ketika ia bertanya kepada Muhammad tentang agamanya, dia menemukan bahwa dia salah seorang pagan. Yaitu anak-anak Ishmael. Mereka menyembah berhala bernama Al-Akbar (sebutan untuk Allat). Mereka meletakkan disekitarnya puisi-puisi yang berisi keinginan dan cinta ditulis pada lempengan-lempengan yang mana mereka gantung pada berhala itu. Mereka melakukan sembahyang dan disebut tujuh "usudallakat" (tergantung). Ketika dia (Buheira) tahu bahwa dia (Muahmmad) berasal dari suku itu, dia menjadi bersimpati padanya, sehubungan dengan kesamaan bahasa, persahabatan dan keingn tahuan. Kemudian dia membaca untuknya beberapa pasal dari Injil, Bibel dan Mazmur. Ketika dia pulang ke rumah, dia berkata kepada teman-temannya, “Celakalah engkau ! Engkau dalam kesalahan besar dan ibadahmu tidak sah dan tidak berguna.”Mereka berkata padanya, “ Apa masalahmu Muhammad?” Dia menjawab, “Aku menemukan Tuhan sejati.” Mereka bertanya, “Apa namanya?” Dia menjawab, “Namanya adalah ALLAH. Dia menciptakan langit dan bumi dan seluruh mahluk di dalamnya. Dia mengirimku padamu sebagai cahaya dan tanda kemurahannya.” Mereka berkata, “ Dapatkah engkau memperlihatkan dia pada kami supaya tahu di mana dia ?” Dia berkata,” Dia tinggal di langit dan melihat semuanya, tetapi dia tidak terlihat.” Mereka mengatakan padanya, “ Kita mempunyai tuhan yang kita sembah dan hormati. Kita mewarisi ibadah ini dari nenek moyang kita yang memberikan kita kebebasan untuk mencukupi kebutuhan-kebutuhan kita dengan segala yang kita miliki.” Kemudian Muhamad mengatakan pada mereka, “ Dia yang mengirimku kepadamu mangatakan padaku bahwa dia mengaruniakan padamu apa yang lebih baik dan lebih besar dari yang engkau katakan.” Mereka bertanya, “Apakah itu?” Dia berkata, “ Ini adalah sebuah firdaus kemana dia mengirimmu sesudah engkau mati. Di dalamnya berisi makanan, munuman, dan wanita.” Mereka bertanya, “ Apakah bentuk dari makanan, minuman, dan wanita?” dia menjawab, “ Sungai madu, susu dan anggur, dengan wanita cantik; Di sana engkau tidak akan haus maupun menangis.” Mereka berkata, “ Engkau utusan Tuhan ?” Dia menjawab, “ Ya.” Mereka berkata, “ Kami takut tuhan kami AL-AKBAR.” Dia berkata, “ Sembah Allah dan hormati Al-AKBAR.”Beberapa dari mereka berkata,” Kami percaya kepada Allah, engkau berkata benar.” Kemudian dia melewati kelompok koreish yang lain, sukunya Muhammad. Dia, kemudian bertemu dengan kolompok yang lain. Orang –orang ini mengizinkan anggota –anggotanya untuk menikahi anak –anak perempuan dan saudara-saudara perempuannya. Itu adalah kebiasaan mereka, sebelum mereka mengenal Allah. Muhammad menulis surat ke Buheira semua apa yang terjadi dengannya. Buheira melarang kebiasaan itu dengan usaha yang besar, dia berhasil menarik mereka pertama kepada para kemenakannya. Kemudian dia menginginkan kerejaan (kedaulatan) untuk dirinya sendiri dan membentuk sebuah pasukan detasemen untuk memerangi lawan-lawannya dan berkata,” Mereka yang masuk Islam, akan selamat,” dan katanya, “ Penghuni surga dan bumi memeluk Islam oleh kerena kehendaknya dan (beberapa) dengan paksaan,” Kemudian, dia menyerang sebuah kelompok membujuk kelompok yang lain dengan kata-kata dan argument yang indah. Targetnya adalah untuk menguasai mereka dan mendesak mereka dalam rangka meraih seluruh wanita, kerena dia sangat suka sekali mereka. Dia menginginkan mereka dengan kadar yang tinggi. Dalam penegasan untuk itu, dia tidak terpuaskan dengan sejumlah besar wanitanya, tetapi menginginkan istri Zeid ketika dia melihat dia dan mengambil dia darinya dengan paksa, menganggap bahwa Allah memberikan dia kepadanya sebagai istri, menggantikan Zeid. Dalam kaitan ini dia berbicara kepada para pengikutnya katanya,” Sesudah Zeid terpuaskan nafsunya dari nya, Kami (Allah) memberikan dia sebagai istrimu, Muhammad.” Dia menganggap bahwa Allah mengilhami dia untuk melakukannya. Tetapi pengikutnya berkata,”Rasulullah. Apa yang Allah dianugerahkan padamu sebagi nabi tidak diijinkan kepada orang lain.”

The Moslem—Celakalah engkau, orang tidak bersunat! Zeid meminta dia untuk mengambil istrinya dan bersumpah bahwa dia akan menjadi haram untuknya.

The Monk—Dia harus, jika tidak dia akan mempunyai nasib yang sama seperti yang lain.

The Moslem—Memangnya, apa yang terjadi dengan mereka ?

The Monk—Tidakkah engkau mendengar tentang Bedouin dibunuh oleh nabimu, di tempat tidurnya, sementara Allah melarang membunuh bahkan seekor burung di tempat tidurnya. Ketika ditanya oleh pengikutnya, “Siapa yang membunuh budak?” “Pedangku,” jawab Muhammad.

The Moslem—Bila engkau menemukan beberapa kesalahan dalam hidup Muhammad untuk mencela dia, engkaupun harus mengakui bahwa dia mempunyai kehormatan yang paling besar dan sangat penting dan pujian yang paling besar bagi Allah untuk apa yang dia lakukan bagi keturunan Ishmael.

The Monk—Dia membimbing mu mengikuti keinginannya, bukan keinginan Allah. Dan Muhammad tidak mengabaikan bahwa dia dan engkau jauh dari kebenaran dan jalan yang lurus, katanya, “ Aku tidak tahu apa yang terjadi pada diriku dan dirimu. Apakah kita dalam kepastian atau kegelapan.?”Dia berkata juga, “ Takut Allah sedapat yang kamu lakukan, barangkali kamu akan berhasil.” Dan dia mewajibkan dalam tiap sembahyang engkau meminta untuk dibimbing ke jalan yang lurus dengan berkata,” Bimbinglah kami(O Allah) kepada jalan yang lurus.” Maka, bila engkau benar, engkau tidak harus meminta kebenaran. Tetapi meminta pertolongan pada Allah. Tapi mari kita lipakan apa yang kita ucapkan. Sebuah contoh tentang ini. Percayalah, O Pangeran, bahwa aku pergi dari hadapanmu mencari jalan tapi tidak melupakan jalan panduan ke Tanah Air. Aku tidak membutuhkan panduan tetapi pertolongan untuk mencapai Tanah Air.

The Prince—Betul sekali,

The Monk—Bila Muhammad tahu engkau di jalan yang benar, dia tidak memerintahkan engkau untuk memohon pada Allah bimbingan dan kematangan. Sebagai ganti, tahu bahwa doa nya tidak diterima oleh Allah, dia menyuruh engkau berdoa untuknya dan berkata kepadamu,’ Hai orang percaya, berdoalah untuknya dan berilah dia keselamatan.’

The Moslem—Tidakkah engkau tahu Allah dan malaikat-malaikatnya berdoa untuk Muhammad ? Tidakah kita harus berdoa untuknya juga ?

The Monk—Engkau harus, lebih baik, berdoa untuk dirimu sendiri dan meminta maaf untuk dirimu, bukan seperti orang yang lapar mencari makanan untuk orang lain; atau seperti orang yang menderita sakit dan meminta pengobatan untuk orang yang lain. Maka, bila engkau, dengan Allah dan malaikat-malaikatnya berdoa untuk Muhammad, siapa yang akan menerima doa mu ? Bila ini pendapatmu, engkau menyamakan Allah dan malaikat-malaikat dengan ummat manusia.

The Moslem—Doa dari Allah adalah karunia yang diberikan pada ummatnya.

The Monk—Siapa yang mendapatkan dari karunia Allah dan malaikat-malaikatnya tidak butuh doa mu. Engkau lebih baik berdoa untuk dirimu sendiri.

The Moslem—Tidakkah engkau berdoa, kau Kresten, atas Kristusmu ?

The Monk—Tentu saja tidak! Kebalikannya kami berdoa kepadanya, kerena dia Tuhan kami dan Pencipta dan dia menerima doa dari hamba-hambanya , dan memaafkan kesalahannya.

The Moslem—Jelas itu penghinaan pada Tuhan dan rancangan busuk! Engkau menyembah seorang manusia ciptaan, lahir dari seorang wanita, yang menderita aib. Itu pengakuanmu, Rahib, jangan menyangkal itu. Engkau mengejek dengan kurang ajar nabi kami Muhammad, yang Terpilih.

The Monk—Aku besumpah, kami tidak mengambil apapun dari diri kami tetapi berasal dari Kitabmu dan Quran mu. Tidakkah engkau mengaku bahwa Muhammad Bedouin dan dari Koreish ?

The Moslem—Ya

The Monk—Tidakkah engkau tahu bahwa dia mempunyai banyak wanita, beberapa istri dan beberapa gundik (budak). Tidakkah engkau setuju bahwa dia begitu bernafsu kepada wanita yang dia gunakan pedang untuk membunuh yang tidak mematuhinya, dan dia mengambil istri Zeid?

The Moslem—Ya, itu adalah perintah Allah, Allah wahyukan padanya seperti itu

The Monk—Tidakkah engkau mengaku bahwa dia mati dan dikuburkan dengan tiga puluh anggota bersamanya dibawah tanah ? Kami menyebutkan hanya beberapa karakter Nabimu, yang engkau akui. Maka mengapa engkau membantahnya ?

The Moslem—Celakalah engkau ! Kami membantah apa yang kamu buat menjadikan Allah seorang anak, dan bahwa Kristus adalah anak Allah, dan dia Allah yang abadi dan Pencipta semua mahluk sementara dia adalah manusia dan lahir dari seorang wanita dan Allah mempertimbangkannya seperti Adam yang kepadanya berkata,”Jadilah” dan diapun jadi (diciptakan).

The Monk—Maka, Abu-Salamah, engkau percaya pada seluruh apa yang nabimu sebutkan dalam Kitabmu dan kitab itu diwahyukan oleh Allah ?

The Moslem— Ya, seluruh yang disebut dalam Quran adalah wahyu kepada Muhammad.

The Monk— Quran tidak menyebut bahwa Kristus adalah Roh Allah dan Firman yang diberikan Allah kepada Maria ?

The Moslem—Bukan firman kekal tapi dijadikan.

The Monk—Apakah Allah, pada suatu waktu, bisu, tuli, atau tanpa kalimat atau roh?

The Moslem—Naudzubillah ! Allah, Firman dan Rohnya selalu (hadir).

The Monk—Apakah Firman Allah Pencipta atau diciptakan ?

The Moslem—Pencipta.

The Monk—Engkau menyembah Allah bersama dengan Roh dan Firmannya bukan?

The Moslem—Aku menyembah Allah, Firmannya dan Rohnya.

The Monk—Katakan sekarang, kemudian,” Aku percaya pada Allah, Rohnya dan Firmannya”.

The Moslem— Aku percaya pada Allah, Roh dan Firmannya. Tetapi tidak membuat mereka tiga, tetapi satu.

The Monk—Itu adalah juga pendapatku ; imanku dan mereka yang beriman Kristen Orthodox. Aku senang sekarang menerangkan arti dari Holy Eternity : Bapak adalah Allah; Anak adalah Frimannya; dan pribadi yang ketiga Roh Kudus.

Kemudian sang Pangeran beringsut dan berdiri dan melirik ke Muslim, tertawa dan berkata padanya,” Abu-Salamah, si Rahib mengkristenkan engkau dan mengintroduksi mu agama Kristen; engkau sekarang Kristen.”

Abu-Salamah marah hebat. Kemudian seorang hakim yang bernama Abul-Fahd Al-Halabi, berkata pada temen-temannya : Bila engkau mengijinkan aku dari awal, aku berdialog dengan Rahib dan aku akan mengalahkannya. Setelah itu, dia melihat ke Pangeran dan berkata,--“Supaya tahu, O Pangeran, bahwa para kafir berada di api (nereka) dan siapapun yang mendekati mereka akan membakar dirinya sendiri, dan Setan yang adalah roh jahat berbicara lewat mulutnya.”

The Monk—Mengapa engkau mencaci maki kami ? Mengapa engkau mempersalahkan pada kami kami apa yang berhubungan denganmu dan nabimu ? Tidakkah kami bicara dan membuktikan bahwa Kristus adalah Roh Allah dan Firmannya dari Quranmu dan Nabimu? Apabila engkau yakin apa yang kami kutip berasal dari setan, itu berasal dari Nabi dan Kitabmu.

The Prince—Malu engkau, Abul-Fad! Diammu lebih baik daripada bicaramu. Aku berharap Allah melengkapimu dengan kebisuan dan ketulian; kemudian kami akan tenang.

Kemudian Abdul-Fahd, dipermalukan, pergi menjauh.

---------------------------------------------------------------------------------------------------------

This text is part of the Internet Medieval Source Book. The Sourcebook is a collection of public domain and copy-permitted texts related to medieval and Byzantine history.

Islamic History Sourcebook
http://www.fordham.edu/halsall/islam/islamsbook.html
MuridMurtad
 
Posts: 1172
Joined: Fri Sep 30, 2005 1:49 pm

Postby MuridMurtad » Mon Aug 14, 2006 3:06 am

Lanjutan Al Kindy

Solecisms in Coran, Matter and Style (Kesalahan bahasa di Quran, Material dan Gaya)

“Lebih jauh, Tuanmu (Muhammad) adalah orang Arab, tinggal di antara Bedouin; dan kepada mereka, dan dalam bahasa mereka, dia menyempaikan pengetahuannya. Sekarang ini umum diketahui bahwa Arab adalah bangsa penyembah berhala yang tidak dapat berubah dan tidak menarik ! Bagaimana kemudian orang-orang seperti ini akan menerima darinya rahasia Tuhan, atau kebenaran yang pantas untuk diwahyukan pada seorang nabi ? Engkau mengetahui ada permusuhan antara Aly dan Abu Bekr, Omar, dan Othman; sekarang masing-masing darinya mencari text apa saja yang menyokong kepentingan mereka pribadi, dan meninggalkan yang sebaliknya. Bagaimana, kemudian, dapat dibedakan antara yang asli dan palsu ? Dan bagaimana yang hilang disebabkan oleh Hajjaj ? Engkau mengetahuinya dengan baik seperti apa kepercayaan yang oleh sebuah tyrani gunakan untuk kepentingan yang lain; kemudian bagaimana mungkin engkau membuat dia sebagai penentu Kitab Allah,--seorang yang tidak pernah berhenti memberi keuntungan kepada Omeyyad kapan saja dia mendapatkan kesempatan ? Dan di samping semua ini, Yahudi-Yahudi juga ikut campur tangan dalam urusan ini.

“ Seluruh yang aku katakan ( melanjutkan Al Kindy, sesudah sebuah himbauan pribadi yang menyentuh ) berasal dari otoritasmu ; dan tidak ada satu argument yang berlebihan tetapi di dasarkan bukti yang di terima oleh dirimu. Dan yang dibuktikan darinya, berasal dari Quran sendiri, yang adalah sebuah tumpukan kacau, tanpa system maupun susunan. Pengertian didapat bukan berasal dari isinya; kerena sepanjang kutipan kontradiksi satu sama lain. Sekarang, adakah penghianatan yang lebih **** daripada mengemukakan buku itu sebagai bukti kerasulan, dan meletakkannya setaraf dengan mukjizat Musa dan Jesus ! Sesungguhnya tidak ada seorangpun dengan akal sehatnya akan menganggapnya; sangat sedikit orang yang pandai dalam sejarah dan filsafat, tergerak oleh argument yang dibuat-buat itu.

“ Katakan sekarang, apa tujuan Tuanmu, ketika ia berkata ‘bahwa tidak ada Manusia maupun Jin, bila dibiarkan bekerja bersama saling membantu untuk membuat yang serupa Al Quran.’ (Sura 17.88 ) Bila alasannya adalah bahasa yang melebihi berbagai karangan yang lain dalam keindahan bahasanya, kami menjawab bahwa setiap bangsa berpikir bahasa masing-masing sangat indah, sementara orang-orang Arab berpikir tiap bahasa yang lain sebagai primitive; dan dengan cara yang sama bahasa Arab, yang dipegang oleh mereka sebagai sangat indah, tetapi dianggap oleh bangsa lain barbar.

“ Bila dikatakan adalah (terlepas dari masalah semua bahasa asing) al Quran sendiri tidak tertandingi dan contoh ajaib bahasa Arab (seperti menurut nas, Sesungguhnya, Kami menurunkan al Quran dalam bahasa Arab, yang jelas dan mudah dipahami); maka, mengapa kita temukan di dalamnya bahasa asing, seperti kosakata namaric dari Pesia, dan mishkat dari Abyssinian. Di sini adalah cacat baik pembawa pesan maupun pesannya sendiri. Bila di sana tidak ada kata-kata bahasa Arab yang dapat digunakan untuk mengekspresikan ide-ide itu , maka media komunikasinya, atau pesan itu sendiri tidak sempurna; kalau tidak, si pembawa pesannya.” Ada penyair-penyair, seperti Imrul Cays, dan pengkotbah dan seni pidato dalam jumlah yang besar sebelum Muhammad, yang karya-karyanya lebih baik darinya, baik dalam konsep maupun bahasa. Ini dilempar pada gigi Nabi oleh penduduk Mekkah; kerena dia berbalik dan memanggil mereka ‘ ras yang suka bertengkar’. Dan, tentu saja, Muhammad sendiri sangat setuju ketika dia memberi embel-embel karangan mereka sebagai sihir.

Kembali, klaim dibuat bahwa dalam Quran ada sebuah keselarasan dan irama bahasa yang adikodrati, serta keindahan konsepsi; yang diwujudkan oleh ketepatan arti, kemurnian dan keserasian tulisan, inti sari dan pesona gagasan & penggambaran. Tetapi bukumu seluruhnya cacat dalam ritmenya, komposisinya membingungkan, dan didalamnya ada kelompok kata-kata tanpa arti.”

Satu lagi hal lagi, bila klaim disandarkan pada materi yang diwahyukan dalam Quran, Al Kidy mempertanyakan kebenaran tunggal macam apa di sana yang disingkapkan , yang tidak dikenal oleh orang-orang sebelumnya, dan tentu saja bukan yang telah usang. “ Dalam saat kita ini,” dia berkata, “ umat manusia memburu setiap cabang pengetahuan yang tidak pernah terjadi sebelumnya; namun apa yang dapat dilakukan dengan kondisi-kondisi adikodrati sebagaimana yang diperlukan untuk mukjizat-mukjuzat seperti yang dilakukan Musa atau Kristus . Kebenaran, ringkasnya , bahwa Quran itu dengan beragam cacat hanya bisa dianggap mukjizat keindahan gaya bahasa dan kearifan/pengetahuan di mata suku-suku terbelakang- kasar dan ras yang tidak beradab.”

Tiga nabi palsu yang muncul pada saat kebangkitan Islam memainkan permainan yang sama seperti Muhammad; dan Penulis kita telah membaca ayat-ayat yang diberikan oleh Moseilama (nabi yang disebut palsu oleh Muhammad ), yang akan menarik para Muslim setelah dia, kalau saja dia mempunyai para Pembantu yang mendukungnya seperti Muhammad.

Apologis kita disini mengingatkan Sahabatnya bahwa bahasa Arab adalah warisan bersama dari keduanya, yang diperoleh dari nenek moyang mereka Yarob, cicit dari Ishmael. Di sini mereka berdiri di atas bumi yang sama; dan dalam kemampuan untuk menilai keindahan atau cacat cela, Sahabatnya tidak lebih baik darinya. Ini, lebih jauh, sebuah usaha ke sia-sia dan semu yang tidak demikian halnya ketika ditujukan kepada bangsa bangsa asing; kerena ketika Quran disampaikan kepada mereka, mereka tidak mengerti isinya, dan mereka yang berkewajiban untuk mengambil bagian yang sama dalam keyakinan, tidak mampu dalam menilai bahasa kerena ketidak tahuan mereka. Orang-orang Arab gurun sendiri berbicara bahasa Arab dalam kemurniannya. Tetapi yang tinggal dalam kota-kota, akibat pergaulan dengan orang-orang asing segera akan kehilangan kelugasan bahasa ibu mereka, dan tidak mempu memberi penilaian apapun atasnya. . Temannya barangkali menjawab bahwa Coreish sendiri adalah orang-orang Arab yang sangat fasih dan piawai dalam ber bahasa, dan bahwa mereka sebagai konsekwensinya berada pada posisi terbaik untuk menyusun argument keindahan adikodrati dari Quran; yang mana Al Kindy menjawab dengan sebuah pernyataan bernada superioritas, dalam penuturannya seperti halnya para pendahulunya yang mulia, nenek moyangnya sendiri. “Engkau tidak akan menyangkal ketika Tuanmu mencoba mendapatkan tangan Muleika, saudara perempuan Norman Al Kindy, dia menjawab, Apa, akankah Muleika menikah kepada ras para pedagang? Engkau mengetahui bahwa Coreish adalah para pedagang Arabia, dan Beni Kinda Pangerannya. Aku tidak mengatakan bualan nenek moyangku diatas moyangmu ; tetapi hanya semata-mata untuk mengingatkan engkau bahwa Beni Kinda adalah pelopor diantara para orang-orang Arab dalam fasihat dan keindahan bahasa mereka, apakah pidato maupun puisi. Raja-raja mereka, terkemuka di di tanah ini, memimpin tentara Arabia; dan begitu besar ketenaran mereka sehingga orang-orang Persia dan Roma bangga memperistri ana-kanak mereka.

Worldly Inducements (Godaan-godaan Duniawi)

Penggunaan (oleh Al Kindy) terminology kata-kata nikmat dan hidup sementara, memulai sebuah pokok bahasan baru, yakni godaan-godaan materi yang menyokong penyebaran Islam. Orang –orang Arab, seperti setiap orang yang mengenal sejarah tahu, adalah golongan miskin dan ras yang liar, hidup dengan kadal dan makanan yang sejenis, tidak ada tempat berlindung dari tiupan udara musim panas, maupun yang menutupi dari angin dingin musim dingin, lapar dan telanjang. Apa yang mereka tahu tentang sungai anggur dan susu; buah-buahan dan bahan makanan; sandaran sutera dan satin penuh dengan bantal beludru di atas karpet bersulam; wanita-wanita, seperti manik-manik mutiara tersembunyi dalam kulit kerang; pelayan-pelayan cantik memegang cawan-cawan bundar; keteduhan yang nikmat dengan suara desah anak sungai –berbagai hal seperti yang ada di istana-istana Chosroes (Raja Pesia). Kerena para pelancong membawa pulang rumor dari Persia mengenai kemewahan yang mengagumkan; dan begitu mendengar lalu mendambakan; dan mendambakan, untuk memperebutkan hal yang sama. Sahabatnya Al Kindy akan mengenang saat-saat ketika tentara penyerbu Muslim merenggut keranjang-keranjang penuh dengan berbagai barang pilihan dari Persia; dan sementara mereka mencicipi makanan yang enak itu, mereka berbicara satu sama lain, --Demi Tuhan ! Bahkan bila bukan kerena akidah berjuang, ini masih berharga dan patut diperjuangkan.

Al Kindy melanjutkan dengan menyebut satu persatu berbagai kelompok yang dialihkan ke Islam, dengan motif yang tercela dan tidak patut. Yang pertama orang-orang kasar anjing bastar penduduk delta Chaldean (al Sawâd);--“Engkau barangkali memanggil mereka dalam bahasa Arab, dan mereka mungkin akan menggerakkan lidah mereka seperti seekor burung beo sebagai jawaban, tetapi mereka masih tetap anjing bastar, Beberapa masih mempertahankan sisa-sisa Yahudi lama dan kepercayaan Magian; yang lain, ditiup di sana sini oleh angin siang hari, tidak dapat mengatakan padamu perbedaan antara mereka sendiri, ciptaan yang bengis, dan Pencipta mereka, membesarkan dengan binatang-binatang padang, yang sama seperti mereka.

Kemudian ada ras penyembah berhala, dan Magian dan Yahudi; orang-orang rendah jenis tukang sewa, mengangankan bergabung dengan Islam, untuk mengangkat diri mereka menjadi kaya dan berkuasa, dan berlagak terpelajar dan terhormat. Kemudian ada orang-orang munafik, yang dengan cara ini mencapai kepuasan dalam perkawinan dan pergundikan. Di sana lebih lanjut golongan tak bermoral, menyerah sepenuhnyanya kepada hawa nafsu , yang mengambil Islam sebagai tangga untuk menggapai tujuan mereka. Akhirnya, ada yang dengan upaya ini memperoleh sebuah penghidupan yang mudah.

“ Sekarang katakan padaku, apakah engkau pernah melihat, Sahabatku (Tuhan bermurah hati kepadamu) atau pernah mendengar tentang sesorang yang dapat berpikir jernih, --tiap orang yang terpelajar dan berpengalaman, kenal dengan Kitab Suci, meninggalkan Kekristenan, demi beberapa tujuan keduniaan yang hanya dapat dicapai oleh agamamu, atau untuk beberapa kepuasan yang seharusnya dikendalikan dalam iman kepada Jesus ? Engkau tidak akan menemukan, kecuali yang tergiur, semua selalu tegar dalam iman mereka, terjamin, dibawah Penguasa yang maha pemurah kami, dalam pengakuan iman mereka sendiri.”

Para golongan murtad tertentu dan para bidaah di sini digambarkan dalam terminologi pahit; para munafik yang memandang rendah Nabi dan mempertanyakan hukumnya secara diam-diam; sementara pada permukaannya membanggakan diri dengan baju kepercayaan Muslim. Ada juga bidaah yang percaya bahwa Roh Kudus dibagi menjadi tiga bagian, satu kepada Jesus, yang lain kepada Musa, dan yang ke tiga kepada orang tertentu yang namanya ngeri disebut oleh Al Kindy; *) --Muhammad tidak tidak punya andil atau bagian di sini. Ini adalah adalah sekte yang sangat kafir dan menjijikkan. Kemudian ada pengkhianat-pengkhianat Kristen, yang menggunakan profesi mereka untuk menguasai saudara-saudara yang setia dan tidak bersalah terhadap iman lama mereka. , --Srigala-srigala melahap domba-domba, seperti yang Kristus nubuatkan. Hujatan dari golongan/keturunan satanic tidak dapat dikatakan. Mereka membual dengan membuat tradisi-tradisi, untuk membuktikan apapun yang mereka inginkan. Apa yang akan Sahabatnya katakan atas perkataan tidak patut mereka dalam mengklaim bahwa Tuhan mengirim Abu Bekr, perkataan, “ O Abu Bekr, aku berkenan dengan engkau; akankah engkau berkenan kepadaku ?” **) Sepertinya adalah dongeng usang: --bahwa tidak ada nabi yang para pengikutnya mengarang kebohongan tentangnya. Hal yang sama adalah sejumlah besar kontradiktif mengenai tradisi Panggilan sembahyang (Adzan), upacara Penguburan, Puasa, Shalat, perayan, etc. yang mana ini sangat melelahkan untuk dirinci dan Sahabatnya tahu itu. Kutipan selesai dengan celaan yang pedas pada pembohong-pembohong munafik dan terkutuk

Foot note :

*) Aku tidak tahu kepada siapa sindiran diperuntukan.

**)Sebagaimana biasa, ilustrasi masuk ke penggembosan Abu Bekr, seperti kelaziman Alyites di istana Al Mamun, Sesudah beberapa rejim kemudian, tidak ada seorangpun berani mengulangi tradisi menynggung karakter Khafifah pertama.


Name of Mahomet on the Great Throne (Nama Muhammad di Tahta Ilahi)

Al Kindy sekarang mengarahkan dirinya kepada keangkuhan Muslim, -- didorong oleh temannya dalam mengagungkan Islam, --yang katanya sebelum Penciptaan Yang Maha Kuasa mengukir di atas Tahtanya nama Nabi bersama dengan sahadat Muslim, Tidak ada Tuhan selain Allah dan Muhammad utusan Allah. Dia menanyakan, dalam kelakar ironi, apakah ini ditulis untuk kepentingan para Malaikat kalau-kalau mereka akan melupakannya, --seoleh-olah mereka yang menaikan pujian kepada sang Pencipta mereka ketika Dia berkata, Jadilah terang, sepertinya melupakan semua pekerjaanNya. Atau, itu bermanfaat bagi ummat manusia ? Bila begitu, bagaimana mereka dapat melihatnya, sementara mereka ada di bumi? Dan dalam Hari Penghakiman, kebenaran akan begitu jelas dinyatakan didepan semua mata, sehingga tidak memerlukan bantuan apapun. Dia mengamati gagasan Sahabatnya sebagai tak bernilai ; dan menambahkan bahwa dia tidak pernah mendengar siapapun rekan-rekan Sahabatnyanya yang mendukung pandangan ini, maupun Muslim cerdas dan bijaksana yang tidak menolak dongeng itu, Ide yang tidak masuk akal dan fantasi bermutu rendah dipinjam dari konsep Yahudi (Rabbi Yahudi) yang mengatakan bahwa Tuhan duduk di sebuah tahta meteril.


Preëminence of the Seed of Abraham (Keunggulan Keturunan Abraham).

“ADALAH lazim untuk pengkotbahmu (dia melanjutkan) untuk memulai kotbah mereka dengan permohonan berikut : --O Tuhan, berkatilah Muhammad dan keturunan (keluarga) Muhammad, sama seperti Engkau memberkati Abraham dan keturunan Abraham; dan dapat dikatakan, bahwa mereka mengira telah mencurahkan semua yang mungkin dapat dilakukan/dilibatkan dalam permohonan berkat. Sekarang mempertimbangkan sikap melecehkan bekaitan dengan orang ini (Muhammad) yang namanya engkau bayangkan tertulis dengan Yang Maha Tinggi di Tahta Cahaya, dan yang oleh kerenanya Adam dan seluruh dunia di ciptakan, --dalam kaitannya dengan nama salah seorang keturunan Abraham, termasuk seseorang yang engkau kenal, tetapi yang namanya aku ngeri menuliskannya disini. Namun sesungguhnya superioritas Israel di atas semua bangsa dinyatakan dalam berebagai ayat al Quran sendiri, seperti, --‘O anak-anak Israel, ingatlah karunia yang aku berikan kepadamu, dan mengangkatmu lebih tinggi dari semua ummat manusia,’ –oleh kerenanya lebih tinggi darimu, dan lebih tinggi dari Tuanmu, dari yang keunggulannya engkau sebut.” Di sini bagaimanapun, dia (Al Kindy) berkata dengan cara yang semata-mata argumentum ad hominem, dan bukan dalam artian menyatakan pendapat pribadinya.

Ordinances of Islam (Hukum Islam)

Al Kindy sekarang melanjutkan ke masalah berbagai upacara Muslim yang dianjurkan untuk dia ikuti. Shalat lima waktu dan puasa dalam bulan Ramadhan, ini cukup untuk mengatakan bahwa Sahabatnya seperti yang diakuinya sendiri mengenal kewajiban seperti itu dilakukan sebagai sebuah jalan yang tidak wajib di bawah dispensasi Kristen. Menyangkut upacara-upacara pembasuhan, dia mengutip kata-kata Yesus mengenai kesia-siaan pembersihan lahiriah sementara di dalamnya kuburan berbau busuk “ Apa yang dapat dirasakan dengan pembersihan tangan dan kaki dan engkau berdiri untuk shalat sementara hatimu ada di atas pertumpahan darah, dan perempokan, dan memperbudak wanita yang diambil dalam perang ? Bukankah Kristus Tuhan kami memberikan kami pengajaran lebih baik, --‘Bersihkan dulu yang ada di dalam, maka yang diluar akan bersih juga ?’ Berkenaan dengan sunat, dia mengingatkan Sahabatnya bahwa ia sendiri, sepanjang ajakannya itu, percaya bahwa Muhammad TIDAK DISUNAT. Bila teladan Jesus penting, dia menjawab bahwa ia disunat hanya untuk memenuhi hukum (Taurat); --

Prohibition of Swine's Flesh (Larangan makan daging babi).

Larangan memakan daging babi tidak sesuai dengan prinsip bahwa Tuhan menciptakan segala sesuatu “sangat baik”, dan bahwa tidak ada satupun secara alami najis pada dirinya sendiri dan haram,- kecuali darah, bangkai, dan yang dipersembahkan kepada berhala. Alasan dikerenakan adanya larangan pada hukum Musa sukar diterima. Orang-orang Mesir menyembah sapi (mis anak sapi emas), kambing, dsb sebagai dewa mereka; sebaliknya mereka menganggap babi, kuda-kuda, onta, dsb, tidak suci, dan mempersembahkan mereka kepada dewa-dewa mereka. Untuk membebaskan Israel dari pengaruh penyembahan berhala, binatang-binatang suci dipersembahkan kepada Tuhan yang sejati, dan dagingnya diizinkan dimakan; sementara binatang lain yang dianggap tidak suci oleh orang Mesir dilarang dipersembahkan atau dimakan. Seperti kepada babi, tidak lagi ada alasan mengapa mereka dilarang seperti juga daging onta, keledai atau kuda, semua diizinkan oleh Muhammad. Larangan itu lebih jauh sebagai hasil ajaran yang salah dari Abdallah ibn Sallam, Yahudi, yang merusakkan keyakinan; dan untuk ini Muhammad sendiri sekali-kali tidak bertanggung jawab.


Pilgrimage (Hajj).

“ Tahukah engkau itu adalah sama dengan praktek para pemuja Matahari dan Brahma di India pada masa kini ? Mereka membuat sirkuit di kuil-kuil berhala mereka, dengan mencukur rambut dan telanjang atau dengan pakain yang mereka sebut ihram? Perbedaannya hanya bahwa engkau hanya melaksanakannya satu kali setahun (kalendar rembulan), sementara mereka mengerjakannya dua kali (.Rubbee and Khurreef ) berkaitan dengan posisi tertentu matahari, satu kali di muslim semi ketika panas mulai, yang lain musim gugur saat dingin datang.Demikianlah asal kebiasaan pemujaan ini Engkau mengetahui baik bahwa orang-orang Arab mempraktekannya di pondasi Kaaaba; dan Tuanmu (Muhammad) melanjutkan sama persis, yang berubah cuma ini, oleh kerena jarak dan susahnya perjalanan, dia membatasi ibadah Hajj Cuma satu kali setahun dan menghapuskan dalam ibadah Hajj pakaian yang tidak senonoh. Dengan begitu yang engkau laksanakan tidak berbeda dengan upacara penyembah Matahari dan berhala di India. Ada ucapan yang berhubungan dengan Umar bahwa dia berdiri di depan Batu Hitam dan Maqam Ibrahim; ‘Demi Tuhan! Aku tahu bahwa batu ini tidak memberi manfaat maupun melukai; namun aku melihat Nabi mencium kedua-duanya, dan oleh kerena itu aku melakukannya sama.’ Sekarang apakah mereka bicara salah atau benar yang berkaitan dengan ucapan Umar, mereka tentunya bicara apa yang betul menyangkut batu-batu itu sendiri.” Mencukur kepala, menelanjangi tubuh, berlari mengelilingi Kaaba, dan melempa batu kecil di Mina, upacara yang **** dan tanpa arti, dibela oleh sementara orang sebagai ibadah kepada yang ilahi; tetapi menyembah kepada Tuhan harus diselenggarakan bukan oleh praktek **** dan tidak layak; tetapi dengan ibadah yang mempunyai landasan, menyenangkan Yang Maha Kuasa, dan pengajaran moral bagi hamba-hambaNya.


The Saracenic crusade (Jihad Arab)

“ dan kemudian, engkau memanggilku ‘untuk memasuki Jalan Tuhan,’ yang adalah pernyataan perang melawan agama-agama lain, untuk mengalahkan dengan pedang, dan memperbudak umat manusia, sampai mereka mengaku ‘tidak ada Tuhan selain Allah dan Muhammad adalah Hamba dan Rasulnya,’ atau, bila mereka menolak, ‘sampai mereka membayar jizyah dengan tangan dan dihina.’ Sungguhkan engkau (semoga Tuhan mencerahkan engkau!) menginginkan aku mengerjakan pekerjaan Setan, kehilangan rahmat, yang pertama menyesatkan ummat manusia, dan kemudian, dengan mengisi mereka dengan kebencian dan kepahitan, menjadikan mereka perkakasnya, untuk melakukan pembunuhan yang kejam, perbudakan, dan perampokan.


Contradictory Passages

“Sekarang katakana padaku bagaimana engkau akan menyesuaikan ayat-ayat berikut ( kerena mereka diakui bertentangan) dari Kitab yang engkau yakini ilahi? Yang pertama, ‘Dan hendaklah ada di antara kamu segolongan umat yang menyeru kepada kebaikan, menyuruh kepada yang makruf dan mencegah dari yang munkar; merekalah orang-orang yang beruntung.’(3.104) Sebaliknya, ‘Bukanlah kewajibanmu menjadikan mereka mendapat petunjuk, akan tetapi Allah-lah yang memberi petunjuk siapa yang dikehendaki-Nya’ (2.273)Dan lebih jelas lagi, ‘Dan jika Tuhanmu menghendaki, tentulah beriman semua orang yang di muka bumi seluruhnya. Maka apakah kamu (hendak) memaksa manusia supaya mereka menjadi orang-orang yang beriman semuanya? Dan tidak ada seorang pun akan beriman kecuali dengan izin Allah.’(10.99-100) Engkau melihat bagaimana perintah ini tidak konsisten ? Kembali dengarkan :’ Hai manusia, sesungguhnya telah datang kepadamu kebenaran dari Tuhanmu, sebab itu barang siapa yang mendapat petunjuk maka sesungguhnya (petunjuk itu) untuk kebaikan dirinya sendiri. Dan barang siapa yang sesat, maka sesungguhnya kesesatannya itu mencelakakan dirinya sendiri. Dan aku bukanlah seorang penjaga terhadap dirimu. Dan ikutilah apa yang diwahyukan kepadamu (O Muhammad), dan bersabarlah hingga Allah memberi keputusan dan Dia adalah Hakim yang sebaik-baiknya.’ (10.107-108) Dengan cara yang sama nas yang lain,’ Jika Tuhanmu menghendaki, tentu Dia menjadikan manusia umat yang satu, tetapi mereka senantiasa berselisih pendapat. Kecuali orang-orang yang diberi rahmat oleh Tuhanmu. Dan untuk itulah Allah menciptakan mereka.’ (11.118-119) Kembali, Tuanmu mengulangi dengan tegas, bahwa dia mengirim kemurahan kepada semua manusia. *) ‘Kemurahan,’ dalam pembantaian, penjarahan, dan perbudakan! Orang-orang Yahudi menuduh Kitabmu saling kontradiksi pada dirinya. Aku tidak akan berkata demikian terhadap Kitab itu; tetapi apa yang aku ingin katakan adalah, bahwa engkau, Temanku, berkontradiksi dengan dirimu sendiri. Engkau tidak pernah bosan meneriakkan imanmu berasal dari Tuhan; namun dengan segera, engkau memutar haluan, dan menunjukan dengan jelas arah sebaliknya ; untuk apa yang engkau lakukan sesudah itu, -pembunuhan dan menumpahkan darah, perampokan dan penjarahan, dan menjadikan budak pria dan wanita, kerena apakah itu, kalau bukan PEKERJAAN IBLIS ?
MuridMurtad
 
Posts: 1172
Joined: Fri Sep 30, 2005 1:49 pm

Re: DEBAT-DEBAT ISLAM & NASRANI DALAM LITERATUR KLASIK .

Postby belajarsejarah » Sat May 23, 2009 1:02 am

=D> O:) O:)
Salute, ternyata jaman purba pun orang sudah kristis.. pasti buku ini dulunya ditutup rapat2!
User avatar
belajarsejarah
 
Posts: 533
Joined: Mon Feb 02, 2009 2:13 am

Re: DEBAT-DEBAT ISLAM & NASRANI DALAM LITERATUR KLASIK .

Postby SINGA YEHUDA2011 » Tue May 29, 2012 4:19 am

ijin nandain dulu...... mantab banget neh kayaknya... :supz:
User avatar
SINGA YEHUDA2011
 
Posts: 228
Joined: Thu Jul 14, 2011 1:51 am

Re: DEBAT-DEBAT ISLAM & NASRANI DALAM LITERATUR KLASIK .

Postby Kafirun_Playboy » Wed May 30, 2012 4:43 pm

Ijin nandain trit...
User avatar
Kafirun_Playboy
 
Posts: 299
Joined: Mon Feb 20, 2012 10:17 am

Re: DEBAT-DEBAT ISLAM & NASRANI DALAM LITERATUR KLASIK .

Postby saia » Mon Jun 04, 2012 11:03 am

leaving mark here
saia
 
Posts: 1355
Joined: Mon Oct 05, 2009 2:50 am
Location: Di seberang ka'bah mengamati kerumunan manusia dungu

Re: DEBAT-DEBAT ISLAM & NASRANI DALAM LITERATUR KLASIK .

Postby kufirandproud » Mon Jun 04, 2012 2:21 pm

ternyata kebiasaan ad hominem dan OOT sudah turun temurun diberlakukan sm muslim yah :rofl:
kufirandproud
 
Posts: 528
Joined: Tue May 26, 2009 1:41 pm

Re: DEBAT-DEBAT ISLAM-NASRANI dlm LITERATUR KLASIK (al Kindy

Postby prisca » Tue Jul 16, 2013 9:15 am

ijin nandain...

thx udah berbagi TS..
User avatar
prisca
 
Posts: 791
Joined: Sat Mar 23, 2013 7:28 pm

Re: DEBAT-DEBAT ISLAM-NASRANI dlm LITERATUR KLASIK (al Kindy

Postby Chunk » Tue Jul 16, 2013 5:13 pm

@ Prisca,
coba cari trit bro Fox Hound vs Music man. itu juga debat khusus buat mereka berdua karena membahas agama sebelah. enak bacanya karena komentator ditaruh di trit berbeda.
netter lain mungkin bisa membantu link tritnya. tx
Chunk
 
Posts: 581
Images: 2
Joined: Mon Jan 23, 2012 2:32 am

Re: DEBAT-DEBAT ISLAM-NASRANI dlm LITERATUR KLASIK (al Kindy

Postby fayhem_1 » Wed Jul 17, 2013 12:51 am

“…….tetapi lebih buruk adalah tradisi mengenai pemakaman Tuanmu. Dia menginginkan bahwa ia harus tidak dikubur untuk tiga hari, mengharapkan bahwa tuhan akan menaikkan dia ke Surga sama seperti Dia menaikkan Juruselamat kami Kristus, kerena dia begitu terhormat untuk tinggal lebih lama di bumi. Maka sesudah dia meninggal mereka menahan diri sampai hari ke empat, ketika, didorong oleh pembusukan, mereka menguburkannya………………


ini jenazahnya muhammad ya ?
hahaaha kasihan ga diangkat-angkat :rolling:
ada yang tau hadits nya ?
User avatar
fayhem_1
 
Posts: 1402
Joined: Tue Sep 08, 2009 6:55 pm

Re:

Postby Qorma 2 biji » Wed Jul 17, 2013 1:41 am

MuridMurtad wrote:DEBAT: RAHIB & MULLAH di ISTANA SALADIN 1165 AD.
....

bagus sekali trit ini. nyatanya..., perdebatan serupa ini seolah menjadi perdebatan abadi hingga saat ini dimana muslim dg segala ngawurnya membela jujungannya. ](*,)
dan perdebatan selalu berakhir dengan caci maki sumpah serapah, cursing, hujatan tipikal khas muslim yang merupakan reaksi defensif khas ala mereka. :finga:
User avatar
Qorma 2 biji
 
Posts: 202
Joined: Mon Jul 30, 2012 1:32 am

Re: DEBAT-DEBAT ISLAM-NASRANI dlm LITERATUR KLASIK (al Kindy

Postby prisca » Wed Jul 17, 2013 10:27 am

Chunk wrote:@ Prisca,
coba cari trit bro Fox Hound vs Music man. itu juga debat khusus buat mereka berdua karena membahas agama sebelah. enak bacanya karena komentator ditaruh di trit berbeda.
netter lain mungkin bisa membantu link tritnya. tx

akan saya cari.

terimakasih bro/sist Chunk. :prayer:
may God bless u always
User avatar
prisca
 
Posts: 791
Joined: Sat Mar 23, 2013 7:28 pm


Return to Resource Center: Hal2 PENTING ttg Islam (Sunni)



Who is online

Users browsing this forum: No registered users

cron