Page 1 of 1

Bagian 7 : Jihad vs Perancis 732M

PostPosted: Tue Oct 10, 2006 2:38 am
by Adadeh
Jihad Melawan Frank (sekarang Perancis)

Kerakusan Muslim akan tanah jarahan dan nafsu menghancurkan Kristen yang tak kunjung terpuaskan telah membuahkan hasil penjajahan atas daerah yang dulunya Kristen seperti Syria, Mesir, Afrika Utara dan Spanyol. Para Muslim mimpi menguasai dunia Barat dan Eropa Utara. Maka mulailah serangan Muslim atas Frank di bawah pimpinan Abd-ur-Rahman yang ditunjuk sebagai ketua penjajah Muslim di Spanyol.
Abd-ur-Rahman adalah prajurit Arab dan Emir di Spanyol, di mana saat itu Islam adalah kekuatan Militer yang terkuat di dunia. Dia jadi pemimpin Spanyol di tahun 721. Di tahun 722, dia mulai mengarahkan matanya yang rakus ke daerah Frank. Dia memimpin tentaranya di tahun 722 melintasi Pegunungan Pyrenees dan masuk daerah Frank.
Abd-ur-Rahman melampaui Pegunungan Pyrenees dengan jumlah tentara yang sangat besar dan terus menerobos sampai ke Sungai Loire, dengan menjarah dan membakar apapun yang dia temui. Dalam tulisannya di Battle of Tours (Pertempuran di Tours), David W. Koeller menulis:
Tentara Muslim berhasrat liar ingin menguasai daerah baru dan menghabisi Kristen. Mereka telah menaklukkan Syria, Mesir, dan Afrika Utara, dan mulai menyerang Eropa Barat di bawah pimpinan Abd-ur-Rahman.

Tentara Muslim berjumlah antara 400.000 sampai 600.000 orang, dan dengan jumlah tentara berkuda yang luar biasa banyaknya. (Encyclopedia.com, Battle of Tours).

Di bulan Oktober 732 AD, persis seratus tahun setelah kematian Muhammad di tahun 622, Abd-ur-Rahman memimpin tentara Muslim bertempur dengan tentara Frankish … di jalan antara Poitiers dan Tours (kota yang terkenal akan kekayaannya). (Discovering World History Essay).

Abd-ur-Rahman memimpin tentara infantrinya melalui Pyrenees Barat dan menujug sungai Loire. Komandan Muslim bernama Al-Semak memimpin serangan pertama ke Pyrenees di tahun 721, mendirikan pos militer di Norbonne. Abd-ur-Rahman datang menyusul dengan tentaranya, yang bergerak dari Rhone sampai ke Lyons dan Dijon dan menghancurkan gereja2 dan biara2, sama persis seperti yang dilakukan Muhammad terhadap tempat2 ibadah non-Islam. Abd-ur-Rahman terus bergerak sampai mencapai Bordeaux.

Image

Setelah ini Abd-ur-Rahman melanjutkan serangan ke Eudes. Dia menghancurkan istana2, membakar gereja2, dan mengkhayal untuk menjarah gereja St. Martin di Tours. Di sinilah dia berjumpa dengan pemimpin Austrasia, Karl Martel, seorang ahli perang sejak masih muda dan terlatih dalam berbagai teknik berperang.

Image
Karl Martel


Pertempuran Tours

10 October 10, 732 AD merupakan akhir Perang Tours yang adalah salah satu perang terpenting dalam sejarah. Martel mengumpulkan bala tentaranya menuju arah kedatangan tentara Muslim dan bersiap untuk mempertahankan diri dengan menggunakan teknik phallanx (tentara infantri berbaris berlapis-lapis dengan perisai2 besar dan tombak2 panjang). Tentara Muslim maju menyerang dengan jumlah tentara berkuda yang sangat banyak dan menggunakan taktik menebas habis yang dahulu biasanya membawa kemenangan bagi mereka.
Akan tetapi, tentara Frank yang terdiri dari prajurit infantri yang menggunakan pedang, perisai, kampak, pelontar, dan golok, ternyata merupakan prajurit2 yang sangat terlatih. Meskipun dahulu teknik perang tentara Muslim sangat efektik, tapi sekarang keadaan medan perang yang bergunung-gunung menyulitkan mereka. Kekuatan Muslim terletak pada tentara berkuda yang dipersenjatai dengan pedang2 besar, perlengkapan pendobrak, juga keledai2 beban yang ternyata semua ini menghambat gerak mereka. Tentara Frank berjuang dengan penuh semangat menahan serangan tentara Muslim.
Perang ini merupakan perang langka di jaman Abad Pertengahan di mana tentara infantri berdiri kokoh menahan serangan tentara berkuda. Lamanya perang tidak tercatat dengan tepat. Sumber Arab mengatakan perang berlangsung selama 2 hari, sedangkan sumber Kristen mengatakan perang berlangsung selama 7 hari. Dari sumber manapun, sejarah menyatakan bahwa tentara Frank berhasil menangkap dan membunuh Abd-ur-Rahman.

Image

Sebelum Perang Tours berlangsung, kedua belah pihak mengamati satu sama lain selama 7 hari, menunggu dengan cemas kapan perang akan berlangsung. Di akhir malam ke 7, tentara Frank maju menyerang tentara Muslim. Tentara Frank dari Utara bagaikan laut Utara yang tidak dapat dipukul mundur. Mereka berdiri kokoh, berbaris dekat satu sama lain, membentuk gunung es, dan tebasan pedang mereka menghabisi tentara Arab. Dengan berpusat di sekeliling pemimpin mereka, tentara Austrasian menyerbu maju dengan membawa apapun yang dapat mempersenjatai mereka. Lengan mereka menebaskan pedang tanpa lelah guna melumpuhkan lawan.
Di akhir malam itu perang berhenti sejekan. Tentara Frank menahan pedangnya untuk bersiap melanjutkan pertempuran di keesokan harinya.
Tadinya kaum Muslim ingin menyerang Tour untuk menghancurkan gereja Saint Martin di kota itu dan juga daerah sekitarnya. Mereka sungguh tidak menyangka akan menghadapi perlawanan berat dari pemimpin Frank bernama Karl Martel, karena biasanya dahulu korban2 mereka lemah2 dan gampang ditaklukkan.
Tapi Karl berbeda dengan pemimpin2 lainnya. Dia mengumpulkan tentaranya, dan berperang dengan sengitnya bagai serigala buas yang lapar. Dia dan tentaranya membantai 300.000 tentara Muslim, termasuk komandan Saracen (panggilan yang diberikan orang2 Frank bagi Muslim) Abd-ur-Rahman.
Sejak saat itu, Karl disebut sebagai “Martel” atau Palu Baja Besi. Dalam pertempuran Tours ini dia hanya kehilangan 1.500 tentara.

Image

Sengitnya perlawanan Karl Martel atas serangan Arab Muslim dan juga senjatanya yang berbentuk kampak mirip palu memberinya julukan Karl sang Palu Baja (Karl the Hammer).

Image

Tenda2 dan pos2 pertahanan Arab Muslim dikuasai, dan semua barang mereka diambil. Duke dari Aquitaine yang bernama Eudes yang bekerja sama dengan Karl Martel membunuhi tentara Arab Muslim yang melarikan diri dari perang sebanyak-banyaknya.
Bagi pihak Muslim, besarnya pembantaian dan kekalahan di tangan tentara Frank dan kematian pemimpinnya mengakibatkan mereka mundur jauh ke belakang dan kembali melalui Pegunungan Pyrenees. Kekalahan mereka begitu telak dan menyeluruh sehingga Arab2 Muslim tidak pernah lagi menginjakkan kaki ke daerah Frank sampai di abad ke 20 di mana para Arab dari Afrika Utara datang ke Perancis sebagai pendatang asing (imigran).


Hasil Perang Tours Menyelamatkan Peradaban yang Hampir Punah di Tahun 732

Perang Tours merupakan perang yang sangat penting dalam penyebaran Islam dan terus berlangsungnya Kristen. Perang Tours menentukan arah sejarah di luar apa yang dapat dibayangkan sebelumnya. Tentara Arab Muslim yang kuat menggedor pintu Eropa. Tapi Perang Tours merubah semuanya. Eropa selamat dari jarahan Muslim sampai 700 tahun ke muka di mana Muslim berhasil menguasai Konstantinopel di tahun 1453.
Kekalahan Arab Muslim oleh tentara Frank di Tours (atau tepatnya di Poitiers) di tahun 732 AD merupakan titik balik sejarah. Jika Muslim menang, mereka akan terus menerobos Eroap utara dan menaklukkan Gaul Utara, dan terus masuk ke daerah suku2 Jerman dan lalu masuk ke daerah Skandinavia. Jika mereka menang di Tours, dengan mudah mereka dapat menghancurkan kekuatan Kristen di Italia dan memaksa semua Eropa agar memeluk Islam. Tapi semangat juang tentara2 Frank mengubah kisah sejarah di Perang Tours.
Kekalaha Arab Muslim di Poitiers (Tours) merupakan kekalahan pertama bagi Muslim di tangan Kristen. Nantinya kekalahan ini akan terjadi lagi di perang Reconquista (perebutan kembali) di Spanyol (910-1492) dan perang Salib (1096-1297), dan juga ditambah lagi dengan kemenangan2 tentara Kristen di Palermo, Lepanto dan Vienna. Tapi akhir kemenangan Kristen masih ditunggu hasilnya di satu atau dua abad berikut di tahun 2025.

Sumber : www.historyofjihad.org

PostPosted: Wed Feb 14, 2007 4:33 am
by Moderator 5

PostPosted: Tue Aug 13, 2013 6:54 pm
by ali5196
Image
MUSLIM MENDESEKRASI TEMPAT PERANG POITIERS: Muslim membuat salut "quenelle" yg dlm budaya Perancis berarti "f*** you". Media bungkam.
Sumber: http://fr.novopress.info/140955/des-mus ... rettyPhoto

MUSLIM MENDESEKRASI TEMPAT PERANG POITIERS:
Mirror
Faithfreedom forum static