Page 1 of 2

Bagian 3 : Jihad vs Bizantin/Turki/Yunani 634-abad 20

PostPosted: Wed May 17, 2006 5:11 pm
by ali5196
http://www.historyofjihad.org/byzantine.html

Setelah jatuhnya PERSIA dibawah pedang Islam, Muslim melanjutkan perhatian ke tetangga Persia: kaum KRISTEN BIZANTIN (634-1453).

Pertempuran Heiromyak (Al Yarmuk)

636M: Pada pertempuran di sungai Yarmuk antara Arab dan Bizantin, Arab kalah dlm bagian perang pd tahap pertama. Saat kemenangan hampir dekat bagi pihak Bizantin, Arab berganti taktik dan memanfaatkan kontingen wanita yg spt kesurupan menyerang pasukan Bizantin sambil berteriak2 histeris dan meng-ululu ... Karena tidak terbiasa menghadapi musuh wanita, tentara Bizantin bingung, apalagi saat jendral mereka memerintahkan agar pasukan tidak menyerang wanita dan sebaiknya mengundurkan diri.

Ketika Muslim melihat bahwa taktik ini berhasil, mereka mengirimkan tentara Arab yg mengenakan pakaian wanita agar menyerang Bizantin. Salah seorang jendral Arab, Khalid-ibn-Walid, juga berpura2 sbg wanita, mendekati dan menyerang sang Jendral Bizantin, Harbis, mematahkan tulang rusuknya dan membunuhnya. Dgn matinya jendral mereka, tentara Bizantin kehilangan pemimpin dan perang mulai dimenangkan pihak Arab. Inilah caranya mereka memenangkan perang Yarmuk.

Pertempuran Caesarea, Babylon (kota Bizantin Mesir) dan Alexandria

Taktik lain yg digunakan tentara2 Allah adalah dgn menyuap para penyapu jalan. Merkea itu memberitahu Muslim dimana letak saluran2 bawah tanah agar bisa dimasuki di malam hari, buka pagar dan menyerang kota itu. Taktik ini digunakan di Babylon (kota Bizantin Mesir, bukan di Mesopotamia). Kota dgn tembok2 setinggi 10 meter dgn menara2 tinggi yg sempat bertahan selama lebih dari 8 bulan, akhirnya diinfiltrasi Muslim secara licik dan berakhir dgn pembantaian setiap penduduknya, sampai tidak lagi ada yg tersisa.

Taktik pengikut Allah ini juga diterapkan di Caesarea, kota sibuk dgn lebih dari 300 jalanan sibuk. Kota ini merupakan kota pelabuhan, jadi se rangan tidak bisa dilakukan dari bagian laut yg menghadap kota itu. Lagi2 pihak Arab menyuap para tukang sapu dan meng-infiltrasi lewat got2 kota itu. Ini menunjukkan bahwa Arab Muslim menghalalkan segala cara, termasuk merendahkan derajad mereka sedemikian rupa, demi kemenangan bagiAllah.

Begitu pasukan Muslim menyerang kota Caesarea, mereka tidak hanya membantai semua tentara, tetapi memenggali kepala mereka, dan utk menakut2i kaum wanita, mereka membelah dada tentara, mencabut jantung dan segala isi tubuh mereka yg kemudian dipertontonkan di jalanan.

Image
Kebiadaban ini begitu membekas di ingatan kaum Bizantin Kristen selama berabad2. Saat perang salib membalas invasi Muslim pada abad 11 (1096-1291M), para crusader membalas kekejaman Muslim dgn membakar tubuh tawanan dan bak kambing guling memakan daging Muslim saat tentara kekurangan suplai makanan.

Bagaimana Kristen Bizantin bertahan selama 8 abad sementara Zoroastrian Persia jatuh di tangan Muslim dlm 17 tahun

Arab menyerang Konstantinopel dua kali lagi, pd th 674 dan 717, namun kota itu berhasil dipertahankan dgn senjata baru bernama Greek Fire, Api Yunani. Ini adalah cairan panas yg mengakibatkan luka2 bakar menyakitkan bagi mereka yg dijadikan sasaran. Ini sama dng senjata napalm jaman sekarang. Pihak Bizantin menggunakan senjata ini melawan invasi Arab pd thn 674-678 dan 717-718. Pihak Arab mencoba keras utk mempelajari rahasia Api Yunani itu tetapi tidak berhasil. Karena senjata ini, lebih dari 300.000 Arab yg menyerang Konstantinopel, hanya 20.000 yg kembali. Yang lainnya tewas akibat Api Yunani.

Image
Dgn Greek Fire, Konstantinopel Menyelamatkan Peradaban Barat dari Islam
http://www.indonesia.faithfreedom.org/f ... 38&t=28813

Image
Bizantin juga berhasil membendung serangan Muslim di Cilicia di Turki Tenggara. Muslim2 Arab akhirnya memutuskan utk mengambil rute laut dan menyerang pulau Rhodes dan menghancurkan patung raksasa Rhodes (patung yg didirikan orang Yunani jaman dulu). Masih ingat Taleban menghancurkan patung Budha Bameyan ? Persis sama kejadiannya !

Tongkat Jihad di-oper ke kaum Turki Seljuk

Image
732M: Jihad Arab kemudian patah semangat ketika pd thn 732 km di Poiters (Perancis) mereka dikalahkan kaum Franks. Serangan Arab berhenti pada pertengahan abad ke 8, ketika sesama kalif saling cekcok karena perbedaan shia-sunni.

Abad 11: Jihad kemudian dimulai lagi pada abad ke 11 dgn diserahkannya baton jihad kpd bangsa Turki Seljuk. Mereka menganut kepercayaan animisme dgn campuran Zoroastrian sebelum di-Islamisasi oleh Persia (yg juga di-Islamisasi) antara thn 651 dan 751.

Ketika orang Persia yg di-Islamisasi itu menyerang Turki, muncullah nama seorang pendekar bernama Abu Muslim. Ia lahir dari orang tua Zoroastrian dan ia berpura2 memeluk Islam karena ingin balas dendam terhdp penjajah Muslim di Persia. Selain pura2 sbg muslim, ia juga menyerang bangsa non-Muslim Turki dan malah memaksa mereka memeluk Islam. Langkah berikutnya adalah melakukan kudeta terhdp kalifah Abbasid di Baghdad. Tetapi ia difitnah oleh teman2 terdekatnya dan sang kalif memberi perintah agar ia disiksa sampai mati. Begitulah mental berdarah Islam yg ditularkannya kpd rakyat2 yg dipaksa masuk Islam, dari Arab ke Persia, ke Turki dan lalu ke Bizantin.

Pertempuran Manzikert antara Bizantin dan Turki Seljuk

Pemeluk baru Islam ini mencampurkan keberingasan alami mereka dgn fanatisme Islam. Terbentuklah kombinasi maut. Kalau Arab gagal merebut Konstantinopel dgn mendobrak pagar Cilicia, kaum Turki Seljuk dgn pelan tapi pasti meng-korosi pinggir2 utara Bizantin di Armenia. Disana mereka memporakporandakan penduduk Kristen Armenia. Tirani berdarah Turki terhdp Armenia terulang kembali dlm abad berikutnya dan Turki tidak henti2nya menikmati pembantaian masal penduduk sipil Kristen Armenia.

LIHAT JUGA: Bagian 10 : Jihad vs Armenia (Assyria) 1071M
http://www.indonesia.faithfreedom.org/f ... 98#p445998

Kawasan Caucasus (atau Kavkaz) ini bertubi2 menjadi garis depan tempat berlangsungnya bentrokan peradaban sejak saat itu sampai sekarang. Beslan di Russia bagian Ossetia, dimana anak2 sekolah dibantai teroris Muslim, tidak jauh dari Manzikert, tempat utama bentrokan antara Muslim-Kristen di thn 1071.

Ingat pembantaian & pemerkosaan terhdp anak2 sekolah di Beslan oleh teroris Muslim Chechnya ? 1200 anak2 dan staf sekolah disandera selama 3 hari. 334 orang tewas, termasuk anak2.

Image
Image
Tidak pernah terdengar kutukan Muslim atas kebiadaban atas nama agama mereka ini.
Image
Foto2 para korban

Kaisar Bizantin ketika itu adalah Romanus IV Diogenes. Ia menduduki tahta thn 1068. Spt biasanya, terdpt banyak komplotan kekuasaan di Bizantin. Ini semakin nampak karena selama 400 tahun dari 640-1068, kaum Bizantin memperkuat angkatan bersenjata mereka dgn menyewa tentara2 bayaran dari kaum Franks, Ostrogoths, Visigoths, Bulgar, Avar dan masyarakat2 Kristen lainnya ditambah dgn kaum Latin yg selalu merupakan lobby kuat di Konstantinopel. Tentara2 bayaran ini digunakan utk menangani serangan Arab, tetapi dlm masa damai mereka menjadi lobby2 kuat dlm politik dalam negeri Bizantin. Utk menjaga keseimbangan politik, beberapa raja daerah bagian Bizantin mencakupkan dlm kontingen mereka tentara cadangan berupa ORANG2 SELJUK TURKI yg NOTABENE MUSLIM (!!!) (guooblog banget si raja Bizantin !). Keputusan ini terbukti membawa celaka kpd Bizantin di Manzikert. (raja kok otaknya memble !)

Romanus membagi pasukannya menjadi dua. Ia memimpin yang satu dan yang lainnya dipimpin oleh Joseph Tarchaniotes, orang keturunan Turki (!!) yg secara rahasia memeluk Islam, kepercayaan yg dianut kebanyakan rakyatnya – kaum Seljuk Turki. Tarchaniotes mengkomando kontingen tentara bayaran terbesar, kaum Cuman Turki. Romanus merebut kembali kota2 yg dijajah kaum Seljuk Turki yg akhirnya berpuncak kpd Pertempuran Manzikert.

Jendral tentara pihak musuh (pihak Seljuk Turki) adalah Alp Arslan yg bermarkas di dekat Manzikert. Romanus menunggu jendralnya (Si Joseph yg Turki dan Muslim itu) utk menyerang markas Turki milik Alp Arslan itu. Tapi sang jendral Bizantin itu membelot ke pihak musuh bersama dng kontingennya. Spt juga pembelotan tentara Persia pada Pertempuran Qadissiyah antara Sassanid dng Arab Muslim, ini sekali lagi membuktikan bahwa tentara Muslim TIDAK PERNAH AKAN SETIA PADA ATASAN NON-MUSLIM !

Amerika, Inggris, dsb PERHATIKAN INI !!! JANGAN PERCAYA MUSLIM !!

Dan kemenangan Muslim lagi2 dicapai dgn kecurangan:
Saat matahari terbenam, kedua pasukan menarik diri setelah seharian bertempur. Pihak Turki membunyikan trompet mereka, menandakan pengakhiran sementara pertempuran. Namun etika pertempuran ini tidak diperhatikan Turki. Saat tentara Bizantin mengundurkan diri ke markas mereka utk beristirahat, Turki menyerang mereka. Dan sebelum lonceng menandakan pk 12 malam, Romanus sudah menjadi tawanan Alp Arslan.

Jendral Turki ini berjanji utk melepaskan sang raja itu jika ia mengembalikan kpd Turki tanah2 Bizantin yg direbut Turki. Sang raja tidak memiliki pilihan lain dan terpaksa menarik tentaranya dari seluruh kawasan Anatolia sampai Konstantinopel. Ia hanya meminta agar Alp Arslan berjanji bahwa pihak Seljuk Turki tidak akan mengganggu penduduk sipil Bizantin. Romanus-pun kembali ke Konstantinopel sambil yakin bahwa Alp Arslan tidak akan mengancam perbatasan timur kekuasaannya.

Perjanjian antara Alp Arslan dgn Romanus ini menjadikan tanah Bizantin, Anatolia, sbg wilayah Turki yg kemudian dikenal sbg Turkestan (tanah orang Turki) atau Turki.

Karena tidak lagi menghadapi tantangan akan infiltrasinya kedalam Anatolia yg Kristen, dalam beberapa dekade mereka berhasil merebut kekuasaan Anatolia dari Bizantin, dan mendekati Konstantinopel dari selat Bosporus. Merekalah yg sekarang berkuasa atas rute para peziarah Kristen lewat Anatolia ke Tanah Suci. Dan bisa ditebak, mulai lagi cerita2 teror Turki terhdp para peziarah Kristen. Berita ini sampai ke raja2 Eropa, bersama dgn permintaan bantuan para raja Bizantin dan mulailah perjuangan Kristen merebut kembali Bizantin dan Tanah Suci dari penjajah Muslim. Inilah asal mula Perang Salib yg dimulai pada thn 1096 (dan berlanjut sampai 1291). Secara tidak langsung ini merupakan akibat Pertempuran Manzikert th 1071.

Pelajaran dari Pertempuran Manzikert dan jatuhnya Konstantinopel (1453)

Kristen berhasil merebut kembali Antioch, Damascus, Jerusalem, Bethlehem, Nazareth dari tangan Muslim dan menyerahkannya kpd pemilik asli, Bizantin. Tapi kemudian di thn 1184, para Salibi dikalahkan oleh orang Kurdi dan sekutu Turki bernama Saladin. Tetapi para Salibi masih bertahan sampai Konstantinopel pd th 1291 sampai pertengahan abad 14 dimana Turki dibawah dinasti Ottoman secara bertahap mendorong mundur Salibi. Serangan Muslin terhdp Bizantin berikutnya terhp Konstantinopel terjadi th 1350 dan kemudian pd thn 1453, saat Turki merebut Konstantinopel dan mengakhiri kerajaan Bizantin. Sampai sekarang. Ternyata setanpun bisa menang.

The Sack of Constantinople


http://www.youtube.com/watch?v=rEwEfZOb9Zc


http://www.youtube.com/watch?v=BdUKCkK84ic



--------------------
Cara Islam Memperlakukan Tahanan Perang
cara-islam-memperlakukan-tahanan-perang-t17568/

Baik periwayah Turki dan Kristen mendetilkan bukti2 mendetil ttg pembantaian dan perajahan besar2an terhdp kaum non-combatant (penduduk sipil) setelah kaum Turki Ottoman menjarah Konstantinopel th 1453.

Pertama dari sumber2 Turki:
"Sultan Mehmed, utk menunjukkan niatnya yg kuat bagi Allah mengeluarkan perintah agar kota itu dirajah/dirampok. Dari semua arah, mereka (para gazi) berdatangan dgn nafsu kekerasan dan bergabung dgn tentara. Mereka memasuki kota, membiarkan kafir merasakan tajamnya pedang dan … mereka merampoki dan merajah se-isi kota, menangkap para pemuda dan perawan, termasuk harta benda mereka atau apapun yg ada pada mereka … [Urudj]
Vryonis, S. Jr., A Critical Analysis of Stanford J. Shaw’s, "History of the Ottoman Empire and Modern Turkey. Volume 1. Empire of the Gazis: The Rise and Decline of the Ottoman Empire, 1280-1808", off print from Balkan Studies, Vol. 24, 1983, pp. 57-60,62,68.

"Para gazi memasuki kota, memotong kepala raja, menangkap Kyr Loukas dan keluarganya … dan mereka membantai rakyat biasa ... Mereka merantai keluarga2 dan menaruh cincin besi di leher2 mereka." [Neshri]

Dan Vryonis menulis isi surat2 yg dikirim Sultan Mehmed sendiri kpd penguasa2 Muslim lainnya di Timur Tengah :
"Dlm suratnya kpd sultan Mesir, Mehmed menulis bahwa tentaranya membunuhi banyak penduduk kota, memperbudak banyak orang lain dan merajah se-isi kekayaan kota ... Kepada kepala polisi Mekah ia menulis bahw mereka membunuh penguasa Kosntantinopel, mereka membunuh penduduk ‘penyembah berhala’ dan menghancurkan rumah2 mereka. Tentara2 menghancurkan salib2, dan merampok seluruh kekayaan dan harta benda serta memperbudak anak2 dan pemuda2 mereka. ‘Mereka membersihkan tempat2 itu dari kekotoran biarawan2 dan kenajisan Kristen’…

Dlm surat kpd Cihan Shah Mirza dari Iran ia menulis bahwa penduduk Konstantinopel menjadi mangsa pedang dan panah para gazi; mereka menjarah anak2, harta benda dan rumah2; bahwa lelaki dan wanita yg selamat dari pembantaian diikat dgn rantai." Vryonis, S. Jr., A Critical Analysis, p. 59.

Sumber2 Kristen mencakup narasi Ducas yg mengumpulkan saksi mata dan mengunjungi Konstantinopel setelah penjajahan itu dan kini bernama ISTANBUL:
"(Lalu) Turki tiba di gereja [gereja agung St. Sophia], merajah, membantai dan memperbudak siapapun yg mereka temui. Mereka menghancurkan icon2 gereja, mengambil perhiasan dan apapun yg bisa mereka ambil dari gereja itu …Orang2 Yunani yg melarikan diri ke rumah2 mereka ditangkap sebelum mencapai rumah mereka. Yg lainnya mencapai rumah2 mereka yg sudah dikosongkan dari penghuninya (anak2 dan istri) dan harta benda dan mereka mulai menangis dan meraung sebelum tangan2 mereka juga diikat dibelakang punggung mereka. Ada yg tiba di rumah mereka menemukan anak2 dan istri mereka sedang digiring pergi oleh tentara Turki ... Mereka (Turki) membantai tanpa ampun orang2 tua yg sakit atau tidak bisa jalan, baik lelaki maupun perempuan, dirumah2 mereka. bayi2 yg baru lahir dilemparkan ke jalanan … Dan aristokrat2 (Yunani) dan semua pejabat istana yg dijarah Mehmed, mengirim mereka semua ke ‘speculatora’ dan mengeksekusi mereka. Ia memilih istri2 dan anak2 mereka, puteri2 cantik mereka dan pemuda2 berbadan tegap diserahkan kpd para penjaga dan sisa2 tahanan ia serahkan kpd penjaga lainnya … dan seluruh kota berada di tenda2 tentara (Muslim) dan Konstantinopel akhirnya terbaring terlantar, telanjang, bisu tidak memiliki bentuk maupun kecantikan."

Image
''Ia memilih istri2 dan anak2 mereka, puteri2 cantik mereka dan pemuda2 berbadan tegap diserahkan kpd para penjaga dan sisa2 tahanan ia serahkan kpd penjaga lainnya'' ...
Tahanan perang Bizantin untuk dijadikan obyek Coitus INteruptus


Dan akhirnya, dari sejarawan abad 15, Critobulus of Imbros:
"Lalu pembantaian besar2an terjadi terhdp siapapun yg berada disana: beberapa berada di jalanan, karena mereka sudah meninggalkan rumah2 mereka dan berlarian menuju tempat terjadinya bentrokan saat tanpa mereka sadari, mereka dihantam pedang tentara, tanpa alasan apapun; ada juga yg berani mempertahankan diri; kebanyakan melarikan diri ke gereja2 dan memohon pada Tuhan - lelaki, wanita, anak2 ... tentara menyerbu mereka dng kemarahan dan rasa dendam yg luar biasa ... kini mereka membunuh utk menyebarkan ketakutan di seluruh kota itu dan meneror serta memperbudak semua lewat pembantaian."

Pd tgl 29 Mei, 1453, Konstantinopel punah, jatuh ketangan tentara Sultan Mehmet II: “Saatnya tiba siang hari,” tulis John Julius Norwich, “jalan2 merah dgn darah. Rumah2 dijarah, wanita dan anak2 DIPERKOSA atau ditusuk dari lubang dubur mereka dgn tombak panjang, gereja2 diberangus, ikon2 direobek dari bingkai emas mereka, buku2 dirobek dari tutup emas mereka . . . Di gereja St. Saviour di Chora, mosaik2 & fresco2 secara mukjizat selamat, namun ikon paling suci milik Raja, Bunda Perawan Hodegetria, yg dikatakan dilukis sendiri oleh tangan Santo Lukas, sang penulis gospel, dipotong jadi 4 bagian dan dihancurkan. Namun pemandangan yg paling menjijikkan adalah di gereja Holy Wisdom. Saat berlangsungnya upacara doa siang, tentara biadab2 barbar itu mendobrak gerbang perunggu. Mereka yg kurang cantik dan miskin dibunuh ditempat; yg lainnya diikat bersama dan digiring ke kamp2 Turki dan menjadi mangsa tentara yg memperlakukan tawanan mereka sesuka mereka. Sementara para pendeta tetap melangsungkan Misa sebisa mungkin sebelum mereka dibunuh pada altar suci.”

Setelah jatuhnya Konstantinopel, sang Sultan menuntut agar tokoh Yunani Bizantin, Lucas Notaras, menyerahkan PUTERANYA yg berusia 14thn bagi harem Sultan ! Ketika Notaras membangkangi sang Sultan,” tulis Steven Runciman, “sang Sultan memerintahkan agar puteranya dan menantu lelakinya DIPENGGAL ditempat itu juga. Notaras meminta agar keduanya dibunuh dulu sebelum mereka membunuh dirinya, kalau2 adegan kematiannya membuat lemah putera dan menantunya. Setelah keduanya dipenggal, Notaraspun merelakan lehernya kpd sang algojo.” Lelaki berani macam itu tidak akan pernah lagi eksis.

Image

PostPosted: Wed May 17, 2006 5:30 pm
by ali5196
http://www.historyofjihad.org/turkey.html

JAMAN PRA-ISLAM TURKI

Tidak banyak orang tahu ttg perjuangan berdarah kaum Turki melawan Islam selama 300 tahun, dari 650 - 1050. Bentrokan pertama adalah ketika Muslim berupaya mendobrak kawasan Persia dgn mencapai perbatasan kerajaan Sassanid di Khorasan, di dekat Asia Tengah. Disitulah tempat hidupnya kaum Turki selama berabad2.

Oleh Persia jaman Zoroaster, mereka disebut sbg Turanian. Kaum Turki dikatakan sbg perkumpulan beberapa ras yg bersatu karena persamaan bahasa. Kelompok Hun, Bulgar, Ughir, Seljuk, Qarluq adalah beberapa macam ras yg tergabung dlm satu bangsa Turki. Kini pihak Hun dan Bulgar beragama Kristen dan selebihnya beragama Islam. Tapi sebelum memeluk Islam, pada abad ke 3 dan 4, kaum Turki menyerang kerajaan Romawi, kerajaan Sassanid dan Achemenia Persia dan juga menginvasi India. Mereka memang bangsa yg suka perang, tidak mudah ditundukkan dan bergaya hidup nomad. Mereka alot dan kuat dan memiliki darah Caucasia (orang putih) dan Mongol.

Khan adalah sebutan khas keluarga kerajaan Turki dan sekarang secara tidak sadar dianggap sbg nama Muslim. Tapi Genghis Khan dan Hulagu Khan BUKAN Muslim, mereka non-Muslim yg sebenarnya musuh bebuyutan Muslim. Mereka menghancurkan kawasan Islam yg luas di abad ke 13, sampai keturunan mereka akhirnya dikalahkan dan dipaksa memeluk Islam. Oleh karena itulah sekarang kita menganggap Khan sebuah nama Muslim, padahal asalnya adalah dari kaum Turki dan Mughal (Mongol).

Kekalahan kerajaan Sassanid Persia ditangan Muslim membawa celaka bagi Turki; ini membuka kesempatan bagi Jihadi utk menyerang kaum Turki di Asia Tengah.

----- masih panjang-------

PostPosted: Thu May 18, 2006 1:48 am
by ali5196
Pembantaian oleh Khalifah Turki terhdp Bizantin, Yunani & Balkan
http://www.indonesia.faithfreedom.org/f ... php?t=1032

BLACK TUESDAY: 29 Mei 1453
http://www.indonesia.faithfreedom.org/f ... 1438#31438

PostPosted: Wed Oct 25, 2006 8:11 pm
by ali5196
http://www.greece.org/genocide/quotes/index.html
GENOCIDE BANGSA YUNANI (The Hellenic Genocide)
Kutipan dari dokumen dan foto2 sejarah.

JUTAAN orang Yunani mengalami siksaan, pembantaian dan ethnic cleansing secara sistimatis oleh Turki di Asia Minor, Konstantinopel (yg disebut Istanbul oleh orang Turki), Thrace Timur, Imvros, Tenedos, Macedonia, Cappadocia dan Pontos antara th 1890-an sampai akhir 1950-an.

Image
March to the DEATH: Pengusiran orang Yunani dari tanah air mereka oleh Turki

Image
Pembantaian masal Turki terhdp penduduk sipil Yunani
[Lihat : http://www.agiasofia.com/pontos/pontos.html ]

JUTAAN ANAK2, lelaki dan wanita diusir dari rumah mereka hanya karena mereka bangsa Yunani. Pada saat bersamaan, juga berlangsung pembantaian terhdp jutaan orang Armenia dan Assyria dari segala umur.

Dosa mereka ? Karena mereka tinggal di daerah tempat peninggalan nenek moyang mereka selama ribuan tahun sebelum invasi oleh Turki. Dgn kekejaman yg tidak terbayangkan, mereka melaksanakan rencana mereka yg dinamakan "Turki bagi bangsa Turki."

Kebijakan eksterminasi bangsa Yunani ini dilakukan terhdp penduduk pulau Chios, thn 1822, persis 100 tahun sebelum tentara Turki menghancurkan kota Bizantin, Smyrna.

Genocide yg paling dikenal, Holocaust, yg dilakukan Nazi Jerman (dgn dukungan Turki), tidak mungkin terjadi kalau Genocide oleh Turki (dgn bantuan Nazi Jerman) sudah diakui. Kami tidak dapat mengerti sepenuhnya alasan dibelakang Holocaust tanpa sebelumnya mengerti genocide2 yg terjadi sebelumnya.

http://www.greece.org/genocide/quotes/q ... -yps6.html
Konstantinopel-Penghancuran gereja. Foto 9 dari 44.

Image
Patriarch Athenagoras I didepan gerejanya, Saints Constantine and Helene di Ypsomatheion.

Image
Perintah resmi penghancuran segala yg bersifat Yunani dan PEMERKOSAAN WANITA YUNANI.

"Kpd Panglima Korps Pusat.
Saya meminta perhatian anda bagi yg berikut :
KEMATIAN bagi orang Yunani yg tidak memiliki kehormatan (baca: tidak memeluk Islam). Begitu kau diberikan tanda pertama, segera hancurkan SEGALANYA. Mengenai wanita mereka, JANGAN RAGU2. Jangan memikirkan kehormatan ataupun persahabatan pada saat balas dendam.

Panglima Korps
Mehmet Azit."


Image
Mayat2 segala umur setelah disiksa.

PostPosted: Wed Oct 25, 2006 8:21 pm
by ali5196
Image
Mustafa Kemal Pasha. Rakyat Turki mengidolakannya spt orang Jerman mengidolakan Adolf Hitler. Jerman mengikuti jejak2 Turki dan sebaliknya. Sang "Ataturk" dan "Der Fuhrer" adalah dua pribadi yg terlibat genocide JUTAAN orang tidak bersalah. http://www.greece.org/genocide/quotes/

http://www.hellenicgenocide.org/alabama.html
Surat ttg Genocide Bangsa Yunani/Helenis

Kpd: Governor and First Lady of Alabama
From: Roberto Lopes, São Paulo, Brazil
Date: 30.Aug.2001

URGENT: Jangan biarkan pemerintah Turki MEMBOHONGI rakyat AS
Yth Gubernur Negara Bagian Alabama, USA,

Nama saya Roberto Lopes dari Brazil. Saya bukan orang Yunani ataupun orang Turki. Saya hanya orang yg menyadari sejarah dan keadilan (dan pendiri situs http://www.hellenicgenocide" onclick="window.open(this.href);return false; diatas). Saya ingin anda meninjau kembali komentar seorang konsul AS yg pernah menyaksikan genocide Yunani oleh tentara Ottoman Turki :

George Horton, 1926 - Konsul dan Konjen AS bagi Turki selama 30 thn
Horton menulis buku terkenal THE BLIGHT OF ASIA (Kutukan yg dialami Asia) yg juga bisa dibaca di http://www.hri.org/docs/Horton/index.html;

Ini fakta2 sejarah esensial yg tidak mungkin dipungkiri:
- bangsa Yunani tidak menginvasi negara manapun.
- bangsa Yunani mencoba menyelamatkan penduduknya (dan kaum Assyiria dan Armenia) dari GENOCIDE oleh Muslim Turki.
- Yunani tidak dikalahkan oleh Turki tetapi oleh Perancis dan Italia, yg mendukung pembantaian penduduk yg mencoba melindungi kepentingan dagang mereka.
- Kalahnya Yunani memungkinkan pemerintah Turki utk melanjutkan Genocide Yunani, Armenia dan Assyria.

Sejarah pendek Genocide bangsa Yunani

Th 1919, Yunani berhasil membebaskan wilayah miliknya dan bagian BESAR dari penduduknya yg didapatkan dari perang kemerdekaan 1821. Contoh, MAYORITAS penduduk Smyrna (bagian barat kawasan yg sekarang kembali dicaplok Turki) dan Pontos (Utara) aslinya adalah bangsa Yunani.

Setelah membebaskan Smyrna dan kawasan sekelilingnya secara damai, Yunani harus menyerang sang penjajah, Turki, utk mendepak mereka dari tanah air Yunani. Bangsa Yunani diSIKSA dan diBANTAI secara sistimatis, spt juga bangsa ARMENIA dan ASSYRIA yg keduanya diselamatkan oleh Tentara Yunani.

Ini juga yg dikatakan mantan konjen AS, George Horton:
"Proses eksterminasi ini dilakukan selama waktu panjang, dgn tujuan tetap, dgn sistim yg dirancang secara mendetil sampai urusan paling kecil sekalipun dan dicapai dgn kebiadaban tidak terhingga, mengakibatkan kehancuran umat manusia yg begitu besar yg pernah diderita sejak datangnya Kristus."
http://www.HellenicGenocide.org/quotes/quotes14.html

Genocide Yunani sudah berlangsung SEBELUM PERMULAAN PERANG DUNIA I. Turki mendapat dukungan Jerman utk mengeksterminasi bangsa Yunani bersama2 dgn Armenia & Assyria karena Yunani menghalangi Jerman dlm rencana mereka utk mendominasi seluruh kawasan itu.

Setelah akhir PD I, tentara AS dibantu dgn tentara Yunani mengakibatkan kekalahan Jerman dan sekutunya, Turki. Namun Turki menganggap eksterminasi Yunani tidak hanya sbg cara utk melenyapkan mereka, tetapi juga sbg cara utk MENCURI harta benda Yunani dan utk menjerumuskan Yunani kedlm perang dgn Turki agar Turki dapat merebut kembali wilayah2 Yunani yg sudah diselamatkan Yunani.

"The Armenians are not the only subject people in Turkey which have suffered from this policy of making Turkey exclusively the country of the Turks. The story which I have told about the Armenians I could also tell with certain modifications about the Greeks and the Syrians. Indeed the Greeks were the first victims of this nationalizing idea." Henry Morgenthau, 1918 - Ambassador of the USA in Turkey
http://www.HellenicGenocide.org/quotes/

Pemerintah Turki tidak memperkirakan kuatnya tentara Yunani utk membela diri sendiri dan bangsa Armenia & Assyria, dan berhasil mendepak penjajahan dan perbudakan biadab Turki selama 400 thn.

Namun akhirnya Yunani kalah bukan oleh Turki, tetapi oleh Perancis dan Italia. Mereka mendukung pasukan2 kriminal Mustafa Kemal Pasha dgn senjata strategis dgn pesawat tempur dan tank. Dng bantuan ini, Turki dgn seenaknya bisa melanjutkan genocida terhdp Yunani, Armenia dan Assyria. Jutaan orang disiksa dan dibantai hanya karena mereka membela tanah air mereka. Ratusan ribu lelaki, wanita dan anak2 Yunani dari SEGALA UMUR dibantai dgn kejam.

Semua fakta ini sudah didokumentasi secara mendetal oleh berbagai sumber, termasuk AS. Fakta2nya TIDAK TERBANTAHKAN.

Genocide terhdp bangsa Yunani di Pontos, Asia Minor, Eastern Thrace, Konstantinopel & Imvros & Tenedos merupakan sebuah upaya terencana utk mengeksterminasi bangsa Yunani oleh Turki:

- Genocide Armenia = 2.000.000 orang dibantai
- Genocide Assyrian = 750.000 orang dibantai
- Genocide Yunani = 1.750.000 orang dibantai


Jangan lagi kita termakan oleh propaganda Muslim Turki.

Terima kasih atas perhatian anda.

Roberto Lopes.
São Paulo, Brazil.
[email protected]

PostPosted: Wed Oct 25, 2006 8:22 pm
by ali5196

PostPosted: Wed Nov 15, 2006 8:40 pm
by ali5196
http://www.setimes.com/cocoon/setimes/x ... feature-01

Turkey acts to improve property rights of non-Muslim minorities, but restrictions remain

10/11/2006
A law passed by the Turkish Parliament Thursday will allow non-Muslim foundations in the country to recover some, but not all, properties that were confiscated by the state more than 30 years ago.

The Turkish Parliament on Thursday (November 9th) adopted an EU-required law aimed at improving the property rights of the country's non-Muslim religious minorities. The "religious foundations law", which needs to be approved by President Ahmet Necdet Sezer to enter into force, will allow the mainly Greek, Armenian and Jewish foundations to regain properties confiscated by the state in 1974.

The legislation, which sets an 18-month period for property claims, also envisions the creation of a special committee tasked with determining which properties are to be returned.

However, the bill reportedly fails to address all types of confiscated properties. For example, it does not stipulate compensation for properties that have already been sold to third parties. The AFP reported Thursday that some of those affected have warned they could sue Turkey at the European Court of Human Rights.

Under the legislation, foundations are allowed to operate abroad and receive foreign funds, provided that international activities fall within the scope of activities listed in their statutes. Some have criticised the inclusion of such a restriction, saying it would effectively leave out non-Muslim institutions.

The bill was passed about two months after it was put on the parliament's agenda and a day after the release Wednesday of the European Commission's (EC) regular report on Turkey's EU accession progress. The paper criticised Ankara for making little or no progress in the implementation of reforms in a number of areas, including freedom of expression, religious freedom, women's and trade union rights.

While freedom of worship was "generally respected" in Turkey, "non-Muslim religious communities have no access to legal personality and continue to face restricted property rights," the EC report said. "They encountered problems in the management of their foundations and in recovering property by judicial means."

PostPosted: Tue Mar 20, 2007 6:38 am
by ali5196
http://galliawatch.blogspot.com/search/label/Islam
Wednesday, November 29, 2006

The Last Christians In Turkey

Image

If there is to be one last Christian he might be the one: François Yakan, patriarch of the tiny Assyrian-Chaldean community who works in the Beyoglu quarter of Istanbul in a building that was nearly destroyed by an Islamist suicide bomber attacking the Consulate of Great Britain in 2003.

Many of his flock fled to France, the "eldest daughter of the Church" during the '80's when violence broke out in southeast Anatolia between the Turkish army and the Kurdish rebels. "It is dangerous to be neutral in a war. Thousands of Christian Assyrians did not know where to find refuge, so they gathered in the city of Diyarbakir, then Istanbul and finally Western Europe. There are only 3 families left in Diyarbakir. It's all over for the Christians! A pity!" The number of Christian Assyrians in Turkey is down to 627 from 12,000 in 1980.

He is the only Turkish priest of this branch of the Orthodox churches and he evokes a glorious past, the missionary zeal along the Silk Road of the first Christians on their way to China.

His patriarch, Emmanuel III Dely, lives barricaded in Bagdad. With Iraq ablaze and awash in blood, 3800 Christian Iraqis have come to istanbul to escape the death that stalks them on the streets of Basora, Mosul and Bagdad. Sunday morning they attend Mass in Aramaic, the language of Christ, in the Saint-Antoine church, the last Latin church built by the Franciscans before the fall of the Ottoman Empire.


The battle is far from over because Muslim fundamentalism and especially Turkish nationalism are impediments to the required respect for religious minorities. Guenadios, bishop of Sasima, does not have a work permit. He is considered as a "tourist". And Ankara refuses to grant the patriarch his title, by virtue of the 1923 Treaty of Lausanne.

Bartholomew I is requesting a special international church law to confront the problem of his dwindling flock, and to reopen, with the assistance of competent non-Turkish clergy, the theology school of Halki that was closed in 1971. This seminary on an island in the Sea of Marmara is an oasis of calm, covered with pine forests and Art Nouveau-style houses. The Orthodox Greeks are staking their survival on this charming site. In ten years, the older bishops will be gone and there won't be any local priests left.

According to one Orthodox intellectual: "relations are easier with the Islamists than with the nationalist groups. This is the case in Cappadocia where there are sacred Orthodox sites. There it is the Loups Gris (Grey Wolves) of the extreme-right who go after Christians, not the PJD (Party of Justice and Development).

Le Fener (a district of Istanbul) on the Bosphorus is protected by an old wall on the south bank. Its other walls are covered with barbed wire. A century ago the inhabitants of Le Fener were mainly Christian and spoke Armenian, Greek, Ladino (a Judeo-Spanish language), and Turkish. The area was the fief of Greek dignitaries, then of less wealthy Greeks, and today it is inhabited by wretched Anatolian peasants who came from villages of the interior.

The Greeks of Istanbul had been victims of ethnic and religious separation but had still managed to escape the population exchanges of 1924 when 1.3 million people were displaced between Greece and Turkey. They gave up, however after the pogrom of 1955 - Istanbul's Cristallnacht. In that year a hate-filled crowd tore into the Greek and Jewish ghettoes. The wealthy businessmen went into exile followed, in 1974, by everyone else, when the Cypriot crisis broke out. The "Rums" - Turks of Greek origin now number 3000.

Bartholomew I, patriarch of Constantinople, maintains complex relations marked by mistrust with his Latin Catholic rivals: "One must understand that we have come far. Things began to move with the Vatican II Council. When I arrived in Turkey in 1970, the Catholics and the Orthodox had just begun to speak to one another after centuries of anathema," recalls Monsignor Louis Pelâtre, the Vatican's representative in Istanbul.

In Turkey, the Pope's recent remarks on the violence of Islam caused irritation. The remarks were seen as an attack on the Eastern Christians who must face Islam on a daily basis. They revived the fear of being condemned to become a people without a land. The Assyrian-Chaldean François Yakan adds however: "The virulence of the Muslim reaction would seem to prove him (Benedict) right. And after all, the Pope is free to express his own opinion."

The Christian Armenians also have problems with the West, but unlike the Armenians of Europe they are not demanding Turkey recognize the genocide as a requirement for admission into the EU. Luiz Bakar, spokesman for the Armenian patriarch, states: "For us the most important problem - the recognition of our foundations - has been solved. Since 2002 we have been permitted to manage our real estate and to finance our schools." There are 80,000 Christian (Armenians) in Turkey. Over a million Armenians were massacred and deported in 1915. The coups of 1971 and 1980 triggered new departures. "A rebirth of democracy and well-being would induce the Turks of Armenian origin to stay home," says Luiz Bakar.

This year Luiz Bakar will celebrate Christmas and the epiphany on June 6, a short while after the Orthodox Easter. In the interim non-Muslim Turkish citizens will continue to demand that they not be treated as foreigners in their own country.


LIHAT JUGA : Bagian 10 : Jihad vs Armenia (Assyria) 1071M
viewtopic.php?f=102&t=2681

PostPosted: Tue Mar 20, 2007 9:34 am
by Vlad
gak Armenian.. gak Greek .. semuanya di Genocide

PostPosted: Sat Oct 27, 2007 11:19 pm
by ali5196
Hagia Sophia (Ayasofya Museum di Istanbul, Turki) - PETISI kpd Uni Eropa utk mengembalikan Hagia Sophia sbg Gereja Bizantin dan bukan sbg museum
http://www.teslasociety.com/hagiasophia.htm

ayo isi petisi !

PostPosted: Thu Nov 22, 2007 10:44 am
by Vlad
ayo ayo di isi petisinya..
kembalikan kunci Hagia Sophia pada Patriarkh Ekumenis

PostPosted: Thu Nov 22, 2007 4:03 pm
by murtad mama
Vlad wrote:ayo ayo di isi petisinya..
kembalikan kunci Hagia Sophia pada Patriarkh Ekumenis


memang sewajibnya harta milik kaum kami (orthodox) harus kembali ke tangan kami

PostPosted: Tue Apr 15, 2008 6:55 am
by ali5196
HAGIA SOPHIA : Permata arsitektur Kristen, sesudah dikobel2 Islam
http://illustratedpig.blogspot.com/search/label/Turkey

Image

Image
Sisa2 mosaik Kristen di Hagia Sophia

PostPosted: Sat Apr 26, 2008 1:22 am
by ali5196
Ottoman Navy and Navigation (UTHMANIYAH)
http://www.barbaros.biz

A peace country: Ottoman Palestine
http://www.ottomanpalestine.com[/quote]

PostPosted: Sun Sep 14, 2008 6:06 pm
by ali5196
http://www.kosovo.net/news/archive/2004 ... _08/1.html

THE NIGHT OF TERROR IN CONSTANTINOPLE - POGROM 1955

Under the terms of the agreement regarding the exchange of populations in the 1923 Treaty of Lausanne, the Greek population of Constantinople-a thriving community-and the muslim community residing in Western Thrace were exempted from the exchange process.

In the beginning of the 20th century there were 300,000 Greeks residing in Constantinople.

They had managed to survive there despite centuries of oppression and persecution under the Ottoman yoke. But the Turks were determined to expel all Greeks from their ancient home using all available means. Thus, the Turks systematically used the following measures in order to accomplish their objective :

a) In May 1941, large numbers of young men ranging in age from 18-38. were conscripted into the Turkish army from the Greek and Armenian communities The Turkish intention was to exterminate these young men through the well-known method of <<forced-labour battalions>>. If this extermination plan was not successful it was due to protests from the Western allies and the defeat of the Germans in Stalingrad in December 1942. Seeing the tides of war shifting, the Turkish authorities permitted the discharge of these soldiers.

b) On 11 Noverriber 1942, the Turkish government passed a law regarding taxation of property of non-muslims, known as the VA RLIK VE RGISI. Through this !aw non-muslim citiizens had to submit, without the right to appeal, to the discretion and arbitrary judgment of the tax clerks. The tax clerks, in turn, were instructed to appraise property at amounts many times over the actual value of each property. Then, if the individual concerned was unable to make payments of the enormous tax share (quota), the property was seized and the unfortunate owners were exiled to ACKALE, in Anatolia.

As a result (of the use) of these harsh and inhuman measures, by 1955 only 25,000 people were left, rather than the 450,000 that should have been their number given a normal rate of growth in 35 years.

On the night of the 6th September 1955, and using the Cyprus situation as a pretext, the Turks dealt the coupdegrace to the remaining inhabitants. The whole story of this pogrom is as follows :

On Saturday the 3rd of September, 1955, the wife of the Turkish Consul in Thessaloniki asked for, and received, from a photographer in Thessaloniki supposedly for a keep-sake a series of photographs and films of the Turkish Consulate and the neighboring home where Kemal Ataturk was born. The very next day she and her family left for Turkey.

At ten past midnight on the 6th of September,1955, in the garden of the Consulate, between the two buildings, dynamite exploded resulting in broken windows in both buildings. The Greek authorities rushed immediately to the scene. They established that two more explosive devices had been positioned in the Consulate yard and that within the building there was only one Turkish guard. In the investigation that followed it was determined that the explosives were placed there by the guard and his accomplice, a Turkish student at the Law School of the University of Thessaloniki, Oktai Egin Faik, who had brought the dynamite from Turkey a few days earlier.

On the 6th of September, Turkish newspapers using forged versions of the photos of the Turkish consul's wife and even before the explosion took place in Greece, depicted Kemal's birthplace as totally destroyed. By the evening, newspapers all over Turkey knew of the alleged destruction of Kemal's home setting off waves of anger among the Turkish populace.

The Turkish authorities then transported large groups of people in trains and military vehicles from Anatolia to Constantinople.

The attack by the angry mobs began at 5 : 50 P.M on the 6th of September 1955 and ended at 02 : 00 A.M on the 7th of September 1955. The police calmly assisted and even guided the mobs, in their relentless path of destruction.

At 00 : 20 A.M on the 7th of September 1955 martial law was finally declared, at 02 : 00 A.M curfew began and at 02 : 30 A.M the authorities had restored a semblance of order.

Screaming slogans <<Today your property, tomorrow your lives>> the mobs had perpetrated terrible crimes. Those who guided them knew that by terrorizing the last Greek residents of Constantinople they would compel them to desert their homeland, once and for all. Simultaneously by destroying monuments which were proof of the glorious Greek past of Constantinople, they would eradicate even future reminders of the Greek presence.

The results of the vandalisms were :

-the Theological School of Halki, the Marasleios School, The Monestary of Valoukli, the -Zappeio School for Girls and many other sites, suffered great damage.
-of the 83 Greek Orthodox churches in the City 59 were burned and most others suffered serious damage to the icons and ancient paintings of great value.
-the tombs of Patriarchs were destroyed, Christian cemeteries and ossuaries were defiled ;
-3,000 homes were looted and destroyed ;
-4348 Greek stores were looted and destroyed ;
-200 Greek women were raped ;
-hundreds of Greeks were ill-treated or tortured, such as the old Bishop of Derkon Iakovos; the metropolitan of Ilioupolis Yennadios, whose beard was cut off and who was then dragged through the streets so that he would die shortly thereafter from ill-treatment; and Bishop Pamphilou Yennadios that was thrown into the burned ruins of Valoukli;
-15 Greeks were murdered and among them a 90 year old monk at the Valoukli Monastery, Chrys. Mantas, who was burned alive. Many others in the monastery were seriously wounded.

After the pogrom a great portion of the Greek population left Constantinople to save their lives.

On the 20th of September,1975, in a special 35 page Survey section of the influential English magazine, The Economist, it was written : <<Turkish charges that the Moslem population in Western Thrace is harried by the Greek authorities are gross exaggerations. In 1923 there were 300,000 Greeks living in Constantinople and 110,000 Turks living in Thrace. Today, there are 15,000 Greeks living in Istanbul and 120,000 Turks in Thrace. The Greeks ask, with some justification, which country has been putting the pressure on which minority>>. (Survey-15).

It is important for us to realize that today,1982, only 4,000 Greeks still remain in Constantinople. (Today the number has fallen to 2500)

The Third Sack of Constantinople - Turkish Pogrom of 1955

Saint Sophia in the 10th century (Drawing of an artist of the 19th cent). Saint Sophia today, a turkish mosque. Ruins of the church of St Constantine and Helen after having been burnt.


A jubilant turkish mob after looting Greek property. Even cemetries have not been respected. Open graves and bones dispersed. A vision of the last Judgement.

PostPosted: Sun Sep 14, 2008 6:43 pm
by ali5196
The Massacres of September 6-7 1955 : foto2 massacres and destruction in Constantinople. http://www.hellas.org/constantinople/index.htm

PostPosted: Sun Sep 14, 2008 6:53 pm
by ali5196
http://www.hellas.org/mongols/index.htm

Man's greatest joy is to slay his enemy,
plunder his riches, ride his steeds, see
the tears of his loved ones and embrace
his women.
-- Genghis Khan {Father of all Turks.}

PostPosted: Sun Sep 14, 2008 7:10 pm
by ali5196
Jizyah di jaman Ottoman terhdp penduduk asli Yunani di Turki :

http://www.kosovo.net/news/archive/2004 ... _08/1.html


b) On 11 Noverriber 1942, the Turkish government passed a law regarding taxation of property of non-muslims, known as the VA RLIK VE RGISI. Through this !aw non-muslim citiizens had to submit, without the right to appeal, to the discretion and arbitrary judgment of the tax clerks. The tax clerks, in turn, were instructed to appraise property at amounts many times over the actual value of each property. Then, if the individual concerned was unable to make payments of the enormous tax share (quota), the property was seized and the unfortunate owners were exiled to ACKALE, in Anatolia.

As a result (of the use) of these harsh and inhuman measures, by 1955 only 25,000 people were left, rather than the 450,000 that should have been their number given a normal rate of growth in 35 years.

Re: Bagian 3 : Jihad vs Bizantin/Turki/Yunani 634-abad 20

PostPosted: Thu Feb 12, 2009 4:05 pm
by darul
Keren sekali bisa mengulas sejarah penyeberan islam ... hmm ... ternyata belepotan darah gitu ya pake pedang .. hii... ngeri... :snakeman:

hmm ... tapi katanyo muslim penyebaran lewat dagang ... mana yg pake pedang & mana yg pake dagang ? kalo di indonesia masuk lewat apa ? ... apa dia juga JIHAD VS MAJAPAHIT [hindu] ??? - mohon penjelasan sejarahnya ?

Re: Bagian 3 : Jihad vs Bizantin/Turki/Yunani 634-abad 20

PostPosted: Sun Nov 08, 2009 5:05 am
by jadilah_Bijaksana
alangkah hina sekali posisi kalian orang - orang kafir di mata Allah, saya baru baca ini.

bukannya tobat, malah mempertahankan yang berisiko.