.

Shiva: Islam dan Hindu di India

Sejarah pedang jihad di Timur Tengah, Afrika, Eropa & Asia.

Shiva: Islam dan Hindu di India

Postby Adadeh » Mon Mar 13, 2006 2:28 pm

http://www.fomi.nu/phpBB2/viewtopic.php?p=19339#19339
Politically Incorrect Guide to SIMMERING TENSIONS

Image
Salah satu perselisihan politik yang dilatarbelakangi oleh agama yang paling sengit terjadi saat ini adalah antara kaum Hindu dan Muslim. Banyak yang mengira pertikaian ini dimulai ketika gerakan nasionalis Hindu India di awal tahun 1900-an menolak untuk memenuhi keinginan kaum India Muslim. Memang betul bahwa hal ini menyebabkan pertikaian jadi lebih sengit. Pada saat hampir merdeka dari penjajahan Inggris, sudah jelas kaum Muslim dan Hindu tidak bisa hidup bersama dengan damai dalam satu negara. Pihak Muslim khawatir diperintah oleh kaum Hindu yang jumlahnya jauh lebih banyak. Tapi bahkan setelah dipisah menjadi dua negara merdeka India dan Pakistan, persoalan tetap saja berlanjut. Sampai saat ini kaum Hindu dan Muslim masih saja terus bertikai.

Pertumpahan darah di India sudah berusia berabad-abad lamanya. Pertentangan di India ini dimulai sejak Islam menyerang India di tahun 600an. Penaklukkan Islam atas mungkin adalah kisah sejarah yang paling berdarah dalam sejarah manusia. Qur’an mensahkan pembunuhan yang dilakukan Muslim: maka bunuhlah orang-orang musyrikin itu dimana saja kamu jumpai mereka, dan tangkaplah mereka. Kepunglah mereka dan intailah ditempat pengintaian (Q 9:5); dan juga ini Maka janganlah berkawan dengan mereka sampai mereka meninggalkan rumahnya dalam jalan Allah; jika mereka balik (membenci) maka tangkaplah mereka dan bunuh mereka di manapun kalian menemukan mereka, (Q.4: 89) Sudah jelas, tiada tuhan selain Awloh. Maka dari itu kaum Hindu tidak bisa hidup berdampingan dengan damai dengan agama yang sangat agresif dan tidak bertoleransi ini.

Jumlah korban yang dibunuh dalam penyerangan awal tidak akan pernah bisa diketahui. Perkiraan jumlah berdasarkan pada catatan sejarah yang ditulis Muslim dan perhitungan demografi. K.S. Lal menulis di bukunya “The Growth of Muslim Population in India” bahwa diantara tahun2 1000 M dan 1500 M, populasi umat Hindu berkurang 80 juta.

Saat ini
80.5 % masyarakat beragama Hindu
13.4 % masyarakat beragama Islam
1,80% masyarakat beragama Kristen
1.84 % masyarakat beragama Sikh
0.76 % masyarakat beragama Buddha

Kaum Muslim berjumlah hampir 16% dari 1 milyard lebih orang India, dan ketegangan hubungan dengan kaum Hindu seringkali mengakibatkan kerusuhan masal.

Aku heran mengapa ini bisa terjadi?
Dalam sejarah Islam dinyatakan bahwa di tahun 630 setelah Muhammad menaklukkan Mekah, dia menghancurkan semua patung2 berhala (termasuk sebuah patung burung dara, yang di jaman modern merupakan lambang perdamaian) di Ka’abah. Penghancuran2 terhadap simbol2 dan keberadaan agama lain masih terus dilakukan kaum Muslim sampai hari ini seperti yang bisa disaksikan dalam pembakaran gereja2 di Australia.

Di India juga terdapat mesjid2 seperti Mesjid Al-Aqsa di Yerusalem, di mana para Muslim membangun tempat ibadahnya di atas puing tempat ibadah agama lain.

Ayodhya saat ini hanya merupakan kota kecil yang kumuh dengan arsitektur Hindu dan sedikit pengaruh budaya Mughal. Masyarakatnya kebanyakan beragama Hindu, dan yang lainnya adalah Muslim, Jain, dan Buddha. Akan tetapi, sejarah dan warisan Ayodhya tidak tertandingi pentingnya bagi seluruh umat Hindu di India dan seluruh dunia.

Ayodhya dahulu adalah kota yang tertua, terbesar dan termegah diantara kota2 India, dan merupakan ibu kota kerajaan Hindu Kosala dengan rajanya yang terkenal yakni Raja Dasaratha, monarki ke 56 dari garis keturunan yang berasal dari Raja Manu.

Image
Rama dan Lakshmana sedang berburu.

Di babak awal kisah Ramayana, ditulis tentang kota yang megah, kejayaan kerajaan dan kebajikan, kekayaan dan kesetiaan masyarakatnya terhadap rajanya. Raja Dasaratha adalah ayah Rama Chandra, yang lebih dikenal sebagai Dewa Rama, Avatara (titisan) ke 7 dari Wishnu, sang Dewa Maha Agung; yang merupakan wakil dari Dewa Dharma. Banyak orang Hindu percaya bahwa Rama lahir di Ayodhya di tempat yang bernama Ram Janmabhoomi, tempat Mesjid Babri yang sekarang terlantar. Menurut kisah Ramayana, Ayodhya diperintah oleh Ikshvaku yang merupakan anak dari Manu.

Image
Gambar Rama.

Dengan penyerangan Islam ke India di abad ke 9 M, Ayodhya dan kuil2 Hindu jadi korban penjarahan dan penghancuran yang dilakukan Muslim. Mesjid2 lalu didirikan di atasnya. Di bawah kekuasaan Muslim di Ayodhya, maka hilanglah semua posisi dan kepentingan ekonominya terhadap Lucknow dan Kanpur.


Mesjid Babri
Image
Shaid Khan is aknowledged as the photographer.

Mesjid Babri (also Babri Masjid بابری مسجد) adalah mesjid yang dibangun atas perintah kaisar Mugal pertama, Babur, di Ayodhya di abad 16 M. Sebelum tahun 1940-an, Mesjid ini dikenal dengan nama Masjid-i Janmasthan (artinya: mesjid tempat kelahiran). Mesjid ini berdiri di atas bukit Ramkot (artinya: benteng milik Rama) yang juga disebut sebagai Janmasthan (artinya: tempat kelahiran).

Diperkirakan bahwa Babur menghancurkan kuil yang ada di tempat itu yang dipercaya umat Hindu sebagai kuil tempat Rama lahir. Mesjid Babri merupakan salah satu mesjid yang terbesar di Uttar Pradesh yang merupakan sebuah propinsi di India dengan 13 juta kaum Muslim. Terdapat beberapa mesjid lain yang lebih tua di kota ini, seperti misalnya Mesjid Hazrat Bal yang dibangun oleh raja2 Shariqi. Tapi dari semuanya, Mesjid Babri-lah yang terbesar.
Image
Raja Babur

Ram Janmabhumi merupakan tempat keramat bagi umat Hindu karena mereka menganggapnya sebagai tempat kelahiran Rama yang dipercaya sebagai wujud sempurna kebenaran, keberanian, keperkasaan dan sifat2 kebajikan lainnya. Apakah tujuan Babur mendirikan mesjid di tempat itu selain untuk menunjukkan kemenangannya dan untuk menghina umat Hindu? Banyak Muslim yang menganggap kuburan Moinuddeen Chisti di Ajmer sebagai tempat keramat karena dia dianggap sebagai imam Sufi. Tidak ada latar belakang sejarah serupa di Masjid Babri, karena tujuan pembangunannya bukan untuk menghormati tempat keramat.

Untuk mengerti penghancuran kuil Hindu oleh Babur dan keturunannya dan tindakannya yang membangun mesjid di atasnya, kita harus menyadari bahwa sikapnya merupakan bagian dari kepercayaannya. Inilah yang dikatakan salah satu keturunannya, cucu dari Aurangazeb, yang menyatakan bahwa mesjid2 harus didirikan di atas kuil2 yang dihancurkan: “ … untuk terus menampakkan kemenangan Islam, penguasa2 Muslim alim harus terus menekan semua kaum pagan tunduk di bawah Islam, terus bayar Jizyah, memaksa tanpa perkecualian Raja2 Hindu untuk menari sewaktu perayaan Idul Adha dan biarkan mereka menunggu sambil berdiri di luar mesjid sampai saat sembahyang selesai … dan terus bersembahyang di hari Jum’at di dalam mesjid2 yang dibangun di atas reruntuhan kuil2 kaum penyembah berhala Hindu yang terletak di Mathura, Banaras dan Avadh …”

Benar2 perkataan seorang keturunan Aurangazeb yang sejati! Dari pernyataan itu terjawab sudah pertanyaan tentang apa hak Babur untuk menghancurkan kuil dan membangun mesjid di atasnya: ideologi yang dipercayai Babur – seperti yang dijabarkan keturunannya – memberinya hak untuk melakukan itu. Ideologi ini melihat segala hal di luar Islam sebagai obyek untuk dihina dan dihancurkan. Ini bukan berarti orang lain harus menerima ideologi ini, apalagi pihak korbannya. Dengan menerima kesahihan berdirinya Masjid Babri di Ram Janmabumi berarti menerima pula superioritas ideologi Babur di atas masyarakat mayoritas yang jauh lebih banyak di India, dan berarti pula mengakui haknya untuk memaksakan ideologi ini dengan paksa. Ini semata-mata adalah bentuk penjajahan.


Simbol2 Nasional

Setiap negara yang hidup memiliki simbol2 nasional. Bagi India, simbol nasional mereka adalah Ayodhya. Akankah orang Amerika membiarkan sebuah mesjid didirikan Osama bin Laden di atas reruntuhan Mount Vernon (rumah George Washington) atau Patung Liberty? Begitu pula arti Westminster Abbey di London lebih dari sekedar gereja, karena bangunan ini merupakan kesatuan tak terpisahkan dengan sejarah dan tradisi Inggris. Begitu pula anggapan masyarakat India terhadap Ram Janmabhumi: tempat itu adalah tempat keramat bagi umat Hindu karena alasan2 sejarah, budaya dan nasionalisme – dan bukan hanya sekedar tempat beribadah.

Banyak orang yang meskipun tidak lagi beribadah di kuil atau gereja masih menganggap tempat itu keramat karena alasan2 budaya dan sejarah. Untuk memperjelas masalahnya: dapatkah ketua teroris Osama bin Laden mengaku punya hak ideologi untuk menghancurkan Kuil Venkateshwara di Tirupati atau Kuil Emas di Amritsar dan membangun mesjid di atasnya untuk menandai kemenangan agamanya? Atau bolehkah George Bush menghancurkan Mekah hanya karena dia sanggup melakukannya? Tempat2 seperti Ram Janmabhumi, Westminster Abbey, dan Patung Liberty bukanlah sekedar bangunan2 yang boleh dipertukarkan atau diduduki dengan paksa dan lalu dihancurkan.

Karena itu, inilah kebenaran yang sesungguhnya: Ram Janmabhumi adalah simbol nasional, sedangkan Mesjid Babri adalah simbol penjajahan Babur.

Masjid Babri dihancurkan massa Hindu yang ngamuk pada tanggal 6 Desember, 1992.
Image


Murka di Gujarat

Image

Di tahun 1969, hampir 2.500 tewas dibunuh di pertikaian massal terburuk antara masyarakat Hindu dan Muslim di anak benua itu setelah terpecah menjadi India dan Pakistan di tahun 1947. Serangkaian kerusuhan masal mengguncangkan kota itu di tahun 1980-an dan sekali lagi di tahun 1992 yang diikuti dengan penghancuran Mesjid Babri oleh aktifis Hindu di kota Ayodhya, India Utara. Setelah itu berlangsung satu dekade yang relatif damai, dengan beberapa kejadian kekerasan anti-Kristen di beberapa suku daerah tiga tahun yang lalu.

Pertumbuhan ekonomi yang pesat di tahun 1960-an dan 1970-an mengubah Gujarat menjadi salah satu propinsi2 yang terkaya dan paling berkembang bidang industrinya di India. Dengan berkembangnya industri, terutama usaha tekstil, ini berarti banyak orang dari propinsi lain di India yang datang ke tempat itu. Orang2 pendatang ini tidak terbiasa dengan tradisi ajaran Gandhi.

Ketika resesi ekonomi terjadi di tahun 1980-an, banyak pabrik2 pemintalan terpaksa ditutup. 50.000 orang kehilangan pekerjaan. Perasaan frustasi dan tiadanya lapangan kerja menyebabkan banyak orang melakukan kejahatan dan Gujarat sekarang punya dunia hitam yang besar, kedua setelah Bombay. Salah satu ketua2 kelompok kriminal terbesar di negara itu di tahun 1980-an adalah seorang Muslim yang membangkitkan ketegangan antar umat beragama. Uang dalam jumlah besar digunakan untuk menyelundupkan senjata2, barang2 gelap dan perak dari Pakistan ke Bombay melalui Gujarat.

Banyak dari jumlah uang itu yang jatuh ke tangan pemimpin2 agama yang ekstrim. Gang2 kriminal secara terang2an membela pihak2 tertentu di kerusuhan massal, dan ini membuat kekerasan2 semakin menjadi dan berdarah.

Image
Image
Image
Image
Image

Hampir 2,000 orang, kebanyakan Muslim, dibunuh di kerusuhan Gujarat yang dimulai dengan pembakaran sampai mati 59 orang Hindu di kabin kereta api tak jauh dari stasiun kereta api Godhra oleh sekelompok Muslim.

Ratusan gadis2 dan wanita diseret ke luar rumahnya, ditelanjangi di hadapan keluarga mereka sendiri dan ribuan penyerang. Mereka dihina, diejek dan diancam. Mereka diperkosa, kebanyakan diperkosa beramai-ramai, dipukuli dengan tongkat, ditusuki dengan trisula dan pedang, dipotong payudaranya dan dirobek perutnya, ditusuk vaginanya dengan benda secara paksa. Akhirnya para korban wanita ini dipotong-potong atau dibakar sampai mati. Sekitar 250 sampai 300 wanita mati.

Pihak Amnesty International berkata polisi lokal dan tim penyelidik dari pemerintah gagal memeriksa kasus2 atau sengaja menutupinya dengan alasan kurang bukti. Kausar Bano yang pada saat itu sedang hamil 9 bulan dirobek perutnya dengan pedang. Fetus (janin) dikeluarkan dari perutnya, dibunuh dan lalu dilemparkan ke dalam api sebelum akhirnya dia sendiri juga dibakar sampai mati.

Pemerintahan nasionalis Hindu di Gujarat yang terus berkuasa dikritik habis oleh kelompok2 hak azasi manusia dengan tuduhan membantu perusuh dan tidak dapat mengendalikan mereka.

Pada saat penyerangan2 terjadi, pihak polisi berdiri saja atau bahkan ikut bergabung di dalam kerusuhan. Sewaktu korban memasukkan keluhan, polisi seringkali tidak mencatat keterangan mereka dan tidak melakukan penyelidikan.

Keterangan di bawah inilah yang menyulut satu kerusuhan massal diantara ribuan pertikaian di seluruh dunia di mana Muslim terlibat.

Foto2 di bawah menerangkan mengapa terjadi reaksi yang sangat keras setelah kejadian Godhra …

PEMBAKARAN 59 ORANG HINDU OLEH MUSLIM:

Image
Image
Image
Image

11 Orang Dipenjara Seumur Hidup

VADODARA: Persidangan yang berlangsung cepat di Godhra hari Rabu menjatuhkan hukuman penjara seumur hidup bagi 11 orang karena membunuh 11 anggota masyarakat minoritas di desa Anjanwara di daerah Panchmahals setelah kejadian kerusuhan masal di Godhra.

Tapi 18 tertuduh lainnya dibebaskan karena kurang bukti. Hakim R. D. Thackar menghukum tertuduh utama yakni Dalpa Baria dan 10 orang lainnya yakni Kalu Soma, Kalu Sana, Bana Fata, Raising Fula, Dhana Rupa, Salam Aba, Balvant Jeeva, Natwar Kalu, Ratna Kalu and Rupa Soma penjara seumur hidup.

Tiga lainnya yakni Raising Punja, Bharat Punja dan Dhana Rupa dihukum 10 tahun penjara. Pihak pengadilan menyelidiki kesaksian dari 80 saksi sebelum menjatuhkan hukuman.

Jadi sekali lagi Muslim adalah korban2 terbesar atas tindakan2 kriminal yang dilakukan oleh Muslim.


365 hari, 80 penangkapan, Pota... penyelidikan terus berlanjut
http://www.ahmedabad.com/news/2k3/feb/27days.htm

Tiga ratus enam puluh lima hari, tiga kelompok penyelidik, penggerebekan2 yang tak terhitung banyaknya, 80 penangkapan dan satu tujuan – untuk menyelidiki siapa yang mengatur pembunuhan para penumpang kereta api Sabarmati Express ke Ahmedabad pada tanggal 27 Februari, 2002.

Ditangkapnya imam Muslim Godhra Maulana Hussain Umarji merupakan terobosan penyelidikan yang besar. Tim Penyelidik Spesial bertekad untuk mencari siapa dalang pembakaran kabin kereta api. Kata pejabat polisi: “Pembakaran ini bukanlah tindakan spontan yang terjadi karena gangguan terhadap tukang jual the tapi merupakan usaha yang terencana baik dengan kerjasama dan dukungan dari mafia bawah tanah – secara langsung maupun tak langsung. Jumlah uang yang dipakai dalam tindakan kriminal ini sungguh mencengangkan dan kami kira akan banyak lagi rahasia yang terungkap di hari2 berikut.”


Protes atas Penangkapan Gujarat
http://newswww.bbc.net.uk/2/hi/south_asia/2734001.stm

Toko2 di kota Godhra di propinsi Gujarat, India, ditutup sebagai tanda protes atas penangkapan seorang Muslim yang terlibat di dalam serangan kereta api. Imam Maulana Hussain Umarji diduga merencanakan serangan pembakaran kabin kereta api yang terjadi di Godhra bulan Februari lalu.


Hanya ingin memperjelas duduk persoalan.
Image
User avatar
Adadeh
 
Posts: 8461
Images: 414
Joined: Thu Oct 13, 2005 1:59 am

Postby shiva » Sat Mar 18, 2006 1:34 am

Fanstastic work with the translating
shiva
 
Posts: 22
Joined: Thu Mar 09, 2006 4:54 pm
Location: DOMAIN OF TRUTH

Postby ali5196 » Sat Mar 18, 2006 9:03 pm

What is wrong with the letters in the last part of the article ? They all seemed to be the wrong way around ... or are my eyes fooling me ?
ali5196
 
Posts: 17309
Images: 135
Joined: Wed Sep 14, 2005 5:15 pm

Postby ali5196 » Sat Mar 18, 2006 9:07 pm

PS: see also related article/discussion:

http://indonesian.knowislam.info/forum/ ... .php?t=938
ali5196
 
Posts: 17309
Images: 135
Joined: Wed Sep 14, 2005 5:15 pm

Postby Adadeh » Thu Mar 23, 2006 9:07 am

Lanjutan perang Hindu (Kuil Ram) lawan Islam (Mesjid Babri):
http://www.indonesia.faithfreedom.org/f ... 7604#17604
User avatar
Adadeh
 
Posts: 8461
Images: 414
Joined: Thu Oct 13, 2005 1:59 am

Postby Adadeh » Mon Mar 27, 2006 11:23 am

Image
User avatar
Adadeh
 
Posts: 8461
Images: 414
Joined: Thu Oct 13, 2005 1:59 am

Postby Adadeh » Sun Apr 16, 2006 11:57 am

Tabari VIII:141
Jeritan perang pengikut Rasul Awloh malam itu adalah: Bunuh!! Bunuh!! Bunuh!!"

PEMBANTAIAN TERBESAR DALAM SEJARAH MANUSIA!!

Menurut Prof. K.S. Lal, penulis Pertumbuhan Masyarakat Musli di India, jumlah umat Hindu berkurang sebesar 80 juta jiwa dari sejak 1000 M (tahun di saat Mahmud Ghazni menyerang India) sampai 1525 M, sebelum Perang Panipat.

http://hinduwebsite.com/history/holocaust.htm

Diperkirakan selama 8 abad kekuasaan Islam telah terjadi pembantaian 80 juta umat Hindu. Inilah akar dari pertikaian tak berkesudahan Hindu lawan Muslim di Asia Selatan.

http://www.shopumust.com/hindus.html

Sejarawan Barat bernama Francois Gautier menulis komentar:
Pembantaian yang dilakukan Muslim di India tidak tertandingkan dalam sejarah, lebih besar daripada Holokaus yang dilakukan Nazi terhadap orang Yahudi.”

http://www.rediff.com/news/1999/feb/12rajee1.htm

Sejarawan Amerika Will Durant menyarikan sebagai berikut:
Penaklukkan India oleh Islam mungkin merupakan peristiwa yang paling berdarah dalam sejarah manusia. Kisah yang tragis karena ini merupakan bukti bahwa kebudayaan yang beradab, dengan tatanan hukum dan kemerdekaan, kebudayaan dan perdamaian, dapat dengan sekejap dilenyapkan oleh serangan barbar dari luar dan yang selanjutnya beranak pinak di tempat itu.”

http://www.swordoftruth.com/swordoftrut ... ctroi.html

Hindu Kush berarti Pembantaian Hindu
http://www.hvk.org/articles/0401/64.html

Sultan Mahmud bin Gaznavi

Di Thaneshwar
"Darah kaum kafir mengalir begitu derasnya di Thanesar sehingga warna sungai jadi merah dan orang2 tidak bisa minum air sungai itu. Sang Sultan pergi sambil membawa barang2 jarahan yang tak terhingga banyaknya. Syukur bagi Awloh karena anugrah yang diberikannya kepada Islam dan para Muslim."

Di Somnath
”Para Muslim tidak peduli dengan barang2 jarahan sampai mereka memuaskan diri mereka dengan pembantaian terhadap para kafir dan pemuja matahari dan api … Jumlah kafir yang dibunuh lebih dari 50.000.”

Di Mathura
"Para kafir ... berlarian meninggalkan benteng dan mencoba menyeberangi sungai yang deras arusnya … tapi banyak dari mereka yang dibunuh, ditawan atau tenggelam … Hampir 50.000 orang dibunuh.”

Sultan Mahmud bin Qasim

Sindh:
"... dia menghancurkan kuil dan menyunat setiap kafir dengan paksa. Kemudian dia memerintahkan semua kafir dari usia 17 tahun ke atas dibunuh; kaum wanita dan anak2 laki dan perempuan ditawan.”


Mahmud bin Ghori dan Qutbuddin Aibak

(dari Hasan Nizami's Taj-ul-Maasir)
Kol (Modern Aligarh)
"mereka yang pandai dan bijaksana lalu memeluk Islam, tapi mereka yang bersikeras mempertahankan agama nenek moyang mereka dibunuh dengan pedang.”

Kol (Modern Aligarh)
20.000 tawanan dibawa pergi dan dijadikan budak. Tiga buah menara disusun dengan kepala2 mereka dan mayat2 mereka jadi makanan binatang buas.

Di Kalinjar 50.000 tawanan dijadikan budak.

Di Varanasi or Kasi (Benaras) :Kamil-ut-Tawarikh bin Ibn Asir mencatat:
"Pembantaian para Hindu (di Varanasi) luar biasa banyaknya; tiada seorang pun yang diampuni kecuali kaum wanita dan anak2 (yang kemudian diperbudak) dan pembunuhan para pria dilakukan sampai tanah basah semua dengan darah.”


Sultan Firuz Shah Tughlaq

Delhi : (setelah para Hindu membayar pajak toleransi (zar-i zimmiya) dan pajak keamanan (Jizya), mereka dengan bodohnya membangun kuil2 Hindu lagi. Sehingga … )
"... Di bawah tuntunan ilahi, aku (Sultan) menghancurkan kuil2 Hindu ini dan kubunuh para pemimpin kafir dan yang lain kuhukum berat.”

Delhi: - ini lho detail hukumannya -(dari Tarikh-i-Firuz Shahi)
”Sebuah laporan disampaikan kepada sang Sultan bahwa di Delhi terdapat seorang Brahmana tua yang bersikeras melakukan ibadah2 menyembah para dewa di rumahnya dan orang2 Muslim dan Hindu biasa datang ke rumahnya untuk menyembah dewa2 tsb. Brahmana itu membangun altar kayu yang digambari lukisan2 setan dan benda2 lainnya di bagian luar dan dalamnya. Perintah dikeluarkan untuk membawa Brahmana itu menghadap sang Sultan. Agama yang benar (Islam) dinyatakan padanya dan dia diminta memeluk Islam, tapi dia tidak mau. Tumpukan kayu bakar disusun dan dengan tangan dan kaki terikat sang Brahmana dilemparkan ke dalam tumpukan kayu. Lalu altar kayunya ditindihkan ke atas badannya. Tumpukan kayu dibakar di dua tempat yakni di dekat kepala dan kakinya. Api pertama membakar kakinya dan dia menjerit kesakitan. Lalu api memakan tubuhnya. Sultan menyaksikan ketegasannya dalam menegakkan hukum dan moralitas.

Gohana (Haryana):
"Beberapa Hindu mendirikan kuil baru di desa Kohana dan orang2 Hindu biasa berkumpul di sana untuk melakukan upacara2 ibadah. Orang2 ini ditangkap dan dibawa ke hadapanku. Aku perintahkan para pemimpin orang2 ini dibunuh di muka umum di depan pintu gerbang istana karena kekejian yang dilakukannya (melakukan ibadah Hindu).”

Jajnagar: (Gerakan militer oleh Sultan dengan tujuan sebagai berikut)
(sumber : Ainn-ul-Mulk)
membunuhi para kafir
menghancurkan kuil2 mereka
berburu gajah
melihat-lihat negara mereka yang indah


Orissa: 'Sirat-i-Firoz Shahi' mencatat gerakan militernya dengan kalimat ini:
“hampir 100.000 pria Jajnagar ditawan beserta para wanita, anak2, keluarga mereka. Tentara2 Islam menjadikan pulau ini baskom penuh darah dengan membantai semua pria kafir.
Para wanita dengan bayi2 mereka dan wanita2 hamil diikat dan dirantai dan dijadikan budak untuk melayani di rumah setiap tentara Muslim.”



Sultans Dinasti Mamulk

Rohilkhand: Badauni menulis di bukunya 'Muntakhab-ut-Tawarikh'
"Dalam dua hari setelah meninggalkan Delhi, dia tiba di tengah2 daerah Katihar dan membunuh semua lelaki, bahkan yang berusia 8 tahun sekalipun, dan mengikat para wanita.”


Sultan Ala-ul-Din Khilji

Kambayat: Abdulla Wassaf menulis dalam bukunya Tazjiyat-ul-Amsar wa Tajriyat bahwa dia membunuh semua pria Hindu dewasa untuk memuliakan Islam, membanjiri sungai dengan darah, membawa para wanita beserta emas, perak dan perhiasan mereka ke istananya sendiri dan mengambil 20.000 gadis untuk dijadikan budak pribadinya.

Chitoor:
Lebih dari 20.000 wanita Hindu termasuk Rani Padmini bunuh diri agar tidak dijadikan budak seks oleh penguasa2 Muslim. Imam2 Muslim Qazi memberi nasihat pada Sultan Khilji bagaimana memperlakukan tawanan2 non-Muslim. Inilah nasihatnya:

Penyerangannya atas Hindustan: (dalam catatan Tuzk-i-Timuri tertulis)
”Dalam waktu singkat semua orang di dalam benteng dibunuh dan dalam satu jam saja 10.000 kepala2 kafir dipenggal. Pedang Islam bersimbah darah kafir dan semua harta benda dan gandum yang bertahun-tahun disimpan dalam benteng menjadi barang jarahan tentara2ku. Mereka membakari rumah2 sampai jadi abu, dan mereka menghancurkan bangunan2 dan benteng sampai rata dengan tanah… Semua kafir Hindu dibantai, para wanita dan anak2 mereka dijadikan tawanan dan harta benda mereka menjadi jarahan perang para pemenang (Muslim) … Aku umumkan di seluruh tempat bahwa setiap orang yang punya tawanan kafir agar membunuh semua kafir itu, dan siapapun yang ragu2 untuk melakukan itu, dia sendiri harus dibunuh dan harta bendanya diberikan kepada orang yang melaporkannya. Ketika perintah ini terdengar oleh tentara Islam, mereka pun menghunuskan pedang2nya dan membunuhi para tawanan tsb. Seratus ribu kafir, penyembah berhala dibunuh hari itu. Maulana Nasiruddin Umar, seorang terpelajar dan bijaksana yang tadinya tidak pernah membunuh bahkan seekor burungpun, sekarang, atas perintahku, membunuh lima belas kafir Hindu yang menjadi tawanannya.

Nasib wanita2 Hindu yang ditangkap hidup2 oleh tentara Muslim ternyata jauh lebih buruk daripada matiBahkan sewaktu ayah2, suami2 dan anak2 mereka dibunuhi, mereka harus menari dan menyanyi di hadapan para Muslim dan lalu dibagi-bagikan sebagai budak kepada para raja, jendral, tentara Muslim.
Ini yang tercatat dalam kejadian biadab itu:

”Pertama-tama semua anak gadis dari raja2 Hindu yang tertangkap di tahun itu datang menghadap dan menari dan menyanyi. Kemudian mereka diserahkan kepada para Amir dan orang2 luar negeri yang penting. Setelah para gadis2 Hindu ini menari dan menyanyi … sang Sultan memberikan mereka kepada saudara2 prianya dan putra2 pembesar. Di hari ketiga sang Sultan juga membagi-bagikan para gadis ini kepada para jendral dan sanak saudaranya.”
[Sumber: Ibn Battuta (A.A.Rizvi in Tughlaq Kalin Bharath)]

Jadi para wanita Hindu lebih memilih mati daripada dihina seperti itu. Kebanyakan para tentara Muslim hanya menemukan sisa2 abu dari para wanita ketika masuk kota2 Hindu. Contohnya, ketika Allaud-din Khilji menyerang Rajput dari belakang (sebelumnya Rajout telah mengampuni nyawa Khilji), dan membantai orang2 Hindu dan masuk kota Chitoor, Rani Padmini (ratu Hindu) dan lebih dari 20.000 gadis2 membakar diri. Sampai hari ini masyarakat Hindu masih mengingat ratunya dengan penuh rasa bangga.

More Here : www.geocities.com/hindoo_humanist/medieval.html#Gaznavi
Last edited by Adadeh on Mon Apr 17, 2006 11:34 am, edited 1 time in total.
User avatar
Adadeh
 
Posts: 8461
Images: 414
Joined: Thu Oct 13, 2005 1:59 am

Hindu Bangladesh

Postby Adadeh » Sun Apr 16, 2006 12:32 pm

Politically Incorrect Guide to.. RIBUAN KATA

Sebuah gambar bermakna sama dengan ribuan kata.

Beberapa gambar2 dari Bangladesh: Semua korban adalah Bangladesh Hindu.
Foto2 diambil dari: http://hrcbm.150m.com/article/ranjan_article.html

Harga yang harus dibayar Rektor Perguruan Tinggi karena berani mengutarakan pendapat dan sebagai minoritas Hindu di Bangladesh.

Pada tanggal 16 November, 2001, Rektor Hindu bernama Gopal Krishna Muhuri dari perguruan tinggi Nazirhat di Chittagong ditembak mati oleh anggota fundamentalis Islam Jamat-e-Islami, yang adalah sekutu partai nasional Bangladesh yang berkuasa di daerah itu. Sang Rektor adalah orang yang terkenal dan dihormati sebagai pejuang kemerdekaan. Empat pria yang tampaknya bersahabat tahu2 menodongkan senjata api mereka ke kepala Muhuri dan menembaknya dari jarak dekat. Inilah cara mereka berterima kasih pada pejuang kemerdekaan. Peluru2, bom2 dan airmata buaya dari pihak penguasa.

Image

Hadiah atas Menang Pemilu: Pria2 Hindu ini mendukung partai politik lain dan harus membayar kemenangan pemilu partai itu dengan kaki2 mereka yang hilang untuk selamanya.
Image

Pria Hindu ini dibunuh ketika sedang tidur bersama istri dan putranya.
Image
Last edited by Adadeh on Thu Jun 19, 2008 12:28 am, edited 2 times in total.
User avatar
Adadeh
 
Posts: 8461
Images: 414
Joined: Thu Oct 13, 2005 1:59 am

Postby ali5196 » Sun Apr 16, 2006 5:05 pm

sick !
ali5196
 
Posts: 17309
Images: 135
Joined: Wed Sep 14, 2005 5:15 pm

Postby Phoenix » Sun Apr 16, 2006 6:28 pm

Siapa yang kemaren bilang:

islam berprinsip: [109:6] Untukmu agamamu, dan untukkulah, agamaku" ???
Phoenix
 
Posts: 11175
Joined: Mon Feb 27, 2006 5:33 am
Location: FFI

Postby telor » Mon Apr 17, 2006 12:55 am

Mungkin di islam tidak ada teladan yang seperti ini yah

http://www.forumbuddha.com/Ajaran%20Bud ... ragama.htm
User avatar
telor
 
Posts: 1078
Joined: Sat Oct 22, 2005 1:51 pm

Postby Adadeh » Tue May 02, 2006 6:56 am

India di bawah kekuasaan Kekaisaran Islam Mughal 1526-1707

Image

sumber:
Historical Atlas of Islam; by Malise Ruthven with Azim Nanji; Harvard University Press
User avatar
Adadeh
 
Posts: 8461
Images: 414
Joined: Thu Oct 13, 2005 1:59 am

Postby Laurent » Mon Dec 04, 2006 3:47 pm

Laurent
 
Posts: 6161
Joined: Mon Aug 14, 2006 9:57 am

Postby Moderator 3 » Fri Apr 27, 2007 12:47 am

Diskusi yg menyusul post ini dimasukkan kesini :
http://www.indonesia.faithfreedom.org/f ... hp?t=13075
Moderator 3
 
Posts: 572
Images: 1
Joined: Tue Sep 13, 2005 8:53 pm

Postby Sadarlah-Rakyatku » Sat Aug 18, 2007 12:15 am

Moderator 3 wrote:Diskusi yg menyusul post ini dimasukkan kesini :
http://www.indonesia.faithfreedom.org/f ... hp?t=13075


Iqro Bacalah link ini :

http://www.geocities.com/memorigin_mp3_ ... _Barat.htm

Sadarlah Wahai Rakyat Indonesia, situs faith-freedom ini adalah situs pemecah belah bangsa, situs yang dikelola oleh oknum-oknum agen-agen yang ingin mempertahankan ketamakan imperialis Barat menjajah dunia.

Hutang negara kita bagaimana cara membayarnya, apakah Amerika peduli.

Lihat kerja sama antara Ahmadinejad dengan Hugo Chavez. Ini zaman perubahan global, tidak ada masalah besar dengan perbedaan keyakinan agama.

Click Google tentang atheisme, maka produknya semuanya dari Amerika dan Eropa Barat. Topeng-topeng imperialisme Barat sekarang menggunakan adu domba teori benturan peradaban dan agama.

Syukurlah produk perang melawan teror semakin tidak laku. Syukurlah Muhammad Yunus mendapat Nobel tentang kemanusiaan. Imperialisme itu menjerat bangsa yang lemah dengan hutang-hutang yang tidak terbayarkan.

Imperialisme = riba pangkat riba tak berhingga = ketamakan tak terhingga.

Sadarlah wahai pengelola faith-freedom. Tutuplah situs ini, kampanye yang sudah usang dan tidak akan menolong masalah kemanusiaan yang sebenarnya di bumi yang tinggal satu ini.
Sadarlah-Rakyatku
 
Posts: 2
Joined: Fri Aug 17, 2007 11:41 pm

Postby ali5196 » Sat Aug 18, 2007 12:30 am

Ini akan terjadi kalau Muslim2 tulen mengambil alih kota anda :
http://timesofindia.indiatimes.com/Tali ... 437712.cms
TALEBANISASI di desa Haryana
8 Oct 2007

CHANDIGARH: Hanya 25 km dari kota ramai Karnal terletak desa Mundogari, dimana penduduk tidak memiliki TV, tidak boleh difoto, apalagi mendengarkan musik atau nonton film Bollywood. Juga tidak ada acara nyanyi atau joget bersama. INi semua dilarang Islam.

INi karena ke 5000 Muslim tulen, penduduk desa tsb memang giat dgn Islamisasi alias Talebanisasi.

Desa itu hanya memiliki SATU saja keluarga Hindu Dalit.

Satu2nya hubungan dgn dunia luar adalah lewat radio.

Kata seorang pekerja sosial, Raj Singh Chaudhary: "Kalau ada satu keluarga yg beli TV set, mereka akan dikucilkan." Katanya, tingkat melek huruf cuma 3%, dgn hanya satu orang berhasil masuk college. TIdak seorangpun masuk SMP, tidak ada seorangpun dari desa itu yg berhasil jadi pegawai negeri.

Wanita tidak boleh keluar rumah dna kebanyakan menikah pada usia 14-15 thn. Banyak dari mereka tidak berani melancong lebih jauh dari 25 km.
ali5196
 
Posts: 17309
Images: 135
Joined: Wed Sep 14, 2005 5:15 pm

Postby ali5196 » Fri Oct 12, 2007 8:54 pm

gua naikin lagi topik ini !
Jihad in INDIA 715 - abad 21
http://www.indonesia.faithfreedom.org/f ... php?t=2683
ali5196
 
Posts: 17309
Images: 135
Joined: Wed Sep 14, 2005 5:15 pm

Postby ali5196 » Fri Dec 28, 2007 12:30 am

India & Pakistan : Sekularisme vs Islam (Lihat foto2 partisi)
http://www.indonesia.faithfreedom.org/f ... 205046#205 046
ali5196
 
Posts: 17309
Images: 135
Joined: Wed Sep 14, 2005 5:15 pm

Postby ali5196 » Wed Oct 01, 2008 7:42 pm

INDIA 2002: 59 Hindu dibakar hidup2 di Godhra
http://www.indonesia.faithfreedom.org/f ... 132#407132
ali5196
 
Posts: 17309
Images: 135
Joined: Wed Sep 14, 2005 5:15 pm

Re: Shiva: Islam dan Hindu di India

Postby Gen3ster » Sun Aug 30, 2009 8:45 pm

Membaca postingan pertama dari Adadeh membuat gw berpikir, klo Kafir menjajah negara lain, brapa ribu org yg dipaksa masuk ke agama mereka dan brapa byk yg dibunuh klo menolak?? Klo tentara2 arab menjajah ambil cth: Afrika dan India, so pasti mereka bakal memaksa org2 itu utk masuk ke islam, masuk islam atau bayar duit! Klo ga bayar, Mati! Lbh sadis dan biadab drpd penjajah2 kafir!
Gen3ster
 
Posts: 393
Joined: Mon Mar 23, 2009 11:51 pm

Next

Return to Resource Centre: Sejarah INVASI JIHAD



Who is online

Users browsing this forum: No registered users