.

Hukum Cerai dan Menikah Lagi

Re: Hukum Cerai dan Menikah Lagi

Postby simplyguest » Tue Feb 25, 2014 2:21 pm

Dari situs konsultasi syariah di sebelah :
http://www.konsultasisyariah.com/cara-r ... alak-tiga/

Pertanyaan:

Assalamu ‘alaikum. Kepada para ulama, mohon tuntunan Ustadz. Nama saya Abdie. Saya telah menceraikan istri saya dengan talak tiga; dan pertanyaan saya ialah: apakah boleh saya menyuruh orang ‘tuk menikahi istriku dan menyuruh menceraikannya agar saya bisa rujuk kembali? Apakah rujukan itu sah dalam hukum Islam?

Abdie Negara (nedara**@yahoo.**)

Jawaban:

Wa’alaikumus salam warahmatullah wabarakatuh.

Jika seorang suami menceraikan istrinya dengan cerai satu atau dua maka sang suami berhak untuk melakukan rujuk dengan istri, selama masih masa iddah, baik istri ridha maupun tidak ridha. Namun, jika talak tiga sudah jatuh maka suami tidak memiliki hak untuk rujuk kepada istrinya, sampai sang istri dinikahi oleh lelaki lain. Allah berfirman,

فَإِنْ طَلَّقَهَا فَلَا تَحِلُّ لَهُ مِنْ بَعْدُ حَتَّى تَنْكِحَ زَوْجًا غَيْرَهُ

“Jika dia mentalak istrinya (talak tiga) maka tidak halal baginya setelah itu, sampai dia menikah dengan lelaki yang lain ….” (Q.S. Al-Baqarah:230)

Pernikahan wanita ini dengan lelaki kedua bisa menjadi syarat agar bisa rujuk kepada suami pertama, dengan syarat:

Pertama: Dalam pernikahan yang dilakukan harus terjadi hubungan badan, antara sang wanita dengan suami kedua. Berdasarkan hadis dari Aisyah, bahwa ada seorang sahabat yang bernama Rifa’ah, yang menikah dengan seorang wanita. Kemudian, dia menceraikan istrinya sampai ketiga kalinya. Wanita ini, kemudian menikah dengan lelaki lain, namun lelaki itu impoten dan kurang semangat dalam melakukan hubungan badan.

Dia pun melaporkan hal ini kepada Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam, dengan harapan bisa bercerai dan bisa kembali dengan Rifa’ah. Namun, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Kamu ingin agar bisa kembali kepada Rifa’ah? Tidak boleh! Sampai kamu merasakan madunya dan dia (suami kedua) merasakan madumu.” (H.R. Bukhari, Muslim, An-Nasa’i, dan At-Turmudzi)

Yang dimaksud “kamu merasakan madunya dan dia merasakan madumu” adalah melakukan hubungan badan.

Kedua: Pernikahan ini dilakukan secara alami, tanpa ada rekayasa dari mantan suami maupun suami kedua. Jika ada rekayasa maka pernikahan semacam ini disebut sebagai “nikah tahlil“; lelaki kedua yang menikahi sang wanita, karena rekayasa, disebut “muhallil“; suami pertama disebut “muhallal lahu“. Hukum nikah tahlil adalah haram, dan pernikahannya dianggap batal.

Ibnu Qudamah mengatakan, “Nikah muhallil adalah haram, batal, menurut pendapat umumnya ulama. Di antaranya: Hasan Al-Bashri, Ibrahim An-Nakha’i, Qatadah, Imam Malik, Sufyan Ats-Tsauri, Ibnu Mubarak, dan Imam Asy-Syafi’i.” (Al-Mughni, 7:574)

Bahkan, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam mengancam orang yang menjadi muhallil dan muhallal lahu. Dari Ali bin Abi Thalib, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Allah melaknat muhallil dan muhallal lahu.” (H.R. Abu Daud; dinilai sahih oleh Al-Albani)

Bahkan, telah termasuk tindakan “merekayasa” ketika ada seorang lelaki yang menikahi wanita yang dicerai dengan talak tiga, dengan niat untuk dicerai agar bisa kembali kepada suami pertama, meskipun suami pertama tidak mengetahui.

Ini berdasarkan riwayat dari Ibnu Umar, bahwa ada seseorang datang kepada beliau dan bertanya tentang seseorang yang menikahi seorang wanita. Kemudian, lelaki tersebut menceraikan istrinya sebanyak tiga kali. Lalu, saudara lelaki tersebut menikahi sang wanita, tanpa diketahui suami pertama, agar sang wanita bisa kembali kepada saudaranya yang menjadi suami pertama. Apakah setelah dicerai maka wanita ini halal bagi suami pertama? Ibnu Umar memberi jawaban, “Tidak halal. Kecuali nikah karena cinta (bukan karena niat tahlil). Dahulu, kami menganggap perbuatan semacam ini sebagai perbuatan zina di zaman Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam.” (H.R. Hakim dan Al-Baihaqi; dinilai sahih oleh Al-Albani)

Allahu a’lam.

Dijawab oleh Ustadz Ammi Nur Baits (Dewan Pembina Konsultasi Syariah).

Om isaku, ustad sebelah juga mengkonfirmasi apa yang ditulis Adadeh soal solusi pasangan cerai talak 3 yang pengen rujuk lagi noh...
Dalilnya juga sahih dari quran dan hadis barokah alhamdulilah :supz:

jika talak tiga sudah jatuh maka suami tidak memiliki hak untuk rujuk kepada ist
Mirror: jika talak tiga sudah jatuh maka suami tidak memiliki hak untuk rujuk kepada ist
Faithfreedompedia static
User avatar
simplyguest
 
Posts: 1908
Joined: Mon Apr 02, 2012 1:40 pm

Re: Hukum Cerai dan Menikah Lagi

Postby isaku » Tue Feb 25, 2014 3:00 pm

@simply
Jadi menurut ente kalo sudah talak 3, hubungan rumah tangga yang pecah itu gak bisa rujuk lagi? :shock:

Ternyata gemblungnya nabi ente emang gak ketulungan ya...
Masa perceraian yang sudah talak 3 tapi mau diperbaiki, kok malah gak bisa om?
Atau bisa, cuma dikasih syarat gemblung ama nabi ente kayak cerita di atas?

emang kamu yg maunya suka2??? ........... "selingkuh dulu ah, ntar gampang pasti balik lagi"
aturan kok dtawar :)

Om isaku, ustad sebelah juga mengkonfirmasi apa yang ditulis Adadeh soal solusi pasangan cerai talak 3 yang pengen rujuk lagi noh...
Dalilnya juga sahih dari quran dan hadis barokah alhamdulilah :supz:

walah, mangkanya kalo baca itu yg tuntas... coba deh kamu resapi penjelasan Ustadz Ammi diatas.

Nah, kamu cari dimana pernyataan sy yg tidak sesuai dgn penjelasan tsb.

@uut
Sdh bos! mangkanya aku posting kayak gitu
Memangnya yg kamu baca dan pahami spt apa? Hi..hi...hi..

apanya yg udah,.. teh ninih ditalak 3 g???

@opobener
nyasar 1 muslim tanpa ngebaca kasus diatasnya, tau2 nyerocos aja...
Baca dululah, baru komen

kamu g usah ikut2an deh, ntar sy sikat miring, ngambek lagi kaya dulu
:)
isaku
 
Posts: 183
Joined: Mon Jun 18, 2012 3:37 pm

Re: Hukum Cerai dan Menikah Lagi

Postby simplyguest » Tue Feb 25, 2014 3:33 pm

Jadi menurut ente kalo sudah talak 3, hubungan rumah tangga yang pecah itu gak bisa rujuk lagi? :shock:

Ternyata gemblungnya nabi ente emang gak ketulungan ya...
Masa perceraian yang sudah talak 3 tapi mau diperbaiki, kok malah gak bisa om?
Atau bisa, cuma dikasih syarat gemblung ama nabi ente kayak cerita di atas?
isaku wrote:emang kamu yg maunya suka2??? ........... "selingkuh dulu ah, ntar gampang pasti balik lagi"
aturan kok dtawar :)

Lah, kenapa malah lari ke selingkuh? Apa hubungannya om?
Masalahnya adalah kalo ada pasangan rumah tangga yang sudah cerai talak 3 tapi mau rujuk, solusinya gimana om?
Karena solusi & aturan yang dikasih sama nabi ente itu bener2 gemblung kalo diliat dari kacamata orang waras.
Orang udah mau baikan kok malah dikasih aturan bahlul bin gemblung.

Om isaku, ustad sebelah juga mengkonfirmasi apa yang ditulis Adadeh soal solusi pasangan cerai talak 3 yang pengen rujuk lagi noh...
Dalilnya juga sahih dari quran dan hadis barokah alhamdulilah :supz:
isaku wrote:walah, mangkanya kalo baca itu yg tuntas... coba deh kamu resapi penjelasan Ustadz Ammi diatas.

Nah, kamu cari dimana pernyataan sy yg tidak sesuai dgn penjelasan tsb.

O ya sudah kalo memang ente setuju sama apa yang ditulis ustad dan Adadeh tentang aturan gemblung dari nabi & auloh ente itu.
Bahwa kalo ada pasangan cerai talak 3 yang mau rujuk, si wanitanya harus kawin dan digenjot dulu sama laki2 laen.
Sip om... :supz:
User avatar
simplyguest
 
Posts: 1908
Joined: Mon Apr 02, 2012 1:40 pm

Re: Hukum Cerai dan Menikah Lagi

Postby simplyguest » Tue Feb 25, 2014 3:51 pm

Eh iya, baru ngeh kalo kata "talak tiga" di al baqarah itu ternyata cuma dalam kurung.
Aslinya cuma talak doang, gak ada pake tiga2an segala.
فَإِنْ طَلَّقَهَا فَلَا تَحِلُّ لَهُ مِنْ بَعْدُ حَتَّى تَنْكِحَ زَوْجًا غَيْرَهُ

“Jika dia mentalak istrinya (talak tiga) maka tidak halal baginya setelah itu, sampai dia menikah dengan lelaki yang lain ….” (Q.S. Al-Baqarah:230)


Om isaku, ternyata nabi muhamad dan auloh ente bikin aturan lebih gemblung dari yang saya sangka sebelumnya.... :lol:
User avatar
simplyguest
 
Posts: 1908
Joined: Mon Apr 02, 2012 1:40 pm

Re: Hukum Cerai dan Menikah Lagi

Postby OpoBener » Tue Feb 25, 2014 3:57 pm

@isaku
Ni yang dibahas tentang aturan nabimu yang gemblung itu tentang sulitnya rujuk, kok lu ngomong selingkuh ?

Nih kasusnya jelas, ada orang emosi mengucapkan talak 3, lalu menyesal dan berniat rujuk, sementara dia blom mencintai orang lain pada saat itu, demikian juga sang istri...
Tapi nabimu yang gembrot dan tuhanmu yang palsu itu malah mempersulit hal yang gampang gini. Malah DIHARUSKAN berhubungan badan ama orang lain kalo mau rujuk. Itu aturan diturunkan (konon) dari surga, itu essensinya apa ?
Kasi kita 1 aja sisi baiknya dari aturan itu, kalo ada, supaya kita bisa ngerti gitu kira2 logika SWT dan Muh gembrot ini baik ngga u/ kemanusiaan ?

Dan lu yang jelas2 buta mata dan nuranimu, ga menyadari bahwa aturan ini bisa dimanfaatkan oknum tertentu dan berlabel menjadi HALAL pula.

Tau malulah dikit, otak dipake.
Yang ditanya apa, yang dijawab apa, IQ kok nancep tenggelem
Tapi gw ga kaget lu kagak bisa pake otak, soalnya lu muslim yang tugasnya cuma mengamini, omdo digedein hahahahha
User avatar
OpoBener
 
Posts: 809
Joined: Sat Feb 25, 2012 12:54 am
Location: Di genteng rumah nabi ngintip doi nyipok onta

Re: Hukum Cerai dan Menikah Lagi

Postby isaku » Wed Feb 26, 2014 1:16 pm

@simply
Karena solusi & aturan yang dikasih sama nabi ente itu bener2 gemblung kalo diliat dari kacamata orang waras.

solusi apaan???
itu aturan, bukan solusi, bukan untuk disiasati, begitu disiasati maka pernikahan dgn niat palsu itu haram, baca lagi penjelasan Ustadz yg kamu bawa ya.

nah sy mau nanya nih...
menurut kacamata orang warasmu, bagaimana seharusnya aturan yg benar?

@opo
Nih kasusnya jelas, ada orang emosi mengucapkan talak 3, lalu menyesal dan berniat rujuk, sementara dia blom mencintai orang lain pada saat itu, demikian juga sang istri...

maksa mau ikutan jg ya?
jangan ngarang drama deh, baca haditsnya
:)

Kasi kita 1 aja sisi baiknya dari aturan itu

pastikan kamu ngarti aturannya... kalau sudah yakin ngerti baru saya jawab :)
isaku
 
Posts: 183
Joined: Mon Jun 18, 2012 3:37 pm

Re: Hukum Cerai dan Menikah Lagi

Postby buncis hitam » Wed Feb 26, 2014 1:49 pm

Dasar muslim stress, masa mau rujuk doang mesti digenjot dulu sama pria laen?? Emang ya wanita bagi eslam hanya sebatas ladang subur doang gak lebih dan kalo beruntung bisa jadi karung sasak untuk ditinju.

Menurut kita apa yang bener?? Jelaslah yang sebaliknya, gak usah mempersulit mau rujuk, rujuk aje bukan urusan kita sampe harus nyuruh tuh istri mesti digenjot duluan sama pria. Dan muslim cuma bisa nyangkut2in ke selingkuh2an-lah, niat palsu-lah, emangnya siapa yang tau kalo yang mereka (suami istri) lakukan hanyalah niat palsu?? Ntar kalo ada yang mau rujukan trus disuruh supaya istrinya digenjot dulu ama pria laen, padahal yang mau rujukan bener2 berniat rujuk, tapi dengan bangganya muslim ngomong subhonoloh eslam agama indah. Agama indah yang cuma bikin sengsara orang doang. Cuuuiiiiiiihhhhhhhh...............menjijikkan, gak terima gw yang namanya eslam di sini. Gak terima deh yang namanya sharia eslam diberlakukan di sini.
User avatar
buncis hitam
 
Posts: 948
Joined: Sun May 13, 2012 9:35 pm
Location: Yang jelas di tempat yang aman jauh dari para jihadis

Re: Hukum Cerai dan Menikah Lagi

Postby simplyguest » Wed Feb 26, 2014 2:05 pm

Karena solusi & aturan yang dikasih sama nabi ente itu bener2 gemblung kalo diliat dari kacamata orang waras.
isaku wrote:solusi apaan???
itu aturan, bukan solusi, bukan untuk disiasati, begitu disiasati maka pernikahan dgn niat palsu itu haram, baca lagi penjelasan Ustadz yg kamu bawa ya.

Loh, jadi yang ustad tulis panjang2 itu BUKAN solusi?
Orang yang nanya itu kan nyari solusi gimana dia bisa rujuk, kok si ustad malah nulis panjang2 yang BUKAN solusi sih om?

Jadi sebenarnya itu menurut om SOLUSINYA BAGAIMANA??

isaku wrote:nah sy mau nanya nih...
menurut kacamata orang warasmu, bagaimana seharusnya aturan yg benar?

Gampang.
Hilangkan aja aturan bahlul bikinan auloh sama nabi gemblung ente itu, yang mensyaratkan si wanita harus kawin dan digenjot dulu sama laki2 lain.
Kasih aja pasangan cerai itu kesempatan lagi untuk memperbaiki rumah tangga yang rusak tanpa harus si wanita digenjot dulu sama laki2 lain, om.

Itulah aturan yang waras.
Bukannya malah udah bagus2 pasangan cerai mau memperbaiki rumah tangganya, eh malah dihalang-halangi pake dikasih aturan gemblung sama nabi gemblung.
Udah bagus si suaminya nanya ke si ustad gimana cara solusinya, kok si ustad malah ngasih yang BUKAN SOLUSI?
Dimana2 muslim emang bahlul ya om?
User avatar
simplyguest
 
Posts: 1908
Joined: Mon Apr 02, 2012 1:40 pm

Re: Hukum Cerai dan Menikah Lagi

Postby isaku » Wed Feb 26, 2014 2:14 pm

@buncis
karena kamu belum nyampe...
mulailah dari hal sederhana dulu, g usah ngurusin cerai berai dulu dah.
misalnya.... apa itu La ilaha illALLAH
Karena dalam Islam, niat sangat menentukan. Sesuatu itu bernilai karena niatnya, walaupun kamu misalnya menyumbang milyaran rupiah untuk kemiskinan atau menjadi sukarelawan bencana di kelud sana tapi niatnya agar dipandang tinggi oleh calon mertua, semua itu sia2 dalam pandangan Allah SWT.

:)

@simply
keliatan kan kamu g baca?

nih pelototin
Kedua: Pernikahan ini dilakukan secara alami, tanpa ada rekayasa dari mantan suami maupun suami kedua. Jika ada rekayasa maka pernikahan semacam ini disebut sebagai “nikah tahlil“; lelaki kedua yang menikahi sang wanita, karena rekayasa, disebut “muhallil“; suami pertama disebut “muhallal lahu“. Hukum nikah tahlil adalah haram, dan pernikahannya dianggap batal.


Gampang.
Hilangkan aja aturan bahlul bikinan auloh sama nabi gemblung ente itu, yang mensyaratkan si wanita harus kawin dan digenjot dulu sama laki2 lain.
Kasih aja pasangan cerai itu kesempatan lagi untuk memperbaiki rumah tangga yang rusak tanpa harus si wanita digenjot dulu sama laki2 lain, om.

Itulah aturan yang waras.
Bukannya malah udah bagus2 pasangan cerai mau memperbaiki rumah tangganya, eh malah dihalang-halangi pake dikasih aturan gemblung sama nabi gemblung.
Udah bagus si suaminya nanya ke si ustad gimana cara solusinya, kok si ustad malah ngasih yang BUKAN SOLUSI?
Dimana2 muslim emang bahlul ya om?

main gampang aja... justru gampanganmu itu yg membuat potensi kasus lebih banyak.
isaku
 
Posts: 183
Joined: Mon Jun 18, 2012 3:37 pm

Re: Hukum Cerai dan Menikah Lagi

Postby buncis hitam » Wed Feb 26, 2014 2:23 pm

Potensi kasus apa, isaku??? Jelaskan ke sini gak usah pake ngalor ngidul lagi!!!
User avatar
buncis hitam
 
Posts: 948
Joined: Sun May 13, 2012 9:35 pm
Location: Yang jelas di tempat yang aman jauh dari para jihadis

Re: Hukum Cerai dan Menikah Lagi

Postby simplyguest » Wed Feb 26, 2014 3:39 pm

isaku wrote:@simply
keliatan kan kamu g baca?

nih pelototin
Kedua: Pernikahan ini dilakukan secara alami, tanpa ada rekayasa dari mantan suami maupun suami kedua. Jika ada rekayasa maka pernikahan semacam ini disebut sebagai “nikah tahlil“; lelaki kedua yang menikahi sang wanita, karena rekayasa, disebut “muhallil“; suami pertama disebut “muhallal lahu“. Hukum nikah tahlil adalah haram, dan pernikahannya dianggap batal.

Lah iya, ane juga udah baca om. Makanya ane bilang aturan2 nabi ente itu super bahlul bin gemblung.
Orang udah ada yang mau memperbaiki rumah tangga yang rusak, kok sama auloh & nabi ente malah dibuat aturan2 yang membuat si orang itu mustahil untuk memperbaikinya sih om?

Sebaiknya om pelototin yang ini :
isaku wrote:Jadi sebenarnya itu menurut om SOLUSINYA BAGAIMANA??

Udah dipelototin? Nah sekarang jawab dong. Jangan cuma bisanya ngeles kayak bajaj aje...

Gampang.
Hilangkan aja aturan bahlul bikinan auloh sama nabi gemblung ente itu, yang mensyaratkan si wanita harus kawin dan digenjot dulu sama laki2 lain.
Kasih aja pasangan cerai itu kesempatan lagi untuk memperbaiki rumah tangga yang rusak tanpa harus si wanita digenjot dulu sama laki2 lain, om.

Itulah aturan yang waras.
Bukannya malah udah bagus2 pasangan cerai mau memperbaiki rumah tangganya, eh malah dihalang-halangi pake dikasih aturan gemblung sama nabi gemblung.
Udah bagus si suaminya nanya ke si ustad gimana cara solusinya, kok si ustad malah ngasih yang BUKAN SOLUSI?
Dimana2 muslim emang bahlul ya om?
isaku wrote:main gampang aja... justru gampanganmu itu yg membuat potensi kasus lebih banyak.

Potensi kasus apa om?
Jadi batalnya perceraian dan bersatunya kembali rumah tangga yang pecah, tanpa si istri itu harus digenjot dulu sama laki2 lain itu ente anggap negatif?
Ternyata memang islam mengajarkan muslim itu untuk jadi biadab ya om... :goodman:
User avatar
simplyguest
 
Posts: 1908
Joined: Mon Apr 02, 2012 1:40 pm

Re: Hukum Cerai dan Menikah Lagi

Postby OpoBener » Wed Feb 26, 2014 11:15 pm

Pernikahan ini dilakukan secara alami, tanpa ada rekayasa dari mantan suami maupun suami kedua. Jika ada rekayasa maka pernikahan semacam ini disebut sebagai “nikah tahlil“; lelaki kedua yang menikahi sang wanita, karena rekayasa, disebut “muhallil“; suami pertama disebut “muhallal lahu“. Hukum nikah tahlil adalah haram, dan pernikahannya dianggap batal.

Justru adanya muhallil dan nikah tahlil ini kan dikarenakan aturan yang mempersulit mereka rujuk, logika simple gini aja kaga ngarti.
Yang mana seharusnya mereka bisa langsung rujuk dan kembali saling mencintai 1 sama lain, lha ni malah dipaksa bersetubuh dulu lah ma orang lain.

Dimana letak otak nabi dan tuhan arabmu itu ? punya otak kagak ?
Dimana sisi positif dari aturan gendeng ini ? Kasi 1 aja, kok mbulet aja
User avatar
OpoBener
 
Posts: 809
Joined: Sat Feb 25, 2012 12:54 am
Location: Di genteng rumah nabi ngintip doi nyipok onta

Re: Hukum Cerai dan Menikah Lagi

Postby simplyguest » Thu Feb 27, 2014 12:51 am

Katanya dalam islam menyediakan solusi.
Kok ini ada yang ngakunya muslim ditanya gimana solusinya malah jawabannya muter2 kayak abis ditabok miring? :lol:
Ustadnya juga. Ditanya gimana solusinya, lalu ngejawab panjang2, tapi isinya sama sekali bukan solusi... ](*,)

Gak aulohnya, gak nabinya, gak ustadnya, gak umatnya... gemblung kabeh... :rolleyes:
User avatar
simplyguest
 
Posts: 1908
Joined: Mon Apr 02, 2012 1:40 pm

Re: Hukum Cerai dan Menikah Lagi

Postby Adadeh » Thu Feb 27, 2014 1:22 am

Untuk bisa kembali menikah dengan suaminya yang pertama, ex-Nyonya Rifa'ah harus menikah terlebih dahulu dengan Abdurrahman. Apakah guna pernikahan kedua tersebut jika ujungnya hanya untuk bercerai agar bisa kembali nikah dengan Rifa'ah?

Image

Hukum Cerai dan Menikah Lagi
Mirror: Hukum Cerai dan Menikah Lagi
Faithfreedompedia static
User avatar
Adadeh
 
Posts: 8461
Images: 414
Joined: Thu Oct 13, 2005 1:59 am

Re: Hukum Cerai dan Menikah Lagi

Postby fayhem_1 » Thu Feb 27, 2014 1:56 am

Pakar hukum islam, Ning Zubaedah pun membenarkan saling menikmati madu dulu
Pakar hukum loh

https://www.youtube.com/watch?v=syjKnExhya4
menit 3:33
User avatar
fayhem_1
 
Posts: 1402
Joined: Tue Sep 08, 2009 6:55 pm

Re: Hukum Cerai dan Menikah Lagi

Postby fayhem_1 » Thu Feb 27, 2014 2:01 am

isaku wrote:solusi apaan???
itu aturan, bukan solusi, bukan untuk disiasati, begitu disiasati maka pernikahan dgn niat palsu itu haram, baca lagi penjelasan Ustadz yg kamu bawa ya.

Solusinya nikah siri, nikah mut'ah, nikah kontrak dll
banyak jalan menuju roma :lol:
User avatar
fayhem_1
 
Posts: 1402
Joined: Tue Sep 08, 2009 6:55 pm

Re: Hukum Cerai dan Menikah Lagi

Postby keeamad » Thu Feb 27, 2014 12:57 pm

Halo saudara isaku,
sya murtadin, ingin bertanya sesuatu ttg hukum cerai nikah ini - karena saya adalah korban orang tua yg bercerai,
dan kini rumah tangga saya juga sudah kurang harmonis - maklum istri masih muslimah ....

Kalo anda bisa menerangkan secara logis,
mungkin sdr isaku bisa menyelamatkan rumah tangga saya - dan saya berpikir untuk menjadi mualaf kembali ....

--------------------------

Pertama,
waktu saya tanya,
"Bagian mana dari tulisan adadeh (kutipan hadis) yg menyebutkan mantan istri irifaah - sebut saja si munah,
menikah dengan niat untuk bercerai?"
Anda menjawab, "Baca" ....

Jujur, saya tidak menemukan keinginan mantan istri rifaah menikah untuk bercerai (dengan siapapun suaminya itu),
secara explisit, tapi ntah secara tafsir atau opini anda belaka ....

waktu jarum kudus menyatakan, "Itu adalah kesalahan rifaah",
anda menjawab, "Tahu dari mana iu salaj rifaah?"

Maka sekarang saya coba ulangi pertanyaan saya di atas,
"Tahu dari mana kalo mantan istri rifaah - si munah menikah, dengan niat untuk bercerai"?

Apakah hanya dari dugaan nabi anda yang mengatakan,
"Tampaknya anda ingin kembali ke rifaah"
begitu .... ??????????????????

Kalo betul katakan YA, kalau tidak, bilang TIDAK,
tapi sukur2x anda bisa memberi penjelasan .....

Dan kalo betul si munah menikah dengan suami ke duanya (si abdul?),
hanya untuk bercerai,
APAKAH KIRA2X LANDASAN BERPIKIR dan Motifasi SI MUNAH melakukan hal itu .... ?

Jika anda TAHU PASTI Alasannya, silakan sharing di sini,
tapi jika tidak tahu, KATAKAN TIDAK TAHU .....


==============================

Sekarang ada contoh kasus nyata yg dulu sya baca majalah dlm kisah "oh mama .....****** " (anda tahu itukan).
Cuma sayang karena kisah itu hanya menceritakan kejadian pd wanita tsb,
dan tidak ada ruang diskusi atau komentar ttg jalan keluarnya di majalah itu ....,
maka hingga kini saya juga tidak tahu bagaimana penyelesaiannya secara hukum islam ....


Ceritanya begini (agak lupa detilnya, tapi secara garis besarnya saja) :

SI fulan yg sdh cukup umur bercerai dengan istrinya karena istrinya mandul - setelah sekian lama berumah tangga.
Lalu dia mengawini gadis belia - tidak melanjutkan kuliahnya, yg bernama siti.

Saat siti hamil, si fulan selingkuh, tapi baru ketahuan setelah anak mereka perempuan lahir dan berumur sekitar 1 tahun.
istrinya si siti demikian marah hingga menuntut cerai - maklum dia masih muda.
Jatuh talak satu, tapi saat masa idah, siti berhasil dibujuk fulan dan dengan pertimbangan anak yg masih kecil,
mereka rujuk.

Selang berapa tahun kemudian, siti kembali melahirkan anak perempuan, mereka tetap rukun.

Usaha fulan yg semakin maju - bisnis semacam kurir atau expedisi, membuat fulan jarang di rumah,
kadang sampai seminggu lebih di luar kota ....

singkat kata siti selingkuh, dan pastinya ketahuan oleh sang suami,
akhirnya cerai talak 2.

Tapi dalam masa idah, mereka rujuk karena fulan juga menyadari akan kesalahannya yg sering meninggalkan istri,
apalagi 2 anak mereka masih membutuhkan orang tua.

setelah beberapa tahun dan anak mereka cukup besar, siti ingin bekerja sebagai agen penjual properti paruh waktu,
tapi fulan tidak memberi ijin, alasannya,
fulan masih ingin punya anak lagi - harapannya dapat anak laki.
Tapi siti merasa sudah lelah mengurus anak dan apalagi kini usianya sudah kepala tiga.

mereka sempat ribut, tapi akhirnya siti mengalah.

HIngga suatu saat si fulan mendapati siti mengkonsumsi obat yg disangka fulan itu adalah obat anti hamil,
karena emosi dan menganggap dari konsumsi obat itulah yg menyebabkan istrinya tidak mengandung lagi selama ini,
fulan lantas menceraikan si siti - TALAK TIGA ....

Pd kenyataannya, obat yg belakangan rutin diminum siti itu adalah semacam suplemen vitamin agar jika dirinya kelak hamil kembali, dia dan bayinya bisa melewatinya dengan baik karena mengingat usianya yg sudah tidak muda lagi ....

Suaminya tidak mau tahu - karena memang obat itu bukan resep dokter, tapi seperti obat MLM - yg sistem seperti itu belum begitu banyak dikenal pd waktu itu.

Sesaat setelah jatuhnya talak 3 resmi dari pengadilan agama,
DIKETAHUI SI SITI HAMIL muda - baru beberapa minggu ....



Di sinilah yg menjadi curahan hati siti - dan juga suaminya,
yang menyesal telah buru2x menceraikan siti dengan talak tiga,
tapi setelah mereka mengetahui bahwa siti mengandung,
mereka TIDAK BISA KEMBALI RUJUK ...

Kecuali tentunya dengan syarat islam - pasangan tsb muslim,
dimana si siti harus kawin dulu dengan pria lain - dan wajib bersetubuh dulu ....
Dan setelah siti cerai,
barulah siti halal buat kembali menjadi isti fulan ....

Hal inilah yg menjadi masalah besar bagi siti - dan juga fulan tentunya,
karena ke 2 nya masih saling mencinta, apalagi skarang siti mengandung anak fulan .....
Jelas ke 2 nya tidak rela untuk MELAKUKAN Kawin dengan Orang Lain dahulu ...

================================


Oke pertanyaan saya sekarang:

1, Bagaimana menurut pandangan saudara isaku secara islami,
cara, syarat dan ketentuan agar mereka bisa rujuk kembali secara syah menjadi suami istri?

2. Hadis nabi HANYA menyatakan:
"Tidak halal kamu munah bagi rifaah, kecuali suami baru kamu (abdulah?) mencicipi madumu (munah)",
dan kamu kemudian bercerai ....
Ini dalam kasus SI MUNAH SUDAH KAWIN DENGAN LAKI2X LAIN ....(walau menurut hadis mereka tidak akur atau setidaknya mereka "TIDAK BERSAMA")
Tapi misal dalam kasus lain - anggap jika si MUNAH BELUM ATAU TIDAK KAWIN dengan Laki2x lain setelah cerai talak tiga dengan rifaah,
apa DASAR DAN LANDASAN HUKUM islam yg Menyatakan Bahwa mantan istri (Munah),
harus NIKAH DULU DENGAN LAKI lain dan harus bersetubuh dengan suaminya itu,
dan setelah CERAI, barulah si Munah itu bisa rujuk dengan rifaah ....

Jika memang demikian (1)
BERARTI NIAT si munah kawin dengan laki2x lain dulu (abdul),
hanyalah MEMANG UNTUK BERCERAI .... , betul begitu bukan .... ??????

Jika memang demikian (2)
bukankah pernyataan anda sebelum yg TERTULIS,
"HUKUM islamnya TIDAK SALAH, TAPI NIAT Kawin untuk Bercerai (si munah) itulah yg salah"
Menjadi KONTRADIKSI DAN TIDAK RELEVAN .... ??????????????????????

======================

Tolong dijawab berdasarkan hukum islam yg berlaku,
lalu sertakan juga yg berdasarkan asumsi pribadi anda ...

Salam

APAKAH KIRA2X LANDASAN BERPIKIR dan Motifasi SI MUNAH melakukan hal itu .... ?
Mirror: APAKAH KIRA2X LANDASAN BERPIKIR dan Motifasi SI MUNAH melakukan hal itu .... ?
Faithfreedompedia static
User avatar
keeamad
 
Posts: 6944
Joined: Tue Aug 23, 2011 4:06 pm

Re: Hukum Cerai dan Menikah Lagi

Postby isaku » Thu Feb 27, 2014 4:31 pm

@keeamad
Halo saudara isaku,
sya murtadin, ingin bertanya sesuatu ttg hukum cerai nikah ini - karena saya adalah korban orang tua yg bercerai,
dan kini rumah tangga saya juga sudah kurang harmonis - maklum istri masih muslimah ....

ok, tentunya tidak harmonis karena anda berdua beda keyakinan

Kalo anda bisa menerangkan secara logis,
mungkin sdr isaku bisa menyelamatkan rumah tangga saya - dan saya berpikir untuk menjadi mualaf kembali ....

jangan berharap kepada saya, niat memperbaiki diri tidak bisa datang dari orang lain, apalagi anda mainnya di FFI.
Jika anda benar berniat mualaf kembali, saya rasa FFI bukan tempat yg tepat,
pertanyaan untuk nurani anda adalah benarkah keinginan itu atau ini hanya sebuah tipuan murahan :)

"Bagian mana dari tulisan adadeh (kutipan hadis) yg menyebutkan mantan istri irifaah - sebut saja si munah,
menikah dengan niat untuk bercerai?"

Anda ini lucu jg, adadeh bikin komik dengan tafsiran seperti itu, anda tidak protes, ke saya maksa minta djawab.
Dari hadits, Abdurrahman mengatakan seperti itu dan tidak ada bantahan dari istrinya.

Dan kalo betul si munah menikah dengan suami ke duanya (si abdul?),
hanya untuk bercerai,
APAKAH KIRA2X LANDASAN BERPIKIR dan Motifasi SI MUNAH melakukan hal itu .... ?

Jika anda TAHU PASTI Alasannya, silakan sharing di sini,
tapi jika tidak tahu, KATAKAN TIDAK TAHU .....

tidak disebutkan di hadits dan sy tidak ingin menduga2 :)

Di sinilah yg menjadi curahan hati siti - dan juga suaminya,
yang menyesal telah buru2x menceraikan siti dengan talak tiga,
tapi setelah mereka mengetahui bahwa siti mengandung,
mereka TIDAK BISA KEMBALI RUJUK ...

Kecuali tentunya dengan syarat islam - pasangan tsb muslim,
dimana si siti harus kawin dulu dengan pria lain - dan wajib bersetubuh dulu ....
Dan setelah siti cerai,
barulah siti halal buat kembali menjadi isti fulan ....

Hal inilah yg menjadi masalah besar bagi siti - dan juga fulan tentunya,
karena ke 2 nya masih saling mencinta, apalagi skarang siti mengandung anak fulan .....
Jelas ke 2 nya tidak rela untuk MELAKUKAN Kawin dengan Orang Lain dahulu ...

Yang sudah terjadi tidak dapat ditarik kembali.
Yang terbaik adalah berserah kepada Allah SWT, tatap masa depan dengan kesadaran dan intropeksi agar tidak melakukan kesalahan kembali.
Kembali beraktifitas dan jadika masa lalu sebagai pelajaran
Ikuti nasehat Nabi saja, beramallah untuk duniamu seakan2 engkau akan hidup selamanya, beramallah untuk akhiratmu seakan2 engkau akan mati besok.

1, Bagaimana menurut pandangan saudara isaku secara islami,
cara, syarat dan ketentuan agar mereka bisa rujuk kembali secara syah menjadi suami istri?

Jangan dan tidak perlu berharap untuk kembali karena pintu sudah ditutup, tidak perlu dan haram hukumnya mensiasati dgn menikah dulu untuk kemudian bercerai.
Kalaupun terjadi, hal itu harus terjadi secara alami.
Kesempatan sudah diberikan 3kali, dan tidak ada jaminan akan terjadi cerai lagi untuk yg ke4, 5, 6, dst.... itu sama saja mempermainkan pernikahan.
Perceraian adalah sesuatu yg dibenci Allah SWT, bahtera rumah tangga seharusnya dijaga dgn sekuat tenaga dan tidak mudah untuk mengatakan cerai.

Jika memang demikian (2)
bukankah pernyataan anda sebelum yg TERTULIS,
"HUKUM islamnya TIDAK SALAH, TAPI NIAT Kawin untuk Bercerai (si munah) itulah yg salah"
Menjadi KONTRADIKSI DAN TIDAK RELEVAN .... ??????????????????????

lha kok tidak relevan? coba dibaca lagi penjelasan saya :)
Last edited by isaku on Thu Feb 27, 2014 5:59 pm, edited 1 time in total.
isaku
 
Posts: 183
Joined: Mon Jun 18, 2012 3:37 pm

Re: Hukum Cerai dan Menikah Lagi

Postby simplyguest » Thu Feb 27, 2014 4:58 pm

1, Bagaimana menurut pandangan saudara isaku secara islami,
cara, syarat dan ketentuan agar mereka bisa rujuk kembali secara syah menjadi suami istri?
isaku wrote:Jangan dan tidak perlu berharap untuk kembali karena pintu sudah ditutup, tidak perlu dan haram hukumnya mensiasati dgn menikah dulu untuk kemudian bercerai.

Good...
Berarti buat yang pasangan yang sudah cerai talak 3 dan ingin rujuk, SAMA SEKALI TIDAK ADA SOLUSI dalam ajaran islam.

isaku wrote:Perceraian adalah sesuatu yg dibenci Allah SWT, bahtera rumah tangga seharusnya dijaga dgn sekuat tenaga dan tidak mudah untuk mengatakan cerai.

"Perceraian dibenci" tapi ada yang mohon2 pengen rujuk dan membatalkan perceraiannya malah "pintunya ditutup".
Auloh gemblung emang....
User avatar
simplyguest
 
Posts: 1908
Joined: Mon Apr 02, 2012 1:40 pm

Re: Hukum Cerai dan Menikah Lagi

Postby buncis hitam » Thu Feb 27, 2014 5:18 pm

Jawaban isaku menghadapi kenyataan betapa bejatnya moral oloh swt hanyalah berserah, jangan berharap. Emang jelas bahwa eslam tidak memberi secerca harapan sama sekali. Semua hal yang berhubungan dengan sex dan pernikahan dalam eslam hanyalah sebatas sandiwara dan alat untuk mencapai tujuan tertentu tanpa memikirkan tanggung jawab dan kesucian dari suatu hubungan. Istri supaya balik ke suami harus digenjot dulu sama orang laen, safiyah biar gak mengalami nasib buruk mesti digenjot dulu sama muhammad. Semua harus melewati genjot2an, seperti halnya pelacur yang harus melewati genjot2an terlebih dahulu untuk mendapatkan uang. Dalam eslam genjot2an adalah syarat utama. Makin jijik gw ama eslam ini.
User avatar
buncis hitam
 
Posts: 948
Joined: Sun May 13, 2012 9:35 pm
Location: Yang jelas di tempat yang aman jauh dari para jihadis

PreviousNext

Return to Resource Centre KARTUN/KOMIK/BUKU/VIDEO kontroversial



Who is online

Users browsing this forum: No registered users