Page 1 of 2

Komik Pembunuhan Asma binti Marwan oleh Muhammad

PostPosted: Sun Mar 18, 2012 1:17 am
by Adadeh
Pembunuhan Asma binti Marwan oleh Muhammad ditulis di berbagai buku² kuno Islam, seperti di:
• Al Sira Al Nabawiyah oleh Ibn Hisham yang mencontek tulisan:
• Ibn Ishaq, Sīrat Rasūl Allāh, hal. 675-676
• Ibn Sa'd, Kitab al-tabaqat al-kabir, Volume 2.

Keterangan pembunuhan Asma juga bisa dibaca di sini:
Pembunuhan atas Asma bt. Marwan di Medina oleh Umayr b. Adiy al-Khatmi —March, 624M

Seketika setelah dia mendapat kemenangan di Badr, Muhammad merasa cukup kuat untuk menutup mulut para pengritiknya yang tidak suka akan kehadirannya di Medina, dan juga gerombolan perampoknya yang menakutkan bagi penduduk Medina dan memecah belah mereka semua. Banyak orang Yahudi yang merasa khawatir akan kekuatan tentara Muslim dan merasa takut kalau mereka jadi korban Muhammad yang berikutnya karena para Yahudi itu kaya raya.

Di waktu itu, cara yang paling sukses dalam mengutarakan pendapat dan kritik kepada lawan adalah melalui puisi. Kalau dibandingkan, para penulis puisi jaman itu adalah seperti jurnalis pada jaman ini. Salah satu penulis puisi waktu itu adalah Asma bint Marwan. Dia berasal dari suku B. Aws dan dia tidak menyembunyikan ketidaksukaannya terhadap Islam. Dia menikah dengan Yazid b. Zayd yang berasal dari Banu Khatma, dan punya lima anak laki dan seorang bayi yang sedang menyusui. Beberapa penulis biografi mengatakan bahwa ayahnya mungkin adalah seorang Yahudi. Setelah perang Badr, dia menulis puisi satir. Syair2 puisi itu menyebar dari satu mulut ke mulut yang lain sehingga akhirnya sampai ke telinga para Muslim dan mereka sangat tersinggung. Muhammad paling tidak tahan kata2 sindiran atau makian.[Rodinson, hal. 176] Karena itu Muhammad yang sangat marah akan syair2 itu memutuskan sudah saatnya untuk menyingkirkan Asma.

Di mesjidnya malam itu, Muhammad mencari seorang sukarelawan untuk membunuh Asma binti Marwan. Seorang Muslim bernama Umayr b. Adiy al-Khatmi yang berasal dari suku yang sama dengan suku suami Asma (yakni Banu Khatma) bersedia melaksanakan pekerjaan itu. Di tengah malam, dia mengendap-endap masuk ke rumah Atma. Anak2nya yang masih kecil tidur mengelilingi Asma ketika dia sedang tidur. Saat itu bayinya sedang menyusu di dadanya. Umayr memindahkan bayi itu dari dada Asma dan dengan sekuat tenaga membenamkan pedangnya ke perut Asma sampai menembus punggungnya. Tusukan pedang yang kuat ini langsung mematikan Asma saat itu juga. Ini terjadi lima hari sebelum bulan suci puasa Ramadan berakhir di mana seharusnya Muslim tidak boleh menumpahkan darah. [Ibn Sa’d, Kitab At-Tabaqat, vol. ii, p.30]

Setelah membunuh Asma, keesokan harinya Umayr sang pembunuh pergi sembahyang ketika Muhammad juga berada di situ. Muhammad sangat ingin tahu apakah tugas pembunuhan berhasil dilaksanakan atau tidak. Dia bertanya pada Umayr, “Apakah kau sudah membunuh anak perempuan Marwan?” Ibn S’ad [Ibn Sa’d, Kitab At-Tabaqat, vol. ii, p.31] berkomentar bahwa inilah kalimat yang pertama didengar Umayr dari Muhammad di hari itu. Ketika Umayr berkata bahwa Asma telah dibunuh, Muhammad berkata, “Kau telah menolong Tuhan dan RasulNya, wahai Umayr!” Ketika Umayr bertanya apakah dia nantinya harus menanggung dosa pembunuhan yang dilakukannya atas Asma, sang Rasul menjawab, ”Dua kambing tidak akan saling menumbukkan kepalanya tentang Asma.” [ Ibn Ishak, Sirat Rasul Allah, hal.676] Muhammad lalu memuji Umayr atas pembunuhan itu di depan semua orang yang berkumpul hendak sembahyang. Lalu Umayr kembali ke tempat tinggalnya.
(Catatan: beberapa biografer berpendapat bahwa Umayr adalah bekas suami Asma).

Lima hari kemudian para Muslim merayakan Eid yang pertama (puasa berakhir)! Ketika Umayr kembali ke Medina, dia berjumpa dengan anak2 laki Asma yang sedang menguburkan jenazah ibunya. Mereka menuduh Umayr membunuh ibu mereka. Tanpa ragu, Umayr mengaku pembunuhan itu dengan sombon dan mengancam akan membunuh seluruh keluarga mereka jika mereka berani mengejek sang Nabi yang penuh kasih dan pengampunan. Ancaman ini ternyata mujarab sekali. Seluruh suku suami Asma (Banu Khatma) yang diam2 membenci Islam, sekarang terang2an jadi taat agar nyawa mereka selamat. Ibn Ishak menulis, “Itulah hari pertama di mana Islam menjadi kuat diantara B. Khatma. Hari di mana Bint Marwan dibunuh menjadi saat orang2 B. Khatma jadi Muslim karena mereka melihat kekuatan Islam.” [Ibn Ishak,
Sirat Rasul Allah, hal.676]


http://prophetmuhammadillustrated.com/p ... arwan.html
Image

Re: Komik Pembunuhan Asma binti Marwan

PostPosted: Sun Mar 18, 2012 1:17 am
by Adadeh
Image

Re: Komik Pembunuhan Asma binti Marwan

PostPosted: Sun Mar 18, 2012 1:18 am
by Adadeh
Image

Re: Komik Pembunuhan Asma binti Marwan

PostPosted: Sun Mar 18, 2012 1:47 am
by walet
Xixixixixxixixiii.... pertamax... Komen nanti.

Re: Komik Pembunuhan Asma binti Marwan

PostPosted: Sun Mar 18, 2012 5:41 am
by walet
Bayinya waktu dibunuh diliatin bisa bikin lebih dramatis.

Re: Komik Pembunuhan Asma binti Marwan

PostPosted: Sun Mar 18, 2012 9:07 am
by idpalingkeren
Ngeri beneeeeer!!!

Re: Komik Pembunuhan Asma binti Marwan

PostPosted: Mon Mar 19, 2012 1:41 am
by Jarum_Kudus
Darahnya kebanyakan tuh. Tapi kok gak ada yang menciprat ke tubuh pembunuhnya? Harusnya baju si Umayr juga belepotan darah dunk.

Re: Komik Pembunuhan Asma binti Marwan

PostPosted: Mon Mar 19, 2012 2:05 am
by AlapAlapArab
Penyampaian yg menarik, singkat & padat ...Mantab, tinggal tunggu yg upload di youtube..lebih Muantab !!!
Selamat berkarya Bung "Master Komikus" Adadeh...

Re: Komik Pembunuhan Asma binti Marwan

PostPosted: Mon Mar 19, 2012 2:11 am
by muhamad_faque
asyik ada komik baru, seru sekali nih. bener2 sadis tuh muslim, ditusuk sampe tembus ke ranjang kaya jason vorhess aja, btw zombi2 muslim emangnya setali tiga uang kan sama jason, sama2 monster :rofl:

Re: Komik Pembunuhan Asma binti Marwan

PostPosted: Tue Mar 20, 2012 3:54 pm
by just a girl
satu cerita menarik untuk di bagi di warung kopi. kalau di bawakan dengan ringan, banyak yg mau dengar. jangan lupa hadist yg mendukung .... langsung tunjepoin, biar pada mikir slimer2 yang ga ngerti kalau agamanya itu salah.
appresiasi saya untuk Pak Adadeh.

PostPosted: Tue Mar 20, 2012 3:58 pm
by ali5196
Mungkin perlu dimasukin gambar Muslim dijaman kontemporer ini yang mengekspresikan ketidakpercayaan mereka ... biar sekalian kena, gitu!

Masukan lagi buat Adadeh saw yg kekuatannya lebih hevat dari Allah cs dan Mamad, nabi semprulannya itu! :finga: :finga:

Re: Komik Pembunuhan Asma binti Marwan

PostPosted: Tue Mar 20, 2012 11:34 pm
by Adadeh
just a girl wrote:satu cerita menarik untuk di bagi di warung kopi. kalau di bawakan dengan ringan, banyak yg mau dengar. jangan lupa hadist yg mendukung .... langsung tunjepoin, biar pada mikir slimer2 yang ga ngerti kalau agamanya itu salah.
appresiasi saya untuk Pak Adadeh.

Terima kasih atas apresiasinya, jag. Tidak semua keterangan pembunuhan yang direncanakan/dihalalkan Muhammad tertulis di hadis. Keterangan tentang pembunuhan Asma ini tertulis di tiga Sira (biografi Muhammad) utama, yakni
(1) Sīrat rasūl Allāh, oleh Ibn Ishaq (Sira pertama Islam), terjemahan oleh Alfred Guillaume, hal. 675-676.
(2) Al Sira Al Nabawiyah oleh Ibn Hisyam (kebanyakan mencontek dari Sirat Rasul Allah), dan
(3) Kitab al-tabaqat al-kabir, oleh Ibn Sa'd, Volume 2, penerbit: Pakistan Historical Society, hal. 31.

Pembunuhan Asma binti Marwan ini sangat terkenal di dunia Islam, dan kalian para pengunjung forum ini HARUS tahu akan hal ini. Banyak yang telah berkunjung setiap hari ke sini sampai beberapa bulan/tahun, tapi masih saja tidak tahu pembunuhan² penting yang diprakarsai oleh Muhammad. Berkunjung percuma itu namanya, karena menghabiskan pulsa dan waktu tanpa mendapatkan ilmu/pengetahuan yang terpenting. Ini mungkin terjadi karena begitu banyaknya keterangan yang berserakan di berbagai sub forum, trit, posting, dll, sehingga keterangan utamanya justru terlewatkan. Pesan utama forum ini adalah untuk menunjukkan bahwa ajaran Muhammad, yakni Islam, itu salah karena bertentangan dengan kemanusiaan, kewarasan, hati nurani, dan akhlak. Untuk membuktikannya, maka perlu diungkapkan fakta² literatur Islam. Aku membuat komik² pembunuhan penting yang dilakukan Muhammad agar pembaca langsung tahu dan TAK AKAN PERNAH LUPA kisahnya. Keampuhan informasi komik² seperti ini sudah terbukti dari komik Muhammad & Hafsa, Muhammad & Zainab, Pembunuhan Umm Qirfa oleh Muhammad, dll.

Setelah tahu, ingat, dan tak lupa, langkah berikutnya yang perlu dilakukan adalah membantu Faithfreedom untuk menyebarkan komik Asma ini di berbagai blog, website, forum, facebook, twitter, agar semakin banyak orang² Indonesia yang tahu apa yang dilakukan Muhammad terhadap wanita² malang tersebut (Asma, Umm Qirfa, Hafsa, Zainab, Ummu Walad). Dengan begitu, darah Asma yang tercurah di hadapan anak²nya tidak sia² terbuang, dan malah menjadi alasan utama yang membuktikan bahwa Islam memang adalah kepercayaan yang sangat kejam dan menyesatkan.

Para Muslimah Indonesia yang sangat giat membela Islam seharusnya melihat nasib wanita² korban Islam tersebut. Banyak dari mereka yang tak tahu akan kisah² mengerikan tersebut. Muslimah² Aisyah, vhee, Patah Salero sampe jerit² protes dan berusaha sekuat tenaga untuk membuktikan komik Muhammad & Hafsa itu salah, karena mereka gak bisa terima fakta tertulis bahwa Muhammad ngesex dengan Mariah Qubtia (jariyahnya) di ranjang Hafsa (istrinya). Tampaknya, duluuuu sebelum baca komik gw, Aisyah dan vhee tak pernah dengar kisah maksiat ini. Pasti kaget banget mereka sewaktu mengetahui fakta bahwa keterangan itu memang tercantum di berbagai buku Islam.

Tambahan keterangan bisa dilihat di trit berikut (terima kasih untuk bang Ali yang telah mengumpulkan datanya):
Daftar Orang² yg Dibunuh atas Perintah Muhammad

Re:

PostPosted: Tue Mar 20, 2012 11:36 pm
by Adadeh
ali5196 wrote:Mungkin perlu dimasukin gambar Muslim dijaman kontemporer ini yang mengekspresikan ketidakpercayaan mereka ... biar sekalian kena, gitu!

Masukan lagi buat Adadeh saw yg kekuatannya lebih hevat dari Allah cs dan Mamad, nabi semprulannya itu! :finga: :finga:

Ide bagus tuh, ali. Layak dipertimbangkan.

muhamad_faque wrote:...bener2 sadis tuh muslim, ditusuk sampe tembus ke ranjang

Tembus ke punggung, begitu keterangan dari Sirat dari Ibn Sa'd.

Re: Komik Pembunuhan Asma binti Marwan

PostPosted: Wed Mar 21, 2012 12:37 pm
by just a girl
bahasa komik memang lebih mudah di cerna. salut untuk pemikiran dan pertimbangan tentang hal ini. masukan untuk pak Adadeh, saya lihat muhamat dalam komik ini agak gemukan, kebanyakan makan jarahan perang mungkin ya?
ada baiknya, kalau tokoh yang satu ini di bikin konstant, jadi kapanpun melihatnya, kita langsung tahu kalau dia adalah muhamat. hanya usul pak, kalau tidak berkenan, mohon di lupakan :-({|=

Re: Komik Pembunuhan Asma binti Marwan

PostPosted: Wed Mar 21, 2012 1:18 pm
by Adadeh
just a girl wrote:bahasa komik memang lebih mudah di cerna. salut untuk pemikiran dan pertimbangan tentang hal ini. masukan untuk pak Adadeh, saya lihat muhamat dalam komik ini agak gemukan, kebanyakan makan jarahan perang mungkin ya?
ada baiknya, kalau tokoh yang satu ini di bikin konstant, jadi kapanpun melihatnya, kita langsung tahu kalau dia adalah muhamat. hanya usul pak, kalau tidak berkenan, mohon di lupakan :-({|=

Dulu ketika masih di Mekah, gambar² Muhammad yang kami buat adalah kurus, langsing, dan tak gemuk sama sekali. Tapi berdasarkan keterangan banyak hadis dan Sirat, Muhammad memang jadi semakin ndut dan montoque setelah bertambah usia dan bertambah harta jarahan. Banyak dagingnya, kata Aisyah. :lol:

Keterangan ini sebenarnya udah kutulis di sini:
syafa-bilank-muhammad-tak-pernah-sakit-t47809/page80.html#p828045

Hadisnya banyak sekali, ini sebagian keterangan dari lidwa:

http://lidwa.com/app/?k=ahmad&n=23061
Musnad Ahmad 23061:
Telah menceritakan kepada kami Abu Muawiyah Telah menceritakan kepada kami Hisyam bin 'Urwah dari ayahnya dari Aisyah berkata; "Ketika Rasulullah Shallallahu'alaihiwasallam gemuk dan berat badannya, beliau membaca: MASYAAA ALLAH 'AZZA WAJALLA (atas kehendak Allah AzzaWaJalla) sedang beliau dalam keadaan duduk, dan bila beliau selesai membaca tiga puluh atau empat puluh ayat, beliau berdiri seraya membacanya kemudian beliau sujud."

http://lidwa.com/app/?k=ahmad&n=21281
Musnad Ahmad 21281:
Telah bercerita kepada kami Hasan bin Musa telah bercerita kepada kami 'Umaroh bin Zadzan telah bercerita kepadaku Abu Ghalib dari Abu Umamah berkata; Dulunya Rasulullah Shallallahu'alaihiWasallam shalat witir sembilan rakaat hingga saat beliau gemuk dan banyak dagingnya, beliau shalat witir tujuh rakaat dan shalat dua rakaat dengan duduk, beliau membaca; Idza zulzilat dan qul yaa`ayyuhal kaafiruun.

http://lidwa.com/app/?k=bukhari&n=4460
Shahih Bukhari 4460:
Telah menceritakan kepada kami Al Hasan bin Abdul Aziz Telah menceritakan kepada kami Abdullah bin Yahya Telah mengabarkan kepada kami Haiwah dari Abu Al Aswad dia mendengar Urwah dari Aisyah radliallahu 'anha bahwa Nabi shallallahu 'alaihi wasallam melaksanakan shalat malam hingga kaki beliau bengkak-bengkak. Aisyah berkata: Wahai Rasulullah, kenapa Anda melakukan ini padahal Allah telah mengampuni dosa anda yang telah berlalu dan yang akan datang? Beliau bersabda: "Apakah aku tidak suka jika menjadi hamba yang bersyukur?" Dan tatkala beliau gemuk, beliau shalat sambil duduk, apabila beliau hendak ruku' maka beliau berdiri kemudian membaca beberapa ayat lalu ruku.'

http://lidwa.com/app/?k=nasai&n=1633
Sunan Nasa'i 1633:
Telah mengabarkan kepada kami 'Amru bin 'Ali dari 'Abdul A'la dia berkata; telah menceritakan kepada kami Hisyam dari Al Hasan dari Sa'ad bin Hisyam bin 'Amir dia berkata; "Aku datang ke Madinah lalu aku menemui Aisyah Radliallahu? nha, kemudian ia berkata; 'Siapa kamu? ' Aku menjawab; 'Sa'ad bin Hisyam bin Amir'. ia lalu berkata; 'Semoga Allah memberikan rahmat kepada ayahmu! ' Aku berkata lagi, 'Kabarkanlah kepadaku tentang cara shalat Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam? ' la menjawab; `Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam dulu begini dan begitu'. Aku berkata; "Tentu'. Aisyah berkata; 'Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam shalat Isya' pada malam hari, kemudian kembali ke tempat tidurnya, lalu tidur. Pada tengah malam beliau bangun untuk hajatnya dan bersuci, lalu berwudlu dan masuk ke masjid, kemudian shalat delapan rakaat. Terbayang olehku bahwa beliau menyamakan (lama) bacaannya dan ruku' serta sujudnya. Setelah itu shalat witir satu rakaat, kemudian shalat dua rakaat sambil duduk. Kemudian beliau berbaring miring. Kadangkala Bilal datang dan mengumandangkan adzan untuk shalat sebelum beliau tidur atau sedang tidur. Mungkin juga aku ragu apakah beliau sudah tidur atau belum tidur! hingga Bilal mengumandangkan adzan untuk shalat. Begitulah cara Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam shalat hingga beliau tua dan bertambah gemuk.' Aisyah menceritakan daging (gemuk) nya Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam masya Allah. dia berkata; 'Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam shalat Isya' bersama para sahabat kemudian kembali ke tempat tidurnya. Pada tengah malam beliau bangun ke tempat bersucinya dan hajatnya, lalu berwudhu, kemudian masuk ke masjid lalu shalat enam rakaat. Terbayang olehku bahwa beliau menyamakan bacaannya, ruku'nya, serta sujudnya. Beliau juga shalat witir satu rakaat. Kemudian shalat dua rakaat sambil duduk, lalu berbaring miring. Kadangkala Bilal datang lalu mengumandangkan adzan untuk shalat sebelum beliau tidur atau sedang tidur. Aku juga ragu apakah beliau sudah tidur? Hingga Bilal mengumandangkan adzan untuk shalat.' Aisyah berkata; 'Maka senantiasa seperti itulah cara shalat Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam.'

:rolling:
Aisyah menceritakan daging (gemuk) nya Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam masya Allah
Hahaahaa.... Masya Allah ndutnya dikau, Nabi, kata Aisyah.

http://lidwa.com/app/?k=abudaud&n=1145
Sunan Abu Daud 1145:
Telah menceritakan kepada kami Ali bin Husain Ad Dirhami telah menceritakan kepada kami Ibnu Abu Adi dari Bahz bin Hakim telah menceritakan kepada kami Zurarah bin Aufa bahwa Aisyah radliallahu 'anha pernah di tanya mengenai shalatnya Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam di pertengahan malam, dia menjawab; "Beliau biasa mengerjakan shalat Isya' dengan berjama'ah, kemudian kembali kepada keluarganya dan mengerjakan shalat (sunnah) empat raka'at, setelah itu beliau pergi ke tempat tidurnya, lalu beliau tidur. Sedangkan tempat air wudlunya tertutup berada di atas kepala beliau dan siwaknya juga di letakkan di situ, sehingga Allah membangunkan beliau pada saatnya yaitu pada malam hari, kemudian beliau bersiwak dan menyempurnakan wudlu'nya, setelah itu beliau berdiri di tempat shalatnya, lalu shalat delapan raka'at, dalam raka'at tersebut beliau membaca Al Fatihah dan surat Al Qur'an serta apa saja yang Allah kehendaki, beliau tidak duduk dalam raka'at tersebut kecuali di raka'at ke delapan, dan beliau juga tidak salam. Beliau membaca (Al Fatihah dan surat Al Qur'an) pada rakaat ke sembilan, lalu beliau duduk dan berdo'a dengan do'a yang di kehendaki Allah, beliau memohon kepada-Nya dan beliau berdo'a dengan penuh harap. Setelah itu beliau mengucapkan satu kali salam dengan keras, hingga hampir saja membangunkan keluarga beliau lantaran kerasnya salam beliau, setelah itu beliau membaca (Al Fatihah dan surat Al Qur'an) dalam keadaan duduk dan ruku' sambil duduk pula, lalu beliau membaca lagi yang kedua kalinya, lalu ruku' dan sujud sembari duduk, kemudian beliau berdo'a sesuai yang di kehendaki Allah, setelah itu beliau salam dan beranjak (meninggalkan tempat shalat). Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam masih tetap mengerjakan shalat seperti itu hingga beliau menjadi gemuk, lalu beliau mengurangi dua rakaat dari sembilan raka'at, hingga menjadi enam hingga tujuh raka'at di tambah dua raka'at yang beliau kerjakan dengan duduk, sampai beliau shallallahu 'alaihi wasallam meninggal dunia." Telah menceritakan kepada kami Harun bin Abdullah telah menceritakan kepada kami Yazid bin Harun telah mengabarkan kepada kami Bahz bin Hakim kemudian dia menyebutkan hadits ini dengan sanadnya, katanya; "Selepas shalat Isya', beliau pergi ke tempat tidurnya…" tidak menyebutkan "empat raka'at" lalu dia menyebutkan hadits ini, dan dalam hadits tersebut dia berkata; "Kemudian beliau shalat delapan raka'at, beliau menyamakan (lamanya) antara ketika membaca (surat Al Qur'an), ruku' dan sujud. Beliau tidak duduk dalam raka'at tersebut kecuali pada raka'at ke delapan. (dalam raka'at ke delapan) biasanya beliau duduk lalu bediri, tidak salam, lalu beliau melanjutkan satu raka'at sebagai witirnya, setelah itu beliau salam dengan mengeraskan suaranya hingga membangunkan kami semua." Kemudian dia melanjutkan maksud hadits tersebut. Telah menceritakan kepada kami Umar bin Utsman telah menceritakan kepada kami Marwan yaitu Ibnu Mu'awiyah dari Bahz telah menceritakan kepada kami Zurarah bin Aufa dari Aisyah Ummul Mukminin bahwa dia pernah di tanya mengenai shalat (malam) nya Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam, Aisyah menjawab; "Beliau biasa mengerjakan shalat Isya' bersama orang-orang (berjama'ah), kemudian beliau pulang ke keluarganya, lalu shalat (sunnah) empat raka'at. setelah itu beliau pergi ke tempat tidurnya…" kemudian perawi melanjutkan hadits panjang tersebut, namun dia tidak menyebutkan "Beliau menyamakan (lamanya) antara membaca (surat Al Quran), ruku' dan sujudnya." Dan tidak pula menyebutkan "Lalu beliau mengucapkan salam sehingga membangunkan kami." Telah menceritakan kepada kami Musa bin Isma'il telah menceritakan kepada kami Hammad yaitu Ibnu Salamah dari Bahz bin Hakim dari Zurarah bin Aufa dari Sa'd bin Hisyam dari Aisyah radliallahu 'anha seperti hadits tersebut, namun hadits mereka tidak sesempurna (hadits yang pertama)."

Re: Komik Pembunuhan Asma binti Marwan

PostPosted: Fri Mar 23, 2012 6:03 am
by Adadeh
Para Muslim di website sebelah pada kebakaran jenggot:
http://islam-watch.org/index.php?option ... iew&id=965

Seperti biasa, dalam kelabakannya, Muslim malah balik menuduh Ibn Sa'd dan Ibn Ishaq berdusta. Masya Awlooo...

written by Rzq , March 22, 2012
Most scholars consider this story to be a forgery because the only sources for the story are Ibn Ishaq's Sira and Ibn Sa'd's Kitab al-Tabaqat al-Kabir. Also, one of the reporters in the chain of narration, Muhammad Ibn Al-Hajjaj, is known for fabricating Hadiths.

Ibn 'Adiyy mentions this incident in his book "Al-Kamal" on the authority of Ja'far Ibn Ahmad Ibn Muhammad Ibn As-Sabah on authority of Muhammad Ibn Ibrahim Ash-Shami on authority of Muhammad Ibn Al-Hajjaj Al-Lakhmi on authority of Mujalid on authority of Ash-Shu'abi on authority of Ibn 'Abbas, and added that

"...this Isnad (chain of reporters) is not narrated on authority of Mujalid but by Muhammad Ibn Al-Hajjaj and they all (other reporters in the chain) accuse Muhammad Ibn Al-Hajjaj of forging it." (Ibn 'Adiyy, Al-Kamal, Vol. 6, p. 145)

------------------

Hadisnya ngacooo... katanya:

Rzq
written by Muslim and proud , March 22, 2012
Salaam Bro
The loons will believe anything they read....
You are right - the Hadith is not credible in terms of authenticity.
Now here is the irony - the kuffar loons will INSIST it is true.....lol lol lol
Wait for it....

Re: Komik Pembunuhan Asma binti Marwan

PostPosted: Sun Mar 25, 2012 10:40 pm
by just a girl
terima kasih untuk penjelasan lengkapnya pak Adadeh.
soal pengingkaran...yang sabar ya pak....slimer sedang dalam fase pengingkaran ( shock secara psikologis thd sesuatu yang sudah di yakini sekian lama , tapi, pasti satu ketika, mrk akan berfikir juga ttg hal itu. semangat pak !

PostPosted: Tue Mar 27, 2012 2:24 am
by ali5196
Cerita Asma tidak otentik?

Ini kata seorang mufti ttg peristiwa Asma: http://muftisays.com/qa/question/2144/a ... arwan.html

Disatu pihak dia bilang, disetujui secara luas bahwa siappaun yg menghina Mamad jadi kafir dan murtadin dan harus dibunuh.

Bismillah

Al-jawab billahi at-taufeeq (the answer with Allah's guidance)

The scholars are unanimously agreed that a Muslim who insults the Prophet (Sallallahu Alaihi Wasallam) becomes a Kaafir and an apostate who is to be executed. This consensus was narrated by more than one of the scholars, such as Imaam Ishaaq ibn Raahawayh, Ibn al-Mundhir, al-Qaadi ‘Iyaad, al-Khattaabi and others. (Al-Saarim al-Maslool, 2/13-16)

Asma bint Marwan wrote a poem against Muhammad (Sallallahu Alaihi Wasalam) insulting him, Upon hearing the poem, Muhammad (Sallallahu alihi wa sallam) decided to have her executed.

Ibn Sa'd's Kitab al-Tabaqat al-Kabir describes the death of Asma bint Marwan:

"Then (occurred) the Sariyyah of Umayr ibn adi Ibn Kharashah al-Khatmi against Asma Bint Marwan, of Banu Umayyah Ibn Zayd, when five nights had remained from the month of Ramadan, in the beginning of the nineteenth month from the Hijrah of the apostle of Allah. Asma was the wife of Yazid Ibn Zayd Ibn Hisn al-Khatmi. She used to revile Islam, offend the Prophet and instigate the (people) against him. She composed verses. Umayr Ibn Adi came to her in the night and entered her house. Her children were sleeping around her. There was one whom she was suckling. He searched her with his hand because he was blind, and separated the child from her. He thrust his sword in her chest till it pierced up to her back. Then he offered the morning prayers with the Prophet at al-Medina. The apostle of Allah said to him: "Have you slain the daughter of Marwan?" He said: "Yes. Is there something more for me to do?" He [Muhammad] said: "No. Two goats will butt together about her. This was the word that was first heard from the apostle of Allah. The apostle of Allah called him Umayr, "Basir" (the seeing).

(Ibn Sa'd' Kitab al-Tabaqat al-Kabir, translated by S. Moinul Haq, volume 2, page 31 )


TAPIII lalu katanya: ADA beberapa Muslim yg menganggap hadis ini palsu krn 'hanya' berasal dari Siratnya Ibn Ishaq dan Ibn Sa'd. Juga, karena Muhammad melarang pembunuhan wanita (dlm hal perang ataupun murtadinah).

TAPIII TAPI *** ... tunggu dulU! Ada lagi website Muslimn moderat lainnya bahwa murtadin/murtadinah wajib dibunuh.


Killing apostates is certainly a part and parcel of Islam
written by Kisan , March 23, 2012

http://www.masud.co.uk/ISLAM/m...h1sec2.htm : Here is a very mainstream Muslim organisation (they even have a sign saying 'Muslims denounce terrorism' on their home page - so they must be the famous moderate Muslims too) that is teaching the killing of Asma Bint Marwan (see their points 9 and 10) as one of the proofs of why killing a blasphemer is a must do even now.

Non-Muslims shouldn't listen to the two-faced liars like M&P, Rzq etc who preach one thing to make their evil cult look good in public and another thing amongst themselves. This is an authentic tradition that is accepted by many Muslims. Even now polls in Pakistan and Egypt etc come back with 82% support for killing apostates (Pew). Only to fool non-Muslims is this story and others that have always been part and parcel of mainstream Islamic teachings suddenly declared as unreliable....


FAKTANYA: Lihat tuh Asia Bibi, wanita yg dianggap menghina Islam/Mamad. Bukannya dia barusan dijatuhi hukuman mati??? Justru hadis yg mengatakan Mamad melarang pembunuhan wanita itu patut dicurigai! Buktinya??? Muslim aja kagak ngikutin perintah Mamad. Udah pasti karena justtru sanad hadis tsb tidak canggih!

Ah bingung yah jadi Muslim ... mau percaya siapa nih???

Re:

PostPosted: Tue Mar 27, 2012 11:43 pm
by Adadeh
ali5196 wrote:TAPIII lalu katanya: ADA beberapa Muslim yg menganggap hadis ini palsu krn 'hanya' berasal dari Siratnya Ibn Ishaq dan Ibn Sa'd. Juga, karena Muhammad melarang pembunuhan wanita (dlm hal perang ataupun murtadinah).
TAPIII TAPI *** ... tunggu dulU! Ada lagi website Muslimn moderat lainnya bahwa murtadin/murtadinah wajib dibunuh.

Memang Islam seringkali membuat Muslim pada beg0.
Contoh lain: Ayat rajam hilang dimakan kambing, tapi hadis rajam masih ada. Karena hadis rajam-nya masih ada, Muslim lalu pada merajam pezinah sampai detik ini.
Tapi lihat masalah yang sama pada hal lain: Ayat Muslimah wajib menyusui pria dewasa yang bukan suaminya hilang dimakan kambing, tapi hadis menyusui masih ada. Anehnya, meskipun hadisnya masih ada, Muslimah tetap enggan menyusui pria dewasa yang bukan suaminya.
Ayat sunat kagak ada di Qur'an, tapi ada di hadis, sehingga ini berarti bukan kewajiban mutlak dari Allah. Kalo wajib mutlak, tentunya aturan sunat harus ada dunk di Qur'an. Ya gak? Anehnya, Muslim lalu membuat aturan hadis ini jadi aturan wajib mutlak bagi Muslim.

Sekarang ayat bunuh murtadin gak ada di Qur'an, tapi ada di Hadis. Anehnya, ada juga hadis yang melarang Muslim bunuh wanita. Terlebih aneh lagi, Muhammad di Sira menyuruh Muslim membunuhi, memperkosa, dan memperbudak para wanita. Dalam menghadapi keanehan² ini, Muslim memilih pilihan yang terjelek: bunuh wanita juga, terutama yang dianggap menghina dan melawan Islam. Karena kisah pembunuhan Asma binti Marwan dan Ummu Walad hamil itulah maka sampai sekarang tak ada satu pun imam Islam yang melarang Muslim membunuh wanita yang murtad atau mengejek Muhammad dan Islam.

Re: Komik Pembunuhan Asma binti Marwan

PostPosted: Wed Mar 28, 2012 12:11 am
by Adadeh
just a girl wrote:soal pengingkaran...yang sabar ya pak....slimer sedang dalam fase pengingkaran ( shock secara psikologis thd sesuatu yang sudah di yakini sekian lama , tapi, pasti satu ketika, mrk akan berfikir juga ttg hal itu. semangat pak !

Gak masalah. Gw udah ngerti banget jalan pikiran Muslim. Tak peduli berapapun tingginya pendidikan mereka, begitu mereka harus membela kebejadan Islam, langsung-seketika-secara otomatis/reflek IQ dan nalar mereka anjlog merosot sampai tembus bumi. Kebanyakan dari mereka akan tetap begitu sampai mati, terutama mayoritas Muslim di negara Islam. Murtad itu sengsara dan bahaya, jadi mending terus jadi Muslim asal aman dan nyaman, alias gak diancam nyawanya.

Orang² pengecut memang tak akan mampu menerima kebenaran. Mereka bagaikan kecoa yang lebih memilih hidup di tempat gelap yang kotor dan bau daripada tempat terang. Anehnya, mereka dengan buasnya tereak² para kafir di sini pengecut karena hanya berani membahas Islam di dunia maya. Mereka menantang debat di dunia nyata, padahal niat sebenarnya adalah untuk mengetahui identitas para kafir agar bisa membunuhnya. Apakah ini bukan rencana jahat hasil otak para pengecut?

Islam itu menghasilkan rasa takut ini dan itu pada diri Muslim. Mereka sangat takut akan Allah sehingga mata hati dan nurani mereka jadi buta dan kebas dalam menghadapi segala keganjilan Islam. Menghadapi komik gw aja Muslim jadi sedemikian takut dan kalapnya, apalagi menghadapi fakta kebobrokan Islam. Mereka takut jika mereka tak membela Allah dengan membunuh komikus, maka Allah akan mengazab mereka. Logika yang benar² ngawur, dan hasil otak yang sudah dikadalin Islam.