.

Jadi Muslimah: Karunia atau Ketiban Duren?

Postby ali5196 » Wed Dec 12, 2007 3:54 am

IRAQ : Muslim tulen bunuh 40 wanita karena kurang islami
http://www.indonesia.faithfreedom.org/f ... hp?t=20470
ali5196
 
Posts: 17309
Images: 135
Joined: Wed Sep 14, 2005 5:15 pm

Postby WMI » Fri Dec 14, 2007 3:29 pm

ya ampunnn...gw baru tau kalo ternyata islam itu kejam, sadis, jahat...
selama ini keluarga gw berteman dekat dengan keluarga islam, karena dalam iman gw perbedaan itu biasa, hargai aja.yg penting kita tidak berbuat jahat ke mereka. BERSYUKUR gw akhirnya putus dari pacar muslim gw yg MEMUKUL, MENENDANG gw dan MEMUJA ISLAM, dan married dengan cowok seiman gw yg menjaga gw tiap kali gw pake tanktop, pergi party, dan bilang, "sayang, kamu cantik banget pakai baju itu. punggung kamu indah.semua orang ngeliatin kamu.istri siapa dong!', dan kiss me. fffhhiiuuhh....senangnya
User avatar
WMI
 
Posts: 86
Joined: Tue Dec 11, 2007 4:03 pm
Location: indonesia

Postby ali5196 » Mon Feb 04, 2008 6:15 pm

Harga bayi islam murah banget, apalagi yang cewe.
http://www.indonesia.faithfreedom.org/f ... hp?t=22197

Tata cara pelaksanaan aqiqah:
- Kambing disembelin harus sesuai syariat
Bagi laki-laki disembelihkan 2 ekor dan 1 ekor untuk perempuan... bla bla bla... :lol: :lol: :lol: :lol:


Memang kasian kaum wanita islam, sejak dari lahir sudah dihargai hanya setengah nilai laki-laki
ali5196
 
Posts: 17309
Images: 135
Joined: Wed Sep 14, 2005 5:15 pm

Postby ali5196 » Thu Feb 14, 2008 10:49 pm

UK : Muslimah lari karena dipaksa nikah dgn sepupu
http://www.indonesia.faithfreedom.org/f ... hp?t=22704
ali5196
 
Posts: 17309
Images: 135
Joined: Wed Sep 14, 2005 5:15 pm

Postby ali5196 » Wed Mar 05, 2008 3:31 am

SAUDI : talaq lewat SMS makin banyak
http://www.indonesia.faithfreedom.org/f ... 692#302692
ali5196
 
Posts: 17309
Images: 135
Joined: Wed Sep 14, 2005 5:15 pm

Postby ali5196 » Sun Apr 06, 2008 5:20 pm

BERITA SANGAT PENTING dari thn 2002, tapi belum sempat disertakan disini:

http://news.bbc.co.uk/1/hi/world/middle ... 874471.stm

POLISI RELIGUS SAUDI MENYURUH 15 PELAJAR PEREMPUAN MASUK LAGI KE SEKOLAH MEREKA YG SEDANG TERBAKAR KARENA MEREKA TIDAK MENGENAKAN ABAYA
15 March, 2002, ingat tanggal tragis ini !

Image
Gubernur Mekah mengunjungi sekolah yg hancur karena terbakar

Polisi religius Saudi, atau polisi MUTTAWA, menghalangi gadis2 berlarian keluar dari sekolah mereka yg sedang terbakar, karena mereka tidak mengenakan busana Islami yg pantas.

Sekitar 800 murid berada dlm sekolah di Mekah itu.

Image
15 gadis mati dlm kebakaran tsb dan lebih dari 50 luka2.

Petugas pemadam kebakaran mengkongrontasi polisi saat mereka menyuruh gadis2 itu memasuki gedung yg sedang dilahap api tsb.

Seorang saksi melihat 3 polisi "memukuli gadis2 itu agar mereka tidak keluar dari gedung yg sedagn terbakar karena sedang tidak mengenakan abaya".

Seorang ayah salah seorang gadis yg tewas megnatakan, penjaga gerbang sekolah malah menolak membuka gerbang utk membebaskan gadis2 itu.

Demi menjaga segregasi antara murid2 lelaki dan perempuan, sekolah2 di Saudi selalu dikunci. :wink:
ali5196
 
Posts: 17309
Images: 135
Joined: Wed Sep 14, 2005 5:15 pm

Postby ali5196 » Sun Apr 06, 2008 10:01 pm

ali5196
 
Posts: 17309
Images: 135
Joined: Wed Sep 14, 2005 5:15 pm

Postby ali5196 » Sat Apr 26, 2008 2:17 am

JERMAN : polisi harus bantu muslim lari dari kawin paksa
http://www.indonesia.faithfreedom.org/f ... highlight=

“LELAKI MUSLIM TIDAK MENGHORMATI WANITA," katanya. "MEREKA TIDAK SUKA WANITA [apalagi wanita Muslim] yg INDEPENDEN.”
ali5196
 
Posts: 17309
Images: 135
Joined: Wed Sep 14, 2005 5:15 pm

Postby WMI » Sat Apr 26, 2008 11:19 pm

kasian yaa..
tapi mo gmna lagi? mereka mau kok.buktinya masih banyak aja
User avatar
WMI
 
Posts: 86
Joined: Tue Dec 11, 2007 4:03 pm
Location: indonesia

Postby ali5196 » Fri May 02, 2008 10:14 pm

May 01, 2008, AFGHAN: Wanita diperkosa, menyaksikan anaknya dibunuh dan malah DIPENJARA
http://www.indonesia.faithfreedom.org/f ... 330084#330 084
ali5196
 
Posts: 17309
Images: 135
Joined: Wed Sep 14, 2005 5:15 pm

Postby ali5196 » Sun Jun 01, 2008 5:31 pm

Image
ALJAZAIR : ibu2 dipenjara karena tidak menikah****
http://www.indonesia.faithfreedom.org/f ... hp?t=25570
ali5196
 
Posts: 17309
Images: 135
Joined: Wed Sep 14, 2005 5:15 pm

Postby ali5196 » Mon Jun 16, 2008 3:25 am

CNN: Kekerasan domestik meningkat di INDONESIA; korbannya kebanyakan berjilbab :wink:
http://www.indonesia.faithfreedom.org/f ... hp?t=25672
ali5196
 
Posts: 17309
Images: 135
Joined: Wed Sep 14, 2005 5:15 pm

Postby ali5196 » Mon Jul 21, 2008 8:29 pm

POLL: 50% wanita MESIR (yg berjilbab sekalipun) alami pelecehan seksual setiap hari
http://www.indonesia.faithfreedom.org/f ... 573#368573
post368573.html?hilit=wanita%20mesir%20poll#p368573

Abul Qomsan mengatakan, hampir 2/3 lelaki Mesir -- 62% -- mengakui telah mengganggu wanita, TERMASUK MEREKA YG MENGGUNAKAN JILBAB.

"Ini bukti PALSUNYA kepercayaan bahwa pelecehan hanya terjadi pada wanita2 yg dianggap menggunakan busana 'terbuka,'" katanya, sambil mengecam fakta bahwa wanita2 yg sangat religius, yg menjadi korban, sering merasa bertanggung jawab akan tindakan tidak senonoh lelaki.
Last edited by ali5196 on Sun Jan 17, 2010 5:33 am, edited 1 time in total.
ali5196
 
Posts: 17309
Images: 135
Joined: Wed Sep 14, 2005 5:15 pm

Postby ali5196 » Mon Jul 21, 2008 8:43 pm

YAMAN: wanita yg keluar rumah & masuk parlemen = MELANGGAR ISLAM !
http://www.indonesia.faithfreedom.org/f ... hp?t=26896
ali5196
 
Posts: 17309
Images: 135
Joined: Wed Sep 14, 2005 5:15 pm

Postby ali5196 » Tue Aug 19, 2008 2:58 pm

ali5196
 
Posts: 17309
Images: 135
Joined: Wed Sep 14, 2005 5:15 pm

Postby ali5196 » Tue Aug 19, 2008 4:22 pm

TUNISIA: 1 dari 5 istri mengaku disiksa suami
http://www.indonesia.faithfreedom.org/f ... 448#383448
ali5196
 
Posts: 17309
Images: 135
Joined: Wed Sep 14, 2005 5:15 pm

Postby ali5196 » Wed Sep 17, 2008 2:52 pm

KARACHI/PAKISTAN: minimum 100 pemerkosaan TKW setiap hari
http://www.indonesia.faithfreedom.org/f ... 444#399444
ali5196
 
Posts: 17309
Images: 135
Joined: Wed Sep 14, 2005 5:15 pm

Re: Jadi Muslimah: Karunia atau Ketiban Duren?

Postby tomatbusuk » Sat Sep 26, 2009 9:58 pm

Kompas.com : Duka Nestapa perempuan Afghanistan
http://internasional.kompas.com/read/xml/2009/09/25/14024393/Duka.Nestapa.Perempuan.Afganistan


JUMAT, 25 SEPTEMBER 2009 | 14:02 WIB
KABUL, KOMPAS.com — Mata coklat Shameen nyaris menghilang ketika dia memikirkan satu hari yang ingin dia hapus dari ingatannya, tetapi semuanya masih tampak begitu jelas. Masih dalam kondisi trauma, dia mengisahkan kejadian-kejadian yang membawa dia berada di sebuah rumah perlindungan di Kabul, Afganistan.

Dia diperkosa dan ditikam nyaris tewas oleh suaminya sendiri tujuh hari sebelumnya. Bibirnya gemetar dan sorot matanya penuh ketakutan ketika menceritakan peristiwa itu. "Dia menimpakan badannya pada saya. Saya hanya bisa berteriak," katanya.

Dia dinikahkan (dengan cara dijodohkan) 15 tahun lalu ketika dia masih remaja. Selama itu pula dia disiksa dan dianiaya, setiap hari dia menderita pukulan dengan kabel listrik atau lempengan logam. "Dia mengejar saya dengan palu. Dia berkata, jika saya berisik dia akan menikam saya," kata Shameen tentang perilaku suaminya.

Dia dan suaminya tidak bisa punya anak. Di Afganistan, dalam masalah seperti ini, kesalahan selalu ditimpakan pada perempuan.

Setelah sebuah kasus pemukulan yang parah, Shameen melarikan diri dari rumah menuju pos polisi. Suaminya pun berjanji kepada polisi bahwa dia tidak akan menyerangnya lagi. Maka, Shameen pun mengalah dan setuju untuk kembali ke rumah bersama suaminya.

Beberapa hari di rumah, suaminya mengajak dia melawat ke makam adik perempuan Shameen. Adiknya itu masih berusia 15 tahun dan dibakar hingga tewas karena tidak mampu menyenangkan suaminya.

Shameen mengatakan, adik kecilnya berusia 11 tahun ketika dipaksa menikah dengan seorang laki-laki yang lebih tua. Suaminya terus memukuli dia sampai suatu hari sang suami membunuhnya.

Ketika Shameen berjalan di kuburan bersama suaminya, sang suami membawa dia ke dekat tempat pemujaan. Di situ suaminya memaksa dia rebah ke tanah, menyingkapkan burkak dan memerkosanya. Suaminya mengancam dia dengan sebuah pisau dan bertanya kepadanya, siapa yang akan membantunya sekarang. Shameen berteriak ketika suaminya membacok leher dan tubuhnya.

Beruntung, seorang pelintas menyelamatkannya. Sekarang, dia tidak punya orang lain untuk bersandar, bahkan tidak juga orangtuanya. Di mata mereka, Shameen telah membuat mereka malu, sebuah pelanggaran yang dapat diberi hukum mati.

Di Afganistan, seorang perempuan disalahkan atas ketidakadilan yang dialaminya. Shameen mengatakan, ketika adik perempuannya dibunuh, orangtuanya menutup mata. Dia rindu orangtua dan saudara-saudara kandungnya tapi dia tahu, dia tidak mungkin melihat mereka lagi. "Mereka akan membunuh saya," katanya tanpa berkedip.

Dia sekarang bersembunyi di sebuah rumah perlindungan, terasing, dan sendirian. Seperti kebanyakan perempuan Afganistan, dia kehilangan seluruh harapannya.

Afganistan adalah negeri yang berabad-abad memandang perempuan sebagai properti, tidak dipandang sejajar. Perempuan sering kali dipukul, diperkosa, dan bahkan dijual kepada penawar tertinggi. Hanya ada sedikit tempat bagi perempuan untuk mengadu.

Pemerintah membawa Shameen ke sebuah tempat perlindungan yang dikelola oleh Women for Afghan Women (WAW). Organisasi yang dimulai di New York, Amerika Serikat, itu menyediakan bantuan kemanusiaan bagi perempuan yang tidak tahu bahwa mereka punya hak. Saat ini di rumah perlindungan itu, WAW memberi perhatian, keamanan, dan pendidikan bagi 54 perempuan dan anak-anak.

Berdasarkan data lembaga PBB untuk perempuan (UNDF for Women), sekitar 90 persen perempuan Afganistan menderita kekerasan dalam rumah tangga. Meski demikian, hanya ada kurang dari selusin tempat pernampungan seperti milik WAW itu di Afganistan dan itu biasanya dikelola organisasi non-pemerintah. Para pelaku tindak kekerasan sangat jarang dituntut atau dihukum, dan kebanyakan perempuan pun takut untuk mengatakan apa pun tentang kekerasan yang mereka alami.

"Ibu mereka dipukul oleh ayah mereka. Mereka juga dipukul oleh ayah mereka atau saudara laki-laki mereka. Ini merupakan cara hidup," kata Manizha Naderi, Direktur WAW. Naderi seorang Afganistan-Amerika yang tumbuh di New York dan kembali ke Afganistan untuk bekerja bersama para perempuan lain dengan harapan bisa membawa perubahan bagi negeri itu. Meskipun, ia mengatakan, perubahan itu membutuhkan beberapa generasi.

"Mereka melihat ibu mereka dipukul, mereka melihat saudari mereka, tante mereka, setiap orang," kata Naderi.

Bukan hanya perempuan yang menderita. Hosnia gadis cilik berusia delapan tahun yang murah senyum. Dia senang bermain dengan mainannya dan gadis cilik lain di tempat penampungan itu. Dia mengguncangkan badannya di tikar tempat dia duduk. Guncangan itu menggoyangkan anting-anting plastik hijau yang dipakainya ketika dia berbicara dengan suara merdu yang tertahan.

"Saya punya kesulitan," katanya ketika ditanya apa yang sedang dia lakukan di tempat penampungan itu.

Senyumnya pudar begitu dia mengingat kenyataan yang membuatnya berada di sana. Tiga tahun lalu, sewaktu Hosnia berusia lima tahun, dia diperkosa dan dibiarkan mati di luar rumahnya di utara Afganistan. Ayahnya menemukan tubuhnya yang berlumur darah tengah mengambang di sebuah sungai kecil. Dia menghabiskan waktu sebulan di rumah sakit untuk memulihkan tubuh kecilnya dari serangan brutal tersebut.

Karena cinta dan rasa takut akan hidup putrinya, ayahnya membawa dia ke rumah perlindungan milik WAW itu. Menurut WAW, pemerkosa Hosnia seorang remaja pria dari keluarga kaya. Remaja itu menjalani hukuman hanya sesaat, ia dibebaskan dengan cepat dari penjara karena koneksi suku dan keluarganya. WAW menekan pihak berwajib untuk meninjau kembali kasus itu. Remaja pemerkosa itu kemudian dihukum enam tahun di sebuah penjara remaja di Kabul.

Si pemerkosa telah tiga tahun menjalani hukumannya. Orangtua Hosnia masih takut akan kehidupan putri mereka. Maka, tempat perlindungan itu menjadi rumahnya sekarang, perempuan dan anak-anak di sana menjadi keluarganya. "Kami akan merawat dia hingga dewasa," kata Naderi.

Ayah Hosnia, seorang petani miskin, mengetahui kesempatan bagi putrinya untuk memiliki masa depan di sebuah negeri, di mana korban pemerkosaan justru yang dihukum, adalah jika dia tumbuh di tempat penampungan itu. Tempat itu memiliki lusinan cerita tentang hati yang terluka; itu juga merupakan rumah bagi lusinan perempuan dan gadis-gadis yang punya keberanian untuk hidup di negeri di mana menjadi seorang perempuan adalah salah satu bahaya terbesar.
tomatbusuk
 
Posts: 52
Joined: Sat Sep 26, 2009 9:42 pm

Postby ali5196 » Fri Oct 30, 2009 5:47 am

survey-dunia-islam-parah-dlm-jurang-perbedaan-laki-wanita-t35872/

Image

[...] maka anda bisa melihat HUBUNGAN ANTARA ISLAM DAN PENINDASAN WANITA !

Maret 2009, salah seorang perangkum Global Gender Gap (GGG) ini, Saadia Zahidi, tidak mengerti megnapa negara2 kaya spt Saudi Arabia dan negara Teluk lainnya tidak berada di urutan lebih tinggi Index ini. Katanya, “Kami tidak memiliki penjelasan bagi masalah ini. Ada orang yg mengatakan bahwa ini karena ISLAM. Tapi saya tidak tahu apakah kami boleh mengatakannya. Negara2 di urutan bawah memiliki perbedaan dibidang kekayaan, agama dan budaya. Indonesia (93) yg berada ditengah2 daftar itu, malah lebih baik kedudukannya dari Saudi (128), misalnya.” [...]
ali5196
 
Posts: 17309
Images: 135
Joined: Wed Sep 14, 2005 5:15 pm

Postby ali5196 » Tue May 25, 2010 10:01 pm

konflik-keluarga-sebabkan-tingginya-bunuh-diri-wanita-turki-t38756/

“Kami mengambil kesimpulan bahwa alasan atas kenaikan angka bunuh diri adalah komflik2 di dalam keluarga,” pemimpin studi Charité, Meryam Schouler-Ocak mengatakan kepada harian itu. “ Misalnya para gadis menginginkan seorang teman pria, atau mereka ingin ke klub2 dengan teman2 mereka. Atau bayangkan ketika seorang gadis harus menikahi sesorang yang tidak dia inginkan.”
ali5196
 
Posts: 17309
Images: 135
Joined: Wed Sep 14, 2005 5:15 pm

PreviousNext

Return to Resource Centre: Kekerasan terhdp WANITA dlm Islam



Who is online

Users browsing this forum: No registered users

cron