Page 1 of 1

Gul Meena: Sudaraku Mencoba Membunuhku

PostPosted: Sat Apr 06, 2013 7:53 am
by anne
http://www.barenakedislam.com/2013/04/0 ... ak-future/
http://edition.cnn.com/2013/04/04/world ... ?hpt=hp_c3

SAUDARAKU MENCOBA MEMBUNUHKU ‘DEMI KEHORMATAN’
By Anna Coren, CNN
April 4, 2013 -- Updated 1741 GMT (0141 HKT)


Image

Kabul, Afghanistan (CNN) – Terasa dingin dan sedang turun hujan di Kabul, dan jalanan yang dipenuhi lubang-lubang tanah telah berubah menjadi kubangan lumpur. Kami berkendara menuju gerbang berdinding tinggi. Seorang tentara, bersiaga dengan AK-47, berjaga di luar gedung. Kami pergi ke penampungan perempuan ini untuk menemui Gul Meena, gadis berusia 17 tahun yang tidak diharapkan hidupnya.

Saya dan kru diantar masuk ke sebuah ruangan, dan di sebuah kursi, bersandar lemah tubuh kecil rapuh Gul Meena. Mata sendunya beralih dari menatap tetesan hujan yang meluncur turun di luar jendela, ke arah kami, saat memasuki ruangan.

Kerudung berwarna cerah Gul, dengan hiasan bunga-bunga biru, merah dan hijau menutupi sebagian besar wajahnya. Dengan gugup ia mempermainkan hiasan itu dan memberi kami sekilas senyum ketakutan di balik kerudungnya. Anisa, penjaganya di tempat penampungan yang dikelola Women for Afghan Women, dengan lembut menyentuh kepala dan menyibak kerudung ke belakang. Saat itulah kami melihat bekas luka yang terukir dalam di wajahnya.

Kesengsaraan dan penderitaan gadis Pakistan ini dimulai di usia 12 tahun, saat dimana seharusnya ia sekolah, namun dinikahkan dengan pria yang layak menjadi kakeknya. Katanya, “Keluargaku menikahkan aku saat aku 12 tahun. Suamiku 60. Setiap hari ia memukuliku. Aku menangis dan memohonnya agar berhenti. Namun ia terus memukuliku…..”

Gul memberitahu keluarganya mengenai apa yang terjadi, namun reaksi mereka membuatnya terkejut. “Keluargaku memukuliku jika mengeluh. Mereka mengatakan ‘kau milik rumah tangga suamimu—itulah hidupmu.”

Lima tahun mengalami penganiayaan, Gul Meena berkenalan dengan seorang pemuda Afghan, dan ia mengumpulkan keberanian untuk pergi meninggalkan suaminya. November 2012, ia mengemasi beberapa barang dan mereka berjalan melintasi perbatasan Afghanistan ke kota Jalalabad.

Gul mengetahui ia telah melakukan kejahatan teramat besar berdasarkan hukum syariah Islam: pergi meninggalkan suaminya dengan pria lain. Namun, ia juga paham tidak mungkin bisa terus menanggung beban hidup yang dipikulnya sejak menikah.

“Beberapa kali aku mencoba bunuh diri namun tidak berhasil. Aku benci hidupku dan aku harus lari darinya. Saat melarikan diri aku tahu itu berbahaya. Aku mengenal suamiku, dan keluargaku akan mencariku, namun tidak mengira ini akan terjadi juga. Aku pikir masa depanku akan cerah,” katanya.

Di kemudian hari, saudara laki-lakinya melacak mereka. Berbekal kapak, ia menghantam mati teman Gul Meena, lantas menyerang adiknya sendiri, 15 kali—merobek wajah, kepala dan bagian-bagian tubuh lain.

Image

Gul Meena menunjukkan luka-lukanya—sambil melepas kerudung, dengan lembut jemarinya menyentuh dari atas ke bawah kulitnya yang baru mulai sembuh. Ia menyentuh bagian kepala dimana mata kapak menyerangnya, kemudian memperlihatkan luka yang dalam di balik leher dan lengannya. Jelas bagiku ia berusaha melindungi diri dari saudaranya sebelum pingsan.

Mengira adiknya sudah meninggal, saudara laki-lakinya melarikan diri, kembali ke Pakistan. Pihak berwajib belum menangkapnya, namun keluarganya menyangkal anak mereka mencoba membunuh Gul.

Seorang pejalan kaki yang mendengar keributan, menemukan Meena tergeletak tergenang darah, dan bergegas membawanya ke UGD RS Nangarhar.

Dengan sebagian otak menggantung keluar tengkorak kepala, ahli bedah syaraf Zamiruddin Khalid hanya punya sedikit harapan gadis di meja operasinya bisa bertahan hidup.

“Kami membawanya ke ruang operasi, dan ia telah kehilangan banyak darah. Lukanya sangat mengerikan, dan otaknya telah terpengaruh—kami tidak berpikir ia bisa bertahan hidup,” kata Khalid saat memperlihatkan foto-foto luka Gul sebelum dioperasi. Di salah satu foto, wajahnya seperti potongan daging yang dihantam terbelah.

....

[Namun, masalah Gul jauh dari selesai. Keluarganya tidak memperdulikannya, bahkan akan membunuhnya bila ia kembali. Pihak berwenang tidak bisa melakukan apa-apa karena stigma yang melekat dan situasi seputar serangan atas dirinnya. Organisasi Perempuan Amerika-Afghan yang mengambil-alih perawatannya. Gul Meena sendiri beberapa kali mencoba membunuh diri sejak tiba di penampungan, dan ia adalah satu dari ribuan perempuan yang tinggal di penampungan-penampungan serupa yang tersebar di Afghanistan—banyak diantaranya korban percobaan ‘honor killing.’ Tragisnya praktek ini masih berlangsung di sejumlah negarara Islam]

Gul Meena: Sudaraku Mencoba Membunuhku


Gul Meena: Sudaraku Mencoba Membunuhku Alternative
Alternative Rss Feed
Faithfreedompedia

Re: Gul Meena: Sudaraku Mencoba Membunuhku

PostPosted: Sat Apr 06, 2013 7:56 am
by anne
Video, agaknya dishoot esok harinya (sudah tidak hujan lagi dan Gul sudah tampak lebih terbuka)


Re: Gul Meena: Sudaraku Mencoba Membunuhku

PostPosted: Sat Apr 06, 2013 4:05 pm
by muhamad_faque
gila, islami bener sih? kok berita ginian ga dimuat di republika & arahmah ya?

PostPosted: Wed May 15, 2013 4:48 am
by ali5196

Re: Gul Meena: Sudaraku Mencoba Membunuhku

PostPosted: Sat May 18, 2013 1:00 am
by DHS
Makasih mbak Anne untuk terjemahannya. Artikelnya sudah sy masukkan ke beberapa grup di fesbuk, biar para fesbuker pada melek islam. O:)

Re: Gul Meena: Sudaraku Mencoba Membunuhku

PostPosted: Sat May 25, 2013 8:43 am
by anne
Saya yg harusnya berterimakasih mbak...senang kalau dinilai terjemahannya bermanfaat O:)