.

[Quran & Hadis] PEMUKULAN WANITA

[Quran & Hadis] PEMUKULAN WANITA

Postby ali5196 » Thu Aug 31, 2006 1:27 pm

WITH THANKS TO ADADEH
http://www.indonesia.faithfreedom.org/f ... php?t=2272

Q 4:34
Kaum laki-laki itu adalah pemimpin bagi kaum wanita**, oleh karena Allah telah melebihkan sebahagian mereka (laki-laki) atas sebahagian yang lain (wanita), dan karena mereka (laki-laki) telah menafkahkan sebagian dari harta mereka. Sebab itu maka wanita yang saleh, ialah yang ta'at kepada Allah lagi memelihara diri ketika suaminya tidak ada, oleh karena Allah telah memelihara (mereka). Wanita-wanita yang kamu khawatirkan nusyuznya, maka nasehatilah mereka dan pisahkanlah mereka di tempat tidur mereka, dan PUKULLAH mereka. Kemudian jika mereka mentaatimu, maka janganlah kamu mencari-cari jalan untuk menyusahkannya. Sesungguhnya Allah Maha Tinggi lagi Maha Besar.


Muhammad tidak hanya memerintahkan para pria untuk memukul istri2 mereka (Qur’an 4:34), tapi dia juga menasehati para pria untuk memperlakukan para wanita seperti binatang2 piaraan, jangan diberi makan (jika perlu untuk mendisiplinkan mereka) dan memukul mereka (sama seperti orang2 Bedouin Arab biasa memukuli ternak2 mereka).

Ini kutipan dari Tabari:
“Maka dari itu, wahai orang2, kau punya hak atas istri2mu dan mereka punya hak atas dirimu. Kau punya (hak) bahwa mereka tidak menyebabkan siapapun yang kau tidak sukai menginjak ranjangmu, dan mereka tidak boleh berbuat hal2 yang tidak senonoh (fahishah). Jika mereka melakukan itu, maka Tuhan mengijinkanmu untuk mengunci mereka di kamar lain dan untuk memukul mereka, tapi jangan terlalu keras. Jika mereka tidak melakukan kejahatan, mereka punya hak atas makanan dan baju mereka yang sesuai dengan aturan (bi’l-maruf).

Perlakukan kaum wanita baik2, karena mereka (bagaikan) binatang2 piaraan (‘awan) padamu dan mereka tidak memiliki apapun bagi diri mereka sendiri. Kamu memiliki mereka hanya sebagai titipan dari Tuhan, dan kamu telah menikmati istri2mu itu secara sah sesuai dengan firman Tuhan, jadi mengertilah dan dengarlah kata2ku, wahai orang2. Aku telah menyampaikan Pesan, dan meninggalkan padamu sesuatu yang jika kau taati, maka kau tidak akan tersesat; yakni Buku Tuhan dan sunnah NabiNya.


Reference:
Al-Tabari, Abu Ja’far Muhammad b. Jarir. The History of al-Tabari. Vol.IX:
The Last Years of the Prophet. Translated and annotated by Ismail K. Poonawala. State University of NewYork Press, Albany, 1990 (pages 112-114)

Butuh contoh lagi? Lihat Hadis Sunan Abu Daud, volume 1, nomer 142: “Pukulah istrimu jika dia tidak sopan tapi jangan pukul dia seperti budak wanita.” Hadisnya panjang sekali, tapi saya kutip bagian yang relevan:

Aku (penyampai cerita) lalu berkata: Rasul Allah, aku punya seorang istri yang berkata kasar, yakni dia tidak sopan. Dia (Muhammad) berkata: Maka ceraikanlah dia. Aku berkata: Rasul Allah, dia telah menikah denganku dan aku punya anak2 dari dia. Dia (Muhammad) berkata: Maka minta dia (untuk menaatimu). Jika ada sesuatu yang baik dari dirinya, dia akan berbuat begitu (taat); dan jangan pukul istrimu seperti kau memukul budak wanitamu. BACA: JANGAN PUKUL ISTRI SPT MEMUKUL BUDAK. TAPI TETAP PUKUL DIA.

Hadis Sahih Muslim, buku 004, nomer 2127:
Dia (Muhammad) memukul dadaku (Aisyah) sampai terasa sakit

Bayangin!! ***** istri sendiri dipukulnya. Allohuakbar!!

Hadis Sunan Abu Daud, volume 1, nomer 142 :
Pukulah istrimu jika dia tidak sopan

"Tafsir al-Kabir" Al RAZI
Seorang wanita mengeluh kepada Muhamad bahwa suaminya MENAMPARINYA di muka

Hadis Sunan Abu Daud #2141:
ia (Nabi), memberi ijin agar MEMUKULI mereka (kaum perempuan).

Al-Tabari, Abu Ja’far Muhammad b. Jarir. The History of al-Tabari. Vol.IX
Muhammad berkata, “pukul istri2mu


Hadis Sunan Abu Daud 11.2142 dikeluarkan untuk melindungi para pria yang melakukan pemukulan pada istri:
Dikisahkan oleh Umar ibn al-Khattab: Sang Nabi berkata: Seorang pria tidak akan ditanya mengapa dia memukul istrinya.


Hehehe... silakan pukul bini lo sampai bonyok dan tidak berbentuk lagi. Awloh menghalalkannya dan tidak akan tanya alasannya. Allohuakbar!! Hidup Muslimah (yang otaknya udah pada bonyok gara2 dijadikan sandsack sama Muslim sehingga kagak mampu berpikir lageee)!!


---------------------------------
**
Tambahan :

http://www.faithfreedom.org/forum/viewt ... days=0&pos torder=asc&start=15
see: page 2

Bahasa ARABNYA Quran 4:34 adalah :
LELAKI ADALAH SATU DERAJAD DIATAS WANITA, bukan : Lelaki adalah Pemimpin Wanita !

Ayatnya juga tidak mengatakan : "peringatkan LALU pisahkan DAN BARU pukul". Ayat2nya mengatakan "peringatkan DAN pisahkan DAN pukul". Allah memang kurang memahami penggunaan kata sambung.
ali5196
 
Posts: 17309
Images: 135
Joined: Wed Sep 14, 2005 5:15 pm

Postby ali5196 » Wed Sep 13, 2006 1:43 pm

posted: Fri Jul 08, 2005 3:35 pm
post subject: Memukul Isteri dalam Islam

http://www.answeringislam.org/Silas/wife-beating.htm

PEMUKULAN ISTERI DALAM ISLAM
oleh Silas

1) PENDAHULUAN - STATUS ISTERI DALAM ISLAM

2) QURAN DAN PEMUKULAN ISTERI SECARA ISLAM

3) HADIS DAN PEMUKULAN ISTERI

4) MATERI BIOGRAFIS TENTANG PEMUKULAN ISTERI

5) PARA PAKAR TENTANG PEMUKULAN ISTERI

6) TAMBAHAN TULISAN PARA PAKAR ISLAM TENTANG PEMUKULAN
ISTERI

7) LUKA AKIBAT PEMUKULAN ISTERI

PEMUKULAN ISTERI ISLAM DI AMERIKA

9) PEMUKULAN ISTERI ISLAM DISELURUH DUNIA

10) PEMBELAAN MUSLIMIN TERHADAP PEMUKULAN ISTERI

11) PERTANYAAN

12) KESIMPULAN

-------------------------------------------------------------------------
1) PENDAHULUAN - STATUS ISTERI DALAM ISLAM

Salah satu isu kontroversial dalam Islam adalah suruhan Quran bagi suami untuk memukul isteri yang tidak patuh. Lihat AYAT 4:34.
Keterangan lebih lanjut ada dalam Hadis dan Sunnah Nabi (material biografi).

Akibat ajaran inilah, tidak heran kalau Islam sering dikritik. Suruhan menabok isteri ini bukan hanya cara kasar memperlakukan isteri, tapi juga menunjukkan posisi rendah isteri dalam Islam. Dari Quran, Hadis, Sunnah maupun tulisan2 pengamat Islam lainya akan kami tunjukkan disina bahwa pemukulan ini dimaksudkan secara fisik dan mengakibatkan sakit badan. Kami juga membahas mengapa masyarakat muslim tidak menganggapnya aneh.
------------------------------------------------------------------------------

2) QURAN DAN PEMUKULAN ISTERI ala ISLAM

Saya menampilkan 6 versi Inggris Quran dari Surah 4, yang disebut dengan Nisa (Women), ayat 34. Kata2 dalam kurung adalah komentar saya.

TEXT FROM THE QURAN, 4:34

RODWELL [1]: "Men are superior to women on account of the qualities with which God has gifted the one above the other, and on account of the outlay they make from their substance for them. Virtuous women are obedient, careful, during the husband's absence, because God has of them been careful. But chide those for whose refractoriness you have cause to fear; remove them into beds apart, and scourge them: but if they are obedient to you, then seek not occasion against them: verily, God is High, Great!"

['Refractoriness' means hard or impossible to manage, stubbornly disobedient'].

DAWOOD [2]: "Men have authority over women because God has made the one superior to the other, and because they spend their wealth to maintain them. Good women are obedient. They guard their unseen parts because God has guarded them. As for those from whom you fear disobedience, admonish them and send them to beds apart and beat them. Then if they obey you, take no further action against them. Surely God is high, supreme."


PICKTHALL [3]: "Men are in charge of women, because Allah has made the one of them to excel the other, and because they spend of their property (for the support of women). So good women are the obedient, guarding in secret that which Allah has guarded. As for those from whom you fear rebellion, admonish them and banish them to beds apart, and scourge them. Then if they obey you, seek not a way against them. Lo! Allah is ever High Exalted, Great."

ARBERRY [4]: "Men are the managers of the affairs of women for that God has preferred in bounty one of them over another, and for that they have expended of their property. Righteous women are therefore obedient, guarding the secret for God's guarding. And those you fear may be rebellious admonish; banish them to their couches, and beat them. If they then obey you, look not for any way against them; God is All high, All great."

SHAKIR [5]: Men are the maintainers of women because Allah has made some of them to excel others and because they spend out of their property; the good women are therefore obedient, guarding the unseen as Allah has guarded; and (as to) those on whose part you fear desertion, admonish them, and leave them alone in their sleeping places and beat them; then if they obey you, do not seek a way against them; surely Allah is High, Great.

ALI [6]: "Men are the protectors and maintainers of women, because Allah has given the one more (strength) than the other, and because they support them from their means. Therefore the righteous women are devoutly obedient, and guard in (the husband's) absence what Allah would have them guard. As to those women on whom part you fear disloyalty and ill conduct, admonish them (first), (next), refuse to share their beds, (and last) beat them (lightly); but if they return to obedience, seek not against them means (of annoyance) for Allah is Most High, Great (above you all).

Saya tempatkan versi Ali paling belakang karena ingin saya komentari. Ali tahu bahwa ia menulis untuk konsumsi Barat dan bahwa di Barat, pemukulan isteri dianggap brutal. Oleh karena itulah, Ali memasukkan kata2nya sendiri dalam terjemahannya guna membuatnya tampak lebih manusiawi. Ini menurut saya tidak jujur. Ali memasukkan komentarnya di 9 tempat dalam teks 4:34.

Saya melakukan quick review terhadap Quran terjemahan Ali, dan tidak menemukan satu surahpun yang mengandung begitu banyak rekaannya sendiri selain 4:34. Mungkinkah ia merasa tidak enak sehingga harus menambah kata2nya sendiri ?
Lihatlah bagaimana terjemahannya berbeda dengan yang lain. Ali adalah seorang Muslim apologis dan karyanya dipergunakan guna menutupi arti Quran sebenarnya.

Muslim apologis seperti Ali sering mengatakan bahwa pemukulannya harus "ringan". Namun dalam konteks Quran, pukulan itu harus sedemikian rupa agar isterinya kapok dan kembali patuh kepada suami. Dan harus mengakibatkan efek psikologis yang lebih kuat ketimbang teguran atau sekedar tidak mengadakan hubungan seksual. Dengan kata lain - sampai menimbulkan rasa sakit. Namun sang suami tidak boleh mencambuknya seperti mencambuk budak atau mengakibatkan luka keras.

ANALISA

Langkah2 mengatasi isteri mbalelo menurut Quran :

1) Suami melakukan teguran

2) Kalau tidak berhasil, suami mencuekkannya di pelaminan

3) Kalau kedua langkah diatas gagal, suami dinasehati agar memukul
isterinya secara fisik.

[CATATAN: kecuali kalau suami memerintahkan isterinya agar melakukan tindakan yang berdosa, yang mengakibatkannya kerugian secara fisik atau sesuatu yang tidak mampu dilakukannya.]

------------------------------------------------------------------------------

3) TRADISI (HADIS) TENTANG PEMUKULAN ISTERI DALAM ISLAM

Hadis mengandung lebih banyak informasi, mengilustrasikan tahap2 hubungan suami-isteri dan cara menerapkan pukulan. Karena panjangnya Hadis saya hanya mengutip yang relevan saja.

KONTEKS SEJARAH SURAH 4:34

Dari "t-Tafsir al-Kabir" Al RAZI tentang Q4:34 (Quoted in “Beyond the Veil [7]. Razi adalah salah seorang petinggi agama Islam terbesar.

"Seorang wanita mengeluh kepada Muhamad bahwa suaminya menamparinya di muka, (yang masih ada bekas tamparan). Pada mulanya nabi mengatakan: "Balaslah suamimu itu", lalu ia menambahkan: "Tunggu, biar saya memikirkannya terlebih dahulu". Kemudian menurut pengakuannya, Allah menurunkan Q4:34 kepada Muhammad. Nabi mengatakan: "Kami ingin satu hal tetapi Allah menginginkan lain, dan apa yang diinginkan Allah adalah yang terbaik". [Memukul isterimu adalah terbaik.]

Dari Hadis Bukhari [8], vol. 7, # 715, yang mendukung hal diatas:

"Diriwayahkan Ikrima: 'Rifaa menceraikan isterinya yang kemudian dinikahi Abdur-Rahman. Aisha mengatakan bahwa sang wanita itu datang mengenakan tudung hijau dan mengeluh kepadanya (Aisha) dan menunjukkan noda hijau pada kulitnya yang diakibatkan pemukulan. Adalah kebiasaan wanita untuk saling membantu, sehingga ketika Rasulullah datang, Aisha mengatakan, "Saya belum pernah melihat wanita begitu menderita seperti yang dialami para muslimah. Lihatlah ! Kulitnya lebih hijau dari gaunnya !”

Ketika Abdur-Rahman mendengar bahwa isterinya menghadap Rasulullah, ia datang dengan dua puternya dari isteri lain. Isterinya mengatakan, "Ya Allah! Saya tidak berbuat salah terhadapnya, tetapi ia impoten dan tidak berguna bagi saya," sambil memegang dan menunjuk rumbai2 di pinggir gaunnya. Abdur-Rahman mengatakan, "Demi Allah, ya Rasulullah! Ia berkata bohong. Saya sangat kuat dan dapat memuaskannya, namun ia tidak patuh dan ingin kembali kepada si Rifaa."

Rasulullah mengatakan kepada sang wanita, "Kalau memang itu kemauanmu, ketahuilah bahwa adalah tidak sah bagimu untuk menikah dengan Rifaa kecuali Abdur-Rahman mengadakan hubungan seksual denganmu."

Nabi memandangi kedua putera Abdur-Rahman dan bertanya kepadanya, "Apakah mereka putera2mu ?" Abdur-Rahman menjawab, "Ya." Nabi mengatakan, "Betulkah pernyataanmu bahwa ia impoten ? Namun demi Allah, kedua anak lelaki ini mirip dengannya ..."

Mari kita simak Hadis diatas.

1) Seorang wanita dipukuli oleh suami karena ketidakserasian perkawinan, bukan karena sang wanita mengadakan seks diluar perkawinan. Ia dipukuli dan memar karena suaminya mengatakan ia "tidak patuh" dan menuduhnya ingin kembali ke mantan suaminya.

2) Wanita2 Muslim lebih menderita dari wanita2 non-Muslim (via Aisha's comment), simaklah kata "wanita" dalam bentuk jamak. Ini menunjukkan keadaan wanita Muslim ketika itu. Keadaan begitu parah sampai mereka harus saling mendukung.

3) Sang wanita dalam keadaan sakit/memar.

4) Muhamad tidak menegur sang lelaki karena memukuli isterinya. Malah, ia menegur sang wanita karena mengeluhkan sang lelaki sbg impoten.


HADIS DAN TRADISI LAINNYA MENGENAI PEMUKULAN ISTERI

ABU JAHM, SEORANG YANG TERKENAL MEMUKUL ISTERI
SAHIH MUSLIM [9]. Book 009, Number 3512:

…Ketika masa 'Idda (datang bulan) saya berlalu, saya mengatakan kepadanya [Muhamad] bahwa Mu'awiya b. Abu Sufyan dan Jahm menyampaikan lamaran perkawinan, dimana Allah mengatakan : Abu Jahm tidak terpisah dari tongkat di pundaknya (tongkat untuk memukul isteri??), dan Mu'awiya; ia orang miskin yang tidak memiliki harta; kawinilah Usama b. Zaid. Saya menolak, tetapi ia mengatakan lagi: Kawini Usama. Jadi saya mengawininya. Allah menganugerahkan dan saya dicemburui (banyak orang).


SAHIH MUSLIM Book 009, Number 3526:

…jadi saya memberitahukannya [Muhamad]. (Ketika itu) Mu'awiya, Abu Jahm dan Usama b. Zaid mengirimkannya lamaran perkawinan. Rasulullah mengatakan: Mu'awiya lelaki miskin tanpa harta. Abu Jahm adalah tukang pukul wanita, namun Usama b. Zaid... Wanita itu menggerakkan jarinya (gerakan tidak setuju mengawini Usama). Namun Rasulullah mengatakan: Kepatuhan kepada Allah dan RasulNya lebih baik bagimu. Ia mengatakan: Jadi saya mengawininya dan saya dicemburui orang.


SAHIH MUSLIM Book 009, Number 3527:

…She said: Mu'awiya and Abu'l-Jahm were among those who had given me the proposal of marriage. Thereupon Allah's Apostle said: Mu'awiya is destitute and in poor condition and Abu'l-Jahm is very harsh with women (or he beats women, or like that), you should take Usama b. Zaid (as your husband).


KOMENTAR

Ketiga Hadis diatas menggambarkan ada suami muslim yang bisa memukuli isterinya tanpa mendapat ganjaran. Abu Jahm dikenal sebagai tukang pukul isteri2nya dan walaupun Muhamad tidak peduli, ia juga tidak melarangnya. Mengapa ? Karena dalam masyarakat Islam, adat ini normal2 saja.

HADIS SUNAN OF ABU DAWUD [10]

Karena perlakuan terhadap isteri penting dalam perkawinan Islam, koleksi Hadis Abu Dawud ini mengandung bab pendek khusus untuk hal pemukulan isteri.

BAB 709 - TENTANG PEMUKULAN WANITA

#2141 - Iyas Dhubab melaporkan perkataan Rasulullah:

"Jangan memukuli gadis2 Allah", namun ketika Umar menghadap Rasul ia mengatakan: "Perempuan semakin berani melawan suami mereka", ia (Nabi), memberi ijin agar memukuli mereka. Lalu banyak wanita datang kepada keluarga Rasulullah yang mengeluh tentang suami mereka. Jadi Rasulullah mengatakan, "Banyak wanita datang kepada keluarga Muhamad mengeluh tentang suami mereka. Mereka bukan yang terbaik diantara kalian".

Perhatikan bahwa Muhamad sama sekali tidak mengomentari tindakan suami yang memukuli isteri.

#2142 - Umar melaporkan perkataan Nabi: "Seorang lelaki tidak akan ditanyai MENGAPA ia memukuli isterinya".

Tulisan Abu Dawud atas 2141 : "Ini menunjukkan bahwa isteri harus selalu patuh pada suami...". Atas 2142: "Ini berarti bahwa seorang lelaki mencoba keras memperbaiki tingkah isterinya, tetapi kalau gagal sebagai upaya terakhir ia dapat memukulinya. Tradisi ini tidak berarti bahwa seorang suami tidak boleh memukuli isteri tanpa alasan benar".

AISHA – ISTERI MUHAMMAD

Menjadi isteri Muhamad memiliki banyak keuntungan. Namun, bahkan Aisha dan Hafsahpun (dua isteri Muhammad) kena disiplin fisik.

SAHIH MUSLIM Book 004, #2127:

…Ketika giliran saya menghabiskan malam dengan Rasulullah, ia membalikkan badan, melepaskan jubah dan melepaskan sandal dan meletakkanya dekat kakinya. Ia kemudian merebah diri sampai mengira saya sudah tidur. Ia mengambil jubahnya dan perlahan2 mengenakan sandalnya, membuka pintu, keluar dan menutupnya rapat2.
Saya mengenakan tudung dan keluar mengikutinya sampai ia mencapai Baqi'. Ia lama berdiri disana. Ia kemudian mengangkat tangannya 3 kali dan beranjak pulang. Sayapun pulang. Ia mempercepat langkahnya. Sayapun mempercepat langkah saya. Ia masuk rumah dan saya juga masuk. Namun saya duluan dan saya kembali ke tempat tidur. Lalu Nabi bertanya, Aisha mengapa kau kehabisan nafas ? Saya mengatakan: tidak apa2. Ia mengatakan: Katakan kepada saya atau sang Maha Tahu akan mengatakan kepada saya. Saya menceritakan apa yang terjadi dan ia bertanya : apakah bayang2mu yang saya lihat didepan saya (di Baqi')? Saya katakan iya dan ia menjatuhkan pukulan di dada saya yang mengakibatkan saya sakit dan lalu mengatakan: Kau rasa Allah dan RasulNya akan bertindak tidak adil terhadapmu ? …


KOMENTAR
Dalam Hadis ini ditunjukkan bawa seorang perempuan bisa dipukuli. Dalam hal ini ego Muhammad ditantang dan mungkin ia takut melihat bayang2 saat larut malam. Jadi dalam kemarahannya ia memukuli Aisha.

SAHIH MUSLIM Book 009, #3506:

Jabir b. 'Abdullah melaporkan: Abu Bakr (ayah Aisha) datang dan meminta ijin agar dapat menghapap Rasulullah. Ia menemukan beberapa orang duduk2 di pintunya dan tidak ada seorangpun diberi ijin kecuali Abu Bakr dan ia masuk. Lalu datanglah 'Umar yang menemukan Rasulallah duduk sedih dan diam dengan isteri2nya didekatnya. Ia ('Umar) mengatakan: "Saya akan mentatakan sesuatu yang akan membuat Nabi tertawa". Jadi ia mengatakan: "Rasulullah, sayang anda tidak melihat ganjaran yang diterima (isteri saya) Kharija ketika ia meminta saya uang, saya berdiri dan menampar lehernya."

Rasulullah tertawa dan mengatakan: "Mereka disekeliling saya ini, seperti anda lihat, meminta uang lebih." Abu Bakr lalu berdiri dan menghampiri 'Aisha dan menampar lehernya, dan 'Umar berdiri didepan Hafsa dan menamparinya sambil mengatakan: "Kau meminta pada Rasulullah sesuatu yang tidak ia miliki." Kata mereka: "Demi Allah, kami tidak memintai Rasulullah hal yang tidak ia miliki …."


KOMENTAR
Dalam kasus diatas, Muhamad sendiri memang tidak memukuli isteri2nya. Ia membiarkan ayah2 para isteri-nya memukuli mereka. Ini membuatnya turut bersalah.

SAHIH BUKHARI VOL. 8 #828

Diriwayatkan Aisha: Abu Bakr datang kepada saya dan memukuli saya begitu keras dengan tangannya dan mengatakan, "Kau telah menyusahkan orang karena kalungmu." Namun saya tidak bergerak agar tidak membangunkan Rasulullah, walaupun pukulannya sangat sakit.

KOMENTAR

Konteks Hadis ini adalah Muhammad menunda mencari tempat istirahat karavannya karena harus mencari kalung Aisha. Ini membuat sengsara pengikutnya karena persediaan air tidak banyak. Dalam kemarahannya, Abu Bakr, ayah Aisha, memukulnya dengan keras dengan gempalan tangannya. Selain mengilustrasikan "pemukulan isteri" ini juga menunjukkan rendahnya posisi wanita Muslim.

SAHIH BUKHARI Vol. 7, #132

Diriwayatkan Zam'a, Nabi mengatakan, "Tidak ada dari kalian yang boleh mencambuk isteri seperti mencambuk budak dan lalu mengadakan hubungan seksual dengannya pada bagian akhir hari."

Disini, Muhamad tidak melarang pemukulan isteri, namun ia juga tidak ingin agar mereka dicambuk separah budak.
------------------------------------------------------------------------------

4) MATERI BIOGRAFIS (SUNAH) TENTANG PEMUKULAN ISTERI

CERAMAH TERAKHIR MUHAMAD

Sebelum tewas akibat racun yang diberikan seorang wanita Yahudi (http://answering-islam.org/Silas/mo-death.htm), Muhamad berbicara kepada rakyat Mekah. Ia mengomentari beberapa hal, termasuk perlakuan terhadap wanita.

Ini kutipannya. Diambil dari Ibn Ishaq's "Sirat Rasulallah", terjemahan Guillaume [11], halaman 651:

"Kau memiliki hak atas isteri2mu, dan mereka memiliki hak atas dirimu. Hakmu adalah, mereka tidak boleh mengotori pelaminan dan mereka tidak boleh secara terbuka berlaku tidak pantas. Jika mereka melanggar, Allah mengijinkanmu menaruh mereka dalam ruang terpisah dan PUKULI MEREKA, tapi tanpa kekerasan. Jika mereka berhenti dari hal2 tersebut dan patuh padamu, mereka berhak atas makanan dan pakaian. Berikan aturan kepada wanita dengan kebajikan, karena mereka adalah tanggung jawab ("wards") kalian karena mereka tidak dapat mengontrol diri sendiri."
Perhatikan bahwa :

1) Definisi Islam terhadap kata tanggung jawab/"ward" adalah : seorang yang oleh hakim ditempatkan pada tanggung jawab/pengawasan seorang wali, atau seorang yang ditempatkan dibawah perlindungan atau pengawasan orang lain. Dengan kata lain, isteri2 Muslim ditempatkan dibawah suami.

2) Wanita harus dirawat (to be cared for) seperti seorang lelaki menjaga kuda berharga.

3) Pemikir Islam Ali Dashti, dalam bukunya, "23 Tahun, Studi tentang karir Muhammad sebagai Nabi" [12], menerjemahkan kalimat keempat dari pernyataan diatas sebagai "Jagalah wanita baik2! Mereka itu tahanan, karena sama sekali tidak memiliki kontrol atas diri sendiri".

Kata Arab "awan" diterjemahkan sebagai "tahanan" dan menunjukkan status wanita diantara budak dan wanita bebas. Dengan kata lain, wanita tidak sanggup mengontrol emosi mereka, lelaki diberi otoritas terhadap mereka.

------------------------------------------------------------------------------

5) PEMUKULAN ISTERI SECARA ISLAM MENURUT PARA PAKAR

Berikut ini kutipan para pakar sejarah terbesar Islam.

IBN KATHIR [13]

Ibn Kathir adalah salah satu pakar Islam terhormat. Tafsirnya disukai Muslim Sunni. Kutipannya cukup panjang tetapi penting untuk mengerti status wanita dalam Islam dan alasan suami untuk memukulinya. Saya kutip dari halaman 50 sampai 53.

“In this verse Allah says that the man is the leader over the woman and is the one who disciplines her if she does wrong. “Because Allah has made one of them excel the other”, this is because men are better than women, and a man is better than a woman. Therefore, prophethood and great kingship were confined to men, as the Prophet said, “A people that choose a woman as their leader will not succeed.” This Hadith was narrated by Al-Bukhari. Added to that positions such as the judiciary, etc,… “And because they spend from their means.” Here, Allah refers to the dowry and expenses, which Allah has prescribed in the Quran and Sunnah; and given a man is better than a woman, it is appropriate that he be her protector and maintainer, as Allah says: “But men have a degree over them.” 2:228


Therefore, a woman should obey her husband in what Allah has commanded her with regards to his obedience and Allah’s obedience. She should be kind towards his family, protective of his wealth. The statement was also held by Muqatil, As-Sudiy and Adh-Dhahhak.


On the authority of Ali, Ibn Mardawaih narrated: “A man from al-Ansar came with a woman to the Prophet, then the woman said: “O Allah’s messenger! Her husband who was known as so and so from al-Ansar had hit her and that had affected her face.” The Prophet replied: “He should not have done that.” Then, the verse, “men are the protectors and maintainers of women”, as far as discipline is concerned, was revealed. Therefore, the Prophet said, “You wanted something and Allah wanted something else.””

“Because Allah has made one of them excel the other and because they spend from their means.” Ash-Sha’bi stated that this excellence refers to the bridal money; for if the husband reprimands her, he shall not be punished and if she reprimands him, she will be lashed. “Therefore the righteous among women, are devoutly obedient” to their husbands. “And guard in the husband’s absence” her honor and his wealth. “What Allah orders them to guard.” This part of the verse means that the guarded is he whom Allah has guarded.

Quoting Abu Hurairah, Ibn Jarir narrated: “The Prophet said: “The best among women are the ones who pleases you when you look at her, obeys you when you give her an order and guards herself and your wealth during your absence.” Then the Prophet recited: “Men are the protectors and maintainers of women…””

“As to those women on whose part you see misconduct (nushuzuhunna).” The reference is made to those who show disobedience. It is said that a nashiza – from the verb nashaza = to disobey – is a woman who disobeys her husband’s order, opposes and dislikes him. Therefore, if a husband feels the signs of her disobedience, he should give her advice, threaten her with Allah’s Punishment for her disobedience to her husband. This is because Allah has prescribed that a wife has a duty towards her husband and she should obey him, and that it is unlawful for her to disobey him due to his excellence. The Prophet said in this context: “If I were to order one to prostrate to another, I would order a women to prostrate to her husband due to the greatness of her duty towards him.”

“Refuse to share their beds.” Ibn Abbas said: “A man should advise her if she accepts. Otherwise, he should refuse to share their bed.” Quoting Ibn Abbas, “Sharing the bed means: a man should not have sexual intercourse with his wife, and should turn his back on her in bed. Quoting Muawiyyah Ibn Hida al-Qushairi, it is narrated in the books of Sunan (Abu Dawud, Ibn Majah, etc…) and Musnad: “O Allah Messenger! What is a man’s duty towards his wife?” The Prophet replied: “Feed her when you feed yourself, buy her clothes when you buy yourself clothes, do not hit her in the face, do not scold and do not desert her except in the house.””

“And beat them.” If they do not abstain from their disobedience through both advice and desertion. However, the beating should be dharbun ghayru nubrah, i.e. light, according to the Hadith narrated in Sahih Muslim, on the authority of Jabir, who had quoted the Prophet as saying in his farewell pilgrimage: “And fear Allah in women, for they are your aides, and their duties towards you is that your beds should not be shared with someone you dislike. Therefore, if they disobey you, beat them lightly, and your duty towards them is that you should maintain and buy them clothes in a reasonable manner.”

Scholars said: dharbun ghayru nubrah means: The husband should beat his wife lightly, in a way which does not result in breaking one of her limbs or affecting her badly.

“But if they obey, seek not against them means (of annoyance).” If a woman obeys her husband in all what he wants from her, as long as within the boundaries of what is lawful, he should not beat nor desert her.”


KOMENTAR

1) Kathir menyatakan bawha "nushuz" diberikan kepada mereka yang menunjukkan "disobedience" atau "ketidakpatuhan". Ada Muslim yang percaya bahwa "nushuz" hanya menyangkut kelakuan seks tidak senonoh. Jelas ini tidak benar. Nushuz adalah sehubungan dengan kelakuan isteri yang berkali2 melanggar perintah suami.

2) Ia menyatakan bahwa pukulan harus "ringan". Sementara inilah definisi "ringan" dari ceramah terakhir Muhamad : "Suami harus memukuli isteri secara ringan, sedemikian rupa sehingga tidak menghasilkan patah tulang atau mempengaruhinya secara buruk."

3) Satu lagi hal interesan: Ibn Kathir mencatatkan Hadis tentang suami menampar wajah isterinya. Sang penerjemah Ibn Kathir melihat bawha Hadis ini tidak memiliki "muttasil sanad". Namun ini tidak berarti bahwa Hadis ini palsu, hanya bahwa isnaad-nya belum selesai. Paling tidak Ibn Kathir merasa bawha Hadis ini benar. Inilah satu2nya latar belakang
Q 4:34 yang saya temui.


AL-NAWAWI [14]

Nawawi adalah ahli yurisprudensi Islam. Ia seorang pakar Syafi'i abad ke 13. Karyanya digunakan sebagai dasar Ahmad Naqib dalam menulis bukunya “Reliance of the Traveller”. Buku ini adalah “Classic Manual of Islamic Sacred Law”/Manual Klasik Hukum Suci Islam. Ini dari seksi m10.12, “Dealing with a Rebellious Wife”/"Mengatasi Isteri Bandel", halaman 540,

“Jika seorang suami melihat isteri menujukkan tanda2 tidak patuh (nushuz), baik dalam kata2, seperti contohnya ia menjawab suami dengan dingin sementara biasanya sang isteri selalu sopan, atau ia memintanya untuk tidur dan ia menolak, bertentangan dengan kebiasaannya; atau dengan kelakuan, saat suami menganggap isteri memusuhinya sementara dulunya ia baik hati dan cerah ceria, suami memperingatinya dengan kata2 (tanpa memukulinya, karena isteri mungkin memiliki alasan). Cara memperingatinya adalah dengan mengatakan, “Takutilah Allah karena hutangmu kepadaku,” atau mengatakan kepadanya bahwa ketidakpatuhannya menghapuskan kewajiban suami untuk menafkahinya dan memperbolehkannya mementingkan isteri2 lainnya, atau dengan mengatakan kepadanya bahwa, “Kepatuhanmu kepadaku adalah kewajiban agama”.

Jika ia masih juga tidak patuh, tanpa melontarkan kata2, suami tidak mengijinkan isteri tidur di pelaminan (dan berhubungan sex), dan BOLEH MEMUKULINYA, tetapi tanpa melukainya, dalam arti tidak boleh mengakibatkan luka memar, patah tulang, mengakibatkan luka parah atau mengakibatkan mengalirnya darah. Ia boleh memukulinya sekali atau berkali2, namun opini lemah mengatakan bahwa ia tidak boleh memukulinya kecuali ketidakpatuhan diulang berkali2.”

Jika isteri tidak memenuhi kewajiban diatas, maka ia disebut tidak patuh atau "nashiz", dan tindakan suami adalah sbb:

(a) memberi teguran dan nasehat, dengan menjelaskan tidak sahnya tindakannya, pengaruh buruk pada perkawinan, dan dengan mendengarkan alasan isteri;

(b) jika teguran tidak berhasil, suami melarangnya tidur dengannya, agar keduanya mengerti besarnya kebutuhan akan sesama;

(c) jika ini tidak berhasil, suami diijinkan untuk memukulinya jika suami percaya bahwa dengan cara ini akan membawa isteri ke jalan yang benar. Namun jika ia tidak merasa demikian, ini tidak diijinkan. Pemukulan terhadap isteri adalah selama tidak melukainya dan
adalah cara terakhir untuk menyelamatkan perkawinan.

(d) jika cekcok tidak juga berakhir setelah langkah2 diatas, maka keduanya menunjuk penengah guna mengatasi masalah, atau cerai.


KOMENTAR
Lihatlah bahwa suami diijinkan untuk memukuli isteri jika isteri bersikap buruk. Suami jugalah yang menentukan definisi “ketidakpatuhan” isteri. Standar suami-lah yang diterapkan kepada isteri. Dan sementara standar dari satu lelaki berbeda dari lelaki lain, definisi "tidakpatuh" isteri berbeda dari lelaki satu ke lelaki lain.

Lihatlah bahw HAK menentukan "ketidakpatuhan" isteri menempatkan suami pada posisi kekuasaan, posisi tinggi. SUAMI yang menentukan baik buruk sikap isteri, menentukan kesalahan isteri dan menjatuhkan sanksi. Tapi bagaimana kalau sang suami salah dalam mendefinisikan sikap isteri ? Apakah seorang suami tidak bertindak secara emosional dan bisa2 melukai isteri hanya karena salah kecil ?


FATIMA MERNISSI [15]

Fatima Mernissi seorang Muslim feminis. Ia bukan pakar Islam. Saya mencakupkanya disini karena ia mengutip pernyataan pakar islam ternama. Ia tidka disukai oleh dunia Islam karena ia mengritik apa yang dilihatnya. ia memiliki beberapa buku tentang opresi yang dialami wanita Muslim dalam negara2 Islam sekarang. Ia percaya bahwa asal mulanya, Islam memperlakukan wanita lebih baik daripada jaman sekarang. Memang ada benarnya namun Mernissi melewatkan Hadis yang membahas status rendah wanita dalam Islam. Ia menaruh kesalahan pada sistim Islam yang opresif.

Ini kutipan tentang degradasi status wanita dan pemukulan wanita dalam bukunya “The Veil and the Male Elite/Tudung dan Kaum Lelaki Elit."

Mengomentari Q4:34, pada halaman 155, ia menulis : “Membaca surah ini, kita sadar bahwa surah ini mensucikan hak lelaki
untuk memukuli isteri dalam hal “nushuz” – yaitu ketidakpatuhan terhadap otoritas lelaki : … "

Disini Mernissi setuju dengan pengertian “nushuz”, sebagai ketidakpatuhan terhadap otoritas lelaki. Mernissi memberi kutipan berharga Tabari tentang definisi “nushuz”:

“Al-nushuz berarti bawha isteri congkak terhadap suami, menolak menemaninya dalam pelaminan. Ini ekspresi ketidakpatuhan berulangkali [al-may’siya] dan ketegasan bahwa isteri tidak mau patuh pada kewajiban yang dituntut suami. Ini cdara menunjukkan kebencian [bughd] dan oposisi [I’rad] terhadap suami.”

Ia melanjutkan, “Pada saat percekcokan, seorang lelaki Ansari menampari isterinya. Wanita yang luka itu bergegas menghadap nabi dan menuntut agar sebagai hakim nabi menetapkan hukum balasan terhadap suaminya pada saat itu juga.
Muhamad sedang mempersiapkan keputusan sesuai permintaannya namun datanglah wahyu. Allah menentukan lain .... "Saya menginginkan sesuatu namun Allah menginginkan lain.”

Mernissi juga mengatakan bahwa Muhamad tidak memukuli isterinya saat ia marah pada mereka. Namun jika Mernissi mengamati Hadis Muslim, maka ia akan temukan bahwa, seperti saya katakan diatas, Muhamad membiarkan orang lain untuk memukuli isteri2nya.

Akhirnya, Mernissi meminjam kutipan Tabari mengenai Q 4:34:

“Surah ini mengatakan bahwa “Lelaki berwenang terhadap perempuan/Men are in charge of women”. Ini berarti bahwa suami bisa mendisiplinkan mereka dalam hal kewajiban mereka terhadap Allah dan suami. Ini karena "Allah memberikan kewenangan kepadamu.” Kewenangan ini berasal dari kawin emas (sadaq) yang diberikan lelaki kepada isterinya saat kontrak perkawinan disetujui. Ini karena lelaki mengeluarkan uang dari kekayaan mereka untuk wanita. Namun walaupun banyak pakar setuju akan supremasi lelaki terhadap perempuan, mereka sulit setuju seberapa luas kuasa tsb, khususnya dalam hal nushuz, ketidakpatuhan dalam hal sex.

Mernissi mengatakan bawha Tabari bahkan percaya bahwa arti “usir mereka dari tempat tidur” berarti mengikat isteri di tempat tidur!

Kutipan2 dari para pakar tersebut menunjukkan bagaimana sejarah Islam mencatat status wanita: bahwa ia harus patuh kepada suami. Mereka menganalisa tulisan2 para pakar pada jaman permulaan dan mengajar sesuai ajaran 2 tersebut.

------------------------------------------------------------------------------

6) PENULISAN ISLAM LAINNYA

"WANITA DALAM ISLAM [16]"

Buku "Wanita dalam Islam" yang diterbitkan di Lahore, Pakistan, juga memaparkan alasan dan justifikasi pemukulan isteri dalam Islam. Halaman 35:

"Kehidupan keluarga harus harmonis. Jika ada yang salah dan tidak ada kesepakatan, 4 langkah harus diambil untuk mengatasi situasi:
1) peringatan dan teguran lisan, 2) penundaan hubungan suami-isteri, 3) koreksi secara fisik (pukulan ringan) dan 4) dewan keluarga untuk meluruskan perbedaan pendapat, kalau ada."

Halaman 36:
"Jika isteri masih juga menolak, maka ia harus melakukan koreksi fisik secara ringan. Ia harus mencambuknya. Namun ia harus ingat bahwa ia memukuli isterinya sendiri. Ia tidak boleh memukulinya saat marah; apapun alasan kemarahan tersebut. Cambukan tidak boleh meninggalkan bekas. Cambukan harus secara ringan dan tidak terlalu mengakibatkan sakit."

"TANYA JAWAB MENGENAI ISLAM [17]"

Dalam bukunya "You Ask and Islam Answers", pada halaman 94, Abdul Mushtahiri mengatakan, "Jika teguran dan larangan seksual tidak berhasil dan isteri tipe keras kepala, Quran memberi hak kepada suami untuk meluruskannya dengan cara hukuman dan pukulan selama ia tidak mematahkan tulangnya atau menumpahi darahnya. Banyak isteri bertipe demikian dan diperlukan hukuman macam ini untuk membuatnya sadar.” (Dikutip dari “Beyond the Veil”, hal.79)


"SITUS ISLAM” http://www.aol40.com/beating.htm [18]



Beberapa kutipan dari seorang penulis Islam mengenai pemukulan isteri.

a) “Masalahnya adalah, surah2 suci seperti 4:34-36 tidak perlu dikhawatirkan wanita Muslim, karena seorang wanita baik tidak dengan sengaja membantah suami dalam hal2 yang diijinkan Allah baginya ! Baru setelah peringatan ketiga kali, ia jelas perlu dihadapi dengan tindakan disiplin.”


b) “Suami seperti “dewa” bagi isteri. Isteri harus selalu menjunjung dan menghormati suami ..”

c) “Penting diketahui bahwa menurut Islam, suami selalu harus dijunjung dan dihormati dirumayhnya bak “dewa”. Penting bahwa isteri menyadari ini. Isteri keras kepala tidak memiliki tempat dalam Islam:”

d) “Narasi Qays ibn Sa'd: "Saya pergi ke al-Hirah dan melihat orang2 bersujud kepada kepala negara. Saya mengatakan kepada mereka sujud hanya diijinkan bagi Rasulullah (saw). Saya ceritakan kepada Rasulullah dan mengatakan bahwa sujud hanya diperuntukkan baginya. Rasulullah mengatakan: jika kau melewati kuburan saya, apakah kau akan bersujud didepannya ? Saya katakan ; Tidak. Ia lalu mengatakan; jangan kau melakukannya. Kalau ada perintah sujud yang saya perintahkan bagi manusia, itu adalah perintah bagi isteri untuk bersujud didepan suami, karena itu hak khusus yang diberikan Allah kepada para suami. (Terjemahan Sunan Abu-Dawud, Marriage (Kitab Al-Nikah), Book 11, Number 2135)"”

e) “Isteri bertanggung jawab menyenangkan suaminya dan harus memastikan bahwa suami puas. Itu tanggung jawabnya dalam Islam.!”

f) “Penting bagi isteri untuk mengetahui bahwa dalam Islam, suami seperti “dewa”. Bersujud didepan suami, selain dari Allah, tidak dilarang dalam Islam. Rasullullah memerintahkan agar isteri bersujud kepada suami.”

g) “Satu2nya waktu Islam mengijinkan suami memukuli istetrinya adalah jika ia secara sengaja membantah suami dan tidak melakukan hal yang disediakan Allah bagi suaminya atau ia menunjukkan ketidakpatuhan untuk ketiga kalinya.”
-----------------------------------------------------------------------------

7) LUKA AKIBAT PEMUKULAN ISTERI

LUKA FISIK

Kita tidak perlu membahas panjang lebar tentang hal ini. Cukup mengatakan bahwa kerusakan fisik terjadi baik pada luka memar kecil maupun pada patah tulang.

LUKA PSIKOLOGIS
Ini menurut studi medis bahwa orang yang mengalami pukulan tidak hanya mengalami sakit badan nemun juga sakit psikis. Luka fisik bisa hilang dalam beberapa hari/minggu namun luka psikis malah lebih abadi dan lebih mendalam.

1) "Battered", By Parker, Veronica F [19]
Citation: RN, v58n1, pp.26-29, Jan 1995
Number:02211876 Features: References; Illustration Copyright: Copyright
Medical Economics Publishing Inc. 1995

"Manifestasi fisik akibat kekerasan terlihat mulai dari luka memar sementara sampai dengan luka permanen dan bahkan kematian. Namun walaupun pemukulan se-kali2 tidak meninggalkan bekas fisik, ini sudah pasti mengakibatkan tekanan psikis. Para pengamat menunjuk pada rasa rendah diri (low self esteem), membenci diri sendiri (poor self-image) dan kecenderungan untuk selalu cemas, depresi dan penyakit psychosomatic sebagai sifat2 yang sering nampak dari korban kekerasan rumah tangga (domestic violence)."

2) “Female victims of spousal violence”: [20]

Subject(s): WOMEN -- Crimes against; NATIONAL Family Violence Survey, 1985
Source: Family Relations, Jan96, Vol. 45 Issue 1, p98, 9p, 2 charts, 2 diagrams
Author(s): DeMaris, Alfred; Swinford, Steven
ISSN: 0197-6664

Studi dari the 1985 National Family Violence Survey menemukan bahwa ketakutan akan terulangnya kekerasan domestik sangat tinggi diantara wanita yang mengalami kekerasan domestik dan wanita yang mengalami melakukan hubungan sex secara paksa.

Salah satu aspek kekerasan domestik adalah rasa takut yang selalu dirasakan korban, terlepas dari tingkat dan frekwensi kekerasan.

3) “Penempatan sementara (transfer shelters) memiliki akibat positif pada kesehatan psikologis.” [21]
Subject(s): FAMILY violence -- Psychological aspects; ABUSED women
Source: Women's Health Weekly, 08/26/96-09/02/96 Issue N, p13, 2p
Author(s): Marble, Michelle

“Tingkat rendah diri dan depresi adalah konsekwensi psikis kekerasan domestik.
Pelecehan secara lisan (verbal abuse) juga mengakibatkan menurunnya kesehatan mental. Wanita yang mengalami kekerasan fisik lebih sering melaporkan pelecehan psikologis macam ini ketimbang wanita yang tidak mengalami kekerasan fisik.”


KOMENTAR

Wanita dalam dunia Islam selalu hidup dibawah ancaman kekerasan fisik dari pihak suami. Ini merupakan masalah besar. Banyak ulama bersikeras bahwa adalah hak dalam Islam untuk memukuli ister yang tidak latuh. Mereka merasa jika ini dilarang maka perintah agama dilanggar.

Anak2 yang dibesarkan dalam suasana kekerasan domestik macam ini akan merasa bahwa ini kelakuan normal. Jadi, pemukulan isteri sudah ditanamkan sejak muda. Pada saat mereka dewasa mereka juga akan memukuli isteri mereka, sementara anak2 perempuan tumbuh dengan persepsi bahwa dipukuli suami merupakan hal yang okay2 saja.
------------------------------------------------------------------------------

PEMUKULAN ISTERI ISLAM DI AMERIKA

Baru2 ini beberapa orang Muslim membentuk situs yang melaporkan pelecehan wanita Muslim di Amerika. Situs macam ini menonjolkan kekerasan domestik keluarga2 Islam di Amerika. Masyarakat Islam sendiri jarang mengungkapkannya karena bagi mereka lebih penting untuk tidak mempermalukan masyarakat mereka. Oleh karena itu saya salut karena Muslim2 ini berani memaparkan aspek2 buruk Islam.

Lihat situs :http://www.steppingtogether.org/article_01.html [22]

Kekerasan terhadap Isteri dalam Masyarakat Islam
BY KAMRAN MEMON

Sementara wanita Muslim Amerika rebut mempermasalahkan kekerasan terhadap wanita Muslim di Bosnia oleh tentara Serbia, kekerasan dalam masyarakat mereka sendiri terhadap wanita Muslim ditangan suami sering disembunyikan dan didiamkan.

Berdasarkan informasi para pemimpin Muslim, pekerja sosial dan aktivis di Amerika, the North American Council for Muslim Women mengatakan bahwa sekitar 10 persen wanita Muslim dilecehkan secara emosional, fisik dan seksual oleh suami Muslim mereka. Tidak ada angka pasti karena pemimpin masyarakat tidak menganggap serius masalah ini.

BENTUK KEKERASAN TERHADAP WANITA MUSLIM

“Kekerasan domestic terus berlangsung dan merupakan pengalaman mengenaskan dari segi fisik, pfikis dan seksual,” kata the American Medical Association.

Walaupun Islam menjanjikan perlindungan bagi wanita dengan masalah ini, realitasnya praktek di lapangan sangat berbeda. Bentuk pelecehan paling umum adalah ancaman emosional dan mental. Isteri sering diancam cerai, ditinggal kawin atau menculik anak2 jika isteri tidak mematuhi suami. Intimidasi, ancaman badan, penghinaan, ejekan, kritik, tuduhan tidak berdasar dan menyalahkan isteri karena hal2 kecil; isteri tidak diacuhkan atau kebutuhannya diejek; isteri dimata2i, disebut wanita gagal dan akan ke neraka, membuatnya merasa tidak berharga karena ia seorang wanita; membatasi perjalanan keluar rumah, perawatan kesehatan, makanan, uang, pakaian, teman; memaksakan isolasi fisik dan sosial, suami memiliki rasa iri tinggi dan posesif, sering bohong, tidak mematuhi janji, menghancurkan kepercayaan dsb. Pelecehan secara emosional berlangsung di dalam maupun di luar rumah.

Pelecehan psikis ini bisa berujung kepada pelecehan fisik.

Ini termasuk mendorong, mencekek, menampar, memukul, menendang; kekerasan menggunakan senjata, mengikat badan, tidak mau membantu jika isteri sakit atau luka, mengusirnya dari rumah dsb. Pelecehan fisik ini dapat meningkat derajat maupun frekwensi kekerasannya.

Macam ketiga pelecehan adalah pelecehan seksual, termasuk sex secara paksa dan dengan kekerasan. Contoh, seorang isteri menolak sex dengan alasan kesehatan, namun suami tetap memaksa. Lalu jika isteri berani menantang suami, sang suami menggunakan alasan Q4:34 untuk mendisiplinkan isteri.

Para imam juga sering tidak membantu. Para korban dianjurkan agar bersabar dan rajin sembahyang agar pelecehan berhenti. Bahkan ada imam yang menyalahkan sang isteri karena tidak mampu menyenangkan suami. Ada lagi imam yang mementingkan rahasia keluarga diatas keselamatan perempuan dan mengatakan kepada korban agar tidak membahas masalah ini dengan orang selain suami mereka !

Banyak wanita Muslim juga pasrah menganggap nasib mereka ini sebagai kemauan Allah. Ini memang dilema tragedis wanita Muslim. Mereka terjepit diantara suami kejam dengan tuhan yang mengijinkan kekerasan tersebut.

------------------------------------------------------------------------------

9) PEMUKULAN WANITA SECARA ISLAM DI DUNIA

Dimanapun ada masyarakat muslim, disitulah ada masalah pelecehan hak isteri. Karena wanita dimanapun di dunia (kecuali di Timur Tengah) mendapatkan lebih banyak hak dan perlindungan hukum, masalah pelecehan hak isteri secar Islami, yang dibenarkan ajaran Islam, semakin menonjol.

SPANYOL

Baru2 ini seorang imam menerbitkan buku tentang bagaimana memukul isteri. Ini mengakibatkan kemarahan besar dari badan2 yang berjuang untuk membantu wanita2 yang mengalami kejahatan domestik.
Inilah ringkasan artikel dari BBC.

"Sang imam menulis bahwa, guna menghindarkan kerusakan serius, seorang suami tidak boleh memukul isteri dalam keadaan sedang marah ekstrim atau buta. Ia tidak boleh memukul bagia2n tubuh yang peka seperti muka, buah dada, perut. Hanya tangan atau kaki menggunakan tongkat yang tipis dan ringan sehingga tidak meninggalkan bekas badan. Tujuan suami, katanya, adalah agar mengakibatkan poenderitaan psikologis dan bukan menghinanya atau melukai isteri secara fisik.

Juru bicara salah satu kelompok yang menyeretnya ke pengadilan, Federasi Wanita Cerai dan Terpisah dari Suami mengatkaan, buku itu tidak sah dibawah hokum criminal Spanyol dan sang imam bersalah karena mempromosikan kekerasan terhadap wanita."

KOMENTAR

JIka mempromosikan kekerasan terhadap wanita dianggap tidak sah, seharusnya
mereka melarang seluruh Quran !

TURKI

Sama dengan Perancis, problem yang sama eksis di Turki. Kelompok Muslim Fundamentalis mencoba menegakkan kembali hak suami sebagai bagian dari agamanya untuk memukul isterinya.


Saya mengedit komentar non-esensial dari artikel tsb dari berita Turki tertanggal Aug 9. 2000:
http://www.turkishdailynews.com/FrTDN/latest/dom.htm

Memukul wanita atau tidak ? Turki baru2 menyaksikan debat antara Direktorat Urusan Keagamaan dengan Yayasan Taat tentang status wanita di Turki.

Menanggapi diterbitkannya "The Muslim's Handbook," oleh Yayasan Taat, yang mengirimkan lampu hijau bagi pemukulan wanita, Direktorat agama itu memutuskan untuk menerbitkan buku untuk menandingininya.

"Muslim's Handbook" controversial ini memberikan info detail tentang bagaimana dan atas dawsar apa seorang wnaita boleh dipukuli suaminya. Buku itu mengatakan, suami jangan terlalu keras memukuli isteri dan suami bisa memelihara isteri kedua dalam keadaan tertentu.

Direktorat agama itu melaksanakan riset ilmiah atas sumber2 peran wanita dalam Islam. Mereka mengatakan, dalam Islam tidak ada perbedaan kelamin, dan bahwa Islam tidak mengisolasi wanita dari kehidupan sosial.

"Tentang memukuli wanita, tidak ada orang yang memiliki hak untuk memukuli oirang lain. Mensahkan pemukulan wantia dengan dasar agama adalah pelanggaran hak azasi manusia,” kata Sevgi Esen, wakil Partai Jalan Benar (DYP) deputy.


9) PRAKTEK PEMUKULAN ISTERI DI TIMUR TENGAH

Dibawah ini cuplikan daribuku2 atau surat kabar mengenai pemukulan isteri.

Surat kabar Inggris, The Guardian, pada tanggal 23/12/1990 melaporkan : "Pada tahun 987 pengadilan di Mesir, menyusul interpretasi Quran yang diusulkan Sindikat Pengacara Islam, memutuskan bahwa seorang suami memiliki kewajiban utnuk mendidik isterinya dan oleh karena itu berhak menghukumnya sesuai dengan kemauannya."

"THE SAUDIS"

Sandra Mackay dalam bukunya "The Saudis" [24], menulis :

"Wanita membiarkan diri dengan sepenuhnya menempatkan diri dalam tangan lelaki. Hubungan atasan-bawahan ini memenuhi keperluan fisik wanita ... kegelisahan ditekan .... kepatuhan adalah keselamatan.

"Otoritas absolut lelaki terhadaop wanita dalam keluarganya dipelihara lewat ketakutan – ketakutan akan brutalitas fisik, ketakutan akan ketidakpastian ekonomi...." (page 138).

"Penerjemah saya menundukkan kepalanya dan membisikkan bahwa jika lelaki mengetahui tentang ketidakpatuhan wanita, mereka akan dipukuli." page 139.

"PRINCESS"

Tahun 1992, buku "Princess" diterbitkan. Penulisnya, Jean Sasson, menggunakan tulisan seorang teman dekatnya di Saudi.

Halaman 21: "Walaupun Quran megnatakan bahwa wanita lebih rendah dari lelaki …

Halaman 22: "Otoritas lelaki Saudi tidak terbatas; isteri dan anaknya tergantung dari kemauannya ... Sejak kanak2, anak lelaki sudah diajarkan bahwa nilai wanita adalah rendah dan hanya eksis guna melayani kesenangan lelaki ..... mereka diajarkan peran atasan-budak, tidak heran pada saat dewasa nanti, ia menganggap isterinya harta benda dan bukan partnernya."//

-------------------------------------------------------------------------------------
FOOTNOTES


1. Rodwell, J. M., “The Koran”, Everyman, London

2. Dawood, N. J., “The Koran”, Penguin, London, 1995

3. Pickthall, M., “The Meaning of the Glorious Koran”, Mentor, New York, 1953

4. Arberry, A. J., “The Koran”, Oxford, 1983

5. Shakir, M. H., “The Quran”, Tahrike Tarsile Quran, Inc., Elmhurst, NY, 1993

6. Ali, Abdullah Yusef, “The Quran”, Tahrike Tarsile Quran, Inc., Elmhurst, NY, 1997

7. “Beyond the Veil”, available from VOM, 918-337-8015

8. Bukhari, Muhammad, “Sahih Bukhari”, Kitab Bhavan, New Delhi, India, 1987, translated by M. Khan

9. Muslim, Abu’l-Husain, “Sahih Muslim”, International Islamic Publishing House, Riyadh, Saudi Arabia, 1971, translated by A. Siddiqi,

10. Abu Dawud, Suliman, “Sunan”, al-Madina, New Delhi, 1985, translated by A. Hasan

11. Guillaume, A., “The Life of Muhammad”, Oxford, 1955

12. Dashti, Ali, “23 Years: A Study in the Prophetic Career of Mohammad”, Mazda, Costa Mesa, CA, 1994

13. Kathir, Ibn, “Tafsir of Ibn Kathir”, Al-Firdous Ltd., London, 2000

14. Misri, Ahmad, “Reliance of the Traveler”, Amana, Beltsville, MD, 1994

15. Mernissi, Fatima, “The Veil and the Male Elite”, Perseus, Reading, MA, 1991

16. Hatimy, Said, "Women in Islam”, Islamic Publications, Lahore, Pakistan, 1991

17. "You Ask and Islam Answers", page 94, Abdul Mushtahiri,

18. http://www.aol40.com/beating.htm

19. "Battered", By Parker, Veronica F, Citation: RN, v58n1, pp.26-29, Jan 1995, Medical Economics Publishing Inc. 1995

20. Swinford, Steven, “Female victims of spousal violence”, Family Relations, Jan96, Vol. 45 Issue 1, p98

21. Marble, Michell, “Transition shelters have positive impact on psychological health”

21.Women's Health Weekly, 08/26/96-09/02/96 Issue N, p13

22. http://www.steppingtogether.org/article_01.html Article on Islamic wife beating in America

23. http://www.turkishdailynews.com/FrTDN/latest/dom.htm Article on Book dealing with wife beating

24. Mackay, Sandra, "The Saudis", Signet, New York, 1990

25. Sasson, Jean, "Princess", William Morrow and Co, 1992

26. Goodwin, Jan, “Price of Honor”, Plume, (Penguin), New York, 1995

27. Hans Wehr Dictionary of Modern Written Arabic, Spoken Language Services, Ithaca, NY, 1976

28. Asad, M., “The Message of the Quran”, Dar al-Andalus, Gilbralter, 1980
ali5196
 
Posts: 17309
Images: 135
Joined: Wed Sep 14, 2005 5:15 pm

Postby ali5196 » Fri Oct 06, 2006 1:35 am

Image
'Suamiku memang Muslim baik. Ia tidak pernah memukuli muka saya.'
ali5196
 
Posts: 17309
Images: 135
Joined: Wed Sep 14, 2005 5:15 pm

Re: [Quran & Hadis] PEMUKULAN WANITA

Postby randasap » Fri May 07, 2010 6:58 pm

eh,kalau mengutip ayat alquran harus teliti donk di cermati....
maksud dari ayat tsb itu kalo suami mengkhawatirkan istrinya nusyusny(meninggalkan kewajiban suami istri)
seperti sang istri pergi tanpa izin,,,maka beerilah ia pelajaran dg nasehat,bila tidak manfaat,pisahkkan dari tempat tidur....bila blm bermanfaat baru lah di pukul....
tanpa meninggalkan bekas....
randasap
 
Posts: 7
Joined: Thu May 06, 2010 7:26 pm

Re: [Quran & Hadis] PEMUKULAN WANITA

Postby novalino » Wed May 04, 2011 9:09 am

Itulah bebalnya kafir tentang Islam. Apakah anda pernah mendapati hadis rasul memukul Istrinya...?

Firman Allah:
“Dan bergaullah kamu dengan mereka (isteri kamu) dengan cara yang patut (baik). Kemudian jika kamu (berasa) benci kepada mereka (kerana tingkah lakunya, janganlah kamu terburu-buru menceraikannya) karena boleh jadi kamu bencikan sesuatu, sedangkan Allah hendak menjadikan pada apa yang kamu benci itu kebaikan yang banyak untuk kamu.” (Surah an-Nisa, ayat 19).

Rasulullah SAW pernah bersabda,
“Mana-mana lelaki yang bersabar di atas keburukan perangai isterinya, Allah akan berikannya pahala seperti yang diberikan kepada Ayyub kerana bersabar di atas bala yang menimpanya. Dan mana-mana isteri yang bersabar di atas keburukan perangai suaminya, Allah akan berikannya pahala seperti yang diberikan kepada Asiah binti Muzahim, isteri Firaun.”


Para suami diseru oleh Allah SWT di dalam Al-Quran dengan firman, yang bermaksud,
“Hai orang-orang yang beriman, tidak halal bagi kamu mempusakai wanita dengan jalan paksa dan janganlah kamu menyusahkan mereka karena hendak mengambil kembali sebagian dari apa yang telah kamu berikan kepadanya, terkecuali bila mereka melakukan pekerjaan keji yang nyata. Dan bergaullah dengan mereka secara patut. Kemudian bila kamu tidak menyukai mereka, (maka bersabarlah) karena mungkin kamu tidak menyukai sesuatu, padahal Allah menjadikan padanya kebaikan yang banyak.” (Surah An-Nisaa, ayat 19)

bentuk pendisiplinan hanya salah satu opsi itupun tidak boleh meninggalkan bekas/luka dan tidak boleh memukul di wajah, tapi memperlakukan istri dengan baik dalam kondisi apapun jauh lebih utama.
apakah ada ajaran lain yang menjelaskan keutamaan memperlakukan istri dengan cara yang baik sedetail Islam.?
novalino
 
Posts: 118
Joined: Tue Dec 28, 2010 4:09 pm

Re: [Quran & Hadis] PEMUKULAN WANITA

Postby kuta bali » Wed May 04, 2011 11:48 pm

novalino wrote:Itulah bebalnya kafir tentang Islam. Apakah anda pernah mendapati hadis rasul memukul Istrinya...?


Pernah, di hadis sahih Muslim:

Hadis Sahih Muslim, Book 004, Number 2127: Dia (Nabi) berkata: Apakah kamu yang berada di depanku dalam kegelapan? Aku (Aisyah) menjawab: Iya. Dia (Nabi) lalu memukul dadaku sampai AKU KESAKITAN, dan dia berkata: Apakah kau kira Allah dan RasulNya akan menipu kamu?
kuta bali
 
Posts: 2187
Joined: Tue Mar 02, 2010 3:55 am

Postby ali5196 » Mon Jun 27, 2011 4:22 am

ali5196
 
Posts: 17309
Images: 135
Joined: Wed Sep 14, 2005 5:15 pm

Postby ali5196 » Thu Aug 08, 2013 7:06 pm

ali5196
 
Posts: 17309
Images: 135
Joined: Wed Sep 14, 2005 5:15 pm


Return to Resource Centre: Kekerasan terhdp WANITA dlm Islam



Who is online

Users browsing this forum: No registered users