.

Mengritik Islam di Indonesia: bahaya ?

Pelanggaran HAM terhadap sesama umat Muslim, kemiskinan dan keterbelakangan yang disebabkan oleh Islam dan penerapan Syariah Islam.

Mengritik Islam di Indonesia:

a) bisa dikroyok masyarakat
176
68%
b) bisa kehilangan pekerjaan
4
2%
c) bisa diseret ke pengadilan
41
16%
d) tidak diapa2-kan. Free Speech di Indonesia terjamin
8
3%
e) tergantung kritikannya. Kritik Muslim boleh tapi kritik Islam/Muhamad tidak boleh
27
10%
f) tidak tahu ...
4
2%
 
Total votes : 260

Postby Jibaok » Fri Nov 30, 2007 2:59 pm

doski wrote:
Jibaok wrote:
religionofpiss wrote:Di era Sukarno, kebebasan berbicara relatif tumbuh subur. PKI dengan lantang mengkritik dan bahkan menghina Islam tanpa takut-takut dan sempat memiliki massa yang cukup besar di pulau Jawa (dan itu menyebabkan Islam sangat benci dan dendam sekali terhadap PKI).


bisakah dikatakan bahawa keinginan kapir2 adalah demokrasi dan kebebasan berbicara yang sangat liberal untuk mengizinkan sesiapa saja mengutuk dan menghina agama orang lain ? itu kan yang loe kapir2 mao ?


cume islam nyang mengutuk dan menghina agama lain dan tercatat diajarannya serta dikitabnye.


kapir2 **** bilang mao kebesasan berbicara, kebebasan untuk mengutuk dan menghina agama orang lain. Tetapi kapan Tuhan mengutuk dan menghina kapir2 ****, malah kapir gak bisa menerima, protes2. jelas kapir2 bodoh2 mao kebebasan liberal mengutuk dan menghina agama dan orang lain, tetapi gak bisa menerima kutukan dan penghinaan Tuhan. kebebasan liberal apaan ni pir? loe munafik pir.
Jibaok
 
Posts: 1335
Joined: Tue Sep 04, 2007 1:08 pm

Postby religionofpiss » Fri Nov 30, 2007 2:59 pm

@ doski

Maklum karena kayaknya Jibaok ini orang Muslim Malay yang masih mengidolakan para Sultan dan para politisi Islamis seperti Mahathir yang otoriter,yang mendiskriminasi etnik Chinese dan India, sehingga Jibaok yang sudah terbiasa dengan iklim "anak emas" yang meninabobokan etnis Melayu ini, "buta" terhadap kejahatan Islam, Quran, ataupun Muhammad yang hanya menjadikan mereka sebagai antek-antek imperialisme Arab. :evil: :evil:

Mungkin hanya Malaysia, negara yang mengkaitkan etnis dengan agama. Etnis Melayu adalah Muslim. Etnis Melayu yang bukan Muslim seperti di Sabah dan Sarawak gimana dong? :roll: :roll:

Jibaok itu merasa Islam segala-galanya. Kalau nggak ada Islam dunia kiamat gitu lho. Jadi siapa saja yang menghina Islam harus dihukum bahkan kalau perlu dibunuh. :Hangman: :gib:

@ ALL KAFIR

Satu-satunya cara "menjinakkan" Islam dan membuat KEMERDEKAAN (FREEDOM) gelombang kedua di Indonesia adalah dengan memurtadkan Muslim sebanyak-banyaknya. Mau pindah ke Kristen, Buddha, Hindu, Kejawen, agnostik, atau atheis, nggak masalah. ABI = ASAL BUKAN ISLAM! ANYTHING BUT ISLAM! :lol: :lol:

FAITH FREEDOM INDONESIA ini adalah pelopornya! So gak perlulah sampai harus bunuh-bunuhan seperti Islamis. Bunuh-bunuhan seperti itu sudah nggak zaman lagi atuh. Perang argumen saja. Bersatulah para kafir! Raih kemerdekaanmu! (waduh gue kok kayak jadi Sukarno yang jago orator ya). saya yakin Islam bakal "keok" kalau dikeroyok semua agama + atheis + agnostik dan akan banyak Muslim yang murtad. :D :D

Rekomendasikan saja FFI ini ke setiap orang Muslim. Dijamin dalam beberapa tahun ke depan jumlah Muslim merosot dan terbebaslah kita dari "penjajahan" Islam. Hidup FFI :mrgreen: :mrgreen:
User avatar
religionofpiss
 
Posts: 322
Joined: Wed Nov 21, 2007 12:30 pm
Location: Indonesia

Postby islam lover » Fri Nov 30, 2007 3:41 pm

Sukses aja buat religionofpiss dengan mission impossiblenya menjerumuskan dirinya sendiri dan orang-orang ke neraka.
Ga' pa pa koq...
aku ikhlas kalo kamu mo nyemplung sedalem-dalemnya ke neraka...
sedang diriku, tak sabar kiranya menunggu saat-saat aku menertawai dikau dkk sebagaimana dikau tertawakan diriku dkk hari ini.
oh, so sweet...
islam lover
 
Posts: 5
Joined: Fri Nov 30, 2007 2:12 pm
Location: Semarang

Postby Jibaok » Fri Nov 30, 2007 4:03 pm

religionofpiss wrote:Jibaok itu merasa Islam segala-galanya. Kalau nggak ada Islam dunia kiamat gitu lho. Jadi siapa saja yang menghina Islam harus dihukum bahkan kalau perlu dibunuh.


Nah! rupenya ini yang loe katakan demokrasi dan kebebasan liberal untuk mengkritik dan menghina orang lain. keliatannya si kapir2 bodoh2 ini juga meng-liberalkan dirinya untuk memfitnah dengan mengatakan orang lain merasakan sesuatu yang tidak pernah dikatakan oleh orang lain itu. Kapan ada gw mengatakan "Kalau nggak ada Islam dunia kiamat gitu lho. Jadi siapa saja yang menghina Islam harus dihukum bahkan kalau perlu dibunuh" ? kapan gw ankat loe menjadi jurucakap gw ? Ini yang loe ertikan sebagai "demokrasi dan kebebasan liberal untuk mengkritik dan menghina orang lain" ? pir, pir, percuma aja ada akal.
Jibaok
 
Posts: 1335
Joined: Tue Sep 04, 2007 1:08 pm

Postby religionofpiss » Fri Nov 30, 2007 4:06 pm

Jibaok wrote:
kapir munafik berkoar-koar demokrasi tetapi tidak menghormati majoriti yang mempercayai adanya Tuhan, adanya agama dari Tuhan. apa erti demokrasi loe pir?

Religionofpiss:
sorry ya, gue ini agnostik. Tapi kalaupun Tuhan ada maka saya lebih memilih agama Kristen dan Tuhan Yesus Kristus (kayak tetangga gue) daripada agama I-Slam yang datang dari Aww Loo Who Miss Bar. :lol: :lol:
Arti demokrasi bagi gue adalah bukan TIRANI MAYORITAS. dalam hal ini TIRANI ISLAM :P :P

Jibaok wrote:
kapir2 **** bilang mao kebesasan berbicara, kebebasan untuk mengutuk dan menghina agama orang lain. Tetapi kapan Tuhan mengutuk dan menghina kapir2 ****, malah kapir gak bisa menerima, protes2. jelas kapir2 bodoh2 mao kebebasan liberal mengutuk dan menghina agama dan orang lain, tetapi gak bisa menerima kutukan dan penghinaan Tuhan. kebebasan liberal apaan ni pir? loe munafik pir.

Religionofpiss:
Waduh ketahuan nih Jibaok belum pernah keliling-keliling di forum hubungan Islam dengan Kafir misalnya. Jelas-jelas Awloh mengutuki para kafir tapi masih juga disanggah. Makanya jangan dibodohin sama Islam. 8) 8)

Ya inilah kebebasan liberal, oh encik Malay. Kaget ya? :shock: :shock: saya maklum koq, karena di Malay khan segala sesuatunya dikendalikan UMNO gitu lho. :mrgreen: :mrgreen:

Wah, saya takut nih nanti malam Auwlooooh who aarrgh duaarrr terus mengutuki saya sampai saya nggak bisa tidur. :lol: :lol: Biasanya nih saya tidur sebelum jam 10 malam dan sekitar jam empat pagi, mesjid, yang jauhnya kira-kira beberapa ratus meter dari rumah gue, berisik dan teriak-teriak "ow loo who argh bar" dan gangguin orang tidur aja. So setiap hari saya sudah dikutuki sama owlooh gitu lho. :lol: :lol:

Btw arti "munafik" itu apa sih menurut orang Malay? Kalau dalam bahasa "Indon" artinya kurang lebih bermuka dua gitu lho. Bukannya Islamis yang paling munafik? Ini pendapat banyak kafirun di forum ini lho. :wink: :wink:
User avatar
religionofpiss
 
Posts: 322
Joined: Wed Nov 21, 2007 12:30 pm
Location: Indonesia

Postby religionofpiss » Fri Nov 30, 2007 4:42 pm

@ islam lover

Makasih atas doanya. Ya semoga saya masuk neraka. Tapi sorry ya, gue ini agnostik, nggak percaya sama surga dan neraka. Kalau disuruh milih surga neraka versi Timur Tengah atau reinkarnasi versi India. Ya saya milih versi India aja ah. Dan kalau lahir lagi sebagai manusia, maka misi saya adalah melanjutkan pemurtadan Muslim seperti yang kini saya lakukan di kelahiran sekarang ini. Ohm. Ohm. Ohm. Sadhu. Sadhu. Sadhu. :lol: :lol:

Mission impossible? Lho dulu waktu Islam me"murtad"kan Hindu Buddha bisa tuh, walau perlu beberapa ratus tahun. Nah kenapa kami nggak bisa me"murtad"kan Muslim? Ya, memang nggak bisa cepat-cepat sih, semuanya khan perlu proses, seperti kata pepatah China "Perjalanan yang jauhnya 1000 kilometer diawali dengan SATU langkah kaki." :mrgreen: :mrgreen:

Dan saya tertawa geli sekali ketika Anda mengatakan "so sweet" menyaksikan orang disiksa di neraka. Eh, tolong deh periksakan diri Anda ke psikiater. Jangan-jangan Anda kena penyakit jiwa yang namanya "sadomasochism" :lol: :lol:
User avatar
religionofpiss
 
Posts: 322
Joined: Wed Nov 21, 2007 12:30 pm
Location: Indonesia

Postby kapirun » Fri Nov 30, 2007 4:59 pm

Mengkritik islam di Indonesia bahaya?

ga mengkritik aja bahaya apalagi kalo mengkritik bisa2 diazab ama FPI+terorist2 kiriman dari malay tuh..
kapirun
 
Posts: 653
Joined: Mon Aug 27, 2007 9:05 pm
Location: Surga tanpa bidadari

Postby Jibaok » Fri Nov 30, 2007 5:24 pm

religionofpiss wrote:Jibaok wrote:
kapir munafik berkoar-koar demokrasi tetapi tidak menghormati majoriti yang mempercayai adanya Tuhan, adanya agama dari Tuhan. apa erti demokrasi loe pir?

Religionofpiss:
sorry ya, gue ini agnostik. Tapi kalaupun Tuhan ada maka saya lebih memilih agama Kristen dan Tuhan Yesus Kristus (kayak tetangga gue) daripada agama I-Slam yang datang dari Aww Loo Who Miss Bar.


loe memilih kristen, apakah kerana kristen mendukung demokrasi dan kebebasas mengliberalkan untuk menghina dan memfitnah orang lain seperti yang telah loe lakukan ?

religionofpiss wrote:Wah, saya takut nih nanti malam Auwlooooh who aarrgh duaarrr terus mengutuki saya sampai saya nggak bisa tidur. :lol: :lol: Biasanya nih saya tidur sebelum jam 10 malam dan sekitar jam empat pagi, mesjid, yang jauhnya kira-kira beberapa ratus meter dari rumah gue, berisik dan teriak-teriak "ow loo who argh bar" dan gangguin orang tidur aja. So setiap hari saya sudah dikutuki sama owlooh gitu lho.


Mengapa loe takut dikutuk Tuhan ?

religionofpiss wrote:Btw arti "munafik" itu apa sih menurut orang Malay? Kalau dalam bahasa "Indon" artinya kurang lebih bermuka dua gitu lho. Bukannya Islamis yang paling munafik? Ini pendapat banyak kafirun di forum ini lho.


Apa pernah Al-Quran atau Muhammad mengatakan bahawa erti dan pengertian Islam itu harus mengikut pengertian kapir2. kapan pendapat kafirun itu bisa dijadikan tanda ukur Islam ?
Jibaok
 
Posts: 1335
Joined: Tue Sep 04, 2007 1:08 pm

Postby religionofpiss » Fri Nov 30, 2007 8:04 pm

Religionofpiss:
@ Jibaok
Waduh “calm down”, Cik, kayaknya Cik “panas” nih. Minum air dingin dulu ya supaya temperature di otak Anda agak turun gitu, padahal “hamba” yang “kafir” ini santai-santai aja. Bahkan sebenarnya “hamba calon penghuni neraka Islam” ini ini sering tertawa geli dalam hati ketika menulis jawaban atau komentar. :lol: :lol:

Jibaok wrote:

kapir2 **** mahu mundur ke zaman batu. wake up pir.

Religionofpiss:

saya ini mencintai kemajuan zaman. Negara sekuler adalah ciri negara modern. Sedangkan konsep negara agama (misal Negara Islam) sudah banyak ditinggalkan kecuali Arab Saudi cs. Ciri negara modern ya LIBERTY, EQUALITY, BROTHERHOOD (duh masa saya harus menjelaskan Revolusi Perancis, mungkin High School di Malaysia nggak penah ngajarin Revolusi Perancis? Atau yang diajarkan cuma Revolusi Islam?). Ciri negara yang mundur ke “zaman batu” ya “OTORITER” misalnya DARUSSALAM (baca: Negara Islam) yang menerapkan SYARIAH ISLAM yang sangat otoriter dan tak berperikemanusiaan. Contohnya ACEH DARUSSALAM, BRUNEI DARUSSALAM, dll. Yang menerapkan hukum Syariah Islam yang “manusiawi” misalnya hukum cambuk (saya sedih membaca berita bahwa Muslim Indonesia dicambukin di Malaysia hanya karena menjadi pekerja illegal, habis pejabat Muslim di sini korup-korup sih, sampai rakyat yang tak bersalah harus cari kerja di luar negeri). Hukum cambuk? Memang ini abad pertengahan? Sudah wake up dari barbaric DARUSSALAM, Cik? :roll: :roll:

Jibaok wrote:

Ini yang loe ertikan sebagai "demokrasi dan kebebasan liberal untuk mengkritik dan menghina orang lain" ? pir, pir, percuma aja ada akal.

Religionofpiss:

Justru karena saya punya akal yang sangat kuat, makanya saya suka demokrasi (walau demokrasi nggak pernah bisa sempurna, tapi kalau dipikir-pikir demo-crazy di Indonesia jauh lebih baik daripada demokrasi “bumiputera” di Malaysia) dan saya juga suka KEBEBASAN BERPIKIR dan BERPENDAPAT. Ini jauh lebih penting dibandingkan demokrasi, karena demokrasi sebenarnya dimaksudkan untuk memelihara KEBEBASAN / KEMERDEKAAN seperti yang dipikirkan para Freethinker pendiri USA. Coba di Islam, nggak bakal ada tuh demokrasi sejati (adanya TIRANI MAYORITAS sperti di Malaysia) dan akal kritisnya nggak pernah dipakai karena Ulama/ Ustadz/ Da’i Anda akan berkata: “Ingat..ingat.. Awloh itu tidak bisa dicapai dengan akal manusia yang terbatas…(tapi bisa dicapai akal Muhammad yang buta huruf)”. “Hei.. Jangan lancang ya.. Ini Firman Tuhan.. Dari Awloh langsung ke Nabi Muhammad.. Jangan dilawan…” Yah begitulah ciri-ciri semua agama Timur Tengah. Tidak hanya Islam saja sih, sebagian kecil Kristen (radikal) dan Yahudi (radikal) juga begitu. Tapi Islam yang paling parah, sebab ketika mayoritas Kristen dan Yahudi mulai skeptis terhadap kitab sucinya karena memakai akal kritisnya, eh mayoritas Islam saja yang masih saja percaya 100% Al Qur’an nggak bisa salah (mengikuti “nalar” dan “nurani” Arab primitif yang ditaruh di “dengkul” dan “selangkangan”). Padahal salahnya banyak sekali (mengikuti nalar dan nurani manusia modern khususnya di FFI ini. Promosi. Promosi. FFI harusnya bayar gue nih untuk biaya promosi). Saya suka signature salah satu netter di sini yang bunyinya kalau nggak salah. If a Coca-cola fallen down from Heaven: The God must be crazy. If Al Qur’an fallen down from Heaven: Your God must be crazy. Ini menunjukkan AKAL yang sangat kritis sehingga tidak takut menghina Al Qur’an yang dianggap suci oleh Islamis. :wink: :wink:

Jibaok wrote:

loe memilih kristen, apakah kerana kristen mendukung demokrasi dan kebebasas mengliberalkan untuk menghina dan memfitnah orang lain seperti yang telah loe lakukan?

Religionofpiss:

Sepanjang yang saya tahu YA, sebab konsep Demokrasi (dari bahasa Yunani >> terkait dengan kata DEMOS = rakyat) dan/atau Republik (dari bahasa Latin >> terkait dengan kata PUBLIC), diberikan oleh Thomas Paine dan Thomas Jefferson yang tinggal di sebuah area yang mayoritas Kristen yang sekarang bernama Amerika Serikat gitu lho. Walau mereka berdua sebenarnya bukan Kristen tapi FREETHINKER. Freethinker macam Thomas Paine dan Thomas Jefferson ini berusaha MEMBEBASKAN / MEMERDEKAKAN rakyat/publik dan mengembalikan kedaulatan ke tangan rakyat/publik yang telah lama dikangkangi raja atau pemimpin agama yang otoriter. Udah ah, capek ngomong sama Anda yang nggak pernah ngerti sejarah Barat/Kristen. Walau diterangkan serinci mungkin nggak bakal nyangkut di otak Anda yang sudah lumpuh oleh ancaman neraka ala Islam Tapi saya ini maklum koq, selama ini mungkin Anda hanya belajar sejarah I-Slam saja sih. Capek deh. Seperti kata salah satu netter di sini “Islam sebenarnya nggak perlu dihina, dari sononya aja sudah hina.” Saya tambahin ya: “Islam nggak perlu difitnah, dari sononya aja sudah penuh fitnah terhadap Yahudi, Kristen, dan para kafirun sekalian.” :D :D

Jibaok wrote:

Mengapa loe takut dikutuk Tuhan ?

Religionofpiss:

Duh, Anda ini nggak bisa diajak bercanda ya. Saya menulis “takut” dikutuki Awloh sampai nggak bisa tidur itu khan cuma bercanda gitu lho. Ya saya maklum koq, karena dalam Islam, agama itu bukan buat bahan lelucon. Saya nggak pernah takut dikutuk Tuhan bohongan seperti "Aw Loo Who Arrgh Bar". Setiap hari saya damai-damai aja tuh sama Tuhan Yesus Kristus, atau Hyang Widhi Wasa, atau Sang Hyang Adhi Buddha, atau Dian Gong, atau apa saja sebutan Tuhan kecuali "Aw Loo Who Arrgh Bar". Mengapa? Sebab Aw Loo khan cuma karangan manusia Arab barbar yang suka bunuh, rampok, perkosa. :evil: :evil:

Jibaok wrote:

Apa pernah Al-Quran atau Muhammad mengatakan bahawa erti dan pengertian Islam itu harus mengikut pengertian kapir2. kapan pendapat kafirun itu bisa dijadikan tanda ukur Islam ?

Religionofpiss:

Nggak lah yaw. Mana mungkin manusia “zaman batu” (Islamis seperti Anda) mau mengikuti pengertian manusia “zaman modern”? :lol: :lol:
User avatar
religionofpiss
 
Posts: 322
Joined: Wed Nov 21, 2007 12:30 pm
Location: Indonesia

Postby Jibaok » Mon Dec 03, 2007 1:34 pm

religionofpiss wrote:Religionofpiss:
@ Jibaok
Waduh “calm down”, Cik, kayaknya Cik “panas” nih. Minum air dingin dulu ya supaya temperature di otak Anda agak turun gitu, padahal “hamba” yang “kafir” ini santai-santai aja. Bahkan sebenarnya “hamba calon penghuni neraka Islam” ini ini sering tertawa geli dalam hati ketika menulis jawaban atau komentar.


pir, pir, loe jangan terus berkhayal, mimpi bilang orang lain "panas". loe yang merasa kehangatan tidak bererti orang lain yang "panas" :lol:
jika bukan kerana "panas" loe kapir2, mana bisa loe kapir2 bodoh2 bikin FFI untuk memurtadkan Muslim. loe kapir2 bosoh2 sudah desperados. :lol:


religionofpiss wrote:saya ini mencintai kemajuan zaman. Negara sekuler adalah ciri negara modern. Sedangkan konsep negara agama (misal Negara Islam) sudah banyak ditinggalkan kecuali Arab Saudi cs. Ciri negara modern ya LIBERTY, EQUALITY, BROTHERHOOD (duh masa saya harus menjelaskan Revolusi Perancis, mungkin High School di Malaysia nggak penah ngajarin Revolusi Perancis? Atau yang diajarkan cuma Revolusi Islam?).


Apa loe kapir2 bodoh2 pikir tamadun manusia bermula dari revolusi perancis ??? dizaman eropah masih didalam kegelapan dan barbarism, negara2 Islam sudah beratus tahun bertamadun dan beradab.


religionofpiss wrote:Jibaok wrote:

loe memilih kristen, apakah kerana kristen mendukung demokrasi dan kebebasas mengliberalkan untuk menghina dan memfitnah orang lain seperti yang telah loe lakukan?

Religionofpiss:

Sepanjang yang saya tahu YA, sebab konsep Demokrasi (dari bahasa Yunani >> terkait dengan kata DEMOS = rakyat) dan/atau Republik (dari bahasa Latin >> terkait dengan kata PUBLIC), diberikan oleh Thomas Paine dan Thomas Jefferson yang tinggal di sebuah area yang mayoritas Kristen yang sekarang bernama Amerika Serikat gitu lho. Walau mereka berdua sebenarnya bukan Kristen tapi FREETHINKER.


????? loe memilih kristen kerana Thomas Paine dan Thomas Jefferson sebenarnya bukan Kristen tapi FREETHINKER ????? ada2 aja kapir **** nih :lol:

religionofpiss wrote:Jibaok wrote:

Mengapa loe takut dikutuk Tuhan ?

Religionofpiss:

Duh, Anda ini nggak bisa diajak bercanda ya. Saya menulis “takut” dikutuki Awloh sampai nggak bisa tidur itu khan cuma bercanda gitu lho.


bercanda ????? u r sooooo funny. :lol:

religionofpiss wrote:Jibaok wrote:

Apa pernah Al-Quran atau Muhammad mengatakan bahawa erti dan pengertian Islam itu harus mengikut pengertian kapir2. kapan pendapat kafirun itu bisa dijadikan tanda ukur Islam ?

Religionofpiss:

Nggak lah yaw. Mana mungkin manusia “zaman batu” (Islamis seperti Anda) mau mengikuti pengertian manusia “zaman modern”?


kapir **** ngaku2 manusia "zaman modern" :lol: :lol: :lol:
modern tapi tak berakal kali :lol: :lol: :lol:


BTW pir, apa itu TIRANI MAYORITAS ?
Jibaok
 
Posts: 1335
Joined: Tue Sep 04, 2007 1:08 pm

Postby me_John » Mon Dec 03, 2007 1:54 pm

Ali, I Think We Have To be Careful if we have to talk about Islam in Indonesian Society

Mereka paling tidak senang diomongi tapi paling senang ngomongin orang lain, yah begitulah wajah Islam yang sebenarnya :roll:
me_John
 
Posts: 53
Joined: Thu Nov 08, 2007 1:03 pm

Postby gaston31 » Mon Dec 03, 2007 4:53 pm

silahkan mengkritik dgn cara yg benar!
User avatar
gaston31
 
Posts: 3729
Joined: Tue Nov 21, 2006 2:17 pm

Postby religionofpiss » Tue Dec 04, 2007 10:30 am

Apa loe kapir2 bodoh2 pikir tamadun manusia bermula dari revolusi perancis ??? dizaman eropah masih didalam kegelapan dan barbarism, negara2 Islam sudah beratus tahun bertamadun dan beradab.


Nah ini dia nih, Jibaok menunjukkan lagi level pendidikannya yang "mengagumkan". Capek ngomong sama orang yang nggak satu level. Kayak ngomongin rumus matematika integral-partial sama "anak TK" (meminjam istilah populer dari Gus Dur) yang baru belajar berhitung. Ya nggak bakal nyambunglah! Jibaok itu kayak anak TK yang petantang-petenteng mengingat sudah bisa "tambah kurang kali bagi" (mestinya ini jatah anak SD) lalu nantang anak SMA yang sudah bisa integral-partial. Dan kalau anak TK sudah puyeng karena dikatain "ilmu elu tuh masih jauh dari ilmu gue", ya paling anak TK itu ngumpat "**** lu" padahal dia sendiri tuh yang bego-nya minta ampun tapi dia nggak sadar. :lol: :lol: :lol:

Islam sudah beratus tahun beradab? :lol: :lol: :lol: Baca sejarah dunia jangan cuma sejarah Melayu. Dan jangan cuma versi Islam saja. Lu ini kayak katak dalam tempurung. Nggak heran sih, semua Islamis gitu kok. :lol: :lol:

Ya, ya, gue tahu, oh Jibaok hamba Sultan. Malaysia khan Monarki Konstitusional. Beda dengan Perancis yang sudah Republik dan bukan lagi negara kerajaan (plus sultan-sultannnya seperti di Malaysia). Raja masih dihormati di Malaysia walau cuma sekedar simbol. Sedangkan di Perancis atau di Amerika Serikat ya sudah nggak ada lagi raja gitu lho. Nah, btw bukankah Monarki Konstitusional itu menunjukkan pengaruh langsung Revolusi Perancis dimana raja/sultan tidak lagi berkuasa? Oh ya, gue lupa kalau Malaysia khan dijajah Inggris yang juga Monarki Konstitusional. Cuma belakangan ini Malaysia mau meninggalkan Monarki Konstitusional dan menuju negara Islam. Selamat. Selamat. Selamat MUNDUR. :lol: :lol:

Kalau Anda konsiten dengan pendapat Anda maka Anda seharusnya malu karena ternyata Revolusi Perancis ternyata memang mempengaruhi dunia ini termasuk negara Malaysia. Sorry gue lupa, Islamis khan nggak punya urat malu. Habis cuma urat kemaluan saja yang di"gedhe"in, kayak nabinya. :lol: :lol: :lol:
User avatar
religionofpiss
 
Posts: 322
Joined: Wed Nov 21, 2007 12:30 pm
Location: Indonesia

Postby Jibaok » Tue Dec 04, 2007 11:22 am

religionofpiss wrote:
Apa loe kapir2 bodoh2 pikir tamadun manusia bermula dari revolusi perancis ??? dizaman eropah masih didalam kegelapan dan barbarism, negara2 Islam sudah beratus tahun bertamadun dan beradab.


Nah ini dia nih, Jibaok menunjukkan lagi level pendidikannya yang "mengagumkan". Capek ngomong sama orang yang nggak satu level. Kayak ngomongin rumus matematika integral-partial sama "anak TK" (meminjam istilah populer dari Gus Dur) yang baru belajar berhitung. Ya nggak bakal nyambunglah! Jibaok itu kayak anak TK yang petantang-petenteng mengingat sudah bisa "tambah kurang kali bagi" (mestinya ini jatah anak SD) lalu nantang anak SMA yang sudah bisa integral-partial. Dan kalau anak TK sudah puyeng karena dikatain "ilmu elu tuh masih jauh dari ilmu gue", ya paling anak TK itu ngumpat "**** lu" padahal dia sendiri tuh yang bego-nya minta ampun tapi dia nggak sadar. :lol: :lol: :lol:

Islam sudah beratus tahun beradab? :lol: :lol: :lol: Baca sejarah dunia jangan cuma sejarah Melayu. Dan jangan cuma versi Islam saja. Lu ini kayak katak dalam tempurung. Nggak heran sih, semua Islamis gitu kok. :lol: :lol:

Ya, ya, gue tahu, oh Jibaok hamba Sultan. Malaysia khan Monarki Konstitusional. Beda dengan Perancis yang sudah Republik dan bukan lagi negara kerajaan (plus sultan-sultannnya seperti di Malaysia). Raja masih dihormati di Malaysia walau cuma sekedar simbol. Sedangkan di Perancis atau di Amerika Serikat ya sudah nggak ada lagi raja gitu lho. Nah, btw bukankah Monarki Konstitusional itu menunjukkan pengaruh langsung Revolusi Perancis dimana raja/sultan tidak lagi berkuasa? Oh ya, gue lupa kalau Malaysia khan dijajah Inggris yang juga Monarki Konstitusional. Cuma belakangan ini Malaysia mau meninggalkan Monarki Konstitusional dan menuju negara Islam. Selamat. Selamat. Selamat MUNDUR. :lol: :lol:

Kalau Anda konsiten dengan pendapat Anda maka Anda seharusnya malu karena ternyata Revolusi Perancis ternyata memang mempengaruhi dunia ini termasuk negara Malaysia. Sorry gue lupa, Islamis khan nggak punya urat malu. Habis cuma urat kemaluan saja yang di"gedhe"in, kayak nabinya. :lol: :lol: :lol:


bla bla bla....perancis.....bla bla bla.....perancis, amerika serikat.....bla bla bla.... inggeris....Malaysia....bla bla bla revolusi perancis....bla bla bla....

loe merapek apaan nih pir ? pertanyaan2 gw masih gak terjawab tuch pir.

BTW pir, apa itu TIRANI MAYORITAS ?
Jibaok
 
Posts: 1335
Joined: Tue Sep 04, 2007 1:08 pm

Postby religionofpiss » Tue Dec 04, 2007 12:59 pm

Jibaok wrote:

loe merapek apaan nih pir ? pertanyaan2 gw masih gak terjawab tuch pir.

Religionofpiss:
Slam, slam, mana pertanyaan-pertanyaan yang belum gue jawab? Gue malah jawab panjang lebar. Lu malah cuma bisa komat-kamit kayak dukun lagi kesambet setan. :lol: :lol:

Jibaok wrote:

BTW pir, apa itu TIRANI MAYORITAS ?

Religionofpiss:
Waduh, gimana nih kaum kapirun sekalian di thread ini? gue sudah jelasin mengenai TIRANI MAYORITAS di Malaysia yang mendiskriminasi minoritas Chinese dan India, masih nggak ngerti juga nih Jibaok si anak TK? Makanya disimak pelan-pelan. Jangan emosian aja kayak FPI di sini. Kalau sedang emosi, otak nggak jalan lho. Gue kasih kunci: Tirani itu dari bahasa Inggris Tyranny gitu lho. Gimana sih ini orang Malay. Pernah dijajah Inggris tapi Bahasa Inggrisnya payah banget. :lol: :lol:

Capek deh. Nah inilah tipikal Islamis kalau dikritik, bawaannya persis kayak Jibaok. Kalau di dunia nyata, wuiih, gue bisa babak belur dikeroyok orang macam Jibaok. Jadi bener tuh: survey membuktikan kalau mengkritik islam bisa dikeroyok sampai babak belur. :shock: :shock:

Sekarang gue mau tanya ama Jibaok nih.

1) Mengapa Islam tidak boleh dikritik?
2) Selaraskah islam dengan demokrasi?
3) Selaraskah Islam dengan kebebasan berpikir dan berbicara?

Nah, jawab tuh. Jangan pakai emosi.
User avatar
religionofpiss
 
Posts: 322
Joined: Wed Nov 21, 2007 12:30 pm
Location: Indonesia

Postby Jibaok » Tue Dec 04, 2007 3:05 pm

religionofpiss wrote:
[b]Jibaok wrote:


BTW pir, apa itu TIRANI MAYORITAS ?

Religionofpiss:
Waduh, gimana nih kaum kapirun sekalian di thread ini? gue sudah jelasin mengenai TIRANI MAYORITAS di Malaysia yang mendiskriminasi minoritas Chinese dan India, masih nggak ngerti juga nih Jibaok si anak TK? Makanya disimak pelan-pelan. Jangan emosian aja kayak FPI di sini. Kalau sedang emosi, otak nggak jalan lho. Gue kasih kunci: Tirani itu dari bahasa Inggris Tyranny gitu lho. Gimana sih ini orang Malay. Pernah dijajah Inggris tapi Bahasa Inggrisnya payah banget.


lho kalo gitu pendapat dan tindakan MAYORITAS gak bisa diambil sebagai muktamat, mengikut loe bisa terjadi TIRANI MAYORITAS. loe yang merapek2 demokrasi mahu mengatakan kemoan MAYORITAS tidak bisa diambil kira. demokrasi apaan nih pir ?

religionofpiss wrote:Sekarang gue mau tanya ama Jibaok nih.

1) Mengapa Islam tidak boleh dikritik?


setao gw gak pernah ada umat Islam yang mengatakan kapir2 bodoh2 tidak boleh mengkritik Islam. Muhammad aja gak pernah kafirun2 mengkritik Islam.

religionofpiss wrote:2) Selaraskah islam dengan demokrasi?


begini pir, jika MAYORITAS manusia2 di sesuatu tempat mengatakan tidak mengakui Tuhan, apakah dengan hukum demokrasi bererti Tuhan itu tidak ada, kerana MAYORITAS manusia2 mengatakan begitu ? Pasti tidak. Dan Islam bukan wujud kerana MAYORITAS menciptakannya, tetapi kerana Tuhan yang menciptakan Islam. Apakah alam semesta ini diciptakan dengan demokrasi, dengan MAYORITAS ? Pasti tidak juga. Apakah hukum haram meminum arak itu diadakan kerana suara MAYORITAS mengikut demokrasi ? Tidak, kerana itu hukum dari Tuhan.

religionofpiss wrote:3) Selaraskah Islam dengan kebebasan berpikir dan berbicara?


Islam mengijinkan segalanya didalam dunia tetapi setiap keijinan itu ada adab/peraturan dan hadnya bergantung kepada situasi. Islam tidak pernah menghalang kebebasan berfikir dan berbicara yang mengikut adab/peraturan dan hadnya, dimana salah satu had didalam berbicara adalah berfitnah. Tuhan memberi kebebasan berbicara tetapi bukan berbicara dengan fitnah. Itu peraturan Islam yang diajar dan disampaikan oleh Muhammad. Apakah itu selaras dengan kebebasan berbicara loe kapir2 bodoh2 ?
Jibaok
 
Posts: 1335
Joined: Tue Sep 04, 2007 1:08 pm

Postby religionofpiss » Tue Dec 04, 2007 4:14 pm

Jibaok wrote:
lho kalo gitu pendapat dan tindakan MAYORITAS gak bisa diambil sebagai muktamat, mengikut loe bisa terjadi TIRANI MAYORITAS. loe yang merapek2 demokrasi mahu mengatakan kemoan MAYORITAS tidak bisa diambil kira. demokrasi apaan nih pir ?

Religionofpiss:
Maksud elu TIRANI MINORITAS? Makanya kalau nulis jangan pakai emosi jadi salah-salah gitu lho. Soalnya kalau emosi, terjadi hubungan arus pendek di otak Anda. :lol: :lol:

Religionofpiss wrote:

1) Mengapa Islam tidak boleh dikritik?

Jibaok wrote:

setao gw gak pernah ada umat Islam yang mengatakan kapir2 bodoh2 tidak boleh mengkritik Islam. Muhammad aja gak pernah kafirun2 mengkritik Islam.

Religionofpiss:

Kesimpulan: ISLAM BOLEH DIKRITIK! Setuju Jibaok?

Religionofpiss wrote:
2) Selaraskah islam dengan demokrasi?

Jibaok wrote:
begini pir, jika MAYORITAS manusia2 di sesuatu tempat mengatakan tidak mengakui Tuhan, apakah dengan hukum demokrasi bererti Tuhan itu tidak ada, kerana MAYORITAS manusia2 mengatakan begitu ? Pasti tidak. Dan Islam bukan wujud kerana MAYORITAS menciptakannya, tetapi kerana Tuhan yang menciptakan Islam. Apakah alam semesta ini diciptakan dengan demokrasi, dengan MAYORITAS ? Pasti tidak juga. Apakah hukum haram meminum arak itu diadakan kerana suara MAYORITAS mengikut demokrasi ? Tidak, kerana itu hukum dari Tuhan.

Religionofpiss wrote:
Udah jangan OOT ke Tuhan atau Alam Semesta. Saya cuma tanya selaraskah Islam dengan demokrasi? YA atau TIDAK?


Religionofpiss wrote:
3) Selaraskah Islam dengan kebebasan berpikir dan berbicara?

Jibaok wrote:Islam mengijinkan segalanya didalam dunia tetapi setiap keijinan itu ada adab/peraturan dan hadnya bergantung kepada situasi. Islam tidak pernah menghalang kebebasan berfikir dan berbicara yang mengikut adab/peraturan dan hadnya, dimana salah satu had didalam berbicara adalah berfitnah. Tuhan memberi kebebasan berbicara tetapi bukan berbicara dengan fitnah. Itu peraturan Islam yang diajar dan disampaikan oleh Muhammad. Apakah itu selaras dengan kebebasan berbicara loe kapir2 bodoh2 ?

Religionofpiss wrote:
Jawab yang tegas! Apakah Islam membatasi kebebasan berpikir dan berbicara? YA atau TIDAK?
User avatar
religionofpiss
 
Posts: 322
Joined: Wed Nov 21, 2007 12:30 pm
Location: Indonesia

Postby Jibaok » Tue Dec 04, 2007 5:01 pm

religionofpiss wrote:Jibaok wrote:
lho kalo gitu pendapat dan tindakan MAYORITAS gak bisa diambil sebagai muktamat, mengikut loe bisa terjadi TIRANI MAYORITAS. loe yang merapek2 demokrasi mahu mengatakan kemoan MAYORITAS tidak bisa diambil kira. demokrasi apaan nih pir ?

Religionofpiss:
Maksud elu TIRANI MINORITAS? Makanya kalau nulis jangan pakai emosi jadi salah-salah gitu lho. Soalnya kalau emosi, terjadi hubungan arus pendek di otak Anda. :lol: :lol:


pir, pir, kapir ****, ngapa loe mao berbelit. loe yang bilang TIRANI MAYORITAS menindas minoritas, sedangkan MAYORITAS itu prinsip demokrasi yang loe bangga2kan. loe mengkontradik kenyataan loe sendiri, gara2 berkhayal.

religionofpiss wrote:Religionofpiss wrote:

1) Mengapa Islam tidak boleh dikritik?

Jibaok wrote:

setao gw gak pernah ada umat Islam yang mengatakan kapir2 bodoh2 tidak boleh mengkritik Islam. Muhammad aja gak pernah kafirun2 mengkritik Islam.

Religionofpiss:

Kesimpulan: ISLAM BOLEH DIKRITIK! Setuju Jibaok?


setuju. silakan.

religionofpiss wrote:Religionofpiss wrote:
2) Selaraskah islam dengan demokrasi?

Jibaok wrote:
begini pir, jika MAYORITAS manusia2 di sesuatu tempat mengatakan tidak mengakui Tuhan, apakah dengan hukum demokrasi bererti Tuhan itu tidak ada, kerana MAYORITAS manusia2 mengatakan begitu ? Pasti tidak. Dan Islam bukan wujud kerana MAYORITAS menciptakannya, tetapi kerana Tuhan yang menciptakan Islam. Apakah alam semesta ini diciptakan dengan demokrasi, dengan MAYORITAS ? Pasti tidak juga. Apakah hukum haram meminum arak itu diadakan kerana suara MAYORITAS mengikut demokrasi ? Tidak, kerana itu hukum dari Tuhan.

Religionofpiss wrote:
Udah jangan OOT ke Tuhan atau Alam Semesta. Saya cuma tanya selaraskah Islam dengan demokrasi? YA atau TIDAK?


lho, loe kontradik kenyataan dan kepercayaan loe : kebebasan berbicara. Apa kebebasan berbicara itu buat loe sendiri, bukan buat orang lain ? Apa gw gak diberi kebebasan berbicara, harus mengikut "YA atau TIDAK" loe aja ? siapa loe yang mao menyuruh gw bagaimana untuk menjawab. Bukan salah gw jika loe gak mengerti apa yang gw katakan. jangan munafik lagi pir.

religionofpiss wrote:Religionofpiss wrote:
3) Selaraskah Islam dengan kebebasan berpikir dan berbicara?

Jibaok wrote:Islam mengijinkan segalanya didalam dunia tetapi setiap keijinan itu ada adab/peraturan dan hadnya bergantung kepada situasi. Islam tidak pernah menghalang kebebasan berfikir dan berbicara yang mengikut adab/peraturan dan hadnya, dimana salah satu had didalam berbicara adalah berfitnah. Tuhan memberi kebebasan berbicara tetapi bukan berbicara dengan fitnah. Itu peraturan Islam yang diajar dan disampaikan oleh Muhammad. Apakah itu selaras dengan kebebasan berbicara loe kapir2 bodoh2 ?

Religionofpiss wrote:
Jawab yang tegas! Apakah Islam membatasi kebebasan berpikir dan berbicara? YA atau TIDAK?


lho, loe kontradik kenyataan dan kepercayaan loe : kebebasan berbicara. Apa kebebasan berbicara itu buat loe sendiri, bukan buat orang lain ? Apa gw gak diberi kebebasan berbicara, harus mengikut "YA atau TIDAK" loe aja ? siapa loe yang mao menyuruh gw bagaimana untuk menjawab. Bukan salah gw jika loe gak mengerti apa yang gw katakan. kebodohan loe bukan salah gw tuch! jangan munafik lagi pir.
Jibaok
 
Posts: 1335
Joined: Tue Sep 04, 2007 1:08 pm

Postby religionofpiss » Tue Dec 04, 2007 6:50 pm

Capek ngomong sama Jibaok. Orangnya plintat plintut. Suruh jawab ya atau tidak aja nggak bisa. Nah yang kayak gini ini yang disebut MUNAFIK (baca: bermuka dua) SEJATI. Nggak bisa jawab tegas ya atau tidak. Biasalah kayak Islamis radikal. Di muka bilang Religion of Peace di belakang ternyata Religion of War! Kalaupun mau jawab dua-duanya bisa ya bisa tidak ya kasih argumen yang kuat misalnya nih. Islam selaras dengan demokrasi bila bla bla bla. Islam tidak selaras dengan demokrasi bila bla bla bla. Islam selaras dengan kebebasan berpikir dan berbicara bila bla bla bla. Islam tidak selaras dengan kebebasan berpikir dan berbicara bila bla bla bla. Nah itu masih enaklah diajak debat.

Jibaok ini seolah mau menunjukkan dia menang debat dengan berkelat-kelit dan berakrobat kata-kata. Yah begitulah tipikal Muslim, semua netter kafir di sini sudah paham. Ini menunjukkan tingkat intelegensi yang sangat rendah. Ya maklum, namanya juga Muslim radikal, inteleknya cuma ditaruh di dengkul dan nuraninya ditaruh di selangkangan. Bung Karno bilang Islam macam Jibaok ini ISLAM SONTOLOYO! :lol: :lol:

Di negara demokrasi seperti di Barat jarang sekali terjadi Tirani Minoritas. Demokrasi sejati berarti menghargai pendapat/argumen minoritas dan mencegah Tirani Mayoritas. Contoh ketika kaum mayoritas Kristen di USA memaksakan 10 Perintah Allah sebagai aturan moral maka terjadi kontra dari kelompok minoritas khususnya yang atheis dan sekuler sehingga akhirnya batal.

Tapi saya tahu di negara-negara Muslim ada isu bahwa USA itu diperintah minoritas Yahudi yang membela Israel. Jadi seolah-olah ada tirani minoritas terselubung. Tapi itu cuma isu. Yang benar USA menghargai siapa saja yang punya intelek tinggi. Contohnya Bill Gates yang kebetulan Yahudi dan agnostik. Atau sebaliknya Warren Buffet: dia bukan Yahudi walau agnostik juga. Dua-duanya berintelek tinggi dan tidak percaya kepada Tuhan secara membabibuta tapi juga tidak atheis membabibuta. Jadinya ya agnostik. Wah jangan-jangan Jibaok nggak ngerti arti agnostik nih. Capek ngomong sama orang idiot yang hanya percaya Awloh Who Argh Bar (atau Awloh ku barbar?). :lol: :lol:

Tirani Mayoritas terjadi di Malaysia terhadap etnik Chinese dan India (baca tuh forum Islam di Malaysia). Bumiputera yang mayoritas di"anak-emas"kan di segala bidang mulai dari agama, pendidikan, birokrasi, politik, hingga ekonomi. Yang paling kasihan sebenarnya etnik India. Makanya sekarang lagi demo besar-besaran di Malaysia khan, Jibaok? :lol: :lol:

Sudah gitu Mahathir yang maksain diskriminasi terhadap minoritas itu masih saja mengeluh bahwa walau bumiputera sudah dijatah saham di korporasi milik Chinese, sudah dikasih tunjangan pajak yang istimewa masih saja malas-malas dan tidak kreatif seperti etnik Chinese yang ulet dan kreatif. Itu buktinya orang kafir lebih hebat dari Muslim bahkan ketika orang kafir ditindas Muslim seperti di Malaysia. :lol: :lol:

Tahu nggak, Kenapa Singapura memisahkan diri dari Malaysia ketika terjadi kerusuhan di Penang tahun 1969? Karena Chinese kafir tidak sudi diperbudak orang Malay Muslim idiot macam kamu yang hanya tahu Tirani Mayoritas dimana etnik Melayu (definisinya harus Muslim) menguasai segalanya. Lee Kuan Yew yang agnostik jelas lebih pandai daripada Anda ataupun puluhan juta Muslim Malay. Dia berhasil melobby Inggris agar Singapura bisa memisahkan diri dari Malaysia. Dan hasilnya adalah setelah 38 tahun, SINGAPURA menjadi NEGARA MAJU dan relatif bersih dari korupsi! Sedangkan Malaysia masih terseok-seok sebagai negara berkembang yang penuh korupsi karena faktor Islam, Awloh, Quran, dll yang kau bangga-banggakan itu. :lol: :lol:

Nah berhubung Jibaok bilang Islam boleh dikritik sekarang saya mau tanya apa-apa saja yang boleh dikritik dalam Islam: Lima Rukun I-slam, Awloh, Koran, Mamad, atau apa? Tolong sebutkan apa-apa saja yang boleh dan apa-apa saja yang tidak boleh dikritik? Pasti nggak bisa jawab dan berkelat-kelit dan OOT lagi deh. :lol: :lol:
User avatar
religionofpiss
 
Posts: 322
Joined: Wed Nov 21, 2007 12:30 pm
Location: Indonesia

Postby Jibaok » Wed Dec 05, 2007 8:44 am

religionofpiss wrote:Jibaok ini seolah mau menunjukkan dia menang debat dengan berkelat-kelit dan berakrobat kata-kata.


lho, kapir **** yang sudah memasukkan kakinya keedalam mulutnya sendiri, mengkontradik kata2 dan pendiriannya sendiri, sekarang seperti anak2 ingusan mao menuduh orang lain, pir, pir.

religionofpiss wrote:Di negara demokrasi seperti di Barat jarang sekali terjadi Tirani Minoritas. Demokrasi sejati berarti menghargai pendapat/argumen minoritas dan mencegah Tirani Mayoritas. Contoh ketika kaum mayoritas Kristen di USA memaksakan 10 Perintah Allah sebagai aturan moral maka terjadi kontra dari kelompok minoritas khususnya yang atheis dan sekuler sehingga akhirnya batal.


kalo begitu loe setuju demokrasi tidak mementingkan pendapat/argumen MAYORITAS, begitu ?

religionofpiss wrote:Capek ngomong sama orang idiot yang hanya percaya Awloh Who Argh Bar (atau Awloh ku barbar?).


lho pir, pir kapir ****. loe kata kebebasan berfikir-beragama-memilih, demokrasi kata loe, tetapi kapan orang lain berfikir-beragama-memilih, loe bilang idiot. demokrasi/kebebasan apa yang loe amalkan nih pir ?

religionofpiss wrote:Tahu nggak, Kenapa Singapura memisahkan diri dari Malaysia ketika terjadi kerusuhan di Penang tahun 1969?


pir, pir, kapir bodoh3, sudah terbukti kebodohan loe yang munafik3. loe omong apaan nih pir ? di tahun 1969 singapura sudah keluar Malaysia bertahun2. IDIOT! siapa yang mahu percaya dengan apa saja kata2 loe sekarang? kerana kami semua sudah tao loe gak punya pengetahuan hanya menabur fitnah. loe hanya memalukan kapir3 bodoh3 yang mahu memurtadkan Muslim. :lol: :lol: :lol:

religionofpiss wrote:Nah berhubung Jibaok bilang Islam boleh dikritik sekarang saya mau tanya apa-apa saja yang boleh dikritik dalam Islam: Lima Rukun I-slam, Awloh, Koran, Mamad, atau apa? Tolong sebutkan apa-apa saja yang boleh dan apa-apa saja yang tidak boleh dikritik?


apa saja, semuanya boleh dikritik oleh kapir2. silakan.
sudah beribu tahun kapir2 bodoh2 mengkritik Islam. pir, pir, kapir3 bodoh3 silakan
.


religionofpiss wrote:Pasti nggak bisa jawab dan berkelat-kelit dan OOT lagi deh.


in your dreams, tuch! si kapir **** berkhayal lagi.
Jibaok
 
Posts: 1335
Joined: Tue Sep 04, 2007 1:08 pm

PreviousNext

Return to Pengaruh Islam Terhadap Muslim



Who is online

Users browsing this forum: No registered users