.

Setiap Jam Ada Tiga Perceraian di Arab Saudi

Pelanggaran HAM terhadap sesama umat Muslim, kemiskinan dan keterbelakangan yang disebabkan oleh Islam dan penerapan Syariah Islam.

Setiap Jam Ada Tiga Perceraian di Arab Saudi

Postby fayhem_1 » Sat Feb 21, 2015 5:23 pm

http://www.republika.co.id/berita/internasional/timur-tengah/13/10/22/mv2gpo-setiap-jam-ada-tiga-perceraian-di-arab-saudi

Setiap Jam Ada Tiga Perceraian di Arab Saudi
Tuesday, 22 October 2013, 17:49 WIB

REPUBLIKA.CO.ID, RIYADH -- Kasus perceraian di Arab Saudi meningkat lebih dari 30 ribu pada 2012, dengan tingkat 82 perceraian setiap hari. Dengan angka itu, hampir tiga kasus perceraian terjadi setiap tahun.

Studi yang dilakukan surat kabar Eqtisadiah, tingkat perceraian di Arab Saudi mencapai 2,5 kasus per 1.000 pria dengan usia di atas 15 tahun. Tingkat perceraian di antara negara Teluk, Arab Saudi berada di nomor dua setelah Bahrain dimana tingkat perceraian di negara tersebut mencapai 2,7 kasus per 1.000 orang.

Seperti dilaporkan Emirates247, Selasa (22/10), studi yang sama menunjukkan tren peningkatan pada kasus perceraian di 2012 dibandingkan pada 2010, dimana kasus perceraian mencapai 75 kasus per hari. Data dari Kementerian Kehakiman menunjukkan 90 persen perceraian di antar warga Saudi yakni mencapai 27 ribu kasus.

Perceraian diantara non-Saudi yang menikah dengan wanita non-Saudi mencapai 7 persen dan kategori perceraian pria Saudi menikah dengan wanita non-Saudi mencapai 2 persen dengan total 575 kasus.

Tingkat perceraian tersebut dihitung dengan membandingkan jumlah pria di atas 15 tahun karena pendekatan tersebut merupakan yang paling akurat.

http://www.beritasatu.com/dunia/32611-orang-arab-makin-doyan-cerai.html

Senin, 20 Februari 2012 | 16:52 Email
Pernikahan Misyar
Orang Arab Makin Doyan Cerai

Sekitar 60 persen perceraian terjadi pada tahun pertama pernikahan

Tingkat perceraian di Arab Saudi meningkat 35 persen pada tahun 2011.

Menurut kementerian urusan sosial, tingkat perceraian di Arab lebih tinggi dibanding rata-rata dunia yang berkisar antara 18 hingga 22 persen.

Sekitar 60 persen perceraian terjadi pada tahun pertama pernikahan.

"Ini sangat membahayakan bagi masyarakat Saudi," kata Sheikh Saudi al-Yousif, kepala daerah Tabuk.

"Persentase perceraian dapat melewati 40 persen."

Pada tahun 2010 tercatat satu perceraian setiap satu jam. Atau 18.765 perceraian dari 90.983 pernikahan.

Seorang pengamat sosial Mohammed al-Ateeq mengatakan," Peningkatan angka perceraian dan turunnya angka pernikahan sangat membahayakan, dan membawa berbagai masalah di masa depan."

Sheikh Khalid al-Hamish yang mengelola perjodohan online mengatakan, tingginya tingkat perceraian dapat mengancam kehidupan masyarakat Arab Saudi.

Sementara makin banyak perempuan yang tidak menikah menciptakan beban bagi keluarga.

"Situasi ekonomi menyebabkan lelaki muda tidak diijinkan menikahi karena tidak memiliki pekerjaan yang baik dan tidak punya rumah," kata Hamish.

Dikatakan, banyak lelaki pada pertengahan usia 30-an, yang tidak menikah dan tidak mampu menabung.

Persoalan lain adalah tidak mampu menemukan orang yang tepat.

"Pengantin baru saling mengagumi dan memasuki perkawinan berbekal terori, tanpa memasuki fase nyata pernikahan. Kemudian berhadapan dengan realitas yang ternyata jauh dari bayangan semula," kata Hamish.

"Maka persoalannya adalah tidak memilih orang yang tepat dan tidak mampu untuk menjalani kenyataan."

Salah satu penyebab tingginya tingkat perceraian karena pernikahan al-Misyar.

Ini adalah jenis pernikahan dimana seorang suami tidak harus tinggal bersama istrinya, hanya berkunjung sesekali.

Perempuan itu tidak mengetahui keberadaan suaminya, yang biasanya menikah dengan perempuan yang lain.

"Banyak yang terlibat dengan perkawinan Misyar. Ketika istri pertama mengetahui suaminya menikah lagi, maka biasanya terjadi perceraian."
Penulis:

http://www.merdeka.com/sehat/50-persen-perceraian-di-arab-saudi-dipicu-oleh-seks.html
50 Persen perceraian di Arab saudi dipicu oleh seks!
Reporter : Kun Sila Ananda | Senin, 30 Juni 2014 21:24

Merdeka.com - Perceraian bisa terjadi pada siapa saja dan bisa dipicu oleh banyak hal. Mulai dari perselingkuhan, kekerasan rumah tangga, hingga ketidakcocokan antara suami dan istri. Namun salah satu penyebab perceraian yang jarang sekali disinggung atau diungkap ke luar adalah masalah seks.

Saat ini peneliti di Arab Saudi tengah mempertimbangkan mengenai pentingnya edukasi seksual sebagai bagian dari silabus pelajaran psikologi, sosiologi, dan budaya Islam. Hal ini dipicu oleh perceraian di Arab saudi yang 50 persen disebabkan oleh masalah seks pada pasangan.

Mohammed Al-Saif, profesor dari Qassim University mengungkap bahwa masalah seksual merupakan penyebab utama meningkatnya angka perceraian dan kejahatan di Arab Saudi, seperti diungkapnya pada harian Al-Hayat. Al-Saif menambahkan bahwa sekitar 40 persen pria memiliki masalah seksual dengan istri mereka.

"Kebanyakan sosiolog dan peneliti seringkali menghindari penyebutan seks sebagai penyebab perceraian dan lebih fokus pada penyebab lainnya," ungkapnya seperti dilansir oleh Al Arabiya (23/06).

Al-Saif berpendapat bahwa edukasi seksual harus dimasukkan ke dalam mata pelajaran untuk memberikan informasi dan fakta ilmiah mengenai topik tersebut. Menurutnya, siswa pria dan wanita baik di sekolah, universitas, dan perguruan tinggi lainnya harus memiliki pengetahuan mengenai seks, pernikahan, dan cinta.

Buku yang berkaitan dengan edukasi seksual harus menjadi salah satu strategi untuk memberikan pengetahuan terhadap masyarakat. Selama ini seks selalu dianggap tabu dan tak layak diperbincangkan secara terang-terangan karena stigma sosial. Padahal masalah yang berkaitan dengan seks juga bisa berimbas fatal seperti perceraian.

"Banyak orang tak mau membicarakan ini karena menganggapnya personal. Banyak wanita yang lebih memilih mengatakan alasan lain seperti kurangnya penghasilan suami, ketidakcocokan, atau lainnya sebagai alasan bercerai dibandingkan dengan masalah seksual," jelasnya.

Al-Saif mengingat seorang wanita yang menulis alasannya untuk bercerai dalam essai setebal 500 halaman. Semua itu diakhiri dengan pengakuannya bahwa alasan sebenarnya adalah seks. Al-Saif berpendapat bahwa edukasi seks harus diberikan pada siswa berusia 10 sampai 30 tahun. Namun tentunya pelajaran yang diberikan tidak setara antara yang berusia 10 hingga 30 tahun.

Bagaimana menurut Anda, setujukah dengan pendapat Al-Saif mengenai pentingnya edukasi seks sejak dini?

[kun]

related link : Hubungan Seks Kurang, Banyak Perempuan Arab Saudi Minta Cerai

http://health.liputan6.com/read/671696/dengkuran-suami-jadi-penyebab-utama-wanita-arab-minta-cerai
Dengkuran Suami Jadi Penyebab Utama Wanita Arab Minta Cerai

By Melly Febrida on Agu 22, 2013 at 13:00 WIB

Dengkuran suami menjadi penyebab utama tingginya angka perceraian di Arab Saudi. Tak hanya itu, ada beberapa penyebab lainnya yang membuat wanita meminta bercerai.

Sebanyak 80 persen perceraian merupakan permintaan istri, sebagian besar dalam satu tahun pernikahan.

"Faktor utama mendengkur dari semua.. hampir 80 persen perceraiaan yang diminta ke kerajaan dari istri karena dengkuran suami," kata ulama saudi yang tak disebutkan namanya kepada harian berbahasa Arab Alyoum seperti dikutip Gulfnews, Kamis (22/8/2013).

Selain dengkuran, faktor lainnya adalah penampilan suami di rumah, kurangnya asmara, dan pengaruh media asing serta film tentang sikap wanita.

Data dari Kementerian Kehakiman menunjukkan, ada 34.490 kasus perceraian di Arab Saudi sekitar 2012, hampir seperempat dari total pernikahan.

Bercerai Setiap 30 Menit

Dalam beberapa tahun, pemasok minyak dominan di dunia itu rata-rata memiliki satu perceraian setiap setengah jam, salah satu tingkat perceraian tertinggi di dunia.

Data resmi menunjukkan bahwa pada tahun 2010, Kerajaan mencatat 18.765 perceraian.

"Ini jauh di atas tingkat internasional antara 18 hingga 22 persen dalam beberapa tahun ini...itu melebihi 40 persen di kerajaan," kata Kepala Pengadilan di Kota Saudi Timur Laut Tabuk, Sheikh Saeed Al Yousuf.

Dalam laporan terbaru Alarabiya yang mengutip seorang ulama yang mengatakan pengenalan Misyar dalam pernikahan adalah penyebab utama melonjaknya angka perceraian.

"Misyar merupakan faktor utama .... ini karena ketika istri pertama pria itu menemukan bahwa suaminya menikah dengan wanita lain di bawah kontrak Misyar, dia akan merasa bahaya dan meminta dia untuk menceraikan istri kedua dengan mudah ... Misyar dipandang sebagai pernikahan sementara dan itulah mengapa tingkat perceraian telah meningkat dalam Kerajaan, "kata Sheikh Mohammed Al Falaj, konsultan urusan keluarga.

Sebuah kontrak Misyar adalah kontrak pernikahan ketika pasangan dapat hidup terpisah tetapi bersama-sama secara teratur, seringnya untuk melakukan hubungan seksual.

Misyar memang diperbolehkan di Arah Saudi dan di bawah Islam Sunni, tapi tak popler karena banyak melihatnya sebagai prostitusi legal. Dengan Misyar, wanita kehilahan hak-haknya dan hampir 80 persen dari Misyar berakhir dengan perceraian.

(Mel/*)
Mirror: Setiap Jam Ada Tiga Perceraian di Arab Saudi
Twitter Logo Follow Twitter: @ZwaraKafir
User avatar
fayhem_1
 
Posts: 1402
Joined: Tue Sep 08, 2009 6:55 pm

Return to Pengaruh Islam Terhadap Muslim



Who is online

Users browsing this forum: No registered users