.

Palestina Lebih Penting daripada Papua?

Pelanggaran HAM terhadap sesama umat Muslim, kemiskinan dan keterbelakangan yang disebabkan oleh Islam dan penerapan Syariah Islam.

Palestina Lebih Penting daripada Papua?

Postby Mohmed Bin Atang » Tue Jul 22, 2014 11:41 am

Di Mata Indonesia, Palestina Lebih Penting daripada Papua

Image

Sejak [8/7], Palestina dan Israel bertikai secara terbuka. Kedua negara saling melepaskan tembakan. Korban pun tidak terhindarkan. Rasa simpati terhadap Palestina datang dari seluruh penjuru dunia, termasuk Indonesia. Di Indonesia muncul demo di berbagai daerah untuk mengutuk Israel. Begitu pula ada sumbangan dana dari berbagai komponen masyarakat untuk rakyat Palestina. Bahkan Indonesia, melalui menteri pertahanan Yusgiantoro mengatakan bahwa pihaknya akan segera mengirim pasukan perdamaian untuk menjaga wilayah Palestina. Tidak ketinggalan kelompok garis keras seperti FPI pun mengklaim akan mengirimkan pasukannya.

Menyimak berbagai berita tersebut, saya pun berpikir tentang realitas sesungguhnya yang terjadi di Indonesia, khususnya di Papua. Bahwa di Papua, hampir setiap hari ada manusia yang mati karena berbagai alasan kesehatan (HIV/AIDS, malaria, gizi buruk). Banyak rakyat yang mati karena menjadi korban penembakan kelompok bersenjata. Bahkan tidak jarang, banyak orang Papua, yang mati di tangan TNI dan Polisi, atas nama kedaulatan NKRI. Bukan itu saja, banyak anak usia sekolah yang terlantar dan tidak menerima pendidikan sebagaimana mestinya. Kalau mau disandingkan, situasi di Papua tidak kalah berbahayanya dengan serangan Israel ke Palestina. Tetapi Papua dan penderitaannya dilupakan oleh Indonesia, bahkan oleh sebagian pejabat orang Papua. Rupanya, kalau orang Papua yang mati, itu biasa, tetapi kalau orang Palestina yang mati karena diterjang oleh peluru Israel itu baru luar biasa.

Kalau rakyat Indonesia dan pemerintah Indonesia begitu peduli pada Palestina, mengapa hal yang sama tidak untuk orang Papua? Mengapa ada diskriminasi yang begitu mendalam antara rakyat Indonesia ras melayu dengan orang Papua yang adalah ras melanesia? Mungkin bagi sebagian orang, masalah Papua itu biasa-biasa saja. Orang hanya berpikir, bahwa masalah Papua adalah masalah uang. Kalau orang Papua dikasih uang, itu sudah cukup! Sesungguhnya, Papua memiliki permasalahan yang kompleks. Papua memiliki sejarah. Papua memiliki kekayaan sumber daya alam dan sumber daya manusia yang melimpah. Tetapi, persis di atas kekayaan itulah, orang Papua memiliki sejumlah masalah yang pelik, ibarat benang kusut yang sulit terurai.

Bicara tentang masalah Palestina dan Israel, berarti bicara tentang hak asasi manusia. Kedua negara saling mengklaim batas-batas wilayah dan juga ketenangan hidup. Ketika salah satu dari keduanya mencari masalah, maka perang pun pecah. Seandainya, kelompok garis keras Hamas tidak membunuh ketiga remaja Israel secara keji, dan tidak menembakkan roket-roket mematikan ke wilayah Israel, tentu perang tidak akan terjadi. Mungkin ada motivasi lain yang menyebabkan kedua negara saling berperang. Saya tidak mau masuk ke ranah itu, karena sudah terlalu banyak pihak yang memberi perhatian.

Sebagai warga negara Indonesia, saya merasa bahwa nuansa keindonesiaan di Papua kian memudar. Situasi ini terjadi karena sikap malas tahu Indonesia terhadap jerit tangis dan penderitaan orang Papua. Indonesia malas tahu dengan orang Papua! Mungkin itu istilah yang tepat untuk mendeskripsikan sikap Indonesia terhadap orang Papua. Bahkan para pejabat Indonesia, yang berasal dari Papua pun ikut-ikutan malas tahu terhadap sesamanya orang Papua. Contoh ada di depan mata, betapa sulitnya bangun pasar untuk mama-mama Papua di kota Jayapura. Bukan itu saja, para pejabat orang Papua pun kerap mencuri uang rakyatnya. Korupsi merajalela di Papua. Ini kenyataan sosial yang sedang berlangsung di Papua.

Papua memang punya segalanya: emas, hutan, minyak bumi, cenderawasih dan sebagainya, tetapi Papua kurang cantik dan kurang seksi di mata Indonesia. Papua dilihat sebagai pulau orang hitam, keriting, yang berbusana daun dan kulit kayu. Papua hanya menjadi dapur bagi Indonesia. Tetapi anehnya, ketika orang Papua hendak meninggalkan Indonesia, mau merdeka dan berdaulat, Indonesia justru tidak meresponnya. Indonesia takut dan mengirim banyak tentara dan polisi untuk bunuh orang Papua yang minta merdeka. Sesungguhnya, Indonesia terlalu pengecut! Pada titik ini, saya malu menjadi orang Indonesia. Mungkin banyak orang pun malu menjadi orang Indonesia, yang identik dengan teroris, koruptor, plagiat dan berbagai stigma jelek lainnya.

Ibarat pepatah tua: “gajah di pelupuk mata tidak tampak, semut di seberang laut tampak.” Itulah Indonesia. Masalah di Papua belum selesai, setiap hari orang Papua mati, tetapi tidak dibiarkan. Sedangkan saat Palestina digempur Israel karena ulahnya, Indonesia langsung bereaksi. Bagi Indonesia Palestina lebih berharga daripada Papua. Sentimen apa yang menyebabkan Indonesia menjadi buta dan tuli terhadap jerit tangis orang Papua? Apakah kemanusiaan orang Palestina lebih utama dibandingkan orang Papua?

Saya tidak bermaksud mengatakan bahwa Indonesia harus tutup mata terhadap persoalan Palestina-Israel, saya hanya menyesalkan sikap Indonesia yang kurang konsisten memperhatikan rakyatnya sendiri, tetapi mau sibuk dengan negara lain. Indonesia perlu bangun fondasi keindonesiaannya agar mapan, sebelum berkoar-koar mengurusi negara lain. Indonesia perlu memperhatikan kesejahteraan rakyatnya terlebih dahulu, sebelum mengirimkan jutaan dolar ke Palestina. Sikap solider Indonesia yang berlebihan kurang tepat. Indonesia perlu menata dirinya terlebih dahulu sebelum sibuk dengan negara lain.

Papua adalah salah satu wilayah yang harus menjadi pusat perhatian Indonesia. Orang Papua terlalu banyak menanggung penderitaan karena sikap malas tahu Indonesia. Kini saatnya Indonesia mengarahkan pandangannya ke ufuk timur dan mulai membangun tanah dan orang Papua. Indonesia perlu bangun Papua dengan segenap hatinya, bukan karena terpaksa atau ada motivasi lainnya. Dibutuhkan kejujuran untuk membangun tanah Papua, bukan sikap pura-pura. Jika Indonesia masih terus berpura-pura dengan orang Papua, sebaiknya biarkan orang Papua menentukan nasibnya sendiri di negerinya. Merdeka!
Mirror: Palestina Lebih Penting daripada Papua?
Twitter Logo Follow Twitter: @ZwaraKafir
User avatar
Mohmed Bin Atang
 
Posts: 2335
Joined: Sun Feb 19, 2012 5:45 pm
Location: Surga Islam, bermain rudal bersama 72 bidadari

Re: Palestina Lebih Penting daripada Papua?

Postby young celebes » Tue Jul 22, 2014 6:43 pm

warga negara indonesia sendiri masih banyak yg melarat dan menyedihkan hidupnya karena kemiskinan,kenpa bukan itu saja dulu yg disumbang.......Indonesiaku yg malang,kesusahan negara asing selalu diperhatikan sedangkan kesusahan negara sendiri nggak pernah diambil pusing.
Ayo urus dulu borok dalam negerimu sendiri yg tak kunjung sembuh itu.
Mirror 1: Palestina Lebih Penting daripada Papua?
Twitter Logo Follow Twitter: @ZwaraKafir
User avatar
young celebes
 
Posts: 388
Joined: Wed Sep 01, 2010 8:30 pm

Re: Palestina Lebih Penting daripada Papua?

Postby 12345678901 » Tue Jul 22, 2014 6:47 pm

jongos harus lebih berbakti pada majikan ... ketimbang sesama jongos
atau kapeer
12345678901
 
Posts: 986
Joined: Thu Oct 31, 2013 12:06 am

Re: Palestina Lebih Penting daripada Papua?

Postby CrimsonJack » Wed Jul 23, 2014 5:01 pm

Simple aja alasannya.
Papua termasuk Indonesia bagian timur yang identik dengan Kafir.
User avatar
CrimsonJack
 
Posts: 2189
Images: 1
Joined: Thu Oct 13, 2011 3:20 pm
Location: Tempat yang ada internetnya

Re: Palestina Lebih Penting daripada Papua?

Postby Mohmed Bin Atang » Wed Jul 30, 2014 1:22 am

Wahai slim, slam, slem Indonesia...!!!
Sebenarnya kalian itu memang membela kemanusiaan? Atau cuma benci membabi buta sama si laknatullah wahyudi isroil?
:-k

Image
Mirror 1: Wahai slim, slam, slem Indonesia...!!!
Twitter Logo Follow Twitter: @ZwaraKafir
User avatar
Mohmed Bin Atang
 
Posts: 2335
Joined: Sun Feb 19, 2012 5:45 pm
Location: Surga Islam, bermain rudal bersama 72 bidadari

Re: Palestina Lebih Penting daripada Papua?

Postby 12345678901 » Wed Jul 30, 2014 3:25 pm

kalo kate majikan jongos harus membenci shitrahell, jongos harus nunut

jadi soal falestina ... jongos nunut ke majikan
12345678901
 
Posts: 986
Joined: Thu Oct 31, 2013 12:06 am

Re: Palestina Lebih Penting daripada Papua?

Postby ibr4himmanaf » Thu Jul 31, 2014 8:21 pm

Intinya adalah mas wahyudi

coba sampeyan kasi provokasi, kalo yg ngeruk SDA Papua itu bangsa mas wahyudi :-k

Niscaya oh niscaya.. Ntar pasti rakyat Indon bereaksi.. "Save Papua..!! Save Papua..!!"

atau kalian sebarken tabloit obor arktik di mesjid-mesjid, yang memberitaken kalo pinguin sama beruang kutub lagi di genosida sama mas wahyudi 8-[

Niscaya oh niscaya.. Ntar pasti rakyat Indon bereaksi.. " save polar bears..!! save penguins ..!! "

Coba kalo situasinya dibalik, anak - anak mas wahyudi yg banyak jadi korban, mayat - mayat wahyudi wahyudi bergelimpangan..

Indon-indon pasti malah senang.. dalam hati berdecak kagum " Alhamdulillah Ya Awoh" :-s "Matilah kalian, Najis.." , klo ga su'ujon "Pasti tuh Wahyudi yg cari masalah duluan.."
Mirror 1: "Save Papua..!! Save Papua..!!"
Twitter Logo Follow Twitter: @ZwaraKafir
User avatar
ibr4himmanaf
 
Posts: 24
Joined: Tue Jul 22, 2014 7:40 pm
Location: Liverpool, UK


Return to Pengaruh Islam Terhadap Muslim



Who is online

Users browsing this forum: No registered users