.

Meluruskan Cara Berpikir Muslim yang ****

Pelanggaran HAM terhadap sesama umat Muslim, kemiskinan dan keterbelakangan yang disebabkan oleh Islam dan penerapan Syariah Islam.

Re: Meluruskan Cara Berpikir Muslim yang ****

Postby Jibaok » Fri Mar 20, 2009 7:38 am

Foxhound wrote:AwlohSWT mu itu tukang tipu, bilang mau memenangkan umatnya yang berperang dalam jalan AwlohSWT... keok semua ama Israel!! Tuhan koq janjinya mbleset....


keok semua ama israel ???? kapan israel zionist menang pir ? self proclaim ya pir ? kapir2 kalo mao memutarbelit biarlah yang convincing dikit. kix kix kix ....
Jibaok
 
Posts: 1335
Joined: Tue Sep 04, 2007 1:08 pm

Re: Meluruskan Cara Berpikir Muslim yang ****

Postby Foxhound » Fri Mar 20, 2009 8:32 am

Foxhound wrote:AwlohSWT mu itu tukang tipu, bilang mau memenangkan umatnya yang berperang dalam jalan AwlohSWT... keok semua ama Israel!! Tuhan koq janjinya mbleset....


Jibaok wrote:keok semua ama israel ???? kapan israel zionist menang pir ? self proclaim ya pir ? kapir2 kalo mao memutarbelit biarlah yang convincing dikit. kix kix kix ....


:stun:
Image

Lu nggak salah ya?
Muslim memang golongan terbelakang, nggak pernah baca berita, sendirinya yang self proclaim nuduh orang lain tanpa malu. Sungguh luar biasa.

Baca nih sejarah satu-satu, biar mata lu melek!

Perang Pertama 1948

Bangsa2 Arab bertekad menghabisi orang-orang Yahudi yang membeli dengan uang tanah-tanah palestina sebelumnya. Karena melihat mereka terlokalisasi mereka jadi bernafsu menghabisi bangsa ini. Kalau bukan Israel yang menang di perang ini, bagaimana mereka bs berdiri saat ini?

Lima dari tujuh negara Arab mengeroyok Israel pada waktu itu. Arab yg memulai perang, tetapi Israel justru mendapatkan wilayah.

1956 VS Mesir
Mesir menyalahi perjanjian gencatan senjata dengan memblokade kapal-kapal Israel dan juga menduduki terusan Suez untuk keperluan yang sama.
Israel membalas dengan melakukan invasi dan setelah mengalahkan mesir, gencatan senjata kembali dilakukan

Perang 6 Hari

1967, Mesir kembali cari gara2 dan menginvasi daerah yang sama dengan perang 1956. Sangat percaya diri dengan dukungan militer Uni Sovyet berupa supply alat-alat militer yang baru dan canggih, Mesir mengumpulkan dukungan2 negara Arab untuk mengusir Yahudi dari tanah Israel.

Tiga negara utama bergabung dari tiga penjuru mengepung Israel, Mesir dari barat, Jordan dari timur laut, Syria dari utara. Belum ditambah dengan dukungan pasukan Iraq. Israel mengerahkan seluruh kekuatannya untuk melancarkan serangan terlebih dahulu ke angkatan udara Mesir di Barat, dan kemudian langsung memukul pasukan-pasukan di sebelah timur, Syria, Jordan dan pasukan2 Irak.

Hanya dalam waktu 6 hari, 3 negara yang sudah mempersiapkan pasukan yang sangat besar dipukul habis. Dan Israel justru mendapatkan daerah-daerah Semenanjung Sinai, Jalur Gaza, Tepi Barat, Jerusalem Timur, dan dataran tinggi Golan.

Yom Kippur War
Mesir dan Syria kembali melancarkan serangan gabungan setelah menyusun kekuatan yang sangat besar. Hasil dari peperangan ini, lagi-lagi Israel mendapatkan daerah baru. Separoh pasukan Mesir +/- 140.000 personel terperangkap dalam keadaan tidak ada makanan dan air dan tinggal menunggu waktu untuk dihancurkan. Untung Israel tidak seganas orang-orang Arab turunan Muhammad sadis.

Itu adalah empat perang yang terjadi, semuanya dimenangkan oleh Israel. Yang terakhir negara2 Arab akhirnya secara bersama2 mengakui bahwa Israel tidak bisa dikalahkan secara militer.

Muslim!!! BUKA MATAMU!!!
User avatar
Foxhound
 
Posts: 5450
Joined: Sun Mar 18, 2007 6:02 pm
Location: FFI

Re: Meluruskan Cara Berpikir Muslim yang ****

Postby Duladi » Fri Mar 20, 2009 12:58 pm

Sudah 4 hari, saya tunggu, apakah Ayu masih ngotot dengan cara berpikirnya yang keliru.
Duladi
 
Posts: 7103
Joined: Thu Apr 12, 2007 10:19 pm
Location: Samarinda

Re: Meluruskan Cara Berpikir Muslim yang ****

Postby osho » Fri Mar 20, 2009 8:14 pm

Duladi wrote:Sudah 4 hari, saya tunggu, apakah Ayu masih ngotot dengan cara berpikirnya yang keliru.
udah agak lurus dikit kayaknya.....
mungkin masih dalam proses ke jalan yang lurus...

Selamat ya.......
Semoga Allah SWT mendaftarkannya ke dalam penghuni SORGA yang ada aliran sungai di bawahnya...

hahahahahaha
User avatar
osho
 
Posts: 2136
Joined: Fri Feb 02, 2007 8:29 am
Location: osho

Re: Meluruskan Cara Berpikir Muslim yang ****

Postby Ayulestari » Mon Mar 23, 2009 7:10 am

Duladi wrote:Sudah 4 hari, saya tunggu, apakah Ayu masih ngotot dengan cara berpikirnya yang keliru.



Sudah saya tidak ngotot lagi kok, alasannya karena: Saya rasa tidak ada yang perlu saya jawab lagi, karena:

1. Semua jawab sudah terjawab sebelum-sebelumnya, sampeyan hanya mengulangi

pertanyaan yang sama.

2. Hadist yang sampeyan ambil yang ini "Bla....bla...bla... dia (Aisyah)

Halal
bagiku utk dinikahi.” lihat kata halal sampeyan palsukan menjadi

berhak, ini sudah saya jawab lihat baik-baik tapi sampeyan tetap melancarkan

tuduhan palsu dengan hadist palsu sampeyan tanpa melihat isi yang sebenarnya.

3. Hadist yang ini: Bukhari Volume 7, Book 62, Number 17:
Narrated Jabir bin 'Abdullah:
When I got married, Allah's Apostle said to me, "What type of lady have you

married?" I replied, "I have married a matron' He said, "Why, don't you have

a liking for the virgins and for fondling them?" Jabir also said: Allah's

Apostle said, "Why didn't you marry a young girl so that you might play with

her and she with you?' Saya sungguh tertawa dengan sampeyan, kenapa sampeyan

menerjemahkan hadist yang bahasa arab itu ke Inggris dulu baru ke Indonesia?

atau sampeyan berfikir Nabi berasal dari Inggris?

4. Saya hanya menyuruh sampeyan mengecek kebenaran ucapan sampeyan yang

didalam sirat ibn Hisyam tersebut, yang anehnya sampeyan mebuktikan dengan

scan dari cover bukan isi, aneh bukan? siapapun pasti menunjukkan bukti dari

isi suatu buku, bukan cover dari suatu buku.

5. Silahkan baca-baca lagi, semua tuduhan sampeyan sudah saya jawab

sebelumnya

Jadi saya tidak akan menjawab sebelum sampeyan terbangun dari tidur sampeyan,

Semua kebodohan kalian disini insya Allah saya, beast666, handika, dan

beberapa teman-teman yang sama sama dari asal yang sama mencoba membuat web

yang isya Allah meluruskan fitnah-fitnah saudara-saudara disini semuanya

mungkin masih reconstruksi http://beast666.web44.net/
Ayulestari
 
Posts: 241
Joined: Tue Feb 24, 2009 6:58 am

Re: Meluruskan Cara Berpikir Muslim yang ****

Postby Foxhound » Mon Mar 23, 2009 7:42 am

Ayulestari wrote:Bacalagi tulisan duladi yang ayu Quote, dimohon sampeyan fokus kalau mau ikutan, kalau tidak lebih baik mingkem, soalnya ayu males entar ayu malah dibilang ditanya A dijawab B ditanya B dijawab C, jadi mohon perhatikan dulu.


Foxhound wrote:Emang lu biasa gak nyambung karena gak nyambung koq sekarang jadi ngambek... sy cuma mau tanya pendapat aja, bukan mau mendukung Duladi koq. Biasanya juga kamu OOT, gua kan masih belon OOT, cuma nimbrung pingin tanya dikit. Yang mau debat ama kamu ya siapa?

Ini topiknya kan "meluruskan cara berpikir muslim yang ****"... saya cuma mau tanya cara berpikir muslim. Kalau Tuhan itu Tauhid, YHVHnya Israel dan AwlohSWTnya Arab itu sama atau nggak, gitu doank...

Muslimin...muslimah... di mana-mana sama aja... berani teriak2 Tuhan itu Tauhid, tapi ditanya soal AwlohSWT tidak pernah bs tegas menjawab... kenapa ya? :rolleyes:


Masih menghindar ya Ayu... :-"
User avatar
Foxhound
 
Posts: 5450
Joined: Sun Mar 18, 2007 6:02 pm
Location: FFI

Re: Meluruskan Cara Berpikir Muslim yang ****

Postby Duladi » Mon Mar 23, 2009 10:49 am

Tampaknya Ayu berusaha menutup mata dan menghindar. Saya post lagi tulisan saya yg tidak direspon oleh Ayu:

Kristen Sejati dan Kristen Bidah

Ayulestari wrote:Kalau kitab suci tidak pernah mengatakannya? kenapa harus kita ciptakan Dia diotak kita? Keimanan kepada tuhan yang tidak berdasar itu berarti hanya dogma bid ah dan bid ah adalah sesat.


Tanya,

Kitab suci apa yang Ayu maksud?
Dan siapakah bidah? Apakah orang Kristen adalah bidah, sedangkan Ayu adalah Kristen Sejati?

Tolok ukur benar dan salah: Dogma ataukah Moralitas?

Ayu men-judge dogma agama lain salah, berdasarkan apa? Berdasarkan ketidakmengertian Ayu terhadap kitab suci orang lain. Kalau kita mau jujur, sebenarnya kita tidak bisa menentukan apakah sebuah dogma yang dianut suatu agama itu PASTI SALAH atau PASTI BENAR, tetapi nanti setelah kiamat barulah kita dapat tahu itu benar atau salah. Sedangkan untuk mengetahui sebuah moralitas itu SALAH atau BENAR, kita tidak perlu harus menunggu sampai kiamat tiba, saat ini juga kita sudah dapat menentukannya.

Itulah kenapa saya katakan, bahwa Islam sudah pasti salah, sedangkan agama lain belum tentu salah.

Kita tidak perlu menjadi seorang PROFESOR untuk mengetahui mana agama yang salah, cukup dengan bekal HATI NURANI saja, kita dapat mengetahuinya saat ini juga.
Dan kita juga tidak perlu menunggu sampai kiamat tiba untuk mengetahui mana agama yang salah, karena dengan menguji ajaran moralnya kita dapat tahu, apakah agama itu salah atau benar.


Nah, Bagaimana bila kita disodori sebuah ajaran: "Jagalah penismu, kecuali terhadap istri dan pelayan-pelayanmu." (QS 23:5-6)
atau, "Kawinlah sebanyak 2, 3 atau 4, atau bila takut tidak mampu menafkahi, setubuhi pelayan saja." (QS 4:3)
"Pukullah istrimu" (QS 4:34), "Kurunglah sampai mati" (QS 4:15), "Merampok itu halal" (QS 8:69, QS 48:20), "Di surga, pria Muslim akan dihadiahi cewek-cewek cantik" (QS 52:17-20, QS 56:22-24), "Bunuh orang-orang kafir yang ada di sekitarmu" (QS 9:123, QS 9:5)

Kita tidak perlu menunggu kiamat tiba untuk memastikan ajaran di atas itu BENAR atau SALAH, saat ini juga, detik ini juga, kita sudah bisa menentukannya, bahwa yang demikian itu SUDAH PASTI SALAH...!!!

Seperti yang saya bilang di atas, Islam itu SUDAH PASTI SALAH, karena dengan melihat dari ajaran-ajaran moralnya itu kita tidak perlu berandai-andai lagi mengharapkan "jika Islam benar". Mustahil Islam benar, karena Islam sudah PASTI SALAH dengan melihat moralitas ajarannya.

Dogma bisa kita kesampingkan, karena kita yang hidup pada saat ini tidak bisa memastikan benar dan salahnya, untuk mengetahui itu benar atau salah kita hanya bisa menunggu sampai kiamat tiba. Sedangkan untuk mengetahui sebuah ajaran moral itu SALAH atau TIDAK, kita tidak perlu menunggu sampai kiamat. Maka, langkah pertama yang harus muslim tempuh adalah KELUAR DULU DARI ISLAM. Soal mau memeluk agama yang mana, itu urusan belakangan. Semua agama non-Islam mengajarkan KEBAIKAN, hanya berbeda dalam dogmanya saja. Agama-agama lain di luar Islam masih ada kemungkinan SELAMAT, sementara ISLAM sudah pasti TIDAK SELAMAT karena Islam itu SALAH.

Dengarlah baik-baik: Islam sudah pasti salah. Untuk mengetahui itu kita tidak perlu menjadi sarjana S3 atau harus menunggu sampai kiamat tiba. Dengan menilik ajaran moralnya kita dapat menentukan saat ini juga, bahwa ISLAM ITU SALAH.

Islam mencontoh keburukan-keburukan manusia di masa lalu, dan tidak mencontoh yang baik-baiknya

Ayulestari wrote:Kesalahan dan benar kan hanya Tuhan yang tahu, apa sampeyan akan mengatakan Ibrahim bejad karena telah menyembelih anaknya Ishaq?


Untuk pernyataan pertama, saya setuju bahwa DOGMA itu benar atau salah HANYA TUHAN yang tahu. Karena itulah kita tidak bisa menghakimi dogma agama lain dan menyatakannya "PASTI SALAH". Sedangkan sebuah MORALITAS itu benar atau salah, tidak hanya Tuhan saja yang tahu, tapi manusia pun tahu karena manusia sudah dibekali HATI NURANI oleh Tuhan agar kita bisa membedakan mana baik dan mana buruk. Ketika saya sodori ajaran-ajaran bejat dari Islam, sampeyan lalu mencari pembenaran dengan mengambil sampel perbuatan orang-orang zaman dahulu. Jadi, dengan mencontoh Ibrahim, Islam merasa benar "menyembelih" orang-orang kafir? Ibrahim tidak mendirikan sebuah agama, dan Ibrahim tidak pernah mengajarkan kepada para pengikutnya agar para orang tua menyembelih anak-anaknya. Tetapi Islam mengajarkan hal-hal bertentangan dengan nurani, dari situ kita tahu bahwa ISLAM itu SALAH. Untuk mengetahui sebuah agama itu BENAR ataukah SALAH, bukan dari dogmanya, melainkan dari AJARAN MORALNYA.

Ayulestari wrote:Kalau bicara soal moral menurut penilaian manusia, Ibrahim membunuh anak = bermoral bejad, Bapa mengutuk Ular yang tidak bersalah = Bejat, Yakub menipu Ishaq = Bejad, Musa Membantai orang amalek beserta seluruh binatang ternak = bejat. Kebejatan tersebut dilihat dari ukuran moral manusia, manusia tidak mengetahui apa-apa yang terbaik bagi dirinya, orang - orang kafir saat zaman Nabi Musa akan berkata sama seperti perkataan sampeyan.


Tanya,
jadi kafir tidak berhak mempertanyakan MORALITAS ISLAM, tapi muslim berhak mempertanyakan MORALITAS KAFIR?

Kafir pakai baju seksi dibilang BEJAT/PORNO, sementara MUSLIM yang gonta-ganti istri, mengawini anak di bawah umur dan menyetubuhi pelayannya tidak boleh dibilang BEJAT?

Islam diklaim sebagai AGAMA SEMPURNA, agama PENYEMPURNA.
Tapi Ayu di sini sudah memberitahu kita bahwa Islam itu meniru kebejatan orang-orang zaman dahulu, seperti Ibrahim yang membunuh anak, menipu orang tua, dan pembantaian besar-besaran, semuanya itu yang ditiru oleh Islam. Jadi di manakah LETAK SEMPURNA-nya Islam? Kalau hal-hal yang SALAH itu malah dianggap BENAR oleh Islam?
Kalau yang dilestarikan oleh Islam adalah hal-hal buruknya, dan bukan yang baik-baiknya, di manakah letak sempurnanya?


Tentang Yakub menipu Ishak, itu memang sebuah perbuatan salah, dan tidak ada seorang pun yang membenarkan perbuatan demikian, termasuk Tuhan. Herannya, Ayu sebagai muslim menganggap perbuatan menipu itu sebagai perbuatan yang benar, dan dengan itu Ayu hendak membenarkan KEBEJATAN ISLAM? Bukankah benar apa yang saya katakan, bahwa Islam mencontoh perbuatan yang buruk dan tidak mencontoh perbuatan yang baik? Kenapa Islam tidak mengikuti ajaran Adam, yaitu monogami, dan malah mengikuti ajaran orang-orang sesudahnya yang meniru nafsu binatang? Kenapa Islam mencontoh Kain yang suka membunuh? Ajaran-ajaran yang dibawa oleh Islam merupakan kristalisasi dari AJARAN-AJARAN JAHAT orang-orang terdahulu.

Ayulestari wrote:Makanya sampeyan saya katakan, jika sampeyan berpendapat Hati nurani sampeyan sudah cukup untuk menilai kebejatan, itu sama saja sampeyan sedang Mendikte Tuhan


Saya tidak mendikte Tuhan, karena buat saya, ajaran Islam bukan ajaran Tuhan.

Pertanyaan: Dari mana Ayu bisa sampai begitu yakin bahwa ajaran-ajaran bejat Islam itu memang berasal dari Tuhan? Apakah di zaman Muhammad, Tuhan pernah menyatakan diriNya disaksikan oleh orang-orang Arab sebagai bukti kalau Tuhan memang memberi ajaran-ajaran itu pada Muhammad? Tidakkah Ayu seharusnya sadar, kalau Muhammad hanyalah nabi palsu sekelas Lia Eden atau Ahmad Mozadeq? Mana buktinya bahwa Tuhan benar-benar mengutus mereka? Bukankah semuanya itu cuma hasil ngibul?

Ayulestari wrote:Hati Nurani siapa saja akan menilai Ibrahim manusia bejat yang mencoba membunuh anak sendiri


Benar, itu memang bejat. Dan alhamdulillah Ibrahim tidak pernah melakukannya, itu hanya suatu ujian dari Tuhan belaka. Tuhan tidak pernah membenarkan perbuatan itu.

Ayulestari wrote:suatu kebejatan tidak bisa diukur dengan hati nurani sampeyan yang sempit, apa sampeyan pikir otak sampeyan sudah sekelas profesor sehingga sampeyan mau menilai ukuran kebejatan sesuai nurani sampeyan yang sempit itu?


Untuk dapat mengetahui suatu agama itu BENAR atau SALAH, kita tidak perlu menjadi profesor.
Cukup dengan menilik AJARAN-AJARAN MORAL yang diajarkan oleh agama itu, kita akan tahu, apakah agama itu SALAH ataukah BENAR.


Ayulestari wrote:Kebenaran Abadi bukan diukur oleh Nilai Moral manusia


Sebuah pengakuan jujur dari Ayu, kalau ISLAM itu BUTA ROHANI, sehingga tidak bisa mengukur nilai moral seseorang.
Maka dari itu, muslim tidak berhak protes terhadap Israel yang membombardir Gaza sehingga banyak anak-anak Palestina yang mati. Karena ukuran bejat atau tidak bejat bukan muslim yang menentukannya, melainkan Tuhan. Itulah konsekuensinya, kalau menurut Ayu manusia tidak berhak menentukan benar atau salahnya sebuah moralitas.

Kalau semisal saat ini, saya culik anak tetangga yang masih berumur 9 tahun, kemudian saya setubuhi dia, itu TIDAKLAH BEJAT, karena KEBENARAN ABADI bukan diukur oleh NILAI MORAL MANUSIA.

Kalau saat ini saya tiba-tiba memancung kepala 3 siswi muslim, itu TIDAKLAH BEJAT, karena KEBENARAN ABADI bukan diukur oleh NILAI MORAL MANUSIA.

Kalau saat ini saya meniduri babu saya, dan istri saya protes, saya lalu bersumpah tidak akan menidurinya lagi, tapi kemudian saya mendapat wahyu dari Jibril bahwa saya tidak seharusnya mengharamkan apa yang dihalalkan Tuhan demi untuk menyenangkan hati istri saya. Saya diperbolehkan membatalkan sumpah saya dan saya dihalalkan juga meniduri babu-babu saya. Itu TIDAKLAH BEJAT, karena KEBENARAN ABADI bukan diukur oleh NILAI MORAL MANUSIA.

Alquran dan Ilmu Pengetahuan

Kalau menurut Ayu, Alquran itu adalah BUKU RAHASIA IPTEK, yang menyingkap hal-hal baru yang belum diketahui oleh orang-orang pada masa Muhammad, nah, sekarang buktikan bahwa Ayu bisa menemukan 1 TEMUAN IPTEK berdasarkan ayat Alquran. Ingat! Jangan mengambil temuan IPTEK yang sudah ada lalu Ayu mencocokkannya dengan Alquran, tapi temukan sendiri IPTEK yang benar-benar baru dan belum pernah ditemukan oleh ilmuwan mana pun, berdasarkan ayat Alquran yang Ayu baca.

Ayulestari wrote:Lihat yang saya Bold, itulah bukti kedangkalan sampeyan berfikir, Ayu tidak pernah mengatakan Al-Quran adalah BUKU RAHASIA IPTEK".


Kalau bukan buku rahasia iptek, lalu kenapa Ayu membangga-banggakan Alquran sebagai buku pengungkap IPTEK?
Muslim kerap membanggakan kalau di zaman Muhammad belum ada orang yang tahu IPTEK, tapi Muhammad sudah mengungkapkannya di dalam Quran. Nah, untuk membuktikan bahwa benar Quran itu berisi RAHASIA IPTEK, silakan Ayu temukaan 1 saja, IPTEK BARU yang benar-benar BARU yang belum pernah ditemukan oleh ilmuwan mana pun berdasarkan ayat Alquran. Kalau Ayu tidak bisa, maka apa yang diklaim oleh muslim modern (muslim abad 20) adalah BUALAN, dan semata-mata itu hanyalah cerminan dari DEPRESI MENTAL. Karena muslim mulai menyadari betapa bodohnya keimanan mereka kepada Islam, sehingga mereka mencoba mencari-cari apa saja yang bisa dipakai atau ditunjukkan sebagai BUKTI KEHEBATAN ISLAM, walau itu hanya tipuan pikiran belaka.

Kalau Kristen Benar, Muslim Tetap Selamat?

Ayu harus menggunakan nalar yang cerdas. Apabila agama Kristen benar, berarti Muhammad adalah nabi palsu, karena dia telah mengatakan yang salah tentang Yesus. Logikanya, kalau Muhammad itu nabi asli utusan Tuhan, tentu dia akan tahu siapa Yesus sebenarnya. Jadi, bila Kristen benar, otomatis Ayu tidak akan selamat karena Ayu adalah pengikut nabi palsu.

Ayulestari wrote:Sepertinya sampeyan salah, soalnya kalau agama kristen benar, maka semua agama termasuk kristen masuk neraka, dan hanya sampeyan doang yang masuk surga hahahahaha...... Karena tuhan harus manut sama otak sampeyan, ini jelas ucapan seorang dadjal, Pantas nubuat Nabi tentang kedatangan dadjal muncul di wilayah timur, ga taunya memang di Indonesia


Ayu tidak bisa membantah lagi, bahwa apabila Kristen benar, berarti Muhammad adalah NABI PALSU, karena dia telah mengatakan yang salah tentang Yesus.
Logikanya, kalau Muhammad itu nabi asli utusan Tuhan, tentu dia akan tahu siapa Yesus sebenarnya. Jadi, bila Kristen benar, otomatis Ayu tidak akan selamat karena Ayu adalah pengikut nabi palsu.

Ayulestari wrote:Makanya itu sampeyan membuat orang kristen tertawa karena orang kristen tidak sebodoh pola pikir sampeyan yang mengambil kesimpulan Nabi Muhammad masuk neraka karena tidak mengakui Yesus Anak, dan Juru Selamat, padahal sudah dibilang sejak kemarin-kemarin bahwa Nabi Muhammad mengakui bahwa Yesus adalah Anak Allah dan Juruselamat. Sampeyan bicara seperti seorang manusia yang ilang ingatan, tulisan sendiri sampe lupa


Benarkah Muhammad mengakui Yesus Anak Allah? Tolong tunjukkan ayatnya dari Alquran.
Kalau Ayu beranggapan Anak Allah = Nabi, coba Ayu jawab: Pernahkah seorang nabi berkata, "Aku sudah ada sebelum abraham"
“Aku akan membangkitkan orang mati pada akhir zaman dan menghakimi setiap orang menurut perbuatannya masing-masing?”
Atau, “Bukan setiap orang yang memanggil-manggil aku: “Tuhan, Tuhan, akan selamat, melainkan orang yang menjadi pelaku firman.”

Kalau Ayu masih tetap ngotot dan tidak bisa menerima paham/dogma Kristen ini, hal ini bisa diabaikan. Karena seperti yang saya bilang, benar atau salahnya dogma itu penentuannya nanti setelah kiamat. Dan untuk saat ini, kita bisa mengetahui sebuah agama itu SALAH atau BENAR dari AJARAN MORALNYA. Kita sudah sama-sama tahu kalau ISLAM itu SUDAH PASTI SALAH, karena mengajarkan hal-hal yang bejat. Tentang agama lain, kita tidak bisa mengatakannya PASTI SALAH, karena yang itu tidak bisa kita tentukan saat ini melainkan menunggu kiamat tiba.

Awloh TIDAK MAHA TAHU

Apakah di Alquran tertulis: Apakah kamu mengira Allah belum mengetahui bla-bla-bla... ??

Ayulestari wrote:Ada silahkan baca dengan mata sampeyan yang picek itu.
QS 9:16. Apakah kamu mengira bahwa kamu akan dibiarkan, sedang Allah belum mengetahui orang-orang yang berjihad di antara kamu dan tidak mengambil menjadi teman yang setia selain Allah, RasulNya dan orang-orang yang beriman. Dan Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan.

Perhatikan kalimat yang dibold


"Kamu mengira bahwa kamu akan dibiarkan"
...bukan...
"Kamu mengira Allah belum mengetahui"

Memang Awloh "tidak mahatahu". Bandingkan dengan ayat karangan Muhammad yg lain:

QS 7:52. Dan sesungguhnya Kami telah mendatangkan sebuah Kitab (Al Quran) kepada mereka yang Kami telah menjelaskannya atas dasar pengetahuan Kami; menjadi petunjuk dan rahmat bagi orang-orang yang beriman.

Orang yang pengetahuannya terbatas akan mengatakan: "Atas dasar pengetahuan kami", karena ada hal-hal lain yang tidak diketahuinya.


Alquran karangan Muhammad, bukan FIRMAN dari TUHAN

Ayu wrote:Perhatikan dong
QS 6:104. Sesungguhnya telah datang dari Tuhanmu bukti-bukti yang terang; maka barangsiapa melihat, maka (manfaatnya) bagi dirinya sendiri; dan barangsiapa buta (tidak melihat kebenaran itu), maka kemudharatannya kembali kepadanya. Dan aku (Muhammad) sekali-kali bukanlah pemelihara(mu).[/color

Jika Muhammad yang didalam kurung dihapus maka kata "Aku" dijadikan huruf besar maka akan seperti ini:

QS 6:104. Sesungguhnya telah datang dari Tuhanmu bukti-bukti yang terang; maka barangsiapa melihat, maka (manfaatnya) bagi dirinya sendiri; dan barangsiapa buta (tidak melihat kebenaran itu), maka kemudharatannya kembali kepadanya. Dan Aku sekali-kali bukanlah pemelihara(mu).


Jadi, itu pengakuan awloh kalau awloh BUKAN PEMELIHARA MUSLIM? Pintar. Ayu jujur, sedangkan penerjemah tidak jujur.

Ayu wrote:QS 70:40. Maka aku bersumpah dengan Tuhan Yang memiliki timur dan barat, sesungguhnya Kami benar-benar Maha Kuasa.

Apanya yang susah untuk memahami ayat itu, Aku disana adalah Allah, dan Kami disana adalah Allah.


Ayu masih tidak percaya bahwa "KAMI" adalah Muhammad + Awloh (kadang juga + Jibril)? Perhatikan ayat ini:

QS 58:5
Sesungguhnya orang-orang yg menentang Allah dan Rasul-Nya pasti mendapat kehinaan. Sesungguhnya KAMI telah menurunkan bukti-bukti yg nyata. Dan bagi orang-orang kafir ada siksa yg menghinakan.

Analogi:

Ibu berkata: Kalian harus hormat kepada Ayah dan Ibu. Sesungguhnya kami adalah orang tua kalian dan pemelihara kalian.

Ayat-ayat Alquran diucapkan oleh Muhammad, dan sewaktu Muhammad mengucapkannya, dia memakai kata ganti "KAMI" sama seperti seorang ibu yang mengucapkan kalimat seperti contoh yang saya berikan di atas. Muhammad adalah seorang psikopat yang merasa dirinya "satu kesatuan" dengan AWLOH. Tidak ada NABI-NABI ASLI yang ketika berbicara kepada umatnya memakai kata "KAMI" untuk merujuk dirinya sebagai satu kesatuan dengan Tuhan yang mengutusnya. Tuhan pun tidak pernah menyampaikan firman lewat perantaraan nabi-nabiNya dengan model kalimat seperti ayat-ayat ciptaan Muhammad itu, di mana awloh dan rasulnya ditulis sejajar. Coba temukan dalam Taurat, adakah Tuhan berkata: "Tuhan dan nabinya" atau "Tuhan dan Musa" ??? Musa juga tidak pernah berkata: "Kami (=Tuhan dan aku)".

Dengan menilai gaya ucapan awloh di dalam Alquran saja akhirnya kita tahu kalau ayat-ayat Alquran itu adalah firman palsu. Ayat-ayat Alquran itu adalah karangan Muhammad, yg dengan otak setannya telah menyetarakan dirinya dengan awloh, tuhan bonekanya sehingga Muhammad berani memakai kata ganti "KAMI" untuk menunjuk "awloh & dirinya sendiri".

Ayulestari wrote:Misalnya seseorang akan menikah tanggal 7 juni 2009, ingat sekali lagi ini rahasia maka jika ditanya kapan kamu kawin,

Misalnya jawabnya adalah mudah-mudahan dalam waktu dekat, jadi dalam bahasa arabnya mudah-mudahan yang sudah pasti ini digunakan kata "Ngasa" menjelaskan bahwa itu rahasia atau Qadar tidak disebutkan, maka kata ngasa adalah kata yang memang sudah pasti terjadi tapi rahasia, tapi jika kalimatnya begini:

Mudah-mudahan tanggal 7 juni 2009, itu baru menggunakan kata "Langala" bukan "Ngasa" karena mudah-mudahan disana tidak pasti tanggal 7 juni 2009 akan menikah, maka sama seperti Insya Allah (jika Allah menghendaki)

Semoga paham.


Sebagai pembanding, Tuhan dalam Taurat tidak pernah memakai kata "mudah-mudahan", kecuali manusia.
Adanya kata "mudah-mudahan" dalam Alquran yang sebelumnya telah diklaim sebagai firman Tuhan itu menunjukkan bahwa Alquran adalah firman palsu. Alquran adalah kata-kata karangan manusia, sebab Tuhan yang Sejati tidak pernah berkata "mudah-mudahan".

Sekali lagi, DOGMA ataukah MORALITAS?

Ayulestari wrote:Yang saya katakan perbedaan pendapat disini bukan masalah-masalah seperti itu, tapi masalah dasar Keimanan, kalau masalah Nabi muhammad meninggal diracun atau tidak, tidak akan menyebabkan Allah itu bukan tuhan dan Nabi muhammad bukan nabi, atau masalah umur, tetap semuanya kompak bahwa Muhammad itu adalah Nabi. Quran itu benda mati atau tidak? tetap Quran itu dipercaya Firman Allah"

Apapun sektenya semuanya kompak menjawab, siapa tuhan kalian? "Allah", Siapa rasul kalian "Muhammad" Apa kitab kalian " Semua menjawab Al-Quran" semua sekte baik itu Siah, Suni, NU, Muhammadiah, Ahmadiyah, Jil, Eden, Ahmad Musadek. dll.

Tapi jika kristen ditanya : Siapa Tuhan kalian : beberapa sekte menjawab Yesus, beberapa lagi Tritunggal, beberapa lagi menjawab Allah, beberapa lagi menjawab YHWH, beberapa lagi menjawab Setan, Beberapa lagi menjawab "api", beberapa lagi menjawab "dll".
Mana yang benar dari jawaban mereka?


Ada orang yang yakin bahwa Yesus itu Tuhan, dan ada juga orang yang tidak yakin. Dan itu tidak bisa kita tentukan saat ini BENAR dan SALAH-nya. Sepenuhnya tergantung pada hari kiamat, barulah kita akan tahu pastinya.

Sementara agama yang jelas-jelas mengajarkan: SETUBUHI PELAYAN adalah HALAL, Gantilah istrimu bila bosan, Pukullah istrimu, Laki-laki boleh tidak setia sedangkan wanita harus setia, harta rampokan itu halal, dst ... kita tidak perlu menunggu sampai KIAMAT tiba untuk tahu itu SALAH atau BENAR, saat ini juga kita sudah dapat menentukannya bahwa itu PASTI SALAH.

Sebab itulah, perdebatan masalah dogma tidak ada habisnya karena kita sendiri tidak tahu itu benar atau salah. Walaupun umat yang menganutnya punya alasan yang kuat untuk itu, tetap saja kita tidak bisa pastikan benar dan salahnya. Namun terhadap masalah MORAL, kita bisa menentukannya secara pasti, apakah ITU BENAR, apakah itu SALAH.

Apakah Ayu masih tidak mau menerima kenyataan ini, bahwa iSLAM sudah pasti salah, sedangkan agama lain belum tentu salah? Kesampingkan dulu persoalan dogma, karena persoalan dogma memang di luar jangkauan kita. Kenapa kita menutupi DIRI KITA SENDIRI YG SUDAH PASTI SALAH, dengan mengalihkan perhatian ke persoalan lain yaitu mencoba mengorek-ngorek dogma agama lain? Ibarat GAJAH di pelupuk mata tak tampak, sementara kuman di seberang lautan tampak. Sepertinya kita belum layak membahas dogma bila kita belum keluar dari Islam.

BULSHIT-BULSHIT AGAMA ARAB

Ayulestari wrote:Mana bukti sejarah yang mengatakan kalau kabah ada pada abad ke 4 masehi? Penyidik sejarah itu siapa? Kalau masalah monas itu sudah jelas, sejarah dan disana jelas tertulis kalau didirikan bukan direnofasi dan jelas bahwa sebelumnya disana memang tidak ada monas.


Begini saja, silakan Ayu buktikan bahwa Kabah sudah ada pada zaman Abraham. Tentang penyelidikan sejarawan yang menyatakan Kabah baru ada pada kisaran abad 4 Masehi, silakan Ayu baca di Resource Center tentang Kabah.

Tentang Menghakimi Umat Lain yang menjalankan Ibadah

Ayu wrote:Pelaranggaran hukum bukan dinilai dari Jahat atau tidaknya, tapi dari peraturan hukum yang telah disepakati bersama. Jika sampeyan ditilang karena tidak memakai Helm apa sampeyan akan mengatakan " Kenapa kamu menghukum saya? kamu pikir tidak pake helm suatu kejahatan?"


Masalahnya, apakah muslim yang MERUSAK RUMAH orang itu adalah POLISI?
Dan bagaimana Ayu bisa menyamakan MENILANG dengan MERUSAK?

Bukankah TINDAK PENGRUSAKAN itu adalah SEBUAH KEJAHATAN? Kenapa Ayu membenarkan perbuatan jahat itu? Kalau orang Kristen beribadah di rumah dianggap pelanggaran, orang muslim yang beribadah di rumah dengan mengundang banyak tamu seperti tadaruss, jamiyah, atau pengajian juga PELANGGARAN. Dan kalau kemudian orang-orang dari agama lain ngamuk dan MERUSAK RUMAH orang muslim, Ayu tidak berhak protes karena yang namanya kejahatan tidak dinilai dari jahat atau tidaknya, tapi dari peraturan hukum yang telah disepakati bersama.

Perang Badar adalah Perampokan Biadab

Ayulestari wrote:Coba sampeyan pastikan lagi apakah ini benar yang sampeyan kutip?

Ibnu Ishaq berkata, "Ketika Rasulullah SAW mendengar Abu Sufyan bin Harb tiba dari Syam, beliau mengajak-kaum Muslimin keluar. Rasulullah SAW bersabda ,"Inilah kafilah dagang Quraisy. Di dalamnya terdapat harta kekayaan mereka. Oleh karena itu, pergilah kalian kepada mereka! Mudah-mudahan_Allah memberikan kekayaan kepada kalian".

Lihat kata yang saya besarkan, sampeyan memang sangat mudah menipu kafir-kafir disini.

benarkah ada kata kekayaan di sirat ibnu ishaq itu? hihihihihi
Ini jelas sampeyan sedang memalsukan ucapan Ibn Ishaq, dan ini salah satu ciri-ciri fitnah Dadjal. Ayo pastikan lagi dengan mata sampeyan yang picek tersebut.


Apakah Ayu punya buku ini?

Image

Image

atau juga ini:

Image

Image

Kalau Ayu belum punya, silakan beli dulu.

Dan di dalam Hadist Sahih Bukhari juga dapat kita ketahui bahwa motivasi penyerangan itu adalah HARTA:

Hadis Sahih Bukhari, Volume 4, Buku 53, Nomer 359:
Dikisahkan oleh Ibn 'Umar:
'Uthman tidak ikut perang Badr karena dia menikah dengan salah satu anak perempuan Rasul Allah dan dia (Ruqayyah) sedang sakit. Karena itu, sang Nabi berkata kepadanya: “Kamu akan dapat upah dan bagian (barang jarahan) sama dengan upah dan bagian orang yang ikut ambil bagian dalam perang Badr.”


Ayulestari wrote:Ya udah tunjukkan aja bukti yang sampeyan punya, biar kita cek, sampeyan memalsukan kisah apa tidak?


Ayu akhirnya sadar, khan, kalau Ayu selama ini telah dibodohi? Tulisan-tulisan yang dibaca muslim selama ini tanpa referensi yang jelas, semuanya hanya berdasarkan asumsi si penulis/penafsir dan dibumbuhi dengan propaganda dan fitnah-fitnah keji terhadap pihak korban. Mereka yang kerap menjadi korban pengkambinghitaman tulisan-tulisan tak bersumber itu adalah pihak Yahudi dan pihak Quraish. Mungkin ada baiknya juga Ayu baca tulisan saya di: http://duladi.t35.com

Penyerangan Kaybar

Ayulestari wrote:[Tabari, vol.viii, p.117]:
Di masa kemarau besar di Medina saat itu, sekelompok orang B. Aslam yang baru saja memeluk Islam menghadap Muhammad untuk minta bantuan. Tapi Muhammad tidak punya apa2 untuk membantu mereka. Jadi dia berdoa pada Allah agar mereka bisa menjarah perbentengan kaum Yahudi Khaybar yang banyak harta, termasuk pertanian mereka yang hijau subur. Dia berkata, “O Tuhan, Kau tahu keadaan mereka – bahwa mereka tidak punya kekuatan dan aku tidak punya apapun untuk kuberikan pada mereka. Bukalah bagi mereka (kesempatan menyerang) bagian terbesar perbentengan Khaybar, yang paling kaya akan makanan dan daging berlemak.”

saya belum mencek kebenaran tulisan sampeyan yang ini, tapi kelihatan nya yang ditanda kurung itu tambahan dari siapa ya?

Saya tau pasti ada kata-kata yang juga diplesetkan disini


Yang suka memplesetkan fakta sejarah adalah Islam. Kalau terhadap sumber Tabari Ayu bisa curiga, kenapa terhadap tulisan-tulisan lain tak bersumber Ayu malah percaya begitu saja? Untuk menguatkan tulisan Tabari di atas, bahwa motivasi penyerangan Muhammad atas Kaybar adalah demi harta, Ayu bisa baca dari Sirah Nabawiyah:

SIRAH NABAWIYAH IBNU HISYAM (2 jilid)
Jilid 2 halaman 306-307

Ibnu Ishaq berkata, "Kinanah bin Ar-Rabi' didatangkan kepada Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam, karena kekayaan Bani An-Nadhir ada padanya. Beliau menanyakan kekayaan tersebut kepada Kinanah bin Ar-Rabi', namun ia mengaku tidak mengetahui tempatnya. Setelah itu, salah seorang Yahudi didatangkan kepada Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam. Orang Yahudi tersebut berkata, 'Aku pernah melihat Kinanah mengelilingi reruntuhan benteng ini setiap pagi.' Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam bersabda kepada Kinanah bin Ar-Rabi', 'Bagaimana pendapatmu, kalau kami menemukan kekayaan tersebut kemudian kami membunuhmu?' Kinanah bin Ar-Rabi' menjawab, 'Ya.' Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam memerintahkan penggalian reruntuhan benteng tersebut hingga akhimya sebagian kekayaan orang-orang Khaibar dapat dikeluarkan daripadanya. Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam bertanya kepada Kinanah bin Ar-Rabi' tentang kekayaan lainnya, namun ia bungkam. Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam bersabda kepada Az-Zubair bin Al-Awwam, 'Siksa dia hingga engkau bisa mendapatkan apa yang ada padanya.' Az-Zubair bin Al-Awwam menyalakan api dengan batang kayu di dada Kinanah bin Ar-Rabi' hingga ia melihatnya, kemudian Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam mendorong Kinanah bin Ar-Rabi' kepada Muhammad bin Maslamah yang kemudian memenggal kepalanya sebagai pembalasan atas kematian saudaranya yaitu Mahmud bin Maslamah."

Image

Sirat Rasul allah ibnu ishak(3 jilid)
Jilid 3 halaman 7-8

Image

Juga Hadist Sahih:

Dinarasikan oleh 'Abdul 'Aziz:
"Kata Anas, ketika nabi menyerbu Khaibar orang2 di kota berseru “Muhamad dan pasukannya datang”. Kami mengalahkan mereka semua, menjadikan mereka tawanan dan harta rampasan dikumpulkan. Nabi membunuh para pria yang melawan, membantai anak-anak keturunan mereka dan mengumpulkan para wanita menjadi tawanan
(Sahih Bukhari V.5 B.59 N.512).

Muhammad kawin karena BIRAHI

Ayu wrote:Sahih Bukhari 7.62.18
Diceritakan 'Ursa: Nabi meminta Abu Bakr utk menikahkan Aisyah padanya. Abu Bakr berkata “Tapi aku saudaramu.” Nabi berkata, “Kau saudara hanya dalam agama Allah dan Kitabnya, tapi dia (Aisyah) berhak bagiku utk dinikahi.”

Lihat yang dibold, apakah ada kalimat pemaksaan yang dilakukan nabi didalam hadis tersebut?

Lihat bukti kepalsuan yang sampeyan tulis, ayo akui saja sampeyan memang melakukan pemalsuan Hadis,

coba sampeyan jelaskan kata berhak dibawah yang ayu gedein itu ada kaga dalam hadis tersebut? Atau apa sampeyan memang tidak bisa membedakan kata "Berhak" dan kata "Halal"?. Sampeyan bisa menipu para kafir yang memang tidak punya kitab hadis dirumah mereka, apa sampeyan pikir bisa menipu muslim dengan cara licik sampeya? Berubahnya kata Halal menjadi kata Berhak, sudah membuat negatif persangkaan orang yang membaca.


Dengan mengatakan: "Dia BERHAK bagiku...." itu sama artinya dengan "MEMAKSA". Bila Muhammad sudah berkata demikian, siapa yang berani melawan? Apalagi Muhammad juga membual dengan cerita berikut:

Sahih Bukhari, Volume 9, Book 87, Number 140
Diceritakan oleh Aisyah: Rasul Allah berkata kepadaku, "Kamu telah ditunjukkan padaku dalam mimpi sebanyak 2 kali sebelum aku menikahimu. Aku melihat seorang malaikat membawa Aisyah kecil yang dibungkus kain. Aku bilang (pada diriku sendiri), ‘Jika ini dari Allah, maka ini harus terjadi.’

Ayulestari wrote:Saya bertanya kepada sampeyan, Apakah Wanita Setengah Baya itu = Janda? Apa sampeyan tau istri jabir itu adalah seorang janda? benarkah Hadist yang sampeyan kutip itu berbunyi demikian?


Volume 7, Buku 62, Number 17:
Riwayat Jabir bin Abdullah: Ketika saya menikah, Rasul Allah berkata kepada saya, "Apakah wanita yang anda Kawini? "Aku menjawab," Aku telah menikah dengan seorang janda” Dia berkata, "Kenapa, Apakah kamu tidak menyukai wanita perawan dan belaian untuk mereka?" Jabir juga berkata:" Rasulullah berkata, "Mengapa kamu tidak menikahi gadis muda, sehingga Anda dapat bermain dengan dia dan dia dengan anda?"

Nah kelihatan disini kehebatan Sampeyan dalam memplesetkan Hadis

1. Janda sampeyan samakan dengan Wanita Separuh Baya
2. Wanita sampeyan samakan dengan Anak Perempuan
3. Belaian sampeyan samakan dengan Menimang-nimang
4. Nikah sampeyan samakan dengan Kawin
5. Gadis Muda sampeyan samakan dengan Anak-anak


Ini versi Inggrisnya:

Bukhari Volume 7, Book 62, Number 17:
Narrated Jabir bin 'Abdullah:
When I got married, Allah's Apostle said to me, "What type of lady have you married?" I replied, "I have married a matron' He said, "Why, don't you have a liking for the virgins and for fondling them?" Jabir also said: Allah's Apostle said, "Why didn't you marry a young girl so that you might play with her and she with you?'

Bukankah sama saja, gadis muda = anak-anak? Apakah Aisyah yang berusia 9 tahun itu bukan anak-anak?
Kalau itu wanita dewasa, bagaimana mungkin Muhammad mengatakan: "you might play with her and she with you?'

Bukankah seharusnya apa yang diperbuat Jabir itu mulia? Kenapa Muhammad malah menyarankan Jabir sebaliknya? Bukankah seharusnya Muhammad memuji Jabir karena Jabir tidak pedofil, Jabir mau menikahi wanita seusia ibu-ibu, seorang janda? Kenapa Muhammad malah menyarankan Jabir untuk mengawini anak-anak (gadis muda seperti Aisyah) agar bisa diajak bermain dan ditimang-timang (=fondling)? Bagaimana kalau sampai Jabir terpengaruh oleh saran bejat nabinya itu, dan menceraikan istrinya lalu mencari anak-anak seperti yang disarankan Muhammad yang gendeng itu? Beginikah seorang nabi berakhlak mulia dalam memberi PENGAJARAN MORAL kepada pengikutnya?

Kenapa Ayu tidak menyimak adanya KEJANGGALAN dari PRIBADI MUHAMMAD ini?
Apakah yang dilakukan Jabir itu salah?
Kenapa Muhammad bukannya memuji, tapi malah mempersalahkan Jabir? (Lihat kalimatnya: "Why, don't you have a liking for the virgins and for fondling them?")
Dan kenapa Muhammad malah memberi saran yang tidak benar terhadap pengikutnya yang sudah melakukan perbuatan yang benar?

Ingat Ayu! Kita tahu sebuah agama itu SALAH bukan dari dogmanya, melainkan dari AJARAN MORALNYA.

Salam,

DULADI
16 Maret 2009
Last edited by Duladi on Tue Mar 24, 2009 12:17 pm, edited 1 time in total.
Duladi
 
Posts: 7103
Joined: Thu Apr 12, 2007 10:19 pm
Location: Samarinda

Re: Meluruskan Cara Berpikir Muslim yang ****

Postby Jibaok » Mon Mar 23, 2009 2:41 pm

Foxhound wrote:Itu adalah empat perang yang terjadi, semuanya dimenangkan oleh Israel. Yang terakhir negara2 Arab akhirnya secara bersama2 mengakui bahwa Israel tidak bisa dikalahkan secara militer.


Arab akhirnya secara bersama2 mengakui ..??? Arab mana nich pir? Bisa loe tunjukin kenyataannya, dari siapa dan bila ?
ato loe impulsive liar ?
Jibaok
 
Posts: 1335
Joined: Tue Sep 04, 2007 1:08 pm

Re: Meluruskan Cara Berpikir Muslim yang ****

Postby osho » Mon Mar 23, 2009 7:55 pm

Foxhound wrote:Itu adalah empat perang yang terjadi, semuanya dimenangkan oleh Israel. Yang terakhir negara2 Arab akhirnya secara bersama2 mengakui bahwa Israel tidak bisa dikalahkan secara militer.


Jibaok wrote:Arab akhirnya secara bersama2 mengakui ..??? Arab mana nich pir? Bisa loe tunjukin kenyataannya, dari siapa dan bila ?
ato loe impulsive liar ?


Kenyataan yang sebenarnya...?
Apakah ada yang pernah menang melawan Israel....?
mungkin mengakui kekalahannya dalam hati kepada ALLAH SWT yang tak berdaya membantu....
hihihihihihi
kasih impulsive yang tidak liar dong.
User avatar
osho
 
Posts: 2136
Joined: Fri Feb 02, 2007 8:29 am
Location: osho

Re: Meluruskan Cara Berpikir Muslim yang ****

Postby Foxhound » Mon Mar 23, 2009 10:27 pm

Jibaok wrote:Arab akhirnya secara bersama2 mengakui ..??? Arab mana nich pir? Bisa loe tunjukin kenyataannya, dari siapa dan bila ?
ato loe impulsive liar ?


Maling teriak maling... yang sukanya impulsive schyzophrenic itu ya nabilu agamalu kyailu temenlu awlohlu

Baca sendiri
For the Arab states (and Egypt in particular), the psychological trauma of their defeat in the Six-Day War had been healed. In many ways, it allowed them to negotiate with the Israelis as equals. However, given that the war had started about as well as the Arab leaders could have wanted, at the end they had made only limited territorial gains in the Sinai front, while Israel gained more territory on the Golan Heights than it held before the war; also given the fact that Israel managed to gain a foothold on African soil west of the canal, the war helped convince many in the Arab World that Israel could not be defeated militarily, thereby strengthening peace movements. The war effectively ended the old Arab ambition of destroying Israel by force.

Sumber lain : http://www.guardian.co.uk/world/2001/may/15/israel2

Kalau mau bukti empiris. Kenapa negara2 Arab tidak lagi secara terbuka mengumumkan perang lagi terhadap Israel? Semua tahu bahwa Israel tidak bisa dikalahkan secara militer.

Mesir dan Jordan, negara tetangga jelas2 sudah membina hubungan diplomatik dengan Israel. Tersisa Syria yang tidak pernah berani lagi mengumumkan perang terbuka, dan parlemennya terpecah antara yang mengakui Israel dan menolak Israel.

Iran. Iran dibawah dinasti Pahlavi justru mengakui Israel di awal. Hanya baru setelah revolusi Iran 1979, di bawah Ayatollah Khomeini, Iran menarik pengakuan terhadap Israel. Tetapi juga tidak berani melakukan agresi militer dan lucunya pada saat perang Iran-Irak, Iran justru meminta bantuan dari Israel untuk membeli peralatan militer ](*,)

Irak. Irak cuma menyerang Israel satu kali untuk mengalihkan perhatian perang Iran - Irak saat Israel berperang melawan Libanon.

Mana lg ada negara Arab yang berani menyerukan perang terbuka? Paling gerombolan2 tikus2 gerilya yang tidak punya negara.

Kalau masih tanya sumbernya darimana lagi... BANYAK BACA ILMU PENGETAHUAN!!! Jangan cuma baca buku amburadul kayak AlQuran! Biar otakmu terbuka lebar dan mulutmu bisa terkatup rapat. Dan dengan begitu tidak jadi bangsa terbelakang lagi yang dibodohi Arab!

Sekarang ganti tunjukkan pada saya satu perang yang dimenangkan oleh negara Arab. Satu lawan satu boleh, ngeroyok juga boleh!!

Satu2nya kemenangan yang dibanggakan golongan2 gerilyawan tikus itu cuma satu: Mereka masih hidup. ](*,)
User avatar
Foxhound
 
Posts: 5450
Joined: Sun Mar 18, 2007 6:02 pm
Location: FFI

Re: Meluruskan Cara Berpikir Muslim yang ****

Postby M-SAW » Tue Mar 24, 2009 12:31 pm

paruntennnnnnnnnnnnnnnnnnnn
nonton dulu ah
M-SAW
 
Posts: 5244
Joined: Wed Aug 23, 2006 3:59 pm
Location: :)

Re: Meluruskan Cara Berpikir Muslim yang ****

Postby Duladi » Tue Mar 24, 2009 12:35 pm

Ayulestari wrote:Saya hanya menyuruh sampeyan mengecek kebenaran ucapan sampeyan yang didalam sirat ibn Hisyam tersebut, yang anehnya sampeyan mebuktikan dengan scan dari cover bukan isi, aneh bukan? siapapun pasti menunjukkan bukti dari isi suatu buku, bukan cover dari suatu buku.


Baca lagi postingan saya di atas, atau baca saja yang ini:

Mengenai PERAMPOKAN BADAR

SIRAH NABAWIYAH IBNU HISYAM
Jilid 1 halaman 582-583

Image

Sirat Rasul allah ibnu ishak(3 jilid)
Jilid 2 halaman 97

Image

Image


Mengenai PERAMPOKAN KAYBAR

SIRAH NABAWIYAH IBNU HISYAM
Jilid 2 halaman 306-307

Image

Sirat Rasul allah ibnu ishak
Jilid 3 halaman 7-8

Image

===================================================

Saudari Ayu Lestari, apakah sampeyan masih terus menyangkal dan tidak mau mengakui kalau Muhammad itu PERAMPOK BEJAT yg menjalankan aksinya memakai kedok menyebarkan agama?
Duladi
 
Posts: 7103
Joined: Thu Apr 12, 2007 10:19 pm
Location: Samarinda

Re: Meluruskan Cara Berpikir Muslim yang ****

Postby belajarsejarah » Sat Mar 28, 2009 9:58 pm

Where A Yu? :green:

ALI SINA:
Alasan mengapa semua upaya reformasi dalam islam gagal adalah bahwa ISLAM TIDAK DAPAT DIREFORMASI. Reformasi Islam hanyalah ilusi dan hanya kan membuat frustrasi calon reforman. Ini seperti anda menginginkan mereformasi filosofi NAZI dan mencoba membiatmay nampak seperti ideologi non-rasial yang berperikemanusiaan.
INi adalah absurd, walaupun kemungkinannya lebih besar daripada re-reformasi Islam. Karena buku Hitler "Mein Kampf" tidak dipercaya sebagai kata2 langsung Allah, seperti Quran. Anda tidak dapat merubah Quran. Anda tidak dapat mereformasi sebuah kebohongan (You cannot reform a lie). Anda harus meninggalkannya.
User avatar
belajarsejarah
 
Posts: 533
Joined: Mon Feb 02, 2009 2:13 am

Re: Meluruskan Cara Berpikir Muslim yang ****

Postby Duladi » Sun Mar 29, 2009 1:55 am

Kita lihat saja, apakah Ayu mau sadar.

Jika Ayu adalah kloningan dari Muhammad Jaya, saya rasa tidak mungkin mengharapkan sosok ini untuk sadar. Manusia yang menganggap sesuatu yg bejat itu benar, berarti tidak ada harapan lagi, manusia demikian adalah SAMPAH MASYARAKAT.
Tetapi bila Ayu benar-benar perempuan yang pernah begitu naifnya mempercayai Islam sebagai agama suci, maka ada harapan Ayu untuk sadar dan akhirnya mau bergabung bersama saya di sini menyadarkan teman-teman lain yang masih muslim. Yang harus diingat oleh Ayu bahwa saya bukanlah MUSUH, saya dan teman-teman di sini berjuang untuk mengeluarkan Ayu dari JERAT MAUT dusta-dusta Islam. Ini bukan DEBAT MENANG-MENANGAN, tapi serius membicarakan AGAMA yang jelas-jelas SALAH namun dianggap benar. Sadarnya Ayu bukan menunjukkan kekalahan, melainkan KEMENANGAN DIRI AYU atas KEBOHONGAN ISLAM. Sebaliknya membutakan diri dan terus menganggap Islam itu benar justru menunjukkan kekalahan Ayu.

Di sini sudah banyak contoh orang-orang yang kalah, di antaranya Gaston dan Head Fixer. Walau sudah hampir 4 tahun kedua orang itu bergabung di sini, mereka tetap saja membutakan diri mereka terhadap FAKTA-FAKTA yang ditunjukkan pada mereka dan terus menganggap Islam yang bejat itu BENAR. Hal semacam ini tidak bisa dibanggakan, malah ini suatu sikap yang sangat memalukan dan ini membuktikan KEKALAHAN PRIBADI mereka atas ISLAM. ISLAM telah mengunci otak mereka. Akal & Nurani mereka telah di-lock oleh Islam, sehingga mereka bukan diri mereka lagi, melainkan mereka sepenuhnya sudah dikuasai oleh Islam. Mereka sudah menjadi zombi. Mereka itu SAMPAH. Orang-orang seperti Gaston dan Head Fixer tidak bisa dijadikan teladan. Kalau kita mau melihat sosok teladan, lihatlah ZAKI AMIN, seorang Imam Arab yang akhirnya sadar bahwa dirinya telah ditipu Islam. Kalau orang Arab saja bisa berontak atas dusta nenek moyangnya sendiri, kenapa kita yang NON-ARAB tidak bisa? Kita pasti bisa, Ayu pasti bisa.

Orang yang masih bisa membedakan MANA BENAR & MANA SALAH masih ada harapan untuk dibebaskan dan dimenangkan.

Salam,

DULADI
29 Maret 2009
Duladi
 
Posts: 7103
Joined: Thu Apr 12, 2007 10:19 pm
Location: Samarinda

Re: Meluruskan Cara Berpikir Muslim yang ****

Postby Duladi » Sun Mar 29, 2009 2:03 am

Duladi
 
Posts: 7103
Joined: Thu Apr 12, 2007 10:19 pm
Location: Samarinda

Re: Meluruskan Cara Berpikir Muslim yang ****

Postby newbie » Sun Mar 29, 2009 2:52 pm

Ayu aku cuma mau tanya beberapa hal tolong dijawab tegas YA atau TIDAK:

Apakah kamu mau menjaga penis ayahmu, kecuali terhadap istri dan pelayan-pelayan dirumahmu? (QS 23:5-6)
atau, Apakah kamu rela ayahmu Kawin sebanyak 2, 3 atau 4, atau bila takut tidak mampu menafkahi, setubuhi pembantu di rumah saja? (QS 4:3)
Apakah kamu mau ayahmu memukul ibumu? (QS 4:34), atau mengurungnya sampai mati? (QS 4:15), Maukah engkau Merampok sebab itu halal? (QS 8:69, QS 48:20), "Senangkah engkau ayahmu akan dihadiahi cewek-cewek cantik di surga nanti? (QS 52:17-20, QS 56:22-24), Maukah engkau memBunuh orang-orang kafir yang ada di sekitarmu? (QS 9:123, QS 9:5)

Plissssssssssssssssssssss................. Tolong jawab saya. Saya hanya ingin jawaban YA atau TIDAK. Saya tidak paham sebab saya ini newbie (pemula) lhooo......
newbie
 
Posts: 712
Joined: Thu Mar 19, 2009 9:39 pm
Location: TIM HORE-HORE (COROLEADER) BASECAMP

Re: Meluruskan Cara Berpikir Muslim yang ****

Postby Alkindy » Mon Mar 30, 2009 3:38 pm

newbie wrote:Ayu aku cuma mau tanya beberapa hal tolong dijawab tegas YA atau TIDAK:

Apakah kamu mau menjaga penis ayahmu, kecuali terhadap istri dan pelayan-pelayan dirumahmu? (QS 23:5-6)
atau, Apakah kamu rela ayahmu Kawin sebanyak 2, 3 atau 4, atau bila takut tidak mampu menafkahi, setubuhi pembantu di rumah saja? (QS 4:3)
Apakah kamu mau ayahmu memukul ibumu? (QS 4:34), atau mengurungnya sampai mati? (QS 4:15), Maukah engkau Merampok sebab itu halal? (QS 8:69, QS 48:20), "Senangkah engkau ayahmu akan dihadiahi cewek-cewek cantik di surga nanti? (QS 52:17-20, QS 56:22-24), Maukah engkau memBunuh orang-orang kafir yang ada di sekitarmu? (QS 9:123, QS 9:5)

Plissssssssssssssssssssss................. Tolong jawab saya. Saya hanya ingin jawaban YA atau TIDAK. Saya tidak paham sebab saya ini newbie (pemula) lhooo......


Pertanyaan sederhana [-( tinggal jawab yes or not...... Gimane slim???? [-X
User avatar
Alkindy
 
Posts: 183
Joined: Wed Feb 18, 2009 12:11 pm
Location: The Holy Land

Re: Meluruskan Cara Berpikir Muslim yang ****

Postby Ayulestari » Mon Mar 30, 2009 4:07 pm

Duladi wrote:Kristen Sejati dan Kristen Bidah


Ayulestari wrote:Kalau kitab suci tidak pernah mengatakannya? kenapa harus kita ciptakan Dia diotak kita? Keimanan kepada tuhan yang tidak berdasar itu berarti hanya dogma bid ah dan bid ah adalah sesat.

Tanya,

Kitab suci apa yang Ayu maksud?

Ayu kan sudah pernah bertanya, Adakah di Alkitab/AlQuran yang mengatakan bahwa Tuhan itu maha kecil?
Apa itu dogma? Apa sampeyan sudah tau apa itu artinya dogma?

Dan siapakah bidah? Apakah orang Kristen adalah bidah, sedangkan Ayu adalah Kristen Sejati?

Kristen yang bid’ah, karena kenapa? Karena Dodma ketuhanan sampe sekarang masih dipeselisihkan, jika kristen benar, Kristen mana yang masuk surga? Yang menganggap yesus tuhankah? Yang menganggap yesus nabi kah? Yang menganggap Yesus Lucifer kah? Yang menganggap Yesus setankah? Yang menganggap yesus Nabi dan Allah kah? Yang mengganggap dll. Jadi jika kristen benar, maka jelas Islam akan masuk surga

Tolok ukur benar dan salah: Dogma ataukah Moralitas?
Ayu men-judge dogma agama lain salah, berdasarkan apa? Berdasarkan ketidakmengertian Ayu terhadap kitab suci orang lain. Kalau kita mau jujur, sebenarnya kita tidak bisa menentukan apakah sebuah dogma yang dianut suatu agama itu PASTI SALAH atau PASTI BENAR, tetapi nanti setelah kiamat barulah kita dapat tahu itu benar atau salah. Sedangkan untuk mengetahui sebuah moralitas itu SALAH atau BENAR, kita tidak perlu harus menunggu sampai kiamat tiba, saat ini juga kita sudah dapat menentukannya.

Ajaran yang berdasarkan kitab suci bukanlah Dogma, sampeyan salah mengartikan dogma, dogma adalah hasil rundingan dan diputuskan bersama oleh para pimpinan agama, kalau dalam islam sama seperti Itihat para ulama saat memutuskan makruh atau haramnya rokok. Bedanya dengan agama kristen justru yang disepakati bersama adalah siapa tuhan? Dalam islam tidak ada yang namanya dogma, semuanya bersumber dalam kitab suci, Siapakah Tuhan? Semuanya sepakat menjawab Allah, tanpa harus dirundingkan dulu, apapun sektenya, baik itu Akhmed musadek, atau Mirza gulam ahmad, atapun lia eden, semuanya sepakat dengan kitab suci bersama yaitu Al-Quran, Sebaiknya sebelum sampeyan bicara soal kebenaran Tuhan yang diukur dari dogma atau moralitas manusia sebaiknya sampeyan belajar dulu apa itu dogma.

Itulah kenapa saya katakan, bahwa Islam sudah pasti salah, sedangkan agama lain belum tentu salah.

Sampeyan mau bicara soal Moral atau Dogma? Apa yang dilakukan oleh Ibrahim ataupun musa, bukanlah atas dogma, tapi atas Iman kepada Allah, dogma adalah atas kesepakatan bersama, apa saat ibrahim mau membunuh anaknya ibrahim harus mengadakan konsili dulu? Untuk menetapkan bahwa yang menyuruhnya menyembelih anaknya apa Allah atau Setan gitu?

Kita tidak perlu menjadi seorang PROFESOR untuk mengetahui mana agama yang salah, cukup dengan bekal HATI NURANI saja, kita dapat mengetahuinya saat ini juga.
Dan kita juga tidak perlu menunggu sampai kiamat tiba untuk mengetahui mana agama yang salah, karena dengan menguji ajaran moralnya kita dapat tahu, apakah agama itu salah atau benar.


Dengan hati nurani, maka sampeyan sudah jelas menolak tuhan, karena jika sampeyan di posisi ibrahim saat itu, pasti sampeyan akan melontar Allah dengan batu, sambil mengatakan “ dasar tuhan tidak bermoral”

Nah, Bagaimana bila kita disodori sebuah ajaran: "Jagalah penismu, kecuali terhadap istri dan pelayan-pelayanmu." (QS 23:5-6)
atau, "Kawinlah sebanyak 2, 3 atau 4, atau bila takut tidak mampu menafkahi, setubuhi pelayan saja." (QS 4:3)
"Pukullah istrimu" (QS 4:34), "Kurunglah sampai mati" (QS 4:15), "Merampok itu halal" (QS 8:69, QS 48:20), "Di surga, pria Muslim akan dihadiahi cewek-cewek cantik" (QS 52:17-20, QS 56:22-24), "Bunuh orang-orang kafir yang ada di sekitarmu" (QS 9:123, QS 9:5)

Sudah ayu bilang pemahaman sampeyan terhadap Ayat itu hanyalah kedangkalan sampeyan. Nih bukti otak sampeyan dangkal
Cek kemabali ayat yang kamu kutip
Surat 23:5-6, 4:34, 4:15, 8:69, 48:20, 52,17-20, 56:22-24, sebutkan kepada saya terjemahan siapa yang menerjemahkan seperti itu? Kalau hanya versi kedengkian sampeyan terbukti sampeyan memang tukan fitnah.

Kita tidak perlu menunggu kiamat tiba untuk memastikan ajaran di atas itu BENAR atau SALAH, saat ini juga, detik ini juga, kita sudah bisa menentukannya, bahwa yang demikian itu SUDAH PASTI SALAH...!!!

Sudah dibilang manusia tidak dapat menentukan mereka berada dimana saat kematian, apa sampeyan sudah merasa sebagai tuhan?

Seperti yang saya bilang di atas, Islam itu SUDAH PASTI SALAH, karena dengan melihat dari ajaran-ajaran moralnya itu kita tidak perlu berandai-andai lagi mengharapkan "jika Islam benar". Mustahil Islam benar, karena Islam sudah PASTI SALAH dengan melihat moralitas ajarannya.

Kalau dinilai dari moralitas manusia maka jelas Tuhan adalah bejat, karena kenapa? Karena jelas Tuhan menyuruh Ibrahim Membunuh anaknya, menyuruh Musa membunuh orang amalek, menghukum Ular yang tidak pernah bersalah, menghukum Yudas yang tidak bersalah, jadi dengan pola pikir sampean berarti Tuhan Adalah bejat. Apakah kecuali Nabi Muhammad? Alasannya karena Allah adalah ciptaan Nabi muhammad, jika itu alasan sampeyan makanya sampeyan saya suruh untuk menguji pembuat pergedel seperti analogi saya kemarin. Jadi disini jelas semua ini sudah saya jawab dan sampeyan hanya mengulang dan mengulang pernyataan sampeyan.

Dogma bisa kita kesampingkan, karena kita yang hidup pada saat ini tidak bisa memastikan benar dan salahnya, untuk mengetahui itu benar atau salah kita hanya bisa menunggu sampai kiamat tiba. Sedangkan untuk mengetahui sebuah ajaran moral itu SALAH atau TIDAK, kita tidak perlu menunggu sampai kiamat. Maka, langkah pertama yang harus muslim tempuh adalah KELUAR DULU DARI ISLAM. Soal mau memeluk agama yang mana, itu urusan belakangan. Semua agama non-Islam mengajarkan KEBAIKAN, hanya berbeda dalam dogmanya saja. Agama-agama lain di luar Islam masih ada kemungkinan SELAMAT, sementara ISLAM sudah pasti TIDAK SELAMAT karena Islam itu SALAH.

Kesalahan islam terletak di Otak sampeyan yang dangkal memahami ayat.

Dengarlah baik-baik: Islam sudah pasti salah. Untuk mengetahui itu kita tidak perlu menjadi sarjana S3 atau harus menunggu sampai kiamat tiba. Dengan menilik ajaran moralnya kita dapat menentukan saat ini juga, bahwa ISLAM ITU SALAH.

Untuk mengetahui kebenaran agama kita memang harus belajar Agama kepada orang yang tau ya seperti orang S3, apa agama kristen itu Hasil agama buatan dari tebak-tebakan para komplotan orang-orang t0loL?

Islam mencontoh keburukan-keburukan manusia di masa lalu, dan tidak mencontoh yang baik-baiknya
Apa sampeyan sepakat, bahwa Tuhan israel itu adalah pengajar keburukan?

Ayulestari wrote:Kesalahan dan benar kan hanya Tuhan yang tahu, apa sampeyan akan mengatakan Ibrahim bejad karena telah menyembelih anaknya Ishaq?

Untuk pernyataan pertama, saya setuju bahwa DOGMA itu benar atau salah HANYA TUHAN yang tahu.

Sebaiknya sampeyan belajar dulu makna kata DOGMA, sebab yang dilakukan ibrahim itu adalah hasil dogma atau hasil perintah Tuhan?

Karena itulah kita tidak bisa menghakimi dogma agama lain dan menyatakannya "PASTI SALAH". Sedangkan sebuah MORALITAS itu benar atau salah, tidak hanya Tuhan saja yang tahu, tapi manusia pun tahu karena manusia sudah dibekali HATI NURANI oleh Tuhan agar kita bisa membedakan mana baik dan mana buruk.

Sampeyan sebaiknya belajar dulu membedakan perintah Tuhan dengan Dogma

Ketika saya sodori ajaran-ajaran bejat dari Islam, sampeyan lalu mencari pembenaran dengan mengambil sampel perbuatan orang-orang zaman dahulu.

Mana Ucapan saya yang membenarkan ucapan sampeyan? Buktikan disini!!!

Jadi, dengan mencontoh Ibrahim, Islam merasa benar "menyembelih" orang-orang kafir? I

Ibrahim menyembelih Anaknya karena ada perintah Tuhan, dan dia tidak mengatakan Tuhan adalah bejat, Islam tidak dibenarkan oleh Allah untuk menyembelih Orang Kafir, ini jelas hasil Dogma sampeyan yang mengatakan Islam dibolehkan menyembelih kafir, ajaran islam bukan ajaran hasil dogma tapi ajaran hasil perintah Tuhan, jika tuhan memerintahkan jangan membunuh kafir, maka itulah yang harus diikuti, tolong baca lagi post-post saya yang lalu!!!
brahim tidak mendirikan sebuah agama, dan Ibrahim tidak pernah mengajarkan kepada para pengikutnya agar para orang tua menyembelih anak-anaknya. Tetapi Islam mengajarkan hal-hal bertentangan dengan nurani, dari situ kita tahu bahwa ISLAM itu SALAH. Untuk mengetahui sebuah agama itu BENAR ataukah SALAH, bukan dari dogmanya, melainkan dari AJARAN MORALNYA.

Saya sudah bilang, yang dilakukan ibrahim bukan Dogma, jangan sampeyan samakan Perintah tuhan dengan Dogma, Yang disuruh Allah untuk menyembelih anaknya hanya Ibrahim, Allah tidak menyuruh itu sebagai perjanjian kekal buat keturunan ibrahim, yang menjadi perjanjian kekal buat seluruh keturunan ibrahim adalah Sunat, tapi lagi-lagi Dogma menentang perjanjian ibrahim dan Allah tersebut, terbukti dari pelanggaran perintah sunat, ini baru disebut Dogma dan itu adalah Bidah.

Kalau bicara soal moral menurut penilaian manusia, Ibrahim membunuh anak = bermoral bejad, Bapa mengutuk Ular yang tidak bersalah = Bejat, Yakub menipu Ishaq = Bejad, Musa Membantai orang amalek beserta seluruh binatang ternak = bejat. Kebejatan tersebut dilihat dari ukuran moral manusia, manusia tidak mengetahui apa-apa yang terbaik bagi dirinya, orang - orang kafir saat zaman Nabi Musa akan berkata sama seperti perkataan sampeyan.[/quote]

Islam diklaim sebagai AGAMA SEMPURNA, agama PENYEMPURNA.
Tapi Ayu di sini sudah memberitahu kita bahwa Islam itu meniru kebejatan orang-orang zaman dahulu, seperti Ibrahim yang membunuh anak, menipu orang tua, dan pembantaian besar-besaran, semuanya itu yang ditiru oleh Islam. Jadi di manakah LETAK SEMPURNA-nya Islam? Kalau hal-hal yang SALAH itu malah dianggap BENAR oleh Islam?
Kalau yang dilestarikan oleh Islam adalah hal-hal buruknya, dan bukan yang baik-baiknya, di manakah letak sempurnanya?


Keliatannya sampeyan memang sangat sulit untuk memahami ucapan seseorang, dan akhirnya sampeyan justru memfitnah seseorang.
Lihatlah buktinya Lagi-lagi sampeyan belum bisa memahami maksud ayu, siapa sih yang mengakatakan bahwa Islam itu menuru kebejatan orang-orang zaman dulu? Ayu hanya menganalogikan bahwa sampeyan tidak bisa menilai moral Tuhan dengan Nurani sampeyan yang kecil itu…. Paham?
Sekarang mana buktinya ayu mengatakan bahwa Islam Itu agama Bejat?
Ayo mana ucapan ayu yang mengatakan Islam itu meniru kebejatan orang-orang terdahulu?
Sebaiknya sampeyan harus belajar dulu untuk memahami perkataan seseorang supaya tidak terjadi perpecahan,
Ini sebuah contoh kalimat yang bisa menimbulkan fitnah:
“Ayu pernah dianjurkan guru untuk sekolah di Saint marry”
Apa pendapat sampeyan dengan kalimat ini? Nah supaya tidak timbul fitnah jangan pernah diganti kata diajurkan dengan kata dipaksa, karena dipaksa dan diajurkan adalah kata yang sangat jauh maknanya.
Jadi cobalah untuk belajar itu dulu, sehingga tidak ada lagi fitnah yang keluar dari mulut sampeyan. Lihatlah sampe saat ini sampeyan hanya keluar ucapan-ucapan fitnah.

Tentang Yakub menipu Ishak, itu memang sebuah perbuatan salah, dan tidak ada seorang pun yang membenarkan perbuatan demikian, termasuk Tuhan. Herannya, Ayu sebagai muslim menganggap perbuatan menipu itu sebagai perbuatan yang benar, dan dengan itu Ayu hendak membenarkan KEBEJATAN ISLAM? Bukankah benar apa yang saya katakan, bahwa Islam mencontoh perbuatan yang buruk dan tidak mencontoh perbuatan yang baik? Kenapa Islam tidak mengikuti ajaran Adam, yaitu monogami, dan malah mengikuti ajaran orang-orang sesudahnya yang meniru nafsu binatang? Kenapa Islam mencontoh Kain yang suka membunuh? Ajaran-ajaran yang dibawa oleh Islam merupakan kristalisasi dari AJARAN-AJARAN JAHAT orang-orang terdahulu.

Benarkah? Lalu kalau Tuhan tidak membenarkan perbuatan itu, lantas Tuhan dalam perjanjian Lama Tertipu mentah-mentah dengan tipuan Yakup? Lagi-lagi sampeyan melecehkan tuhan, kalau itu anggapan sampeyan, sama saja sampeyan mengakatana Tuhan tidak maha tahu.
Ayulestari wrote:Makanya sampeyan saya katakan, jika sampeyan berpendapat Hati nurani sampeyan sudah cukup untuk menilai kebejatan, itu sama saja sampeyan sedang Mendikte Tuhan

Saya tidak mendikte Tuhan, karena buat saya, ajaran Islam bukan ajaran Tuhan.

Jelas sampeyan mendikte tuhan, karena sampeyan mengukur kebaikan dari hati nurani manusia, “suruhan tuhan untuk membunuh anak ibrahim itu jelas menurut ukuran nurani adalah bejat, nah jika kita mengatakan suruhan tuhan itu adalah bejat, itu sama saja sampeyan mendikte tuhan.

Pertanyaan: Dari mana Ayu bisa sampai begitu yakin bahwa ajaran-ajaran bejat Islam itu memang berasal dari Tuhan?

Yang mana? Ayu tidak pernah mengatakan begitu? Coba sampeyan copy lagi disini ucapan ayu yang mengatakan bahwa ajaran islam itu bejat?

Apakah di zaman Muhammad, Tuhan pernah menyatakan diriNya disaksikan oleh orang-orang Arab sebagai bukti kalau Tuhan memang memberi ajaran-ajaran itu pada Muhammad? Tidakkah Ayu seharusnya sadar, kalau Muhammad hanyalah nabi palsu sekelas Lia Eden atau Ahmad Mozadeq? Mana buktinya bahwa Tuhan benar-benar mengutus mereka? Bukankah semuanya itu cuma hasil ngibul?

Makanya saya katakan, silahkan Uji Tuhan yang didalam kitab sucinya, seperti sampeyan menguji dua orang yang mengaku pembuat pergedel. Seperti yang dulu-dulu ayu sampeikan
Ayulestari wrote:Hati Nurani siapa saja akan menilai Ibrahim manusia bejat yang mencoba membunuh anak sendiri

Benar, itu memang bejat. Dan alhamdulillah Ibrahim tidak pernah melakukannya, itu hanya suatu ujian dari Tuhan belaka. Tuhan tidak pernah membenarkan perbuatan itu.

Ini contoh pengakuan sampeyan, seorang pendikte tuhan, jadi jelaslah sampeyan menganggap Ibrahim menolak perintah tuhan untuk membunuh anaknya sendiri.
1. Sampeyan jelas telah melecehkan YHWH sebagai Makhluk Bejat
2. Sampeyan Jelas telah melecehkan Ibrahim dengan tuduhan menolak perintah YHWH.
Ini jelas penghinaan dan pelecehan terhadap YHWH

Ayulestari wrote:suatu kebejatan tidak bisa diukur dengan hati nurani sampeyan yang sempit, apa sampeyan pikir otak sampeyan sudah sekelas profesor sehingga sampeyan mau menilai ukuran kebejatan sesuai nurani sampeyan yang sempit itu?

Untuk dapat mengetahui suatu agama itu BENAR atau SALAH, kita tidak perlu menjadi profesor.

Saya juga tidak pernah mengatakan itu. Lagi-lagi hanya fitnah yang bisa sampeyan utarakan

Cukup dengan menilik AJARAN-AJARAN MORAL yang diajarkan oleh agama itu, kita akan tahu, apakah agama itu SALAH ataukah BENAR.

Kok diulangin lagi sih? Saya sudah menjawab bahwa Kebenaran tidak bisa diukur dengan moral manusia.

Ayulestari wrote:Kebenaran Abadi bukan diukur oleh Nilai Moral manusia

Sebuah pengakuan jujur dari Ayu, kalau ISLAM itu BUTA ROHANI, sehingga tidak bisa mengukur nilai moral seseorang.

Saya tidak mengatakan itu, sampeyan bisa tidak membedakan menilai kebenaran dengan menilai moral seseorang? Yang kita bicarakan menilai moral seseorang atau menilai suatu kebenaran Abadi?
Lagi-lagi sampeyan salah menangkap ucapan saya, ingat sekali lagi, saya mengatakan kebenaran Tuhan Tidak bisa diukur dengan nurani, saya tidak pernah mengatakan kalau islam tidak bisa mengukur moral seseorang.
Maka dari itu, muslim tidak berhak protes terhadap Israel yang membombardir Gaza sehingga banyak anak-anak Palestina yang mati. Karena ukuran bejat atau tidak bejat bukan muslim yang menentukannya, melainkan Tuhan. Itulah konsekuensinya, kalau menurut Ayu manusia tidak berhak menentukan benar atau salahnya sebuah moralitas.

Jelas muslim berhak memprotes mereka, karena Tuhan tidak menganjurkan mereka untuk membunuh, Siapapun baik muslim ataupun non muslim tidak dibenarkan oleh Allah untuk membunuh, nyawa adalah milik Tuhan maka tuhan berhak atas nyawa tersebut tapi manusia tidak berhak.
Kalau semisal saat ini, saya culik anak tetangga yang masih berumur 9 tahun, kemudian saya setubuhi dia, itu TIDAKLAH BEJAT, karena KEBENARAN ABADI bukan diukur oleh NILAI MORAL MANUSIA.

Jelas yang anda laku kan adalah melakukan pelanggaran terhadap perintah Tuhan, dan hanya hasil DOGMA sesat sampeyan, alasannya karena:
1. Allah melarang manusia untuk mencuri
2. Allah melarang untuk mendekati zina
3. yang sampeyan lakukan sudah dalam kategori pemaksaan yang artinya pemerkosaan terhadap gadis dibawah umur.
Kalau saat ini saya tiba-tiba memancung kepala 3 siswi muslim, itu TIDAKLAH BEJAT, karena
KEBENARAN ABADI bukan diukur oleh NILAI MORAL MANUSIA.

Tuhan jelas tidak berkenan dengan apa yang sampeyan lakukan, karena:
1. Tuhan memiliki nyawa manusia, jadi tuhan yang berhak atas nyawa tersebut, jadi sampeyan tidak berhak.
2. Sampeyan melakukan dogma sesat yang tidak berdasar kan atas kitab suci.
3. melanggar larangan Tuhan
Kalau saat ini saya meniduri babu saya, dan istri saya protes, saya lalu bersumpah tidak akan menidurinya lagi, tapi kemudian saya mendapat wahyu dari Jibril bahwa saya tidak seharusnya mengharamkan apa yang dihalalkan Tuhan demi untuk menyenangkan hati istri saya. Saya diperbolehkan membatalkan sumpah saya dan saya dihalalkan juga meniduri babu-babu saya. Itu TIDAKLAH BEJAT, karena KEBENARAN ABADI bukan diukur oleh NILAI MORAL MANUSIA.

Kalau tiba-tiba sampeyan dapat wahyu dari jibril, itu artinya sampeyan hanya ngaku-ngaku atau hanya bohong belaka, karena setiap yang menerima wahyu adalah disebut nabi, dan nabi muhammad adalah nabi terakhir dan ini adalah Janji Allah, dan janji Allah adalah pasti bukan janji palsu yang bisa diganti oleh Dogma, seperti perintah Sunat yang akhirnya diganti oleh Dogma sesat ala paulus

Alquran dan Ilmu Pengetahuan
Kalau menurut Ayu, Alquran itu adalah BUKU RAHASIA IPTEK, yang menyingkap hal-hal baru yang belum diketahui oleh orang-orang pada masa Muhammad, nah, sekarang buktikan bahwa Ayu bisa menemukan 1 TEMUAN IPTEK berdasarkan ayat Alquran. Ingat! Jangan mengambil temuan IPTEK yang sudah ada lalu Ayu mencocokkannya dengan Alquran, tapi temukan sendiri IPTEK yang benar-benar baru dan belum pernah ditemukan oleh ilmuwan mana pun, berdasarkan ayat Alquran yang Ayu baca.

Loh, gimanasih? Sudah dibilang ayu nggak pernah mengatakan Quran itu buku rahasia iptek?
Sebaiknya sampeyan jangan tidur dong.
Sampeyan kok maksa ayu untuk memberi tau sampeyan penemuan IPTEK? Seharusnya sampeyan buktikan dulu omongan sampeyan yang memfitnah Ayu mengatakan Quran itu BUKU RAHASIA IPTEK !! apa kafir memang didik untuk memfitnah orang? Atau sampeyan yang memang terlalu bodoooh memahami kalimat ayu?
Ayo mana tulisan ayu yang mengatakan bahwa Al-Quran adalah BUKU RAHASIA IPTEK?
Ingat sekali lagi, ayu tidak pernah mengatakan bahwa Al-Quran adalah buku Rahasia iptek.

Ayulestari wrote:Lihat yang saya Bold, itulah bukti kedangkalan sampeyan berfikir, Ayu tidak pernah mengatakan Al-Quran adalah BUKU RAHASIA IPTEK".

Kalau bukan buku rahasia iptek, lalu kenapa Ayu membangga-banggakan Alquran sebagai buku pengungkap IPTEK?

Sampeyan bicara kayak ibu-ibu dirumah susun deh, banyak fitnahnye dari pada benernya.
Sampeyan jangan asal FITNAH, mana tulisan ayu yang mengatakan bahwa al-Quran adalah BUKU PENGUNGKAP IPTEK? Ayo tunjukkan !!! kalau tidak bisa berarti sampeyan FITNAH (Dajal)
Siapa yang membangga-banggakan Alquran sebagai buku Pengungkap IPTEK sih? sampeyan kalau bicara suka Fitnah deh...
Ayo sekarang sampeyan Ayu tantang untuk menemukan ucapak ayu seperti yang sampeyan Fitnahkan!!!
Mampukah sampeyan?

Muslim kerap membanggakan kalau di zaman Muhammad belum ada orang yang tahu IPTEK, tapi Muhammad sudah mengungkapkannya di dalam Quran. Nah, untuk membuktikan bahwa benar Quran itu berisi RAHASIA IPTEK, silakan Ayu temukaan 1 saja, IPTEK BARU yang benar-benar BARU yang belum pernah ditemukan oleh ilmuwan mana pun berdasarkan ayat Alquran. Kalau Ayu tidak bisa, maka apa yang diklaim oleh muslim modern (muslim abad 20) adalah BUALAN, dan semata-mata itu hanyalah cerminan dari DEPRESI MENTAL. Karena muslim mulai menyadari betapa bodohnya keimanan mereka kepada Islam, sehingga mereka mencoba mencari-cari apa saja yang bisa dipakai atau ditunjukkan sebagai BUKTI KEHEBATAN ISLAM, walau itu hanya tipuan pikiran belaka.

Hahahaha kok maksa sih? Emang Muslim yang mana yang mengatakan Quran itu buku RAHASIA IPTEK? Tanya aja sama muslim tersebut, jangan sama Ayu dong,
Soalnya ayu nggak pernah tuh menyebutkan itu.

Kalau Kristen Benar, Muslim Tetap Selamat?
Ayu harus menggunakan nalar yang cerdas. Apabila agama Kristen benar, berarti Muhammad adalah nabi palsu, karena dia telah mengatakan yang salah tentang Yesus. Logikanya, kalau Muhammad itu nabi asli utusan Tuhan, tentu dia akan tahu siapa Yesus sebenarnya. Jadi, bila Kristen benar, otomatis Ayu tidak akan selamat karena Ayu adalah pengikut nabi palsu.

Makanya ayu katakan, jika kristen benar (Tidak disebutkan Sektenya) tentu semua sekte kristen masuk surga khan? Ayo semuanya memiliki pernyataaan yang berbeda tentang siapa itu YESUS???? Jadi jelas kalaupun salah Nabi muhammad mengatakan siapa yesus yang jelas Nabi muhammad memuliakannya sebagai Nabi. Sama dengan sekte-sekte kristen lain yang hanya menabikan Yesus

Ayulestari wrote:Sepertinya sampeyan salah, soalnya kalau agama kristen benar, maka semua agama termasuk kristen masuk neraka, dan hanya sampeyan doang yang masuk surga hahahahaha...... Karena tuhan harus manut sama otak sampeyan, ini jelas ucapan seorang dadjal, Pantas nubuat Nabi tentang kedatangan dadjal muncul di wilayah timur, ga taunya memang di Indonesia

Ayu tidak bisa membantah lagi, bahwa apabila Kristen benar, berarti Muhammad adalah NABI PALSU, karena dia telah mengatakan yang salah tentang Yesus.
Logikanya, kalau Muhammad itu nabi asli utusan Tuhan, tentu dia akan tahu siapa Yesus sebenarnya. Jadi, bila Kristen benar, otomatis Ayu tidak akan selamat karena Ayu adalah pengikut nabi palsu.

Bukannya keinginan sampeyan bahwa Tuhan harus sesuai dengan otak sampeyan, sampeyan mengatakan tuhan kristen adalah benar, nah jika tuhan kristen yang benar maka tuhan kristen itupun harus manut kepada otak sampeyan khan? Maka itu Cuma sampeyan aja yang masuk surga karena tuhannya adalah sampeyan, karena sampeyan yang telah menciptakan Tuhannya kristen. Yaitu: harus maha kecil biar bisa bicara ama semut dan virus, trus harus nggak punya ciri-ciri atau sifat, trus yesus harus tuhan semua sekte kristen bahkan ebion sekte tertua kristen salah. Ini jelas hanya sampeyan yang masuk surga lo.

Ayulestari wrote:Makanya itu sampeyan membuat orang kristen tertawa karena orang kristen tidak sebodoh pola pikir sampeyan yang mengambil kesimpulan Nabi Muhammad masuk neraka karena tidak mengakui Yesus Anak, dan Juru Selamat, padahal sudah dibilang sejak kemarin-kemarin bahwa Nabi Muhammad mengakui bahwa Yesus adalah Anak Allah dan Juruselamat. Sampeyan bicara seperti seorang manusia yang ilang ingatan, tulisan sendiri sampe lupa

Benarkah Muhammad mengakui Yesus Anak Allah? Tolong tunjukkan ayatnya dari Alquran.
Kalau Ayu beranggapan Anak Allah = Nabi, coba Ayu jawab: Pernahkah seorang nabi berkata, "Aku sudah ada sebelum abraham"
“Aku akan membangkitkan orang mati pada akhir zaman dan menghakimi setiap orang menurut perbuatannya masing-masing?”

Sampeyan belum membaca apa yang ayu tulis dulu? Bukan kah ayu sudah menjawab ini semua? Baca lagi, dan lihat tanggapan bod0h dari sampeyan yang hanya membenarkan ucapan ayu tapi ujung-ujungnya tiba-tiba menyalahkan. Aneh.

Atau, “Bukan setiap orang yang memanggil-manggil aku: “Tuhan, Tuhan, akan selamat, melainkan orang yang menjadi pelaku firman.”

Ayat Alkitab pun berani sampeyan Palsukan.

Kalau Ayu masih tetap ngotot dan tidak bisa menerima paham/dogma Kristen ini, hal ini bisa diabaikan.

Dogma memang harus diabaikan, karena yang namanya keTuhanan tidak patut harus melalui kesepakatan bersama atau Dogma, tapi harus sesuai dengan apa yang dikatakan kitab suci.

Karena seperti yang saya bilang, benar atau salahnya dogma itu penentuannya nanti setelah kiamat. Dan untuk saat ini, kita bisa mengetahui sebuah agama itu SALAH atau BENAR dari AJARAN MORALNYA. Kita sudah sama-sama tahu kalau ISLAM itu SUDAH PASTI SALAH, karena mengajarkan hal-hal yang bejat. Tentang agama lain, kita tidak bisa mengatakannya PASTI SALAH, karena yang itu tidak bisa kita tentukan saat ini melainkan menunggu kiamat tiba.

Jika kebenaran Tuhan harus diukur dengan moral, maka semua Tuhan adalah salah, karena Tuhan-tuhan tersebut menyediakan neraka buat para pelanggar perintahnya, neraka digambarkan tempat hukuman yang paling sadis, jika diukur dari penilaian moral manusia, Tuhan adalah bejat, tapi tuhan tidak pernah bejat, dia berhak atas itu semua, jadi kebenaran tuhan memang tidak bisa diukur dari nilai moral manusia.

Awloh TIDAK MAHA TAHU
Apakah di Alquran tertulis: Apakah kamu mengira Allah belum mengetahui bla-bla-bla... ??

Ayulestari wrote:Ada silahkan baca dengan mata sampeyan yang picek itu.
QS 9:16. Apakah kamu mengira bahwa kamu akan dibiarkan, sedang Allah belum mengetahui orang-orang yang berjihad di antara kamu dan tidak mengambil menjadi teman yang setia selain Allah, RasulNya dan orang-orang yang beriman. Dan Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan.

Perhatikan kalimat yang dibold

"Kamu mengira bahwa kamu akan dibiarkan"
...bukan...
"Kamu mengira Allah belum mengetahui"

Analogi nya begini “ Kamu mengira bahwa kamu akan dibiarkan menyontek, sedangkan saya tidak tau?”. Jadi kata “kamu” adalah duladi dan kata “saya” adalah ayu, siapa yang sedang mengira bahwa “Ayu” tidak tau duladi menyontek? Duladi atau Ayu?

Memang Awloh "tidak mahatahu".

Mana penjelasan lo yang mengatakan Allah tidak maha tahu? Saya sudah mengomentari semua tuduhan sampeyan, jika sampeyan tidak punya argumen dengan tulisan saya itu, itu artinya sampeyan bicara tanpa bukti, alias hanya omong besar.


Bandingkan dengan ayat karangan Muhammad yg lain:

Hehehe kenapa sampeyan dul? Ga bisa ngomong lagi tentang ayat ini 9:16. yang sampeyan kutip? Ayo akui dulu kalau sampeyan salah!!! Jangan malah mencari persoalan lain dulu soalnya yang ini belum sampeyan jawab dan belum ada argumen sampeyan.
9:16Apakah kamu mengira bahwa kamu akan dibiarkan, sedang Allah belum mengetahui orang-orang yang berjihad di antara kamu dan tidak mengambil menjadi teman yang setia selain Allah, RasulNya dan orang-orang yang beriman. Dan Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan.

QS 7:52. Dan sesungguhnya Kami telah mendatangkan sebuah Kitab (Al Quran) kepada mereka yang Kami telah menjelaskannya atas dasar pengetahuan Kami; menjadi petunjuk dan rahmat bagi orang-orang yang beriman.
Orang yang pengetahuannya terbatas akan mengatakan: "Atas dasar pengetahuan kami", karena ada hal-hal lain yang tidak diketahuinya.

Manusia adalah miliki Allah, maka jelas cara hidup yang benar itu hanya Allah yang tau, maka Allah berhak mengatakan Al-Quran dibuat untuk pedoman hidup manusia yang buat berdasarkan pengetahuan Allah sebagai pencipta manusia. Sama seperti analogi IBM yang mengeluarkan komputer, tidak mukin petunjuk perawatan komputer harus berdasarkan pengetahuan Tukan cuci?
Saya mau tanya nih, Bagai mana kalau seandainya YHWH ternyata tidak maha tahu? Apa sampeyan siap untuk mengatakan bahwa YHWH bukan tuhan? Dan hanya mengaku-ngaku tuhan? Atau tuhan ciptaan orang pagan penyembah dewa bulan yang bosan dengan kurban berlemak?


Alquran karangan Muhammad, bukan FIRMAN dari TUHAN

Ayu wrote:Perhatikan dong
QS 6:104. Sesungguhnya telah datang dari Tuhanmu bukti-bukti yang terang; maka barangsiapa melihat, maka (manfaatnya) bagi dirinya sendiri; dan barangsiapa buta (tidak melihat kebenaran itu), maka kemudharatannya kembali kepadanya. Dan aku (Muhammad) sekali-kali bukanlah pemelihara(mu).[/color

Jika Muhammad yang didalam kurung dihapus maka kata "Aku" dijadikan huruf besar maka akan seperti ini:

QS 6:104. Sesungguhnya telah datang dari Tuhanmu bukti-bukti yang terang; maka barangsiapa melihat, maka (manfaatnya) bagi dirinya sendiri; dan barangsiapa buta (tidak melihat kebenaran itu), maka kemudharatannya kembali kepadanya. Dan Aku sekali-kali bukanlah pemelihara(mu).

Jadi, itu pengakuan awloh kalau awloh BUKAN PEMELIHARA MUSLIM? Pintar. Ayu jujur, sedangkan penerjemah tidak jujur.

Lagi-lagi sampeyan berkata fitnah, sampeyan yang tidak mengerti, langsu saja sampeyan berkesimpulan yang aneh-aneh sehingga menimbulkan fitna, lihat baik-baik ayat tersebut jelas mengatakan “Allah bukan pemelihara orang-orang yang buta seperti sampeyan.”
Allah bukan pemelihara orang-orang buta dan mendapatkan azab, serti perkataan Allah dalam surat 13 : 37. Dan demikianlah, Kami telah menurunkan Al Quran itu sebagai peraturan (yang benar) dalam bahasa Arab[776]. Dan seandainya kamu mengikuti hawa nafsu mereka setelah datang pengetahuan kepadamu, maka sekali-kali tidak ada pelindung dan pemelihara bagimu terhadap (siksa) Allah.


Ayu wrote:QS 70:40. Maka aku bersumpah dengan Tuhan Yang memiliki timur dan barat, sesungguhnya Kami benar-benar Maha Kuasa.
Apanya yang susah untuk memahami ayat itu, Aku disana adalah Allah, dan Kami disana adalah Allah.

Ayu masih tidak percaya bahwa "KAMI" adalah Muhammad + Awloh (kadang juga + Jibril)? Perhatikan ayat ini:

Lari keayat lain lagi
QS 58:5
Sesungguhnya orang-orang yg menentang Allah dan Rasul-Nya pasti mendapat kehinaan. Sesungguhnya KAMI telah menurunkan bukti-bukti yg nyata. Dan bagi orang-orang kafir ada siksa yg menghinakan.
Analogi:
Ibu berkata: Kalian harus hormat kepada Ayah dan Ibu. Sesungguhnya kami adalah orang tua kalian dan pemelihara kalian.

Benar, tapi Rasul di ayat itu tidak disebutkan Nabi Muhammad, tapi semua Rasul, tapi karena Rasul hanya tinggal nabi Muhammad maka rasul yang harus diikuti adalah Nabi Muhammad.
Jaman yesus dulu apa ada orang beriman yang menentang Yesus?
Jaman Musa apa ada orang beriman yang menentang Nabi Musa?
Jaman Nabi Nuh apa ada orang beriman yang menentang Nabi Nuh?
Dari pernyataan sampeyan saya tau sampeyan bukan muslim, karena muslim tau bahwa Rasul itu bukan berarti murid Yesus Tapi Rasul itu berarti Juruselamat, makanya sampeyan berani mengatakan bahwa Rasul itu tidak apa-apa kalau ditentang, contohnya Rasul Paulus boleh ditentang ajaran nya yang tentang sunat.
Hihihihi pernyataan sampeyan ternyata membuka kedok siapa sampeyan.
Masalah kalimat “ sesungguhnya kami telah menurunkan bukti-bukti bla…bla…bla…” adalah kalimat lanjutan yang mana kaliat sebelumnya sudah selesai dengan tanda baca “TITIK”

Ayat-ayat Alquran diucapkan oleh Muhammad, dan sewaktu Muhammad mengucapkannya, dia memakai kata ganti "KAMI" sama seperti seorang ibu yang mengucapkan kalimat seperti contoh yang saya berikan di atas.

Sampean salah analogi karena Ayah dan Ibu adalah satu level tidak bisa dianogikan antara Allah dan Rasul yang memang level derajatnya berbeda jauh, jadi analogi yang tepat itu dimisalkan Raja atau Presiden yang bicara:
“ Sesungguhnya orang yang menetang Kami (Raja) dan Ayu (rakyat biasa tapi diberi kepercayaan untuk menyampaikan pesan-pesan raja) pasti mendapatkan kehinaan...bla….bla…bla……. (ada tanda berhenti) sesungguhnya Kami (Raja) telah memperlihatkan bukti (bahwa ayu sebagai utusan raja)

Muhammad adalah seorang psikopat yang merasa dirinya "satu kesatuan" dengan AWLOH.

Hahahaha lagi-lagi sampeyan salah mengartikan kata-kata sendiri, Apakah artinya menurut sampeyan kata Psikopat?

Tidak ada NABI-NABI ASLI yang ketika berbicara kepada umatnya memakai kata "KAMI" untuk merujuk dirinya sebagai satu kesatuan dengan Tuhan yang mengutusnya.

Emang nggak ada kok, siapa yang bilang ada? Hahahaha Apa di Al-Quran ada Nabi Muhammad mengataan dirinya Satu Kesatuan dengan Allah? Bukankah hanya kedangkalan sampeyan berfikir aja

Tuhan pun tidak pernah menyampaikan firman lewat perantaraan nabi-nabiNya dengan model kalimat seperti ayat-ayat ciptaan Muhammad itu, di mana awloh dan rasulnya ditulis sejajar. Coba temukan dalam Taurat, adakah Tuhan berkata: "Tuhan dan nabinya" atau "Tuhan dan Musa" ??? Musa juga tidak pernah berkata: "Kami (=Tuhan dan aku)".

Emang nggak ada kok, coba temukan dalam Al-Quran, adakah tuhan berkata Kami adalah Allah + Nabi????

Dengan menilai gaya ucapan awloh di dalam Alquran saja akhirnya kita tahu kalau ayat-ayat Alquran itu adalah firman palsu. Ayat-ayat Alquran itu adalah karangan Muhammad, yg dengan otak setannya telah menyetarakan dirinya dengan awloh, tuhan bonekanya sehingga Muhammad berani memakai kata ganti "KAMI" untuk menunjuk "awloh & dirinya sendiri".

Hanya penilaian yang maksa banget, supaya nafsu sampeyan terpenuhi
Mana buktinya kata KAMI = Allah + Nabi Muhammad?
Saya ulangi Allah menggunakan istilah “Kami” untuk merujuk diri-Nya sendiri di berbagai tempat dalam Al-Qur`an.
Dalam bahasa Arab, kata ganti orang “Kami” tidak hanya dipergunakan bagi suatu bentuk jamak, tetapi juga dipergunakan untuk memberikan penekanan pada keagungan, kemuliaan, kehormatan, kejayaan, posisi yang tinggi, dan posisi dalam bentuk tunggal. Istilah “Kami” yang digunakan bagi Allah merupakan aplikasi dari konteks ini.

Mentalitas yang dimiliki istilah “Kami” yang digunakan dalam bahasa Arab ataupun bahasa semit juga diaplikasikan bagi penggunaan yang sopan dari bentuk jamak pada kata ganti orang “Anda” untuk merujuk pada seseorang dalam bahasa Prancis dan juga dalam beberapa bahasa lainnya. Ini jelas juga penggunaan kata Elohim pada Perjanjian lama juga berarti Jamak tapi tetap kata Elohim menunjukkan Bahwa El itu berkuasa, bukan El itu banyak El + Ibrahim tak sam dengan Elohim.



Ayulestari wrote:Misalnya seseorang akan menikah tanggal 7 juni 2009, ingat sekali lagi ini rahasia maka jika ditanya kapan kamu kawin,
Misalnya jawabnya adalah mudah-mudahan dalam waktu dekat, jadi dalam bahasa arabnya mudah-mudahan yang sudah pasti ini digunakan kata "Ngasa" menjelaskan bahwa itu rahasia atau Qadar tidak disebutkan, maka kata ngasa adalah kata yang memang sudah pasti terjadi tapi rahasia, tapi jika kalimatnya begini:

Mudah-mudahan tanggal 7 juni 2009, itu baru menggunakan kata "Langala" bukan "Ngasa" karena mudah-mudahan disana tidak pasti tanggal 7 juni 2009 akan menikah, maka sama seperti Insya Allah (jika Allah menghendaki)
Semoga paham.

Sebagai pembanding, Tuhan dalam Taurat tidak pernah memakai kata "mudah-mudahan", kecuali manusia.
Adanya kata "mudah-mudahan" dalam Alquran yang sebelumnya telah diklaim sebagai firman Tuhan itu menunjukkan bahwa Alquran adalah firman palsu. Alquran adalah kata-kata karangan manusia, sebab Tuhan yang Sejati tidak pernah berkata "mudah-mudahan".

Misalnya jawabnya adalah mudah-mudahan dalam waktu dekat, jadi dalam bahasa arabnya mudah-mudahan yang sudah pasti ini digunakan kata "Ngasa" menjelaskan bahwa itu rahasia atau Qadar tidak disebutkan, maka kata ngasa adalah kata yang memang sudah pasti terjadi tapi rahasia, tapi jika kalimatnya begini:

Mudah-mudahan tanggal 7 juni 2009, itu baru menggunakan kata "Langala" bukan "Ngasa" karena mudah-mudahan disana tidak pasti tanggal 7 juni 2009 akan menikah, maka sama seperti Insya Allah (jika Allah menghendaki)
Semoga paham


Sekali lagi, DOGMA ataukah MORALITAS?

Ayulestari wrote:Yang saya katakan perbedaan pendapat disini bukan masalah-masalah seperti itu, tapi masalah dasar Keimanan, kalau masalah Nabi muhammad meninggal diracun atau tidak, tidak akan menyebabkan Allah itu bukan tuhan dan Nabi muhammad bukan nabi, atau masalah umur, tetap semuanya kompak bahwa Muhammad itu adalah Nabi. Quran itu benda mati atau tidak? tetap Quran itu dipercaya Firman Allah"

Apapun sektenya semuanya kompak menjawab, siapa tuhan kalian? "Allah", Siapa rasul kalian "Muhammad" Apa kitab kalian " Semua menjawab Al-Quran" semua sekte baik itu Siah, Suni, NU, Muhammadiah, Ahmadiyah, Jil, Eden, Ahmad Musadek. dll.

Tapi jika kristen ditanya : Siapa Tuhan kalian : beberapa sekte menjawab Yesus, beberapa lagi Tritunggal, beberapa lagi menjawab Allah, beberapa lagi menjawab YHWH, beberapa lagi menjawab Setan, Beberapa lagi menjawab "api", beberapa lagi menjawab "dll".
Mana yang benar dari jawaban mereka?

Ada orang yang yakin bahwa Yesus itu Tuhan, dan ada juga orang yang tidak yakin. Dan itu tidak bisa kita tentukan saat ini BENAR dan SALAH-nya. Sepenuhnya tergantung pada hari kiamat, barulah kita akan tahu pastinya.

Jadi? Apa kristen masuk surga atau neraka jika kristen ternyata benar? Dan kristen yang mana yang masuk surga? Yang mengikuti Dogma atau yang mengikuti Alkitab?

Sementara agama yang jelas-jelas mengajarkan: SETUBUHI PELAYAN adalah HALAL, Gantilah istrimu bila bosan, Pukullah istrimu, Laki-laki boleh tidak setia sedangkan wanita harus setia, harta rampokan itu halal, dst ... kita tidak perlu menunggu sampai KIAMAT tiba untuk tahu itu SALAH atau BENAR, saat ini juga kita sudah dapat menentukannya bahwa itu PASTI SALAH.

Ajaran agama manatuh yang melakukan itu? Islam ga ada tuh mengajarkan hal yang seperti itu,
Yang jelas ajaran bejat itu justru terlihat dari Dogmanya Paulus yang bicara tanpa ada komando dari tuhan sehingga membuat dogma bahwa menyetubuhi anak gadis sendiri boleh, aneh ini baru dogma bejat ala paulus
Silahkan lihat 1 corintus 7:38 Jadi orang yang kawin dengan gadisnya berbuat baik, dan orang yang tidak kawin dengan gadisnya berbuat lebih baik.

Apa maksud orang yang kawin dengan gadisnya berbuat baik?

Gadis”nya” siapakah “nya”? Apakah gadisnya berarti anak gadisnya? Atau apakah pacarnya?

7:38 ôste kai o gamizôn ten eautou parthenos alôs poiei kai o mê gamizôn kreisson poiei

Parthenos Berarti daughter (Anak Perempuan Kepunyaan)

New American Standard Bible (©1995)
So then both he who gives his own virgin daughter in marriage does well, and he who does not give her in marriage will do better.

GOD'S WORD® Translation (©1995)
So it's fine for a father to give his daughter in marriage, but the father who doesn't give his daughter in marriage does even better.

Terlihat lagi-lagi paulus membuat Dogma sesat dengan mengatakan bahwa Ngesek dengan Anak Gadis sendiri berarti berbuat baik. Paulus berani mengeluarkan Dogma-dogma aneh mulai dari pembatalan janji abadi sunat sampe ke hal ngesek dengan anak perempuan kandung sendiri

Yuuuuu huuuuuu asiiiiiik coyyyyyyyy umatnye paulus ngesek dengan anak kandung sendiri.



Sebab itulah, perdebatan masalah dogma tidak ada habisnya karena kita sendiri tidak tahu itu benar atau salah. Walaupun umat yang menganutnya punya alasan yang kuat untuk itu, tetap saja kita tidak bisa pastikan benar dan salahnya. Namun terhadap masalah MORAL, kita bisa menentukannya secara pasti, apakah ITU BENAR, apakah itu SALAH.

Sebaiknya sampeyan belajar dulu apa itu dogma

Apakah Ayu masih tidak mau menerima kenyataan ini, bahwa iSLAM sudah pasti salah, sedangkan agama lain belum tentu salah? Kesampingkan dulu persoalan dogma, karena persoalan dogma memang di luar jangkauan kita. Kenapa kita menutupi DIRI KITA SENDIRI YG SUDAH PASTI SALAH, dengan mengalihkan perhatian ke persoalan lain yaitu mencoba mengorek-ngorek dogma agama lain? Ibarat GAJAH di pelupuk mata tak tampak, sementara kuman di seberang lautan tampak. Sepertinya kita belum layak membahas dogma bila kita belum keluar dari Islam.

Kenapa harus terima kedangkalan dalam berpikir sampeyan? Otak sampeyan yang dangkal kok malah ayu yang harus manut?

BULSHIT-BULSHIT AGAMA ARAB

Ayulestari wrote:Mana bukti sejarah yang mengatakan kalau kabah ada pada abad ke 4 masehi? Penyidik sejarah itu siapa? Kalau masalah monas itu sudah jelas, sejarah dan disana jelas tertulis kalau didirikan bukan direnofasi dan jelas bahwa sebelumnya disana memang tidak ada monas.


Begini saja, silakan Ayu buktikan bahwa Kabah sudah ada pada zaman Abraham. Tentang penyelidikan sejarawan yang menyatakan Kabah baru ada pada kisaran abad 4 Masehi, silakan Ayu baca di Resource Center tentang Kabah.

Masalah bukti, ayu punya bukti di Al-Quran yang ditulis dari Firman Pencipta Alam semsta, masalahnya kan sampeyan yang mengatakan Kakbah dibangun abad ke 4 kan ga punya bukti, seharusnya sampeyan yang memberikan bukti dari ucapan sampeyan. Analoginya begini, saya mengatakan Alkitab itu tidak suci lagi, tentu yang memberikan bukti adalah saya, kenapa saya malah menyuruh krissten untuk membuktikan kesucian alkitab? Jika itu tentu mereka akan tertawa….


Tentang Menghakimi Umat Lain yang menjalankan Ibadah

Ayu wrote:Pelaranggaran hukum bukan dinilai dari Jahat atau tidaknya, tapi dari peraturan hukum yang telah disepakati bersama. Jika sampeyan ditilang karena tidak memakai Helm apa sampeyan akan mengatakan " Kenapa kamu menghukum saya? kamu pikir tidak pake helm suatu kejahatan?"

Masalahnya, apakah muslim yang MERUSAK RUMAH orang itu adalah POLISI?
Dan

Yang merasakan dampak lingkungan kan warga, bukan polisi, bagaimana jika anak-anak warga sekitar terpengaruh dengan ajaran sesat kristen?
bagaimana Ayu bisa menyamakan MENILANG dengan MERUSAK?

Sekali lagi itu hanya analogi tentang hukum. Sebaiknya sampeyan juga harus belajar lagi untuk mengartikan kata analogi


Bukankah TINDAK PENGRUSAKAN itu adalah SEBUAH KEJAHATAN? Kenapa Ayu membenarkan perbuatan jahat itu? Kalau orang Kristen beribadah di rumah dianggap pelanggaran, orang muslim yang beribadah di rumah dengan mengundang banyak tamu seperti tadaruss, jamiyah, atau pengajian juga PELANGGARAN. Dan kalau kemudian orang-orang dari agama lain ngamuk dan MERUSAK RUMAH orang muslim, Ayu tidak berhak protes karena yang namanya kejahatan tidak dinilai dari jahat atau tidaknya, tapi dari peraturan hukum yang telah disepakati bersama.

Negara kita adalah negara hukum, masalah kalau hanya pengajian tidak ada pengrusakan kok, bahkan kami menghormati, Bahkan tetangga saya adalah kristen dan mereka tidak punya lahan untuk tempat parkir tamu-tamu mereka, saya justru membuka pintu pagar rumah saya untuk mempersilahkan mereka parkir disana, jika memang mereka tidak melanggar hukum dan sudah. Tapi memang pengajian tersebut hanya memang sekedar pengajian biasa, seperti syukuran, Arisan agama, yang mana memang hanya dilakukan sekali-sekali bukan setiap Minggu, dan kalau setiap minggu mungkin halaman ruhan saya akan menjadi kubangan lumpur karena berlubang-lubang selalu jadi tempat parkir . Dan kalau ruham saya memang menjadi Ruhah Ibadah saya tidak bisa protes kalau rumah saya dihancurkan, jika setiap saat dikunjungi jemaat dari luar, saat subuh, zuhur, asar, magrib, isa, dan saya tidak punya izin membangun Rumah Ibadah, walaupun tidak dirusak tapi trantip wajar untuk merusaknya. Dan tidak bisa disalahkan, karena saya memang tinggal dinegara hukum.

Ayu akhirnya sadar, khan, kalau Ayu selama ini telah dibodohi? Tulisan-tulisan yang dibaca muslim selama ini tanpa referensi yang jelas, semuanya hanya berdasarkan asumsi si penulis/penafsir dan dibumbuhi dengan propaganda dan fitnah-fitnah keji terhadap pihak korban. Mereka yang kerap menjadi korban pengkambinghitaman tulisan-tulisan tak bersumber itu adalah pihak Yahudi dan pihak Quraish. Mungkin ada baiknya juga Ayu baca tulisan saya di: http://duladi.t35.com

Ayu justru bertambah sadar bahwa Al-Quran benar tentang kebejatan orang-orang kafir, terbukti dari FFI tempat pembodohan dan kebohongan orang-orang kafir.


Penyerangan Kaybar

Ayulestari wrote:[Tabari, vol.viii, p.117]:
Di masa kemarau besar di Medina saat itu, sekelompok orang B. Aslam yang baru saja memeluk Islam menghadap Muhammad untuk minta bantuan. Tapi Muhammad tidak punya apa2 untuk membantu mereka. Jadi dia berdoa pada Allah agar mereka bisa menjarah perbentengan kaum Yahudi Khaybar yang banyak harta, termasuk pertanian mereka yang hijau subur. Dia berkata, “O Tuhan, Kau tahu keadaan mereka – bahwa mereka tidak punya kekuatan dan aku tidak punya apapun untuk kuberikan pada mereka. Bukalah bagi mereka (kesempatan menyerang) bagian terbesar perbentengan Khaybar, yang paling kaya akan makanan dan daging berlemak.”

saya belum mencek kebenaran tulisan sampeyan yang ini, tapi kelihatan nya yang ditanda kurung itu tambahan dari siapa ya?

Saya tau pasti ada kata-kata yang juga diplesetkan disini

Yang suka memplesetkan fakta sejarah adalah Islam. Kalau terhadap sumber Tabari Ayu bisa curiga, kenapa terhadap tulisan-tulisan lain tak bersumber Ayu malah percaya begitu saja?

Ayu bukan curiga dengan ucapan Tabari atuh akang, tapi curiga dengan kutipan sampeyan karena terbuktikan sampeyan telah memplesetkan Alkitab, trus memplesetkan kata “Halal“ jadi kata “berhak”.

Muhammad kawin karena BIRAHI

Ayu wrote:Sahih Bukhari 7.62.18
Diceritakan 'Ursa: Nabi meminta Abu Bakr utk menikahkan Aisyah padanya. Abu Bakr berkata “Tapi aku saudaramu.” Nabi berkata, “Kau saudara hanya dalam agama Allah dan Kitabnya, tapi dia (Aisyah) berhak bagiku utk dinikahi.”

Lihat yang dibold, apakah ada kalimat pemaksaan yang dilakukan nabi didalam hadis tersebut?

Lihat bukti kepalsuan yang sampeyan tulis, ayo akui saja sampeyan memang melakukan pemalsuan Hadis,

coba sampeyan jelaskan kata berhak dibawah yang ayu gedein itu ada kaga dalam hadis tersebut? Atau apa sampeyan memang tidak bisa membedakan kata "Berhak" dan kata "Halal"?. Sampeyan bisa menipu para kafir yang memang tidak punya kitab hadis dirumah mereka, apa sampeyan pikir bisa menipu muslim dengan cara licik sampeya? Berubahnya kata Halal menjadi kata Berhak, sudah membuat negatif persangkaan orang yang membaca.

Dengan mengatakan: "Dia BERHAK bagiku...." itu sama artinya dengan "MEMAKSA". Bila Muhammad sudah berkata demikian, siapa yang berani melawan? Apalagi Muhammad juga membual dengan cerita berikut:

Ayu ulangi lagi:
[quote=”Ayulestari”}
Lihat bukti kepalsuan yang sampeyan tulis, ayo akui saja sampeyan memang melakukan pemalsuan Hadis,

coba sampeyan jelaskan kata berhak dibawah yang ayu gedein itu ada kaga dalam hadis tersebut? Atau apa sampeyan memang tidak bisa membedakan kata "Berhak" dan kata "Halal"?. Sampeyan bisa menipu para kafir yang memang tidak punya kitab hadis dirumah mereka, apa sampeyan pikir bisa menipu muslim dengan cara licik sampeya? Berubahnya kata Halal menjadi kata Berhak, sudah membuat negatif persangkaan orang yang membaca.
[/quote]
Sekali lagi Duladi tidak bisa membedakan kata “Berhak” dengan kata “Halal” atau memang hanya strategi dalam memplesetkan hadist.

Sahih Bukhari, Volume 9, Book 87, Number 140
Diceritakan oleh Aisyah: Rasul Allah berkata kepadaku, "Kamu telah ditunjukkan padaku dalam mimpi sebanyak 2 kali sebelum aku menikahimu. Aku melihat seorang malaikat membawa Aisyah kecil yang dibungkus kain. Aku bilang (pada diriku sendiri), ‘Jika ini dari Allah, maka ini harus terjadi.’

Lagi-lagi plesetan hadist, hadist itu berbunyi begini:
Diceritakan oleh Aisyah: Rasulullah berkata kepadaku, "Kamu diperlihatkan ke aku dua kali di mimpiku sebelum aku menikahi mu. Aku melihat, satu malaikat sedang membawa kamu dengan wajah tertutup dan pakaian yang terbuat dari sutera dan disebutkan (Oleh malaikat ) ke aku, "Dia adalah istrimu, sehingga aku membuka penutup wajah nya,' dan aku tengok, itu adalah kamu. maka aku katakan (pada diri sendiri), 'Kalau ini mimpi dari Allah, maka ini harus terjadi"

Lagi-lagi terbukti keburukan sampeyan tukan membuat plesetan hadist.

Ayulestari wrote:Saya bertanya kepada sampeyan, Apakah Wanita Setengah Baya itu = Janda? Apa sampeyan tau istri jabir itu adalah seorang janda? benarkah Hadist yang sampeyan kutip itu berbunyi demikian?
Volume 7, Buku 62, Number 17:
Riwayat Jabir bin Abdullah: Ketika saya menikah, Rasul Allah berkata kepada saya, "Apakah wanita yang anda Kawini? "Aku menjawab," Aku telah menikah dengan seorang janda” Dia berkata, "Kenapa, Apakah kamu tidak menyukai wanita perawan dan belaian untuk mereka?" Jabir juga berkata:" Rasulullah berkata, "Mengapa kamu tidak menikahi gadis muda, sehingga Anda dapat bermain dengan dia dan dia dengan anda?"

Nah kelihatan disini kehebatan Sampeyan dalam memplesetkan Hadis

1. Janda sampeyan samakan dengan Wanita Separuh Baya
2. Wanita sampeyan samakan dengan Anak Perempuan
3. Belaian sampeyan samakan dengan Menimang-nimang
4. Nikah sampeyan samakan dengan Kawin
5. Gadis Muda sampeyan samakan dengan Anak-anak


Ini versi Inggrisnya:

Bukhari Volume 7, Book 62, Number 17:
Narrated Jabir bin 'Abdullah:
When I got married, Allah's Apostle said to me, "What type of lady have you married?" I replied, "I have married a matron' He said, "Why, don't you have a liking for the virgins and for fondling them?" Jabir also said: Allah's Apostle said, "Why didn't you marry a young girl so that you might play with her and she with you?'
Bukankah sama saja, gadis muda = anak-anak? Apakah Aisyah yang berusia 9 tahun itu bukan anak-anak?
Kalau itu wanita dewasa, bagaimana mungkin Muhammad mengatakan: "you might play with her and she with you?'

Baru tau ayu kalau nabi itu bersabda pake bahasa Inggris, seharusnya menerjemah itu langsu dari bahasa aslinya dong, masa harus belibet gitu, dari arab terjemah dulu keinggris baru ke indonesia, emangnya Alkitab.

Bukankah seharusnya apa yang diperbuat Jabir itu mulia? Kenapa Muhammad malah menyarankan Jabir sebaliknya? Bukankah seharusnya Muhammad memuji Jabir karena Jabir tidak pedofil, Jabir mau menikahi wanita seusia ibu-ibu, seorang janda? Kenapa Muhammad malah menyarankan Jabir untuk mengawini anak-anak (gadis muda seperti Aisyah) agar bisa diajak bermain dan ditimang-timang (=fondling)? Bagaimana kalau sampai Jabir terpengaruh oleh saran bejat nabinya itu, dan menceraikan istrinya lalu mencari anak-anak seperti yang disarankan Muhammad yang gendeng itu? Beginikah seorang nabi berakhlak mulia dalam memberi PENGAJARAN MORAL kepada pengikutnya?

Itu hanya pertanyaan rasulullah, kepada jabir, apa alasan jabir tidak menikahi seorang wanita perawan? Disana terdapat banyak kalimat tanya, jadi jelas disana bukan saran ataupun perintah untuk menceraikan istri lalu cari anak-anak. Saran ayu sebaiknya sampeyan belajar lagi untuk apa penggunaan tanda “?” dalam suatu kalimat dan tanda “!” dalam suatu kalimat.

Kenapa Ayu tidak menyimak adanya KEJANGGALAN dari PRIBADI MUHAMMAD ini?
Apakah yang dilakukan Jabir itu salah?
Kenapa Muhammad bukannya memuji, tapi malah mempersalahkan Jabir? (Lihat kalimatnya: "Why, don't you have a liking for the virgins and for fondling them?")
Dan kenapa Muhammad malah memberi saran yang tidak benar terhadap pengikutnya yang sudah melakukan perbuatan yang benar?

Saran ayu sebaiknya sampeyan belajar lagi untuk apa penggunaan tanda “?” dalam suatu kalimat dan tanda “!” dalam suatu kalimat.
Dan pertanyaan ayu, sejak kapan Rasul bersabda pake bahasa Inggris? Apa harus menerjemah bahasa arab mesti ke diterjemah dulu ke bahasa Inggris dulu?

Baca lagi postingan saya di atas, atau baca saja yang ini:

Mengenai PERAMPOKAN BADAR

SIRAH NABAWIYAH IBNU HISYAM
Jilid 1 halaman 582-583

mungkin perlu diperjelas dulu :

1. Siapakah Abu Sufyan? Apakah orang baik yang tidak mengusir umat islam dari mekah? Atau salah satu kaki tangan Abu Jahal yang telah mengusir umat islam dari mekah?
2. dimana terjadinya perampasan terebut, apakah disekitar wilayah Madinah atau di mekah atau diluar madinah?
3. Bagaimana status 'pedagang' dengan Abu jahal pada waktu itu.

Coba sampeyan jelaskan berdasarkan hasil scan dari kitab tertua ibn hisam ataupun ibn ishaq milik sampeyan tersebut maka dengan sendirinya terjawab!!

Jelas perampokan adalah dilarang oleh Allah nih Buktinya:
8:67 Tidak patut, bagi seorang Nabi mempunyai tawanan sebelum ia dapat melumpuhkan musuhnya di muka bumi. Kamu menghendaki harta benda duniawiyah sedangkan Allah menghendaki (pahala) akhirat (untukmu). Dan Allah Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana.
[4:94] Hai orang-orang yang beriman, apabila kamu pergi (berperan b1a g) di jalan Allah, maka telitilah dan janganlah kamu mengatakan kepada orang yang mengucapkan "salam" kepadamu: "Kamu bukan seorang mu'min" (lalu kamu membunuhnya), dengan maksud mencari harta benda kehidupan di dunia, karena di sisi Allah ada harta yang banyak. Begitu jugalah keadaan kamu dahulu, lalu Allah menganugerahkan ni'mat-Nya atas kamu, maka telitilah. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan

Jadi jelas, apa yang dilakukan rasul bukanlah perampokan seperti apa yang dilakukan yesus terhadap kambing yang dicurinya.
Matt 21:2 dengan pesan: "Pergilah ke kampung yang di depanmu itu, dan di situ kamu akan segera menemukan seekor b22 keledai betina tertambat dan anaknya ada dekatnya. Lepaskanlah keledai itu dan bawalah keduanya kepada-Ku.
21:3 Dan jikalau ada orang menegor kamu, katakanlah: Tuhan memerlukannya. Ia akan segera mengembalikannya."

Jadi jangan samakan Rasullulah dengan seorang perampok seperti yesus.





Mengenai PERAMPOKAN KAYBAR

SIRAH NABAWIYAH IBNU HISYAM
Jilid 2 halaman 306-307



Sirat Rasul allah ibnu ishak
Jilid 3 halaman 7-8


Yang sampeyan kutip, penyebab perang kaybar atau akibat perang khaibar?
Bukankah kemarin sampeyan mengatakan penyebab perang Kaibar awalnya Perampokan yang dilakukan rasulullah, mana buktinya? Sirah yang sampeyan kutip adalah setelah usai perang bukan penyebab perang.
Sampeyan benar-benar tidak mengerti dengan bahasa indonesia yang benar, ingat Penyebab itu letaknya sebelum terjadinya sesuatu bukan setelah terjadi sesuatu. Ingat hukum sebab akibat, bukan hukum akibat sebab.
Ayulestari
 
Posts: 241
Joined: Tue Feb 24, 2009 6:58 am

Re: Meluruskan Cara Berpikir Muslim yang ****

Postby Ayulestari » Mon Mar 30, 2009 4:53 pm

newbie wrote:Ayu aku cuma mau tanya beberapa hal tolong dijawab tegas YA atau TIDAK:

Apakah kamu mau menjaga penis ayahmu, kecuali terhadap istri dan pelayan-pelayan dirumahmu? (QS 23:5-6)
atau, Apakah kamu rela ayahmu Kawin sebanyak 2, 3 atau 4, atau bila takut tidak mampu menafkahi, setubuhi pembantu di rumah saja? (QS 4:3)
Apakah kamu mau ayahmu memukul ibumu? (QS 4:34), atau mengurungnya sampai mati? (QS 4:15), Maukah engkau Merampok sebab itu halal? (QS 8:69, QS 48:20), "Senangkah engkau ayahmu akan dihadiahi cewek-cewek cantik di surga nanti? (QS 52:17-20, QS 56:22-24), Maukah engkau memBunuh orang-orang kafir yang ada di sekitarmu? (QS 9:123, QS 9:5)

Plissssssssssssssssssssss................. Tolong jawab saya. Saya hanya ingin jawaban YA atau TIDAK. Saya tidak paham sebab saya ini newbie (pemula) lhooo......



Ayu juga mau tanya nih, ayat yang akang ambil udah bener kaga? Jawab yang tegas YA atau Tidak, Plissssssssssssssssssssss................. Tolong jawab saya. Saya hanya ingin jawaban YA atau TIDAK. Saya tidak paham sebab saya ini newbie (pemula) lhooo......
Ayulestari
 
Posts: 241
Joined: Tue Feb 24, 2009 6:58 am

Re: Meluruskan Cara Berpikir Muslim yang ****

Postby Ayulestari » Mon Mar 30, 2009 5:06 pm

Duladi wrote:
Jika Ayu adalah kloningan dari Muhammad Jaya, saya rasa tidak mungkin mengharapkan sosok ini untuk sadar.
29 Maret 2009


Ayu ya Ayu, muhammad Jaya ya muhammad jaya, begini biar orang kafir disini tidak penasaran juga dengan ayu, ayu akan menyebutkan ayu ini siapa. Sampeyan tentu tau dengan beast666 kan? yang berdialog di MYQURAN? beast666 bukanlah pribadi tapi tergabung dalam beberapa orang pekanbaru, saya tinggal disana, kita sama-sama buat id beast666 tapi saya rasa debat dengan menggunakan ID satu bersama adalah suatu hal yang kurang nyaman, maka saya memisahkan diri dari beast666, saya berdebat dengan ID sendiri, Beast666 tergabung oleh teman-teman sekolah dan kuliah, diantara nya salah satu adalah Handika yang masih kuliah, Vincent lim yang masih sekolah SMA di Saint Marry, Faridh masih SMP, dll. Handika awal pembuat ID beast666. Sampai disini saya tidak tau harus bilang apa lagi, kalau masih belum percaya ya terserahlah.
Ayulestari
 
Posts: 241
Joined: Tue Feb 24, 2009 6:58 am

PreviousNext

Return to Pengaruh Islam Terhadap Muslim



Who is online

Users browsing this forum: No registered users

cron