.

Meluruskan Cara Berpikir Muslim yang ****

Pelanggaran HAM terhadap sesama umat Muslim, kemiskinan dan keterbelakangan yang disebabkan oleh Islam dan penerapan Syariah Islam.

Re: Meluruskan Cara Berpikir Muslim yang ****

Postby Ayulestari » Fri Mar 13, 2009 12:07 pm

Duladi wrote:Untuk menguji kebenaran pandangan Ayu tentang Kristen, Admin sudah menyediakan ruang diskusi khusus untuk Ayu di:
Ayu vs Yohannes (Membahas Kristen)
Silakan postingkan pandangan-pandangan Ayu mengenai Kristen di forum tersebut, dan Saudara Yohannes dari Kristen akan meluruskan pandangan Ayu.



Tank’s atas undangannya, sejak kemarin hanya undangan terus yang diberi, yang ayu minta adalah beda Anak Allah = Daud dan Anak Allah = Yesus kok.

Di FFI ini, saya hanya menjelaskan pada Ayu sebatas kapasitas saya sebagai murtadin yang melihat kejahatan-kejahatan Islam dan kesalahan-kesalahan logikanya. Saya tidak membela agama lain, saya hanya sekedar melihatnya dari sisi netral bahwa apa yang diimani oleh agama lain itu sungguh logis dan beralasan, tidak seperti iman Islam yang penuh kepalsuan dan pembodohan.


Silahkan ajukan argumen sampeyan, Insya Allah kalau saya punya ilmu saya akaan jawab.



Duladi wrote:1Awloh tidak tahu kalau bintang itu benda langit, bukan missil untuk menembak setan.
2 Awloh juga tidak tahu kalau bumi ini bulat.
3. Awloh juga tidak tahu, menyangka matahari terbenam dalam lumpur hitam.
4. Awloh juga tidak tahu, kalau kisah Ashabul Kahfi itu adalah dongeng, bukan kisah nyata.
5. Awloh juga tidak tahu, kalau penentu jenis kelamin laki-laki dan perempuan itu adalah kromosom, bukan jumlah cairan mani siapa yang lebih banyak atau siapa yang lebih dahulu orgasme.
6. Awloh juga tidak tahu, bahwa satuan mata uang dinar belum ada pada zaman Yusuf.


Ayulestari wrote:1. Sampe sekarang ilmuan belum bisa membuktikan bahwa Setan itu ada atau tidak, jadi sampeyan belum bisa mengatakan bahwa Ayat itu bertentangan dengan Ilmu pengetahuan
2. Sampeyan sendiri yang tidak mengerti Ayat tersebut, sehingga memberi kesimpulan demikian
3. Lagi-lagi sampeyan tidak mengerti ayat tersebut, ayat tersebut menerangkan penglihatan Zulkarnaen
4. Masalah sejarah belum bisa dikatakan itu dongeng atau fakta, sampe sekarang ilmuan sejarahpun masih berdebat tentang nenek moyang manusia itu monyet atau adam.
5. Lagi-lagi hanya kesalahan pengertian sampeyan atas ayat tersebut
6. Lagi-lagi sampeyan tidak mengetahui maksud ayat tersebut.


Dengan jawaban seperti Ayu di atas, orang **** pun bisa menirunya. Tapi saya sedang tidak tertarik untuk membahas satu per satu ayat-ayat **** dalam Alquran, karena di FFI ini sudah sering dibahas malah lebih fokus dan lebih mendalam. Buat saya, Awloh di dalam Alquran memang tidak mencerminkan sosok pribadi TUHAN, melainkan sosok pribadi manusia ****, yang penuh keterbatasan, tidak mahakuasa, dan pengetahuannya memalukan. Bukan karena saya tidak paham maksud ayatnya, tapi justru karena saya sangat paham karena itulah saya berani men-judge bahwa ayat-ayat itu adalah firman palsu, bukan perkataan dari Tuhan.


Justru dengan tuduhan sampeyan diatas membuktikan sampeyan orang ****, Anak kecil bisa membuat tuduhan macam-macam seperti sampeyan, sepeti Tuhan Sampeyan Makan Taaaik itu bisa saja dituduhkan jika ada yang tanyain bukti, cukup menjawab saya sudah sering membahas ini dan saya malas untuk membahas ayat **** itu satu persatu.



Semudah Muhammad mengarang firman, semudah itulah Lia Eden mengarang firman. Cek sendiri di situsnya Lia Eden, semoga nalar Ayu terbuka, bahwa betapa mudahnya orang mengaku-ngaku mendapatkan wahyu dari malaikat jibril, tanpa saksi dan tanpa bukti.


Memang mudah untuk mengatakan diri kita Nabi, dan utusan Tuhan, tapi tentu tidak mudah untuk menyamakan ucapan kita sesuai dengan Ilmupengetahuan modern. Cuma Allah yang bisa demikian



Ayulestari wrote:1. QS 9:16, supaya sampeyan bisa mengerti, Pahami kalimat berikut: "Apakah Siswa mengira bisa menyontek, sedangkan Guru tidak tau mereka menyontek, dan Guru mengetahui siapa-siapa yang menyotek dikelas".
Lihat kalimat yang dibold
1. QS 9:16. Apakah kamu mengira bahwa kamu akan dibiarkan, sedang Allah belum mengetahui orang-orang yang berjihad di antara kamu dan tidak mengambil menjadi teman yang setia selain Allah, RasulNya dan orang-orang yang beriman. Dan Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan.


Pola berpikir yang amburadul dan tidak konek.
Apakah Ayu tidak bisa melihat adanya pertentangan di antara kalimat awal dengan kalimat terakhir? Kalau awloh dapat mengalami suatu kondisi "BELUM TAHU", jadi mana mungkin awloh dapat diklaim "MAHA TAHU" ? Kalau awloh "MAHA TAHU", maka awloh tidak seharusnya mengalami kondisi "BELUM TAHU". Awloh yang "BELUM TAHU" itu justru membuktikan klaim terakhir bahwa awloh maha tahu itu hanyalah jorgan kosong. Kalau Ayu mau memakai nalar Ayu sedikit saja, Ayu akan sadar kalau perkataan itu bukan perkataan Tuhan, melainkan perkataan Muhammad. Tuhan Sejati tidak akan KESELEO LIDAH dengan mengucapkan perkataan yang seharusnya tidak pantas diucapkan oleh TUHAN YG MENGETAHUI SEGALANYA. Sepandai-pandai tupai melompat pasti akan jatuh juga. Peribahasa ini cocok buat Muhammad. Sepandai-pandai Muhammad menipu orang-orang **** di Arab, tetap saja ada cela yang dapat membuktikan bahwa ayat yang disampaikannya adalah karangannya sendiri.

Bukan cuma ayat itu, contoh ayat berikut ini juga membuktikan bahwa Muhammad-lah pengarang Alquran:


Kalau begitu sampeyan belum bisa memahami kalimat berikut ini: "Apakah Siswa mengira bisa menyontek, sedangkan Guru tidak tau mereka menyontek, dan Guru mengetahui siapa-siapa yang menyotek dikelas"

Baca baik-baik dan pahami kalimat tersebut, lihat yang dibold, jelas kalimat seperti ini sering digunakan setelah kita mengetahui, “Apa Kamu Mengira Saya Tidak TAU?” Ini jelas kalimat yang menekankan bahwa seseorang itu sudah tau mengetahui, Misalnya sampeyan seorang pezina, dan istri sampeyan mengetahui sampeyan seorang peselingkuh karena istri sampeyan memergoki sampeyan tempat pelacuran, trus saat pulang istri sampeyan bertanya, “Dari mana kang? Ada rapatya tadi?” duladi menjawab “ Ia” istri sampeyan berkata “ Apa kamu mengira Saya tidak tau kamu pergi kemana tadi? Cerai kan saya….”

Nah jadi jelas semoga sampeyan paham.

1. QS 6:104. Sesungguhnya telah datang dari Tuhanmu bukti-bukti yang terang; maka barangsiapa melihat, maka (manfaatnya) bagi dirinya sendiri; dan barangsiapa buta (tidak melihat kebenaran itu), maka kemudharatannya kembali kepadanya. Dan aku (Muhammad) sekali-kali bukanlah pemelihara(mu).

2. QS 70:40. Maka aku bersumpah dengan Tuhan Yang memiliki timur dan barat, sesungguhnya Kami benar-benar Maha Kuasa.


1. Baca aja tanpa tanda kurung
2. Siapa yang bisa melarang Allah bersumpah kepada dirinya?



Ayulestari wrote:QS 17:51. ayat berikut ini akan saya perumpamakan begini.
" Saya seorang artis terkenal, dan saya akan Merid, tapi tanggalnya saya rahasiakan, Saya mengetahui bahwa saya merit tanggal 7 Juni 2009, trus seorang asisten saya berkatakan " Nyonya, jika paparazi menanyai saya kapan Nyonya merit?". saya mengatakan ke asisten tersebut " Katakanlah : "Mudah-mudahan dalam waktu dekat ini"


Bagaimana Ayu menjelaskan ini:
QS 5:52. Maka kamu akan melihat orang-orang yang ada penyakit dalam hatinya (orang-orang munafik) bersegera mendekati mereka (Yahudi dan Nasrani), seraya berkata: "Kami takut akan mendapat bencana." Mudah-mudahan Allah akan mendatangkan kemenangan (kepada Rasul-Nya), atau sesuatu keputusan dari sisi-Nya. Maka karena itu, mereka menjadi menyesal terhadap apa yang mereka rahasiakan dalam diri mereka.

Bagaimana awloh yang katanya Mahatahu itu TIDAK YAKIN dengan apa yang bakal diperbuatnya? Itu bukan ucapan berasal dari Tuhan, melainkan ucapan karangan Muhammad.

Muhammad alias awloh juga tidak yakin terhadap apa yang akan dilakukan oleh pengikutnya:

QS 45:12. Allah-lah yang menundukkan lautan untukmu supaya kapal-kapal dapat berlayar padanya dengan seizin-Nya dan supaya kamu dapat mencari karunia -Nya dan mudah-mudahan kamu bersyukur.

Kalau itu nasehat, seharusnya ucapannya tidak demikian, melainkan: "Bersyukurlah kamu..."

Kata "MUDAH-MUDAHAN" hanya pantas diucapkan oleh manusia yang oleh keterbatasan akan pengetahuannya sendiri sehingga dia tidak yakin dan berharap Tuhan memberi suatu kondisi yang sesuai dengan harapannya. "Mudah-mudahan" dalam bahasa Islam kerap diucapkan sebagai "insyaallah", yang artinya "semoga awloh menghendaki demikian." Di dalam kitab agama Nasrani, saya tidak temukan satu pun ucapan Tuhan dengan memakai kata "mudah-mudahan". Yang memakai kata "mudah-mudahan" adalah MANUSIA. Coba, dengan nalar seharusnya kita mengerti kalau Alquran itu memang tidak memenuhi STANDAR PERKATAAN TUHAN, melainkan hanya kata-kata karangan manusia yang diklaim sebagai kata-kata "tuhan" (dalam tanda kutip). Sepandai-pandai tupai melompat pasti akan jatuh juga. Peribahasa ini cocok untuk Muhammad. Dari ayat-ayat **** yang dikarangnya akhirnya KETAHUAN...... kalau ayat-ayat itu bukan datang dari Tuhan, tapi karangannya sendiri.


Jelas sudah dikatakan, hal itu dirahasiakan oleh Allah, maka Allah hanya memberikan kalimat mudah-mudahan, seperti yang sudah saya katakan kemarin jadi seperti analogi yang ayu berikan kepada sampeyan kemarin:

Saya mengetahui bahwa saya merit tanggal 7 Juni 2009, trus seorang asisten saya berkatakan " Nyonya, jika paparazi menanyai saya kapan Nyonya merit?". saya mengatakan ke asisten tersebut " Katakanlah : "Mudah-mudahan dalam waktu dekat ini"

Ayulestari wrote:Berarti mereka ****, jika mereka memang kritis, mereka tidak akan mendapatkan jawaban yang sama tentang apa itu tritunggal jika mereka bertanya kepada 10 pendeta, siapa itu tritunggal? Sampeyan akan mendapatkan jawaban yang berbeda sesuai kapasitas otak para pendeta, jadi jelas mereka bukan kristis tapi mereka nrimo dan pasrah dengan jawaban satu pendeta, tapi jika sampeyan bertanya ke 10 ustad sampeyan akan mendapatkan jawaban yang sama dan mereka menggunakan kitab suci, karena Tuhan tidak bisa ditebak-tebak sesuai kapasitas otak.


Ah, masak sih? Bukankah di antara umat muslim sendiri ada ketidakkompakan tentang HAKIKAT AWLOH? Awloh itu ada di mana-mana atau cuma berada di satu titik saja? Ayu akan melihat banyaknya perbedaan pendapat di kalangan ulama tentang itu.


Nah keliatan kenapa sampeyan bisa murtad, lagi-lagi sampeyan ga ngerti, keberadaan Allah saja sampeyan ga tau, beda sifat dan sikap sampeyan ga tau, apa orang seperti sampeyan yang katanya akan mengajarkan islam yang sebenarnya itu di FFI ini?

Kedua pendapat ulama tentang keberadaan Allah keduanya adalah benar, dimanakah Allah? Di 'Arasy atau berada dimana-mana?

Jawabannya keduanya benar, karena Arasy Allah meliputi Langit dan Bumi, jadi Allah ada dimana-mana.
Nih ayatnya:
bla......bla......Singgasananya meliputi langit dan bumi , dan tiada merasa berat Ia menjaga dan memelihara keduanya. Ia Mahatinggi, Mahabesar. (Surat al-Baqarah, 255)
"bla....bla....bla.....Kursinya meliputi langit dan bumi...........bla....bla..."(2:255)
Allah tidak terikat oleh ruang dan bahwa Ia meliputi segala sesuatu dinyatakan di ayat lain berikut ini :
Milik Allah timur dan barat : ke mana pun kamu berpaling, di situlah kehadiran Allah. Allah Mahaluas, Mahatahu (Surat al-Baqarah, 115)
Jadi keberadaan Allah adalah pada Arasy yang meliputi Langit dan Bumi, Jadi pendapat kedua Ulama adalah benar, karena kita masih dibumi, dan masih dikolong langitnya Allah, tetap kita bisa berkata Allah berada dimana-mana, dan tetap kita bisa berkata Allah itu berada di Arasnya atau singgasananya.

Allah “ada dimana-mana” dan meliputi segala sesuatu. Karena setiap wujud material merupakan persepsi atau sesuatu yang ada karena Informasi, maka materi tak dapat melihat Allah. Sebaliknya, Allah melihat seluruh materi yang diciptakannya dalam berbagai bentuknya. Artinya, kita tak dapat menangkap wujud Allah dengan mata kita dan pikiran kita, namun Allah meliputi kita dari dalam, dari luar, dalam pandangan dan pikiran. Kita tak mampu mengucapkan perkataan apapun selain dengan pengetahuan dan ijinNya, bahkan tanpa Dia bernafaspun tidak akan bisa.
Jadi sampeyan tetap tidak bisa mengatakan Tuhan itu maha kecil, karen dia tidak memberikan sampeyan pengetahuan tentang dia maha kecil.
Allah dimana-mana terbukti dengan ucapannya
“Dia lah yang menciptakan manusia, dan Kami mengetahui apa yang dibisikkan oleh hatinya; karena Kami lebih dekat kepadanya daripada urat lehernya (sendiri). (Surat Qaf: 16)
Jika Sampeyan sudah bisa berpikiran bahwa tubuh sampeyan hanya terdiri dari “materi”, sampeyan tidak akan dapat memahami fakta penting ini. Jika sampeyan menganggap otak sampeyan sebagai “diri sampeyan”, maka letak dunia luar adalah hanya 20-30 cm dari diri sampeyan. Namun jika sampeyan mengerti bahwa materi hanya lah imajinasi, maka pengertian luar, dalam, jauh ataupun dekat tak memiliki arti sama sekali. Allah meliputi diri kita dan Dia “sangat dekat” kepada diri kita.
Jadi walaupun Allah berada lebih dekat pada sampeyan dan berada dimanapun, tetap semuanya itu adalah Arasy Allah, sepanjang sampeyan melihat seluas samudra satu bulatan bumi, seluar alam semesta, tetap itu adalah Arasy Allah, Allah berada disana.



Kalau tentang Tritunggal, orang-orang Kristen hanya berusaha menjelaskan FAKTA yang tertulis dalam kitab suci mereka. Dari fakta yang mereka terima itu, mereka berusaha merumuskan suatu teori atau konsep. Bukankah itu sudah watak manusia yang selalu ingin menyelidiki sesuatu secara mendalam dan kemudian merumuskannya? Walau konsep tritunggal tidak ditetapkan, orang Nasrani tetap meyakini Tuhan yang Tiga, karena kitab suci mereka menyatakan demikian. Adanya perbedaan cara mereka menjelaskan konsep tersebut, tidak berarti apa yang mereka imani itu salah. Mereka hanya mencoba menjelaskan apa yg kitab suci nyatakan. Sebenarnya faktor penyebab kesulitan kita menerima dogma itu adalah karena kita "DIPAKSA" oleh Muhammad untuk mengakui tuhan yang tunggal, dan bukan Tuhan yang Jamak namun SEIA-SEKATA (ESA). Baca pemaparan saya di: Ajaran Tauhid Muhammad, sebuah kebenaran atau salah kaprah?


Doktrin trinitas bukanlah fakta yang tertulis dalam kitab suci, karena kitab suci tidak pernah mengatakan tuhan itu Trinitas. Ini fakta yang membuktikan sampeyan dan umat kristen sedang menciptakan Tuhan didalam otak mereka masing-masing, Tuhan telah memperkenalkan dirinya kekita yaitu melalui Sifat-sifat atau ciri-cirinya, nah itulah tuhan, jika sampeyan menambahkan ciri-ciri tersebut, itu artinya sampeyan sedang memaksakan TUhan untuk sama dengan apa yang ada dalam otak sampeyan, itu sama saja sampeyan seperti Anak kecil yang sedang memindahkan seluruh Air Laut kedalam kolam kecil.


Buat saya pribadi, masalah dogma bisa dikesampingkan, karena itu sebenarnya bukan urusan kita. Manusia hanya bisa menerima apa adanya, dan Tuhan sebagai variabel bebasnya. Heran, kenapa kita berusaha membelenggu Tuhan? Bukankah yang lebih penting adalah tentang AJARAN MORAL-nya? Buat apa menyembah tuhan tunggal, kalau mengajarkan MORAL BEJAT? Ayu masih belum menjawab pertanyaan saya: Apakah bagi Ayu, mending menganut agama yang ajarannya bobrok dan jahat daripada menganut agama yang ajarannya baik tapi dogmanya membingungkan?


Sampeyan sendirilah yang telah membelenggu Tuhan dalam otak sampeyan yang kecil, sebesar apa otak sampeyan sehingga sampeyan berusaha memasukkan Ilmu yang Maha Luas kedalamnya?


Ibaratnya Ayu lebih memilih jadi RAMPOK daripada menjadi seorang MAHASISWA karena menjadi MAHASISWA otaknya akan DIPERAS dan menemukan pelajaran yg membingungkan dalam setiap mata kuliahnya?

Bagi ayu:
Mending jadi RAMPOK, karena gak pake mikir.... daripada menjadi MAHASISWA yang akan disuguhi hal-hal membingungkan.
Mending jadi MUSLIM, karena gak pake mikir... daripada menjadi NON-MUSLIM yang akan dibingungkan oleh dogma-dogma rohani yang membingungkan.

Cara berpikir muslim adalah: MENDING JADI RAMPOK ketimbang JADI ORANG BAIK, karena menjadi RAMPOK itu gampang.


Sampeyan sedang membalikkan fakta, sampe sekarang Trinitas belum bisa dibuktikan, Apakah itu sikap seorang MAHASISWA yang harus manut dan nurut dengan sesuatu yang tidak masuk diakal? Kalau memang seperti itu MAHASISWA Indonesia, jadi kelihatan dan wajarlah MAHASISWA Indonesia kerjaannya hanya Tauran.


Ayulestari wrote:Kalau kiamat tiba, jika kristen benar maka tetap Ayu masuk surga karena Ayu hidup dengan ajaran Alkitab, masalah menuhankan dan tidak menuhankan yesus tidak ada janji yesus akan menghukum manusia yang tidak menuhankan dirinya.


Janji Tuhannya Kristen sangat jelas, yaitu NABI PALSU & PENGIKUTNYA akan dihukum di dalam neraka.
Kalau Kristen benar, otomatis Muhammad adalah NABI PALSU karena Muhammad tidak berkata yang benar tentang Kristen. Ayu sebagai pengikut Nabi Palsu, tapi masih berharap akan selamat?

Kalau Kristen benar, berarti Yesus itu Tuhan. Sementara Ayu dilarang oleh Muhammad untuk mempercayai Yesus. Ayu menggantungkan keselamatan Ayu pada safaat Muhammad. Jadi, Muhammad-lah juruselamat Ayu, bukan Yesus. Kalau Kristen benar, maka Ayu akan masuk neraka.

Sebagai muslim, Ayu adalah JAHAT, karena Ayu telah mendukung MANUSIA BEJAT MORAL dan semasa hidupnya juga sangat KEJAM. Setiap hari Ayu malah mendoakan Muhammad dan memuji-muji namanya. Apakah Ayu masih tidak mengerti kalau Muhammad itu BUKAN ORANG BAIK dan akan terus membelanya dan menganggapnya NABI PILIHAN TUHAN?


Nabi palsu yang dikatakan Yesus tersebut memiliki kriteria yang gimana?


Ayulestari wrote:Tetap juga islam masuk surga karena, jelas yesus tidak mengatakan bahwa orang yang tidak menyembahnya akan masuk neraka.


The problem is...... menjadi Muslim berarti menjadi ORANG JAHAT.
Walau muslim tidak pernah berbuat seperti apa yang diperbuat nabinya, tapi dengan menjadi pengikut Muhammad sama saja mendukung ORANG JAHAT.
Tidakkah sudah terbukti di FFI ini, seburuk dan sejahat apapun Muhammad, muslim akan selalu membelanya?
Jadi, dengan menjadi muslim, berarti kita telah menjadi ANTEK KEJAHATAN.

Persoalan mengenai Islam adalah persoalan yang sangat kompleks, jadi bukan hanya gara-gara muslim tidak mengakui Yesus saja, tapi juga karena muslim itu JAHAT.


Bukti-bukti yang anda ajukan tersebut tidak membuktikan kalau Nabi Muhammad jahat.



Ayulestari wrote:Buat aja bualan tersebut terhadap Monas, tapi jelas, monas memang tidak pernah orang Yahudi atau agama samawi Beribadah dalamnya khan?


Apakah orang Yahudi juga beribadah di Kabah?
Apakah Bapa-bapa Kristen abad pertama ada yang beribadah di Kabah?


Kalau orang Arab bisa membual, kenapa kita tidak? Kalau orang Arab bisa mengklaim Kabah itu didirikan oleh Abraham, kita pun bisa mengklaim Monas itu didirikan oleh Adam.


Monas didirikan oleh Sukarno ditahun 1965, jelas sejarahnya, gimana dengan Ka'bah?



Ayulestari wrote:Makanya itu, baca lagi teka-teki setan terjawab, sampeyan sendiri yang mengatakan yang tidak serupa dengan makhluk adalah setan, kalau gitu YHVH kan bukan materi sedangkan Materi adalah penyusun dari Mahkluk, nah kalau gitu YHVH tidak serupa dengan makhluk dan YHVH adalah setan.


Kata siapa YHVH tidak serupa dengan makhluk? Bukankah YHVH menurut Taurat serupa dan segambar dengan manusia? Hanya tuhan rekayasa Islam saja yang tidak serupa dengan apapun. Saya tahu Awloh itu setan bukan karena tidak serupa dengan makhluk, tapi karena TABIAT-TABIATNYA serupa dan segambar dengan SETAN, baik SETAN di dalam Bibel maupun SETAN di dalam Alquran sendiri.


Makanya itu tuhan yang sampeyan maksudkan adalah Setan
Karena :
YHVH tersusun dari Materi, YHWH se tabiat dengan SETAN, ini jelas pengakuan sampeyan, karena dalam Teka-teki setan terjawab, sampeyan mengatakan bahwa Tuhan harus sama dengan Mahkluk, jika sampeyan percaya bahwa Setan adalah makhluk ciptaan Tuhan, tentu Tuhan sampeyan memiliki tabiat yang sama dengan setan, karena TUhan sampeyan adalah sama dengan Makhluk



Ayulestari wrote:Dengan tegas dong, jawab saja: Baiklah Saya AKui bahwa TUHAN MEMILIKI SIFAT-SIFAT, gitu aja kok repot, kalau gitu argumen sampeyan yang mengatakan sesuatu yang memiliki sifat adalah ciptaan adalah salah ?


Saya tidak mengatakan sesuatu yang memiliki sifat adalah ciptaan,




tetapi SESUATU YANG TERCIPTA DARI SIFAT-SIFAT & DIKONTROL oleh SIFAT-SIFAT adalah CIPTAAN.

Tuhan berhak menciptakan sifat apapun untuk Dia pakai, tetapi awloh dibatasi oleh sifat-sifat tertentu yang berjumlah 99 dan dikendalikan oleh sifat-sifat itu.


Lagi-lagi sampeyan menafsirkan Sifat-sifat sebagai Sikap atau suatu kontrol. Jelas sampeyan tidak mengerti apa itu Sifat, Sifat adalah sesuatu yang memperkenalkan kepada sesuatu, misalkan siapa sampeyan? sampeyan akan memberikan beberapa pengetahuan siapa diri sampeyan, yaitu sampeyan akan menggambarkan sifat-sifat sampeyan, mulai dari sifat fisik (Proporsi, cakep, cantik, jelek, dan sebagainya) dan non fisik (Sikap/Prilaku, hobi, agama/kepercayaan, kebiasaan, dll

Jadi 99 Sifat-sifat Allah tersebut bukanlah sesuatu yang mengontrol Allah, tetapi Adalah sebagai perkenalan Allah terhadap manusia tentang siapa Allah itu, kita tidak mengetahui bentuk Allah, maka kita tidak boleh untuk berprasangka bahwa Allah itu seperti tiang jemuran, karena Allah tidak mengatakan bawah dia seperti Tiang jemuran, atau kita mengatakan Allah itu kecil berbentuk batu, Allah tidak mengatakan dirinya berbentuk Batu, baik Hitam maupun Putih atau Kotak, Tuhan tidak pernah mengatakan itulah dirinya, tuhan hanya memperkenalkan dirinya 99 sifat tersebut, diluar itu hanya persangkaan hanya Tuhan hasil ciptaan manusia.



Ayulestari wrote:Adakah dalam kitab suci (Quran ataupun Alkitab) mengatakan Allah memiliki Sifat Maha Kecil?
Jika tidak ada, sebaiknya sampeyan jangan mengarang Tuhan Sendiri, itulah bukti bahwa Tuhan diciptakan di dalam Otak sampeyan, bukan Tuhan yang menciptakan sampeyan tapi otak sampeyan yang menciptakan TUhan Sampeyan.


Sudah menjadi kebiasaan manusia sejak zaman dahulu, inginnya mengagung-agungkan sesembahannya, sehingga mereka akan menyematkan gelar-gelar BAGUS & MULIA buat sesembahannya. Tapi kita tidak sadar kalau Tuhan itu tidak dibatasi oleh sifat sehingga dia memiliki ukuran besar atau kecil. Besar atau kecil, yang mana yang bagus, itu tergantung dari sisi mana kita melihatnya. Semakin kecil ukuran, dalam dunia teknologi nano, akan dianggap PALING HEBAT. Jadi kata siapa sesuatu yang dianggap hebat itu hanya yang BESAR saja? Kalau manusia sanggup menciptakan benda-benda berukuran SUPER KECIL, dan benda-benda terkecil itu dianggap LUAR BIASA, bukankah terlebih lagi Tuhan, bukankah Tuhan lebih sanggup lagi mengambil ukuran terkecil yang tak pernah terbayangkan dalam pikiran manusia? Jadi, kalau dalam Islam awloh itu tidak bisa memiliki sifat maha kecil, sedangkan menurut LOGIKA Tuhan yang Sejati bisa memiliki sifat maha kecil.

Awloh tidak mampu atau tidak bisa memiliki sifat-sifat lain selain dari yang sudah ditentukan oleh Muhammad dalam Quran, yaitu berjumlah 99 itu. Tetapi Tuhan yang Sejati tidak dikendalikan atau tidak dibatasi oleh sifat-sifat.


Justru terbalik, sampeyan lah yang dengan mudah membuat - buat Tuhan berdasarkan otak sampeyan tanpa dilandaskan ucapan atau Firman Tuhan sendiri, dengan mudah sampeyan mengatakan Tuhan ITu Maha Kecil, ucapan itu hanyalah Tuhan dalam otak sampeyan, orang Zaman dulu pun bisa saja berpikiran seperti sampeyan, dengan mengatakan : "Patung inilah Tuhan kami, Apakah Tuhannya Ibrahim bisa menjelma jadi Patung? Tidak bukan? jadi Patung inilah yang Hebat dibandingkan Tuhannya Ibrahim yang tidak bisa berubah jadi Patung"



Ayulestari wrote:Itukan hanya menurut sampeyan yang tanpa Argumen yang jelas, Apa yesus pernah mengatakan yang masuk surga itu adalah orang yang percaya bulat-bulat kepada alkitab, yang masuk surga adalah orang yang mengikuti kehendak Bapa Disurga khan?

Ayu buta Alkitab, makanya silakan diskusi dengan pakarnya di http://mengenal-islam.forumphp3.com



Sampe sekarnag tidak ada tuh tulisan si Yohanes yang menerangkan kalau orang kristen aja yang masuk surga kalau kiamat dan kristen yang benar

Ayu pasti belum pernah baca ini:

Yohanes 6:40 Sebab inilah kehendak Bapa-Ku, yaitu supaya setiap orang, yang melihat Anak dan yang percaya kepada-Nya beroleh hidup yang kekal, dan supaya Aku membangkitkannya pada akhir zaman."


Makanya sampeyan saya tanya, anak yang dimaksud anak yang gimana? Bukankah saya sudah menyampaikan Islam juga percaya kalau Yesus adalah Anak Allah (Nabi)?

Orang Kristen memaknai kata PERCAYA dalam ayat itu sebagai BENAR-BENAR PERCAYA bahwa Yesus itu Juruselamat/Tuhan dan MENELADANI YESUS dalam kehidupannya sehari-hari, jadi bukan sekedar berseru-seru: Yesus itu Tuhan, Yesus itu Tuhan. Silakan untuk selanjutnya Ayu tanyakan pada Sdr Yohannes pada sub forum yang sudah saya tunjukkan link-nya di awal.


Jelas yang disuruh yesus adalah percaya kepadanya, bukan percaya kepadanya sebagai TUhan, tapi sebagai Anak (NAbi)



Ayulestari wrote:Kalau kristen benar, Jelas Ayu masuk surga, karena Orang Yang mengikuti perintah Bapa disurgalah yang akan masuk surga


Perintah Bapa di surga jelas, sesuai dengan Yohanes 6:40 di atas.
SEbagai muslim, Ayu tidak mengikuti perintah Bapanya Yesus, tapi mengikuti perintah awloh tuhan rekayasa Muhammad.
Awloh dan Bapanya Yesus itu berbeda.


Yang diajarkan Nabi Muhammad adalah ajaran yang tidak pernah bertolak belakang dengan Alkitab. Bahkan lebih mulia lagi.


Ayulestari wrote:Makanya mana dia Perbuatan jahat yang dilakukan Nabi Muhammad? sampeyan hanya bisa mengatakan DIa jahat, Psikopat, tapi buktinya sampe sekarang Orang FFI hanya bisa mengatakan Psikopat, jahat, pedop tanpa bukti yang jelas.


Sorry, mata Ayu PICEK!!!!
Ayu tidak baca RESOURCE CENTER? Teruslah berpura-pura PICEK1!!


RESOURCE CENTER sudah terlalu panjang. lebih baik membahas satu persatu.



Ayulestari wrote:Rumah ibadah siapa yang dirusak? Yang dirusak tersebut bukan Rumah ibadah, tapi Rumah tempat tinggal yang jadi Rumah ibadah tanpa Izin pendirian Rumah Ibadah, dan itu melanggar Hukum, apakah yang melanggar hukum memang harus didiami aja gitu?


Seperti yang sudah saya bilang sebelumnya, menjadi MUSLIM sama dengan MENJADI ORANG JAHAT.
Ayu membela perbuatan MERUSAK, dengan dalih yang dirusak bukan rumah ibadah. Bukankah bangunan apapun, kalau dijadikan tempat beribadah, itu adalah TEMPAT IBADAH? Dan sekalipun yang dirusak itu bukan gereja, tetap saja itu TINDAK PENGRUSAKAN. Bukankah yang namanya MERUSAK itu JAHAT? Bukankah yang suka membuat kerusakan di muka bumi itu adalah MUSLIM? Kalau muslim yang berbuat, jangan menimpakan tuduhan pada kafir, dong! Itulah yang Muhammad lakukan. Baca Qurannya. Siapa yang suka menuduh pihak lain berbuat kerusakan?

Dan memang siapa Muslim, sehingga berhak menghakimi pihak lain yang menurutnya MELANGGAR HUKUM? Kalau muslim boleh tadarrusan di rumah warga, kenapa umat agama lain tidak boleh? GOBLOK-nya Ayu ini.

Beribadah di rumah dilarang, dan dikatakan melanggar hukum. Bukankah yang telah melanggar hukum itu adalah orang yang melakukan TINDAK PENGRUSAKAN? Sudah saya bilang, menjadi muslim itu sama dengan menjadi JAHAT. Otaknya akan menjadi KAMPRET, PRET!!!! Jadi *****, buta rohani...... Apa Ayu tidak sadar Ayu inginnya MENANG SENDIRI dan akan selalu membela PERBUATAN JAHAT Islam dengan berbagai macam alasan?

Orang yang mengikuti orang jahat, sama dengan dirinya mendukung kejahatan. Menjadi muslim, sama dengan menjadi ANTEK KEJAHATAN.
Dan aturannya jelas, siapa berbuat jahat, akan masuk neraka, tidak peduli agama apapun yang benar.


Untuk mendirikan Ruham Ibadah ada kententuannya, ada undang-undang yang harus dipatuhi, tempat ibadah yang dirusak tersebut adalah tempat ibadah yang melanggar hukum, beribadah didalam Ruham tidak apa-apa, tapi bagaimana kalau tiap minggu mengadakan misa?



Ayulestari wrote:Kamu liat ayat ini baik-baik, bertanya yang kek gimana yang dilarang disini? Jelas disini dibolehkan bertanya.


Muslim dilarang oleh Muhammad untuk menanyakan hal-hal yang kritis, yang dapat mengungkap KEPALSUAN ISLAM.
Jadi, kalau di hati muslim mulai timbul keraguan dan agar tidak terungkap KEPALSUAN ISLAM, muslim disuruh melupakan ganjalan di hatinya itu dan dilarang menanyakan hal itu.
Agama ***** atau agama yang BIKIN orang jadi *****, membebek aja pada apapun yang diajarkan oleh Arab tanpa boleh mengkritisinya, ini namanya PENGGOBLOKAN.
Ayu lihat di agama lain, khususnya di kristen, ada ORANG-ORANG KRITIS di sana dan tidak ada ANCAMAN MATI. Di Islam, baru saja seorang santri menanyakan benarkah Muhammad itu nabi, dia bisa babak belur atau bisa jadi sate panggang. Adalah tabu, meragukan kebenaran Islam, itulah yang dinamakan MELARANG ORANG BERTANYA. Islam itu AGAMA YANG BIKIN KITA JADI *****.


Mana buktinya? Ayat yang sampeyan kutip kemarin? Noh sudah saya jawab, sampeyan aja yang kaga bisa ngarti maksud ayat tersebut.


Ayulestari wrote:Tidak ada yang menyangkal Yesus, jelas Yesus sudah diterima dalam islam sebagai Anak Bapa (NABI) dan Juruselamat israel (Rasul)


Dengan menganggap Anak Bapa = Nabi, dan Juruselamat = khusus Israel saja, itu sama dengan PENYANGKALAN.
Kalau Kristen benar, otomatis Islam telah keliru. Dan penyangkalan Islam terhadap Tuhannya Kristen otomatis akan membuat mereka tertolak masuk surga.


Saya punya argumen yang membuktikan Anak Bapa=nabi dan juruselamat = Rasul, apa sampeyan punya argumen buat matahkan agumen Ayu? tidak khan? Argumen sampeyan paling cuma suruh Ayu untuk tanya kepada Pak Yohanes.


Ayulestari wrote:Kalau sudah jelas, mana penjelasan sampeyan kalau Daud dan nabi-nabi lain nya bukan Anak Bapa?
Saya sudah sangat panjang lebar membuktikan bahwa Anak Allah, allah-allah, allah = Nabi


Pernahkah Daud berkata, "Aku sudah ada sebelum Abraham jadi?"
Pernahkah Musa berkata, "Aku akan membangkitkan orang-orang mati pada akhir zaman dan menghakimi perbuatan mereka."
Pernahkah Abraham berkata, "Bukan setiap orang yang memanggil-manggilku: Tuhan, Tuhan, akan selamat, tetapi mereka yang benar-benar menjadi pelaku firman."
Pernahkah nabi-nabi lain berkata, "Aku berkuasa mengampuni dosa." "Siapa percaya kepada-Ku akan selamat." "Kerajaanku bukan dari dunia ini, aku datang dari surga." dsb...?????

Seperti yang pernah saya bilang, OTAK MUSLIM masih setingkat ANAK TK NOL KECIL, jadi belum bisa melihat secara HOLISTIK.
Kenapa fokusnya cuma pada gelar "anak Allah" saja? Itulah bodohnya kita kalau masih muslim.

Ayu sudah mematahkan argumen sampeyan, sampe sekarang sampeyan belum memberikan jawaban, dan hanya jawaban tanyakan kepada Pak Yohanes.


Ayulestari wrote:1) Benarkah Muhammad itu ORANG PALING MULIA sejagat?
2) Benarkah Muhammad bukan PERAMPOK?
3) Benarkah Muhammad bukan PEDOFIL?
4) Benarkah awloh itu TUHAN YG MAHAKUASA?

1. Kemuliaan tidak bisa diukur dari mata manusia, karena orang dikatakan mulia memiliki kriteria bermacam-maca, seseorang bisa dikatakan mulia ketika banyak kekayaannya, bisa karena jabatannya, dan bisa karena Akhlaknya. saya mengerti yang dimaksud akang duladi tentu bukti bahwa Nabi Muhammad memiliki Akhlak yang muliakan? Akhlaq tidak berhnti pada pembahasan masalah etika pergaulan dan tata sopan santun belaka, tapi mencakup semua pola pikir, selera, pandangan, sikap, perilaku, kecenderungan dan keinginan yang ada pada seseorang dan pada masa dan tempat dimana orang tersebut berada, jadi tetap kemuliaan akhlak seseorang yang berada pada zaman yang sudah lama sekali berlalu dan daerah yang jauh dari kita tidak bisa kita sesuaikan dengan semua polapikir sesuai dengan zaman dan daerah tempat dimana kita berada, jadi tetap kemuliaan seseorang hanya Allah yang bisa menilainya. Tepatlah ketika Aisyah ra ditanya tentang akhlaq Rasulullah SAW, beliau menjawab dengan jawaban yang singkat dan padat,?Akhlaq Rasulullah SAW itu adalah Al-Quran?. Jadi ruang lingkupnya menjadi tidak terbatas, karena semua sikap, tindakan, perilaku dan apapun yang dikerjakan manusia, tidak bisa dari masalah akhlaq.
Di mata Allah, orang yang mulia yakni ketaqwaan:
Hai manusia, sesungguhnya Kami menciptakan kamu dari dari seorang laki-laki dan seorang perempuan dan menjadikan kamu berbangsa-bangsa dan bersuku-suku supaya kamu saling mengenal. Sesungguhnya yang paling mulia di antara kamu di sisi Allah adalah yang paling taqwa. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui dan Maha Waspada. (Surat Al-Hujurat: 13)
Taqwa artinya mematuhi segala perintah Allah dan menjauhi segala pikiran dan perbuatan merugikan yang dilarang Allah. Di dalam Al-Qur’an, nama lain bagi orang beriman yang selalu ta’at kepada Allah adalah “orang yang saleh”. Pentingnya sifat taqwa disebutkan dalam Al-Qur’an sebagai berikut:
...Berbekal lah, sesungguhnya sebaik-baik bekal adalah taqwa. Dan bertaqwa lah kepadaKu hai orang-orang yang berakal! (Surat Al-Baqarah: 197)


Masalahnya, taqwa kepada awloh = taqwa kepada Iblis. Karena awloh adalah Iblis.

Dengan melihat ajaran-ajarannya dalam Quran yang BEJAT dan lebih condong pada pemuasan ego kaum pria, maka kita menjadi tahu kalau YG BERBICARA DI DALAM ALQURAN itu seseorang yg diinspirasi oleh RUH SETAN.


Sampeyan tidak nyambung, pertanyaan sampeyan adalah bukti bahwa Nabi Muhammad orang mulia, saya menjawab Orang Mulia tidak dapat dinilai dengan mata manusia yang Fana hanya Allah, sampeyan malah menjawab Allah adalah Iblis.

Tolong sebelum berkomentar, perhatikan kembali yang sedang di Quote, jangan asbun!!!



Ayulestari wrote:2. Sampeyan kaga punya bukti Bahwa Nabi Perampok, sekarang kok minta bukti Nabi Itu bukan perampok? aneh.


Ayu belum tahu kalau Perang di Badar itu PERAMPOKAN?
Apakah Ayu sudah tahu, apa motivasi Muhammad menyerang Kaybar?

Saya tahu Muhammad itu PERAMPOK, sementara Ayu tidak tahu. Jadi, silakan Ayu buktikan bahwa Muhammad SELAMA JADI NABI tidak pernah MERAMPOK!


Perangbadar terjadi berawal dari api permusuhan yang dikobarkan oleh pihak Qurais,

'Abdullah bin Ubayy, seorang tokoh penting di Madinah, memang memiliki pengaruh besar di sana. Sebelum Nabi Suci hijrah, penduduk Madinah dikira akan membuatnya menjadi pemimpin mereka. 'Abdullah bin Ubayy perlahan-lahan mengalami kemunduran. Dia merasa sangat iri dan menyimpan rasa permusuhan terhadap kaum Muslimin. Lebih dari itu kaum Quraisy berusaha menghasutnya agar dia bisa mengusir kaum Muslimin. Tapi sejumlah besar dari sukunya telah bergabung ke dalam barisan Islam dan usaha untuk membuka pintu permusuhan terhadap Nabi Suci bisa mengakibatkan perang saudara di antara kaumnya sendiri. Karena kecewa pada 'Abdullah bin Ubayy, kini kaum Quraisy mulai menghasut penduduk daerah-daerah yang terletak antara Makkah dan Madinah. Sebagai penjaga Rumah Suci Ka'bah, mereka bisa memerintahkan seluruh bangsa Arab, dan karena posisinya itu, mereka menggunakan pengaruhnya terhadap suku-suku di sana. Kesuksesan propaganda kaum Quraisy di antara rakyat itu membuat kaum Muslimin sekali lagi harus berjaga-jaga dan waspada. Dari semua sudut mereka dikepung oleh musuh, dan bahkan dari orang-orang di dalam kota Madinah sendiri, yang juga telah memendam permusuhan yang dibakar dan dihasut oleh 'Abdullah bin Ubayy, tetap berlangsung terus. Walaupun nampaknya kompak, tapi kaum Yahudi ini tidak bisa dipercaya sepenuhnya. Karenanya kaum Muslimin harus berhati-hati serta waspada terhadap keamanan mereka. Serangan bisa saja terjadi sewaktu-waktu dari tempat yang tidak terduga, begitu pula pengkhianatan dari dalam.
Pasukan kecil Quraisy biasa keluar untuk tujuan merampok dan menggasak daerah-daerah hingga ke daerah pinggiran kota Madinah. Satu kelompok dari mereka menunggang unta-untanya bahkan dari lapangan rumput di dalam kota. Terbukti, sejak saat Pengungsian, mereka ingin sekali mencari kesempatan untuk membuat keonaran dan membasmi Islam dengan pedang. Mereka sudah membuat persiapan untuk menyerang Madinah. Situasi demikian memerlukan kewaspadaan setiap Muslim. Wahyu Ilahi telah diterima dan mengizinkan untuk menghunus pedang demi mempertahankan diri. Firman Qur'an Suci dalam hubungan ini cukup dimengerti, dan ini melahirkan kritikan tajam yang menodai Islam, kadang-kadang dan sering kali dicap sebagai agama pedang. Qur'an Suci berfirman: "Perang diizinkan kepada orang-orang yang diperangi sebab mereka ditindas" (22:39). Dan di tempat lain di dalam Qur'an juga dikatakan: "Berperanglah di jalan Allah melawan mereka yang memerangi kamu, tapi janganlah kamu melanggar batas" (2:190). Jadi perang itu dibatasi oleh dua kondisi. Itu boleh dilakukan hanya dalam mempertahankan diri, dan harus segera dihentikan jika itu telah usai. Di bawah perintah Qur'an Suci, karenanya kaum Muslim tidak boleh melakukan penyerangan. Dia harus menanti hingga musuh menyerang terlebih dulu. Sekian banyak peperangan yang pernah dilakukan; kemudian, pada setiap tingkat tindakkannya, dia harus mengamati terlebih dulu dengan seksama demi pertahanan diri, jadi jika musuh cenderung pada perdamaian, dia harus bersedia untuk menjumpai mereka lebih dari setengah perjalanan, di sana harus menunda permusuhan pada waktu itu juga. Dia tidak boleh "melampaui batas".


Penyerangan Khaybar dikarenakan kebencian yahudi tehadap islam:

Perang Khaibar datang setelah perjanjian Hudaibiyah yang terjadi di tahun ketujuh setelah Hijrah, namun lantaran adanya hubungan antara Yahudi dan Islam, ini tidak keluar dari tempat ini. Ketika dikucilkan dari Madinah, sebagian besar kaum Bani Nadir, khususnya para pemimpin mereka, tinggal di Khaibar, benteng kekuatan Yahudi di negeri Arab, yang berjarak 200 mil dari Madinah. Di sini mereka memegang tampuk kekuasaan dan membangun benteng dengan kokohnya. Sewaktu kedatangan Banu Nadir, bibit permusuhan terhadap Islam sudah nampak di dalam. Dalam kesempatan perang Ahzab, mereka membangkitkan semangat orang-orang Makkah untuk melawan Islam, yakni suku Ghatafan dan suku-suku Badui dan bahkan memepreoleh bantuan kerjasama dari Banu Quraizah. Dengan gagalnya ekspedisi tentara ke Ahzab, kekuatan kaum Muslimin semakin mantap dan kuat di Madinah. Kedengkian kaum Yahudi karenanya semakin menjadi-jadi. Mereka mengadakan hubungan rahasia dengan 'Abdullah bin Ubayy, pemimpin kaum munafik, yang memberikan jaminan kepada mereka bahwa mereka pasti dapat menghancurkan kekuatan Islam. Di tahun keenam Hijriah, Nabi Suci dihalang-halangi oleh orang-orang Makkah untuk menunaikan ibadah Hajji, kemudian mengadakan gencatan senjata dengan mereka dalam keadaan yang agak memalukan. Ini ditekankan lebih dalam lagi oleh kaum Yahudi dari Khaibar guna melemahkan kekuatan kaum Muslimin dan mereka mulai menyegarkan harapan yang dapat mengakibatkan timbulnya kehancuran Islam. Mereka sekali lagi memperkuat persekongkolan dengan suku Ghatafan yang sedikit mengerahkan pasukannya menuju Madinah. Hasil penyeldikan tentang rencana jahat mereka telah sampai kepada Nabi Suci, yang setelah membuktikan kebenaran laporan itu, langsung mengirim 1600 tentara ke Khaibar. Di tengah perjalanan antara Khaibar dan Ghatafan terletaklah daerah yang bernama Raji'. Karena mempunyai latar belakang yang strategis, tempat ini dipilih sebagai basis dan untuk gerak memotong semua jalur hubungan antara dua tempat itu. Karena tidak ada bantuan dari suku Ghatafan yang datang. Yang belakangan ini sadar akan kesalahan mereka dengan menahan serangan mereka sendiri dan merasa terpusat kepada perhitungan mereka sendiri. Dikira kaum Yahudi akan membatalkan perlawanan dan akan menyerah. Tapi karena kaum Muslimin mendapat kemajuan di Khaibar, ternyata kaum Yahudi telah mempersiapkan segala sesuatunya untuk melakukan pertempuran keras. Pertempuran pun dimulai; beberapa benteng pertahanan direbut oleh kaum Muslimin. Tapi satu benteng yang disebut Qamus, perbentengan yang sangat kuat dan berpenghuni, baru bisa dibongkar selama kurang lebih dua puluh hari, yang akhirnya ini pun tunduk di hadapan serangan gencar yang langsung dipimpin oleh 'Ali. Setelah menyerah, kaum Yahudi meminta agar tanah yang mereka tinggalkan bisa tetap menjadi milik mereka dengan syarat bahwa separo dari hasil buminya dijadikan sebagai upeti. Permintaan itu dikabulkan dan kaum Yahudi diizinkan untuk menguasai pemilikan tempat itu walaupun Nabi Suci tahu bahwa mereka tidak akan menghentikan perbuatan salah mereka.




Ayulestari wrote:3. Sampeyan kaga punya bukti bahwa Nabi Pedofil, sekarang sampeyan minta bukti bahwa Nabi itu Pedofil


Pedofil adalah suatu tabiat yang menyimpang, di mana laki-laki dewasa atau bahkan tua berkeinginan NGESEKS dengan anak di bawah umur.
Muhammad apakah tidak pernah melakukan itu? Dan apakah Ayu tidak tahu, bahwa Muhammad mengajarkan perilaku pedofil itu kepada pengikutnya pula?


Makanya Ayu mengatakan Orang kafir selalu kalau yang namanya menikah yang dipirkan hanya Ngeseknya doang, apa kafir memang pikirannya hanya kepada Nafsu birahi aja? Tidak dilihat kenapa Nabi menikah?

Ayulestari wrote:4. Benar, karena itu Ciri-ciri atau sifat-sifat Allah.


Itu FAKTA atau TEORI?
Kalau Ayu menganggap itu fakta, buktikan dari CATATAN SEJARAH ISLAM, kalau awloh MAMPU melakukan hal-hal yang ILAHI, yang adikodrati sebagai bukti dia tuhan yang mahakuasa. Kalau Ayu tidak bisa tunjukkan dari CATATAN SEJARAH, maka Awloh adalah tuhan palsu karangan Muhammad yang menjadi "TUHAN" berkat TRIBUL.


Sekarang masalahnya adalah Catatan sejarahnya Ada Dua, yaitu Alkitab dan Quran, kalau saya mengambil cerita kekuasaan Allah dalam Al-Quran sampeyan tentu akan mengatakan itu cerita Hasil contekan dari Alkitab, nah untuk itu perlu kita lihat dulu saja kebenaran sejarahnya, karena Sejarah Adam dan Hawa antara alkitab dan Quran adalah sama tapi sangat jauh berbeda, cerita daud begitu juga, Musa begitu juga, Nuh juga demikian, uji aja kisah antara kedua kitab ini, yang mana yang isinya tidak sesuai fakta sejarah, dan yang mana yang sesuai fakta sejarah dari temua-temuan arkeolog.




Ayulestari wrote:Bukan masalah Punya Anak atau Tidak punya anak maka itu bukti bahwa Dia Pencipta, Seperti cerita 2 orrang yang mengaku pembuat pergedel, apakah yang menyatakan dia sebagai pembuat pergedel harus punya anak dulu?


Tolok ukur untuk mengetahui sosok itu benar-benar tuhan adalah:
1) Harus ada BUKTI EKSISTENSI-nya, di mana hal itu dinyatakan secara audio-visual, dapat diterima secara indera.
2) Mampu tunjukkan ke-Mahakuasaan-Nya.


1. Berhala, Fir'aun, Zeus pun terbukti secara indera
2. Dengan mengatakan : " Apakah Tuhan sampeyan Tidak bisa jadi Manusia?" adalah sudah bisa membuktikan Tuhan Abal-abalan sampeyan menjadi Mahakuasa.


Menurut saya pribadi, Tuhan di dalam Alkitab (yang mengaku punya Anak itu), mampu buktikan EKSISTENSI & KEMAHAKUASANNYA. Sebaliknya awloh tuhan yang Ayu sembah cuma tuhan abal-abal rekayasa Muhammad.

Kalau Kristen benar, otomatis Tuhan yang punya Anak itulah yang benar. Sedangkan Islam bertuhankan awloh yang menyangkal punya Anak. Jadi, tuhan kedua agama ini berbeda. Kalau Kristen benar, muslim akan masuk neraka karena muslim tidak menyembah Tuhan yg Sejati, melainkan statusnya seperti penyembah berhala (penyembah tuhan lain).


Inilah bukti kebodohan sampeyan terhadap Al-Quran, Anak yang dimaksud dalam Al-Quran adalah Anak Biologis, Ayat tentang Anak Biologis tersebut menegur orang kafir qurais yang berprasangka bahwa Allah memiliki Anak Lata dan Uza, Bukan Anak yang artinya sebagai Nabi.



Ayulestari wrote:Apa alkitab ada mengatakan jika mengikuti Ilmu pengetahuan akan masuk neraka?


Sepanjang pengetahuan saya, Alkitab menyatakan dengan tegas siapa yang akan masuk neraka:

Wahyu 22:15
Tetapi anjing-anjing dan tukang-tukang sihir, orang-orang sundal, orang-orang pembunuh, penyembah-penyembah berhala dan setiap orang yang mencintai dusta dan yang melakukannya, tinggal di luar.

Wahyu 21:27
Tetapi tidak akan masuk ke dalamnya sesuatu yang najis, atau orang yang melakukan kekejian atau dusta, tetapi hanya mereka yang namanya tertulis di dalam kitab kehidupan Anak Domba itu.


Apakah Muhammad lolos dari kriteria di atas? Apakah Muhammad bukan "anjing", yang suka mengumbar penisnya kepada wanita manapun yang dia nafsuhi? Apakah Muhammad bukan manusia sundal? Apakah Muhammad bukan pembunuh? Apakah Muhammad bukan penyembah berhala? Apakah Muhammad bukan seorang penipu, pendusta dan pemfitnah? Dan mungkinkah muslim akan tertulis namanya dalam kitab kehidupan Yesus (sang Anak Domba), sedangkan muslim tidak mengakui Yesus sebagai Juruselamat?


Jelas lolos, karena tudahan sampeyan hanya hasil dari kesalahan berpikir sampeyan terhadap Quran, orang bodohpun bisa saja mengatakan Yesus itu Setan, tapi ketika ditanya bukti malah ngeyel.



Mengharapkan tetap akan selamat walaupun Kristen benar, adalah angan-angan yang sangat **** dan tidak bisa dinalar. Ayu akan menyesal karena telah menipu diri sendiri. Menjadi muslim adalah pilihan terburuk dan sudah seharusnya setiap orang yang sadar akan posisinya ini segera OUT dan memilih AGAMA MORALIS, seperti Budha, Kristen atau lainnya. Janganlah DOGMA membutakan pikiran kita. Kita dapat mengetahui agama itu SALAH atau BENAR adalah dari meninjau seberapa botol pengetahuan rohaninya. Agama yg buta rohani, tak bisa bedakan benar dan salah, bejat tak bermoral, sudah pasti SALAH.


Itu hanya prediksi sampeyan, bukan alkitab yang mengatakannya khan?


Setelah Ayu menanggapi tulisan saya ini, saya tertarik untuk membuka mata Ayu bahwa Islam itu AGAMA TIDAK BERMORAL, agama bejat. Dari situ kita akan tahu bahwa Islam itu SALAH. Itulah yang akan kita bahas berikutnya.

Salam,

DULADI
11 Maret 2009


Sampai sekarang seperti sampeyan yang bertambah picek, sampai-sampai Sifat = Perilaku.
Ayulestari
 
Posts: 241
Joined: Tue Feb 24, 2009 6:58 am

Re: Meluruskan Cara Berpikir Muslim yang ****

Postby iamthewarlord » Fri Mar 13, 2009 12:19 pm

Ayulestari wrote:Penyerangan Khaybar dikarenakan kebencian yahudi tehadap islam:

Perang Khaibar datang setelah perjanjian Hudaibiyah yang terjadi di tahun ketujuh setelah Hijrah, namun lantaran adanya hubungan antara Yahudi dan Islam, ini tidak keluar dari tempat ini. Ketika dikucilkan dari Madinah, sebagian besar kaum Bani Nadir, khususnya para pemimpin mereka, tinggal di Khaibar, benteng kekuatan Yahudi di negeri Arab, yang berjarak 200 mil dari Madinah. Di sini mereka memegang tampuk kekuasaan dan membangun benteng dengan kokohnya. Sewaktu kedatangan Banu Nadir, bibit permusuhan terhadap Islam sudah nampak di dalam. Dalam kesempatan perang Ahzab, mereka membangkitkan semangat orang-orang Makkah untuk melawan Islam, yakni suku Ghatafan dan suku-suku Badui dan bahkan memepreoleh bantuan kerjasama dari Banu Quraizah. Dengan gagalnya ekspedisi tentara ke Ahzab, kekuatan kaum Muslimin semakin mantap dan kuat di Madinah. Kedengkian kaum Yahudi karenanya semakin menjadi-jadi. Mereka mengadakan hubungan rahasia dengan 'Abdullah bin Ubayy, pemimpin kaum munafik, yang memberikan jaminan kepada mereka bahwa mereka pasti dapat menghancurkan kekuatan Islam. Di tahun keenam Hijriah, Nabi Suci dihalang-halangi oleh orang-orang Makkah untuk menunaikan ibadah Hajji, kemudian mengadakan gencatan senjata dengan mereka dalam keadaan yang agak memalukan. Ini ditekankan lebih dalam lagi oleh kaum Yahudi dari Khaibar guna melemahkan kekuatan kaum Muslimin dan mereka mulai menyegarkan harapan yang dapat mengakibatkan timbulnya kehancuran Islam. Mereka sekali lagi memperkuat persekongkolan dengan suku Ghatafan yang sedikit mengerahkan pasukannya menuju Madinah. Hasil penyeldikan tentang rencana jahat mereka telah sampai kepada Nabi Suci, yang setelah membuktikan kebenaran laporan itu, langsung mengirim 1600 tentara ke Khaibar. Di tengah perjalanan antara Khaibar dan Ghatafan terletaklah daerah yang bernama Raji'. Karena mempunyai latar belakang yang strategis, tempat ini dipilih sebagai basis dan untuk gerak memotong semua jalur hubungan antara dua tempat itu. Karena tidak ada bantuan dari suku Ghatafan yang datang. Yang belakangan ini sadar akan kesalahan mereka dengan menahan serangan mereka sendiri dan merasa terpusat kepada perhitungan mereka sendiri. Dikira kaum Yahudi akan membatalkan perlawanan dan akan menyerah. Tapi karena kaum Muslimin mendapat kemajuan di Khaibar, ternyata kaum Yahudi telah mempersiapkan segala sesuatunya untuk melakukan pertempuran keras. Pertempuran pun dimulai; beberapa benteng pertahanan direbut oleh kaum Muslimin. Tapi satu benteng yang disebut Qamus, perbentengan yang sangat kuat dan berpenghuni, baru bisa dibongkar selama kurang lebih dua puluh hari, yang akhirnya ini pun tunduk di hadapan serangan gencar yang langsung dipimpin oleh 'Ali. Setelah menyerah, kaum Yahudi meminta agar tanah yang mereka tinggalkan bisa tetap menjadi milik mereka dengan syarat bahwa separo dari hasil buminya dijadikan sebagai upeti. Permintaan itu dikabulkan dan kaum Yahudi diizinkan untuk menguasai pemilikan tempat itu walaupun Nabi Suci tahu bahwa mereka tidak akan menghentikan perbuatan salah mereka.




Yg gw bold,

Nabi Muhammad sudah melanggar perintah Allah nya, dia mengadakan perjanjian dengan Yahudi.
Harusnya dia membasmi semua yahudi, sesuai perintah Allah.
Nabi Muhammad lu sendiri telah murtad dari al'quran dan ajaran Islam.
User avatar
iamthewarlord
 
Posts: 4494
Images: 6
Joined: Sun Feb 08, 2009 11:07 pm
Location: “Ibadah lelaki akan diputus dengan lewatnya keledai, wanita dan anjing hitam.” Muhammad.

Re: Meluruskan Cara Berpikir Muslim yang ****

Postby Duladi » Sat Mar 14, 2009 1:46 am

Tolok ukur benar dan salah: Dogma ataukah Moralitas?

Agama lain punya dogma-dogma atau teori rohani/mistis seperti Trimurti, Trinitas, Inkarnasi, Hukum Karma, dsb. Semuanya itu tidak bisa kita judge sebagai PASTI SALAH, karena hal-hal itu adalah perkara di luar jangkauan kita, hal-hal yang bersifat mistis dan khayal, tidak bisa kita mengatakan "PASTI SALAH", melainkan "BELUM TENTU SALAH".

Bagaimana bila kita disodori sebuah ajaran: "Jagalah penismu, kecuali terhadap istri dan pelayan-pelayanmu." (QS 23:5-6)
atau, "Kawinlah sebanyak 2, 3 atau 4, atau bila takut tidak mampu menafkahi, setubuhi pelayan saja." (QS 4:3)

Apakah ajaran bejat seperti itu ada kemungkinan "BELUM TENTU SALAH"? Itu BEJAT.... tentu saja SUDAH PASTI SALAH.

Ajaran yang mengatakan “Gantilah istrimu dengan istri yang lain.” atau “Bila kamu merasa istrimu tidak taat, pukullah dia” dan “Seorang suami tidak akan ditanya mengapa dia memukul istrinya.” adalah SUDAH PASTI SALAH.

Inilah yang hendak saya sampaikan pada Ayu: Kenapa Ayu lebih memusingkan perkara yang sebenarnya BELUM TENTU SALAH, dan mengabaikan perkara yang SUDAH PASTI SALAH?

Bagi Ayu, lebih baik mengikuti ORANG BEJAT daripada mengikuti ORANG BAIK, karena walau BEJAT, orang itu tidak mengajarkan dogma yang membingungkan.

Islam sudah pasti salah, karena ajaran-ajarannya bejat (tidak bermoral).
Sementara yang dipersoalkan oleh Ayu dari agama-agama lain adalah tentang dogmanya, yang kalau dinalar, persoalan dogma itu bisa dikesampingkan karena itu “BELUM TENTU SALAH”. Sedangkan AJARAN MORAL yang BEJAT “SUDAH PASTI SALAH”.

Coba Ayu pakai otak, bukankah dengan memilih Islam berarti Ayu lebih memilih “YANG SALAH”?

Untuk bisa mengetahui sesuatu itu BEJAT atau TIDAK, cukup HATI NURANI, bukan otak sekelas Profesor.

Islam dari dulu menyerang dogma agama lain sedangkan terhadap ajaran BEJAT nabinya malah diabaikan. Kenapa kita lebih memusingkan dogma, sedangkan “SESUATU YANG SUDAH PASTI SALAH” malah dicuekkin dan dianut sebagai yang benar?

Agama lain belum tentu salah, sedangkan Islam sudah pasti salah. Apakah Ayu tidak berpikir sampai di situ?

Alquran dan Ilmu Pengetahuan

Kalau menurut Ayu, Alquran itu adalah BUKU RAHASIA IPTEK, yang menyingkap hal-hal baru yang belum diketahui oleh orang-orang pada masa Muhammad, nah, sekarang buktikan bahwa Ayu bisa menemukan 1 TEMUAN IPTEK berdasarkan ayat Alquran. Ingat! Jangan mengambil temuan IPTEK yang sudah ada lalu Ayu mencocokkannya dengan Alquran, tapi temukan sendiri IPTEK yang benar-benar baru dan belum pernah ditemukan oleh ilmuwan mana pun, berdasarkan ayat Alquran yang Ayu baca.

Kalau Kristen Benar, Muslim Tetap Selamat?

Ayu harus menggunakan nalar yang cerdas. Apabila agama Kristen benar, berarti Muhammad adalah nabi palsu, karena dia telah mengatakan yang salah tentang Yesus. Logikanya, kalau Muhammad itu nabi asli utusan Tuhan, tentu dia akan tahu siapa Yesus sebenarnya. Jadi, bila Kristen benar, otomatis Ayu tidak akan selamat karena Ayu adalah pengikut nabi palsu.

Kalau Agama Lain Benar, Muslim Tetap Selamat?

Tanpa melihat agama apa yang benar, muslim sudah pasti masuk neraka, karena menjadi muslim berarti menjadi PENGIKUT PENJAHAT. Sebagai pengikut penjahat, muslim akan mati-matian membela kepala gengnya, walaupun moral sang kepala itu bejat dan hatinya kejam. Aturannya jelas dan pasti, siapa yang JAHAT pasti masuk neraka, tidak peduli agama apapun yang dianutnya.

Dan Islam adalah satu-satunya agama yang mengajarkan moral bejat dan ajaran jahat, seperti aliran setan. Dogma bisa dikesampingkan, karena dogma hanyalah teori yang bersifat mistis kerohanian, sementara ajaran yang berhubungan dengan tingkah laku sehari-hari (moral) dapat ditentukan BENAR dan SALAH-nya dengan HATI. Agama lain belum tentu salah, sedangkan Islam sudah pasti salah.

Pandangan-pandangan Ayu yang Sempit

Ayulestari wrote:sejak kemarin hanya undangan terus yang diberi, yang ayu minta adalah beda Anak Allah = Daud dan Anak Allah = Yesus kok.


Tanya saja pada orang Kristen, apakah Daud pernah berkata: “Aku sudah ada sebelum Abraham?”
Atau pernahkah juga Daud berkata, “Aku akan membangkitkan orang mati pada akhir zaman dan menghakimi setiap orang menurut perbuatannya masing-masing?”
Atau, Daud pernah berkata begini: “Bukan setiap orang yang memanggil-manggil aku: “Tuhan, Tuhan, akan selamat, melainkan orang yang menjadi pelaku firman.”

Saya sudah tunjukkan link sub-forumnya, kenapa Ayu belum juga kesana? Coba Ayu tanyakan pada Yohannes, benarkah status Yesus = Daud hanya karena sama-sama bergelar “Anak Tuhan”?

Kekeliruan cara berpikir Ayu adalah Ayu menyempitkan persoalan, dan tidak mampu memandang suatu kasus secara HOLISTIK (menyeluruh). Tentu saja orang Kristen tidak sebodoh itu, menganggap Yesus Tuhan hanya berdasarkan gelar “Anak” saja.

Ayulestari wrote:Doktrin trinitas bukanlah fakta yang tertulis dalam kitab suci, karena kitab suci tidak pernah mengatakan tuhan itu Trinitas.


Kitab suci mengatakan Tuhan itu bukan TUNGGAL SEBIJI, melainkan JAMAK namun SEIA-SEKATA. Itulah makna ESA yang benar, tidak seperti makna “esa” yang dipahami Muhammad. Walaupun orang Kristen di abad 4 tidak merumuskan konsep Tritunggal, tetap saja mereka meyakini Tuhan yang tiga, yang terdiri atas Bapa, Anak (Firman) dan Ruh Suci.



Awloh TIDAK MAHA TAHU

Ayu wrote:Kalau begitu sampeyan belum bisa memahami kalimat berikut ini: "Apakah Siswa mengira bisa menyontek, sedangkan Guru tidak tau mereka menyontek, dan Guru mengetahui siapa-siapa yang menyotek dikelas"

Baca baik-baik dan pahami kalimat tersebut, lihat yang dibold, jelas kalimat seperti ini sering digunakan setelah kita mengetahui, “Apa Kamu Mengira Saya Tidak TAU?”


Apakah di Alquran tertulis: Apakah kamu mengira Allah belum mengetahui bla-bla-bla... ??

Di Alquran tidak tertulis begitu.
Awloh secara jujur mengatakan bahwa dirinya BELUM TAHU.

QS 9: 16. Apakah kamu mengira bahwa kamu akan dibiarkan, sedang Allah belum mengetahui orang-orang yang berjihad di antara kamu dan tidak mengambil menjadi teman yang setia selain Allah, RasulNya dan orang-orang yang beriman. Dan Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan.


Alquran karangan Muhammad, bukan FIRMAN dari TUHAN

Ayulestari wrote:
1. QS 6:104. Sesungguhnya telah datang dari Tuhanmu bukti-bukti yang terang; maka barangsiapa melihat, maka (manfaatnya) bagi dirinya sendiri; dan barangsiapa buta (tidak melihat kebenaran itu), maka kemudharatannya kembali kepadanya. Dan aku (Muhammad) sekali-kali bukanlah pemelihara(mu).

2. QS 70:40. Maka aku bersumpah dengan Tuhan Yang memiliki timur dan barat, sesungguhnya Kami benar-benar Maha Kuasa.

1. Baca aja tanpa tanda kurung
2. Siapa yang bisa melarang Allah bersumpah kepada dirinya?


1) Tanpa tanda kurung, tetap saja ketahuan kalau itu adalah perkataan Muhammad.
2) Lihat, dalam kalimat pertama menggunakan kata “aku”, pada kalimat kedua menggunakan kata “kami”. Jadi, aku dalam kalimat pertama itu adalah Muhammad. Kami dalam kalimat kedua adalah Muhammad & Awloh, dan oleh kesombongannya Muhammad mengklaim dirinya MAHAKUASA. Benar-benar SAKIT JIWA. Kita tidak perlu heran dengan adanya orang berpikiran demikian, di zaman kita saja ada orang yang mengaku dirinya Tuhan. Diam-diam Muhammad merasa dirinya sebagai NUR ILAHI yang sudah ada pada PRA-PENCIPTAAN, sebagaimana yang diceritakan dalam dongeng-dongeng Islam.


Ayulestari wrote:Jelas sudah dikatakan, hal itu dirahasiakan oleh Allah, maka Allah hanya memberikan kalimat mudah-mudahan, seperti yang sudah saya katakan kemarin jadi seperti analogi yang ayu berikan kepada sampeyan kemarin:

Saya mengetahui bahwa saya merit tanggal 7 Juni 2009, trus seorang asisten saya berkatakan " Nyonya, jika paparazi menanyai saya kapan Nyonya merit?". saya mengatakan ke asisten tersebut " Katakanlah : "Mudah-mudahan dalam waktu dekat ini"


Itu khan manusia, yang bisa saja meritnya batal karena suatu sebab, walau dia sudah merencanakannya nanti pada tanggal 7 Juni 2009.

Karena yang kita bicarakan ini adalah Tuhan, maka adalah tidak layak Tuhan yang Mahatahu mengucapkan mudah-mudahan.
Baca sekali lagi ayat ini:

QS 5:52. Maka kamu akan melihat orang-orang yang ada penyakit dalam hatinya (orang-orang munafik) bersegera mendekati mereka (Yahudi dan Nasrani), seraya berkata: "Kami takut akan mendapat bencana." Mudah-mudahan Allah akan mendatangkan kemenangan (kepada Rasul-Nya), atau sesuatu keputusan dari sisi-Nya. Maka karena itu, mereka menjadi menyesal terhadap apa yang mereka rahasiakan dalam diri mereka.

Bagaimana awloh yang katanya Mahatahu itu TIDAK YAKIN dengan apa yang bakal diperbuatnya? Kalau Alquran itu firman Tuhan, seharusnya perkataannya mencerminkan perkataan Tuhan dan bukannya malah mencerminkan perkataan manusia.

Sebagai pembanding, silakan Ayu cari di dalam Taurat, pernahkah YHVH mengucapkan kata “MUDAH-MUDAHAN”??

Di dalam Alquran, Muhammad alias awloh juga tidak yakin terhadap apa yang akan dilakukan oleh pengikutnya:

QS 45:12. Allah-lah yang menundukkan lautan untukmu supaya kapal-kapal dapat berlayar padanya dengan seizin-Nya dan supaya kamu dapat mencari karunia -Nya dan mudah-mudahan kamu bersyukur.

Kalau itu nasehat, seharusnya ucapannya tidak demikian, melainkan: "Bersyukurlah kamu..."
Dengan mengatakan mudah-mudahan, itu tandanya awloh tidak tahu apa yang bakal dilakukan oleh pengikutnya.

Ayat-ayat Alquran tidak layak dianggap FIRMAN, melainkan sekedar kata-kata manusia belaka.

Keberadaan Awloh, di satu titik atau di mana-mana?

Ayulestari wrote:Nah keliatan kenapa sampeyan bisa murtad, lagi-lagi sampeyan ga ngerti, keberadaan Allah saja sampeyan ga tau, beda sifat dan sikap sampeyan ga tau, apa orang seperti sampeyan yang katanya akan mengajarkan islam yang sebenarnya itu di FFI ini?

Kedua pendapat ulama tentang keberadaan Allah keduanya adalah benar, dimanakah Allah? Di 'Arasy atau berada dimana-mana?

Jawabannya keduanya benar, karena Arasy Allah meliputi Langit dan Bumi, jadi Allah ada dimana-mana.
Nih ayatnya:
bla......bla......Singgasananya meliputi langit dan bumi , dan tiada merasa berat Ia menjaga dan memelihara keduanya. Ia Mahatinggi, Mahabesar. (Surat al-Baqarah, 255)
"bla....bla....bla.....Kursinya meliputi langit dan bumi...........bla....bla..."(2:255)
Allah tidak terikat oleh ruang dan bahwa Ia meliputi segala sesuatu dinyatakan di ayat lain berikut ini :
Milik Allah timur dan barat : ke mana pun kamu berpaling, di situlah kehadiran Allah. Allah Mahaluas, Mahatahu (Surat al-Baqarah, 115)
Jadi keberadaan Allah adalah pada Arasy yang meliputi Langit dan Bumi, Jadi pendapat kedua Ulama adalah benar, karena kita masih dibumi, dan masih dikolong langitnya Allah, tetap kita bisa berkata Allah berada dimana-mana, dan tetap kita bisa berkata Allah itu berada di Arasnya atau singgasananya.


Bagi sebagian ulama, awloh tidak boleh berada di mana-mana, karena itu berarti bukan lagi tauhid. Awloh hanya ada di satu titik saja, dan dia cukup memerintahkan para malaikatnya untuk berada di mana-mana. Jadi, yang berada di mana-mana itu bukan awlohnya, tapi malaikatnya, karena jumlah malaikat itu banyak. Sementara ulama yang lain mengatakan seperti apa yang Ayu katakan.

Perbedaan pemahaman itu juga mengenai hal-hal yang lain, seperti apakah Alquran itu makhluk ataukah benda mati? Apakah Muhammad itu mati diracun atau mati karena usia tua? Apakah Muhammad itu mengawini Aisyah di usia 9 tahun atau di usia 14 tahun? Dan masih banyak lagi perbedaan-perbedaan di kalangan Islam, sehingga ada Islam sunni dan Islam syiah, dan ada mazhab-mazhab sempalannya, sebagaimana di dalam agama lain.


Ayulestari wrote: sampe sekarang Trinitas belum bisa dibuktikan, Apakah itu sikap seorang MAHASISWA yang harus manut dan nurut dengan sesuatu yang tidak masuk diakal? Kalau memang seperti itu MAHASISWA Indonesia, jadi kelihatan dan wajarlah MAHASISWA Indonesia kerjaannya hanya Tauran.


Bukankah yang suka tawuran itu justru MAHASISWA MUSLIM, terutama mahasiswa yang berdomisili di daerah Sulawesi? Di sana memang basisnya Islam. Mereka dididik secara Islam, mereka menjadi bertemperamen keras. Walaupun di Jawa juga pernah diberitakan kasus tindak kekerasan oleh mahasiswa, namun di Sulawesi lebih sering terjadi. Sampeyan tahu, kenapa Islam bisa diterima baik oleh suku Bugis, suku Makassar dan suku Madura? Karena temperamen Islam cocok dengan temperamen mereka.

Masalah trinitas adalah masalah dogma, dan kita tidak bisa memastikan apakah dogma itu PASTI SALAH, melainkan BELUM TENTU SALAH. Sedangkan ajaran-ajaran Islam SANGAT JELAS di depan, yaitu BEJAT & JAHAT. Sesuatu yang JAHAT & BEJAT sudah pasti salah. Orang yang menganggapnya tidak salah adalah orang yang OTAKNYA MIRING. Ayu tidak miring khan? Kalau tidak, kenapa masih memusingkan dogma agama lain, sedangkan AJARAN AGAMA sendiri yang bejat malah diabaikan?

Yang BEJAT sudah pasti salah, sedangkan dogma belum tentu salah. Itulah logikanya.


BULSHIT-BULSHIT AGAMA ARAB

Ayulestari wrote:Monas didirikan oleh Sukarno ditahun 1965, jelas
sejarahnya, gimana dengan Ka'bah?


Menurut penyelidikan sejarah, Kabah baru ada pada abad ke-4 Masehi.
Walaupun Monas diketahui siapa pendirinya pada tahun 1965, tapi itu cuma renovasi, pendirian ulang saja. Ribuan tahun sebelumnya Monas sudah ada dan Monas didirikan oleh nabi Adam. Karena penjajah merusak dan menghancurkannya, sehingga Monas perlu didirikan kembali pada tahun ’65. Bukankah gampang kalau cuma menggombal? Bagaimana dirimu bisa percaya pada gombalan Arab yang mengatakan Kabah didirikan oleh Abraham, sementara bukti-bukti sejarah tidak ada yang membenarkan klaim Arab itu? Dahulu, oleh kebodohannya, Muhammad mengatakan di sebelah kabah ada makam Ibrahim. Tapi di masa kini, setelah diketahui itu bukan makam Ibrahim, maka diubahlah makna “makam” menjadi “tapak kaki”. Kalau Arab boleh selicik ini, kenapa kita tidak boleh?

Sadarlah Ayu, Islam itu agama penuh kebohongan.


Awloh dikontrol oleh sifat-sifat

Ayu wrote:Jadi 99 Sifat-sifat Allah tersebut bukanlah sesuatu yang mengontrol Allah, tetapi Adalah sebagai perkenalan Allah terhadap manusia tentang siapa Allah itu, kita tidak mengetahui bentuk Allah, maka kita tidak boleh untuk berprasangka bahwa Allah itu seperti tiang jemuran, karena Allah tidak mengatakan bawah dia seperti Tiang jemuran, atau kita mengatakan Allah itu kecil berbentuk batu, Allah tidak mengatakan dirinya berbentuk Batu, baik Hitam maupun Putih atau Kotak, Tuhan tidak pernah mengatakan itulah dirinya, tuhan hanya memperkenalkan dirinya 99 sifat tersebut, diluar itu hanya persangkaan hanya Tuhan hasil ciptaan manusia.


Itu hanya KUMPULAN PUJIAN, tidak benar-benar riil.
99 pujian Muhammad kepada awlohnya di dalam Quran secara gebyah uyah dianggap sebagai SIFAT-SIFAT AWLOH. Padahal itu bukan sifat, melainkan puji-pujian manusia kepada sesembahannya.

Tetapi okelah, anggap saja itu memang sifat. Dan Awloh dikonsep memiliki sifat “mahabesar”. Nah, bisakah awloh memakai sifat “mahakecil” agar dia bisa berbicara dengan semut, atau bahkan berbicara dengan virus atau makhluk yang lebih kecil lagi?

Menurut teori Islam, awloh tidak boleh memiliki sifat maha kecil. Itulah yang saya katakan, awloh dibatasi atau dikontrol oleh 99 sifat karangan Muhammad. Itu artinya, awloh bukan PENCIPTA, melainkan CIPTAAN, karena dia terbentuk dari sifat-sifat.

99 Sifat itu merupakan KOMPOSISI PEMBENTUK AWLOH. Bila salah satu dari 99 sifat itu ditiadakan, maka bukan awloh lagi namanya. Itulah konsep ketuhanan dalam Islam yang ngawur.

Anak Allah = Nabi?

Ayulestari wrote:Jelas yang disuruh yesus adalah percaya kepadanya, bukan percaya kepadanya sebagai TUhan, tapi sebagai Anak (NAbi)


Walau Ayu percaya kepada Yesus-nya kristen sebagai nabi, tetap saja Ayu akan masuk neraka karena Ayu mengikuti nabi palsu Muhammad. Logikanya, kalau Kristen benar, otomatis Muhammad adalah nabi palsu, karena Muhammad tidak tahu siapa Yesus sebenarnya. Kalau Muhammad itu seorang nabi asli utusan Tuhan, dia pasti tahu siapa Yesus sebenarnya. Dan sebutan Anak Tuhan untuk Yesus tidak sama dengan sebutan anak tuhan kepada kita, walau kita juga bisa disebut anaknya Tuhan karena kita berasal dari Ruh yang sama. Orang Kristen tahu Yesus itu Tuhan bukan karena dia digelari Anak saja, tapi karena banyak sebab. Seorang nabi tidak pernah berkata, “Pada hari kiamat aku akan datang dan menghakimi setiap orang menurut perbuatannya.” Dan seorang nabi juga tidak pernah berkata, “Aku sudah ada sebelum Abraham lahir.”

Ayulestari wrote: Saya punya argumen yang membuktikan Anak Bapa=nabi dan juruselamat = Rasul, apa sampeyan punya argumen buat matahkan agumen Ayu? tidak khan? Argumen sampeyan paling cuma suruh Ayu untuk tanya kepada Pak Yohanes.


Sudah saya patahkan dari sejak postingan kemarin, dan untuk lebih jelasnya silakan ke sub forum yang saya tunjukkan link-nya.

Tentang Menghakimi Umat Lain yang menjalankan Ibadah

Ayulestari wrote:Untuk mendirikan Ruham Ibadah ada kententuannya, ada undang-undang yang harus dipatuhi, tempat ibadah yang dirusak tersebut adalah tempat ibadah yang melanggar hukum, beribadah didalam Ruham tidak apa-apa, tapi bagaimana kalau tiap minggu mengadakan misa?


Apakah orang beribadah tiap minggu itu JAHAT?
Bukankah yang jahat itu adalah ORANG YANG MERUSAK RUMAH ORANG LAIN?

Apakah kalau orang Kristen beribadah tiap minggu, maka akan ada muslim yang mati karenanya?

Sebagai orang yang netral, saya sudah bisa menilainya, bahwa MUSLIM itu sebagai SETAN, dan orang Kristen sebagai KORBAN KEBIADAN SETAN.

Menjadi muslim, kita tidak akan pernah bisa menilai diri sendiri, apakah diri kita ini baik ataukah jahat, karena hati kita sudah dibutakan oleh ajaran-ajaran ***** buta rohani buatan Muhammad. Masih nggak ngerti?

Ayulestari wrote:Sampeyan tidak nyambung, pertanyaan sampeyan adalah bukti bahwa Nabi Muhammad orang mulia, saya menjawab Orang Mulia tidak dapat dinilai dengan mata manusia yang Fana hanya Allah.


Bagi Ayu, sekalipun Muhammad menzinahi pembantunya sendiri, berdusta dan melanggar sumpah, dia tetap mulia.
Sekalipun Muhammad mengajarkan pengikutnya pedofil, bagi Ayu itu tetap mulia. Sadarlah Ayu, bukankah Ayu seperti orang yang terhipnotis?

Terang saja awloh di dalam Alquran memuji-muji Muhammad, karena awloh dan Muhammad adalah pribadi yang sama.

Perang Badar adalah Perampokan Biadab

Ayulestari wrote:Perangbadar terjadi berawal dari api permusuhan yang dikobarkan oleh pihak Qurais,


Jadi, Ayu membenarkan PERAMPOKAN itu?

Dan siapakah yang menjadi BIANGNYA pembuat onar yang pertama kali di Mekkah? Jangan kau kambinghitamkan bani Qurais, karena orang-orang Quraish itu adalah KORBAN KEBIADABAN MUHAMMAD.

Ini referensinya, bahwa pertempuran di Badar itu adalah Perampokan:

sirah nabawiyah ibnu hisyam jilid 1 hlm 582 BAB115

Ibnu Ishaq berkata, "Rasulullah SAW mendengar bahwa Abu Sufyan bin Harb tiba dari Syam bersama kafilah dagang Quraisy yang mengangkut kekayaan yang banyak sekali milik orang-orang Quraisy, dan komoditi mereka.
Kafilah dagang Abu Sufyan bin Harb ini terdiri dari tiga puluh atau empat puluh orang dari orang-orang Quraisy. Di antara mereka adalah Makhramah bin Naufal bin Uhaib bin Abdu Manaf bin Zuhrah dan Amr bin Al-Ash bin Wail bin Hisyam."

Ibnu Hisyam berkata, "Ada yang berkata bahwa Amr ialah anak Wail bin Hasyim."
Ibnu Ishaq berkata bahwa Muhammad bin Muslim Az-Zuhri, Ashim bin Umar bin Qatadah, Abdullah bin Abu Bakr, Yazid bin Ruman, dan ulama-ulama lain berkata kepadaku dari Urwah bin Az-Zubair dari Ibnu Abbas Radhiyallahu Anhuma. Semuanya mengatakan beberapa hadits kepadaku dan hadits mereka sama tentang Perang Badar.

Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam Mengajak Kaum Muslimin Keluar
Ibnu Ishaq berkata, "Ketika Rasulullah SAW mendengar Abu Sufyan bin Harb tiba dari Syam, beliau mengajak-kaum Muslimin keluar. Rasulullah SAW bersabda ,"Inilah kafilah dagang Quraisy. Di dalamnya terdapat harta kekayaan mereka. Oleh karena itu, pergilah kalian kepada mereka! Mudah-mudahan_Allah memberikan kekayaan kepada kalian".


Ayu wrote:'Abdullah bin Ubayy, seorang tokoh penting di Madinah, memang memiliki pengaruh besar di sana. Sebelum Nabi Suci hijrah, penduduk Madinah dikira akan membuatnya menjadi pemimpin mereka. 'Abdullah bin Ubayy perlahan-lahan mengalami kemunduran. Dia merasa sangat iri dan menyimpan rasa permusuhan terhadap kaum Muslimin. Lebih dari itu kaum Quraisy berusaha menghasutnya agar dia bisa mengusir kaum Muslimin. Tapi sejumlah besar dari sukunya telah bergabung ke dalam barisan Islam dan usaha untuk membuka pintu permusuhan terhadap Nabi Suci bisa mengakibatkan perang saudara di antara kaumnya sendiri. Karena kecewa pada 'Abdullah bin Ubayy, kini kaum Quraisy mulai menghasut penduduk daerah-daerah yang terletak antara Makkah dan Madinah. Sebagai penjaga Rumah Suci Ka'bah, mereka bisa memerintahkan seluruh bangsa Arab, dan karena posisinya itu, mereka menggunakan pengaruhnya terhadap suku-suku di sana. Kesuksesan propaganda kaum Quraisy di antara rakyat itu membuat kaum Muslimin sekali lagi harus berjaga-jaga dan waspada. Dari semua sudut mereka dikepung oleh musuh, dan bahkan dari orang-orang di dalam kota Madinah sendiri, yang juga telah memendam permusuhan yang dibakar dan dihasut oleh 'Abdullah bin Ubayy, tetap berlangsung terus. Walaupun nampaknya kompak, tapi kaum Yahudi ini tidak bisa dipercaya sepenuhnya. Karenanya kaum Muslimin harus berhati-hati serta waspada terhadap keamanan mereka. Serangan bisa saja terjadi sewaktu-waktu dari tempat yang tidak terduga, begitu pula pengkhianatan dari dalam.
Pasukan kecil Quraisy biasa keluar untuk tujuan merampok dan menggasak daerah-daerah hingga ke daerah pinggiran kota Madinah. Satu kelompok dari mereka menunggang unta-untanya bahkan dari lapangan rumput di dalam kota. Terbukti, sejak saat Pengungsian, mereka ingin sekali mencari kesempatan untuk membuat keonaran dan membasmi Islam dengan pedang. Mereka sudah membuat persiapan untuk menyerang Madinah. Situasi demikian memerlukan kewaspadaan setiap Muslim. Wahyu Ilahi telah diterima dan mengizinkan untuk menghunus pedang demi mempertahankan diri. Firman Qur'an Suci dalam hubungan ini cukup dimengerti, dan ini melahirkan kritikan tajam yang menodai Islam, kadang-kadang dan sering kali dicap sebagai agama pedang. Qur'an Suci berfirman: "Perang diizinkan kepada orang-orang yang diperangi sebab mereka ditindas" (22:39). Dan di tempat lain di dalam Qur'an juga dikatakan: "Berperanglah di jalan Allah melawan mereka yang memerangi kamu, tapi janganlah kamu melanggar batas" (2:190). Jadi perang itu dibatasi oleh dua kondisi. Itu boleh dilakukan hanya dalam mempertahankan diri, dan harus segera dihentikan jika itu telah usai. Di bawah perintah Qur'an Suci, karenanya kaum Muslim tidak boleh melakukan penyerangan. Dia harus menanti hingga musuh menyerang terlebih dulu. Sekian banyak peperangan yang pernah dilakukan; kemudian, pada setiap tingkat tindakkannya, dia harus mengamati terlebih dulu dengan seksama demi pertahanan diri, jadi jika musuh cenderung pada perdamaian, dia harus bersedia untuk menjumpai mereka lebih dari setengah perjalanan, di sana harus menunda permusuhan pada waktu itu juga. Dia tidak boleh "melampaui batas".


Tolong sebutkan SUMBER REFERENSINYA.
Kalau tulisan itu berasal dari Haekal, tolong sebutkan dari mana Haekal mendapatkan itu.

Logikanya, seorang sejarawan yang hidup ratusan tahun kemudian haruslah merujuk pada tulisan orang-orang sebelumnya. Bila tulisan di atas tidak ada rujukan sahihnya, maka tulisan di atas adalah BUALAN dan tidak bisa dipercaya sebagai fakta sejarah, sama seperti kisah Muhammad dengan Pengemis Buta yg juga bualan.

Penyerangan Kaybar

Ayulestari wrote:Penyerangan Khaybar dikarenakan kebencian yahudi tehadap islam:


Sebenarnya siapa yang lebih dulu membenci? Siapa yang mengatakan: “Barangsiapa bertemu orang Yahudi, bunuh dia!”

Khaybar diperangi karena kota itu kaya makanan dan harta karun peninggalan bani Nadir juga ada di sana. Ini rujukannya;

[Tabari, vol.viii, p.117]:
Di masa kemarau besar di Medina saat itu, sekelompok orang B. Aslam yang baru saja memeluk Islam menghadap Muhammad untuk minta bantuan. Tapi Muhammad tidak punya apa2 untuk membantu mereka. Jadi dia berdoa pada Allah agar mereka bisa menjarah perbentengan kaum Yahudi Khaybar yang banyak harta, termasuk pertanian mereka yang hijau subur. Dia berkata, “O Tuhan, Kau tahu keadaan mereka – bahwa mereka tidak punya kekuatan dan aku tidak punya apapun untuk kuberikan pada mereka. Bukalah bagi mereka (kesempatan menyerang) bagian terbesar perbentengan Khaybar, yang paling kaya akan makanan dan daging berlemak.”

Ayulestari wrote:Perang Khaibar datang setelah perjanjian Hudaibiyah yang terjadi di tahun ketujuh setelah Hijrah, namun lantaran adanya hubungan antara Yahudi dan Islam, ini tidak keluar dari tempat ini. Ketika dikucilkan dari Madinah, sebagian besar kaum Bani Nadir, khususnya para pemimpin mereka, tinggal di Khaibar, benteng kekuatan Yahudi di negeri Arab, yang berjarak 200 mil dari Madinah. Di sini mereka memegang tampuk kekuasaan dan membangun benteng dengan kokohnya. Sewaktu kedatangan Banu Nadir, bibit permusuhan terhadap Islam sudah nampak di dalam. Dalam kesempatan perang Ahzab, mereka membangkitkan semangat orang-orang Makkah untuk melawan Islam, yakni suku Ghatafan dan suku-suku Badui dan bahkan memepreoleh bantuan kerjasama dari Banu Quraizah. Dengan gagalnya ekspedisi tentara ke Ahzab, kekuatan kaum Muslimin semakin mantap dan kuat di Madinah. Kedengkian kaum Yahudi karenanya semakin menjadi-jadi. Mereka mengadakan hubungan rahasia dengan 'Abdullah bin Ubayy, pemimpin kaum munafik, yang memberikan jaminan kepada mereka bahwa mereka pasti dapat menghancurkan kekuatan Islam. Di tahun keenam Hijriah, Nabi Suci dihalang-halangi oleh orang-orang Makkah untuk menunaikan ibadah Hajji, kemudian mengadakan gencatan senjata dengan mereka dalam keadaan yang agak memalukan. Ini ditekankan lebih dalam lagi oleh kaum Yahudi dari Khaibar guna melemahkan kekuatan kaum Muslimin dan mereka mulai menyegarkan harapan yang dapat mengakibatkan timbulnya kehancuran Islam. Mereka sekali lagi memperkuat persekongkolan dengan suku Ghatafan yang sedikit mengerahkan pasukannya menuju Madinah. Hasil penyeldikan tentang rencana jahat mereka telah sampai kepada Nabi Suci, yang setelah membuktikan kebenaran laporan itu, langsung mengirim 1600 tentara ke Khaibar. Di tengah perjalanan antara Khaibar dan Ghatafan terletaklah daerah yang bernama Raji'. Karena mempunyai latar belakang yang strategis, tempat ini dipilih sebagai basis dan untuk gerak memotong semua jalur hubungan antara dua tempat itu. Karena tidak ada bantuan dari suku Ghatafan yang datang. Yang belakangan ini sadar akan kesalahan mereka dengan menahan serangan mereka sendiri dan merasa terpusat kepada perhitungan mereka sendiri. Dikira kaum Yahudi akan membatalkan perlawanan dan akan menyerah. Tapi karena kaum Muslimin mendapat kemajuan di Khaibar, ternyata kaum Yahudi telah mempersiapkan segala sesuatunya untuk melakukan pertempuran keras. Pertempuran pun dimulai; beberapa benteng pertahanan direbut oleh kaum Muslimin. Tapi satu benteng yang disebut Qamus, perbentengan yang sangat kuat dan berpenghuni, baru bisa dibongkar selama kurang lebih dua puluh hari, yang akhirnya ini pun tunduk di hadapan serangan gencar yang langsung dipimpin oleh 'Ali. Setelah menyerah, kaum Yahudi meminta agar tanah yang mereka tinggalkan bisa tetap menjadi milik mereka dengan syarat bahwa separo dari hasil buminya dijadikan sebagai upeti. Permintaan itu dikabulkan dan kaum Yahudi diizinkan untuk menguasai pemilikan tempat itu walaupun Nabi Suci tahu bahwa mereka tidak akan menghentikan perbuatan salah mereka.


Berikan referensinya, dan tunjukkan sumber tulisan tertua mana yang dipakai sebagai rujukan tulisan di atas.

Muhammad kawin karena BIRAHI

Ayulestari wrote:Makanya Ayu mengatakan Orang kafir selalu kalau yang namanya menikah yang dipirkan hanya Ngeseknya doang, apa kafir memang pikirannya hanya kepada Nafsu birahi aja? Tidak dilihat kenapa Nabi menikah?


Banyak dari kalangan muslim yang menyangka Abu Bakar-lah yang meminta Muhammad menikahi Aisyah. Padahal, Muhammad-lah yang memaksa Abu Bakar menyerahkan putrinya.

Sahih Bukhari 7.62.18
Diceritakan 'Ursa: Nabi meminta Abu Bakr utk menikahkan Aisyah padanya. Abu Bakr berkata “Tapi aku saudaramu.” Nabi berkata, “Kau saudara hanya dalam agama Allah dan Kitabnya, tapi dia (Aisyah) berhak bagiku utk dinikahi.”

Dan apa yang diajarkan Muhammad pada pengikutnya?

Sahih Bukhari. Vol 7, Book 62. Wedlock, Marriage (Nikaah). Hadith 017.
Dinarasikan oleh Jabir bin 'Abdullah :
Ketika aku menikah, Rasulullah berkata kepadaku: "Anak perempuan yang bagaimanakah yang telah kau nikahi?" Aku menjawab, "Aku telah menikahi wanita setengah baya." Rasulullah berkata, "Kenapa kamu tidak mencari para perawan agar kamu bisa menimang-nimang mereka?" Jabir juga berkata: Rasulullah berkata, "Kenapa kamu tidak mengawini anak-anak supaya kamu bisa bermain dengannya dan dia bermain denganmu?"


Kalau Ayu masih menganggap Islam itu benar, berarti Ayu sudah MATI ROHANI.

Sesuatu yang BEJAT sudah pasti salah, jadi jangan lagi mempersoalkan dogma agama lain, karena yang lebih penting saat ini untuk dibahas adalah agama kita sendiri, yaitu Islam.

Salam,
DULADI
13 Maret 2009
Duladi
 
Posts: 7103
Joined: Thu Apr 12, 2007 10:19 pm
Location: Samarinda

Re: Meluruskan Cara Berpikir Muslim yang ****

Postby Ayulestari » Mon Mar 16, 2009 7:02 am

Duladi wrote:Tolok ukur benar dan salah: Dogma ataukah Moralitas?

Agama lain punya dogma-dogma atau teori rohani/mistis seperti Trimurti, Trinitas, Inkarnasi, Hukum Karma, dsb. Semuanya itu tidak bisa kita judge sebagai PASTI SALAH, karena hal-hal itu adalah perkara di luar jangkauan kita, hal-hal yang bersifat mistis dan khayal, tidak bisa kita mengatakan "PASTI SALAH", melainkan "BELUM TENTU SALAH".


Kalau kitab suci tidak pernah mengatakannya? kenapa harus kita ciptakan Dia diotak kita? Keimanan kepada tuhan yang tidak berdasar itu berarti hanya dogma bid ah dan bid ah adalah sesat.


Bagaimana bila kita disodori sebuah ajaran: "Jagalah penismu, kecuali terhadap istri dan pelayan-pelayanmu." (QS 23:5-6)
atau, "Kawinlah sebanyak 2, 3 atau 4, atau bila takut tidak mampu menafkahi, setubuhi pelayan saja." (QS 4:3)


Hanya kedangkalan otak sampeyan, setiap yang dangkal pasti keruh.

Apakah ajaran bejat seperti itu ada kemungkinan "BELUM TENTU SALAH"? Itu BEJAT.... tentu saja SUDAH PASTI SALAH.


Kesalahan dan benar kan hanya Tuhan yang tahu, apa sampeyan akan mengatakan Ibrahim bejad karena telah menyembelih anaknya Ishaq?


Ajaran yang mengatakan “Gantilah istrimu dengan istri yang lain.” atau “Bila kamu merasa istrimu tidak taat, pukullah dia” dan “Seorang suami tidak akan ditanya mengapa dia memukul istrinya.” adalah SUDAH PASTI SALAH.

Inilah yang hendak saya sampaikan pada Ayu: Kenapa Ayu lebih memusingkan perkara yang sebenarnya BELUM TENTU SALAH, dan mengabaikan perkara yang SUDAH PASTI SALAH?

Bagi Ayu, lebih baik mengikuti ORANG BEJAT daripada mengikuti ORANG BAIK, karena walau BEJAT, orang itu tidak mengajarkan dogma yang membingungkan.


Itu hanya kapasitas otak yang dangkal.


Islam sudah pasti salah, karena ajaran-ajarannya bejat (tidak bermoral).
Sementara yang dipersoalkan oleh Ayu dari agama-agama lain adalah tentang dogmanya, yang kalau dinalar, persoalan dogma itu bisa dikesampingkan karena itu “BELUM TENTU SALAH”. Sedangkan AJARAN MORAL yang BEJAT “SUDAH PASTI SALAH”.


Kalau bicara soal moral menurut penilaian manusia, Ibrahim membunuh anak = bermoral bejad, Bapa mengutuk Ular yang tidak bersalah = Bejat, Yakub menipu Ishaq = Bejad, Musa Membantai orang amalek beserta seluruh binatang ternak = bejat. Kebejatan tersebut dilihat dari ukuran moral manusia, manusia tidak mengetahui apa-apa yang terbaik bagi dirinya, orang - orang kafir saat zaman Nabi Musa akan berkata sama seperti perkataan sampeyan.


Coba Ayu pakai otak, bukankah dengan memilih Islam berarti Ayu lebih memilih “YANG SALAH”?

Untuk bisa mengetahui sesuatu itu BEJAT atau TIDAK, cukup HATI NURANI, bukan otak sekelas Profesor.


Makanya sampeyan saya katakan, jika sampeyan berpendapat Hati nurani sampeyan sudah cukup untuk menilai kebejatan, itu sama saja sampeyan sedang Mendikte Tuhan, Hati Nurani siapa saja akan menilai Ibrahim manusia bejat yang mencoba membunuh anak sendiri, suatu kebejatan tidak bisa diukur dengan hati nurani sampeyan yang sempit, apa sampeyan pikir otak sampeyan sudah sekelas profesor sehingga sampeyan mau menilai ukuran kebejatan sesuai nurani sampeyan yang sempit itu?



Islam dari dulu menyerang dogma agama lain sedangkan terhadap ajaran BEJAT nabinya malah diabaikan. Kenapa kita lebih memusingkan dogma, sedangkan “SESUATU YANG SUDAH PASTI SALAH” malah dicuekkin dan dianut sebagai yang benar?

Agama lain belum tentu salah, sedangkan Islam sudah pasti salah. Apakah Ayu tidak berpikir sampai di situ?


Kebenaran Abadi bukan diukur oleh Nilai Moral manusia, tapi dinilai dari ajaran yang tidak bertolak belakang dengan hasil ciptaan. Jika kebenaran dinilai dengan moral maka moral itu hanya Tuhan yang bisa menilai, Ingat yesus pernah bersabda, "Bukan roti yang mengenyangkan orang tapi Iman" karena imannya ibrahim kepada Allah maka dia tau dia benar, padahal jika Ibrahim seorang manusia seperti sampeyan, pasti sampeyan akan menghujad Tuhan, dasar tuhan biadab ga punya moral, tapi Ibrahim bukan seperti sampeyan, Ibrahim menilai kebenaran dari Iman Kepada Allah.


Alquran dan Ilmu Pengetahuan

Kalau menurut Ayu, Alquran itu adalah BUKU RAHASIA IPTEK, yang menyingkap hal-hal baru yang belum diketahui oleh orang-orang pada masa Muhammad, nah, sekarang buktikan bahwa Ayu bisa menemukan 1 TEMUAN IPTEK berdasarkan ayat Alquran. Ingat! Jangan mengambil temuan IPTEK yang sudah ada lalu Ayu mencocokkannya dengan Alquran, tapi temukan sendiri IPTEK yang benar-benar baru dan belum pernah ditemukan oleh ilmuwan mana pun, berdasarkan ayat Alquran yang Ayu baca.


Lihat yang saya Bold, itulah bukti kedangkalan sampeyan berfikir, Ayu tidak pernah mengatakan Al-Quran adalah BUKU RAHASIA IPTEK".

Bagaimana mungkin sampeyan mengatakan BUku Tuntunan Perawatan Komputer malah sampeyan katakan BUKU RAHASIA KOMPUTER?

Begini Analoginya:
Ada komputer dan 2 buah buku tuntunan Perawatan Komputer, keduanya buku tersebut mengatakan sebagai Buku panduan dari Perusahaan IBM, tapi keduanya isinya berbeda jauh sekali. Bagaimana sampeyan menilai kedua buku tersebut yang mana yang benar dari IBM dan yang mana yang Palsu?

Misalnya: Buku satu mengatakan " Bukalah casing komputer dan bersihkan prosesor, hardist, dan memorinya dari debu" sedangkan buku satu lagi mengatakan " Siapkan bawang bombai 5 siung panaskan komputer anda dalam wajan berisi air, buka casingnya disana ditemukan Bakwan yang siap saji". dari sana sampeyan pasti tau mana yang asli dari perusahaan IBM dan yang palsu. Nah buku itu tetaplah hanya buku Panduan Merawat Komputer bukan buku RAHASIA KOMPUTER. BUKU RAHASIA KOMPUTER tentu yang punya hanya produsen Komputer tersebut.

Jadi jelas pertanyaan sampeyan tidak untuk saya, karena saya jelas mengatakan bahwa Al-Quran bukan BUKU RAHASIA IPTEK. Jelas?



Kalau Kristen Benar, Muslim Tetap Selamat?

Ayu harus menggunakan nalar yang cerdas. Apabila agama Kristen benar, berarti Muhammad adalah nabi palsu, karena dia telah mengatakan yang salah tentang Yesus. Logikanya, kalau Muhammad itu nabi asli utusan Tuhan, tentu dia akan tahu siapa Yesus sebenarnya. Jadi, bila Kristen benar, otomatis Ayu tidak akan selamat karena Ayu adalah pengikut nabi palsu.


Sepertinya sampeyan salah, soalnya kalau agama kristen benar, maka semua agama termasuk kristen masuk neraka, dan hanya sampeyan doang yang masuk surga hahahahaha...... Karena tuhan harus manut sama otak sampeyan, ini jelas ucapan seorang dadjal, Pantas nubuat Nabi tentang kedatangan dadjal muncul di wilayah timur, ga taunya memang di Indonesia



Kalau Agama Lain Benar, Muslim Tetap Selamat?

Tanpa melihat agama apa yang benar, muslim sudah pasti masuk neraka, karena menjadi muslim berarti menjadi PENGIKUT PENJAHAT. Sebagai pengikut penjahat, muslim akan mati-matian membela kepala gengnya, walaupun moral sang kepala itu bejat dan hatinya kejam. Aturannya jelas dan pasti, siapa yang JAHAT pasti masuk neraka, tidak peduli agama apapun yang dianutnya.

Dan Islam adalah satu-satunya agama yang mengajarkan moral bejat dan ajaran jahat, seperti aliran setan. Dogma bisa dikesampingkan, karena dogma hanyalah teori yang bersifat mistis kerohanian, sementara ajaran yang berhubungan dengan tingkah laku sehari-hari (moral) dapat ditentukan BENAR dan SALAH-nya dengan HATI. Agama lain belum tentu salah, sedangkan Islam sudah pasti salah.


Sama saja, kalau agama lain benar cuma sampeyan saja yang masuk sorga, karena TUhan harus sesuai dengan Otak sampeyan


Pandangan-pandangan Ayu yang Sempit

Ayulestari wrote:sejak kemarin hanya undangan terus yang diberi, yang ayu minta adalah beda Anak Allah = Daud dan Anak Allah = Yesus kok.


Tanya saja pada orang Kristen, apakah Daud pernah berkata: “Aku sudah ada sebelum Abraham?”
Atau pernahkah juga Daud berkata, “Aku akan membangkitkan orang mati pada akhir zaman dan menghakimi setiap orang menurut perbuatannya masing-masing?”
Atau, Daud pernah berkata begini: “Bukan setiap orang yang memanggil-manggil aku: “Tuhan, Tuhan, akan selamat, melainkan orang yang menjadi pelaku firman.”

Saya sudah tunjukkan link sub-forumnya, kenapa Ayu belum juga kesana? Coba Ayu tanyakan pada Yohannes, benarkah status Yesus = Daud hanya karena sama-sama bergelar “Anak Tuhan”?

Kekeliruan cara berpikir Ayu adalah Ayu menyempitkan persoalan, dan tidak mampu memandang suatu kasus secara HOLISTIK (menyeluruh). Tentu saja orang Kristen tidak sebodoh itu, menganggap Yesus Tuhan hanya berdasarkan gelar “Anak” saja.


Makanya itu sampeyan membuat orang kristen tertawa karena orang kristen tidak sebodoh pola pikir sampeyan yang mengambil kesimpulan Nabi Muhammad masuk neraka karena tidak mengakui Yesus Anak, dan Juru Selamat, padahal sudah dibilang sejak kemarin-kemarin bahwa Nabi Muhammad mengakui bahwa Yesus adalah Anak Allah dan Juruselamat. Sampeyan bicara seperti seorang manusia yang ilang ingatan, tulisan sendiri sampe lupa




Ayulestari wrote:Doktrin trinitas bukanlah fakta yang tertulis dalam kitab suci, karena kitab suci tidak pernah mengatakan tuhan itu Trinitas.


Kitab suci mengatakan Tuhan itu bukan TUNGGAL SEBIJI, melainkan JAMAK namun SEIA-SEKATA. Itulah makna ESA yang benar, tidak seperti makna “esa” yang dipahami Muhammad. Walaupun orang Kristen di abad 4 tidak merumuskan konsep Tritunggal, tetap saja mereka meyakini Tuhan yang tiga, yang terdiri atas Bapa, Anak (Firman) dan Ruh Suci.


Sampeyan salah, sekte-sekte kristen tertua seperti KOS, Ebion dan Yahudi sekte Nasrani yang masih mendiami daerah sekitar Israel semua tidak ada yang mengatakan Tuhan itu Ada TIGA dalam satu, Katolik saja waktu merumuskan konsep Tritunggal masih banyak yang berselisih Apakah Yesus tuhan atau tidak, tritunggal lebih mirip ajaran penyembahan berhala Yunani kuno (Platonis, Zeus = Sebagai Bapa dewa), Mesir kuno(Jah, Bel, On = Dewa Bulan, Baal, dan On) dan Arab Kuno (allah, latta, uza), ajaran penyembah berhala inilah yang diadopsi oleh kristen.




Awloh TIDAK MAHA TAHU

Ayu wrote:Kalau begitu sampeyan belum bisa memahami kalimat berikut ini: "Apakah Siswa mengira bisa menyontek, sedangkan Guru tidak tau mereka menyontek, dan Guru mengetahui siapa-siapa yang menyotek dikelas"

Baca baik-baik dan pahami kalimat tersebut, lihat yang dibold, jelas kalimat seperti ini sering digunakan setelah kita mengetahui, “Apa Kamu Mengira Saya Tidak TAU?”


Apakah di Alquran tertulis: Apakah kamu mengira Allah belum mengetahui bla-bla-bla... ??

Ada silahkan baca dengan mata sampeyan yang picek itu.

Di Alquran tidak tertulis begitu.
Awloh secara jujur mengatakan bahwa dirinya BELUM TAHU.
QS 9: 16. Apakah kamu mengira bahwa kamu akan dibiarkan, sedang Allah belum mengetahui orang-orang yang berjihad di antara kamudan tidak mengambil menjadi teman yang setia selain Allah, RasulNya dan orang-orang yang beriman. Dan Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan.


Perhatikan kalimat yang dibold



Alquran karangan Muhammad, bukan FIRMAN dari TUHAN

Ayulestari wrote:
1. QS 6:104. Sesungguhnya telah datang dari Tuhanmu bukti-bukti yang terang; maka barangsiapa melihat, maka (manfaatnya) bagi dirinya sendiri; dan barangsiapa buta (tidak melihat kebenaran itu), maka kemudharatannya kembali kepadanya. Dan aku (Muhammad) sekali-kali bukanlah pemelihara(mu).

2. QS 70:40. Maka aku bersumpah dengan Tuhan Yang memiliki timur dan barat, sesungguhnya Kami benar-benar Maha Kuasa.

1. Baca aja tanpa tanda kurung
2. Siapa yang bisa melarang Allah bersumpah kepada dirinya?


1) Tanpa tanda kurung, tetap saja ketahuan kalau itu adalah perkataan Muhammad.


Perhatikan dong
QS 6:104. Sesungguhnya telah datang dari Tuhanmu bukti-bukti yang terang; maka barangsiapa melihat, maka (manfaatnya) bagi dirinya sendiri; dan barangsiapa buta (tidak melihat kebenaran itu), maka kemudharatannya kembali kepadanya. Dan aku (Muhammad) sekali-kali bukanlah pemelihara(mu).[/color

Jika Muhammad yang didalam kurung dihapus maka kata "Aku" dijadikan huruf besar maka akan seperti ini:

QS 6:104. [color=#800080]Sesungguhnya telah datang dari Tuhanmu bukti-bukti yang terang; maka barangsiapa melihat, maka (manfaatnya) bagi dirinya sendiri; dan barangsiapa buta (tidak melihat kebenaran itu), maka kemudharatannya kembali kepadanya. Dan Aku sekali-kali bukanlah pemelihara(mu).[/color


2) Lihat, dalam kalimat pertama menggunakan kata “aku”, pada kalimat kedua menggunakan kata “kami”. Jadi, aku dalam kalimat pertama itu adalah Muhammad. Kami dalam kalimat kedua adalah Muhammad & Awloh, dan oleh kesombongannya Muhammad mengklaim dirinya MAHAKUASA. Benar-benar SAKIT JIWA. Kita tidak perlu heran dengan adanya orang berpikiran demikian, di zaman kita saja ada orang yang mengaku dirinya Tuhan. Diam-diam Muhammad merasa dirinya sebagai NUR ILAHI yang sudah ada pada PRA-PENCIPTAAN, sebagaimana yang diceritakan dalam dongeng-dongeng Islam.


Apanya yang susah untuk memahami ayat itu, Aku disana adalah Allah, dan Kami disana adalah Allah.





Ayulestari wrote:Jelas sudah dikatakan, hal itu dirahasiakan oleh Allah, maka Allah hanya memberikan kalimat mudah-mudahan, seperti yang sudah saya katakan kemarin jadi seperti analogi yang ayu berikan kepada sampeyan kemarin:

Saya mengetahui bahwa saya merit tanggal 7 Juni 2009, trus seorang asisten saya berkatakan " Nyonya, jika paparazi menanyai saya kapan Nyonya merit?". saya mengatakan ke asisten tersebut " Katakanlah : "Mudah-mudahan dalam waktu dekat ini"


Itu khan manusia, yang bisa saja meritnya batal karena suatu sebab, walau dia sudah merencanakannya nanti pada tanggal 7 Juni 2009.

Karena yang kita bicarakan ini adalah Tuhan, maka adalah tidak layak Tuhan yang Mahatahu mengucapkan mudah-mudahan.
Baca sekali lagi ayat ini:

QS 5:52. [color=#800040]Maka kamu akan melihat orang-orang yang ada penyakit dalam hatinya (orang-orang munafik) bersegera mendekati mereka (Yahudi dan Nasrani), seraya berkata: "Kami takut akan mendapat bencana." Mudah-mudahan Allah akan mendatangkan kemenangan (kepada Rasul-Nya), atau sesuatu keputusan dari sisi-Nya. Maka karena itu, mereka menjadi menyesal terhadap apa yang mereka rahasiakan dalam diri mereka.

Bagaimana awloh yang katanya Mahatahu itu TIDAK YAKIN dengan apa yang bakal diperbuatnya? Kalau Alquran itu firman Tuhan, seharusnya perkataannya mencerminkan perkataan Tuhan dan bukannya malah mencerminkan perkataan manusia.

Sebagai pembanding, silakan Ayu cari di dalam Taurat, pernahkah YHVH mengucapkan kata “MUDAH-MUDAHAN”??

Di dalam Alquran, Muhammad alias awloh juga tidak yakin terhadap apa yang akan dilakukan oleh pengikutnya:

QS 45:12. Allah-lah yang menundukkan lautan untukmu supaya kapal-kapal dapat berlayar padanya dengan seizin-Nya dan supaya kamu dapat mencari karunia -Nya dan mudah-mudahan kamu bersyukur.

Kalau itu nasehat, seharusnya ucapannya tidak demikian, melainkan: "Bersyukurlah kamu..."
Dengan mengatakan mudah-mudahan, itu tandanya awloh tidak tahu apa yang bakal dilakukan oleh pengikutnya.

Ayat-ayat Alquran tidak layak dianggap FIRMAN, melainkan sekedar kata-kata manusia belaka.


Sampeyan masih belum mengerti.

Misalnya seseorang akan menikah tanggal 7 juni 2009, ingat sekali lagi ini rahasia maka jika ditanya kapan kamu kawin,

Misalnya jawabnya adalah mudah-mudahan dalam waktu dekat, jadi dalam bahasa arabnya mudah-mudahan yang sudah pasti ini digunakan kata "Ngasa" menjelaskan bahwa itu rahasia atau Qadar tidak disebutkan, maka kata ngasa adalah kata yang memang sudah pasti terjadi tapi rahasia, tapi jika kalimatnya begini:

Mudah-mudahan tanggal 7 juni 2009, itu baru menggunakan kata "Langala" bukan "Ngasa" karena mudah-mudahan disana tidak pasti tanggal 7 juni 2009 akan menikah, maka sama seperti Insya Allah (jika Allah menghendaki)

Semoga paham.




Keberadaan Awloh, di satu titik atau di mana-mana?


Ayulestari wrote:Nah keliatan kenapa sampeyan bisa murtad, lagi-lagi sampeyan ga ngerti, keberadaan Allah saja sampeyan ga tau, beda sifat dan sikap sampeyan ga tau, apa orang seperti sampeyan yang katanya akan mengajarkan islam yang sebenarnya itu di FFI ini?

Kedua pendapat ulama tentang keberadaan Allah keduanya adalah benar, dimanakah Allah? Di 'Arasy atau berada dimana-mana?

Jawabannya keduanya benar, karena Arasy Allah meliputi Langit dan Bumi, jadi Allah ada dimana-mana.
Nih ayatnya:
bla......bla......Singgasananya meliputi langit dan bumi , dan tiada merasa berat Ia menjaga dan memelihara keduanya. Ia Mahatinggi, Mahabesar. (Surat al-Baqarah, 255)
"bla....bla....bla.....Kursinya meliputi langit dan bumi...........bla....bla..."(2:255)
Allah tidak terikat oleh ruang dan bahwa Ia meliputi segala sesuatu dinyatakan di ayat lain berikut ini :
Milik Allah timur dan barat : ke mana pun kamu berpaling, di situlah kehadiran Allah. Allah Mahaluas, Mahatahu (Surat al-Baqarah, 115)
Jadi keberadaan Allah adalah pada Arasy yang meliputi Langit dan Bumi, Jadi pendapat kedua Ulama adalah benar, karena kita masih dibumi, dan masih dikolong langitnya Allah, tetap kita bisa berkata Allah berada dimana-mana, dan tetap kita bisa berkata Allah itu berada di Arasnya atau singgasananya.


Bagi sebagian ulama, awloh tidak boleh berada di mana-mana, karena itu berarti bukan lagi tauhid. Awloh hanya ada di satu titik saja, dan dia cukup memerintahkan para malaikatnya untuk berada di mana-mana. Jadi, yang berada di mana-mana itu bukan awlohnya, tapi malaikatnya, karena jumlah malaikat itu banyak. Sementara ulama yang lain mengatakan seperti apa yang Ayu katakan.


Benar, Allah berada disatu titik, dan dia satu yaitu Tauhid, dan satu titik itu adalah Arasy atau singga sananya.



Perbedaan pemahaman itu juga mengenai hal-hal yang lain, seperti apakah Alquran itu makhluk ataukah benda mati? Apakah Muhammad itu mati diracun atau mati karena usia tua? Apakah Muhammad itu mengawini Aisyah di usia 9 tahun atau di usia 14 tahun? Dan masih banyak lagi perbedaan-perbedaan di kalangan Islam, sehingga ada Islam sunni dan Islam syiah, dan ada mazhab-mazhab sempalannya, sebagaimana di dalam agama lain.


Yang saya katakan perbedaan pendapat disini bukan masalah-masalah seperti itu, tapi masalah dasar Keimanan, kalau masalah Nabi muhammad meninggal diracun atau tidak, tidak akan menyebabkan Allah itu bukan tuhan dan Nabi muhammad bukan nabi, atau masalah umur, tetap semuanya kompak bahwa Muhammad itu adalah Nabi. Quran itu benda mati atau tidak? tetap Quran itu dipercaya Firman Allah"

Apapun sektenya semuanya kompak menjawab, siapa tuhan kalian? "Allah", Siapa rasul kalian "Muhammad" Apa kitab kalian " Semua menjawab Al-Quran" semua sekte baik itu Siah, Suni, NU, Muhammadiah, Ahmadiyah, Jil, Eden, Ahmad Musadek. dll.


Tapi jika kristen ditanya : Siapa Tuhan kalian : beberapa sekte menjawab Yesus, beberapa lagi Tritunggal, beberapa lagi menjawab Allah, beberapa lagi menjawab YHWH, beberapa lagi menjawab Setan, Beberapa lagi menjawab "api", beberapa lagi menjawab "dll".
Mana yang benar dari jawaban mereka?



jika ditanya siapa Paulus? "Bajingan perusak ajaran yesus" Beberapa sekte menjawab " Orang baik dan murid Yesus"
Mana yang benar jawabannya?



Jika ditanya Siapa yesus ? beberapa menjawab " Lucifer sang malaikat terang" beberapa lagi menjawab "Tuhan" beberapa lagi menjawab "Nabi dan Rasul"
Mana yang benar jawabannya?


Jika ditanya Apa itu Injil? Beberapa sekte menjawab " Firman Yesus" beberapa sekte menjawab "hanya cacatan dari para saksi mata" beberapa sekte menjawab " bukan ucapan yesus" beberapa sekte menjawab "kitab itu banyak yang palsu"



Ayulestari wrote: sampe sekarang Trinitas belum bisa dibuktikan, Apakah itu sikap seorang MAHASISWA yang harus manut dan nurut dengan sesuatu yang tidak masuk diakal? Kalau memang seperti itu MAHASISWA Indonesia, jadi kelihatan dan wajarlah MAHASISWA Indonesia kerjaannya hanya Tauran.


Masalah trinitas adalah masalah dogma, dan kita tidak bisa memastikan apakah dogma itu PASTI SALAH, melainkan BELUM TENTU SALAH. Sedangkan ajaran-ajaran Islam SANGAT JELAS di depan, yaitu BEJAT & JAHAT. Sesuatu yang JAHAT & BEJAT sudah pasti salah. Orang yang menganggapnya tidak salah adalah orang yang OTAKNYA MIRING. Ayu tidak miring khan? Kalau tidak, kenapa masih memusingkan dogma agama lain, sedangkan AJARAN AGAMA sendiri yang bejat malah diabaikan?

Yang BEJAT sudah pasti salah, sedangkan dogma belum tentu salah. Itulah logikanya.


Sampeyan suka banget ngulang-ngulang, tulisan sampeyan yang ini sama saja dengan tulisan sampeyan yang diatas, baca aja sanggahan Ayu diatas




BULSHIT-BULSHIT AGAMA ARAB

Ayulestari wrote:Monas didirikan oleh Sukarno ditahun 1965, jelas
sejarahnya, gimana dengan Ka'bah?


Menurut penyelidikan sejarah, Kabah baru ada pada abad ke-4 Masehi.
Walaupun Monas diketahui siapa pendirinya pada tahun 1965, tapi itu cuma renovasi, pendirian ulang saja. Ribuan tahun sebelumnya Monas sudah ada dan Monas didirikan oleh nabi Adam. Karena penjajah merusak dan menghancurkannya, sehingga Monas perlu didirikan kembali pada tahun ’65. Bukankah gampang kalau cuma menggombal? Bagaimana dirimu bisa percaya pada gombalan Arab yang mengatakan Kabah didirikan oleh Abraham, sementara bukti-bukti sejarah tidak ada yang membenarkan klaim Arab itu? Dahulu, oleh kebodohannya, Muhammad mengatakan di sebelah kabah ada makam Ibrahim. Tapi di masa kini, setelah diketahui itu bukan makam Ibrahim, maka diubahlah makna “makam” menjadi “tapak kaki”. Kalau Arab boleh selicik ini, kenapa kita tidak boleh?

Sadarlah Ayu, Islam itu agama penuh kebohongan.


Mana bukti sejarah yang mengatakan kalau kabah ada pada abad ke 4 masehi? Penyidik sejarah itu siapa? Kalau masalah monas itu sudah jelas, sejarah dan disana jelas tertulis kalau didirikan bukan direnofasi dan jelas bahwa sebelumnya disana memang tidak ada monas.




Awloh dikontrol oleh sifat-sifat

Ayu wrote:Jadi 99 Sifat-sifat Allah tersebut bukanlah sesuatu yang mengontrol Allah, tetapi Adalah sebagai perkenalan Allah terhadap manusia tentang siapa Allah itu, kita tidak mengetahui bentuk Allah, maka kita tidak boleh untuk berprasangka bahwa Allah itu seperti tiang jemuran, karena Allah tidak mengatakan bawah dia seperti Tiang jemuran, atau kita mengatakan Allah itu kecil berbentuk batu, Allah tidak mengatakan dirinya berbentuk Batu, baik Hitam maupun Putih atau Kotak, Tuhan tidak pernah mengatakan itulah dirinya, tuhan hanya memperkenalkan dirinya 99 sifat tersebut, diluar itu hanya persangkaan hanya Tuhan hasil ciptaan manusia.


Itu hanya KUMPULAN PUJIAN, tidak benar-benar riil.
99 pujian Muhammad kepada awlohnya di dalam Quran secara gebyah uyah dianggap sebagai SIFAT-SIFAT AWLOH. Padahal itu bukan sifat, melainkan puji-pujian manusia kepada sesembahannya.
Tetapi okelah, anggap saja itu memang sifat.


Sampeyan lagi ngelindur ya? Jangan sampe karena mata sampeyan yang picek sampe-sampe sampeyan hilang ingatan, bukankah sampeyan sendiri yang mengatakan kalau 99 itu adalah sifat-sifat?


Dan Awloh dikonsep memiliki sifat “mahabesar”. Nah, bisakah awloh memakai sifat “mahakecil” agar dia bisa berbicara dengan semut, atau bahkan berbicara dengan virus atau makhluk yang lebih kecil lagi?


Silahkan sampeyan buka kitab suci (Alkitab atau Al-Quran) di Alkitab dan Al-Quran jelas ada mengatakan bahwa Yahweh dan Allah adalah Maha Besar, nah apakah ada disana tertulis Allah atau Yahweh adalah maha kecil? Jika tidak ada berarti sampeyan tidak bisa mengontrol Tuhan sesuai apa yang ada dalam pikiran sampeyan karena Tuhan tidak bisa kita lihat dan kita tidak tau bentuk rupanya, maka itu dari Ciri-ciri tuhan itulah kita mengenalnya.

Disini terlihat wajar jika sampeyan Murtad, karena sampeyan Ingin menciptakan Tuhan sendiri didalam otak sampeyan yang kecil itu. Diri sampeyan lah tuhan tersebut.

Malasah bicara dengan makhluk yang sangat kecil, sampeyan sedang melecehkan tuhan,
Pelecehan tuhan dengan mengatakan tuhan harus jadi Maha kecil biar bisa bicara terhadap VIrus, Kalau begitu Manusia lebih hebat dari tuhan ciptaan sampeyan, karena manusia bisa memberikan perintah kepada 275 ribu transistor untuk melakukan proses kerja mikroprosesor 386 tanpa harus menjadi manusia kecil. Masa tuhan yang sampeyan ciptakan dalam otak sampeyan itu tidak mampu melakukannya? harus berubah dulu menjadi maha kecil baru bisa melakukan hal tersebut?




Menurut teori Islam, awloh tidak boleh memiliki sifat maha kecil. Itulah yang saya katakan, awloh dibatasi atau dikontrol oleh 99 sifat karangan Muhammad. Itu artinya, awloh bukan PENCIPTA, melainkan CIPTAAN, karena dia terbentuk dari sifat-sifat.

99 Sifat itu merupakan KOMPOSISI PEMBENTUK AWLOH. Bila salah satu dari 99 sifat itu ditiadakan, maka bukan awloh lagi namanya. Itulah konsep ketuhanan dalam Islam yang ngawur.


Sampeyan punya hobi mengulang-ngulang pernyataan yang sudah jelas tersanggah
Apa seharusnya Tuhan itu harus dikontrol oleh otak sampeyan?



Anak Allah = Nabi?

Ayulestari wrote:Jelas yang disuruh yesus adalah percaya kepadanya, bukan percaya kepadanya sebagai TUhan, tapi sebagai Anak (NAbi)


Walau Ayu percaya kepada Yesus-nya kristen sebagai nabi, tetap saja Ayu akan masuk neraka karena Ayu mengikuti nabi palsu Muhammad. Logikanya, kalau Kristen benar, otomatis Muhammad adalah nabi palsu, karena Muhammad tidak tahu siapa Yesus sebenarnya. Kalau Muhammad itu seorang nabi asli utusan Tuhan, dia pasti tahu siapa Yesus sebenarnya. Dan sebutan Anak Tuhan untuk Yesus tidak sama dengan sebutan anak tuhan kepada kita, walau kita juga bisa disebut anaknya Tuhan karena kita berasal dari Ruh yang sama. Orang Kristen tahu Yesus itu Tuhan bukan karena dia digelari Anak saja, tapi karena banyak sebab. Seorang nabi tidak pernah berkata, “Pada hari kiamat aku akan datang dan menghakimi setiap orang menurut perbuatannya.” Dan seorang nabi juga tidak pernah berkata, “Aku sudah ada sebelum Abraham lahir.”


Sampeyan kan saya tanya apa syarat masuk surga menurut yesus? Dan bagaimana ciri-ciri nabi palsu?



Ayulestari wrote: Saya punya argumen yang membuktikan Anak Bapa=nabi dan juruselamat = Rasul, apa sampeyan punya argumen buat matahkan agumen Ayu? tidak khan? Argumen sampeyan paling cuma suruh Ayu untuk tanya kepada Pak Yohanes.


Sudah saya patahkan dari sejak postingan kemarin, dan untuk lebih jelasnya silakan ke sub forum yang saya tunjukkan link-nya.


tidak ada sanggahan sampeyan soal Anak bapa dan juruselamat, saya sudah buka linknya.



Tentang Menghakimi Umat Lain yang menjalankan Ibadah

Ayulestari wrote:Untuk mendirikan Ruham Ibadah ada kententuannya, ada undang-undang yang harus dipatuhi, tempat ibadah yang dirusak tersebut adalah tempat ibadah yang melanggar hukum, beribadah didalam Ruham tidak apa-apa, tapi bagaimana kalau tiap minggu mengadakan misa?


Apakah orang beribadah tiap minggu itu JAHAT?
Bukankah yang jahat itu adalah ORANG YANG MERUSAK RUMAH ORANG LAIN?

Apakah kalau orang Kristen beribadah tiap minggu, maka akan ada muslim yang mati karenanya?

Sebagai orang yang netral, saya sudah bisa menilainya, bahwa MUSLIM itu sebagai SETAN, dan orang Kristen sebagai KORBAN KEBIADAN SETAN.

Menjadi muslim, kita tidak akan pernah bisa menilai diri sendiri, apakah diri kita ini baik ataukah jahat, karena hati kita sudah dibutakan oleh ajaran-ajaran ***** buta rohani buatan Muhammad. Masih nggak ngerti?


Pelaranggaran hukum bukan dinilai dari Jahat atau tidaknya, tapi dari peraturan hukum yang telah disepakati bersama. Jika sampeyan ditilang karena tidak memakai Helm apa sampeyan akan mengatakan " Kenapa kamu menghukum saya? kamu pikir tidak pake helm suatu kejahatan?"



Ayulestari wrote:Sampeyan tidak nyambung, pertanyaan sampeyan adalah bukti bahwa Nabi Muhammad orang mulia, saya menjawab Orang Mulia tidak dapat dinilai dengan mata manusia yang Fana hanya Allah.


Bagi Ayu, sekalipun Muhammad menzinahi pembantunya sendiri, berdusta dan melanggar sumpah, dia tetap mulia.
Sekalipun Muhammad mengajarkan pengikutnya pedofil, bagi Ayu itu tetap mulia. Sadarlah Ayu, bukankah Ayu seperti orang yang terhipnotis?

Terang saja awloh di dalam Alquran memuji-muji Muhammad, karena awloh dan Muhammad adalah pribadi yang sama.


Buktinya ga ada, jadi buat apa ditanggapin? Paling hanya kedangkalan otak orang-orang kafir aja


Perang Badar adalah Perampokan Biadab

Ayulestari wrote:Perangbadar terjadi berawal dari api permusuhan yang dikobarkan oleh pihak Qurais,


Jadi, Ayu membenarkan PERAMPOKAN itu?
Dan siapakah yang menjadi BIANGNYA pembuat onar yang pertama kali di Mekkah? Jangan kau kambinghitamkan bani Qurais, karena orang-orang Quraish itu adalah KORBAN KEBIADABAN MUHAMMAD.
Ini referensinya, bahwa pertempuran di Badar itu adalah Perampokan:
sirah nabawiyah ibnu hisyam jilid 1 hlm 582 BAB115
Ibnu Ishaq berkata, "Rasulullah SAW mendengar bahwa Abu Sufyan bin Harb tiba dari Syam bersama kafilah dagang Quraisy yang mengangkut kekayaan yang banyak sekali milik orang-orang Quraisy, dan komoditi mereka.
Kafilah dagang Abu Sufyan bin Harb ini terdiri dari tiga puluh atau empat puluh orang dari orang-orang Quraisy. Di antara mereka adalah Makhramah bin Naufal bin Uhaib bin Abdu Manaf bin Zuhrah dan Amr bin Al-Ash bin Wail bin Hisyam."

Ibnu Hisyam berkata, "Ada yang berkata bahwa Amr ialah anak Wail bin Hasyim."
Ibnu Ishaq berkata bahwa Muhammad bin Muslim Az-Zuhri, Ashim bin Umar bin Qatadah, Abdullah bin Abu Bakr, Yazid bin Ruman, dan ulama-ulama lain berkata kepadaku dari Urwah bin Az-Zubair dari Ibnu Abbas Radhiyallahu Anhuma. Semuanya mengatakan beberapa hadits kepadaku dan hadits mereka sama tentang Perang Badar.

Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam Mengajak Kaum Muslimin Keluar
Ibnu Ishaq berkata, "Ketika Rasulullah SAW mendengar Abu Sufyan bin Harb tiba dari Syam, beliau mengajak-kaum Muslimin keluar. Rasulullah SAW bersabda ,"Inilah kafilah dagang Quraisy. Di dalamnya terdapat harta kekayaan mereka. Oleh karena itu, pergilah kalian kepada mereka! Mudah-mudahan_Allah memberikan kekayaan kepada kalian".




Coba sampeyan pastikan lagi apakah ini benar yang sampeyan kutip?

Ibnu Ishaq berkata, "Ketika Rasulullah SAW mendengar Abu Sufyan bin Harb tiba dari Syam, beliau mengajak-kaum Muslimin keluar. Rasulullah SAW bersabda ,"Inilah kafilah dagang Quraisy. Di dalamnya terdapat harta kekayaan mereka. Oleh karena itu, pergilah kalian kepada mereka! Mudah-mudahan_Allah memberikan kekayaan kepada kalian".

Lihat kata yang saya besarkan, sampeyan memang sangat mudah menipu kafir-kafir disini.

benarkah ada kata kekayaan di sirat ibnu ishaq itu? hihihihihi
Ini jelas sampeyan sedang memalsukan ucapan Ibn Ishaq, dan ini salah satu ciri-ciri fitnah Dadjal. Ayo pastikan lagi dengan mata sampeyan yang picek tersebut.






Ayu wrote:'Abdullah bin Ubayy, seorang tokoh penting di Madinah, memang memiliki pengaruh besar di sana. Sebelum Nabi Suci hijrah, penduduk Madinah dikira akan membuatnya menjadi pemimpin mereka. 'Abdullah bin Ubayy perlahan-lahan mengalami kemunduran. Dia merasa sangat iri dan menyimpan rasa permusuhan terhadap kaum Muslimin. Lebih dari itu kaum Quraisy berusaha menghasutnya agar dia bisa mengusir kaum Muslimin. Tapi sejumlah besar dari sukunya telah bergabung ke dalam barisan Islam dan usaha untuk membuka pintu permusuhan terhadap Nabi Suci bisa mengakibatkan perang saudara di antara kaumnya sendiri. Karena kecewa pada 'Abdullah bin Ubayy, kini kaum Quraisy mulai menghasut penduduk daerah-daerah yang terletak antara Makkah dan Madinah. Sebagai penjaga Rumah Suci Ka'bah, mereka bisa memerintahkan seluruh bangsa Arab, dan karena posisinya itu, mereka menggunakan pengaruhnya terhadap suku-suku di sana. Kesuksesan propaganda kaum Quraisy di antara rakyat itu membuat kaum Muslimin sekali lagi harus berjaga-jaga dan waspada. Dari semua sudut mereka dikepung oleh musuh, dan bahkan dari orang-orang di dalam kota Madinah sendiri, yang juga telah memendam permusuhan yang dibakar dan dihasut oleh 'Abdullah bin Ubayy, tetap berlangsung terus. Walaupun nampaknya kompak, tapi kaum Yahudi ini tidak bisa dipercaya sepenuhnya. Karenanya kaum Muslimin harus berhati-hati serta waspada terhadap keamanan mereka. Serangan bisa saja terjadi sewaktu-waktu dari tempat yang tidak terduga, begitu pula pengkhianatan dari dalam.
Pasukan kecil Quraisy biasa keluar untuk tujuan merampok dan menggasak daerah-daerah hingga ke daerah pinggiran kota Madinah. Satu kelompok dari mereka menunggang unta-untanya bahkan dari lapangan rumput di dalam kota. Terbukti, sejak saat Pengungsian, mereka ingin sekali mencari kesempatan untuk membuat keonaran dan membasmi Islam dengan pedang. Mereka sudah membuat persiapan untuk menyerang Madinah. Situasi demikian memerlukan kewaspadaan setiap Muslim. Wahyu Ilahi telah diterima dan mengizinkan untuk menghunus pedang demi mempertahankan diri. Firman Qur'an Suci dalam hubungan ini cukup dimengerti, dan ini melahirkan kritikan tajam yang menodai Islam, kadang-kadang dan sering kali dicap sebagai agama pedang. Qur'an Suci berfirman: "Perang diizinkan kepada orang-orang yang diperangi sebab mereka ditindas" (22:39). Dan di tempat lain di dalam Qur'an juga dikatakan: "Berperanglah di jalan Allah melawan mereka yang memerangi kamu, tapi janganlah kamu melanggar batas" (2:190). Jadi perang itu dibatasi oleh dua kondisi. Itu boleh dilakukan hanya dalam mempertahankan diri, dan harus segera dihentikan jika itu telah usai. Di bawah perintah Qur'an Suci, karenanya kaum Muslim tidak boleh melakukan penyerangan. Dia harus menanti hingga musuh menyerang terlebih dulu. Sekian banyak peperangan yang pernah dilakukan; kemudian, pada setiap tingkat tindakkannya, dia harus mengamati terlebih dulu dengan seksama demi pertahanan diri, jadi jika musuh cenderung pada perdamaian, dia harus bersedia untuk menjumpai mereka lebih dari setengah perjalanan, di sana harus menunda permusuhan pada waktu itu juga. Dia tidak boleh "melampaui batas".


Tolong sebutkan SUMBER REFERENSINYA.
Kalau tulisan itu berasal dari Haekal, tolong sebutkan dari mana Haekal mendapatkan itu.

Logikanya, seorang sejarawan yang hidup ratusan tahun kemudian haruslah merujuk pada tulisan orang-orang sebelumnya. Bila tulisan di atas tidak ada rujukan sahihnya, maka tulisan di atas adalah BUALAN dan tidak bisa dipercaya sebagai fakta sejarah, sama seperti kisah Muhammad dengan Pengemis Buta yg juga bualan.


Ya udah tunjukkan aja bukti yang sampeyan punya, biar kita cek, sampeyan memalsukan kisah apa tidak?


Penyerangan Kaybar

Ayulestari wrote:Penyerangan Khaybar dikarenakan kebencian yahudi tehadap islam:


Sebenarnya siapa yang lebih dulu membenci? Siapa yang mengatakan: “Barangsiapa bertemu orang Yahudi, bunuh dia!”

Khaybar diperangi karena kota itu kaya makanan dan harta karun peninggalan bani Nadir juga ada di sana. Ini rujukannya;

[Tabari, vol.viii, p.117]:
Di masa kemarau besar di Medina saat itu, sekelompok orang B. Aslam yang baru saja memeluk Islam menghadap Muhammad untuk minta bantuan. Tapi Muhammad tidak punya apa2 untuk membantu mereka. Jadi dia berdoa pada Allah agar mereka bisa menjarah perbentengan kaum Yahudi Khaybar yang banyak harta, termasuk pertanian mereka yang hijau subur. Dia berkata, “O Tuhan, Kau tahu keadaan mereka – bahwa mereka tidak punya kekuatan dan aku tidak punya apapun untuk kuberikan pada mereka. Bukalah bagi mereka (kesempatan menyerang) bagian terbesar perbentengan Khaybar, yang paling kaya akan makanan dan daging berlemak.”


saya belum mencek kebenaran tulisan sampeyan yang ini, tapi kelihatan nya yang ditanda kurung itu tambahan dari siapa ya?

Saya tau pasti ada kata-kata yang juga diplesetkan disini, seperi sirat Ibn Ishq diatas.



Ayulestari wrote:Perang Khaibar datang setelah perjanjian Hudaibiyah yang terjadi di tahun ketujuh setelah Hijrah, namun lantaran adanya hubungan antara Yahudi dan Islam, ini tidak keluar dari tempat ini. Ketika dikucilkan dari Madinah, sebagian besar kaum Bani Nadir, khususnya para pemimpin mereka, tinggal di Khaibar, benteng kekuatan Yahudi di negeri Arab, yang berjarak 200 mil dari Madinah. Di sini mereka memegang tampuk kekuasaan dan membangun benteng dengan kokohnya. Sewaktu kedatangan Banu Nadir, bibit permusuhan terhadap Islam sudah nampak di dalam. Dalam kesempatan perang Ahzab, mereka membangkitkan semangat orang-orang Makkah untuk melawan Islam, yakni suku Ghatafan dan suku-suku Badui dan bahkan memepreoleh bantuan kerjasama dari Banu Quraizah. Dengan gagalnya ekspedisi tentara ke Ahzab, kekuatan kaum Muslimin semakin mantap dan kuat di Madinah. Kedengkian kaum Yahudi karenanya semakin menjadi-jadi. Mereka mengadakan hubungan rahasia dengan 'Abdullah bin Ubayy, pemimpin kaum munafik, yang memberikan jaminan kepada mereka bahwa mereka pasti dapat menghancurkan kekuatan Islam. Di tahun keenam Hijriah, Nabi Suci dihalang-halangi oleh orang-orang Makkah untuk menunaikan ibadah Hajji, kemudian mengadakan gencatan senjata dengan mereka dalam keadaan yang agak memalukan. Ini ditekankan lebih dalam lagi oleh kaum Yahudi dari Khaibar guna melemahkan kekuatan kaum Muslimin dan mereka mulai menyegarkan harapan yang dapat mengakibatkan timbulnya kehancuran Islam. Mereka sekali lagi memperkuat persekongkolan dengan suku Ghatafan yang sedikit mengerahkan pasukannya menuju Madinah. Hasil penyeldikan tentang rencana jahat mereka telah sampai kepada Nabi Suci, yang setelah membuktikan kebenaran laporan itu, langsung mengirim 1600 tentara ke Khaibar. Di tengah perjalanan antara Khaibar dan Ghatafan terletaklah daerah yang bernama Raji'. Karena mempunyai latar belakang yang strategis, tempat ini dipilih sebagai basis dan untuk gerak memotong semua jalur hubungan antara dua tempat itu. Karena tidak ada bantuan dari suku Ghatafan yang datang. Yang belakangan ini sadar akan kesalahan mereka dengan menahan serangan mereka sendiri dan merasa terpusat kepada perhitungan mereka sendiri. Dikira kaum Yahudi akan membatalkan perlawanan dan akan menyerah. Tapi karena kaum Muslimin mendapat kemajuan di Khaibar, ternyata kaum Yahudi telah mempersiapkan segala sesuatunya untuk melakukan pertempuran keras. Pertempuran pun dimulai; beberapa benteng pertahanan direbut oleh kaum Muslimin. Tapi satu benteng yang disebut Qamus, perbentengan yang sangat kuat dan berpenghuni, baru bisa dibongkar selama kurang lebih dua puluh hari, yang akhirnya ini pun tunduk di hadapan serangan gencar yang langsung dipimpin oleh 'Ali. Setelah menyerah, kaum Yahudi meminta agar tanah yang mereka tinggalkan bisa tetap menjadi milik mereka dengan syarat bahwa separo dari hasil buminya dijadikan sebagai upeti. Permintaan itu dikabulkan dan kaum Yahudi diizinkan untuk menguasai pemilikan tempat itu walaupun Nabi Suci tahu bahwa mereka tidak akan menghentikan perbuatan salah mereka.


Berikan referensinya, dan tunjukkan sumber tulisan tertua mana yang dipakai sebagai rujukan tulisan di atas.


sampeyan yang ngatain nabi muhammad perampok, seharusnya sampeyan yang punya bukti, ayo silahkan tunjukkan!!


Muhammad kawin karena BIRAHI


Ayulestari wrote:Makanya Ayu mengatakan Orang kafir selalu kalau yang namanya menikah yang dipirkan hanya Ngeseknya doang, apa kafir memang pikirannya hanya kepada Nafsu birahi aja? Tidak dilihat kenapa Nabi menikah?


Banyak dari kalangan muslim yang menyangka Abu Bakar-lah yang meminta Muhammad menikahi Aisyah. Padahal, Muhammad-lah yang memaksa Abu Bakar menyerahkan putrinya.


Lihat yang dibold, apakah ada kalimat pemaksaan yang dilakukan nabi didalam hadis tersebut?

Lihat bukti kepalsuan yang sampeyan tulis, ayo akui saja sampeyan memang melakukan pemalsuan Hadis,

coba sampeyan jelaskan kata berhak dibawah yang ayu gedein itu ada kaga dalam hadis tersebut? Atau apa sampeyan memang tidak bisa membedakan kata "Berhak" dan kata "Halal"?. Sampeyan bisa menipu para kafir yang memang tidak punya kitab hadis dirumah mereka, apa sampeyan pikir bisa menipu muslim dengan cara licik sampeya? Berubahnya kata Halal menjadi kata Berhak, sudah membuat negatif persangkaan orang yang membaca.


Sahih Bukhari 7.62.18
Diceritakan 'Ursa: Nabi meminta Abu Bakr utk menikahkan Aisyah padanya. Abu Bakr berkata “Tapi aku saudaramu.” Nabi berkata, “Kau saudara hanya dalam agama Allah dan Kitabnya, tapi dia (Aisyah) berhak bagiku utk dinikahi.”





Dan apa yang diajarkan Muhammad pada pengikutnya?



Sahih Bukhari. Vol 7, Book 62. Wedlock, Marriage (Nikaah). Hadith 017.
Dinarasikan oleh Jabir bin 'Abdullah :
Ketika aku menikah, Rasulullah berkata kepadaku: "Anak perempuan yang bagaimanakah yang telah kau nikahi?" Aku menjawab, "Aku telah menikahi wanita setengah baya." Rasulullah berkata, "Kenapa kamu tidak mencari para perawan agar kamu bisa menimang-nimang mereka?" Jabir juga berkata: Rasulullah berkata, "Kenapa kamu tidak mengawini anak-anak supaya kamu bisa bermain dengannya dan dia bermain denganmu?"


Kalau Ayu masih menganggap Islam itu benar, berarti Ayu sudah MATI ROHANI.

Sesuatu yang BEJAT sudah pasti salah, jadi jangan lagi mempersoalkan dogma agama lain, karena yang lebih penting saat ini untuk dibahas adalah agama kita sendiri, yaitu Islam.


Saya bertanya kepada sampeyan, Apakah Wanita Setengah Baya itu = Janda? Apa sampeyan tau istri jabir itu adalah seorang janda? benarkah Hadist yang sampeyan kutip itu berbunyi demikian?


Volume 7, Buku 62, Number 17:
Riwayat Jabir bin Abdullah: Ketika saya menikah, Rasul Allah berkata kepada saya, "Apakah wanita yang anda Kawini? "Aku menjawab," Aku telah menikah dengan seorang janda” Dia berkata, "Kenapa, Apakah kamu tidak menyukai wanita perawan dan belaian untuk mereka?" Jabir juga berkata:" Rasulullah berkata, "Mengapa kamu tidak menikahi gadis muda, sehingga Anda dapat bermain dengan dia dan dia dengan anda?"

Nah kelihatan disini kehebatan Sampeyan dalam memplesetkan Hadis

1. Janda sampeyan samakan dengan Wanita Separuh Baya
2. Wanita sampeyan samakan dengan Anak Perempuan
3. Belaian sampeyan samakan dengan Menimang-nimang
4. Nikah sampeyan samakan dengan Kawin
5. Gadis Muda sampeyan samakan dengan Anak-anak


Tidak salah lagi, sampeyan lah dadjal yang diramalkan Nabi Muhammad, pantas saat nabi ditanya dimana kemunculan dadjal, nabi menunjuk kearah timur, yang mungkin artinya Indonesia.
Ayulestari
 
Posts: 241
Joined: Tue Feb 24, 2009 6:58 am

Re: Meluruskan Cara Berpikir Muslim yang ****

Postby Foxhound » Mon Mar 16, 2009 7:50 am

Ayulestari wrote:Benar, Allah berada disatu titik, dan dia satu yaitu Tauhid, dan satu titik itu adalah Arasy atau singga sananya.


Menurut Ayu, apakah YHWHnya Israel dan AwlohSWTnya Arab adalah sosok yang sama?
User avatar
Foxhound
 
Posts: 5450
Joined: Sun Mar 18, 2007 6:02 pm
Location: FFI

Re: Meluruskan Cara Berpikir Muslim yang ****

Postby Ayulestari » Mon Mar 16, 2009 8:24 am

Ayulestari wrote:Benar, Allah berada disatu titik, dan dia satu yaitu Tauhid, dan satu titik itu adalah Arasy atau singga sananya.

Foxhound wrote:Menurut Ayu, apakah YHWHnya Israel dan AwlohSWTnya Arab adalah sosok yang sama?



Akang Perhatikan yang akang Quote, jangan entar ayu jawab malah, ayu dituduh tidak konek dengan pertanyaan, malah dibilang ditanya A dijawab B ditanya B dijawab C, jadi mohon perhatikan dulu yang di akang Quote trus baru tanyakan sesuai apa yang akang Quote.
Ayulestari
 
Posts: 241
Joined: Tue Feb 24, 2009 6:58 am

Re: Meluruskan Cara Berpikir Muslim yang ****

Postby Foxhound » Mon Mar 16, 2009 11:10 am

Ayulestari wrote:Akang Perhatikan yang akang Quote, jangan entar ayu jawab malah, ayu dituduh tidak konek dengan pertanyaan, malah dibilang ditanya A dijawab B ditanya B dijawab C, jadi mohon perhatikan dulu yang di akang Quote trus baru tanyakan sesuai apa yang akang Quote.


Simple, Tuhan itu Tauhid, tuhan itu cuma satu kan?

Kalau tuhan cuma satu, apakah sosok YHVH Israel dan AllohSWT Arab adalah sosok yang sama. Ataukah sosok yang sama dengan pemahaman berbeda antara Yahudi/Kristen dengan Arab/Islam?
User avatar
Foxhound
 
Posts: 5450
Joined: Sun Mar 18, 2007 6:02 pm
Location: FFI

Re: Meluruskan Cara Berpikir Muslim yang ****

Postby Ayulestari » Mon Mar 16, 2009 12:29 pm

Foxhound wrote:Akang Perhatikan yang akang Quote, jangan entar ayu jawab malah, ayu dituduh tidak konek dengan pertanyaan, malah dibilang ditanya A dijawab B ditanya B dijawab C, jadi mohon perhatikan dulu yang di akang Quote trus baru tanyakan sesuai apa yang akang Quote.


Ayulestari wrote:Simple, Tuhan itu Tauhid, tuhan itu cuma satu kan?

Kalau tuhan cuma satu, apakah sosok YHVH Israel dan AllohSWT Arab adalah sosok yang sama. Ataukah sosok yang sama dengan pemahaman berbeda antara Yahudi/Kristen dengan Arab/Islam?



Bacalagi tulisan duladi yang ayu Quote, dimohon sampeyan fokus kalau mau ikutan, kalau tidak lebih baik mingkem, soalnya ayu males entar ayu malah dibilang ditanya A dijawab B ditanya B dijawab C, jadi mohon perhatikan dulu.
Ayulestari
 
Posts: 241
Joined: Tue Feb 24, 2009 6:58 am

Re: Meluruskan Cara Berpikir Muslim yang ****

Postby iamthewarlord » Mon Mar 16, 2009 12:52 pm

Ayulestari wrote:
Bacalagi tulisan duladi yang ayu Quote, dimohon sampeyan fokus kalau mau ikutan, kalau tidak lebih baik mingkem, soalnya ayu males entar ayu malah dibilang ditanya A dijawab B ditanya B dijawab C, jadi mohon perhatikan dulu.


OOT: membaca gaya tulisan Ayu yg ini, terasa keluar maskulin nya :D:D
User avatar
iamthewarlord
 
Posts: 4494
Images: 6
Joined: Sun Feb 08, 2009 11:07 pm
Location: “Ibadah lelaki akan diputus dengan lewatnya keledai, wanita dan anjing hitam.” Muhammad.

Re: Meluruskan Cara Berpikir Muslim yang ****

Postby Foxhound » Mon Mar 16, 2009 3:18 pm

Ayulestari wrote:Bacalagi tulisan duladi yang ayu Quote, dimohon sampeyan fokus kalau mau ikutan, kalau tidak lebih baik mingkem, soalnya ayu males entar ayu malah dibilang ditanya A dijawab B ditanya B dijawab C, jadi mohon perhatikan dulu.


Emang lu biasa gak nyambung karena gak nyambung koq sekarang jadi ngambek... sy cuma mau tanya pendapat aja, bukan mau mendukung Duladi koq. Biasanya juga kamu OOT, gua kan masih belon OOT, cuma nimbrung pingin tanya dikit. Yang mau debat ama kamu ya siapa?

Ini topiknya kan "meluruskan cara berpikir muslim yang ****"... saya cuma mau tanya cara berpikir muslim. Kalau Tuhan itu Tauhid, YHVHnya Israel dan AwlohSWTnya Arab itu sama atau nggak, gitu doank...

Muslimin...muslimah... di mana-mana sama aja... berani teriak2 Tuhan itu Tauhid, tapi ditanya soal AwlohSWT tidak pernah bs tegas menjawab... kenapa ya? :rolleyes:
User avatar
Foxhound
 
Posts: 5450
Joined: Sun Mar 18, 2007 6:02 pm
Location: FFI

Re: Meluruskan Cara Berpikir Muslim yang ****

Postby Jibaok » Mon Mar 16, 2009 3:50 pm

pir, pir, pir, pastikan apa ertikata TAUHID supaya jangan keliatan **** dengan mengeluarkan istilah **** "Tuhan itu Tauhid", kix kix kix kix .... ](*,)
Jibaok
 
Posts: 1335
Joined: Tue Sep 04, 2007 1:08 pm

Re: Meluruskan Cara Berpikir Muslim yang ****

Postby Duladi » Mon Mar 16, 2009 4:29 pm

Kristen Sejati dan Kristen Bidah

Ayulestari wrote:Kalau kitab suci tidak pernah mengatakannya? kenapa harus kita ciptakan Dia diotak kita? Keimanan kepada tuhan yang tidak berdasar itu berarti hanya dogma bid ah dan bid ah adalah sesat.


Tanya,

Kitab suci apa yang Ayu maksud?
Dan siapakah bidah? Apakah orang Kristen adalah bidah, sedangkan Ayu adalah Kristen Sejati?

Tolok ukur benar dan salah: Dogma ataukah Moralitas?

Ayu men-judge dogma agama lain salah, berdasarkan apa? Berdasarkan ketidakmengertian Ayu terhadap kitab suci orang lain. Kalau kita mau jujur, sebenarnya kita tidak bisa menentukan apakah sebuah dogma yang dianut suatu agama itu PASTI SALAH atau PASTI BENAR, tetapi nanti setelah kiamat barulah kita dapat tahu itu benar atau salah. Sedangkan untuk mengetahui sebuah moralitas itu SALAH atau BENAR, kita tidak perlu harus menunggu sampai kiamat tiba, saat ini juga kita sudah dapat menentukannya.

Itulah kenapa saya katakan, bahwa Islam sudah pasti salah, sedangkan agama lain belum tentu salah.

Kita tidak perlu menjadi seorang PROFESOR untuk mengetahui mana agama yang salah, cukup dengan bekal HATI NURANI saja, kita dapat mengetahuinya saat ini juga.
Dan kita juga tidak perlu menunggu sampai kiamat tiba untuk mengetahui mana agama yang salah, karena dengan menguji ajaran moralnya kita dapat tahu, apakah agama itu salah atau benar.


Nah, Bagaimana bila kita disodori sebuah ajaran: "Jagalah penismu, kecuali terhadap istri dan pelayan-pelayanmu." (QS 23:5-6)
atau, "Kawinlah sebanyak 2, 3 atau 4, atau bila takut tidak mampu menafkahi, setubuhi pelayan saja." (QS 4:3)
"Pukullah istrimu" (QS 4:34), "Kurunglah sampai mati" (QS 4:15), "Merampok itu halal" (QS 8:69, QS 48:20), "Di surga, pria Muslim akan dihadiahi cewek-cewek cantik" (QS 52:17-20, QS 56:22-24), "Bunuh orang-orang kafir yang ada di sekitarmu" (QS 9:123, QS 9:5)

Kita tidak perlu menunggu kiamat tiba untuk memastikan ajaran di atas itu BENAR atau SALAH, saat ini juga, detik ini juga, kita sudah bisa menentukannya, bahwa yang demikian itu SUDAH PASTI SALAH...!!!

Seperti yang saya bilang di atas, Islam itu SUDAH PASTI SALAH, karena dengan melihat dari ajaran-ajaran moralnya itu kita tidak perlu berandai-andai lagi mengharapkan "jika Islam benar". Mustahil Islam benar, karena Islam sudah PASTI SALAH dengan melihat moralitas ajarannya.

Dogma bisa kita kesampingkan, karena kita yang hidup pada saat ini tidak bisa memastikan benar dan salahnya, untuk mengetahui itu benar atau salah kita hanya bisa menunggu sampai kiamat tiba. Sedangkan untuk mengetahui sebuah ajaran moral itu SALAH atau TIDAK, kita tidak perlu menunggu sampai kiamat. Maka, langkah pertama yang harus muslim tempuh adalah KELUAR DULU DARI ISLAM. Soal mau memeluk agama yang mana, itu urusan belakangan. Semua agama non-Islam mengajarkan KEBAIKAN, hanya berbeda dalam dogmanya saja. Agama-agama lain di luar Islam masih ada kemungkinan SELAMAT, sementara ISLAM sudah pasti TIDAK SELAMAT karena Islam itu SALAH.

Dengarlah baik-baik: Islam sudah pasti salah. Untuk mengetahui itu kita tidak perlu menjadi sarjana S3 atau harus menunggu sampai kiamat tiba. Dengan menilik ajaran moralnya kita dapat menentukan saat ini juga, bahwa ISLAM ITU SALAH.

Islam mencontoh keburukan-keburukan manusia di masa lalu, dan tidak mencontoh yang baik-baiknya

Ayulestari wrote:Kesalahan dan benar kan hanya Tuhan yang tahu, apa sampeyan akan mengatakan Ibrahim bejad karena telah menyembelih anaknya Ishaq?


Untuk pernyataan pertama, saya setuju bahwa DOGMA itu benar atau salah HANYA TUHAN yang tahu. Karena itulah kita tidak bisa menghakimi dogma agama lain dan menyatakannya "PASTI SALAH". Sedangkan sebuah MORALITAS itu benar atau salah, tidak hanya Tuhan saja yang tahu, tapi manusia pun tahu karena manusia sudah dibekali HATI NURANI oleh Tuhan agar kita bisa membedakan mana baik dan mana buruk. Ketika saya sodori ajaran-ajaran bejat dari Islam, sampeyan lalu mencari pembenaran dengan mengambil sampel perbuatan orang-orang zaman dahulu. Jadi, dengan mencontoh Ibrahim, Islam merasa benar "menyembelih" orang-orang kafir? Ibrahim tidak mendirikan sebuah agama, dan Ibrahim tidak pernah mengajarkan kepada para pengikutnya agar para orang tua menyembelih anak-anaknya. Tetapi Islam mengajarkan hal-hal bertentangan dengan nurani, dari situ kita tahu bahwa ISLAM itu SALAH. Untuk mengetahui sebuah agama itu BENAR ataukah SALAH, bukan dari dogmanya, melainkan dari AJARAN MORALNYA.

Ayulestari wrote:Kalau bicara soal moral menurut penilaian manusia, Ibrahim membunuh anak = bermoral bejad, Bapa mengutuk Ular yang tidak bersalah = Bejat, Yakub menipu Ishaq = Bejad, Musa Membantai orang amalek beserta seluruh binatang ternak = bejat. Kebejatan tersebut dilihat dari ukuran moral manusia, manusia tidak mengetahui apa-apa yang terbaik bagi dirinya, orang - orang kafir saat zaman Nabi Musa akan berkata sama seperti perkataan sampeyan.


Tanya,
jadi kafir tidak berhak mempertanyakan MORALITAS ISLAM, tapi muslim berhak mempertanyakan MORALITAS KAFIR?

Kafir pakai baju seksi dibilang BEJAT/PORNO, sementara MUSLIM yang gonta-ganti istri, mengawini anak di bawah umur dan menyetubuhi pelayannya tidak boleh dibilang BEJAT?

Islam diklaim sebagai AGAMA SEMPURNA, agama PENYEMPURNA.
Tapi Ayu di sini sudah memberitahu kita bahwa Islam itu meniru kebejatan orang-orang zaman dahulu, seperti Ibrahim yang membunuh anak, menipu orang tua, dan pembantaian besar-besaran, semuanya itu yang ditiru oleh Islam. Jadi di manakah LETAK SEMPURNA-nya Islam? Kalau hal-hal yang SALAH itu malah dianggap BENAR oleh Islam?
Kalau yang dilestarikan oleh Islam adalah hal-hal buruknya, dan bukan yang baik-baiknya, di manakah letak sempurnanya?


Tentang Yakub menipu Ishak, itu memang sebuah perbuatan salah, dan tidak ada seorang pun yang membenarkan perbuatan demikian, termasuk Tuhan. Herannya, Ayu sebagai muslim menganggap perbuatan menipu itu sebagai perbuatan yang benar, dan dengan itu Ayu hendak membenarkan KEBEJATAN ISLAM? Bukankah benar apa yang saya katakan, bahwa Islam mencontoh perbuatan yang buruk dan tidak mencontoh perbuatan yang baik? Kenapa Islam tidak mengikuti ajaran Adam, yaitu monogami, dan malah mengikuti ajaran orang-orang sesudahnya yang meniru nafsu binatang? Kenapa Islam mencontoh Kain yang suka membunuh? Ajaran-ajaran yang dibawa oleh Islam merupakan kristalisasi dari AJARAN-AJARAN JAHAT orang-orang terdahulu.

Ayulestari wrote:Makanya sampeyan saya katakan, jika sampeyan berpendapat Hati nurani sampeyan sudah cukup untuk menilai kebejatan, itu sama saja sampeyan sedang Mendikte Tuhan


Saya tidak mendikte Tuhan, karena buat saya, ajaran Islam bukan ajaran Tuhan.

Pertanyaan: Dari mana Ayu bisa sampai begitu yakin bahwa ajaran-ajaran bejat Islam itu memang berasal dari Tuhan? Apakah di zaman Muhammad, Tuhan pernah menyatakan diriNya disaksikan oleh orang-orang Arab sebagai bukti kalau Tuhan memang memberi ajaran-ajaran itu pada Muhammad? Tidakkah Ayu seharusnya sadar, kalau Muhammad hanyalah nabi palsu sekelas Lia Eden atau Ahmad Mozadeq? Mana buktinya bahwa Tuhan benar-benar mengutus mereka? Bukankah semuanya itu cuma hasil ngibul?

Ayulestari wrote:Hati Nurani siapa saja akan menilai Ibrahim manusia bejat yang mencoba membunuh anak sendiri


Benar, itu memang bejat. Dan alhamdulillah Ibrahim tidak pernah melakukannya, itu hanya suatu ujian dari Tuhan belaka. Tuhan tidak pernah membenarkan perbuatan itu.

Ayulestari wrote:suatu kebejatan tidak bisa diukur dengan hati nurani sampeyan yang sempit, apa sampeyan pikir otak sampeyan sudah sekelas profesor sehingga sampeyan mau menilai ukuran kebejatan sesuai nurani sampeyan yang sempit itu?


Untuk dapat mengetahui suatu agama itu BENAR atau SALAH, kita tidak perlu menjadi profesor.
Cukup dengan menilik AJARAN-AJARAN MORAL yang diajarkan oleh agama itu, kita akan tahu, apakah agama itu SALAH ataukah BENAR.


Ayulestari wrote:Kebenaran Abadi bukan diukur oleh Nilai Moral manusia


Sebuah pengakuan jujur dari Ayu, kalau ISLAM itu BUTA ROHANI, sehingga tidak bisa mengukur nilai moral seseorang.
Maka dari itu, muslim tidak berhak protes terhadap Israel yang membombardir Gaza sehingga banyak anak-anak Palestina yang mati. Karena ukuran bejat atau tidak bejat bukan muslim yang menentukannya, melainkan Tuhan. Itulah konsekuensinya, kalau menurut Ayu manusia tidak berhak menentukan benar atau salahnya sebuah moralitas.

Kalau semisal saat ini, saya culik anak tetangga yang masih berumur 9 tahun, kemudian saya setubuhi dia, itu TIDAKLAH BEJAT, karena KEBENARAN ABADI bukan diukur oleh NILAI MORAL MANUSIA.

Kalau saat ini saya tiba-tiba memancung kepala 3 siswi muslim, itu TIDAKLAH BEJAT, karena KEBENARAN ABADI bukan diukur oleh NILAI MORAL MANUSIA.

Kalau saat ini saya meniduri babu saya, dan istri saya protes, saya lalu bersumpah tidak akan menidurinya lagi, tapi kemudian saya mendapat wahyu dari Jibril bahwa saya tidak seharusnya mengharamkan apa yang dihalalkan Tuhan demi untuk menyenangkan hati istri saya. Saya diperbolehkan membatalkan sumpah saya dan saya dihalalkan juga meniduri babu-babu saya. Itu TIDAKLAH BEJAT, karena KEBENARAN ABADI bukan diukur oleh NILAI MORAL MANUSIA.

Alquran dan Ilmu Pengetahuan

Kalau menurut Ayu, Alquran itu adalah BUKU RAHASIA IPTEK, yang menyingkap hal-hal baru yang belum diketahui oleh orang-orang pada masa Muhammad, nah, sekarang buktikan bahwa Ayu bisa menemukan 1 TEMUAN IPTEK berdasarkan ayat Alquran. Ingat! Jangan mengambil temuan IPTEK yang sudah ada lalu Ayu mencocokkannya dengan Alquran, tapi temukan sendiri IPTEK yang benar-benar baru dan belum pernah ditemukan oleh ilmuwan mana pun, berdasarkan ayat Alquran yang Ayu baca.

Ayulestari wrote:Lihat yang saya Bold, itulah bukti kedangkalan sampeyan berfikir, Ayu tidak pernah mengatakan Al-Quran adalah BUKU RAHASIA IPTEK".


Kalau bukan buku rahasia iptek, lalu kenapa Ayu membangga-banggakan Alquran sebagai buku pengungkap IPTEK?
Muslim kerap membanggakan kalau di zaman Muhammad belum ada orang yang tahu IPTEK, tapi Muhammad sudah mengungkapkannya di dalam Quran. Nah, untuk membuktikan bahwa benar Quran itu berisi RAHASIA IPTEK, silakan Ayu temukaan 1 saja, IPTEK BARU yang benar-benar BARU yang belum pernah ditemukan oleh ilmuwan mana pun berdasarkan ayat Alquran. Kalau Ayu tidak bisa, maka apa yang diklaim oleh muslim modern (muslim abad 20) adalah BUALAN, dan semata-mata itu hanyalah cerminan dari DEPRESI MENTAL. Karena muslim mulai menyadari betapa bodohnya keimanan mereka kepada Islam, sehingga mereka mencoba mencari-cari apa saja yang bisa dipakai atau ditunjukkan sebagai BUKTI KEHEBATAN ISLAM, walau itu hanya tipuan pikiran belaka.

Kalau Kristen Benar, Muslim Tetap Selamat?

Ayu harus menggunakan nalar yang cerdas. Apabila agama Kristen benar, berarti Muhammad adalah nabi palsu, karena dia telah mengatakan yang salah tentang Yesus. Logikanya, kalau Muhammad itu nabi asli utusan Tuhan, tentu dia akan tahu siapa Yesus sebenarnya. Jadi, bila Kristen benar, otomatis Ayu tidak akan selamat karena Ayu adalah pengikut nabi palsu.

Ayulestari wrote:Sepertinya sampeyan salah, soalnya kalau agama kristen benar, maka semua agama termasuk kristen masuk neraka, dan hanya sampeyan doang yang masuk surga hahahahaha...... Karena tuhan harus manut sama otak sampeyan, ini jelas ucapan seorang dadjal, Pantas nubuat Nabi tentang kedatangan dadjal muncul di wilayah timur, ga taunya memang di Indonesia


Ayu tidak bisa membantah lagi, bahwa apabila Kristen benar, berarti Muhammad adalah NABI PALSU, karena dia telah mengatakan yang salah tentang Yesus.
Logikanya, kalau Muhammad itu nabi asli utusan Tuhan, tentu dia akan tahu siapa Yesus sebenarnya. Jadi, bila Kristen benar, otomatis Ayu tidak akan selamat karena Ayu adalah pengikut nabi palsu.

Ayulestari wrote:Makanya itu sampeyan membuat orang kristen tertawa karena orang kristen tidak sebodoh pola pikir sampeyan yang mengambil kesimpulan Nabi Muhammad masuk neraka karena tidak mengakui Yesus Anak, dan Juru Selamat, padahal sudah dibilang sejak kemarin-kemarin bahwa Nabi Muhammad mengakui bahwa Yesus adalah Anak Allah dan Juruselamat. Sampeyan bicara seperti seorang manusia yang ilang ingatan, tulisan sendiri sampe lupa


Benarkah Muhammad mengakui Yesus Anak Allah? Tolong tunjukkan ayatnya dari Alquran.
Kalau Ayu beranggapan Anak Allah = Nabi, coba Ayu jawab: Pernahkah seorang nabi berkata, "Aku sudah ada sebelum abraham"
“Aku akan membangkitkan orang mati pada akhir zaman dan menghakimi setiap orang menurut perbuatannya masing-masing?”
Atau, “Bukan setiap orang yang memanggil-manggil aku: “Tuhan, Tuhan, akan selamat, melainkan orang yang menjadi pelaku firman.”

Kalau Ayu masih tetap ngotot dan tidak bisa menerima paham/dogma Kristen ini, hal ini bisa diabaikan. Karena seperti yang saya bilang, benar atau salahnya dogma itu penentuannya nanti setelah kiamat. Dan untuk saat ini, kita bisa mengetahui sebuah agama itu SALAH atau BENAR dari AJARAN MORALNYA. Kita sudah sama-sama tahu kalau ISLAM itu SUDAH PASTI SALAH, karena mengajarkan hal-hal yang bejat. Tentang agama lain, kita tidak bisa mengatakannya PASTI SALAH, karena yang itu tidak bisa kita tentukan saat ini melainkan menunggu kiamat tiba.

Awloh TIDAK MAHA TAHU

Apakah di Alquran tertulis: Apakah kamu mengira Allah belum mengetahui bla-bla-bla... ??

Ayulestari wrote:Ada silahkan baca dengan mata sampeyan yang picek itu.
QS 9:16. Apakah kamu mengira bahwa kamu akan dibiarkan, sedang Allah belum mengetahui orang-orang yang berjihad di antara kamu dan tidak mengambil menjadi teman yang setia selain Allah, RasulNya dan orang-orang yang beriman. Dan Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan.

Perhatikan kalimat yang dibold


"Kamu mengira bahwa kamu akan dibiarkan"
...bukan...
"Kamu mengira Allah belum mengetahui"

Memang Awloh "tidak mahatahu". Bandingkan dengan ayat karangan Muhammad yg lain:

QS 7:52. Dan sesungguhnya Kami telah mendatangkan sebuah Kitab (Al Quran) kepada mereka yang Kami telah menjelaskannya atas dasar pengetahuan Kami; menjadi petunjuk dan rahmat bagi orang-orang yang beriman.

Orang yang pengetahuannya terbatas akan mengatakan: "Atas dasar pengetahuan kami", karena ada hal-hal lain yang tidak diketahuinya.


Alquran karangan Muhammad, bukan FIRMAN dari TUHAN

Ayu wrote:Perhatikan dong
QS 6:104. Sesungguhnya telah datang dari Tuhanmu bukti-bukti yang terang; maka barangsiapa melihat, maka (manfaatnya) bagi dirinya sendiri; dan barangsiapa buta (tidak melihat kebenaran itu), maka kemudharatannya kembali kepadanya. Dan aku (Muhammad) sekali-kali bukanlah pemelihara(mu).[/color

Jika Muhammad yang didalam kurung dihapus maka kata "Aku" dijadikan huruf besar maka akan seperti ini:

QS 6:104. Sesungguhnya telah datang dari Tuhanmu bukti-bukti yang terang; maka barangsiapa melihat, maka (manfaatnya) bagi dirinya sendiri; dan barangsiapa buta (tidak melihat kebenaran itu), maka kemudharatannya kembali kepadanya. Dan Aku sekali-kali bukanlah pemelihara(mu).


Jadi, itu pengakuan awloh kalau awloh BUKAN PEMELIHARA MUSLIM? Pintar. Ayu jujur, sedangkan penerjemah tidak jujur.

Ayu wrote:QS 70:40. Maka aku bersumpah dengan Tuhan Yang memiliki timur dan barat, sesungguhnya Kami benar-benar Maha Kuasa.

Apanya yang susah untuk memahami ayat itu, Aku disana adalah Allah, dan Kami disana adalah Allah.


Ayu masih tidak percaya bahwa "KAMI" adalah Muhammad + Awloh (kadang juga + Jibril)? Perhatikan ayat ini:

QS 58:5
Sesungguhnya orang-orang yg menentang Allah dan Rasul-Nya pasti mendapat kehinaan. Sesungguhnya KAMI telah menurunkan bukti-bukti yg nyata. Dan bagi orang-orang kafir ada siksa yg menghinakan.

Analogi:

Ibu berkata: Kalian harus hormat kepada Ayah dan Ibu. Sesungguhnya kami adalah orang tua kalian dan pemelihara kalian.

Ayat-ayat Alquran diucapkan oleh Muhammad, dan sewaktu Muhammad mengucapkannya, dia memakai kata ganti "KAMI" sama seperti seorang ibu yang mengucapkan kalimat seperti contoh yang saya berikan di atas. Muhammad adalah seorang psikopat yang merasa dirinya "satu kesatuan" dengan AWLOH. Tidak ada NABI-NABI ASLI yang ketika berbicara kepada umatnya memakai kata "KAMI" untuk merujuk dirinya sebagai satu kesatuan dengan Tuhan yang mengutusnya. Tuhan pun tidak pernah menyampaikan firman lewat perantaraan nabi-nabiNya dengan model kalimat seperti ayat-ayat ciptaan Muhammad itu, di mana awloh dan rasulnya ditulis sejajar. Coba temukan dalam Taurat, adakah Tuhan berkata: "Tuhan dan nabinya" atau "Tuhan dan Musa" ??? Musa juga tidak pernah berkata: "Kami (=Tuhan dan aku)".

Dengan menilai gaya ucapan awloh di dalam Alquran saja akhirnya kita tahu kalau ayat-ayat Alquran itu adalah firman palsu. Ayat-ayat Alquran itu adalah karangan Muhammad, yg dengan otak setannya telah menyetarakan dirinya dengan awloh, tuhan bonekanya sehingga Muhammad berani memakai kata ganti "KAMI" untuk menunjuk "awloh & dirinya sendiri".

Ayulestari wrote:Misalnya seseorang akan menikah tanggal 7 juni 2009, ingat sekali lagi ini rahasia maka jika ditanya kapan kamu kawin,

Misalnya jawabnya adalah mudah-mudahan dalam waktu dekat, jadi dalam bahasa arabnya mudah-mudahan yang sudah pasti ini digunakan kata "Ngasa" menjelaskan bahwa itu rahasia atau Qadar tidak disebutkan, maka kata ngasa adalah kata yang memang sudah pasti terjadi tapi rahasia, tapi jika kalimatnya begini:

Mudah-mudahan tanggal 7 juni 2009, itu baru menggunakan kata "Langala" bukan "Ngasa" karena mudah-mudahan disana tidak pasti tanggal 7 juni 2009 akan menikah, maka sama seperti Insya Allah (jika Allah menghendaki)

Semoga paham.


Sebagai pembanding, Tuhan dalam Taurat tidak pernah memakai kata "mudah-mudahan", kecuali manusia.
Adanya kata "mudah-mudahan" dalam Alquran yang sebelumnya telah diklaim sebagai firman Tuhan itu menunjukkan bahwa Alquran adalah firman palsu. Alquran adalah kata-kata karangan manusia, sebab Tuhan yang Sejati tidak pernah berkata "mudah-mudahan".

Sekali lagi, DOGMA ataukah MORALITAS?

Ayulestari wrote:Yang saya katakan perbedaan pendapat disini bukan masalah-masalah seperti itu, tapi masalah dasar Keimanan, kalau masalah Nabi muhammad meninggal diracun atau tidak, tidak akan menyebabkan Allah itu bukan tuhan dan Nabi muhammad bukan nabi, atau masalah umur, tetap semuanya kompak bahwa Muhammad itu adalah Nabi. Quran itu benda mati atau tidak? tetap Quran itu dipercaya Firman Allah"

Apapun sektenya semuanya kompak menjawab, siapa tuhan kalian? "Allah", Siapa rasul kalian "Muhammad" Apa kitab kalian " Semua menjawab Al-Quran" semua sekte baik itu Siah, Suni, NU, Muhammadiah, Ahmadiyah, Jil, Eden, Ahmad Musadek. dll.

Tapi jika kristen ditanya : Siapa Tuhan kalian : beberapa sekte menjawab Yesus, beberapa lagi Tritunggal, beberapa lagi menjawab Allah, beberapa lagi menjawab YHWH, beberapa lagi menjawab Setan, Beberapa lagi menjawab "api", beberapa lagi menjawab "dll".
Mana yang benar dari jawaban mereka?


Ada orang yang yakin bahwa Yesus itu Tuhan, dan ada juga orang yang tidak yakin. Dan itu tidak bisa kita tentukan saat ini BENAR dan SALAH-nya. Sepenuhnya tergantung pada hari kiamat, barulah kita akan tahu pastinya.

Sementara agama yang jelas-jelas mengajarkan: SETUBUHI PELAYAN adalah HALAL, Gantilah istrimu bila bosan, Pukullah istrimu, Laki-laki boleh tidak setia sedangkan wanita harus setia, harta rampokan itu halal, dst ... kita tidak perlu menunggu sampai KIAMAT tiba untuk tahu itu SALAH atau BENAR, saat ini juga kita sudah dapat menentukannya bahwa itu PASTI SALAH.

Sebab itulah, perdebatan masalah dogma tidak ada habisnya karena kita sendiri tidak tahu itu benar atau salah. Walaupun umat yang menganutnya punya alasan yang kuat untuk itu, tetap saja kita tidak bisa pastikan benar dan salahnya. Namun terhadap masalah MORAL, kita bisa menentukannya secara pasti, apakah ITU BENAR, apakah itu SALAH.

Apakah Ayu masih tidak mau menerima kenyataan ini, bahwa iSLAM sudah pasti salah, sedangkan agama lain belum tentu salah? Kesampingkan dulu persoalan dogma, karena persoalan dogma memang di luar jangkauan kita. Kenapa kita menutupi DIRI KITA SENDIRI YG SUDAH PASTI SALAH, dengan mengalihkan perhatian ke persoalan lain yaitu mencoba mengorek-ngorek dogma agama lain? Ibarat GAJAH di pelupuk mata tak tampak, sementara kuman di seberang lautan tampak. Sepertinya kita belum layak membahas dogma bila kita belum keluar dari Islam.

BULSHIT-BULSHIT AGAMA ARAB

Ayulestari wrote:Mana bukti sejarah yang mengatakan kalau kabah ada pada abad ke 4 masehi? Penyidik sejarah itu siapa? Kalau masalah monas itu sudah jelas, sejarah dan disana jelas tertulis kalau didirikan bukan direnofasi dan jelas bahwa sebelumnya disana memang tidak ada monas.


Begini saja, silakan Ayu buktikan bahwa Kabah sudah ada pada zaman Abraham. Tentang penyelidikan sejarawan yang menyatakan Kabah baru ada pada kisaran abad 4 Masehi, silakan Ayu baca di Resource Center tentang Kabah.

Tentang Menghakimi Umat Lain yang menjalankan Ibadah

Ayu wrote:Pelaranggaran hukum bukan dinilai dari Jahat atau tidaknya, tapi dari peraturan hukum yang telah disepakati bersama. Jika sampeyan ditilang karena tidak memakai Helm apa sampeyan akan mengatakan " Kenapa kamu menghukum saya? kamu pikir tidak pake helm suatu kejahatan?"


Masalahnya, apakah muslim yang MERUSAK RUMAH orang itu adalah POLISI?
Dan bagaimana Ayu bisa menyamakan MENILANG dengan MERUSAK?

Bukankah TINDAK PENGRUSAKAN itu adalah SEBUAH KEJAHATAN? Kenapa Ayu membenarkan perbuatan jahat itu? Kalau orang Kristen beribadah di rumah dianggap pelanggaran, orang muslim yang beribadah di rumah dengan mengundang banyak tamu seperti tadaruss, jamiyah, atau pengajian juga PELANGGARAN. Dan kalau kemudian orang-orang dari agama lain ngamuk dan MERUSAK RUMAH orang muslim, Ayu tidak berhak protes karena yang namanya kejahatan tidak dinilai dari jahat atau tidaknya, tapi dari peraturan hukum yang telah disepakati bersama.

Perang Badar adalah Perampokan Biadab

Ayulestari wrote:Coba sampeyan pastikan lagi apakah ini benar yang sampeyan kutip?

Ibnu Ishaq berkata, "Ketika Rasulullah SAW mendengar Abu Sufyan bin Harb tiba dari Syam, beliau mengajak-kaum Muslimin keluar. Rasulullah SAW bersabda ,"Inilah kafilah dagang Quraisy. Di dalamnya terdapat harta kekayaan mereka. Oleh karena itu, pergilah kalian kepada mereka! Mudah-mudahan_Allah memberikan kekayaan kepada kalian".

Lihat kata yang saya besarkan, sampeyan memang sangat mudah menipu kafir-kafir disini.

benarkah ada kata kekayaan di sirat ibnu ishaq itu? hihihihihi
Ini jelas sampeyan sedang memalsukan ucapan Ibn Ishaq, dan ini salah satu ciri-ciri fitnah Dadjal. Ayo pastikan lagi dengan mata sampeyan yang picek tersebut.


Apakah Ayu punya buku ini?

Image

Kalau Ayu belum punya, silakan beli dulu.

Dan di dalam Hadist Sahih Bukhari juga dapat kita ketahui bahwa motivasi penyerangan itu adalah HARTA:

Hadis Sahih Bukhari, Volume 4, Buku 53, Nomer 359:
Dikisahkan oleh Ibn 'Umar:
'Uthman tidak ikut perang Badr karena dia menikah dengan salah satu anak perempuan Rasul Allah dan dia (Ruqayyah) sedang sakit. Karena itu, sang Nabi berkata kepadanya: “Kamu akan dapat upah dan bagian (barang jarahan) sama dengan upah dan bagian orang yang ikut ambil bagian dalam perang Badr.”


Ayulestari wrote:Ya udah tunjukkan aja bukti yang sampeyan punya, biar kita cek, sampeyan memalsukan kisah apa tidak?


Ayu akhirnya sadar, khan, kalau Ayu selama ini telah dibodohi? Tulisan-tulisan yang dibaca muslim selama ini tanpa referensi yang jelas, semuanya hanya berdasarkan asumsi si penulis/penafsir dan dibumbuhi dengan propaganda dan fitnah-fitnah keji terhadap pihak korban. Mereka yang kerap menjadi korban pengkambinghitaman tulisan-tulisan tak bersumber itu adalah pihak Yahudi dan pihak Quraish. Mungkin ada baiknya juga Ayu baca tulisan saya di: http://duladi.t35.com

Penyerangan Kaybar

Ayulestari wrote:[Tabari, vol.viii, p.117]:
Di masa kemarau besar di Medina saat itu, sekelompok orang B. Aslam yang baru saja memeluk Islam menghadap Muhammad untuk minta bantuan. Tapi Muhammad tidak punya apa2 untuk membantu mereka. Jadi dia berdoa pada Allah agar mereka bisa menjarah perbentengan kaum Yahudi Khaybar yang banyak harta, termasuk pertanian mereka yang hijau subur. Dia berkata, “O Tuhan, Kau tahu keadaan mereka – bahwa mereka tidak punya kekuatan dan aku tidak punya apapun untuk kuberikan pada mereka. Bukalah bagi mereka (kesempatan menyerang) bagian terbesar perbentengan Khaybar, yang paling kaya akan makanan dan daging berlemak.”

saya belum mencek kebenaran tulisan sampeyan yang ini, tapi kelihatan nya yang ditanda kurung itu tambahan dari siapa ya?

Saya tau pasti ada kata-kata yang juga diplesetkan disini


Yang suka memplesetkan fakta sejarah adalah Islam. Kalau terhadap sumber Tabari Ayu bisa curiga, kenapa terhadap tulisan-tulisan lain tak bersumber Ayu malah percaya begitu saja? Untuk menguatkan tulisan Tabari di atas, bahwa motivasi penyerangan Muhammad atas Kaybar adalah demi harta, Ayu bisa baca dari Sirah Nabawiyah:

Image

Ibnu Ishaq berkata, "Kinanah bin Ar-Rabi' didatangkan kepada Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam, karena kekayaan Bani An-Nadhir ada padanya. Beliau menanyakan kekayaan tersebut kepada Kinanah bin Ar-Rabi', namun ia mengaku tidak mengetahui tempatnya. Setelah itu, salah seorang Yahudi didatangkan kepada Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam. Orang Yahudi tersebut berkata, 'Aku pernah melihat Kinanah mengelilingi reruntuhan benteng ini setiap pagi.' Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam bersabda kepada Kinanah bin Ar-Rabi', 'Bagaimana pendapatmu, kalau kami menemukan kekayaan tersebut kemudian kami membunuhmu?' Kinanah bin Ar-Rabi' menjawab, 'Ya.' Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam memerintahkan penggalian reruntuhan benteng tersebut hingga akhimya sebagian kekayaan orang-orang Khaibar dapat dikeluarkan daripadanya. Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam bertanya kepada Kinanah bin Ar-Rabi' tentang kekayaan lainnya, namun ia bungkam. Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam bersabda kepada Az-Zubair bin Al-Awwam, 'Siksa dia hingga engkau bisa mendapatkan apa yang ada padanya.' Az-Zubair bin Al-Awwam menyalakan api dengan batang kayu di dada Kinanah bin Ar-Rabi' hingga ia melihatnya, kemudian Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam mendorong Kinanah bin Ar-Rabi' kepada Muhammad bin Maslamah yang kemudian memenggal kepalanya sebagai pembalasan atas kematian saudaranya yaitu Mahmud bin Maslamah."

Juga Hadist Sahih:

Dinarasikan oleh 'Abdul 'Aziz:
"Kata Anas, ketika nabi menyerbu Khaibar orang2 di kota berseru “Muhamad dan pasukannya datang”. Kami mengalahkan mereka semua, menjadikan mereka tawanan dan harta rampasan dikumpulkan. Nabi membunuh para pria yang melawan, membantai anak-anak keturunan mereka dan mengumpulkan para wanita menjadi tawanan
(Sahih Bukhari V.5 B.59 N.512).

Muhammad kawin karena BIRAHI

Ayu wrote:Sahih Bukhari 7.62.18
Diceritakan 'Ursa: Nabi meminta Abu Bakr utk menikahkan Aisyah padanya. Abu Bakr berkata “Tapi aku saudaramu.” Nabi berkata, “Kau saudara hanya dalam agama Allah dan Kitabnya, tapi dia (Aisyah) berhak bagiku utk dinikahi.”

Lihat yang dibold, apakah ada kalimat pemaksaan yang dilakukan nabi didalam hadis tersebut?

Lihat bukti kepalsuan yang sampeyan tulis, ayo akui saja sampeyan memang melakukan pemalsuan Hadis,

coba sampeyan jelaskan kata berhak dibawah yang ayu gedein itu ada kaga dalam hadis tersebut? Atau apa sampeyan memang tidak bisa membedakan kata "Berhak" dan kata "Halal"?. Sampeyan bisa menipu para kafir yang memang tidak punya kitab hadis dirumah mereka, apa sampeyan pikir bisa menipu muslim dengan cara licik sampeya? Berubahnya kata Halal menjadi kata Berhak, sudah membuat negatif persangkaan orang yang membaca.


Dengan mengatakan: "Dia BERHAK bagiku...." itu sama artinya dengan "MEMAKSA". Bila Muhammad sudah berkata demikian, siapa yang berani melawan? Apalagi Muhammad juga membual dengan cerita berikut:

Sahih Bukhari, Volume 9, Book 87, Number 140
Diceritakan oleh Aisyah: Rasul Allah berkata kepadaku, "Kamu telah ditunjukkan padaku dalam mimpi sebanyak 2 kali sebelum aku menikahimu. Aku melihat seorang malaikat membawa Aisyah kecil yang dibungkus kain. Aku bilang (pada diriku sendiri), ‘Jika ini dari Allah, maka ini harus terjadi.’

Ayulestari wrote:Saya bertanya kepada sampeyan, Apakah Wanita Setengah Baya itu = Janda? Apa sampeyan tau istri jabir itu adalah seorang janda? benarkah Hadist yang sampeyan kutip itu berbunyi demikian?


Volume 7, Buku 62, Number 17:
Riwayat Jabir bin Abdullah: Ketika saya menikah, Rasul Allah berkata kepada saya, "Apakah wanita yang anda Kawini? "Aku menjawab," Aku telah menikah dengan seorang janda” Dia berkata, "Kenapa, Apakah kamu tidak menyukai wanita perawan dan belaian untuk mereka?" Jabir juga berkata:" Rasulullah berkata, "Mengapa kamu tidak menikahi gadis muda, sehingga Anda dapat bermain dengan dia dan dia dengan anda?"

Nah kelihatan disini kehebatan Sampeyan dalam memplesetkan Hadis

1. Janda sampeyan samakan dengan Wanita Separuh Baya
2. Wanita sampeyan samakan dengan Anak Perempuan
3. Belaian sampeyan samakan dengan Menimang-nimang
4. Nikah sampeyan samakan dengan Kawin
5. Gadis Muda sampeyan samakan dengan Anak-anak


Ini versi Inggrisnya:

Bukhari Volume 7, Book 62, Number 17:
Narrated Jabir bin 'Abdullah:
When I got married, Allah's Apostle said to me, "What type of lady have you married?" I replied, "I have married a matron' He said, "Why, don't you have a liking for the virgins and for fondling them?" Jabir also said: Allah's Apostle said, "Why didn't you marry a young girl so that you might play with her and she with you?'

Bukankah sama saja, gadis muda = anak-anak? Apakah Aisyah yang berusia 9 tahun itu bukan anak-anak?
Kalau itu wanita dewasa, bagaimana mungkin Muhammad mengatakan: "you might play with her and she with you?'

Bukankah seharusnya apa yang diperbuat Jabir itu mulia? Kenapa Muhammad malah menyarankan Jabir sebaliknya? Bukankah seharusnya Muhammad memuji Jabir karena Jabir tidak pedofil, Jabir mau menikahi wanita seusia ibu-ibu, seorang janda? Kenapa Muhammad malah menyarankan Jabir untuk mengawini anak-anak (gadis muda seperti Aisyah) agar bisa diajak bermain dan ditimang-timang (=fondling)? Bagaimana kalau sampai Jabir terpengaruh oleh saran bejat nabinya itu, dan menceraikan istrinya lalu mencari anak-anak seperti yang disarankan Muhammad yang gendeng itu? Beginikah seorang nabi berakhlak mulia dalam memberi PENGAJARAN MORAL kepada pengikutnya?

Kenapa Ayu tidak menyimak adanya KEJANGGALAN dari PRIBADI MUHAMMAD ini?
Apakah yang dilakukan Jabir itu salah?
Kenapa Muhammad bukannya memuji, tapi malah mempersalahkan Jabir? (Lihat kalimatnya: "Why, don't you have a liking for the virgins and for fondling them?")
Dan kenapa Muhammad malah memberi saran yang tidak benar terhadap pengikutnya yang sudah melakukan perbuatan yang benar?

Ingat Ayu! Kita tahu sebuah agama itu SALAH bukan dari dogmanya, melainkan dari AJARAN MORALNYA.

Salam,

DULADI
16 Maret 2009
Duladi
 
Posts: 7103
Joined: Thu Apr 12, 2007 10:19 pm
Location: Samarinda

Re: Meluruskan Cara Berpikir Muslim yang ****

Postby iamthewarlord » Mon Mar 16, 2009 4:59 pm

Ayulestari wrote:Makanya mana dia Perbuatan jahat yang dilakukan Nabi Muhammad? sampeyan hanya bisa mengatakan DIa jahat, Psikopat, tapi buktinya sampe sekarang Orang FFI hanya bisa mengatakan Psikopat, jahat, pedop tanpa bukti yang jelas.


Ya, bukti2 sudah dibeberkan secara jelas di FFI dan dimana2, Muhamad itu manusia jahat, psikopat, pedophil, dengan bukti2 dari al-quran dan hadist2.

Sepanjang pengetahuan saya, Alkitab menyatakan dengan tegas siapa yang akan masuk neraka:

Wahyu 22:15
Tetapi anjing-anjing dan tukang-tukang sihir, orang-orang sundal, orang-orang pembunuh, penyembah-penyembah berhala dan setiap orang yang mencintai dusta dan yang melakukannya, tinggal di luar.

Wahyu 21:27
Tetapi tidak akan masuk ke dalamnya sesuatu yang najis, atau orang yang melakukan kekejian atau dusta, tetapi hanya mereka yang namanya tertulis di dalam kitab kehidupan Anak Domba itu.


Apakah Muhammad lolos dari kriteria di atas? Apakah Muhammad bukan "anjing", yang suka mengumbar penisnya kepada wanita manapun yang dia nafsuhi? Apakah Muhammad bukan manusia sundal? Apakah Muhammad bukan pembunuh? Apakah Muhammad bukan penyembah berhala? Apakah Muhammad bukan seorang penipu, pendusta dan pemfitnah? Dan mungkinkah muslim akan tertulis namanya dalam kitab kehidupan Yesus (sang Anak Domba), sedangkan muslim tidak mengakui Yesus sebagai Juruselamat?


Ayulestari wrote:Jelas lolos, karena tudahan sampeyan hanya hasil dari kesalahan berpikir sampeyan terhadap Quran, orang bodohpun bisa saja mengatakan Yesus itu Setan, tapi ketika ditanya bukti malah ngeyel.


Duh, muslim ini otaknya di dengkul, jelas2 di tulis pembunuh ga lolos, tp masih ngeyel klo si Muhammad ga pernah membunuh.
Mwngingkari hadist dan quran sendiri.

Tp klo lg sesama temen muslimnya, malah bercerita dgn bangga pembunuhan2 yg dilakukan nabi psikopat ini.
User avatar
iamthewarlord
 
Posts: 4494
Images: 6
Joined: Sun Feb 08, 2009 11:07 pm
Location: “Ibadah lelaki akan diputus dengan lewatnya keledai, wanita dan anjing hitam.” Muhammad.

Re: Meluruskan Cara Berpikir Muslim yang ****

Postby Foxhound » Mon Mar 16, 2009 6:06 pm

Jibaok wrote:pir, pir, pir, pastikan apa ertikata TAUHID supaya jangan keliatan **** dengan mengeluarkan istilah **** "Tuhan itu Tauhid", kix kix kix kix .... ](*,)


Oh.. lu nyimak juga... Slim, itu pertanyaan sudah gua lempar kemana2 nggak ada muslim yang berani jawab. Jawabnya yang lain, yang dibahas yang lain, keliatan menghindarnya....

Memang, yang betul "Ketuhanan di dalam Islam itu tauhid", tapi panjang kan? Gua lebih enak bilang Tuhan itu Tauhid, kenapa? Karena serba salah!

Kalau ngomong Tuhan itu Esa, Esa = satu dalam jamak turunan kata Echad.
Kalau ngomong Tuhan itu satu, jelas nggak nyambung juga karena satu itu bisa berarti union.
Kalau ngomong Tuhan itu Maha Esa = overacting. satu koq maha, esa ya esa nggak ada maha esa.
Ya yang unik kan memang konsep tuhannya Islam? Tauhid. Ya udah langsung aja gua tembak aja Tuhan itu tauhid.

Anyway, lu bisa jawab nggak?? Tauhid yang lu imani itu, menjelaskan pada kamu apa? AwlohSWT=YHVH Israel atau nggak?
User avatar
Foxhound
 
Posts: 5450
Joined: Sun Mar 18, 2007 6:02 pm
Location: FFI

Re: Meluruskan Cara Berpikir Muslim yang ****

Postby iamthewarlord » Mon Mar 16, 2009 6:48 pm

susah amat sih jawabnya...
User avatar
iamthewarlord
 
Posts: 4494
Images: 6
Joined: Sun Feb 08, 2009 11:07 pm
Location: “Ibadah lelaki akan diputus dengan lewatnya keledai, wanita dan anjing hitam.” Muhammad.

Re: Meluruskan Cara Berpikir Muslim yang ****

Postby osho » Mon Mar 16, 2009 7:39 pm

iamthewarlord wrote:susah amat sih jawabnya...
klo susah....
tolong dibantu luruskan dikit lagi...
insyahalah bisa lurus....
hahahahaha

wassalam
User avatar
osho
 
Posts: 2136
Joined: Fri Feb 02, 2007 8:29 am
Location: osho

Re: Meluruskan Cara Berpikir Muslim yang ****

Postby iamthewarlord » Mon Mar 16, 2009 10:45 pm

Ya nih, muslim ini lucu2, dikasih pertanyaan gampang, jawabnya susah banget, sampai perlu berhalaman2.

Di Thread 9/11, ada muslim yg ribut soal bangkai kursi pesawat, tp waktu ditanya gimana bentuk kursi pesawat, ga tau bentuknya, sampai harus di lurusin pake gambar bermacam kursi, masih jg bingung kira2 gimana bangkainya.

Di kesempatan lain ditanya Baik Mana Muhammad atau Mario Teguh, jawabnya kalang kabut.

Pertanyaan fox, jg dijawab setengah modar, pdhal pertanyaan gampang, Allah Islam sama Allah Yahudi sama ga?

Ini agama apaan sih ya?
Umatnya ga ngerti sama sekali dgn yg di anutnya.

Gara2 makan "putih telur+tomat+kecap" ga pake nasi kali ya...

Kekurangan protein dan karbohidrat.

Oh ya, klo ga salah, org yg kurang karbohidrat suka sensitif loh...
User avatar
iamthewarlord
 
Posts: 4494
Images: 6
Joined: Sun Feb 08, 2009 11:07 pm
Location: “Ibadah lelaki akan diputus dengan lewatnya keledai, wanita dan anjing hitam.” Muhammad.

Re: Meluruskan Cara Berpikir Muslim yang ****

Postby Jibaok » Wed Mar 18, 2009 4:41 pm

Foxhound wrote:
Oh.. lu nyimak juga... Slim, itu pertanyaan sudah gua lempar kemana2 nggak ada muslim yang berani jawab. Jawabnya yang lain, yang dibahas yang lain, keliatan menghindarnya....

Memang, yang betul "Ketuhanan di dalam Islam itu tauhid", tapi panjang kan? Gua lebih enak bilang Tuhan itu Tauhid, kenapa? Karena serba salah!


bukan pir, bukan kerana serba-salah, tetapi kerana loe tukang tipu yang sentiasa mao membelit. enak loe aja ya pir ?
Jibaok
 
Posts: 1335
Joined: Tue Sep 04, 2007 1:08 pm

Re: Meluruskan Cara Berpikir Muslim yang ****

Postby iamthewarlord » Wed Mar 18, 2009 4:53 pm

Foxhound wrote:
Oh.. lu nyimak juga... Slim, itu pertanyaan sudah gua lempar kemana2 nggak ada muslim yang berani jawab. Jawabnya yang lain, yang dibahas yang lain, keliatan menghindarnya....

Memang, yang betul "Ketuhanan di dalam Islam itu tauhid", tapi panjang kan? Gua lebih enak bilang Tuhan itu Tauhid, kenapa? Karena serba salah!


Jibaok wrote:
bukan pir, bukan kerana serba-salah, tetapi kerana loe tukang tipu yang sentiasa mao membelit. enak loe aja ya pir ?


Satu lagi muslim bingung menjawab, cuma bisa ngomel2.

Muslim emang mahluk yang lucu...
User avatar
iamthewarlord
 
Posts: 4494
Images: 6
Joined: Sun Feb 08, 2009 11:07 pm
Location: “Ibadah lelaki akan diputus dengan lewatnya keledai, wanita dan anjing hitam.” Muhammad.

Re: Meluruskan Cara Berpikir Muslim yang ****

Postby Foxhound » Wed Mar 18, 2009 11:25 pm

Jibaok wrote:bukan pir, bukan kerana serba-salah, tetapi kerana loe tukang tipu yang sentiasa mao membelit. enak loe aja ya pir ?


Kalau tukang tipu nggak bakalan ngaku. Gua sudah ngaku koq dibilang tukang tipu.

AwlohSWT mu itu tukang tipu, bilang mau memenangkan umatnya yang berperang dalam jalan AwlohSWT... keok semua ama Israel!! Tuhan koq janjinya mbleset....
User avatar
Foxhound
 
Posts: 5450
Joined: Sun Mar 18, 2007 6:02 pm
Location: FFI

PreviousNext

Return to Pengaruh Islam Terhadap Muslim



Who is online

Users browsing this forum: No registered users