. FFI | Document | Artikel | Forum | Wiki | Glossary | Prophet Muhammad Illustrated

Upaya Pembentukan Negara Islam (NII) dan Penerapan Syariat

Khusus ttg sepak terjang/sejarah jihad dan penerapan Syariah di INDONESIA & negara jiran (MALAYSIA)

Upaya Pembentukan Negara Islam (NII) dan Penerapan Syariat

Postby M-SAW » Tue Feb 06, 2007 12:40 pm

POLITIK SYARIAT ISLAM (DARI INDONESIA HINGGA NIGERIA)
Image


Upaya Pembentukan Negara Islam dan Penerapan Syariat

Sepanjang perjalan sejarah kenegaraan Indonesia, ada beberapa upaya yang dilakukan kelompok-kelompok tertentu masyarakat Muslim untuk mendirikan negara Islam yang mengimplementasikan syariat. Gerakan-gerakan semacam ini tidak jarang berupaya mencapai tujuannya dengan melakukan pemberontakan bersenjata terhadap Pemerintah Indonesia atau menggunakan cara-cara kekerasan.

1. Darul Islam

Darul Islam (DI), dipimpin oleh Sekarmaji Marijan Karto-suwiryo, memproklamasikan Negara Islam Indonesia (Nil) pada 7 Agustus 1949 di Desa Cisampang, Jawa Barat.32 Struktur politik Nil diuraikan dalam konstitusinya, Qanun Asasi,33 yang dirancang setahun sebelumnya. Menurut konstitusi itu, Nil adalah "karunia Ilahi," yakni "Negara Kurnia Allah Subhanahu wa Ta'ala" yang dilimpahkan kepada rakyat Indonesia (pasal 1 ayat 1).

Dalam pasal 1 ayat 3-4 konstitusi tersebut, dinyatakan bahwa negara menjamin berlakunya syariat Islam dalam masyarakat Islam serta menjamin kebe-basan beribadah bagi pemeluk agama-agama lain. Islam dinyatakan sebagai landasan dan dasar hukum Nil, dengan ber-pegang teguh pada al-Quran dan Hadits sebagai kekuasaan tertinggi (pasal 2 ayat 1-2).

Bentuk pemerintahan Nil adalah republik (jumhuriyah) dengan Imam sebagai kepala negaranya. Persyaratan untuk menjadi Imam Nil adalah pribumi Indonesia, beriman Islam, takwa kepada Tuhan dan Rasulnya (pasal 12 ayat 1). Imam mengetuai kabinet atau Dewan Imamah, yang anggota-anggotanya diangkat serta diberhentikan oleh Imam (pasal 22).

Di samping Dewan Imamah, ada tiga lembaga konstitusional lainnya: Majelis Syuro, Dewan Syuro, dan Dewan Fatwa.

Majelis Syuro (parlemen) memiliki kekuasaan yang berdaulat. Tetapi, bila keadaan menghendaki, kekuasaannya dapat diserahkan kepada Imam dan Dewan Imamah (pasal 3 ayat 1-2). Tugas lembaga ini adalah menyusun konstitusi dan menetapkan garis-garis besar kebijakan pemerintah (pasal 4 ayat 3). Selain itu, majelis juga bertugas memilih Imam (pasal 12).

Dewan Syuro, dalam Qanun Asasi, dinyatakan sebagai eksekutif Majelis Syuro. Dewan ini dimaksudkan berfungsi sebagai parlemen biasa, dan dengan demikian tidak memiliki beberapa kekuasaan yang dimiliki Majelis Syuro. Tugas Dewan Syuro adalah melaksanakan keputusan-keputusan Majelis Syuro dan dalam hal-hal yang sangat penting mewa-kili Majelis Syuro menghadapi pemerintah (pasal 6). Tetapi, kekuasaan legislatif yang diberikan konstitusi kepada dewan ini sangat luas. Setiap undang-undang memerlukan persetuju-an dewan, dan anggota-anggotanya memiliki hak inisiatif untuk mengajukan undang-undang (pasal 7dan 8 ayat 1). Dalam keadaaan darurat, Imam berhak mengeluarkan dekrit pengganti undang-undang, tetapi harus menariknya kembali jika ditolak dewan. Sebaliknya, jika Dewan Syuro mengesahkan rancangan undang-undang yang tidak disetujui Imam, rancangan tersebut tidak dapat diajukan dalam sidang yang sama (pasal 8 ayat 3, pasal 9).

Dewan Fatwa, yang disebutkan dalam konstitusi, merupakan dewan penasehat yang memberikan nasehat kepada Imam dan Pemerintahnya. Nasehat dapat diajukan berdasarkan inisiatif dewan sendiri ataupun atas permintaan Imam. Keanggotaan Dewan Fatwa berjumlah tujuh orang mufti — diangkat dan diberhentikan oleh Imam — serta diketuai oleh Mufti Agung (pasal 21).

Secara keseluruhan, konstitusi Nil, dengan mengenyampingkan perbedaan dalam peristilahan dan penegasan implementasi syariat Islam, memiliki kemiripan dengan UUD 1945. Sebagian peneliti bahkan menduga bahwa UUD 1945 digunakan sebagai contoh dalam penyusunan Qanun Asasi, dengan beberapa perubahan. Kedudukan dan kekuasaan lembaga2 negara yang dirumuskan dalam konstitusi Nil selaras dengan rumusan UUD 1945. (???) Sekalipun Qanun Asasi meniru pasal-pasal tentang kewarganegaraan yang ada di dalam UUD 1945, tetapi penambahan-penambahan ayat tertentu telah memuncul-kan inkonsistensi. Jadi, Qanun Asasi mengadopsi ketentuan UUD 1945 tentang persamaan seluruh warga negara dalam hukum dan pemerintahan, tetapi menambahkan satu klausa yang langsung bertabrakan dengannya — yakni "Jabatan-jabatan penting dan kedudukan-kedudukan yang penting bertanggung jawab di dalam pemerintahan, baik sipil maupun militer, hanya diberikan kepada umat Muslim" (pasal 28).

Konstitusi Nil juga membuat diskriminasi antara kaum Muslimin dan bukan Muslim dalam bidang pertahanan (pasal 30), dan menekankan urgensi pendidikan Islam sebagai sistem pendidikan nasional (pasal 31).34

Setelah proklamasi Nil, gerakan pemberontakan DI kemudian menyebar ke beberapa wilayah Jawa Tengah, Kalimantan Selatan, Sulawesi Selatan dan Aceh. Kegiatan DI juga dilaporkan berlangsung di Kepulauan Nusa Tenggara, Maluku, dan Halmahera, yang terinfiltrasi dari Sulawesi Selatan. Tetapi, pada awal 1960-an, tentara Indonesia berhasil menumpas berbagai upaya bersenjata untuk mendirikan negara Islam ini di berbagai daerah utama penyebarannya.

Di Jawa Barat DI berhasil ditumpas pada 1962 dan Kartosuwiryo dihukum mati, di Kalimantan pada 1963, serta di Sulawesi pada 1965. Sedangkan di Aceh, pemberontak-pemberontak DI yang ter-akhir menyerah pada 1962. Sementara di daerah lainnya, pemberontakan DI dapat ditumpas lebih awal lagi - di Jawa Tengah, misalnya, kekacauan berakhir pada 1955.

Belakangan, beberapa gerakan yang mengusung isu penerapan syariat - seperti Nil KW 9 di Cianjur, Komando Jihad dan KPSI (Komite Penegakan Syariat Islam) di Sulawesi Selatan yang akan diungkapkan di bawah - secara eksplisit atau implisit mengaitkan pergerakannya dengan DI.

2. Komando Jihad

Pada penghujung 1970-an dan awal 1980-an terjadi sejumlah aksi terorisme yang lazimnya dikaitkan dengan suatu kelompok yang dikenal sebagai Komando Jihad pimpinan Warman. Kelompok ini - belakangan juga dirujuk dengan "teror Warman" - menurut penjelasan pemerintah, bertujuan membentuk "Dewan Revolusi Islam Indonesia." Mereka menentang Pancasila dan UUD 1945.35 Dalam jangka panjang, kelompok ini berkeinginan membentuk negara Islam Indonesia, sementara tujuan jangka pendeknya adalah meng-hancurkan komunisme.

Menurut sejumlah sumber, adalah Ali Murtopo yang beru-paya mengaktifkan kembali Darul Islam (DI) untuk menggem-boskan perolehan suara partai Islam - yakni PPP - dalam pemilihan umum 1977. Setelah sejumlah pimpinan DI merespon gagasan Murtopo, pada pertengahan 1977 pemerintah menangkap 185 orang yang dituduh terlibat dalam organisasi Komando Jihad. Organisasi ini dipandang meneruskan cita-cita Kartosuwiryo dan berambisi menciptakan Negara Islam Indonesia.

Dua pimpinan Komando Jihad yang ditangkap adalah Haji Ismail Pranoto dan Haji Danu Mohamad Hasan, kedua-nya orang dekat Kartosuwiryo. Pada 1983, Haji Danu mengungkapkan pengakuannya di depan pengadilan bahwa ia direkrut oleh BAKIN. Sementara Jaksa mengemukakan bahwa antara 1970 dan 1977, Haji Danu dan beserta tujuh orang lain-nya telah membentuk struktur administratif yang paralel dengan DI. Haji Danu akhirnya dipenjara. Sementara Haji Ismail, salah seorang komandan Tentara Islam Indonesia (Til) di masa Kartosuwiryo, ditangkap pada 8 Januari 1977 dan diadili pada September 1978 atas tuduhan berupaya membentuk kembali DI sejak 1970 untuk menggulingkan pemerintah. la dihukum penjara seumur hidup dan meninggal di dalam penjara pada 1995.

Pada Januari 1979, Komando Jihad pimpinan Warman untuk pertama kalinya memulai aksi dengan membunuh Rektor Universitas Sebelas Maret, Solo. Menurut dokumen pengadilan, korban dibunuh lantaran membeberkan eksistensi Jamaah Islamiyah kepada otoritas pemerintah dan, karena itu, bertanggung jawab atas penangkapan Abdullah Sungkar dan Abu Bakar Ba'asyir. Pembunuhan dilakukan oleh Warman, Hasan Bauw, Abdullah Umar, dan Farid Ghozali.

Warman juga dilaporkan merencanakan pembunuhan hakim dan jaksa yang menangani kasus Haji Ismail Pranoto. Pada 15 Januari 1979, Farid Ghozali dibunuh oleh petugas karena berupaya melarikan diri ketika hendak ditangkap. Dua hari ke-mudian, Hasan Bauw ditembak mati oleh Warman dan kelom-poknya atas tuduhan membocorkan persembunyian Ghozali. Setelah itu, ada dua upaya perampokan yang dipimpin Warman dan melibatkan Abdullah Umar.

Pada 1 Maret 1979, suatu tim yang dipimpin Warman berhasil merampok mobil yang membawa gaji pegawai IAIN Sunan Kalijaga, Yogya-karta. Upaya kedua adalah perampokan di IKIP Malang yang gagal. Aksi perampokan ini dipijakkan kelompok Warman pada konsep fa`i, yakni pengumpulan dana perjuangan lewat penyerangan terhadap musuh-musuh Islam. Pada penghujung 1980, Komando Jihad Warman dihancurkan oleh petugas keamanan. Warman sendiri tertembak pada 23 Juli 1981 di Soreang, Jawa Barat.

Menurut penjelasan Pemerintah, Komando Jihad dan Jamaah Islamiyah memiliki kaitan dengan kasus Gaos Taufik di Medan. Gaos dipandang sebagai pemimpin Komando Jihad untuk wilayah Medan. Bersama beberapa orang eks-DI, Gaos pindah ke sebuah desa di Sumatera Utara setelah kehancuran DI pada awal dekade 1960-an. Pada 1975, menurut jaksa yang membawa kasusnya ke pengadilan, Gaos mengundang seorang ustadz muda dari Flores Timur, bernama Abdullah Umar, untuk suatu pertemuan di Medan. Dalam pertemuan itu, Gaos membahas pelanggaran-pelanggaran yang dilaku-kan rezim Soeharto terhadap hukum Islam, dan menyarankan peserta pertemuan bergabung dengan Jamaah Islamiyah yang bertekad mengimplementasikan syariat secara ketat. la juga meminta peserta pertemuan melakukan sumpah setia. Pertemuan tersebut diketahui aparat, dan pada Juli 1977 Gaos serta tuan rumah pertemuan ditangkap serta diajukan ke pengadilan. Sementara Abdullah Umar ditangkap dua tahun kemudian.

3. Jamaah Imran

Kelompok sempalan Islam yang mirip dengan Komando Jihad Warman adalah jamaah yang dipimpin Imran bin Muhammad Zein. Kelompok Imran terbentuk ketika sang Imam — yakni Imran sendiri — membay'at 190 anggotanya pada Juni 1980 di Cimahi, Jawa Barat. Lantaran aktivitas Jamaah Imran dipandang berbahaya, petugas keamanan menyerang markasnya di Masjid Istiqamah pada Agustus 1980. Dalam penyerangan tersebut, 44 anggota Jamaah Imran ditangkap. Imran sendiri berhasil melarikan diri, dan bersama pehgikutnya membalas serangan aparat dengan menyerbu Kantor Polisi Cicendo, Bandung, pada 11 Maret 1981. Dalam aksi balasan ini, sejumlah senjata berhasil dilarikan dan empat petugas dibunuh.

Dua minggu kemudian, lima anggota Jamaah Imran mem-bajak pesawat Garuda DC-9 Woyla dan memaksa pilotnya ter-bang serta mendarat di Bandara Don Muang, Bangkok. Pasukan Komando Indonesia kemudian menyerbu pesawat itu dan berhasil membunuh empat dari lima pembajaknya. Pembajak kelima akhirnya mati secara misterius ketika dibawa pulang ke Jakarta.43 Imran sendiri tertangkap pada 7 April 1981 di Jakarta. la dimejahijaukan di Pengadilan Negeri Jakarta pada penghujung 1981 dan akhirnya dinyatakan bersalah serta dijatuhkan hukuman mati berdasarkan undang-undang subversi (UU no. ll/PNPS/1963). Pada penghujung Mei 1983, Imran menjalani eksekusi.44
M-SAW
Kecanduan
Kecanduan
 
Posts: 5244
Joined: Wed Aug 23, 2006 3:59 pm
Location: :)

Postby Moderator 3 » Sun Feb 11, 2007 3:40 pm

dari Krishnaji. MOD3
--------------------------------------------------------------------

http://nii-alzaytun.blogspot.com/

Menceritakan sepak terjang para pemuja arab

Saya akan mencoba menjelaskan knp saya “menyalahkan” NII dg menjawab pertanyaan sdr iman_islam yg disandarkan lwt dalil2 Al-Quran dan Hadis.
(Sdr Krishnaji, sebaiknya sertakan link kepada pertanyaan sdr iman_islam itu. Apakah ini sebaiknya dimasukkan dlm forum saja ?)

Sebelumnya perlu d ketahui bahwa setiap desa dan qobilah/tim dalam NII memiliki ilmu yg agak berbeda2 namun pd intinya sama. Saya akan menjelaskan secara umum ttg NII. Adapun kesalahan yg dlakukan NII biasanya ditujukan kepada oknum sebagai kambing hitamnya. Seolah mereka yg merasa benar tidak mengaggap NII yg salah sebagi bagian darinya.

1. NII atau negara islam indonesia adalah salah satu gerakan islam d indonesia. Secara teritorial keberadaan negara ini tidak tampak karena istilah ibukota dan bagian negara lainnya hanyalah bayangan atau mereka sendiri yg menamai contohnya (ibukota NII berada d indramayu tepatnya d ma’had az-zaitun sebagai madinah indonesia). struktur negara d bagi menjadi 7 tingkatan: dewan1, dewan2, wilayah, daeroh, distrik, ODO, desa. Setiap desa meemiliki RT, ada pula aturan setiap RT tidak boleh bertukar informasi. So bisa jadi mereka ga tau orng2 dr RT dg RT lainnya apalagi beda desa. Hal ini cukup aneh mengingat surat (49:13) ”bhwa Manusia diciptakan berbagai bangsa dan suku untuk saling kenal”. Tujuan mereka tidak dibenarkannya mengenal yaitu tidak lain untuk tidak merusak antara satu dg yang lainnya dsni terlihat bhwa rapuh sekali konsep jaringannnya.

Gerakan ini beranggapan bahwa merekalah yg akan mmbangkitkn islam d hari kmudian kelak. Memang benar bhwa bnyk dalil yg menjelaskan islam akan brjaya kembali nmun tidak ada penjelasan bhwa NII lah yg menjayaknnya. Hal ini masih ghaib dan tidak ada yg tahu scra psti sprti yg d jlaskan pd QS An Naml: 65. ”Katakanlah: "Tidak ada seorangpun di langit dan di bumi yang mengetahui perkara yang ghaib, kecuali Allah", dan mereka tidak mengetahui bila mereka akan dibangkitkan. ”

2 & 3. HISTORIS, AQIDAH, SYARIAT, DAN PERJUNGANYA

A).HISTORIS======================================================
NII atau negara islam indonesia didirikan pertama kali oleh syeh Marijan Kartosuwiryo pada tanggal 7 agustus 1949 kemudian diteruskan oleh beberapa imam hingga akhir ini dipimpin oleh syeh panji gumilang.

Gerakan ini mempercayai sunnatullah bahwa kejadian futuh mekah akan terulang serupa kembali d indonesia. Seperti yg tlah saya jelaskan bhwa Sunnatullah yaitu hukum Allah yang telah ditetapkanNya atau ketetapan yg tidak akan berubah namun tidak ada penjelasan dlm Al-Quran bhwa kejadian2 dlm Al-Quran akan terulang kembali secara identik.


B).AQIDAH======================================================
tauhid merka d ambil dari surat al-fatihah dan anas krn mereka berpendapat bahwa apa bila kita mmbaca buku pembuka dan penutup maka inti sari buku itu akan d temukan. Kata2 yg sama d antar 2 surat tersebut dmaknai Trias Politica atau Syarat berdirinya sebuah negara.

PEMBUKA PENUTUP
Al-Fatihah An-Nas
- rabbi - rabbi
Tuhan semesta alam Tuhan yang menguasai manusia
- malik - malik
Menguasai hari pembalasan Raja manusia
- na’budu - ilahi
menyembah disembah

Tauhid mereka yg membedakan dari tauhid yg lainnnya yaitu tauhid mulkiyah yg dtujukan pada malik yg artinya raja manusia. Coba kita teliti lbh lanjut apa hubungannya raja manusia dng wilayah/tempat? Ini salah satu pembelokan tafsiran atau penawilan. Raja memang punya wilayah tp yg dimiliki raja bkn cuma wilayah doang bkn. Knp ga tahta, kekuasaan, kekayaan, rakyat yg diambil sbgi mknanya. Ini adalah penyempitan pola pikir yg disebut ”Ghazul Fikri”.

Oleh karena itu seluruh isi Al-Quran di anggap sebuah buku tata negara. dan ketaatan kepada negara sama saja sepeti ketaatan mereka terhadap Allah. Negara hanyalah sebuah benda mati yg menggerakannya adalah para pemimpin. Pimpinan yg menjalankan perintah negara di anggap rasul sebab mnurut mereka tugas rasul menyampaikan isi kandungan Al-Quran sama halnya sperti pemimpin.
Selajutnya pada setiap mereka menafsirkan(asma Allah, din, agama, darul) segalanya dihubungkan pada ”negara” dan penafsiran (rasul, nabi-nabi termasuk nabi muhammad) dihubungkan kepada ”pemimpin negara” karena menurutnya tugas pemimpin negara sama halnya seperti nabi dan rasul yg tidak lain adalh menerapkn isi Al-Quran.

C).SYARIAT====================================================
syariat yg d tegakan hanya menggunakan Al-Quran sebagai segala sumber pengambilan keputusan. Karena menurutnya Al-Quran adalah buku tata negara yg terdapat segala ilmu kehidupan manusia d dalamnya. Mereka tidak menggunakan hadis dkarenakan menurut mreka bnyk yg doif kecuali hadis itu menguntungkan bgi mereka sperti perintah taat pada pemimpin. Jadi istilah fiqih tidak jelas atau NII merupakan gerakan LIF (lintas ilmu fiqih) atau Ingkar Sunah.

Singkat kata hukum yg d gunakan d NII bersifat setengah2 yaitu mengambil syariat dr Al-Quran kmudian d jelaskan menurut tafsiran mereka sndiri. Tafsiran mereka tdak d sandarkn pd dalil2 yang lainnya melainkan menggunkan logika. Contohnya saja tafsiran mereka seperti pada surat Al 'Ankabuut ayat 45: ” Sesungguhnya shalat itu mencegah dari (perbuatan- perbuatan) keji dan mungkar.” mereka menafsirkan dg mempertanyakan apakah salat yg tlah kalian lakukan dpt mncegah perbuatan keji dan munkar? Hanya perbuatan langsunglah yg dapat mencegah.

maka muncullah aturan shalat universal yaitu mengajak orang2 utk masuk NII. Adapun contoh lainnya berupa zakat yg kadarnya d tentukan oleh pimpinan bukan berdasarkan hadis.

Dari pengertian mereka ttg sunnatulah saja sudah salah bgitu pula hal2 yg d dalamnya. Seperti halnya sunnatullah yg mereka percaya akan terulang mereka malakuan hijrah dan perang(ngajak orng masuk). Namun yg dlakukan bnyk sekali perbedaan dg zaman dulu seperti dakwah sembunyi2 yg tlah dlakukan bertahun2 pdhl Nabi Muhammad dakwah sembunyi2 hanya berselang 3 tahun dan itu jg keadaanya berbeda dg skrng ini yg dlakuakn oleh NII. Hal lainnya mengenai futuh indonesia atau masa kebangkitan NII yg d tetapkan pd tahun 2004 berdaarkan penafsiran sunnatullah mreka tidak terlaksa higga skrg d undur 2009 bhkn desa lain ada yg bilang 2010. saya pernah mencoba mengkalkulsi ulang sbrnya tahun brpa futuh menurut tafsiran perhitungan mereka...ternyata seharusnya beberapa puluh tahun silam.

Mengapa hadis/sunnah itu perlu di gunakan sbagai hukum islam?
Al-Quran tidak memberi penjelasan menyeluruh tentang syarat-syarat apa yang mesti dipenuhi dlm ibadah. Persoalan itu diserahkan kepada sunnah Nabi, baik dalam ucapan maupun perbuatan. Sunnah itu yang menafsirkan yang masih bersifat umum, menerangkan yang masih samar, memperkhusus yang terlalu umum, memberikan contoh konkrit pelaksanaannya, dan membuat prinsip-prinsip aktual dan bisa diterapkan dalam kehidupan manusia. Hal itu karena Rasulullah SAW adalah yang bertanggung jawab menjelaskan Quran dengan ucapan, perbuatan, dan ketetapan beliau, dan beliau pulalah yang lebih paham tentang maksud firman Allah dalam Quran. Contohnya seperti bgmn salat, tahkim/hukum dan syarat menunaikan zakat, hal tersebut tidak d jelaskan dlm Al-Quran.

Rasullulah bersabda: “Amma ba’du, sesungguhnya perkataan yang paling benar adalah kiabullah, sebaik-baik petunjuk adalah petunjuk Muhammad, seburuk-buruk urusan adalah hal-hal baru dalam agama, setiap hal yang baru dalam agama adalah bid’ah, setiap bid’ah merupakan kesesatan, dan setiap kesesatan ada di neraka.” HR Muslim, An-Nasai, Abu Daud dan Ibnu Majah

Dibawah ini adalah dalil2 Al-Quran yg tlah ”jelas/terang maknanya” ttg pandangan perintah rasul (INGAT JANGAN TAFSIRKAN RASUL SBAGI PEMIMPIN/IMAM KRN RASUL MEMANGLAH PEMIMPIN/IMAM TP BUKAN SMUA PEMIMPIN/IMAM ITU RASUL). Apabila disebutkan rasul-rasul maka rujukannya pada seluruh rasul dan jika hanya rasul maka rujukannya yaitu Nabi Muhammad SAW. Apabila kurang mengerti maka bacalah ayat sebelumnya dan sesudahnya atau silahkan tanya orang yg lbh faham.

Bagaimana pandangan orang kafir menurut Al-Quran:
150. Sesungguhnya orang-orang yang kafir kepada Allah dan rasul-rasul-Nya, dan bermaksud memperbedakan[373] antara (keimanan kepada) Allah dan rasul-rasul-Nya, dengan mengatakan: "Kami beriman kepada yang sebahagian dan Kami kafir terhadap sebahagian (yang lain)", serta bermaksud (dengan Perkataan itu) mengambil jalan (tengah) di antara yang demikian (iman atau kafir).

151. merekalah orang-orang yang kafir sebenar-benarnya. Kami telah menyediakan untuk orang-orang yang kafir itu siksaan yang menghinakan.


[373] Maksudnya: beriman/percaya kepada Allah, tidak beriman/percaya kepada rasul-rasul-Nya.

Jika kamu berlainan pendapat tentang sesuatu:
59. Hai orang-orang yang beriman, taatilah Allah dan taatilah Rasul (Nya), dan ulil amri di antara kamu. Kemudian jika kamu berlainan pendapat tentang sesuatu, maka kembalikanlah ia kepada Allah (Al Quran) dan Rasul (sunnahnya), jika kamu benar-benar beriman kepada Allah dan hari kemudian. Yang demikian itu lebih utama (bagimu) dan lebih baik akibatnya. ( An Nisaa', 4: 59)

Printah taat pada Rasul:
............. Apa yang diberikan Rasul kepadamu, maka terimalah. Dan apa yang dilarangnya bagimu, maka tinggalkanlah. Dan bertakwalah kepada Allah. Sesungguhnya Allah amat keras hukumannya. (Al Hasyr, 59: 7)

Nabi Muhammad membawa petunjuk dan penjelas:
9. Dia-lah yang mengutus Rasul-Nya dengan membawa petunjuk dan agama yang benar agar Dia memenangkannya di atas segala agama-agama meskipun orang musyrik membenci. 61. Ash Shaff

Rasul menjelaskan dari isi Al Kitab yang kamu sembunyikan:
15. Hai Ahli Kitab, sesungguhnya telah datang kepadamu Rasul Kami, menjelaskan kepadamu banyak dari isi Al Kitab yang kamu sembunyikan, dan banyak (pula yang) dibiarkannya. Sesungguhnya telah datang kepadamu cahaya dari Allah, dan Kitab yang menerangkan[408].

Al Maa'idah
[408]. Cahaya maksudnya: Nabi Muhammad s.a.w. dan Kitab maksudnya: Al Quran.
NB: ibarat sbuah lampu pijar, pelitanya adalah Al-Quran dan cahayanya sebagai penjelas adalah Hadis.

Taatilah Allah dan taatilah Rasul:
Dalilnya:(47:33), (33:31), (2:285), (48:17), (49:17), (3:132), (4:13), (24:52), (24:54), (9:71)

33. Dan orang yang membawa kebenaran (Muhammad) dan membenarkannya, mereka itulah orang-orang yang bertakwa. 39. Az Zumar


D).PERJUANGAN=======================================
Seperti yg telah saya singgung d atas bahwa NII tidak memiliki hukum yg jelas begitu pula syariah ibadah/perjuanannya tidak jelas apakah itu wajib, sunnah, mubah, makruh atau haram.

Apabila d lihat seksama dr apa yg dlakukan aktivis NII mereka smua mnjuru pd mengumpulkan uang tuk negara kurang-lbh tuk kebutuhan politik dr mulai salat universalnya tuk target uang SDQ, tahkim atw hukman bagi yg bersalah harus mngeluarkn DAM/denda begitupula zakat/SDQ mulai dari ratusan ribu hingga ratusan juta yg dalilnya tidak jelas hanya sebatas taat pd pimpinan. Pdhl segala sesuatu ada rujukannya/dalilnya. Mereka yg menjalakan ibadah seperti itu sbnrnya subhat dkrnkn mreka hanya menjalakn saja ats dasar sumpah ketaatan mreka pd pimpinan.

Rasulullah Bersabda:
“Amma ba’du, sesungguhnya perkataan yang paling benar adalah kiabullah, sebaik-baik petunjuk adalah petunjuk Muhammad, seburuk-buruk urusan adalah hal-hal baru dalam agama, setiap hal yang baru dalam agama adalah bid’ah, setiap bid’ah merupakan kesesatan, dan setiap kesesatan ada di neraka.” (HR Muslim, An-Nasai, Abu Daud dan Ibnu Majah)

Apabila anda menanyakan kepada pencuri knp dia mencuri maka dia akan mejawab ”saya melakukan ini untuk menafkahi keluarga saya”. Dari kasus trsbt yg kita lihat bhwa niat dr pencuri tuk menafkahi keluarga adalah tugas mulia namun jika d lakukan dg cara yg salah tetap saja salah. Hal serupalah yg dilakukan aktivis NII tuk menjalakan perjuangannya dg niat yg benar tuk menegakan syariah islam namun dilakukan dg cara yg salah.

Apa yg menyebabkan umat NII melkukan segala cara tuk mncapai tujuannya?

1. Fai atau rampasan perang. Menurut mereka keadaan sekarang sedang perang, jadi harta orang di luar NII(kafir) boleh d ambil

2. nukson atau krisis keuangan. Pada beberapa desa memiliki target mendapatkan uang yg tinggi skali yg harus d serahkan kpd negara tiap bulannya. Ada kalanya desa itu tidak mendapatkan umat baru. Loh apa hubunyannya umat baru dng target keuangan desa? Setiap umat baru yg berhasil mereka doktrin d wajibkan membayar sodaqoh tuk membersihkn diri d krnkn keadaan mereka yg sebelumnya kafir(bnyk dosa) menuju tmpt suci harus d besihkan dg jumlah uang yg jumlahnya mulai dari jutaan sampai puluhan juta.

Bgmnpun ceritanya desa harus mencapai target keuangnnya maka saat krisis umat d haruskan mengeluarkan uang dg segala cara entah itu berhutang, jual atau gadai barang, puasa tidak mkn bahkan sampai menipu orang tua dg alasan uang kuliah, les atau menghilangkan barang teman. Setiap orang akan memetik buah amalnya sendiri, perilaku mereka yg menyimpang dari moral mengakibatkan mereka dpandangan buruk oleh orang sekitar.

Sekali lagi saya ingatkan bhwa setiap ibadah ada tata cara/rujukan/dalilnnya. Dan janganlah kamu berlebih-lebihan (melampaui batas) dengan cara tidak benar dalam agamamu:
77. Katakanlah: "Hai Ahli Kitab, janganlah kamu berlebih-lebihan (melampaui batas) dengan cara tidak benar dalam agamamu. Dan janganlah kamu mengikuti hawa nafsu orang-orang yang telah sesat dahulunya (sebelum kedatangan Muhammad) dan mereka telah menyesatkan kebanyakan (manusia), dan mereka tersesat dari jalan yang lurus." 5. Al Maa'idah

Ibadah adalah amalan yg mulia, apakah pantas dlakukan dengan cara berbohong/menipu.
Mengingkari ayat-ayat Allah, mencampur adukan antara yg haq dg yg batil dan menyembunyikan kebenaran:
70. Hai Ahli Kitab, mengapa kamu mengingkari ayat-ayat Allah[202], padahal kamu mengetahui (kebenarannya). 71. Hai Ahli Kitab, mengapa kamu mencampur adukkan yang haq dengan yang bathil, dan menyembunyikan kebenaran[204], padahal kamu mengetahuinya? Ali 'Imran

Kesimpulan:
Siapakah yg benar dalam beribadah menurut padangan Al-Quran dan Hadis?

Dalam salah satu hadist masyhur, Rasulullah SAW bersabda, “...Umatku akan terpecah menjadi tujuh puluh tiga kelompok, setiap kelompok akan masuk neraka kecuali satu saja.” Para sahabat bertanya, “Kelompok apa itu, wahai Rasulullah?” Beliau menjawab, “AHLI SUNNAH WAL JAMMAAH(artinnya: Mereka yang keadaannya seperti keadaanku dan sahabat-sahabatku saat ini)”.

Penjelasan:
Suatu saat umat islam akan terpecah menjadi banyak sekali kelompok2/golongan2 manakah yg benar? AHLI SUNNAH WAL JAMMAAH bkn aliran tp sebuat bagi mereka yg mnjalankan ibadah sesuai dg Al-Quran dan Hadis(petunjuk Nabi Muhammad) seperti zaman Nabi Muhammad SAW dulu selain daripada itu adalah salah/telah telah menyimpang. Sebutan-sebutan ini sperti halnya sebutan kaum mu’min kpd kaum/kelompok/golongan orang beriman atwpun kaum musyrikin kpd kaum yg syirik kpd Allah SWT.

Tidak ada perubahan aturan ibadah yg telah dtetapkan oleh Nabi Muhammad SAW krn Agama Islam Telah Sempurna Saat Haji Wada:
..... Pada hari ini telah Kusempurnakan untuk kamu agamamu, dan telah Ku-cukupkan kepadamu nikmat-Ku, dan telah Ku-ridhai Islam itu jadi agama bagimu. (QS. Al – Maidah, 5:3)
[397]. Yang dimaksud dengan hari ialah: masa, yaitu: masa haji wada', haji terakhir yang dilakukan oleh Nabi Muhammad s.a.w.

Agama islam yg di bawa Nabi Muhammad dg Agama islam yg d bwa oleh NII memiliki persamaan yaitu tujuan tegaknya sayriat islam. yg membedakan hanya lah cara beribadah/cara mencapai tujuan. Apalah artinya nama bilapun bangkai diubah namanya menjadi bunga kasturi tetap saja baunya bangkai.

Akhirul kalam wasalamualaikum wr wb.

Contact me forgive_v3@yahoo.com
Last edited by Moderator 3 on Sat May 12, 2007 8:57 pm, edited 3 times in total.
Moderator 3
Site Admin
Site Admin
 
Posts: 572
Images: 1
Joined: Tue Sep 13, 2005 8:53 pm

Postby ali5196 » Fri Apr 20, 2007 12:56 pm

with thanks to cahkangkung :
Syariah Islam diterapkan, tukang ojeg bisa bangkrut
http://www.indonesia.faithfreedom.org/f ... hp?t=12390

Image
ali5196
Translator
 
Posts: 17308
Images: 135
Joined: Wed Sep 14, 2005 5:15 pm

ISLAM MAU MENANG SENDIRI (INI BUKTINYA)

Postby CrazyFPI » Sat Apr 21, 2007 11:16 pm

Kompas edisi 29 Mei 2007(silahkan lihat fotonya), baru habib yang mati, gerombolannya sudah seenak udelnya masuk jalan tol pakai sepeda motor tanpa helm, polisi ketakutan. Gimana kalo mohamek yg mati pasti jalan tol diblok.

Hati-hati dengan Koran Republika pada edisi yg sama (29 Mei 2007) seenaknya menulis bahwa salah satu kabupaten di papua sana mau memasukkan aturan berdasar Injil dalam perdanya dicela dan disindir habis-habisan. Padahal mereka lupa dengan Aceh yang pake hukum Kanun dan lain-lain daerah yg memaksakan Syariat Islam.....teriak-teriak kayak orang gila.



BAGAIMANA ISLAM , SEKARANG KETAHUAN MAU MENANG SENDIRI, KATANYA MEGHORMATI MINORITAS.....BULLSHIT
User avatar
CrazyFPI
Pandangan Pertama
Pandangan Pertama
 
Posts: 74
Joined: Mon Jun 05, 2006 8:32 pm
Location: MARKAS FPI JABOTABEK

Koreksi Tanggal

Postby CrazyFPI » Thu Jul 12, 2007 4:45 am

Maaf yang saya maksud Tanggal: 29 Maret 2007, bukan yang tercantum pada posting sebelumnya. :lol:
User avatar
CrazyFPI
Pandangan Pertama
Pandangan Pertama
 
Posts: 74
Joined: Mon Jun 05, 2006 8:32 pm
Location: MARKAS FPI JABOTABEK

Postby angels_2007 » Sat Jul 14, 2007 11:36 pm

wah semoga syariat islam diaplikasikan secepatnya :lol: :lol: :lol: :lol:

gak sabar ninh nunggu syariat islam :lol: :lol:
angels_2007
Pandangan Pertama
Pandangan Pertama
 
Posts: 40
Joined: Tue Jun 19, 2007 8:48 am

Postby Basman » Sun Jul 15, 2007 1:06 am

angels_2007 wrote:wah semoga syariat islam diaplikasikan secepatnya :lol: :lol: :lol: :lol:

gak sabar ninh nunggu syariat islam :lol: :lol:


Belum nyempat jadi NII sudah rontok duluan..., perang sodara antar islam
User avatar
Basman
Lupa Diri
Lupa Diri
 
Posts: 1032
Joined: Tue May 22, 2007 9:54 pm

Postby dreamtheater » Sun Jul 15, 2007 3:27 am

angels_2007 wrote:wah semoga syariat islam diaplikasikan secepatnya :lol: :lol: :lol: :lol:

gak sabar ninh nunggu syariat islam :lol: :lol:


stress yah?

Udah tahu muhammad ga bener tapi apa daya takut ga diterima dikampung halaman!!
User avatar
dreamtheater
Kecanduan
Kecanduan
 
Posts: 3089
Joined: Thu Mar 30, 2006 1:49 am
Location: Langit ke 7

Postby murtad mama » Sun Jul 15, 2007 6:44 pm

angels_2007 wrote:wah semoga syariat islam diaplikasikan secepatnya :lol: :lol: :lol: :lol:

gak sabar ninh nunggu syariat islam :lol: :lol:


sesama islam yg masih berlaku SI saja masih perang darah nah kq ngebet bgt mau dijadikan SI, mimpi kali yeeee :lol: :lol: :lol:
User avatar
murtad mama
Kecanduan
Kecanduan
 
Posts: 4284
Joined: Tue Feb 06, 2007 7:16 pm
Location: Jl veteran 48 Kota Bekasi 17141 Jawa Barat <==== Alamat VOA-Islam :) :) :)

Postby charles-mattel » Fri Jul 20, 2007 7:22 pm

justru itu, biar penderita paranoid dari mohamet pada mati semua, perang antar islam sendiri
wong orang paranoid, pasti saling curiga lah
charles-mattel
Jatuh Hati
Jatuh Hati
 
Posts: 850
Joined: Fri Jun 15, 2007 12:13 pm

Postby ali5196 » Sat Dec 01, 2007 9:33 pm

Survei: Hidup Tidak Lebih Baik Dengan Perda Syariat
http://www.indonesia.faithfreedom.org/f ... hp?t=20142

Friday, Nov. 30, 2007 Posted: 6:49:46PM PST

Kebanyakan orang Indonesia mendukung perda syariat meskipun di beberapa daerah hukum itu gagal meningkatkan kesejahteraan sosial, hasil sebuah survei.

"Kesejahteraan masyarakat tetap sama seperti sebelum perda syariat diberlakukan," bunyi survei tersebut, Jakarta Post memberitakan.

Beberapa daerah memberlakukan perda syariat meskipun diperingatkan peraturan itu mengabaikan hak sipil perempuan dan non-Muslim.

Riset Center for the Study of Religion and Culture (CSRC) bekerjasama dengan Konrad Adenauer Stiftung itu diadakan dibawah Universitas Islam Negeri Jakarta di enam daerah.

Setiap daerah telah mengimplementasikan perda syariat antara Agustus 2006 dan Oktober 2007, termasuk Bireun di Aceh, Tasikmalaya dan Indramayu Jawa Barat, Bulukumba di Sulawesi Selatan, Bima di NTB, dan Tangerang di Banten.

Dari survei yang melibatkan 1000 responden, diantaranya 200 non Muslim, 44,5 persen umat Muslim mengatakan perda tidak meningkatkan ekonomi daerah mereka, seperti yang diharapkan sebelumnya.

"Di Bireun, sektor turis menurun semakin drastis setelah dijakankan hukuman cambuk untuk perzinahan dan alkohol," kata periset CSRC Syukran Kamil.

27,7 persen responden Bireun mengatakan ekonomi mereka semakin memburuk namun 26,4 persen mengatakan kesejahteraan mereka telah meningkat berkat perda tersebut.

Namun, perarturan itu didukung 94,7 persen responden yang percaya perda itu dibutuhkan sebagai "jalan keluar" dari berbagai permasalahan yang menggantungi bangsa ini.

Dukungan juga datang dari 46 persen dari responden non-Muslim.

"Alasan utama mereka karena responden (Muslim dan non-Muslim) percaya syariat adalah kewajiban agama," kata Syukran.

Temuan itu menkonfirmasi survei sebelumnya yang diadakan UIN antara 2001 sampai 2004 yang mencatat tingkat persetujuan terhadap perda syariat lebih dari 70 persen.

Cendekiawan Islam Azyumardi Azra dan Noorhaidi Hasan mengatakan tidak terkejut dengan angka persetujuan.

Umat Muslim umumnya akan mengatakan "ya" jika ditanya apakah mereka setuju syariat diberlakukan di negeri ini, kata Azyumardi.

Tapi ia mengatakan bahwa jika responden ditanyakan lebih spesifik, misalnya apakah mereka akan menyetujui hudud (hukum kriminal Islam yang keras), yang merupakan bagian dari syariat, "jawaban mereka akan benar-benar berbeda."

Ia mengatakan mereka yang mendukung percaya syariat adalah "obat mujarab bagi penyakit-penyakit sosial termasuk judi dan prostitusi."

Azyumardi, Noorhaidi dan cendikiawan Katolik Daniel Dakidae mengatakan survei itu cukup "luas."

Survei itu juga menemukan bahwa non-Muslim di Indonesia lebih toleran daripada Muslim.

Kebanyakan responden Muslim akan menolak jika ada gereja dan tempat non-Islam di lingkungan mereka dan tidak mau menyekolahkan anak mereka ke sekolah non-Muslim.

Namun, kebanyakan responden non Muslim menyatakan tidak mempersoalkan pendirian mesjid bahkan jika tepat di depan pintu rumah mereka.
ali5196
Translator
 
Posts: 17308
Images: 135
Joined: Wed Sep 14, 2005 5:15 pm

Postby mahong » Tue Aug 19, 2008 4:24 am

angels_2007 wrote:wah semoga syariat islam diaplikasikan secepatnya :lol: :lol: :lol: :lol:

gak sabar ninh nunggu syariat islam :lol: :lol:




iyah sama gwa juga ...... mo gonta-ganti bini yg berjilbab gwa.....
kan enak tinggal talaq 3 aman dah punya bini yg lain :lol: :lol: :lol:
mahong
Pandangan Pertama
Pandangan Pertama
 
Posts: 10
Joined: Tue Aug 12, 2008 2:58 am
Location: doggy dream


Return to Resource Centre Jihad di INDONESIA



 


  • Related topics
    Replies
    Views
    Last post

Who is online

Users browsing this forum: No registered users