. FFI | Document | Artikel | Forum | Wiki | Glossary | Prophet Muhammad Illustrated

Umur Aisya

Kehidupan, pengikut, kepercayaan, pikiran dan ucapan Muhammad.

hanya menyampaikan saja, InsyaALLAH.

Postby hanya_menyampaikan_saja » Wed Oct 19, 2005 10:15 am

Pernikahan Nabi Muhammad dengan Aisyah

The Ancient Myth Exposed
By T.O. Shanavas , di Michigan.
C 2001 Minaret

Diterjemahkan oleh : cahyo_prihartono

Seorang teman kristen suatu kali bertanya ke saya, " Akankah anda menikahkan saudara perempuanmu yang berumur 7 tahun dengan seorang tua berumur 50 tahun?" Saya terdiam. Dia melanjutkan," Jika anda tidak akan melakukannya, bagaimana bisa anda menyetujui pernikahan gadis polos berumur 7 tahun, Aisyah, dengan Nabi anda?" Saya katakan padanya," Saya tidak punya jawaban untuk pertanyaan anda pada saat ini." Teman saya tersenyum dan meninggalkan saya dengan guncangan dalam batin saya akan agama saya. Kebanyakan muslim menjawab bahwa pernikahan seperti itu diterima masyarakat pada saat itu. Jika tidak, Orang-orang akan merasa keberatan dengan pernikahan Nabi saw dengan Aisyah.

Bagaimanapun, penjelasan seperti ini akan mudah menipu bagi orang-orang yang naif dalam mempercayainya. Tetapi, saya tidak cukup puas dengan penjelasan seperti itu.
Nabi merupakan manusia tauladan, Semua tindakannya paling patut dicontoh sehingga kita, Muslim dapat meneladaninya. Bagaimaanpun, kebanyakan orang di Islamic Center of Toledo, termasuk saya, Tidak akan berpikir untuk men-tunangkan saudara perempuan kita yang berumur 7 tahun dengan seorang laki-laki berumur 50 tahun. Jika orang tua setuju dengan pernikahan seperti itu, kebanyakan orang, walaupun tidak semuanya, akan memandang rendah thd orang tua dan suami tua tersebut.

Tahun 1923, pencatat pernikahan di Mesir diberi intruksi untuk menolak pendaftaran dan menolak mengeluarkan surat nikah bagi calon suami berumur dibawah 18 tahun , dan calon isteri dibawah 16 tahun. Tahun 1931, Sidang dalam oraganisasi-oraganisi hukum dan syariah menetapkan untuk tidak merespon pernikahan bagi pasangan dengan umur diatas (Women in Muslim Family Law, John Esposito, 1982). Ini memperlihatkan bahwa walaupun di negara Mesir yang mayoritas Muslim pernikahan usia anak-anak adalah tidak dapat diterima.

Jadi, Saya percaya, tanpa bukti yang solidpun selain perhormatan saya thd Nabi, bahwa cerita pernikahan gadis brumur 7 tahun dengan Nabi berumur 50 tahun adalah mitos semata. Bagaimanapun perjalanan panjang saya dalam menyelelidiki kebenaran atas hal ini membuktikan intuisi saya benar adanya. Nabi memang seorang yang gentleman. Dan dia tidak menikahi gadis polos berumur 7 atau 9 tahun. Umur Aisyah telah dicatat secara salah dalam literatur hadist. Lebih jauh, Saya pikir bahwa
cerita yang menyebutkan hal ini sangatlah tidak bisa dipercaya. Beberapa hadist (tradisi Nabi) yang menceritakan mengenai umur Aisyah pada saat pernikahannya dengan Nabi, hadist-hadist tsb sangat bermasalah. Saya akan menyajikan beberapa bukti melawan khayalan yang diceritakan Hisyanm ibnu `Urwah dan untuk membersihkan nama Nabi dari sebutan seorang tua yang tidak bertanggung jawab yang menikahi gadis polos berumur 7 tahun.

BUKTI #1: PENGUJIAN THD SUMBER
Sebagaian besar riwayat yang menceritakan hal ini yang tercetak di hadist yang semuanya diriwayatkan hanya oleh Hisham ibn `Urwah, yang mencatat atas otoritas dari Bapaknya,Yang mana seharusnya minimal 2 atau 3 orang harus mencatat hadist serupa juga. Adalah aneh bahwa tak ada seorangpun yang di Medinah, dimana Hisham ibn `Urwah tinggal, sampai usia 71 tahun baru menceritakan hal ini, disamping kenyataan adanya banyak murid-murid di Medinah termasuk yang kesohor Malik ibn Anas, tidak menceritakan hal ini. Asal dari riwayat ini adalah dari orang-orang Iraq, dimana Hisham tinggal disana dan pindah dari Medinah ke Iraq pada usia tua.
Tehzibu'l-Tehzib, salah satu buku yang cukup terkenal yang berisi catatan para periwayat hadist, menurut Yaqub ibn Shaibah mencatat : " Hisham sangat bisa dipercaya, riwayatnya dapat diterima, kecuali apa-apa yang dia ceritakan setelah pindah ke Iraq " (Tehzi'bu'l-tehzi'b, Ibn Hajar Al- `asqala'ni, Dar Ihya al-turath al-Islami, 15th century. Vol 11, p.50).
Dalam pernyataan lebih lanjut bahwa Malik ibn Anas menolak riwayat Hisham yang dicatat dari orang-orang Iraq: " Saya pernah dikasih tahu bahwa Malik menolak riwayat Hisham yang dicatat dari orang-orang Iraq" (Tehzi'b u'l-tehzi'b, IbnHajar Al- `asqala'ni, Dar Ihya al-turath al-Islami, Vol.11, p. 50).
Mizanu'l-ai`tidal, buku lain yang berisi uraian riwayat hidup pada periwayat hadist Nabi saw mencatat: "Ketika masa tua, ingatan Hisham mengalami kemunduran yang mencolok" (Mizanu'l-ai`tidal, Al-Zahbi, Al-Maktabatu'l-athriyyah, Sheikhupura, Pakistan, Vol. 4, p. 301).

KESIMPULAN: berdasarkan referensi ini, Ingatan Hisham sangatlah jelek dan riwayatnya setelah pindha ke Iraq sangat tidak bisa dipercaya, sehingga riwayatnya mengenai umur pernikahan Aisyah adalah tidak kredibel.

KRONOLOGI: Adalah vital untuk mencatat dan mengingat tanggal penting dalam sejarah Islam:
pra-610 M: Jahiliya (pra-Islamic era) sebelum turun wahyu
610 M: turun wahyu pertama AbuBakr menerima Islam
613 M: Nabi Muhammad mulai mengajar ke Masyarakat
615 M: Hijrah ke Abyssinia.
616 M: Umar bin al Khattab menerima Islam.
620 M: dikatakan Nabi meminang Aisyah
622 M: Hijrah ke Yathrib, kemudian dinamai Medina
623/624 M: dikatakan Nabi saw berumah tangga dengan Aisyah

BUKTI #2: MEMINANG
Menurut Tabari (juga menurut Hisham ibn `Urwah, Ibn Hunbal and Ibn Sad), Aisyah dipinang pada usia 7 tahun dan mulai berumah tangga pada usia 9 tahun.
Tetapi, di bagian lain, Al-Tabari mengatakan: "Semua anak Abu Bakr (4 orang) dilahirkan pada masa jahiliyah dari 2 isterinya " (Tarikhu'l-umam wa'l-mamlu'k, Al-Tabari (died 922), Vol. 4,p. 50, Arabic, Dara'l-fikr, Beirut, 1979).
Jika Aisyah dipinang 620M (Aisyah umur 7 tahun) dan berumah tangga tahun 623/624 M (usia 9 tahun), ini mengindikasikan bahwa Aisyah dilahirkan pada 613 M. Sehingga berdasarkan tulisan Al- Tabari, Aisyah seharusnya dilahirkan pada 613M, Yaitu 3 tahun sesudah masa jahiliyah usai (610 M). Tabari juga menyatakan bahwa Aisyah dilahirkan pada saat jahiliyah. Jika Aisyah dilahirkan pada era Jahiliyah, seharusnya minimal Aisyah berumur 14 tahun ketika dinikah. Tetapi intinya Tabari mengalami kontradiksi dalam periwayatannya.

KESIMPULAN: Al-Tabari tak reliable mengenai umur Aisyah ketika menikah.

BUKTI # 3: Umur Aisyah jika dihubungkan dengan umur Fatimah
Menurut Ibn Hajar, "Fatima dilahirkan ketika Ka`bah dibangun kembali, ketika Nabi saw berusia 35 tahun... Fatimah 5 tahun lebih tua dari Aisyah " (Al-isabah fi tamyizi'l-sahabah, Ibn Hajar al-Asqalani, Vol. 4, p. 377, Maktabatu'l-Riyadh al-haditha, al-Riyadh,1978).

Jika Statement Ibn Hajar adalah factual, berarti Aisyah dilahirkan ketika Nabi berusia 40 tahun. Jika Aisyah dinikahi Nabi pada saat usia Nabi 52 tahun, maka usia Aisyah ketika menikah adalah 12 tahun.

KESIMPULAN: Ibn Hajar, Tabari, Ibn Hisham, dan Ibn Humbal kontradiksi satu sama lain. Tetapi tampak nyata bahwa riwayat Aisyah menikah usia 7 tahun adalah mitos tak berdasar.



BUKTI #4: Umur Aisyah dihitung dari umur Asma' (Kakak Aisyah)
Menurut Abda'l-Rahman ibn abi zanna'd: "Asma lebih tua 10 tahun dibanding Aisyah (Siyar A`la'ma'l-nubala', Al-Zahabi, Vol. 2, p. 289, Arabic, Mu'assasatu'l-risalah, Beirut, 1992).
Menurut Ibn Kathir: "Asma lebih tua 10 tahun dari adiknya [Aisyah]" (Al-Bidayah wa'l-nihayah, Ibn Kathir, Vol. 8, p. 371,Dar al-fikr al-`arabi, Al-jizah, 1933).
Menurut Ibn Kathir: "Asma melihat pembunuhan anaknya pada tahun 73 H, dan 5 hari kemudian Asma meninggal. Menurut iwayat lainya, dia meninggal 10 atau 20 hari kemudian, atau bebrapa hari lebih dari 20 hari, atau 100 hari kemudian. Riwayat yang paling kuat adalah 100 hari kemudian. Pada waktu Asma Meninggal, dia berusia 100 tahun" (Al-Bidayah wa'l-nihayah, Ibn Kathir, Vol. 8, p. 372, Dar al-fikr al-`arabi, Al-jizah, 1933)
Menurut Ibn Hajar Al-Asqalani: "Asma hidup sampai 100 tahun dan meninggal pada 73 or 74 H." (Taqribu'l-tehzib, Ibn Hajar
Al-Asqalani,p. 654, Arabic, Bab fi'l-nisa', al-harfu'l-alif, Lucknow).
Menurut sebagaian besar ahli sejarah, Asma, Saudara tertua dari Aisyah berselisuh usia 10 tahun. Jika Asma wafat pada usia 100 tahun dia tahun 73 H, Asma seharusnya berusia 27 atau 28 tahun ketika hijrah (622M).
Jika Asma berusia 27 atau 28 tahun ketika hijrah (ketika Aisyah berumah tangga), Aisyah seharusnya berusia 17 atau 18 tahun. Jadi, Aisyah, berusia 17 atau 18 tahun ketika hijrah pada taun dimana Aisyah berumah tangga.
Berdasarkan Hajar, Ibn Katir, and Abda'l-Rahman ibn abi zanna'd, usia Aisyah ketika beliau berumah tangga dengan Rasulullah adalah 19 atau 20 tahun.
Dalam bukti # 3, Ibn Hajar memperkirakan usia Aisyah 12 tahun dan dalam bukti #4 Ibn Hajar mengkontradiksi dirinya sendiri dengan pernyataannya usia Aisyah 17 atau 18 tahun. Jadi mana usia yang benar ? 12 atau 18..?

kesimpulan: Ibn Hajar tidak valid dalam periwayatan usia Aisyah.


BUKTI #5: Perang BADAR dan UHUD
Sebuah riwayat mengenai partisipasi Aisyah dalam perang Badr dijabarkan dalam hadist Muslim, (Kitabu'l-jihad wa'l-siyar, Bab
karahiyati'l-isti`anah fi'l-ghazwi bikafir). Aisyah, ketika menceritakan salah satu moment penting dalam perjalanan selama perang Badar, mengatakan: "ketika kita mencapai Shajarah". Dari pernyataan ini tampak jelas, Aisyah merupakan anggota perjalanan menuju Badar. Sebuah riwayat mengenai pastisipasi Aisyah dalam Uhud tercatat dalam Bukhari (Kitabu'l-jihad wa'l-siyar, Bab Ghazwi'l-nisa' waqitalihinnama`a'lrijal): "Anas mencatat bahwa pada hari Uhud, Orang-orang tidak dapat berdiri dekat Rasulullah. [pada hari itu,] Saya melihat Aisyah dan Umm-i-Sulaim dari jauh, Mereka menyingsingkan sedikit
pakaian-nya [untuk mencegah halangan gerak dalam perjalanan tsb]." Lagi-lagi, hal ini menunjukkan bahwa Aisyah ikut berada dalam perang Uhud and Badr.
Diriwayatkan oleh Bukhari (Kitabu'l-maghazi, Bab Ghazwati'l-khandaq wa hiya'l-ahza'b): "Ibn `Umar menyatakan bahwa Rasulullah tidak mengijinkan dirinya berpastisispasi dalam Uhud, pada ketika itu, Ibnu Umar berusia 14 tahun. Tetapi ketika perang Khandaq, ketika berusia 15 tahun, Nabi mengijinkan Ibnu Umar ikut dalam perang tsb."
Berdasarkan riwayat diatas,
(a) anak-anak berusia dibawah 15 years akan dipulangkan dan tidak diperbolehkan ikut dalam perang, dan
(b) Aisyah ikut dalam perang badar dan Uhud

KESIMPULAN: Aisyah ikut dalam perang Badar dan Uhud jelas mengindikasikan bahwa beliau tidak berusia 9 tahun ketika itu, tetapi minimal berusia 15 tahun. Disamping itu, wanita-wanita yang ikut menemani para pria dalam perang sudah seharusnya berfungsi untuk membantu, bukan untuk menambah beban bagi mereka. Ini merupakan bukti lain dari kontradiksi usia pernikahan Aisyah.

BUKTI #6: Surat al-Qamar (Bulan)
Menurut beberapa riwayat, Aisyah dilahirkan pada tahun ke delapan sebelum hijriyah. Tetapi menurut sumber lain dalam Bukhari, Aisyah tercatat mengatakan hal ini: "Saya seorang gadis muda (jariyah dalam bahasa arab)" ketika Surah Al-Qamar diturunkan(Sahih Bukhari, kitabu'l-tafsir, Bab Qaulihi Bal al-sa`atu Maw`iduhum wa'l-sa`atu adha'wa amarr).
Surat 54 dari Quran diturunkan pada tahun ke delapan sebelum hijriyah(The Bounteous Koran, M.M. Khatib, 1985), menunjukkan bahwa surat tsb diturunkan pada tahun 614 M. jika Aisyah memulai berumahtangga dengan Rasulullah pada usia 9 di tahun 623 M or 624 M, Aisyah masih bayi yang baru lahir (sibyah in Arabic) pada saat Surah Al-Qamar diturunkan. Menurut riwayat diatas, secara aktual tampak bahwa Aisyah adalah gadis muda, bukan bayi yang baru lahir ketika pewahyuan Al-Qamar. Jariyah berarti gadis muda yang masih suka bermain (Lane's Arabic English Lexicon). Jadi, Aisyah, telah menjadi jariyah bukan
sibyah (bayi), jadi telah berusia 6-13 tahun pada saat turunnya surah Al-Qamar, dan oleh karean itu sudah pasti saat itu Aisyah berusia 14-21 tahun ketika dinikah Nabi.

Kesimpulan: riwayat ini juga mengkontra riwayat pernikahan Aisyah yang berusia 9 tahun.


BUKTI #7: Terminologi bahasa Arab
Menurut riwayat dari Ahmad ibn Hanbal, sesudah meninggalnya isteri pertama Rasulullah, Khadijah, Khaulah datang kepada Nabi dan menasehati Nabi untuk menikah lagi, Nabi bertanya kepada nya ttg pilihan yang ada di pikiran Khaulah. Khaulah berkata: "Anda dapat menikahi seorang gadis (bikr) atau seorang wanita yang pernah menikah (thayyib)". Ketika Nabi bertanya ttg identitas gadis tsb (bikr), Khaulah menyebutkan nama Aisyah.
Bagi orang yang paham bahasa Arab akan segera melihat bahwa kata bikr dalam bahasa Arab tidak digunakan untuk gadis belia berusia 9 tahun. Kata yang tepat untuk gadis belia yangmasih suka bermain-main adalah, seperti dinyatakan dimuka, adalah jariyah. Bikr disisi lain, digunakan untuk seorang wanita yang belum menikah serta belum punya pertautan pengalaman dengan pernikahan, sebagaiaman kita pahami dalam bahasa Inggris "virgin". Oleh karean itu, tampak jelas bahwa gadis belia 9 tahun bukanlah "wanita" (bikr) (Musnad Ahmad ibn Hanbal, Vol. 6, p. .210,Arabic, Dar Ihya al-turath al-`arabi, Beirut).

Kesimpulan: Arti literal dari kata, bikr (gadis), dalam hadist diatas adalah "wanita dewasa yang belum punya pengalaman sexual dalam pernikahan." Oleh karean itu, Aisyah adalah seorang wanita dewasa pada waktu menikahnya.

BUKTI #8. Text Qur'an
Seluruh muslim setuju bahwa Quran adal
ah buku petunjuk. Jadi, kita perlu mencari petunjuk dari Qur'an untuk membersihkan kabut kebingungan yang diciptakan oleh para periwayat pada periode klasik Islam mengenai usia Aisyah dan pernikahannya. Apakah Quran mengijinkan atau melarang pernikahan dari gadis belia berusia 7 tahun?
Tak ada ayat yang secara eksplisit mengijinkan pernikahan seperti itu. Ada sebuah ayat , yang bagaimanapun, yang menuntun muslim dalam mendidik dan memperlakukan anak yatim. Petunjuk Qur'an mengenai perlakuan anak Yatim juga valid doaplikasikan ada anak kita sendiri sendiri. Ayat tsb mengatakan : Dan janganlah kamu serahkan kepada orang-orang yang belum sempurna
akalnya, harta (mereka yang ada dalam kekuasaanmu) yang dijadikan Allah sebagai pokok kehidupan. Berilah mereka belanja dan pakaian (dari hasil harta itu) dan ucapkanlah kepada mereka kata-kata yang baik. (Qs. 4:5) Dan ujilah anak yatim itu sampai mereka cukup umur untuk kawin. Kemudian jika menurut pendapatmu mereka telah cerdas (pandai memelihara
harta), maka serahkanlah kepada mereka harta-hartanya. ?? (Qs. 4:6)
Dalam hal seorang anak yang ditingal orang tuanya, Seorang muslim diperintahkan untuk
(a) memberi makan mereka,
(b) memberi pakaian,
(c) mendidik mereka, dan
(d) menguji mereka thd kedewasaan "sampai usiamenikah" sebelum mempercayakan mereka dalam pengelolaan keuangan.
Disini, ayat Qur'an menyatakan ttg butuhnya bukti yang teliti terhadap tingkat kedewasaan intelektual dan fisik melalui hasil test yang objektif sebelum memasuki usia nikah dan untuk mempercayakan pengelolaan harta-harta kepada mereka.
Dalam ayat yang sangat jelas diatas, tidak ada seorangpun dari muslim yang bertanggungjawab akan melakukan pengalihan pengelolaan keuangan pada seorang gadis belia berusia 7 tahun. Jika kita tidak bisa mempercayai gadis belia berusia 7 tahun dalam pengelolaan keuangan, Gadis tsb secara tidak memenuhi syarat secara intelektual maupun fisik untuk menikah. Ibn Hambal (Musnad Ahmad ibn Hambal, vol.6, p. 33 and 99) menyatakan bahwa Aisyah yang berusia 9 tahun lebih tertarik untuk
bermain dengan mainannya daripada mengambi tugas sebagai isteri. Oleh karean itu sangatlah sulit untuk mempercayai, bahwa AbuBakar, seorang tokoh muslim, akan menunangkan anaknya yang masih belia berusia 7 taun dengan Nabi yang berusia 50 tahun.. Sama sulitnya untuk membayangkan bahwa Nabi menikahi seorang gadis belia berusia 7 tahun.
Sebuah tugas penting lain dalam menjaga anak adalah mendidiknya. Marilah kita memunculkan sebuah pertanyaan," berapa banyak di antara kita yang percaya bahwa kita dapat mendidik anak kita dengan hasil memuaskan sebelum mereka mencapai usia 7 atau 9 tahun?" Jawabannya adalah Nol besar. Logika kita berkata, adalah tidak mungkin tugas mendidik anak kita dengan memuaskan sebelum mereka mencapai usia 7 tahun, lalu bagaimana mana mungkin kita percaya bahwa Aisyah telah dididik secara sempurna pada usia 7 tahun seperti diklaim sebagai usia pernikahannya?
AbuBakr merupakan seorang yang jauh lebih bijaksana dari kita semua, Jadi dia akan merasa dalam hatinya bahwa Aisyah masih seorang anak-anak yang belum secara sempurna sebagaimana dinyatakan Qur'an. Abu Bakar tidak akan menikahkan Aisyah kepada seorangpun. Jika sebuah proposal pernikahan dari gadis belia dan belum terdidik secara memuaskan datang kepada Nabi, Beliau akan menolak dengan tegas karean itu menentang hukum-hukum Quran.

Kesimpulan: Pernikahan Aisyah pada usia 7 tahun akan menentang hukum kedewasaan yang dinyatakan Quran. Oleh karean itu, Cerita pernikahan Aisyah gadis belia berusia 7 tahun adalah mitos semata.

BUKTI #9: Ijin dalam pernikahan
Seorang wanita harus ditanya dan diminta persetujuan agar pernikahan yang dia lakukan menjadi syah (Mishakat al Masabiah, translation by James Robson, Vol. I, p. 665). Secara Islami, persetujuan yang kredible dari seorang wanita merupakan syarat dasar bagi kesyahan sebuah pernikahan.
Dengan mengembangkan kondisi logis ini, persetujuan yang diberikan oleh gadis belum dewasa berusia 7 tahun tidak dapat diautorisasi sebagai validitas sebuah pernikahan.
Adalah tidak terbayangkan bahwa AbuBakr, seorang laki-laki yang cerdas, akan berpikir dan mananggapi secara keras ttg persetujuan pernikahan gadis 7 tahun (anaknya sendiri) dengan seorang laki-laki berusia 50 tahun.
Serupa dengan ini, Nabi tidak mungkin menerima persetujuan dari seorang gadis yang menurut hadith dari Muslim, masih suka bermain-main dengan bonekanya ketika berumah tangga dengan Rasulullah.
kesimpulan: Rasulullah tidak menikahi gadis berusia 7 tahun karena akan tidak memenuhi syarat dasar sebuah pernikahan islami ttg klausa persetujuan dari pihak isteri. Oleh karean itu, hanya ada satu kemungkinan Nabi menikahi Aisyah seorang wanita yang dewasa secara intelektual maupun fisik.
SUMMARY:
Tidak ada tradisi Arab untuk menikahkan anak perempuan atau laki-laki yang berusia 9 tahun, Demikian juga tidak ada pernikahan Rasulullah SAW dan Aisyah ketika berusia 9 tahun. Orang-orang arab tidak pernha keberatan dengan pernikahan seperti ini, karean ini tak pernah terjadi sebagaimana isi beberapa riwayat.
Jelas nyata, riwayat pernikahan Aisyah pada usia 9 tahun oleh Hisham ibn `Urwah tidak bisa dianggap sebagai kebenaran, dan kontradisksi dengan riwayat-riwayat lain. Lebih jauh, tidak ada alasan yang nyata untuk menerima riwayat Hisham ibn `Urwah sebagai kebenaran ketika para pakar lain, termasuk Malik ibn Anas, melihat riwayat Hisham ibn `Urwah selama di Iraq adalah tidak reliable. Pernyataan dari Tabari, Bukhari dan Muslim menunjukkan mereka kontradiksi satu sama lain mengenai usia
menikah bagi Aisyah. Lebih jauh, beberapa pakar periwayat mengalami internal kontradiksi dengan riwayat-riwayatnya sendiri. Jadi, riwayat usia Aisyah 9 tahun ketika menikah adalah tidak reliable karena adanya kontradiksi yang nyata pada catatan klasik dari pakar sejarah Islam.
Oleh karean itu, tidak ada alasan absolut untuk menerima dan mempercayai usia Aisyah 9 tahun ketika menikah sebagai sebuah
kebenaran disebabkan cukup banyak latar belakang untuk menolak riwayat tsb dan lebih layak disebut sebagai mitos semata. Lebih jauh, Qur'an menolak pernikahan gadis dan lelaki yang belum dewasa sebagaimana tidak layak membebankan kepada mereka tanggung jawab-tanggung jawab.


[/size]
hanya_menyampaikan_saja
Acuh Tak Acuh
Acuh Tak Acuh
 
Posts: 1
Joined: Wed Oct 19, 2005 9:52 am

Postby Adadeh » Wed Oct 19, 2005 12:04 pm

Oleh karean itu, tidak ada alasan absolut untuk menerima dan mempercayai usia Aisyah 9 tahun ketika menikah sebagai sebuah
kebenaran disebabkan cukup banyak latar belakang untuk menolak riwayat tsb dan lebih layak disebut sebagai mitos semata. Lebih jauh, Qur'an menolak pernikahan gadis dan lelaki yang belum dewasa sebagaimana tidak layak membebankan kepada mereka tanggung jawab-tanggung jawab.


Memang pahit untuk percaya bahwa seorang yang dipercaya sebagai Rasul Allah tega melakukan hal ini. Anda boleh saja mengambil kesimpulan bahwa hal ini tidak terjadi, tapi catatan sejarah dan pengakuan Aisha mengatakan sebaliknya.

Silakan baca ini:
http://indonesian.knowislam.info/forum/ ... .php?t=308
User avatar
Adadeh
Translator
 
Posts: 8460
Images: 414
Joined: Thu Oct 13, 2005 1:59 am

Postby Burr » Wed Oct 19, 2005 12:39 pm

Ente rupanya tidak membaca uraian di atas,
silahkan ente baca dengan teliti lagi......
siapa Ali Sina....dan siapa.... Ayatollah Montazeri
itu ? kenapa dia harus dijadikan patokan....thread
ini sudah berkali-kali dijawab, terimalah dengan
lapang dada, walaupun pahit !!
Burr
Pandangan Pertama
Pandangan Pertama
 
Posts: 99
Joined: Fri Oct 07, 2005 11:08 am

Postby shelionline » Wed Oct 19, 2005 1:08 pm

Idiiihhhh....!!!! Mas kris-kris ini enjoy banget menghujat islam...!!!! iri ya, yang pasti sih DENGKI karena nabinya ternyata tidak lahir dari bangsa Yahudi (para nabi-nabi terdahulu mayoritas dari Yahudi ) padahal udah ditunggu-tunggu sampe ratusan tahun...kheki kayaknya...akhirnya DENGKI deh...(Dengki tidak berarti Nggak percaya kenabian Muhamad SAW)

Mengapa????karena ajaran kristen yang anda ikuti isinya MEMBLE..!!! hii.hiii.hiii

ok deh...tumpahkan semua uneg-uneg anda sampe puas........!

Biar dapat hidayah seperti Antonius Widuri (Missionaris katolik yg fanatik itu)...!!!!

Antonius widuri seorang missionaris yang sangat santun..laen bener dengan anda-anda yang bicaranya nggak beda ama syetan..!!
User avatar
shelionline
Mulai Suka
Mulai Suka
 
Posts: 103
Joined: Fri Oct 14, 2005 9:20 am

Postby Mr_GEJROT » Wed Oct 19, 2005 1:28 pm

Tugas manusia adalah menjadi menusia, itu kata Multatuli. Kalau terpanggil untuk menjadi manusia yang beradab, simak terus situs ini. Kalau mau menjadi manusia jadi-jadian, bacalah quran, hadis, ikuti ichtijad, ulama, ustad, guru ngaji, yang dapat mengubah manusia menjadi monster yang menakutkan. Tidak percaya? Muhamad sendiri sudah membuktikan. Silahkan muslim berikutnya membuktikan!!!!
Mr_GEJROT
Mulai Suka
Mulai Suka
 
Posts: 436
Joined: Mon Sep 19, 2005 11:14 am
Location: Indonesia

Postby shelionline » Wed Oct 19, 2005 1:32 pm

LHO MANUSIA JADI-JADIAN ITU KHAN YESUS-MU...MANUSIA JADI TUHAN....ihik..ihik...ihik...lucu deh kamu!!!
User avatar
shelionline
Mulai Suka
Mulai Suka
 
Posts: 103
Joined: Fri Oct 14, 2005 9:20 am

Postby wachdiegay » Wed Oct 19, 2005 1:33 pm

shelionline wrote:Idiiihhhh....!!!! Mas kris-kris ini enjoy banget menghujat islam...!!!! iri ya, yang pasti sih DENGKI karena nabinya ternyata tidak lahir dari bangsa Yahudi (para nabi-nabi terdahulu mayoritas dari Yahudi ) padahal udah ditunggu-tunggu sampe ratusan tahun...kheki kayaknya...akhirnya DENGKI deh...(Dengki tidak berarti Nggak percaya kenabian Muhamad SAW)

Mengapa????karena ajaran kristen yang anda ikuti isinya MEMBLE..!!! hii.hiii.hiii

ok deh...tumpahkan semua uneg-uneg anda sampe puas........!

Biar dapat hidayah seperti Antonius Widuri (Missionaris katolik yg fanatik itu)...!!!!

Antonius widuri seorang missionaris yang sangat santun..laen bener dengan anda-anda yang bicaranya nggak beda ama syetan..!!


Mbak Sheli....
Mau nanya, waktu itu saya pernah lihat website Al-Qur'an online dari antonius ini.
kalau gak salah kyai antonius something.... boleh minta ga kalau sheli tahu.

salam
wachdiegay
Banned
 
Posts: 189
Joined: Wed Sep 21, 2005 3:23 pm

Postby shelionline » Wed Oct 19, 2005 1:56 pm

Mas Wachdiegay...sy punya text nya, bisa di copy and kirim...tapi alamat email kemana????
User avatar
shelionline
Mulai Suka
Mulai Suka
 
Posts: 103
Joined: Fri Oct 14, 2005 9:20 am

Postby ali5196 » Thu Oct 20, 2005 1:34 am

Yth Sheli & menyampaikan saja, artikel anda itu sudah dibahas dalam FFI. Ini jawabannya:

http://www.faithfreedom.org/Articles/si ... ha_age.htm

1) BUKTI #1: PENGUJIAN THD SUMBER
Sebagaian besar riwayat yang menceritakan hal ini yang tercetak di hadist yang semuanya diriwayatkan hanya oleh Hisham ibn `Urwah, yang mencatat atas otoritas dari Bapaknya, yang mana seharusnya minimal 2 atau 3 orang harus mencatat hadist serupa juga.

Jawab:
Betulkah hanya hadisnya Hisham ibn `Urwah yang menceritakan tentang usia Aisya ? Nyatanya Bukhari dan Tabari juga menyebutnya.

2) BUKTI #2: MEMINANG
Disatu pihak Tabari bilang Aisya dipinang pada usia 7 tahun, dilain pihak Tabari bilang 14. Jadi kesimpulan artikel ini : Al-Tabari tak reliable mengenai umur Aisyah ketika menikah.

Meminjam jawaban A Sina :
Kalaupun yang diatas tidak dianggap reliable, bagaimana dengan
riwayah2 lainnya yang begitu mendetil tentang umur Aisha, menggambarkannya bermain dengan boneka, pembicaraannya dengan teman2 seumurnya dan ceritanya bersembunyi ketika Muhamad memasuki kamar, memorinya tentang bermain di ayunan ketika ibunya memanggilnya dan mencuci mukanya dan mempertontonkannya kepada Muhamad, ke-dungu-annya dan rasa kaget ketika Muhamad beraksi dalam perannya sebagai suami, dsb.

3) BUKTI #3: Umur Aisyah jika dihubungkan dengan umur Fatimah
Menurut Ibn Hajar : jika Aisyah dinikahi Nabi pada saat usia Nabi 52 tahun, maka usia Aisyah ketika menikah adalah 12 tahun.
KESIMPULAN: Tampak nyata bahwa riwayat Aisyah menikah usia 7 tahun adalah mitos tak berdasar.

Jawab: OK. Kalau memang asumsi diatas benar, apakah normal bagi seorang berumur 52 tahun menikahi anak umur 12 tahun ? Mengingat Muhamad bisa mendapatkan wanita mana saja saat itu ? Tetapi mengapa harus memilih yang berumur 12 tahun ?

4) BUKTI #4: Umur Aisyah dihitung dari umur Asma' (Kakak Aisyah)
Menurut Ibn hajar : jika Asma berusia 27 atau 28 pada saat hijrah, maka Aisha berumur 17.
Dalam bukti # 3, Ibn Hajar memperkirakan usia Aisyah 12 tahun dan dalam bukti #4 Ibn Hajar mengkontradiksi dirinya sendiri dengan pernyataannya usia Aisyah 17 atau 18 tahun. Jadi mana usia yang benar ? 12 atau 18..?
KESIMPULAN: Ibn Hajar tidak valid dalam periwayatan usia Aisyah.

Meminjam JAWABAN A SINA:
Dijaman baheula belum ada sertifikat lahir. Lagipula, Asma bukan orang penting dan tidak akan menyangka bahwa 1300 tahun kemudian ia menjadi obyek kontroversi. Jadi teori umur Aisya 18 atau 20 tahun ketika menikah, diukur dari umur Asma, juga sangat lemah.

5) BUKTI #5: Perang BADAR dan UHUD
KESIMPULAN: Aisyah ikut dalam perang Badar dan Uhud jelas mengindikasikan bahwa beliau tidak berusia 9 tahun ketika itu, tetapi minimal berusia 15 tahun.

Jawab A SINA:
Ini alasan lemah. Pada saatnya pertempuran Badr dan Uhud Aisha berumur antara 10 sampai 11 tahun. Ia tidak bertempur seperti kaum lelaki. Ia disitu untuk menghangatkan tempat tidur Muhamad. Lelaki dibawah umur 15 dipulangkan, tetapi ini tidak berlaku bagi Aisha.

6)BUKTI #6: Surat al-Qamar (Bulan)
Menurut Bukhari, Aisyah tercatat mengatakan hal ini: "Saya seorang gadis muda (jariyah dalam bahasa arab)" ketika Surah Al-Qamar diturunkan(Sahih Bukhari, kitabu'l-tafsir, Bab Qaulihi Bal al-sa`atu Maw`iduhum wa'l-sa`atu adha'wa amarr).

Jawaban A SINA terhadap yang diatas (mengulang jawaban #2):
Bahkan jika kita mengasumsi bahwa riwayah diatas akurat, tidak ada alasan mengapa riwayah ini lebih penting ketimbang riwayah lainnya yang begitu mendetil tentang umur Aisha, menggambarkannya bermain dengan boneka, pembicaraannya dengan teman2 seumurnya dsb dsdb.
Peristiwa2 ini lebih menempel di ingatan ketimbang kapan turunnya wahyu. Kemungkinan orang lebih mengingat peristiwa penting ketimbang kepastian tanggal datangnya Surah.

7) BUKTI #7: Terminologi bahasa Arab
Kesimpulan: Arti literal dari kata, bikr (gadis) dalam hadist untuk menggambarkan Aisya, adalah "wanita dewasa yang belum punya pengalaman sexual dalam pernikahan". Oleh karena itu, Aisyah adalah seorang wanita dewasa pada waktu menikahnya.

Jawab A SINA:
Keterangan ini tidak tepat. Saya lahir di Iran dan saya mengerti bahasa Arab. Bikr berarti perawan dan TIDAK menunjukkan umur. Faktanya, Aisha adalah isteri kedua Muhammad (setelah Khadijah) namun Muhammad MENUNGGU TIGA TAHUN sebelum melakukan hubungan perkawinan karena AISHA TERLALU MUDA. Oleh karena itu ia memuaskan dirinya dengan Umma Salamah, sampai Aisha tumbuh sedikit lagi.

8) BUKTI #8. Text Qur'an
Kesimpulan: Pernikahan Aisyah pada usia 7 tahun akan menentang hukum kedewasaan yang dinyatakan Quran. Oleh karena itu, Cerita pernikahan Aisyah gadis belia berusia 7 tahun adalah mitos semata.

Jawab saya : mengingat surah2 dalam Quran yang sering kontradiksi dan kelakuan Muhamad (dalam biografinya) yang sering melanggar kata2nya sendiri, mengapa kita harus heran dgn dilanggarnya Quran oleh Muhamad sendiri ? Bukankah Allah sendiri sering berubah2 peraturan demi memuaskan nabinya ?

9) BUKTI #9: Ijin dalam pernikahan
Seorang wanita harus ditanya dan diminta persetujuan agar pernikahan yang dia lakukan menjadi syah.
Adalah tidak terbayangkan bahwa AbuBakr, seorang laki-laki yang cerdas, akan berpikir dan mananggapi secara keras ttg persetujuan pernikahan gadis 7 tahun (anaknya sendiri) dengan seorang laki-laki berusia 50 tahun.
Jawaban ; BETUL !!! Dan ABU BAKR MEMANG KEBERATAN terhadap pernikahan ini.

Dalam hadis, Abu Bakr mengatakan kpd muhamad: tapi saya adalah saudaramu ! Kok kawin dnegan anak saya ? Khan ini melawan tradisi kita. Jawab Muhamad : Iya, tetapi Aisya adalah pemberian Allah kepada saya. Allah memberi saya mimpi bahwa AIsya ini akan jadi pengantinku.

Begitu kira2 bunyi hadisnya. (NoMind tolong cariin hadisnya dong, gua capek nih.)


Allah memang Maha Tahu ! AMIN !
ali5196
Translator
 
Posts: 17308
Images: 135
Joined: Wed Sep 14, 2005 5:15 pm

Ayat2 Hadis

Postby Adadeh » Thu Oct 20, 2005 5:21 am

Betulkah hanya hadisnya Hisham ibn `Urwah yang menceritakan tentang usia Aisya ? Nyatanya Bukhari dan Tabari juga menyebutnya.


Nih ayat2 tentang usia Aisya, berdasarkan pengakuannya sendiri:

Sunan Abu-Dawud Buku 41, Nomer 4915, juga Nomer 4915 and Nomer 4915
Dinyatakan Aisha, Ummul Mu'minin:
Sang Rasul Allah menikahiku ketika aku berusia tujuh atau enam tahun. Ketika kami tiba di Medina, beberapa wanita datang, menurut versi Bishr:Umm Ruman datang padaku ketika saya sedang bermain ayunan. Mereka memandangku, mempersiapkanku, dan mendandaniku. Kemudian aku dibawa ke Rasul Allah, dan ia hidup bersamaku sebagai suami istri ketika aku berusia sembilan tahun. Ia (Umm Ruman) menghentikanku di pintu, dan aku meledak tertawa.


Sahih Muslim Buku 008, Nomer 3327:
'A'isha (Allah memberkatinya) melaporkan bahwa Rasul Allah menikahinya ketika ia berusia tujuh tahun, dan ia (Muhammad) membawanya ke rumahnya sebagai pengantin ketika ia berusia sembilan tahun, dan boneka2nya dibawanya, dan ketika ia (Muhammad) mati, ia (A’isha) berusia delapanbelas tahun.


Aisya belum pubertas:

Sahih Bukhari Volume 8, Buku 73, Nomer 151
Dinyatakan 'Aisha:
Aku biasa bermain dengan boneka2 di depan sang Nabi, dan kawan2 perempuanku juga biasa bermain bersamaku. Kalau Rasul Allah biasanya masuk ke dalam (tempat tinggalku) mereka lalu bersembunyi, tapi sang Nabi lalu memanggil mereka untuk bergabung dan bermain bersamaku. (Bermain dengan boneka2 atau bentuk2 yang serupa itu dilarang, tapi dalam kasus ini diizinkan sebab Aisha saat itu masih anak kecil, belum mencapai usia pubertas) (Fateh-al-Bari halaman 143, Vol.13)


Jawaban ; BETUL !!! Dan ABU BAKR MEMANG KEBERATAN terhadap pernikahan ini.


Ini ayat yang menyatakan Abu Bakr protes atas niat Nabi kita:

Sahih Bukhari 7.18
Dinyatakan 'Ursa:
Sang Nabi meminta Abu Bakr untuk menyerahkan Aisha untuk dinikahi. Abu Bakr berkata,”Tapi engkau saudaraku.” Nabi berkata, ”Engkau saudaraku dalam agama Allah dan BukuNya, tapi ia (Aisha) adalah sah untuk dinikahiku.”


Ini ayat2 yang menunjukkan bahwa Aisya sewaktu dinikahi Muhammad masih kecil, senang main boneka, ayunan:

Sunan Abu-Dawud Buku 41, Nomer 4915, juga Nomer 4915 and Nomer 4915
Dinyatakan Aisha, Ummul Mu'minin:
Sang Rasul Allah menikahiku ketika aku berusia tujuh atau enam tahun. Ketika kami tiba di Medina, beberapa wanita datang, menurut versi Bishr:Umm Ruman datang padaku ketika saya sedang bermain ayunan.


Sahih Muslim Buku 008, Nomer 3327:
'A'isha (Allah memberkatinya) melaporkan bahwa Rasul Allah menikahinya ketika ia berusia tujuh tahun, dan ia (Muhammad) membawanya ke rumahnya sebagai pengantin ketika ia berusia sembilan tahun, dan boneka2nya dibawanya, dan ketika ia (Muhammad) mati, ia (A’isha) berusia delapanbelas tahun.
User avatar
Adadeh
Translator
 
Posts: 8460
Images: 414
Joined: Thu Oct 13, 2005 1:59 am

Postby NoMind » Thu Oct 20, 2005 10:27 am

hanya_menyampaikan_saja wrote:Pernikahan Nabi Muhammad dengan Aisyah

The Ancient Myth Exposed
By T.O. Shanavas , di Michigan.
C 2001 Minaret

Diterjemahkan oleh : cahyo_prihartono


Sudah di counter semuanya di sini:

http://indonesian.knowislam.info/forum/viewtopic.php?p=1620#1620


With Best Regards,
NoMind
User avatar
NoMind
Translator
 
Posts: 451
Joined: Tue Sep 13, 2005 11:25 pm

Postby Arab Indo » Wed Oct 26, 2005 12:36 pm

mitos kayak gitu kok dipercaya oleh org2 yg tdk bertanggung jawab, dasar payah..............
Arab Indo
Pandangan Pertama
Pandangan Pertama
 
Posts: 21
Joined: Tue Oct 25, 2005 11:07 am
Location: Java Island

Postby osama » Wed Oct 26, 2005 7:25 pm

Arab Indo wrote:mitos kayak gitu kok dipercaya oleh org2 yg tdk bertanggung jawab, dasar payah..............


bisanya ngomong gitu doank??
Udah skak mat yah? :lol: :lol: :lol: :lol: :lol:
osama
Pandangan Pertama
Pandangan Pertama
 
Posts: 28
Joined: Tue Oct 11, 2005 8:33 pm

teladan

Postby Rashidi » Sun Oct 30, 2005 9:38 pm

temennya si ali sina pernah bilang:
bahkan binatang pun, saat birahi, tidak melakukannya dengan yang masih belum matang.

ini adalah kutipannya:
http://www.faithfreedom.org/oped/sina51021.htm wrote:.......
This is not even natural. Normal men do not get sexually attracted to children. Only a pedophile can become sexually aroused by a child.

One friend wrote:

“even in the animal kingdom where animals respond to their animalistic instincts, pre-puberty animals and birds are spared and not desired by the male animals in heat.

I would think that it is a biological reaction that is ingrained in all of us not to lust after or desire or be turned on by any child immaterial of what kind of perverts we may be.”


Having sexual feelings for children is unnatural and it is a sickness of mind. It has nothing to do with morality. Any adult who lusts after a child is not normal. Muhammad was sick in the head.
.......


Tapi kelakuan mo-ham-mad, menunjukkan degradasi sifat manusia... (lebih rendah dari yang diquote-kan, i.e.: anggota animal-kingdom)

eh, rasanya gw pernah denger katanya: islam itu mengembalikan fitrah manusia.... (apa bener tuh?)

lalu dengan ayat:
Surah Al-Ahzab (33), ayat 21 wrote:Sesungguhnya telah ada pada (diri) Rasulullah itu suri teladan yang baik bagimu (yaitu) bagi orang yang mengharap (rahmat) Allah dan (kedatangan) hari kiamat dan dia banyak menyebut Allah.


anda ingin mengikuti teladan si mr.Mo dengan menikahi bocah berumur 6-12 tahun, saat anda berumur paruh baya?
User avatar
Rashidi
Lupa Diri
Lupa Diri
 
Posts: 1222
Joined: Wed Sep 14, 2005 10:15 pm

Postby supercabe » Fri Dec 08, 2006 4:29 pm

bukti didepan mata...hayo mo bilang apa lagi! :D
User avatar
supercabe
Lupa Diri
Lupa Diri
 
Posts: 1112
Joined: Fri Nov 03, 2006 1:31 pm
Location: Dimana-mana hatiku senang

Postby feodor fathon FF » Fri Dec 08, 2006 4:48 pm

ali5196 wrote:Yth Sheli & menyampaikan saja, artikel anda itu sudah dibahas dalam FFI. Ini jawabannya:

http://www.faithfreedom.org/Articles/si ... ha_age.htm

1) BUKTI #1: PENGUJIAN THD SUMBER
Sebagaian besar riwayat yang menceritakan hal ini yang tercetak di hadist yang semuanya diriwayatkan hanya oleh Hisham ibn `Urwah, yang mencatat atas otoritas dari Bapaknya, yang mana seharusnya minimal 2 atau 3 orang harus mencatat hadist serupa juga.

Jawab:
Betulkah hanya hadisnya Hisham ibn `Urwah yang menceritakan tentang usia Aisya ? Nyatanya Bukhari dan Tabari juga menyebutnya.

yeee...BUkhari dan tabari juga dapat nya dari Urwah ... apa yg lo baca dari Kitab sahih tdk semua sanad ditulis atau disebutkan ...itu semua ada di Kitab yg menjelaskan sanad hadits....

2) BUKTI #2: MEMINANG
Disatu pihak Tabari bilang Aisya dipinang pada usia 7 tahun, dilain pihak Tabari bilang 14. Jadi kesimpulan artikel ini : Al-Tabari tak reliable mengenai umur Aisyah ketika menikah.

Meminjam jawaban A Sina :
Kalaupun yang diatas tidak dianggap reliable, bagaimana dengan
riwayah2 lainnya yang begitu mendetil tentang umur Aisha, menggambarkannya bermain dengan boneka, pembicaraannya dengan teman2 seumurnya dan ceritanya bersembunyi ketika Muhamad memasuki kamar, memorinya tentang bermain di ayunan ketika ibunya memanggilnya dan mencuci mukanya dan mempertontonkannya kepada Muhamad, ke-dungu-annya dan rasa kaget ketika Muhamad beraksi dalam perannya sebagai suami, dsb.

yeee ... pan udeh disebut itu dari URWAH seorang ..yg meriwayatkannya di usia pikun

3) BUKTI #3: Umur Aisyah jika dihubungkan dengan umur Fatimah
Menurut Ibn Hajar : jika Aisyah dinikahi Nabi pada saat usia Nabi 52 tahun, maka usia Aisyah ketika menikah adalah 12 tahun.
KESIMPULAN: Tampak nyata bahwa riwayat Aisyah menikah usia 7 tahun adalah mitos tak berdasar.

Jawab: OK. Kalau memang asumsi diatas benar, apakah normal bagi seorang berumur 52 tahun menikahi anak umur 12 tahun ? Mengingat Muhamad bisa mendapatkan wanita mana saja saat itu ? Tetapi mengapa harus memilih yang berumur 12 tahun ?

ngeleeeesss....akui dulu kalo umur aisha menikah 9 tau itu salah ...dor !!! :lol:

4) BUKTI #4: Umur Aisyah dihitung dari umur Asma' (Kakak Aisyah)
Menurut Ibn hajar : jika Asma berusia 27 atau 28 pada saat hijrah, maka Aisha berumur 17.
Dalam bukti # 3, Ibn Hajar memperkirakan usia Aisyah 12 tahun dan dalam bukti #4 Ibn Hajar mengkontradiksi dirinya sendiri dengan pernyataannya usia Aisyah 17 atau 18 tahun. Jadi mana usia yang benar ? 12 atau 18..?
KESIMPULAN: Ibn Hajar tidak valid dalam periwayatan usia Aisyah.

Meminjam JAWABAN A SINA:
Dijaman baheula belum ada sertifikat lahir. Lagipula, Asma bukan orang penting dan tidak akan menyangka bahwa 1300 tahun kemudian ia menjadi obyek kontroversi. Jadi teori umur Aisya 18 atau 20 tahun ketika menikah, diukur dari umur Asma, juga sangat lemah.

tetep ..tidak satu suara ....nama tidak reliable ... :lol:

5) BUKTI #5: Perang BADAR dan UHUD
KESIMPULAN: Aisyah ikut dalam perang Badar dan Uhud jelas mengindikasikan bahwa beliau tidak berusia 9 tahun ketika itu, tetapi minimal berusia 15 tahun.

Jawab A SINA:
Ini alasan lemah. Pada saatnya pertempuran Badr dan Uhud Aisha berumur antara 10 sampai 11 tahun. Ia tidak bertempur seperti kaum lelaki. Ia disitu untuk menghangatkan tempat tidur Muhamad. Lelaki dibawah umur 15 dipulangkan, tetapi ini tidak berlaku bagi Aisha.

justru lebih aneh kalo perempuan ke medan perang syarat usianya lebih muda dari laki2 ...harusnya lebih tua
udeh itu naik turun gunung lagi bawa ember ...apa gak kemudaan tuh ?? :lol:

6)BUKTI #6: Surat al-Qamar (Bulan)
Menurut Bukhari, Aisyah tercatat mengatakan hal ini: "Saya seorang gadis muda (jariyah dalam bahasa arab)" ketika Surah Al-Qamar diturunkan(Sahih Bukhari, kitabu'l-tafsir, Bab Qaulihi Bal al-sa`atu Maw`iduhum wa'l-sa`atu adha'wa amarr).

Jawaban A SINA terhadap yang diatas (mengulang jawaban #2):
Bahkan jika kita mengasumsi bahwa riwayah diatas akurat, tidak ada alasan mengapa riwayah ini lebih penting ketimbang riwayah lainnya yang begitu mendetil tentang umur Aisha, menggambarkannya bermain dengan boneka, pembicaraannya dengan teman2 seumurnya dsb dsdb.
Peristiwa2 ini lebih menempel di ingatan ketimbang kapan turunnya wahyu. Kemungkinan orang lebih mengingat peristiwa penting ketimbang kepastian tanggal datangnya Surah.

boneka bukan bukti ....masih banyak wanita dewasa tetep seneng sama boneka :lol:

7) BUKTI #7: Terminologi bahasa Arab
Kesimpulan: Arti literal dari kata, bikr (gadis) dalam hadist untuk menggambarkan Aisya, adalah "wanita dewasa yang belum punya pengalaman sexual dalam pernikahan". Oleh karena itu, Aisyah adalah seorang wanita dewasa pada waktu menikahnya.

Jawab A SINA:
Keterangan ini tidak tepat. Saya lahir di Iran dan saya mengerti bahasa Arab. Bikr berarti perawan dan TIDAK menunjukkan umur. Faktanya, Aisha adalah isteri kedua Muhammad (setelah Khadijah) namun Muhammad MENUNGGU TIGA TAHUN sebelum melakukan hubungan perkawinan karena AISHA TERLALU MUDA. Oleh karena itu ia memuaskan dirinya dengan Umma Salamah, sampai Aisha tumbuh sedikit lagi.

ya bungkus dah

8) BUKTI #8. Text Qur'an
Kesimpulan: Pernikahan Aisyah pada usia 7 tahun akan menentang hukum kedewasaan yang dinyatakan Quran. Oleh karena itu, Cerita pernikahan Aisyah gadis belia berusia 7 tahun adalah mitos semata.

Jawab saya : mengingat surah2 dalam Quran yang sering kontradiksi dan kelakuan Muhamad (dalam biografinya) yang sering melanggar kata2nya sendiri, mengapa kita harus heran dgn dilanggarnya Quran oleh Muhamad sendiri ? Bukankah Allah sendiri sering berubah2 peraturan demi memuaskan nabinya ?

ngeleeees .... :lol:

9) BUKTI #9: Ijin dalam pernikahan
Seorang wanita harus ditanya dan diminta persetujuan agar pernikahan yang dia lakukan menjadi syah.
Adalah tidak terbayangkan bahwa AbuBakr, seorang laki-laki yang cerdas, akan berpikir dan mananggapi secara keras ttg persetujuan pernikahan gadis 7 tahun (anaknya sendiri) dengan seorang laki-laki berusia 50 tahun.
Jawaban ; BETUL !!! Dan ABU BAKR MEMANG KEBERATAN terhadap pernikahan ini.

Dalam hadis, Abu Bakr mengatakan kpd muhamad: tapi saya adalah saudaramu ! Kok kawin dnegan anak saya ? Khan ini melawan tradisi kita. Jawab Muhamad : Iya, tetapi Aisya adalah pemberian Allah kepada saya. Allah memberi saya mimpi bahwa AIsya ini akan jadi pengantinku.

itu mah Abu Bakar jaga-jaga takut jadi INCEST ..

Begitu kira2 bunyi hadisnya. (NoMind tolong cariin hadisnya dong, gua capek nih.)
Allah memang Maha Tahu ! AMIN !

kok cape ..semangat donk :lol:
User avatar
feodor fathon FF
Kecanduan
Kecanduan
 
Posts: 5105
Joined: Thu Feb 23, 2006 2:26 pm
Location: INDONESIA

Postby feodor fathon FF » Fri Dec 08, 2006 4:49 pm

ali5196 wrote:Yth Sheli & menyampaikan saja, artikel anda itu sudah dibahas dalam FFI. Ini jawabannya:

http://www.faithfreedom.org/Articles/si ... ha_age.htm

1) BUKTI #1: PENGUJIAN THD SUMBER
Sebagaian besar riwayat yang menceritakan hal ini yang tercetak di hadist yang semuanya diriwayatkan hanya oleh Hisham ibn `Urwah, yang mencatat atas otoritas dari Bapaknya, yang mana seharusnya minimal 2 atau 3 orang harus mencatat hadist serupa juga.

Jawab:
Betulkah hanya hadisnya Hisham ibn `Urwah yang menceritakan tentang usia Aisya ? Nyatanya Bukhari dan Tabari juga menyebutnya.

yeee...BUkhari dan tabari juga dapat nya dari Urwah ... apa yg lo baca dari Kitab sahih tdk semua sanad ditulis atau disebutkan ...itu semua ada di Kitab yg menjelaskan sanad hadits....

2) BUKTI #2: MEMINANG
Disatu pihak Tabari bilang Aisya dipinang pada usia 7 tahun, dilain pihak Tabari bilang 14. Jadi kesimpulan artikel ini : Al-Tabari tak reliable mengenai umur Aisyah ketika menikah.

Meminjam jawaban A Sina :
Kalaupun yang diatas tidak dianggap reliable, bagaimana dengan
riwayah2 lainnya yang begitu mendetil tentang umur Aisha, menggambarkannya bermain dengan boneka, pembicaraannya dengan teman2 seumurnya dan ceritanya bersembunyi ketika Muhamad memasuki kamar, memorinya tentang bermain di ayunan ketika ibunya memanggilnya dan mencuci mukanya dan mempertontonkannya kepada Muhamad, ke-dungu-annya dan rasa kaget ketika Muhamad beraksi dalam perannya sebagai suami, dsb.

yeee ... pan udeh disebut itu dari URWAH seorang ..yg meriwayatkannya di usia pikun

3) BUKTI #3: Umur Aisyah jika dihubungkan dengan umur Fatimah
Menurut Ibn Hajar : jika Aisyah dinikahi Nabi pada saat usia Nabi 52 tahun, maka usia Aisyah ketika menikah adalah 12 tahun.
KESIMPULAN: Tampak nyata bahwa riwayat Aisyah menikah usia 7 tahun adalah mitos tak berdasar.

Jawab: OK. Kalau memang asumsi diatas benar, apakah normal bagi seorang berumur 52 tahun menikahi anak umur 12 tahun ? Mengingat Muhamad bisa mendapatkan wanita mana saja saat itu ? Tetapi mengapa harus memilih yang berumur 12 tahun ?

ngeleeeesss....akui dulu kalo umur aisha menikah 9 tau itu salah ...dor !!! :lol:

4) BUKTI #4: Umur Aisyah dihitung dari umur Asma' (Kakak Aisyah)
Menurut Ibn hajar : jika Asma berusia 27 atau 28 pada saat hijrah, maka Aisha berumur 17.
Dalam bukti # 3, Ibn Hajar memperkirakan usia Aisyah 12 tahun dan dalam bukti #4 Ibn Hajar mengkontradiksi dirinya sendiri dengan pernyataannya usia Aisyah 17 atau 18 tahun. Jadi mana usia yang benar ? 12 atau 18..?
KESIMPULAN: Ibn Hajar tidak valid dalam periwayatan usia Aisyah.

Meminjam JAWABAN A SINA:
Dijaman baheula belum ada sertifikat lahir. Lagipula, Asma bukan orang penting dan tidak akan menyangka bahwa 1300 tahun kemudian ia menjadi obyek kontroversi. Jadi teori umur Aisya 18 atau 20 tahun ketika menikah, diukur dari umur Asma, juga sangat lemah.

tetep ..tidak satu suara ....nama tidak reliable ... :lol:

5) BUKTI #5: Perang BADAR dan UHUD
KESIMPULAN: Aisyah ikut dalam perang Badar dan Uhud jelas mengindikasikan bahwa beliau tidak berusia 9 tahun ketika itu, tetapi minimal berusia 15 tahun.

Jawab A SINA:
Ini alasan lemah. Pada saatnya pertempuran Badr dan Uhud Aisha berumur antara 10 sampai 11 tahun. Ia tidak bertempur seperti kaum lelaki. Ia disitu untuk menghangatkan tempat tidur Muhamad. Lelaki dibawah umur 15 dipulangkan, tetapi ini tidak berlaku bagi Aisha.

justru lebih aneh kalo perempuan ke medan perang syarat usianya lebih muda dari laki2 ...harusnya lebih tua
udeh itu naik turun gunung lagi bawa ember ...apa gak kemudaan tuh ?? :lol:

6)BUKTI #6: Surat al-Qamar (Bulan)
Menurut Bukhari, Aisyah tercatat mengatakan hal ini: "Saya seorang gadis muda (jariyah dalam bahasa arab)" ketika Surah Al-Qamar diturunkan(Sahih Bukhari, kitabu'l-tafsir, Bab Qaulihi Bal al-sa`atu Maw`iduhum wa'l-sa`atu adha'wa amarr).

Jawaban A SINA terhadap yang diatas (mengulang jawaban #2):
Bahkan jika kita mengasumsi bahwa riwayah diatas akurat, tidak ada alasan mengapa riwayah ini lebih penting ketimbang riwayah lainnya yang begitu mendetil tentang umur Aisha, menggambarkannya bermain dengan boneka, pembicaraannya dengan teman2 seumurnya dsb dsdb.
Peristiwa2 ini lebih menempel di ingatan ketimbang kapan turunnya wahyu. Kemungkinan orang lebih mengingat peristiwa penting ketimbang kepastian tanggal datangnya Surah.

boneka bukan bukti ....masih banyak wanita dewasa tetep seneng sama boneka :lol:

7) BUKTI #7: Terminologi bahasa Arab
Kesimpulan: Arti literal dari kata, bikr (gadis) dalam hadist untuk menggambarkan Aisya, adalah "wanita dewasa yang belum punya pengalaman sexual dalam pernikahan". Oleh karena itu, Aisyah adalah seorang wanita dewasa pada waktu menikahnya.

Jawab A SINA:
Keterangan ini tidak tepat. Saya lahir di Iran dan saya mengerti bahasa Arab. Bikr berarti perawan dan TIDAK menunjukkan umur. Faktanya, Aisha adalah isteri kedua Muhammad (setelah Khadijah) namun Muhammad MENUNGGU TIGA TAHUN sebelum melakukan hubungan perkawinan karena AISHA TERLALU MUDA. Oleh karena itu ia memuaskan dirinya dengan Umma Salamah, sampai Aisha tumbuh sedikit lagi.

ya bungkus dah

8) BUKTI #8. Text Qur'an
Kesimpulan: Pernikahan Aisyah pada usia 7 tahun akan menentang hukum kedewasaan yang dinyatakan Quran. Oleh karena itu, Cerita pernikahan Aisyah gadis belia berusia 7 tahun adalah mitos semata.

Jawab saya : mengingat surah2 dalam Quran yang sering kontradiksi dan kelakuan Muhamad (dalam biografinya) yang sering melanggar kata2nya sendiri, mengapa kita harus heran dgn dilanggarnya Quran oleh Muhamad sendiri ? Bukankah Allah sendiri sering berubah2 peraturan demi memuaskan nabinya ?

ngeleeees .... :lol:

9) BUKTI #9: Ijin dalam pernikahan
Seorang wanita harus ditanya dan diminta persetujuan agar pernikahan yang dia lakukan menjadi syah.
Adalah tidak terbayangkan bahwa AbuBakr, seorang laki-laki yang cerdas, akan berpikir dan mananggapi secara keras ttg persetujuan pernikahan gadis 7 tahun (anaknya sendiri) dengan seorang laki-laki berusia 50 tahun.
Jawaban ; BETUL !!! Dan ABU BAKR MEMANG KEBERATAN terhadap pernikahan ini.

Dalam hadis, Abu Bakr mengatakan kpd muhamad: tapi saya adalah saudaramu ! Kok kawin dnegan anak saya ? Khan ini melawan tradisi kita. Jawab Muhamad : Iya, tetapi Aisya adalah pemberian Allah kepada saya. Allah memberi saya mimpi bahwa AIsya ini akan jadi pengantinku.

itu mah Abu Bakar jaga-jaga takut jadi INCEST ..

Begitu kira2 bunyi hadisnya. (NoMind tolong cariin hadisnya dong, gua capek nih.)
Allah memang Maha Tahu ! AMIN !

kok cape ..semangat donk :lol:
User avatar
feodor fathon FF
Kecanduan
Kecanduan
 
Posts: 5105
Joined: Thu Feb 23, 2006 2:26 pm
Location: INDONESIA

Postby Moderator 5 » Fri Dec 08, 2006 5:18 pm

Karena thread ini mengulang topik yang telah dibahas di thread http://www.indonesia.faithfreedom.org/f ... 24&start=0 dan
http://www.indonesia.faithfreedom.org/f ... 79&start=0, maka thread ini akan dikunci. Silahkan melanjutkan diskusi di thread-thread di atas.
Moderator 5
Site Admin
Site Admin
 
Posts: 183
Joined: Tue Sep 13, 2005 8:55 pm


Return to Muhammad



 


  • Related topics
    Replies
    Views
    Last post

Who is online

Users browsing this forum: No registered users